Implementasi Teknologi 4G Lte Di Indonesia

HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER

... tingkat pengetahuan yang kurang baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah tingkat pendidikan. Notoatmodjo mengemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya dan semakin mudah seseorang untuk memahami pengetahuan. Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian yang dilihat ... dilihat dari tingkat pendidikan terhadap 103 orang responden, 1 orang responden berpendidikan SPK memiliki pengetahuan baik, 2 orang responden berpendidikan S1, 1 orang memiliki tingkat pengetahuan baik dan 1 orang memiliki tingkat pengetahuan kurang baik. Sedangkan dari 100 orang responden yang berpendidikan D3, 54 orang memiliki tingkat pengetahuan baik 8 dan ... tentang patient safety dengan tindakan pemasangan infus dengan tehnik pengambilan data menggunakan non probability sampling (total sampling) yang terdiri dari 103 responden dan menggunakan uji chi square, hasil penelitian untuk tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dari 103 responden diperoleh sebanyak 46,6 % perawat memiliki tingkat pengetahuan baik
 27  216  22

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG

... terimakasih telah menjagaku dengan baik. 4. Terakhir, untuk seseorang yang masih dalam misteri yang dijanjikan Ilahi yang siapapun itu, terimakasih telah menjadi baik dan bertahan di sana. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas kehidupan yang Dia berikan dan segala keindahan di dalamnya … KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, ... Design penelitian yang digunakan yaitu quasi Experimental atau eksperimen semu. Sampel yang digunakan berjumlah lima belas responden untuk kelompok intervensi dengan metode purposive sampling. Pada kelompok intervensi, terapi dilakukan selama 1 minggu dengan frekuensi 3 x seminggu. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks Test . Hasil ... tangal 16 april 2011 Wiryowidagdo (2002). Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi, &Kolesterol. Jakarta: Agromedia Pustaka. xix 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi adalah salah satu penyakti yang mengakibatkan angka kesakian yang tinggi. Menurut Basha (2009) hipertensi adalah satu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan
 26  214  24

EFEKTIVITAS FISIOTERAPI DADA TERHADAP PENGELUARAN SEKRET PADA BRONKITIS KRONIS DI RUMAH SAKIT PARU BATU

... vibrasi yaitu menggunakan getaran pada dinding dada. Tempat penelitian di Rumah Sakit Paru Batu pada bulan juni dengan 20 responden. Sampel diambil dengan accidental sampling dengan metode wawancara dan menggunakan lembar observasi. Penelitian bersifat eksperimen menggunakan desain one group pretest-posttest with case group. Analisa data menggunakan wilcoxon match ... Pengeluaran Sekret Pada Bronkitis Kronis Di Rumah Sakit Paru (RSP) Batu” adalah benar-benar hasil karya penelitian peneliti sendiri. Apabila setelah berpagai proses dan terbukti dan sah terdapat pelanggaran dari segi keaslian penelitian sebagai mana yang di maksud dengan judul di atas, maka peneliti siap di proses sesuai peraturan yang ditetapkan di ... sebagai mana firman ALLAH SWT “Tidaklah kuciptakan jin dan manusi kecuali beribadah kepada-Ku” Hisup di dunia ini diibatarkan seperti tempat persinggahan bagi para perantau yang suatu kelak akan pulang ketampat asalanya, begitu juga semua manusi yang hidup didunia ini pasti akan kembali keasalnya (kematian), maka dengan itu semua manusia yang hidup didunia
 16  133  24

STUDI PENGGUNAAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

... secara signifikan mengurangi kemungkinan semua penyebab kematian dibandingkan kontrol aktif. Dibandingkan dengan ARB, ACE-Inhibitor secara konsisten dapat dikaitkan dengan probabilitas yang lebih tinggi untuk mengurangi gagal ginjal, kematian kardiovaskular, atau semua penyebab kematian. Penggunaan ACE inhibitor atau ARB pada pasien CKD dapat mengurangi risiko ... samping batuk kering yang sering dijumpai pada penggunaan ACEI. ACEI secara efektif mencegah hipertrofi ventrikel kiri dengan mengurangi perangsangan langsung oleh angiotensin II pada sel miokardial. ACE inhibitor membiarkan pembuluh darah melebar dan membiarkan lebih banyak darah mengalir ke jantung, sehingga menurunkan tekanan darah. (Syamsudin, 2011; ... Penyakit gagal ginjal yang berat pada umumnya dibagi menjadi dua kategori yaitu Chronic Kidney Disease dan Acute Kidney Disease. Acute Kidney Disease (AKD) terjadi secara cepat, dalam beberapa hari atau beberapa minggu, sedangkan Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat. Ginjal kehilangan kemampuanya
 12  120  28

STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

... 1143110522 iii Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Disusun Oleh: Kabid. Evapor Rekam Nama : Rizqy Amalia Putri NIM : 201210410311057 Institusi : Universitas Muhammadiyah Malang Medik Mengetahui, dan Wadir Pendidikan danPengembangan Profesi drg. ... Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk selalu belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 5. Bapak Drs. Didik Hasmono, Apt., MS. selaku Dosen Pembimbing I, disela kesibukan bapak masih bisa meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi pengarahan dan dorongan ... PUTRI STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016 xi Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian Dilakukan
 6  138  25

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN  PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta? ?di? ?RCTI dan Sinetron Cinta Fitri? ?di? ?SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis dan Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta? ?di? ?RCTI  dan cinta fitri? ?di? ?SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet) dan dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I dan koder II.  Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat dalam tayangan sinetron  munajah cinta dan cinta fitri? ?di? ?masukkan ke dalam kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%) dan karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%) dan karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis dan protagonis pada sinetron munajah cinta dan cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in
 24  133  2

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)

... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi? ?di? ?Indonesia? ?cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia? ?yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia? ?terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi)  dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi? ?di? ?Indonesia? ?cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia? ?yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia? ?terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi)  dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi? ?di? ?Indonesia? ?cukup beraneka ragam dan mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host dalam talk show. Host dalam talk show? ?di? ?televisi mempunyai  peran yang penting dalam membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai dalam dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang dan memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular? ?di? ?Indonesia? ?yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda dan mitos dalam host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer? ?di? ?Indonesia? ?terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi dalam menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di? ?kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata dalam setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton? ?di? ?studio maupun? ?di? ?rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan dalam setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi)  dan relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show? ?di? ?televisi.
 15  150  1

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

... penyiaran radio.  Untuk memproduksi suatu program acara radio terdapat fungsi manajemen yang memiliki 4  fungsi pokok yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Planning merupakan  kegiatan yang menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakan­tindakan selanjutnya.  Organizing merupakan kegiatan yang membagi pekerjaan diantara anggota kelompok dan  membentuk ketentuan dalam hubungan­hubungan yang diperlukan. Actuating merupakan  kegiatan menggerakkan anggota­anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai  dengan tugas masing­masing. Controlling merupakan kegiatan menyesuaikan antara pelaksanaan  dan rencana­rencana yang telah ditentukan.  Penelitian ini dilakukan? ?di? ?Radio Visi Inti Suara FM Banyuwangi, Jalan Letjen S. Haryono  no.59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini  menggunakan dasar pendekatan kualitatif, untuk mendeskripsikan jawaban terhadap  permasalahan penelitian secara detail seperti yang diungkapkan nara sumber serta ingin mencari  makna dibalik cerita detail tersebut dalam bentuk konsep. Dengan tehnik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara ditujukan pada orang­orang yang  berkompeten dalam manajemen pemrograman acara Garus (station manager, programmer dan  penyiar).  Program acara Garus merupakan acara musik atau lagu yang bergenre ethnic yaitu menyajikan  lagu­lagu daerah (lagu Osing) yang dibawakan oleh seorang penyiar yang bisa berbahasa Osing  deles (dengan baik dan lancar) sambil membawa visi dan misi yaitu nguri­nguri (mengangkat)  kebudayaan daerah yang hampir punah karena pengaruh modernisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja pemrograman acara Garus mengacu pada fungsi manajemen yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Planning (perencanaan), berupa:  memilih nama acara, visi dan misi acara, menentukan acara dan jadwal, promosi, target  audience. Organizing berupa: kerjasama dengan Dewan Kesenian Blambangan, Dinas Pariwisata  Banyuwangi, penyiar. Actuating kegiatannya berupa : menentukan penyiar, menentukan format  acara, bentuk acara dan mendatangkan pemateri. Dan Controlling berupa klasifikasi pendengar,  tingkat persaingan.  Suatu manajemen program acara tidak hanya membuat program itu bisa menarik dan bisa dipilih  oleh pendengar melainkan ada hal yang sangat komplek yaitu persaingan dengan radio siaran  lain, karena acara Garus merupakan acara yang menyuguhkan lagu­lagu daerah dimana semua  stasiun radio yang ada? ?di? ?kota Banyuwangi juga mempunyai program acara yang sama. ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi? ?di? ?masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun
 24  165  2

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi? ?Di? ?Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas dalam masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian dalam cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan dan hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup? ?di? ?suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton? ?di? ?studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden dalam melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden dalam melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi? ?di? ?studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung? ?di? ?film Laskar Pelangi adalah menarik  dan manfaat masyarakat menonton ... result, the societies reason who watch in 21 studio of matos becaused they are  interested to story of laskar Pelangi, Thay like Laskar pelangi film is caused followed, they are  the story of Laskar Pelangi,they like Laskar Pelangi film, because they often watch Laskar  Pelangi film,the respondent evaluation in watching laskar pelangi film is good,their reason  because this film in 21 studio is informed by friend,the societies evaluation to Laskar pelangi  film about the actors becaused the actors of Laskar pelangi film is brave, the evaluation about  naraator language for Laskar Pelangi film is good,the evaluation about language using of  belitung in Laskar Pelangi film is interesting and give benefit to societies who whatch Laskar  Pelangi film,beside that they know societies life previously.
 11  130  2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS? ?DI? ? TRANS TV(Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi dan Ibu Rumah Tangga  Program hiburan dan saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda dan  informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik,? ?di? ? setiap episodenya selalu terdapat keceriaan? ?di? ?setiap episodenya.  Sasaran dalam penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan? ?di? ?lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat dan kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya, dan bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut dan kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi dalam penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara, dan bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik dan menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips dan pengetahuan dalam kehidupan sehari
 5  91  2

SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)

... adegan tidak senonoh yang banyak mengumbar nafsu syahwat untuk ditampilkan kepada masyarakat, sehingga tema besar yang ditawarkan oleh film tersebut kalah menariknya. Berkaitan dengan beberapa uraian diatas yang menimbulkan berbagai interpretasi bagi audiens (penonton), maka disini peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap sensualitas yang ditunjukkan ... yang digunakan adalah durasi kemunculan struktur kategori yang dihitung berdasarkan detik. Dari keseluruhan tayangan film Tali Pocong Perawan didapat bahwa Sensualitas pada Indikasi Verbal adalah 95 detik, yang paling sering muncul adalah kategori berkata mesra, yaitu sebanyak 55 detik. Hal ini dikarenakan sifat bawaan pemeran utama perempuan yang terkenal ... Tali Pocong Perawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Ruang lingkup penelitian ini adalah film horor yang berjudul Tali Pocong Perawan karya Arie Azis dengan unsur pesan yang mengandung sensualitas. Penelitian ini peneliti menggunakan unit analisis ekspresi, sedangkan satuan
 29  191  2

MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang

... temuan motif yang  lebih khusus dari masing­masing domain tersebut. Antara lain pertama, dari  motif adanya kebutuhan akan informasi lokal Jawa Timur ditemukan motif  yang lebih khusus seperti: karena berdomisili? ?di? ?wilayah Jawa Timur­Malangdan ingin menambah wawasan ke­Jawa Timur­an. Kedua adalah dari motif  adanya kebutuhan akan sarana belajar bahasa Jawa Timuran ditemukan motif  yang lebih khusus seperti: ingin mempelajari logat Jawa Timuran dan ingin  mempelajari kosakata/istilah­istilah bahasa Jawa Timuran. Dan ketiga, dari  motif adanya kebutuhan akan hiburan ditemukan motif yang lebih khusus  seperti: karena penggunaan bahasa Jawa Timuran, karena adanya pantun dan  karena lingkungan.  Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya pola atau alur  pengerucutan dari motif yang bersifat umum menjadi motif yang lebih khusus.  Artinya, alasan informan menyaksikan tayangan Pojok Kampung dalam  penelitian ini berawal dari dorongan­dorongan (motif) yang bersifat umum  kemudian mengerucut kepada yang sifatnya lebih khusus sebagaimana telah  disebutkan sebelumnya. Dimana hal itu tercermin dari data primer (hasil  wawancara) dari informan penelitian.  Kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini yaitu, pada dasarnya  mahasiswa Banyumasan atau anggota PAMAS Malang merupakan khalayak  yang aktif dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV. Hal itu terlihat  dari motif­motif yang diungkapkan, dimana motif­motif tersebut sesuai dengan  kebutuhan dan kepuasan yang ingin dicapai masing­masing informan dari  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV.  Realita? ?di? ?atas sesuai dengan asumsi teori uses and gratification, sehingga  diharapkan untuk selanjutnya agar mahasiswa Banyumasan dan mahasiswa  lainnya, khususnya anggota PAMAS Malang, dapat lebih memenuhi dan  memuaskan kebutuhannya masing­masing terkait motif mereka menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV. Diharapkan juga, dengan lebih terpenuhi dan  terpuaskannya kebutuhan informan tersebut, akan berdampak positif dalam  mendukung setiap kegiatannya baik dalam bidang akademis, organisasi ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG? ?DI? ?JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat? ?di? ? Indoensia.? ?Di? ?Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer dalam dunia pertelevisian lokal? ?di? ? Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan? ?di? ?tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah? ?di? ?Jatim yang memiliki kriteria? ?di? ?atas adalah Malang.  Khususnya? ?di? ?sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik? ?di? ?universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok  Kampung? ?di? ?JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi dan dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan? ?di? ?Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung? ?di? ?JTV dengan melakukan studi pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS)? ?di? ?Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?di? ? JTV. Penentuan informan dalam penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan dan pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan dalam menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di? ?JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh
 18  142  2

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG

... gugus wilayahnya terbagi menjadi 7 Gugus, yakni Gugus 1 di wilayah Blimbing, Gugus 2 di wilayah Dinoyo, Gugus 3 di wilayah Arjowinangun, Lowokwaru, Klojen, Gugus 4 di wilayah Sumbersari, Gugus 5 di wilayah Mojolangu, Gugus 6 di wilayah Sawojajar, Madyopuro, dan Gugus 7 di wilayah Sukun (MBC Center, 2013). SD inklusi yang berada di Gugus 4 Sumbersari merupakan ... yang menjadikan anak-anak berkebutuhan khusus kurang dapat mengakses pendidikan yang luas (Efendi, 2006:17). Perlakuan seperti inilah yang kemudian membuat sebagian anak berkebutuhan khusus di Indonesia mempunyai sensitivitas yang sangat tinggi, minder, tertutup, dan menganggap dirinya hanya menjadi beban orang lain serta tidak berguna (Muhammad Efendi, ... mengetahui dan menganalisis kepuasan pribadi siswa reguler dengan adanya siswa ABK di SD inklusi Gugus 4 Sumbersari Malang? E. Manfaat Penelitian a. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan yang berguna bagi pengembangan ilmu pendidikan di tingkat sekolah dasar, khususnya tentang pendidikan inklusi.
 51  317  26

PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG

... unsur psikososial yang dikaitkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan Asmani (2012: 28). Karakter juga dipahami dari sudut pandang behavioral yang menekankan unsur somato-psikis yang dimiliki oleh individu sejak lahir. 4 Disini, karakter dianggap sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat ... pemimpin bangsa. 3) Pendidikan karakter berbasis lingkungan. 4) Pendidikan karakter berbasis potensi diri, yaitu sikap pribadi, hasil proses kesadaran pemberdayaan potensi diri yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Secara langsung seni tari bagi anak dapat dijadikan sebagai media ekspresi yang isinya mengungkapkan perasaan. Sebagai contoh ... PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG SKRIPSI OLEH : DEWI NATALISA 201210430311155 JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG MEI 2016 LEMBAR PENGESAHAN Dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
 43  281  20

PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME

... menjadikan Asia tenggara sebagai panggung aksi yang terlihat pada serangan bom bali pada 2002 yang mana jemaah islamiya telah terpengaruh oleh Global War On Terrorism, dimana aksi yang dilakukan kurang gencar tidak seperti pada akhir tahun 2001 karena Negara asia tenggara sudah bergabung dengan perang melawan teroris serta terdapat strategi untuk menghentikan ... islam, meskipun aktor penggagas ide membantah hal tersebut dan hanya menggolongkan kaum radikal yang dianggap bertanggung jawab. Sehingga terdapat pro dan kontra mengenai definisi terorisme itu sendiri. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan definisi terorisme adalah sekelompok radikal yang mengatasnamakan agama atas suatu kepentingan yang merusak nilai demokrasi ... memberikan pelatihan kepada Indonesia tentang bagaimana cara meningkatkan penanggulangan terhadap terorisme terutama bagaimana menghancurkan pendanaan yang mengalir untuk terorisme. Indonesia merespon cepat dalam kejadian serangan Bom Bali dengan membuat langkah–langkah dalam membasmi jaringan terorisme yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. 12 Syahdatul
 49  216  37

PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)

... informal di dalam masyarakat merupakan sosok manusia teladan berfenomena kultural, yang secara hakiki menjunjung tinggi nilai moral tertentu sehingga oleh masyarakat dijadikan patokan dalam suatu keberhasilan pengembangan home industri. Sedangkan fenomena sosial menunjukkan bahwa pengembangan home industri di Desa Sumber kalong belum berhasil sebagaimana diharapkan, terutama ... informan yang dianggap representatif. Di samping itu pila peneliti mempelajari dokumen resmi yang berhubungan dengan fokus penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa peranan elit informal dalam pengembangan home industri, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pada tahap pengawasan diwujudkan dalam bentuk tenaga dan dalam bentuk uang sudah cukup ... memotivasi atau menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan home industri tape, dan berupaya secara kultural menawarkan dan menyelaraskan kepentingan masyarakat dengan kepentingan pemerintah. Adapun programprogram dari pembinaan antara lain meliputi kegiatan bimbingan dan penyuluhan, pengembangan pemasaran, serta pengembangan keterkaitan.
 22  176  2

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)

... pejabat yang berwenang, praktek yang sehat dan mutu karyawan yang dilihat dari tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehingga dapat menghasilkan laporan yang tepat waktu. Selanjutnya adapun penelitian yang dilakukan oleh Wijaya (2004) yang menyatakan bahwa sistem pengandalian internal yang diterapkan ... diperlukan pengendalian yang baik untuk mengatasi resiko kerugian yang mungkin timbul. Sehingga bila tidak dikelola dengan baik dan juga disertai dengan adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai, hal ini akan mengancam kelangsungan hidup Bank tersebut. Dalam memberikan kredit, Bank harus mempunyai kepercayaan terhadap calon debitur bahwa dana yang diberikan ... diberikan akan digunakan sesuai dengan tujuan dan nantinya akan dikembalikan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara calon debitur dan pihak Bank. 3 Sistem yang memadai akan dapat membantu tugas pimpinan untuk mengendalikan segala sesutu yang terjadi dan digunakan sebagai alat untuk menghindari serta mengurangi hal-hal merugikan perusahaan.
 133  573  25

PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)

... untuk warga Indonesia, agar selalu bangga dengan semua hal yang dimiliki bangsanya. Namun, banyak diantara kita para sineas pribumi kurang dapat mengangkat tema film dengan genre action atau laga dengan cerita yang menarik dan lebih terkonsep. Tema yang mengusung nasionalisme atau budaya masih kurang diperhatikan. Jika melihat kenyataan yang ada, pencak ... Evans. Disajikan dengan cerita yang menarik dan dikemas secara epic melalui adegan-adegan silat yang banyak di ekspos dalam setiap scene. Gareth Evans yang juga menyutradarai film Merantau. Pria berkebangsaan Inggris ini sangat aktif di dunia perfilman Indonesia. Film yang dirilis di Indonesia pada 21 Maret 2012 bercerita tentang sebuah pertarungan 20 ... dari daerah gugusan pulau-pulau. Hal ini mengarah kepada banyaknya aliran dan ragam perguruan pencak silat di seluruh nusantara. Sebagai salah satu identitas bangsa, pencak silat juga mulai dikenal di berbagai belahan dunia. Oleh karenanya, 2 dibentuklah suatu organisasi persatuan dari perguruan pencak dan perguruan silat di Indonesia yang diberi nama
 34  270  21

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

... merupakan sungai yang dipenuhi perahu-perahu yang berlayar menuju pelosok Surabaya. Saat ini berganti pada Tanjung Perak sebagai pelabuhan, yang merupakan pelabuhan penumpang yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota pelabuhan lain di Indonesia. Tanjung Perak merupakan salah satu pelabuhan pintu gerbang di Indonesia. Sebagai pelabuhan pintu gerbang, maka ... antar budaya di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya? Untuk mendapatkan pengetahuan maka studi ini dilakukan pada orang-orang yang berada di ruang tunggu terminal penumpang kapal laut Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan alasan di tempat tersebut terjadi pertemuan banyak budaya yang berbeda. Komunikasi interpersonal adalah proses pengiriman dan ... laut tanjung perak Surabaya, terdapat orang yang melakukan komunikasi dengan orang lain dan ada juga yang tidak melakukan komunikasi dengan orang lain. Proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh sebagian orang di dalam ruang tunggu berada pada tahapan keterlibatan. Tahap ini adalah tahap pengenalan lebih jauh, ketika kita mengikatkan diri kita
 84  501  2

REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)

... berkomunikasi semakin mudah dengan menggunakan media baik cetak maupun elektronik. Perkembangan teknologi media ini mendorong perubahan yang luar biasa pada kehidupan media massa sendiri. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat televisi pun ikut mengalami kemajuan. Teknologi televisi menjadi barang yang murah dan merupakan kebutuhan bagi masyarakat. Bukan ... harpa. 3 Sebagai alat komunikasi, iklan tidak hanya menggunakan bahasa tetapi juga menggunakan gambar, warna, bunyi dan berbagai tanda didalamnya dalam menyampaikan pesan. Untuk mengkaji iklan dalam perspektif semiotika, iklan bisa dikaji lewat sistem tanda yang terdiri atas lambang baik verbal maupun non verbal. Makna yang di hadirkan dalam iklan tergantung pada ... umumnya, yaitu seirama dengan perkembangan media massa. Awal masyarakat Indonesia mengenal iklan modern dari surat kabar, kemudian saat masyarakat Indonesia mengenal media radio, maka lahirlah iklan radio, dan kemudian di saat masyarakat mengenal televisi maka lahirlah iklan televisi (Bungin, 2011: 77) Secara umum, iklan dibagi atas dua jenis yaitu iklan
 107  364  19

Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")

... suatu gambar/media visual sama seperti media-media lainnya. Gambar (drawing) dalam bahasa Jerman adalah zeichen yang berarti tanda. Kata ini kemudian diturunkan menjadi kata kerja zeichnen yang berarti menggambar, yaitu membuat tanda. Hubungan serupa juga ada di Italia dimana segno (tanda) dirunkan menjadi disegno (gambar/design). Sedang di Inggris yang ... serta kondisi alam yang ada di Indonesia sebagai cara untuk mendapatkan informasi seputar kondisi alam. Karena latar inilah, fotografi mulai berkembang di Indonesia. Ialah Kasian Cephas, warga lokal asli yang dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1844 di Yogyakarta. Cephas sebenarnya adalah asli pribumi yang kemudian diangkat sebagai anak oleh pasangan Frederick ... Pengambilan judul “Ketika Indonesia Dipertanyakan” mempunyai korelasi dengan kehidupan sehari-hari rakyat di desa tersebut, bagaimana yang seharusnya mereka adalah WNI yang mendapatkan fasilitas yang sama dengan WNI yang hidup di daerah lain. Kenyataan yang terjadi adalah mereka lebih memilih ketergantungan dengan negeri tetangga kita Malaysia. Sungguh
 51  248  50

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

... tindakan yang dilakukan oleh petinggi negara menjadi hal yang sensitif untuk dinilai masyarakat. Hal yang tidak tabu inilah yang pada akhirnya merusak kedamaian dari suatu negara. Indonesia juga dianggap sudah sangat kotor dengan adanya kelakuan yang nakal dari pejabat pemerintah ini. Semakin banyaknya kejadian yang dilakukan oleh pejabat ini juga, membuat masyarakat ... mencari keadilan. KPK menjerat Anas Urbaningrum dengan pasal penerimaan gratifikasi atau hadiah saat dia masih menjadi anggota DPR RI. Dalam surat perintah penyidikan (spirindik) Anas Urbaningrum yang ditandatangani pada Jum’at (22/2/2013), Anas Urbaningrum disebutkan tidak hanya diduga menerima hadiah terkait proyek Hambalang, tetapi juga proyek-proyek ... yang menjadi sorotan di masyarakat luas.Dan melalui media juga bisa memberikan informasi sehingga masing-masing memiliki penilaian tersendiri. Partai Demokrat misalnya yang akhirakhir ini menjadi sorotan media.Ketika suatu partai politik yang anggotanya disorot melalui media karena korupsi inilah yang patut dipertanyakan tentang etika politiknya juga.Etika
 55  372  20

PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)

... terjadi pada diri seorang jurnalis kampus. Pencegah dari dominasi pemberitaan yang ada, perlunya seorang jurnalis kampus memiliki sebuah alat untuk memfilter dirinya. Sehingga dominasi-dominasi yang selalu dihadirkan media akan menjadi hal yang wajar bagi seorang jurnalis kampus tersebut. Untuk menjadikan publik sebagai pengikut dominasi yang ada, media ... seorang jurnalis kampus juga harus mempunyai pengetahuan tentang pengelolaan media. Meski sudah menjadi jurnalis di lingkup universitas, para jurnalis kampus tersebut merupakan bagian dari masyarakat umum yang juga mengonsumsi media massa, baik media cetak, elektronik, maupun internet. Pengetahuan tentang media dapat meliputi bagaimana pengorganisasian ... memberikan tameng atau memfilter dirinya sendiri, terhadap pengaruh media massa. Sehingga, jurnalis kampus yang melek media, secara individual akan memiliki kemampuan pemikiran yang kritis terhadap media. Seorang jurnalis kampus tidak akan menelan mentah-mentah apa yang disiarkan media. Sama halnya dengan beberapa fungsi media massa yaitu sebagai edukasi,
 85  336  24

PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)

... perbincangan, program yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas suatu topic tertentu yang dipandu oleh seorang pembawa acara (host), mereka yang diundang adalah orang-orang yang berpengalaman langsung dengan peristiwa atau topic yang diperbincangkan atau mereka yang ahli dalam masalah yang tengah dibahas. E.4 Komoditas Komoditas adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, ... juga dapat diberikan kepada masyarakat sebagai bagian dari sistem kemasyarakatan. Dari keempat fungsi yang dijabarkan Onong diatas, maka Kabar Pasar dari TvOne mempunyai fungsi sebagai penerang karena dalam tayangan 9 program acara tersebut dipaparkan dan dijelaskan informasi mengenai perkembangan komoditi berjangka yang ada di dalam dan luar negeri. E.2.1. ... dalam media massa audio visual, yakni faktor “immediacy” dan kedua faktor “realism”. Faktor Immediacy mencakup pengertian langsung dan dekat. Langsung yang artinya pemirsa bisa melihat dan mendengar langsung sebuah peristiwa yang sedang berlangsung dan ditayangkan oleh televisi. Faktor Realism mengandung makna kenyataan. Suara dan imaji yang dinikmati
 13  179  45

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

... yang tidak akan terlibat komunikasi, maka karena pentingnya komunikasi di dalam kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di dalam bernegarapun komunikasi di butuhkan. Dimana didalamnya menurut Goetano Mosca terdapat sekelompok orang yang memerintah dan orang yang diperintah. Orang yang memerintah yang biasanya disebut elite politik sedangkan orang ... ulang konsep demokrasi yang lebih baik. Pemerintah beserta birokrasinya menyusun Undang-undang tentang bagaimana konsep demokrasi yang cocok untuk diterapkan di Indonesia sampai pada tahun sekarang undangundang tentang pemilu telah dibahas sebagai bentuk demokratis untuk di terapkan saat pemilihan nanti. Di antara pembahasan dan pendidikan politik yang ... ada 3 pasangan yang memang di usung dari partai-partai besar yang berkoalisi, tetapi ada juga yang dari jalur independent. Tim sukses dari pasangan kandidat yang diusung akan merumuskan strategi dan bentuk-bentuk komunikasi politik yang berbeda dalam hal meminta dukungan dari masyarakat, tergantung dari partai yang mengusungnya (ideologi partai) dan sistem
 98  374  25

Dokumen yang terkait


Feedback