Feedback

Hubungan Agama Dan Negara Dalam Studi Te

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN( Polyscias scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN (Musmusculus)

... mendeteksi adanya kandungan senyawa golongan triterpenoid/steroid, glikosida saponin, flavonoid, polifenol dan tanin pada ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng. Kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas tonikum pada mencit. Uji ini dilakukan terhadap hewan uji mencit jantan. Mencit yang digunakan dalam ... UPT. Materia Medica Batu yang telah membantu kelancaran penelitian sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 10. Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt, dan Ibu Sendy Lia Yunita, S.Farm., Apt. selaku Sekretaris Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan motivasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi ... Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang terima kasih karena telah banyak membantu dalam hal administrasi. 14. Orang tua tercinta, Ayah Edy Susanto dan Ibu Fatmawati, yang tiada hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk kesuksesan putranya. Terima kasih banyak atas didikan, kerja keras, dan v kasih sayangnya untuk membuat anak-anaknya
 25  222  24

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS? ?DAN? ? PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta di RCTI? ?dan? ?Sinetron Cinta Fitri di SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis? ?dan? ?Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta di RCTI  dan? ?cinta fitri di SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet)? ?dan? ?dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I? ?dan? ?koder II.  Teknik analisis yang dipakai? ?dalam? ?penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat? ?dalam? ?tayangan sinetron  munajah cinta? ?dan? ?cinta fitri di masukkan ke? ?dalam? ?kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%)? ?dan? ?karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%)? ?dan? ?karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis? ?dan? ?protagonis pada sinetron munajah cinta? ?dan? ?cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS? ?DAN? ? PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta di RCTI? ?dan? ?Sinetron Cinta Fitri di SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis? ?dan? ?Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta di RCTI  dan? ?cinta fitri di SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet)? ?dan? ?dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I? ?dan? ?koder II.  Teknik analisis yang dipakai? ?dalam? ?penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat? ?dalam? ?tayangan sinetron  munajah cinta? ?dan? ?cinta fitri di masukkan ke? ?dalam? ?kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%)? ?dan? ?karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%)? ?dan? ?karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis? ?dan? ?protagonis pada sinetron munajah cinta? ?dan? ?cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in ... FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS? ?DAN? ? PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah  Cinta di RCTI? ?dan? ?Sinetron Cinta Fitri di SCTV)  Oleh: Dwi Mardiani ( 03220323 )  Communication Science  Dibuat: 2009­01­23 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kemunculan Karakter, Antagonis? ?dan? ?Protagonis  Televisi pada saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Jenis tayangan yang paling  tinggi jam penayangannya adalah sinetron, karena sinetron menjadi sasaran utama karena potensi  jumlah penontonnya yang lumayang besar. Didalam sebuah sinetron terdapat berbagai macam  peran yang sudah ditetapkan.  Jenis penelitian ini adalah Analisis Isi (content analysis) teknik pengambilan data yang  digunakan adalah teknik dokumentasi dengan melihat tayangan sinetron munajah cinta di RCTI  dan? ?cinta fitri di SCTV kemudian ditransfer kedalam compact disk (CD), selanjutnya  dikumpulkan dengan mengunakan lembar koding (cooding sheet)? ?dan? ?dibantu dengan dua orang  koder yaitu koder I? ?dan? ?koder II.  Teknik analisis yang dipakai? ?dalam? ?penelitian ini adalah mengguanakan teknik analisis distribusi  frekuensi. Data yang digunakan berupa setiap scene yang terdapat? ?dalam? ?tayangan sinetron  munajah cinta? ?dan? ?cinta fitri di masukkan ke? ?dalam? ?kategorisasi yang telah ditetapkan. Kemudian  untuk analisis data yang digunakan secara uji reliabilitas dengan mengguanakan rumus Holsty.  Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kemunculan karakter antagonis pada sinetron munajah cinta  sebanyak 24 kali (66%)? ?dan? ?karakter antagonis pada sinetron cinta fitri sebanyak 12 kali (33%).  Sedangkan frekuensi kemunculan karakter protagonis pada sinetron munajah cinta sebanyak 15  kali (45%)? ?dan? ?karakter protagonis pada sinetron cinta fitri 18 kali (55%). Dengan demikian  frekuensi kemunculan karakter antagonis? ?dan? ?protagonis pada sinetron munajah cinta? ?dan? ?cinta  fitri didominasi oleh karakter protagonis.  Television at the moment very having an in
 19  121  2

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)

... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi di Indonesia cukup beraneka ragam? ?dan? ?mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host? ?dalam? ?talk show. Host? ?dalam? ?talk show di televisi mempunyai  peran yang penting? ?dalam? ?membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai? ?dalam? ?dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang? ?dan? ?memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular di Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda? ?dan? ?mitos? ?dalam? ?host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer di Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi? ?dalam? ?menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata? ?dalam? ?setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton di studio maupun di rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan? ?dalam? ?setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi)? ?dan? ?relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show di televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi di Indonesia cukup beraneka ragam? ?dan? ?mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host? ?dalam? ?talk show. Host? ?dalam? ?talk show di televisi mempunyai  peran yang penting? ?dalam? ?membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai? ?dalam? ?dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang? ?dan? ?memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular di Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda? ?dan? ?mitos? ?dalam? ?host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer di Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi? ?dalam? ?menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata? ?dalam? ?setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton di studio maupun di rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan? ?dalam? ?setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi)? ?dan? ?relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show di televisi. ... Dekonstruksi, Host Talk Show, Empat Mata  ABSTRAKSI  Perkembangan program acara televisi di Indonesia cukup beraneka ragam? ?dan? ?mengikuti  perkembangan zaman. Khususnya pada program acara talk show yang mengetengahkan berbagai  tema sampai pada pemilihan host? ?dalam? ?talk show. Host? ?dalam? ?talk show di televisi mempunyai  peran yang penting? ?dalam? ?membawakan acara talk show tersebut pada kelancaran hingga  kesuksesan acara hingga acara tersebut berakhir. Pada dasarnya konsep host telah mempunyai  konstruksi sendiri yang telah lama dipakai? ?dalam? ?dunia host televisi. Namun seiring dengan  kreativitas para kreator program televisi yang semakin berkembang? ?dan? ?memikirkan akan  originalitas sebuah acara khususnya acara talk show, maka konstruksi host itu sendiri telah  diubah atau dihancurkan dengan konsep host yang telah mereka buat sendiri. penghancuran  konsep host tersebut dilakukan oleh salah satu talk show popular di Indonesia yaitu Empat Mata  yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana.  Dengan metode analisis semiotik yang mencari makna, tanda? ?dan? ?mitos? ?dalam? ?host Empat Mata  Tukul Arwana, peneliti berusaha menginterpretasikan penelitian tersebut hingga terbongkar  semua makna yang tersurat maupun tersirat, kemudian peneliti melakukan konsep dekonstruksi  untuk memberikan hasil oposisi yang berbeda sehingga terjadi adanya sebuah pembongkaran  hirarki dari oposisi konseptual yang didapat.  Tayangan Empat Mata merupakan salah satu talk show populer di Indonesia terbukti dengan  rating yang selalu tinggi bersaing dengan talk show lainnya. Tayangan Empat Mata yang  dicetuskan oleh Apollo, manajer produksi Trans 7 yang asli Filipina tersebut sangat  mengedepankan unsur komedi? ?dalam? ?menyajikannya. Membahas topik­topik yang sedang trend  di kalangan masyarakat serta menghadirkan bintang tamu­bintang tamu yang selalu  memeriahkan Empat Mata? ?dalam? ?setiap episodnya. Aksi kocak Tukul Arwana selaku host yang  selalu menghibur penonton di studio maupun di rumah dengan humor­humor kasar (slapstick)  yang Tukul tam­pilkan? ?dalam? ?setiap penampilannya.  Dekonstruksi host talk show ini menampilkan sebuah oposisi yang bertolak belakang satu sama  lainnya. Yaitu oposisi konsep host talk show Empat Mata dengan konsep host talk show lainnya.  Dari hasil oposisi tersebut menghasilkan adanya dekonstruksi pada personal (latar belakang  pendidikan, fisik, tutur kata, wajah, wawasan, penampilan, kemampuan bahasa, kemampuan  teknologi)? ?dan? ?relasi komunikasi host dengan bintang tamu. Dengan hasil tersebut maka telah  nampak hasil dari pembongkaran sebuah konsep host talk show di televisi.
 11  138  1

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

... penyiaran radio.  Untuk memproduksi suatu program acara radio terdapat fungsi manajemen yang memiliki 4  fungsi pokok yaitu Planning, Organizing, Actuating,? ?dan? ?Controlling. Planning merupakan  kegiatan yang menentukan berbagai tujuan? ?dan? ?penyebab tindakan­tindakan selanjutnya.  Organizing merupakan kegiatan yang membagi pekerjaan diantara anggota kelompok? ?dan? ? membentuk ketentuan? ?dalam? ?hubungan? ?hubungan? ?yang diperlukan. Actuating merupakan  kegiatan menggerakkan anggota­anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai  dengan tugas masing­masing. Controlling merupakan kegiatan menyesuaikan antara pelaksanaan  dan? ?rencana­rencana yang telah ditentukan.  Penelitian ini dilakukan di Radio Visi Inti Suara FM Banyuwangi, Jalan Letjen S. Haryono  no.59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini  menggunakan dasar pendekatan kualitatif, untuk mendeskripsikan jawaban terhadap  permasalahan penelitian secara detail seperti yang diungkapkan nara sumber serta ingin mencari  makna dibalik cerita detail tersebut? ?dalam? ?bentuk konsep. Dengan tehnik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi? ?dan? ?dokumentasi. Wawancara ditujukan pada orang­orang yang  berkompeten? ?dalam? ?manajemen pemrograman acara Garus (station manager, programmer? ?dan? ? penyiar).  Program acara Garus merupakan acara musik atau lagu yang bergenre ethnic yaitu menyajikan  lagu­lagu daerah (lagu Osing) yang dibawakan oleh seorang penyiar yang bisa berbahasa Osing  deles (dengan baik? ?dan? ?lancar) sambil membawa visi? ?dan? ?misi yaitu nguri­nguri (mengangkat)  kebudayaan daerah yang hampir punah karena pengaruh modernisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja pemrograman acara Garus mengacu pada fungsi manajemen yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Planning (perencanaan), berupa:  memilih nama acara, visi? ?dan? ?misi acara, menentukan acara? ?dan? ?jadwal, promosi, target  audience. Organizing berupa: kerjasama dengan Dewan Kesenian Blambangan, Dinas Pariwisata  Banyuwangi, penyiar. Actuating kegiatannya berupa : menentukan penyiar, menentukan format  acara, bentuk acara? ?dan? ?mendatangkan pemateri.? ?Dan? ?Controlling berupa klasifikasi pendengar,  tingkat persaingan.  Suatu manajemen program acara tidak hanya membuat program itu bisa menarik? ?dan? ?bisa dipilih  oleh pendengar melainkan ada hal yang sangat komplek yaitu persaingan dengan radio siaran  lain, karena acara Garus merupakan acara yang menyuguhkan lagu­lagu daerah dimana semua  stasiun radio yang ada di kota Banyuwangi juga mempunyai program acara yang sama. ... penyiaran radio.  Untuk memproduksi suatu program acara radio terdapat fungsi manajemen yang memiliki 4  fungsi pokok yaitu Planning, Organizing, Actuating,? ?dan? ?Controlling. Planning merupakan  kegiatan yang menentukan berbagai tujuan? ?dan? ?penyebab tindakan­tindakan selanjutnya.  Organizing merupakan kegiatan yang membagi pekerjaan diantara anggota kelompok? ?dan? ? membentuk ketentuan? ?dalam? ?hubungan? ?hubungan? ?yang diperlukan. Actuating merupakan  kegiatan menggerakkan anggota­anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai  dengan tugas masing­masing. Controlling merupakan kegiatan menyesuaikan antara pelaksanaan  dan? ?rencana­rencana yang telah ditentukan.  Penelitian ini dilakukan di Radio Visi Inti Suara FM Banyuwangi, Jalan Letjen S. Haryono  no.59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini  menggunakan dasar pendekatan kualitatif, untuk mendeskripsikan jawaban terhadap  permasalahan penelitian secara detail seperti yang diungkapkan nara sumber serta ingin mencari  makna dibalik cerita detail tersebut? ?dalam? ?bentuk konsep. Dengan tehnik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi? ?dan? ?dokumentasi. Wawancara ditujukan pada orang­orang yang  berkompeten? ?dalam? ?manajemen pemrograman acara Garus (station manager, programmer? ?dan? ? penyiar).  Program acara Garus merupakan acara musik atau lagu yang bergenre ethnic yaitu menyajikan  lagu­lagu daerah (lagu Osing) yang dibawakan oleh seorang penyiar yang bisa berbahasa Osing  deles (dengan baik? ?dan? ?lancar) sambil membawa visi? ?dan? ?misi yaitu nguri­nguri (mengangkat)  kebudayaan daerah yang hampir punah karena pengaruh modernisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja pemrograman acara Garus mengacu pada fungsi manajemen yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Planning (perencanaan), berupa:  memilih nama acara, visi? ?dan? ?misi acara, menentukan acara? ?dan? ?jadwal, promosi, target  audience. Organizing berupa: kerjasama dengan Dewan Kesenian Blambangan, Dinas Pariwisata  Banyuwangi, penyiar. Actuating kegiatannya berupa : menentukan penyiar, menentukan format  acara, bentuk acara? ?dan? ?mendatangkan pemateri.? ?Dan? ?Controlling berupa klasifikasi pendengar,  tingkat persaingan.  Suatu manajemen program acara tidak hanya membuat program itu bisa menarik? ?dan? ?bisa dipilih  oleh pendengar melainkan ada hal yang sangat komplek yaitu persaingan dengan radio siaran  lain, karena acara Garus merupakan acara yang menyuguhkan lagu­lagu daerah dimana semua  stasiun radio yang ada di kota Banyuwangi juga mempunyai program acara yang sama. ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik? ?dan? ?sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar? ?dan? ?dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi di masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu,? ?dalam? ?upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara.? ?Dan? ?penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun penyiaran radio.  Untuk memproduksi suatu program acara radio terdapat fungsi manajemen yang memiliki 4  fungsi pokok yaitu Planning, Organizing, Actuating,? ?dan? ?Controlling. Planning merupakan  kegiatan yang menentukan berbagai tujuan? ?dan? ?penyebab tindakan­tindakan selanjutnya.  Organizing merupakan kegiatan yang membagi pekerjaan diantara anggota kelompok? ?dan? ? membentuk ketentuan? ?dalam? ?hubungan? ?hubungan? ?yang diperlukan. Actuating merupakan  kegiatan menggerakkan anggota­anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai  dengan tugas masing­masing. Controlling merupakan kegiatan menyesuaikan antara pelaksanaan  dan? ?rencana­rencana yang telah ditentukan.  Penelitian ini dilakukan di Radio Visi Inti Suara FM Banyuwangi, Jalan Letjen S. Haryono  no.59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini  menggunakan dasar pendekatan kualitatif, untuk mendeskripsikan jawaban terhadap  permasalahan penelitian secara detail seperti yang diungkapkan nara sumber serta ingin mencari  makna dibalik cerita detail tersebut? ?dalam? ?bentuk konsep. Dengan tehnik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi? ?dan? ?dokumentasi. Wawancara ditujukan pada orang­orang yang  berkompeten? ?dalam? ?manajemen pemrograman acara Garus (station manager, programmer? ?dan? ? penyiar).  Program acara Garus merupakan acara musik atau lagu yang bergenre ethnic yaitu menyajikan  lagu­lagu daerah (lagu Osing) yang dibawakan oleh seorang penyiar yang bisa berbahasa Osing  deles (dengan baik? ?dan? ?lancar) sambil membawa visi? ?dan? ?misi yaitu nguri­nguri (mengangkat)  kebudayaan daerah yang hampir punah karena pengaruh modernisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja pemrograman acara Garus mengacu pada fungsi manajemen yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Planning (perencanaan), berupa:  memilih nama acara, visi? ?dan? ?misi acara, menentukan acara? ?dan? ?jadwal, promosi, target  audience. Organizing berupa: kerjasama dengan Dewan Kesenian Blambangan, Dinas Pariwisata  Banyuwangi, penyiar. Actuating kegiatannya berupa : menentukan penyiar, menentukan format  acara, bentuk acara? ?dan? ?mendatangkan pemateri.? ?Dan? ?Controlling berupa klasifikasi pendengar,  tingkat persaingan.  Suatu manajemen program acara tidak hanya membuat program itu bisa menarik? ?dan? ?bisa dipilih  oleh pendengar melainkan ada hal yang sangat komplek yaitu persaingan dengan radio siaran  lain, karena acara Garus merupakan acara yang menyuguhkan lagu­lagu daerah dimana semua  stasiun radio yang ada di kota Banyuwangi juga mempunyai program acara yang sama.
 18  153  2

ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT

... BIP di album Turun Dari Langit adalah tema human interest, tema politik dan Pemerintahan, tema Moral Manusia, tema Cinta, tema Ekonomi, tema Ketuhanan. Dari 63 bait dan 187 kalimat dari keseluruhan lagu yang diteliti mayoritas cenderung ke tema human interest. (2) pihak- pihak yang menjadi sasaran tema lagu yang terbanyak adalah masyarakat ( segala lapisan), ... penelitian ditentukan dengan jumlah bait lagu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca keseluruhan teks lagu, mendengarkan lagu dan melakukan pencatatan terhadap tema- tema lagu serta melalui studi pustaka. Analisa data dilakukan dalam bentuk analisis domain. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa ( 1) tema –tema dalam lirik ... (3) Makna tema dan pihak sasaran tema diinterprestasikan dengan menggunakan analisis isi menunjukkan bahwa tema human interest berkaitan dengan aspek emosional dan menyentuh perasaan pribadi seseorang, makna tema politik dan pemerintahan berkaitan dengan kuasa dan wibawa, makna tema ekonomi berkaitan dengan kegiatan- kegiatan ekonomi, makna tema moral
 16  160  2

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas? ?dalam? ?masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian? ?dalam? ?cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan? ?dan? ?hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam? ?penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum? ?dan? ?relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden? ?dalam? ?melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden? ?dalam? ?melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi di studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di film Laskar Pelangi adalah menarik  dan? ?manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas? ?dalam? ?masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian? ?dalam? ?cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan? ?dan? ?hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam? ?penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum? ?dan? ?relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden? ?dalam? ?melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden? ?dalam? ?melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi di studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di film Laskar Pelangi adalah menarik  dan? ?manfaat masyarakat menonton ... PENILAIAN MASYARAKATTENTANG FILM LASKAR PELANGIStudi Pada  Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere  Oleh: IMAN PUJIONO ( 04220153 )  Communication Science  Dibuat: 2009­06­30 , dengan 2 file(s).  Keywords: Respon, Masyarakat, Film  ABSTRAK  Film sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia. Pada zaman modem film mustahil  dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Film dapat mencerminkan pesan dirinya sebagai saluran  mekanin untuk merupakan pesan­pesan tertentu dari untuk manusia. Film merupakan  perwujudan dari seluruh realitas kehidupan dunia yang begitu luas? ?dalam? ?masyarakat. Oleh  karenanya film mampu menumbuhkan imanjinasi, ketegangan, ketakutan, benturan emosional  khalayak penonton seolah­olah mereka ikut merasakan jadi bagian? ?dalam? ?cerita film tersebut.  Selain itu pesan isi film dapat menimbulkan aspek, kritik sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan,  norma kehidupan? ?dan? ?hiburan bagi khalayak penonton.  Dalam? ?penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data Domain yakni analisis  data yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum? ?dan? ?relative menyeluruh  tentang apa yang tercakup di suatu fokus atau pokok permasalahan yang telah diteliti, Faisal  (1990:9).  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, alasan masyarakat yang menonton di studio 21  Matos karena tertarik dengan cerita Film Laskar Pelangi yaitu ingin mengetahui Film Laskar  pelangi, Ketertarikan responden? ?dalam? ?melihat film Laskar pelangi disebabkan oleh beberapa hal  antara lain karena cerita filmnya, Masyarakat menyukai acara film laskar Pelangi karena suka  melihat film Laskar Pelangi, penilaian responden? ?dalam? ?melihat masyarakat yang menonton film  Laskar Pelangi di studio 21 Matos film Laskar Pelangi bagus,alasan masyarakat tentang film  Laskar Pelangi disebabkan karena tayangan Film Laskar Pelangi menurut responden adalah  bagus, Pengetahuan masyarakat tentang jadwal film Laskar Pelangi di studio 21 Matos diberi  tahu teman, Penilaian masyarakat tentang pemain film Laskar Pelangi karena pemain film Laskar  Pelangi pemberani, Penilaian masyarakat bahasa narator film Laskar Pelangi sudah bagus,  Penilaian masyarakat tentang penggunaan bahasa belitung di film Laskar Pelangi adalah menarik  dan? ?manfaat masyarakat menonton
 9  123  2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS DI  TRANS TV (Studi? ?Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi? ?dan? ?Ibu Rumah Tangga  Program hiburan? ?dan? ?saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan? ?Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda? ?dan? ? informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik, di  setiap episodenya selalu terdapat keceriaan di setiap episodenya.  Sasaran? ?dalam? ?penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah? ?dalam? ?penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat? ?dan? ?kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya,? ?dan? ?bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut? ?dan? ?kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi? ?dalam? ?penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara,? ?dan? ?dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara,? ?dan? ?bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik? ?dan? ?menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips? ?dan? ?pengetahuan? ?dalam? ?kehidupan sehari ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS DI  TRANS TV (Studi? ?Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi? ?dan? ?Ibu Rumah Tangga  Program hiburan? ?dan? ?saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan? ?Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda? ?dan? ? informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik, di  setiap episodenya selalu terdapat keceriaan di setiap episodenya.  Sasaran? ?dalam? ?penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah? ?dalam? ?penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat? ?dan? ?kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya,? ?dan? ?bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut? ?dan? ?kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi? ?dalam? ?penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara,? ?dan? ?dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara,? ?dan? ?bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik? ?dan? ?menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips? ?dan? ?pengetahuan? ?dalam? ?kehidupan sehari – hari, serta  interaksi ibu­ibu terhadap Ceriwis yaitu berupa menelepon baik untuk menyampaikan ide, kritik  / saran maupun mengikuti kuis interaktif. Sedangkan kebutuhan–kebutuhan yang terpenuhi? ?dan terpuaskan ketika informan menonton Ceriwis yaitu : 1.Untuk mencari hiburan; 2.Untuk  memperoleh informasi / wawasan? ?dan? ?pengetahuan; 3.Untuk mengisi waktu luang di siang hari.  Saran? ?dalam? ?penelitian ini diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih  lanjut, tentang dampak / pengaruh atau efektivitas dari tayangan televisi terutama Ceriwis,  dengan referensi yang lebih lengkap, sehingga dapat memberikan manfaat bagi khasanah  keilmuan khususnya pada bidang produksi program tv. ... APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAPTAYANGAN CERIWIS DI  TRANS TV (Studi? ?Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro  Sidoarjo)  Oleh: Bagus Permadi ( 01220114 )  Communication Science  Dibuat: 2007­03­30 , dengan 3 file(s).  Keywords: Apresiasi? ?dan? ?Ibu Rumah Tangga  Program hiburan? ?dan? ?saat ini banyak disukai oleh masyarakat. Dari sekian banyak stasiun televisi  yang menayangkan, penulis lebih tertarik pada TRANS TV (Transformasi Televisi). Hal ini  dikarenakan menurut data yang ada TRANS TV merupakan Media Pendatang Potensial 2002  dan? ?Televisi Terbaik versi majalah Cakram. Salah satunya tayangan hiburan yang menarik  perhatian peneliti adalah Ceriwis. Acara ini menghadirkan suasana variatif, penuh canda? ?dan? ? informatif bersama Indie Barends & Indra Bekti. Program ini dipilih karena acara ini menarik, di  setiap episodenya selalu terdapat keceriaan di setiap episodenya.  Sasaran? ?dalam? ?penelitian ini yaitu ibu­ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga dianggap  sebagai khalayak yang memiliki waktu luang yang banyak, terutama ibu rumah tangga yang  murni tidak bekerja. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Lemah  Putro Sidoarjo. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah? ?dalam? ?penelitian ini adalah  bagaimana apresiasi Ibu Rumah Tangga terhadap tayangan Ceriwis. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui bagaimana apresiasi ibu rumah tangga RW 06 terhadap tayangan  Ceriwis.  Teori yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah Uses and Gratification. Hal ini dikarenakan  khalayak aktif memilih media yang didasarkan pada asas manfaat? ?dan? ?kepuasan. Audience yang  aktif akan memilih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya,? ?dan? ?bila  tertarik suatu acara tertentu, dia akan mengikuti terus acara tersebut? ?dan? ?kebutuhannya akan  terpuaskan.  Metode yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada : apresiasi ibu rumah tangga terhadap tayangan ceriwis,  apresiasi ibu rumah tangga terhadap format acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap pembawa  acara, apresiasi ibu rumah tangga terhadap bintang tamu. Sumber informasi? ?dalam? ?penelitian ini  terdiri dari 5 orang yaitu, ibu Maria, ibu Ilma, Ibu Ida, Ibu Zaenal, ibu Lia.Teknik pengumpulan  data menggunakan angket, wawancara,? ?dan? ?dokumentasi. Data­data yang diperoleh dianalisis  dengan menggunakan proses induksi­interpretasi­konseptualisasi. Teknik keabsahan data melalui  pengecekan anggota (member chek).  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, apresiasi ibu­ibu rumah tangga terhadap tayangan  Ceriwis cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan pendapat mereka tentang format acara (jam  tayang, durasi, setting studio, tema atau episode harian, keunikan), pembawa acara,? ?dan? ?bintang  tamunya. Meskipun pendapat mereka bervariasi, tetapi mereka menyatakan bahwa tayangan  tersebut adalah tayangan yang menarik? ?dan? ?menghibur. Selain itu, dengan diperkuat adanya  bentuk penghargaan ibu­ibu rumah tangga terhadap Ceriwis yaitu berupa pengamalan atau  penerapan informasi berupa tips – tips? ?dan? ?pengetahuan? ?dalam? ?kehidupan sehari
 4  88  2

FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI

... FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATANDALAM IKLAN  LAYANAN MASYARAKATAnalisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi  Tanggap Flu BurungMilik Komnas FBPI  Oleh: Kenyo Primagati  Communication Science  Dibuat: 2010­12­21 , dengan 6 file(s).  Keywords: Pemeliharaan Kesehatan, Iklan Layanan Masyarakat Televisi  ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan di media online seperti www.republika.co.id,  www.antaranews.com? ?dan? ?www.okezone.com yang memberitakan dua kasus flu burung pada  awal tahun 2010. Kasus pertama pada tanggal 23 Februari menimpa seorang ibu rumah tangga di  Malang? ?dan? ?kasus kedua menimpa seorang balita di Pekanbaru pada tanggal 28 April. Dua kasus  baru tersebut menyatakan bahwa flu burung masih berbahaya di kehidupan masyarakat Indonesia  meskipun dahulu telah dikampanyekan melalui iklan layanan masyarakat televisi (ILM televisi)  tentang langkah­langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus flu  burung. Salah satunya adalah ILM Televisi Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI yang  memiliki empat versi. Komnas FBPI itu sendiri merupakan sebuah komite yang berinisiatif  menangani kasus flu burung. Namun akibat pemberitaan dua kasus baru maka komitmen  Komnas FBPI terbantahkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah  frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan yang terkandung pada empat versi ILM televisi  Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI dengan rumusan masalah penelitian yang berbunyi  “Berapakah frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI?”  Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu cara atau upaya penanggulangan? ?dan? ?pencegahan  gangguan kesehatan. Penanggulangan merupakan cara untuk menangani gangguan kesehatan,  sedangkan pencegahan merupakan cara untuk menjauhkan diri dari gangguan kesehatan.  Informasi pemeliharaan kesehatan sangat penting disampaikan? ?dan? ?diketehui oleh masyarakat  luas terutama bagi wilayah atau? ?negara? ?yang sedang mengalami wabah penyakit berbahaya.  Informasi berupa pesan pemeliharaan kesehatan dapat disampaikan melalui ILM Televisi secara  menarik namun singkat? ?dan? ?jelas sehingga masyarakat dapat menerima, memahami serta  mempraktekannya? ?dalam? ?kehidupan mereka sehari­hari agar terhindar dari gangguan penyakit.  Tipe penelitian ini menggunakan tipe deskriptif dengan perangkat statistik? ?dan? ?metode penelitian  yang digunakan adalah metode analisis isi. Metode ini hanya menganalisis pesan yang tampak  dalam? ?objek penelitian. Ruang lingkupnya adalah seluruh scene? ?dalam? ?ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI yang berjumlah 24 scene (total scene pada empat versi). Satuan  ukurnya adalah setiap frekwensi kemunculan adegan/scene yang mengandung kategori  penanggulangan? ?dan? ?pencegahan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan pemeliharaan kesehatan pada Empat Versi ILM  Televisi Tanggap Flu Burung telah diketemukan mengandung pesan pemeliharaan kesehatan  sebanyak 15 scene (62,5%) dari 24 scene. Pesan pemeliharaan kesehatan pada kategori  penanggulangan muncul sebanyak 7 kali (29,17%) dengan indikasi pemeriksaan sebanyak 2 kali  (8,33%), indikasi pengobatan sebanyak 3 kali (12,5%)? ?dan? ?indikasi pelaporan sebanyak 2 kali  (8,33%). Sedangkan pada kategori pencegahan muncul sebanyak 18 kali (75%) dengan indikasi pembersihan sebanyak 7 kali (29,17%)? ?dan? ?indikasi menjaga kontak sebanyak 11 kali (45,83%).  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa empat versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung  Milik Komnas FBPI banyak mengandung pesan pemeliharaan kesehatan, meskipun pesan  tersebut lebih banyak muncul pada kategori pencegahan.  Atas hasil di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti dengan metode lain agar  pesan pada kategori penanggulangan dapat lebih banyak diketemukan. Selain itu disarankan pula  kepada Komnas FBPI untuk memberikan pesan pemeliharaan kesehatan yang lebih banyak pada  kategori penanggulangan atau seimbang dengan kategori pencegahan.  ABSTRACT  The research is based from many news in online media like www.republika.co.id,  www.antaranews.com and www.okezone.com which information that two cases bird flu at first  2010. The first case on February 23, the bird flu had been attacking a housewife in Malang and  second case is attacked a toddler on April 28 in Pekanbaru. The newly cases it declare that bird  flu still dangerous in Indonesia while it had been campaigning with use television PSA about the  effective steps to lessen risk from the bird flu attack long times ago. One of them Television PSA  Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI who have four version. The Komnas FBPI is a commitee  who has initiative for handle the bird flu case. But, because of the two case that so the  commitment of Komnas has unaccepted. Based on it, the researcher would have to know how  much the frequency of health preserve message which on four version television PSA Tanggap  Flu Burung by Komnas FBPI with the formulate research question “How much the frequency  health preserve message on Four Version Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas  FBPI?”  The health preserve is the way or tacling effort and preventive of health trouble. The tacling is  the way to handling health trouble and preventive is the way to far from the health trouble.  Infomation health preserve is important to inform and knowing from the society the first for zone  or country who had been attacking by dangerous disease. The information which have health  preserve message can inform with the television PSA like interesting but simple and clear so the  society can accepting and understanding and to practice it on their life everyday that striking  from the health trouble.  The type of the research is use descriptive type with using statistic tool and the method research  is used content analysis method. This method just analyse message on in research object. The  scope in here is all of scene in Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI which 24  scene (total scene from the four version). The unit of measure is every frequency of appearance  from the scene which on have a tacling and preventive category.  The result research shown that the health preserve message on Four Version Television PSA  Tanggap Flu Burung is have health preserve message is 15 scene (62,5%) from 24 scene. The  health preserve message on tacling category is 7 times (29,17%) with checkup indication as  much 2 times (8,33%), medication indication is 3 times (12,5%) and reporting indication is 2  times (8,33%). Meanwhile for the preventive category is show up 18 times (75%) with the  cleansing of ... FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATANDALAM IKLAN  LAYANAN MASYARAKATAnalisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi  Tanggap Flu BurungMilik Komnas FBPI  Oleh: Kenyo Primagati  Communication Science  Dibuat: 2010­12­21 , dengan 6 file(s).  Keywords: Pemeliharaan Kesehatan, Iklan Layanan Masyarakat Televisi  ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan di media online seperti www.republika.co.id,  www.antaranews.com? ?dan? ?www.okezone.com yang memberitakan dua kasus flu burung pada  awal tahun 2010. Kasus pertama pada tanggal 23 Februari menimpa seorang ibu rumah tangga di  Malang? ?dan? ?kasus kedua menimpa seorang balita di Pekanbaru pada tanggal 28 April. Dua kasus  baru tersebut menyatakan bahwa flu burung masih berbahaya di kehidupan masyarakat Indonesia  meskipun dahulu telah dikampanyekan melalui iklan layanan masyarakat televisi (ILM televisi)  tentang langkah­langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus flu  burung. Salah satunya adalah ILM Televisi Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI yang  memiliki empat versi. Komnas FBPI itu sendiri merupakan sebuah komite yang berinisiatif  menangani kasus flu burung. Namun akibat pemberitaan dua kasus baru maka komitmen  Komnas FBPI terbantahkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah  frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan yang terkandung pada empat versi ILM televisi  Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI dengan rumusan masalah penelitian yang berbunyi  “Berapakah frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI?”  Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu cara atau upaya penanggulangan? ?dan? ?pencegahan  gangguan kesehatan. Penanggulangan merupakan cara untuk menangani gangguan kesehatan,  sedangkan pencegahan merupakan cara untuk menjauhkan diri dari gangguan kesehatan.  Informasi pemeliharaan kesehatan sangat penting disampaikan? ?dan? ?diketehui oleh masyarakat  luas terutama bagi wilayah atau? ?negara? ?yang sedang mengalami wabah penyakit berbahaya.  Informasi berupa pesan pemeliharaan kesehatan dapat disampaikan melalui ILM Televisi secara  menarik namun singkat? ?dan? ?jelas sehingga masyarakat dapat menerima, memahami serta  mempraktekannya? ?dalam? ?kehidupan mereka sehari­hari agar terhindar dari gangguan penyakit.  Tipe penelitian ini menggunakan tipe deskriptif dengan perangkat statistik? ?dan? ?metode penelitian  yang digunakan adalah metode analisis isi. Metode ini hanya menganalisis pesan yang tampak  dalam? ?objek penelitian. Ruang lingkupnya adalah seluruh scene? ?dalam? ?ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI yang berjumlah 24 scene (total scene pada empat versi). Satuan  ukurnya adalah setiap frekwensi kemunculan adegan/scene yang mengandung kategori  penanggulangan? ?dan? ?pencegahan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan pemeliharaan kesehatan pada Empat Versi ILM  Televisi Tanggap Flu Burung telah diketemukan mengandung pesan pemeliharaan kesehatan  sebanyak 15 scene (62,5%) dari 24 scene. Pesan pemeliharaan kesehatan pada kategori  penanggulangan muncul sebanyak 7 kali (29,17%) dengan indikasi pemeriksaan sebanyak 2 kali  (8,33%), indikasi pengobatan sebanyak 3 kali (12,5%)? ?dan? ?indikasi pelaporan sebanyak 2 kali  (8,33%). Sedangkan pada kategori pencegahan muncul sebanyak 18 kali (75%) dengan indikasi pembersihan sebanyak 7 kali (29,17%)? ?dan? ?indikasi menjaga kontak sebanyak 11 kali (45,83%).  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa empat versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung  Milik Komnas FBPI banyak mengandung pesan pemeliharaan kesehatan, meskipun pesan  tersebut lebih banyak muncul pada kategori pencegahan.  Atas hasil di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti dengan metode lain agar  pesan pada kategori penanggulangan dapat lebih banyak diketemukan. Selain itu disarankan pula  kepada Komnas FBPI untuk memberikan pesan pemeliharaan kesehatan yang lebih banyak pada  kategori penanggulangan atau seimbang dengan kategori pencegahan.  ABSTRACT  The research is based from many news in online media like www.republika.co.id,  www.antaranews.com and www.okezone.com which information that two cases bird flu at first  2010. The first case on February 23, the bird flu had been attacking a housewife in Malang and  second case is attacked a toddler on April 28 in Pekanbaru. The newly cases it declare that bird  flu still dangerous in Indonesia while it had been campaigning with use television PSA about the  effective steps to lessen risk from the bird flu attack long times ago. One of them Television PSA  Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI who have four version. The Komnas FBPI is a commitee  who has initiative for handle the bird flu case. But, because of the two case that so the  commitment of Komnas has unaccepted. Based on it, the researcher would have to know how  much the frequency of health preserve message which on four version television PSA Tanggap  Flu Burung by Komnas FBPI with the formulate research question “How much the frequency  health preserve message on Four Version Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas  FBPI?”  The health preserve is the way or tacling effort and preventive of health trouble. The tacling is  the way to handling health trouble and preventive is the way to far from the health trouble.  Infomation health preserve is important to inform and knowing from the society the first for zone  or country who had been attacking by dangerous disease. The information which have health  preserve message can inform with the television PSA like interesting but simple and clear so the  society can accepting and understanding and to practice it on their life everyday that striking  from the health trouble.  The type of the research is use descriptive type with using statistic tool and the method research  is used content analysis method. This method just analyse message on in research object. The  scope in here is all of scene in Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI which 24  scene (total scene from the four version). The unit of measure is every frequency of appearance  from the scene which on have a tacling and preventive category.  The result research shown that the health preserve message on Four Version Television PSA  Tanggap Flu Burung is have health preserve message is 15 scene (62,5%) from 24 scene. The  health preserve message on tacling category is 7 times (29,17%) with checkup indication as  much 2 times (8,33%), medication indication is 3 times (12,5%) and reporting indication is 2  times (8,33%). Meanwhile for the preventive category is show up 18 times (75%) with the  cleansing of ... FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATANDALAM IKLAN  LAYANAN MASYARAKATAnalisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi  Tanggap Flu BurungMilik Komnas FBPI  Oleh: Kenyo Primagati  Communication Science  Dibuat: 2010­12­21 , dengan 6 file(s).  Keywords: Pemeliharaan Kesehatan, Iklan Layanan Masyarakat Televisi  ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberitaan di media online seperti www.republika.co.id,  www.antaranews.com? ?dan? ?www.okezone.com yang memberitakan dua kasus flu burung pada  awal tahun 2010. Kasus pertama pada tanggal 23 Februari menimpa seorang ibu rumah tangga di  Malang? ?dan? ?kasus kedua menimpa seorang balita di Pekanbaru pada tanggal 28 April. Dua kasus  baru tersebut menyatakan bahwa flu burung masih berbahaya di kehidupan masyarakat Indonesia  meskipun dahulu telah dikampanyekan melalui iklan layanan masyarakat televisi (ILM televisi)  tentang langkah­langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus flu  burung. Salah satunya adalah ILM Televisi Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI yang  memiliki empat versi. Komnas FBPI itu sendiri merupakan sebuah komite yang berinisiatif  menangani kasus flu burung. Namun akibat pemberitaan dua kasus baru maka komitmen  Komnas FBPI terbantahkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui jumlah  frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan yang terkandung pada empat versi ILM televisi  Tanggap Flu Burung milik Komnas FBPI dengan rumusan masalah penelitian yang berbunyi  “Berapakah frekwensi pesan pemeliharaan kesehatan pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI?”  Pemeliharaan kesehatan merupakan suatu cara atau upaya penanggulangan? ?dan? ?pencegahan  gangguan kesehatan. Penanggulangan merupakan cara untuk menangani gangguan kesehatan,  sedangkan pencegahan merupakan cara untuk menjauhkan diri dari gangguan kesehatan.  Informasi pemeliharaan kesehatan sangat penting disampaikan? ?dan? ?diketehui oleh masyarakat  luas terutama bagi wilayah atau? ?negara? ?yang sedang mengalami wabah penyakit berbahaya.  Informasi berupa pesan pemeliharaan kesehatan dapat disampaikan melalui ILM Televisi secara  menarik namun singkat? ?dan? ?jelas sehingga masyarakat dapat menerima, memahami serta  mempraktekannya? ?dalam? ?kehidupan mereka sehari­hari agar terhindar dari gangguan penyakit.  Tipe penelitian ini menggunakan tipe deskriptif dengan perangkat statistik? ?dan? ?metode penelitian  yang digunakan adalah metode analisis isi. Metode ini hanya menganalisis pesan yang tampak  dalam? ?objek penelitian. Ruang lingkupnya adalah seluruh scene? ?dalam? ?ILM Televisi Tanggap  Flu Burung milik Komnas FBPI yang berjumlah 24 scene (total scene pada empat versi). Satuan  ukurnya adalah setiap frekwensi kemunculan adegan/scene yang mengandung kategori  penanggulangan? ?dan? ?pencegahan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan pemeliharaan kesehatan pada Empat Versi ILM  Televisi Tanggap Flu Burung telah diketemukan mengandung pesan pemeliharaan kesehatan  sebanyak 15 scene (62,5%) dari 24 scene. Pesan pemeliharaan kesehatan pada kategori  penanggulangan muncul sebanyak 7 kali (29,17%) dengan indikasi pemeriksaan sebanyak 2 kali  (8,33%), indikasi pengobatan sebanyak 3 kali (12,5%)? ?dan? ?indikasi pelaporan sebanyak 2 kali  (8,33%). Sedangkan pada kategori pencegahan muncul sebanyak 18 kali (75%) dengan indikasi pembersihan sebanyak 7 kali (29,17%)? ?dan? ?indikasi menjaga kontak sebanyak 11 kali (45,83%).  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa empat versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung  Milik Komnas FBPI banyak mengandung pesan pemeliharaan kesehatan, meskipun pesan  tersebut lebih banyak muncul pada kategori pencegahan.  Atas hasil di atas disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti dengan metode lain agar  pesan pada kategori penanggulangan dapat lebih banyak diketemukan. Selain itu disarankan pula  kepada Komnas FBPI untuk memberikan pesan pemeliharaan kesehatan yang lebih banyak pada  kategori penanggulangan atau seimbang dengan kategori pencegahan.  ABSTRACT  The research is based from many news in online media like www.republika.co.id,  www.antaranews.com and www.okezone.com which information that two cases bird flu at first  2010. The first case on February 23, the bird flu had been attacking a housewife in Malang and  second case is attacked a toddler on April 28 in Pekanbaru. The newly cases it declare that bird  flu still dangerous in Indonesia while it had been campaigning with use television PSA about the  effective steps to lessen risk from the bird flu attack long times ago. One of them Television PSA  Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI who have four version. The Komnas FBPI is a commitee  who has initiative for handle the bird flu case. But, because of the two case that so the  commitment of Komnas has unaccepted. Based on it, the researcher would have to know how  much the frequency of health preserve message which on four version television PSA Tanggap  Flu Burung by Komnas FBPI with the formulate research question “How much the frequency  health preserve message on Four Version Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas  FBPI?”  The health preserve is the way or tacling effort and preventive of health trouble. The tacling is  the way to handling health trouble and preventive is the way to far from the health trouble.  Infomation health preserve is important to inform and knowing from the society the first for zone  or country who had been attacking by dangerous disease. The information which have health  preserve message can inform with the television PSA like interesting but simple and clear so the  society can accepting and understanding and to practice it on their life everyday that striking  from the health trouble.  The type of the research is use descriptive type with using statistic tool and the method research  is used content analysis method. This method just analyse message on in research object. The  scope in here is all of scene in Television PSA Tanggap Flu Burung by Komnas FBPI which 24  scene (total scene from the four version). The unit of measure is every frequency of appearance  from the scene which on have a tacling and preventive category.  The result research shown that the health preserve message on Four Version Television PSA  Tanggap Flu Burung is have health preserve message is 15 scene (62,5%) from 24 scene. The  health preserve message on tacling category is 7 times (29,17%) with checkup indication as  much 2 times (8,33%), medication indication is 3 times (12,5%) and reporting indication is 2  times (8,33%). Meanwhile for the preventive category is show up 18 times (75%) with the  cleansing of
 4  113  3

SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)

... sebesar 801 detik. Lalu kedua adalah kategori merangkul (sociofugal) yaitu sebesar 168 detik Di urutan ketiga terdapat kategori melotot (affect display) dengan durasi 114 detik. Film ini genre aslinya adalah horor, namun terdapat temuan tentang adanya unsur sensualitas. Dimana adegan sensualitas yang didapatkan dalam seluruh tayangan berdurasi selama ... dikarenakan sifat bawaan pemeran utama perempuan yang terkenal dengan tingkah laku yang manja dan kata-kata yang berirama menggoda terhadap lawan jenisnya. Sementara kategori lainnya yaitu merayu sebanyak 26 detik dan indikasi mendesah sebanyak 14 detik. Sedangkan pada Indikasi Non Verbal adalah1350 detik, kategori yang memiliki durasi paling banyak adalah ... untuk ditampilkan kepada masyarakat, sehingga tema besar yang ditawarkan oleh film tersebut kalah menariknya. Berkaitan dengan beberapa uraian diatas yang menimbulkan berbagai interpretasi bagi audiens (penonton), maka disini peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap sensualitas yang ditunjukkan dalam perfilman Indonesia saat ini, khususnya pada
 24  174  2

MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang

... temuan motif yang  lebih khusus dari masing­masing domain tersebut. Antara lain pertama, dari  motif adanya kebutuhan akan informasi lokal Jawa Timur ditemukan motif  yang lebih khusus seperti: karena berdomisili di wilayah Jawa Timur­Malangdan ingin menambah wawasan ke­Jawa Timur­an. Kedua adalah dari motif  adanya kebutuhan akan sarana belajar bahasa Jawa Timuran ditemukan motif  yang lebih khusus seperti: ingin mempelajari logat Jawa Timuran? ?dan? ?ingin  mempelajari kosakata/istilah­istilah bahasa Jawa Timuran.? ?Dan? ?ketiga, dari  motif adanya kebutuhan akan hiburan ditemukan motif yang lebih khusus  seperti: karena penggunaan bahasa Jawa Timuran, karena adanya pantun? ?dan? ? karena lingkungan.  Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya pola atau alur  pengerucutan dari motif yang bersifat umum menjadi motif yang lebih khusus.  Artinya, alasan informan menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?dalam? ? penelitian ini berawal dari dorongan­dorongan (motif) yang bersifat umum  kemudian mengerucut kepada yang sifatnya lebih khusus sebagaimana telah  disebutkan sebelumnya. Dimana hal itu tercermin dari data primer (hasil  wawancara) dari informan penelitian.  Kesimpulan yang dapat ditarik? ?dalam? ?penelitian ini yaitu, pada dasarnya  mahasiswa Banyumasan atau anggota PAMAS Malang merupakan khalayak  yang aktif? ?dalam? ?menyaksikan tayangan Pojok Kampung di JTV. Hal itu terlihat  dari motif­motif yang diungkapkan, dimana motif­motif tersebut sesuai dengan  kebutuhan? ?dan? ?kepuasan yang ingin dicapai masing­masing informan dari  tayangan Pojok Kampung di JTV.  Realita di atas sesuai dengan asumsi teori uses and gratification, sehingga  diharapkan untuk selanjutnya agar mahasiswa Banyumasan? ?dan? ?mahasiswa  lainnya, khususnya anggota PAMAS Malang, dapat lebih memenuhi? ?dan? ? memuaskan kebutuhannya masing­masing terkait motif mereka menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV. Diharapkan juga, dengan lebih terpenuhi? ?dan? ? terpuaskannya kebutuhan informan tersebut, akan berdampak positif? ?dalam? ? mendukung setiap kegiatannya baik? ?dalam? ?bidang akademis, organisasi ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV )Studi? ?Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat di  Indoensia. Di Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer? ?dalam? ?dunia pertelevisian lokal di  Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan di tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah di Jatim yang memiliki kriteria di atas adalah Malang.  Khususnya di sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik di universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga? ?dan? ?Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan? ?dalam? ?menyaksikan tayangan Pojok  Kampung di JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi? ?dan? ?dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan di Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV dengan melakukan? ?studi? ?pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS) di Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung di  JTV. Penentuan informan? ?dalam? ?penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan? ?dan? ?pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan? ?dalam? ?menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh temuan motif yang  lebih khusus dari masing­masing domain tersebut. Antara lain pertama, dari  motif adanya kebutuhan akan informasi lokal Jawa Timur ditemukan motif  yang lebih khusus seperti: karena berdomisili di wilayah Jawa Timur­Malangdan ingin menambah wawasan ke­Jawa Timur­an. Kedua adalah dari motif  adanya kebutuhan akan sarana belajar bahasa Jawa Timuran ditemukan motif  yang lebih khusus seperti: ingin mempelajari logat Jawa Timuran? ?dan? ?ingin  mempelajari kosakata/istilah­istilah bahasa Jawa Timuran.? ?Dan? ?ketiga, dari  motif adanya kebutuhan akan hiburan ditemukan motif yang lebih khusus  seperti: karena penggunaan bahasa Jawa Timuran, karena adanya pantun? ?dan? ? karena lingkungan.  Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya pola atau alur  pengerucutan dari motif yang bersifat umum menjadi motif yang lebih khusus.  Artinya, alasan informan menyaksikan tayangan Pojok Kampung? ?dalam? ? penelitian ini berawal dari dorongan­dorongan (motif) yang bersifat umum  kemudian mengerucut kepada yang sifatnya lebih khusus sebagaimana telah  disebutkan sebelumnya. Dimana hal itu tercermin dari data primer (hasil  wawancara) dari informan penelitian.  Kesimpulan yang dapat ditarik? ?dalam? ?penelitian ini yaitu, pada dasarnya  mahasiswa Banyumasan atau anggota PAMAS Malang merupakan khalayak  yang aktif? ?dalam? ?menyaksikan tayangan Pojok Kampung di JTV. Hal itu terlihat  dari motif­motif yang diungkapkan, dimana motif­motif tersebut sesuai dengan  kebutuhan? ?dan? ?kepuasan yang ingin dicapai masing­masing informan dari  tayangan Pojok Kampung di JTV.  Realita di atas sesuai dengan asumsi teori uses and gratification, sehingga  diharapkan untuk selanjutnya agar mahasiswa Banyumasan? ?dan? ?mahasiswa  lainnya, khususnya anggota PAMAS Malang, dapat lebih memenuhi? ?dan? ? memuaskan kebutuhannya masing­masing terkait motif mereka menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV. Diharapkan juga, dengan lebih terpenuhi? ?dan? ? terpuaskannya kebutuhan informan tersebut, akan berdampak positif? ?dalam? ? mendukung setiap kegiatannya baik? ?dalam? ?bidang akademis, organisasi ... MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGANPOJOK  KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV )Studi? ?Pada Anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang  Oleh: Eri Yurianto ( 02220310 )  Communication Science  Dibuat: 2007­08­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Paguyuban  Televisi lokal saat ini bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat di  Indoensia. Di Jawa Timur (Jatim) misalnya, ada telvisi lokal Jawa Pos Televisi  (JTV) yang disebut­sebut sebagai pioneer? ?dalam? ?dunia pertelevisian lokal di  Jatim. Khususnya adalah salah satu program acara paket berita berbahasa  daerah Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), Pojok Kampung. Menariknya,  tayangan berbahasa daerah ini justru disiarkan di tengah masyarakat Jatim yang  memiliki pluralitas tinggi, dengan banyaknya masyarakat pendatang dari daerah  lain yang notabene belum tentu mengerti bahasa Jawa Timuran itu sendiri..  Salah satu daerah di Jatim yang memiliki kriteria di atas adalah Malang.  Khususnya di sini terkait banyaknya masyarakat pendatang, dengan tolok ukur  jumlah mahasiswa, baik di universitas negeri maupun swasta. Salah satu  mahasiswa pendatang tersebut adalah mahasiswa dari eks­karesidenan  Banyumas seperti kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga? ?dan? ?Banjarnegara  (mahasiswa Banyumasan).  Kemudian terkait tayangan Pojok Kampung yang menggunakan bahasa  Jawa Timuran (Malangan/Suroboyoan), menjadi menarik ketika dikontraskan  dengan mahasiswa Banyumasan dengan bahasa Ngapak­nya yang berbeda  dengan bahasa Jawa Timuran ini. Karena dari situ muncul motif yang  mendasari mahasiswa Banyumasan? ?dalam? ?menyaksikan tayangan Pojok  Kampung di JTV, sesuai kebutuhan yang ingin dipenuhi? ?dan? ?dipuaskannya.  Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut  tentang bagaimana motif mahasiswa Banyumasan di Malang menyaksikan  tayangan Pojok Kampung di JTV dengan melakukan? ?studi? ?pada anggota  Paguyuban Mahasiswa Banyumasan (PAMAS) di Malang.  Adapun tipe penelitian yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah  deskriptif, dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa  anggota PAMAS Malang yang pernah menyaksikan tayangan Pojok Kampung di  JTV. Penentuan informan? ?dalam? ?penelitian ini ditetapkan dengan melakukan pra  survey. Sedangkan dasar teori yang digunakan? ?dalam? ?penelitian ini adalah teori  uses and gratification, yaitu teori tentang penggunaan? ?dan? ?pemuasan kebutuhan.  Hasil analisis dari penelitian ini menjelaskan bahwa, ada tiga motif utama  (domain) mahasiswa Banyumasan? ?dalam? ?menyaksikan tayangan Pojok Kampung  di JTV. Sedangkan berdasarkan analisis taksonomi diperoleh
 15  130  2

PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME

... Setelah negara- negara menerima Global War on Terrorism hal ini menandakan bahwa Global War on Terrorism telah berubah menjadi norma internasional dimana, aktor di dalam negara mulai menginternalisasi norma tersebut kedalam sistem yang ada pada negara untuk menyesuaikan terhadap apa yang di sepakati bersama, internalisasi tersebut dapat berupa hukum dan ... domestik suatu Negara ? Dalam politik internasional, interaksi antarnegara terdapat pengaruh dan respon, Global War on Terrorism adalah reaksi dari aksi terror, yang didistribusikan pada Negara- negara dimana kemudian negara- negara memberikan respon atas ide yang berubah menjadi norma tersebut atas dasar kespeakatan bersama kemudian, respon tersebut mendapat ... di hambat terlebih dahulu bersamaan dari segi hukum dan militer karena dari segi keuangan terorisme dapat berkembang sehingga pemerintah harus mematikan aliran dana terhadap teroris . Global war on terrorism meminimalisir adanya serangan teoris di kawasan asia tenggara di karenakan kawasan tersebut sudah mulai menjalankan perang terhadap terorisme Pengaruh
 41  194  37

STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN

... tabel 1.1 yang terbagi menjadi 5 klaster, penelitian ini fokus terhadap klaster pendidikan. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan, ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan, hal ini juga tercantum dalam peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 47 tahun 2008 tentang wajib ... tua, mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman, mencintai tanah air, bangsa, dan negara, kemudian menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya, serta melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.3 Dalam mewujudkan terpenuhinya hak pada anak, Indonesia menerapkan program maupun kebijakan yang di dalamnya terkait dengan pemenuhan hak anak yaitu ... kota untuk tidak dipandang sebelah mata. Sedangkan menurut Nirwono Joga (2007) Kota Layak Anak adalah sistem kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan swasta dalam menciptakan lingkungan kota yang berkelanjutan dan kondusif untuk anak dapat tumbuh, berkembang dan berpartisipasi kedalam masyarakat luas.15 Dari
 40  273  39

PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)

... tersebut muncul dari pemikiran bahwa eksisrensi elit informal di dalam masyarakat merupakan sosok manusia teladan berfenomena kultural, yang secara hakiki menjunjung tinggi nilai moral tertentu sehingga oleh masyarakat dijadikan patokan dalam suatu keberhasilan pengembangan home industri. Sedangkan fenomena sosial menunjukkan bahwa pengembangan home industri ... menggunakan metode deskriptif dan analisa kualitatif dimana penganalisaan bergerak diantara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan secara interaktif sehingga merupakan proses siklus. Data diperoleh dengan cara wawancara dan pengamatan langsung terhadap beberapa peristiwa atau fenomena sosial dillokasi penelitian dan terbatas pada beberapa informan ... peneliti mempelajari dokumen resmi yang berhubungan dengan fokus penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa peranan elit informal dalam pengembangan home industri, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pada tahap pengawasan diwujudkan dalam bentuk tenaga dan dalam bentuk uang sudah cukup baik. Karena dalam usaha- usahanya elit informal selalu
 18  166  2

KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET

... untuk menggambarkan secara tetap mengenai sifat, keadaan hubungan tertentu dalam masyarakat sehingga peneliti bisa melakukan eksploitasi dan klasifikasi mengenai sesuatu atau pertanyaan sosial dengan jalan mendeskripsikan variabel yang dijabarkan melalui sejumlah indikator yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan ... volume yang berbeda. Perbedaan tersebut tergantung dari besar atau kecilnya sebuah industri. Pada umumnya limbah industri berupa limbah cair, limbah padat, dan limbah gas yang mana kesemua limbah yang dihasilkan oleh industri pada dasarnya sangat berpotensi mencemari lingkungan dan dapat mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ... kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan program kebijakan belum maksimal dan memenuhi sasaran yang tepat. Hal ini dikarenakan karena kurangnya SDM aparatur dalam pelaksanaan kebijakan, rendahnya keinginan masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan juga dunia usaha atau industri sering mengabaikan akan pentingnya penanganan dan pengendalian limbah. Proses
 77  492  2

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)

... Dowo Malang yang telah membantu saya dalam memperoleh data yang saya perlukan dalam penulisan skripsi ini. 7. Papa dan mamaku tercinta, tersayang, dan terkasih yang selalu mendoakan danselalu memberikan dukungan dan semangat disaat aku sedih, susah, capek, malasataupunbahagia. i 8. Keduakakakku, Mbak IkadanMbak Kiki tercinta yang selalu mendukung aku. I ... sepengetahuan saya, di dalam Naskah Skripsi ini tidak ada terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah diteliti atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar ... yang dipinjamnya dari Bank. Untuk itu diperlukan Sistem Pengendalian Intern yang kuat sebagai dasar kegiatan operasional Bank yang sehat dan aman dalam manajemen Bank. Dengan terselenggaranya pengendalian internal yang memadai dalam bidang perkreditan, berarti menunjukkan sikap kehati-hatian dalam pemberian kredit tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian yang
 117  502  25

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

... dukungan dan bantuan kepada peneliti.   10. Teman-teman di Kantor Akuntan Publik yang telah membantu dan memberikan semangat pada peneliti dari proses penelitian sampai terselesaikannya skripsi ini. 11. Teman-teman kelas F Jurusan Akuntansi 2005 khususnya Arizona Hadi yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini. 12. Untuk teman-teman ... dukungan dan arahannya selama peneliti melakukan penelitian. 7. Bapak dan Mama tercinta yang telah memberikan doa, semangat dan segenap kasih sayangnya selama ini kepada peneliti. 8. Akbar Berryan yang telah memberikan bantuan, dukungan dan doa kepada peneliti selama penelitian hingga penyelesaian skripsi ini. 9. Kevin Muhammad. R yang telah memberikan ... penyelesaian skripsi ini. 12. Untuk teman-teman yang telah membantu selama proses penyusunan skripsi khususnya untuk Yuda Aristiawan yang telah memberikan bantuan, semangat pada peneliti selama di Malang. 13. Teman-teman satu bimbingan yang telah memberikan bantuan dan kerja samanya selama penyusunan skripsi ini, dan juga untuk semua pihak yang tidak dapat
 93  411  18

DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"

... Tisna Ayu dan R. Aj. Ayu Kusuma W. teman seperjuanganku, akhirnya kita bisa teman! 9. Yink2, terimakasi atas semangat dan dukunganya. 10. Trivinasari R. Terimakasih atas bimbingan jarak jauhnya. 11. Semua crew GedangSusu Production, Anin, Pipin, Aik, Alip, Bima, Ujik, Wawan, Ofa. Juga tim sukses seminarku, Anin dan Rika, terima kasih ya teman. 12. Dan semua ... menanamkan nilai-nilai dan keyakinan tertentu yang secara laten atau semu tersirat di dalamnya. Iklan kemudian akan menjadi satu bagian kebudayaan populer yang memproduksi dan merepresentasikan nilai, keyakinan, dan bahkan ideologi. Iklan selalu menyesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya dalam masyarakat yang akan dituju. Dalam catatan Graeme Burton (2007:40), ... bagaimana gambaran tentang perempuan dalam iklan MamaSuka, Mama Lemon, BuKrim. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Akademis Menambah wacana baru tentang studi analisis semiotik khususnya dalam iklan audio visual dalam prespektif komunikasi massa yang konsen terhadap kegenderan dalam dunia periklanan Indonesia. Dapat bermanfaat bagi perkembangan dan pendalaman studi komunikasi,
 82  410  21

PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)

... adegan kejar-kejaran dalam mobil, baku hantam, adegan tembak menembak antara si tokoh baik dan tokoh penjahat dan biasanya dimenangkan oleh tokoh baik atau protagonis atau superhero (Pratista, 2008:14). Film aksi atau laga saat dengan tema – tema menarik dan dekat dengan keseharian masyarakat, maka dengan mudah film tersebut dapat diterima dan segera di tonton. ... perkuliahan serta dalam proses penyelesaian skripsi. 8. Crew laboratorium IKOM UMM : Riri Anggono, Master Tejo, Wien HR, Joko Dwi yang selalu memberi motivasi, hiburan, pengalaman hingga selesainya penulisan. 9. Untuk teman terdekat yang selalu mendukung, menghibur dan memberikan motivasi serta tempat diskusi Fatmalawati dan Annessia, teman seperjuangan ... perkembangan teknologi, termasuk media massa, membuat pencak silat kini lebih dikenal dan diketahui masyarakat luas dan manca negara melalui televisi, iklan, film dan lain-lain. Layar lebar atau film merupakan salah satu media massa yang muncul ke permukaan dan menjadi salah satu produk elektronik yang sangat digemari masyarakat. Bagian terpenting dalam pencak
 29  234  21

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

... komunikasi yang mungkin terjadi dalam ruang tunggu bisa saja sedemikian kompleks dikarenakan terdapat banyak budaya yang bertemu. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana proses komunikasi interpersonal dalam situasi pertemuan antar budaya di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya? Untuk mendapatkan pengetahuan maka studi ini dilakukan pada ... ruang tunggu terminal penumpang kapal laut Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan alasan di tempat tersebut terjadi pertemuan banyak budaya yang berbeda. Komunikasi interpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Sedangkan komunikasi ... interpersonal dalam komunikasi antarbudaya di ruang tunggu terminal penumpang kapal laut tanjung perak Surabaya, terdapat orang yang melakukan komunikasi dengan orang lain dan ada juga yang tidak melakukan komunikasi dengan orang lain. Proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh sebagian orang di dalam ruang tunggu berada pada tahapan keterlibatan.
 70  437  2

REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)

... bahkan tempat penjualan produk 2 tersebut. Selain itu, iklan juga akan menguatkan ingatan khalayak akan keberadaan produk tersebut. Penggunaan teknik-teknik verbal dan nonverbal membuat pesan-pesannya sepersuasif mungkin, iklan sudah masuk dalam kategori pengintegrasi dalam tatanan signifikasi zaman modern yang dirancang untuk mempengaruhi sikap dan ... yang ditawarkan televisi, iklan, dan sinetron. Pandangan–pandangan diatas itu menunjukkan betapa pentingnya media dalam perubahan kehidupan manusia saat ini. Media televisi merupakan alat informasi yang ampuh dalam mengubah sikap dan perilaku pemirsa karena efek suara dan bentuk gambarnya secara nyata dapat disaksikan mata pemirsa di rumah. Televisi pada ... dorongan dan aspirasi terdalam melalui konsumsi (Danesi, 2010: 221). Salah satu iklan yang menurut peneliti menarik adalah iklan yang menggambarkan atau merepresentasikan perempuan. Terdapat banyak nilai yang ditanamkan oleh pengiklan pada iklan tersebut. Misalnya nilai tentang citra perempuan yang biasanya ditemui pada iklan kosmetik, sabun, parfum, dan shampo.
 98  326  19

PEMAKNAAN MAHASISWA TENTANG DAKWAH USTADZ FELIX SIAUW MELALUI TWITTER ( Studi Resepsi Pada Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2011)

... melakukan kulltwit tentang beragam tema yang sedang marak diperbincangkan yang tentunya dalam konnteks agama islam. Seperti tentang hijab, jodoh, dan lain-lain. Tercatat setiap harinya sebanyak 31 tweet perhari yang ditulis pada akun tersebut sejak 21 Mei 2010 (sumber : http://writelonger.com/user/felixsiauw ). Peneliti memilih akun twitter @felixsiauw ... untuk tetap berkomunikasi dengan khalayak dan juga untuk mendapatkan informasi yang luas tentang kemajuan yang terjadi dalam segala bidang. Salah satu media sosial yang terpopuler digunakan saat ini adalah twitter. Layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter ... berkomunikasi dan menjadi media baru dalam komunikasi termasuk dalam dakwah tentunya. Penyebaran transformasi agama Islam (pesan dakwah) melalui internet dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, diantaranya melalui e-mail, diskusi interaktif melalui mailing list dan Newsgroup, pengembalian dan menyampaian file melalui file transfer protocol, berbagai menu dan forum
 44  244  21

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

... mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang sedalamdalamnya kepada: 1. ALLAH SWT, yang selalu memberikan serta menjawab doaku 2. Mama dan Papa,orang tua yang selalu memberikan motivasi semangat, kesabaran serta jerih payah yang tidak dapat tergantikan oleh apapun. Saya selalu bangga dan bahagia terlahir dan dibesarkan oleh mama dan papa. 3. Mbak ... Games. Dalam penggeledahan di antor Group Permai, ditemukan sejumlah dokumen yang terkait dengan proyek. 30 Juni 2011, KPK menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka kasus suap wisma atlet. Namun, saat dia kabur keluar negeri. Sedangkan tanggal 22 Juli 2012, Nazaruddin melakukan telekonferensi yang menyebut adanya keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang. Tetapi ... doa dan materi, serta kasih sayang untuk adik terkecil dan termanja. Ponakan terhebat, Azril, Attaya, Anin, Neyla, Arslan, Rayden, Raiza yang setia dengan kelucuannya member warna tersendiri dalam keluarga besar. 4. Kepada Damba Ardiego yang selalu memberikan semangat yang begitu banyak, mendukung aktifitas kuliah maupun pekerjaan. Selalu sabar dan perhatian
 50  327  20

PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)

... terhadap perubahan perilaku mahasiswa dalam interaksi sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori determinasi teknologi dan teori uses and gratifications. Teori determinasi teknologi mengasumsikan bahwa teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat. Sedangkan teori uses and gratifications mengatakan ... sahabat terhebat. Sari, Metania, Ketut, Meta, Umi, Devi, Cepeh, Ana, Eren. Kalian sudah banyak membantu juga memberi dukungan moril sejak awal perkuliahan hingga saat ini. Terima kasih telah menjadi teman yang baik, menjadi tempat berbagi kesal, marah dan senang. Terima kasih untuk tahun-tahun terindah bersama di UMM. Dan sahabatku Eneke yang telah menghibur ... sudah ada, dan koran mulai terbit. Berkembang lagi di era telekomunikasi tahun 1844. Munculnya alat komunikasi untuk jarak jauh. Dan sampai pada era komunikasi interaktif pada 1946. Hingga saat ini, era komunikasi tulisan, komunikasi cetak, telekomunikasi dan komunikasi interaktif masih digunakan. Meski demikian, faktor kecepatan menerima dan mengakses
 97  396  26

PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)

... jurnalis kampus hanya sebatas informasi yang diterima saja. Tanpa adanya cross check tentang kebenaran suatu informasi yang diterima dari media massa. Tanpa adanya filter dalam diri, menyebabkan jurnalis kampus kurang mempunyai sikap kritis terhadap informasi yang diterima dari media massa manapun. Hal tersebut akan berpengaruh pada hasil berita yang ditulisnya. ... isu tertentu dan mempengaruhi pemikiran khalayak. Namun pada kenyataannya, banyak pula jurnalis kampus yang tidak mengerti bagaimana media massa mengolah pesan. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, bahwa teman-teman peneliti yang menjadi jurnalis kampus, terkadang menelan mentah-mentah informasi dari media massa, tanpa adanya filter pada ... berbobot dan bermanfat.Maka dari itu, peeneliti tertarik untuk menggali pemahaman, sikap, dan perilaku jurnalis kampus UAPKM 10, Koran Bestari, dan UKPM Civitas, tentang media literasi. Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini tidak lepas dari dukkungan dan dorongan dari semua pihak. Melalui kesempatan ini, peneliti ingin menyampaikan rasa terima
 72  291  24

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

... meliputi pendekatan dan jenis penelitian, sampling dan unit analisi dan sumber data penelitian, lokasi penelitian dan waktu penelitian,teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik keabsahan data. Bab IV membahas mengenai paparan data dan temuan penelitian yang 12 meliputi paparan data, strategi tim pemenangan Eddy Rumpoko dan Punjul Santosa ... Plato menamakan bukunya tentang soal-soal kenegaraan Politikon. Maka, politik” memperoleh arti seni mengatur dan mengurus Negara dan ilmu kenegaraan. Politik mencakup kebijakan/ tindakan yang bermaksud mengambil bagian dalam urusan kenegaraan/ pemerintahantermasuk yang menyangkut penetapan betuk, tugas dan lingkup urusan Negara. Pada umumnya Politik ... Sudirman Fauzi dan Ibuku Fully Kasih Firmana, atas setiap keringat dan tetesan darah yang engkau korbankan serta jutaan do’a dan harapan dalam mengiringi kesuksesan. Istriku tercinta Vidiatul Maria Ulfa dan Anakku tersayang Elysia Oriana Nanda Saputri yang selalu memberiku semangat dan motivasi, tanpa kaliah hidup ini tidak berwarna. Untuk saudara dan saudariku
 85  328  25

Dokumen yang terkait