Sk Pengangkatan Pengelolaan Bos

Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Yayasan (Sinpeya) Pada Balai Perguruan Putri (BPP) Pusat Bandung

... sistem informasi pengelolaan yayasan ini dibatasi hanya pada pengelolaan untuk kepegawaian (kekhususan tentang pengelolaan penggajian) diantaranya pengelolaan data pegawai, golongan, jabatan, 10 pengelolaan rekapitulasi kehadiran, penghitungan penggajian, serta pembuatan laporan – laporan yang menyangkut proses penggajian karyawan, dan pengelolaan data ... Prototipe…………………………………. 57 Gambar 4.1 Flow Map Pengelolaan Penggajian Yang Sedang Berjalan…………………………………………… Gambar 4.2 Diagram Konteks Pengelolaan Penggajian Yang Sedang Berjalan…………………………………... Gambar 4.3 Diagram Konteks Pengelolaan Data Flow Diagram Pengelolaan 78 Simpanan Tabungan Yang Sedang Berjalan………………… Gambar 4.7 76 Flow Map Pengelolaan Pengambilan ... operasional Yayasan Balai Perguruan Putri Pusat (B.P.P) Bandung dalam hal ini mengenai pengelolaan dari sisi kepegawaian (secara khusus pengelolaan penggajian) yang masih berjalan secara tertulis. Dimana pola 3 pengelolaan data kepegawaian ini meliputi proses pengelolaan data pegawai, data jabatan, data golongan dan data penggajian yang masih diproses
 7  73  187

PENGAWASAN OLEH BADAN PENGAWAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BANDAR LAMPUNG TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH HASIL PEMBAKARAN BATUBARA BAGI INDUSTRI (Studi di Kawasan Industri Panjang)

... tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) adalah payung di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang dijadikan 3 http://www.lawskripsi.com, diakses 12 Desember 2012 4 dasar bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dewasa ini.4 Sebagai penyempurnaan UUPLH 1997 lahir dalam bentuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan ... lingkungan hidup. Setiap kegiatan pengelolaan limbah B3 harus mendapatkan perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan setiap aktivitas tahapan pengelolaan limbah B3 harus dilaporkan ke KLH. Untuk aktivitas pengelolaan limbah B3 di daerah, aktivitas kegiatan pengelolaan selain dilaporkan ke KLH juga ditembuskan ke institusi lingkungan hidup ... Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup lebih baik dibandingkan UUPLH 1997. Hal ini terjadi karena secara hierarki Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 adalah penyempurnaan UUPLH 1997. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 memuat hal-hal yang lebih jelas dan rinci, seperti adanya pola perlindungan lingkungan, upaya pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan
 7  67  52

Rancang bangun sistem kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai dan pesisir (studi kasus das dan pesisir Citarum Jawa Barat)

... Tanah………………….. 176 179 180 183 183 185 187 187 189 190 190 190 190 192 194 195 196 197 197 199 200 SKENARIO STRATEGI SISTEM KEBIJAKAN PENGELOLAAN DAS DAN PESISIR CITARUM JAWA BARAT……………………………………. Skenario Strategi Pengelolaan DAS dan Pesisir Citarum Hulu……… Skenario Strategi Pengelolaan DAS dan Pesisir Citarum Tengah….. Skenario Strategi Pengelolaan DAS dan Pesisir Citarum Hilir…...….. Implikasi ... kebijakan Pengelolaan DAS dan pesisir Citarum bagian hilir ………………… skenario strategi pengembangan sistem kebijakan Pengelolaan DAS hilir Citarum………………………………………….. Dampak Skenario dan Implementasi Pengelolaan DAS dan Pesisir Citarum Hulu...................................................................................... Dampak Skenario dan Implementasi Pengelolaan ... kunci/penentu sistem kebijakan Pengelolaan DAS dan pesisir Citarum bagian hulu …………………… skenario strategi pengembangan sistem kebijakan Pengelolaan DAS hulu Citarum………………………………………….. Prospektif faktor kunci/penentu sistem kebijakan Pengelolaan DAS dan pesisir Citarum bagian tengah……………….. skenario strategi pengembangan sistem kebijakan Pengelolaan DAS tengah
 5  80  305

Analisis pengelolaan sumberdaya wilayah kabupaten administrasi kepulauan seribu dalam perspektif desentralisasi wilayah

 3  36  108

Profil Kandungan Karbon pada Setiap Fase Pengelolaan Lahan Hutan oleh Masyarakat menjadi Repong Damar

 0  21  109

Analisis beban pencemaran dan kapasitas asimilasi serta penyusunan strategi pengelolaan Perairan Teluk Kendari

 1  26  86

Pengelolaan sumberdaya alam berbasis kemitraan untuk pembaruan tata-kelola pemerintahan desa

... Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Kemitraan untuk Pembaruan Tata-Kelola Pemerintahan Desa Penulis : Leti Sundawati, Soni Trison Tahun : 2006 Abstrak Otonomi daerah telah memberikan dampak positif dan dampak negatif dalam pengelolaan sumberdaya alam di pedesaan. Pengelolaan sumberdaya alam pada ranah desa yang berbasis kemitraan akan mendorong pengelolaan ... kondusif. selain itu revitalisasi adat ke dalam struktur pemerintahan desa seyogyanya pula menjadi dasar bagi pembaruan tata-kelola pemerintahan desa dan pada gilirannya mendorong pengelolaan sumberdaya alam pedesaan yang berkelanjutan.
 7  21  1

Pengujian Kualitas Kayu Bundar Jati ( Tectona Grandis Linn. F) Pada Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Tersertifikasi Di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

... MAULANA E24104071 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor DEPARTEMEN HASIL HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 RINGKASAN SKRIPSI AHSAN MAULANA ( E24104071). Pengujian Kualitas Kayu Bundar Jati (Tectona grandis Linn.F) Tersertifikasi pada Pengelolaan Hutan ... MAULANA E24104071 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor DEPARTEMEN HASIL HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 RINGKASAN SKRIPSI AHSAN MAULANA ( E24104071). Pengujian Kualitas Kayu Bundar Jati (Tectona grandis Linn.F) Tersertifikasi pada Pengelolaan Hutan ... yang bersertifikasi meski dengan harga yang lebih mahal. Dengan sertifikasi itu, para pembeli dapat melacak jejak sumber kayu yang dibelinya. Sehingga dapat dipastikan, apakah berasal dari hutan lindung atau hutan produksi. 2.6 .Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang ketentuanketentuan pokok kehutanan, dijelaskan bahwa hutan berdasarkan kepemilikannya
 3  55  74

Model peningkatan partisipasi petani sekitar hutan dalam mengelola hutan kemiri rakyat (Kasus pengelolaan hutan kemiri kawasan pegunungan Bulusaraung kabupaten Maros provinsi Sulawesi Selatan)

... sekitar hutan akhirnya terasing dan terpinggirkan dari arena pengelolaan hutan. Fakta menunjukkan bahwa pengelolaan hutan berbasis pemerintah dan privatisasi pengelolaan kawasan hutan dalam bentuk pemberian konsesi HPH kepada swasta atau pemilik modal besar ternyata memperlihatkan kegagalan pengelolaan hutan bahkan menimbulkan kerusakan hutan yang terjadi ... ancaman-ancaman lainnya seperti illegal logging, serta implementasi kebijakan pengelolaan hutan yang tidak berpihak pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat lokal. Kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan pada masa lalu lebih bertumpu pada paradigma timber based management dimana pengelolaan hutan cenderung berorientasi pada pengeksploitasian hasil hutan ... (sustainability) dalam Pengelolaan Hutan Rakyat ..................................................................................................... 49 Model-Model Pengelolaan Hutan Partisipatif ........................................ 53 Hutan Kemiri Rakyat Kawasan Pegunungan Bulusaraung .................. 59 Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Hutan
 3  43  628

Model Perencanaan Pengelolaan Dan Optimalisasi Waduk Berbasis Perikanan Jaring Apung Dan Perikanan Alami (Studi Kasus Waduk Jatigede, Sumedang Jawa Barat)

... ini dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB MODEL PERENCANAAN PENGELOLAAN DAN OPTIMALISASI WADUK BERBASIS PERIKANAN JARING APUNG DAN PERIKANAN ALAMI (STUDI KASUS: WADUK JATIGEDE, SUMEDANG-JAWA BARAT) ANDRI WARSA Tesis Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Master pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT ... tesis Nama NIM : Model perencanaan pengelolaan dan optimalisasi waduk berbasis perikanan jaring apung dan perikanan alami (Studi kasus: Waduk Jatigede, Sumedang-Jawa Barat : Andri Warsa : C 251130131 Disetujui oleh Komisi Pembimbing Prof.Dr.Ir. Kadarwan Soewardi Ketua Dr.Ir. Sigid Hariyadi, M.Sc Anggota Diketahui oleh Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya ... untuk kegiatan budidaya ikan sistem intensif untuk jaring tunggal dan jaring ganda Membuat perencanaan pengelolaan waduk yang terintegrasi, optimal dan berkelanjutan 1.4 Manfaat penelitian Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman pengelolaan Waduk Jatigede secara terintegrasi, optimal dan berkelanjutan. 1.5 Kerangka pikir Waduk
 7  72  168

Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Taman Nasional Sembilang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan

... satu sama lain. Dalam hal ini pengelolaan harus mempunyai pendekatan pengelolaan yang efektif agar ekosistem mangrove tetap lestari. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah : 1. Menganalisis status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Taman Nasional Sembilang 2. Merumuskan alternatif kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove ... manfaat tidak langsung Breakwater Nilai manfaat keberadaan ekosistem Mangrove di Taman Nasional Sembilang 12 Skoring atribut dimensi ekologi,sosial,ekonomi dan kelembagaan pada pengelolaan Mangrove Taman Nasional Sembilang 13 Rekomendasi program-program pengelolaan ekosistem mangrove di Taman Nasional Sembilang 14 Jenis-jenis manfaat langsung ekosistem Mangrove ... dalam ruang dua atau tiga dimensi agar dapat menilai status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Taman Nasional Sembilang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan agar menghasilkan suatu rekomendasi pengelolaan dari setiap dimensi yang paling sensitif atau berpengaruh terhadap pengelolaan ekosistem mangrove. Perumusan Masalah Ekosistem mangrove berperan
 9  50  79

Pengelolaan Perikanan Tuna Neritik Dengan Pendekatan Ekosistem (Studi Kasus Perairan Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat)

... Palabuhanratu, PPS Cilacap dan PPN Prigi Skor parameter produktivitas (productivity)a Skor parameter keterancaman (susceptibility)a Bobot nilai dan kualitas data dari parameter produktivitas (productivity) dan suseptibilitas (susceptibility) Kriteria penentuan skor skala Likert pada analisa EAFM Batasan nilai skor dan visualisasi model bendera Batasan ... Palabuhanratu Skor rata-rata indikator dan nilai komposit domain EAFM Langkah taktis pengelolaan domain sumberdaya ikan 2 3 7 12 12 13 16 19 19 20 22 23 25 27 28 28 29 29 29 32 33 34 37 38 39 41 42 44 44 48 vii 31. 32. 33. 34. 35. Langkah taktis pengelolaan domain habitat dan ekosistem Langkah taktis pengelolaan domain teknis penangkapan ikan Langkah taktis pengelolaan ... solusi pengelolaan perikanan. Kebutuhan data dalam analisis PSA disajikan pada Lampiran 2 dan 3. Menurut Hobday et al. (2011) penilaian dengan analisis PSA menggunakan skor dari 1 sampai 3, untuk parameter produktivitas (productivity) skor 1 berarti low (rendah) dan skor 3 berarti high (tinggi), untuk parameter keterancaman (susceptibility) skor 1 berarti
 8  51  117

Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Kerapudengan Pendekatan Ekosistem (Studi Kasus Di Pulau Karimunjawa) Taman Nasional Karimunjawa

... yang baik pada kawasan konservasi dapat menjadi alat yang optimal bagi pengelolaan perikanan. Oleh karena itu pengelolaan sumberdaya ikan kerapu di kawasan Taman Nasional Karimunjawa perlu menyertakan semua aspek yang mempunyai peran penting dalam keberlanjutan pengelolaannya. 2 Pengelolaan perikanan kerapu mempunyai keterkaitan tidak hanya pada faktor biologi, ... ekonomi; dimensi kebijakan dan pengelolaan perikanan itu sendiri (Charles 2001). Pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (EAFM) merupakan pendekatan yang menyeimbangkan tiga sistem tersebut. Sehingga perlu diketahui status pengelolaan dan keberlanjutan pemanfaatan ikan kerapu ini dengan menggunakan pendekatan ekosistem. Status pengelolaan yang ada digunakan sebagai ... dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan perikanan kerapu dengan pendekatan ekosistem. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: a. Menganalisis status pengelolaan sumberdaya perikanan kerapu dengan mengunakan indikator pendekatan ekosistem di Karimunjawa. b. Menyusun tactical decision (keputusan taktis) dan c. Merumuskan strategi dan
 5  65  120

KEBIJAKAN PENGELOLAAN PENELITIAN DI PERGURUAN TINGGI (PANDUAN EDISI X).

... & PRASARANA STANDAR SARANA & PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PENDANAAN & PEMBIAYAAN STANDAR PENDANAAN & PEMBIAYAAN STANDAR PENDANAAN & PEMBIAYAAN DEFINISI 3/11/2016 8:46 PM BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pendirian PT dan Pembukaan Program Studi Rumusan Pengetahuan & Keterampilan Khusus yg belum dikaji Pengelolaan & Penyelenggaraan PT Permen ... PENDANAAN STANDAR PENGELOLAAN PANDUAN PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2016 EDISI X PANDUAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYAARAKAT TAHUN 2016 EDISI X BAGIAN UMUM SKEMA PENELITIAN SKEMA PENGABDIAN BAGIAN AKHIR LAMPIRAN BAB 1 PENDAHULUAN BAB 3 PF BAB 20 IbM BAB 30 PENUTUP A. RUMPUN ILMU BAB 2 PENGELOLAAN BAB ... PROFIL BAB 15 PEKERTI BAB 16 PPS BAB 17 PDD Penelitian Peningkatan Kapasitas J. LAP. AKHIR BAB 18 PMDSU BAB 19 PPD PENGELOLAAN DAN PENGUSULAN Pengelolaan Kategori Penelitian Dasar Penelitian Terapan Penelitian Peningkatan Kapasitas Skema Kelompok Perguruan Tinggi Pengusul Kompetitif Nasional Desentralisasi Mandiri Utama Madya Binaan Penelitian
 1  18  66

Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Sagu (Metroxyfon sp) Untuk Pembangunan Berkelanjutan Di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku

... PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM SAGU ( M e t r q l o n sp) UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MALUKU TENGAH P R O W 1 MALUKU OLEH : STEPHEN F.W. THENU SEKOLAH PASCASARJANA ISITTUT
 2  14  220

Penilaian Ekonomi Sumberdaya Ikan Lencam Pada Wilayah Perairan Teluk Lasongko Dalam Rangka Pengelolaan Sumberdaya Berkelanjutan

... berdasarkan skala ruang (spatial scale) dan skala sosio-ekonomi (socio-economic scale) dalam sektor perikanan. Skala ruang mengacu pada sebuah ukuran berdasarkan konstellasi geografis suatu daerah serta administrasinya dalam rangka penyusunan rencana pengelolaan sistim perikanan yang berkembang. Permasalahan skala ruang berhubungan dengan skala sosial ... pengelolaan yang sesungguhnya yaitu pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. 7 Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat dirumuskan bahwa permasalahan utama dalam pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap secara berkelanjutan di sekitar Wilayah Perairan Teluk Lasongko adalah : (1). Belum diketahuinya tingkat pengelolaan sumberdaya ekonomi ... Lasongko. (3) Merumuskan opsi kebijakan pengelolaan sumberdaya ikan lencam berkelanjutan sebagai implementasi kebijakan dari hasil penelitian. 1.6. Manfaat Penelitian (1) Sebagai bahan evaluasi bagi kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan (2) Sebagai bahan dan informasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan program-program
 4  47  154

Analisis ekonomi dan kebijakan pengelolaan wisata alam berbasis masyarakat lokal di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta

... lain diperlukan guna merumuskan alternatif kebijakan dalam pengelolaan wisata alam. Analisis persepsi wisatawan mengenai objek wisata dan preferensi Stakeholder terhadap bentuk pengelolaan wisata alam akan memberikan informasi penting bagi Pemda agar kebijakan yang diterapkan lebih proaktif serta tepat sasaran. Kebijakan pengelolaan wisata alam yang ... dalam merumuskan kebijakan pengelolaan wisata bahari di wilayah Kepulauan Seribu. Stakeholder primer di P. Untung Jawa adalah Bappekab, Sudin Pariwisata dan Sudin UKM dan Koperasi. Sedangkan di P. Pramuka stakeholder adalah Bappekab, Sudin Pariwisata dan Sudin UKM dan Koperasi, TNLKS dan LSM. Dari sejumlah alternatif rekomendasi kebijakan pengelolaan ... dapat menjadi dasar penetapan alternatif rekomendasi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan wisata tersebut. Penelitian ini dilakukan di P. Untung Jawa Kecamatan Kepulauan Seribu Bagian Selatan dan P. Pramuka Kepulauan Seribu Utara. Kedua pulau merupakan tujuan wisata bahari yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat lokal. Luas P. Untung Jawa
 2  35  229

Bab 03 pengelolaan limbah medis rs

... sampah supaya dipisah antara sampah medis dan sampah non-medis, karena berkaitan dengan metode pembuangan dan pemusnahannya  Dalam strategi pengelolaan sampah RS perlu ditetapkan lebih dulu prosedur standar (PROTAP) pengelolaan sampah yang harus dipatuhi oleh semua fihak yang terlibat Sarana Pengangkutan Sangat diharapkan kendaraan yang dipakai mengangkut sampah ... dengan incinerator Pengelolaan Sampah Medis Golongan C  Pembuangan sampah medis yang berasal dari unit patologi kimia, haematologi, transfusi darah, mikrobiologi, histologi dan post partum serta unit sejenisnya (binatang percobaan) dibuat dalam kode pencegahan infeksi dalam lab klinis dan ruang post mortum dan publikasi lainnya Pengelolaan Sampah ... Bab 03. PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH SAKIT Prof. dr. H. Soedjajadi Keman, MS., Ph.D. Departemen Ilmu Kesehatan Lingkungan FKM Unair Pendahuluan  Disadari bahwa limbah layanan medis dapat
 1  17  26

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 506/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman teknis pengelolaan informasi manajemen kesehatan haji - [PERATURAN]

 0  26  27

PENGELOLAAN SAMPAH PASAR SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI PASAR GIWANGAN KOTA YOGYAKARTA).

... bagaimana pengelolaan sampah pasar sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah Pasar Giwangan. 2. METODE Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini adalah penelitian hukum empiris. Penelitian hukum empiris merupakan penelitian yang berfokus pada perilaku masyarakat hukum, yaitu pengelolaan ... 7 Pasar Giwangan telah memiliki Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUP2T) dan izin lingkungan yang berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Berdasarkan Pasal 1 Angka 11 Perda DIY Nomor 8 Tahun 2011, IUP2T merupakan izin untuk dapat melaksanakan usaha pengelolaan Pasar Tradisional yang diterbitkan ... terlaksana di Pasar Giwangan, meskipun yang baru dikembalikan ke media lingkungan secara aman hanya hasil dari pengolahan sampah organik yang berwujud pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik belum dapat diolah dan dikembalikan ke media lingkungan secara aman. E. Kendala Pengelolaan Pasar Giwangan Sampah Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah Pasar Giwangan
 8  28  10

PENDAHULUAN PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN OLEH SEKRETARIAT KABUPATEN KUTAI BARAT TERHADAP PENGGUNAAN MOBIL DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH.

... Hukum/Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, bukan merupakan duplikasi atau plagiasi dari hasil karya penulis lain. Jika penulisan hukum/skripsi ini terbukti merupakan plagiasi dari hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku. Dalam penelusuran pustaka ditemukan penulisan Hukum/Skripsi ... Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. c. Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. d. Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat No.5 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dengan demikian penulisan Hukum/Skripsi yang dilakukan penulis, penelitiannya berbeda dengan penelitian sebelumnya baik dalam ... Peraturan Daerah No.5 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah ? 2. Kendala-kendala apa sajakah yang dialami oleh Sekretariat Kabupaten Kutai Barat dalam pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap penggunaan mobil dinas pegawai negeri sipil daerah Kabupaten Kutai Barat ? 2. Tujuan Penelitian Dalam penulisan Hukum/Skripsi tersebut, tujuan penelitiannya
 0  8  18

PENUTUP PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN OLEH SEKRETARIAT KABUPATEN KUTAI BARAT TERHADAP PENGGUNAAN MOBIL DINAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH.

... 2004 tentang Perbendaharaan Negara Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah 65    Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor ... mobil operasional lapangan. b.) Melakukan pemeliharaan terhadap mobil dengan cara memeriksa kondisi mesin mobil secara berkala dan menyediakan tempat (garasi) di masingmasing SKPD khusus mobil dinas operasional lapangan. c.) Memberikan surat teguran bagi para pegawai negeri sipil yang melanggar aturan tentang penggunaan mobil dinas di Sekretariat Kabupaten ... lengkapnya isi peraturan yang ada pada dalam Peraturan Daerah yang mengatur barang milik daerah khususnya pada Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah sehingga membuat pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap penggunaan mobil dinas sendiri menjadi tidak maksimal. b.) Kurangnya kesadaran dari para
 0  7  6

EVALUASI PENERAPAN STANDAR PENGELOLAAN KEUANGAN EVALUASI PENERAPAN STANDAR PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PAROKI SANTO YUSUP PEKERJA MERTOYUDAN.

... dari penelitian ini adalah penerapan standar pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan oleh Paroki Santo Yusup Pekerja Mertoyudan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan Keuskupan Agung Semarang. Kata kunci: pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi keuangan, dan standar Keuskupan Agung Semarang xx ... sebutkan secara rinci. (Terima kasih, Berkah Dalem) Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih belum sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi anda yang membacanya. Yogyakarta, 5 April 2010 Penulis Justinus ... segala rahmat, bimbingan, dan pertolongan-Nya selama penulis menuntut ilmu di Universitas Atma Jaya Yogyakarta hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini. Skripsi yang berjudul ”Evaluasi Penerapan Standar Pengelolaan Keuangan dan Pencatatan Transaksi Keuangan Paroki Santo Yusup Pekerja Mertoyudan” ini disusun guna melengkapi salah satu persyaratan
 0  4  17

PENDAHULUAN EVALUASI PENERAPAN STANDAR PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PAROKI SANTO YUSUP PEKERJA MERTOYUDAN.

... mewujudkan pengelolaan harta benda Paroki yang dilakukan secara transparan dan kredibel tersebut, pedoman yang saat ini digunakan adalah Pedoman Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Paroki (PKAP) dan Petunjuk Teknis Keuangan dan Akuntansi Paroki (PTKAP) yang ditetapkan oleh Mgr. Ignatius Suharyo selaku Uskup Agung Semarang saat itu, melalui Keputusan Uskup Keuskupan ... standar pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi keuangan Paroki yang sesuai dengan Pedoman Keuangan dan Akuntansi Paroki dan juga Petunjuk Teknis Keuangan dan Akuntansi Paroki. Hal tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan pengelolaan harta benda Paroki yang dilakukan secara transparan dan kredibel, dan juga melaksanakan ketetapan dari Uskup Keuskupan ... Uskup Keuskupan Agung Semarang. 6 Paroki dalam menginformasikan pengelolaan keuangan, hendaknya menghormati kuasa Uskup dengan melaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Prosedur tersebut berupa prosedur pengelolaan keuangan dan pencataatan transaksi keuangan, dalam rangka menerapkan Pedoman Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Paroki dan juga Petunjuk
 1  13  16

PENDAHULUAN Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah Dasar Negeri Cemara Dua Kota Surakarta.

... masalah tersebut di atas, maka disusun tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Tujuan umum Mendiskripsikan pengelolaan sarana prasarana di Sekolah dasar Negeri Cemara Dua Kota Surakarta. 2. Tujuan khusus Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mendiskripsikan pengelolaan sarana prasarana. a. Pengadaan sarana dan prasarana Sekolah Dasar Negeri Cemara Dua Kota ... tetapi ketersediaan sarana prasarana saja tidaklah cukup, karena yang lebih penting lagi adalah proses pengelolaan sarana prasarana itu sendiri. Proses pengelolaan tersebut dapat berpengaruh terhadap sukses tidaknya suatu proses kegiatan, Ketesediaan dan pengelolaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena sangat menunjang keberhasilan pembelajaran ... dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah, untuk itu perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaannya, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dewasa
 0  12  7

Dokumen yang terkait


Feedback