Guided inquiry

Top documents about Guided inquiry:

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA MATA PELAJARAN SISTEM KOMPUTER KELAS X DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA.

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA MATA PELAJARAN SISTEM KOMPUTER KELAS X DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA.

dalam kurikulum 2013 yang berpusat kepada siswa ( student centered learning ). Permasalahan diatas merupakan permasalahan yang mendasar, jadi jika di biarkan dapat mengakibatkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) tidak tercapai. Penggunaan metode yang tepat merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode pembelajaran dapat membantu guru dalam melaksanaan pembelajaran dan demi tercapainya target pembelajaran. Perencanaan kolaborasi antara penggunaan model pembelajaran dan media pembelajaran yang baik dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dalam kurikulum 2013 yang berpedoman pada pendekatan ilmiah dan berpusat pada siswa, maka model yang digunakan dalam proses pembelajaran model pembelajaran inkuiri terbimbing ( Guided Inquiry ).

64 Baca lebih lajut

Penerapan Model Guided Inquiry Berbantu

Penerapan Model Guided Inquiry Berbantu

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis Biologi siswa kelas X6 SMA Batik 1 Surakarta melalui penerapan model guided inquiry berbantu twitter. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) yang dirancang dalam beberapa siklus, setiap siklus meliputi 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X6 SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Data diperoleh melalui tes (tes pilihan ganda) dan non tes (observasi, wawancara dan angket). Data dianalitis dengan teknik analitis deskriptif, serta validasi data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa meningkat pada Prasiklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 28,52% menjadi 63,13%. Peningkatan untuk aspek menginterpretasikan informasi dan gagasan sudah meningkat dari 25,24% menjadi 71,05%. Aspek mengevaluasi pendapat meningkat dari 16,19% menjadi 37,72%. Aspek menyusun pendapat untuk mendukung sebuah kesimpulan meningkat dari 36,19% menjadi 72,37%. Aspek mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman meningkat dari 29,52% menjadi 75,26%. Aspek mengumpulkan dan menilai informasi dari sumber tertulis, elektronik dan observasi meningkat dari 26,86% menjadi 57,89%. Aspek menyusun dan mendukung hipotesis meningkat dari 37,14% menjadi 64,47%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided inquiry berbantu twitter dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X6 SMA Batik 1 Surakarta.

7 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL KOGNITIF, KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMPN 3 PALANGKA RAYA

PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL KOGNITIF, KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMPN 3 PALANGKA RAYA

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkananalisis hipotesis pada posttest, gain dan N-gainhasil belajar kognitif menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi posttest0,960 >0,05, (2) berdasarkan analisis uji hipotesis pada posttestketerampilan proses sains menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi posttest 0,231>0,05. Analisis hipotesis gain dan N-gain keterampilan proses sains menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, (3)berdasarkananalisis hipotesis pada nilai rata-rata sikap ilmiah siswa menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi sikap ilmiah 0,793>0,05.

24 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL KOGNITIF, KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMPN 3 PALANGKA RAYA IMPLEMENTATION GUIDED DISCOVERY MODEL AND GUIDED INQUIRY MODEL TOWARD COGNITIVE

PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL KOGNITIF, KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMPN 3 PALANGKA RAYA IMPLEMENTATION GUIDED DISCOVERY MODEL AND GUIDED INQUIRY MODEL TOWARD COGNITIVE

The study is aimed to know: 1) the whether significance difference student's cognitive outcomes who learning using guided discovery model and who learning using guided inquiry model in Newton law material, 2) the whether significance difference science process skill of students who learning the guided discovery model and who learning guided inquiry model in Newton law material. 3) The whether significance difference scientific attitude of students who learning the guided discovery model and who learning guided inquiry model in Newton law material. This research used model nonequivalent control group design. The instrument used student's cognitive outcomes test, science process skill test and sheet of monitoring student's scientific attitude test. Population of the study there were class VIII-3 the total number was 36 students as control class and there were class VIII first semester of SMPN 3 Palangka Raya, sample of the study there were class VIII-I the total number was 34 students as experiment class. The data analysis of pretest and posttest THB cognitive, process science skill and student's scientific attitude used SPSS 17.0 for windows.The result of the study showed: 1) based on hypothesis analysis of posttest, gain and N- gain THB cognitive showed there is no significance difference between student who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment, with the significant value of posttest 0,960 > 0,05, 2) based on hypothesis analysis of posttest, process science skill showed there is no significance difference between student who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment class, with the significant value of posttest 0,231> 0,05. The hypothesis analysis gain and N-gain process science skill found the significance difference between students who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment class, 3) based on hypothesis analysis of the average value of student's scientific attitude showed there is no significance difference between student who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment class, with the significant value of scientific attitude 0,793 > 0,05.

12 Baca lebih lajut

44 Enhancing Students' Cognitive Outcome in Chemistry by Guided Inquiry Learning Models

44 Enhancing Students' Cognitive Outcome in Chemistry by Guided Inquiry Learning Models

that must be possessed by students through students through learning activities. This is in line with the implementation of Curriculum 2013 in Indonesia, conducted by trained the skills on students that are reflected in learning activities to improve learning outcomes [5]. One way to improve student learning outcomes is to use an inquiry-based learning model. Guided inquiry is a model that can improve students' cognitive learning outcomes. Guided inquiry has a syntax of learning: observation, formulating problems, designing experiments, conducting experiments, collecting experimental data, analyzing experimental data, drawing conclusions, and making conclusions [4,7].

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI | Nugroho | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 5089 11124 1 SM

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI | Nugroho | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 5089 11124 1 SM

2. Modul biologi berbasis guided inquiry layak digunakan sebagai bahan ajar baru di sekolah, kelayakan modul didasarkan atas penilaian: a) hasil uji coba produk awal berdasarkan validasi ahli dan praktisi didapatkan rata-rata 3,61 dengan persentase 90,25% berkategori ˝Sangat Baik˝, b) hasil uji coba lapangan terbatas oleh 30 siswa yang didapatkan rata-rata 3,3 dengan persentase 82,5% dikategorikan ˝Baik˝, c) hasil uji lapangan operasional terhadap 30 siswa dan rata-rata penilaian hasilnya 3,77, dengan persentase 94,25% dikategorikan ˝Sangat Baik˝, dan d) hasil diseminasi oleh 8 guru biologi di Kabupaten Boyolali, rata-rata 3,64 berkategori ˝Sangat Baik˝.

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENDEKATAN GUIDED INQUIRY DAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA ANTARA PENDEKATAN GUIDED INQUIRY DAN PENDEKATAN MODIFIED FREE INQUIRY PADA TEMA “TEKANAN CAIRAN DI DALAM TUBUH MANUSIA' SISWA SMP KELAS VIII.

PERBEDAAN PENDEKATAN GUIDED INQUIRY DAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA ANTARA PENDEKATAN GUIDED INQUIRY DAN PENDEKATAN MODIFIED FREE INQUIRY PADA TEMA “TEKANAN CAIRAN DI DALAM TUBUH MANUSIA' SISWA SMP KELAS VIII.

This research aimed to: 1) determining whether or not differences in process skills and know better process skills of guided inquiry approach and modified free inquiry approach. 2 ) determine whether or not differences cognitive learning outcome and know better cognitive learning outcome between guided inquiry approach and modified free inquiry approach. This type of research is quasi experiment. The study population was taken from the eighth grade students of SMP N 15 Yogyakarta as many as 10 classes. The sampling technique was conducted by purposive sampling and obtained a class VIII F (guided inquiry) and class VIII E (modified free inquiry). To determine differences in cognitive learning outcomes used Independent t tests and to determine differences in process skills used Mann Whitney test. To find out which one is better to use the average analysis and gain scores. Mann-Whitney analysis results showed that there was no significant difference in the skills of the second grade with an average rating class guided and modified classes respectively 84.11 and 87.73. While the results of the t test analysis showed that the cognitive learning both classes have different cognitive learning outcomes significantly. The results of the analysis of the gain scores showed that class guided inquiry has cognitive learning outcomes better than free inquiry modified class with an average value of gain scores respectively 0.51 and 0.29.

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA TEMA EKOSISTEM

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA TEMA EKOSISTEM

This research aims to investigate the difference of scientific attitude by implementing guided inquiry on Ecosystem theme and the effectiveness of guided inquiry model to improv e students’ comprehension of concept. The design of this research was Quasi Experiment Design with Nonequivalent Control Group Design. The sample was class VII D and VII J of SMP Negeri 3 Ungaran students in even semester of academic year 2014/2015. The data was collectied by using interview draft of teachers, learning outcomes data obtained from pretest and posttest, observation sheet of students’ scientific attitude, and questionnaire sheet of students’ feedback towards guided inquiry model. The learning process was done in five stages; they are statement of problem, hypotheses, data collection, data interpretation, and conclusion. The worksheet assisted learning model was used in this research . The result shows that the average score of students’ scientific attitude was 86 in experiment class, and 82 in control class. The result of t-test of students’ scientific attitude was t count > t table with t count = 3.464 and t table =

142 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS MODEL GUIDED INQUIRY LABORATORY PADA MATERI BIOTEKNOLOGI | Nurjanah | Inkuiri 9675 20554 1 SM

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS MODEL GUIDED INQUIRY LABORATORY PADA MATERI BIOTEKNOLOGI | Nurjanah | Inkuiri 9675 20554 1 SM

Berdasarkan kesimpulan, maka perlu dilakukan perbaikan dan saran dalam pemanfaatan produk lebih lanjut antara lain: (1) modul yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan bahan ajar oleh guru yang memerlukan keterampilan, serta validasi dari yang kompeten sehingga dapat dihasikan produk modul yang lebih baik, (2) modul berbasis model guided inquiry laboratory menekankan pada proses penemuan sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan praktikum, (3) penerapan modul berbasis model guided inquiry laboratory hanya terbatas pada satu sekolah yaitu SMA Negeri 1 Magelang . Oleh karenanya, perlu adanya penelitian lebih luas mengenai hal tersebut, (4) modul biologi berbasis model guided inquiry laboratory pada materi bioteknologi memerlukan pengujian lebih luas (desiminasi dan implementasi) untuk menyempurnaan tahap penelitian pengembangan yang dilakukan, (5) modul biologi berbasis model guided inquiry laboratory mungkin dapat dikembangkan pada siswa SMA kelas X, XI, maupun XII dengan menyesuaikan materi atau pokok bahasan.

14 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS SISWA SMA KELAS XI MIPA - UNS Institutional Repository

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY LABORATORY PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS SISWA SMA KELAS XI MIPA - UNS Institutional Repository

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik modul berbasis Guided Inquiry Laboratory pada materi sistem pernapasan untuk meningkatan kemampuan berpikir logis siswa SMA kelas XI MIPA; (2) Mengetahui kelayakan modul berbasis Guided Inquiry Laboratory pada materi sistem pernapasan untuk meningkatan kemampuan berpikir logis siswa SMA kelas XI MIPA; dan (3) Mengetahui keefektifan modul berbasis Guided Inquiry Laboratory pada materi sistem pernapasan untuk meningkatan kemampuan berpikir logis siswa SMA kelas XI MIPA.

17 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERYUNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF.

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERYUNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF.

This study is conducted to analyze the enhancement of science process skill and cognitive ability of Junior High School students through application of guided inquiry and guided discovery model in integrated Natural Science lesson. Alternative energy resource theme is selected as lesson theme which contain Natural Science of Biology, Physics, and Chemistry concepts. This study use experiment quasi method with matching only pretest posttest control group design. Subject in this study are students of class VII Junior High Schoolin Kampar Regency with total of 42 students who are divided into two classes namely experiment class and control class with 21 student in each class. Student’s science process skill and cognitive ability is measured by using instrument of multiple choice test items. The average value, N-Gain of science process skill show that there is science process skill enhancement of experiment class students as much as 0.46 with medium category and control class students as much as 0.27 with low category. As for result of test-t toward N-Gain value show that there is difference in enhancement of science process skill which is significant between experiment class students and control class students. As for N-Gain average value of cognitive ability show that there is cognitive ability enhancement of experiment class as much as 0.44 with medium category and control class as much as 0.21 with low category. As for result of test- U toward N-Gain value show that there is significant difference of cognitive ability which is significant between experiment class and control class. Therefore, it can be concluded that guided inquiry model more capable to enhance science process skill and cognitive ability of Junior High School students compared to guided discovery model.

54 Baca lebih lajut

T IPA 1302989 Chapter5

T IPA 1302989 Chapter5

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan. Kategori peningkatan penguasaan konsep untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry yaitu sedang dengan N-Gain sebesar 0,69 dan untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry yaitu tinggi dengan N-Gain sebesar 0,73.

2 Baca lebih lajut

T IPA 1302322 Chapter3

T IPA 1302322 Chapter3

Desain penelitian ini menggunakan the matching-only pretest-posttest control group design , dimana kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak, sama-sama dilakukan pretest dan posttest serta kelompok eksperimen dan kontrol memperoleh treatment yang berbeda (Fraenkel, 2012).Hal ini berarti bahwa kedua kelas baik eksperimen maupun kontrol akan diberikan pretest-posttest yang sama serta treatment yang berbeda dimana kelas eksperimen akan diberikan perlakuan melalui penerapan model guided inquiry , sedangkan kelas kontrol akan melaksanakan pembelajaran dengan model guided discovery. Namun desain ini memiliki kelemahan yaitu tidak adanya jaminan bahwa kelompok eksperimen dan kontrol yang digunakan merupakan kelompok yang betul-betul setara (Fraenkel, 2012).Adapun rancangan

25 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OPEN INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHAN - repository UPI T IPA 1302989 Title

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OPEN INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHAN - repository UPI T IPA 1302989 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis dengan judul “ IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OPEN INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHAN” beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

3 Baca lebih lajut

T IPA 1302989 Abstract

T IPA 1302989 Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan, serta mengetahui perbedaan sikap ilmiah siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan. Sampel penelitian adalah siswa SMP kelas VII di Kota Palembang dengan jumlah keseluruhan 56 siswa. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment . Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes penguasaan konsep, skala sikap ilmiah dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan program IBM SPSS Statistic s 22. Hasil analisis penelitian menunjukkan N-Gain untuk kelas Open Inquiry sebesar 0,69 dengan kategori peningkatan sedang dan untuk kelas Guided Inquiry N-Gain sebesar 0,73 dengan kategori peningkatan tinggi. Sikap ilmiah untuk kelas Open Inquiry sebesar 81,0% dengan kategori baik dan untuk kelas Guided Inquiry sebesar 82,6% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil uji beda dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan, serta tidak terdapat perbedaan pada sikap ilmiah siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan.

2 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

The Medicinal Chemistry course is part of the third semester of didactic material within the PharmD curric- ulum. This 4-hour course serves as the sole source of medicinal chemistry instruction within the curriculum. During the first day of class, the students were briefly introduced to the use of team-based guided inquiry learn- ing. The team-based learning is achieved through the use of POGIL-style exercises, referred to as ‘‘in-class exer- cises’’ in the syllabus. This introductory session included an explanation of the different roles the students would be playing in their self-selected groups. Each group was comprised of 3-4 students and each student had a specific job to facilitate the functioning of that group. The man- ager of the group ensured that all tasks were completed,

7 Baca lebih lajut

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia IMPLEMEN

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia IMPLEMEN

Hasil belajar proses pada Tabel 2 menun- jukkan nilai rata-rata skor N-gain adalah 0,7. Skor ini lebih tinggi dari pada perolehan untuk nilai hasil belajar kognitif produk. Perolehan N- gain pada hasil belajar kognitif proses lebih ting- gi ada kemungkinan karena sebelum pelaksanaan proses pembelajaran berbasis guided inquiry siswa belum mengenal istilah merumuskan masalah, hipotesis, variabel manipulasi, dan sebagainya. Oleh karena itu hasil pretest sangat berbeda de- ngan hasil postest di mana siswa sudah mem- peroleh informasi dan mengaplikasikan secara langsung lifeskill dalam pembelajaran.

5 Baca lebih lajut

Implikasi Pendekatan Inkuiri terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Surakarta | Bowo Sugi | Bio-Pedagogi 5507 11801 1 SM

Implikasi Pendekatan Inkuiri terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Surakarta | Bowo Sugi | Bio-Pedagogi 5507 11801 1 SM

ABSTRACT- This research aims are to find out: 1) the influence of inquiry ap- proach toward student’s achievement in cognitive domain; 2) the influence of inquiry approach toward student’s achievement in affective domain; 3) the influence of in- quiry approach toward student’s achievement in pshycomotor domain; 4) the best a p- proach toward student’s achievement; and 5) the most effective approach toward st u- dent’s achievement of stud ying biology on X grade of SMA Negeri 2 Surakarta. This re- search is a quasi experiment research with randomized control only design using inquiry approach and conventional approach as independent variables and student’s achiev e- ment of study biology as the dependent variable. Here, it is acquired three classes as the samples, there are the student’s of class X - 1 as the control class, student’s of class X- 2 as the first experimental class, and student’s of class X -3 as the second experi- mental class. The population of this research is all of the student’s was X grade of SMA Negeri 2 Surakarta. The sample of this research was established by cluster ran- dom sampling. The techniques for collecting data are by using test, questionnaire, and documentation. The data were analyzed by anova and then by scheffe test. The conclu- sion of this research are: 1) There is an influence of inquiry approach toward stu- dent’s achievement in cognitive domain; 2) There is no inf luence of inquiry approach toward student’s achievement in affective domain; 3) There is an influence of inquiry approach toward student’s achievement in pshycomotor domain; 4) Modified free i n- quiry is the best approach to influence the student’s achievement based on cognitive domain, guided inquiry approach and modified free approach are better to influence the student’s achievement on pshycomotor domain; and 5) The most effective approach to influence the student’s achievement is modif ied free inquiry.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS | Qurotul A’yun | Inkuiri 7415 15572 1 SM

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS | Qurotul A’yun | Inkuiri 7415 15572 1 SM

Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan, siswa malas dalam pembelajaran karena siswa belum dilibatkan secara aktif, pembelajaran fisika kurang menyenangkan, sehingga siswa merasa kesulitan dalam mempresentasikan ulang materi yang telah dibaca atau yang telah diketahui. Guru dalam pembelajaran kurang menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Mengacu pada tujuan kurikulum 2013, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik saintifik yaitu model pembelajaran inkuiri. Permasalahan yang ditemui di sekolah juga memerlukan pendekatan atau model pembelajaran yang bertujuan untuk membangkitkan minat siswa yaitu inkuiri yang memasukkan soal-soal yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari. Sehingga dilaksanakan suatu penelitian dengan judul pengaruh pembelajaran fisika menggunakan model modified free inquiry dan guided inquiry terhadap kemampuan multirepresentasi ditinjau dari kemampuan awal dan keterampilan proses sains.

10 Baca lebih lajut

Guided Inquiry and Scientific Skill  Paidi UNY

Guided Inquiry and Scientific Skill Paidi UNY

Jika dikaitkan dengan berbagai pandangan mengenai kemandirian belajar siswa SMA, di satu sisi siswa SMA sudah diharapkan menjadi pebelajar mandiri (YCCD, 2005), yang mempunyai kemampuan belajar tanpa atau dengan bantuan guru. Namun di sisi yang lain, pada usia menjelang dewasa ini, siswa SMA dipandang masih memerlukan bantuan dan bimbingan guru dalam melakukan berbagai kegiatan belajar, terutama dalam kaitannya dengan pembangunan pengetahuan dan pemahaman mereka. Bagaimana menangkap permasalahan dari suatu fakta atau gejala biologi, bagaimana merumuskan permasalahan ini, sampai dengan bagaimana menemukan pemecahan permasalahan, siswa (khususnya siswa SMAN 1 Sleman), masih perlu dibimbing guru, meskipun pada umumnya siswa mempunyai potensi akademik yang tinggi. Ini juga didukung oleh hasil observasi, bahwa selama ini, dalam belajar biologi, siswa belum dibiasakan melakukan inquiry, melainkan lebih banyak mengikuti resep dalam kegiatan praktikum.

24 Baca lebih lajut

Show all 3064 documents...