Alat Komunikasi Satu Arah

ANALISIS KOMUNIKASI, KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA BADAN PUSAT STATISTIK JEMBER

... dan menopang satu sama lain. Terimakasih untuk mengajariku arti kebersamaan dan persahabatan yang sesungguhnya. i. Semua teman-temanku Risqon, Ira, Galuh, Nurul, Riva, Pipit, Puji, Rensy, Erni, Ifa, Mz Indri tercinta dan seluruh teman-teman mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2009, kakak dan adik angkatan yang tidak dapat disebutkan satu- persatu, terima ... SUPPORT AS A MODERATING VARIABLE AT BADAN PUSAT STATISTIK JEMBER SKRIPSI Oleh : Anastika Yulinda Pertiwi NIM. 090810201195 UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS EKONOMI 2013 ANALISIS KOMUNIKASI, KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA BADAN PUSAT STATISTIK JEMBER ANALYSIS OF COMMUNICATION, ... COMMUNICATION, FINANCIAL AND NON FINANCIAL COMPENSATION, ON WORK SATISFACTION WITH SOSIAL SUPPORT AS A MODERATING VARIABLE AT BADAN PUSAT STATISTIK JEMBER SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Jember Oleh : Anastika Yulinda Pertiwi NIM. 090810201195 UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS EKONOMI 2013 i 
 0  48  17

PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT UJI GETARAN PAKSA MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM)

... mengetahui hal tersebut diperlukan suatu alat peraga untuk menunjang dalam menganalalisa frekuensi pribadi. Jadi kami merancang alat peraga tersebut untuk memudahkan seoarang enggir untuk mengetahui dan menganalisa frekuensi pribadi. 1 Alat tersebut berupa alat peraga dengan system hambalan. System kerja alat tersebut ada;ah dengan cara motor yang ... berikut :  Alat uji yang dirancang adalah alat uji getaran paksa.  Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa FFT (Fast Fourier transform).  Program MATLAB yang dibuat langsung dilakukan percobaan pada alat uji getaran paksa. 2  Program langsung akan menganlisis getaran yang terjadi pada alat uji getaran paksa. 1.4. Tujuan a. Merancang alat uji ... dibutuhkan yaitu alat uji getaran dari preliminary layout yang dibuat, kemudian dihasilkan definitive layout yang siap dilakukan perancangan detail dan perhitungan. Dari perancangan detai kemudian dibuat sebuah alat uji getaran, dalam pengujian alat uji getaran ini menggunakan sistem akuisis data dengan software matlab. Dari pengujian alat ini, akan didapatkan
 23  208  19

FAKTOR–FAKTOR YANG MENJADI DAYA TARIK PENYIAR RADIO MAKOBU FM (Studi pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2003 UMM)

... FAKTOR – FAKTOR YANG MENJADI DAYA TARIK PENYIAR RADIO  MAKOBU FM(Studi pada Mahasiswa Jurusan Ilmu? ?Komunikasi? ?Angkatan  2003 UMM)  Oleh: DEWI MUSTAFA ( 99220040 )  Dept. of Communication Science  Dibuat: 2008­04­08 , dengan 3 file(s).  Keywords: Daya tarik penyiar radio Makobu FM  Informasi merupakan salah? ?satu? ?kebutuhan pokok yang harus dipenuhi masyarakat. Selain  sebagai? ?alat? ?untuk berkomunikasi, informasi merupakan sumber berperilaku dan berkesadaran  bagi para masyarakat dalam kehidupan sehari­hari. Radio merupakan salah? ?satu? ?sarana media  massa yang cukup efektif dan dapat efisien, serta dijangkau secara teknis oleh seluruh lapisan  masyarakat. Keunggulan teknis yang dimiliki radio adalah biaya yang murah, serta fleksibilitas  yang dimilikinya, menyebabkan radio banyak diminati dan dimiliki oleh banyak masyarakat.  Radio Makobu FM merupakan salah? ?satu? ?radio radio swasta yang ada di sekitar kota Malang  yang memiliki banyak pendengarnya dikalangan masyarakat, khususnya para pendengar  masyarakat remaja atau kaum muda. Dengan meteri acara yang semakin dinamis, serta mampu  melihat peluang acara yang dapat diminati oleh kaum muda, menyebabkan Radio Makobu FM  semakin berkembang dan dikenal oleh banyak kalangan muda. Radio Makobu FM mampu  menjadi radio swasta yang memiliki ratting bagi para pendengar radio di Kota Malang.  Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor­faktor yang menjadi daya tarik  penyiar radio Makobu FM.  Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dengan metode penelitian survey. Dengan  menggunakan sampel mahasiswa jurusan Ilmu? ?komunikasi? ?angkatan 2003, Fakultas Ilmu Sosial  dan Ilmu Politik, jenis data menggunakan data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan  data yaitu dokumentasi dan kuisioner, teknik pengukuran variabel yaitu skala likert, uji  instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data menggunakan analisis distribusi  frekuensi.  Setelah dianalisa berdasarkan indikator penelitian yang telah ditetapkan diketahui bahwa faktor­  faktor yang menjadi daya tarik penyiar Radio Makobu FM Malang adalah faktor kemampuan  terdiri atas karakteristik yang dapat dilihat dari ciri khas, suara yang dimiliki penyiar dan gaya  bahasa penyiar dalam membawakan acara. Indikator kedua adalah wawasan yang dapat ditinjau  dari wawasan yang luas, komunikatif dalam siaran, penguasaan materi, dan ketrampilan  berbicara yang baik. Indikator ketiga adalah cara penyampaian yang terdiri dari kreatif dalam  menyampaikan gagasan, kemampuan menyesuaikan diri dengan pendengar, pembacaan narasi,  penyesuaian kata­kata. Faktor kedekatan dapat ditinjau dari bersahabat yang terdiri atas  keramahan dalam melayani telepon on line, keakraban, dan menghibur. Indikator selanjutnya  adalah familiaritas yang terdiri dari penyiar banyak dikenal, suara khas memudahkan  pengenalan, dan sikap empati. Kredibilitas dapat ditinjau dari kejujuran yang terdiri atas  informasi dapat dipercaya, informasi sesuai dengan kenyataan yang ada. Indikator selanjutnya  adalah penyiar memenuhi permintaan pendengar, menerima saran dari pendengar, dan menerima  kritik dari pendengar. Indikator ketiga adalah pengalaman yaitu pengalaman merupakan faktor  penting, pengalaman menjadi nilai tambah. Indikator terakhir adalah pendidikan yang terdiri atas  pendidikan adalah faktor penting dan pendidikan mempengaruhi kualitas penyiar. Information represent one of requirement of fundamental which must fulfill by society. Besides  as a means of to communicate, information represent the source of have my behavior and have  awareness to all society in everyday life. Radio represent one of mass media medium which  effective enough and earn efficiently, and also reached technically by all walks of life. Technical  excellence which owned by radio the expense of cheap, and also owned flexibility [it], causing  radio enthused many and owned by many society.  Radio of Makobu FM represent one of the private sector radio exist in beyond the city Worse  luck owning many its hearer among society, specially all hearer of adolescent society or young  clan. With event small fish which is dynamic progressively, and also can see opportunity of  event able to enthuse by young clan, causing Radio of Makobu FM progressively expand and  recognized by many young circle. Radio of Makobu FM can become private sector radio owning  ratting to all hearer of radio [in] Unlucky Town..  Intention of writing of this scripts is to knowing factors becoming fascination broadcaster of  Makobu FM.  This research represent descriptive research type with method research of survey. By using  Science generation communications majors student sample 2003, Faculty Social Science and  Politics, data type use primary data and data of secondary, data collecting technique that is and  documentation of questioner, technique measurement of variable that is scale of likert,  instrument test that is validity test and of reliabilities, technique analyze data use frequency  distribution analysis.  After analyzed pursuant to research indicator which have been specified to be known that factors  becoming fascination broadcaster of Unlucky Makobu FM is ability factor consist of  characteristic able to be seen from individuality, voice had by broadcaster Ianguage style and  broadcaster in bringing event. both Indicator is knowledge able to be evaluated from wide of  knowledge, communicative in broadcast, domination of items, and skilled converse good. Third  indicator is the way of the forwarding of which consist of creative in submitting idea, ability  adapt to hearer, read of narasi, adjustment of words. Contiguity factor can be evaluated from  fraternizing which consist of sociability in serving telephone of on line, friendliness, and amuse.  Indicator hereinafter is familiarities which consist of broadcaster recognized many, typical voice  facilitate recognition, and empathy attitude. Credibility can be evaluated from sincerity which  consist of information can be trusted, existing information as things have panned out. Indicator  hereinafter [is] broadcaster fulfill request of hearer, accepting suggestion of hearer, and accept  criticism of hearer. Third indicator is experience that is experience represent important factor,  experience become added value. Last indicator is to education which consist of education is  important factor and education influence the quality of broadcaster. ... FAKTOR – FAKTOR YANG MENJADI DAYA TARIK PENYIAR RADIO  MAKOBU FM(Studi pada Mahasiswa Jurusan Ilmu? ?Komunikasi? ?Angkatan  2003 UMM)  Oleh: DEWI MUSTAFA ( 99220040 )  Dept. of Communication Science  Dibuat: 2008­04­08 , dengan 3 file(s).  Keywords: Daya tarik penyiar radio Makobu FM  Informasi merupakan salah? ?satu? ?kebutuhan pokok yang harus dipenuhi masyarakat. Selain  sebagai? ?alat? ?untuk berkomunikasi, informasi merupakan sumber berperilaku dan berkesadaran  bagi para masyarakat dalam kehidupan sehari­hari. Radio merupakan salah? ?satu? ?sarana media  massa yang cukup efektif dan dapat efisien, serta dijangkau secara teknis oleh seluruh lapisan  masyarakat. Keunggulan teknis yang dimiliki radio adalah biaya yang murah, serta fleksibilitas  yang dimilikinya, menyebabkan radio banyak diminati dan dimiliki oleh banyak masyarakat.  Radio Makobu FM merupakan salah? ?satu? ?radio radio swasta yang ada di sekitar kota Malang  yang memiliki banyak pendengarnya dikalangan masyarakat, khususnya para pendengar  masyarakat remaja atau kaum muda. Dengan meteri acara yang semakin dinamis, serta mampu  melihat peluang acara yang dapat diminati oleh kaum muda, menyebabkan Radio Makobu FM  semakin berkembang dan dikenal oleh banyak kalangan muda. Radio Makobu FM mampu  menjadi radio swasta yang memiliki ratting bagi para pendengar radio di Kota Malang.  Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor­faktor yang menjadi daya tarik  penyiar radio Makobu FM.  Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dengan metode penelitian survey. Dengan  menggunakan sampel mahasiswa jurusan Ilmu? ?komunikasi? ?angkatan 2003, Fakultas Ilmu Sosial  dan Ilmu Politik, jenis data menggunakan data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan  data yaitu dokumentasi dan kuisioner, teknik pengukuran variabel yaitu skala likert, uji  instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data menggunakan analisis distribusi  frekuensi.  Setelah dianalisa berdasarkan indikator penelitian yang telah ditetapkan diketahui bahwa faktor­  faktor yang menjadi daya tarik penyiar Radio Makobu FM Malang adalah faktor kemampuan  terdiri atas karakteristik yang dapat dilihat dari ciri khas, suara yang dimiliki penyiar dan gaya  bahasa penyiar dalam membawakan acara. Indikator kedua adalah wawasan yang dapat ditinjau  dari wawasan yang luas, komunikatif dalam siaran, penguasaan materi, dan ketrampilan  berbicara yang baik. Indikator ketiga adalah cara penyampaian yang terdiri dari kreatif dalam  menyampaikan gagasan, kemampuan menyesuaikan diri dengan pendengar, pembacaan narasi,  penyesuaian kata­kata. Faktor kedekatan dapat ditinjau dari bersahabat yang terdiri atas  keramahan dalam melayani telepon on line, keakraban, dan menghibur. Indikator selanjutnya  adalah familiaritas yang terdiri dari penyiar banyak dikenal, suara khas memudahkan  pengenalan, dan sikap empati. Kredibilitas dapat ditinjau dari kejujuran yang terdiri atas  informasi dapat dipercaya, informasi sesuai dengan kenyataan yang ada. Indikator selanjutnya  adalah penyiar memenuhi permintaan pendengar, menerima saran dari pendengar, dan menerima  kritik dari pendengar. Indikator ketiga adalah pengalaman yaitu pengalaman merupakan faktor  penting, pengalaman menjadi nilai tambah. Indikator terakhir adalah pendidikan yang terdiri atas  pendidikan adalah faktor penting dan pendidikan mempengaruhi kualitas penyiar. Information represent one of requirement of fundamental which must fulfill by society. Besides  as a means of to communicate, information represent the source of have my behavior and have  awareness to all society in everyday life. Radio represent one of mass media medium which  effective enough and earn efficiently, and also reached technically by all walks of life. Technical  excellence which owned by radio the expense of cheap, and also owned flexibility [it], causing  radio enthused many and owned by many society.  Radio of Makobu FM represent one of the private sector radio exist in beyond the city Worse  luck owning many its hearer among society, specially all hearer of adolescent society or young  clan. With event small fish which is dynamic progressively, and also can see opportunity of  event able to enthuse by young clan, causing Radio of Makobu FM progressively expand and  recognized by many young circle. Radio of Makobu FM can become private sector radio owning  ratting to all hearer of radio [in] Unlucky Town..  Intention of writing of this scripts is to knowing factors becoming fascination broadcaster of  Makobu FM.  This research represent descriptive research type with method research of survey. By using  Science generation communications majors student sample 2003, Faculty Social Science and  Politics, data type use primary data and data of secondary, data collecting technique that is and  documentation of questioner, technique measurement of variable that is scale of likert,  instrument test that is validity test and of reliabilities, technique analyze data use frequency  distribution analysis.  After analyzed pursuant to research indicator which have been specified to be known that factors  becoming fascination broadcaster of Unlucky Makobu FM is ability factor consist of  characteristic able to be seen from individuality, voice had by broadcaster Ianguage style and  broadcaster in bringing event. both Indicator is knowledge able to be evaluated from wide of  knowledge, communicative in broadcast, domination of items, and skilled converse good. Third  indicator is the way of the forwarding of which consist of creative in submitting idea, ability  adapt to hearer, read of narasi, adjustment of words. Contiguity factor can be evaluated from  fraternizing which consist of sociability in serving telephone of on line, friendliness, and amuse.  Indicator hereinafter is familiarities which consist of broadcaster recognized many, typical voice  facilitate recognition, and empathy attitude. Credibility can be evaluated from sincerity which  consist of information can be trusted, existing information as things have panned out. Indicator  hereinafter [is] broadcaster fulfill request of hearer, accepting suggestion of hearer, and accept  criticism of hearer. Third indicator is experience that is experience represent important factor,  experience become added value. Last indicator is to education which consist of education is  important factor and education influence the quality of broadcaster. ... FAKTOR – FAKTOR YANG MENJADI DAYA TARIK PENYIAR RADIO  MAKOBU FM(Studi pada Mahasiswa Jurusan Ilmu? ?Komunikasi? ?Angkatan  2003 UMM)  Oleh: DEWI MUSTAFA ( 99220040 )  Dept. of Communication Science  Dibuat: 2008­04­08 , dengan 3 file(s).  Keywords: Daya tarik penyiar radio Makobu FM  Informasi merupakan salah? ?satu? ?kebutuhan pokok yang harus dipenuhi masyarakat. Selain  sebagai? ?alat? ?untuk berkomunikasi, informasi merupakan sumber berperilaku dan berkesadaran  bagi para masyarakat dalam kehidupan sehari­hari. Radio merupakan salah? ?satu? ?sarana media  massa yang cukup efektif dan dapat efisien, serta dijangkau secara teknis oleh seluruh lapisan  masyarakat. Keunggulan teknis yang dimiliki radio adalah biaya yang murah, serta fleksibilitas  yang dimilikinya, menyebabkan radio banyak diminati dan dimiliki oleh banyak masyarakat.  Radio Makobu FM merupakan salah? ?satu? ?radio radio swasta yang ada di sekitar kota Malang  yang memiliki banyak pendengarnya dikalangan masyarakat, khususnya para pendengar  masyarakat remaja atau kaum muda. Dengan meteri acara yang semakin dinamis, serta mampu  melihat peluang acara yang dapat diminati oleh kaum muda, menyebabkan Radio Makobu FM  semakin berkembang dan dikenal oleh banyak kalangan muda. Radio Makobu FM mampu  menjadi radio swasta yang memiliki ratting bagi para pendengar radio di Kota Malang.  Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor­faktor yang menjadi daya tarik  penyiar radio Makobu FM.  Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dengan metode penelitian survey. Dengan  menggunakan sampel mahasiswa jurusan Ilmu? ?komunikasi? ?angkatan 2003, Fakultas Ilmu Sosial  dan Ilmu Politik, jenis data menggunakan data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan  data yaitu dokumentasi dan kuisioner, teknik pengukuran variabel yaitu skala likert, uji  instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data menggunakan analisis distribusi  frekuensi.  Setelah dianalisa berdasarkan indikator penelitian yang telah ditetapkan diketahui bahwa faktor­  faktor yang menjadi daya tarik penyiar Radio Makobu FM Malang adalah faktor kemampuan  terdiri atas karakteristik yang dapat dilihat dari ciri khas, suara yang dimiliki penyiar dan gaya  bahasa penyiar dalam membawakan acara. Indikator kedua adalah wawasan yang dapat ditinjau  dari wawasan yang luas, komunikatif dalam siaran, penguasaan materi, dan ketrampilan  berbicara yang baik. Indikator ketiga adalah cara penyampaian yang terdiri dari kreatif dalam  menyampaikan gagasan, kemampuan menyesuaikan diri dengan pendengar, pembacaan narasi,  penyesuaian kata­kata. Faktor kedekatan dapat ditinjau dari bersahabat yang terdiri atas  keramahan dalam melayani telepon on line, keakraban, dan menghibur. Indikator selanjutnya  adalah familiaritas yang terdiri dari penyiar banyak dikenal, suara khas memudahkan  pengenalan, dan sikap empati. Kredibilitas dapat ditinjau dari kejujuran yang terdiri atas  informasi dapat dipercaya, informasi sesuai dengan kenyataan yang ada. Indikator selanjutnya  adalah penyiar memenuhi permintaan pendengar, menerima saran dari pendengar, dan menerima  kritik dari pendengar. Indikator ketiga adalah pengalaman yaitu pengalaman merupakan faktor  penting, pengalaman menjadi nilai tambah. Indikator terakhir adalah pendidikan yang terdiri atas  pendidikan adalah faktor penting dan pendidikan mempengaruhi kualitas penyiar. Information represent one of requirement of fundamental which must fulfill by society. Besides  as a means of to communicate, information represent the source of have my behavior and have  awareness to all society in everyday life. Radio represent one of mass media medium which  effective enough and earn efficiently, and also reached technically by all walks of life. Technical  excellence which owned by radio the expense of cheap, and also owned flexibility [it], causing  radio enthused many and owned by many society.  Radio of Makobu FM represent one of the private sector radio exist in beyond the city Worse  luck owning many its hearer among society, specially all hearer of adolescent society or young  clan. With event small fish which is dynamic progressively, and also can see opportunity of  event able to enthuse by young clan, causing Radio of Makobu FM progressively expand and  recognized by many young circle. Radio of Makobu FM can become private sector radio owning  ratting to all hearer of radio [in] Unlucky Town..  Intention of writing of this scripts is to knowing factors becoming fascination broadcaster of  Makobu FM.  This research represent descriptive research type with method research of survey. By using  Science generation communications majors student sample 2003, Faculty Social Science and  Politics, data type use primary data and data of secondary, data collecting technique that is and  documentation of questioner, technique measurement of variable that is scale of likert,  instrument test that is validity test and of reliabilities, technique analyze data use frequency  distribution analysis.  After analyzed pursuant to research indicator which have been specified to be known that factors  becoming fascination broadcaster of Unlucky Makobu FM is ability factor consist of  characteristic able to be seen from individuality, voice had by broadcaster Ianguage style and  broadcaster in bringing event. both Indicator is knowledge able to be evaluated from wide of  knowledge, communicative in broadcast, domination of items, and skilled converse good. Third  indicator is the way of the forwarding of which consist of creative in submitting idea, ability  adapt to hearer, read of narasi, adjustment of words. Contiguity factor can be evaluated from  fraternizing which consist of sociability in serving telephone of on line, friendliness, and amuse.  Indicator hereinafter is familiarities which consist of broadcaster recognized many, typical voice  facilitate recognition, and empathy attitude. Credibility can be evaluated from sincerity which  consist of information can be trusted, existing information as things have panned out. Indicator  hereinafter [is] broadcaster fulfill request of hearer, accepting suggestion of hearer, and accept  criticism of hearer. Third indicator is experience that is experience represent important factor,  experience become added value. Last indicator is to education which consist of education is  important factor and education influence the quality of broadcaster.
 0  72  2

PENGARUH PENILAIAN dan PENGETAHUAN GAYA BUSANA PRESENTER TELEVISI TERHADAP PERILAKU IMITASI BERBUSANA (Studi Tayangan Ceriwis Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Komunikasi Angkatan 2004)

... Pengaruh Televisi, Gaya Busana, Imitasi  ABSTRAK  Menurut berbagai studi tayangan televisi terbukti berpengaruh terhadap pembentukan khalayak  (Masduki, 2000:65). Lebih jelas lagi dijelaskan bahwa dengan menonton tayangan televisi orang  menjadi lebih percaya dan meyakini apa yang tampak di televisi dan dianggap sebagai realitas  bermakna. Karena jika di bandingkan dengan media massa yang lainnya (Radio, Surat kabar,  Majalah, Buku dan sebagainya), Televisi tampaknya mempunyai sifat lebih istimewa, karena  Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan media gambar dan bisa bersifat  informative, hiburan, maupun pendidikan, bahkan gabungan dari ketiganya. Penyampaian isi dan  pesan seolah­olah langsung antar komunikator dan komunikan, informasi yang disampaikan juga  sangat mudah di mengerti karena jelas secara audio dan terlihat secara visual (Wawan Kuswandi,  1996:8). Media televisi sebagai salah? ?satu? ?pioner dalam penyebaran informasi dengan  menggunakan perangkat satelit, kini menjadi media informasi yang terus berkembang begitu  pesat akan tetapi juga membawa dampak yang lebih besar lagi dari berbagai segi kehidupan  masyarakat, antara lain dalam bidang ekonomi, politik, pertahanan keamanan dan tentu saja  budaya, perkembangan bidang informasi sulit untuk di bendung bahkan terus dipacu penyebaran  dan inovasinya, revolusi informasi dan? ?komunikasi? ?zaman sekarang ini melahirkan peradaban  baru yaitu kehidupan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, salah? ?satu? ?trend masyarakat  sekarang adalah bagaimana membangun dunia secara universal, merangkum dunia menjadi? ?satu? ? melalui dunia informasi dan? ?komunikasi.  Kemampuan televisi dalam menarik perhatian massa  menunjukan bahwa media televisi telah menguasai jarak secara geografis dan sosiologis.  Penelitian ini mengambil objek penelitian mahsiswa Universitas Muhammadiyah Malang  Jurusan? ?Komunikasi? ?angkatan 2004, dimana objek penelitian kali ini dirasa cukup mewakili gaya  busana Art Pop 2007 dan juga bisa dikatakan cukup mewakili usia remaja yang dikatakan masa  remaja sebagai ambang masa dewasa. Dimana jumlah sample pada penelitian ini berjumlah 75  responden. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan metode survey, yaitu penelitian  yang mengambil sample dari suatu populasi dan menggunakan angket sebagai? ?alat? ?pengumpulan  data yang pokok. Angket tersebut diuji validitasnya dengan menggnakan korelasi product  moment dan realibilitas dengan teknik belah dua. Kemudian pengujian hipotesa dilakukan  dengan Uji F.  Penelitian ini menunjukan bahwasanya terpaan tayangan “Ceriwis Yo Wess” berpengaruh secara  signifikan (bermakna) terhadap perilaku imitasi berbusana di kalangan mahasiswa. Kesimpulan  ini didasari oleh hasil pengujian hipotesis dengan uji F, pengujian hipotesis dengan uji F, dimana  Fhitung > Ftabel (177.599>3.98). Artinya H0 ditolak yang berarti secara simultan Gaya  berbusana presenter televisi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku imitasi berbusana mahasiswa. Sedangkan kesimpulan kedua adalah bahwa besarnya pengaruh terpaan  tayangan “Ceriwis Yo Wess” sebesar 70.9 %. Adapun besarnya pengaruh terpaan tayangan  “Ceriwis Yo Wess” terhadap perilaku imitasi berbusana ditunjukan oleh nilai koefisien  determinasi sebesar 0.709 atau dengan kata lain sebesar 70.9 % perilaku berbusana dipengaruhi  oleh variabel terpaan tayangan “Ceriwis Yo Wess”. Sedangkan sisanya 29.1 % dipengaruhi oleh  variabel lain yang dalam penelitian ini tidak dikaji atau diteliti. ... Pengaruh Televisi, Gaya Busana, Imitasi  ABSTRAK  Menurut berbagai studi tayangan televisi terbukti berpengaruh terhadap pembentukan khalayak  (Masduki, 2000:65). Lebih jelas lagi dijelaskan bahwa dengan menonton tayangan televisi orang  menjadi lebih percaya dan meyakini apa yang tampak di televisi dan dianggap sebagai realitas  bermakna. Karena jika di bandingkan dengan media massa yang lainnya (Radio, Surat kabar,  Majalah, Buku dan sebagainya), Televisi tampaknya mempunyai sifat lebih istimewa, karena  Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan media gambar dan bisa bersifat  informative, hiburan, maupun pendidikan, bahkan gabungan dari ketiganya. Penyampaian isi dan  pesan seolah­olah langsung antar komunikator dan komunikan, informasi yang disampaikan juga  sangat mudah di mengerti karena jelas secara audio dan terlihat secara visual (Wawan Kuswandi,  1996:8). Media televisi sebagai salah? ?satu? ?pioner dalam penyebaran informasi dengan  menggunakan perangkat satelit, kini menjadi media informasi yang terus berkembang begitu  pesat akan tetapi juga membawa dampak yang lebih besar lagi dari berbagai segi kehidupan  masyarakat, antara lain dalam bidang ekonomi, politik, pertahanan keamanan dan tentu saja  budaya, perkembangan bidang informasi sulit untuk di bendung bahkan terus dipacu penyebaran  dan inovasinya, revolusi informasi dan? ?komunikasi? ?zaman sekarang ini melahirkan peradaban  baru yaitu kehidupan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, salah? ?satu? ?trend masyarakat  sekarang adalah bagaimana membangun dunia secara universal, merangkum dunia menjadi? ?satu? ? melalui dunia informasi dan? ?komunikasi.  Kemampuan televisi dalam menarik perhatian massa  menunjukan bahwa media televisi telah menguasai jarak secara geografis dan sosiologis.  Penelitian ini mengambil objek penelitian mahsiswa Universitas Muhammadiyah Malang  Jurusan? ?Komunikasi? ?angkatan 2004, dimana objek penelitian kali ini dirasa cukup mewakili gaya  busana Art Pop 2007 dan juga bisa dikatakan cukup mewakili usia remaja yang dikatakan masa  remaja sebagai ambang masa dewasa. Dimana jumlah sample pada penelitian ini berjumlah 75  responden. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan metode survey, yaitu penelitian  yang mengambil sample dari suatu populasi dan menggunakan angket sebagai? ?alat? ?pengumpulan  data yang pokok. Angket tersebut diuji validitasnya dengan menggnakan korelasi product  moment dan realibilitas dengan teknik belah dua. Kemudian pengujian hipotesa dilakukan  dengan Uji F.  Penelitian ini menunjukan bahwasanya terpaan tayangan “Ceriwis Yo Wess” berpengaruh secara  signifikan (bermakna) terhadap perilaku imitasi berbusana di kalangan mahasiswa. Kesimpulan  ini didasari oleh hasil pengujian hipotesis dengan uji F, pengujian hipotesis dengan uji F, dimana  Fhitung > Ftabel (177.599>3.98). Artinya H0 ditolak yang berarti secara simultan Gaya  berbusana presenter televisi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku imitasi berbusana mahasiswa. Sedangkan kesimpulan kedua adalah bahwa besarnya pengaruh terpaan  tayangan “Ceriwis Yo Wess” sebesar 70.9 %. Adapun besarnya pengaruh terpaan tayangan  “Ceriwis Yo Wess” terhadap perilaku imitasi berbusana ditunjukan oleh nilai koefisien  determinasi sebesar 0.709 atau dengan kata lain sebesar 70.9 % perilaku berbusana dipengaruhi  oleh variabel terpaan tayangan “Ceriwis Yo Wess”. Sedangkan sisanya 29.1 % dipengaruhi oleh  variabel lain yang dalam penelitian ini tidak dikaji atau diteliti. ... PENGARUH PENILAIAN dan PENGETAHUANGAYA BUSANA  PRESENTER TELEVISITERHADAP PERILAKU IMITASI  BERBUSANA(Studi Tayangan Ceriwis Pada Mahasiswa  UniversitasMuhammadiyah Malang Jurusan? ?Komunikasi? ?Angkatan 2004)  Oleh: Dita Nadyasari Anjariah Syarwani ( 03220006 )  Communication Science  Dibuat: 2008­03­28 , dengan 3 file(s).  Keywords: Pengaruh Televisi, Gaya Busana, Imitasi  ABSTRAK  Menurut berbagai studi tayangan televisi terbukti berpengaruh terhadap pembentukan khalayak  (Masduki, 2000:65). Lebih jelas lagi dijelaskan bahwa dengan menonton tayangan televisi orang  menjadi lebih percaya dan meyakini apa yang tampak di televisi dan dianggap sebagai realitas  bermakna. Karena jika di bandingkan dengan media massa yang lainnya (Radio, Surat kabar,  Majalah, Buku dan sebagainya), Televisi tampaknya mempunyai sifat lebih istimewa, karena  Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan media gambar dan bisa bersifat  informative, hiburan, maupun pendidikan, bahkan gabungan dari ketiganya. Penyampaian isi dan  pesan seolah­olah langsung antar komunikator dan komunikan, informasi yang disampaikan juga  sangat mudah di mengerti karena jelas secara audio dan terlihat secara visual (Wawan Kuswandi,  1996:8). Media televisi sebagai salah? ?satu? ?pioner dalam penyebaran informasi dengan  menggunakan perangkat satelit, kini menjadi media informasi yang terus berkembang begitu  pesat akan tetapi juga membawa dampak yang lebih besar lagi dari berbagai segi kehidupan  masyarakat, antara lain dalam bidang ekonomi, politik, pertahanan keamanan dan tentu saja  budaya, perkembangan bidang informasi sulit untuk di bendung bahkan terus dipacu penyebaran  dan inovasinya, revolusi informasi dan? ?komunikasi? ?zaman sekarang ini melahirkan peradaban  baru yaitu kehidupan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, salah? ?satu? ?trend masyarakat  sekarang adalah bagaimana membangun dunia secara universal, merangkum dunia menjadi? ?satu? ? melalui dunia informasi dan? ?komunikasi.  Kemampuan televisi dalam menarik perhatian massa  menunjukan bahwa media televisi telah menguasai jarak secara geografis dan sosiologis.  Penelitian ini mengambil objek penelitian mahsiswa Universitas Muhammadiyah Malang  Jurusan? ?Komunikasi? ?angkatan 2004, dimana objek penelitian kali ini dirasa cukup mewakili gaya  busana Art Pop 2007 dan juga bisa dikatakan cukup mewakili usia remaja yang dikatakan masa  remaja sebagai ambang masa dewasa. Dimana jumlah sample pada penelitian ini berjumlah 75  responden. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan metode survey, yaitu penelitian  yang mengambil sample dari suatu populasi dan menggunakan angket sebagai? ?alat? ?pengumpulan  data yang pokok. Angket tersebut diuji validitasnya dengan menggnakan korelasi product  moment dan realibilitas dengan teknik belah dua. Kemudian pengujian hipotesa dilakukan  dengan Uji F.  Penelitian ini menunjukan bahwasanya terpaan tayangan “Ceriwis Yo Wess” berpengaruh secara  signifikan (bermakna) terhadap perilaku imitasi berbusana di kalangan mahasiswa. Kesimpulan  ini didasari oleh hasil pengujian hipotesis dengan uji F, pengujian hipotesis dengan uji F, dimana  Fhitung > Ftabel (177.599>3.98). Artinya H0 ditolak yang berarti secara simultan Gaya  berbusana presenter televisi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku imitasi berbusana mahasiswa. Sedangkan kesimpulan kedua adalah bahwa besarnya pengaruh terpaan  tayangan “Ceriwis Yo Wess” sebesar 70.9 %. Adapun besarnya pengaruh terpaan tayangan  “Ceriwis Yo Wess” terhadap perilaku imitasi berbusana ditunjukan oleh nilai koefisien  determinasi sebesar 0.709 atau dengan kata lain sebesar 70.9 % perilaku berbusana dipengaruhi  oleh variabel terpaan tayangan “Ceriwis Yo Wess”. Sedangkan sisanya 29.1 % dipengaruhi oleh  variabel lain yang dalam penelitian ini tidak dikaji atau diteliti.
 0  50  2

ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk

... ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk SKRIPSI Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Ekonomi Oleh: Arif Sujianto NIM. 201110170311418 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ... kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-MU peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Analisis Prospektif Sebagai Alat Perencanaan Laba pada PT Mustika Ratu Tbk”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang. Selama ... dorongan, semangat dan do’a serta perhatiannya. Semoga kebersamaan kita tak akan pudar oleh waktu, dan untuk semua keluarga besar Akuntansi H 2011 yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 9. Buat teman – teman kontrakan embong anyar II no f4 Abdi, Rizky, Tyan, Lutfi terimakasi sudah menjadi teman dan keluarga serumah selama 2 tahun. Semoga akan berjalan
 253  1143  22

FUNGSI MEDIA KOMUNIKASI TRADISIONAL WAYANG KULIT DALAM ACARA RUWATAN ALAM (Studi Pada Tradisi Ruwatan Alam Di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto)

... Sebagai Media Komunikasi Menurut Kathy Foley (Walujo, 1994: 24) Wayang mempunyai dua fungsi utama dalam kehidupan sosial politik, yaitu: pertama, sebagai terompet pemerintah untuk masyarakat, dan kedua, sebagai alat untuk menyampaikan kehendak masyarakat untuk pemerintahanya. Dengan demikian, wayang dapat dijadikan alat komunikasi dua arah. Foley mencatat ... Wayang Sebagai Media Komunikasi Tradisional Dalam Diseminasi Informasi, Jakarta: Kementrian Komunikasi dan Informatika RI Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik _____________, 1994. Peranan Dalang Dalam Menyampaikan Pesan-Pesan Pembangunan, Jakarta: Departemen Penerangan xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi tradisional ... I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi tradisional merupakan titik awal mengenai perjalanan komunikasi manusia. Komunikasi tradisional secara umum juga dimaksudkan sebagai bentuk komunikasi yang menekankan proses penyampaian pesan melalui berbagai media komunikasi yang bersifat tradisi atau sederhana, yang digunakan oleh sekelompok masyarakat tertentu
 0  69  37

INTERAKSI SIMBOLIK DALAM PROSES KOMUNIKASI NONVERBAL PADA SUPORTER SEPAKBOLA (Studi Pada Anggota Juventus Club Indonesia Chapter Malang)

... Muhamad. 2010. Etika Dan Filsafat Komunikasi. Jakarta: Kencana. B. Jurnal dan Skripsi Lesmana, Tjipta. 2006. Tuntutan kemahiran komunikasi antarpribadi dalam profesi: perspektif Hongkong dan Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi. (3), 77-90 Purwasito, Andrik. 2007. Analisis semiologi komunikasi sebagai tafsir pesan. Jurnal Komunikasi Massa. (1), 65-81 Hanapi, ... Konsep Komunikasi ....................................................................................... 8 2.1.1 Definisi komunikasi .............................................................................. 8 2.1.2 Unsur-Unsur Komunikasi ..................................................................... 10 2.1.3 Macam-Macam Konteks Komunikasi ... Dengan berinteraksi kita bisa mengkomunikasikan sebuah pesan baik verbal ataupun nonverbal. Komunikasi merupakan hal penting dalam kehidupan manusia di manapun, kapan pun, dan pada siapa pun kita selalu membutuhkan komunikasi dengan orang lain. Interaksi yang dilakukan oleh seseorang dapat membentuk makna melalui proses komunikasi sehingga membentuk perilaku
 4  60  20

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

... membutuhkan suatu proses salah satunya adalah proses untuk berkomunikasi. Demikian pula yang terjadi dalam ruang tunggu pelabuhan tanjung perak, karena para calon penumpang tersebut adalah individu-individu yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka komunikasi yang terjadi seringkali merupakan komunikasi antar budaya. Maka komunikasi yang mungkin ... ruang tunggu, peneliti menyimpulkan bahwa proses komunikasi interpersonal dalam komunikasi antarbudaya di ruang tunggu terminal penumpang kapal laut tanjung perak Surabaya, terdapat orang yang melakukan komunikasi dengan orang lain dan ada juga yang tidak melakukan komunikasi dengan orang lain. Proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh sebagian ... tempat tersebut terjadi pertemuan banyak budaya yang berbeda. Komunikasi interpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Sedangkan komunikasi antarbudaya mengacu pada komunikasi antara orang-orang dari kultur yang berbeda antara
 97  584  2

PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)

... pada tahun 1452 di era komunikasi cetak. Pada zaman ini kertas sudah ada, dan koran mulai terbit. Berkembang lagi di era telekomunikasi tahun 1844. Munculnya alat komunikasi untuk jarak jauh. Dan sampai pada era komunikasi interaktif pada 1946. Hingga saat ini, era komunikasi tulisan, komunikasi cetak, telekomunikasi dan komunikasi interaktif masih ... mengobrol, mencurahkan perasaaan atau lainnya. Komunikasi terbagi dalam dua jenis, yakni komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dengan bahasa lisan. Contohnya, ketika kita berbicara dengan teman, dosen, keluarga. Sedangkan komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan melalui isyarat, ... dan mengakses informasi yang membuat masyarakat beralih, mencari alat yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. 2 Pertumbuhan teknologi komunikasi semakin maju seiring kebutuhan manusia yang tinggi untuk berkomunikasi. Karena kebutuhan komunikasi yang tinggi, maka para produsen alat komunikasi berlomba-lomba untuk menghasilkan sebuah perangkat yang
 127  495  26

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

... Kemudian bab II membahas kajian pustaka yang meliputi komunikasi politik (konsep dasar komunikasi politik, ruang lingkup komunikasi politik, unsur-unsur komunikasi politik, tujuan komunikasi politik), strategi komunikasi politik (ketokohan dan kelembagaan, menciptakan bersamaan, membangun konsensus, media komunikasi politik), kemudian Bab III membahas metode ... Anwar. 2003. Komunikasi Politik: Paradigma-Teori-Aplikasi-Strategi & Komunikasi Politik Indonesia. Jakarta. PT Balai Pustaka. Nimmo, Dan. 2005. Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan, Dan Media. Bandung. PT Remaja Rosda Karya. ----------------. 2006. Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek. Bandung . PT Remaja Rosdakarya. Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi ... I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah kebutuhan manusia dengan berkomunikasi manusia dapat saling bertukar informasi dengan antar sesama, baik di dalam keluarga maupun bermasyarakat komunikasi dibutuhkan dan tidak memilih tempat khusus. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat komunikasi, maka karena pentingnya komunikasi di dalam kehidupan
 117  444  25

PELATIHAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF ORANG TUA KEPADA ANAK

... Reproduksi....... 17 5. Komunikasi Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi....... 21 a. Pengertian Komunikasi? ??.............................................. 22 b. Komunikasi efektif........................................................ 23 1. Definisi Komunikasi Efektif................................... 23 2. Komunikasi efektif................................................. 24 c. Komunikasi ... efektif................................................. 24 c. Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi................................................... 1. Pengertian Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi.............. 2. 28 Hambatan Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi.............. 4. 26 Pentingnya Komunikasi ... dan minat pada seks. Diharapkan pendekatan melalui orang tua dalam mengkomunikasikan pendidikan kesehatan reproduksi menjadi lebih efektif bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi serta sebagai tindakan preventif terhadap penyalahgunaan alat reproduksi beserta dampak negatifnya, sehingga mereka dapat bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi
 7  130  22

90 Detik Susun Satu Piramida

 0  34  1

Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid dalam memotivasi belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta

... Untuk itu ia melakukan komunikasi. Dapat dikatakan bahwa secara kodrati manusia merasa perlu berkomunikasi sejak masih bayi sampai akhir hayatnya, atau ungkapan lain untuk menggambarkan hal ini adalah tiada kehidupan tanpa berkomunikasi. Salah satu komunikasi yang frefekuensi terjadinya cukup tinggi adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi. ... menanggapi secara langsung pula.4 Komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal.5 Komunikasi antar pribadi disini diartikan sebagai salah satu bentuk dari komunikasi antar manusia ... TEORI A. Komunikasi ................................................................................11 1. Definisi Komunikasi ...........................................................11 2. Definisi Komunikasi Antarpribadi .....................................13 3. Komponen Komunikasi Antarpribad ..................................15 4. Tujuan Komunikasi
 14  78  92

Perilaku komunikasi para pengguna media sosial path di kalangan mahasiswa UNIKOM Kota Bandung : (studi deksriptif mengenai perilaku komunikasi para pengguna media sosial path di kalangan mahasiswa UNIKOM Kota Bandung)

... sebagai alat pemuas kebutuhan dan hiburan. Perkuat hubungan relasi di dunia nyata. Perbanyak aktifitas di luar rumah dan aktifitas lainya selain menggunakan internet. 2.1.2 Tinjauan Tentang Komunikasi 2.1.2.1 Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah salah satu kebutuhan manusia, yang sangat mendasar. Seperti halnya makan dan minum, manusia membutuhkan komunikasi untuk ... Tinjauan Tentang Komunikasi. ............................................. 20 2.1.2.1 Pengertian Komunikasi. ............................................. 20 2.1.2.2 Fungsi Komunikasi. ..... .............................................. 23 2.1.2.3 Tujuan Komunikasi ................................................... 24 2.1.2.4 Unsur-Unsur Komunikasi 25 2.1.3 ... skripsi ini. 17. Terima kasih untuk teman-teman IK-2 2009 dan IK-Jurnal 1 yang tidak bisa disebutkan satu persatu namanya. 18. Serta semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Skripsi penelitian ini, yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa Skripsi penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
 7  112  145

EFEKTIVITAS siaran dialog interaktif di Radio Maraghita sebaga media komunikasi bagi pelanggan PT.PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten di Kelurahan Lebakgede Bandung

 2  82  1

Perilaku Komunikasi Waria Di Yayasan Srikandi Pasundan (Studi Deskriptif Mengenai Perilaku Komunikasi Waria di Yayasan Srikandi Pasundan di Kota Bandung)

 2  47  1

STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

... salah satu keterampilan merancang alat dan bahan serta melakukan percobaan, dalam merancang alat dan menggunakan alat inilah keterampilan manual siswa terlibat. Selain keterampilan kognitif dan manual, keterampilan sosial tentunya terlibat, karena dalam pembelajaran yang menggunakan keterampilan proses sains, tentunya siswa harus berinteraksi satu sama ... .................................................. 101 10. RPP Model Media Pembelajaran Simulasi ............................................... 105 11. LKK Alat- alat Optik Mata Model Media Simulasi.................................. 109 12. LKS Alat- alat Optik Pada LUP media tutorial ......................................... 115 13. Data Hasil Uji Validitas Soal Hasil Belajar ... masda, yevi, jupe, adoy, dwi w, dwi f, syafri, nizom, nopi, raden, erla, netty, yudi, dan semua nya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 14. Kakak serta adik tingkat Pendidikan Fisika yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 15. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa membalas semua kebaikan
 6  74  70

UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV (EMPAT) SDN 3 TEGALSARI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

... melalui panca indera. Alat peraga merupakan salah satu dari media pendidikan adalah alat untuk membantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi dapat berhasil dengan baik dan efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat Amir Hamzah (2001: 11) bahwa “media pendidikan adalah alat- alat yang dapat dilihat dan didengar untuk membuat cara berkomunikasi menjadi ... timbangan 9. Alat- alat elektro, solder, multi test. 10. Petunjuk dasar praktek elektronika 11. Macam-macam Magnet, dsb. 9 3. Peranan Alat Peraga Menurut Cici Herlina (1991: 26) peranan alat peraga disebutkan sebagai berikut: (a) alat peraga dapat membuat pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan semangat belajar siswa, (b) alat peraga memungkinkan ... Nasution (2000: 100) ? ?alat peraga adalah alat pembantu dalam mengajar agar efektif”. Pendapat lain dari pengertian alat peraga atau AudioVisual Aids (AVA) adalah media yang pengajarannya berhubungan dengan indera pendengaran (Suhardi, 1998: 11). Sejalan dengan itu Sumadi (2002: 4) mengemukakan bahwa alat peraga atau AVA adalah alat untuk memberikan pelajaran
 21  104  52

Peranan Komunikasi Antar Pribadi Antara Pengajar Muda dan Peserta Didik Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar ( Studi pada Program Lampung Mengajar di SDN 01 Pulau Legundi Kabupaten Pesawaran )

... sebuah medium telepon. Komunikasi antarpribadi dapat terjadi dalam konteks satu komunikator dengan satu komunikan (komunikasi diadik: dua orang) atau satu komunikator dengan dua komunikan (komunikasi triadik: tiga orang). Lebih dari tiga orang biasanya dianggap komunikasi kelompok. Menurut Gerald A Miller dalam Suranto (2010) komunikasi antarpribadi ... kejujuran merupakan prinsip professional yang penting. 2.2.5 Model-Model Komunikasi Antarpribadi Berikut ini merupakan model-model komunikasi antar pribadi menurut Julia T. Wooddalam Vardiansyah (2004): a. Model Linier (Komunikasi Satu Arah) Komunikasi mengalir hanya dalam satu arah, yaitu dari pengirim ke penerima pasif. Dalam pembelajaran, pengirim ... pasti mementingkan komunikasi sebagai proses transaksional antar manusia satu dengan lainnya. Tidak dapat dipungkiri jika kemudian komunikasi harus 2 dilakukan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan komunikator kepada komunikan. Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain,
 2  49  80

PENGEMBANGAN SINYAL LAMPU 3 WARNA UNTUK ALAT BANTU KELINCAHAN FOOTWORK PADA KLUB PB.MANDIRI PATI TAHUN 2015

... pengembangan alat bantu kelincahan untuk latihan footwork dan setidaknya membutuhkan inovasi baru atau desain alat aplikasi yang lengkap atau orang menyebut dengan istilah prototipe. Supaya anak merasa ada bentuk latihan fisik dengan membuat desain alat. Peneliti mencoba membuat pengembangan alat bantu kelincahan untuk latihan footwork dengan menggunakan alat ... keterampilan gerak kaki yang paling mendasar yang harus dimiliki untuk menjadi seorang pemain bulutangkis yang sukses. Lawan pasti akan mencoba untuk memainkan pukulan yang arahnya menjauh dan satusatunya cara untuk dapat meraihnya dengan baik adalah dengan memiliki gerak kaki yang baik. ( Balfonheins’ WEB ). Latihan untuk menguasai footwork itu dengan berpedoman ... latihan fisik yang sistematis dan terprogram dengan menghasilkan suatu produk pengembangan alat yang berguna untuk membuat alat merasa ada latihan yang menunjang prestasi atlet. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana pengembangan sinyal lampu 3 warna untuk alat bantu kelincahan footwork dapat digunakan pada klub PB.Mandiri Pati. Oleh karena itu,
 1  57  122

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PADA KOMPETENSI DASAR MENERIMA DAN MENYAMPAIKAN INFORMASI DI SMK MUHAMMADIYAH 1 WELERI

... Tabulasi Keterampilan Komunikasi Siklus I ................... 178 Lampiran 23 Data Tabulasi Keterampilan Komunikasi Siklus II ................... 180 Lampiran 24 Keterampilan Komunikasi Rata-rata Kumulatif Siklus I dan Siklus II .................................................................................... 182 Lampiran 25 Keterampilan Komunikasi Per ... sehingga siswa dapat berkomunikasi sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan pada mata pelajaran menerima dan menyampaikan informasi, peneliti memperoleh data kemampuan berkomunikasi dalam mata pelajaran komunikasi yang telah peneliti rekap pada tabel berikut : Tabel 1.1 Data Kemampuan Berkomunikasi Kelas X ... pembelajaran komunikasi secara maksimal. Faktor dari guru yang pertama, yaitu metode pembelajaran yang dipakai kurang menarik. Selama ini, guru masih menggunakan metode klasikal dalam pembelajaran komunikasi. Salah satunya adalah metode ceramah dan penugasan secara tertulis. Pada kenyataannya, metode tersebut kurang efektif dan tidak sesuai untuk pembelajaran komunikasi
 2  54  231

Hubungan Persepsi Diri dan Komunikasi Interpersonal dengan Motivasi Berprestasi Anak Pidana Di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Klas II A Tangerang

... Judul Tesis Hubungan Persepsi Diri dan Komunikasi Interpersonal dengan Motivasi Berprestasi Anak Pidana Di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Klas II A Tangerang Nama Mahasiswa Chodidjah Makarim NRP 99509 Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Menyetujui, 1. Komisi Pembimbing Prof.Dr.lr. ... Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Menyetujui, 1. Komisi Pembimbing Prof.Dr.lr. Dedi Fardiaz,M.Sc Ketua Dr.lr.Budi Suharjo,MS f,nggota Mengetahui, 2. Ketua Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Dr.lr.Aida Vitayala S. Hubeis Tanggal Lulus : 26 Maret 2003 j[Iᄋゥイ・QHヲセi」ァ@ rarn Pascasarjana
 3  34  188

Efektivitas Komunikasi di Dalam Program Imbal Swadaya di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor

... Judul Tesis : Efektivitas Komunikasi di Dalam Program Imbal Swadaya di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Nama Mahasiswa Djunaedi Nomor Pokok 9847208 Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Menyetujui, 1, Komisi Pembimbing Dr.lr. Aida Vitayala S,Hubeis Ketua Dr. ... Pedesaan Menyetujui, 1, Komisi Pembimbing Dr.lr. Aida Vitayala S,Hubeis Ketua Dr. drh. Syahrun Hamdan! Nasution Anggota Ir. Mintarti, M.Si Anggota Mengetahui, 2. Ketua Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Dr.lr. Aida Vitayala S. Hubeis Tanggal Lulu. : 26 Juni 2003 3, Direktur Program Pascasarjana ャjAGセLN・⦅イエ。ゥョ@ Bogor
 3  14  91

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Komunikasi dalam Proses Pembinaan Petani Penghijauan (Kasus Penghijauan di Sub DAS Citarik pada Desa Mekar Bakti Kabupaten Sumedang)

 4  28  94

Hubungan Karakteristik Personal Dan Perilaku Komunikasi Dengan Keputusan Memilih Obyek Wisata (Kasus Obyek Wisata Di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat)

... telekomunikasi, transportasi, dan turisme. Saat ini komunikasi sudah berkembang menjadi industri dan telah mampu membentuk lembaga industri komunikasi seperti media massa, jasa komunikasi atau manajemen komunikasi, periklanan, public relation, ataupun lahirnya lembaga-lembaga penelitian dalam bidang komunikasi dan media. Perubahan dalam teknologi komunikasi ... melihat bentuk komunikasi lain yang tidak dapat dikategorikan sebagai komunikasi interpersonal tetapi memiliki sifat interpersonal karena komunikannya sering kali hanya satu orang dan dikenal oleh komunikatornya. Bentuk komunikasi ini tidak dapat dikategorikan ke dalam komunikasi massa meskipun memiliki situasi pada komunikasi massa. Bentuk komunikasi tersebut ... massa diperlukan gambaran institusi media massa. Unsur penting dalam proses komunikasi massa dapat dibandingkan dengan komunikasi tatap muka antara beberapa orang (antarpribadi dan komunikasi di dalam kelompok atau komunikasi organisasi). Hal ini terkait dengan sumber dalam komunikasi massa bukanlah satu orang melainkan suatu organisasi formal dan pengirimnya seringkali
 3  42  246

Dokumen yang terkait


Feedback