Contoh Puisi

Contoh Puisi

Puisi itu apa dengan maksuhnya? Pasti Anda semua pernah dengar tentang puisi kan? Pengertian puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya. Sekali ini, 123Dok.com sampaikan Anda beberapa contoh berbagai jenis puisi. Mulai dari contoh puisi anak, puisi pendek, puisi singkat, dan lain-lainnya. 

I. Pengertian Puisi

1. Definisi Puisi

Kata Puisi berasal dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió), sama dengan " I create " dalam bahasa Inggris yang berarti "Saya menciptakan".

Puisi adalah sebuah seni tertulis yang merupakan karya sastra seseorang dalam menyampaikan pesan melalui diksi dan pola tertulis. Penyair adalah orang yang membuat atau menciptakan puisi. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis.

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

2. Struktur Puisi

Sebuah Puisi memiliki dua struktur yaitu struktur fisik dan struktur batin. Kedua strukturnya ada dalam puisi sehingga menjadi kesatuan. 

2.1. Struktur Fisik

Struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini :

  • Perwajahan Puisi ( tipografi )

Tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.

  • Diksi

Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

  • Imaji

Imaji adalah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair (pendengaran, penglihatan, dan perasaan) sehingga dapat mempengaruhi audiens seolah-olah merasakan yang dialami sang penyair.

  • Kata Konkret

Kata konkret adalah bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang digunakan umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan kata “salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa.

  • Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas (metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain).

  • Rima/ Irama

Irama atau rima merupakan adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah, maupun di akhir puisi. Beberapa bentuk rima yaitu:

     - Onomatope, yaitu tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya ‘ng’ yang mengandung efek magis.

    - Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.

     - Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.

2.2 Struktur Batin

Struktur batin puisi disebut juga sebagai hakikat suatu puisi,  yang terdiri dari beberapa hal, seperti: 

  • Tema/ Makna (sense)

Ini adalah unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dimana medianya berupa bahasa.

  • Rasa (feeling)

Ini adalah sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini sangat berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan lain-lain.

  • Nada (tone)

Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu pusi dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap audiens.

  • Tujuan (intention)

Tujuan/ maksud/ amanat adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada audiensnya.

II. Contoh Puisi

1. Contoh Puisi Anak

Secara garis besar puisi anak sebenarnya memiliki pengertian seperti puisi pada umumnya. Namun pada puisi anak terdapat karakteristik dan unsur-unsur yang berbeda dengan puisi dewasa. Puisi anak biasanya memuat bahasa sederhana, unsur-unsur dan struktur puisi pada umumnya. Dalam puisi anak, Anda harus perhatikan bahasanya sering adalah konotatif. Puisi anak harus dibuat ringkas supaya mudah pahami. 

Contoh Puisi Anak yang bagusContoh Puisi Anak yang bagus 

Buku

Erni Ristyanti

Buku…
Kau adalah sumber ilmu
Dimana aku belajar dan membaca
Dari aku tak tahu sampai tahu

Buku…
Kau adalah jendela ilmu
Jendela menuju kehidupan yang lebih sukses
Menuju kehidupan yang lebih indah

Halaman demi halaman
Lembar demi lembar
Ku baca dengan serius
Hingga aku lupa waktu

Terima kasih buku
Engkau temaniku
Dari kecil hingga besar
Tuk menggapai cita-citaku

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Guruku Pahlawanku

Cindy Agustin

Sinar pagi yang cerah

Membuat aku bergegas untuk berangkat sekolah

Sungguh senang hari ini

Demi mendapat ilmu

Aku rela berjalan kaki

Untuk meraih suksesku

Gurulah yang memberiku ilmu

Gurulah yang menyemangatiku

Gurulah yang membimbingku

Tanpa ilmu aku takkan sukses

Tidak ada guru tidak ada pula ilmu

Terima kasih guru

Kaulah guru terhebat bagiku

Kaulah pahlawanku

Pahlawan tanpa tanda jasa

Jika suatu saat nanti aku sudah menjadi sepertimu

Aku akan memberikan ilmu yang kau berikan kepadaku

Untuk mereka yang membutuhkanku

Guru..jasamu akan selalu ku kenang

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Kelinciku

I Kadek Yogi

Kelinciku..

Bulumu putih..
Lembut sekali..
Telingamu panjang..
Enak dipandang..
Kelinciku melompat-lompat..
Saat kumendekat..
Gigimu panjang..
Memakan wortel..
Kelinciku..
Engkau ku sayang..

Kelinciku..
Bulumu putih..
Lembut sekali..
Telingamu panjang..
Enak dipandang..
Kelinciku melompat-lompat..
Saat kumendekat..
Gigimu panjang..
Memakan wortel..
Kelinciku..
Engkau ku sayang..

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Buku

Susiska Arum

 

Kau tempatku menabur ilmu...

kau jendela di hidupku...

kau tempatku goreskan jutaan pena...

namun, terkadang orang mengabaikannya...

kau tertumpuk deraian debu...

 

Buku...

kau tempatku berbagi rasa....

meski engkau hanya diam membisu...

lembaran demi lembaran yang terisi...

 

Tertancap keindahan ilmu menawan...

terselip kata demi kata...

yang mengisi hari-harimu...

 

Buku...

kau tempatku goreskan pena...

goresan pena kini tertancap di badanmu...

jutaan kata kini terlukis di badanmu...

 

Kau tempatku lukiskan keindahan...

kau tempatku berbagi kesakitan....

 

Buku...

kau yang mengajariku arti kehidupan...

tiada pantas hidup ini kulewati...

tanpa engkau di sisiku...

 

Kau guru yang hanya bisa diam membisu...

namun, kau memberikan jutaan ilmu yang tersimpan di setiap lembaran...

2. Contoh Puisi Pendidikan

Jiwa Sang Pelajar


“Apabila kamu melewati teman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, ‘ Ya Rasullullah, apa yang dimaksud taman taman surga itu?’ Nabi saw, menjawab, ‘Majelis – majelis ta’lim”

HR Thabrani

Belajar bukanlah agar kita menjadi trainer, tetapi agar hidup ini makin benar.

Belajar bukanlah sekedar menumpuk ilmu untuk “dijual” biar laku, lalu kita bangga dipanggil guru, uztadz, almukarrama, motivator, kiai, atau suhu.

Belajar bukanlah agar kita menjadi idola, tetapi supaya hidup kita tidak sia sia

Belajar bukanlah agar kita berprestasi, lalu dipuji dan dihargai, tetapi agar kita mampu, mengerti, menghargai dan berbagi.

Sadar bahwa kita tak pintar. Sadar kita harus terus belajar. Sadar bahwa Allah itu mahabesar

Semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita memahami dan mensyukuri.

Semakin kit rendah hati, semakin terasa kebesaran ilahi. Semakin terasa dekat dengan mati

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Apa Kabar Pendidikan Negeriku

Dian Hartati

Sampai kini saya tidak tahu
Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu
Dapat menyambung lambungku, istriku dan anak-anakku
Tujuh Belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku
Kuhabiskan di meja pendidikan
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan

Tujuh belas tahun telah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah
Namun tidak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku
Aku hanya terampil membajak dan mencontoh karya negeri orang

Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta
Apa kabar pendidikan negeriku
Adakah kini kau sudah berbenah
Sehingga anak cucuku akan dapat merasakan sekolah yang indah
Dan masa depan nan cerah?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Tak Mau Jadi Orang Bodoh

Seorang anak kecil
Berjalan dengan kaki telanjang
Menapaki jalan berbatu
Terasa sakit menusuk kaki

Aku ini juga manusia
Yang punya nyawa
Sama sepertimu
Yang punya rasa
Sama sepertimu

Tapi kau tak punya hati
Kau punya mata
Tapi tak melihat
Kau punya telinga
Tapi tak mendengar
Kau punya segalanya
Tapi tak merasa

Lihat dirimu
Uang kau hambur-hamburkan
Lari dari gudang ilmu
Tak kau ingat begitu banyak tetesan peluh
Dan air mata yang membasahi tubuh itu

Aku beda dengan kau
Aku tak punya sepertimu
Tapi aku tak mau jadi orang bodoh sepertimu
Aku ingin punya banyak ilmu

Aku adalah aku
Bukan kau

 

3. Contoh Puisi Lingkungan

Contoh Puisi mengenai Lingkungan yang menarikContoh Puisi mengenai Lingkungan yang menarik

Berita Alam

Halilintar menggelegar, daun-daun berguguran

Langit biru menghilang

Burung terbang tinggalkan sarang

Rintik hujan berjatuhan, payung-payung dikenakan

Pohon tumbang tercabut dari akarnya

Awan hitam semakin mengembang

Kulangkahkan kakiku menuju cakrawala

Gapai harapan mimpi indah

Kupetik senar gitarku nyanyikan lagu tra la la

Merah putih sudah kusam warnanya

Burung garuda entah terbang kemana

Pancasila tak lagi bermakna

Indonesiaku tertutup wajahnya

Badai datanglah hentak kegersangan

Hujan air turunlah sirami kekeringan

Mentari terbitlah ubah kesuraman alam ini

Negri ini….

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Paru-Paruku

Satu demi satu, dua demi dua, tiga demi tiga

Seratus sudah aku menanammu

Setiap hari aku merawatmu

Kami hidup

Kami sehat

Semua karnamu

Paru-paruku

 

Tapi sekarang, mereka kejam denganmu

Kau hanya semacam kertas yang bisa dipotong-potong, diinjak-injak

Mereka tak pernah peduli dengan masa depannya

Tak pernah peduli dengan anak cucunya akan hidup bagaimana nanti

Rasa peduli mereka hanya untuk uang

 

Paru-paruku

Buatlah mereka sadar akan penting adanya engkau

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Kerusakan Alam

Kau yang kini tertawaBermandikan harta

Berkawankan kemewahan

Dari mana kau dapatkan semuanya?

 

Dari pohon yang kau tebang

Dari hewan yang kau bunuh

Dari tanah yang kian tandus

Dari air yang kian kering

Dari sungai yang kian kerontang

Dari hutan yang kau jadikan kebakaran

Dari asap tebal pohon yang di bakar

 

Apakah kau tak ingat

Masih ada anak cucu kita

Yang mengharap udara segar

Mengharap kesejukan alam

Mengharap Keindahan dunia

Mengharap hijaunya daun

Mengharap rindanya pepohonan

 

Tidak kaah kau sadar,

Ada banyak nyawa yang kau ambil

Ada banyak harapan yang kau renggut

Wahai para perusak alam

Ingatlah pada hukum alam

Kita butuh alam yang indah

Kita butuh alam yang sejuk

Kita hidup dalam alam

Dan kita bergantung pada alam

 

Jagalah alam

seperti kau menjaga rumahmu sendiri

Karena alam kita

adalah

alam anak cucu kita

4. Contoh Puisi Cita-citaku

Puisi bertema Cita-citaku Apa cita-citamu?

Ayah, Bolehkah Aku bercita-cita Menjadi Petani ?

Malam itu
menjelang tidur
aku bertanya pada ayah

Yah, bolehkah aku bercita-cita
menjadi seorang petani
seperti ayah ?

Ayah menjawab,
boleh nak,
menjadi petani
adalah pekerjaan yang sangat mulia

Petani menghasilkan
bahan makanan yang merupakan kebutuhan pokok
manusia

padi, jagung dan sayur mayur

Menjadi petani berarti
telah membantu banyak orang
agar bisa makan nasi

Wujudkan cita-citamu nak
jadilah petani yang pintar dan cerdas
yang kreatif dan inovatif

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Aku Belajar Giat Agar Jadi Presiden

Setiap hari
aku belajar giat
belajar membaca
menghitung
dan terkadang
menghafalkan

Aku belajar giat
karena cita-citaku
adalah menjadi seorang presiden

seorang pemimpin negara
yang melayani ratusan juta manusia
di Indonesia

Menjadi seorang presiden
membuatku
memiliki kesempatan
untuk

menggratiskan biaya pendidikan
menggratiskan biaya berobat
menggratiskan biaya transportasi

Selain itu
aku memiliki kesempatan luas
untuk membantu orang-orang
yang kurang mampu
dengan kebijakan-kebijakanku

Aku juga memiliki
kesempatan untuk
membangun jalan di berbagai
pelosok Indonesia

Semoga cita-citaku tercapai, Amin

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Cita-citaku

Ni Komang Dewi Widiantari

Wahai guruku
Kau sangat sabar
Mendidik dan mengajari siswa
Aku ingin sepertimu

Aku ingin jadi guru
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Aku akan belajar dengan tekun
Supaya bisa menggapai cita-cita

5. Contoh Puisi Lama

puisi lama adalah jenis puisi yang terikat beragam aturan dari segi rima, bait, suku katanAnda tahu puisi lama gak?

Contoh Puisi Lama Mantra

Jampi Dukun Betawi
Suara adzan dibisikkan ke telinga si bayi

Bismillah…
Mate jangan seliat-liatnye
Kuping jangan sedenger-dengernye
Lidah jangan sengomo-ngomongnye.
Mulut jangan semakan-makannye.
Muke jangan semerengut-merengutnya.
Bibir jangan sedower-dowernye.
Purut jangan sebuncit-buncitnye.
Jidat jangan selicin-licinnye.
Pale jangan sebotak botaknye.
Tangan jangan sepegang-pegangnye.
Kaki jangan sejalan-jalannye.
Kulit jangan sebuduk-buduknye.

InsyaAllah… Wabarakallah…
Nangis jangan sejadi-jadinye
Marah jangan sengamuk-ngamuknye
Otak jangan selupe-lupenye.
Hati jangan sekosong-kosongnye.
Darah jangan sekotor-kotornye.

Puah! Alhamdulillah

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Contoh Puisi Lama Seloka
 
Jalan jalan ke kota Jogja
Naik mobil milik Rian
Jika kamu sedang bahagia
Jangan lupa dengan kawan
Naik mobil milik Rian
Siang malam bersama sama
Supaya selamat ketujuan
Taatilah aturan yang ada
Siang malam bersama sama
Sampai tujuan tidak akan berasa
Taatilah aturan yang ada
Agar berkah untuk semua

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Contoh Puisi Lama Talibun

Penat sudah daku mendaki>
Puncak tiada lagi terlihat
Bulan pun tak lagi ada
Penat sudah daku mendaki
Hati sudah tiada lagi kuat
Melihat engkau tak lagi nyata

Referensi

https://www.masukuniversitas.com/puisi-anak-sekolah/

https://obatrindu.com/contoh-puisi-bertema-keindahan-alam-dan-lingkungan/#Puisi_Bertema_Lingkungan_dan_Alam_Kerusakan_Alam

http://materi4belajar.blogspot.com/2017/08/24-contoh-puisi-lama-dan-puisi-baru.html

Download

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
76
1899
16
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
28
497
43
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
28
441
23
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
9
265
24
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
19
381
23
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
31
585
14
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
25
514
50
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
10
324
17
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
15
503
30
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
26
596
23