ankle joint

Top documents about ankle joint:

Analisis Informasi Anatomi pada Pemeriksaan CT Scan Ankle Joint Menggunakan Protokol CT Abdomen Dan Protokol CT Ankle Joint di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gading Pluit Jakarta

Analisis Informasi Anatomi pada Pemeriksaan CT Scan Ankle Joint Menggunakan Protokol CT Abdomen Dan Protokol CT Ankle Joint di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gading Pluit Jakarta

Pemilihan protokol yang baik pada pemeiksaan ankle joint berpengaruh terhadap parameter protokol yang digunakan. Protokol ankle joint (UHR)yang digunakan adalah KV 120, mA 12o, mAs 120, Rotation time (sec) 1,0 detik, Slice thickness 2 mm, Pitch 0,85, Algortim bone + soft tissue adult body, FOV 150 dan Protokol abdomen adalah KV 120, mA 400 mAs 128, Rotation time (sec) 0,5 detik, Pitch 1,40, Slice thickness 2mm, FOV 317, Algortim soft tissue dan osteo. Dari dua protokol tersebut antara protokol ankle joint dan protokol abdomen, yang membedakan protokol tersebut adalah mAs Eff, pitch dan FOV. Protokol abdomen menggunakan mAs 128 dan pada protokol ankle joint mAs 120, sehingga protokol abdomen memiliki densitas yang lebih tinggi pada pemeriksaan ankle joint. Semakin tinggi mAs semakin rendah noise dan densitas lebih tinggi (Bushberg, 2002). Namun hasil dari protokol ankle joint memiliki spasial resolusi yang lebih baik di bandingkan protokol abdomen menurut seeram (2001), hal ini dikarenakan protokol ankle joint memiliki pitch yang lebih rendah dan FOV lebih rendah dari pada protokol abdomen, FOV protokol ankle joint 150 dan pitch 0,85 sedangkan protokol abdomen FOV dan pitch 317 dan pitch 1,40. Tetapi pitch yang rendah dan FOV yang rendah dapat menghasilkan scan time yang lebih lama dan dosis yang diterima lebih banyak. Scan time yang dihasilkan pada protokol ankle joint adalah 30,31 s dan dosis yang diterima sebesar 10,62 mGy yang di lihat dari CTDI sedangkan untuk protokol abdomen scan time yan dihasilkan 8,87 s dan dosis yang diterima sebesar 6,81 mGy yang di lihat dari CTDI. Sedangkan untuk pemilihan kernel protokol ankle joint lebih bagus untuk melihat kondisi tulang karna kemapuan detail yang lebih jelas di bandingkan denggan kondisi tulang pada kernel protokol abdomen.

6 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI STIFFNESS ANKLE JOINT SINISTRA AKIBAT POST FRACTURE CRURIS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI STIFFNESS ANKLE JOINT SINISTRA AKIBAT POST FRACTURE CRURIS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA.

Permasalahan yang muncul pada stiffness ankle joint sinistra akibat post fracture cruris ditinjau dari segi fisioterapi sangat kompleks. Dengan permasalahan-permasalahan tersebut rumusan masalah yang dapat dikemukakan penulis adalah (1) apakah pemberian radiasi sinar infra merah dan Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dapat mengurangi nyeri? (2) apakah massage dan terapi latihan dapat mengurangi oedem ? (3) apakah terapi latihan dapat mengembalikan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot?

6 Baca lebih lajut

Step And Stride Length Transbial Amputee Walking Gait For Using Functional Ankle Joint Component.

Step And Stride Length Transbial Amputee Walking Gait For Using Functional Ankle Joint Component.

The application appropriate technology in the form of cosmetic and functional ankle joint for prosthetic leg user is equivalent to the K3 level which enables ambulation with variable cadence. The purpose of this study is to compare the gait characteristics between transtibial amputee when wearing endoskeletal prosthetic leg equipped with a multi-axis and energy store-return ankle joint technology and exoskeletal prosthetic leg without the technology during walking. A cross-over design study has been conducted towards the 14 transtibial amputees age 27.50 years (±7.37) and with body mass index 20.19 kg/m 2 (±1.62). Gait characteristics are evaluated using a Digital SLR camera with 120 frames per second video recording. The measured gait parameters are include the time required during the stance phase and swing phase, right and left step, and stride length. There was a significant differences in gait characteristic of the amputee when using the endoskeletal prosthetic leg and the exoskeletal during stance and swing phase (p =0.015), step left (p = 0.025), step right (p < 0.0001) and stride length (p < 0.0001). The result is the using of endoskeletal prosthetic foot with the ankle joint technology can produce faster but more consistence movement for both normal and amputated leg.

6 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN NILAI SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) PADA PEMERIKSAAN MRI ANKLE JOINT DENGAN MENGGUNAKAN QUAD KNEE COIL DAN FLEXMULTIPURPOSE COIL COMPARATIVE ANALYSIS OF THE VALUE OF SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) AT MRI ANKLE JOINT EXAMINATION USING QUAD

ANALISIS PERBANDINGAN NILAI SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) PADA PEMERIKSAAN MRI ANKLE JOINT DENGAN MENGGUNAKAN QUAD KNEE COIL DAN FLEXMULTIPURPOSE COIL COMPARATIVE ANALYSIS OF THE VALUE OF SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) AT MRI ANKLE JOINT EXAMINATION USING QUAD

Ankle joint merupakan salah satu bagian sendi pada tubuh yang berada diatas kaki, berfungsi untuk menumpu badan sehingga memiliki resiko cidera yang cukup besar. Pemeriksaan ankle joint ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan radiografi konvensional dan CT-Scan, namun untuk menampakkan citra yang lebih informatif, maka pemeriksaan MRI lebih baik dari modalitas lain. Pemeriksaan ankle joint menggunakan MRI dapat dilakukan dengan aman, tanpa radiasi, dan dapat dilihat dari potongan axial, sagital, coronal tanpa mengubah posisi pasien. Pada pemeriksaan MRI ankle joint di salah satu Instalasi Radiologi, menggunakan quad knee coil yang merupakan volume coil sekalipun Instalasi tersebut terdapat flex/multipurpose coil yang bisa digunakan untuk pemeriksaan persendian termasuk ankle joint. Namun belum ada penelitian tentang pengaruh perbedaan penggunaan coil tersebut terhadap nilai SNR.

5 Baca lebih lajut

KAJIAN BIOMEKANIKA PADA PENGGUNA PROSTHETIC BAWAH LUTUT DENGAN MEMPERHATIKAN FUNGSI ANKLE JOINT

KAJIAN BIOMEKANIKA PADA PENGGUNA PROSTHETIC BAWAH LUTUT DENGAN MEMPERHATIKAN FUNGSI ANKLE JOINT

metal pylon yang ringan untuk menghubungkan foot (kaki) ke socket. Sehingga prosthetic endoskeletal memiliki kemampuan menopang beban tubuh lebih besar dan lebih kuat dibanding prosthetic eksoskeletal. Prosthetic endoskeletal memiliki ankle joint yang memberikan fleksibilitas pada bagian ankle prosthetic sehingga memungkinkan seorang amputee untuk dapat berjalan mendekati gerakan berjalan manusia normal. Gerak yang terjadi pada ankle joint dibagi menjadi dua yaitu gerak plantar flexion dan dorsi flexion. Gerakan plantar flexion didapat dari tekanan pada tumit. Gerakan plantar flexion memungkinkan foot bergerak menjauhi bagian betis (shank). Sedangkan gerakan dorsi flexion memungkinkan bagian foot untuk mendekati daerah betis. Konsep perancangan prosthetic endoskeletal, diterapkan konsep modular yang artinya prosthetic dibuat dari beberapa bagian sehingga dapat dirakit dan dilepas kembali.

281 Baca lebih lajut

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:B:Brain Research:Vol879.Issue1-2.2000:

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:B:Brain Research:Vol879.Issue1-2.2000:

preventive and the treatment groups (Fig. 1). Histological examination performed on ankle joints The mean ankle joint circumference of the vehicle, collected from the animals on post inoculation day 31 preventive and treatment groups were significantly greater showed that the injection of mycobacteria was capable of compared to the naive and sham groups (Fig. 2). More- inducing arthritis. Arthritic-like symptoms included syno- over, there was a significant difference between the vial hypertrophy, pannus formation, neovascularization and preventive and the vehicle groups, but no significant synovial infiltrates comprised predominantly of mononu- clear inflammatory cells, some polymorphonuclear leukocytes, and a the presence of a few eosinophils.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN ANKLE STRATEGY  EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS PADA LANJUT USIA  Pengaruh Pemberian Ankle Strategy Exercise Terhadap Keseimbangan Statis Pada Lanjut Usia.

PENGARUH PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS PADA LANJUT USIA Pengaruh Pemberian Ankle Strategy Exercise Terhadap Keseimbangan Statis Pada Lanjut Usia.

Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment yang disebut juga dengan eksperimen semu dengan desain penelitian pre-test dan post-test without control design. Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara mengambil data sebelum dan sesudah intervensi, Populasi penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Desa Sidomulyo Makam Haji Pabelan dengan jumlah sample 31 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, Variabel Bebas yaitu Ankle Strategy Exercise Variabel Terikat Keseimbangan statis lansia. Divya et al., 2013 latihan keseimbangan dengan menggerakan ankle joint ke arah plantar fleksi dan dorsi fleksi dapat dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu, Intensitas latihan Ankle Strategy Exercise, Repetisi latihan 15 R/ 3 set, dan waktu latihan selama 15 menit.

16 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN FUNGSIONAL AFO SOLID DAN AFO ARTIKULASI SELAMA BERJALAN PADA ANAK CEREBRAL PALSY Sri Surini Pudjiastuti

PERBANDINGAN FUNGSIONAL AFO SOLID DAN AFO ARTIKULASI SELAMA BERJALAN PADA ANAK CEREBRAL PALSY Sri Surini Pudjiastuti

KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemakaian AFO Solid dan Artikulasi selama berjalan pada anak cerebral palsy type spastic AFO Solid berpengaruh baik pada peningkatan panjang langkah/ stride length, jarak wide base menjadi lebih sempit dan ini memungkinkan terjadi peningkatan keseimbangan pada saat stance fase. Waktu tempuh dengan jarak 2 meter lebih cepat tetapi fase jalannya tidak lengkap. Pemakaian AFO Artikulasi berpengaruh baik terhadap fase jalan, yang berupa fase jalan semakin lengkap dan mendekati fase jalan yang normal, tetapi control terhadap extensi sendi lutut kurang optimal, dengan demikian penelitian ini disimpulkan ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing design AFO pada subyek yang diteliti. disarankan dalam penanganan anak Cerebral Palsy Type Spastic agar mamakai AFO Artikulasi dengan design Dorsi Flexion Stop yang membatasi gerakan dorsi flexi pada ankle joint, sehingga dapat memenuhi fase jalan lebih baik dan memberikan koreksi pada ankle joint yang memungkinkan pelurusan sendi lutut.

6 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH  Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Kasus Post Open Reduction Internal Fixation Fracture 1/3 Medial Tibia Dextra Dengan Pemasangan Plate And Screw Di Rso Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

KARYA TULIS ILMIAH Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Kasus Post Open Reduction Internal Fixation Fracture 1/3 Medial Tibia Dextra Dengan Pemasangan Plate And Screw Di Rso Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

Conclusion: therapeutic exercise can reduse oedema in proximal incisi, reduse montion pain and tenderness around oedema area, increase range of montion ankle joint dextra, increase musle strenght of ankle joint dextra, but can’t reduce atrophy in lower leg dextra.

15 Baca lebih lajut

A Robotic Leg Prosthesis Design, Control, and Implementation.pdf

A Robotic Leg Prosthesis Design, Control, and Implementation.pdf

Figure 3 shows the measured open-loop characteristics of the joint transmissions for both the knee and ankle joints. In particular, the plots show the measured joint torque relative to the commanded joint torque for each joint for a commanded step of 40 Nm. The output torque was measured on a bench- top setup using a bidirectional load cell (Transducer Tech- niques Model MLP-100), which was zero-phase-filtered at 30  Hz to reduce analog noise. As shown in the figure, the knee joint transmission dynamics are characterized by a rise time of approximately 100 ms, a damped natural frequency at approximately 15 Hz, and a steady-state torque error of approximately 2.5%. The ankle joint transmission dynamics are characterized by a rise time of approximately 250 ms, a damped natural frequency of 6 Hz, and a steady-state torque error of approximately 2.5%. Since the knee and ankle joint torque data for healthy subjects are characterized by signifi- cant frequencies at or below 1–2 Hz (as given by a fast Fourier transform (FFT) of the data presented in [31]), the transmis- sion dynamics of the knee and ankle joints (with damped nat- ural frequencies of 15 and 6 Hz, respectively) are assumed to essentially preserve the torque dynamics characteristic of walking. As such, both knee and ankle joints are able to pro- vide highly stable stiffness and damping emulation (as a result of excluding the transmission dynamics from the software emulation loop) in addition to accurate torque tracking within the frequencies and magnitudes of joint torques char- acteristic of human locomotion.

12 Baca lebih lajut

Teknologi Expansion Joint Pada Jembatan

Teknologi Expansion Joint Pada Jembatan

Pada contoh kasus yang dibahas pada Bab IV, dari hasil analisa dianjurkan memilih expansion joint jenis Asphaltic Plug Joint karena bahan yang mudah didapat, kenyamanan yang baik bagi pengguna jalan, dan perawatan yang minim. Asphaltic Plug Joint mungkin merupakan joint yang paling banyak dipakai saat ini. Bahan baku yang dulu menggunakan produk luar, sekarang sudah diproduksi oleh produsen dalam negeri. Hal ini membuat bahan baku lebih murah dan mudah didapat.

59 Baca lebih lajut

SISTEM PENERJEMAH SANDI SEMAPHORE MENGGUNAKAN SENSOR KINECT DENGAN PENGENALAN POLA DELAPAN TITIK

SISTEM PENERJEMAH SANDI SEMAPHORE MENGGUNAKAN SENSOR KINECT DENGAN PENGENALAN POLA DELAPAN TITIK

One of the non-verbal language that is quite well known that semaphores code. But not everyone knows the semaphores code well, therefore a system that can translate semaphores code into text is needed. Kinect sensor is used to capture the image of the object. Then the image is processed to get skeleton data of the object that used to obtain the coordinates of the joints which are used to create a semaphores code recognition pattern using eight points. The pattern is made by making eight reference points around the objects that make up a circle with the center point is the middle-shoulder joint of the object. Then if the two objects are at hand reference points the program will translate into letters by matching the position of the object in accordance with the rules of the hands of the semaphore code. The translation of the semaphore code is sent to the Arduino Uno to be displayed on the LED dot matrix 8x8.

6 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

The course is more focused on probability concepts than statistical mathematics. The materials of probability theory are combinatorial methods, probability, random variables and their distributions, joint distributions, properties of random variables, and functions of random variables.

2 Baca lebih lajut

Penambahan Glute Exercise Pada Terapi Latihan Dasar Dapat Meningkatkan Stabilitas Ankle Pada Penderita Sprain Ankle Kronis.

Penambahan Glute Exercise Pada Terapi Latihan Dasar Dapat Meningkatkan Stabilitas Ankle Pada Penderita Sprain Ankle Kronis.

Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul Penambahan Glute Exercise pada Terapi Latihan Dasar Lebih Meningkatkan Stabilitas Ankle pada Penderita Sprain Ankle Kronis yang ditujukan guna memenuhi persyaratan menyelesaikan program pendidikan Pascasarjana Program Fisiologi Olahraga Konsentrasi Fisioterapi di Universitas Udayana.

11 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS   Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Calcaneus Spurs Billateral Di RSO Prof DR. Soeharso Surakarta.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Calcaneus Spurs Billateral Di RSO Prof DR. Soeharso Surakarta.

Mansfield, J, A and Neumann, A, D. 2009.Essential of Kinesiology for the Physical Therapist Assistant.United States of America : Library of Congress Menz, Hylton. Gerard V, Zammit. Karl B, Landorf. Shannon E, Munteanu. 2008. Plantar Calcaneal Spur in Older People. Journal of Foot and Ankle Research : License BioMed Central Ltd

21 Baca lebih lajut

PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DAN ANKLE  Pengaruh Core Stability Exercise Dan Ankle Balance Strategy Exercise Terhadap Keseimbangan Statis.

PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DAN ANKLE Pengaruh Core Stability Exercise Dan Ankle Balance Strategy Exercise Terhadap Keseimbangan Statis.

yaitu core stability exercise. Kelompok kedua yaitu ankle strategy exercise . Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Hasil pengukuran keseimbangan berupa data numeric. Namun karena masing-masing kelompok subjek perlakuan kurang dari 30 orang, maka menurut Hastono tahun 2006, uju statistik yang digunakan adalah uji non parametrik. Setelah itu dilakukan uji beda atau uji pengaruh masing-masing kelompok perlakuan menggunakan uji wilcoxon. Kemudian untuk uji beda antara kelompok 1 dan kelompok 2 menggunakan uji mann whitney . Jika didapatkan hasil p<0,05, artinya ada perbedaan bermakna antara kelompok 1 dan kelompok 2.

10 Baca lebih lajut

Test Bank Cost Accounting 14E by Horngren  16 chapter

Test Bank Cost Accounting 14E by Horngren 16 chapter

8) What are six reasons that joint costs should be allocated to individual products or services? Answer: The first reason joint costs should be allocated to compute inventoriable costs and cost of goods sold is for financial accounting purposes and for income tax reporting. The second reason the costs should be allocated to also allow for computing cost of goods sold and inventoriable costs for internal reporting purposes to compute division profits and to evaluate division managers. The third reason that joint costs need to be allocated is so that costs will be reimbursed under contracts using a cost plus system, often found in government contracts. A fourth reason for the cost allocation is to allow for proper valuation and settlement in insurance claims for damages. A fifth reason is that joint products may be regulated and proper costing is essential. The sixth reason for allocating joint costs is to support litigation where the joint product is a key input.

45 Baca lebih lajut

PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DAN ANKLE  Pengaruh Core Stability Exercise Dan Ankle Balance Strategy Exercise Terhadap Keseimbangan Statis.

PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DAN ANKLE Pengaruh Core Stability Exercise Dan Ankle Balance Strategy Exercise Terhadap Keseimbangan Statis.

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, dan orang tua saya yang selalu memberikan semangat sehingga saya dapat menyelesaikan Skripsi tentang “ PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DAN ANKLE BALANCE STRATEGY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS ”.

14 Baca lebih lajut

Sistem Bongkar-Muat Muatan Truk Menggunakan Lengan Robot Berbasis Arduino-PC Dengan Metode

Sistem Bongkar-Muat Muatan Truk Menggunakan Lengan Robot Berbasis Arduino-PC Dengan Metode

Lengan robot (robot arm) merupakan sistem mekanik yang terdiri dari base, shoulder joint, elbow joint, wrist joint dan gripper yang dibentuk menyerupai tangan manusia. Robot ini mampu memindah, mengangkat dan memanipulasi benda kerja layaknya manusia. Sehingga memungkinkan jika peran manusia dalam proses pemindahan barang dari kendaraan pengangkut ke atas konveyor atau sebaliknya dapat digantikan menggunakan mekanisme ini.[7]-[10]

8 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN ANKLE TERRA BAND  TERHADAP STABILITATION ANKLE  PADA KASUS SPRAIN   Pengaruh Latihan Ankle Terra Band Terhadap Stabilitation Ankle Pada Kasus Sprain Ankle Pada Atlet Di Klinik Sport Physiotherapy Physiopreneur Surabaya.

PENGARUH LATIHAN ANKLE TERRA BAND TERHADAP STABILITATION ANKLE PADA KASUS SPRAIN Pengaruh Latihan Ankle Terra Band Terhadap Stabilitation Ankle Pada Kasus Sprain Ankle Pada Atlet Di Klinik Sport Physiotherapy Physiopreneur Surabaya.

Ankle terra band memiliki kelebihan karena dapat digunakan laki-laki dan perempuan dari segala usia itu dan dapat diterapkan secara luas di rumah, lokasi kerja, taman, dan pusat-pusat pelayanan kesejahteraan. Latihan ini telah menarik perhatian sebagai latihan yang bertujuan mengurangi risiko cedera dan memaksimalkan peningkatan kekuatan fisik termasuk fungsi tubuh dan kekuatan otot sehingga stabilisasi dari ankle meningkat dan mengurangi resiko cidera (Nyeon & Moo, 2012)

10 Baca lebih lajut

Show all 1264 documents...

Related subjects