Sistem Pengukuran Kinerja Balanced Scorecard

ANALISIS KINERJA UPT RUMAH SAKIT PARU JEMBER SEBELUM DAN SESUDAH BADAN LAYANAN UMUM (BLU)

... untuk mengetahui dan menganalisis kinerja nonkeuangan dan kinerja keuangan UPT Rumah Sakit Paru Jember sebelum dan sesudah Badan Layanan Umum (BLU). Kinerja nonkeuangan dan kinerja keuangan Rumah Sakit Paru Jember sebelum Badan Layanan Umum (BLU) tersebut akan dianalisis dan dibandingkan dengan kinerja nonkeuangan dan kinerja keuangan Rumah Sakit Paru ... ...................................................................... 14 2.1.4 Kinerja Organisasi ........................................................ 15 2.1.4.1 Aspek-Aspek Pengukuran Kinerja ................... 19 2.1.5 Kinerja Rumah Sakit .................................................... 19 2.1.5.1 Kinerja Nonkeuangan Rumah Sakit Paru Jember ...................................................... 20 2.1.5.2 Kinerja ... Kriteria/Standar Pengukuran Kinerja Nonkeuangan Rumah Sakit Paru Jember ................................................... 61 4.4 Analisis Kinerja Nonkeuangan Rumah Sakit Paru Jember Sebelum dan Sesudah Badan Layanan Umum (BLU) ...................................................................................... 62 4.5 Analisis Kinerja Keuangan
 23  261  20

ANALISIS KOMPARATIF PROFITABILITAS BERDASARKAN KINERJA KOMITMEN DAN KONTIJENSI PADA BANK CAMPURAN DAN BANK ASING DI INDONESIA

... Penelitian ........................................ 57 4.3.1 Pengaruh Variabel Kinerja Komitmen dan Kinerja Kontijensi terhadap Profitrabilitas Bank Campuran di Indonesia .......................................................... 58 4.3.2 Pengaruh Variabel Kinerja Komitmen dan Kinerja Kontijensi terhadap Profitabilitas Bank Asing di Indonesia .............................................................. 59 4.3.3 ... (2005). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja komitmen dan kontijensi terhadap profitabilitas Bank Campuran dan Bank Asing di Indonesia serta untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan profitabilitas kedua jenis bank tersebut berdasarkan kinerja komitmen dan kontijensi. Penelitian ini menggunakan rasio komitmen ... ANALISIS KOMPARATIF PROFITABILITAS BERDASARKAN KINERJA KOMITMEN DAN KONTIJENSI PADA BANK CAMPURAN DAN BANK ASING DI INDONESIA SKRIPSI Oleh: WULAN YULAIKA NIM : 060810201220 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2010 ANALISIS KOMPARATIF PROFITABILITAS BERDASARKAN KINERJA KOMITMEN DAN KONTIJENSI PADA BANK CAMPURAN DAN BANK ASING
 16  255  16

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DAERAH (Studi Empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Jember)

... pertanggungjawaban dengan kinerja .cid.id signifikan terhadap kinerja. .cid.id .cid.Hubungan d i c ca.cid.id c c a a a a . . . . j j j j a a a berpengaruh negatif signifikan. Sedangkan variabel transparansi dan kewajaran tidak . . . . e e e e nej nej nej nej .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u b b b b i i i i l l l l i i i i berpengaruh terhadap kinerja. i i i i ig ... penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi dan d d d d aj.ca.ci .id kewajaran tidak berpengaruh aj.ca.ci .id terhadap kinerja. Sedangkan aj.ca.ci .id akuntabilitas dan ej.aj.ca.ci .id . . . j j j e e e e ne ne ne positif signifikan terhadap nkinerja. .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u independensi iberpengaruh Hal ini menunjukan b b b b i i i i l l l l i i i i i i i idgigil idgigil idgigil idgigil //:d //:d //:d //:d : : : / / / / / / / / p p p t t t ketika tingkat akuntabilitas dan independensi meningkat maka kinerja pemerintah t t t p hhttp hhttp hhttp h daerah ... menunjukan b b b b i i i i l l l l i i i i i i i idgigil idgigil idgigil idgigil //:d //:d //:d //:d : : : / / / / / / / / p p p t t t ketika tingkat akuntabilitas dan independensi meningkat maka kinerja pemerintah t t t p hhttp hhttp hhttp h daerah meningkat. Berbeda dengan pertanggungjawaban yang berpengaruh negatif ca.cid.id signifikan terhadap kinerja. ca.cid.idHal ini menunjukan jketika ca.cid.idpertanggungjawaban j.aca.cid.id a a a . . . j j e e e e j. nej. nepemerintah nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u b b b b meningkat maka kinerja daerah akan menurun. i i i i l l l l i i i i idgigili idgigili idgigili idgigili /:d /:d /:d //:d / / / : : : / / / / / / / / p p p t t t p hthttp hthttp hthttp h d aj.ca.ci
 37  310  20

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KINERJA LAYANAN PUBLIK SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI

... akuntabilitas berpengaruh positif terhadap / / / id/ baik. c.id c.id c.semakin c.idkinerja layanan publik SKPD a a a a . . . . j j j j .une .une .une .une b b b b i i i i l l l l i i i i g g g dig ://di ://di ://di p p p t t t tp:// t t t h h Kata h Kunci : Transparansi, Akuntabilitas, Kinerja Layanan Publik, Satuan Kerja u ac. nej. u ilib. dig tp:// gilib i d / / : gilib i d / / : u ht ac. nej. u ilib. dig tp:// .u http id/ id/ id/ ac. nej. ac nej. gilib i d / / : http id/ ilib. ac nej. .u gilib i d / / : http tp .id/ .id/ ac nej. .u .u .u http .id/ .id/ ac nej. gilib i d / / : http http gilib i d / / : ac nej. .u .u ac nej. .id/ .id/ ac nej. gilib i d / / : tp lib.u h .id/ .u ac nej. i /dig / : p t t h .id/ dig tp:// i /dig / : p t t h gilib i d / / : ac nej. lib.u lib.u ac nej. .id/ .id/ ac nej. i /dig / : p t t u ht .id/ lib.u ac. nej. ilib. dig tp:// ht .id/ ac nej. digi tp:// ac. nej. u ilib. dig tp:// ht id/ id/ id/ nej. ilib. dig tp:// Perangkat ... .................................................................. a a . . j j e une 2.1.2 iliTransparansi......................................................................... b.un ilib. 7 .id/ .u d/ ac.i ej. tp:// 10 2.1.4 Kinerja dan Penilaian Kinerja Layanan Publik ................... 12 2.3 Kerangka Konseptual ................................................................... 19 / / / c.id c.id c.idPerangkat ... Akuntabilitas b b i i l l i i g g i Lampiran 6. Publik ://dLayanan ://diUji Validitas Variabel Kinerja http http id/ .ac. Lampiran 7. Uji Relialibilitas Variabel Transparansi / / / 8. Uji Reliabliilitas .idLampiran c.idVariabel Akuntabilitas j.ac.id a . j Lampiran 9. UjilibRelialibilitas Variabel Kinerja lLayanan .une Publik .une b i i i g g ://di ://di Lampiran http http10.
 19  242  18

SISTEM OTOMATISASI SONAR (LV MAX SONAR EZ1) DAN DIODA LASER PADA KAPAL SELAM

... tiga bagian dari kapal selam yang sangat berkaitan untuk bermanuver di dalam air yaitu, sistem navigasi untuk mengetahui objek yang berada didepan kapal, sistem ballas merupakan sistem yang memungkinkan untuk bisa melayang dan mengapung kapal selam, dan yang terakhir sistem arah kemudi yang berarti dapat mengendalikan kapal untuk melakukan perubahan arah ... tiga bagian dari kapal selam yang sangat berkaitan untuk bermanuver di dalam air yaitu, sistem navigasi untuk mengetahui objek yang berada didepan kapal, sistem ballas merupakan sistem yang memungkinkan untuk bisa melayang dan mengapung kapal selam, dan yang terakhir sistem arah kemudi yang berarti dapat mengendalikan kapal untuk melakukan perubahan ... sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul : ? ?SISTEM OTOMATISASI SONAR (LV MAX SONAR E1) DAN DIODA LASER PADA KAPAL SELAM “ Didalam tulisan ini disajikan pokok-pokok pembahasan yang meliputi pendahuluan, landasan teori, perancangan sistem, implementasi dan pengujian sistem. Penulis menyajikan laporan tugas akhir ini dengan sebaikbaiknya
 15  210  17

PENGARUH PERUBAHAN PERUNTUKAN LAHAN TERHADAP KINERJA SALURAN DRAINASE DI SUB DASAMPRONG (STUDY KASUS DI KECAMATAN KEDUNG KANDANG)

... dibiarkan maka akan menimbulkan genangan dan banjir pada suatu daerah. Untuk itu perlu direncanakan suatu sistem saluran pembuang (drainase) berdasarkan topografi, tata guna lahan, curah hujan, dan limbah domestik.Analisa hidrologi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan sistem jaringan drainase. Dari perhitungan debit dapat dilihat adanya genangan yang makin meningkat ... PENGARUH PERUBAHAN PERUNTUKAN LAHANTERHADAP KINERJA SALURAN DRAINASE DI SUB DASAMPRONG(STUDY KASUS DI KECAMATAN KEDUNG KANDANG) Oleh: DWI SETYO PRAMESTI ( 02520109 ) Civil Engineering Dibuat: 2008-07-21 , dengan 3 file(s). Keywords:
 7  123  1

ANALISIS SISTEM TEBANG ANGKUT DAN RENDEMEN PADA PEMANENAN TEBU DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA X (Persero) PABRIK GULA DJOMBANG BARU

... Mekanis…..………………………….. Lampiran 9. Biaya Total Sistem Tebang Manual………….…...…………….. Lampiran 10. Biaya Total Sistem Tebang Mekanis………………………….. Lampiran 11. Penerimaan Sistem Tebang Manual…………………………… Lampiran 12. Penerimaan Sistem Tebang Mekanis………………………….. Lampiran 13. Pendapatan Sistem Tebang Manual…………………………… Lampiran 14. Pendapatan Sistem TebangMekanis…………………………… Lampiran ... Penelitian…………………………………………. Lampiran 2. Identitas Responden…………………………………………….. Lampiran 3. Biaya Tenaga Kerja Sistem Tebang Manual..…………………... Lampiran 4. Biaya Tenaga Kerja Sistem Tebang Mekanis.…………………... Lampiran 5. Kebutuhan Saprodi Sistem Tebang Manual…………………….. Lampiran 6. Kebutuhan Saprodi Sistem Tebang Mekanis……………………. Lampiran 7. Penggunaan Biaya Tetap Manual…...…....................................... Lampiran ... Pendapatan Sistem TebangMekanis…………………………… Lampiran 16. Hasil Analisis Riil Sistem Tebang Manual..…………………... Lampiran 17. Hasil Analisis Konversi Sistem Tebang Manual..……………... Lampiran 18. Hasil Analisis Rill Sistem Tebang Mekanis.…………………... Lampiran 19. Hasil Analisis Konversi Sistem Tebang Mekanis.…………….. Lampiran 20. Pendapatan Usahatani Tebu dengan
 34  299  27

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)

... ................................................................................... 7 1. SistemPengendalian Intern .......................................................... 7 1.1 Pengertian Sistem Pengendalian Intern .................................... 7 1.2 TujuanUmumSistemPengendalian Intern ................................ 7 1.3 ElemenUtamaSistemPengendalian Intern Bank....................... ... 8 1.3 AtributPengendalian Internal ................................................... 23 1.4 Ciri-CiriSistemPengendalian Internal Yang Baik .................... 25 1.5 Unsur-UnsurSistemPengendalian Intern .................................. 27 1.6 SistemPengendalian Internal Perbankan ................................... 28 2. Kredit............................................................................................ ... PemberianKredit Usaha Rakyat ................................... 51 2. SistemPengendalian Internal Kredit Usaha Rakyat ..................... 52 2.1 SistemPengendalian Internal ProsedurPermohonanKredit Usaha Rakyat ........................................................................... 52 2.2 SistemPengendalian Internal ProsedurPencairanKredit Usaha Rakyat
 154  658  25

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

... peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)”. Didalam tulisan ini disajikan pokok-pokok bahasan yang meliputi unsure sistem pengendalian mutu menurut PSPM No.01 yang terdiri ... dan Rekan……………………………………………….. 57 B. Analisa Data 1a. Identifikasi Sistem Pengendalian Mutu pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan………………………………………............ 58 b. Identifikasi Perencanaan Penugasan Audit Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan………………………………………….. 61 2a. Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Mutu pada Kantor Akuntan ... daya manusia pada KAP Jamaludin, Aria, 56 Sukimto dan Rekan Identifikasi penerapan sistem pengendalian mutu 59-60 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Identifikasi penerapan perencanaan penugasan 62 audit pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan sistem pengendalian mutu 66-75 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis
 136  589  18

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA TENAGA KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN

... kesehatan.................................. 9 2.2 Kinerja. ....................................................................................... 11 2.2.1 Pengertian Kinerja Pegawai............................................ 11 xii 2.2.2 Pengertian Penilaian Kinerja ........................................... 12 2.2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja ................... 13 2.2.4 ... termasuk dalam kategori kuat (77%). Hasil penilaian kinerja menyatakan bahwa sebagian besar tenaga keperawatan sudah berkinerja baik (86%). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value yaitu 0,011 lebih kecil dari nilai α yaitu 0,05 sehingga Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja tenaga keperawatan di Instalasi Rawat Inap ... pada kinerja anggota organisasi. Robbins (2007) telah menyebutkan beberapa karakteristik yang apabila dicampur dan dicocokkan, akan menjadi suatu budaya organisasi yaitu inisiatif individual, pengarahan, integrasi, dukungan manajemen, kontrol serta sistem imbalan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja
 6  90  18

Pengaruh model learning cycle 5e terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi

... learning cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada sistem ekskresi. Oleh karena itu dengan penggunaan model learning cycle 5E ini diharapkan dapat menjadikan siswa lebih tertarik untuk memperhatikan pelajaran biologi khususnya pada materi sistem ekskresi, serta lebih mudah dalam memahami konsep-konsep sistem ekskresi yang bersifat abstrak dan rumit, ... (109016100021). Pengaruh Model Learning Cycle 5E Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sistem Ekskresi (Kuasi Eksperimen di MAN 11 Jakarta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model learning cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi. Penelitian ini dilakukan di MAN 11 Jakarta tahun pelajaran 2013-2014. Metode ... “Apakah pengaruh model learning cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada sistem ekskresi?” E. Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model learning cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi. 6 F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan
 10  128  269

Pencarian solusi pada permasalahan sistem persamaan nonlinier menggunakan metode bat algorithm

... memiliki kinerja yang baik dan dapat digunakan dalam mencari solusi optimal. 23 BAB IV APLIKASI BAT ALGORITHM PADA SISTEM PERSAMAAN NONLINIER Pada bab ini akan dibahas mengenai penerapan Bat Algorithm yang dimodifikasikan dengan metode Steepest Descent untuk menyelesaikan contoh kasus sistem persamaan nonlinier. Langkah awal adalah merubah sistem ... untuk menyelesaikan sistem persamaan nonlinier sama dengan meminimalkan fungsi. Maka dapat didefinisikan sebagai : [ ∑ 24 Untuk menyelesaikan persamaan diatas (4.2) digunakan Bat Algorithm (BA) dengan parameter : , , dan . 4.2 Contoh Kasus 1 Misal sistem persamaan nonlinier : dengan dan [ ] . Dari sistem persamaan (4.3) akan dicari solusi dari sistem ... teori dasar seperti : persamaan nonlinier, sistem persamaan nonlinier, solusi numerik untuk sistem persamaan nonlinier menggunakan metode steepest descent untuk mencari akar pada turunan pertama suatu fungsi. Setelah memahami teori dasar, penulis akan mengkaji lebih dalam tentang Bat Algorithm untuk mencari solusi sistem persamaan nonlinier. Artikel utama
 2  76  0

Sistem Informasi Penjualan, Pembelian Dan Persediaan Barang Pada Toko Sejati Bandung

 18  104  156

Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Yayasan (Sinpeya) Pada Balai Perguruan Putri (BPP) Pusat Bandung

... system produksi. b. Sistem Alamiah (Natural Sistem) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made Sistem) . Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. c. Sistem Tertentu ( Deterministic Sistem) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic Sistem) . Sistem tertentu beroperasi dengan ... membatasi sebuah sistem membentuk “ sempadan “-nya (boundary). Sistem berada di dalam sempadan tersebut. MASUKAN SISTEM KELUARAN Gambar 2.2 Model Sistem sederhana (Sumber : www.ilmukomputer.com) subfile : konsep sistem Pada setiap sistem terdiri dari beberapa subsistem, dan pada subsistem terdiri atas beberapa sub-sub sistem. 18 Sebuah sistem harus ... yang sudah dapat diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. d. Sistem Tertutup (Closed Sistem) dan Sistem Terbuka (Open Sistem) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa
 7  74  187

Sistem Informasi Akademik Berbasis Website pada SMP Bunga Bangsa

... kesatuan dalam ruang lingkup database.. Maka dari itu dibuatlah sistem informasi akademik berbasis website yang menggunakan client server untuk mempermudah kinerja pada sistem informasi akademik pada SMP Bunga Bangsa. 5.2 Saran Agar sistem informasi ini berjalan dengan baik, maka aplikasi sistem informasi akademik dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan ... ........................................................................ 25 2.3 Sistem Informasi .............................................................................. 27 2.3.1 Pengertian Sistem Informasi ................................................... 27 2.3.1 Komponen Sistem Informasi................................................... 27 2.4 Sistem Informasi Akademik ............................................................. 29 2.4.1 ... ......................................... 83 3.3.3 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan .................................. 86 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perancangan Sistem .......................................................................... viii 89 4.1.1 Tujuan Perancangan Sistem ................................................... 89 4.1.2 Gambaran Umum Sistem ....................................................... 90 4.1.3 Perancangan
 12  85  31

Sistem Informasi Pemesanan Dan Pembelian Barang Pada UD Memed Agensi

... oleh manusia. c. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka Sistem merupakan sistem yang tidak behubungan dengan bagian luar sistem dan biasanya tidak berpengaruh oleh kondisi diluar sistem. Sedangkan sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dengan bagian luar sistem. 12 2.1.4. Analisis Sistem Menurut Andri Kristanto (2008:5) untuk mencapai tujuan dari suatu sistem yang ... merupakan sesuatu yang membatasi sistem dalam mencapai tujuan sistem dan pemisah antara sistem dengan daerah diluar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. 3. Kontrol Sistem Kontrol atau pengawasan sistem merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan pencapaian tujuan dari sistem tersebut. Kontrol tersebut ... mata biasa dan biasanya sistem ini merupakan ide-ide atau pemikiran. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang bisa dilihat secara mata biasa dan biasanya sering digunakan oleh manusia. b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Sistem alamiah merupakan sistem yang terjadi karena pengaruh alam. Sedangkan sistem buatan merupakan sistem yang dirancang dan
 11  66  142

Sistem Informasi Absensi Karyawan Di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung

... kesatuan. Setiap sistem selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. 11 Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut suprasistem. b) Batas Sistem (Boundary) Batas sistem merupakan ... sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. c) Lingkungan Luar Sistem (Environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan ataupun merugikan sistem ... mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran dari satu subsistem merupakan masukkan bagi subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan melalui penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. e) Masukkan Sistem (Input) Masukkan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukkan
 36  147  129

Perancangan Sistem Informasi Akademik Pada SMK Bina Siswa 1 Gununghalu

 27  232  1

Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Laporan Keuangan Arus Kas Pada PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir Cabang Bandung Dengan Menggunakan Software Microsoft Visual Basic 6.0 Dan SQL Server 2000 Berbasis Client Server

... dari suatu sistem informasi. Kamus data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengartikan aplikasi secara lebih detail dan mengelompokkan data yang digunakan dalam sebuah sistem. Untuk lebih jelas dapat dilihat dari pada gambar sebagai berikut: Tabel 4.2 Kamus Data Usulan (2005: 725) 109 4.3 Bagan Alir Sistem Usulan Bagan alir sistem dari sistem akuntansi ... observasi. Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan adalah metodologi yang berorientasi pada proses, data dan keluaran. Struktur pengembangan sistem yang penulis gunakan adalah Waterfall. Perancangan sistem informasi yang digunakan adalah diagram konteks, data flow diagram, bagan alir sistem. Penulis membuat perancangan sistem informasi akuntansi ... pendukung dengan menggunakan Crystal Report. Pada dasarnya usulan perancangan sistem yang dibuat tidak banyak berubah dari sistem yang sedang berjalan. Usulan sistem yang dirancang hanya merubah pengolahan data yang dilakukan dengan komputer. Penulis akan memberikan usulan pada rancangan sistem informasi akuntansi pendapatan yang diharapkan dapat lebih membantu
 31  155  203

Sistem Informasi Akademik Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bandung

... karena satunya maksud, tujuan atau sasaran serta sistem yang baik adalah sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berhubungan secara harmonis. 2.1.1 Elemen Sistem Elemen – elemen yang terdapat dalam sistem ditandai dengan adanya : 1. Tujuan Sistem 8 9 Tujuan Sistem merupakan tujuan dari sistem tersebut dibuat, dapat berupa tujuan organisasi, ... Penelitian No Kegiatan Analisis 1 Sistem 2 Desain Sistem 3 Coding 4 Testing 5 Maintenance Pembuatan 6 Laporan Maret 2011 April 2011 Mei 2011 Juni 2011 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Definisi sistem menurut Jogianto HM (2001 : 12) Analisis Dan Desain Sistem Informasi. Andi Offset. Yogyakarta. ? ?Sistem adalah kumpulan dari komponen ... merupakan elemen dalam sistem yang bertugas mengevaluasi bagian dari output yang dikeluarkan, dimana elemen ini sangat penting demi kemajuan suatu sistem. Umpan balik ini dapat merupakan perbaikan sistem, pemeliharaan sistem dan sebagainya. Hubungan antara elemen-elemen dalam sistem dapat dilihat pada gambar 7.1. Gambar 7.1 Elemen-elemen sistem (Sumber :
 17  130  139

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Di Bengkel Aditya Motor

... peredaran darah, sistem sekolah, sistem transportasi, sistem komputer. b. Sistem menurut terjadinya sistem : 1. Sistem Alamiah (natural system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Contohnya : pergantian siang dan malam, erosi dan bencana alam. 2. Sistem Buatan Manusia (human made system) Sistem buatan ... dari sistem. 10 4. Penghubung Sistem Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) pada sistem lainnya dengan penghubung satu subsistem ... mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jogiyanto (2008 : 4) 2. Batas Sistem Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. 3. Lingkungan
 33  106  131

Perancangan Dan Realisasi Sistem Modulasi Dan Demodulasi 8-QAM

... CONVERTER BALANCED MODULATOR KANAL I Kanal 1 Data I PRG BIT SPLITTER QIC Data C OSILATOR QUADRATUR Sinus Cosinus Kanal 2 Data Q 2 TO 4 LEVEL CONVERTER BALANCED MODULATOR KANAL Q Gambar 4.12 Blok Diagram Pengukuran Rangkaian Balanced Modulator 40 Gambar 4.13 Gambar Keluaran Balanced Modulator Dari gambar 4.13 keluaran dari rangkaian balanced ... CONVERTER OSILATOR QUADRATUR BALANCED MODULATOR Kanal I Sinus Cosinus Kanal 1 2 TO 4 LEVEL CONVERTER BALANCED MODULATOR Kanal I Kanal 2 Gambar 4.32 Blok Diagram Pengukuran Rangkaian Balanced Modulator Gambar 4.33 Gambar Keluaran Balanced Modulator 51 Dari gambar 4.33 keluaran dari rangkaian balanced modulator kanal I yang merupakan perkalian gelombang pembawa t dengan ... transmisi. Semua perkembangan sistem telekomunikasi baik dalam teknik penyambungan maupun teknik transmisi bertujuan untuk memperbaiki sistem yang menyangkut keandalan, penurunan biaya perawatan, miniaturisasi, efesiensi daya, serta peningkatan kecepatan bit data. Kecenderungan sistem komunikasi pada saat ini adalah makin maraknya penggunaan sistem digital yang
 11  67  68

Sistem Informasi Rekrutmen pada PT. EPCTO Dian Persada

... suatu subsistem atau bagian-bagian 9 dari sistem. Setiap subsistem mempunyai karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. 2. Batasan Sistem Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan ... mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung, dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. 10 5. Masukan Sistem Masukan Sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat ... atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut. 3. Lingkungan Luar Sistem Lingkungan luar sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan.
 13  61  17

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Organizational Citizenship Behavior Terhadap Kinerja Pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Dan Banten Kantor Area Sumedang

... Transformasional terhadap Kinerja Karyawan 22 Pengujian Hipotesis Organizational Citizenship Behaviour Terhadap Kinerja Karyawan Ho : β2 = 0 Organizational Citizenship Behavior (OCB) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. H1 : β2 ≠ 0 Organizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan ... Behavior…………… 20 2.1.3 Kinerja Karyawan……....................................................................... 24 2.1.3.1 Pengertian Kinerja Karyawan................................................. 24 2.1.3.2 Penilaian Kinerja. .................................................................... 26 2.1.3.3 Indikator Kinerja Karyawan.................................................... 28 2.1.4 ... signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini sesuai dengan penelitian Nurmadhani Fitri Suyuthi, H. Djabir Hamzah dan otto R. Payangan (2010) menyatakan bahwa hasil penelitian Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang kuat. ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan Transformasional memberikan kontribusi yang signifikan kepada kinerja
 17  104  69

Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Tamu Hotel Tirta Dahlia Cianjur

... suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. ✟✠ b. Batas Sistem ✡☛☞✌✍✎✏✑✒✓ Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem ... proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Apabila dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. ... komponen Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari dari sistem. Setiap sistem tidak peduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem
 7  97  167

Dokumen yang terkait


Feedback