KONTRIBUSI KEMITRAAN, SKALA USAHA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA KERAJINAN PERAK DI KOTAGEDE YOGYAKARTA SKRIPSI

Gratis

0
1
164
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI KEMITRAAN, SKALA USAHA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA KERAJINAN PERAK DI KOTAGEDE YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh : MAHISWARA NIM: 091324018 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN I dedicate this little work for: JESUS CHRIST MY SAVIOR MY PARENTS MYBROTHERS ALL OF MY COLLEGUES ALL OF MY FRIENDS AND EVERY PERSON WHO SUPPORTED ME UNTIL NOW ESPECIALLY FOR MY ALMAMATER, Universitas sanata dharma

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Jesus Christ) Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman (Albert Einstein) Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil.Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. (Mahatma Gandhi) Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. (Soekarno) Berdoalah seolah-olah semuanya bergantung pada Allah. Bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung kepadamu. (St.Agustinus) Berdoa, Berusaha dan Bersyukur. (Vincentius Mahiswara)

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KONTRIBUSI KEMITRAAN, SKALA USAHA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA KERAJINAN PERAK KOTAGEDE YOGYAKARTA Mahiswara Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha mikro kecil dan menengah di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian eksplanatif yang dilaksanakan di kerajinan perak Kotagede yang terletak di Jalan kemasan, Kelurahan Purbayan, Kotagede, Yogyakarta pada bulan Oktober 2013. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pemilik showroom usaha kerajinan perak yang terletak di Jalan Kemasan yang berjumlah 34 orang. Sampel diambil dengan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji Prasyarat analisis regresi yaitu uji normalitas dan uji linearitas. Uji asumsi klasik terdiri dari uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji Analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemitraan tidak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta (nilai sig. 0,107 >α 0,05), (2) skala usaha berkontribusi signifikanterhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta sebesar 63,57% (nilai sig. 0,001 <α 0,05), (3) pemanfaatan teknologi informasi tidak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta (nilai sig. 0,517 >α 0,05), (4) nilai adjusted R square yaitu 0,391 yang berarti sebesar 39,1% variasi perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede dapat dijelaskan oleh variasi kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi. Kata kunci: kontribusi,kemitraan, skala usaha, pemanfaatan teknologi informasi, perkembangan, kerajinan perak Kotagede.

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE CONTRIBUTION OF PARTNERSHIP, BUSINESS SCALE AND THE INFORMATION TECHNOLOGY UNTILIZATION TOWARD BUSINESS DEVELOPMENT OF SILVER HANDICRAFT IN KOTAGEDE, YOGYAKARTA Mahiswara Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of this study is to find out the contribution of partnership, business scale, and information technology utilization toward business development silver handicraft in Kotagede, Yogyakarta. This study is an explanatory study conducted in silver handicraft in Kotagede located at Kemasan Street, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta in October, 2013. The population of this study were the owners of silver handicraft business showroom in Kotagede located at Kemasan Street. The samples were taken by using saturated sample technique. The data gathered by questionnaire and interview. The prerequisite of regression analysis were normality and linearity test. Classical assumption test consisted of multicolinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test. The data analysis technique used was regression analysis. The result of this study indicated that: (1) partnership did not have any significant contribution to the business development of silver handicraft in Kotagede, Yogyakarta (sig. value 0.107 > α 0.05); (2) business scale had significant contribution by 63.57% to the business development of silver handicraft in Kotagede, Yogyakarta (sig. value 0.001 < α 0.05); (3) information technology utilization did not have any significant contribution to the business development of silver handicraft in Kotagede, Yogyakarta (sig. value 0.517 > α 0.05); and (4) adjusted R square value was 0.391, which meant 39.1% of business development of silver handicraft in Kotagede, Yogyakarta, could be explained by the variants of partnership, business, scale and information technology utilization. Keywords: contribution, partnership, business scale, information technology utilization, development, silver handicraft, Kotagede.

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kasih dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi pendidikan Ekonomi, Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Dalam proses penyusunan skripsi dari awal hingga akhir, tidak sedikit bantuan dan dukungan dari pihak lain. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: a. Tuhan Yesus yang selalu membimbing serta menerangi hati dan pikiran penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi. b. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. sebagai Rektor Universitas Sanata Dharma periode 2014-2018. c. Bapak Rohandi Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. d. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma. e. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dengan sabar dan meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan.

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI f. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Dosen Pembimbing II yang membimbing dan mengarahkan dengan penuh ketelitian dalam memeriksa penyusunan skripsi. g. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S selaku dosen penguji yang telah memberikan penilaian dan saran yang sangat berarti dalam skripsi ini. h. Mbak Titin yang selalu memberikan informasi dan membantu dalam kelancaran perkuliahan dan pembuatan skripsi. i. Bapak F.X Lilik Sudjiarto dan Ibu M.G. Soepartini selaku orang tua yang selalu mendoakan, memberikan kasih sayang dan membantu dalam segala hal selama ini. j. Dian Tri Utami yang selalu mengingatkan dan memberi dukungan serta kesabaran selama penyusunan skripsi. k. Teman-teman seperjuangan selama perkuliahan: Yeye, Yohan, Eko, Nana, Nia, Bertha, Septa, Grace, Desi, Yunus, Daniel, Alex dan keluarga besar Pendidikan Ekonomi lainnya. l. JRC Jogja, Nikon D3100 Regional Yogyakarta, Kos Jalan Rajawali Raya (Tompul, Deny, Andi, Debby, Mas Bibit). m. Seluruh pemilik showroom kerajinan perak Kotagede atau yang mewakili atas waktu dan ketersediaan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan penulis. n. Kota Jogjakarta sebagi tempat menuntut ilmu dan segala kenangan didalamnya.

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI o. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang turut memberikan andil. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Dengan rendah hati, penulis membutuhkan saran dan saran yang membangun dalam karya selanjutnya. Semoga skripsi ini memberikan manfaat dan informasi bagi semua pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 30 Mei 2014 Mahiswara

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBINGAN ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... iv HALAMAN MOTTO ............................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................ vii ABSTRAK ................................................................................................ viii ABSTRACT ............................................................................................... ix KATA PENGANTAR .............................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................. xiii DAFTAR TABEL .................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xx BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................... 8 C. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional ............................ 8 D. Tujuan Penelitain ........................................................................ 9 E. Manfaat Penelitian ...................................................................... 10

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................... 12 A. Kajian Pustaka ............................................................................ 12 1. Kemitraan ............................................................................. 12 2. Skala Usaha ........................................................................... 16 3. Teknologi Informasi .............................................................. 17 4. Usaha Mikro Kecil dan Menengah ....................................... 24 B. Kerangka Berpikir ....................................................................... 28 1. Isi Kerangka Berpikir ........................................................... 28 C. Hipotesis ...................................................................................... 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ........................................................................... 32 B. Lokasi dan Waktu Penelitian ...................................................... 32 C. Populasi dan Sampel .................................................................... 33 1. Populasi ................................................................................ 33 2. Sampel .................................................................................. 33 D. Data yang Dicari ......................................................................... 33 1. Data Primer ........................................................................... 33 2. Data Sekunder ....................................................................... 34 E. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 34 1. Pengumpulan Data Primer ..................................................... 34 2. Pengumpulan Data Sekunder ................................................ 36 F. Teknik Analisis Data .................................................................. 36 1. Analisis Deskriptif ................................................................ 36

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Deskripsi Data Kemitraan Responden ............................ 36 b. Deskripsi Skala usaha Responden .................................. 40 c. Deskripsi Pemanfaatan Teknologi Informasi Responden 44 d. Deskripsi Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede .......................................................................... 50 2. Uji Hipotesis ......................................................................... 52 a. Uji Prasyarat Analisis Regresi ........................................ 52 1) Uji Normalitas ........................................................... 52 2) Uji linieritas ............................................................... 53 b. Uji Asumsi Klasik .......................................................... 54 1) Uji Multikolinearitas ................................................. 54 2) Uji Heterokesdastisitas .............................................. 54 3) Uji Autokorelasi ........................................................ 55 c. Analisis Regresi Berganda .............................................. 56 d. Uji T ................................................................................ 57 e. Uji F ................................................................................ 59 BAB IV GAMBARAN UMUM DAN PEMBAHASAN ........................ 62 A. Gambaran Umum ....................................................................... 62 1. Letak dan Luas Kecamatan Kotagede .................................. 62 2. Penduduk kecamatan Kotagede ............................................ 64 3. Sejarah kerajinan Perak di Kotagede .................................... 66 4. Kondisi Pengrajin Perak di Kotagede ................................... 69

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Deskripsi Data penelitian ............................................................ 70 1. Deskripsi Data Tentang Karakteristik Responden ................ 71 2. Deskripsi Data Tentang Kemitraan Responden .................... 72 3. Deskripsi Data Tentang Skala usaha Responden ................. 78 4. Deskripsi Data Tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi Responden ............................................................ 85 5. Deskripsi Data Tentang Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede ...................................................................... 91 C. Analisis Data ............................................................................... 93 1. Pengujian prasyarat................................................................ 93 a. Uji Normalitas ................................................................ 93 b. Uji linieritas .................................................................... 94 2. Pengujian Asumsi klasik ...................................................... 96 a. Uji Multikolinieritas ....................................................... 96 b. Uji Heteroskesdastisitas .................................................. 97 c. Uji Autokorelasi ............................................................. 98 d. Rangkuman Dari hasil Uji Asumsi Klasik ..................... 100 D. Pengujian Hipotesis .................................................................... 100 E. Pembahasan ................................................................................ 104 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN ............................................................................................ 116 A. Kesimpulan ................................................................................. 116

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Keterbatasan ................................................................................ 116 C. Saran ........................................................................................... 116 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel II.1 Tabel Penggolongan UMKM Berdasar Jumlah Asset dan Omset .. 27 Tabel III.1 Kisi-kisi Instrumen Variabel Penelitian ......................................... 35 Tabel III.2 Pengukuran Memiliki Kemitraan .................................................. 37 Tabel III.3 Mean dan Standar Deviasi Variabel kemitraan Responden ........... 39 Tabel III.4 Interval Rata-Rata Penilaian Responden Terhadap Kemitraan...... 39 Tabel III.5 Mean dan Standar Deviasi Variabel Skala Usaha .......................... 43 Tabel III..6 Interval Rata-Rata Penilaian Responden Terhadap Skala Usaha.. 43 Tabel III.7 Pengukuran Pemanfaatan Teknologi Informasi ............................. 45 Tabel III.8 Mean dan Standar Deviasi Variabel Pemanfaatan TI .................... 49 Tabel III.9 Interval Rata-Rata Penilaian Responden Terhadap Pemanfaatan Teknologi Informasi................................................... 49 Tabel IV.1 Data Penduduk dan Sex Ratio Kecamatan Kotagede ................... 63 Tabel IV.2 Kepadatan Penduduk tiap Kelurahan di Kecamatan Kotagede ..... 64 Tabel IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................... 71 Tabel IV.4 Karakteristik Berdasarkan Usia ..................................................... 72 Tabel IV.5 Distribusi Frekuensi Mengenai Ada Tidak Kemitraan .................. 73 Tabel IV.6 Distribusi Frekuensi Mengenai Macam kemitraan ........................ 74 Tabel IV.7 Distribusi Frekuensi mengenai Manfaat Kemitraan ...................... 75 Tabel IV.8 Distribusi Frekuensi Kategori Kemitraan ...................................... 76 Tabel IV.9 Distribusi Frekuensi Tenaga Kerja Awal....................................... 77 Tabel IV.10 Distribusi Frekuensi Tenaga Kerja Saat Ini ................................. 80

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel IV.11 Produksi Barang Dalam Sebulan ................................................. 81 Tabel IV.12 Penjualan Barang Dalam Satu Bulan ........................................... 82 Tabel IV.13 Pemasaran Barang........................................................................ 83 Tabel IV.14 Distribusi Frekuensi Skala Usaha ................................................ 84 Tabel IV.15 Ada Tidak Pemanfaatan Teknologi informasi ............................. 85 Tabel IV.16 Jumlah Jenis Teknologi Pemanfaatan Teknologi Informasi ........ 86 Tabel IV.17 Jumlah Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi ...................... 87 Tabel IV.18 Frekuensi Penggunaan Teknologi informasi ............................... 88 Tabel IV.19 Jumlah Software Pemanfaatan Teknologi Informasi ................... 88 Tabel IV.20 Jumlah Manfaat Pemanfaatan Teknologi Informasi .................... 89 Tabel IV.21 Distribusi Frekuensi Kategori PemanfaatanTeknologi Informasi 90 Tabel IV.22 Distibusi Frekuensi Modal Awal ................................................. 91 Tabel IV.22 Distibusi Frekuensi Modal Saat ini .............................................. 92 Tabel IV.24 Hasil Uji Normalitas .................................................................... 94 Tabel IV.25 Hasil Uji Linearitas ...................................................................... 95 Tabel IV.26 Hasil Uji Multikolinearitas .......................................................... 96 Tabel IV.27 Hasil Heteroskedastisitas ............................................................. 98 Tabel IV.28 Hasil Uji Autokorelasi ................................................................. 99 Tabel IV.29 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik .......................................... 100 Tabel IV.30 Pengujian Hipotesis ..................................................................... 100 Tabel IV.31 Variabel Independen Secara Bersama ......................................... 103 Tabel IV.32 Uji Model ..................................................................................... 104

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner ...................................................................................... 122 Lampiran 2 Data responden ............................................................................. 127 Lampiran 3 Data per variabel ........................................................................... 129 Lampiran 4 Uji Prasyarat ................................................................................. 134 Lampiran 5 Uji asumsi klasik .......................................................................... 137 Lampiran 6 Uji Hipotesis ................................................................................. 139 Lampiran 7 Surat Ijin Penelitian ...................................................................... 141

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terciptanya masyarakat adil dan makmur merupakan salah satu tujuan bangsa. Salah satu sasaran yang hendak dicapai adalah pembangunan di bidang ekonomi. Potensi ekonomi yang ada di suatu daerah harus dikembangkan untuk mencapai kesejahteraan yang seadil-adilnya bagi masyarakat. Pembangunan di bidang ekonomi ini ditandai dengan adanya pertumbuhan ekonomi di semua sektor secara merata. Hasil pembangunan yang merata akan mendorong pengusaha terutama bagi usaha kecil dan menengah untuk berkembang. Dukungan yang kuat dari berbagai pihak harus diberikan dalam mewujudkan pondasi perekonomian yang berbasis usaha kecil dan menengah. Potensi-potensi setiap daerah akan menjadi komoditas yang berkualitas dan mempunyai daya tarik yang berbeda. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional.UMKM merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang dapat mengurangi permasalahan ekonomi yang mendasar seperti pengentasan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, ataupun mengatasi kesenjangan pendapatan. Sektor UMKM merupakan pelaku usaha terbesar dari sisi jumlah unit usaha yang mencapai 99% dari total pelaku usaha nasional pada tahun 2012. Sebanyak 54.559 unit usaha atau sebesar 98,82% diantaranya usaha mikro dengan aset maksimal 50 juta dan omzet maksimal 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 300 juta per tahun. Kontribusi UMKM terhadap penciptaan PDB (Produk Domestik Bruto) nasional menurut harga berlaku, tercatat mencapai 57%. Sisanya dikontribusikan usaha besar mencapai 43%. Pengembangan perekonomian terutama UMKM tidak lepas dari pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif yang dimaksud adalah kegiatan ekonomi berdasarkan kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kota Yogyakarta sendiri merupakan salah satu kota yang memiliki segudang potensi ekonomi kreatif. Potensi-potensi tersebeut meliputi sumber daya manusia, kekayaan alam sampai ke kultur tradisional yang masih sangat kental. Salah satu ekonomi kreatif di Yogyakarta dapat dilihat dari tidak sedikitnya pusat kerajinan yang bervariasi. Pusat kerajinan ini tersebar ke penjuru daerah kota Yogyakarta yang mengedepankan potensi daerah itu. Program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mengembangkan sektor UMKM selama ini cukup berkembang. Usaha dan upaya ini semakin nampak sejak terjadi krisis ekonomi tahun 1997. Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi pendorong perekonomian ditengah situasi dimana sektor BUMN dan korporasi mengalami kemunduran. Pengembangan sektor UMKM ini juga terlihat di Yogyakarta. Salah satu daerah istimewa di Indonesia ini memiliki berbagai usaha terutama UMKM yang bermacam jenisnya. Keanekaragaman jenis UMKM ini meliputi industri kerajinan, makanan, pariwisata dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Yogyakarta, selain kota pelajar, adalah kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sebagian besar masyarakat hidup dan berkembang dari sektor industri. Salah satu UMKM ekonomi kreatif yang ada yaitu kerajinan perak yang terletak di daerah Kotagede. Kerajinan perak identik dengan nama Kota Gede karena banyak sekali rumah tangga yang menyandarkan kehidupannya dari kerajinan perak, ada yang kecil-kecilan, dengan tenaga kerja satu-dua orang, namun ada juga yang mempekerjakan hingga 60 orang perajin. Sebenarnya kerajinan perak ini telah dilakukan turun temurun sejak dahulu dan berawal dari pemenuhan kebutuhan akan perhiasan atau perlengkapan lainnya bagi Raja dan Kraton serta kerabat-kerabatnya. Lokasi perajin perak ada di hampir setiap sudut Kota Gede dari pasar Kota Gede hingga Mesjid Agung dan bekas Istana Mataram Islam, terdapat puluhan toko, perajin maupun koperasi kerajinan perak. Kerajinan perak di daerah Kota Gede ini dalam perkembangannya tak dapat lepas dari sentuhan teknologi serta keragaman desain karena demi mencapai hasil yang lebih baik, dan agar dapat memenuhi selera konsumen yang beragam. Sebagian besar hasil kerajinan berupa barang-barang yang berbentuk klasik, seperti nampan, piring, sendok-garpu, vas bunga, asbak, tutup gelas dan lain sebagainya. Terdapat pula hasil kerajinan seperti cincin, kalung, giwang dan lainnya. Kebanyakan ornamen kerajinan perak Kota Gede sangat dipengaruhi oleh motif kain batik. Dalam masalah penentuan harga sebuah benda kerajinan perak ini tidak hanya didasarkan besar-kecilnya atau

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 beratnya tetapi juga nilai seni dan tingkat kerumitan dalam pengerjaannya. Sehingga sering didapati harga yang sangat bervariatif antara satu penjual dengan penjual lainnya, tetapi yang pasti lebih murah daripada yang dijual diluar Kota Gede, misal di hotel, geleri atau lainnya di pusat kota Jogja.. Kerajinan perak yang digeluti sebagian besar masyarakat wilayah itu bersifat turun-temurun. Awalnya, jumlah perajin hanya beberapa orang, karena usaha mereka hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan perhiasan atau perlengkapan lainnya bagi raja dan kerabat keraton. Perak telah menjadi salah satu komoditas ekonomi kreatif masyarakat terutama di Kotagede. Produksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk di ekspor ke luar negeri. Indonesia sendiri menjadi salah satu Negara yang memasok perak ke Negara lain. Hal ini harus menjadi fokus perekonomian terutama dalam mengembangkan usaha yang berbasis potensi daerah. Perekonomian yang berbasis usaha daerah ini dapat berguna dalam memajukan perekonomian daerah dan juga dalam penyerapan tenaga kerja. Studi yang (1)Karakteristik dilakukan individu oleh Maupa manajer/pemilik, (2004) karakteristik menunjukkan: perusahaan, lingkungan eksternal bisnis, dan dampak kebijakan ekonomi dan sosial mempunyai pengaruh langsung, positif, dansignifikan terhadap strategi bisnis dan pertumbuhan usaha; (2) Karakterisitik perusahaan, dan dampak kebijakan sosial dan ekonomi mempunyai pengaruhlangsung yang negatif terhadap strategi bisnis; dan (3) Strategi bisnis mempunyai pengaruh langsung, positif, dan signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Berdasarkan teori dan hasil penelitian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan suatu usaha, baik faktor intern maupun faktor ekstern. Dalam penelitian ini, faktor internal yang mempengaruhi perkembangan usaha antara lain yaitu skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi. Sedangkan faktor eksternal yaitu kemitraan yang dilakukan oleh pengusaha dalam mengembangkan usaha. Kondisi perekonomian yang tidak menentu merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi pengusaha kecil dan menengah. Penurunan perekonomian akan mempengaruhi modal yang digunakan dalam mengembangkan usaha. Tidak hanya itu, kesejahteraan masyarakat pun akan sulit dicapai. Permodalan menjadi hal yang sangat vital terutama bagi UMKM. Sebagian besar orang menganggap bahwa permodalan menjadi aspek paling penting dalam berjalannya suatu usaha. Wirausaha atau pelaku usaha dituntut untuk mendapatkan modal dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien. Modal digunakan untuk kebutuhan operasional usaha dalam jangka pendek dan jangka panjang serta cadangan modal untuk menjamin kelangsungan usaha. Perencanaan kebutuhan modal dan pengelolaan modal perlu diperhitungkan dengan baik sesuai yang diharapkan. Hal ini menjadikan modal sebagai salah satu permasalahan yang penting dalam berjalannya suatu usaha terutama usaha mikro kecil. Perkembangan usaha kecil dan menengah mempunyai peranan penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Peran pihak lain seperti pemerintah, swasta ataupun lembaga perekonomian lainnya dapat membantu

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pengusaha UMKM mengatasi permasalahan modal. Kerjasama yang dilakukan inilah yang disebut kemitraan. Berbagai kerjasama di berbagai aspek seperti penyediaan modal, ataupun program lain yang mendukung perkembangan usaha yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih. Hal ini melihat bahwa UMKM adalah sektor usaha yang masih perlu mendapatkan perhatian ekstra. Berkembang tidaknya suatu usaha tergantung dari skala usaha. Skala usaha ditinjau dari jenis komoditas yang dipasarkan, ataupun keberhasilan usaha dalam menjalin jaringan pemasaran yang berkelanjutan. Jumlah komoditas yang dijual tidak menjamin akan berkembangnya suatu usaha. Dalam dunia industri, inovasi dan kreativitas dalam membuat jenis komoditas lain merupakan salah satu faktor penting untuk mengembangkan jenis usaha. Selain itu jaringan pemasaran suatu komoditas juga ikut mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Teknologi tidak dapat terelakan di jaman modern ini. Seiring terjadinya globalisasi, teknologi terus akan berkembang. Berbagai pihak menggunakan teknologi baik dalam mencari informasi, maupun menggunakan teknologi dalam proses produksi. Pemanfaatan teknologi informasi menurut Thomson et.al. (1991) dalam Wijana (2007) merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya atau perilaku dalam menggunakan teknologi pada saat melakukan pekerjaan. Pengukurannya berdasarkan intensitas pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Dari pendapat ahli, dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi memiliki andil dalam pengembangan usaha. Tidak sedikit manfaat yang bisa didapat dari pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia usaha. Informasi dengan mudah didapatkan dengan adanya teknologi informasi melalui internet ini. Teknologi informasi dapat meningkatkan daya saing usaha sehingga mampu bersaing di perdagangan lokal maupun internasional. Pemanfaatan ini dalam hal memperluas jaringan pemasaran dan memperluas pangsa pasar. Selain itu informasi juga lebih mudah dan lebih cepat didapatkan. Namun sampai sekarang masih ada kendala dalam pemanfaatan teknologi informasi ini. Keterbatasan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi informasi menjadi hal yang umum dijumpai terutama di sektor UMKM. Menurut lembaga riset AMI Partners mengungkapkan fakta bahwa hanya 20% UMKM di Indonesia yang memiliki computer untuk mendukung kegiatan bisnisnya (Wahid, 2007). Dari latar belakang masalah di atas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha kecil dan menengah yaitu kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu peneliti hendak meneliti masalah tersebut yang berjudul “Pengaruh Kemitraan, Skala Usaha Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta”.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 B. Identifikasi Masalah Perkembangan suatu usaha dapat dipengaruhi oleh berbagai hal baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Dalam hal ini, perkembangan usaha dikontribusi oleh kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi. Dari uraian di atas, maka penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Apakah ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta? 2. Apakah ada kontribusi signifikan skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta? 3. Apakah ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta? 4. Apakah ada kontribusi signifikan kemitraan, skala usaha, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta? C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian adalah apa yang menjadi perhatian dalam penelitian. Variabel-variabel dan definisi operasional dalam penelitian ini adalah: 1. Kemitraan adalah bentuk kerjasama yang dilakukan pengusaha mikro kecil menengah dengan koperasi, pemerintah atau asosiasi lain dalam mengembangkan usahanya. Indikator kemitraan dalam masalah penelitian

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 berikut adalah ada tidaknya kemitraan, jenis kemitraan dan keuntungan kemitraan. 2. Skala usaha adalah ukuran kegiatan usaha dalam bidang penjualan yang mencakup penjualan komoditas dan lingkup pemasaran. Indikator pengukuran berdasarkan jumlah tenaga kerja, jumlah penjualan komoditas dan Lingkup pemasaran produk. 3. Pemanfaatan teknologi informasi adalah penggunaan teknologi informasi oleh pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Indikator pengukuran berdasarkan tujuan pemanfaatan teknologi informasi, frekuensi pemanfaatan teknologi informasi, jumlah aplikasi atau software yang digunakan, dan keuntungan pemanfaatan teknologi informasi. 4. Perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede yang dimaksud adalah seberapa besar kemajuan yang dialami usaha dalam hal modal. Indikator perkembangan usaha dapat diketahui dari pertumbuhan modal suatu usaha. D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kontribusi kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 2. Mengetahui kontribusi skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 3. Untuk mengetahui kontribusi pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 4. Untuk mengetahui kontribusi dari kemitraan, skala usaha, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. E. Manfaat Penelitian 1. Secara teoretis Hasil penelitian ini kiranya dapat menambah pengetahuan serta dapat digunakan acuan penelitian dimasa yang akan datang. 2. Secara praktis a. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi tambahan perpustakaan Universitas Sanata Dharma bagi mahasiswa ataupun yang memiliki kepentingan. Terutama hal yang berkaitan dengan informasi tentang bacaan ilmiah. b. Bagi Pengusaha Kecil dan Menengah Hasil penelitian ini dapat berguna bagi pengusaha kecil dan menengah dalam perkembangan usaha terutama kesadaran akan pentingnya kerjasama dengan pihak lain. c. Bagi Pemerintah Daerah Hasil penelitian ini dapat berguna bagi pemerintah daerah sebagai sumber informasi untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang berhubungan pengembangan perekonomian daerah terutama UMKM. d. Bagi Penulis

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang pengaruh kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka 1. Kemitraan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata mitra berarti teman, kawan kerja, pasangan kerja, rekan. Kemitraan artinya, perihal hubungan atau jalinan kerjasama sebagai mitra. Menurut Notoatmodjo (2003), kemitraan adalah suatu kerjasama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu. Menurut Hafsah (1999), kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan. Karena merupakan strategi bisnis maka keberhasilan kemitraan sangat ditentukan oleh adanya kepatuhan diantara yang bermitra dalam menjalankan etika bisnis. Pada dasarnya kemitraan itu merupakan suatu kegiatan saling menguntungkan dengan berbagai macam bentuk kerja sama dalam menghadapi dan memperkuat satu sama lainnya. Bobo (2003) menyatakan bahwa tujuan utama kemitraan adalah untuk mengembangkan pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan dengan landasan dan struktur perekonomian yang kukuh dan berkeadilan dengan ekonomi rakyat sebagai tulang punggung 12 utamanya. Sedangkan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 kemitraaan usaha adalah sebuah jalinan kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dengan pengusaha menengah atau besar (perusahaan mitra) yang disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh pengusaha besar, sehingga saling memerlukan, menguntungkan, dan memperkuat usahanya. Usaha kecil yang dimaksudkan adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil yang mempunyai kriteria sebagai berikut: a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. b. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak satu milyar rupiah. c. milik Warga Negara Indonesia. d. usaha itu berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar. e. berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Hafsah (1999) mendefinisikan kemitraan sebagai suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan. Kemitraan menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1997 yaitu kerjasama usaha antara Usaha Kecil dengan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Usaha Menengah atau Usaha Besar dengan memperhatian prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan. Kemitraan yang dihasilkan merupakan suatu proses yang dibutuhkan bersama oleh pihak yang bermitra dengan tujuan memperoleh nilai tambah. Hanya dengan kemitraan yang saling menguntungkan, saling membutuhkan dan saling memperkuat, dunia usaha baik kecil maupun menengah akan mampu bersaing. Adapun secara lebih rinci tujuan kemitraan meliputi beberapa aspek, antara lain yaitu : a. Tujuan dari Aspek Ekonomi Dalam kondisi yang ideal, tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kemitraan secara lebih kongkrit yaitu : 1) Meningkatkan pendapataan usaha kecil dan masyarakat; 2) Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan; 3) Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat dan usaha kecil; 4) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan, wilayah dan nasional; 5) Memperluas kesempatan kerja; 6) Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional b. Tujuan dari Aspek Sosial dan Budaya Kemitraan usaha dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan usaha kecil. Pengusaha besar berperan sebagai faktor percepatan pemberdayaan usaha kecil sesuai kemampuan dan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 kompetensinya dalam mendukung mitra usahanya menuju kemandirian usaha, atau dengan perkataan lain kemitraan usaha yang dilakukan oleh pengusaha besar yang telah mapan dengan pengusaha kecil sekaligus sebagai tanggung jawab sosial pengusaha besar untuk ikut memberdayakan usaha kecil agar tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh dan mandiri. Adapun sebagai wujud tanggung jawab sosial itu dapat berupa pemberian pembinaan dan pembimbingan kepada pengusaha kecil, dengan pembinaan dan bimbingan yang terus menerus diharapkan pengusaha kecil dapat tumbuh dan berkembang sebagai komponen ekonomi yang tangguh dan mandiri. Dipihak lain dengan tumbuh berkembangnya kemitraan usaha ini diharapkan akan disertai dengan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang semakin berkembang sehingga sekaligus dapat merupakan upaya pemerataan pendapatan sehingga dapat mencegah kesenjangan sosial. c. Tujuan dari Aspek Teknologi Secara faktual, usaha kecil biasanya mempunyai skala usahayang kecil dari sisi modal, penggunaan tenaga kerja, maupun orientasi pasarnya. Demikian pula dengan status usahanya yang bersifat pribadi atau kekeluargaan; tenaga kerja berasal dari lingkungan setempat; kemampuan mengadopsi teknologi, manajemen, dan adiministratif sangat sederhana; dan struktur permodalannya sangat bergantung pada modal tetap.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Sehubungan dengan keterbatasan khususnya teknologi pada usaha kecil, maka pengusaha besar dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan terhadap pengusaha kecil meliputi juga memberikan bimbingan teknologi. Teknologi dilihat dari arti kata bahasanya adalah ilmu yang berkenaan dengan teknik. Oleh karena itu bimbingan teknologi yang dimaksud adalah berkenaan dengan teknik berproduksi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. d. Tujuan dari Aspek Manajemen Manajemen merupakan proses yang dilakukan oleh satu atau lebih individu untuk mengkoordinasikan berbagai aktivitas lain untuk mencapai hasil-hasil yang tidak bisa dicapai apabila satu individu bertindak sendiri. Sehingga ada 2 (dua) hal yang menjadi pusat perhatian yaitu : Pertama, peningkatan produktivitas individu yang melaksanakan kerja, dan Kedua, peningkatan produktivitas organisasi di dalam kerja yang dilaksanakan. Pengusaha kecil yang umumnya tingkat manajemen usaha rendah, dengan kemitraan usaha diharapkan ada pembenahan manajemen, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemantapan organisasi (Hafsah, 1999). 2. Pengertian Skala Usaha Menurut BPS (2002: 9), batasan mengenai skala usaha didasarkan pada kriteria jumlah tenaga kerja. Berdasarkan kriteria tersebut, skala usaha diklasifikasikan sebagai berikut: a. usaha mikro 1-4 orang;

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 b. usaha kecil 5-19 orang; c. usaha menengah 20-99 orang; d. usaha besar lebih dari 100 orang. Kriteria UMKM menurut UU ini digolongkan berdasarkan jumlah omset atau penjualan yang dimiliki oleh sebuah usaha. a. Usaha mikro penjualan per tahun maksimal 300juta b. Usaha kecil penjualan per tahun sebesar 300juta-2,5 Milyar c. Usaha Menengah penjualan per tahun 2,5Milyar- 50Milyar (Sumber : Undang-Undang No 20 Tahun 2008) 3. Teknologi Informasi a. Pengertian Teknologi Menurut Vaza (2001) dalam Sutabri (2005), pengertian teknologi sebenarnya berasal dari Bahasa Perancis “La Teknique” yang dapat diartikan dengan “semua proses yang dilaksanakan dalam upaya mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa suatu benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian rupa pembuatan atau perwujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi). Selanjutnya Djoyohadikusumo (1994) berpendapat bahwa teknologi “berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering)”. Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang,tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, bahkan telah menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia lain. Menurut Hamacher (2001) dalam Sutabri (2005),teknologi yang digunakan di dalam teknologi informasi perkantoran yakniteknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan teknologi komputer. Menurut Sutabri (2005), teknologi komputer adalah “mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuaidengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi”. Selanjutnya Blissmer (1985) dalam Sutabri (2005), mengungkapkan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 teknologi komputer adalah “suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut: (1) Menerima input; (2) Memproses input tadi sesuai dengan programnya; (3) Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan; (4) Menyediakan output dalam bentuk informasi” b. Pengertian Informasi Davis alih bahasa oleh Adiwardana (1999) mengungkapkan “informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang”. Demikian juga menurut Ukas (2006), informasi adalah merupakan bahan mentah yang penting dalam mengambil keputusan informasi terdiri dari data yang telah diperbaiki dan diproses, atau dengan kata lain digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan operasional perusahaan. Susanto (2004) mengungkapkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bukanlah merupakan merupakan informasi bagi orang itu. Menurut Sutabri (2005) informasi adalah “data yang telah diklasifikasi atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Informasi dalam ruang lingkup sistem informasi menurut Davis alih bahasa oleh Adiwardana (1999) memiliki beberapa ciri, yaitu: 1) Benar atau salah. Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayai, akibatnya seolah- olah menjadi seperti yang benar. 2) Baru. Informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya. 3) Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada. 4) Korektif. Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah atau palsu sebelumnya. 5) Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna, karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut. Menurut Mc.Leod alih bahasa oleh Yulianto (2008) menjelaskan bahwa terdapat empat dimensi dasar informasi yang dapat menambah nilai dari sebuah informasi, dimensi tersebut meliputi: 1) Relevansi denganyang artinya informasi yang diberikan harus sesuai dibutuhkan. Apabila kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi,maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisasi tersebut.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 2) Akurasi artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Pengujian terhadap hal ini biasanya dilakukan melalui pengujian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berbeda dan apabila hasil pengujian tersebut menghasilkan hasil yang sama data tersebut dianggap akurat. 3) Ketepatan waktu artinya informasi harus tersedia pada saat yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah sebelum situasi kritis menjadi tidak terkendaliatau kesempatan menghilang. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat karena informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi. 4) Kelengkapan artinya bahwa informasi yang diperoleh menyajikan gambaran lengkap dari suatu permasalahan atau penyelesaian. c. Pengertian Teknologi Informasi Istilah teknologi informasi (Information Technology atau IT) mulaipopuler di akhir dekade 70-an. Pada masa sebelumnya, istilah teknologi komputer ataupengolahan data elektronis atau PDE (Electronic Data Processing atau EDP) lebihdikenal. Berkaitan dengan teknologi informasi, Alter dalam buku yang ditulis Kadir (2003) menjelaskan bahwa “teknologi informasi mencakupperangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas mentrasisikan, pemrosesan menyimpan, menampilkan data”. data mengambil, seperti menangkap, memanipulasi, atau

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Kamus “teknologi Oxford informasi dalam adalah Kadir (2003) menjelaskan bahwa studi atau pengunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar”. Martin dalam Kadir (2003) mendefinisikan “teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk megirimkan informasi”. Secara lebih umum, Lucas dalam Kadir (2003) menyatakan bahwa “teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis. Haag dan Keen dalam buku yang ditulis Kadir (2003) mengemukakan “teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi”. Kemudian dari hasil pendapat para ahli di atas Kadir (2003) berasumsi bahwa: “teknologi informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi”.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada stuktur, operasi, dan manajemen organisasi. Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia. Menurut Kadir (2003) secara garis besar dapat dikatakan bahwa: 1) Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini,teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atauproses. 2) Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses. 3) Teknologi informasi berperan dalam restukturisasi terhadap peranmanusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukanperubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses. Menurut Bodnar dan Hopwood (1995) dalam Sutabri (2005) ada tiga hal yang berkaitan dengan penerapan teknologi informasi berbasis komputer yaitu: 1) Perangkat keras (Hardware) merupakan perangkat computer mencakup seluruh peralatan fisik komputer atau biasa disebut sebagai komputer itu sendiri. Peralatan ini mencakup peralatan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 masukan seperti keyboard atau mouse, peralatan keluaran seperti printer dengan berbagai jenisnya dan layar monitor, penyimpanan mencakup penyimpanan primer dan sekunder, prosesor dan komunikasi yang berupa jaringan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan dan penilaian perangkat keras antara lain volume data yang akan diolah, kecepatan pemrosesan, dan perkembangan teknologi. 2) Perangkat lunak (Software). Perangkat lunak secara umum dibagi dua yaitu perangkat lunak sistem yang melaksanakan tugas-tugas dasar tertentu yang diperlukan semua pemakai suatu komputer danperangkat lunak aplikasi yang membantu pengelolaan sumber daya, fisik dan konseptual perusahaan. Kriteria-kriteria yang dapat dijadikan dasar untuk pemilihan dan penilaian perangkat lunak adalah kemudahan pemakaian (user friendly). 3) Orang (Brainware) merupakan hal yang terpenting karena fungsinya sebagai, pengembang hardware dan software, serta sebagai pelaksana (operator) masukan (input) dan sekaligus penerima keluaran (output) sebagai pengguna sistem (user). 4. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM):

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 a. Pengertian UMKM 1) Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. 2) Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. 3) Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. b. Prinsip dan Tujuan Pemberdayaan UMKM Menurut Bab II Pasal 4 dan Pasal 5 UU No.20/2008 tentang UMKM,prinsip dan tujuan pemberdayaan UMKM adalah sbb : 1) Prinsip pemberdayaan UMKM

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 a) Penumbuhan kemandirian,kebersamaan,dan kewirausahaan UMKM untuk berkarya dengan prakarsa sendiri b) Mewujudkan kebijakan publik yang transparan,akuntabel,dan berkeadilan c) Pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar sesuai dengan kompetensi UMKM d) Peningkatan daya saing UMKM e) Penyelenggaraan perencanaan,pelaksanaan,dan pengendalian secara terpadu 2) Tujuan pemberdayaan UMKM a) Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang,berkembang,dan berkeadilan b) Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri c) Meningkatkan peran UMKM dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi,dan pengentasan kemisikinan c. Kriteria UMKM Kriteria UMKM menurut UU ini digolongkan berdasarkan jumlah asset dan omset yang dimiliki oleh sebuah usaha.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Tabel II.1 Tabel Penggolongan UMKM Berdasar Jumlah Asset dan Omset Kriteria No. Uraian Asset Omzet 1 Usaha Mikro Max 50 Jt Max 300jt 2 Usaha Kecil >50jt-500jt >300jt-2,5M 3 Usaha Menengah >500jt-10M >2,5M-50M Sumber : Undang-Undang No 20 Tahun 2008 Selain berdasar Undang-undang tersebut,dari sudut pandang perkembangannya Usaha Kecil Dan Menengah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria Usaha Kecil Dan Menengah yaitu: 1) Livelihood Activities, merupakan UKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima 2) Micro Enterprise, merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan. 3) Small Dynamic Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor. 4) Fast Moving Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB). (Rahmana, 2009). Berikut ini adalah list beberapa UU dan Peraturan tentang UKM 1) UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil 2) PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 3) PP No. 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil 4) Inpres No. 10 Tahun 1999 tentang Pemberdayaan Usaha Menengah 5) Keppres No. 127 Tahun 2001 tentang Bidang/Jenis Usaha Yang Dicadangkan Untuk Usaha Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang Terbuka Untuk Usaha Menengah atau Besar Dengan Syarat Kemitraan 6) Keppres No. 56 Tahun 2002 tentang Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah 7) Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan 8) Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara 9) Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (Departemen koperasi, 2008). B. Kerangka Berpikir 1. Isi Kerangka berpikir a. Kontribusi Kemitraaan Terhadap Perkembangan Usaha Perak Kotagede. Kemitraan adalah suatu tindakan kerjasama antara dua pihak atau lebih dalam rangka mencapai tujuan masing-masing dan saling

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 menguntungkan. Kemitraan yang dilakukan dapat dalam berbagai bentuk. Dalam hal usaha, kemitraan dapat berupa modal, pemasok bahan baku, pemasaran, promosi dan hal lainnya. Berbagai keuntungan dapat dirasakan sesuai dengan kemitraan yang terjalin. Semakin banyak kemitraan, manfaat yang didapatkan akan semakin banyak. Suatu usaha terutama UMKM yang menjalin kemitraan dengan pihak lain akan lebih berkembang. b. Kontribusi Skala Usaha Terhadap Perkembangan Usaha Perak Kotagede. Setiap usaha memiliki skala usaha yang berbeda satu dengan yang lain. Skala usaha ini diukur dari jumlah tenaga kerja yang dimiliki, jumlah produksi komoditas dan area pemasaran. Tenaga kerja yang dimiliki berpengaruh terhadap jumlah komoditas yang diproduksi. Semakin banyak tenaga kerja akan menambah jumlah produksi komoditas dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen serta akan memajukan suatu usaha lebih cepat. Semakin sedikit tenaga kerja, hanya dapat memproduksi komoditas yang tidak terlalu banyak dan akan memerlukan waktu yang lebih lama. Permintaan konsumen dapat berasal dari dalam kota, luar kota maupun luar negeri. Lingkup pemasaran ini juga ikut berpengaruh dalam perkembangan suatu usaha. Semakin luas pemasaran, semakin berkembang pula suatu usaha.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 c. Kontribusi Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Usaha Perak Kotagede. Teknologi informasi tidak dapat lepas dari kehidupan global saat ini. Termasuk dalam suatu usaha, teknologi berperan dalam menjalankan roda usaha. Teknologi ini diaplikasikan dalam proses produksi maupun diluar proses produksi seperti mencari informasi dan mengirim informasi yang berkaitan dengan usaha. Saat ini, teknologi yang digunakan sudah canggih seperti handphone, komputer, laptop dan lainnya. Pemanfaatan teknologi informasi ini sangat berperan dalam pengembangan usaha. Dalam usaha, salah satunya yaitu promosi dengan menggunakan teknologi informasi akan mempercepat informasi usaha itu sampai ke konsumen yang ingin membeli produk usaha. d. Kontribusi Kemitraan, Skala Usaha Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Usaha Perak Kotagede. Perkembangan usaha dipengaruhi oleh kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi. Semakin baik atau tinggi kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi, semakin baik atau tinggi pula perkembangan Usaha Perak Kotagede. Sebab dengan adanya ketiga faktor tersebut, usaha perak Kotagede Yogyakarta akan semakin berkembang.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Kerangka berpikir dari penelitian ini secara sistematis sebagai berikut: Kemitraan (X1) Skala Usaha (X2) Perkembangan Usaha Perak (Y) Pemanfaatan Teknologi Informasi (X3) C. Hipotesis 1. Ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 2. Ada kontribusi signifikan skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 3. Ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 4. Ada kontribusi signifikan kemitraan, skala dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yaitu penelitian eksplanatif yang dilakukan terbatas pada survei sampel, yaitu cara pengumpulan informasi yang belum diketahui dari sampel atas populasi yang mewakili seluruh populasi dengan maksud untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis.. B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di UMKM kerajinan perak yang berupa showroom di Kotagede Yogyakarta di Jalan Kemasan, Kelurahan Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Tempat tersebut dirasa sesuai dengan apa yang akan diteliti penulis karena merupakan UMKM yang berkembang dari jaman kerajaan sampai saat ini. UMKM yang bersifat turun temurun dan merupakan budaya daerah ini berkembang tidak hanya di pasar domestik tetapi juga sudah ke pasar internasional. Selain itu kerajinan perak menjadi salah satu komoditas daerah yang diekspor ke luar negeri. Oleh karena itu lokasi penelitian tersebut dapat diharapkan memberikan data yang akan digunakan untuk penelitian yang relevan dengan apa yang akan penulis teliti. 32

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2. Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Dalam penelitian ini keseluruhan subjek adalah seluruh pemilik showroom UMKM kerajinan Perak yang berjumlah 34 UMKM di Pusat Kerajinan Perak Jalan Kemasan Kotagede, Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. 2. Sampel Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Sampling Jenuh karena jumlah populasi yang relatif sedikit. D. Data yang Dicari Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti, maka data yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Data Primer, yaitu Data yang dibutuhkan dari responden penelitian, baik dari wawancara maupun dari pengisian kuesioner yang dilakukan oleh peneliti.. Adapun data yang dicari yaitu: a. Ada tidaknya kemitraan b. Jenis kemitraan c. Keuntungan kemitraan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 d. Jumlah tenaga kerja e. Jumlah produksi perbulan f. Jumlah Penjualan perbulan g. Sebaran pemasaran produk h. Ada tidaknya pemanfaatan teknologi informasi i. Tujuan pemanfaatan teknologi informasi j. Frekuensi pemanfaatan teknologi informasi k. Jumlah aplikasi atau software yang digunakan l. Keuntungan pemanfaatan teknologi informasi m. Pertumbuhan modal 2. Data Sekunder, yaitu Data yang sudah ada atau sudah tersedia di tempat lain seperti kantor pemerintah daerah, perpusatakaan yang berkaitan dengan masalah penelitian. Adapun data yang akan dicari adalah: a. Keadaan geografis b. Keadaan demografis c. Sejarah kerajinan perak Kotagede E. Teknik Pengumpulan Data 1. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : a. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mencari informasi awal sebelum melakukan penelitian. Selain itu wawancara digunakan untuk mencari

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 informasi yang lebih mendalam saat pengumpulan data dengan langsung bertemu sampel penelitian ini. Hal ini perlu dilakukan untuk mengumpulkan data yang lebih relevan dan akurat. b. Angket (Kuesioner) Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden sesuai dengan masalah yang diteliti. Dalam penelitian ini, kuesioner berisi pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan kemitraan, skala usaha, pemanfaatan teknologi informasi dan modal usaha. Tipe kuesioner yang dipakai penulis adalah kuesioner tipe terbuka sehingga kuesioner tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kebebasan dalam menjawabnya. c. Instrumentasi 1) Kisi-kisi instrumen Tabel III.1 Kisi-kisi Instrumen Variabel Penelitian Nama Variabel 1. Kemitraan 1. Ada tidaknya kemitraan 2. Jenis kemitraan 3. keuntungan kemitraan 2. Skala Usaha 1. Jumlah tenaga kerja 2. Jumlah Produksi perbulan 3. Jumlah Penjualan perbulan 4. Sebaran pemasaran produk 2 1 1. Ada tidaknya pemanfaatan teknologi 2 3. Pemanfaatan teknologi Indikator Jumlah Item 1 1 1 No. 1 1

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 No Nama Variabel informasi 4. Perkembangan usaha Indikator Jumlah Item informasi, 2. Tujuan pemanfaatan teknologi informasi 3. frekuensi pemanfaatan teknologi informasi, 4. jumlah aplikasi atau software yang digunakan, 5. keuntungan pemanfaatan teknologi informasi 1. Pertumbuhan modal 1 1 1 1 2 2. Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari data yang diberikan oleh kantor dinas setempat ataupun Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi. F. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskripsi Untuk membuat generalisasi pada penelitian analisis data terhadap 34 responden yang meliputi kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi responden terhadap perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Yogyakarta menggunakan analisis deskriptif. a. Deskripsi Data Kemitraan Responden Kemitraan adalah bentuk kerjasama yang dilakukan pengusaha mikro kecil menengah dengan koperasi, pemerintah ataupun asosiasi

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 lain dalam mengembangkan usahanya. Indikator kemitraan dalam masalah penelitian berikut adalah ada tidaknya kemitraan, jenis kemitraan dan keuntungan kemitraan. 1) Ada Tidaknya Kemitraan Tabel III.2 Pengukuran Ada Tidaknya Kemitraan Memiliki Kemitraan Skor Ya 1 Tidak 0 2) Jenis Kemitraan Kemitraan dapat terjalin di berbagai bidang suatu usaha. Jenis kemitraan yaitu: a) Simpan Pinjam (Modal) b) Pemasaran c) Pemasok Bahan Baku d) Lainnya (sebutkan) .................. Berdasarkan penggolongan di atas, penilaian untuk jenis kemitraan yaitu sebagai berikut: Tidak ada kemitraan skor 0 Ada 1 kemitraan skor 1 Ada 2 kemitraan skor 2 Ada 3 Kemitraan skor 3 Ada 4 kemitraan skor 4 3) Keuntungan Kemitraan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Adanya kemitraan mengembangkan dapat usaha. memberikan Penilaian keuntungan keuntungan dalam kemitraan berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden adalah sebagai berikut: Tidak ada keuntungan skor 0 Ada 1 Keuntungan Kemitraan skor 1 Ada 2 Keuntungan Kemitraan skor 2 Ada 3 Keuntungan Kemitraan skor 3 Ada 4 Keuntungan Kemitraan skor 4 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (Mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus yang digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: 𝑀𝑒𝑎𝑛 = 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 = (Sumber: Sugiyono) Keterangan: 𝑋 𝑁 = rata-rata (Mean) 𝑥𝑖 = jumlah skor = jumlah responden 𝑥𝑖 𝑁 𝑛 𝑖=1(𝑋1 − 𝑋)2 𝑛−1

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: Tabel III.3 Mean dan Standar Deviasi Variabel Kemitraan Responden Variabel N Mean Standar Deviasi Kemitraan 34 3,82 2,139 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.4 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Kemitraan Kemitraan Rumus Interval Interval Rendah X < mean - SD 0–2 Sedang Mean - SD < x < 3–6 mean + SD Tinggi Mean + SD < x 7–8 Kategori kemitraan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Kemitraan tinggi Kemitraan tinggi dalam penelitian ini berarti memiliki kemitraan di banyak bidang dan mendapatkan manfaat kemitraan yang tinggi. Oleh karena itu, kemitraan yang terjalin lebih dapat memberikan pengaruh postif terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. b) Kemitraan sedang

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Kemitraan sedang dalam penelitian ini berarti pengusaha memiliki kemitraan, jenis kemitraan dan manfaat kemitraan yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Dengan kata lain, pengusaha memiliki kemitraan yang biasa saja. c) Kemitraan rendah Kemitraan rendah dalam penelitian ini berarti memiliki kemitraan, jenis kemitraan dan manfaat kemitraan yang sedikit ataupun tidak memiliki kemitraan. Oleh karena itu, kemitraan UMKM cenderung tidak terlalu berpengaruh atau tidak berpengaruh terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. b. Deskripsi Skala Usaha Responden Skala usaha dalam penelitian ini merupakan kegiatan usaha dalam bidang penjualan yang mencakup penjualan komoditas dan lingkup pemasaran. Indikator pengukuran berda sarkan jumlah tenaga kerja, jumlah penjualan komoditas dan lingkup pemasaran produk. 1) Jumlah Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu penggerak atau input dalam berjalannya suatu usaha. Penggolongan usaha berdasarkan jumlah tenaga kerja sebagai berikut a. Usaha mikro 1-4 orang diberi skor 1 b. Usaha kecil 5-19 orang diberi skor 2 c. Usaha menengah 20-99 orang diberi skor 3 d. Usaha besar lebih dari 100 orang. Diberi skor 4

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2) Jumlah Produksi Komoditas Produksi komoditas adalah jumlah berbagai jenis produksi yang dapat dihasilkan dalam waktu satu bulan. Pengukuran produksi komoditas sebelumnya dilakukan mencari interval kelas dan pembagian kategorinya berikut: a) Jumlah produksi 40 – 82 unit skor 1 b) Jumlah produksi 83 – 125 unit skor 2 c) Jumlah produksi 126 – 168 unit skor 3 d) Jumlah produksi 169 – 211 unit skor 4 e) Jumlah produksi 212 – 254 unit skor 5 f) Jumlah produksi 255 – 300 unit skor 6 3) Jumlah Penjualan Komoditas Penjualan komoditas adalah jumlah berbagai jenis produk yang dapat terjual dari hasil produksi dalam waktu satu bulan. Pengukuran produksi komoditas sebelumnya dilakukan mencari interval kelas dan pembagian kategorinya berikut: a) Jumlah penjualan 25 – 62 unit skor 1 b) Jumlah penjualan 63 – 100 unit skor 2 c) Jumlah penjualan 101 – 138 unit skor 3 d) Jumlah penjualan 139 – 176 unit skor 4 e) Jumlah penjualan 177 – 214 unit skor 5 f) Jumlah penjualan 215 – 250 unit skor 6 4) Lingkup Pemasaran Produk

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Lingkup pemasaran produk merupakan daerah tujuan produk tersebut dijual. Adapun penggolongan lingkup pemasaran yaitu: a) Dalam Kota b) Luar Kota c) Luar Negeri Untuk mengetahui penilaian lingkup pemasaran produk sebagai berikut: a) Dalam Kota diberi skor 1 b) Luar Kota diberi skor 2 c) Luar Negeri diberi skor 3 d) Dalam Kota dan luar kota atau dalam kota dan luar negeri atau luar kota dan luar negeri diberi skor 4 e) Dalam kota, luar kota dan luar negeri diberi skor 5 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (Mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus yang digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: 𝑀𝑒𝑎𝑛 = 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 = (Sumber: Sugiyono) 𝑥𝑖 𝑁 𝑛 𝑖=1(𝑋1 − 𝑋)2 𝑛−1

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Keterangan: 𝑋 𝑁 = rata-rata (Mean) 𝑥𝑖 = jumlah skor = jumlah responden Namun dalam penelitian ini , untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam indikator variabel ini sebagai berikut: Tabel III.5 Mean dan Standar Deviasi Variabel Skala Usaha Responden Variabel N Mean Standar Deviasi Skala Usaha 34 9,85 3,955 Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui penilaian skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede di Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.6 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Skala Usaha Skala Usaha Rumus Interval Interval Rendah X < mean - SD 5–6 Sedang Mean - SD < x < 7 – 14 mean + SD Tinggi Mean + SD < x 15 - 20 Kategori skala usaha (Penjualan) dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Skala usaha tinggi

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Skala usaha tinggi dalam penelitian ini berarti UMKM memiliki tenaga kerja yang dimiliki, produksi komoditas, penjualan komoditas dan lingkup pemasaran yang tinggi. Oleh karena itu, skala usaha UMKM lebih dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede di Yogyakarta. b) Skala usaha sedang Skala usaha sedang dalam penelitian ini berarti UMKM memiliki tenaga kerja yang dimiliki, produksi komoditas, penjualan komoditas dan lingkup pemasaran yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Atau dengan kata lain, UMKM ini memiliki skala usaha yang biasa saja. c) Skala usaha rendah Skala usaha rendah dalam penelitian ini berarti UMKM memiliki tenaga kerja yang dimiliki, produksi komoditas, penjualan komoditas dan lingkup pemasaran yang rendah. Oleh karena itu, UMKM ini berpengaruh kecil ataupun tidak berpengaruh terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. c. Pemanfaatan Teknologi Informasi Responden Pemanfaatan teknologi informasi adalah manfaat yang didapatkan pengusaha dari menggunakan teknologi informasi dalam usahanya. Variabel ini diukur dengan melihat ada tidaknya

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 pemanfaatan teknologi, jenis teknologi informasi yang digunakan, tujuan memanfaatkan teknologi informasi, frekuensi penggunaan teknologi informasi, jumlah software yang digunakan dan manfaat yang didapat dari pemanfaatan teknologi informasi. 1) Ada Tidaknya Pemanfaatan Teknologi Tabel III.7 Pengukuran Ada Tidaknya Pemanfaatan Teknologi Informasi Pemanfaatan Teknologi Skor Ya 1 Tidak 0 2) Jenis Teknologi Yang Digunakan Ada beberapa jenis perangkat teknologi informasi yang digunakan. Perangkat teknologi yaitu: a) Telepon/Handphone b) Faximile c) Komputer atau Notebook d) Lainnya (sebutkan) .................. Berdasarkan penggolongan di atas, penilaian untuk teknologi yang digunakan yaitu sebagai berikut: Tidak ada perangkat teknologi skor 0 Ada 1 perangkat teknologi skor 1 Ada 2 perangkat teknologi skor 2 Ada 3 perangkat teknologi skor 3 Ada 4 perangkat teknologi skor 4 3) Tujuan Memanfaatkan Teknologi informasi

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Suatu usaha memanfaatkan teknologi informasi untuk suatu tujuan tertentu. Adapun tujuan tersebut sebagai berikut: 1. Mencari informasi yang berkaitan dengan usaha anda 2. Mempermudah memproses informasi ataupun data yang berkaitan dengan usaha 3. Mengirimkan informasi yang berkaitan dengan usaha anda kepada pihak lain 4. Lainnya.................................................................................... Berdasarkan penggolongan di atas, penilaian untuk tujuan pemanfaatan teknologi informasi yaitu sebagai berikut: Tidak ada kemitraan skor 0 Ada 1 Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi skor 1 Ada 2 Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi skor 2 Ada 3 Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi skor 3 Ada 4 Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi skor 4 4) Frekuensi Pemanfaatan Teknologi Informasi Pengukuran frekuensi pemanfaatan teknologi informasi adalah sebagai berikut: a) Frekuensi pemakaian 4 – 5 jam per hari skor 1 b) Frekuensi pemakaian 6 – 7 jam per hari skor 2 c) Frekuensi pemakaian 8 – 9 jam per hari skor 3 d) Frekuensi pemakaian 10 – 11 jam per hari skor 4 e) Frekuensi pemakaian 12 – 13 jam per hari skor 5

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 f) Frekuensi pemakaian 14 jam per hari skor 6 5) Jumlah Software Atau Aplikasi Yang Digunakan Pemanfaatan teknologi informasi berkaitan dengan software atau aplikasi yang digunakan dalam usaha. Software atau aplikasi yang digunakan digunakan untuk beberapa kepentingan seperti browsing, promosi dengan media sosial, ataupun hal administrasi. Software yang digunakan dapat dikategorikan menjadi: a) Browser :Internet Explorer, Firefox, Opera, Safari, b) Media Sosial: Facebook, Twitter, Path, Whatsapp, BBM, LINE, Blog. c) E-mail d) Microsoft Office Word, Microsoft Office Excel, WordPad. Berdasarkan penggolongan di atas, penilaian untuk tujuan pemanfaatan teknologi informasi yaitu sebagai berikut: Tidak ada kategori software yang digunakan skor 0 Ada 1 kategori software yang digunakan skor 1 Ada 2 kategori software yang digunakan skor 2 Ada 3 kategori software yang digunakan skor 3 Ada 4 kategori software yang digunakan skor 4 6) Manfaat Penggunaan Teknologi Informasi

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Pemanfaatan teknologi informasi memiliki banyak manfaat yang didapat oleh suatu usaha. Penilaian untuk manfaat penggunaan teknologi informasi adalah sebagai berikut: Tidak ada manfaat skor 0 Ada 1 manfaat skor 1 Ada 2 manfaat skor 2 Ada 3 Manfaat skor 3 Ada 4 Manfaat skor 4 Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (Mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus yang digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: 𝑀𝑒𝑎𝑛 = 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 = (Sumber: Sugiyono) Keterangan: 𝑋 𝑁 = rata-rata (Mean) 𝑥𝑖 = jumlah skor = jumlah responden 𝑥𝑖 𝑁 𝑛 𝑖=1(𝑋1 − 𝑋)2 𝑛−1

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Namun dalam penelitian ini , untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. Mean dan standar deviasi dalam variabel ini sebagai berikut: Tabel III.8 Mean dan Standar Deviasi Variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi Responden Variabel N Pemanfaatan Teknologi 34 Informasi Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui Mean 12,94 penilaian Standar Deviasi 2,662 pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini: Tabel III.9 Interval Rata-rata Penilaian Responden Terhadap Pemanfaatan Teknologi Informasi Pemanfaatan Teknologi Rumus Interval Interval informasi Rendah X < mean – SD 9-10 Sedang Mean - SD < x < 11-16 mean + SD Tinggi Mean + SD < x 17-18 Kategori pemanfaatan teknologi digolongkan menjadi tiga, yaitu: a) Pemanfaatan teknologi informasi tinggi informasi dapat

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Pemanfaatan teknologi informasi tinggi dalam penelitian ini berarti UMKM dalam memanfaatkan teknologi informasi memiliki jenis teknologi, tujuan pemanfaatan, software atau aplikasi yang digunakan dan memiliki manfaat yang tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi UMKM lebih dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. b) Pemanfaatan teknologi informasi sedang Frekuensi pemanfaatan teknologi informasi sedang dalam penelitian ini berarti UMKM memanfaatkan teknologi informasi memiliki jenis teknologi, tujuan pemanfaatan, software atau aplikasi yang digunakan dan memiliki manfaat yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi UMKM lebih dapat memberikan pengaruh ataupun tidak terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. c) Pemanfaatan teknologi informasi rendah Frekuensi pemanfaatan teknologi informasi tinggi dalam penelitian ini berarti UMKM memanfaatkan teknologi informasi memiliki jenis teknologi, tujuan pemanfaatan, software atau aplikasi yang digunakan dan memiliki manfaat yang rendah. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi UMKM lebih tidak dapat memberikan pengaruh ataupun

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 berpengaruh kecil terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. d. Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede yang dimaksud adalah seberapa besar kemajuan yang dialami UMKM dalam hal modal. Indikator perkembangan usaha dapat diketahui dari pertumbuhan modal suatu usaha. Pertumbuhan modal dapat diketahui dengan mencari selisih antara modal awal dengan dengan modal akhir. Penilaian untuk variabel ini adalah dengan mengategorikan hasil selisih modal dengan kategori sebagai berikut: Usaha Mikro : Modal < 50 juta skor 1 Usaha Kecil : Modal 50 juta – 500 juta skor 2 Usaha Menengah: Modal 500 juta – 10 M skor 3 Untuk mengetahui penilaian perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede dapat dilihat dari peningkatan pertumbuhan modal responden. Kategori perkembangan modal dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: a. Usaha Mikro dengan pertumbuhan modal <50 juta Perkembangan suatu usaha dapat dilihat dari pertumbuhan modal usaha tersebut. Pertumbuhan modal sejumlah kurang dari 50 juta dapat dikategorikan sebagai usaha mikro. Dapat dikatakan kategori usaha mikro merupakan usaha dengan pertumbuhan modal yang masih rendah.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 b. Usaha kecil dengan pertumbuhan modal 50 juta – 500 juta Perkembangan suatu usaha dapat dilihat dari pertumbuhan modal usaha. Pertumbuhan modal sejumlah 50 juta sampai dengan 500 juta dapat dikategorikan sebagai usaha kecil. Dapat dikatakan kategori usaha kecil merupakan usaha dengan pertumbuhan modal yang sedang. c. Usaha menengah dengan pertumbuhan modal 500 juta – 10 M Perkembangan suatu usaha dapat dilihat dari pertumbuhan modal usaha. Pertumbuhan modal sejumlah 500 juta sampai dengan 10 milyar dapat dikategorikan sebagai usaha menengah. Dapat dikatakan kategori usaha menengah merupakan usaha dengan pertumbuhan modal yang tinggi. 2. Uji Hipotesis a. Uji Prasyarat Analisis Regresi 1) Uji Normalitas Pengujian normalitas dilakukan dengan uji kolmogorovsmirnov yaitu tingkat kesesuaian antara distribusi sampel (skor observasi) dan distribusi teoritisnya. Uji ini menentukan apakah skor dalam sampel berasal dari populasi yang memiliki distribusi teoritis. Secara singkat uji kolmogorov-smirnov mencakup perhitungan distribusi frekuensi kumulatif yang akan terjadi di bawah distribusi teoritisnya, serta membandingkannya dengan distribusi frekuensi kumulatif hasil observasi.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Adapun rumus Uji Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002) 𝐷 = 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝐹𝑜 𝑋 − 𝑆𝑛(𝑋) Keterangan : D : Deviasi maksimum Fo : Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan SN : Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi Pengujian ini dengan dua pihak dengan kesalahan  = 5% pedoman pengambilan keputusan (Ghozali, 2002) adalah: a) Nilai signifikan atau nilai probabilita < 0, 05, maka distribusi adalah tidak normal. b) Nilai signifikan atau nilai probabilita > 0, 05, maka distribusi adalah normal. 2) Uji Linearitas Uji linearitas ini dilakukan untuk mengetahui masingmasing variable bebas mempunyai hubungan linear atau tidak dengan variable terikatnya. Rumus yang digunakan adalah (Sudjana, 1996): 𝐹= Keterangan: 𝐽𝐾𝑟𝑒𝑔𝐾 𝐽𝐾𝑟𝑒𝑠 (𝑛 −𝑘−1) F : harga bilangan F untuk garis regresi JKreg : jumlah kuadrat regresi JKres : Jumlah kuadrat residu

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 n-k-1 : derajat kebebasan. Kriteria pengujian linearitas yaitu jika Fhitung< Ftabel pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (dk)=n-k-1, maka hubungan variable bebas dengan variable terikat bersifat linier. Sebaliknya jika nilai Fhitung> Ftabel pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (dk)=n-k-1, maka hubungan variable bebas dengan variable terikat bersifat tidak linier. b. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Multikolinearitas Multikolinieritas merupakan suatu perselingkuhan atau hubungan antara variabel bebas yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini variabel tersebut disebut variabel yang bersifat tidak ortogonal. Variabel yang bersifat tidak ortogonal tersebut merupakan variabel bebas yang korelasinya tidak sama dengan nol. Untuk mendeteksi masalah multikolinieritas dapat menggunakan rumus korelasi. Adapun rumus korelasi sebagai berikut (Sugiyono, 2010): rxy = n n xi yi − xi2 − xi 2 xi ( yi ) (n yi2 − (yi )2 ) Selanjutnya dengan program SPSS diadakan analisa collinerity statistics. Dari analisis collinerity statistics akan memperoleh VIF (Variance Inflation Factor). Dasar analisis yang digunakan yaitu jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 5 maka tidak terjadi masalah multikolinieritas.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 2) Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah suatu keadaan dimana varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas. Uji yang dipergunakan adalah uji Spearman dimana dilakukan perhitungan dari korelasi rank spearman antara variabel absolute dengan variabel-variabel bebas. Kemudian nilai dari semua rank spearman tersebut dibandingkan dengan nilai signifikasi yang ditentukan. Masalah heterokedastisitas tidak terjadi bila nilai rank spearman antara variabel absolut residual regresi dengan variabel-variabel bebas lebih besar dari nilai signifikasi (α). Jika signifikansi antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya > 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, tetapi jika < 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas. 3) Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah suatu keadaan dimana keselahan pengganggu dari satu observasi terhadap observasi selanjutnya yang berurutan tidak berpengaruh atau tidak terjadi korelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah autokorelasi dapat digunakan uji Durbin Watson dengan rumus sebagai berikut: 𝐷𝑊 = 𝑛 𝑡=2 𝑒𝑡 − 𝑒𝑡−1 𝑛 2 𝑡=1 𝑒𝑡 2 Dimana: DW : nilai Durbin Watson et : gangguan estimasi

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 t : observasi terakhir t-1 : observasi sebelumnya Untuk memperoleh kesimpulan apakah ada masalah autokorelasi atau tidak, hasil hitungan statistik DW harus dibandingkan dengan tabel statistik. Namun secara umum dapat diberi patokan sebagai berikut: (1) dU < DW < 4 – dU maka H0 diterima (tidak ada autokorelasi) (2) DW < dL atau DW > 4 – dL maka H0 ditolak (terjadi autokorelasi) (3) dL < DW < dU atau 4 – dU < DW < 4 – dL maka tidak ada keputusan yang pasti Apabila tidak ada penyimpangan satu atau lebih asumsi klasik, maka analisis regresi linier berganda dapat dilanjutkan. Namun apabila terjadi penyimpangan satu atau lebih asumsi klasik, maka analisis regresi linier berganda tidak dapat dilanjutkan. c. Analisis Regresi Berganda Dalam upaya menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi antara kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede di Yogyakarta. Untuk mencari persamaan regresi adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2010): 𝑌 = 𝑎 + 𝑏1 𝑋1 + 𝑏2 𝑋2 + 𝑏3 𝑋3

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Keterangan : Y : Variabel perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede X1 : Variabel kemitraan X2 : Variabel skala usaha X3 : Variabel pemanfaatan teknologi informasi α : Konstanta b1, b2, b3 :Koefisien Regresi d. Uji T Menurut Sugiyono (2008) uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel penjelas secara individual alam menerangkan variasi variabel terikat. Rumusnya adalah : Keterangan : t = thitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel r = korelasi parsial yang ditemukan n = jumlah sampel a) Pembuktian hipotesis ini dengan menggunakan teknik regresi dengan bantuan program SPSS versi 16. (1) Kontribusi kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 H0: tidak ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi perkembangan signifikan usaha kemitraan kerajinan perak terhadap Kotagede Yogyakarta. (2) Kontribusi skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta H0: tidak ada kontribusi signifikan skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi perkembangan signifikan usaha skala kerajinan usaha terhadap perak Kotagede informasi terhadap Yogyakarta. (3) Kontribusi pemanfaatan teknologi perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta H0: tidak ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 (4) Kontribusi kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. H0: tidak ada kontribusi signifikan kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi signifikan kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. b) Setelah dilakukan uji hipotesis (uji t) maka kriteria yang ditetapkan, yaitu dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel yang diperoleh berdasarkan tingkat signifikansi (α) tertentu dan derajat kebebasan (df) = n-k c) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan hipotesis dengan kriteria sebagai berikut: Ho diterima jika thitung< ttabel Ho ditolak jika thitung> ttabel d) Menarik kesimpulan dengan membandingkan hasil dari thitung dan ttabel , kemudian tentukan daerah penerimaan dan penolakannya. e. Uji F Uji F digunakan untuk menguji model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat atau tidak.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Pengujian uji F dengan rumus (Sudjana, 2005): Keterangan: 𝐹= 𝑅2 𝑘 (1 − 𝑅 2 ) (𝑛 − 𝑘 − 1) F = koefisien korelasi ganda k = jumlah variabel independen n = banyaknya anggota sampel Hipotesis: Ho : Uji model regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan usaha perak Kotagede. Ha : Uji model regresi dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan usaha perak Kotagede. Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut : Ho diterima jika Fhitung< Ftabel Ho ditolak jika Fhitung> Ftabel α = 0.05 F didasarkan pada derajat kebebasan sebagai berikut: Derajat pembilang (df1) = k Derajat penyebut (df2) = n-k-1 Apabila Ho diterima, maka hal ini menunjukkan bahwa uji model regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan usaha perak Kotagede. Apabila Ho ditolak, maka hal ini menunjukkan bahwa uji model regresi dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan usaha perak

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Kotagede.. Dalam memudahkan dan mempercepat proses pengolahan data, penulis mengunakan komputerisasi dengan menggunakan program software Statistika Product & Service Solutions (SPSS) for Windows Release 16.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum 1. Letak dan Luas Kecamatan Kotagede Kecamatan Kotagede merupakan bagian wilayah dari Kota Yogyakarta yang memiliki luas wilayah 3,07 km², luas wilayah ini merupakan 9,45 % dari wilayah administrasi Kota Yogyakarta yang luasnya 32,5 Km². Letak geografis Kotagede yaitu antara 110⁰ 24' 19‟‟110⁰ 27' 3‟‟ BT dan 7⁰15' 35'' - 7⁰49' 35'' LS, dan terletak sekitar 10 km dari pusat Kota Yogyakarta. Batas batas wilayah Kecamatan Kotagede sebagai berikut : Sebelah Utara : Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Sebelah timur : Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Sebelah Selatan : Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Sebelah barat : Kecamatan Umbulharjo. Topografi dari Kotagede ini sendiri didominasi oleh wilayah pemukiman dan lahan pertanian, tetapi saat ini keadaan daerah lahan pertanian semakin lama semakin berkurang sesuai dengan perkembangan kebutuhan daerah pemukiman, maupun kegunaan lain yang juga sesuai dengan perkembangan wilayah yang telah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah setempat. Wilayah Kecamatan Kotagede dibagi menjadi 3 Kelurahan, yakni Kelurahan Prenggan, Kelurahan Purbayan, Kelurahan 62

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Rejowinangun, dan terdiri dari 40 Rukun Warga (RW) dan 164 Rukun Tetangga (RT). Kelurahan yang memiliki luas wilayah paling besar adalah Kelurahan Rejowinangun yakni 1,25 Km² dan Kelurahan yang memiliki luas wilayah paling kecil adalah Kelurahan Prenggan yakni 0,8 Km²,sedangkan Kelurahan Purbayan memiliki luas wilayah 0,09 Km2. Kelurahan Rejowinangun merupakan wilayah paling utara dari Kecamatan Kotagede yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul di sebelah timur dan Kecamtan Umbulharjo, Kota Yogyakarta di sebelah barat, dengan keadaan topografi yang didominasi oleh dataran rendah dan kemiringan tanah yang tidak relatif besar. Sedangkan di bagian selatan Kecamatan Kotagede terdapat 2 Kelurahan yang letaknya berdampingan, di bagian timur yakni Kelurahan Prenggan dan bagian barat Kelurahan Purbayan. Pusat perekonomian dari Kawasan Kotagede adalah Pasar Kotagede yang merupakan sentra perekonomian dari masyarakat Kotagede dan sekitarnya yang terletak di perpotongan akses jalan bagian Utara – Selatan ( bagian dari rute Yogyakarta – Gunung Kidul) dan akses jalan Barat – Timur ( ke arah Barat menuju Yogyakarta dan ke arah Timur menuju Plered dan Surakarta). Di sekitar Pasar tersebut terletak beberapa tempat yang mempunyai makna sejarah dan budaya bagi penduduk sekitar dan dinasti Mataram Islam. Di bagian Tenggara pasar Kotagede terdapat sebuah kampung yang bernama Kampung Alun – Alun dam di sebelah barat dari kampung

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 itu terletak sebuah makam pendiri dari Kerajaan Mataram. Sebelah Selatan dari Kampung Alun – Alun adalah wilayah yang dipercaya sebagai bekas letak dari Keraton Mataram yang pertama, struktur kota ini yang kemudian menjadi pola ibukota Kerajaan Mataram yang merupakan strategi bagi kekuasaan mataram mengatur kondisi sosial politik kawasan pemerintahannya sampai saat ini. 2. Penduduk Kecamatan Kotagede Jumlah Penduduk Kecamatan Kotagede pada tahun 2010 adalah 33.581 jiwa, terdiri dari 16.707 laki-laki (49,73 %) dan 16.874 perempuan (50,27%), sehingga sex ratio yang terjadi mencapai 99, sedangkan jumlah kepala keluarga di Kecamatan Kotagede mencapai 9.679 kepala keluarga (KK). Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kelurahan Prenggan, yaitu sebanyak 12.166 jiwa. Kelurahan yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit yakni Kelurahan Purbayan yaitu sebanyak 9.856 jiwa, sedangkan jumlah penduduk di Kelurahan Rejowinangun adalah 11.884 jiwa. Tabel IV.1 Data Penduduk dan Sex Ratio Kecamatan Kotagede S u m Kelurahan Laki – Laki Perempuan Sex Ratio Prenggan 5.682 5.807 98 Purbayan 4.827 4.946 98 Rejowinangun 6.198 6.121 99 Jumlah 16.707 16.874 98,50 Sumber : BPS Kota Yogyakarta, 2011

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Kepadatan penduduk Kecamatan Kotagede di setiap wilayah kelurahan bervariasi satu sama lain, kelurahan yang paling rendah tingkat kepadatan penduduk adalah Kelurahan Rejowinangun, yaitu 9.855 jiwa/km2. Hal ini dikarenakan letaknya yang berbatasan dengan Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul sehingga penduduk di sekitarnya lebih memilih menetap di Kabupaten Bantul yang kondisi lingkungannya jauh mendukung untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Kelurahan yang paling tinggi tingkat kepadatannya adalah Kelurahan Prenggan, yaitu 13.842 jiwa/km2, dan Kelurahan Purbayan 9.872 jiwa/km2, hal ini dikarenakan kedua kelurahan ini merupakan sentra industri dan perekonomian penduduk Kecamatan Kotagede seperti Pasar Kotagede serta Kawasan Sejarah Keraton dari Kerajaan Mataram di Kotagede yang memiliki banyak situs pariwisata sejarah ( heritage ) seperti Makam para raja Mataram dan Mesjid Agung Kotagede, sehingga tidak heran banyak wisatawan baik asing maupun domestik yang berkunjung di kawasan Kotagede dalam jangka waktu tertentu. Tabel IV.2 Kepadatan Penduduk tiap Kelurahan di Kecamatan Kotagede 2 Kelurahan Luas (km ) Jumlah penduduk Kepadatan Prenggan 0,83 11.489 13.842 Purbayan 0,99 9.773 9.872 Rejowinangun 1,25 12.319 9.855 Jumlah 3,07 33.581 10.938 Sumber : BPS Kota Yogyakarta, 2011

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tahun 2010, distribusi penduduk berdasarkan kelompok umur menunjukan bahwa jumlah penduduk didominasi oleh penduduk berumur 20 - 25 tahun. Jumlah penduduk paling sedikit terdapat pada kelompok umur di atas 75 tahun. Penduduk yang termasuk dalam kelompok umur produktif (15-64 tahun) sebanyak 18.179 atau 53,5% dari jumlah penduduk di Kecamatan Kotagede. Tercatat sebanyak 8318 jiwa di Kecamatan Kotagede bekerja di berbagai sektor pekerjaan yang tersedia. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor industri menunjukan angka signifikan, yaitu 5.190 jiwa atau 62,4%. Selanjutnya yakni sektor perdagangan yang memiliki jumlah tenaga kerja sekitar 2.028 jiwa, sedangkan yang bekeja di sektor pertanian mencapai 598 jiwa. 3. Sejarah Kerajinan Perak di Kotagede Kotagede sendiri merupakan peninggalan Kotaraja Mataram Islam berdiri sejak tahun 1532 M, kawasan ini berasal dari sebuah kawasan hutan, kemudian dijadikan pedukuhan sebagai permukiman kerabat Kiai Ageng Pemanahan. Seni kerajinan tersebut pada masa itu merupakan pekerjaan para abdi dalem (pegawai kraton) yang disebut abdi dalem kriya dalam memenuhi perlengkapan dan kebutuhan kraton akan berbagai perhiasan dari emas dan perak dan alat-alat serta perlengkapan rumah tangga lain. Perkampungan bagi para abdi dalem perajin emas ( dan perak ) disebut Kemasan, bagi perajin alat-alat dari besi disebut Pandean, bagi perajin keris Mranggi atau Mranggen atau sekarang menjadi Prenggan,

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 dan Bathikan bagi perajin. Keterampilan mereka makin terasah seiring terjadinya akulturasi budaya antara budaya asli dengan pengaruh IslamArab, Eropa, dan China. Ketika pusat kerajaan pindah dari Kotagede ke Yogyakarta para perajin emas dan perak tersebut tetap tinggal di Kotagede serta tetap terus mengembangkan usaha kerajinannya. Masuknya pengaruh Barat (Belanda) telah memacu perkembangan industri kerajinan perak. Nilai dan apresiasi terhadap produk kerajinan perak menjadi meningkat ketika orang-orang Belanda mulai memesan dari industri seni kerajinan perak berbagai peralatan dan perlengkapan rumah tangga model Eropa, tetapi dengan motif serta ukiran bias Yogyakarta. Pemerintah Kolonial Belanda pun menaruh perhatian terhadap perkembangan industri kerajinan perak ini. Upaya pembinaan industri kerajinan perak pula pada tahun 1933 atas inisiatif Gubernur Verohuur di Yogyakarta didirikan yayasan Stichting Beverdering van Het Jogjakarta Kenst Ambacht yang dengan singkat disebut Pakaryan Ngayogyakarta. Perkembangan pesat industri seni terjadi sekitar tahun 1934-1939, upaya peningkatan kualitas produksi dan dikembangkannya kreasi dan motif-motif baru mengantarkan usaha industri seni kerajinan perak ke masa-masa kejayaan. Meningkatnya keuntungan menarik minat para golongan pemodal dan pedagang untuk mengatihkan usahanya ke bidang usaha industri dan perdagangan produk seni kerajinan perak. Masa-masa kejayaan industri perak tidak berlangsung lama. Mahalnya harga bahan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 baku perak pada masa pendudukan Jepang memaksa para perajin dan pengusaha menggunakan bahan baku yang lebih murah, seperti tembaga dan kuningan, yang kemudian disepuh dengan warna perak, sesuatu yang .harus tidak boleh dipandang kemunduran. Masa kemerdekaan mengantarkan industri kerajinan perak kepada usaha-usaha perdagangan dan industri seni kerajinan perak menuju pola manajemen baru dan modern. Langkah ini diawali dengan rintisan berdirinya Persatuan Pengusaha Perak Kotagede (P3K) pada tahun 1951 yang akhirnya pada 9 Februari 1960 memperoleh bentuk sebagai koperasi produksi dengan nama Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y) dan berlangsung hingga sekarang ini. Pengambilan nama `Yogyakarta" dimaksudkan untuk lebih mengedepankan identitas daerah kerjanya. Sebagai koperasi produksi, KP3Y bertugas membina, mengkoordinasikan, dan mewadahi aktivitas-aktivitas usaha perak di Yogyakarta. Perjalanan sejarah telah membentuk Kawasan Kotagede sebagai daerah yang dihuni banyak perajin perak, sehingga sampai saat ini tokotoko kerajinan perak bertebaran di sepanjang jalan terutama pada akses utama menuju situs „dalem‟ Kotagede. Jl. Watugilang merupakan satusatunya jalur jalan utama untuk mencapai rangkaian situs cagar budaya Kotagede. Selain itu workshop dan toko perak berjajar di tepi jalan Mondorakan, Tegalgendu, dan Kemasan. Nuansa komersial di kawasan ini menuju pasar Kotagede menimbulkan banyak pedagang kakilima dan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 menjadikan bangunan-bangunan yang awalnya berfungsi sebagai hunian berubah menjadi tempat usaha. 4. Kondisi Pengrajin Perak di Kotagede Pada kenyataannya jumlah pengrajin perak baik yang bersifat perorangan atau merupakan kelompok pengrajin yang bersifat industri kecil (home industry) yang terdapat di Kecamatan Kotagede sangat banyak jumlahnya, sebagian besar dari mereka banyak yang belum memiliki izin usaha resmi yang dikeluarkan oleh Disperindagkop Kota Yogayakarta sehingga mereka tidak terdaftar dalam program pengembangan industri yang dilakukan pemerintah setempat. Hal ini mengakibatkan para pengrajin tersebut kesulitkan dalam melakukan kegiatan produksi dan memasarkan produknya. Saat ini berdasarkan data jumlah pengusaha dan pengrajin yang terdaftar di Disperindagkop Kota Yogayakarta tahun 2011 adalah berjumlah 79 buah industri yang terdiri dari pengrajin perorangan yang memiliki bengkel produksi sendiri atau tidak dan pengusaha kerajinan perak yang memiliki toko workshop yang memiliki kelompok pengrajin dalam hal pengadaan produk. Dalam kesehariannya para pengrajin melakukan kegiatan produksi yang berupa pembuatan produk kerajinan perak mulai dari pencampuran perak, pembentukan dan penyelesaian (finishing) produk dilakukan di tempat tinggalnya masing – masing. Sedangkan toko workshop yang belum memiliki bengkel produksi biasanya mengambil

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 kerajinan perak langsung kepada para pengrajin langsung yang banyak terdapat di Kampung Wisata Basen di Kelurahan Purbayan. Para pengrajin yang memiliki keterbatasan modal dan tenaga kerja tersebut yang hanya memiliki bengkel produksi dan kesulitan dalam memasarkan produknya biasanya melakukan beberapa kebijakan untuk membantu mereka dalam hal kegiatan produksi seperti melakukan kerjasama dengan para pengusaha kerajinan perak yang dapat memberikan mereka bahan baku dan menjual di toko workshop pengusaha tersebut, selain itu para pengrajin tersebut juga terdaftar dalam asosiasi pengrajin perak yang ada di sekitarnya yang juga bisa berupa koperasi, yang mengakomodasi dalam hal pengadaan bahan baku atau modal untuk mengakomodasi kegiatan produksinya sehari – hari, saat ini terdapat 13 pengrajin yang hanya memiliki bengkel produksi, 4 pengrajin di Kelurahan Prenggan dan 11 pengrajin di Kelurahan Purbayan. B. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober dengan objek penelitian perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini adalah UMKM kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta yang berada di Jalan Kemasan, Kelurahan Purbayan. Kuesioner yang disebarkan sebanyak 34 eksemplar kepada 34 showroom kerajinan perak di jalan Kemasan. Kuesioner tersebut dapat dikatakan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 reprosentase 100%. Semua pernyataan diisi secara lengkap berdasarkan jawaban 34 responden. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak kontribusi kemitraan (X1), skala usaha (X2) dan pemanfaatan teknologi informasi (X3) terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta (Y). Berdasarkan kuesioner yang diisi oleh responden dapat dilakukan analisis kuantitatif yang terdiri dari Jenis kelamin, usia responden. Serta analisis kuantitatif yang terdiri dari uji prasyarat, uji asumsi klasik dan uji analisis regresi berganda. Berdasarkan kuesioner yang disebar, diperoleh data mengenai beberapa karakteristik yaitu jenis kelamin, usia, kemitraan, skala usaha, pemanfaatan teknologi informasi dan perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. 1. Deskripsi Data tentang Karakteristik Responden Tabel IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Pria 14 Wanita 20 Total 34 Sumber: data primer, 2014 Persentase 41,2% 58,8% 100% Berdasarkan tabel di atas, jumlah responden wanita lebih dominan. Jumlah responden yang berjenis kelamin wanita sebanyak 20 atau setara dengan 58,8% dari total seluruh responden. Sedangkan sisanya sebanyak 14 atau setara dengan 41,2% adalah responden berjenis kelamin pria. Terdapat kemungkinan bahwa pemilik usaha tersebut lebih dominan wanita karena sebagian besar pria atau kepala rumah tangga bekerja dan

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 telah memiliki penghasilan atau lebih mudah dikelola oleh wanita yang tidak sedang bekerja. Tabel IV.4 Karakteristik Berdasarkan Usia Jumlah Responden 23 – 29 9 30 – 36 9 37 - 43 9 44 – 50 5 51 – 57 0 58 – 63 2 Total 34 Sumber: data diolah, 2014 Usia Responden Persentase 26,47% 26,47% 26,47% 14,71% 0% 5,88% 100% Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar usia responden menyebar secara merata yaitu di interval 23-29, 30-36 dan 37-43 masing-masing berjumlah 9 responden atau setara dengan 26,47%. Jumlah responden yang berusia 44-50 pun cukup banyak yaitu berjumlah 5 orang atau setara14,71%. Melihat penjabaran di atas, dapat dikatakan bahwa hampir seluruh responden berada dalam umur produktif. Dalam rentang usia produktif menjadi kesempatan untuk berwirausaha. Namun beberapa responden yang masih berwirausaha walaupun dalam usia yang kurang produktif. 2. Deskripsi Data tentang Kemitraan Responden Kemitraan adalah kerjasama yang dilakukan pengusaha kecil menengah dengan pihak lain dalam mengembangkan perekonomian. Indikator kemitraan dalam masalah penelitian berikut adalah macam kerjasama atau kemitraan, dan keuntungan kemitraan.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Hasil perhitungan dengan bantuan program komputer SPSS menunjukan bahwa tabel distribusi frekuensi mengenai kerjasama atau kemitraan responden dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel IV.5 Distribusi Frekuensi Mengenai Ada Tidak Kemitraan Kemitraan Cumulative Frequency Valid Tidak Percent Valid Percent Percent 5 14.7 14.7 14.7 Ya 29 85.3 85.3 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Melihat tabel distribusi mengenai ada tidak kemitraan responden menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki kemitraan usaha dengan pihak lain. Responden yang memiliki kemitraan sebanyak 29 responden atau sebesar 85,3% dari total responden. Kemitraan yang dimaksud adalah kerjasama pemilik usaha dengan pihak lain seperti koperasi, asosiasi pedagang, pemerintah daerah, ataupun dengan pihak lain dalam berbagai bidang seperti bidang modal, kerjasama faktor input (bahan baku produksi) produksi dan sampai ke pemasaran barang. Dalam bidang modal, pemilik UMKM dapat mendapatkan pinjaman modal usaha jika memang diperlukan dalam pengembangan usahanya. Pemilik UMKM juga bekerjasama dengan koperasi, pemerintah daerah ataupun asosiasi dalam mendapatkan bahan produksi secara mudah. Selain itu, barangbarang produksi juga dipasarkan tidak hanya melalui showroom saja, akan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 tetapi dapat melalui bantuan pihak lain. Responden yang tidak memiliki kemitraan yaitu sebanyak 5 responden atau sebesar 14,7% dari total responden. Tabel distribusi frekuensi mengenai macam kemitraan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel IV.6 Distribusi Frekuensi mengenai Macam Kemitraan Jumlah_Kemitraan Cumulative Frequency Valid Tidak Ada 1 Jenis Kemitraan: Modal Percent Valid Percent Percent 5 14.7 14.7 14.7 14 41.2 41.2 55.9 11 32.4 32.4 88.2 4 11.8 11.8 100.0 34 100.0 100.0 atau pemasaran atau Pemasok bahan produksi 2 Jenis Kemitraan: Modal dan Pemasaran atau Modal dan Pemasok Bahan Produksi atau Pemasaran dan Pemasok Bahan Produksi 3 Jenis Kemitraan: Modal, Pemasaran dan Pemasok Bahan Produksi Total Sumber: data diolah,2014 Melihat tabel distribusi frekuensi mengenai macam kemitraan responden menyatakan bahwa sebagian besar responden sebanyak 14 responden atau sebesar 41,2% dari total responden hanya memiliki 1 jenis kemitraan yaitu hanya kemitraan dalam bidang modal atau pemasaran produk atau pemasok bahan produksi saja. Responden yang memiliki 2

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 jenis kemitraan sebanyak 11 responden atau sebesar 32,4%. Kemitraan yang dimiliki yaitu dalam bidang modal dan pemasaran atau modal dan pemasok bahan produksi atau pemasaran dan bahan baku produksi. Ada juga responden yang tidak memiliki kemitraan dalam usaha yaitu sebanyak 5 responden atau sebesar 14,7%. Paling sedikit adalah responden yang memiliki 3 jenis kemitraan (modal, pemasaran dan pemasok bahan produksi) sebesar 4 responden atau sebesar 11,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa responden sebagian besar memiliki kemitraan dalam UMKM. Tabel distribusi frekuensi mengenai manfaat kemitraan dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel IV.7 Distribusi Frekuensi mengenai Manfaat Kemitraan Jumlah_Keuntungan_Mitra Frequency Valid Tidak ada Keuntungan Percent Valid Percent Cumulative Percent 5 14.7 14.7 14.7 1 Keuntungan Kemitraan: dari bidang modal atau pemasaran atau pemasok bahan produksi 13 38.2 38.2 52.9 2 Keuntungan Kemitraan dari bidang modal dan pemasaran atau modal dan pemasok bahan produksi atau pemasaran dan pemasok bahan produksi 9 26.5 26.5 79.4 3 Keuntungan Kemitraan dari bidang modal, pemasaran dan pemasok bahan produksi 7 20.6 20.6 100.0 34 100.0 100.0 Total Sumber: data diolah,2014

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Kemitraan terjalin di beberapa bidang yaitu modal, pemasaran dan pemasok bahan produksi. Setiap kemitraan yang terjalin memiliki manfaat tersendiri bagi pelaku usaha. Manfaat yang didapat dari bidang tersebut yaitu mudah dalam mendapatkan atau meminjam modal usaha, mempermudah memasarkan barang produksi dan lebih mudah mendapatkan bahan produksi. Melihat tabel distribusi frekuensi di atas menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki 1 keuntungan kemitraan sebanyak 13 responden atau sebesar 38,2% dalam usahanya. Artinya bahwa sebanyak 13 responden tersebut memiliki satu manfaat dari kemitraan yang terjalin yaitu mudah mendapatkan atau meminjam modal usaha dari pihak lain atau mempermudah memasarkan barang produksi dengan bantuan pihak lain atau mudah mendapatkan bahan produksi dengan bantuan pihak lain. Responden yang memiliki 2 keuntungan kemitraan sebanyak 9 responden atau sebesar 26,5%. Dengan kata lain sebanyak 9 responden mendapatkan manfaat sesuai kemitraan yang terjalin. Dimisalkan saja, responden yang memiliki kemitraan di bidang modal dan pemasaran menyatakan bahwa memiliki manfaat dalam mendapatkan atau meminjam modal usaha dan mudah memasarkan barang produksinya. Responden yang memiliki kemitraan di bidang modal dan pemasok bahan produksi menyatakan bahwa memiliki manfaat yaitu mudah mendapatkan atau meminjam modal dan juga mudah mendapatkan bahan produksi. Demikian pula dengan responden yang memiliki kemitraan di bidang pemasaran dan pemasok

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 bahan produksi menyatakan memiliki manfaat dalam hal mudah memasarkan barang produksi dan mudah mendapatkan barang produksi. Kemudian responden yang memiliki 3 keuntungan dari kemitraan yang terjalin sebanyak 7 responden atau sebesar 20,6%. Dengan demikian kemitraan yang terjalin dalam usaha dapat memberikan manfaat di setiap bidang kemitraan yang terjalin dalam usahanya. Melalui indikator-indikator tersebut dapat dilihat kemitraan yang dimiliki oleh responden. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel kemitraan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel IV.8 Distribusi Frekuensi Kategori Kemitraan Kemitraan Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 5 14.7 14.7 14.7 Sedang 25 73.5 73.5 88.2 Tinggi 4 11.8 11.8 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kemitraan sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa memiliki kemitraan sedang berjumlah 25 responden atau sebesar 73,5%. Sedangkan jumlah responden yang menyatakan memiliki kemitraan rendah berjumlah 5 responden atau

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 14,7% dan responden yang memiliki kemitraan tinggi berjumlah 4 responden atau 11,8%. Sebagian besar responden memiliki kemitraan sedang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden UMKM kerajinan perak Kotagede tersebut memiliki kemitraan, macam kemitraan, dan manfaat kemitraan yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Terdapat beberapa responden yang memiliki kemitraan tinggi yaitu sebanyak 4 responden atau sekitar 11,8% namun tidak lebih banyak dari responden dengan kemitraan rendah yaitu sebanyak 5 responden atau 14,7% dari total responden. Melihat uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa responden yaitu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah kerajinan perak Kotagede cenderung memiliki kemitraan yang sedang. Hal tersebut dapat dilihat dari pelaku usaha memiliki kemitraan tinggi lebih sedikit. Oleh karena itu, sebagian besar responden tetap memiliki mitra usaha dan bidang kemitraan. 3. Deskripsi Data tentang Skala Usaha Responden Skala usaha adalah kegiatan usaha dalam bidang penjualan yang mencakup penjualan komoditas dan lingkup pemasaran. Indikator pengukuran berdasarkan jumlah tenaga kerja, jumlah penjualan komoditas dan Lingkup pemasaran produk.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Hasil perhitungan dengan bantuan program komputer SPSS menunjukan bahwa distribusi frekuensi variabel jumlah tenaga kerja pada awal mendirikan usaha sebagai berikut: Tabel IV.9 Distribusi Frekuensi Tenaga Kerja Awal Tk awal Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Mikro 30 88.2 88.2 88.2 Kecil 4 11.8 11.8 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar responden menyatakan bahwa sebagian besar responden adalah usaha tingkat mikro yaitu sebanyak 30 responden atau sebesar 88,2% dari seluruh responden. Sedangkan responden sebanyak 4 responden merupakan usaha tingkat kecil atau sebesar 11,8%. Dengan demikian sebagian besar usaha merupakan usaha mikro pada awal mendirikan usaha menurut tenaga kerja. Adapun tabel yang menunjukan jumlah tenaga kerja responden terakhir yaitu sebagai berikut:

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Tabel IV.10 Distribusi Frekuensi Tenaga Kerja Saat Ini Tk Sekarang Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent Mikro 20 58.8 58.8 58.8 Kecil 13 38.2 38.2 97.1 1 2.9 2.9 100.0 34 100.0 100.0 Menengah Total Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar responden menyatakan memiliki usaha di tingkat mikro yaitu sebanyak 20 responden atau sebesar 58,8%. Selain itu 13 responden atau sekitar 38,2% memiliki usaha di tingkat kecil dan sebanyak 1 responden atau 2,9% memiliki usaha tingkat menengah. Terjadi peningkatan kelas usaha yang cukup banyak dibandingkan dengan tenaga kerja saat awal mendirikan usaha. Dapat dilihat responden yang awalnya memiliki usaha mikro yaitu sebanyak 30 responden mengalami peningkatan usaha. Saat ini hanya tersisa 20 responden yang masih pada tingkat usaha mikro. Dengan demikian terjadi peningkatan usaha responden baik ke tingkat kecil maupun menengah. Adapun output yang menunjukan jumlah produksi usaha responden yaitu sebagai berikut:

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Tabel IV.11 Produksi Barang Dalam Sebulan Produksi Komoditas Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 40-82 unit 16 47.1 47.1 47.1 83-125 unit 8 23.5 23.5 70.6 126-168 unit 5 14.7 14.7 85.3 169-211 unit 2 5.9 5.9 91.2 212-254 unit 2 5.9 5.9 97.1 256-300 unit 1 2.9 2.9 100.0 34 100.0 100.0 Total Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 16 responden atau sebesar 47,1% memiliki jumlah produksi barang sekitar 40-82 unit. Responden sebanyak 8 orang atau sebesar 23,5% memiliki jumlah produksi barang sekitar 83-125 unit. Sedangkan responden yang memiliki jumlah produksi barang sekitar 126-168 unit sebanyak 5 responden atau sebesar 14,7%. Melihat data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden cukup produktif menghasilkan barang tetapi sedikit responden yang dapat menghasilkan barang dalam jumlah yang sangat banyak dalam jangka waktu sebulan.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Tabel IV.12 Penjualan Barang Dalam Satu Bulan Penjualan Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 25-62 unit 17 50.0 50.0 50.0 63-100 unit 13 38.2 38.2 88.2 139-176 unit 1 2.9 2.9 91.2 177-214 unit 2 5.9 5.9 97.1 215-250 unit 1 2.9 2.9 100.0 34 100.0 100.0 Total Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki penjualan barang sekitar 25-62 unit dalam satu bulan sebanyak 17 responden atau sebesar 50%. Sedangkan 13 responden atau sebesar 38,2% memiliki penjualan sekitar 63-100 unit. Selanjutnya 2 responden memiliki penjualan barang sekitar 177-214 unit. Sebagian besar responden memiliki penjualan yang tidak terlalu banyak. Dapat dikatakan bahwa barang yang terjual kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tidak terlalu banyak. Dapat dikatakan tidak banyak responden yang dapat menjual barang dengan jumlah yang sangat banyak.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel IV.13 Pemasaran Barang Jumlah_Pemasaran Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Dalam Kota 8 23.5 23.5 23.5 Luar Kota 2 5.9 5.9 29.4 Luar Negeri 1 2.9 2.9 32.4 16 47.1 47.1 79.4 7 20.6 20.6 100.0 34 100.0 100.0 Dalam Kota, luar kota atau Dalam Kota, Luar Negeri atau Luar Kota dan Luar Negeri Dalam Kota, Luar kota dan Luar Negeri Total Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, lingkup pemasaran usaha mencakup dalam kota, luar kota dan luar negeri. Lingkup pemasaran responden bervariasi ada yang hanya satu cakupan lingkup pemasaran saja, ada yang dua lingkup pemasaran dan ada yang lingkup pemasaran keseluruhan. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 16 responden atau sebesar 47,1% memiliki dua lingkup pemasaran yaitu dalam kota dan luar kota atau dalam kota dan luar negeri, atau luarkota dan luar negeri. Dengan demikian, sebagian besar responden memiliki lingkup pemasaran yang cukup luas, tidak hanya terpaku pada daerah lokal sekitar saja. Melalui indikator-indikator tersebut dapat dilihat skala usaha yang dimiliki oleh responden. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel skala usaha dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel V.14 Distribusi Frekuensi Skala Usaha SkalaUsaha Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 7 20.6 20.6 20.6 Sedang 23 67.6 67.6 88.2 Tinggi 4 11.8 11.8 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki skala usaha sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa memiliki skala usaha sedang berjumlah 23 responden atau sebesar 67,6%. Sedangkan jumlah responden yang menyatakan memiliki skala usaha rendah berjumlah 7 responden atau 20,6% dan responden yang memiliki skala usaha tinggi berjumlah 4 responden atau 11,8%. Sebagian besar responden memiliki skala usaha sedang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden UMKM kerajinan perak Kotagede memiliki tenaga kerja, jumlah produksi barang, jumlah penjualan barang dan lingkup pemasaran produk yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Melihat uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa UMKM kerajinan perak Kotagede cenderung memiliki skala usaha sedang. Hal tersebut

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 dapat dilihat dari jumlah UMKM yang memiliki skala usaha tinggi lebih sedikit daripada UMKM dengan skala usaha sedang. UMKM dengan skala usaha tinggi juga tidak lebih dari UMKM dengan skala usaha rendah. 4. Deskripsi Data tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi Responden Pemanfaatan teknologi informasi adalah manfaat yang didapatkan pengusaha dari menggunakan teknologi informasi dalam usahanya. Indikator pengukuran berdasarkan pemanfaatan teknologi, tujuan pemanfaatan teknologi informasi, frekuensi pemanfaatan teknologi informasi, jumlah aplikasi atau software yang digunakan, dan keuntungan pemanfaatan teknologi informasi. Tabel IV.15 Ada Tidak Pemanfaatan Teknologi informasi Pemanfaatan_TI Cumulative Frequency Valid Ya 34 Percent Valid Percent 100.0 100.0 Percent 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Dari tabel di atas, seluruh responden sebanyak 34 responden atau sebesar 100% menyatakan bahwa responden memanfaatkan teknologi informasi dalam usaha. Dengan demikian, teknologi informasi membantu responden dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Tabel distribusi frekuensi jumlah jenis pemanfaatan teknologi informasi dapat dilihat di tabel bawah berikut ini:

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Tabel IV.16 Jumlah Jenis Teknologi Pemanfaatan Teknologi Informasi Jumlah_Teknologi Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 1Jenis Teknologi 5 14.7 14.7 14.7 2 Jenis Teknologi 24 70.6 70.6 85.3 3 Jenis Teknologi 5 14.7 14.7 100.0 34 100.0 100.0 Total Sumber: data diolah, 2014 Dari tabel di atas, sebagian besar responden menyatakan bahwa menggunakan 2 jenis teknologi dalam menjalankan usaha yaitu sebanyak 24 responden atau sebesar 70,6% dari seluruh responden. Selain itu, 5 orang responden atau sebesar 14,7% menyatakan menggunakan 1 teknologi saja dan 5 responden juga sebesar 14,7% menyatakan menggunakan 3 jenis teknologi. Dengan demikian, sebagian besar responden menggunakan dua jenis teknologi yaitu handphone atatu telepon dan komputer atau laptop untuk mendukung perkembangan usaha. Tabel distribusi frekuensi jumlah tujuan pemanfaatan teknologi informasi dapat dilihat di tabel berikut:

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Tabel IV.17 Jumlah Tujuan Pemanfaatan Teknologi Informasi Jumlah_Tujuan Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 1Tujuan Pemanfaatan TI 15 44.1 44.1 44.1 2 Tujuan Pemanfaatan TI 9 26.5 26.5 70.6 3 Tujuan Pemanfaatan TI 10 29.4 29.4 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Dari tabel dilihat, sebagian besar responden menyatakan hanya memiliki 1 tujuan pemanfaatan teknologi informatika yaitu sebanyak 15 responden atau sebesar 44,1%. Selain itu 10 responden atau sebesar 29,4% menyatakan memiliki 3 manfaat pemanfaatan teknologi informasi. Dengan demikian, teknologi informasi memberikan manfaat yang berguna dalam usaha responden. Tabel distribusi frekuensi penggunaan teknologi informasi dapat dilihat di tabel di bawah ini: Tabel IV.18 Frekuensi Penggunaan Teknologi informasi FrekuensiPenggunaan Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 4-5 jam perhari 3 8.8 8.8 8.8 6-7 jam perhari 9 26.5 26.5 35.3 8-9 jam perhari 8 23.5 23.5 58.8 10-11 jam perhari 9 26.5 26.5 85.3 12-13 jam perhari 4 11.8 11.8 97.1 14 jam perhari 1 2.9 2.9 100.0 34 100.0 100.0 Total Sumber: data diolah, 2014

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Dari tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 9 responden atau sebesar 26,5% menyatakan bahwa frekuensi pemanfaatan teknologi informasi sekitar 6-7 jam perhari dan 10-11 jam perhari. Selain itu, 8 responden atau sebesar 23,5% dari total responden menyatakan bahwa frekuensi pemanfaatan teknologi informasi sekitar 8-9 jam perhari. Dengan demikian, responden tetap memanfaatkan teknologi informasi dalam sehari. Tabel distribusi frekuensi jumlah software atau aplikasi dalam penggunaan teknologi informasi dapat dilihat di bawah ini: Tabel IV.19 Jumlah Software Pemanfaatan Teknologi Informasi JumlahSoftware Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent 2 Software atau Aplikasi 4 11.8 11.8 11.8 3 Software atau Aplikasi 26 76.5 76.5 88.2 4 Software atau Aplikasi 4 11.8 11.8 100.0 34 100.0 100.0 Total Sumber: data diolah, 2014 Dari tabel di atas, Responden yang menyatakan menggunakan 3 jenis software dari pemanfaatan teknologi informasi sebanyak 26 orang atau sebesar 76,5% dari seluruh total responden. Sedangkan responden yang menggunakan 2 dan 4 software masing-masing sebanyak r responden atau sebesar 11,8%. Tabel distribusi frekuensi manfaat pemanfaatan teknologi informasi dapat dilihat di bawah ini:

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Tabel IV.20 Jumlah Manfaat Pemanfaatan Teknologi Informasi Jumlah_Manfaat Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 1 Manfaat Pemanfaatan TI 13 38.2 38.2 38.2 2 Manfaat Pemanfaatan TI 10 29.4 29.4 67.6 3 Manfaat Pemanfaatan TI 11 32.4 32.4 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Dari tabel di atas, manfaat yang didapat dari pemanfaatan teknologi informasi terbagi secara merata. Responden yang menyatakan mendapat 1 manfaat dari pemanfaatan teknologi informasi sebanyak 13 orang atau sebesar 38,2% dari seluruh total responden. Sedangkan 10 responden atau sebesar 29,4% menyatakan mendapat 2 manfaat dari pemanfaatan teknologi informasi. Sisa 11 responden atau sebesar 32,4% menyatakan mendapat 3 manfaat dari pemanfaatan teknologi informasi. Melalui indikator-indikator tersebut dapat dilihat pemanfaatan teknologi informasi yang dimiliki oleh responden. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel pemanfaatan teknologi informasi dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Tabel V.21 Distribusi Frekuensi Kategori Pemanfaatan Teknologi Informasi PTI Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Rendah 8 23.5 23.5 23.5 Sedang 23 67.6 67.6 91.2 Tinggi 3 8.8 8.8 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pemanfaatan teknologi informasi sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa memiliki pemanfaatan teknologi informasi sedang berjumlah 23 responden atau sebesar 67,6%. Sedangkan jumlah responden yang menyatakan memiliki pemanfaatan teknologi informasirendah berjumlah 8 responden atau 23,5% dan responden yang memiliki pemanfaatan teknologi informasi tinggi berjumlah 3 responden atau sebesar 8,8%. Sebagian besar responden memiliki pemanfaatan teknologi informasi sedang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa sebagian besar UMKM kerajinan perak Kotagede tersebut memanfaatakan teknologi informasi, jenis teknologi, tujuan pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan jumlah software atau aplikasi dan manfaat teknologi informasi yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Melihat uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa UMKM kerajinan perak Kotagede cenderung memiliki pemanfaatan teknologi informasi sedang. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah UMKM yang memiliki pemanfaatan teknologi informasi tinggi lebih sedikit. Pemanfaatan teknologi informasi yang optimal seharusnya dapat mendukung berkembangnya UMKM. 5. Deskripsi Tentang Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede yang dimaksud adalah seberapa besar kemajuan yang dialami UMKM dalam hal modal. Indikator perkembangan usaha dapat diketahui dari pertumbuhan modal suatu usaha. Pertumbuhan modal yang dimaksud adalah selisih antara modal awal dan modal akhir atau modal saat ini. Tabel distribusi frekuensi dari modal awal UMKM dapat dilihat di tabel sebagai berikut: Tabel IV.22 Distribusi Frekuensi Modal Awal Modal_Awal Cumulative Frequency Valid Mikro: Modal < 50juta Kecil: Modal 50juta - 500juta Total Percent Valid Percent Percent 31 91.2 91.2 91.2 3 8.8 8.8 100.0 34 100.0 100.0 Sumber: Data diolah,2014 Dari tabel di atas, sebagian besar UMKM kerajinan perak yaitu sebanyak 31 responden atau sebesar 91,2% dikategorikan sebagai usaha mikro karena memiliki modal awal sebesar kurang dari 50 juta. Sedangkan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 3 responden atau sebesar 8,8% merupakan UMKM dengan kategori usaha kecil yang memiliki modal awal antara 50 juta sampai dengan 500 juta. Tabel distribusi frekuensi dari modal saat ini UMKM dapat dilihat di tabel sebagai berikut: Tabel IV.23 Distribusi Frekuensi Modal Akhir Modal_Saat_Ini Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Mikro: Modal < 50juta 16 47.1 47.1 47.1 Kecil: modal 50juta-500juta 18 52.9 52.9 100.0 Total 34 100.0 100.0 Sumber: data diolah,2014 Dari data di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 responden atau sebesar 52,9% merupakan usaha kecil yang bermodalkan 50 juta sampai dengan 500 juta. Sedangkan 16 responden atau sebesar 47,1% merupakan usaha mikro yang bermodalkan < 50 juta. Tidak ada responden yang termasuk dalam kategori usaha menengah. Dari kedua tabel di atas dapat dibandingkan bahwa terjadi peningkatan modal UMKM. Sebanyak 15 responden yang awalnya merupakan usaha mikro, saat ini merupakan usaha kecil yang memiliki modal antara 50 juta sampai dengan 500 juta. Sebanyak 16 responden masih tetap merupakan usaha kecil yang memiliki modal < 50 juta. Secara keseluruhan, telah terjadi perkembangan UMKM terutama dalam pertumbuhan modal usaha di kerajinan perak Kotagede.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Melihat uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa UMKM kerajinan perak Kotagede cenderung berada pada usaha kecil. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah UMKM yang berada pada usaha mikro lebih sedikit. C. Analisis Data 1. Pengujian Prasyarat a. Uji Normalitas Uji asumsi normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Jika nilai asymtot memiliki signifikansi lebih dari  = 0,05 maka distribusi dapat dikatakan normal, dan jika nilai asymtot memiliki signifikansi lebih kecil dari  = 0,05 berarti distribusi tersebut tidak normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorof-smirnov dengan tingkat kepercayaan 5% atau 0,05. Jika signifikansi > 0,05 maka regresi yang digunakan memiliki data residual yang berdistribusi normal. Output dari hasil olah data menggunakan SPSS adalah sebagai berikut:

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Tabel IV.24 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kemitraan N Normal Parameters a,,b SkalaUsaha PemanfaatanTI 34 34 34 3.82 9.85 12.94 2.139 3.955 2.662 Absolute .203 .151 .179 Positive .120 .151 .179 Negative -.203 -.110 -.104 1.184 .880 1.043 .121 .421 .227 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber: data diolah, 2014 Dari output di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig (2-tailed) Kemitraan (X1) sebesar 0.121. Skala Usaha (X2) sebesar 0.421 dan Pemanfaatan Teknologi Informasi (X3) sebesar 0.227. Apabila dibandingkan dengan signifikansi > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. b. Uji Linieritas Uji linearitas bertujuan mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikatnya. Hasil uji linearitas dapat dilihat dari output berikut ini:

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel IV.25 Hasil Uji Linearitas No. Sig. (Deviation from Linearity) 0,240 Variabel 1 Kemitraan 2 Skala Usaha 0,067 3 Pemanfaatan Teknologi informasi 0,098 Kesimpulan Linier, karena nilai signifikansi 0,240 > 0,05 Linier, karena nilai signifikansi 0,067 > 0,05 Linier, karena nilai signifikansi 0,098 > 0,05 Sumber: data diolah, 2014 Pada tabel ANOVA diketahui nilai signifikansi (Deviation from Linearity) pada variabel kemitraan sebesar 0,240. Apabila dibandingkan dengan signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel kemitraan dengan perkembangan modal UMKM dinyatakan linier. Pada variabel skala usaha diketahui nilai signifikansi (Deviation from Linearity) sebesar 0,067. Apabila dibandingkan dengan signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan Santara variabel skala usaha dengan perkembangan modal UMKM dinyatakan linier. Begitu juga pada variabel pemanfaatan teknologi informasi, diketahui nilai signifikansi (Deviation from Linearity) sebesar 0,098. Apabila dibandingkan dengan signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel pemanfaatan teknologi informasi dengan perkembangan modal UMKM dinyatakan linier.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 2. Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas merupakan suatu perselingkuhan atau hubungan antara variabel bebas yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini variabel tersebut disebut variabel yang bersifat tidak ortogonal. Variabel yang bersifat tidak ortogonal tersebut merupakan variabel bebas yang korelasinya tidak sama dengan nol. Untuk mendeteksi masalah multikolinieritas dapat menggunakan rumus korelasi. Adapun rumus korelasi sebagai berikut (Sugiyono, 2010): 𝑟𝑥𝑦 = n n xi yi − xi2 − xi 2 xi ( yi ) yi2 − (yi )2 ) (n Selanjutnya dengan program SPSS diadakan analisa collinerity statistics. Dari analisis collinerity statistics akan memperoleh VIF (Variance Inflation Factor). Dasar analisis yang digunakan yaitu jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 5 maka tidak terjadi masalah multikolinieritas. Hasil output dari uji multikolinearitas sebagai berikut: Tabel IV.26 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients a Collinearity Statistics Model 1 Tolerance VIF Kemitraan .718 1.392 SkalaUsaha .531 1.884 PemanfaatanTI .532 1.881 a. Dependent Variable: PertumbuhanModal Sumber: data diolah, 2014

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Berdasarkan output di atas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari ketiga variabel yaitu: kemitraan (0,718), Skala usaha (0,531) dan pemanfaatan teknologi informasi (0,532) lebih besar dari 0,1. Sedangkan nilai VIF dalam ketiga variabel tersebut pun tidak lebih dari 5. VIF dari ketiga variabel yaitu: kemitraan (1,392), skala usaha (1,884) dan pemanfaatan teknologi informasi (1,881). Maka dapat dikatakan nilai VIF < 5 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas. b. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah suatu keadaan varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan uji korelasi rank dari Spearman. dengan cara meregresikan antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya. Jika signifikansi antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya > 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, tetapi jika < 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas. Hasil output adalah sebagai berikut:

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tabel IV.27 Hasil Heteroskedastisitas Correlations Kemitraa SkalaUsa Pemanfaatan Unstandardiz n ha TI ed Residual Spearman's Kemitraan rho Correlation Coefficient 1.000 Sig. (2-tailed) N Skala Usaha Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Pemanfaatan TI Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Unstandardized Residual Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .462 ** .503 ** -.040 . .006 .002 .824 34 34 34 34 ** 1.000 ** .030 .006 . .000 .866 34 34 34 34 ** ** 1.000 .040 .002 .000 . .821 34 34 34 34 -.040 .030 .040 1.000 .824 .866 .821 . 34 34 34 34 .462 .503 .620 .620 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas, signifikansi (p-value) dari ketiga variabel yaitu: kemitraan (0,824), skala usaha (0,866) dan pemanfaatan teknologi informasi (0,821). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi (p-value) > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisidas. c. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah suatu keadaan dimana keselahan pengganggu dari satu observasi terhadap observasi selanjutnya yang berurutan tidak berpengaruh atau tidak terjadi korelasi. Dalam penelitian ini uji autokorelasi menggunakan metode Durbin Watson.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Cara mendeteksi masalah autokorelasi dengan metode Durbin Watson adalah sebagai berikut: 1) dU < DW < 4-dU maka H0 diterima (tidak terjadi autokorelasi) 2) DW < dL atau DW > 4-dL maka H0 ditolak (terjadi autokorelasi) 3) dL < DW < dU atau 4-dU < DW < 4-dL maka tidak ada keputusan yang pasti Dari hasil data yang telah diolah melalui program SPSS 16.0 for windows, diperoleh output sebagai berikut: Tabel IV.28 Hasil Uji Autokorelasi b Model Summary Model R 1 .668 R Square a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .446 .391 .379 Durbin-Watson 2.055 a. Predictors: (Constant), PemanfaatanTI, Kemitraan, SkalaUsaha b. Dependent Variable: PertumbuhanModal Sumber: data diolah, 2014 Berdasarkan output di atas dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson (DW) sebesar 2,055. Dengan melihat tabel Durbin Watson pada signifikansi 0,05; jumlah responden (n) = 34 dan jumlah variabel independen (k) = 3 didapat dL = 1,1,2707 dU = 1,6519. Diperoleh hasil dU < DW < 4-dU (1,6519 < 2,055 < 2,3481). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah autokorelasi.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 d. Rangkuman dari Hasil Uji Asumsi Klasik Tabel IV.29 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Sumber: data diolah, 2014 Kesimpulan Tidak Terjadi Tidak Terjadi Tidak Terjadi D. Pengujian Hipotesis Tabel IV.30 Pengujian Hipotesis Coefficients a Unstandardized Coefficients Model 1 B Standardized Coefficients Std. Error (Constant) .478 .334 Kemitraan -.060 .036 Skala Usaha .083 Pemanfaatan TI .022 Beta t Sig. 1.434 .162 -.266 -1.660 .107 .023 .677 3.628 .001 .034 .122 .655 .517 a. Dependent Variable: PertumbuhanModal Sumber: data diolah, 2014 Jumlah total nilai Beta seluruh variabel [ 0,266 + 0,677 + 0,122] = 1,065 1. Kemitraan (X1) Rumusan masalah dalam variabel kemitraan sebagai berikut: H0: tidak ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta () pada variabel kemitraan sebesar -0,266 namun angka tersebut dianggap konstan sehingga menjadi 0,266 yang artinya bahwa kemitraan responden berkontribusi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta sebesar (0,266 : 1,065) x 100% = 24,97% sedangkan untuk menguji apakah kontribusi tersebut signifkan atau tidak dengan membandingkan nilai dalam kolom Sig. Untuk mengetahui signifikan atau tidak hipotesis di atas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel kemitraan pada tabel Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,107 yang berarti nilai ini berada di atas signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. > 0,05 (0,107 > 0,05) maka dapat dikatakan H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 2. Skala Usaha (X2) Rumusan masalah dalam variabel kemitraan sebagai berikut: H0: tidak ada kontribusi signifikan skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi signifikan skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta () pada variabel skala usaha sebesar 0,677 yang artinya bahwa skala usaha responden berkontribusi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Kotagede Yogyakarta sebesar (0,677 : 1,065) x 100% = 63,57% sedangkan untuk menguji apakah kontribusi tersebut signifkan atau tidak dengan membandingkan nilai dalam kolom Sig. Untuk mengetahui signifikan atau tidak hipotesis di atas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel skala usaha pada tabel Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,001 yang berarti nilai ini berada di bawah signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. < 0,05 (0,001 < 0,05) maka dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada kontribusi signifikan skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 3. Pemanfaatan Teknologi Informasi (X3) Rumusan masalah dalam variabel kemitraan sebagai berikut: H0: tidak ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Ha: ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta () pada variabel skala usaha sebesar 0,122 yang artinya bahwa pemanfaatan teknologi informasi responden berkontribusi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta sebesar (0,122 : 1,065) x 100% = 11,46% sedangkan untuk menguji apakah kontribusi tersebut signifkan atau tidak dengan membandingkan nilai dalam kolom Sig.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Untuk mengetahui signifikan atau tidak hipotesis di atas, dilihat kolom Sig. Probabilitas variabel pemanfaatan teknologi informasi pada tabel Coefficients. Kolom Sig. Probabilitas menunjukkan nilai 0,517 yang berarti nilai ini berada di atas signifikansi 5% (0,05). Oleh karena itu Sig. > 0,05 (0,517 > 0,05) maka dapat dikatakan H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 4. Kemitraan, Skala Usaha dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Secara Bersama-sama Tabel IV.31 Variabel Independen Secara Bersama Model Summary Model 1 R .668 R Square a .446 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .391 .379 a. Predictors: (Constant), PemanfaatanTI, Kemitraan, SkalaUsaha Sumber: data diolah, 2014 Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS menunjukkan bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,391. Hal ini berarti 0,391 atau 39,1% perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede dijelaskan oleh variabel kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi. Sedangkan 60,9% dijelaskan oleh sebab-sebab lain selain ketiga variabel independen.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel IV.32 Uji Model b ANOVA Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 3.467 3 1.156 Residual 4.298 30 .143 Total 7.765 33 F 8.065 Sig. .000 a. Predictors: (Constant), PemanfaatanTI, Kemitraan, SkalaUsaha b. Dependent Variable: PertumbuhanModal Sumber: data diolah,2014 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung sebesar 8,065 sementara Ftabel pada df (3:30) sebesar 2,92. Melihat kriteria pengujian hipotesis apabila Fhitung lebih kecil daripada Ftabel maka H0 diterima, jika terjadi sebaliknya Fhitung lebih besar daripada Ftabel maka H0 ditolak. Dalam pengujian hipotesis keempat ini, Fhitung lebih besar daripada Ftabel (8,065 < 2,86) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai probabilitas Sig. = 0,000 lebih kecil dari pada 0,05 maka model regresi ini bisa dipakai untuk memprediksi perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. Dengan kata lain kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi dapat memprediksi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. E. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Kontribusi Kemitraan Terhadap Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta a

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Hasil pengujian hipotesis pertama mengenai kontribusi kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta menunjukan bahwa kemitraan tidak ada kontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,107 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada kontribusi signifikan kemitraan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Meskipun kemitraan tidak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta, variabel tersebut memiliki kontribusi sebesar 24,97%. Berdasarkan analisis deskripsi data responden menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kemitraan sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukan bahwa memiliki kemitraan sedang yang berjumlah 25 orang atau sebesar 73,5% dari total keseluruhan 34 responden. Analisis deskripsi data tentang perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede yang berindikator pertumbuhan modal bahwa sebagian responden sebanyak 22 responden atau 64,7% memiliki pertumbuhan modal 0-50 juta atau termasuk usaha mikro. Responden yang menyatakan pertumbuhan modal yaitu diantara 50 juta – 500 juta adalah sebanyak 12 responden atau 35,3%. Dengan demikian, pertumbuhan modal lebih besar yaitu pada pertumbuhan modal < 50 juta.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Sebagian besar jawaban responden mengenai kemitraan yaitu ada kemitraan yang terjalin dalam menjalankan usaha. Sebagian besar responden memiliki 1 kemitraan, ada yang memiliki 2 kemitraan dan 3 jenis kemitraan. Sebagian besar kemitraan yang terjalin yaitu pada bidang modal usaha. Para responden biasanya tergabung dalam Koperasi Persatuan Pengusaha Perak Yogyakarta yang disebut KP3Y dimana pengusaha dapat meminjam modal usaha dalam pengembangan atau merintis usaha perak. Pelaku usaha juga dapat mendapatkan pinjaman modal di perbankan yang memberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Selain itu, ada juga responden yang memiliki kemitraan di bidang pemasok bahan baku produksi. Adanya kemitraan di bidang ini dikarenakan bahan baku produksi yang tidak bisa didapatkan di daerah sekitar tempat usaha. Biasanya para pengusaha perak mendapatkan bahan baku produksi di luar daerah. Dengan adanya kemitraan yang terjalin, pengusaha juga mendapatkan manfaat yang berguna dalam kelancaran ataupun dalam perkembangan usahanya. Diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pertumbuhan modal yang berada di antara 50 juta – 500 juta atau termasuk dalam usaha kecil, serta dari analisis deskriptif data responden menunjukan bahwa sebagian besar responden mengenai kemitraan adalah memiliki kemitraan sedang. Oleh karena itu bila dikaitkan dengan analisis data maka kemitraan tidak berkontribusi secara perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. signifikan terhadap

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Kemitraan berkontribusi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta sebesar 24,97% dan itupun tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan kemitraan tidak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Hal tersebut bukan dikarenakan ada responden yang tidak memiliki kemitraan ataupun kurang banyak memiliki kemitraan. Ada faktor lain yaitu dalam kurangnya tindakan lanjut atau follow up dalam kemitraan secara berkelanjutan. Dalam kemitraan yang berarti adanya tanggung jawab pengusaha besar dalam mendukung mitra usahanya yaitu pengusaha-pengusaha mikro dan kecil menuju kemandirian usaha. Wujud tanggung jawab dapat berupa pembinaan secara terus menerus kepada pengusaha mikro dan kecil. Bobo (2003) menyatakan bahwa tujuan utama kemitraan adalah untuk mengembangkan pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan dengan landasan dan struktur perekonomian yang kukuh dan berkeadilan dengan ekonomi rakyat sebagai tulang punggung utamanya. Sedangkan kemitraaan usaha adalah sebuah jalinan kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dengan pengusaha menengah atau besar (perusahaan mitra) yang disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh pengusaha besar, sehingga saling memerlukan, menguntungkan, dan memperkuat usahanya. Berdasarkan wawancara dengan beberapa pihak responden tentang kemitraan, kurang ada pembinaan yang diharapkan. Sebagian responden

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 merasa pembinaan secara skill maupun non-skill sangat kurang. Pembinaan dapat berwujud pertemuan rutin, seminar ataupun pengasahan softskill yang rutin diadakan untuk meningkatkan kualitas usaha. Hal ini yang dirasa kurang diadakan dalam kemitraan usaha sehingga walaupun ada kemitraan dan kemitraan yang terjalin banyak tetap saja tidak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. 2. Kontribusi Skala Usaha Terhadap Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta Hasil pengujian hipotesis pertama mengenai kontribusi skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta menunjukan bahwa skala usaha ada kontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,001 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada kontribusi secara signifikan antara skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Skala usaha berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta, variabel tersebut memiliki kontribusi sebesar 63,57%. Berdasarkan analisis deskripsi data responden menunjukan bahwa sebagian besar responden

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 memiliki skala usaha sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukan memiliki skala usaha sedang yang berjumlah 23 orang atau sebesar 67,6% dari total keseluruhan 34 responden. Analisis deskripsi data tentang perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede yang berindikator pertumbuhan modal bahwa sebagian responden sebanyak 22 responden atau 64,7% memiliki pertumbuhan modal diantara <50 juta atau termasuk usaha kecil. Responden yang menyatakan pertumbuhan modal pada 50 juta – 500 juta adalah sebanyak 12 responden. Dengan demikian, pertumbuhan modal lebih besar pada 50 juta- 500 juta atau sama dengan usaha kecil. Tenaga kerja yang dimiliki juga menjadi unsur penting dalam perkembangan usaha. Produk yang berkualitas berasal dari kemampuan tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja. Pengrajin perak di Kotagede memiliki kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. Akan tetapi dewasa ini banyak pengrajin perak mengalami penurunan karena beralih profesi. Dalam dunia usaha, banyak unsur penting yang dapat berpengaruh dalam perkembangan usaha. Tenaga kerja merupakan salah satu unsur penggerak berjalannya usaha dan juga indikator dalam skala usaha. Indikator lain dalam penentuan pertumbuhan modal yaitu produksi barang, penjualan barang dan lingkup pemasaran produk. Indikator-indikator di atas menjadi faktor penting berkembangnya UMKM. Misalnya saja, lingkup pemasaran produk yang mencakup pasar

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 regional, nasional maupun sampai ke pasar luar negeri, UMKM akan cenderung berkembang dengan cepat. Sama halnya dengan jumlah penjualan, semakin banyak kuantitas barang yang terjual akan berdampak signifikan terhadap perkembangan usaha. Lingkup pemasaran dan jumlah penjualan sangat terkait satu sama lain. Misalnya, lingkup pemasaran yang hanya dalam satu daerah tidak akan memiliki penjualan yang lebih tinggi dari UMKM dengan lingkup pemasaran lebih dari satu daerah. Berdasarkan wawancara dengan beberapa pihak responden tentang skala usaha, lingkup pemasaran produk merupakan faktor penentu berkembangnya UMKM. Sebagian bersar berpandangan bahwa semakin luas jaringan pemasaran akan menarik lebih banyak konsumen. Oleh karena itu, ada kontribusi secara signifikan antara skala usaha terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. 3. Kontribusi Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta Hasil pemanfaatan pengujian hipotesis pertama mengenai kontribusi teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi informasi tidak ada kontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukan nilai sig. (probabilitas) sebesar 0,517 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada kontribusi signifikan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 antara pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Skala usaha berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta, variabel tersebut memiliki kontribusi sebesar 11,46%. Berdasarkan analisis deskripsi data responden menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pemanfaatan teknologi informasi sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukan memiliki pemanfaatan teknologi informasi sedang yang berjumlah 23 orang atau sebesar 67,6% dari total keseluruhan 34 responden. Analisis deskripsi data tentang perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede yang berindikator pertumbuhan modal bahwa sebagian responden sebanyak 24 responden atau 70,59% memiliki pertumbuhan modal diantara 50 juta-500 juta atau termasuk kelas sedang Responden yang menyatakan pertumbuhan modal yaitu kurang dari 50 juta adalah sebanyak 8 responden atau sebesar 23,5%. Dengan demikian, pertumbuhan modal lebih besar pada 50 juta- 500 juta atau sama dengan usaha kecil. Dewasa ini teknologi informasi tidak dapat dipisahkan terutama di kalangan bisnis. Teknologi ini berkembang dengan sangat cepat dan sangat mendukung kegiatan usaha yang akan dilakukan. Teknologi yang dimaksud bukan hanya komputer atau laptop, tetapi juga telepon,ponsel dan peranti lainnya. Menurut data di atas, UMKM kerajinan perak

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Kotagede sebagian besar menggunakan teknologi informasi sedang yang berarti teknologi informasi digunakan dalam kegiatan usaha. Hampir semua UMKM menggunakan akses internet untuk mencari informasi ataupun melakukan promosi. Tidak dapat dipungkiri pula peran media sosial dalam keberhasilan UMKM mengembangkan usaha. Facebook, twitter, dan jejaring sosial lain menjadi pilihan utama dalam promosi. Selain itu ada pula web khusus ataupun blog yang dibuat khusus untuk bisnis mereka. Sebagian besar responden menyatakan tujuan dari pemanfaatan teknologi informasi adalah untuk memberikan informasi kepada pihak lain dalam hal ini adalah konsumen yang hendak membeli barang. Hal ini berkaitan dengan promosi usaha masing-masing UMKM baik promosi secara langsung maupun lewat akses internet. Media sosial lebih menjadi favorit untuk melancarkan strategi promosi. Adapun software atau aplikasi yang digunakan yaitu antara lain Microsoft word dan microsoft excel; browser seperti Mozilla Firefox, Internet Explorer; media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, BBM yang dapat diakses di media telepon genggam. Frekuensi pemanfaatan teknologi dari responden menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi sedang. Hal ini berarti frekuensi pemanfaatan tidak terlalu tinggi namun tidak terlalu rendah. Hal ini bertolak belakang dengan pertumbuhan modal UMKM yang sebagian besar masih di bawah

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 50 juta. Pertumbuhan modal masih rendah yang seharusnya dapat didukung dengan keberadaan teknologi informasi. Menurut wawancara dengan beberapa responden, pemanfaatan teknologi informasi memang masih berkaitan dengan kegiatan usaha. Akan tetapi lebih banyak untuk hal selain usaha sehingga pemanfaatan teknologi informasi tidak berjalan optimal. Kurang adanya juga kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan web atau situs sendiri yang khusus untuk usaha. Oleh karena itu, belum ada kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. Belum menutup kemungkinan akan terjadi kontribusi signifikan pemanfaatan teknologi informasi mengingat perkembangan teknologi informasi yang cepat disertai pengembangan kemampuan dari setiap pelaku usaha dalam pemanfaatan teknologi informasi. 4. Kontribusi Kemitraan, Skala Usaha dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Usaha Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta Hasil pengujian hipoteisi keempat menunjukan bahwa kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi secara bersama-sama ada kontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. Kesimpulan tersebut didukung hasil perhitungan statistik yang menunjukan Fhitung lebih besar daripada Ftabel (8,065 < 2,86). Oleh karena itu H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada kontribusi signifikan

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede. Walaupun kemitraan tidak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede, namun variabel tersebut berkontribusi sebesar 49,91%. Walaupun pemanfaatan teknologi informasi tidak berkontribusi secara signifikan perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede, namun variabel tersebut berkontribusi memiliki kontribusi sebesar 22,89 %. Perkembangan suatu usaha meningkat apabila pertumbuhan modal mengalami kenaikan. Pertumbuhan modal dapat terjadi apabila didukung oleh pengelolaan usaha yang baik dari pemiliknya. Perlu adanya pengelolaan usaha yang baik mulai dari kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan usaha. Kemitraan berkaitan dengan kerjasama dengan pihak lain dalam hal ini yang paling mendukung adalah KP3Y. Pendampingan dan pengembangan sumber daya dilakukan lebih baik bukan hanya berkaitan dengan modal. Akan tetapi berkaitan juga dengan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki potensi lebih besar dan dapat berkontribusi lebih dalam perkembangan usaha. Menurut wawancara dengan beberapa responden, sudah ada kemitraaan yang terjalin terutama dengan koperasi dan pemerintah setempat berkaitan dengan peningkatan kualitas pengrajin perak. Akan tetapi hal tersebut dirasa masih kurang terutama pembinaan dalam inovasi produk dan peningkatan kualitas produk.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Dalam hal skala usaha, sudah ada beberapa responden yang menjual berbagai produk tidak hanya ke penjuru negeri Indonesia. Selain itu tidak sedikit pula masyarakat internasional yang memesan kerajinan perak ini. Beberapa negara tujuan ekspor kerajinan perak ini yaitu beberapa negara di Asia, Australia, Amerika dan sebagian besar ke negaranegara Eropa. Pemasaran barang sampai ke pasar ekspor tidak lepas dari strategi promosi dengan bantuan teknologi informasi yang sangat berkembang. Jejaring sosial dan blog tetap menjadi pilihan utama para pelaku usaha kerajinan perak Kotagede. Selain itu promosi dilakukan dengan bantuan koperasi ataupun asosiasi lain yang menjadi tumpuan para pelaku usaha perak di Yogyakarta maupun Indonesia. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut memiliki kontribusi secara signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan masing-masing masalah penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa skala usaha berkontribusi signifikan terhadap perkembangan usaha kerajinan perak Kotagede Yogyakarta. Hal ini ditunjukan oleh sig (probabilitas) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan kemitraan dan pemanfaatan teknologi informasi tidak berkontribusi signifikan. Skala usaha merupakan satu-satunya variabel yang berkontribusi paling besar yaitu sebesar 63,57%. Dalam skala usaha, terdapat indikator tenaga kerja, jumlah produksi barang, jumlah penjualan dan lingkup pemasaran. Dalam hal ini, penulis menarik kesimpulan lingkup pemasaran yang memiliki andil besar dalam perkembangan usaha kerajinan perak. Semakin luas lingkup pemasaran dari UMKM kerajinan perak akan mempengaruhi perkembangan UMKM tersebut. Penjualan barang produksi juga akan semakin meningkat seiring semakin luasnya dan bertambah minat dari pembeli baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari hasil analisis data diketahui bahwa kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi memiliki kontribusi secara bersama-sama terhadap perkembangan UMKM di Yogyakarta terutama kerajinan perak 116

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Kotagede. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kemitraan, skala usaha dan pemanfaatan teknologi informasi merupakan unsur-unsur yang saling berkaitan dan berkesinambungan dalam berjalannya usaha tersebut. Unsurunsur ini yang perlu diperhatikan teutama menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat dan berkembang dengan cepat. B. Keterbatasan Dalam penelitian ini tidak dapat dihindari berbagai kelemahan yang kemungkinan dapat menyebabkan temuan penelitian bukan merupakan gambaran sesungguhnya dari subjek penelitian, yaitu: 1. Responden tidak mempunyai pencatatan yang lengkap yang berhubungan dengan jawaban pertanyaan kuesioner sehingga data lebih didasarkan kepada ingatan responden 2. Beberapa responden merasa malas dalam mengisi kuesioner dan perlu adanya bantuan langsung dari peneliti. 3. Data sekunder yang berkaitan dengan tempat penelitian yang berasal dari kantor pemerintah setempat merupakan data yang belum diperbarui sehingga kurang akurat dengan kenyataan di lapangan penelitian. C. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diberikan diatas, maka peneliti memberikan saran yang mungkin dapat berguna bagi perkembangan UMKM terutama kerajinan perak di Yogyakarta.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 1. Bagi pemilik UMKM kerajinan Perak di Kotagede, Yogyakarta Penulis merasa untuk kedepannya perlu adanya kemitraan yang terjalin secara berkelanjutan dan kesadaran perlunya tindak lanjut akan program kemitraan usaha yang telah terjalin. Selain itu perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama pada pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini dikarenakan persaingan usaha yang semakin ketat yang didukung oleh cepatnya perkembangan teknologi. 2. Bagi Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y) Hendaknya koperasi produksi ini yang beranggotakan seluruh pengusaha perak di Yogyakarta memiliki program pengembangan kualitas sumber daya yang melibatkan elemen penting seperti pemerintah daerah ataupun asosiasi lain guna mengembangkan kualitas sumber daya pengusaha perak di Yogyakarta. Program-program pengembangan sebaiknya dilakukan secara berlanjut dan juga ada meliputi berbagai aspek pengembangan.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, 1996. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. BPS. 2001. Profil Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga: Tahun 1999, Jakarta. Bobo, Julius. 2003. Transformasi Ekonomi Rakyat. Jakarta: PT.Pustaka Cidesindo. Davis, Gordon B. 1999. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen, alih bahasa Andreas S. Adiwardana. Jakarta : PT. Ikrar Mandiri Abadi. Departemen Koperasi. 2008. “PDB, Investasi, Tenaga Kerja, Nilai Ekspor UKM di Indonesia”. Depkop. Jakarta. Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hafsah , Muhammad Jafar. 1999. Kemitraan Usaha. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. John L. Mariotti dalam Muhammad Jafar Hafsah. 1999. Kemitraan Usaha. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit ANDI. M, Saparudin dan Basri Bado. 2011. Pengaruh Kemitraan Usaha Terhadap Kinerja Usaha Pada Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. EconoSains-Volume IX, Nomor 2, Agustus 2011. Maupa, Haris. 2004. “Faktor-Faktor yang Menentukan Pertumbuhan Usaha Kecil di Sulawesi Selatan”. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Hasanudin. Tidak dipublikasikan. Munizu, Musran. 2010. “Pengaruh Faktor-Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Sulawesi Selatan”. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, Vol.12, No. 1, Maret 2010: 33-4. (Diunduh 20 April 2013). Tersedia pada puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/.../17898

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Noor, Juliansyah. 2010. Metodologi Penelitian ( Skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah). Jakarta : Kencana. Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Jakarta: Kemendagri. Program Studi Pendidikan Ekonomi. 2009. Buku Pedoman Program Studi Pendidikan Ekonomi. Yogyakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Rahmana, Arief. 2009. “Usaha Kecil dan Menengah: Klasifikasi UKM”. Diakses di http://infoukm.wordpress.com/2008/08/29/klasifikasiukm/ pada tanggal 20 April 2013. Sari, Tiyara. 2011. “Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Wilayah Surabaya. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas. Diakses di http://katalog.library.perbanas.ac.id/download_5997_Rangkuman %20Skripsi_Tiyara%20Sari_2007310049.pdf pada tanggal 20 April 2013. Simanjuntak, Payaman J. 1995. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Suryana. 1999. “Pengaruh Latar Belakang Profesional dan Sistem Nilai Kemodernan Kewirausahaan Terhadap Daya Hidup Perusahaan”. Disertasi Universitas Padjajaran. Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen, Edisi I. Yogyakarta: ANDI. Susanto, Azhar. 2004. Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Lingga Jaya. Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Ukas, Maman. 2006. Manajemen, Konsep,Prinsip dan Aplikasi. Bandung: Agnini. Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Jakarta: Kemendagri. Undang-Undang No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil. Jakarta: Kemendagri. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jakarta: Kemendagri. Wijana, Nyoman. 2007. “Pemanfaatan Teknologi Informasi dan pengaruhnya pada kinerja individual pada bank perkreditan rakyat di kabupaten tabanan”. Jurnal. Vol.4, No.1 Januari 2009, ISSN: 2303-1018, Universitas Udayana : Bali. Wahid, F., Iswari, L. 2007. “Adopsi Teknologi Informasi Oleh Usaha Kecil dan Menengah Di Indonesia”. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), ISSN: 1907-5022, Yogyakarta. .

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 LAMPIRAN I KUESIONER

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 KUESIONER Dengan hormat, Saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma bermaksud akan mengadakan kegiatan penelitian. Topik penelitian yang saya gunakan adalah “Kontribusi Kemitraan, Skala Usaha dan Pemanfaatan Teknologi informasi Terhadap Perkembangan UMKM di Yogyakarta.”.Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu menjadi responden. Saya berharap Bapak/Ibu berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan dan pernyataan sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, penelitian ini tidak akan merugikan Bapak/Ibu. Penelitian ini pun tidak ada kaitannya dengan pihak pemerintah dan pihak manapun. Penelitian digunakan hanya semata-mata sebagai pembuatan tugas akhir (skripsi) universitas. Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, saya mengucapkan banyak terima kasih. Yogyakarta, September2013 Hormat saya, Mahiswara Peneliti

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 BAGIAN I Identitas Responden 1. Nama : 2. JenisKelamin : 3. Usia : BAGIAN II Kemitraan 1. Apakah anda memiliki mitra usaha dalam menjalankan usaha anda? a. Ya b. Tidak 2. Jenis kemitraan apa saja yang Anda ikuti? (Boleh memilih lebih dari satu) a. Simpan pinjam (modal) b. Pemasaran c. Pemasok Bahan produksi d. Lainnya (sebutkan) ................................................................. 3. Keuntungan apa yang anda dapatkan bagi usaha anda setelah mengikuti kemitraan tersebut? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... BAGIAN III Skala Usaha 1. Berapa jumlah awal tenaga kerja saat membuka usaha Anda? .......................................................................................................................................... ..........................................................................................................................................

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 2. Berapa jumlah tenaga kerja Anda saat ini? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 3. Berapa jumlah barang/komoditas yang dapat dihasilkan dalam satu bulan? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 4. Berapa banyak jumlah komoditas yang berhasil dijual dalam waktu satu bulan? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 5. Di mana saja biasanya anda memasarkan komoditas hasil usaha anda? (Boleh memilih lebih dari satu) a. Dalam kota b. Luar Kota c. Luar negeri BAGIAN IV Pemanfaatan Teknologi Informasi 1. Apakah anda memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usaha anda? a. Ya b. Tidak 2. Teknologi apa saja yang anda gunakan untuk membantu mengembangkan usaha anda? (Boleh memilih lebih dari satu) a. Telepon/Handphone b. Faximile c. Komputer atau Notebook d. Lainnya (sebutkan).....................................................................................

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 3. Apa tujuan anda menggunakan teknologi informasi dalam menjalankan usaha Anda? a. Mencari Informasi yang berkaitan dengan usaha Anda b. Mempermudah memproses informasi ataupun data yang berkaitan dengan usaha c. Mengirimkan informasi yang berkaitan dengan usaha anda kepada pihak lain d. Lainnya................................................................................................... 4. Berapa kali anda menggunakan teknologi informasi dalam sehari? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 5. Berapa banyak software atau aplikasi perangkat lunak yang anda gunakan? Sebutkan! .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 6. Apa saja manfaat yang Anda dapatkan dengan menggunakan teknologi informasi dalam usaha Anda? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... BAGIAN V Perkembangan Usaha 1. Berapa besar modal awal yang Anda gunakan untuk membuka usaha? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 2. Berapa besar modal usaha Anda saat ini? .......................................................................................................................................... ..........................................................................................................................................

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 LAMPIRAN II DATA RESPONDEN

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 DATA RESPONDEN No. Nama Toko 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Salim Silver Alfis Silver MS Silver Priyo Salim Queen Silver Savira Silver Dewi Silver DD Silver Nur Purwanto Silver Tujuh logam YK Silver Sari Mulyo SH Silver Yuni's Silver Anggit Silver Ceria Silver Galang Silver 925 Umu Silver Romli's Silver Indriana Silver Nin's Silver Rofiq Silver Kotagede Silver Mawar Putih Silver Putri Silver Yon Silver Yolanda Silver Prasetya Silver Barokah Silver Fortuna silver Mirah Silver Mahkota Silver Sari Mulya Joglo Silver Nama Pemilik Wachid Ismaryanto Fitri Alfiah Muhammad Syaifudin Titin Wulandari Tita Khaerani Danar Tri Widiyanto Bu Luky Endah Sekarsari Nur Purwanto Endang Palupi Purwanto Bondan Suwandi Surtini Yuniatun Khazanah Ami Nurhayati Sophian Waluyo Erwin S. Umu Khamamah Ukha Muhammad Romli Dwi P Yatini Rofiq Cahyono Umi Abdillah Lina Andriyani Nur Cahyo Yanwar Eko Prasetya Siti Hadiyah Nurdiyati Mirah Nurhayati Suasti Rofida Ibu Tini Ibu Suharyanti Jenis Kelamin Usia L P L P P L P P L P L L P P P L L P L P P L L P P L L L P P P P P P 36 30 40 25 26 34 45 28 47 41 38 45 28 33 23 40 34 32 29 42 44 28 41 30 26 47 41 36 38 29 33 43 63 58

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 LAMPIRAN III DATA PER VARIABEL

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 KEMITRAAN No. Nama Toko Ada Kemitraan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Salim Silver Alfis Silver MS Silver Priyo Salim Queen Silver Savira Silver Dewi Silver DD Silver Nur Purwanto Silver Tujuh logam YK Silver Sari Mulyo SH Silver Yuni's Silver Anggit Silver Ceria Silver Galang Silver 925 Umu Silver Romli's Silver Indriana Silver Nin's Silver Rofiq Silver Kotagede Silver Mawar Putih Silver Putri Silver Yon Silver Yolanda Silver Prasetya Silver Barokah Silver Fortuna silver Mirah Silver Mahkota Silver Sari Mulya Joglo Silver 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 Jenis kemitraan 1 2 2 1 3 2 1 0 2 2 3 0 0 1 2 1 3 1 2 1 1 2 1 0 1 2 4 1 1 1 2 1 2 0 Manfaat Kemitraan 2 3 3 2 3 2 1 0 2 2 3 0 0 1 2 1 3 2 1 1 1 3 1 0 1 1 3 1 1 1 2 1 2 0 Kesimpulan Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 SKALA USAHA No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Toko Salim Silver Alfis Silver MS Silver Priyo Salim Queen Silver Savira Silver Dewi Silver DD Silver Nur Purwanto Silver Tujuh logam YK Silver Sari Mulyo SH Silver Yuni's Silver Anggit Silver Ceria Silver Galang Silver 925 Umu Silver Romli's Silver Indriana Silver Nin's Silver Rofiq Silver Kotagede Silver Mawar Putih Silver Putri Silver Yon Silver Yolanda Silver Prasetya Silver Barokah Silver Fortuna silver Mirah Silver Mahkota Silver Sari Mulya Joglo Silver Tenaga Kerja Awal 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 Tenaga Kerja Saat Ini 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 1 1 2 1 Jumlah Produksi 2 2 1 5 2 1 3 1 1 3 4 3 2 1 1 1 6 1 2 1 1 2 1 2 1 4 5 3 2 1 1 1 3 1 Jumlah Penjualan 2 2 2 5 2 1 2 1 1 2 4 2 1 1 1 1 6 1 2 1 1 2 1 2 1 2 5 2 1 1 1 1 2 1 Lingkup Pemasaran 1 5 5 3 5 4 2 4 4 4 5 5 1 4 4 1 5 1 4 4 1 4 1 5 4 4 4 4 4 2 4 1 4 1 Kesimpulan Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Tinggi Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI No. Nama Toko 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Salim Silver Alfis Silver MS Silver Priyo Salim Queen Silver Savira Silver Dewi Silver DD Silver Nur Purwanto Silver Tujuh logam YK Silver Sari Mulyo SH Silver Yuni's Silver Anggit Silver Ceria Silver Galang Silver 925 Umu Silver Romli's Silver Indriana Silver Nin's Silver Rofiq Silver Kotagede Silver Mawar Putih Silver Putri Silver Yon Silver Yolanda Silver Prasetya Silver Barokah Silver Fortuna silver Mirah Silver Mahkota Silver Sari Mulya Joglo Silver 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Ada Pemanfaat an TI Jumlah Jenis Teknologi Tujuan Pemanfaat an TI Frekuensi Pemanfaat an TI 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 3 3 2 2 2 1 2 3 1 2 3 1 1 1 5 4 3 4 2 4 3 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 4 Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 3 2 3 2 1 1 1 2 3 3 5 3 4 2 1 3 6 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 Sedang Rendah Sedang Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 3 2 1 3 1 4 5 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang 1 3 3 2 4 4 Sedang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 1 2 2 2 2 1 2 3 3 1 1 1 2 2 3 1 2 4 4 3 4 2 1 2 5 1 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 Rendah Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Tinggi Rendah Jumlah Software Jumlah manfaat Kesimpulan

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 PERKEMBANGAN USAHA No. Nama Toko Modal Awal Modal Saat ini Pertumbuhan Modal 1 Salim Silver 2 2 2 2 Alfis Silver 1 1 1 3 MS Silver 1 1 1 4 Priyo Salim 2 2 2 5 Queen Silver 1 1 1 6 Savira Silver 1 2 1 7 Dewi Silver 1 2 2 8 DD Silver 1 2 1 9 Nur Purwanto Silver 1 1 1 10 Tujuh logam 1 2 2 11 YK Silver 1 2 2 12 Sari Mulyo 1 2 2 13 SH Silver 1 2 2 14 Yuni's Silver 1 2 1 15 Anggit Silver 1 1 1 16 Ceria Silver 1 1 1 17 Galang Silver 925 1 2 2 18 Umu Silver 1 1 1 19 Romli's Silver 2 2 2 20 Indriana Silver 1 1 1 21 Nin's Silver 1 2 1 22 Rofiq Silver 1 1 1 23 Kotagede Silver 1 1 1 24 Mawar Putih Silver 1 1 1 25 Putri Silver 1 1 1 26 Yon Silver 1 2 1 27 Yolanda Silver 1 2 2 28 Prasetya Silver 1 2 2 29 Barokah Silver 1 1 1 30 Fortuna silver 1 1 1 31 Mirah Silver 1 1 1 32 Mahkota Silver 1 1 1 33 Sari Mulya 1 2 2 34 Joglo Silver 1 2 1

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 LAMPIRAN IV UJI PRASYARAT

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 A. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kemitraan N Normal Parameters a,,b PemanfaatanTI 34 34 34 3.82 9.85 12.94 2.139 3.955 2.662 Absolute .203 .151 .179 Positive .120 .151 .179 Negative -.203 -.110 -.104 1.184 .880 1.043 .121 .421 .227 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences SkalaUsaha Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. B. Uji Linieritas 1. Linieritas Kemitraan ANOVA Table Sum of Squares Pertumbuha Between Groups nModal * Kemitraan (Combined) Mean Square df 1.728 6 .288 Linearity F Sig. 1.288 .296 .112 1 .112 .502 .485 1.616 5 .323 1.446 .240 Within Groups 6.036 27 .224 Total 7.765 33 Deviation from Linearity 2. Linieritas Skala Usaha ANOVA Table Sum of Squares Pertumbuha Between Groups Mean df Square (Combined) 5.690 13 Linearity 3.063 1 Deviation 2.627 12 .219 Within Groups 2.075 20 .104 Total 7.765 33 nModal * .438 F Sig. 4.219 .002 3.063 29.521 .000 SkalaUsaha from Linearity 2.110 .067

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 3. Linieritas Pemanfaatan Teknologi Informasi ANOVA Table Sum of Squares Pertumbuha Between Groups Mean df Square F Sig. (Combined) 3.969 9 .441 2.789 .022 Linearity 1.496 1 1.496 9.461 .005 Deviation 2.473 8 .309 1.955 .098 Within Groups 3.795 24 .158 Total 7.765 33 nModal * Pemanfaatan TI from Linearity

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 LAMPIRAN V UJI ASUMSI KLASIK

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 A. Uji Multikolinieritas Coefficients a Collinearity Statistics Model 1 Tolerance VIF Kemitraan .718 1.392 SkalaUsaha .531 1.884 PemanfaatanTI .532 1.881 a. Dependent Variable: PertumbuhanModal B. Uji Heterokesdastisitas Correlations Kemitraan SkalaUsaha Spearman's Kemitraan rho Correlation Coefficient 1.000 Sig. (2-tailed) N SkalaUsaha Correlation Coefficient N RES2 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 34 34 34 34 ** 1.000 ** .006 . .620 .000 34 34 .294 .002 .000 . .091 34 34 34 34 -.101 .385 * .294 1.000 .571 .024 .091 . 34 34 34 34 b .668 a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .446 .391 a. Predictors: (Constant), PemanfaatanTI, Kemitraan, SkalaUsaha b. Dependent Variable: PertumbuhanModal .024 1.000 Model Summary 1 * ** .620 C. Uji Autokorelasi R Square .385 34 ** *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). R -.101 .571 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Model RES2 ** .002 .503 N .503 .006 34 PemanfaatanT Correlation Coefficient I Sig. (2-tailed) PemanfaatanTI ** . .462 Sig. (2-tailed) .462 .379 Durbin-Watson 2.055

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 LAMPIRAN VI UJI HIPOTESIS

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 A. Regresi Berganda Coefficients a Unstandardized Coefficients Model 1 B Standardized Coefficients Std. Error (Constant) .478 .334 Kemitraan Beta t Sig. 1.434 .162 -.060 .036 -.266 -1.660 .107 SkalaUsaha .083 .023 .677 3.628 .001 PemanfaatanTI .022 .034 .122 .655 .517 a. Dependent Variable: PertumbuhanModal B. Uji F b ANOVA Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 3.467 3 1.156 Residual 4.298 30 .143 Total 7.765 33 a. Predictors: (Constant), PemanfaatanTI, Kemitraan, SkalaUsaha b. Dependent Variable: PertumbuhanModal F 8.065 Sig. .000 a

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 LAMPIRAN VII SURAT IJIN PENELITIAN

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(165)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

POLA POLA HUBUNGAN PATRON KLIEN DI SENTRA KERAJINAN PERAK KOTAGEDE YOGYAKARTA
1
9
92
ANALISIS TINGKAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI YOGYAKARTA
0
3
20
ANALISIS TINGKAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI YOGYAKARTA
0
12
109
PENGARUH PERILAKU KEWIRAUSAHAAN, SEGMENTASI PASAR DAN MODAL USAHA TERHADAP LABA USAHA INDUSTRI KERAJINAN MEUBEL DI SAMBI BOYOLALI.
0
0
9
PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA PADA PENGUSAHA BATIK DI SENTRA KERAJINAN BATIK KOTA TASIKMALAYA.
1
2
39
PENGARUH SKALA USAHA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN USAHA PRODUSEN PAKAIAN JADI.
0
4
41
KONTRIBUSI KONSUMSI MEDIA MASSA TERHADAP PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN TINGKAT MODERNITAS GENERASI MUDA KOTA.
0
0
68
KONTRIBUSI KONSUMSI MEDIA MASSA TERHADAP PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN TINGKAT MODERNITAS GENERASI MUDA KOTA.
0
0
68
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI DI KOTA PADANG.
0
1
8
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI DI KOTA PADANG.
0
0
8
ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI OLEH USAHA KE
0
0
5
PROPOSAL USAHA USAHA KERAJINAN SANDAL SE
0
2
15
TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN ANALISIS USAHA TANI KERIPIK PISANG GEDAH SKALA RUMAH TANGGA
0
0
7
ANALISIS KARAKTERISTIK PELAKU USAHA DAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI MAJENANG
0
2
16
ANALISIS TREND PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN PERAK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Tahun 1999-2009) SKRIPSI
1
0
164
Show more