Pengukuran Kinerja Dengan Menggunakan Balanced Scorecard Pada Pdam Boyolali

STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

... ACE-Inhibitor pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan terkait dengan jenis obat, dosis, frekuensi pemberian dan hal lain terkait data laboratorium dan data klinik pada pasien CKD, serta tingkat keberhasilan terapi. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat observasional dengan metode ... ...........................................................27 Tabel V.1 Distribusi Jenis Kelamin pada Pasien CKD ................................44 Tabel V.2 Distribusi Usia pada Pasien CKD................................................44 Tabel V.3 Distribusi Status pada Pasien CKD .............................................44 Tabel V.4 Distribusi klasifikasi Stage pada Pasien CKD.............................45 Tabel ... Wb. Puji syukur selalu tercurahkan kepada Allah SWT., yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Studi penggunaan ACE-INHIBITOR pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)” dengan tepat waktu. Selanjutnya penulis
 15  131  28

OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM

... karakteristik fisika kimia dan aseptabilitas sediaan krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20%? 2. Bagaimana efektifitas antioksidan pada sedian krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20% ? 3. Pada kadar berapakah serbuk daun Moringa oleifera Lam. (10%, ... fisika kimia dan aseptabilitas sediaan krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20%. 4 2. Menentukan efektifitas antioksidan pada sedian krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20%. 3. Menentukan pada kadar berapakah serbuk daun Moringa oleifera Lam. (10%, ... daerah tertentu seperti di Flores (NTT) dan Madura, masyarakat menggunakan tepung daun kelor yang dicampurkan dengan bedak dengan maksud untuk menghilangkan flek/noda hitam (pigmentasi) pada wajah yang diduga muncul akibat adanya faktor peningkatan usia, radikal bebas dan adanya paparan langsung dengan sinar matahari. Hingga saat ini di Indonesia belum ada
 55  246  22

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

... memberikan zona hambat tertinggi pada bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi pelarut 50 μg/ml yang memiliki diameter zona hambat 12,5 dan 11 mm. Selain pada fraksi etil asetat pada penelitian ini juga dilakukan uji pada fraksi methanol, fraksi metanol kelor memberikan zona hambat tertinggi pada bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi pelarut 50 ... Golongan Senyawa Alkaloid dengan KLT………. 51 5.5.1 xii 5.5.2 Identifikasi Golongan Senyawa Flavonoid dengan KLT…….... 51 5.5.3 Identifikasi Golongan Senyawa Antrakinon dengan KLT….…. 52 5.5.4 Identifikasi Golongan Senyawa Polifenol dengan KLT…….…. 53 5.5.5 Identifikasi Golongan Senyawa Terpenoid dengan KLT...……. 54 5.5.6 Pengukuran Nilai Rf ... pada berbagai macam fraksi yaitu fraksi petroleum eter, etil asetat, kloroform, dan etanol. Pada pengujian fraksi etil asetat kelor memberikan zona hambat tertinggi pada bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi pelarut 15 mg/ml yang memiliki diameter zona hambat 9,9 mm. Pada pengujian fraksi petroleum eter kelor memberikan zona hambat tertinggi pada
 54  252  32

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI ADJUVAN TERAPI CAPTOPRIL TERHADAP KADAR RENIN PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

... homeostasis. Penelitian ini menggunakan metode post test group design. Temulawak diekstraksi menggunakan metode remaserasi dengan pelarut etanol 96%. Induksi hipertensi menggunakan L-NG-Nitroarginine-methyl-ester (L-NAME) 70 mg/KgBB melalui air minum selama 2 minggu sebelum terapi dan 2 minggu bersamaan saat terapi. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok ... hipertropi jantung dan respon simpatis sehingga dapat bersinergi membantu mekanisme penurunan tekanan darah dan renin pada terapi hipertensi. Sistem RAAS yang terkait pada mekanisme pengaturan tekanan darah akan terpengaruh dengan adanya peran senyawa kimia pada ekstrak temulawak sebagai adjuvan terapi captopril. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kadar ... 75 mg/KgBB)+Captopril 0,0325mg/20gBB). Temulawak diekstraksi menggunakan metode remaserasi dengan pelarut etanol 96%. Induksi hipertensi menggunakan L-NG-Nitroarginine-methyl-ester (L-NAME) 70 mg/KgBB melalui air minum selama 2 minggu sebelum terapi dan 2 minggu bersamaan saat terapi. Analisis hasil menggunakan metode One Way ANOVA dan uji Post Hoc Tukey menunjukkan
 37  247  30

STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

... berkontribusi dalam asuhan kefarmasian terkait dengan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antitoksoplasmosis pada pasien HIV/AIDS disertai dengan Toksoplasmosis Serebral. 4. Meningkatkan kualitas pelayanan pada instalasi farmasi terutama pada kasus penggunaan obat antitoksoplasmosis pada pasien HIV/AIDS disertai dengan Toksoplasmosis Serebral. 5 ... kemudian dikombinasi dengan pemberian pirimetamin dengan dosis muatan 200 mg satu kali dilanjutkan dengan dosis 50-75 mg per hari dan leukovorin dengan dosis 10-20 mg per hari (WHO,2007). Di Eropa, pasien toksoplasmosis serebral dengan infeksi HIV/AIDS diberikan pengobatan terapi dengan antitoksoplasmosis, yaitu pirimetamin ( 100 mg pada hari pertama kemudian ... dampak sosial-ekonomi yang berkaitan dengan biaya perawatan penderita, retardasi mental, hidrosefalus, keguguran pada ibu hamil dan kerugian ekonomi pada peternak akibat keguguran pada hewan ternak. Toksoplasmosis juga penyakit yang mematikan pada penderita imunosupresif seperti AIDS. Toxoplasma gondii dapat ditemukan pada manusia, hewan mamalia dan unggas
 13  156  25

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS? ?PADA? ?SINETRON (Analisis Isi? ?Pada? ?Sinetron Munajah  Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi? ?pada? ?saat ini sangat berpengaruh? ?pada? ?kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi? ?dengan? ?melihat tayangan sinetron munajah cinta di RCTI  dan cinta fitri di SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan? ?dengan? ?mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu? ?dengan? ?dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri di masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas? ?dengan? ?mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis? ?pada? ?sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis? ?pada? ?sinetron cinta fitri 18 kali (55%).? ?Dengan? ?demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS? ?PADA? ?SINETRON (Analisis Isi? ?Pada? ?Sinetron Munajah  Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi? ?pada? ?saat ini sangat berpengaruh? ?pada? ?kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi? ?dengan? ?melihat tayangan sinetron munajah cinta di RCTI  dan cinta fitri di SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan? ?dengan? ?mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu? ?dengan? ?dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri di masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas? ?dengan? ?mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis? ?pada? ?sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis? ?pada? ?sinetron cinta fitri 18 kali (55%).? ?Dengan? ?demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS? ?PADA? ?SINETRON (Analisis Isi? ?Pada? ?Sinetron Munajah  Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi? ?pada? ?saat ini sangat berpengaruh? ?pada? ?kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi? ?dengan? ?melihat tayangan sinetron munajah cinta di RCTI  dan cinta fitri di SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan? ?dengan? ?mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu? ?dengan? ?dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri di masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas? ?dengan? ?mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis? ?pada? ?sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis? ?pada? ?sinetron cinta fitri 18 kali (55%).? ?Dengan? ?demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis? ?pada? ?sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in
 27  191  2

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

... MANAJEMEN PEMROGRAMAN? ?PADA? ?STASIUN RADIO SWASTA(Studi  Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)  Oleh: MUHAMMAD NASIR ( 01220166 )  Communication science  Dibuat: 2007­06­04 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Manajemen Pemrograman, Stasiun Radio Swasta  ABSTRAK  Beragam ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu? ?dengan? ? yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus? ?pada? ?program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio? ?pada? ?format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai? ?dengan? ? kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi di masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format? ?dengan? ? tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu? ?dengan? ? yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus? ?pada? ?program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio? ?pada? ?format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai? ?dengan? ? kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi di masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format? ?dengan? ? tujuan menciptakan image stasiun
 29  196  2

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi? ?Pada? ? Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 ,? ?dengan? ?2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia.? ?Pada? ?zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik? ?dengan? ?cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi di studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi? ?Pada? ? Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 ,? ?dengan? ?2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia.? ?Pada? ?zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik? ?dengan? ?cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi di studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton
 17  150  2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS DI  TRANS TV(Studi? ?Pada? ?Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik? ?pada? ?TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik, di  setiap episodenya selalu terdapat keceriaan di setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan? ?pada? ?asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif? ?dengan? ?pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan? ?pada? ?: apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data? ?menggunakan? ?angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan? ?menggunakan? ?proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan? ?dengan? ?pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu,? ?dengan? ?diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS DI  TRANS TV(Studi? ?Pada? ?Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik? ?pada? ?TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik, di  setiap episodenya selalu terdapat keceriaan di setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan? ?pada? ?asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif? ?dengan? ?pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan? ?pada? ?: apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data? ?menggunakan? ?angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan? ?menggunakan? ?proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan? ?dengan? ?pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu,? ?dengan? ?diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS DI  TRANS TV(Studi? ?Pada? ?Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik? ?pada? ?TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik, di  setiap episodenya selalu terdapat keceriaan di setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan? ?pada? ?asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif? ?dengan? ?pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan? ?pada? ?: apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data? ?menggunakan? ?angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan? ?menggunakan? ?proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan? ?dengan? ?pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu,? ?dengan? ?diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari
 8  110  2

FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI

... FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATANDALAM IKLAN  LAYANAN MASYARAKATAnalisis Isi? ?pada? ?Empat Versi ILM Televisi  Tanggap Flu BurungMilik Komnas FBPI  Oleh: Kenyo Primagati  Communication Science  Dibuat: 2010­12­21 ,? ?dengan? ?6 file(s).  Keywords: Pemeliharaan Kesehatan, Iklan Layanan Masyarakat Televisi  ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan di media online seperti www.republika.co.id,  www.antaranews.com dan www.okezone.com yang memberitakan dua kasus flu burung? ?pada? ? awal tahun 2010. Kasus pertama? ?pada? ?tanggal 23 Februari menimpa seorang ibu rumah tangga di  Malang dan kasus kedua menimpa seorang balita di Pekanbaru? ?pada? ?tanggal 28 April. Dua kasus  baru tersebut menyatakan bahwa flu burung masih berbahaya di kehidupan masyarakat Indonesia  meskipun dahulu telah dikampanyekan melalui iklan layanan masyarakat televisi (ILM televisi)  tentang langkah­langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus flu  burung. Salah satunya adalah ILM Televisi Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI yang  memiliki empat versi. Komnas FBPI itu sendiri merupakan sebuah komite yang berinisiatif  menangani kasus flu burung. Namun akibat pemberitaan dua kasus baru maka komitmen  Komnas FBPI terbantahkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah  frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan yang terkandung? ?pada? ?empat versi ILM televisi  Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI? ?dengan? ?rumusan masalah penelitian yang berbunyi  “Berapakah frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?Empat Versi ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI?”  Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu cara atau upaya penanggulangan dan pencegahan  gangguan kesehatan. Penanggulangan merupakan cara untuk menangani gangguan kesehatan,  sedangkan pencegahan merupakan cara untuk menjauhkan diri dari gangguan kesehatan.  Informasi pemeliharaan kesehatan sangat penting disampaikan dan diketehui oleh masyarakat  luas terutama bagi wilayah atau negara yang sedang mengalami wabah penyakit berbahaya.  Informasi berupa pesan pemeliharaan kesehatan dapat disampaikan melalui ILM Televisi secara  menarik namun singkat dan jelas sehingga masyarakat dapat menerima, memahami serta  mempraktekannya dalam kehidupan mereka sehari­hari agar terhindar dari gangguan penyakit.  Tipe penelitian ini? ?menggunakan? ?tipe deskriptif? ?dengan? ?perangkat statistik dan metode penelitian  yang digunakan adalah metode analisis isi. Metode ini hanya menganalisis pesan yang tampak  dalam objek penelitian. Ruang lingkupnya adalah seluruh scene dalam ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI yang berjumlah 24 scene (total scene? ?pada? ?empat versi). Satuan  ukurnya adalah setiap frekwensi kemunculan adegan/scene yang mengandung kategori  penanggulangan dan pencegahan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?Empat Versi ILM  Televisi Tanggap Flu Burung telah diketemukan mengandung pesan pemeliharaan kesehatan  sebanyak 15 scene (62,5%) dari 24 scene. Pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?kategori  penanggulangan muncul sebanyak 7 kali (29,17%)? ?dengan? ?indikasi pemeriksaan sebanyak 2 kali  (8,33%), indikasi pengobatan sebanyak 3 kali (12,5%) dan indikasi pelaporan sebanyak 2 kali  (8,33%). Sedangkan? ?pada? ?kategori pencegahan muncul sebanyak 18 kali (75%)? ?dengan? ?indikasi pembersihan sebanyak 7 kali (29,17%) dan indikasi menjaga kontak sebanyak 11 kali (45,83%).  Dengan? ?demikian dapat disimpulkan bahwa empat versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung  Milik Komnas FBPI banyak mengandung pesan pemeliharaan kesehatan, meskipun pesan  tersebut lebih banyak muncul? ?pada? ?kategori pencegahan.  Atas hasil di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti? ?dengan? ?metode lain agar  pesan? ?pada? ?kategori penanggulangan dapat lebih banyak diketemukan. Selain itu disarankan pula  kepada Komnas FBPI untuk memberikan pesan pemeliharaan kesehatan yang lebih banyak? ?pada? ? kategori penanggulangan atau seimbang? ?dengan? ?kategori pencegahan.  ABSTRACT  The research is based from many news in online media like www.republika.co.id,  www.antaranews.com and www.okezone.com which information that two cases bird flu at first  2010. The first case on February 23, the bird flu had been attacking a housewife in Malang and  second case is attacked a toddler on April 28 in Pekanbaru. The newly cases it declare that bird  flu still dangerous in Indonesia while it had been campaigning with use television PSA about the  effective steps to lessen risk from the bird flu attack long times ago. One of them Television PSA  Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI who have four version. The Komnas FBPI is a commitee  who has initiative for handle the bird flu case. But, because of the two case that so the  commitment of Komnas has unaccepted. Based on it, the researcher would have to know how  much the frequency of health preserve message which on four version television PSA Tanggap  Flu Burung by Komnas FBPI with the formulate research question “How much the frequency  health preserve message on Four Version Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas  FBPI?”  The health preserve is the way or tacling effort and preventive of health trouble. The tacling is  the way to handling health trouble and preventive is the way to far from the health trouble.  Infomation health preserve is important to inform and knowing from the society the first for zone  or country who had been attacking by dangerous disease. The information which have health  preserve message can inform with the television PSA like interesting but simple and clear so the  society can accepting and understanding and to practice it on their life everyday that striking  from the health trouble.  The type of the research is use descriptive type with using statistic tool and the method research  is used content analysis method. This method just analyse message on in research object. The  scope in here is all of scene in Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI which 24  scene (total scene from the four version). The unit of measure is every frequency of appearance  from the scene which on have a tacling and preventive category.  The result research shown that the health preserve message on Four Version Television PSA  Tanggap Flu Burung is have health preserve message is 15 scene (62,5%) from 24 scene. The  health preserve message on tacling category is 7 times (29,17%) with checkup indication as  much 2 times (8,33%), medication indication is 3 times (12,5%) and reporting indication is 2  times (8,33%). Meanwhile for the preventive category is show up 18 times (75%) with the  cleansing of ... FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATANDALAM IKLAN  LAYANAN MASYARAKATAnalisis Isi? ?pada? ?Empat Versi ILM Televisi  Tanggap Flu BurungMilik Komnas FBPI  Oleh: Kenyo Primagati  Communication Science  Dibuat: 2010­12­21 ,? ?dengan? ?6 file(s).  Keywords: Pemeliharaan Kesehatan, Iklan Layanan Masyarakat Televisi  ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan di media online seperti www.republika.co.id,  www.antaranews.com dan www.okezone.com yang memberitakan dua kasus flu burung? ?pada? ? awal tahun 2010. Kasus pertama? ?pada? ?tanggal 23 Februari menimpa seorang ibu rumah tangga di  Malang dan kasus kedua menimpa seorang balita di Pekanbaru? ?pada? ?tanggal 28 April. Dua kasus  baru tersebut menyatakan bahwa flu burung masih berbahaya di kehidupan masyarakat Indonesia  meskipun dahulu telah dikampanyekan melalui iklan layanan masyarakat televisi (ILM televisi)  tentang langkah­langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus flu  burung. Salah satunya adalah ILM Televisi Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI yang  memiliki empat versi. Komnas FBPI itu sendiri merupakan sebuah komite yang berinisiatif  menangani kasus flu burung. Namun akibat pemberitaan dua kasus baru maka komitmen  Komnas FBPI terbantahkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah  frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan yang terkandung? ?pada? ?empat versi ILM televisi  Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI? ?dengan? ?rumusan masalah penelitian yang berbunyi  “Berapakah frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?Empat Versi ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI?”  Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu cara atau upaya penanggulangan dan pencegahan  gangguan kesehatan. Penanggulangan merupakan cara untuk menangani gangguan kesehatan,  sedangkan pencegahan merupakan cara untuk menjauhkan diri dari gangguan kesehatan.  Informasi pemeliharaan kesehatan sangat penting disampaikan dan diketehui oleh masyarakat  luas terutama bagi wilayah atau negara yang sedang mengalami wabah penyakit berbahaya.  Informasi berupa pesan pemeliharaan kesehatan dapat disampaikan melalui ILM Televisi secara  menarik namun singkat dan jelas sehingga masyarakat dapat menerima, memahami serta  mempraktekannya dalam kehidupan mereka sehari­hari agar terhindar dari gangguan penyakit.  Tipe penelitian ini? ?menggunakan? ?tipe deskriptif? ?dengan? ?perangkat statistik dan metode penelitian  yang digunakan adalah metode analisis isi. Metode ini hanya menganalisis pesan yang tampak  dalam objek penelitian. Ruang lingkupnya adalah seluruh scene dalam ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI yang berjumlah 24 scene (total scene? ?pada? ?empat versi). Satuan  ukurnya adalah setiap frekwensi kemunculan adegan/scene yang mengandung kategori  penanggulangan dan pencegahan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?Empat Versi ILM  Televisi Tanggap Flu Burung telah diketemukan mengandung pesan pemeliharaan kesehatan  sebanyak 15 scene (62,5%) dari 24 scene. Pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?kategori  penanggulangan muncul sebanyak 7 kali (29,17%)? ?dengan? ?indikasi pemeriksaan sebanyak 2 kali  (8,33%), indikasi pengobatan sebanyak 3 kali (12,5%) dan indikasi pelaporan sebanyak 2 kali  (8,33%). Sedangkan? ?pada? ?kategori pencegahan muncul sebanyak 18 kali (75%)? ?dengan? ?indikasi pembersihan sebanyak 7 kali (29,17%) dan indikasi menjaga kontak sebanyak 11 kali (45,83%).  Dengan? ?demikian dapat disimpulkan bahwa empat versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung  Milik Komnas FBPI banyak mengandung pesan pemeliharaan kesehatan, meskipun pesan  tersebut lebih banyak muncul? ?pada? ?kategori pencegahan.  Atas hasil di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti? ?dengan? ?metode lain agar  pesan? ?pada? ?kategori penanggulangan dapat lebih banyak diketemukan. Selain itu disarankan pula  kepada Komnas FBPI untuk memberikan pesan pemeliharaan kesehatan yang lebih banyak? ?pada? ? kategori penanggulangan atau seimbang? ?dengan? ?kategori pencegahan.  ABSTRACT  The research is based from many news in online media like www.republika.co.id,  www.antaranews.com and www.okezone.com which information that two cases bird flu at first  2010. The first case on February 23, the bird flu had been attacking a housewife in Malang and  second case is attacked a toddler on April 28 in Pekanbaru. The newly cases it declare that bird  flu still dangerous in Indonesia while it had been campaigning with use television PSA about the  effective steps to lessen risk from the bird flu attack long times ago. One of them Television PSA  Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI who have four version. The Komnas FBPI is a commitee  who has initiative for handle the bird flu case. But, because of the two case that so the  commitment of Komnas has unaccepted. Based on it, the researcher would have to know how  much the frequency of health preserve message which on four version television PSA Tanggap  Flu Burung by Komnas FBPI with the formulate research question “How much the frequency  health preserve message on Four Version Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas  FBPI?”  The health preserve is the way or tacling effort and preventive of health trouble. The tacling is  the way to handling health trouble and preventive is the way to far from the health trouble.  Infomation health preserve is important to inform and knowing from the society the first for zone  or country who had been attacking by dangerous disease. The information which have health  preserve message can inform with the television PSA like interesting but simple and clear so the  society can accepting and understanding and to practice it on their life everyday that striking  from the health trouble.  The type of the research is use descriptive type with using statistic tool and the method research  is used content analysis method. This method just analyse message on in research object. The  scope in here is all of scene in Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI which 24  scene (total scene from the four version). The unit of measure is every frequency of appearance  from the scene which on have a tacling and preventive category.  The result research shown that the health preserve message on Four Version Television PSA  Tanggap Flu Burung is have health preserve message is 15 scene (62,5%) from 24 scene. The  health preserve message on tacling category is 7 times (29,17%) with checkup indication as  much 2 times (8,33%), medication indication is 3 times (12,5%) and reporting indication is 2  times (8,33%). Meanwhile for the preventive category is show up 18 times (75%) with the  cleansing of ... FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATANDALAM IKLAN  LAYANAN MASYARAKATAnalisis Isi? ?pada? ?Empat Versi ILM Televisi  Tanggap Flu BurungMilik Komnas FBPI  Oleh: Kenyo Primagati  Communication Science  Dibuat: 2010­12­21 ,? ?dengan? ?6 file(s).  Keywords: Pemeliharaan Kesehatan, Iklan Layanan Masyarakat Televisi  ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan di media online seperti www.republika.co.id,  www.antaranews.com dan www.okezone.com yang memberitakan dua kasus flu burung? ?pada? ? awal tahun 2010. Kasus pertama? ?pada? ?tanggal 23 Februari menimpa seorang ibu rumah tangga di  Malang dan kasus kedua menimpa seorang balita di Pekanbaru? ?pada? ?tanggal 28 April. Dua kasus  baru tersebut menyatakan bahwa flu burung masih berbahaya di kehidupan masyarakat Indonesia  meskipun dahulu telah dikampanyekan melalui iklan layanan masyarakat televisi (ILM televisi)  tentang langkah­langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus flu  burung. Salah satunya adalah ILM Televisi Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI yang  memiliki empat versi. Komnas FBPI itu sendiri merupakan sebuah komite yang berinisiatif  menangani kasus flu burung. Namun akibat pemberitaan dua kasus baru maka komitmen  Komnas FBPI terbantahkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah  frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan yang terkandung? ?pada? ?empat versi ILM televisi  Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI? ?dengan? ?rumusan masalah penelitian yang berbunyi  “Berapakah frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?Empat Versi ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI?”  Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu cara atau upaya penanggulangan dan pencegahan  gangguan kesehatan. Penanggulangan merupakan cara untuk menangani gangguan kesehatan,  sedangkan pencegahan merupakan cara untuk menjauhkan diri dari gangguan kesehatan.  Informasi pemeliharaan kesehatan sangat penting disampaikan dan diketehui oleh masyarakat  luas terutama bagi wilayah atau negara yang sedang mengalami wabah penyakit berbahaya.  Informasi berupa pesan pemeliharaan kesehatan dapat disampaikan melalui ILM Televisi secara  menarik namun singkat dan jelas sehingga masyarakat dapat menerima, memahami serta  mempraktekannya dalam kehidupan mereka sehari­hari agar terhindar dari gangguan penyakit.  Tipe penelitian ini? ?menggunakan? ?tipe deskriptif? ?dengan? ?perangkat statistik dan metode penelitian  yang digunakan adalah metode analisis isi. Metode ini hanya menganalisis pesan yang tampak  dalam objek penelitian. Ruang lingkupnya adalah seluruh scene dalam ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI yang berjumlah 24 scene (total scene? ?pada? ?empat versi). Satuan  ukurnya adalah setiap frekwensi kemunculan adegan/scene yang mengandung kategori  penanggulangan dan pencegahan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?Empat Versi ILM  Televisi Tanggap Flu Burung telah diketemukan mengandung pesan pemeliharaan kesehatan  sebanyak 15 scene (62,5%) dari 24 scene. Pesan pemeliharaan kesehatan? ?pada? ?kategori  penanggulangan muncul sebanyak 7 kali (29,17%)? ?dengan? ?indikasi pemeriksaan sebanyak 2 kali  (8,33%), indikasi pengobatan sebanyak 3 kali (12,5%) dan indikasi pelaporan sebanyak 2 kali  (8,33%). Sedangkan? ?pada? ?kategori pencegahan muncul sebanyak 18 kali (75%)? ?dengan? ?indikasi pembersihan sebanyak 7 kali (29,17%) dan indikasi menjaga kontak sebanyak 11 kali (45,83%).  Dengan? ?demikian dapat disimpulkan bahwa empat versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung  Milik Komnas FBPI banyak mengandung pesan pemeliharaan kesehatan, meskipun pesan  tersebut lebih banyak muncul? ?pada? ?kategori pencegahan.  Atas hasil di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti? ?dengan? ?metode lain agar  pesan? ?pada? ?kategori penanggulangan dapat lebih banyak diketemukan. Selain itu disarankan pula  kepada Komnas FBPI untuk memberikan pesan pemeliharaan kesehatan yang lebih banyak? ?pada? ? kategori penanggulangan atau seimbang? ?dengan? ?kategori pencegahan.  ABSTRACT  The research is based from many news in online media like www.republika.co.id,  www.antaranews.com and www.okezone.com which information that two cases bird flu at first  2010. The first case on February 23, the bird flu had been attacking a housewife in Malang and  second case is attacked a toddler on April 28 in Pekanbaru. The newly cases it declare that bird  flu still dangerous in Indonesia while it had been campaigning with use television PSA about the  effective steps to lessen risk from the bird flu attack long times ago. One of them Television PSA  Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI who have four version. The Komnas FBPI is a commitee  who has initiative for handle the bird flu case. But, because of the two case that so the  commitment of Komnas has unaccepted. Based on it, the researcher would have to know how  much the frequency of health preserve message which on four version television PSA Tanggap  Flu Burung by Komnas FBPI with the formulate research question “How much the frequency  health preserve message on Four Version Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas  FBPI?”  The health preserve is the way or tacling effort and preventive of health trouble. The tacling is  the way to handling health trouble and preventive is the way to far from the health trouble.  Infomation health preserve is important to inform and knowing from the society the first for zone  or country who had been attacking by dangerous disease. The information which have health  preserve message can inform with the television PSA like interesting but simple and clear so the  society can accepting and understanding and to practice it on their life everyday that striking  from the health trouble.  The type of the research is use descriptive type with using statistic tool and the method research  is used content analysis method. This method just analyse message on in research object. The  scope in here is all of scene in Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI which 24  scene (total scene from the four version). The unit of measure is every frequency of appearance  from the scene which on have a tacling and preventive category.  The result research shown that the health preserve message on Four Version Television PSA  Tanggap Flu Burung is have health preserve message is 15 scene (62,5%) from 24 scene. The  health preserve message on tacling category is 7 times (29,17%) with checkup indication as  much 2 times (8,33%), medication indication is 3 times (12,5%) and reporting indication is 2  times (8,33%). Meanwhile for the preventive category is show up 18 times (75%) with the  cleansing of
 9  140  3

SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)

... Indonesia (Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Aziz.). Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bentukbentuk sensualitas dan seberapa besar adegan sensualitas yang ada dalam film horor di Indonesia yang terdapat pada film Tali Pocong Perawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif ... ditampilkan kepada masyarakat, sehingga tema besar yang ditawarkan oleh film tersebut kalah menariknya. Berkaitan dengan beberapa uraian diatas yang menimbulkan berbagai interpretasi bagi audiens (penonton), maka disini peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap sensualitas yang ditunjukkan dalam perfilman Indonesia saat ini, khususnya pada film horor. ... Tali Pocong Perawan karya Arie Azis dengan unsur pesan yang mengandung sensualitas. Penelitian ini peneliti menggunakan unit analisis ekspresi, sedangkan satuan ukur yang digunakan adalah durasi kemunculan struktur kategori yang dihitung berdasarkan detik. Dari keseluruhan tayangan film Tali Pocong Perawan didapat bahwa Sensualitas pada Indikasi Verbal adalah
 33  220  2

MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang

... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi? ?Pada? ?Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat di  Indoensia. Di Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal di  Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan di tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi,? ?dengan? ?banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah di Jatim yang memiliki kriteria di atas adalah Malang.  Khususnya di sini terkait banyaknya masyarakat pendatang,? ?dengan? ?tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik di universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang? ?menggunakan? ?bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan? ?mahasiswa Banyumasan? ?dengan? ?bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan? ?bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung di JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan di Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV? ?dengan? ?melakukan studi? ?pada? ?anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS) di Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif,? ?dengan? ?metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung di  JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan? ?dengan? ?melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi? ?Pada? ?Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat di  Indoensia. Di Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal di  Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan di tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi,? ?dengan? ?banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah di Jatim yang memiliki kriteria di atas adalah Malang.  Khususnya di sini terkait banyaknya masyarakat pendatang,? ?dengan? ?tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik di universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang? ?menggunakan? ?bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan? ?mahasiswa Banyumasan? ?dengan? ?bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan? ?bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung di JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan di Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV? ?dengan? ?melakukan studi? ?pada? ?anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS) di Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif,? ?dengan? ?metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung di  JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan? ?dengan? ?melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi? ?Pada? ?Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 ,? ?dengan? ?3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat di  Indoensia. Di Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal di  Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan di tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi,? ?dengan? ?banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah di Jatim yang memiliki kriteria di atas adalah Malang.  Khususnya di sini terkait banyaknya masyarakat pendatang,? ?dengan? ?tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik di universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang? ?menggunakan? ?bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan? ?mahasiswa Banyumasan? ?dengan? ?bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan? ?bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung di JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan di Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV? ?dengan? ?melakukan studi? ?pada? ?anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS) di Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif,? ?dengan? ?metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung di  JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan? ?dengan? ?melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh
 20  170  2

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG

... penyesuaian sosial siswa reguler dengan adanya siswa ABK di SD inklusi Gugus 4 Sumbersari Malang. B. Identifikasi/Fokus Masalah Penelitian ini difokuskan pada kemampuan penyesuaian siswa reguler dengan adanya siswa ABK di SD inklusi Gugus 4 Sumbersari Malang. Penyesuaian sosial difokuskan pada kemampuan siswa reguler untuk berinteraksi dengan siswa ABK di lingkungan ... wawancara peneliti dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) di ketiga sekolah tersebut menunjukkan bahwa menjadi sekolah inklusi membutuhkan berbagai hal yang berbeda dengan sekolah lainnya yang bukan sekolah inklusi. Sebagaimana layaknya sekolah umum, SDN Sumbersari I, II, dan III Malang melaksanakan pembelajaran dengan sistem yang sama dengan sekolah umum. ... agresif atau menarik diri dari pergaulan dengan anakanak ABK. Dengan adanya penyesuaian sosial yang baik pada siswa reguler maka dapat membantu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Begitu pula sebaliknya. Hal ini menunjukkan pentingnya mengetahui sejauhmana kemampuan penyesuaian sosial siswa reguler dengan adanya siswa ABK di sekolah mereka
 59  405  26

FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)

... (PSK) berdomisili membaur dengan perumahan penduduk. Berdasar pada fenomena tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik Fenomena Industri Jasa (Jasa Seks) Terhadap Perubahan Perilaku Sosial (Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya), dengan rumusan masalah bagaimana fenomena industri jasa (jasa seks) pada Mayarakat Gang Dolly ... relevansinya dimasa sekarang, dengan subjek penelitian terdiri dari PSK dan masyarakat Gang Dolly yang berkompeten dengan topik penelitian, dengan menggunakan teknik purposif sampling dalam penentuan sampelnya, sedangkan penggalian data dilakukan dengan metode interview, observasi dan dokumentasi, dan lokasi penelitian di Gang Dolly Surabaya, dengan penggunaan ... FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya) Oleh: ENI SETYOWATI ( 01240021 ) Sociology Dibuat: 2007-09-10 , dengan 3 file(s). Keywords: Dolly Semakin terpuruknya kondisi sosial ekonomi Indonesia karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan,
 63  365  2

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

... sistem pengendalian mutu 59-60 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Identifikasi penerapan perencanaan penugasan 62 audit pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan sistem pengendalian mutu 66-75 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan perencanaan penugasan audit 76-76 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto ... kepada peneliti. 6. Bapak Jamaludin Iskak, Ak., M.Si., CPA selaku salah satu pimpinan pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan yang telah memberikan kesempatan, dukungan dan arahannya selama peneliti melakukan penelitian. 7. Bapak dan Mama tercinta yang telah memberikan doa, semangat dan segenap kasih sayangnya selama ini kepada ... Berryan yang telah memberikan bantuan, dukungan dan doa kepada peneliti selama penelitian hingga penyelesaian skripsi ini. 9. Kevin Muhammad. R yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada peneliti.   10. Teman-teman di Kantor Akuntan Publik yang telah membantu dan memberikan semangat pada peneliti dari proses penelitian sampai terselesaikannya
 136  589  18

ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk

... mengetahui perencanaan keuangan pada PT PLN (Persero) APJ Malang ditinjau dari analisis laporan keuangan. Dengan hasil analisis laporan keuangan yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis common size dapat disimpulkan bahwa proyeksi laporan keuangan PT PLN(Persero) APJ Malang mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai ... kecil dari nilai sebelumnya. Kinerja perusahaan jika dilihat dari rasio aktivitas dan rasio profitabilitas mengalami peningkatan sehingga dilihat secara keseluruhan kinerja peruahaan pada masa yang akan datang dalam kondisi yang sehat. Hasil penelitian oleh Khodarina (2011) dengan analisis rasio dari PT Unilever Indonesia Tbk pada dasarnya perusahaan dalam ... dimana dilihat dari perencanaan kinerja tahun 2011 kondisi perusahaan pada keadaan sehat, hanya rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio rata – rata umur piutang dalam kondisi yang tidak sehat, selebihnya dinyatakan sehat. Rasio likuiditas lebih besar dari nilai tahun aktual atau nyatanya, sedangkan untuk rasio leverage peruahaan pada posisi tidak sehat karena
 254  1144  22

DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"

... 14.05 (http://pemoeda-pemoedie.blogspot.com/2008/01/psikologi-warna-biru.html) diakses pada tanggal 5 Oktober 2010 pukul 14.05 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Perkembangan zaman telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Begitupula pada dunia teknologi dan informasi, perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan ... manusia. Dengan adanya perkembangan tersebut, perkembangan media juga mengalami peningkatan yang sangat pesat. Sehingga dengan media yang bermacammacam itulah manusia semakin mudah dalam mengakses informasi dan menjadikan dunia seperti tidak memiliki batasan jarak, dan waktu lagi untuk berkomunikasi dengan siapa saja. Media massa dapat dengan mudah ... : (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16736/1/log-okt2008-4%20(1).pdf) diakses pada tanggal 27 April pukul 12:24 (http://www.ghazwanunx.web.ugm.ac.id) diakses tanggal 29 April 2010 (http://abunavis.wordpress.com/2008/05/29/%E2%80%9Dmembaca%E2%80%9D-iklantelevisi-sebuah-perspektif-semiotika/) diakses pada tanggal 29 April 2010 pukul 11:15 (http://www.kabarindonesia.com) diakses pada tanggal 25 Mei 2010 (http://puslit.petra.ac.id)
 128  592  21

PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)

... posisi pemaknaan para informan lebih kepada dua posisi, yaitu dominant hegemonik dan oposisional. Berawal dari fenomena yang telah dijelaskan, peneliti ingin melakukan penelitian tentang “PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION” dengan menggunakan studi resepsi pada anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia wilayah ... sendiri-sendiri. Jika film dokumenter lebih kepada informasi, maka film fiksi lebih bersifat memberikan hiburan kepada penontonnya. Film mampu membangun keterikatan emosi dengan penontonnya, sehingga penonton menjadi penggemar, menjadi fanatik, bahkan menerapkan gaya hidup dan mencontoh karakter-karakter yang terdapat pada film tertentu. 1 Salah satu genre ... silat sebagai satu susunan atau paket yang penggunaannya diarahkan pada bagian dan gerak tubuh yang rentan dan rawan. Jurus dimaksudkan untuk membela diri maupun menyerang tanpa maupun menggunakan senjata. Kemudian terus dikembangkan, sejalan dengan perkembangan budaya manusia. Demikian dengan senjata yang digunakan. Dari penjabaran dasar mengenai jurus,
 42  314  21

PEMAKNAAN MAHASISWA TENTANG DAKWAH USTADZ FELIX SIAUW MELALUI TWITTER ( Studi Resepsi Pada Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2011)

... : http://id.wikipedia.org/wiki/Twitter. Diakses pada tanggal 24 Januari 2014 Pukul 9:22 WIB http://bebmen.com/4027/statistik-internet-sosial-media-dan-mobile-diindonesia.html. Diakses pada tanggal 21 Maret 2014 Pukul 3:04 WIB http://writelonger.com/user/felixsiauw . Diakses pada tanggal 21 Maret 2014 pukul 5:02 WIB http://writelonger.com/user/Yusuf_Mansur . Diakses pada tanggal 21 ... Diakses pada tanggal 21 Maret 2014 pukul 5:09 WIB http://hapsarinarrative.blogspot.com/2011/12/analisis-resepsi.html. Diakses pada tanggal 3 April 2014 Pukul 11:00 WIB http://www.umm.ac.id/id/page/01030202/tarbiyah.html. Diakses pada tanggal 22 September 2014 Pukul 10:50 WIB http://www.umm.ac.id/id/page/01030202/6/visi-misi-dan-tujuan.html. Diakses pada tanggal ... barunya. Pengguna sering menyebutnya dengan dunia maya. Dunia yang banyak berhubungan dengan antar personal melalui akun-akun pribadinnya. Kebiasaan yang berkembang saat ini adalah banyaknya orang yang mempunyai akun pribadi mereka pada media sosial yang populer saat ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk tetap berkomunikasi dengan khalayak dan juga untuk mendapatkan
 59  321  21

Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")

... korelasi dengan kehidupan sehari-hari rakyat di desa tersebut, bagaimana yang seharusnya mereka adalah WNI yang mendapatkan fasilitas yang sama dengan WNI yang hidup di daerah lain. Kenyataan yang terjadi adalah mereka lebih memilih ketergantungan dengan negeri tetangga kita Malaysia. Sungguh ironi ketika hal ini pada akhirnya bertolak-belakang dengan ... juga dikelilingi dengan sebuah mitos. Manusia modern adalah konsumen juga produsen dari mitos itu sendiri. Mitos sendiri dibagi dalam tiga tahap, signifier, signified dan signification. Agar lebih mudah dipahami Barthes menggunakan istilah yang berbeda yaitu form sejajar dengan signifier, concept sejajar dengan signified dan signification dengan sign. Mitos ... mempercantik studium pada foto kita. Untuk itu kita perlu mengenali karakter penikmat foto, kita kaji dan kemudian kita gali kecocokan pilihan mereka yang pada akhirnya membantu kekuatan pilihan pada karya kita. Sebaliknya kalau punctum, adalah fase penikmat tertarik pada sebuah foto. pemandang akan melakukan pengamatan secara kritis pada fase ini tanpa
 53  295  50

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

... History http://www.kompasgramedia.com/aboutkg/history di akses pada bulan bulan Maret pukul 22.09 Anonim. 2012. Korupsi dan pengertiannya. http://www.korupsi-dan-pengertiannya.html diakses pada bulan Maret 2013 pada pukul 10:17 Handika Suryo. 2013. Masa orde baru berbanding dengan masa reformasi. http://masa-orde-baru-berbanding -dengan- masa-reformasi-540701/ (diakses pada bulan april, pada pukul 11:07) Anonim. ... ini dengan begitu jeli sehingga pemberitaan ini menjadi sangat begitu mendalam. Saat ini, masyarakat tidak akan begitu saja menilai. Tetapi, masyarakat juga dibantu dengan adanya media yang sudah memberikan informasi kepada pembacanya untuk dapat memberikan persepsi dari kebenaran tersebut. Sehingga, pesan dari pemberitaan tersebut dapat tersampaikan dengan ... Urbaningrum http://id.m.wikipedia.org/wiki/Anas_Urbaningrum diakses pada bulan april pada pukul 12.05 WIB Admin kompas.com. 2013. Anas mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat http://nasional.kompas.com/read/2013/02/23/14090477/Anas.Mundur.sebagai. Ketua.Umum.Partai.Demokrat diakses pada pukul 14.04 WIB Dwikisetiyawan.2013. http://dwikisetiyawan.wordpress.com diakses pada bulan mei 2013, pukul: 13.38
 63  450  20

PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)

... ........................................................................ Tabel 5.15 Dengan menggunakan BBM, saya dapat mengakses internet dengan mudah dan gratis ............................................................... Tabel 5.16 Ingin memiliki banyak teman dari BBM....................................... Tabel 5.17 Ingin mendapat kabar terbaru dengan cepat dari teman ................ Tabel 5.18 Dengan menggunakan ... ............................................... Tabel 5.22 Saat mengobrol dengan teman sambil menggunakan BBM tidak ada kontak mata .................................................................... Tabel 5.23 Saat mengobrol dengan teman sambil menggunakan BBM, saya kurang menangkap maksud lawan bicara ............................. Tabel 5.24 Dengan BBM kebutuhan sosial dengan teman dan kerabat sudah ... berkumpul dengan teman, saya mengobrol dengan teman lain melalui BBM ............................................................... Tabel 5.26 Saat berkumpul dengan teman, saya lebih banyak diam dan terfokus pada aktivitas BBM ......................................................... Tabel 5.27 BBM sebagai sarana utama berkomunikasi daripada menggunakan
 127  495  26

PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)

... hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul, PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas) Secara sederhananya media literasi atau yang juga dikenal dengan melek media adalah kemampuan untuk memilih, menggunakan, memahami, menganalisis, ... kritis terhadap informasi yang diterima dari media massa manapun. Hal tersebut akan berpengaruh pada hasil berita yang ditulisnya. Berita yang disajikan kepada sivitas akademika adalah bentuk tanggung jawab dari pengamalan Kode Etik Jurnalistik. Seperti pada Pasal 3 pada Kode Etik Jurnalistik yang berbunyi, “Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan ... melalui http://bestari.umm.ac.id/index.php/tentang-bestari xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara sederhananya media literasi atau yang juga dikenal dengan melek media adalah kemampuan untuk memilih, menggunakan, memahami, menganalisis, dan mengevaluasi media massa. Pada dasarnya media literasi merupakan upaya pembelajaran bagi khalayak media, sehingga menjadi khalayak yang berdaya
 104  415  24

PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)

... namun mendalam atau dengan kata lain Magazine adalah Feature dengan durasi yang lebih panjang, Magazine lebih menekankan pada aspek menarik suatu informasi daripada aspek pentingnya. b. Current affair, adalah program yang menyajikan informasi yang terkait dengan siuatu berita penting yang muncul sebelumnya namun dibuat secara lengkap dan mendalam. Dengan demikian ... secara umum dengan menggunakan kepercayaan dan keyakinannya dan dibandingkan dengan kode penulis. 3. Pembacaan oposisi (oppositional code/position) Pembaca akan berseberangan penafsiran dengan penulis. Pembacaan oposisi ini muncul kalau penulis tidak menggunakan acuan budaya atau kepercayaan politik khalayak pembacanya, sehingga akan menggunakan ... akan menerima informasi lebih lambat dibandingkan dengan yang berada didekat pusat penerbitan. 7 4. Memberi Rasa Kedekatan Televisi dijadikan media yang efektif dalam proses komunikasi. Karena tayangan program televisi secara umum disajikan dengan pendekatan yang persuasif kepada khalayaknya. Dengan menggunakan sapaan yang member kesan dekat, tidak
 18  207  45

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

... ilmu komunikasi yang menurut laswell adalah siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dengan akibat apa. Tetapi nimmo memodifikasi sedikit ungkapan laswell agar dapat tercapainya tujuan kita dalam menganalisis komunikasi politik dengan merubah ungkapan “kepada siapa” diganti ? ?dengan siapa” yang menurut Nimmo bahwa proses komunikasi itu tidak ... politik yang baik agar apa yang di inginkan para elit politik yang akan di sampaikan pada khalayak (masyarakat) tersampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan. Tetapi tidak semua komunikasi politik berjalan dengan baik, adakalanya apa yang dikomunikasikan tidak sesuai dengan tujuannya, hambatan inilah yang dikurangi atau di antisipasi agar tidak terlalu ... proses komunikasi itu tidak linear tetapi sirkular. Dan sebagai pengingat, nimmo membuat perubahan kecil dalam rangakaian pertanyaan itu: siapa mengatakan apa dengan saluran apa dengan (bukan kepada) siapa dengan akibat apa. (Nimmo, 2005, 13-14) Politik merupakan sebuah proses panjang yang mempunyai tujuan yang ingin dicapai, begitupula sebuah komunikasi adalah
 117  444  25

Dokumen yang terkait


Feedback