process oriented guided inquiry learning

Top documents about process oriented guided inquiry learning:

Pengaruh model process oriented guided inquiry learning (pogil) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa

Pengaruh model process oriented guided inquiry learning (pogil) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa

dengan pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan belajar yang esensial. Dalam hal ini keterampilan tersebut diklasifikasikan menjadi tujuh kategori diantaranya adalah: belajar (learning), berpikir (thinking), pemecahan masalah (problem solving), kerja sama tim (teamwork), berkomunikasi (communicating), manajemen (management), dan penilaian (assessment). Dengan begitu terlihat bahwa model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik para siswa. Temuan ini serupa dengan Ningsih, dkk (2012) yang menemukan bahwa siswa yang diajarkan menggunakan model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil yang diperoleh dari observasi diketahui pula bahwa kemampuan afektif siswa cukup tinggi dan psikomotorik dengan kategori sangat aktif. Begitupun hasil temuan dari Nur Rahmawati Trisna Putri dan Bambang Sugiarto (2014) yang menemukan bahwa dengan diterapkannya model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dapat melatih keterampilan metakognitif siswa, dimana secara keseluruhan keterampilan metakognitif siswa yang paling baik adalah planning skill sebesar 11,86 dibandingkan aspek monitoring skill (8,53) dan evaluation skill (7,1). Temuan tersebut cukup menggambarkan bahwa model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) yang diterapkan di dalam kelas mampu mengembangkan dan melatih potensi perpikir para siswa dan salah satunya adalah kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematik.

302 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

Abstract - This study aims to determine the effect of Process Oriented Guided Inquiry Learning model of Virtual Lab to the physics generic science skills of high school students of class X. This research type is quasi experiment with pretest-postest control group design research design. The population of this research is all students of class X MIPA SMAN 1 Kuripan with sampling technique using purposive sampling. There are two samples taken are the sample as experimental class given treatment in the form of learning using learning model POGIL assisted Virtual Lab and control class treated using conventional learning model. Data collection of generic science skills is done by a multiple choice test technique. The research hypothesis was tested by using the t-test polled variance with 5% significance. It was concluded that the use of Process Oriented Guided Inquiry Learning model (POGIL) with Virtual Lab has an effect on students generic science skills with t table = 2,00 <t count =

7 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

This descriptive study aims to develop intertextual learning strategies using POGIL on the concept of solution saturation level to enhance the concept mastery and science process skills of students. In many research, it was explained that one of the cause of students’ lack of mastery on the concepts in chemistry is the students’ incapability to link the three levels of representation in chemistry. Some phenomena in the concept of solution saturation level can be experienced through some laboratory activities which require science process skills. Those which were explained are the background of this study. In the development process of the learning strategy, the validation process was done by some chemistry teachers and lecturers. The validation has a purpose to know the congruency between the concept mastery indicators and basic knowledge competency, concepts and concept mastery indicators, concept mastery evaluation tools and concept mastery indicators, science process skills indicators and basic skill competency, science process skills description and science process skills indicators, learning activities and learning steps of POGIL, concept mastery aspects and learning activities and also between science process skills and learning activities. The results of intertextual learning strategy development using POGIL on solution saturation level concept was claimed as valid results by most of the validators with some corrections based on the validators’ suggestions. Generally, the developed learning activities encourage the students to actively involved in linking learning activities in the class with the concept which has been learned, and also with three levels of representation in chemistry, built concept independently through questions answering activity, group discussion and actively contributed in experimental activity in the class.

39 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dilengkapi LKS dapat meningkatkan: (1) kemandirian siswa pada materi larutan penyangga. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan pra siklus sebesar 23% menjadi 69,23% pada siklus I dan 84,62% pada siklus II. (2) Prestasi belajar siswa pada materi larutan penyangga (aspek pengetahuan 53,8% pada siklus I meningkat menjadi 82,1% pada siklus II, aspek sikap 84,7% pada siklus I meningkat menjadi 92,31% pada siklus II dan aspek keterampilan telah mencapai 100% pada siklus I).

18 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) melalui pendekatan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Swasta Panca Budi Medan pada materi reaksi redoks. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Panca Budi Medan yang terdiri dari 5 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling dengan mengambil 2 dari 5 kelas yaitu kelas X MS-A sebagai kelas eksperimen dan kelas X MS-B sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian kelas eksperimen sebanyak 21 siswa dan kelas kontrol berjumlah 29 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal yang sudah valid. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model PBL melalui pendekatan POGIL dan kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari hasil penelitian, untuk kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 22,62 dan postest adalah 78,57. Sedangkan nilai rata-rata pretest untuk kelas kontrol adalah 21,38 dan postest adalah 72,76. Data hasil kelompok sampel berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji t dua pihak diperoleh t hitung = 2,18 dan t tabel = 2,01, sehingga

19 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI TEKNIK PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU FAROIDL DI MA NU NURUL ULUM JEKULO KUDUS - STAIN Kudus Repository

IMPLEMENTASI TEKNIK PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU FAROIDL DI MA NU NURUL ULUM JEKULO KUDUS - STAIN Kudus Repository

Dipilihnya MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus untuk penelitian tentang implementasi teknik process oriented guided inquiry learning untuk meningkatkan kemampuan ranah kognitif siswa, memiliki beberapa alasan, diantaranya: pertama, teknik pembelajaran yang dipilih cukup menarik untuk diteliti, karena teknik POGIL biasa digunakan guru dalam mata pelajaran sains, seperti kimia, matematika dan fisika, namun di MA NU Nurul Ulum pembelajaran ilmu faraidl pun juga dapat disampaikan dengan menggunakan teknik POGIL. Kedua, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana implementasi teknik POGIL pada mata pelajaran ilmu faraidl yang sumber belajar utamanya dengan menggunakan kitab yaitu kitab matan arrohabiyyah. Ketiga karena MA NU Nurul Ulum termasuk Madrasah Aliyah unggulan di Kudus bagian timur.

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahhirabbal A’lamin Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, atas segala berkat dan rahmat-Nya, maka skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi berjudul “ Perbedaan Hasil Belajar Kimia Yang Dibelajarkan Dengan Menggunkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Process Oriented Guided Inquiry Learning Pada Materi Hidrokarbon”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED.

20 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teknik Process Oriented Guided Inquiry Learning 1. Pengertian Teknik - IMPLEMENTASI TEKNIK PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU FAROIDL DI MA NU NUR

BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teknik Process Oriented Guided Inquiry Learning 1. Pengertian Teknik - IMPLEMENTASI TEKNIK PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU FAROIDL DI MA NU NUR

Studi tentang Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning bukanlah kajian yang baru berdasarkan studi literatur ada beberapa studi dan tulisan yang telah mendahuluinya, dalam artian bahwa penulis mengakui sudah terdapat penelitian yang telah melakukan kajian tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning. Adapun kajian pustaka tersebut peneliti telah memperoleh dua judul yang telah ada. Walaupun mempunyai kesamaan tema tetapi jauh berbeda titik fokus pembahasannya. Dengan begitu bahwa kajian yang penulis kaji sudah barang tentu akan membidik hal-hal yang belum dibahas atau menambah porsi bahasan dari sisi-sisi yang kurang memperoleh perhatian dari penulis-penulis sebelumnya. Beberapa penelitian yang berkaitan dengan judul peneliti diantaranya : 1. Skripsi Karya Panji Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu

34 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN - repository UPI S KIM 1200377 Title

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN - repository UPI S KIM 1200377 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN ” ini beserta seluruh isinya adalah benar - benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

4 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Bibliography

S KIM 1200377 Bibliography

Chase, A., Pakhira, D., dan Stains, M. (2013). Implementing process-oriented, guided-inquiry learning for the first time: Adaption and short-term impacts on students’ attitude and performance. Journal of Chemical Education, hlm. 409- 416.

6 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Chapter1

S KIM 1200377 Chapter1

POGIL merupakan suatu filosofi dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajarannya menggunakan pendekatan kontruktivisme dan learning cycle yang menekankan pada konten dan proses pembelajaran. Komponen konten yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa pengetahuan kimia pada konsep tingkat kejenuhan larutan sedangkan komponen proses yaitu pemrosesan informasi, berpikir kritis dan analitis, penyelesain masalah ( problem solving ), komunikasi, kerjasama kelompok ( teamwork ), manajemen, dan penilaian (termasuk penilaian diri) (Hanson, 2006). Beberapa penelitian telah dilakukan dengan menggunakan POGIL menunjukkan peningkatan hasil belajar yang cukup tinggi (Nasution, 2014; Rosidah, 2013). Selain itu, keterampilan proses sains siswa setelah pembelajaran menggunakan POGIL menghasilkan ketercapaian yang cukup tinggi (Maikristina, Dasna, Sulistina, 2013).

7 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

didik. Keefektifan pembelajaran matematika menggunakan model POGIL berbantuan LKPD disebabkan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran. POGIL memiliki fase yang membimbing peserta didik melalui kegiatan eksplorasi agar peserta didik membangun pemahaman sendiri (inkuiri). Dalam pembelajaran POGIL guru tidak sekadar memberikan pengetahuan kepada peserta didik, melainkan memfasilitasi peserta didik untuk membangun pengetahuannya sendiri sehingga peserta didik memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap materi peluang, hal ini sejalan dengan pendapat Bruner (dalam Suherman, 2003:43) bahwa belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru yang di luar informasi yang diberikan kepada dirinya. Di dalam proses belajar Bruner mementingkan partisipasi aktif dari peserta didik. Jadi keterampilan dan pengetahuan yang didapatkan peserta didik diharapkan bukan dari hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi merupakan hasil dari menemukan sendiri (inquiry).

251 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Abstract

T MTK 1404578 Abstract

Mathematically critical thinking skills and self-efficacy must be built by the students through active involvement in learning and interaction with teachers or other learners. POGIL is a learning model that is designed with small groups to interact with the teacher as a facilitator. POGIL guiding learners through exploration activities so that learners construct their own understanding (guided inquiry). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the learning model POGIL against critical thinking skills and self-efficacy mathematical junior high school students. This study is a quasi-experiment. Samples are as many as two eighth grade class at one junior high school in North Sumatra. The research data obtained with test method. Final data analysis including normality test, homogeneity test, the proportion of test, and test the average difference. The results showed that: (1) the critical thinking ability of students to apply learning model POGIL better than students who received lessons conventional, (2) There are differences in the ability of critical thinking mathematical students using model POGIL from the category of initial ability mathematically (KAM) , (3) Self- efficacy of students using model POGIL better than students who received conventional learning.

2 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

Students who participated in the student-centered learning environment via the team-based guided-inquiry exercises outperformed those who did not on conven- tional multiple-choice examinations. While the differ- ences between the groups (fall 2007 versus fall 2008, and fall 2007 versus fall 2009) was not overwhelming, it was significant and ultimately resulted in a shift of the grade distribution from one that was B-C centered (fall 2007) to ones that were A-B centered (fall 2008 and fall 2009). To truly appreciate the significance of this grade distribution shift, one must consider the high competency level of these students. As professional school students, they underwent a rigorous admissions process that re- sulted in 3 groups with no significant differences in PCAT composite scores or GPAs. Nevertheless, they showed differences in their mastery of medicinal chemistry course content dependent on how the material was deliv- ered. Because they were allowed to practice skills such as communication, teamwork, critical thinking, and prob- lem solving while working in the group setting, one could argue that the fall 2008 and fall 2009 students better achieved one of the Gatton College of Pharmacy’s key learning outcomes expectations. Furthermore, students were extremely satisfied with the incorporation of the team-based guided-inquiry learning, stating in their sum- mative evaluations that they felt comfortable and confi- dent with what historically had been difficult and abstract

7 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter1

T KIM 1402037 Chapter1

Penelitian-penelitian tentang efikasi diri dan penguasaan konsep telah banyak dilakukan, baik di luar maupun di dalam negeri. Pada tahun 2013 dilakukan penelitian dampak penggunaan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) oleh Chase, et al . (2013) terhadap sikap dan hasil belajar siswa pada mahasiswa kimia umum dan kimia organik, diperoleh hasil bahwa sangat sedikit atau hampir tidak terdapat dampak pada sebagian langkah-langkah POGIL yang diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi POGIL ini tidak berdampak pada nilai siswa, sikap terhadap kimia, dan self-efficacy dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol, meskipun beberapa tren positif yang diamati. Penelitian lainnya pada tahun 2013 tentang hubungan antara efikasi diri, prestasi akademik dan jenis kelamin yang dilakukan oleh Tenaw (2013) pada mahasiswa kimia analitik, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri berjenis kelamin perempuan dan laki-laki, namun terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan prestasi akademik mahasiswa. Artinya, semakin tinggi efikasi diri mahasiswa maka akan semakin meningkat prestasi akademik.

10 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Bibliography

T KIM 1402037 Bibliography

Brown, P. J. P. (2010). Process Oriented Guided Inquiry Learning in An Introductory Anatomy and Physiology Course with A Diverse Student Population. Advances in Physiology Education , 34(2). hlm. 150-155. Carleton. (2013). Process-Oriented Guided Inquiry Learning . [Online].

6 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Bibliography

T MTK 1404578 Bibliography

Chase, A., Pakhira, D., & Stains, M. (2013). Implementing process-oriented, guided-inquiry learningfor the first time: adaptations and short- term impacts onstudents’ attitude and performance . Journal of Chemical Education . 90(4).

7 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Eksperimentasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap Konsep Diri Siswa ditinjau dari Kreativitas Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X MAN 2 Sragen.

DAFTAR PUSTAKA Eksperimentasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap Konsep Diri Siswa ditinjau dari Kreativitas Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X MAN 2 Sragen.

Kolloffel. et.al. 2013. ”Conceptual Understanding of Electrical Circuits in Secondary Vocational Engineering Education: Combining Traditional Instruction with Inquiry Learning in a Virtual Lab”. Journal of Engineering Education. 102 (4) : 375-393.

4 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Abstract

T KIM 1402037 Abstract

The aim of this study was to analyze the increasing mastery of the concept and self-efficacy of students through POGIL on the preparation of colloid. POGIL is a method that uses a collaborative learning with guided inquiry learning cycle of exploration, discovery and application concept. The method used in this study was a mixed methods design with embedded experimental. Participant in this study consisted 28 students in the experimental group with POGIL and 28 students in the control groupwith conventional learning. The data was collected by mastery of the concept test, questionnaires which is adapted from College Biology Self- Efficacy Scale (CBSES), observation sheet, and interview guidelines. The data was analyzed using the < g> mean difference, Pearson Product Moment correlation test, and descriptive analysis. The results showed that the POGIL can improve mastery of the concepts and self-efficacy of students. < g> mean scores students’ mastery of the concept and self efficacy of experimental group and control groupis medium category ( < g> < 0,70). < g> mean scores mastery of the concepts experimental group (<g> = 0.67) higher than the control group ( < g> = 0.58), thus improving the students' mastery of the concepts in the experimental group is better than the control group on the preparation of colloid. Similarly, the < g> mean difference test of the self-efficacy of students is obtained an increase in students’ self-efficacy experiment group better than the control group with sig. > 0.05 (0.034 < 0.05). The relationship between students’ mastery of the concept and self-efficacy showed a positive correlation with enough category (r = 0.498). effectiveness of the POGIL with good categories (75.08 %) thus creating a more active students, the cooperation within the group and increase the confidence of students' ability. Teachers are expected to be able to implement POGIL which is a student-centered pedagogy in increasing mastery of the concept and self-efficacy of students on a daily lessons.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects