Pengembangan instrumen tes

Top documents about Pengembangan instrumen tes:

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERKELANJUTAN PADA PENGUKURAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PENALARAN MATEMATIS

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERKELANJUTAN PADA PENGUKURAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PENALARAN MATEMATIS

Berdasarkan tujuan matematika menurut Depdiknas dan NCTM serta hasil studi pendahuluan, peneliti merasa perlu melakukan pengembangan instrumen tes yang dapat mengukur kemampuan koneksi dan penalaran matematis. Menurut (Soemarmo dan Hendriana, 2014: 49) evaluasi tidak dapat dilakukan secara tiba- tiba dan menggunakan sembarang alat ukur sehingga dapat sesuai dengan tujuan dan fungsi yang hendak diukur. Apabila alat ukur tidak sesuai maka akan memberikan hasil pengukuran yang bias dan tidak dapat dimaknai. Pada penelitian ini, untuk mengukur kemampuan koneksi dan penalaran matematis menggunakan ketercapaian indikator koneksi dan penalaran matematis melalui pemberian tes berkelanjutan. Tes berkelanjutan merupakan instrumen tes yang mengacu pada kata kerja operasional yang disusun secara bertingkat (hirarki) pada tingkatan kemampuan pengetahuan (knowledge) taksonomi Bloom.

15 Baca lebih lajut

MODUL : PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES

MODUL : PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES

Penyekoran pada soal uraian kadang menggunakan pembobotan. Pembobotan soal adalah pemberian bobot pada suatu soal dengan membandingkan terhadap soal lain dalam suatu perangkat tes yang sama. Dengan demikian, pembobotan soal uraian hanya dapat dilakukan dalam penyusunan perangkat tes. Apabila suatu soal uraian berdiri sendiri maka tidak dapat dihitung atau ditetapkan bobotnya. Bobot setiap soal ditentukan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan materi dan karakteristik soal itu sendiri, seperti luas lingkup materi yang hendak dibuatkan soalnya, esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang ditanyakan serta tingkat kesukaran soal. Hal yang juga perlu dipertimbangkan adalah skala penyekoran yang hendak digunakan, misalnya skala 10 atau skala 100. Apabila digunakan skala 100, maka semua butir soal dijawab benar, skornya 100; demikian pula bila skala yang digunakan 10. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perhitungan skor. Skor akhir mahasiswa ditetapkan dengan jalan membagi skor mentah yang diperoleh dengan skor mentah maksimumnya kemudian dikalikan dengan bobot soal tersebut. Rumus yang

70 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA KELAS XI SEMESTER GASAL PROGRAM AKSELERASI

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA KELAS XI SEMESTER GASAL PROGRAM AKSELERASI

Pada pembelajaran program akselerasi evaluasi pembelajaran dilakukan dengan model autentic assessment, yaitu proses pengumpulan data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Salah satu cara untuk melakukan penilaian otentik ini adalah dengan melakukan tes formatif. Apabila tes sudah dipersiapkan dan dilaksanakan dengan secermat mungkin, maka informasi yang dihasilkan dapat menunjukkan sejauh mana tujuan-tujuan instruktusional yang telah ditetapkan itu tercapai. Program akselerasi adalah program belajar yang menuntut high level thinking pada pembelajaran maupun evaluasinya, namun dewasa ini belum banyak dikembangkan intrumen tes yang sesuai dengan cirri khas program akselerasi tersebut sehingga perlu adanya pengembangan instrument tes untuk program akselerasi.

117 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMAKELAS XI PROGRAM AKSELERASISEMESTER GASAL.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMAKELAS XI PROGRAM AKSELERASISEMESTER GASAL.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menyusun tes formatif pilihan ganda untuk kelas XI semester gasal Program Akselerasi yang sesuai dengan Standar Kompetensi, dan Kompetensi Dasar yang ada (2 ) Menganalisis instrumen tes yang dirancang sesuai dengan kriteria instrumen tes yang baku.

18 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP.

menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul “PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP” ini benar- benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

18 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI SMP

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI SMP

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen tes untuk mengukur kemampuan representasi matematis dalam materi persamaan garis lurus di SMP. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah self-evaluation, dilanjutkan dengan uji coba one-to-one yang dijalankan secara paralel dengan experts review. Kemudian uji coba lapangan pada tahap small group dan diakhiri tahap field test. Analisis data kualitatif digunakan pada tahap awal (one-to-one dan experts review), sedangkan analisis data kuantitatif digunakan pada tahap uji coba lapangan (small group dan field test). Hasil penelitian diperoleh berupa seperangkat instrumen tes yang layak digunakan berdasarkan hasil expert review untuk mengukur kemampuan representasi matematis, yang meliputi kemampuan translasi dan transformasi. Sedangkan kualitas instrumen tes kemampuan translasi diperoleh tidak baik karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, dan instrumen tes kemampuan transformasi memiliki kualitas yang baik.

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA KELAS XI SEMESTER GASAL PROGRAM AKSELERASI.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA KELAS XI SEMESTER GASAL PROGRAM AKSELERASI.

Program akselerasi dilatarbelakangi oleh realitas hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Balitbang Depdiknas(1986). Dari penelitian tersebut diperoleh temuan bahwa pada 20 SMA unggulan di Indonesia terdapat 21,75 % siswa dengan kecerdasan umum prestasinya di bawah rerata, sedangkan para siswa yang tergolong berkemampuan dan berkecerdasan luar biasa sebesar 9,7 %. Pada hasil temuan sebelumnya telah diungkapkan, bahwa masih terdapat siswa yang dikategorikan berbakat istimewa mengalami underachiever masih tinggi, yaitu menurut Depdikbud (1997) pada SD dan SMP sebesar 2-5 % dan SMA sebesar 8 %. Kemudian riset – riset independen juga menyebutkan demikian, seperti menurut Yaumil Achir (1990) pada SMA di DKI Jakarta ditemukan 39 % siswa mengalami underachiever, Yusuf dan Widyastono (1997) menemukan masih terdapat 13,5 % sampai 20% siswa SMP mengalami underachiever (Rusman, 2008 : 928-929). Negara-negara maju dan berkembang seperti Amerika, Singapura, Cina, dan Korea sudah mulai melihat potensi anak – anak CIBI. Negara tersebut mulai menarik perhatian anak CIBI dengan memberikan beasiswa di perguruan tinggi yang bagus dan bahkan menjamin pekerjaan hingga usia 55 tahun, negara – negara tersebut yakin bahwa anak CIBI mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi dan mempunyai komitmen serta kerja keras yang tinggi, ini merupakan keunggulan yang dibutuhkan oleh banyak negara di tengah semakin tingginya persaingan perekonomian. Demikian pentingnya pendidikan yang berdimensi keunggulan dalam menjawab tantangan masa depan, maka sangat beralasan apabila pengembangan CIBI di Indonesia perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah dan orang tua siswa, agar CIBI tidak mengalami underachiever. Seperti yang kita ketahui underachiever mengakibatkan tidak maksimalnya kemampuan yang CIBI miliki harapannya dimasa yang akan datang CIBI dapat mewakili bangsa Indonesia pada era globalisasi sekaligus dapat memenangkan persaingan global yang semakin tinggi.

21 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FISIKA SEMESTER GANJIL KELAS X SMA RSBI

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FISIKA SEMESTER GANJIL KELAS X SMA RSBI

Namun, dalam hal penilaian, perlu ditinjau dari aspek lain, yaitu komponen pembelajaran. Komponen pembelajaran yang terdiri dari tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan penilaian pembelajaran merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Sehingga penilaian hasil belajar juga harus didasarkan pada tujuan dan proses pembelajaran. Adopsi berbagai indikator hasil belajar dalam Silabus A Level Physics dapat dilakukan dengan mempertimbangkan komponen pembelajaran lain yaitu tujuan dan proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran Fisika yang berlangsung selama semester ganjil di SMA Negeri 1 Surakarta tidak membelajarkan beberapa indikator pada Silabus A Level Physics salah satu contohnya adalah indikator berikut: ”use molar quantities where one mole of any substance is the amount containing a number of particles equal to the Avogadro constant”, sehingga indikator tersebut tidak dapat dimasukkan dalam indikator hasil belajar pada pengembangan silabus. Selain, dengan mengadopsi beberapa indikator, dalam rangka pemenuhan standar plus X ini, penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian berupa tes yang diambil dari tes A Level Physics. Dengan demikian, meskipun indikator yang diukur dalam pengembangan silabus dan silabus A Level Physics sama, tetapi model atau bentuk instrumen yang digunakan sudah mengacu pada model negara maju atau OECD. Dengan metode inilah disusun silabus dengan indikator-indikator hasil pembelajaran yang baru untuk pembuatan instrumen tes Fisika Kelas X Semester Ganjil SMA RSBI.

100 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKU

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKU

Untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki tes pilihan ganda, maka perlu dikembangkan agar bentuk pilihan ganda itu tetap memiliki kualitas yang baik. Menurut Azwar (2010:74), bentuk pilihan ganda juga dapat mengungkap kemampuan berpikir tingkat tinggi, karena bentuk ini memiliki variasi tingkat penguasaan yang paling luas, mulai dari yang sederhana sampai kepada yang paling tinggi. Selain itu, bentuk tes pilihan ganda juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tinggi seperti kemampuan penalaran statistik dengan syarat butir-butir soalnya harus memiliki tingkatan soal antara C4 sampai C6 yaitu tingkatan analisis, sintesis dan evaluasi. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam Taxonomy Bloom dalam Betsy Moore & Tood Stanley (2010:35) bahwa “analysis question, sintesis, question, and evaluationquestion can also be asked using a multiple choice format”. Artinya soal yang berbentuk analisis, sintesis dan evaluasi dapat digunakan dengan bentuk soal pilihan ganda. Dalam Taksonomi Bloom, pada tingkatan soal C4 (analisis) kata kerja operasional yang digunakan adalah menganalisis, mengaudit, memecahkan, menyimpulkan, menelaah, mengaitkan, dan mendeteksi. Untuk tingkatan soal C5 (sintesis) kata kerja operasional yang digunakan adalah menggabungkan, merumuskan, mengkategorikan, menciptakan, merancang, dan menyusun. Sementara itu, untuk tingkatan C6 (evaluasi) kata kerja operasional yang digunakan adalah menimbang, mengkritik, membandingkan, menyimpulkan, menilai, memprediksi, dan menafsirkan (Azwar, 2010:64). Dengan demikian tes untuk mengukur kemampuan penalaran statistik dapat direpresentasikan dalam bentuk tes pilihan ganda. Langkah selanjutnya yaitu penyusunan produk dengan cara membuat kisi-kisi instrumen (dapat dilihat pada lampiran A.1) dan menyusun instrumen tes sebanyak 20 butir soal (dapat dilihat pada lampiran A.2).

19 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSIS KONSEP IPA FISIKA

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSIS KONSEP IPA FISIKA

Kegiatan belajar merupakan hal dasar yang harus dilakukan terutama bagi seorang pelajar atau siswa. Belajar akan menjadi sesuatu yang bermakna bila menjadikannya sebagai kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari. Dalam (I Gusti Ayu Tri Agustina 2013: 276), menurut pandangan konstruktivis, dalam proses pembelajaran IPA disediakan serangkaian pengetahuan berupa kegiatan nyata yang rasional atau dapat dimengerti siswa sehingga siswa dapat memahami konsep dan memecahkan permasalahan di dalam soal. Rata-rata skor prestasi sains siswa Indonesia pada TIMSS 2007 adalah 433, dengan skor tersebut siswa Indonesia menempati peringkat 35 dari 49 negara. Penelitian oleh Vidya Matarani Salma, dalam Unnes Physics Education Journal tahun 2016, di Universitas Negeri Semarang , dengan judul “Pengembangan E-Diagnostic Test Untuk Mengidentifikasi Pemahaman Konsep Fisika Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Fluida Statis”, penilaian kelayakan e-diagnostic test dilakukan oleh pakar evaluasi dan pakar media, yakni dosen, guru Fisika, dan guru komputer. Selain itu, penilaian kelayakan e-diagnostic test juga ditinjau dari respon siswa terhadap implementasi produk. Uji

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BULUTANGKIS.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BULUTANGKIS.

Pada tahap inidilaksanakan dalam dua kali kesempatan, uji coba kesempatan pertama dilakukan di sport hall FPOK UPI dengan subjek uji coba berjumlah 15 orang yang terdiri dari tujuh siswa atau atlit putera dan delapan siswa atau atlit puteri. Sedangkan pada uji coba kedua berjumlah 50 subjek uji coba 25 siswa atau atlit putera dan 25 siswa atau atlit puteri dan masih dilaksanakan digedung sport hall FPOK UPI Jl. PHH.Mustofa no 200.Pengambilan jumlah subjek uji coba yang berjumlah 15 orang pada uji coba pertama dan 50 orang pada uji coba kedua didasarkan pada asumsi-asumsi teoritis yang membedakan jumlah subjek atau sampel dalam objective test dan performance test, sebagaimana telah dikemukakan oleh Miller, Linn & Gronlund (2009. hlm. 156) menyatakan bahwa “sampling of course content is usually limited because of the small number of tasks that can be included in an assessment.”Secara garis besar Miller, dkk (2009) mengemukakan bahwa dalam uji coba tes kinerjasampel yang digunakan biasanya menggunakan sampel kecil atau terbatas.

65 Baca lebih lajut

Lampiran 2 (instrumen tes uraian)

Lampiran 2 (instrumen tes uraian)

a. Backup dan restore merupakan kegiatan yang penting dalam pengembangan sistem karena mampu memperkecil adanya kemungkinan kehilangan data dan informasi dan mampu menjaga keutuhan data. Kehilangan data ini penyebabnya bisa bermacam-macam baik yang berasal dari user sendiri, sistem, ataupun faktor eksternal lainnya seperti bencana alam dan

13 Baca lebih lajut

Desti Ritdamayaa   Instrumen Tes Kritis

Desti Ritdamayaa Instrumen Tes Kritis

Setiap item soal yang dikonstruksi oleh penulis, terdiri atas informasi awal dan pertanyaan. Informasi awal diberikan sebagai stimulus berpikir kritis siswa, sehingga siswa dapat memproses informasi tersebut dan mengkaitkannya dengan pertanyaan soal. Informasi awal ini berupa teks bacaan, kasus/ masalah, gambar, tabel dan grafik yang berbasis pada konten materi suhu dan kalor. Jadi siswa dalam menjawab pertanyaan soal berdasarkan keterampilan berpikirnya dalam memproses informasi awal bukan berdasarkan pada aspek hafalannya terhadap konsep-konsep materi suhu dan kalor. Karakteristik soal tes keterampilan berpikir tingkat tinggi salah satunya keterampilan berpikir kritis, memang menuntut siswa mengeksplorasi proses berpikirnya dengan mengkaitkan dan mengkonstruksi informasi yang ada dalam tes untuk mengambil suatu keputusan atau pemecahan masalah pada pertanyaan soal.

10 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKA N TES SEBAGAI INSTRUMEN EVA

MENGEMBANGKA N TES SEBAGAI INSTRUMEN EVA

Validitas tes juga dapat dicapai dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dari tes-tes yang lain, baik yang berasal dari guru lain atupun dengan tes yang sudah diketahui valid. Cara ini akan menghasilkan suatu tes yang memiliki empirical validity, atau statistical validity.

3 Baca lebih lajut

INSTRUMEN PENILAIAN TES PENGUASAAN BAHAN

INSTRUMEN PENILAIAN TES PENGUASAAN BAHAN

Dalam rangka penyusunan Disertasi dengan judul: Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Pemecahan Masalah Pada Siswa SMP Negeri 1 Kepahiang , peneliti mengembangkan instrumenTes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika”. Untuk itu peneliti meminta Bapak/Ibu untuk memberikan penilaian terhadap instrumen yang dikembangkan tersebut. Penilaian dilakukan dengan memberi tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai dengan masing-masing aspek yang dinilai. Penilaian menggunakan rentang penilaian sebagai berikut:

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN OTENTIK TES TERTULIS PILIHAN JAMAK BERALASAN DENGAN SCIENTIFIC APPROACH

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN OTENTIK TES TERTULIS PILIHAN JAMAK BERALASAN DENGAN SCIENTIFIC APPROACH

Setelah melakukan perbaikan dengan mengacu pada saran dan masukan dari uji ahli, langkah se- lanjutnya adalah mengujicobakan produk kepada guru IPA Fisika pada dua guru IPA di dua SMP di Bandar Lampung yaitu SMP Negeri 4 Bandar Lampung dan SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Uji coba produk ini disebut dengan uji satu lawan satu. Data hasil uji coba produk didapatkan skor total rata-rata dari dua responden mengenai aspek kemanfaatan adalah 3,56 atau sebesar 89,00% yang berarti sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, pe- neliti menyimpulkan bahwa instrumen asesmen otentik tes tertulis bentuk pilihan jamak beralasan hasil pengembangan sudah sangat ber- manfaat untuk digunakan. Tidak ada kesimpulan saran perbaikan untuk uji kemanfaatan penggunaan instrumen hasil pengembangan. Hal tersebut di- sebabkan penilai tidak memberikan saran perbaikan.

10 Baca lebih lajut

Lampiran 2 (instrumen tes uraian)

Lampiran 2 (instrumen tes uraian)

c. 2000 * Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.* Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.* Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.* China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.* Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago SunTimes. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux

11 Baca lebih lajut

Lampiran 2 (instrumen tes uraian)

Lampiran 2 (instrumen tes uraian)

c. 2000 * Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.* Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.* Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.* China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.* Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago SunTimes. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux

11 Baca lebih lajut

1 MISKONSEPSI SISWA TENTANG SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK DI SMA NEGERI 1 SEJANGKUNG

1 MISKONSEPSI SISWA TENTANG SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK DI SMA NEGERI 1 SEJANGKUNG

Berdasarkan hasil tes diagnostik terdapat 25 bentuk miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor yang ditemukan dalam penelitian ini. Pada konsep suhu dan kalor sebesar 55% siswa (11 orang) mengalami miskonsepsi. Siswa masih beranggapan bahwa kalor adalah perpindahan kalor yang berpengaruh terhadap suhu. Dari alasan yang diungkapkan tampak bahwa siswa menebak dalam memilih jawaban, hal ini terlihat jelas dari jawaban siswa yang keliru baik pilihan jawaban maupun alasan yang diungkapkan. Berdasarkan hasil wawancara, siswa yang mengalami miskonsepsi karena disebabkan oleh siswa itu sendiri dan siswa belum memahami konsep suhu dan kalor secara benar sehingga siswa tidak dapat mengonstruksi secara lengkap atau benar. Jadi, penyebab miskonsepsi siswa adalah kemampuan siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian Nurul, dkk (2016) siswa yang miskonsepsi disebabkan oleh siswa itu sendiri dan siswa tidak mampu mengabstraksikan konsep dengan tepat.

10 Baca lebih lajut

s fis 0801301 chapter3

s fis 0801301 chapter3

Data hasil uji coba kemudian dianalisis yang meliputi uji validitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Sehingga diperoleh instrumen tes yang baik dan layak untuk dijadikan instrumen penelitian. Analisis validitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda dilakukan pada setiap butir soal dengan menggunakan software Microsoft Excel .

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...