Usulan Pengendalian Persediaan Produk Di Pt X

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG

... menjadi masalah utama dalam kesehatan mesyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Pada tahun 2000 diperkirakan dari 693 juta kasus di antara lain adalah hipertensi dan akan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1,15 milyar (Nugraheni, 2004). Penyebab penyakit hipertensi secara umum diantaranya aterosklerosis (penebalan dinding ... Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama xviii Sugiyono. 2010. Stastika Untuk penelitian. Bandung : Alfabeta Tarigan, Ikarowina (2009). Sehat Dengan Terapi Tertawa. Diakses dari http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06 /25/1325/13/Sehat-dengan-Terapi-Tertawa, pada tanggal 14 april 2011 Republika (2003). Terapi Tertawa. Diakses dari http://www.indonesiaindonesia.com/f/458-terapi-tertawa/, ... risiko penyakit kardiovaskular. Studi-studi klinis menunjukkan bahwa kontrol terhadap hipertensi sistolik ini bisa menurunkan mortalitas global, mortalitas kardiovaskular, stroke, dan kejadian gagal jantung (Chobanian skk, 2003). Studi-studi random juga menunjukkan bahwa terapi hipertensi bermanfaat menurunkan mortalitas dan morbiditas (Mulrow dkk,
 32  232  24

EFEKTIVITAS FISIOTERAPI DADA TERHADAP PENGELUARAN SEKRET PADA BRONKITIS KRONIS DI RUMAH SAKIT PARU BATU

... signifikan adalah X 2 hitung (0.00) < dari nilai signifikan X2 tabel (0,5). Maka karena nilai X2 hitung
 19  144  24

STUDI KANDUNGAN BORAKS DALAM BAKSO DAGING SAPI DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BANGIL – PASURUAN

... ........................................................................ 50 xi xv xii DAFTAR PUSTAKA Alexeyev, 1967. Qualitative Analysis. Moscow: MIR Pubishers. Anindita, Satya. 2003. Keamanan Pangan dan Nilai Gizi Bakso Pedagang Sektor Informal di Desa Babakan da Kelurahan Cibadak Bogor Selama Penjualan. Tesis, Institut Pertanian Bogor. Ardinan, 2010. Identifikasi Boraks Pada Bakso Yang Dijual Di Pasar Pucang Gading ... http://www.pom.go.id/index.php/subsite/balai/palangka raya /18 /tips/17 (diakses tanggal 16 juli 2013) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Diana dan Lip. 2009. Alam Sekitar IPA Terpadu. Departemen Pendidikan Nasional. Tempat terbit: Penerbit PT. Leuser Cita Pustaka. Dinkes Jombang. 2005. BORAX. ... dapat menciptakan varian baru produk bakso (Kusnadi et al., 2012). Saat mengolah makanan selalu diusahakan untuk menghasilkan produk makanan yang disukai dan bermutu baik serta aman untuk dikonsumsi. Karena itu, pada proses pembuatannya sering dilakukan penambahan “bahan tambahan makanan” atau BTM yang sering disebut zat aktif kimia (food additive) antara lain
 14  167  17

STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

... NAADLIRAH STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016 Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di ... Pola terapi ACE-Inhibitor yang digunakan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yaitu captopril 2x2 5 mg (PO) sebanyak 2 pasien (9%), captopril 3x1 2,5 mg (PO) sebanyak 1 pasien (5%), dan lisinopril 2x1 0 mg (PO) sebanyak 5 pasien (22%), lisinopril 1x1 0 mg (PO) sebanyak 13 pasien (59%), dan lisinopril 1x5 mg (PO) sebanyak 1 pasien (5%). ... Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang telah banyak membantu dalam melakukan penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan 4. Ibu Lusi, mas Heri serta staf pegawai Rekam Medik yang telah banyak membantu pelaksanaan penelitian di RS Muhammadiyah Lamongan. 5. Bapak Drs. Didik Hasmono, MS., Apt. selaku pembimbing I, yang telah meluangkan
 15  131  28

STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

... pirimetamin dengan dosis Loading Dose ( 1x2 00 mg) per oral Maintanance Dose ( 1x7 5 mg) per oral dan ditambahkan dengan klindamisin ( 4x6 00 mg) per oral yaitu sebanyak 19 pasien (86%), kombinasi pirimetamin dengan dosis Loading Dose ( 1x2 00 mg) per oral Maintanance Dose ( 1x5 0 mg) per oral dan ditambahkan dengan klindamisin ( 4x6 00 mg) per oral yaitu sebanyak ... (Toxoplasmosis, Cryptococcal), paru-paru (Cytomegalovirus), mulut (Pneumocytis dan pneumonia, saluran napas Tuberkulosis), mata (Kandidiasis), usus (Cytomegalovirus, Mycobacterium avium complex), alat kelamin (Herpes genitalis, Human papillomavirus), dan kulit (Herpes simplex) (Febriani, 2010). World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa proporsi IO di berbagai negara berbeda-beda. Di Mexico, Sarkoma Kaposi paling sering dijumpai (3043%), diikuti TB Paru (28%), ... Muhammadiyah Malang 2016 Oleh: RIZQY AMALIA PUTRI NIM : 201201410311057 Disetujui oleh: Penguji I Drs. Didik Hasmono, Apt., MS. NIP: 195809111986011001 Penguji II Penguji III Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS. NIP UMM: 144.0609.0449 Dra. Arofa Idha,M.Farm-Klin,Apt NIP : 19680301.199603.2.002 Penguji IV Penguji V Dra. Lilik Yusetyani, Apt.,
 13  156  25

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in
 27  191  2

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)

... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi? ?di? ?Indonesia cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi) dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi? ?di? ?Indonesia cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi) dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi? ?di? ?Indonesia cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi) dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi.
 21  173  1

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

... MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA(Studi  Deskriptif Program Acara Garus? ?di? ?Radio VIS FM Banyuwangi)  Oleh: MUHAMMAD NASIR ( 01220166 )  Communication science  Dibuat: 2007­06­04 , dengan 3 file(s).  Keywords: Manajemen Pemrograman, Stasiun Radio Swasta  ABSTRAK  Beragam cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun
 29  196  2

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton
 17  150  2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari
 8  110  2

SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)

... banyak mengumbar nafsu syahwat untuk ditampilkan kepada masyarakat, sehingga tema besar yang ditawarkan oleh film tersebut kalah menariknya. Berkaitan dengan beberapa uraian diatas yang menimbulkan berbagai interpretasi bagi audiens (penonton), maka disini peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap sensualitas yang ditunjukkan dalam perfilman Indonesia ... sensualitas. Dimana adegan sensualitas yang didapatkan dalam seluruh tayangan berdurasi selama 24,1 menit (1445 detik) dari 88,23 menit (5303 detik). Hal itu mencapai 27,3% atau dapat dikatakan hampir 1/3 bagian dari tayangan Tali Pocong Perawan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tayangan ini menyimpang atau tidak sesuai dengan tema besar yang diangkatnya ... sebanyak 26 detik dan indikasi mendesah sebanyak 14 detik. Sedangkan pada Indikasi Non Verbal adalah1350 detik, kategori yang memiliki durasi paling banyak adalah pakaian minim, yaitu sebesar 801 detik. Lalu kedua adalah kategori merangkul (sociofugal) yaitu sebesar 168 detik Di urutan ketiga terdapat kategori melotot (affect display) dengan durasi 114
 33  220  2

MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang

... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh
 20  170  2

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG

... merugikan peserta didik lain. Bahkan, dalam pendidikan inklusi diharapkan perbedaan karakteristik siswa menjadi pembelajaran tersendiri dan bernilai manfaat bagi setiap peserta didik. Usaha saling memahami perbedaan antar peserta didik dan upaya untuk memperlakukan perbedaan antar peserta didik secara semestinya memberi nilai plus bagi pendidikan inklusi. Amanat ... sementara anak-anak berkebutuhan khusus (ABK)/difabel belajar di SLB. Isu pendidikan untuk semua (education for all) menjadikan pendidikan inklusi sebagai salah satu model pendidikan yang disarankan untuk berbagai tipe anak berkebutuhan khusus. Pendidikan inklusi bersifat terbuka terhadap perbedaan karakter peserta didik dan berupaya mengakomodasi setiap perbedaan tersebut ... nilai plus bagi pendidikan inklusi. Amanat hak atas pendidikan bagi anak penyandang kelainan atau ketunaan ditetapkan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 32 disebutkan bahwa: Pendidikan khusus (pendidikan luar biasa) merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses
 59  403  26

PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG

... PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG SKRIPSI OLEH : DEWI NATALISA 201210430311155 JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG MEI 2016 LEMBAR PENGESAHAN Dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ... “Pengembangan Tari Semut Berbasis Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah 8 Dau Malang” dapat terseleseikan. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penulis menyadari ... ........................................................................ 118 xiv DAFTAR PUSTAKA Asmani, M. J, 2012. Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: DIVA Press. Djelantik, M. A. A. 2004. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Ghony, Junaidi, 2009. Penelitian Pendidikan. Malang: UIN-Malang Press. Jazuli, M, 2008. Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni. Surabaya:
 53  384  20

PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)

... deskriptif dan analisa kualitatif dimana penganalisaan bergerak diantara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan secara interaktif sehingga merupakan proses siklus. Data diperoleh dengan cara wawancara dan pengamatan langsung terhadap beberapa peristiwa atau fenomena sosial dillokasi penelitian dan terbatas pada beberapa informan yang dianggap ... informal di dalam masyarakat merupakan sosok manusia teladan berfenomena kultural, yang secara hakiki menjunjung tinggi nilai moral tertentu sehingga oleh masyarakat dijadikan patokan dalam suatu keberhasilan pengembangan home industri. Sedangkan fenomena sosial menunjukkan bahwa pengembangan home industri di Desa Sumber kalong belum berhasil sebagaimana diharapkan, terutama ... berhasil sebagaimana diharapkan, terutama dilihat dari aspek mental dan perilaku baik dari elit formal (pemerintah) maupun dari masyarakat. Sehingga dapat di jelaskan bagaimana peranan elit informal di dalam melakukan penyuluhan, pembinaan, pengawasan, dan perencanaan pemasaran terhadap pengembangan home industri tape di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari
 36  223  2

KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET

... remah (crumb rubber) yang sudah diproses menjadi SIR tersebut akan dijual didalam negeri maupun diekspor langsung keluar negeri oleh perusahaan. Berbagai macam jenis Industri yang ada di Kota Jambi baik itu Industri kecil sampai Industri Besar akan selalu menghasilkan sisa produksi yaitu berupa limbah, limbah sisa produksi maupun hasil produksi mempunyai debit ... pertanyaan sosial dengan jalan mendeskripsikan variabel yang dijabarkan melalui sejumlah indikator yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan program kebijakan belum maksimal dan memenuhi sasaran yang tepat. Hal ini dikarenakan karena kurangnya SDM aparatur dalam pelaksanaan ... sold in country even also will direct exporting out country. The industrial type exist in that good town jambi is a small industry until the big industry will always yield the rest of production that is in the form of waste, result waste of rest of production and also yield up the ghost have different volume or debit. The difference depended from big
 109  656  2

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)

... telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang bisa diambil dalam melakukan penelitian ini yaitu: 1. Apakah pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern yang diterapkan pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang sudah dapat dikatakan baik? 2. Apakah penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam proses pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT. ... baik dirinya bisa mengembalikan kredit yang dipinjamnya dari Bank. Untuk itu diperlukan Sistem Pengendalian Intern yang kuat sebagai dasar kegiatan operasional Bank yang sehat dan aman dalam manajemen Bank. Dengan terselenggaranya pengendalian internal yang memadai dalam bidang perkreditan, berarti menunjukkan sikap kehati-hatian dalam pemberian kredit ... Sehingga bila tidak dikelola dengan baik dan juga disertai dengan adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai, hal ini akan mengancam kelangsungan hidup Bank tersebut. Dalam memberikan kredit, Bank harus mempunyai kepercayaan terhadap calon debitur bahwa dana yang diberikan akan digunakan sesuai dengan tujuan dan nantinya akan dikembalikan sesuai
 154  658  25

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

... Coulter., 2002. Management; Seventh Edition, PrenticeHall Inc, New Jersey. Sugiono., 2003. Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi; Edisi 5, Penerbit Erlangga, Jakarta. Whittington, O ray and Kurt Pany., 2002. Principle of Auditing; 13th Edition, Mc Graw-Hill International, New York. Puradiredja Kanaka & Mulyadi., 1998, Auditing; Edisi Kelima, Salemba Empat, Jakarta. ... Sistem Pengendalian Mutu pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan………………………………………….. 65 b. Analisis Penerapan Perencanaan Penugasan Audit Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan………………………………… 75 3a. Interprestasi Hasil Analisis Perbandingan Penerapan Sistem Pengendalian Mutu Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, ... pengendalian mutu 59-60 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Identifikasi penerapan perencanaan penugasan 62 audit pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan sistem pengendalian mutu 66-75 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan perencanaan penugasan audit 76-76 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan   DAFTAR
 136  589  18

ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk

... Ilham. 2010. Buku Pintar Ekonomi Syariah. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Yogatama, Benediktus Krisna. 2014. Mobile.kontan.co.id/news/mustika-ratukejar-porsi-ekspor-11 (diakses pada tanggal 17 april 2015). Fitriadi, H.A. 2009. Analisis Rasio Profitabilitas Untuk Memprediksi Laba Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. UMS. Surakarta. Wijayanti, ... menimba ilmu di tanah perantauan. Arif akan selalu menjadi alasan untuk melakukan hal yang terbaik buat kalian. 3. Bapak Drs. Nazaruddin Malik M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. 4. Ibu Dra. Siti Zubaidah M.M. Ak. Selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. i 5. ... berulang). Hal ini didukung oleh penelitian Wulandari (2015) melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui perencanaan keuangan pada PT PLN (Persero) APJ Malang ditinjau dari analisis laporan keuangan. Dengan hasil analisis laporan keuangan yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis common size dapat disimpulkan bahwa proyeksi laporan keuangan PT PLN(Persero) APJ
 252  1142  22

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

... pula yang terjadi dalam ruang tunggu pelabuhan tanjung perak, karena para calon penumpang tersebut adalah individu-individu yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka komunikasi yang terjadi seringkali merupakan komunikasi antar budaya. Maka komunikasi yang mungkin terjadi dalam ruang tunggu bisa saja sedemikian kompleks dikarenakan terdapat ... interpersonal dalam situasi pertemuan antar budaya di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya? Untuk mendapatkan pengetahuan maka studi ini dilakukan pada orang-orang yang berada di ruang tunggu terminal penumpang kapal laut Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan alasan di tempat tersebut terjadi pertemuan banyak budaya yang berbeda. Komunikasi ... berada pada Pelabuhan Tanjung Perak maka budaya yang beragam dapat dengan mudah ditemukan. Di Pelabuhan Tanjung Perak terdapat multi etnis yang kaya budaya. Etnis Nusantara pun dapat dijumpai, misalnya Jawa, Madura, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi. Berkumpul dengan orang lain di ruang tunggu inilah yang memunculkan naluri untuk berinteraksi. Dalam berinteraksi
 97  584  2

REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)

... pemasaran, sangat tepat dilakukan agar tujuan-tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dengan berkomunikasi melalui iklan, masyarakat akan mengenal produk- produk yang dipromosikan dan akan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap produk tersebut. Lebih lanjut, dengan dipromosikannya produk melalui iklan khalayak akan mengetahui produk tersebut, manfaat, ... permunculan iklan di Indonesia lebih banyak berupa iklan pribadi daripada iklan perusahaan. Perkembangan iklan di Indonesia mengikuti model sejarah perkembangan iklan pada umumnya, yaitu seirama dengan perkembangan media massa. Awal masyarakat Indonesia mengenal iklan modern dari surat kabar, kemudian saat masyarakat Indonesia mengenal media radio, maka lahirlah ... gambarnya secara nyata dapat disaksikan mata pemirsa di rumah. Televisi pada praktiknya memproduksi dan menyiarkan realitas sosial dalam bentuk simbol-simbol dalam berkomunikasi dengan audiens. Televisi menghadirkan lingkungan manusia dalam bentuk simbol, mengubah relitas empiris lingkungan manusia menjadi lingkungan simbolis. Salah satu produk televisi yang
 128  434  19

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

... mendasarkan diri pada politik. Anas Urbaningrum telah menyiapkan momentum untuk mencari keadilan. KPK menjerat Anas Urbaningrum dengan pasal penerimaan gratifikasi atau hadiah saat dia masih menjadi anggota DPR RI. Dalam surat perintah penyidikan (spirindik) Anas Urbaningrum yang ditandatangani pada Jum’at (22/2/2013), Anas Urbaningrum disebutkan tidak hanya diduga ... yang dilakukan tersangka. Kasus korupsi diatas merupakan salah satu kasus yang menjadi sorotan di masyarakat luas.Dan melalui media juga bisa memberikan informasi sehingga masing-masing memiliki penilaian tersendiri. Partai Demokrat misalnya yang akhirakhir ini menjadi sorotan media.Ketika suatu partai politik yang anggotanya disorot melalui media ... selanjutnya. Selain itu, diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan menjadi referensi di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang terutama tentang studi Jurnalistik dalam media massa. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang peran media massa sebagai pelaku
 63  450  20

PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)

... tidak hanya diterapakan oleh publik atau konsumen media saja, tetapi sebagai produsen berita juga perlu untuk menerapkan media literasi ini. Termasuk produsen berita dalam kampus, yakni jurnalis kampus. Di satu sisi, jurnalis kampus adalah produsen media, tapi di sisi lain jurnalis kampus juga menjadi konsumen media saat dirinya mengakses media tertentu. Memiliki ... Pada dasarnya media literasi merupakan upaya pembelajaran bagi khalayak media, sehingga menjadi khalayak yang berdaya hidup di tengah dunia yang disebut sesak media (Iriantara, 2009:31). Namun menurut W. James Potter (2005:22), media literasi adalah sebuah perspektif yang aktif kita gunakan ketika mengekspos diri kita sendiri pada media yang kita hadapi. ... untuk memfilter dirinya dari serangan informasi di media massa, pengetahuan mereka akan informasi yang diperoleh menjadi seragam, sama seperti apa yang dikatakan media. Mengapa demikian, hal tersebut disebabkan karena pengetahuan jurnalis kampus hanya sebatas informasi yang diterima saja. Tanpa adanya cross check tentang kebenaran suatu informasi yang diterima dari
 104  415  24

PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)

... (dengan subjek kontrak tertentu) yang terjadi (dibuka) harus didaftarkan pada otoritas bursa setempat, jadi kontrak diciptakan di bursa. E.5. Studi Resepsi Studi resepsi merupakan studi yang memberikan sebuah makna atas pemahaman teks media (cetak, elektronik, internet) dengan memahami bagaimana karakter teks media dibaca oleh khalayak. Kajian ini memfokuskan ... / Nama Agus Setiawan Fitriyah Berposisi sebagai Associate Manager Marketing atau atasnya Pernah melakuk an trading Pernah menonton program acara Kabar Pasar di TvOne V Mengerti tentang trading, paham istilahistilah dan peraturan trading V V V Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang investasi berjangka V V V V X X 24 Edy Mulyanto V V V X X WinnaAyu Putri Bambang Tri V V V V V V V V V X Husor P V V V V X Suhartatik V V V V V Supriyadi V V V V V Brian ... P V V V V X Suhartatik V V V V V Supriyadi V V V V V Brian Verdana V V V V X M Syarifuddin V V V V X Uchik V V V V X Septi Nurindah V V V V V Rachmad Ramadhan Mutia Tania V V V V X V V V V X Herlina V V V X X Nino Setiawan Umi Suryaningsih V V V V V V V V V V Yusuf Eko Sucahyo Putut V V V V V V V V V X Denny T V V V V X Oscar V V V V X Alvin V V V V X Sumber
 18  207  45

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

... Jakarta. Rajawali Pers. Muhtadi, Asep Saeful. 2008. Komunikasi Politik Indonesia : Dinamika Islam Politik Pasca-Orde Baru. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Edisi Revisi. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. -----------------------. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Cetakan keduapuluh dua. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. -----------------------. ... dengan antar sesama, baik di dalam keluarga maupun bermasyarakat komunikasi dibutuhkan dan tidak memilih tempat khusus. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat komunikasi, maka karena pentingnya komunikasi di dalam kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di dalam bernegarapun komunikasi di butuhkan. Dimana didalamnya menurut Goetano ... 1981. Partisipasi Dan Partai Politik: Sebuah Bunga Rumbai. PT Gramedia Pustaka Utama. Moleong Lexy J., 2002. Metododologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta. PT Rineka Cipta. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif
 117  444  25

Dokumen yang terkait


Feedback