Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL)

Top documents about Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL):

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

Abstract - This study aims to determine the effect of Process Oriented Guided Inquiry Learning model of Virtual Lab to the physics generic science skills of high school students of class X. This research type is quasi experiment with pretest-postest control group design research design. The population of this research is all students of class X MIPA SMAN 1 Kuripan with sampling technique using purposive sampling. There are two samples taken are the sample as experimental class given treatment in the form of learning using learning model POGIL assisted Virtual Lab and control class treated using conventional learning model. Data collection of generic science skills is done by a multiple choice test technique. The research hypothesis was tested by using the t-test polled variance with 5% significance. It was concluded that the use of Process Oriented Guided Inquiry Learning model (POGIL) with Virtual Lab has an effect on students generic science skills with t table = 2,00 <t count =

7 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DI AJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DI AJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang diberikan pengajaran melalui model pembelajaran Problem Based Learning dengan Process Oriented Guided Inquiry Learning pada materi Srtuktur Atom. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA SMA Negeri 1 Sei Kanan yang terdiri dari 2 kelas. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas dengan cara purposive sampling dan masing–masing kelas terdiri atas 30 siswa. Pada kelas eksperimen I diberi pengajaran dengan model Pembelajaran Problem Based Learning dan pada kelas eksperimen II diberikan pengajaran dengan model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning. Hasil uji statistik menggunakan uji t dua pihak menggunakan data gain diperoleh bahwa nilai t hitung sebesar 4,17 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,83 pada

20 Baca lebih lajut

Pengaruh model process oriented guided inquiry learning (pogil) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa

Pengaruh model process oriented guided inquiry learning (pogil) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa

konsep, dan dapat membangun pemahaman melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikerjakannya secara berkelompok. Dalam implementasi Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) aktivitas inkuiri terbimbing membantu siswa untuk mengembangkan pemahamannya dengan menerapkan siklus belajar (learning cycle). Siklus belajar ini terdiri dari tiga tahap atau tiga fase, yaitu eksplorasi (exploration), penemuan konsep atau pembentukan konsep (concept invention or concept formation), dan aplikasi (application). 11 Tahapan atau fase siklus belajar ini terletak di jantung atau tertanam di tengah dari tahap-tahap pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Jadi tahapan atau fase pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) yang pertama adalah orientasi (orientation) yaitu mempersiapkan para siswa untuk belajar, dengan cara menciptakan minat dan rasa ingin tahu terkait dengan materi yang akan dibahas. Tahap kedua adalah ekspolorasi (exploration) yaitu pemberian serangkaian pertanyaan yang akan memandunya pada suatu proses untuk mengeksplorasi model, hal tersebut dilakukan para siswa dengan cara mengidentifikasi, menjawab beberapa daftar pertanyaan, dan membuat gambar. Langkah ketiga adalah penemuan konsep atau pembentukan konsep (concept invention or concept formation), pada tahap ini siswa menemukan konsep yang diperoleh melalui serangkai pertanyaan yang telah diselesaikan sebelumnya. Tahap keempat adalah aplikasi (application) pada tahap ini siswa mengaplikasikan konsep yang telah ditemukan pada latihan yang berupa soal pemecahan masalah. Tahap keempat adalah penutup (closure), pada tahap ini siswa memvalidasi hasil mereka, merenungkan apa yang telah mereka pelajari, dan melakukan penilaian kinerja terkait dengan kinerja kelompok mereka. 12 Dengan begitu diharapkan kemampuan pemecahan masalah para siswa dapat meningkat dengan penerapan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) di kelas.

302 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

3 Dalam POGIL ini siswa bekerja dalam kelompok (belajar tim) yang bertujuan untuk penguasaan konsep sehingga mampu mengembangkan keterampilan, berpikir tingkat tinggi, komunikasi, kerja tim, manajemen dan penilaian serta tidak lagi mengandalkan hafalan, tetapi mengembangkan keterampilan untuk sukses dalam pembelajaran. POGIL membuat siswa lebih terarah dalam menentukan pemecahan masalah yang menghasilkan konsep yang baru bagi siswa. Melalui POGIL ini dibutuhkan aktivitas belajar siswa sehingga sebagian besar siswa terlibat aktif dan berpikir di kelas dalam menarik kesimpulan melalui analisis data, model, atau contoh dengan mendiskusikan ide-ide dengan merefleksikan pengalaman yang telah mereka pelajari (Sri Yani, dkk. 2012).

19 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “ UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

18 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran intertekstual dengan POGIL pada konsep tingkat kejenuhan larutan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dengan metode penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan pertimbangan adanya temuan dalam berbagai penelitian yang menyatakan bahwa salah satu penyebab kurangnya penguasaan konsep siswa pada pelajaran kimia ialah ketidakmampuan siswa untuk mempertautkan tiga level representasi kimia. Beberapa fenomena pada konsep tingkat kejenuhan larutan dapat diperoleh melalui kegiatan laboratorium yang membutuhkan keterampilan proses sains. Dalam proses pengembangan strategi pembelajaran dilakukan validasi oleh dosen dan guru kimia. Validasi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara indikator penguasaan konsep dengan kompetensi dasar pengetahuan, konsep dengan indikator penguasaan konsep, alat evaluasi penguasaan konsep dengan indikator penguasaan konsep, indikator keterampilan proses sains dengan kompetensi dasar keterampilan, deskripsi keterampilan proses sains dengan indikator keterampilan proses sains, alat evaluasi keterampilan proses sains dengan indikator keterampilan proses sains, kegiatan pembelajaran dengan langkah pembelajaran, serta aspek penguasaan konsep dan keterampilan proses sains dengan kegiatan pembelajaran. Hasil pengembangan strategi pembelajaran intertekstual dengan POGIL pada konsep tingkat kejenuhan larutan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dinyatakan valid oleh sebagian besar validator dengan beberapa perbaikan berdasarkan masukan dari validator. Secara umum kegiatan pembelajaran yang dikembangkan mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam menghubungkan kegiatan pembelajaran di kelas dengan konsep yang telah dipelajari dan level representasi kimia; membangun konsep secara mandiri melalui kegiatan menjawab pertanyaan, diskusi kelompok, dan berkontribusi aktif dalam melakukan kegiatan percobaan di kelas.

39 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DENGAN MEDIA HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DENGAN MEDIA HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

.Berdasarkan penelitian sebelumnya, kondisi penggunaan media pembelajaran saat ini, kondisi sekolah, dan hal lain yang menjadi latar belakang masalah dalam pembelajaran kimia yang diuraikan diatas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Process Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) dengan Media Handout Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA Pada Pokok Bahasan Struktur Atom ”

18 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

Perbedaan yang paling mencolok dalam model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning dan Problem Based Learning terletak pada masalah yang diberikan guru. Model pembelajaran POGIL diberikan sedikit informasi yang kemudian guru memberikan pertanyaan sehingga siswa yang mencari dan menemukan jawaban yang di ajukan guru secara mandiri. Sedangkan Problem Based Learning yaitu guru memberikan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi pelajaran. Siswa di tuntut untuk berfikir kritis dalam menjawab masalah yang di berikan guru guna memecahkan masalah yang di berikan dan kalau memungkinkan siswa diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut dengan solusi terhadap masalah yang di berikan.

20 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN - repository UPI S KIM 1200377 Title

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN - repository UPI S KIM 1200377 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN ” ini beserta seluruh isinya adalah benar - benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

4 Baca lebih lajut

2. Letak Geografis - PENGARUH TEKNIK POGIL (PROCEC–ORIENTED GUIDED–INQUIRY LEARNING)TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTS SABILUL HUDA GUNTUR DEMAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

2. Letak Geografis - PENGARUH TEKNIK POGIL (PROCEC–ORIENTED GUIDED–INQUIRY LEARNING)TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTS SABILUL HUDA GUNTUR DEMAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

Untuk mengetahui pengaruh Teknik pogil (Proses -Oriented guidedInquiry Learning) terhadap Kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih di MTs Sabilul Huda Guntur Demak, maka peneliti telah menyebarkan angket kepada responden sebanyak 73 responden, terdiri dari 10 item pernyataan tentang Teknik pogil (Proses -Oriented guidedInquiry Learning) dan 20 item pernyataan tentang Kemandirian belajar. Tahap pertama yang dilakukan untuk mengolah angket yang terkumpul adalah memberikan skor terhadap jawaban yang diberikan responden dengan ketentuan sebagai berikut :

22 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Abstract

S KIM 1200377 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keterlaksanaan strategi pembelajaran intertekstual dengan POGIL pada konsep tingkat kejenuhan larutan serta mengetahui pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre eksperimen dengan bentuk one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di kota Bandung sebanyak 37 orang. Implementasi strategi pembelajaran intertekstual pada konsep tingkat kejenuhan larutan ini mencakup kegiatan pembelajaran dan kendala-kendala yang dialami selama proses pembelajaran, tanggapan siswa dan guru, serta pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara menghubungkan ketiga level representasi kimia yaitu; makroskopis, submikroskopis dan simbolis untuk memfasilitasi siswa dalam memahami tingkat kejenuhan larutan. Kendala-kendala yang muncul, yaitu alokasi waktu yang diperlukan untuk mempelajari larutan belum jenuh dan jenuh terlalu lama, jumlah soal dalam LKS yang digunakan terlalu banyak, kondisi sekolah yang tidak kondusif untuk dilakukan pembelajaran, dan waktu pelaksanaan implementasi strategi intertekstual berada di akhir KBM. Secara umum baik siswa maupun guru memberikan taggapan baik terhadap pembelajaran yang diperoleh dari hasil analisis angket tanggapan siswa dan format observasi yang dilakukan oleh guru. Pengaruh implementasi terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa diperoleh dari hasil analisis jawaban pretest dan posttest yang menunjukkan adanya peningkatan pada semua kelompok siswa.

2 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Chapter1

S KIM 1200377 Chapter1

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana implementasi strategi pembelajaran intertekstual dengan process oriented guided inquiry learning (POGIL) pada konsep tingkat kejenuhan larutan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa?” Dari permasalah penelitian tersebut dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

7 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Bibliography

S KIM 1200377 Bibliography

Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., Airasian, P. W., Cruikshank, K. A., Mayer, R. E., Pintrich, P. R. … Wittrock, M. C. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s educational objectives . New York: Addison Wesley Longman Inc.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUARY LEARNING (POGIL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI.

PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUARY LEARNING (POGIL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI.

This study aims: (1) To determine the effect models inquary Process Oriented Guided Learning (POGIL) against Science Process Skills (KPS) Students; (2) To determine the effect models inquary Process Oriented Guided Learning (POGIL) on cognitive abilities of students; (3) To determine the correlation between Science Process Skills (KPS) with students' cognitive abilities. The population in this study were all students of class XI SMAN Seribu Bukit Gayo Lues as many as three classes totaling 78 people, divided into two classes of samples. The research data were collected from the sample is in the form of data science process skills (KPS) was obtained from observation sheets and tests. To use multiple-choice test of 20 questions with the reliability of 0.81 (very High). The data on students' cognitive abilities obtained from the pretest and poster form as much as 20 multiple-choice questions with the reliability of 0.84 (very high). Tests have been conducted in the form requirements of normality and homogeneity test, the result that normal data and homogeneous. The hypothesis was tested with Paired Sample t-Test at significance level of 0.05 using SPSS 21 for windows. Based on data analysis and hypothesis testing are carried out found that: (1) There is a significant difference from the model of Process Oriented Guided inquary Learning (POGIL) toward Skills Process Science (KPS) Students on the material reaction rate, which is shown by the price of the significance of 0, 00 so that 0.00 <0.05, which means Ha. (2) There is a significant difference from the model inquary Process Oriented Guided Learning (POGIL) on cognitive abilities of students in the material reaction rate, which is shown by the price of the significance of 0.000 to 0.000 <0.05, which means Ha. (3) There is a significant interaction between KPS with students on the Cognitive material reaction rate, which is indicated by the probability or sig. 0.000 <0.05 so that it can be said that the results of test of hypothesis reject or accept Ho Ha in alhpa level of 5%

19 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Eksperimentasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap Konsep Diri Siswa ditinjau dari Kreativitas Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X MAN 2 Sragen.

DAFTAR PUSTAKA Eksperimentasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap Konsep Diri Siswa ditinjau dari Kreativitas Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X MAN 2 Sragen.

Kolloffel. et.al. 2013. ”Conceptual Understanding of Electrical Circuits in Secondary Vocational Engineering Education: Combining Traditional Instruction with Inquiry Learning in a Virtual Lab”. Journal of Engineering Education. 102 (4) : 375-393.

4 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

Students who participated in the student-centered learning environment via the team-based guided-inquiry exercises outperformed those who did not on conven- tional multiple-choice examinations. While the differ- ences between the groups (fall 2007 versus fall 2008, and fall 2007 versus fall 2009) was not overwhelming, it was significant and ultimately resulted in a shift of the grade distribution from one that was B-C centered (fall 2007) to ones that were A-B centered (fall 2008 and fall 2009). To truly appreciate the significance of this grade distribution shift, one must consider the high competency level of these students. As professional school students, they underwent a rigorous admissions process that re- sulted in 3 groups with no significant differences in PCAT composite scores or GPAs. Nevertheless, they showed differences in their mastery of medicinal chemistry course content dependent on how the material was deliv- ered. Because they were allowed to practice skills such as communication, teamwork, critical thinking, and prob- lem solving while working in the group setting, one could argue that the fall 2008 and fall 2009 students better achieved one of the Gatton College of Pharmacy’s key learning outcomes expectations. Furthermore, students were extremely satisfied with the incorporation of the team-based guided-inquiry learning, stating in their sum- mative evaluations that they felt comfortable and confi- dent with what historically had been difficult and abstract

7 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter3

T KIM 1402037 Chapter3

Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran POGIL. Lembar observasi yang bersisi aktivitas siswa diberikan kepada observer untuk memperoleh gambaran aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Observer pada penelitian ini adalah penulis sendiri dan beberapa orang guru. Lembar aktivitas ini hanya digunakan di kelas eksperimen (kelas menggunakan POGIL). Instrumen keterlaksanaan model pembelajaran POGIL berbentuk rating scale yang memuat kolom skor penilaian, dimana observer hanya memberikan tanda cheklist (√) pada kolom skor 0-3 berdasarkan rubrik penilaian yang sesuai dengan aktivitas siswa yang diobservasi mengenai keterlaksanaan pembelajaran kimia dengan model POGIL yang diterapkan. Pada lembar ini juga terdapat kolom catatan keterangan untuk mencatat kejadian- kejadian yang dilakukan siswa dalam setiap fase pembelajaran. Rubrik penilaian aktivitas siswa untuk keterlaksanaan tahapan pembelajaran POGIL disajikan dalam Tabel 3.2.

37 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter1

T KIM 1402037 Chapter1

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan (Chase, et al , 2013; Gale & Boiselle, 2015; Muslim, 2014; Kamil, 2014), kebanyakan mahasiswa mempunyai penguasaan konsep yang rendah dan kurang efikasi dirinya sebelum diterapkan pembelajaran POGIL. Hasil tersebut sesuai dengan hasil wawancara beberapa guru kimia, dapat diketahui bahwa kebanyakan siswa masih lemah dari segi kemandiriannya karena keyakinan diri dan penguasaan konsep siswa rendah. Hal tersebut menyebabkan siswa cenderung memilih tugas yang lebih mudah dan menghindar dari tugas secara keseluruhan serta berupaya untuk tidak bekerja dan lebih mudah menyerah dengan mengandalkan teman yang pintar. Secara tradisional juga, pembelajaran di sekolah maupun di kampus lebih memperhatikan konten, tanpa sengaja melupakan penekanan proses yang lebih tinggi (Zawadzki, 2010).

10 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Bibliography

T KIM 1402037 Bibliography

Şen, S., Yılmaz , A., & Geban, Ö. (2015). The Effects of Process Oriented Guided Inquiry Le arning Environment on Students’ Self-Regulated Learning Skills. Problems of Education In The 21st Century , Vol 6 ISSN 1822- 7864. hlm. 54-66.

6 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Bibliography

T MTK 1404578 Bibliography

Chase, A., Pakhira, D., & Stains, M. (2013). Implementing process-oriented, guided-inquiry learningfor the first time: adaptations and short- term impacts onstudents’ attitude and performance . Journal of Chemical Education . 90(4).

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...