Pertumbuhan anggur (vitis vinifera) varietas prabu bestari pada tiga jenis tanah yang berbeda dengan penambahan NOPKOR - USD Repository

Gratis

1
11
120
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERTUMBUHAN ANGGUR (Vitis vinifera)VARIETAS PRABU BESTARI PADA TIGA JENIS TANAH YANG BERBEDA DENGAN PENAMBAHAN NOPKOR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Dionesia Desiwanti NIM: 101434034 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERTUMBUHAN ANGGUR (Vitis vinifera)VARIETAS PRABU BESTARI PADA TIGA JENIS TANAH YANG BERBEDA DENGAN PENAMBAHAN NOPKOR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Dionesia Desiwanti NIM: 101434034 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Pekerjaan hebat tidak dilakukan dengan kekuatan, tapi dengan ketekunan dan kegigihan (Samuel Jhonson) Kupersembahkan karya kecil ini untuk : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu menaungi langkahku dengan rahmat-Nya Papa, Mama dan Sela yang senantiasa mencurahkan kasih sayang dan doa mereka untukku Almamaterku Universitas Sanata Dharma yang selalu aku banggakan iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Dionesia Desiwanti. 2014. Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Pada Tiga Jenis Tanah Yang Berbeda Dengan Penambahan NOPKOR. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Impor anggur di Indonesia tergolong masih sangat tinggi dibandingkan dengan jumlah ekspornya. Diketahui daerah di Indonesia memiliki potensi untuk penanaman anggur salah satunya di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan anggur varietas Prabu Bestari pada tanah regosol, alluvial dan latosol, serta mengetahui jenis tanah yang paling baik untuk pertumbuhan anggur. Selama penelitian tanaman anggur diberi penambahan kultur mikrobia yaitu NOPKOR. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL). Dalam penelitian ini terdapat tiga perlakuan yaitu pertumbuhan tanaman anggur pada tanah regosol, alluvial dan latosol dengan tiga kali pengulangan untuk setiap tanah/media tanam. Variabel bebas pada penelitian ini jenis tanah, variabel terikat yaitu jenis anggur, tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. Variabel kontrol yaitu umur bibit, pupuk dan penyiraman. Penelitian dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA uji F. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan paling baik pada tanah alluvial untuk semua parameter, dengan rata-rata pertumbuhan tinggi batang pada tanah alluvial mencapai 12,73 cm, diameter batang pada tanah alluvial mencapai 0,068 cm dan jumlah daun pada tanah alluvial mencapai 2,49 helai. Namun demikian tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada berbagai jenis tanah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis tanah regosol, alluvial dan latosol tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur. Kata kunci: Prabu Bestari, Regosol, Alluvial, Latosol. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Dionesia Desiwanti. 2014. Growth of Vine (Vitis vinifera) Prabu Bestari Varieties on Three Different Soil Types With Addition of NOPKOR. Thesis. Biology Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education. Sanata Dharma University, Yogyakarta. The number of grape imports in Indonesia is very high compared to the amount of exports. Yogyakarta is one of the areas in Indonesia that potentially for cultivation of the vine. The aim of this study are to know the growth of Prabu Bestari vine varieties in regosol, alluvial and latosol soils, and to know which one is the best soil to growth the vine. During the study the vine were given a biological fertilizer, NOPKOR. This study is an experimental with complete randomized design (CRD) method. This study used three kind treatments, growth of vine in regosol, alluvial, and latosol soil with three repetitions for each soil/planting media. Independent variable in this study is kind of soil, and dependent variables are kind of vine, height, diameter of trunk and number of leaves. Control variable in this study are age of seed, fertilizer, and watering. Data was analyzed statistically with ANOVA f test. The result is alluvial soil showed the best growth for all parameters, average of height of trunk parameter reached 12.73 cm, diameter of trunk parameters reached 0.068 cm and number of leaves in alluvial soil reaches 2.49 strands. There was no significant difference between the kind of soil and the growth of the vine. It is concluded that regosol, alluvial, and latosol soil do not affect growth the vine. Keyword: Prabu Bestari, Regosol, Alluvial, Latosol. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Pada Tiga Jenis Tanah Yang Berbeda Dengan Penambahan NOPKOR”. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu persyaratan akademik untuk menyelesaikan Program Sarjana Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan semangat dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak atas bantuan yang telah diberikan, baik waktu dan tenaga sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Drs A.Tri Priantoro, M. For.Sc selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah begitu sabar dalam mendampingi penulisan skripsi ini dan telah meluangkan banyak waktu untuk membimbing penulis. 3. Segenap Dosen Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu, wawasan dan pengetahuan yang banyak bermanfaat bagi penulis. 4. Segenap staf sekretariat JPMIPA (Mas Arif, Pak Sugeng, Mbak Tari dan Mas Agus) yang telah memberikan pelayanan akademik secara prima. 5. Sekundus Kasima dan Valeriana sebagai Ayah dan Ibu yang selalu mendukung baik berupa materi, semangat dan doa kepada penulis selama masa studi hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini. 6. Fransiska Marsela sebagai adik yang selalu mendukung baik berupa semangat dan doa kepada penulis. 7. Maria Ursula sebagai kakak sepupu yang selalu mendukung dan memberikan semangat serta doa kepada penulis. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Yakobus Reza Pahlevi Adisaputra yang selalu mendukung, memberi semangat, kasih sayang dan doa kepada penulis. 9. Teman-teman seperjuangan penelitian anggur (Dwi, Sesil, Galuh, Yayan, Ester, Mela, Resi, Hugo, Daus, Sam dan Yesi) atas kerja sama dan kerja kerasnya selama persiapan dan pelaksanaan penelitian. 10. Teman-teman seperjuangan (Anggi, Geby, Tiva, Endah, Yolanda, Citra, Ully, Retha) dan seluruh rekan-rekan Pendidikan Biologi USD angkatan 2010 atas kerjasama dan bantuannya. 11. Teman-teman kost Oddilia tercinta (Nover, Yuyun, Raras, Mitha, Stefani, Mega.Far, Nova, Momo, Neno, Fani, Vita, Kak Ecik, Mbak Lina, Mbak Menik, Mbak Echa, Paskal, Mega.P.Fis) atas dukungan dan doanya selama penulis menyusun skripsi. 12. Semua pihak yang telah membatu dan tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Dukungan kalian berharga untuk penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis terbuka terhadap kritik dan saran dari pembaca. Kritik dan saran yang membangun menjadi pembelajaran bagi penulis untuk menjadi lebih baik. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi sumbangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap budidaya tanaman anggur. Penulis x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................................ vi ABSTRAK .................................................................................................................. vii ABSTRACT ................................................................................................................ viii KATA PENGANTAR ................................................................................................. ix DAFTAR ISI ................................................................................................................ xi DAFTAR TABEL ...................................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. xvi BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................. 6 D. Batasan Masalah ............................................................................................... 6 E. Manfaat Penelitian ........................................................................................... 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Anggur .............................................................................................. 8 1. Asal-Usul Tanaman Anggur ...................................................................... 8 2. Klasifikasi Anggur ..................................................................................... 9 3. Karakteristik Morfologi Anggur Prabu Bestari .......................................... 9 4. Jenis dan Varietas ..................................................................................... 12 B. Lingkungan Tumbuh Tanaman Anggur ........................................................ 13 a. Keadaan Iklim ........................................................................................... 13 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Keadaan Tanah .......................................................................................... 15 C. Teknik Budidaya Tanaman Anggur Dalam Pot (Tabulampot) ....................... 16 D. Tanah ............................................................................................................... 21 1. Komponen Tanah ...................................................................................... 21 2. Fungsi Tanah Sebagai Media Tumbuh ..................................................... 22 3. Jenis Tanah dan Karakteristik Tanah ........................................................ 23 E. Hama dan Penyakit ......................................................................................... 26 1. Kumbang Daun (Apogonia sp).................................................................. 26 2. Tepung Palsu (Valse Meeldauw, Downy Mildew) .................................... 27 3. Busuk Hitam (Black Rot) .......................................................................... 28 4. Karat Daun ................................................................................................ 29 F. Pupuk .............................................................................................................. 29 1. Pupuk Kompos .......................................................................................... 29 2. Pupuk Kompos Cacing.............................................................................. 30 3. Lipotryl ...................................................................................................... 31 4. NOPKOR .................................................................................................. 32 G. Penelitian yang Relevan .................................................................................. 34 H. Hipotesis.......................................................................................................... 34 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................................ 35 B. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................................... 35 C. Desain Penelitian ............................................................................................. 35 D. Alat dan Bahan ................................................................................................ 37 E. Prosedur Kerja ................................................................................................. 38 1. Persiapan Lahan ........................................................................................ 38 2. Penyiapan Media Tanah dan Pot ............................................................... 38 3. Penyampuran Tanah dengan Pupuk .......................................................... 39 4. Penyiapan Bibit ......................................................................................... 39 5. Penanaman Anggur ................................................................................... 40 6. Perawatan Tanaman .................................................................................. 40 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Pengamatan ............................................................................................... 41 F. Cara Menganalisis Data .................................................................................. 42 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data dan Analisis Hasil Penelitian .................................................................. 45 1. Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu........................................................................... 45 2. Pola Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu........................................................................... 48 3. Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ..................................................................................... 50 B. Pembahasan ..................................................................................................... 52 1. Pola Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ................................................................................................. 52 2. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ............................................................................... 55 BAB. V. IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN UNTUK PEMBELAJARAN .................................................................................... 57 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ..................................................................................................... 59 B. Saran ................................................................................................................ 59 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 61 LAMPIRAN .............................................................................................................. 64 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel I. Komposisi Media Tanam .............................................................................. 39 Tabel II. Pengamatan Tinggi Batang .......................................................................... 41 Tabel III. Pengamatan Diameter Batang ..................................................................... 41 Tabel IV. Pengamatan Jumlah Daun ........................................................................... 41 Tabel V. Perhitungan Rata-Rata Tinggi Batang ......................................................... 43 Tabel VI. Analisis Variansi ......................................................................................... 44 Tabel VII. Rata-Rata Pertumbuhan Tinggi Batang ..................................................... 47 Tabel VIII. Rata-Rata Pertumbuhan Diameter Batang ............................................... 49 Tabel IX. Rata-Rata Pertumbuhan Jumlah Daun ........................................................ 51 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Daun yang Terserang Penyakit Downy Mildew ..................................... 28 Gambar 2. Grafik Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ........................................................... 45 Gambar 3. Grafik Pola Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ............................................................ 48 Gambar 4. Grafik Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu .......................................................... 50 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Hasil Pengukuran Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ......................................................... 65 Lampiran 2. Data Pertambahan Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu .......................................... 66 Lampiran 3. Data Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ........................................................ 67 Lampiran 4. Perhitungan Uji Homogenitas Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari .................................................. 68 Lampiran 5. Uji Normalitas Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari .......................................................................... 69 Lampiran 6. Hasil Perhitungan ANOVA Uji f Pada Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ............................................................ 70 Lampiran 7. Data Hasil Pengukuran Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ...................................................... 72 Lampiran 8. Data Pertambahan Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ....................................... 73 Lampiran 9. Data Pola Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ......................................................... 74 Lampiran 10. Perhitungan Uji Homogenitas Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ................................. 75 Lampiran 11. Uji Normalitas Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ......................................................................... 76 Lampiran 12. Hasil Perhitungan ANOVA Uji f Pada Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ................................................ 77 Lampiran 13. Data Hasil Pengukuran Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu .................................................... 79 Lampiran 14. Data Pertambahan Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu ...................................... 80 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Data Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu .................................................... 81 Lampiran 16. Perhitungan Uji Homogenitas Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ................................................ 82 Lampiran 17. Uji Normalitas Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari ........................................................................ 83 Lampiran 18. Hasil Perhitungan ANOVA Uji f Pada Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari .......................................................... 84 Lampiran 19. SILABUS ............................................................................................. 86 Lampiran 20. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .......................................... 89 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengembangan anggur di Indonesia belum tersebar merata, hal ini dikarenakan adanya tuntutan persyaratan ekologi yang dibutuhkan tanaman anggur serta masih banyak petani yang belum mengetahui secara tepat teknik budidaya anggur di daerah tropis. Di Indonesia, sentra produksi anggur terdapat di beberapa daerah yaitu Probolinggo, Situbondo, Pasuruan, Kediri (Jawa Timur), Buleleng (Bali) dan Kupang (NTT) (Nurfita, 2012) . Banyaknya sentra produksi anggur di Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan permintaan anggur dari konsumen sehingga impor anggur dari luar negeri masih harus dilakukan. Apabila diurutkan berdasarkan negara pengimpor anggur dari tahun 2001-2005, impor anggur Indonesia pada urutan pertama berasal dari negara Australia diikuti Amerika Serikat, China, Chili, dan Afrika Selatan (Andrini, 2012). Budidaya anggur dipengaruhi oleh persyaratan ekologi dan jenis tanah yang cocok untuk pertumbuhan anggur. Syarat ekologis yang cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur yaitu di daerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 3-4 bulan. Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi pertumbuhan anggur dan curah hujan yang berlebihan dapat merusak premordial atau bakal perbungaan serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan anggur 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 rata-rata 800 mm pertahun (Nurfita, 2012). Hal lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggur adalah media tanam. Petani anggur kurang memperhatikan tanah yang baik untuk tanaman anggur sehingga dalam pertumbuhannya anggur tidak dapat tumbuh dengan maksimal dan tidak dapat menghasilkan buah yang berkualitas (Andrini, 2012). Buah anggur memiliki nilai gizi yang sagat dibutuhkan tubuh. Menurut Surahman dan Damaja (2004) buah anggur mengandung 1.94 mg Zn, 130.67 mg K, dan 0.09 mg Fe dalam 100 gram buah. mengandung Selain itu dalam anggur juga vitamin C 43.79 mg/100 gram, vitamin E 0.16 mg/100 gram, vitamin B dan vitamin A. Anggur juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, antara lain dapat memperbaiki sistem kardiovaskuler, melindungi pembuluh darah arteri, menjaga kerja ginjal atau kandung kencing, dan menenangkan sistem syaraf sehingga tidak terjadi kejang. Buah anggur juga berkhasiat sebagai obat antikanker. Kulit buah anggur mengandung 50-100 mikrogram zat resveratrol yang berperan dalam mencegah penggumpalan darah, obat kanker, dan pencegah sakit jantung. Khasiat tersebut membuat tingginya konsumen anggur, tetapi seperti yang telah diuraikan diatas produksi anggur belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen (Rukmana, 1999). Di Indonesia sudah banyak varietas anggur yang dikembangkan beberapa diantaranya yaitu Alicante, Golden Champion, Muscat Van Alexandrie (Probolinggo Putih), Frankethaler (Probolinggo Biru), Isabella Gross Colman dan Alphonso Lavale (Bali). Anggur Probolinggo Biru dan Probolinggo Putih mulai dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 1899, kemudian sekitar tahun

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 2002 berkembang menjadi buah anggur varietas Probolinggo Super dan Prabu Bestari (Nurfita, 2012). Anggur Prabu Bestari merupakan anggur introduksi dari Australia yang aslinya bernama Red Prince. Tanaman anggur Prabu Bestari dicirikan dengan batang yang tegak berbentuk lingkaran berwarna coklat dan merambat memenuhi para-para atau rambatannya. Daun pada tanaman anggur Prabu Bestari berbentuk pentagonal. Berdasarkan hasil diskusi peneliti dengan petani di daerah Probolinggo, anggur Prabu Bestari ini memiliki kualitas buah yang baik karena tidak mudah pecah dan saat berbuah memiliki jumlah buah yang lebat dibandingkan dengan anggur jenis Probolinggo Super. Berdasarkan uji organoleptik konsumen, buah anggur yang paling disukai adalah warna merah dibandingkan warna ungu dan hijau kekuningan. Anggur merah Prabu Bestari mempunyai kelebihan pada lebatnya buah saat musim panen dengan daya hasil yang tinggi yaitu 10-30 kg per pohon. Anggur Prabu Bestari juga mempunyai keunggulan pada dompolan buah yang sangat rapat dengan bentuk buah bundar agak lonjong berwarna merah dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk dikembangkan. Harga jual anggur Prabu Bestari di tingkat petani sekitar Rp 5.000-Rp 17.500 per kg tergantung dari pasokan buah anggur. Anggur Prabu Bestari di Probolinggo saat ini hanya bisa memenuhi pasaran di Probolinggo sehingga potensi pengembangan anggur untuk memenuhi pasaran di luar Probolinggo masih sangat tinggi (Andrini, 2012). Dalam penanaman anggur banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu kondisi iklim dan kondisi tanah. Menurut Rukmana (1999),

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 tanaman anggur dapat tumbuh pada semua jenis tanah, adapun kondisi tanah yang membuat pertumbuhan tanaman anggur menjadi optimal yaitu pada tekstur dan struktur tanah liat dan tanah pasir. Menurut Nurfita (2012), tanah yang baik untuk pertumbuhan anggur adalah tanah yang memiliki drainase dan aerasi baik, pH 7 (netral) dengan kandungan C-organik ≥2% ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang cukup serta terdistribusi merata secara vertikal ke arah perakaran. Pemupukan pada tanaman anggur juga diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Pupuk dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pupuk organik dan pupuk kimia. Selain pupuk banyak kultur campuran mikrobia yang memiliki fungsi setara dengan pupuk salah satunya adalah NOPKOR (Nitrogen Phospat Kalium Organism Recovery). Dalam pembudidayaan tanaman, NOPKOR memiliki manfaat yang baik karena NOPKOR dapat membantu untuk menyuburkan tanah, mempercepat pertumbuhan biota, jasad renik tanah dan keberadaan hara tanahnya, mempercepat pertumbuhan dan memperkuat akar tanaman, membantu proses pembusukan sisa akar tanaman setelah panenan, kotoran hewan, sampah organik dan bahan organik lainnya, menaikkan derajat keasaman tanah menjadi netral secara biologis tanpa penggunaan kapur tanah, karena adanya mikroba fiksasi kalsium dan kalium, menguraikan residu dari pestisida kontrak/insektisida siklis agar tidak meracuni tanah, mencegah timbulnya penyakit busuk akar karena rendahnya pH tanah, mencegah timbulnya serangan jamur dan dapat dipergunakan sebagai mikroba pembusuk dalam pembuatan dan fermentasi kompos, menciptakan keseimbangan ekosistem tanah yang baru, sehingga memudahkan tumbuhnya keanekaragaman

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 hayati dan rehabilitasi predator alami, meningkatkan penyerapan air permukaan tanah dan mencegah banjir serta kekeringan (Murwono, 2013). Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin melakukan penelitian untuk melihat pertumbuhan tanaman anggur Prabu Bestari yang paling optimal pada jenis tanah yang telah ditentukan dengan menambahkan NOPKOR. Dengan demikian peneliti mengajukan penelitian yang berjudul Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari pada Tiga Jenis Tanah yang Berdeda dengan Penambahan NOPKOR. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal Pantai Samas yaitu jenis tanah regosol, tanah dari paingan yaitu jenis tanah alluvial dan tanah dari Gunung Kidul yaitu jenis tanah latosol. Tiga jenis tanah ini digunakan sebagai media tanam dalam penelitian dengan alasan anggur dapat tumbuh pada jenis tanah regosol, alluvial dan latosol. Alasan lainnya adalah lahan yang cukup luas untuk budidaya anggur pada lokasi asal ketiga tanah tersebut. Dari penelitian ini, peneliti berharap dapat membuktikan bahwa tanahtanah yang digunakan dapat menumbuhkan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari secara optimal dan didukung dengan penambahan NOPKOR. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari pada tanah regosol, alluvial dan latosol ? 2. Jenis tanah manakah yang paling baik untuk pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 C. Tujuan Penelitian Beberapa tujuan dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Mengetahui pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari pada tanah regosol, alluvial dan latosol. 2. Mengetahui jenis tanah yang paling baik untuk pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari. D. Batasan Masalah Dalam penulisan skripsi ini, penulis memberikan batasan masalah agar dalam penjelasannya nanti akan lebih mudah, terarah dan sesuai dengan yang diharapkan serta terorganisir dengan baik. Pembuatan skripsi ini dibatasi pada masalah sebagai berikut: 1. Parameter pertumbuhan tanaman anggur yang dilihat dari tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. 2. Penelitian dilakukan hingga pengukuran pada tanaman menunjukan perbedaan pertumbuhan. E. Manfaat Penelitian Beberapa manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagi Masyarakat: Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jenis tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Prabu Bestari.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 2. Bagi Siswa/Penulis a. Melatih kemampuan penulis untuk memecahkan masalah dan menuangkan ke dalam karya tulis ilmiah. b. Melatih mengembangkan potensi dan keterampilan proses ilmiah serta membantu siswa mengenal dan mendekatkan diri pada objek atau persoalan biologi. 3. Bagi Pengembangan Pengetahuan Memperluas dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang perkebunan dan pembudidayaan anggur Prabu Bestari.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Anggur 1. Asal-Usul Tanaman Anggur Banyak pakar biologi dan pertanian berusaha menguak asal-usul tanaman anggur. Awal mulanya, sumber genetik asli tanaman anggur terdapat di daerah Armenia (Rusia), di dekat Laut Kaspi. Anggur yang pertama dikenal oleh manusia adalah jenis anggur liar yang tumbuh di sekitar pegunungan Kaukasus bagian Tenggara, kemudian menyebar ke Asia Kecil, Yunani dan Mesir. Dari Yunani menyebar ke daratan Eropa, Afrika, Australia, Asia dan Amerika (Rukmana, 1999). Sekitar abad ke-2 sesudah Masehi. orang-orang mulai mengenal anggur sebagai minuman (wine), buah meja dan kismis. Pada waktu itu, tanaman anggur belum dibudidayakakan. Orang-orang Romawi mengenal tanaman anggur jenis (Vitis vinifera) sebagai bahan baku minuman (wine). Anggur jenis ini dengan cepat menyebar ke Mediterania sampai kawasan Afrika Utara dan dikenal sebagai anggur buah segar. Jenis anggur yang banyak dibudidayakan di dunia berasal dari spesies (Vitis vinifera) (Sunarjono, 2008) Abad ke-17 introduksi tanaman anggur ke Indonesia dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Daerah sentrum produksi anggur di Indonesia meliputi daerah Probolinggo, Pasuruan, Panarukan (Jawa Timur), Buleleng (Bali) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur) (Rukmana,1999). 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 2. Klasifikasi Anggur Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Siper Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae Ordo : Rhamnales Famili : Vitaceae Genus : Vitis Spesies : Vitis vinifera L Varietas : Prabu bestari (Nurfita, 2012) 3. Karakteristik Morfologi Anggur Varietas Prabu Bestari Tanaman anggur ini merupakan tanaman tahunan (perennial), berbentuk perdu dan memanjat atau menjalar. Tubuh tanaman anggur terdiri atas akar, batang, daun, sulur dan buah. Karakteristik morfologi tanaman anggur adalah sebagai berikut: a) Akar (Radix) Tanaman anggur termasuk tanaman berkeping dua (dikotil), sehingga tanaman anggur mempunyai akar tunggang (radix primaria). Akar berperan dalam pengisapan makanan (Suwito, 2007). Akar tanaman anggur mudah

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 mengalami kerusakan akibat lingkungan yang tidak cocok. Misalnya karena aerasi yang jelek, kurang kadar air dalam tanah, tingginya angka keasaman tanah dan kandungan senyawa alumunium (Al) serta mangan (Mn) dalam tanah yang tinggi. Akar tanaman anggur tidak tahan (peka) terhadap genangan air. Oleh karena itu, tanaman anggur harus ditanam di tanah yang drainasenya baik. b) Batang (Caulis) Batang merupakan bagian dari tubuh tanaman yang amat penting sebagai alat pembentuk dan pembawa daun. Batang tanaman anggur beruas-ruas, berbukubuku serta berkayu dengan spesifikasi batang tanaman anggur tumbuh memanjat atau menjalar. Struktur batang dan percabangannya terdiri atas batang utama, cabang primer, cabang sekunder dan cabang tersier yang akan menghasilkan cabang bunga atau buah. Setiap buku batang mempunyai mata tunas. Kulit batang dan cabang yang masih muda berwarna hijau, tetapi setelah tua berubah menjadi hijau kecokelat-cokelatan atau cokelat. Cabang bermata tunas dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara vegetatif (Rukmana, 1999). c) Daun (Folium) Tanaman anggur mempunyai daun tunggal, artinya hanya terdiri atas satu helai daun pada satu tangkai daun. Daun pada tanaman anggur varietas Prabu Bestari berbentuk pentagonal dengan tepi daun bergerigi. Helaian daun pada tanaman anggur dibedakan atas berapa bentuk, yaitu bentuk kodat (jantung), pentagonal, lingkaran dan ginjal (Rukmana, 1999).

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 d) Sulur (Sirrus) Sulur (Sirrus) pada tanaman anggur berfungsi sebagai alat pemanjat. Pada tanaman anggur letak sulur berhadap-hadapan atau berseling dengan daun dan bersifat terputus, artinya dua helai daun yang letaknya berdekatan masingmasing bersulur, sedangkan daun yang berikutnya tidak bersulur (Rukmana, 1999). e) Bunga (Flos) Bunga pada tanaman anggur ada tersusun dalam tangkai, artinya pada tiap tangkai bunga terdapat banyak kuntum bunga atau disebut “bunga majemuk” (inflorescentia). Ada dua tipe anggur, yaitu berbunga sempurna (putik dan benang sari terdapat dalam satu bunga) dan bersifat fertil artinya bunga jantan dan betina terdapat pada pohon yang berbeda (terpisah) (Sunarjono, 2008). Bunga anggur penyerbukannya bersifat penyerbukan silang. Penyerbukan bunga berlangsung dengan bantuan angin, serangga dan manusia. Varietas Vitis vinifera umumnya mempunyai bunga berumah satu (monoceus), artinya tiap tanaman memiliki bunga jantan dan betina. f) Buah (Fructus) Buah pada tanaman anggur memiliki bentuk yang bervariasi, yaitu bulat atau bundar (spherical), jorong kesamping (oblate), jorong (ellipsoida), bulat telur sungsang (obavoid), jorong memanjang (ellipsoidal elongated) dan bulat telur. Bentuk buah anggur dapat digunakan sebagai salah satu sifat dalam identifikasi varietas. Buah anggur tersusun dalam tandan (malai). Bentuk malai bunga pada buah anggur juga bervariasi, antara lain berbentuk kerucut pendek, kerucut

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 panjang, kerucut berpundak, silinder, silinder bersayap, dan bermalai ganda. Buah terdiri atas kulit buah, daging buah, dan biji. Namun beberapa varietas anggur memiliki buah tetapi tidak berbiji (Rukmana, 1999). 4. Jenis dan Varietas Anggur yang dibudidayakan secara komersial pada dasarnya ada tiga jenis yaitu (Vitis vinifera L). yang memiliki buah berukuran kecil, dapat beradaptasi baik di dataran rendah sampai ketinggian 300 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan iklim lebih dari tiga bulan. Varietas ini pada umumnya dikonsumsi sebagai buah segar. Yang kedua yaitu (Vitis labrusca L). yang memiliki ukuran buah besar, dapat berdaptasi di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 1000 mdpl dengan iklim kering sampai lembab atau kurang dari tiga bulan kering, varietas ini pada umumnya buah anggur diolah menjadi minuman (wine). Dan yang ketiga yaitu (Vitis rontundifolia). Yang memiliki ukuran buah lebih kecil dari pada buah anggur jenis (Vitis vinifera) dan tandan buahnya sangat pendek, beradaptasi baik di daerah beriklim kering.Varietas ini buahnya dapat dikonsumsi sebagai buah meja dan dapat pula diolah menjadi minuman (wine) (Rukmana, 1999).

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 B. Lingkungan Tumbuh Tanaman Anggur a. Keadaan Iklim Faktor iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi anggur meliputi ketinggian tempat (elevasi) yang berkaitan dengan suhu dan kelembaban udara, curah hujan, serta sinar matahari. 1. Ketinggian Tempat (elevasi) Keadaan iklim yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi anggur pada ketinggian 0-300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan keadaan iklim dan tempat tumbuhnya, tanaman anggur dibedakan menjadi dua tipe yaitu, untuk jenis atau spesies anggur (Vitis vinifera) dapat tumbuh baik di dataran rendah pada ketinggian 0-300 mdpl dengan iklim kering (musim kering lebih dari 3 bulan). Sedangkan untuk jenis atau spesies anggur (Vitis labrusca), dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) pada ketinggian 1000 mdpl dengan tipe iklim agak basah (musim kering kurang dari 3 bulan) (Rukmana, 1999). 2. Suhu Udara Suhu udara berpengaruh terhadap proses metabolisme tanaman, yaitu pada proses respirasi, fotosintesis, pembelahan sel, transpirasi, aktivitas enzim, absorbsi air dan unsur hara serta koagulasi protein. Suhu udara yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan terganggunya proses metabolisme tanaman sehingga pertumbuhan tanaman mengalami hambatan. Suhu udara yang terlalu tinggi maupun rendah menyebabkan proses fotosintesis tanaman tidak berjalan sempurna atau bahkan terhenti, akibatnya produksi pati juga terhenti,

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 sementara itu proses respirasi meningkat lebih besar sehingga produksi pati hasil fotosintesis lebih banyak digunakan untuk energi pernafasan dari pada untuk pertumbuhan tanaman. Akibatnya tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik dan pembungaan serta pembuahan terhambat. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman kehilangan banyak air akibat transpirasi. Sedangkan suhu udara yang terlalu rendah dapat menimbulkan kematian pada tanaman anggur yang diawali dengan gejala timbulnya kematian jaringan daun (nekrosis). Suhu udara yang cocok untuk tanaman anggur pada kisaran 25oC-31oC (Cahyono, 2010). 3. Kelembaban Udara Tanaman anggur dalam pertumbuhannya membutuhkan kelembaban udara yang optimum. Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan anggur yaitu pada kisaran 40%-80% (Rukmana, 1999). Kelembaban udara berpengaruh terhadap fotosintesis tanaman. Kelembaban udara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan mulut daun (stomata) tertutup sehingga penyerapan gas karbondioksida (CO2) untuk keperluan fotosintesis menjadi terganggu. Kelembaban udara yang terlalu rendah dapat menyebabkan tanaman sulit menyerap zat hara nitrogen (N) phosphate (P), selain itu udara yang sangat lembab (ekstrim basah) dapat merangsang pertumbuhan patogen yang mengganggu kesehatan tanaman (Cahyono, 2010). 4. Curah Hujan Keadaaan iklim yang cocok untuk tanaman anggur adalah iklim yang hangat dan kering dengan curah hujan sedang. Daerah yang memiliki iklim

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 dengan 4-7 bulan kering dalam satu tahun dan curah hujan rata-rata tahunan berkisar antara 800-1800 mm/tahun dengan curah hujan pada bulan kering <60 mm sangat cocok untuk pembudidayaan tanaman anggur. Namun tanaman anggur masih dapat tumbuh cukup baik pada iklim yang agak basah dengan 3-4 bulan kering dalam 1 tahun walaupun produksinya kurang maksimal (Cahyono, 2010). 5. Penyinaran Matahari Sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman anggur sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis, baik untuk pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan generatif tanaman. Misalnya, pertumbuhan batang, cabang-cabang ranting, daun, pembentukan bunga, buah, biji dan pembentukan zat-zat nutrisi seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lain-lain. Pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi tergantung pada intensitas sinar dan lamanya penyinaran pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Pada masa awal pertumbuhan, tanaman anggur memerlukan intensitas matahari lemah yaitu sekitar 50%. Penyinaran cahaya secara langsung dengan intensitas cahaya yang kuat berpengaruh buruk terhadap kehidupan tanaman. Sedangkan menjelang tanaman dewasa hingga berproduksi intensitas sinar matahari yang diperlukan oleh tanaman anggur yaitu sekitar 80% dari pagi sampai sore atau lama penyinaran 10-12 jam sehari (Cahyono, 2010). b. Keadaan Tanah Tanaman anggur mempunyai toleransi yang tinggi terhadap berbagai jenis atau tipe tanah. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggur adalah

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 mengandug pasir, lempung berpasir, subur, dan gembur, banyak mengandung humus dan unsur hara yang dibutuhkan, keadaan aerasi dan drainasenya baik, bebas dari kandungan garam (alkali) dan derajat keasaman (pH) yang cocok adalah 6-7. Jenis tanah yang paling ideal untuk pengembangan tanaman anggur adalah tanah aluvial dan grumosol (Rukmana, 1999). Tanah yang banyak mengandung pasir dapat memberikan keleluasaan bagi perakaran tanaman anggur untuk mencari air dan makanannya. Namun pada tanah pasir tanaman anggur akan tumbuh relatif kurang subur dan mulai masak buahnya akan lebih cepat terjadi daripada di tanah yang berat/berlempung (Rismunandar, 1985). C. Teknik Budidaya Tanaman Anggur Dalam Pot (Tabulampot) Teknik penanaman dengan teknik tabulampot atau tanaman buah dalam pot merupakan alternatif penanaman tanaman buah yang dapat memberikan solusi untuk yang memiliki lahan terbatas, tetapi ingin memiliki banyak tanaman. Prinsip penanaman dengan teknik ini yaitu dengan menanam anggur di dalam pot. Keuntungan memelihara tanaman buah dalam pot yaitu: (1) area tanaman yang dibutuhkan tidak terlalu luas, (2) dapat menghasilkan buah-buahan murni minim pestisida, (3) masa berbunga dan berbuah tanaman dapat diatur, sehingga produksi buah tidak tergantung musim, (4) pertumbuhan nutrisi tanaman dapat diperoleh secara maksimal, (5) aplikasi pupuk dan penyiraman dapat diperoleh secara terencana, (6) jika terserang hama atau penyakit, penanggulangannya lebih mudah dilakukan. Kelemahan tabulampot yaitu memerlukan keseriusan dan ketelitian

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 dalam merawat tanaman buah, misalnya dalam hal pemberian pupuk (Rahmat, 2011). Menurut Rukmana (1999), spesifikasi bertanam anggur di dalam pot adalah sebagai berikut: 1. Penyiapan lahan Sarana yang dibutuhkan untuk penanaman anggur dalam pot adalah pot atau wadah tanam, medium tanam, bibit tanaman anggur tempat rambatan dan fasilitas penunjang kebun. a) Wadah Tanam Wadah tanam yang umum digunakan adalah pot atau drum bekas selain itu bahan pembuatan pot juga bermacam-macam, misalnya semen, plastik, tanah liat atau keramik. Bentuk pot yang digunakan bervariasi diantaranya berbentuk bulat dan persegi panjang. Kedalaman minimum pot adalah 75 cm, diameternya 60 cm dan dibagian dasar wadah tanaman memiliki lubang drainase. b) Medium Tanam Medium tanam yang digunakan adalah pasir dan pupuk kandang yang masak (jadi) dengan perbandingan 1:1:2. 2. Bibit Tanaman Anggur Bibit yang digunakan dapat menggunakan bibit dari hasil stek yang dijual dari penangkaran bibit atau membuat sendiri. Bibit anggur yang baik berasal dari varietas unggul, tumbuh sehat dan normal, serta minimal mempunyai dua helai daun dewasa.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 3. Tempat Rambatan Tempat rambatan dapat dibuat dari bahan kayu, bambu, atau besi. Ukuran dan bentuk tempat rambatan harus diserasikan dengan ukuran tanaman anggur, misalnya berbentuk tangga, huruf T atau huruf H. 4. Penanaman Waktu tanam bibit anggur dalam pot dapat dilakukan setiap saat, asal ketersediaan air untuk pengairan (penyiraman) memadai. Mula-mula medium tanam dalam polybag disiram sampai basah, kemudian bibit bersama akar dan medium tanamnya dikeluarkan dari polybag untuk segera ditanam di tengahtengah pot. Bersamaan dengan itu tempat rambatan ditancapkan dalam pot. Setelah selesai penanaman bibit anggur, medium tanam segera disiram dengan air bersih hingga cukup basah. Pot yang sudah ditanam anggur disimpan dulu selama 15-30 hari di tempat yang teduh hingga tanaman mudah bertunas dan berakar cukup (Rukmana, 1999). 5. Pemeliharaan Tanaman Pemeliharaan tanaman anggur ini meliputi beberapa hal yaitu penempatan tanaman pot, penyiraman dan pemupukan, pemangkasan dan pembentukan pohon, perambatan cabang, pemangkasan pembuahan dan perawatan buah. a. Penempatan Pot Pot yang telah berisi tanaman anggur ditempatkan pada lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Di samping itu, lokasi penempatan pot harus dekat sumber air dan serasi dengan lingkungan sekitar.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 b. Penyiraman dan Pemupukan Pada fase awal pertumbuhan, tanaman anggur membutuhkan air dalam jumlah memadai. Pengairan (penyiraman) dilakukan secara kontinu 2 kali sehari. Setelah tanaman berumur lebih dari dua bulan, frekuensi penyiraman dikurangi, yaitu dua hari sekali. Sepuluh hari setelah tanam, pohon anggur di pupuk dengan urea sebanyak 10 g/pot. Pemupukan diulang selang 10 hari sekali dengan takaran yang sama sampai tanaman berumur 3 bulan. Tanaman anggur yang berumur lebih dari tiga bulan sampai 6 bulan, dipupuk urea sebanyak 15 g/pot dengan selang 15 hari sekali. Pertumbuhan anggur yang kurang subur dapat diberi pupuk daun (Rukmana, 1999). c. Pemangkasan dan Pembentukan Pohon Tanaman anggur yang umurnya 6 bulan sudah saatnya dilakukan pemangkasan dan pembentukan pohon. Tujuan pemangkasan dan pembentukan pohon adalah memperoleh bentuk dasar (frame) pohon yang kokoh dan bagus, serta bertunas seimbang dalam jumlah banyak. Tata cara pemangkasan dan pembentukan pohon adalah sebagai berikut: 1) Pangkas (potong) ujung tanaman pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru yang disebut cabang primer. 2) Pangkas ujung cabang primer, disisakan sepanjang 1 meter untuk menumbuhkan tunas-tunas baru yang disebut cabang sekunder.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 3) Pangkas (potong) ujung cabang sekunder, disisakan sepanjang 1 meter untuk menumbuhkan cabang-cabang tersier. Dari cabang inilah akan muncul bunga atau buah. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah keadaan tanaman harus sehat. Tanda-tanda tanaman anggur yang baik dipangkas adalah bila cabangnya dipotong meneteskan air dan kulit cabangnya berwarna kecokelat-cokelatan (Rukmana, 1999). d. Rambatan Cabang Bersamaan dengan pemangkasan dan pembentukan pohon, tunas-tunas baru atau cabang yang ada dirambatkan pada tempat rambatan sambil ditarik kawat diatur agar jarak antar cabang seimbang. Tiap ujung cabang sebaiknya diikat dengan tali rafia atau plastik agar cabang yang satu tidak mudah bertumpuk dengan cabang yang lainnya (Rukmana, 1999). e. Pemangkasan Pembuahan Pemangkasan pembuahan sebaiknya dilakukan saat tanaman anggur berumur lebih dari 1 tahun. Waktu pemangkasan pembuahan yang paling tepat adalah pada bulan Maret-April dan diulang lagi pada bulan Juli-Agustus. Sekitar dua minggu setelah pemangkasan dan perompesan daun akan bermunculan tunastunas baru bersulur tempat keluarnya malai bunga atau buah (Rukmana, 1999). f. Perawatan Buah Untuk memperoleh buah anggur yang berkualitas baik, yaitu butiran buah berukuran besar dan seragam, perlu diperjarang hingga tersisa sekitar 40%50%. Penjarangan buah dilakukan pada saat buah berukuran sebesar biji asam

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 dengan menggunakan gunting yang tajam atau bersih. Dompolan buah sebaiknya dibungkus dengan kertas semen atau kantong plastik agar terhindar dari embun atau serangan hama dan penyakit (Rukmana, 1999). D. Tanah Tanah merupakan sumber unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh. Tanah yang ideal untuk pertumbuhan memiliki beberapa kriteria sebagai berikut: 1. Komponen Tanah Tanah sebagai media tumbuh yang ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik, air tanah dan udara tanah. Berdasarkan volumenya, maka tanah secara rerata terdiri-dari: (1) 50% padatan, berupa 45% bahan mineral (bahan hasil pelapukan batuan induk, termasuk mineral primer, mineral sekunder dan bahan amorf) dan 5% bahan organik (flora dan fauna tanah, perakaran tanaman serta hasil dekomposisi/penguraian sisa vegetasi atau hewan hasil kegiatan mikroorganisme) dan (2) 50% ruang pori berisi 20%-30% air dan 20%-30% udara (Sutanto, 2005). Menurut Hanafiah (2004), secara alamiah proporsi komponen tanah tergantung pada: a. Ukuran partikel penyusun tanah, makin halus berarti makin padat tanah, sehingga ruang porinya akan semakin menyempit, sebaliknya jika makin kasar,

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 b. Sumber bahan organik tanah, tanah bervegetasi akan mempunyai bahan organik tanah (BOT) tinggi, sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi), c. Iklim terutama curah hujan dan tempertaur, saat hujan dan evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat dan proporsi udara menurun), sebaliknya pada saat tidak hujan dan evaporasi tinggi, dan d. Sumber air, tanah yang berdekatan dengan sungai akan mengandung lebih banyak air ketimbang yang jauh dari sungai. 2. Fungsi Tanah Sebagai Media Tumbuh Masing-masing komponen memiliki peran dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuhm sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap fungsi tanah sebagi media tumbuh. Menurut Hanafiah (2004), fungsi masing-masing komponen tanah yaitu: a. Udara tanah berfungsi sebagai gudang dan sumber gas seperti O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran untuk melaksanakan respirasi, CO2 bagi mikroba fotosintetik dan N2 bagi mikrobia pengikat N. b. Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tanaman dan biota tanah, sebagian besar penyerapan hara seperti N, K, dan Ca oleh tanaman dimediasi oleh air melalui mekanisme aliran massa air, baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun. c. Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tanaman dan biota tanah. Bahan organik melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 berfungsi sebagai gudang udara dan air tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi, makin sedikit ruang pori akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. Sedangkan bahan organik merupakan sumber energi, karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik) sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitsnya dalam membebaskan hara-hara tersedia yang dikandung oleh BOT tersebut. 3. Jenis Tanah dan Karakteristik Tanah a. Tanah Regosol Tanah regosol bukit pasir (sand dune) banyak terdapat di sepanjang pantai di banyak pulau di Indonesia. Di Yogyakarta tanah regosol tersebar di daerah Bantul dan Kulonprogo (Sumanto, dkk., 2000). Bukit-bukit pasir (sand dunes) terbentuk dari pasir pantai yang berasal dari erosi dan terbawa oleh sungai, kemudian terbawa oleh kekuatan angin laut yang bersifat deflasi dan akumulasi. Pasir yang ringan terbawa oleh gaya ombak laut dan terlempar lebih jauh dari bibir pantai, sedangkan yang berat (partikel lebih besar) biasanya lebih hitam (berat jenis lebih tinggi teronggok dekat bibir pantai yang landai. Pasir yang kering dan ringan tertiup angin ke arah daratan dan diendapkan di daerah yang ada vegetasi sebagai penumpu sehingga terbentuk daerah bukit pasir (Supriyo, dkk., 2009). Kendala jika pasir akan ditanami adalah: 1) Kemampuan menyimpan air sangat rendah (very low water holding capacity) 2) Unsur hara yang tersedia sangat rendah

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 3) Kandungan garam sangat tinggi 4) Kecepatan angin sangat kuat dan suhu tinggi, maka evapo-transpirasi sangat besar sehingga mempercepat kekeringan. b. Tanah Alluvial Tanah alluvial merupakan tanah yang berasal dari endapan baru, berlapis-lapis, jumlah bahan organiknya berubah-ubah tidak teratur dengan kedalamannya. Lapisan disini bukan horizon karena bukan terbentuk secara pedogenesis (perkembangan tanah secara alami pelapukan mulai dari atas, proses eluviasi dan iluviasi). Tetapi bahan atau material yang diendapkan berbeda dari waktu ke waktu dan lama pengendapan juga berbeda, sehingga terbentuk lapisan yang berbeda. Tanah alluvial ini selalu diperbaharui, maka tanah ini dianggap masih muda, karena tanah ini terbentuk akibat banjir di musim penghujan, maka sifat bahan-bahannya juga tergantung pada kekuatan banjir dan asal serta macam bahan yang diangkut, sehingga menampakkan ciri morfologi berlapis-lapis. Sifat tanah alluvial dipengaruhi langsung oleh bahan asalnya, sehingga kesuburannya ditentukan oleh bahan asalnya, sebagai contoh endapan yang berasal dari Gunung Merapi merupakan endapan yang masih muda sehingga akan menjadi tanah yang subur. Kebanyakan tanah alluvial merupakan campuran material yang banyak mengandung unsur-unsur hara yang tersedia bagi tanaman. Jika melihat bentuk fisiknya tanah ini mudah untuk digarap dan dapat menghisap air dan permeabel (Supriyo, dkk., 2009). Tanah alluvial berkembang dari bahan alluvium muda (recen), mempunyai susunan berlapis atau kadang C-organik tak teratur dan yang tidak

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 mempunyai horizon A okrik, horizon H histik atau sulfurik dengan kadar fraksi pasir kurang dari 60% pada jeluk antara 25-100 cm di permukaan tanah mineral (Rosmarkan dan Wongsoatmojo, 2001). c. Tanah Latosol Tanah latosol ini merupakan golongan tanah yang meliputi semua tanah zona di daerah tropika dan khatulistiwa yang mempunyai sifat-sifat dominal seperti berikut: 1. Nilai SiO2 / Sesquioxida fraksi lempung rendah 2. Kapasitas penukaran kation rendah 3. Lempungnya kurang aktif 4. Kadar mineral primer rendah 5. Kadar bahan larut rendah 6. Stabilitas agregat tinggi dan berwarna merah Tanah latosol meliputi tanah-tanah yang telah mengalami pelapukan intensif dan perkembangan tanah lanjut, sehingga terjadi pencucian unsur basa, bahan organik dan silika, dengan meninggalkan sesquiozid sebagai sisa berwarna merah. Ciri morfologi yang umum ialah tekstur lempung sampai geluh, struktur lemah sampai gumpal lemah dan konsistensi gembur dengan kadar liat lebih dari 60%. Warna tanah sekitar merah tergantung susunan minerologi bahan induk, drainase, umur tanah dan keadaan iklim (Mega, dkk., 2010). Tanah latosol terbentuk di daerah-daerah beriklim humid tropika tanpa bulan kering sampai subhumid yang bermusim kemarau agak lama, bervegetasi hutan basah sampai savanna, bertopografi dataran, bergelombang sampai berbukit

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 dengan bahan induk hampir semua batuan. Tanah latosol meluas di daerah tropika sampai subtropika. Di Indonesia, tanah latosol umumnya berasal dari batuan induk vulkanik, baik tuff maupun batuan beku, terdapat mulai dari tepi pantai sampai setinggi 900 mdpl dengam topografi miring, bergelombang, vulkanik dan sampai pegunungan dengan iklim basah tropika curah hujan berkisar antara 2500-7000 mm (Rosmarkan dan Wongsoatmojo, 2001). E. Hama dan Penyakit Hama dan penyakit sering menjadi permasalahan pada tanaman anggur. hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman anggur: 1. Kumbang Daun (Apogonia sp) Kumbang ini berwarna hitam atau cokelat yang aktif pada senja dan malam hari sampai menjelang fajar. Pada siang hari kumbang bersembunyi dalam tanah. Kumbang menyerang dengan cara memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Serangan berat menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman kerdil (abnormal). Pengendalian kumbang daun dapat dilakukan dengan cara memasang perangkap lampu penerang pada malam hari. Kumbang yang tertangkap kemudian dibakar (dimusnahkan) (Rukmana, 1999).

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2. Tepung Palsu (Valse Meeldauw, Downy Mildew) Penyakit tepung palsu ini menyerang daun berupa bercak-bercak berwarna kehijauan yang tidak berbatas tegas. Lama-kelamaan bercak-bercak ini meluas dan bersatu dengan bercak-bercak lain. Akhirnya bercak hijau terebut akan berubah menjadi cokelat. Dalam cuaca yag lembab pada sisi bawah bercak terjadi lapisan putih bertepung, ang terdiri dari sporangiosfor dan sporangium jamur. Jika sudah tersang semua bagian daunnya akan menjadi kering dan rontok. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Plasmopara viticola (Berk.et.Curt.ex d By) Bert.et de.T. Di daerah tropis anggur selalu berdaun, sehingga Plasmopara viticola dapat bertahan dari musim ke musim dengan mudah, pada malah hari yang lembab jamur membentuk sporangium dan sporangium tersebut akan disebarkan oleh angin (Semangun, 1996). Penyakit ini hanya berkembang pada musim hujan. Pengendalian penyakit tepung palsu dengan cara mengurangi kelembaban kebun, menanam kultivar anjuran yang tahan, memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang sakit berat, melindungi tanaman dengan naungan (atap) plastik, menyemprotkan air suling lengkuas dengan konsentrasi 150 cc/liter air dan aplikasi fungisida yang mangkus. Jenis fungisida yang dianjurkan adalah Antracol 10 WP, Bayfidan 250 EC, Cupravit OB 21 atau Folirfos 400 AS (Nurfita, 2012). Berikut merupakan daun yang terserang penyakit Downy Mildew:

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Gambar 1. Daun Yang Terserang Penyakit Downy Mildew 3. Busuk Hitam (Black Rot) Penyakit busuk hitam disebabkan oleh cendawan Guignardia bidwellii (Ell.) Viala et Ravas. Infeksi awal (primer) cendawan ini biasanya terjadi pada daun muda dan tangkai buah. Gejala serangannya adalah mula-mula terjadi bercak-bercak cokelat dikelilingi oleh tepi hitam pada daun, kemudian disekeliling bercak terbentuk daerah yang berwarna cokelat gelap sampai hitam. Pada sisi bercak terdapat bintik-bintik hitam kecil secara teratur dalam satu lingkaran. Penyakit busuk hitam ini juga menyerang tunas muda. Tunas muda yang terinfeksi mengalami perubahan warna dari hijau menjadi ungu sampai hitam dan agak melekuk. Gejala serangan yang spesifik terjadi pada buah yang hampir matang, yaitu ditandai dengan bercak-bercak kecil berwarna putih dengan warna tepi cokelat, kemudian busuk basah mengendap dan mengeriput berwarna hitam seperti “mummi”. Pengendalian penyakit busuk hitam dapat dilakukan dengan cara memotong buah yang terinfeksi berat, mengurangi kelembapan kebun,

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 pembungkusan (pemberongsongan) buah, dan aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga, misalnya Kocide 77 WP atau Kasumin 5/75 WP (Semangun, 1996). 4. Karat Daun Penyakit ini merupakan penyakit umum yang terdapat di Jawa khususnya di Jawa Timur, yang sering menyerang tanaman anggur. Gejala penyakit ini ditandai dengan sisi bawah daun terdapat tepung berwarna jingga yang terdiri dari spora jamur. Jika dilihat dari sisi atas tampak bahwa daun berbercak-bercak hijau kekuningan. Pada serangan yang berat seluruh permukaan bawah daun tertutup oleh lapisan spora dan daun segera rontok. Penyakit ini disebabkan oleh Physopella ampelopsidis (Diet.et P.Syd) Cumm.et Ramachar. Pengendaliannya dengan cara memetik dan membakar daun-daun yang sakit (Semangun, 1996). F. Pupuk Pupuk adalah komoditas vital yang berkaitan erat dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Menurut Suwahyono (2011), pupuk meyumbang 20% dari keberhasilan peningkatan produksi pertanian. Ada banyak pupuk yang digunakan untuk meningkatkan produksi pertanian diantaranya sebagai berikut: 1. Pupuk Kompos Kompos merupakan hasil perombakan bahan sampah organik oleh mikrobia pada kondisi lingkungan yang lembab, hangat dan aerobik atau anaerob dengan hasil akhir berupa kompos nosbah C/N yang rendah yaitu <20. Manfaat

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 dari bahan organik terhadap tanah yaitu merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah dan meningkatkan kemampuan menahan air serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P dan S. Proses penguraian bahan organik ini memerlukan kondisi tertentu yaitu suhu, udara dan kelembapan. Waktu pengomposan rata-rata 4-6 minggu. Kompos dapat terbuat dari limbah pertanian seperti jerami, sekam, tongkol jagung, batang pisang dan sabut kelapa. Kompos dapat pula terbuat dari limbah industri seperti serbuk gergaji kayu, kertas, limbah kelapa sawit dan dari limbah rumah tangga seperti tinja, urin, sampah rumah tangga. Kompos memiliki beberapa manfaat bagi tumbuhan yaitu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, meningkatkan kualitas hasil panen, menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman, meningkatkan ketersediaan hara di dalam tanah (Alex, 2012). 2. Pupuk Kompos Cacing Kompos cacing adalah kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing. Pupuk ini merupakan campuran kotoran cacing tanah dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Kompos cacing dapat menyuburkan tanah karena kotoran cacing memiliki bentuk dan struktur mirip dengan tanah namun partikelnya lebih kecil dan lebih kaya bahan organik sehingga memiliki tingkat aerasi yang tinggi dan cocok untuk dijadikan media tanam. Kandungan kompos cacing yaitu humus, hormon pertumbuhan tanaman

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dan mikroba tanah. Kompos cacing yang berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecokelatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang (C/N 20). Keunggulan kompos cacing yaitu memiliki kemampuan menahan air sebesar 40-60% ehingga mampu mempertahankan kelembapan, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah, mengandung unsur hara seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, Bo dan Mo yang dibutuhkan oleh tanaman (Alex, 2012). 3. Lypotril Lypotril atau pupuk mikro sistemik daun merupakan campuran berbagai unsur bahan pupuk unsur anorganik dengan bahan organik yang digunakan lewat sistem penyerapan permukaan stomata atau seluruh pro daun, batang dan buah. Komposisinya yaitu: a. Unsur Nitrogen 17,40% b. Unsur P 24,85% c. Unsur Kalium 18,25% d. MgO dan CaO 1,78% e. Vitamin (E, Caroteen) dan mineral (Baron, Cu, Zn, Cr, Mn, I) 3,68% Manfaat penggunaan Lypotril bagi tanaman yaitu: a. Percepatan pertumbuhan pucuk daun dan penguatan ketahanan daun, berhadapan dengan tingginya paparan sinar UV matahari. b. Mempercepat proses pertumbuhan bunga, ketahanan bunga sampai terjadi proses pembuahan, serta ketahanan bakal buah pada kondisi klimat ekstrem.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 c. Dapat berfungsi pada berbagai jenis tanaman, dan akan meningkatkan produktifitasnya, akan berfungsi sebagai faktor pengatur tumbuh bagi tanaman, proses aklimatisasinya. d. Memperbesar kemungkinan keberhasilan budidaya, dengan pencegahan terjadinya kerontonkan bunga, buah dan daunnya serta percepatan pertumbuhan dan perkembangannya. e. Pemupukan akan langsung diserap oleh pori permukaan daun (stomata), batang dan buahnya, dan langsung doproses dalam metabolisme asimilasi, sehingga dapat mengurangi derajat kehilangan mikro hara, maka proses serapan pada daun, batang dan buah akan sangat efisien. Penekanan karena kehilangan, dapat dihindari sekecil mungkin. f. Menaikkan kualitas dan kuantitas panen mempersingkat waktu panen. g. Bagi tanaman semusim dengan masa petik lebih dari sekali, maka akan memperpanjang periode dan sewaktu usia petik (Murwono,2013). 4. NOPKOR (Nitrogen Phospat Kalium Organism Recovery) NOPKOR (Nitrogen Phospat Kalium Organism Recovery) merupakan kultur campuran berbagai mikroba tanah yang digunakan dengan cara penyiraman disekitar batang pada tanaman. Komposisi NOPKOR terbagi dalam kelompok: a. Mikroba fiksasi Nitrogen dari udara. b. Mikroba fiksasi dan recovery Phospat dan Kalsium, Magnesium, Ferum. c. Mikroba fiksasi dan recovery Kalium.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Manfaat NOPKOR bagi tanaman menurut Murwono (2013) yaitu: a. Penggemburan dan penyuburan tanah. b. Mempercepat pertumbuhan biota, jasad renik tanah, dan keberadaan hara tanahnya. c. Mempercepat pertumbuhan dan memperkuat akar tanaman. d. Dapat berfungsi sebagai pupuk dasar sistemik tanah. e. Membantu proses pembusukan sisa akar tanaman setelah panenan, kotoran hewan, sampah organik, dan bahan organik lainnya. f. Menaikkan derajat keasaman tanah menjadi netral secara biologis tanpa penggunaan kapur tanah, karena adanya mikroba fiksasi Kalsium dan Kalium. g. Menguraikan residu dari pestisida kontak/insektisida siklis agar tidak meracuni tanah. h. Mencegah timbulnya penyakit busuk akar karena rendahnya pH tanah. i. Mencegah timbulnya serangan jamur dan fungi. j. Dapat digunakan sebagai mikroba pembusukan dalam pembuatan dan fermentasi kompos. k. Menciptakan keseimbangan ekosistem tanah yang baru, sehingga memudahkan tumbuhnya keanekaragaman hayati dan rehabilitasi predator alami. l. Meningkatkan tingkat penyerapan air permukaan tanah dan mencegah banjir serta kekeringan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 G. Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Yulianingsih (2007) dengan judul Uji Pertumbuhan Vegetatif Berbagai Varietas Tanaman Anggur (Vitis) di Desa Tegal Gondo Kecamatan Karangploso Penelitian ini menggunakan berbagai jenis anggur dengan parameter yang diamati adalah pertumbuhan tinggi tanaman anggur dan pertumbuhan diameter batang baru tanaman anggur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Moscato memiliki tinggi tanaman dan diameter batang baru lebih tingi dibandingkan varietas lain. Sedangkan varietas Probolinggo Biru pertumbuhan tinggi tanaman sangat kecil, sehingga di asumsikan bahwa varietas Probolinggo Biru tidak cocok untuk dibudidayakan di Desa Tegal Gondo dan dapat dibudidayakan di daerah Malang. H. Hipotesis 1. Anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari dapat tumbuh dengan baik pada tanah regosol, alluvial, dan latosol. 2. Tanah alluvial adalah tanah yang cocok untuk pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan tiga variabel yaitu variabel terikat yang meliputi tinggi batang, diameter batang dan banyak daun pada anggur Vitis vinifera varietas Prabu Bestari. Variabel bebas yang meliputi jenis tanah regosol, alluvial dan latosol. Variabel kontrol kelembaban udara, umur bibit, pemeliharaan tanaman, penyiraman serta intensitas cahaya matahari. Masing-masing anggur ditanam dengan tiga kali pengulangan pada tiga jenis tanah sebagai perlakuan, tanah yang digunakan meliputi tanah regosol, alluvial dan latosol. Sedangkan kontrol ditanam pada media dengan komposisi pasir dan pupuk dengan perbandingan 1:1. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kebun milik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Letak kebun di sekitar kampus Universitas Sanata Dharma Desa Paingan, Maguwoharjo Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan dengan rentang pelaksanaan dari bulan Oktober 2013 hingga Februari 2014. C. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) atau Complete Randomized Design (CRD). Menurut 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Tanujaya (2013), RAL atau CRD merupakan rancangan dasar dengan beberapa perlakuan yang disusun secara random untuk seluruh unit percobaan. Ciri khas percobaan ini yaitu bahan percobaan yang digunakan harus bersifat homogen. Dalam perlakuan ini terdapat tiga jenis tanah yang digunakan yaitu tanah regosol, tanah alluvial dan tanah latosol, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Tata letak pot tanaman adalah seperti skema berikut: R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3 Keterangan: : Tanah regosol : Tanah alluvial : Tanah latosol : Kontrol R : Replikasi (Pengulangan)

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Alat dan Bahan Alat- alat yang digunakan meliputi:  Pot  Gembor  Ember  Para-para  Gunting pemangkas  Hygrometer  Meteran  pH meter  Penggaris  Jangka sorong Bahan-bahan yang digunakan meliputi:  Anggur Vitis vinifera varietas Prabu Bestari  NOPKOR  Lipotryl  Pestisida  Tanah regosol (daerah Pantai Samas)  Tanah alluvial (daerah Paingan)  Tanah latosol (daerah Gunung Kidul)  Pasir  Pupuk kompos  Pupuk kompos cacing (Kascing) 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 E. Prosedur Kerja 1. Persiapan Lahan Lahan yang digunakan dalam penelitian ini berada di daerah kampus Universitas Sanata Dharma, lahan ini dimanfaatkan untuk tempat peletakan pot yang berisi tanaman anggur. Lahan ini dahulu merupakan lahan yang pernah dijadikan sebagai sawah, sehingga lahan ini perlu penyiangan dan pemberian pagar agar terlindungi dari hama seperti ayam, kambing dan hewan-hewan peliharaan warga di sekitarnya. 2. Penyiapan Media Tanah dan Pot a) Pot Pot yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari tanah liat dengan ukuran diameter 40 cm dan tinggi pot 35 cm. Bagian bawah pot memiliki lubang drainase yang berfungsi untuk keluarnya air saat tanaman disiram. b) Medium Tanam Penyiapan media tanah diawali dengan pengambilan tanah yang digunakan untuk penelitian di daerah asal tanah tersebut. Tanah regosol dari daerah pantai Samas, tanah alluvial dari daerah Desa Paingan dan tanah latosol dari daerah Gunung Kidul. Semua tanah tersebut diangkut menuju lahan penelitian di daerah kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 3. Penyampuran Tanah dengan Pupuk Tanah yang akan digunakan sebagai medium tanam terlebih dahulu dicampurkan dengan pupuk. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk kompos daun dan pupuk kascing. Pencampuran medium tanam ini meliputi pasir, campuran pupuk kompos dan pupuk kascing dan tanah. Dengan perbandingan 25% pasir, campuran pupuk kompos dan pupuk kascing 25% dan tanah 50%. Pencampuran tanah ini diawali dengan pencampuran pupuk kompos dan kascing dengan perbandingan 1:1. Setelah itu pupuk dicampur dengan tanah yang akan digunakan untuk media tanam. Setiap media tanam ditambahkan pasir 25 % dan campuran pupuk 25 %. Berikut ini adalah komposisi setiap media tanam: Tabel I. Komposisi Media Tanam Media tanam Komposisi Tanah regosol pasir : campuran pupuk : tanah regosol (1:1:2) Tanah alluvial pasir : campuran pupuk : tanah alluvial ( 1:1:2) Tanah latosol pasir : campuran pupuk : tanah latosol (1:1:2) Kontrol pasir : campuran pupuk (1:1) 4. Penyiapan Bibit Bibit yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Probolinggo. Bibit yang dipilih berasal dari bibit unggul tumbuhnya sehat dan normal serta memiliki dua helai daun dewasa.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 5. Penanaman Anggur Penanaman anggur mula-mula siram bibit anggur yang masih didalam polybag hingga basah (lembab) menggunakan air bersih. Keluarkan bibit anggur tersebut berserta akar dan tanahnya di letakkan di tengah-tengah pot bersamaan dengan itu rambatan ditancapkan dalam pot. Selesai ditanam, medium tanam segera disiram dengan air bersih hingga cukup basah (lembab). 6. Perawatan Tanaman a) Penempatan tanaman pot Pot yang berisi tanaman anggur ditempatkan pada lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Di samping itu, lokasi penempatan harus dekat dengan sumber air. b) Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan, tanaman anggur membutuhkan air dalam jumlah yang memadai. Penyiraman (pengairan) dilakukan dengan melihat keadaan tanah, jika medium tanam sudah mulai mengering penyiraman dapat dilakukan. c) Pemupukan Pemupukan dilakukan pada fase awal menggunakan pupuk kompos dan pupuk kascing yang dicampurkan di dalam media. Kemudian pemupukan dilakukan setiap seminggu sekali yaitu menggunakan NOPKOR yang disiramkan pada media tanam dan Lypotril yang merupakan pupuk sistemik daun, penggunaannya dengan cara menyemprotkan pada daun.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 7. Pengamatan Dalam percobaan ini pengamatan dilakukan selama empat bulan dengan pengambilan data satu minggu sekali. Data hasil pengamatan dicatat pada tabel pengamatan yang terdiri dari tabel tinggi batang, tabel diameter batang dan tabel jumlah daun. Tabel pengumpulan data memiliki format sebagai berikut: Tabel II. Pengamatan Tinggi Batang Hari/ Tanggal Tanah Regosol Indikator P1 P2 P3 ∑P Tanah Alluvial P1 P2 P3 ∑P Tanah Latosol P1 P2 P3 ∑P Kontrol P1 P2 P3 ∑P Tinggi Batang Tabel III. Pengamatan Diameter Batang Hari/ Tanggal Tanah Regosol Indikator P1 P2 P3 ∑P Tanah Alluvial P1 P2 P3 ∑P Tanah Latosol P1 P2 P3 ∑P Kontrol P1 P2 P3 ∑P Diameter Batang Tabel IV. Pengamatan Jumlah Daun Hari/ Tanggal Tanah Regosol Indikator Jumlah Daun P1 P2 P3 ∑P Tanah Alluvial P1 P2 P3 ∑P Tanah Latosol P1 P2 P3 ∑P Kontrol P1 P2 P3 ∑P

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 F. Cara Menganalisis Data Data yang diperoleh merupakan data mentah hasil pengamatan yang terdiri dari tinggi batang, diameter batang dan jumlah daun. Analisa data menggunakan ANOVA (analysis of variances) dengan uji F. Uji ANOVA adalah teknik analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan skor pada masing-masing kelompok (khususnya untuk kelompok yang banyak), dengan suatu resiko kesalahan yang sekecil mungkin. Di samping mempunyai kemampuan membedakan antar banyak kelompok dengan resiko kesalahan yang kecil, ANOVA juga dapat memberi informasi tentang ada tidaknya interaksi antar variabel bebas sehubungan dengan pengukuran terhadap variabel terikat. Oleh karena perbedaan yang merupakan sasaran utama dalam analisis ANOVA maka data kategorikal untuk variabel bebas merupakan kondisi yang sesuai. Hipotesis dalam ANOVA akan membandingkan rata-rata dari beberapa populasi yang diwakili oleh beberapa kelompok sampel secara bersama, sehingga hipotesis matematikanya (untuk 3 kelompok) adalah: - Ho; µ 1 = µ 2= µ 3, - Ha ; salah satu µ tidak sama. Bunyi hipotesis alternatif seperti itu, merupakan hipotesis yang fleksibel, karena tidak menyebutkan secara pasti µ mana yang berbeda dengan lainnya. Hal ini mempunyai arti bahwa µ mana yang tidak sama bukan merupakan masalah dalam penolakan hipotesis nol (Irianto, 2003). Menurut Irianto (2003), langkah-langkah melakukan uji hipotesis dengan ANOVA adalah sebagai berikut:

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 1. Tinggi Batang a) Menghitung selisih pertumbuhan setiap minggu kemudian dirata-rata. Hasil rata-rata data sampel di kelompokan menurut perlakuan seperti tabel berikut: Tabel V. Tabel Perhitungan Rata-rata Tinggi Batang Perlakuan Hasil pengamatan RI R2 R3 Total Perlakuan Rerata Perlakuan Tanah regosol Tanah alluvial Tanah latosol Kontrol Jumlah total b) Kemudian dilakukan perhitungan sebagai berikut:  CF (Faktor Koreksi) = (Jumlah total) 2 : Jumlah Pengamatan = (ΣX2) / rt  SS Total = ΣX2 - CF  SS Perlakuan = Σ(total perlakuan)2 : r - CF  SS galat = SS total - SS perlakuan  MS Perlakuan = SS Perlakuan / df Perlakuan  MS Galat = SS galat / df galat  F hitung = MS Perlakuan : MS Galat c) Setelah itu masukan hasil perhitungan pada tabel analisis variasi untuk menghitung df, hitung SS, hitung MS, tentukan F hitung. Bandingkan F hitung dan F tabel. Berikut tabel analisis variasi:

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Tabel VI. Tabel Analisis Variasi Sumber variasi df SS MS F hitung F tabel 5% 1% Perlakuan Galat percobaan Total d) Dari hasil analisis dapat dilihat penelitian yang dilakukan signifikan atau tidak dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. Jika F hitung lebih besar dari F tabel maka analisis data sampel tersebut signifikan dan jika F hitung lebih kecil dari F tabel maka analisis data sampel tersebut tidak signifikan. Cara perhitungan ini juga digunakan untuk menganalisis pertumbuhan dengan variabel diameter batang dan banyak daun.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data dan Analisis Hasil Penelitian Data hasil pengukuran pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestasi pada tiga jenis tanah berbeda dengan penambahan NOPKOR adalah sebagai berikut: 1. Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Berdasarkan data hasil penelitian, maka dapat dibuat grafik pertumbuhan batang anggur varietas (Vitis vinifera) Prabu Bestari perminggu sebagai berikut: Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur Tinggi Batang (cm) 250.00 Alluvial, 200.00 Latosol, 150.00 Regosol, 100.00 Kontrol, 50.00 0.00 Minggu Ke- Gambar 2. Grafik Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Grafik di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi batang anggur perminggu memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Pertumbuhan tinggi batang anggur yang paling tinggi pada tanah alluvial dengan ketinggian mencapai 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 225 cm, tertinggi kedua pada tanah latosol mencapai 219.67 cm selanjutnya pada tanah regosol dengan tinggi 125.33 cm dan yang paling rendah yaitu pada media kontrol dengan tinggi 110 cm. Pertumbuhan anggur pada minggu ke-1 sampai minggu ke-6 memiliki pertambahan pertumbuhan yang hampir sama. Pada minggu ke-7 sampai minggu ke-8 pertambahan tinggi batang yang paling tinggi pada tanah alluvial dan paling rendah pada media kontrol. Minggu ke-9 tanaman anggur pada tanah alluvial dan media kontrol memiliki rata-rata pertumbuhan yang hampir sama sedangkan tanah latosol dan regosol juga memiliki rata-rata pertumbuhan yang hampir sama. Pada minggu ke-10 sampai minggu ke-12 pertumbuhan anggur paling tinggi pada tanah alluvial, pada tanah regosol dan latosol pada minggu ke-10 hingga minggu ke-12 memiliki rata-rata pertumbuhan yang hampir sama. Minggu ke-13 hingga sampai minggu ke-14 rata-rata pertumbuhan anggur pada ketiga jenis tanah hampir sama. Pada minggu ke-15 sampai minggu ke-16 pertumbuhan paling tinggi hingga paling rendah yaitu pada tanah regosol, kemudian pada tanah latosol, alluvial dan media kontrol. Minggu ke-17 terjadi perubahan rata-rata pertumbuhan tanaman anggur, rata-rata pertumbuhan paling tinggi hingga paling rendah yaitu pada tanah alluvial, latosol, regosol, dan media kontrol. Pada minggu ke-17 pertumbuhan anggur pada tanah regosol menurun drastis hal ini disebabkan oleh pertumbuhan yang kurang maksimal pada pengulangan ke-2 (R2) dan pada pengulangan ke-3 (R3) ada batang anggur yang patah sehingga pertumbuhan tidak dapat diukur dan tidak dapat diketahui pertambahan pertumbuhan tanaman anggur pada

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 pengulangan ketiga. Untuk lebih lengkapnya data pertumbuhan tinggi batang dapat dilihat pada lampiran 1-3. Data hasil penelitian berdasarkan gambar 2 didapat rata-rata pertumbuhan tinggi batang anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari seperti pada tabel berikut: Tabel VII. Rata-rata Pertumbuhan Tinggi Batang Pertumbuhan Tinggi Batang Perlakuan Regosol R1 9.41 R2 3.18 R3 17.06 Rerata 9.88 Alluvial 8.97 16.32 12.88 12.73 Latosol 6.50 15.24 15.44 12.39 Kontrol 8.06 5.47 8.71 7.41 Keterangan : Regosol : Tumbuhan dengan media tanah Pasir Alluvial : Tumbuhan dengan media tanah Paingan Latosol : Tumbuhan dengan media tanah Gunung Kidul Kontrol : Tumbuhan dengan media kontrol R1 = Pengulangan 1 R2 = Pengulangan 2 R3 = Pengulangan 3 Berdasarkan tabel VII dapat dilihat bahwa rata-rata pertumbuhan batang anggur secara berturut-turut pada tanah alluvial, latosol, regosol dan media kontrol yaitu ̅ =12.73; ̅ =12.39; ̅ =9.88 dan ̅ =7.4. Setelah dianalisis menggunakan ANOVA uji F hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti pada pertumbuhan tinggi batang anggur antar perlakuan. Hasil pengujian dengan ANOVA uji F dapat dilihat pada lampiran 4-6.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 48 Pola Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Grafik pola pertumbuhan diameter batang anggur (Vitis vinifera) varietas prabu bestari perminggu ditampilkan pada gambar 3. Pola Pertumbuhan Diameter Batang 0.9 Diameter Batang (cm) 0.8 0.7 0.6 Alluvial 0.5 Latosol 0.4 Regosol 0.3 Kontrol 0.2 0.1 0 Ke-7 Ke-8 Ke-9 Ke-10 Ke-11 Ke-12 Ke-13 Ke-14 Ke-15 Ke-16 Ke-17 Minggu Ke- Gambar 3. Grafik Pola Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Grafik di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan diameter batang anggur memiliki rata-rata pertumbuhan yang berbeda. Rata-rata pertumbuhan diameter batang anggur paling tinggi pada tanah alluvial mencapai 0.8 cm, diikuti oleh tanah latosol 0.78 cm, kemudian pada tanah regosol 0.75 cm dan pada media kontrol dengan besar diameter 0.74 cm. Rata-rata pertumbuhan diameter batang anggur pada minggu ke-7 sampai ke-10 memiliki rata-rata pertumbuhan yang hampir sama pada semua jenis tanah. Pada minggu ke-11 rata-rata pertumbuhan paling tinggi pada media kontrol dan paling rendah pada tanah alluvial. Pada minggu ke-12 sampai minggu ke-14 pertumbuhan rata-rata diameter batang anggur yang paling tinggi pada tanah

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 alluvial dan yang paling rendah pada media kontrol. Minggu ke-15 rata-rata pertumbuhan diameter batang anggur yang paling tinggi pada tanah regosol dan paling rendah pada media kontrol. Pada minggu ke-16 sampai ke-17 rata-rata pertumbuhan diameter batang anggur berturut-turut dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah yaitu tanah alluvial, latosol, regosol dan media kontrol. Data pertumbuhan diameter batang dapat dilihat pada lampiran 7-9. Data hasil penelitian berdasarkan gambar 3 didapat rata-rata pertumbuhan diameter batang anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari seperti pada tabel berikut: Tabel VIII. Rata-rata Pertumbuhan Diameter Batang Perlakuan Pertumbuhan Diameter Batang Regosol R1 0.048 R2 0.032 R3 0.048 Rerata 0.043 Alluvial 0.085 0.052 0.067 0.068 Latosol 0.038 0.058 0.042 0.046 Kontrol 0.060 0.025 0.043 0.043 Keterangan : Regosol : Tumbuhan dengan media tanah Pasir Alluvial : Tumbuhan dengan media tanah Paingan Latosol : Tumbuhan dengan media tanah Gunung Kidul Kontrol : Tumbuhan dengan media kontrol R1 = Pengulangan 1 R2 = Pengulangan 2 R3 = Pengulangan 3 Data pada tabel VIII menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan diameter batang anggur secara berturut-turut pada tanah alluvial, latosol, regosol dan media kontrol yaitu ̅ = 0.068; ̅ =0.046; ̅ =0.043 dan ̅ =0.043. Data tersebut dianalis menggunakan ANOVA uji F dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 adanya perbedaan yang berarti untuk pertumbuhan diameter batang anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari pada ketiga jenis tanah. Hasil pengujian ANOVA dengan uji F dapat dilihat pada lampiran 10-12. 3. Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Berdasarkan data hasil penelitian pola pertumbuhan jumlah daun anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari perminggu ditampilkan pada gambar 4. Jumlah Daun (helai) Pola Pertumbuhan Jumlah Daun 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Latosol Alluvial Regosol Kontrol Minggu Ke- Gambar 4. Grafik Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Grafik di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah daun anggur pada tiap minggu memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Pertumbuhan daun yang paling banyak terdapat pada anggur yang ditanamam pada tanah latosol dengan rata-rata pertumbuhan jumlah daun mencapai 38 helai. Terbanyak kedua pada tanah alluvial dan regosol dengan jumlah daun 37 helai dan yang paling sedikit jumlah daun pada media kontrol yaitu sebanyak 18 helai.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Rata-rata pertumbuhan jumlah daun pada minggu ke-1 sampai minggu ke-8 memiliki pertumbuhan yang stabil dan hampir sama. Pada minggu ke-9 sampai minggu ke-13 rata-rata pertumbuhan jumlah daun yang paling banyak pada tanah alluvial, diikuti pada tanah latosol kemudian pada tanah regosol dan pertambahan jumlah daun yang paling rendah pada media kontrol. Minggu ke-14 sampai minggu ke-17 pertumbuhan jumlah daun yang paling banyak pada tanah latosol diikuti pada tanah regosol dan alluvial dan pertumbuhan paling rendah pada media kontrol. Data pertumbuhan jumlah daun dapat dilihat pada lampiran 13-15. Data hasil penelitian berdasarkan grafik 4 didapat rata-rata pertumbuhan jumlah daun anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel IX. Rata-rata Pertumbuhan Jumlah Daun Pertumbuhan Jumlah Daun Perlakuan Regosol R1 3.35 R2 0.77 R3 2.92 Rerata 2.35 Alluvial 2.46 1.85 3.15 2.49 Latosol 1.23 2.31 2.31 1.95 Kontrol 2.15 1.31 2.18 1.88 Keterangan : Regosol : Tumbuhan dengan media tanah Pasir Alluvial : Tumbuhan dengan media tanah Paingan Latosol : Tumbuhan dengan media tanah Gunung Kidul Kontrol : Tumbuhan dengan media kontrol R1 = Pengulangan 1 R2 = Pengulangan 2 R3 = Pengulangan 3

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Data pada tabel IX menunjukkan bahwa pertambahan jumlah daun anggur secara berturut-turut pada tanah alluvial, regosol, latosol dan media kontrol yaitu ̅ =2.49; ̅ =2.35; ̅ =1.95 dan ̅ =1.88. Setelah dianalisis hasil uji F menunjukkan tidak ada perbedaan yang berarti pertambahan jumlah daun Prabu Bestari pada tiap jenis tanah. Hasil pengujian ANOVA dengan uji F dapat dilihat pada lampiran 16-18. B. PEMBAHASAN 1. Pola Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari pada tanah regosol, alluvial, latosol memperlihatkan terjadinya pertumbuhan secara terusmenerus. Pertumbuhan anggur perminggu dapat dilihat pada gambar 2 untuk pertambahan tinggi batang, gambar 3 untuk pertambahan diameter batang dan gambar 4 untuk pertambahan jumlah daun. Ketiga grafik di atas menunjukkan perbedaan pertumbuhan tanaman pada tiga parameter yang diukur. Rata-rata pertumbuhan anggur paling baik untuk parameter tinggi batang pada tanah alluvial, hal ini sesuai dengan teori menurut Rukmana (1999) dikatakan anggur Vitis vinifera varietas Prabu Bestari dapat tumbuh dengan baik pada tanah alluvial yang memiliki karakteristik warna kelabu atau cokelat, teksturnya liat dengan kandungan pasir kurang dari 50% dan produktifitas tanah tergolong rendah sampai tinggi. Menurut Supriyo, dkk (2009), tanah regosol merupakan tanah dengan kemampuan penyimpanan air yang sangat rendah, unsur

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 hara yang tersedia sangat rendah, evapo-transpirasi sangat besar sehingga mempercepat kekeringan, sehingga keadaan tanah yang demikian diduga menghambat pertumbuhan tinggi batang anggur. Sedangkan pada tanah latosol menurut Rosmarkam dan Wongsoatmojo (2001) dikatakan memiliki kapasitas pertukaran kation rendah, kadar mineral primer yang rendah serta kadar bahan larut yang rendah. Keadaan tanah yang demikian diduga mempengaruhi pertumbuhan tinggi batang anggur sehingga menyebabkan pertumbuhan tinggi batang anggur pada tanah latosol tidak tumbuh secara optimal seperti pada tanah alluvial. Parameter diameter batang anggur pada gambar 3 menunjukkan pertumbuhan diameter batang yang berdeda-beda perminggu pada setiap media tanam. Diawal penelitian pada minggu ke-7 sampai minggu ke-11 rata-rata pertumbuhan paling tinggi pada media kontrol dan tanah regosol yaitu 0.66 cm dan 0.65 cm dan yang paling rendah pada tanah alluvial yaitu 0.50 cm. Penurunan pertumbuhan diameter batang anggur pada semua media diduga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan menyebabkan pencucian tanah. Pencucian tanah ini menyebabkan berkurangnya unsur hara pada media tanam dan diduga menggangu pertumbuhan diameter batang sehingga terjadi penurunan pertumbuhan diameter batang. Minggu ke-12 sampai minggu ke-14 diameter batang anggur pada tanah alluvial mengalami pertumbuhan diameter mencapai 0.79 cm. Hal ini diduga penambahan pupuk kascing diminggu ke-11 memberikan efek yang baik untuk pertumbuhan diameter batang pada tanah alluvial. Namun pada minggu ke-15 sampai ke-17 pertumbuhan diameter batang anggur pada semua media tanam

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 mengalami penurunan. Hal ini diduga juga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan keterlambatan penambahan pupuk menyebabkan berkurangnya unsur hara pada tanaman. Parameter pertumbuhan jumlah daun pada gambar 4 dapat dilihat pertumbuhan jumlah daun perminggunya. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada semua media tanam, hal ini diduga karena tingginya curah hujan dan menyebabkan keadaan media tanam menjadi lembab. Menurut Cahyono (2010) kelembaban yang terlalu tinggi dapat merangsang pertumbuhan pathogen yang mengganggu kesehatan tanaman. Musim hujan dengan tingkat kelembaban yang tinggi menyebabkan penyakit tanaman sangat mudah menyebar dan menyerang anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari. Anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari sangat rentan terhadap penyakit dan bagian yang paling rentan diserang penyakit adalah bagian daun dan pucuk tanaman. Penyakit yang menyerang adalah Downy Mildew dan karat daun, akibat penyakit ini banyak daun yang kering dan rusak. Menurut Nurfita (2012), pengendalian penyakit Downy Mildew dan karat daun adalah dengan cara mengurangi kelembaban kebun yaitu melakukan pemangkasan bagian tanaman yang terserang penyakit. Untuk menanggulangi penyebaran tersebut dilakukan pemangkasan daun. Pemangkasan daun akibat serangan penyakit menyebabkan pertumbuhan jumlah daun berkurang.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 2. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari yang ditanam pada tiga jenis tanah yang berbeda secara kuantitatif hasil analisis ANOVA uji F tidak mengalami perbedaan yang berarti. Tidak adanya perbedaan yang berarti pada pertumbuhan anggur ini diduga disebabkan oleh penambahan pupuk dengan komposisi yang sama secara berkala dan gangguan hama dan penyakit. Kondisi media tanam yang pada awalnya berbeda-beda pada setiap tanah dengan adanya penambahan pupuk, campuran kultur mikrobia NOPKOR dan pasir dengan komposisi yang sama pada setiap media diduga menyebabkan komposisi nutrient pada media tanam menjadi hampir sama. Komposisi media tanam dengan kandungan pupuk 25%, pasir 25% dan tanah 50%. Komposisi pupuk dan pasir pada media tanam yang tinggi menyebabkan tingginya kandungan unsur hara dan mengalahkan unsur hara pada tanah. Hal ini diduga menyebabkan tidak adanya perbedaan pertumbuhan yang signifikan pada setiap perlakuan. Serangan hama dan penyakit pada tanaman anggur selama penelitian menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur pada semua media tanam terhambat. Bagian tanaman yang paling banyak terserang penyakit pada bagian daun sehingga menyebabkan banyak daun yang rusak dan harus dibuang. Pembuangan daun yang rusak adalah upaya untuk menanggulangi serangan penyakit agar tidak menyebar lebih banyak dan merusak semua daun. Hama yang menyerang pertumbuhan daun adalah kumbang daun (Apogonia sp). Akibat serangan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 kumbang daun ini banyak daun yang berlubang. Keadaan daun yang rusak pada semua tanaman akibat serangan hama dalam penelitian ini menyebabkan tidak ada perberdaan pertumbuhan tanaman anggur Prabu Bestari pada semua jenis tanah. Hal ini menyebabkan hasil analisis statistik uji F tidak signifikan.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN UNTUK PEMBELAJARAN Hasil penelitian Pertumbuhan Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari pada Tiga Jenis Tanah yang Berbeda dengan Penambahan NOPKOR dapat menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat. Pembudidayaan anggur Prabu Bestari dapat tumbuh paling baik pada jenis tanah alluvial. Penggunaan campuran kultur mikrobia NOPKOR yang baik pembudidayaan anggur dan bercocok tanam untuk jenis tanaman yang lain. Pengurangan penggunaan pupuk kimia dengan beralih menggunakan pupuk organik membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mengembalikan sistem ekologi di lingkungan. Aplikasi untuk dunia pendidikan khususnya terkait dengan pembelajaran, hasil penelitian ini dapat dimasukkan ke dalam Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan pada kelas XII semester I khususnya pada K.D 4.1 merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar. Dalam kegiatan pembelajaran di SMA khususnya pada materi Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan, akan dilakukan praktikum agar siswa lebih memahami materi. Kegiatan praktikum ini dilakukan diluar jam pelajaran sebagai pendalaman materi. Siswa dengan bimbingan guru akan melakukan eksperimen tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 tumbuhan agar siswa lebih memahami tentang materi merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran seperti terlampir pada silabus dapat dilihat pada lampiran 19 dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seperti terlampir pada lampiran 20.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa: 1. Pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari pada tanah regosol, alluvial dan latosol tidak berbeda secara signifikan. 2. Dalam penelitian ini tidak ada jenis tanah yang paling baik untuk pertumbuhan anggur (Vitis vinifera) varietas Prabu Bestari. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran sebagai berikut: 1. Dianjurkan kepada peneliti selanjutnya atau masyarakat untuk memperhatikan komposisi pupuk, pasir dan tanah yang akan di uji, dimana komposisi tanah harus lebih banyak dari pupuk dan pasir sehingga unsur hara yang diserap oleh tanaman untuk pertumbuhan adalah unsur hara dari tanah. 2. Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara intensif, supaya gangguan hama dan penyakit tidak mengalahkan perlakuan. 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat disusun sebagai materi tambahan dalam pembelajaran di sekolah, khususnya di SMA mengenai materi merencanakan dan melaksanakan percobaan, sehingga dapat menambah pengetahuan siswa 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 untuk merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alex, S., 2012, Buah Konsumsi dalam Pot, Pustaka Baru Press, Yogyakarta. Andrini, A., 2012, Anggur Prabu Bestari Si Merah yang Menggoda. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Malang, 2, 7-9. Anonim., 2014, Kondisi Iklim Kota Probolinggo, http://keckanigaran.probolinggo kota.go.id/index.php/geografis/kondisi-dan-potensigeografis.html, diakses tanggal 12 Mei 2014. Berkelaar, D., 2001, Sistem Intensifikasi Padi (The System of Rice Intensification–SRI):Sedikit Dapat Memberi Lebih Banyak, http://www. elsppat.or.id/ download/file/SRI-echo%20note.htm, diakses tanggal 30 Februari 2014. Cahyono, B., 2010, Cara Sukses Berkebun Anggur Lokal dan Import:Pustaka Mina, Jakarta. Hakim, N., 1986, Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Universitas Lampung, Lampung, pp. 174-187. Hanafiah, K A., 2004, Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Rajawali Press, Palembang. Irianto, H.A., 2003, Statistik, Konsep Dasar:Aplikasi dan Pengembangannya, Penerbit Kencana, Padang. Kementerian Kehutanan RI, 2012, Iklim di Yogyakarta, http://www. Dephut .go. id/uploads/files/3365d80f2b7b5e2881a8429778ed448e.pdf, diakses tanggal 12 Mei 2014. Mega, Dibia, Adi, R., dan Kusmiyati, T.B., 2010, Klasifikasi Tanah dan Kesesuaian Lahan, www.fp.unud.ac.id/buku-ajar-klasifikasi-tanah-dankesesuaian-lahan, diakses tanggal 23 mei 2014. Mulyani, S., dan Kartasapoetra, 2005, Pengantar Ilmu Tanah, PT. Bhineka Cipta, Jakarta. Murwono, R.P.D., 2013, Sistem Organik Rasional Dalam Budidaya Pangan Dengan Model Mixed Farming, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, pp. 130-133, 141-142. Nurfita, D.S.P., 2012, Kreatif Bertanam Buah Anggur, Pustaka Baru Press, Yogyakarta, pp. 2-4. 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Rahmat, P., 2011, 21 Jenis Tabulampot Populer. PT Agro Media Pustaka, Jakarta, pp. 5-7. Rismunandar., 1985, Liku-Liku Bertanam Anggur, Penerbit Sinar Baru, Bandung. Rosmarkan, A., dan Wongsoatmojo,S., 2001, Taksonomi dan Klasifikasi Tanah Menurut USDA dan PPT Bogor, UGM Press, Yogyakarta, pp. 176-177, 198-200. Rukmana, R., 1999, Anggur, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, pp. 17, 20-23, 3334, 46-76. Semangun, H., 1996, Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan, UGM Press, Yogyakarta, pp. 183-301. Setiawan, E., 2012, Kamus Besar Bahasa Indonesia, http:/ /kbbi .web .id / aklimatisasi, diakses tanggal 20 Juni 2014 Shiddieq, D., 1983, Penelitian Pengaruh Ukuran Butir Pupuk TSP Terhadap Pertumbuhan dan Penyerapan P-TSP Oleh Tanaman Jagung Pada Tanah Regosol,Grumosol dan Latosol, Laporan Penelitian, UGM Press, Yogyakarta, pp. 2-5. Sitompul dan Bambang., 2010, Analisa Pertumbuhan Tanaman, UGM Press, Yogyakarta, pp. 38-103. Sjamsoe’oed, 1997, Kamus Pertanian, Penerbit Grasindo, Jakarta. Sumanto, E., Juarini, B., Wibisono, dan Ashari., 2000, Wilayah Potensial Untuk Penyebaran dan Pengembangan Peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Penelitian Ternak, Bogor, 455. Sunarjono, H.H., 2008, 21 Jenis Tanaman Buah, Penebar Swadaya, Jakarta, pp. 113-116. Supriyo, H., Koranto, C., dan Bale, A., 2009, Buku Ajar Klasifikasi Tanah, UGM Press, Yogyakarta, pp. 21-26. Surahman, D. K. dan D. A. Darmajana. 2004, Kajian Analisa Kandungan Vitamin dan Mineral pada Buah-buahan Tropis dan Sayur-sayuran di Toyama Prefecture Jepang, Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses, Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, LIPI, Subang, pp. 1-8. Sutanto, R., 2005.Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Konsep dan Kenyataan, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, pp. 22-23.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Suwahyono, U., 2011, Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif dan Efisien, Penebar Swadaya, Jakarta, pp. 24. Suwito, P., 2007, Bertanam Anggur Dalam Pot, Arka Press, Jakarta, pp. 4. Tanujaya, B., 2013, Penelitian Percobaaan, Penerbit Rosda, Jakarta. Yulianingsih, A., 2007, Uji Pertumbuhan Vegetatif Berbagai Varietas Tanaman Anggur (Vitis) di Desa Tegal Gondo Kecamatan Karangploso, Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadyah Malang.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Data Hasil Pengukuran Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Minggu keke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 Tanah Regosol P1 P2 P3 10 9 8 10.5 10.1 8.1 11.7 10.4 8.5 14.5 10.6 10.2 16.5 10.6 17 25 10.6 28.5 29 8.5 45 35 10.5 57 45 15.1 59 51 24 95 63 34 102 68 43 126 70 53 184 95 60 159 100 60 253 120 60 273 170 61 145 RataRata 9.00 9.57 10.20 11.77 14.70 21.37 27.50 34.17 39.70 56.67 66.33 79.00 102.33 104.67 137.67 151.00 125.33 Tanah Alluvial P1 P2 P3 8.5 12.5 12 9 13.3 9 9.6 13.5 9.4 13.7 14.5 12 19 21 22.5 29.2 29.5 37 53 46.5 54.8 67 64 62 73.6 64.5 74.7 98.8 86 100 104 115 125 107 111 157 124 123 165 154 142 197 154 187 197 154 199 224 161 286 228 Jenis Tanah Tanah Latosol RataRata P1 P2 P3 11.00 7.5 10 11.5 10.43 8 11 11.5 10.83 8.1 12.8 13 13.40 8.5 21 19.2 20.83 9.7 29.5 23 31.90 12 36.5 24 51.43 17.4 47.5 40 64.33 24 68 56 70.93 27 73.5 60.5 94.93 35 98 83 114.67 48 117 101 125.00 54 128 125 137.33 52 178 146 164.33 82 223 170 179.33 94 247 218 192.33 109 247 261 225.00 116 269 274 RataRata 9.67 10.17 11.30 16.23 20.73 24.17 34.97 49.33 53.67 72.00 88.67 102.33 125.33 158.33 186.33 205.67 219.67 P1 9 10 10.2 10.6 18 29.5 36.5 43.5 86 100 69 64 58 93 104 104 103 Kontrol P2 7.5 9 9.5 11.5 16 25.5 36 52 66.5 80.5 58 61 64 78 78 78 75 RataRata P3 8 9 9.5 12.5 19.5 22 29 53 60 78 106 127 123 132 132 143 152 8.17 9.33 9.73 11.53 17.83 25.67 33.83 49.50 70.83 86.17 77.67 84.00 81.67 101.00 104.67 108.33 110.00 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Data Pertambahan Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu No Minggu ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 rata-rata Tanah Regosol P1 0 0.5 1.2 2.8 2 8.5 4 6 10 6 12 5 2 25 5 20 50 P2 0 1.1 0.3 0.2 0 0 0 2 4.6 8.9 10 9 10 7 0 0 1 P3 0 0.1 0.4 1.7 6.8 11.5 16.5 12 2 36 7 24 58 0 94 20 0 Tanah Alluvial P1 0 0.5 0.6 4.1 5.3 10.2 23.8 14 6.6 25.2 5.2 3 17 30 0 0 7 P2 0 0.8 0.2 1 6.5 8.5 17 17.5 0.5 21.5 29 0 12 19 45 12 87 P3 0 0 0.4 2.6 10.5 14.5 17.8 7.2 12.7 25.3 25 32 8 32 0 27 4 Tanah Latosol P1 0 0.5 0.1 0.4 1.2 2.3 5.4 6.6 3 8 13 6 0 30 12 15 7 P2 0 1 1.8 8.2 8.5 7 11 20.5 5.5 24.5 19 11 50 45 24 0 22 P3 0 0 1.5 6.2 3.8 1 16 16 4.5 22.5 18 24 21 24 48 43 13 Kontrol P1 P2 0 0 1 1.5 0.2 0.5 0.4 2 7.4 4.5 11.5 9.5 7 10.5 7 16 42.5 14.5 14 14 0 0 0 3 0 3 35 14 11 0 0 0 0 0 P3 0 1 0.5 3 7 2.5 7 24 7 18 28 21 0 9 0 11 9 9.41 3.18 17.06 8.97 16.32 12.88 6.50 15.24 15.44 8.06 5.47 8.71 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Data Pola Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Minggu keke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 Regosol 9.00 9.57 10.20 11.77 17.37 27.03 41.37 49.17 54.03 73.00 85.33 106.67 135.00 156.33 206.67 223.33 125.33 Tinggi Tanaman Alluvial Latosol Kontrol 11.00 9.67 8.17 10.43 10.17 9.33 10.83 11.30 9.73 13.40 16.23 11.53 20.83 20.73 17.83 31.90 24.17 25.67 51.43 34.97 33.83 64.33 49.33 49.50 70.93 53.67 70.83 94.93 72.00 86.17 114.67 88.67 77.67 125.00 102.33 84.00 137.33 125.33 81.67 164.33 158.33 101.00 179.33 186.33 104.67 192.33 205.67 108.33 225.00 219.67 110.00 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Lampiran 4 Perhitungan Uji Homogenitas Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Regosol (TR) Alluvial (TA) Latosol (TA) Kontrol (K) 19.41 8.97 6.50 8.06 3.18 16.32 15.24 5.47 17.06 12.88 15.44 8.71 3 3 3 3 12 39.48 38.18 37.18 22.24 137 519.464 485.814 460.697 164.803 1631 671.127 512.884 512.794 170.664 1867 N ∑ (∑ )2/n ∑ 2 SSb = {(∑ )2/n - (∑ 2/n)}: 3 = {1631 - 1372/ 12} : 3 =21.74 SSw = {∑ 2 - ((∑ )2/n)}: (n-3) = { 1867 - 1631} : (12-3) = 26.30 Fhitung SSb 21.7 = 2 . SS = 0.8266 = F0.05(3.11) = 3.59 Fhitung < F0.05(3.11) Total

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Lampiran 5 Uji Normalitas Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=Tinggi /MISSING ANALYSIS. NPar Tests [DataSet0] One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tinggi N Normal Parameters 12 a Mean 12.2558 Std. Deviation 5.18052 Most Extreme Differences Absolute .218 Positive .154 Negative -.218 Kolmogorov-Smirnov Z .754 Asymp. Sig. (2-tailed) .620 a. Test distribution is Normal.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Hasil Perhitungan ANOVA Uji F Pada Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Pertambahan Tinggi Batang Anggur Perlakuan R1 R2 R3 Regosol 9.41 3.18 17.06 Alluvial 8.97 16.32 12.88 Latosol 6.50 15.24 15.44 Kontrol 8.06 5.47 8.71 Jumlah dan Rerata Umum CF SS Total = (ΣX2) / rt = (127.242) / 12 = 16190.3 : 12 = 1349.19 = ΣX2 - CF = 16190.3 - 1349.19 = 236.86 SS Perlakuan = Σ(total perlakuan)2 : r - CF = 1404.41-1349.19 = 55.22 SS galat MS Perlakuan = SS total - SS perlakuan = 236.86 - 55.22 = 181.64 = SS perlakuan / df perlakuan = 55.22 / 3 = 18.41 MS Galat = SS galat / df galat = 181.64 / 8 = 22.71 F hitung = MS Perlakuan : MS Galat = 18.41- 22.71 = 0.811 Total Perlakuan Rerata Perlakuan 29.48 38.18 37.18 22.24 127.24 9.88 12.73 12.39 7.41 10.60 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sumber Variasi Df SS MS F hitung Perlakuan Galat Percobaan Total 3 8 11 65.22 236.69 301.91 21.74 29.59 0.811 71 F tabel 1% 5% 4.07 7.59 F hitung < f tabel pada arah 5%, maka perbedaan diantara rerata tinggi batang perlakuan pada penelitian ini TIDAK SIGNIFIKAN.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 Data Hasil Pengukuran Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Jenis Tanah Tanah Latosol RataRata P1 P2 P3 No Minggu ke- 1 ke-7 0.47 0.38 0.49 0.45 0.31 0.49 0.32 0.37 0.42 0.53 2 ke-8 0.49 0.47 0.5 0.49 0.33 0.49 0.4 0.41 0.53 3 ke-9 0.51 0.49 0.6 0.53 0.35 0.5 0.52 0.46 4 ke-10 0.66 0.51 0.66 0.61 0.41 0.5 0.52 5 ke-11 0.66 0.51 0.77 0.65 0.41 0.59 6 ke-12 0.66 0.57 0.78 0.67 0.82 7 ke-13 0.66 0.57 0.78 0.67 8 ke-14 0.65 0.66 0.67 9 ke-15 0.76 0.77 10 ke-16 0.78 11 ke-17 0.78 Tanah Regosol P1 P2 P3 P1 Kontrol P2 P3 RataRata 0.49 0.53 0.4 0.52 0.48 0.57 0.56 0.53 0.41 0.52 0.49 0.61 0.57 0.59 0.57 0.41 0.59 0.52 0.63 0.61 0.61 0.62 0.59 0.47 0.62 0.56 0.50 0.63 0.62 0.62 0.62 0.83 0.47 0.68 0.66 0.7 0.77 0.45 0.74 0.7 0.63 0.53 0.55 0.72 0.60 0.8 0.7 0.77 0.47 0.88 0.76 0.70 0.59 0.55 0.78 0.64 0.92 0.79 0.65 0.79 0.49 0.86 0.71 0.69 0.51 0.62 0.86 0.66 0.77 0.78 0.7 0.69 0.72 0.59 0.92 0.72 0.74 0.62 0.59 0.85 0.69 0.83 0.74 0.79 0.76 0.72 0.76 0.61 0.92 0.72 0.75 0.73 0.62 0.86 0.74 0.91 0.75 0.86 0.82 0.72 0.80 0.69 0.92 0.72 0.78 0.73 0.62 0.86 0.74 RataRata Tanah Alluvial P1 P2 P3 RataRata 0.51 0.57 0.59 0.48 0.50 0.8 0.82 0.66 0.78 0.61 0.57 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 Data Pertambahan Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Minggu keke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 rata-rata Tanah Regosol P1 P2 P3 0 0 0 0.02 0.09 0.01 0.02 0.02 0.1 0.15 0.02 0.06 0 0 0.11 0 0.06 0.01 0 0 0 0 0.09 0 0.11 0.11 0.11 0.02 0 0.05 0 0 0.08 0.048 0.032 0.048 Tanah Alluvial P1 P2 P3 0 0 0 0.02 0 0.08 0.02 0.01 0.12 0.06 0 0 0 0.09 0 0.41 0.21 0.2 0 0 0 0.1 0 0 0 0 0.04 0.01 0.06 0.03 0.07 0.06 0 0.085 0.052 0.067 Tanah Latosol P1 P2 P3 0 0 0 0.11 0.04 0.06 0.06 0.04 0 0.04 0 0.04 0 0.01 0.01 0 0.12 0.08 0.02 0.14 0.06 0.02 0 0 0.1 0.06 0.01 0.02 0 0 0.08 0 0 0.038 0.058 0.042 Kontrol P1 P2 0 0 0 0.01 0.04 0 0.02 0.06 0.24 0 0 0.08 0.06 0 0 0.07 0.11 0 0.11 0.03 0 0 0.060 0.025 P3 0 0 0.07 0.03 0.06 0.04 0.06 0.08 0 0.01 0 0.043 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Lampiran 9 Data Pola Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Diameter Batang Minggu keke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 Regosol Alluvial Latosol Kontrol 0.45 0.49 0.53 0.61 0.65 0.67 0.67 0.66 0.77 0.74 0.75 0.37 0.41 0.46 0.48 0.50 0.77 0.77 0.79 0.72 0.76 0.80 0.49 0.56 0.59 0.62 0.62 0.63 0.70 0.69 0.74 0.75 0.78 0.48 0.49 0.52 0.56 0.66 0.60 0.64 0.66 0.69 0.74 0.74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Lampiran 10 Perhitungan Uji Homogenitas Pertumbuhan Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari n ∑ (∑ )2/n ∑ 2 Regosol (TR) Alluvial (TA) Latosol (TA) Kontrol (K) 0.048 0.085 0.038 0.060 0.032 0.052 0.058 0.025 0.048 0.067 0.042 0.043 3 3 3 3 12 0.1275 0.2033 0.1383 0.1283 0.5975 0.0054 0.0138 0.0064 0.0055 0.0311 0.0056 0.0143 0.0066 0.0061 0.0326 = {(∑ )2/n - (∑ SSb SSw Fhitung 2 /n)}: 3 2 = {0.0311- 0.5975 / 12} : 3 =0.00044 = {∑ 2 - ((∑ )2/n)}: (n -3) = { 0.0326-0.0311} : (12-3) = 0.00018 = SSb . = . SS = 2.5087 F0.05(3.11) = 3.59 Fhitung < F0.05(3.11) 1 Total

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Lampiran 11 Uji Normalitas Pertumbuhan Tinggi Batang Anggur (Vitis vinifera)Varietas Prabu Bestari NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=Diameter /MISSING ANALYSIS. NPar Tests [DataSet0] One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Diameter N Normal Parametersa 12 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences .04942 .016340 Absolute .153 Positive .153 Negative -.076 Kolmogorov-Smirnov Z .529 Asymp. Sig. (2-tailed) .942 a. Test distribution is Normal.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Lampiran 12 Hasil Perhitungan ANOVA Uji F Pada Diameter Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Pertambahan Tinggi Batang Anggur R1 R2 R3 Regosol 0.048 0.032 0.048 Alluvial 0.085 0.052 0.067 Latosol 0.038 0.058 0.042 Kontrol 0.060 0.025 0.043 Jumlah dan Rerata Umum Perlakuan CF SS Total SS Perlakuan SS galat MS Perlakuan Total Perlakuan Rerata Perlakuan 0.128 0.203 0.138 0.128 0.60 0.043 0.068 0.046 0.043 0.199 = (ΣX2) / rt = (0.602) / 12 = 0.35701 : 12 = 0.02975 = ΣX2 - CF = 0.0326 - 0.02975 = 0.00289 = Σ(total perlakuan)2 : r - CF = 0.03 - 0.02975 = 0.00132 = SS total - SS perlakuan = 0.00289 - 0.00132 = 0.00158 = SS Perlakuan / df Perlakuan = 0.00132 / 3 = 0.00044 MS Galat = SS galat / df galat = 0.00158 / 8 = 0.0002 F hitung = MS Perlakuan : MS Galat = 0.00044 - 0.0002 = 2.230

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sumber Variasi df SS MS F hitung Perlakuan Galat Percobaan Total 3 8 11 0.00132 0.00158 0.00289 0.00044 0.0002 2.230 78 F tabel 5% 1% 4.07 7.59 F hitung = 2.230 < f tabel pada arah 5% = 4.07, maka perbedaan diantara rerata diameter batang perlakuan pada penelitian ini TIDAK SIGNIFIKAN.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 Data Hasil Pengukuran Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Minggu keke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 Tanah Regosol P1 P2 P3 5 5 7 5 5 7 5 5 9 8 5 10 11 5 13 12 5 13 18 5 17 19 6 21 22 9 21 23 11 23 24 12 26 33 15 30 37 15 45 50 15 49 62 13 56 60 12 60 41 11 59 RataRata 5.67 5.67 6.33 7.67 9.67 10.00 13.33 15.33 17.33 19.00 20.67 26.00 32.33 38.00 43.67 44.00 37.00 Tanah Alluvial P1 P2 P3 5 7 5 5 6 5 6 6 5 10 8 8 12 11 11 14 12 14 17 17 16 21 21 18 26 22 24 24 29 24 25 22 31 22 23 41 32 23 46 28 28 49 19 45 36 18 44 32 23 66 22 Jenis Tanah Tanah Latosol RataRata P1 P2 P3 5.67 5 5 7 5.33 5 5 7 5.67 5 9 11 8.67 7 12 12 11.33 7 14 15 13.33 10 17 15 16.67 11 18 18 20.00 12 24 20 24.00 13 23 21 25.67 12 28 27 26.00 17 28 24 28.67 20 34 29 33.67 17 32 34 35.00 21 25 35 33.33 21 41 46 31.33 28 34 48 37.00 29 36 51 RataRata 5.67 5.67 8.33 10.33 12.00 14.00 15.67 18.67 19.00 22.33 23.00 27.67 27.67 27.00 36.00 36.67 38.67 P1 5 4 4 8 10 12 18 13 20 20 11 18 18 24 23 27 24 Kontrol P2 8 8 10 11 13 14 19 21 18 12 7 8 11 11 11 10 10 RataRata P3 8 4 4 8 10 10 12 16 18 21 22 25 16 13 14 29 21 7.00 5.33 6.00 9.00 11.00 12.00 16.33 16.67 18.67 17.67 13.33 17.00 15.00 16.00 16.00 22.00 18.33 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 Data Pertambahan Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu No Minggu ke- 1 Tanah Regosol Tanah Alluvial Tanah Latosol Kontrol ke-1 P1 0 P2 0 P3 0 P1 0 P2 0 P3 0 P1 0 P2 0 P3 0 P1 0 P2 0 P3 0 2 ke-2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 ke-3 0 0 2 1 0 0 0 4 4 0 2 0 4 ke-4 3 0 1 4 2 3 2 3 1 4 1 4 5 ke-5 3 0 3 2 3 3 0 2 3 2 2 2 6 ke-6 1 0 0 2 1 3 3 3 0 2 1 0 7 ke-7 6 0 4 3 5 2 1 1 3 6 5 2 8 ke-8 1 1 4 4 4 2 1 6 2 0 2 4 9 ke-9 3 3 0 5 1 6 1 0 1 7 0 2 10 ke-10 1 2 2 0 7 0 0 5 6 0 0 3 11 ke-11 1 1 3 1 0 7 5 0 0 0 0 1 12 ke-12 9 3 4 0 1 10 3 6 5 7 1 3 13 ke-13 4 0 15 10 0 5 0 0 5 0 3 0 14 ke-14 13 0 4 0 5 3 4 0 1 6 0 0 15 ke-15 12 0 7 0 17 0 0 16 11 0 0 1 16 ke-16 0 0 4 0 0 0 7 0 2 4 0 15 17 ke-17 0 0 0 0 22 0 1 2 3 0 0 0 3,35 0,77 2,92 2,46 1,85 3,15 1,23 2,31 2,31 2,15 1,31 2,18 rata-rata 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Data Pola Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Perminggu Minggu keke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10 ke-11 ke-12 ke-13 ke-14 ke-15 ke-16 ke-17 Regosol 5.67 5.67 6.33 7.67 9.67 10.00 13.33 15.33 17.33 19.00 20.67 26.00 32.33 38.00 43.67 44.00 37.00 Banyak Daun Alluvial Latosol 5.67 5.67 5.33 5.67 5.67 8.33 8.67 10.33 11.33 12.00 13.33 14.00 16.67 15.67 20.00 18.67 24.00 19.00 25.67 22.33 26.00 23.00 28.67 27.67 33.67 27.67 35.00 27.00 33.33 36.00 31.33 36.67 37.00 38.67 Kontrol 7.00 5.33 6.00 9.00 11.00 12.00 16.33 16.67 18.67 17.67 13.33 17.00 15.00 16.00 16.00 22.00 18.33 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 16 Perhitungan Uji Homogenitas Pertumbuhan Jumlah Daun (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Regosol (TR) Alluvial (TA) Latosol (TA) Kontrol (K) 3.35 2.46 1.23 2.15 0.77 1.85 2.31 1.31 2.92 3.15 2.31 2.18 3 3 3 3 12 49.635 55.674 34.177 31.787 25.99 16.545 18.5582 11.392 10.595 57.091 36.7136 2.294 21.520 186.916 n ∑ (∑ )2/n ∑ 2 126.387 = {(∑ ) /n - (∑ /n)}: 3 = {57.091 - 25.992/ 12} : 3 =0.797 = {∑ 2 - ((∑ )2/n)}: (n -3) = { 186.916 - 57.091} : (12-3) = 14.425 2 SSb SSw Fhitung = SSb .797 = 1 . 2 SS = 0.055 F0.05(3.11) = 3.59 Fhitung < F0.05(3.11) 2 Total

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Lampiran 17 Uji Normalitas Pertumbuhan Jumlah Daun Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=Jumlahdaun /MISSING ANALYSIS. NPar Tests [DataSet0] One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Jumlah daun N Normal Parametersa Most Extreme Differences 12 Mean 2.1658 Std. Deviation .78187 Absolute .159 Positive .113 Negative -.159 Kolmogorov-Smirnov Z .549 Asymp. Sig. (2-tailed) .923 a. Test distribution is Normal.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Lampiran 18 Hasil Perhitungan ANOVA Uji F Pada Jumlah Daun Batang Anggur (Vitis vinifera) Varietas Prabu Bestari Pertambahan Tinggi Batang Anggur Perlakuan R1 R2 R3 3.35 0.77 2.92 Regosol Alluvial 2.46 1.85 3.15 1.23 2.31 2.31 Latosol 2.15 1.31 2.18 Kontrol Jumlah dan Rerata Umum CF = (ΣX2) / rt = (25.992) / 12 = 675.529 : 12 = 56.2941 SS Total SS Perlakuan SS galat MS Perlakuan = ΣX2 - CF = 63.04 - 56.2941 = 6.75 = Σ(total perlakuan)2 : r - CF = 57.09 - 56.2941 = 0.80 = SS total - SS perlakuan = 6.75 - 0.80 = 5.95 = SS Perlakuan / df Perlakuan = 0.80 / 3 = 0.27 MS Galat = SS galat / df galat = 5.95 / 8 = 0.74 F hitung = MS Perlakuan : MS Galat = 0.27 - 0.74 = 0.357 Total Perlakuan Rerata Perlakuan 7.05 7.46 5.85 5.64 25.99 2.35 2.49 1.95 1.88 8.66

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sumber Variasi df SS MS F hitung Perlakuan Galat Percobaan Total 3 8 11 0.80 5.95 6.75 0.27 0.74 0.357 85 F tabel 5% 1% 4.07 7.59 F hitung = 0.357 < f tabel pada arah 5% = 4.07, maka perbedaan diantara rerata jumlah daun perlakuan pada penelitian ini TIDAK SIGNIFIKAN.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19 SILABUS Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/ Pelajaran : XII/ IPA Semester : Gasal Kompetensi Inti: KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI. 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI. 4 Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) dengan mengembangkan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan. Kompetensi Dasar 1.1 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerja sama, cinta damai, Materi Pokok Pembelajaran 1. Pertumbuhan Dan Perkembangan 1. Merencanakan 2. Merencanakan dan Melakukan dan Percobaan Tentang Melaksanakan Pertumbuhan dan percobaan Perkembangan pada Tumbuhan Mengamati  Mengkaji hasil kerja ilmiah  Mengkaji hasil kerja ilmiah (contoh kerja (contoh kerja ilmiah) ilmiah)  Bagaimana langkah-langkah melakukan percobaan menurut  Bagaimana langkah-langkah kerja ilmiah dari hasil diskusi dan melakukan mengkaji contoh karya ilmiah dari percobaan berbagai sumber menurut kerja Menanya ilmiah dari hasil  Memberikan pertanyaan tentang diskusi dan langkah-langkah Eksperimen dan Penilaian Observasi  Laporan  Tugas  Observasi  Kerja ilmiah, sikap ilmiah dan keselamatan kerja. Portofolio - Laporan percobaan Alokasi Waktu Sumber Belajar 2 Minggu - Buku Biologi x 2 JP SMA - Video Pertumbuhan & Perkembangan - Artikel, Makalah dan Laporan - Hasil penelitian - Biologi Campbell 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/ laboratorium maupun di luar kelas/ laboratorium 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada mahkluk hidup berdasarkan hasil percobaan 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar mengkaji contoh karya ilmiah dari berbagai sumber penyusun laporan hasil eksperimen Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi)  Mendiskusikan rancangan dan usulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan  Melaksanakan eksperimen sesuai dengan usulan yang disusun dan sudah disepakati setiap kelompok  Melakukan pengamatan eksperimen, mencatat data Mengasosiasikan  Mengolah data hasil eksprimen.  Menjawab permasalahan  Menyimpulkan hasil pengamatan  Menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai usulah penelitian Mengkomunikasikan  Menyusun ussulan penelitian tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam bentuk laporan  Melaporkan hasil eksperimen secara lisan (presentasi) dan tertulis. Test  Membuat outline perencanaan percobaan  Pemahaman tentang hasil percobaan dan kesimpulan  Pemahaman tentang halhal yang harus dilakukan dalam melakukan percobaan  Pemahaman tentang faktor lura dan faktor dalam terhadap pertumbuhan 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Lampiran 20 Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Pertemuan Alokasi Waktu : SMA : BIOLOGI : XII / I : 1 dan 2 : 4 x 45 Menit A. Kompetensi Inti KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, reponsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bisang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI.4 Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan B. Kompetensi Dasar KD 1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. KD 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama,

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KD 3.1 KD 4.1 90 cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/ laboratorium maupun di luar kelas/ laboratorium Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada mahkluk hidup berdasarkan hasil percobaan Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar C. Indikator 1.2.1 Peka dan peduli terhadap lingkungan saat melakukan percobaan 2.1.1 Bekerjasama dan proaktif dalam melakukan percobaan dan diskusi 2.1.2 Menghargai pendapat teman dalam melakukan percobaan dan diskusi 3.1.1 Menganalisis hubungan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan 3.1.2 Mengkaji contoh hasil kerja ilmiah 4.1.1 Terampil melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 4.1.2 Menyimpulkan dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. D. Tujuan Pembelajaran 1.2.1.1 Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa dapat mengembangkan sikap ilmiah yaitu peka terhadap lingkungan. 2.1.2.1 Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa mampu bekerjasama dan proaktif dalam melakukan percobaan dan diskusi. 2.1.2.2 Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa dapat menghargai pedapat teman dalam melakukan percobaan dan diskusi. 3.1.1.1 Setelah melakukan percobaan siswa dapat menganalisis hubungan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan. 3.1.1.2 Setelah mengkaji hasil kerja ilmiah siswa mampu menjelaskan langkah-langkah kerja ilmiah.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.1.1 4.1.1.2 91 Setelah membuat rancangan percobaan siswa terampil melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Setelah melakukan percobaan siswa mampu menyimpulkan dan melaporkan hasil penelitian secara tertulis dalam bentuk laporan. E. Materi Pembelajaran  Mengkaji hasil kerja ilmiah  Langkah-langkah melakukan percobaan menurut kerja ilmiah  Merencanakan dan Melaksanakan Percobaan F. Model dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Motede pembelajaran : Diskusi kelompok, Tanya jawab dan Eksperimen, Ceramah G. Kegiatan pembelajaran Pertemuan 4 ( 2 x 45 ) No Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu 1 Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam 10 menit 2. Berdoa 3. Apersepsi “Bagaimana cara mengetahui faktorfaktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman” 4. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran. 2 Kegiatan 70 menit Mengamati 5. Guru mengkoordinasi siswa dalam Inti kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang perkelompok. 6. Guru membagikan karya ilmiah dan meminta siswa untuk membaca dan mencermati artikel tersebut. 7. Siswa mengamati hasil kerja ilmiah dan mencermati langkah-langkah kerja ilmiah. Menanya 8. Guru bertanya tentang bagaimana

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Penutup langkah kerja ilmiah pada artikel. Mengumpulkan data 9. Siswa mengidentifikasi dan berdiskusi tentang langkahlangkah ilmiah pada artikel dan merancang langkah-langkah pengamatan mandiri. Mengkomunikasikan 10. Mempresentasikan hasil diskusi tentang rancangan langah ilmiah di depan kelas. Evaluasi 11. Guru memberikan post test Rangkuman 12. Guru membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran 13. Guru membimbing siswa merefleksikan hasil belajar secara lisan. 14. Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan yang akan dating. 10 menit Pertemuan 5 ( 2 x 45 ) No Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu 1 Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam 10 menit 2. Berdoa 3. Apersepsi “ Faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman ?” 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2 Kegiatan 70 menit Mengamati Inti 5. Guru mengkoordinasi siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang perkelompok. 6. Guru memutarkan video tentang 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Penutup pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 7. Siswa mengamati video Menanya 8. Guru bertanya tentang faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman papa percobaan mandiri yang telah dilakukan. Mengkomunikasikan 9. Mempresentasikan hasil diskusi tentang rancangan langah ilmiah di depan kelas. 10. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penelitian di depan kelas dan kelompok lain menanggapi. Evaluasi 11. Guru memberikan post test Rangkuman 12. Guru membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran 13. Guru membimbing siswa merefleksikan hasil belajar secara lisan. 14. Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan yang akan dating. 93 10 menit H. Sumber Belajar 1. Buku Siswa Biologi untuk SMA kelas XII 2. LKS 3. Buku guru 4. Informasi dari berbagai sumber, misalnya koran, majalah, jurnal, buku sumber lainnya dan internet 5. Lingkungan sekitar.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 I. Alat dan Bahan 1. Laptop 2. Viewer J. Penilaian Hasil Belajar 1.Teknik Penilaian : Pengamatan dan tes tertulis 2. Prosedur penilaian : No 1 2 3 Aspek yang dinilai Sikap a. Terlibat aktif selama proses pembelajaran b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok c. Menghargai pendapat teman Pengetahuan a. Menjelaskan langkah-langkah kerja ilmiah b. Menjelaskan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Keterampilan a. Keterampilan dalam merancang percobaan dan menyajikan dalam bentuk tulisan Teknik Penilaian Pengamatan Waktu Penilaian Selama pembelajaran dan saat diskusi kelompok Tugas Saat pengamatan dan presentasi Pengamatan Saat pengamatan dan presentasi

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 LEMBAR KERJA SISWA I A. Judul: Merencanakan Langkah-langkah Percobaan Ilmiah B. Tujuan: Siswa dapat merancang langkah-langkah kerja ilmiah C. Alat dan Bahan  Contoh Artikel ilmiah  Tanah regosol, tanah alluvial dan tanah latosol, polybag 12 buah, biji kacang hijau, NOPKOR, penggaris dan alat tulis D. Cara Kerja 1. Bacalah artikel yang telah kelompok anda dapatkan 2. Setelah membaca artikel tersebut rancanglah langkah kerja percobaan ilmiah dengan:  Judul: Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.  Tujuan: Mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Masalah: Faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman pada tanah regosol, alluvial dan latosol?

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 LEMBAR KERJA SISWA II Judul : Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman. a. Tujuan Siswa dapat menjelaskan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. b. Alat dan Bahan  Biji kacang hijau  Polybag atau botol aqua bekas 9 buah  Tanah Regosol  Tanah Alluvial  Tanah Latosol  NOPKOR  Alat Tulis  Penggaris c. Cara kerja 1. Rendam biji kacang hijau selama 24 jam. 2. Isilah polybag dengan ketentuan sebagai berikut:  Tanah Regosol 3 buah  Tanah Alluvial 3 buah  Tanah Latosol 3 buah 3. Tanamlah biji kacang hijau 1 biji pada tiap polybag. 4. Amatilah pertumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 14 hari. 5. Tambahkan campuran NOPKOR 200 ml untuk setiap media tanam. Berikan secara berkala setiap 7 hari (1 minggu ) 1 kali. 6. Ukurlah tinggi batang dan jumlah daun kacang hijau tersebut setiap hari. 7. Tuliskan hasil pegamatan pada tabel berikut: Tabel I. Pengamatan Pertumbuhan Tinggi Batang Kacang Hijau Tanah Regosol Tanah Alluvial Tanah Latosol Hari Ke P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 1 2 3 4 5 ....

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Tabel II. Pengamatan Pertambahan Jumlah Daun Kacang Hijau Tanah Regosol Tanah Alluvial Tanah Latosol Hari Ke P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 1 2 3 4 5 .... D. Pertanyaan 1. Bagaimana pertumbuhan bibit kacang hijau setelah 14 hari? 2. Faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau? 2. Bagaimana pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau?

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KISI-KISI PENULISAN SOAL POSTEST TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran Kelas/Program Semester : Biologi : XII IPA :I Alokasi Waktu Bentuk soal Jumlah soal : 45 menit : Essay :3 No Kompetensi Dasar Indikator 1 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan. - Menjelaskan hubungan antara faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan hasil percobaan Essay 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar - Membuat laporan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar Essay 2 Bentuk Soal Ranah Kognitif Nomor soal C1 (Mengingat) 1 C4 (Menganalisis) 2 C2 (Pemahaman) 3 C1 (Ingatan) 4 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Instrument Penilaian Hasil Belajar Tes tertulis : Posttest 20 menit) 1. Faktor eksternal apa saja yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ? (Skor = 10) 2. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilaksanakan apa yang akan terjadi jika media tumbuh terlalu lembab ? (Skor = 20) 3. Jika kamu akan melakukan suatu percobaan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman. Hal apakah yang pertama kali harus kamu lakukan ? ( Skor = 10) 4. Untuk melakukan suatu percobaan ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan. Tuliskan langkah-langkah penulisan ilmiah secara urut ! (Skor = 20) Jawaban Posttest 1. Faktor eksternal yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman adalah faktor lingkungan yang meliputi iklim, suhu, tanah, cahaya matahari, pH nutrient, dan mikrobia pada media tumbuh tanaman. 2. Keadaan media tanah yang lembab dan udara yang kering dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, karena dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan, karena semakin banyak larutan yang dapat diserap dari dalam tanah. 3. Langkah awal yang harus dilakukan jika akan melaksanakan suatu percobaan adalah mengumpulkan informasi yang mendukung dengan membaca literatur yang sesuai. 4. Langkah-langkah penulisan ilmiah secara berturut-turut adalah  Mengumpulkan informasi  Merumuskan masalah  Membuat hipotesa  Melaksanakan percobaan  Menyiapkan alat dan bahan  Memberikan perlakuan  Melakukan pengamatan  Megumpulkan dan menganalisis data hasil percobaan  Mengkomunkasikan hasil percobaan dalam bentuk laporan tertulis. NILAI = 60 : 6 x 10

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik Penilaian Laporan  Judul  Tujuan (Skor = 5)  Alat dan Bahan (Skor = 10)  Cara Kerja (Skor = 10)  Hasil dan Analisis (Skor = 20)  Pembahasan (Skor = 30 100  Kesimpulan (15)  Daftar pustaka (10) NILAI = TOTAL SKOR

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Waktu Pengamatan : Biologi : XII/I : 2014/2015 : Indikator sikap aktif dalam pembelajaran : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus/konsisten Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ada usaha untuk bekerjasama dengan kelompok 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dengan kelompok tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian untuk bekerjasama dengan kelompok secara terus menerus/konsisten Indikator sikap toleransi/menghargai setiap pendapat teman dalam pemecahan masalah : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda secara terus menerus/konsisten Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom yang sesuai hasil pengamatan Sikap No Nama Siswa Aktif Kerjasama Toleran KB B SB KB B SB KB B SB 1 2 . 35 *Skor 1-3 Keterangan : KB : Kurang Baik B : Baik SB : Sangat Baik

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Waktu Pengamatan : Biologi : XII/I : 2014/2015 : Indikator terampil menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah serta merancang percobaan yang relevan berkaitan dengan faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 1. Kurang terampil jika menunjukkan sama sekali tidak dapat menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah serta merancang percobaan yang relevan berkaitan dengan faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah serta merancang percobaan yang relevan berkaitan dengan faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah usaha untuk menerapkan konsep dan strategi pemecahan masalah serta merancang percobaan yang relevan berkaitan dengan faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom yang sesuai hasil pengamatan Keterampilan Menerapkan konsep/prinsip dan No Nama Siswa strategi pemecahan masalah KT T ST 1 2 35 *Skor = 1-3 Keterangan KT : Kurang Terampil ST : Sangat Terampil T : Terampil

(121)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pertumbuhan anak domba lepas sapih dengan umur penyapihan yang berbeda
0
10
5
Uji beberapa varietas jagung (Zea mays L.) hibrida pada tingkat populasi tanaman yang berbeda
0
8
10
Pertumbuhan kecoak madagaskar (Gromphadorhina portentosa) dengan penambahan lama waktu penggelapan kandang yang berbeda
0
4
61
Ketahanan rumput golf (Cynodon dactylon var. Tift dwarft 419) pada kondisi salinitas yang berbeda dengan penambahan asam humat
0
13
50
Karakteristik fisik daging sapi dara brahman cross dengan pemberian jenis konsentrat yang berbeda
0
8
83
Pengaruh tiga jenis tanah, Tanah Gunung Kidul (Mediterans Soils), Tanah Paingan (Aluvial), Pasir Pantai Sama (Regosol) terhadap pertumbuhan anggur varietas Alfonso Lafalle.
0
0
148
Pengaruh tiga jenis tanah, Tanah Gunung Kidul (Mediterans Soils), Tanah Paingan (Aluvial), Pasir Pantai Sama (Regosol) terhadap pertumbuhan anggur varietas Alfonso Lafalle
0
5
146
Pengaruh elektroosmosis pada tanah tanon ditinjau dari parameter konsolidasi tanah dengan penambahan abu ampas tebu AWAL
0
1
12
222575 pemberian jenis pakan yang berbeda terha
0
0
8
Pertumbuhan berbagai jenis sayuran hijau pada penambahan larutan hara dengan teknologi hidroponik sistem terapung - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
17
Peningkatan beberapa hara makro pada dua varietas kacang tanah di alfisols dengan berbagai jenis pupuk - UNS Institutional Repository
0
0
16
Pengenalan jenis buah dengan menggunakan metode bayesian - USD Repository
0
0
62
Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (v. vinifera) var. kediri kuning di dalam pot - USD Repository
0
1
136
Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru - USD Repository
0
0
162
Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Super(Vitis vinifera clone BS 85) dengan aplikasi nopkor di dalam pot - USD Repository
0
3
181
Show more