Sejarah Film Sejarah Film Sejarah Film

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG? ?FILM? ?LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton? ?Film? ?Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat,? ?Film? ? ABSTRAK  Film? ?sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem? ?film? ?mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat.? ?Film? ?dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia.? ?Film? ?merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya? ?film? ?mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita? ?film? ?tersebut.  Selain itu pesan isi? ?film? ?dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita? ?Film? ?Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui? ?Film? ?Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat? ?film? ?Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara? ?film? ?laskar Pelangi karena suka  melihat? ?film? ?Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton? ?film? ? Laskar Pelangi di studio 21 Matos? ?film? ?Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang? ?film? ? Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan? ?Film? ?Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal? ?film? ?Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain? ?film? ?Laskar Pelangi karena pemain? ?film? ?Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator? ?film? ?Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di? ?film? ?Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG? ?FILM? ?LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton? ?Film? ?Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat,? ?Film? ? ABSTRAK  Film? ?sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem? ?film? ?mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat.? ?Film? ?dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia.? ?Film? ?merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya? ?film? ?mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita? ?film? ?tersebut.  Selain itu pesan isi? ?film? ?dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita? ?Film? ?Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui? ?Film? ?Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat? ?film? ?Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara? ?film? ?laskar Pelangi karena suka  melihat? ?film? ?Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton? ?film? ? Laskar Pelangi di studio 21 Matos? ?film? ?Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang? ?film? ? Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan? ?Film? ?Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal? ?film? ?Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain? ?film? ?Laskar Pelangi karena pemain? ?film? ?Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator? ?film? ?Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di? ?film? ?Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG? ?FILM? ?LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton? ?Film? ?Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat,? ?Film? ? ABSTRAK  Film? ?sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem? ?film? ?mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat.? ?Film? ?dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia.? ?Film? ?merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya? ?film? ?mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita? ?film? ?tersebut.  Selain itu pesan isi? ?film? ?dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita? ?Film? ?Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui? ?Film? ?Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat? ?film? ?Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara? ?film? ?laskar Pelangi karena suka  melihat? ?film? ?Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton? ?film? ? Laskar Pelangi di studio 21 Matos? ?film? ?Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang? ?film? ? Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan? ?Film? ?Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal? ?film? ?Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain? ?film? ?Laskar Pelangi karena pemain? ?film? ?Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator? ?film? ?Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di? ?film? ?Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton film? ?Laskar Pelangi. tahu kehidupan masyarakat dahulu. ABSTRACT  Film? ?have become one of side in people life. In modern term? ?film? ?is impossible parted from  society’s life.? ?Film? ?may reflect message as mechanical channel to constitute particular messages  from to people.  In this study,the data analysis which be used is domain data analysis that data analysis which be  used to gain description general nature and relative entirely what containeted in focus or  observed issues, Faisal ( 1990:9)  Based on the study
 14  144  2

SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)

... SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis) Oleh: Ratih Rakasiwi ( 05220268 ) Communication Science Dibuat: 2010-03-31 , dengan 3 file(s). Keywords: Kata Kunci: Film, Sensualitas ABSTRAK Peneliti mengambil judul ini karena dalam film yang berjudul Tali Pocong Perawan terdapat adegan-adegan ... yang ditawarkan oleh film tersebut kalah menariknya. Berkaitan dengan beberapa uraian diatas yang menimbulkan berbagai interpretasi bagi audiens (penonton), maka disini peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap sensualitas yang ditunjukkan dalam perfilman Indonesia saat ini, khususnya pada film horor. Penelitian ini mengambil judul Sensualitas dalam Film Horor ... mengambil judul Sensualitas dalam Film Horor di Indonesia (Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Aziz.). Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bentukbentuk sensualitas dan seberapa besar adegan sensualitas yang ada dalam film horor di Indonesia yang terdapat pada film Tali Pocong Perawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
 33  218  2

PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)

... tidak sadar untuk memahami sebuah film ( Pratista, 2008:3). Film dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu film dokumenter dan film fiksi, kedua jenis film tersebut masih mempunyai cabang sendiri-sendiri. Jika film dokumenter lebih kepada informasi, maka film fiksi lebih bersifat memberikan hiburan kepada penontonnya. Film mampu membangun keterikatan ... 2008:14). Film aksi atau laga saat dengan tema – tema menarik dan dekat dengan keseharian masyarakat, maka dengan mudah film tersebut dapat diterima dan segera di tonton. Di Indonesia sendiri, layar lebar atau dunia film sedang marak diperbincangkan dan dipelajari. Film- film yang berkualitas dan menarik menjadi perbincangan wajib dari penikmat film itu ... sendiri. Namun untuk film bergenre aksi atau laga di Indonesia masih sangat jarang, akhir era 90 an film dengan tema laga atau aksi ibarat mati suri di negeri ini. Munculnya film The Raid Redemption pada tahun 2011 di kancah perfilman internasional dengan tema pencak silat murni asal Indonesia berhasil meraih perhatian khusus dari penikmat film nasional maupun
 42  311  21

Existentialism of Jack in David Fincher’s Fight Club Film

... W. Petrie, The Art of Watching Film, 5th ed. (London: Mayfield Publishing Company, 2000). p.50. 20 9 10 a. Characterization Through Appearance Most of films actors project certain qualities of character the minute they appear on the screen, characterization in film has great deal to do with casting a major aspect of film characterization is revealed ... UNIVERSITY JAKARTA 2014 ABSTRACT Aripin, “Existentialism of Jack in David Fincher‟s Fight Club Film? ??. A Thesis. Adab and Humanities Faculty, English Letters Department, Syarif Hidayatullah State Islamic University. Jakarta 2014. This research focused on the main character in Fight Club film who searches for his essence. First the writer analyzes the characterization ... influenced many other disciplines besides philosophy, such as theology, drama, art, literature and psychology.16 Many aspects of existentialism also can be found in films, existentialism themes in films represent through the characters and its situations. The characters were often experiencing the feeling of existential crisis or feeling that living without
 5  69  55

Makna Kekerasan Pada Film Jagal (The Act Of Killing) (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Dokumenter "Jagal (The Act of Killing)" tentang Pembunuhan Anti-PKI pada Tahun 1965-1966, Karya Joshua Oppenheimer)

... ko-sutradara Christine Cynn, 2003); Show of Force (film pendek, 2007). Penghargaan film karya Joshua di atas menunjukkan propesional dalam membuat film. Film dokumenter jagal (The Act of Killing), merupakan film di atas film. Film dokumenter ini membingkai film Arsan dan Aminah yang ingin dibuat Anwar. Film juga merekam semua adegan dan wawancara dengan ... manusia berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan dan sebagainya. Fungsi film berupa edukasi yang dapat tercapai apabila film tersebut memroduksi film- film sejarah yang objektif, atau film dokumenter dan film yang diangkat dari kehidupan sehari-hari secara berimbang. Film dokumenter sendiri menurut Konigsberg (1997:103), berkaitan langsung dengan ... permulaan sejarahnya film dengan lebih mudah dapat menjadi alat komunikasi yang sejati” (Oey Hong Lee, 1965:40 dalam Sobur, 2009:127). Namun, seiring dengan kebangkitan film berakibat bermunculan film- film yang mengumbar seks, kriminal, dan kekerasan. Inilah yang kemudian melahirkan berbagai studi komunikasi massa. Kekuatan dan kemampuan film menjangkau segmen
 14  96  98

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IIS 4 SMA N 1 BOJA KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN 2014 2015

... PEMBELAJARAN INSIDE- OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IIS 4 SMA N 1 BOJA KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Sejarah Oleh Febti Kurniyati 3101411134 JURUSAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2015 ii iii iv MOTTO ... Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas XI IIS 4 SMA N 1 Boja Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2014/2015. Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Drs IM Jimmy de Rosal. 215 halaman. Kata Kunci: pengaruh, hasil belajar, Inside-Outside Circle. Pembelajaran sejarah di SMA N 1 Boja Kabupaten Kendal cenderung kurang ... Model Pembelajaran Inside-Outside Circle Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas XI IIS 4 SMA N 1 Boja Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2014/2015”. Penelitian ini dimaksudkan sebagai syarat untuk menyelesaikan studi jenjang sarjana, Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Atas terselesaikannya penelitian
 9  66  15

Pengaruh Penggunaan Media Peta terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Sejarah di SD Sampangan 03 Semarang

... 4.4 Nilai Rata-rata Sejarah Kelas 3-6.......................................................... 25 Tabel 4.5 Nilai Rata-rata Sejarah Kelas 4............................................................. 27 Tabel 4.6 Nilai Rata-rata Sejarah Kelas 5............................................................. 27 Tabel 4.7 Nilai Rata-rata Sejarah Kelas 3............................................................. ... sehingga mata pelajaran sejarah di sekolahsekolah sering dirasakan sebagai mata pelajaran yang kurang menarik, monoton dan kurang bervariasi. Untuk mengatasi agar pengajaran sejarah tidak monoton dan lebih bervariasi maka dapat digunakan media pengajaran bagi mata pelajaran sejarah. Tujuan dari penggunaan media pembelajaran mata pelajaran sejarah dapat memperjelas ... geografis, tetapi juga peta tematik pengajaran sejarah termasuk didalmnya. Media peta yang dimaksud adalah alat atau sarana yang dapat digunakan untuk menvisualisasikan peristiwa sejarah agar siswa lebih jelas 10 menerima pelajaran sejarah khususnya siswa kelas 3, 4, 5 dan 6. Seperti yang diungkapkan bahwa buku sejarah adalah sumber utama bagi guru maupun
 1  30  54

Pengembangan bionanokomposit film berbasisi pati tapioka dan nanopartikel ZnO dengan plasticizer gliserol

... Mekanisme film antimikroba dan food additive Diagram alir proses pembuatan film Diagram alir uji antibakteri film Nilai viskositas film pada berbagai konsentrasi ZnO nanopartikel Nilai aw film pada berbagai konsentrasi ZnO nanopartikel Visualisasi film konsentrasi 0 % dan 3 % Visualisasi film pada berbagai konsentrasi ZnO nanopartikel Nilai kuat tarik film ... ketika film putus dibagi dengan luas film dikalikan satu per sepuluh ribu. �� ���� = 2− 1 � 100 % 1 L1 = panjang awal film (m) L2 = panjang film ketika putus (m) Kuat Tarik = � N = Gaya saat film putus (Newton) A = Luas Penampang samping, lebar x tebal film (m²) 3.3.6 Water Absorption Water absorption dapat diukur dengan teknik yang sederhana. Film ... bagian film. Nilai elongasi yang diperoleh tidak berbeda nyata, hal ini menunjukan bahwa adanya ZnO nanopartikel mampu menutupi efek yang ditimbulkan oleh gliserol, akan tetapi belum bisa meningkatan performa film yang ditujukan terhadap penurunan elongasi film. 4.7 Water Absorption Kemampuan film dalam menyerap air dikenal sebagai water absorption. Film
 1  11  53

Pembuatan Film Animasi 3D Bertema Kepahlawaan Berjudul "Superheru".

... menonjol dingkan dengan film animasi 2D. Kelebihan lain film karena keberanian dan pengorbanannya dalam mem- animasi 3D adalah mampu menampilkan adegan yang bela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. Nilai sulit dilakukan dalam film live shoot, sehingga film kepahlawanan perlu diperkenalkan kembali pada ST IK khususnya penikmat film animasi. Film animasi ... Inggris, animasi diambil dari kata „animate‟ film- film buatan luar negari. Salah satu contoh adalah yang artinya (menjiwai atau menghidupkan) dan film animasi 3D berjudul Upin dan Ipin buatan Ma- „animation‟ (semangat atau gelora). Film animasi laysia. Film ini banyak digemari oleh para anak-anak. adalah film yang menggerakkan dari sebuah gabar Sedangkan ... film animasi 3D di Indonesia. Di- film dan diberikan suara dialog dan background music buat dengan menggunakan metode ekperimen, ber- untuk dijadikan sebuah film utuh. karya langsung, studi eksisting dan kajian literatur. Dengan dibuatnya film ini diharapkan penonton khu- ST IK O M susnya anak muda dapat mencintai film animasi buatan anak bangsa
 1  7  10

SEJARAH KOTA PURWOKERTO

... sistem nilai budaya lokal Banyumas (sejarah ide-ide), maka kritik teks lebih dipertajam sehingga interpretasi terhadap fakta mental yang dihasilkan pada langkah yang ketiga ini lebih maksimal. Tujuan penelitian ini berkisar pada sejarah kota Purwakerta. Oleh karena itu, pada langkah interpretasi terhadap fenomena sejarahnya, khususnya mentifact diperlukan ... Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya. Mardiwarsito, L. 1979. Kamus Jawa Kuna Indonesia. Ende: Nusa Indah. Notosusanto, Nugroho. 1978. Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer. Jakarta: Idayu. Oemarmadi & Koesnadi Poerbosewojo. 1964. Babad Banjumas. Djakarta: Amin Sujitno Djojosudarmo. Priyadi, Sugeng. 2004. “Pemekaran Banyumas dalam Perspektif Sejarah, ” ... kerajaan atau kadipaten Wirasaba. Kemungkinan lain adalah nama Purwakerta diambil dari nama peninggalan sejarah di Arcawinangun, kecamatan Purwokerto Timur. Di situ terdapat gugusan batu yang diberi nama Makam Astana Dhuwur Mbah Karta (Atmodikoesoemo Sejarah Kota Purwokerto (Sugeng Priyadi) 107 1988: 76). Gugusan batu itu merupakan reruntuhan bangunan
 4  11  13

PROSES PERUBAHAN SIKAP MASYARAKAT YOGYAKARTA TERKAIT KAMPANYE WARGA BERDAYA (Studi Kasus Rute Pengolahan Pesan Mahasiswa UII pada Diskusi dan Pemutaran Film Warga Berdaya di UII).

... kasus yang akan diamati yakni pada kegiatan Kampanye Warga Berdaya di Universitas Islam Indonesia pada April 2015 yang terdiri dari diskusi dan pemutaran film Belakang Hotel. Kegiatan diskusi dan pemutaran film Belakang Hotel tersebut menjadi fokus Kampanye Warga Berdaya saat ini, mengingat Kampanye Warga Berdaya pada tahun 20142015 hanya difokuskan pada ... Proses Perubahan Sikap Masyarakat Terkait Kampanye Warga Berdaya (Studi Kasus: Rute Pengolahan Pesan Mahasiswa UII pada Diskusi dan Pemutaran Film Kampanye Warga Berdaya di UII) Ayumi Rizkana / Yudi Perbawaningsih Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. ... rencana pembangunan apartemen Gadingan. Namun, dalam penelitian ini yang dijadikan fokus subyek penelitian adalah mahasiswa UII, dikarenakan dalam acara diskusi dan pemutaran film Warga Berdaya di UII, audiens yang hadir hanya terdiri dari mahasiswa saja, sementara pakar dan dosen UII yang juga menjadi target Kampanye Warga Berdaya tidak turut hadir
 0  6  15

KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL PERSPEKTIF PPKn Konstruksi Pendidikan Karakter Peduli Sosial Perspektif PPKn (Analisis Semiotik pada Film Alangkah Lucunya (negeri ini).

... LAMPIRAN Lampiran 1. Crew Pembuat Film Alangkah Lucunya (negeri ini) Lampiran 2. Pemain Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) Lampiran 3. Sinopsis Cerita Film Alangkah Lucunya (negeri ini) Lampiran 4. Film Alangkah Lucunya (negeri ini) Lampiran 5. Jadwal Bimbingan xv  KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA FILM ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI) (Analisis ... ............................................................................... 21 k. Pengertian film ..................................................................... 22 l. Karakteristik film ................................................................. 22 m. Jenis film .............................................................................. 22 3. ... 6. 53 67 Hasil Analisis Konstruksi Pendidikan Karakter Peduli Sosial dalam Film Alangkah Lucunya (negeri ini) .........................   xiii  69 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Desain atau Rancangan Penelitian .................................................. 28 Gambar 2. Lokasi Syuting Film Alangkah Lucunya (negeri ini) ...................... 41 Gambar
 0  3  16

PENDAHULUAN Stereotype Islam Sebagai Agama Teroris ( Studi Semiotika Komunikasi Mengenai Representasi Islam Sebagai Agama Teroris dalam Film Four Lions).

... Inggris sehingga film ini memiliki keunikan tersendiri untuk diteliti. Penulis tertarik untuk meneliti film ini dikarenakan oleh pengemasan film ini yang berupa black comedy yang mana sebetulnya isi dari film ini hanya lelucon bodoh serta untuk rating penonton mereka mematok untuk audience berusia 17+. Penulis tertarik untuk mengkaji film ini karena ... mulailah muncul film- film yang kerap kali memasukkan atributatribut islam dan biasanya pesan yang dibangun mengandung stigma negatif dan berimbas pada munculnya stereotype mengenai islam yang identik dengan kekerasan di negara Amerika maupun negara-negara Eropa. Salah satu film yang menampilkan pesan bahwa islam identik dengan garis keras adalah film yang ... Alex Sobur Film adalah alat komunikasi massa yang kedua yang 6 muncul di dunia (Sobur, 2004: 126). Film adalah salah satu media komunikasi yang berupa gambar bergerak. Film merupakan sebuah text, sehingga dalam setiap teks yang ada memiliki makna tertentu yang mengandung pesan yang diwujudkan dalam tanda-tanda. Sobur juga berpendapat bahwa film umumnya
 4  17  44

PERANAN MEDIA FILM PADA PROSES PEMBELAJARAN PKN DALAM MENGEMBANGKAN SEMANGAT NASIONALISME SISWA: Studi Deskriptif Analisis Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Palembang.

... penelitian ini media yang dimaksud ialah media film yang terapkan oleh guru pada proses pembelajaran PKn. Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan ... berupa film. Pada penelitian jenis film yang akan digunakan ialah film yang berjenis dokumenter. Pemilihan film dokumenter dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana sikap nasionalisme pada saat ini. Penerapan media film ini dimaksudkan untuk mengembangkan semangat nasionalisme siswa, karena apa yang disuguhkan oleh film lebih ... dalam pembelajaran. 4) film yang digunakan untuk menciptakan pembalajaran PKn yang berkualitas ialah film dokumenter. 5) hambatan yang dialami guru pada penerapan media film ini ialah terkait dengan masalah waktu dan kelas yang tidak kondusif. 6) untuk mengatasi permasalahan tersebut guru memberikan siswa tugas untuk menonton kembali film yang telah ditayangkan
 2  25  34

PENERAPAN “LEARNING BY DOING” DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PENDEKATAN BELAJAR “PROBLEM SOLVING” Penelitian Tindakan Kelas dengan Tema : Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia pada Kelas XI IPA 4 SMA Negeri I Majalengka.

... pembelajaran sejarah adalah “nothing but facts” menghasilkan kondisi kelas sejarah yang pasif dan membosankan. Kegiatan siswa hanyalah duduk, mendengarkan dan kemudian mengulang informasi jadi yang disampaikan guru. Memorisasi sejarah seperti ini dikarenakan materi sejarah yang dipelajari adalah materi yang sudah jadi. Informasi tentang faktafakta sejarah ... pembelajaran sejarah. Dalam perkembangan inovasi pendidikan sejarah di Amerika periode 1920-an, pendekatan pemecahan masalah mulai digunakan sebagai salah satu pilihan model belajar sejarah berdasarkan aplikasi teori belajar modern (Osborne : 1989). Kesadaran akan perlunya inovasi pendidikan sejarah bermula dari kenyataan kualitas pembelajaran sejarah di kelas. ... sekitar pengalaman mengajar sejarah, (b) wawancara sekitar persepsi dan pengalaman belajar sejarah dengan siswa, (c) analisis dokumen, yaitu administrasi guru yang berhubungan dengan pembelajaran sejarah (silabus guru, nilai siswa, bentuk tes sejarah) , (d) orientasi pembelajaran di kelas, berupa observasi awal proses belajar mengajar sejarah. Keseluruhan tindakan
 1  3  60

Sejarah Bangunan Pendopo Gubernur Banten Tahun 2014.

 1  2  23

Perangkat Sejarah SMA kelas X, XI, XII kurikulum 2013 rev RPP 16

... siswa tersebut. G. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran 1. Buku sumber Sejarah SMA Klas X  Djoened Poesponegoro, Marwati, dan Nugrohonotosusanto.2009. Sejarah Nasional II. Jakarta. Balai Pustaka  Mulyana, Slamet.1979.Negara Kertagama dan Tafsir sejarahnya  Soekmono,R.1985 Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2.Yogyakarta. 2. Media Pembelajaran      Power ... Dasar 1.1. Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya. 2.2. Meneladani sikap dan tindakan cinta damai, responsif dan pro aktif yang ditunjukkan oleh tokoh sejarah dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungannya 3.6. Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha ... Terbit 0 1 dari 8 5 Januari 2015 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas / Semester Mata Pelajaran Pertemuan Ke Alokasi Waktu : SMAN 3 KLATEN : X/1 : Sejarah Indonesia : 16 : 90 Menit A. KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
 3  11  6

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN SEJARAH DAN PERSEPSI TENTANG PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN KESADARAN SEJARAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2015/2016.

... Hubungan antara Pemahaman Sejarah (X1) dengan Kesadaran Sejarah (Y) ..................................................... .... 83 2. Uji Hubungan antara Persepsi tentang Pembelajaran Sejarah (X2) dengan Kesadaran Sejarah (Y) ..................... .... 86 3. Uji Hubungan antara Pemahaman Sejarah (X1) dan Persepsi tentang Pembelajaran Sejarah (X2) Secara Bersama-Sama dengan ... PEMAHAMAN SEJARAH DAN PERSEPSI TENTANG PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN KESADARAN SEJARAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Januari 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui hubungan antara pemahaman sejarah dengan kesadaran sejarah ... Untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang pembelajaran sejarah dengan kesadaran sejarah siswa kelas X SMA Negeri 2 Sukoharjo tahun ajaran 2015/2016. 3) Untuk mengetahui hubungan antara pemahaman sejarah dan persepsi tentang pembelajaran sejarah secara bersama-sama dengan kesadaran sejarah siswa kelas X SMA Negeri 2 Sukoharjo tahun ajaran 2015/2016. Penelitian
 3  5  17

Dinamika Bank Rakyat Indonesia Tahun 1946-1965 (Kajian Sejarah Lembaga Perkreditan Rakyat Di Purwokerto) IMG 20151207 0004

 0  1  1

Perancangan buku cerita bergambar tentang sejarah keraton kartasura ke Surakarta AWAL

... perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR TENTANG SEJARAH KERATON KARTASURA KE SURAKARTA Diajukan sebagai syarat untuk menempuh Ujian Tugas Akhir Guna Mencapai Gelar Ahli Madya Diploma III Desain Komunikasi Visual Disusun Oleh: GEOVANNI C9512031 PROGRAM ... MARET SURAKARTA 2015 commit to user perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id LEMBAR PERSETUJUAN Konsep Karya Tugas Akhir dengan Judul PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR TENTANG SEJARAH KERATON KARTASURA KE SURAKARTA Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan penguji Pembimbing Tugas Akhir I Pembimbing Tugas Akhir II Sayid Mataram, S.Sn, M.Sn Suryo ... SWT 2. Keluarga besar, Bapak, Ibu, kedua kakak dan kakak ipar beserta keponakan-keponakan 3. Teman-teman seangkatan dan seperjuangan yang telah mendukung. 4. Teman-teman anak sejarah Apri, Ai, Galih. Yang telah menyumbangkan ide 5. Teman-teman TN Rawn 6. Teman-teman kantor AbankIrenk creative 7. Yogga, irham dan kemal yang telahmeminjamkanleptop 8.
 0  1  10

MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL, ANTARA KEHARUSAN DAN KETERSEDIAAN.

 1  1  7

PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK SEJARAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD.

... kemudahan tersebut tidak berlaku untuk konsep-konsep sejarah. Sejarah merupakan peristiwa-peristiwa yang dibatasi oleh kesenjangan waktu dan ruang, sehingga hanya dapat dipelajari melalui dokumen-dokumen, video atau benda-benda peninggalan sejarah. Oleh karena itu, ketersediaan media untuk mengajarkan konsep sejarah sangat terbatas. Meskipun teknologi semakin maju ... konsep sejarah akan terkendala oleh jarak, waktu, dan biaya. Menurut penyataan guru mata pelajaran IPS melalui wawancara, sangat tidak dimungkinkan untuk membawa siswa-siswa ke sumber belajar tersebut untuk menjelaskan konsep sejarah dalam setiap pelaksanaan pembelajaran sejarah. Pada akhirnya, satu-satunya sumber belajar yang digunakan pada pembelajaran sejarah ... membuat komik dengan isi cerita yaitu materi sejarah nasional Indonesia. Banyak materi sejarah yang diajarkan dalam mata pelajaran IPS di kelas V, salah satu pokok bahasan yang masih sulit dipahami oleh siswa yaitu sejarah perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pokok bahasan ini berisikan tentang 5 materi sejarah peristiwa-peristiwa seputar proklamasi
 5  41  144

07.B. “Rancangan Model Buku Sejarah Lokal Khusus Yogyakarta untuk SMA/MA”_Penelitian Dana DIPA

... mata pelajaran tambahan, yaitu sejarah lokal khusus Daerah I stimewa Yogyakarta. Pertanyaan yang muncul kemudian kenapa sejarah lokal yang digagas sebagai mata pelajaran tambahan? Mata pelajaran sejarah identik dengan mata pelajaran yang sarat dengan nilai-nilai moral, terutama yang berhubungan dengan sejarah terbentuknya bangsa ini. Sejarah lokal khususnya ... dikembangkan Borg dan Gall. Hasil penelitian yang diharapkan adalah model buku teks sejarah lokal. Model buku teks sejarah lokal ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan buku teks pembelajaran sejarah lokal di propinsi Yogyakarta. Kata kunci: Buku Teks, Sejarah Lokal Yogyakarta, Model BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan ... akademisi khususnya di bidang sejarah untuk segera berpartisipasi merancang model buku teks sejarah lokal khusus Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan pandangan bagi Dinas Pendidikan di Daerah I stimewa Yogyakarta dalam menyusun model buku teks sejarah lokal khusus Yogyakarta untuk SMA. Model buku teks sejarah lokal yang akan
 0  1  21

Slide ARS 305 W03 SEJARAH ARSITEKTUR MODERN

 3  5  5

RPP Sejarah Indonesia SMA Kurikulum 2013 Lengkap semester 1-2 | Arsip Sekolah Maliha

 1  3  1

Dokumen yang terkait


Feedback