Peranan Guru dalam Pendidikan Akhlak di Taman Kanak-kanak Al-Qur'an Pondok Pesantren DDI Mattoanging Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar

Gratis

0
0
63
2 months ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

  Dengan penuh kesadaran penyusun yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya penyusun sendiri. Jikadikemudian hari terbukti bahwa skripsi ini merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat orang lain secara keseluruhan atau sebagian, maka skripsi dan gelaryang diperoleh batal demi hukum.

PERSETUJUAN PEMBIMBING

  Tuhan Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, shalawat dan salam penulis haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAWserta parasahabatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Peranan Guru Dalam Pendidikan Akhlak Di Taman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoanging Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng”. Namun dengan kemampuan dan pengetahuan yang serba terbatas,penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akan sulitlah kiranya penulis menyelesaikan skripsi ini.

2. Dr. H. Salehuddin, M. Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

  Skripsi ini membahas tentang bagaimana peranan guru dalammeningkatkan pendidikan akhlak peserta didik di Taman Kanak-Kanak AlquranPonpes DDI Mattoanging, upaya-upaya apa yang dilakukan oleh guru, hambatan- hambatan apa saja yang dihadapi guru dan solusinya dalam meningkatkanpendidikan akhlak peserta didik di Taman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDIMattoanging. Upaya yang dilakukan guru dalammeningkatkan pendidikan akhlak peserta didiknya yaitu dengan memberikan nasehat mengenai akhlak dan memberikan contoh akhlak yang baik terhadaporang tua, teman sebaya dan orang yang lebih tua, dan memberi teguran jika anak melakukan kesalahan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembinaan moral yang tinggi merupakan tujuan utama pendidikan Islam dan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembinaan pribadi. Pendidikan akhlak sangat penting dijadikan sebagai aspek pembinaan di kalangan

  peserta didik, sementara dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya di perlukan upaya-upaya pembinaan secara intensif melalui pembiasaan bertingkahlaku yang sopan, bertutur kata yang santun, akhirnya peserta didik dalam bersikap 1 dan bertingkah laku tercermin dalam kehidupan sehari-sehari. Sesuai dengan keadaan dan kondisi peserta didik kadang menampakkan tingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan kadang acuh tak acuh ataumelalaikan praktek keagamaan.

1 Ali Abdul Halim Mahmud, Akhlak Mulia (Cet. I ; Jakarta: Gema Insani Press, 2004), h

  Sementara guru yang mengajar pada Taman Kanak-Kanak Alquran PonpesDDI Mattoanging Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng adalah sebagai orang tua peserta didik disekolah yang dituntut harus mampu mendidik pesertadidik hingga menyadari bahwa dirinya berguna dan berharga serta mampu menggunakan segala potensi dan bakatnya dengan memberi contoh akhlak yangmulia kepada peserta didik maupun orang lain. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pendidikan yang baik bagi anak, salah satunya melalui pembinaan pendidikan akhlak karena dengan kuatnyaakhlak akan membentengi anak dari hal yang tidak sesuai dengan aturan agama, dan dari akhlak yang kuat akan melahirkan sikap atau akhlak yang baik.

2. Bagaimana gambaran upaya guru dalam pendidikan akhlak di Taman Kanak-

  Adapun konsep yang dianggappenting dan perlu dijelaskan adalah sebagai berikut : Pengertian Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang/sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui usaha pengajaran, pelatihan, proses, perbuatan dan cara mendidik. Berdasarkan pengertian di atas maka penulis dapat memberikan definisi bahwa yang dimaksud dalam judul skripsi ini adalah peranan guru yangmengajar di Taman Kanak-Kanak Alquran ponpes DDI MattoangingBantaeng tersebut dalam pendidikan akhlak peserta didik mengacu kearah yang lebih baik dan sempurna yang tercermin dalam kehidupan sehari-harinyabaik di rumah maupun di sekolah.

2. Kegunaan Penelitian

  Bagi penulis sendiri sebagai orang tua dan calon guru agama Islam diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengatasi masalah-masalahyang timbul dalam pendidikan akhlak peserta didik. Bab kedua merupakan tinjauan pustaka, yang dibagi dalam beberapa sub bab antara lain pengertian dan pembagian pendidikan akhlak, tujuan pendidikanaklak dan urgensinya terhadap pembinaan peserta didik, juga diuraiakan sistem pendidikan akhlak dan pengaruhnya terhadap peserta didik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Pembagian Pendidikan Akhlak 1. Pengertian Akhlak Sebelum membahas mengenai pengertian pendidikan akhlak, maka penulis

  Sementara itu Muhaimin mengatakan bahwa “Akhlak itu mempunyai keterkaitan dengan khalik, Tuhan pencipta yangmenciptakan perangai manusia, luar dan dalam sehingga tuntunan akhlak harus dari Tuhan dan juga ada persesuaian kata dengan makhluk yang mengisyaratkanadanya dalam hidupnya harus berakhlak yang baik sesuai dengan ukuran Allah 2 dan manus ia itu sendiri”. Dalam hal ini fitrah manusia tersebut memerlukan rangsangan atau bantuan dari lain yakni berupa bimbinganpendidikan, yang dapat mewarnai kehidupan seseorang dalam menjauhi perangai yang dapat merusak sikap dan perilaku yang positif.

2. Pembagian akhlak

  Tujuan utama dari pendidikan Islam ialah pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih,cita-cita yang benar, hak asasi manusia, tau membedakan baik dan buruk. Dengan demikian dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah membentuk orang-orang yang berkepribadian tinggi, terbiasa melakukan yangbaik, terpuji, mulia serta menghindari yang buruk, sehingga dengan perilaku yang demikian, akan memudahkan jalan dalam mengantar hubungan kita kepada AllahSWT, dan sesama makhluk dapat terpelihara.9 Moh.

10 Departemen Agama Republik Indonesia, Alquran dan Terjemahannya (Jakarta: Pt

  Athiyah Al-Abrasy, maka dapat dipahami bahwa guru agama dalam membiasakan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada anak dan melarang melakukan yang tidak baik, dan tidak mesti pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang akan menyebabkananak takut kepada Tuhan. Jadi apabila kepribadian anak terbentuk dari pengalaman baik kepercayaan kepada Allah SWT, dan sifat-sifat yang baik, maka akan sendirinyanilai-nilai dan kaedah keagamaan itulah yang akan menjadi sendi-sendi dan pertumbuhannya dan selanjutnya kepribadian itu dapat mengembalikan keinginan-keinginan yang tidak baik atau yang bertentangan dengan ajaran agama.

13 Zakiah Daradjat, Pendidikan Agama Dalam Pembinaan Mental (Cet. IV; Jakarta: Bulan

  Menyediakan bagi anak-anaknya peluang-peluang dan suasana praktis dimana mereka dapat mempraktekkan budi pekerti yang luhur yang diterimadari orang tuanya. Athiyah Al-Abrasy, mengemukakan mengenai pendidikan atau metode pendidikan akhlak dalam Islam terdapat pembinaan anak sebagai berikut :a.

1) Pendidikan secara langsung

  Pendidikan akhlak harus dimulai sejak anak lahir dan ada pendapat yang mengatakan pendidikan akhlak agama dimulai sejak dalam kandungan , karenasetiap pengalaman yang dilalui oleh anak baik melalui pendengaran, penglihatan, perlakuan akan menjadi bagian dari pribadinya yang akan tumbuh nanti. Wirowijojo seperti yang dikutip Slameto menngemukak an bahwa ,” Padadasarnya setiap keluarga yang sehat (Sehat mental dan spritualnya) memiliki peran yang sangat besar artinya untuk pendidikan dalam ukuran kecil, tetapibersifat menentukan pendidikan akhlak disekolah, karena tidak akan ada artinya pembinaan yang dilakukan oleh guru kalau tidak ada dukungan dari orang tuadirumah.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian adalah cara melakukan suatu kegiatan untuk mencari

  Pemakaian metode tersebut digunakan untuk menyajikan data dan fakta- fakta yang sesungguhnya tentang peranan guru dalam pendidikan akhlak diTaman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoanging Kecamatan BantaengKabupaten Bantaeng, dengan mewawancarai guru yang mengajar di sekolah tersebut. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiono bahwa “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh 3 peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan ”.

2. Sampel

  Hakikat penggunaan sampel dalam suatu penelitian dikarenakan sulitnya meneliti seluruh populasi, maka penelitian biasanya hanya dilakukanterhadap sampel yang telah dimiliki saja, yang penting sampel tersebut bisa mewakili populasi yang akan dijadikan generalisasinya setelah penelitianselesai. Mengingat keadaan objek yang akan diteliti bersifat homogen, yakni siswaTaman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoanging Kecamatan BantaengKabupaten Bantaeng dapat dilihat dari ekonomi, budaya, agama yang tidak jauh beda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

1. Angket

  Catatan DokumentasiCatatan dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan data yang terkait dengan masalah yang bersumber dari dokumen-dokumen yang tertulis, arsipsebagai sumber data yang berhubungan dengan obyek yang diteliti padaTaman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoanging Kabupaten Bantaeng,Adapun dokumen yang dimaksud dalam penelitian ini seperti jumlah siswa, data guru. Salah seorang guru Taman Kanak-Kanak AlquranPonpes DDI Mattoanging Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng memberi penjelasan tentang faktor yang mendukung dalam pembinaan akhlak denganmengatakan bahwa, yang mendukung pelaksanaan pendidikan akhlak adalah motivasi dari kepala sekolah, guru serta dukungan dari luar yang turut 2 berpartisipasi dalam pembinaan akhlak anak.

2 Hasil Wawancara dengan Saida, S.Pd, Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Al-

  Pd, Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Al- Qur’an Meskipun demikian, guru dalam mendidik anak tidaklah semudah apa yang diinginkannya, dimanaguru dalam mendidik memiliki waktu yang sangatterbatas sehingga upaya kerjasama orang tua siswa sangatlah penting dimana orang tua harus berpacu dengan faktor lingkungan yang terkontaminasi denganarus informasi dan globalisasi. Untuk memberikan alasan otentik tentang pentingnya tindak lanjut orang tua dalam pembinaan pendidikan akhlak, misalnya yang dikemukakan oleh guruTaman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoanging Kecamatan BantaengKabupaten Bantaeng, bahwa orang tua yang tidak memberikan dukungan kepada guru yang melakukan pembinaan keagamaan disekolah adalah : 1.

1. Peranan Pendidikan Akhlak dalam Pembinaan anak

  Hal ini dikarenakan sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab seorang guru sebagai supervisor dalam lingkungan pendidikansehingga dalam lingkungan pendidikan sehingga dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut, maka guru perlu menggunakan metode seperti dibawah ini :a. Sistem Pendidikan Akhlak yang diberikan Terhadap Anak Sistem pendidikan akhlak yang diberikan terhadap anak dalam pembentukan kepribadian dapat menempuh cara seperti memberi contoh teladan,artinya guru senantiasa memperlihatkan sifat-sifat yang baik pada siswa sehingga mampu neneladani atau mencontoh guru.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan dan berdasarkan deskripsi data yang penulis uraikan pada bab

  Guru sangat berperan dalam meningkatkan pendidikan akhlak peserta didiknya disekolah, peranan guru di Taman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoangingtermasuk dalam kategori baik, sebab mereka sangat memperhatikan pendidikan akhlak peserta didiknya, walaupun diantara guru tersebut mengajarkan mata pelajaranumum mereka tetap membina akhlak peserta didiknya dengan cara memasukkan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Islam pada setiap materi pembelajarannya, 2. Upaya-upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan pendidikan akhlak peserta didik di Taman Kanak-Kanak Alquran Ponpes DDI Mattoanging dengan caramemberikan gambaran atau contoh akhlak yang baik terhadap guru, orang tua, teman sebaya, orang yang lebih tua dan yang lebih kecil.

DAFTAR PUSTAKA

  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (63 Halaman)
Gratis

Tags

Pendidikan Taman Kanak Kanak Yayasan Al Kautsar Taman Kanak Kanak Al Modul Guru Pembelajar Taman Kanak Kanak Banyumasan Untuk Pendidikan Karakter Di Taman Kanak Kanak

Dokumen yang terkait

Peranan Pondok Pesantren al-Falah dalam Pembinaan Ahklak Santri di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
169
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kebiasaan Salat Berjamaah Siswa SMK Negeri 1 Kabupaten Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
127
Efektivitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik di SMA GUPPI Salawati Kabupaten Sorong - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
184
Kontribusi Guru Bidang Studi Akhlak Menumbuhkan Kepribadian Muslim pada Peserta Didik M.Ts. DDI Poniang Kecamatan Sendana Kabupaten Majene - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
119
Peranan Administrasi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam di SM\A Negeri 1 Kabupaten Majene - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
136
Peranan Guru dalam Membina Akhlak Mulia Peserta Didik di MTs DDI Lapeo Kec. Campalagian Kabupaten Polewali Mandar - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
210
Cerita, dibalik Terik Matahari & Embun Pagi di Desa Tombolo Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
124
Panen Raya di Markas Lompoa Desa Ulugalung Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
132
Pengaruh Ziarah Makam Datuk Pakkalimbungan terhadap Pemenuhan Nazar pada Masyarakat di Kelurahan Bonto Lebang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar
1
1
95
Pengaruh Modernisasi Terhadap Sikap Keberagamaan Santri di Pondok Pesantren Ihya'ul Ulum DDI Baruga Kab. Majene - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
72
Kerjasama Guru dan Orang Tua Dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik Pada SD Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
113
Peranan Taman Kanak-Kanak Alquran/Taman Pendidikan Alquran (TKA/TPA) terhadap Pembentukan Akhlak Anak di Desa Maradekaya Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
70
Pengaruh Metode Ceramah dan Strategi Prediction Guide Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Biologi Pada Kelas X Madrasah Aliyah Pondok Pesantren DDI Mattoanging Kabupaten Bantaeng Pada Pokok Bahasan Keanekaragaman Hayati - Repositori UIN Alau
0
0
79
Peranan Guru dalam Membangkitkan Minat Belajar Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI Gattareng Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru” - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
69
Pembentukan Kepribadian Muslim melalui Pendidikan Islam dalam Keluarga di Kel. Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
85
Show more