Kamus Bahasa Jawa

kumpulan bahasa Jawa

Kamus Bahasa Jawa

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman budaya sangat besar di dunia. Bahasa menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan karena beberapa kawasan di tanah air bukan hanya menjunjung tinggi bahasa nasional berupa bahasa Indonesia saja, namun juga bahasa daerah sebagai identitas bangsa yang sangat dinamis.

Selain itu, etnis Jawa adalah salah satu suku di tanah air yang memiliki struktur sekaligus bahasa sederhana yang mudah diingat dan dipahami beberapa orang dan tidak sedikit dari masyarakat luas mulai tertarik untuk mempelajari sekaligus mendalami bahasa Jawa lantaran keinginan secara pribadi maupun faktor tertentu seperti lingkungan sosial atau pasangan berasal dari wilayah tersebut.

Bahkan, kosakatanya sangat mudah diketahui dengan tingkatan yang berbeda seperti krama halus, krama inggil hingga ngoko yang masing-masing selalu digunakan masyarakat Jawa untuk memudahkan komunikasi dengan siapa saja.

 Anda bisa mendalami bahasa Jawa lebih mudah apabila selalu berinteraksi dengan anggota keluarga, tetangga maupun kerabat dengan bahasa Jawa lantaran kosa kata umum yang biasa digunakan setiap hari bisa dicermati dan dipahami bagi Anda atau siapa saja sebagai etnis non Jawa atau baru saja belajar bahasa tersebut. Apa detailnya? Tulisan ini akan jelas semuanya!

A. Pengertian bahasa Jawa

Bahasa Jawa adalah bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia, bahasa ini digunakan oleh suku Jawa yang wilayahnya meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Selain itu bahasa Jawa juga digunakan oleh sebagian penduduk di wilayah pesisir Karawang, Subang, Cirebon, Indramayu dan Banten.

huruf bahasa Jawa

Huruf Bahasa Jawa 

Belajar bahasa Jawa penting untuk Anda yang ingin atau akan tinggal dalam lingkungan yang mayoritas penduduknya berbahasa Jawa, baik itu untuk kepentingan pekerjaan ataupun untuk kepentingan lainnya.

Dengan mengenal sedikit dasar tentang bahasa dan kebiasaan orang Jawa, diharapkan nantinya Anda lebih mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekitar. Atau setidaknya ada kata yang dimengerti ketika Anda mendengar orang lain disekitarmu berbicara dalam bahasa ini.

Untuk itu, Mari kita langsung saja kenalan dengan Kosakata Bahasa Jawa yang sering digunakan baik itu yang halus maupun kasar.

Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan ragam budayanya. Selain kesenian daerah, bahasa juga menjadi salah satu kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Etnis Jawa menjadi salah satu suku terbesar yang menghuni tanah pertiwi ini. Maka tak heran jika banyak yang penasaran dan ingin mempelajarinya melalui kamus bahasa Jawa atau bercakap-cakap langsung dengan penduduk sekitar. Beberapa kata sangat mudah dipahami karena menjadi serapan bahasa Indonesia. Bahasa Jawa memiliki tingkatan yang berbeda mulai dari krama halus, krama inggil, dan ngoko.

B. Contoh Kosakata Bahasa Jawa yang Sering Digunakan

Contoh Kosakata Bahasa Jawa yang Sering Digunakan

Contoh Kosakata Bahasa Jawa yang Sering Digunakan

Beda daerah, akan berbeda pula gaya bahasa serta kosakatanya. Namun secara umum ada beberapa kata yang cukup sering dipakai untuk bahasa keseharian. Anda sebagai penduduk non Jawa pun akan mengerti dengan mudah. Menerjemahkan beberapa kalimat menggunakan translate bahasa Jawa sangat tidak dianjurkan karena ada beberapa kata yang artinya justru melenceng. Mempelajari terjemahan bahasa Jawa sejatinya sangat gampang dengan aktif mengobrol bersama teman atau tetangga. Adapun kosakata yang dipakai untuk keseharian adalah:

1. Menjawab pertanyaan iya dan tidak

Jika Anda diberikan pertanyaan, hampir sebagian besar jawabannya iya atau tidak. Jika menggunakan translate bahasa Jawa kata iya menjadi ya. Padahal seharusnya iya adalah Enggeh, sementara tidak adalah mboten. Bagi yang belum terbiasa, akan sulit melafalkannya. Namun jika sudah tinggal lama di Jawa, kata enggeh dan mboten adalah kosa kata yang sering dilontarkan dalam percakapan sehari-hari.

2. Mengenal anggota tubuh

Apabila menggunakan bahasa ngoko, maka pemakaian kosakatanya kurang lebih sama. Namun jika ingin mengetahui nama anggota tubuh versi Jawa, bisa mencarinya di kamus bahasa Jawa. Tangan jika ditranslate akan menjadi asto, waja adalah gigi, sementara grana berarti hidung. Orang tua Anda mungkin ada yang masih memakai krama alus ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Namun jika Anda bercakap dengan teman sebaya, bisa pakai bahasa ngoko saja.

3. Mengenal warna

Mungkin selama ini Anda sering menyebut warna memakai bahasa Indonesia agar mudah dipahami. Sebenarnya kosa kata tersebut juga dapat translate bahasa Jawa. Misalnya untuk putih adalah pethak, cemeng menunjukkan warna hitam, sedangkan abrit berarti merah. Ada beberapa kata yang tidak bisa terdeteksi oleh google translate bahasa Jawa sehingga hasil yang didapatkan cukup melenceng jauh.

4. Kosakata sehari-hari

Pastinya Anda pernah mendengar seseorang mengucapkan kalimat ono opo?. Dalam kamus bahasa Jawa berarti ada apa. Sedangkan jika Anda ingin menyapa seseorang di pagi hari, gunakan saja kalimat sugeng enjang. Mandi jika diterjemahkan kedalam Jawa adalah siram, sementara menulis menjadi nyerat. Masih banyak kosakata lainnya yang bisa Anda pelajari secara mandiri.

4.1 Bahasa Jawa Halus dan Ngoko Sehari-Hari

Walaupun sebetulnya bahasa Jawa memiliki 3 tingkatan penggunaan, namun Dalam video Belajar Bahasa Jawa yang dipandu oleh Mba Niken Larasati ini ada sekitar 111 Kosakata Bahasa Jawa Ngoko dan Bahasa Jawa Krama Inggil/Krama.

Kosakata Bahasa Jawa Ngoko dan Bahasa Jawa Krama Inggil/Krama

Kosakata Bahasa Jawa Ngoko dan Bahasa Jawa Krama Inggil/Krama

Secara sederhana bahasa Jawa ngoko digunakan oleh seseorang pada seseorang lain yang seusia atau sudah dikenal dekat. Sedangkan Bahasa Jawa Krama adalah bahasa Jawa halus yang biasanya digunakan ketika berbicara kepada orang tua atau orang yang lebih tua.

Berikut adalah daftar teks kosakata Bahasa Jawa Halus dan juga bahasa Jawa Ngoko berdasarkan video yang ada diatas. Tabel ini ditulis berdasarkan cara pengucapan, bukan bentuk penulisan bahasa Jawa yang sesuai.

No Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Ngoko Bahasa Krama Inggil
1 Saya Kulo Dalem
2 Kamu Kowe Panjenengan
3 Kami Awakedhewe Kito
4 Dia Deweke Piyambakipun
5 Ini Iki Meniko
6 Itu Kui Niku
7 Apa Opo Menopo
8 Kapan Kapan Kapan
9 Dimana Ngendhi Wonten Pundhi
10 Yang Mana Singendhi Ingkangpundhi
11 Siapa Sopo Sinten
12 Mengapa Ngopo Kadhosmenopo
13 Bagaimana Piye Kadhospundi
14 Ya Yoh Inggih/Injih
15 Tidak Ora Mboten
16 Barangkali Menowo Menawi
17 Satu Siji Setunggal
18 Dua Loro Kalih
19 Tiga Telu Tigo
20 Empat Papat Sekawan
21 Lima Limo Gangsal
22 Sepuluh Sedasa Sedoso
23 Seratus Satus Setunggalatus
24 Seribu Sewu Setunggalewu
25 Orang Uwong Tiyang/Piyantun
26 Laki-Laki Lanang Kakong
27 Perempuan Wedhok/Wadhon Estri
28 Ayah Rama Romo
29 Ibu Ibu Ibu
30 Anak Lare/Putra Putro
31 Nama Jeneng/Asma Asmo
32 Uang Duwit Artho
33 Kamar Kecil (Kamar) Mburi (Kamar) Wingking
34 Air Banyu Toya
35 Jalan Dalan Mergi
36 Kira-Kira Kiro-Kiro Kinten-Kinten
37 Semua Kabeh Sedanten/Sedaya
38 Kalau/Jika Menowo Menawi
39 Lebih Luwih Langkung
40 Sangat/Sekali Banget Sanget
41 Dari Seko Saking
42 Ke Dateng Dateng
43 Sekarang Saiki Sakmeniko
44 Baru Anyar Enggal
45 Tua Tuwo Sepuh
46 Panjang Dowo Panjang
47 Pendek Cendek Cendak
48 Murah Merah Mirah
49 Mahal Larang Awis
50 Panas Benther Benther
51 Dingin Adem Asrep
52 Kemarin Wingi Kolowingi
53 Hari Ini Saiki Sakmeniko
54 Besok Sesuk Mbenjang
55 Atas Nduwur Nginggil
56 Bawah Ngisor Ngandhap
57 Lapar Ngelih Luwe
58 Bahagia Seneng Rahayu
59 Sakit Lara Gerah
60 Maaf Ngapunten Ngapura/Ngapuro
61 Pagi Esuk Enjing-Injing
62 Siang Awan Siang
63 Malam Bengi Dalu/Ndalu
64 Apa Kabar Piyekabare Pripun/Kadospundi
65 Berapa Piro Pinten
66 Silahkan Monggo Monggopunaturi
67 Terima Kasih Muwun Maturnuwun
68 Selamat Jalan Segeng Tindak Sugeng Tindak
69 Belum Durung Dereng
70 Karena Sebabe/Mergo Amargi
71 Tetapi Mergane Amargi
72 Disini Nangkene Wontenmriki
73 Baik Apik Sae
74 Jelek Elek Kirangsae
75 Betul Bener Leres
76 Cantik/Indah Apik Endah
77 Besar Gedhe Ageng
78 Kecil Cilik Alit
79 Banyak Akeh Kathah
80 Sedikit Sithik Sakedhik
81 Sama Podho Sami
82 Bisa Iso Saget
83 Punya Duwe Kagungan
84 Ada Ana Wonten
85 Mau Gelem Kersa
86 Jangan Ojo Ampun
87 Pergi Lungo Tindhak
88 Datang Teko Rawuh
89 Berjalan Mlaku Mlampah/Tindak
90 Bicara Omong Ngendika/Ngendiko
91 Bilang Ngomong Dawuh
92 Lihat Ndelok Mrisani
93 Mengerti Ngerti Ngertos
94 Makan Mangan Dahar/Nedo
95 Minum Ngombe Ngunjuk
96 Dengar Krungu Miereng
97 Tahu Ngerti Ngertos
98 Kasi Wenehi Paringi
99 Suka Seneng Remen
100 Cinta Seneng Tresna/Tresno

Seperti halnya belajar bahasa Sunda dalam bahasa Jawa pun juga terdapat daerah-daerah yang mayoritas penduduknya berbahasa Jawa kasar dan juga halus.

Untuk bahasa Jawa terdiri, daerah-daerah yang masih banyak menggunakan bahasa Jawa halus diantaranya Solo, Semarang dan juga Yogyakarta. Sedangkan untuk bahasa kasar biasanya terdapat di daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, yakni di wilayah sekitaran pantai utara dan juga wilayah sekitaran pantai selatan.

Di wilayah Jawa Timur, dialek atau cara bicaranya terdengar tegas dan lantang, mungkin karena terpengaruh juga dengan bahasa Madura yang nadanya memang seperti itu.

4.2 Tembung garba bahasa Jawa lengkap

tembung-garba bhs Jawa

Tembung garba bahasa Jawa

Tembung garba adalah tembung atau kata yang terdiri dari dua atau lebih, kemudian digabungkan menjadi satu untuk menyingkat agar cepat dalam penulisan atau pengucapan. Tembung garba dalam bahasa Jawa sering digunakan untuk membuat kalimat kiasan atau kata mutiara serta surat atau sebagai tembung untuk diucapkan kepada orang yang sepantaran/ sejajar atau yang lebih muda.

Berikut contoh lengkap tembung garba:

 4.3 Tembung sanalika Bahasa Jawa Lengkap 

Tembung sanalika basa jawa lengkap

Tembung sanalika Bahasa Jawa

Tembung sanalika iku tembung ing basa Jawa kanggo nggambarake kaanan sing lumaku sanalika (tembung seketika). Ing sawetara panggonan tembung iki kadhangkala didhisiki nganggo tembung mak. Tuladha: “ambruk mak brug”, “genine murub mak bel”.

Berikut contoh Tembung Sanalika (Kata Seketika):

A.

  1. Amblas – plas
  2. Ambles – bledhes, bles
  3. Ambruk – breg
  4. (di) Angkat – nyeng
  5. Anjlog – jleg
  6. (di) Antem – pleg

B.

  1. (di) Bacok – crog
  2. (di) Balang – ber
  3. Bali – cengkelak
  4. (di) Bedhil – dhor, dher
  5. (di) Buwang – brung

C.

  1. (di) Cakot – cekut
  2. (di) Candhak – ceg
  3. (di) Cedhut – dher
  4. (ke) cemplung – plung, blung

D.

  1. (n) Dhodhok – prok
  2. (di) Dudut – ler, lur
  3. (di) Dulang – telep

E.

  1. (di) Eleg – glender
  2. (di) Emplok – bluwek, telep
  3. (di) Esok – glogok

G.

  1. (di) Gebug – bleg, bug
  2. (di) Gelar – byak
  3. (di) Gulung – klunthung
  4. (di) Gendhong – nyeng
  5. (di) Goreng – sreng
  6. (di) Gunting – kres
  7. (ng) Guyu – ger

I.

  1. (ng) Idu – cuh
  2. (di) Inep – krekep
  3. (di) Iris – kres, sir

J.

  1. (di) Jabut – brul
  2. (di) Jewer – wir
  3. (di) Jiwit – cekit
  4. (di) Jotos – pleg
  5. (di) Junjung – nyeng
  6. (di) Jupuk – clemut

K.

  1. (di) Kaplong – pleg
  2. (di) Kethok – dhel, thel

L.

  1. Lunga – klepat, pleng
  2. Lungguh – prok

M.

  1. Mabur – bur, bleber
  2. Mabur – kleper
  3. Mandheg – greg
  4. Mati – plethes, seg
  5. Menclok – cleg
  6. Mencolot – bleber, plencung
  7. Metu – jedhul
  8. Mlayu – bleber
  9. Mlebu – bleng
    10.Mumbul – dhel
    11.Murub – bel, byar

N.

  1. Nabrak – breg
  2. Nabok – pleg
  3. Nyengklak – cemplo

O.

  1. (di) Ombe – clegug
  2. (di) Ombe – glenggeng
  3. (di) Onthel – ser

P.

  1. Padhang – byar
  2. (di) Pecah – pyak, byak
  3. (di) Pedhot – dhel, thel
  4. Peteng – pet
  5. (di) Pecut – jedher

S.

  1. (di) Saur – jreng
  2. (di) Saut – ceg
  3. (di) Sawat – wet
  4. (di) Sigar – byak
  5. Sila – ngedhekes
  6. Sila – ngetheker
  7. (di) Suduk – cres
  8. (di) Sumet – bel, bul
  9. (di) Suwek – brebet
  10. (di) Surung – sreg

T.

  1. (di) Tabrak – breg, brug
  2. (di) Tabok – pleg
  3. (di) Taleni – set
  4. Tangi – gregah
  5. (di) Tarik – sreg, greg
  6. Teka – dhog
  7. (di) Tepang – pleg
  8. Tiba – brug
  9. (di) Tugel – dhel, thel
  10. Turu – seg, les
  11. (di) Thuthuk – thug, thig
  12. (di) Tutup – krekep

U.

  1. Udan – bres
  2. (di) Ulu – glender
  3. (di) Untal – glender
  4. (di) Uncal (ke) – wet
  5. (di) Uyub – sruput

W.

  1. (di) Wiyak. – byak, pyak
  2. (di) Wutah (ke) – byor, sok
  3. Wutah – glogok

4.4 Tembung Lan jenis Bahasa Jawa 

jenis tembung bhs jawa

Tembung Lan jenis Bahasa Jawa 

Tembung homonim yaiku tembung-tembung kang padha pangucapane lan padha panulisane, nanging beda tegese sebab asale tembung kang beda (kata yang sama namun dapat diartikan lain tergantung kalimat yang membawa kata homonim tersebut/ satu kata bisa berlainan makna tergantung asal kata tersebut). 
Contoh:
Duite amblas = uangnya hilang/ilang
Wonge wis amblas = orangnya sudah pergi/lunga

Berikut contoh yang disebut tembung homonim:

A.

  1. adu = tarung, gathuk.
  2. Amblas = ilang, lunga.
  3. aji = donga, raja.
  4. arep = gelem, bakal.
  5. antep = swara gedhe, abot seru.
  6. apus = kendhaline jaran, goroh.
  7. asah = ngumbah piring, nggosok nganti alus.
  8. atur = (di) wenehake, tata.
  9. asta = (di) cekel, tangan.
  10. angker = gampang nesu, ora kena diambah.

B.

  1. Badan = riyaya lebaran, awak.
  2. babak = tumrap rita, mlecet kulite.
  3. baya = arane kewan, mutawatiri.
  4. bak = lungguhan ana ing kreta/mobil, wadah banyu.
  5. baut = piranti sekrup, wasis seru.
  6. blanja = tuku barang-barang, jatah.
  7. bandha = barang dagangan, barang kesuguhan.
  8. bale = amben, omah.
  9. buk = orang kalah ora menang, urung-urung banyu.
  10. bledug = anak gajah, lebu.

C.

  1. Catur= arane dolanan, kandha, gunem.
  2. cacah = dirajang, wilangan.
  3. celeng = jenenge kewan/babi alasan, wadhah dhuwit.
  4. cucuk = cangkeme kewan, manuk, cocog.

D.

  1. Dalem = aku, omah.
  2. dangu = (di)takoni, suwe.
  3. duka = nesu, embuh.
  4. dhateng = menyang, teka.
  5. dhasar = (di)tata (dagangan), perangan ngisor.
  6. dadar = (di)teter, gorengan endog.
  7. donya = barang kesugihan, jagad.
  8. dhapur = pawon, rupa, praen.

G.

  1. Ganep = ora ganjil, ora kurang.
  2. guru = paugeran, wong sing wulang wurug.
  3. gudhang = omah nyimpen barang-barang.
  4. golek = kaya boneka, ngupaya.
  5. gunggung = ngalem, jumlah.

J.

  1. Jati = arane wit, nyata.
  2. jaja = ngiderake dagangan, dhadha.
  3. jujul = dhuwit turahane mbayar, ora sedheng.
  4. jumeneng = ngadeg, madeg ratu.
  5. jangka = pangangkah, piranti sekolah.
  6. jangkar = nyebut arane cilik, wesi gantungane prau.

K.

  1. Kanthil =arane kembang, gumantung ing.
  2. kaca = raine buku, kaca.
  3. kala = jiret, cilaka, wektu, nalika.
  4. kalong = lawa gedhe, suda sethithik.
  5. kajeng = karep, gelem, kayu.
  6. kendhat = nglalu, pedhot.
  7. kedalon = kewengen, kematengen.

L.

  1. Layar = sandhangan aksara, kaine prau.
  2. labuh = arep rendheng, kabecikan, jasa.
  3. laras = (di)gagas, runtut, cocog.
  4. langkung = luwih, liwat.

M.

  1. Mangsa = pangan, wektu.
  2. mari = waras, wis rampung.
  3. mawa = geni areng, nganggo.
  4. mara = coba ta, teka nyedhaki.
  5. Mas = sebutane wong lanang, logam sing regane larang.
  6. nuwun = njaluk, terima kasih.
  7. nata = mgrakit, ratu.

P.

  1. Pasang = banjir, (di)tata ing.
  2. para = bakul mas inten, diperang-perang.
  3. panci = ditetepake bageane, kuali wesi.
  4. pondhok = gubug ana ing alas, pesantren.
  5. pijer = kupu cilik, tansah.
  6. panjak = tukang laden pandhe, niyaga.
  7. pas = banjur, ora turah, orang kurang.

R.

  1. Rewang = kanca kanthi, batur.
  2. receh = seneng guneman, dhuwit pecahan.
  3. resik = entek babar pisan, ora reged.
  4. rukun = bali maneh, guyub.

S.

  1. Saur = mangan bengi, wangsulan.
  2. saka = nerangake asale, cagak.
  3. sampun = aja, wis.
  4. sepet = rasane sawo mentah, kulite krambil.

T.

  1. Tawa = tawar,ngandhakake regane.
  2. tedha = njaluk, pangan.
  3. tuhu = temen, arane manuk.

W.

  1. Wayah = putu, wektu.
  2. waja = untu, wesi atos.

4.5 Tembung pepindahan Bahasa Jawa lengkap

Tembung pepindhan adalah tembung kang digawe kanggo unen-unen sajeroning basa Jawa kang ora ngemu surasa kang sejatine atau dalam bahasa indonesia disebut kalimat pengandaian menggunakan kata umpama/ibarat, sedangkan dalam bahasa Jawa menggunakan kata kaya, lir, pindha, kadya lan liya-liyane.

Berikut contoh tembung pepindhan lengkap:

A.

  1. Abang kumpul padha abang – kaya alas kobong
  2. Abange – kaya godhong katirah
  3. Agunge – kaya samodra rob
  4. Akehe pepati – kaya babadan pacíng
  5. Akehe pepati – kaya sulung lumebu geni
  6. Akehe lelara – kaya kena pagebluk
  7. Ali-aline – nggunung sapikul
  8. Aluse – kaya sutra
  9. Antenge – kaya temanten ditemokake
  10. Ayune – kaya Dewi Ratíh
  11. Angine – gedhe koyo sarataun

B.

  1. Baguse – kaya Bathara Kamajaya
  2. Bangone – awangun gedhang salirang
  3. Bantere – kaya angin
  4. Bebedane – ngadhal melet
  5. Bedane – kaya bumi karo langít
  6. Begjane – kaya nemu emas sakebo
  7. Begjane – kaya nemu cempaka sawakul
  8. Bungahe – kaya ketiban ndaru

C.

  1. Cahyane bingar – kaya lintang johar
  2. Cahyane nglentríh – kaya rembulan karainan
  3. Cep klakep – kaya orong-orong kepidak
  4. Cethile – kaya cina craki
  5. Cumlorot – kaya lintang alihan
  6. Cumlorot – kaya ndaru

D.

  1. Dalane – nggeger sapi
  2. Dalane – mbathok mengkureb
  3. Dawane barisan – kaya sela brakithi
  4. Dedege – ngringin sungsang
  5. Dhuwure – kaya othak othak mega
  6. (n)Domblong – kaya sapi ompong

E.

  1. Emane – koyo marang anak ragil
  2. Esemane – koyo raden gatut koco

G

  1. Gagah prakoso – kaya Raden Werkudara
  2. Galake – kaya macan manak
  3. Galake – kaya buta
  4. Gampange – kaya empal pinecok
  5. Gelungane – ngadhal menek
  6. Gelungane – minangkara
  7. Gelís – kaya banyu sinaríng
  8. Gendhwane – awangun kadhal meteng
  9. Gereng-gereng – kaya singa antok bayangan
  10. Gantenge – koyo arjuno

I.

  1. Ijo kumpul pada ijo – kaya bethet sayuta
  2. Ireng kumpul padha ireng – kaya gagak reraton

J.

  1. Janggute – pindha tawon gumantung
  2. Jogede – kaya merak kasimpír
  3. Jogede – mucang kanginan

K.

  1. Kagete – kaya tinubruk ing wong lepat
  2. Kaku – kaya kena nggo pikulan
  3. Kekejere – kaya manuk branjangan
  4. Kenese – kaya Dewi Srikandi
  5. Kesite – kaya kadhal
  6. Kepingine – kaya nyidham cempaluk
  7. Klular-klulur – kaya tuma kathok
  8. Kopat-kapit – kaya buntut ula tapak angín
  9. Kuning – kaya emas sinanglíng
  10. Kuníng kumpul padha kuníng – kaya podhang reraton

L

  1. Lakune nusup-nusup – pindha ayam alas
  2. Landhepe – pitung pinyukur
  3. Lelewane – milangoni
  4. Lír sato munggíng – rimbagan
  5. Luruhe – pindha Dewi Sembadra
  6. Lambene – nyigar jambe

M

  1. Mendhak-mendhak – kaya sato memeti
  2. Mider-mider – kaya undar
  3. Milíng-milíng – kaya jangkung
  4. Mlakune mundur – kaya mungkur gangsír
  5. Mlakune – ngodhok

N

  1. Nangise ndrengengeng – kaya rase
  2. Nangise – ngorong-ngorong
  3. Nuturi wong pinter – prasasat ngajari bebek nglangi
  4. Nyengite – kaya dhemít

P

  1. Padhange – kaya rina
  2. Padha pleg – pindha jambe sinigar
  3. Panase – kaya mecah-mecahna sirah
  4. Penggalihe padha – pindha suruh lumah lan kurep, yen dinulu seje rupane, yen ginigít padha rasane
  5. Parine – gumadhung
  6. Parine – ngempíng
  7. Parine – nedheng gumadhung
  8. Petenge – ndumuk irung
  9. Pintere – kaya bisa njara langít
  10. Pintere – kaya bisa nyancang angín
  11. Pipane rokok – menyu
  12. Pipine – kaya tomat mateng
  13. Polahe – kaya gabah den interi
  14. Polahe – kaya kuthuk kelangan babon
  15. Polahe – ngaru napung
  16. Polatane mbranyak – kaya Raden Kakrasana/Samba
  17. Putíh kumpul padha putih – kaya kuntul neba
  18. Putíh memplak – kaya kapuk diwusoni

R

  1. Rakete – kaya sadulur sinara wedi
  2. Ramene – lir prahara nempuh wukír
  3. Ramene surak – mbata rubuh
  4. Rikate – kaya angin
  5. Rukune – kaya mimi lan mintuna
  6. Ruruhe (wong lanang) – kaya Raden Janaka
  7. Ruruhe (wong wadon) – kaya Dewi Sembadra
  8. Rupane kembar – pindha jambe sinigar

S

  1. Salake- medhi (masír)
  2. Sambate – kaya nggrantang
  3. Sambate – ngaru ara
  4. Senenge – kaya bubuk oleh leng
  5. Sentosa banget – kaya jangeet kinatelon
  6. Sowane mendhak-mendhak – kaya sata manggíh krama
  7. Suguhane – mbanyu mili
  8. Sumbare – kaya bisa mutung wesi g1igen
  9. Sumbare – kaya wani ndilat wesi abang
  10. Suweke – nyangkem kodhok
  11. Swarane – kaya gelap ing mangaa kapat
  12. Swarane – kaya mbelah-mbelahna bumi

T

  1. Tandange cukat – kadya kilat, kesít kadya thathít
  2. Tandange – kaya bantheng ketaton
  3. Tandange – kaya jangkrík mambu kili
  4. Tandange – kaya sikatan nyamber walang
  5. Tapa – ngalong; ngidang; nyantuka
  6. Tekade – kaya geni lan urupe
  7. Tekade – kaya madu lan manís
  8. Tepunge kalís (kekancane) – kaya banyu karo lenga
  9. Thingak-thinguk – kaya kethek ditulup
  10. Tindake – nusup ngayam alas
  11. Tulisane – awangun ketumbar (aksara Jawa)

U

  1. Ulese – ngembang asem (kucíng)
  2. Ulese – ngembang duren (jaran)
  3. Untabe – kaya samodra rob
  4. Utange – nyundhul empyak
  5. Utange – turut usuk

W

  1. Wangsulane – saur manuk
  2. Wangune – kaya dara gepak
  3. Wiragane – nenangi brata
  4. Wrangkane – gayaman

 C. Fakta-Fakta Unik Tentang Bahasa Jawa

fakta fakta unik tentang bahasa jawa

Fakta-Fakta Unik Tentang Bahasa Jawa

1. Bahasa Jawa Memiliki Banyak Penutur

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Bahasa Jawa merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia. Bahasa Jawa banyak dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sebagian penduduk di daerah Banten juga penduduk disekitar kawasan Pantai Utara, seperti Karawang, Cirebon, Indramayu dan Subang.

Selain di Nusantara, bahasa Jawa digunakan oleh masyarakat di negara Suriname dan juga di Aruba, Curacao dan Kaledonia baru. Meskipun jumlah penuturnya tak sebanyak di negara Suriname yang mayoritas penduduknya juga bersuku Jawa.

2. Memiliki Dialek atau Logat Berbeda

Sama seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa juga memiliki logat yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Logat orang yang tinggal di pesisir pantai Utara tentu saja akan berbeda dengan Penutur di wilayah Solo dan Yogyakarta yang dikenal lembut.

3. Terbagi Kedalam Beberapa Strata

Dalam masyarakat Jawa, terdapat beberapa pilihan penggunaan Bahasa Jawa dan pilihan Bahasa Jawa ini memiliki tingkatan yang berbeda (mulai dari tingkatan bahasa yang kasar hingga tingkatan bahasa yang halus).

Nah, tingkatan bahasa inilah yang kemudian menentukan kesan hormat dan sopan-nya si penutur. Dalam kehidupan bermasyarakat di ruang lingkup masyarakat Jawa, terdapat 3 ragam bahasa, yaitu ngoko, madya, dan krama. Dan bahasa krama sendiri masih terbagi lagi menjadi beberapa sub bahasa, seperti Bahasa Jawa Krama Inggil, krama desa, bahasa istana/ keraton, dan bahasa kasar.

D. Kumpulan 

Bahasa Jawa ternyata sangat mudah dijumpai di beberapa wilayah di tanah air maupun luar negeri. Pasalnya, beberapa orang Jawa mulai menetap di Negeri Jiran atau Malaysia dan tentu saja membawa bahasa mereka ke negeri tersebut.

Anda tidak hanya menggunakannya di pulau Jawa semata lantaran wilayah diluar Jawa juga mulai didominasi beberapa etnis Jawa yang terdiri dari Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara sampai Aceh sebagai wilayah yang mayoritas dipadati suku Jawa.

Tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan kamus translate bahasa Jawa seperti pelafalan kosakata seperti di atas sangat diperhitungkan jika Anda berada di salah satu kawasan tersebut.

Bahkan, etnis Jawa bisa ditemukan di negara-negara tertentu, terutama Suriname karena populasinya tergolong besar karena mencapai 20% dari penduduknya secara keseluruhan.

Selain itu, suku Jawa yang menyebarkan bahasanya bisa dijumpai di wilayah Aruba, Kaledonia Baru, Curacao sampai Belanda dimana Negeri Kincir Angin merupakan negara yang menjajah bumi pertiwi sehingga keberadaan orang Jawa yang menggunakan bahasa Jawa bukanlah rahasia umum di sana.

Sementara itu, pemakaian kamus translate berbahasa Jawa yang begitu sederhana seperti di atas tentu saja mengikuti dialek dari Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

Sedangkan etnis Jawa mempunyai hurufnya masing-masing lantaran jumlah populasinya yang sangat banyak bahwa bahasa tersebut memiliki penutur lebih luas di tanah air dan jika anda berada dalam lingkungan sosial yang mayoritas berasal dari suku Jawa, maka kebutuhan berupa kamus translate bahasa Jawa ini amat penting dan perlu dipahami serta dipelajari dengan seksama.

Kemudian, Anda tidak perlu khawatir apalagi takut saat berinteraksi dengan orang Jawa karena belum mengeri setiap ucapan yang dikatakan karena kamus bahasa Jawa di atas bisa menjadi solusi terbaik bagi siapa saja selaku etnis non Jawa dan sama sekali tidak mengerti penggunaan bahasa ini.

Anda sendiri perlu berlatih secara rutin dengan berinteraksi dengan rekan atau orang lain yang fasih berbahasa Jawa agar mengetahui makna sesungguhnya di balik kosakata yang selalu diucapkan setiap hari, serta tidak lupa menggunakan kamus translate bahasa Jawa untuk mencari makna dari kalimay maupun kata yang belum dipahami saat ini.

Download

Aktifitas terkini

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
69
1632
16
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
25
423
43
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
27
384
23
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
8
238
24
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
19
347
23
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
28
488
14
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
22
437
50
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
9
277
17
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
13
446
30
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
23
516
23