Upaya peningkatan keterampilan bersosialisasi dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual pada siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
237
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWI KELAS X E SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh Fransiska Dei 091114083 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWI KELAS X E SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh Fransiska Dei 091114083 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWI KELAS X E SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA Oleh: Fransiska Dei NIM: 091114083 Telah disetujui oleh: Tanggal 28 Maret 2014 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWI KELAS X E SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Lakukanlah hal-hal yang kecil dan sederhana dengan cinta yang besar (St.Theresia Lisseux) Lakukanlah segala sesuatu dengan sebaik-baiknya sejauh kemampuanmu selebihnya Tuhan akan menyelesaikannya (Fransiska Dei) Tiada Kesuksesan Tanpa Perjuangan dan Pengorbanan Kupersembahkan skripsi ini untuk: 1. Allah Tritunggal Maha Kudus yang selalu setia membimbing dan menuntunku 2. Konggregasi SSpS Khususnya Provinsi Flores Bahagian Timur, Propinsi Jawa dan setiap suster dalam Provinsi yang telah setia mendukungku 3. Kedua orangtuaku dan kakak adik tercinta yang telah setia mendukung. 4. Dosen Pembimbing (Dr. Gendon Barus, M.Si) 5. Teman-teman Prodi BK USD angkatan 2009 Terimakasih atas cinta, dukungan, bimbingan, semangat, bantuan dan doa-doa dalam penyelesaian skripsiku ini. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya buat ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 April 2014 Penulis Fransiska Dei v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Fransiska Dei NIM : 091114083 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWI KELAS XE SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti selama tetap tercantum nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal, 10 April 2014 Yang menyatakan, Fransiska Dei vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWI KELAS X E SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA Fransiska Dei Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi melalui metode role playing berbasis media audio visual pada siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dengan jumlah siswi 32 orang. Data hasil penelitian diperoleh dari kuesioner keterampilan bersosialisasi siswi yang terdiri dari 32 butir item, data hasil observasi selama kegiatan bimbingan berlangsung, data hasil wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan bersosialisasi siswi dapat ditingkatkan melalui metode role playing berbasis media audio visual pada siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dengan perincian sebagai berikut:(1) pra penelitian terdapat 1 siswi (3,12%) yang keterampilan bersosialisasinya rendah, 15 siswi (46,87%) yang keterampilan bersosialisasinya sedang, dan 16 siswi (50%) yang keterampilan bersosialisasinya tinggi. (2) Kemudian pada siklus 1 meningkat menjadi 2 siswi (6,25%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang, dan 30 siswi (93,75%) memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi. (3) Pada Siklus II ada 2 siswi (6,25%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang dan 30 siswi (93,75%) memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi. (4) Pada perbaikan siklus 3 menjadi 1 siswi (3,12%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang dan 31 siswi (96,87%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi. Hasil uji t, peningkatan keterampilan bersosialisasi siswi dari pra tindakan, siklus I, II dan III menunjukkan signifikasi 0,000<0,05 yang berarti bahwa keterampilan bersosialisasi siswi menggunakan metode role playing berbasis media audio visual mengalami peningkatan secara signifikan. Kata kunci: Keterampilan bersosialisasi, role playing dan media audio visual. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT DEVELOPING THE SOCIAL SKILLS TROUGH THE ROLE PLAYING METHODOLOGY BASED ON AUDIO VISUAL MEDIA FOR THE STUDENTS OF GRADE X E SENIOR HIGH SCHOOL OF STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA By: Fransiska Dei University of Sanata Dharma 2014 The objective of this research is to present the development of the social skills of female students form grade X E of Senior High School (SMA) of Stella Duce 2 Yogyakarta, trough “role playing” methodology, based on audio visual media. The researcher employed the Research Guidance and Counseling Action type, which is known as (PTBK) in Indonesia. Researcher employed this methodology in three cycles, one meeting in each cycle. The subjects of this research are thirty two students of grade X E of SMA of Stella Duce 2 Yogyakarta. The result of this research came from the answers of thirty two items of social skills questionnaire, observation during the guidance process, interview, and documentation. The result of this research has shows that the social skills of the female students can improve trough the role playing methodology, based on audio visual as shown from the female students of grade X E of SMA of Stella Duce 2, with the specific result; (1) before research taken place, there was 1 student (3, 12%) had low social skill, 15 students (46, 87%) had average social skills, 16 students (50%) had high social skills. (2) When the first cycle had employed there is development of; 2 students (6, 25%) had average social skills, 30 students (93, 75%) had high social skills. (3) In the second cycle the result is the same as in the cycle two; 2 students (6, 25%) had average social skills, 30 students (93, 75%) had high social skills. (4) But the result of cycle three is 1 student (3, 12%) had average social skill and the rest of 31 students (96, 87%) had high social skills. The result of t, the improvement of the social skill of the female students from before employing the test, cycle I, II, and III shows the significant of 0,000<0,05 which means that the social skills of female students had improved significantly by using “role playing” methodology. Key Words: Social skill, role playing and audio visual media viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Penulis mengucap syukur kepada Allah Tritunggal Maha Kudus atas rahmat kasih dan kesetiana-Nya yang dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling) ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syaratmenyelesaikan pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Skripsi ini berjudul “Upaya Peningkatan Keterampilan Bersosialisasi Dengan Menggunakan Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual Pada Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta”. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik tidak hanya usaha dan kerja keras penulis sendiri, melainkan berkat adanya cinta, dukungan, bimbingan, dan doa-doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Konggregasi SSpS Khususnya Provinsi Flores Bagian Timur, Provinsi Jawa dan setiap suster dalam Provinsi yang telah setia mendukung saya 2. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 3. Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku Kepala Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma 4. Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah dengan setia dan sabar membimbing, mendukung dan mendampingi penulis dalam proses penyusunan skripsi ini. 5. Dra. R. Tuti Ratnaningsih sebagai Kepala Sekolah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 6. Ax. Eko Suspriyatiningsih, S.Pd, Vinsensia Siwi Sridinarti, S.Pd, Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd selaku staf BK di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Siswi-siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 yang telah bersedia menjadi subjek dan membantu penulis dalam proses pengumpulan data yang digunakan untuk menyelesaikan skripsi ini. 8. Orangtua dan keluarga yang selalu memberikan semangat, motivasi, dorongan dan doa kepada penulis. 9. Suster pemimpin dan para suster SSpS di Biara Roh Suci Yogyakarta yang telah dengan setia memberikan cinta dukungan dan doa-doa 10. Stefanus Priatmoko selaku petugas di sekretariat BK yang banyak membantu peneliti mengurus berbagai administrasi dan persyaratan untuk menyelesaikan skripsi. 11. Semua teman-teman prodi BK USD angkatan 2009 yang telah memberikan dukungan dan motivasi bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling) ini.Oleh karena itu, sumbang saran dari pembaca, sangat penulis harapkan.Akhirnya, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 10 April 2014 Penulis Fransiska Dei x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL……………………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………… iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN…………………………… iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………………. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI………………………...... vi ABSTRAK…………………………………………………………………. vii ABSTRACT………………………………………………………………… viii KATA PENGANTAR……………………………………………………… ix DAFTAR ISI……………………………………………………………...... xi DAFTAR TABEL………………………………………………………...... xv DAFTAR GRAFIK………………………………………………………… xviii DAFTAR GAMBAR………………………………………………………. ix DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………..... xx BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang …………………………………………………....... 1 B. Idetifikasi Masalah…………………………………………………. 9 C. Rumusan Masalah………………………………………………....... 10 D. Tujuan Penelitian…………………………………………………… 10 E. Manfaat Penelitian…………………………………………………. 10 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Definisi Operasional……………………………………………...... 12 BAB II LANDASAN TEORI A. Keterampilan Bersosialisasi 1. Pengertian Keterampilan Bersosialisasi………………………… 13 2. Jenis-Jenis Keterampilan Bersosialisasi……………………....... 14 3. Aspek-Aspek Keterampilan Bersosialisasi…………………….. 20 4. Faktor-Faktor Keterampilan Bersosialisasi Remaja…………… 27 5. Karakteristik Perkembangan Keterampilan Bersosialisasi Remaja………………………………………………………… 29 6. Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Keterampilan Bersosialisasi Remaja……………………………………….............................. 30 B. Remaja 1. Pengertian Remaja………………………………………………. 32 2. Tugas Perkembangan Sosial Remaja……………………………. 33 C. Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan…………………………………………… 35 2. Tujuan Bimbingan……………………………………………….. 36 3. Jenis-Jenis Bimbingan…………………………………………… 37 4. Fungsi Bimbingan……………………………………………….. 39 D. Metode Role Playing 1. Pengertian Metode Role Playing………………………………… 41 2. Prosedur Penggunaan Metode Role Playing…………………….. 42 3. Kelebihan Penggunaan Metode Role Playing…………………… 43 4. Kelemahan Penggunaan Metode Role Playing…………………. 44 E. Media dalam BK 1. Pengertian Media……………………………………………........ 44 2. Jenis-Jenis Media Dalam BK……………………………………. 45 3. Fungsi Media Dalam BK……………………………………....... 46 4. Manfaat Penggunaan Media Dalam BK………………………… 47 5. Karakteristik Pemilihan Media………………………………….. 49 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Prinsip-Prinsip Pemilihan Media………………………………… 50 F. Peran Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Keterampilan Bersosialisasi………………………… 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian…………………………………………………........ 53 B. Subjek dan Objek Penelitian……………………………………….. 53 C. Waktu dan Tempat Penelitian………………………………............. 54 D. Setting Penelitian…………………………………………………… 54 E. Prosedur Penelitian…………………………………………………. 57 F. Tahap Penelitian…………………………………………………….. 59 G. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………. 64 H. Instrumen Pengumpulan Data……………………………………… 69 I. Teknis Analisis Data……………………………………………….. 70 J. Indikator Keberhasilan……………………………………………… 77 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian……………………………………………………... 79 1. Pra Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling…………….. 79 2. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus I ………. 84 3. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus II………. 101 4. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus III……… 116 B. Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling…… 129 1. Hasil Angket Keterampilan Bersosialisasi………………………. 129 2. Hasil Observasi…………………………………………………... 132 3. Hasil Wawancara………………………………………………… 132 4. Hasil Uji T……………………………………………………….. 134 C. Pembahasan…………………………………………………………. 135 D. Keterbatasan Penelitian…………………………………………….. 142 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan…………………………………………………………. 143 B. Saran……………………………………………………………….. 144 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka……………………………………………………………… 145 Lampiran……………………………………………………………………. . xiv 149

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Matriks Waktu Penelitian…………………………………….......... 54 Tabel 2. Kisi-Kisi Panduan Observasi Siswa………………………………. 66 Tabel 3. Panduan Wawancara Tak Berstuktur……………………………… 67 Tabel 4. Kisi-Kisi Kuesioner Keterampilan Bersosialisasi…………………. 68 Tabel 5. Norma Penggolongan Kategorisasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi………………………………………………………………. Tabel 6. Kategorisasi Skor Subjek dan Item .……………………………… 71 72 Tabel 7. Kriteria Kategori Hasil Presentase Skor Observasi Terhadap Keterampilan Bersosialisasi Siswa……………………… 73 Tabel 8. Rentang Skor Penilaian Setiap SiklusTerhadapKeterampilan Bersosialisasi Siswi Menggunakan Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual…………………………………… 77 Tabel 9. Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Pra-Tindakan………………………………………………………. 81 Tabel 10. Penggolongan Keterampilan Bersosialisasi Siswi Pada Saat Penelitian Pra Tindakan Dalam Tiga Kategori……………………. 83 Tabel 11. Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Siklus I………………………………………………………........... 94 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 12. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus …................ 96 Tabel 13. Hasil Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I………………………………………........................... 98 Tabel 14. Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Siklus II……………………………………………………………. 110 Tabel 15. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce2 Yogyakarta Siklus I dan Siklus II………………… 112 Tabel 16. Hasil Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus I Dan Siklus II……………………………………………………………. 113 Tabel 17. Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Siklus III………………………………………………………...... 123 Tabel 18. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce2 Yogyakarta Siklus II dan Siklus III……………… 124 Tabel 19. Hasil Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta siklus II dan Siklus III………………………………………………………….. 126 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 20. Perkembangan Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Dace 2 Yogyakarta ……………………… 129 Tabel 21. Data Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III……………………… 132 Tabel 22. Hasil Uji T Keterampilan Bersosialisasi Pre Test Hingga Siklus III (SPSS 21.0)…………………………………………... xvii 134

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (PraTindakan)………………………. 83 Grafik 2. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I………….. 97 Grafik 3. Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 YogyakartaPra-Tindakan dan Siklus I………………………………………………………….. 99 Grafik 4. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus I dan Siklus II………………. 112 Grafik 5. Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus I dan Siklus II…………………………………………………………. 114 Grafik 6. Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus II dan Siklus III……………… 125 Grafik 7. Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus II dan Siklus III………………………………………………………………… 127 Grafik 8. Perbandingan Perkembangan Angket Keterampilan Bersosialisasi Siswi (Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III) 131 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Bagan Penelitian Tindakan Model Kurt Levin………………… xix 57

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Satuan Layanan Bimbingan……………………………. 149 Lampiran 2 Kisi-Kisi Penelitian……………………………………… 186 Lampiran 3 Instrumen Penelitian…………………………………….. 188 Lampiran 4 Tabulasi Data Penelitian…………………………………. 197 Lampiran 5 Hasil Uji SPSS 21,0……………………………………. 202 Lampiran 6 Presensi Siswa…………………………………………… 207 Lampiran 7 Foto-Foto Penelitian………………………………………. 208 Lampiran 8 Surat Ijin Penelitian………………………………………... 216 xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan mahluk sosial yang artinya bahwa, sejak dilahirkan manusia membutuhkan interaksi dengan orang-orang yang ada disekitar, guna memenuhi kebutuhan hidupnya baik secara biologis, psikologis maupun sosial (Gerungan, 2009). Oleh sebab itu manusia dalam mempertahankan hidup perlu bersosialisasi dengan manusia yang lain. Havighurst (Vembriarto, 1982) mengemukakan bahwa bersosialisasi adalah proses belajar di mana individu mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku yang baru sesuai dengan kebudayaan masyarakat. Proses bersosialisasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan bersosialisasi manusia bisa mengenal cara hidupnya dan proses penyesuaian dirinya, sehingga apa yang dilakukan manusia atau kehadiran manusia tersebut dapat diterima dan bermakna bagi orang lain. Kehadiran manusia dapat diterima dan bermakna bagi orang lain apabila manusia itu bertindak secara matang dan dewasa dalam bersosialisasi. Upaya menjadi matang dan dewasa membutuhkan suatu proses yang panjang dan manusia membutuhkan keterampilan-keterampilan dalam bersosialisasi dengan manusia yang lain. Keterampilan bersosialisasi adalah suatu bentuk kemampuan menggunakan pikiran, nalar dan perbuatan dalam mengerjakan sesuatu secara efektif dan efisien 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 sesuai dengan tuntutan sosial masyarakat disekitarnya. Manusia dalam melakukan proses bersosialisasi sangat membutuhkan bimbingan ataupun bantuan baik dari orang tua, guru, anggota keluarga, teman sebaya dan lain-lain, sehingga manusia dapat menuju pada kedewasaan (Idi, 2011). Menurut Santrock, (2003) masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja juga merupakan suatu masa perkembangan yang penuh dengan berbagai tantangan dan masalah, baik itu dari segi fisik, segi psikis, perkembangan bahasa, dan perkembangan sosialnya. Keterampilan bersosialisasi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan karena remaja harus memasuki lingkungan sosial yang lebih luas di mana pengaruh teman sebaya sangat menentukan ( Hursdarta, 2010). Adapun aspek-aspek keterampilan bersosialisasi yang harus dimiliki oleh seorang remaja yaitu yang pertama aspek kesadaran sosial yaitu remaja perlu mampu mendengarkan orang lain, melakukan interaksi sosial dengan meniru orang lain, peduli dengan kebutuhan orang lain, menghargai dan menghormati orang lain. Aspek yang kedua adalah efektifitas dalam berkomunikasi maksudnya bahwa remaja dapat membangun kerjasama dan rendah hati mengakui kelebihan dan kekurangan. Aspek yang ketiga adalah berkembangnya sikap empati dan aspek yang keempat adalah terampil berinteraksi maksudnya bahwa remaja terbuka kepada orang lain, dan mampu memberikan dukungan (Thalib, 2010).

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Sebagai contoh Hurlock (1973) menjelaskan bahwa remaja yang suka menyendiri dari pergaulan sosial merupakan mereka yang gagal menyesuaikan diri terhadap satu atau lebih aspek sosial yang dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang harapan-harapan sosial. Kegagalan remaja dalam menguasai keterampilan bersosialisasi akan menyebabkan remaja sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan dan sebagainya. Remaja dalam melakukan keterampilan bersosialisasi tergantung pada usaha penyesuaian dirinya di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Usaha penyesuaian diri di lingkungan keluarga maksudnya bahwa keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama tempat individu belajar sehingga remaja perlu menjalin hubungan yang baik dengan anggota keluarga, mentaati peraturan yang ditetapkan orang tua, menerima tanggungjawab dalam keluarga, berusaha membantu anggota keluarga yang mengalami kesulitan. Selain keluarga juga ada usaha penyesuaian diri di lingkungan sekolah maksudnya bahwa siswa memiliki sikap menghargai dan mau menerima peraturan sekolah, berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, menjalin persahabatan dengan siswa lain di sekolah, dan mampu bersikap hormat terhadap guru, kepala sekolah dan stake holder lainnya (Yusuf, 2011). Oleh karena itu remaja perlu mendapat bimbingan yang layak dari para guru khususnya guru BK yang memiliki keahlian khusus dalam bidang bimbingan, agar

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 remaja tersebut bisa berkembang secara optimal dan bisa memenuhi tugas-tugas perkembangan salah satunya adalah keterampilan bersosialisasi. Agar siswa memiliki ketrampilan dalam bersosialisasi sangat dibutuhkan bimbingan yang khusus dari guru BK misalnya melalui bimbingan klasikal. SMA Stella Duce 2 Yogyakarta merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas yang memiliki jam khusus untuk melakukan bimbingan klasikal. Setiap kelas dilakukan bimbingan satu kali seminggu dengan alokasi waktu 1x 45 menit dan ini dilakukan pada siswa kelas X sampai kelas XII. Tujuan pemberian layanan BK di SMA ini adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. Berdasarkan hasil FGD (Focus Group Discusstion) melalui wawancara, observasi dan angket alat ungkap masalah dipaparkan sebagai berikut pertama dari hasil wawancara dengan guru BK peneliti mendapat informasi bahwa masalah yang dihadapi siswa kelas X E salah satunya terkait dengan masalah keterampilan bersosialisasi, baik dengan guruguru maupun dengan teman sebaya, hal ini terlihat ketika siswa masih memilih-milih dalam berteman, kurang menghargai dan menghormati teman lain yang sedang berbicara di depan kelas, adanya geng, dan juga siswa masih enggan dalam berelasi dengan guru-guru. Berdasarkan hasil observasi peneliti juga menemukan hal yang sama yaitu adanya masalah keterampilan bersosialisasi, ini terlihat ketika siswa kesulitan untuk bergabung dengan siswa lain yang bukan termasuk kelompoknya untuk berdiskusi atau melakukan sesuatu secara kelompok pada saat bimbingan klasikal, siswa

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 cenderung mencari teman yang dianggapnya cocok untuk berdiskusi (geng), kurang menghargai siswa lain yang sedang berbicara dengan ribut sendiri, dan mengolok siswa yang melakukan kesalahan. Setelah melakukan wawancara dengan guru BK dan melakukan observasi peneliti juga menyebarkan alat ungkap masalah siswa berdasarkan aspek keterampilan bersosialisasi siswa, dengan tujuan untuk memperkuat data tentang masalah keterampilan bersosialisasi, dengan indikator yang dipakai oleh peneliti adalah pertama memilih-milih dalam berteman, kedua geng, ketiga rendahnya penghormatan terhadap teman, keempat pertengkaran, dan kelima mengumpat. Dari hasil olah data alat ungkap masalah siswa, peneliti menemukan bahwa ada masalah keterampilan bersosialisasi. Pertama bahwa siswa memilih-milih dalam berteman dan nomor item yang mendapat skor yang paling banyak adalah siswa kurang bersikap ramah dengan semua teman, kedua adanya geng, item yang paling banyak mendapat skor adalah siswa merasa tidak nyaman berteman dengan orang yang berbeda pendapat dengannya, ketiga rendahnya penghormatan terhadap teman, perilaku yang tampak adalah menertawakan teman yang melakukan kesalahan dan menyalakan teman ketika mendapat teguran dari guru, keempat siswa mengumpat dengan mengungkapkan kata-kata sindiran terhadap teman yang tidak disukai, memberikan julukan nama tertentu misalnya “si gendut, si lemot” dan lain-lain, dan kurang ramah terhadap teman yang tidak disukai.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Setelah melakukan wawancara, observasi dan pengolahan data dari alat ungkap masalah siswa yang dibuat sesuai dengan aspek keterampilan bersosialisasi siswa, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada masalah sosial yang sama dari hasil wawancara, observasi dan olah data yaitu yang pertama siswa cenderung memilihmilih dalam berteman, kedua kurangnya penghargaan siswa terhadap orang lain dan yang ketiga adanya geng. Jika perilaku ini dibiarkan akan berdampak pada perilaku prososial dan asosial remaja. Adapun dampak dari perilaku prososial dan asosial, perilaku prososial adalah perilaku positif yang menguntungkan membuat kondisi fisik atau psikis orang lebih baik dilakukan atas dasar suka rela tanpa mengharapkan imbalan. Misalnya membantu atau menolong, menghargai orang lain, berbagi dan menyubangkan (Desmita, 2009). Pernyataan di atas mau mengatakan bahwa ketika perilaku prososial dikembangkan terus maka akan berdampak positif pada perkembangan sosial remaja dalam bersosialisasi dengan orang lain. Sementara itu perilaku asosial adalah, perilaku yang tidak mau tahu dengan orang-orang yang ada disekitarnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990). Misalnya adanya sikap masa bodoh, geng, menggunakan bahasa yang kasar, mengolok dan menertawakan orang lain. Jika perilaku ini dibiarkan dampaknya akan menghambat perkembangan sosial remaja. Melihat realita yang terjadi ini diharapkan guru BK dapat membantu siswa untuk terampil dalam bersosialisasi yaitu dengan melakukan bimbingan, salah satunya adalah bimbingan klasikal. Guru BK dalam melakukan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 bimbingan klasikal perlu mempersiapkan diri dengan baik, agar apa yang disampaikan bisa di mengerti oleh siswa dan dapat membantu siswa. Oleh karena itu guru BK perlu kreatif dalam menggunakan metode maupun media. Menurut Sugihartono dkk (2007) Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat memperoleh hasil yang semaksimal mungkin sesuai dengan tujuan pembelajaran. melakukan proses belajar mengajar Ketika guru perlu memperhatikan metode yang digunakan. Harapannya adalah bahwa metode yang digunakan oleh guru dapat sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Metode bermain peran atau role playing merupakan salah satu metode yang bisa digunakan oleh guru dalam melakukan pengajaran ataupun bimbingan. Metode bermain peran atau role playing adalah metode membelajaran yang mengembangkan imajinasi dan penghayatan siswa dengan cara memerankan tokoh tertentu atau benda mati. Metode ini dapat mengembangkan penghayatan dan keterampilan siswa untuk mengerti, memahami dan memaknai materi yang dipelajari (dalam Sugihartono dkk 2007). Oleh karena itu sebagai guru pembimbing dalam melakukan bimbingan klasikal, perlu kreatif menggunakan metode bimbingan salah satunya adalah metode role playing dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerima dan memaknai materi bimbingan. Selain penggunaan metode guru BK juga perlu memperhatikan media yang digunakan dalam melakukan bimbingan.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Media merupakan salah satu komponen komunikasi yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Daryanto, 2010). Media layanan BK adalah segala sesuatu yang dapat digunakan menyalurkan pesan atau informasi dari pembimbing kepada siswa atau individu yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik (Fadhillah, 2011). Ada berbagai macam media BK yang bisa digunakan guru BK disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Media bimbingan sangat bervariasi jenisnya dan kesemuanya mempunyai tujuan untuk mempermudah penyaluran pesan dari guru BK kepada siswa. Pesan tersebut akan merangsang pikiran, perhatian, minat dan motivasi siswa sehingga proses transformasi ilmu pengetahuan dapat terjadi. Pernyataan tersebut jelas bahwa fungsi media sangat penting dalam mendukung proses bimbingan klasikal. Ada beberapa jenis media yang kita ketahui antara lain gambar, foto, suara, audio, visual, permainan, dan masih banyak lagi. Untuk mengadakan bimbingan klasikal dapat digunakan berbagai media misalnya media audio visual yang merupakan salah satu pilihan yang dapat diterapkan di dalam kelas (Fadhillah, 2011) Media Audio adalah media pembelajaran yang berbasis suara atau bunyi yang dapat merangsang pikiran, perasaaan, perhatian, dan kemampuan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Media Visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Media audio visual adalah media yang menyajikan suara sekaligus gambar yang memungkinkan siswa lebih tertarik mengikuti

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 bimbingan (Hamdani, 2011). Jenis media inilah yang sering digunakan oleh para guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Dale ( Arsyad, 2010) memperkirakan bahwa perolehan hasil belajar melalui indra penglihatan berkisar 75%, melalui indra dengar 13%, dan melalui indra lainnya sekitar 12%. Hal ini dilihat dari penjumlahan antara indra penglihatan dan pendengaran 75% + 13 % = 88%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa proses bimbingan klasikal dengan bantuan media audio-visual jauh lebih efektif dibandingkan dengan hanya melalui ceramah biasa karena melalui media audio visual diharapkan dapat membantu siswa agar bisa terampil dalam bersosialisasi. Berdasarkan FGD melalui hasil wawancara dengan guru BK, hasil observasi dan hasil olah data alat ungkap masalah terbukti bahwa adanya masalah keterampilan bersosialisasi maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan Bimbingan dan Konseling dengan judul “Upaya Peningkatan Keterampilan Bersosialisasi Dengan Menggunakan Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual Pada Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta “. A. Identifikasi Masalah Dari latar belakang tersebut dapat diidentifikasi beberapa masalah antara lain : 1. Siswi kurang memiliki keterampilan dalam bersosilaisasi, baik dengan guru maupun siswa lain. 2. Siswi membentuk kelompok-kelompok dalam berelasi (geng)

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 3. Rendahnya penghormatan terhadap guru maupun teman sebaya 4. Siswi kurang bersikap ramah dengan semua teman 5. Siswi kurang nyaman berteman dengan orang lain yang berbeda pendapat dengannya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah penggunaan metode role playing berbasis media audio visual dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi pada siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta? C. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswi melalui metode role playing berbasis media audio visual pada kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta D. Manfaat penelitian 1. Secara Teoritis Diharapkan penulisan tugas akhir ini memberikan kontribusi teoritis tentang pemanfaatan metode role playing berbasis media audio visual untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2. Secara praktis a. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukkan kepada pihak sekolah mengenai pentingnya penggunaan metode role playing berbasis media audio visual untuk membantu meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswi. b. Bagi guru pembimbing Hasil penelitian ini dipakai sebagai bahan masukan bagi guru BK dalam meningkatkan mutu pelayanan bimbingan klasikal kepada siswa khususnya dalam penggunaan metode role playing berbasis media audio visual. c. Bagi siswa Mendapat pengetahuan tentang keterampilan bersosialisasi, dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi. d. Bagi penulis Mengetahui pengunaan metode role playing berbasis media audio visual untuk meningkatkan ketrampilan bersosialisasi pada siswa.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 F. Devenisi Operasional 1. Keterampilan bersosialisasi adalah suatu bentuk usaha menggunakan pikiran atau nalar dan perbuatan secara efektif dan efisien dalam suatu proses belajar peran, nilai-nilai dan tuntutan sosial di lingkungan masyarakat atau kelompok tertentu. 2. Metode Role Playing Merupakan suatu cara yang digunakan oleh guru dalam melakukan proses pembelajaran dengan melibatkan siswa untuk memainkan peran tertentu agar dapat membantu siswa memahami, melatih keterampilan dan memaknai materi pelajaran yang diberikan oleh guru secara maksimal sesuai dengan tujuan pembelajaran. 3. Media Segala sesuatu yang digunakan oleh guru baik alat, bahan, atau orang untuk menyampaikan informasi kepada siswa dengan tujuan agar siswa dengan mudah menerima, memahami dan memaknai apa yang disampaikan oleh guru dalam proses pembelajaran.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan secara singkat kajian teori relevan yang mendasari bangunan konseptual penelitian tindakan ini yang meliputi: Keterampilan Bersosialisasi, Remaja, Bimbingan, Metode Role Playing, Media dalam Layanan BK, dan Peran Media Audio Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Bersosialisasi A. Keterampilan Bersosialisasi 1. Pengertian Keterampilan Bersosialisasi Keterampilan adalah suatu bentuk kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan dalam mengerjakan sesuatu secara efektif dan efisien. Reber dalam Syah (2008) menjelaskan bahwa keterampilan merupakan suatu kemampuan untuk melakukan sesuatu secara teratur sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah suatu kemampuan untuk melakukan sesuatu secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil. Selain keterampilan, peneliti juga menjelaskan tentang bersosialisasi. Kimball Young dalam Idi (2011) menjelaskan bahwa bersosialisasi merupakan suatu hubungan interaksi dimana seseorang dapat mempelajari kebutuhan sosial dan budaya. Bersosialisasi juga merupakan suatu proses belajar individu untuk bertingkahlaku sesuai dengan aturan dalam masyarakat tertentu. 13

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Loree dalam Hartinah (2011) mengungkapkan bahwa bersosialisasi merupakan suatu proses dimana individu melatih kepekaan dirinya terhadap rangsangan-rangsangan sosial terutama tekanan-tekanan dan tuntutan kelompoknya. Hal senada juga dijelaskan oleh Horton dalam Damsar (2011) bahwa bersosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati normanorma kelompok dimana individu berada sehingga terbentuklah diri yang unik. Sanden dalam Damsar, (2011) mengatakan bahwa bersosialisasi sebagai suatu proses belajar peran, status dan nilai yang diperlukan untuk ikut serta dalam suatu lembaga sosial. Proses membimbing individu kedalam dunia sosial disebut sosialisasi dimana individu dapat belajar tingka laku, kebiasaan dan ketrampilanketerampilan sosial seperti berbahasa, bergaul, berpakian dan sebagainya (dalam Nasution, 2011). Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan bersosialisasi adalah suatu proses belajar menggunakan pikiran, atau nalar, secara efisien dan efektif sehingga individu tersebut menjadi peka dan bisa menghayati norma-norma, nilai-nilai, dan tuntutan sosial di mana individu itu berada sehingga terbentuklah pribadi yang unik. 1. Jenis-Jenis Keterampilan Bersosialisasi a. Keterampilan Bersosialisasi Berdasarkan Kebutuhan Berger dan Luckmann (dalam Damsar, 2010) menjelaskan bahwa berdasarkan kebutuhan keterampilan bersosialisasi dibagi menjadi dua yaitu keterampilan bersosialisasi primer dan sekunder.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 1) Keterampilan bersosialisasi primer Keterampilan bersosialisasi primer merupakan suatu proses seseorang mempelajari atau menerima pengetahuan, sikap, nilai, norma, dengan harapan ia mampu berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Cirinya adalah dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungan keluarga, individu tidak dapat menghindar, hanya bisa menerima dan melakukan apa yang dikatakan oleh keluarga. Sebagai contoh anak berinteraksi dengan orang tua dan anggota keluarga yang lain. Anak mulai belajar tentang cara makan, cara berbicara dengan mengunakan kata-kata yang santun, cara berdoa sesuai dengan keyakinan, cara memberi salam, cara menerima tamu dan lain sebagainya. Pada proses bersosialisasi ini orang tua mempunyai peran yang sangat penting, memberikan teladan yang terbaik bagi anak-anak karena ini merupakan bekal bagi anak selanjutnya, agar anak bisa bersosialisasi secara positif ditengah masyarakat atau kelompok yang lebih luas. Apabila anak tidak dapat memenuhi kebutuhan bersosialisasi primer ini maka anak akan mengalami hambatan dalam perkembangan sosialnya. 2) Keterampilan bersosialisasi sekunder Keterampilan bersosialisasi sekunder adalah suatu proses mempelajari norma, nilai, sikap dan perilaku baru agar sesuai dengan situasi baru yang mereka hadapi dalam kehidupan. Ini berkaitan dengan individu ketika mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Misalnya anak mulai berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Disini anak mulai belajar bersosialisasi dengan orang lain dan mulai belajar atauranaturan baru yang diberikan oleh sekolah. Proses sosialisasi ini berlangsung seumur hidup dimana ketika individu memasuki lingkungan atau kelompok yang baru. Sebagai contoh seorang remaja SMA kelas X yang tengah mempelajari aturan-aturan dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh sekolah yang baru, melalui ospek siswa mulai mengenal lingkungan sekolah yang baru dan aturan-aturan serta nilai-nilai yang baru sesuai dengan sekolah yang bersangkutan atau seorang karyawan yang mengalami masa uji coba sebelum menjadi karyawan tetap dalam suatu lembaga tertentu dan lain sebagainya. b. Keterampilan bersosialisasi berdasarkan cara yang dipakai Menurut Kamanto Sunarto (dalam Damsar, 2011) Keterampilan bersosialisasi ini dibagi dalam dua bentuk: 1) Keterampilan bersosialisasi represif Keterampilan bersosialisasi represif yaitu kemampuan yang menekankan pada bersosialisasi kepatuhan anak dan penghukuman terhadap perilaku yang keliru. Cirinya adalah menghukum perilaku yang keliru, kepatuhan anak kepada orang tua, komunikasi sebagai perintah, sosialisasi berpusat pada orang tua dan anak memperhatikan harapan orang tua ( dalam Damsar, 2011). Dari ciri di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 memiliki otoritas yang sangat kuat dalam proses bersosialisasi termasuk hal memberi perintah, dan menghukum. Jadi disini remaja tidak memiliki kebebasan untuk kreatif melakukan sesuatu, remaja melakukan sesuatu bukan berdasarkan nilai tertentu tetapi karena takut dihukum oleh orang tua. Sebagai contoh seorang remaja mau belajar bukan karena ingin mendapat nilai yang baik tetapi karena takut dihukum oleh orang tuanya kalau mendapat nilai yang jelek. 2) Keterampilan bersosialisasi partisipasif Keterampilan bersosialisasi partisipasif adalah sosialisasi yang menekan pada otonomi anak dan memberikan hadiah kepada anak yang memiliki perilaku yang baik. Cirinya adalah memberikan imbalan bagi perilaku yang baik, otonomi pada anak, komunikasi sebagai interaksi, orang tua memperhatikan keperluan anak (dalam Damsar, 2011). Ketika melakukan proses sosialisasi anak memiliki kebebasan untuk berinteraksi dengan orang tua dan disini terjadi dialog antara anak dan orang tua. Orang tua memiliki kewajiban untuk memperhatikan anak dan memberikan hadiah jika itu dibutukan anak. Contohnya adalah ketika anak mengalami kegagalan orang tua memberikan semangat dan motivasi kepada anak untuk tidak putus asa menjalani hidup ini atau dalam pemilihan jurusan, anak berhak untuk menentukan pilihan, orang tua hanya memberikan arahan atau pertimbangan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 c. Keterampilan bersosialisasi berdasarkan keberadaaan perencanaan (dalam Damsar, 2011) Keterampilan bersosialisasi ini memiliki dua bentuk yaitu bersosialisasi berdasarkan perencanaan dan tanpa perencanaan. 1) Bersosialisasi berdasarkan perencanaan merupakan sosialisasi yang dilakukan atas dasar perencanaan yang berkelanjutan dan sistematis misalnya dalam dunia pendidikan formal seperti sekolah dan pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan. Proses sosialisasi berdasarkan perencanaan memiliki tujuan pembelajaran, materi, proses dan penilaian telah direncanakan secara matang sehingga bisa dievaluasi dan di monitor. Setelah melihat konsep dari sosialisasi yang direncanakan peneliti coba menyimpulkan ciri dari sosialisasi yang direncanakan adalah harus memiliki perencanaan, memiliki tujuan yang jelas, memperhatikan proses sosialisasi, bisa dievaluasi dan di monitoring. Contohnya di sekolah sebagai seorang guru BK sebelum bersosialisasi dengan siswa dalam melakukan bimbingan, guru BK perlu membuat perencanaan yang matang dengan menyusun silabus, SPB, menyiapkan media bimbingan dan sebagainya agar proses sosialisasi melalui bimbingan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dan terlebih sesuai dengan tujuan dari sekolah yang bersangkutan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Guru BK juga perlu memperhatikan proses kegiatan bimbingan dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan agar hal-hal yang sudah berkembang dalam kegiatan bimbingan dapat ditingkatkan sedangkan hal yang masih kurang perlu diperhatikan dan diusahakan untuk memperbaikinya. 2) Bersosialisasi tanpa perencanaan terjadi dalam interaksi masyarakat misalnya keluarga, kelompok teman sebaya, atau lingkungan tempat tinggal. Proses ini dilakukan melalui perilaku, sikap, dari orang tua atau orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dimana individu itu berada. Proses ini dikenal sebagai pendidikan informal. Contohnya lingkungan keluarga merupakan kelompok kecil yang terdiri dari orang tua dan anakanak yang selalu berinteraksi secara tetap. Ketika berinteraksi dengan orang tua anak pasti akan mengikuti sikap dan perilaku yang ditunjukan oleh orang tua baik itu sikap yang baik maupun sikap yang kurang baik. Sikap yang baik misalnya ramah dengan semua orang santun dalam berbicara, mendengarkan anggota keluarga lain yang sedang berbicara dan sebagainya. Contoh lain misalnya ada salah paham antara ayah dan ibu yang menimbulkan kedua belah pihak menjadi marah dan situasi keluarga menjadi tegang. Disini si anak melihat sikap dan tingkah laku yang dilakukan oleh orang tua mereka saat marah, apakah orang tua marah dengan membanting-banting barang, berteriak-teriak atau orang tua bisa

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mengendalikan emosi marah dengan diam sejenak dan menyelesaikan dengan cara yang baik. Dari peristiwa yang sederhana ini anak belajar cara mengelola emosi, apakah anak akan mengikuti hal yang baik atau hal yang kurang baik yang dilakukan orang tua dalam berinteraksi baik dengan anggota keluarga maupun dengan teman sebaya dan masyarakat sekitar. Seiring berjalannya waktu anak akan memasuki masa remaja, ketika menginjak masa remaja sikap dan perilaku remaja mulai berubah, remaja menganggap perilaku yang diajarkan oleh orang tua kuno dibandingkan dengan perilakunya. Misalnya dalam hal berpakian remaja cenderung mengenakan pakian yang dianggapnya moderen sesuai dengan mode tidak mempedulikan nilai kesopanan. Remaja akan merasa nyaman apabila pakian yang di kenakan bisa diterima oleh teman sebayanya. 3. Aspek-Aspek Keterampilan Bersosialisasi Remaja Menurut Thalib (2010), sebagai makluk sosial remaja dituntut untuk mampu mengatasi segala persoalan yang timbul dari hasil interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu keterampilan sosial semakin menjadi penting bagi remaja karena remaja sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas yang mana pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial sangat menentukan. Adapun Aspek-aspek keterampilan sosial yang dimiliki oleh remaja adalah

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 a. Kesadaran Sosial Seorang individu seharusnya mempunyai kesadaran terhadap kebutuhan orang lain. Kesadaran ini merupakan kemampuan yang ada pada diri individu untuk memperhatikan orang lain yang membutukan bantuan. Artinya seseorang akan memberikan bantuan jika ia memandang bahwa orang tersebut benarbenar membutuhkan bantuan. Bar-Tal ( dalam Desmita 2009) menjelaskan bahwa kesadaran mendorong terjadinya tingkahlaku prososial seseorang. Goleman (2007) menyebutkan bahwa ada dua unsur keterampilan sosial yaitu kesadaran sosial dan fasilitas sosial. Kesadaran sosial adalah kemampuan untuk dapat merasakan dan memahami pikiran dan perasaan seseorang. Kemampuan kesadaran sosial meliputi: 1) Empati dasar yaitu berhubungan dengan perasaan orang lain, yaitu individu mampu merasakan isyarat-isyarat emosi non verbal misalnya terlibat aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai, kontak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, sentuhan yang sepantasnya. Misalnya seorang yang mengalami kesedihan karena ayahnya meninggal. Ketika orang itu sedang bercerita kita berusaha untuk mendengarkan sambil menunjukan bahasa non verbal yang dengan sendirinya mengatakan bahwa kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. 2) Penyelarasan yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian dan penghargaan yang penuh terhadap lawan bicara.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Ketika kita mendengarkan apa yang disampaikan oleh lawan bicara kita akan mengerti dan berusaha memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara sehingga ia merasa dihargai dan diterima. Misalnya seorang teman yang sedang berbicara di depan kelas kita berusaha untuk mendengarkan teman tersebut dengan penuh perhatian dan coba memahami apa yang disampaikan dan kalau belum mengerti apa yang disampaikan kita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bisa memperjelas apa yang disampaikan, sehingga ia merasa dihargai dan diterima. Sementara itu fasilitas sosial adalah kemampuan yang bertumpu pada kesadaran sosial untuk memungkinkan interaksi yang efektif. Fasilitas sosial meliputi: (1) Sinkroni kemampuan yang ditunjukan seseorang dalam berinteraksi secara mulus pada tingkat non verbal. Baik disadari maupun tidak disadari tubuh kita dapat melakukan banyak komunikasi. Apapun yang kita lakukan dengan tubuh kita akan menimbulkan kesan pada orang lain mengenai diri kita pada saat kita berinteraksi (dalam Calhoun, 1995). Misalnya orang menyukai orang lain lewat pandangan matanya, tersenyum bila ada sesuatu yang lucu atau gembira, kontak mata jika orang lain sedang berbicara dan kalau kita menghindari kontak mata maka lawan bicara kita akan merasa kita bosan mendengrkan apa yang dibicarakan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 (2) Pengaruh akan membentuk hasil interaksi sosial Syiarbani dkk (2002) mengungkapkan bahwa Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang menyangkut hubungan antara perorangan maupun antar kelompok. Ada dua syarat terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak sosial dan adanya komunikasi. Kontak sosial dapat bersifat primer yaitu pertemuan langsung (face to face) sedangkan kontak sosial yang bersifat sekunder dapat berupa surat kabar, TV, radio dan sebagainya. Syiarbani dkk (2002) menjelaskan bahwa Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor psikologis yakni: a) Imitasi merupakan suatu tidakan meniru orang lain seperti meniru gaya bicara, tingkalaku dan kebiasaan. Misalnya seorang remaja yang memakai mode baju sesuai dengan artis favoritnya, atau meniru kebiasaan teman yang sering menyontek saat ujian b) Sugesti muncul ketika seseorang dalam kondisi tidak seimbang sehingga tidak bisa berpikir rasional c) Identifikasi merupakan kecenderungan seseorang menjadi seperti yang lain, sifatnya lebih mendalam dari imitasi karena membentuk kepribadian seseorang.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 d) Simpati merupak suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain e) Empati merupakan simpati yang mendalam merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain 3) Kepeduliaan merupakan kemampuan untuk peduli akan kebutuhan orang lain dan melakukan tindakan sesuai dengan apa yang di butuhkan orang yang bersangkutan. Ketika melihat seseorang membutuhkan bantuan kita tergerak hati untuk menolong atau kita selalu peka melihat kebutuhan sesama kita b. Kecakapan ide, efektivitas, pengaruh yang kuat dalam melakukan komunikasi dengan orang atau kelompok lain. Melakukan komunikasi dengan orang atau kelompok lain merupakan komunikasi interpersonal. Ketika melakukan komunikasi seseorang dengan bebas mengungkapkan pendapat atau ide-ide secara baik dan benar. Komunikasi interpersonal yang efektif memenuhi tiga persayaratan utama yaitu:(1) pesan diterima dan dipahami oleh komunikan sebagaimana dimaksud oleh komunikator (2) Ditindak lanjuti dengan perbuatan suka rela. (3) meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi. ( dalam Aw Suranto, 2011) Fungsi dari komunikasi interpersonal yang efektif adalah menjaga hubungan yang baik antar individu, mengubah sikap dan perilaku, pemecahan masalah hubungan antar individu maupun kelompok (dalam Aw Suranto, 2011). Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dalam bersosialisasi dengan individu lain sangat dibutuhkan komunikasi interpersonal secara efektif sehingga individu tersebut dapat dengan muda diterima oleh kelompok atau

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 masyarakat tertentu. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi interpersonal kita menjadi efektif yaitu adanya penghargaan pada setiap pribadi yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan (dalam Aw Suranto, 2011). Jika kita membangun komunikasi dengan sikap saling menghargai dan menghormati maka kita dapat membangun kerjasama yang meningkatkan hubungan antar pribadi (dalam Aw Suranto, 2011). Selain itu juga sikap yang perlu kita perhatikan adalah kerendahan hati. Sikap rendah hati pada intinya adalah tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, dan lemah lembut. Sikap-sikap inilah yang membantu kita untuk lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang atau kelompok tertentu. Jadi remaja dalam melakukan komunikasi perlu memiliki sikap-sikap yang seperti disebutkan diatas agar komunikasi yang dibangun dengan orang lain semakin efektif dan kehadiran remaja bisa diterima oleh orang lain. c. Berkembangnya sikap empati. Roger dalam Taufik (2012) mengemukakan bahwa empati merupakan suatu sikap dimana individu yang satu bisa memahami individu yang lain dan seolah-olah masuk dalam diri orang lain sehingga bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain tetapi tanpa kehilangan identitas dirinya sendiri. Kalimat tanpa kehilangan identitas diri maksudnya adalah meskipun individu menempatkan diri pada posisi orang lain tetapi dia tidak hanyut dalam situasi orang itu.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Henrry Backrack dalam Devito (2011) mendefenisikan empati sebagai kemampuan seseorang untuk mengetahui dan merasakan apa yang sedang dialami orang lain. Empati yang di lakukan secara baik akan memelihara hubungan sosial. Menurut Goleman (2007) setiap hubungan berasal dari kemampuan untuk berempati. Keterampilan sosial seseorang akan matang apabila memiliki kemampuan berempati dan manajemen diri yang baik. Apabila tidak memiliki ketermpilan sosial akan menyebabkan orang yang pintar dalam bidang akademik dapat gagal dalam membina hubungan sosial. Kemampuan sosial ini memungkinkan seseorang membentuk hubungan, menginspirasi orang lain, meyakinkan dan mempengaruhi serta membuat orang lain merasa nyaman. d. Terampil berinteraksi Interaksi individu dalam sebuah kelompok biasa terlaksana apabila individu dalam berinteraksi dengan orang lain telah dibekali diri dengan berbagai keterampilan bersosialisasi termasuk cara berbicara, cara mendengar, memberi pertolongan dan lain sebagainya (dalam Thalib, 2010). Ketika berinteraksi maka akan terjadi komunikasi antara dua orang atau lebih yang saling mengerti dan memiliki tujuan tertentu. Agar kita bisa berinteraksi dengan baik kita perlu memelihara komunikasi yang akrab dan hangat dengan orang yang kita ajak untuk berkomunikasi.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan Bersosialisasi Pada Remaja Menurut Talib (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan bersosialisasi adalah interaksi siswa dengan lingkungan yaitu lingkungan keluarga, likungan sekolah dan teman sebaya. 1) Lingkungan Keluarga Menurut Thalib (2010) keluarga merupakan tempat pertama dan utama anak memperoleh pendidikan. Kepuasan psikis anak dalam keluarga sangat menentukan bagaimana reaksi anak terhadap lingkunganya. Siswa banyak belajar mengembangkan keterampilan sosial baik dengan proses peniruan terhadap perilaku orang tua. Ketrampilan bersosialisasi siswa terutama dipengaruhi oleh proses sosialisasinya dengan orang tua yang mulai terjalin sejak awal kelahiran. Melalui proses sosialisasi ini, orang tua menjamin bahwa anak mereka memiliki standar perilaku, sikap, ketrampilan yang sedapat mungkin sesuai dengan yang diinginkan atau tepat dengan perannya dalam masyarakat. Proses sosialisasi yang berawal sejak bayi ini, menjadi lebih disadari seiring dengan bertambahnya kemampuan anak dalam keterampilan motorik dan penggunaan bahasa. Pelukkan yang diberikan oleh orang tua dan pujian yang mereka terima saat memperoleh kemampuan baru atau larangan saat melakukan sesuatu merupakan beberapa contoh sosialisasi

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 yang secara sistematis mempengaruhi anak (Kuczynski, Marshall & Schell, 1997). 2) Lingkungan Sekolah Keterampilan bersosialisasi siswa SMA sangat penting dan perlu dikembangkan karena mereka masih mencari jati diri. Usaha untuk menemukan jati diri ini membutuhkan bantuan dari berbagai pihak salah satunya adalah dari pihak sekolah sehingga disini perlu adanya bimbingan yang memiliki landasan yang benar dari guru maupun anggota stake holder lainnya). Metode-metode yang dapat digunakan guru untuk dapat mengembangkan keterampilan bersosialisasi siswa menurut Prayitno dalam Thalib, (2010) salah satunya adalah metode role playing atau bermain peran. Seorang siswa dikatakan terampil bersosialisasi apabila siswa tersebut dapat berkomunikasi dengan baik sesuai aturan yang ada di sekolah yang bersangkutan dan dengan sesamanya dalam sebuah kelompok (dalam Thalib, 2010). 3) Teman Sebaya Pemberian kesempatan pada remaja untuk menjalin hubungan dengan teman sebaya ini merupakan media bagi remaja untuk mencoba dan mengembangkan keterampilan bersosialisasi yang telah didapatnya dari orang tua. Adanya pengawasan dari orang tua dapat memastikan bahwa remaja tetap menginternalisasikan nilai-nilai yang disosialisasikannya. Talib, (2010) menyebutkan bahwa siswa yang memiliki hubungan sosial yang

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 positif memiliki ketrampilan bersosialisasi lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mampu bersosialisasi. 4. Karakteristik Perkembangan Keterampilan Bersosialisasi Pada Remaja Ada sejumlah karakteristik menonjol dari perkembangan keterampilan bersosialiisasi pada remaja menurut Ali (2005) yaitu: a. Berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan. Pada masa remaja hubungan sosial remaja semakin jelas dan sangat dominan. Kesadaran kesunyian menyebabkan remaja mencari hubungan dengan orang lain untuk bergaul. Langeveld dalam Ali, (2005) berpendapat bahwa hubungan atau perasaan kesunyian remaja disertai kesadaran sosial psikologis yang mendalam yang kemudian menimbulkan dorongan yang kuat akan pentingnya pergaulan. Ini sering kali menyebabkan remaja memiliki solidaritas yang kuat dengan kelompok sebayanya dibandingkan dengan orang tua atau kelompok yang lain. Untuk itu remaja perlu diberi perhatian yang khusus komunikasi yang terbuka dan hangat dengan mereka. b. Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial Ada dua kemungkinan yang dilakukan remaja ketika berhadapan dengan nilai-nilai sosial tertentu yaitu menyesuaikan diri dengan nilai tersebut atau tetap pada pendiriannya dengan segala akibatnya. Adanya

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 upaya untuk memilih nilai-nilai sosial yang menyebabkan remaja mencari nilai-nilai yang dapat dijadikan pegangan, ketika remaja tidak menemukan nilai-nilai yang diinginkan maka mereka akan menciptakan nilai-nilai yang khas sesuai dengan kelompok mereka sendiri. c. Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis Remaja sangat sadar akan dirinya tentang bagaimana pandangan lawan jenis mengenai dirinya. Hubungan sosial yang sebelumnya yaitu pada masa anak-anak tidak menghiraukan lawan jenis kini menjadi berubah remaja memberikan perhatian khusus pada lawan jenis. Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis menyebabkan pada umumnya remaja memilih untuk berpacaran. d. Mulai cenderung memilih karier tertentu Remaja mulai memilih karier tertentu meskipun perkembangan karier masih berada pada taraf pencarian karier. 5. Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Keterampilan Bersosialisasi Remaja Damsar (2011) berpendapat bahwa dalam bersosialisasi terdapat beberapa pihak yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan sikap, nilai, norma dan harapan-harapan yaitu keluarga, sekolah, kelompok teman sebaya, media masa, agama, lingkungan tempat tinggal.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 a. Keluarga Peran sosialisasi pada tahap awal yaitu keluarga, sangat penting. Pihakpihak sosialisasi keluarga terdiri atas orang tua dan saudara kandung. Untuk dapat berinteraksi dengan orang-orang penting dalam keluarga pada tahap ini seseorang belajar berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, di mana ia berkomunikasi tidak saja melalui pendengaran dan penglihatan tetapi juga melalui pancaindera lain, terutama sentuhan fisik. b. Sekolah Menurut Dreeben (dalam Damsar, 2011) seorang anak belajar lebih intensif di sekolah dibandingkan di tempat lain. Ketika di rumah seorang anak mungkin mendapatkan bantuan dari anggota keluarga untuk melaksanakan tugas-tugasnya tetapi di sekolah anak dilatih untuk menjalankan tugas dan pekerjaannya secara mandiri dan bertanggungjawab. c. Kelompok Teman Sebaya Kelompok teman sebaya merupakan kelompok dari mereka yang memiliki umur yang sama serta status yang sama. Bersosialisasi melalui kelompok teman sebaya bersifat langsung. Kelompok teman sebaya memiliki peran yang sangat penting dalam proses bersosialisasi remaja, ketika remaja tidak mau mengikuti aturan atau nilai-nilai yang di yakini oleh teman sebaya maka remaja itu akan ditolak dari kelompok tersebut. Misalanya dalam hal berbusana seorang remaja selalu mengikuti mode, jika salah satu dari

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 remaja tersebut tidak mengikuti mode busana yang dipakai oleh teman sebaya maka remaja tersebut akan di tolak atau dikucilkan. d. Media Massa Media massa terdiri atas media cetak seperti surat kabar, majalah, dan media elektronik seperti radio, dan televisi memiliki peran yang penting dalam proses sosialisasi. Pesan-pesan yang ditayangkan bisa mengarahkan remaja pada perilaku prososial yaitu perilaku yang cenderung ke arah baik, dan perilaku antisosial adalah perilaku yang cenderung ke arah yang kurang baik. Beberapa penayangan adegan kekerasan, pornografi dikhawatirkan bisa meningkatkan perilaku anti sosial seperti kejahatan meningkat, pelanggaran susila dan sebagainya. B. Remaja 1. Pengertian Remaja Kata remaja berasal dari kata Latin yaitu adolescere yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolescere sesungguhnya juga memiliki arti yang luas mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa ( dalam Hurlock, 1999). Pieget (dalam Ali, 2005) mengatakan bahwa remaja adalah suatu usia dimana anak tidak merasa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama atau sejajar. Masa remaja sebagai periode peralihan antara masa anak-anak dan dewasa.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Menurut WHO tahun 1974 remaja adalah suatu masa ketika terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif mandiri dan ketika individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Rentang umur remaja perempuan antara 12-22 tahun sedangkan pria 13-22 tahun (dalam Sarwono, 2005). Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa remaja adalah masa peralihan antara anak dan dewasa dimana anak mengalami perkembangan menuju kematangan baik secara fisik, emosional, dan mental. 2. Tugas Perkembangan Sosial Remaja Havighurst ( dalam Hursdarta, 2010) tugas perkembangan sosial remaja sebagai berikut: a. Mencapai hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis. Remaja lebih banyak bergaul dengan teman-teman sebaya baik yang sejenis maupun yang lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya belum pernah ada, maka pengaruh teman sebaya sangat kuat baik dalam sikap, tingkahlaku, minat, penampilan, dan lain sebagainya. Sebagai contoh remaja suka memakai model baju yang popular sesuai dengan teman sebaya agar kehadiran remaja itu bisa diterima

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 b. Mencapai peran sosial pria dan wanita Peran sosial merupakan fungsi atau tingka laku yang diharapkan dari seseorang oleh kelompok atau budaya tertentu (dalam Idi, 2011). Teori kodrat alam memandang bahwa perbedaan jenis kelamin secara biologi antara laki-laki dan perempuan merupakan anugerah yang tidak perlu dipersoalkan (dalam Azis Asmaeny, 2006). Meskipun dalam kehidupan masyarakat ada perbedaan gender sebagai akibat rekayasa system nilainilai sosial budaya, namun perempuan telah di kodratkan menjadi individu yang secara biologi berbeda dengan laki-laki. Teori kodrat alam menitikberatkan pada perbedaan jenis kelamin dalam memandang gender, melahirkan teori besar yaitu “teori nature” dan teori “nature”. Namun, dalam penulisan ini lebih memfokuskan pada teori nature dimana teori nature beranggapan bahwa perbedaan kodrat alamiah antara laki-laki dan perempuan tidak perlu dipermasalahkan. Teori kodrat alam memandang pemilihan peran sosial antara laki-laki dan perempuan dianggap sebagai kejadian yang alamia. Asiz Asmaeny (2006) mengatakan selama berabad-abad diyakini bahawa sifat-sifat, peran sosial, dan status yang berbeda dari laki-laki dan perempuan dalam masyarakat, ditentukan oleh biologi (yakni jenis kelamin), bahwa hal itu bersifat alamiah sehingga tidak dapat diubah. Teori kodrat alam mengacu pada kodrat manusia secara alamiah dan manusia harus menerimanya.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 c. Mengharapkan dan pencapaian perilaku sosial yang bertanggungjawab maksudnya bahwa remaja memiliki sikap seperti yang diharapkan masyarakat, dapat berpartisipasi dengan rasa tanggungjawab bagi kemajuan dan kesejateraan masyarakat. C. Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. Walgito (2010) berpendapat bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu untuk menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya sehingga individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejateraan hidupnya. Tohirin (2007) mengatakan bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan agar individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungna sekolah, keluarga dan masyarakat pada umumnya. Hal senada juga dijelaskan oleh Ketut Dewa Sukardi & Kusmawati (2008) bahwa bimbingan merupakan suatu proses

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 memberikan bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya dan bertindak sewajarnya sesuai dengan tuntutan orang-orang yang ada disekitarnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada setiap individu secara berkelanjutan agar individu tersebut bisa mengenal dirinya, mengembangkan potensi yang ada dalam diri secara maksimal, mampu mengatasi masalahnya sendiri dan hidup sesuai dengan norma dan tuntutan masyarakat pada umumnya. Bimbingan klasikal dapat diartikan sebagai layanan yang di berikan kepada semua siswa di kelas secara terjadwal. 2. Tujuan Bimbingan Tujuan layanan bimbingan ialah agar siswa dapat : a. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. b. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. c. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. d. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 lingkungan kerja. Mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk : a) Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya. b) Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya, c) Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut d) Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. e) Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. f) Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. g) Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. 3. Jenis-Jenis Bimbingan Aqib (2012) mengemukakan ada empat jenis bimbingan a. Bimbingan pribadi adalah bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dan kebutuhan dirinya secara realistis. Tujuannya adalah menerima diri apa adanya, memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, memiliki rasa percaya diri, mampu mengelolah stres dan lain sebagainya. Misalnya seorang siswa yang menerima diri apa adanya ia akan dengan percaya diri mengungkapkan apa yang dimiliki baik kelebihan maupun kekurangannya kepada orang lain b. Bidang Sosial Bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, angota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c. Bimbingan belajar. Bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka pendidikan sekolah dan belajar secara mandiri. Winkel, W.S & M.M Sri Hastuti (2007) berpendapat bahwa bimbingan belajar adalah suatu bimbingan yang diberikan kepad siswa untuk menemukan cara belajar yang tepat,daan mengatasi kesukaranyang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu lembaga pendidikan tertentu.Misalnya siswa yang mengalami kesulitan belajar guru melakukan bimbingan belajar dengan topik cara- cara belajar yang efektif. Tujuan dari bimbingan ini adalah agar siswa memiliki sikap dan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 kebiasaan belajar yang positif, memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, menetapkan tujuan dan perencanaan belajar. d. Bimbingan karier Bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi serta memilih dan mengambil keputusan karier. Winkel, W.S & M.M Sri Hastuti (2007) menjelaskan bimbingan karier adalah bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, memilih lapangan pekerjaan serta membekali diri ddan meyesuaikan diri dengan tuntutandari lapangan pekerjaan yang telah dipilihnya. Tujuannya adalah memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan, meembangun sikap optimis dalam menghadapi dunia karier, Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan bakat dan minat yang terkait dengan pekerjaan, Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan. 4. Fungsi Bimbingan Menurut Prayitno & Erman Amti (1999) Fungsi bimbingan ditinjau dari manfaat dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu a. Fungsi Pemahaman, yaitu membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis. b. Pencegahan (preventif) Fungsi ini yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Misalnya konselor memberikan informasi tentang pemilihan jurusan yang tepat yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa atau memberikan informasi tentang cara berpacran yang sehat dan bertangggung jawab. c. Pengentasan Fungsi ini bersifat kuratif, berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karier sehingga dapat teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. Misalnyaa membantu siswa yang tidak lulus karena telah memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuan sebelum siswa tersebut akan pinda pada jurusan yang diminati.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 d. Pemeliharaan dan pengembangan Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik dalam diri individu yang merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai selama ini atau terpeliharanya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Misalnya penempatn siswa pada program-program akademik (IPA, IPS, Bahasa) sesuai dengan kemampuan atau pemilihan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat D. Metode Role Playing 1. Pengertian Metode Role Playing Menurut A’la Miftahul dalam bukunya Quantum Teaching (2011) metode pembelajaran bermain peran (Role playing) merupakan cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dimiliki oleh setiap siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini umumnya dilakukan lebih dari satu orang, itu bergantung kepada apa yang di perankan. Metode bermain peran atau role playing adalah metode membelajaran yang mengembangkan imajinasi dan penghayatan siswa dengan cara memerankan tokoh tertentu atau benda mati. Metode ini dapat mengembangkan penghayatan dan keterampilan siswa untuk mengerti, memahami dan memaknai materi yang dipelajari (dalam

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Sugihartono dkk, 2007). Pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa metode role playing merupakan cara yang dipakai oleh guru dalam membantu siswa untuk memahami materi pelajaran dengan memerankan tokoh tertentu. 2. Prosedur penggunaan metode role playing Langkah-langkah atau prosedur dalam pelaksanaan model pembelajaran role playing ini adalah : a. Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan b. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari atau beberapa hari sebelum KBM (kegiatan belajar mengajar) guna mempersiapkan peran yang terdapat dalam skenario tersebut. c. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang atau sesuai dengan kebutuhan. d. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam materi tersebut. e. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan sebelumnya. f. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan. g. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas skenario tersebut. Misalnya

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 menilai peran yang dilakonkan, mencari kelemahan dan kelebihan dari peran tersebut atau pun jalan ceritanya. h. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil dan kesimpulannya. i. Guru memberikan kesimpulan secara umum atau mengevalusi seluruh kegiatan. j. Evaluasi/ refleksi. k. Penutup 3. Kelebian pengunakan metode role palying adalah Menurut Ekawarna (2013), kelebian menggunakan metode role playing adalah: a. Mendapat perhatian siswa maksudnya bahwa dengan menggunakan metode ini siswa terlibat aktif untuk memainkan peran sehingga perhatian siswa lebih terfokus pada apa yang akan dilakukan b. Dipakai pada kelompok yang besar maupun kecil c. Menambah rasa percaya diri pada siswa maksudnya bahwa dengan melakonkan peran tertentu peserta dapat melatih rasa percaya dirikhususnya bagi mereka yang memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah d. Membantu siswa mendapat pengalaman yang ada pada pikiran orang lain.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 4. Kelemahan pengunakan metode role playing Menurut Ekawarna (2013), kelebihan menggunakan metode role playing adalah: a. Banyak siswa kurang berminat untuk memerankan sesuatu b. Adanya kesulitan pada siswa untuk memerankan sesuatu c. Terbatas pada situasi tertentu misalnya apa yang yang diperankan siswa harus sesuai dengan skenario yang telah dibuat oleh guru d. Membutuhkan seorang pemimpin yang terlatih e. Jika siswa tidak dipersiapkan dengan baik ada kemungkinan siswa tidak akan melakukan peran dengan sungguh-sungguh. E. Media Dalam Layanan BK 1. Pengertian Media Seiring berjalannya waktu guru perlu kreatif mencari cara untuk menyampaikan materi kepada siswa dalam proses belajar agar apa yang disampaikan bisa diterima dan dipahami oleh siswa. Salah satu cara yang perlu diperhatikan guru dalam melakukan proses belajar adalah penggunaan media. Media ini tidak hanya di gunakan oleh guru mata pelajaran tetapi juga oleh guru BK khususnya dalam melakukan bimbingan klasikal. Menurut Hamdani (2011) Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Secara umum media itu

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Briggs menyatakan bahwa media adalah alat untuk memberikan rangsangan kepada peserta didik supaya terjadi proses belajar (dalam Sanjaya, 2012) Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah sesuatu hal berupa alat bahan atau orang yang dapat menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan bimbingan kepada siswa. Media layanan BK adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pembimbing kepada siswa yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat dan motivasi, sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik. 2. Jenis-Jenis Media dalam BK Menurut Rudy Brets dalam Sanjaya (2012) mengatakan bahwa ada tujuh pengelompokan media yaitu a. Media audio visual gerak seperti film suara, pita video, film TV b. Media audio visual diam seperti film rangkai suara c. Audio semi gerak seperti tulisan jauh bersuara d. Media visual bergerak seperti film bisu

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 e. Media visual diam seperti halaman cetak, foto, power point f. Media audio seperti radio telepon, pita radio g. Media cetak seperti buku atau modul 3. Fungsi Media dalam BK Menurut Fadhillah (2011) mengatakan bahwa media dalam BK memiliki beberapa fungsi: a. Memperjelas penyajian pesan atau informasi agar tidak verbalistis maksudnya bahwa dengan mengunakan media hal-hal yang bersifat abstrak bisa menjadi konkrit dan nyatasehingga harapannya bisa ditangkap oleh siswa. b. Mengatasi keterbatasan ruang maksudnya bahwa melalui media bisa menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa ke dalam kelas. c. Merubah perilaku dari yang tidak diinginkan menjadi sesuai yang diinginkan. Sebagai contoh ketika memberikan bimbingan dengan topik tentang penyalagunaan Narkoba guru menggunakan media audio visual seperti film pendek tentang orang yang kecanduan narkoba. Setelah menonton tayangan film tersebut siswa diharapkan bisa mengambil makna dari film dan bisa melihat perilaku-perilaku apa yang harus dihindari Karena bisa merugikan diri dan orang lain. d. Menyamakan presepsi antara pembimbing dengan individu yang dibimbing.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Ketika menanggapai suatu peristiwa masing-masing pribadi pasti memiliki presepsi yang berbeda, dengan menggunakan media diharapkan guru bisa menjelaskan dan menyamakan presepsinya dengan siswa. Sebagai contoh guru bisa menggunakan media audio visual seperti film pendek untuk menjelaskan tentang persahabatan yang sehat. 4. Manfaat Penggunaan Media BK Menurut Fadhillah (2011) mengatakan bahwa media dalam BK memiliki beberapa manfaat: a. Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi bimbingan, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. Dengan menggunakan media yang berfariasi membantu siswa untuk kreatif menciptakan sesuatu dan bisa mengambil makna dari apa yang telah di buat. Misalnya siswa diminta untuk menggambarkan diri mereka dalam bentuk apa saja dengan menggunakan lilin b. Guru BK akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan c. Tidak akan memunculkan kebosanan pada siswa Siswa berperan aktif untuk melakukan sesuatu sesuai dengan intruksi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan media yang telah disiapkan oleh guru.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 d. Dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realitas. Dengan menggunakan media hal-hal yang abstrak dan sulit di mengerti oleh siswa bisa menjadi konkrit dan jelas apabila menggunakan media yang tepat dalam menyampaikan bimbingan misalnya ketika guru ingin menjelaskan tentang aborsi, guru bisa menggunakan media film untuk bisa memperjelas bahan bimbingan serta menjadi nyata dan konkrit apa yang disampaikan. e. Dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. Realita yang dialami saat ini ketika guru menyampaikan materi dengan metode cerama tanpa menggunakan media apapun siswa menjadi jenuh bosan dan ngantuk tetapi ketika guru menggunakan media yang kreatif sesuai dengan tema siswa sungguh dilibatkan dan aktif untuk mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru f. Dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta didik untuk belajar. Motivasi belajar siswa bisa terjadi baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. Salah satu motivasi dari luar diri siswa adalah media bimbingan dimana guru perlu kreatif dalam menggunakan media agar siswa termotivasi untuk mengikuti bimbingan sehingga apa yang disampaikan bisa dipahami oleh siswa dan harapannya siswa bisa mengambil makna dari kegiatan tersebut

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 5. Kriteria Pemilihan Media Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media menurut Musfiqon (2011) adalah: a. Kesesuaian dengan Tujuan Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai karena maksud dari penggunaaan media adalah untuk mendukung proses penyampaian informasi dan mendukung agar pencapaian tujuan lebih efektif dan efisien. b. Ketepatgunaan Pemilihan media harus sesuai dengan kegunaanya karena kalau tidak sesuai dengan kegunaanya maka media yang digunakan tidak mampu untuk menyampaikan sesuatu secara maksimal atau tidak ada gunanya. c. Keadaan peserta didik Pemilihan media yang baik harus sesuai dengan keadaan peserta didik baik secara psikologis fisiologis maupun sosiologis karena pemilihan media yang tidak sesuai dengan keadan peserta didik tidak dapat membantu banay dalam memahami apa yang disampaikan oleh guru. d. Ketersediaan Pemilihan media juga harus disesuaikan dengan keadaan sekolah dimana media yang dibutukan disediakan oleh sekolah untuk guru

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 maupun untuk peserta didik, atau bisa jadi guru membuat atau menyediakan sendiri media sesuai dengan materi yang ingin dipelajari. 6. Prinsip Pemilihan Media Musfiqon (2011) mengatakan bahwa pemilihan media yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah mudah, dibutuhkan prinsip-prinsip tertentu agar pemilihan media bisah lebih tepat. Ada tiga prinsip dalam memilih media pembelajaran. a. Prinsip Efektifitas dan Efisien Dalam konsep pembelajaran efektifitas adalah keberhasilan pembelajaran yang diukur dari tingkat ketercapaian tujuan setelah pembelajaran selesai dilaksanakan. Jika semua tujuan pembelajaran telah tercapai maka pembelajaran disebut efektif. Sedangkan efisien adalah pencapaian tujuan pembelajaran dengan menggunakan biaya waktu dan sumber daya seminimal mungkin. b. Prinsip Relevansi Prinsip relevansi dibagi menjadi dua macam yaitu relevansi ke dalam dan relevansi keluar. Relevansi kedalam adalah pemilihan media pembelajaran yang mempertimbangkan kesesuaian antara tujuan, isi, strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Relevansi keluar adalah pemilihan media yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan masyarakat.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 c. Prinsip produktifitas Produktifitas dalam pembelajaran dapat dipahami sebagai pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal dengan menggunakan sumber daya yang ada , baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. F. Peran Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Bersosialisasi Peneliti memilih penggunaan metode role playing berbasis media audio visual sebagai upaya meningkatkan keterampialn bersosialisasi siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Selama ini guru BK dengan berbagai usaha telah menyiapkan metode dan media bimbingan yang inovatif namun dalam kenyataannya belum bisa melatih keterampilan bersosialisasi siswa karena berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan alat ungkap masalah, menyatakan siswi belum bisa bersosialisasi dengan baik. Hal ini ditandai dengan adanya perilaku siswa yang kurang mendengarkan dan menghormati siswa lain, adanya geng dalam kelas, kurang peduli dan kurang menghargai perbedaan. Untuk itulah perluh ada sebuah metode dan media yang dapat membuat keterampilan bersosialisasis siswa menjadi meningkat. Salah satu metode dan media yang dimungkinkan mampu meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa adalah metode role palying berbasis media audio visual. Peran dari metode role playing berbasis media audio visual adalah untuk

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 mengembangkan imajinasi, penghayatan dan keterampilan siswa untuk memahami bahan bimbingan melalui tokoh atau benda tertentu lewat indra penglihatan dan pendengaran, yang memiliki pesan moral tertentu yang bisa diambil makna untuk perkembangan siswa khususnya dalam bersosialisasi. Peneliti menggunakan metode role playing berbasis media audio visual dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Di dalam bab ini, diuraikan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan tentang metode penelitian terdiri dari 9 bagian, yaitu jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, waktu dan tempat penelitian, setting penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, teknik analisis data dan indikator keberhasilan A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Menurut Bogdan & Biklen dalam Kunandar (2012) penelitian tindakan adalah pengumpulan data yang sistematis yang dibuat untuk menghasilkan perubahan sosial. Penelitian tindakan ini terdiri dari 3 siklus. Model penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian yang dikembangkan oleh Kurt Levin (dalam Arikunto, 2012). B. Subjek Dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah 32 orang siswa kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dan yang menjadi objek penelitian dalam penelitian ini adalah penggunaan metode role playing berbasis media audio visual untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa. 53

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 C. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada bulan November 2013. Peneliti memilih SMA Stella Duce 2 Yogyakarta jalan Dr. Sutomo No. 27 sebagai tempat penelitian. Tabel 1 Matriks Waktu Penelitian No Kegiatan Bulan April-Agustus 1 Penyusunan Proposal 2 Persiapan Penelitian 3 Pelaksanaan Penelitian 4 Penyusunan Laporan 1 √ September Oktober 2 3 4 1 2 3 4 1 √ √ √ √ √ √ √ √ November Desember-Maret 2 3 4 1 2 3 4 1 2 √ √ √ √ 3 4 √ √ √ √ √ √ √ D. Setting Penelitian Seting penelitian bimbingan klasikal yang dilaksanakan di dalam kelas dan kelompok saat melakukan role playing. 1. Partisipan dalam Penelitian Seting yang digunakan oleh peneliti adalah setting kelas dan setting kelompok. Pada pelaksanaan penelitian ini, peneliti dibantu oleh mitra kolaboratif dan dua teman sebagai pengamat, yaitu:

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 a) Mitra Kolaboratif Nama : Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd Jabatan :Guru BK SMA Stella Duce 2 Yogyakarta b) Pengamat 1 Nama : Firminus Lengi NIM : 091114049 Status : Mahasiswa BK USD c) Pengamat 2 Nama : Yustina Dauk Bria NIM : 091114059 Status : Mahasiswa BK USD 2. Topik Bimbingan Peneliti melakukan upaya perbaikkan selama 3 siklus. Masing-masing siklus dengan alokasi waktu 1x45 menit. Adapun topik bimbingan pada siklus-siklus perbaikan adalah sebagai berikut: a. Siklus I Fokus Penelitian : Meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. Topik Bahasan : Persahabatan yang sehat Waktu : 15 November 2013

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tempat :Ruang Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Kelas/ Jumlah siswa : X E/ 32 siswa b. Siklus II Fokus Penelitian : Meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. Topik Bahasan : Membina kekompakkan dalam kelas Waktu : 22 November 2013 Tempat : Ruang Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Kelas/ Jumlah : X E/ 32 siswa c. Siklus III Fokus Penelitian : Meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. Topik Bahasan : Menghargai perbedaan orang lain Waktu : 29 November 2013 Tempat : Ruang Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Kelas/ Jumlah : X E/ 32 siswa 3. Pengorganisasian Kelas Pada pelaksanaan perbaikan penelitian ini kelas diatur sesuai dengan kebutuhan saat melakukan role playing dan menonton video singkat. Bagi

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 siswa yang sudah dipilih antara 5-6 orang membentuk kelompok dan akan melakukan role playing sesuai dengan skenario yang sudah disusun oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan siswa. E. Prosedur Penelitian Menurut model Kurt Levin (Arikunto, 2012) PTK mencakup empat langkah utama namun diawali dengan adanya identifikasi masalah. Keempat langkah utama tersebut, yaitu: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Model tersebut digambarkan sebagai berikut: Perencanaan (Plan) Refleksi SIKLUS 1 Pelaksanaan (Act) (Reflect) Pengamatan (Observe) Perencanaan (Plan) Refleksi (Reflect) SIKLUS II Pengamatan Pelaksanaan (Act) (Observe) Gambar 1. Bagan Penelitian Tindakan Model Kurt Levin ( dalam Arikunto, 2012).

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Bagan PTK di atas dapat diartikan bahwa setiap tahapan penelitian wajib dilakukan agar memperoleh hasil yang sesuai dengan kriteria keberhasilan PTK itu sendiri. Berdasarkan bagan PTK dapat diketahui bahwa kegiatan penelitian diawali dari tahap identifikasi masalah. Tahap identifikasi masalah dilakukan oleh peneliti dengan melakukan FGD melalui wawancara observasi dan peneyebaran angket alat ungkap masalah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk merumuskan akar masalah agar lebih mempermudah peneliti untuk membuat tahap perencanaan. Tahap perencanaan disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah. Tahap ini digunakan sebagai acuan pemberian tindakan bimbingan. Tahap tindakan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Pada tahap tindakan ini peneliti memberikan tindakan kepada siswa sesuai dengan pokok permasalahan yang akan diteliti. Pada pelaksanaan tahapan tindakan ini peneliti tetap melakukan observasi, wawancara dan membagikan angket untuk mengetahui hasil yang dicapai melalui tindakan yang diberikan. Pada tahapan ini peneliti akan melihat kesesuaian proses dengan pelaksanaan dan membuat refleksi setiap siklusnya. Tahap terakhir yang dilakukan adalah membuat refleksi setelah melakukan tindakan. Refleksi ini berisi renungan dari peneliti dan juga hasil yang diperoleh melalui observasi dan wawancara serta angket. Pada tahapan refleksi ini selain hasil penelitian dan renuangan dari peneliti juga berisi evaluasi proses. Jika pada tahap ini peneliti masih belum mencapai tujuan dari patokan yang telah dibuat maka peneliti akan melaksanakan siklus selanjutnya dengan melakukan perbaikan.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 F. Tahap Penelitian Penelitian ini, dilaksanakan dalam 3 siklus. Tahapan kerja dalam penelitian tindakan ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum melakukan penelitian tindakan peneliti terlebih dahulu melakukan FGD dan pre test. Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Melakukan FGD melalui wawancara dengan guru BK, observasi dan penyebaran angket alat ungkap masalah untuk mengetahui masalah yang terjadi pada kelas X E. Tujuan dilakukan FGD adalah untuk mengetahui masalah yang terjadi pada kelas X E. Hasil wawancara dengan guru BK adalah pertama siswa memilih-milih dalam berteman, kedua kurangnya penghargaan terhadap siswa lain dan ketiga adanya geng. Data hasil observasi adalah bahwa pertama siswa cenderung memilih-milih dalam berteman, kedua kurangnya penghargaan terhadap siswa lain, dan ketiga siswa cenderung membentuk geng. Selain wawancara dan observasi peneliti juga menyebarkan alat ungkap masalah dalam bentuk angket dan hasilnya adalah bahwa pertama siswa cenderung memilih-milih dalam berteman, kedua rendahnya penghormatan terhadap teman dan adanya geng. Pada tahap ini dari hasil wawancara dengan guru BK, hasil observasi dan hasil olah angket peneliti menyimpulkan bahwa terdapat masalah pribadi sosial khususnya keterampilan bersosialisasi siswa yaitu masalah

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 yang pertama adanya geng, kedua siswa memilih-milih dalam berteman dan ketiga siswa kurang menghargai orang lain. 2. Pra tindakan (pre-test) tujuannya adalah untuk mendapatkan data awal mengenai keterampilan siswa dalam bersosialisasi sebelum dilakukan tindakan. Pada tahap ini peneliti tidak menggunakan metode dan media yang akan digunakan pada tindakan yaitu metode role playing dan media audio visul . 3. Siklus I a. Perencanaan (Planing) Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: 1) Menyiapkan satuan pelayanan bimbingan (SPB) dengan topik “persahabatan yang sehat”. 2) Mempersiapkan lembar observasi dengan tujuan mengobservasi perilaku keterampilan bersosialisasi siswa yang digunakan pada saat proses bimbingan berlangsung. 3) Menyiapkan lembar evaluasi untuk mengevaluasi siklus I. 4) Mempersiapkan angket keterampilan bersosialisasi siswa b. Pelaksanaan tindakan (Action) Setelah dilakukan perencanaan secara memadai, selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan penerapan metode role playing berbasis media audio visual pada layanan bimbingan klasikal. Tindakan yang

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 dilakukan sifatnya fleksibel dan terbuka terhadap perubahanperubahan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. c. Observasi (observation) atau pengamatan Observasi dilakukan ketika peneliti melaksanakan tindakan. Peneliti juga sebagai observer melakukan pengamatan terhadap tindakan yang diterapkan peneliti. Peneliti mengamati respon siswa terhadap tindakan bimbingan. Observasi dilakukan oleh observer sesuai dengan pedoman observasi yang telah dibuat. d. Refleksi (reflection) Pada tahap ini peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasi. Kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru hasil dari pengamatan yang dilakukan, baik kekurangan maupun ketercapaian bimbingan dari siklus I, selain itu juga peneliti melakukan pengolahan angket dan hasil wawancara sebagai pertimbangan perencanaan bimbingan pada siklus II. 4. Siklus II a. Perencanaan (Planing) Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: 1) Menyiapkan satuan pelayanan bimbingan (SPB) dengan topik “membina kekompakan dalam kelas”.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 2) Mempersiapkan lembar observasi dengan tujuan mengobservasi perilaku keterampilan bersosialisasi siswa yang digunakan pada saat proses bimbingan berlangsung. 3) Menyiapkan lembar evaluasi untuk mengevaluasi siklus II. 4) Mempersiapkan angket keterampilan bersosialisasi siswa b. Pelaksanaan tindakan (Action) Setelah dilakukan perencanaan secara memadai, selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan penerapan metode role playing berbasis media audio visual pada layanan bimbingan klasikal. Tindakan yang dilakukan sifatnya fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. c. Observasi atau pengamatan (observation) Observasi dilakukan ketika peneliti melaksanakan tindakan. Peneliti juga sebagai observer melakukan pengamatan terhadap tindakan yang diterapkan peneliti. Peneliti mengamati respon siswa terhadap tindakan bimbingan. Observasi dilakukan oleh observer sesuai dengan pedoman observasi yang telah dibuat. d. Refleksi (reflection) Pada tahap ini peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasi. Kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru BK dari hasil pengamatan yang dilakukan, baik kekurangan maupun

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 ketercapaian bimbingan dari siklus II, selain itu juga peneliti melakukan pengolahan angket dan hasil wawancara sebagai pertimbangan perencanaan bimbingan pada siklus III. 5. Siklus III a. Perencanaan (Planing) Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut: 1) Menyiapkan satuan pelayanan bimbingan (SPB) dengan topik menghargai perbedaan orang lain 2) Mempersiapkan lembar observasi dengan tujuan mengobservasi perilaku keterampilan bersosialisasi siswa yang digunakan pada saat proses bimbingan berlangsung. 3) Menyiapkan lembar evaluasi untuk mengevaluasi siklus III. 4) Mempersiapkan angket keterampilan bersosialisasi siswa b. Pelaksanaan tindakan (Action) Setelah dilakukan perencanaan secara memadai, selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan penerapan metode role playing berbasis media audio visual pada layanan bimbingan klasikal. Tindakan yang dilakukan sifatnya fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan c. Observasi (observation) atau pengamatan Observasi dilakukan ketika peneliti melaksanakan tindakan. Peneliti juga sebagai observer melakukan pengamatan terhadap tindakan yang

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 diterapkan peneliti. Peneliti mengamati respon siswa terhadap tindakan bimbingan. Observasi dilakukan oleh observer sesuai dengan pedoman observasi yang telah dibuat d. Refleksi (reflection) Pada tahap ini peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasi. Kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru dari hasil pengamatan yang dilakukan, baik kekurangan maupun ketercapaian bimbingan dari siklus III, selain itu juga peneliti melakukan pengolahan angket dan hasil wawancara sebagai pertimbangan untuk membuat rekomendasi dan usulan. 6. Studi pustaka untuk mengetahui kajian teori sebagai dasar penelitian pemberian metode role playing berbasis media audio visual secara efektif G. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi Menurut Daryanto, (2011) menjelaskan observasi adalah pengamatan dan pencatatan suatu objek yang difokuskan pada perilaku tertentu. Observasi berfokus pada seseorang dan observasi juga merupakan pendekatan utama dalam penelitian kualitatif. Hal senada juga diungkapkan oleh Asy’ari (1983) observasi merupakan suatu pengamatan yang khusus dan yang ditujukan pada

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 satu atau beberapa fase masalah di dalam rangka penelitian, dengan maksud untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk pemecahan persoalan yang dihadapi. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa. Lembar observasi keaktifan siswa merupakan lembar yang berisi pedoman dalam melaksanakan pengamatan aktivitas siswa pada saat bimbingan di dalam kelas dan kelompok. Lembar observasi ini dibuat oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek keterampilan bersosialisasi siswa dan lembar observasi ini diisi oleh mitra kolaboratif selama pelaksanaan kegiatan. Setiap indikator diberikan nilai sesuai dengan pengamatan observer terhadap siswa. kisi-kisi panduan observasi keterampilan bersosialisasi siswa adalah sebagai berikut:

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 2 Kisi-Kisi Panduan Observasi Siswi Aspek Respons siswi saat bimbingan berlangsung Indikator a. Perilaku siswi yang menunjukan keterampilan bersosialisasi 1. 2. 3. 4. b. Perilaku siswi yang menunjukan tidak terampil dalam bersosialisasi 5. 1. 2. 3. 4. 5. Item Jumlah Siswi memperhatikan 5 Item materi yang disampaikan guru Siswi mendengarkan apa yang disampaikan guru dan siswa lain Siswi menghargai pendapat siswa lain. Siswi peduli terhadap kebutuhan orang lain Siswi mampu berempati Siswi ngobrol saat guru 5 Item dan siswi lain berbicara Siswi mengolok-olok siswi lain saat tampil melakukan role playing Siswi membuat keributan saat guru menjelaskan materi bimbingan Siswi acu tak acu saat guru meminta untuk menonton dan melakukan role playing Siswi membuat lelucon saat bimbingan berlangsung 2. Wawancara tidak terstruktur Wawancara adalah kegiatan tanya jawab lisan antara pewawancara dan narasumber. Wawancara sangat berguna karena peneliti memerlukan informasi yang sifatnya abstrak misalnya keterampilan berpikir siswa, pendapat dan perasaan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 siswa. Pedoman wawancara di gunakan sebagai panduan untuk melakukan tanya jawab agar wawancara yang dibuat terfokus dan tepat pada sasaran (Daryanto, 2011). Pedoman wawancara disusun untuk menanyakan dan megetahui hal-hal yang tidak dapat atau kurang jelas diamati pada saat observasi. Wawancara tidak stuktur digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa tentang penggunaan metode role playing berbasis media audio visual pada proses bimbingan.Wawancara ini dilakukan kepada siswa pada setiap akhir tindakan No 1 2 3 4 Tabel 3 Panduan Wawancara Tak Berstuktur Pertanyaan Apakah selama ini guru BK perna menggunakan metode role playing dan media audio visual dalam melakukan bimbingan? Bagaimana Perasaanmu ketika mengikuti bimbingan hari ini dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual? Apakah anda tertarik dengan metode role playing dan media audio visual yang dipakai saat bimbingan hari ini? Apakah anda bisa menangkap pesan yang disampaikan melalui metode role playing yang dibawakan oleh teman-teman? 3. Angket/ kuesioner Menurut Daryanto (2010) angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan daftar pertanyaan atau pernyataan yang di isi oleh responden. Angket ini digunakan untuk mendukung data melalui wawancara dan observasi. Angket ini diisi oleh siswa yang fungsinya untuk mengetahui keterampilan bersosialisasi siswa. Siswa mengisi angket ini pada pre-test (yaitu sebelum melakukan tindakan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual) dan post-test (setiap akhir pemberian layanan pada setiap

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 siklus I, II, dan III). Penyusunan angket ini berdasarkan pada aspek-aspek keterampilan bersosialisasi siswa. Tabel 4 Kisi-Kisi Kuesioner Keterampilan Bersosialisasi Siswa No 1 2 3 4 Aspek Kesadaran sosial Efektifitas dalam berkomunikasi Berkembang nya sikap empati Terampil berinteraksi Indikator 1.1Mendengar kan orang lain 1.2 Melakukan interaksi sosial dengan meniru orang lain 1.3 Peduli dengan kebutuhan orang lain 2.1 Menghargai orang lain 2.2 Membangun kerja sama 2.3 Rendah hati mengakui kelebihan dan kekurangan 3.1 Berempati 4.1 Terbuka pada orang lain 4.2 Memberikan dukungan Jumlah No Item Favorabel 1,3,9 Unfavorabel 5,8,10 Jumlah 6 4,7,11,17 2,6,12,15 8 13,16 14,20 4 18,22 19,32 4 21,30 24,25 4 23,26,31,34 27,29,33 7 28,42 39,40 4 36,41 38,42 4 37,44 35,45 4 23 22 Total 45

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 4. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu teknik untuk memperoleh gambaran visualisasi mengenai aktivitas siswa selama proses bimbingan berlangsung dengan menggunakan media kamera dan hasilnya berupa foto-foto. H. Instrumen Pengumpulan Data 1. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati perubahan-perubahan langsung menyangkut ada tidaknya indikasi perubahan perilaku keterampilan sosialisasi siswa dengan menggunakan metode role playing berbasis media audi, maka dalam penelitian ini digunakan lembar visual observasi yaitu lembar observasi perilaku dan aktivitas siswa selama pelaksanaan bimbingan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual, sehingga kegiatan tidak terlepas dari konteks permasalahan dan tujuan penelitian. 2. Angket Keterampilan Bersosialisasi Siswa Angket dalam penelitian ini berfungsi untuk mengukur keterampilan bersosialisasi siswa menggunakan metode role palying berbasis media audio visual. Melalui angket ini diharapkan peneliti mendapat gambaran secara objektif mengenai keterampilan bersosialisasi siswa kelas X E di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Angket ini disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 keterampilan bersosialisasi dengan alternative jawaban yaitu Selalu (S), Sering (Sr), Kadang-kadang (K), Tidak Pernah (TP). 3. Wawancara tidak berstruktur Wawancara dilakukan setiap berakhirnya kegiatan layanan bimbingan klasikal. Fungsi dari wawancara tak berstruktur ini adalah untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap metode dan media yang digunakan. 4. Dokumentasi Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto-foto selama proses bimbingan. Dokumentasi merupakan suatu teknik untuk memperoleh gambaran visualisasi mengenai aktivitas siswa selama proses bimbingan berlangsung. I. Teknis Analisis Data Bogdan dan Biklen dalam Usman (2008) menjelaskan bahwa analisis data merupakan suatu proses pencarian dan penyusunan data sistematis melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi yang tujuannya menambah pemahaman peneliti terhadap apa yang ditemukan. Moleong (2005) dalam Hidayat dan Badrujaman (2012) menyatakan bahwa analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga data ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja yang disarankan oleh data. Berikut rincian teknis analisis data dalam penelitian ini

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 1. Analisis angket keterampilan sosial siswa Kuesioner tentang keterampilan bersosialisasi siswa awalnya berjumlah 45 butir. Penskoran kuesioner untuk butir positif adalah Selalu = 4; Sering = 3; kadang-kadang = 2; tidak pernah = 1. Sedangkan untuk butir negatif penskorannya adalah Selalu= 1; Sering = 2; kadang-kadang = 3; dan tidak pernah = 4. Pengkategorian subjek dan butir item berdasarkan pada kriteria kategori (Aswar, 2008) dengan tiga kategori rendah, sedang, tinggi. Tabel 5 Norma Penggolongan Kategorisasi Keterampilan Bersosialisasi Siswa No Formula Kriteria Kategori 1. X < [µ-1,0. σ ] Rendah 2. [µ-1,0. σ ] < X < [µ+1,0. σ ] Sedang 3. [µ+1,0. σ ] < X Tinggi Keterangan : X maksimum teoritik : Rata-rata Skor total tertinggi X minimum teoritik : Rata-rata skor total terendah Σ : Standar deviasi,yaitu luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran µ : Mean teoritik, yaitu rata-rata teoritis dari skor maxsimum

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Kategori tersebut menjadi patokan dalam menentukan tinggi rendahnya keterampilan bersosialisasi siswa. Kategorisasi Subjek penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah Item 32) sebagai berikut: X maxsimum teoritik : 32 x 4 = 128 X minimum teoritik : 32 x 1 = 32 Luas Jarak : X max-Xmin (128-32 = 96) Standar deviasi (σ) : Luas Jarak/6 (96:6 =16) Mean Teoritis (µ) : X max + Xmin /2 (128+32)/2 = 160/2 =80 Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut Tabel 6 Kategori Skor Subjek dan Item No Formula Kriteria Rerata Skor Kategori 1. X < [µ-1,0. σ ] X < 64 Rendah 2. [µ-1,0. σ ] < X < [µ+1,0. σ ] 64 < x < 96 Sedang 3. [µ+1,0. σ ] < X 96 < X Tinggi Kategorisasi ini digunakan sebagai acuan atau norma dalam mengelompokan skor Subjek dan skor item dalam kategorisasi atau koesioner keterampilan bersosialisasi siswa karena jumlah subjek dan jumlah item sama yaitu 32.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 2. Analisis Data Observasi Data hasil observasi dianalisis dengan mendeskripsikan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan klasikal yaitu menggunakan lembar observasi keterampilan bersosialisasi siswa. Penilaian dapat dilihat dari skor pada lembar observasi yang digunakan. Persentase perolehan skor lembar observasi dikualifikasi untuk menentukan seberapa besar keterampilan bersosialisasi siswa dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. Setiap siklus persentase diperoleh dari rata-rata persentase keterampilan bersosialisasi siswa pada tiap pertemuan bimbingan. Berdasarkan pedoman penskoran yang telah dibuat, maka dalam menghitung persentase skor hasil observasi digunakan cara sebagai berikut: r q= x 100% t q = persentase skor hasil observasi keterampilan bersosialisasi siswa r = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh t = skor maksimal Tabel 7 Kriteria Kategori Hasil Persentase Skor Observasi Terhadap Keterampilan Bersosialisasi Siswa (Riduwan, 2007) Persentase Yang Diperoleh 70% ≤ 𝑞 < 100% 55% ≤ 𝑞 < 70% 0% ≤ 𝑞 < 55% Keterangan Tinggi Sedang Rendah

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 3. Analisis data hasil wawancara Setelah melakukan wawancara peneliti melakukan analisas data dengan cara mendiskripsikan atau merangkum hasil wawancara tersebut berdasarkan pedoman wawancara yang digunakan. 4. Analisis data dokumentasi Data dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini berfungsi untuk memperkuat data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan angket. Dokumentasi dilakukan untuk melihat catatan-catatan atau arsip-arsip yang dilakukan dalam penelitian. Data hasil dokumentasi dianalisis dengan mendiskripsikan sesuai gambar atau foto-foto yang diambil. 5. Uji Validitas Validitas berasal dari kata validity yang artinya sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2008). Kusuma Wijaya & Dedi Dwitagama (2010) menjelaskan bahwa validitas adalah derajat yang menunjukan sejauh mana hasil tersebut berguna, sebagai petunjuk bagi guru tertentu dalam memberi informasi dan argumentasi tentang meningkatkan praktek pendidikan di masyarakat provesional yang lebih luas. Suatu alat ukur yang valid, tidak sekedar mampu mengungkapkan data dengan tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut (Azwar, 2008)

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 a. Validitas Konstrak Sugiyono (2011) menjelaskan untuk menguji validitas konstrak dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment experts). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji oleh ahli yaitu guru BK Sr. Renata CB S.Pd. Hasil yang diperoleh melalui uji ahli tersebut yaitu perlu dilakukan perbaikan pada butir-butir kuesioner agar setiap butir kuesioner menjadi kalimat yang efektif sehingga mudah dipahami dan butir kuesioner secara logis sesuai dengan kisi-kisi kuesioner. b. Validitas Empirik Setelah melakukan uji validitas konstrak maka tahap selajutnya adalah melakukan uji coba kuesioner (uji empirik). Menurut Purwanto (2007) teknik uji yang digunakan menggunakan rumus korelasi product-moment sebagai berikut: rXY = N  XY   X  Y  N  X 2    X  N  Y 2   Y  2 2  Keterangan : rXY = korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir n = jumlah subyek X = skor butir atau aspek Y = skor skala XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Menurut Sugiyono (2011) bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas maka faktor tersebut merupakan konstrak yang kuat. Jadi berdasarkan analisis faktor itu dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik. Namun apabila kurang daripada 0,3 biasanya dianggap sebagai tidak memuaskan (Azwar, 2008). Jadi dapat dikatakan bahwa jika item kurang dari 0,3 maka tidak valid sehingga harus diperbaiki atau dibuang. Pelaksanaan uji coba terhadap kuesioner dilakukan pada tanggal 06 November 2013. Hasil uji coba kemudian dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product-moment dengan jumlah subjek (n) sebanyak 32 siswa dan jumlah item 45. Perhitungan validitas dilakukan dengan menggunakan release SPSS 21.0. Berdasarkan penghitungan melalui release SPSS 21 didapatkan 13 item yang tidak valid. Item yang tidak valid kemudian dibuang sehingga tersisa 32 item yang siap digunakan pada penelitian tindakan siklus I, II dan III. Hasil uji validitas pada SPSS selengkapnya terdapat pada lampiran. 6. Reliabilitas Azwar (2008) menjelaskan reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek-aspek yang diukur dalam diri subjek belum berubah. Hal serupa juga diungkapkan oleh Masidjo (1995 ) yang

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 mengatakan bahwa reliabilitas suatu alat ukur adalah taraf sampai di mana suatu alat ukur mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran. Pada skala psikologis ini digunakan SPSS untuk menguji reliabilitasnya. Tinggi rendahnya reliabilitas secara empirik ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas. Reliabilitas tinggi jika mencapai angka 1.00, sedangkan reliabilitas dianggap memuaskan jika mencapai angka ≥0,70. Dalam SPSS bisa dilihat pada Croncbach’s Alpha. J. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan pencapaian peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual dalam penelitian ini ditetapkan sebagai berikut : 1. Adanya peningkatan ketrampilan bersosialisasi siswa setelah diterapkan metode role playing berbasis media audio visual yang ditunjukkan dengan kenaikan persentase keterampilan bersosialisasi siswa dari siklus I ke siklus II dan III. Tabel 8 Rentang Skor Penilaian Setiap Siklus Terhadap Keterampilan Bersosialisasi Siswa Menggunkana Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual Rentang Skor 0-64 64-96 96-128 Keterangan Rendah Sedang Tinggi

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2. Rata-rata kelas berdasarkan observasi siswa ditunjukkan dengan kenaikan persentase dari siklus I ke siklus II dan III.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini peneliti memaparkan secara berurutan mengenai hasil penelitian, pembahasan, dan keterbatasan penelitian. Hasil penelitian terdiri dari hasil pratindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. A. Hasil Penelitian Hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling dipaparkan menjadi empat bagian yaitu bagian pra-tindakan, siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil data penelitian ini akan dijadikan bahan untuk diuraikan dalam pembahasan. 1. Pra Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling 1) Gambaran keterampilan bersosialisasi siswi SMA Stella Duce 2 Yogyakarta sebelum diberi tindakan. Gambaran keterampilan bersosialisasi siswi SMA Stella Duce 2 Yogyakarta sebelum diberi tindakan diuraikan sebagai berikut dari hasil FGD melalui wawancara dengan guru BK, observasi dan angket alat ungkap masalah menunjukan bahwa adanya masalah keterampilan bersosialisasi yaitu siswa cenderung memilih-milih dalam berteman, adanya geng dan kurangnya penghargaan terhadap orang lain. Pada saat pra-tindakan, peneliti mempersiapakan lembar observasi dan angket keterampilan bersosialisasi untuk mengetahui kondisi kelas sebelum diberi tindakan. Peneliti mengumpulkan data awal (pre-test) pada 79

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 hari Jumat tanggal 8 November 2013. Subjek yang diteliti adalah siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Jumlah siswa yang hadir pada saat itu sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung kepada guru BK oleh peneliti dan rekan observer, berpedoman pada panduan yang sudah disiapkan dan pengisian kuesioner tentang keterampilan bersosialisasi oleh siswa dengan berpedoman pada panduan yang sudah disiapkan peneliti. Topik yang diberikan oleh guru BK pada saat pra tindakan (pre-test) yaitu “Mengenal perasaan”. Metode yang digunakan oleh guru BK adalah ceramah dan tanya jawab. Media yang digunakan adalah video singkat dengan judul “Way Home”. Setelah menonton video siswa diajak untuk mengambil makna dari video singkat dan coba merasakan perasaan yang dialami oleh setiap tokoh dalam video singkat ada dua orang siswa yang diminta untuk sharing perasaannya. Setelah itu guru BK menyimpulkan seluruh kegiatan bimbingan dan meminta siswa untuk refleksi. Setelah materi selesai diberikan, peneliti membagikan angket tentang keterampilan bersosialisasi siswa. Tujuan pengisian angket ini adalah untuk mengetahui keterampilan siswa dalam bersosialisasi. Aspek-aspek keterampilan bersosialisasi dimiliki remaja yang diukur dalam angket ini adalah yang pertama aspek kesadaran sosial dengan indikatornya adalah mendengarkan orang lain, melakukan interaksi sosial dengan meniru orang lain, peduli dengan kebutuhan orang lain, menghargai dan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 menghormati orang lain. Aspek yang kedua adalah efektifitas dalam berkomunikasi dengan indikatornya adalah membangun kerjasama dan rendah hati mengakui kelebihan dan kekurangan. Aspek yang ketiga adalah berkembangnya sikap empati dengan indikatornya adalah berempati dan aspek yang keempat adalah terampil berinteraksi dengan indikatornya adalah terbuka kepada orang lain, dan memberikan dukungan. 1) Data Hasil Observasi Pada pertemuan pra-tindakan, observasi dilakukan oleh peneliti sendiri dan rekan observer dengan menggunakan panduan observasi yang sudah dibuat. Berdasarkan pengamatan, pada pra-tindakan ditemukan bahwa siswa kurang memperhatikan apa yang disampaikan guru, kurang mendengarkan guru dan siswa lain, kurang tanggap dan peduli terhadap orang lain, dan siswa sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Berikut ini tabel hasil observasi keterampilan bersosialisasi siswa. Tabel 9 Analisis Hasil Observasi keterampilan bersosialisasi Siswi PraTindakan Presentase Rata-Rata Aktivitas Kategori Siswa 50 % Rendah

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 2) Data Hasil Wawancara Pra-Tindakan Wawancara dilakukan dengan menggunakan wawancara tidak terstruktur. Wawancara pada pra-tindakan ini dilakukan kepada 2 orang siswa. Hasil wawancara siswa mengatakan bahwa selama ini guru BK belum perah memakai metode role playing dalam memberikan bimbingan, sedangkan untuk media audio visual seperti video singkat sering digunakan. Siswa merasa bosan ketika guru menyampaikan materi menggunakan metode cerama, harapan siswa agar guru bisa kreatif menggunakan metode dan media agar apa yang disampaikan mudah dimengerti. Siswi juga mengatakan bahwa guru BK perlu memberikan tindakan bimbingan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual seperti yang diusulkan peneliti. 3) Data Hasil Angket Pra-Tindakan Angket diberikan pada akhir pelaksanaan Pra-Tindakan untuk mengetahui tingkat keterampilan bersosialisasi siswi. Berdasarkan angket tersebut diperoleh hasil bahwa keterampilan bersosialisasi siswa masih rendah. Berikut ini disajikan tabel analisis hasil angket keterampilan bersosialisasi siswa.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 No 1. 2. 3. Tabel 10 Penggolongan Keterampilan Bersosialisasi Siswi Pada Saat Penelitian Pra Tindakan Dalam Tiga (3) Kategori Rentang Kategori No Subjek Jumlah Persentase Skor Subjek 0-64 Rendah 7 1 1/32 x 100= 3,12% 64-96 Sedang 2,3,5,6,10,11,14,16, 15 15/32 x 100= 17,19,20,21,24,25,2 46,87 % 6 96-128 Tinggi 1,4,8,9,12,13,15,18, 16 16/32 x 100= 22,23,27,28,29,30,3 50 % 1,32 Jumlah 32 100% PRE TEST 20 15 50% 10 46,87% 5 3,12% PRE TEST 0 1 Rendah (0-64) 2 Sedang (64-96) 3 Tinggi (96-128) Grafik 1 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (Pra Tindakan)

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Berdasarkan dari perhitungan rata-rata skor tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa pada pra tindakan sebagian besar termasuk pada kategori rendah dan sedang. Sesuai dengan hasil FGD melalui wawancara dengan guru BK, observasi dan angket alat ungkap masalah menunjukan bahwa adanya masalah keterampilan bersosialisasi yaitu siswa cenderung memilih-milih dalam berteman, adanya geng dan kurangnya penghargaan terhadap orang lain. Data ini diperkuat lagi dengan hasil observasi, wawancara, dan olah angket pada pra tindakan yang menunjukan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa masih dalam kategori rendah dan sedang maka peneliti tergerak untuk melakukan tindakan yang dibagi dalam tiga bagian yaitu siklus I, II dan III. 2. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus I Siklus I dilaksanakan dalam 1 x pertemuan, dengan alokasi waktu 1 x 45 menit. Pada siklus I, tindakan yang dilakukan sebagai berikut : a. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan siklus I, peneliti terlebih dahulu menyusun program rencana kegiatan yang didalamnya mencakup Satuan Pelayanan Bimbingan (SPB), lembar observasi, dan angket keterampilan bersosialisasi siswa. Lembar observasi, angket dan wawancara tak berstruktur merupakan acuan untuk melakukan refleksi dan evaluasi

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 setelah proses tindakan berlangsung dengan tujuan untuk melakukan perbaikan pada siklus yang berikutnya Topik yang diberikan dalam bimbingan adalah persahabatan yang sehat. Topik ini diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa yang diungkap melalui FGD dan hasil evaluasi serta refleksi ola data pre-test. FGD dilakukan melalui tiga tahap yaitu melalui wawancara dengan guru BK, observasi dan penyebaran alat ungkap masalah. Setelah melakukan wawancara dengan guru BK, observasi dan pengolahan data dari alat ungkap masalah siswa, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada masalah pribadi sosial yang sama dari hasil wawancara, observasi dan olah data yaitu yang pertama siswa cenderung memilih-milih dalam berteman, kedua kurangnya penghargaan siswa terhadap orang lain dan yang ketiga adanya geng. Pada siklus I ini peneliti memilih topik persahabatan yang sehat karena ada kaitannya dengan masalah keterampilan bersosialisasi siswa dimana dari hasil FGD siswa cenderung memilih-milih dalam berteman. Tujuannya adalah agar siswa mampu membina persahabatan dengan semua orang secara sehat dengan tidak memilih-milih dalam bersahabat. Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi bimbingan pada siklus I ini adalah metode role playing alasannya adalah untuk melatih keterampilan bersosialsisasi siswa khususnya dalam membina persahabatan. Media yang dipakai dalam siklus I ini adalah media audio

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 visual, dengan memakai video singkat yang berjudul “Cheng-Cheng Po”. Tujuannya adalah untuk melatih keterampilan bersosialisasi siswa. Video singkat ini dipilih kerena sesuai dengan topik bimbingan yaitu tentang persahabatan yang sehat dimana didalamnya mengisahkan tentang persahabatan yang sehat antara Markus, Tyara, dan Han yang memiliki sikap peduli terhadap kebutuhan orang lain, mendengarkan, bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan. Melalui metode role playing dan media audio visual pada siklus I ini, siswa dilatih untuk terampil dalam bersosialisasi yaitu dengan bersahabat secara sehat. Ali (2005) menggemukakan bahwa salah satu karakteristik keterampilan bersosialisasi pada remaja adalah adanya dorongan yang kuat akan pentingnya pergaulan. Siswa dilatih untuk terampil bersosialisasi yaitu melalui persahabatan. Ciri-ciri persahabatan yang sehat adalah peduli dengan kebutuhan orang lain, kerelaan membantu, bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan, dan mendengarkan seperti yang terkandung dalam video singkat tersebut. Pada siklus I ini peneliti bertindak sebagai guru dalam kelas menyiapkan skenario role playing, media audio visual serta hal lain yang dibutuhkan dalam proses bimbingan seperti pedoman observasi perilaku siswa yang akan diisi oleh dua orang observer dan guru BK. Pedoman observasi ini digunakan pada saat bimbingan berlangsung. Peneliti juga menyiapkan angket keterampilan bersosialisasi siswa yang akan diisi oleh

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 siswa pada akhir bimbingan, sedangkan wawancara tidak berstuktur dilakukan oleh peneliti setelah selesai bimbingan.Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa tertarik dengan metode dan media yang digunakan, serta sejauh mana siswa bisa menangkap makna atau pesan yang disampaikan melalui metode dan media yang digunakan dalam bimbingan. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan SPB dan metode role playing serta media audio visual yang telah disiapkan. Selama bimbingan berlangsung peneliti dibantu oleh 2 mitra kolaboratif peneliti dalam melakukan pengamatan yaitu Firminus Lengi dan Yustina Bria (Mahasiswa BK). Materi yang dibahas dalam pelaksanaan tindakan siklus I adalah persahabatan yang sehat. Peneliti melaksanakan tindakan penelitian Bimbingan dan Konseling siklus I pada hari Jumat, tanggal 15 November 2013 pukul 11.00-11.45 WIB di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Kelas yang menjadi sasaran peneliti melakukan tindakan adalah kelas X E, dengan jumlah siswa 32 orang. Pada saat peneliti melakukan bimbingan semua siswa hadir berjumlah 32 orang. Adapun kegiatan bimbingan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 1) Kegiatan Awal Ketika awal peneliti memasuki ruang kelas X E, kondisi kelas sangat ribut karena siswa baru selesai pelajaran Matematika. Peneliti langsung menuju ke depan kelas sedangkan mitra kolaboratif berada di belakang kelas. Pada kegiatan awal peneliti membuka kegiatan dengan salam pembuka. Peneliti menginformasikan kepada siswa bahwa bimbingan pada hari ini menggunakan metode role playing dan media audio visual. Setelah memberikan salam, peneliti menyampaikan tema bimbingan yaitu tentang persahabatan yang sehat. Mendengar tema yang disampaikan oleh peneliti semua siswa kelihatan senang dan ada seorang siswa yang langsung bertanya tentang arti persahabatan. Peneliti menanggapi dengan bertanya apakah anda semua memiliki sahabat, semua menjawab “Ya”. Melihat reaksi siswa yang begitu antusias, peneliti menjelaskan arti persahabatan yang sehat, dan setelah menjelaskan peneliti bertanya tentang ciriciri persahabatan yang sehat, ada 2 orang siswa yang menjawab saling menolong dan saling menghargai, ada tiga siswa yang sibuk ngobrol dengan teman, sedangkan siswa yang lain memperhatikan apa yang disampaikan peneliti, setelah itu peneliti mengajak siswa untuk mendalami arti persahabatan yang sehat dengan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 menyaksikan video singkat tengan judul “Cheng-Cheng Po”. Peneliti memilih video singkat dengan judul “Cheng-Cheng Po” alasannya karena dalam video singkat ini mengisahkan tentang persahabatan yang sehat antara Markus, Tyara dan Tohir yang mampu mendengarkan, peduli antara satu dengan yang lain, bersahabat tanpa membedakan suku, agama dan lain sebagainya. 2) Kegiatan Inti Pada siklus I ini, peneliti memberikan materi mengenai persahabatan yang sehat dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual. Sebelum melakukan tindakan, peneliti menyiapkan skenario yang akan digunakan untuk role playing dan media audio visual dalam bentuk video singkat. Selanjutnya, peneliti menyajikan video singkat dan mengajak siswa untuk ikut mengambil makna dari video singkat tersebut. Video singkat ini mengisahkan tentang persahabatan yang sehat antara Markus, Tyara, dan Han. Han adalah seorang siswa yang memiliki ekonomi yang lemah, sehingga tidak mampu membayar uang SPP. Sebagai seorang sahabat Markus dan Tyara mencari jalan keluar untuk bisa membantu sahabat mereka dengan mengamen menggunakan barongsai. Kisah yang terdapat dalam video singkat ini bertujuan untuk melatih keterampilan bersosialisasi siswa yaitu supaya siswa bisa peduli terhadap

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 kebutuhan orang lain, berempati, rela menolong sesama, dan mendengarkan orang lain. Perilaku diatas merupakan beberapa aspek yang perlu dimiliki oleh seorang siswa untuk terampil dalam bersosialisasi, Thalib (2010). Pada saat menonton video singkat suasana kelas menjadi hening, tetapi ada 3 orang siswa yang reaksi ketika mendengar nama dari pemeran seperti “Markus” mereka mengulang kembali nama tersebut kepada teman disebelahnya sambil mengolok. Saat menonton kesempatan bagi peneliti untuk melihat siswa yang akan dipilih untuk role playing. Setelah selesai menonton peneliti bertanya mengenai perasaan dan makna dari video singkat kepada siswa yang akan dipilih. Peneliti mengatakan sebelum menjawab pertanyaan, siswa dimohon menyebutkan nomor presensi terlebih dahulu fungsinya untuk memilih siswa yang sesuai dengan kriteria yang sudah dibuat oleh peneliti. Pertanyaan yang diajukan peneliti adalah bagaimana pendapat siswa setelah menyaksikan video singkat? Perasaan apa yang muncul ketika menonton video singkat dan apa makna dari video singkat bagi siswa? Apa yang ingin anda lakukan setelah mengikuti kegiatan ini? Ada tiga orang siswa yang mengungkapkan pendapat mereka bahwa pertama kepedulian itu sangat penting dalam kehidupan bersama, kedua kreatif mencari

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 solusi untuk bisa membantu orang lain, ketiga bisa memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Salah satu siswa juga mengungkapkan perasaannya bahwa setelah menyaksikan video singkat siswa tersebut merasa terharu dan makna yang diambil adalah bahwa sebagai seorang sahabat perlu peduli, mampu memahami orang lain dan menolong teman yang mengalami kesulitan. Seorang siswa mengatakan bahwa setiap hari menyisikan uang saku untuk membantu teman yang kurang mampu dalam hal ekonomi. Video singkat yang disajikan mengajak siswa untuk berempati dan peduli terhadap Han yang tidak memiliki uang untuk membayar SPP, sehingga setelah menyaksikan video tersebut perasaan yang muncul dari siswa yang ditanya oleh peneliti adalah terharu yang menandakan bahwa siswa tersebut turut berempati dan peduli terhadap kebutuhan sesama. Ini merupakan contoh perilaku siswa yang terampil dalam bersosialisasi seperti berempati dan peduli terhadap kebutuhan sesama. Setelah selesai tanya jawab siswa yang sudah ditandai nomor presensi oleh peneliti, dipilih peneliti untuk memainkan peran sesuai dengan kriteri yang sudah ditentukan yaitu yang berperan sebagai Nia dan Desi orangnya ceria, yang berperan sebagai Mira orangnya diam tidak banyak omong, yang berperan

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 sebagai Laras orangnya suka komentar, yang berperan sebagai wali kelas suka menyuruh temannya, dan yang berperan sebagai ayah orangnya suka komentar. Peneliti menjelaskan skenario role playing yang akan dimainkan oleh siswa, serta membagikan teks panduan skenario kepada siswa yang sudah dipilih. Setelah itu siswa memainkan peran sesuai dengan sekenario. Siswa yang lain diajak untuk memperhatikan peran yang dimainkan oleh temannya. Suasana menjadi sedikit ribut karena ada tiga orang siswa yang suka komentar dan tertawa apa yang diperankan oleh temannya. Peneliti mengatakan kalau ada yang komentar, dia akan diminta untuk menggantikan temannya. Mendengar apa yang dikatakan oleh peneliti siswa tersebut kembali diam dan memperhatikan. Tujuan dari metode role playing pada siklus 1 ini adalah melatih keterampilan bersosialisasi siswa yaitu supaya siswa mampu membina persahabatan dengan peduli terhadap kebutuhan orang lain, berempati, rela menolong sesama, dan mendengarkan orang lain. Kondisi siswa ketika mempraktekan role playing, siswa bisa memperhatikan dan mendengarkan peneliti dan teman kelompok yang melakukan role playing, peduli dengan sesama, berempati dan menolong sesama, sedangkan siswa yang tidak melakukan

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 role palying, ada sebagian siswa memperhatikan dan mendengarkan apa yang diperankan oleh temannya, ada tiga orang siswa yang suka mengolok-olok temannya, 5 orang siswa sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Selesai role playing peneliti mengajak siswa untuk melakukan refleksi terhadap kegiatan bimbingan yang sudah dilakukan. 3) Penutup Peneliti membuat kesimpulan mengenai keterampilan bersosialisasi khususnya dalam membina persahabatan yang sehat, selanjutnya memilih siswa yang akan role playing pada siklus II sebanyak 6 orang. Sebelum mengakhiri tindakan dalam siklus I, peneliti memberikan angket. Setelah semua angket diisi oleh siswa peneliti memintanya kembali. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan mengamati sejauh mana terjadi peningkatan keterampilan besosialsisasi . Setelah bimbingan klasikal selesai, peneliti mengajak observer sebagai mitra kolaboratif untuk memberikan masukan dan melakukan refleksi mengenai tindakan di siklus I. Peneliti juga meminta hasil lembar observasi yang dilakukan oleh observer pada siklus I supaya data dapat segera diolah secepatnya oleh peneliti.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 c. Data Hasil Pengamatan, Angket dan wawancara Siklus I 1) Data hasil Pengamatan Hal-hal yang diamati dalam pelaksanaan tindakan siklus I sesuai dengan aspek keterampilan bersosialisai remaja adalah menyangkut perhatian siswa, kemampuan siswa mendengarkan orang lain, kepedulian siswa, kemampuan untuk berempati, kerjasama siswa dalam kelompok, sikap saling menolong dan keterbukaan siswa menerima pendapat orang lain. Pengamatan ini dilakukan selama proses bimbingan berlangsung dengan tujuannya untuk menggetahui keterampilan bersosialisasi siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dari peneliti dan mitra kolaborasi berikut ini terdapat tabel analisis hasil observasi bimbingan. Tabel 11 Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Siklus I Presentase Rata-Rata Aktivitas Siswa 63,3 % Kategori Sedang 2) Data hasil wawancara siklus I Wawancara siklus I dilakukan kepada siswa. Peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur kepada 2 orang siswa. Hasil data wawancara menunjukkan bahwa:

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 (1) Siswa merasa senang menggunakan metode role playing dan media audio visual karena untuk metode role playing baru pertama kali dilakukan dan mengenai media audio sering digunakan tetapi selama satu jam pelajaran menonton, sehingga membuat bosan. (2) Siswa bisa lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan melalui metode role playing dan video singkat (3) Siswa tertarik dengan metode role palying dan media audio visual yang digunakan oleh peneliti. (4) Siswa merasa bahwa melalui kegiatan ini mereka dilatih untuk terampil dalam bersosialisasi misalnya bersahabat dengan siapa saja tanpa membedakan, mendengarkan orang lain, peduli dan belajar untuk berempati. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa bisa dilatih dengan menggunakan metode dan media yang berfariasi salah satunya adalah metode role playing berbasis media audio visual. 3) Data hasil angket Data skor item pada siklus I ini dijadikan perbandingan skor dengan pratindakan. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui adanya peningkatan atau penurunan motivasi siswa mengikuti layanan bimbingan klasikal. Data skor item siklus I menunjukkan bahwa item berada dalam kategori

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 rendah, 0% item berada dalam kategori sedang 12,5% dan item berada dalam kategori tinggi 87,5%. Angka tersebut menunjukkan peningkatan skor item yang baik. Peningkatan skor item menurut kategori mengalami peningkatan yang baik namun masih ada beberapa item yang tidak mengalami perubahan skor. Bahkan ada item yang mengalami penurunan. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel dan grafik perbandingan hasil pra-tindakan dan hasil siklus I dapat digambarkan dibawah ini Tabel 12 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I Rentang Skor Kategori 0-64 64-96 Rendah Sedang 96-128 Tinggi Jumlah No Subjek PraTindakan 7 2,3,5,6,10,1 1,14,16,17,1 9,20,21,24,2 5,26 1,4,8,9,12,1 3,15,18,22,2 3,27,28,29,3 0,31,32 PraTindakan F % F % 2,3 1 15 3,12% 46,87 % 0 2 0% 6,25% 1,4,5,6,7,8,9 ,10,11,12,13 ,14,15,16,17 ,18,19,20,21 ,22,23,24,25 ,26,27,28,29 ,30,31,32 16 50 % 30 93,75% 32 100% 32 100% Siklus I Siklus 1

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 35 30 25 20 Pra tindakan 15 Silklus 1 10 5 0 1 2 Rendah (0-64) Sedang (64-96) 3 Tinggi (96-128) Grafik 2 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I Berikut disajikan data hasil analisis item instrumen keterampilan bersosialisasi siswa kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta pra-tindakan dan siklus I

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tabel 13 Hasil Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I No. Item Skor Item Pra-tindakan Siklus 1 1 103 101 2 112 122 3 91 84 4 103 116 5 96 108 6 97 118 7 102 121 8 100 113 9 106 128 10 89 91 11 99 120 12 91 85 13 94 104 14 95 122 15 91 108 16 97 116 17 87 99 18 89 111 19 87 89 20 101 116 21 97 100 22 96 97 23 83 111 24 91 103 25 92 108 26 82 102 27 97 115 28 101 106 29 94 104 30 89 106 31 85 112 32 99 117

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 140 120 100 80 pra tindakan siklus1 60 40 20 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 Grafik 3 Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I Grafik di atas menunjukkan adanya kenaikan skor pada item dalam angket keterampilan bersosialisasi siswa, pada item nomor 2, 4,5,6,7,8,9,10,11,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32, sedangkan nomor item yang mengalami penurunan yaitu nomor 1,3,12 ini disebabkan karena siswa masih kurang memahami apa yang disampaikan peneliti pada saat bimbingan dan kurang berkonsentrasi saat bimbingan. Perbandingan skor ini akan dijadikan sebagai bahan refleksi peneliti pada penelitian tindakan bimbingan dan konseling siklus II.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 d. Refleksi Setelah dilaksanakan tindakan Bimbingan dan Konseling pada siklus I dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual selanjutnya dilaksanakan refleksi terhadap bimbingan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil pengamatan dari peneliti dan mitra kolaborasi keterampilan bersosialisasi siswa berada pada kategori sedang dengan presentasi 63,3 %. Hasil perhitungan rata-rata skor subjek dapat disimpulkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa pada penelitian tindakan siklus I sebagian besar termasuk pada kategori tinggi yaitu 96128 dengan jumlah 30 siswa, dan mencapai 93,75%, sesuai dengan kategori yang dirumuskan oleh Azwar (2008). Berdasarkan hasil wawancara dengan 2 orang siswa, siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa senang dengan metode dan media yang digunakan karena lebih cepat menangkap makna yang disampaikan. Siswa juga mengatakan bahwa metode role playing yang digunakan dalam bimbingan sangat menarik karena metode ini belum digunakan oleh guru BK dalam memberikan bimbingan dan mengenai media audio sering digunakan tetapi selama satu jam pelajaran menonton, sehingga membuat siswa menjadi bosan. Pada siklus I ada hambatan-hambatan yang dialami yaitu 3 orang siswa ramai dengan mengolok teman-teman yang ada di kelas, dan LCD sulit dihidupkan sehingga menyita waktu bimbingan kurang lebih 5 menit. Adapun kekurangan dari peneliti yaitu kurang tegas

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 dan kurang memanajemen waktu dengan baik sehingga tidak ada kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi teman yang melakukan role playing. Tahap terakhir dalam siklus I ini adalah memberikan keputusan. Keputusan yang diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil data penelitian siklus I. Adanya peningkatan menggunakan metode role keterampilan bersosialisasi siswa playing berbasis media visual membuat peneliti ingin mengetahui lebih pasti bahwa metode dan media tersebut dapat benar-benar dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa. Sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan perbaikan pada siklus II. Perbaikan ini berfungsi untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang memenuhi kriteria keberhasilan peningkatan keterampialn bersosialisasi siswa mengunkan metode role playing berbasis media audio visual 3. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus II a. Perencanaan Sebelum melakukan siklus yang ke II peneliti membuat refleksi dan evaluasi mengenai proses dan hasil penelitian tindakan Bimbingan dan Konseling. Lembar observasi, angket dan wawancara tak berstruktur merupakan acuan untuk melakukan refleksi dan evaluasi setelah proses tindakan dengan tujuan untuk melakukan perbaikkan pada siklus yang berikutnya

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Siklus II dilaksanakan untuk memperbaiki hambatan-hambatan yang terjadi pada saat siklus I, yaitu Berdasarkan hasil FGD maupun hasil refleksi dan evaluasi tindakkan siklus I peneliti menemukan kurangnya persiapan media, kurang manajemen waktu dan kurang melibatkan siswa untuk mengevaluasi siswa yang terpilih melakukan role playing sehingga menimbulkan suasana yang kurang kondusif dalam kelas misalnya ada siswa yang selalu tertawa dan mengolok-olok teman yang melakukan role playing. Peneliti berpikir bahwa dengan melibatkan siswa untuk melakukan eveluasi, secara tidak langsung mengajak siswa untuk memberikan perhatian yang lebih kepada teman yang melakukan role playing dan melatih siswa untuk bisa terampil dalam mendengarkan orang lain. Pada siklus II ini peneliti memilih topik bimbingannya adalah membina kekompakan dalam kelas refleksi dan evaluasi karena melalui hasil FGD hasil siswa masih cenderung memilih-milih dalam berteman ini merupakan masalah keterampilan bersosialisasi siswa maka peneliti tertarik untuk memilih topik bimbingan “membina kekompakan dalam kelas” dengan tujuan agar siswa mampu membina kekompakan dalam kelas. Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi bimbingan pada siklus II ini adalah metode role playing. Skenario yang dibuat peneliti untuk menerapkan metode role playing sesuai dengan topik bimbingan

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 yaitu membina kekompakan dalam kelas. Alasan dipilihnya metode ini adalah untuk melatih keterampilan bersosialisasi siswa khususnya dalam membina kekompakan dalam kelas dimana siswa dilatih untuk bisa bekerjasama dengan orang lain, menerima kelebihan dan kekurangan siswa lain dan berani mengakui kesalahan dan meminta maaf yang sesuai dengan apa yang diperankan dalam video singkat. Media yang dipakai adalah media audio visual, disini peneliti memakai video singkat dengan judul “sosialisasi”. Video singkat ini dipilih sesuai dengan topik bimbingan yaitu tentang membina kekompakan dalam kelas.Video ini mengisahkan tentang sebuah kelompok geng disalah satu SMA yang selalu membuat masalah dalam kelas tetapi pada akhirnya mereka bisa kembali bersatu dengan teman-teman yang lain dan mampu membina kekompakan dalam kelas. Melalui metode role playing dan media audio visual pada siklus II ini, siswa dilatih untuk terampil dalam berinteraksi dengan orang lain khususnya dalam membina kekompakan dalam kelas dengan. Terampil dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan salah satu aspek keterampilan bersosialisasi remaja. Ketika orang terampil dalam berinteraksi dengan orang lain maka akan terjadi komunikasi yang saling mengerti dan memiliki tujuan tertentu. Siswa SMA memiliki tujuan yang sama yaitu ingin sukses dalam meraih cita-cita lewat proses belajar, maka

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 perlu adanya kekompakan dalam kelas agar semua siswa bisa berkembang secara optimal. Pada siklus II ini peneliti bertindak sebagai guru dalam kelas menyiapkan skenario role playing, media audio visual serta hal lain yang dibutuhkan dalam proses bimbingan seperti pedoman observasi perilaku siswa yang akan diisi oleh dua orang observer. Pedoman observasi ini digunakan pada saat bimbingan berlangsung. Peneliti juga menyiapkan angket keterampilan bersosialisasi siswa yang akan diisi oleh siswa pada akhir bimbingan. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan SPB dan metode role playing serta media audio visual yang telah disiapkan. Selama bimbingan berlangsung peneliti dibantu oleh 2 mitra kolaboratif peneliti dalam melakukan pengamatan yaitu Firminus Lengi dan Yustina Bria (Mahasiswa BK ). Materi yang dibahas dalam pelaksanaan tindakan siklus II adalah membina kekompakan dalam kelas. Peneliti melaksanakan tindakan penelitian Bimbingan dan Konseling siklus II pada hari Jumat, tanggal 22 November 2013 pukul 11.0011.45 WIB di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Kelas yang menjadi sasaran peneliti melakukan tindakan adalah kelas X E, dengan jumlah siswa 32 orang. Pada saat peneliti melakukan bimbingan semua siswa

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 hadir berjumlah 32 orang. Adapun kegiatan bimbingan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal Peneliti membuka kegiatan awal dengan memberikan salam kepada semua siswa, menanyakan perasaan siswa dan selanjutnya menjelaskan tujuan kegiatan dan materi yang akan diberikan oleh peneliti. Peneliti juga mengatakan bahwa bimbingan hari ini mengunakan metode role playing dan media audio visual. Peneliti mengambil materi pada siklus II tentang membina kekompakan dalam kelas. Ketika mendengar tema yang disampaikan oleh peneliti sebagian dari siswa tertawa dan mengatakan, “kelas kami selalu kompak, kemudian peneliti menanggapi dengan bertanya siapa yang merasa selalu kompak dengan semua teman di kelas ini diberi kesempatan untuk angkat tangan, ternyata tidak ada siswa yang berani angkat tangan mereka hanya saling memandang dan ada yang tunduk”. Selanjutnya sebelum memasuki kegiatan inti peneliti menjelaskan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa yaitu mengenai role playing. 2) Kegiatan Inti Pada siklus II ini, peneliti memberikan materi mengenai membina kekompakan dalam kelas dengan menggunakan

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 metode role playing dan media audio visual. Sebelum melakukan tindakan, peneliti menyiapkan skenario yang akan digunakan untuk role playing dan media audio visual dalam bentuk video singkat. Kemudian peneliti menyajikan video singkat dan mengajak siswa untuk memperhatikan dan mengambil makna dari video singkat tersebut. Video singkat ini mengisahkan tentang sebuah kelompok geng di salah satu SMA yang selalu membuat masalah dalam kelas tetapi pada akhirnya mereka bisa kembali bersatu dengan teman-teman yang lain dan mampu membina kekompakan dalam kelas. Kisah yang terdapat dalam video singkat ini bertujuan untuk melatih keterampilan bersosialisasi siswa yaitu supaya terampil dalam berinteraksi dengan orang lain khususnya dalam mebina kekompakan dalam kelas. Setelah menyaksikan video singkat peneliti menanyakan tentang apa pendapat siswa setelah menyaksikan video singkat? Perasaan apa yang muncul ketika menonton video singkat? Apa makna dari video singkat bagi siswa? Apa yang ingin dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini? Ada beberapa siswa yang mengatakan bahwa siswa yang membentuk kelompok geng selalu menganggap dirinya paling hebat dan memilih-milih dalam berteman, kelompok geng juga

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 selalu membuat masalah dalam kelas dengan membentuk kelompok-kelompok sehingga suasana kelas tidak menjadi kompak. Ada sebagian siswa mengungkapkan perasaan dengan mengatakan bahwa mereka merasa kecewa dengan siswa yang berperan dalam video singkat sebagai kelompok geng karena selalu membuat suasana kelas menjadi tidak kompak. Salah satu siswa mengatakan bahwa perasaannya setelah menonton video singkat adalah bersyukur karena siswa tersebut menyadari perilakunya yang kurang baik yaitu membentuk geng dan mengambil tindakan untuk meminta maaf serta kembali membina kekompakan dalam kelas. Peneliti juga menanyakan kembali makna dari video singkat ternyata ada siswa yang mengatakan bahwa setelah menyaksikan video singkat maknanya adalah harus selalu membina kekompak dalam kelas dan bersahabat dengan siapa saja tanpa membedakan. Beberapa siswa juga mengatakan bahwa tindakan konkrit yang ingin dilakukan adalah selalu kerjasama bila ada kegiatan dan berani untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Kemudian peneliti menjelaskan kembali secara singkat mengenai jalannya role playing kepada enam orang siswa yang akan memainkan peran. Tiga orang sebagai geng pecundang dan tiga orang sebagai geng super

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 dengan karakter mereka masing-masing. Dikisahkan bahwa kedua geng ini sering membuat keributan dan ketidaknyamanan dalam kelas sehingga membuat siswa yang ada di kelas tersebut merasa terganggu. Seorang siswa berperan sebagai wali kelas yang berusaha mempersatukan kedua geng ini sehingga mereka boleh bersatu kembali dan menjadi kompak. Setelah memberikan penjelasan, siswa yang sudah dipilih diminta maju dan melakukan role playing sesuai dengan perannya masingmasing yang sudah ditentukan oleh peneliti, Sedangkan siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memperhatikan jalannya role playing. Selanjutnya diberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan evaluasi secara lisan kepada siswa yang role playing. Alasan penggunaan metode role playing pada siklus II adalah untuk melatih keterampilan bersosialisasi siswa khususnya terampil berinteraksi dengan orang lain. Selesai role playing peneliti mengajak siswa untuk melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan. 3) Penutup Peneliti membuat kesimpulan mengenai keterampilan bersosialisasi dengan membina kekompakan dalam kelas, selanjutnya memilih siswa yang akan role playing pada siklus

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 III sebanyak 3 orang. Sebelum mengakhiri tindakan dalam siklus II, peneliti memberikan angket. Setelah semua angket diisi oleh siswa peneliti memintanya kembali. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan mengamati sejauh mana terjadi peningkatan keterampilan besosialsisasi . Setelah bimbingan klasikal selesai, peneliti mengajak observer sebagai mitra kolaboratif untuk memberikan masukan dan melakukan refleksi mengenai tindakan di siklus II. Peneliti juga meminta hasil lembar observasi yang dilakukan oleh observer pada siklus II supaya data dapat segera diolah secepatnya oleh peneliti. c. Data Hasil Pengamatan, Angket dan Wawancara Siklus II 1) Data hasil Pengamatan Hal-hal yang diamati dalam pelaksanaan tindakan siklus II sesuai dengan aspek keterampilan bersosialisai remaja adalah menyangkut perhatian siswa, kemampuan siswa mendengarkan orang lain, kepedulian siswa, kemampuan untuk berempati, kerjasama siswa dalam kelompok, sikap saling menolong dan keterbukaan siswa menerima pendapat orang lain. Pengamatan ini dilakukan selama proses bimbingan berlangsung dengan tujuannya untuk menggetahui keterampilan bersosialisasi siswa.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Hal-hal yang diamati dalam pelaksanaan tindakan siklus II sesuai dengan aspek keterampilan bersosialisai remaja adalah menyangkut perhatian siswa, kemampuan siswa mendengarkan orang lain, kepedulian siswa, kemampuan untuk berempati, kerjasama siswa dalam kelompok, sikap saling menolong dan keterbukaan siswa menerima pendapat orang lain. Pengamatan ini dilakukan selama proses bimbingan berlangsung dengan tujuannya untuk menggetahui keterampilan bersosialisasi siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dari peneliti dan mitra kolaborasi berikut ini terdapat tabel analisis hasil observasi bimbingan. Tabel 14 Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Siklus II Presentase Rata-Rata Aktivitas Siswa 75 % Kategori Tinggi 2) Hasil wawancara (a) Siswa merasa senang dan tertarik dengan metode role palying dan media audio visual yang digunakan oleh peneliti. (b) Siswa mengatakan bahwa melalui kegiatan ini mereka dilatih untuk terampil dalam bersosialisasi misalnya selalu kompak dalam kelas mampu bekerjasama dan mengakui kesalahan dan meminta maaf.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa bisa dilatih dengan menggunakan metode dan media yang berfariasi salah satunya adalah metode role playing berbasis media audio visual. 3) Data hasil olah angket Data skor item pada siklus II ini dijadikan perbandingan skor dengan Siklus I. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui adanya peningkatan atau penurunan keterampilan bersosialisasi siswa dengna menggunkana metode role playing berbasis media audio visual. Data skor item siklus II menunjukkan bahwa 93,75% item berada dalam kategori tinggi. Angka tersebut menunjukkan skor item yang baik karena masih berada pada kategori tinggi walaupun masih ada beberapa item yang tetap dan ada yang mengalami penurunan. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel dan grafik perbandingan hasil Siklus I dan hasil siklus II dapat digambarkan dibawah ini

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Tabel 15 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus I dan Siklus II Rentan g Skor 0-64 64-96 96-128 Kategori No Subjek Siklus I Rendah Sedang 2,3 Tinggi 1,4,5,6,7,8,9,1 0,11,12,13,14, 15,16,17,18,19 ,20,21,22,23,2 4,25,26,27,28, 29,30,31,32 Siklus II 2,3 1,4,5,6,7,8,9 ,10,11,12, 13,14,15,16, 17,18,19,20, 21,22,23,24, 25,26,27,28, 29,30,31,32 Jumlah Siklus I F % 0 0% 2 6,25% 30 93,75% Siklus II F % 0 0% 2 3,12% 30 93,75% 32 32 100% 100% 35 30 25 20 SIKLUS 1 15 SILKUS 2 10 5 0 1 Rendah (0-64) 2 Sedang (64-96) 3 Tinggi (96-128) Grafik 4 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus I dan Siklus II Berikut disajikan data hasil analisis item instrumen keterampilan bersosialisasi siswa kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta siklus I dan siklus II

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Tabel 16 Hasil Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta siklus I dan Siklus II No. Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Item Siklus I Siklus II 101 107 122 120 84 95 116 111 108 102 118 114 121 119 113 114 128 125 91 107 120 122 85 99 104 112 122 122 108 111 116 116 99 99 111 114 89 98 116 112 100 105 97 107 111 110 103 90 108 110 102 105 115 116 106 108 104 116 106 109 112 116 117 120

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 140 120 100 80 Siklus I 60 Siklus II 40 20 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 Grafik 5 Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswa Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus I dan Siklus II Grafik di atas menunjukkan adanya kenaikan skor pada item dalam angket keterampilan bersosialisasi siswa, pada item nomor 1,3,8,10,11, 12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,25,26,27,28,29,30,31,32, nomor item yang tetap yaitu nomor 14 dan 17, sedangkan nomor item yang mengalami penurunan yaitu nomor 2,4,5,6,7,9,24 ini disebabkan karena siswa masih kurang memahami apa yang disampaikan peneliti pada saat bimbingan dan kurang berkonsentrasi saat bimbingan. Perbandingan skor ini akan dijadikan sebagai bahan refleksi peneliti pada penelitian tindakan bimbingan dan konseling siklus III.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 d. Refleksi Setelah dilaksanakan tindakan Bimbingan dan Konseling pada siklus II dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual selanjutnya dilaksanakan refleksi terhadap bimbingan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil pengamatan dari peneliti dan mitra kolaborasi keterampilan bersosialisasi siswa berada pada kategori tinggi dengan presentasi 75 %. Hasil perhitungan rata-rata skor tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa pada penelitian tindakan siklus II sebagian besar termasuk pada kategori tinggi yaitu 96-128 dengan jumlah 30 siswa, dan mencapai 93,75% sesuai dengan kategori yang dirumuskan oleh Azwar (2008). Berdasarkan hasil wawancara dengan 2 orang siswa, siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa senang dengan metode dan media yang digunakan karena lebih cepat menangkap makna yang disampaikan. Siswa juga mengatakan bahwa metode role playing yang digunakan dalam bimbingan sangat menarik dan harapan siswa metode ini dapat digunakan oleh guru BK dalam memberikan bimbingan karena siswa dengan mudah menangkap pesan yang disampaikan dan merasa aktif terlibatkan dalam proses bimbingan. Siswa senang menggunakan media audio visual alasannya bahwa siswa dengan mudah mengambil makna dari materi yang diberikan. Keputusan yang diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil data penelitian siklus II. Adanya peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 menggunakan metode role playing berbasis media visual membuat peneliti ingin mengetahui lebih pasti bahwa metode dan media tersebut dapat benar-benar dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa. Sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan perbaikan pada siklus III. Perbaikan ini berfungsi untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang memenuhi kriteria keberhasilan peningkatan keterampialn bersosialisasi siswa menggunkan metode role playing berbasis media audio visual 4. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Siklus III a. Perencanaan Siklus III dilaksanakan dalam 1 x pertemuan, dengan alokasi waktu 1 x 45 menit. Pada siklus III, tindakan yang dilakukan sebagai berikut : Sebelum melaksanakan tindakan siklus III, peneliti terlebih dahulu menyusun program rencana kegiatan yang didalamnya mencakup Satuan Pelayanan Bimbingan (SPB), lembar observasi, dan angket keterampilan bersosialisasi siswa. Lembar observasi, angket dan wawancara tak berstruktur merupakan acuan untuk melakukan refleksi dan evaluasi setelah proses tindakan dengan tujuan untuk melakukan perbaikkan. Pada siklus III ini peneliti memilih topik bimbingannya adalah “menghargai perbedaan orang lain” karena ada kaitanya dengan masalah ketrampilan bersosialisasi siswa di mana dari hasil FGD siswa kurang

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 menghargai orang lain. Tujuannya adalah agar siswa mampu menghargai perbedaan orang lain karena ini merupakan salah satu keterampilan bersosialisasi. Selain itu juga berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi pada siklus II maka peneliti terdorong untuk melakukan perbaikkan pada siklus III. Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi bimbingan pada siklus III ini adalah metode role playing. Skenario yang dibuat peneliti untuk menerapkan metode role playing sesuai dengan topik bimbingan yaitu menghargai perbedaan orang lain. Alasan dipilihnya metode ini adalah untuk melatih keterampilan bersosialisasi siswa. Media yang dipakai adalah media audio visual, disini peneliti memakai video singkat tentang “iklan shampoo”. Video singkat ini dipilih sesuai dengan topik bimbingan yaitu tentang menghargai perbedaan orang lain. Video ini mengisahkan tentang seorang siswa yang tuli, berbeda dengan siswa yang lain. Siswa ini sering diolok karena memiliki perbedaan secara fisik. Melalui metode role playing dan media audio visual pada siklus III ini, siswa dilatih untuk terampil berempati dan menghargai perbedaaan orang lain. Alasannya kerena ini merupakan aspek keterampilan bersosialisasi remaja. Ketika orang bisa mampu berempati dan menghargai perbedaan orang lain maka orang itu akan berperilaku sopan

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku dan ini merupakan suatu keterampilan dalam bersosialisasi. Pada siklus III ini peneliti bertindak sebagai guru dalam kelas menyiapkan skenario role playing, media audio visual serta hal lain yang dibutuhkan dalam proses bimbingan seperti pedoman observasi perilaku siswa yang akan diisi oleh dua orang observer. Pedoman observasi ini digunakan pada saat bimbingan berlangsung. Peneliti juga menyiapkan angket keterampilan bersosialisasi siswa yang akan diisi oleh siswa pada akhir bimbingan. Fungsinya untuk mengetahui hasil keterampilan bersosialisasi siswa. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan SPB dan metode role playing serta media audio visual yang telah disiapkan. Selama bimbingan berlangsung peneliti dibantu oleh 2 mitra kolaboratif peneliti dalam melakukan pengamata. Materi yang dibahas dalam pelaksanaan tindakan siklus III adalah menghargai perbedaan orang lain. Peneliti melaksanakan tindakan penelitian Bimbingan dan Konseling siklus III pada hari jumad, tanggal 29 November 2013 pukul 11.00-11.45 WIB di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Kelas yang menjadi sasaran peneliti melakukan tindakan adalah kelas X E, dengan jumlah siswa 32 orang. Pada saat peneliti melakukan bimbingan semua siswa hadir

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 berjumlah 32 orang. Adapun kegiatan bimbingan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal Peneliti membuka kegiatan awal dengan memberikan salam kepada semua siswa, menanyakan perasaan siswa dan selanjutnya menjelaskan tujuan kegiatan dan materi yang akan diberikan oleh peneliti. Peneliti menyampaikan bahwa bimbingan hari ini mengunakan metode role playing dan media audio visual seperti pada bimbingan yang sebelumnya. Peneliti mengambil materi pada siklus III yaitu tentang menghargai perbedaan orang lain. Selanjutnya sebelum memasuki kegiatan inti peneliti menjelaskan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa selama proses bimbingan. 2) Kegiatan Inti Pada siklus III ini, peneliti memberikan materi tentang menghargai perbedaan orang lain dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual. Sebelum melakukan tindakan, peneliti menyiapkan skenario yang akan digunakan untuk role playing dan media audio visual dalam bentuk video singkat tentang “iklan shampoo”. Peneliti menjelaskan kembali secara singkat mengenai jalannya role playing kepada tiga orang siswa yang akan memainkan peran.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Selanjutnya peneliti menyajikan video singkat dan siswa diajak untuk memperhatikan video singkat tersebut dan memaknainya.Video singkat yang digunakan yaitu tentang “iklan shampo.” Video singkat ini mengisahkan tentang seorang siswa yang tuli, berbeda dengan siswa yang lain. Siswa ini sering diolok-olok oleh teman-temanya karena memiliki perbedaan secara fisik. Tujuan dari pemilihan video singkat ini adalah supaya siswa untuk menghargai perbedaan orang lain dan ini sesuai dengan topik bimbingan. Setelah selesai menyaksikan video singkat peneliti melakukan tanya jawab secara singkat terkait dengan pendapat siswa, perasaan dan makna yang diambil serta tindakan apa yang ingin dilakukan setelah menonton video singkat. Ada siswa yang berpendapat bahwa pertama menghargai orang lain itu sangat penting dalam kehidupan bersama, kedua perbedaan fisik tidak menjadi penghalang untuk berelasi dengan orang lain, ada sebagian besar siswa mengungkapakan perasaan dengna mengatakan bahwa merasa kagum dan terharuh dengan sibuta yang dikisahkan dalam video singkat. Terharu karena merasa bahwa selama ini dalam berelasi siswa cenderung membeda-bedakan orang lain. Siswa merasa kagum karena sibuta yang dikisahkan dalam video singkat bisa menerima keadaan fisiknya yang berbeda dengan orang lain dan bisa berelasi dengan bebas. Ada siswa juga mengatakan bahwa makna yang diambil dari video singkat adalah bahwa perlu berelasi dengan

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 siapa saja tanpa membedakan, dan perlu menghargai perbedaan orang lain baik secara fisik, suku, budaya, agama dan lain sebagainya. Peneliti juga menanyakan hal konkrit yang ingin dilakukan dan ada siswa yang mengatakan bahwa hal yang ingin dilakukan adalah menghargai pendapat orang lain contohnya ketika ada teman yang mengungkapkan pendapat berusaha untuk mendengarkan, tidak sibuk sendiri ketika ada teman atau guru sedang berbicara, menerima dan menghargai keadaan fisik seseorang misalnya ada teman yang memiliki cacat secara fisik dan lain sebagainya. Pada siklus III ini peneliti juga menggunakan metode role playing, melalui metode role playing ini siswa dilatih untuk terampil bersosialisasi khususnya dalam menghargai perbedaan orang lain. Alasannya kerena dengan menghargai perbedaan orang lain, maka siswa itu akan berperilaku sopan sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku dan ini merupakan salah satu aspek keterampilan bersosialisasi remaja. Selanjutnya siswa yang sudah dipilih diminta maju dan melakukan role playing sesuai dengan perannya masing-masing yang sudah ditentukan oleh peneliti, sedangkan siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memperhatikan jalannya role playing. Kemudian diberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan evaluasi secara lisan

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 kepada siswa yang role playing. Selesai role playing peneliti mengajak siswa untuk melakuakn refleksi setelah mengikuti bimbingan. 3) Kegiatan Penutup Peneliti membuat kesimpulan mengenai keterampilan bersosialisasi, yang berkaitan dengan materi tentang menghargai perbedaan orang lain. Selanjutnya sebelum mengakhiri tindakan dalam siklus III, peneliti memberikan angket. Setelah semua angket diisi oleh siswa peneliti memintanya kembali. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan mengamati sejauh mana terjadi peningkatan keterampilan besosialsisasi . Setelah bimbingan klasikal selesai, peneliti mengajak observer sebagai mitra kolaboratif untuk memberikan masukkan dan melakukan refleksi mengenai tindakan di siklus III. Peneliti juga meminta hasil lembar observasi yang dilakukan oleh observer pada siklus III supaya data dapat segera diolah secepatnya oleh peneliti. c. Data Hasil Pengamatan, Angket dan wawancara Siklus III 1) Data Hasil Observasi Hal-hal yang diamati dalam pelaksanaan tindakan siklus I sesuai dengan aspek keterampilan bersosialisai remaja adalah menyangkut perhatian siswa, kemampuan siswa mendengarkan orang lain, kepedulian siswa, kemampuan untuk berempati, kerjasama siswa dalam kelompok, sikap saling menolong dan keterbukaan siswa menerima pendapat orang lain. Pengamatan ini dilakukan selama proses bimbingan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 berlangsung dengan tujuannya untuk menggetahui keterampilan bersosialisasi siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dari peneliti dan mitra kolaborasi berikut ini terdapat tabel analisis hasil observasi bimbingan. Tabel 17 Analisis Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Siklus III Presentase Rata-Rata Aktivitas Siswa 81,6 % 2) Data Hasil Wawancara Kategori Tinggi a.) Sebagian besar siswa merasa senang mengikuti mengikuti bimbingan dengan menggunakan metode role palying dan media audio visual b.) Harapan siswa terhadap guru BK adalah agar menggunakan metode role playing dan media audio visual dalam melakukan bimbingan klasikal c.) Usulan siswa adalah agar guru BK selalu kreatif menggunakan metode dan media dalam melakukan bimbingan klasikal 3) Data Angket Siklus III Pada penelitian tindakan siklus III semua siswa hadir berjumlah 32 Berikut ini disajikan tabel penggolongan keterampilan bersosialisasi pada saat penelitian tindakan siklus III dalam tiga (3) kategori. Data skor item pada siklus III ini dijadikan perbandingan skor dengan siklus II. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui adanya peningkatan atau penurunan

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 keterampilan bersosialisasi siswa dengna menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. Data skor item siklus III menunjukkan bahwa 96,87% item berada dalam kategori tinggi. Angka tersebut menunjukkan skor item yang baik karena masih berada pada kategori tinggi walaupun masih ada beberapa item yang tetap dan ada yang mengalami penurunan. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel dan grafik perbandingan hasil siklus II dan hasil siklus III dapat digambarkan dibawah ini: Tabel 18 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus II dan Siklus III Rentan g Skor 0-64 64-96 96-128 Jumlah Kategori No Subjek Siklus II Siklus III Rendah Sedang 2,3 2 Tinggi 1,4,5,6,7, 1,3, 8,9,10,11 4,5,6,7,8,9,10, ,12, 11,12, 13,14,15, 13,14,15,16,17 16,17,18, ,18,19,20,21,2 19,20,21, 2,23,24,25,26, 22,23,24, 27,28,29,30,31 25,26,27, ,32 28,29, 30,31,32 Siklus II F % 0 0% 2 3,12% 30 93,75% 32 100% Siklus III F % 0 0% 1 6,25% 31 96,87% 32 100%

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 35 30 25 20 Siklus II Silkus III 15 10 5 0 1 Rendah (0-64) 2 Sedang (64-96) 3 Tinggi (96-128) Grafik 6 Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus II dan Siklus III Berikut disajikan data hasil analisis item instrumen keterampilan bersosialisasi siswa kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta siklus II dan siklus III

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Tabel 19 Hasil Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta siklus II dan Siklus III No. Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Item Siklus II Siklus III 107 107 120 124 95 98 111 115 102 113 114 111 119 120 114 118 125 124 107 105 122 123 99 95 112 111 122 122 111 114 116 111 99 111 114 120 98 101 112 116 105 108 107 104 110 119 90 98 110 113 105 111 116 118 108 110 116 116 109 119 116 118 120 115

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 140 120 100 80 Siklus II 60 Siklus III 40 20 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 Grafik 7 Analisis Item Instrumen Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Siklus II dan Siklus III Grafik di atas menunjukkan adanya kenaikan skor pada item dalam angket keterampilan bersosialisasi siswa, pada item nomor 2,3,4,5,7,8,11, 14,15,17,18,19,20,21,23,24,25,26,27,28,29,30,31 nomor item yang tetap yaitu nomor 1 sedangkan nomor item yang mengalami penurunan yaitu nomor 6,9,10,12,13,16,22,32. Walaupun mengalami penurunan tetapi sebagian besar item masih berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan skor item. Perbandingan skor ini akan dijadikan sebagai bahan refleksi dan anjuran untuk peneliti yang selanjutnya. d. Refleksi Setelah dilaksanakan tindakan Bimbingan dan Konseling pada siklus III dengan menggunakan metode role playing berbasis media

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 audio visual selanjutnya dilaksanakan refleksi terhadap bimbingan yang telah dilaksanakan. Peneliti dan mitra kolaboratif mendiskusikan hasil pengamatan yang dilakukan selama pelaksanaan tindakan Bimbingan dan Konseling dan melakukan evaluasi. Berdasarkan pada hasil observasi perilaku keterampilan bersosialisasi siswa berada pada kategori tinggi dengan presentasi 81,6%. Hasil perhitungan rata-rata skor angket dapat disimpulkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa pada penelitian tindakan siklus III sebagian besar termasuk pada kategori tinggi yaitu 96128 dengan jumlah 31 siswa, dan mencapai 96,87% sesuai dengan kategori yang dirumuskan oleh Azwar (2008). Berdasarkan hasil wawancara dengan 2 orang siswa, mereka mengungkapkan bahwa metode role playing yang digunakan dalam bimbingan sangat menarik dan siswa merasa senang dan berharap agar metode ini dapat digunakan oleh guru BK dalam memberikan bimbingan karena siswa dengan mudah menangkap pesan yang disampaikan dan merasa aktif terlibatkan dalam proses bimbingan. Siswa senang menggunakan media audio visual alasannya bahwa siswa dengan mudah mengambil makna dari materi yang diberikan, siswa juga memberi usul agar metode role palying dan media audio visual dapat dilakukan oleh guru BK dalam melakukan bimbingn. Hasil pengamatan, hasil olah angket keterampilan bersosialisasi dan hasil wawancara menunjukan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki keterampilan bersosialisasi

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 dibandingkan siklus I dan II. Peneliti melihat kriteria keberhasilan yang telah berhasil dicapai pada siklus III ini maka peneliti memutuskan untuk menghentikan upaya perbaikkan pada siklus berikutnya. Diharapkan hasil yang telah dicapai tidak hanya menjadi ketercapaian yang sifatnya tentatif saja namun akan bersifat konstan. A. Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Hasil penelitian tindakan yang telah dilaksanakan meliputi angket keterampilan bersosialisasi siswa, hasil lembar observasi, hasil siklus I, hasil siklus II, hasil siklus III, dan hasil wawancara. 1. Hasil Angket Keterampilan Bersosialisasi Angket keterampilan bersosialisasi siswa disusun dengna tujuan untuk mengetahui keterampilan bersosialisasi menggunakan metode role playing berbasis medi audio visual. Angket keterampilan bersosialisasi ini meliputi 4 aspek yaitu aspek kesadaran sosial, kecakapan ide, sikap empati dan terampil berinteraksi . Adapun hasil analisis persentase angket adalah sebagai berikut Tabel 20 Perkembangan Tingkat Keterampilan Bersosialisasi Siswi Kelas X E SMA Stella Dace 2 Yogyakarta Pertemuan Rentan g Skor Ketegori 0-64 64-96 96-128 R S T PraTindakan F % 1 3,12% 15 46,87 % 16 50 % Siklus I F 0 2 30 % 0% 6,25% 93,75% Siklus II F 0 2 30 % 0% 6,25% 93,75% Siklus III F 0 1 31 % 0% 3,12% 96,87% Ket. Meningkat Meningkat Meningkat

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Data tabel hasil analisis angket keterampilan bersosialisasi siswa menggunakan metode role playing berbasis media audio visual di atas menunjukan bahwa terjadi peningkatan keterampilan siswa setiap siklus I, II, dan III. Peningkatan keterampilan siswa setiap siklus dari siklus I, II, dan III dapat diuraikan sebagai berikut: a) Pada siklus I siswa memiliki keterampilan bersosialisasi sedang (S) berjumlah 2 dengan persentase 6,25% sedangkan yang memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi (T) sebayak 30 orang dengan presentasi 93,75%. b) Pada siklus II siswa memiliki keterampilan bersosialisasi sama dengan siklus I yaitu siswa yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang (S) sebanyak 2 orang dan tinggi (T) sebanyak 30 orang. Peneliti belum puas ingin meningkatkan hasil maka peneliti melakukan tindakan siklus III untuk meningkatkan siswa yang masih memiliki kategori sedang. a) Pada siklus III siswa yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang(S) sebanyak 1 dengan presentasi 3,12% dan siswa yang memiliki kategori tinggi (T) sebanyak 31 dengan presentasi 96,87%. Setelah melihat nilai skor tiap siklus mengalami peningkatan peneliti memutuskan untuk berhenti melakukan tindakan. Angket keterampilan bersosialisasi yang diisi oleh siswa pada saat pra-tindakan memiliki rata-rata 94,6, rata-rata siklus I meningkat menjadi 107,9, pada tindakan siklus II rata-ratanya adalah 110,3 dan rata-rata pada siklus III meningkat menjadi 112,6. Data

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 angket keterampilan bersosialisasi diatas menunjukan adanya peningkatan jumlah rata-rata dari pra tindaka, siklus I, II dan III. maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa dapat ditingkatkan melalui metode role playing berbasis media audio visual. Perkembangan keterampilan bersosialisasi siswa yang lebih jelas akan disajikan dalam bentuk grafik antar siklus berikut ini: 94,6 112,6 Pre Test Siklus I Siklus II Siklus III 107,9 110,3 Grafik 8 Perbandingan Nilai Rata-Rata Perkembangan Angket Keterampilan Bersosialisasi Siswi (Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III) Pada grafik di atas dapat terlihat peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa menggunkan metode role playing berbasis media audio visual. Hal ini terbukti dari hasil data yang diperoleh dari siswa mulai pra tindakan hingga siklus III terus meningkat.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 2. Hasil Observasi Berdasarkan hasil dari lembar observasi yang telah disusun sesuai dengan aktivitas dan keterampilan bersosialisasi siswa menggunakan metode role playing berbasis media audio visual . Hasil observasi dipaparkan sebagai berikut: Tabel 21 Data Hasil Observasi Keterampilan Bersosialisasi Siswi Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III Presentase Rata-rata Siklus Kategori aktivitas siswa Pra-Tindakan 50 % Rendah Siklus I 63,3 % Sedang Siklus II 75 % Tinggi Siklus III 81,6 % Tinggi Data tabel observasi yang dilakukan oleh mitra kolaboratif (observer), terjadi peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. 3. Hasil wawancara Wawancara dilakukan dengan siswa disetiap akhir bimbingan klasikal mulai dari Pra-Tindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. Dari hasil wawancara diperoleh hasil sebagai berikut: a) siswa mengatakan bahwa selama ini guru BK belum pernah memakai metode role playing dalam memberikan bimbingan, sedangkan untuk media audio visual seperti video singkat sering digunakan. Siswa merasa bosan ketika guru menyamapikan materi menggunakan

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 metode cerama, harapan siswa agar guru bisa kreatif menggunakan metode dan media agar apa yang disampaikan mudah dimengerti. Siswa juga mengatakan bahwa guru BK perlu memberikan tindakan bimbingan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual seperti yang diusulkan peneliti. b) Siswa merasa senang menggunakan metode role playing dan media audio visual karena untuk metode role playing baru pertama kali dilakukan dan mengenai media audio sering digunakan tetapi selama satu jam pelajaran menonton, sehingga membuat bosan. c) Siswa bisa lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan melalui metode role playing dan video singkat d) Siswa tertarik dengan metode role palying dan media audio visual yang digunakan oleh peneliti. e) Siswa merasa bahwa melalui kegiatan ini mereka dilatih untuk terampil dalam bersosialisasi misalnya bersahabat dengan siapa saja tanpa membedakan, mendengarkan orang lain, peduli dan belajar untuk berempati. f) Siswa mengusulkan agar guru BK dalam melakukan bimbingan menggunakan metode dan media yang kreatif misalnya metode role playing dan media audio visual dengan tujuan agar bisa melatih keterampilan bersosialisasi siswa.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 4. Hasil uji t angket keterampilan bersosialisasi siswa Tabel 22 Hasil Uji T Keterampilan Bersosialisasi Pra Tindakan ( Pre Test) Hingga Siklus 3 (SPSS 21.0) Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. Error 95% Confidence Interval of Deviation Mean the Difference Lower df Sig. (2-tailed) Upper Pair 1 pretest - siklus1 -13.281 13.936 2.464 -18.306 -8.257 -5.391 31 .000 Pair2 Siklus1-siklus2 -2.438 2.651 .469 -3.393 -1.482 -5.201 31 .000 Pair3 Siklus2-Siklus3 -2.313 3.115 .551 -3.436 -1.189 -4.199 31 .000 Dilihat dari table t test berpasangan berbeda rata-rata keterampilan bersosialisasi siswa pre-test dengan keterampilan bersosialisasi siswa siklus 1 adalah sebesar -13.281. Artinya adanya peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa setelah diberi tindakan dengan rata-rata peningkatan sebesar -13.281. Nilai t hitung sebesar -5.391 dengan sig 0,000 karena sig 0,05 maka dapat disimpulkan rata-rata keterampilan bersosialisasi siswa pada pre test dan silkus I terdapat perbedaan, sehingga dapat dinyatakan bahwa ada peningkatan keterampialn bersosialisasi siswa dengan menggunakan metode roll playing berbasis media audio visual. Dilihat dari table t test berpasangan berbeda rata-rata keterampilan bersosialisasi siswa siklus I dengan keterampilan bersosialisasi siswa siklus II adalah sebesar -2,438. Artinya peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa setelah diberi

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 tindakan dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,438. Nilai t hitung sebesar -5.201 dengan sig 0,000 karena sig 0,05 maka dapat disimpulkan rata-rata keterampilan bersosialisasi siswa pada siklus I dan silkus II terdapat perbedaan, sehingga dapat dinyatakan bahwa ada peningkatan keterampialn bersosialisasi siswa dengan menggunakan metode roll playing berbasis media audio visual. Jika dilihat dari table t test berpasangan berbeda rata-rata keterampilan bersosialisasi siswa siklus II dengan keterampilan bersosialisasi siswa siklus III adalah sebesar -2.313. Artinya peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa setelah diberi tindakan dengan rata-rata peningkatan sebesar 2.313. Nilai t hitung sebesar 4.199 dengan sig 0,000 karena sig 0,05 maka dapat disimpulkan rata-rata keterampilan bersosialisasi siswa pada siklus II dan silkus III terdapat perbedaan, sehingga dapat dinyatakan bahwa ada peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa secara signifikan dengan menggunakan metode roll playing berbasis media audio visual. B. PEMBAHASAN Sebelum melakukan tindakan peneliti melakukan FGD melalui wawancara dengan guru BK, observasi dan penyebaran angket alat ungkap masalah fungsinya yaitu untuk mengetahui masalah dominan yang dialami oleh siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Setelah melakukan wawancara, observasi dan pengolahan data dari alat ungkap masalah siswa, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada masalah keterampilan bersosialisasi yang sama dari hasil wawancara, observasi dan olah data yaitu yang pertama siswa cenderung memilih-milih dalam berteman, kedua

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 kurangnya penghargaan siswa terhadap orang lain dan yang ketiga adanya geng. Selain melakukan FGD peneliti juga melakukan pra tindakan yang dilaksanakan pada hari Jumad tanggal 8 November 2013. Hasil pra tindakan menunjukan bahwa siswa belum memiliki keterampilan dalam bersoialisasi ini terbukti dari hasil observasi menunjukan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa masih berada pada kategori rendah dengan presentasi 50%, dari hasil wawancara siswa mengatakan bahwa metode ceramah dan media film dengan durasinya satu atau dua jam digunakan guru dalam melakukan bimbingan selama ini membuat siswa menjadi bosan dan keterampilan bersosialisasi siswa kurang terlatih, dari hasil angket juga menunjukan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa sebagian besar berada pada kategori rendah dan sedang. Melihat realita di atas peneliti tergerak melakukan tindakan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa karena metode role playing dapat mengembangkan penghayatan dan keterampilan siswa untuk mengerti, memahami dan memaknai materi yang dipelajari (dalam Sugihartono dkk, 2007), sedangkan media bimbingan khususnya media audio visual dapat membantu siswa untuk kreatif menciptakan sesuatu dan bisa mengambil makna dari apa yang telah di buat. Peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa diupayakan melalui metode role playing berbasis media audio visual. Penelitian tindakan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Penelitian tindakan dilaksanakan dalam 3 siklus perbaikkan yang menghasilkan data mengenai kondisi nyata keterampilan bersosialisasi siswa di kelas X E SMA Stella Duce 2

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Yogyakarta. Hasil data observasi, wawancara dan angket telah terangkum pada hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya. Data tersebut dijadikan sebagai tolak ukur mengenai keberhasilan dalam penelitia tindakan ini. Data yang dihasilkan melalui berbagai macam teknik pengumpulan data yaitu melalui data observasi, wawancara, angket keterampilan bersosialisasi dan dokumentasi, menghasilkan data yang fariatif namun terlihat sejalan. Peningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa menggunkana metode role palying berbasis media audio visual bukan suatu hal yang mudah karena untuk melatih seseorang menjadi terampil membutukan proses yang panjang dan membutukan kreativitas guru BK dalam menggunakan metode dan media dalam melakukan bimbingan agar apa yang disampaikan bisa dipahami oleh siswa dan akhirnya menghantar siswa pada perubahan perilaku kearah yang lebih baik misalnya terampil dalam bersosialisasi. Indikator yang menunjukan siswa terampil bersosialisasi adalah bahwa siswa mampu mendengarkan dan memperhatikan orang lain, mampu berempati, mampu peduli dan menolong orang lain, mampu bekerjasama dan lain sebagainya. Faktor yang mempengaruhi keterampilan bersosialisasi siswa adalah interaksi siswa dengan lingkungan yaitu lingkungan keluarga, likungan sekolah dan teman sebaya seperti yang diungkapkan oleh Talib (2010). Ketika remaja mampu bersosialisasi dengan baik dalam lingkungan keluarga maka dengan sendirinya remaja tidak akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi di lingkungan sekolah dan dengan teman sebaya karena lingkungan keluarga menjadi dasar anak belajar untuk bersosialisasi.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Selain lingkungan keluarga, sekolah juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam membimbing remaja untuk dapat terampil dalam bersosialisasi. Keterampilan bersosialisasi siswa SMA sangat penting dan perlu dikembangkan karena siswa SMA masih mencari jati diri. Usaha untuk menemukan jati diri ini membutuhkan bantuan dari berbagai pihak salah satunya adalah dari pihak sekolah sehingga disini perlu adanya bimbingan yang memiliki landasan yang benar dari guru maupun anggota stake holder lainnya). Selain lingkungan keluarga dan sekolah, teman sebaya juga memiliki peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi karena menjalin hubungan dengan teman sebaya ini merupakan media bagi remaja untuk mencoba dan mengembangkan keterampilan bersosialisasi yang telah didapatnya dari orang tua seperti yang diungkapkan oleh Talib (2010). Keterampilan bersosialisasi siswi kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta mengalami peningkatan yang cukup baik dari siklus I, II, dan III. Hal tersebut terlihat dari analisis data angket, data observasi dan wawancara. Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut: 1. Data angket a) Pada siklus I siswa memiliki keterampilan bersosialisasi sedang (S) berjumlah 2 dengan persentase 6,25% sedangkan siswa yang memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi (T) sebayak 30 orang dengan presentasi 93,75%. Pada siklus I ini masih ada 2 orang siswa yang berada pada kategori sedang artinya bahwa siswa tersebut belum mampu mendengarkan dan memperhatikan orang lain, belum mampu berempati,

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 belum mampu peduli dan menolong orang lain, belum mampu bekerjasama. Perilaku yang disebutkan diatas merupakan penjabaran dari aspek keterampilan bersosialisasi siswa di mana harapannya adalah bahwa setelah melakukan tindakan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual pada siklus II perilaku siswa dapat berubah khususnya dalam keterampilan bersosialisasi, sedangkan siswa yang memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi sebanyak 30 orang artinya bahwa siswa tersebut mampu mendengarkan dan memperhatikan orang lain, mampu berempati, mampu peduli dan menolong orang lain, serta mampu bekerjasama. b) Pada siklus II siswa memiliki keterampilan bersosialisasi sama dengan siklus I yaitu siswa yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang (S) sebanyak 2 orang dan tinggi (T) sebanyak 30 orang. Artinya perilaku siswa masih seperti silkus I yaitu 2 orang siswa belum mampu untuk mendengarkan dan memperhatikan dengan baik belum mampu berempati, kerjasama dan lain sebagainya. Peneliti belum puas dengan hasil yang ada maka peneliti melakukan tindakan siklus III untuk meningkatkan siswa yang masih memiliki kategori sedang. c) Pada siklus III siswa yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang(S) sebanyak 1 dengan presentasi 3,12% dan siswa yang memiliki kategori tinggi (T) sebanyak 31 dengan presentasi 96,87%. Pada siklus III ini keterampilan bersosialisasi siswa mengalami peningkatan dimana siswa

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 yang memiliki kategori sedang sebanyak 1 orang artinya bahwa penggunan metode role playing berbasis media audio visual dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa dimana sebagian bersar siswa berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 31 orang artinya bahwa siswa sudah mampu mendengarkan dan memmperhatikan orang lain, mampu peduli dengan kebutuhan orang lain dan mampu untuk bekerjasama. Perilaku ini menunjukan bahwa siswa sudah memiliki keterampilan dalam bersosialisasi. Setelah melihat nilai skor tiap siklus mengalami peningkatan peneliti memutuskan untuk berhenti melakukan tindakan. b) Data Observasi Berdasarkan hasil observasi keterampilan bersosialisasi siswa menunjukan bahwa pada siklus I keterampilan bersosialisasi siswa masih 63,3% dengan kualifikasi “sedang” tetapi pada siklus II keterampilan bersosialisasi siswa meningkat menjadi 75% dengan kualifikasi “tinggi”. Peneliti belum puas dengan persentase observasi siklus II, kemudian peneliti melakukan tindakan siklus III ternyata menunjukan peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa 81,6% dengan kualifikasi “tinggi”. Perhatian tersebut terlihat dari siswa memperhatikan dan mendengarkan guru maupun siswa lain, siswa mampu bekerjasama, mampu peduli dan berempati kepada orang lain. Hasil yang dilakukan oleh mitra kolaboratif

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 (observer), menunjukan terjadinya peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. 2. Data wawancara Hasil wawancara dengan siswa dipaparkan sebagai berikut siswa mengatakan bahwa selama ini guru BK belum perah memakai metode role playing dan baru pertama kali dilakukan oleh peneliti sehingga siswa merasa senang dan tertarik dengan metode yang digunakan sedangkan untuk media audio visual seperti video singkat sering digunakan. Siswa merasa bosan ketika guru menyampaikan materi menggunakan metode cerama, harapan siswa agar guru bisa kreatif menggunakan metode dan media sehingga apa yang disampaikan mudah dimengerti. Siswa juga mengungkapakan bahwa guru BK perlu memberikan tindakan bimbingan dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. Siswa bisa lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan melalui metode role playing dan video singkat. Siswa juga mengatakan bahwa melalui kegiatan ini mereka dilatih untuk terampil dalam bersosialisasi misalnya bersahabat dengan siapa saja tanpa membedakan, mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan orang lain peduli, belajar untuk berempati dan selalu membina kekompakan dalam kelas. Berdasarkan data dari lembar observasi, angket, dan hasil wawancara peneliti menyimpulkan bahwa keterampilan bersosialisasi siswa kelas X E SMA Stella Duce 2 Yogyakarta menggunakan metode role playing berbasis media audio visual berjalan

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 dengan lancar, selain itu tujuan dari tindakan untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa juga tercapai C. Keterbatasan Penelitian Penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta memiliki keterbatasan antara lain: 1. Keterampilan bersosialisasi siswa meningkat hanya saat dilakukan penelitian, setelah penelitian selesai jika tidak dilakukan tindakan dengan menggunkan metode dan media yang berfariasi seperti metode role playing berbasis audio visual maka kondisi siswa akan kembali seperti saat Pra-Tindakan. 2. Peneliti tidak diobservasi, sehingga apa yang menjadi perubahan teknik, keterampilan peneliti dari pra-tindakan sampai selesai siklus III dan yang menjadi kekurangan peneliti tidak dapat terekam dengan baik sehingga belum dapat diperbaiki.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan akhir dari penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan. Bab ini disertakan pula implikasi dan saran-saran yang bertujuan untuk semakin memperbaiki metode role playing berbasis media audio visual A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikkan pada bab sebelumnya, peneliti menyimpulkan bahwa: 1. Keterampilan bersosialisasi siswa kelas X E SMA Stella Duce 2 dapat ditingkatkan melalui metode role playing berbasis media audio visual 2. Peningkatan keterampilan bersosialisasi siswa menggunakan metode role playing berbasis media audio visual dapat dijabarkan sebagai berikut: (1) pra penelitian terdapat 1 siswi (3,12%) yang keterampilan bersosialisasinya rendah, 15 siswi (46,87%) yang keterampilan bersosialisasinya sedang, dan 16 siswi (50%) yang keterampilan bersosialisasinya tinggi. (2) Kemudian pada siklus 1 meningkat menjadi 2 siswi (6,25%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang, dan 30 siswi (93,75%) memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi. (3) Pada Siklus II ada 2 siswi (6,25%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang dan 30 siswi (93,75%) memiliki keterampilan bersosialisasi tinggi. (4) Pada perbaikan siklus 3 menjadi 1 siswi (3,12%) yang memiliki keterampilan bersosialisasi sedang 143

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 A. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka untuk mengembangkan gagasan dalam rangka meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa, diberikan beberapa saran antara lain: 1. Bagi Guru Pembimbing Guru pembimbing dapat memberikan bimbingan dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini, sehingga keterampilan bersosialisasi siswa dapat dilatih dengan menggunakan metode role playing berbasis media audio visual. 2. Bagi Siswa Pihak sekolah dapat mengembangkan metode role playing berbasis media audio visual dalam penyampaian materi, sehingga dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa sehingga siswa dapat menerapkan nilai-nilai yang didapatkan saat bimbingan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Bagi Peneliti Lain a. Bagi peneliti diharapkan semakin variatif, inovatif, dan kreatif dalam menyusun role playing dan memilih media audio visual secara tepat sesuai dengan tema bimbingan guna meningkatkan keterampilan bersosialisasi siswa. b. Untuk mengetahui lebih mendalam keterampilan bersosialisasi siswa diharapkan melakukan observasi di luar kelas setelah melakukan tindakan.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Daftar Pustaka Aqib, Zainal. 2012. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Yrama Widya Ali, Mohammad. 2005. Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). Jakarta: PT Bumi Aksara Asy’ari, Safari Imam. 1983. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Usaha Nasional Asis, asmaeny. 2006. Kesetaraan Gender dalam Perspektif Sosial Budaya. Makassar: Yapma Aw, Suranto. 2011. Komunikasi Intrpersonal.Yogyakarta: Graha Ilmu A’la, Miftahun. 2011. Quantum Teaching. Yogjakarta: Diva Press. Arsyad, Azar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grofindo Persada. Arikunto, S. 2012. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Azwar, Syaifudin. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Calhoun, James. F. & Joan Ross Acocella. 1995. Psikologi penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan. Semarang: IKIP Semarang Press Desmita, 2009. Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Devito, J.A. 2011. Komunikasi Antar Manusia. Tangerang Selatan: Karisma Publising Group Daryanto. 2010. Media Pembelajaran.Yogyakarta: Gava Media Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Fajar Interpratama Offset

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas & Penelitian Tindakan Sekolah.Yogyakarta: Gava Media Effendy. 2009. Teori dan Praktek Teori Komunikasi. Bandung : PT Remaja Dosdakarya Ekawarna, 2013. Penelitian Indakkan Kelas. Jakarta: Reverensi (GP Press Group) Fadhillah, S. Sutarmi. 2011. Media-Layanan-BK dalam http://himcyoo.wordpress.com. Di undo tanggal 30 April 2013 Pkl 08.45 WIB Gerungan, W.A. 2009. Psikologi Sosial. Bandung: PT Revika Aditama Goleman, D. 2007. Emotional Intelligence. New York: Bantam Hidayat, Dede Rahmat & Aip Badrujaman. 2012. Penelitian Tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta :PT. Indeks. Hartinah, Sitti. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama Hamdani, 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia Hursdarta H.J & Nurlan Kusmaedi, 2010. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik (Olaraga dan Kesehatan). Bandung: Alfabeta Hurlock, Elisabeth B. 1999. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga Hurlock, E. B. 1973. Adolescent development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha. Idi, H. Abdulla. 2011. Sosiologi pendidikan. Jakarta PT Raja Grafindo Persada Ketut Dewa Sukardi & Kusmawati, 2008. Proses Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakart: PT Rineka Cipta. Kunandar, 2012. Langkah Mudah penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Kusuma Wijaya & Dedi Dwitagama. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks Kuczynski, Marshall & Schell. 1997. Handbook of dynamics in parent-child relations SAGE, 2003 Masidjo, Ign. 1996. Penilaian Pencapaian Hasil belajar Siswa di sekolah.Yogyakarta: Kanisius Musfiqon, 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya Nasution. S. 2011. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Prayitno & Erman Amti. 1999. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Purwanto. 2007. Instrumen Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Riduwan, 2007. Skala Pengukura Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Sarwono, S. Wirawan. 2005. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sanjaya, Wina. 2010. Perencanaan dan Sistem Pembelajaran. Jakarta: PT Fajar Interpratama Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Belajar Ed. Revisi 7. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sugihartono dkk, 2007. Psikologi Pendidikan.Yogyakarta: UNY Press Sugiono, 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Santrok, Jonh. W. 2003. Adolescence (Perkembangan Remaja). Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Syarbani, Syiahrial, dkk. 2002. Sosiologi dan Politik. Jakarta: Ghalia Indonesia Press

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Tohirin, 2007. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Dan Madrasa (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT Grafindo Persada Taufik, 2012. Empati Pendekatan Psikologi Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Thalib, S. Bachri. 2010. Psikologi pendidikan Berbasis Analisis Empirik Aplikatif. Jakarta: Fajar Interpratama Offset Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. 1990.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Depertemen Pendidikan Dan Kebudayan: Balai Pustaka Usman, Moh. User. 2008. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Winkel, W.S & M.M Sri Hastuti. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan( Revisi ). Yogyakarta: Media Abadi. Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan Konseling (Studi Karier).Yogyakarta: Andi Yusuf, H. Syamsu. 2011. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Vembriarto, St. 1982. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Paramita http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net/artikel_detail-19926.html di undo pada senin 29 April 2013 Pkl 21.09 WIB http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net/artikel_detail-19926.html di undo pada senin 29 April 2013 Pkl 21.09 WIB http://andiaccank.blogspot.com/2011/05/pentingnya-keterampilan-sosialpada.html di undo hari Senin, tanggal 31 Maret 2014 Pkl 11.00 WIB

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 LAMPIRAN 1 SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN (SIKLUS 1) Sekolah : SMA Stella Duce 2 Kelas : XE Semester, Tahun : Gasal, 2013/2014 Topik Bimbingan : Persahabatan yang sehat Bidang Bimbingan : Pribadi-Sosial Jenis Layanan : Bimbingan Klasikal Fungsi Layanan : Pemahaman & Pengembangan Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami bagaimana menjadi seorang sahabat yang sehat Kompetensi Dasar : Siswa mampu menjalin persahabatan yang sehat Tugas perkembangan : Mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman sebaya Indikator : Sesudah mengikuti kegiatan ini, siswa diharapkan mampu a. Menjelaskan pengertian persahabatan dan menyebutkan ciri-ciri persahabatan yang sehat b. Menjelaskan cara-cara menjalin persahabatan yang sehat Materi Pelayanan : a. Pengertian persahabatan persahabatan yang sehat dan ciri-ciri

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 b. Cara-cara menjalin persahabatan yang sehat Metode Kegiatan : Metode “Role Playing” siswa diajak untuk memerankan kembali apa yang dilakukan oleh tokohtokoh dalam video singkat yang mengisahkan tentang persahabatan : Audio Visual (video singkat) dengan judul ”cheng- Media cheng po” Langkah-langkah kegiatan: NO GURU PEMBIMBING 1 Membuka kegiatan bimbingan dan menjelaskan tujuan kegiatan 2 Mengajak siswa untuk menonton video singkat dengan judul “Cheng-cheng po” 3 4 a. Meminta siswa untuk memerankan kembali apa yang sudah ditonton dengan menggunakan panduan skenario yang sudah disiapkan oleh peneliti dan memilih siswa sesuai dengan kriteri yang telah dibuat yaitu 1. Mira: Diam, tidak banyak omong dan kurang aktif 2. Nia dan Desi: Ceria, aktif 3. Laras: Suka ribut dan sering mengolok teman atau yang suka menyuruh teman untuk berbuat sesuatu 4. Wali kelas: siswa yang suka marah pada temannya 5. Ayah Nia: siswa yang aktif dan ceria 6. Ayah Desi: Siswa yang suka marah dan mengeluh. a. Mengajak siswa untuk membuat refleksi mengenai manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan, dan hambatan yang dialami selama kegiatan SISWA Mendengarkan WAKTU 2 menit Menonton 17 menit Berperan aktif 13 menit Berperan aktif 5 menit

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 5 a. Menyimpulkan keseluruhan kegiatan tentang persahabatan yang sehat yang kaitannya dengan keterampilan bersosialisasi b. Memilih siswa yang akan melakukan role playing pada siklus II dan membagikan kuesioner tentang keterampilan bersosialisasi Berperan aktif Tempat Kegiatan : Ruang kelas Waktu : 1 x 45 menit Alat dan bahan : LCD, Leptop, Kertas Refleksi : 3 menit 5 menit 1. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah mengikuti bimbingan hari ini? 2. Hambatan-hambatan apa yang anda temukan dalam mengikuti proses kegiatan bimbingan?Alasannya? Yogyakarta, 15 November 2013 Mengetahui Peneliti Guru BK Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd Fransiska Dei

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Handout A. Pengertian Persahabatan: Menurut Suzanne Kurth (dalam Ahmadi, 2009) persahabatan adalah suatu hubungan antar pribadi yang akrab dan intim melibatkan masing-masing individu sebagai satu kesatuan. Persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain. Keinginan mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka. Dua orang yang semula berhubungan sebagai teman biasa berkembang menjadi sahabat karena persamaan kesenangan, hoby,cita-cita, nasib dan sebagainya (dalam Ahmadi, 2009) B. Ciri-ciri persahabatan yang sehat Menurut Ahmadi ada beberapa ciri persahabatan yang sehat: a. Saling menghargai satu sama lain artinya Masing-masing saling menghargai sebagai pribadi yang unik memiliki kelebihan dan kekurangan misalnya bakat dan kemampuan yang berbeda, suku, agama, dan bahasa. b. Suka membantu dalam hal apapun. Ketika sahabat mengalami kesulitan dan tantangan kita akan menyediakan waktu tenaga dan kemampuan untuk membantu sahabat kita dengan tulus. c. Dapat dipercaya Kepercayaan merupakan salah satu kunci dari sebuah persahabatan, karena dengan rasa saling percaya orang akan dengan terbuka mengungkapkan apa

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 yang dialami kepada sahabatnya karena merasa bahwa sahabatnya akan menjaga rahasia dan mau membantunya ketika mengalami kesulitan. d. Tidak meremehkan orang lain Seorang sahabat yang sehat tidak akan perna meremekan sahabatnya karena apa yang dilakukannya akan membuat orang lain terluka. e. Bergaul dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan Sahabat yang sehat tidak perna membeda-bedakan dalam berteman tetapi selalu berusaha bergaul dengan siapa saja baik itu dengan orang yang pintar, kaya, miskin, dan sebagainya. C. Cara- cara menjalin dan memelihara persahabatan yang sehat: Menurut Ahmadi (2009) ada beberapa cara memlihara persahabata yang sehat a. Mau menerima orang lain apa adanya dan tanpa syarat Menerima kelebihan dan kekurangan orang lain b. Membiarkan orang lain menerima dirinya sendiri artinya memberikan ruang kepada orang lain untuk mengenal dirinya dengan segala kelebihan dan kekurangan serta memberikan dukungan terhadap orang tersebut untuk berkembang kearah yang lebih baik Misalnya ada seorang sahabat yang memiliki bakat dalam bidang musik kita membiarkan teman tersebut untuk mengenal kemampuan yang ada dalam dirinya khususnya dalam bidang music dan mendorongnya untuk mengembangkan bakat yang ada. c. Tidak memaksa kehendak pada siapapun untuk menjadi sempurna seperti sebelum anda menyukai. d. Tidak tawar menawar dalam hal penerimaan, misalnya: saya akan menerima anda kalau anda melakukan sesuai seperti apa yang saya inginkan. e. Mau menghargai orang lain Apapun keadaan orang itu perlu dihargai karena dia adalah seorang pribadi yang memiliki keunikan baik dari latar belakang keluarga, agama, suku, dan budaya.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 REFLEKSI 1. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah mengikuti bimbingan hari ini? ………………………………………………………….. ………………………………………………………….. …………………………………………………………… 2. Hambatan-hambatan apa yang anda temukan dalam mengikuti proses kegiatan bimbingan hari ini? Alasannya? ……………………………………… ………………………………………. ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… ……………….. Sumber Ahmadi Abu. H, 2009. Psikologi Sosial.Jakarta:Rineka Cipta http://id.wikipedia.org/wiki/Persahabatan di undo Senin, 28 0ktober 2013 Pkl 9.57 WIB

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 SINOPSIS Film Singkat dengan Judul “Cheng Cheng Po” Cheng Cheng Po, film pendek karya B.W Purbanegara, berkisah tentang Markus, Tyara, Tohir dan Han, datang dari keluarga yang berbeda latar belakang dan etnis. Meski demikian, hal itu tidak membuat mereka menjadi tidak bersahabat. Persahabatan mereka begitu tulus hingga mereka tidak memandang perbedaan sebagai penghalang untuk bersahabat secara sehat. Mereka saling berbagi dan membantu. film singkat tersebut menggambarkan bahwa mereka memiliki kepedulian yang besar terhadap masalah yang dihadapi teman mereka. Hal yang menarik adalah inisiatif dari anak-anak tersebut membuat pertunjukkan barongsai untuk menghasilkan uang yang akan digunakan untuk membantu pembayaran SPP. Bagi anak perbedaan suku tidak menjadi alasan bagi mereka untuk tidak menjalin bersahabat.

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Verbatim untuk Role Playing Judul Video Singkat (Cheng-Cheng Po) PEMERAN 1. Mira (Anak yang Miskin) 2. Nia Dan Desi (Teman Curhat) 3. Laras ( Teman Yang Jahat) 4. Wali Kelas (bapak) 5. Ayah Nia 6. Ayah Desi KARAKTER PEMERAN 1. Mira : Terbuka, suka menolong, menerima keadaan keluarga dan tidak mudah 2. Nia dan Desi menyerah. : bergaul dengan siapa saja, terbuka, suka menolong, dan peduli. 3. Ayah Nia : Peduli dengan keadaan orang lain. 4. Ayah Desi : Tidak mau peduli dengan kebutuhan orang lain, tidak mau bergaul dengan orang yang memiliki latar belakang keluarga, suku, budaya, dan agama yang berbeda. 5. Wali Kelas : Menuntut siswa untuk membayar SPP tanpa memandang ekonomi keluarga siswa, kejam, suka marah-marah. 6. Laras :Suka mengolok-olok teman dan tidak mau peduli dengan kebutuhan sesama

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Kriteria siswa yang dipilih untuk role playing pada siklus 1 Siswa yang berperan sebagai 1. Mira: Diam, tidak banyak omong dan kurang aktif 2. Nia dan Desi: Ceria, aktif 3. Laras: Suka ribut dan sering mengolok teman atau yang suka menyuruh teman untuk berbuat sesuatu 4. Wali kelas: Siswa yang suka marah pada temannya 5. Ayah Nia: Siswa yang aktif dan ceria 6. Ayah Desi: Siswa yang suka marah dan mengeluh. METODE (ROLE PLAYNG) ARTI SEBUAH PERSAHABATAN Narator : Nia, Desi dan Mira adalah siswa kelas X A yang memiliki hubungan yang baik dalam suatu relasi persahabatan. Mereka memiliki latar belakang keluarga, suku, budaya dan agama yang berbeda. Nia berasal dari keluarga yang pas-pasan, Desi berasal dari keluarga menengah keatas sedangkan Mira berasal dari keluarga yang miskin. Perbedaan ini tidak menghalangi mereka untuk bersahabat, ini terlihat ketika dalam berelasi sehari-hari sebagai seorang sahabat mereka saling membantu. Pada suatu hari siswa kelas X A didatangi oleh Wali Kelas. Wali kelas tersebut hendak memberikan pengumuman kepada siswa sebelum mereka pulang ke rumah Wali Kelas: Selamat siang semuanya. Sebelum mengakhiri pelajaran bapak akan mengumumkan sesuatu. Berhubung ujian semester akan dilaksanakan minggu depan diharapkan semua siswa wajib membayar SPP, karena kalau tidak membayar maka siswa tersebut tidak diperbolekan untuk

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 mengikuti ujian. Semua sudah jelas? (semua siswa diam tidak menjawab) tetapi sebelum pulang bapak minta supaya Mira bertemu bapak di kantor MIRA: (Terkejut, heran dan ketakutan karena diminta untuk bertemu wali kelas) Narator: Semua siswa pulang ke rumah mereka masing-masing kecuali Mira, Desi dan Nia. Mira karena masih bertemu dengan wali kelas. Desi dan Nia menunggu Mira di halaman sekolah karena mereka adalah teman baiknya Mira. Mira: Mat siang pak apakah saya ada masalah? Wali Kelas: Kamu ada masalah dengan uang SPP, semua siswa sudah membayarnya tetapi kamu sendiri belum, bapak beri waktu untuk kamu sampai minggu depan kalau minggu depan kamu tidak bayar SPP berarti kamu tidak ikut ujian (suaranya keras dan marah) Mira: (suara gemetar sambil menunduk) Baik pak saya akan berusaha untuk membayarnya. (malu karena berpikir bahwa orang tuanya tidak memiliki uang untuk membayar SPP). Wali Kelas: Ingat itu!!! Sekarang silakan pulang Mira: Terima kasih pak (sambil keluar dari ruangan wali kelas) Nia: Mira, Apakah kamu mau langsung pulang ke rumah sekarang? ayolah kita ke kantin dulu. Mira: Maaf ya aku mau pulang ke rumah sekarang Desi: Mira, ko kamu kelihatan sedih ada apa? Nia+Desi: Ayo cerita sama kita siapa tahu kita bisa bantu kamu

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Mira: Saya sedih dan bingung harus bagaimana sekarang, soalnya minggu depan uang SPP saya harus sudah lunas sementara orang tuaku tidak punya uang (menangis) Nia: Kamu jangan terlalu sedih kita harus bisa cari jalan keluar Desi: Iya Mira, saya memahami perasaanmu sekarang. Saya rasa apa yang dikatakan Nia itu benar kita harus bisa cari jalan keluar tidak bisa kita hanya duduk sedih dan sedih. Mira: Iya Des, Tapi sekarang saya juga bingung orang tuaku tidak punya uang, lagi pula usaha ibu untuk menjual bakpao akhir-akhir ini sering tidak laku, mungkin orang sudah bosan dengan jualan ibu. Lalu dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk membayar SPP. Desi: Ow, tenang aja Mira, kita berdua pasti bisa bantu kamu. Nanti setelah sampai di rumah saya coba minta uang sama ayah, dan saya pikir ayah pasti bisa bantu kamu Nia: Saya juga akan coba minta uang ke orang tuaku pasti mereka bisa bantu kamu untuk bayar SPP, atau kalau orang tuaku keberatan, saya mau ambil uang tabunganku biar kamu bisa bayar uang SPP. Mira: Terima kasih kalian berdua mau membantu saya tetapi. Nia: Tapi apa? Sudalah, jangan terlalu pikir tentang uang, kita harus bisa cari solusinya, saya dan Desi adalah sahabat kamu jadi kami pasti akan membantu kamu. Yakinlah kita pasti bisa. (sambil memegang bahu Mira) Narator: Mira dan kedua temannya kembali ke rumah mereka masing-masing Nia: Selamat siang pak .

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Ayah Nia: Selamat siang Nia. Eh kamu sudah pulang, ayo ganti baju dan makan (wajah gembira) Nia: Iya ayah, tapi setelah makan Nia mau minta sesuatu sama ayah Ayah Nia: Mau minta apa?? Nia: Begini pak, Nia punya sahabat di kelas, ia sangat baik namanya Mira, saat ini dia mengalami kesulitan untuk bayar uang SPP karena orang tuanya tidak punya uang. Kasihan Mira, kata wali kelas kalau ada siswa sampai minggu depan tidak bisa lunaskan uang SPP, siswa tersebut tidak bisa ikut ujian semester. Mira termasuk siswa yang belum membayar uang SPP, dia pasti tidak bisa ikut ujian Ayah Nia: Iya ayah paham dengan apa yang kamu katakan dan niat baikmu untuk membantu sahabatmu, tetapi sekarang ayah juga tidak punya uang untuk membantu temanmu. Ayah usul kalau kamu mau, pakai dulu uang tabunganmu untuk bantu temanmu dan kalau ayah sudah punya uang ayah akan kembalikan uang tabunganmu. Nia: Benar Ayah, ( dengan wajah gembira Nia membongkar celengannya dan menghitung uangnya). Ayah ini uang yang Nia dapat dari celengan.Tetapi uang ini belum cukup buat lunasin SPP Mira. Ayah: Ow, sedikit tidak apa-apa, yang penting kamu punya niat baik untuk membantu sahabatmu Narator: Desi sampai di rumah juga melakukan hal yang sama yaitu meminta uang ke ayahnya Ayah Desi: Mat siang Desi Desi: Mat siang ayah Ayah Desi: Ko kamu kelihatan sedih hari ini, apakah kamu ada masalah?

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Desi: Tidak ada masalah ko ayah, Desi cuma kecapaian. Ayah, Desi mau minta sesuatu dari ayah, tapi jangan marah ya ayah Ayah Desi: Oh, ayah tidak marah. Ayah tahu pasti kamu mau minta hadia ulang tahunmu, jangan kuatir ayah sudah menyiapkan hadia yang sangat bagus untuk kamu. Desi: Bukan hadia ulang tahun, tapi uang Ayah Desi: Uang untuk apa? kan uang sekolahmu sudah lunas Desi: Uang untuk bantu temanku Mira, yang saat ini sedang mengalami kesulitan membayar uang SPP. Kasihan Mira, kalau tidak bayar uang SPP dia tidak akan ikut ujian semester Ayah Desi: Mira lagi setiap hari Mira terus apakah tidak ada nama lain yang kamu sebut? Bapak sudah bosan mendengar nama itu, bapak juga sudah berkali-kali melarang kamu untuk tidak bersahabat dengan orang yang seperti itu, miskin, beda suku, budaya dan agama dengan kita. (marah) Desi: Ayah memangnya ada apa kalau Desi berteman dengan Mira. Begini ayah, Mira itu memang miskin, beda suku, agama, dan budaya dengan kita tapi Mira itu adalah sahabat baik Desi. Apa salahnya Desi berteman dengan dia? Apakah Desi salah kalau ada seorang sahabat mengalami kesulitan dan Desi membantunya? Ayah Desi: Tidak ada yang salah tapi ayah tidak mau kamu bersahabat dengan dia apa lagi membantu dia, ayah tidak punya uang, terserah kalau kamu mau bantu dia, silakan cari uang sendiri.(marah) Desi: Terima kasih ayah, biarpun ayah marah tetapi saya akan tetap berusaha untuk membantu sahabat saya (sedih dan kecewa)

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Narator: Hari berikutnya mereka kembali ke sekolah dan pada saat istirahat mereka bertemu di kantin untuk membahas kembali masalah uang SPP Desi: Bagaimana kabar hari ini? Nia: baik Mira: ((Tidak menjawab hanya diam dan menunduk) Nia: Mir aku ada berita gembira hari ini untuk kamu, saya punya tabung di rumah, dan kemarin saya coba untuk membongkar tabungan saya, ya lumayan hasilnya saya ingin membantu kamu bayar SPP. Mira: Terima kasih kamu mau membantu saya (senang) Nia: Tapi kalau Cuma uang tabunganku tidak cukup kita harus cari lagi biar kamu bisa bayar lunas SPPmu Desi: Terima kasih Nia, saya ada ide bagaimana kalau kita mengamen. tapi sama siapa kita ngamennya?? Nia: Sebentar itu disana ada Laras ayo kita minta dia juga untuk bantu kita ngamen Desi: Kita juga bisa minta teman-teman lain untuk mengamen Narator: Tiba-tiba Laras datang bergabung dengan mereka di kantin Laras:Hei, Lagi ngapai kalian disini Desi: Lagi bahas sesuatu, apa kamu bisa bantu kami? Laras: Bantu apa?? Desi: Bantu kita untuk mengamen, biar kita dapat uang untuk bantu teman kita Mira yang kesulitan membayar uang SPP.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Laras: Mengamen(tertawa sinis) tidak!! tidak!!! itu pekerjaan yang sangat hina buat saya. Lagian yang butu uang siapa Mira atau saya? biarkan dia ngamen sendiri, dia memang cocok kalau mengamen. Maaf saya ada banyak tugas, saya tidak bisa bantu, saya pergi dulu ya (Laras pergi meningalkan mereka) Desi+Laras+Mira: (Diam sejenak melihat tingkah dan mendengar kata-kata yang diungkapakan oleh laras) Desi: Mira tidak perlu tanggapi apa yang dikatakan Laras tadi, sekarang yang terpenting kita bertiga harus tenang dan berusaha untuk mencari solusinya Nia: Kita pasti bisa, nanti saya yang menyanyi karena suara saya bagus, kalian berdua yang menari, setujukan?? kita harus buat sekreatif mungkin biar orang tertarik melihat kita dan mau membantu kita. Desi+Mira: Kami setuju dengan idemu Narator: Akhirnya mereka bertiga mengamen sepulang sekolah dan mendapat uang yang banyak untuk bisa membayar uang SPP, dan mereka semakain menjalin persahabatan yang sehat. Persahabatan yang sehat mengajak orang untuk peduli dengan kebutuhan sesama dan mau membantu tanpa memikirkan perbedaan suku, rasa dan lain sebagainya

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN (SIKLUS II) Sekolah : SMA Stella Duce 2 Kelas : XE Semester, Tahun : Gasal, 2013/2014 1. Topik Bimbingan : Membina Kekompakkan dalam kelas 2. Bidang Bimbingan : Pribadi-Sosial 3. Jenis Layanan : Bimbingan Klasikal 4. Fungsi Layanan : Pemahaman & Pengembangan 5. Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami bagaimana membina kekompakkan dalam kelas 6. Kompetensi Dasar : Siswa mampu membina kekompakan dalam kelas 7. Tugas perkembangan : Mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman sebaya 8. Indikator : Sesudah mengikuti kegiatan ini, siswa diharapkan mampu a. Menjelaskan pengertian kekompakan dan menyebutkan ciri-ciri dari kekompakan b. Menjelaskan cara-cara membina kekompakan dalam kelas 9. Materi Pelayanan : a. Pengertian kekompakan dan ciri-ciri kekompakan b. Cara-cara membina kekompakan dalam kelas dari

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 10. Metode Kegiatan : Metode “Role Playing” siswa yang sudah dipilih pada siklus sebelumnya sebayak 6 orang untuk memainkan peran tentang kekompakan. Ada dua kelompok geng yaitu geng pecundang dan geng super. Kedua geng ini sering bertengkar dan membuat situasi kelas tidak nyaman. Ada seorang siswa yang berperan sebagai wali kelas tugasnya untuk menyatukan dan mendamaikan kedua geng tersebut. 11. Media : Audio Visual (video singkat tentang sosialisasi) 12. Langkah-Langkah Kegiatan: NO GURU PEMBIMBING SISWA 1 Membuka kegiatan bimbingan dan menjelaskan Mendengarkan tujuan kegiatan 2 Mengajak siswa untuk menonton video singkat Berperan aktif dengan judul “sosialisasi” 3 a. Menjelaskan kembali aturan permainan dan Berperan aktif karakter setiap pemeran b. Mengajak siswa yang sudah dipilih untuk melakukan role playing. SMA Suka Maju memiliki 2 kelompok geng mereka adalah siswa kelas X E. Dua kelompok geng ini memiliki nama masingmasing. Kelompok geng pertama namanya adalah “pecundang” dan yang lain namanya” super”. Masing-masing geng beranggotakan 3 orang siswa. Geng pecundang adalah kumpulan siswa yang cantik dan memiliki keadaan ekonomi menengah keatas tetapi memiliki kemampuan akademis yang paspasan. Mereka ini adalah Indri, Rosa dan Try ( maju ke depan kelas diiringi musik) sedangkan geng super adalah kumpulan siswa yang pintar dan memiliki keadaan ekonomi yang pas-pasan. Mereka adalah Ningsi, Clarita dan Puspita (masuk diiringi musik). Kedua geng ini sering membuat keributan WAKTU 2 menit 5 menit 20 menit

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 4 5 dalam kelas dan tidak perna kompak. Setiap hari selalu ada hal yang membuat mereka bertengkar. Kehadiran kedua geng dalam kelas membuat suasana kelas tidak nyaman, semua siswa yang ada di kelas sering merasa terganggu karena perbuatan mereka bahkan guru juga merasa terganggu dengan keadaan kelas ini, maka pada suatu kesempatan wali kelas mengambil inisiatif untuk mendamaikan kedua geng ini (wali kelas masuk). Tujuannya dalah supaya mereka kembali bersatu dan kompak untuk bisa menggapi cita-cita yang diinginkan. a. Mengajak siswa untuk mengevaluasi apa yang sudah diperankan oleh siswa lain tentang membina kekompakan dalam kelas a. Refleksi b. Menyimpulkan seluruh kegiatan bimbingan, membagikan kuesioner tentang keterampilan bersosialisasi 13. Tempat Kegiatan : Ruang kelas 14. Waktu : 1 x 45 menit 15. Alat dan bahan : LCD, Leptop Berperan aktif 5 menit a. Berperan aktif b.Mendengark an 5 menit 8 menit

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 16. Refleksi : 1. Hal-hal apa yang anda dapatkan setelah mengikuti bimbingan hari? ini? 2. Hambatan-hambatan apa yang anda temukan dalam mengikuti proses kegiatan bimbingan? Alasannya? Yogyakarta, 22 November 2013 Mengetahui Peneliti Guru BK Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd Fransiska Dei

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Hand Out A. Pengertian kekompakan Kekompakan dapat digambarkan sebagai suatu ikatan yang menyatukan. Kekompakan adalah bekerja sama secara teratur dan rapi, bersatu padu dalam menghadapi suatu pekerjaan yang biasanya ditandai adanya saling ketergantungan. Selanjutnya Mangkuprawira (2009) menyatakan bahwa kekompakan (cohesiveness) adalah tingkat solidaritas dan perasaan positif yang ada dalam diri seseorang terhadap kelompoknya. Menurut West (2002), “Ada 5 (lima) hal yang bisa menjadi bahan latihan kekompakan dalam sebuah tim, yaitu: 1. Komunikasi, meliputi kelancaran komunikasi, tepat dan akurat menyampaikan informasi, dan saling terbuka 2. Respek satu sama lain, meliputi memahami kebutuhan dan mendengarkan pendapat pihak lain, memberikan feedback konstruktif, serta member apresiasi 3. Kesiapan menerima tantangan, juga kegigihan dan ketekunan dalam bekerja

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 4. Kerja sama, meliputi kemampuan memahami pentingnya komitmen, kepercayaan, penyelesaian masalah bersama, kejelasan tujuan, memberi dukungan dan motivasi, serta mengakui kesuksesan 5. Kepemimpinan, baik memimpin orang lain, tim, maupun memimpin diri sendiri. B. Ciri-ciri orang yang membina kekompakan a. Terdiri dari dua orang atau lebih b. Memiliki tujuan yang sama c. Berasaskan kebersamaan C. Cara membina kekompakan a. Membangun kepercayaan yang baik b. Menjalin komunikasi yang baik c. Saling mendukung dan toleran antar anggota d. Mau ikut terlibat dalam setiap kegiatan kebersamaan D. Manfaat membangun kekompakan a. Membantu seseorang belajar mengenal satu sama lain dalam kehidupan sosialnya b. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang tinggi c. Meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong Sumbernya: http://www.psychologymania.com/2013/02/pengertiankekompakan.html di undo tanggal 19 November 2013 pukul 8.53 WIB

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 SKENARIO ROLE PLAYING KEKOMPAKAN DEMI MENGGAPAI SEBUAH CITA-CITA Inti cerita Cerita ini mengisahkan tentang SMAN di Bali yang memiliki 2 kelompok geng. Kelompok geng tersebut berada di kelas X E. Karena mereka berasal dari SMP yang sama ketika masuk SMA mereka membentuk geng. Dua kelompok geng ini memiliki nama masing-masing. Kelompok geng pertama namanya adalah “pecundang” dan yang lain namanya “super”. Masing-masing geng beranggotakan tiga orang siswa. Geng pecundang adalah kumpulan siswa yang cantik dan memiliki keadaan ekonomi menengah keatas tetapi memiliki kemampuan akademis yang pas-pasan. Mereka ini adalah Indri, Rosa dan Try sedangkan geng super adalah kumpulan siswa yang pintar dan memiliki keadaan ekonomi yang pas-pasan. Mereka adalah Ningsi, Clarita dan Puspita Kedua geng ini sering membuat keributan dalam kelas dan tidak perna kompak setiap hari selalu saja ada hal yang membuat mereka bertengkar. Kehadiran kedua geng dalam kelas membuat suasana kelas tidak nyaman, semua siswa yang ada dikelas sering merasa terganggu karena perbuatan mereka bahkan guru juga merasa terganggu dengan keadaan kelas ini, maka pada suatu kesempatan wali kelas mengambil inisiatif untuk mendamaikan kedua geng ini.Tujuannya dalah supaya mereka kembali bersatu dan kompak u ntuk bisa menggapi sebuah cita-cita yang diinginkan. KARAKTER PEMERAN Kelompok geng Pecundang 1. Indri : Suka berdandan, menjelekan nama teman, suka membuat keributan 2. Rosa : Suka menghina teman, Kasar. 3. Try : Suka menuntut, marah-marah dan tidak ramah Kelompok geng Super 1. Ningsi :Tekun, Serius dalam belajar, pintar 2. Clarita :Ceria, dan pintar 3. Puspita :Pintar, aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler khususnya musik

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 VERBATIM ROLE PLAYING Setting ruang kelas Narator: SMAN 2 Bali memiliki 2 kelompok geng. Kelompok geng ini adalah siswa kelas X F. Dua kelompok geng ini memiliki nama masing-masing. Kelompok geng pertama namanya adalah PECUNDANG dan yang lain namanya SUPER. Masing-masing geng beranggotakan tiga orang siswa. Geng pecundang adalah kumpulan siswa yang cantik dan memiliki keadaan ekonomi menengah keatas tetapi memiliki kemampuan akademis yang paspasan. Mereka ini adalah Indri, Rosa dan Try ( maju ke depan kelas diiringi musik) sedangkan geng super adalah kumpulan siswa yang pintar dan memiliki keadaan ekonomi yang pas-pasan. Mereka adalah Ningsi, Clarita dan Puspita (masuk diiringi musik). Kedua geng ini sering membuat keributan dalam kelas dan tidak perna kompak. Setiap hari selalu ada hal yang membuat mereka bertengkar. Kehadiran kedua geng dalam kelas membuat suasana kelas tidak nyaman, semua siswa yang ada di kelas sering merasa terganggu karena perbuatan mereka bahkan guru juga merasa terganggu dengan keadaan kelas ini, maka pada suatu kesempatan wali kelas mengambil inisiatif untuk mendamaikan kedua geng ini (wali kelas masuk). Tujuannya dalah supaya mereka kembali bersatu dan kompak untuk bisa menggapi sebuah cita-cita yang diinginkan. Mari kita saksikan bersama penampilan mereka Ningsi :(masuk dan duduk kemudian membaca buku) “Kemudian datanglah Rosa dan kedua temannya yaitu Indri dan Try” Rosa : Hee ……teman ada kutu buku ni (sambil tertawa terbahak-bahak) Try :Mana, mana… kutunya (sambil tertawa sambil menghampiri Ningsi) ngapain lu…….sok jenius Ningsi : Lagi baca bukulah, kalian tidak lihat ya? (wajah serius) Indri :Dasar kutu buku, apa tidak bosan baca buku terus sekarangkan jam istirahat? Ningsi :Ah, itu bukan urusan kalian (sambil terus membaca buku) Try :Tidak usa sok pintar sama kita-kita, emang lu siapa? (marah sambil mengambil buku yang sedang dibaca Ningsi) Ningsi :(berdiri lalu merampas buku yang dipegang Try) kembalikan bukuku, kembalikan bukuku (sambil teriak)

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Try :Eh, si kutu mana teman-temanmu, ayo panggil!! Biar mereka bisa bantu kamu Narator: Clarita dan Puspita sedang ke kantin membeli makanan karena saat itu jam istirahat. Setelah pulang dari kantin ketika mendekati ruangan kelas X F mereka mendengar suara Ningsi yang sedang berteriak Ningsi :Kembalikan bukuku!!! kembalikan bukuku!!!(terus berteriak) Puspita dan Clarita lari mendekati Ningsi Puspita :He…..lagi ngapain kalian disini, berani-beraninya mengganggu teman kami (wajah marah) dasar geng pecundang tidak jelas, suka bikin masalah Try :Pergi sana ini bukan urusan kalian berdua Puspita :Apa kamu bilang!! Ini bukan urusan kami?? yang jelas ini urusan kami juga karena kalian telah mengganggu anggota geng kami Clarita :Ayo kembalikan bukunya, atau mau kita kasih pelajaran (marah) Ningsi+Puspita:Ayo kembalikan bukunya, kembalikan bukunya (sambil berusaha mengambil buku yang dipegang oleh Try) Narator :Lonceng masuk berbunyi semua siswa kembali ke kelas masing-masing, dua kelompok geng ini masing melanjutkan pertengkaran mereka Try :Ayo kalau berani maju satu-satu, tidak usa pake keroyokan Narator :Tiba-tiba datanglah wali kelas ingin menyampaikan sesuatu (kedua geng tadi kembali ke tempat duduk mereka masing-masing dan suasana kelas menjadi tegang) Wali Kelas :Selamat siang semuanya Semua murid :Selamat siang Wali kelas : Ada apa dengan kalian ko ekspresi wajah kalian begitu serius dan tegang (sambil memandang kearah ke dua kelompok geng tadi )Tidak ada siswa yang berani menjawab hanya salah seorang dari geng super yaitu Claudi menjawab Claudia :Biasa bu ada yang berani mau lawan kita (sambil menatap ke geng pecundang) Wali kelas : Sudah sudah Claudia, sebentar nanti kita bahas soal itu, sekarang ibu mau menyampaikan sesuatu, berhubung guru mata pelajaran

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Fisika sakit maka kalian diminta untuk mengerjakan tugas. Ibu beri waktu satu stengah jam untuk mengerjakan tugas setengah jam kita pakai untuk membicarakan keadaan kelas kita. Try :(mengacungkan tangan) Ada usul bu, gimana kalau dua jam kita pakai untuk mengerjakan tugas Fisika, soalnya sangat sulit bu Claudia :Ga usa bu!! kan Cuma 2 nomor, masa Cuma dua nomor aja tidak bias kerjakan selama satu setenga jam, aneh kan dasar bego (sambil tertawa) Wali Kelas :Claudia kalau mau usul yang sopan, tidak usa menjelekkan teman, kalau kamu memang tidak setuju dengan apa yang di katakana oleh Try, Cuma katakana bu saya tidak setuju itu saja sudah cukup. Jadi begini teman-teman ibu ingin bertanya ke semua siswa, apakan setuju dengan apa yang sudah ibu katakana tadi yaitu satu stengah jam kita gunakan untuk kerjakan tugas Fisika, setengah jam kita gunakan untuk membahas masalah kelas. Apakah semua setuju Semua murid :Setuju bu Wali Kelas :Kalau semua setuju sekarang kerjakan tugas, ibu akan menunggu kalian, dan kalau yang sudah selesai harap dikumpulkan. Narator :Kelompok geng super yaitu Ningsi, Calaudia dan Puspita sudah selesai setelah satu jam mengerjakan tugas, mereka cepat-cepat mengumpulkannya kepada wali kelas sedangkan kelompok geng pecundang belum selesai. Setelah satu setengah jam berlalu wali kelas meminta supaya semua anak mengumpulkan tugas. Wali kelas :Ayo silakan kumpulkan pekerjaannya, sekarang kita mau bahas tentang keadaan kelas kita selama ini. (mulai bertanya) sebelumnya ibu mau Tanya Apakah kalian merasa nyaman berada di dalam kelas ini (semua siswa mengatakan nyaman kecuali Ningsi) Semua siswa: Nyaman bu Ningsi :Tidak nyaman bu soalnya saya tadi dikeroyok sama geng pecundang mereka mengambil buku pelajaran yang sedang saya baca dan mengajak saya untuk bertengkar. Calaudi+Puspita ini Wali kelas :Iya bu mereka selalu mencari dan membuat masalah di kelas :Sekarang ibu mau tanya siapa yang terlibat dalam masalah ini silakan maju ke depan kelas? (Kedua geng maju) sekarang ibu tidak persalakan siapa-siapa tetapi ibu minta kalian untuk mengambil

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 kertas satu lembar (semua mengambil kertas), sekarang dengarkan apa yang di katakana oleh ibu. Lipatlah kertas yang kalian pegang menjadi dua bagian yaitu bagian kiri dan kanan, setelah melipat tuliskan hal-hal jelek apa saja yang dimiliki oleh lawan kalian sebanyak mungkin. Setelah selesai sobeklah kertas itu dan berikan kepada ibu. Nah sekarang kalian punya kertas kosong, ibu minta tuliskan hal-hal baik yang dimiliki oleh lawan kalian, tulis sebanyakbanyaknya. Setelah menulis kalian diminta untuk menukar kertas yang kalian bawa kepada lawanmu, dan ibu minta kalian berenam membacakan hal-hal baik yang dimiliki oleh kalian berenam. Setelah membaca kalian diberi kesempatan untuk saling memaafkan. Terima kasih kalian sudah saling memaafkan semoga kalian menjadi teman yang selalu kompak dan bersatu untuk meraih cita-cita yang diinginkan Narator :Akhirnya kedua geng tersebut saling memaafkan dan menjadi bersatu kembali dan suasana kelas menjadi begitu kompak SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN (SIKLUS III) Sekolah : SMA Stella Duce 2 Kelas : XE Semester, Tahun : Gasal, 2013/2014 Topik Bimbingan : Menghargai Perbedaan Orang Lain Bidang Bimbingan : Pribadi-Sosial Jenis Layanan : Bimbingan Klasikal Fungsi Layanan : Pemahaman & Pengembangan Standar Kompetensi : Memahami dan mewujudkan sikap menghargai perbedaan orang lain. Kompetensi Dasar Tugas perkembangan : : Siswa mampu memahami perbedaan orang lain

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Siswa dapat mengembangkan pengetahuan mengenai etika dan Indikator hubungan sosial dengan orang lain : Sesudah mengikuti kegiatan ini, siswa diharapkan mampu a. Menjelaskan pengertian menghargai perbedaan dan menyebutkan ciri-ciri sikap menghargai perbedaan orang lain b. Menjelaskan pentingnya menghargai perbedaan orang lain. Materi Pelayanan : a. Pengertian sikap menghargai dan ciri-ciri orang yang menghargai perbedaan orang lain b. Pentingnya menghargai perbedaan orang lain. Metode Kegiatan : Metode “Role Playing” siswa yang sudah dipilih pada siklus II sebayak 3 orang akan melakukan peran sebagai orang tuli , seorang bapak dan sebagai narator. Media : Audio Visual (Video singkat tentang iklan shampo) mengisahkan tentang seorang siswa tuli yang memiliki perbedaan fisik. Karena perbedan tersebut teman-temannya selalu menghina keterbatasannya sehingga membuat siswa ini enggan untuk melakukan sosialisasi tetapi berkat bantuan seorang bapak siswa tersebut bisa bergaul dengan bebas

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Langkah-langkah kegiatan: NO GURU PEMBIMBING SISWA WAKTU 1 Membuka kegiatan bimbingan dan menjelaskan Mendengarkan 2 Menit Menonton 5 Menit Berperan aktif 17 Menit tujuan kegiatan 2 Meminta siswa untuk menonton video singkat ( tentang iklan shampoo) mengisahkan tentang seorang siswa tuli yang berbeda dengan temanteman yang normal, dan karena perbedaan fisiknya teman-temannya selalu menghina keterbatasannya sehingga membuat siswa ini enggan untuk bersosialisasi tetapi berkat bantuan seorang bapak akhirnya siswa tersebut bisa bergaul dengan teman-teman secara bebas walaupun dia mengalami perbedaan secara fisik. 3 a. Menjelaskan kembali aturan permainan dan karakter setiap pemeran . Meminta iswa untuk melakuakn role playing sesuai dengan skenario yang sudah disiapkan peneliti yaitu bahwa ada 3 orang siswa yang sudah dipilih pada siklus II yang akan berperan sebagai siswa yang tuli, bapa yang buta dan sebagai narator. Dikisahkan bahwa di suatu sekolah ada seorang siswa yang tuli. Secara fisik ia kelihatan berbeda dengan siswa yang lain karena ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Siswa ini namanya adalah Clarita. Ia memiliki impian yang begitu

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 tinggi, yaitu bahwa ia ingin menjadi seorang musisi yang sangat terkenal, tetapi karena keterbatasan dalam pendengaran ia sering di olok-olok oleh teman sekelasnya yang memiliki bakat yang sama. Setiap kali ia ingin belajar memainkan musik biola ia selalu dihalang-halangi oleh teman-temannya dan bahkan mereka menganggap dirinya adalah pembawa masalah di kelas, dan mereka juga merasa sangat terganggu dengan kehadiran Clarita, karena mereka merasa bahwa ia sangat berbeda dengan mereka, tetapi syukurlah ada seorang bapak yang memiliki keadaan fisik yang kurang normal yaitu buta yang selalu memberikan dorongan kepadanya untuk terus berlatih biola, karena bapa ini berpikir bahwa perbedaan secara fisik bukan menjadi suatu penghalang untuk berkembang dan bersosialisasi dengan orang lain. 4 Mengajak siswa untuk mengevaluasi jalannya Berperan aktif 5 Menit Berperan aktif 8 Menit role playing yang telah dilakukan oleh siswa yang dipilih 5 a. Refleksi :Mengajak siswa untuk menuliakan refleksi sesuai dengan pertanyaan penuntun yang sudah dibuat peneliti yaitu: 1) Bagaimana perasaan anda setelah menyaksikan role playing dan

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 video singkat 2) Makna apa yang anda peroleh setelah mengikuti bimbingan hari ini dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual (video singkat) b. Menyimpulkan keseluruhan kegiatan 3 Menit c. Mengajak siswa untuk mengisi angket 5 Menit keterampilan bersosialisasi siswa Tempat Kegiatan : Ruang kelas Waktu : 1 x 45 menit Alat dan bahan :LCD, Leptop Refleksi : 1) Bagaimana perasaan anda setelah menyaksikan role playing dan video singkat 2) Apa maknanya bagi anda setelah menyaksikan role playing dan video singkat 3) Apakah anda tertarik dengan metode roll playing dan media audio visual yang di gunakan pada proses bimbingan hari ini? Yogyakarta, 29 November 2013 Mengetahui Peneliti Guru BK Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd Fransiska Dei

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Hand oud 1. Pengertian Menghargai Cenderung dewasa ini kita sering lupa untuk menghargai sesama kita, terkadang kita selalu ingin untuk dihargai, tanpa mau menghargai orang lain. Di lingkungan, kita ingin dihargai sesama teman-teman, dijalan kita selalu mau dihargai orang lain tanpa mau menghargai orang lain. pernah kah anda bertanya pada diri sendiri, bagaimana mau dihargai oleh orang lain kalau kita tidak menghargai orang lain terlebih dahulu. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (2009) menghargai adalah menghormati, mengindahkan, memandang penting (bermanfaat dan berguna). Seseorang akan menghormati atau mengindahkan seseorang (atau sesuatu) ketika memandang penting seseorang (atau sesuatu) itu. Menghormati dan menghargai orang lain artinya berperilaku sopan santun sesuai aturan, nilai, norma dan adat istiadat yang ada di suatu tempat. 2. Cara-Cara Menghargai Orang Lain a. Kenali Orang-orang Sekitar Tiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Orang-orang yang paling sering berhubungan dengan kita adalah mereka yang berada di sekitar kita: keluarga, guru, tetangga, dan teman-teman. Nah, kenali orang-orang di sekitar kita. Perhatikan bahwa kita memiliki persamaan dan perbedaan dengan mereka baik secara fisik, intelektual, bakat dan kemampuan dan lain sebagainya. Lewat perbedaan yang kita miliki kita diajak untuk saling melengkapi satu sama lain. Sehingga dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk bekerja sama dengan mereka dan menghargai mereka.

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 b. Fokus Pada Kelebihan Seringkali kita lebih fokus pada kesalahan dan kekurangan orang lain. Hal ini menyebabkan kita sulit sekali menghargai mereka. Sebaliknya, karena kita selalu memperhatikan kekurangan orang lain, orang lain pun menjadi enggan berinteraksi dan bekerja sama dengan kita karena mereka merasa enggan jika selalu merasa “dipermalukan”. Yang perlu kita ubah adalah fokus kita: coba fokuskan perhatian kita terlebih dulu pada kelebihan orang lain, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa. c. Bangun Hubungan Saling Percaya Ternyata hukum timbal balik memang berlaku dalam hidup ini. Jika kita tidak memercayai orang lain, mereka pun tidak akan memercayai kita. Sebaliknya, jika kita memercayai orang lain, orang lain akan memercayai kita. Contohnya yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan yakni pada saat proses pembelajaran. Dimana seorang guru yang sedang menjelaskan pelajaran di di depan kelas, semua murid harus menyimak dengan baik, karena dengan menyimak penjelasan dari guru itu salah satu proses menghargai seseorang dan ketika ada diskusi kelompok , ada seseorang yang mengeluarkan sebuah opini atau pendapat tentang masalah tertentu, lalu jika seseorang sedang menjelaskan pendapatnya kita tidak boleh memotong pembicaraan orang tersebut karena itu tidak baik dan itu bukan contoh kita menghargai seseorang yang sedang berbicara

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 3. Pentingnya Penghargaan Terhadap Orang Lain a. Sebagai sesama manusia atau sesama ciptaan Tuhan, janganlah terus memancarkan keakuhan diri kita, merasa kita lebih pandai, lebih pintar, lebih kaya atau lebih segala-galanya. b. kita bisa saling membantu, saling menguatkan, dan saling menguntungkan sehingga hidup menjadi lebih menyenangkan 4. Mengapa Harus Menghargai Orang Lain? a. Saling membutuhkan b. Saling menguntungkan c. Saling mengisi , dan d. Saling menguatkan Manfaat yang kita dapat jika kita menghargai orang lain adalah orang lain pun akan menghargai diri kita , lalu orang tersebut akan respect terhadap kita dan mengenal baik kita, lalu dapat menjalin hubungan silaturahmi atau pertemanan dengan baik.

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Skenario Role Playing “Menghargai Perbedaan” Sinopsis Dikisahkan bahwa ada seorang siswa yang tuli. Secara fisik ia kelihatan berbeda dengan siswa yang lain karena ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Siswa ini namanya adalah Clarita. Ia memiliki impian yang begitu tinggi yaitu bahwa ia ingin menjadi seorang musisi yang sangat terkenal, tetapi karena keterbatasan dalam pendengaran ia sering di olok-olok oleh teman sekelasnya yang memiliki bakat yang sama. Setiap kali ia ingin belajar memainkan music biola ia selalu dihalang-halangi oleh teman-temannya dan bahkan mereka menganggap dirinya adalah pembawa masalah di kelas, dan mereka juga merasa sangat terganggu dengan kehadiran clarita, karena mereka merasa bahwa ia sangat berbeda dengan mereka, Tetapi syukurlah ada seorang bapak yang memiliki keadaan fisik yang kurang normal yaitu bisu yang selalu memberikan dorongan kepadanya untuk terus berlatih biola, karena bapa ini berpikir bahwa perbedaan bukan menjadi suatu penghalang untuk berkembang dan menjalin relasi dengan orang lain untuk itu mari kita saksikan dialog singkat mereka.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 VERBATIM ROLE PLAYING “MENGHARGAI SEBUAH PERBEDAAN” Narator: Dikisahkan bahwa di suatu sekolah ada seorang siswa yang tuli. Secara fisik ia kelihatan berbeda dengan siswa yang lain karena ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Siswa ini namanya adalah Clarita. Ia memiliki impian yang begitu tinggi, yaitu bahwa ia ingin menjadi seorang musisi yang sangat terkenal, tetapi karena keterbatasan dalam pendengaran ia sering di olokolok oleh teman sekelasnya yang memiliki bakat yang sama. Setiap kali ia ingin belajar memainkan musik biola ia selalu dihalang-halangi oleh temantemannya dan bahkan mereka menganggap dirinya adalah pembawa masalah di kelas, dan mereka juga merasa sangat terganggu dengan kehadiran Clarita, karena mereka merasa bahwa ia sangat berbeda dengan mereka, tetapi syukurlah ada seorang bapak yang memiliki keadaan fisik yang kurang normal yaitu buta yang selalu memberikan dorongan kepadanya untuk terus berlatih biola, karena bapa ini berpikir bahwa perbedaan secara fisik bukan menjadi suatu penghalang untuk berkembang dan menjalin relasi dengan orang lain. Untuk itu mari kita saksikan dialog singkat mereka. Clarita :(duduk dikursi sambil merenung), Ayah, ibu aku tahu kamu pasti merasa bahagia dengan kehadiranku, tetapi juga mungkin terganggu dengan keadaan fisikku yang sangat berbeda dengan teman-teman yang lain. Mereka bisa mendengar, dan melalukan apa saja dengan bebas, tapi aku, aku tak bisa mendengar apa yang dikatakan mereka, aku sering diejek oleh teman-teman, tapi aku terima karena memang aku dilahirkan seperti ini, aku tidak mempersalahkan siapa-siapa, aku terima keadaanku saat ini. Ayah, ibu aku punya mimpi suatu saat nanti aku ingin membahagiankan ayah, ibu dengan menjadi seorang musisi yang terkenal, tetapi apakah itu mungkin dengan keadaan diriku seperti ini. Aku sangat berbeda dengan teman-teman yang lain. (berdiri sambil jalan menemui seorang bapak).

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Bapak :(buta) Hei kamu sedang mencari siapa? Clarita : Pak saya sedang mencari seorang guru musik, saya ingin belajar musik dengannya Bapak :Oh anakku saya bisa mengajarkan kamu tentang hal itu, tetapi kamu ingin belajar musik apa? Clarita: Saya ingin belajar musik biola, tapi apakah saya bisa pak? soalnya saya ini nggak bisa mendengar, saya tuli Bapak: Oh tidak apa-apa anakku, aku juga tidak bisa melihat siapa-siapa tetapi aku bisa memainkan musik apa saja termasuk biola, akau pasti dengan senang hati mau membantumu Clarita: Iya pak tapi setiap kali aku ingin berlatih di sekolah, aku selalu di olok-olok sama teman-temanku, bahkan mereka menganggap kehadiran saya hanya membawa masalah karena saya memang sangat berbeda dengan mereka. Sering saat latihan bersama guru musik aku selalu dianggap tidak bisa dan tidak diberi kesempatan oleh teman-temanku untuk berlatih. Aku jadi sedih pak, apa aku bisa? akukan berbeda dengan mereka pak (sedih) Bapak: Kamu memang secara fisik berbeda dengan mereka tetapi kamu memiliki bakat yang sama dengan mereka dan itu perlu kamu kembangkan. Clarita: Iya pak tapi aku memang berbeda dengan mereka, aku tuli nggak bisa dengar pak, apa aku bisa? Bapak: Begini anakku memang secara fisik kamu berbeda, kamu tuli tetapi kamu memiliki sebuah hati yang bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh teman-temanmu. Sekarang, kamu pergi berlatilah dan dengarkanlah kata hatimu, suatu saat kamu pasti akan menjadi seorang musisi yang terkenal. Jangan pernah menyerah dan ingat hargailah semua perbedaan karena itu membuat kamu merasa nyaman dimana saja kamu berada dan satu hal lagi yang perlu kamu ingat, hargailah setiap pemberian dari Tuhan karena itu merupakan anugerah yang terindah bagimu. Kita semua memang diciptakan berbeda tetapi kita diajak untuk saling menghargai satu sama lain karena

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 dengan menghargi kita saling melengkapi dan memberi ruang bagi orang lain untuk berkembang. Clarita: Terima kasih pak saya akan berlatih dan terus berlatih menjadi seorang musisi yang terkenal dan berusaha untuk menghargai diriku dan temantemanku. Narator: Itulah kisah singkat seorang Clarita yang berjuang ingin menjadi seorang musisi yang terkenal. (dibacakan secara perlahan-lahan) “Jangan pernah melihat perbedaan sebagai suatu penghalang untuk menjalin persahabatan dan kekompakan dalam kelas tetapi sebagai suatu kesempatan untuk saling menghargai, berbagi dan melengkapi satu dengan yang lain”.

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 LAMPIRAN 2 KISI-KISI PENELITIAN Kisi-Kisi Panduan Observasi Siswi Aspek Respons siswi saat bimbingan berlangsung Indikator a. Perilaku siswi yang menunjukan keterampilan bersosialisasi 1. 2. 3. 4. b. Perilaku siswi yang menunjukan tidak terampil dalam bersosialisasi 5. 1. 2. 3. 4. 5. Item Jumlah Siswa memperhatikan 5 Item materi yang disampaikan guru Siswa mendengarkan apa yang disampaikan guru dan siswa lain Siswa menghargai pendapat siswa lain. Siswa peduli terhadap kebutuhan orang lain Siswa mampu berempati Siswa ngobrol saat guru 5 Item dan siswa lain berbicara Siswa mengolok-olok siswa lain saat tampil melakukan role playing Siswa membuat keributan saat guru menjelaskan materi bimbingan Siswa acu tak acu saat guru meminta untuk menonton dan melakukan role playing Siswa membuat lelucon saat menonton video singkat

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 No 1 2 3 4 Panduan wawancara tak berstuktur Pertanyaan Apakah selama ini guru BK pernah menggunakan metode role playing dan media audio visual dalam melakukan bimbingan? Bagaimana Perasaanmu ketika mengikuti bimbingan hari ini dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual? Apakah anda tertarik dengan metode role playing dan media audio visual yang dipakai saat bimbingan hari ini? Apa alasannya? Apakah anda bisa menangkap makna atau pesan yang disampaikan melalui metode role playing dan media audio visual pada bimbingan hari ini? Kisi-Kisi Kuesioner Keterampilan Bersosialisasi Siswa No 1 2 3 4 Aspek Kesadaran social Indikator 1.1Mendengar kan orang lain 1.2Melakukan interaksi sosial dengan meniru orang lain 1.3 Peduli dengan kebutuhan orang lain Efektifitas 2.1 Menghargai dalam orang lain berkominikasi 2.2 Membangun kerja sama 2.3 Rendah hati mengakui kelebihan dan kekurangan Bekembangnya 3.1 Berempati sikap empati Terampil 4.1 Terbuka pada berinteraksi orang lain 4.2 Memberikan dukungan Jumlah No Item Favorabel 1,3,9 Unfavorabel 5,8,10 Jumlah 6 4,7,11,17 2,6,12,15 8 13,16 14,20 4 18,22 19,32 4 21,30 24,25 4 23,26,31,34 27,29,33 7 28,42 39,40 4 36,41 38,42 4 37,44 35,45 4 23 22 Total 45

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 LAMPIRAN 3 INSTRUMEN PENELITIAN Panduan Observasi Siswa No Situasi Yang Diamati Kualifikasi Baik A B Cukup Kurang Respon Siswa 1. Siswa memperhatikan materi yang disampaikan guru. 2. Siswa mendengarkan apa yang disampaikan guru dan siswa lain 3. Siswa menghargai pendapat orang lain. 4. Siswa peduli terhadap kebutuhan orang lain 5. Siswa mampu berempati 6. Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok Situasi Pelaksanaan metode role playing berbasis media audio visual 1. Siswa dapat memahami alur cerita pada video singkat 2. Siswa antusias melakukan role playing sesuai dengan skenario yang sudah dibuat 3. Siswa dapat mengevaluasi role playing yang telah dilakonkan oleh siswa lain. 4. Siswa dapat menarik kesimpulan dari cerita pada video singkat dan role playing yang berkaitan dengan keterampilan bersosialisasi Tuliskan hasil observasi Anda terhadap siswa sesuai dengan keterangan yang ada di bawah ini! Keterangan : 1) Baik 2) Cukup 3) Kurang Megetahui =3 =2 =1 Pengamat Guru BK Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd ( )

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Pertanyaan Wawancara Tak Berstruktur (Pra- Tindakan,Siklus I, Siklus II, Siklus III) 1. Pra Tindakan a. Pada Saat melakukan bimbingan klasikal apakah guru BK pernah memakai metode role playing dan media audio visual (video singkat)? b. Metode apa yang sering digunakan Guru BK dalam melakukan bimbingan? c. Perasaan apa yang muncul ketika Guru melakukan bimbingan dengan menggunakan metode cerama? d. Apa harapan anda terhadap guru BK ketika melakukan bimbingan? 2. Siklus I a. Perasaan apa yang muncul ketika mengikuti bimbingan dengan menggunakan metode role palying dan media audio visual? b. Apakah anda tertarik mengikuti bimbingan dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual? c. Setelah mengikuti bimbingan hari ini hal-hal apa saja yang bisa anda pelajari? d. Apakah anda bisa menangkap pesan yang disampaikan melalui metode role play dan media audio visual? 3. Siklus II a. Perasaan apa yang muncul ketika mengikuti bimbingan dengan menggunakan metode role palying dan media audio visual? b. Apakah anda tertarik mengikuti bimbingan dengan menggunakan metode role playing dan media audio visual? c. Manfaat apa yang anda peroleh setelah mengikuti bimbingan hari ini? 4. Siklus III a.) Perasaan apa yang muncul ketika mengikuti bimbingan dengan menggunakan metode role palying dan media audio visual? b.) Apa harapan anda kedepan terhadap guru BK dalam melakukan bimbingan klasikal? c.) Apakah yang ingin anda usulkan atau sarankan terhadap guru BK dalam melakukan bimbingan klasikal?

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 KUESIONER UNTUK UJI COBA Petunjuk Pengisian Kuesioner Keterampilan Bersosialisasi Pada halaman ini disajikan sejumlah pernyataan untuk mengetahui keterampilan bersosialisasi yang yang dimiliki oleh siswa. Bacalah secara cermat setiap pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner ini kemudian pililah alternatif jawaban sesuai dengan kondisi anda. Cara pengisian koesioner ini adalah dengan memberi tanda centang (√) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi anda. Di sini tidak ada jawaban yang SALAH atau BENAR. Jadi, jawablah dengan jujur sesuai dengan kondisi anda,dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Alternatif jawaban yang disediakan adalah: S :Selalu Sr :Sering KK :Kadang-kadang TP :Tidak Pernah Seebagai Contoh No 1 Pernyataan Selalu Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan sungguh-sungguh √ Sering Kadang- Tidak kadang pernah Sebelum mengisi setiap pernyataan diharapkan untuk mengisi identitas anda secara lengkap pada bagian yang telah disediakan. Kerahasiaan identitas anda dijamin sepenuhnya oleh peneliti. Terima kasih “SELAMAT MENGERJAKAN”

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 I. IDENTITAS RESPONDEN a. b. c. d. Nama Lengkap No Absen Kelas Umur :………………………………. :………………………………. :………………………………. :………………………………. II. PERNYATAAN KUESIONER No Pernyataan 1 Saya memperhatikan ketika ada teman yang sedang berbicara di depan kelas 2 Saya ikut mencontek ketika melihat semua teman mencontek saat ujian 3 Ketika ada teman yang berbicara, saya menanggapi pembicaraannya terkait dengan materi yang dibahas 4 Saya mengikuti pelajaran sampai selesai meskipun ada pelajaran yang tidak saya sukai 5 Saya ngobrol dengan teman disamping, ketika ada teman lain sedang berbicara di depan kelas 6 Saya mengenakan pakian seragam sesuai dengan gaya teman-teman yang mini dan seksi 7 Saat ujian banyak teman yang mencontek saya berusaha kerja dengan jujur tidak mencontek 8 Saya sibuk bermain game ketika ada teman yang sharing tentang pengalamanya 9 Saya berusaha mendengarkan teman ketika ada konflik 10 Saat diskusi kelompok saya menyelah pembicaraan teman 11 Saya mengenakan pakian sesuai dengan aturan sekolah 12 Saya mengikuti teman lain yang bolos saat jam pelajaran 13 Saya marasa kasihan ketika ada teman yang mendapat musibah 14 Saya menertawakan teman lain yang sedang mengalami kesulitan S Sr KK TP

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 No 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Pernyataan Saya mengikuti mode rambut teman-teman yang dicat Saya menegur teman yang melakukan kesalahan dengan kata-kata yang sopan Saya tampil apa adanya sesuai dengan keadaan rambut saya yang normal Saya berusaha menyapah dengan ramah teman yang tidak saya sukai Saya menertawakan teman yang melakukan kesalahan Saya mengolok-olok teman yang kurang pandai Saya menerima pendapat dari orang lain saat bekerja dalam kelompok Saya menghargai pendapat teman lain saat diskusi kelompok Saya senang mendapat pujian ketika mendapat nilai yang bagus Saya merasa tidak nyaman ketika ide saya tidak diterima oleh anggota kelompok yang lain Saya sulit menerima ide dari orang lain pada saat mengerjakan tugas dalam kelompok Saya menerima dengan iklas teguran dari orang lain Saya mencari-cari kesalahan orang lain ketika mendapat teguran ataupun kritikan Saya akan meminjamkan kendaraaan kepada teman saya yang sangat membutukannya Saya menyapa dengan kasar kepada teman yang tidak saya sukai Saya merasa nyaman bekerja dalam kelompok Ketika melakukan kesalahan, saya rendah hati untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan Saya memberi julukkan nama tertentu (si gendut, si lemot) kepada teman yang tidak saya sukai S Sr KK TP

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 No 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Pernyatan Ketika mendapat juara saya merasa kecewa karena tidak dipuji Saya bersikap sopan terhadap teman yang tidak saya sukai Saya mengeluh ketika ada teman yang meminta bantuan kepada saya Saya terbuka mengungkapkan masalah yang saya hadapi kepada orang lain Saya meluangkan waktu untuk membantu teman yang membutukan bantuan Saya memilih-milih dalam berteman Saya merasa jengkel ketika ada teman yang curhat tentang masalah dengan kekasihnya Saya tidak peduli ketika ada teman yang bertengkar dengan teman lain Saya bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan ketika teman mengalami kesediahan saya turut merasakan apa yang dirasakannya dengan memberikan peneguhan Saya menggerutu ketika ada kritikan ataupun masukan dari orang lain Ketika ada teman yang mengalami kesulitan saya iklas untuk membantunya Pada saat teman mengalami kesulitan saya menolak untuk membantunya karena tidak punya waktu S Sr KK TP

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 KUESIONER PENELITIAN (Pra Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III) Petunjuk Pengisian Kuesioner Keterampilan Bersosialisasi Pada halaman ini disajikan sejumlah pernyataan untuk mengetahui keterampilan bersosialisasi yang yang dimiliki oleh siswa. Bacalah secara cermat setiap pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner ini kemudian pililah alternative jawaban sesuai dengan kondisi anda. Cara pengisian koesioner ini adalah dengan memberi tanda centang (√) pada alternative jawaban yang sesuai dengan kondisi anda. Di sini tidak ada jawaban yang SALAH atau BENAR. Jadi, jawablah dengan jujur sesuai dengan kondisi anda,dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Alternatif jawaban yang disediakan adalah: S :Selalu Sr :Sering KK :Kadang-kadang TP :Tidak Pernah Seebagai Contoh No 1 Pernyataan Selalu Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan sungguh-sungguh √ Sering Kadang- Tidak kadang perna Sebelum mengisi setiap pernyataan diharapkan untuk mengisi identitas anda secara lengkap pada bagian yang telah disediakan. Kerahasiaan identitas anda dijamin sepenuhnya oleh peneliti. Terima kasih “SELAMAT MENGERJAKAN

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 IDENTITAS RESPONDEN a. b. c. d. e. Nama Lengkap No Absen Kelas Jenis kelamin Umur :………………………………. :………………………………. :………………………………. :………………………………. :………………………………. III. PERNYATAAN KUESIONER No Pernyataan 1 Saya ikut mencontek ketika melihat semua teman mencontek saat ujian 2 Saya mengenakan pakian seragam sesuai dengan gaya teman-teman yang mini dan seksi 3 Saat ujian banyak teman yang mencontek saya berusaha kerja dengan jujur tidak mencontek 4 Saya sibuk bermain game ketika ada teman yang sharing tentang pengalamanya 5 Saat diskusi kelompok saya menyelah pembicaraan teman 6 Saya mengenakan pakian sesuai dengan aturan sekolah 7 Saya mengikuti teman lain yang bolos saat jam pelajaran 8 Saya marasa kasihan ketika ada teman yang mendapat musibah 9 Saya mengikuti mode rambut teman-teman yang dicat 10 Saya menegur teman yang melakukan kesalahan dengan kata-kata yang sopan Saya tampil apa adanya sesuai dengan keadaan rambut 11 saya yang normal 12 Saya berusaha menyapah dengan ramah teman yang tidak saya sukai 13 Saya menertawakan teman yang melakukan kesalahan 14 Saya mengolok-olok teman yang kurang pandai 15 Saya menerima pendapat dari orang lain saat bekerja dalam kelompok S Sr KK TP

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 No Pernyataan 16 Saya menghargai pendapat teman lain saat diskusi kelompok 17 Saya merasa tidak nyaman ketika ide saya tidak diterima oleh anggota kelompok yang lain 18 Saya mencari-cari kesalahan orang lain ketika mendapat teguran ataupun kritikan 19 Saya akan meminjamkan kendaraaan kepada teman saya yang sangat membutukannya 20 Saya menyapa dengan kasar kepada teman yang tidak saya sukai 21 Ketika melakukan kesalahan, saya rendah hati untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan 22 Saya memberi julukkan nama tertentu (si gendut, si lemot) kepada teman yang tidak saya sukai 23 Ketika mendapat juara saya merasa kecewa karena tidak dipuji 24 Saya bersikap sopan terhadap teman yang tidak saya sukai 25 Saya mengeluh ketika ada teman yang meminta bantuan kepada saya 26 Saya meluangkan waktu untuk membantu teman yang membutukan bantuan 27 Saya memilih-milih dalam berteman 28 Saya tidak peduli ketika ada teman yang bertengkar dengan teman lain 29 Saya bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan 30 ketika teman mengalami kesediahan saya turut merasakan apa yang dirasakannya dengan memberikan peneguhan 31 Ketika ada teman yang mengalami kesulitan saya iklas untuk membantunya 32 Pada saat teman mengalami kesulitan saya menolak untuk membantunya karena tidak punya waktu S Sr KK TP

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 TABULASI DATA PENELITIAN TABULASI SKOR UJI COBA NO ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 3 4 2 3 3 2 3 4 3 1 3 2 2 3 4 2 4 2 4 3 4 3 3 4 2 3 3 1 3 3 4 3 3 1 4 4 2 3 2 2 2 2 3 3 4 2 4 3 3 1 4 4 4 3 2 4 3 1 4 3 4 3 3 2 4 2 12 13 14 15 16 17 # 4 3 4 4 4 4 3 1 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 29 30 31 37 38 39 40 41 42 43 44 45 3 1 2 1 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 4 1 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 4 2 4 3 4 2 2 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 2 1 4 2 4 1 4 1 4 3 3 3 3 4 4 3 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 4 2 4 3 4 1 4 3 2 3 2 2 3 2 4 3 4 3 3 3 4 4 3 2 2 2 4 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 2 3 2 4 3 4 3 1 2 4 3 4 2 2 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 150 121 135 112 156 129 7 8 9 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 3 4 2 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 2 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 155 160 158 10 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 4 11 12 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 2 4 4 4 1 3 4 3 2 4 4 5 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 2 4 4 4 3 3 4 1 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 145 3 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 2 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 144 167 13 14 15 16 17 18 3 4 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 2 4 3 3 4 4 4 3 3 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 2 2 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 2 4 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 2 4 4 4 2 3 4 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 2 4 3 3 4 4 4 4 3 2 2 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 163 165 153 147 160 157 19 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 20 21 22 23 24 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 2 3 4 4 3 4 2 3 2 3 2 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 1 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 2 3 3 2 4 3 4 3 2 4 3 2 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 154 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 2 2 4 3 2 3 3 4 3 2 3 4 3 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 4 4 2 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 2 4 3 3 4 2 4 3 4 4 3 4 3 3 161 146 156 160 163 25 26 27 3 3 4 3 3 3 2 4 2 4 2 4 2 3 2 4 2 4 2 2 2 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 2 3 2 4 2 4 3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 3 4 3 3 2 2 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 4 4 3 3 1 4 4 3 2 2 3 2 4 2 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 4 3 2 3 2 2 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 136 145 140 28 29 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 4 4 3 2 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 3 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 169 146 30 2 3 3 4 3 4 1 4 3 3 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 4 4 2 3 4 4 4 2 4 2 2 4 4 3 4 2 2 4 3 3 3 2 3 3 4 144 31 3 3 3 4 3 4 4 32 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 161 4 3 2 3 4 3 3 4 3 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 138 2 2 2 1 2 2 3 4 2 2 4 2 3 4 2 2 3 4 3 2 4 4 2 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 32 33 34 35 36

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKORING PRA TINDAKAN NO ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 JML 1 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 2 2 3 4 2 3 3 4 2 4 3 3 3 2 3 2 4 4 4 4 4 4 106 rata-rata 3.3125 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 4 2 4 2 3 2 2 4 3 4 2 4 3 2 3 3 2 2 86 2.6875 2.4063 3 3 2 1 3 2 1 4 3 2 1 3 4 2 1 3 2 2 2 3 2 3 2 1 4 3 2 3 4 3 2 2 2 77 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 2 4 2 2 3 2 2 4 4 4 4 4 1 100 3.125 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 1 2 3 95 2.9688 6 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 4 4 2 4 1 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 94 2.9375 7 2 2 4 2 4 4 3 1 3 1 4 1 3 1 1 1 2 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 4 63 1.9688 8 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 2 116 3.625 9 10 11 4 3 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 2 4 2 2 3 3 2 4 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 2 2 3 2 3 3 2 4 2 2 4 2 3 3 2 1 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2 3 1 3 2 2 3 4 4 1 3 3 1 3 3 1 2 3 1 2 3 3 3 2 3 96 86 85 3 2.6875 2.6563 3.5313 12 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 2 113 13 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 3 4 4 2 4 108 3.375 14 2 3 2 3 2 3 3 3 3 1 3 2 3 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 86 2.6875 15 16 17 18 19 20 21 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 2 3 1 2 4 3 3 1 4 4 4 3 2 3 4 3 3 3 4 1 3 3 4 4 2 4 1 4 2 3 4 4 3 3 3 1 3 3 2 4 2 4 4 4 1 4 4 2 4 3 3 1 2 4 2 3 2 4 1 4 4 1 3 1 3 2 3 4 3 3 4 3 4 2 4 2 4 3 4 1 4 4 1 4 4 2 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 3 2 3 4 2 3 3 2 1 4 1 3 4 2 3 2 3 4 1 4 2 3 2 4 3 3 4 2 2 3 4 4 4 4 1 1 4 3 4 3 3 1 3 2 3 1 2 3 2 2 1 3 4 2 4 3 1 4 3 4 2 3 2 3 4 3 3 2 4 1 2 3 4 4 4 4 3 1 2 4 4 3 4 2 3 1 4 1 4 4 1 2 3 3 4 2 4 3 1 4 3 4 2 4 2 2 3 3 4 3 4 1 3 4 108 95 93 120 68 88 85 3.375 2.9688 2.9063 3.75 2.125 2.75 2.6563 22 23 24 25 26 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 2 3 2 4 3 3 2 2 4 2 4 4 4 4 1 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 4 2 4 2 3 4 3 2 1 2 3 2 2 3 2 4 3 4 2 1 3 4 2 1 4 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 1 3 1 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 2 2 3 3 3 1 4 4 4 3 1 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 1 2 3 3 4 4 1 4 3 3 3 2 2 3 4 2 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 4 4 4 4 97 97 86 94 93 3.0313 3.0313 2.6875 2.9375 2.9063 27 28 29 30 3 2 4 4 4 3 3 4 2 3 2 4 2 4 1 4 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 2 4 2 4 3 3 2 3 3 3 1 2 4 3 3 2 4 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 4 2 3 4 4 2 3 4 3 4 3 3 2 2 4 2 1 3 4 3 2 3 4 4 2 4 4 3 3 4 2 2 3 4 2 3 4 4 4 3 4 2 4 4 4 3 3 4 4 2 3 4 4 3 4 97 100 96 100 3.0313 3.125 3 3.125 31 32 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 2 3 3 4 3 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 2 4 1 3 2 3 3 4 101 99 3.1563 3.0938 103 96 97 102 100 106 89 99 91 94 95 91 97 87 89 87 101 97 96 83 91 92 82 97 101 94 89 85 99 3028 94.625 3 3 3.19 3.13 3.313 2.8 3.1 2.9 3 2.8 3 2.7 2.8 2.7 3.16 3 3 JML 103 112 91 rata-rata 3.2 3.5 3 3.219 3 3 2.84 2.88 3 3 3.16 2.94 2.8 2.7 3.1 94.625

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKORING SIKLUS I NO ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 JM L 1 3 4 2 4 4 3 4 3 4 2 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 111 rata-rata 3.46875 2 2 4 1 4 3 3 3 3 4 2 4 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 1 4 2 3 3 4 3 2 4 3 87 2.71875 2.96875 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 2 3 2 4 3 1 3 2 3 95 4 2 2 2 2 3 2 4 4 4 2 4 2 2 4 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 96 3 5 2 4 2 4 4 4 4 3 4 2 4 2 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 2 3 103 3.21875 6 2 4 2 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 3.03125 7 4 4 2 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 111 3.46875 8 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 1 4 2 4 4 4 4 4 3 1 4 4 4 4 112 3.5 9 3 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 110 3.4375 10 11 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 2 4 3 4 3 3 4 3 2 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 116 102 3.625 3.1875 12 13 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 1 3 1 4 4 3 4 1 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 1 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 110 115 3.4375 3.59375 14 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 2 4 116 3.75 15 16 3 3 4 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 4 2 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 2 2 3 4 2 2 3 3 4 2 4 4 3 4 4 2 4 2 4 3 4 3 112 104 3.5 3.375 17 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 121 3.78125 18 3 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 1 4 2 4 2 4 4 3 3 3 4 109 3.40625 19 20 21 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 1 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 1 3 4 3 2 4 3 4 4 4 114 112 110 3.75 3.5 3.4375 22 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 2 3 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 4 3 110 3.5625 23 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 118 3.6875 24 4 4 1 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 111 3.46875 25 3 4 2 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 105 3.28125 26 3 4 2 4 4 3 4 4 4 2 4 2 4 4 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 4 3 4 2 2 2 4 4 96 3.375 27 3 4 2 3 3 4 4 4 4 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 2 1 4 2 4 4 4 3 2 4 4 3 105 3.28125 28 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 124 3.875 29 30 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 2 2 4 4 2 2 3 3 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 2 1 4 4 2 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 2 3 4 2 4 2 4 4 2 4 4 4 4 101 103 3.15625 3.21875 31 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 2 4 3 4 4 4 115 3.59375 32 3 4 2 3 3 4 4 3 4 2 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 102 3.1875 115 106 104 106 112 117 3453 107.906 3.5 3.438 3.5 3.63 3.7 107.906 JML 101 122 84 116 108 118 121 113 128 91 120 85 104 122 108 116 99 111 89 116 rata-rata 3.2 3.8 2.6 3.6 3.4 3.7 3.8 3.5 4 3 3.8 3 3.3 3.8 3.4 3.6 3.1 3.5 3 100 3.69 3.13 97 111 103 108 102 3 3.5 3.2 3.38 3.25 3.594

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKORING SIKLUS II NO ABSEN 1 1 3 2 2 2 4 4 3 2 1 4 4 4 5 4 3 6 3 2 7 4 3 8 4 3 9 4 4 10 2 2 11 4 4 12 2 2 13 4 3 14 4 4 15 4 2 16 4 3 17 18 4 4 3 3 19 4 2 10 3 3 21 3 2 22 4 1 23 4 4 24 2 2 25 4 4 26 3 2 27 4 3 28 3 1 29 1 3 30 4 4 31 4 4 32 4 4 JML 111 91 rata-rata 3.46875 2.84375 3 3 3 2 4 3 4 4 2 4 2 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 4 2 3 2 4 3 4 2 2 4 94 2.9375 4 5 2 3 3 4 2 2 2 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 4 2 2 4 4 2 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 1 2 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 3 4 99 107 3.09375 3.34375 6 7 8 9 10 11 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 1 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 4 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 99 104 114 111 116 105 3.09375 3.25 3.5625 3.46875 3.625 3.28125 12 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 4 4 112 3.5 13 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 120 3.75 14 15 16 17 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 3 4 2 4 4 2 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 118 113 106 123 3.6875 3.53125 3.3125 3.84375 18 3 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 114 3.5625 19 20 21 22 3 3 4 4 4 4 4 3 1 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 1 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 1 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 118 115 119 113 3.6875 3.59375 3.71875 3.53125 23 24 25 26 27 28 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 3 2 4 4 3 2 4 3 4 3 3 1 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 3 1 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 2 2 4 4 4 2 2 3 4 4 4 3 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 121 115 110 98 107 125 3.78125 3.59375 3.4375 3.0625 3.34375 3.90625 29 30 31 32 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 2 3 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 1 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 103 110 116 104 3.21875 3.4375 3.625 3.25 3531 110.344 JML 107 120 95 111 102 114 119 114 125 107 122 99 112 122 111 116 rata-rata 3.3 3.8 3 3.5 3.3 3.6 3.7 3.6 4 3.3 3.8 3.1 3.6 3.8 3.5 3.63 99 114 98 112 105 107 110 90 110 105 116 108 116 109 116 120 3 3.6 3 3.5 3.3 3.34 3.5 2.8 3.4 3.3 3.6 3.4 3.63 3.41 3.6 3.75 110.34

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKORING SIKLUS III NO ABSEN 1 2 1 3 2 2 4 4 3 2 1 4 3 4 5 4 3 6 4 2 7 4 4 8 3 4 9 4 4 10 2 2 11 4 4 12 2 2 13 4 3 14 3 4 15 4 2 16 3 1 17 3 4 18 4 3 19 4 1 20 4 3 21 4 4 22 4 1 23 4 4 24 4 1 25 4 3 26 4 3 27 4 3 28 4 1 29 4 4 30 4 4 31 4 3 32 4 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 2 4 2 3 4 3 3 3 3 1 3 2 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 3 2 1 3 2 4 4 3 3 3 4 4 5 6 3 2 4 4 2 4 4 4 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 1 4 4 4 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 7 8 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 1 2 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 1 4 4 9 10 11 4 4 3 4 3 4 2 2 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 12 13 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 2 4 2 4 4 3 2 3 3 4 2 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 1 4 4 4 3 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 2 2 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 27 3 4 2 3 3 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 3 2 2 4 2 3 28 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 29 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 30 31 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 2 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 4 2 4 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 32 JML rata-rata 104 124 98 115 113 111 120 118 124 3 3 105 123 3.3 3.9 3.1 3.6 3.5 3.5 3.8 3.7 3.88 3.28 3.84 95 111 122 114 111 111 120 101 116 108 3 JML 116 92 rata-rata 3.625 2.875 3 97 3.03125 3 100 3.125 4 3 3 3 108 100 3.375 3.125 4 4 4 4 3 4 109 115 3.40625 3.59375 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 113 115 108 3.53125 3.59375 3.375 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 120 121 3.75 3.78125 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 122 115 113 125 106 121 117 120 117 123 116 113 109 3.8125 3.59375 3.53125 3.90625 3.3125 3.78125 3.65625 3.75 3.65625 3.84375 3.625 3.53125 3.40625 3 4 4 4 4 4 4 108 3.375 4 4 4 4 4 4 4 124 3.875 3 2 3 4 2 4 4 3 105 3.28125 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 112 117 3.5 3.65625 4 4 4 4 4 4 4 3 104 119 98 113 111 118 110 116 119 118 115 108 3.375 3605 112.6563 3.5 3.8 3.56 3.5 3.5 3.8 3.16 3.6 3.38 3.25 3.7 3.1 3.5 3.5 3.7 3.4 3.6 3.7 3.7 3.59 112.66 3.433594

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 LAMPIRAN 5 Hasil Uji SPSS ( 21,0) Hasil Uji Coba Kuesioner Reliability Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .897 45 Item Statistics Mean Std. Deviation N VAR00001 2.91 .689 32 VAR00002 3.06 .564 32 VAR00003 2.94 .801 32 VAR00004 3.56 .669 32 VAR00005 2.59 .560 32 VAR00006 3.72 .683 32 VAR00007 2.69 .821 32 VAR00008 3.63 .609 32 VAR00009 3.19 .931 32 VAR00010 3.13 .751 32 VAR00011 3.50 .762 32 VAR00012 3.97 .177 32 VAR00013 3.56 .801 32 VAR00014 3.69 .471 32 VAR00015 3.97 .177 32 VAR00016 2.75 .842 32 VAR00017 3.78 .553 32

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 VAR00018 2.75 .950 32 VAR00019 3.19 .644 32 VAR00020 3.78 .608 32 VAR00021 3.34 .701 32 VAR00022 3.53 .567 32 VAR00023 2.94 .878 32 VAR00024 3.00 .622 32 VAR00025 3.38 .554 32 VAR00026 3.09 .818 32 VAR00027 3.53 .567 32 VAR00028 3.16 .920 32 VAR00029 3.69 .780 32 VAR00030 3.22 .792 32 VAR00031 3.13 .833 32 VAR00032 3.19 .738 32 VAR00033 3.63 .793 32 VAR00034 3.06 .840 32 VAR00035 3.50 .508 32 VAR00036 2.88 .871 32 VAR00037 3.22 .706 32 VAR00038 3.81 .397 32 VAR00039 3.47 .567 32 VAR00040 3.59 .665 32 VAR00041 3.59 .712 32 VAR00042 3.41 .756 32 VAR00043 3.13 .609 32 VAR00044 3.50 .672 32 VAR00045 3.56 .564 32

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 Item-Total Statistics Scale Scale Corrected Item- Cronbach's Alpha Mean if Variance if Total Correlation if Item Deleted Item Item Deleted Deleted VAR00001 146.97 176.483 .102 .899 VAR00002 146.81 173.060 .367 .896 VAR00003 146.94 175.931 .106 .899 VAR00004 146.31 174.738 .206 .897 VAR00005 147.28 176.918 .107 .898 VAR00006 146.16 168.846 .536 .893 VAR00007 147.19 171.319 .318 .896 VAR00008 146.25 171.419 .441 .895 VAR00009 146.69 176.351 .065 .901 VAR00010 146.75 169.613 .442 .894 VAR00011 146.38 169.403 .446 .894 VAR00012 145.91 176.991 .383 .897 VAR00013 146.31 167.964 .492 .894 VAR00014 146.19 175.448 .253 .897 VAR00015 145.91 176.991 .383 .897 VAR00016 147.13 166.758 .522 .893 VAR00017 146.09 172.088 .443 .895 VAR00018 147.13 163.597 .589 .892 VAR00019 146.69 172.222 .366 .895 VAR00020 146.09 168.346 .640 .892 VAR00021 146.53 169.934 .460 .894 VAR00022 146.34 173.523 .333 .896 VAR00023 146.94 172.254 .252 .898 VAR00024 146.88 170.435 .492 .894 VAR00025 146.50 175.032 .238 .897 VAR00026 146.78 173.080 .236 .898 VAR00027 146.34 172.039 .434 .895 VAR00028 146.72 163.176 .630 .891 VAR00029 146.19 163.383 .743 .890 VAR00030 146.66 174.039 .199 .898

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 VAR00031 146.75 170.387 .356 .896 VAR00032 146.69 168.996 .484 .894 VAR00033 146.25 166.323 .580 .892 VAR00034 146.81 165.577 .580 .892 VAR00035 146.38 174.177 .327 .896 VAR00036 147.00 173.742 .188 .899 VAR00037 146.66 170.039 .450 .894 VAR00038 146.06 173.415 .503 .895 VAR00039 146.41 179.797 -.085 .900 VAR00040 146.28 169.047 .540 .893 VAR00041 146.28 165.370 .707 .891 VAR00042 146.47 169.547 .442 .894 VAR00043 146.75 174.774 .228 .897 VAR00044 146.38 167.726 .612 .892 VAR00045 146.31 170.996 .509 .894 Scale Statistics Mean 149.88 Variance Std. Deviation 178.823 N of Items 13.372 45 OUTPUT SPSS UJI T 1 Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 94.63 32 12.242 2.164 siklus1 107.91 32 8.236 1.456 siklus1 107.91 32 8.236 1.456 siklus2 110.34 32 8.388 1.483 siklus2 110.34 32 8.388 1.483 siklus3 112.66 32 8.087 1.430 Pair 1 Pair 2 Pair 3

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 pretest & siklus1 32 .116 .526 Pair 2 siklus1 & siklus2 32 .949 .000 Pair 3 siklus2 & siklus3 32 .929 .000 Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. Error 95% Confidence Interval of Deviation Mean the Difference Lower df Sig. (2-tailed) Upper Pair 1 pretest - siklus1 -13.281 13.936 2.464 -18.306 -8.257 -5.391 31 .000 Pair2 Siklus1-siklus2 -2.438 2.651 .469 -3.393 -1.482 -5.201 31 .000 Pair3 Siklus2-Siklus3 -2.313 3.115 .551 -3.436 -1.189 -4.199 31 .000

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 LAMPIRAN 6 DAFTAR HADIR PELAKSANAAN KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA Jl. Dr. Sutomo No 16 Yogyakarta Telp: 0274-513129 Bidang Bimbingan :___________________________________________________________ Jenis Layanan Fungsi Layanan :___________________________________________________________ :___________________________________________________________ Materi / Topik :___________________________________________________________ Hari / Tanggal :___________________________________________________________ No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 NAMA SISWI Maria Rosari D. Ratna Timur Adelia Parasmaya Adeltruda Dwita Pangesti Angela Vernanda Laordes Purba Anna Nuarita Ima Priasti Bernadetta Ragam Puspita Bibiana Pritarini Brigitta Josephine Bayudini Chrestella Hana Griselda Christophora K.N. Nisyma Clarita Angelina Cornelia Deriyanti Setyaningsih Erma Wita Yada Sarah Simbolong Franca Adelia Irmadita Hilaria Katya Utama Indri Limuang Lusia Odilla Frianti Martha Chriatina Kusumawardani Maryska Devi Anggriani Monika Dewanty Natasya Nora Rubiyo Niken Kumala Sari Precisella Esista Raden Roro Jean B. I. Andamari Rahmadewi Ayu Tifani Rhema Sulistya Cahayani Rosa Charin Tara Scolastica Puan Maharani Shilpia Defa Widayani Theresia B. Utami Theresia Vania Untoro Try Yulwanti KELAS XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE XE TANDA TANGAN 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Yogyakarta, 2013 Mengetahui Kepala Sekolah Dra. R. Tuti Ratnaningsih Koordinator BK Sr. Renata Elis Suhartini, CB, S.Pd KET 1 Praktikan Fransiska Dei

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 LAMPIRAN 7 FOTO-FOTO PENELITIAN SIKLUS 1 Penjelasan Dari Peneliti Tentang Tujuan Dan Materi Bimbingan Siswa Sedang Menonton Video Dengan Judul “Cheng-Cheng Po”

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Siswa Memperhatikan Siswa Lain Yang Sedang Role Playing Siswa Sedang Menulis Refleksi

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Siklus II Peneliti Memberikan Salam Dan Menjelaskan Tujuan Kegiatan Kepada Siswa Dan Siswa Mendengarkan Siswa Menonton Video Singkat Tentang Geng

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 Penjelasan Dari Peneliti Mengenai Jalannya Roll Playing Dan Meminta Siswa Maju Untuk Melakukan Role Playing Siswa Membentuk Geng Dalam Melakukan Role Playing

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Peneliti Melakukan Evaluasi Setelah Role Playing Melalui Tanya Jawab Singkat Siswa Sedang menulis Refleksi

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Siklus III Siswa Mendengarkan Penjelasan Mengenai Tujuan Kegiatan dan Materi Bimbingan Siswa Menonton Video Singkat

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Siswa Sedang Melakukan Role Playing Siswa Melakukan Refleksi

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 Guru BK (Sr.Renata CB,S.Pd) Yustina Bria (Observer) Firminus Lengi (observer)

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 Lampiran 8

(238)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penggunaan media sosial Facebook dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik siswi kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.
0
0
153
Pengaruh metode eksperimen terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar dan keterampilan proses sains pada pokok bahasan perubahan wujud kelas X SMA Stella Duce Bantul.
0
0
153
Tingkat keterampilan komunikasi antar pribadi siswi pengguna jejaring sosial : studi deskriptif pada siswi kelas XI di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015.
0
1
145
Peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan siswi di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tentang antibiotika melalui metode seminar.
0
0
103
Upaya mencegah aborsi melalui pelajaran agama dengan audio visual bagi para siswi di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.
0
2
130
Penerapan metode pembelajaran role playing pada pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi siklus akuntansi : penelitian dilakukan pada siswa kelas XI IS 3 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.
0
1
221
Penetapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan dagang siswa kelas XII IPS studi kasus siswa kelas XII IPS SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
2
14
297
Jurnal metode role playing dan media gam
0
1
11
Efektivitas media karikatur dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan argumentasi : studi kasus di kelas X SMA Stella Duce 2, Yogyakarta, tahun ajaran 2006/2007 - USD Repository
0
0
137
Tingkat disiplin diri siswi kelas II SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dalam tata tertib sekolah tahun ajaran 2006/2007 - USD Repository
0
0
57
Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran ``matematisasi berjenjang`` pada materi permutasi kelas XI IPA SMA Stella Duce 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
228
Peningkatan kemampuan kerja sama dalam pembelajaran menulis siswa kelas X SMA Stella Duce Bantul, Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 dengan menggunakan metode kooperatif teknik Jigsaw - USD Repository
0
0
155
Tingkat penyesuaian diri terhadap kehidupan di sekolah para siswi kelas X SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dan implikasinya terhadap usulan topik bimbingan - USD Repository
0
0
94
Peningkatan kemampuan menyimak siswi kelas XI IPS SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 dalam memahami dan mengidentifikasi dialog pementasan drama dengan menggunakan boneka tongkat - USD Repository
0
6
285
Upaya mencegah aborsi melalui pelajaran agama dengan audio visual bagi para siswi di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
128
Show more