PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS

Gratis

0
2
123
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Devi Yiska Polly NIM: 091114032 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Devi Yiska Polly NIM: 091114032 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS Oleh: Devi Yiska Polly 091114032 Telah disetujui oleh: Dosen Pembimbing Dr. MM. Sri Hastuti, M.Si 7 Juli 2014 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS Dipersiapkan dan ditulis oleh: Devi Yiska Polly NIM: 091114032 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 11 Juli 2014 dan dinyatakan memenuhi syarat. Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Dr. Gendon Barus, M.Si. .......................... Sekretaris : A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi.,Psi.,M.A. .......................... Anggota : Dr. M.M Sri Hastuti, M.Si. .......................... Anggota : Dr. Gendon Barus, M.Si. .......................... Anggota : A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi.,Psi.,M.A. .......................... Ketua : Yogyakarta, 11 Juli 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan Rohandi, Ph.D iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk: ♥ Tuhan Yesus Kristus ♥ Kedua Orang tuaku, Bpk. Atus Nicholas Polly dan Ibu Dorce Dalora ♥ Untuk Kakak Tercinta, Johan Nicholas Polly dan Marlenny Ndaong ♥ Keponakanku yang terkasih,”Si Krucil” Jessika Canina Polly. ♥ Keluarga Besar BN Lubis. ♥ Untuk Cintaku, Doli Partolosa Lubis ♥ Para sahabat dan teman-teman ♥ Almamaterku: Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Bersyukurlah dalam segala hal. Jika tidak dapat apa yang kita suka.. Belajarlah untuk menyukai apa yang kita dapat. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11) Kesabaran adalah kunci menuju rencana Tuhan yang telah siapkan tepat dan indah pada waktunya. Thank’s God… (Penulis) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah Yogyakarta, 11 Juli 2014 Penulis Devi Yiska Polly vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor Mahasiswa : Devi Yiska Polly : 091114032 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya mau pun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 11 Juli 2014 Yang menyatakan Devi Yiska Polly vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS Devi Yiska Polly Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas? Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 113 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan berbentuk kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas yang disusun oleh peneliti dan kuesioner ini terdiri dari 126 item. Item-item kuesioner terdiri dari penjabaran ragam bimbingan di kelas dan komponenkomponen program layanan bimbingan yaitu: (1) materi bimbingan di kelas, (2) metode bimbingan di kelas, (3) media/alat bimbingan di kelas, (4) pengelolaan kelas, (5) evaluasi program bimbingan di kelas. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik rata-rata, standar deviasi. Subjek dikelompokkan menjadi lima kategorisasi yaitu “Sangat Bermanfaat”, “Bermanfaat”, “Cukup Bermanfaat”, “Tidak Bermanfaat” dan “Sangat Tidak Bermanfaat”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 47 siswa (42%) berpendapat bahwa layanan bimbingan di kelas sangat bermanfaat, 13 siswa (12%) berpendapat bermanfaat, 23 siswa (20%) berpendapat cukup bermanfaat, 24 siswa (21%) berpendapat tidak bermanfaat dan 6 siswa (5 %) berpendapat sangat tidak bermanfaat. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE PERCEPTION OF GRADE SEVEN AND GRADE EIGHT STUDENTS OF BOPKRI 3 JUNIOR HIGH SCHOOL, YOGYAKARTA, SCHOOL YEAR 2013/2014 TOWARDS BENEFITS OF CLASSROOM GUIDANCE SERVICE Devi Yiska Polly Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This research is a descriptive study using survey method. This research is aimed to get a description on perceived benefits of participating in classroom guidance service of grade seven and grade eight students of BOPKRI 3 Junior High School, Yogyakarta, School Year 2013/2014. The problem formulation is stated as followed: what is the perception of grade seven and grade eighth students of BOPKRI 3 Junior High School, Yogyakarta, School Year 2013/2014 towards the benefits of classroom guidance service. The subjects of this research were 113 students of grade seven and grade eight BOPKRI 3 Yogyakarta, School Year 2013/2014. Data was collected using a questionnaire which measured the benefits of classroom guidance service. The questionnaire was constructed by the author and consisted of 126 items. The items were elaborated based on areas of guidance services and components of classroom guidance service, i.e. (1) materials of classroom guidance; (2) methods of classroom guidance; (3) media of classroom guidance; (4) class management; (5) evaluation on classroom guidance service. Data were analyzed to find mean and standard deviation. Subjects were categorized into five categorizations, i.e. “Very Useful”, “Useful”, “Somewhat Useful”, “Not Very Useful”, “Not At All Useful”. The result indicated that 47 students (42%) perceived classroom guidance service as very useful, 13 students (12%) perceived the service as useful, 23 students (20%) perceived the service as somewhat useful, 24 students (21%) perceived the service as not very useful and 6 students (5%) perceived the service as not at all useful. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya dan bimbingan-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Begitu besar kasih-Nya kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya sehingga Ia selalu menopang dan meneguhkan setiap usaha dan karya peneliti. Peneliti menyadari bahwa terdapat banyak dukungan, bimbingan dan doa demi kelancaran dan terselesaikannya skripsi ini. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si, selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 2. A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi.,Psi.,M.A, selaku Wakaprodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 3. Dr. M.M Sri Hastuti, M.Si, selaku Dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati membimbing, menuntun, peneliti selama penulisan skripsi hingga akhirnya skripsi ini selesai dengan baik. 4. Drs. R.H.DJ. Sinurat, M.Si dan Prias Hayu Purbaning Tyas, M.Pd, selaku Dosen penguji yang telah memberikan masukan terbaik untuk menyempurnakan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Tri Nurjayanti, S.Pd, selaku Koordinator BK dan Bapak Catur Suryo Nugroho, S.Psi, selaku Staf BK di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta yang dengan sabar dan ikhlas meluangkan waktu dan mendampingi peneliti dalam proses pengumpulan data. 6. Para siswa dan siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah meluangkan waktu dan bersedia mengisi kuesioner dengan baik. 7. Kedua Orang Tuaku, Bapak Atus Nicholas Polly dan Ibu Dorce Dalora yang selalu setia dengan cinta dan kasih sayangnya untuk mendukung, memberikan perhatian, semangat serta mendoakan peneliti sampai saat ini. 8. Kakak terkasih, Johan Nicholas Polly dan Lenny Marlin Ndaong serta “Si Krucil” Jessika Canina Polly yang dengan semangat, keceriaannya mendukung dan mendoakan peneliti. 9. Keluarga Besar BN LUBIS, yang selalu mendukung, memberikan perhatian dan mendoakan peneliti selama menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 10. Yang Tercinta, dengan cinta dan kasihnya mendukung, mendoakan, menemani dan mendampingi peneliti selama peneliti menyelesaikan skripsi ini. (I Love U, JBU My Beloved..) xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Para sahabat dan teman seperjuangan, Birgitta Fitri Kurniasari, Ninda Hapsari Putri, Nasarani Ramoti Suslia Simaremare, Caecilia Tika Ningtyas, yang telah membantu peneliti untuk saling belajar, sharing, meminjamkan referensi buku, kebersamaan, memberi semangat dan memberikan dukungan yang berarti. 12. Untuk Mas Moko yang selalu setia dan sabar membantu penulis dalam kelancarkan administrasi. 13. Keluarga besar Program studi Bimbingan dan konseling USD terkhusus Teman-teman BK angkatan 2009. Akhirnya, peneliti berharap semoga skripsi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 11 Juli 2014 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBARAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ....................................... vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian................................................................................ 6 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat secara teoritis ................................................................... 7 2. Manfaat praktis .............................................................................. 7 E. Definisi Operasional 1. Persepsi terhadap layanan bimbingan di kelas .............................. 7 2. Layanan bimbingan di kelas .......................................................... 8 3. Manfaat layanan bimbingan di kelas ............................................. 8 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORETIS A. Persepsi 1. Pengertian persepsi ........................................................................ 9 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi .................................. 10 B. Layanan Bimbingan di Kelas 1. Pengertian layanan bimbingan di kelas ......................................... 16 2. Tujuan bimbingan di kelas ............................................................ 18 3. Manfaat layanan bimbingan di kelas ............................................. 20 4. Ragam bimbingan di kelas ............................................................ 21 5. Komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas ........ 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................... 32 B. Subyek Penelitian 1. Populasi ......................................................................................... 32 2. Sample .......................................................................................... 33 C. Instrumen Penelitian 1. Alat ukur pengumpulan data ......................................................... 34 2. Format pernyataan ......................................................................... 35 3. Penentuan skor (scoring) ............................................................... 35 4. Kisi-kisi kuesioner ........................................................................ 36 5. Validitas dan reliabilitas ............................................................... 38 D. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap persiapan ............................................................................ 41 2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data ......................................... 42 E. Teknik Analisis Data ......................................................................... 43 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas ........................................................................................... 48 2. Analisis item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas ....... 50 B. Pembahasan ........................................................................................ 56 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan......................................................................................... 62 B. Saran ................................................................................................... 62 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 64 LAMPIRAN .................................................................................................. 66 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Jumlah Populasi Siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 ............. Tabel 2 33 Jumlah Sample Siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 ............. 34 Tabel 3 Kisi-kisi Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas........ 36 Tabel 4 Item-Item Kuesioner yang Tidak Valid ...................................... 39 Tabel 5 Kualifikasi Koefisien Reliabilitas ............................................... 41 Tabel 6 Pelaksanaan Pengumpulan Data.................................................. 43 Tabel 7 Norma Kategorisasi Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas ....................................... Tabel 8 44 Kategori Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII Dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas ....................................... Tabel 9 45 Norma Kategori Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas ........................................................................................ 46 Tabel 10 Kategori Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas 47 Tabel 11 Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Tabel 12 Layanan Bimbingan Di Kelas ..................................................... 48 Analisis Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas 50 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 13 Item-Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas yang Tergolong Kategori Tinggi.......................................................... Tabel 14 50 Item-Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas yang Tergolong Kategori Sedang ........................................................ xvii 54

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas ..................................................... xviii 49

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Izin Penelitian ............................................................... 66 Lampiran 2 Surat Telah Melaksanakan Penelitian .................................... 67 Lampiran 3 Kisi-Kisi Instumen Penelitian................................................. 68 Lampiran 4 Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas.................. 75 Lampiran 5 Uji Validitas............................................................................ 84 Lampiran 6 Uji Reliabilitas Sebelum Uji Validitas ................................... 94 Lampiran 7 Uji Reliabilitas Sesudah Uji Validitas .................................... 95 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian ......................................................... 96 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bagian yang tidak dapat terpisahkan dari keseluruhan bidang pendidikan di sekolah. Salah satu kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) adalah bimbingan di kelas. Layanan bimbingan di kelas merupakan bimbingan yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) untuk para siswa dalam satuan kelas pada tingkatan kelas tertentu dan pada jadwal yang telah ditentukan dari pihak sekolah. Melalui layanan bimbingan di kelas, guru bimbingan dan konseling (BK) memberikan informasi yang revelan mencakup semua aspek kehidupan siswa seperti akademik, pribadi-sosial, karier secara terus menerus dan saling berkaitan sebagai upaya untuk membantu siswa berkembang secara optimal sesuai dengan taraf perkembangannya. Layanan bimbingan di kelas diberikan dalam bentuk kegiatan yang beragam seperti diskusi kelompok, bermain sambil belajar (games), pemberian informasi, dan pelatihan. Kegiatan di atas dapat disesuaikan dengan topik-topik bimbingan yang ingin diberikan kepada siswa. 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Berdasarkan pengalaman dan pengamatan peneliti melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta pada bulan Agustus 2012, ketika layanan bimbingan di kelas berlangsung siswa tidak serius. Hal ini tampak dari sikap siswa yang tidak peduli dan tidak memperhatikan bimbingan yang sedang berlangsung seperti mengerjakan tugas mata pelajaran lain, mengobrol dengan teman sebangkunya, ada yang tidur dalam kelas hingga ada siswa yang meninggalkan kelas tanpa izin. Pengalaman pertama, peneliti peroleh ketika memberikan layanan bimbingan kepada siswa kelas VII dengan topik bimbingan “Manajemen Waktu”. Beberapa siswa menunjukkan sikap tidak peduli akan layanan bimbingan; siswa tidur di dalam kelas pada saat kegiatan bimbingan berlangsung, ada juga siswa yang mengobrol dengan teman sebangku, ada siswa yang mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Pengalaman kedua, keadaan yang sama juga peneliti temukan ketika mengobservasi guru bimbingan dan konseling (BK) memberikan layanan bimbingan kepada siswa kelas IX dengan topik bimbingan “Motivasi dan Keterampilan Belajar”. Selama kegiatan bimbingan di kelas berlangsung, siswa berjalan-jalan di dalam kelas tanpa memperhatikan materi bimbingan yang sedang diberikan, siswa bertanya kepada guru bimbingan dan konseling (BK) mengenai hal yang tidak ada kaitannya dengan materi bimbingan saat itu, siswa mengobrol dengan teman sebangkunya dan siswa suka melontarkan gurauan sehingga membuat suasana kelas menjadi ramai.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Pengalaman ketiga, peneliti peroleh ketika mengobservasi teman praktikan pada saat memberikan layanan bimbingan di kelas kepada siswa kelas IX dengan topik bimbingan “Menentukan Skala Prioritas”. Siswa menunjukkan sikap yang kurang menyenangkan seperti siswa bertanya kepada teman praktikan tentang hal yang tidak ada kaitannya dengan materi bimbingan, siswa mengerjakan tugas pelajaran lain, ada siswa tidur di dalam kelas saat kegiatan bimbingan berlangsung, dan meninggalkan kelas tanpa izin. Menurut pengalaman dan pengamatan peneliti, ketika melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), dalam memberikan layanan bimbingan di kelas guru bimbingan dan konseling (BK) seharusnya menyiapkan materi bimbingan sesuai dengan tugas perkembangan, kebutuhan siswa dan Up To Date dalam hal informasi yang diberikan kepada siswa, guru BK harus dapat memberikan kegiatan bimbingan yang menarik, dan guru BK juga harus memiliki kemampuan mengelola kelas dengan baik agar tercipta suasana kelas yang kondusif. Respon yang diharapkan muncul pada saat guru BK memberikan layanan bimbingan di kelas adalah siswa memberikan perhatian selama mengikuti kegiatan layanan bimbingan di kelas, sehingga siswa dapat menemukan makna/manfaat dalam kegiatan layanan bimbingan tersebut. Pernyataan peneliti di atas, diperkuat dengan adanya penjelasan dari Ketut dan Nila (2008: 24-29), bahwa dalam melaksanakan layanan bimbingan di kelas, guru memiliki peran diantaranya sebagai perancang pengajaran,

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, pembimbing, pelaksana kurikulum. Secara singkat dijelaskan sebagai berikut: 1. Menyiapkan materi yang relevan dengan tujuan, waktu, fasilitas, perkembangan ilmu, kebutuhan dan kemampuan siswa, komprehensif, sistematis, dan fungsional efektif. 2. Merancang metode yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa. 3. Memiliki kemampuan untuk mengelola seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan kondisi-kondisi belajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efektif dan efisien. 4. Guru sebaiknya dapat memunculkan, memelihara dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. 5. Guru hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai siswa dari waktu-waktu. 6. Guru harus memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum. 7. Dalam memberikan bimbingan, guru sebaiknya mempersiapkan dengan baik. Guru dituntut untuk memberikan berbagai informasi, membantu setiap siswa mengatasi masalah. Dari pengalaman dan pengamatan peneliti, ketika hal-hal yang dituntut dalam melaksanakan layanan bimbingan di kelas telah diberikan kepada siswa. Hal yang terjadi justru siswa yang tidak terlihat serius mengikuti layanan bimbingan di kelas, sikap siswa yang tidak serius tersebut seperti mengerjakan tugas pelajaran lain, tidur di kelas saat bimbingan berlangsung, meninggalkan kelas tanpa izin, dan mengobrol dengan teman sebangku tanpa

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 memperhatikan kegiatan bimbingan di kelas. Peneliti berpendapat bahwa ketika siswa bersikap tidak serius mengikuti layanan bimbingan di kelas, dan siswa tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru BK maka siswa tidak dapat menangkap manfaat dari layanan bimbingan di kelas. Sikap siswa yang tidak peduli dan tidak memperhatikan layanan bimbingan di kelas kemungkinan dipengaruhi oleh persepsi terhadap pengalaman yang kurang menyenangkan selama mengikuti layanan bimbingan di kelas. Persepsi adalah pemahaman seseorang terhadap suatu stimuli dengan pengetahuan yang dimiliki dan yang telah dipelajari untuk dapat memberikan penilaian dan memahami arti dari stimuli yang muncul. Setiap siswa memiliki penilaian berbeda walau dihadapkan dalam situasi yang sama. Cara siswa menerima, mengorganisasi dan menginterpretasikan informasi di dalam kehidupannya akan mempengaruhi persepsi siswa terhadap sesuatu. Pengalaman siswa mengikuti layanan bimbingan di kelas tentu memiliki penilaian atau makna sendiri bagi siswa. Persepsi siswa yang kurang baik mengenai manfaat layanan bimbingan di kelas, akan memunculkan sikap/respon tidak serius dalam mengikuti layanan bimbingan di kelas seperti mengerjakan tugas pelajaran lain, tidur di kelas saat bimbingan berlangsung, meninggalkan kelas tanpa izin, dan mengobrol dengan teman sebangku tanpa memperhatikan kegiatan bimbingan di kelas.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Dari pernyataan di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui tentang persepsi siswa-siswi terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas pada SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Dengan itu, peneliti ingin membuat penelitian dengan judul “Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. D. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang bersifat teoritis maupun praktis.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1. Manfaat secara teoritis Memberikan sumbangan pengetahuan kepada guru pembimbing terhadap persepsi siswa-siswi mengenai manfaat layanan bimbingan di kelas. 2. Manfaat praktis Hasil dari penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi: a. Peneliti Memperoleh pemahaman mengenai persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. b. Guru bimbingan dan konseling Sebagai masukan untuk peningkatan mutu layanan bimbingan di kelas agar siswa dapat serius mengikuti kegiatan layanan bimbingan di kelas dan mampu mengidentifikasi makna/manfaat dari layanan bimbingan di kelas. E. Definisi Operasional 1. Persepsi terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas Pendapat atau tanggapan siswa-siswi tentang manfaat layanan bimbingan di kelas yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 2. Layanan bimbingan di kelas Bimbingan yang diselenggarakan di dalam kelas oleh guru bimbingan dan konseling selama waktu yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. 3. Manfaat layanan bimbingan di kelas Perubahan-perubahan positif yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti layanan bimbingan di kelas yang dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 BAB II KAJIAN TEORETIS Bab ini akan membahas tentang persepsi (pengertian persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi), layanan bimbingan di kelas (pengertian layanan bimbingan di kelas, tujuan bimbingan di kelas, manfaat layanan bimbingan di kelas, ragam bimbingan di kelas, komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas). A. Persepsi 1. Pengertian persepsi Persepsi telah diuraikan oleh berbagai tokoh di bidang psikologi, antara lain: a. Menurut Rakmat (1985: 64), persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. b. Menurut Sarwono (2009: 86), persepsi adalah kemampuan untuk membeda-bedakan, mengelompokkan, dan memfokuskan yang selanjutnya diinterpretasikan. c. Leavitt (1978, dalam Desmita, 2009: 117) mengungkapkan perception dalam pengertian sempit adalah “penglihatan”, yaitu bagaimana cara seseorang melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas, perception adalah “pandangan”, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. 9

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 d. Persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki (yang disimpan di dalam ingatan) untuk mendeteksi atau memperoleh dan menginterpretasi stimulus (rangsangan) yang diterima oleh alat indera seperti mata, telinga, dan hidung (Matlin, 1989; Solso,1988, dalam Suharnan, 2005: 23). e. Persepsi adalah proses mengintegrasikan, mengenali, dan menginterpretasikan informasi yang diterima oleh sistem sensori, sehingga individu menyadari dan mengetahui apa yang diindera sebagai bentuk respon (Walgito, 2003 & Pinel, 2009, dalam Puspitawati, dkk, 2012: 113). Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa persepsi adalah proses seseorang menerima stimulus (rangsangan) dari luar (lingkungan sekitar) yang diterima dengan alat indera seperti mata, telinga, hidung sehingga yang bersangkutan mempunyai suatu penilaian (berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki) terhadap stimulus. Persepsi individu terhadap objek tertentu akan mempengaruhi pikirannya. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi Menurut Irwanto dkk (1988: 76-77), persepsi lebih bersifat psikologis daripada merupakan proses penginderaan saja, dan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya:

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 a. Perhatian yang selektif Dalam kehidupan manusia, setiap saat akan menerima banyak sekali stimulus dari lingkungannya. Meskipun demikian, individu tidak harus menanggapi semua rangsang yang diterimanya. Untuk itu, individu dapat memusatkan perhatiannya pada stimulus-stimulus tertentu saja. Dengan demikian, objek-objek atau gejala-gejala lain tidak akan tampil ke muka sebagai objek pengamat. b. Ciri-ciri stimulus Stimulus yang bergerak diantara stimulus yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga stimulus yang paling besar di antara yang kecil; yang kontras dengan latar belakangnya dan yang intensitas stimulusnya paling kuat. c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Seorang seniman tentu punya pola dan cita rasa yang berbeda dalam pengamatannya dibandingkan seorang bukan seniman. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak dari golongan ekonomi rendah melihat koin (mata uang logam) lebih besar dibandingkan anak-anak orang kaya. d. Pengalaman terdahulu Pengalaman-pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan dunianya. Cermin bagi kita tentu bukan barang baru, tetapi lain halnya bagi orang-orang

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Mentawai di Pedalaman Siberut atau saudara-saudara kita di Pedalaman Irian. Stimulus diterima dengan proses penginderaan, maka data yang diterima individu perlu disaring dan diseleksi untuk proses lebih lanjut. Menurut Sobur (2003: 452-453), seleksi persepsi dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya faktor intern dan faktor ekstern. Masing-masing faktor akan dijelaskan sebagai berikut: a. Faktor-faktor intern yang mempengaruhi seleksi persepsi 1) Kebutuhan psikologis Kebutuhan psikologis seseorang mempengaruhi seleksi persepsi. Kadang-kadang, ada hal yang “kelihatan” (yang sebenarnya tidak ada), karena kebutuhan psikologis. Dalam satu percobaan kepada orang-orang yang dibiarkan lapar untuk beberapa waktu, diperlihatkan beberapa gambar dan mereka diminta untuk menuliskan apa yang mereka lihat. Kebanyakan dari mereka melaporkan adanya makanan dalam persepsi mereka. 2) Latar belakang Latar belakang mempengaruhi hal-hal yang dipilih dalam seleksi persepsi. Orang-orang dengan latar belakang tertentu mencari orang-orang dengan latar belakang yang sama. Mereka mengikuti dimensi tertentu yang serupa dengan mereka. Misalnya, seseorang yang mengalami pendidikan dengan suatu

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 institusi manajemen, lebih mendekati seseorang yang mempunyai pendidikan yang serupa jika ia masuk suatu organisasi dan berjumpa dengan dia. 3) Pengalaman Yang serupa dengan latar belakang ialah faktor pengalaman. Pengalaman mempersiapkan seseorang untuk mencari orangorang, hal-hal, dan gejala-gejala yang mungkin serupa dengan pengalaman pribadinya. Misalnya, seseorang yang mempunyai pengalaman buruk dengan orang-orang yang mempunyai bahasa ibu tertentu, mungkin akan cepat mengenali orang-orang yang termasuk kelompok itu, kendati dalam lingkungan lain. Dan, mungkin mereka lebih cepat menarik perhatiannya karena persepsi yang kurang baik itu. 4) Kepribadian Kepribadian juga mempengaruhi seleksi persepsi. Seorang yang introvert (tertutup) mungkin akan tertarik kepada orangorang yang serupa atau sama sekali berbeda. 5) Sikap dan kepercayaan umum Sikap dan kepercayaan umum juga mempengaruhi seleksi persepsi. Orang yang mempunyai sikap tertentu terhadap karyawan wanita atau karyawan yang termasuk kelompok bahasa tertentu, besar kemungkinan akan melihat berbagai hal kecil yang tidak diperhatikan oleh orang lain.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 6) Penerimaan diri Penerimaan diri merupakan sifat penting yang mempengaruhi seleksi persepsi. Beberapa telaah menunjukkan bahwa mereka yang lebih ikhlas menerima kenyataan diri akan lebih tepat menyerap sesuatu daripada mereka yang kurang ikhlas menerima realitas dirinya. b. Faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi seleksi persepsi Selain faktor intern, Sobur (2003: 453-455) dan Walgito (2010: 127-128) memiliki pendapat yang sama dengan beberapa faktor ekstern yang dianggap penting pengaruhnya terhadap seleksi persepsi, ialah: 1) Intensitas Pada umumnya, rangsangan yang lebih intensif, mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan yang kurang intens. Misalnya, lampu yang lebih terang lebih diperhatikan orang ketimbang lampu yang redup pada malam hari. 2) Ukuran Pada umumnya, benda-benda yang lebih besar lebih menarik perhatian. Barang yang lebih besar lebih cepat dilihat. Misalnya, Suatu headline yang besar dari surat kabar akan lebih menarik perhatian apabila dibandingkan dengan huruf-huruf yang kecil lainnya.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 3) Kontras Biasanya, hal-hal yang dari yang biasa kita lihat akan cepat menarik perhatian. Seseorang pekerja yang sangat berlainan dari pekerja yang lain, akan menonjol. Banyak orang secara sadar atau tidak, melakukan hal-hal yang aneh untuk menarik perhatian. Perilaku yang luar biasa menarik perhatian karena prinsip-prinsip perbedaan itu. 4) Gerakan Hal-hal yang bergerak lebih menarik perhatian daripada halhal yang diam. 5) Ulangan Biasanya, hal-hal yang berulang-ulang dapat menarik perhatian. Misalnya, Orang yang minta tolong dan diucapkan berulang kali, akan lebih menarik perhatian apabila dibandingkan hanya diucapkan sekali saja. 6) Keakraban Hal-hal yang akrab atau dikenal lebih menarik perhatian. Hal ini terutama jika hal tertentu tidak diharapkan dalam rangka tertentu. Misalnya, di negara asing yang tidak terdapat banyak orang dari bangsa kita, kita akan segera tertarik oleh bentuk wajah yang kita kenal jika kita melihat seseorang dari negara kita.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 7) Sesuatu yang baru Faktor ini kedengarannya bertentangan dengan faktor keakraban. Akan tetapi, hal-hal baru juga menarik perhatian. Jika orang sudah biasa dengan kerangka yang sudah dikenal, sesuatu yang baru akan menarik perhatian. Misalnya, kalau seseorang sedang mengendarai mobil, si pengemudi segera menyadari suara aneh dari mesinnya, karena ia mengenali suara yang biasanya ia dengar dari berbagai bagian mobil. B. Layanan Bimbingan di Kelas 1. Pengertian layanan bimbingan di kelas Prayitno (1983: 2 dan 1987: 35, dalam Ketut dan Nila, 2008: 2) mengungkapkan bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar individu yang bersangkutan dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Kemandirian ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi yang mandiri, yaitu: mengenal diri sendiri dengan lingkungannya, menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamis, mengambil keputusan, mengarahkan diri dan mewujudkan diri. Individu yang dimaksud adalah siswa-siswi yang berada di sekolah, pelayanan bimbingan di sekolah menjadi penting dalam segala usaha membantu siswa untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya dewasa ini (Winkel dan Hastuti, 2006: 44).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Menurut Juntika (2006: 17) dan Supriatna (2011: 67), layanan dasar bimbingan adalah layanan bantuan bagi seluruh siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan di dalam kelas atau di luar kelas, yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Hal ini berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah dirancang menuntun guru bimbingan dan konseling untuk melakukan kontak langsung dengan para siswa di kelas. Secara terjadwal, guru bimbingan dan konseling memberikan layanan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan layanan ini merupakan pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi siswa. Berdasarkan model American School Counselor Association (ASCA) (2005, dalam Farozin, 2012: 150), bimbingan di kelas merupakan bentuk kegiatan yang diselenggarakan dalam layanan dasar (guidance curriculum). Komponen layanan dasar bersifat developmental, sistematik, terstruktur, dan disusun untuk meningkatkan kompetensi sosial, pribadi, belajar dan karir siswa. Bimbingan di kelas merupakan suatu layanan bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing di dalam kelas. Dalam kegiatan ini, pembimbing menyampaikan berbagai materi bimbingan melalui berbagai pendekatan dan teknik yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan/atau keterampilan kepada siswa sehingga siswa dapat mengunakannya untuk mencapai perkembangan yang optimal dalam bidang akademik, pribadi-sosial, dan karier.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Bimbingan di kelas juga didefinisikan sebagai pembelajaran tentang perkembangan secara terstruktur dan sistematis yang dirancang untuk membantu siswa mencapai kompetensi perkembangan yang diharapkan sesuai dengan taraf perkembangan yang sedang dialami (TIM PENULIS, 2013: 314). Bimbingan di kelas merupakan proses yang direncanakan untuk membantu populasi sekolah memperoleh informasi, keterampilan atau pengalaman yang berguna dan dibutuhkan. Ruang kelas terbukti menjadi lingkup paling efektif untuk mewujudkan program semacam itu, dan program bimbingan pada umumnya tidak berkurang, bahkan faktanya dapat mengembangkan lebih dari kurikulum reguler yang terus-menerus berlangsung (Gibson dan Mitchell, 2011: 304). Sink (2005: 21) mengatakan bahwa bimbingan di kelas adalah metode yang efektif untuk guru bimbingan dan konseling dalam membantu sejumlah besar siswa di dalam kelas dan mendapatkan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi siswa. Dengan itu, guru bimbingan dan konseling perlu mendapatkan pengajaran dalam hal mengajar dan mengelola kelas dengan baik untuk membuat suasana kelas yang mendukung dalam memberikan pelayanan bimbingan di kelas. 2. Tujuan bimbingan di kelas Tujuan pemberian layanan bimbingan di kelas ialah agar siswa dapat 1) Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupannya pada masa yang akan datang; 2) Mengembangkan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin; 3) Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya. 4) Mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan kerja (Juntika, 2006: 8). Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, siswa harus mendapatkan kesempatan untuk 1) Mengenal dan memahami potensi, kekuatan serta tugas-tugasnya; 2) Mengenal dan memahami potensi-potensi yang ada di lingkungannya; 3) Mengenal dan menentukan tujuan, rencana hidupnya, serta rencana pencapaian tujuan tersebut; 4) Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri; 5) Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, lembaga tempat bekerja dan masyarakat; 6) Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya; 7) Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara tepat, teratur dan optimal (Juntika, 2006: 8). Dari pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa tujuan dari layanan bimbingan di kelas adalah guru BK menyampaikan informasi yang dapat berpengaruh terhadap tercapainya perkembangan yang optimal seluruh aspek perkembangan, peningkatan pemahaman dan tercapainya kemandirian siswa.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 3. Manfaat layanan bimbingan di kelas Layanan bimbingan di kelas mempunyai manfaat, baik bagi tenaga bimbingan profesional sendiri maupun bagi para siswa (Winkel dan Hastuti, 2006: 565). a. Manfaat bagi tenaga bimbingan sendiri; 1) Mendapatkan kesempatan untuk berkontak dengan banyak siswa sekaligus, sehingga guru BK menjadi di kenal; 2) Menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan yang dapat di lakukan dalam suatu kelompok; 3) Memperluas ruang geraknya lebih-lebih bila jumlah tenaga profesional di sekolah hanya satu-dua orang saja. b. Manfaat bagi para siswa; 1) Menjadi lebih sadar akan tantangan yang dihadapi, sehingga mereka memutuskan untuk berwawancara secara pribadi dengan guru BK; 2) Lebih rela menerima dirinya sendiri, setelah menyadari bahwa teman-temannya sering menghadapi persoalan, kesulitan dan tantangan yang kerap kali sama; 3) Lebih berani mengemukakan pandangannya sendiri bila berada dalam kelompok; 4) Diberi kesempatan untuk mendiskusikan sesuatu bersama dan dengan demikian mendapat latihan bergerak dalam suatu kelompok, yang akan dibutuhkan selama hidupnya;

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 5) Lebih bersedia menerima suatu pandangan atau pendapat bila dikemukakan oleh seorang teman; 6) Tertolong untuk mengatasi suatu masalah yang dirasa sulit untuk dibicarakan secara langsung dengan guru BK. 4. Ragam bimbingan di kelas Ragam bimbingan di kelas menunjukkan pada bidang kehidupan tertentu atau aspek perkembangan tertentu yang menjadi fokus perhatian dalam pelayanan bimbingan; dengan kata lain tentang apa yang diberikan (Winkel dan Hastuti, 2006: 113). Dilihat dari masalah yang dialami siswa, ada 4 ragam bimbingan, yaitu (1) Bimbingan akademik, (2) Bimbingan pribadi, (3) Bimbingan sosial, dan (4) Bimbingan karier. a. Bimbingan pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi, pelayanan bimbingan dan konseling di SMP, SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri, serta sehat jasmani dan rohani. Bidang ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di masa depan.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 4) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usahausaha penanggulangannya. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. 6) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat, baik secara rohaniah maupun jasmaniah. (Ketut dan Nila, 2008: 12) b. Bimbingan sosial Dalam bidang bimbingan sosial, pelayanan bimbingan dan konseling di SMP, SMA/SMK membantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bidang ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: 1) Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. 2) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis, kreatif dan produktif.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 3) Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama, sopan santun, serta nilainilai agama, adat, hukum, ilmu, dan kebiasaan yang berlaku. 4) Pemantapan hubungan yang dinamis, harmonis, dan produktif dengan teman sebaya, baik di sekolah yang sama, di sekolah lain, di luar sekolah, maupun di masyarakat pada umumnya. 5) Pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan sekolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. 6) Orientasi tentang hidup berkeluarga. (Ketut dan Nila, 2008: 13) c. Bimbingan akademik/ belajar Bimbingan akademik, yaitu bimbingan yang diarahkan untuk membantu para siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah akademik (Juntika, 2006: 15). Bimbingan akademik ialah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan (Winkel dan Hastuti, 2006: 115). Dalam bidang bimbingan belajar, pelayanan bimbingan dan konseling di SMP, SMA/SMK membantu siswa mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya untuk

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Bidang ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif, baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan narasumber lainnya, mengembangkan keterampilan belajar, mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan menjalani program penilaian hasil belajar. 2) Pemantapan disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun kelompok. 3) Pemantapan penguasaan materi program di sekolah menengah pada umumnya sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian. 4) Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik sosial dan budaya yang ada di sekolah, lingkungan sekitar, dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan kemampuan, serta pengembangan pribadi siswa. (Ketut dan Nila, 2008:13) d. Bimbingan karier Bimbingan karier ialah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, dalam memilih lapangan perkerjaan atau jabatan/profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang akan dimasuki (Winkel dan Hastuti, 2006: 114).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Bimbingan karier, yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan, dan penyelesaian masalahmasalah karier, seperti pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karier, penyesuaian pekerjaan dan penyelesaian masalah-masalah karier yang dihadapi (Juntika, 2006:16). Dalam bidang bimbingan karier, pelayanan bimbingan dan konseling di SMP, SMA/SMK membantu siswa merencanakan dan mengembangkan masa depan karier. Bidang ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok sebagai berikut: 1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan. 2) Pemantapan orientasi dan informasi karier khususnya karier yang hendak dicapai. 3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi khususnya sesuai dengan karier yang hendak dicapai (Ketut dan Nila, 2008: 14). Ragam bimbingan di kelas di atas, peneliti gunakan sebagai dasar yang berkaitan dengan penyusunan kisi-kisi instrumen.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 5. Komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas Salah satu tugas dari guru bimbingan dan konseling di sekolah adalah membuat perencanaan program bimbingan di kelas, karena guru bimbingan dan konseling yang menjadi peran utama, mengambil inisiatif dan mengatur kegiatan bimbingan yang dilakukan bersama dengan siswa di dalam kelas (Winkel dan Hastuti, 2006: 580). Dalam merencanakan program bimbingan di kelas, guru bimbingan dan konseling hendaknya dapat mengambil inspirasi dari Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), yang merupakan pola desain instruksional yang mendasarkan efisiensi dan efektivitas pengajaran di kelas atas perencanaan dan pelaksanaan berbagai komponen: tujuan pengajaran, materi pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, alat-alat serta sumber-sumber dan evaluasi. (Winkel dan Hastuti, 2006: 585). Santoadi (2010: 138) mengatakan bahwa perencanaan program bimbingan di kelas haruslah sistemik seperti: (a) Asesmen dengan berbagai instrumen yang memadai baik tes maupun non tes; (b) Analisis akar masalah termasuk mengidentifikasi stakeholder (orangtua, para guru bidang studi, wali kelas, kelompok sebaya di sekolah, kelompok sebaya di luar sekolah, lingkungan komunitas tempat siswa dan keluarganya tinggal); (c) Merumuskan kebutuhan kelompok sasaran utama (para siswa) dan kelompok sasaran lain (keluarga, kelompok sebaya, komunitas, masyarakat); (d) Merumuskan visi, misi dan tujuan program bimbingan dan konseling; (e) Merancang layanan bimbingan dan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 konseling (jenis layanan, prosedur, materi, media bimbingan dan konseling); (f) Merancang evaluasi (indikator evaluasi, prosedur evaluasi, instrumen evaluasi). Kerangka satuan pelajaran dapat menjadi pedoman dalam menyusun suatu silabus program bimbingan di kelas untuk masing-masing tingkat kelas dan untuk membuat persiapan tertulis bagi suatu Satuan Pelayanan Bimbingan (SPB/ Satlan BK) (Winkel dan Hastuti, 2006: 586). Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan oleh guru BK dalam menyusun program layanan bimbingan di kelas supaya siswa dapat mengambil banyak manfaat dari layanan bimbingan di kelas, komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas akan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut: a. Materi bimbingan di kelas Materi bimbingan di kelas perlu menyangkut variasi bidang kehidupan atau suatu aspek perkembangan tertentu atau ragam bimbingan seperti bidang studi akademik, perkembangan pribadi dan sosial siswa, dan perencanaan masa depan berkaitan dengan jabatan yang akan dipangku. Isi dan materi bimbingan di kelas harus sesuai dengan perkembangan optimal masing-masing siswa yang tergabung dalam suatu satuan kelas dan mengulas tentang tugas-tugas perkembangan remaja dan beraneka kebutuhan pada taraf-taraf kehidupan tertentu (Winkel dan Hastuti, 2006: 582).

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Materi bimbingan di kelas yang disajikan harus menarik, jelas dalam penyampaiannya sehingga siswa dapat menangkap maksud dari materi tersebut, sesuai dengan realita yang ada (konkret atau menggambarkan keadaan yang nyata), Up To Date dalam hal informasi yang akan diberikan dan relevan untuk siswa dalam jenjang kelas tertentu mengingat kebutuhan pada fase perkembangan tertentu sehingga materi yang diberikan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi siswa (Winkel dan Hastuti, 2006: 324). Materi bimbingan di kelas yang disajikan harus menarik bagi siswa sehingga membuat siswa berminat dan variasi kegiatan yang dilakukan harus cukup menggiatkan mereka sehingga siswa merasakan terlibat dalam kegiatan bimbingan (Hartinah, 2009: 162). b. Metode bimbingan di kelas Metode bimbingan di kelas yang dilakukan tidak hanya melakukan ceramah di kelas saja, tetapi memberikan banyak kegiatan-kegiatan menarik sehingga membuat siswa tertarik dan terlibat dalam mengikuti aktivitas bimbingan di kelas. Metode bimbingan di kelas yang kreatif dan invovatif akan membuat siswa bersemangat dan lebih paham akan materi yang disampaikan oleh guru BK. Metode bimbingan yang digunakan dapat berupa diskusi dalam kelompok-kelompok, mengadakan sosiodrama (role play), memberikan permainan (games) membuat siswa lebih terlibat dalam kegiatan bimbingan (Winkel dan Hastuti, 2006: 580).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Menurut pendapat peneliti berdasarkan pengalaman dan pengamatan ketika melaksanakan PPL di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta, guru BK hendaknya juga dapat menyiapkan ice breaker pada sela-sela kegiatan bimbingan, ini dilakukan agar siswa tidak cepat merasa bosan dan kembali segar dalam kegiatan bimbingan. c. Media bimbingan di kelas Briggs (1970 dalam Sadiman, dkk, 2009: 6-7) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Media bimbingan di kelas adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan bimbingan dan konseling yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa/konseli untuk memahami diri, mengarahkan diri, mengambil keputusan serta memecahkan masalah yang dihadapi (Nursalim, 2013: 6). Macam-macam media bimbingan di kelas yang dapat digunakan adalah media grafis dan media elektronik. Media grafis contohnya adalah bagan, grafik, poster, media foto, modul, brosur, booklet, leaflet, banner, dan papan bimbingan. Media elektronik berupa

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 bermain peran (role play), presentasi dengan MS. Powerpoint yang menarik, media video dan film (Nursalim, 2013: 9-18). Media bimbingan di kelas memiliki manfaat yaitu: 1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis; 2) Membatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra; 3) Menimbulkan gairah/minat siswa, interaksi langsung antara siswa dengan guru bimbingan dan konseling (BK); 4) Memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama; 5) Proses layanan bimbingan dan konseling dapat lebih menarik; 6) Proses layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif; 7) Kualitas layanan bimbingan dan konseling dapat ditingkatkan; 8) Meningkatkan sikap positif siswa terhadap materi layanan bimbingan dan konseling (Nursalim, 2013: 8). d. Pengelolaan kelas Guru BK sebaiknya memiliki kemampuan untuk mengelola seluruh proses kegiatan bimbingan di dalam kelas dengan menciptakan kondisi-kondisi belajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efektif dan efisien (Ketut dan Nila, 2008: 25).

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 e. Evaluasi program bimbingan di kelas Usaha menilai efisiensi dan efektivitas dari pelayanan bimbingan di kelas demi peningkatan mutu program bimbingan. Layanan bimbingan di kelas dapat dikatakan berguna dan bermanfaat, namun perlu juga ditunjukkan kegunaannya dan manfaat tampak dalam hal-hal apa (Winkel dan Hastuti, 2006: 127). Menurut Prayitno (2004: 223), sasaran penilaian bimbingan konseling berorientasi pada perubahan tingkah laku (termasuk di dalamnya pendapat, nilai dan sikap) serta perkembangan siswa. Oleh karena itu, penilaian bimbingan konseling tidak dapat dilakukan melalui ulangan, pemeriksaan hasil pekerjaan rumah, tes maupun ujian, melainkan dilakukan dalam proses pencapaian kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa itu sendiri. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan di kelas adalah mengacu yang terpenuhi tidaknya kebutuhan-kebutuhan siswa dan sudahkah berperan untuk membantu siswa memperoleh perubahanperubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik (Ketut dan Nila, 2008: 97). Penjabaran komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas di atas, peneliti gunakan sebagai dasar yang berkaitan dengan penyusunan kisi-kisi instrumen.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. Furchan (2007: 450) menjelaskan penelitian deskriptif dengan metode survei merupakan penelitian dengan pengumpulan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik subjek yang diteliti secara tepat. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian deskripstif dengan metode survei, untuk memperoleh gambaran tentang persepsi siswasiswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. B. Subjek Penelitian 1. Populasi Populasi penelitian adalah semua anggota kelompok manusi, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. (Sukardi, 2003: 53). 32

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX semester 2 SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 318 siswa. Alasan peneliti mengambil siswa kelas VII, kelas VIII dan kelas IX pada semester 2 karena mereka sudah mendapatkan layanan bimbingan di kelas dan tentunya dapat mengidentifikasikan manfaat-manfaat layanan bimbingan yang mereka peroleh. Secara rinci jumlah populas dapat dilihat pada tabel 1: Tabel 1 Jumlah Populasi Siswa-Siswi Kelas VII, VIII dan IX SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Kelas VII A VII B VII C VII D VIII A VIII B VIII C VIII D IX A IX B IX C Total 2. Jumlah 29 30 30 30 31 32 31 32 26 26 21 318 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011: 118). Alasan peneliti mengambil subjek peneliti secara sampel karena subjek penelitian terlalu banyak, keterbatasan biaya dan waktu. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling adalah suatu cara pengambilan sampel yang berdasarkan pada pertimbangan dan atau tujuan tertentu, serta berdasarkan ciri atau sifat-sifat tertentu yang

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 sudah diketahui sebelumnya. Purposive sampling digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, berdasarkan pertimbangan tertentu (Arifin, 2011: 221). Dari jumlah populasi, peneliti tidak diizinkan menggunakan kelas IX sebagai subjek karena kelas IX sedang mempersiapkan Ujian Nasional. Pihak sekolah menentukan kelas-kelas mana saja yang dapat digunakan untuk penelitian pada saat itu. Berikut ini adalah kelas-kelas yang dipakai untuk penelitian, akan disajikan pada tabel 2: Tabel 2 Jumlah Sampel Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Kelas VII C VII D VIII A VIII C TOTAL L 18 17 19 19 73 P 12 13 12 12 49 Jumlah 30 30 31 31 122 C. Instumen Penelitian 1. Alat ukur pengumpulan data Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiono, 2010: 199). Kuesioner ini disusun oleh peneliti sendiri dengan mengacu pada penjabaran ragam bimbingan di kelas dan komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas. Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, artinya responden memilih alternatif jawaban yang sesuai dengan dirinya dengan memberikan tanda centang ( ). Alternatif

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 jawaban yang di sediakan yaitu: Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). 2. Format pernyataan Item-item kuesioner yang digunakan untuk mengungkap persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas berdasarkan penjabaran ragam bimbingan di kelas dan komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas. Pernyataan-pernyataan kuesioner terdiri atas ungkapan yang mendukung, memihak atau menunjukkan ciri adanya atribut yang diukur (favourable) dan ungkapan yang isinya tidak mendukung atau tidak menggambarkan ciri atribut yang diukur (unfavourable). (Azwar, 2007: 123) 3. Penentuan skor (scoring) Penentuan skor untuk setiap jawaban dari pernyataan adalah sebagai berikut: a. Untuk pernyataan Favourable, jawaban Sangat Sesuai (SS) diberi skor 4, Sesuai (S) diberi skor 3, Tidak Sesuai (TS) diberi 2, dan Sangat Tidak Sesuai (STS) diberi skor 1. b. Untuk pernyataan Unfavourable, jawaban Sangat Sesuai (SS) diberi skor 1, Sesuai (S) diberi skor 2, Tidak Sesuai (TS) diberi 3, dan Sangat Tidak Sesuai (STS) diberi skor 4.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 4. Kisi-kisi kuesioner Kisi-kisi kuesioner terdiri dari penjabaran ragam bimbingan di kelas dan komponen-komponen program layanan bimbingan di kelas, seperti yang disajikan pada tabel 3: Tabel 3 Kisi-Kisi Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas No 1. 2. Komponen Kesesuaian antara kebutuhan siswa dan materi bimbingan Kesesuaian antara tugas perkembangan dan materi bimbingan Indikator a. Perubahan siswa dalam hal mengendalikan diri b. Perubahan siswa dalam hal memiliki kebebasan diri c. Perubahan siswa dalam hal penerimaan sosial d. Perubahan siswa dalam hal penyesuaian diri a. Perubahan siswa dalam hal kemampuan menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri b. Perubahan siswa dalam hal kematangan emosional dari orangtua atau figur otoritas c. Perubahan siswa dalam hal membina hubungan baik dengan teman sebaya atau orang lain secara wajar. d. Perubahan siswa dalam hal mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan atau tulisan e. Perubahan siswa dalam hal bertingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial Item Favourable Unfavourable Jumlah 75, 108 27, 53 4 118, 10 56, 99 4 18, 25 51, 109 4 117, 68, 94 37, 8, 55 6 80, 74, 115 35, 96, 42 6 47, 123, 22 5, 81, 59 6 41, 111, 62 105, 31, 16 6 121, 17, 46 60, 93, 89 6 43, 92, 95 124, 14, 57 6

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 No 3. 4. Komponen Proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan Metode bimbingan yang kreatif, inovatif 5. Pengelolaan kelas 6. Penggunaan TI dalam mendukung aktivitas bimbingan 7. Manfaat yang diperoleh siswa (perubahan-perubahan positif yang dialami siswa sebagai bentuk manfaat) Indikator a. Perubahan siswa dalam hal pemahaman diri b. Perubahan siswa dalam hal membina hubungan dengan lingkungan sekitar c. Perubahan siswa dalam hal belajar yang efektif d. Perubahan siswa dalam hal yang mengarahkan karier a. Perubahan siswa dalam hal keterlibatan dalam bimbingan di kelas b. Perubahan siswa dalam hal keterlibatan pada ice breaker bimbingan di kelas c. Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui metode permainan/role play d. Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui metode diskusi kelompok Perubahan siswa dalam hal keaktifan mengikuti bimbingan di kelas a. Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui Ms. Power Point b. Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui tayangan film a. Perubahan siswa dalam hal kesadaran menghadapi tantangan b. Perubahan siswa dalam kesadaran akan kemampuan mengatasi suatu masalah yang sulit TOTAL Favourable 54, 85, 2, 38 Item Unfavourable Jumlah 112, 24, 72, 70 8 44, 26, 97, 4 120, 69, 12, 79 8 1, 101, 20, 114 84, 49, 64, 87 8 110 63 2 106, 13 48, 90 4 32, 58 91, 7 4 103, 23 6, 67 4 98, 34, 113 61, 76, 39 6 30, 119 82, 19 4 36, 100 116, 11 4 29, 83 66, 45 4 15, 33, 77, 52, 104, 125, 65 78, 126, 21, 9, 50, 73, 102 14 40, 28, 71, 88 107, 86, 3, 122 8 63 63 126

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 5. Validitas dan reliabilitas a. Validitas instrumen Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukut dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2007: 51). Azwar (2007:51) menjelaskan bahwa suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, yang sesuai dengan maksud di lakukannya pengukuran tersebut. Jenis validitas yang digunakan adalah validitas isi. Validitas isi merupakan suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat ukur mencerminkan hal-hal yang diukur (Azwar, 2007: 52). Validitas isi kuesioner ini menggunakan Expert Judgement, yaitu Dr. M.M. Sri Hastuti, M. Si sebagai Dosen Pembimbing dan Ibu Tri Nurjayanti, S.Pd, selaku Koordinator BK dan Bapak Catur Suryo Nugroho, S.Psi, selaku Staf BK di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Teknik uji validitas yang digunakan melalui analisis korelasi Pearson Product Moment. Formula rXY ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan : rXY = Korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir N = Jumlah subyek X = Skor sub total kuesioner

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Y = Skor total butir-butir kuesioner XY = Hasil perkalian antara skor X dan skor Y Penelitian ini menggunakan metode uji coba terpakai artinya, pengumpulan data dilakukan satu kali untuk 2 tujuan, yaitu pertama, uji coba untuk mendapatkan data dan uji validasi. Kedua, untuk mengolah data responden berdasarkan item-item yang valid. Tahap perhitungan uji validasi adalah menggunakan program SPSS (Statistic Programme for School Science) versi 16.0. Perhitungan dengan SPSS menggunakan patokan koefisien korelasi 0,30. Jika koefisien korelasinya ≥0,30, maka item yang bersangkutan dinyatakan valid. Sedangkan, jika koefisien korelasinya ≤0,30, maka item yang bersangkutan tidak valid. Peneliti melakukan uji validasi dengan mengelompokkan item-item setiap komponen aspek. Dari perhitungan statistik di peroleh 95 item yang valid dan 31 item yang tidak valid. Item-item tidak valid dijabarkan pada tabel 4: Tabel 4 Item-Item Kuesioner yang Tidak Valid No. 1. 2. 3. 4. 5. Komponen Kesesuaian antara kebutuhan siswa dan materi bimbingan Kesesuaian antara tugas perkembangan dan materi bimbingan Proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan Metode bimbingan yang kreatif, inovatif Pengelolaan kelas No Item Favourable Unfavourable Jumlah 10, 68 56, 37, 8 5 47, 123, 22, 62, 17 42, 5,105, 31, 93, 14 11 2, 44, 1, 97 112, 24, 12 7 - 7, 6 2 - - -

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 No. No Item Favourable Unfavourable Komponen Penggunaan TI dalam mendukung aktivitas bimbingan Manfaat yang diperoleh siswa (perubahan-perubahan positif yang dialami siswa sebagai bentuk manfaat) 6. 7. Jumlah - - - 15, 125, 40, 28 126, 9 6 15 16 31 Total Peneliti memperkirakan bahwa, item-item yang tidak valid dapat disebabkan oleh: a) kata-kata dan kalimat yang kurang sederhana dan kurang jelas sehingga sulit untuk di mengerti oleh siswa; b) adanya penafsiran ganda pada kata-kata; c) item belum mengacu pada indikator manfaat layanan bimbingan di kelas. b. Reliabilitas instrumen Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Penggunaan teknik analisis Alpha Cronbach ini didasarkan atas pertimbangan penghitungan reliabilitas skala diperoleh lewat penyajian satu bentuk skala yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok responden atau single trial administration (Azwar, 2007: 43). Rumus koefisien reliabilitas Alpha adalah: α = 2[1- S x 2 + S i2 Sx2 ] Keterangan rumus : S12 dan S22 : Varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx2 : Varians skor skala

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Untuk mengetahui tingkat reliabilitas, hasil perhitungan dikonsultasikan berdasarkan kriteria menurut Guilford (Masidjo, 1995: 209) disajikan pada tabel 5: Tabel 5 Kualifikasi Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,20 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Pengujian reliabilitas dilakukan peneliti dengan mengunakan metode Alpha Cronbach. Pengujian reliabilitas dilakukan dua kali yaitu uji reliabilitas terhadap Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas yang belum dilakukan uji validasi dan sesudah uji validasi. Untuk uji reliabilitas sebelum dilakukan uji validasi didapatkan koefisien reliabilitas sebesar 0,970 dan uji reliabilitas sesudah uji validasi didapatkan koefisien reliabilitas sebesar 0,978. Koefisien reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas berada pada kualifikasi sangat tinggi dan dapat diandalkan. D. Prosedur Pengumpulan Data Berikut ini adalah tahap-tahap yang ditempuh peneliti dalam pengumpulan data: 1. Tahap persiapan a. Mempelajari buku-buku dan jurnal-jurnal tentang layanan bimbingan di kelas untuk mendapatkan informasi.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 b. Menyusun Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas dengan mengikuti beberapa langkah, yaitu: 1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian yaitu manfaat layanan bimbingan di kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 2) Menjabaran ragam bimbingan di kelas dan komponenkomponen program layanan bimbingan di kelas serta dengan indikatornya. 3) Menyusun item-item pernyataan sesuai dengan komponen dan indikator yang sudah di buat. 4) Melakukan Expert Judgment alat penelitian Dr. M.M. Sri Hastuti, M.Si sebagai Dosen Pembimbing dan Ibu Tri Nurjayanti, S.Pd, selaku Koordinator BK dan Bapak Catur Suryo Nugroho, S.Psi, selaku Staf BK di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. 5) Memberikan surat ijin penelitian kepada Kepala Sekolah dan Koordinator BK SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. 2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data Pengumpulan data dilaksanakan kepada siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Untuk lebih rinci dijelaskan pada tabel 6:

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 6 Pelaksanaan Pengumpulan Data No. 1. 2. 3. 4. Kelas VII C VII D VIII A VIII C Hari/Tanggal Jumat, 4 April 2014 Sabtu, 5 April 2014 Sabtu, 5 April 2014 Kamis, 10 April 2014 TOTAL Yang hadir 28 25 29 31 113 Tidak Hadir 2 5 2 9 Jumlah 30 30 31 31 122 Pada tabel 6, menjelaskan bahwa jumlah siswa-siswi yang menjadi subjek penelitian sesungguhnya sebanyak 122 siswa. Namun, pada saat peneliti melaksanakan pengumpulan data ada sebanyak 9 siswa yang tidak mengikuti pengisian kuesioner karena sakit dan tidak ada keterangan. Oleh karena itu, subjek penelitian ini menjadi 113 siswa. Penyebaran dan pengawasan pengisian kuesioner dilakukan oleh peneliti. E. Teknik Analisis Data Langkah-langkah yang di tempuh dalam melakukan analisis data, yaitu: 1. Memberi skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Norma skoring untuk pernyataan positif adalah: sangat sesuai= 4, sesuai= 3, tidak sesuai= 2, sangat tidak sesuai= 1 dan pernyataan negatif adalah: sangat sesuai= 1, sesuai= 2, tidak sesuai= 3, sangat tidak sesuai= 4. 2. Membuat tabulasi skor dari item-item kuesioner dan menghitung skor masing-masing responden. 3. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yang meliputi penyajian tabel, perhitungan mean, standar deviasi serta pengkategorisasian menurut norma kategori dari Azwar.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 a. Kategori persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. Kategori persepsi siswa-siswi VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas secara umum disusun berpedoman pada Azwar (2009: 107-108) yaitu meliputi kategori sangat bermanfaat, bermanfaat, cukup bermanfaat, tidak bermanfaat, sangat tidak bermanfaat. Norma kategorisasi yang digunakan dijelaskan pada tabel 7: Tabel 7 Norma Kategorisasi Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas Perhitungan Skor µ+ 1.5σ < X µ + 0.5 σ < X ≤ µ+ 1.5σ µ - 0.5 σ < X ≤ µ + 0.5 σ µ- 1.5σ < X ≤ µ - 0.5 σ X ≤ µ- 1.5σ Keterangan Sangat Bermanfaat Bermanfaat Cukup Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Tidak Bermanfaat Keterangan: X maksimum teoretik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. X minimum teoretik : Skor terendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. σ (Standart Deviasi) : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran. µ (Mean Teoretik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Kategorisasi di atas digunakan untuk mengelompokkan baik buruknya persepsi siswa-siswa kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. Perhitungan dalam penggolongan norma kategorisasi adalah sebagai berikut: X minimum teoritik : 1 x 95 = 95 X maksimum teoritik : 4 x 95 = 380 Luas Jarak : 380 – 95 = 285 Standart Deviasi (σ) : 285 : 6 = 47,5 Mean teoritik : (380 + 95) : 2 = 237,5 Setelah dilakukan perhitungan didapatkan kategori skor. Kategori skor disajikan dalam tabel 8: Tabel 8 Kategori Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII Dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas No. Formula Kriteria Rerata Skor 1. 2. 3. 4. 5. µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X≤ µ+1.5σX µ -0.5σ < X≤ µ+0.5σX µ-1.5σ < X ≤ µ -0.5σX X ≤ µ-1.5σX > 309 262-308 214-261 167-213 < 166 Kategori (Kualitatif) Sangat Bermanfaat Bermanfaat Cukup Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Tidak Bermanfaat Selanjutnya, data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh ke dalam kategori yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga dapat dihitung jumlah dan persentasenya dalam Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 b. Kategori item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas Kategori item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas secara umum disusun berpedoman pada Azwar (2009: 107-108) yaitu meliputi katergori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dijelaskan pada tabel 9: Tabel 9 Norma Kategorisasi Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas Perhitungan Skor µ+ 1.5σ < X µ + 0.5 σ < X ≤ µ+ 1.5σ µ - 0.5 σ < X ≤ µ + 0.5 σ µ- 1.5σ < X ≤ µ - 0.5 σ X ≤ µ- 1.5σ Keterangan Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Keterangan: X maksimum teoretik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. X minimum teoretik : Skor terendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. σ (Standart Deviasi) : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran. µ (Mean Teoretik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. Kategorisasi di atas digunakan untuk mengelompokkan tinggi rendahnya Item kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas. Perhitungan dalam penggolongan norma kategorisasi adalah sebagai berikut:

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 X minimum teoritik : 1 x 113 = 113 X maksimum teoritik : 4 x 113 = 452 Luas Jarak : 452 – 113 = 339 Standart Deviasi (σ) : 339 : 6 = 56,5 Mean teoritik : (452 + 113) : 2 = 282,5 Setelah dilakukan perhitungan didapatkan kategori skor. Kategori skor disajikan dalam tabel 10: Tabel 10 Kategori Item kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas No. Formula Kriteria Rerata Skor 1. 2. 3. 4. 5. µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X≤ µ+1.5σX µ -0.5σ < X≤ µ+0.5σX µ-1.5σ < X ≤ µ -0.5σX X ≤ µ-1.5σX >367 311-366 254-310 198-253 <197 Kategori (Kualitatif) Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Selanjutnya, data setiap item dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh ke dalam kategori yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga dapat dihitung jumlah dan persentasinya dalam kategori item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat jawaban atas pertanyaan penelitian yaitu bagaimanakah persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas?. Penyajian hasil penelitian dan pembahasan akan di uraikan dalam penjelasan berikut. A. Hasil Penelitian 1. Persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2009: 107-108) dapat diketahui persepsi siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas seperti disajikan dalam tabel 11: Tabel 11 Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas No Formula Kriteria Skor 1. 2. 3. 4. 5. µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X≤ µ+1.5σX µ-0.5σ < X≤ µ+0.5σX µ-1.5σ < X ≤ µ-0.5σX X ≤ µ-1.5σX > 309 262-308 214-261 167-213 < 166 Junlah Subjek Persentase Kategori 47 13 23 24 6 42 % 12 % 20 % 21 % 5% Sangat Bermanfaat Bermanfaat Cukup Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Bermanfaat Dari Tabel 11 tampak bahwa: a. 47 orang siswa (42%) mengungkapkan pendapat atau penilaiannya bahwa layanan bimbingan di kelas itu sangat bermanfaat. 48

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 b. 13 orang ang siswa (12%) mengungkapkan pendapat atau at penilaiannya bahwaa la layanan bimbingan di kelas itu bermanfaat. c. 23 orang ang siswa (20%) mengungkapkan pendapat atau at penilaiannya bahwaa la layanan bimbingan di kelas itu cukup bermanf anfaat. d. 24 orang ang siswa (21%) mengungkapkan pendapat atau at penilaiannya bahwa laayanan bimbingan di kelas itu tidak bermanfa nfaat. e. 6 orang ng siswa (5%) mengungkapkan pendapat atau ata penilaiannya bahwaa la layanan bimbingan di kelas itu sangat tidak bermanfaat. be Hasil penelitian pe ini menggambarkan bahwa sebagia gian besar siswa- siswi SMP BOPKRI B 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/20 /2014 berpendapat bahwa layan anan bimbingan di kelas yang diberikan olehh guru BK sangat bermanfaat. Gambar 1 Persepsi Siswa-Siswi Kelas VII dan VIII Per VII SMP BOP OPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 20 Terhad adap Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas 5% Sangat Bermanfaat Ber Bermanfaa nfaat 21% 42% Cukup Ber ermanfaat Tidak Berm ermanfaat Sangat Tidak Tida Bermanfaat 20% 0% 12%

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 2. Analisis item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2009: 107-108) dapat diketahui analisis item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas akan di jabarkan pada tabel 12: Tabel 12 Analisis Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas No Formula Kriteria Skor 1. 2. 3. 4. 5. µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X≤ µ+1.5σX µ-0.5σ < X≤ µ+0.5σX µ-1.5σ < X ≤ µ-0.5σX X ≤ µ-1.5σX >367 311-366 254-310 198-253 <197 Junlah Item 0 57 38 0 0 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Dari tabel di atas, berikut ini pada tabel 13 dijabarkan tentang item yang tergolong kategori tinggi dalam analisis item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas, disajikan pada tabel 13: Tabel 13 Item-Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas Yang Tergolong Kategori Tinggi Komponen Indikator No. 108 Perubahan siswa dalam hal mengendalikan diri 53 18 Kesesuaian antara kebutuhan siswa dan materi bimbingan Perubahanan siswa dalam hal penerimaan sosial 25 51 Perubahan siswa dalam hal penyesuaian diri 94 55 Item Saya semakin mampu mengakui dan meminta maaf secara tulus ketika saya melakukan kesalahan. (+) Saya menunggu orang lain dulu untuk minta maaf kepada saya walaupun saya melakukan kesalahan. (-) Saya dapat diterima oleh teman saya ketika membentuk kelompok. (+) Saya dapat menerima dan tidak membeda-bedakan teman saya di kelas. (+) Saya membentuk kelompok sendiri karena tidak diterima oleh temanteman. (-) Saya semakin dapat bersikap disiplin dan patuh terhadap tata tertib sekolah. (+) Saya suka terlambat sekolah dan bolos sekolah. (-)

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Komponen Indikator No. 80 Perubahan siswa dalam hal kemampuan menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri 74 115 35 Kesesuaian antara tugas perkembangan dan materi bimbingan Perubahan siswa dalam hal kematangan emosional dari orangtua atau figur otoritas Perubahan siswa dalam hal membina hubungan baik dengan teman sebaya atau orang lain secara wajar. Perubahan siswa dalam hal mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan atau tulisan 59 41 16 121 46 43 Perubahan siswa dalam hal bertingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial 92 95 57 85 Perubahan siswa dalam hal pemahaman diri 38 70 26 Proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan Perubahan siswa dalam hal membina hubungan dengan lingkungan sekitar 4 69 79 Item Saya dapat menerima diri saya apa adanya. (+) Saya semakin mengenal kemampuan yang saya miliki. (+) Saya menjadi semakin yakin akan kemampuan saya sendiri. (+) Saya merasa minder dengan keadaan saya yang seperti ini. (-) Saya pura-pura tidak tahu ketika guru sedang mengalami kesulitan membawa barang ke kelas. (-) Saya dapat bergaul dengan teman sebaya saya. (+) Saya sulit menjaga persahabatn saya dengan teman sebaya saya. (-) Saya semakin lancar berkomunikasi dengan orang lain. (+) Saya semakin mampu untuk berbicara di depan umum. (+) Saya dapat bertanggung jawab atas perbuatan saya. (+) Saya menaati peraturan sekolah dengan sepenuh hati. (+) Saya bersedia menerima sanksi apabila melakukan kesalahan. (+) Saya menolak menerima sanksi walaupun melakukan kesalahan. (-) Saya semakin mampu menyiapkan diri untuk menerima perubahan fisik yang terjadi diri saya. (+) Saya semakin bisa menerima kelebihan dan kekurangan saya. (+) Saya sulit menerima kelebihan dan kekurangan saya. (-) Saya menjadi dapat bersikap terbuka dalam bergaul dengan teman sebaya. (+) Saya semakin memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari melaksanakan atau melalaikan tugas sekolah. (+) Saya bersikap tertutup dalam bergaul dengan teman sebaya. (-) Saya acuh tak acuh tanggung jawab dan konsekuensi dari melaksanakan dan melalaikan tugas sekolah. (-)

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Komponen Indikator No. 20 Proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan Perubahan siswa dalam hal belajar yang efektif Perubahan siswa dalam hal yang mengarahkan karier Perubahan siswa dalam hal keterlibatan dalam bimbingan di kelas 49 63 13 48 32 Perubahan siswa dalam hal keterlibatan pada ice breaker bimbingan di kelas 91 58 Metode bimbingan yang kreatif dan inovatif Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui metode permainan/role play 23 34 Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui metode diskusi kelompok 61 76 39 30 Pengelolaan Kelas Perubahan siswa dalam hal keaktifan mengikuti bimbingan di kelas 119 19 Item Saya menjadi mampu memperbaiki cara belajar saya yang kurang baik. (+) Saya malas mengulang dan memperlajari kembali pelajaran saya yang sudah di terima di sekolah sepulang sekolah. (-) Saya suka menunda-nunda mengerjakan tugas sekolah (PR) dan tugas rumah. (-) Saya sangat bersemangat mengikuti kegiatan bimbingan karena selalu di berikan pertanyaan yang menuntut saya untuk berpikir. (+) Saya malas mengikuti kegiatan bimbingan dan memilih untuk tidur di kelas. (-) Saya menjadi segar kembali setelah mengikuti permainan-permainan di awal kegiatan bimbingan. (+) Saya menjadi malas mengikuti bimbingan di kelas dan hanya tertarik mengikuti permainan-permainan. (-) Saya sangat senang dan menjadi tidak bosan setelah mengikuti permainan di sela-sela kegiatan bimbingan. (+) Kegiatan bimbingan membantu saya mengerti nilai-nilai kehidupan dengan cara mempraktekkannya melalui bermain peran (role play). (+) Saya semakin mampu berpartisipasi dalam diskusi kelompok. (+) Melalui diskusi dengan teman-teman, saya semakin bingung mengenal kelebihan teman-teman saya. (-) Saya ikut di dalam diskusi kelompok namun saya diam saja. (-) Saya malas menjadi pendengar dan pembicara ketika dalam diskusi kelompok. (-) Saya menjadi aktif bertanya untuk lebih memahami materi bimbingan lebih dalam. (+) Saya menjadi lebih memperhatikan materi bimbingan agar dapat mengerti lebih baik. (+) Saya lebih memilih mengobrol dengan teman sebangku saya daripada mendengarkan penjelasan guru BK. (-)

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Komponen Indikator No. 36 Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui Ms. Power Point 100 11 Penggunaan TI dalam mendukung aktivitas bimbingan 29 Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui tayangan film 66 45 33 77 Manfaat yang diperoleh siswa (perubahanperubahan positif yang dialami siswa sebagai bentuk manfaat) Perubahan siswa dalam hal kesadaran menghadapi tantangan 52 21 50 88 Perubahan siswa dalam hal kesadaran akan kemampuan mengatasi suatu masalah yang sulit 3 122 Item Saya antusias mengikuti kegiatan bimbingan dengan materi-materi yang disajikan oleh guru BK dalam slide power point yang menarik. (+) Saya menjadi lebih paham karena slide powerpoint yang di tampilkan menggunakan kata-kata yang dapat saya mengerti. (+) Saya menjadi semakin sulit memahami materi bimbingan dari slide powerpoint karena kata-kata yang dipakai tidak saya mengerti. (-) Saya senang menonton film yang di putar guru BK karena isi film itu memberikan banyak inspirasi untuk saya. (+) Saya malas menonton film yang diputarkan oleh guru BK karena saya tidak tahu apa isi cerita film tersebut. (-) Saya hanya senang mengikuti bimbingan kalau guru BK memutarkan film karena hal itu berarti saya tidak belajar. (-) Saya lebih menyadari masalah yang saya hadapi. (+) Saya dapat berdiskusi dengan temanteman dengan penuh semangat mengenai sesuatu hal. (+) Saya semakin berani menyelesaikan konflik saya dengan baik. (+) Saya malas berdiskusi dengan temanteman saya mengenai suatu hal. (-) Saya menerima pendapat orang lain dengan marah-marah. (-) Saya menjadi lebih mampu bekerjasama dengan orang lain. (+) Saya pura-pura tidak tahu ketika teman memiliki masalah (-) Saya lebih senang melakukan pekerjaan sendiri dari pada bersama teman-teman. (-)

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Berikut akan dijabarkan juga tentang item yang tergolong kategori sedang dalam analisis item kuesioner manfaat layanan bimbingan di kelas, disajikan pada tabel 14: Tabel 14 Item-Item Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas Yang Tergolong Kategori Sedang Komponen Indikator No. 75 Perubahan siswa dalam hal mengendalikan diri 27 Kesesuaian antara kebutuhan siswa dan materi bimbingan 118 Perubahan siswa dalam hal memiliki kebebasan diri 99 Kesesuaian antara tugas perkembangan dan materi bimbingan Perubahan siswa dalam hal penerimaan sosial 109 Perubahan siswa dalam hal penyesuaian diri 117 Perubahan siswa dalam hal kemampuan menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri Perubahan siswa dalam hal kematangan emosional dari orangtua atau figur otoritas Perubahan siswa dalam hal membina hubungan baik dengan teman sebaya atau orang lain secara wajar. Perubahan siswa dalam hal mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan atau tulisan Perubahan siswa dalam hal bertingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial Item Saya semakin mampu untuk mengendalikan perasaan saya, baik itu marah, sedih, gembira terhadap situasi tertentu. (+) Saya sulit mengendalikan perasaan saya, baik itu marah, sedih, gembira terhadap situasi tertentu. (-) Saya semakin dapat membuat keputusan atas kehendak sendiri. (+) Saya ikut-ikutan teman dalam memilih ekstrakurikuler di sekolah. (-) Saya memilih-milih teman karena saya tidak cocok dengan banyak teman. (-) Saya semakin mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru. (+) 96 Saya ragu-ragu untuk mengenal kemampuan yang saya miliki. (-) 81 Saya menghindari guru-guru di sekolah setiap kali bertemu (-) 111 Saya dapat bergaul dengan teman lawan jenis. (+) 60 89 124 Saya malu berkomunikasi dengan orang lain. (-) Saya malu berbicara di depan umum. (-) Saya sulit bertanggung jawab atas perbuatan saya. (-)

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Komponen Indikator Perubahan siswa dalam hal pemahaman diri No. 54 72 Perubahan siswa dalam hal membina hubungan dengan lingkungan sekitar 120 101 Proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan 114 Perubahan siswa dalam hal belajar yang efektif 84 64 87 Perubahan siswa dalam hal yang mengarahkan karier 110 106 Perubahan siswa dalam hal keterlibatan dalam bimbingan di kelas 90 Metode bimbingan yang kreatif dan inovatif 103 Perubahan siswa dalam hal keterlibatan pada ice breaker bimbingan di kelas Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui metode permainan/role play 67 98 113 Item Saya semakin memahami perubahan fisik/perasaan yang terjadi pada saya. (+) Saya sulit memperbaiki tingkah laku saya yang kurang baik (-) Saya sulit memahami cara-cara bergaul yang baik dengan teman sebaya. (-) Saya semakin rajin mengulang dan mempelajari kembali pelajaran saya sudah terima di sekolah sepulang sekolah. (+) Saya menjadi lebih tahu cara belajar yang tepat sesuai dengan kemampuan saya. (+) Saya lupa belajar dan asyik bermain. (-) Saya bingung bagaimana memperbaiki cara belajar saya yang kurang baik. (-) Saya acuh tak acuh dengan cara belajar saya yang sebetulnya kurang baik. (-) Saya semakin mampu membuat urutan prioritas aktivitas sehari-hari yang harus dikerjakan terlebih dahulu. (+) Saya senang dan antusias mengikuti kegiatan bimbingan dengan macam-macam permainan yang membuat siswa-siswa aktif. (+) Saya lebih senang mengerjakan tugas pelajaran lain daripada mengikuti kegiatan bimbingan di kelas. (-) Kegiatan bimbingan membuat saya mengerti tentang materi bimbingan. (+) Saya mengikuti bermain peran (role play) namun tanpa saya mengerti nilainilai kehidupan yang terkandung di dalam kegiatan tersebut. (-) Melalui diskusi dengan temanteman saya semakin menyadari kelebihan teman-teman saya. (+) Saya semakin dapat melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik dan pembicara yang baik. (+)

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Komponen Pengelolaan Kelas Penggunaan TI dalam mendukung aktivitas bimbingan Indikator Perubahan siswa dalam hal keaktifan mengikuti bimbingan di kelas No. 82 Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui Ms. Power Point 116 Perubahan siswa setelah mengikuti aktivitas bimbingan melalui tayangan film 83 104 65 Manfaat yang diperoleh siswa (perubahanperubahan positif yang dialami siswa sebagai bentuk manfaat) Perubahan siswa dalam hal kesadaran menghadapi tantangan 78 73 102 71 Perubahan siswa dalam kesadaran akan kemampuan mengatasi suatu masalah yang sulit 107 86 Item Saya malas bertanya dan memilih diam selama bimbingan di kelas berlangsung. (-) Saya malas mengikuti materimateri bimbingan yang di sajikan oleh guru BK dalam slide powerpoint. (-) Saya menjadi lebih bersemangat mengikuti bimbingan karena guru BK memutarkan film-film yang mengajarkan saya tentang kehidupan. (+) Saya dapat menerima pendapat orang lain dengan senang hati. (+) Saya menjadi memiliki lebih banyak teman. (+) Saya enggan memasuki ruang guru BK untuk berkonsultasi. (-) Saya marah karena pendapat orang lain berbeda dengan saya. (-) Saya hanya memilih teman yang saya sukai saja. (-) Saya dapat membantu teman yang sedang mengalami kesulitan. (+) Materi bimbingan tidak sesuai dengan umur saya. (-) Saya memilih untuk menghindari setiap kali ada masalah. (-) B. Pembahasan Supaya tidak terjadi tumpang tindih dan untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu di dalam pembahasan ini, peneliti menggabungkan kategori sangat bermanfaat dan bermanfaat menjadi kategori bermanfaat. Kategori cukup bermanfaat. Begitu pula dengan kategori tidak bermanfaat dan sangat tidak bermanfaat di gabung menjadi kategori tidak bermanfaat. Bila dilihat dari jumlah keseluruhan siswa, 60 dari 113 orang siswa (53%) mengungkapkan pendapat atau penilaiannya bahwa layanan bimbingan di kelas yang diberikan oleh guru BK itu bermanfaat bagi kehidupan mereka.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Peneliti berpendapat bahwa penilaian siswa terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas kemungkinan karena pengaruh beberapa faktor. Pertama, adanya kesesuaian kebutuhan dan tugas perkembangan siswa dengan materi bimbingan. Kedua, proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan. Ketiga, kecenderungan siswa terhadap kuesioner layanan bimbingan. Pertama, guru Bimbingan dan Konseling (BK) telah menyusun perencanaan layanan bimbingan di kelas secara baik dengan menyiapkan materi bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan tugas perkembangan siswa-siswi. Dengan kata lain, isi dan materi bimbingan kiranya dapat mengulas tentang tugas-tugas perkembangan remaja dan beraneka kebutuhan pada taraf-taraf kehidupan tertentu (Winkel dan Hastuti, 2006: 582). Hal ini menjadi tampak jelas terlihat dari beberapa item-item yang memiliki skor tertinggi pada kategori tinggi seperti “saya dapat diterima oleh teman-teman saya ketika diminta untuk membentuk kelompok” dan “saya dapat menerima dan tidak membeda-bedakan teman-teman saya di kelas”. Item ini merupakan item yang berindikasi siswa yang memiliki perubahan dalam hal sikap penerimaan sosial. Penerimaan sosial adalah salah satu kebutuhan pada remaja yang memberikan pengaruh langsung terhadap pemahaman diri dengan lingkungan atau hubungan sosial antar pribadi. (Jahja, 2011: 241). Kedua, proporsional materi bimbingan dan ragam bimbingan. Karena salah satu dari kriteria penilaian keberhasilan program bimbingan di kelas didasarkan atas ada tidaknya ragam bimbingan yaitu bimbingan pribadi-

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier. Tidak heran, jika guru BK harus memperhatikan keseimbangan materi bimbingan yang diberikan oleh guru BK harus sesuai ragam bimbingan pada setiap tingkat kelas. (Ketut dan Nila, 2008: 41) Ketiga, hasil penelitian ini sangat berbeda dengan dugaan peneliti semula. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kecenderungan siswa memberikan jawaban yang menyenangkan atau yang baik-baik pada kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas sehingga kesulitan yang sesungguhnya dihadapi tidak terungkap secara objektif. Pada gilirannya, peneliti memperkirakan bahwa siswa tidak serius dalam mengisi atau memberikan jawaban pada kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan di Kelas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada sebanyak 23 siswa (20%) berpendapat bahwa layanan bimbingan di kelas yang diberikan oleh guru BK cukup bermanfaat bagi kehidupan mereka. Terbentuknya persepsi cukup bermanfaat mengartikan bahwa siswa-siswi cukup merasakan manfaat layanan bimbingan di kelas. Ada pun faktor yang kemungkinan mempengaruhi persepsi siswa adalah mungkin guru BK selalu mengevaluasi layanan bimbingan di kelas setiap kali masuk kelas dengan memberikan angket penilaian layanan bimbingan. Ini menjadi sesuai karena berdasarkan observasi peneliti pada mengobservasi Guru BK ketika memberikan layanan bimbingan di kelas, guru BK selalu memberikan lembar penilaian hasil layanan bimbingan di kelas kepada siswa setelah akhir kegiatan bimbingan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Hal ini pun dapat dilihat dari hasil analisis item yang peneliti telah lakukan. Terlihat ada beberapa item yang menunjukkan bahwa siswa mengalami perubahan dalam hal menjadi lebih menyadari tantangan yang dihadapinya dan siswa mengalami perubahan dalam hal mengatasi permasalahan yang dihadapinya yang memiliki skor tertinggi pada kategori sedang seperti “saya lebih menyadari masalah yang saya hadapi saat ini”, “saya berani menyelesaikan konflik saya dengan baik”, “saya memiliki lebih banyak teman”, “saya dapat menerima pendapat orang lain dengan senang hati”. Item di atas menunjukkan perilaku positif yang terjadi pada diri siswa setelah mendapatkan layanan bimbingan di kelas. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Prayitno (2004: 223), bahwa sasaran penilaian bimbingan konseling berorintasi pada perubahan tingkah laku (termasuk di dalamnya pendapat, nilai dan sikap) serta perkembangan siswa. Oleh karena itu penilaian bimbingan dan konseling tidak dapat dilakukan melalui ulangan, pemeriksaan hasil pekerjaan rumah, tes maupun ujian, melainkan dilakukan dalam proses pencapaian kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa itu sendiri. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada sebanyak 30 siswa (27%) berpendapat bahwa layanan bimbingan di kelas yang telah diberikan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) tidak bermanfaat bagi kehidupan mereka.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Peneliti berpendapat bahwa terjadinya persepsi tidak bermanfaat terhadap layanan bimbingan di kelas, kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kurang optimalnya guru BK memanfaatkan teknologi informasi dan media bimbingan yang menarik sehingga membantu untuk mendukung aktivitas/kegiatan bimbingan di kelas. Ada beberapa item yang memiliki skor paling rendah pada kategori sedang adalah “saya malas menonton film yang diputarkan oleh guru BK karena saya tidak tahu apa isi cerita dari film tersebut”, “saya hanya senang mengikuti bimbingan kalau guru BK memutarkan film karena hal itu berarti saya tidak belajar”, “saya malas mengikuti materi-materi bimbingan yang disajikan oleh guru BK dalam slide powerpoint”. Dari pernyataan ini, bahwa mungkin guru BK kurang optimal dalam memanfaatkan sarana/media bimbingan untuk menarik perhatian siswa dan dapat mendukung layanan bimbingan di kelas. Perlu diketahui, media bimbingan memiliki banyak macam variasi agar siswa tertarik dan mengambil manfaat dari media bimbingan yang guru BK sajikan pada layanan bimbingan di kelas. Macam-macam sarana/media bimbingan yang dapat digunakan adalah media grafis dan media elektronik. Media grafis contohnya adalah bagan, grafik, poster, media foto, modul, brosur, booklet, leaflet, banner, dan papan bimbingan. Media elektronik berupa slide presentasi dengan MS. Powerpoint yang menarik, media video dan film (Nursalim,2013: 9-18).

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Media bimbingan adalah sesuatu yang dapat menjadi perantara dalam proses komunikasi untuk membantu penyampaian pesan/informasi agar informasi yang diberikan menjadi lebih menarik, ringkas dan siswa pun dapat memperoleh manfaat dari layanan bimbingan di kelas.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 berpendapat bahwa layanan bimbingan di kelas yang diberikan oleh guru BK sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka. Terbentuknya persepsi sangat bermanfaat terhadap layanan bimbingan di kelas dipengaruhi oleh kesesuaian materi bimbingan yang telah diberikan oleh guru BK dengan kebutuhan dan tugas perkembangan siswa, keseimbangan materi bimbingan dengan ragam bimbingan yaitu bimbingan belajar, bimbingan pribadi, bimbingan sosial dan bimbingan karier. B. Saran Berdasarkan dari hasil penelitian, maka peneliti memberikan beberapa saran kepada pihak-pihak yang terkait dengan peneltian ini, yaitu sebagai berikut: 1. Pihak SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Siswa memperoleh manfaat dari layanan bimbingan di kelas menjadi hal penting bagi guru BK. Pihak sekolah perlu terus meningkatkan tindakan mengevaluasi program layanan bimbingan di kelas, agar setiap materi yang disampaikan kepada siswa dapat sesuai dengan kebutuhan dan tugas perkembangannya. 62

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 2. Guru bimbingan dan konseling Guru BK hendaknya lebih mengoptimalkan penggunaan sarana teknologi informasi yang bersedia untuk lebih mendukung aktivitas bimbingan di kelas, seperti penggunaan media video dan film agar materi bimbingan menjadi lebih menarik. Siswa pun akan lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti layanan bimbingan di kelas. 3. Peneliti lain Apabila ada peneliti lain yang memiliki permasalahan penelitian yang sama diharapkan untuk membuat item-item kuesioner yang dapat mengungkap masalah penelitian ini yang tidak mengarahkan siswa memilih jawaban yang menyenangkan atau yang baik-baik tanpa memperhatikan keadaan yang sesungguhnya.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 DAFTAR PUSTAKA Arifin, Z. 2011. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. Azwar, S. 2007. Dasar-Dasar Psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ------------. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Farozin, Muh. 2012. “Pengembangan Model Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatan Motivasi Belajar Siswa SMP”. Cakrawala Pendidikan. Februari 2012,Th.XXXI, No.1. Furchan, Andi. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Gibson, Robert L & Mitchell, Marianne H. 2011. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hartinah, Siti. 2009. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: Refika Aditama Irwanto, dkk. 1988. Psikologi Umum. Jakarta: Aptik. Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana. Juntika, N. Achmad. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama. Ketut S, Dewa dan Nila K, Desak P.E. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Renika Cipta. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta. Kanisius. Nursalim, Mochamad. 2013. Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Akademia Permata. Prayitno dan Amti, Erman. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. 64

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Puspitawati, Ira, dkk. 2012. Psikologi Faal. Bandung: Remaja Rosdakarya. Rakmat, Jalaluddin. 1985. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remadja Karya. Sadiman, Arief, dkk. 2009. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Press. Santoadi, Fajar. 2010. Manajemen Bimbingan Dan Konseling Komprehensif. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarwono, S Wirawan. 2009. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Sink, Christopher. 2005. Contemporary School Counseling: Theory, Research, and Practice. Boston, NewYork: Houghton Mifflin Company. Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia. Sugiono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi. Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara. Supriatna, Mamat (editor). 2011. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi: Orientasi Dasar Pengembangan Profesi Konselor. Jakarta: RajaGrafindo Persada. TIM PENULIS. 2013. Modul PLPG Bimbingan dan Konseling: Konsorsium Sertifikasi Guru 2013. (Tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diunggah pada tanggal 25 November 2013 pukul 15.32. Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI. Winkel, W.S dan Hastuti, M.M Sri. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 66

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 67

(88) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 3 68 KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN No. Variable Komponen Indikator 1. a. Perubahan dalam hal mengendalikan diri 2. 3. 4. 5. 6. Manfaat layanan bimbingan di kelas adalah perubahanb. Perubahan dalam hal perubahan posifit memiliki kebebasan yang terjadi pada diri diri Kesesuaian antara siswa setelah kebutuhan siswa dan mengikuti layanan materi bimbingan bimbingan di kelas yang di laksanakan c. Perubahan dalam hal oleh guru bimbingan penerimaan sosial dan konseling di sekolah. 7. 8. 9 d. Perubahan dalam hal penyesuaian diri Favorable Saya semakin mampu untuk mengendalikan perasaan saya, baik itu marah, sedih, gembira terhadap situasi tertentu. Saya semakin mampu mengakui dan meminta maaf secara tulus ketika saya melakukan kesalahan. Unfavorable Saya sulit mengendalikan perasaan saya, baik itu marah, sedih, gembira terhadap situasi tertentu. Saya menunggu orang lain dulu untuk minta maaf kepada saya walaupun saya melakukan kesalahan Saya masih meminta bantuan Saya semakin dapat membuat orangtua saya dan ikut teman untuk keputusan atas kehendak sendiri. mengambil keputusan Saya semakin dapat memilih Saya ikut-ikutan teman dalam ektrakurikuler sekolah yang saya memilih ekstrakurikuler di sekolah minati. Saya membentuk kelompok sendiri Saya dapat diterima oleh teman saya karena tidak diterima oleh temanketika membentuk kelompok. teman. Saya dapat menerima dan tidak Saya memilih-milih teman karena membeda-bedakan teman saya di saya tidak cocok dengan banyak kelas. teman. Saya semakin mampu menyesuaikan Saya sulit menyesuaikan diri dengan diri dengan keadaan baru. keadaan baru Saya mampu menyesuaikan diri Saya sulit menyesuaikan diri dengan dengan lingkungan sekolah saya. lingkungan sekolah saya Saya semakin dapat bersikap disiplin Saya suka terlambat sekolah dan dan patuh terhadap tata tertib sekolah. bolos sekolah

(89) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 3 No. 69 Variable 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Manfaat layanan bimbingan di kelas adalah perubahanperubahan posifit yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti layanan bimbingan di kelas yang di laksanakan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah. Komponen Indikator f. Perubahan dalam hal kemampuan menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri Favorable Saya dapat menerima diri saya apa adanya. Saya semakin mengenal kemampuan yang saya miliki. Saya menjadi semakin yakin akan kemampuan saya sendiri. Saya semakin tertarik untuk mengenal macam-macam emosi yang pernah saya alami. g. Perubahan dalam hal kematangan emosional Saya menyapa setiap kali bertemu dari orangtua atau figur dengan guru-guru di sekolah. otoritas. Saya membantu guru ketika guru sedang mengalami kesulitan membawa Kesesuaian antara barang ke kelas. tugas perkembangan Saya dapat bergaul dengan teman dan materi bimbingan sebaya saya. h. Perubahan dalam hal membina hubungan Saya dapat bergaul dengan teman baik dengan teman lawan jenis. sebaya atau orang lain Saya semakin mampu menjaga secara wajar. persahabatan saya dengan teman sebaya. Saya semakin lancar berkomunikasi i. Perubahan dalam hal dengan orang lain. mengembangkan Saya dapat mengatakan ketidak setujuan terhadap pendapat orang lain tanpa keterampilan membuatnya tersinggung atau marah. berkomunikasi lisan Saya semakin mampu untuk berbicara atau tulisan di depan umum. Unfavorable Saya merasa minder dengan keadaan saya yang seperti ini Saya ragu-ragu untuk mengenal kemampuan yang saya miliki Saya pesimis dengan kemampuan yang saya miliki Saya acuh tak acuh terhadap macam-macam emosi yang pernah saya alami. Saya menghindari guru-guru di sekolah setiap kali bertemu Saya pura-pura tidak tahu ketika guru sedang mengalami kesulitan membawa barang ke kelas Saya hanya bergaul dengan beberapa teman sebaya saja. Saya malu berteman dengan teman lawan jenis. Saya sulit menjaga persahabatn saya dengan teman sebaya saya. Saya malu berkomunikasi dengan orang lain Saya mengatakan “Ya” terhadap pendapat orang lain walaupun sebenarnya saya tidak setuju. Saya malu berbicara umum. di depan

(90) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 70 Lampiran 3 No. Variable Komponen 22. 23. 24. Kesesuaian antara tugas perkembangan dan materi bimbingan Indikator j. Perubahan dalam hal bertingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Manfaat layanan bimbingan di kelas e. Perubahan dalam hal adalah perubahanpemahaman diri perubahan posifit yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti layanan bimbingan di kelas Proporsional materi yang di laksanakan bimbingan dengan oleh guru bimbingan ragam bimbingan dan konseling di sekolah. f. Perubahan dalam hal membina hubungan dengan lingkungan sekitar Favorable Saya dapat bertanggung jawab atas perbuatan saya. Saya menaati peraturan sekolah dengan sepenuh hati. Saya bersedia menerima sanksi apabila melakukan kesalahan. Unfavorable Saya sulit bertanggung jawab atas perbuatan saya. Saya menaati peraturan sekolah karena di paksa dan takut di hukum. Saya menolak menerima sanksi walaupun melakukan kesalahan. Saya bingung dengan perubahan Saya semakin memahami perubahan fisik/perasaan yang terjadi pada fisik/perasaan yang terjadi pada saya. saya. Saya semakin mampu menyiapkan diri Saya sulit menerima perubahan fisik untuk menerima perubahan fisik yang yang terjadi pada diri saya terjadi diri saya. Saya semakin mampu memperbaiki Saya sulit memperbaiki tingkah laku tingkah laku saya yang kurang baik. saya yang kurang baik Saya semakin bisa menerima Saya sulit menerima kelebihan dan kelebihan dan kekurangan saya. kekurangan saya. Saya menjadi lebih memahami cara- Saya sulit memahami cara-cara cara bergaul yang baik dengan teman bergaul yang baik dengan teman sebaya. sebaya. Saya menjadi dapat bersikap terbuka Saya bersikap tertutup dalam dalam bergaul dengan teman sebaya. bergaul dengan teman sebaya. Saya mengikuti teman-teman yang Saya dapat menghindari pengaruhmembawa pengaruh negatif kepada pengaruh negatif dari teman sebaya. saya Saya semakin memahami tanggung Saya acuh tak acuh tanggung jawab jawab dan konsekuensi dari dan konsekuensi dari melaksanakan melaksanakan atau melalaikan tugas dan melalaikan tugas sekolah sekolah.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 3 No. 71 Variable Komponen Indikator 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. g. Perubahan dalam hal belajar yang efektif Proporsional materi bimbingan dengan ragam bimbingan Manfaat layanan bimbingan di kelas adalah perubahanperubahan posifit yang terjadi pada diri h. Perubahan dalam hal siswa setelah yang mengarah karier mengikuti layanan bimbingan di kelas yang di laksanakan oleh guru bimbingan a. Perubahan dalam hal dan konseling di terlibat pada sekolah. bimbingan di kelas Metode bimbingan yang kreatif dan inovatif b. Perubahan dalam hal terlibat pada ice breaker bimbingan di kelas Favorable Saya semakin mampu mengatur waktu belajar dan bermain dengan baik. Saya semakin rajin mengulang dan mempelajari kembali pelajaran saya sudah terima di sekolah sepulang sekolah. Saya menjadi mampu memperbaiki cara belajar saya yang kurang baik. Unfavorable Saya lupa belajar dan asyik bermain. Saya malas mengulang dan memperlajari kembali pelajaran saya yang sudah di terima di sekolah sepulang sekolah Saya bingung bagaimana memperbaiki cara belajar saya yang kurang baik Saya acuh tak acuh dengan cara belajar saya yang sebetulnya kurang baik. Saya suka menunda-nunda mengerjakan tugas sekolah (PR) dan tugas rumah. Saya menjadi lebih tahu cara belajar yang tepat sesuai dengan kemampuan saya. Saya semakin mampu membuat urutan prioritas aktivitas sehari-hari yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Saya senang dan antusias mengikuti Saya malas mengikuti kegiatan kegiatan bimbingan dengan macambimbingan dan memilih untuk tidur macam permainan yang membuat di kelas. siswa-siswa aktif. Saya sangat bersemangat mengikuti kegiatan bimbingan karena selalu di berikan pertanyaan yang menuntut saya untuk berpikir. Saya menjadi segar kembali setelah mengikuti permainan-permainan di awal kegiatan bimbingan. Saya sangat senang dan menjadi tidak bosan setelah mengikuti permainan di sela-sela kegiatan bimbingan Saya lebih senang mengerjakan tugas pelajaran lain daripada mengikuti kegiatan bimbingan di kelas Saya menjadi malas mengikuti bimbingan di kelas dan hanya tertarik mengikuti permainan-permainan. Saya menjadi bosan ketika mengikuti permainan-permainan pada kegiatan bimbingan di kelas.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 3 No. 72 Variable Komponen Indikator 42. c. Perubahan dalam penggunaan metode bimbingan berupa permainan/role play 43. 44. 45. 46. Manfaat layanan Metode bimbingan bimbingan di kelas yang kreatif dan adalah perubahaninovatif perubahan posifit yang terjadi pada diri d. Perubahan dalam hal siswa setelah pengunaan metode mengikuti layanan bimbingan berupa bimbingan di kelas diskusi kelompok yang di laksanakan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah. 47. Pengelolaan kelas 48. Favorable Kegiatan bimbingan membuat saya mengerti tentang materi bimbingan. Kegiatan bimbingan membantu saya mengerti nilai-nilai kehidupan dengan cara mempraktekkannya melalui bermain peran (role play). Melalui diskusi dengan teman-teman saya semakin menyadari kelebihan teman-teman saya. Saya semakin mampu berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Saya semakin dapat melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik dan pembicara yang baik. Saya menjadi aktif bertanya untuk lebih memahami materi bimbingan Perubahan dalam lebih dalam. hal aktif dalam mengikuti Saya menjadi lebih memperhatikan bimbingan di kelas materi bimbingan agar dapat mengerti lebih baik. Unfavorable Kegiatan bimbingan belum sesuai dengan materi bimbingan sehingga membuat saya bingung Saya mengikuti bermain peran (role play) namun tanpa saya mengerti nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalam kegiatan tersebut. Melalui diskusi dengan temanteman, saya semakin bingung mengenal kelebihan teman-teman saya. Saya ikut di dalam diskusi kelompok namun saya diam saja. Saya malas menjadi pendengar dan pembicara ketika dalam diskusi kelompok. Saya malas bertanya dan memilih diam selama bimbingan di kelas berlangsung Saya lebih memilih mengobrol dengan teman sebangku saya daripada mendengarkan penjelasan guru BK

(93) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 73 Lampiran 3 No. Variable 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. Manfaat layanan bimbingan di kelas adalah perubahanperubahan posifit yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti layanan bimbingan di kelas yang di laksanakan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah. Komponen Indikator Favorable Saya antusias mengikuti kegiatan bimbingan dengan materi-materi yang c. Perubahan dalam hal disajikan oleh guru BK dalam slide penggunaan Ms. Power power point yang menarik. Point dalam Saya menjadi lebih paham karena slide menyampaikan materi powerpoint yang di tampilkan bimbingan menggunakan kata-kata yang dapat Penggunaan TI dalam saya mengerti. mendukung aktivitas Saya senang menonton film yang di bimbingan putar guru BK karena isi film itu memberikan banyak inspirasi untuk d. Perubahan dalam hal saya. penggunaan media Video/Film dalam Saya menjadi lebih bersemangat bimbingan di kelas mengikuti bimbingan karena guru BK memutarkan film-film yang mengajarkan saya tentang kehidupan. Saya menjadi berani ke ruang BK Manfaat yang untuk berkonsultasi ketika saya diperoleh siswa menghadapi masalah. c. Perubahan dalam hal (perubahanmenjadi lebih sadar Saya lebih menyadari masalah yang perubahan positif akan tantangan yang saya hadapi. yang dialami siswa dihadapi Saya dapat berdiskusi dengan temansebagai bentuk teman dengan penuh semangat manfaat) mengenai sesuatu hal. Unfavorable Saya malas mengikuti materi-materi bimbingan yang di sajikan oleh guru BK dalam slide powerpoint. Saya menjadi semakin sulit memahami materi bimbingan dari slide powerpoint karena kata-kata yang dipakai tidak saya mengerti. Saya malas menonton film yang diputarkan oleh guru BK karena saya tidak tahu apa isi cerita film tersebut. Saya hanya senang mengikuti bimbingan kalau guru BK memutarkan film karena hal itu berarti saya tidak belajar. Saya enggan memasuki ruang guru BK untuk berkonsultasi Saya tidak tahu apa yang menjadi masalah saya saat ini Saya malas berdiskusi dengan teman-teman saya mengenai suatu hal.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 74 Lampiran 3 No. Variable Komponen Indikator 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. Manfaat layanan bimbingan di kelas adalah perubahanperubahan posifit yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti layanan bimbingan di kelas yang di laksanakan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah. Manfaat diperoleh (perubahanperubahan yang dialami sebagai manfaat) yang siswa positif siswa bentuk Perubahan dalam hal menjadi lebih sadar akan tantangan yang dihadapi d. Perubahan dalam hal Merasa tertolong untuk mengatasi suatu masalah yang di rasa sulit Favorable Saya semakin berani menyelesaikan konflik saya dengan baik. Saya dapat menerima pendapat orang lain dengan senang hati. Saya semakin dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan saya. Saya menjadi memiliki lebih banyak teman. Materi bimbingan sangat sesuai dengan keadaan saya saat ini. Saya menjadi mampu mengatasi permasalahan saya sendiri. Saya dapat membantu teman yang sedang mengalami kesulitan. Unfavorable Saya menyalahkan orang lain setiap kali mendapatkan konflik. Saya menerima pendapat orang lain dengan marah-marah. Saya marah karena pendapat orang lain berbeda dengan saya Saya hanya memilih teman yang saya sukai saja. Materi bimbingan tidak sesuai dengan umur saya. Saya memilih untuk menghindari setiap kali ada masalah. Saya pura-pura tidak tahu ketika teman memiliki masalah Saya lebih senang melakukan Saya menjadi lebih mampu pekerjaan sendiri dari pada bersama bekerjasama dengan orang lain. teman-teman.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 68 75 Kuesioner M Manfaat Layanan Bimbingan Di Kela elas Identitas Diri: Kelas : Jenis Kelamin in :L/P (coret yang tidak perlu)

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 76 Kuesioner Manfaat Layanan Bimbingan Di Kelas Adik-adik yang terkasih, Berikut ini akan disajikan kuesioner yang berisi beberapa pernyataan yang bertujuan untuk mengetahui pandangan atau pendapat Anda terhadap manfaat layanan bimbingan di kelas. Manfaat ini Anda peroleh setelah Anda menerima materi-materi bimbingan yang diberikan oleh guru BK Anda di sekolah ini. Oleh karena itu, peneliti meminta kesediaan Anda untuk menjawabnya dengan jujur dan sesuai dengan pengalaman Anda yang sebenarnya. Petunjuk: 1. Isilah Kelas, Jenis Kelamin pada tempat yang telah di sediakan. 2. Tidak perlu mencantumkan atau menuliskan nama Anda sehingga *kerahasiaan Anda tetap terjamin. 3. Bacalah pernyataan dengan teliti, kemudian berikan tanda centang ( ) pada kolom alternatif jawaban yang Anda pilih. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut: a. Sangat Sesuai (SS) b. Sesuai (S) c. Tidak Sesuai (TS) d. Sangat Tidak Sesuai (STS) Contoh: No. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? 1. Saya mampu bersikap tolerasi dengan teman sebaya Alternatif Jawaban SS S TS STS 4. Jika ada yang kurang jelas atau ada pertanyaan, silakan Anda bertanya kepada peneliti. 5. Jawablah semua pernyataan berikut dan periksa kembali jawaban Anda sebelum di kumpulkan. Terima kasih atas kesediaan Anda mengerjakan Kuesioner ini ☺ ☺

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? 77 Alternatif Jawaban SS 1. Saya semakin mampu mengatur waktu belajar dan bermain dengan baik. 2. Saya semakin mampu memperbaiki tingkah laku saya yang kurang baik. 3. 4. 5. 6. 7. Saya pura-pura tidak tahu ketika teman memiliki masalah. Saya semakin memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari melaksanakan atau melalaikan tugas sekolah. Saya acuh tak acuh terhadap macam-macam emosi yang pernah saya alami. Kegiatan bimbingan belum sesuai dengan materi bimbingan sehingga membuat saya bingung. Saya menjadi bosan ketika mengikuti permainan-permainan pada kegiatan bimbingan di kelas. 8. Saya sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah saya. 9. Saya menyalahkan orang lain setiap kali mendapatkan konflik. 10. Saya semakin dapat memilih ekstrakurikuler sekolah yang saya minati 11. 12. 13. 14. 15. Saya menjadi semakin sulit memahami materi bimbingan dari slide powerpoint karena kata-kata yang dipakai tidak saya mengerti. Saya mengikuti teman-teman yang membawa pengaruh negatif kepada saya. Saya sangat bersemangat mengikuti kegiatan bimbingan karena selalu di berikan pertanyaan yang menuntut saya untuk berpikir. Saya menaati peraturan sekolah karena di paksa dan takut di hukum. Saya menjadi berani ke ruang BK untuk berkonsultasi ketika saya menghadapi masalah. 16. Saya sulit menjaga persahabatan saya dengan teman sebaya saya. 17. Saya dapat mengatakan ketidak setujuan terhadap pendapat orang lain tanpa membuatnya tersinggung atau marah. 18. Saya dapat diterima oleh teman saya ketika membentuk kelompok. 19. Saya lebih memilih mengobrol dengan teman sebangku saya daripada mendengarkan penjelasan guru BK. S TS STS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? 20. Saya menjadi mampu memperbaiki cara belajar saya yang kurang baik. 21. Saya malas berdiskusi dengan teman-teman saya mengenai suatu hal. 22. 23. Saya membantu guru ketika guru sedang mengalami kesulitan membawa barang ke kelas. Kegiatan bimbingan membantu saya mengerti nilai-nilai kehidupan dengan cara mempraktekkannya melalui bermain peran (role play). 24. Saya sulit menerima perubahan fisik yang terjadi pada diri saya. 25. Saya dapat menerima dan tidak membeda-bedakan teman saya di kelas. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Saya menjadi dapat bersikap terbuka dalam bergaul dengan teman sebaya. Saya sulit mengendalikan perasaan saya, baik itu marah, sedih, gembira terhadap situasi tertentu. Saya menjadi mampu mengatasi permasalahan saya sendiri. Saya senang menonton film yang di putar guru BK karena isi film itu memberikan banyak inspirasi untuk saya. Saya menjadi aktif bertanya untuk lebih memahami materi bimbingan lebih dalam. Saya malu berteman dengan teman lawan jenis. Saya menjadi segar kembali setelah mengikuti permainan-permainan di awal kegiatan bimbingan. 33. Saya lebih menyadari masalah yang saya hadapi. 34. Saya semakin mampu berpartisipasi dalam diskusi kelompok. 35. Saya merasa minder dengan keadaan saya yang seperti ini. 36. Saya antusias mengikuti kegiatan bimbingan dengan materi-materi yang disajikan oleh guru BK dalam slide power point yang menarik. 37. Saya sulit menyesuaikan diri dengan keadaan baru. 38. Saya semakin bisa menerima kelebihan dan kekurangan saya. 78 Alternatif Jawaban SS S TS STS

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. 39. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? Saya malas menjadi pendengar dan pembicara ketika dalam diskusi kelompok. 40. Materi bimbingan sangat sesuai dengan keadaan saya saat ini. 41. Saya dapat bergaul dengan teman sebaya saya. 42. Saya pesimis dengan kemampuan yang saya miliki. 43. Saya dapat bertanggung jawab atas perbuatan saya. 44. 45. 46. Saya menjadi lebih memahami cara-cara bergaul yang baik dengan teman sebaya. Saya hanya senang mengikuti bimbingan kalau guru BK memutarkan film karena hal itu berarti saya tidak belajar. Saya semakin mampu untuk berbicara di depan umum. Saya semakin tertarik untuk mengenal macam-macam emosi yang 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. pernah saya alami. Saya malas mengikuti kegiatan bimbingan dan memilih untuk tidur di kelas. Saya malas mengulang dan mempelajari kembali pelajaran saya yang sudah di terima di sekolah sepulang sekolah. Saya menerima pendapat orang lain dengan marah-marah. Saya membentuk kelompok sendiri karena saya tidak diterima oleh teman-teman. Saya semakin berani menyelesaikan konflik saya dengan baik. Saya menunggu orang lain dulu untuk minta maaf kepada saya walaupun saya melakukan kesalahan. Saya semakin memahami perubahan fisik/perasaan yang terjadi pada saya. Saya suka terlambat sekolah dan bolos sekolah. 79 Alternatif Jawaban SS S TS STS

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? Saya masih meminta bantuan orangtua saya dan ikut teman untuk mengambil keputusan. Saya menolak menerima sanksi walaupun saya melakukan kesalahan. Saya sangat senang dan menjadi tidak bosan setelah mengikuti permainan di sela-sela kegiatan bimbingan. Saya pura-pura tidak tahu ketika guru sedang mengalami kesulitan membawa barang ke kelas. Saya malu berkomunikasi dengan orang lain. Melalui diskusi dengan teman-teman, saya semakin bingung mengenal kelebihan teman-teman saya. Saya semakin mampu menjaga persahabatan saya dengan teman sebaya. Saya suka menunda-nunda mengerjakan tugas sekolah (PR) dan tugas rumah. Saya bingung bagaimana memperbaiki cara belajar saya yang kurang baik. Saya menjadi memiliki lebih banyak teman. Saya malas menonton film yang diputarkan oleh guru BK karena saya tidak tahu apa isi cerita film tersebut. Saya mengikuti bermain peran (role play) namun tanpa saya mengerti nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalam kegiatan tersebut. 68. Saya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah saya. 69. Saya bersikap tertutup dalam bergaul dengan teman sebaya. 70. Saya sulit menerima kelebihan dan kekurangan saya. 71. Saya dapat membantu teman yang sedang mengalami kesulitan. 72. Saya sulit memperbaiki tingkah laku saya yang kurang baik. 73. Saya marah karena pendapat orang lain berbeda dengan saya. 74 Saya semakin mengenal kemampuan yang saya miliki. 80 Alternatif Jawaban SS S TS STS

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. 75. 76. 77. 78. 79. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? Saya semakin mampu untuk mengendalikan perasaan saya, baik itu marah, sedih, gembira terhadap situasi tertentu. Saya ikut di dalam diskusi kelompok namun saya diam saja. Saya dapat berdiskusi dengan teman-teman dengan penuh semangat mengenai sesuatu hal. Saya enggan memasuki ruang guru BK untuk berkonsultasi. Saya acuh tak acuh dengan tanggung jawab dan konsekuensi dari melaksanakan dan melalaikan tugas sekolah. 80. Saya dapat menerima diri saya apa adanya. 81. Saya menghindari guru-guru di sekolah setiap kali bertemu. 82. 83. 84. 85. 86. 87. Saya malas bertanya dan memilih diam selama bimbingan di kelas berlangsung. Saya menjadi lebih bersemangat mengikuti bimbingan karena guru BK memutarkan film-film yang mengajarkan saya tentang kehidupan. Saya lupa belajar dan asyik bermain. Saya semakin mampu menyiapkan diri untuk menerima perubahan fisik yang terjadi pada diri saya. Saya memilih untuk menghindari setiap kali ada masalah. Saya acuh tak acuh dengan cara belajar saya yang sebetulnya kurang baik. 88. Saya menjadi lebih mampu bekerjasama dengan orang lain. 89. Saya malu berbicara di depan umum. 90. 91. 92. Saya lebih senang mengerjakan tugas pelajaran lain daripada mengikuti kegiatan bimbingan di kelas. Saya menjadi malas mengikuti bimbingan di kelas dan hanya tertarik mengikuti permainan-permainan. Saya menaati peraturan sekolah dengan sepenuh hati. 81 Alternatif Jawaban SS S TS STS

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. 93. 94. Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? Saya mengatakan “Ya” terhadap pendapat orang lain walaupun sebenarnya saya tidak setuju. Saya semakin dapat bersikap disiplin dan patuh terhadap tata tertib sekolah. 95. Saya bersedia menerima sanksi apabila saya melakukan kesalahan. 96. Saya ragu-ragu untuk mengenal kemampuan yang saya miliki. 97. Saya dapat menghindari pengaruh-pengaruh negatif dari teman sebaya. 98. 99. 100. 101. Melalui diskusi dengan teman-teman saya semakin menyadari kelebihan teman-teman saya. Saya ikut-ikutan teman dalam memilih ekstrakurikuler di sekolah. Saya menjadi lebih paham karena slide powerpoint yang di tampilkan menggunakan kata-kata yang dapat saya mengerti. Saya semakin rajin mengulang dan mempelajari kembali pelajaran saya sudah terima di sekolah sepulang sekolah. 102. Saya hanya memilih teman yang saya sukai saja. 103. Kegiatan bimbingan membuat saya mengerti tentang materi bimbingan. 104. Saya dapat menerima pendapat orang lain dengan senang hati. 105. 106. Saya hanya bergaul dengan beberapa teman sebaya saja. Saya senang dan antusias mengikuti kegiatan bimbingan dengan macam-macam permainan yang membuat siswa-siswa aktif. 107. Materi bimbingan tidak sesuai dengan umur saya. 108. 109. 110. Saya semakin mampu mengakui dan meminta maaf secara tulus ketika saya melakukan kesalahan. Saya memilih-milih teman karena saya tidak cocok dengan banyak teman. Saya semakin mampu membuat urutan prioritas aktivitas saya seharihari yang harus saya dikerjakan terlebih dahulu. 82 Alternatif Jawaban SS S TS STS

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 No. 83 Seberapa sesuai pernyataan dibawah ini pada diri Anda? 111. Saya dapat bergaul dengan teman lawan jenis. 112. Saya bingung dengan perubahan fisik/perasaan yang terjadi pada saya. 113. 114. Saya semakin dapat melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik dan pembicara yang baik. Saya menjadi lebih tahu cara belajar yang tepat sesuai dengan kemampuan saya. 115. Saya menjadi semakin yakin akan kemampuan saya sendiri. 116. Saya malas mengikuti materi-materi bimbingan yang di sajikan oleh guru BK dalam slide powerpoint. 117. Saya semakin mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru. 118. Saya semakin dapat membuat keputusan atas kehendak sendiri. 119. Saya menjadi lebih memperhatikan materi bimbingan agar saya dapat mengerti lebih baik. 120. Saya sulit memahami cara-cara bergaul yang baik dengan teman sebaya. 121. Saya semakin lancar berkomunikasi dengan orang lain. 122. Saya lebih senang melakukan pekerjaan sendiri dari pada bersama teman-teman. 123. Saya menyapa setiap kali bertemu dengan guru-guru di sekolah. 124. Saya sulit bertanggung jawab atas perbuatan saya. 125. Saya semakin dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan saya. 126. Saya tidak tahu apa yang menjadi masalah saya saat ini. Terima Kasih adik-adik yang terkasih.. (^_^) Alternatif Jawaban SS S TS STS

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 No Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 84 UJI VALIDITAS KOMPONEN 1 Kesesuaian Antara Kebutuhan dan Materi Bimbingan Correlations Value Pearson Correlation 0,355** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,385** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,545** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,289** Sig. (2-tailed) .002 N 113 Pearson Correlation 0,456** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,383** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,306** Sig. (2-tailed) .001 N 113 Pearson Correlation 0,271** Sig. (2-tailed) .004 N 113 Pearson Correlation 0,482** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,310** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,578** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0.037 Sig. (2-tailed) .694 N 113 Pearson Correlation 0,347** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,442** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,524** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Pearson Correlation 0,258** Sig. (2-tailed) .006 N 113 Pearson Correlation 0.157 Sig. (2-tailed) .097 N 113 Pearson Correlation 0,461** Sig. (2-tailed) .000 N 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Keterangan Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 85 UJI VALIDITAS KOMPONEN 2 Kesesuaian Antara Tugas Perkembangan dan Materi Bimbingan Correlations No Item Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Value 0,426** .000 113 0,539** .000 113 0,514** .000 113 0,185* .050 113 0,187* .047 113 0,197* .036 113 0,314** .001 113 0,340** .000 113 0.094 .321 113 0,359** .000 113 0.126 .183 113 0,326** .000 113 0,318** .001 113 0,456** .000 113 0,461** .000 113 Keterangan Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 86 UJI VALIDITAS KOMPONEN 2 Kesesuaian Antara Tugas Perkembangan dan Materi Bimbingan Correlations No Item Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Item 38 Item 39 Item 40 Item 41 Item 42 Item 43 Item 44 Item 45 Item 46 Item 47 Item 48 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Value 0,479** .000 113 0,409** .000 113 0.146 .123 113 0,243** .009 113 0,349** .000 113 0,342** .000 113 0,185* .050 113 0,257** .006 113 0,303** .001 113 0,358** .001 113 0,293** .002 113 0,356** .000 113 0,395** .000 113 0.163 .084 113 0,381** .694 113 Keterangan Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 87 UJI VALIDITAS KOMPONEN 3 Proporsional Materi Bimbingan dengan Ragam Bimbingan Correlations No Item Item 49 Item 50 Item 51 Item 52 Item 53 Item 54 Item 55 Item 56 Item 57 Item 58 Item 59 Item 60 Item 61 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Value 0,425** .000 113 0,414** .000 113 0.158 .094 113 0,411** .000 113 0,277** .003 113 0,353** .000 113 0,296** .001 113 0,337** .000 113 0,223* .018 113 0,455** .000 113 0,394** .000 113 0,484** .000 113 0,385** .000 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Keterangan Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 88 UJI VALIDITAS KOMPONEN 3 Proporsional Materi Bimbingan dengan Ragam Bimbingan Correlations No Item Item 62 Item 63 Item 64 Item 65 Item 66 Item 67 Item 68 Item 69 Item 70 Item 71 Item 72 Item 73 Item 74 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Value 0,286** .002 113 0.159 .093 113 0,361** .000 113 0,311** .001 113 0,424** .000 113 0,468** .000 113 0,191* .042 113 0,529** .000 113 0,449** .000 113 0,442** .000 113 0,392** .000 113 0,302** .001 113 0,426** .002 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Keterangan Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 89 UJI VALIDITAS KOMPONEN 4 Metode Bimbingan yang Kreatif dan Inovatif Correlations No Item Item 75 Item 76 Item 77 Item 78 Item 79 Item 80 Item 81 Item 82 Item 83 Item 84 Item 85 Item 86 Item 87 Item 88 Item 89 Item 90 Item 91 Item 92 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Value 0,330** .000 113 0,385** .000 113 0,490** .000 113 0,433** .000 113 0,332** .000 113 0,321** .001 113 0,453** .000 113 0,377** .000 113 0,528** .000 113 0,406** .000 113 0,406** .000 113 0,521** .000 113 0,272** .004 113 0,217* .021 113 0,334** .000 113 0,349** .000 113 0,423** .000 113 0,398** .000 113 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 90 UJI VALIDITAS KOMPONEN 5 Pengelolaan Kelas Correlations No Item Item 93 Item 94 Item 95 Item 96 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Value 0,623** .000 113 0,608** .000 113 0,639** .000 113 0,567** .000 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Keterangan Valid Valid Valid Valid

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 91 UJI VALIDITAS KOMPONEN 6 Penggunaan TI dalam Mendukung Aktivitas Bimbingan di Kelas Correlations No Item Item 97 Item 98 Item 99 Item 100 Item 101 Item 102 Item 103 Item 104 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Value 0,475** .000 113 0,517** .000 113 0,507** .000 113 0,319** .001 113 0,327** .000 113 0,318** .001 113 0,579** .000 113 0,362** .000 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 UJI VALIDITAS KOMPONEN 7 Manfaat yang Diperoleh siswa (Perubahan-perubahan positif yang dialamin siswa sebagai bentuk manfaat) Correlations No Item Value Keterangan Pearson Correlation 0.129 Item 105 Sig. (2-tailed) .174 Tidak Valid N 113 Pearson Correlation 0,322** Item 106 Sig. (2-tailed) .001 Valid N 113 Pearson Correlation 0,363** Item 107 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,300** Item 108 Sig. (2-tailed) .001 Valid N 113 Pearson Correlation 0,442** Item 109 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,224* Item 110 Sig. (2-tailed) .017 Tidak Valid N 113 Pearson Correlation 0,329** Item 111 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,209* Item 112 Sig. (2-tailed) .027 Tidak Valid N 113 Pearson Correlation 0.090 Item 113 Sig. (2-tailed) .342 Tidak Valid N 113 Pearson Correlation 0,343** Item 114 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,363** Item 115 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 92

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 UJI VALIDITAS KOMPONEN 7 Manfaat yang Diperoleh siswa (Perubahan-perubahan positif yang dialamin siswa sebagai bentuk manfaat) Correlations No Item Value Keterangan Pearson Correlation 0,467** Item 116 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,216* Item 117 Sig. (2-tailed) .022 Tidak Valid N 113 Pearson Correlation 0,348** Item 118 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,195* Item 119 Sig. (2-tailed) .038 Tidak Valid N 113 Pearson Correlation 0,393** Item 120 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,378** Item 121 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,537** Item 122 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,389** Item 123 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,506** Item 124 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,350** Item 125 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Pearson Correlation 0,535** Item 126 Sig. (2-tailed) .000 Valid N 113 Ket: **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 93

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 94 UJI RELIABILITAS Sebelum Uji Validitas Scale: ALL VARIABLES RELIABILITY /VARIABLES=VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 VAR00044 VAR00045 VAR00046 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 VAR00051 VAR00052 VAR00053 VAR00054 VAR00055 VAR00056 VAR00057 VAR00058 VAR00059 VAR00060 VAR00061 VAR00062 VAR00063 VAR00064 VAR00065 VAR00066 VAR00067 VAR00068 VAR00069 VAR00070 VAR00071 VAR00072 VAR00073 VAR00074 VAR00075 VAR00076 VAR00077 VAR00078 VAR00079 VAR00080 VAR00081 VAR00082 VAR00083 VAR00084 VAR00085 VAR00086 VAR00087 VAR00088 VAR00089 VAR00090 VAR00091 VAR00092 VAR00093 VAR00094 VAR00095 VAR00096 VAR00097 VAR00098 VAR00099 VAR00100 VAR00101 VAR00102 VAR00103 VAR00104 VAR00105 VAR00106 VAR00107 VAR00108 VAR00109 VAR00110 VAR00111 VAR00112 VAR00113 VAR00114 VAR00115 VAR00116 VAR00117 VAR00118 VAR00119 VAR00120 VAR00121 VAR00122 VAR00123 VAR00124 VAR00125 VAR00126 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 7 UJI RELIABILITAS Sesudah Uji Validitas Scale: ALL VARIABLES RELIABILITY /VARIABLES=VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 VAR00044 VAR00045 VAR00046 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 VAR00051 VAR00052 VAR00053 VAR00054 VAR00055 VAR00056 VAR00057 VAR00058 VAR00059 VAR00060 VAR00061 VAR00062 VAR00063 VAR00064 VAR00065 VAR00066 VAR00067 VAR00068 VAR00069 VAR00070 VAR00071 VAR00072 VAR00073 VAR00074 VAR00075 VAR00076 VAR00077 VAR00078 VAR00079 VAR00080 VAR00081 VAR00082 VAR00083 VAR00084 VAR00085 VAR00086 VAR00087 VAR00088 VAR00089 VAR00090 VAR00091 VAR00092 VAR00093 VAR00094 VAR00095 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 96 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian

(117) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 97 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian

(118) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 98 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian

(119) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 8 99 Tabulasi Data Penelitian

(120) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 100 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian

(121) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 8 101 Tabulasi Data Penelitian

(122) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 102 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian

(123) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 103 Lampiran 8 Tabulasi Data Penelitian

(124)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP AR-RAHMAN MEDAN HELVETIA TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
2
20
EVALUASI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DI KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 1 MLATI TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
0
235
1 PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KARIR KELAS VII SMP NEGERI 6 PONTIANAK
0
0
9
PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING SISWA KELAS VII A DI SMP PIRI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014
1
1
10
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN SKRIPSI
0
0
115
PERSEPSI SISWI KELAS XI SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20072008 TENTANG MANFAAT PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
0
0
96
KEGUNAAN KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR MENURUT SISWA-SISWI KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR I YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009
0
0
80
TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010
0
0
113
TINGKAT KEBIASAAN BELAJAR PARA SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR KLASIKAL
0
0
86
PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010 2011 TENTANG MANFAAT PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
0
0
121
PERSEPSI PARA SISWA KELAS XI SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA, SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA, DAN SMA BOPKRI BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA TERHADAP LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL SELAMA TAHUN AJARAN 20092010
0
0
125
DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PARA SISWA-SISWI KELAS XI SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20112012 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI
0
0
95
DESKRIPSI PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 TERHADAP MANFAAT RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBUATAN MEDIA BIMBINGAN Skripsi
0
0
152
DESKRIPSI KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN PROGRAM BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK PENGEMBANGAN KONSEP DIRI SISWA SKRIPSI
0
0
98
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progra
0
1
96
Show more