Permainan Tradisional

Permainan Tradisional

Permainan Tradisional merupakan sejenis permainan yang dianggap sebagai warisan budaya tak benda dalam kekayaan budaya Indonesia. Permainan Tradisional telah ada sejak jaman dahulu dan telah diturunkan sampai sekarang. Akan tetapi sayangnya seiring kemajuan media dan internet, permainan tradisional yang bermanfaat bagi anak ini mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Berikut ini adalah artikel mengenai permainan tradisional secara dasar dan umum.

I. Pengertian Permainan Tradisional

1. Definisi Permainan Tradisional

Definisi tentang Permainan Tradisional ada banyaknya. Berikut ini adalah beberapa definisi yang mudah dipaham jadi 123Dok.com sampaikan.

Menurut Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BP-PLSP). Permainan tradisional merupakan hasil penggalian dari budaya sendiri yang di dalamnya banyak mengandung nilai-nilai pendidikan karena dalam kegiatan permainannya memberikan rasa senang, gembira, ceria pada anak yang memainkannya. Selain itu permainannya dilakukan secara berkelompok sehingga menimbulkan rasa demokrasi antar teman main dan alat permainan yang digunakan pun relatif sederhana. 

James Danandjaja (1987) mengatakan bahwa Permainan tradisional adalah salah satu bentuk yang berupa permainan anak-anak, yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwarisi turun temurun serta banyak mempunyai variasi. Sifat atau cirri dari permainan tradisional anak sudah tua usianya, tidak diketahui asal-usulnya, siapa penciptanya dan darimana asalnya.

Permainan tradisional anak-anak merupakan bentuk folklor di mana peredarannya dilakukan secara lisan, berbentuk tradisional, dan diwariskan secara turun-temurun. Setiap negara, bahkan setiap wilayah memiliki permainan tradisional sendiri. Permainan tradisional adalah semacam permainan bertanda budaya dan sejarah setempat, permainannya dilahirkan untuk meningkatkan kehidupan spiritual masyarakat.

2. Jenis-jenis Permainan Tradisional

Indonesia merupaka negara sangat luas dan memiliki multi etnis, oleh karena itu jumlah permainan tradisional tidak bisa terhitung. Inilah beberapa jenis utama permainan tradisional

  • Galasin
  • Congklak
  • Petak Umpet
  • Gasing
  • Kelereng
  • Egrang
  • Layang – Layang

II. Penjelasan Beberapa Permainan Tradisional

1. Permainan Galasin

Permainan galasin

Galah asin, galasin, atau gobak sodor ketiganya adalah sejenis. Biasanya, di Jawa Barat, nama permainan ini adalah Galah Asin, di Makasar disebut Asing dan di daerah Batak Toba disebut Margala. 

Manfaat yang dapat anak-anak ambil dalam permainan selain mengajarkan kebersamaan, mereka juga bisa belajar cara kerja sama. Tambahannya, ketika bermain Galasin, anak-anak telah berolahraga, meningkatkan kesehatan. 

Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Khususnya, permainan ini menggunakan aktivitas fisik. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. 

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.

Cara bermain galasin

Cara bermain permainan Galasin

  • Sebelum bermain perlu membuat garis-garis penjagaan dengan kapur tulis yang membentuk lapangan segi empat yang kemudian dibagi menjadi 6 bagian. Buatlah garis di tengah lapangan yang memotong keempat persegi panjang tersebut sebagai tempat atau jalan kapten (sodor).
  • Selanjutnya membagi para peserta menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 - 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Penentuan tim jaga dan tim lawan biasanya dilakukan dengan ping sut (di daerah saya disebutnya suit) oleh kapten dari masing-masing tim.
  • Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan, caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal (kapten). Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Pemain yang menjaga garis horizontal bisa bergerak ke kanan dan ke kiri. Bagi yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Pergerakan pemain yang menjaga garis vertikal bergerak dari depan ke belakang atau sebalikya.
  • Sedangkan tim yang menjadi lawan, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal tanpa tersentuh oleh tim jaga. 

2. Permainan kelereng

Permainan kelereng merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia. Namanya kelereng atau gundu, atau  orang Jawa menyebutkan neker. Di Sunda disebut Kaleci atau di Palembang dinamai ekar, dan di Banjar dikenal dengan istilah kleker. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Kelereng dapat dimainkan sebagai permainan anak, dan kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik. Dalam permainan ini, anak-anak akan melatih keterampilan motorik, melatih kemampuan berpikir, dan juga kemampuan berhitung. Tambahan lagi, mereka akan mengasah keterampilan sosial dan mengendalikan emosi.

Permainan kelereng

Cara bermain permainan kelereng

Cara bermain permainan kelereng

  • Gambar lingkaran kecil di tanah. Semua anak menaruh sebutir kelereng di dalam lingkaran.
  • Lalu semua anak berdiri kira-kira satu meter dari lingkaran, di belakang sebuah garis. Secara bergantian, lemparkan sebutir kelereng lainnya ke arah lingkaran. Anak  yang kelerengnya paling jauh dari lingkaran, boleh main lebih dulu.
  • Dia harus memakai kelereng yang ada di luar lingkaran sebagai “Penyerang” untuk memukul kelereng di dalam lingkaran keluar. Kalau berhasil melakukannya, maka ia boleh menyimpan setiap kelereng yang kena jentik.
  • Cara menjentik kelereng: pertemukan ibu jari dengan jari tengah. Sentilkan kedua jari tepat pada gundu.
  • Kelereng “Penyerang” harus tetap tinggal di dalam lingkaran. Kalau tidak, maka anak yang memilikinya akan kehilangan kelereng tersebut.
  • Pemenang adalah anak yang mengumpulkan kelereng atau gundu terbanyak.

3. Permainan Congklak

Permainan Congklak

Congklak, atau dakon, adalah sebuah permainan tradisional yang sangat populer. Tidak hanya di pelataran Jawa saja, tapi hingga seluruh negeri dengan nama yang berbeda-beda. Di malaysia permainan ini juga lebih dikenal dengan nama congklak dan istilah ini juga dikenal di beberapa daerah di Sumatera dengan kebudayaan Melayu. Selain menyenangkan, congklak juga dapat melatih daya berpikir, karena memainkan congklak membutuhkan taktik. Biasanya dalam permainan ini, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Cara bermain permainan Congklak

Cara bermain permainan Congklak photo 1

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan ini harus menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak.

Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lubang. Ada dua jenis lubang pada papan permainan congklak. Pertama, adalah Rumah. Lubang ini adalah yang paling besar dan ada di sisi terluar papan permainan. Rumah yang dimiliki pemain adalah yang ada di samping kiri masing-masing pemain. Sedangkan lubang lumbung yang ada tujuh itu disebut Kampung. Isi setiap Kampung dengan tujuh biji congklak.

Cara bermain permainan Congklak photo 2

Pada awal permainan setiap lubang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya berlawanan arah jarum jam. Bila biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lubang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lubang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lubang Rumah kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

4. Permainan Petak Umpet

Permainan Petak Umpet

Nama lain permainan petak umpet yaitu sembunyi-sembunyian. Bahasa inggrisnya disebut Hide and Seek. Permainan ini amat sangat populer dimana-mana. Permainan ini cukup biasa, tetapi variasi-variasi yang berbeda juga telah berkembang selama bertahun-tahun. Yang mana pun versi, hal yang pemain perlukan hanyalah beberapa teman dan kemampuan bersembunyi dan mencari. 

Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak dilatih berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif.

Cara bermain petak umpet

Cara bermain petak umpet

Langkah pertama yaitu menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya "inglo".

Setelah hitungan 10 dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh "INGLO", apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. orang yang pertama ditemukan yang menjadi 'kucing' berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

5. Permainan Gasing

Permainan Gasing

Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkeseimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan. Bahan pembuatan gasing biasanya bagian terkuat dari kayu yang terletak pada bagian tengah atau bagian akar. Jenis-jenis kayu itu, antara lain Menggeris, Pelawan, Kayu Besi, Leban, Mentigi, dan sejenisnya. Penggunaan jenis kayu tentu saja sangat dipengaruhi faktor geografis atau daerah. Pembentukan kayu menjadi sebuah gasing umumnya menggunakan peralatan tradisional berupa parang, golok, pisau, pecahan beling, dan ampelas.

Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.

Cara bermain gasing 

Gasing dimainkan dengan dua cara, iaitu sebagai gasing pangkah atau gasing uri. Gasingpangkah, dimainkan dengan melemparkannya supaya mengetuk gasing lawan. Gasing uridipertandingkan untuk menguji ketahanannya berpusing.Gasing pinang dimainkan oleh kanak-kanak. Buah pinang muda dikupaskan sabut dan kulitnya,dipangkaskan bahagian atas dan bahagian bawahnya, kemudian dicucukkan lidi buluh melaluipulurnya menjadi paksi serta pemegang gasing itu. Gasing ini boleh dilagakan atau diurikan.Untuk memusingkan gasing, tali setebal 1.75 cm dan sepanjang 3 hingga 5 meter dililitkan padajambulnya hingga meliputi seluruh permukaan gasing. Kemudian gasing itu dilemparkan ke atastanah dan serentak dengan itu tali yang melilit jambuhnya direnggut.

6. Permainan Egrang

Permainan Egrang

Merupakan salah satu bentuk kegiatan olah raga tradisional yang dapat dijumpai di berbagai daerah  Indonesia dengan nama berbeda. Seperti di Bengkulu disebut Ingkau yang berarti sepatu bambu. Sumatera Barat dinamakan Tengkak-tengkak. Egrang adalah suatu alat permainan yang dibuat dari bambu. Bambu dipotong kemudian pada ketinggian tertentu dipasangi bamboo lagi secara melintang yang berfungsi sebagai tempat pijakan.

Kunci utama bermain egrang adalah menjaga keseimbangan badan. Tanpa bisa menjaga keseimbangan, si pemain akan sering jatuh. Dalam permainan ini, anak-anak akan melatih kreatifitas, keterampilan, serta tanggung jawab anak. 

Cara bermain Egrang

  • Menyiapkan Egrang
  • Menegakkan Egrang dan sedikit condong ke depan
  • Posisikan Egrang tidak sejajar. Salah satu kaki egrang harus di depan dan satunya di belakang.
  • Mulai menginjakkan salah satu kaki pada pijakan Egrang diikuti kaki satunya.
  • Mulai berjalan di tempat dan jangan berhenti jika tidak yakin pada posisi seimbang.
  • Jika merasa akan terjatuh, jatuhkan kaki di antara Egrang.

7. Permainan Layang – Layang

Permainan Layang – Layang

Permainan ini sangat populer, bukan hanya di Indonesia aja tapi mungkin di seluruh dunia.

Layang-layang merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Layang-layang merupakan permainan yang tergantung dengan kondisi cuaca dan angin. Tak jarang karena faktor tersebut, permainan kerap mengalami kendala. Seperti ketika akan bermain, tiba-tiba angin berhembus terlalu kencang atau semi badai.

Cara membuat layang-layang

Siapkan terlebih dahulu bahan & Peralatan berikut:

  • 2 Bambu tipis (Ukuran 60-80cm & 40-50cm)
  • Kertas Minyak (Ukuran sesuai bambu, lebihkan sekitar 1-2 cm)
  • Benang halus/Jahit/kenur/gelasan
  • Spidol
  • Gunting
  • Pisau/Gergaji/golok

1. Membuat Kerangka Layang Layang dengan 2 Bambu Tipis

Satukan kedua bambu yang telah kamu siapkan secara menyilang. Bambu yang lebih pendek tempatkan di 1/3 panjang dari bambu yang panjang tadi. Kemudia kuatkan rangka tersebut menggunakan benang jahit pada bagian bertemunya 2 bambu tersebut.

2. Hubungkan Tiap Ujung Kerangka dengan Benang

Hubungkan setiap ujung bambu dengan benang yang kemudian akan terlihat seperti segi empat atau seperti wajik.

3. Pasangkan Kertas Minyak Pada kerangka Layangan

Setelah membuat kerangka dengan menghubungkan benang tadi, kamu sudah punya pola layangan yang bisa kamu jiplak ke kertas minyak yang sudah kamu siapkan sebelumnya.

Setelah menjiplak pola layangan, potong pola kertas minyak tersebut yang kemudian bisa kamu pasang dan tempelkan menggunakan lem/isolasi pada kerangka layangan.

4. Selamat Layangan Buatanmu Telah Terbuat

Sekali lagi selamat! Layangan buatanmu sendiri telah terbuat. Sebelum siap mengudara kamu kamu harus memasang simpul penghubung pada layangan dengan benang, setelah itu baru layanganmu siap mengangkasa.

Referensi

http://www.anakmandiri.org/2016/11/29/permainan-tradisional-gobak-sodor-galasincak-burmargala/

https://bacaterus.com/cara-bermain-congklak/

https://fabusoul.com/cara-membuat-layang-layang/

https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Permainan_tradisional_di_Indonesia

Download

Aktifitas terkini

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
69
1651
16
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
26
429
43
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
27
392
23
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
8
241
24
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
19
351
23
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
28
502
14
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
22
443
50
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
9
283
17
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
13
450
30
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
23
522
23