Pembelajaran Guided Inquiry

Top documents about Pembelajaran Guided Inquiry:

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN INDEX CARD  Efektivitas Pembelajaran Biologi Melalui Strategi Pembelajaran Guided Inquiry Dengan Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap S

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN INDEX CARD Efektivitas Pembelajaran Biologi Melalui Strategi Pembelajaran Guided Inquiry Dengan Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap S

eksperimen II (pembelajaran menggunakan strategi Index Card Match). Teknik penentuan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data hasil belajar siswa dengan observasi, tes, dokumentasi, dan angket. Analisis data untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan uji nonparametrik dengan tipe 2- Independent Sample Test (Mann-Whitney U), tetapi sebelumnya dilakukan uji Normalitas dan uji Homogenitas. Hasil analisis data menggunakan 2-Independent Sample Test (Mann-Whitney U) diperoleh nilai signifikansi = 0,086 dan nilai probabilitas = 0,05, sehingga disimpulkan bahwa hasil belajar biologi dengan menggunakan strategi pembelajaran Guided Inquiry dan Index Card Match tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada materi gerak tumbuhan.

18 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN INDEX CARD  Efektivitas Pembelajaran Biologi Melalui Strategi Pembelajaran Guided Inquiry Dengan Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap S

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN INDEX CARD Efektivitas Pembelajaran Biologi Melalui Strategi Pembelajaran Guided Inquiry Dengan Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap S

eksperimen II (pembelajaran menggunakan strategi Index Card Match). Teknik penentuan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data hasil belajar siswa dengan observasi, tes, dokumentasi, dan angket. Analisis data untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan uji nonparametrik dengan tipe 2- Independent Sample Test (Mann-Whitney U), tetapi sebelumnya dilakukan uji Normalitas dan uji Homogenitas. Hasil analisis data menggunakan 2-Independent Sample Test (Mann-Whitney U) diperoleh nilai signifikansi = 0,086 dan nilai probabilitas = 0,05, sehingga disimpulkan bahwa hasil belajar biologi dengan menggunakan strategi pembelajaran Guided Inquiry dan Index Card Match tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada materi gerak tumbuhan.

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA KOMPETENSI DASAR PENGEMASAN DI SMK NEGERI 1 KUNINGAN.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA KOMPETENSI DASAR PENGEMASAN DI SMK NEGERI 1 KUNINGAN.

Recent situation in SMK Negeri 1 Kuningan majoring TPHP shows that leaners become less enthusiastic in learning process. This case has led to a low student learning outcomes with 42.8% completeness of students who meet the minimum completeness criteria that is 2.67. This study aims to determine student learning outcomes and learning implementation on the basis of competence packaging application of guided inquiry learning model. This study uses a model of Action Research Kemmis and Mc Taggart models with three cycles. Research subjects in research that have been implemented are students of SMK Negeri 1 Kuningan class X-2 majors TPHP. The research instruments are an objective test (pre-test and post-test) to measure student learning outcomes on cognitive aspects, assessment sheets between learners and assessment form self-learners to measure the learning outcomes of students in the affective aspects, sheet skill test to measure the study of students in the psychomotor aspects, and form of observations to observation learning process. The results of this study have drawn several conclusion; 1) the implementation of learning in basic competency packaging with the application of learning models guided inquiry done well, 2) application of learning models guided inquiry on basic competence of packaging improved students’ learning outcomes by achieving 100% completeness in cycle 3.

33 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA MATA PELAJARAN SISTEM KOMPUTER KELAS X DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA.

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA MATA PELAJARAN SISTEM KOMPUTER KELAS X DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA.

SMK yang masih berkualitas rendah membuat pemerintah harus melakukan pembenahan pada berbagai aspek. Banyak upaya pemerintah untuk menciptakan lulusan SMK yang berkompeten dan siap terjun ke dunia kerja. Salah satu upaya pemerintah yaitu dengan mengganti kurikulum lama dengan kurikulum baru yaitu penggunaan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Abraham (2012) mengemukakan bahwa salah satu upaya pemecahan masalah mutu pendidikan adalah dengan penyempurnaan kurikulum. Wikipedia Indonesia menjelaskan Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Siswa diharapkan bukan hanya cerdas dalam pembelajaran dan terampil dalam praktik tetapi juga mempunya sikap yang mulia.

64 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN MODIFIED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA, Studi Cross Sectional Mata Pelajaran Fisika Kelas X di SMA Kartika XIX-2 Bandung.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN MODIFIED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA, Studi Cross Sectional Mata Pelajaran Fisika Kelas X di SMA Kartika XIX-2 Bandung.

Lembar Observasi. Observasi atau pengamatan adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis (Arikunto, 2009: 30). Jenis observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi sistematik, yaitu observasi dimana faktor yang diamati sudah diatur menurut kategorinya. Instrumen lembar observasi digunakan sebagai alat penilaian guru selama menerapkan langkah-langkah model dalam kegiatan pembelajaran. Lembar observasi dibuat oleh peneliti dan digunakan oleh observer untuk mengamati kegiatan guru selama pembelajaran. Lembar observasi ini berbentuk check-list.

28 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 101774 SAMPALI.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 101774 SAMPALI.

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ Implementasi Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa pada Pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 101774 Sampali .” Adapun skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan bagi mahasiswa program S-1 jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Guided Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Biologi

Pengaruh Model Guided Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Biologi

Salah satu alternatif solusi untuk menangani permasalahan di atas adalah dengan penggunaan model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Model pembelajaran yang diterapkan tersebut adalah model guided inquiry. Model pembelajaran guided inquiry sejalan dengan teori konstruktivisme dimana siswa menemukan sendiri pengetahuan dengan bimbingan guru. Model guided inquiry menekankan pada keterampilan proses sains, yang menempatkan siswa sebagai pusat dalam pembelajaran (student centered learning), dan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan intelektual melalui percobaan maupun eksperimen, sehingga memungkinkan melatih siswa untuk berpikir kritis. Callahan, Clark dan Kellough (1992:293-294) menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri adalah salah satu higher level mental yang mengarahkan siswa pada penemuan konsep secara mandiri dan membantu siswa dalam pengembangan keterampilan. Model guided inquiry dengan sintaks pembelajaran yaitu merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, pengumpulan dan analisis data, dan membuat kesimpulan, dengan bimbingan guru dapat membantu siswa mengembangkan kompetensi penyelidikan dan pengetahuan subyek, membantu mengembangkan motivasi, tanggung jawab, kognitif, pemecahan masalah, pemahaman keterampilan. Penerapan model guided inquiry sangat efektif untuk mengkonstruksi pengetahuan siswa melalui kegiatan penemuan. Kegiatan tersebut mengkondisikan siswa menggunakan pemikiran secara menyeluruh untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ditemui dan mengkonstruk konsep-konsep secara mandiri dengan bimbingan guru. Siswa akan menghasilkan penemuan sendiri secara aktif melalui eksperimen dan kegiatan brainstorming, dan diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis.

7 Baca lebih lajut

T IPA 1302989 Chapter5

T IPA 1302989 Chapter5

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan. Kategori peningkatan penguasaan konsep untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry yaitu sedang dengan N-Gain sebesar 0,69 dan untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry yaitu tinggi dengan N-Gain sebesar 0,73.

2 Baca lebih lajut

T IPA 1302989 Bibliography

T IPA 1302989 Bibliography

Wartini. (2014). Penerapan Pembelajaran Berbasis Praktikum Melalui Inkuiri Terbimbing dan Verifikasi Pada Konsep Fotosintesis Terhadap Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sain Siswa SMP. Tesis Magister pada Sps UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

4 Baca lebih lajut

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKOSISTEM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY.

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN EKOSISTEM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY.

Selanjutnya Adyana (2009) menyatakan bahwa dalam tujuan pokok dalam pendidikan termasuk di dalamnya yaitu mata pelajaran biologi pada Sekolah Menengah Atas (SMA) diajarkan untuk membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman, dan sejumlah kemampuan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan teknologi. Upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar, para ahli telah menyarankan untuk mengembangkan paradigma pembelajaran konstrutivisme untuk kegiatan pembelajaran di kelas.

32 Baca lebih lajut

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Creative

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Creative

Development Learning Kit With The Guided Inquiry Model To Improve Student ’s creative thinking. This study is a development research (R & D) using a development model adapted from Borg and Gall. This study aimed to (1) produce an appropriate biology learning kit with the Guided Inquiry model to improve student’s creative thinking, and (2) reveal the effect of the Guided Inquiry model learning kit on the improve ment of student’s creative thinking. The subjects for testing was the tenth grade students of SMAN 2 Bantul in the academic year of 2014/2015. The data collection techniques were observation, a questionnaire, and a test. The data analysis used quantitative descriptive analysis. The results of this developmental study are: (1) a biology learning kit with Guided Inquiry model which is appropriate to improve student’s creati ve thinking, and (2) the learning which use Guided Inquiry model learning kit affect to improve Student’s creative thinking.

8 Baca lebih lajut

Penerapan Model Guided Inquiry Berbantu

Penerapan Model Guided Inquiry Berbantu

Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir analitis siswa terjadi peningkatan yang berbeda-beda untuk tiap aspek dalam setiap Siklus. Model guided inquiry berbantu twitter mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil capaian tes kemampuan berpikir analitis siswa pada Prasiklus, Siklus I, Siklus II dan Siklus III secara umum telah meningkat dari target yang diinginkan yaitu ≥20%. Peningkatan aspek tertinggi kemampuan berpikir analitis siswa adalah mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman. Siswa yang sebelumnya telah memiliki konsep awal tentang materi pencemaran kemudian ditambahkan dengan melakukan percobaan untuk membuktikan hipotesis, semakin meningkatkan pengetahuan dan pengalaman siswa dalam belajar.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 12 MEDAN T.P. 2015/2016.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 12 MEDAN T.P. 2015/2016.

Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 42,46 dan kelas kontrol adalah 43,89, setelah pembelajaran selesai diberikan postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 77,02 dan kelas kontrol 68,15. Pada proses pembelajaran inkuiri terbimbing berlangsung dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa, dimana hasilnya dikategorikan aktif sejalan dengan peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis uji normalitas dan uji homogenitas pada kedua kelas diketahui bahwa data berdistribusi normal dan kedua kelas berasal dari kelompok yang homogen. Berdasarkan hasil uji t satu pihak diperoleh t hitung > t tabel , hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan

23 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

The Medicinal Chemistry course is part of the third semester of didactic material within the PharmD curric- ulum. This 4-hour course serves as the sole source of medicinal chemistry instruction within the curriculum. During the first day of class, the students were briefly introduced to the use of team-based guided inquiry learn- ing. The team-based learning is achieved through the use of POGIL-style exercises, referred to as ‘‘in-class exer- cises’’ in the syllabus. This introductory session included an explanation of the different roles the students would be playing in their self-selected groups. Each group was comprised of 3-4 students and each student had a specific job to facilitate the functioning of that group. The man- ager of the group ensured that all tasks were completed,

7 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN DENGAN METODE GUIDED INQUIRY UNTUK MENGEMBANGKAN RASA INGIN TAHU DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA

PEMBELAJARAN DENGAN METODE GUIDED INQUIRY UNTUK MENGEMBANGKAN RASA INGIN TAHU DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA

Mustari (2013) dalam bukunya Nilai Karakter: Refleksi untuk Pendidikan Karakter, menyatakan bahwa untuk mengembangkan rasa ingin tahu pada siswa, hendaknya siswa tersebut diberi kebebasan untuk melakukan dan melayani rasa ingin tahu mereka sendiri. Siswa hanya diberikan cara-cara untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang mereka dapatkan. Apabila pertanyaannya tentang Bahasa Inggris, maka siswa tersebut diberi kamus, apabila pertanyaannya tentang pengetahuan, maka siswa tersebut diberi Ensiklopedia, sedangkan dalam hal ini siswa diberi pembelajaran dengan metode guided inquiry supaya siswa dapat menemukan pertanyaan serta menemukan jawaban dari pertanyaan itu sendiri melalui kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

131 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI SMP SWASTA HKBP SIMANTIN PANE KECAMATAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA.

PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI SMP SWASTA HKBP SIMANTIN PANE KECAMATAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA.

This research was aimed to determine the effect of the learning model on: (1) students science learning outcomes, (2) critical thingking skills, and (3) science process skills in SMP Swasta HKBP Simantin Pane Kabupaten Simalungun. The research applied experimental queasy method research with 3 classes which were choosing by using total sampling technique. The class VII-A learn with guided inquiry method, class VIII-B with project based learningmethod, and while class VIII-C (control) with traditional method. The research instrument were the test of learning outcomes and critical thingking skills in multiple choices, and science process skills in essay test. The data analysis technique used Covariat Analysis at the level of significance α = 0.005 by using SPSS 21.0. The results showed that: (1) there was significant effect of learning method on students’ learning outcomes (F= 13.041; P= 0.000). The learning outcomes learn by guided inquiry method (84,97 ± 5.792) is significant higher than project based learning method (80.62 ± 5.494), and traditional method (78.20 ± 4.498); (2) There was significance effect of learning method on students’ critical thingking skills (F= 34.519; P= 0.000). The students’ critical thingking skills learn by guided inquiry method (79.06 ± 4.651) is significant higher than project based learning method (72.06 ± 4.134), and traditional method (69.70 ± 5.459); (3) There was significant effect of learning method on science process skills (F= 6.990; P= 0.001),the students’ science process skills by learn guided inquiry (72.24 ± 8.581) is significance higher than project based learning (68.76 ± 8.298), and traditional method (65.80 ± 7.761). As the follow up of these research results, it is expected to the teachers to be able to conduct guided inquiry method in material transportation system in human as the effort to improve the students’ learning outcomes, critical thingking skills, and science process skills.

29 Baca lebih lajut

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer

Dalam era teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, Guru bukan hanya sekedar mengajar (transfer of knowledge) melainkan harus menjadi manejer belajar. Artinya setiap guru diharapkan mampu menciptakan kondisi belajar yang menantang kreativitas dan aktivitas siswa, memotivasi siswa, menggunakan multimedia, multi metode, dan multisumber agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. 1 Sebagaimana terulis dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 “tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi perserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. 2

182 Baca lebih lajut

Implikasi Pendekatan Inkuiri terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Surakarta | Bowo Sugi | Bio-Pedagogi 5507 11801 1 SM

Implikasi Pendekatan Inkuiri terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Surakarta | Bowo Sugi | Bio-Pedagogi 5507 11801 1 SM

Pembelajaran biologi melalui pendekatan inkuiri tentu akan membawa dampak yang besar bagi perkembangan mental yang positif pada siswa sebab siswa mempunyai kesempatan yang luas untuk mencari dan menemukan sendiri apa yang dibutuhkan dan apa yang ingin diketahui dari suatu hal. Selain itu, juga dapat meningkatkan intelektual siswa karena siswa memperoleh kesempatan intelektual yang datang dari diri siswa sendiri.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Model guided discovery learning terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi (quasi eksperimen di SMAN 72 Jakarta Utara)

Pengaruh Model guided discovery learning terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi (quasi eksperimen di SMAN 72 Jakarta Utara)

Pemilihan model pembelajaran yang menyangkut metode dan pendekatan pembelajaran merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh guru agar memperoleh hasil yang optimal. Pemilihan model yang mencakup metode dan pendekatan hendaknya dapat melibatkan siswa secara aktif, baik secara fisik, intelektual dan emosionalnya dalam belajar. Dalam pembelajaran sains perlu lebih menekankan proses berpikir dan aktivitas-aktivitas saintis, dengan metode pembelajaran yang mengarah untuk menggali proses-proses berpikir dalam sains. Pembelajaran sains dilakukan seperti bagaimana sains itu ditemukan, pembelajaran sains dilaksanakan melalui sebuah proses yang berbasis pada penyelidikan ilmiah. Siswa melakukan penyelidikan ilmiah yang artinya siswa banyak menggunakan indera mereka, maka konsep dan prinsip-prinsip yang ditemukan siswa akan bertahan lama di otak (long term memory).

165 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS | Qurotul A’yun | Inkuiri 7415 15572 1 SM

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS | Qurotul A’yun | Inkuiri 7415 15572 1 SM

Hasil analisis data interaksi penggunaan model pembelajaran dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi fisika siswa disimpulkan tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi fisika siswa. Pembelajaran fisika menggunakan model modified free inquiry dan guided inquiry menuntut siswa untuk belajar mandiri, melaksanakan eksperimen seperti yang dilaksanakan oleh penemu, melaksanakan diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Keterampilan proses sains yang dimiliki siswa yang terdiri dari keterampilan dasar dan keterampilan terintegrasi perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran fisika, untuk meningkatkan keterampilan diri siswa. Keterampilan proses sains dapat dimasukkan dalam langkah- langkah model pembelajaran inkuiri. Eksperimen yang dilaksanakan dalam pembelajaran inkuiri termasuk di dalamnya terdapat keterampilan proses sains yang terdiri dari pengukuran, menabelkan data, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Eksperimen yang dilaksanakan siswa menuntut siswa untuk memiliki keterampilan seperti mengukur, mentabelkan data hasil pengukuran, mengolah data, menyimpulkan data hasil penelitian, dan mengkomunikasikan baik di dalam kelompok maupun di depan kelas.

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects