PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI

Gratis

0
0
160
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Alberta Ratna Primastuti 101134031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 0 ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Tugas akhir ini kupersembahkan untuk :  Tuhan Yesus yang selalu membimbing dan mendampingi setiap langkahku..  Kedua orang tuaku Yustinus Laurentius Suyatno dan Maria Magdalena Juliati “Thanks for everything, you’re my heroes. And there is no reason to make you proud of me”  Adikku Bernadus Beni Ardiyatno dan Cyrillus Febi Prihantara “Ini untuk kalian..”  Wedha Adji Laksana “Bagiku kamu adalah awal yang tidak pernah akan berakhir. Life start here ! ” iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22) “Education is the most powerful weapon we can us to change the world.” (Nelson Mandela) “There is no substitute for hard work.” (Thomas Edison) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN Alberta Ratna Primastuti Universitas Sanata Dharma 2014 Guru merupakan penentu bagi siswa dalam sebuah kegiatan belajar mengajar dikelas. Pembelajaran yang menarik bagi siswa ketika guru menghadirkan media yang menarik. Namun, sebagian besar belum memanfaatkannya secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media pembelajaran timeline terhadap siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental tipe Non-Equivalent Control Group Design, Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Sorowajan. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VA sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonrandom. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal evaluasi sebagai pretest dan posttest, data diolah menggunakan program komputer SPSS 16.0 for Windows dengan menggunakan tiga tahap dari kedua kelompok, yaitu uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, uji kenaikan skor, dan uji perbandingan skor posttest. Hasil penelitian ini adalah 1) terdapat perbedaan kemampuan mengingat yang signifikan atas penggunaan media pembelajaran timeline, hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed)< 0,05, yaitu 0,001. 2) terdapat perbedaan kemampuan memahami yang signifikan atas penggunaan media pembelajaran timeline, hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed)< 0,05, yaitu 0,044. Harga sig. (2-tailed)< 0,05, sehingga H0 ditolak dan Hi diterima . Kata kunci : Media Pembelajaran, Timeline, Kemampuan Mengingat, Kemampuan Memahami, Mata Pelajaran IPS. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ASBTRACT THE DIFFERENT OF ABILITY TO REMEMBER AND UNDERSTANDING ABOUT USING TIMELINE LEARNING MEDIA ON PROGRAM STUDY IPS FOR CLASS V KANISIUS SAROWAJAN ELEMENTARY SCHOOL Alberta Ratna Primastuti Sanata Dharma University 2014 Teacher is who person most determinant for student on studying in the class room. When the teacher have the great learning media, every student will interest for studying. But, most of teacher have not using this method maximally. This research is using for knowing about the different of ability to remember and understanding about using timeline learning media on program study IPS for class V Kanisius Sorowajan elementary school, year 2013/2014. The kind of research with using in this case is experimental Non-equivalent Control Group Design type, and the population for this research is class VA and VB Kanisius Sorowajan elementary school. Sample for this research is taken from 30 students of class VA as experimental class and 30 students of class VB as control class. For procedure collecting sample using nonrandom technique. For collecting data using evaluation test for pretest and posttest, then data processed using SPSS 16.0 for windows computer program which using three stage for two group there is prerequisite test and homogeneity test, increasing score test and comparison posttest. Result of this research is 1) be found the significant different aboutability to remember using timeline learning media. This is shown by value of sig (2-tailed) <0,05 is 0,01. 2) be found the significant different aboutability to understanding using timeline learning media. This is shown by value of sig (2-tailed)<0,05 is 0,044. Value of sig (2-tailed) <0,05 then H0 rejected and Hi accepted. Keyword : Learning Media, Timeline, Ability To Remember, Ability To Understanding, Program Study IPS. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kasih yang telah memberikan berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “Perbedaan Kemampuan Mengingat dan Memahami Atas Penggunaan Media Pembelajaran Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Siswa Kelas V SD Kanisius Sorowajan” sebagai salah satu syarat mendapat gelar sarjana Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini banyak pihak yang membantu, memberi motivasi, dan mendukung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta SJ., S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., Wakil Ketua Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing I yang memberikan bimbingan, masukan, kritik, saran, dan motivasi dalam menyelesaikan tugas akhir ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A., dosen pembimbing II yang senantiasa memberikan bimbingan, masukan, kritik, saran, pengalaman, dan motivasi dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 6. Suwardi, S.Pd., Kepala Sekolah SD Kanisius Sorowajan yang telah berkenan memberikan izin melaksanakan penelitian untuk tugas akhir ini. 7. G. Tri Teguh Rahayu, S.Pd. dan Vitus Gading Sasongko, S.Pd., guru kelas VA dan VB yang sudah bersedia membantu dan memudahkan penulis dalam melakukan penelitian. 8. Siswa siswi kelas VA dan VB yang sudah bersedia menjadi subyek penelitian. 9. Keluarga besar SD Kanisius Sorowajan, terima kasih atas doa dan dukungannya. 10. Seluruh dosen PGSD yang penuh kesabaran, mengajar, dan membagikan ilmu selama menempuh perkuliahan. 11. Staf sekretariat PGSD yang telah memudahkan penulis dalam mengurus administrasi. Terima kasih atas pelayanannya selama ini. 12. Bapak Yustinus Laurentius Suyatno dan Ibu Maria Magdalena Juliati, thank you for everything. Love you more than everythings. 13. My little brother Bernadus Beni Ardiyatno and Cyrillus Febi Prihantara, you are my spirit, Love you both ! 14. Wedha Adji Laksana, pendampingku yang luar biasa. Terima kasih untuk nasehat dan semangat untuk segera menyelesaikan tugas ini. Love you even more, Darl… xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. The best partner, Nia Pamungkas, Diannita terima kasih teman saling berbagi, Kathrin, Rinda together we can girls ! Suka duka dijalani bersama, never forget Bu guru… Teman-teman unyuku, Irene, Septi, Ria, kalian luar biasa. 16. Untuk sahabat kecilku Hilda Aldila, aku lulus Ndut. Thanks for everything. Teman-teman Kost tastiti, Kak Lucy, Sella, Citra, Erlin, Tya, Giska terima kasih atas kebersamaan, canda tawa, tempat berbagi. Thank you so much. 17. Teman seperjuangan, mahasiswa PGSD kelas A 2010, teman-teman kelompok payung Timeline, kita lulus teman-teman. Selamat berjuang dikehidupan selanjutnya Bapak Ibu Guru. 18. Semua pihak yang tak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih atas segala bantuan, dukungan, dan motivasi. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 10 Juni 2014 Penulis xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vii ABSTRAK .................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xix BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Batasan Masalah................................................................................ 5 C. Rumusan Masalah ............................................................................. 6 D. Tujuan Penelitian .............................................................................. 6 E. Manfaat Penelitian ............................................................................ 7 F. Definisi Operasional Variabel ........................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 10 A. Kajian Pustaka................................................................................... 10 1. Kemampuan Berpikir .................................................................. 10 a. Mengingat ............................................................................. 11 b. Memahami............................................................................. 12 2. Media Pembelajaran .................................................................... 13 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Media Pembelajaran Timeline ..................................................... 16 4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).................................................... 17 5. Karakteristik Siswa SD ............................................................... 20 B. Penelitian yang Relevan .................................................................... 21 C. Kerangka Berpikir ............................................................................. 24 D. Hipotesis Penelitian........................................................................... 25 BAB III METODE PENELITIAN................................................................ 26 A. Jenis Penelitian .................................................................................. 26 B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... 28 a. Tempat Penelitian........................................................................ 28 b. Waktu Penelitian ......................................................................... 29 C. Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................ 29 a. Populasi ....................................................................................... 29 b. Sampel ......................................................................................... 30 D. Variabel Penelitian ............................................................................ 31 E. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ............................................... 32 F. Instrumen Penelitian.......................................................................... 34 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ................................................. 36 a. Validitas ...................................................................................... 36 b. Reliabilitas .................................................................................. 39 H. Teknik Analisis Data ......................................................................... 40 I. Jadwal Penelitian............................................................................... 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 46 A. Deskripsi Data Penelitian .................................................................. 46 1. Deskripsi Data ............................................................................ 46 2. Deskripsi Pelaksanaan Pretest ..................................................... 48 3. Deskripsi Pelaksanaan Posttest ................................................... 49 B. Deskripsi Analisis Data ..................................................................... 50 1. Pretest ......................................................................................... 50 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Pretest Kelompok Eksperimen ............................................. 50 b. Pretest Kelompok Kontrol .................................................... 51 2. Posttest ........................................................................................ 52 a. Posttest Kelompok Eksperimen ............................................ 52 b. Posttest Kelompok kontrol.................................................... 53 C. Uji Prasyarat ...................................................................................... 54 1. Uji Normalitas ............................................................................. 54 2. Uji Homogenitas ......................................................................... 56 D. Uji Hipotesis ..................................................................................... 58 a. Uji kenaikan skor pretest ke posttest .......................................... 58 b. Uji perbandingan skor posttest .................................................... 63 E. Pembahasan ....................................................................................... 65 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 70 A. Kesimpulan ....................................................................................... 70 B. Keterbatasan ...................................................................................... 71 C. Saran .................................................................................................. 71 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 72 LAMPIRAN .................................................................................................. 75 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian......................................................... 35 Tabel 2. Hasil Uji Validitas Soal................................................................... 37 Tabel 3. Hasil Item Valid .............................................................................. 37 Tabel 4. Kriteria Koefisien Reliabilitas ........................................................ 40 Tabel 5. Hasil Reliabilitas ............................................................................. 40 Tabel 6. Jadwal Penelitian............................................................................. 44 Tabel 7. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengingat Kelas Eksperimen.............................................................................. 50 Tabel 8. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Memahami Kelas Eksperimen.............................................................................. 51 Tabel 9. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengingat Kelas Kontrol .................................................................................. 51 Tabel 10. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Memahami Kelas Kontrol .................................................................................. 52 Tabel 11. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengingat Kelas Eksperimen.............................................................................. 52 Tabel 12. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Memahami Kelas Eksperimen.............................................................................. 53 Tabel 13. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengingat Kelas Kontrol ................................................................................. 53 Tabel 14. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Memahami Kelas Kontrol ................................................................................. 53 Tabel 15. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingat ......... 55 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 16. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Kemampuan Memahami ........ 55 Tabel 17. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Mengingat ...... 57 Tabel 18. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Memahami ..... 58 Tabel 19. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat ....................................................................... 60 Tabel 20. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat ....................................................................... 62 Tabel 21. Rangkuman Hasil Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengingat ....................................................................... 64 Tabel 22. Rangkuman Hasil Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Memahami ..................................................................... 65 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline ........................................................ 17 Gambar 2. Literature Map Penelitian yang Relevan ....................................... 23 Gambar 3. Desain Penelitian ............................................................................ 28 Gambar 4. Hubungan Variabel Penelitian ....................................................... 32 Gambar 5. Grafik Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat ................................................................................... 61 Gambar 6. Grafik Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami .................................................................................. 63 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus Kelas Eksperimen ........................................................ 76 Lampiran 2. RPP Kelas Eksperimen ............................................................. 81 Lampiran 3. Silabus Kelas Kontrol ............................................................... 92 Lampiran 4. RPP Kelas Kontrol.................................................................... 97 Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa ................................................................. 107 Lampiran 6. Validitas Media ........................................................................ 110 Lampiran 7. Validitas Perangkat Pembelajaran ............................................ 112 Lampiran 8. Validitas Soal dari Guru ........................................................... 115 Lampiran 9. Validitas Soal oleh Siswa ......................................................... 117 Lampiran 10. Hasil Validitas Soal ................................................................ 119 Lampiran 11. Hasil Reliabilitas..................................................................... 122 Lampiran 12. Rekap Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen ...... 123 Lampiran 13. Rekap Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol ............. 124 Lampiran 14. Hasil Uji Normalitas ............................................................... 125 Lampiran 15. Hasil Uji Homogenitas ........................................................... 130 Lampiran 16. Hasil Uji Hipotesis ................................................................. 131 Lampiran 17. Surat Ijin Melakukan Penelitian ............................................. 135 Lampiran 18. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ...................... 136 Lampiran 19. Foto Penelitian Kelas Kontrol ................................................ 137 Lampiran 20. Foto Penelitian Kelas Eksperimen .......................................... 139 Lampiran 21. Daftar Riwayat Hidup ............................................................. 141 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I ini peneliti akan membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Sejak di dalam kandungan, kita sudah dibiasakan untuk belajar. Belajar dari hal yang kecil, salah satu contohnya adalah belajar mendengarkan lagu-lagu ataupun instrumen musik yang diputarkan oleh orang tua. Saat lahir sampai dengan saat ini, belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dan dilakukan setiap hari. Sebelum masuk dalam pendidikan formal, seorang anak sudah dibekali pengetahuan tentang kecakapan hidup secara sederhana oleh keluarga. Pengetahuan yang diberikan orang tua kepada anak disebut pendidikan informal. Dalam pendidikan tersebut anak belajar untuk mengembangkan dirinya, mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dalam perkembangan selanjutnya seorang anak menempuh pendidikan formal melalui sebuah lembaga pendidikan. 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Pendidikan adalah salah satu usaha untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran (Mudyahardjo, 2006:3). Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari peran seorang guru. Keberhasilan seorang siswa tidak terlepas dari bagaimana cara guru tersebut mengajarkan atau memberikan materi ajar untuk siswa. Cara mengajar guru yang hanya berpaku pada metode ceramah dan menyuruh siswa untuk mencatat tampaknya bukan lagi sebuah pembelajaran yang menarik bagi siswa. Guru juga tidak memberikan sumber lain dalam pembelajaran tersebut. Sumber-sumber belajar selain guru inilah yang disebut sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan atau diciptakan secara terencana oleh para guru atau pendidik, yang biasanya dikenal sebagai media pembelajaran (Munadi, 2010:7). Selain sebagai penyalur pesan ajar, media pembelajaran merupakan sebuah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna (Kustandi & Sutjipto, 2011:11). Media pembelajaran merupakan alat untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar (Munadi, 2010:5). Dengan menggunakan media pembelajaran kreativitas dan imajinasi siswa dapat berkembang dan meningkat. Oleh karena itu media pembelajaran memiliki peran penting untuk siswa, terutama siswa Sekolah Dasar. Karena dengan adanya media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, dapat meningkatkan perhatian

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 siswa terhadap materi ajar dan siswa akan mudah mengingat kemudian memahami materi ajar apa yang terkandung dalam media yang digunakan tersebut. Media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam mengingat dan memahami sangat berguna untuk siswa. Guru memberikan materi kepada siswa dengan tujuan agar siswa mampu menguasai suatu pengetahuan tertentu. Pengetahuan ada yang sifatnya hafalan dan ilmu pengetahuan yang selalu berkembang. Apabila guru memberikan pengetahuan yang sifatnya hafalan, kemampuan siswa dalam hal memahami sangat diperlukan. Memahami materi yang telah dipelajari dengan menggunakan media pembelajaran akan membuat siswa mengingatnya sampai jangka waktu yang panjang. Kenyataannya, sekarang ini masih banyak dijumpai guru-guru dengan cara mengajar dengan metode ceramah dan siswa hanya mencatat. Materi ajar yang diberikan hanya terpaku pada tulisan-tulisan yang ada di buku tanpa menggunakan sumber belajar yang lain. Alasan utama seorang guru tidak menyiapkan media pembelajaran adalah tidak memiliki waktu untuk menghadirkan ataupun membuat media pembelajaran. Alasan tersebut terkait juga dengan materi ajar yang akan disampaikan, guru merasa kesulitan untuk menentukan media pembelajaran apa yang akan digunakan terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, salah satunya mempelajari tentang Sejarah. Sejarah tentang

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Indonesia yang mungkin bagi siswa sudah tidak menarik lagi. Banyak siswa yang tidak menyukai mata pelajaran Sejarah, karena secara garis besar merupakan hafalan yang harus diingat oleh siswa. Dengan kegiatan membaca dan mendengarkan saja dalam setiap pembelajaran, membuat siswa malas mengingatnya dan bahkan tidak memahami mata pelajaran telah diterima, hal ini diketahui dari observasi yang dilakukan oleh peneliti. Hal seperti ini dapat menurunkan kognitif seorang siswa. Peneliti mengamati pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Kanisius Sorowajan yang disajikan oleh guru dalam bentuk ceramah. Berdasarkan pengamatan peneliti pada bulan Januari, siswa cenderung tidak mendengarkan saat guru menjelaskan mater pelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa yang tidak memuaskan, siswa juga tidak mampu menjawab pertanyaan lisan yang diberikan oleh guru setelah mendapatkan penjelasan. Siswa masih terlihat bingung dalam menjawab pertanyan dari guru, dan jawaban dari siswa belum sesuai dengan yang diinginkan oleh guru. Hal tersebut disebabkan oleh kemampuan mengingat siswa yang masih sangat kurang. Di samping kemampuan mengingat yang masih kurang, kemampuan memahami siswa juga terlihat sangat kurang. Dalam menjawab pertanyaan dari guru, siswa masih kembali lagi bertanya pada guru tentang pertanyaan tersebut. Dari hasil pengamatan terbukti bahwa kemampuan berpikir siswa dalam hal mengingat dan memahami terlihat sangat kurang.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Sebagai seorang guru yang merupakan faktor utama penunjang keberhasilan siswa, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi ajar kepada siswa. Kegiatan pembelajaran hendaknya dibuat semenarik mungkin, siswa ikut diaktifkan dalam pembelajaran, kegiatan pembelajaran tidak harus berada di ruang kelas, dan yang paling utama adalah guru mampu menghadirkan media pembelajaran kepada siswa sebagai sumber belajarnya. Dengan menghadirkan media pembelajaran, guru dapat memotivasi siswa untuk belajar dan materi ajar yang disampaikan dapat bermakna bagi siswa, sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahami. Penelitian ini memilih judul Perbedaan Penggunaan Media Timeline terhadap Kemampuan Mengingat dan Memahami pada Mata Pelajaran IPS khususnya Sejarah untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Alasan peneliti memilih judul ini karena peneliti melihat banyak guru yang belum memanfaatkan media pembelajaran pada mata pelajaran IPS yang membuat kemampuan mengingat dan memahami siswa rendah, khususnya pelajaran Sejarah. B. Batasan Masalah Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang mempelajari Sejarah untuk kelas V Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi (SK) 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia dan Kompetensi Dasar (KD) 2.3. Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memproklamasikan kemerdekaan serta materi Proklamasi 6 Kemerdekaan. Pembelajaran akan menggunakan media pembelajaran timeline. Kemampuan berpikir yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemampuan mengingat dan memahami. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apakah ada perbedaankemampuan mengingat atas penggunaan media pembelajarantimelinepada mata pelajaran IPS untuk pada kelas V SD Kanisius Sorowajan ? 2. Apakah ada perbedaankemampuan memahami atas penggunaan media pembelajarantimelinepada mata pelajaran IPS untuk pada kelas V SD Kanisius Sorowajan ? D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yang akan dicapai oleh peneliti adalah : 1. Mengetahuiperbedaankemampuan mengingat atas penggunaan media pembelajarantimelinepada mata pelajaran IPS untuk pada kelas V SD Kanisius Sorowajan.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 2. Mengetahui perbedaankemampuan memahami atas penggunaan media pembelajarantimelinepada mata pelajaran IPS untuk pada kelas V SD Kanisius Sorowajan. E. Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini diharapkan memberikan manfaat, baik manfaat secara teoritis dan manfaat praktis. Adapun manfaat yang diharapkan akan tercapai adalah : 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkandapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap perkembangan ilmu pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran, mengenai perbedaan penggunaan media pembelajaran timeline terhadap kemampuan mengingat dan memahami untuk siswa kelas V sekolah dasar. Selain itu juga dapat dijadikan bahan kajian dan pengembangan lebih lanjut untuk penelitian selanjutnya. 2. Manfaat Praktis a. Bagi sekolah Penelitian ini diharapkan agar sekolah lebih meningkatkan penggunaan media pembelajaran secara optimal.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 b. Bagi guru Penelitian ini diharapkan menambah kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik bagi siswa agar kemampuan mengingat dan memahami siswa berkembang. c. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi peneliti yang lain tentang penggunaan media pembelajaran dan kemampuan mengingat dan memahami siswa kelas V sekolah dasar. F. Definisi Operasional Variabel Penelitian Untuk menghindari pengertian yang berbeda-beda terhadap istilah dalam judul penelitian ini, maka peneliti menjelaskan definisi operasional pada masingmasing variabel. a. Penggunaan media Penggunaan media pembelajaran pembelajaran timeline timeline (variabel independen). adalah pembelajaran menggunakan alat untuk menyampaikan pesan ajar kepada siswa untuk mempermudah memahami pelajaran yang menggambarkan hubungan antara peristiwa dan waktu yang materi pembelajarannya disajikan dalam bagan secara kronologis. b. Kemampuan mengingat (variabel dependen). Kemampuan mengingat adalah kemampuan seseorang mengambil kembali pengetahuannya yang disimpan dalam memorinya.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 c. Kemampuan memahami (variabel dependen). Kemampuan memahami adalah kemampuan seseorang untuk mengerti secara pasti tentang pengetahuan yang sudah diterimanya dan menerapkan pengetahuannya tersebut.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 BAB II LANDASAN TEORI Bab II ini peneliti akan membahas kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Dalam kajian pustaka, peneliti akan membahas teori-teori yang mendukung penelitian ini. 1. Kemampuan berpikir Kemampuan berpikir merupakan suatu kemampuan jiwa untuk meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan yang dimiliki (Djamarah dan Aswan, 2010:34). Berpikir adalah proses menghasilkan representasi mental yang baru melalui transformasi informasi yang melibatkan interaksi secara komplek antara atribut-atribut mental seperti, penilaian, abstraksi, penalaran, imajinasi, dan pemecahan masalah (Suharnan, 2005:281). Berdasarkan dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa berpikir adalah suatu kemampuan kognitif manusia

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 yang cukup kompleks untuk meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan yang dimiliki. Kemampuan berpikir pada seorang anak memiliki tahapan-tahapan sesuai dengan karakteristik anak. Piaget dalam Wahyudin dan Agustin (2011:22) mengatakan bahwa anak yang berusia antara 7-12 tahun sedang berada pada fase operasional konkret, dimana kemampuan anak dalam berpikir logis telah berkembang dengan adanya obyek konkret sebagai sumber untuk berpikir logis. Pada tahap ini, cara berpikir anak masih terbatas dan berdasarkan sesuatu yang konkret. Kemampuan berpikir yang akan dibahas oleh penelitian ini adalah kemampuan berpikir siswa pada tahapan proses kognitif. Dimensi proses kognitif menurut taksonomi Bloom dibagi menjadi enam kategori tahapan, yaitu : mengingat, memahami, menganalisis, mengaplikasi, mengevaluasi, dan mencipta (Anderson dan Krathwohl, 2010:99), namun dalam penelitian ini hanya akan dibahas proses kognitif mengingat dan memahami. a. Mengingat Mengingat adalah mendapatkan kembali atau pengembalian pengetahuan relevan yang tersimpan dari memori jangka panjang (Kuswana, 2012:45). Ahli yang lain berpendapat mengingat adalah

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang. Pengetahuan yang dibutuhkan adalah pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, atau metakognitif atau kombinasi dari beberapa pengetahuan ini (Anderson dan Krathwohl, 2010:99). Definisi lain dari mengingat adalah proses menyimpan atau pemeliharaan informasi di sepanjang waktu (Suharnan, 2005:67). KBBI (2014) mengemukakan mengingat adalah kemampuan untuk menyimpan sesuatu yang pernah diketahui, dipahami, atau dipelajari. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa mengingat adalah kemampuan seseorang untuk mengambil kembali pengetahuan yang telah disimpan dalam memori jangka panjangnya. b. Memahami Memahami adalah membangun pengertian dari pesan pembelajaran yang mencakup oral, tulisan, dan komunikasi grafik (Kuswana, 2012:65). Memahami adalah mengerti benar atau mengetahui benar apa yang telah diterima (KBBI, 2014). Ahli yang lain, Anderson dan Krathwohl (2010:105), mengemukakan bahwa memahami adalah mampu mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran, baik yang bersifat lisan, tulisan, maupun grafis, yang disampaikan melalui pengajaran, buku, atau layar komputer.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Pengertian-pengertian di atas dapat dipadukan menjadi sebuah pengertian bahwa memahami adalah kemampuan seseorang untuk mengerti secara pasti tentang pengetahuan yang sudah diterimanya dan menerapkan pengetahuannya tersebut baik berupa lisan ataupun tulisan. 2. Media Pembelajaran. a. Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah sumber-sumber belajar selain guru yang disebut sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan atau diciptakan secara terencana oleh para guru atau pendidik (Munadi, 2010:5). Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna (Kustandi dan Sutjipto, 2011:11). Ahli-ahli lain juga mempunyai pendapat yang berbeda, Kustandi dan Sutjipto (2011:11) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar yang digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sadiman (2009:7), berpendapat bahwa media pembelajaran adalah segala

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Pengertian tentang media pembelajaran yang lainnya yaitu media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Aswan, 2010:121). Dari pengertian di atas, media pembelajaran merupakan suatu alat penunjang selain guru untuk memperjelas pesan ajar yang disampaikan kepada siswa. b. Fungsi Media Pembelajaran Terdapat empat fungsi media pembelajaran. 1) Media pembelajaran sebagai sumber belajar. Media digunakan siswa sebagai sumber belajar untuk memperoleh informasi. Sumber belajar dapat berupa pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan yang dapat memberi perbedaan hasil belajar siswa, 2) Fungsi semantik. Media pembelajaran digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami benda-benda yang abstrak, sehingga makna atau maksudnya benar-benar dipahami peserta didik, 3) Fungsi manipulatif. Media pembelajaran memiliki dua kemampuan, yaitu mengatasi batas-batas ruang dan waktu serta

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 mengatasi keterbatasan inderawi. Kemampuan media dalam mengatasi batas-batas ruang dan waktu misalnya dalam materi peristiwa bencana alam, guru dapat menampilkan video atau gambar bencana alam. Kemampuan media dalam mengatasi keterbatasan inderawi dapat membantu siswa memahami obyek yang bergerak terlelu cepat atau terlalu lambat, seperti proses metamorphosis. Hal ini dapat memanfaatkan gambar, 4) Fungsi psikologis. Dalam fungsi psikologis dibagi menjadi enam, yaitu: a) fungsi atensi berguna untuk meningkatkan perhatian siswa ketika seorang pendidik dapat merancang media pembelajaran yang menarik dan dapat memfokuskan perhatian siswa, b) fungsi afektif bersangkutan dengan perasaan atau emosi ketika pendidik menggunakan media pembelajaran, maka secara tidak langsung siswa akan merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, c) fungsi kognitif menghadapkan siswa pada obyekobyek dan semakin banyak obyek-obyek yang dikuasai siswa maka akan semakin banyak gagasan yang dimiliki siswa, sehingga kemampuan kognitifnya semakin luas, d) fungsi imajinatif dapat mengembangkan imajinasi siswa sehingga dengan adanya media pembelajaran siswa dapat mengembangkan imajinasinya dalam rangka mengembangkan materi, e) fungsi motivasi diperlukan agar siswa terdorong untuk melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 pembelajaran tercapai, f) fungsi sosio-kultural dapat mengatasi keterbatasan sosio-kultural antar peserta didik dengan menyamakan pengalaman belajar dan menimbulkan persepsi yang sama (Munadi, 2010:5) 3. Media Pembelajaran Timeline Media pembelajaran seperti yang telah dijelaskan di atas merupakan alat bantu untuk menerima informasi atau pesan dari orang yang memberi pesan. Tujuan media pembelajaran tersebut dapat menjadi solusi bagi guru untuk mempermudah dalam menyampaikan pesan atau makna suatu pembelajaran. Sama halnya dengan media pembelajaran garis waktu atau yang lebih sering disebut dengan timeline. Sadiman (2009:37) mengemukakan bahwa media timeline adalah media yang menyajikan sebuah garis waktu yang menghubungkan antara sebuah peristiwa dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Pesan yang disampaikan melalui timeline ini disajikan secara kronologis, dimana setiap peristiwa demi peristiwa disampaikan secara runtut. Timeline adalah media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang lebih abstrak (Katryn, 2011:186). Timeline digunakan untuk memudahkan siswa mengingat peristiwa yang telah lampau dan dalam waktu yang panjang. Melalui timeine siswa

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 dapat berpikir secara kritis mengenai peristiwa, tanggal, tahun, dan tempat secara kronologis. Penelitian ini menggunakan timeline yang dirancang oleh peneliti sebagai media pembelajaran. Timeline yang digunakan adalah sebuah papan dengan lubang-lubang yang berfungsi untuk menempelkan tanggal, kejadian, perististiwa, dan tokoh-tokoh. Berikut adalah hasil timeline yang dibuat: Gambar 1. Media PembelajaranTimeline 4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) a. Pengertian IPS Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ilmu pengetahuan yang berisi keterampilan dalam memecahkan masalah mulai dari lingkup diri sampai pada masalah yang kompleks (Supardi, 2011). Materi kajian IPS merupakan perpaduan dari cabang-cabang ilmu

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 sosial dan terkait dengan masalah sosial seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Sapriya (2006) IPS merupakan ilmu pengetahuan yang berpusat pada aktivitas manusia dari berbagai dimensi kehidupan sosial dengan karakteristik manusia yaitu makhluk sosial. b. Tujuan IPS Tujuan IPS di sekolah dasar sebagai berikut (Supardi, 2011) yaitu 1) memberi pengetahuan kepada siswa untuk menjadi warga negara yang baik, 2) sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sadar hak dan kewajibannya dan bersikap demokratis serta tanggung jawab, 3) mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inkuiri untuk memecahkan masalah-masalah sosial, 4) melatih belajar mandiri dan membangun kebersamaan, 5) mengembangkan kecerdasan, kebiasaan, dan keterampilan sosial, 6) melatih untuk menghayati nilai-nilai hidup yang baik dan terpuji, 7) mengembangkan kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tujuan-tujuan IPS menurut Supardi dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran IPS di SD adalah memberi bekal bagi siswa

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 untuk menghadapi di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Solihatin, Etin (2007:15) mengemukakan bahwa tujuan ilmu pendidikan sosial adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuan yang lain dari pembelajaran IPS adalah menurut KTSP (2006) yaitu: a. Agar siswa mampu mengenal konsep mengenai kehidupan masyarakat dan lingkungan. b. Agar siswa mampu mengembangkan kemampuan dasar yang telah dimilikinya yaitu rasaingin tahu, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam masyarakat secara logis dan kritis. c. Agar siswa mampu bersosialisasi dengan masyarakat yang ada disekitarnya. c. Karakteristik IPS Supardi mengemukakan pendapat bahwa karakteristik IPS adalah IPS merupakan mata pelajaran yang diberikan ditingkat sekolah. IPS merupakan bahan kajian yang wajib dimuat dalam

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Jadi, dari pendapat Supardi tentang karakteristik IPS dapat disimpulkan bahwa IPS harus dipelajari siswa khususnya di SD. d. Keterampilan-keterampilan dalam IPS Keterampilan-keterampilan dalam pembelajaran IPS (Maryani & Syamsudin, 2009) yaitu, 1) work study skill yaitu keterampilan dalam berpikir contohnya membaca peta, 2) group process skils yaitu keterampilan dalam pembelajaran contohnya berpikir kritis, 3)social living skills yaitu keterampilan dalam bekerja kelas contohnya bekerjasama dengan orang lain.Keterampilan dalam IPS mengacu pada tujuan dari IPS itu sendiri sehingga dalam pembelajaran keterampilan-keterampilan ini dapat diasah oleh siswa. 5. Karakteristik siswa Sekolah Dasar (SD) Piaget dalam William Crain (2007:171) mengemukakan bahwa periode perkembangan secara umum pada manusia dibagi dalam empat periode, yaitu periode I (kepandaian sensori-motorik), periode II (pikiran pra-operasional), periode III (operasional konkret), dan periode IV (operasional formal).

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Dalam periode I, kemampuan yang dapat dilakukan adalah menghisap, menggemgam, dan memukul untuk mnghadapi dunia yang muncul didepannya. Pada periode II anak-anak mulai belajar berpikir, menggunakan simbol-simbol dan pencitraan batiniah, namun pikiran mereka masih tidak sistematis dan tidak logis. Pikiran ini sangat berbeda dengn pikiran orang dewasa. Kemampuan selanjutnya pada periode III adalah anak-anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, namun hanya ketika mereka dapat mengacu kepada obyek-obyek dan aktivitas-aktivitas konkret. Periode IV merupakan tahapan berpikir secara formal, kemampuan ini dimiliki oleh orang muda sampai orang dewasa. Mereka mampu berpikir secara sistematis menurut rancangan yang murni abstrak dan hipotesis. Anak usia sekolah dasar kelas V berada pada periode perkembangan tahap III, yaitu perkembangan operasional konkret. Tahap berpikir usia 711 tahun mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, namun hanya ketika mereka dapat mengacu kepada obyek-obyek dan aktivitas-aktivitas konkret. B. Penelitian yang Relevan 1. Mityasari (2013) meneliti tentang Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Timeline Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas V SD. Metode yang digunakan adalah Penelitian

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan timeline. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang berjumlah 20 siswa semester II tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada siklus I 89,55% menjadi 94,79% pada siklus II. 2. Krisna Yanti, Suarjana, dan Arcana (2012) meneliti tentang perbedaan penggunaan model pembelajaran course review horay terhadap kmampuan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain posttest only control group design. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD N I Pandak Bandung sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD N II Pandak Bandung sebagai kelas kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPS. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran course review horay, hal ini ditunjukkan t hitung 6,4 dn t tabel 1,684 untuk db n1 + n2 – 2 = 48 dengan taraf signifikansi 5%. Berikut merupakan literature map dari penelitian-penelitian yang relevan.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Media Pembelajaran 23 Kemampuan Berpikir Mityasari (2013) Krisna Yanti, dkk (2012) Media Pembelajaran Timeline Kemampuan Berpikir Kritis Yang perlu diteliti: Perbedaan Kemampuan Mengingat dan Memahami atas Penggunaan Media Pembelajaran Timeline Siswa Gambar 2. Literature Map Penelitian yang Relevan Berdasarkan penelitian yang sudah pernah dilakukan Mityasari bahwa media pembelajaran timeline dapat meningkatkan hasil belajar

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 siswa, dalam penelitian ini akan menggunakan media pembelajaran timeline namun untuk mengetahui kemampuan berpikir siswa yaitu kemampuan mengingat dan memahami siswa. Penelitian Krisna Yanti, dkk meniliti bahwa penggunaan model pembelajaran course review horay dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa, dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan timeline untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. C. Kerangka Berpikir Siswa-siswi sekolah dasar mempunyai kemampuan kognitif yang berbeda-beda. Kemampuan kognitif tersebut harus terus digali dan dilatih agar mencapai perkembangan yang maksimal. Terdapat enam dimensi kognitif dan diantaranya yaitu mengingat dan memahami. Mengingat adalah mendapatkan kembali atau pengembalian pengetahuan relevan yang tersimpan dari memori jangka panjang. Jadi dalam kegiatan mengingat, siswa diajak untuk memutar kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa yang disimpan dalam memorinya. Sedangkan memahami adalah membangun pengertian dari pesan pembelajaran yang mencakup oral, tulisan, dan komunikasi grafik. Kegiatan belajar mengajar, tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan ajar kepada siswa. Pesan ajar ini dapat disampaikan dengan media pembelajaran,

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 salah satunya adalah media pembelajaran timeline. Dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan siswa lebih memahami makna dan maksud yang disampaikan oleh guru. Kemampuan berpikir mengingat dan memahami sangat dibutuhkan siswa untuk mengolah materi yang diberikan oleh guru. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu media timeline. Media ini digunakan untuk menyampaikan sebuah kronologi peristiwa dari mulai sampai akhir. Media pembelajaran timeline adalah media yang menyajikan sebuah garis waktu yang menghubungkan antara sebuah peristiwa dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Melalui media tersebut diharapkan kemampuan kognitif mengingat dan memahami siswa dapat berkembang dengan maksimal karena pesan ajar disampaikan secara bermakna. D. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Darmawan,2013:120). Hipotesis dari penelitian ini adalah: 1. Terdapat perbedaan penggunaan media pembelajaran timeline untuk kemampuan berfikir mengingat pada siswa kelas V semester II SD Kanisius Sorowajan. 2. Terdapat perbedaan penggunaan media pembelajaran timeline untuk kemampuan berfikir memahami pada siswa kelas V semester II SD Kanisius Sorowajan.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 BAB III METODE PENELITIAN Bab III ini peneliti akan membahas jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas instrumen, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian eksperimen adalah penelitian untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang sebenarnya yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasi semua variabel yang relevan demikian pendapat Cholid dalam Darmawan (2013:39). Penelitian eksperimen diartikan secara singkat oleh Nasution dalam Darmawan (2013:39) bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian mengetes hipotesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang dapat memberikan penjelasan “alasan mengapa”. Hubungan sebab-akibat bisa diketahui oleh karena peneliti dimungkinkan untuk melakukan perlakuan (treatment) terhadap obyek penelitian (Kontour,2003:55). Penelitian eksperimen paling tepat untuk menguji sebab-akibat melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan pendekatan

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kuantitatif yang bersifat analitik (Margono,2007:106). Penelitian 27 ini menggunakan desain penelitian Quasi Experimental dengan tipe Nonequivalent Control Group Design. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono,2008:7). Sedangkan metode eksperimen digunakan untuk mencari perbedaan perlakuan (treatment) tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendalikan (Sugiyono,2012:72). Penelitian quasi eksperimen dipilih dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan tipe nonequivalent control group design, karena penelitian ini tidak memungkinkan untuk dilakukan penempatan atau penentuan kelas mana yang akan mendapat perlakuan dan kelas mana yang menjadi kelas pengendali. Desain penelitian ini kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak dipilih secara random. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu pertama pemberian pretest kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Langkah selanjutnya pada kelas eksperimen diberikan sebuah treatment atau perlakuan yaitu dalam proses pembelajarannya menggunakan media pembelajaran timeline, sedangkan pada kelas kontrol kegiatan belajar mengajar dilakukan seperti biasa tanpa menggunakan media pembelajaran. Kelas eksperimen dua kali diberi perlakuan, kemudian akan dilakukan posttest untuk mengetahui keadaan setelah mendapat treatment atau perlakuan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI OA X 28 OB ------------------------------ OC OD Gambar 3. Desain Penelitian (Sugiyono,2012:79) Keterangan : OA : Rerata skor pretest kelas eksperimen OB : Rerata skor posttest kelas eksperimen X : Perlakuan (treatment) penggunaan timeline OC : Rerata skor pretest kelas kontrol OD : Rerata skor posttest kelas kontrol B. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Sorowajan, yang beralamat di Jl. Sorowajan No 111 Banguntapan Bantul Yogyakarta, Telp (0274) 4534850. SD Kanisius Sorowajan berada dipinggir kota Yogyakarta. Sekolah ini cukup strategis karena letaknya dekat dengan pusat perkotaan. Letaknya berada di tengah pemukiman warga dan jauh dari jalan raya sehingga sekolah ini nyaman untuk belajar. SD Kanisius Sorowajan memiliki guru sebanyak 17 guru dan 1 penjaga sekolah yang bertempat tinggal di sekolah tersebut.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Diantara 17 guru tersebut terdapat 6 guru tidak tetap yayasan dan 11 guru tetap yayasan. Dari 11 guru tetap yayasan,2 diantaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). b. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan selama empat bulan, yaitu bulan Januari 2014 sampai dengan April 2014. Penelitian ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena pada semester II banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, sehingga materi yang diberikan kepada siswa agak terlambat. C. Populasi dan Sampel Penelitian Peneliti memilih populasi dan sampel di SD Kanisius Sorowajan karena peneliti melihat potensi yang ada didalam kelas, siswa terlihat aktif dalam pembelajaran namun belum maksimal dalam penggunaan media pembelajaran. a. Populasi Penelitian Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan (Margono,2007:118). Berbeda dengan pendapat Sugiyono (2012:80) bahwa populasi adalah obyek yang ditetapkan peneliti yang mempunyai karakteristik dan digunakan sebagai sumber data.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Sedangkan menurut Darmawan (2013:137) populasi adalah sumber data dalam penelitian tertentu yang memiliki jumlah banyak dan luas. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan yang terdiri dua kelas ,yaitu kelas VA dan kelas VB yang berjumlah 60 siswa. b. Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiono,2012:81), sedangkan menurut Darmawan (2013:138) sampel adalah sebagian dari populasi, artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonrandom. Teknik nonrandom adalah cara pemilihan sejumlah anggota dari populasi dengan setiap anggotanya tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Kariadinata dan Abdurahman, 2012:24). Dalam hal ini hanya anggota-anggota tertentu dari populasi yang akan terpilih menjadi anggota sampel. Dan pemilihan anggota-anggota tersebut bersifat subyektif. Pemilihan sampel dilakukan oleh peneliti dengan cara berdiskusi dengn guru dan atas saran serta pertimbangan dari guru. Nilai dari siswa kelas V juga menjadi pertimbangan untuk menentukan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 kelas yang akan dipilih sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SD Kanisius Sorowajan kelas VA sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB SD Kanisius Sorowajan sebagai kelas kontrol. Dengan jumlah siswa kelas VA 30 siswa dan kelas VB 30 siswa. D. Variabel Penelitian Sugiyono (2012:38) berpendapat variabel penelitian adalah atribut atau obyek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Sarwono (2006:53) dalam bukunya menyebutkan bahwa variabel ialah sesuatu yang berbeda dan bervariasi, simbol yang diasumsikan sebagai seperangkat nila-nilai. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel). Variabel bebas adalah variabel stimulus atau variabel yang memperbedaani variabel lain, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang memberikan reaksi respon jika dihubungkan dengan variable bebas (Sarwono,2006:54). Sugiyono (2011) berpendapat bahwa variabel bebas atau variabel independen adalah variabel yang memperbedaani variabel dependen, sedangkan variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang diperbedaani karena adanya variabel independen. Penelitian ini variabel bebasnya (independent variabel) adalah penggunaan media pembelajaran timeline, sedangkan variabel terikat

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 (dependen variabel) dalam penelitian ini adalah kemampuan mengingat dan kemampuan memahami. Kemampuan Mengingat (variabel terikat) Penggunaan media pembelajaran timeline (variabel bebas) Kemampuan Memahami (variabel terikat) Gambar 4. Hubungan Variabel Penelitian E. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pretest dan posttest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dalam sebuah penelitian, peneliti harus memahami kriteria data yang baik dan mampu menentukan teknik yang tepat dalam mengumpulkan data. Jika tidak maka data yang dikumpulkan tidak akan diperoleh secara sempurna. Data-data yang baik menurut Sangadji dan Sopiah (2010:190) adalah: data harus akurat, yang dimaksudkan dengan akurat adalah data harus sesuai dengan indikator yang diuraikan dalam jabaran variabel penelitian. Jangan sampai data yang diambil tidak sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Syarat yang kedua adalah data harus relevan, yang dimaksud dengan relevan adalah data yang akan dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian agar kesimpulan penelitian yang akan diambil mempunyai tingkat

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 ketepatan yang tinggi. Syarat yang terakhir adalah data harus up to date, yang dimaksud up to date adalah jangan sampai data penelitian yang dikumpulkan sudah kadaluarsa atau sudah tidak relevan dengan kondisi terkini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengevaluasi, yaitu membedakan antara kondisi awal dengan kondisi sesudahnya (Sangadji, 2010:191). Tes merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perilaku peserta didik (Arifin,2009:118). Data dalam penelitian ini diperoleh dari pretest dan posttest yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang diperoleh oleh peneliti digunakan untuk mengetahui kemampuan mengingat dan kemampuan memahami pada siswa. Pretest dalam penelitian ini diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum materi diajarkan, pretest ini bertujuan untuk mengetahui keadaan awal kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberi treatment atau perlakuan. Perlakuan atau treatment yang diberikan yaitu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran timeline pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol dengan pembelajaran tanpa

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 menggunakan media pembelajaran. Posttest dilakukan setelah kelas kontrol dan kelas eksperimen mendapatkan materi dan perlakuan (treatment) untuk kelas eksperimen. F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah (Sangadji, 2010:154). Pengertian yang lain mengenai instrumen yaitu instrumen adalah suatu alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian (Sugiyono, 2012:102). Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa soal tes yang diberikan kepada sampel penelitian. Dalam hal ini, peneliti perlu menyusun sebuah rancangan penyusunan instrumen yang dikenal dengan istilah kisi-kisi. Kisi-kisi adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebutkan dalam baris dengan hal-hal yang disebutkan dalam kolom (Sangadji, 2010:155). Kisi-kisi dibuat oleh peneliti sebelum membuat soal untuk mengevaluasi kemampuan mengingat dan kemampuan memahami siswa. Kisikisi dibuat berdasarkan indikator yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Berikut merupakan kisi-kisi instrumen penelitian:

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian No. Variabel 1. Aspek Mengidentifikasi Mengingat 2. Memahami Indikator 3.1. Mengenali tanggal terjadinya peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Mengingat kembali 3.2. Mengingat kembali peristiwa Rengasdengklok Menafsirkan 4.1. Menerjemahkan nama dan peristiwaperistiwa sekitar Proklamasi Mencontohkan 4.2. Memberikan contoh nama tokohtokoh pahlawan proklamasi Mengklasifikasikan 4.3. Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan muda pada Proklamasi Kemerdekaan Merangkum 4.4. Meringkas peristiwa Proklamasi Menyimpulkan 4.5. Menyimpulkan terjadinya Proklamasi Membandingkan 4.6. Mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi Menjelaskan 4.7. Menjelaskan peristiwa penting pada Proklamasi Kemerdekaan Nomor Soal 2, 5 1 4 3 7 10 8 9 6 Kisi-kisi yang dibuat berdasarkan indikator selanjutnya dikembangkan menjadi soal-soal yang akan diberikan oleh peneliti kepada obyek penelitian.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Soal-soal dalam penelitian ini berupa pilihan ganda berjumlah 10 soal. Soal tes bentuk pilihan ganda dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi (Arifin, 2009:138). Soal tes pilihan ganda diberikan kepada obyek penelitian pada saat pretest dan posttest. G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Validitas Instrumen Penelitian ini menggunakan soal pilihan ganda untuk pengambilan data. Sebelum soal pilihan ganda digunakan untuk penelitian, soal tersebut diujikan terlebih dahulu kepada siswa kelas VI yang telah mempelajari materi pada penelitian ini. Sebelumnya telah dilakukan juga validasi untuk kisi-kisi soal dan validasi perangkat pembelajaran oleh guru. Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur (Surapranata, 2004:50). Masidjo (2007:242) berpendapat bahwa validitas suatu tes adalah taraf samapai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2006:168). Apabila peneliti ingin meneliti perbedaan penggunaan timeline terhadap kemampuan mengingat dan kemampuan memahami siswa

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 dengan menggunakan soal, maka sebelum diberikan kepada subyek penelitian soal tersebut harus diuji validitas supaya soal yang diujikan benar-benar valid. Penelitian ini menggunakan dua macam validitas, yaitu validitas konstruk dan validitas isi. Menurut Sugiyono (2010:177) untuk menguji validitas konstruk dapat digunakan pendapat para ahli (expert judgement). Pendapat para ahli yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah guru kelas. Dalam hal ini peneliti meminta pendapat dari guru kelas untuk menilai perangkat pembelajaran yang akan digunakan dan juga soal evaluasi yang akan digunakan untuk penelitian. Haynes dalam Azwar (2012:111) mengatakan bahwa makna validitas isi adalah sejauh mana elemen-elemen dalam suatu instrumen ukur benarbenar relevan dan merupakan representasi dari konstrak yang sesuai dengan tujuan pengukuran. Untuk validitas isi, peneliti mengujikan soal-soal kepada siswa kelas VI. Peneliti memilih kelas VI SD Kanisius Sorowajan karena dikelas V siswa sudah mendapatkan materi tersebut. Dan untuk mempermudah perhitungan, peneliti menggunakan program komputer SPSS 16.0. Sebuah item dikatakan valid apabila signifikansinya > 0,01. Berikut hasil uji valditas yang dikerjakan oleh siswa kelas VI. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Soal Nomor Item Nilai Korelasi Nilai r tabel Keputusan Item 1 0,487** (n = 30 Valid

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Item 2 0,624** signifikansi Valid Item 3 0,038 0,01)  0,361 Tidak Valid Item 4 0,165 Tidak Valid Item 5 0,624** Valid Item 6 0,637** Valid Item 7 0,247 Tidak Valid Item 8 0,122 Tidak Valid Item 9 0,458** Valid Item 10 0,513** Valid Item 11 0,581** Valid Item 12 ----- Tidak Valid Item 13 0,376* Valid Item 14 0,581** Valid Item 15 0,491** Valid 38 Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa dari 15 soal yang saya ujikan, terdapat 10 soal yang valid. 10 soal valid tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai soal evaluasi untuk subyek penelitian. Berikut item valid yang berisi 10 soal: Tabel 3. Hasil Item Valid No Nomor item Nilai Korelasi Keputusan 1 Item 1 0,487** Valid 2 Item 2 0,624** Valid 3 Item 5 0,624** Valid 4 Item 6 0,637** Valid 5 Item 9 0,458** Valid

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Item 10 0,513** Valid 7 Item 11 0,581** Valid 8 Item 13 0,376* Valid 9 Item 14 0,581** Valid 10 Item 15 0,491** Valid 39 Sepuluh soal yang valid selanjutnya diuji reliabilitasnya untuk mengetahui taraf keajegan instrumen. b. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas diterjemahkan dari kata reliability. Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya. Hasil suatu pengukuran akan dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelas subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (Azwar, 2012:112). Instrumen yang memiliki reliabilitas tinggi maksudnya adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel (Azwar, 2012:7). Ide pokok dari reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Uji reliabilitas dilakukan secara internal consistency yaitu dengan mengujikan instrumen sekali saja dengan teknik tertentu. Untuk uji reliabilitas, peneliti menggunakan uji Alpha Cronbach. Nunnaly (dalam Ghozali, 2007:42) menyatakan bahwa konstrak disebut reliabel atau memiliki reliabilitas jika memenuhi harga Alpha Cronbach > 0,60.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel 4. Kriteria Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat Tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negatif-0,20 Sangat Rendah Dari hasil uji reliabilitas instrumen diperoleh hasil: Tabel 5. Hasil Reliabilitas Alpha Cronbach Kualifikasi 0,713 Tinggi Tabel di atas menunjukkan harga Alpha Cronbach sebesar 0,713 dengan kualifikasi tinggi, sehingga instrumen dapat digunakan karena sudah memenuhi syarat valid dan reliabel. H. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program komputer SPSS (Statistic Program for Social Sciences) 16,0. Data yang akan dianalisis adalah data hasil pretest, hasil posttest dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data-data yang telah diperoleh kemudian dibandingkan antara hasil yang diperoleh siswa di

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 kelas eksperimen dengan hasil yang diperoleh siswa dikelas kontrol. Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat. Uji prasyarat tersebut adalah uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak (Santoso, 2012). Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov. Hipotesisnya adalah: Ho: Data berdistribusi normal Ha: Data berdistribusi tidak normal Kriteria keputusan diambil berdasarkan nilai probabilitas, menurut Siregar (2013) dasar pengambilan keputusan dengan melihat angka probabilitas (sign) : Probabilitas > 0,05 maka Ho diterima (data normal) Probabilitas < 0,05 maka Ha diterima (data tidak normal) Jika data berdistribusi normal maka analisis statistiknya menggunakan statistik parametrik uji t atau t-test. Jika data berdistribusi tidak normal maka menggunakan statistik nonparametrik Mann Whitney. Setelah melakukan uji normalitas, dan semua data berdistribusi normal selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas dilakukan guna memberikan keyakinan bahwa sekumpulan data yang didapat berasal dari

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya. Uji homogentitas dilakukan dengan membandingkan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Prayitno (2006:31) mengatakan jika nilai signifikansi > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama. Syarat atau kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu : 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data. 2. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok eksperimen tidak memiliki perbedaan data atau berbeda. Setelah melakukan uji homogenitas dan didapatkan datanya homogen, selanjutnya dilakukan uji hipotesis.Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan belum berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh selama pengumpulan data (Sugiyono, 2012:64). Terdapat dua macam hipotesis yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha). Uji hipotesis dilakukan dua tahap, tahap yang pertama adalah uji kenaikan skor pretest ke posttest dan tahap kedua adalah uji perbandingan skor posttest. Uji perbedaan pretest ke

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 posttest digunakan untuk memastikan apakah ada kenaikan yang terjadi dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest dan posttest. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 5% (Prayitno, 2008:101). Perbandingan tersebut menggunakan kriteria sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. 2. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest ke posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. Tahap kedua adalah uji perbandingan data posttest. Uji perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ananlisis yang digunakan adalah analisis statistik uji independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Perbandingan tersebut dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05 terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dengan posttest kelompok eksperimen. Dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari penggunaan media pembelajaran timeline 44 terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswa kelas V. 2. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dengan posttest kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran timeline terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswa kelas V. I. Jadwal Penelitian Dalam penelitian ini membutuhkan waktu 10 bulan untuk penyusunan proposal sampai dengan revisi skripsi. Berikut jadwal penelitian timeline: Tabel 6. Jadwal Penelitian dan Tanggal Penelitian Bulan No Kegiatan Sept 1. 2. 3. 4. 5. Penulisan Bab I dan revisi Penulisan Bab II dan Revisi Penulisan Bab III dan Revisi Penyusunan Instrumen Penelitian Pelaksanaan penelitian Okt Nov Des Jan Feb Mar April& Mei Juni Juli

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. 7. 8. 9. 10. Pengolahan data Penyusunan Bab IV dan Revisi Penyusunan Bab V, lampiran, dan Revisi Ujian Skripsi Revisi Skripsi dan Pembuatan Artikel Kelompok Kontrol Eksperimen Kegiatan Alokasi Waktu Pretest 2x 40 menit Kegiatanpembelajaran 2x40 menit Kegiatan 2x40 pembelajaran menit Posttest 2x40 menit Pretest 2 x 40 menit Kegiatan 2 x 40 pembelajaran menit Kegiatan 2 x 40 pembelajaran menit Posttest 2 x 40 menit Hari, Tanggal Jumat, 7 Maret 2014 Kamis,13 Maret 2014 Kamis, 20 Maret 2014 Kamis, 10 April 2014 Sabtu, 5 April 2014 Kamis, 10 April 2014 Jumat, 17 April 2014 Selasa, 22 April 2014 45

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini akan diuraikan dua hal, yaitu hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian akan menjelaskan deskripsi data dan analisis data yang dilakukan. Dalam pembahasan akan diuraikan lebih lanjut lagi hasil penelitan. A. Deskripsi Data Penelitian 1. Deskripsi Data Penelitian Quasi-Eksperimen dilakukan di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. SD Kanisius Sorowajan terletak di Jl. Sorowajan No.111, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. SD Kanisius Sorowajan berada dipinggir kota Yogyakarta. Sekolah ini cukup strategis karena letaknya dekat dengan pusat perkotaan. Letaknya berada di tengah pemukiman warga dan jauh dari jalan raya sehingga sekolah ini nyaman untuk belajar. SD Kanisius Sorowajan memiliki guru sebanyak 17 guru dan 1 penjaga sekolah yang bertempat tinggal di sekolah tersebut. Diantara 17 guru tersebut terdapat 6 guru tidak tetap yayasan dan 11 guru tetap yayasan. Dari 11 guru tetap yayasan,2 diantaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 SD Kanisius Sorowajan ini memiliki bangunan yang cukup luas. Sekolah ini memiliki lapangan yang cukup besar. Lapangan tersebut digunakan untuk kegiatan upacara dan olah raga siswa-siswa SD Kanisius Sorowajan. Bentuk sekolah ini memanjang seperti huruf U yang memiliki 12 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah, 1 pendopo/aula terbuka, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS, 1 ruang gudang guna menyimpang alat-alat olah raga, 2 lahan kecil, tempat parkir kendaraan guru disamping bangunan sekolah dan tempat parkir orang tua siswa yang berada di depan, dan terdapat 6 ruang kamar mandi untuk guru serta siswa. Kondisi setiap ruangannyapun sangat baik, temboknya sudah dicat dan setiap kelas dilengkapai dengan fasilitas yang mendukung anak untuk belajar, lantai sudah dikeramik tetapi masih ada ruang kelas yang belum dikeramik dan atap juga sudah diternit. Lapangan untuk kegiatan olah raga sudah dikonblok dan cukup luas sehingga mendukung untuk kegiatan belajar mengajar. Keadaan sekolah rindang karena hanya terdapat banyak pohon yang berada dipinggir lapangan. Keasrian SD Kanisius Sorowajan membuat sekolah ini menyandang gelar sekolah Adiwiyata. Peneliti meneliti sebanyak 60 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas kontrol dan 30 siswa kelas eksperimen. Kelompok yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas V A dan kelompok kontrol adalah kelas V B.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Deskripsi Pelaksanaan Pretest Data awal kemampuan mengingat dan memahami peneliti peroleh dari pretest. Pretest dilakukan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pretest ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum diberi perlakuan atau treatment. Soal pretest ini memuat dua kemampuan yaitu kemampuan mengingat dan memahami yang tertuang dalam 10 soal pilihan ganda, yang terdiri dari dua soal yang berhubungan dengan mengingat dan delapan soal yang berhubungan dengan kemampuan memahami. Materi yang diberikan pada saat pretest adalah tentang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Materi ini adalah rangkaian dari materi perjuangan pergerakan Indonesia. Materi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjelaskan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sekitar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, diantaranya adalah Peristiwa Dalat Vietnam, Peristiwa Rengasdengklok, Prumusan teks Proklamasi Indonesia, dan Perumusan Dasar Negara. Pretest kelas kontrol dilakukan pada hari Jumat, 7 Maret 2014. Jumlah siswa yang mengerjakan pretest sebanyak 30 siswa (nihil). Dan pretest kelas eksperimen dilakukan pada hari Sabtu, 5 April 2014. Jumlah siswa yang mengerjakan pretest adalah sebanyak 30 siswa (nihil).

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 3. Deskripsi Pelaksanaan Posttest Posttest dilakukan setelah kedua kelompok menyelesaikan materi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun dalam memberikan materi terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, pada kelas kontrol tidak diberi perlakuan atau treatment, sedangkan kelas eksperimen mendapatkan perlakuan atau treatment. Data yang diperoleh melalui posttest menunjukkan ada tidaknya perbedaan yang terjadi setelah kedua kelompok mendapatkan materi dengan perlakuan atau treatment yang berbeda. Materi yang diberikan pada saat posttest sama dengan yang diberikan pada saat pretest. Soal posttest memuat dua kemampuan yaitu kemampuan mengingat dan memahami yang tertuang dalam 10 soal pilihan ganda, yang terdiri dari dua soal yang berhubungan dengan mengingat dan delapan soal yang berhubungan dengan kemampuan memahami. Materi yang diberikan pada saat posttest sama dengan materi yang diberikan pada saat pretest, yaitu tentang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Materi ini adalah rangkaian dari materi perjuangan pergerakan Indonesia. Materi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjelaskan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sekitar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, diantaranya adalah Peristiwa Dalat Vietnam, Peristiwa

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Rengasdengklok, Prumusan teks Proklamasi Indonesia, dan Perumusan Dasar Negara. Posttest kelas kontrol dilakukan pada hari Kamis, 10 April 2014. Jumlah siswa yang mengerjakan pretest sebanyak 30 siswa (nihil). Dan postest kelas eksperimen dilakukan pada hari Selasa, 22 April 2014. Jumlah siswa yang mengerjakan pretest adalah sebanyak 30 siswa (nihil). B. Deskripsi Analisis Data 1. Pretest a. Pretest Kelompok Eksperimen Pretest yang dilakukan pada kelompok eksperimen diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean, dan standar deviasi. Selanjutnya data tersebut dapat dilihat dalam tabel 7 dan 8: Tabel 7. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengingat Nilai Maksimal 100 Nilai Minimal 0 Mean 55,00 Standar Deviasi 33,08 Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui bahwa pretest kemampuan mengingat kelompok eksperimen memiliki nilai maksimal sebesar 100 dan nilai minimal 0 dengan mean 55,00 dan standar deviasi 33,08.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 8. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Memahami Nilai Maksimal 75 Nilai Minimal 13 Mean 49,40 Standar Deviasi 16,97381 Berdasarkan tabel 8 dapat diketahui bahwa pretest kemampuan memahami kelompok eksperimen memiliki nilai maksimal sebesar 75 dan nilai minimal 13 dengan mean 49,40 dan standar deviasi 16,97381. b. Pretest Kelompok Kontrol Pretest yang dilakukan pada kelompok kontrol diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean, dan standar deviasi. Selanjutnya data tersebut dapat dilihat dalam tabel 9 dan 10: Tabel 9. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengingat Nilai Maksimal 100 Nilai Minimal Mean 0 53,33 Standar Deviasi 34,57 Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui bahwa pretest kemampuan mengingat kelompok kontrol memiliki nilai maksimal sebesar 100 dan nilai minimal 0 dengan mean 53,33 dan standar deviasi 34,57.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 10. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Memahami Nilai Maksimal 88 Nilai Minimal Mean 13 49,53 Berdasarkan tabel 10 dapat diketahui Standar Deviasi 19,9235 bahwa pretest kemampuan memahami kelompok kontrol memiliki nilai maksimal sebesar 88 dan nilai minimal 13 dengan mean 49,53 dan standar deviasi 19,9235. 2. Posttest a. Posttest Kelompok Eksperimen Postest yang dilakukan pada kelompok eksperimen diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean, median, dan standar deviasi. Selanjutnya data tersebut dapat dilihat dalam tabel 11 dan 12: Tabel 11. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengingat Nilai Maksimal 100 Nilai Minimal Mean 50 98,33 Berdasarkan tabel 11 dapat kemampuan mengingat kelompok Standar Deviasi 9,129 diketahui bahwa posttest eksperimen memiliki nilai maksimal sebesar 100 dan nilai minimal 50 dengan mean 98,33 dan standar deviasi 9,129.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tabel 12. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Memahami Nilai Maksimal 100 Nilai Minimal Mean 50 77,30 Standar Deviasi 14,00529 Berdasarkan tabel 12 dapat diketahui bahwa kemampuan memahami kelompok eksperimen posttest memiliki nilai maksimal sebesar 100 dan nilai minimal 50 dengan mean 77,30 dan standar deviasi 14,00529. b. Posttest Kelompok Kontrol Pretest yang dilakukan pada kelompok eksperimen diperoleh nilai maksimal, nilai minimal, mean, median, dan standar deviasi. Selanjutnya data tersebut dapat dilihat dalam tabel 13 dan 14: Tabel 13. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengingat Nilai Maksimal 100 Nilai Minimal Mean 0 76,6676 Standar Deviasi 31,44051 Berdasarkan tabel 13 dapat diketahui bahwa posttest kemampuan mengingat kelompok kontrol memiliki nilai maksimal sebesar 100 dan nilai minimal 0 dengan mean 76,6676 dan standar deviasi 31,44051.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 14. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Memahami Nilai Maksimal 100 Nilai Minimal Mean 38 68,1667 Standar Deviasi 19,81306 Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui bahwa posttest kemampuan memahami kelompok kontrol memiliki nilai maksimal sebesar 100 dan nilai minimal 38 dengan mean 68,1667 dan standar deviasi 19,81306. C. Uji Prasyarat 1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan pada semua data yang diperoleh dari pretest dan posttest dari kelas kontrol dan kelas eksperimen selanjutnya dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas sebagai uji prasyarat analisis uji hipotesis. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan One-Sample KolmogorovSmirnov dengan program komputer SPSS 16 for Windows. Uji normalitas dilakukan untuk menentukan jenis uji statistik untuk analisis selanjutnya. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Jika nilai signifikansi >0,05 maka data berdistribusi normal. 2. Jika nilai signifikansi <0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Hasil perhitungan uji normalitas kemampuan mengingat dapat dilihat dalam tabel berikut :

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 15. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingat No Variabel 1. Pretest Kelompok Eksperimen Pretest Kelompok Kontrol Posttest Kelompok Eksperimen Posttest Kelompok Kontrol 2. 3. 4. Nilai Signifikansi 1,607 Keterangan Normal 1,488 Normal 2,953 Normal 2,032 Normal Berdasarkan tabel 15, tentang hasil uji normalitas kemampuan mengingat diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal karena nilai signifikansi di atas 0,05, yaitu untuk pretest kelompok eksperimen sebesar 1,607 dan pretest kelompok kontrol sebesar 1,488 sedangkan posttest kelompok eksperimen 2,953 dan posttest kelompok kontrol 2,032 sehingga semua distribusi data normal. Data hasil uji normalitas kemampuan memahami dapat dilihat pada tabel 16: Tabel 16. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Kemampuan Memahami No 1. 2. 3. Variabel Pretest Kelompok Eksperimen Pretest Kelompok Kontrol Posttest Kelompok Nilai Signifikansi 1,355 Keterangan Normal 1,189 Normal 1,103 Normal

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Eksperimen Posttest Kelompok Kontrol 0,746 56 Normal Berdasarkan tabel 16 tentang hasil uji normalitas kemampuan mengingat dapat diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal karena nilai signifikansi di atas 0,05, yaitu untuk pretest kelompok eksperimen sebesar 1,355 dan pretest kelompok kontrol sebesar 1,189 sedangkan posttest kelompok eksperimen 1,103 dan posttest kelompok kontrol 0,746 sehingga semua distribusi data normal. Menurut tabel 15 dan tabel 16, maka data tersebut memiliki distribusi normal, sehingga peneliti akan menganalisis dengan menggunakan statistik parametrik. Analisis data selanjutnya adalah melakukan uji homogenitas. 2. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan variasi atau untuk menguji bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen. Uji homogenitas menggunakan Lavene Test Kriteria pengambilan keputusan yaitu : 1. Jika harga sig. (2-tailed)<0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga dapat dilakukan analisis

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 perbandingan antara selisih skor dari pretest ke posttest dari kedua kelompok. 2. Jika harga sig. (2-tailed)>0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga dapat digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kedua kelompok. Hipotesis nol (Ho) yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hipotesis sementara (Hі) yaitu ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji homogenitas kemampuan mengingat adalah sebagai berikut : Tabel 17. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Mengingat Variabel Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Nilai Signifikansi 0,881 Keterangan Tidak berbeda Berdasarkan tabel 17 diketahui bahwa harga sig.(2 tailed) kemampuan mengingat adalah 0,881 atau >0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak,. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan (homogen) antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Oleh karena itu dapat digunakan analisis perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 kontrol. Selanjutnya adalah tabel hasil uji homogenitas kemampuan memahami adalah sebagai berikut: Tabel 18. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Memahami Variabel Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Nilai Signifikansi 0,102 Keterangan Tidak berbeda Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui bahwa harga sig.(2 tailed) kemampuan memahami adalah 0,102 atau >0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak. Artinya kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dikatakan dalam level yang sama (homogen). Oleh karena itu dapat digunakan analisis perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. D. Uji Hipotesis Peneliti menggunakan uji kenaikan skor dan uji perbandingan skor posttest untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan yang signifikansi antara skor posttest dari kelompok eksperimen dan skor posttest kelompok kontrol. a. Uji kenaikan skor dilakukan terhadap skor pretest dan posttest pada masing-masing kelompok. Dari uji perbandingan skor pretest dan posttest akan diperlihatkan presentase kenaikan masingmasing kelompok. Uji perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 harga sig. (2-tailed) pada pretest dan posttest> 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga analisis selanjutnya adalah menggunakan statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelompok menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H0 : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan ang terjadi antara skor pretest ke posttest. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan ang terjadi antara skor pretest ke posttest. Dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed)< 0,05, H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. 2. Jika harga sig. (2-tailed)> 0,05, H0 diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kemampuan mengingat kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 19. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Test No % Kelompok Pretest Posttest Peningkatan Signifikansi Keputusan 1. Kontrol 53,33 76,67 43,76% 0,014 Berbeda 2. Eksperimen 55,00 98,33 78,78% 0,000 Berbeda Dari tabel 19, harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,014 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. Dengan presentase 43,76%. Harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. Dengan presentase 78,78%. Pada kedua kelompok mengalami kenaikan skor, namun pada kelompok eksperimen kenaikan yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kenaikan skor di atas dapat dilihat lebih jelas pada grafik di bawah ini: 120 100 80 Kontrol 60 Eksperimen 40 20 0 Pretest Posttest Gambar 5. Grafik Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Hasil uji kenaian skor kemampuan memahami dapat dilihat pada tabel berikut ini:

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Tabel 20. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami Test No % Kelompok Pretest Posttest Peningkatan Signifikansi Keputusan 1. Kontrol 49,53 68,17 37,63% 0,000 Berbeda 2. Eksperimen 49,40 77,30 56,47% 0,000 Berbeda Dari tabel 20, harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,000 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. Dengan presentase 37,63%. Harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. Dengan presentase 56,47%. Dalam kemampuan memahami ini pada kedua kelompok mengalami kenaikan skor, namun pada kelompok eksperimen kenaikan yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Kenaikan skor di atas dapat dilihat lebih jelas pada grafik di bawah ini: 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Kontrol Eksperimen Pretest Posttest Gambar 6. Grafik Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat b. Uji perbandingan skor posttest. Dalam uji perbandingan skor posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, analisis stastistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena data posttest pada kedua kolompok merupakan data normal. Analisis data dengan menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hi: Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika harga sig. (2-tailed)<0,05 Ho ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan media pembelajaran timeline berbeda secara signifikan terhadap kemampuan berpikir. 2. Jika harga sig. (2-tailed)>0,05 Ho diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan media pembelajaran timeline tidak berbeda secara signifikan terhadap kemampuan berpikir. Berikut data hasil uji hipotesis kemampuan mengingat: Tabel 21. Rangkuman Hasil Perbedaan Skor Postest Kemampuan Mengingat Variabel Postest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Signifikansi 0,001 Keterangan Ada perbedaan yang signifikan Berdasarkan tabel 21 dapat dilihat bahwa harga signifikansi (2-tailed) kemampuan mengingat adalah 0,001 atau < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Tabel di bawah ini merupakan hasil rangkuman uji hipotesis kemampuan memahami: Tabel 22. Rangkuman Hasil Perbedaan Skor Postest Kemampuan Memahami Variabel Postest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Signifikansi 0,044 Keterangan Ada perbedaan yang signifikan Berdasarkan tabel 22 diketahui bahwa harga sig.(2 tailed) kemampuan memahami adalah 0,044 atau <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok. E. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil analisis data menggunakan program komputer SPSS 16 for Windows dengan menggunakan tiga tahap yaitu : 1). Uji normalitas, 2). Uji homogenitas, dan 3). Uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan setelah uji prasyarat dilakukan. Uji prasyarat dengan menguji normalitas dan homogenitas kedua kelompok. Setelah didapat data yang normal dan homogen, peneliti melakukan uji hipotesis penelitian untuk menjawab hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. Pada tahap pertama dilakukan uji normalitas pada masing-masing data. Hasil uji normalitas adalah sig.(2 tailed)>0,05 yang diartikan bahwa data

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 berdistribusi nomal. Berdasarkan tabel 9, tentang hasil uji normalitas kemampuan mengingat diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal karena harga sig.(2 tailed) di atas 0,05, yaitu untuk pretest kelompok eksperimen sebesar 1,607 dan pretest kelompok kontrol sebesar 1,488 sedangkan posttest kelompok eksperimen 2,953 dan posttest kelompok kontrol 2,032 sehingga semua distribusi data normal. Pada tabel 10 tentang hasil uji normalitas kemampuan mengingat dapat diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal karena harga sig.(2 tailed) di atas 0,05, yaitu untuk pretest kelompok eksperimen sebesar 1,355 dan pretest kelompok kontrol sebesar 1,189 sedangkan posttest kelompok eksperimen 1,103 dan posttest kelompok kontrol 0,746 sehingga semua distribusi data normal. Pada tahap kedua dilakukan uji homogenitas dengan hasil sig.(2 tailed) >0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, dengan kata lain data homogen. Berdasarkan tabel 11 diketahui bahwa harga sig.(2 tailed) kemampuan mengingat adalah 0,881 atau >0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan (homogen) antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Oleh karena itu dapat digunakan analisis perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada tabel 12 dapat diketahui bahwa harga sig.(2 tailed) kemampuan memahami adalah 0,102 atau >0,05

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 maka Ho diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan (homogen) antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Oleh karena itu dapat digunakan analisis perbandingan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahap ketiga dilakukan setelah didapatkan hasil bahwa pada tahap pertama dan kedua distribusi data normal dan homogen. Pada tahap ketiga dilakukan uji kenaikan skor pretest ke posttest kemudian perbedaan skor posttest antara kedua kelompok penelitian. Dari hasil analisis uji kenaikan skor kemampuan mengingat didapatkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,014 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest dengan presentase 43,76%. Harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest dengan presentase 78,78%. Pada kedua kelompok mengalami kenaikan skor, namun pada kelompok eksperimen kenaikan yang terjadi lebih tinggi yaitu sebesar 78,78% dibandingkan dengan kelompok kontrol sebesar 43,76%. Dan hasil analisis kemampuan memahami harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,000 atau < 0,05, maka H0

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest dengan presentase 37,63%. Harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,000 atau < 0,05, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest dengan presentase 56,47%. Dalam kemampuan memahami ini pada kedua kelompok mengalami kenaikan skor, namun pada kelompok eksperimen kenaikan yang terjadi lebih tinggi yaitu sebesar 56,47% dibandingkan dengan kelompok kontrol sebesar 37,63%. Tahap selanjutnya adalah uji perbedaan skor posttest kedua kelompok. Dari hasil analisis data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan media pembelajaran „timeline’ dan yang tidak menggunakan media pembelajaran „timeline’ terhadap kemampuan mengingat dan kemampuan memahami siswa kelas V SD dengan harga sig. (2-tailed) untuk kemampuan mengingat adalah 0,001 atau <0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kemampuan memahami harga sig. (2-tailed) adalah

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 0,045 atau <0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dari data yang telah dijabarkan dapat diartikan bahwa sig. (2-tailed) <0,005 sehinggaH0 ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan parsial yang signifikan penggunaan media pembelajaran „timeline’ terhadap kemampuan mengingat siswa dan penggunaan media pembelajaran “timeline” terhadap kemampuan memahami siswa. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Mityasari bahwa timeline dapat meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V. Hasil penelitian ini juga tidak jauh berbeda dengan penelitian Krisna Yanti bahwa metode atau model pembelajaran tertentu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa. Penelitian ini mendukung teori yang dikemukaan oleh beberapa ahli mengenai media pembelajaran. Salah satunya adalah teori yang diungkapkan oleh Kustandi dan Sutjipto (2011:11) bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan dengan menggunakan media pembelajaran „timeline’, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan mengingat antara kelompok yang menggunakan media pembelajaran „timeline’ dan kelompok yang tidak menggunakan media pembelajaran „timeline’. Perbedaan ini terlihat dari hasil posttest kedua kelompok. Kelompok eksperimen mendapatkan posttest yang lebih tinggi dari kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig (2-tailed)< 0,005 yaitu sebesar 0,001. 2. Ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan memahami antara kelompok yang menggunakan media pembelajaran „timeline’ dan kelompok yang tidak menggunakan media pembelajaran „timeline’. Perbedaan ini terlihat dari hasil posttest kedua kelompok. Kelompok

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 eksperimen mendapatkan posttest yang lebih tinggi dari kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig (2-tailed)< 0,005 yaitu sebesar 0,044. B. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa keterbatasan: 1. Pembelajaran menggunakan media pembelajaran timeline membuat jam pelajaran menjadi tidak tepat, karena dalam menggunakan timeline siswa membutuhkan waktu yang agak lama dan semuanya ingin mencoba. 2. Papan timeline yang digunakan kurang panjang, sehingga waktu yang seharusnya berada di sebelah kanan menjadi di bawah. C. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang diberikan bagi peneliti yang lain yang akan melakukan penelitian menggunakan timeline adalah sebagai berikut: 1. Peneliti perlu mensosialisasikan terlebih dahulu cara penggunaan media pembelajaran timeline, sehingga pada saat pembelajaran tidak perlu lagi menerangkan cara menggunakannya. Peneliti juga dapat membawa media pembelajaran lebih dari satu, sehingga setiap siswa dapat mencobanya. 2. Peneliti perlu mempersiapkan media timeline yang panjang untuk memuat semua peristiwa yang ada dalam materi.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 DAFTAR PUSTAKA Anderson, Lorin dan David R Krathwohl. 2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Assesmen. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. 2006. Evaluasi Program Pendidikan, Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Azwar, Saifuddin. 2012. Reliablitas dan Validitas.Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta. Crain, William. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Darmawan, Deni. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :Rineka Cipta. Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang : UNDIP. Kariadinata, Rahayu., Abdurahman, Maman. Pendidikan. Bandung:Pustaka Setia. 2012. Dasar-dasar Statistika KBBI online. 2014. (Diakses pada Rabu, 21 Mei 2014, 12.37). Kontour, Ronny. 2003. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung : Remaja Rosakarya.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Krisna Yanti, dkk. Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kediri. (online). Diakses pada tanggal 17 Oktober 2013. Kustadi, Cecep. , Sutjipto, Bambang. 2011. Media Pembelajaran : Manual dan Digital. Bogor : Ghalia Indonesia. Kuswana, Wowo Sunaryo. 2012. Taksonomi Kognitif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Margono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rinka Cipta. Maryani, E. & Syamsudin, H. 200). Pengembangan program pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi keterampilan sosial. Jurnal Penelitian No.9 Vol.1 , 1-15 Masidjo, Ignasius. 2007. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa SD. Yogyakarta : Kanisius. Mudyaharjo, Radja. 2006. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang DasardasarPendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Munadi, Yudhi. 2010. Media Pembelajaran : Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta : Gaung Persada Press. Obenchain, Kathryn M. 2011. Fifty Social Studies Strategies for K-8 Classroom. New Jersey : Pearson. Prayitno. 2008. Belajar Praktis Analisis Parametrik non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta : Gava Media. Sadiman, A. dkk. 2009. Media Pendidikan: Pengertian, Pemanfaatannya.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pengembangan dan Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta : ANDI. Santoso, S. 2012. Aplikasi SPSS pada Statistik Nonparametrik. Jakarta: Gramedia.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Sapriya. 2006. Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI PRESS. Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu. Siregar, E. & Nara, H. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Siregar, S. 2013. Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif:dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Jakarta: Bumi Aksara. Solihatin, Etin. 2007. Cooperative Learnig: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kulitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi. Supardi. 2011. Dasar-dasar Ilmu Sosial. Yogyakarta: Ombak. Surapranata, Sumarna. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung : Remaja Rosdakarya. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama. Yuli, Dini Mityasari. 2013. Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (TIME LINE CHART) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS kelas V SD (Online). (http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitianpgsd/article/view/2953 Diakses 17 Oktober 2013.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 LAMPIRAN

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 LAMPIRAN 1 SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester :V/2 Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 x pertemuan) Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pokok dan Uraian Materi Gagasan Kegiatan Pembelajaran Jenis Tagihan Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber dan Media Belajar Kompetensi Dasar : 2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan a. Competence 1. Mengenali tanggal Proklamasi Kemerdekaaan terjadinya peristiwa- Republik peristiwa sekitar Indonesia proklamasi kemerdekaan - 2. Mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok - Peristiwa Pertemuan I a. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, misal : Tes Pilihan Ganda Terla mpir 4 x 40 Susilanin menit (2 gsih, x Endang. pertemua Linda S. n) Limbong . 2008. menjelang “ Siapakah yang setiap tahun Ilmu Proklamasi mengikuti upacara Pengetah Tokoh-tokoh uan

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Menerjemahkan nama dan peristiwa- kemerdekaan peristiwa sekitar republik Proklamasi Indonesia 4. Memberikan contoh kemerdekaan ?” proklamasi Sosial 5. “Apa yang kalian rasakan saat mengikuti upacara ?” b. Siswa diberi penjelasan materi mengenai peristiwa menjelang pahlawan Proklamasi proklamasi menggunakan timeline : dengan a. Pertemuan di Dalat b. Peristiwa Rengasdengklok 6. Menyimpulkan c. Perumusan teks Proklamasi c. Siswa mencatat hal-hal yang Proklamasi penting saat guru menjelaskan 7. Mencocokkan d. Siswa membaca ringkasan peristiwa dan materi mengenai peristiwa tanggal terjadinya sekitar Proklamasi peristiwa Proklamasi e. Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa 8. Menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan f. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa g. Siswa megerjakan Cempaka Widyaningt yas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahua proklamasi terjadinya Klaten : Putih. tokoh-tokoh 5. Meringkas peristiwa 77 Lembar n Sosial. Yogyakarta: Kanisius

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Conscience Kerja Siswa bersama dengan 1. Mengelompokkan anggota tokoh bangsa yang termasuk golongan menggunakan timeline h. Siswa dan guru bersama-sama tua dan golongan tua membahas pada proklamasi Siswa kemerdekaan c. Compassion 1. Menghargai jasa kelompok i. Lembar Kerja Setiap kelompok membacakan hasil diskusi kelompok dengan diwakilkan satu orang pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2. Mengisi kemerdekaan Pertemuan II a. Siswa dan guru membahas Pekerjaan rumah b. Guru memberikan pertanyaan dengan melakukan kepada siswa mengenai tokoh- tindakan yang positif tokoh Proklamasi, missal : “Siapa saja tokoh-tokoh dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan ? “Bagaimanakah cara kalian menghargai jasa para 78

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pahlawan?” c. Siswa diberi penjelasan mengenai tokoh-tokoh dalam peristiwa menjelang Proklamasi menggunakan timeline - Ir. Sukarno - Drs. Moh. Hatta - Ahmad Subarjo - Ibu Fatmawati - Sutan Syahrir - Laksamana Maeda - Sayuti Melik d. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi satu kelas mengenai peran para pahlawan proklamasi dan apa yang bisa diteladani e. Siswa membaca ringkasan materi mengenai tokoh-tokoh proklamasi 79

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa g. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa II h. Siswa megerjakan Lembar Kerja Siswa II bersama dengan anggota kelompok i. Siswa dan guru bersama-sama membahas Siswa Lembar Kerja 80

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 LAMPIRAN 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester :V/2 Alokasi waktu : 4 x 40 menit (2X pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan B. Kompetensi Dasar 2.3. Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan C. Indikator Pembelajaran a. Competence 2.3.1. Mengenali tanggal terjadinya peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 2.3.2. Mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok 2.3.3. Menerjemahkan nama dan peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi 2.3.4. Memberikan contoh tokoh-tokoh pahlawan proklamasi 2.3.5. Meringkas peristiwa proklamasi 2.3.6. Menyimpulkan terjadinya Proklamasi 2.3.7. Mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi 2.3.8. Menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan b. Conscience 1.3.1. Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan c. Compassion 1.3.1. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 1.3.2. Mengisisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif D. Tujuan Pembelajaran a. Competence 1. Siswa mampu mengenali tanggal terjadinya peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 2. Siswa mampu mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok 3. Siswa mampu menerjemahkan nama dan peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi 4. Siswa mampu memberikan contoh tokoh-tokoh pahlawan proklamasi 5. Siswa mampu meringkas peristiwa proklamasi 6. Siwa mampu menyimpulkan terjadinya Proklamasi 7. Siswa mampu mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi 8. Siswa mampu menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan b. Conscience Siswa mampu mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan c. Compassion 1. Siswa mampu menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2. Siswa mampu mengisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif E. Materi Ajar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran a. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan Pedagogi Reflektif (PPR) b. Metode Pemelajaran Ceramah bervariasi, tanya jawab, diskusi, penugasan

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 G. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan I Kegiatan Awal (Konteks) a. Salam pembuka, ucapan salam kepada siswa b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran pada hari ini f. Motivasi Guru mengajak siswa mengajak bernyanyi “ Hari Merdeka” Tujuh belas Agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih dikandung badan Kita tetap setya tetap sedia mempertahankan Indonesia Kita tetap setya tetap sedia membela Negara kita Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, misal : “ Siapakah yang setiap tahun mengikuti upacara kemerdekaan ?” “Apa yang kalian rasakan saat mengikuti upacara ?” 15 menit 50 menit

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 b. Siswa diberi penjelasan materi mengenai peristiwa menjelang Proklamasi dengan menggunakan timeline : d. Pertemuan di Dalat e. Peristiwa Rengasdengklok f. Perumusan teks Proklamasi c. Siswa mencatat hal-hal yang penting saat guru menjelaskan d. Siswa membaca ringkasan materi mengenai peristiwa sekitar Proklamasi e. Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa f. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa g. Siswa megerjakan Lembar Kerja Siswa bersama dengan anggota kelompok menggunakan timeline h. Siswa dan guru bersama-sama membahas Lembar Kerja Siswa i. Setiap kelompok membacakan hasil diskusi kelompok dengan diwakilkan satu orang Aksi a. Mendengarkan guru menjelaskan didepan kelas b. Mendengarkan ketika ada teman yang sedang berbicara c. Belajar dengan rajin dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa Kegiatan Akhir Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetntang materi yang belum jelas 20 menit

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 c. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang Peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Refleksi Siswa membuat refleksi pembelajaran pada hari ini a. Apa yang kalian pelajari hari ini ? b. Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pembelajaran hari ini ? c. Kesulitan apa yang kalian temukan selama proses pembelajaran ? d. Apa usaha kalian untuk menyelesaikan kesulitan tersebut ? Tindak Lanjut a. Guru memberikan pekerjaan rumah untuk siswa untuk meringkas peristiwaperistiwa sekitar proklamasi sampai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dalam bentuk cerita b. Guru menutup pembelajaran c. Siswa dan guru berdoa bersama Pertemuan II Kegiatan Awal (Konteks) a. Salam pembuka, ucapan salam kepada siswa b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang tokoh-tokoh proklamasi e. Orientasi Siswa diberi penjelasan mengenai langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran pada hari ini f. Motivasi Guru mengajak siswa mengajak bernyanyi “Dari Sabang Sampai Merauke” Dari sabang sampai Merauke 10 menit

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Berjajar pulau-pulau Sambung menyambung menjadi satu Itulah Indonesia Indonesia tanah airku aku berjanji padamu Menjunjung tanah airku Tanah airku Indonesia Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Siswa dan guru membahas pekerjaan rumah b. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai tokoh-tokoh Proklamasi, misal : “Siapa saja tokoh-tokoh dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan ? “Bagaimanakah cara kalian menghargai jasa para pahlawan?” c. Siswa diberi penjelasan mengenai tokohtokoh dalam peristiwa menjelang Proklamasi menggunakan timeline - Ir. Sukarno - Drs. Moh. Hatta - Ahmad Subarjo - Ibu Fatmawati - Sutan Syahrir - Laksamana Maeda - Sayuti Melik d. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi satu kelas mengenai peran para pahlawan proklamasi dan apa yang bisa diteladani e. Siswa membaca ringkasan materi mengenai tokoh-tokoh proklamasi f. Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa g. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa II h. Siswa megerjakan Lembar Kerja Siswa II bersama dengan anggota kelompok i. Siswa dan guru bersama-sama membahas Lembar Kerja Siswa Aksi 45 menit

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 a. Mendengarkan guru menjelaskan didepan kelas b. Mendengarkan ketika ada teman yang sedang berbicara c. Belajar dengan rajin dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa Kegiatan Akhir Evaluasi Siswa mengerjakan lembar evaluasi Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetntang materi yang belum jelas c. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang tokoh-tokoh yang berperan dalam proklamasi Refleksi Siswa membuat refleksi pembelajaran pada hari ini a. Apa yang kalian pelajari hari ini ? b. Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pembelajaran hari ini ? c. Kesulitan apa yang kalian temukan selama proses pembelajaran ? d. Apa usaha kalian untuk menyelesaikan kesulitan tersebut ? Tindak Lanjut a. Guru menutup pembelajaran b. Siswa dan guru berdoa bersama c. Siswa diberi tugas untuk membaca materi selanjutnya H. Media dan Alat/bahan Media - Lembar kerja siswa 25 menit

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 - Papan timeline (garis waktu) I. Sumber Belajar Buku Susilaningsih, Endang. Linda S. Limbong. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 5. Klaten : Cempaka Putih. Widyaningtyas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Kanisius. J. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Competence 1. Mengenali tanggal terjadinya peristiwaperistiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 2. Mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok 3. Menerjemahkan nama dan peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi 4. Memberikan contoh tokohtokoh pahlawan proklamasi 5. Meringkas peristiwa proklamasi 6. Menyimpulkan terjadinya Proklamasi 7. Mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi 8. Menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan Jenis Penilaian Tes Tertulis Bentuk Penilaian Pilihan ganda Isian Contoh Instrumen Soal Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal ... a. 6 Agustus 1945 b. 9 Agustus 1945 c. 17 Agustus 1945 d. 14 Agustus 1945 Naskah proklamasi dirumuskan oleh ..., ..., dan ... . Terlampir Non tes Rubrik penilaian sikap Terlampir Conscience Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk Non tes Rubrik pengamatan

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan Compassion 1. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2. Mengisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 LAMPIRAN A. Penilaian Competence Pilihan ganda Skor setiap soal bernilai 1 Nilai = Jumlah skor yang benar X 2 3 Nilai Akhir = Skor perolehan X 10 B. Penilaian Conscience No. Nama Siswa Indikator Pencapaian Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan 1 2 3 Total Nilai 4 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan : Indikator : Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan Nilai 4 : Jika siswa mampu mengelompokkan dengan benar Nilai 3 : Jika siswa mampu mengelompokkan salah satu golongan Nilai 2 : Jika siswa mampu mengelompokkan namun masih ada yang salah Nilai 1 : Jika siswa tidak mampu mengelompokkan Nilai Akhir = C. Penilaian Compasion x 100 = …….

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Aspek yang diamati 1. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2. Mengisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif Terlihat Tidak terlihat Mengetahui, Kepala Sekolah Peneliti Alberta Ratna P.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3 SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester :V/2 Alokasi Waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan) Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pokok dan Uraian Materi Gagasan Kegiatan Pembelajaran Jenis Tagihan Penilaian Bentuk Instrumen Alokasi Waktu Contoh Instrumen Sumber dan Media Belajar Kompetensi Dasar : 2.3 menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan a. Competence Proklamasi 1. Mengenali tanggal Kemerdekaaan Pertemuan I a. Memberikan pertanyaan terjadinya peristiwa- Republik kepada siswa mengenai peristiwa sekitar Indonesia Proklamasi Kemerdekaan proklamasi kemerdekaan 2. Mengingat kembali tanggal peristiwa Republik Indonesia, misal : - Peristiwa “ Siapakah yang setiap tahun menjelang mengikuti upacara Proklamasi Tes Pilihan Non Ganda Tes Isian Terlam pir 4 X 40 Susilanin Menit (2 gsih, X Endang. pertemu Linda S. an) Limbong . 2008. Ilmu Pengeta 92

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rengasdengklok 3. Menerjemahkan - kemerdekaan ?” Tokoh-tokoh proklamasi nama dan peristiwa- kemerdekaa peristiwa sekitar n republik Proklamasi Indonesia huan “Apa yang kalian rasakan saat mengikuti upacara ?” mengenai peristiwa menjelang tokoh-tokoh Proklamasi : pahlawan ilmu Rengasdengklok proklamasi c. Perumusan 6. Menyimpulkan teks Yogyakarta: c. Siswa mencatat hal-hal yang 7. Mencocokkan peristiwa dan d. Siswa membaca ringkasan materi mengenai peristiwa peristiwa sekitar Proklamasi e. Siswa dibagi dalam kelompok 8. Menjelaskan peristiwa penting Kanisius penting saat guru menjelaskan tanggal terjadinya Proklamasi Pengetahua n Sosial. Proklamasi terjadinya Proklamasi Widyaningt Ayo belajar b. Peristiwa 5. Meringkas peristiwa a Putih. yas. 2011. a. Pertemuan di Dalat proklamasi Klaten : Cempak b. Siswa diberi penjelasan materi 4. Memberikan contoh Sosial 5. beranggotakan 4 – 5 siswa f. Siswa diberikan Lembar Kerja 93

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pada proklamasi Kemerdekaaan Siswa g. Siswa megerjakan Lembar b. Conscience Kerja Siswa bersama dengan 1. Mengelompokkan anggota kelompok tokoh bangsa yang h. Siswa dan guru bersama-sama termasuk golongan membahas tua dan golongan Siswa tua pada proklamasi kemerdekaan c. Compassion i. Lembar Kerja Setiap kelompok membacakan hasil diskusi kelompok dengan diwakilkan satu orang 1. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2. Mengisi Pertemuan II a. Siswa dan guru membahas Pekerjaan rumah b. Guru memberikan kemerdekaan pertanyaan kepada siswa dengan melakukan mengenai tokoh-tokoh tindakan yang Proklamasi, missal : positif “Siapa saja tokohtokoh dalam peristiwa proklamasi 94

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemerdekaan ? “Bagaimanakah cara kalian menghargai jasa para pahlawan?” c. Siswa diberi mengenai penjelasan tokoh-tokoh dalam peristiwa menjelang Proklamasi - Ir. Sukarno - Drs. Moh. Hatta - Ahmad Subarjo - Ibu Fatmawati - Sutan Syahrir - Laksamana Maeda - Sayuti Melik d. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi satu kelas mengenai peran para pahlawan proklamasi dan apa yang bisa diteladani e. Siswa membaca ringkasan 95

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi mengenai tokoh- tokoh proklamasi f. Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa g. Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa II h. Siswa megerjakan Lembar Kerja Siswa II bersama dengan anggota kelompok i. Siswa dan guru bersamasama membahas Lembar Kerja Siswa 96

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 LAMPIRAN 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester :V/2 Alokasi waktu : 4 x 40 menit (2X pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan B. Kompetensi Dasar 2.3. Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan C. Indikator Pembelajaran a. Competence 2.3.1. Mengenali tanggal terjadinya peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 2.3.2. Mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok 2.3.3. Menterjemahkan nama dan peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi 2.3.4. Memberikan contoh tokoh-tokoh pahlawan proklamasi 2.3.5. Meringkas peristiwa proklamasi 2.3.6. Menyimpulkan terjadinya Proklamasi 2.3.7. Mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi 2.3.8. Menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan b. Conscience 2.3.1. Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan c. Compassion 2.3.1. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2.3.2. Mengisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif D. Tujuan Pembelajaran

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 a. Competence 1. Siswa mampu mengenali tanggal terjadinya peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 2. Siswa mampu mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok 3. Siswa mampu menerjemahkan nama dan peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi 4. Siswa mampu memberikan contoh tokoh-tokoh pahlawan proklamasi 5. Siswa mampu meringkas peristiwa proklamasi 6. Siwa mampu menyimpulkan terjadinya Proklamasi 7. Siswa mampu mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi 8. Siswa mampu menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan b. Conscience Siswa mampu mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan c. Compassion 1. Siswa mampu menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 2. Siswa mampu mengisisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif E. Materi Ajar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran a. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan Pedagogi Reflektif (PPR) b. Metode Pemelajaran Ceramah bervariasi, tanya jawab, diskusi, penugasan G. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan I Kegiatan Awal (Konteks) a. Salam pembuka, ucapan salam kepada siswa 10 menit

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran pada hari ini f. Motivasi Guru mengajak siswa mengajak bernyanyi “ Hari Merdeka” Tujuh belas Agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih dikandung badan Kita tetap setya tetap sedia mempertahankan Indonesia Kita tetap setya tetap sedia membela Negara kita Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, misal : “ Siapakah yang setiap tahun mengikuti upacara kemerdekaan ?” “Apa yang kalian rasakan saat mengikuti upacara ?” b. Siswa diberi penjelasan materi mengenai peristiwa menjelang Proklamasi : d. Pertemuan di Dalat e. Peristiwa Rengasdengklok f. Perumusan teks Proklamasi c. Siswa mencatat hal-hal yang penting saat guru menjelaskan d. Siswa membaca ringkasan materi mengenai 50 menit 99

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. f. g. h. i. peristiwa sekitar Proklamasi Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa Siswa megerjakan Lembar Kerja Siswa bersama dengan anggota kelompok Siswa dan guru bersama-sama membahas Lembar Kerja Siswa Setiap kelompok membacakan hasil diskusi kelompok dengan diwakilkan satu orang Aksi a. Mendengarkan guru menjelaskan didepan kelas b. Mendengarkan ketika ada teman yang sedang berbicara c. Belajar dengan rajin dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa Kegiatan Akhir Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetntang materi yang belum jelas c. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang Peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Refleksi Siswa membuat refleksi pembelajaran pada hari ini a. Apa yang kalian pelajari hari ini ? b. Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pembelajaran hari ini ? c. Kesulitan apa yang kalian temukan selama proses pembelajaran ? d. Apa usaha kalian untuk menyelesaikan kesulitan tersebut ? Tindak Lanjut 20 menit 100

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Guru memberikan pekerjaan rumah untuk siswa untuk meringkas peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi sampai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dalam bentuk cerita b. Guru menutup pembelajaran c. Siswa dan guru berdoa bersama Pertemuan II Kegiatan Awal (Konteks) 10 menit a. Salam pembuka, ucapan salam kepada siswa b. Guru dan siswa berdoa bersama c. Presensi siswa d. Apersepsi Siswa bertanya jawab dengan guru tentang tokoh-tokoh proklamasi e. Orientasi Siswa dijelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran pada hari ini f. Motivasi Guru mengajak siswa mengajak bernyanyi “ Dari Sabang Sampai Merauke” Dari sabang sampai Merauke Berjajar pulau-pulau Sambung menyambung menjadi satu Itulah Indonesia Indonesia tanah airku aku berjanji padamu Menjunjung tanah airku Tanah airku Indonesia Kegiatan Inti (Pengalaman) a. Siswa dan guru membahas Pekerjaan rumah b. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai tokoh-tokoh Proklamasi, missal : “Siapa saja tokoh-tokoh dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan ? “Bagaimanakah cara kalian menghargai jasa para pahlawan?” c. Siswa diberi penjelasan mengenai tokoh-tokoh 45 menit 101

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. e. f. g. h. i. dalam peristiwa menjelang Proklamasi Ir. Sukarno Drs. Moh. Hatta Ahmad Subarjo Ibu Fatmawati Sutan Syahrir Laksamana Maeda Sayuti Melik Guru mengajak siswa untuk berdiskusi satu kelas mengenai peran para pahlawan proklamasi dan apa yang bisa diteladani Siswa membaca ringkasan materi mengenai tokoh-tokoh proklamasi Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa Siswa diberikan Lembar Kerja Siswa II Siswa megerjakan Lembar Kerja Siswa II bersama dengan anggota kelompok Siswa dan guru bersama-sama membahas Lembar Kerja Siswa Aksi a. Mendengarkan guru menjelaskan didepan kelas b. Mendengarkan ketika ada teman yang sedang berbicara c. Belajar dengan rajin dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa Kegiatan Akhir Evaluasi Siswa mengerjakan lembar evaluasi Kesimpulan a. Guru memberikan penguatan dan meluruskan kesalahan persepsi siswa b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetntang materi yang belum jelas c. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang tokoh-tokoh yang berperan dalam proklamasi 25 menit 102

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Refleksi Siswa membuat refleksi pembelajaran pada hari ini a. Apa yang kalian pelajari hari ini ? b. Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pembelajaran hari ini ? c. Kesulitan apa yang kalian temukan selama proses pembelajaran ? d. Apa usaha kalian untuk menyelesaikan kesulitan tersebut ? Tindak Lanjut a. Guru menutup pembelajaran b. Siswa dan guru berdoa bersama H. Media dan Alat/bahan Media Lembar kerja siswa I. Sumber Belajar Buku Susilaningsih, Endang. Linda S. Limbong. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 5. Klaten : Cempaka Putih. Widyaningtyas. 2011. Ayo belajar ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Kanisius. J. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen Soal Competence 1. Mengenali tanggal terjadinya peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 2. Mengingat kembali tanggal peristiwa Rengasdengklok 3. Menerjemahkan nama dan peristiwa-peristiwa Tes Tertulis Pilihan ganda Isian 1. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal ... a. 6 Agustus 1945 b. 9 Agustus 1945 c. 17 Agustus 1945 d. 14 Agustus 1945

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. 6. 7. 8. sekitar Proklamasi Memberikan contoh tokoh-tokoh pahlawan proklamasi Meringkas Non tes peristiwa proklamasi Menyimpulkan terjadinya Proklamasi Non tes Mencocokkan peristiwa dan tanggal terjadinya peristiwa Proklamasi Menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan Conscience 1. Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan Compassion 2. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 3. Mengisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif 104 Naskah proklamasi dirumuskan oleh ..., ..., dan ... . Rubrik penilaian sikap Terlampir Rubrik pengamatan Terlampir

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN A. Penilaian Competence Pilihan ganda Skor setiap soal bernilai 1 Nilai = Jumlah skor yang benar X 2 3 Nilai Akhir = Skor perolehan X 10 B. Penilaian Conscience Indikator Pencapaian No. Nama Siswa Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan 1 2 3 Total Nilai 4 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan : Indikator : Mengelompokkan tokoh bangsa yang termasuk golongan tua dan golongan tua pada proklamasi kemerdekaan Nilai 4 : Jika siswa mampu mengelompokkan dengan benar Nilai 3 : Jika siswa mampu mengelompokkan salah satu golongan Nilai 2 : Jika siswa mampu mengelompokkan namun masih ada yang salah Nilai 1 : Jika siswa tidak mampu mengelompokkan Nilai Akhir = x 100 = ……. 105

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Penilaian Compasion Indikator : Meneladani semangat juang para tokoh-tokoh Proklamasi Kemedekaan No Nama Siswa Aspek yang diamati 1 2 3 2. Menghargai jasa pahlawan sebagai pelajar dengan rajin belajar 3. Mengisi kemerdekaan dengan melakukan tindakan yang positif Mengetahui Kepala Sekolah Peneliti Alberta Ratna P. 4 106 Total Nilai

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 5 Nama Anggota Kelompok 1. 4. 2. 5. : 3. Lembar Kerja Siswa I Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran : Ilmu Pengatahuan Sosial (IPS) Hari / Tanggal : Kelas / Semester : V / II Materi Pokok : Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit A. Indikator Hasil Belajar a. Mengenali tanggal terjadinya peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan b. Meringkas peristiwa proklamasi c. Menyimpulkan terjadinya Proklamasi d. Menjelaskan peristiwa penting pada proklamasi Kemerdekaaan 107

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Petunjuk 1. Amati gambar yang ada. 2. Ceritakan apa yang kamu ketahui tentang gambar-gambar tersebut. 3. Tuliskan cerita tersebut pada kolom yang sudah disediakan. C. Kegiatan I 108

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar Kerja Siswa II Temukan nama tokoh-tokoh dalam tabel berikut ! A S D S F G H J K L I O W Z A U A S B M E N I J E F A T M A W A T I J K O D H A T D F E W A L M N H H N Q A A D A S D N R A J S W R H A S D F B A S A Y U T I M E L I K K Q Y A E B C V B N M V U W B H R T A E R T U D S E N R T Y C R C L K E W R M I G U I O J O P S A T R R Y U I O P O L A 109

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 110

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 7 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 115

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 117

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 LAMPIRAN 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 3 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 6 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 7 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 14 15 Total 1 1 0 12 1 1 1 14 1 1 0 12 1 1 1 14 1 1 1 14 1 1 1 13 1 1 0 14 1 1 1 13 1 1 1 12 0 1 1 14 0 1 0 12 1 1 1 14 1 1 0 11 1 1 1 14 1 1 1 15 0 1 1 13 1 1 1 15 1 1 1 14 1 1 0 8 1 1 1 13 0 1 1 14 1 1 1 15 1 1 1 13 1 1 1 11 0 1 1 10 0 0 0 8 0 1 1 12 1 1 1 14 1 1 1 15 1 1 1 13 1 1 0 12 1 1 1 13 0 0 1 9

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N soal1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal4 Pearson Correlation Pearson Correlation N .624 ** .000 33 -.038 .836 33 33 .624 ** .000 33 .637 ** .000 33 Pearson Correlation .247 Sig. (2-tailed) .166 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal9 33 .358 Sig. (2-tailed) soal8 .004 Sig. (2-tailed) N soal7 ** .165 Sig. (2-tailed) soal6 .487 Pearson Correlation N soal5 33 Pearson Correlation 33 -.122 .499 33 .458 ** 120

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2-tailed) N soal10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal12 Pearson Correlation .007 33 .513 .002 33 .581 soal13 33 . . 33 * .376 Sig. (2-tailed) .031 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N soal15 a Pearson Correlation N soal14 ** .000 Sig. (2-tailed) N ** Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .581 ** .000 33 .491 ** .004 33 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). a. Cannot be computed because at least one of the variables is constant. *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 121

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 11 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .713 N of Items .760 10 122

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 12 Nomor Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kelas Eksperimen Mengingat Memahami Pre test Post test Pre test Post test 50 100 13 75 50 100 38 50 100 100 38 63 50 100 13 63 100 100 13 50 0 100 25 50 50 100 38 75 100 100 75 100 0 100 63 88 50 100 63 75 50 100 50 63 100 100 50 88 50 100 50 75 50 100 63 88 100 100 50 88 50 100 50 75 50 100 75 100 100 100 50 75 50 100 38 88 0 100 75 88 50 100 63 100 100 100 50 88 100 100 50 63 50 100 63 75 0 100 50 75 50 100 50 75 50 100 63 75 0 100 63 88 50 100 50 88 50 50 50 75 123

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 LAMPIRAN 13 No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kelas Kontrol Mengingat Memahami Pre test Post test Pre test Post test 0 50 25 38 50 50 13 38 50 100 63 63 100 100 38 75 0 100 38 50 50 100 88 100 50 100 38 100 0 50 25 38 50 100 50 50 50 100 38 63 100 0 38 75 100 50 63 75 100 100 63 88 100 50 63 75 100 50 75 88 0 50 63 50 50 50 63 63 50 100 63 75 50 0 13 38 0 100 38 100 50 100 50 50 100 100 50 63 0 100 13 63 50 100 38 75 50 100 63 88 50 100 63 63 50 100 75 88 50 50 63 50 100 100 75 100 50 50 38 63

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 KELAS EKSPERIMEN a. Uji Normalitas Pretest Kemampuan Mengingat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test mengingat N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation 55.00 33.088 Most Extreme Absolute .293 Differences Positive .293 Negative -.273 Kolmogorov-Smirnov Z 1.607 Asymp. Sig. (2-tailed) .011 a. Test distribution is Normal. b. Uji Normalitas Pretest Kemampuan Memahami One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test memahami N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 49.4000 16.97381 Absolute .247 Positive .153 Negative -.247 1.355 .051 125

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test memahami N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 49.4000 16.97381 Absolute .247 Positive .153 Negative -.247 Kolmogorov-Smirnov Z 1.355 Asymp. Sig. (2-tailed) .051 a. Test distribution is Normal. c. Uji Normalitas Posttest Kemampuan Mengingat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Mean 98.33 Std. Deviation 9.129 Absolute .539 Positive .428 Negative -.539 2.953 .000 126

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Uji Normalitas Posttest Kemampuan Memahami One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 77.3000 14.00529 Absolute .201 Positive .165 Negative -.201 Kolmogorov-Smirnov Z 1.103 Asymp. Sig. (2-tailed) .175 a. Test distribution is Normal. KELAS KONTROL a. Uji Normalitas Pretest Kemampuan Mengingat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 77.3000 14.00529 Absolute .201 Positive .165 Negative -.201 127

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kolmogorov-Smirnov Z 1.103 Asymp. Sig. (2-tailed) .175 a. Test distribution is Normal. b. Uji Normalitas Pretest Kemampuan Memahami One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N 30 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 49.5333 19.92353 Absolute .217 Positive .152 Negative -.217 Kolmogorov-Smirnov Z 1.189 Asymp. Sig. (2-tailed) .118 a. Test distribution is Normal. c. Uji Normalitas Posttest Kemampuan Mengingat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute 76.6667 31.44051 .371 128

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Positive .229 Negative -.371 Kolmogorov-Smirnov Z 2.032 Asymp. Sig. (2-tailed) .001 a. Test distribution is Normal. d. Uji Normalitas Posttest Kemampuan Memahami One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VAR00001 N Normal Parameters 30 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 68.1667 19.81306 Absolute .136 Positive .136 Negative -.108 Kolmogorov-Smirnov Z .746 Asymp. Sig. (2-tailed) .634 a. Test distribution is Normal. 129

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 15 UJI HOMOGENITAS a. Uji Homogenitas Kemampuan Mengingat Test of Homogeneity of Variances Nilai Levene Statistic df1 .022 df2 1 Sig. 58 .881 b. Uji Homogenitas Kemampuan Test of Homogeneity of Variances Nilai Levene Statistic 2.768 df1 df2 1 Sig. 58 .102 130

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 LAMPIRAN 16 UJI KENAIKAN SKOR a. Kemampuan Mengingat Kelas Kontrol Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Mean Pair postekontrol - 1 pretestkontrol 23.333 Std. Std. Error Deviation Mean 48.660 Difference Lower 8.884 5.163 Upper 41.503 Sig. (2t df 2.626 tailed) 29 .014 b. Kemampuan Mengingat Kelas Eksperimen Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Mean Pair posteksperimen - 1 preeksperimen 43.333 Std. Std. Error Deviation Mean 34.072 6.221 Difference Lower 30.611 Upper 56.056 Sig. (2t 6.966 df tailed) 29 .000

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 c. Kemampuan Memahami Kelas Kontrol Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Mean Pair postkontrol - 1 prekontrol 18.633 Std. Std. Error Deviation Mean 18.715 3.417 Difference Lower 11.645 Upper 25.622 Sig. (2t df 5.453 tailed) 29 .000 d. Kemampuan Memahami Kelas Eksperimen Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Mean Pair posteksperimen - 1 preeksperimen 2.7900 0E1 Std. Std. Error Deviation Mean 12.57077 2.29510 Difference Lower 23.20600 Upper Sig. (2t 32.59400 12.156 df tailed) 29 .000

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 UJI PERBANDINGAN SKOR POSTTEST a. Kemampuan Mengingat Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Mean Std. 95% Confidence Error Interval of the Sig. (2- Differenc Differenc F Sig. t df tailed) e e Difference Lower Upper Nilai Equal variances 73.654 .000 3.625 58 .001 21.667 5.977 9.702 33.632 .001 21.667 5.977 9.517 33.816 assumed Equal variances not 3.625 33.85 5 assumed b. Kemampuan Memahami Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Mean Std. 95% Confidence Error Interval of the Sig. (2- Differenc Differenc F Sig. t df tailed) e e 9.133 4.430 Difference Lower Upper Nilai Equal variances assumed 5.068 .028 2.062 58 .044 .266 18.001

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Mean Std. 95% Confidence Error Interval of the Sig. (2- Differenc Differenc F Sig. t df tailed) Difference e e Lower Upper .044 9.133 4.430 .266 18.001 .044 9.133 4.430 .245 18.022 Nilai Equal variances 5.068 .028 2.062 58 assumed Equal variances not assumed 2.062 52.19 1

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 17 135

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 18 136

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 19 137

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 20 139

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 LAMPIRAN 21 BIODATA PENULIS Alberta Ratna Primastuti merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Lahir di Wonosobo, 23 Januari 1992. Menyelesaikan pendidikan di TK PIUS Wonosobo pada tahun 1998. Melanjutkan kejenjang Sekolah Dasar pada tahun yang sama dan lulus pada tahun 2004. Setelah lulus sekolah dasar melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Bakti Mulia pada tahun 2004 dan lulus pada tahun 2007. Penulis melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas pada tahun 2007 di SMAN 2 Wonosobo dan lulus tahun 2010. Penulis melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2010 di Universitas Sanata DharmaYogyakarta. Selama menempuh pendidikan, penulis mengikuti kegiatan organisasi dan mengikuti lomba-lomba dari tingkat sekolah sampai tingkat kabupaten. Kegiatan organisasi yang terakhir di jalani selama masa pendidikan adalah sebagai panitia Parade Gamelan Anak SD 2012 wilayah Jawa Tengah dan DIY sebagai sekretaris. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu acara Dies Natalis Universitas Sanata Dharma.

(161)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS V SD NEGERI NO.040474 TIGASERANGKAI.
0
1
2
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA SD KELAS I.
0
4
16
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM MENGINGAT TOKOH-TOKOH PERJUANGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM MENGINGAT TOKOH-TOKOH PERJUANGAN KEMERDEKAAN DALAM PEMBELAJARAN PKN PADA PESERTA DIDIK KELAS
0
2
14
PENGGUNAAN MEDIA MONOPOLI UNTUK MENIGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI GUNUNGSARI
0
0
25
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI NILAI TEMPAT DENGAN MEDIA ABAKUS DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 1 SUKODONO TAHUN PELAJARAN 20152016 SKRIPSI
0
0
17
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 20102011
0
1
148
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
184
DESKRIPSI KEMAMPUAN REFLEKTIF SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN DAN SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
0
1
158
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
155
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan
0
0
171
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
IMPLEMENTASI PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS IVB SD KANISIUS SOROWAJAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2010 2011 SKRIPSI
0
0
116
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI
0
0
161
Show more