petugas pemadam kebakaran

Top documents about petugas pemadam kebakaran:

Studi Deskriptif Mengenai Safety Climate pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi.

Studi Deskriptif Mengenai Safety Climate pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi.

Dimensi ketujuh adalah effects of job induced stress yaitu persepsi petugas pemadam kebakaran mengenai dampak stress kerja terhadap perilaku aman dalam bekerja, dan kesempatan yang diberikan oleh manajemen UPTD untuk dapat mengendalikan aktivitas kerja Pemadam kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran yang memiliki persepsi positif mengenai effects of job induced stress akan memaknai bahwa petugas pemadam kebakaran harus memiliki kontrol atas pekerjaan mereka, seperti mengarahkan energi agar dapat melakukan pekerjaan dengan simbang, agar tidak menjadi stress karena tuntutan kerja yang terlalu tinggi atau rendah. Petugas pemadam kebakaran yang memiliki persepsi negatif mengenai effects of job induced stress akan lebih cenderung tidak mau terlibat dalam diskusi untuk mengurangi pengaruh stress kerja yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

36 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL (SOCIAL SUPPORT) DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN DI SUDIN PEMADAM KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA SEKTOR I MATRAMAN – JAKARTA TIMUR - Reposi

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL (SOCIAL SUPPORT) DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN DI SUDIN PEMADAM KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA SEKTOR I MATRAMAN – JAKARTA TIMUR - Reposi

Oleh karena itu, keenam dimensi dari kesejahteraan psikologis (psychological well-being) harus terpenuhi dalam dunia kerja bagi petugas pemadam di seluruh kantor Dinas Pemadam Kebakaran seluruh Indonesia, sehingga hal ini dapat membantu petugas pemadam dalam mencapai fungsi psikologis yang optimal sehingga dapat mengatasi berbagai tantangan atau stres yang muncul dalam bekerja. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) petugas pemadam kebakaran antara lain adalah stress kerja, kepuasan kerja petugas pemadam, optimisme dalam melakukan tugas, uraian pekerjaan (job description) bagi para petugas, fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan dukungan sosial.

10 Baca lebih lajut

A.  Latar Belakang Masalah  Hubungan Antara Atribusi dengan Perilaku Altruisme pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

A. Latar Belakang Masalah Hubungan Antara Atribusi dengan Perilaku Altruisme pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

Tiga toko cat di Surabaya diamuk api, namun petugas pemadam kebakaran datang terlambat padahal warga sudah menghubungi PMK namun mobil pemadam baru datang setelah 30 menit. Jadi api terlanjur membesar padahal lokasi kejadian dengan kantor PMK pasar turi jaraknya hanya sekitar 1 km. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut namun diperkirakan kerugian yang didapatkan mencapai ratusan juta rupiah (Merdeka.com Senin, 10 Maret 2014).

7 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017 Chapter III VI

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017 Chapter III VI

pernah ,kadang kita buta medan. kami pun petugas pemadam kebakaran juga sering masuk ke daerah TKP asapnya masih tebal.. kalo misalnya didalam ruangan kalo terjebak asap juga bisa dengan merayap. pas kita merayap tangan kita tadi lapisi dengan kain, kadang kita ngalamin batuk sesak nafas, mata merah dahak warna hitam, . bahan-bahan kimia bahan yang beracun pernah juga ni pengalamaan gudang peluru terbakar di brimob, pernah juga terbakar di usu kalo gak salah laboratorium kimian nya disitu juga ada formalin sempat terbakar pedih mata kita, trus juga pernah yang aku padamin itu pabrik karet, itu masih jauh beberapa kilometer dari sana udah ngerasain panasnya karna udah terbakar,kadang kami menemukan korban jiwa juga “. Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dilihat bahwa Sesampai di lokasi kebakaran, petugas langsung menggelar selang, memasang nozzle dan menyambungkannya ke mesin pompa pada fire truck dengan berkoordinasi dengan supir pemadam yang bertugas sebagai operator pompa untuk pengaliran dan pengaturan tekanan air. Kemudian petugas melakukan pemadaman sesuai instruksi dari komandan regu / wakil komandan regu mengenai strategi penyiraman yang akan dilakukan. setelah melakukan pemadaman seluruh petugas mengembalikan perlengkapan ke armadanya masing-masing dan kemudian kembali ke kantor DP2K UPT Wilayah I, setelah sampai di kantor armada yang sudah digunakan untuk penyiraman diisi air kembali dan merapikan peralatan/perlengkapannya.

41 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor bahaya pekerjaan pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) dengan anggota regu DP2K Kota Medan UPT I menggunakan alat bantu voice recorder. Informan yang diambil sebanyak 5 petugas pemadam dengan teknik purposive sampling.

14 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Coping Strategy pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPK-PB) DKI Jakarta di Jakarta Pusat.

Studi Deskriptif Mengenai Coping Strategy pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPK-PB) DKI Jakarta di Jakarta Pusat.

Sementara delapan dari lima belas orang petugas pemadam kebakaran tidak memiliki pengalaman melihat kematian rekan kerja mereka. Dari delapan orang yang ada, dua orang petugas mengalami kelelahan secara fisik yang ikut memengaruhi mood petugas tersebut. Satu orang petugas menjadi lebih sensitif dan mudah terpancing emosi, terutama ketika menerima perilaku negatif dari masyarakat ketika berada di lapangan (subjective effects). Seorang petugas lainnya pernah sampai membentak anaknya yang memintanya untuk membantu mengerjakan tugas sekolah (subjective effects). Satu orang petugas merasa pusing dan mengalami gangguan pernapasan ketika menghirup asap hasil pembakaran ketika sedang berada di lapangan (health effects), sehingga mengganggu konsentrasinya ketika memadamkan api di lapangan (cognitive effects).

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA ATRIBUSI  DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA SURAKARTA  Hubungan Antara Atribusi dengan Perilaku Altruisme pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA ATRIBUSI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA SURAKARTA Hubungan Antara Atribusi dengan Perilaku Altruisme pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara atribusi dengan perilaku altruisme pada petugas pemadam kebakaran, tingkat perilaku altruisme pada petugas pemadam kebakaran kota Surakarta, tingkat atribusi petugas pemadam kebakaran kota Surakarta, peran atribusi terhadap perilaku altruisme pada petugas pemadam kebakaran kota Surakarta. Hipotesis yang diajukan ada hubungan positif antara atribusi dengan perilaku altruisme. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas pemadam kebakaran di BAPPEDA kota Surakarta yang berjumlah 50 subjek dengan 2 petugas wanita dan 48 petugas pria. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi. Metode pengumpulan data menggunakan skala atribusi dan skala altruisme. Teknik analisis data penelitian ini adalah kolerasi Product Moment dari Pearson.

17 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor bahaya pekerjaan pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) dengan anggota regu DP2K Kota Medan UPT I menggunakan alat bantu voice recorder. Informan yang diambil sebanyak 5 petugas pemadam dengan teknik purposive sampling.

2 Baca lebih lajut

Gambaran Risiko Pekerjaan Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan

Gambaran Risiko Pekerjaan Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan

Backdraft juga disebut sebagai ledakan asap. Backdraft dapat terjadi jika tidak lagi tersedia cukup oksigen, maka karbon bebas dalam jumlah besar akan dilepaskan dalam asap. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan. Seperti pintu yang dibuka oleh petugas pemadam kebakaran ketika akan memasuki ruangan atau jendela yang didobrak akan memberikan rantai penghubung yang hilang, yaitu oksigen. Segera setelah oksigen yang diperlukan masuk, pembakaran yang tertahan akan berlanjut; kecepatannya bisa merusak, benar-benar berkualitas ledakan. Backdraft bisa merupakan kondisi yang paling berbahaya yang dihadapi petugas pemadam kebakaran (Puslatkar Jakarta, 1998).

95 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Jika melihat deskripsi pekerjaannya, petugas pemadam kebakaran merupakan yang berbahaya dan memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Schuller (dalam Lestari, 2009) menyatakan beberapa jenis pekerjaan yang dikategoriakan beresiko tinggi, atau berbahaya bagi keselamatan meliputi pekerjaan di pertambangan minyak lepas pantai, tentara, pemadm kebakaran, pekerja tambang, kontraktor, buruh bangunan, atau bahkan pekerja cleaning service yang biasa menggunakan gondola untuk membersihkan gedung-gedung bertingkat. Pekerjaan ini dianggap berisiko tinggi karena dapat menyebabkan luka ringan, luka sedang, luka parah, kecacatan bahkan kematian pada pekerjanya.

38 Baca lebih lajut

Analisa Beban Kerja Petugas Pemadam Kebakaran dengan Metode Nasa-Tlx (Studi Kasus di Dinas Kebakaran Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Analisa Beban Kerja Petugas Pemadam Kebakaran dengan Metode Nasa-Tlx (Studi Kasus di Dinas Kebakaran Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hasil pengukuran beban kerja petugas pemadam kebakaran dengan metode NASA TLX menunjukkan bahwa beban kerja yang paling berat bagi petugas pemadam kebakaran adalah pada saat melakukan pekerjaan penyelamatan. Dari hasil pengukuran juga diketahui bahwa indikator dari NASA TLX yaitu Physical Demand, merupakan indikator yang dominan mempengaruhi beban kerja pada saat penyelamatan. Secara umum beban kerja dari masing-masing deskripsi pekerjaan berkategori sedang.

1 Baca lebih lajut

HUBUNPADA Hubungan Antara Atribusi dengan Perilaku Altruisme pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

HUBUNPADA Hubungan Antara Atribusi dengan Perilaku Altruisme pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

Sekitar 30 menit api bisa dipadamkan oleh warga. Sayangnya petugas pemadam kebakaran baru datang di lokasi pukul 14.15 WIB saat api sudah padam. Akibat kejadian ini korban diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp50 juta.(Solopos.com,Jumat 11/5/2012). Hasil wawancara pada tanggal 10 Maret 2014 ± jam 09.00 dengan Bapak AY selaku salah satu petugas pemadam kebakaran unit Surakarta,diperoleh beberapa informasi yaitu saat terjadi kebakaran besar dan ada korban yang terjebak didalamnya, ketua regu menganalisis dengan kekuatan baju tahan api yang dikenakan oleh para anggotanya apa baju tersebut bisa membahayakan jiwa regunya atau tidak. Jika di perkirakan hal itu membahayakan maka rekan dilarang masuk kobakaran api karena membahayakan nyawa petugas dan sangatlah beresiko, mereka berusaha dengan memadamkan api yang membakar bangunan tersebut setelah sekiranya aman baru masuk untuk menyelamatkan yang tersisa didalamnya.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN   Hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme Pada petugas pemadam kebakaran Kota surakarta.

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN Hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme Pada petugas pemadam kebakaran Kota surakarta.

Abstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme pada petugas pemadam kebakaran Kota Surakarta. Hipotesis yang diajukan peneliti yaitu ada hubungan positif antara religiusitas dengan perilaku altruisme pada petugas pemadam kebakaran Kota Surakarta. Metode kuantitati dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini diambil dari seluruh petugas pemadam kebakaran yang ada di Surakarta yang berjumlah 56 petugas. Penelitian ini menggunakan skala perilaku altruisme dan skala religiusitas. Hasil analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi rxy sebesar 0,653 dengan signifikasi 0.000 (p<0,01) artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara perilaku altruisme dengan religiusitas pada petugas pemadam kebakaran Kota Surakata. Sumbangan efektif dari religiusitas sebesar 42,7% terhadap perilaku altruisme. Hal ini berarti bahwa terdapat 57,3% faktor-faktor lain yang mempengaruhi di luar variabel religiusitas

12 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN  Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

Penelitian ini memfokuskan pada implementasi karakter religius dan peduli sosial pada petugas pemadam kebakaran BPBD kota Surakarta. Implementasi dalam penelitian ini terdapat beberapa indikator. Ada empat indikator karakter religius yaitu, berdoa sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan, merayakan hari-hari besar keagamaan, memiliki fasilitas yang digunakan untuk beribadah, hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Selanjutnya ada lima indikator karakter peduli sosial yaitu, memfasilitasi kegiatan bersifat sosial, melakukan aksi sosial, menyediakan fasilitas untuk menyumbang, berempati kepada sesama manusia, membangun kerukunan warga masyarakat.

13 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN  Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, yang berjudul “ Implementasi Karakter Religius dan Peduli Sosial pada Petugas Pemadam Kebakaran (Studi Kasus pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran BPBD Kota Surakarta) ”.

25 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme Pada petugas pemadam kebakaran Kota surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme Pada petugas pemadam kebakaran Kota surakarta.

S logan "pantang pulang sebelum padam” yang menjadi ciri khas pemadam kebakaran. Petugas mengorbankan kepentingan diri sendiri dan keluarga demi menyelamatkan korban yang mengalami kebakaran, mengutamakan keselamatan orang lain daripada keselamatan diri sendiri saat terjadi kebakaran. Perilaku altruisme yang dimiliki oleh setiap petugas pemadam kebakaran menjadikan tugas mereka cepat selesai dan meminimalisir terjadinya korban jiwa. Meskipun saat terjadi kebakaran bahaya selalu mengintai mereka dan bahkan nyawa petugas dipertaruhkan dalam memadamkan kebakaran yang terjadi. Petugas pemadam kebakaran merupakan pahlawan bagi korban kebakaran terlebih lagi saat ada korban yang terjebak dalam kobaran api, para petugas dengan berani berusaha menyelamatkan korban yang terjebak didalam.

10 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

tertusuk paku sih jarang tapi kita pernah , kadang kita buta medan ., wilayah yang kita masukin itu atau yang terbakar itu seperti apa, rupanya ada sumur , pemilik rumah lupa kasih tau ke kitaa, ada lubang-lubang kita kan gak tau, karan setelah kita siram wilayah itu udah tergenang air, gak Nampak ,.. ya paling kita berpijak mana yg kita yakin aman aja pijak , bahaya selanjutnya itu asap ,penyebab kematian di TKP kebakran itu sebenarnya bukan api tapi asap kami pun petugas pemadam kebakaran juga sering masuk ke daerah TKP asapnya masih tebal..

27 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Medan (Bornok, 2008). Hal ini terdapat dalam Peraturan Kota Medan Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja perangkat Daerah Kota Medan yaitu mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pencegahan dan pemadaman kebakaran (DP2K) berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan/atau pemerintah provinsi yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah (Pemko Medan, 2016).

8 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Novianita G, 2013. Kesejahteraan Psikologis Petugas Pemadam Kebakaran. Skripsi: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung Pemko Medan, 2010. Peraturan Walikota Medan Nomor 39 Tahun 2010 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran Kota Medan. Medan

3 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

PENDAHULUAN Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai implementasi karakter religius dan peduli sosial pada petugas pemadam kebakaran BPBD kota Surakarta. Penelitian ini dianggap menarik karena anggota pemadam kebakaran jarang sekali digunakan sebagai subjek penelitian di dalam program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kajian ilmiah ini dianggap sesuai dengan program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang konsisten dengan karakter melalui mata kuliah kepramukaan. Penelitian ini juga memiliki keselarasan dengan mata kuliah yang ada di dalam program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta seperti mata kuliah psikologi sosial dengan materi karakteristik perilaku manusia, mata kuliah sosiologi Indonesia dengan materi hubungan timbal balik antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok, dan mata kuliah pendidikan nilai dengan materi nilai dan pendidikan.

6 Baca lebih lajut

Show all 6740 documents...