1 Ruang Lingkup Manajemen Internasional

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPITAL FLIGHT DI INDONESIA PERIODE 2002. 1-2006. 12

 25  451  12

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)

... .............................................................................................. 5 2.2 Manajemen Laba ........................................................................................... 8 2.2.1 Manajemen Laba (Earnings Management) .................................. 8 2.2.2 Pola Manajemen Laba .................................................................. 12 2.2.3 Pengukuran Manajemen Laba .................................................... 13 2.3 ... PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Oleh GORBY VIRGORY ALDHI 090810301244 Pembimbing: Dosen Pembimbing I : Indah Purnamawati, SE, M.Si, Ak. Dosen Pembimbing II : Drs. Imam Mas’ud, MM, Ak. vi JUDUL SKRIPSI ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN ... bahwa variabel leverage berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara variabel manajemen laba sebagai variabel bebas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kata kunci : manajemen laba, discretionary accrual, nilai perusahaan viii Gorby Virgory Aldhi Jurusan Akuntansi,
 43  380  21

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

... MANAJEMEN? ?PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA(Studi  Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)  Oleh: MUHAMMAD NASIR ( 01220166 )  Communication science  Dibuat: 2007­06­04 , dengan 3 file(s).  Keywords:? ?Manajemen? ?Pemrograman, Stasiun Radio Swasta  ABSTRAK  Beragam cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi di masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun ... cara dibuat oleh stasiun radio untuk menjaring pendengar baik melalui program on air  maupun off air. Program yang ditawarkan masing­masing stasiun radio berbeda satu dengan  yang lainnya bergantung dari segmen pendengar yang dikehendaki. Hal ini terlihat dari format  atau gaya siaran yang berbeda, serta fokus acara yang disajikan oleh masing­masing stasiun yang  berbeda misalnya ada yang berfokus pada program berita, budaya, musik dan sebagainya.  Menjadi sangat penting bagi pembuat program acara untuk membuat format acara yang bisa  disukai, didengar dan dipilih oleh masyarakat. Hal ini juga harus diperhatikan oleh stasiun­  stasiun radio pada format­format program untuk mengambil out­put yang sesuai dengan  kebutuhan pendengar. Ketika para pengelola stasiun penyiaran radio merencanakan untuk  beroperasi, salah satu faktor yang perlu menjadi kajian khusus adalah cara menetapkan target  pendengar. Apalagi di masa sekarang ini, kompetisi sedemikian tinggi target pendengar menjadi  prioritas. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian target pendengar tersebut dilakukan  Programming atau penataan acara. Dan penataan itu sendiri merupakan sebuah proses mengatur  program demi program termasuk penjadwalannya sehingga terbentuk station format dengan  tujuan menciptakan image stasiun penyiaran radio.  Untuk memproduksi suatu program acara radio terdapat fungsi? ?manajemen? ?yang memiliki 4  fungsi pokok yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Planning merupakan  kegiatan yang menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakan­tindakan selanjutnya.  Organizing merupakan kegiatan yang membagi pekerjaan diantara anggota kelompok dan  membentuk ketentuan dalam hubungan­hubungan yang diperlukan. Actuating merupakan  kegiatan menggerakkan anggota­anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai  dengan tugas masing­masing. Controlling merupakan kegiatan menyesuaikan antara pelaksanaan  dan rencana­rencana yang telah ditentukan.  Penelitian ini dilakukan di Radio Visi Inti Suara FM Banyuwangi, Jalan Letjen S. Haryono  no.59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini  menggunakan dasar pendekatan kualitatif, untuk mendeskripsikan jawaban terhadap  permasalahan penelitian secara detail seperti yang diungkapkan nara sumber serta ingin mencari  makna dibalik cerita detail tersebut dalam bentuk konsep. Dengan tehnik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara ditujukan pada orang­orang yang  berkompeten dalam? ?manajemen? ?pemrograman acara Garus (station manager, programmer dan  penyiar).  Program acara Garus merupakan acara musik atau lagu yang bergenre ethnic yaitu menyajikan  lagu­lagu daerah (lagu Osing) yang dibawakan oleh seorang penyiar yang bisa berbahasa Osing  deles (dengan baik dan lancar) sambil membawa visi dan misi yaitu nguri­nguri (mengangkat)  kebudayaan daerah yang hampir punah karena pengaruh modernisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja pemrograman acara Garus mengacu pada fungsi? ?manajemen? ?yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Planning (perencanaan), berupa:  memilih nama acara, visi dan misi acara, menentukan acara dan jadwal, promosi, target  audience. Organizing berupa: kerjasama dengan Dewan Kesenian Blambangan, Dinas Pariwisata  Banyuwangi, penyiar. Actuating kegiatannya berupa : menentukan penyiar, menentukan format  acara, bentuk acara dan mendatangkan pemateri. Dan Controlling berupa klasifikasi pendengar,  tingkat persaingan.  Suatu? ?manajemen? ?program acara tidak hanya membuat program itu bisa menarik dan bisa dipilih  oleh pendengar melainkan ada hal yang sangat komplek yaitu persaingan dengan radio siaran  lain, karena acara Garus merupakan acara yang menyuguhkan lagu­lagu daerah dimana semua  stasiun radio yang ada di kota Banyuwangi juga mempunyai program acara yang sama. ... penyiaran radio.  Untuk memproduksi suatu program acara radio terdapat fungsi? ?manajemen? ?yang memiliki 4  fungsi pokok yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Planning merupakan  kegiatan yang menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakan­tindakan selanjutnya.  Organizing merupakan kegiatan yang membagi pekerjaan diantara anggota kelompok dan  membentuk ketentuan dalam hubungan­hubungan yang diperlukan. Actuating merupakan  kegiatan menggerakkan anggota­anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai  dengan tugas masing­masing. Controlling merupakan kegiatan menyesuaikan antara pelaksanaan  dan rencana­rencana yang telah ditentukan.  Penelitian ini dilakukan di Radio Visi Inti Suara FM Banyuwangi, Jalan Letjen S. Haryono  no.59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini  menggunakan dasar pendekatan kualitatif, untuk mendeskripsikan jawaban terhadap  permasalahan penelitian secara detail seperti yang diungkapkan nara sumber serta ingin mencari  makna dibalik cerita detail tersebut dalam bentuk konsep. Dengan tehnik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara ditujukan pada orang­orang yang  berkompeten dalam? ?manajemen? ?pemrograman acara Garus (station manager, programmer dan  penyiar).  Program acara Garus merupakan acara musik atau lagu yang bergenre ethnic yaitu menyajikan  lagu­lagu daerah (lagu Osing) yang dibawakan oleh seorang penyiar yang bisa berbahasa Osing  deles (dengan baik dan lancar) sambil membawa visi dan misi yaitu nguri­nguri (mengangkat)  kebudayaan daerah yang hampir punah karena pengaruh modernisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja pemrograman acara Garus mengacu pada fungsi? ?manajemen? ?yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Planning (perencanaan), berupa:  memilih nama acara, visi dan misi acara, menentukan acara dan jadwal, promosi, target  audience. Organizing berupa: kerjasama dengan Dewan Kesenian Blambangan, Dinas Pariwisata  Banyuwangi, penyiar. Actuating kegiatannya berupa : menentukan penyiar, menentukan format  acara, bentuk acara dan mendatangkan pemateri. Dan Controlling berupa klasifikasi pendengar,  tingkat persaingan.  Suatu? ?manajemen? ?program acara tidak hanya membuat program itu bisa menarik dan bisa dipilih  oleh pendengar melainkan ada hal yang sangat komplek yaitu persaingan dengan radio siaran  lain, karena acara Garus merupakan acara yang menyuguhkan lagu­lagu daerah dimana semua  stasiun radio yang ada di kota Banyuwangi juga mempunyai program acara yang sama.
 26  171  2

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

... dalam ruang tunggu bisa saja sedemikian kompleks dikarenakan terdapat banyak budaya yang bertemu. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana proses komunikasi interpersonal dalam situasi pertemuan antar budaya di ruang tunggu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya? Untuk mendapatkan pengetahuan maka studi ini dilakukan pada orang-orang yang berada di ruang tunggu terminal ... Jawa, Madura, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi. Berkumpul dengan orang lain di ruang tunggu inilah yang memunculkan naluri untuk berinteraksi. Dalam berinteraksi membutuhkan suatu proses salah satunya adalah proses untuk berkomunikasi. Demikian pula yang terjadi dalam ruang tunggu pelabuhan tanjung perak, karena para calon penumpang tersebut adalah ... catatan penelitian mengelompokkan data sejenis, melakukan interpretasi atau penguatan. Hasil penelitian pada responden di ruang tunggu, peneliti menyimpulkan bahwa proses komunikasi interpersonal dalam komunikasi antarbudaya di ruang tunggu terminal penumpang kapal laut tanjung perak Surabaya, terdapat orang yang melakukan komunikasi dengan orang lain
 87  537  2

Improving the Eighth Year Students' Tense Achievement and Active Participation by Giving Positive Reinforcement at SMPN 1 Silo in the 2013/2014 Academic Year

 7  119  3

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan manajemen mutu terpadu pada Galih Bakery,Ciledug,Tangerang,Banten

... dalam Penerapan Manajemen Mutu Terpadu Menurut Hessel dalam Nasution (2005: 366-367), ada beberapa hambatan dalam melaksanakan Total Quality Management, antara lain: 1. Kurangnya komitmen manajemen puncak Hal ini ditunjukkan dengan dukungan manajemen puncak hanya berpengaruh signifikan pada ? ?manajemen arus proses”. Hal ini menggambarkan manajemen belum ... dalam perkuliahan dengan kenyataannya di lapangan. 1.5. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Galih Bakery yang merupakan industri kecil yang bergerak dalam bidang pembuatan roti. Penelitian ini meneliti tentang penerapan Manajemen Mutu Terpadu yang didasarkan atas unsur-unsur Manajemen Mutu Terpadu itu sendiri. Unsur-unsur tersebut ... bertahan dan berkembang. Penerapan Manajemen Mutu Terpadu berkaitan pada teknik pengendalian mutu serta unsur-unsur Manajemen Mutu Terpadu. 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Manajemen Mutu Terpadu pada Galih Bakery dengan Metode DELPHI. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Manajemen Mutu Terpadu pada Galih
 4  108  90

Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Produktivitas sekolah : penelitian di SMK al-Amanah Serpong

 18  150  83

Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini

... II : TINJAUAN TEORITIS 56 Tentang manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pengembagnan kegiatan dakwah pada anak usia dini yang terdiri dari pengertian manajemen, unsur-unsur manajemen, fungsifungsi manajemen, pengertian masjid, fungsi masjid, peranan masjid, ruang lingkup masjid, pengertian kegiatan dakwah, ruang lingkup kegiatan dakwah, pengertian ... Penulisan…………………………………………..9 BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Manajemen 1. Pengertian Manajemen? ??…………………………………11 2. Unsur-unsur Manajemen? ??……………………………….13 3. Fungsi-fungsi Manajemen? ??……………………………...15 B. Masjid 1. Pengertian Masjid………………………………………...19 2. Fungsi Masjid……………………………………………..21 3. Peranan Masjid…………………………………………....22 4. Ruang Lingkup Masjid…………………………………….24 C. Kegiatan ... TEORITIS A. Manajemen 1. Pengertian Manajemen Kata Manajemen berasal dari bahasa Inggris dengan kata kerja “to manage” yang secara umum berarti mengurusi.84 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Manajemen berarti : a. Proses penggunaan sumber daya yang efektif untuk mencapai sasaran. b. Pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan.85 Manajemen
 4  104  83

Implementasi Program Dinamika Kelompok Terhada Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha (Pstw) Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur

 8  104  162

Perancangan Sistem Informasi Akademik Pada SMK Bina Siswa 1 Gununghalu

 26  165  1

Sistem Informasi Akademik Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bandung

... sekolah berikut kolam ikannya, 23 pengaspalan halaman sekolah, merenovasi ruangan Perpustakaan pemasangan lantai keramik ruangan Tata Usaha. Guru Kepala Sekolah, membangun empat ruangan kegiatan ekstra kurikuler, ruangan piket guru, ruangan Koperasi Bina Sejahtera, membangun ruangan parkir motor khusus untuk guru dan siswa, membuat saluran baru khusus ... peningkatan. Antara lain, melanjutkan pembangunan Aula, pembangunan sarana Tata Usaha, Kantor Guru. Kantin, WC Ruru, Ruang belajar, Perpustakaan, Ruang OSIS, UKS, GIDEON dan yang mendapat bantuan dari Proyek Pelita yaitu satu ruangan ketrampilan, satu ruangan Lsb. Kimia, Biologi dan Fisika, halaman parkir dan lapangan basket yang berfungsi sebagai tempat Upacara ... Beliau berusaha meningkatkan kemajuan sekolah ini, antara lain di bidang sarana sekolah. Yaitu merampungkan pembangunan ruangan belajar berikut sarananya, penyempurnaan ruang perpustakaan, merehab Aula. Dan atas usaha beliau pembangunan ruangan Lab. Bahasa dimulai dengan dana bantuan Proyek Pelita. Namun sebelum pembangunannya rampung beliau mendapat tugas baru
 15  109  139

JAWABAN PREDIKSI UJIAN NASIONAL SMP 1

 3  85  8

SOAL LATIHAN UTS IPA KELAS 1 SEMESTER 1 GANJIL 2016 KUMPULANSOALULANGAN

 2  97  1

Manajemen sumber daya manusia

 9  59  1

contoh soal UTS IPA kelas 1

 6  114  2

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA (Studi Quasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning Semester Ganjil T

... mengoptimalkan hasil belajar siswa. 3. Bagi siswa dapat mengoptimalkan penguasaan materi Biologi yang dapat dilihat dari hasil belajar ranah kognitifnya. 7 E. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian yaitu : 1. Penelitian ini akan dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bukit Kemuning. 2. Aktivitas belajar adalah serangkaian belajar yang
 32  207  59

PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

... mampu menempatkan diri dan menjadi warga negara yang baik. 1.7 Ruang Lingkup Penelitian 1.7.1 Ruang Lingkup Ilmu Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan khususnya Pendidikan Kewarganegaraan dalam kajian pendidikan nilai moral pancasila. 13 1.7.2 Ruang Lingkup Objek Ruang lingkup objek penelitian ini adalah hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan ... (Y). 1.7.3 Ruang Lingkup Subjek Ruang lingkup subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA dan kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. 1.7.4 Ruang Lingkup Tempat Ruang lingkup tempat dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah. 1.7.5 Ruang Lingkup ... values) Meliputi nilai-nilai yang merupakan tindak pelaksanaan kebebasan dalam realisasinya terhadap kewajiban (duty) dan kebaikan. 4. Nilai-nilai spiritual dan religius: nilai-nilai dalam lingkup yang “suci” dan “Tuhan”. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai klasifikasi atau pembagian nilai, dapat disimpulkan bahwa klasifikasi dari nilai yaitu nilai-nilai
 14  156  82

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 SINAR MULYA KECAMATAN BANYUMAS KAB. PRINGSEWU

... memperbaiki kinerja guru, meningkatkan kualitas pembelajaran. 1.5. Ruang Lingkup Penelitian Untuk membatasi agar materi penelitian ini tidak melampaui batas dari lingkup yang penulis teliti, maka penulis membatasi ruang lingkup pada penelitian tindakan kelas ini. Adapun yang yang menjadi ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: 1. Pendekatan
 23  125  68

PENGARUH PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 WAY

... hasil belajar IPS Terpadu bagi siswa dan guru. d. Memberikan informasi dan masukan bagi para peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian di bidang ini. G. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup: 1. Objek penelitian Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah pemanfaatan perpustakaan sekolah, minat baca siswa, ... diantaranya adalah perpustakaan sekolah. Perpustakaan merupakan tempat atau ruangan yang di dalamnya terdapat banyak koleksi bacaan yang dapat memberikan informasi dan ilmu untuk siswa. Hal ini didukung dengan pendapat Sutarno (2006: 11) yang menyatakan perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku-buku ... .............................................................................. Kegunaan Penelitian ......................................................................... Ruang Lingkup Penelitian................................................................. 1 9 10 10 11 11 12 II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka
 10  71  89

PENGARUH KEMANDIRIAN DAN SIKAP BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PUNGGUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

... ini. 12 G. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini mencakup hal-hal sebagai berikut. 1. Objek Penelitian Ruang lingkup yang akan diteliti adalah kemandirian belajar (X1), sikap belajar (X2), dan hasil belajar (Y). 2. Subjek Penelitian Ruang lingkup subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap. 3. Tempat Penelitian Ruang ... (Y). 2. Subjek Penelitian Ruang lingkup subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap. 3. Tempat Penelitian Ruang lingkup tempat penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Punggur. 4. Waktu Penelitian Ruang lingkup waktu penelitian ini dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2012/2013. II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS Pada ... ............................................................................. F. Kegunaan Penelitian ........................................................................ G. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................... 1 9 9 10 10 11 12 II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka
 5  62  68

PENGARUH BENTUK DAN DOSIS PUPUK NPK MAJEMUK SUSULAN PADA VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) VARIETAS DERING 1 PASCASIMPAN TIGA BULAN

... saat memproduksi benih, saat panen, pengolahan, penyimpanan, dan lingkungan tempat pengujian benih. Kondisi tersebut seperti kemasan benih, suhu, komposisi gas, dan kelembaban ruang simpan. Faktor internal yang dapat mempengaruhi viabilitas benih yaitu sifat genetik benih, kondisi kulit benih, dan kadar air benih. 11 2.2 Pengaruh Pemupukan NPK Majemuk ... eksternal. Faktor internal adalah sifat genetik, daya kecambah dan vigor, kondisi kulit, dan kadar air benih awal. Faktor eksternal adalah kemasan benih, komposisi gas, suhu, dan kelembaban ruang simpan (Copeland dan McDonald, 2001). 2.4 Kemunduran benih Benih adalah biji tanaman yang akan digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif. Kemunduran benih dapat ... eksternal. Faktor internal mencakup sifat genetik, daya kecambah dan vigor, kondisi fisik, kadar air benih awal, dan tingkat kematangan benih. Faktor eksternal adalah suhu, kelembaban ruang simpan, kemasan benih, dan kebersihan organisme (Copeland dan Donald, 2001). Viabilitas benih yang diukur dengan peubah daya hantar listrik (DHL) akan lebih dini menunjukkan
 4  53  53

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 1 RAJABASA RAYA KOTA BANDAR LAMPUNG

... datang. Ruang lingkup IPS meliputi kehidupan manusia dalam masyarakat atau sebagai anggota masyarakat atau dapat juga dikatakan manusia dalam konteks sosial. Selanjutnya IPS sebagai program pendidikan, ruang lingkupnya sama dengan yang telah diuraikan di atas, namun di tambah dengan nilai-nilai yang menjadi karakter program pendidikannya. Meninjau ruang lingkup ... dimulai dari ruang lingkup IPS sebagai pengetahuan lebih dahulu. IPS adalah ilmu sosial yang secara harfiah terbagi menjadi tiga sub bidang ilmu yaitu Geografi, Sejarah dan Kependudukan. Masing masing bagian tersebut dapat lagi di bedakan berdasarkan bidang kajian masing-masing. Semakin tinggi kompleksitas kedalaman ilmu maka semakin sempit ruang lingkup ... baik dan buruk. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006: 575), Ruang lingkup IPS meliputi aspek-asek sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Manusia, tempat, dan lingkungan. Waktu, keberlanjutan, dan perubahan. Sistem sosial dan budaya. Perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Dengan demikian ruang lingkup IPS mencakup segala aktivitas-aktivitas sosial manusia dengan
 2  46  62

Kinerja Aparatur Dalam Pelayanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Simrs) Di Kota Bandung (Suatu Studi Pada Rumah Sakit Jiwa Bandung Dan Rumah Sakit TNI AU Dr.Salamun Bandung)

... informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung? 3. Bagaimana responsivitas aparatur dalam pelayanan Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung? 4. Bagaimana responsibilitas aparatur dalam pelayanan Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung? 5. Bagaimana akuntabilitas aparatur dalam pelayanan Sistem informasi Manajemen ... produktifitas aparatur dalam pelayanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung. 2. Untuk mengetahui kualitas layanan aparatur dalam pelayanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung. 7 3. Untuk mengetahui responsivitas aparatur dalam pelayanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung. 4. Untuk mengetahui ... Pelayanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Kota Bandung”. 6 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka untuk mempermudah arah dan proses pembahasan, peneliti mengidentifikasikan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana produktifitas aparatur dalam pelayanan Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota
 5  77  345

Pengaruh Pemupukan Silikat (Si02 ) Terhadap Tingkat Serangan Wereng Satang Coklat (Nilaparvata Lugens Stal) Pada Tiga Varietas Padi (Pelita 1-1, Ir 36 Dan Membramo)

 2  45  48

Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata

... : jenis-jenis benda yang terdapat di ruangan kelas (objet dans la classe), L‟aritcle defini et indefini, hari, bulan (Le jour, le mois) dan nama mata pelajaran dalam bahasa Prancis (noms de matières) Materi tersebut terdapat dalam peta materi bahasa Prancis kelas X di SMA N 1 Petarukan Pemalang. Pelafalan dalam penelitian ini melingkupi materi-materi yang telah diberikan ... penelitian ini sesuai dengan kurikulum SMA kls X semester 2: 1. jenis-jenis benda yang terdapat di ruangan kelas (objet dans la classe) 2. L‟aritcle défini et indéfini 3. hari, bulan (Le jour, le mois) 4. noms de cours Pada materi : a. jenis-jenis benda yang terdapat di ruangan kelas (objet dans la classe) Siswa akan diperlihatkan video materi tentang jenis-jenis ... l‟histoire etc Salle de professeur, classe, bibliothèque Berdasarkan peta materi di atas, materi yang diberikan dalam penelitian ini, yaitu tentang benda-benda yang terdapat di ruangan kelas, nama hari, bulan dan article défini, indéfini. Tabel 2.2. l’article défini, indéfini Article Masculin et Féminin pluriel Masculin Féminin Singulier singulier indéfini Un Une des Défini Le La des 13 Tabel
 2  37  113

Dokumen yang terkait


Feedback