Pakaian Adat Bali

pakaian adat BaliPakaian Adat Bali Pria dan Wanita Lengkap dengan Penjelasan

Pakaian Adat Bali – Kebudayaan dan pariwisata Bali selalu menjadi pusat perhatian, terutama untuk baju adatnya. Hal ini dikarenakan Bali telah dikenal oleh tourist mancanegara. Pakaian adat Bali pun mempunyai fungsi dan kepercayaan tersendiri yang kini masih dipertahankan oleh penduduk setempat. Uniknya lagi tidak ada nama khusus dalam sebutan untuk pakaian tradisional Bali ini.
Baju Adat Bali memang masih dilestarikan dengan baik, kita patut mencontoh bagaimana orang Bali dalam menjaga kekayaan budayanya. Meskipun saat ini Bali menjadi tujuan turis mancanegara, mereka tetap melestarikan kebudayaan yang ditinggalkan oleh leluhur mereka. Untuk Anda yang ingin mengetahuinya, berikut ini 123dokcom bagikan untuk Anda.

A. Pengantar Singkat

Pakaian Adat Bali – Pakaian Adat Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Karena banyaknya jenis pakaian daerah sesuai dengan asal pengguna, status sosial dan acara penggunaanya tersebut, hingga saat ini belum diketahui secara pasti nama pakaian adat Bali tersebut.

Secara umum pakaian adat Bali memiliki ciri khusus, baik pria maupun wanita sebagai berikut.

Pakaian Adat Bali untuk pria dan wanita

Pakaian Adat Bali untuk pria dan wanita

B. Pakaian adat Bali untuk pria

1. Undeng

Udeng (ikat kepala)

Udeng (ikat kepala)

Udeng (ikat kepala) merupakan asesoris yang khas dari pakaian adat pria Bali. Udeng ini berupa penutup kepala dari kain yang digunakan untuk ibadah dan aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan acara keagamaan, udeng berwarna putih yang digunakan. Sementara untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan memusatkan pikiran saat beribadah.

Udeng merupakan jenis ikat kepala khas dari baju adat Bali. Bahkan udeng ini sebagai identitas dari pakaian adat Bali pria sendiri. Udeng ini juga mempunyai sebuah filosofi dan jenisnya. Ada dua macam jenis motif udeng, yaitu polos atau berwarna putih dan bermotif batik. Kedua jenis udeng tersebut memiliki fungsi dan aturan pemakaian. Jadi pemakaian udeng tidak boleh asal – asalan.

Udeng yang tanoa bermotif atau polos digunakan untuk upacara keagamaan. Sedangkan udeng bermotif digunakan untuk keseharian. Sehingga bagi yang membeli oleh – oleh udeng, sebaiknya udeng yang bermotif. Beberapa pria tetap menggunakan udeng meskipun tidak mengikuti acara atau sedang beribadah. Hal ini dikarenakan rasa kesadaran budaya yang tinggi serta menciptakan kekhasan bahwa pria akan lebih baik memakai udeng kemanapun dan kapanpun mereka berada.

2. Kain Kamen

Kamen yaitu kain yang digunakan sebagai pengganti celana adalah sebuah kain yang memiliki panjang kira-kira 2 meter dan lebar 1 meter. Kain ini biasanya digunakan sebagai pengganti celana pria pada adat istiadat bali. Kamen diikat pada pingga melingkar dari kiri kekanan.

Kain Kamen

Kain Kamen

Jarak tepi bawah kamen sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip menghadap ke bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan kepada ibu pertiwi. Kamen juga digunakn oleh Umat Hindu Bali sebagai salah satu pakaian sembayang.

Seiring dengan perkembangan jaman, cara pemakaian kamen semakin beraneka ragam. Berikur beberapa model atau style penggunaan kamen seperti dilansir dari koran Bali.

Beberapa model atau style penggunaan kamen

Beberapa model atau style penggunaan kamen

3. Baju Safari

Baju pada perlengkapan pakaian adat Bali adalah sebuah model baju tertutup yang memiliki model hampir mirip dengan baju safari. Meskipun demikian, pada prinsipnya baju yang dikenakan tidak memiliki aturan khusus, yang diutamakan adalah bersih, rapi dan sopan

Baju Safari

Baju Safari

Baju Safari merupakan baju adat Bali yang dikenakan oleh kaum laki-laki. Bentuk baju safari adalah seperti kemeja pada umumnya, dan komplit disertai dengan kerah dan kancing. Terdapat juga saku yang dibuat di bagian kiri atau kanan. Warna Baju Safari identik dengan bersih, sehingga warna untuk kemeja yang tepat adalah putih bersih.

4. Sabuk selendang

Penggunaan sabuk selendang pada baju adat Bali pria ini dengan cara diikatkan pada pinggang setelah mengenakan kamen dan saput. Ada sebuah filosofi dalam pemakaian aksesoris ini. Folosofi tersebut masih dipercaya dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Sabuk selendang

Sabuk selendang

Masyarakat Bali percaya bahwa penggunaan dari selendang dapat menjaga pemakainya, terutama pada hal yang berbahaya maupun negatif. Jadi selendang bukan hanya sekedar aksesoris semata. Namun juga memiliki fungsi tersendiri.

Pakaian adat Bali untuk pria pada acara tertentu seperti pernikahan juga dilengkapi dengan aksesoris lain seperti keris, kemeja, jas dan alas kaki tertentu.

5. Saput Poleng

Dalam pakaian adat Bali terdapat sebuah bagian yang penting, namun terpisah dari pakaian tersebut, yaitu saput poleng. Saput poleng ini memilki motif kotak – kotak yang mempunyai warna hitam dan putih. Saput poleng dianggap sangat sakral oleh masyarakat Bali. Oleh karena itu hanya orang tertentu yang diperbolehkan mengenakan saput poleng ini.

Saput Poleng

Saput Poleng

Bagi masyarakat Bali, saput poleng melambangkan filosofi hidup yang sangat dipercayai. Dua warna yang terdapat pada kain tersebut memililki makna dan arti tersendiri. Filosofi dari saput poleng juga merupakan kehidupan spiritual yang sangat mendalam.

Warna putih pada kain saput poleng melambangkan hal yang positif. Seperti kebahagiaan, kebaikan, anugerah, kebenaran dan pencerahan. Sedangkan warna hitam melambangkan hal – hal yang berbau negatif. Seperti kegelapan, keburukan, musibah, kebohongan dan kesedihan.

Masyarakat Bali percaya bahwa dalam kehidupan terdapat dua buah sisi, yaitu sisi gelap dan cerah. Kedua sisi saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain. Serta masyarakat Bali juga percaya bahwa tidak ada seorang pun yang hidup di dalam salah satu sisi tersebut.

Tetapi seorang manusia sebisa mungkin harus berada pada sisi putih. Terkadang berada pada sisi hitam, namun hal ini tidak akan berlangsung selamanya. Serta harus berusaha terlepas dari sisi hitam tersebut. Itu adalah suatu siklus kehidupan yang terus – menerus akan terjadi sampai napas terakhir.

Itulah detail dari baju adat masyarakat Bali. Walaupun terkadang digunakan dalam keseharian, tetapi ada aturan-aturan tertentu dalam pemakaian pakaian adat Bali tersebut. Aturan pemakaian tersebut juga harus ditaati oleh semua orang tanpa terkecuali, walaupun bukan merupakan masyarakat Bali.

C. Pakaian adat Bali untuk wanita

1. Sanggul

Cara menata rambut lengkap dengan hiasannya memiliki aturan khusus bagi wanita Bali. Setidaknya ada 2 jenis model tata rambut wanita atau sanggul yang bisa diterpkan, yaitu pusung kekupu, pusung gonjer, dan pusung tagel.

Jenis model tata rambut wanita atau sanggul

Jenis model tata rambut wanita atau sanggul

Pusung kekupu atau biasa disebut juga pusung podgala digunakan khusu oleh wanita yang menyandang status janda, pusung gonjer dikenakan khusus untuk wanita yang belum menikah atau lajang, dan pusung tagel dikenakan khusus untuk kalangan wanita yang sudah menikah.

2. Kebaya

Pakaian kebaya

Pakaian kebaya

Kebaya yang digunakan pada pakaian adat perempuan Bali adalah kebaya yang memiliki motif sederhana dengan warna cerah.Pemilihan kebaya dengan model seperti itu dapat menonjolkan sisi keanggunan dan kecantikan wanita Bali. Untuk keperluan ibadah, kebaya yang dikenakan harus sopan, rapi dan juga bersih.

3. Kamen

kamen wanita

Pakaian kamen 

Untuk bagian bawah, pakaian adat Bali bagi wanita juga dilengkapi dengan kamen. Kain ini dikenakan untuk menutupi tubuh bagian bawah hingga sebatas satu telapak tangan dari lutut. Batasan itu diatur untuk wanita Bali agar tetap leluasa ketika bergerak melankah namun tetap terlihat anggun dan sopan.

4Selendang (Senteng)

selendang wanita

Selendang (Senteng)

Pada umumnya, wanita Bali juga mengenakan senteng atau selendang yang disampirkan pada bahu. Pemakaian santeng memiliki makna filosofis bahwa wanita Bali harus ingat ajaran dharma dan siap mendidik putra putrinya kelak agar patuh terhadap orang tua.

5. Sabuk prada

sabuk prada

Sabuk prada

Sabuk pada pinggang ini juga bertujuan untuk menguatkan ikat kamen. Wanita Bali mengenakan selendang bulang pasang dalam pakaian adat mempunyai makan filosofis yaitu sebuah pesan agar wanita Bali dapat menjaga rahimnya dan dapat mengendalikan tingkah lakunya dari segala keburukan.

6. Kain tapih dan juga perhiasan lainnya

Kain tapih dan juga perhiasan lainnya

Kain tapih dan juga perhiasan lainnya

Dalam penggunaan pakaian adat Bali, sering kali kita melihat masyarakat menyelipkan bunga cempaka putih atau kuning, atau bunga kamboja di telinga dan rambut mereka. Hal itu dikenakan bukan hanya untuk keindahan saja, tetapi mempunyai maksud tertentu, yaitu sebagai penghormatan bagi tamu yang telah berkunjung.

D. Baju Adat Bali untuk Upacara Adat dan Pakaian Pengantin

1. Baju Adat Bali Payas Agung

Jenis pakaian adat Bali yang pertama disebut dengan payas agung. Merujuk pada namanya, pakaian ini menampilkan kesan yang mewah dan spesial. Oleh karena itu, tak heran kalau pemanfaatannya juga tidak bisa untuk beragam aktivitas. Payas agung merupakan jenis pakaian yang secara khusus ditujukan untuk acara pernikahan.

Baju Adat Bali Payas Agung

Baju Adat Bali Payas Agung

Pakaian ini terlihat mewah dengan perpaduan warna merah, emas, serta putih. Ketiga warna tersebut merupakan warna yang menjadi representasi kemewahan di Bali. Apalagi, pada penggunaanya, payas agung ini juga kerap disertai dengan mahkota yang berukuran cukup besar. Pemakaian mahkota itu tak hanya untuk laki-laki, tetapi juga perempuan.

Payas agung untuk laki-laki kerap disertai dengan keris serta bawahan berupa kain songket yang mewah. Sementara itu, payas agung untuk perempuan menggunakan kain atau sesanteng yang sengaja dililitkan pada bagian tubuh atas. Pada bagian bawahan, terdapat kain tenun songket yang mewah.

2. Baju Adat Bali Payas Jangkep

Baju adat Bali ini terdiri atas destar, kuaca (lengan pendek, lengan panjang, baju kemeja, jas), kampuh+umpal, sabuk, lembaran+wastra, keris dan alas kaki.

Baju Adat Bali Payas Jangkep

Baju Adat Bali Payas Jangkep

Sedangkan untuk wanita, busana payas jangkep yang dikenakan adalah sanggul rambut / gelung biasa, rambut ditata sesuai perhiasannya, kebaya, wastra, sesanteng, sabuk  dan alas kaki.

3. Baju Adat Bali Payas Madya

Baju Adat Bali Payas Madya

Baju Adat Bali Payas Madya

Payas madya memiliki tingkatan pemakaian yang fleksibel, tidak seperti payas agung. Anda bisa menggunakan pakaian ini untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, aturan terkait cara mengenakannya juga tidak terlalu ketat. Meski begitu, mereka yang mengenakan jenis pakaian adat Bali ini akan terlihat begitu gagah dan cantik.

Jenis atasan yang bisa dipakai ketika mengenakan payas madya bisa beragam. Anda dapat memilih untuk memakai baju kaos, kaos polo, ataupun kemeja. Sementara itu, untuk bagian bawahan, harus disertai dengan senteng atau selendang serta kamen.

4. Baju Adat Bali Payas Alit

Jenis pakaian adat Bali yang berikutnya disebut dengan nama payas alit. Pakaian adat tradisional yang satu ini menjadi jenis busana yang sering digunakan ketika masyarakat Bali ingin melangsungkan ibadah ke pura. Pakaian ini juga memiliki ciri khas berupa penggunaan kain yang berwarna putih.

Baju Adat Bali Payas Alit

Baju Adat Bali Payas Alit

Pria Bali yang menggunakan payas alit disertai dengan udang di bagian kepala. Selain itu, kamen di bagian pinggang juga tak terlupakan. Sementara itu, pakaian untuk perempuan berupa kebaya yang disertai dengan kamen serta selendang.

Dari ketiga jenis pakaian adat khas Bali tersebut, Anda bisa memilih payas madya serta payas alit sebagai pilihan oleh-oleh menarik. Harga pakaian adat Bali tidak terlalu mahal. Anda bisa memilih untuk belanja di pasar tradisional untuk bisa mendapatkan harga yang sesuai bujet. Ditambah lagi, Anda juga berkesempatan untuk menawar harga yang dipatok oleh penjual.

Sementara itu, payas agung juga bisa Anda gunakan untuk kesempatan spesial. Apalagi, ketika Anda memutuskan ingin melangsungkan pesta pernikahan yang unik di Bali. Pemakaian payas agung, bisa membuat upacara pernikahan jadi momen yang sulit untuk dilupakan.

E. Penggunaan Baju Adat Bali

  1. Payas gede/agung digunakan oleh pengarep/manggala yang diupacarakan di dalam pelaksanaan upacara manusa yadnya yang dianggap utama dan sebagai yajamana pada upacara lainnya.
  2. Busana lengkap/jangkep digunakan pada upacara yadnya yang di dalam hubungan hormat menghormati.
  3. Busana sedang/madya dan busana sederhana/alit digunakan untuk suasana kerja dan kesopanan.

Demikianlah penjelasan tentang pakaian adat Bali dan makna tiap bagian-bagiannya, semoga bermanfaat.

Download