PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN PADA MATERI ANALISIS BUKTI TRANSAKSI DAN PENCATATAN BUKTI TRANSAKSI DALAM JURNAL UMUM

Gratis

0
0
427
2 days ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Teman- teman XI IPS 1 yang telah membantu pelaksanaan penelitian serta seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Bantul yang telah memberikandukungan dalam melaksanakan penelitian. Stefani Dwi Cahyani dan keluarga, terima kasih atas doa, dukungan, cinta dan kasih sayang, serta segala bantuan selama kuliah dan penyelesaian skripsi ini,Berkat Allah selalu menyertai.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran akuntansi di

  Penelitian ini memusatkan perhatian pada upayameningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa dalam menganalisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi dalam jurnal umum padasiklus akuntansi perusahaan jasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan role playing. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Bantul pada materi analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti 6transaksi dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif.

E. Manfaat Penelitian

  Bagi SiswaPenelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi analisis bukti transaksi danpencatatan bukti transaksi dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa. Bagi GuruPenelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa padamateri analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Tindakan Kelas

  Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikantindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapatmeningkat (Wijaya, 2009:9). Seperti, yang sudahlama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang dimaksud dengan kelas adalah sekelompok siswa yang dalamkurun waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dan dari guru yang sama pula.

SIKLUS II

  Unsur materi pelajaran, dapat dicermati dalam GBPP dan yang sudah dikembangkan dalam Rencana Tahunan, RencanaSemesteran, dan Analisis Materi Pelajaran. Unsur peralatan atau sarana pendidikan, meliputi peralatan, baik yang dimiliki oleh siswa secara perorangan, peralatan yangdisediakan oleh sekolah, ataupun peralatan yang disediakan dan digunakan di kelas dan di laboratorium.

B. Model Pembelajaran Kooperatif

  Adanya pertanggungjawabanindividu juga diharapkan dapat menjadikan setiap anggota siap dan mampu dalam menghadapi tes tanpa memintabantuan anggota kelompok lain.3) Kesempatan yang sama untuk berhasil Pembelajaran kooperatif menggunakan metode scoring dari prestasi belajar siswa yang sebelumnya. Pasangan dapat ditunjuk oleh guru.3) Berpikir Berpasangan Berempat (Think Pair and Share) Tipe ini memberikan kesempatan siswa untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain.4) Berkirim salam dan soal Siswa dapat membuat soal sendiri dan menjawab soal yang dibuat temannya.5) Kepala bernomor (Numbered Heads) Siswa dapat melaksanakan tanggung jawab pribadinya dan bersosialisasi dengan teman lainnya.

C. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

  Dalam penerapan tipe make a match , siswa diharapkan dapat memahami suatu konsep atau informasi tertentu dengan mencari pasangan kartunya dalam suasana yang aktif dan menyenangkan. Setiap siswa mendapat satu buah kartu soal untuk kelompok yang memegang soal, dan satu buah kartu jawaban untukkelompok yang memegang jawaban.

D. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role playing

  2) Meneliti sikap, kepercayaan yang dianut oleh manusia 243) Menjadikan dirinya berpihak pada pemeran yang memegang posisi yang sama.4) Berunding atau berdebat dengan mereka yang memegang posisi yang berbeda.5) Mungkin mengambil pendirian dari yang bertentangan dengan suatu isu. Sebagai seorang guru yang baik, maka pasti kita akan 25Misalnya saja jumlah peserta didik, pemahaman peserta didik tentang materi yang diajarkan, pengalamansebelumnya tentang role playing, kelompok umur, latar belakang peserta didik, minat dan kemampuan pesertadidik, dan kemampuan peserta didik untuk melakukan kolaborasi.2) Menentukan tujuan pembelajaran.

E. Motivasi Belajar

  Sedangkan menurut Sardiman (1986:75), motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha meniadakan ataumengelakkan perasaan tidak suka itu. Motivasi dapat mendorong dan mengarahkan siswa untuk melakukan aktivitas belajar yang baik.

F. Pemahaman

  American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang/segala transaksi dan kejadian yang sedikitnya bersifat keuangan dan kemudian menafsirkan hasilnya (Sukardi, 2009:83). Menurut American Accounting Association , akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi, yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan tegas oleh pihak manapunyang berkepentingan yang menggunakan informasi keuangan tersebut(Alam S, 2007:139).

H. Kerangka Berpikir

  Rendahnya pemahaman dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran akuntansi khususnya yang akan dipelajari yaitu materi analisisbukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa dapat diatasi dengan menerapkan modelpembelajaran kooperatif tipe make a match dan role playing dalam pembelajaran. Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Indrayanti(2011:145) menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa pada pelajaran akuntansi yang signifikan setelah diterapkannya modelpembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dengan make a sebagai model pembelajaran pada langkah games.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

  Objek penelitianObjek penelitian dalam penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar dan pemahaman siswa akan materi analisis bukti transaksi danpencatatan bukti transaksi dalam jurnal umum pada siklus akuntansi perusahaan jasa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif. Kemudian membagikankelompok yang terdiri dari 3 siswa setiap kelompok.2) Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data yang meliputi: a) Lembar observasi tindakan guruLembar observasi perilaku guru digunakan untuk b) Lembar observasi perilaku siswaLembar observasi perilaku siswa digunakan untuk mengetahui perilaku siswa di kelas selama pembelajaranberlangsung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen Motivasi BelajarMotivasi belajar sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjaminkelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh siswa itudapat tercapai (Winkel, 1984:27). Indikator motivasi belajar dapat dikategorikan sebagai berikut (Uno, 2007:10): (a) adanya hasrat dankeinginan berhasil; (b) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar;(c) adanya harapan dan cita-cita masa depan; (d) adanya penghargaan dalam belajar; (e) adanya kegiatan menarik dalam belajar; dan (f)adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seorang siswa dapat belajar dengan baik.

F. Teknik Pengumpulan Data

  WawancaraMenurut Black dan Champion (Zuriah, 2005:179), wawancara adalah teknik penelitian yang dilakukan dalam bentuk komunikasi verbalantara peneliti dan responden. Sedangkan, wawancara dengan guru bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatanmotivasi belajar dan pemahaman siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif.

G. Analisis Data

  Adapun tujuan pembandingan adalah melihat apakah ada peningkatan motivasi belajar dan pemahaman = Frekuensi observasi o 2 = tidak terdapat perbedaan pemahaman siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif. Pd., yang menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah SMA N 1 Bantul sejak bulan Agustus 2007berdasarkan SK Bupati Bantul Nomor:58/Peg/D.4/2007 TMT:1 Juli 2007, telah banyak prestasi yang diraih dan banyak pula pembenahan dan berbagaigebrakan menuju peningkatan kualitas dengan tekad menjadikan SekolahUnggul dan Berdaya Saing Global.

B. Visi, Misi, dan Tujuan SMA N 1 Bantul

  Meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru dan karyawan dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Meningkatkan daya saing siswa untuk melanjutkan ke Pendidikan Tinggi dan berprestasi di ajang kompetisi Olimpiade Sains, Olahraga,Kreasi, dan Seni.

3. Tujuan SMA N 1 Bantul

  Memberikan motivasi dan meningkatkan percaya diri kepada para siswa sehingga mampu bersaing secara global. Memantapkan identitas sebagai sekolah yang berwawasan ilmu-ilmu dasar dan memiliki keunggulan dalam bidang sains.

i. Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif

  Ilmu Pengetahuan Kelompok mata pelajaran ilmu dan Teknologi pengetahuan dan teknologi pada SMANegeri 1 Bantul dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmupengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secarakritis, kreatif dan mandiri. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap dan perilaku hidupsehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatanseperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba,HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yangpotensial untuk mewabah.

E. Struktur Kurikulum SMA

  1. Mata PelajaranMuatan mata pelajaran yang diberikan di SMA Negeri 1 Bantul sesuai dengan struktur kurikulum yang terdapat dalam Standar Isi.

A. Mata Pelajaran

  Keterampilan English 2 2 2 2 2 1 2 2 2 11. Seni Budaya 2 2 Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPA Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII 1 Smt 5 2 5 5 4.

C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)

  Bahasa Indonesia 1 Smt 2 Smt 1 Smt Smt Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPS Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII 44 Tabel 4.4 44 44 2 4 5 5 7. XI Edaran Bersama Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Daerah IstimewaYogyakarta Nomor: 423/77 dan Kepala Kantor Wilayah DepartemenDepartemen Agama Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor:433.5/591 tanggal 19 April 2005, tentang Penerapan Kurikulum MuatanLokal Bahasa Jawa bagi SMA/MA/SMK, SMAN 1 Bantul menyelenggarakan muatan lokal Bahasa Jawa untuk Kelas XI dan XII.

I. Beban Belajar

  Beban belajar yang diatur di SMA Negeri 1 Bantui dengan menggunakan Sistem Paket yaitu sistem penyelenggaraan programpendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelassesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada SMA Negeri 1 Bantul. 3) Tempat upacara bendera, parkir kendaraan siswa dan guru.4) Fasilitas Access point/hot spot5) LCD setiap kelas6) Ruang TRRC yang digunakan sebagai tempat diskusi dan sumber belajar bagi guru7) English Corner yang digunakan siswa maupun guru untuk mengeksplorasi kemampuan/ karya dalam berbahasa Inggris8) Ruang OSIS, UKS9) Perpustakaan digital10) Program Aplikasi Administrasi Sekolah berbasis TIK11) CCTV pada tempat-tempat strategis dan ruang kelas d.

1. SMA N 3 Yogyakarta DIY Akademik 2010

  2. SMA N 1 Yogyakarta DIY Akademik 2011 Jawa 3.

KEBANGSAAN MALAYSIA 2011 1

  Upaya Pencapaian Standar GlobalUpaya yang dilakukan untuk mencapai standar global adalah:1) Meningkatkan kualitas proses pembelajran2) Dapat menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran3) Menggunakan IT dalam sistem manajemen4) Menambah referensi buku asing di perpusatakaan5) Meningkatkan sarana dan prasarana standar internasion 6) Memantapkan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO. Jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan Tabel 4.12 Daftar Jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan No Pelajaran (MP) Jumlahpersonil per-MP (org) Kesesuaian dengan latar belakang pendidikan Tenaga Rangkap Menga- jar MP (org) Sesuai (match) (org) Tidak sesuai(missmatch) (org) 2 1 2 12.

11. Fadhilah Pencak Silat Perak Propinsi 2011 DIY

  Pramudya Basket Putra Perak Propinsi 2011 DIY dkkAlfian Reza Izka AdityaJoda Sahfa R BrahmantyaLukman HambzahHelda ShantyabudiAkbar Risnadi 14. Aghata Lomba Ekonomi Perunggu Propinsi 2012 DIY Yerika SAnnisa Nur Pratia HanaKirana Ikhwan Debat Bahasa 16.

21. Intan Kirana Perak Nasional 2011 Bali

  Karena letaknya yang sangat strategis karena di pinggir jalan raya yang merupakan jalur utama angkutanyang menghubungkan Kota Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo dan beberapa Kecamatan di Kabupaten Bantul. LetakSMA Negeri 1 Bantul yang dekat dengan Kora Bantul dan Kota Yogyakarta memudahkan dalam mengakses berbagai informasi untuk mendukung prosespembelajaran siswa baik di dalam kelas (indoor) maupun di luar kelas SMA Negeri 1 Bantul dilalui jalur transportasi dari berbagai daerah diBantul, SMA Negeri 1 Bantul menjadi tujuan utama lulusan SMP diKabupaten Bantul dan Kulon Progo bagian selatan.

1 DRS SAMYONO

  Indonesia Sudah/2009 PNS 4 DRS MUKH DALDIRI,UT/S1/ Biologi Biologi Sudah/2007 PNS 5 SUDARMADI, BA IKIP/S1/Fisika Fisika Sudah/2009 PNS 6 ISTIYONO S. Pd IKIP/S1/BK BK Sudah/2008 PNS 11 DRS SURATMANINGRU M, IKIP/S1/Sejarah Sejarah Sudah/2009 PNS 12 Drs.

52 S1/P.Seni Pend. Seni Belum Honorer S.Pd

b. Data Tenaga Kependidikan (pegawai tata usaha, laboran, pustakawan, penjaga sekolah, dll) Tabel 4.28 Data Tenaga Kependidikan

IJAZAH NO NAMA JABATAN TERTINGGI

  1 SUMIDAH D III KTU 2 HASANAH SMA Bendahara Gaji 3 DALIJO STM Bendahara Barang Bendahara 4 SARUJI SMA Pembantu 5 NGADIYO SD Petugas Kebersihan 6 MUSDIYONO SMA Bagian Kebersihan Petugas TRRC & 7 SIGID PURNOMO SMA Laboran Lab. Md D III Kesiswaan & PembayaranMUHAMMAD NURHUDA Laboran Fisika, 10 STM ROHMAN Bendahara BarangBagian 11 SUMARTINI, A.

13 ERI SUGIANTO SMK

  14 WINDARTI , S. Pd SARJANA Laboran Biologi SHOLAHUDIN MUIN, Petugas TRRC & 15 SARJANA S.

19 KAWIT CAHYONO SMA Bagian Kebersihan

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

  Saat observasi dilaksanakan jumlah siswa yang hadir sebanyak 14 orang. Observasi pada guru 1) Kegiatan membuka pelajaran Tabel 5.1 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif-Kegiatan Pembuka ASPEK YANG DIAMATI SKOR I 1.

MEMBUKA PEMBELAJARAN

Sumber: Data Primer Lampiran 13, hal 200 Dalam kegiatan pembuka, guru sudah baik dalam memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. Namunguru masih kurang dalam memeriksa kesiapan ruang, alat 111 dalam melakukan kegiatan apersepsi dan menyampaikankompetensi yang ingin dicapai.2) Kegiatan inti pembelajaran Tabel 5.2 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif-Kegiatan Inti ASPEK YANG DIAMATI SKOR

III A

  Penyampaian materi oleh guru juga sudahsesuai dengan hierarki belajar dan sudah runtut. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru terlihat merespon positif setiap partisipasi siswa dan memfasilitasi adanyainteraksi antara guru dan murid.

IV A

  Namun dalam wawancara ini guru menyampaikan bahwa metode yang diterapkan ini dirasakanmasih belum begitu membantu siswa untuk memahami materi 116 analisis bukti transaksi dan pencatatan bukti transaksi dalam jurnalumum pada siklus akuntansi perusahaan jasa. Kemudian membagikan kelompok yang terdiri dari 3 siswa setiap kelompok sama dengan kelompok saatkegiatan penelitian pendahuluan (lampiran 6, halaman 187).2) Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data yang meliputi: a) Lembar observasi tindakan guruLembar observasi perilaku guru digunakan untuk mengetahui aktivitas guru selama pembelajaran berlangsungdengan menerapkan model pembelajaran kooperatif.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (427 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA
0
13
96
TRANSAKSI AKUNTANSI DAN PENCATATAN GAJI
0
4
4
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION(STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM JURNAL UMUM PADA SISWA KELAS XI IS SMA MUHAMMADIYAH 2 KLATEN
0
5
149
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II PADA MATA
0
6
147
DATA ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PERKARA PIDANA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
2
21
96
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN TRANSAKSI LAUNDRY PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN TRANSAKSI LAUNDRY.
0
2
12
EVALUASI PENERAPAN PROSEDUR PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PAROKI MLATI EVALUASI PENERAPAN PROSEDUR PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PAROKI MLATI TAHUN 2007.
0
2
17
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI LINGKARAN (PTK di SMP N 3 Colomad
0
1
15
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENCATAT TRANSAKSI DALAM JURNAL UMUM.
0
1
58
PENERAPAN MODEL PAIKEM DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA.
0
0
19
JURNAL TRANSAKSI DAN PENGENDALIAN PERSAI
0
2
6
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI JURNAL PENYESUAIAN
0
0
321
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DAN ROLE PLAYING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI ANALISIS BUKTI TRANSAKSI DAN PENCATATAN BUKTI TRANSAKSI DALAM JURNAL UMUM PADA SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA Penelitian Ti
0
0
311
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING PADA KOMPETENSI DASAR SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA
0
0
330
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI PEMBELAJARAN JURNAL UMUM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
0
0
289
Show more