Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Alokasi

STUDI PENJADWALAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PERDAGANGAN CIREBON RAYA (PPCR) CIREBON – JAWA BARAT

... STUDI PENJADWALAN DAN RENCANA ANGGARANBIAYA (RAB) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSATPERDAGANGAN CIREBON RAYA (PPCR)CIREBON – JAWA BARAT Oleh: NANA LUSIANA WIJAYA ( 06520098 ) Civil Engineering Dibuat: 2008-12-26 , dengan 3 file(s). Keywords: Penjadwalan Waktu, Anggaran Biaya ABSTRAK Dalam membangun suatu gedung diperlukan suatu perencanaan yang matang, ... Biaya ABSTRAK Dalam membangun suatu gedung diperlukan suatu perencanaan yang matang, karena terdapat bermacam-macam aktivitas didalamnya sehingga dalam pelaksanaannya nanti agar dapat dengan lancar dan tepat waktu. Untuk merencanakan anggaran biaya, waktu dan sumber daya manusia yang baik diperlukan ketelitian, secara umum proyek akan mendapatkan keuntungan apabila
 34  220  1

STUDI ANALISA PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG KULIAH STIKES SURYA MITRA HUSADA KEDIRI JAWA TIMUR

... STUDI ANALISA PERHITUNGANRENCANA ANGGARAN BIAYAGEDUNG KULIAH STIKES SURYA MITRA HUSADA KEDIRIJAWA TIMUR Oleh: DWI NURCAHYONO ( 01520096 ) Civil Engineering Dibuat: 2008-04-30 , dengan 3 file(s). Keywords:
 20  177  1

Analisis keterampilan proses sains siswa kelas XI pada pembelajaran titrasi asam basa menggunakan metode problem solving

... Problem Solving merupakan metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan pada materi ini, karena pada pembelajarannya siswa dihadapkan pada suatu 6 Zulfiani, dkk., Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), cet. I, h. 51 7 Susiwi, dkk “Analisis keterampilan proses sains siswa SMA pada model pembelajaran praktikum D-E-H”, ... itulah tujuan dari pendekatan keterampilan proses B. Metode Problem Solving 1. Pengertian Problem Solving Metode Pembelajaran problem solving merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berlandaskan pada pembelajaran konstruktivisme. Pada pembelajaran problem solving aktivitasnya bertumpu kepada masalah dengan penyelesaiannya dilandaskan atas konsep-konsep ... menerapkan konsep, merencanakan penelitian, menggunakan alat dan bahan, menafsirkan pengamatan, mengkomunikasikan hasil penelitian dan mengajukan pertanyaan. Hal ini menunjukan bahwa dalam pembelajaran problem solving dapat dikembangkan KPS siswa yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam pembelajaran kimia. Tahap awal pada pembelajaran problem
 13  128  159

Pengaruh metode sorogan dan bandongan terhadap keberhasilan pembelajaran (studi kasus Pondok Pesantren Salafiyah Sladi Kejayan Pasuruan Jawa Timur)

... wawasan baru dalam bidang penelitian pendidikan dan model-model pembelajaran yang akan menjadi bekal untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata setelah menyelesaikan studinya. 4. Sebagai bahan bandingan dalam penyusunan skripsi atau penulisan karya ilmiah lainnya. BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR A. Metode Sorogan dan Bandongan dalam Pembelajaran 1. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran adalah ... latar belakang ekonominya, dan lain sebagainya. Kesiapan guru untuk mengenal karakteristik siswa dalam pembelajaran merupakan modal utama penyampaian bahan belajar dan menjadi indikator suksesnya pelaksanaan pembelajaran. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku ... hasil, tempat dan alat. Sedangkan pembelajaran menurut Kamus Belajar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.1 Tetapi pembelajaran disini menyatakan sebagai proses, lebih tepatnya adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang
 26  157  84

Analisis Orientasi Pembelajaran Dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Pada IKM Sepatu Di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung

... Pustaka................................................................................... 15 2.1.1 Orientasi Pembelajaran ......................................................... 17 2.1.1.1 Tujuan Orientasi Pembelajaran ................................. 17 2.1.1.2 Media Orientasi Pembelajaran .................................. 18 2.1.1.3 Strategi Orientasi Pembelajaran ................................ 19 2.1.1.4 Komponen Orientasi Pembelajaran. .......................... 20 Orientasi ... Variables O.Pasar K.Bersaing O .Pembelajaran Correlation Significance (2-tailed) df Correlation Significance (2-tailed) df K.Bersaing 1.000 . 0 .526 .000 87 O .Pembelajaran .526 .000 87 1.000 . 0 Hubungan antara orientasi pembelajaran dengan keunggulan bersaing ketika orientasi pasar tidak berubah adalah sebesar 0,526 dengan arah positif. Artinya orientasi pembelajaran ... 30.000.000,00 25 27,27 Total 90 100 Deskriftif Orientasi Pembelajaran Indikator Komitmen terhadap proses pembelajaran Keterbukaan pemikiran % Skor Aktual Skor Aktual Skor Ideal 663 900 73,67 703 900 78,11 679 900 75,44 2045 2700 75,74 Visi bersama TOTAL Hasil perhitungan persentase total skor dari variabel orientasi pembelajaran sebesar 75,74 berada di
 6  69  167

Tinjaun Atas Pelaksanaan Pemotongan Pajak Pertambahan Nilai Sewa Infrastruktur Tower Pada PT. Sarana Inti Persada Bandung

 2  29  1

Prosedur pelaksanaan Garansi Outgoing Pada Unit Binis Finance Center Area 00 PT. telekomunikasi Indonesia TBK

... kas TELKOM secara terpusat. BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1. Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Penulis melaksanakan kerja praktek PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk pada unit bisnis finance center area 00 dan terfokus pada prosedur pelaksanaan garansi outgoing. 3.2. Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek Teknis pelaksanaan kerja praktek yang telah ... Kegiatan Perusahaan…………………………………... 21 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK………………………… 30 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek…………………………… 30 3.2 Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek…………………………… 30 3.3 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek……………………………... 31 v 3.3.1 Pengertian Garansi Outgoing…………………………… 31 3.3.2 Prosedur Pelaksanaan Garansi Outgoing pada Unit Bisnis ... maka penulis tertarik untuk mengetahui prosedur pelaksanaan garansi pada PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, yang dituangkan dalam judul : “PROSEDUR PELAKSANAAN GARANSI OUTGOING PADA UNIT BISNIS FINANCE INDONESIA TBK”. CENTER AREA 00 PT. TELEKOMUNIKASI 3 1.2 Tujuan Kerja Praktek Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek pada PT. Telekomunikasi
 3  60  50

RANGKUMAN MATERI PEMBELAJARAN INEZ

... RANGKUMAN MATERI PEMBELAJARAN EKONOMI BAB IV. PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN Disusun oleh: Ineza Brigitha XE/ 13 SMA MARSUDIRINI BEKASI JALAN RAYA NAROGONG 202 KEMANG PRATAMA, KOTA BEKASI TAHUN
 2  47  4

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA KONSEP KELISTRIKAN BERBASIS VIDEO LIVE

... pembelajaran yang sangat terbatas. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran sangat diperlukan, agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan mudah dimengerti oleh siswa. Pemanfaatan media pembelajaran fisika terutama bahan ajar siswa sangat diperlukan untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran. Media yang efektif digunakan hendaknya ... konsep yang sungguh-sungguh. Pembelajaran fisika hendaknya menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat, agar isi pembelajaran tersampaikan dengan baik. Metode dan media yang dipakai dalam pembelajran harus dapat membelajarkan siswa untuk memahami dan menalar materi yang dipelajari. Selain itu, metode dan media pembelajaran juga harus dapat ... banyak menggunakan media pembelajaran berupa buku – buku pegangan (media cetak). Pembelajaran menggunakan media cetak yang ada cenderung monoton, karena hanya menyajikan tulisan dan gambar. Demonstrasi dan praktikum yang dilakukan di laboratorium atau di kelas, biasanya terkendala oleh waktu persiapan pembelajaran, dan waktu pasca pembelajaran yang sangat
 8  65  67

STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

... DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Oleh Feryco Candra Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP antara siswa yang pembelajarannya menggunakan media pembelajaran interaktif model drill and practice dibandingkan dengan media pembelajaran model tutorial ... ................................ 85 7. Silabus Model media Pembelajaran TIK .................................................... 87 8. RPP Model Media Pembelajaran Driil dan Practice .................................. 89 9. RPP Model Media Pembelajaran Tutorial .................................................. 101 10. RPP Model Media Pembelajaran Simulasi ............................................... ... satu bidang yang mendapat manfat dari teknologi informasi ini adalah pendidikan pembelajaran yang ada di sekolah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sekolah pada umumnya tergantung dari bagaimana seorang guru atau pendidik itu memberikan pembelajaran dengan baik, model-model pembelajaran yang dilakukan hendaknya dapat memicu kreativitas siswa sehingga
 6  74  70

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

... dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS? (2) Apakah ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL? (3) Adakah perbedaan hasil belajar fisika siswa antara pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan model pembelajaran ... sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. (2) Perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL. (3) Perbedaan hasil belajar fisika siswa antara pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan model pembelajaran PBL. 5 D. ... model Ketut Triyogi Kusumawati pembelajaran TPS adalah 56,66 dan sesudah diterapkannya model pembelajaran TPS adalah 78,78, (2) hasil belajar fisika siswa sebelum diterapkannya pembelajaran PBL adalah 57,65 dan setelah diterapkannya pembelajaran PBL adalah 92,65, (3) hasil belajar fisika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS
 10  71  34

ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP DITINJAU DARI SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN EKSPERIMEN DI LABORATORIUM NYATA DAN MAYA

... yang pembelajarannya menggunakan metode eksperimen di laboratorium nyata dan maya, (2) Ada Interaksi antara metode pembelajaran Risna Afriani dengan skill argumentasi ilmiah siswa dalam peningkatan hasil belajar fisika siswa, (3) Tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar fisika siswa yang memiliki skill argumentasi ilmiah tinggi yang pembelajarannya ... belajar fisika siswa yang pembelajarannya menggunakan metode eksperimen di laboratorium nyata dan laboratorium maya? 4 2. Apakah terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan skill argumentasi ilmiah siswa? 3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa yang memiliki skill argumentasi ilmiah tinggi yang pembelajarannya menggunakan metode ... antara metode pembelajaran dengan skill argumentasi ilmiah siswa 3. Perbedaan hasil belajar fisika siswa yang memiliki skill argumentasi ilmiah tinggi yang pembelajarannya menggunakan metode eksperimen di laboratorium nyata dan laboratorium maya 4. Perbedaan hasil belajar fisika siswa yang memiliki skill argumentasi ilmiah rendah yang pembelajarannya
 3  79  57

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING(PBL) DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI)

 6  61  67

BAHASA PADA SURAT DINAS BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN SRAGI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2010 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

 7  76  1

DESKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT USAHA RAKYAT KEPADA USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Unit Way Halim)

... pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, menengah. DESKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT USAHA RAKYAT KEPADA USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Unit Way Halim) (Skripsi) Oleh HOKKOP DEDY COY NABABAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 DESKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT USAHA RAKYAT KEPADA USAHA ... memenuhi ketersediaan modal. Hal ini menjadi dasar terjadinya perjanjian kredit antara Bank Rakyat Indonesia dengan UMKM. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan perjanjian Kredit Usaha Rakyat antara Bank Rakyat Indonesia dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian normatif terapan. ... penandaan data, rekontrusi data, dan sistematis data. Analisis data dilakukan secara analisis kualitatif, komprehensif dan lengkap. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam pelaksanaan pemberian kredit yang dilakukan antara Bank Rakyat Indonesia dengan UMKM harus memenuhi syarat dan prosedur yang telah ditentukan oleh Bank Rakyat Indonesia. UMKM sebagai
 10  91  46

MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA REALIA DI KELAS III SD NEGERI I MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012

... Pendidikan (SNP) Indonesia, maka pembelajaran yang akan diterapkan pada siswa kelas I s.d. III Sekolah Dasar lebih cocok jika dikelola dalam model pembelajaran terpadu. Pelaksanaan model pembelajaran terpadu ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran tematik (Depdiknas, 2006: 3). Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan ... Pendidikan (SNP) Indonesia, maka pembelajaran yang akan diterapkan pada siswa kelas I s.d. III Sekolah Dasar lebih cocok jika dikelola dalam model pembelajaran terpadu. Pelaksanaan model pembelajaran terpadu ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran tematik (Depdiknas, 2006: 3). Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan ... yang diperoleh siswa dari serangkaian tes yang dilaksanakan setelah siswa mengikuti proses pembelajaran. B. Pengertian Model Pembelajaran Tematik Model pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang diperuntukkan bagi pembelajaran di SD kelas rendah. Pembelajaran tematik tidak mengenalkan anak dengan istilah mata pelajaran. Anak dikenalkan
 18  118  83

PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERTAMBAKAN DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

... dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pertambakan di Kabupaten Lampung Selatan? Apakah yang menjadi faktor penghambat Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pertambakan di Kabupaten Lampung Selatan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan ... menunggak. Oleh sebab itu disarankan dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di KPP Pratama Natar hendaknya petugas memberikan pembinaan, penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat atau wajib pajak guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya di bidang perpajakan serta mengusahakan buku-buku pedoman pelaksanaan peraturan tentang ... terdiri atas bagian daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), penerimaan dari sumber daya alam, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Selanjutnya salah satu jenis pajak yang berfungsi sebagai perimbangan keuangan daerah adalah penerimaan pembayaran PBB arena hasil pembayaran PBB sebagian
 6  47  9

PENGARUH KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKADAN MOTIFBERPRESTASI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

... tidak akan berhasil bila faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran tidak dioptimalkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran diantaranya guru, siswa dan lingkungan. Dalam menunjang pembelajaran, guru tidak hanya sekedar sebagai penyampai materi tetapi guru berkewajiban menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dinamis, dan ... tersebut maka pembelajaran akan menyenangkan dan siswa mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Faktor selanjutnya yang dapat menunjang pembelajaran adalah siswa. Dalam pembelajaran, siswa merupakan faktor terpenting karena dalam kurikulum yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), siswa dituntut aktif dalam pembelajaran ... siswa kurang memahami materi. Lingkungan yang dimaksud tidak hanya lingkungan di luar pembelajaran tetapi juga lingkungan dalam pembelajaran yakni kondisi kelas. Salah satu yang memengaruhi kondisi kelas adalah pendekatan pembelajaran yang dipakai oleh guru. Pendekatan pembelajaran yang dipilih oleh guru sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik mata
 8  74  14

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA (Studi Quasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning Semester Ganjil T

... 102) Gambar 2. Desain one group pretest posttest. E. Pelaksanaan Penelitian 1. Tahap Perencanaan a. Menetapkan waktu penelitian b. Menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan c. Menentukan kelas yang akan dijadikan sampel penelitian d. Menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 32 e. Membuat bahan ajar leaflet ... menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif dilakukan melalui enam langkah/fase, seperti yang terlihat dalam tabel 2. Tabel 2. Enam fase model pembelajaran kooperatif Langkah/Fase Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2 Menyajikan informasi Kegiatan Guru Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut ... mengajar perlu menyusun strategi pembelajaran yang dirancang secara seksama, salah satunya sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai hasil belajar siswa yang optimal. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk ilmu biologi membawa dampak pemilihan materi, metode dan media pembelajaran sehingga sistem pembelajaran yang tepat agar
 40  240  59

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA KUBULIKU JAYA KECAMATAN BATU TULIS KABUPATEN LAMPUNG BARAT DALAM PELAKSANAAN PEMERINTAHAN DESA

... Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam perencanaan kebijakan, (2) Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam pelaksanaan kebijakan; (3) Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam laporan hasil pelaksanaan kebijakan; (4) Arahan pimpinan terhadap staf dalam perencanaan pekerjaan; (5) Arahan pimpinan terhadap staf dalam pelaksanaan pekerjaan; dan (6) Arahan pimpinan ... adalah pelaksanaan pekerjaaan organisasi yang terkadang kurang sesuai dengan perencanaan, karena banyaknya pertimbangan pemimpin dalam mengambil langkah-langkah atau tindakan. Pemimpin membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan berbagai masukan dan saran dari bawahan, sehingga berdampak pada kurang sesuainya waktu pelaksanaan pekerjaan dengan rencana ... yang diharapkan oleh masyarakat pekon secara umum” Pelaksanaan pembangunan khususnya pembangunan jalan desa di Desa Kubuliku Jaya Kecamatan Batu Tulis Kabupaten Lampung Barat selama ini dilaksanakan oleh kepala desa dibantu oleh perangkat desa serta dilaksanakan dengan program PNPM Mandiri dengan rencana pembangunan jalan sepanjang 1000 meter dan lebar
 12  73  69

UPAYA GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU di SMP NEGERI 1 AMBARAWA (TAHUN AJARAN 2011 2012)

... menggunakan model pembelajaran IPS Terpadu (Depdiknas,2006:1). Oleh sebab itu dalam pelaksanaannya masih terjadi kesenjangan antara pelaksanaan pembelajaran Bidang Studi IPS sesuai pedoman KTSP dengan kenyataan pelaksanaannya di sekolah. Dalam pelaksanaannya di sekolah SMP/MTs pembelajaran IPS sebagian besar masih dilaksanakan secara terpisah. Pencapaian ... yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Selanjutnya ada beberapa ciri-ciri pembelajaran menurut Darsono, (2002:24) yaitu sebagai berikut : Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis. a) Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar. b) Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar ... .... 22 2.2.3 Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ............. 22 2.2.4 Konsep Pembelajaran dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) . 23 2.2.5 Tinjauan Mengenai Pembelajaran IPS Terpadu ...................... 24 2.2.5.1 Pengertian Pembelajaran IPS Terpadu ........................ 24 2.2.5.2 Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu........................... 26 2.2.5.3
 4  74  131

IDENTIFIKASI MINAT SISWA SMP NEGERI 21 SEMARANG TERHADAP PEMBELAJARAN IPA FISIKA BILINGUAL

... ................................... 16 Konsep Pembelajaran IPA-Fisika Bilingual ........................................ 22 ix 2.3 2.2.1 Pembelajaran IPA-Fisika............................................................. 22 2.2.2 Pembelajaran Bilingual ............................................................... 23 2.2.3 Manfaat Pembelajaran Bilingual ................................................. 24 2.2.4 ... mental 5 dan tindakan dari siswa itu sendiri sehingga siswa akan senang dan mendukung proses pembelajaran. Idealnya, proses pembelajaran yang dilakukan haruslah dapat meningkatkan minat dan motivasi setiap siswa sehingga siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal. Aritonang (2008: 12) menyatakan bahwa minat ... yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu (Syah, 2006: 151). 1.5.2 Pembelajaran IPA-Fisika Bilingual Pembelajaran IPA-fisika bilingual didefinisikan sebagai program pembelajaran IPA-fisika yang menggunakan dua bahasa sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, bilingual yang digunakan adalah bahasa Indonesia
 1  43  164

METODE QIROATI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL QUR’AN DI DABIN III KECAMATAN SEMARANG BARAT (STUDI DESKRIPTIF DI TK AL AZHAR 22 DAN TK ABA 23 SEMARANG)

... menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Qiroati dalam pembelajaran membaca Al-Qur‟an di TK Al-Azhar 22 dan TK ABA 23 ada interaksi yang baik antara guru dan anak. TK Al-Azhar 22 dan TK ABA 23 membuat perencanaan dalam bentuk RKH (Rencana Kegiatan Harian). Dalam pelaksanaannya TK AlAzhar 22 menggunakan peraga yang variatif, TK ABA 23 ... Keterampilan Membaca ……………….. 31 2.4.3 Perkembangan Membaca pada Anak Usia Dini ……….. 32 2.5 Pembelajaran dan Pengelolaan Kelas Anak Usia Dini 2.5.1 Pembelajaran …………………………………………… 35 2.5.4 Pengelolaan Kelas ……………………………………… 40 2.5.3 Perencanaan …………………………………………….. 46 2.5.4 Pelaksanaan …………………………………………….. 48 2.5.5 Evaluasi …………………………………………………. 49 BAB 3 METODE ... penelitian ini adalah: 1.4.1 Untuk mengetahui pembelajaran membaca Al -Qur‟an dengan menggunakan Metode Qiroati antara guru dan anak didik di TK AlAzhar 22 Semarang dan TK ABA 23 Semarang. 1.4.2 Untuk mengetahui bentuk pengelolaan kelas terkait dengan perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dalam pembelajaran Al-Qur‟an dengan menggunakan Metode
 3  70  306

PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS TEORI BELAJAR BRUNER PADA SISWA KELAS IV SDN KALIGAYAM 02 KABUPATEN TEGAL

... ………………………………………………………….. 28. Deskript or Penilaian Siswa Dalam Pembelajaran …………….. 29. 147 Lembar Penilaian Perencanaan Pembelajaran Siklus I ……….. 30. 151 Lembar Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ……….. 31. 156 Lembar Penilaian Perencanaan Pembelajaran Siklus II ………. 32. 162 Lembar Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ………. 33. 167 Surat Bukti ... anak-anak lainnya. Berdasarkan uraian tersebut pembelajaran yang dirancang oleh guru harus memperhatikan karakteristik peserta didiknya agar pembelajaran berlangsung dengan optimal sehingga tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai. Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa yaitu kegiatan pembelajarannya berpusat kepada siswa. Guru ... menjadikan aktif dalam pembelajaran. 2.1.7 Metode Pembelajaran Konvensional Menurut Djamarah (1996) dalam Abimanyu (2008: 6.3) metode pembelajaran konvensional merupakan metode pembelajaran tradisional yang dalam penyampaiannya melalui lisan atau disebut juga dengan metode ceramah. Selanjutnya Abimanyu (2008: 6.3) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran dengan
 9  79  195

PENGEMBANGAN E LEARNING DENGAN MOODLE SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET DI SMP NEGERI 5 SEMARANG

... isi dan proses pembelajaran diarahkan pada pencapaian kompetensi tersebut (Marno et al. 2009: 161). 13 Terdapat berbagai macam konsepsi pembelajaran dari berbagai aliran pembelajaran, seperti pembelajaran menurut aliran behavioristik, kognitif, humanistik, dan aliran kontemporer. 2.2.1.1 Pembelajaran Menurut Aliran Behavioristik Pembelajaran menurut ... media pembelajaran berbasis internet. 2.2.2.2 Fungsi Media Pembelajaran Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode 19 adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi media dalam proses pembelajaran ditunjukkan ... ‘elektronic’ dan ‘learning’ yang berarti ? ?pembelajaran? ??. Jadi, elearning merupakan pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Karena itu, e-learning sering disebut pula ‘online course’. Dengan demikian, maka e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi
 8  51  100

Dokumen yang terkait


Feedback