Kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri I Sapuran, Wonosobo - USD Repository

Gratis

0
0
172
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SAPURAN, WONOSOBO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Disusun Oleh: ARIF KURNIAWAN 071324029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SAPURAN, WONOSOBO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Disusun Oleh: ARIF KURNIAWAN 071324029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Saya persembahkan skripsi ini untuk : Bapak – Ibuku tercinta Junaedi, S.Pd Tri lestari Diriku sendiri Dosen, karyawan dan sahabat tercinta Pendidikan Ekonomi 2007 Almamaterku tercinta UNIVERSITAS SANATA DHARMA iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motto Di setiap langkah perjuanganmu, kamu tidak akan sendiri... Selalu ada bantuan di sekitarmu.. Karena TUHAN akan selalu memberikan kemudahan dan akan memberikan penghargaan bagimu karena kerja keras dan karena ketidakputusasaan.... v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Penulis Arif Kurniawan vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama Nomor Mahasiswa : Arif Kurniawan : 071324029 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SAPURAN, WONOSOBO beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 28 Februari 2014 Yang menyatakan Arif Kurniawan vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SAPURAN, WONOSOBO Arif Kurniawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran, Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif. Dengan teknik sampling jenuh, dan diperoleh 33 guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Untuk menguji kontribusi persepsi guru digunakan analisis regresi berganda. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kontribusi kepemimpinan kepala sekolah sebesar 52,49% dengan p (0,000) < 0,05. Kontribusi kompensasi sebesar 26,90% dengan p (0,001) < 0,05. Kontribusi motivasi kerja sebesar 20,15% dengan p (0,011) < 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan semakin baik kepemimpinan kepala sekolah akan mengakibatkan semakin baik kinerja guru dan sebaliknya. Semakin baik kompensasi akan mengakibatkan semakin baik kinerja guru dan sebaliknya. Semakin tinggi motivasi kerja akan mengakibatkan semakan baik kinerja guru dan sebaliknya viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE CONTRIBUTION OF TEACHER’S PERCEPTIONS ON THE SCHOOL PRINCIPAL’S LEADERSHIP, COMPENSATION, AND WORKING MOTIVATION TOWARDS THE TEACHER’S PERFORMANCE IN SMA NEGERI 1 SAPURAN, WONOSOBO Arif Kurniawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 This study aims to determine the contribution of teacher‟s perceptions on school principal‟s leadership, compensation, and working motivation to work towards the teacher‟s performance in SMA Negeri 1 Sapuran, Wonosobo. This is an explanative research. The population of this study were 45 teachers. By using saturation sampling technique, 33 teachers in SMAN 1 Sapuran, Wonosobo, were obtained. Before analyzing the research instrument data, validity and reliability tests were conducted. The technique of data analysis in this research was multiple regression analysis. The results of hypothesis testing showed that: the contribution of school principal‟s leadership towards the teacher‟s performance of 52.49% with p (0.000) < 0.05; the contribution of compensation towards the teacher‟s performance of 26.90% with p (0.001) < 0.05; and the contribution of working motivation towards the teacher‟s performance of 20.15% with p (0.011) < 0.05. From these results it could be concluded that the better school principal‟s leadership would lead to the better teacher‟s performance and vice versa; the better the compensation would lead to the better teacher‟s performance and vice versa; and the higher the working motivation would lead to the better the teacher‟s performance and vice versa. The school principal‟s leadership, compensation, and teacher‟s working motivation could explain the variable of the teacher‟s performance of 18.4 %. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kasih atas segala limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Kontribusi Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kienrja Guru Di SMA Negeri I Sapuran, Wonosobo”. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi. Penulisan Skripsi ini terwujud berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak yang telah berkenan membimbing, membantu, dan memotivasi penulis. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Indra Darmawan S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk mengerjakan skripsi ini. 3. Bapak Indra Darmawan S.E., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk mengerjakan skripsi ini. 4. Bapak Y.M.V Mudayen, S.Pd ,M.Sc selaku dosen pembimbing pertama, yang dengan sabar dan penuh perhatian memberi dorongan dan arahan kepada penulis. 5. Bapak Indra Darmawan S.E., M.Si. selaku dosen pembimbing dua yang telah dengan sabar memberikan dorongan, saran, kritik dan kesediaan meluangkan waktu dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Bapak Drs. Djoko Wicoyo, M.S. yang telah menyempurnakan abstrak dalam bahasa inggris. 7. Bapak Drs. P. A. Rubiyanto, Ibu Dra. Catharina Wigati retno Astuti, M. Si., Bapak Yohanes Harsoyo, M.Si, Ibu Kurnia Martikasari, S.Pd.,M.Sc terima kasih atas bimbingannya selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma. 8. Ibu Titin dan Seluruh pihak administrasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma, staf dan karyawan UPT Perpustakaan Universitas Sanata Dharma. 9. Kepala Sekolah dan Guru SMA Negeri I Sapuran, Wonosobo telah membantu dalam penelitian ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Kedua orang tua saya tercinta (Bapak Junaedi S.Pd dan Ibu Tri Lestari ). Tiada kata dan tindakan yang mampu membalas semua kasih sayang, doa, dan perhatian kalian kepadaku. 11. Adik saya Fendi Dwi Kurniawan dan Purna Tri Kurniawan terima kasih atas segala doa dan dukungan sehingga penulis tetap semangat mengerjakan skripsi ini. 12. Pacar yang sekarang menjadi istriku Eka Setyaningrum terima kasih atas segala doa, motivasi dan dukungannya dari awal sampai akhir sehingga penulis tetap semangat mengerjakan skripsi ini. 13. Teman-teman seperjuangan angkatan 2007 Pendidikan Ekonomi; Anton Simbah, Zuuu, Debby, Hendry, Trisno, Isda, Enggar, Mona, Dian, Tasya, Lia, Fanny, Yully, Riza, Icha, Bagus, Arif, Fajar, Ugik, Flater Willy, Hendra, Fika, Gita, Sinta, Ina, Resti, Ata, Dedy, Debby Maluku, Pakde atas kebersamaan dalam suka dan duka yang kita lalui bersama. Semoga kebersamaan ini menjadi kenangan terindah dan tak terlupakan. 14. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu atas semua dukungan yang telah diberikan dalam penulisan skripsi ini. Penulis menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini menjadi lebih baik. Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Penulis, Arif Kurniawan xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA .......... vii ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................ viii ABSTRAK ...................................................................................................... ix ABSTRACK ................................................................................................... x KATA PENGANTAR .................................................................................... xi DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................. 1 B. Batasan Masalah ........................................................................... 8 C. Rumusan Masalah ........................................................................ 8 D. Definisi Operasional ..................................................................... 8 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Tujuan Penelitian .......................................................................... 9 F. Manfaat Penelitian ........................................................................ 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepemimpinan .............................................................................. 11 1. Pengertian Kepemimpinan .................................................... 11 2. Bentuk/Gaya Kepemimpinan ................................................ 12 3. Fungsi Kepemimpinan .......................................................... 13 4. Prinsip-prinsip Kepemimpinan ............................................. 14 B. Kompensasi .................................................................................. 17 1. Pengertian Kompensasi ......................................................... 17 2. Tujuan Pemberian Kompensasi ............................................. 18 3. Faktor Kompensasi ............................................................... 19 4. Fungsi Kompensasi ............................................................... 22 5. Bentuk-bentuk Kompensasi .................................................. 23 C. Motivasi Kerja .............................................................................. 25 1. Pengertian Motivasi .............................................................. 25 2. Teori-teori Motivasi .............................................................. 25 D. Kepala Sekolah ............................................................................. 27 1. Pengertian Kepala Sekolah ................................................... 27 2. Perananan Kepala Sekolah .................................................... 28 E. Kepemimpinan Kepala Sekolah ................................................... 30 F. Kinerja Guru ................................................................................. 31 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Pengertian Kinerja ................................................................. 31 2. Indikator Kinerja Guru .......................................................... 32 G. Hasil Penelitian Sebelumnya ........................................................ 35 H. Kerangka Teoritik ........................................................................ 39 I. Hipotesis ....................................................................................... 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ............................................................................. 43 B. Lokasi Penelitian .......................................................................... 43 C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel .................... 43 D. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................ 44 E. Variabel Indikator dan Batasan Pengertian .................................. 44 F. Data Penelitian dan Teknik Pengambilan Data ............................ 45 G. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 47 H. Instrumen Penelitian ..................................................................... 48 I. Teknik Pengujian Instrumen ........................................................ 49 1. Uji Validitas Instrumen ........................................................... 49 2. Uji Reliabilitas Instrumen ........................................................ 53 J. Teknik Analisis Data .................................................................... 55 1. Analisis Deskriptif ................................................................... 55 2. Regresi Berganda ..................................................................... 56 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Berdirinya Sekolah .......................................................... 67 B. Renstra Sekolah ............................................................................ 68 C. Identifikasi Tantangan Nyata yang Dihadapi Sekolah ................. 71 D. Sasaran/Tujuan Situasional Sekolah ............................................ 72 E. Identifikasi Fungsi-fungsi Sasaran ............................................... 72 F. Analisa SWOT (Analisis Tingkat Kesiapan Fungsi) ................... 73 G. Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Masalah ........................ 74 H. Rencana Dan Program Peningkatan Mutu ................................... 77 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden .................................................................... 81 B. Statistik Deskriptif ........................................................................ 82 C. Uji Asumsi Klasik ........................................................................ 86 1. Uji Normalitas ......................................................................... 86 2. Uji Multikolinearitas ............................................................... 86 3. Uji Heteroskedastisitas ............................................................ 87 4. Uji Linearitas ........................................................................... 87 D. Pengujian Hipotesis ...................................................................... 88 1. Uji Nilai F................................................................................ 90 2. Uji Nilai t................................................................................. 90 3. Koefisien Determinasi ............................................................. 91 E. Pembahasan .................................................................................. 91 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................... 95 B. Saran ............................................................................................. 95 C. Keterbatasan Penelitian ................................................................ 96 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 97 LAMPIRAN ..................................................................................................... 99 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel III.1. Kisi-kisi Instrumen untuk Mengukur Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo .................. 47 Tabel III.2. Skoring Berdasarkan Skala Likert ............................................... 49 Tabel III.3. Uji Validitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah .............. 51 Tabel III.4. Uji Validitas Variabel Kompensasi .............................................. 51 Tabel III.5. Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja ......................................... 52 Tabel III.6. Uji Validitas Variabel Kinerja Guru ............................................ 53 Tabel III.7. Hasil Uji Reliabilitas .................................................................... 54 Tabel III.8. Uji Statistik Durbin-Watson d ...................................................... 63 Tabel V.1. Deskripsi Responden ..................................................................... 81 Tabel V.2. Statistik Deskriptif Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah ...... 82 Tabel V.3. Statistik Deskriptif Variabel Kompensasi ..................................... 83 Tabel V.4. Statistik Deskriptif Variabel Motivasi Kerja ................................. 84 Tabel V.5. Statistik Deskriptif Variabel Kinerja Guru ................................... 85 Tabel V.6. Hasil Uji Normalitas ..................................................................... 86 Tabel V.7. Ringkasan Hasil Uji Multikolinearitas .......................................... 86 Tabel V.8. Hasil Uji Heteroskedastisitas ........................................................ 87 Tabel V.9. Ringkasan Hasil Uji Linearitas ..................................................... 88 Tabel V.10. Ringkasan Hasil Perhitungan Regresi ......................................... 89 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar II.1. Ilustrasi Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru ............................ 42 Gambar III. 1. Statistik Durbin-Watson d ....................................................... 63 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kuisioner Lampiran 2. Uji Validitas Lampiran 3. Uji Reliabilitas Lampiran 4. Deskripsi Data Variabel Penelitian Lampiran 5. Uji Heteroskedastisitas Lampiran 6. Surat Permohonan Ijin Penelitian xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai unsur yang membentuk satu kesatuan yang utuh. Di dalam sekolah terdapat berbagai macam sistem sosial yang berkembang dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola dan tujuan tertentu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya sehingga membentuk perilaku dari hasil hubungan individu dengan individu maupun dengan lingkungannya (Davis, K & Newstrom J. W. 1996.) Sardiman 2005: 125 mengemukakan guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagia tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam hal ini guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan 1 yang tersedia di sekolah.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan 2 yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa 2004: 25). Hal tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bekerja mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Memimpin itu sendiri berarti membimbing, mengarahkan, menuntun dan merintiskan jalan. Dalam memimpin suatu kelompok, seorang pemimpin mempunyai tugas pokok adalah menolong kelompok itu dengan segala kemampuanya, untuk mencapai tujuan bersama secara efektif. Dalam kepemimpinan di sekolah, kepala sekolah dianggap sebagai seorang pemimpin, sedangkan guru-guru dan karyawan berkedudukan sebagai bawahan. Semua jenis personel ini melibatkan diri dalam suatu ikatan organisasi sekolah untuk bekerja mencapai tujuan-tujuan sekolah mereka. Sehubungan dengan uraian di atas maka kepemimpinan dibidang pendidikan mempunyai pengertian bahwa pemimpin harus mempunyai keterampilan dalam proses mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pengajaran maupun pelatihan, agar segenap

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka akan tercapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapka. Dari uraian di atas dapat dijabarkan bahwa keterampilan konseptual menurut Katz, 1984 sebagaimana yang dikutip oleh Stoner J & Charles W, 1986 adalah kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan memadukan semua kepentingan dan kegiatan organisasi. Peran kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah memiliki tanggung jawab menggerakkan seluruh sumber daya yang ada disekolah, sehingga melahirkan etos kerja dan produktifitas yang tinggi dalam mencapai tujuan. Maka, figur kepala sekolah harus berkepribadian yang kuat, percaya diri, berani, bersemangat, murah hati dan memiliki kepekaan social. Kepala sekolah harus memahami tujuan pendidikan dengan baik, serta menemukan strategi yang tepat untuk mencapainya. Pengetahuan yang luas tentang bidang tugasnya seperti: menyusun jadwal pelajaran dan mengembangkan konsep pengembangan sekolah, mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar dan produktif. Kepala sekolah juga harus mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat agar ikut berperan serta dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Efektivitas mengajar guru akan optimal, jika kepala sekolah dapat mengatur dan membimbing guru-guru secara baik sehingga para guru dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan bawahannya sehingga tidak ada keluhan dalam

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari, harus 4 menunjukkan kewibawaannya sehari-hari, sehingga dapat diteladani dan dipatuhi oleh para guru maupun siswa. Menetapkan dan sekaligus melaksanakan peraturanperaturan yang logis dan sistematis, dan dapat diterima oleh semua pihak yang terkait dalam peningkatan efektifitas mengajar guru. Menurut (Reddin dalam Matutina, dkk, 1993) dalam kepemimpinan memiliki 3 pola dasar yaitu unsur tugas, unsur manusia dan unsur hasil yang dicapai. Untuk dapat memperlakukan ketiga unsur tersebut secara seimbang, seorang pemimpin harus memiliki diperlukan pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang dalam melaksanakan kepemimpinan. Pengetahuan dan keterampilan ini dapat diperoleh dari pengalaman belajar secara teori ataupun dari pengalaman di dalam praktek selama menjadi pemimpin. Namun secara tidak disadari seorang pemimpin dalam memperlakukan tiga unsur tersebut dalam rangka menjalankan kepemimpinannya menurut caranya sendiri. Cara atau teknik seorang dalam menjalankan suatu kepemimpinan disebut gaya kepemimpinan. Kepemimpinan dari seorang pemimpin dapat disebabkan oleh sifat-sifat pemimpin itu sendiri. Ada beberapa factor yang dapat menyebabkan kepemimpinan salah satunya adalah jenis kelamin dimana pria dan wanita memiliki sifat mendasar yang berbeda, wanita cenderung menggunakan perasaannya dan bertindak lembut, sedangkan pria lebih menggunakan kemampuan berpikir dan bertindak tegas Anonim, 2008. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah sangat signifikan bagi keberhasilan sekolah, karena kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional yang diberi tugas

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 memimpin suatu lembaga sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar Sardiman, 2005. Peranan kepala sekolah dalam rangka mutu pendidikan sangat penting karena dapat mempengaruhi berhasil dan tidaknya mutu pendidikan itu sendiri. Kepala sekolah sebagai tulang punggung mutu pendidikan dituntut untuk bertindak sebagai pembangkit semangat, mendorong, merintis dan memantapkan serta sekaligus sebagai administrator. Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah harus memiliki kemampuan administrasi, memiliki komitmen tinggi, dan luwes dalam melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat mengupayakan peningkatan kinerja guru melalui program pembinaan kemampuan tenaga kependidikan. Oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai kepribadian atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan-keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan. Dalam perannya sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga. Dalam pelaksanaan tugas mendidik, guru memiliki sifat dan perilaku yang berbeda, ada yang bersemangat dan penuh tanggung jawab, juga ada guru yang dalam melakukan pekerjaan itu tanpa dilandasi rasa tanggung jawab, selain itu juga ada guru yang sering membolos, datang tidak tepat pada waktunya dan tidak mematuhi perintah. Kondisi guru seperti itulah yang menjadi permasalahan di setiap lembaga pendidikan formal. Dengan adanya

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 guru yang mempunyai kinerja rendah, sekolah akan sulit untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan dari guru. Kepala sekolah merupakan orang atau personil kependidikan yang memiliki peran besar dalam mencapai keberhasilan pengelolaan suatu sekolah, sedangkan guru berada di posisi lain yang berperan besar dalam keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas disamping peran siswa, karyawan sekolah dan juga orang tua siswa. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang didalamnya terdapat juga kepribadian, keterampilan dalam mengelola sekolah termasuk dalam menangani masalah yang timbul di sekolah, gaya kepemimpinan serta kemampuan menjalin hubungan antar manusia sangat menentukan atau memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas proses belajar dan mengajar di sekolah. Dalam hal ini keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah akan tampak dari apa yang dikerjakannya. Hal ini penting untuk dikedepankan karena apa yang telah dikerjakan kepala sekolah melalui kebijakan yang telah ditetapkan akan mempengaruhi kondisi fisik dan psikis para guru, siswa dan karyawan sekolah. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab apabila ia merasa puas terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Oleh sebab itu seorang kepala sekolah dalam memimpin agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik ia juga harus memperhatikan secara cultural, baik bagi guru, siswa, karyawan sekolah, orang tua siswa serta lingkungan masyarakat. Selain kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi yang diberikan juga bisa memberikan kontribusi terhadap kinerja kepala sekolah, entah itu

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 kontribusi yang positif atau kontribusi yang negatif. Kompensasi yang diberikan bisa berupa gaji, bonus/intensif, maupun berupa komisi, entah itu komisi dalam menjaga ujian, maupun komisi dalam membuat soal. Kompensasi juga bisa diterima berupa tunjangan sertifikasi bagi guru yang lulus sertifikasi. Banyak guru-guru yang sudah mengikuti sertifikasi dan mendapatkan tunjangan tetapi kinerja yang dilakukan masih buruk, hal itu terlihat dari perilaku guru yang mengajar semauanya sendiri, sering bolos, dan kurangnya rasa tanggung jawab. Motivasi memiliki peranan yang penting dalam mewujudkan kinerja guru yang lebih baik. Adanya motivasi yang positif dapat memberikan pengaruh yang positif juga terhadap kinerja guru. Motivasi tersebut dapat diperoleh dari diri sendiri, rekan guru maupum kepala sekolah. Banyak guru yang kurang adanya motivasi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di sekolah, hal tersebut bisa terlihat dari cara mengajar yang malas-malasan, kurangnya keinginan untuk maju dan cepat puas dengan apa yang sudah sudah dilakukan. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Kontribusi persepsi guru tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi, Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru di SMA N 1 Sapura Wonosobo”

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 B. Batasan Masalah Dalam penulisan skripsi ini, penulis mencoba menganalisis hanya masalah kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA N 1 Sapura, Wonosobo. Dimana penulis membatasi tempat untuk melakukan penelitian karena diharapkan penelitian ini dapat lebih fokus dan memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan penulis dan menjadi sebuah karya ilmiah yang baik. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan, maka untuk mempermudah dalam pembatasan penelitian ini perlu disederhanakan dalam sebuah bentuk rumusan masalah untuk memperjelas masalah yang ada, yaitu: 1. Apakah kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo? 2. Apakah kompensasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo? 3. Apakah motivasi kerja memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo? D. Definisi Operasional 1. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah yaitu penilaian guru tentang kepala sekolah dalam membimbing guru dan staf

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 yang ada di sekolah supaya tercapainya tujuan. 2. Kompensasi (X2) Persepsi guru tentang sejumlah uang atau pemberian lainnya yang diterima guru sebagai balas jasa dalam bekerja. 3. Motivasi Kerja (X3) Persepsi guru tentang dorongan dari kepala sekolah kepada guru supaya bekerja secara optimal. 4. Kinerja Guru (Y) Kinerja guru adalah tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang ditetapkan sekolah. E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini setara dengan hal-hal yangingin diketahui dalam penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA N I Sapuran, Wonosobo. 2. Untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi persepsi guru tentang kompensasi terhadap kinerja guru di SMA N I Sapuran, Wonosobo. 3. Untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi persepsi guru tentang motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA N I Sapuran, Wonosobo.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan sebagai masukan sekolah dalam hal penyediaan kelengkapan perpustakaan dan kepala sekolah sebagai motivator semua guru dalam proses belajar mengajar. 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini dapat menambah referensi perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang berguna bagi mahasiswa dan siapa saja yang membutuhkannya terkait dengan kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. 3. Bagi penelitian selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya. 4. Bagi pembaca Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pembaca dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengetahui kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah dan fasilitas kerja terhadap kinerja guru.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepemimpinan 1. Pengertian Kepemimpinan Istilah kepemimpinan banyak sekali dimunculkan (dikemukakan) oleh para ahli baik secara umum maupun secara khusus. Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi prestasi kerja organisasi, karena kepemimpinan merupakan aktivitas utama dimana tujuan organisasi dapat dicapai. Pentingnya kepemimipinan seperti yang dikemukakan oleh James M. Black pada Manajemen: A Guide to Executive Command dalam (Sadili Samsudin, 2006:287) yang dimaksud dengan “Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkan orang lain agar mau bekerja sama di bawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. Menurut Dr. Buchari Zainun dalam bukunya Sunindhia dan Ninik Widiyanti 1993: 14 leadership atau kepemimpinan diartikan sebagai satu kekuatan atau ketangguhan yang bersumber dari kemampuan untuk mencapai cita-cita dengan keberanian mengambil risiko yang bakal terjadi. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan oleh penulis bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang 11

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 dalam mempangaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Kegiatan mempengaruhi orang lain atau sikap yang tidak disadari dan bersifat emosional tidak cukup untuk menggambarkan kepemimpinan. Maka dengan demikian kepemimpinan sebagai kekuatan atau ketangguhan yang dimiliki oleh para pemimpin yang bersumber dari kemampuan untuk mencapai cita-cita dengan keberanian untuk memikul risiko yang mungkin terjadi. 2. Bentuk/Gaya Kepemimpinan a. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. b. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikut sertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 c. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire Gaya kepemimpinan bebas mendiskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawan atau kelompok kebebasan dalam membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut karyawan atau guru paling sesuai. Pemimpin jenis ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. 3. Fungsi Kepemimpinan Fungsi seorang pemimpin beserta teknik kepemimpinan berbeda menurut situasi dimana sang pemimpin melakukan kegiatannya. Kelompok-kelompok yang satu sama lainnya, serta berbeda fungsi dan tujuannnya, menghendaki cara kepemimpinan yang berbeda pula. Sifat pemimpin beserta proses kepemimpinannya dalam suatau organisasi dengan organisasi yang lain jelas sekali berbeda satu sama lainnya. Jenis kepemimpinan dan jenis kepribadian dari orang yang dipilih berbeda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya, antara periode yang satu dengan periode yang lainnya. Dalam kepemimpinan tidak ada asas-asas yang universal yang tampak adalah bahwa prosesproses kepemimpinan dan pola-pola hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin mempunyai ciri-ciri khas dalam setiap jenis kelompoknya. Fungsi utama kepemimpinan terletak dalam jenis khusus dari perwakilan kelompoknya. Seorang pemimpin harus mewakili kelompoknya melalui saluran-saluran yang khusus direncanakan dan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dibuat oleh kelompoknya sendiri. Mewakili kepentingan kelompoknya mengandung arti bahwa si pemimpin mewakili fungsi administrasi secara eksekutif. Ini meliputi koordinasi dan integrasi berbagai aktivitas, kristalisasi kebijaksanaan kelompok dan penilaian terhadap berbagai macam-macam peristiwa yang baru terjadi, yang membawakan fungsi kelompok. Lain dari pada itu seorang pemimpin juga merupakan perantara dari orang-orang dalam kelompoknya dengan orang-orang di luar kelompoknya. 4. Prinsip-prinsip Kepemimpinan Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Adapun Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsipprinsip sebagai berikut : a. Seorang yang belajar seumur hidup Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar. b. Berorientasi pada pelayanan Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik. c. Membawa energi yang positif Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif. d. Percaya pada orang lain Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. e. Keseimbangan dalam kehidupan Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat. Melihat kehidupan sebagai tantangan Kata „tantangan‟ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan. f. Sinergi Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja. g. Latihan mengembangkan diri sendiri Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: pemahaman materi, memperluas materi melalui belajar dan pengalaman, mengajar materi kepada orang lain, mengaplikasikan prinsip-prinsip, memonitoring hasil, merefleksikan hasil yang diperoleh. Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: kemauan dan keinginan sepihak, kebanggaan dan penolakan, dan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut, memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Selain itu seorang pemimpin harus mempunyai kekuatan dan kewenangan yang bertujuan untuk membenarkan kepemimpinan dan tidak untuk menciptakan ketakutan. Peningkatan diri dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap sangat dibutuhkan untuk menciptakan seorang pemimpin yang berpinsip karena seorang pemimpin seharusnya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional. B. Kompensasi 1. Pengertian Kompensasi Kompensasi merupakan pengeluaran dan biaya bagi perusahaan Perusahaan mengharapkan pengeluaran dan biaya kompensasi ini memperoleh imbalan prestasi kerja yang lebih besar dari karyawan supaya perusahaan tersebut mendapakan laba yang terjamin. Ada beberapa pendapat ahli tentang pengertian kompensasi yang dapat diberikan. Menurut Hasibuan (2000: 118) kompensasi adalah: Semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan pada perusahaan Sedangkan Menurut Dessler (1998:85) kompensasi adalah: semua bentuk upah atau imbalan yang berlaku bagi karyawan dan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 muncul dari pekerjaan mereka, dan mempunyai dua komponen. Ada pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi, dan bonus, dan ada pembayaran yang tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan seperti uang asuransi dan uang liburan yang dibayarkan oleh majikan. Kompensasi inilah yang akan dipergunakan karyawan itu untuk memenuhi kebutuhannya. Besarnya kompensasi menerima status, pengakuan, dan tingkat pemenuhan kebutuhan yang dinikmati oleh karyawan bersama keluarganya. Jika kompensasi yang diterima karyawan semakin besar maka jabatannya semakin tinggi. Setatusnya semakin baik dan pemenuhan kebutuhan yang dinikmatinya akan semakin banyak pula. Disinilah letak pentingnya kompensasi bagi karyawan sebagai seorang penjual tenaga (fisik dan pikiran). Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa kompensasi adalah sesuatu yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai balas jasa mereka dan kompensasi tersebut dapat dinilai dengan uang atau tanpa uang dan mempunyai kecenderungan yang tetap. 2. Tujuan Pemberian Kompensasi Pemberian kompensasi bertujuan sebagai berikut: a. Pemenuhan kebutuhan Karyawan menerima kompensasi berupa upah, gaji atau bentuk lainnya adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari atau dengan kata lain, kebutuhan ekonominya. Dengan adanya kepastian menerima upah atau gaji tersebut secara periodik, bararti adanya

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 jaminan economic security bagi dirinya dan keluarganya yang menjadi tanggunganya. b. Meningkatkan produktifitas kerja Pemberian kompensasi yang semakin baik akan mendorong karyawan bekerja secara produktif. c. Memajukan organisasi atau perusahaan Semakin berani suatu perusahaan atau organisasi memberikan kompensasi yang tinggi, semakin menunjukkan betapa makin suksesnya suatu perusahaan sebab pemberian kompensasi yang tinggi hanya mungkin apabila pendapatan perusahaan yang digunakan untuk itu makin besar. d. Menciptakan keseimbangan dan keadilan Ini berarti pemberian kompensasi berhubungan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh karyawan pada jabatan sehingga tercipta keseimbangan antara input (syarat-syarat) dan output .Sedangkan dalam bukunya Sedarmayanti (2001: 24) tujuan system kompensasi dalam suatu organisasi harus diatur agar menjadi system yang baik dalam organisasi. 3. Faktor Kompensasi Menurut Handoko ( 2001: 155 ), kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa bekerja. Apabila kompensasi diberikan secara benar, para karyawan akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran – sasaran organisasi. Kompensasi

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 penting bagi karyawan, karena kompensasi mencerminkan nilai karya karyawan itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Dalam hal pemberian gaji beberapa faktor yang harus diperhatikan, diantaranya: 1) Arti gaji bagi karyawan Bagi seorang karyawan gaji mempunyai arti yang mendalam, yakni sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat kehidupan karyawan yang bersangkutan bersama keluarganya. 2) Dasar pemberian gaji Ada beberapa dasar dalam pemberian gaji. Satu diantaranya adalah hasil kerja yakni gaji diberikan berdasarkan jumlah atau nilai barang yang dijual atau yang dihasilkan. 3) Faktor Komunikasi Menurut Arep dalam manajemen personalia ( 2003: 81 ), komunikasi yang lancar adalah komunikasi terbuka dimana informasi mengalir secara bebas dari atas kebawah atau sebaliknya, dalam suatu organisasi komunikasi perlu dijalin secara baik antara atasan dengan bawahan atau sesama bawahan, karena dengan komunikasi yang lancar maka arus komunikasi akan berjalan lancar pula serta tidak terjadi adanya miskomunikasi yang akan mengakibatkan kesimpang siuran dalam melaksanakan pekerjaan dalam organisasi. Komunikasi yang lancar kebijakan organisasi akan dapat lebih mudah dimengerti.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 4) Faktor Kepemimpinan Menurut Arep dalam manajemen personalia (2003: 93), kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memguasai atau mempengaruhi orang lain atau masyarakat yang berbeda – beda menuju pencapaian tertentu. Dalam mencapai tujuan yakni untuk dapat menguasai atau mempengaruhi serta memotivasi orang lain, maka dalam penerapan manajemen sumber daya manusia digunakan beberapa gaya kepemimpinan, diantaranya: Democratic Leadership, adalah suatu gaya kepemimpinan yang menitik beratkan kepada “ kemampuan untuk menciptakan Moral” dan “kemampuan untuk menciptakan Kepercayaan”. 5) Faktor pelatihan Pelatihan merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam suatu organisasi. Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia setiap organisasi perlu melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi karyawannya, baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar organisasi. 6) Faktor prestasi Penilaian presasi kerja karyawan bagi organisasi merupakan sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia. Sedangkan bagi karyawan penilaian prestasi dapat memacu semangat kerja, guna peningkatkan kinerja selanjutnya. Karena dengan penilaian prestasi ini akan merasa bahwa hasil kerja mereka diakui oleh pihak organisasi dan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 kemudian menimbulkan harapan untuk memperoleh kompensasi dari organisasi. Hal ini merupakan sumber motivasi kerja yang sangat mempengaruhi kinerja karyawan. 4. Fungsi Kompensasi Adapun fungsi pemberian kompensasi menurut Martoyo (2000:128) antara lain yaiu: a. Pengalokasian sumber daya manusia secara efisien. Fungsi ini menunjukkan bahwa pemberian kompensasi yang cukup baik pada karyawan yang berpresasi baik akan mendorong para karyawan untuk bekerja lebih baik kearah pekerjaan yang lebih produktif. Dengan kata lain ada kecenderungan para karyawan dapat bergeser atau berpindah dari yang kompensasinya rendah ketempat kerja yang kompensasinya tinggi dengan cara menunjukkan prestasi kerja yang lebih baik. b. Mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai akibat aplikasi dan penggunaan sumber daya manusia, dalam organisasi yang bersangkutan secara efisien dan efektif tersebut maka dapat diharapkan bahwa sistem pemberian kompensasi tersebut secara langsung dapat memberikan stabilitas organisasi dan secara tidak langsung ikut andil dalam mendorong stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 c. Penggunaan sumberdaya manusia secara lebih efisien dan efektif. Dengan pemberian kompensasi yang tinggi kepada karyawan mengandung implikasi bahwa organisasi akan menggunakan tenaga kerja karyawan dengan seefisien mungkin. Sebab dengan cara demikian organisasi yang bersangkutan akan memperoleh manfaat dan keuntungan semaksimal mungkin. Disinilah produktifitas karyawan sangat ditentukan. 5. Bentuk-Bentuk Kompensasi a. Kompensasi Langsung Sampai saat ini pengertian kompensasi langsung masih mengunakan istilah administrasi gaji dan upah, adapun pengertian dari kompensasi secara terpisah diungkapkan oleh Dessler (1998:89) kompensasi dengan pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah gaji, insentif, komisi dan bonus. Dari penjelasan diatas kompensasi langsung merupakan bagian dari kompensasi secara keseluruan yang pembayaranya pada umumnya mengunakan uang, dan langsung terkait dengan dengan prestasi kerja yang dapat berbentuk gaji, upah, insentif, komisi dan bonus. Dan pengertian bentuk-bentuk kompensasi langsung adalah: 1) Gaji. Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawan sebagai konsekuensi dari kedudukanya sebagai seorang karyawan yang memberikan sumbangan tenaga dan pikiran dalam mencapai

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 tujuan perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai bayaran tetap yang diterima seseorang dari keanggotaannya dalam sebuah perusahaan. 2) Upah Upah merupakan imbalan financial langsung yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan. Jadi tidak seperti gaji yang jumlahnya relatif tetap, besarnya upah dapat berubah-ubah tergantung pada pekerjaan dan hasilnya. 3) Insentif/Bonus Insentif merupakan imbalan langsung yang dibayarkan kepada karyawan karena kinerja melebihi standar yang ditentukan. Insentif merupakan bentuk lain dari upah langsung diluar upah dan gaji yang merupakan kompensasi tetap, yang biasa disebut kompensasi berdasarkan b. Kompensasi Tak Langsung Selain kompensasi langsung, kompensasi tak langsung juga mempunyai peranan yang tak kalah pentingnya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Menurut Dessler (1998:85) yaitu Semua pembayaran keuangan tak langsung yang diterima oleh seorang karyawan untuk melanjutkan pekerjaan dengan perusahaan. Pembagian kompensasi tak langsung

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 dalam tunjangan keuangan, tunjangan hari raya, kesejahteraan karyawan jamsostek dan pelayanan kesehatan. C. Motivasi Kerja 1. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan, keinginan, sebab, atau alasan seseorang melakukan sesuatu. menurut Handoko, T. Hani, (2000), motivasi diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Menurut Malthis (2006, 114), motivasi adalah keinginan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Biasanya orang bertindak karena suatu alasan untuk mencapai tujuan. Memahami motivasi sangatlah penting karena kinerja, reaksi terhadap kompensasi dan persoalan sumber daya manusia yang lain dipengaruhi dan mempengaruhi motivasi. Pendekatan untuk memahami motivasi berbeda - beda, karena teori yang berbeda mengembangkan pandangan dan model mereka sendiri. 2. Teori-teori Motivasi Teori motivasi manusia yang dikembangkan oleh Maslow dalam Mathis, 2006, mengelompokkan kebutuhan manusia menjadi lima kategori yang naik dalam urutan tertentu. Sebelum kebutuhan lebih mendasar terpenuhi, seseorang tidak akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Hierarki Maslow yang terkenal terdiri atas kebutuhan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 fisiologis, kebutuhan akan keselamatan dan keamanan, kebutuhan akan kebersamaan dan kasih sayang, kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan seseorang merupakan dasar untuk model motivasi. Kebutuhan adalah kekurangan yang dirasakan oleh seseorang pada saat tertentu yang menimbulkan tegangan yang menyebabkan timbulnya keinginan. Karyawan akan berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan melakukan suatu aktivitas yang lebih baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan melakukan aktivitas yang lebih banyak dan lebih baik karyawan akan memperoleh hasil yang lebih baik pula sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Keinginan yang timbul dalam diri karyawan dapat berasal dari dalam dirinya sendiri maupun berasal dari luar dirinya, baik yang berasal dari lingkungan kerjanya maupun dari luar lingkungan kerjanya. Motivasi bukanlah merupakan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan ada beberapa faktor yang mempenagruhinya. Menurut Arep ( 2003; 51 ) ada Sembilan faktor motivasi, yang dari kesembilan tersebut dapat dirangkum dalam tiga faktor secara garis besar, yaitu: a. Faktor kebutuhan manusia Kebutuhan dasar yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan yang biasa disebut sebagai kebutuhan primer / kebutuhan ekonomis. Untuk memenuhi kebutuhan dasar ini sesorang akan bekerja keras dengan mengerahkan segala

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kemampuannya, karena kebutuhan makanan, pakaian, dan perumahan merupakan kebutuhan yang paling mendasar yang harus di penuhi. b. Kebutuhan rasa aman (psikologis) Yang termasuk dalam kategori kebutuhan psikologis disini diantaranya adalah kebutuhan akan status, pengakuan, penghargaan, dan lain – lain. Menurut Arep ( 2003 :61 ) keinginan karyawan untuk mencapai status tertentu atau untuk menjadi seorang “tokoh“, bukan saja berarti bahwa karyawan harus mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mencapai kemajuan, akan tetapi juga harus bersedia menerima kewajiban kewajiban lebih banyak. Artinya motivasi untuk meraih status yang diidam - idamkan akan melekat kuat dalam dirinya. c. Kebutuhan sosial Menurut Robert Carison:” Satu cara meyakinkan para karyawan betah bekerja adalah dengan meyakinkan bahwa dirinya memiliki banyak mitra di organisasi “.Karyawan dalam suatu organisasi memerlukan berinteraksi dengan sesama karyawan dan dengan sesama atasannya serta menumbuhkan pengakuan atas prestasi kerjanya. D. Kepala Sekolah 1. Pengertian Kepala Sekolah Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, kepala sekolah terdiri dari dua kata yang pertama adalah kepala yang dapat diartikan ketua atau orang yang memimpin. Sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 mengajar dan belajar serta tempat memberi dan menerima pelajaran. Seorang kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang akan menentukan langkah-langkah pendidikan yang efektif di lingkungan sekolah Juairiah, 2006. Sedangkan menurut Wagiman, 2005 kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional yang diberi tugas memimpin suatu lembaga sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar. 2. Peranan Kepala Sekolah Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional oleh Depdiknas terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu, sebagai pendidik, manajer, administrator, penyelia, pemimpin, pencipta iklim kerja dan wirausahawan. Merujuk kepada tujuh peran kepala sekolah sebagaimana disampaikan oleh Depdiknas di atas, di bawah ini akan diuraikan secara ringkas hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru. a. Kepala sekolah sebagai pendidik Kepala sekolah yang menunjukkan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. b. Kepala sekolah sebagai manajer Dalam hal ini, kepala sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang luas

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, diskusi profesional dan sebagainya atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan di luar sekolah, seperti kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain. c. Kepala sekolah sebagai administrator Khususnya berkenaan dengan pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari faktor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah seyogyanya dapat mengalokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. d. Kepala sekolah sebagai penyelia Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, Mulyana, 2008.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 E. Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan sekolah, yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Kepala sekolah dituntut untuk senantiasa meningkatkan efektivitas kinerja. Dengan paradigma baru kepemimpinan kepala sekolah dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi masyarakt sekitar dan khususnya bagi instansi sekolah yang dipimpinannya. Kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan mutu, tanpa kepemimpinan yang baik proses peningkatan mutu tidak dapat dilakukan dan diwujudkan Edwar Sallis, 2006: 170. Keutamaan pengaruh (influence) kepemimpinan kepala sekolah bukanlah semata-mata berbentuk instruksi, melainkan lebih merupakan motivasi atau pemicu (trigger) yang dapat memberi inspirasi terhadap para guru dan karyawan, sehingga inisiatif dan kreatifitasnya berkembang secara optimal untuk meningkatkan kinerjanya, Tjutju Yuniarsih dan Suwatno, 2008:166. Kenyataan di lapangan kepemimpinan kepala sekolah masih menunjukan kinerjanya yang belum optimal, hal itu di indikasikan antara lain masih minimnya kepala sekolah untuk melakukan kegiatan supervisi dan tingkat kepuasan guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah masih rendah. Kepala Sekolah merupakan suatu faktor yang terpenting dalam proses pencapaian, keberhasilan sekolah dalam pencapaian tujuannya. Dengan demikian Kepala Sekolah sangat diharapkan pengaruhnya untuk mengendalikan agar pendidikan berjalan sesuai harapan semua pihak. Dalam

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 menjalankan kepemimpinannya Kepala Sekolah tergantung kepada guru karena guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan. F. Kinerja Guru 1. Pengertian Kinerja Kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang telah ditetapkan (Sulistyorini, 2001). Sedangkan Ahli lain berpendapat bahwa Kinerja merupakan hasil dari fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu yang di dalamnya terdiri dari tiga aspek yaitu: Kejelasan tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya; Kejelasan hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan atau fungsi; Kejelasan waktu yang diperlukan untuk menyelesikan suatu pekerjaan agar hasil yang diharapkan dapat terwujud (Tempe, A Dale, 1992). Fatah (1996) Menegaskan bahwa kinerja diartikan sebagai ungkapan kemajuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu pekerjaan. Dari beberapa penjelasan tentang pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa Kinerja guru adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Kinerja dikatakan baik dan memuaskan apabila tujuan yang dicapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 2. Indikator Kinerja Guru Kinerja merefleksikan kesuksesan suatu organisasi, maka dipandang penting untuk mengukur karakteristik tenaga kerjanya. Kinerja guru merupakan kulminasi dari tiga elemen yang saling berkaitan yakni keterampilan, upaya sifat keadaan dan kondisi eksternal (Sulistyorini, 2001). Tingkat keterampilan merupakan bahan mentah yang dibawa seseorang ke tempat kerja seperti pengalaman, kemampuan, kecakapankecakapan antar pribadi serta kecakapan tehknik. Upaya tersebut diungkap sebagai motivasi yang diperlihatkan karyawan untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Sedangkan kondisi eksternal adalah tingkat sejauh mana kondisi eksternal mendukung produktivitas kerja. Kinerja dapat dilihat dari beberapa kriteria, menurut Castetter (dalam Mulyasa, 2003) mengemukakan ada empat kriteria kinerja yaitu: (1) Karakteristik individu, (2) Proses, (3) Hasil dan (4) Kombinasi antara karakter individu, proses dan hasil. Kinerja seseorang dapat ditingkatkan bila ada kesesuaian antara pekerjaan dengan keahliannya, begitu pula halnya dengan penempatan guru pada bidang tugasnya. Menempatkan guru sesuai dengan keahliannya secara mutlak harus dilakukan. Bila guru diberikan tugas tidak sesuai dengan keahliannya akan berakibat menurunnya cara kerja dan hasil pekerjaan mereka, juga akan menimbulkan rasa tidak puas pada diri mereka. Rasa kecewa akan menghambat perkembangan moral kerja guru. Menurut Pidarta (1999) bahwa moral kerja positif ialah suasana bekerja yang gembira, bekerja bukan dirasakan sebagai sesuatu yang dipaksakan melainkan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 sebagai sesuatu yang menyenangkan. Moral kerja yang positif adalah mampu mencintai tugas sebagai suatu yang memiliki nilai keindahan di dalamnya. Jadi kinerja dapat ditingkatkan dengan cara memberikan pekerjaan seseorang sesuai dengan bidang kemampuannya. Hal ini dipertegas oleh Munandar (1992) yang mengatakan bahwa kemampuan bersama-sama dengan bakat merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi individu, sedangkan prestasi ditentukan oleh banyak faktor diantaranya kecerdasan. Kemampuan terdiri dari berbagai macam, namun secara konkrit dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : a. Kemampuan intelektual merupakan kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menjalankan kegiatan mental, terutama dalam penguasaan sejumlah materi yang akan diajarkan kepada siswa yang sesuai dengan kurikulum, cara dan metode dalam menyampaikannya dan cara berkomunikasi maupun tehknik mengevaluasinya. b. Kemampuan fisik adalah kapabilitas fisik yang dimiliki seseorang terutama dalam mengerjakan tugas dan kewajibannya. (Daryanto, 2001). Kinerja dipengaruhi juga oleh kepuasan kerja yaitu perasaan individu terhadap pekerjaan yang memberikan kepuasan batin kepada seseorang sehingga pekerjaan itu disenangi dan digeluti dengan baik. Untuk mengetahui keberhasilan kinerja perlu dilakukan evaluasi atau penilaian kinerja dengan berpedoman pada parameter dan indikator yang ditetapkan yang diukur secara efektif dan efisien seperti produktivitasnya, efektivitas

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 menggunakan waktu, dana yang dipakai serta bahan yang tidak terpakai. Sedangkan evaluasi kerja melalui perilaku dilakukan dengan cara membandingkan dan mengukur perilaku seseorang dengan teman sekerja atau mengamati tindakan seseorang dalam menjalankan perintah atau tugas yang diberikan, cara mengkomunikasikan tugas dan pekerjaan dengan orang lain. Hal ini diperkuat oleh pendapat As‟ad (1995) dan Robbins (1996) yang menyatakan bahwa dalam melakukan evaluasi kinerja seseorang dapat dilakukan dengan menggunakan tiga macam kriteria yaitu: (1) Hasil tugas, (2) Perilaku dan (3) Ciri individu. Evaluasi hasil tugas adalah mengevaluasi hasil pelaksanaan kerja individu dengan beberapa kriteria (indikator) yang dapat diukur. Evaluasi perilaku dapat dilakukan dengan cara membandingkan perilakunya dengan rekan kerja yang lain dan evaluasi ciri individu adalah mengamati karaktistik individu dalam berprilaku maupun berkerja, cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga dapat dikategorikan cirinya dengan ciri orang lain. Evaluasi atau Penilaian kinerja menjadi penting sebagai feed back sekaligus sebagai follow up bagi perbaikan kinerja selanjutnya. Menilai kualitas kinerja dapat ditinjau dari beberapa indikator yang meliputi : (1) Unjuk kerja, (2) Penguasaan Materi, (3) Penguasaan profesional keguruan dan pendidikan, (4) Penguasaan cara-cara penyesuaian diri, (5) Kepribadian untuk melaksanakan tugasnya dengan baik (Sulistyorini, 2001). Kinerja guru sangat penting untuk diperhatikan dan dievaluasi karena guru mengemban tugas profesional artinya tugas-

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 tugas hanya dapat dikerjakan dengan kompetensi khusus yang diperoleh melalui program pendidikan. Guru memiliki tanggung jawab yang secara garis besar dapat dikelompokkan yaitu: (1) Guru sebagai pengajar, (2) Guru sebagai pembimbing dan (3) Guru sebagai administrator kelas. (Danim S, 2002). Indikator kinerja guru dapat disimpulkan antara lain : a. Kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar. b. Penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa. c. Penguasaan metode dan strategi mengajar. d. Pemberian tugas-tugas kepada siswa. e. Kemampuan mengelola kelas. f. Kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi. G. Hasil Penelitian Sebelumnya 1. Penelitian Fuat Hasyim (2011) Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang yang berjudul Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen Demak menunjukan bahwa Peran penting kepemimpinan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja guru, menerapkan kualitas sekolah, dan gerak langkah suatu organisasi sekolah, dikendalikan oleh kepala sekolah. Studinya dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah di MTs Futuhiyyah1 Mranggen Demak?(2) bagaimana kinerja guru di MTs Futuhiyah1 Mranggen Demak?, (3) seberapa besar kontribusi kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 guru di MTs Futuhiyyah1 Mranggen Demak?. Pembahasan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan di MTs Futuhiyyah1 Mranggen Demak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survai korelasional dengan teknik analisis regresi sederhana. Dalam penelitian ini populasi sebanyak 23 guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument angket untuk memperoleh data X dan Y, instrument angket sebelum digunakan untuk memperoleh data yang obyektif, terlelih dahulu dilakukan uji validitas, reabilitas. Setelah dilakukan uji instrumen kemudian peneliti menyebar angket untuk memperoleh data X dan Y. Selanjutnya hasil dari perhitungan statistik dengan koefesien korelasi dan analisis regresi, dimana terdapat korelasi yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah (X) terhadap kinerja guru (Y), hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi = 0,6748 > 0,413, pada taraf signifikan 5% ini berarti signifikan. Sementara itu = 21, 001> = 4,32 pada taraf signifikan 5%, maka dalam hal ini dapat berarti signifikan. Dengan demikian dapat diketahui ada kontribusi yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen Demak. Kepala sekolah di MTs Futuhiyyah 1 telah memenuhi standar kepala sekolah/madrasah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 13 Tahun 2007 (Tentang standar kepala sekolah/madrasah) baik kualifikasi umum maupun kualifikasi khusus serta memenuhi 5 standar kompetensi, yaitu:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kompetensi kepribadian, kewirausahaan, kompetensi kompetensi supervisi, manajerial, kompetensi 37 kompetensi social. mampu menyusun perencanaan madrasah untuk berbagai tingkat perencanaan, mengembangkan potensi siswa untuk mengembangkan madrasah sesuai dengan kebutuhan. Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai pengaruh yang positif signifikan dan kuat terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 67,48%. 2. Penelitian Sobirin (2007) Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru SMK di Kabupaten Pemalang. Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, menunjukan bahwa yang tinggi akan dapat meningkatkan nilai prestasi belajar siswa. Peningkatan nilai prestasi belajar siswa secara umum dapat meningkatkan mutu pendidikan. Namun kenyataan di lapangan masih ada guru yang mempunyai kinerja belum sesuai dengan harapan. Tinggi rendahnya kinerja guru SMK dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: (1) kepemimpinan kepala sekolah, dan (2) motivasi kerja guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah yang dipersepsikan oleh guru terhadap kinerja guru; (2) seberapa besar pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru; (3) seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah yang dipersepsikan oleh guru, dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK di kabupaten Pemalang.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah yang dipersepsikan oleh guru dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK di kabupaten Pemalang. Guru SMK di kabupaten Pemalang berjumlah 398 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tabel Krecjie dengan proporsional random sampling diperoleh sampel 196 orang. Variabel penelitian meliputi kepemimpinan kepala sekolah (X1), motivasi kerja guru (X2), dan kinerja guru (Y). Untuk mengumpulkan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 11,11%. Kontribusi motivasi kerja guru terhadap kinerja guru sebesar 10,9%. Secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru memberikan kontribusi terhadap kinerja guru sebesar 16,6%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) semakin baik kepemimpinan kepala sekolah akan mengakibatkan semakin baik kinerja guru dan sebaliknya, (2) semakin tinggi motivasi kerja guru akan mengakibatkan semakin tinggi kinerja guru dan sebaliknya, dan (3) secara bersama – sama semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi motivasi kerja guru akan mengakibatkan kinerja guru SMK di kabupaten Pemalang semakin baik begitu pula sebaliknya.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 H. Kerangka Teoritik Kerangka pemikiran dalam suatu penelitian sangat besar artinya. Dengan adanya kerangka pemikiran akan dapat memberikan gambaran hubungan antara variable-variabel yang akan diteliti. Kepala sekolah dan guru merupakan komponen-komponen yang berpengaruh dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dalam organisasi sekolah, hubungan kepala sekolah dan guru merupakan hubungan antara atasan atau pemimpin dengan bawahan. Untuk itu guna tercapainya mutu pendidikan yang optimal diperlukan kerja sama yang sinergis antara kepala sekolah dan guru. Dalam organisasi sekolah, kepala sekolah dituntut menampilkan suatu kepemimpinan yang berorientasi terhadap tugas dan juga berorientasi terhadap bawahan. Iklim organisasi yang kondusif, para guru menampilkan sikap positif terhadap pekerjaan, dan kepuasan kerja terpenuhi dengan baik pada akhirnya akan menampilkan seorang guru yang mampu bekerja secara profesional (memiliki kinerja yang baik). Oleh karena itu diduga ada hubungan atau kontribusi positif antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Kepemimpinan kepala sekolah yang dimaksud adalah kemampuan kepala sekolah dalam mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan para guru untuk bekerja berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberdayakan komponen-komponen yang ada di sekolah, dalam hal ini guru. Guru merupakan salah satu komponen sekolah yang

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 memegang peranan penting dalam menentukan mutu pendidikan sekolah. Oleh karena itu guru dituntut bekerja secara profesional sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kepala sekolah sebagai seorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah, bertanggung jawab atas tercapainya tujuan, peran, dan mutu pendidikan di sekolah. Dengan demikian agar tujuan sekolah dapat tercapai, maka kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dituntut memiliki kapasitas yang memadai sebagai seorang pemimpin. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kepuasan kerja guru sangatlah besar. Mengingat dengan kepemimpinan yang baik, kepala sekolah diharapkan mampu mempengaruhi dan menggerakkan para guru guna meningkatkan kepuasan kerja guru. kompensasi adalah suatu penerimaan balas jasa sebagai suatu imbalan dari pemerintah atas pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan guru kepada anak didiknya, dan berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi guru dan dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan. Dan kompensasi langsung merupakan imbalan balas jasa kepada guru yang diterima secara langsung, rutin atau periodik karena guru yang bersangkutan telah memberikan bantuan/ sumbangan untuk mencapai tujuan organisasi. Diharapkan kepala sekolah memberikan kompensasi kepada guru dalam bentuk tunjangan hari raya, tunjangan keuangan, jaminan kesehatan yang layak guna mensejahterakan kehidupan para guru supaya produktifitas guru dan karyawan semakin optimal dalam melaksanakan tugasnya.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Motivasi kerja merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang/guru karena memperoleh pemenuhan kebutuhan yang diinginkan sehingga guru mau melakukan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Kepuasan kerja guru adalah pernyataan sikap guru yang positif maupun negatif, didasarkan oleh cara pandang (persepsi) guru yang bersangkutan terhadap pekerjaannya sebagai pengajar dan pelaksana pendidikan di sekolah. Pada dasarnya kepuasan kerja guru tumbuh pada diri guru berdasarkan pada sejauh mana guru menerima dan melaksanakan kerja sesuai dengan yang diharapkan. Kepala sekolah hendaknya dapat membina kepuasan kerja guru. Kepuasan kerja guru ditunjukkan oleh sikapnya dalam bekerja/mengajar. Jika guru puas akan keadaan yang mempengaruhi dia maka dia akan bekerja dengan baik/mengajar dengan baik. Bila guru merasakan kepuasan dalam pekerjaannya, maka berpengaruh terhadap kinerja guru. Motivasi kerja mempengaruhi tingkat kepuasan kerja seorang guru. Desain korelasional kontribusi kepemimpinan Kepala sekolah X1, X2, X3 terhadap Kinerja guru Y dapat digambarkan bagan sebagai berikut : Variabel X1 Kepemimpinan Kepala Sekolah Variabel X2 Kompensasi Variabel X3 Motivasi Kerja Variabel Y Kinerja Guru

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Gambar II.1 : Ilustrasi Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Sumber : Ilustrasi Penulis Keterangan : X1 : Kepemimpinan Kepala Sekolah X2 : Kompensasi X3 : Motivasi Kerja Y : Kinerja Guru → : Pengaruh variable I. Hipotesis Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, identifikasi masalah dan tujuan penelitian dapat dikemukakan anggapan sementara secara umum sebagai berikut. Ada kontribusi persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Adapun rumusan hipotesis secara khusus sebagai berikut: 1. Terdapat kontribusi yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. 2. Terdapat kontribusi yang signifikan kompensasi terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonososo. 3. Terdapat kontribusi yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonososo.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatif. Penelitian eksplanatif digunakan untuk menguji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan, penelitian eksplanatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih. B. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Subjek penelitian ini adalah guru-guru yang berada di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo, peneliti memilih wilayah tersebut sebagai tempat penelitian dikarenakan SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo memiliki akreditasi A dan tingkat kelulusan 100% lulus, selain itu merupakan satu-satunya SMA negeri yang ada di kecamatan Sapuran. Maka dari itu penulis tertarik melakukan penelitian di SMA tersebut. C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007). Populasi penelitian ini adalah semua guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 45 guru. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi 43

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tersebut (Sugiyono, 2007). 44 Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 45 guru. Penelitian ini menggunakan teknik sampel dengan metode sampling jenuh atau total sampling karena sampel sekaligus populasi. D. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah semua guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Peneliti memilih semua guru karena semua guru tersebut memiliki jam mengajar yang tinggi di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. 2. Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dalam penelitian. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan motivasi kerja. E. Variabel Indikator dan Batasan Pengertian Agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan variabel dalam penelitian maka perlu dijelaskan identifikasi antara masing-masing variabel dalam penelitian ini: 1. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah yaitu penilaian guru tentang kepala sekolah dalam membimbing guru dan staf yang ada di sekolah supaya tercapainya tujuan. Indikator kepemimpinan kepala sekolah meliputi pengawasan, stabilitas emosi, tegas dalam

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 mengambil keputusan, ketrampil dalam mengajar, ketrampilan sosial, dan pengetahuan tentang relasi instansi. 2. Kompensasi (X2) Persepsi guru tentang sejumlah uang atau pemberian lainnya yang diterima guru sebagai balas jasa dalam bekerja. Adapun indikator kompensasi meliputi Gaji, Upah, dan Bonus. 3. Motivasi Kerja (X3) Persepsi guru tentang dorongan dari kepala sekolah kepada guru supaya bekerja secara optimal. Indikator motivasi kerja meliputi pemberian semangat kerja, inisiatif, kreatifitas dan rasa tanggung jawab atas apa yang dikerjakannya. 4. Kinerja Guru (Y) Kinerja guru adalah tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang ditetapkan sekolah. Indikator kinerja guru meliputi prestasi kerja, tanggung jawab, dan ketaatan terhadap peraturan. F. Data penelitian dan Teknik pengambilan Data 1. Data Primer Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden. Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah guru SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Data tersebut diperoleh dengan: a. Membagikan kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Sapuran Wonosobo. b. Membagikan kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai kompensasi yang diterima oleh guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. c. Membagikan kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai motivasi guru untuk meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. d. Membagikan kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. 2. Data Sekunder Data sekunder diperlukan bagi peneliti sebagai pendukung kelengkapan teori terhadap hasil penelitian. Sumber data ini diperoleh dari SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. a. Sejarah SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo b. Visi dan misi SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo c. Tujuan Sekolah d. Struktur organisasi SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo e. Program Kerja f. Nama-nama guru SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo g. Kondisi fisik dan lingkungan SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo h. Fasilitas pendidikan dan ekstrakulikuler

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 G. Teknik Pengumpulan data 1. Kuesioner Kuesoiner adalah metode pengumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan tertulis yang dibagikan kepada responden untuk diisi sesuai dengan keadaan responden sebenarnya, melalui cara ini dimaksudkan untuk memperoleh data primer yang meliputi pernyataan mengenai kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, motivasi kerja, dan kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Tabel III.1. Kisi-kisi Instrumen untuk Mengukur Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompensasi, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo Indikator Jumlah No. Item Item Kuisioner No. Variabel 1. Kepemimpin 1. Pengawasan kepala sekolah an Kepala 2. Stabilitas sosial 5, 6, 7, 8, Sekolah 3. Tegas dalam mengambil 9,10,11,12 keputusan 4. Ketrampilan dalam mengajar 5. Ketrampilan sosial 6. Pengetahuan tentang relasi instansi 15 1, 2, 3, 4, ,13,14,15

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. 2. 3. Variabel Kompensasi Indikator 1. Gaji 48 Jumlah No. Item Item Kuisioner 10 1, 2, 3, 4, 2. Upah 5, 6, 7, 8, 3. Bonus 9, 10 Motivasi 1. Memberi semangat kerja 20 1, 2, 3, 4, Kerja 2. Inisiatif 5, 6, 7, 8, 3. Kreatifitas 9,10,11,12 4. Rasa tanggung jawab ,13,14,15, 16,17,18,1 9,20 4. Kinerja Guru 1. Prestasi kerja 25 1, 2, 3, 4, 2. Tanggung jawab 5, 6, 7, 8, 3. Ketaatan terhadap peraturan 9,10,11,12 ,13,14,15, 16,17,18,1 9,20,21,22 ,23,24,25 2. Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan menggunakan catatan dan dokumentasi yang telah ada. Melalui cara ini di maksudkan untuk memperoleh gambaran umum SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo yang meliputi Sejarah SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo, visi dan misi, tujuan sekolah, struktur organisasi, program kerja, nama-nama guru, kondisi fisik dan lingkungan, serta fasilitas pendidikan dan ekstrakulikuler di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 H. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan intuk mengukur variabel penelitian dan telah teruji validitas atau reliabilitasnya (Sugiyono, 2007). Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan kepada responden. Sistem yang digunakan adalah berupa pemberian skor berdasarkan skala likert. Skala likert adalah skala yang digunakan dalam kuesioner agar mempermudah responden dalam menjawab pertanyaan, kemudian responden menjawab pertanyaan sesuai dengan kode yang ada dalam kuesioner. Jawaban dari para responden yang tercantum dalam kuesioner bersifat tertutup dan dijamin kerahasiaannya. Skala yag digunakan adalah sebagai berikut: Tabel III.2. Skoring Berdasarkan Skala Likert Skor Kriteria Jawaban Positif Negatif Selalu 5 1 Sering 4 2 Kadang-kadang 3 3 Jarang 2 4 Tidak pernah 1 5 I. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Instrumen

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan atau dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2002). Uji validitas dan reliabilitas diperlukan dalam penelitian ilmiah yang merupakan dasar untuk mempercayai bahwa instrumen tersebut benar-benar layak digunakan dalam penelitian. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment sesuai dengan pendapat pearson (Arikunto, 2002). Pada setiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir dan kemudian dibantu dengan SPSS untuk mengelompokkan data. Keputusan uji validitas apabila r hitung >r tabel, maka Ho ditolak, artinya butir pertanyaan yang diuji valid dan apabila r hitung < r tabel, maka Ho diterima, artinya butir pertanyaan yang diuji tidak valid (Riwidikdo, 2008). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Keterangan: rxy = Koefisien korelasi Product Moment X = Skor dari setiap item pertanyaan Y = Skor sub total dari semua item N = Jumlah sampel Hasil uji validitas dengan metode pearson correlation diuraikan sebagai berikut.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Tabel III.3. Uji Validitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah Butir r hitung 1 0,733 2 0,860 3 0,829 4 0,798 5 0,862 6 0,814 7 0,929 8 0,843 9 0,840 10 0,857 11 0,793 12 0,699 13 0,767 14 0,600 15 0,647 Sumber: Data primer, diolah 2013. r tabel 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel III.3 memperlihatkan bahwa semua butir pertanyaan variabel kepemimpinan kepala sekolah memiliki nilai r hitung > r tabel (0,349). Hal ini berarti seluruh butir pertanyaan variabel kepemimpinan kepala sekolah adalah valid. Tabel III.4. Uji Validitas Variabel Kompensasi Butir 1 2 3 4 5 r hitung 0,733 0,860 0,829 0,798 0,862 r tabel 0,349 0,349 0,349 0,349 0,349 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 0,814 0,349 7 0,929 0,349 8 0,843 0,349 9 0,840 0,349 10 0,857 0,349 Sumber: Data primer, diolah 2013. 52 Valid Valid Valid Valid Valid Tabel III.4 memperlihatkan bahwa semua butir pertanyaan variabel kompensasi memiliki nilai r hitung > r tabel (0,349). Hal ini berarti seluruh butir pertanyaan variabel kompensasi adalah valid. Tabel III.5. Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Butir r hitung r tabel Keterangan 1 0,561 0,349 Valid 2 0,497 0,349 Valid 3 0,539 0,349 Valid 4 0,526 0,349 Valid 5 0,361 0,349 Valid 6 0,419 0,349 Valid 7 0,756 0,349 Valid 8 0,818 0,349 Valid 9 0,641 0,349 Valid 10 0,482 0,349 Valid 11 0,529 0,349 Valid 12 0,745 0,349 Valid 13 0,363 0,349 Valid 14 0,687 0,349 Valid 15 0,831 0,349 Valid 16 0,522 0,349 Valid 17 0,614 0,349 Valid 18 0,719 0,349 Valid 19 0,427 0,349 Valid 20 0,501 0,349 Sumber: Data primer, diolah 2013. Valid

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel III.5 memperlihatkan bahwa semua butir pertanyaan variabel motivasi kerja memiliki nilai r hitung > r tabel (0,349). Hal ini berarti seluruh butir pertanyaan variabel motivasi kerja adalah valid. Tabel III.6. Uji Validitas Variabel Kinerja Guru Butir r hitung r tabel 1 0,429 0,349 2 0,411 0,349 3 0,640 0,349 4 0,395 0,349 5 0,423 0,349 6 0,436 0,349 7 0,744 0,349 8 0,424 0,349 9 0,492 0,349 10 0,484 0,349 11 0,692 0,349 12 0,486 0,349 13 0,386 0,349 14 0,404 0,349 15 0,682 0,349 16 0,683 0,349 17 0,721 0,349 18 0,788 0,349 19 0,571 0,349 20 0,359 0,349 21 0,639 0,349 22 0,491 0,349 23 0,607 0,349 24 0,662 0,349 25 0,433 0,349 Sumber: Data primer, diolah 2013. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel III.6 memperlihatkan bahwa semua butir pertanyaan variabel kinerja guru memiliki nilai r hitung > r tabel (0,349). Hal ini berarti seluruh butir pertanyaan variabel kinerja guru adalah valid. 2. Uji Reliabilitas Instrumen

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dikatakan reliabel akan menghasilkan data yang dipercaya juga. Instrumen dikatakan reliabel apabila suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2002). Pengukuran reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan metode Alpha. Pernyataan akan diuji reliabilitasnya apabila nilai r alpha > r tabel. Sebuah kuesioner dikatakan reliabel atau tidak dengan melihat besarnya nilai alpha, caranya yaitu dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Kuesioner dikatakan reliabel apabila rhitung > rtabel, sedangkan kuesioner dinyatakan tidak reliabel apabila rhitung ≤ rtabel (Hastono, 2001). Alpha memiliki rumus sebagai berikut : rII = k k 1 1 2 b 2 t Keterangan: rII = Reliabilitas Instrumen σt2t = Variabel Total σbb2 = Jumlah Varian Butir k = Banyaknya Butir Pernyataan Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel III.7 berikut: Tabel III.7. Hasil Uji Reliabilitas

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Variabel Cronbach’s Alpha Kepemimpinan kepala sekolah 0,953 Kompensasi 0,964 Motivasi kerja 0,885 Kinerja Guru 0,884 Sumber : Data primer, diolah 2013. 55 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil pengujian reliabilitas pada Tabel III.7 menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha pada variabel kepemimpinan kepala sekolah sebesar 0,953; kompensasi sebesar 0,964; motivasi kerja sebesar 0,885 dan kinerja guru sebesar 0,884 masing-masing lebih besar dari r tabel (0,349) maka dapat disimpulkan bahwa keseluruhan instrument yang dipakai dalam variabel adalah handal. J. Teknik Analisi Data 1. Analisis Deskriptif Kriteria pengukuran setiap vaiabel berdasarkan analisis rata-rata hitung (Mean). Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata untuk setiap item pertanyaan. Tujuannya agar peneliti dapat mengetahui item-item mana saja yang perlu ditinjau kembali. Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus yang digunakan adalah (Sugiyono, 2010) Me = mean (rata-rata) ∑ = epsilon (baca jumlah)

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Xi = nilai x ke i sampai ke n N = sampel 56 Untuk mengetahui penilaian kontribusi setiap variabel bebas terhadap variabel terikat, dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai ratarata yang diperoleh dengan interval di bawah ini dengan dasar Skala Likert: Jadi interval untuk menilai rata-rata penilaian masing-masing variabel adalah: Interval Kategori 2,34−4 Tinggi 1,67−2,33 Sedang 1−1,66 Rendah 2. Regresi Berganda Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi ganda tiga predictor. Analisis Regresi digunakan untuk memprediksi seberapa jauh perubahan nilai variabel independen dimanipulasi atau dirubah-rubah atau dinaik turunkan (Sugiyono 2007). Analisis regresi ganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih independennya sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya) (Sugiyono, 2007).

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan tiga prediktor atau variabel dalam penelitian yaitu kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan motivasi kerja. Pada analisis regresi berganda terdapat uji prasyarat, uji asumsi klasik, uji hipotesis, sebagai berikut: a. Uji Prasyarat Sebelum dilakukan analisis data regresi berganda, terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyarat analisis untuk mengetahui apakah analisis data untuk melakukan analisis regresi berganda dapat dilanjutkan atau tidak, jika uji prasyarat tidak dapat memenuhi maka tidak dapat melakukan analisis regresi berganda. Uji prasyarat analisis dilakukan dengan menggunakan: 1) Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal atau tidak, sehingga analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Jika data yang terjaring berdistribusi tidak normal, berarti jawaban dari responden tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak valid, sedangkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen valid dengan cara data yang terjaring berdistribusi normal. Penelitian yang dilakukan diharapkan jawaban yang diberikan oleh responden sesuai dengan yang diharapkan. Dalam uji normalitas ini digunakan rumus uji satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov, yaitu

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 tingkat kesesuaian antara distribusi harga satu sampel (skor observasi) dan distribusi teoritisnya. Uji ini menetapkan suatu titik dimana teoritis dan yang terobservasi mempunyai perbedaan terbesar, artinya distribusi sampling yang diamati benar-benar merupakan observasi suatu sampel random dari distribusi teoritis (Ghozali, 2002). Alat statistik untuk pengujian normalitas data penelitian ini adalah tes KolmogorovSmirnov. Adapun rumus uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002): D maksimum Fo X Sn X Keterangan: D = Deviasi maksimum F0 = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan S n X = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi Kriteria penerimaan: 1) Jika nilai Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari nilai probabilitas (ρ = 0,05) maka H0 diterima. 2) Jika nilai Kolmogorov-Smirnov lebih kecil dari nilai probabilitas (ρ = 0,05) maka H0 ditolak. Dengan kata lain bila probabilitas ( ) yang diperoleh melalui perhitungan lebih besar dari taraf signifikansi 5%, berarti sebaran data variabel normal. Apabila probabilitas ( ) yang diperoleh melalui

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 perhitungan lebih kecil dari taraf signifikansi 5% berarti sebaran data variabel tidak normal. 2) Uji Linieritas Uji linieritas merupakan asumsi dari regresi berganda yang dimaksudkan untuk mengetahui linier tidaknya suatu hubungan antara variabel independen dan variabel dependen atau apakah garis regresi antara variabel independen dan variabel dependen membentuk garis linear atau tidak. Jika tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan. Pengujian linieritas dilakukan dengan cara melihat nilai signifikan pada Linearity dan kriteria pengujiannya yaitu membandingkan nilai signifikan pada Linearity dengan Alpha 5% atau 0,05, apabila nilai signifikan pada Linearity lebih kecil daripada Alpha 5% atau 0,05 berarti kedua variabel tersebut dikatakan linier. b. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya masalah multikolinearitas, heterokedastisitas, dan autokorelasi. Model regresi berganda akan dijadikan alat estimasi yang tidak bias jika telah memenuhi persyaratan BLUE (best linear unbiased estimator) yakni tidak terdapat masalah multikolinearitas, heterokedastisitas, dan autokorelasi (Sudradjat, 1983). Artinya untuk mendapatkan persamaan garis regresi

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 berganda sedekat dengan data aktualnya, maka harus terbebas dari masalah multikolinearitas, heterokedastisitas, dan autokorelasi. 1) Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah suatu hubungan linear yang sempurna (mendekati sempurna) antara beberapa atau semua variabel bebas. Multikolinearitas suatu masalah yang sering muncul dalam ekonomi karena In economics, everything depends on everything else (Kuncoro, 2007). Cara untuk mendeteksi adanya multikolinearitas salah satunya dengan Variance Inflation Factor dan Tolerance, jika terdapat sejumlah k variabel independen tidak termasuk konstanta di dalam sebuah model, maka varian dari koefisien regresi parsial dapat ditulis sebagai berikut (Widarjono, 2009): R2j merupakan R2 yang diperoleh dari regresi auxiliary antara variabel independen dengan variabel independen sisanya (k-1), sedangkan VIF adalah Variance Inflation Factor. Ketika R2j mendekati satu atau dengan kata lain kolinieritas antar variabel independen maka VIF akan naik dan mendekati tak terhingga jika nilainya R2j = 1. VIF dapat digunakan untuk mendeteksi masalah multikolinearitas dalam model regresi berganda. Jika nilai VIF

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 semakin membesar maka diduga ada multikolinearitas, sedangkan jika nilai VIF melebihi angka 10 maka dikatakan ada multikolinearitas karena nilai R2j melebihi dari 0,90. Selain VIF juga digunakan nilai tolerance untuk mendeteksi multikolinearitas dalam model regresi berganda, nilai tolerance (TOL) dapat dicari menggunakan rumus (Widarjono, 2009): TOL = (1 - R2j ) Jika R2j = 0 berarti tidak ada kolinearitas antara variabel independen, maka nilai TOL = 1 dan sebaliknya jika R2j = 1 berarti ada kolinearitas antar variabel independen maka nilai TOL = 0. 2) Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mendeteksi adanya penyebaran atau pancaran dari variabel-variabel. Selain itu juga untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian residual dari pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas, dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas, pada penelitian ini menggunakan Uji Glejser-Test yang dihitung dengan rumus sebagai berikut : (Gujarati, 2006 : 93). |ei| = B1 + B2Xi + Vi

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Keterangan : Ei : residual Xi : variabel independen yang diperkirakan mempunyai hubungan erat dengan variance (ði2) ; dan Vi : unsur kesalahan 3) Uji Autokorelasi Autokorelasi muncul karena residual tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya, masalah ini sering ditemukan apabila kita menggunakan data runtut waktu. Hal ini disebabkan karena gangguan pada seorang individu atau kelompok cenderung mempengaruhi gangguan pada individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya, masalah autokorelasirelatif jarang terjadi karena gangguan pada observasi yang berbeda berasal dari individu atau kelompok yang berbeda (Kuncoro, 2007). Cara untuk mendeteksi masalah autokorelasi, salah satunya menggunakan uji Durbin-Watson (d2). Untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi, maka Durbin-Watson mengembangkan distribusi probabilitas yang berbeda. Uji statistik Durbin-Watson tersebut didasarkan dari residual metode OLS (Widarjono, 2009): Durbin-Watson telah berhasil mengembangkan uji statistik yang disebut uji statistik d, sehingga berhasil menurunkan nilai kritis batas bawah (dL) dan batas atas (dU) sehingga jika nilai d terletak di luar nilai kritis maka ada tidaknya autokorelasi baik positif atau

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 negatif dapat diketahui. Penentuan ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dengan jelas dalam gambar III.1 atau dengan menggunakan tabel III.9 (Widarjono, 2009). Autokorelasi Ragu-Ragu Tidak Ada Positif O Ragu-Ragu Autokorelasi Autokorelasi dL dU 2 Negatif 4 - dU 4 - dL 4 Gambar III.1. Statistik Durbin-Watson d Tabel III.8. Uji Statistik Durbin-Watson (d2) Nilai Statistik d Hasil 0 < d < dL Menolak hipotesis nol; ada autokorelasi positif d L ≤ d ≤ dU Daerah keragu-raguan; tidak ada keputusan dU ≤ d ≤ 4 – dU 4 – dU ≤ d ≤ 4 – dL 4 – dL ≤ d ≤ 4 Menerima hipotesis nol; tidak ada autokorelasi positif/ negatif Daerah keragu-raguan; tidak ada keputusan Menolak hipotesis nol; ada autokorelasi negatif c. Analisis Regresi Berganda Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik multiple regesi dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2007: 275). Y = a + bl X2 + b2X2 + b3X3 + e Dimana: Y = Kepuasan kerja guru

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI X1 = persepsi guru tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah X2 = persepsi guru tentang kompensasi X3 = persepsi guru tentang motivasi kerja a = Kostanta b = Koefisien regresi 64 Untuk menguji signifikansi koefisien regresi antara variabel indenpenden (X1, X2, X3) dengan variabel dependen (Y) digunakan rumus : R2 / k F= (1 – R2) / (n – k – 1) Keterangan : F = koefisien korelasi ganda k = jumlah variabel independen n = banyaknya anggota sampel Sedangkan untuk menguji Signifikansi koefisien regresi berganda digunakan uji t dengan rumus (Algifari, 2000 : 19) : t= Keterangan: t = nilai t hitung yang di cari b = koefisien regresi Sb = Simpangan baku d. Uji Hipotesis Penelitian 1. Hipotesis penelitian X1 a) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 H0 = Kepemimpinan kepala sekolah tidak berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo Ha = Kepemimpinan kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo b) Menentukan signifikansi berdasarkan pada kolom Coefficients c) Pengambilan keputusan Sig > 0,05 jadi H0 diterima Sig < 0,05 jadi H0 ditolak 2. Hipotesis penelitian X2 a) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif H0 = Kompensasi terhadap tidak berkontribusi secara signifikan kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo Ha = Kompensasi berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo b) Menentukan signifikansi berdasarkan pada kolom Coefficients c) Pengambilan keputusan Sig > 0,05 jadi H0 diterima Sig < 0,05 jadi H0 ditolak 3. Hipotesis penelitian X3 a) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 H0 = Motivasi kerja tidak berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo Ha = Motivasi kerja berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo b) Menentukan signifikansi berdasarkan pada kolom Coefficients c) Pengambilan keputusan Sig > 0,05 jadi H0 diterima Sig < 0,05 jadi H0 ditolak 4. Hipotesis penelitian X4 a) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif H0 = Kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan motivasi kerja tidak secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo Ha = Kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi, dan motivasi kerja secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo b) Menentukan signifikansi berdasarkan pada tabel anova c) Pengambilan keputusan Sig > 0,05 jadi H0 diterima Sig < 0,05 jadi H0 ditolak

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Berdirinya Sekolah SMA Negeri 1 Sapuran terletak di Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran, berada sekitar 20 KM arah tenggara dari pusat kota Kabupaten Wonosobo. Di sekitar sekolah dikelilingi bukit dan tidak berada di pinggir jalan raya, sehingga suasana sekolah menjadi aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Berdiri pada tahun 1990, pada awalnya bernama SMA Negeri 4 Wonosobo dan masih menginduk pada SMA Negeri 1 Wonosobo, namun karena belum memiliki gedung/ruang untuk kegiatan belajar mengajar sehingga seluruh kegiatan dilaksanakan di SD Inpres Sapuran (sekarang SD Sidodadi). Karena kebutuhan akan ruang belajar yang mendesak pemerintah bekerjasama dengan masyarakat membangun gedung sekolah pada lokasi yang sampai sekarang masih berdiri. Pengerjaan gedung dipercayakan pada CV. Wargi Wonosobo dan selesai pada bulan Februari 1991. Setelah melalui proses penyerahan pengerjaan pada pihak sekolah, gedung baru mulai ditempati pada bulan Maret 1991. Berdasar Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0363/0/1991 tanggal 20 Juni 1991, SMA Negeri 4 Wonosobo resmi mendapat penegrian dengan nama SMA Negeri 1 Sapuran, dengan Kepala Sekolah pertama Kadis Sardjono. Sejak itu, SMA Negeri 1 Sapuran 67

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 sampai sekarang mengalami kemajuan yang pesat, baik dari segi sarana prasarana maupun prestasi. Seiring berjalannya waktu, banyak didirikan ruang belajar dan sarana prasarana penunjang lainnya baik melalui swadaya masyarakat maupun bantuan langsung dari pemerintah. Saat ini SMA Negeri 1 Sapuran dinyatakan sebagai sekolah dengan kategori mandiri yang menjalankan proses kegiatan belajar mengajar dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Beberapa unsur sekolah telah menjadikan SMA Negeri 1 Sapuran mendapat peringkat status Akreditasi A, sehingga sudah menjadi kepercayaan masyarakat Sapuran dan sekitarnya untuk menjadi salah satu rujukan sebagai salah satu SLTA alternatif. B. Renstra Sekolah 1. Visi Sekolah : Bersaing Dalam Mutu, Santun Dalam Perilaku. 2. Misi Sekolah: a. Peningkatan perolehan Nilai Ujian Akhir Nasional secara obyektif dan berkesinambungan b. Peningkatan prosentase siswa dalam seleksi di PT baik melalui jalur umum yaitu SPMB ataupun jalur khusus tanpa tes c. Peningkatan kegiatan ekstra kurikuler melalui jadwal dan pembinaan yang terencana dan berkelanjutan d. Peningkatan aktifitas keagamaan sebagai wahana peningkatan Iman dan Taqwa dan peningkatan sikap hormat kepada orang lain

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 e. Peningkatan disiplin siswa sebagai upaya mencetak generasi muda penegak disiplin nasional f. Peningkatan pengelolaan sekolah sebagai upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyata Mandala 3. Tujuan Sekolah : Untuk mewujudkan Visi tersebut diatas SMA Negeri 1 Sapuran menyusun beberapa tujuan sekolah yaitu : a. Memberikan pelayanan belajar yang efektif dengan didukung sumbersumber belajar yang memadai. b. Melaksanakan program remidial teaching dan pengayaan secara terprogram dan berkelanjutan. c. Memberikan pelajaran tambahan pada mata pelajaran yang diujikan secara nasional kepada siswa kelas XII. d. Meningkatkan efektivitas kegiatan ekstra kurikuler penunjang tiori sebagai upaya untuk mengaplikasikan mata pelajaran tertentu dalam bentuk kegiatan yang menekankan pada penguasaan sikap maupun ketrampilan. e. Memberikan motivasi kepada guru dan karayawan untuk aktif dan peka terhadap perkembangan pendidikan yang selalu mendukung kedinasan dan peningkatan profesional sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan siswa. f. Mengkoordinasikan pembinaan mental spiritual yang berkesinambungan dengan lingkungan masyarakat sekitar.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 g. Mengajak orang tua siswa untuk selalu memberikan bimbingan dan arahan dalam bidang sikap, mental dan rasa tanggung jawab terhadap diri dan orang lain. h. Memberikan wahana pembinaan siswa bidang non akademis yang berfungsi untuk mengembangkan sikap berwira usaha melalui kegiatan ekstra kurikuler. i. Menyediakan wahana komunikasi dan koordinasi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan instansi terkait untuk menunjang terlaksananya program sekolah secara lancar dan sukses. j. Memasukkan tambahan jam ekstrakurikuler pada pelajaran khusus Baca Tulis Al Qur‟an dalam kegiatan / jadwal Bimbingan dan Konseling dan atau penambahan Jam Pelajaran khusus Percakapan bahasa Inggris pada Kelas X dan XI. k. Selalu berupaya untuk melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya efektivitas belajar baik akademis maupun non akademis. 4. Rencana Strategis : Berdasarkan pada visi dan misi tersebut SMA Negeri 1 Sapuran menetapkan rencana strategis yang hendak dicapai sampai akhir tahun pelajaran 2014/2015 sebagai berikut: a. Rata-rata Nilai Ujian Akhir Nasional sebesar 6,50 b. 25% tamatan sekolah diterima di Perguruan Tinggi

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 c. Kegiatan ekstra kurikuler dalam cabang Olah Raga dan Seni mampu bersaing dengan menyumbangkan piagam, piala, maupun medali kejuaraan di tingkat kabupaten sebagai juara 1, 2 atau 3. d. Tamatan sekolah yang tidak melanjutkan mempunyai sikap dan atau ketrampilan untuk dapat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan mempunyai sikap berwira usaha secara mandiri. e. Sekolah menghasilkan tamatan yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. f. Jumlah rombel dan siswa yang dapat mencapai 15 rombel dengan jumlah siswa secara stabil dan tetap menjamin peningkatan mutu pendidikan. C. Identifikasi Tantangan Nyata Yang Dihadapi Sekolah Beberapa realita yang ada pada SMA Negeri 1 Sapuran merupakan suatu tantangan nyata sekolah yang menjadi titik berpijak dalam upaya peningkatan mutu sekolah yaitu : a. Rata-rata nilai Ujian Sekolah dan Ujian Nasional belum menunjukkan peningkatan prestasi yang memadai. b. Jumlah tamatan sekolah yang melanjutkan baru mencapai 6,9 % dari 20% yang diharapkan. c. Sedangkan siswa yang tidak melanjutkan secara umum tidak memiliki sikap ataupun ketrampilan berwirausaha sehingga siswa tidak mempunyai daya saing untuk terjun ke dalam masyarakat.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 D. Sasaran / Tujuan Situasional Sekolah Berdasarkan identifikasi tantangan nyata tersebut maka sasaran / kebutuhan SMA Negeri 1 Sapuran dalam setiap tahunnya adalah sebagai berikut : a. Perolehan Nilai Akhir Ujian Nasional naik rata-rata 0,20 dengan pemberian jam pelajaran tambahan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap masih kurang. b. Prosentase siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi naik 4 % dengan cara bekerjasama dengan lembaga Bimbingan belajar untuk try out soal-soal SNMPTN c. Tamatan sekolah yang tidak melanjutkan ke PT memiliki sikap dan atau ketrampilan berwirausaha dengan cara menjalin kerjasama dengan DUDI dalam pemberian bekal ketrampilan yang sesuai dengan kondisi dan potensi lingkungan setempat. E. Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran No. Fungsi 1. Kurikulum 2. Guru 3. Siswa 4. Sarana Prasarana Fungsi Internal - Muatan - Fleksibel - Jumlah Guru - Kualifikasi - Kesesuaian - Beban jam - Kemampuan - Disiplin - Motivasi - Ruang Belajar - Perpustakaan dan buku referensi - Laboratorium, alat dan bahan Fungsi Eksternal -Buku Penunjang -Alat Pelajaran -Pengalaman -Perencanaan -Dukungan Orang Tua -Daya dukung orang tua dan masyarakat

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 73 Lingkungan - Kerjasama staff dan -Keadaan Geografis warga sekolah lain -Dukungan Masyarakat - Suasana untuk belajar F. Analisa SWOT (Analisis Tingkat Kesiapan Fungsi) Fungsi dan faktornya A Fungsi PBM . a. Faktor Internal  Metode  Motivasi Guru  Motivasi Siswa  Alokasi waktu per-MP b. Faktor Eksternal  Lingkungan Fisik  Lingkungan Sosial  Dukungan/kerjasama outsourcing (pihak luar) dalam PBM B . C . Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Bervariasi Tinggi Kurang Efektif Bervariasi Tinggi Kurang Efektif Kondusif Kondusif Kooperatif Kondusif Kurang kondusif Kurang kondusif Tinggi Tinggi Tinggi Kurang Tinggi Kurang Tinggi Belum ada Belum ada Tinggi Belum ada Belum ada Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Fungsi Pendukung Ketenagaan a. Faktor Internal  Ketercukupan Jml Guru  Ketercukupan Jml Tenaga Teknis (Lab/Pust/BK)  Ketercukupan Staf administrasi  Kemampuan Guru  Kemampuan Laboran  Kemampuan Pustakawan b. Faktor Eksternal  Kesesuaian Kompetensi/ Ijazah Guru dengan MP  Kesesuaian dengan perubahan nilai/paradigma pembelajaran. Fungsi Pendukung Sarana Prasarana Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap siap

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Faktor Internal  Ruangan kelas  Fasilitas olahraga  Fasilitas kesenian  Perpustakaan  Laboratorium IPA  Laboratorium Bahasa  Laboratorium Komputer  Saluran Internet  Sarana Ibadah b. Faktor Eksternal  Dukungan masyarakat sekitar sekolah  Dukungan lembaga lain (outsourcing) Ada, cukup Ada, lengkap Ada, lengkap Ada, buku lkp Ada, lengkap Belum ada Ada, lengkap Ada Ada, memadai Ada, cukup Ada, kurang Ada, kurang Ada, buku kurang Ada, lengkap Belum ada Ada, kurang Ada Ada, memadai Ada, kurang Ada, kurang Ada, kurang Ada, tinggi D Fungsi Pendukung Pembinaan / . Pelatihan a. Faktor Internal  Pembinaan dari Kepsek  Pembinaan dari Guru Golongan IV a b. faktor Eksternal  Penataran  Workshop  Bintek Ada, sering Ada Ada, sering Ada, kurang Ada Ada Ada Ada, kurang Ada, kurang Ada, kurang Sumber : dokumen SMA NI Sapuran, Wonosobo. Tahun 2013 G. Alternative Langkah Langkah Pemecahan Masalah Berdasarkan identifikasi fungsi-fungsi sasaran dan analisis tingkat kesiapan fungsi maka SMA Negeri 1 Sapuran menyusun alternative langkah langkah pemecahan masalah sebagai berikut : 74

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 1. Kurikulum Permasalahan penting yang berkaitan dengan kurikulum secara umum adalah bahwa kurikulum yang berlaku saat ini masih tetap dirasakan sangat padat sehingga tidak ada keseimbangan antara banyaknya materi yang harus disampaikan oleh seorang guru dengan ketersediaan waktu yang ada, disamping itu juga tidak ada keseimbangan antara kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang seharusnya dikuasai oleh siswa tetapi sebaliknya kurikulum sekarang lebih menekankan pada penguasaan kemampuan kognitif. Dengan melihat kedua permasalahan tersebut maka alternatif langkah-langkah untuk memecahkannya yaitu dengan mengaktifkan MGMP lokal atau tingkat kabupaten untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian, sedangkan kemampuan afektif dan psikomotor tetap dikembangkan melalui kegiatan ekstra-kurikuler mengingat waktu yang sangat terbatas dalam kegiatan intra kurikulernya. 2. Guru Permasalahan yang menyangkut pada ketenagaan atau guru tidak begitu banyak, yaitu bahwa untuk menunjang kelancaran beberapa sasaran kegiatan dirasa masih memerlukan bantuan kerjasama dengan personal ataupun lembaga diluar lingkungan sekolah, misalnya: nara sumber di sekitar lingkungan sekolah, guru sekolah lain, BLK ataupun lembaga pendidikan lain terdekat.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 3. Siswa Siswa sebagai subyek pendidikan merupakan fungsi yang sangat vital sehingga ada beberapa permasalahan penting yang perlu dikaji lebih lanjut. Permasalahan yang terlihat jelas yaitu kemampuan akademis siswa yang masih kurang. Langkah penyelesaian yang digunakan sebagai salah satu alternatif yaitu dengan mengefektifkan kegiatan KBM, melengkapi buku paket, memberikan pelajaran tambahan serta program kegiatan remidial dan pengayaan secara terprogram melalui program primavera I dan II, yaitu mengelompokkan siswa yang berkemampuan akademis tinggi menjadi satu kelompok unggulan. Hal ini ditempuh untuk lebih memberi layanan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bisa berkembang sesuai dengan potensi siswa masing-masing. 4. Sarana Prasarana Permasalahan utama yang menyangkut sarana dan prasarana adalah kurangnya alat dan bahan sebagai modal utama kegiatan. Sebagai alternatif langkah pemecahannya adalah dengan mengadakan perbaikan pada beberapa sarana-prasarana yang telah ada dan mengadakan barang dengan cara pembelian pada beberapa alat yang tidak habis pakai. Sedangkan bahan-bahan yang habis pakai hanya diadakan sejauh barang tersebut vital adanya tetapi harganya mahal sehingga tidak terjangkau oleh kemampuan siswa.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 5. Lingkungan Kondisi lingkungan alam sekolah yang sejuk, nyaman, kondusif dan relatif aman merupakan modal yang tidak ternilai harganya, tetapi bukan berarti tidak ada tantangan yang harus diwaspadai. Rintangan utama lingkungan SMU 1 Sapuran adalah curah hujan yang cukup tinggi pada bulan bulan tertentu sehingga kegiatan ekstra kurikuler sangat sulit dialksanakan. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan diadakannya latihan intensif pada bulan bulan yang cukup bersahabat untuk kegiatan ekstra-kurikuler yang bersifat out-door. Sedangkan pada musim hujan digunakan untuk ekstra kurikuler yang memungkinkan diadakan secara indoor. H. Rencana Dan Program Peningkatan Mutu Program Kerja 1 : Peningkatan profesional guru Rincian Program : 1. Meningkatkan pelatihan guru tingkat kabupaten, propinsi dan nasional 2. Mengaktifkan MGMP tingkat sekolah 3. Mengefektifkan peran guru piket 4. Melaksanakan monitoring dan supervisi KBM oleh Kepala Sekolah secara periodik Program Kerja 2 : Pengadaan buku perpustakaan dan buku penunjang KBM Rincian Program : 1. Mengidentifikasi kebutuhan buku untuk guru dan siswa

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2. Pengadaan buku sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia 3. Mengefektifkan perpustakaan untuk mendukung pelaksanaan KBM 4. Melengkapi Laboratorium dengan alat dan bahan yang menunjang KBM Program Kerja 3 : Bimbingan belajar untuk perbaikan dan pengayaan Rincian Program : 1. Menyusun daftar siswa yang mendapatkan nilai kurang dari rata-rata kelas 2. Mengadakan program klinik belajar dengan guru jaga yang melibatkan guru kelas X, XI ataupun XII selain guru pengajar kelas yang bersangkutan 3. Melaksanakan bimbingan belajar dan pengayaan Program Kerja 4 : Try Out Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Rincian Program : 1. Mengadakan kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar dalam penyediaan materi soal beserta LJK dan koreksinya 2. Menganalisa kelemahan umum yang dialami oleh siswa 3. Prediksi soal-soal US/UN berdasarkan pengalaman sebelumnya Program Kerja 5 : Penanganan secara efektif Seleksi Mahasiswa Baru melalui jalur tanpa tes (Seleksi Bibit Daerah) Rincian Program : 1. Menginventarisir dan membina sejak dini siswa yang mempunyai peluang dan kemampuan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi 2. Mengadakan koorinasi dan konsolodasi dengan perguruan tinggi yang mengadakan SNMPTN dengan jalur non tes 3. Menyiapkan segala administrasi : formulir, surat keterangan, legalisasi raport dan lain-lain yang diperlukan 4. Mengirimkan berkas secepat dan sebaik mungkin

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Program Kerja 6 : Bimbingan SNMPTN setelah US/UAN Rincian Program : 1. Menginventarisir siswa yang berniat melanjutkan ke perguruan tinggi 2. Mengadakan kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar 3. Try out dan analisa jurusan yang tepat Program Kerja 7 : Peningkatan Prestasi Seni Musik Rincian Program : 1. Pendataan siswa yang berminat dan berbakat 2. Pengadaan / perbaikan alat-alat musik sederhana 3. Latihan intensif dan pembentukan group musik 4. Pengiriman peserta ke kejuaraan musik tingkat kabupaten Program Kerja 8 : Pelatihan ketrampilan berbahasa Rincian Program : 1. Mengadakan kerjasama dengan kelompok ECC sekolah lain/lembaga pendidikan terdekat 2. Mengundang orang asing yang berbahasa Inggris 3. Mengadakan kunjungan wisata untuk melakukan praktek langsung dengan wisatawan manca negara 4. Pengiriman siswa untuk lomba berbahasa Inggris Program Kerja 9 : Pengadaan alat-alat laboratorium Rincian Program : 1. Identifikasi kebutuhan pengadaan alat-alat laboratorium dan multimedia 2. Penyusunan proposal 3. Pengajuan proposal / tindak lanjut

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Program Kerja 10 : Pembangunan dan Pengadaan Alat Laboratorium Bahasa Rincian Program : 1. Identifikasi kebutuhan pengadaan Alat Laboratorium Bahasa 2. Penyusunan proposal 3. Pengajuan proposal / tindak lanjut Program Kerja 11 : Pembangunan Ruang Kelas Baru ( RKB ) Rincian Kegiatan : 1. Identifikasi kebutuhan 2. Penyusunan proposal 3. Pengajuan proposal / tindak lanjut Program Kerja 12 : Pembangunan tempat Parkir Guru Rincian Kegiatan : 1. Identifikasi kebutuhan 2. Penyusunan proposal 3. Pengajuan proposal / tindak lanjut Program Kerja 13 : Pembangunan WC Siswa Rincian Kegiatan : 1. Identifikasi kebutuhan 2. Penyusunan proposal dan RAB 3. Tindak lanjut

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Kuesioner dibagikan kepada seluruh guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo. Dari sebanyak 45 guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo, sebanyak 12 orang tidak bisa ditemui, tidak bersedia mengisi dan sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah, sehingga kuesioner yang disebar sebanyak 33 kuesioner. Jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 33 kuesioner atau dapat dikatakan respon rate 100%. Seluruh pertanyaan telah diisi secara lengkap sehingga seluruh data yang diperoleh dapat digunakan untuk penelitian. Adapun karakteristik responden dalam penelitian ini disajikan pada tabel berikut: Tabel V.1. Deskripsi Responden Profil Jenis Kelamin Pendidikan Masa kerja Kategori Jumlah Prosentase Laki-laki Perempuan 19 57,6 14 42,4 S1 S2 28 84,8 5 15,2 < 5 tahun 5-10 tahun 4 12,1 81

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI > 10 tahun Gaya kepemimpinan Demokratias Otoriter Liberal 14 42,4 15 45,5 33 100 - 0 - 0 82 Sumber : Data primer, diolah 2013. Tabel V.1 memperlihatkan kebanyakan responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang (57,6). Pendidikan responden mayoritas adalah S1 sebanyak 28 orang (84,8%). Sebagian besar responden memiliki masa kerja > 10 tahun sebanyak 15 orang (45,5%). Seluruh guru (100%) menilai gaya kepempinan yang diterapkan di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo adalah demokratis. B. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif hasil penyebaran kuesioner yang meliputi mean, standar deviasi, nilai minimal dan maksimal masing-masing variabel penelitian disajikan dalam tabel berikut: Tabel V.2. Statistik Deskriptif Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah Standar Item Pertanyaan N Minimum Maximum Mean Deviasi X1.1 33 2 5 4,64 0,653 X1.2 33 2 5 4,39 0,704 X1.3 33 2 5 4,58 0,663 X1.4 33 2 5 4,45 0,666 X1.5 33 2 5 4,21 0,696 X1.6 33 2 5 4,15 0,619 X1.7 33 2 5 4,21 0,650 X1.8 33 2 5 4,15 0,619

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI X1.9 33 2 X1.10 33 2 X1.11 33 2 X1.12 33 2 X1.13 33 2 X1.14 33 2 X1.15 33 2 33 2 Total X1 Sumber: Data primer, diolah 2013. 5 5 5 5 5 5 5 5 4,15 4,33 4,24 3,88 4,33 3,79 3,73 4,22 83 0,712 0,692 0,751 0,820 0,854 0,893 0,944 0,571 Tabel V.2 menunjukkan mean variabel kepemimpinan kepala sekolah berkisar antara 3,73 sampai 4,64 dengan rata-rata (mean) sebesar 4,22. Nilai tersebut terletak pada interval 3,67-5,00. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum responden menilai kepemimpinan kepala sekolah adalah tinggi. Tabel V.3. Statistik Deskriptif Variabel Kompensasi Item Pertanyaan N Minimum Maximum X2.1 33 2 X2.2 33 2 X2.3 33 2 X2.4 33 2 X2.5 33 2 X2.6 33 2 X2.7 33 2 X2.8 33 2 X2.9 33 2 X2.10 33 2 33 3 Total X2 Sumber: Data primer, diolah 2013. 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4,64 4,39 4,58 4,45 4,21 4,15 4,21 4,15 4,15 4,33 4,12 Standar Deviasi 0,653 0,704 0,663 0,666 0,696 0,619 0,650 0,619 0,712 0,692 0,528 Tabel V.3 menunjukkan mean variabel kompensasi berkisar antara 4,15 sampai 4,64 dengan rata-rata (mean) sebesar 4,12. Nilai tersebut terletak pada interval 3,67-5,00. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum responden menilai kompensasi yang diterima adalah tinggi.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel V.4. Statistik Deskriptif Variabel Motivasi Kerja Item Pertanyaan N X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X3.6 X3.7 X3.8 X3.9 X3.10 X3.11 X3.12 X3.13 X3.14 X3.15 X3.16 X3.17 X3.18 X3.19 X3.20 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4,33 4,12 4,24 4,03 3,91 3,97 4,18 4,42 4,42 3,85 4,06 4,42 4,18 4,21 4,52 3,79 3,94 4,24 4,18 3,61 Standar Deviasi 0,645 0,485 0,561 0,585 0,805 0,585 0,528 0,614 0,708 0,712 1,029 0,663 0,683 0,600 0,619 0,781 0,864 0,708 0,683 0,899 5 4,13 0,392 Minimum Maximum 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 33 3 Total X3 Sumber: Data primer, diolah 2013. Mean Tabel V.4 menunjukkan mean variabel kompensasi berkisar antara 3,61 sampai 4,52 dengan rata-rata (mean) sebesar 4,13. Nilai tersebut terletak pada interval 3,67-5,00. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum responden memiliki motivasi kerja yang tinggi.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Tabel V.5. Statistik Deskriptif Variabel Kinerja Item Pertanyaan N Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8 Y.9 Y.10 Y.11 Y.12 Y.13 Y.14 Y.15 Y.16 Y.17 Y.18 Y.19 Y.20 Y.21 Y.22 Y.23 Y.24 Y.25 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 3 1 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4,58 4,30 4,73 4,15 4,00 3,94 4,61 4,18 3,61 3,85 4,03 3,79 3,58 4,09 4,21 4,33 4,73 4,58 4,24 4,39 4,58 4,61 4,18 4,73 4,45 Standar Deviasi 0,561 0,918 0,517 0,939 0,791 0,609 0,556 0,727 0,609 0,442 0,529 0,415 0,663 0,579 0,600 0,595 0,517 0,561 0,561 0,827 0,561 0,556 0,808 0,517 0,711 33 3 4,64 4,26 0,329 Total Y Minimum Maximum Mean Sumber: Data primer, diolah 2013. Tabel V.5 menunjukkan mean variabel kinerja berkisar antara 3,58 sampai 4,73 dengan rata-rata (mean) sebesar 4,26. Nilai tersebut terletak pada interval 3,67-5,00. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum responden memiliki kinerja yang tinggi.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 C. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Hasil uji normalitas dengan metode One-Sample KolmogorovSmirnov disajikan pada tabel V.6. Tabel V.6. Hasil Uji Normalitas Variabel KSZ Sig. X1 1,133 0,154 X2 1,250 0,088 X3 1,307 0,066 Y 1,246 0,089 Sumber: Data primer, diolah 2013 Keterangan Normal Normal Normal Normal Tabel V.6 memperlihatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yang diperoleh pada variabel X1 sebesar 0,154; X2 sebesar 0,088; X3 sebesar 0,066 dan Y sebesar 0,089 masing-masing lebih besar dari α = 0,05, berarti data berdistribusi normal. 2. Uji Multikolinearitas Ringkasan hasil uji multikolinearitas menggunakan metode variance inflation factor (VIF) disajikan pada tabel berikut: Tabel V.7. Ringkasan Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistics Kesimpulan bebas Tolerance VIF X1 0,836 1,196 Tidak terjadi multikolinearitas X2 0,794 1,259 Tidak terjadi multikolinearitas X3 0,770 1,299 Tidak terjadi multikolinearitas Sumber: Data primer, diolah 2013

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Tabel V.7 memperlihatkan tidak terdapat variabel bebas yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,1 dan nilai variance inflation factor (VIF) tidak ada yang lebih dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi tidak terjadi multikolinearitas. 3. Uji Heteroskedastisitas Ringkasan hasil uji heteroskedastisitas menggunakan uji Glejser disajikan pada tabel berikut: Tabel V.8. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Variabel t Sig. Kesimpulan hitung Terikat Bebas ABS e X1 0,184 0,856 Tidak terjadi heteroskedastisitas X2 -1,819 0,079 Tidak terjadi heteroskedastisitas X3 1,968 0,059 Tidak terjadi heteroskedastisitas Sumber: Data primer, diolah 2013 Tabel V.8 menunjukkan tidak ada satupun variabel bebas yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat nilai ABS e. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak menunjukkan adanya heteroskedastisitas. 4. Uji Linearitas Uji linearitas pengaruh dapat diketahui dengan menggunakan uji F. Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 15.0 for

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 windows dapat dilihat nilai pada Defiation for linearity yang tercantum dalam ANOVA Table dari output yang dihasilkan. Pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat linear apabila p-value > Sig (0,05). Hasil uji linearitas tercantum dalam tabel berikut ini: Tabel V.9. Ringkasan Hasil Uji Linearitas Variabel p-value Keterangan X1Y 0,104 Linier X2Y 0,095 Linier X3Y 0,178 Linier Sumber: Data primer, diolah 2013 Berdasarkan tabel di atas, nilai signifikansi pengaruh variabel bebas (X1, X2 dan X3) terhadap variabel terikat (Y) lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kedua variabel independen dengan variabel dependennya linear. D. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan alat analisis regresi berganda untuk menguji apakah terdapat kontribusi yang signifikan antara kepemimpinan (X1), kompensasi (X2), dan motivasi kerja (X3) terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y).

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel V.10. Ringkasan Hasil Perhitungan Regresi Standardized t-stat Prob. Coefficient Variabel Konstanta X1 X2 X3 0,620 0,315 0,236 0,814 Adj R2 F Statistic 47,619 Prob (F-stat) 0,000 Sumber: Data primer, diolah 2013 0,620 Kontribusi X1 = x 100% 1,171 = 53,95% 0,315 Kontribusi X2 = x 100% 1,171 = 26,90% 0,236 Kontribusi X3 = x 100% 1,171 = 20,15% 3,831 7,426 3,685 2,719 Keterangan 0,001 0,000 Ssignifikan 0,001 Signifikan 0,011 Signifikan 89

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 1. Uji Nilai F Hasil perhitungan pada tabel V.10 diperoleh nilai signifikansi F sebesar 0,000 < α (0,05), berarti pengambilan variabel kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi dan motivasi sudah cukup tepat karena mampu menjelaskan variasi kinerja guru, dibanding dengan pengaruh variabel di luar model atau errror terhadap kinerja guru. 2. Uji Nilai t a. Pengujian Hipotesis Pertama (H1) Variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) memiliki kontribusi sebesar 53,95% dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < α (0,05), berarti kepemimpinan kepala sekolah memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Semakin baik kepemimpinan kepala sekolah, maka kinerja guru juga akan semakin tinggi. Hipotesis pertama (H1) diterima. b. Pengujian Hipotesis Kedua (H2) Variabel kompensasi (X2) memiliki kontribusi sebesar 26,90% dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < α (0,05), berarti kompensasi memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Semakin tinggi kompensasi, maka kinerja guru juga akan semakin tinggi. Hipotesis kedua (H2) diterima. c. Pengujian Hipotesis Ketiga (H3) Variabel motivasi kerja (X3) memiliki kontribusi sebesar 20,15% dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 < α (0,05), berarti motivasi

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 kerja memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Semakin tinggi motivasi kerja, maka kinerja guru juga akan semakin tinggi. Hipotesis ketiga (H3) diterima. 3. Koefisien Determinasi Nilai Adjusted R square sebesar 0,814 menunjukkan bahwa 81,4% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi dan motivasi kerja, sedang sisanya sebesar 18,6.% dijelaskan variabel lain di luar model. E. Pembahasan Pembahasan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kontribusi kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru SMA di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap terhadap kinerja guru SMA di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y). Dari hasil analisis menggunakan regresi berganda diperoleh besarnya kontribusi kepemimpinan kepala sekolah adalah 53,95% dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 yaitu kepemimpinan kepala sekolah tidak berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru ditolak dan Ha yaitu kepemimpinan kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru diterima.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Kepemimpinan mempunyai pengaruh dan kontribusi terhadap kinerja guru dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. Gaya kepemimpinan yang baik akan membuat guru lebih bergairah dalam bekerja sehingga kinerjanya semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Sallis (2006: 170) bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan mutu, tanpa kepemimpinan yang baik proses peningkatan mutu tidak dapat dilakukan dan diwujudkan (Sallis, 2006: 170). Menurut Yuniarsih dan Suwatno (2008: 166) keutamaan pengaruh (influence) kepemimpinan kepala sekolah bukanlah semata-mata berbentuk instruksi, melainkan lebih merupakan motivasi atau pemicu (trigger) yang dapat member inspirasi terhadap guru dan karyawan, sehingga inisiatif dan kreatifitasnya berkembang secara optimal untuk meningkatkan kinerjanya. Hasil penelitian ini sesuai dengan Hasyim (2011) yang menyimpulkan adanya kontribusi yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen Demak. Demikian juga dengan penelitian Sobirin (2007) yang menyimpulkan bahwa semakin kepemimpinan kepala sekolah akan mengakibatkan semakin baik kinerja guru SMK di Kabupaten Pemalang dan sebaliknya. 2. Kontribusi kompensasi (X2) terhadap kinerja guru SMA di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi positif dan signifikan kompensasi (X2) terhadap kinerja guru SMA di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y). Dari hasil analisis menggunakan regresi berganda

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diperoleh besarnya kontribusi kompensasi 93 adalah 26,90% dengan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 yaitu kompensasi tidak berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru ditolak dan Ha yaitu kompensasi berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru diterima. Kompensasi atau penghargaan penting artinya untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. Melalui kompensasi, tenaga kependidikan dirangsang untuk meningkatkan profesionalisme kerjanya secara positif dan produktif. Pelaksanaan penghargaan dapat dikaitkan dengan prestasi tenaga kependidikan secara terbuka, sehingga mereka memiliki peluang untuk meraihnya. Adanya system kompensasi yang baik pada lembaga pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kinerja para guru. Apabila guru mendapatkan tambahan kompensasi dari lembaga, maka ia akan cenderung meningkatkan kinerjanya. Jika guru merasa imbalan yang diterimanya sebanding dengan kontribusi yang ia berikan, maka guru akan berusaha untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerjanya di kemudian hari. Namun apabila guru merasa kompensasi yang ia dapat kurang sesuai dengan dengan apa yang telah ia berikan kepada lembaga atau guru merasa system pemberian kompensasi yang ada kurang sesuai, maka guru cenderung enggan untuk berusaha meningkatkan kinerjanya.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 3. Kontribusi motivasi kerja (X3) terhadap kinerja guru SMA di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi positif dan signifikan motivasi kerja (X3) terhadap terhadap kinerja guru SMA di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo (Y). Dari hasil analisis menggunakan regresi berganda diperoleh besarnya kontribusi motivasi kerja adalah 20,15% dengan signifikansi sebesar 0,011 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 yaitu motivasi kerja tidak berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru ditolak dan Ha yaitu motivasi kerja berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja guru diterima. Motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu menentukan kualitas kerja yang ditampilkan. Dengan motivasi yang tepat guru akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya karena meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi sekolah mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, kepentingan-kepentingan pribadi para guru tersebut akan terpelihara juga. Hasil penelitian ini sesuai dengan Efendi dan Sujiono (2004) yang menyimpulkan adanya pengaruh positif motivasi kerja terhadap kinerja pada wirausaha wanita di Kabupaten Ponorogo.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, dengan mengambil sampel sebanyak 33 guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Semakin baik kepemimpinan kepala sekolah akan mengakibatkan semakin baik kinerja guru dan sebaliknya. 2. Semakin baik kompensasi akan mengakibatkan semakin baik kinerja guru dan sebaliknya. 3. Semakin tinggi motivasi kerja akan mengakibatkan semakan baik kinerja guru dan sebaliknya. B. Saran 1. Kepala sekolah hendaknya terus berupaya memperbaiki gaya kepemimpinannya sehingga dapat meningkatkan kinerja guru. 2. Kompensasi kepada guru hendaknya lebih ditingkatkan lagi agar tenaga kependidikan termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme kerjanya secara positif dan produktif. 3. Guru hendaknya meningkatkan motivasi kerjanya sehingga memiliki dorongan untuk melaksanakan tugas dengan lebih baik. 95

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 C. Keterbatasan Peneliti Keterbatasan dalam penelitian ini adalah: 1. Jumlah sampel yang dambil penulis terbatas 33 guru dari 45 guru di SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo sehingga tingkat generalisasi dari hasil penelitian ini masih rendah. 2. Variabel yang mempengaruhi kinerja guru yang diteliti hanya kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi dan motivasi sehingga belum dapat menggambarkan secara lengkap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Algifari. (2000). „Analisis Regresi: Teori, Kasus dan Solusi’, Edisi Kedua. BPFE Yogyakarta. Anonim. (2008). Gaya Kepemimpinan & Kinerja Perusahaan. http://www.indofamily.net/index.php?option=com_content&task=vie w&id= 897&Itemid=39 Arep dan Tanjung. (2003). Manajemen Motivasi, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta. Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: P.T. Rineka Cipta. As‟ad, Moh. (1995). Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty. Burhan Bungi. (2003). Analisa Data Penelitian Kualitatif Pemahaman Filosofis dan Metodologis Kearah Penguasaan Modal Aplikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, Danim S. (2002). Inovasi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia. Daryanto. (2001). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Davis, K. & Newstrom, J.W. (1996). Perilaku dalam Organisasi, Edisi ketujuh. Jakarta: Penerbit Erlangga. Dessler, G. (1998). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jilid 2. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Prenhallindo. Fatah, N. (1996). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ghozali. (2002). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Gujarati, Damodar N. (2006). Ekonometrika Dasar. Jakarta : Penerbit Erlangga. Handoko, T. Hani, 2000, Manajemen Personalia dan Sumber Daya 62 Manusia, Edisi ke 2, BPFE, Yogyakarta. Hanitijo Rony, Metode Penelitian Hukum dan Jurimeter, Jakarta: Ghalis, 1994 Hastono, S.P. (2001). Analisa Data. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia 97

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Hasyim, F. (2011). Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Gruru Di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen Demak. Tahun 2011. Skripsi. Fakultas Tarbiyah IAIN Walisonggo Semarang. Juairiah, S. (2006). Skripsi : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar. Kuncoro, Mudrajat. (2007). Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Lexy 3 Moleong. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya. Malayu S.P Hasibuan. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gunung Agung. Martoyo, S. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE. Matutina, dkk. (1993). Manajemen personalia. Jakartaa: PT.Rineka Cipta. Milez M. B. Dan Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif Penerjemah Tjetjep Rohendi. Jakarta : UI-Press. Mulyasa. (2003). Manajemen Berbasis Sekolah (Konsep, Strategi dan Implementasi). Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Nazir Moh Ph. D. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007 tanggal 17 April 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah. Pidarta. (1999). Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: PT. Bina Aksara. Profesional Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya. Riwidikdo, H. (2008). Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. Robbins, S.P. (1996). Organization Behavior: Concep-Contraversies Application. New Jersey: Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc. Sadili Samsudin. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: CV Pustaka Setia.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Sallis, Edward. (2006). Total Quality Management im Education, terjemahan. Yogyakarta IRCiSoD. Sardiman. (2005). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. S.C Utami Munandar. (1992). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas anak sekolah. Jakarta : Gramedia Sedarmayanti. (2001). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju. Sergiovanni, T.J., Burlingame, M., Coombs, F.S. and Thurston, P.W. 1987b. Educational Governance and Administration. 2 nd . Ed. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall, Inc. Sobirin. (2007). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Di Kabupaten Pemalang. Tahun 2007. Skripsi. Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Sugiyono. (2007). Statitiska Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sulistyorini. (2001). Hubungan antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi dengan Kinerja Guru. Ilmu Pendidikan: 28 (1) 62-70. Sunindhia dan Ninik Widiyanti. (1993). Kepemimpinan Dalam Masyarakaat Modern, Jakarta : PT. Rineka Cipta. Stoner, J & Charles, W. (1982). Management, New Jersey, Englewood Cliff, Prentice Inc. Tempe, A. Dale. (1992). Kinerja. Jakarta: PT. Gramedia Asri Media. Tjutju Yuniarsih, & Suwatno, (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia Teori,. Aplikasi dan Isu Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. Wagiman, H.A. (2005). Persepsi Guru Terhadap Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah SD Tarakanita Jakarta. Widarjono, Agus. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya, Ekonisia Fakultas Ekonomi UII, Yogyakarta. Yatim Riyanto. (1996). Metodologi Penelitian Pendidikan Tinjauan Dasar, Surabaya: SIC.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 100

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KUESIONER Judul Penelitian: K0NTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SAPURAN, WONOSOBO A. Data Responden Nama : Bidang pelajaran yang di ampu : Golongan : Jenis Kelamin : 1. Laki-Laki 2. Perempuan Pendidikan : Masa kerja : B. Data Penelitian Petunjuk : Berilah tanda centang( ) pada pilihan jawaban SL = Selalu = Sangat setuju SR = Sering = Setuju KD = Kadang-kadang = Ragu-ragu JR =Jarang = Kurang setuju TP = Tidak pernah = Sangat tidak setuju NO Kinerja Guru 1 Saya mempersiapkan diri sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Saya mengajar tidak membuat rencana pengajaran. Saya mempersiapkan kelas supaya siap belajar. saya menyesuaikan program pengajaran sesuai dengan situasi kelas. saya mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran Saya menggunakan cara-cara berkomunikasi antar pribadi dengan siswa. 2 3 4 5 6 Pilihan SL SR KD JR TP

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 NO 26 27 28 29 30 Saya memotivasi siswa agar giat belajar. Saya bersama siswa tidak menyimpulkan materi pelajaran pada akhir pelajaran. Saya mengembangkan media pembelajaran sendiri. Saya menggunakan bahan-bahan yang tersedia dilingkungan sekitar untuk membuat alat bantu pengajaran. Saya menggunakan media pembelajaran yang tersedia di sekolah. Saya memanfaatkan laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar. Saya menggunakan perpustakaan dalam rangka proses belajar mengajar. Saya memberikan latihan-latihan lanjutan pada siswa. Saya melakukan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Saya membuat alat evaluasi sendiri untuk ulangan harian. Saya tidak pernah memeriksa hasil ulangan / pekerjaan rumah. Saya berusaha mengenal kemampuan anak didik saya. Saya mampu mendiagnosa kesulitan belajar siswa saya. Saya tidak memberikan pengayakan pada siswa yang berprestasi pada ulangan. Saya memberikan program remidial kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Saya tidak mau melibatkan diri pada kegiatan kepanitiaan sekolah. Saya melibatkan diri dalam organisasi profesi guru. Prosentase kehadiran saya dalam mengajar tinggi. Saya tidak hadir di kelas tepat waktu dalam mengajar. Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala Sekolah memiliki kondisi fisik yang sehat sesuai tugasnya. Kepala Sekolah berpengetahuan luas. Kepala Sekolah memiliki keyakinan bahwa organisasi akan berhasil mencapai tujuan. Kepala Sekolah memiliki stamina (daya kerja) dan antusiasme yang benar. Kepala sekolah gemar dan cepat mengambil keputusan. Pilihan SL SR KD JR TP

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 NO 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 NO 51 52 Kepala Sekolah objektif dalam arti dapat menguasai emosi dan lebih banyak menggunakan rasio. Kepala Sekolah adil dalam memperlakukan bawahan. Kepala Sekolah menguasai prinsip-prinsip human relations. Kepala sekolah menguasai teknik-teknik berkomunikasi. Kepala sekolah memiliki sikap emphati kepada semua guru Kepala sekolah memiliki hubungan kemanusiaan yang baik dengan saya sebagai bawahan Kepala sekolah tranparasi kepada saya sebagai bawahannya Kepala sekolah menginstruksikan kepada saya sebagai guru untuk melaksanakan prosedur pencapaian tujuan organisasi Pola kerja yang dibuat kepala sekolah memperoleh persetujuan dari saya sebagai bawahannya Kepala sekolah bertanggung jawab dalam bertugas Kompensasi Pilihan SL SR KD JR TP KD JR TP Gaji yang saya terima tepat waktu. Gaji yang saya terima sesuai dengan pekerjaan yang saya kerjakan. Tunjangan diluar gaji pokok dapat mencukupi kebutuhan saya. Saya diberikan tunjangan sesuai dengan harapan saya. Setiap hari raya saya mendapatkan tunjangan sesuai dengan harapan saya. Saya mendapatkan komisi dari sekolah setiap saya menghadiri rapat / pertemuan. Saya mendapatkan komisi setiap membuat soal ujian. Komisi yang saya dapatkan sesuai dengan kerja saya. Saya diberikan pertolongan sosial yang selalu siap sedia ketika saya membutuhkan pertolongan. Biaya pengobatan ketika saya sakit ditanggung pemerintah. Motivasi Kerja Saya mencari peluang yang dapat meningkatkan kinerja diri saya. saya melaksanakan tugas tepat pada waktunya. Pilihan SL SR

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Saya melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Saya melaksanakan tugas apabila ada perintah dari Kepala Sekolah. Saya melaksanakan tugas dengan baik apabila diberi penghargaan. Saya berusaha meningkatkan kompetensi diri dengan mengikuti pelatihan-pelatihan. Saya gemar membaca buku untuk menambah pengetahuan saya. Saya berusaha keras menjadi guru profesional sesuai prosedur yang berlaku. Saya mengharapkan guru yang berprestasi di beri penghargaan. Saya bekerja dengan baik atas pemberian penghargaan oleh Kepala Sekolah terhadap setiap pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik. Saya bekerja dengan baik agar mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Sebagai seorang guru berupaya mengembangkan diri Fasilitas kerja yang disediakan oleh sekolah sangat mendorong semangat kerja guru. Pemberian penghargaan sangat mendorong semangat kerja guru. Sebagai seorang guru berusaha untuk menjaga persahabatan dengan teman sekerja. Dorongan untuk berkompetisi dengan teman-teman seprofesi sangat kuat didalam diri saya. Kemajuan karir saya mampu memberikan rasa harga diri yang tinggi. Kemajuan kerja tercapai atas kemampuan saya sendiri. Saya bekerja keras karena ingin mendapatkan pujian dari Kepala Sekolah. Saya bersemangat bekerja karena kepala Sekolah menghargai hasil kerja saya. 71. Kesulitan apa yang anda hadapi dari sisi siswa dalam rangka mengembangkan kinerja anda? 72. Motivasi apa saja yang dapat meningkatkan kinerja anda dan anda dpat bertahan disekolah ini? 73. Menurut anda apa yang harus diperbaiki dalam dunia pendidikan ini?

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74. Apa yang anda harapkan dari kepala sekolah, rekan guru, dan pemerintah yang terkait untuk mengembangkan kinerja anda? 75. Apa kesan dan pesan untuk pemerintah terkait dengan kompensasi, dan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kinerja guru?

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN II UJI VALIDITAS

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Correlations - Uji Validitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Correlations X1_1 X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 X1_6 X1_7 X1_8 X1_9 X1_10 X1_11 X1_12 X1_13 X1_14 X1_15 total Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N Pears on Correlation Sig. (2-tailed) N 1 33 ,729** ,000 33 ,643** ,000 33 ,824** ,000 33 ,656** ,000 33 ,605** ,000 33 ,629** ,000 33 ,605** ,000 33 ,525** ,002 33 ,692** ,000 33 ,568** ,001 33 ,382* ,028 33 ,617** ,000 33 ,239 ,181 33 ,189 ,292 33 ,733** ,000 33 X1_2 ,729** ,000 33 1 33 ,771** ,000 33 ,739** ,000 33 ,780** ,000 33 ,719** ,000 33 ,767** ,000 33 ,791** ,000 33 ,811** ,000 33 ,940** ,000 33 ,877** ,000 33 ,356* ,042 33 ,606** ,000 33 ,236 ,185 33 ,307 ,082 33 ,860** ,000 33 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). X1_3 ,643** ,000 33 ,771** ,000 33 1 33 ,734** ,000 33 ,675** ,000 33 ,695** ,000 33 ,723** ,000 33 ,695** ,000 33 ,604** ,000 33 ,726** ,000 33 ,652** ,000 33 ,420* ,015 33 ,699** ,000 33 ,424* ,014 33 ,458** ,007 33 ,829** ,000 33 X1_4 ,824** ,000 33 ,739** ,000 33 ,734** ,000 33 1 33 ,797** ,000 33 ,738** ,000 33 ,637** ,000 33 ,738** ,000 33 ,641** ,000 33 ,678** ,000 33 ,585** ,000 33 ,333 ,058 33 ,660** ,000 33 ,272 ,125 33 ,303 ,087 33 ,798** ,000 33 X1_5 ,656** ,000 33 ,780** ,000 33 ,675** ,000 33 ,797** ,000 33 1 33 ,721** ,000 33 ,795** ,000 33 ,866** ,000 33 ,815** ,000 33 ,692** ,000 33 ,615** ,000 33 ,539** ,001 33 ,613** ,000 33 ,376* ,031 33 ,423* ,014 33 ,862** ,000 33 X1_6 ,605** ,000 33 ,719** ,000 33 ,695** ,000 33 ,738** ,000 33 ,721** ,000 33 1 33 ,773** ,000 33 ,755** ,000 33 ,726** ,000 33 ,754** ,000 33 ,658** ,000 33 ,345* ,049 33 ,671** ,000 33 ,343 ,051 33 ,340 ,053 33 ,814** ,000 33 X1_7 ,629** ,000 33 ,767** ,000 33 ,723** ,000 33 ,637** ,000 33 ,795** ,000 33 ,773** ,000 33 1 33 ,695** ,000 33 ,806** ,000 33 ,810** ,000 33 ,723** ,000 33 ,695** ,000 33 ,713** ,000 33 ,565** ,001 33 ,657** ,000 33 ,929** ,000 33 X1_8 ,605** ,000 33 ,791** ,000 33 ,695** ,000 33 ,738** ,000 33 ,866** ,000 33 ,755** ,000 33 ,695** ,000 33 1 33 ,797** ,000 33 ,681** ,000 33 ,591** ,000 33 ,530** ,002 33 ,552** ,001 33 ,456** ,008 33 ,394* ,023 33 ,843** ,000 33 X1_9 ,525** ,002 33 ,811** ,000 33 ,604** ,000 33 ,641** ,000 33 ,815** ,000 33 ,726** ,000 33 ,806** ,000 33 ,797** ,000 33 1 33 ,845** ,000 33 ,805** ,000 33 ,460** ,007 33 ,531** ,001 33 ,298 ,092 33 ,435* ,011 33 ,840** ,000 33 X1_10 ,692** ,000 33 ,940** ,000 33 ,726** ,000 33 ,678** ,000 33 ,692** ,000 33 ,754** ,000 33 ,810** ,000 33 ,681** ,000 33 ,845** ,000 33 1 33 ,921** ,000 33 ,349* ,047 33 ,652** ,000 33 ,219 ,221 33 ,382* ,028 33 ,857** ,000 33 X1_11 ,568** ,001 33 ,877** ,000 33 ,652** ,000 33 ,585** ,000 33 ,615** ,000 33 ,658** ,000 33 ,723** ,000 33 ,591** ,000 33 ,805** ,000 33 ,921** ,000 33 1 33 ,354* ,044 33 ,601** ,000 33 ,219 ,221 33 ,360* ,039 33 ,793** ,000 33 X1_12 ,382* ,028 33 ,356* ,042 33 ,420* ,015 33 ,333 ,058 33 ,539** ,001 33 ,345* ,049 33 ,695** ,000 33 ,530** ,002 33 ,460** ,007 33 ,349* ,047 33 ,354* ,044 33 1 33 ,506** ,003 33 ,860** ,000 33 ,803** ,000 33 ,699** ,000 33 X1_13 ,617** ,000 33 ,606** ,000 33 ,699** ,000 33 ,660** ,000 33 ,613** ,000 33 ,671** ,000 33 ,713** ,000 33 ,552** ,001 33 ,531** ,001 33 ,652** ,000 33 ,601** ,000 33 ,506** ,003 33 1 33 ,342 ,052 33 ,349* ,047 33 ,767** ,000 33 X1_14 ,239 ,181 33 ,236 ,185 33 ,424* ,014 33 ,272 ,125 33 ,376* ,031 33 ,343 ,051 33 ,565** ,001 33 ,456** ,008 33 ,298 ,092 33 ,219 ,221 33 ,219 ,221 33 ,860** ,000 33 ,342 ,052 33 1 33 ,856** ,000 33 ,600** ,000 33 X1_15 ,189 ,292 33 ,307 ,082 33 ,458** ,007 33 ,303 ,087 33 ,423* ,014 33 ,340 ,053 33 ,657** ,000 33 ,394* ,023 33 ,435* ,011 33 ,382* ,028 33 ,360* ,039 33 ,803** ,000 33 ,349* ,047 33 ,856** ,000 33 1 33 ,647** ,000 33 total ,733** ,000 33 ,860** ,000 33 ,829** ,000 33 ,798** ,000 33 ,862** ,000 33 ,814** ,000 33 ,929** ,000 33 ,843** ,000 33 ,840** ,000 33 ,857** ,000 33 ,793** ,000 33 ,699** ,000 33 ,767** ,000 33 ,600** ,000 33 ,647** ,000 33 1 33

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Correlations - Uji Validitas Kompensasi Correlations X2_1 X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 X2_6 X2_7 X2_8 X2_9 X2_10 total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 33 ,729(**) ,000 33 ,643(**) ,000 33 ,824(**) ,000 33 ,656(**) ,000 33 ,605(**) ,000 33 ,629(**) ,000 33 ,605(**) ,000 33 ,525(**) ,002 33 ,692(**) ,000 33 ,733(**) ,000 33 X2_2 ,729(**) ,000 33 1 33 ,771(**) ,000 33 ,739(**) ,000 33 ,780(**) ,000 33 ,719(**) ,000 33 ,767(**) ,000 33 ,791(**) ,000 33 ,811(**) ,000 33 ,940(**) ,000 33 ,860(**) ,000 33 X2_3 ,643(**) ,000 33 ,771(**) ,000 33 1 33 ,734(**) ,000 33 ,675(**) ,000 33 ,695(**) ,000 33 ,723(**) ,000 33 ,695(**) ,000 33 ,604(**) ,000 33 ,726(**) ,000 33 ,829(**) ,000 33 X2_4 ,824(**) ,000 33 ,739(**) ,000 33 ,734(**) ,000 33 1 33 ,797(**) ,000 33 ,738(**) ,000 33 ,637(**) ,000 33 ,738(**) ,000 33 ,641(**) ,000 33 ,678(**) ,000 33 ,798(**) ,000 33 X2_5 ,656(**) ,000 33 ,780(**) ,000 33 ,675(**) ,000 33 ,797(**) ,000 33 1 33 ,721(**) ,000 33 ,795(**) ,000 33 ,866(**) ,000 33 ,815(**) ,000 33 ,692(**) ,000 33 ,862(**) ,000 33 X2_6 ,605(**) ,000 33 ,719(**) ,000 33 ,695(**) ,000 33 ,738(**) ,000 33 ,721(**) ,000 33 1 33 ,773(**) ,000 33 ,755(**) ,000 33 ,726(**) ,000 33 ,754(**) ,000 33 ,814(**) ,000 33 X2_7 ,629(**) ,000 33 ,767(**) ,000 33 ,723(**) ,000 33 ,637(**) ,000 33 ,795(**) ,000 33 ,773(**) ,000 33 1 33 ,695(**) ,000 33 ,806(**) ,000 33 ,810(**) ,000 33 ,929(**) ,000 33 X2_8 ,605(**) ,000 33 ,791(**) ,000 33 ,695(**) ,000 33 ,738(**) ,000 33 ,866(**) ,000 33 ,755(**) ,000 33 ,695(**) ,000 33 1 33 ,797(**) ,000 33 ,681(**) ,000 33 ,843(**) ,000 33 X2_9 ,525(**) ,002 33 ,811(**) ,000 33 ,604(**) ,000 33 ,641(**) ,000 33 ,815(**) ,000 33 ,726(**) ,000 33 ,806(**) ,000 33 ,797(**) ,000 33 1 33 ,845(**) ,000 33 ,840(**) ,000 33 X2_10 ,692(**) ,000 33 ,940(**) ,000 33 ,726(**) ,000 33 ,678(**) ,000 33 ,692(**) ,000 33 ,754(**) ,000 33 ,810(**) ,000 33 ,681(**) ,000 33 ,845(**) ,000 33 1 33 ,857(**) ,000 33 total ,733(**) ,000 33 ,860(**) ,000 33 ,829(**) ,000 33 ,798(**) ,000 33 ,862(**) ,000 33 ,814(**) ,000 33 ,929(**) ,000 33 ,843(**) ,000 33 ,840(**) ,000 33 ,857(**) ,000 33 1 33

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations - Uji Validitas Motivasi Kerja Correlations X3_1 X3_1 Pearson Correlation X3_2 1 X3_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_6 Pearson Correlation X3_4 X3_5 X3_6 X3_7 X3_8 X3_9 X3_10 ,067 ,115 -,110 -,301 -,055 ,367(*) ,421(*) ,501(**) ,317 ,713 ,524 ,541 ,089 ,761 ,036 ,015 ,003 ,072 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,067 1 ,809(**) ,317 ,189 ,454(**) ,278 ,242 ,392(*) ,326 ,000 ,072 ,291 ,008 ,118 ,175 ,024 ,064 Sig. (2-tailed) N X3_3 ,713 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,115 ,809(**) 1 ,453(**) ,327 ,404(*) ,163 ,418(*) ,520(**) ,017 ,524 ,000 ,008 ,063 ,020 ,364 ,015 ,002 ,927 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,110 ,317 ,453(**) 1 ,802(**) ,550(**) ,386(*) ,572(**) ,345(*) -,138 ,541 ,072 ,008 ,000 ,001 ,026 ,001 ,049 ,442 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,301 ,189 ,327 ,802(**) 1 ,259 ,261 ,333 ,070 -,079 ,089 ,291 ,063 ,000 ,145 ,143 ,058 ,700 ,661 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,055 ,454(**) ,404(*) ,550(**) ,259 1 ,423(*) ,298 ,258 ,138

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) N X3_7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N ,761 ,008 ,020 ,001 ,145 ,014 ,092 ,147 ,442 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,367(*) ,278 ,163 ,386(*) ,261 ,423(*) 1 ,719(**) ,456(**) ,408(*) ,036 ,118 ,364 ,026 ,143 ,014 ,000 ,008 ,018 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,421(*) ,242 ,418(*) ,572(**) ,333 ,298 ,719(**) 1 ,579(**) ,080 ,015 ,175 ,015 ,001 ,058 ,092 ,000 ,000 ,658 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,501(**) ,392(*) ,520(**) ,345(*) ,070 ,258 ,456(**) ,579(**) 1 ,317 ,003 ,024 ,002 ,049 ,700 ,147 ,008 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,317 ,326 ,017 -,138 -,079 ,138 ,408(*) ,080 ,317 1 ,072 ,064 ,927 ,442 ,661 ,442 ,018 ,658 ,072 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,439(*) ,235 ,082 -,211 -,182 ,107 ,382(*) ,255 ,221 ,610(**) ,011 ,187 ,650 ,239 ,311 ,554 ,028 ,152 ,217 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,609(**) ,321 ,471(**) ,288 ,016 ,195 ,666(**) ,849(**) ,603(**) ,074 ,000 ,068 ,006 ,104 ,930 ,276 ,000 ,000 ,000 ,682 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,072

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI X3_13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) ,213 ,309 ,371(*) ,064 -,083 ,327 ,252 ,332 ,159 -,006 ,234 ,080 ,033 ,724 ,647 ,063 ,156 ,059 ,378 ,974 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,377(*) ,339 ,400(*) ,248 ,171 ,019 ,467(**) ,597(**) ,517(**) ,370(*) ,031 ,054 ,021 ,164 ,342 ,917 ,006 ,000 ,002 ,034 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,339 ,411(*) ,530(**) ,646(**) ,474(**) ,303 ,662(**) ,888(**) ,555(**) ,112 ,053 ,018 ,002 ,000 ,005 ,086 ,000 ,000 ,001 ,536 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,207 ,070 ,121 ,493(**) ,466(**) -,014 ,248 ,454(**) ,168 ,165 ,249 ,698 ,502 ,004 ,006 ,936 ,164 ,008 ,351 ,359 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,598(**) -,057 -,162 ,004 -,053 -,004 ,505(**) ,404(*) ,248 ,645(**) ,000 ,755 ,367 ,983 ,769 ,983 ,003 ,020 ,165 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,433(*) ,003 ,241 ,584(**) ,478(**) ,094 ,464(**) ,762(**) ,349(*) ,075 ,012 ,988 ,177 ,000 ,005 ,604 ,007 ,000 ,046 ,678 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,284 ,215 ,453(**) ,220 ,202 ,405(*) ,426(*) ,407(*) ,288 -,134 ,110 ,230 ,008 ,218 ,260 ,019 ,013 ,019 ,104 ,456

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N X3_20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,395(*) ,256 ,071 ,023 ,035 ,095 ,287 ,086 ,123 ,733(**) ,023 ,150 ,693 ,897 ,845 ,598 ,105 ,635 ,494 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,561(**) ,497(**) ,539(**) ,526(**) ,361(*) ,419(*) ,756(**) ,818(**) ,641(**) ,482(**) ,001 ,003 ,001 ,002 ,039 ,015 ,000 ,000 ,000 ,005 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 X3_11 X3_1 Pearson Correlation X3_16 X3_17 X3_18 X3_19 ,339 ,207 ,598(**) ,433(*) ,284 ,011 ,000 ,234 ,031 ,053 ,249 ,000 ,012 ,110 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,235 ,321 ,309 ,339 ,411(*) ,070 -,057 ,003 ,215 Sig. (2-tailed) ,187 ,068 ,080 ,054 ,018 ,698 ,755 ,988 ,230 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,082 ,471(**) ,371(*) ,400(*) ,530(**) ,121 -,162 ,241 ,453(**) Sig. (2-tailed) ,650 ,006 ,033 ,021 ,002 ,502 ,367 ,177 ,008 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,211 ,288 ,064 ,248 ,646(**) ,493(**) ,004 ,584(**) ,220 ,239 ,104 ,724 ,164 ,000 ,004 ,983 ,000 ,218 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_5 X3_15 ,377(*) N X3_4 X3_14 ,213 N X3_3 X3_13 ,609(**) Sig. (2-tailed) X3_2 X3_12 ,439(*) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,182 ,016 -,083 ,171 ,474(**) ,466(**) -,053 ,478(**) ,202 ,311 ,930 ,647 ,342 ,005 ,006 ,769 ,005 ,260 33 33 33 33 33 33 33 33 33

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI X3_6 Pearson Correlation ,107 ,195 ,327 ,019 ,303 -,014 -,004 ,094 ,405(*) Sig. (2-tailed) ,554 ,276 ,063 ,917 ,086 ,936 ,983 ,604 ,019 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,382(*) ,666(**) ,252 ,467(**) ,662(**) ,248 ,505(**) ,464(**) ,426(*) ,028 ,000 ,156 ,006 ,000 ,164 ,003 ,007 ,013 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,255 ,849(**) ,332 ,597(**) ,888(**) ,454(**) ,404(*) ,762(**) ,407(*) Sig. (2-tailed) ,152 ,000 ,059 ,000 ,000 ,008 ,020 ,000 ,019 N X3_7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_8 N X3_9 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,221 ,603(**) ,159 ,517(**) ,555(**) ,168 ,248 ,349(*) ,288 Sig. (2-tailed) ,217 ,000 ,378 ,002 ,001 ,351 ,165 ,046 ,104 N X3_10 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,610(**) ,074 -,006 ,370(*) ,112 ,165 ,645(**) ,075 -,134 ,000 ,682 ,974 ,034 ,536 ,359 ,000 ,678 ,456 33 33 33 33 33 33 33 33 33 1 ,328 ,429(*) ,333 ,244 -,022 ,496(**) ,236 ,073 ,063 ,013 ,058 ,171 ,902 ,003 ,185 ,687 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,328 1 ,515(**) ,553(**) ,746(**) ,179 ,319 ,573(**) ,515(**) Sig. (2-tailed) ,063 ,002 ,001 ,000 ,318 ,070 ,000 ,002 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_12 N X3_13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_14 33 33 33 33 33 33 33 33 ,515(**) 1 ,056 ,289 -,277 ,019 ,100 ,463(**) ,013 ,002 ,759 ,102 ,118 ,915 ,580 ,007 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,333 ,553(**) ,056 1 ,623(**) ,433(*) ,508(**) ,463(**) ,284 Sig. (2-tailed) ,058 ,001 ,759 ,000 ,012 ,003 ,007 ,109 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,244 ,746(**) ,289 ,623(**) 1 ,492(**) ,353(*) ,705(**) ,363(*) Sig. (2-tailed) ,171 ,000 ,102 ,000 ,004 ,044 ,000 ,038 N X3_15 33 ,429(*)

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N X3_16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_18 33 33 33 33 33 33 -,022 ,179 -,277 ,433(*) ,492(**) 1 ,536(**) ,661(**) -,043 ,902 ,318 ,118 ,012 ,004 ,001 ,000 ,814 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,496(**) ,319 ,019 ,508(**) ,353(*) ,536(**) 1 ,433(*) ,019 ,003 ,070 ,915 ,003 ,044 ,001 ,012 ,915 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,573(**) ,100 ,463(**) ,705(**) ,661(**) ,433(*) 1 ,164 Sig. (2-tailed) ,185 ,000 ,580 ,007 ,000 ,000 ,012 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,073 ,515(**) ,463(**) ,284 ,363(*) -,043 ,019 ,164 1 Sig. (2-tailed) ,687 ,002 ,007 ,109 ,038 ,814 ,915 ,360 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,499(**) ,079 -,134 ,218 ,152 ,456(**) ,652(**) ,351(*) -,236 ,003 ,660 ,456 ,224 ,400 ,008 ,000 ,045 ,186 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N total 33 ,236 N X3_20 33 Pearson Correlation N X3_19 33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,529(**) ,745(**) ,363(*) ,687(**) ,831(**) ,522(**) ,614(**) ,719(**) ,427(*) ,002 ,000 ,038 ,000 ,000 ,002 ,000 ,000 ,013 33 33 33 33 33 33 33 33 33 X3_20 X3_1 Pearson Correlation ,561(**) ,023 ,001 33 33 Pearson Correlation ,256 ,497(**) Sig. (2-tailed) ,150 ,003 33 33 Pearson Correlation ,071 ,539(**) Sig. (2-tailed) ,693 ,001 N X3_2 N X3_3 total ,395(*) Sig. (2-tailed) ,360

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N X3_4 33 33 Pearson Correlation ,023 ,526(**) Sig. (2-tailed) ,897 ,002 N X3_5 33 33 Pearson Correlation ,035 ,361(*) Sig. (2-tailed) ,845 ,039 N X3_6 33 33 Pearson Correlation ,095 ,419(*) Sig. (2-tailed) ,598 ,015 N X3_7 33 33 Pearson Correlation ,287 ,756(**) Sig. (2-tailed) ,105 ,000 33 33 Pearson Correlation ,086 ,818(**) Sig. (2-tailed) ,635 ,000 N X3_8 N X3_9 33 33 Pearson Correlation ,123 ,641(**) Sig. (2-tailed) ,494 ,000 N X3_10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_11 ,000 ,005 33 ,499(**) ,529(**) ,003 ,002 33 33 Pearson Correlation ,079 ,745(**) Sig. (2-tailed) ,660 ,000 Pearson Correlation N N X3_13 33 ,482(**) 33 Sig. (2-tailed) X3_12 33 ,733(**) Pearson Correlation 33 33 -,134 ,363(*)

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) N X3_14 33 33 ,218 ,687(**) Sig. (2-tailed) ,224 ,000 33 33 Pearson Correlation ,152 ,831(**) Sig. (2-tailed) ,400 ,000 33 33 ,456(**) ,522(**) ,008 ,002 33 33 ,652(**) ,614(**) ,000 ,000 N X3_16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3_20 Pearson Correlation 33 33 ,351(*) ,719(**) ,045 ,000 33 33 -,236 ,427(*) ,186 ,013 33 33 1 ,501(**) Sig. (2-tailed) N total ,038 Pearson Correlation N X3_15 ,456 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N ,003 33 33 ,501(**) 1 ,003 33 33

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Correlations - Uji Validitas Kinerja Guru Y_1 Y_1 Pearson Correlation Y_2 Y_3 ,500(**) ,667(**) ,244 ,070 ,014 ,450(**) ,425(*) -,230 -,141 ,003 ,000 ,170 ,697 ,939 ,009 ,014 ,198 ,432 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,500(**) 1 ,443(**) -,127 ,301 ,090 ,241 ,009 ,052 ,117 ,010 ,480 ,088 ,619 ,176 ,962 ,772 ,518 1 Sig. (2-tailed) N Y_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_4 Y_9 Y_10 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,667(**) ,443(**) 1 ,345(*) ,229 ,244 ,594(**) ,219 ,045 ,087 ,000 ,010 ,049 ,199 ,172 ,000 ,220 ,803 ,630 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,345(*) 1 ,337 ,180 ,357(*) ,050 ,217 ,132 Sig. (2-tailed) ,170 ,480 ,049 ,055 ,315 ,041 ,783 ,226 ,463 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,070 ,301 ,229 ,337 1 -,130 ,071 -,054 ,065 ,179 Sig. (2-tailed) ,697 ,088 ,199 ,055 ,472 ,694 ,764 ,720 ,319 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,014 ,090 ,244 ,180 -,130 1 ,481(**) ,096 ,270 ,197 Sig. (2-tailed) ,939 ,619 ,172 ,315 ,472 ,005 ,594 ,128 ,272 Pearson Correlation N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_9 Y_8 -,127 Sig. (2-tailed) Y_8 Y_7 33 N Y_7 Y_6 ,244 N Y_6 Y_5 Pearson Correlation N Y_5 ,003 Y_4 Pearson Correlation 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,450(**) ,241 ,594(**) ,357(*) ,071 ,481(**) 1 ,492(**) ,358(*) ,259 ,009 ,176 ,000 ,041 ,694 ,005 ,004 ,041 ,146 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,425(*) ,009 ,219 ,050 -,054 ,096 ,492(**) 1 -,045 -,009 ,014 ,962 ,220 ,783 ,764 ,594 ,004 ,804 ,961 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,230 ,052 ,045 ,217 ,065 ,270 ,358(*) -,045 1 ,584(**)

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) N Y_10 ,000 33 33 33 33 33 33 33 ,179 ,197 ,259 -,009 ,584(**) 1 ,432 ,518 ,630 ,463 ,319 ,272 ,146 ,961 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,150 ,173 ,260 ,367(*) ,448(**) ,393(*) ,361(*) ,148 ,523(**) ,421(*) Sig. (2-tailed) ,405 ,335 ,145 ,035 ,009 ,024 ,039 ,412 ,002 ,015 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,004 -,072 ,013 ,165 ,095 ,195 ,304 ,442(**) ,401(*) ,501(**) Sig. (2-tailed) ,982 ,690 ,942 ,359 ,598 ,278 ,086 ,010 ,021 ,003 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,163 ,167 -,075 ,006 ,179 ,321 ,211 ,165 ,270 ,414(*) ,365 ,354 ,680 ,973 ,319 ,068 ,239 ,359 ,129 ,017 Pearson Correlation 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,026 -,053 ,190 ,319 ,205 ,282 ,406(*) ,182 ,193 ,422(*) Sig. (2-tailed) ,885 ,768 ,290 ,071 ,253 ,112 ,019 ,310 ,281 ,014 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,183 ,107 ,192 ,329 ,264 ,293 ,540(**) ,482(**) ,407(*) ,597(**) Sig. (2-tailed) ,308 ,555 ,283 ,061 ,138 ,098 ,001 ,004 ,019 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,343 ,038 ,305 ,466(**) ,399(*) ,230 ,599(**) ,506(**) ,287 ,198 Sig. (2-tailed) ,050 ,833 ,085 ,006 ,022 ,198 ,000 ,003 ,105 ,269 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,343 ,180 ,532(**) ,345(*) ,306 ,144 ,594(**) ,303 ,144 ,224 Sig. (2-tailed) ,051 ,317 ,001 ,049 ,083 ,423 ,000 ,087 ,423 ,210 N N N Y_18 ,804 ,132 N Y_17 ,041 33 N Y_16 ,128 ,087 Sig. (2-tailed) Y_15 ,720 33 N Y_14 ,226 ,117 N Y_13 ,803 33 N Y_12 ,772 -,141 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Y_11 ,198 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,105 ,075 ,451(**) ,422(*) ,211 ,288 ,550(**) ,349(*) ,410(*) ,489(**) Sig. (2-tailed) ,559 ,677 ,008 ,014 ,237 ,104 ,001 ,047 ,018 ,004 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 N

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y_19 Pearson Correlation ,139 ,278 ,451(**) ,165 ,070 ,136 ,416(*) ,118 ,471(**) ,153 Sig. (2-tailed) ,442 ,118 ,008 ,358 ,697 ,451 ,016 ,511 ,006 ,395 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 -,033 ,044 ,113 -,039 -,048 ,111 ,280 ,033 ,380(*) ,169 ,857 ,809 ,531 ,829 ,792 ,539 ,114 ,855 ,029 ,348 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,404(*) ,318 ,559(**) ,007 -,070 ,288 ,550(**) ,349(*) ,227 ,363(*) ,020 ,071 ,001 ,968 ,697 ,104 ,001 ,047 ,203 ,038 N Y_20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_22 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,249 ,241 ,376(*) -,122 ,285 ,204 ,291 ,183 -,011 ,004 Sig. (2-tailed) ,162 ,176 ,031 ,500 ,108 ,254 ,100 ,308 ,951 ,983 N Y_23 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,107 ,176 ,272 ,086 ,293 ,404(*) ,234 ,208 ,340 ,167 Sig. (2-tailed) ,555 ,327 ,126 ,634 ,097 ,020 ,190 ,246 ,053 ,353 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,775(**) ,707(**) ,883(**) ,152 ,306 ,144 ,594(**) ,219 ,045 ,087 ,000 ,000 ,000 ,398 ,083 ,423 ,000 ,220 ,803 ,630 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,107 ,261 ,263 -,247 ,278 ,066 -,007 ,016 ,282 ,226 Sig. (2-tailed) ,554 ,142 ,139 ,166 ,117 ,717 ,968 ,927 ,112 ,206 N Y_24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_25 N total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,429(*) ,411(*) ,640(**) ,395(*) ,423(*) ,436(*) ,744(**) ,424(*) ,492(**) ,484(**) ,013 ,017 ,000 ,023 ,014 ,011 ,000 ,014 ,004 ,004 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y_11 Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Y_6 Y_7 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 ,150 ,004 -,163 ,026 ,183 ,343 ,343 ,105 ,139 -,033 ,405 ,982 ,365 ,885 ,308 ,050 ,051 ,559 ,442 ,857 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,173 -,072 ,167 -,053 ,107 ,038 ,180 ,075 ,278 ,044 ,335 ,690 ,354 ,768 ,555 ,833 ,317 ,677 ,118 ,809 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,260 ,013 -,075 ,190 ,192 ,305 ,532(**) ,451(**) ,451(**) ,113 ,145 ,942 ,680 ,290 ,283 ,085 ,001 ,008 ,008 ,531 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,367(*) ,165 ,006 ,319 ,329 ,466(**) ,345(*) ,422(*) ,165 -,039 ,035 ,359 ,973 ,071 ,061 ,006 ,049 ,014 ,358 ,829 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,448(**) ,095 ,179 ,205 ,264 ,399(*) ,306 ,211 ,070 -,048 ,009 ,598 ,319 ,253 ,138 ,022 ,083 ,237 ,697 ,792 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,393(*) ,195 ,321 ,282 ,293 ,230 ,144 ,288 ,136 ,111 ,024 ,278 ,068 ,112 ,098 ,198 ,423 ,104 ,451 ,539 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,361(*) ,304 ,211 ,406(*) ,540(**) ,599(**) ,594(**) ,550(**) ,416(*) ,280 ,039 ,086 ,239 ,019 ,001 ,000 ,000 ,001 ,016 ,114

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N Y_8 Y_9 Y_10 Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,148 ,442(**) ,165 ,182 ,482(**) ,506(**) ,303 ,349(*) ,118 ,033 ,412 ,010 ,359 ,310 ,004 ,003 ,087 ,047 ,511 ,855 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,523(**) ,401(*) ,270 ,193 ,407(*) ,287 ,144 ,410(*) ,471(**) ,380(*) ,002 ,021 ,129 ,281 ,019 ,105 ,423 ,018 ,006 ,029 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,421(*) ,501(**) ,414(*) ,422(*) ,597(**) ,198 ,224 ,489(**) ,153 ,169 ,015 ,003 ,017 ,014 ,000 ,269 ,210 ,004 ,395 ,348 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 1 ,457(**) ,305 ,297 ,570(**) ,562(**) ,260 ,466(**) ,290 ,257 ,008 ,084 ,094 ,001 ,001 ,145 ,006 ,101 ,148 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,457(**) 1 ,685(**) ,213 ,437(*) ,169 ,159 ,407(*) ,362(*) ,251 ,000 ,235 ,011 ,348 ,377 ,019 ,038 ,159 ,008 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,305 ,685(**) 1 ,185 ,312 -,026 ,199 ,341 ,285 ,029 ,084 ,000 ,303 ,077 ,884 ,267 ,052 ,107 ,871 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,297 ,213 ,185 1 ,573(**) ,363(*) ,294 ,315 -,263 -,012 ,094 ,235 ,303 ,000 ,038 ,096 ,074 ,140 ,948

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 Y_21 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,570(**) ,437(*) ,312 ,573(**) 1 ,759(**) ,495(**) ,555(**) ,028 ,078 ,001 ,011 ,077 ,000 ,000 ,003 ,001 ,876 ,665 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,562(**) ,169 -,026 ,363(*) ,759(**) 1 ,610(**) ,531(**) ,125 ,042 ,001 ,348 ,884 ,038 ,000 ,000 ,001 ,489 ,815 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,260 ,159 ,199 ,294 ,495(**) ,610(**) 1 ,775(**) ,451(**) ,259 ,145 ,377 ,267 ,096 ,003 ,000 ,000 ,008 ,145 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,466(**) ,407(*) ,341 ,315 ,555(**) ,531(**) ,775(**) 1 ,636(**) ,372(*) ,006 ,019 ,052 ,074 ,001 ,001 ,000 ,000 ,033 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,290 ,362(*) ,285 -,263 ,028 ,125 ,451(**) ,636(**) 1 ,596(**) ,101 ,038 ,107 ,140 ,876 ,489 ,008 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,257 ,251 ,029 -,012 ,078 ,042 ,259 ,372(*) ,596(**) 1 ,148 ,159 ,871 ,948 ,665 ,815 ,145 ,033 ,000 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,255 ,273 ,089 ,123 ,462(**) ,437(*) ,559(**) ,503(**) ,437(*) ,304 ,152 ,125 ,622 ,497 ,007 ,011 ,001 ,003 ,011 ,085 ,000

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N Y_22 Y_23 Y_24 Y_25 total Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,148 ,033 -,044 ,018 ,165 ,315 ,485(**) ,350(*) ,316 ,348(*) ,411 ,856 ,809 ,922 ,359 ,074 ,004 ,046 ,073 ,047 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,498(**) ,212 ,265 ,297 ,305 ,455(**) ,347(*) ,451(**) ,244 ,030 ,003 ,237 ,136 ,093 ,085 ,008 ,048 ,008 ,170 ,869 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,260 ,013 ,017 ,085 ,192 ,305 ,532(**) ,343 ,451(**) ,113 ,145 ,942 ,927 ,636 ,283 ,085 ,001 ,051 ,008 ,531 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,377(*) ,125 ,157 -,103 ,060 ,148 ,263 ,342 ,342 ,164 ,030 ,488 ,384 ,567 ,740 ,412 ,139 ,051 ,051 ,361 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 ,692(**) ,486(**) ,386(*) ,404(*) ,682(**) ,683(**) ,721(**) ,788(**) ,571(**) ,359(*) ,000 ,004 ,027 ,020 ,000 ,000 ,000 ,000 ,001 ,040 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y_21 Y_1 Pearson Correlation ,107 ,775(**) ,107 ,429(*) ,555 ,000 ,554 ,013 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,318 ,241 ,176 ,707(**) ,261 ,411(*) Sig. (2-tailed) ,071 ,176 ,327 ,000 ,142 ,017 Pearson Correlation N 33 33 33 ,883(**) ,263 ,640(**) ,001 ,031 ,126 ,000 ,139 ,000 33 33 33 33 33 -,122 ,086 ,152 -,247 ,395(*) Sig. (2-tailed) ,968 ,500 ,634 ,398 ,166 ,023 33 33 33 33 33 33 -,070 ,285 ,293 ,306 ,278 ,423(*) ,697 ,108 ,097 ,083 ,117 ,014 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,288 ,204 ,404(*) ,144 ,066 ,436(*) Sig. (2-tailed) ,104 ,254 ,020 ,423 ,717 ,011 Pearson Correlation N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 33 33 33 33 33 ,550(**) ,291 ,234 ,594(**) -,007 ,744(**) ,001 ,100 ,190 ,000 ,968 ,000 33 33 33 33 33 33 ,349(*) ,183 ,208 ,219 ,016 ,424(*) ,047 ,308 ,246 ,220 ,927 ,014 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,227 -,011 ,340 ,045 ,282 ,492(**) Sig. (2-tailed) ,203 ,951 ,053 ,803 ,112 ,004 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_9 33 ,272 33 N Y_8 33 ,376(*) ,007 Sig. (2-tailed) Y_7 33 ,559(**) Pearson Correlation N Y_6 total ,162 Sig. (2-tailed) Y_5 Y_25 ,249 N Y_4 Y_24 ,020 N Y_3 Y_23 ,404(*) Sig. (2-tailed) Y_2 Y_22 N

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y_10 Pearson Correlation ,363(*) ,004 ,167 ,087 ,226 ,484(**) ,038 ,983 ,353 ,630 ,206 ,004 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,255 ,148 ,498(**) ,260 ,377(*) ,692(**) Sig. (2-tailed) ,152 ,411 ,003 ,145 ,030 ,000 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,273 ,033 ,212 ,013 ,125 ,486(**) Sig. (2-tailed) ,125 ,856 ,237 ,942 ,488 ,004 Sig. (2-tailed) N Y_11 N Y_12 N Y_13 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,089 -,044 ,265 ,017 ,157 ,386(*) Sig. (2-tailed) ,622 ,809 ,136 ,927 ,384 ,027 N Y_14 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,123 ,018 ,297 ,085 -,103 ,404(*) Sig. (2-tailed) ,497 ,922 ,093 ,636 ,567 ,020 33 33 33 33 33 33 ,462(**) ,165 ,305 ,192 ,060 ,682(**) ,007 ,359 ,085 ,283 ,740 ,000 33 33 33 33 33 33 ,437(*) ,315 ,455(**) ,305 ,148 ,683(**) ,011 ,074 ,008 ,085 ,412 ,000 N Y_15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y_19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 33 33 33 33 33 33 ,559(**) ,485(**) ,347(*) ,532(**) ,263 ,721(**) ,001 ,004 ,048 ,001 ,139 ,000 33 33 33 33 33 33 ,503(**) ,350(*) ,451(**) ,343 ,342 ,788(**) ,003 ,046 ,008 ,051 ,051 ,000 33 33 33 33 33 33 ,437(*) ,316 ,244 ,451(**) ,342 ,571(**) ,011 ,073 ,170 ,008 ,051 ,001

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI N Y_20 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,304 ,348(*) ,030 ,113 ,164 ,359(*) Sig. (2-tailed) ,085 ,047 ,869 ,531 ,361 ,040 N Y_21 Pearson Correlation 33 33 33 33 33 33 1 ,450(**) ,313 ,559(**) ,185 ,639(**) ,009 ,076 ,001 ,302 ,000 Sig. (2-tailed) N Y_22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 33 33 ,485(**) ,467(**) ,491(**) ,004 ,004 ,006 33 33 33 33 Pearson Correlation ,313 ,373(*) 1 ,272 ,613(**) ,607(**) Sig. (2-tailed) ,076 ,032 ,126 ,000 ,000 33 33 33 33 33 33 ,559(**) ,485(**) ,272 1 ,348(*) ,662(**) ,001 ,004 ,126 ,047 ,000 Pearson Correlation N ,009 33 33 33 33 33 33 Pearson Correlation ,185 ,467(**) ,613(**) ,348(*) 1 ,433(*) Sig. (2-tailed) ,302 ,006 ,000 ,047 N total 33 ,373(*) ,032 Sig. (2-tailed) Y_25 33 1 33 N Y_24 33 33 N Y_23 33 ,450(**) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N ,012 33 33 33 33 33 33 ,639(**) ,491(**) ,607(**) ,662(**) ,433(*) 1 ,000 ,004 ,000 ,000 ,012 33 33 33 33 33 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 33

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN III Uji Reliabilitas

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 33 0 33 a. Lis twis e deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,885 N of Items 20 % 100,0 ,0 100,0

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Reliabilitas Variabel Kompensasi Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 33 0 33 a. Lis twis e deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,964 N of Items 10 % 100,0 ,0 100,0

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 33 0 33 a. Lis twis e deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,953 N of Items 15 % 100,0 ,0 100,0

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Guru Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 33 0 33 a. Lis twis e deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,884 N of Items 25 % 100,0 ,0 100,0

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN IV DESKRIPSI DATA VARIABEL PENELITIAN

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DATA HASIL PENELITIAN Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Jenis kelamin Pendidikan Masa kerja Gaya kepemimpinan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki SI SI SI SI SI SI SI SI SI SI SI S2 SI SI SI SI SI SI SI SI SI S2 SI SI S2 S2 SI SI SI SI SI SI SI 4 th 22 th 4 th 22 th 22 th 4 th 10 th 22 th 8 th 9 th 5 th 22 th 6 th 11 th 6 th 10 th 14 th 10 th 8 th 10 th 7 th 19 th 12 th 15 th 21 th 24 th 8 th 6 th 3 th 16 th 20 th 16 th 10 th Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis Demokratis

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Frequency Table Jenis kelamin Valid Laki-laki Perempuan Total Frequency 19 14 33 Percent 57,6 42,4 100,0 Valid Percent 57,6 42,4 100,0 Cumulative Percent 57,6 100,0 Pendidikan Valid S1 S2 Total Frequency 28 5 33 Percent 84,8 15,2 100,0 Valid Percent 84,8 15,2 100,0 Cumulative Percent 84,8 100,0 Masa kerja Valid < 5 tahun 5-10 tahun > 10 tahun Total Frequency 4 14 15 33 Percent 12,1 42,4 45,5 100,0 Valid Percent 12,1 42,4 45,5 100,0 Cumulative Percent 12,1 54,5 100,0 Gaya kepemimpinan Valid Demokratis Frequency 33 Percent 100,0 Valid Percent 100,0 Cumulative Percent 100,0

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Descriptives Descriptive Statistics N X3_1 X3_2 X3_3 X3_4 X3_5 X3_6 X3_7 X3_8 X3_9 X3_10 X3_11 X3_12 X3_13 X3_14 X3_15 X3_16 X3_17 X3_18 X3_19 X3_20 Valid N (lis twis e) 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Minimum 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4,33 4,12 4,24 4,03 3,91 3,97 4,18 4,42 4,42 3,85 4,06 4,42 4,18 4,21 4,52 3,79 3,94 4,24 4,18 3,61 Std. Deviation ,645 ,485 ,561 ,585 ,805 ,585 ,528 ,614 ,708 ,712 1,029 ,663 ,683 ,600 ,619 ,781 ,864 ,708 ,683 ,899

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Descriptives Descriptive Statistics N X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 X2_6 X2_7 X2_8 X2_9 X2_10 Valid N (lis twis e) 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Minimum 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4,64 4,39 4,58 4,45 4,21 4,15 4,21 4,15 4,15 4,33 Std. Deviation ,653 ,704 ,663 ,666 ,696 ,619 ,650 ,619 ,712 ,692

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Descriptives Descriptive Statistics N X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 X1_6 X1_7 X1_8 X1_9 X1_10 X1_11 X1_12 X1_13 X1_14 X1_15 Valid N (lis twis e) 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Minimum 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4,64 4,39 4,58 4,45 4,21 4,15 4,21 4,15 4,15 4,33 4,24 3,88 4,33 3,79 3,73 Std. Deviation ,653 ,704 ,663 ,666 ,696 ,619 ,650 ,619 ,712 ,692 ,751 ,820 ,854 ,893 ,944

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Descriptives Descriptive Statistics N Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Y_6 Y_7 Y_8 Y_9 Y_10 Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 Y_21 Y_22 Y_23 Y_24 Y_25 Valid N (lis twis e) 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 33 Minimum 3 1 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4,58 4,30 4,73 4,15 4,00 3,94 4,61 4,18 3,61 3,85 4,03 3,79 3,58 4,09 4,21 4,33 4,73 4,58 4,24 4,39 4,58 4,61 4,18 4,73 4,45 Std. Deviation ,561 ,918 ,517 ,939 ,791 ,609 ,556 ,727 ,609 ,442 ,529 ,415 ,663 ,579 ,600 ,595 ,517 ,561 ,561 ,827 ,561 ,556 ,808 ,517 ,711

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Means Case Processing Summary N Y * X3 Included Percent 33 100,0% Cases Excluded N Percent 0 ,0% Total N 33 Percent 100,0% Report Y X3 3,00 3,75 3,80 3,90 4,00 4,05 4,15 4,20 4,25 4,30 4,55 4,60 5,00 Total Mean 3,4600 3,9200 4,0000 4,4800 4,2600 4,6400 4,4400 4,1800 4,6000 4,2000 4,3867 4,4000 4,5200 4,2582 N 2 1 1 1 8 2 1 4 2 5 3 2 1 33 Std. Deviation ,65054 . . . ,26875 ,00000 . ,20785 ,00000 ,19183 ,02309 ,00000 . ,32926 ANOVA Table Y * X3 Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Sum of Squares 2,262 1,209 1,054 1,207 3,469 df 12 1 11 20 32 Mean Square ,189 1,209 ,096 ,060 F 3,125 20,035 1,588 Sig. ,012 ,000 ,178

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Means Case Processing Summary N Y * X2 Included Percent 33 100,0% Cases Excluded N Percent 0 ,0% Total N 33 Percent 100,0% Report Y X2 3,00 3,40 3,80 3,90 4,00 4,10 4,20 4,30 4,40 4,80 5,00 Total Mean 3,5733 4,1200 4,0000 3,9200 4,2933 4,4133 4,6400 4,3600 4,4667 4,1200 4,5000 4,2582 N 3 1 1 1 12 3 1 2 3 2 4 33 Std. Deviation ,50013 . . . ,24559 ,02309 . ,00000 ,02309 ,00000 ,11547 ,32926 ANOVA Table Y * X2 Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Sum of Squares 2,263 1,296 ,967 1,206 3,469 df 10 1 9 22 32 Mean Square ,226 1,296 ,107 ,055 F 4,129 23,649 1,960 Sig. ,003 ,000 ,095

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Means Case Processing Summary N Y * X1 Included Percent 33 100,0% Cases Excluded N Percent 0 ,0% Total N 33 Percent 100,0% Report Y X1 2,00 3,13 3,73 3,93 4,00 4,07 4,13 4,33 4,47 4,60 4,67 4,73 5,00 Total Mean 3,0000 4,1200 4,1200 3,9200 4,2286 4,0200 4,2000 4,4533 4,4800 4,2800 4,6133 4,3600 4,5867 4,2582 N 1 1 1 2 7 2 4 3 1 3 3 2 3 33 Std. Deviation . . . ,00000 ,26099 ,02828 ,23094 ,02309 . ,06928 ,02309 ,00000 ,09238 ,32926 ANOVA Table Y * X1 Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Sum of Squares 2,871 2,249 ,622 ,598 3,469 df 12 1 11 20 32 Mean Square ,239 2,249 ,057 ,030 F 7,997 75,187 1,889 Sig. ,000 ,000 ,104

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN V Uji Heteroskedastisitas

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Heteroskedastisitas Regression Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered X3, X1, X2a Variables Removed Method Enter . a. All reques ted variables entered. b. Dependent Variable: ABSe Model Summary Model 1 R ,399a R Square ,159 Adjusted R Square ,072 Std. Error of the Es timate ,06525 a. Predictors : (Constant), X3, X1, X2 ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares ,023 ,123 ,147 df 3 29 32 Mean Square ,008 ,004 F 1,831 Sig. ,164a t Sig. ,945 ,856 ,079 ,059 a. Predictors : (Constant), X3, X1, X2 b. Dependent Variable: ABSe Coefficientsa Model 1 (Cons tant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std. Error ,009 ,135 ,004 ,022 -,045 ,024 ,066 ,033 a. Dependent Variable: ABSe Standardized Coefficients Beta ,034 -,347 ,382 ,070 ,184 -1,819 1,968

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Regression Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered X3, X1, X2a Variables Removed Method Enter . a. All reques ted variables entered. b. Dependent Variable: Y Model Summary Model 1 R ,912a R Square ,831 Adjusted R Square ,814 Std. Error of the Es timate ,14208 a. Predictors : (Constant), X3, X1, X2 ANOVAb Model 1 Sum of Squares 2,884 ,585 3,469 Regression Residual Total df 3 29 32 Mean Square ,961 ,020 F 47,619 Sig. ,000a a. Predictors : (Constant), X3, X1, X2 b. Dependent Variable: Y Coefficientsa Model 1 (Cons tant) X1 X2 X3 Unstandardized Coefficients B Std. Error 1,122 ,293 ,357 ,048 ,197 ,053 ,198 ,073 a. Dependent Variable: Y Standardized Coefficients Beta ,620 ,315 ,236 t 3,831 7,426 3,685 2,719 Sig. ,001 ,000 ,001 ,011 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,836 ,794 ,770 1,196 1,259 1,299

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Y N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z As ymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 33 4,2582 ,32926 ,197 ,123 -,197 1,133 ,154 X1 33 4,2155 ,57078 ,218 ,105 -,218 1,250 ,088 X2 33 4,1212 ,52842 ,227 ,152 -,227 1,307 ,066 X3 33 4,1318 ,39247 ,217 ,152 -,217 1,246 ,089

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Descriptives Descriptive Statistics N Y X1 X2 X3 Valid N (lis twis e) 33 33 33 33 33 Minimum 3,00 2,00 3,00 3,00 Maximum 4,64 5,00 5,00 5,00 Mean 4,2582 4,2155 4,1212 4,1318 Std. Deviation ,32926 ,57078 ,52842 ,39247

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VI Surat permohonan Ijin Penelitian

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(173)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru di SMA hasanuddin lagoa Jakarta Utara
1
5
86
Hubungan antara persepsi guru tentang KBK dan motivasi kerja guru di SDN percontohan se-Jakarta Timur
0
8
77
Kontribusi kecerdasan emosional dalam interaksi sosial dan persepsi tentang kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru
0
5
221
Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru dan kinerja guru.
0
4
185
Hubungan persepsi guru terhadap implementasi kurikulum 2013 dengan motivasi kerja dan minat kerja guru survey : guru SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Wonosari Kabupaten Gunungkidul.
4
9
232
Hubungan antara kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru di SMA Negeri Surakarta bab I
0
0
7
2 1 kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru
0
0
16
252545658 skripsi pengaruh kepemimpinan iklim kerja serta motivasi kerja terhadap kinerja guru
0
0
1
Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, keaktifan komite sekolah, dan iklim sekolah terhadap kinerja guru SMP negeri di Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang
0
0
7
Pengaruh kepemimpinan partisipatif kepala sekolah, iklim sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pada SMP di Kecamatan Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta
0
0
7
Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan kompensasi terhadap kedisiplinan guru SMP negeri se-Kabupaten Bantul
0
0
7
Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, komitmen, kompetensi dan motivasi kerja guru terhadap etos kerja guru serta implikasinya pada kinerja guru SMK Negeri di kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan - repo unpas
0
0
14
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru di Mis Mathla'ul Anwar Teluk Betung Bandar Lampung - Raden Intan Repository
0
0
17
Pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru di Mis Mathla'ul Anwar Teluk Betung Bandar Lampung - Raden Intan Repository
0
0
17
Hubungan persepsi guru tentang supervisi akademik dengan kinerja guru di SMA Yos Sudarso Sokaraja - USD Repository
0
2
122
Show more