Adendum Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

STUDI PERTUKARAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN PAMEKASAN

... perencanaan dan pelaksanaan dapat mengakibatkan pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan sasaran atau tujuan semula. Sasaran dan tujuan yang telah disepakati bersama, terkadang dapat mengalami perubahan ditengah jalan, dalam kasus ini perubahan yang terjadi adalah dalam hal waktu penyelesaian proyek yang diperpendek, dengan diperpendeknya waktu penyelesaian ... STUDI PERTUKARAN WAKTU DAN BIAYA PADAPROYEK PEMBANGUNAN GEDUNGPERPUSTAKAAN UMUM KABUPATENPAMEKASAN Oleh: PRISCA MEINITA DEVAYANTI ( 04520054 ) civil eingenering Dibuat: 2009-01-23 , dengan 3 file(s). Keywords: Waktu dan Biaya Perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek harus dilakukan secara sistematis, terencana ... diperpendek, dengan diperpendeknya waktu penyelesaian proyek maka akan terdapat pertambahan biaya. Hal yang mendasari dari percepatan waktu proyek yang telah diketahui dengan pertambahan biaya disebut Metode Pertukaran Waktu dan Biaya. Adapun prinsip dasar dari metode ini adalah percepatan penyelesaian proyek dengan pertambahan biaya yang harus ditanggung
 3  143  1

HUBUNGAN TEKANAN ANGGARAN WAKTU (TIME BUDGET PRESSURE) TERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL STAF AUDITOR

... un i l i g i http d ilib /dig / : p t ht PRESSURE) d ac.i ili .id il /dig :/ http ej b un /dig :/ http j ac e b un i l i g i http d j ac :/ http d ac.i ://d ://d i .i .i ac.i j ac j ANGGARAN j ac HUBUNGAN TEKANAN WAKTU (TIME une une une :// http ne lib u .id ne lib u /dig ili .id j ac :/ http ej b un /dig :/ http e b un i l i g i http digi digi :// http d ac.i j ac ://d ://d http .id e b ... un /dig :/ http Yang dipersiapkan .dan id disusun oleh: ac.i ili /dig :/ http i /dig :/ http .id j ac ne lib u HUBUNGAN TEKANAN ANGGARAN PRESSURE) ac.id c.id c.idWAKTU (TIME BUDGET c.id ej ej aAUDITOR ej a ej a n n n u u u TERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL STAF b un b b b i i i i l l l l i i i i g g g g /di ://di ://di AFILIASI ASING) :/PADA ://di ... u .id /di ttp:/ d http .id i ac.i c. c. M. Miqdad, ej a ej aSE, MM, Ak n n u u gilib gilib 132 133 391 NIP. ://di ://di j ac :/ http .id http ne lib u il /dig :/ http j ac e b un i l i WAKTU (TIME g ://di http .id ne lib u /dig id .id j ac ili j ac :/ http igili j ac e b un i l i g i http ne lib u ej b un Pembimbing I,http://d ://d ://d http d ac.i ili /dig :/ http j
 0  62  13

Tinjaun Atas Pelaksanaan Pemotongan Pajak Pertambahan Nilai Sewa Infrastruktur Tower Pada PT. Sarana Inti Persada Bandung

 0  26  1

Prosedur pelaksanaan Garansi Outgoing Pada Unit Binis Finance Center Area 00 PT. telekomunikasi Indonesia TBK

... kas TELKOM secara terpusat. BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1. Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Penulis melaksanakan kerja praktek PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk pada unit bisnis finance center area 00 dan terfokus pada prosedur pelaksanaan garansi outgoing. 3.2. Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek Teknis pelaksanaan kerja praktek yang telah ... Perusahaan…………………………………... 21 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK………………………… 30 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek…………………………… 30 3.2 Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek…………………………… 30 3.3 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek……………………………... 31 v 3.3.1 Pengertian Garansi Outgoing…………………………… 31 3.3.2 Prosedur Pelaksanaan Garansi Outgoing pada Unit Bisnis Finance Center Area ... pekerjaan staff dan disesuaikan dengan tingkat kinerja agar beban pekerjaan pelaksanaan garansi outgoing di perusahaan menjadi lebih ringan. c) Adanya ide-ide dan saran yang dapat menjadi objektif secara umum mengenai perusahaan sehingga dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam prosedur pelaksanaan garansi outgoing pada unit bisnis finance center area
 0  51  50

DESKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT USAHA RAKYAT KEPADA USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Unit Way Halim)

... Rakyat Indonesia, sehingga ketentuan yang mengatur kepentingan bank lebih diutamakan, sedangkan kewajiban utama Bank Rakyat Indonesia adalah menyediakan dana kredit selama jangka waktu yang telah ditentukan, dengan berbagai syarat dan ketentuan yang berlaku. UMKM mempunyai hak pokok untuk menerima jumlah kredit sesuai dengan perjanjian kredit tersebut ... syarat batal 10. Lewat waktu Berakhirnya perjanjian tidak diatur secara tersendiri dalam undang-undang, tetapi hal itu dapat disimpulkan dari beberapa ketentuan yang ada dalam undang-undang tersebut. Berakhirnya suatu perjanjian tersebut disebabkan oleh 8: a. Ditentukan terlebih dahulu oleh para pihak, misalnya dengan menetapkan batas waktu tertentu, maka ... perjanjian kedua belah pihak. Sedangkan bagi penerima kredit berarti ia menerima kepercayaan, sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar kembali pinjaman tersebut sesuai dengan jangka waktunya, jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu pemberian kredit dapat terjadi apabila di dalamnya terkandung ada kepercayaan orang atau badan yang memberi kredit kepada orang
 7  83  46

PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERTAMBAKAN DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

... dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pertambakan di Kabupaten Lampung Selatan? Apakah yang menjadi faktor penghambat Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pertambakan di Kabupaten Lampung Selatan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan ... menunggak. Oleh sebab itu disarankan dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di KPP Pratama Natar hendaknya petugas memberikan pembinaan, penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat atau wajib pajak guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya di bidang perpajakan serta mengusahakan buku-buku pedoman pelaksanaan peraturan tentang ... suatu pembangunan dan/atau penanaman dan/atau penggalian jenis sumberdaya alam atau budidaya tertentu, yang terhitung berdasarkan komponen tenaga kerja, dana, dan alat mulai dari awal pelaksanaan pekerjaan hingga tahap produksi atau menghasilkan. Dengan demikian dan untuk mengetahui potensi PBB dari sektor pertambakan yang sebenarnya serta dengan harapan dapat meningkatkan
 5  43  9

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA KUBULIKU JAYA KECAMATAN BATU TULIS KABUPATEN LAMPUNG BARAT DALAM PELAKSANAAN PEMERINTAHAN DESA

... pimpinan terhadap staf dalam pelaksanaan kebijakan; (3) Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam laporan hasil pelaksanaan kebijakan; (4) Arahan pimpinan terhadap staf dalam perencanaan pekerjaan; (5) Arahan pimpinan terhadap staf dalam pelaksanaan pekerjaan; dan (6) Arahan pimpinan terhadap staf dalam laporan hasil pelaksanaan pekerjaan; 2. Dimensi perilaku ... pada kurang sesuainya waktu pelaksanaan pekerjaan dengan rencana sebelumnya. 16 d. Kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi Kelebihan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi adalah pemimpin senantiasa mewujudkan kebersamaan dengan para bawahannya dalam suatu ikatan kekeluargaan untuk mencapai prestasi atau hasil pekerjaan secara bersama-sama. ... saran kepada pimpinan dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Kelemahan gaya kepemimpinan partisipasif adalah pelaksanaan pekerjaaan organisasi yang terkadang kurang sesuai dengan perencanaan, karena banyaknya pertimbangan pemimpin dalam mengambil langkah-langkah atau tindakan. Pemimpin membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan berbagai masukan dan
 9  67  69

HUBUNGAN PERHATIAN ORANGTUA DAN MANAJEMEN WAKTU BELAJAR DI RUMAH DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

... dengan prestasi belajar yaitu faktor memanajemen waktu belajar. Faktor memanajemen waktu belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sikap siswa dalam mengatur atau menjadwalkan waktu belajar di rumah. Hal ini didukung dengan pendapat Myron (2007: 14) menyatakan siswa dengan keterampilan manajemen waktu yang baik cenderung memiliki rata-rata nilai ... Belajar.............................................. 83 Distribusi Frekuensi Data Manajemen Waktu Belajar di Rumah (X2)................................................................. 84 Kategori Variabel Manajemen Waktu Belajar di Rumah (X2) ............................................................................. 85 29. Kategori Indikator Mengatur Waktu Belajar di Rumah.............. 87 30. Kategori ... rata-rata nilai yang lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki keterampilan manajemen waktu yang buruk. Berdasarkan hasil wawancara dengan lima siswa kelas X IPS pada tanggal 26 Januari 2015 tentang manajemen waktu di rumah dapat diketahui siswa lebih banyak mengatur waktu di rumah untuk kegiatan yang mereka senangi seperti menonton televisi, begadang,
 7  76  89

ANALISIS SISTEM MOVING CLASS DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 SMK TELEKOMUNIKASI TUNAS HARAPAN KABUPATEN SEMARANG

... lima elemen belajar yang efektif sehubungan dengan waktu. Kelima hal itu adalah: (1) Aptitude (kemampuan), menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan siswa untuk belajar; (2) Opportunity to learn (kesempatan untu belajar), menentukan waktu yang dimiliki siswa untuk belajar; (3) Perseverance (ketekunan), waktu yang sesungguhnya dipergunakan siswa untuk belajar; ... menyediakan fasilitas yang lengkap untuk menunjang proses pembelajaran siswa sedangkan faktor penghambat pelaksanaannya yaitu jarak antar ruang kelas yang jauh dan tingkat kedisiplinan siswa. (3) dampak moving class terhadap pelaksanaan kurikulum 2013, dalam pelaksanaan moving class memberikan dampak positif bagi tercapainya keberhasilan Kurikulum 2013. Dapat ... SMK Telekomunikasi Tunas Harapan ………………………….. 58 4.1.3.2 Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Moving Class................................................... 60 4.1.4 Dampak Moving Class Dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 ……………………………………………… xii 63 4.1.4.1 Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Moving Class................................................... 66 4.2
 1  48  112

Pengaruh Waktu Pemberian Beberapa Zat Pemecah Dorminasi yang Diaplikasikan setelah Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Jeruk Keprok Siem (Citrus reticulata B.)

... . 1 '--" ' :! PENGARUH WAKTU PEMBERIAN BEBERAPA ZAT PEMECAH DORMANSI i) % YANG DIAPLIKASIKAN SETELAH PEMBERIAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN JERUK KEPROK SIEM (Citncsreticulata B.) Oleh SOSTENES A.28 0535 JURUSAIV BUD1 DAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 1996 RINGKASAN SOSTENES. Pengaruh Waktu Pemberian Beberapa ... meningkatkan jumlah tunas, panjang tunas dan jumlah daun dibandingkan kontrol. Interaksi antara waktu pemberian dan jenis zat pemecah dormansi juga berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas vegetatif dan tunas bunga berdaun pada pengamatan 18 MSP. Perlakuan ethepon pada ketiga waktu aplikasi nyata meningkatkan jumlah tunas vegetatif, dan perlakuan BAP satu bulan ... kontrol. Perlakuan waktu pemberian dan jenis zat pemecah dormansi yang diaplikasikan setelah pemberian paclobutrazol meningkatkan jumlah tunas yang muncul setelah aplikasi. Peningkatan jumlah tunas terlihat mulai pada 4 MSA. Pe- ningkatan jumlah tunas terbesar dihasilkan oleh perlakuan tiga bulan setelah pemberian paclobutrazol (pada perlakuan waktu pemberian),
 0  28  142

Studi Pertumbuhan dan Hasil Jagung Lokal (Zea mays L) Berdasarkan Waktu Tanam dan Pemupukan Fosfor di Tibawa Gorontalo

... waktu tanaln 24 Nopember. Hal ini dimungkinkan karena ketersediaan air masih lebih banyak pada waktu tanam 24 Oktober dibanding waktu tanam 24 Nopember dengan total curah 11ujan selarna periode turribuh 451 mm untulc waktu tanam 24 Oktober dan 412 mm unti~kwaktu tanam 24 Nopamber. Peinupukan fosfor memberi penganlh yang nyata terhadap ltomponen hasil jagung ... Waktu tanam inemberi pengaruh terhadap seinua kornponen yang diainati yaiiu tinggi tanaman, luas daun, berat kering tanaman bagian atas, bobot 100 biji jagung, bobot biji per tongkol, bobot pipilan kering jagung, laju tumbuh linier ( C I ) dan berat kering tanaman maksilnurn (Wnl). Waktu tananl 24 Oktober memberi liasil yang lebih tinggi dibanding waktu ... Rancangan Petak Terpisah , waktu tanam 24 Oktober dan 24 Nope~nberditernpatkan sebagai petak utama dan dosis pemupukan fosfor dengan lima taraf (0, 50, 100, 150, 200 kg TSPEIa) ditempatkan sebagai anak petak dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara waktu tanam dan pemupukan fosfor Perlakuan waktu tanarn dan pemupukan
 0  42  100

Simulasi Sebaran Waktu Antar Kedatangan Pada Model Antrian Tunggal

... Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Gamma ( a." 1, J3 " 1 ) ....... 18 B. Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Gamma ( a. < 1, J3 "1) ....... 18 C. Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Weibull (a." 1, J3" 1) ....... 18 D. Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Weibull ( a. < 1, J3 "1) ....... 18 E. Deskripsi waktu ... Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Gamma ( a." 1, J3 " 1 ) ....... 18 B. Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Gamma ( a. < 1, J3 "1) ....... 18 C. Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Weibull (a." 1, J3" 1) ....... 18 D. Deskripsi waktu antar kedatangan untuk sebaran Weibull ( a. < 1, J3 "1) ....... 18 E. Deskripsi waktu ... kedatangan dan/ atau waktu pelayanan mengikuti sebaran Eksponensial. Simulasi dilakukan dengan program SLAM II. . Perbedaan sebaran waktu antar kedatangan selain Eksponensial ternyata memberikan pengaruh terhadap penentuan nilai Lq. Pengguna model antrian harus terlebih dahulu menentukan sebaran waktu antar kedatangan. Apabila sebaran waktu antar kedatangan
 1  28  48

Pelaksanaan Lomba Kader Aktif Sebagai Upaya Meningkatkan Cakupan Pemeriksaan IVA Pada Ibu Di Desa Kaibahan Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan

... sebelum dan sesudah pelaksanaan lomba kader aktif di Desa Kaibahan Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan? 7 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3.1 Tujuan Umum Mengetahui pelaksanaan lomba kader aktif sebagai upaya meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA pada ibu di Desa Kaibahan Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. 1.3.2 Tujuan Khusus 1) Mengetahui pelaksanaan lomba ... dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Uji Wilcoxon untuk membandingkan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lomba kader aktif dengan nilai p=0,111>0,05. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada perbedaan jumlah cakupan pemeriksaan IVA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lomba kader aktif. Saran yang diberikan adalah (1) Pihak Puskesmas Kesesi I, hendaknya ... 46 4.2.3 Hasil Pelaksanaan Lomba Kader Aktif Sebagai Upaya Meningkatkan Cakupan Pemeriksaan IVA Pada Ibu Per Kelompok Kader Di Desa Kaibahan ................................................................................................ 48 4.2.4 Perbedaan Jumlah Cakupan Pemeriksaan IVA Pada Ibu Per Kelompok Kader Antara Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan
 1  29  114

Model Regresi Untuk Menduga Angka Harapan Hidup Penduduk Waktu Lanir

 4  27  39

Kandungan Kolesterol Daging, Lemak Abdominal dan Persentase Organ Dalam Ayad Broiler yang Diberi Minum Teh Fermentasi Kombucha pada Waktu yang Berbeda

... KANDUNGAN KOLESTEROL DAGING, I,EMAK ABDOMINAL DAN PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER YANG DIBERI MINUM TEH FERMENTASI KOMBUCHA PADA WAKTU YANG BERBEDA SKRIPSI NANDARKUSNANDAR PROGRAM STUD1 NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK DEPARTEMEN lLMU NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERT % N A NROGOR 2004 KANDUNGAN ... NROGOR 2004 KANDUNGAN KOLESTEROL DAGING, I,EMAK ABDOMINAL DAN PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER YANG DIBERI MINUM TEH FERMENTASI KOMBUCHA PADA WAKTU YANG BERBEDA SKRIPSI NANDARKUSNANDAR PROGRAM STUD1 NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK DEPARTEMEN lLMU NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERT % N A NROGOR 2004
 0  18  52

Optimasi Waktu Perendaman dan Pemanasan Berulang Larutan Gula pada Pembuatan Manisan Semi Basah Pepaya (Carica papaya L.)

... refraktometri dan gravimetri (pengeringan oven) (Asadi 2007). Hasil dari kedua metode tidak terlalu berbeda namun waktu pengerjaannya berbeda. Metode refraktometri dapat dilakukan dalam waktu 3 menit, sedangkan metode gravimetri menghabiskan waktu 3 jam. 8 Total padatan terlarut merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merepresentasikan total sukrosa ... air dari bahan yang dikeringkan akan lebih cepat. Kelembaban udara berbanding terbalik dengan waktu pengeringan. Semakin tinggi kelembaban udara, proses pengeringan (waktu pengeringan) akan berlangsung lebih lama. Kecepatan aliran udara berbanding lurus dengan waktu pengeringan. Semakin tinggi kecepatan aliran udara, proses pengeringan akan berjalan lebih ... hingga penyelesaian tugas akhir, 3. Ir. Sutrisno Koswara, Msi dan Dra. Suliantari, MS selaku dosen penguji yang telah meluangkan waktu dan bersedia menguji penulis, 4. Yoga Adi Pamungkas yang telah memberikan dukungan, semangat, waktu, dan kesabarannya dari awal penelitian hingga tugas akhir selesai, 5. Lala Iffah Fadhilah, Any Septiani, dan mega 2 ceria
 3  38  116

Karakteristik Oosit Domba dari Ovarium yang Disimpan pada Suhu dan Periode Waktu yang Berbeda

... berkurang dengan bertambahnya waktu penyimpanan ovarium. Pada penelitian terhadap folikel tikus juga memperlihatkan, gambaran apoptosis yang terjadi secara progresif seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Selain dari pengaruh apoptosis, jumlah oosit tanpa sel kumulus bertambah dan kekompakan kumulus oosit berkurang seiring bertambahnya waktu (Perdesen et al. ... DAN PERIODE WAKTU YANG BERBEDA DHIA MARDHIA ENGCONG Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan pada Fakultas Kedokteran Hewan FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 Judul Skripsi Nama Mahasiswa NIM : Karakteristik Oosit Domba dari Ovarium yang Disimpan pada Suhu dan Periode Waktu yang Berbeda : ... Suhu............................................................................... Faktor Waktu. ........................................................................... Koleksi oosit............................................................................. Pengelompokan oosit................................................................ 3 3 3 4 5 5 6 7 7 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat.................................................................... Alat
 1  10  53

KESIMPULAN DAN SARAN INDENTIFIKASI FAKTOR – FAKTOR RISIKO KONTRAKTOR PADA PELAKSANAAN PROYEK JALAN PERKERASAN LENTUR (FLEXIBEL PAVAMENT) TERHADAP KINERJA MUTU PROYEK JALAN.

... angka an menghitung me ng kebutuhan keb butuhan ppelaksanaan elaksan anaa aan pekerjaan. pekeerjaan. keamanan material Y Ya dalam dalam Sebaaik Sebaiknya ikny nya ja jadwal atau Waktu pengiriman meny yes esua u ikaan dengan jadwal pemakaian menyesuaikan ma ate teri rial a , biasanya biasanya beberpa material dikirim material, ssebelum se belum pekerjaan peekerjaan dimulai An Analisa kebutuhan ... te terh rhad adap ap kkinerja iner in erja ja mutu pelaksanaa an pa pada da pproyek roye ro yekk ja jala lann je jenis pekerjaan peke pe kerj rjaaan mulai pekerjaan perkerasan an llentur, entur, en r, ppengkajian e gkaj en ajia iann m ulai dari dari awal awa wall pelaksanaan pe n pe peke kerjaan sampai sa amp mpai ai dengan dengan selesainyaa masa pemeliharaan. pemeliharaan. ... wak ktu waktu pelaksanaan. Tidak T idak k Komentar Komen 84 Peristiwa Risiko Penanganan Penangan nan Risiko Ri Tingkat keahlian tenaga kerja tidak cukup Selekssi terhadap Seleksi terhhad adap ap mandor mando dorr dan pekerjanya dilakukan dilak kukan de deng dengan ngan an terle terlebih lebbih dahulu mendetailkan lingkup ling ngkup pekerjaan. peke pe kerjaan. n.
 1  20  48

PENDAHULUAN PELAKSANAAN PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA YOGYAKARTA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA YOGYAKARTA.

... yang dapat diambil adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pelaksanaan penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Yogyakarta berdasarkan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta? 2. Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota ... sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Yogyakarta berdasarkan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik ... Rumusan Masalah Bagaimana Pelaksanaan Kebijakan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru Setelah Berlakunya Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Juncto Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru No. 4 Tahun 1993 Tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota Pekanbaru? b. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan Ruang
 1  11  24

PENERAPAN PRINSIP 6S UNTUK MENURUNKAN WAKTU PROSES PEMBUATAN KEMEJA DI CV. DAKOTA RUMAH PENERAPAN PRINSIP 6S UNTUK MENURUNKAN WAKTU PROSES PEMBUATAN KEMEJA DI CV. DAKOTA RUMAH KONVEKSI.

... Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 2 (Jahit Bagian Lengan) 68 viii Tabel 5.13 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 2 (Jahit Sisi Samping) 68 Tabel 5.14 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 2 (Jahit Lipatan Bawah) 68 Tabel 5.15 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 3 (Obras) 69 Tabel 5.16 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 4 (Lubang Kancing) 70 Tabel 5.17 Data Waktu ... Kemeja 64 Tabel 5.7 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 1 (Pola dan Potong) 65 Tabel 5.8 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 2 (Jahit Badan Depan Kemeja dengan Ban Kancing Kombinasi 66 Tabel 5.9 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 2 (Jahit Bagian Bahu) 67 Tabel 5.10 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 2 (Jahit Bagian Rib Leher) 67 Tabel 5.11 Data Waktu Siklus Stasiun ... Siklus Stasiun Kerja 5 (Pasang Kancing) 71 Tabel 5.18 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 6 (Finishing dan Packaging) 72 Tabel 5.19 Uji Keseragaman Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 1 74 Tabel 5.20 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja 1 (Pola dan Potong) Awal 75 Tabel 5.21 Hasil Perhitungan Waktu Siklus Produk Kemeja 75 Tabel 5.22 Usulan dan Alasan Perbaikan
 1  8  16

PENUTUP PELAKSANAAN TERHADAP PENJATUHAN SANKSI PIDANA MATI UNTUK PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI.

 1  12  8

PENUTUP PELAKSANAAN UPAH MINIMUM PROPINSI PADA PERUSAHAAN PENAMBANGAN PASIR NANDO GEMILANG DI CANGKRINGAN SLEMAN.

... dilarang untuk membayarkan upah lebih rendah dari ketentuan upah minimum. b. Tidak ada pelamar pekerjaan yang menuntut pembayaran upah sesuai dengan upah minimum. c. Jenis pekerjaan yang dipekerjakan di Perusahaan Penambangan Pasir Nando Gemilang mayoritas adalah pekerjaan yang membutuhkan fisik. Penyelesaian dari kendala yang dihadapi Perusahaan Penambangan Pasir ... Undang-Undang tersebut, karena ketidaktahuan bukan alasan pemaaf. 56 b. Perusahaan Penambangan Pasir Nando Gemilang lebih membuka diri kepada pelamar kerja dengan membuka lowongan pekerjaan yang sesuai dengan memperhatikan kualifikasi perusahaan dan tingkat pendidikan, dan dapat juga memberi informasi kepada masyarakat luas bahwa mereka siap merekrut untuk
 0  10  4

PENGURANGAN PEMBOROSAN WAKTU TUNGGU PADA PEMBUATAN DINING CHAIR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING

... ……………………….………………………….(2-2) k =1 Keterangan : w j = waiting time pekerjaan j Cj = completion time pekerjaan j rj = ready time pekerjaan j m åt j = jumlah waktu proses yang diperlukan pekerjaan j dari mesin ke-1 k =1 sampai mesin ke-m. 4. Lateness, yaitu lamanya perbedaan antara waktu penyelesaian pekerjaan i dan due date pekerjaan i, diformulasikan sebagai berikut: L ... ………………………………………….……………...(2-3) Keterangan : Lj = lateness pekerjaan j C j = completion time pekerjaan j d j = due date pekerjaan j 5. Tardiness ( Tj ), yaitu lamanya keterlambatan waktu penyelesaian untuk pekerjaan j. 6. Makespan (waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan) 7. Idle time (waktu menganggur) mesin. commit to user II-8 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 8. ... r j ………………………………………….………………(2-1) Keterangan : F j = flow time pekerjaan j C j = completion time pekerjaan j r j = ready time pekerjaan j 3. Waiting time, yaitu waktu menunggu antara waktu suatu proses selesai diproses hingga dimulai operasi berikutnya dari pengerjan tiap operasi pada pekerjaan j, diformulasikan sebagai berikut: m w j = C j - r j
 4  16  77

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PEKERJA PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS PADA PERUSAHAAN FIRST RESOURCES LIMITED PT. LIMPAH SEJAHTERA DI KALIMANTAN BARAT.

... Kalimantan Barat yang telah meluangkan waktu dan turut membantu memberikan informasi dan data yang dibutuhkan penulis. 5. Bapak Zainuddin.,S.E selaku Kabid Umum dan SDM beserta Bapak Hamim,S.H selaku Kabid Pemasaran PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT.JAMSOSTEK Persero) Kalimantan Barat yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan data yang ... Ketenagakerjaan………………………………. 18 B. Tinjauan Umum Tentang Perjanjian Kerja……………………….... 20 1. Pengertian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu……………………..20 2. Syarat-Syarat Perjanjian Kerja…………………………….……..23 3. Macam-Macam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu………………. 24 4. Bentuk-Bentuk Perjanjian Kerja……………………………….....27 C. Tinjauan Umum Tentang Jaminan Sosial Tenaga ... ………………… 32 D. Tinjauan Umum Tentang Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Bagi Karyawan Harian Lepas Pada Perusahaan First Resources Limited PT. Limpah Sejahtera Di Kalimantan Barat………………………………………………………………..36 1. Sejarah Singkat Perusahaan First Resources Limited PT. Limpah Sejahtera Di Kalimantan Barat…………………………………..36 2. Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga
 2  21  12

LANDASAN TEORITIK PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN SETELAH BERLAKUNYA OTONOMI KHUSUS PAPUA.

... jawab tetap pada pemerintah pusat. Baik mengenai perencaan, pelaksanaan maupun pembiyaannya. Unsur pelaksanaanya adalah terutama instansi-intansi vertikal , dikoordinasikan oleh kepala daerah dalam kedudukannya selaku perangkat pemerintah pusat, tetapi kebijaksanaan terhadap pelaksanaan urusan dekonsentrasi tersebut sepenuhnya ditentukan oleh ... pemerataan, serta potensi dan keanekaragaman daerah. b. Pelaksanaan otonomi daerah di dasarkan pada otonomi luas, nyata, dan bertanggungjawab. c. Pelaksanaan otonomi daerah harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin, hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antar negara. d. Pelaksanaan otonomi daerah harus lebih meningkatkan kemandirian ... menuju pada social anarchy. 2. Pelaksanaan Wewenang DPRD di Bidang Pengawasan Wewenang DPRD di bidang pengawasan dapat dibedakan menjadi : (Bagir Manan, 2002:86) a. Pengawasan pelaksanaan peraturan daerah, peraturan perundangundangan lainnya, dan keputusan-keputusan yang bukan peraturan perundang-undangan. Tidak semua pelaksanaan peraturan perundangundangan
 2  57  42

Dokumen yang terkait


Feedback