Contoh Interaksi Sosial

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan sosial, dimana dalam hidupnya manusia memerlukan orang lain dalam bertahan hidup. Hubungan antar manusia ini kemudian banyak dijelaskan dalam berbagai konsep di ilmu sosiologi seperti hubungan sosial, interaksi sosial dan proses sosial.
Pembahasan kali ini adalah tentang pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial dan pola-pola interaksi sosial beserta contoh-contohnya.

title interaksi sosial

Interaksi sosial itu apa sih?

A. Bagaimana Interaksi Sosial 

1. Pengertian Interaksi Sosial

Pengertian-Ciri-Ciri-Syarat-Interaksi-Sosial

Apa Interaksi Sosial?

Pengertian Interaksi Sosial adalah berbagai hubungan sosial yang berkaitan dengan hubungan antar individu, antar individu dengan kelompok serta kelompok dengan kelompok. Jika tidak ada interaksi sosial, maka di dunia ini tidak ada kehidupan bersama.

Selain itu, proses sosial merupakan interaksi timbal balik atau disebut sebagai hubungan yang saling mempengaruhi antara manusia yang satu dengan lainnya dan hubungan ini berlangsung seumur hidup di masyarakat.

Menurut Shaw interaksi sosial adalah pertukaran pribadi yang dapat menunjukkan perilaku satu sama lain. Setiap perilaku tersebut akan mempengaruhi satu sama lain. Thibut dan Kelley juga setuju dengan definisi itu.

Mereka berpendapat bahwa interaksi sosial adalah kejadian yang mempengaruhi satu sama lain saat dua orang hadir bersama. Intinya, jika dua orang atau lebih bertemu bersama dan dapat menciptakan tindakan yang mempengaruhi satu sama lain, maka ini disebut sebagai interaksi sosial karena mereka melakukan komunikasi.

Jadi dalam interaksi, setiap tindakan seseorang berguna untuk mempengaruhi individu lain. Bonner mengatakan bahwa interaksi adalah hubungan antara dua orang atau lebih dan tindakan individu dapat mempengaruhi atau mengubah individu lain.

Dari semua pengertian yang telah disampaikan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa,  Interaksi sosial adalah “Suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya”.

Interaksi sosial tidak hanya berbicara tentang tindakan namun tindakan tersebut dapat mempengaruhi individu lain.

2. Syarat-Syarat Interaksi Sosial

Ada dua syarat utama terjadinya interaksi sosial yakni social contact atau kontak sosial dan communication atau komunikasi.

Syarat Interaksi Sosial

Syarat-Syarat Interaksi Sosial

 2.1. Kontak Sosial

Kontak diambil dari kata Latin yakni con atau cum yang artinya adalah bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Kontak artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh. Kontak adalah gejala sosial jika dipahami dalam ilmu sosiologis.

Seseorang bisa berhubungan dengan orang ain tanpa melakukan sentuhan fisik seperti berkomunikasi melalui surat, telepon, dan masih banyak lagi.

Jadi kontak sosial adalah aksi kelompok atau individu yang diwujudkan dalam bentuk isyarat dan mempunyai makna untuk penerima dan pelaku. Penerima akan membalas aksi dengan reaksi. Kontak dapat dibedakan berdasarkan tingkat hubungan, bentuk, sifat, dan cara.

  • Berdasarkan Cara

Kontak dapat dibedakan dari caranya yakni kontak langsung dan tidak langsung. Kontak langsung terjadi dari sentuhan fisik seperti bahasa isyarat, tersenyum, dan berbicara. Sedangkan kotak tidak langsung dilakukan dengan media tertentu seperti surat, telegram, televisi radio, telepon, dan lain sebagainya.

  • Berdasarkan Sifat

Ada tiga macam kontak berdasarkan sifatnya yakni kontak kelompok dengan kelompok, individu dengan kelompok, dan antar individu. Kontak antar individu dapat dilihat saat seorang anak sedang belajar tentang kebiasaan yang dilakukan oleh keluarganya.

Kontak kelompok dengan kelompok dapat dilihat saat pertandingan sepak bola antar siswa. Terakhir kontak antara individu dengan kelompok dapat dilihat saat guru sedang melatih murid sehingga murid mengikuti gerakan yang sama dengan guru mereka.

  • Berdasarkan Bentuk

Kontak mempunyai dua macam bentuk yakni kontak negatif dan positif. Kontak positif hanya terjadi pada kerja sama. Hal ini dapat dilihat saat penjual melayani pembeli dengan baik. Kontak negatif hanya terjadi pada pertentangan dan dapat memutuskan interaksi seperti perang antara Israel dan Lebanon.

  • Berdasarkan Tingkat Hubungan

Dari tingkat hubungan, kontak dibagi menjadi kontak primer dan sekunder. Kontak primer dapat terjadi saat orang tersebut langsung bertemu. Contohnya adalah melempar senyum, berjabat tangan, dan lain sebagainya.

Sedangkan kontak sekunder hanya terjadi melalui media atau perantara. Media tersebut bisa berupa alat atau orang. Kontak ini dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Misalnya saat anda berbicara melalui telepon.

 2.2. Komunikasi

Anda juga harus berkomunikasi saat melakukan interaksi.

Komunikasi adalah pembacaan perasaan atau gerak-gerik fisik. Kemudian akan muncul ungkapan perasaan dan sikap seperti menolak, takut, ragu, senang, dan lain sebagainya.

Ini adalah reaksi untuk pesan yang disampaikan melalui komunikasi tersebut. Jika ada aksi dan reaksi, maka hal tersebut disebut sebagai komunikasi.

Komunikasi merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan pesan kepada orang lain dan orang tersebut akan memberikan sinyal atau tafsiran dari pesan tersebut dengan menunjukkan perasan atau perilaku.

Mungkin anda melihat bahwa komunikasi mirip dengan kontak namun meskipun ada kontak, anda tidak dapat menjamin bahwa sudah terjadi komunikasi karena kegiatan ini menuntut orang untuk memahami pesan yang disampaikan tersebut.

Komunikasi mempunyai empat unsur yang terdiri dari umpan balik, pesan, media komunikasi Komunikator (pengirim & penerima).

  • Pengirim merupakan orang yang mengirimkan pesan kepada orang lain dan biasa disebut sebagai communicator.
  • Penerima adalah orang yang menerima pesan dari pengirim atau disebut communicant.
  • Pesan adalah informasi yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima.
  • Media merupakan sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Media terdiri dari 4 kelompok yakni media massa, media publik, media kelompok, dan media antar pribadi.
  • Feed back atau umpan balik merupakan reaksi yang dilakukan penerima terhadap pesan yang sudah diterim

3. Jenis Jenis Interaksi Sosial

Jenis- jenis interaksi sosial dan faktor-yang mempengaruhi

Jenis- jenis interaksi sosial dan faktor-yang mempengaruhi

Interaksi sosial mempunyai berbagai macam bentuk dan dikelompokkan berdasarkan bentuk, cara, dan subjek.

  • Interaksi antara Individu dan Individu
  • Interaksi antara Kelompok dan Kelompok
  • Interaksi antara Individu dan Kelompok

Interaksi Sosial Individu dengan Individu adalah interaksi ketika dua individu bertemu secara langsung dan melakukan interaksi satu sama lain walaupun itu dalam bentuk yang sederhana seperti, saling menyapa dan tersenyum ketika berpapasan dijalan.

Interaksi Kelompok dan Kelompok adalah interaksi ketika 2 kelompok yang berbeda saling bertemu. Komunikasi yang terjalin bukan lagi berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pribadi melainkan kepentingan kelompok. Contohnya pertemuan antar Ormas dsb.

Sedangkan Interaksi Individu dan Kelompok adalah interaksi dimana seseorang berkomunikasi dengan sekolompok orang atau lebih dari tiga orang. Seperti misalnya seseorang yang berorasi di podium dsb.

4. Macam-Macam Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial memikii 2 macam bentuk yakni Asoiatif dan Disosiatif. masing masing memiliki sub bagian bagian lain yang berbeda. Berikut penjelasannya

4.1. Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Asosiatif ini merupakan sebuah hasil dari sebuah hubungan yang positif serta bisa menghasilkan sebuah persatuan. Dan berikut ini merupakan beberapa macam interaksi sosial asosiatif:

  • Kooperasi

Ini adalah usaha bersama yang dilakukan orang-orang untuk tujuan bersama. Dalam kerja sama tersebut, orang-orang akan saling mendukung, bersinergi, dan saling membantu. Hasil dari kerja sama ini dapat menghasilkan kerukunan seperti gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat desa.

  • Akomodasi

Apabila masyarakat mematuhi semua norma yang berlaku di wilayahnya, maka hal ini disebut sebagai akomodasi. Bentuknya adalah eliminasi, segregasi, adjudikasi, konsiliasi, mediasi, kompromi, dan koersi. Tujuannya adalah menyatukan pemahaman dari berbagai kelompok tersebut sehingga tidak ada yang bertikai.

  • Asimilasi

Ini adalah peleburan dua kebudayaan berbeda dan menjadi satu kebudayaan baru untuk tujuan bersama.

  • Akulturasi

Ini mirip dengan asimilasi namun kebudayaan asli dari kelompok tersebut masih ada. Dua budaya berpadu dan menghasilkan budaya baru tanpa membuat budaya asli hilang.

4.2. Interaksi Sosial Bentuk Disosiatif

Disosiatif adalah hasil hubungan negatif dan dapat menimbulkan perpecahan. Berikut ini adalah macam-macam interaksi sosial disosiatif:

  • Oposisi

Ini adalah kelompok atau individu yang menyalahkan dan menentang sesuatu yang sudah lama dan pelakunya disebut sebagai oposan.

  • Kompetisi

Ini adalah usaha yang dilakukan untuk meraih prestasi dan menentukan yang terbaik.

  • Kontravensi

Ini berada di tengah-tengah antara kompetisi dan oposisi. Hal ini membuat individu merasa bimbang karena ketidakpastian dari individu lain atau menyembunyikan perasaannya karena individu lain.

 5. Ciri Ciri Interaksi Sosial

Adapun interaksi memiliki ciri- ciri yang diantaranya adalah:

1. Ada pelaku dengan jumlah lebih dari 1 orang.
2. Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol
3. Ada dimensi waktu (lampau, kini atau masa mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung
4. Memiliki tujuan-tujuan tertentu.

Tidak semua tindakan dapat dikategorikan sebagai interaksi. Dalam interaksi harus ada orientasi timbal-balik dari pihak-pihak yang bersangkutan. entah itu timbal balik dalam bentuk cinta atau benci, melukai atau menolong, kesetiaan ataupun pengkhianatan.

B. Contoh Interaksi Sosial

1. Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Individu

1.1 Pengertian Interaksi Sosial Individu

interaksi sosial antara individu

Interaksi Sosial antara Individu

Dalam psikologi sosial dikenal interaksi sosial individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Ketiga jenis interaksi tersebut dibutuhkan oleh manusia dalam membentuk dasar struktur sosial di masyarakat.

Sebelumnya halopsikolog juga telah mempublikasikan artikel mengenai ciri-ciri interaksi sosial. Kutipan dari artikel tersebut menjelaskan bahwa interaksi sosial dapat membantu dalam membentuk bagaimana kita bertindak dan siapa kita dalam berbagai situasi. Ini artinya seseorang akan mencoba untuk menyesuaikan kondisi dimana dia berada dan dengan siapa mereka sedang menjalin hubungan.

1.2 Syarat terjadinya interaksi sosial Individu dengan Individu

Pola interaksi sosial yang berlangsung terbagi menjadi beberapa macam, yaitu interaksi sosial individu dengan individu, individu dengan kelompok sosial, maupun antara kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya. Oleh sebab itu, setiap bentuk-bentuk interaksi sosial tersebut juga memiliki syarat-syarat tersendiri, termasuk pula syarat terjadinya interaksi sosial individu dengan individu. Sebelum membahas dan melihat apa saja contoh interaksi sosial individu dengan individu, perlu dipahami terlebih dahulu syarat terjadinya interaksi sosial individu dengan individu didalam kehidupan masyarakat sosial. Beberapa syarat tersebut diantaranya adalah:

  • Dilakukan minimal oleh dua orang

Suatu hubungan atau kontak antar individu dapat dikatakan sebagai suatu interaksi sosial apabila dilakukan oleh dua orang atau lebih, artinya jika pelakunya hanya satu orang saja maka suatu interaksi sosial tidak dapat terjadi. Interaksi sosial individu dengan individu sendiri minimal harus dilakukan oleh dua orang yang memiliki tujuan tertentu. Minimal dilakukan oleh dua orang juga menjadi salah satu perbedaan sosoalisasi dengan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

  • Terjalin komunikasi

Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang dilakukan dengan tujuan untuk bertukar informasi satu sama lain, dimana terdapat suatu komunikasi juga menjadi syarat berlangsungnya interaksi sosial. Bahkan interaksi sosial juga sering disebut sebagai suatu proses komunikasi.

  • Terdapat tujuan tertentu

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa disetiap berlangsungnya interaksi sosial pasti terdapat tujuan tertentu oleh para pelakunya, seperti keinginan untuk menggali informasi satu sama lain. Sehingga melalui proses interaksi sosial tujuan masing-masing dapat tercapai.

  • Melalui suatu pola atau sistem tertentu

Setiap individu pasti memiliki pola interaksi atau pola komunikasi yang berbeda-beda satu sama lainnya, oleh sebab itu melalui suatu sistem atau pola tertentu juga menjadi syarat terjadinya interaksi sosial individu dengan individu.

Setelah mengetahui apa saja syarat terjadinya interaksi sosial individu dengan individu, maka bisa dilihat berbagai contoh interaksi sosial individu dengan individu yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat.

1.3 Proses terjadi interaksi sosial Individu dengan Individu

Ada 4 pola sistem dimana interaksi sosial terjadi. Ada accidental, repeated, regular, dan regulated. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Accidental,  interaksi sosial yang tidak pernah direncanakan dan tidak bisa diulang dikemudian hari. Jenis ini juga sering disebut dengan kontak sosial. Contohnya: Bertanya arah pada orang di jalan.
  • Repeated, interaksi sosial yang diulang namun tidak direncanakan. Contohnya: Menyapa tetangga saat bertemu di jalan.
  • Regular, interaksi sosial individu dengan individu yang terjadi secara umum hari demi hari namun mungkin dengan tidak direncanakan. Contohnya: Bertemu dengan teman di kampus.
  • Regulated, interaksi sosial yang dilakukan dengan direncanakan dan biasanya diatur dengan aturan tertentu. Contohnya: bertemu untuk konsultasi dengan psikolog untuk terapi.

1.4 Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Individu

Banyak sekali contoh interaksi sosial individu dengan individu yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya setiap individu memerlukan interaksi untuk bertahan hidup. Apa saja contoh interaksi sosial individu dengan individu tersebut, berikut beberapa diantaranya:

Konsultasi

Contoh yang pertama dapat dilihat ketika seseorang melakukan konsultasi, sebagai contoh adalah seseorang yang melakukan konsultasi dengan psikolog. Proses konsultasi yang dilakukan menunjukkan terjadinya suatu interaksi sosial individu dengan individu, dimana terdapat pengaruh timbal balik diantara individu yang berkonsultasi dengan yang memberikan konsultasi. Selain itu, keduanya juga memiliki tujuan masing-masing, seperti untuk memecahkan masalah atau mendapatkan informasi yang lebih dalam dan untuk menyampaikan apa yang diketahui serta melakukan pekerjaannya.

Kegiatan Jual Beli

Kegiatan jual beli yang terjadi setiap hari nya juga merupakan contoh interaksi sosial individu dengan individu, seperti ketika seseorang membeli kebutuhan pokok seperti sayur, buah, untuk kehidupan sehari-harinya di pasar. Interaksi sosial yang berlangsung di pasar juga untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dan untuk menjual berbagai macam barang untuk mendapat keuntungan atau pendapatan sehari-hari. Didalam interaksi sosial ini juga biasanya akan berlangsung proses negosiasi atau tawar-menawar, yang mengarah kepada berlangsungnya komunikasi diantara pembeli dan penjual.

Berbincang atau Mengobrol

Contoh interaksi sosial yang selanjutnya adalah adanya kegiatan berbincang atau mengobrol, seperti mengobrol dengan salah satu teman dekat dengan berbagai macam topik pembicaraan. Komunikasi yang berlangsung antara dua teman dekat tersebut termasuk kedalam contoh interaksi sosial, dimana pasti terdapat tujuan atau maksud untuk dicapai didalamnya. Selain itu, berbincang dengan teman dekat juga sangat memiliki pengaruh besar terhadap pandangan seorang individu terhadap sesuatu yang dibicarakan atau hal yang berhubungan.

Berkenalan

Berkenalan juga merupakan contoh dari adanya interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, dimana memiliki tujuan atau maksud untuk mengenal satu sama lain. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap kelangsungan suatu interaksi sosial dimasa depan, karena setelah berkenalan ketika bertemu kembali maka dapat melakukan interaksi sosial lainnya seperti saling menyapa satu sama lain, dan lain sebagainya.

Berdebat

Selain berkenalan, berdebat juga merupakan suatu contoh berlangsungnya interaksi sosial, terutama jika perdebatan yang dilakukan menyangkut hanya dua orang saja, maka termasuk kedalam contoh interaksi sosial individu dengan individu. Biasanya ketika seseorang berdebat menunjukkan bahwa ada pendapat yang berbeda dan belum dapat disatukan, oleh sebab itu mereka berdebat dengan tujuan untuk mendapatkan suatu kesepakatan bersama.

Berdiskusi

Berdiskusi sering terjadi di lingkungan sekolah yang lakukan oleh siswa-siswa di kelas, yang mana berdiskusi juga merupakan salah satu contoh interaksi sosial individu dengan individu. Berdiskusi berarti melakukan suatu komunikasi dua arah yang juga dapat memberikan pengaruh terhadap pendapat serta keputusan yang nantinya akan diambil. Seseorang melakukan diskusi biasanya bertujuan untuk memutuskan sesuatu dan juga menggabungkan pendapat atau opini-opini yang berbeda untuk di buat kesimpulan bersama.

Mengobrol Melalui Media Sosial

Interaksi sosial tidak hanya dilakukan ketika seorang individu bertatap muka atau bertemu secara langsung, tetapi komunikasi atau interaksi yang berlangsung dalam media sosial juga dapat menjadi contoh interaksi sosial. Bahkan komunikasi dalam media sosial biasanya akan lebih mengarah kepada interaksi sosial individu dengan individu, oleh sebab itu mengobrol atau berkomunikasi melalui media sosial juga merupakan contoh interaksi sosial individu dengan individu.

Saling Menyapa

Walaupun kontak yang dilakukan hanya sebentar dan hanya berupa saling sapa satu sama lain, kontak yang terjadi tersebut sudah termasuk kedalam contoh interaksi sosial individu dengan individu. Sebagai contoh seperti saling sapa dengan tetangga di lingkungan tempat tinggal masing-masing, hal ini juga bertujuan untuk tetap menjaga hubungan baik serta keharmonisan lingkungan masyarakat. Bukan hanya saling sapa dengan seseorang yang sudah dikenal, tetapi menyapa orang yang belum dikenal untuk menunjukkan rasa hormat juga dapat termasuk kedalam contoh interaksi sosial individu dengan individu.

Berpelukan

Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial individu dengan individu adalah melalui suatu pola tertentu, sehingga berpelukan juga merupakan suatu pola interaksi sosial yang dilakukan oleh seorang individu dengan individu yang lainnya.

Berjabat Tangan

Sama halnya dengan berpelukan, berjabat tangan juga menjadi salah satu contoh interaksi sosial individu dengan individu. Dimana saat berjabat tangan terdapat kontak antara dua individu, sehingga sudah dapat dikatakan bahwa interaksi sosial individu dengan individu sudah berlangsung.

1.5. Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

  • Guru yang sedang mengajar pada siswanya di kelas.
  • Orasi dari pejabat daerah pada warga yang datang.
  • Khutbah shalat Jum’at pemuka agama pada jamaah di masjid.
  • Pidato dari camat pada warga desa di balai desa.
  • Bos perusahaan memberi instruksi pada beberapa karyawannya.
  • Penyuluhan yang dilakukan ahli pada masyarakat.
  • Ibu menceritakan dongeng pada anak-anaknya.
  • Pelatih tim memberi arahan strategi pada pemain sepak bola.
  • Ketua kelompok memberi sambutan pada anggotanya.
  • Hakim membacakan dakwaan di depan forum yang hadir.

2. Contoh Interaksi Disosiatif

Contoh dari interaksi disasosiatif bisa dengan mudah kita temui dalam lingkungan kita sekitar. Berikut ini yaitu contoh interaksi disasosiatif yang terjadi di lingkungan sekitar.

  • Perlombaan kebersihan tingkat kelurahan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-73.
  • Kekalahan tim sepak bola asal Bandung membikin penggemarnya tak terima dan mengkonfrontasi pendukung regu sepak bola lawan sehingga terjadi bentrokan.
  • Seorang saksi penghilangan nyawa orang lain menyanggah keterlibatan tersangka dalam kasus tersebut karena tersangka merupakan kerabat dekat dari saksi.
  • Indonesia tidak terima menjadi negeri yang terjajah sehingga terjadi konfrontasi di setiap-tiap daerah dalam pengusiran penjajah.
  • Penyokong calon presiden A menyebar info buruk yang merusak nama bagus calon presiden B agar timbul kesan yang tak bagus di masyarakat.
  • Absensi seorang provokator dalam demo buruh menghasilkan demo hal yang demikian semakin panas dan berapi-api dalam menuntut kemauan mereka bisa menjadi contoh perubahan perilaku manusia.
  • Perbedaan ras diwujudkan alasan sebuah perusahaan untuk tak menerima seorang calon pegawai yang baru mengajukan berkas lamaran pekerjaan, teladan kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat ini tidak jarang kita temui.
  • Pertentangan kaum muda dan kaum tua mengenai kapan proklamasi akan dijalankan sehingga terjadilah peristiwa Rengasdengklok
  • Ani yakni siswa terpandai di kelasnya, Budi yang tidak menyenangi dengan hal tersebut mencoba mencari-cari kekurangan maupun kesalahan dari Ani supaya teman-sahabat dan guru kehilangan simpati kepada Ani.
  • Kasus bullying yang marak terjadi di sekolah banyak memakan korban yang yakni buah hati-si kecil dengan kepercayaan diri yang cenderung rendah.
  • Seorang pemimpin daerah disuarakan bersalah atas kasus korupsi yang tidak dilaksanakannya. Riilnya ia dijebak oleh pegawainya sendiri untuk menandatangani berkas dengan data yang salah sehingga pemimpin tersebut bertanggung jawab atas isu di data tersebut yang keliru.
  • Roger menerima black mail atau awam diketahui dengan surat kaleng dimana surat hal yang demikian tak menyertakan nama pengirim. Surat kaleng tersebut berisi ancaman bahwa akan ada member keluarganya yang terluka bila ia tidak memberikan sejumlah uang yang telah ditentukan kapan dan dimana ia seharusnya mengantarkan uang tersebut.
  • Lina dan Lisa merupakan siswa kelas VIII yang berganti-gantian menempati posisi ranking satu di kelas mereka.
  • Dalam musyawarah untuk mempertimbangkan ketua rukun warga yang baru, terjadi pro dan kontra antar Pak Sardi dan Pak Tono yang bahkan sampai membahas kejelekan calon kandidat yang telah keluar konteks pembahasan.
  • Kakak dan adik kerap berkelahi sebab memiliki selera yang berbeda untuk alternatif program TV yang disukai.

3. Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Keluarga

 Interaksi Sosial di Lingkungan Keluarga

Interaksi Sosial di Lingkungan Keluarga

Keluarga terdiri atas ayah, ibu dan buah hati, yang merupakan kesatuan sosial terkecil. Namun kadang-kadang di dalam keluarga terdapat anggota keluarga lain seperti kakek, nenek, paman, bibi, dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita saksikan interaksi sosial yang dijalankan oleh anggota keluarga cocok dengan status dan etika yang dianut. Interaksi terjadi melewati cara saling menyapa, berdiskusi, bercerita ataupun memakai bahasa-bahasa isyarat.

Seorang anak seharusnya mematuhi, mengikuti, dan menghormati anggota keluarga yang lebih tua atau kedua orang tuanya. Demikian pula yang lebih tua memberi figur, memberi nasehat, serta menyayangi kepada yang lebih muda.

Interaksi Sosial dalam keluarga terkadang sesekali ditemukan adanya perbedaan pendapat (kontravensi) dan mungkin juga terjadi pertentangan (perselisihan) di antara anggota-anggotanya.

Perbedaan dan pertentangan dalam keluarga jika disikapi dengan baik bisa diwujudkan sebagai pembelajaran untuk mendewasakan pribadi masing-masing.

4. Contoh Interaksi sosial di lingkungan sekolah

interaksi sosial di lingkungan sekolah

Interaksi sosial di lingkungan sekolah

Di dalam lingkungan sekolah terjadi interaksi sosial antara anggota pensupportnya yang mempunyai status yang berbeda-beda. Semisal kepala sekolah, guru, siswa, pegawai tata usaha, penjaga sekolah, dan bagian lainnya.

Masing-masing komponen mengerjakan fungsi sesuai dengan statusnya, contohnya kepala sekolah yang mempunyai tanggung jawab atas seluruh kegiatan di sekolahnya.

Perbuatan sehari-harinya harus mencerminkan perbuatan sebagai kepala sekolah seumpama dalam berinteraksi dengan guru, murid, karyawan, malahan dengan penjaga sekolah.

Kepala sekolah mesti demokratis, kebapakan, terbuka, jujur, dan penuh kekeluargaan. Dia harus menjadi model bagi murid, guru, dan karyawan-karyawannya.

Demikian pula sebagai guru, murid, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah harus menyesuaikan dengan undang-undang dan etika-etika yang berlaku di lingkungan sekolah.

5. Contoh Interaksi Sosial di Masyarakat

Interaksi sosial di lingkungan masyarakat benar-benar bermacam macam cocok dengan status dan perannya masing-masing. Interaksi dapat berlangsung di jalan, pasar, lapangan, kantor, atau daerah peribadatan.

Interaksinya bisa mencakup hubungan antar tetangga, warga masyarakat dengan warga lainnya. Bentuk interaksi bisa berwujud kerja sama atau gotong royong, bisa juga berupa persaingan, kontravensi, atau pertentangan.

6. Contoh Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok

  • Pertandingan sepak bola antara dua tim berbeda.
  • TNI dan Polri terlibat dalam kerjasama pengamanan kegiatan.
  • Guru dan murid sebuah sekolah mengadakan kerja bakti.
  • Tawuran antar dua kelompok pelajar.
  • Lomba antara dua kelompok desa dalam peringatan 17 Agustus.
  • Anggota DPR menemui kelompok masyarakat yang melakukan demo.
  • Tim gabungan PMR dan tim SAR bekerjasama dalam misi evakuasi.
  • Rapat koordinasi perusahaan antara divisi pemasaran dan divisi produksi.
  • Organisasi WHO dan PMI mengadakan kegiatan amal bersama.
  • Delegasi dua negara yang berdiskusi pada forum internasional.

Inti dari pembahasan di atas adalah:

  • Interaksi sosial merupakan suatu hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu, kelompok, juga individu dan kelompok masnusia
  • Suatu interaksi sosial tidak mungkin terjadi, jika tidak memenuhi 2 syarat yaitu: Adanya kontak sosial dan komunikasi
  • Kontak sosial bisa berlangsung dalam 3 bentuk antara lain: Antar individu, individu dan kelompok, dan antar kelompok manusia
  • Kontak sosial bisa juga berwujud positif atau negatif
  • Kontak sosial juga bisa dibedakan menjadi kontak primer dan sekunder

Nah itulah penjelasan 50+ contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan internasional secara umum. Dijelaskan masing-masing 10 contoh interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok serta kelompok dengan kelompok.

Download

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
92
2539
16
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
34
657
43
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
32
562
23
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
15
357
24
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
23
484
23
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
41
823
14
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
37
728
50
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
11
455
17
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
18
665
30
KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
28
810
23