Jalan Cepat

Top documents about Jalan Cepat:

PENGARUH OLAHRAGA JALAN CEPAT 30 MENIT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH    Pengaruh Olah Raga Jalan Cepat 30 Menit Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II.

PENGARUH OLAHRAGA JALAN CEPAT 30 MENIT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH Pengaruh Olah Raga Jalan Cepat 30 Menit Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II.

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah suatu kondisi terganggunya metabolisme didalam tubuh karena ketidakmampuan tubuh membuat atau menyuplai hormon insulin sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal (Desriani, 2003). Peningkatan ini terjadi karena meningkatnya angka harapan hidup, asupan makanan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, kegemukan serta gaya hidup yang modern.Olahraga yang dianjurkan pada penderita diabetes mellitus adalah jalan cepat, yang merupakan jenis olahraga aerobik yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan efisiensi metabolisme tubuh sehingga akan membantu dalam upaya pengendalian kadar glukosa darah (Tandra, 2008).

15 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN JALAN CEPAT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN REMAJA DI KARANG TARUNA BALANGAN NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH LATIHAN JALAN CEPAT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN REMAJA DI KARANG TARUNA BALANGAN - DIGILIB UNISAYOGYA

PENGARUH LATIHAN JALAN CEPAT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN REMAJA DI KARANG TARUNA BALANGAN NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH LATIHAN JALAN CEPAT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN REMAJA DI KARANG TARUNA BALANGAN - DIGILIB UNISAYOGYA

Peningkatan intensitas jalan cepat ini berpengaruh terhadap peningkatan fungsi dari tubuh terutama pada otot. Jalan cepat yang dilakukan mengisyaratkan serat otot untuk melakukan perubahan yang akan memungkinkan latihan yang lebih dimasa yang akan dating. Peningkatan jumlah oksigen pada tubuh juga dipengaruhi oleh meningkatnya kemampuan jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh serta kemampuan paru untuk mengelola oksigen dengan baik didalam tubuh. Jalan cepat meningkatkan difusi oksigen dari paru – paru ke dalam darah dimana oksigen disalurkan melalui sel darah merah dan hemoglobin akan meningkat dengan latihan dan ini juga akan meningkatkan kebugaran tubuh terutama kebugaran aerobic.

9 Baca lebih lajut

PENGARUH OLAHRAGA JALAN CEPAT 30 MENIT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH    Pengaruh Olah Raga Jalan Cepat 30 Menit Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II.

PENGARUH OLAHRAGA JALAN CEPAT 30 MENIT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH Pengaruh Olah Raga Jalan Cepat 30 Menit Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II.

Penyusunan proposal mulai bulan Juli 2012 sampai pada pelaksanaan penelitian bulan Januari 2013. Tempat penelitian dilakukan di gedung IPHI tengaran dan pusat kebugaran “Sport abadi Centre”. Populasi dalam penelitian ini adalah semua diabetisi yang rutin memeriksakankadar gula darah sampai bulan Oktober tahun 2012 di laboratorium Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang. Jumlah populasinya adalah 22 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan kriteria inklusi. Jumlahnya ada 12 orang. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah 1) Mempunyai riwayat DM tipe 2 setidaknya selama 1 tahun terakhir dengan GDS 140 - 250 mg/dl, 2) Umur 40-50 tahun, 3) Tidak tergantung suntikan insulin, dan 4) Bersedia mengikuti jalan cepat 3 x seminggu selama 6 minggu. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, 6 orang kelompok perlakuan dan 6 orang kelompok kontrol.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS TEKNIK DASAR JALAN CEPAT ATLET PEMULA PALEMBANG - Bina Darma e-Journal

ANALISIS TEKNIK DASAR JALAN CEPAT ATLET PEMULA PALEMBANG - Bina Darma e-Journal

Jalan cepat merupakan olahraga yang unusual atau tidak biasa dari jalan normal dan lari. Pejalan kaki memiliki style yang unique jika dibandingkan dengan berjalan normal. Hal ini disebabkan jalan cepat memiliki teknik yang unik atau berbeda dengan teknik jalan pada umumnya. Menurut IAAF (Pavei, Cazzola, Torre, dan Minetti, 2014), race walking is a progression of steps so taken that the walker makes contact with the ground, so that no visible (to the human eye) loss of contact occurs. The advancing leg must be straightened (i.e. not bent at the knee) from the moment of first contact with the ground until the vertical upright position. Teknik jalan cepat secara umum terbagi menjadi tiga yaitu front support phase (fase topang depan), back support phase (fase topang belakang), dan double support phase (fase topang ganda). Teknik jalan cepat memiliki teknik yang berbeda dengan teknik lari, karena pada teknik jalan cepat tidak ada fase melayang. Artinya, salah satu kaki harus melakukan contact dengan tanah.

17 Baca lebih lajut

Perangkat Pembelajaran Penjas SMP Kurikulum 2013 Terbaru | Ilmupendidikan88 05 RPP  Jalan Cepat

Perangkat Pembelajaran Penjas SMP Kurikulum 2013 Terbaru | Ilmupendidikan88 05 RPP Jalan Cepat

1) Peserta didik menerapkan keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish dalam perlombaan jalan cepat dengan peraturan dimodifikasi (lapangan kecil) menggunakan berbagai keterampilan gerak start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat dengan menunjukkan nilai kerja sama, sportifitas, tanggung jawab, menghargai teman, dan disiplin, dan guru mengamati peserta didik selama berlomba (yang diamati adalah apakah peserta didik sudah dapat menghubungkan jenis start, langkah kaki, ayunan lengan, dan memasuki garis finish jalan cepat yang digunakan dengan kecepatan yang akan dicapai, misalnya jika hendak jalan dengan cepat, maka badan harus dicondongkan ke depan dan kaki melangkah dengan lebar-lebar.

23 Baca lebih lajut

Pembelajaran Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat

Pembelajaran Atletik melalui Aktivitas Jalan Cepat

Gerak spesifik gerakan pinggul jalan cepat, adalah menggerakkan pinggul secara wajar dengan berjalan cepat untuk menempatkan kaki dan panjang langkah secara optimum (lihat Gambar 3.5). Gerakan pinggul ke samping dapat dilihat, namun tidak harus berlebihan, fleksibilitas pinggul dalam jalan cepat sangat penting. Gerakan turun naik pinggul berlawanan dengan gerakan ayunan lengan.

42 Baca lebih lajut

RPP PJOK SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 | Ilmupendidikan88 RPP JALAN CEPAT

RPP PJOK SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 | Ilmupendidikan88 RPP JALAN CEPAT

 Siswa melakukan latihan start’gerakan jalan cepat.masuk garis finish dengan metode sirkuitt training. Setelah melakukan latihan di pos 1 dilanjutkan melakukan latihan di pos 2, dilanjutkan melakukan latihan di pos 3 . Masing-masing latihan di pos dibatasi 60 detik.

7 Baca lebih lajut

Soal UTS Mata Pelajaran PJOK 9. PJOK (RK)

Soal UTS Mata Pelajaran PJOK 9. PJOK (RK)

21. Jalan cepat dan lari jarak pendek termasuk cabang olahraga : a. Permainan c. Auramatik b. Senam d. Atletik 22. Start yang digunakan pada lari jarak pendek adalah :

3 Baca lebih lajut

11. RPP Kelas 7 1 Jalan Cepat

11. RPP Kelas 7 1 Jalan Cepat

 Siswamelakukanlatihanstart’gerakan jalan cepat.masuk garis finishdenganmetodesirkuitt training. Setelahmelakukanlatihan di pos 1 dilanjutkanmelakukanlatihan di pos 2, dilanjutkanmelakukanlatihan di pos 3 . Masing-masinglatihan di posdibatasi 60 detik.

8 Baca lebih lajut

Menganalisis, Merancang, dan Mengevaluasi Taktik dan Strategi Perlombaan Atletik

Menganalisis, Merancang, dan Mengevaluasi Taktik dan Strategi Perlombaan Atletik

Dalam jalan cepat adalah dapat mengatasi jarak tertentu dengan waktu sesedikit mungkin dengan berjalan atau tidak melanggar dalam aturan perlombaan. Taktik dan strategi yang dipakai adalah taktik dan strategi individu. Pada perlombaan jalan cepat diperlukan taktik dan strategi yang baik agar dapat memenangkan pertandingan. Maka diperlukan analisis yang

16 Baca lebih lajut

Pembuatan Sistem Administrasi Rawat Jalan Rumah Sakit Berbasis Web Halaman Awal

Pembuatan Sistem Administrasi Rawat Jalan Rumah Sakit Berbasis Web Halaman Awal

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmatnya, sehing ga saya mampu menyusun Tugas Akhir dengan judul “SISTEM ADMINISTRASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BERBASIS WEB ” ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

19 Baca lebih lajut

Fungsi  dan limit fungsi struktur (4)

Fungsi dan limit fungsi struktur (4)

Kebutuhan akan tenaga kerja yang cepat dan dalam jumlah yang tidak sedikit menimbulkan terciptanya jalan singkat dengan cara melakukan rekruitmen dari karyawan hotel lain yang sudah berpengalaman dan lebih mudah didapat dibandingkan dengan melatih 100 % karyawan baru. Bagi karyawan hotel yang sudah beroperasi tersebut juga menciptakan suatu kesempatan untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi atau kompensasi yang lebih besar jumlahnya. Sehingga boleh dibilang hal ini sebagai suatu situasi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak, hotel yang baru dan karyawan dari hotel yang lama (win-win solution). Kebutuhan tenaga kerja bukan hanya terjadi pada hotel yang baru akan beroperasi. Namun, hotel yang sudah lebih dahulu beroperasi pun memerlukan rekruitmen untuk mengisi kekosongan jabatan tertentu yang dapat ditimbulkan dari pengunduran diri karyawan terdahulu atau terjadinya promosi dan trans-fer. Untuk itu, perlu dilakukan proses rekruitmen untuk menggantikan dan mengisi posisi jabatan yang lowong. Proses rekrutmen tersebut dapat dilakukan dari dua sumber yaitu sumber internal dan sumber eksternal. Sumber internal adalah menggunakan papan pengumuman karyawan (Employee Notice Board) dengan menempelkan pengumuman lowongan sebuah posisi (Job Posting) untuk mencapai sumber yang didapat di dalam hotel.

6 Baca lebih lajut

Hubungan antara dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Hubungan antara dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Teori ini menjelaskan mengenai proses pembelajaran seseorang hingga dapat memunculkan prokrastinasi akademik. Bijou (1995) menjelaskan ketika seseorang merasa sukses dalam menyelesaikan tugasnya melalui tindakan penundaan, maka cenderung akan mengulangi perbuatannya. Hal ini dirasa sebagai metode paling tepat sehingga merasa nyaman dengan penundaan. Dalam teori lainnya mengenai reinforcement, adanya obyek lain yang memberikan hadiah lebih menyenangkan daripada obyek yang diprokrastinasi juga dapat memunculkan prokrastinasi akademik (McCown & Johnson, 1995). Sebagai contoh, ketika seseorang berhadapan dengan tugas yang dianggap sulit dan tidak menyenangkan, maka akan lebih memilih pergi jalan-jalan karena dianggap lebih menyenangkan dan mengabaikan tugas tersebut. Di samping itu, punishment juga mempunyai peran di dalamnya. Van Eerde (2000) mengemukakan bahwa kecenderungan prokrastinasi akan lebih kecil ketika resiko atau konsekuensi lebih cepat diterima.

113 Baca lebih lajut

perpres nomor 107 tahun 2015

perpres nomor 107 tahun 2015

b. memberikan persetujuan atas pemanfaatan tanah milik Pemerintah Daerah dan ruang udara dalam rangka penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat antara Jakata dan Bandung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

8 Baca lebih lajut

2009 hb siti nandiroh bab 1

2009 hb siti nandiroh bab 1

Dengan dasar tersebut, WML dijadikan sebagai media untuk memberikan informasi dalam pencarian rute jalan, karena menggunakan koneksi WAP atau GPRS (General Pa cket Radio System) dengan biaya yang relatif murah. Aplikasi dapat selalu terhubung dengan server namun biaya hanya dikenakan apabila terjadi pengiriman atau penerimaan data yang menjadikan biaya menjadi relatif murah. Sehingga ini bisa dijadikan alternatif daripada harus membuka berlembar-lembar peta yang digunakan dalam mencari rute jalan. Diharapkan dengan digunakannya fasilitas WML ini user bisa mendapatkan segala macam dan bentuk informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat, termasuk informasi tentang transportasi.

3 Baca lebih lajut

PEMETAAN CEPAT PROFIL JALAN DENGAN MENGINTEGRASIKAN KAMERA CCTV DAN DGPS - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PEMETAAN CEPAT PROFIL JALAN DENGAN MENGINTEGRASIKAN KAMERA CCTV DAN DGPS - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kerusakan fasilitas infrastruktur jalan raya yang diakibatkan oleh bencana alam dan pemakaian yang berlebihan akan sangat menggerus dana pembangunan, belum lagi banyaknya korban jiwa dan kerugian material dari kecelakaan lalu-lintas yang disebabkan karena ketidaknyamanan penggunaan jalan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan dana perawatan dan tidak ada skala prioritas perbaikan jalan. Hal ini dikarenakan karena para otoritas yang berwenang tidak memiliki data yang akurat, lengkap dan terkini tentang kondisi jalan yang rusak. Konsekuensinya, penetapan prioritas jalan mana yang harus didahulukan perbaikannya, tidak ada. Proses perbaikan hanya terkesan tambal sulam, tidak dilakukan secara terintegrasi, berkesinambungan, dan komprehensif.

1 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan senam hamil dengan lama kala II persalinan spontan pada primigravida di Rumah Sakit "X" Surabaya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan senam hamil dengan lama kala II persalinan spontan pada primigravida di Rumah Sakit "X" Surabaya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

3 melalui jalan lahir atau jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Sedangkan persalinan kala II yaitu mulai pembukaan lengkap (10 cm) sampai lahirnya bayi, proses tersebut berlangsung rata-rata 90 menit, median 50 menit pada primigravida dan rata-rata 30 menit, median 20 menit pada multigravida. (5)

12 Baca lebih lajut

NARASI KONFLIK MULTIKULTUR DALAM NOVEL (Analisis Naratif Konflik Multikultur dalam Novel “Jalan Lain ke Tulehu” Karya Zen RS)

NARASI KONFLIK MULTIKULTUR DALAM NOVEL (Analisis Naratif Konflik Multikultur dalam Novel “Jalan Lain ke Tulehu” Karya Zen RS)

2 mudah dicerna oleh pembaca. Adapun dalam penelitan mengenai narasi konflik multikulturalisme dalam novel Jalan Lain ke Tulehu ini didapatkan beberapa hasil temuan, pertama berdasarkan unsurnya. Dalam unsur narasi yaitu cerita, dinarasikan dengan cerita yang detail meskipun terbatas pada 292 halaman. Dari segi cerita dan alur, konflik yang terjadi dimunculkan oleh kejadian di masa lalu. Yakni stereotip orang Muslim sebagai kelompok pembakar gereja dan stereotip Kristiani sebagai kelompok yang senang memenggal kepala orang Islam dan pendukung setia RMS. Kedua, berdasarkan strukturnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa struktur narasi yang dikembangkan oleh Tzvetan Todorov yang membagi menjadi lima babak, sebagian besar bagian cerita pada novel ini dimulai dari keteraturan di babak pertama yang kemudian bersinggungan dengan gangguan di babak kedua. Puncak konflik multikulturalisme, baik tentang stereotip maupun prasangka mencapai puncak di babak ketiga saat gangguan yang dirasa semakin besar dengan kontak langsung antara konflik tersebut dengan si tokoh pada novel. Sedangkan menurut oposisi biner Levi-Strauss atau struktur batinnya, novel ini secara jelas membagi batasan pada Islam (Salam) – Kristen (Sarani), Tulehu – Waai, Anti-RMS – Pro-RMS, Laskar Jihad – Laskar Salib, dan kelompok pembakar gerja – penjagal umat Islam.

108 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI  DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN  HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI.

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI.

Hasil: Diantara pasien yang sering konsumsi makanan cepat saji, 76% dari mereka memiliki penyakit jantung koroner. Sementara itu, mereka yang jarang mengkonsumsi makanan cepat saji, 66,7% dari mereka tidak memiliki penyakit jantung koroner. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner (p =0,027).

18 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA JALAN TANJUNG ANOM – DALEMAN KABUPATEN SUKOHARJO.

ANALISIS KINERJA JALAN TANJUNG ANOM – DALEMAN KABUPATEN SUKOHARJO.

Adapun jalan Tanjung Anom – Daleman mempunyai lebar jalan 6.00 meter dan panjang jalan 7 km, dimana jalan tersebut mempunyai 1 jallur, 2 lajur dan 2 arah tak beraturan. Jenis kendaraan yang melintas di ruas jalan Tanjung Anom–Daleman antara lain : sepeda, sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat.

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...