Model PBL

Top documents about Model PBL:

PENERAPAN MODEL PBL PADA PELAJARAN BIOLO

PENERAPAN MODEL PBL PADA PELAJARAN BIOLO

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Penerapan Model PBL pada Pelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2006/2007. Tujuan dari penelitian ini (1) meningkatkan pemahaman konsep Biologi, (2) meningkatkan kemampuan menerapkan konsep-konsep Biologi, (3) meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran Biologi, dan (4) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus, msing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-1 dan X-2 SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2006/2007. Objek penelitian ini adalah model PBL, kompetensi siswa dalam pelajaran Biologi (menyangkut tentang pemahaman konsep Biologi, kemampuan memecahkan masalah Biologi, kemampuan menerapkan konsep-konsep Biologi, dan sikap positif siswa terhadap pelajaran Biologi); dan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat (1) meningkatkan pemahaman konsep Biologi siswa, (2) meningkatkan kemampuan memecahkan masalah Biologi, (3) meningkatkan kemampuan menerapkan konsep-konsep Biologi, (4) meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran Biologi, dan (5) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

1 Baca lebih lajut

Penerapan Model PBL Menggunakan Alat Per

Penerapan Model PBL Menggunakan Alat Per

Pendidik harus dapat memahami keadaan serta keinginan peserta didik yang sedang dibimbingnya, agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas. Selain hal di atas diperlukan juga adanya variasi model dan media tertentu yang dapat menarik minat dan membuat peserta didik tidak bosan melakukan proses belajar di kelas. Banyak model pembelajaran yang kita ketahui telah diterapkan oleh para guru di Indonesia untuk melakukan pembelajaran di kelas. Guru di Indonesia berusaha memadukan model serta media yang mereka anggap dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas. Salah satu model pembelajaran yang telah banyak digunakan adalah model pembelajaran berbasis pada masalah atau biasa disebut Problem Based Learning (PBL).

12 Baca lebih lajut

t ipa 1007147 chapter1

t ipa 1007147 chapter1

dalam pembelajaran berbasis masalah siswa dihadapkan pada masalah yang harus dipecahkan melalui bimbingan guru. Khoirumas (2012) juga mengungkapkan bahwa model PBL sangat efektif untuk mengembangkan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Aryana (2007) menunjukkan bahwa model PBL dapat: (1) meningkatkan pemahaman konsep Biologi siswa, (2) meningkatkan kemampuan memecahkan masalah Biologi, (3) meningkatkan kemampuan menerapkan konsep-konsep Biologi, (4) meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran Biologi, dan (5) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

10 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA ( Studi pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Way Seputih Tahun Pelajaran 2014/2015)

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA ( Studi pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Way Seputih Tahun Pelajaran 2014/2015)

Penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model problem based learning ditinjau dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Way Seputih Tahun Pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari enam kelas. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Desain yang digunakan adalah pretest – postest control design. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata skor gain pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL lebih tinggi daripada model pembelajaran konvensional, dan persentase siswa tuntas belajar pada kelas yang menggunakan model PBL mencapai 64%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model PBL tidak efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa tetapi lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

70 Baca lebih lajut

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING DISERTAI PETA KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN AFEKTIF PESERTA DIDIK KELAS X SMA (Quasi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas X MIA Semester 1 SMA Negeri 1 Seputih Agung Tahun Ajaran 2018/2019) - Raden Intan Repo

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING DISERTAI PETA KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN AFEKTIF PESERTA DIDIK KELAS X SMA (Quasi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas X MIA Semester 1 SMA Negeri 1 Seputih Agung Tahun Ajaran 2018/2019) - Raden Intan Repo

Beberapa penelitian menunjukan mengenai model pembelajaran PBL diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Heni Purwaningsih mengenai penggunaan peta konsep pada model PBL dapat mempengaruhi metakognisi peserta didik dikelas IX SMP 15 Yogyakarta yang menunjukan bahwa kontribusi nilai yang diperoleh sebesar 47,8%. 13 Pada penelitian Ery Fitriani mengenai efektifitas penggunaan peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik pada materi suku banyak kelas X MA Negeri Kendal Semarang menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan pembelajaran ekspositori (kelas kontrol) yaitu sebesar 61,55% dan rata-rata yang diperoleh peserta didik pada kelas eksperimen yaitu sebesar 72,74%. 14 Pada penelitian Devi Diyas Sari kemampuan berpikir kritis peserta didik dikelas VII SMP Negeri 5 Sleman dapat ditingkatkan melalui penerapan model PBL. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dari hasil klarifikasi masalah dari nilai 83% menjadi 85%. 15 Dan pada penelitian U. Setyorini, S.E, Model PBL mengajak peserta didik agar mampu melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sehingga dapatmeningkatkan kemampuan berpikir kritis peseta didik. Data penelitian berupa kemampuan berpikir kritis siswa diambil dengan teknik tes dan praktikum, dengan tes diperoleh hasil 75% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis

110 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL S (1)

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL S (1)

pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan model siklus belajar (LCM) ternyata cukup efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir formal siswa, dan juga bahwa model PBL lebih baik daripada model LCM dan MPK, serta model LCM lebih baik daripada MPK dalam meningkatkan kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep Fisika, maka disarankan kepada para guru Fisika maupun guru bidang studi lain untuk menggunakan model PBL atau model LCM dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kemampuan berpikir formal siswa.

1 Baca lebih lajut

T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Keterampilan Generik Sains dan Hasil Belajar Kognitif Melalui Model PBL Materi Sistem Gerak Manusia Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Kartika III1 Banyubiru T1  BAB IV

T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Keterampilan Generik Sains dan Hasil Belajar Kognitif Melalui Model PBL Materi Sistem Gerak Manusia Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Kartika III1 Banyubiru T1 BAB IV

2. Guru-guru dalam bidang IPA / Biologi dapat menerapkan model pembelajaran PBL, hal ini dikarenakan PBL merupakan model dimana siswa harus mencari solusi dari masalah nyata yang terjadi sedangkan bidang IPA / Biologi merupakan ilmu tentang kehidupan yang berada disekitar kita, jadi dapat dikatakan keduanya mempunyai hubungan.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SUB MATERI TATA NAMA SENYAWA HIDROKARBON TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 PEMANGKAT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SUB MATERI TATA NAMA SENYAWA HIDROKARBON TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 PEMANGKAT

Hasil penelitian Wasonowati (2014) menyatakan bahwa hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan pada materi Hukum-hukum Dasar Kimia dengan model pembelajaran PBL dilengkapi dengan LKS dikategorikan baik dengan rata-rata nilai 81. Persentase hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan dengan model PBL dilengkapi dengan LKS mencapai 78%. Hasil dari peneliti tersebut terdapat perbedaan hasil dari penelitian sebelumnya. Pengaruh model pembelajaran PBL pada materi Tata Nama Senyawa Hidrokarbon dengan nilai rata-rata 88,31. Persentase belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PBL yaitu 86,1%. Hasil penelitian sebelumnya dan hasil dari peneliti dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran PBL dapat dikategorikan baik karena memperoleh persentase yang tinggi. Hasil penelitian Sitindaon (2015) tentang efektivitas model pembelajaran PBL dan pembelajaran Kooperatif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMA pada pengajaran kelarutan dan hasil kelarutan. PBL ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam materi kelarutan hasil kali kelarutan. Dapat diketahui melalui hasil penelitian menunjukkan perbandingan prestasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode konvensional dan kedua kelas berbeda signifikan (t hitung 9 , 87 > t tabel 1,7). Hal ini dapat disimpulkan bahwa

7 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MIND MAPPING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA MATERI OPERASI ALJABAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2014 2015 | Primasari | 9133 19442 1 SM

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MIND MAPPING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA MATERI OPERASI ALJABAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2014 2015 | Primasari | 9133 19442 1 SM

komparasi ganda antar sel. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa dilihat dari masing-masing tipe gaya belajar, model pembelajaran PBL dengan Mind Mapping menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran PBL dan klasikal, serta model pembelajaran PBL menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran klasikal. Terdapat perbedaan hasil penelitian dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa pada masing-masing tipe gaya belajar, pembelajaran menggunakan model PBL dengan Mind Mapping memberikan prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan menggunakan model PBL dan pembelajaran klasikal, pembelajaran menggunakan model PBL memberikan prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan model pembelajaran klasikal. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Zainal Arifin (2013) yang memberikan hasil bahwa tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Hal ini diduga : (1) Pada pembelajaran model PBL dengan Mind Mapping , model PBL, maupun model klasikal terjadi adanya diskusi di kelas dalam menyelesaikan soal operasi aljabar. (2) Pada umumnya siswa cenderung mempunyai pemahaman konsep yang sama tentang materi operasi aljabar khususnya operasi penjumlahan dan perkalian aljabar. Oleh karena itu, meskipun siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, namun mereka memiliki pemahaman yang cenderung sama tentang operasi aljabar.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADUKAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SMPMTs Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADUKAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SMPMTs Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sar

yang sesuai dengan indikator berpikir kritis. Pada hakikatnya pembelajaran IPA akan mempelajari sebuah fakta, data, konsep, prinsip dan teori-teori yang memerlukan keterampilan berpikir kritis. Selain faktor tersebut pendidik masih meggunakan model pembelajaran konvensional di mana pembelajaran masih terpusat pada pendidik. Maka untuk mengatasi masalah tersebut penulis akan menerapkan model PBL di SMPN 2 Seputih Mataram Lampung Tengah. Penerapan model PBL mengharapkan peserta didik dapat berpikir kritis dalam kondisi berorientasi pada masalah konkret. Kelebihan model PBL salah satunya yaitu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, meningkatkan motivasi serta kemampuan beradaptasi dengan pengetahuan yang baru dalam diri peserta didik.

196 Baca lebih lajut

T PD 1303022 Chapter 5

T PD 1303022 Chapter 5

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar dapat dikatakan baik, karena dengan menggunakan model PBL siswa menjadi lebih mengenal dan memahami keadaan di sekitar mereka, siswa akan terus menggali rasa ingin tahu mengenai masalah di sekitar mereka, siswa akan terlatih untuk lebih akurat dalam hal mengambil keputusan serta memecahkan masalah kehidupan sehari-hari mereka yang berkaitan dengan masalah global.

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PBL PROBLEM BASED LEARNI

PENERAPAN MODEL PBL PROBLEM BASED LEARNI

Proses pembelajaran pada siklus I, siklus II, dan siklus III sudah berlangsung dengan baik. Penggunaan model PBL dalam pembelajaran terse- but sudah sesuai dengan langkah – langkah PBL, yaitu guru memberikan suatu masalah kepada siswa, guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, membantu investigasi man- diri dan kelompok dengan melakukan observasi dan penelitian, menarik ke- simpulan dan merumuskan hipotesis dari penelitian yang dilakukan, meng- interpretasikan data hasil penelitian serta mengembangkan dan mem- presentasikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah.

6 Baca lebih lajut

Dopplet   Model PBL

Dopplet Model PBL

Piaget (1969) described the pupil as a scientist who tries to understand the world through meaningful learning as an activity of constructing ideas and not as a process of memorizing information. Nevertheless, schools continue to test pupils on their ability to recall memorized procedures and information. Schools continue to examine skills that are the least impor- tant to life (Sternberg 1998). Learning is a process of constructing knowledge in the pupil’s mind. Creating an engineering prototype such as in this study, in real world situations supports the constructionist theory (Papert 1991). Project-based learning has a nature of exploring new areas, discovering new scientific issues and integrating knowledge from different subjects (Barak & Raz 1998; Barak & Doppelt 2000). Computerized tech- nological systems provide a rich learning environment and expose the learner to a variety of representations and configurations, such as: true model, simulation, building models that represent formulas, algorithms, graphics and animation. One of the better-known examples of such a rich computerized learning environment is the LEGO-Logo system (Kromholtz 1998; Jarvinen 1998; Jarvela 1995). Resnick and Ocko (1991) state that this learning environment puts children in control since they formulate their own designs and experiments, and work on projects that they care about personally, instead of recreating someone else’s experiment. Project based learning in technology encourages students to work in teams (Barak & Maymon 1998; Denton 1994). In this way, students combine ‘hands-on’ activities with what Papert (1980) has termed ‘heads-in’ activities. Learning environments such as LEGO/Logo enable the construction of concepts in the learner’s mind (Resnick & Ocko 1991). When pupils create projects, they experience meaningful study that enables the exercising of sophisti- cated ideas that arise from their own projects (Doppelt & Barak 2002). Experiencing learning within a high-tech modern engineering environment contributes to the pupils’ self-image and their motivation to succeed in their studies (Barak et al. 1997).

20 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN GI PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTRAPERSONAL SISWA KELAS VIII SE-KABUPATEN BOYOLALI | Nugroho | Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 10817 22745 1 SM

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN GI PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTRAPERSONAL SISWA KELAS VIII SE-KABUPATEN BOYOLALI | Nugroho | Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 10817 22745 1 SM

Berdasarkan Tabel 4 diperoleh nilai sebesar 0,54 kurang dari 0,05;24;287 = 2,37 sehingga 0 diterima. Hal ini berarti bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan intrapersonal siswa terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti bahwa pada masing-masing model pembelajaran siswa yang memiliki tingkat kecerdasan intrapersonal tinggi lebih baik dari prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan intrapersonal sedang dan rendah, serta prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan intrapersonal sedang lebih baik dari prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan intrapersonal rendah. Hal ini dikarenakan pada setiap model pembelajaran siswa perlu melakukan refleksi pada apa yang telah dipelajari serta apa yang belum dipahami. Sehingga pada masing-masing model semakin tinggi tingkat kecerdasan intrapersonal siswa maka semakin tinggi prestasi belajar siswa. Selain itu pada setiap tingkat kecerdasan intrapersonal prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran PBL memiliki rataan yang sama dengan siswa dengan pembelajaran menggunakan model GI, prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran PBL lebih baik dari prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Langsung, serta prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran GI lebih baik dari prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Langsung. Hal ini dikarenakan karakteristik pada model PBL dan GI memiliki beberapa kesamaan serta dipengaruhi oleh kelemahan serta kelebihan pada masing- masing model. Serta model pembelajaran PBL dan GI memiliki karakteristik yang sberbeda dengan model pembelajaran langsung. Sehingga pada setiap tingkat kecerdasan intrapersonal, prestasi siswa dengan model pembelajaran PBL dan GI lebih baik dari prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Langsung.

14 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII

Problem Based Learning based constructivism is an alternative learning that can provide knowledge and experience of students to work independently in constructing their own knowledge. This study aims to improve the understanding of the concept of class VII SMPN 1 Jatinegara Tegal on the subject of heat through the Application of Problem Based Learning Model Based Constructivism. This research method is experimental study consisted of two classes, class VII B as an experiment and class VII D as a control. Experimental class were given Problem Based Learning model based constructivism, while the control class were given regular cooperative method with discussion. Data obtained from the result of understanding the concept of evaluation sheets, while the activity results obtained from the observation sheet. Analysis of research data using hypothesis testing and test average increase students understanding of concepts.

205 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED-LEARNING (PBL) DENGAN T EKNIK PROBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP - repository perpustakaan

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED-LEARNING (PBL) DENGAN T EKNIK PROBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP - repository perpustakaan

Model Problem-Based Learning (PBL) dengan teknik probing adalahpembelajaran yang memanfaatkan pengetahuan yang telah siswa ketahui untuk membangun pengetahuan baru, pengetahuan tersebut digunakan untuk memecahkan masalah matematika sehingga permasalahan yang diberikan guru atau dihadapi siswa dapat diselesaikan oleh pengetahuan siswa sendiri. Model Problem-Based Learning (PBL) dengan teknik probing membuat siswa dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam belajar baik yang berkaitan dengan soal-soal yang diberikan oleh guru atau masalah- masalah yang timbul berkaitan dengan proses pembelajaran. Pengetahuan yang siswa bangun sendiri membuat siswa menjadi lebih paham terhadap materi atau konsep yang dipelajari, sehingga jika siswa menemui permasalahan yang berkaitan dengan materi yang sudah dipelajari, siswa dapat menentukan dan merencanakan proses pemecahan dari permasalahn tersebut.

20 Baca lebih lajut

ANGKET RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARA

ANGKET RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARA

Angket ini diajukan oleh peneliti yang saat ini sedang melakukan penelitian mengenai respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model PBL. Demi tercapainya hasil yang diinginkan, dimohon kesediaan adik-adik untuk berpartisipasi dengan mengisi angket ini secara lengkap. Perlu saya informasikan bahwa tidak ada yang dinilai benar atau salah, pilih sesuai dengan apa yang anda ketahui atau rasakan. Akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih atas perkenan adik-adik berpartisipasi dalam survey ini.

2 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PBL DAN DL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJARDITINJAU DARI ALAT PEMBELAJARAN  Contributions Learning Strategy Problem Based Learning and Discovery Learning Independence Against Children Seen From Availability Equipment Biology Education Class X SMAN

KONTRIBUSI PBL DAN DL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJARDITINJAU DARI ALAT PEMBELAJARAN Contributions Learning Strategy Problem Based Learning and Discovery Learning Independence Against Children Seen From Availability Equipment Biology Education Class X SMAN

Penerapan pendekatan saintifik pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Salatiga bertujuan agar pembelajaran lebih menarik, peserta didik lebih aktif dan mandiri, wawasan peserta didik semakin luas, interaksi guru dan peserta didik terjalin, dapat memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar serta materi yang disampaikan guru dapat tersimpan lama dalam memori peserta didik.Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus tepat dan dapat mengarahkan siswa menuju kemampuan memecahkan masalah, diantara banyak strategi pembelajaran tersebut adalah strategi pembelajaran PBL dan DL. Strategi DL didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila siswa tidak disajikan materi dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. Langkah pembelajaran dengan model ini yaitu: (1) stimulation (stimulasi/pemberian rangsang), (2) problem statement (pernyataan/identifikasi masalah), (3) data collection (pengumpulan data), (4) data processing (pengolahan data), (5) generalization (menarik kesimpulan atau generalisasi).

18 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN MOTI (1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN MOTI (1)

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA I dan X MIPA IV. Teknik pengambilan data siswa dilakukan secara Random. Dalam penelitian ini digunakan rancangan ANAVA (faktorial) 2x2, yang berarti ada dua faktor yang diteliti yaitu faktor model pembelajaran dan faktor motivasi belajar. Data yang diamati adalah hasil belajar kimia yang diperoleh dengan pemberian pretest dan postest dengan menggunakan soal pilihan berganda sebanyak 23 item yang sudah memenuhi syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Data yang diperoleh diuji normalitas dan homogenitasnya, selanjutnya uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis ragam.

1 Baca lebih lajut

6. BAB IIsdf

6. BAB IIsdf

b. Model Pembelajaran Kooperatif ( cooperative learning ) menurut Sofan Amri dan lif Khoiru Ahmadi, (2010) adalah model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingakat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling kerjasama dan membantu memahami suatu bahan pembelajaran.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...