KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI

Top documents about KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI:

ENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

ENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

Analisis data menggunakan uji diperoleh nilai dan nilai = 1,99 sehingga , maka hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima., berarti ada perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara penerapan Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan pembelajaran aktif menggunakan media Card Sort dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas X semester ganjil di SMA Negeri 1 Panarukan- Situbondo tahun ajaran 2011/2012. Hasil analisis aktivitas siswa diperoleh dari persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada pertemuan I sebesar 38% dan pertemuan II sebesar 43%, sehingga terjadi peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa tiap pertemuannya dan diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 40,5% dan termasuk kriteria cukup aktif atau sedang. Peningkatan ini terjadi karena siswa harus mengetahui terlebih dahulu maksud dari kartu yang dibagikan dan harus dapat mengeluarkan gagasan-gagasan yang ada dipikiran mereka.

18 Baca lebih lajut

Penerapan keterampilan proses sains dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi tekanan terhadap hasil belajar - Digital Library IAIN Palangka Raya

Penerapan keterampilan proses sains dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi tekanan terhadap hasil belajar - Digital Library IAIN Palangka Raya

6. Ibu Santiani, S.Si, M.Pd selaku dosen pengampu dan pembimbing I yang telah membantu dalam proses persetujuan judul dan selama ini bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, pengarahan, serta dorongan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sesuai yang diharapkan. 7. Bapak Mukhlis Nurohmadi M.Pd selaku pembimbing II yang telah membantu

23 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Adapun proses pembelajaran pada kelas eksperimen, Proses pembelajaran pada pertemuan pertama di kelas eksperimen membahas pengertian (definisi) sistem gerak manusia. Kelas eksperimen belajar berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Model inkuiri terbimbing adalah suatu pembelajaran dengan mengkaitkan antara konsep, keterampilan, kerja individu yang bertujuan agar setiap peserta didik mengembangkan keterampilan dasar dalam dirinya masing-masing dan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan kemampuannya sendiri. Model inkuiri terbimbing jelas sangat membantu dalam meningkatkan proses mental dan keterampilan-keterampilan yang ada pada diri seseorang karena model pembelajaran ini mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data serta menarik kesimpulan. 7

147 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa pada Materi Pokok Hukum Newton di SMP NU Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa pada Materi Pokok Hukum Newton di SMP NU Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka

penilaian. Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak. Dengan kata lain, penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam mencapai tujuan pengajaran, sedangkan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima proses atau pengalaman belajarnya. Sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan intruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membeginya menjadi tiga ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. 7

10 Baca lebih lajut

PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP

PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP

melalui suatu proses ilmiah. Pada pembelajaran sains, proses ilmiah tersebut harus dikembangkan terhadap siswa sebagai pengalaman yang bermakna. Sains tidak hanya mengutamakan hasil (produk), tetapi proses juga sangat penting dalam membangun pengetahuan siswa. Jadi, dalam pembelajaran sains, hendaknya siswa dilatih dan dididik agar terampil dalam memperoleh dan mengolah informasi melalui aktivitas berpikir dengan mengikuti prosedur ilmiah, seperti terampil melakukan pengamatan, pengukuran, pengklasifikasian, penarikan kesimpulan, dan pengkomunikasian hasil temuan yang sering disebut keterampilan proses sains. Brickman, et al.(2009) dalam artikelnya menyatakan bahwa keterampilan proses sains dapat berkembang apabila siswa turut berperan aktif dalam kegiatan laboraturium.

8 Baca lebih lajut

View of Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa

View of Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu ( Quasi experimental research) . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 10 Mataram yang berjumlah 380 siswa. Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu kelas VIII-I sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-H sebagai kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing sedangkan pada kelas kontrol diberikan perlakuan model pembelajaran konvensional. Teknik pengambilan sampel secara Cluster Random Sampling.

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING INTEGRASI PEER INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING INTEGRASI PEER INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS

application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), syhthesis (mengorganisasikan,merencanakan, membentuk pembangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization (karakterisasi). Sedangkan untuk domain psikomotor menurut klasifikasi Simpon, mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) yang bersifat manual atau motorik. Sebagaimana domain yang lain, domain ini juga mempunyai berbagai tingkatan, urutan tingkatan dari yang paling sederhana samai ke yang paling kompleks, sebagai berikut (1) perception (persepsi), (2) set (kesiapan), (3) guided response (gerakan terbimbing), (4) mechanical response (gerakan yang terbiasa), (5) complex response (gerakan yang kompleks), (6) adjustment (penyesuaian pada gerakan), (7) creativity (kreativitas) (Suprihatiningrum, 2014: 46).

142 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi

Selama ini pengukuran hasil belajar IPA kebanyakan hanya mengukur pada aspek kognitif saja, sehingga guru yang mengajar hanya mengejar target nilai yang sudah ditetapkan. Seperti pada soal-soal ujian, hampir tidak pernah memunculkan soal-soal yang mengukur keterampilan proses. 4 Tugas guru bukanlah memberikan pengetahuan, melainkan menyiapkan situasi yang menggiring anak untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep sendiri. Seorang ilmuan yang sejati pada akhirnya akan mengakui bahwa ia hanya mendapat ide yang baik, konsep yang tepat, jika ia benar-benar menangani peralatan dan bahan penelitian. Kalau ilmuwan harus bertindak demikian apalagi anak yang masih selalu ingin mengadakan percobaan dengan benda, bahasa, dan situasi guna memahami dunia sekelilingnya. Kalau peranan guru sangat dominan, maka anak akan sedikit sekali belajar, anak tidak berminat, dan anak kehilangan motor penggerak tindakan atau motivasi. 5

209 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR

terutama penerapannya pada kompetensi kelarutan dan hasil kelarutan. Kompetensi ini memerlukan konsep yang bersifat abstrak dan berurutan. Kompetensi ini sulit dipahami karena pemahaman siswa sebatas pada menghafalkan konsep. Menurut Crawford (2006: 618), strategi pembelajaran inkuiri adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir dalam memahami fenomena alam dan menemukan konsep pembelajaran bagi dirinya sendiri. Pada pembelajaran inkuiri terbimbing guru hanya menyediakan bahan-bahan dan masalah untuk diselidiki atau ditelaah oleh siswa, kemudian siswa menyusun prosedur mereka sendiri untuk memecahkan masalah tersebut (Colburn, 2000). Tujuan utama pembelajaran berbasis inkuiri menurut National Research Council (2000) adalah: (1) mengembangkan keinginan dan motivasi siswa untuk mempelajari prinsip dan konsep sains, (2) mengembangkan keterampilan ilmiah siswa sehingga mampu bekerja seperti layaknya seorang ilmuwan, (3) membiasakan siswa bekerja keras untuk memperoleh pengetahuan. Sintak model pembelajaran inkuiri secara umum adalah: orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan (Sanjaya, 2006).

106 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

Model pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pendekatan inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Peneliti pun tertarik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran inkuiri untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya

31 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGETAHUAN SISTEM PERNAPASAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGETAHUAN SISTEM PERNAPASAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terstruktur terhadap keterampilan proses sains pada materi sistem pernapasan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta, (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terstruktur terhadap pengetahuan pada materi sistem pernapasan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta, dan (3) mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dengan pengetahuan pada materi sistem pernapasan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta.

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda | Hairani | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) 10166 14499 1 PB

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Mind Mapping terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa SMP Kelas VII Pada Pengetahuan Awal Berbeda | Hairani | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP) 10166 14499 1 PB

Pada kenyataan di lapangan, proses pembelajaran IPA masih belum mampu mengaktifkan siswa. Hasil studi pendahuluan di beberapa sekolah di kabupaten Sanggau menunjukkan bahwa dalam pembelajaran IPA guru belum maksimal dalam menerapkan Kurikulum 2013. Dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA, mereka baru mendapatkan sosialisasi Kurikulum 2013 serta belum mendapatkan buku guru dan buku siswa. Selain itu, guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, pembelajaran di kelas hanya berorientasi pada hasil belajar dan metode yang monoton yaitu dengan ceramah dan tanya jawab yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan eksperimen hanya sesekali dilakukan pada materi tertentu dan jika alat dan bahannya tersedia. Situasi tersebut tentunya

12 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ARTIKEL PENELITIAN

KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LAJU REAKSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ARTIKEL PENELITIAN

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan pembelajaran ilmu kimia di SMA adalah agar siswa memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitanya serta penerapanya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi. Menurut Chang (2010), dibandingkan dengan bidang yang lain, kimia sering terkesan lebih sulit, paling tidak pada tingkat dasar. Beberapa konsep kimia bersifat abstrak. Hal inilah yang membuat pelajaran kimia di sekolah dipandang siswa sebagai suatu pelajaran yang sulit dan siswa kurang mampu memahaminya.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA.

This study aims: To determine whether there was an diversification of guided inquiry learning model and conventional learning on students 'critical thinking skills, there is the diversification of guided inquiry learning model and conventional learning model for students' science process skills. The sample in this study conducted by random sampling of two classes, where first class as a class experiment applied guided inquiry learning model and the second class as a class of conventional learning control applied. The instrument used in this study is the critical thinking skills test instrument in the form of descriptions of 4 questions and insrumen science process skills test in the form of a description as much as 9 questions that have been declared valid and reliable. From the results of this study concluded that there is the effect of guided inquiry learning model and conventional learning on students' critical thinking skills, critical thinking skills students are taught with guided inquiry learning model is better than the conventional learning’. There is the effect of guided inquiry learning model and conventional learning models for process skills science students, science process skills of students who were taught with guided inquiry learning model is better than conventional learning’.

27 Baca lebih lajut

Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing

Penggunaan Tes Keterampilan Proses Sains (KPS) Siswa dalam Pembelajaran Konsep Kalor dengan Model Inkuiri Terbimbing

Berkaitan dengan persoalan di atas, untuk menggunakan tes keterampilan proses sains ini perlu adanya suatu pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa. Pembelajaran ini menuntun siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya melalui proses penyelidikan. Salah satu pembelajaran yang dimaksud ialah model inkuiri terbimbing (guided inquiry) yang merupakan aplikasi dari pembelajaran kontruktivisme. Pembelajaran ini akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep, teori-teori maupun prinsip yang dilihat dari lingkungan dengan bimbingan guru sehingga muncul sikap ilmiah pada diri siswa. Model inkuiri terbimbing (guided inquiry) dapat dirancang penggunaannya oleh guru berdasarkan kemampuan atau tingkat perkembangan intelektual siswa. siswa memiliki sifat yang aktif, sifat ingin tahu yang besar, terlibat dalam suatu situasi secara utuh dan reflektif terhadap suatu proses dan hasil-hasil yang ditemukan.

168 Baca lebih lajut

Nasution

Nasution

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa dan untuk menilai pengaruh pembelajaran inquiry terpandu terhadap kemampuan berpikir kritis siswa fisika. Penelitian ini menggunakan eksperimen benar dengan rancangan kelompok kontrol acak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji, observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai data pendukung. Data kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis dengan menggunakan Independent Sample T-Test di SPSS 22. Hasilnya menunjukkan 1) pembelajaran inquiry terpandu dapat digunakan untuk melatih keterampilan proses sains siswa. Istilah tersebut dibuktikan dengan persentase peningkatan kemampuan proses sains siswa dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga dan jika dikategorikan dalam kriteria keterampilan proses sains sudah cukup baik, 2) pembelajaran tuntas belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan (satu ekor) sebesar 0,0015 atau ≤ 0,05. Penelitian dapat disimpulkan bahwa: keterampilan proses sains siswa selama pembelajaran inquiry terpilah dikelompokkan menjadi kriteria yang baik dan kemampuan berpikir kritis siswa setelah belajar fisika dengan menggunakan model inquiry inquiry lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa setelah belajar fisika dengan menggunakan model yang biasa di SMA.

5 Baca lebih lajut

S KIM 1105339 Abstract

S KIM 1105339 Abstract

sehinggaperludiukurdalampembelajaran.Tujuandaripenelitianiniadalahmemperole hinformasitentangpencapaianKPSsiswapadapembelajarantermokimiamenggunaka n model inkuiriterbimbing.Metodepenelitian yang digunakanadalah pre- experimental , dengandesainpenelitian One-shot Case Study .Subjekpenelitianadalahsiswapadasalahsatu SMA di Kota Bandung sebanyak 32 orang.Instrumenpenelitianberupatestertulis ( pos-test ), lembarobservasi,

2 Baca lebih lajut

t ipa 0602858 chapter5

t ipa 0602858 chapter5

2. Secara keseluruhan siswa mengalami peningkatan keterampilan proses sains. N-gain untuk aspek keterampilan proses sains tertinggi adalah kemampuan siswa menerapkan konsep yaitu 83,33 %, dan N-gain untuk keterampilan proses sains terendah adalah kemampuan siswa dalam memprediksi yaitu 66,14 %. Keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan pada pembelajaran meliputi aspek menyimpulkan, menghubungkan hasil pengamatan, menerapkan suatu konsep atau prinsip, mengelompokkan, dan memprediksi.

3 Baca lebih lajut

S TE 1104142 Chapter5

S TE 1104142 Chapter5

1. Pembelajaran dasar dan pengukuran listrik melalui model inkuiri menggunakan media software circuitmaker lebih baik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan pembelajaran dasar dan pengukuran listrik melalui model inkuiri tanpa menggunakan media software circuitmaker dilihat dari nilai gain rata-rata kelompok eksperimen yang mendapatkan kategori sedang dan nilai rata-rata gain kelompok kontrol yang mendapatkan kategori rendah

2 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Artayana, Pt Erwin, I Wayan Suwatra, dan Pt Nanci Riastini. 2013. Penerapan Model Inkuiri untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas IV SDN 1 Depeha Kecamatan Kubutambahan. Jurnal PGSD . 1 (1). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/ article/view/842/715. Aqib, Zainal. 2013. Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects