PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN

Gratis

0
0
111
11 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP

KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI

PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh

Maria Ratih Septiani

  

NIM: 081134029

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2012

  

PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP

KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI

PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh

Maria Ratih Septiani

  

NIM: 081134029

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2012 i ii

iii

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Karya sederhana ini kupersembahkan kepada:

  1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkati segala niat dan usahaku, serta mendengarkan dan mengabulkan doaku.

  2. Bunda Maria yang selalu menjadi perantara doaku dan mendampingi setiap langkahku.

  3. Kedua orangtua, kakak serta adikku yang dengan penuh kasih dan kesabaran selalu mendukungku.

  4. Almamaterku Universitas Sanata Dharma

  5. Pengajarku di PGSD 6. Para sahabatku yang selalu mendukungku.

  iv

  

MOTTO

  Semangat manusia tidak bisa dilumpuhkan. Jika kamu masih bisa bernapas, maka kamu masih mempunyai impian.

  Mintalah maka akan diberikan kepadamu. Carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Mat.

  7:7 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa. Roma 12:12 Ku kerjakan semampuku dan biarlah Tuhan yang menyempurnakan. Trimakasih Tuhan….

  v vi

vii

  

ABSTRAK

Septiani, Maria Ratih. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap

kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA di SD

Kanisius Sengkan. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma.

  Kata kunci : metode mind map, kemampuan menganalisis, kemampuan mengevaluasi, mata pelajaran IPA.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2011-2012 pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan.

  Desain penelitian ini adalah quasi-experimental design tipe nonequivalent

  

control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Sengkan

  yang terdiri dari kelas VA sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas

  VB sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrument penelitian berupa satu soal essai untuk kemampuan menganalisis dan satu soal essai untuk kemampuan mengevaluasi. Instrumen tersebut telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas berdasarkan analisis statistik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Analisis data dengan uji normalitas data, uji perbedaan skor

  

pretest , uji perbedaan skor pretest ke posttest, dan uji perbedaan skor posttest

antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh penggunaan mind berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis yang

  map

  ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,000 (atau< 0,05). 2) Penggunaan mind map berpengaruh signifikan terhadap kemampuan memgevaluasi yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) 0,043 (atau < 0,05).

  viii

  

ABSTRACT

Septiani, Maria Ratih. (2012). The effect of usi ng mind map to the student’s

ability on analyzing and evaluating science subject at Kanisius Sengkan

  Elementary School. Thesis. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma.

  Keywords: mind map, analyzing ability, evaluating ability, science subject.

  The research is aimed at identifying the use of mind map on the analytical and evaluative abilities among the fifth grade student of Kanisius elementary school in Sengkan, Yogyakarta in the second term if 2011/2012 education year in the science lesson, particularly in the material of rock weathering.

  The research used quasi-experimental design, particularly nonequivalent

  

control group design. The subject compresed of the fifth grade students of

  Kanisius Elementary School in Sengkan, consisting of 24 students from class VA as the experiment group and 24 students from VB as the experiment group.

  The instrument involved the essay problems Instrument consisted of one essay problem investigating the analytical ability and one essay problem for the evaluative problem. The instrument had fulfilled the requirements of validity and reliability based on the statistic analysis. The data collecting involved pretest and

  

posttest assigned to control and experiment groups. The data analysis consisted of

  data normality test, the score difference between pretest, the score difference between the pretest and posttest and the analysis on the posttest score difference between experiment and control groups.

  The result indicated that 1) the use of mind map significantly affected the analytical ability, indicated by the magnitude of sig.(2-tailed) of 0,000 (or < 0,05). 2) the use of mind map significantly affected the evaluative analysis, indicated the magnitude of sig.(2-tailed) 0,043 (or< 0,05).

  ix x

PRAKATA

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat, kasih, dan perlindungan yang diberikan kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat selesai tepat pada waktunya. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Menganalisis Dan Mengevaluasi Pada Mata Pelajaran IPA Di SD Kanisius Sengkan” ditulis sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru sekolah Dasar.

  Dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Rohadi, Ph.D. selaku Dekan Falkultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sekaligus dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, masukan serta motivasi dalam penulisan skripsi ini.

  3. Elga Andiana, S.Psi., M.Ed., selaku Wakaprodi PGSD sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, masukan serta motivasi dalam penulisan skripsi ini.

  4. Ir. Sri Agustini Sulandari, M.Si., selaku dosen penguji III yang telah banyak memberikan masukan untuk skripsi ini.

  5. M. Sri Wartini, selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Sengkan yang telah mengijinkan peneliti mengadakan penelitian.

  6. Olivia Dewi M. SPd., selaku guru mitra yang banyak membantu proses penelitian di SD Kanisius sengkan.

  7. Siswa siswi kelas V SD Kanisius Sengkan yang membantu menjadi subjek penelitian ini.

  8. Kedua orangtua yang kukasihi, Ig. Ngadimin dan D. Nunuk Gunaryani yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah dan penyemangatku dalam pembuatan skripsi ini.

  9. Ig. Hadi, E. Dwi, Antonius Tri dan Natalia Anggara Ningsih atas doa serta dukungannya. xi

  10. Agustina Praptiwi Ngadimin atas perhatian, semangat, motivasi, dan doanya.

  11. Yuvenalis A dan keluarga yang telah banyak membantu penulis selama masa kuliah.

  12. Sahabatku Dian, Linda, Ari, Ika, Cika, Siska, Adhita, Pahala, Rohadi, Rikson, Eko, Riki, Ami, dan Cece Guna trimakasih atas semangat, motivasi dan dorongan dalam penyelesaian skripsi ini.

  13. Teman- teman kos Sang Lebun I, mbk Danik, mbk Desi, Rita, Wulan, Sisil, Sri, Tri, Nita, Novi, Anik, Ari, Esti, Dwi, Joise dan dhita atas dukungannya.

  14. Teman-teman penelitian kolaboratif, Monica Sandra dan Nana yang selalu berbagi pengetahuan dan semangat dalam penulisan skripsi ini.

  15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, trimakasih atas semuanya.

  Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Besar harapan penulisan karya ilmiah ini berguna bagi pembaca.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

  JUDUL HALAMAN

  HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................... iv HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................ vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix PRAKATA ....................................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang Penelitian .......................................................................... 1

  1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2

  1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 3

  1.4 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 3

  BAB II LANDASAN TEORI

  2.1 Kajian Pustaka ............................................................................................ 4

  2.1.1 Teori-teori yang mendukung ................................................................... 4

  2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak ................................................................... 4

  2.1.1.2 Metode Pembelajaran ........................................................................... 6

  2.1.1.3 Metode Pembelajaran Mind Map ......................................................... 7

  2.1.1.4 Proses Kognitif Menganalisis dan mengevaluasi ................................. 8

  2.1.1.5 Mata Pelajaran IPA ............................................................................. 10

  2.1.2 Penelitian-penelitian yang relevan .......................................................... 13

  2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang mind map ............................................... 13

  2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang proses kognitif ....................................... 14

  2.1.2.3 Literatur map ........................................................................................ 15

  2.2 Kerangka berpikir....................................................................................... 16

  2.3 Hipotesis ..................................................................................................... 16

  BAB III METODE PENELITIAN

  3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................... 18

  3.2 Populasi dan Sampel .................................................................................. 19

  3.3 Jadwal Pengambilan Data ......................................................................... 19

  3.4 Variabel Penelitian ..................................................................................... 20

  3.5 Definisi Operasional................................................................................... 21

  xii

  3.6 Instrumen Penelitian................................................................................... 21

  3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................................... 22

  3.8 Teknik Penggumpulan Data ....................................................................... 24

  3.9 Teknik Analisis Data .................................................................................. 24

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  4.1 Hasil Penelitian .......................................................................................... 28

  4.1.1 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis ... 28

  4.1.1.1 Perbandingan skor pretest .................................................................... 30

  4.1.1.2 Perbandingan skor pretest ke posttest .................................................. 31

  4.1.1.3 Perbandingan posttest........................................................................... 32

  4.1.2 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi .. 33

  4.1.2.1 Perbandingan skor pretest .................................................................... 34

  4.1.2.2 Perbandingan skor pretest ke posttest .................................................. 35

  4.1.2.3 Perbandingan posttest........................................................................... 36

  4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian ................................................................... 38

  4.2 Pembahasan ................................................................................................ 38

  4.2.1 Pengaruh metode mind map terhadap kemampuan menganalisis ........... 38

  4.2.2 Pengaruh metode mind map terhadap kemampuan mengevaluasi .......... 39

  4.3 Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 40

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 41

  5.2 Saran ........................................................................................................... 41 DAFTAR REFERENSI ................................................................................... 43

  xiii

  

DAFTAR TABEL

  JUDUL TABEL HALAMAN

  Tabel 1 Jadwal Kegiatan Penelitian ................................................................. 19 Tabel 2 Matriks Pengembangan Instrumen...................................................... 22 Tabel 3 Hasil Perhitungan Validitas di SDN Adisucipto I .............................. 23 Tabel 4 Hasil Perhitungan Daya Beda ............................................................. 23 Tabel 5 Perhitungan Reliabilitas ...................................................................... 24 Tabel 6 Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 24 Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis................................ 29 Tabel 8 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis ...................... 30 Tabel 9 Perbandingan Skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis ...... 31 Tabel 10 Perbandingan Skor Posttest Kemampuan Menganalisis ................... 32 Tabel 11 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi ............................ 34 Tabel 12 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengevaluasi ................... 35 Tabel 13 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi 36 Tabel 14 Perbandingan Skor Posttest Kemampuan Mengevaluasi .................. 37 Tabel 15 Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ........................................... 38 Tabel 16 Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ke Posttest ......................... 38 Tabel 17 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest .......................................... 38

  xiv

  

DAFTAR GAMBAR

  Gambar 1 Contoh Mind Map ........................................................................... 8 Gambar 2 Literatur Map dari Penelitian Sebelumnya...................................... 15 Gambar 3 Penyusunan Kerangka Hipotesis ..................................................... 17 Gambar 4 Desain Penelitian ............................................................................. 18 Gambar 5 Pemetaan Variabel........................................................................... 20 Gambar 6 Grafik Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis ............................................................................... 33 Gambar 7 Grafik Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi .............................................................................. 38

  xv

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Silabus .......................................................................................... 46 Lampiran 2 RPP Kelas Kontrol........................................................................ 48 Lampiran 3 RPP Kelas Eksperimen ................................................................. 52 Lampiran 4 Contoh Mind Map anak ................................................................ 59 Lampiran 5 Uji Validitas di SDK Sorowajan .................................................. 61 Lampiran 6 Uji Validitas di SDN Adisucipto .................................................. 62 Lampiran 7 Uji Reliabilitas di SDK Sorowajan ............................................... 63 Lampiran 8 Uji Reliabilitas di SDN Adisucipto .............................................. 63 Lampiran 9 Uji Daya Beda di SDK Sorowajan ............................................... 64 Lampiran 10 Uji Daya Beda di SDN Adisucipto ............................................. 64 Lampiran 11 Instrumen Pengumpulan Data dan Kunci Jawaban .................... 65 Lampiran 12 Rublik Penilaian ......................................................................... 69 Lampiran 13 Rekapitulasi Nilai ....................................................................... 70 Lampiran14 Nilai Pretest Menganalisis Kelompok Kontrol ........................... 71 Lampiran 15 Nilai Posttest Menganalisis Kelompok Kontrol ......................... 72 Lampiran 16 Nilai Pretest Menganalisis Kelompok Eksperimen.................... 73 Lampiran 17 Nilai Posttest Menganalisis Kelompok Eksperimen .................. 74 Lampiran 18 Nilai Pretest Mengevaluasi Kelompok Kontrol ......................... 75 Lampiran 19 Nilai Posttest Mengevaluasi Kelompok Kontrol ........................ 76 Lampiran 20 Nilai Pretest Mengevaluasi Kelompok Eksperimen .................. 77 Lampiran 21 Nilai Posttest Mengevaluasi Kelompok Eksperimen ................. 78 Lampiran 22 Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis................................. 79 Lampiran 23 Uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi ............................... 79 Lampiran 24 Uji Perbedaan Pretest Kemampuan Menganalisis ..................... 80 Lampiran 25 Uji Perbedaan Pretest Kemampuan Mengevalusi ...................... 81 Lampiran 26 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis ............................................................................... 82 Lampiran 27 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevalusi ................................................................................ 83 Lampiran 28 Uji Posttest Kemampuan Mengevaluasi..................................... 84 Lampiran 29 Uji Posttest Kemampuan Mengevaluasi..................................... 85 Lampiran 30 Foto-foto penelitian .................................................................... 86 Lampiran 31 Surat Ijin Penelitian .................................................................... 92 Lampiran 32 Surat Selesai Penelitian .............................................................. 93 Lampiran 33 Curriculum Vitae ........................................................................ 94

  xvi

BAB I PENDAHULUAN Dalam Bab I ini peneliti membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitan.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pembelajaran IPA di sekolah dasar hendaknya menjadi suatu pembelajaran yang menarik. Hal ini dikarenakan pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang dapat langsung berhubungan dengan lingkungan sekitar. Pembelajaran IPA idealnya dilaksanakan dengan menggunakan metode yang dapat mengaktifkan siswa. Siswa hendaknya tidak saja sebagai penerima informasi, tetapi hendaknya siswa juga dapat aktif menganalisis masalah yang berkaitan dengan alam dan dapat membeda-bedakan informasi yang didapat dari berbagai sumber. Siswa hendaknya juga dapat memeriksa suatu kesimpulan yang didapat dari buku sama dengan kenyataan yang terjadi di alam.

  Kenyataan yang ada di berbagai sekolah adalah guru dalam menyampaikan materi masih menggunakan cara tradisional di mana guru hanya berceramah. Siswa dalam kegiatan pembelajaran kurang aktif karena hanya mendengarkan ceramah guru. Tidak jarang juga siswa ada yang kurang paham dengan penjelasan guru dan tidak dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-harinya. Pembelajaran yang dilakukan guru belum bisa mengajak siswa menganalisis masalah yang berkaitan dengan IPA dan dalam pembelajaran guru jarang mengajak siswa membuat kesimpulan dari materi yang dipelajari sehingga pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas siswa menerima materi dari guru saja.

  Berdasarkan paparan di atas, terlihat adanya kesenjangan antara kondisi yang seharusnya dialami anak dalam kegiatan pembelajaran IPA dengan kenyataan yang ada di kelas. Keadaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh sistem pembelajaran di sekolah yang masih berupa ceramah. Anak tidak mengembangkan kemampuan menganalisis dan mengevaluasi dalam pembelajaran karena siswa hanya diberi pengetahuan saja. Hal tersebut menjadikan kegiatan pembelajaran di kelas menjadi kurang menarik dan menyenangkan.

  Dari paparan di atas solusi yang dapat digunakan yaitu peneliti ingin menerapkan metode pembelajaran yang diduga dapat membangkitkan kemampuan siswa yaitu dengan mind map. Mind map akan membantu siswa dengan mudah melihat, membaca dan mengingat materi sehingga pembelajaran yang diikuti siswa dapat dengan mudah diingat siswa. Mind map juga membantu siswa belajar secara mandiri dengan mencari sendiri pengetahuannya. Peneliti berharap dengan penggunaan mind map pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari semakin bermakna. Penggunaan mind

  map juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kognitif menganalisis dan mengevaluasi siswa.

  Penelitian ini hanya akan dibatasi pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi siswa pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SDK Sengkan pada semester genap Tahun Pelajaran 2011-2012. Kemampuan menganalisis dan mengevaluasi diukur dari hasil pretest dan posttest. Kelas yang dipakai dalam penelitian ini adalah kelas VA dengan jumlah siswa 24 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VB dengan jumlah siswa 24 orang sebagai kelas kontrol. Standar Kompetensi yang digunakan adalah 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam, dengan Kompetensi Dasarnya yaitu 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan.

1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut:

  1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SDK Sengkan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011-2012?

  1.2.2 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SDK Sengkan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011-2012?

  1.3 Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah:

  1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan kognitif menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SDK Sengkan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011-2012.

  1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan kognitif mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SDK Sengkan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011-2012.

  1.4 Manfaat Penelitian

  1.4.1 Bagi Peneliti:

  1.4.1.1 Peneliti dapat membuktikan kelebihan penggunaan metode mind map daripada menggunakan metode tradisional dalam pembelajaran.

  1.4.1.2 Peneliti mendapatkan pengalaman baru dalam merancang pembelajaran IPA menggunakan metode mind map.

  1.4.1.3 Menjadi inspirasi bagi peneliti dalam melakukan pembelajaran di kelas.

  1.4.2 Bagi Guru:

  1.4.2.1 Guru mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran IPA menggunakan metode mind map, sehingga dapat mengembangkan lebih lanjut untuk pembelajaran lainnya.

  1.4.2.2 Guru mendapatkan tambahan wawasan mengenai metode pembelajaran dikelas.

  1.4.3 Bagi Siswa: 1.4.3.1 Siswa mendapatkan pengalaman belajar dengan metode mind map.

  1.4.3.2 Siswa memperoleh kegiatan belajar yang menyenangkan.

  1.4.4 Bagi Sekolah:

  1.4.4.1 Laporan penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber bacaan yang meningkatkan wawasan para warga di sekolah.

BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab II landasan teori ini, berisi metode pembelajaran mind map,

  proses kognitif menganalisis dan mengevaluasi, serta teori-teori yang relevan dari hasil penelitian sebelumnya dan dirumuskan dalam kerangka berpikir dan hipotesis berupa dugaan sementara dari rumusan masalah penelitian.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori-teori yang mendukung

  Metode pembelajaran yang hendak dikaji adalah metode pembelajaran dengan menggunakan mind map (metode pembelajaran mind map). Menurut Buzan (2011), penggunaan mind map merupakan salah satu metode yang efektif untuk meletakkan suatu konsep atau informasi ke dalam otak ataupun mengambil informasi keluar dari otak seseorang. Metode pembelajaran mind akan dikaji lebih lanjut setelah terlebih dahulu dijabarkan mengenai teori

  map

  perkembangan anak dengan menggunakan dan mengaplikasikan salah satu metode pembelajaran ke anak. Hal ini bertujuan agar penggunaan metode pembelajaran dapat dipilih dengan tepat dan secara efektif meningkatkan hasil belajar anak.

2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Setiap manusia dari lahir sampai meninggal mengalami perkembangan.

  Perkembangan adalah perubahan yang progresif dan kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu dari lahir sampai mati. Menurut Samsul (2010:15) perkembangan dapat juga diartikan sebagai perubahan- perubahan yang dialami individu menuju kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis.

  Menurut Yusuf (2008:4) perkembangan kognitif model Piaget meliputi empat tahap atau periode yaitu:

  1. Sensorimotor (0- 2 tahun) Pada tahap ini perkembangan pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik, baik dengan objek maupun orang. Skema-skemanya baru refleks sederhana, seperti menggenggam atau menghisap.

  2. Praoperasional (2- 6 tahun) Pada tahap ini anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk mempresentasikan dunia (lingkungan) secara kognitif. Simbol-simbol itu seperti kata-kata dan bilangan yang dapat menggantikan objek, peristiwa, dan kegiatan (tingkah laku yang tampak).

  3. Operasional Konkret (6-11 tahun) Pada tahap ini anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Mereka dapat menambah, mengurangi, dan mengubah. Operasi ini memungkinkan untuk dapat memecahkan masalah secara logis.

  4. Operasional Formal Pada tahap ini terjadi operasi mental tingkat tinggi. Anak sudah dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek-objek konkret.

  Anak SD kelas V menurut teori Piaget sudah masuk pada tahap operasional kongkret. Menurut Piaget dalam Mutiah (2010:101) seorang anak akan menciptakan sendiri pengetahuan mereka mengenai dunianya melalui interaksi langsung. Seorang anak akan menjalani tahapan perkembangan kognisi sampai pada akhirnya proses berpikir mereka akan menyamai proses berpikir orang dewasa. Dalam proses belajar, seorang anak perlu adaptasi dan juga membutuhkan keseimbangan yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses penggabungan informasi baru yang ditemui dalam kehidupan nyata dengan struktur kognisi seseorang, sedangkan akomodasi adalah mengubah struktur kognisi seseorang untuk disesuaikan, diselaraskan dengan atau meniru apa yang diamati dalam realitas.

  Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa anak SD kelas V berada pada tahap operasional kongkret menurut teori Piaget dan pada proses belajarnya seorang anak membutuhkan adaptasi dan penyeimbang yaitu asimilasi dan akomodasi.

2.1.1.2 Metode Pembelajaran

  Metode pembelajaran menurut Yamin (2009:145) berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Suryosubroto (2009:140) mengatakan bahwa metode pembelajaran merupakan cara-cara pelaksanaan dari proses pengajaran atau bagaimana teknis suatu bahan pembelajaran diberikan pada murid-murid di sekolah. Banyak metode yang dapat diterapkan pada saat pembelajaran berlangsung di antaranya:

  1. Metode Ceramah Metode ceramah biasa dilakukan oleh guru untuk memberikan pengarahan dan petunjuk di awal pembelajaran, pada waktu yang terbatas sedangkan materi yang disampaikan banyak sehingga banyak dilakukan oeh guru dalam mengajar siswanya di kelas. Metode ceramah memiliki beberapa kelemahan di antaranya keberhasilan siswa tidak terukur, perhatian dan motivasi siswa sulit diukur dan peran serta siswa dalam pembelajaran rendah.

  2. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi sangat menolong siswa dalam mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dengan terlebih dahulu siswa diberi kesempatan melihat demonstrasi yang dilakukan oleh guru. Metode demonstrasi dapat dilaksanakan untuk memotivasi siswa tentang latihan atau praktek yang dilakukan guru dan dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan- kesalahan bila dibandingkan dengan kegiatan hanya mendengarkan ceramah atau membaca buku, karena siswa memperoleh langsung gambaran yang jelas dari hasil pengamatan. Kelemahan metode demonstrasi di antaranya adalah:

a. Demonstrasi tidak akan berhasil jika alat yang didemonstrasikan tidak dapat dilihat jelas oleh siswa.

  b. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas di mana para siswa sendiri dapat ikut dalam bereksperimen dan menjadikan aktivitas itu pengalaman yang bermakna.

  c. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan dalam kelompok.

  d. Menyita waktu yang banyak dan kadang-kadang membosankan siswa.

3. Metode Tanya Jawab

  Metode tanya jawab menjadi tepat pelaksanaanya jika ditunjukkan untuk:

  a. Meninjau ulang pelajaran atau ceramah yang lalu agar para siswa dapat memusatkan lagi perhatian pada pelajaran.

  b. Menyelingi pembicaraan agar perhatian siswa tetap.

  c. Dapat digunakan untuk mengarahkan pengamatan dan pemikiran siswa. Kelebihan metode tanya jawab di antaranya:

  a. Dengan tanya jawab guru dapat memperoleh sambutan yang lebih aktif jika dibandingkan dengan metode ceramah.

  b. Memberikan kesempatan pada siswa agar dapat mengungkapkan pendapatnya sehingga guru dapat melihat mana yang belum dimengerti siswa.

  c. Mengetahui perbedaan-perbedaan pendapat yang ada. Kelemahan dari metode tanya jawab adalah:

  a. Tanya jawab dapat menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan yang dibahas.

  b. Adanya kesenjangan antara siswa yang aktif bertanya dengan yang pasif.

2.1.1.3 Metode Pembelajaran Mind Map

  Mind map menurut Buzan (2011) adalah sebuah cara termudah dalam

  menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar otak dan dapat diartikan juga sebagai cara untuk mencatat yang kreatif, efektif, dan secara har afiah akan “memetakan” pikiran-pikiran. Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat mind map adalah kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, otak, dan imajinasi.

  Keuntungan membuat mind map menurut Buzan (2011:6) adalah: 1. Mind map membantu mengaktifkan seluruh otak.

  4. Membuat cabang yang menghubungkan ke gambar pusat, dengan satu warna pada setiap cabang

  Sumber:

  Gambar 1. contoh mind map

  7. Menggunakan gambar untuk memperjelas kata kunci yang dibuat.

  6. Menggunakan satu kata kunci untuk setiap cabang.

  5. Membuat garis hubung yang melengkung, untuk membuat cabang, bukan garis lurus.

  3. Menggunakan warna yang menarik (pensil warna)

  2. Mind map dapat membuat berfokus pada pokok bahasan.

  2. Menggunakan gambar atau foto untuk judul di bagian tengah.

  1. Memulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar.

  6. Memudahkan menyerap fakta serta informasi baru dengan mudah. Tujuh langkah membuat Mind map menurut Buzan (2011:15) adalah:

  5. Dapat memunculkan ide-ide baru yang kreatif.

  4. Mind map membantu untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasinya dari ingatan jangka pendek keingatan jangka panjang.

  3. Membantu mengelompokkan konsep yang ada.

2.1.1.4 Proses Kognitif Menganalisis dan Mengevaluasi

1. Proses kognitif S. Bloom

  Menurut Anderson (2010:43) kategori pada dimensi proses kognitif merupakan pengklasifisian dari proses kognitif siswa secara komperhensif yang terdapat pada tujuan-tujuan di bidang pendidikan.

  Model taksonomi Bloom yang sudah direvisi memetakan proses kognitif yang terjadi dalam pembelajaran ke dalam 6 level yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

  Menurut Anderson (2010:43), mengingat adalah mengambil atau memunculkan kembali pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang. Memahami adalah proses belajar yang tidak hanya membaca suatu materi, melainkan juga menelaahnya sehingga memberikan pengertian yang lebih luas dari materi. Mengaplikasikan merupakan menerapkan atau melakukan sesuatu berdasarkan prosedur dan dalam keadaan tertentu. Menganalisis berarti memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dengan maksud untuk mengetahui struktur dan tujuannya. Mengevaluasi yaitu memberi penilaian berdasarkan kriteria atau standar. Mencipta adalah memadukan beberapa unsur atau bagian menjadi sesuatu yang baru dan koheren.

  Penelitian ini hanya berfokus pada proses kognitif menganalisis dan mengevaluasi.

2. Menganalisis

  Menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi jadi bagian- bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar bagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhannya. Kecakapan analisis bisa dikembangkan melalui:

a. Membedakan

  Membedakan melibatkan proses memilah-milah bagian-bagian yang relevan atau penting dari sebuah struktur. Proses membedakan terjadi ketika siswa mendiskriminasikan informasi yang relevan dan yang tidak relevan, yang dianggap penting dan tidak penting, setelah itu siswa mampu memperhatikan informasi yang relevan dan penting.

b. Mengorganisasi

  Melibatkan proses mengidentifikasi elemen-elemen komunikasi atau situasi dan proses mengenali bagaimana elemen-elemen ini membentuk sebuah struktur yang koheren. Dalam mengorganisasi peserta didik akan membangun hubungan-hubungan yang sistematis dan koheren antar potongan informasi.

c. Mengatribusikan

  Terjadi ketika siswa dapat menentukan sudut pandang, pendapat, nilai, atau tujuan di balik komunikasi. Mengatribusikan melibatkan proses dekonstruksi di mana pembelajar mencoba menemukan maksud pengarang dibalik materi yang dipelajari.

3. Mengevaluasi

  Menurut Anderson (2001:102) mengevalusi didefinisikan sebagai membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar. Kriteria yang paling sering digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi. Tidak semua bentuk penilaian bersifat evaluatif. Penilaian baru bersifat evaluatif kalau didasarkan pada kriteria yang didefinisikan dengan jelas.

  a. Memeriksa Melibatkan proses menguji inkonsistensi atau kesalahan internal dalam suatu operasi atau produk. Memeriksa terjadi ketika siswa menguji apakah suatu kesimpulan sesuai dengan premis atau tidak, atau apakah data yang diperoleh sudah sesuai dengan hipotesis atau malah menolak hipotesis.

  b. Mengkritik Melibatkan proses penilaian suatu produk atau proses berdasarkan kriteria dan standar eksternal. Dalam proses mengkritik siswa mencatat ciri-ciri positif dan negatif dari suatu produk dan dapat membuat sebuah keputusan berdasarkan ciri-ciri tersebut.

2.1.1.5 Mata Pelajaran IPA

1. Hakekat IPA

  IPA menurut Iskandar (2001) merupakan kepanjangan dari Ilmu Pengetahuan Alam, yang secara harafiah merupakan ilmu yang mempelajari perisitiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Menurut Fisher dalam Amin (1987) IPA dikatakan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode berdasarkan observasi. Jadi IPA adalah ilmu tentang suatu peristiwa yang terjadi di alam dan diperoleh dengan metode-metode berdasarkan observasi.

  Ilmu Pengetahuan Alam untuk anak SD harus dimodifikasi agar anak-anak dapat dengan mudah dipelajari. Ide-ide dan konsep harus disederhanakan agar dapat sesuai dengan kemampuan anak untuk dapat memahaminya, menurut Iskandar (2001:2) pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar sebagai produk dan sebagai proses.

  a. IPA sebagai produk

  IPA sebagai produk terdiri dari fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip- prinsip, hukum-hukum dan teori-teori. Yang disebut fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau peristiwa yang benar-benar terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif. Konsep IPA adalah suatu ide yang menyatukan fakta-fakta IPA. Prinsip IPA merupakan generalisasi tentang hubungan di antara konsep- konsep IPA. Sedangkan teori IPA merupakan kerangka yang lebih luas dari fakta, konsep dan prinsip yang saling berhubungan.

  b. IPA sebagai proses

  IPA sebagai proses adalah pemilihan metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Keterampilan proses IPA berguna untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada di alam.

  Fungsi dan tujuan IPA berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi menurut Depdiknas (dalam Trianto, 2010:138) adalah sebagai berikut: a. Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  b. Mengembangkan keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah.

  c. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang mengetahui sains dan teknologi. d. Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurut Laksmi (dalam Trianto, 2010:142) Pendidikan IPA di sekolah mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut: a. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap.

  b. Menanamkan sikap hidup ilmiah.

  c. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan.

  d. Mendidik siswa untuk mengenal, mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan penemunya.

  e. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan.

2. Proses pembentukan tanah akibat pelapukan

  Kompetensi IPA kelas V yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar kompetensi 7 tentang “memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam”. Kompetensi Dasar yang digunakan yaitu 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan.

  Menurut Sunardi (2005:142) proses terbentuknya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku, batuan endapan, dan batuan metamorf.

a. Batuan Beku

  Batuan beku terbentuk dari proses pembekuan magma yang mengalir ke permukaan bumi. Ciri-ciri utama batuan beku adalah berkristal, lebih dari satu warna, dan tampak ada yang berkilau jika terkena cahaya.

b. Batuan Endapan

  Batuan endapan adalah batuan yang terbentuk akibat proses pengendapan. Batuan ini terbentuk karena adanya pelapukan dan pengikisan oleh angin dan air, kemudian mengendap dan mengeras akibat adanya tekanan serta zat-zat lain yang merekatkannya. Ciri-ciri batuan endapan adalah berbutir, berlapis, dan berfosil. Contoh batuan endapan adalah batu konglomerat, batu gamping, batu bara, dan tufa. c. Batuan Malihan Batuan malihan adalah batuan beku dan batuan endapan yang mengalami perubahan. Perubahan ini akibat dari pengaruh tekanan dan angin serta temperatur yang tinggi oleh proses alam. Contoh batuan endapan adalah marmer, sekismika, batu sabak, dan geneis.

  Tanah terbentuk akibat adanya pelapukan batuan. Ada tiga jenis pelapukan menurut Sunardi (2005:144) yaitu pelapukan fisika, pelapukan kimia, dan pelapukan biologi.

  a. Pelapukan fisika Pelapukan fisika disebabkan oleh iklim atau cuaca, suhu, angin, dan air. Perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam menyebabkan batuan mudah melapuk. Deburan ombak laut di pantai dapat menghancurkan batuan. Proses hancurnya batuan di tepi pantai akibat hantaman ombak disebut abrasi. Sedangkan batuan yang melapuk karena terpaan angin dan gesekan air disebut erosi.

  b. Pelapukan kimia Pelapukan kimiawi yaitu pelapukan yang terjadi akibat proses kimiawi pada molekul-molekul penyusun batuan tersebut. Zat-zat yang tertanam di dalam kerak bumi (litosfer) pada dasarnya bersifat stabil, tetapi batuan di lapisan paling luar yang bersinggungan dengan atmosfer secara kimiawi lebih tidak stabil. Atmosfer yang banyak mengandung oksigen dan lembab menyebabkan batuan lebih mudah mengalami perubahan atau pelapukan kimia.

  c. Pelapukan Biologi Pelapukan ini terjadi karena adanya aktivitas tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Akar dari suatu tumbuh-tumbuhan dapat menghancurkan batuan yang kemudian menjadi tanah. Selain itu, aktivitas manusia seperti penggalian barang tambang, pembuatan jalan, dan pendirian bangunan dapat mempercepat proses pelapukan batuan.

2.1.2 Penelitian-penelitian yang relevan

2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang mind map

  Nugroho (2011) meneliti peningkatan prestasi belajar dengan teknik pembelajaran mind map mata pelajaran Pkn bagi siswa kelas IV SDN Tawangsari Temanggung semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mind map dapat meningkatan prestasi belajar siswa kelas IV dengan materi sistem pemerintahan tingkat pusat. Peningkatan nilai dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata prestasi belajar dengan kondisi awal sebesar 52,19 meningkat menjadi 63,04 pada siklus I dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,65.

  Toi (2009) meneliti penggunaan mind map untuk meningkatkan daya ingat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan menggunakan

  mind map , peserta didik sangat terbantu untuk memanggil kembali kata-

  kata dengan lebih efektif daripada menggunakan daftar. Daya ingat meningkat mencapai 32 %.

  Maryudani (2010) meneliti peningkatkan prestasi belajar mata pelajararan IPS dengan menggunakan mind map siswa kelas V SDK Kintelan I Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Dengan menggunakan

  mind map prestasi belajar siswa meningkat pada siklus I dengan rata-rata 69,00 dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 80,00.

2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang proses kognitif

  Aryani (2011) meneliti tentang pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata

  pelajaran IPA. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas V semester 2 SD Kanisius Wirobrajan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh dapat dilihat dari kenaikan rata-rata skor pre-test prestasi belajar ke post-test prestasi belajar pada kelompok eksperimen. Meskipun demikian, kenaikan skor prestasi belajar di kelompok eksperimen tidak berbeda secara positif dan signifikan dengan kenaikan skor prestasi belajar di kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode inkuiri terbimbing. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri terbimbing maupun metode tradisional mempunyai efektivitas yang sama dalam meningkatkan prestasi belajar jika diukur dengan tes objektif.

  Wahyuningsih (2009) meneliti tentang perbedaan metode ceramah dengan metode simulasi komputer terhadap hasil belajar fisika yang menekankan aspek kognitif siswa kelas X SMA Negeri I Ngemplak pada pokok bahasan gerak lurus beraturan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ceramah maupun metode simulasi komputer meningkatkan hasil belajar siswa dan nada perbedaan antara metode simulasi komputer dengan metode ceramah yaitu metode simulasi komputer lebih meningkatkan hasil belajar dengan mean 28,6071 dibandingkan metode ceramah dengan mean 22,4286.

2.1.2.3 Literatur Map

  Gambar 2. Literatur map dari penelitian sebelumnya

  Penggunaan metode mind Proses kognitif map

  Nugroho (2011) Aryani (2011) Mind map-prestasi belajar Metode inkuiri-prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif Toi (2009)

  Mind map-daya ingat Wahyuningsih (2009) perbedaan metode ceramah dengan metode simulasi komputer - aspek kognitif

  Maryudani (2010) Mind map-prestasi belajar Yang perlu diteliti pengaruh mind terhadap kemampuan map menganalisis dan mengevaluasi

  2.2 Kerangka berpikir

  Untuk metode pembelajaran mind map yang diterapkan pada pembelajaran

  IPA kelas V SDK Sengkan khususnya pada kompetensi dasar pelapukan batuan, pendidik harus merencanakan pembelajaran yang bermakna, disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik, serta memfasilitasi anak didik dalam membangun pengetahuannya.

  Metode mind map merupakan salah satu alternatif untuk memfasilitasi peserta didik dalam mencapai kebermaknaan, sehingga diharapkan mampu mencapai tingkat pemahaman yang maksimal melalui proses kognitif menganalisis dan mengevaluasi.

  Jika metode mind map diterapkan pada pembelajaran IPA kelas V SDK Sengkan, maka akan berpengaruh terhadap proses kognitif siswa dalam menganalisis dan mengevaluasi.

  2.3 Hipotesis

  2.3.1 Penggunan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif menganalisis pada siswa kelas V SDK Sengkan semester II tahun

pelajaran 2011-2012 mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar pelapukan batuan.

  2.3.2 Penggunan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif mengevaluasi pada siswa kelas V SDK Sengkan Sengkan semester II tahun pelajaran 2011-2012 pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar pelapukan batuan.

  Landasan teori dalam bab II ini dapat disintesakan dalam piramida terbalik dengan mengikuti logika berpikir deduktif yang menjadi dasar dari penelitian kuantitatif eksperimental yang mulai dengan kajian pustaka, penelitian-penelitian sebelumnya, kerangka berpikir, dan hipotesis. vARv Gambar 3. Penyusunan kerangka hipotesis

  Hipotesis Kerangka Berpikir Penelitian-penelitian sebelumnya

  Kajian Pustaka Variabel kemampuan menganalisis dan mengevaluasi

  Variabel metode mind map

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

  Jenis metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design tipe non-equivalent control group design. Penelitian eksperimen menurut Sugiyono (2010:107) adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dengan kondisi yang dikendalikan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan bentuk quasi-

  experimental design tipe non-equivalent control group design

  (Sugiyono,2010:114). Penelitian ini termasuk quasi-experimental design karena pemilihan tiap responden untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan secara random. Adapun pada penelitian tipe ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi soal pretest untuk melihat adakah perbedaan antara kedua kelas tersebut. Hasil pretest yang baik adalah jika nilai kelompok esperimen tidak berbeda secara signifikan. Penelitian dengan tipe non-equivalent control group desain dapat dilihat pada tabel berikut:

  O

  

X O

  1

  2 O O

  3

  4 Gambar 4. Desain penelitian

  X= perlakuan O1= Rerata skor Pretest kelompok eksperimen O2= Rerata skor Posttest kelompok eksperimen O3= Rerata skor Pretest kelompok kontrol O4= Rerata skor Posttest kelompok kontrol Untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sebelum pelajaran dimulai dilakukan pretest pada kedua kelompok tersebut. Perlakuan untuk kelompok eksperimen yaitu menerapkan mind map dan kelompok kontrol diajar dengan cara tradisional. Pada akhir pembelajaran diadakan posttest pada kedua kelompok.

3.2 Populasi dan Sampel

  Populasi menurut Sugiyono (2011:61) merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Sengkan yang beralamat di Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur Sleman, Yogyakarta. Pemilihan tempat ini berdasarkan tempat Program Pengalaman Lapangan (PPL) peneliti di sekolah tersebut.

  Sampel menurut Margono (2010:121) adalah bagian dari populasi. Sampel mempunyai karakeristik dan diambil dengan cara tertentu. Sampel pada penelitian ini ada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu siswa kelas VA SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 24 orang. Sedangkan kelompok kontrol yaitu siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 24 orang.

  Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara diundi dan disaksikan oleh guru mitra. Undian kelompok esperimen jatuh pada siswa kelas VA dan kelompok kontrol jatuh pada siswa kelas VB. Kegiatan pembelajaran untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan oleh guru mitra. Guru mitra merupakan guru yang mengampu mata pelajaran

  IPA untuk kelas V. Kegiatan pengamatan dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti.

3.3 Jadwal Pengambilan Data

  Tabel 1. Jadwal kegiatan penelitian

  

Kelompok Kegiatan Alokasi waktu Hari, Tanggal

Pretest 2 x 40 menit Jumat, 2 Maret 2012 Pembelajaran tentang Senin, 5 Maret 2012 2 x 40 menit penggolongan batuan Pembelajaran tentang ciri- Senin, 12 Maret 2012

  Kontrol 2 x 40 menit ciri batuan Kelas VB Pembelajaran tentang Rabu, 14 Maret 2012 2 x 40 menit kegunaan batuan Pembelajaran tentang Jumat, 16 Maret 2012

  2 x 40 menit pelapukan batuan

  

Kelompok Kegiatan Alokasi waktu Hari, Tanggal

posttest

  2 x 40 menit Senin, 19 Maret 2012 Eksperimen Kelas VA

  Pretest 2 x 40 menit Sabtu, 3 Maret 2012 Pembelajaran tentang penggolongan batuan

  2 x 40 menit Selasa, 13 Maret 2012 Pembelajaran tentang ciri- ciri batuan

  2 x 40 menit Rabu, 14 Maret 2012 Pembelajaran tentang kegunaan batuan

  2 x 40 menit Sabtu, 17 Maret 2012 Pembelajaran tentang pelapukan batuan

  2 x 40 menit Selasa, 20 Maret 2012 posttest 2 x 40 menit Rabu, 21 Maret 2012

3.4 Variabel Penelitian

  Menurut Sugiyono (2010:61) variabel penelitian merupakan suatu atribut dari suatu objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang akan diteliti ada dua yaitu:

  Variabel bebas pada penelitian ini adalah penggunaan mind map.

  2. Variabel Terikat (Variabel Dependen) Menurut Sugiyono (2010:61) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi suatu dikarenakan adanya variabel bebas.

  Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan menganalisis dan kemampuan mengevaluasi. Variabel independen Variabel dependen

  

Gambar 5. Pemetaan Variabel

  Penggunaan mind

  map

  Kemampuan mengevaluasi Kemampuan menganalisis

  1. Variabel Bebas (Variabel Independen) Menurut Sugiyono (2010:61) variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi suatu sebab timbulnya variabel terikat.

3.5 Definisi Operasional 1. Siswa SD adalah anak kelas V yang sekolah di SD Kanisius Sengkan.

  2. Mind map adalah cara untuk memetakan pikiran-pikiran dengan menggunakan gambar dan warna sehingga dapat menyenangkan untuk dilihat, dibaca dan diingat oleh siswa SD dalam mempelajari IPA.

  3. Proses kognitif adalah proses mendapatkan pengetahuan dengan tahap pembelajaran dengan enam tingkatan mulai dari mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan yang paling tinggi menciptakan sesuai dengan taksonomi Bloom.

  4. Metode pembelajaran adalah suatu strategi yang dilakukan oleh guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.

  5. IPA adalah salah satu mata pelajaran di SD kelas V yang mempelajari gejala-gejala yang terjadi di alam beserta segala isinya.

  6. Kemampuan menganalisis adalah kemampuan seseorang dalam menentukan bagian-bagian dari suatu permasalahan dan menunjukkan hubungan bagian-bagian tersebut dengan memberikan alasan yang logis.

  7. Kemampuan mengevaluasi adalah kemampuan untuk membuat keputusan berdasarkan kriteria yang ada pada mata pelajaran IPA.

3.6 Instrumen Penelitian

  Sugiyono (2010) menyatakan bahwa instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen yang dibuat dalam penelitian ini berdasarkan Standar Kompetensi: 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah : 7.1 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Tes kemampuan menganalisis untuk mengukur proses kognitif menganalisis yaitu tes tertulis yang berupa 1 soal uraian.

  2. Tes kemampuan mengevaluasi untuk mengukur proses kognitif mengevaluasi yaitu tes tertulis yang berupa 1 soal uraian.

  Penelitian ini dilakukan oleh peneliti bersamaan dengan dua orang rekan peneliti yang lain.

  Berikut ini adalah matriks pengembangan instrumen: Tabel 2. Matriks Pengembangan Instrumen

  No No Variabel Aspek Indikator Soal

  1. Menganalisis Membedakan Menyebutkan perbedaan antara pelapukan yang disebabkan oleh lumut dan abu vulkanik Mengorganisasi Mengelompokkan berdasarkan ciri-ciri pelapukan oleh lumut dan oleh abu

  4 vulkanik Mengantribusikan Menunjukkan penyebab mengenai pelapukan yang disebabkan oleh lumut dan abu vulkanik.

  2. Mengevaluasi Memeriksa Memeriksa kebenaran abu vulkanik dapat membuat pelapukan berdasarkan artikel Mendeteksi Menyelidiki tanda-tanda yang menunjukkan bahwa adanya abu vulkanik yang menempel di candi dapat membuat

  5 pelapukan Menilai Memutuskan benar atau tidak abu vulkanik dapat membuat pelapukan dengan memberikan alasan

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Penentuan validitas soal essai dilakukan melalui expert judgment dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing. Soal-soal tes tertulis diujicobakan di SD Kanisius Sorowajan dan SD Negeri Adisucipto 1. Target peneliti bersama dua rekan peneliti lainnya adalah 6 soal essai yang valid dan reliabel yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji coba dilakukan 2 kali karena pada uji coba yang pertama, yang dilakukan di SD Kanisius Sorowajan dengan jumlah siswa 55 orang, ada beberapa soal belum valid, sehingga dilakukan uji coba yang kedua dengan merevisi beberapa soal yang belum valid. Uji coba dilaksanakan di SD Negeri Adisucipto 1 dengan jumlah siswa 35 orang.

  Penelitian ini menggunakan soal essai karena soal essai mempunyai kelebihan yaitu dapat menilai proses kognitif sampai ketingkat yang paling tinggi yaitu mencipta. Keterbatasan soal essai adalah sulit untuk mencapai validitas dan reliabilitas yang tinggi, hal ini dikarenakan jawaban yang diberikan siswa yang satu dengan yang lain bervariasi dan penilaian yang dilakukan bisa bersifat subjektif (Nurgiantoro, 2001:72).

1. Penentuan Validitas

  Menurut Masidjo (2004:242) dikatakan bahwa validitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Azwar (2009:45) validitas dibagi menjadi tiga yaitu: Validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria.

  Pada penelitian ini, validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dan validitas isi. Validitas konstruk berdasarkan konsultasi ahli (expert judgment), dan validitas isi berdasarkan analisis faktor. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program komputer SPSS 18 atau sekarang lebih dikenal dengan PASW 18 for Windows (Predictive Analytics SoftWare) dengan hasil perhitungan di SD Negeri Adisucipto 1 sebagai berikut:

  Tabel 3. Hasil perhitungan validitas di SD Negeri Adisucipto 1:

  No variabel Pearson Sig.(2- Keputusan Correlation tailed)

  

1. Mengingat 0,512** 0,002 Valid

  

2. Memahami 0,746** 0,000 Valid

  

3. Mengaplikasi 0,671** 0,000 Valid

  4. Menganalisis 0,227 0,189 Tidak valid

  

5. Mengevaluasi 0,592** 0,000 Valid

  6. Mencipta 0,253 0,142 Tidak valid

  Dengan demikian pada pengujian di SD Negeri Adisucipto terdapat 4 soal valid dan 1 soal tidak valid. Menurut Sugiyono (2010:179) pengujian seluruh butir instrumen dalam satu variabel dapat dilakukan dengan mencari daya pembeda pada skor item dari tiap kelompok dengan memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah. Jumlah jawaban tinggi diambil 27% dan kelompok rendah diambil 27% dari sampel uji coba. Berikut ini hasil perhitungan uji beda dengan PASW 18 for Windows:

  Tabel 4. Hasil perhitungan daya beda

  ` Levene's Test for Equality t-test for Equality of of Variances Means F Sig df Sig.(2-tailed) SDK Sorowajan 2,484 0,126

  28 0,000 SD Negeri Adisucipto 1 0,398 0,537 16 0,000 Berdasarkan tabel di atas, harga Sig.(2-tailed) pada kedua SD tersebut sebesar 0,000. Harga tersebut lebih kecil dari 0,05 ( 0,000<0,05) menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara skor atas dan skor bawah. Artinya item soal tersebut dapat digunakan sebagai instrument yang telah teruji validitasnya.

2. Reliabilitas

  Menurut Priyatno (2008:25) uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur tersebut dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang.

  Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil perhitungan reliabilitas untuk pengujian di SD tersebut adalah: Tabel 5. Perhitungan reliabilitas

  Alpha Cronbach Kualifikasi SDK Sorowajan 0,490 Cukup SD Negeri Adisucipto 1 0,502 Cukup

  Dari hasil Alpha Cronbach diatas reliabilitas pengujian untuk kedua SD tersebut termasuk dalam kategori cukup (Masidjo, 2004:209).

3.8 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Teknik pengumpulan data dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

  Tabel 6. Teknik pengumpulan data

  No Kelompok Variabel Data Pengumpulan Intrumen

1 Pembelajaran

  2 Kemampuan Skor Pre- tes Tes tertulis : 1 menganalisis soal uraian Pre-tes

  Eksperimen Skor Pos-tes Tes tertulis : 1 (VA) Pos-tes soal uraian

  3 Kemampuan skor Pre-tes Tes tertulis : 1 Kontrol mengevaluasi soal uraian Pre-tes

  (VB) skor Pos-tes Tes tertulis : 1 Pos-tes soal uraian

3.9 Teknik Analisis Data

  Pengujian untuk menganalisis data, sebagai berikut:

3.9.1 Uji Normalitas

  Sugiyono (2010) mengatakan bahwa statistik parametris bekerja berdasarkan asumsi bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis berdasarkan distribusi normal. Karena itu dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Uji normalitas data dengan menggunakan Kolmogorof-Smirnov. Pada pengujian menggunakan Kolmogorof-Smirnov menurut Ghozali (2002:35) akan menentukan apakah skor dalam sampel berasal dari populasi yang memiliki distribusi normal. Kriteria yang digunakan menurut Sarwono (2010:25) adalah:

  1) Jika harga sig.( 2 – tailed) > 0.05 distribusi data normal. 2) Jika harga sig (2- tailed) < 0.05 distribusi data tidak normal. Uji normalitas data digunakan untuk menentukan jenis statistik inferensial yang akan digunakan. Jika distribusi normal maka teknik yang digunakan teknik statistik parametrik dalam hal ini adalah t- test / uji T, sedangkan jika distribusi data tidak normal maka teknik statistik yang digunakan non parametrik dalam hal ini adalah Mann-Whitney atau Wilcoxon.

  Setelah semua data diuji normalitasnya, data dapat diuji dengan uji statistik. Berikut adalah langkah-langkah dalam pengujian statistik.

3.9.1.1 Uji Perbedaan Pretest

  Uji perbedaan pretest dilakukan dengan menganalisis pretest dari kelompok eksperimen dan pretes dari kelompok kontrol. Uji perbedaan pretest data dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki titik pijak yang sama sehingga dimungkinkan dilakukan pembandingan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent untuk distribusi data normal dan statistik non parametrik

  samples t-test Mann-Whitney U test untuk distribusi data tidak normal. Kedua data pretest tersebut dikatakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika

  harga sig. (2-tailed) > 0,05 ( Priyatno,2012:17). Kriteria yang digunakan adalah: 1) Jika harga sig (2- tailed) < 0.05 terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga tidak mungkin dengan menggunakan uji perbedaan posttest . 2) Jika harga sig > 0.05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sehingga menggunakan uji perbedaan posttest. Apabila data yang didapat menggunakan uji perbedaan pretest hasilnya berbeda maka uji statistik yang digunakan adalah uji perbedaan pretest ke

  posttest dan kemudian dilanjutkan dengan uji pengaruh perlakuan.

  3.9.1.2 Uji perbedaan dari pretest ke posttest Digunakan untuk memastikan ada kenaikan yang terjadi dalam kelompok kontrol dan esperimen dengan cara membandingkan hasil skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan:

  1) Jika harga Sig.(2-tailed) >0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan dari skor pretest ke posttest. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest, dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan dari pretest ke posttest.

  3.9.1.3 Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan digunakan untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor posttest kelompok esperimen dan kontrol.

  Kriteria yang digunakan sebagai berikut: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi. 2) Jika harga Sig.(2-tailed) <0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi. Apabila data pretets yang dianalisis berbeda uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah uji selisih skor.

3.9.1.4 Uji selisih skor

  Dilakukan jika terdapat perbedaan dari skor pretest baik kelompok kontrol dan eksperimen. Untuk mendapatkan perhitungan selisih skor dengan cara mengurangkan posttest

  • –pretest. Sesudah skor selisih didapat skor tersebut diuji perbedaanya.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) <0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara antara selisih skor di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini membahas mengenai pengaruh penggunaan metode mind map

  terhadap kemampuan kognitif menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan dan pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis

  Penelitian ini meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap berbagai tingkat level kognitif Benyamin S.Bloom. Unsur dari proses kognitif tersebut adalah mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Pada bagian ini akan dibahas pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis. Penelitian dilakukan dengan metode quasi-experimental design tipe non-equivalent

  control group design . Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur proses kognitif menganalisis ini adalah tes tertulis berupa 1 soal uraian.

  Penentuan validitas dan reliabilitas soal essai dilakukan melalui expert

  judgment dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing

  dan uji coba di SD Kanisius Sorowajan dan SD Negeri Adisucipto 1. Hasil perhitungan validitas kemampuan menganalisis untuk pengujian di SD Kanisius Adisucipto tidak valid dengan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,189. Hasil perhitungan untuk pengujian reliabilitas yaitu 0,502.

  Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas VB dan kelas yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas VA dengan jumlah masing-masing kelas 24 siswa. Pengukuran dilakukan dua kali yaitu pada saat pretest dan posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sehingga diperoleh empat jenis data yaitu: pretest kelompok kontrol, postest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen, dan

  postest kelompok eksperimen.

  Instrumen yang dibuat dipakai untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis pada pretest dan

  posttest . Signifikansinya diukur dengan analisis statistik. Signifikansi dilihat

  dari perubahan nilai pretest ke nilai posttest atau pada perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

  Variabel independen pada penelitian ini adalah penggunaan mind map sedangkan variabel dependen yaitu kemampuan menganalisis. Hipotesis sementara yaitu penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif menganalisis siswa kelas V SDK Sengkan pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar pelapukan batuan.

  Data yang diperoleh diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-

  Smirnov dengan program komputer PASW (SPSS) 18 for Windows untuk

  menentukan jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis data responden. Distribusi data dikatakan normal jika nilai signifikansinya > 0,05 dan dikatakan tidak normal jika nilai signifikasinya < 0,05.

  Tabel 7. Hasil uji normalitas kemampuan menganalisis

  Nilai

No Aspek Keterangan

Signifikansi

  1 Rerata pretest kontrol 0,351 Normal

  2 Rerata posttest kontrol 0,313 Normal

  3 Rerata pretest eksperimen 0,383 Normal

  4 Rerata posttest eksperimen 0,307 Normal

  Dari analisis statistik di atas distribusi data normal sehingga aspek menganalisis ini akan dianalisis dengan statistik parametrik dalam hal ini t-

  test.

  Analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu cara I yaitu menguji perbandingan skor pretest jika hasil perhitungan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pretest selanjutnya menguji perbedaan pretest ke

  posttest dan kemudian dilanjutkan dengan uji pengaruh perlakuan. Cara 2

  yaitu menguji perbandingan skor pretest jika hasil perhitungan skor pretest terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan menguji selisih skor. Analisis ini menggunakan cara 1 yaitu dengan tiga langkah berikut.

4.1.1.1 Perbandingan skor pretest

  Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretest di kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen. Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah data-data yang akan dianalisis lebih lanjut memiliki titik pijak yang sama sehingga bisa dibuat perbandingan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent samples t-test. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

  i kontrol dan kelompok eksperimen.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor pretest berada dalam level yang tidak sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan antara selisih skor dari pretest ke posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor

  pretest berada dalam level yang sama sehingga akan digunakan analisis

  perbandingan skor posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Tabel 8. Perbandingan skor pretest kemampuan menganalisis

  

Hasil Pretest Signifikansi Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok 0,178 Tidak berbeda eksperimen

  Berdasarkan tabel tersebut harga sig.(2-tailed) adalah 0,178, sehingga H null diterima dan H i ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

4.1.1.2 Perbandingan skor pretest ke posttest

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest

  null pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima.

  null i

  Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata

  posttest lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  Tabel 9. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis

  Test % sig.(2- No Kelompok Keterangan

  Pretest Postest peningkatan tailed)

  

1 Kontrol 1,81 2,21 22,10 0,018 Berbeda

  

2 Eksperimen 2,01 2,88 43,28 0,000 Berbeda

  Berdasarkan tabel di atas harga sig.(2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,018, dan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) 0,000, maka H null ditolak dan H i diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari

pretest ke posttest baik di kelompok kontrol maupun eksperimen.

4.1.1.3 Perbandingan posttest

  Langkah ke tiga dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada

  null kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind

  map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak. null i

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  Tabel 10. Perbandingan skor posttest kemampuan menganalisis

  Hasil Posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,000 Berbeda

  Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 artinya H null ditolak dan H i diterima jadi pada kemampuan menganalisis terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian hasil analisis di atas menerima hipotesis, artinya penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  Tabel berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  4

  3 Kontrol

  2 Eksperimen

  1 Pretest Posttest

  Gambar 6. Grafik perbandingan antara skor pretest dan posttest kemampuan menganalisis.

4.1.2 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi

  Penelitian ini meneliti mengenai pengarung penggunaan mind map terhadap berbagai tingkat level kognitif Benyamin S.Bloom. Unsur dari proses kognitif tersebut adalah mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Pada bagian ini akan dibahas mengenai pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi. Penelitian dilakukan dengan quasi-experimental design tipe

  non-equivalent control group design . Instrumen penelitian yang digunakan

  untuk mengukur proses kognitif mengevaluasi ini adalah tes tertulis berupa 1 soal uraian.

  Penentuan validitas dan realibilitas soal essai dilakukan melalui expert dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing

  judgment

  dan ujicoba di SD Kanisius Sorowajan dan SD Negeri Adisucipto 1. Hasil perhitungan validitas kemampuan mengevaluasi untuk pengujian di SD Kanisius Adisucipto valid dengan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,592. Hasil perhitungan untuk pengujian reliabilitas yaitu 0,502.

  Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas VB dan kelas yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas VA dengan jumlah masing-masing kelas 24 siswa. Pengukuran dilakukan dua kali yaitu pada saat pretest dan posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sehingga diperoleh empat jenis data yaitu : pretest kelompok kontrol, postest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen, dan

  postest kelompok eksperimen.

  Instumen yang dibuat dipakai untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi pada pretest dan

  posttest . Signifikansinya diukur dengan analisis statistik. Signifikansi dilihat

  dari perubahan nilai pretest ke nilai posttest atau pada perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen Variabel independen pada penelitian ini adalah penggunaan mind map sedangkan variabel dependen yaitu kemampuan mengevaluasi. Hipotesis sementara yaitu penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif mengevaluasi siswa kelas V SDK Sengkan pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar pelapukan batuan.

  Data yang diperoleh diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-

  Smirnov dengan program komputer PASW (SPSS) 18 for Windows untuk

  menentukan jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis data responden. Distribusi data dikatakan normal jika nilai signifikansinya > 0,05 dan dikatakan tidak normal jika nilai signifikasinya < 0,05.

  Tabel 11. Hasil uji normalitas kemampuan mengevaluasi

  Nilai No Aspek Keterangan Signifikansi

  1 Pretest kontrol 0,181 Normal

  2 Posttest kontrol 0,557 Normal

  3 Pretest eksperimen 0,420 Normal

  4 Posttest eksperimen 0,419 Normal

  Dari analisis statistik di atas distribusi data untuk kelas kontrol dan eksperimen semuanya normal karena nilai sig.(2-tailed) >0,05. Analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu cara I yaitu menguji perbandingan skor pretest jika hasil perhitungan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pretest maka selanjutnya menguji perbedaan pretest ke

  posttest dan kemudian dilanjutkan dengan uji pengaruh perlakuan. Cara 2

  yaitu menguji perbandingan skor pretest jika hasil perhitungan skor pretes terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan menguji selisih skor. Untuk kemampuan mengevaluasi ini menggunakan cara 1 yaitu dengan tiga langkah berikut.

4.1.2.1 Perbandingan skor pretest

  Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretest di kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen. Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah data-data yang akan dianalisis lebih lanjut memiliki titik pijak yang sama sehingga bisa dibuat perbandingan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent samples t-test. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

  i kontrol dan kelompok eksperimen.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor pretest berada dalam level yang tidak sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan antara selisih skor dari pretest ke posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

  Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor

  pretest berada dalam level yang sama sehingga akan digunakan analisis

  perbandingan skor posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Tabel 12. Perbandingan skor pretest kemampuan mengevalusi

  

Hasil Pretest Signifikansi Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok 0,414 Tidak berbeda eksperimen

  Berdasarkan nilai signifikasi 0,412 maka H null diterima dan H i ditolak artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen pada kemampuan mengevaluasi.

4.1.2.2 Perbandingan skor pretest ke posttest

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik paired t-test karena data normal dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada

  i kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan

  posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  Hasil perhitungan uji perbedaan pretest ke posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 13. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi

  Test % sig.(2- No Kelompok Keterangan

  Pretest Postest peningkatan tailed)

  

1 Kontrol 2,10 2,72 29,52 0,000 Berbeda

  

2 Eksperimen 2,25 3,11 38,22 0,000 Berbeda

  Berdasarkan tabel di atas harga sig.(2-tailed) kelompok kontrol dan eksperimen adalah 0,000 maka H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

4.1.2.3 Perbandingan posttest

  Langkah ketiga dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik independent samples t-tes dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada

  null kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind

  map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak.

  null i

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  Tabel 14. Perbandingan skor posttest kemampuan mengevaluasi

  

Hasil Posttest Signifikansi Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok 0,043 Berbeda eksperimen

  Berdasarkan tabel di atas harga sig.(2-tailed) adalah 0,043 maka H null ditolak dan H diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor

  i posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain

  penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  Gambar berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  4

  3 Kontrol

  2 Eksperimen

  1 Pretest Posttest

  Gambar 7. Grafik perbandingan skor pretest dan posttest kemampuan mengevaluasi

4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

  Hasil perhitungan analisis data pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 15. Rangkuman perbandingan skor pretest

  No Aspek Signifikansi Keterangan

  1 Menganalisis 0,178 Tidak berbeda

  2 Mengevaluasi 0,414 Tidak berbeda

  Tabel 16. Rangkuman perbandingan skor pretest ke postest

  % Kenaikan Signifikansi No Aspek Eksperi

  Kontrol Keterang Eksperi Keterang men Kontrol an men an

  1 Menganalisis 22,10 43,28 0,018 Berbeda 0,000 Berbeda

  2 Mengevaluasi 29,52 38,22 0,000 Berbeda 0,000 Berbeda

  Tabel 17. Rangkuman perbandingan skor posttest

  No Aspek Signifikansi Keterangan

  1 Menganalisis 0,000 Berbeda

  2 Mengevaluasi 0,043 berbeda

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengaruh metode mind map terhadap kemampuan menganalisis

  Berdasarkan hasil analisis data pengaruh metode mind map terhadap kemampuan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SDK Sengkan ditemukan adanya pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan menganalisis. Pengaruh penggunaan metode mind map dapat dilihat dari hasil perbandingan skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dengan skor posttest kelompok kontrol menyimpulkan adanya perbedaan antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode mind map dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah. Pembelajaran dengan mind map merupakan salah satu metode yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan menganalisis siswa. Dengan mind

  map siswa dapat membedakan materi yang relevan maupun tidak relevan,

  mengorganisasi dan mengantribusikan pada kemampuan menganalisis. Hal ini menyebabkan adanya kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke

  posttest pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol yang

  menggunakan metode ceramah. Kelompok eksperimen kenaikan skornya 43,28%, sedangkan kelompok kontrol kenaikan skornya 22,10%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode mind map meningkatkan kemampuan menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

4.2.2 Pengaruh metode mind map terhadap kemampuan mengevaluasi

  Berdasarkan hasil analisis data pengaruh metode mind map terhadap kemampuan mengevaluasi mata pelajaran IPA kelas V SDK Sengkan ditemukan adanya pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengevaluasi siswa. Adanya pengaruh tersebut dapat dilihat dari perbandingan skor posttest antara kelompok eksperimen dengan skor kelompok kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai sig. (2-

  posttest

  tailed) < 0,05 yaitu 0,043. Adanya pengaruh tersebut menbuktikan bahwa ada perbedaan antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah.

  mind map

  Pada kelompok eksperimen yang menggunakan mind map siswa dapat mengembangkan kemampuan mengevaluasi dengan siswa dapat mengambil keputusan dengan siswa dapat memeriksa kesimpulan yang ditetapkan sesuai dengan data atau tidak dan siswa dapat mengkritik dan menilai pendapat suatu hipotesis. Hal ini menyebabkan adanya kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah. Kelompok eksperimen kenaikan skornya 38,22%, sedangkan kelompok kontrol kenaikan skornya 29,52%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan penggunaan

  mind map berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi pada

  mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

4.3 Keterbatasan Penelitian

  Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini diantaranya:

  1. Uji validitas dan reliabilitas Pada pengujian soal untuk validitas dan reliabilitas, peneliti harus mengujikannya ke tiga sekolah karena ada beberapa soal yang tidak valid dan harus berkolsultasi dengan dosen pembimbing.

  2. Adanya keterbatasan waktu, terutama saat siswa mengerjakan mind

  map dengan terlebih dahulu membaca dari berbagai sumber dan jam

  mata pelajaran IPA yang diakhir pembelajaran menyebabkan siswa sudah malas dan bosan.

  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab V ini diuraikan mengenai kesimpulan dan saran. Bagian

  kesimpulan ingin menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Selanjutnya bagian saran berisi saran untuk peneliti berikutnya.

  5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap peserta didik kelas V SDK Sengkan pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan dengan menggunakan metode mind map dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  5.1.1 Penerapan metode mind map pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis siswa kelas V SDK Sengkan semester genap Tahun Pelajaran 2011-2012. Dari analisis data kemampuan menganalisis dengan statistik parametrik diperoleh nilai sig. (2-tailed) adalah 0,000. Hal

  independent samples t-test

  ini membuktikan bahwa metode mind map eferktif meningkatkan kemampuan menganalisis siswa.

  5.1.2 Penerapan metode mind map pada mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi siswa kelas V SDK Sengkan semester genap Tahun Pelajaran 2011-2012. Dari hasil perhitungan analisis data kemampuan mengevaluasi dengan

  Independent Sample T-test , diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,043. Hal

  ini membuktikan bahwa metode mind map eferktif meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa.

  5.2 Saran

  Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan jika dilaksanakan penelitian sejenis yaitu:

  1. Ketepatan uji validitas dan reliabilitas instrumen sangat penting dalam penelitian eksperimen. Oleh karena itu, pengujian validitas dan reliabilitas instrumen harus dilakukan dengan benar.

2. Sebaiknya pemilihan waktu pelajaran harus diperhatikan dengan baik.

  Penelitian hendaknya dilakukan pada jam pelajaran awal dan jangan diakhir pembelajaran karena suasana kelas sudah tidak kondusif untuk dilakukan pembelajaran.

DAFTAR REFERENSI

  Anderson, L. W., David, R. K. (2001) . Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran dan assesmen .Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Aryani, L.D. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA.

  Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buzan, T. (2005). Buku pintar mind map. Jakarta: Gramedia. Fony, L. (2011). Ayo belajar ilmu pengetahuan alam. Yogyakarta: Kanisius. Ghozali, I., Jhon, C. (2002:35). Statistik Non-Parametrik. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.

  Iskandar, S. (2001). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV. Maulana. Margono,S. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Maryudani. (2010). Peningkatkan prestasi belajar mata pelajararan IPS dengan

  menggunakan mind map siswa kelas V SDK Kintelan I Yogyakarta tahun

  pelajaran 2009/2010 . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Masidjo, I. (2004). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mutiah, D. (2010). Psikologi bermain anak usia dini. Jakarta: Kencana. Nugroho, A. S. (2011). Peningkatan prestasi belajar dengan teknik pembelajaran mind map mata pelajaran Pkn bagi siswa kelas IV SDN Tawangsari Temanggung semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta. Sanata Dharma.

  Nurguyantoro, B. ( 2001). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.

  Yogyakarta: BPFI. Piaget, J. (2000). Psikologi anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Priyatno, D. (2008). Mandiri belajar SPSS. Yogyakarta: MediaKom. Sarwono, J. (2010). PASW statistik 18 belajar statistik menjadi mudah dan cepat.

  Yogyakarta: CV Andi. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D . Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2011). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Sujianto, A.E. (2009). Aplikasi statistik dengan SPSS 16.0. Jakarta: Prestasi Pustaka. Sunardi, A. S. (2005). Sains Ilmu Pengetahuan Alam kelas 5 SD. Yogyakarta: Kanisius. Suryosubroto. (2009). Proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta. PT Rineka Cipta. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) .

  Jakarta: Bumi Aksara. Toi, H . (2009). Research on how Mind map improves Memory. Paper presented at the International Conference on Thinking, Kuala Lumpur, 22nd to 26th

  June 2009. Wahyuningsih, D. (2009). Perbedaan metode ceramah dengan metode simulasi

  computer terhadap hasil belajar fisika yang menekankan aspek kognitif siswa kelas X SMA Negeri I Ngemplak pada pokok bahasan gerak lurus beraturan. Skripsi tidak diterbitkan Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Yamin, M. (2009). Desain pembelajaran berbasis tingkat satuan pendidikan.

  Jakarta: Gaung Persada Press. Yusuf, S. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT.

  Remaja Rosda Karya. Yulius, O. (2010). I.T. kompas kreatif SPSS 18. Yogyakarta: Panser Pustaka.

  

Lampiran

  Lampiran 1. Silabus

  Lampiran 2. RPP kelas Kontrol

  Lampiran 3. RRP Kelas Eksperimen

  Lampiran 4. Contoh Mind Map anak

  Lampiran 5. Uji validitas Kelompok SD Kanisius Sorowajan

  Lampiran 6. Uji validitas di SD Adisucipto

  Lampiran 7. Uji reliabilitas di SD Kanisius Sorowajan Lampiran 8. Uji reliabilitas di SDN Adisucipo

  Lampiran 9. Uji daya beda di SD Kanisius Sorowajan

  Group Statistics kelompok N Mean

  Std. Deviation Std. Error

  Mean atasbawah kelompok atas 15 14,13 1,246 ,322 kelompok bawah

  15 7,20 ,775 ,200

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

  F Sig. t df Sig.

  (2- tailed) Mean Difference

  Std. Error Difference 95% Confidence

  Interval of the Difference Lower Upper atasbawah Equal variances assumed

  2,483 ,126 18,303 28 ,000 6,933 ,379 6,157 7,709 Equal variances not assumed 18,303 23,416 ,000 6,933 ,379 6,150 7,716

  Lampiran 10. Uji daya beda di SDN Adisucipto

  Lampiran 11. Instrumen pengumpulan data dan kunci jawaban

  Kunci Jawaban

  Lampiran 12. Rublik penilaian

  2. Mengevaluasi Memeriksa Jika dapat memeriksa apakah benar jika abu vulkanik dapat membuat pelapukan berdasarkan artikel dan jawaban sangat tepat

  2 Jika menjawab dan jawaban tidak tepat

  3 Jika keputusan ya atau tidak benar dan alasan salah

  4 Jika keputusan ya atau tidak benar dan alasan tepat

  1 Menilai Jika keputusan ya atau tidak benar dan alasan

sangat tepat

  2 Jika menjawab dan jawaban tidak tepat

  3 Jika menyebutkan tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran abu vulkanik dapat membuat pelapukan tetapi kurang tepat

  4 Jika menyebutkan tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran abu vulkanik dapat membuat pelapukan dengan tepat

  1 Mendeteksi Jika menyebutkan 2 tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran abu vulkanik dapat membuat pelapukan dengan sangat tepat

  2 Jika menjawab dan jawaban tidak tepat

  3 Jika dapat memeriksa apakah benar jika abu vulkanik dapat membuat pelapukan berdasarkan artikel dan jawaban kurang tepat

  4 Jika dapat memeriksa apakah benar jika abu vulkanik dapat membuat pelapukan berdasarkan artikel dan jawaban tepat

  1

  

No Variabel Aspek Kriteria Skor

  2 Jika menjawab tetapi jawaban tidak tepat

  3 Jika menunjukkan penyebab pelapukan oleh lumut dan abu vulkanik tetapi tidak tepat

  4 Jika menunjukkan1 penyebab pelapukan oleh lumut dan abu vulkanik dengan tepat.

  1 Mengantribusikan Jika menunjukkan 2 penyebab pelapukan oleh lumut dan abu vulkanik dengan sangat tepat

  2 Jika menjawab tetapi jawaban tidak tepat

  3 Jika dapat mengelompokkan pelapukan lumut dan abu vulkanik berdasarkan ciri- cirinya tetapi kurang tepat.

  4 Jika dapat mengelompokkan pelapukan lumut dan abu vulkanik berdasarkan ciri- cirinya.

  1 Mengorganisasi Jika dapat mengelompokkan 2 pelapukan lumut dan abu vulkanik berdasarkan ciri- cirinya.

  2 Jika menjawab tetapi jawaban tidak tepat

  3 Jika hanya menyebutkan 1 perbedaan dengan tepat

  4 Jika menyebutkan 2 perbedaan tapi kurang tepat

  1. Menganalisis Membedakan Jika menyebutkan 2 perbedaan dengan

sangat tepat

  1 Lampiran 13. Rekapitulasi Nilai

  

Rekapitulasi Nilai

No Variabel Kelompok Aspek Skor

  4 Menilai 7 13

  4 Posttest Kontrol Memeriksa 6 10

  7

  1 Mendeteksi 4 10

  9

  1 Menilai 4 8 10

  2 Pretest Eksperimen Memeriksa 3 7 10

  4 Mendeteksi 1 8 11

  4 Posttest Eksperimen Memeriksa

  7 Mendeteksi 5 12

  11

  9

  3

  1 Mendeteksi

  10

  8

  6 Menilai 6 10

  7 Menilai 5 1 14

  9

  4

  4 Mengantribusikan 1 5 12

  3

  2

  1

  1 Menganalisis Pretest Kontrol Membedakan 1 13 10 Mengorganisasi 5 13

  6 Mengantribusikan 4 12

  8 Posttest Kontrol Membedakan 2 9 11

  2 Mengorganisasi 1 5 14

  6 Pretest Eksperimen Membedakan 8 12

  7

  4 Mengorganisasi 6 11

  7 Mengantribusikan 6 10

  8 Posttest Eksperimen Membedakan 6 12

  6 Mengorganisasi 4 14

  6 Mengantribusikan 5 8 10

  1

  2 Mengevaluasi Pretest Kontrol Memeriksa

  1

  8 Lampiran 14. Nilai Pretest Menganalisis Kelompok Kontrol

  

Pretest Kontrol

No.Res Menganalisis Total Rata- rata Membedakan Mengorganisasi Mengantribusikan

  16

  2

  18

  2 5 1,67

  2

  1

  17

  1 4 1,33

  2

  1

  2 7 2,33

  3 7 2,33

  3

  2

  15

  1 3 1,00

  1

  1

  14

  2 6 2,00

  2

  2

  19

  13

  1

  2

  3

  24

  3 8 2,67

  3

  2

  23

  1 4 1,33

  2

  22

  2

  2 6 2,00

  2

  2

  21

  1 3 1,00

  1

  1

  20

  3 8 2,67

  3

  2

  1 4 1,33

  1

  2 7 2,33

  6

  2 6 2,00

  2

  2

  5

  3 8 2,67

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  2 5 1,67

  2

  1

  2

  1 4 1,33

  1

  2

  1

  2 5 1,67

  2

  10

  1

  12

  2 5 1,67

  1

  2

  11

  2 6 2,00

  2

  2

  1 4 1,33

  7

  2

  1

  9

  2 4 1,33

  1

  1

  8

  1 4 1,33

  1

  2

  2 7 2,33 Lampiran 15. Nilai Posttest Menganalisis Kelompok Kontrol

  Posttest Kontrol No.Res Menganalisis Total Rata- rata Membedakan Mengorganisasi Mengantribusikan

  16

  2

  18

  1 4 1,33

  2

  1

  17

  3 8 2,67

  2

  3

  2 5 1,67

  4 9 3,00

  1

  2

  15

  2 9 3,00

  3

  4

  14

  3 7 2,33

  1

  3

  19

  13

  3

  2

  2

  24

  2 7 2,33

  2

  3

  23

  2 7 2,33

  2

  22

  2

  1 6 2,00

  3

  2

  21

  3 9 3,00

  2

  4

  20

  3 6 2,00

  1

  3

  2 6 2,00

  1

  2 7 2,33

  6

  2 7 2,33

  3

  2

  5

  2 6 2,00

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  1 4 1,33

  1

  2

  2

  1 6 2,00

  2

  3

  3

  2 7 2,33

  2

  10

  2

  12

  1 4 1,33

  2

  1

  11

  2 9 3,00

  4

  3

  1 5 1,67

  7

  2

  2

  9

  2 7 2,33

  2

  3

  8

  2 7 2,33

  3

  2

  3 7 2,33 Lampiran 16. Nilai Pretest Menganalisis Kelompok Eksperimen

  

Pretest Eksperimen

No.Res Menganalisis Total Rata- Membedakan rata Mengorganisasi Mengantribusikan

  16

  2

  18

  3 8 2,67

  2

  3

  17

  1 5 1,67

  1

  3

  3 7 2,33

  2 5 1,67

  2

  2

  15

  3 9 3,00

  3

  3

  14

  2 7 2,33

  3

  1

  19

  13

  2

  2

  2

  24

  1 6 2,00

  2

  3

  23

  1 4 1,33

  1

  22

  1

  2 8 2,67

  3

  3

  21

  2 7 2,33

  3

  2

  20

  1 4 1,33

  2

  2

  2 7 2,33

  1

  1 3 1,00

  6

  1 6 2,00

  3

  2

  5

  2 7 2,33

  2

  3

  4

  1

  2

  1

  3

  1 4 1,33

  2

  1

  2

  2 6 2,00

  2

  2

  2

  1 5 1,67

  2

  10

  3

  12

  3 7 2,33

  1

  3

  11

  2 6 2,00

  2

  2

  2 5 1,67

  7

  1

  2

  9

  3 8 2,67

  3

  2

  8

  2 4 1,33

  1

  1

  3 7 2,33 Lampiran 17. Nilai Posttest Menganalisis Kelompok Eksperimen

  

Posttest Eksperimen

No.Res Menganalisis Total Rata- Membedakan rata Mengorganisasi Mengantribusikan

  16

  2

  18

  3 11 3,67

  4

  4

  17

  2 7 2,33

  3

  2

  4 12 4,00

  1 6 2,00

  4

  4

  15

  3 8 2,67

  2

  3

  14

  2 6 2,00

  2

  3

  19

  13

  3

  3

  3

  24

  3 9 3,00

  3

  3

  23

  2 7 2,33

  2

  22

  3

  2 7 2,33

  3

  2

  21

  3 10 3,33

  4

  3

  20

  4 10 3,33

  3

  2

  2 8 2,67

  1

  3 11 3,67

  6

  2 7 2,33

  2

  3

  5

  3 10 3,33

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2 7 2,33

  3

  2

  2

  4 10 3,33

  3

  3

  3

  4 10 3,33

  3

  10

  3

  12

  3 8 2,67

  2

  3

  11

  2 8 2,67

  3

  3

  2 6 2,00

  7

  2

  2

  9

  2 9 3,00

  3

  4

  8

  3 10 3,33

  3

  4

  4 10 3,33 Lampiran 18. Nilai Pretest Mengevalusi Kelompok kontrol

  No.Res Mengevaluasi Total Rata- Memeriksa Mendeteksi Menilai rata

  16

  3

  18

  2 5 1,67

  2

  1

  17

  2 5 1,67

  1

  2

  2 6 2,00

  3 8 2,67

  2

  2

  15

  1 3 1,00

  1

  1

  14

  2 8 2,67

  3

  2

  19

  13

  3

  2

  2

  24

  4 10 3,33

  3

  3

  23

  2 6 2,00

  1

  22

  2

  2 5 1,67

  2

  1

  21

  4 8 2,67

  2

  2

  20

  2 5 1,67

  1

  3

  2 6 2,00

  1

  2 7 2,33

  6

  4 10 3,33

  3

  3

  5

  1 4 1,33

  2

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  2 5 1,67

  1

  2

  2

  2 5 1,67

  2

  1

  4

  4 11 3,67

  3

  10

  1

  12

  1 6 2,00

  2

  3

  11

  1 4 1,33

  1

  2

  2 5 1,67

  7

  1

  2

  9

  2 5 1,67

  2

  1

  8

  4 8 2,67

  2

  2

  2 6 2,00 Lampiran 19. Nilai Posttest Mengevalusi Kelompok Kontrol

  Posttest Kontrol No.Res Mengevaluasi Total Rata- Memeriksa rata Mendeteksi Menilai

  16

  4

  18

  2 9 3,00

  4

  3

  17

  4 10 3,33

  3

  3

  2 7 2,33

  3 10 3,33

  3

  2

  15

  2 8 2,67

  3

  3

  14

  3 9 3,00

  3

  3

  19

  13

  3

  2

  2

  24

  3 10 3,33

  3

  4

  23

  2 8 2,67

  3

  22

  2

  1 4 1,33

  2

  1

  21

  3 11 3,67

  4

  4

  20

  2 6 2,00

  2

  3

  2 8 2,67

  1

  2 7 2,33

  6

  3 9 3,00

  2

  4

  5

  2 6 2,00

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  4 10 3,33

  3

  3

  2

  3 8 2,67

  2

  3

  4

  3 11 3,67

  2

  10

  4

  12

  3 6 2,00

  1

  2

  11

  2 7 2,33

  2

  3

  2 7 2,33

  7

  2

  3

  9

  4 10 3,33

  4

  2

  8

  4 10 3,33

  3

  3

  1 5 1,67 Lampiran 20. Nilai Pretest Mengevalusi Kelompok Eksperimen

  Pretest Eksperimen No.Res Mengevaluasi Total Rata- Memeriksa Mendeteksi Menilai rata

  16

  2

  18

  

3

7 2,33

  2

  2

  17

  

3

10 3,33

  3

  4

  

1

7 2,33

  

2

7 2,33

  3

  3

  15

  

2

8 2,67

  4

  2

  14

  

3

9 3,00

  3

  3

  19

  13

  1

  2

  3

  24

  

3

6 2,00

  1

  2

  23

  

2

5 1,67

  2

  22

  2

  

2

8 2,67

  3

  3

  21

  

2

8 2,67

  2

  4

  20

  

1

4 1,33

  1

  3

  

2

7 2,33

  1

  

1

4 1,33

  6

  

1

4 1,33

  2

  1

  5

  

3

10 3,33

  3

  4

  4

  2

  1

  1

  3

  

3

7 2,33

  2

  2

  2

  

2

8 2,67

  3

  3

  2

  

2

5 1,67

  3

  10

  2

  12

  

2

5 1,67

  2

  1

  11

  

2

7 2,33

  2

  3

  

2

6 2,00

  7

  2

  2

  9

  

2

5 1,67

  1

  2

  8

  

3

8 2,67

  2

  3

  

2 7 2,33 Lampiran 21. Nilai Posttest Mengevalusi Kelompok Eksperimen

  Posttest Eksperimen No.Res Mengevaluasi Total Rata- Memeriksa Mendeteksi rata Menilai

  16

  1

  18

  

4

12 4,00

  4

  4

  17

  

2

7 2,33

  2

  3

  

4

11 3,67

  

3

6 2,00

  4

  3

  15

  

3

8 2,67

  3

  2

  14

  

2

7 2,33

  2

  2

  19

  13

  4

  4

  4

  24

  

4

12 4,00

  4

  4

  23

  

4

11 3,67

  3

  22

  4

  

2

9 3,00

  4

  3

  21

  

3

11 3,67

  4

  4

  20

  

3

10 3,33

  3

  3

  

3

10 3,33

  1

  

4

11 3,67

  6

  

2

7 2,33

  2

  3

  5

  

2

9 3,00

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  

3

11 3,67

  4

  4

  2

  

2

7 2,33

  2

  3

  3

  

2

8 2,67

  3

  10

  4

  12

  

3

11 3,67

  4

  4

  11

  

3

10 3,33

  4

  3

  

3

10 3,33

  7

  3

  4

  9

  

3

7 2,33

  2

  2

  8

  

2

7 2,33

  3

  2

  

4 12 4,00 Lampiran 22. Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pre_Kon Post_Kon Pre_Eks Post_Eks N

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pre_Kontrol Post_Kontrol Pre_Eksp Post_Eksp N

  Negative -,141 -,162 -,180 -,180

Kolmogorov-Smirnov Z 1,096 ,792 ,881 ,881

Asymp. Sig. (2-tailed) ,181 ,557 ,420 ,419

a. Test distribution is Normal.

  Mean 2,0983 2,7217 2,2496 3,1108 Std. Deviation ,68424 ,64204 ,58354 ,65093

Most Extreme Differences Absolute ,224 ,162 ,180 ,180

Positive ,224 ,104 ,131 ,177

  24 Normal Parameters a,b

  24

  24

  24

  Lampiran 23. Uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi

  24

  b. Calculated from data.

  Negative -,131 -,179 -,185 -,197

Kolmogorov-Smirnov Z ,932 ,962 ,907 ,967

Asymp. Sig. (2-tailed) ,351 ,313 ,383 ,307

a. Test distribution is Normal.

  Mean 1,8050 2,2071 2,0133 2,8742 Std. Deviation ,52946 ,50923 ,52486 ,58830

Most Extreme Differences Absolute ,190 ,196 ,185 ,197

Positive ,190 ,196 ,118 ,156

  24 Normal Parameters a,b

  24

  24

  b. Calculated from data. Lampiran 24. Uji Perbedaan Pretest Kemampuan Menganalisis

  Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pre_KonEks Pre Kontrol

  24 1,8050 ,52946 ,10808 Post Kontrol 24 2,0133 ,52486 ,10714

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means

  Variances 95% Confidence Sig.

  Interval of the Mean Std. Error F Sig. t df (2- Difference

  Difference Difference tailed) Lower Upper Equal

  • variances 0,105 0,748

  46 0,178 -0,2083 0,15218 -0,51465 0,09799 1,369 assumed Pre_KonEks Equal variances -

  45,996 0,178 -0,2083 0,15218 -0,51466 0,09799 not 1,369 assumed Lampiran 25. Uji Perbedaan Pretest Kemampuan Mengevaluasi

  Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pre_KonEks 1,00 dimens ion1 24 2,0983 ,68424 ,13967 2,00

  24 2,2496 ,58354 ,11911

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means Variances

  95% Confidence Sig.

  Interval of the Mean Std. Error F Sig. t df (2- Difference

  Difference Difference tailed) Lower Upper Equal

  • variances 0,585 0,448

  46 0,414 -0,1513 0,18356 -0,52074 0,21824 0,824 assumed Pre_KonEks Equal variances -

  44,882 0,414 -0,1513 0,18356 -0,52099 0,21849 not 0,824 assumed Lampiran 26. Uji Kenaikan Skor Pretest Ke Posttest Kemampuan Menganalisis

  Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Post_Kon 2,2071 24 ,50923 ,10395 Pre_Kon 1,8050

  24 ,52946 ,10808 Pair 2 Post_Eks 2,8742 24 ,58830 ,12009 Pre_Eks 2,0133 24 ,52486 ,10714 Paired Samples Correlations

  N Correlation Sig. Pair 1 Post_Kon & Pre_Kon

24 -,114 ,596

Pair 2 Post_Eks & Pre_Eks

  

24 ,053 ,805

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- Mean tailed)

  Std. Deviation Std.

  Error Mean 95% Confidence Interval of the

  Difference Lower Upper Pair 1 Post_Kon

  23 ,018 Pair 2 Post_Eks

  • Pre_Kon ,40208 ,77535 ,15827 ,07468 ,72949 2,541

  23 ,000

  • Pre_Eks ,86083 ,76733 ,15663 ,53682 1,18485 5,496
Lampiran 27. Uji Kenaikan Skor Pretest Ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi

  Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Post_Kontrol 2,7217 24 ,64204 ,13106 Pre_Kontrol 2,0983

  24 ,68424 ,13967 Pair 2 Post_Eksp 3,1108 24 ,65093 ,13287 Pre_Eksp 2,2496 24 ,58354 ,11911 Paired Samples Correlations

  N Correlation Sig. Pair 1 Post_Kontrol & Pre_Kontrol 24 ,516 ,010 Pair 2 Post_Eksp & Pre_Eksp

  24 -,256 ,227

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- Mean tailed)

  Std. Deviation Std.

  Error Mean 95% Confidence Interval of the

  Difference Lower Upper Pair

  23 ,000 Pair

1 Post_Kontrol

  • Pre_Kontrol

    ,62333 ,65319 ,13333 ,34752 ,89915 4,675

  2 Post_Eksp - Pre_Eksp

,86125 ,97922 ,19988 ,44776 1,27474 4,309 23 ,000 Lampiran 28. Uji Posttest Kemampuan Menganalisis

  Group Statistics

Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Post_KonEks Post Kontrol 24 2,2071 ,50923 ,10395 Post Eksperimen

  24 2,8742 ,58830 ,12009

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means Variances

  95% Confidence Sig. Mean Interval of the Std. Error

  F Sig. t df (2- Differenc Difference Difference tailed) e

  Lower Upper Equal

  • variances 2,003 0,164

  46 0,000 -0,6671 0,15883 4,2 0,98678 0,34738 assumed Post_KonEks Equal variances -

  • 45,074 0,000 -0,6671 0,15883 not 4,2 0,98696 0,34721 assumed
Lampiran 29. Uji Posttest Kemampuan Mengevaluasi

  Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Post_KontEks 1,00 dimens ion1 24 2,7217 ,64204 ,13106 2,00

  24 3,1108 ,65093 ,13287

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means Variances

  95% Confidence Sig.

  Interval of the Mean Std. Error F Sig. t df (2- Difference

  Difference Difference tailed) Lower Upper Equal

  • variances 0,228 0,635

  46 0,043 -0,3892 0,18663 2,1 0,76483 0,0135 assumed Post_KontEks Equal

  • variances
  • 45,991 0,043 -0,3892 0,18663 not 2,1 0,76483 0,0135 assumed

  

Lampiran 30. Foto-foto penelitian Foto-foto kelas VA. (Kelompok Eksperimen)

  Suasana pembelajaran dikelas VA (Kelas Eksperimen)

  Foto-foto kelas VB (Kelas Kontrol)

  Lampiran 31. Surat ijin penelitian

  Lampiran 32. Surat selesai penelitian

  Lampiran 33. Curriculum Vitae

  

Curriculum Vitae

  Maria Ratih Septiani merupakan anak keempat dari pasangan Ig. Ngadimin dan D. Nunuk Gunaryani. Lahir di Lubuklinggau Sumatera Selatan pada tanggal 23 September 1990. Pendidikan awal dimulai di TK Xaverius Lubuklinggau pada Tahun 1995-1996. Tahun 1996-2002 sekolah di SD Xaverius Lubuklinggau. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Xaverius Lubuklinggau pada Tahun

  2002-2005. Tahun 2005-2008 penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Xaverius Lubuklinggau, kemudian penulis melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2008.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK PENCATATAN MIND MAP TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI POKOK BIOTEKNOLOGI
1
9
57
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN RITENSI MEMORI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD SWASTA RK NO.3 KOTA SIBOLGA.
0
3
30
PENGARUH QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR DAN RETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD SW. BETANIA MEDAN.
0
1
28
PENGGUNAAN CATATAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PERISTIWA ALAM : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN Barunagri Lembang.
2
12
22
PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.
0
0
46
LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SD NEGERI KENTUNGAN DAN SD KANISIUS SENGKAN DEPOK SLEMAN.
0
0
191
PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA SD N SUKOMULYO NGAGLIK SLEMAN.
0
1
157
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATA PELAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI KASONGAN.
0
2
157
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH DAN MEDIA MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS VII DI SMP NEGRI I KARANGMONCOL.
0
0
2
PENGARUH PEMBELAJARAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DI SEKOLAH DASAR
0
0
10
View of UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI OPTIK MELALUI PENGGUNAAN MIND MAP PADA MATA PELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XII IPA 8 SMA NEGERI 2 CIREBON TAHUN PELAJARAN 2017/2018
0
2
9
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 20102011
0
1
148
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MIND MAP MATA PELAJARAN PKn BAGI SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SLEMAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
227
MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010-2011
0
0
160
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
Show more