Hubungan kepribadian ekstravert dan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja tengah - USD Repository

Gratis

0
0
88
2 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya milik orang lain, kecuali yang telahdisebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Subjek penelitian ini adalah remaja yang berusia 15-18 tahun yang berjumlah85 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJITHE CORRELATION BETWEEN EXTRAVERT PERSONALITY AND

IMPULSIVE BUYING TENDENCY IN MIDDLE ADOLESCENTS

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya maupun memberikanroyalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  “Buat Pauline makasih atas segala saran dan tips yang diberikan… Heni makasih buku kepribadiannya… Puput dan Winas yang sering jadi tempatcurcol… Rimpi, makasih mbak bro selalu memberi semangat buat segera menyelesaikan skripsi.. Segenap pihak yang selalu mendukung dan memberi semangat penulis yang tidak bisa penulis ungkap satu per satu, terima kasih atas pengalamanhidup yang kualami bersama kalian.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelian impulsif telah menjadi gaya hidup yang menyebar ke setiap

  Rook (dalam Verplanken, 2001) menyatakan bahwa pembelian impulsif adalah pembelian tidak terencana yang dikarakteristikkandengan pembelian yang mendadak, diikuti dengan perasaan menyenangkan dan memuaskan. Oleh karena itu, orang-orang dengan kecenderungan pembelian impulsif ini hampir tidak mungkin untukmenunda pembelian dengan melakukan pertimbangan, berdiskusi dengan 2 orang lain, atau membandingkan produk yang satu dengan produk yang lain (Rook & Fisher, 1995).

D. Manfaat Penelitian

  TeoretisDengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang memperkaya kajian teori dan penelitian bagi psikologi konsumen danpsikologi perkembangan remaja, serta dapat dijadikan bahan pertimbangan pada penelitian-penelitian selanjutnya. Remaja dapat melakukan evaluasi mengenai perilaku membeli untuk diri sendiri dengan melihat hasil penelitian yang telah dilakukan.

BAB II LANDASAN TEORI A. Remaja Tengah

1. Pengertian Masa Remaja

  Santrock (2003) menjelaskan definisi remaja dengan pertimbangan tentang usia dan pengaruh faktor sosial-sejarah sehingga masa remaja(adolescence) dapat diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif,dan sosial-emosional. Menurut Papalia dan Olds (2001), masaremaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun danberakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.

2. Karakteristik pada Masa Remaja Tengah

  Pada masa ini remaja secara fisik menjadi percaya diri dan mendapatkan kebebasan secara psikologi dari orang tua, memperluas pergaulan denganteman sebaya, dan mulai mengembangkan persahabatan dan keterkaitan dengan lawan jenis (Santrock, 2003). Simbol status merupakan simbol prestise yangmenunjukkan bahwa orang yang memilikinya mempunyai status yang lebih tinggi dalam kelompok, seperti dapat membelanjakan uang tanpaharus bekerja dapat menyatakan status sosial ekonomi yang lebih tinggi.

3. Aspek-aspek Perkembangan pada Masa Remaja

  Piaget(dalam Papalia & Olds, 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari strukturotak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikirabstrak. Perkembangan kepribadian dan sosialYang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia danmenyatakan emosi secara unik, sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia& Olds, 2001).

B. Pembelian Impulsif 1. Pengertian Pembelian Impulsif

  Pembelian impulsif dikatakan sebagai pembelian yang tidak rasional dan diasosiasikan dengan pembelian yang cepat dan tidak direncanakan(Verplanken & Herabadi, 2001). Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelian impulsif adalah suatu tindakan membeli atas dasar doronganyang kuat untuk memiliki sesuatu yang dilakukan secara spontan dan tanpa perencanaan sebelumnya oleh konsumen.

2. Aspek-aspek Pembelian Impulsif

  Kognitif Fokus pada aspek ini adalah konflik yang terjadi pada kognitif individu yang meliputi : 1. AfeksiFokus pada aspek afeksi adalah kondisi emosional individu yang meliputi : 1.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembelian Impulsif

  Menurut Verplanken dan Herabadi (2001), terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pembelian impulsif. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian Bellenger et al., (1978) yang menemukan bahwa pembeli dengan usia di bawah 35 tahun lebih impulsifdalam membeli daripada pembeli yang berusia lebih dari 35 tahun.

C. Kepribadian

1. Pengertian Kepribadian

  Hall dan Lindzey (1993) mendefinisikan kepribadian adalah sesuatu yang memberi tata-tertib dan keharmonisan terhadap segala macamtingkah laku berbeda-beda yang dilakukan oleh individu. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah segala bentuk sifat dan tingkah laku yang khas yangdapat membedakan seorang individu dengan individu lainnya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

2. Penggolongan Kepribadian Menurut Carl Jung

  Pembagian kepribadian menurut Carl Jung didasarkan atas arah aktivitas psikis dan arah orientasi manusia yang mengarah ke dalam diriindividu tersebut atau sebaliknya mengarah ke luar dari diri individu tersebut. Berdasarkan sikap jiwa tersebut manusia digolongkan menjadi dua tipe, yaitu tipe ekstravert dan tipe introvert.

3. Tipe Kepribadian Ekstravert dan Introvert

  Eysenck (dalam Alwisol, 2004) memberikan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh individu dengan tipe kepribadian ekstravert, yaitu keras hati,impulsif, cenderung santai, mencari sesuatu yang baru, kinerja ditingkatkan oleh kesenangan, lebih menyukai lapangan pekerjaan yangmelibatkan hubungan dengan orang lain, tahan terhadap rasa sakit, dan suka mengambil kesempatan atau resiko. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa individu dengan tipe kepribadian ekstravert adalah individu yang cenderung mudahmenyesuaikan diri dengan dunia luar dan mudah terpengaruh oleh lingkungannya.

4. Aspek-aspek Kepribadian Ekstravert dan Introvert

  Individu dengan kepribadian introvert akan berusaha memikirkan dan mempertimbangkan segala tindakan yang akan dilakukansehingga dorongan yang ada di dalam diri kurang dapat diungkapkan dengan baik. Salah satu aspek perkembangan pada masa remaja adalah perkembangan kepribadian dan sosial yang merupakanperubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan orang lain serta menyatakan emosi secara unik (Papalia & Olds, 2001).

E. Kerangka Berpikir

Remaja Ekstravert Mudah berinteraksi Kecenderungan Aktif Remajapembelian  Spontan dan Mencariimpulsif tinggi humorisidentitas  Kurang teliti Mudah terpengaruh Mudah terbujuk Remaja Introvert Kurang  Menyukai realistis kesendirian Kecenderungan Emosi belum  Menyukai stabilpembelian ketenanganimpulsif rendah  Mengontrol perilaku Penuh pertimbangan Gambar 1. Skema Dinamika Hubungan antara Kepribadian Ekstravert-Introvert danKecenderungan Pembelian Impulsif pada Remaja Tengah 25

F. Hipotesis Penelitian

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan

  Berdasarkan pemaparan tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara kepribadian ekstravertdan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja tengah. Hal ini mempunyai arti bahwa semakin tinggi kecenderungan kepribadian ekstravertsubjek maka semakin tinggi pula kecenderungan pembelian impulsif yang dilakukan individu.

B. Identifikasi Variabel

  Kepribadian ekstravertKarakteristik kepribadian ekstravert-introvert terdiri dari empat aspek, yaitu sociability (menunjukkan bagaimana individu dapatmenyesuaikan diri dengan orang lain), liveliness (menunjukkan sikap aktif dan energik yang dimiliki individu), jocularity (menunjukkan sifat spontandan humoris), dan impulsiveness (menunjukkan perilaku individu yang sesuai dengan dorongan hati). Pengukuran aspek pembelian impulsif ini menggunakan alatberupa skala kecenderungan pembelian impulsif yang disusun penulis dengan acuan skala yang pernah dibuat oleh Verplanken dan Herabadi(2001).

F. Metode dan Alat Pengumpulan Data

  Respon yang digunakan dalam skala ini terdiri dari empat kategori bentuk yang menyatakan kesesuaian dan ketidaksesuaian dengan jawaban, yaitu“Sangat Sesuai” (SS), “Sesuai” (S), “Tidak Sesuai” (TS), dan “Sangat Tidak Sesuai” (STS). Respon yang digunakan dalam skala ini terdiri dari empat kategori bentuk yang menyatakan kesesuaian dan ketidaksesuaian dengan jawaban, yaitu“Sangat Sesuai” (SS), “Sesuai” (S), “Tidak Sesuai” (TS), dan “SangatTidak Sesuai” (STS).

H. Metode Analisis Data

  Uji NormalitasUji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Uji Hipotesis PenelitianUji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment Correlation dengan taraf signikansilebih kecil dari 0,05.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2012 sampai

  Penulis menyebar skala kepribadian ekstravert dan pembelian impulsif pada subjek penelitian secara langsung di daerahKlaten, Kalasan, dan Yogyakarta. Hasil uji coba tersebut digunakan untuk menganalisis aitem dan mengukur reliabilitas sehingga alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini reliabel.

B. Deskripsi Data Penelitian

  ErrorN Mean Deviation Mean Pembelian impulsif 85 51.200 6.25224 .67815Kepribadian ekstravert 85 106.962 6.78136 .73554 Penulis membandingkan antara mean empirik dan mean teoritik untuk mendapatkan informasi umum mengenai skor yang diperoleh subjekpenelitian pada tiap variabel penelitian. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata subjek memiliki kecenderungan kepribadian yang relatif tinggi.

C. Analisis Data Penelitian

  Hasil Uji Normalitas Variabel Nilai K-SZ p>0,05 KeteranganKepribadian 1,136 0,151 NormalEkstravertPembelian 1,064 0,208 NormalImpulsif Tabel di atas menunjukkan bahwa skala kepribadian ekstravert dan skala pembelian impulsif terdistribusi secara normal. Hasil Uji Linieritas Variabel F P P KeteranganPembelian 5,821 0,019 <0,05 Linier impulsif*Kepribadianekstravert Berdasarkan hasil uji linieritas diketahui bahwa taraf signifikansi menunjukkan nilai F sebesar 5,821 dengan p=0,019 (p<0,05) sehinggadapat dikatakan bahwa hubungan antara skor variabel skala kepribadian ekstravert dan skor variabel skala pembelian impulsifbersifat linier.

D. Pembahasan

  Hal ini sesuai denganhasil penelitian yang dilakukan oleh Zebua dan Nurdjayadi (2001) yang menyatakan bahwa pada masa remaja, kematangan emosi individu belumstabil sehingga mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar. Namun, hasil penelitian ini kurang sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Verplankendan Herabadi (2001) yang menemukan hubungan positif antara kepribadian yang dimiliki individu terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat

B. Keterbatasan Penelitian

  Hal ini berartisemakin tinggi kecenderungan kepribadian ekstravert subjek maka semakin rendah kecenderungan pembelian impulsif yang dilakukan subjek. Keterbatasan dalam penelitian ini terletak pada kemampuan penulis yang hanya dapat menjangkau siswa-siswi yang sedang berada di sekolah untukdijadikan subjek sehingga subjek kurang dapat merasakan situasi penelitian yang sebenarnya.

C. Saran

  Bagi Peneliti SelanjutnyaBagi peneliti yang ingin melakukan penelitian yang sama hendaknya memperhitungkan kelemahan-kelemahan dalam penelitian ini. Peneliti selanjutnya dapat mengganti teknik pengambilan subjek penelitian dan memperluas area penyebaran skala agar hasil yang diperoleh semakinberagam dan dapat digeneralisasikan.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengantar Pada kesempatan ini, saya mohon kesediaan Anda untuk membantu penelitian skripsi saya dengan menjawab beberapa pernyataan dalam skala iniyang terdiri dari dua bagian, yaitu skala A dan skala B. Pernyataan Subjek Penelitian Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan kesediaan saya untuk ikut berpartisipasi sebagai subjek penelitian skripsi yang dibuat oleh NursihPratiwi, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (88 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara body image dan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja.
2
6
115
Hubungan antara konsep diri dan pembelian impulsif pada remaja perempuan.
2
5
119
Hubungan antara gaya hidup Brand Minded dengan kecenderungan pembelian impulsif produk fashion pada remaja.
12
63
117
Hubungan antara konformitas dengan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja awal di Yogyakarta.
1
9
105
Perbedaan kecenderungan pembelian impulsif antara mahasiswa kos dan mahasiswa tinggal dengan orang tua.
0
2
107
Hubungan antara intensitas mengunjungi toko online dengan kecenderungan pembelian impulsif secara online pada remaja.
0
0
131
Hubungan ethnocentrism dan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja.
0
3
123
Hubungan antara trait kecerdasan emosional dengan kecenderungan pembelian impulsif pada individu dewasa awal.
2
5
114
Hubungan kepribadian ekstravert dan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja tengah.
0
1
90
Hubungan ethnocentrism dan kecenderungan pembelian impulsif pada remaja
0
5
121
Hubungan antara intensitas mengunjungi toko online dengan kecenderungan pembelian impulsif secara online pada remaja
2
3
129
Hubungan antara trait kecerdasan emosional dengan kecenderungan pembelian impulsif pada individu dewasa awal
3
21
112
Hubungan antara persepsi tampilan visual pada aplikasi belanja online dan kecenderungan pembelian impulsif secara online pada dewasa awal
1
2
123
Perbedaan intensitas penggunaan Short Message Service (SMS) pada remaja awal di SLTP "Santa Maria" Surabaya berdasarkan kecenderungan kepribadian ekstravert dan introvert - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
17
Perbedaan intensitas penggunaan Short Message Service (SMS) pada remaja awal di SLTP "Santa Maria" Surabaya berdasarkan kecenderungan kepribadian ekstravert dan introvert - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
66
Show more