Perkembangan Agama Islam Di Pulau Samosir

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG

... menjadi masalah utama dalam kesehatan mesyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Pada tahun 2000 diperkirakan dari 693 juta kasus di antara lain adalah hipertensi dan akan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1,15 milyar (Nugraheni, 2004). Penyebab penyakit hipertensi secara umum diantaranya aterosklerosis (penebalan dinding ... risiko penyakit kardiovaskular. Studi-studi klinis menunjukkan bahwa kontrol terhadap hipertensi sistolik ini bisa menurunkan mortalitas global, mortalitas kardiovaskular, stroke, dan kejadian gagal jantung (Chobanian skk, 2003). Studi-studi random juga menunjukkan bahwa terapi hipertensi bermanfaat menurunkan mortalitas dan morbiditas (Mulrow dkk, ... Hipertensi di Klub Senam Sasana Sumbersari Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang. Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti
 32  232  24

EFEKTIVITAS FISIOTERAPI DADA TERHADAP PENGELUARAN SEKRET PADA BRONKITIS KRONIS DI RUMAH SAKIT PARU BATU

... Islam. Skripsi dengan judul ”Efektivitas Fisioterapi Dada Terhadap Pengeluaran Sekret Pada Bronkitis Kronis Di Rumah Sakit Paru Batu”. Skripsi ini dibuat untuk dijadikan persaratan dalam menempuh ilmu keperawatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan dijadikan sebagai literatur dalam ilmu fisioterapi dada.Peneliti ... karena nilai X2 hitung
 18  141  24

STUDI KANDUNGAN BORAKS DALAM BAKSO DAGING SAPI DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BANGIL – PASURUAN

... dan pahit kemudian manis yang berkhasiat sebagai antiseptikum ekstern (Depkes RI, 1979). Istilah boraks di jawa barat dikenal juga dengan mana ‘’bleng’’, di jawa tengah dan jawa timur dikenal dengan nama ‘’pijer’’. Digunakan/ ditambahkan kedalam pangan/ bahan pangan sebagai pengenyal ataupun sebagai pengawet (Wisnu, 2006). Boraks banyak digunakan dalam ... Moscow: MIR Pubishers. Anindita, Satya. 2003. Keamanan Pangan dan Nilai Gizi Bakso Pedagang Sektor Informal di Desa Babakan da Kelurahan Cibadak Bogor Selama Penjualan. Tesis, Institut Pertanian Bogor. Ardinan, 2010. Identifikasi Boraks Pada Bakso Yang Dijual Di Pasar Pucang Gading Kabupaten Demak. Tesis, Universitas Muhammadiyah Semarang. Ayurah, Githa. ... varian baru produk bakso (Kusnadi et al., 2012). Saat mengolah makanan selalu diusahakan untuk menghasilkan produk makanan yang disukai dan bermutu baik serta aman untuk dikonsumsi. Karena itu, pada proses pembuatannya sering dilakukan penambahan “bahan tambahan makanan” atau BTM yang sering disebut zat aktif kimia (food additive) antara lain bahan pengawet,
 14  161  17

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA EMPIRIS PADA PASIEN RAWAT INAP PATAH TULANG TERTUTUP (Closed Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

... penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya. SKRIPSI FARISA DIWI HARSIWI STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA EMPIRIS PADA PASIEN RAWAT INAP PATAH TULANG TERTUTUP (CLOSED FRACTURE) (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 ii iii KATA ... S.Farm., M.Sc.,Apt selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberi motivasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Bapak Drs. Didik Hasmono.,M.S.,Apt. dan ibu Hidajah Rachmawti, S.Si.,Apt.,Sp.FRS selaku Dosen Pembimbing I dan II, disela kesibukan Bapak dan Ibu masih bisa ... infeksi yang terletak di dalam atau pada infeksi yang menyebar superfisial. Antibiotik mencegah terjadinya perkembangan mikroorganisme pathogen (Wilkinson, 2006). Sering keputusan tentang obat antibiotik yang diresepkan harus dibuat secara empirik, sebelum hasil kultur dan tes resistensi tersedia. Dalam hal seperti ini, bahan contoh diwarna Gram dapat
 10  128  24

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

... (Moore & Aithal, 2006). Di Indonesia sendiri prevalensi sirosis hati belum ada, hanya ada laporan dari beberapa pusat pendidikan saja. Di RS Sardjito Yogyakarta jumlah pasien yang dirawat di bagian Penyakit Dalam dalam kurun waktu 1 tahun berkisar 4,1%, di 1 2 Medan dalam kurun waktu 4 tahun dijumpai 819 (4%) dari seluruh pasien di bagian Penyakit Dalam ... pembengkakan di kaki dan sekitar 1,0kg per hari pada pasien dengan pembengkakan di kaki. Dosis tinggi diuretik pada pasien tanpa pembengkakan di kaki dapat mengakibatkan komplikasi serta hiponatremi atau azotemia. Telah dikemukakan bahwa untuk pasien dengan asites ringan sampai moderat yang hadir untuk pertama kalinya, rejimen yang disebutkan di atas harus diikuti, ... harus dihentikan jika kalium serum > 6mmol/L. Jika natrium serum < 120mmol/L, tidak ada diuretik yang harus diberikan. Diuretik juga harus dihentikan jika ada komplikasi diinduksi diuretik lain seperti gagal ginjal, memburuknya ensefalopati hepatik, atau kram otot yang parah (Madan & Mehta, 2011). Berdasarkan data di atas, maka penelitian ini dilakukan
 12  126  24

STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

... NAADLIRAH STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016 Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di ... Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. 3. Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang telah banyak membantu dalam melakukan penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan 4. Ibu Lusi, mas Heri serta staf pegawai Rekam Medik yang telah banyak membantu pelaksanaan penelitian di RS Muhammadiyah Lamongan. 5. Bapak Drs. Didik Hasmono, MS., ... Muhammadiyah Lamongan) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar sarjana farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2016 Oleh: LU’LU’UN NAADLIRAH NIM : 201210410311162 iv Lembar Pengujian STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi
 15  129  28

STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

... 1143110522 iii Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Disusun Oleh: Kabid. Evapor Rekam Nama : Rizqy Amalia Putri NIM : 201210410311057 Institusi : Universitas Muhammadiyah Malang Medik Mengetahui, dan Wadir Pendidikan danPengembangan Profesi drg. ... TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmai pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2016 Oleh : RIZQY AMALIA PUTRI NIM : 201201410311057 Disetujui oleh : Pembimbing I Drs. Didik Hasmono, MS., Apt NIP : 195809111986011001 Pembimbing ... Pengujian STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat Mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Muhammadiyah Malang 2016 Oleh: RIZQY AMALIA PUTRI NIM : 201201410311057 Disetujui
 12  150  25

HASIL PENELITIAN KETERKAITAN ASUPAN KALORI DENGAN PENURUNAN STATUS GIZI PADA PASIEN RAWAT INAP DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSU DR SAIFUL ANWAR MALANG PERIODE NOVEMBER 2010

... penurunan status gizi di Rumah Sakit (RS) cukup tinggi, tidak hanya di negara berkembang tapi juga di negara maju. Di Belanda angka prevalensi penurunan status gizi di RS berkisar 40%, Swedia 17%-47%, Denmark 28%. Di negara lain seperti Amerika dan Inggris berkisar antara 40%-50% (Arrowsmith, 1997; Fatimah, 2002). Studi yang dilakukan di Yogyakarta (2002) ... dilakukan di Yogyakarta (2002) menunjukan kurang lebih 75% penderita yang dirawat di RS menurun status gizinya, dibanding dengan status gizi saat mulai di rawat. Perubahan status gizi ini dapat dilihat jelas dari penurunan berat badan pasien, setelah dirawat inap selama 7 hari di RS. (Kusumayanti, 2004; Soegih, 1998). Status gizi adalah ekspresi dari ... Terapi Diet dan Nutrisi, Hipokrates, Jakarta Dinarto Murjinah, 2002, Gizi http://eprints.undip.ac.id/25237/ Medik Indonesia, Available Nurcahyo, 2007, Malnutrisi, Available http://www.indonesiaindosesia.com/f/11150-malnutrisi, 2010 in URL: in diakses URL: April Rosenberg Irwin H; alih bahasa, Isselbacher Kurt J; editor bahasa Indonesia, Asdie
 6  162  21

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

... tahun  1997,  kemudian  penulis  melanjutkan  studinya  di? ? MTs  AL­ITTIHAD  BELUNG  PONCOKUSUMO  lulus pada tahun 2000, pada tahun  yang sama penulis  melanjutkan studinya  di? ? MA  AL­ITTIHAD BELUNG PONCOKUSUMO dan  lulus pada tahun 2003 kemudian pada  tahun  yang  sama  pula  penulis  melanjutkan  studinya  di? ? Universitas  Muhammadiyah  Malang  Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis. Ya  ... ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI  ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER  DI? ?UD. PUTRA TEMU REJEKI  (Studi Kasus? ?di? ?Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)  SKRIPSI  Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Strata – 1 (S1)  Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis  Universitas Muhammadiyah Malang  Disusun Oleh  SAMAHUDI  03720037  JURUSAN AGRIBISNIS  FAKULTAS PERTANIAN  UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG  2008 RIWAYAT HIDUP  Penulis  ... Penyusutan  Beras  Poles  Medium  Dan  Beras  Poles  Super  Per  Proses  Produksi  Lampiran 16  : Nilai Keragaman Daftar Biaya Pengeluaran Untuk Beras Poles Medium  Lampiran 17  : Nilai Keragaman Daftar Penerimaan Untuk Beras Poles Medium  Lampiran 18  : Nilai Keragaman Daftar Pendapatan Untuk Beras Poles Medium  Lampiran 19  : Nilai Keragaman Daftar Biaya Total Untuk Beras Poles Super  Lampiran 20 
 19  163  16

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in
 26  169  2

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)

... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan? ?program acara televisi? ?di? ?Indonesia cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan? ?zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi) dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi. ... DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW? ?DI? ?TELEVISI(Analisis  Semiotik Talk Show Empat Mata? ?di? ?Trans 7)  Oleh: Rita Martasari ( 03220046 )  Communication Science  Dibuat: 2008­03­31 , dengan 3 file(s).  Keywords: Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan? ?program acara televisi? ?di? ?Indonesia cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan? ?zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi) dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan? ?program acara televisi? ?di? ?Indonesia cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan? ?zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi) dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi.
 19  162  1

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

... MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA(Studi  Deskriptif Program Acara Garus? ?di? ?Radio VIS FM Banyuwangi)  Oleh: MUHAMMAD NASIR ( 01220166 )  Communication science  Dibuat: 2007­06­04 , dengan 3 file(s).  Keywords: Manajemen Pemrograman, Stasiun Radio Swasta  ABSTRAK  Beragam cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun
 28  184  2

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton
 14  144  2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari
 8  103  2

SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)

... banyak mengumbar nafsu syahwat untuk ditampilkan kepada masyarakat, sehingga tema besar yang ditawarkan oleh film tersebut kalah menariknya. Berkaitan dengan beberapa uraian diatas yang menimbulkan berbagai interpretasi bagi audiens (penonton), maka disini peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap sensualitas yang ditunjukkan dalam perfilman Indonesia ... ekspresi, sedangkan satuan ukur yang digunakan adalah durasi kemunculan struktur kategori yang dihitung berdasarkan detik. Dari keseluruhan tayangan film Tali Pocong Perawan didapat bahwa Sensualitas pada Indikasi Verbal adalah 95 detik, yang paling sering muncul adalah kategori berkata mesra, yaitu sebanyak 55 detik. Hal ini dikarenakan sifat bawaan pemeran ... sensualitas. Dimana adegan sensualitas yang didapatkan dalam seluruh tayangan berdurasi selama 24,1 menit (1445 detik) dari 88,23 menit (5303 detik). Hal itu mencapai 27,3% atau dapat dikatakan hampir 1/3 bagian dari tayangan Tali Pocong Perawan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tayangan ini menyimpang atau tidak sesuai dengan tema besar yang diangkatnya
 33  215  2

MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang

... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh
 20  161  2

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG

... merugikan peserta didik lain. Bahkan, dalam pendidikan inklusi diharapkan perbedaan karakteristik siswa menjadi pembelajaran tersendiri dan bernilai manfaat bagi setiap peserta didik. Usaha saling memahami perbedaan antar peserta didik dan upaya untuk memperlakukan perbedaan antar peserta didik secara semestinya memberi nilai plus bagi pendidikan inklusi. Amanat ... sementara anak-anak berkebutuhan khusus (ABK)/difabel belajar di SLB. Isu pendidikan untuk semua (education for all) menjadikan pendidikan inklusi sebagai salah satu model pendidikan yang disarankan untuk berbagai tipe anak berkebutuhan khusus. Pendidikan inklusi bersifat terbuka terhadap perbedaan karakter peserta didik dan berupaya mengakomodasi setiap perbedaan tersebut ... nilai plus bagi pendidikan inklusi. Amanat hak atas pendidikan bagi anak penyandang kelainan atau ketunaan ditetapkan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 32 disebutkan bahwa: Pendidikan khusus (pendidikan luar biasa) merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses
 59  381  26

PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG

... PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG SKRIPSI OLEH : DEWI NATALISA 201210430311155 JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG MEI 2016 LEMBAR PENGESAHAN Dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ... “Pengembangan Tari Semut Berbasis Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah 8 Dau Malang” dapat terseleseikan. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penulis menyadari ... J, 2012. Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: DIVA Press. Djelantik, M. A. A. 2004. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Ghony, Junaidi, 2009. Penelitian Pendidikan. Malang: UIN-Malang Press. Jazuli, M, 2008. Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni. Surabaya: Unesa University Press. Jurnal Pendidikan Khusus
 52  349  20

PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)

... kualitatif dimana penganalisaan bergerak diantara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan secara interaktif sehingga merupakan proses siklus. Data diperoleh dengan cara wawancara dan pengamatan langsung terhadap beberapa peristiwa atau fenomena sosial dillokasi penelitian dan terbatas pada beberapa informan yang dianggap representatif. Di samping ... informal di dalam masyarakat merupakan sosok manusia teladan berfenomena kultural, yang secara hakiki menjunjung tinggi nilai moral tertentu sehingga oleh masyarakat dijadikan patokan dalam suatu keberhasilan pengembangan home industri. Sedangkan fenomena sosial menunjukkan bahwa pengembangan home industri di Desa Sumber kalong belum berhasil sebagaimana diharapkan, terutama ... berhasil sebagaimana diharapkan, terutama dilihat dari aspek mental dan perilaku baik dari elit formal (pemerintah) maupun dari masyarakat. Sehingga dapat di jelaskan bagaimana peranan elit informal di dalam melakukan penyuluhan, pembinaan, pengawasan, dan perencanaan pemasaran terhadap pengembangan home industri tape di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari
 33  212  2

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

... pula yang terjadi dalam ruang tunggu pelabuhan tanjung perak, karena para calon penumpang tersebut adalah individu-individu yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka komunikasi yang terjadi seringkali merupakan komunikasi antar budaya. Maka komunikasi yang mungkin terjadi dalam ruang tunggu bisa saja sedemikian kompleks dikarenakan terdapat ... interpersonal dalam situasi pertemuan antar budaya di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya? Untuk mendapatkan pengetahuan maka studi ini dilakukan pada orang-orang yang berada di ruang tunggu terminal penumpang kapal laut Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan alasan di tempat tersebut terjadi pertemuan banyak budaya yang berbeda. Komunikasi ... berada pada Pelabuhan Tanjung Perak maka budaya yang beragam dapat dengan mudah ditemukan. Di Pelabuhan Tanjung Perak terdapat multi etnis yang kaya budaya. Etnis Nusantara pun dapat dijumpai, misalnya Jawa, Madura, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi. Berkumpul dengan orang lain di ruang tunggu inilah yang memunculkan naluri untuk berinteraksi. Dalam berinteraksi
 96  574  2

REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)

... umumnya, yaitu seirama dengan perkembangan media massa. Awal masyarakat Indonesia mengenal iklan modern dari surat kabar, kemudian saat masyarakat Indonesia mengenal media radio, maka lahirlah iklan radio, dan kemudian di saat masyarakat mengenal televisi maka lahirlah iklan televisi (Bungin, 2011: 77) Secara umum, iklan dibagi atas dua jenis yaitu iklan ... Belakang Melejitnya teknologi dan informasi menjadikan kebutuhan informasi semakin mudah di akses. Masyarakat berkomunikasi semakin mudah dengan menggunakan media baik cetak maupun elektronik. Perkembangan teknologi media ini mendorong perubahan yang luar biasa pada kehidupan media massa sendiri. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat televisi ... televisi menjadi barang yang murah dan merupakan kebutuhan bagi masyarakat. Bukan saja menyajikan berita namun juga bisa menjadi media promosi, propaganda dan juga menjadi alat koreksi sosial. Realitas sosial, kebudayaan atau politik, kini di bangun berdasarkan model-model fantasi yang ditawarkan televisi, iklan, dan sinetron. Pandangan–pandangan diatas itu
 125  425  19

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

... mendasarkan diri pada politik. Anas Urbaningrum telah menyiapkan momentum untuk mencari keadilan. KPK menjerat Anas Urbaningrum dengan pasal penerimaan gratifikasi atau hadiah saat dia masih menjadi anggota DPR RI. Dalam surat perintah penyidikan (spirindik) Anas Urbaningrum yang ditandatangani pada Jum’at (22/2/2013), Anas Urbaningrum disebutkan tidak hanya diduga ... yang dilakukan tersangka. Kasus korupsi diatas merupakan salah satu kasus yang menjadi sorotan di masyarakat luas.Dan melalui media juga bisa memberikan informasi sehingga masing-masing memiliki penilaian tersendiri. Partai Demokrat misalnya yang akhirakhir ini menjadi sorotan media.Ketika suatu partai politik yang anggotanya disorot melalui media ... selanjutnya. Selain itu, diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan menjadi referensi di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang terutama tentang studi Jurnalistik dalam media massa. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang peran media massa sebagai pelaku
 62  433  20

PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)

... khalayak media, sehingga menjadi khalayak yang berdaya hidup di tengah dunia yang disebut sesak media (Iriantara, 2009:31). Namun menurut W. James Potter (2005:22), media literasi adalah sebuah perspektif yang aktif kita gunakan ketika mengekspos diri kita sendiri pada media yang kita hadapi. Dari definisi sederhana di atas, terlihat bahwa tujuan dari media ... tidak hanya diterapakan oleh publik atau konsumen media saja, tetapi sebagai produsen berita juga perlu untuk menerapkan media literasi ini. Termasuk produsen berita dalam kampus, yakni jurnalis kampus. Di satu sisi, jurnalis kampus adalah produsen media, tapi di sisi lain jurnalis kampus juga menjadi konsumen media saat dirinya mengakses media tertentu. Memiliki ... untuk memfilter dirinya dari serangan informasi di media massa, pengetahuan mereka akan informasi yang diperoleh menjadi seragam, sama seperti apa yang dikatakan media. Mengapa demikian, hal tersebut disebabkan karena pengetahuan jurnalis kampus hanya sebatas informasi yang diterima saja. Tanpa adanya cross check tentang kebenaran suatu informasi yang diterima dari
 101  397  24

PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)

... (dengan subjek kontrak tertentu) yang terjadi (dibuka) harus didaftarkan pada otoritas bursa setempat, jadi kontrak diciptakan di bursa. E.5. Studi Resepsi Studi resepsi merupakan studi yang memberikan sebuah makna atas pemahaman teks media (cetak, elektronik, internet) dengan memahami bagaimana karakter teks media dibaca oleh khalayak. Kajian ini memfokuskan ... online. Media cetak merupakan media tertua yang ada di muka bumi. Ragam bentuk media cetak ialah koran, majalah, dan tabloid. Lain hal nya dengan media cetak, media elektronik muncul karena perkembangan teknologi modern yang berhasil memadukan konsep media cetak dan suara (radio), bahkan kemudian dengan gambar melalui layar televisi. Sementara itu, perkembangan ... fungsi yang dijabarkan Onong diatas, maka Kabar Pasar dari TvOne mempunyai fungsi sebagai penerang karena dalam tayangan 9 program acara tersebut dipaparkan dan dijelaskan informasi mengenai perkembangan komoditi berjangka yang ada di dalam dan luar negeri. E.2.1. Televisi Sebagai Media Massa Istilah media massa merupakan singkatan dari media komunikasi
 18  202  45

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

... dengan antar sesama, baik di dalam keluarga maupun bermasyarakat komunikasi dibutuhkan dan tidak memilih tempat khusus. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat komunikasi, maka karena pentingnya komunikasi di dalam kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di dalam bernegarapun komunikasi di butuhkan. Dimana didalamnya menurut Goetano ... Jakarta. Rajawali Pers. Muhtadi, Asep Saeful. 2008. Komunikasi Politik Indonesia : Dinamika Islam Politik Pasca-Orde Baru. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Edisi Revisi. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. -----------------------. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Cetakan keduapuluh dua. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. -----------------------. ... Nasional sering diperbincangkan di media massa ataupun lembaga-lembaga publik untuk menyusun ulang konsep demokrasi yang lebih baik. Pemerintah beserta birokrasinya menyusun Undang-undang tentang bagaimana konsep demokrasi yang cocok untuk diterapkan di Indonesia sampai pada tahun sekarang undangundang tentang pemilu telah dibahas sebagai bentuk demokratis untuk di
 115  429  25

Dokumen yang terkait


Feedback