ANALISIS EFEKTIVITAS LAJU PERTUMBUHAN TERHADAP PENDAPATAN DAERAH

Gratis

0
0
141
2 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iv UN NIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMIJURUSAN AKU KUNTANSI - PROGRAM STUDI AKUNTAN NSI PER ERNYATAAN KEASLIAN KARYA Yang bertandatangan di di bawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi de dengan judulAnalisis Efektivitas, Efis fisiensi, Kontribusi, dan Laju Pertumbuhan Pajak ak Bumi danBangunan Terhadap P Pendapatan Daerah Studi Kasus di Pemerin rintah KotaYogyakarta Tahun Angg ggaran 2005-2009 dan dimajukan untuk diuji pad ada 30 April 2013 adalah karya saya. D Dengan demikian saya memberikan kepada Pe PerpustakaanUniversitas Sanata Dha harma hak untuk menyimpan, mengalihkan dala alam bentuk media lain, mengelolany nya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusi sikan secaraterbatas, dan mempublik likasikannya di internet atau media lain untuk ke kepentingan akademis tanpa perlu m meminta izin dari saya maupun memberikan roya yalti kepadasaya selama mencantum mkan nama sebagai penulis.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  iv UN NIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMIJURUSAN AKU KUNTANSI - PROGRAM STUDI AKUNTAN NSI PER ERNYATAAN KEASLIAN KARYA Yang bertandatangan di di bawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi de dengan judulAnalisis Efektivitas, Efis fisiensi, Kontribusi, dan Laju Pertumbuhan Pajak ak Bumi danBangunan Terhadap P Pendapatan Daerah Studi Kasus di Pemerin rintah KotaYogyakarta Tahun Angg ggaran 2005-2009 dan dimajukan untuk diuji pad ada 30 April 2013 adalah karya saya. D Dengan demikian saya memberikan kepada Pe PerpustakaanUniversitas Sanata Dha harma hak untuk menyimpan, mengalihkan dala alam bentuk media lain, mengelolany nya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusi sikan secaraterbatas, dan mempublik likasikannya di internet atau media lain untuk ke kepentingan akademis tanpa perlu m meminta izin dari saya maupun memberikan roya yalti kepadasaya selama mencantum mkan nama sebagai penulis.

KATA PENGANTAR

  Kepala dan karyawan Dinas Pajak dan Pendapatan Daerah KotaYogyakarta yang telah memberikan segala data yang diperlukan dengan sabar. Teman – teman Mudika ( Mas Christ, Mas Agung, Mas Aris, Mas Totok,Mbak Herlin, Mbak Dora, Mbak Sari, Novi, Tiwik dan yang lain ) yang telah memberi dukungan dan semangat dalam penyelesaian skripsi ini.

TERHADAP PENDAPATAN DAERAH

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) besarnya tingkat efektivitas yang dicapai adalah 120%, 180%, 106.8%, 107.5% pada tahun 2005-2008 dan 88%pada tahun 2009. Selain itu, besarnya tingkat efisiensi yang dicapai adalah sebesar8.86% pada tahun 2005, 9% pada tahun 2006, 8.99% pada tahun 2007-2008, dan9% pada tahun 2009.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pembangunan nasional menurut GBHN tahun 1998 adalah

  Dalam kaitannya dengan pemungutan pajak khususnya Pajak Bumi dan Bangunan, efektif berarti bahwa pemerintahdaerah mampu melakukan pemungutan Pajak Bumi dan bangunan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku dalam hal merealisasikanpenerimaan Pajak Bumi dan Bangunan yang telah direncanakan dibandingkan dengan target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai sekarang harus dapat mengidentifikasi bagaimanapenerimaan Pajak Bumi dan Bangunan serta efektivitas dan efisiensi dari pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.

E. Manfaat penelitian

  Bagi PemerintahHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemerintah sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan 5 untuk masa yang akan datang dalam mengambil langkah kebijaksanaanmengenai peningkatan pajak daerah khususnya pajak bumi dan bangunan. Bagi PenulisHasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi penulis dalam menerapkan teori dan ilmu pengetahuan yang didapatkandalam studi dengan kenyataan dalam lingkungan masyarakat yang sebenarnya.

F. Sistematika Pembahasan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Bab III : METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, subjek dan objek penelitian, teknik pengumpulan data,dan teknik analisis data. Bab IV : GAMBARAN UMUM Bab ini menguraikan secara singkat tentang gambaran Kota Yogyakarta yang meliputi sejarah Kota Yogyakarta, kondisi geografis, pembagian wilayah, kekayaan alam, nilai-nilai budayaKota Yogyakarta.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pajak 1. Pengertian Pajak Definisi pajak menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro, S.H adalah

  iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yanglangsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum (Mardiasmo,2011:1). Andriani adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yangterutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yanglangsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untukmenyelenggarakan pemerintahan (Dwiarso,dkk 2011:2).

5. Pengelompokan Pajak a

  Menurut golongannya1) Pajak langsung yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan pada oranglain.2) Pajak tidak langsung yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan pada orang lain. 2)Fictive stelsel (stelsel anggapan) Suatu stelsel yang di dalam pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan dan anggapan tersebut tergantung pada bunyi UU yangbersangkutan.3) Stelsel campuranStelsel ini merupakan kombinasi antara stelsel riil dan stelsel anggapan, dalam stelsel campuran mula-mula pajak ditentukanberdasarkan anggapan, kemudian setelah akhir tahun dikoreksi dengan stelsel riil.

B. Pajak Bumi dan Bangunan

  15 Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dikenakan atas bumi dan bangunan. Sedangkan bangunan adalah kontruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan yang diperuntukkan sebagai tempattinggal, atau tempat berusaha, atau tempat yang dapat diusahakan.

1. Objek Pajak Bumi dan Bangunan

  Subjek Pajak Bumi dan BangunanSubjek Pajak Bumi dan Bangunan adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan atau memperoleh manfaat atasbangunan. Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis adalah suatu pendekatan / metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan caramembandingkan dengan objek pajak lain yang sejenis, yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya.

9. Surat Pemberitahuan Objek Pajak, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang

  SPOP tersebut harus diisi dengan jelas, benar, dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan kepadaDirektorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek pajak, selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal diterimanya SPOP olehsubjek pajak. Jumlah pajak yang terutang dalam SKP tersebut adalah selisih pajak yang terutang berdasarkanhasil pemeriksaan atau keterangan lain dengan pajak yang terutang yang dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi sebesar25% dari selisih pajak yang terutang.

10. Tata Cara dan Tempat Pembayaran serta Penagihan PBB

  Pedesaan dan Perkotaan Dilakukan di TP atau TP Elektronik 24 TP Elektronik adalah Bank Umum/Kantor Pos yang ditunjuk olehMenteri Keuangan untuk menerima pembayaran PBB secara elektronik dan memindahbukukan ke Bank Persepsi Elektronik/Pos PersepsiElektronik. BO III adalah Bank Umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menerima pelimpahan hasil penerimaan PBB dari Bank/PosPersepsi dan Bank/Pos Persepsi Elektronik, melakukan pembagian hasil penerimaan PBB dan membayar pengembalian kelebihanpembayaran PBB.

11. Sanksi Pidana

  Barang siapa karena kealpaannya: a.tidak mengembalikan/menyampaikan SPOP kepada Direktorat Jenderal Pajak, 25 b.menyampaikan SPOP, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/atau melampirkan keterangan yang tidak benar,sehingga menimbulkan kerugian Negara, dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda setinggi-tingginya sebesar 2kali pajak yang terutang. Terhadap bukan wajib pajak yang bersangkutan yang tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya atautidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang 26 diperlukan, dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 1 tahunatau denda setinggi-tingginya Rp 2.000.000,00.

C. Pendapatan Daerah 1

Pengertian pendapatan daerahBerdasarkan Undang – Undang No 32 Tahun 2004, yang diperbaharui dengan Undang – Undang No 12 Tahun 2008:Pendapatan daerah adalah semua hak yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.

2. Sumber pendapatan daerah

  b)Pajak Daerah untuk Daerah Tingkat II Terbagi atas :(1) Pajak hotel dan restoran(2) Pajak penerangan jalan(3) Pajak reklame 28(4) Pajak hiburan(5) Pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian dan golongan C. Perusahaan milik daerah dan merupakan penerimaan yang berasal dari hasil penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaandaerah.4) Lain – lain pendapatan asli daerah yang sahLain – lain pendapatan asli daerah yang sah antara lain hasil penjualan asset daerah dan jas giro.

1) Bagian daerah dari penerimaan pajak bumi dan bangunan

  Penerimaan negara dari BPHTB dibagi dengan imbangan 20% untuk pemerintah pusat dan 80% untuk pemerintahdaerah.3) Penerimaan negara dari sumber daya alam (SDA), sektor kehutanan, sector pertambangan umum dan sektor perikanan dibagi denganimbangan 20% untuk pemerintah pusat dan 80% untuk pemerintah daerah. 305) Dana Alokasi KhususDana alokasi khusu adalah dana yang bersumber dari pendapatanAPBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusandaerah dan sesuai dengan Prioritas Nasional.

D. Efisiensi dan Efektivitas

Efisiensi dan efektivitas merupakan indikator dari produktivitas yang digunakan untuk menilai suatu prestasi kerja dari suatu pusat tanggung jawabtertentu.

1. Efisiensi

  Menurut Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen (1992:163): 31 Efisiensi menunjukkan keberhasilan dari segi besarnya sumber yang digunakan atau biaya yang dikeluarkan untuk mencapai hasilkegiatan yang dijalankan. Berdasarkan pada pengertian efisiensi pendapatan asli daerah (PAD), maka yang dimaksuddengan efisiensi PBB yaitu menggambarkan perbandingan antara besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penerimaan PBB denganrealisasi penerimaan PBB yang diterima.

E. Analisis Kontribusi

  Analisis kontribusi digunakan untuk mengetahui kontribusi dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dalam mendukung pendapatandaerah. Analisis kontribusi ini dihitung dengan cara membandingkan antara penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dengan realisasi pendapatandaerah.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus di Kota Yogyakarta. Studi

  Objek PenelitianObjek dalam penelitian ini adalah data – data mengenai target dan realisasi penerimaan dan biaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan tahunanggaran 2005 sampai dengan 2009. Metode wawancara (interview) Metode wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung atau dengan tatap muka untukmemperoleh informasi data-data tentang Pajak Bumi dan Bangunan antara lain mengenai gambaran umum dari Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta.

2. Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan bahan atau data tertulis yang dapat dipercaya kebenarannya, tentang datapajak-pajak daerah.

E. Data yang dicari 1

  Gambaran umum Pemerintah Kota Yogyakarta 2. Data target dan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan periode tahun anggaran 2005 sampai tahun anggaran 2009.

3. Data biaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan periode tahun anggaran 2005 sampai tahun anggaran 2009

  TahunAnggaran Realisasi penerimaan PBBTarget penerimaan PBB Tingkat efektivitas (%)1 2005 2 20063 2007 4 20085 2009 38 Pemungutan pajak bumi dan bangunan dikatakan efektif apabila rasio yang dicapai minimal sebesar 1 (satu) atau 100%, sehingga semakin tinggi rasioefektivitas berarti menggambarkan pemungutan pajak bumi dan bangunan yang semakin baik (Halim,2004:135) 1.bEfisiensi 1)Mengumpulkan data biaya pemungutan PBB dan realisasi penerimaan PBB Pemerintah Kota Yogyakarta. TahunAnggaran BiayaPemungutan PBB RealisasiPenerimaan PBB TingkatEfisiensi (%) 1 2005 2 2006 3 20074 2008 5 2009 39 Pemungutan pajak bumi dan bangunan dikatakan efisien apabila rasio yang dicapai kurang dari 1 (satu atau dibawah 100%, sehinggasemakin kecil rasio efisiensi berarti pemungutan pajak bumi dan bangunan semakin kecil (Halim,2001:264).

3. Laju Pertumbuhan

  Kota Yogyakarta, baik yang menjadi bagian dari Kesultanan maupunPakualaman telah mempunyai satu DPRD Kota dan Dewan Pemerintahan Kota yang dipimpin oleh kedua Bupati Kota Kasultanan dan Pakualaman. Pasal I menyatakan bahwa Kota Yogyakarta yang meliputiwilayah Kasultanan dan Pakualaman serta beberapa daerah dari KabupatenBantul sekarang menjadi Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo ditetapkan sebagai daerah berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

C. Pemerintahan 1. Pemerintah Daerah

  Pemerintah Kota Yogyakartadipimpin oleh seorang Walikota sebagai kepala eksekutif yang dibantu oleh seorang Wakil Walikota. DPRD Kota Yogyakarta masa bhakti 2009-2014 terdiri dari 40 orang anggota berasal dari 5 fraksi.

2. Pembagian Wilayah

  Kota Yogyakarta terdiri dari 14 kecamatan, 45 keluarahan, 614RW dan 2.524 RT dengan luas wilayah 32,5 Km². Penggunaan lahan 45 paling banyak diperuntukan bagi perumahan, yaitu sebesar 2.105,391hektar dan bagian terkecil berupa lahan kosong seluas 20,113 hektar.

D. Kependudukan 1. Penduduk

  Tenaga Kerja Jumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah KotaYogyakarta pada tahun 2010 tercatat 9.963 orang, yang terdiri dari 88,605 persen pegawai pemerintah daerah dan 11,40 persen pegawai pemerintahpusat. Jumlah pencari kerja yang terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja danTransmigrasi tahun 2010 sebanyak 6.763 orang yang terdiri dari 3.195 laki-laki dan 3.568 perempuan.

3. Transmigrasi

  Jumlah transmigran dari Kota Yogyakarta pada tahun 2010 tercatat 25 kepala keluarga yang terdiri dari 86 jiwa, sebagian besar transmigrantersebut berasal dari Kecamatan Umbulharjo dan Tegalrejo dan daerah penempatan terbanyak adalah Kalimantan Barat. Perguruan tinggi tersebut terdiri dari 8universitas, 25 institut/sekolah tinggi dan 37 akademik/politeknik.

2. Kesehatan

  Pada tahun 2010 jumlah akseptor tercatat35.380 orang atau 73,26 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang terdapat di Kota Yogayakarta. Sosial lainnya Jumlah anak yatim piatu yang diasuh dalam panti pada tahun 2010 sebanyak 460 anak, jumlah penderita cacat pada tahun 2010 tercatat 3.057orang.

F. Industri Industri dibedakan atas industri besar, sedang, kecil dan rumahtangga

  Industri besar adalah industri dengan jumlah tenaga kerja 100 orang atau lebih dan industri sedang adalah industri dengan jumlah tenaga kerjaantara 20-99 orang. Sebagian besar ekspor Kota Yogyakarta berasal dari industri kerajinan tangan yang pada umumnya memiliki ciri khas dari suatu daerahsehingga sulit untuk ditiru dan menjadikan komoditas tersebut dapat bersaing di pasar Amerika maupun Eropa.

2. Pasar

  Jumlah pasar yang terdapat di Kota Yogyakarta pada tahun 2010 mencapai 33 pasar yang menempati lahan seluas 140.328,59m²dengan 15.292 pedagang. Dari keseluruhan pasar yang ada, sekitar 85,24 persen pasar sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai 51 sedangkan 14,76 persennya merupakan pasar tradisional dengan saranaprasarana yang masih sangat terbatas.

BAB V ANALISIS DATA dan PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian yang dilakukan di Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan Kota Yogyakarta adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi dan

  efektivitas serta kontribusi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di KotaYogyakarta dan faktor apakah yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan. Data utama yang diperlukan adalah target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan serta datamengenai biaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.

B. Analisis Efektivitas dan Efisiensi Pajak Bumi dan Bangunan 1. Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan pada Kota Yogyakarta

  Analisis Efisiensi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan pada Kota Yogyakarta Analisis efisiensi digunakan untuk mengukur bagian dari PajakBumi dan Bangunan yang digunakan untuk menutupi biaya pemungutanPajak Bumi dan Bangunan. Hal ini berartibesarnya biaya yang dikeluarkan untuk memungut Pajak Bumi dan 63 Bangunan tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 sebesar 8.99% dari realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan yaitu Rp 2.115.426.749untuk tahun 2007, Rp 2.662.946.393 untuk tahun 2008, dan tahun 2009 sebesar Rp 2.691.815.372.

3. Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Pendapatan Daerah

  Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapatdijelaskan bahwa kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan memiliki kontribusi yang sangat kecil terhadap pendapatan daerah Kota Yogyakartakarena dilihat dari hasil kontribusinya yang hanya berkisar dari 3.8% sampai 4.9% dari total pendapatan daerah pada Pemerintah KotaYogyakarta. Laju Pertumbuhan Pajak Bumi dan Bangunan −Keterangan: X t t − − X X x = % 100 ) 1 ( ) 1 (1 x G Untuk mengetahui laju pertumbuhan dan penerimaan Pajak Bumi danBangunan di Kota Yogyakarta dari tahun anggaran 2005 sampai dengan tahun anggaran 2009, digunakan rumus sebagai berikut: G x 69 c.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat

  Tingkat efektivitas pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di PemerintahKota Yogyakarta pada tahun 2005 adalah sebesar 120%, pada tahun 2006 sebesar 180%, pada tahun 2007 sebesar 106.8%, pada tahun 2008 sebesar107.5%, dan pada tahun 2009 sebesar 88%. Dengan demikian pemungutanPajak Bumi dan Bangunan pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 berjalan efektif, dan pada tahun 2009 tidak efektif karena tidak memenuhitarget penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.

2. Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan terhadap pendapatan daerah di

  Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 2005 adalah sebesar 4.9%, pada tahun 2006 sebesar 4.2%, pada tahun 2007 sebesar 3.8%, pada tahun 2008sebesar 4.2%, dan pada tahun 2009 sebesar 3.9%. Dengan demikian 73 kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan di Pemerintah Kota Yogyakartapada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 termasuk kategori sangat kurang karena penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sangat kecildibandingkan dengan pendapatan daerah .

3. Laju pertumbuhan Pajak Bumi dan Bangunan di Pemerintah Kota

Yogyakarta pada tahun 2005 adalah sebesar 13%, pada tahun 2006 turun menjadi 12.6%, pada tahun 2007 turun menjadi 8.5%, pada tahun 2008naik kembali menjadi 29.5%, dan pada tahun 2009 turun drastis menjadi -- -1.77%.

B. Keterbatasan Penelitian 1

Penelitian yang dilakukan penulis hanya menggunakan data pengamatan selama lima tahun dan memfokuskan penerimaan Pajak Bumi danBangunan tanpa memperhatikan penerimaan dari sektor lain.

2. Penelitian hanya dilakukan terhadap data – data pendapatan daerah dan

  Pajak Bumi dan Bangunan yang diperoleh secara dokumentasi pada DinasPajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan Kota Yogyakarta, sehingga hasil analisis ini signifikan hanya pada data – data dari dinas tersebut. Untuk biaya pemungutan, penulis menggunakan 9% dari realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sesuai peraturan yang telahditentukan sehingga penulis tidak mengetahui biaya pemungutan yang sebenarnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Pasal II Dengan berlakunya Undang-undang ini, peraturan pelaksanaan yang telah ada di bidang Pajak Bumi dan Bangunan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diatur dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Undang-undang ini. Dengan berlandaskan pada arah dan tujuan penyempurnaan tersebut, maka dalam penyempurnaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 perlu diatur kembali ketentuan-ketentuan mengenai Pajak Bumi dan Bangunan yang dituangkan dalam Undang-undang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi danBangunan, dengan pokok-pokok antara lain sebagai berikut : a.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (141 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK, RETRIBUSI DAN PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PROBOLINGGO
2
33
46
ANALISIS PENGARUH FISCAL STRESS TERHADAP PERTUMBUHAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN PERTUMBUHAN BELANJA MODAL PEMERINTAH DAERAH
0
3
20
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
7
59
21
ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
0
5
17
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN PAJAK HOTEL ATAS PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2011 - 2015.
0
0
19
ANALISIS KONTRIBUSI DAN EFEKTIVITAS SUMBER-SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) PEMERINTAH DAERAH KOTA SUKABUMI
0
1
10
ANALISIS EFEKTIVITAS RETRIBUSI PARKIR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA KUPANG
0
0
15
LAJU PERTUMBUHAN DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2012-2016 - UNS Institutional Repository
0
0
19
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN, EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2012-2016
0
0
16
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO PADA TAHUN 2010 – 2015 - UNS Institutional Repository
0
0
17
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PEMUNGUTAN RETRIBUSI PASAR SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH
0
0
83
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH
0
0
99
ANALISIS EFISIENSI BELANJA DAERAH DAN EFEKTIVITAS PENDAPATAN ASLI DAERAH
0
0
71
ANALISIS KONTRIBUSI, EFISIENSI, DAN EFEKTIVITAS PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN DAERAH
0
0
109
ANALISIS KONTRIBUSI, EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENERIMAAN DAERAH
0
0
91
Show more