KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SD NEGERI TAMANAN, BANGUNTAPAN, BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Gratis

0
0
370
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SD NEGERI TAMANAN, BANGUNTAPAN, BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Christina Esti Rahmawati NIM: 101134005 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SD NEGERI TAMANAN, BANGUNTAPAN, BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Christina Esti Rahmawati NIM: 101134005 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSETUJUAN ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PENGESAHAN iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini Penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus serta Bunda Maria yang selalu melimpahkan kasih karunia-Nya dalam kehidupan ini. 2. Bapak dan Ibuku yang selalu mendukung secara penuh, memberi semangat, mendoakan, memberikan kasih sayang sampai saat ini. 3. Seluruh anggota keluarga yang telah mendukungku. 4. Sahabat dan teman-teman seperjuangan PGSD 2010. 5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Matius 11: 28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Roma 12: 12 “Bersukacilah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” “Mendidik adalah melayani dan memahami dengan sepenuh hati” v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Rahmawati, Christina Esti. 2014. Keefektifan Pembelajaran Matematika Materi Penjumlahan Pecahan Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kata Kunci: pendekatan PMRI, keefektifan pembelajaran matematika, keaktifan siswa, hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dalam materi penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI yang ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasiexperimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul, dan sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVa sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IVb sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan memberi soal pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal uraian. Pemberian lembar kuesioner untuk mengetahui keaktifan siswa, mengisi lembar pengamatan untuk keterlaksanaan PMRI dan keaktifan siwa. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif jika ditinjau dari hasil belajar siswa dan keaktifan siswa. Hal ini dibuktikan dengan analisis hasil belajar siswa yang menunjukkan harga ttest > t-tabel, yaitu 3.738 > 1.674, yang berarti bahwa rata-rata skor posttest kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata skor posttest kelompok kontrol. Selain itu, analisis belajar berdasarkan KKM menunjukkan bahwa 50% siswa kelompok kontrol lulus KKM dan 92.85% siswa kelompok eksperimen lulus KKM, hal ini berarti siswa kelompok eksperimen lebih banyak lulus KKM yang menunjukkan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari hasil belajar. Adapun analisis keaktifan siswa menunjukkan bahwa siswa kelompok kontrol sebesar 3.58% cukup aktif, 64.28% aktif, dan 32.14% sangat aktif, sedangkan siswa kelompok eksperimen 42.86% aktif dan 57.14% sangat aktif. Analisis tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari keaktifan siswa. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Rahmawati, Christina Esti. 2014. The Effectiveness of Mathematics Learning in Fraction Addition Materials with the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) Approach in Tamanan Public Elementary School in Banguntapan, Bantul. Yogyakarta: Sanata Dharma University. Keywords: PMRI approach, the effectiveness of mathematics learning, students’ active involvements, students’ learning results This research aimed at identifying the effectiveness of mathematics learning in fraction addition materials with the PMRI approach which was reviewed from the learning results and active involvements of the Tamanan Public Elementary School students of grade IV in Banguntapan, Bantul. The type of the research employed was quasi-experimental design of non-equivalent control group design. The population of this research was all Tamanan Public Elementary School students of grade IV in Banguntapan, Bantul and the samples of this research were the grade IV students of class A as the control group and the grade IV students of class B as the experimental group. The data collection was done by giving the students the pretest and the posttest which each consisted of five problems. The questionnaires were given to the students for the purpose of identifying the students’ active involvements and the researcher filled in the observation sheets as the report of the conduct of the PMRI and as the means of identifying the students’ active involvements. The data analysis was done by means of manually used formulas and an IBM SPSS Statistics 20 for windows computer program. The results of this research showed that the mathematics learning with the PMRI approach was effective if reviewed from the learning results and active involvements of the students. These were proved by the analysis of the students’ learning results which showed the value of t-test > t-table, i.e. 3.738 > 1.674, which meant that the average score of the experimental group’s posttest was higher than the average score of control group’s posttest. Besides, the learning analysis based on KKM showed that 50% of the students in the control group passed the KKM passing grade. This meant that there were more of the students in the experimental group passed the KKM passing grade. It showed that the mathematics learning with the PMRI approach was effective reviewed from the learning results. As for the analysis of the students’ active involvement, it showed that 3.58% of the students in the control group were fairly active, 64.28% of them were active, and 32.14% of them were very active. In the experimental group, 42.86% of the students were active and 57.14% of them were very active. The analysis showed that the mathematics learning with PMRI approach was effective reviewed from the students’ active involvement. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan yang maha Esa atas segala kasih dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Keefektifan Pembelajaran Matematika dalam Materi Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa adanya dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J, S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Theresia Yunia Setyawan, S.Pd., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing Akademik. 5. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen pembimbing 1 yang telah memberikan saran, kritik, dorongan, semangat, tenaga, pikiran, dan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi. 6. Veronika Fitri Rianasari, M.Sc., selaku dosen pembimbing 2 yang telah memberikan bantuan ide, saran, kritik, semangat, pikiran, tenaga dan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi. 7. Anis Rinawati, M.Pd selaku kepala SD Negeri Tanaman, Banguntapan, Bantul yang telah memberikan ijin penelitian di kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul. 8. Ninik Wigati Rahayu, S.Pd, selaku guru mitra dalam penelitian ini. 9. Siswa kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul yang bersedia menjadi subyek penelitian ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Kedua orangtua terkasih, Bapak Yusuf Sugito dan Ibu Martha Tukinah yang senantiasa mendampingi penulis dalam segala kondisi yang dihadapi oleh penulis, memberikan semangat, dukungan, doa, serta limpahan kasih sayang kepada penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan. 11. Kakak terkasih Susana Ita Sri Wahyuni yang telah memberikan semangat kepada penulis. 12. Paman dan Bibi serta Keponakan-Keponakan terkasih (Yusup Riyadi, Lusia Setianingsih, Betty, Bulik Ciyah, Rosa Delima Ekwantini, Dek Nani) yang sangat membantu penulis dalam masa-masa sulit yang penulis hadapi. 13. Keluarga besar penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang selalu memberikan dukungan kepada penulis. 14. Sahabat-sahabat terkasih (Mas Kristian, Mbak Dita, Mbak Anik, Lina, Uki, serta Mas Yoyok) yang banyak membantu serta memberikan dukungan bagi penulis. 15. Teman-teman kolaboratif payung PMRI (Ayu, Vivi, Yeni, Meyta, Hananta, Wulan, Tina, Rizky) yang selalu bekerja sama dan membagi pengetahuan kepada penulis. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini. Oleh karena itu, penulis terbuka terhadap kritik dan saran dari semua pihak. Penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang akan melakukan penelitian ilmiah. Penulis, Christina Esti Rahmawati xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................ii HALAMAN PENGESAHAN ...........................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................iv HALAMAN MOTTO .......................................................................................v ABSTRAK .........................................................................................................viii ABSTRACT .......................................................................................................ix KATA PENGANTAR .......................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................xii DAFTAR TABEL .............................................................................................xvi DAFTAR GAMBAR.......................................................................................xviii DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................xix BAB 1: PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Batasan Masalah ..................................................................................... 5 C. Rumusan Masalah .................................................................................. 5 D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 6 E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 6 F. Definisi Operasional ............................................................................... 7 BAB II: LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka ........................................................................................ 9 1. Keefektifan Pembelajaran ................................................................. 9 a. Pengertian Keefektifan Pembelajaran ......................................... 9 b. Indikator Pembelajaran yang Efektif .......................................... 10 2. Hakikat Matematika .......................................................................... 13 a. Pengertian Matematika ............................................................... 13 b. Posisi dan Peran Matematika ...................................................... 14 3. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ....................... 15 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Pengertian Pendekatan PMRI ..................................................... 15 b. Prinsip PMRI .............................................................................. 17 c. Karakteristik PMRI……………………………………………..20 4. Pecahan ............................................................................................. 23 a. Pengertian Pecahan. .................................................................... 23 b. Materi Penjumlahan Pecahan ...................................................... 24 5. Hasil Belajar...................................................................................... 25 a. Pengertian Belajar ....................................................................... 25 b. Pengertian Hasil Belajar ............................................................. 26 c. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar .................................. 27 6. Keaktifan ........................................................................................... 28 a. Pengertian Keaktifan ................................................................... 28 b. Indikator Keaktifan ..................................................................... 29 B. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................ 31 C. Kerangka Berfikir ................................................................................... 33 D. Hipotesis ................................................................................................. 33 BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian........................................................................................ 35 B. Populasi dan Sampel ............................................................................... 37 1. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................... 37 2. Populasi dan Sampel ......................................................................... 37 C. Variabel Penelitian .................................................................................. 38 D. Data Penelitian ........................................................................................ 39 E. Instrumen Penelitian ............................................................................... 39 F. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 45 G. Uji Validitas dan Reliabilitas .................................................................. 47 1. Validitas Instrumen ............................................................................. 47 2. Reliabilitas Instrumen ......................................................................... 48 H. Teknik Analisis Data ................................................................................. 49 a. Hasil Belajar Siswa ............................................................................. 49 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Teknik Analisis Data Berdasarkan Nilai KKM .................................. 53 c. Teknik Analisis Data Keaktifan .......................................................... 54 d. Teknik Analisis Data Hasil Observasi Keterlaksanaan PMRI ............ 56 BAB IV : HASIL PENELITIAN, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian ................................................................................. 57 1. Deskripsi Pembelajaran Kelas Kontrol .............................................57 2. Deskripsi Pembelajaran Kelas Eksperimen .......................................59 3. Data Hasil Belajar .............................................................................65 4. Data Keaktifan Siswa ........................................................................70 B. Analisis....................................................................................................75 1. Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi.....................................................................................75 2. Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Observasi ..........................................................................................................77 3. Analisis Hasil Belajar Siswa ............................................................78 a. Uji Normalitas ............................................................................78 b. Uji Homogenitas ........................................................................78 c. Uji Hipotesis...............................................................................80 1. Perbandingan Rata-rata pretest ............................................80 2. Uji Perbandingan Pretest ke Posstest...................................81 3. Uji Perbandingan Posttest ....................................................83 d. Analisis Data Berdasarkan Nilai KKM ......................................86 4. Analisis Keaktifan Siswa .................................................................88 a. Kuesioner Keaktifan Siswa ........................................................88 b. Observasi Keaktifan Siswa ........................................................92 C. Pembahasan .............................................................................................100 1. Pembahasan Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI............................100 2. Pembahasan Keefektifan Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa .............................................................101 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Keterbatasan Penelitian ...........................................................................103 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .............................................................................................104 B. Saran ........................................................................................................105 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................106 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Evaluasi ....................................................................... 40 Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Keaktifan ............................................................ 41 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran .............. 42 Tabel 3.4 Kisi-kisi Lembar Observasi Keaktifan Siswa .................................... 44 Tabel 3.5 Teknik pengumpulan Data ................................................................. 46 Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas .............................................................................. 48 Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ......................................................... 49 Tabel 3.8 Koefisien Korelasi .............................................................................. 49 Tabel 3.9 Penentuan Skor Tiap Pernyataan (Keaktifan) .................................... 55 Tabel 3.10 Rentang Skor Kuesioner Keaktifan .................................................... 55 Tabel 3.11 Rentang Skor Observasi Keaktifan .................................................... 56 Tabel 3.12 Kriteria Keseluruhan Keaktifan Kelas ............................................... 56 Tabel 3.13 Kualifikasi Keterlaksanaan Pembelajaran .......................................... 56 Tabel 4.1 Tabulasi Data Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI ......... 65 Tabel 4.2 Tabulasi Data Nilai Pretest Kelompok Kontrol ................................ 66 Tabel 4.3 Tabulasi Data Nilai Posttest Kelompok Kontrol................................ 67 Tabel 4.4 Tabulasi Data Nilai Pretest Kelompok Eksperimen .......................... 68 Tabel 4.5 Tabulasi Data Nilai Posttest Kelompok Eksperimen ......................... 69 Tabel 4.6 Tabulasi Data Skor Kuesioner Keaktifan Kelompok Kontrol ........... 70 Tabel 4.7 Tabulasi Data Skor Kuesioner Keaktifan Kelompok Eksperimen ..... 71 Tabel 4.8 Total Skor Observasi Tiap Pertemuan Kelompok Kontrol ................ 73 Tabel 4.9 Total Skor Observasi Tiap Pertemuan Kelompok Eksperimen ......... 74 Tabel 4.10 Hasil Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI .......................... 77 Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas ........................................................................... 78 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.12 Hasil Uji Homogenitas ....................................................................... 79 Tabel 4.13 Perbandingan Rata-rata Pretest Kontrol-Eksperimen ......................... 81 Tabel 4.14 Hasil Perbandingan Rata-rata Pretest ke Posttest .............................. 82 Tabel 4.15 Perbandingan Skor Posttest Kontrol-Eksperimen .............................. 84 Tabel 4.16 Perbandingan Rata-rata t-test ............................................................. 85 Tabel 4.17 Ketuntasan KKM Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen .................. 86 Tabel 4.18 Penentuan Keaktifan Siswa Kelompok Kontrol................................. 89 Tabel 4.19 Penentuan Keaktifan Siswa Kelompok Eksperimen .......................... 90 Tabel 4.20 Rentang Skor Observasi Keaktifan. ................................................... 92 Tabel 4.21 Total Skor Observasi Keaktifan Siswa Kelas Kontrol ........................ 93 Tabel 4.22 Total Skor Observasi Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen ................. 96 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Variabel Penelitian .........................................................................38 Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan KKM ............................................................88 Gambar 4.2 Diagram Keaktifan Siswa Kelompok Kontrol ...............................90 Gambar 4.3 Diagram Keaktifan Siswa Kelompok Eksperimen ........................91 Gambar 4.4 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 1 Kelompok Kontrol .........................................................................94 Gambar 4.5 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 2 Kelompok Kontrol .........................................................................95 Gambar 4.6 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 3 Kelompok Kontrol .........................................................................95 Gambar 4.7 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 1 Kelompok Eksperimen .................................................................97 Gambar 4.8 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 2 Kelompok Eksperimen ..................................................................98 Gambar 4.9 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 3 Kelompok Eksperimen ..................................................................98 Gambar 4.10 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 4 Kelompok Eksperimen ..................................................................99 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Kelompok Eksperimen .............................................. 1 Lampiran 2 RPP Kelompok Eksperimen................................................... 12 Lampiran 2a RPP Eksperimen Pertemuan 1 ............................................... 12 Lampiran 2b RPP Eksperimen Pertemuan 2 ............................................... 24 Lampiran 2c RPP Eksperimen Pertemuan 3 ............................................... 37 Lampiran 2d RPP Eksperimen Pertemuan 4 ............................................... 49 Lampiran 3 RPP Kontrol ........................................................................... 62 Lampiran 4 Bahan Ajar Penjumlahan Pecahan ......................................... 71 Lampiran 5 LKS Kelompok Eksperimen .................................................. 90 Lampiran 6 Soal Evaluasi Kelompok Eksperimen .................................... 104 Lampiran 7 Soal Pretest-Posttest ............................................................... 110 Lampiran 8 Kunci Jawaban Soal Evaluasi dan Soal Pretest-Posttest ........ 112 Lampiran 9 Lembar Kuesioner Keaktifan ................................................. 115 Lampiran 10 Lembar Pengamatan Keaktifan .............................................. 118 Lampiran 11 Indikator Keterlaksanaan PMRI............................................. 119 Lampiran 12 Lembar Observasi Keterlaksanaan PMRI .............................. 121 Lampiran 13 Hasil Expert Judgment Observasi Keterlaksanaan PMRI...... 124 Lampiran 14 Hasil Expert Judgment Observasi Keaktifan ......................... 128 Lampiran 14a Hasil Expert Judgment Kuesioner Keaktifan ......................... 131 Lampiran 15 Hasil Kuesioner Keaktifan ..................................................... 155 Lampiran 15a Hasil Kuesioner Keaktifan Kelas Kontrol.............................. 155 Lampiran 15b Hasil Kuesioner Keaktifan Kelas Eksperimen ....................... 156 Lampiran 16 157 Hasil Observasi Keaktifan...................................................... Lampiran 16a Hasil Observasi Keaktifan Kelas Kontrol .............................. 157 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16b Hasil Observasi Keaktifan Kelas Eksperimen ....................... 158 Lampiran 17 Hasil Observasi Keterlaksanaan PMRI .................................. 159 Lampiran 18 Transkrip Video Penelitian .................................................... 160 Lampiran 19 Hasil Pengerjaan LKS ............................................................ 211 Lampiran 19a Hasil Pengerjaan LKS 1 ......................................................... 211 Lampiran 19b Hasil Pengerjaan LKS 2 ......................................................... 214 Lampiran 19c Hasil Pengerjaan LKS 3 ......................................................... 217 Lampiran 19d Hasil Pengerjaan LKS 4 ......................................................... 219 Lampiran 20 Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi .............................................. 220 Lampiran 20a Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 1 ........................................... 220 Lampiran 20b Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 2 ........................................... 221 Lampiran 20c Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 3 ........................................... Lampiran 20d Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 4 ........................................... Lampiran 21 Hasil Pretest Eksperimen ....................................................... 222 223 225 Lampiran 22 Hasil Posttest Eksperimen ...................................................... 226 Lampiran 23 Hasil Pretest Kontrol .............................................................. 228 Lampiran 24 Hasil Posttest Kontrol ............................................................ 230 Lampiran 25 Hasil Validasi Soal Pretest-Posttest ....................................... 232 Lampiran 26 Hasil Reliabilitas Soal Pretest-Posttest .................................. 233 Lampiran 27 Hasil Uji Normalitas .............................................................. 233 Lampiran 28 Hasil Uji Homogenitas ........................................................... 234 Lampiran 29 Hasil Uji Perbandingan Rata-rata Skor Pretest ...................... 234 Lampiran 30 Hasil Uji Perbandingan Rata-rata Skor Pretest-Posttest ........ 235 Lampiran 31 Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest-Posttest ...................... 235 Lampiran 32 Surat Ijin Penelitian ................................................................ 237 Lampiran 33 Surat Telah Melakukan Penelitian ......................................... 238 Lampiran 34 Foto Penelitian ....................................................................... 239 Lampiran 35 Biodata Penulis ...................................................................... 240 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, peneliti akan mencoba menjelaskan tentang latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan juga definisi operasional yang digunakan dalam penelitian. A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas bahkan sampai perguruan tinggi. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu syarat seorang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bidang studi matematika merupakan salah satu komponen dalam bidang pengajaran. Matematika mengajarkan seorang siswa untuk dapat berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya (Susanto, 2013:184). Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan suatu masalah (Susanto, 2013:185). Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai (Daryanto, 2012: 240). Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting apabila diajarkan kepada siswa sedini mungkin. Menurut teori perkembangan Piaget, tahap perkembangan siswa sekolah dasar merupakan tahap operasional 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 konkret. Siswa dalam tahapan operasional konkret harus belajar dengan menggunakan benda-benda konkret kemudian belajar dengan pemahaman konsep yang abstrak, selain itu pada tahapan operasionel konkret ini siswa dapat memecahkan masalah dengan berbagai cara yang ditemukan dan mulai bisa berkelompok atau tidak dibatasi oleh keegosentrisan mereka (Trianto, 2009: 29). Teori Piaget tersebut juga sesuai dengan pembelajaran matematika yang seharusnya. Belajar matematika merupakan belajar yang berawal dari kejadiankejadian konkret menuju kejadian-kejadian abstrak (Wijaya, 2012:16). Berdasarkan dari beberapa teori yang telah dipaparkan pada paragraf sebelumnya, menurut peneliti bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang penting bagi siswa sekolah dasar. Menurut Wijaya (2012:5), belajar matematika seharusnya juga mengajari siswa untuk berpikir logis dan sistematis. Logis berarti siswa diajak menganalisis suatu masalah yang berkaitan dengan matematika dan mengedepankan logika atau penalaran siswa tersebut. Selain logis, matematika juga mengajari siswa untuk berpikir secara sistematis atau terstruktur, siswa juga diajarkan untuk mengkomunikasikan pemikiran mereka tersebut yang dapat dituangkan dalam penyelesaian-penyelesaian masalah matematika yang dihadapi siswa. Pengamatan yang peneliti lakukan pada kelas IVa dan IVb SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 22 Februari 2014 yang akan dijadikan tempat peneliti melakukan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar mata pelajaran matematika yang dilaksanakan di sekolah tersebut, belum sesuai dengan pembelajaran matematika yang seharusnya

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dilakukan. Wijaya mengungkapkan bahwa matematika merupakan sebuah aktivitas manusia (Wijaya, 2012:20). Ungkapan tersebut berarti matematika merupakan suatu mata pelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dengan kegiatankegiatan yang sering siswa lakukan. Akan tetapi, ketika peneliti melakukan pengamatan, siswa kebanyakan hanya mengerjakan soal dan guru menjelaskan. Terdapat beberapa siswa yang bertanya kepada guru ketika mereka mengalami kesulitan, tetapi tidak jarang beberapa siswa hanya diam dan mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Terdapat beberapa siswa yang berjalanjalan melihat pekerjaan teman yang lainnya. Kemudian guru membahas soal latihan tersebut. Pengamatan yang peneliti lakukan tersebut sangat bertolak belakang dengan teori yang peneliti ketahui. Matematika yang ideal pada dasarnya dapat mengasah seluruh kemampuan siswa, baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Peneliti melihat yang ditekankan dalam kegiatan belajar mengajar matematika yang dilakukan lebih mengasah kemampuan kognitif siswa. Terdapat usaha guru untuk mencoba mengasah kemampuan afektif dan psikomotorik siswa, walaupun tidak terlalu terlihat ketika peneliti melakukan pengamatan. Oleh karena itu, peneliti melakukan solusi dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran matematika di kelas IV materi penjumlahan pecahan di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan pendekatan PMRI. Peneliti memilih materi penjumlahan pecahan dikarenakan konsep pecahan merupakan konsep yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari, tetapi bagi siswa masih sulit untuk dipahami.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Hal ini terbukti dari nilai siswa dalam materi penjumlahan pecahan masih rendah (berdasarkan wawancara di beberapa sekolah ketika peneliti melakukan Probaling dan PPL). Pendekatan dengan menggunakan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berangkat dari masalah-masalah nyata yang dialami siswa sehari-hari. Masalah nyata di sini bukan berarti masalah yang harus terjadi saat itu juga, tetapi masalah nyata juga masalah yang mampu dibayangkan oleh siswa (Wijaya, 2012: 20). Pendekatan PMRI ini diharapkan mampu membuat siswa lebih aktif, apabila siswa belajar lebih aktif maka diharapkan hasil belajar siswa dapat terpengaruh menjadi lebih baik. Peneliti akan meneliti tentang keefektifan pembelajaran matematika dengan penerapan pendekatan PMRI terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif payung PMRI matematika. Penelitian sebelumnya yaitu penelitian yang melihat proses implementasi perangkat pembelajaran matematika yang berbasis PMRI yang telah dikembangkan. Adapun penelitian yang sekarang sedang peneliti lakukan merupakan penelitian yang akan melihat keefektifan perangkat pembelajaran matematika tersebut di sekolah lain, yaitu SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul. Perangkat pembelajran yang peneliti gunakan yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), bahan ajar, dan soal evaluasi.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Oleh karena itu, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Keefektifan Pembelajaran Matematika dalam Materi Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul” B. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi oleh beberapa batasan masalah, yaitu penelitian ini merupakan penelitian yang akan melihat keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI yang ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini, dilihat dari hasil rata-rata skor test uraian yang dikerjakan oleh siswa, baik pretest dan posttest. Sedangkan keaktifan siswa ditinjau dari lembar kuesioner dan lembar observasi keaktifan. Obyek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul tahun ajaran 2013/2014. Materi mata pelajaran yang akan diteliti yaitu materi penjumlahan pecahan. Standar kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah, kompetensi dasar 6.3 penjumlahan pecahan. C. Rumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang yang telah peneliti paparkan, maka peneliti merumuskan rumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana keterlaksanaan PMRI dalam mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan yang dilaksanakan di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul ?

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Apakah pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan yang menggunakan pendekatan PMRI efektif apabila ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul ? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu: 1. mendeskripsikan proses keterlaksanaan pendekatan PMRI yang terjadi dalam mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan yang dilaksanakan di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul, dan 2. mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dalam materi penjumlahan pecahan dilihat dari hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul. E. Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis dalam penelitian ini yaitu membuktikan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif dilihat dari hasil belajar dan keaktifan siswa. Sedangkan manfaat praktis dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagi Sekolah Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi sekolah dalam pembelajaran matematika yang lebih inovatif yakni menggunakan pendekatan PMRI pada materi pecahan bagi siswa kelas IV sekolah dasar.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 7 Bagi Guru Menambah wawasan dan kreativitas bagi guru dalam menyampaikan materi pecahan bagi siswa kelas IV dengan menggunakan pendekatan PMRI. 3. Bagi Siswa Kelas IV SD Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa tentang pembelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan pendekatan PMRI, sehingga keaktifan siswa dapat muncul dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa selanjutnya. 4. Bagi Peneliti Penelitian ini juga memiliki manfaat bagi peneliti. Peneliti memiliki pengalaman baru dalam melihat penerapan PMRI dalam mata pelajaran matematika kelas IV dan melihat pengaruh pendekatan PMRI tersebut secara konkret di dalam kelas. F. Definisi Operasional Terdapat beberapa definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini. Definisi operasional bertujuan untuk mempermudah pemahaman atas istilahistilah yang digunakan dalam penelitian ini. Berikut merupakan definisi operasional dalam penelitian ini : 1. Keefektifan Pembelajaran Keefektifan pembelajaran adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam keefektifan pembelajaran ini, terdapat hubungan timbal balik antara siswa dan guru, terdapat interaksi positif diantara kedua belah pihak (siswa dan guru).

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2. Matematika Matematika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang membantu siswa untuk berpikir logis, kritis, analitis dan sistematis dalam menyelesaikan sebuah masalah yang ada. 3. Pendekatan PMRI PMRI merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berangkat dari masalah nyata yang dialami siswa sehari-hari. Masalah nyata bukan berarti masalah yang terjadi pada saat itu, tetapi masalah yang mampu dibayangkan oleh siswa. Pendekatan PMRI ini telah diadaptasi sehingga mewujudnyatakan kekhasan Indonesia dalam pembelajaran matematika. 4. Pecahan Pecahan merupakan bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk dimana a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut, b bukan faktor dari a, b 0. 5. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari sebuah proses belajar. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini berupa nilai siswa (kognitif saja) 6. Keaktifan Keaktifan merupakan suatu tindakan atau usaha yang dilakukan oleh seseorang dan tindakan itu konsisten dan muncul dari dalam diri seseorang itu sendiri.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisikan landasan teori dalam penelitian. Landasan teori ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis. A. Kajian Pustaka Berikut dipaparkan pandangan beberapa ahli tentang teori-teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini. 1. Keefektifan Pembelajaran a. Pengertian Keefektifan Pembelajaran Keefektifan merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan (Uno., Nurdin, 2012:173). Berasal dari pengertian tersebut, apabila dikaitkan dengan pembelajaran dapat diartikan bahwa keefektifan dalam pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan kefektifan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keberhasilan yang muncul sebagai akibat dari sebuah usaha atau tindakan (Tim Reality, 2008:325). Berdasarkan dari pengetian dalam kamus tersebut, menurut peneliti bahwa terjadinya sebuah kefektifan apabila terdapat sebuah usaha yang dilakukan untuk mencapai sebuah hasil. Keefektifan pembelajaran dapat membantu siswa untuk meningkatakan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai (Slameto, 2010:74). 9

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Berdasarkan pengertian=pengertian ahli tersebut, menurut peneliti bahwa keefektifan merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai sebuah tujuan dan untuk mencapai hasil yang maksimal atau dapat dikatakan bahwa usaha tersebut berhasil. Sedangkan keefektifan dalam pembelajaran merupakan kesesuaian antara usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil (Uno., Nurdin, 2012:173). Keefektifan pembelajaran dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai (Slameto, 2010:74). Menurut Miarso didalam (Uno., Nurdin, 2012:175) memandang bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat menghasilkan belajar yang bermanfaat dan terfokus pada siswa melalui prosedur yang tepat. Pembelajaran efektif terdapat dua hal penting, yaitu (1) guru dapat menberikan pemahaman materi kepada siswa, kemudian (2) siswa mengalami proses belajar. Berdasarkan dari paparan para ahli tersebut, menurut peneliti bahwa keefektifan dalam pembelajaran adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Dalam keefektifan pembelajaran ini terdapat hubungan timbal balik antara siswa dan guru, terdapat interaksi positif diantara kedua belah pihak (siswa dan guru). b. Indikator Pembelajaran yang Efektif Terdapat tujuh indikator yang dikemukakan oleh Wotruba dan Wright (1985) dalam Hamzah dan Nurdin (2012:174).

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Tujuh indikator tersebut yaitu: 1. Pengorganisasian materi yang baik Pengorganisasian materi disini merupakan suatu cara yang ditempuh oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, sehingga materi tersebut dapat disampaikan secara logis dan teratur. Pengorganisasian materi ini juga difungsikan agar terlihat keterkaitan yang jelas antara topik satu dengan topik lainnya selama pertemuan berlangsung. 2. Komunikasi yang efektif Komunikasi sangat dibutuhkan dalam penyampaian pembelajaran. Komunikasi tidak hanya secara verbal, tetapi dapat dituangkan lewat rencana pembelajaran yang jelas dan media atau alat peraga yang dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran. Selain itu, komunikasi interpersonal juga penting dalam pembelajaran. Komunikasi interpersonal yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi yang digunakan oleh guru untuk membangun suasana belajar yang nyaman bagi siswa. Apabila komunikasi efektif itu terwujud, pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. 3. Penguasaan dan antusiasme terhadap materi pembelajaran Guru diharapkan memiliki kemampuan dalam penguasaan materi dan mampu menyampaikan materi tersebut kepada siswa. Seorang guru diharapkan dapat menggabungkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. 4. Sikap positif terhadap siswa Sebuah pembelajaran dalam kelas dikatakan efektif apabila siswa memiliki respon

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 positif terhadap pembelajaran tersebut. Sikap positif tersebut dapat muncul apabila guru juga memunculkan sikap positif, sikap positif dari guru misalnya guru memberikan bantuan apabila siswa mengalami kesulitan, guru mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, guru peduli dan menyadari kebutuhan siswa dalam mempelajari sebuah pembelajaran. 5. Pemberian nilai yang adil Pemberian nilai yang adil yang dimaksudkan di sini yaitu adanya kesesuaian antara tes dan materi pembelajaran. Selain itu guru juga diharapkan mampu melihat usaha yang dilakukan siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. 6. Keluwesan dalam pendekatan pembelajaran Pendekatan yang luwes atau fleksibel dalam pembelajaran dapat tercermin dengan adanya kesempatan waktu yang diberikan guru kepada siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda. 7. Hasil belajar siswa yang baik Indikator pembelajaran efektif yang paling mudah terlihat adalah hasil belajar yang mencapai target yang telah ditentukan dan bertahan lama serta siswa dapat menggunakan dalam kehidupannya. Indikator-indikator pembelajaran yang efektif ini dapat dijadikan pedoman bagi seorang pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran yang terjadi. Apabila muncul minimal 3 indikator dalam pembelajaran, maka pembelajaran dapat dikatakan efektif. Sebaliknya apabila kurang dari 3 indikator maka proses pembelajaran dikatakan kurang efektif.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2. Hakikat Matematika a. Pengertian Matematika Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari (Susanto, 2013:186). Berdasar pengertian tersebut, matematika sangatlah terkait dengan masalah yang sebenarnya sering siswa temui dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajarkan untuk berpikir logis dan analitis dari belajar matematika tersebut. Bidang studi matematika merupakan salah satu komponen pendidikan dasar. Matematika ini diperlukan dalam proses perhitungan dan sebagai bentuk proses berpikir untuk menyelesaikan masalah (Depdiknas dalam Susanto, 2013:184). Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang wajib bagi siswa sekolah dasar. Matematika diwajibkan ada karena matematika dapat menjadi sebuah pondasi awal bagi siswa dalam berpikir bagi pemecahan masalah yang sedang dialami. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama (Daryanto, 2012:240). Berdasarkan pengertian di atas, dapat diringkas secara sederhana bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib bagi siswa sekolah dasar. Matematika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang membantu siswa untuk berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis dalam menyelesaikan sebuah masalah yang ada.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 b. Posisi dan Peran Matematika Matematika memiliki beberapa posisi dan peran dalam sebuah pembelajaran yang berlangsung. Adapun posisi dan peran matematika tersebut dikemukakan oleh Adams dan Hamm (dalam Wijaya, 2012: 5-6) adalah sebagai berikut : 1. Matematika sebagai suatu cara untuk berpikir Karakteristik matematika adalah logis dan sistematis membuat matematika memiliki peran untuk mengorganisasikan gagasan, menganalisis informasi, dan menarik kesimpulan antar data. 2. Matematika sebagai suatu pemahaman tentang pola dan hubungan Siswa diajarkan untuk menarik hubungan antara matematika dengan pengetahuan lain yang telah dimiliki, karena matematika dengan pengetahuan lain saling terkait dan sangat memiliki sifat yang kontinuitas. 3. Matematika sebagai suatu alat Pandangan ini sangat berkaitan erat dengan aspek matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. 4. Matematika sebagai bahasa atau alat berkomunikasi Matematika merupakan bahasa yang paling manusiawi karena simbol yang terdapat dalam matematika sangat mewakili bahasa yang berbeda-beda. Posisi dan peran matematika tersebut dapat dijadikan tolak ukur bahwa matematika memiliki peranan yang cukup mendasar dalam perkembangan peserta didik. Melihat posisi dan peran matematika yang telah dipaparkan, belajar matematika sedini mungkin sangat diperlukan. Pendapat ini didukung pendapat para ahli yang mengungkapkan bahwa matematika baik diajarkan sejak dini.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 3. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia a. Pengertian Pendekatan PMRI Tokoh yang mengembangkan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) yaitu seorang tokoh pendidikan di Belanda yang bernama Hans Freudental. Hans Freudental mengemukakan bahwa mathematic is human activity (matematika merupakan aktivitas manusia). Oleh karena itu sudah sewajarnya jika matematika merupakan mata pelajaran yang seharusnya dapat dikaitkan dengan kehidupan manusia sehari-hari (Wijaya, 2012:20). Pendekatan Matematika Realistik merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berorientasi pada siswa dan proses pembelajaran matematikanya harus dihubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari siswa ke pengalaman belajar yang berorientasi pada hal-hal yang nyata (Susanto, 2013:205). Pendidikan Matematika Realistik (PMR) harus memiliki ciri dalam proses pembelajaran siswa mendapatkan kesempatan untuk menemukan kembali matematika melalui bimbingan guru. Penemuan kembali ide atau konsep matematika ini harus dimulai dari penjelajahan situasi dan persoalan “dunia riil” (Daryanto., Tarsial, 2012). Berdasarkan pengertian di atas, pendidikan matematika realistik merupakan pembelajaran matematika yang berangkat dari masalah nyata. Masalah nyata bukan hanya masalah yang terjadi secara konkret pada saat itu, tetapi masalah yang juga dapat dibayangkan oleh siswa. Sedangkan PMRI merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berangkat dari masalah nyata yang dialami siswa sehari-hari. Masalah nyata bukan berarti masalah yang terjadi pada saat itu, tetapi masalah

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 yang mampu dibayangkan oleh siswa. Masalah yang diangkat dalam sebuah pembelajaran itu sendiri harus mampu mencirikan kekhasan daerah yang ditinggali oleh siswa, harus dapat mewujudnyatakan “keIndonesiaannya” (Wijaya, 2012:20). Adapun Suryanto (2010:37) mengemukakan bahwa Pendidikan Matematika Realistik Indonesia merupakan hasil pengadaptasian dari Realistic Mathematic Education (RME), sehingga dalam proses penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi, situasi, serta budaya yang ada di Indonesia yang menjadi kekhasan Indonesia yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran matematika. Sebagai contoh, dalam materi penjumlahan pecahan, apabila seorang guru di Italia menjelaskan materi penjumlahan pecahan dengan menggunakan Pizza sebagai media yang membantu siswa menemukan konsep penjumlahan, lain halnya dengan seorang guru yang menjelaskan materi tersebut di Yogyakarta misalnya. Terdapat kemungkinan siswa di sekolah tempat guru tersebut mengajar belum mampu membayangkan bagaimana Pizza tersebut, terdapat kemungkinan Pizza masih asing bagi siswa di daerah guru tersebut mengajar, sehingga guru harus kreatif menemukan media yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar siswa, misalnya dengan mennggunakan tahu, roti tawar, serabi, atau tempe yang tidak asing bagi siswa. Berdasarkan pengertian ahli tersebut, menurut peneliti bahwa pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan PMRI merupakan sebuah proses pembelajaran yang membantu siswa untuk terlibat aktif dalam menemukan konsep-konsep matematika yang sudah dipelajari sebelumnya.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 PMRI selalu berangkat dari masalah yang nyata yang mampu dibayangkan oleh siswa. Selain itu, penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan sekitar siswa. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ini juga membantu siswa menemukan kebermaknaan konsep dalam matematika. Kebermaknaan yang dimaksudkan disini yaitu dalam mempelajari matematika siswa dapat mendapatkan pengetahuan yang bermakna dari masalah konteks yang dipahami siswa. b. Prinsip PMRI Suryanto (2010:41-43) menjelaskan mengenai tiga prinsip yang terdapat dalam pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Adapun prinsip PMRI tersebut antara lain: 1. Guided Re-invention (Penemuan Kembali Secara Terbimbing) dan Progressive Mathematization (Matematisasi Progresif) Penemuan kembali secara terbimbing (Guided Re-invention) merupakan sebuah upaya bagi siswa untuk merasakan situasi dan mengalami masalah konstekstual yang memiliki berbagai kemungkinan solusi. Bimbingan hanya diberikan ketika siswa membutuhkan bimbingan tersebut (Suryanto, 2010:42). Berdasarkan paparan tersebut dapat dilihat bahwa matematika merupakan sebuah mata pelajaran yang membantu siswa menemukan kembali konsep matematika yang telah mereka pelajari sebelumnya.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Sebagai contoh, pada kelas III siswa telah diajarkan mengenai kelipatan persekutuan kecil (KPK), dalam mempelajari penjumlahan pecahan siswa kelas IV diajarkan untuk menemukan kembali konsep-konsep mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa diberikan kesempatan untuk membayangkan masalah-masalah kontekstual yang berkaitan dengan materi yang sedang siswa pelajari. Masalah kontekstual tersebut merupakan masalah yang dapat dibayangkan oleh siswa, sehingga dapat menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dari siswa kepada guru. Guru juga memberikan kesempatan bagi masing-masing siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kurang dipahami oleh siswa dalam menemukan konsep matematika yang mereka pelajari. Penemuan kembali konsep matematika secara terbimbing ini juga memberikan kesempatan adanya interaksi anatara siswa dengan guru ataupun siswa dengan siswa sehingga memunculkan keaktifan siswa yang positif dalam menemukan konsep matematika tersebut. Sedangkan matematisasi progresif (Progressive Mathematization) berarti sebuah upaya untuk melihat sebuah fenomena dari sisi matematika, adapun disebut matematisasi progresif karena dalam matematika itu sendiri terdapat tahapan-tahapan yang memang harus dilalui siswa, misalnya dari tahap matematika konkret (membutuhkan wujud nyata untuk memahami matematika) sampai pada matematika formal (siswa mampu memahami matematika hanya dengan simbol-simbol matematika tanpa wujud konkret lagi) (Wijaya, 2012:41). Terdapat dua tahap dalam matematisasi progresif, yaitu tahap matematisasi horizontal dan tahap matematisasi vertikal. Matematisasi horizontal

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 berawal dari sebuah masalah kontekstual dan berakhir dengan konsep matematika yang abstrak, adapun matematisasi vertikal diawali dengan matematika formal menuju tahapan yang lebih komplek atau rumit. Siswa sekolah dasar biasanya baru mencapai tahap matematika horizontal, tetapi tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa siswa yang mampu mencapai tahap matematika vertikal. 2. Didactical Phenomology (Fenomena Didaktis) Prinsip ini lebih menekankan pada sebuah fenomena pembelajaran yang bersifat mendidik dan menekankan pada sebuah masalah kontekstual untuk pemahaman konsep matematika kepada siswa (Suryatno, 2010:43). Siswa diajarkan untuk melihat sebuah masalah kontekstual yang berkaitan dengan konsep matematika tidak hanya dari satu sisi saja. Siswa diberikan kesempatankesempatan untuk memahami konsep matematika tersebut dari masalah kontektual yang mereka hadapi dengan berbagai kemungkinan penyelesaian yang mereka temukan sendiri. Guru memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan siswa, saling berinteraksi dengan siswa lain dan membuka kesempatan untuk bertanya jawab dengan guru. Pemilihan masalah kontekstual yang akan disajikan kepada siswa untuk mempelajari konsep matematika haruslah penuh dengan pertmbangan, karena masalah kontekstual tersebut merupakan titik awal atau pijakan bagi siswa dalam memahami konsep matematika atau menemukan kembali konsep matematika. 3. Self-developed Model (Membangun Sendiri Model) Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan apa yang mereka pelajari atau

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan apa yang mereka pelajari atau lihat yang berkaitan dengan konsep matematika berdasarkan model mereka sendiri. Model yang dimaksudkan di sini yakni representasi atau penyajian kembali dari pemahaman siswa (Wijaya, 2012:42). Model dalam matematika yang siswa ciptakan tersebut dapat juga dikatakan sebagai “jembatan” atau “penghubung” antara konsep matematika konkret menuju konsep matematika abstrak. Membangun model matematika oleh siswa itu sendiri juga mengajarkan siswa untuk kreatif dalam penyelesaian sebuah masalah, dengan demikian pembelajaran yang didapatkan oleh siswa menjadi sebuah pembelajaran yang bermakna. c. Karakteristik PMRI Treffers (dalam Wijaya, 2012:21) mengemukakan bahwa terdapat lima karakteristik dalam pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), kelima karakteristik tersebut antara lain : penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, pemanfaatan keterkaitan. 1) Penggunaan konteks Konteks atau permasalahan realistik yang digunakan sebagai titik awal dalam pembelajaran matematika tidak harus berupa masalah dunia nyata, tetapi dapat dalam bentuk permainan atau alat peraga selama alat tersebut dapat menjadikan pembelajaran bermakna dan bisa dibayangkan oleh siswa (Wijaya, 2012:21). Melalui penggunaan konteks siswa diajarkan secara aktif dalam mengeksplorasi

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 masalah. Siswa juga dibimbing untuk memahami secara lebih mendalam materi matematika yang sedang dipelajari dengan penggunaan konteks yang disajikan oleh guru. Penggunaan konteks atau permasalahan realistik dalam matematika dapat diberikan diawal, ditengah, ataupun diakhir dalam pembelajaran (Suryanto, 2010:44). Pemberian konteks diawal difungsikan sebagai titik awal bagi siswa untuk menemukan konsep matematika yang sedang dipelajari, sedangkan penggunaan konteks ditengah digunakan sebagai penguatan dari apa yang sebelumnya telah dipelajari oleh siswa, adapun penggunaan konteks diakhir digunakan sebagai penegasan atau pemahaman lebih lanjut tentang materi yang telah dipelajari oleh siswa, sehingga siswa diharapkan mampu mengaplikasikan konsep yang mereka dapat untuk menyelesaikan permasalahan matematika yang dihadapkan pada mereka. 2) Penggunaan model Seperti yang sudah dipaparkan dalam pembahasan prinsip matematika sebelumnya, model yang dimaksudkan di sini adalah hasil penyajian kembali oleh siswa yang terwujud dari pemahaman siswa. Penggunaan model di sini merupakan sebuah jembatan dari pengetahuan dan matematika tingkat konkret menuju tingkat formal. Model dalam prinsip matematika ini ada dua, yakni “model of” dan “model for”. Maksud dari “model of” yaitu penemuan kembali konsep matematika oleh siswa yang berasal dari sesuatu yang konkret. . Sedangkan “model for” berkaitan dengan matematika formal, yaitu matematika yang berupa pemahaman matematis yang bersifat general.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 3) Pemanfaatan hasil konstruksi siswa Siswa diberikan kebebasan dalam mengembangkan strategi pemecahan masalah. Kebebasan yang dimiliki siswa ini dapat memunculkan berbagai strategi yang bervariasi dalam pemecahan masalah (Suryanto, 2010:44). Hasil dari konstruksi siswa ini digunakan untuk landasan pengembangan konsep matematika. Karakteristik ini juga membantu siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran matematika (Wijaya, 2012:22). 4) Interaktivitas Proses yang terjadi dalam pembelajaran bukanlah proses yang terjadi dari seorang individu itu sendiri, tetapi merupakan sebuah proses yang terjadi saling terkait dengan individu-individu yang lain. Siswa akan mendapatkan sebuah kebermaknaan dalam sebuah pembelajaran apabila siswa mampu saling mengkomunikasikan pendapat mereka kepada siswa lain (Wijaya, 2012:23). Interaksi ini tidak hanya melatih siswa dalam segi kognitif, tetapi juga melatih siswa dalam segi afektif, karena siswa yang saling berinteraksi akan mencoba untuk memahami siswa yang lain secara lebih mendalam. 5) Pemanfaatan keterkaitan Keterkaitan di sini berarti bahwa materi dalam mata pelajaran matematika dapat dikaitkan satu sama lain, baik dengan materi lain dalam satu mata pelajaran matematika ataupun dikaitkan dengan materi lain dalam mata pelajaran yang berbeda. Konsep dalam matematika saling terkait (Wijaya, 2012:23). Karakteristik-karakteristik PMRI ini yang akan dijadikan pedoman pembuatan indikator katerlaksanaan PMRI dalam penelitian ini.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Berdasarkan karakteristik PMRI ini dapat ditinjau sejauh mana PMRI terlaksana dalam proses pembelajaran. Semakin lengkap karakteristik PMRI yang muncul maka semakin PMRI terlaksana dalam proses pembelajaran matematika. 4. Pecahan a. Pengertian Pecahan Pecahan merupakan bilangan yang menyatakan bagian dari sesuatu yang utuh (Heruman, 2008:43). Adapun Depdikbud menyatakan bahwa pecahan merupakan salah satu topik yang sulit untuk diajarkan. Kesulitan tersebut karena kurang bermaknanya kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan sulitnya pengadaan media pembelajaran (Heruman, 2008:43). Bilangan dinyatakan dalam bentuk dengan a merupakan bilangan bulat dan b juga bilangan bulat, b bukan sama dengan nol dan b bukan faktor dari a. Bilangan a disebut sebagai pembilang dan bilangan b disebut sebagai penyebut. Bilangan b tidak boleh sama dengan nol dikarenakan jika b sama dengan nol maka a dibagi nol sama dengan tidak terdefinisikan, dan bukan merupakan bilangan yang bisa disebut sebagai bilangan pecahan (Marsigit, 2009:34). Berasal dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pecahan merupakan bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan bagian yang utuh yang dinyatakan dalam bentuk , dimana a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut, b bukan faktor dari a, b 0.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 b. Materi Penjumlahan Pecahan Penjumlahan pecahan merupakan materi yang diajarkan di kelas IV semester 2. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Peneliti mencoba memaparkan kedua materi tersebut secara sederhana. 1. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama Heruman (2008:57) mengungkapkan bahwa penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang harus diperhatikan merupakan penulisan proses penjumlahannya. Terutama dalam penulisan penyebut, karena penyebut tidak dijumlahkan. Adapun penulisan dua penyebut menjadi satu penyebut harus dilakukan, agar terbentuk dalam pemikiran siswa bahwa bilangan penyebut harus sama dan tidak dijumlahkan. Berikut merupakan contohnya 2. Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda Heruman (2008:63) menyatakan bahwa cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut berbeda dapat dilakukan dengan menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, kemudian baru menjumlahkan pembilangnya. Penyebut dari kedua atau lebih pecahan tersebut disamakan dengan menggunakan KPK atau mencari pecahan senilai dari bilangan tersebut. Sebagai contoh:

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 5. Hasil Belajar a. Pengertian Belajar Belajar merupakan sebuah proses dimana siswa mengerjakan sesuatu dan muncul sebuah inisiatif dari dalam diri siswa itu sendiri. Guru hanya sekedar sebagai pembimbing dan pengarah bagi siswa (Dewey dalam Dimyati, 1999). Berasal dari teori yang dipaparkan tersebut, menunjukkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang dialami oleh siswa secara aktif dan sebuah proses yang mampu memunculkan inisiatif siswa dalam menyelesaikan sebuah masalah ketika proses pembelajaran itu berlangsung. Ahli yang lain mengungkapkan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang dialami oleh seseorang untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku secara utuh sebagai hasil pengalaman dirinya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2010). Penjelasan ahli tersebut mengungkapkan bahwa belajar adalah proses yang komplek, siswa dikatakan belajar apabila terjadi perubahan dalam dalam hal kognitif, afektif ataupun tingkah laku dalam berinteraksi dengan teman sebayanya. Belajar sangat terkait dengan unsur keaktifan siswa dalam menemukan pengalaman yang bermakna. Eveline dan Nara mengemukakan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang terjadi pada seseorang dan berlangsung seumur hidup, salah satu tanda bahwa orang tersebut belajar yaitu dengan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut menyangkut perubahan dalam segi kognitif, afektif, dan juga psikomotorik (Eveline., Nara, 2011:3). Berdasarkan paparan tersebut, dapat dilihat bahwa seseorang dapat dilihat belajar apabila individu tersebut mengalami

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 perubahan dalam aspek pengetahuan, sikap dan juga keterampilan. Belajar juga merupakan sebuah proses interaksi dengan lingkungan sekitar dan perubahan yang terjadi tersebut bersifat tetap. Berdasarkan paparan di atas, peneliti mengungkapkan pendapat bahwa belajar merupakan sebuah proses yang membuat siswa terlibat aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menjadikan sebuah pengalaman yang bermakna. Pengalaman tersebut menjadikan sebuah perubahan dalam diri siswa tersebut. Perubahan yang terjadi itu meliputi perubahan dalam segi ilmu pengetahuan dan tingkah laku atau sikap terhadap orang lain dan juga keterampilan. Perubahan yang terjadi tersebut bersifat tetap. b. Pengertian Hasil Belajar Berdasarkan dari pengertian belajar yang telah dipaparkan sebelumnya, peneliti mencoba menjelaskan pengertian hasil belajar. Terdapat beberapa ahli yang mengungkapkan pengertian hasil belajar. Hasil belajar merupakan perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah laku (Winkel dalam Purwanto, 2009). Apabila dalam penjelasan sebelumnya telah dipaparkan tentang belajar yang merupakan sebuah proses perubahan yang dialami oleh seseorang, maka ahli diatas mengemukakan bahwa hasil belajar adalah produk dari proses yang telah dialami individu tersebut. Hasil belajar sering digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seorang siswa telah menguasai materi yang telah diajarkan. Bloom mengemukakan tiga ranah hasil belajar, yaitu kognitif, afektif, psikomotorik (Daryanto, Rahardjo. 2012). Bloom mengemukakan terdapat enam

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 tingkatan hasil belajar dalam ranah kognitif. Berasal dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari sebuah proses belajar, hasil belajar tersebut dapat dilihat dari aspek perubahan kognitif, perubahan sikap atau afektif dan perubahan psikomotorik atau keterampilan seseorang. Adapun Surya (2004:16) mengemukakan tentang hasil belajar, hasil belajar yaitu perubahan perilaku individu yang menetap, fungsional, dan positif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotrik. Berdasarkan dari pemaparan ahli diatas, hasil belajar merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari sebuah proses belajar dan dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. c. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan juga faktor eksternal (Daryanto., Rahardjo, 2012). Faktor internal yaitu faktor yang terdapat dalam diri siswa itu sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang mempengaruhi hasil belajar seorang siswa tetapi berasal dari luar diri siswa tersebut. Faktor yang tergolong faktor internal yaitu: 1. Faktor fisiologis atau jasmani seorang siswa yang bersifat bawaan, misalnya struktur tubuh, panca indera, dll. 2. Faktor psikologis baik bawaan maupun keturunan yang meliputi: a. Faktor intelektual b. Faktor non intelektual, seperti minat, emosi siswa, motivasi, konsep diri, penyesuaian diri, dll

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Sedangkan yang tergolong eksternal yaitu 1. faktor sosial seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat. 2. faktor budaya, misalnya adat istiadat setempat, perkembangan teknologi, dll. 3. faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas sekolah, iklim, dll. 4. faktor lingkungan keagamaan. Fakor-faktor tersebut saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak langsung dalam pembelajaran. Interaksi yang terjadi tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. 6. Keaktifan a. Pengertian Keaktifan Terdapat beberapa pengertian keaktifan menurut para ahli, diantaranya. Keaktifan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mencapai suatu hal (Tim Reality, 2008). Sedangkan Yamin mengemukakan tentang pengertian keaktifan yaitu keinginan dari seseorang untuk berusaha dengan giat (Yamin, 2007:76). Sedangkan tokoh lain mengemukakan tentang keaktifan yaitu kegiatan fisik dan psikis yang dilakukan oleh seseorang untuk mencerna atau memahami kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari (Dimyati, 1999). Berdasarkan pengertian dari para ahli tersebut, menurut peneliti bahwa keaktifan merupakan suatu tindakan atau usaha yang dilakukan oleh seseorang dan tindakan itu konsisten serta muncul dari dalam diri orang tersebut.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 b. Indikator Keaktifan Peneliti menemukan beberapa indikator keaktifan menurut beberapa ahli, diantaranya : 1. Indikator keaktifan menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:45) terdiri dari kegiatan fisik dan kegiatan psikis. Kegiatan fisik terdiri dari kegiatan: a. Siswa melakukan kegiatan membaca b. Siswa mendengar penjelasan guru c. Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting dari yang dipelajari Kegiatan psikis terdiri dari kegiatan: a. Siswa memecahkan masalah yang dihadapi b. Siswa membandingkan satu konsep dengan konsep yang lain c. Siswa menyimpulkan hasil percobaan 2. Indikator keaktifan menurut Daryanto dan Rahardjo (2012:4) terdiri dari: a. Partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, seperti: ikut serta menentukan tujuan kegiatan belajar, ikut serta dalam melaksanakan kegiatan belajar, dan partisipasi siswa dalam mengambil keputusan. b. Interaksi siswa dengan antar individu seperti guru atau siswa lainnya, seperti dalam kegiatan berkomunikasi. c. Siswa menangani atau menyelesaikan masalah pribadi baik yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan pelajaran. 3. Sanjaya (2006:140), indikator keaktifan terlihat dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan tersebut antara lain: keterlibatan fisik, mental, emosional, maupun intelektual. Contoh keterlibatan siswa:

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 a. Siswa memperhatikan guru ketika menjelaskan pelajaran b. Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan c. Siswa melakukan kerjasama atau diskusi dalam kelompok d. Siswa terlibat dalam kegiatan mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran e. Siswa memanfaatkan sumber belajar yang tersedia dalam belajar f. Siswa menjawab dan mengajukan pertanyaan kepada guru ataupun siswa lainnya dalam pembelajaran g. Siswa berusaha memecahkan masalah yang diajukan atau timbul selama proses pembelajaran h. Keterlibatan siswa dalam mengevaluasi sendiri hasil pembelajaran yang telah dilakukan Indikator-indikator keaktifan ini dapat membantu guru ataupun peneliti unruk mengetahui seberapa aktif kelas tersebut dengan pedoman indikator keaktifan ini. Beberapa indikator di atas dijadikan pedoman untuk membuat indikator keaktifan siswa yang akan diamati. Indikator keaktifan siswa digunakan sebagai pedoman dalam membuat lembar kuesioner dan lembar observasi keaktifan siswa yang akan digunakan dalam penelitian ini. Adapun indikator yang akan dipakai dalam penelitian ini akan dipaparkan dalam bab selanjutnya (bab 3).

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 7. Hasil Penelitian yang Relevan Peneliti mencari journal yang masih memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Journal tersebut terdiri dari journal yang berkaitan dengan hasil belajar yang dipengaruhi oleh motivasi, dan journal yang berkaitan dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Tujuan dari menemukan dan membandingkan beberapa journal ini, supaya peneliti mengetahui posisi penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Selain journal, peneliti juga mempelajari penelitian sebelumnya, karena penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya. Stevani meneliti tentang implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condong Catur Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan oleh peneliti sebelumnya (Stevani, 2013). Novi meneliti mengenai implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Daratan Minggir Sleman. Penelitian inipun merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang merupakan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini lebih menekankan pada tahap-tahap yang dilakukan mulai dari sebelum penelitian sampai pada implementasi perangkat pembelajaran serta melihat kemunculan karakteristik PMRI dalam pembelajaran (Novi, 2013) Usdiyana, meneliti tentang peningkatan kemampuan berpikir logis siswa SMP melalui pembelajaran matematika realistik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir logis siswa lebih terlihat adanya peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen. Pada umumnya siswa merasa lebih tertatik degan matematika yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan PMRI (Usdiyana, 2009). Danoebroto meneliti tentang penggunaan pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan sampel siswa kelas IV SD di Sleman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kepada siswa kelas IV SD dalam pemecahan masalah matematika dengan penggunaan pendekatan PMRI. Selain itu, siswa juga menyatakan bahwa siswa merasa lebih senang dan memiliki pola pikir baru terhadap pemecaham masalah matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI (Danoebroto, 2008). Singh, melakukan penelitian tentang hasil belajar siswa dalam matematika yang dipengaruhi oleh motivasi, minat, serta tingkah laku siswa usia 8 tahun (usia sekolah dasar) dalam mata pelajaran matematika dan pengetahuan alam. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari motivasi minat, serta tingkah laku siswa di sekolah terhadap hasil belajar matematika. Tingkah laku siswa yang cenderung kreatif dalam pemecahan masalah matematika menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki motivasi dan minat yang tinggi terhadap matematika (Sigh,2002).

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Adams, melakukan penelitian tentang penggunaan pendekatan PMRI untuk materi pecahan. Penelitian ini dilakukan untuk siswa sekolah dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Adams ini merupakan penelitian eksperimen. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pendekatan PMRI dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pecahan. Peningkatkan tersebut dapat dilihat secara signifikan pada kelas eksperimen atau kelas yang diberikan perlakuan khusus dengan pendekatan PMRI (Adams, 2002). Gita meneliti tentang peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar di Sambangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan dengan dua siklus. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD (Gita, 2007). Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat beberapa penelitian yang menggunakan pendekatan PMRI untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, terdapat juga penelitian yang berkaitan dengan matematika dan hasil belajar siswa yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti motivasi dan minat siswa. B. Kerangka Berpikir Penggunaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika merupakan salah satu pendekatan yang saat ini mulai dikembangkan oleh guru-guru di

(55) 34 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sekolah Dasar. Pendekatan PMRI memiliki beberapa karakteristik yang membantu siswa untuk lebih memahami matematika secara lebih sederhana dan konkret. Pendekatan PMRI memberikan pengalaman bagi siswa untuk memecahkan masalah matematika secara kreatif, kritis dan logis. Siswa yang mampu berpikir secara kritis, logis, sistematis, dan kreatif dapat terlihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa tersebut. Selain dari hasil belajar, siswa yang mampu memecahkan masalah matematika akan terlihat dari segi keaktifannya dalam mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. Apabila pembelajaran matematika kelas IV SD materi penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI, maka pendekatan PMRI ini diharapkan dapat efektif dalam pembelajaran matematika jika ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa. C. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini ada dua jenis (Sugiyono, 2008: 63), yang pertama hipotesis alternatif (H1 atau Ha) dan hipotesis null atau hipotesis nihil (H0). Hipotesis alternatif merupakan prediksi hasil penelitian yang memungkinkan untuk diselidiki berdasarkan teori yang ada. Sedangkan, hipotesis null merupakan kebalikan dari hipotesis alternatif. Penelitian yang peneliti lakukan ini hipotesis alternatif-nya yaitu pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan kelas IV SD Negeri Tamanan, banguntapan, Bantul dengan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa. Sedangkan hipotesis null-nya kebalikannya.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini, peneliti akan menguraikan tentang jenis penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, data penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekataan PMRI, maka penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan bagian dari metode penelitian kuantitatif, metode ini memiliki kekhasan, yaitu terdapat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Sugiyono, 2008:72). Kelompok kontrol berarti kelompok yang tidak diberikan perlakuan khusus, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang diberikan perlakuan khusus yaitu dengan diberikan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika yang berlangsung. Adapun design yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan quasi experimental design tipe nonequivalent control group design. Penelitian ini memakai design quasi experimental dikarenakan tidak semua variabel dalam penelitian ini dapat dikendalikan secara ketat seperti pada penelitian ekperimental murni. Populasi diambil dari kelas-kelas yang sudah ada sebelumnya. Anggota dalam sampelpun tidak dipilih secara random seperti pada penelitian eksperimental murni. Adapun, penentuan kelompok dalam penelitian ini dilakukan dengan 35 cara diundi.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Kedua kelompok ini diberikan soal pretest pada tahap awal, tujuan pemberian soal pretest tersebut agar peneliti dapat mengetahui kondisi awal dari masingmasing kelompok. Selain itu, pemberian soal pretest tersebut, agar peneliti dapat melihat perbedaan yang muncul dari dua kelompok tersebut. Tahap selanjutnya, kelompok eksperimen diberikan treatment atau perlakuan khusus yaitu dengan menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan selama pembelajaran berlangsung, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan treatment apapun. Kemudian, setelah treatment yang dilakukan selesai, masing-masing kelas diberikan soal posttest. Tujuan dari pemberian soal posttest ini adalah supaya peneliti mengetahui perbedaan yang muncul setelah dilakukan treatment pada kelompok eksperimen dan melihat perbedaan yang muncul antara kelompok kontrol dengan kelompok ekperimen. Berikut ini merupakan gambar dari design yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu quasi experimental design tipe nonequivalent control group design. O1 x O2 ………………………………… Keterangan : O3 O4 Garis putus-putus = kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terpisah O1 = hasil pretest kelompok eksperimen O2 = hasil posttest kelompok eksperimen O3 = hasil pretest kelompok kontrol O4 = hasil posttest kelompok kontrol X = perlakuan atau treatment pendekatan PMRI

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 B. Populasi dan Sampel 1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul yang beralamatkan di Jalan Pasopati Nomor 21, Kauman, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta kode pos 55191. Waktu penelitian ini yaitu akhir bulan Februari 2014 sampai dengan awal maret 2014. 2. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi merupakan keseluruhan data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu waktu dan ruang lingkup yang telah ditentukan (Margono, 2007:17). Adapun ahli yang lain mengungkapkan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi atau umum yang akan diteliti, yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:117). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan. Sampel merupakan bagian dari populasi. Sampel memiliki karakteristik tertentu dan diambil dengan cara tertentu (Margono, 2010:121). Adapun Sugiyono (2010:118) mengungkapkan mengenai sampel yaitu bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas IV.a sebagai kelas kontrol yang mewakili keseluruhan populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelas IV.a dan IV.b SD Negeri Tamanan Banguntapan. Sedangkan, kelas IV.b sebagai kelas eksperimen yang merupakan

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 sampel yang mewakili keseluruhan populasi yang digunakan yaitu kelas IV.a dan IV.b SD Negeri Tamanan Banguntapan. Masing-masing sampel terdiri dari 28 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan cara diundi bersama dengan guru mitra. Peneliti membuat lintingan kertas yang bertuliskan nama masing-masing kelas, kemudian guru mitra mengambil salah satu lintingan kertas yang mewakili kelas eksperimen yang merupakan bagian dari keseluruhan populasi, selanjutnya lintingan kertas dikembalikan dan mengambil lintingan kertas yang kedua sebagai kelas kontrol yang mewakili seluruh populasi. Pembelajaran dilakukan oleh guru mitra yang merupakan guru matematika di kelas IV. C. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu nilai dari orang, obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:60). Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel independen merupakan variabel yang menjadi penyebab terjadinya sebuah perubahan, dalam penelitian ini yaitu pendekatan PMRI, sedangkan variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau dengan kata lain merupakan variabel yang menjadi akibat dari suatu sebab yang terjadi, dalam penelitian ini yaitu hasil belajar dan keaktifan. Gambar 3.1 Variabel Penelitian Variabel independen Penggunaan PMRI pendekatan Variabel dependen Hasil belajar siswa Keaktifan siswa

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 D. Data Penelitian Penelitian ini menggunakan beberapa data, data yang digunakan oleh peneliti diantaranya data kuantitatif berupa soal evaluasi yang digunakan untuk pretest dan posttest. Soal evaluasi ini digunakan baik di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Selain soal evaluasi, digunakan juga lembar kuesioner untuk mengetahui keaktifan siswa, lembar pengamatan keaktifan yang diisi oleh observer, serta lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran PMRI yang diisi oleh observer. Selain itu, data penelitian dalam penelitian ini juga terdapat data penelitian berupa data kualtatif yaitu berupa transkrip video penelitian yang telah dilakukan di kelas eksperimen. E. Instrumen Penelitian Instrumen merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam sebuah penelitian atau mengukur fenomena alam ataupun sosial yang diamati, fenomena ini disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2010:148). Adapun instrumen-instrumen dalam penelitian ini antara lain : 1. Tes Hasil Belajar Hasil belajar dalam penelitian ini diukur dengan lembar soal evaluasi yang akan diberikan untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Jenisnya merupakan tes tertulis yang berupa lima soal uraian yang dibuat oleh peneliti. Berikut merupakan kisi-kisi soal yang digunakan dalam soal evaluasi. Standar Kompetensi: 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. Sedangkan, kompetensi dasar yang digunakan yaitu: Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan Pecahan.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel 3.1. Kisi-Kisi Soal Evaluasi No 1 Indikator Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama Nomor Soal 1, 2a b. Menemukan pola 2b, 2c penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda c. Mengubah soal cerita ke 1, 2 dalam kalimat matematika d. Menjumlahkan dua pecahan 3,4,5 Jumlah soal evaluasi Jumlah Soal 2 2 2 3 Keterangan Tarif kesukaran: 1. Mudah = nomor soal 2a, 3 2. Sedang = nomor soal 1,4,5 3. Sulit = nomor soal 2b,2c Soal untuk indikator c tidak dihitung karena sudah terhitung di indikator a dan b 5 2. Kuesioner Keaktifan Siswa Kuesioner / angket merupakan suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 1995:70). Instrumen keaktifan siswa yang berupa kuesioner ini merupakan jenis kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup merupakan kuesioner yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang disediakan (Masidjo, 1995: 71). Lembar kuesioner ini digunakan untuk melihat tingkat keaktifan siswa terhadap pembelajaran PMRI. Berikut ini merupakan kisi-kisi instrumen kuesioner keaktifan :

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tabel 3.2. Kisi-Kisi Kuesioner Keaktifan Aspek Aktivitas siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa Indikator Keaktifan Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajar an Deskriptor keaktifan Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa mendengarkan ketika guru sedang menjelaskan materi Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa mencari sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Nomor Pernyataan Favorable Unfavorable 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Interaksi Interaksi dalam proses pembelajar an, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain 42 15 16 17 18 19 20 1. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pendekatan PMRI Lembar observasi keterlaksanaan PMRI ini digunakan untuk memperoleh data keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode PMRI. Indikator-indikator yang digunakan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran PMRI tersebut terlaksana atau tidak berdasarkan karakteristikkarakteristik PMRI. Berikut disajikan kisi-kisi lembar observasi keterlaksanaan PMRI. Tabel 3.3. Kisi-kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Karakteristik PMRI PMRI 1 Awal PMRI 4 Aspek yang diamati Guru menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan Konteks) Guru membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang menarik. (Interaktifitas) No. Pernyataan 1 2

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PMRI 2 PMRI 2 PMRI 4 PMRI 3 Inti PMRI 4 PMRI 4 PMRI 5 PMRI 5 Akhir PMRI 3 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan penyelesaianpenyelesaian masalah yang berbeda-beda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk saling berdiskusi berkaitan dengan materi yang diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk saling bertanya jawab. (Interaktivitas) Guru mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari (pemanfaatan konstruksi siswa) 3 4 4 5 6 7 8 9 10 43

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan 3. Lembar Observasi Keaktifan Siswa Selain menggunakan kuesioner data keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan PMRI juga didapat dari lembar observasi keaktifan siswa. Berikut berupakan kisi-kisi lembar observasi keaktifan siswa. Tabel 3.4. Kisi-kisi Lembar Observasi Keaktifan Siswa Aspek Indikator Keaktifan Deskriptor keaktifan Aktivitas siswa Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat hal-hal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Aktivitas-aktivitas yang Siswa melakukan kegiatan belajar dilakukan siswa selama sendiri proses pembelajaran Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Partisipasi atau keterlibatan siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru 45 Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbedabeda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : 1. Tes Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan cara memberikan soal evaluasi atau tes kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tes ini diberikan dalam bentuk pretest dan posttest baik kepada kelompok kontrol ataupun kelompok eksperimen. 2. Penyebaran lembar kuesioner keaktifan Data keaktifan siswa diperoleh dengan dua cara, diantaranya dengan kuesioner. Kuesioner atau angket itu sendiri merupakan suatu daftar pertanyaan tertulis dan terperinci dan harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 1995:70). Kuesioner yang diisi oleh siswa ini berskala 1-4. Siswa memberikan tanda centang (√) untuk setiap pernyataan yang tertulis. Tanda centang tersebut diberikan pada kolom SS (sangat setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), atau STS (Sangat Tidak Setuju).

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 3. Observasi keaktifan siswa Observasi keaktifan siswa diamati oleh peneliti dan seorang pengamat yang membantu peneliti. Observasi merupakan teknik pengamatan yang dilaksanakan secara langsung dan tidak langsung dan teliti terhadap suatu gejala pada suatu situasi tertentu (Masidjo, 1995:59). Observasi keaktifan siswa ini dibantu dengan bantuan lembar observasi yang telah dibuat oleh peneliti sebelumnya. Observasi dilakukan disetiap pertemuan pembelajaran matematika baik di kelas kontrol ataupun kelas eksperimen. Hasil dari observasi tiap siswa akan dijumlahkan dan diketahui berapa siswa yang masuk dalam kriteria aktif. Selain itu, seluruh jumlah hasil observasi keaktifan ini akan dirata-rata dan didapatkan kriteria keaktifan dari masing-masing kelas. 4. Observasi keterlaksanaan PMRI Observasi keterlaksanaan PMRI ini dilakukan untuk mendapatkan data sejauh mana PMRI terlaksana dalam pembelajaran matematika di kelas eksperimen. Observasi ini hanya dilakukan di kelas eksperimen karena yang mendapat perlakuan dengan pendekatan PMRI merupakan kelas eksperimen. Berikut ini disajikan tabel mengenai teknik pengumpulan data Tabel 3.5. Teknik pengumpulan data No 1 Kelompok Variabel Keaktifan siswa 2 Eksperimen dan Kontrol Hasil belajar siswa Data Pengumpulan a. Jumlah Kuesioner siswa yang terlibat Observasi b. Skor kuesioner Pretest Skor pretest Skor posttest Posttest Instrumen Lembar kuesioner Lembar observasi Tes tertulis, soal uraian Tes tertulis, soal uraian

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Eksperimen Keterlaksanaan Proses belajar pembelajaran Observasi Dokumentasi 47 Lembar keterlaksanaan Foto, Video G. Uji validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Instrumen Validitas suatu tes merupakan taraf sampai mana suatu tes dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Masidjo, 1995:243). Valid berarti instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010:173). Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Menurut Masidjo (1995:243) validitas suatu tes ada tiga macam,yaitu validitas isi, validitas konstruksi, dan validitas kriteria. Validitas isi merupakan suatu validitas yang isinya menunjukkan sampai mana isi suatu tes atau alat ukur ini mampu mencerminkan hal yang mau diukur atau diteskan. Validitas konstruksi dapat juga dikatakan sebagai validitas konsep yakni suatu validitas yang menunjukkan isi suatu tes sesuai dengan konsep yang seharusnya menjadi isi tes tersebut. Validitas kriteria merupakan suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes dengan pengukur lain yang berfungsi sebagai pembanding. Penelitian ini merupakan penelitian berkelanjutan, sehingga validitas konstruksi telah dilaksanakan pada penelitian sebelumnya. Akan tetapi, pada penelitian ini menggunakan validitas isi. Validitas ini dilakukan di SD Kanisius Sengkan. Pertimbangan memilih sekolah ini sebagai tempat untuk pengujian karena sekolah ini memiliki kelas parallel yang sama dengan SD tempat penelitian, serta memiliki nilai akreditasi yang sama dengan

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 SD yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Data yang didapat dari validitas ini dihitung dengan menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows. Berikut ini merupakan hasil perhitungan validitas dengan menggunakan IBM SPSS 20 for Windows dengan kriteria valid : jika harga probabilitas (r) yang teruangkap dalam sig.(2-tailed) dibawah 0,05 (p<0.05) maka konstrak tersebut dinyatakan valid. (Hasil perhitungan uji validitas instrumen dapat dilihat pada lampiran 25) Tabel 3.6. Hasil Uji Validitas No Variabel Pearson Correlation Sig (2-tailed) Keputusan 1 Soal nomor 1 .677** .000 Valid 2 Soal nomor 2a .708** .000 Valid 3 Soal nomor 2b .813** .000 Valid 4 Soal nomor 2c .842** .000 Valid 5 Soal nomor 3 .764** .000 Valid 6 Soal nomor 4 .748** .000 Valid 7 Soal nomor 5 .726** .000 Valid Dalam penelitian ini variabel yang digunakan dinyatakan valid. Harga probalititas (r) yang dinyatakan dalam sig.(2-tailed) di bawah 0,05 (p<0.05), konstruk tersebut dinyatakan valid. 2. Reliabilitas Instrumen Selain uji validitas instrumen, dilakukan juga uji reliabilitas instrumen untuk mengetahui keajegan suatu instrumen. Satu tes dikatakan reliabel apabila dapat

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Penentuan reliabilitas instrument menggunakan teknik Alpha Crobach. (Hasil perhitungan uji reliabilitas instrumen dapat dilihat pada lampiran 26) Tabel 3.7. Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Soal evaluasi semua item Alpha Cronbach .874 Kesimpulan Reliabel Adapun kualifikasi dari hasil perhitungan reliabilitas tersebut, dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 3.8 Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi 0.91 – 1.00 0.71 – 0.90 0.41 – 0.70 0.21 – 0.40 Negatif – 0.20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah (Sumber: Masidjo, 1995:209) Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas diperoleh kesimpulan bahwa instrumen yang digunakan untuk penelitian valid dan reliabel. H. Teknik Analisis Data a. Hasil Belajar Siswa Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows yang meliputi beberapa langkah, yaitu : 1. Uji normalitas distribusi data Uji normalitas ini biasanya digunakan untuk menguji normalitas data berskala interval atau rasio. Uji normalitas sendiri digunakan untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal atau tidak, hal ini sebagai prasyarat digunakannya analisis parametrik. Uji normalitas dilakukan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov (Priyatno, 2012:132). Kriteria yang digunakan dalam teknik ini antara lain: a. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal maka langkah selanjutnya menggunakan statistik parametrik uji t (t-test). b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal maka langkah selanjutnya menggunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon (Priyatno, 2012:136) 2. Uji Homogenitas Uji homogenesis digunakan untuk mengetahui apakah varian kelompok data sama atau berbeda. Syarat yang berlaku adalah bahwa varian kelompok data sama. Uji homogenesis menggunakan uji Levene’s (uji F). Kriteria signifikansi yang digunakan untuk menentukan hasil kesimpulan dari uji homogenesis ini adalah sebagai berikut (Priyatno, 2012:37) : a. Jika signifikansi > 0,05, maka kelompok data kontrol dan eksperimen mempunyai varian yang sama. b. Jika signifikansi < 0,05, maka kelompok data kontrol dan eksperimen mempunyai varian yang berbeda.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 3. Uji Hipotesis a) Uji perbandingan nilai rata-rata pretest Uji perbedaan skor pretest ini digunakan untuk mengetahui apakah titik pijak atau kemampuan awal siswa kedua kelompok sama atau berbeda. Kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu : 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dapat dikatakan bahwa antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dapat dikatakan bahwa antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Jika distribusi data normal maka pengujian data perbedaan skor pretest ini menggunakan statistik parametrik independent samples t-test, sedangkan apabila distribusi data tidak normal maka menggunakan statistik non-parametrik MannWhittney (Priyatno, 2012:24). b) Uji perbedaan pretest ke posttest Uji beda pretest ke posttest digunakan untuk memastikan apakah ada kenaikan skor yang signifikan atau tidak pada kelompok kontrol dan eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest ke posttest. Kriteria penyimpulan hasil pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut (Priyatno,2012:30):

(73) 52 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. 2. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest ke posttest. Dengan kata lain, ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. Analisis statistik yang digunakan jika distribusi data dalam kategori normal adalah paired samples t-test, sedangkan jika distribusi data dalam kategori tidak normal maka menggunakan analisis data dengan Wilcoxon. c) Uji pengaruh perlakuan (uji posttest kontrol – posttest eksperimen) Uji pengaruh perlakuan ini digunakan untuk memastikan ada tidaknya perbedaan antara skor posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Apabila distribusi data normal menggunakan statistik parametrik indepent t-test. Penarikan kesimpulan pengujian ini dilakukan dua kali, yaitu dengan analisis signifikansi 2-tailed dan analisis signifikansi 1-tailed. Kriteria yang digunakan untuk 2-tailed : 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan PMRI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan PMRI berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan untuk signifikansi 1-tailed : 1. Jika t-test < ttabel, tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ratarata posttest kelompok eksperimen kurang dari atau sama dengan ratarata posttest kelompok kontrol. 2. Jika t-test > ttabel, terdapat perbedaan rata-rata antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ratarata posttest kelompok eksperimen lebih dari rata-rata posttest kelompok kontrol. b. Teknik Analisis Data Berdasarkan Nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Teknik analisis data ini dilakukan untuk melihat seberapa banyak siswa yang lulus KKM baik dari kelompok kontrol ataupun kelompok eksperimen. Adapun berdasarkan informasi yang didapat dari guru matematika kelas IV yang merupakan guru mitra dalam penelitian ini KKM mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul adalah 63. Nilai yang digunakan untuk analisis data berdasarkan KKM ini adalah nilai posttest baik dari kelompok kontrol ataupun kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan yaitu:

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 1. Jika nilai posttest > 63 maka siswa tersebut lulus KKM 2. Jika nilai posttest < 63 maka siswa tersebut tidak lulus KKM Berikut ini dipaparkan rumus yang digunakan untuk menghitung nilai posttest dan menentukan persentase siswa yang lulus KKM. Rumus penentuan nilai posttest setiap siswa: Rumus persentase jumlah siswa yang lulus KKM: Jika persentase kelulusan KKM kelas kontrol lebih tinggi daripada kelas eksperimen, berarti penggunaan pendekatan PMRI tidak efektif bagi pembelajaran matematika. Akan tetapi, jika persentase kelulusan KKM kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol, berarti penggunaan pendekatan PMRI efektif untuk pembelajaran matematika. c. Teknik Analisis Data Keaktifan Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI ini dilihat dari kuesioner dan juga observasi. Berikut merupakan teknik analisis yang akan digunakan dalam mengolah data kuesioner dan observasi. 1. Teknik analisis data hasil kuesioner keaktifan Teknik analisis data kuesioner berpedoman pada skala Likert. Skala Likert yang digunakan pada penelitian ini adalah skala empat angka.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Pemilihan skala tersebut digunakan untuk menghindari pilihan jawaban netral (ragu-ragu) dari siswa. Setiap angka memiliki kriteria tersendiri yang dijadikan patokan skor setiap pernyataan. Prinsip dari penilaian skala Likert adalah penentuan lokasi kedudukan seseorang dalam suatu pemilihan sikap terhadap objek sikap, mulai dari sangat negatif sampai dengan positif (Widoyoko, 2012:115). Pernyataan terdiri dari kuesioner terdari pernyataan favorable dan unfavorable. Dalam pernyataan favoriable skala 1 untuk pilihan jawaban sangat negatif dan skala 4 untuk pilihan jawaban sangat positif. Sedangkan untuk pertanyaan unfavoriable skala 4 untuk jawaban sangat negatif dan 1 untuk pilihan jawaban yang sangat positif. Berikut merupakan tabel penentuan skor tiap pertanyaan : Tabel 3.9. Penentuan skor tiap pernyataan Pilihan Jawaban Favorabel Unfavorabel 4 SS (sangat setuju) STS (sangat tidak setuju) 3 S (setuju) TS (tidak setuju) 2 TS (tidak setuju) S (setuju) 1 STS (sangat tidak setuju) SS(sangat setuju) Berdasarkan tipe PAP II (Masidjo, 1995), peneliti merumuskan kualifikasi Skor keaktifan siswa pada tabel 3.10. Tabel 3.10. Rentang Skor Kuesioner Keaktifan Persentase 81 % - 100 % 66 % -80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 65 – 80 53 – 64 45 – 52 37 – 44 Di bawah 37 Kualifikasi Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Sangat tidak aktif

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 2. Teknik analisis data hasil observasi keaktifan Peneliti melakukan tabulasi data, kemudian setelah diketahui skor yang didapat siswa, peneliti membuat keputusan berdasar tabel rentang skor yang telah ditentukan. Tabel 3.11. Rentang Skor Observasi Keaktifan Rentang Skor 11 – 12 9 – 10 7–8 5–6 3–4 Kualifikasi Sangat aktif (SA) Aktif (A) Cukup aktif (CA) Kurang aktif (KA) Sangat tidak aktif (STA) Peneliti menyimpulkan keaktifan seluruh kelas dengan pedoman tabel berikut: Tabel 3.12 Kriteria Keaktifan Kelas SA ≥75% <75% SA+A ≥75% <75% Jumlah yang aktif SA+A+CA SA+A+CA+KA ≥65% <65% SA+A+CA+KA+STA Kriteria Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Sangat Tidak Aktif ≥65% <65% d. Teknik Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran Teknik yang dilakukan untuk menganalisis data keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari observasi keterlaksanaan pembelajaran yang berpedoman pada PAP II (tabel 3.13) dan mengtranskrip video keterlaksanaan pembelajaran untuk menguatkan hasil observasi sebelumnya. Tabel 3.13. Kualifikasi Keterlaksanaan Pembelajaran Persentase 81 % - 100 % 66 % - 80 % 56 % - 65 % 46 % - 55 % Dibawah 46 % Rentang Skor 36 – 44 29 – 35 25 – 28 20 – 24 Dibawah 20 Kualifikasi Sangat terlaksana Terlaksana Cukup terlaksana Kurang terlaksana Sangat tidak terlaksana

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas mengenai hasil penelitian tentang keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI. Adapun yang akan dibahas antara lain: data hasil penelitian, analisis data, dan pembahasan. A. Data Hasil Penelitian Data hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini antara lain: data mengenai keterlaksanaan pembelajaran matematika baik di kelas kontrol dan di kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan PMRI, data hasil belajar, dan data keaktifan siswa. 1. Deskripsi Pembelajaran di Kelas Kontrol Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul. Kelas yang dijadikan sebagai kelompok kontrol yaitu kelas IV.a yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Guru matematika yang mengajar di kelas IV.a ini merupakan guru mitra yaitu guru matematika, yang mengajar matematika di kelas IV.b. Alokasi waktu yang digunakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh sekolah, yakni 35 menit untuk 1 jam pembelajaran. Kelas IV.a merupakan kelompok kontrol yang tidak diberikan treatment PMRI. Guru mengajar siswa kelas IV.a seperti biasanya. Guru mengajar matematika di kelas ini dengan metode pengajaran langsung, yakni dengan metode ceramah serta sedikit metode tanya jawab. Sebelum pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan di kelas kontrol dimulai, peneliti 57

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 menyebarkan soal pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa di kelas kontrol. Pembelajaran matematika yang terjadi di kelas IV.a sebagai kelompok kontrol pada materi penjumlahan pecahan ini berlangsung dengan cara guru meenjelaskan materi penjumlahan pecahan, kemudian guru sedikit memberikan demonstrasi mengenai penjumlahan pecahan. Contoh demonstrasi yang dilakukan oleh guru yaitu dengan memotong roti yang kebetulan dibawa oleh guru. Guru juga melakukan sedikit tanya jawab dengan siswa mengenai penjumlahan pecahan. Tanya jawab yang dilakukan oleh guru dan siswa disini misalnya seperti berikut: Guru: “Anak-anak hari ini ada yang ulang tahun atau tidak” Siswa: “Tidak Bu” Guru: “Nah, kalau ulang tahun biasanya mendapat kue ulang tahun ya, kalau misalnya kue itu dibagi menjadi 24 bagian, satu anak mendapat berapa ?” Siswa: “Satu bagian Bu” Guru: “Satu bagian itu nilainya berapa ? Satu per berapa ?” Siswa: “Dua puluh empat Bu” Siswa juga melakukan beberapa diskusi kecil tentang materi penjumlahan pecahan, diskusi tersebut berupa diskusi yang berkaitan dengan soal yang diberikan oleh guru. Kemudian, terdapat beberapa siswa yang diminta oleh guru untuk maju kedepan menyelesaikan soal yang sebelumnya diberikan oleh guru. Pada akhir pembelajaran, peneliti memberikan soal posttest untuk kelas ini. Soal tersebut tidak diberikan langsung oleh peneliti, tetapi disebarkan oleh guru mitra, begitupun dengan kuesioner keaktifan. Ketika pembelajran berlangsung di kelas

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 kontrol, peneliti melakukan pengamatan keaktifan siswa dengan lembar observasi pengamatan keaktifan siswa dan melakukan bebrapa dokumentasi. Dalam pengamatan keaktifan siswa peneliti tidak melakukannya sendiri, tetapi peneliti dibantu oleh teman peneliti. 2. Deskripsi Pembelajaran di Kelas Eksperimen Pembelajaran matematika untuk kelompok eksperimen dilaksanakan di kelas IV.b dengan jumlah siswa 28 yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pembelajaran matematika dilakukan oleh guru mitra. Alokasi waktu untuk setiap pertemuan yakni setiap 1 jam pembelajaran adalah 35 menit. Pembelajaran di kelas IV.b yang merupakan kelas eksperimen ini sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah disusun sebelumnya oleh peneliti. Kelas eksperimen merupakan kelas yang mendapatkan treatment atau perlakuan khusus dalam proses pembelajaran matematika yang berlangsung. Treatment yang diberikan oleh peneliti ini merupakan treatment pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Semua perangkat pembelajaran, media pembelajaran telah disediakan oleh peneliti. Perangkat pembelajaran disini diantaranya materi penjumlahan pecahan, baik berpenyebut sama dan berpenyebut berbeda, Silabus, RPP, LKS, Lembar Evaluasi. Adapun media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan apa yang telah dirancang dalam RPP. Materi penjumlahan pecahan untuk kelas IV merupakan materi yang terdapat dalam standar kompetensi 6 yaitu menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. Sedangkan kompetensi dasar yang digunakan yaitu KD 6.3 menjumlahkan pecahan. Pembelajaran sesuai dengan rencana yang

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 tertuang dalam RPP. Sebelum melakukan penelitian, peneliti bekerja sama dengan guru mitra dan melakukan diskusi dnegan guru mitra yang berkaitan dengan RPP sebagai gambaran bagi guru mitra dalam melaksanakan pembelajaran. Selama proses penelitian, guru mitra dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rancangan. Sebelum pembelajaran matematika dengan menerapkan pendekatan PMRI, peneliti dengan bantuan guru mitra menyebarkan soal pretest untuk kelompok eksperimen ini. Berikut ini merupakan data yang didapat oleh peneliti mengenai keterlaksanaan pembelajaran PMRI di kelas eksperimen ini berdasarkan dokumentasi (video) dan berdasarkan observasi. a. Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi Berdasarkan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh seorang observer (pengamat), peneliti mendapatkan data keterlaksanaan PMRI. Dokumentasi ini dilakukan pada setiap pertemuan di kelas eksperimen. Proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMRI ini memunculkan karakteristik-karakteristik PMRI. Pertemuan pertama, karakteristik PMRI yang pertama yakni penggunaan konteks muncul ketika siswa mendapatkan media berupa roti tawar dan tahu yang digunakan untuk menyelesaikan soal yang terdapat dalam LKS. Karakteristik PMRI yang kedua yaitu penggunaan model. Penggunaan model dalam pertemuan pertama ini muncul ketika siswa melakukan percakapan dalam menyelesaikan LKS dengan kelompoknya, berikut merupakan cuplikan percakapan pada pertemuan pertama yang menunjukkan penggunaan model:

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Siswa(1): “Ini tu tahunya dibagi tiga, lihat to soalnya” Siswa(2): “Iya, ini kan disoal sepertiga, berarti tahunya ya dipotong jadi tiga dong, dibuka dulu plastiknya biar mudah seperti kelompok tiga itu loh” Karakteristik ketiga pemanfaatan hasil konstruksi siswa pada pertemuan pertama ini sangat terlihat ketika siswa memecahkan soal-soal yang dihadapi, berikut merupakan contoh cuplikan percakapan yang menunjukkan karakteristik yang ketiga: Siswa(1): “Bu Ninik, tahu ini dipotong-potong terserah kita kan bentuknya, asal sesuai dengan soal dan menjawab pertanyaan kan Bu?” Guru: “Iya” Siswa(2): “Bu, tahu kelompokku tak potong segitiga boleh kan Bu, lha habisnya kelompok depanku dipotong sejajar jadi tiga Bu, tidak sama boleh to Bu” Karakteristik yang keempat interaktivitas sangat terlihat ketika siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah matematika yang dihadapi. Karakteristik yang kelima yaitu pemanfaatan keterkaitan, karakteristik kelima ini terlihat ketika guru meminta siswa untuk mengingat kembali materi penjumlahan yang dulu pernah diajarkan pada kelas sebelumnya. Pertemuan kedua pada kelas eksperimen ini muncul karakteristikkarakteristik PMRI. Karakteristik yang pertama muncul ketika diawal pembelajaran guru membacakan cerita mengenai ibu membagikan kue terang bulan kepada anak-anaknya. Berikut adalah cuplikan percakapan yang dilakukan guru dan siswa yang sesuai dengan karakteristik PMRI penggunaan konteks:

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Guru: “Anak-anak tahu lagu ambilkan bulan tidak” Siswa: “Tahu Bu” Guru: “Nah, sekarang kita menyanyikan lagu itu” (Siswa dan guru bersamasama menyanyikan lagu itu, setelah itu guru memberikan sedikit cerita) Guru: “Nah, setelah kita tadi menyanyi, ibu punya kue terang bulan, kue itu ibu potong menjadi 6 bagian sama besar, satu bagiannya berarti bernilai berapa kalau dijadikan pecahan ?” Karakteristik PMRI yang kedua yaitu penggunaan model dalam pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan PMRI ini terlihat ketika guru membawa kue terang bulan dan bercerita tentang pecahan menggunakan terang bulan tersebut, selain itu terlihat ketika siswa menggunakan kertas gambar terang bulan untuk mengerjakan soal dan menuliskan hasil dari percobaan yang telah dilakukan siswa dengan menggunakan kertas tersebut. Berikut ini merupakan cuplikan percakapan yang menggambarkan karakteristik matematika penggunaan model. Siswa: “Bu, kertas gambar terang bulan ini dipotong-potong untuk mengerjakan soal ini to ? Kalau kelompokku tak potongnya segilima gimana Bu ?” Guru: “Iya, kemudian kalian tuliskan percobaan kalian menggunakan kertas terang bulan itu pada lembar jawab, menjawab soalnya loh, bukan untuk mainan” Kegiatan inti dalam pembelajaranpun banyak yang memunculkan karakteristik PMRI, karakteristik pemanfaat konstruksi siswa misalnya, terlihat ketika siswa

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 mampu menunjukkan penyelesaian-penyelesaian soal cerita dengan berbagai cara menggunakan media-media pembelajaran. Adapun pemanfaatan konstruksi siswa yang terwujud dalam penyelesaian masalah dengan berbagai variasi tersebut sangat berperan dalam mengembangkan konsep matematika yang dimiliki siswa. Karakteristik PMRI selanjutnya, yakni interaktivitas sangat terlihat ketika siswa bekerja dalam kelompok. Pengembangan karakteristik interaktivitas ini sangat membantu siswa dalam melatih hubungan sosial dengan siswa lain. Karakteristik interaktivitas siswa ini membimbing siswa untuk berani mengkomunikasikan penyelesaian masalah matematika yang mereka temukan. Sedangkan karakteristik pemanfaatan keterkaitan muncul ketika guru mengingatkan siswa tentang materi matematika yang sebelumnya dipelajari. Berikut cuplikan percakapan yang mencerminkan karakteristik pemanfaatan keterkaitan. Guru: “Nah, kita lihat pekerjaan teman kalian dipapan tulis ini bersamasama” (Sambil menunjukkan pekerjaan salah satu siswa) Siswa: “Bu, caranya kok begitu Bu ?” (Salah seorang siswa bertanya dan memprotes mengapa caranya tidak sama dengan cara pengerjaan kepunyaannya) Guru: “Ya tidak apa-apa yang penting hasilnya sama, hayo diingat-ingat, jika penyebutnya berbeda harus dilakukan apa terlebih dahulu ?” Siswa: “Disamakan penyebutnya” Guru: “Kalau disamakan penyebutnya hasil dari apa ?” Siswa: “Dicari KPKnya terlebih dahulu Bu” Guru: “Iya benar sekali”

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Pertemuan ketiga juga memunculkan beberapa karakteristik PMRI, walaupun terdapat beberapa karakteristik PMRI yang tidak begitu terlihat. Beberapa karakteristik PMRI tidak begitu terlihat karena kurangnya komunikasi antara peneliti dengan guru mitra. Karakteristik penggunaan model terlihat ketika guru membimbing siswa menggunakan puzzle pecahan. Karakteristik penggunaan konteks juga terlihat ketika guru membacakan soal cerita yang berkaitan dengan masalah sehari-hari yang sering dihadapi siswa. Interaktivitas sangat terlihat ketika siswa menyelesaikan soal dengan puzzle pecahan. Sedangkan pemanfaatan konstruksi siswa muncul ketika siswa dan guru melakukan kuis yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda. Adapun karakteristik pemanfaatan keterkaitan kurang begitu terlihat pada pertemuan ketiga ini. Karakteristik interaktivitas sangat telihat dan sangat dominan pada pertemuan keempat di kelas eksperimen. Interaktivitas sangat terlihat ketika siswa bermain papan harga. Penggunaan konteks juga terlihat ketika guru membcakan soal cerita untuk diselesaikan siswa. Pemanfaatan konstruksi siswa terlihat ketika siswa maju kedepan menuliskan kesimpulan dari pertemuan keempat dengan berbagai jawaban. Adapun keterkaitan terlihat ketika guru mengingatkan siswa tentang norma kelas yang telah disepakati dan dikaitkan dengan pelajaran PKn. Evaluasi pada pertemuan terakhir dalam penelitian ini di kelas eksperimen dilakukan posttest. Peneliti bertindak sebagai observer dalam penelitian ini, dibantu oleh seorang teman peneliti yang menjadi observer kedua. Selain mendapatkan data keterlaksanaan pembelajaran PMRI berdasarkan pada dokumentasi, peneliti juga mendapatkan data berdasarkan observasi.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 b. Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Observasi Penelitian ini juga mengamati bagaimana keterlaksanaan PMRI dalam pembelajaran matematika yang berlangsung. Observasi dilaksanakan 4 kali sesuai dengan jumlah pertemuan pada kelas eksperimen. Pemberian skor berdasarkan rubrik yang telah ditentukan sebelumnya. Tahap setelah pemberian skor merupakan tahap analisis, berdasarkan analisis dapat diketahui sejauh mana keterlaksanaan PMRI tersebut terjadi selama proses pembelajaran. Berikut ini merupakan tabulasi data observasi keterlaksanaan PMRI di kelas eksperimen. Tabel 4.1. Tabulasi Data Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Pertemuan 1 2 3 4 1 4 3 1 4 2 3 3 2 3 Aspek yang diamati 3 4 5 6 7 8 9 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 4 4 3 2 2 3 3 2 2 3 3 4 4 4 3 3 4 total skor keseluruhan rata-rata keseluruhan 10 11 4 3 1 4 4 4 2 2 total 41 38 23 38 140 35 1. Data Hasil Belajar Nilai evaluasi pembelajaran pretest dan posttest untuk kelas kontrol dan eksperimen akan disajikan dalam tabel berikut. Hasil perhitungan nilai siswa didapat dari total skor yang didapat siswa dibagi dengan 28 atau skor maksimal kemudian dikalikan dengan 100. Nilai maksimal yang dapat diperoleh siswa adalah 100, sedangkan nilai minimal yang diperoleh siswa adalah 0. Berikut akan disajikan tabulasi data nilai pretest dan posttest dalam bentuk tabel.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 4.2. Tabulasi Data Nilai Pretest Kelompok Kontrol No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 2a 2b 2 1 1 1 1 1 4 1 1 2 4 3 2 1 1 1 2 2 1 1 1 3 2 1 2 0 1 1 0 0 3 1 1 4 4 3 2 1 1 1 1 0 3 2 1 2 1 1 3 4 3 4 1 1 2 0 0 1 1 1 3 3 2 1 1 1 3 1 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 2 3 4 1 1 2c 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 3 3 3 2 3 Total rata-rata 3 2 3 2 1 3 1 1 4 4 4 3 1 4 1 1 2 1 4 1 1 1 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 1 1 1 4 4 3 3 1 4 1 2 1 3 4 2 1 1 3 4 3 3 4 4 4 5 3 4 3 3 3 1 1 3 2 3 2 3 1 2 2 1 3 2 1 1 2 3 1 3 3 4 4 4 total 13 15 15 17 12 10 7 18 14 11 14 19 14 7 12 9 18 17 7 7 13 13 21 20 23 26 23 21 416 14.86 Ratarata 1.86 2.14 2.14 2.43 1.71 1.43 1 2.57 2 1.57 2 2.71 2 1 1.71 1.29 2.57 2.43 1 1 1.86 1.86 3 2.86 3.29 3.71 3.29 3 nilai 46.42 53.57 53.57 60.71 42.85 35.71 25 64.28 50 39.28 50 67.85 50 25 42.85 32.14 64.28 60.71 25 25 46.42 46.42 75 71.42 82.14 92.85 82.14 75 1485.61 53.0575 Tabulasi data diatas menunjukkan perolehan skor pretest per siswa di kelas kontrol. Perolehan skor tersebut akan dianalisis. Skor 0, pada tabel diatas menunjukkan skor terendah yang didapat siswa. Sedangkan skor 4 pada tabel diatas menunjukkan skor tertinggi yang didapat siswa. Selain data pretest kelas kontrol, berikut akan disajikan data posttest kelas kontrol.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 4.3. Tabulasi Data Nilai Posttest Kelompok Kontrol No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 1 1 1 2 3 2 3 4 4 1 4 4 3 4 4 4 1 1 1 2 2 4 3 3 3 4 4 4 2a 1 1 1 1 1 4 3 4 1 1 4 4 4 2 1 2 4 4 4 4 4 2 1 2 1 4 3 4 2b 2c 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 4 4 2 2 4 3 3 3 4 1 3 3 2 2 4 4 2 2 1 1 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 1 1 2 2 1 1 4 4 3 4 4 4 total rata-rata 3 2 3 3 1 3 1 3 1 3 4 3 2 3 4 2 1 1 1 1 1 1 3 1 2 4 4 4 4 4 3 2 3 2 2 1 3 4 4 3 4 1 4 2 4 1 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 5 3 3 2 3 3 1 1 1 1 3 4 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 2 4 4 4 Ratatotal rata nilai 12 1.71 42.85 12 1.71 42.85 12 1.71 42.85 12 1.71 42.85 14 2 50 17 2.43 60.71 17 2.43 60.71 21 3 75 19 2.71 67.85 17 2.43 60.71 25 3.57 89.28 19 2.71 67.85 26 3.71 92.85 17 2.43 60.71 17 2.43 60.71 14 2 50 22 3.14 78.57 22 3.14 78.57 22 3.14 78.57 21 3 75 23 3.29 82.14 21 3 75 15 2.14 53.57 15 2.14 53.57 16 2.29 57.14 28 4 100 26 3.71 92.85 28 4 100 530 1892.76 18.93 67.59857 Berdasarkan tabulasi data nilai posttest kelas kontrol ini menunjukkan bahwa tidak ada skor 0 yang didapat oleh siswa. Skor terendah yang didapat oleh siswa adalah 1. Sedangkan skor tertinggi yang didapat oleh siswa yaitu 4. Selanjutnya, data hasil belajar yang lainnya yaitu data perolehan nilai pretest dan posttest dari kelas eksperimen.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 4.4. Tabulasi Data Nilai Pretest Kelompok Eksperimen No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 1 0 4 1 1 4 4 1 4 4 2 2a 2 3 1 1 1 1 1 1 1 2 4 3 1 0 4 4 1 1 1 2 1 1 1 1 4 3 2 1 2b 4 1 3 1 1 1 1 1 3 3 4 4 1 0 4 4 1 1 1 2 1 1 4 1 3 4 3 1 2c 4 2 3 1 1 1 1 1 3 3 4 4 1 0 4 4 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 3 1 3 1 1 4 4 1 1 1 4 1 1 4 4 1 3 4 4 1 1 4 2 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 1 1 3 2 4 4 1 3 4 4 4 4 4 4 1 1 2 4 2 4 4 4 5 4 4 4 4 1 4 1 1 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 4 4 1 1 2 4 2 3 4 4 Total rata-rata total 20 16 20 13 7 13 7 11 15 14 23 23 10 10 26 26 13 13 15 20 7 7 18 19 19 23 24 17 Ratarata nilai 2.86 71.42 2.29 57.14 2.86 71.42 1.86 46.42 1 25 1.86 46.42 1 25 1.57 39.28 2.14 53.57 2 50 3.29 82.14 3.29 82.14 1.43 35.71 1.43 35.71 3.71 92.85 3.71 92.85 1.86 46.42 1.86 46.42 2.14 53.57 2.86 71.42 1 25 1 25 2.57 64.28 2.71 67.85 2.71 67.85 3.29 82.14 3.43 85.71 2.43 60.71 449 16.04 1603.44 57.2657 Berdasarkan tabulasi data diatas, skor sebelum kelas eksperimen diberikan treatment atau perlakuan khusus dengan menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematikanya, terdapat beberapa siswa yang mendapat skor 0 yang merupakan skor terendah. Setelah dilakukan treatment

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 PMRI, dilakukan posttest pada kelas eksperimen ini. Berikut tabulasi data posttest kelas eksperimen. Tabel. 4.5. Tabulasi Data Nilai Posttest Kelompok Eksperimen No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 2 2 2 4 4 4 2 3 3 2 4 4 2 4 2 2 3 3 4 2 3 4 3 3 3 4 4 4 2a 4 2 2 4 4 4 2 4 1 4 1 4 4 3 4 4 1 3 4 2 4 3 3 4 4 2 4 2 2b 2c 4 4 2 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 1 4 4 1 1 4 4 4 4 3 3 4 2 4 4 1 1 4 4 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 2 2 4 4 4 2 Total rata-rata 3 4 4 2 4 4 4 2 4 3 3 2 1 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 4 4 2 3 4 4 4 4 4 1 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 total 26 20 14 28 28 28 18 27 19 25 15 25 26 25 22 26 18 26 28 20 25 24 23 27 25 19 28 22 657 23 Ratarata 3.71 2.86 2 4 4 4 2.57 3.86 2.71 3.57 2.14 3.57 3.71 3.57 3.14 3.71 2.57 3.71 4 2.86 3.57 3.43 3.29 3.86 3.57 2.71 4 3.14 nilai 92.85 71.42 50 100 100 100 64.24 96.42 67.85 89.28 53.57 89.28 92.85 89.28 78.57 92.85 64.24 92.85 100 71.42 89.28 85.71 82.14 96.42 89.28 67.85 100 78.57 2346.22 83.79357 Berdasarkan tabulasi diatas, terlihat bahwa tidak terdapat siswa yang mendapatkan skor 0, skor terendah siswa yaitu 1. Tabulasi data hasil belajar ini, selanjutnya akan dianalisis dengan bantuan program komputer

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 IBM SPSS 20 for Windows. Selain itu juga akan dilakukan analisis secara manual berdasarkan nilai KKM. 4. Data Keaktifan Data keaktifan siswa didapatkan dari dua cara, yang pertama yaitu dari penyebaran kuesioner keaktifan siswa yang diisi langsung oleh siswa dan lembar observasi keaktifan siswa yang diisi oleh observer ketika pembelajaran matematika berlangsung. Berikut ini akan dipaparkan data yang didapat melalui kedua cara tersebut. 1. Data Keaktifan Siswa Berdasarkan Kuesioner Kuesioner yang dibuat meliputi pernyataan favoriable dan pernyataan unfavorable. Skor tertinggi adalah 4 dan skor terendah adalah 1. Cara pengisian lembar kuesioner dengan memberikan tanda centang untuk setiap pernyataan pada kolom SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Apabila pernyataan berupa pernyataan favorable maka skor untuk kolom SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1. Sedangkan untuk pernyataan unfavorable maka skor untuk kolom SS = 1, S = 2, TS = 3, STS = 4. Berikut merupakan tabel hasil perolehan skor penyebaran kuesioner keaktifan baik kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tabel 4.6. Tabulasi Data Skor Kuesioner Keaktifan Kelompok Kontrol No siswa 1 2 3 4 5 6 1 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 5 4 4 4 1 3 3 6 3 3 4 3 3 3 7 4 4 4 3 3 2 8 4 4 3 3 3 3 Nomor item kuesioner 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 2 3 4 4 3 4 2 4 4 3 4 4 2 2 3 4 4 3 1 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 1 3 2 4 3 1 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 1 2 1 1 3 4 4 3 3 3 2 4 2 1 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 total 69 63 59 48 58 56

(92) 71 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 4 3 2 3 3 3 3 3 1 4 4 2 3 2 2 3 4 3 4 3 3 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 2 3 3 3 2 4 3 4 3 2 3 3 1 4 2 4 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 rata-rata keseluruhan Total 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 2 1 3 2 2 3 2 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 3 4 4 3 4 3 2 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 4 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 3 4 1 3 2 4 3 3 4 2 2 2 3 1 3 2 3 3 63 65 70 63 65 66 58 64 62 69 70 59 64 55 60 57 57 61 59 63 65 69 62 1737 Tabel 4.7. Tabulasi Data Skor Kuesioner Keaktifan Kelompok Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 4 3 1 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 6 2 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 7 3 3 4 3 4 4 2 4 2 4 4 4 8 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 9 10 4 3 2 4 4 4 2 3 2 3 2 4 3 4 1 4 2 3 3 4 2 4 3 4 No Item Kuesioner 11 12 13 14 15 16 4 4 3 3 1 3 3 3 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 1 3 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 4 2 4 4 3 1 3 4 4 4 4 1 4 4 1 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 2 17 18 19 1 4 4 2 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 2 2 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 20 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 total 63 64 75 64 69 74 60 74 63 79 70 69

(93) 72 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 4 3 3 3 3 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 1 3 2 4 2 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 2 4 4 1 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 1 3 4 4 3 4 4 1 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 4 1 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 1 4 3 2 4 4 4 4 3 4 1 2 4 4 4 4 4 2 1 3 3 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 1 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 2 4 4 1 4 4 rata-rata keseluruhan siswa total keseluruhan siswa 2 3 1 2 2 3 1 4 3 1 4 2 1 4 1 1 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 1 4 3 3 4 2 4 4 1 3 1 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 1 4 3 3 4 3 4 4 4 3 Berdasarkan dari tabulasi data diatas, menunjukkan skor yang didapat oleh setiap siswa dari mengisi lembar kuesioner yang dibagikan pada masing-masing kelas. Setelah melakukan tabulasi skor keaktifan, selanjutnya akan dianalisis berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat diketahui tingkat keaktifan siswa dari masing-masing kelas. 2. Data keaktifan Siswa Berdasarkan Lembar Observasi Penentuan skor observasi keaktifan telah ditentukan dalam rubrik yang sebelumnya telah dibuat oleh peneliti. Peneliti terlebih dahulu menghitung item yang terdapat tanda chek (√) pada lembar observasi keaktifan setiap siswa. Kemudian berpedoman pada rubrik yang telah dibuat, maka peneliti dapat menentukan skor yang didapat oleh siswa. Berikut peneliti sajikan tabel skor observasi keaktifan yang didapat oleh siswa. 4 1 1 3 1 4 4 2 4 3 4 3 2 4 4 1 61 65 64 68 67 65 57 69 65 64 74 65 61 77 64 61 66.8 1871

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Tabel 4.8. Total Skor Observasi Keaktifan Tiap Pertemuan untuk Kelompok Kontrol No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Total Ratarata Pertemuan 1 8 10 7 8 7 9 8 8 6 7 9 9 11 8 9 7 6 8 7 8 9 9 6 9 7 7 9 9 225 Pertemuan 2 7 8 8 6 9 6 8 7 9 7 8 8 7 7 6 7 9 7 6 10 8 8 7 8 9 9 9 8 216 Pertemuan 3 8 8 9 9 8 9 9 9 6 7 7 7 9 5 8 8 9 9 7 7 10 8 7 7 7 8 8 7 220 8 7,7 7,9

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Tabel 4.9. Total Skor Observasi Keaktifan Tiap Pertemuan untuk Kelompok Eksperimen No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Total Ratarata Pertemuan 1 10 11 11 9 10 11 11 9 9 9 10 10 11 10 10 10 10 10 9 9 9 9 11 11 12 10 9 10 280 10 Pertemuan 2 10 10 11 11 9 10 11 11 11 11 11 10 9 10 11 10 10 10 10 11 10 10 9 11 10 11 11 10 289 Pertemuan 3 10 9 10 10 11 9 9 11 11 9 10 10 9 10 12 8 8 10 11 10 11 11 10 10 9 11 10 9 278 Pertemuan 4 9 10 10 9 9 10 9 9 10 9 9 9 9 8 8 10 9 9 7 7 10 8 10 9 9 9 9 10 253 10 9,9 9 Tabulasi data diatas, menunjukkan total keaktifan masing-masing siswa pada setiap pertemuan, baik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Berdasarkan tabulasi diatas, kemudian dilakukan analisis keaktifan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Analisis dilakukan secara manual, kemudian ditarik kesimpulan. B. Analisis 1. Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Dokumentasi Dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti berupa foto dan video pembelajaran matematika baik untuk kelas kontrol ataupun untuk kelas eksperimen. Adapun yang akan dianalisis yaitu keterlaksanaan pembelajaran matematika di kelas eksperimen, karena pada kelas eksperimen inilah yang diberikan perlakuan khusus dengan pendekatan PMRI. Berdasarkan dari video yang telah dilihat ulang oleh peneliti, keterlaksanaan pembelajaran PMRI sangat terlihat ketika pertemuan satu dan pertemuan dua. Pada pertemuan satu, dalam bagian awal pembelajaran sudah terlihat karakteristik PMRI yaitu interaktivitas ketika siswa bermain mencari pasangan dengan potongan kartu pecahan. Selain interaktivitas, penggunaan konteks juga terlihat ketika siswa menggunakan tahu dan roti tawar sebagai media pembelajaran untuk menyelesaikan masalah matematika yang dihadapi siswa. Pada kegiatan akhir pertemuan satu ini juga terlihat adanya interaktivitas antara guru dan siswa yang terlihat ketika guru dan siswa bertanya jawab mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Pada pertemuan kedua, juga sangat terlihat keterlaksanaan pembelajaran PMRI. Pertemuan kedua ini merupakan pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Pada awal pembelajaran sangat terlihat penggunaan konteks ketika guru meminta siswa untuk menyanyikan lagu “Ambilkan Bulan Bu”, kemudian guru menunjukkan kue terang bulan untuk menyelesaikan soal cerita yang dibacakan oleh guru. Kegiatan inti pada pertemuan kedua ini juga tampak keterlaksanan pembelajaran PMRI ketika siswa dapat menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan media yang tersedia, selain itu siswa juga dapat memunculkan penyelesaian-penyelesaian masalah matematika tersebut dengan berbagai cara (menunjukkan karakteristik pemanfaatan model oleh siswa). Sedangkan pada pertemuan ketiga di kelas eksperimen, tidak terlalu tampak keterlaksanaan pembelajaran PMRInya atau dengan kata lain kurang terlaksana. Hal tersebut dikarenakan kurangnya komunikasi antara peneliti dengan guru mitra yang bersangkutan. Pada pertemuan ketiga ini dikegiatan awal hanya bermain kuis cepat tepat yang merupakan tanya jawab dengan pertanyaan matematika. Sangat sedikit karakteristik PMRI yang muncul atau yang terlaksana pada pertemuan ketiga ini. Karakteristik yang muncul pada pertemuan ketiga yaitu penggunaan konteks, penggunaan model, interaktivitas, dan pemanfaatan konstruksi siwa. Sedangkan pada pertemuan keempat, keterlaksanaan PMRInya tampak terlihat cukup banyak, misalnya pada kegiatan papan harga, muncul karakteristik interaktivitas siswa. Secara keseluruhan, keterlaksanaan pembelajaran PMRI di kelas eksperimen sudah terlaksana. Sedangkan untuk menguatkan argumen peneliti tentang keterlaksanaan pembelajaran PMRI, selain dianalisis berdasar dokumentasi, peneliti juga menganalisis lembar observasi keterlaksanaan PMRI yang telah diisi oleh observer ketika penelitian berlangsung.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 2. Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Berdasarkan Lembar Observasi Analisis data yang dilakukan untuk lembar observasi keterlaksanaan dilakukan secara manual, tabel keputusan keterlaksanaan telah tercantum pada bab 3. Tabel dalam bab 4 ini merupakan ringkasan dari tabulasi data yang telah dilakukan sebelumnya. Berikut disajikan tabel hasil analisis keterlaksanaan berserta keterangannya. Tabel 4.10 Hasil Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Pertemuan ke Total Skor Keterangan 1 2 3 4 Total Rata-rata 41 38 23 38 140 35 Sangat Terlaksana Sangat Terlaksana Kurang Terlaksana Sangat Terlaksana Terlaksana Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan kelas eksperimen yang diberikan perlakuan khusus dengan menggunakan pendekatan PMRI telah menunjukkan keterlaksanaan PMRI. Adapun hasil pada setiap pertemuannya, pada pertemuan pertama total skor keterlaksanaan PMRI sejumlah 41, berarti bahwa keterlaksanaan PMRI sangat terlaksana, begitu juga dengan pertemuan kedua dan keempat. Adapun pada pertemuan ketiga, keterlaksanaan PMRI kurang terlaksana. Hal tersebut terjadi karena, peneliti tidak melakukan pengarahan ulang sebelum pembelajaran dimulai, sehingga guru mitra sedikit kebingungan dalam melakukan pembelajaran matematika pada pertemuan tersebut.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 3. Analisis Hasil Belajar Siswa a. Uji Normalitas Uji normalitas ini digunakan untuk menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan dalam tahap selanjutnya. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program SPSS 20 for Windows. Data dikatakan terdistribusi normal apabila harga signifikansinya > 0,05, sedangkan data dikatakan memiliki distribusi tidak normal apabila nilai signifikansinya < 0,05. Tabel output SPSS uji normalitas ini tercantum di lampiran 27 Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas No 1 Aspek Pretest eksperimen Nilai Signifikansi 0,963 2 Posttest eksperimen 0,142 3 Pretest kontrol 0,941 4 Posttest kontrol 0,537 Keterangan Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Hasil analisis statistik diatas, dapat disimpulkan bahwa data dari pretest dan posttest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu data dikatakan normal apabila harga sig.(2-tailed) > 0,05. Selanjutkan setelah uji normalitas dan data berdistribusi normal, maka uji selanjutnya menggunakan uji statistik paramatreik dengan menggunakan independen t-test atau uji T. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk melihat apakah data hasil pretest dan posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki varian yang sama atau

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Uji homogenitas ini menggunakan analisis statistik uji Levene test atau uji F. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut. Hnull : varian kedua kelas sama Hi : varian kedua kelas tidak sama atau berbeda Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yakni jika harga sinifikansi > 0,05 maka Hnull diterima dan H1 ditolak. Dapat dikatakan bahwa varian data pretest dan posttest dari kelas kontrol dan kelas eksperimen sama. Jika harga signifikansi < 0,05 maka Hnull ditolak dan H1 diterima, dengan kata lain varian data pretest dan posttest berbeda atau tidak homogen. Hasil output SPSS tercantum di lampiran 28 Tabel 4.12 Hasil Uji Homogenitas No 1 2 Data Pretest kelas kontrol dan eksperimen Posttest kelas kontrol dan eksperimen Levene’s Test Keterangan Varian data sama Varian data sama 0.397 0,268 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa hasil Levene’s test menunjukkan signifikansi lebih dari 0,05, yaitu 0,397 > 0,05 untuk pretest kedua kelas, sehingga Hnull diterima atau dengan kata lain varian data pretest kedua kelas sama. Dengan demikian, varian data pretest kedua kelas memenuhi persyaratan untuk dilakukan uji statistik berikutnya. Sedangkan untuk posttest kedua kelas juga memiliki varian yang sama. Hal itu terlihat dari tabel diatas, bahwa 0,268 > 0,05, sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Hnull diterima berarti posttest untuk kedua kelas tersebut, memiliki varian data yang sama.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 c. Uji Hipotesis Penelitian 1. Perbandingan rata-rata pretest Uji perbandingan rata-rata pretest baik untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau sebagai titik pijak antara kelas kontrol dan kelas eksperimen terdapat perbedaan atau tidak. Analisis yang digunakan untuk menguji perbandingan rata-rata pretest kedua kelas ini menggunakan statistik parametrik Independent samples t-test karena distribusi data normal. Analisis data yang dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% dengan hipotesis statistik sebagai berikut : Hnull : tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas kontrol dengan pretest kelas eksperimen. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas kontrol dengan pretest kelas eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut : a. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas kontrol dengan rata-rata pretest kelas eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. b. Jika harga sig.(2-tailed) < maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas kontrol dengan rata-rata pretest kelas eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelas tidak memiliki kemampuan awal yang sama.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Tabel 4.13 Perbandingan Rata-rata Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Hasil Pretest Kelas kontrol dan kelas eksperimen Signifikansi 0,435 Keterangan Tidak berbeda Keterangan: hasil Output SPSS terlampir pada lampiran 29 Tabel perbandingan rata-rata pretest antara kelas kontrol dan kels eksperimen menunjukkan bahwa harga sig.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,435 sehingga dapat diketahui bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak. Dengan kata lain, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest kelas kontrol dengan rata-rata pretest kelas eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. Kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama sehingga dapat dilakukan analisis data selanjutnya. 2. Uji perbandingan pretest ke posttest Langkah selanjutnya yaitu uji perbandingan rata-rata pretest ke posttest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji perbandingan rata-rata ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah terdapat kenaikan rata-rata yang signifikan antara pretest ke posttest baik kelas kontrol ataupun kelas eksperimen. Uji perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Apabila distribusi data normal maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelas tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Hnull : tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan Hi posttest : ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest. Dengan kata lain, ada kenaikan rata-rata yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. b. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pretest dan posttest. Dengan kata lain, tidak ada kenaikan rata-rata yang signifikan antara rata-rata pretest ke posttest. Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat dalam tabel berikut (Hasil output SPSS terlampir pada lampiran 30): Tabel 4.14 Hasil perbandingan rata-rata pretest ke posttest No 1 2 Kelas Kontrol Eksperimen Sig. (2-tailed) 0,002 0,000 Keterangan Berbeda Berbeda Tabel diatas menunjukkan bahwa harga signifikansi untuk kedua kelas < 0,05. Berarti Hnuul ditolak dan Hi diterima. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa berdasar dari hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan, baik pada kelas eksperimen ataupun kelas kontrol.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 3. Uji pengaruh perlakuan (perbandingan posttest) Analisis uji hipotesis yang terakhir dilakukan adalah uji pengaruh perlakuan yaitu dengan membandingkan skor posttest kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Uji perbandingan skor posttest ini menggunakan Independent t-test dengan tingkaat kepercayaan 95%. Analisis yang dilakukan dalam uji perbandingan skor posttest ini terdapat dua jenis, yaitu analisis sig. (2-tailed) dan analisis sig. (1-tailed). Hasil output SPSS terlampir pada lampiran 31 a. Analisis sig. (2-tailed) Hipotesis statistik yang digunakan : Hnull : tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen Hi : terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelas kontrol dengan kelas eksperimen Kriteria yang digunakan yaitu 1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa, penggunaan pendekatan PMRI memiliki pengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa, sehingga pendekatan PMRI efektif untuk pembelajaran matematika.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Berarti tidak ada perbedaan skor posttest yang signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan PMRI tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa atau dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan PMRI dalam mata pelajaran matematika tidak efektif. Tabel 4.15 Perbandingan skor posttest kelas kontrol dan eksperimen Hasil Posttest Kelas kontrol dan kelas eksperimen Signifikansi 0,000 Keterangan Berbeda Keterangan: pada lampiran 31 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan skor posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini berarti penggunaan pendekatan PMRI dalam mata pelajaran matematika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. b. Analisis sig. (1-tailed) Hipotesis statistik yang digunakan adalah: Hnull : rata-rata posttest kelas eksperimen kurang dari sama dengan rata-rata posttest kelas kontrol. Hi : rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari rata-rata posttest kelas kontrol. t-test > ttabel, maka µ E > µ K sehingga H0 ditolak dan H1 diterima t-test < ttabel, maka µ E < µ K sehingga H0 diterima dan H1 ditolak

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Keterangan : µ E adalah rata-rata skor posttest kelas eksperimen µ K adalah rata-rata skor posttest kelas kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika t-test > ttabel, maka µ E > µ K, sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari (>) rata-rata posttest kelas kontrol. Dengan kata lain, terdapat perbedaan rata-rata antara skor posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Jika t-test < ttabel, maka µ E < µ K, sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya rata-rata posttest kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan (≤) rata-rata posttest kelas kontrol. Dengan kata lain, tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tabel 4.16 Perbandingan Rata-rata t-test Hasil Posttest Kelas kontrol dan kelas eksperimen df t-test t-tabel 54 3,738 1,67 Keputusan t-test > ttabel µE > µK Dilihat dari tabel diatas, diperoleh keputusan bahwa t-test > ttabel dan µ E > µ K sehingga dapat disimpulkan bahwa Hnull ditolak dan Hi diterima. Berarti bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih dari rata-rata kelas kontrol. Sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan rata-rata antara skor posttest kedua kelas tersebut. Perbedaan rata-rata skor posttest nya yaitu rata-rata skor posttest kelas kontrol lebih rendah dan rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi. Analisis dengan menggunakan sig.(1-tailed) ini digunakan untuk melihat keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI efektif. d. Analisis data berdasarkan nilai KKM Analisis data berdasarkan nilai KKM ini dilakukan untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun standar KKM yang dikatakan lulus berasal dari standar KKM yang ditentukan oleh SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul. Nilai yang dianalisis merupakan nilai posttest baik untuk kelas kontrol ataupun untuk kelas eksperimen. Adapun kriteria yang ditentukan adalah sebagai berikut : 1. Jika nilai evaluasi > 63 maka siswa dikatakan tuntas KKM 2. Jika nilai evaluasi < 63 maka siswa dinyatakan tidak tuntas KKM. Tabel 4.17. Ketuntasan KKM kelas kontrol dan Kelas Eksperimen Posttest Kelas Kontrol Posttest Kelas Eksperimen No Responden Nilai Keputusan No Responden Nilai Keputusan 1 42.8 Tidak tuntas KKM 1 92.8 Tuntas KKM 2 42.8 Tidak tuntas KKM 2 71.4 Tuntas KKM 3 42.8 Tidak tuntas KKM 3 50 Tidak tuntas KKM 4 42.8 Tidak tuntas KKM 4 100 Tuntas KKM 5 50 Tidak tuntas KKM 5 100 Tuntas KKM 6 60.7 Tidak tuntas KKM 6 100 Tuntas KKM 7 60.7 Tidak tuntas KKM 7 64.2 Tuntas KKM 8 75 Tuntas KKM 8 96.4 Tuntas KKM 9 67.8 Tuntas KKM 9 67.8 Tuntas KKM 10 60.7 Tidak tuntas KKM 10 89.2 Tuntas KKM 11 89.2 Tuntas KKM 11 53.5 Tidak tuntas KKM 12 67.8 Tuntas KKM 12 89.2 Tuntas KKM 13 92.8 Tuntas KKM 13 92.8 Tuntas KKM

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 60.7 Tidak tuntas KKM 14 89.2 Tuntas KKM 15 60.7 Tidak tuntas KKM 15 78.5 Tuntas KKM 16 50 Tidak tuntas KKM 16 92.8 Tuntas KKM 17 78.8 Tuntas KKM 17 64.2 Tuntas KKM 18 78.8 Tuntas KKM 18 92.8 Tuntas KKM 19 78.8 Tuntas KKM 19 100 Tuntas KKM 20 75 Tuntas KKM 20 71.4 Tuntas KKM 21 82.1 Tuntas KKM 21 89.2 Tuntas KKM 22 75 Tuntas KKM 22 85.7 Tuntas KKM 23 53.5 Tidak tuntas KKM 23 82.1 Tuntas KKM 24 53.5 Tidak tutas KKM 24 96.4 Tuntas KKM 25 57 Tidak tuntas KKM 25 89.2 Tuntas KKM 26 100 Tuntas KKM 26 67.8 Tuntas KKM 27 92.8 Tuntas KKM 27 100 Tuntas KKM 28 100 Tuntas KKM 28 78.5 Tuntas KKM 87 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa di kelas kontrol siswa yang lulus KKM sebanyak 14 siswa, sedangkan 14 yang lainnya tidak lulus KKM. Adapun di kelas eksperimen, siswa yang lulus KKM sebanyak 26 siswa dan yang tidak lulus KKM sebanyak 2 siswa. Berdasarkan tingkat kelulusan dari tabel diatas, dapat dikatakan siswa yang lulus KKM kelas eksperimen lebih banyak dibandingkan kelas kontrol, berarti bahwa penggunaan pendekatan PMRI efektif untuk pembelajaran matematika. Apabila dipersentasekan jumlah siswa yang lulus KKM di kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu = 50% = 92.85% Agar pembaca lebih mudah melihat perbandingan nilai ketuntasan KKM, berikut peneliti sajikan diagram lingkaran untuk melihat persentase ketuntasan KKM.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan KKM Kelas Kontrol 50% Kelas Eksperimen 92,85% Dilihat dari persentase diatas juga menunjukkan bahwa tingkat kelulusan KKM siswa yang diberikan treatment atau perlakuan khusus dengan pendekatan PMRI memiliki presentase kelulusan yang lebih tinggi dari siswa yang tidak diberikan treatment (perlakuan khusus) PMRI dalam pembelajaran matematika. Dengan kata lain persentase kelulusan KKM kelas eksperimen lebih tinggi dibanding dengan persentase kelulusan KKM kelas kontrol. Berdasarkan analisis tersebut dapat dikatakan PMRI efektif dalam pembelajaran matematika. 4. Analisis Keaktifan Siswa a. Kuesioner keaktifan siswa Analisis kuesioner keaktifan siswa dilihat dari total skor yang didapat dari tabel perhitungan skor pada sub bab sebelumnya. Total skor yang didapat kemudian dimasukkan kedalam tabel kualifikasi keaktifan yang telah ditentukan oleh peneliti pada bab sebelumnya (bab 3) tabel 3.11. Berikut merupakan tabel penentuan keaktifan baik untuk kelas kontrol ataupun eksperimen.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tabel 4.18. Penentuan keaktifan siswa kelas kontrol No Responden Total Skor Keputusan 1 69 Sangat Aktif 2 63 Aktif 3 59 Aktif 4 48 Cukup Aktif 5 58 Aktif 6 56 Aktif 7 63 Aktif 8 65 Sangat Aktif 9 70 Sangat Aktif 10 63 Aktif 11 65 Sangat Aktif 12 66 Sangat Aktif 13 58 Aktif 14 64 Aktif 15 62 Aktif 16 69 Sangat Aktif 17 70 Sangat Aktif 18 59 Aktif 19 64 Aktif 20 55 Aktif 21 60 Aktif 22 57 Aktif 23 57 Aktif 24 61 Aktif 25 59 Aktif 26 63 Aktif 27 65 Sangat Aktif 28 69 Sangat Aktif Total 1737 Rata-rata 62 Aktif Siswa di kelas kontrol ini yang tergolong cukup aktif terdapat 1 orang, siswa yang aktif terdapat 18 orang, siswa yang sangat aktif terdapat 9 orang. Berikut merupakan persentase dari masing-masing kriteria yang ada.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Persentase siswa yang tergolong cukup aktif = Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 3.57 % x 100% = 64.29 % Persentase siswa yang tergolong sangat aktif = x 100% = 32.14 % Gambar 4.2 Diagram Keaktifan Siswa Kelas Kontrol 3,57% 32,14% Sangat aktif Aktif 64,29% Cukup Aktif Sedangkan berikut akan dipaparkan analisis data bagi kelas eksperimen Tabel 4.19. Penentuan keaktifan siswa kelas eksperimen No Responden Total Keputusan 1 63 Aktif 2 64 Aktif 3 75 Sangat Aktif 4 64 Aktif 5 69 Sangat Aktif 6 74 Sangat Aktif 7 60 Aktif 8 74 Sangat Aktif 9 63 Aktif 10 79 Sangat Aktif 11 70 Sangat Aktif 12 69 Sangat Aktif 13 61 Aktif 14 65 Sangat Aktif 15 64 Aktif 90

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 68 Sangat Aktif 17 67 Sangat Aktif 18 65 Sangat Aktif 19 57 Aktif 20 69 Sangat Aktif 21 65 Sangat Aktif 22 64 Aktif 23 74 Sangat Aktif 24 65 Sangat Aktif 25 61 Aktif 26 77 Sangat Aktif 27 64 Aktif 28 61 Aktif Total 1871 Rata-rata 66.8 91 Sangat Aktif Berdasarkan dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa semua siswa dibagi menjadi dua kriteria, yaitu aktif dan sangat aktif. Siswa dengan kriteria aktif sebanyak 12 siswa, sedangkan siswa yang tergolong sangat aktif sebanyak 16 siswa. Berikut persentase dari masing-masing kriteria. Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 42.86 % Persentase siswa yang tergolong sangat aktif = x 100% = 57.14 % Gambar 4.3 Diagram Keaktifan Kelas Eksperimen Sangat Aktif 42,86% 57,14% Aktif

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Berdasarkan dari persentase keaktifan kedua kelas dalam penelitian ini, terlihat bahwa persentase siswa yang tergolong sangat aktif di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan persentase siswa yang tergolong sangat aktif di kelas kontrol. Apabila dilihat berdasarkan kriteria keaktifan seluruh kelas, maka kelas kontrol masuk kedalam kriteria kelas cukup aktif, karena SA+A+CA > 65%, sedangkan kelas eksperimen masuk kedalam kriteria kelas aktif, karena SA+A > 75%. Dilihat dari persentase dan rata-rata keaktifan kelas di kedua kelas ini, terlihat bahwa kelas eksperimen memiliki tingkat keaktifan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan pendekatan PMRI dalam mata pelajaran matematika memiliki pengaruh terhadap keaktifan siswa di kelas. dengan kata lain, PMRI efektif dalam pembelajaran matematika ditinjau dari keaktifan kelas. b. Observasi keaktifan siswa Analisis data observasi keaktifan siswa ini berpedoman pada rentang skor yang telah dibuat dan tercantum dalam bab 3. Berikut merupakan kriteria rentang skor observasi keaktifan siswa. Tabel 4.20 Rentang Skor Observasi Keaktifan Rentang Skor Kualifikasi 11 – 12 Sangat aktif 9 – 10 Aktif 7–8 Cukup aktif 5–6 Kurang aktif 3–4 Sangat tidak aktif Berdasarkan rentang skor diatas, kemudian peneliti menganalisis keaktifan siswa tiap pertemuan dengan mempersentasekannya. Data observasi kelas kontrol

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Tabel 4.21 Rerata Skor Observasi Keaktifan Siswa Kelas Kontrol No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Total Ratarata Pertemuan 1 8 10 7 8 7 9 8 8 6 7 9 9 11 8 9 7 6 8 7 8 9 9 6 9 7 7 9 9 225 Pertemuan 2 7 8 8 6 9 6 8 7 9 7 8 8 7 7 6 7 9 7 6 10 8 8 7 8 9 9 9 8 216 Pertemuan 3 8 8 9 9 8 9 9 9 6 7 7 7 9 5 8 8 9 9 7 7 10 8 7 7 7 8 8 7 220 8 7,7 7,9 Rata-rata Keputusan 7.6 8.6 8 7.6 8 8 8.3 8 7 7 8 8 9 6.6 7.6 7.3 8 8 6.6 8.3 9 8.3 6.6 8 7.6 8 8.6 8 Cukup aktif Aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Cukup aktif Aktif Cukup aktif Pertemuan pertama pada kelas kontrol siswa kurang aktif sebanyak 2 siswa, siswa yang cukup aktif sebanyak 15 siswa, 10 siswa tergolong aktif.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Siswa yang tergolong sangat aktif sebanyak 1 siswa. Berdasarkan dari kriteria tersebut, diperoleh persentase keaktifan pada pertemuan 1 sebagai berikut: Persentase siswa yang tergolong kurang aktif = x 100% = 7.14 % Persentase siswa yang tergolong cukup aktif = x 100% = 53.57 % Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 35.72 % Persentase siswa yang tergolong sangat aktif = x 100% = 3.57 % Berikut diagram keaktifan kelas kontrol pertemuan pertama: Gambar 4.4 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Pertemuan Pertama Kelas Kontrol 7,14% 3,57% Sangat Aktif Aktif 35,72% Cukup Aktif 53,57% Kurang Aktif Analisis pada pertemuan kedua dikelas kontrol. Siswa yang masuk ke dalam kategori kurang aktif sebanyak 4 siswa, 17 siswa masuk kedalam kategori cukup aktif, sedangkan 7 siswa masuk kedalam kategori aktif. Berikut persentase keaktifan siswa pada pertemuan kedua: Persentase siswa yang tergolong kurang aktif = Persentase siswa yang tergolong cukup aktif = Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 14.28 % x 100% = 60.72 % x 100% = 25 %

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Gambar 4.5 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Pertemuan Dua Kelas Kontrol 14,28% 25,00% Aktif Cukup Aktif 60,72% Kurang Aktif Analisis pada pertemuan ketiga pada kelas kontrol diuraikan sebagai berikut. Siswa yang tergolong masuk kriteria kurang aktif berjumlah 2 orang. Siswa sebanyak 17 orang masuk ke dalam kriteria cukup aktif. Sedangkan ada 9 orang siswa yang masuk ke dalam kriteria aktif. Berikut ini disajikan persentase keaktifan pada pertemuan 3. Persentase siswa yang tergolong kurang aktif = x 100% = 7.14 % Persentase siswa yang tergolong cukup aktif = x 100% = 60.72 % Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 32.14 % Gambar 4.6 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan Tiga Kelas Kontrol 7,14% Aktif 32,14% Cukup Aktif 60,72% Kurang Aktif Analisis keaktifan siswa berdasarkan lembar observasi juga dilakukan untuk kelas eksperimen. Observasi juga dilakukan sesuai dengan jumlah pertemuan yang dilaksanakan pada kelas eksperimen. Berikut merupakan data yang akan dianalisis pada kelas eksperimen.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.22 Rerata Skor Observasi Keaktifan Kelas Eksperimen No Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Rerata Keputusan siswa 1 2 3 4 9.75 Aktif 10 10 10 9 1 10 Aktif 11 10 9 10 2 10.5 Aktif 11 11 10 10 3 9,75 Aktif 9 11 10 9 4 9.75 Aktif 10 9 11 9 5 10 Aktif 11 10 9 10 6 10 Aktif 11 11 9 9 7 10 Aktif 9 11 11 9 8 10.25 Aktif 9 11 11 10 9 9.5 Aktif 9 11 9 9 10 10 Aktif 10 11 10 9 11 9.75 Aktif 10 10 10 9 12 9.5 Aktif 11 9 9 9 13 9.5 Aktif 10 10 10 8 14 10.25 Aktif 10 11 12 8 15 9.5 Aktif 10 10 8 10 16 9.25 Aktif 10 10 8 9 17 9.75 Aktif 10 10 10 9 18 9.25 Aktif 9 10 11 7 19 9.25 Aktif 9 11 10 7 20 10 Aktif 9 10 11 10 21 9.5 Aktif 9 10 11 8 22 10 Aktif 11 9 10 10 23 10.25 Aktif 11 11 10 9 24 10 Aktif 12 10 9 9 25 10.25 Aktif 10 11 11 9 26 9.75 Aktif 9 11 10 9 27 9.75 Aktif 10 10 9 10 28 Total 280 289 278 253 Ratarata 10 10 9,9 9 96

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Pertemuan pertama pada kelas eksperimen ini terdapat 20 siswa yang masuk kedalam kategori aktif, sedangkan 8 siswa masuk kedalam kategori sangat aktif. Berikut merupakan persentase dari pertemuan 1. Persentase siswa yang tergolong sangat aktif = Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 28.57 % x 100% = 71.43 % Gambar 4.7 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Pertemuan 1 Kelas Eksperimen 28,57% 71,43% Sangat Aktif Aktif Pada pertemuan kedua, terdapat 12 orang siswa yang tergolong dalam kategori sangat aktif. Sedangkan 16 siswa tergolong dalam kategori aktif. Persentase observasi keaktifan siswa pada pertemuan kedua adalah sebagai berikut. Persentase siswa yang tergolong sangat aktif = Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 42.86 % x 100% = 57.14 %

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Gambar 4.8 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Pertemuan 2 Kelas Eksperimen Sangat Aktif 42,86% 57,14% Aktif Pertemuan ketiga pada kelas eksperimen observasi keaktifan siswa mendapatkan data sebagai berikut: 7 siswa masuk kedalam kategori sangat aktif, 19 siswa masuk kedalam kategori aktif, sedangkan 2 siswa masuk kedalam kategori cukup aktif. Berikut merupakan presentase observasi keaktifan pada pertemuan ketiga. Persentase siswa yang tergolong sangat aktif = Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 25 % x 100% = 67.86 % Persentase siswa yang tergolong cukup aktif = x 100% = 7.14 % Gambar 4.9 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 3 Kelas Ekperimen 7,14% 25% 67,86% Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Adapun pada pertemuan keempat pada kelas eksperimen ini, data observasi keaktifan siswa adalah sebagai berikut: 23 siswa masuk ke dalam kriteria aktif. Sedangkan 5 siswa masuk ke dalam kriteria cukup aktif. Persentase observasi keaktifan siswa adalah sebagai berikut: Persentase siswa yang tergolong aktif = x 100% = 82.14 % Persentase siswa yang tergolong cukup aktif = x 100% = 17.86 % Gambar 4.10 Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pertemuan 4 Kelas Eksperimen 17,86% Aktif 82,14% Cukup Aktif Berdasarkan dari hasil persentase observasi keaktifan kelas di atas, terlihat bahwa siswa yang tergolong dalam kriteria sangat aktif lebih banyak jumlah siswa dalam kelas eksperimen dibandingkan dalam kelas kontrol. Apabila dilihat persentase keseluruhan kelas, kelas kontrol masuk ke dalam kriteria kelas cukup aktif, SA+A+CA > 65% sedangkan kelas eksperimen masuk ke dalam kriteria kelas aktif karena SA+A > 75%, hal ini berarti menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 C. Pembahasan 1. Pembahasan Keterlaksanaan Pembelajaran PMRI Karakteristik-karakteristik yang terdapat dalam pendekatan PMRI memiliki peranan yang penting untuk mengembangkan pembelajaran matematika pada umumnya. Terdapat lima karakteristik PMRI yaitu: penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan konstruksi siswa, interaktivitas, dan pemanfaatan keterkaitan. Kelima karakteristik tersebut perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika agar pembelajaran yang disampaikan menjadi efektif, sehingga siwa mampu lebih memahami matematika secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan PMRI efektif jika ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran PMRI yang diterapkan di kelas eksperimen. Keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan bantuan lembar observasi keterlaksanaan dan dokumentasi. Berdasarkan pada analisis yang telah dilakukan pada lembar observasi keterlaksanaan, terlihat bahwa keterlaksanaan pembelajaran PMRI di kelas eksperimen masuk kedalam kriteria terlaksana. Artinya proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen ini telah menggunakan pendekatan PMRI dengan baik. Walaupun hasil analisis lembar observasi keterlaksanaan PMRI ini menunjukkan bahwa pada pertemuan ketiga pelaksanaan pembelajaran PMRI kurang terlaksana, karena peneliti tidak memberikan pengarahan ulang sebelum pembelajaran (kurang komunikasi). Sedangkan pada analisis keterlaksanaan berdasarkan dokumentasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen sudah masuk kedalam kategori terlaksana. Hal tersebut terlihat dengan adanya

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 karekateristik-karakteristik PMRI yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Maka dari itu, berdasarkan dari dua analisis keterlaksanaan tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif apabila dilihat dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Karakteristik-karakteristik PMRI muncul dalam proses pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan pecahan. 2. Pembahasan Keefektifan Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa a. Hasil Belajar Berdasarkan dari analisis data yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pendekatan PMRI efektif apabila ditinjau dari hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan statistik rata-rata posttest kontrol dan posttest eksperimen. Hasil perhitungan statistik posttest-posttest, harga sig. (2-tailed) sebesar 0.000 atau < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan pada uji analisis posttest dengan analisis sig. (1-tailed) menunjukkan bahwa t-test > ttabel dengan nilai t-test 3.738, sedangkan ttabel 1.67 yang artinya bahwa nilai rata-rata skor kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata skor kelas kontrol. Analisis tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif jika ditinjau dari hasil belajar siswa. Selain perhitungan rata-rata skor posttest, keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI yang ditinjau dari hasil belajar siswa juga dianalisis dengan menggunakan analisis nilai KKM.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Berdasarkan analisis nilai KKM menunjukkan bahwa persentase siswa tuntas KKM kelas kontrol sebanyak 50%, sedangkan persentase siswa tuntas KKM kelas eksperimen sebanyak 92.85%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa presentase tuntas KKM kelas eksperimen lebih besar dibandingkan persentase tuntas KKM kelas kontrol, Hasil perbandingan kriteria persentase tuntas KKM tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif apabila ditinjau dari hasil belajar siswa. b. Keaktifan Siswa Hasil penelitian ini menunjukkan keaktifan siswa yang dianalisis dari lembar kuesioner dan lembar observasi terlihat bahwa pendekatan PMRI efektif jika dilihat dari keaktifan siswa. Analisis kuesioner menunjukkan bahwa persentase siswa kelas eksperimen yang tergolong sangat aktif lebih banyak dibandingkan persentase siswa pada kelas kontrol. Berdasarkan pada rata-rata keaktifan siswa seluruh kelas juga terlihat bahwa rata-rata keaktifan siswa kelas eksperimen tergolong dalam kategori sangat aktif, sedangkan rata-rata keaktifan kelas kontrol tergolong aktif. Perbedaaan rata-rata yang didapat dari analisis kuesioner tersebut menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih aktif dibandingkan kelas kontrol, yang artinya adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif jika ditinjau dari keaktifan siswa. Sedangkan dari analisis lembar observasi keaktifan menunjukkan bahwa kelas kontrol memiliki lebih sedikit jumlah persentase kriteria siswa yang aktif dibandingkan dengan kelas eksperimen. Kriteria siswa yang sangat aktif di kelas eksperimen lebih banyak persen kriterianya dibandingkan dengan kelas kontrol.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Berdasarkan dari analisis tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif jika ditinjau dari keaktifan siswa. D. Keterbatasan Penelitian Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain: 1. Komunikasi yang kurang maksimal dengan guru mitra, sehingga terdapat beberapa bagian yang kurang dalam proses pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI ini. 2. Waktu terbatas, sehingga dalam penyampaian materi dengan pendekatan PMRI kurang maksimal, sehingga hasil yang dicapai dirasa kurang maksimal. 3. Observasi dalam penelitian ini kurang maksimal, dikarenakan peneliti bersama seorang observer merasa kebingungan dalam mengamati keaktifan siswa satu persatu, selain sebagai observer, peneliti juga melakukan dokumentasi, oleh karena itu peneliti merasa kebingungan dalam melakukan observasi.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas IV di SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul pada mata pelajaran matematika tentang materi penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI dapat disimpulkan bahwa: 1) Proses pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan kelas IV dengan pendekatan PMRI di SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul sudah terlaksana dengan baik, karakteristik-karakteristik PMRI yang sudah muncul selama proses pembelajaran matematika berlangsung. Berdasarkan hasil dokumentasi dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI, keterlaksanaannya tergolong baik. 2) Pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul efektif bila ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa. Setelah proses pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI terlaksana dengan baik di kelas eksperimen, rata-rata skor posttest hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan rata-rata skor posttest kelas kontrol yaitu 3.758 > 1.674, selain itu keaktifan siswa kelas eksperimen juga tergolong lebih baik dibandingkan dengan dengan keaktifan siswa di kelas kontrol, karena siswa di kelas kontrol tergolong cukup aktif dan siswa di kelas eksperimen 100% aktif. Disimpulkan pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI efektif bila ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan siswa. 104

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 B. Saran Adapun beberapa saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Selanjutnya: a. Memaksimalkan komunikasi dengan guru mitra yang bersangkutan, sehingga tidak terjadi salah pengertian selama penelitian berlangsung. b. Memperhatikan alokasi waktu atau penyesuaian waktu dengan pihak sekolah, sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. 2. Bagi Guru: a. Menggunakan benda-benda konkret sebagai model matematika yang akan membantu pemahaman siswa terhadap materi matematika yang sedang diajarkan.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Budi, K. 2001. Berbagai Strategi untuk Melibatkan Siswa secara Aktif dalam Proses Pembelajaran Siswa di SMU, Efektivitasnya dan Sikap Mereka Pada Strategi tersebut. USD: Widya Dharma. Edisi April 2001. Danoebroto, SW. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pendekatan PMRI dan Pelatihan Kognitif. Jurnal Pendidikan dan Evaluasi Pendidikan, Nomor 1, Tahum XI, 2008. Daryanto., Mulyo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Daryanto., Tarsial. 2012. Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Dimyati., Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Gita, N. 2007. Implementasi Pendekatan Konstektual untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Vol.1 No.1 Halaman 26-34. Heruman. 2007. Pendekatan Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: Rosdakarya. Margono,S. 2010. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Margono. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan: komponen MKDK. Jakarta: Rineka Cipta. Marsigit. 2009. Matematika 1 untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudistira. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Pratiwi, S.I. 2013. Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Priyatno, D. 2012. Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS dan Prediksi Pertanyaan Pendadaran Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Purwanto. 2000. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 106

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Rumianti, N. 2013. Implementasi Perangkat Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas IV SDN Daratan Minggir Sleman. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sharp, J., Adams, B. 2002. Children’s Contructions of Knowledge for Fraction Division after Solving Realistic Problems. The Journal of Educational Research, Vol.95 No.6 pp 333-347. Singh, dkk. Mathematics and Science Achievement: Effects of Motivation, Interest, and Academic Engagement. The Journal of Educational Research, Vol.95, No. 6, 2002. Siregar, E., Nara. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD. Bandung: Alfabeta. Surya, M. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Suryanto, dkk. 2010. Sejarah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Yogyakarta: PPPPTK. Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Tim Reality. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. Surabaya: Reality Publisher. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum KTSP. Jakarta: Prenada Media Group. Uno, B. Hamzah., Nurdin, M. 2012. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Usdiyana,dkk. 2009. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Siswa SMP melalui Pembelajaran Matematika Realistik. Jurnal Pengajaran MIPA, Vol.1 No.13. Widoyoko, EP. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wijaya, A. 2012. Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu. Yamin, M. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press Jakarta.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN [0]

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1: Silabus Eksperimen [1]

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [2]

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [3]

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [4]

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [5]

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [6]

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [7]

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [8]

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [9]

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [10]

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [11]

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Eksperimen 2a. RPP Pertemuan Pertama [12]

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [13]

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [14]

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [15]

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [16]

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [17]

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [18]

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [19]

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [20]

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [21]

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [22]

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [23]

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2b. RPP Pertemuan Kedua [24]

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [25]

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [26]

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [27]

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [28]

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [29]

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [30]

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [31]

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [32]

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [33]

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [34]

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [35]

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [36]

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2c. RPP Pertemuan Ketiga [37]

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [38]

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [39]

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [40]

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [41]

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [42]

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [43]

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [44]

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [45]

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [46]

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [47]

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [48]

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2d. RPP Pertemuan Keempat [49]

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [50]

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [51]

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [52]

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [53]

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [54]

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [55]

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [56]

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [57]

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [58]

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [59]

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [60]

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [61]

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol [62]

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [63]

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [64]

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [65]

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [66]

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [67]

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [68]

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [69]

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [70]

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: Bahan Ajar Materi Penjumlahan Pecahan MATERI AJAR PENJUMLAHAN PECAHAN BERPENYEBUT SAMA DAN BERPENYEBUT BEDA I. Standard Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II. Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan Pertemuan Pertama A. Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Salah satu operasi dalam bilangan pecahan adalah operasi hitung penjumlahan. Bagaimanakah aturan penjumlahan pecahan? Kita perhatikan contoh soal berikut! a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masingmasing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Tika sekarang? Kerjakan dengan cara mengubah soal menjadi langkah matematika terlebih dahulu, yakni diketahui, ditanya, jawab! Jawaban: Diketahui : ibu mempunyai empat potongan roti tawar sama besar, potongan-potongan roti tersebut diberikan kepada Evan, Migel dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong. Tersisa satu potong roti yang kemudian diberikan kepada Tika. Jawab : + Jadi, roti yang dimiliki Tika seluruhnya ada utuh. [71] bagian dari kue yang

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagisepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Jawab : Diketahui : ibu mempunyai sepotong tahu, kemudian tahu tersebut dipotong menjadi tiga bagian. Setelah dibumbui maka dua bagian tahu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wajan. Masih tersisa satu bagian tahu, kemudian bagian itu juga dimasukkan. Ditanya : berapa bagian tahu yang ada di wajan sekarang? Jawab : Jadi, tahu yang ada di wajan sekarang berjumlah bagian dari tahu yang utuh. Petunjuk untuk Guru Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi jawaban dari keuda soa tersebut di papan tulis, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk member tangapan terhadap jawaban teman! Mintalah seorang siswa ke depan untuk menuliskan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berilah penegasan terhadap pendapat yang diutarakan oleh siswa tersebut mengenai pola penjumlahan berpenyebut sama! Kesimpulan “Dari dua soal tersebut terlihat bahwa dalam penjumlahan pecahan berpenyebut sama adalah penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan. (Pembilang adalah angka yang terdapat pada bagian garis atas sedangkan penyebut adalah angka yang terdapat pada bagian bawah garis)”. [72]

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda Pertemuan kedua Untuk memberikan pemahaman tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda, lakukan kegiatan di bawah ini bersama siswa Petunjuk untuk Guru 1. Bacakan cerita di bawah ini, kemudian mintalah salah satu siswa maju ke depan untuk mengerjakan soal berikut! “Dafa dan Putri masing-masing membeli 1 buah roti terang bulan yang sama besar. Dafa membagi roti terang bulannya menjadi 4 potong sama besar, sedangkan Putri membagi roti terang bulannya menjadi 2 potong sama besar. Dafa memberikan 1 bagian rotinya kepada bu Fika. Berapa jumlah bagian roti terang bulan yang diterima oleh bu Fika?” 2. Tunjuklah salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan cerita tersebut dengan menggunakan roti terang bulan yang disediakan oleh guru. Dalam penjumlahan pecahan berpenyebut beda, terdapat sedikit perbedaan cara dan aturan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Untuk mengetahui bagaimanakah cara menghitung penjumlahan pecahan berpenyebut beda, mari kita perhatikan soal-soal di bawah ini dan kerjakan dengan menggunakan media papan pecahan! a. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan satu potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki [73]

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Vivi sekarang? Petunjuk penggunaan media 1. Ambil 2 potong papan pecahan yang terdapat tiga potong pecahan yang sama besar untuk menunjukkan nilai bagian tempe 2. Ambil 1 potong papan pecahan yang terdapat pada empat potong pecahan yang sama besar untuk menunjukkan nilai bagian tempe 3. Kosongkanlah papan pecahan yang tersisa bagian tersebut, masukanlah 2 potong papan pecahan yang tersisa bernilai tadi. Serta gabungkan juga 1 potong pecahan yang bernilai 4. Ambillah sebuah penggaris panjang untuk mecari pecahan yang senilai dengan gabungan kedua potong pecahan tadi (gabungan antara 2 potong pecahan dengan 1 potong pecahan ) 5. Tarik garis antara gabungan pecahan 2 potong pecahan dengan 1 potong pecahan tadi dengan pecahan di bawahnya sehingga membentuk garis sejajar 6. Itulah hasil penjumlahan antara 2 potong pecahan dengan 1 potong pecahan dan hasilnya adalah 3. Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi dari soal tersebut di papan tulis! Mintalah siswa menerangkan cara menggunakan papan pecahan, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk member tanggapan terhadap jawaban teman! Pertemua ketiga Untuk mengingatkan kembali pemahaman siswa mengenai operasi penjumlahan pecahan berpenyebut beda, maka guru memberikan dua buah soal penjumlahan berpenyebut beda. Siswa mengerjakan soal tersebut menggunakan media papan pecahan. 1. Ibu membeli kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi kg gla pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu? Penjumlahan ini dikerjakan dengan cara mengalikan silang antara pembilang dan penyebutnya. [74]

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Guru menggunakan penyelesaian soal dengan cara mencari pecahan KPKnya. Jadi, hasil penjumlahan dan adalah Pertemuan keempat Pada akhir pembelajaran mengenai materi penjumlahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut beda ini, siswa diminta membuat kesimpulan mengenai kaidah penjumlahan pecahan tersebut. 1. Kaidah penjumlahan berpenyebut sama adalah “penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dikerjakan dengan menjumlahkan pembilangnya saja dan penyebutnya tidak perlu dijumlahkan.” 2. Kaidah penjumlahan berpenyebut beda adalah “penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda dikerjakan dengan menyamakan penyebutnya terlebih dahulu dengan mencari Kelipatan persekutuan terkecil dari kedua penyebut tersebut. Jumlahkan pecahan baru seperti pada penjumlahan pecahan berpenyebut sama”. [75]

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ayo Belajar Pecahan! Hari ini kita akan belajar: Pecahan Penjumlahan Penjumlahan pecahan berpenyebut sama pecahan berpenyebut beda Pendahuluan Sungguh menyenangkanketika kita memiliki sebuah roti terang bulan yang akan dibagikan kepada teman- teman dan kita dapat membaginya dengan ukuran yang Teman- sama. temanmu akan merasa senang karena kamu bisa bersikap adil. Nah, untukitu kamu perlu belajar pecahan. Dengan belajar pecahan, kamu bisa menjumlahkan ½ bagian kue terang bulan yang dimiliki Ani dengan ½ bagian kue terang bulan yang kamu miliki. Belajar pecahan akan membuat kamu mudah. [76] dapat menjumlahkannya dengan

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Apakah pecahan itu? 𝟏 𝟐 Pecahan Pecahan adalah bagian dari seluruh bend seperti sebuah kue, sebuah apel, atau sebuah terang bulan. Jika sebuah terang bulan telah dipotong maka terang bulan itu tidak utuh lagi. Potongannya merupakan bagian atau pecahan dari seluruh terang bulan. Jika sebuah apel dipotongpotong, apel itu tidak utuh lagi. Potongan-potongannya merupakan pecahan dari seluruh apel. [77]

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Ayo Bermain Cobalah aktivitas yang menyenangkan dengan melakukan permainan dalam buku ini sambil belajar tentang pecahan. Lakukan bersama temanmu dalam kelas dan ikutilah petunjuknya dengan cermat! [78]

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Potongan Tahu, Roti Tawar dan Bolu  Tahu, roti tawar dan bolu juga dapat dipotong menjadi beberapa bagian.  Tahu, roti tawar dan bolu yang dipotong menjadi dua bagian yang sama juga merupakan pecahan yang bernilai ½.  Walaupun sama-sama bernilai 1/2 , akan tetapi besar dari ½ tahu berbeda dengan besar dari ½ roti tawar dan besar dari ½ bolu. Ayo bergabunglah dengan kelompok sesuai dengan permainan “Mencari Pasangan” Kerjakan Soal di bawah ini dengan tepat Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang telah disediakan! a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Ani, Budi, dan Cindy. Masingmasing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong b. roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Ani. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Ani sekarang? [79]

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan? Aku Berani! Berikan kesimpulan untuk penjumlahan penyebutnya! Teman-teman jangan lupa ya….. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilangpembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak dijumlahkan [80] pecahan yang sama

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal Evaluasi 1 Aku Mampu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri! 1. Ibu memiliki satu kue tart. Lalu ibu memotong kue tart tersebut menjadi 6 potong. Ibu memberikan 2 potong kue tart kepada Risa. Beberapa saat kemudian ibu memberikan 1 potong kue tart lagi kepada Risa. Berapa bagian kue tart yang dimiliki oleh Risa sekarang? 2. Agus ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari Minggu besok. Tongkat tersebut terdiri dari 4 ruas yang sama panjang. Hari ini dia akan mengecat 1 ruas tongkat tersebut dengan warna hitam. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi ruas tongkat tersebut dengan warna coklat. Kini berapa bagian yang telah dicat oleh Agus? Jawab: [81]

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda Masih ingatkah kamu tentang membelah apel? Atau memotong tahu dan roti? Nah, siapa yang mau memotong kue terang bulan? Sebelumnya, ayo kita bernyanyi bersama terlebih dulu! Lagu Ambilkan Bulan Ambilkan bulanbu… Ambilkan bulanbu… Yang slalu bersinar dilangit, Dilangit bulan benderang… Cahayanya sampai ke bintang… Ambilkan bulanbu untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelap… [82]

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ayo Mendengarkan Cerita Dengarkanlah cerita yang dibacakan oleh gurumu! Perhatikan ketika guru memotong terang bulan di depan kelas. Kamu juga dapat mencobanya! Kegiatan Pecahkan masalah yang ada di dalam cerita bersama kelompokmu! Alat dan Bahan: - Papan terang bulan - Gambar terang bulan - Gunting Langkah Kegiatan 1. Dengarkan cerita yang dibacakan gurumu! 2. Siapkan gambar dan papan terang bulan! 3. Selesaikan soal tersebut terang bulan tersebut! [83] menggunakan gambar dan papan

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan 2 Alat dan Bahan: - Papan pecahan Langkah Kegiatan 1. Siapkan papan pecahan! 2. Bacalah soal di bawah ini dengan cermat! 3. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Kakak memberikan 2 potong tempenya kepada Vivi. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe kakak. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian Ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Vivi. Berapa bagian tempe yang dimiliki Vivi sekarang? 4. Selesaikan soal tersebut menggunakan papan pecahan tersebut! [84]

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal Evaluasi 2 Aku Siap! 1. Dian dan Lita membeli pita yang sama di toko bu Nina. Dian membeli pita sepanjang meter. Sedangkan Lita membeli meter. Jika pita mereka digabungkan, berapa meter pita milik Dian dan Lita sekarang? 2. Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan kg tepung lagi. Berapa banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti? Jawab: [85]

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Aku Berani Ayo bermain “Kuis Cepat Tepat” Kuis Cepat Tepat Peraturan: 1. Guru membacakan soal cerita. 2. Siswa secara individu mengerjakan soal pada kertas yang telah disediakan. 3. Siswa yang sudah selesai dapat segera menjawab soal tersebut. 4. Siswa dapat saling berebut ketika akan menjawab. 5. Siswa yang terpilih dan tepat dalam menjawab soal akan mendapatkan “bintang”. Bahan: 1 Kertas berbentuk bintang. 2 Soal: Ibu Rina akan membuat roti. Ia membutuhkan kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Rina menambahkan kg tepung lagi. Berapa kg banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti? [86]

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ayo Mencoba! Kerjakan soal di bawah ini bersama kelompokmu! 1. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan menggunakan media! a. Ibu membeli kg gula pasir. Kemudian ibu membeli lagi Kg gula pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki ibu sekarang? 2. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda. Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! Aku Paham! Buatlah kesimpulan mengenai penjumlahan berpenyebut beda! [87]

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Aku Bisa! 1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari Senin ayah mengecat rumah. Keesokan harinya, ayah mengecat lagi 5 bagian bagian rumah. Berapa bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah? 2. Kakak membeli kg buah rambutan. Rambutan tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang beratnya 7 kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang kakak. Berapa kg rambutan di keranjang kakak sekarang? Jawab: [88]

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sejauh mana pemahamanmu mengenai penjumlahan pecahan? Ayo buktikan kemampuanmu dengan bermain “Papan Harga Permainan Papan Harga 1. Langkah-langkah Permainan  Guru membagikan papan yang nilainya bervariasi, ada yang bernilai satu dan ada yang bernilai setengah  Guru menceritakan sebuah cerita kepada siswa. Ketika guru bercerita terdapat bilangan tertentu, maka siswa harus berkumpul sesuai dengan jumlah bilangan yang disebutkan.  Guru mengecek ketepatan jumlah bilangan dalam setiap kelompok  Guru melanjutkan bercerita. 2. Tujuan Permainan Dari permainan ini siswa diharapkan lebih memahami penjumlahan pecahan. [89]

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal/Pertemuan ke : Selasa / 25 Februari 2014/1 Kelas/Semester : IV.B / 2 Alokasi Waktu : 3x35 menit (3 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. [90]

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru ! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu ! C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Bergabunglah dengan kelompokmu dan pilihlah alat peraga yang sudah disediakan oleh gurumu! 2. Selesaikan masalah berikut ini menggunakan cara kalian sendiri dengan bantuan alat peraga yang telah kalian pilih! (alat peraga sudah disediakan). a. Ibu memotong roti tawar menjadi empat bagian sama besar. Kemudian potongan roti tawar tadi dibagikan kepada Resti, Evan dan Tika. Masing-masing mendapat satu potong roti tawar, sehingga masih tersisa 1 potong roti tawar. Lalu satu potong roti tawar itu ibu berikan kepada Tika. Berapa bagian roti tawar yang dimiliki Tika sekarang ? Jawab: [91]

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Ibu mempunyai sepotong tahu. Ibu akan menggoreng tahu tersebut. Supaya tahunyanya tidak terlalu besar, maka ibu memotong tahu tersebut menjadi tiga bagian sama besar. Setelah dibumbui dua potong tahu dimasukkan ke dalam wajan. Karena masih ada tempat maka ibu memasukkan lagi sepotong tahu. Berapa bagian tahu yang ada di wajan ? Jawab: Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikanlah cara kelompok menyelesaikan masalah di atas! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Perhatikanlah tanggapan yang diberikan gurumu! [92]

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Belajar 3 1. Rumuskanlah pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama bersama kelompokmu ! 2. Presentasikanlah jawaban kalian di depan kelas ! Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi ! Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini! semakin tidak paham semakin paham ¤ Selamat mengerjakan ¤ [93]

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa / 25 Februari 2014 Kelas/Semester : IV B/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru ! 2. Bergabunglah dengan kelompokmu ! [94] dengan

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Kerjakan masalah berikut ini menggunakan “papan terang bulan” dan gambarlah cara kalian menyelesaikannya !  Sari dan Dani masing-masing membeli 1 loyang terang bulan yang sama besar dan rasanya. Sari membagi terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Dani membagi terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar. Sari memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Ana dan beberapa saat kemudian Dani juga memberikan 1 potong terang bulannya kepada bu Ana. Berapakah jumlah bagian terang bulan yang diterima oleh bu Ana ? Jawab : 2. Selesaikan masalah berikut menggunakan cara kalian sendiri dengan dibantu media yang kalian pilih tadi !  Reni mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong. Reni memberikan 2 potong tempenya kepada Tia. Ibu mempunyai tempe yang sama jenisnya dengan tempe Reni. Ibu memotongnya menjadi 4 potong. Kemudian ibu memberikan 1 potong tempenya kepada Tia. Berapa bagian tempe yang dimiliki Tia sekarang ? Jawab: [95]

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikan cara kelompok kalian menyelesaikan masalah yang diberikan ! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. Kegiatan Belajar 3 Simpulkan hasil belajar kalian bersama Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi secara individu ! Refleksi Arsirlah gambar senyum di bawah ini sesuai dengan banyaknya pemahamanmu terhadap pelajaran hari ini ! tidak paham paham sekali [96]

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari banyaknya gambar yang kamu arsir, apa saja yang kamu pahami pada pembelajaran hari ini ? [97]

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa / 26 Februari 2014 Kelas/Semester : IV B/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. c. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan semangat kerjasama. b. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika dengan menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru! 2. Siapkan alat tulis! [98]

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kegiatan Belajar I A. Kegiatan Belajar 1 1. Selesaikan masalah berikut ini bersama dengan kelompokmu dengan menggunakan menggunakan media! a. Kakak membeli kg gula pasir. Kemudian Kakak membeli lagi kg gula pasir. Berapa kg gula pasir yang dimiliki Kakak sekarang ? Jawab : 2. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda ! Kerjakan soal berikut ini tanpa menggunakan media! a. + = [99]

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Jawab : B. Kegiatan Belajar 2 1. Presentasikan kalian cara menyelesaikan kelompok masalah yang diberikan! 2. Kelompok lain memberikan pola penjumlahan tanggapan. 3. Temukan pecahan yang berpenyebut beda melalui diskusi C. Kegiatan Belajar 3 1. Presentasikan kesimpulan jawaban pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda di depan kelas ! 2. Kelompok lain memberikan tanggapan. 3. Perhatikan tanggapan gurumu ! 4. Buatlah kesimpulan bersama gurumu ! [100]

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Kegiatan Belajar 4 Kerjakan soal evaluasi Refleksi Ayo isi lembar refleksi mu [101]

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD Negeri Tamanan Banguntapan Bantul Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Selasa / 26 Februari 2014 Kelas/Semester : IV B/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) A. Indikator Hasil Belajar 1. Kognitif a. Mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika. b. Menjumlahkan dua pecahan. 2. Afektif a. Menunjukkan sikap tanggung jawab ketika bekerja mengerjakan tugas individu. 3. Psikomotorik a. Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisan rapi. B. Petunjuk untuk Siswa 1. Perhatikan penjelasan guru ! 2. Siapkan alat tulis ! C. Kegiatan Belajar A. Kegiatan Belajar 1 1. Buatlah kesimpulan hasil belajar tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda! [102]

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Tanyakan hal yang belum kalian mengerti yang berkaitan dengan materi penjumlahan pecahan. B. Kegiatan Belajar 2 Kerjakan soal evaluasi secara individu ! Refleksi Ayo isi lembar refleksimu! [103]

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Soal Evaluasi EVALUASI Pertemuan 1 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri ! 1. Tasya memiliki kue tart sebanyak bagian yang dia peroleh dari Ibunya. Beberapa saat kemudian Tasya mendapat lagi bagian kue tart lagi dari kakaknya. Berapa banyak kue tart sekarang yang dimiliki oleh Tasya ? Jawab : [104]

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Andi ingin mengecat tongkat pramuka yang akan digunakan untuk Persami hari minggu besok. Hari ini dia akan mengecat tongkat tersebut dengan warna hitam bagian. Tongkat tersebut akan dijemur dulu agar bagian warna hitam kering. Keesokan harinya dia mengecat lagi tongkat tersebut dengan warna coklat bagian. Kini berapa bagian tongkat yang telah dicat oleh Andi ? Jawab: [105]

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI Pertemuan 2 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri ! 1. Diana dan Lina membeli pita yang sama di toko bu Ina. Diana membeli pita sepanjang meter. Sedangkan Lina membeli meter. Jika pita mereka digabungkan, berapa meter pita milik Diana dan Lina sekarang ? Jawab: 2. Ibu Nina akan membuat roti. Ia membutuhkan kg tepung. Karena terlalu banyak air dan lembek, bu Nina menambahkan kg tepung lagi. Berapa kg banyak tepung yang digunakan untuk membuat roti ? Jawab: [106]

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI Pertemuan 3 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri ! 1. Ayah ingin mengecat rumah. Pada hari Senin ayah mengecat bagian rumah. Keesokan harinya, ayah mengecat lagi 5 bagian rumah. Berapa bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah? Jawab: 2. Ryan membeli kg buah rambutan. Rambutan tersebut dimasukkan ke keranjang buah. Tiba-tiba, kakek memetik buah rambutan di belakang rumah dan setelah ditimbang Beratnya 7 kg. Kemudian kakek meletakkan di keranjang Ryan. Berapa kg rambutan di keranjang Ryan sekarang? Jawab: [107]

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EVALUASI Pertemuan 4 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri disertai langkahlangkah yang tepat ! 1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 potong. Sepotong kue tart ia berikan kepada Wati. Sepotong lagi untuk Yuli. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk Wati. Berapa bagiankah kue tart yang diperoleh Wati ? Jawab : 2. Bu Fitri hendak membuat kue Bronies. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli kg gula pasir, kg tepung terigu, dan kg telur. Setibanya di rumah, Bu Fitri teringat bahwa bahan yang dibelinya masih kurang. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli pasir, kg gula kg tepung terigu, dan kg telur. a. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue bronies ? b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue bronies ? c. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue bronies ? [108]

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jawab : 3. 4. 5. 5 7 + = + = + 5 = [109]

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Soal Pretest dan Soal Posttest Ayo uji pemahamanmu tentang materi penjumlahan pecahan ! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan cara sendiri disertai langkahlangkah yang tepat ! 1. Kakak membeli sekotak kue tart. Kue tart tersebut ia potong menjadi 10 potong. Sepotong kue tart ia berikan kepada Wati. Sepotong lagi untuk Yuli. Karena kakak melihat kue tart bagiannya masih banyak, kakak memberikan sepotong lagi dari kue tart yang tersisa untuk Wati. Berapa bagiankah kue tart yang diperoleh Wati ? Jawab : 2. Bu Fitri hendak membuat kue Bronies. Lalu Bu Fitri berbelanja ke pasar untuk membeli bahan makanan. Bu Fitri membeli kg gula pasir, kg tepung terigu, dan kg telur. Setibanya di rumah, Bu Fitri teringat bahwa bahan yang dibelinya masih kurang. Akhirnya Bu Fitri kembali lagi ke [110]

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pasar dan membeli bahan tersebut. Ibu membeli kg gula pasir, kg tepung terigu, dan kg telur. a. Berapa kg gula pasir yang di perlukan Bu Fitri untuk membuat kue bronies ? b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue bronies ? c. Berapa kg telur yang diperlukan Bu Fitri untuk membuat kue bronies ? Jawab : 3. 4. 5. + 5 7 + + = = 5 = [111]

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8: Kunci Jawaban Soal Evaluasi Kunci Jawaban Soal Evaluasi Kunci Jawaban Evaluasi 1 1. Diket: Tasya memiliki kue tart sebanyak bagian Tasya mendapat kue lagi dari kakaknya sebanyak bagian Ditanya: Berapa kue yang dimiliki Tasya ? Jawab: Jadi, kue yang dimiliki Tasya adalah 2. Diket: Hari ini Andi mengecat tongkat dengan warna hitam bagian Keesokan harinya Andi mengecat lagi dengan warna coklat Ditanya: Berapa bagian tongkat yang telah dicat oleh Andi ? Jawab: =1 Jadi, bagian tongkat yang sudah dicat oleh Andi adalah 1 Kunci Jawaban Evaluasi 2 1. Diket: Diana membeli pita sepanjang meter Lina membeli pita sepanjang meter Ditanya: Berapa panjang pita keduanya jika digabungkan ? Jawab: Jadi, panjang pita keduanya jika digabungkan adalah 2. Diket: Ibu Nina akan membuat roti, butuh kg tepung Kemudian membeli tepung lagi sebanyak kg [112]

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ditanya: Berapa kg tepung yang dimiliki Bu Nina ? Jawab: = + Jadi, tepung yang dimiliki Bu Nina adalah kg Kunci Jawaban Evaluasi 3 1. Diket: Ayah mengecat bagian rumah 5 Keesokan harinya ayah mengecat lagi bagian Ditanya: Berapa bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah ? Jawab: + = 5 5 + 5 = 5 + 5 = 5 5 Jadi, bagian rumah yang sudah dicat oleh ayah yaitu 5 2. Diket: Ryan membeli kg buah rambutan Kakek Ryan memberinya kg lagi 7 Ditanya: Berapa kg rambutan yang dimiliki Ryan sekarang ? Jawab: 7 7 7 5 7 5 Jadi, rambutan yang dimiliki Ryan sekarang adalah kg Kunci Jawaban Pretest dan Posttest (sekaligus kunci jawaban soal evaluasi 4 kelompok eksperimen) 1. Diket: Kakak membeli 1 kotak kue tart dipotong menjadi 10 1 potong diberikan kepada Wati, 1 potong diberikan kepada Yuli. Kemudian Wati diberi oleh kakak 1 potong lagi. Ditanya: Berapa bagian kue tart yang didapat oleh Wati ? Jawab: 5 Jadi, bagian kue tart yang didapat Wati adalah [113] = 5

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Diket: Gula pasir yang dibeli pertama adalah kg Tepung terigu yang dibeli pertama adalah kg Telur ayam yang dibeli pertama adalah kg Gula pasir yang dibeli kedua adalah kg Tepung terigu yang dibeli kedua adalah kg Telur ayam yang dibeli kedua adalah kg Ditanya: a. Berapa kg gula pasir yang diperlukan ? b. Berapa kg tepung terigu yang diperlukan ? c. Berapa kg telur ayam yang diperlukan ? Jawab: a. Jadi, banyak gula yang diperlukan untuk membuat roti adalah 1 kg b. Jadi, tepung terigu yang digunakan untuk membuat roti = kg c. 5 = 5 Jadi, banyak telur yang diperlukan untuk membuat roti = kg 3. 4. 5. 5 7 + = + = 5 5 5 7 5 5 5 7 5 7 = = 5 5 5 5 5 [114]

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9: Lembar Kuesioner Keaktifan PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA KUESIONER KEAKTIFAN SISWA Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang berkaitan dengan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Jawaban yang anda berikan pada kuesioner tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pelajaran matematika. Jawablah setiap pernyataan dalam kuesioner secara jujur sesuai dengan keadaanmu pada waktu belajar matematika. Hasil kuesioner bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. A. Petunjuk Pengisian 1. Isilah kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami saat ini! 2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda! 3. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: a. SS = Jika kamu “Sangat Setuju” dengan pernyataan tersebut. b. S = Jika kamu “Setuju” dengan pernyataan tersebut. c. TS = Jika kamu “Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. d. STS = Jika kamu “Sangat Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut. 4. Contoh cara menjawab : No 1 Pernyataan Saya memahami penjelasan guru tentang SS S TS √ materi bangun ruang 5. Jika ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang salah, kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang diinginkan. [115] STS

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1 Pernyataan SS S TS √ Saya duduk diam saat pelajaran berlangsung STS √ B. Identitas Siswa : ……………………………………………… Nama No. absen : ……………………………………………… : ……………………………………………… Kelas C. Kuesioner No. 1 2 Pernyataan Saya membaca buku pelajaran matematika tanpa di perintah oleh guru Saya malas mendengarkan penjelasan guru tentang materi matematika Saya 3 4 5 6 7 8 9 SS menulis penjelasan guru selama mengikuti pembelajaran matematika Saya malas menyelesaikan tugas atau latihan soal yang diberikan guru Saya bersemangat belajar matematika ketika berdiskusi dengan teman. Saya membuat rangkuman sendiri setelah kegiatan berdiskusi selesai Saya malas belajar matematika sendiri Saya dapat menyelesaikan soal matematika yang diberikan guru Saya menggunakan media yang diberikan oleh guru diluar kegiatan pembelajaran matematika Saya memperhatikan presentasi dari kelompok 10 11 lain dengan sungguh-sungguh Saya ikut serta membuat kesimpulan dalam berdiskusi [116] S TS STS

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 13 14 15 Saya mencari cara penyelesaian soal matematika sendiri tanpa mencontek teman Saya mencari buku di perpustakaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran Saya menyampaikan pendapat ketika berdiskusi Saya bertanya kepada teman daripada guru ketika merasa kesulitan belajar Saya memilih untuk diam daripada bertanya 16 pada guru ketika mengalami kesulitan belajar matematika 17 18 19 20 Saya memberikan jawaban ketika ada teman yang bertanya Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan guru Saya mendengarkan teman yang memberikan pendapat dalam berdiskusi Saya tidak pernah memberikan tanggapan ketika ada teman yang berpendapat [117]

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10: Lembar Pengamatan Keaktifan Lembar Observasi Keaktifan Aspek Indikator Keaktifan Aktivitas siswa Aktivitasaktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran Partisipa si atau keterlibat an siswa Partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran Interaksi Interaksi dalam proses pembelajaran, baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru Nomor Absen Siswa Deskriptor keaktifan 1 2 3 Siswa membaca sumber belajar yang tersedia Siswa menulis atau mencatat halhal penting selama proses belajar Siswa melakukan kerjasama atau diskusi tentang sesuatu dengan siswa lain dalam kelompok Siswa melakukan kegiatan belajar sendiri Siswa memecahkan masalah yang dihadapi selama kegiatan belajar Siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada secara optimal dalam belajar Siswa memperhatikan presentasi hasil kerja kelompok Siswa ikut serta mengambil keputusan dalam berdiskusi Siswa memberikan kontribusi cara penyelesaian masalah yang berbeda-beda Siswa berpartisipasi memberikan informasi atau pendapat dalam kegiatan diskusi Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru atau siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau siswa lainnya Siswa menanggapi pendapat dari siswa lain Siswa membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar Keterangan : berikan tanda checklist (√) pada kolom nomor siswa sesuai dengan deskriptor dan keadaan yang diamati. [118] 4 5 dst

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11: Indikator Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan karakteristik pendekatan PMRI Kegiatan Karakteristik Pembelajaran PMRI No. Aspek yang diamati Pernyataan Guru menyajikan masalah kontekstual atau PMRI 1 soal cerita secara lisan atau tertulis. 1 (Penggunaan Konteks) Awal Guru membangkitkan motivasi belajar PMRI 4 siswa dengan kegiatan yang menarik. 2 (Interaktifitas) Guru memberikan kesempatan kepada PMRI 2 siswa untuk memberikan penyelesaianpenyelesaian masalah yang berbeda-beda. 3 (Penggunaan Model) Guru PMRI 2 membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang dikembangkan oleh siswa untuk 4 membangun suatu prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada siswa PMRI 4 untuk saling berdiskusi berkaitan dengan 4 materi yang diajarkan. (Interaktifitas) Inti Guru memberi kebebasan kepada siswa PMRI 3 untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. (Pemanfaatan Konstruksi 5 Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa PMRI 4 untuk menggunakan model-model yang dibangun oleh siswa untuk masalah 6 kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada siswa PMRI 4 untuk saling (Interaktivitas) [119] bertanya jawab. 7

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru mengaitkan konsep matematika satu PMRI 5 dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. 8 (Keterkaitan) Guru PMRI 5 mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. 9 (Keterkaitan) Guru membimbing siswa menyimpulkan Akhir PMRI 3 materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Keterangan: PMRI 1 = penggunaan konteks PMRI 2 = penggunaan model PMRI 3 = pemanfaatan hasil konstruksi siswa PMRI 4 = interaktivitas PMRI 5 = keterkaitan [120] 10

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12: Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan karakteristik PMRI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA LEMBAR KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA A. PetunjukPengisian Berikut ini daftar kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang dilakukan pendidik di dalam kelas. Lingkari angka pada kolom skor sesuai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan rambu-rambu skoring. B. Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Hari / Tanggal : Jam Pelajaran : No Aspek yang diamati Skor Kegiatan Awal Guru 1. menyajikan masalah kontekstual atau soal cerita secara lisan atau tertulis. (Penggunaan 1 2 3 4 Konteks) Guru 2. membangkitkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang 1 2 3 4 menarik. (Interaktifitas) Kegiatan Inti 3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan [121] 1 2 3 4 Keterangan

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penyelesaian-penyelesaian masalah yang berbeda-beda. (Penggunaan Model) Guru membimbing siswa untuk menggunakan model-model yang 4. dikembangkan oleh siswa untuk membangun suatu 1 2 3 4 prosedur penyelesaian. (Penggunaan Model) Guru memberi kebebasan kepada 5. siswa untuk berkaitan saling dengan berdiskusi materi yang 1 2 3 4 diajarkan. (Interaktifitas) Guru memberi kebebasan kepada 6. siswa untuk menemukan cara menyelesaikan soal yang diberikan. 1 2 3 4 (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk menggunakan model7. model yang dibangun oleh siswa 1 2 3 4 untuk masalah kontekstual yang diberikan. (Interatikfitas) Guru memberikan instruksi kepada 8. siswa untuk saling bertanya jawab. 1 2 3 4 (Interaktivitas) Guru 9. mengaitkan konsep matematika satu dengan konsep matematika lain berdasarkan dengan 1 2 3 4 topik yang diajarkan. (Keterkaitan) Guru mengaitkan konsep matematika dengan konsep dari 10. mata pelajaran lain berdasarkan dengan topik yang diajarkan. (Keterkaitan) [122] 1 2 3 4

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Penutup Guru 11. membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. (Pemanfaatan Konstruksi Siswa) [123] 1 2 3 4

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13: Hasil Validasi Expert Judment Keterlaksanaan PMRI [124]

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [125]

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [126]

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [127]

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14: Hasil Validasi Expert Judment Lembar Observasi Keaktifan Siswa [128]

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [129]

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [130]

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14a: Hasil Validasi Expert Judment Lembar Kuesioner Keaktifan Siswa [131]

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [132]

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [133]

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [134]

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [135]

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [136]

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [137]

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [138]

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [139]

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [140]

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [141]

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [142]

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [143]

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [144]

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [145]

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [146]

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [147]

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [148]

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [149]

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [150]

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [151]

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [152]

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [153]

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [154]

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15: Hasil Kuesioner Keaktifan 15a. Hasil Kuesioner Keaktifan Kelompok Kontrol [155]

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15b. Hasil Kuesioner Keaktifan Kelompok Eksperimen [156]

(287) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16: Hasil Observasi Keaktifan 16.a Hasil Observasi Keaktifan Kelompok Kontrol [157]

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16.b Hasil Observasi Keaktifan Kelompok Eksperimen [158]

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17: Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI [159]

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18: Transkrip Video Penelitian TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN PERTAMA Kelas : IV Hari/Tanggal : Selasa, 25 Februari 2014 Pukul : 07.00-08.45 Keterangan G = Subyek Guru S = Siswa SS = Semua Siswa BS = Beberapa Siswa Xn = Siswa ke-n, n = 1, 2, 3, 4…. Guru kelas berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduk masing-masing. Guru memulai pelajaran. No 1 Subyek G Percakapan dan kegiatan “Selamat pagi anak-anak, sebelum ibu menjelaskan tentang pecahan, anak-anak harus tahu dulu pecahan itu apa. Nanti kita akan belajar dalam kelompok. Nanti yangmendapat kertas warna orange berarti ke kelompok warna orange, yang dapat warna biru ke kelompok warna biru. Nanti dikertas itu sudah ada pecahannya, nanti misalnya yang sepertiga menjadi nama kelompok sepertiga. Masih seperti yang kemarin, kalau berkelompok tidak boleh ?” 2 BS “Ramai” 3 G “kalau bertanya harus ?” 4 BS “Tunjuk jari” 5 G “Kalau melanggar peraturan ?” 6 BS “Mengganti regu piket” 7 G “Setuju ?” 8 SS “Setuju” [160]

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 G “Nanti ketua kelompoknya maju kedepan untuk presentasi, nanti kalau semua anak-anak mendapatkan puzzle-puzzle pecahan dan menggabungkannya menjadi nilai pecahan, ketua kelompoknya maju kedepan, yang ditunjuk nanti harus mau ya. Ketepatan waktu mempengaruhi nilai, jadi kalau susuh maju lambat, kerja kelompok ada yang tidak mengikuti, jadi dikurangi nilainya. Setuju ?” 10 SS “Setuju” 11 G “Kita mulai dengan pembagian puzzle” 12 BS “puzzle, puzlle, opo kui puzzle” 13 G “Nanti ini anak-anak ambil sendiri, tidak usah rebutan, nanti langsung ke kelompoknya ya. Akan Bu Ninik bagi, anak-anak tinggal berputar mencari pasangan. Ngopo Hasta kok ngguyangguyu ? (sambil melihat siswa yang ditegur tersebut)” 14 X1 “Kui loh Bu tangane Alvian disini loh Bu, tangannya Alvian disini loh Bu” (itu loh Bu, tangannya Alvian disini loh Bu, tangannya Alvian disini loh Bu) 15 X2 “Ngopo, opo, wong aku gak ngopo-ngopo kok” (“kenapa ? apa ? aku tidak melakukan apa-apa kok”) 16 G “Sekarang yang maju yang cewek dulu” 17 BS “Wahhh, lha kok mesti sing cewek to Bu ?” (“Wah lah kok pasti yang perempuan duluan to Bu”) 18 G “Ya wes bareng (ya sudah bersama saja), yang cowok ngambil ditangan kiri Bu ninik, yang cewek ngambil ditangan kanan” (Sambil membagikan kertas-kertas pecahan untuk permainan mencari pasangan) 19 X3 “Cepet Ko, cepet Ko, wah lemot asem” (“Buruan Ko, buruan Ko, wah lambat kamu tuh”) 20 X4 “Wah, entuk opo koe?” (“Wah, dapat apa kamu ?”) 21 X5 “Koe opo Yo?” (“Kamu apa Yo”?) 22 X6 “Aku enthuk biru iki, aku enthuk biru iki” (“Ini aku dapat biru, aku ini dapat biru”) [161]

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 X7 “Aku iki, biru kono biru kono” (“Aku ini, biru sana, biru sana”) 24 X8 “Koe entuk opo Yan?” (“Kamu dapat apa Yan?”) 25 X9 “Wah, aku entuk iki” (“Wah aku dapat ini”) (Sambil menunjukkan potongan kertas yang didapat) 26 G “Sekarang silahkan mencari pasangan dan membentuk kelompok kalian” 27 Kelas menjadi sedikit ramai, karena siswa berpindah tempat duduk untuk mencari pasangan mereka dan membentuk kelompok 28 BS “Satu per enam, kene satu perenam” (“Sini satu per enam”) 29 BS “Kuning-kuning, kene kuning” (“Kuning-kuning, sini kuning”) (Sambil mengacung-acungkan potongan kertas yang didapat) 30 X10 “Ahiyayayayayyaya, aku karo koe” (“Ahiyayaya, aku sama kamu”) (Sambil memeluk teman yang memiliki potongan kertas yang berwarna sama) 31 X11 “Orange” (Berteriak mencari potongan kertas berwarna sama) 32 X12 “Karo aku, karo aku, karo aku” (“sama aku, sama aku, sama aku”) (Sambil menunjukkan potongan kertas yang didapat) 33 G “Dengarkan Bu Ninik hayo, pink kelompok satu, kelompok 2, kelompok 3, kelompok 4, kelompok 5, kelompok 6 (Sambil menunjukkan warna-warna kertas) nama kelompok itu sebagai ganti nama sepertiga, seperenam, dan seterusnya sesuai puzzle yang nanti kalian susun dan terbentuk” 34 X13 “Weh telu, weh telu. Bu biru kelompok berapa bu ?” (“weh tiga, weh tiga. Bu biru kelompok berapa bu?”) (Sambil mendekati guru) 35 G “Ayo kekelompoknya masing-masing 36 BS “Kelompok satu, weh iki loh iki, kene” (“Kelompok satu, weh ini loh ini, sini”) (Sambil menunjuk kursi yang menjadi tempat berkumpulnya kelompok tersebut) 37 X7 “Iki tas mu ketinggalan neng kono” (“Ini tasmu ketinggalan disana”) (Sambil mengantarkan tas ke meja salah satu [162]

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI temannya) 38 X10 “Bu, kok cewek kabeh bu, cewek kabeh” (“Bu, kok perempuan semua bu, perempuan semua”) 39 BS “Bu, sini bu sini, kurang bu, sini bu” 40 BS “Karo aku to iki, udah, ye kita udah” (“Sama aku to ini, udah, ye kita udah”) (Sambil bersorak menemukan nilai pecahan dari potongan kertas yang didapat) 41 G “Satu, dua, tiga, empat, lima, sudah dapat kelompok ?” 42 SS “Sudah” 43 G “Sekarang tunjuk ketua kelompoknya masing-masing” 44 BS “Kene Alvian, ye Alvian” (“Sini Alvian, ye Alvian”) (Sambil menunjuk anak bernama Alvian didalam kelompok tersebut) 45 G “Ayo duduk dalam kelompoknya. Heh ayo Adit, tempat dudukmu mana ? tidak ada suara mulai dari ?” (Sambil menegur siswa bernama Adit) 46 SS “Sekarang” 47 G “Ini kan puzzle ya ? kamu buat bentuknya seperti apa, ayo buat bentuknya seperti apa?” (Meminta siswa bekerja dalam kelompok menyusun potongan kertas tersebut) 48 BS “Ini apa, ini yang diarsir berapa ?” (Sambil berbicara dengan teman dalam kelompok) 49 G “Ayo semua ikut kerja” (Sambil mendekati salah satu anak yang main sendiri) 50 Siswa bekerja menyusun potongan kertas menjadi bentuk lingkaran, yang memiliki nilai pecahan 51 G “Ayo bekerja dalam kelompok, nanti ketua kelompoknya maju” 52 BS “Nah, ini bisa… nah ketemu” (Sambil menyusun dan menunjukkan potongan kertas yg telah disusun) 53 BS “Bu, ini sudah jadi Bu” 54 X7 “Bu, iki kelompok bunder wae Bu, iki kelompok bunder, hahahaha” (“Bu, ini kelompok lingkaran saja, ini kelompok [163]

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lingkaran, hahhahaha”) 55 X14 “Kelompok bunder-kelompok bunder, ora yo, kui eneng nilai pecahane. Iyo ra Bu ? Bu kene kurang siji” (“kelompok bunder, kelompok bunder, bukan ya, itu ada nilai pecahannya. Iya tidak Bu? Sini kurang satu Bu”) 56 BS “Bu, ini sudah ketemu Bu, sepertiga Bu” (Sambil menarik gurunya kedalam kelompoknya) 57 G “Iya benar seperti itu” 58 BS “Bu, sudah semua bu, sudah semua terus ngapain Bu ?” 59 G “Iya, ini ada roti dan tahu, kalian sudah mendapat lembar kerja, dapat LKS to, itu dikerjakan sesuai dengan perintahnya” 60 X15 “Asek, makan-makan iki berarti Bu” (“Asik, makan-makan ini berarti Bu”) 61 X16 “Hore dimakan, boleh dimakan Bu ?” 62 G “Yo g boleh, itu untuk mengerjakan soalnya” (Sambil membagikan tahu dan roti sebagai media untuk mengerjakan LKS) 63 BS “Hore aku wes enthuk, ayo dipangan yo” (“Hore, aku sudah dapat, ayo dimakan yo”) (Sambil berlompat-lompat kegirangan) 64 G “Hei, tidak untuk mainan hayo. Satu, dua, tiga… diam semua, kerjakan sekarang” 65 BS “Iya Bu, iya Bu” 66 G Dibaca perintahnya itu, dibaca soal ceritanya, pakai medianya untuk menyelesaikan” 67 X17 “Wegah aku ngiris-ngiris, koe wae” (“Malas aku memotongmotong, kamu saja”) 68 G “Ayo kerjanya bersama kelompok, satu, dua, tiga, empat, lima (kode untuk menenangkan kelas) ayo dikerjakan itu dibagi berapa tahu dan rotinya” 69 X6 “Bu, wegah nugel-nugel, mambu” (“Bu, malas motongmotong, bau”) [164]

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 G “Weh, ora ngono kuwi” (“waduh, jangan seperti itu”) (Sambil mendekati siswa yang tidak mau bekerja dalam kelompok) 71 X17 “Kui kon ngopo kui, kui loh dikethok-ketok” (“Itu disuruh ngapain itu, itu loh dipotong-potong”) 72 BS “Lah koe ngopo koe, akon tok” (“Lah kamu ngapain, nyuruh saja bisanya”) (Teman sekelompoknya memprotes tindakan X17) “Nggak boleh ramai, pokoknya nanti harus selesai” 73 G 74 Semua siswa sibuk mengerjakan LKS dan menggunakan tahu dan roti sebagai media yang digunakan untuk menyelesaikan soal yang terdapat di LKS 75 BS “Bu Ninik, ini dipotong-potong terserah kita kan, yang penting sama seperti soal ceritanya to Bu ?” 76 G “Iya” (Sambil berkeliling melihat pekerjaan siswa satu per satu) 77 G “Adit, Aryo, tempat dudukmu mana, itu medianya jangan dibuat mainan, malah jalan-jalan terus” 78 Siswa yang bernama Adit dan aryo kemudian kembali ke tempat duduknya bersama dengan kelompoknya. 79 S “Bu, Bu Ninik, iki dibagi telu ngene bener to ?” (“Bu Ninik, ini dibagi tiga seperti ini benar to Bu?”) 80 G “Iya kui diwaca perintahe piye” (“Iya itu dibaca perintahnya bagaimana”) 81 S “Wani ora Ya, dibuka plastik tahune, ambune ra enak, kelompokku bener kie, dibuka sek plastikke” (“Berani tidak Yo, dibuka plastic tahunya, baunya tidak enak, kelompokku benar ini, dibuka dulu plastiknya”) “Iya, kelompok tiga bagus” 82 G 83 Kelompok tiga membuka plastik tahu dan memotong tahu sesuai dengan cerita yang terdapat dalam LKS 84 S “Iki diwaca soale terus diketok iki tahune” (“Ini dibaca soalnya terus dipotong ini tahunya”) [165]

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Siswa dalam kelompok lain mempraktikkan dan membaca soal yang didapat dengan menggunakan media roti tawar dan tahu. 86 X9 “Iki ngene, iki ngene, heh… heh dibuka wae yo iki” (“Ini seperti ini, ini seperti ini, heh… heh… dibuka lagi ya ini”) (Berbicara dengan teman satu kelompoknya) 87 S “Ho’o dibuka kok, bukak’o, koe sing buka yo” (“Iya dibuka kok, buka saja, kamu yang buka ya”) 88 X9 “Iyo iki tak bukak’e, bismillah (“Iya, ini tak buka, bismillah”) (Sambil membuka plastik tahu) 89 G “Iya bener, ayo gek digunakke kui mediane nggo jawab soale” (“Iya benar, ayo digunakan itu medianya untuk menjawab soalnya”) (Sambil berkeliling melihat pekerjaan siswa dalam kelompoknya) 90 BS “Hore aku wes, hore kelompokku wes Bu” (“Hore aku sudah, hore kelompokku sudah Bu”) (Salah satu kelompok bersorak karena sudah selesai mengerjakan soal) 91 G “Iya, silahkan yang sudah dicek lagi, sambil nunggu yang lainnya yang belum selesai” 92 Kelompok-kelompok yang lain masih mengerjakan soal dengan bantuan media yang sudah dibagikan dalam masing-masing kelompok. 93 G “Mana tahunya, sudah dipotong-potong belum” (Sambil berkeliling melihat pekerjaan kelompok lain yang belum selesai) “Sudah Bu, tapi rotinya, sebentar Bu sebentar” 94 S 95 Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa yang lain. 96 G “Hayo Adit, koe ki malah dolanan wae kie piye to, gek digarap mbok’an” (“Hayo Adit, kamu itu malah mainan aja tu gimana to, buruan dikerjakan”) (Sambil menegur salah satu siswa yang daritadi rebut sendiri dan belum mengerjakan LKSnya) 97 S “Ya Allah lalere Bu ngerubung tahune, hahahahaha” (“Ya Allah lalatnya Bu mengerumuni tahunya, hahahha”) (Sambil bercanda dengan teman satu kelompoknya) [166]

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 G “Jawab sesuai pertanyaan loh ya” 99 S “Iya Bu” 100 G “Koe ki loh Dit, mbok yo digarap, malah turon wae, ndang to” (“Kamu itu loh Dit, ayo dikerjakan, malah tidur-tiduran, buruan to Dit”) (Sedikit gregetan dengan siswa tersebut dan mendatangi siswa tersebut sambil sedikit memarahinya) 101 S “Nah, iki to, mbok didelok iki piye potongane, wo… piye koe kie” (“Nah, ini to, ayo dilihat ini bagaimana potongannya, wo… bagaimana kamu itu”) 102 Guru berkeliling lagi melihat pekerjaan masing-masing kelompok. 103 S “Bu, ini bener kan kalau dipotongnya seperti ini ? terus dari hasil potongannya itu buat menjawab pertanyaan di LKS ini to Bu ?” 104 G “Iya, bener… dibaca lagi dengan teliti soalnya” (Sambil mendekati siswa yang bertanya tadi) 105 Siswa kembali ribut dalam berdiskusi dan memecahkan soal. 106 G “Hayo jangan ribut, dikerjakan soalnya itu, diskusi boleh, tapi jangan keras-keras” 107 BS “Ini sudah selesai Bu” 108 G “Iya, tiga menit lagi nunggu yang lainnya, terus nanti maju kedepan” 109 X7 “Bu, iki loh Bu, soal saya basah gara-gara dia motong tahunya tadi nggak bener, kena kertas saya” (Sambil menunjukkan kertasnya yang sobek) 110 G “Iya, sebentar saya carikan gantinya” (Sambil mengambilkan kertas sebagai gantinya) 111 S “Bu, ini bener kan ?” (Sambil menunjukkan pekerjaannya) 112 G “Iya” (Sambil berkeliling melihat pekerjaan siswa yang lain) 113 Siswa kembali mengerjakan dan guru duduk di depan, ditempat duduknya. 114 G “Ayo dikerjakan dengan dengan penuh ketelitian” (Mengingatkan anak-anak sambil guru mengerjakan kegiatan menulis semacam administrasi didepan, dimejanya) [167]

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 G “Nanti kalau sudah perwakilan kelompok maju kedepan sambil dituliskan caranya di papan tulis loh ya” 116 G “Nanti kelompok satu yang mau maju siapa ?” 117 BS “Nadia, kamu yang maju ya, kamu pokoknya” (kelompok “Weh, kok aku” (Jawaban siswa yang ditunjuk oleh teman1) temannya) 118 G “Kelompok dua ?” 119 BS “Rizal” (kelompok 2) 120 G “Kelompok tiga ?” 121 BS “Tyo” (kelompok 3) 122 G “Kelompok empat ?” 123 BS “Adit” (kelompok 4) 124 G “Kelompok lima ?” 125 BS “Rasya” (kelompok 5) 126 G “Kelompok enam ?” 127 BS “Ega” (kelompok 6) 128 Guru sambil mencatat nama siswa yang akan maju kedepan untuk presentasi. Beberapa siswa maju kedepan untuk menanyakan soal yang belum mereka mengerti 129 G “Yang bertanya tunjuk jari” 130 S “Bu Ninik, ini seperti ini bukan to ?” 131 Guru menghampiri masing-masing siswa yang bertanya, guru membimbing [168]

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa di dalam kelompok siswa yang bertanya. 132 G “Siap untuk maju ? Dua menit lagi ya ?” 133 SS “Sebentar Bu” 134 G “Semua alat tulisnya diletakkan, semua bolpen dan alat tulis diletakkan, semua nanti melihat ke papan tulis, kelompok satu oleh Andika, tepuk tangan” (Guru dan siswa semua tepuk tangan) 135 G “Semua alat tulis diletakkan, perhatikan ke depan, ini hasil pekerjaan kelompok satu” 136 Siswa perwakilan kelompok satu maju kedepan dan menunjukkan hasil pekerjaan kelompoknya. 137 G “Dafa, Dikka, perhatikan” 138 S “Iya Bu” 139 Siswa perwakilan kelompok satu mulai membacakan soal dan menuliskan jawaban beserta cara pengerjaan di papan tulis. 140 G “Ini, hasil kelompok satu, nanti setelah semua kelompok maju akan kita bahas bersama, tepuk tangan bagi kelompok satu” 141 Semua siswa dan guru bertepuk tangan. 142 G “Kita lanjut kepada kelompok dua, tepuk tangan untuk kelompok dua” 143 Siswa bertepuk tangan, kemudian salah satu siswa maju kedepan untuk menunjukkan hasil pekerjaan kelompok dua. 144 G “Iya, ini kelompok dua cara pengerjaannya sedikit berbeda, kelompok dua menggambarkan tahu dan roti yang sudah dipotong-potong untuk mengerjakan soal tadi, bagus kelompok dua” 145 G “Iya, pengerjaan yang bagus, sekarang tepuk tangan untuk kelompok dua, sekarang kelompok tiga maju, tadi diwakili oleh siapa kelompok tiga ?” 146 Semua siswa bertepuk tangan, kemudian dilanjutkan perwakilan kelompok tiga yang maju kedepan. 147 G “Ayo selanjutnya kelompok empat, ayo kelompok empat maju [169]

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI malah ngapain itu” 148 BS “Emoh aku Bu, emoh aku, iki wae… wehhh, kok aku, aku (kelompok wegah, aku wegah, koe wae ngapa to ?” (“Tidak mau Bu, tidak 4) mau aku Bu, dia saja…. Weh, kok aku, aku tidak mau Bu, dia saja”) 148 G “Sudah, tidak usah seperti itu, ayo kamu maju” (Sambil menarik salah satu siswa dalam kelompok empat untuk maju kedepan) 149 Akhirnya salah satu siswa perwakilan kelompok empat maju kedepan dan menunjukkan hasil pekerjaannya. 150 G “Iya bagus kelompok empat, tepuk tangan” 151 Tidak ada siswa yang bertepuk tangan. 152 G “Ayo tepuk tangan, kok malah diam semua” 153 SS “Tepuk tangan woy, tepuk tangan” (Semua siswa bertepuk tangan) 154 G “Kelompok lima diwakili oleh siapa ? Arya atau Endang ?” 155 BS “Endang” (kelompok 5) 156 G “Semua melihat kedepan, Andika, Ryan, alat tulis diletakkan, melihat kedepan” (Sambil mendekati siswa yang ribut sendiri). 157 Perwakilan kelompok lima menunjukkan hasil pekerjaannya didepan kelas. 158 G “Sekarang kelompok terakhir, kelompok enam maju, ayo tepuk tangan” 159 Siswa perwakilan kelompok enam maju kedepan dan diiringi oleh tepuk tangan siswa. 160 G “Sekarang kita lihat dipapan tulis, bagaimana pekerjaan kelompok satu, dua, tiga. Empat, lima, enam… Mana yang benar dan mana yang salah ?” 161 Kemudian guru bersama dengan semua siswa membahas pekerjaan yang telah ditunjukkan dipapan tulis. 162 G “Setelah kita bahas dan belajar penjumlahan dengan penyebut [170]

(301) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang sama, diapakan ?” 163 BS “Dijumlahkan pembilangnya saja” 164 G “Iya, ditambahkan pembilangnya. Kalau penyebutnya ?” 165 SS “Tetap” 166 G “betul, jika penjumlahan berpenyebut sama, dijumlahkan pembilangnya dan penyebut tetap. Penyebut itu yang mana ? Pembilang yang mana ?” 167 SS “Pembilang yang atas, penyebut yang bawah” 168 G “Ada pertanyaan untuk pelajaran hari ini ?” 169 SS “Tidak ada” 170 G “Sudah paham ? Sekarang yang Bu Ninik tunjuk harus jawab, Bu Ninik punya soal cerita, yang Bu Ninik tunjuk harus mau” 171 S “Siap Bu Ninik” 172 G “Bu Ninik bacakan dulu soalnya, yang Bu Ninik tunjuk harus bisa” 173 Guru membacakan soal cerita, kemudian siswa yang ditunjuk menjawab soal tersebut. 174 G “Sekarang silahkan kalian kerjakan soal evaluasi ini” 175 SS “Iya Bu” (Guru membagikan soal evaluasi dan siswa memulai mengerjakan soal tersebut). 176 Siswa diberi waktu oleh guru untuk mengerjakan. Suasana kelas tenang. 177 G “Hayo, siapa ya yang mainan ?” 178 SS “Adit” (Semua siswa serempak menjawab) 179 G “Selesai ?” 180 SS “Sudah” 181 G “Siapa yang belum selesai tunjuk jari” 182 Beberapa sisa tunjuk jari 183 G “Ya sudah dilanjutkan” 184 Siswa melanjutkan mengerjakan soal evaluasi. 185 G “Sudah ya, ibu ambil” (Sambil mengambil pekerjaan siswa) 186 Guru menuliskan soal dipapan tulis, mengulang penjumlahan pecahan [171]

(302) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berpenyebut sama, siswa serempak menjawab soal yang diberikan guru tersebut. “Yak, silahkan ayo siapa yang mau maju menjawab soal ini, 187 G mendapatkan poin tambahan” 188 Beberapa siswa maju kedepan untuk mengerjakan soal tersebut. “Nah, gampang to ? sekarang Bu Ninik berikan PR, kalian 189 G kerjakan dari buku paket halaman 115, sama membuat soal ya sendiri-sendiri besok ditukarkan” 190 SS “Gampang Bu” 191 G “Jangan lupa dikerjakan ya PRnya” 192 SS “Iya Bu” 193 G “Pelajaran hari ini selesai, mari kita tutup dengan doa” 194 SS “Iya Bu, terimakasih Bu” 195 Siswa dan guru membaca doa dan salam. TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEDUA Kelas : IV Hari/Tanggal : Selasa, 25 Februari 2014 Pukul : 09.30-10.40 Keterangan G = Subyek Guru S = Siswa SS = Semua Siswa BS = Beberapa Siswa Xn = Siswa ke-n, n = 1, 2, 3, 4…. Guru berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduk masing-masing. Guru memulai pelajaran. No 1 Subyek G Percakapan dan kegiatan “Sebelum memulai [172] pelajaran, Assallamuallaukum

(303) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Warohmatullahi Wabarakatu”. 2 SS “Wa’allaikumsallam Warohmatullahi Wabarakatu”. 3 G “Selamat siang anak-anak ?” 4 SS “Selamat siang Bu Ninik”. 5 G “Mari kita buka pelajaran pada siang hari ini dengan membaca doa basmallah”. 6 (Semua siswa membaca doa secara bersama-sama) 7 G “Baik anak-anak, kalau kemarin kita belajar menggunakan pecahan yang sama penyebutnya. Apa ?” 8 SS “Sama penyebutnya” 9 G “Sekarang kita akan belajar pecahan yang beda penyebutnya. Yang atas namanya apa anak-anak ?” 10 SS “Pembilang” 11 G “Yang bawah namanya apa ?” 12 SS “Penyebut” 13 G “Kalau yang penjumlahan bagaimana ?. yang atas ditambahkan apanya ?” “Sedangkan penyebutnya sudah sama, tinggal ditambahkan. Ini apa namanya anak-anak ?”(sambil menunjukkan kue terang bulan) 14 SS “Roti terang bulan” 15 G “Ini roti beneran atau tidak ?” SS “Beneran” G S “Roti terang bulan ini akan saya bagi menjadi 6 bagian. Nanti kelomponya Bu Ninik bagi. Menjadi kelompok 1,2,3,4,5,6. Kelompoknya, nanti Bu Ninik yang akan menentukan. Sebelumnya, ada yang mau bantu Bu Ninik untuk memotong kue terang bulan ini ?” “Bu Ninik, Bu Ninik” 16 S “Saya bu, saya bu” 17 (Memotong roti terang bulan dan suasana kelas agak sedikit ramai) 18 G (Selesai memotong roti) “Anak-anak tau tidak lagu ambilkan bulanbu ?” [173]

(304) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 SS “Tahu bu” 20 G “Ayo kita nyanyikan !” 21 (Semua siswa menyanyi) 22 G (Selesai menyanyi) “Kalau anak-anak minta ambilkan bulan, Bu Ninik ambilkan kue terang bulan. Mau ?” 23 SS “Mau bu” 24 G “Salah satu tolong potongkan. Ini kue yang pertama” (Guru menunjuk beberapa siswa untuk memotong kue terang bulan) 25 S “Kowe ki ngopoe ?” (“Kamu itu ngapain”) 26 X1 “Ambilkan bulanbu yang slalu bersinar” (Menyanyikan lagu sendiri) 27 S “Iki ki ngone Iqbal, ra sak penakke dewe” (“Ini punya Iqbal, jangan seenaknya sendiri”)(terdapat beberapa siswa yang ribut sendiri dan berebut penggaris ketika guru memotong koe terang bulan bersama siswa yang ditunjuk oleh guru) 28 X1 “Ambilkan bulanbu” (Nyanyi sendiri) 29 G “Sekarang gantian. Yoh, Adit” (“ini Adit”) (Sambil menghampiri Adit) “Le motong, kene, terus kene” (“Motongnya seperti ini, terus seperti ini”) (Sambil menunjuk roti terang bulan) 30 S “Kapok, kapok, kapok” (“Rasain kamu, rasain kamu”) 31 X2 “Weh, kowe ki aja kaya ngono to” (“Weh, kamu itu jangan seperti itu to”) 32 S “Potong kuenya, potong kuenya” 33 G “Weee, kok malah nggo dolanan ?” (“Weee, kok malah buat mainan ?”) 34 S “Potong bulannya, potong bulannya, makan bulannya. Hehehehe” (Bercanda bersama teman yang lain) 34 X2 “Weee…” 36 X3 “Potong rotinya” [174]

(305) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 X4 “Woooo, enak banget” 38 X5 “Makan kuenya, makan kuenya” 39 (Kelas menjadi sedikit ramai, karena guru dan beberapa siswa yang sudah ditunjuk, sedang memotong kue terang bulan) 40 G “Dah, kuenya yang satu lagi, kita akan membagi dan memotongnya menjadi ? Enam bagian” “Hore . Tepuk tangan” 41 S 42 (Selesai memotong kuenya, kemudian guru membagikan nomor. Kelas menjadi sedikit ramai) 43 G “Langsung ngambil le, langsung ngambil” 44 X6 “Bu Ninik, saya belum” 45 G “Ko sek to, gentenan karo kancane” (“Sebentar to, gantian sama temannya”) (Sambil menghampiri salah satu siswa yang memanggil Bu Ninik) 46 S “Waaaaaaaaaa .” 47 S “Weee, kowe entuk nomer piro ?” (“Wee, kamu dapat nomer berapa”) 48 G “Ayo ambil nomornya”(Menunjuk ke salah astu siswa) 49 X3 “Piro kowe” “Piro kowe” (“kamu berapa?”) 50 X7 “Sepuluh” 51 X8 “Papat iso dibagi, papat iso dibagi” (“Empat bisa dibagi, empat bisa dibagi”) 52 X6 “Yes .” “ Ambilkan bulanbu” 53 X2 “Bu Ninik, saya belum dapat nomor”(Sambil berjalan menuju meja guru) 54 G “Wes ngerti” (“Sudah tahu”) 55 S “Bu, saya belum” 56 S “Nomor satu yee .” “Yeee,yeee .” [175]

(306) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 S “Kowe entuk nomer piro ?” (“Kamu dapat nomor berapa”) 58 G “Semuanya berdiri” 59 S “Bu ini belum dapat nomor”(Kemudian menghampiri yang belum mendapat nomor) 60 (Kemudian Bu Ninik membagi kelompok dan juga memanggil beberapa siswa untuk maju. Kelas menjadi ramai) 61 G “Yang mendapat nomor ganjil maju kedepan. Yang nomornya genap tetap duduk. Yang lainnya tetap duduk” 62 X9 “Kowe ki ganjil” (“Kamu itu ganjil”) 63 X10 “Siji ki ganjil udu ?” (“Satu itu bilangan ganjil bukan?”) 64 X11 “Kowe piro, Dit ?” (“Kamu berapa Dit?”) 65 X12 “Ngonku enem” (“Punyaku enam”) 66 X11 “Lungguh kowe ki Dit” (“Kamu duduklah Dit”) 67 G “Sekarang yang belakangnya nol, yang belakangnya nol” 68 S “Yang belakangnya nol” 69 BS “Saya Bu Ninik” 70 G “Yang belakangnya nol, silahkan duduknya di meja satu, sini. Yang belakangnya nol duduk di meja satu” 71 S “Meja satu ngonaku” (“Meja satu punyaku”) 72 S “Aku” 73 X13 “Halah jejer” (“Haduh sampingan”) 74 X14 “Hahahaha… “ 75 X1 “Ambilkan bulanbu. Ambilkan bulanbu untuk menerangi” (Siswa menyanyi sendiri) 76 G 77 X15 “Sekarang yang belakangnya dua, siapa yang belakangnya nomornya dua ? Sini yang belakangnya dua”(Menunjuk meja belakangnya kelompok satu) “Aku”(Sambil menuju meja yang sudah ditunjuk oleh guru) 78 S “Tendang bokongnge” (“Tendang pantatnya”) 79 G 80 BS “Eeeee….Ora ditendangi bokongnge” (“Jangan ditendangi pantatnya”) “Hahahahahaha..” 81 S “Bu ini, bu ini” [176]

(307) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 G “Sekarang yang belakang nomornya enam”. 83 X13 “Yang belakangnya enam” 84 G “Belakange enam lungguh kene kabeh” (“Belakangnya enam duduk disini semua”) “Enam, enam” “Berapa kamu”(Menunjuk siswa yang berada didepanya) 85 S “Bu Ninik, ini lima” 86 X16 “Bu ini gimana bu”(Sembari guru menyuruh untuk duduk ditempat duduk yang sudah ditentukan) G “Sekarang yang belakangnya delapan” 88 X17 “Sini, yang belakangnya delapan, sini” “Bu dua puluh bu” 89 X18 “Yo kono maju nang ngarep” (“Ya sana maju ke depan”) 90 G “Neng kene kowe” (“Disini kamu”) 91 (Kemudian guru membagi kelompok yang berdiri di depan menjadi dua 87 kelompok) 92 G “Satu, satu, kowe dadi siji nang kene” (“Satu, satu, kalian jadi satu disini”) “Dah, sekarang duduk disana”(Sambil menunjuk meja yang masih kosong) 93 G “Ya. Bagaimana, sekarang kelompoknya sudah beda to dari yang tadi ?” 94 X19 “Bu, bau kentut” 95 X20 “Sapa sing bar ngentut ?” (“Siapa yang habis kentut?”) “Kowe to” (“Kamu kan”) “Ojo fitnah kowe ki” (“Jangan fitnah kamu itu”) 96 X21 97 (Kemudian guru membagikan LKS kepada tiap-tiap kelompok, dan masingmasing siswa mendapat satu LKS) 98 S “Aliya, Aliya, tas mu ditibakke” (“Aliya, Aliya tas mu dijatuhkan”) 99 S 100 X22 “Yo benke wae” (“Ya, biarkan saja”) “Heh, kuwi bolpenku aja mbok jupuk” (“Heh, itu bolpoinku, [177]

(308) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jangan kamu ambil”) 101 G “Satu, dua, tiga, empat, lima, tidak ada suara mulai dari….Bu Ninik tunggu sampai semuanya tenang… Tidak akan ibu mulai kalau semuanya belum tenang. Tidak ada suara dari sekarang”.(kelas menjadi sedikit tenang) “Oke. Semuanya tenang. Silahkan tunjuk salah satu teman yang ada di kelompok kalian untuk menjadi ketua kelompok. Nanti yang jadi ketua kelompok, Bu Ninik suruh maju ke depan”.(kelas masih seikit ramai) 102 S “Kowe ki iki” (“Kamu tu, itu punyaku”) “Iki ki ngonaku” (“Ini punyaku”) 103 S “Yo kowe ki aja kaya ngono to ?” (“Kamu tu jangan seperti itu”) 104 (kelas masih ramai) 105 G “Tidak akan dimulai jika anak-anak ramai” “Anak-anak, sudah siap ?” 106 SS “Sudah” 107 G “Sebelum memulainya, mari kita ucapkan yel-yel SD Tamanan”(Kemudian siswa mengucapkan yel-yel SD Tamanan). “Tolong siap untuk menjawab pertanyaan. Jika ada pertanyaan atau ada yang tidak dimemgerti, tolong tunjuk jari”. “Perhatikan yang nomor satu dulu”. “Anak-anak nanti cara untuk menjawab pertanyaan tunggu instruksi dari Bu Ninik ya. Yak kelompok dua”(Memanggil kelompok dua) 108 BS(kelompok “Woi” dua) 109 G “Kelompok enam ?” 110 BS “Woi” (kelompok “Kelompok enam, kelompok enam” [178]

(309) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI enam) 111 G “Ayo ana-anak jangan ribut sendiri-sendiri. Nanti kalian tidak bisa menjawab pertanyaan kalau tidak didengarkan cerita dari Bu Ninik dahulu”. 112 (Kelas menjadi sedikit tenang) 113 G “Tadi anak-anak sudah menyanyikan lagu ambilkan bulanbu dan temanmu ada yang membagikan terang bulan menjadi, menjadi berapa anak-anak ?” 114 BS “Enam bagian bu” 115 G “Coba anak-anak, untuk menjawab nomor satu, Bu Ninik bacakan dulu. Atau ada yang mau baca. Boleh. Ayo bantu Bu Ninik … Raysa (Sambil menunjuk Raysa) Ya Alvian. Nanti kalau belum jelas, Bu Ninik ulang. Tolong didengarkan dahulu” 116 X1 (Membacakan pertanyaan soal nomor satu) 117 G “Yak, Bu Ninik ulangi lagi membacanya, ya”(Membacakan pertanyaan soal nomor satu). (Selesai membacakan soal). “Yang tadi dapat dibagi menjadi berapa anak-anak ?” 118 SS “Enam bagian” 119 G “Kalau Putri mendapatkan berapa bagian tadi , anak-anak?” 120 SS “Empat bagian ” 121 G “Sama-sama memberi satu. Yang satu mendapat seperempat bagian. Dan yang satu lagi mendapat setengah bagian. Sekarang selesaikan itu, diskusikan bersama-sama teman satu kelompok kalian . Nanti tiap-tiap kelompok maju untuk presentasi. Kelompok satu siapa yang akan maju untuk presentasi ?” 122 S “Kowe” “Kowe” “Kowe”(Saling tunjuk menunjuk) (Kowe=kamu) 123 G “Wee, ora tuding tudingan kaya ngono kuwi” (“Wee, jangan tunjuk-tunjukkan seperti itu”) [179]

(310) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 X3 “Ayo, siapa yang belum pernah maju, silahkan maju ke depan” “Dava bu, Dava .” 125 G “Yak Dava” “Kelompok dua, siapa yang akan maju ?” 126 X7 “Alvian bu” 126 G “Kelompok tiga ? Riko” “Kelompok empat ? Raka” “Kelompok lima ? Rasya” “Kelompok enam ? Nabila” 127 BS “Ayu bu. Ayu bu .” (Kelompok dua) 128 G “Ya, Ayu” 129 G “Silahkan, kerjakan tugas yang sudah ibu berikan, 20 menit untuk berdiskusi”. 130 X23 “Weee” “Sok tau” 131 X24 “Ora yo, aku ora sok tau kok” 132 G “Wee, ora geprek, geprek lho… Adit !” (“Wee, jangan memukul-mukul meja… Adit”) 133 (Kelas menjadi ramai karena siswa sedang berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing) 134 G “Ayo kerjakan anak-anak .” (Sambil membagi-bagikan kertas gambar terang bulan, sebagai media perumpamaan kue terang bulan) “Siapa yang belum mendapat kertas gambar kue terang bulan ? Selain kelompok dua… Kelompok enam, mendapat berapa ? satu apa dua ?” 135 BS “Sudah ada dua bu” 136 G “Kelompok tiga, mendapat satu atau dua ?” 137 BS “Dua bu” [180]

(311) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 G “Kelompok empat sudah apa belum ? Nah, ini ibu ada gunting. Guntingnya ibu hitung dulu ya… Ibu akan bagikan gunting ini kepada tiap-tiap kelompok” (Sambil membagikan gunting kepada tiap-tiap kelompok) “Ini contoh yang dibagi dua .”(Sambil menunjukkan potongan kertas yang berbentuk kue terang bulan) “Anak-anak, kertas gambar kue terang bulannya, tadi dibagi menjadi barapa ?” 138 SS “Menjadi empat bu” 139 S “Ket mau rung njawab-njawab wae” (“Daritadi belum jawab”) 140 X24 “Di bagi menjadi empat” (Bu Nininik sambil memotong kertas gambar kue terang bulan) 141 G “Dibagi menjadi berapa ceritanya ?”(Sambil menunjukkan kertas gambar kue terang bulan yang kedua, dan dipotong menjadi emapt bagian) 142 S “Dibagi menjadi dua bu” 143 G “Empat… Harus sama lho” “Itu jangan dihabiskan, itu sama dengan yang ada di soal lho” “Berapa ini ?”(Sambil menunjukkan kertas gambar kue terang bulan yang sudah dibagi menjadi empat bagian) 144 SS “Empat” 145 G “Ini dibagi menjadi berapa”(Sambil menunjukkan kertas gambar kue terang bulan yang ke dua) 146 SS “Dua” 147 G “Bagus” “Ya” 148 S “Eh, kok ejolan” (“Eh, kok tertukar”) 149 G “Silahkan itu dipotong-potong pertanyaannya” 150 S “Bu guntingnya, bu” [181] sesuai dangan

(312) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 G “O.. Iya”(Sambil mengembalikan gunting kepada salah satu kelompok yang guntingnya dipinjam) 152 S “Bu Ninik sobek, bu… Kertas gambar kue terang bulannya” 153 X25 “Dit, ndi to Dit guntinge” (“Dit, mana guntingnya”) 154 X26 “Mbok ejolke karo kelompok sebelah po, Dit ?” (“kamu tukarkan dengan kelompok sebelah ya Dit”) 155 X27 “Hooo” 156 G “Hasilnya, langsung disalin ke dalam LKS” 157 S “Bu mana guntingnya ?” 158 G “Lho tadi udah ada guntingnya” 159 (Semua siswa sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Ninik) 160 S “Sudah” 161 G “Mosok cepet banget” 162 S “Bu Ninik, udah bu” 163 G “Dilanjutkan” 164 S “Bu, ini gimana, bu ?” 165 G “Dibaca dulu soalnya” (Terdengar suara seperti besi jatuh) “Dava” 166 S “Gini bu ?” (Sambil menunjukkan pekerjaannya) 167 S “Caranya gimana bu ?” 168 G “Apa ?” 169 S “Caranya gimana ?” 170 G “Tanya kelompokmu to”(Sambil menghampiri salah satu siswa yang bertanya) 171 X1 “Waaa, gimana ? Waaa iki bagusan yang sana” 172 S “Hooo yo” 173 G “Disamakan apanya ?”(Mengajari siswa yang bertanya) 174 S “Penyebutnya” 175 G “Ha gene kowe wis ngerti” (“Lha itu kamu sudah tahu”) 176 X24 “Bu Ninik ini gimana ?” 177 G “Ditambahke” [182]

(313) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Dikalikke, disamakan penyebutnya” 178 X24 “Ooooo” 179 G “Mung kaya ngono kok ora iso” (“Cuma seperti itu kok tidak bisa”) (Sambil menuju meja guru) 180 S “We piye ki carane ?” (“Wee, bagaimana ini caranya”) 181 G “Baca pertanyaannya. Kalau tidak bisa, didiskusikan bersama” 182 X1 “Bu gini ?” 183 G “Ya” 184 S “Gini bu ?” 185 G “Nah, iya” 186 S “Gini bu ?”(Melihat hasil pekerjaannya) 187 S “Gini bu” 188 G “Hooo” (“Iya”) “Betul” 189 (Siswa sibuk mengerjakan tugas dengan berdiskusi) 190 S “Hook i, dipadakke penyebute” (“Iya ini disamakan penyebutnya”) 191 S “Wooooo rusak” 192 S “Yo mbok ojo koyo ngono to” (“Jangan seperti itu kenapa sih”) 193 G “Untuk nomor dua silahkan gunakan puzzle. Puzzlenya dibuka plastiknya. Gunakan puzzle, dibuka plastiknya. Hatihati buka plastik puzzlenya, jangan sampai rontok puzzlenya” 194 S “Iki banding iki piro ?” (“Ini dibandingkan ini berapa?”) 195 S “Karo iki lho” (“Sama ini loh”) 196 S “Bu sudah” 197 G “Ya”(Sambil menghampiri salah satu siswa yang bertanya) 198 S “Bu, dicari yang warnanya sama ?” 199 G “Iya, dicari warnanya yang sama” [183]

(314) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 S “Iki ngene to ?” (“Ini begini to”) 201 S “Hooo.. Tapi iki kurang sijie” (“Iya, tapi ini kurang satu”) 202 G “Puzzle pecahan itu digunakan untuk mengerjakan nomor dua, dibaca soalnya” (Sambil mengajari salah satu kelompok cara menggunakan puzzle pecahannya) Keterangan : pada pertemuan kedua ini, peneliti tidak mengambil seluruh kegiatan yang berlangsung di dalam kelas, karena memori yang digunakan peneliti untuk merekam kegiatan pembelajarannya penuh. Sehingga peneliti hanya merekam kegiatan inti dalam pertemuan ini. TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KETIGA Kelas : IV Hari/Tanggal : Rabu, 26 Februari 2014 Pukul : 09.30-10.40 Keterangan G = Subyek Guru S = Siswa SS = Semua Siswa BS = Beberapa Siswa Xn = Siswa ke-n, n = 1, 2, 3, 4…. Guru berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduk masing-masing. Guru memulai pelajaran. No Subyek Percakapan dan kegiatan 1 G “Assallamuallaukum Warohmatullahi Wabarakatu” 2 SS “Wa’allaikumsallam Warohmatullahi Wabarakatu” 3 G “Yak, mari kita mulai pelajaran matematika dengan membaca basmallah” [184]

(315) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 (Siswa membacakan doa basmallah) 5 G “Mari kita buka pelajaran pada siang hari ini dengan membaca doa basmallah” 6 (Semua siswa membaca doa secara bersama-sama) 7 G “Yak” “Selamat siang anak-anak” 8 SS “Selamat siang Bu Ninik” 9 G “Siapa yang tidak masuk hari ini ?” 10 SS “Fendi” 11 G “Oooo, yang kemarin sakit ?” 12 BS “Ya” 13 G “Tapi sebelumnya mejanya di tata dahulu, biar enak kalu dilihat” “Mejanya digeser pas garis, Andika”(Menunjuk meja yang bersebrangan) “Nanti yang lainnya menyesuaikan”(Sambil mengatur meja yang paling depan) 14 (Kelas menjadi ramai, karena siswa-siswa sedang mengatur meja) 15 S “Mejone sek sing dipindah ki” (“Mejanya dulu yang dipindah”) G “Jangan deket-deket meja satu dengan yang lainnya” “Geser-geser”(Memberi arahan) 16 S “Mejane sek ki lho” (“Mejanya dulu lho”) S “Mejane sek ki lho” (“Mejanya dulu lho”) X1 “Ngopo kowe, sah neko-neko… ra kuat we” (“Ngapain kamu,tidak usah aneh-aneh… tidak kuat kamu tu”) 17 X2 “Ora yo” (“Tidak ya”) 18 S “Aku ora iso metu… mepet banget mejane” (“Aku tidak bisa keluar, mepet banget mejanya”) 19 G “Yak, satu, dua, tiga…. Tidak suara mulai dari ?” 20 SS “Sekarang” [185]

(316) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 G “Kita akan masih melanjutkan pecahan, tapi Bu Ninik punya soal pecahan…. Nanti siapa yang bisa menjawab pertanyaan Bu Ninik, akan mendapat bintang… Semakin banyak kalian mendapat bintang, semakin banyak menambah nilai…. Jadi soalnya didengarkan dahulu….Bu Ninik akan bercerita nanti anak-anak yang bisa menjawab tunjuk jari…. Siap ? Sudah siap…. Siap” 22 BS “Siap” 23 G “Yak…. Sekarang Bu Ninik baca ceritanya”(Kemudian membacakan soalnya) “Boleh orek-orek”(Kemudian siswa mengeluarkan kertas untuk menghitung) 24 S “Dua, dua empat per…. Dua per empat” 25 G “Diorek-orek tidak boleh ngawur” 26 X1 “Dua per sepuluh” 27 X2 “Dua puluh per dua empat” 28 G “Stop, siapa tadi yang menjawab. Tunjuk jari” 29 X1 “Dua per sepuluh” 30 X2 “Dua puluh per dua empat” 31 G “Yok, kita buktikan…. Tadi Dava mempunyai berapa ?” 32 S “Enam” 33 G “Enam…. Berarti seperenam…. Terus yang satu dibagi menjadi berapa ?” 34 BS “Empat” 34 G “Berarti seperempat…. Dijadikan apa ?” 36 S “Dikalikan” 37 G “Ini berapa ?” 38 S “Dua puluh empat” 39 G “Dua puluh empat…. Ini berapa ?” 40 BS “Enam” 41 G “Enam…. Ini ?” [186]

(317) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 BS “Empat” 43 G “Berarti ” 44 BS “Sepuluh per dua puluh empat…. Terus yang jawabannya sepuluh per dua puluh empat siapa ?” 45 BS “Riko” 46 G “Riko, karena dua puluh empat per sepuluh” 47 S “Yah, salah…. Wuuuuu” (Sambil bertepuk tangan) 48 G “Yee, ini punya Riko” (Sambil memberikan kertas bintang kepada Riko) 49 BS “Selamat ya…. Selamat ya” 50 G “Yak, yang kedua” (Kemudian membacakan soal cerita yang nomor dua) 51 X2 “Enam per delapan” 52 G “Riko enam per delapan, yang lain ?” 53 X1 dan X3 “Dua per delapan” 54 S “Tiga per delapan” 55 G “Yo, sekarang kita buktikan…. Berapa tadi kamu ?”(Menunjuk X1 dan 3) 56 BS “Enam per delapan” 57 G “Udah stop, kita hitung dulu…. Yang satu membeli berapa ?” 58 SS “Satu per empat” 59 G “Ibunya membeli berapa ?” 60 SS “Satu per enam” 61 S “Tiga per empat, tiga per empat” 62 G “Ini dijadikan empat…. Yang ini satu, terus, yang ini dua. Jadinya berapa ?” 63 X4 “Tiga per empat” 64 G “Siapa yang mendapat kertas bintang ?” 65 X4 “Aku” 66 G “Andika” (Sambil memberi kertas bintang kepada siswa yang menjawab benar) [187]

(318) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 BS “Wah jan, Andika sing oleh” (“Wah, kok Andika yang dapat to”) 68 G “Uwis ra popo” (“Udah, tidak apa-apa”) 69 S “Wah, nek iso diulang neh…ulang neh” (“Wah, kalau bisa diulang lagi, diulang lagi”) 70 G “Udah ya” 71 S “Aku rung entuk’e” (“Aku belum dapat e”) 72 G “Ya, soal selanjutnya” (Kemudian membacakan soal selanjutnya) “Berapa jumlahnya ?” 73 X2 “Tujuh per dua belas” (Sambil tunjuk jari) 74 G “Tunjuk jari dulu baru jawab…. Tunjuk jari nanti…Yang lain, Vega, Raysa” 75 X5 “Tujuh per dua belas” 76 G “Coba kita buktikan…. Nggone Adit dibagi pira ?” (“Coba kita buktikan, punya Adit dibagi berapa ?”) 77 S “Satu per dua belas” 78 G “Dibagi empat. Kalau punya Raysa ? Tiga (Sambil menuliskan dipapan tulis) Berapa ini ? Dua belas” 79 S “Empat 80 G “Sama dengan…. Yak, berarti yang menjawab tujuh per dua belas” 81 X2 “Aku bu” 82 G “Riko wis entuk” (“Riko sudah dapat”) 83 X6 “Yee. Wis entuk” (“Yee… Sudah dapat”) 84 S “Ngertio, aku mau njawab wae” (“Tahu gini aku tadi jawab aja”) 85 G “Yak, satu kali lagi” 86 S “Hih, satu kali lagi ?” 87 (Kemudian Bu Ninik membacakan soal yang terakhir) 88 G “Berapa potongan yang didapatkan Ida ? Berapa bagian ?” [188]

(319) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 X7 “Empat belas” 90 G “Emapat belas ?” 91 S “Empat per delapan” 92 S “Tujuh per dua puluh empat” 93 S “Tujuh per delapan”(Saling sahut menyahut) 94 G “Kalau tidak tunjuk jari, tidak akan mendapat kertas…. Andika,…..,…..,……, kamu berapa ?”(Menunjuk siaswa yang berada didepannya) 95 X7 “Tujuh per dua puluh delapan” 96 BS “Bu, bu, bu…. Tujuh per dua puluh empat” 97 G “Dengarkan dulu…. Satu, dua, tiga, empat, lima…. Berapa tadi Lia ? 98 SS “Satu per empat” 99 G “Yang satu ?” 100 SS “Satu per delapan” 101 G “Ini ?” (Sambil menulis di papan tulis) 102 BS “Empat puluh delapan” 103 G “Ini ?” 104 BS “Delapan” 105 G “Ini ?” 106 BS “Enam” 107 BS “Empat belas per empat puluh delapan” 108 G “Berarti Arya, Anita, Yudha yang mendapat kertas….Tepuk tangan” (Sambil memberikan kertas) 109 X8 “Yeeee..” 110 G “Nanti ditukarkan sama nilai” 111 S “Yes” 112 G “Sekarang lagi-lagi untuk membentuk kelompok…. Sebentar, kemarin kan sudah membentuk kelompok, tetapi kelompoknya ada yang ramai, ada yang tidak mengerjakan, ada yang ribut sendiri, kalau nanti tidak boleh kayak gitu…. Kalau kelompok, [189]

(320) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI semuanya ikut ?” 113 X1 “Bekerja” 114 G “Bekerja. Tidak boleh ?” 115 BS “Ramai” 116 G “Tidak boleh ramai. Siapa yang melanggar tata tertib ?” 117 BS “Mengantikan regu piket” 118 G “Mengantikan regu piket, bagus…. Ntar, saya bagi dulu…. Bentar ya, di bagi, nanti biar ada tiga kelompok”(Kelas sedikit ramai karena guru sedang membagi kelompok) “Ambil, ambil le”(Sambil membagikan kertas kecil, untuk membagi kelompok) “Ayo cepet ambil” 119 S “Cepet” 120 X2 “Yeess” 121 S “Kowe piro ?” 122 S “Rong puluh” 123 S “Bu, bu, ini belum bu” 124 G “Bentar, bentar”(Selesai membagikan nomor) “Silahkan yang belakannya nol disini 125 S “Maju” 126 (Kelas menjadi ramai, karena siswa pindah tempat duduk sesuai dengan tiap-tiap kelompok) 126 G “Silahkan kelompok satu…. Yang belakangnya dua ada apa tidak ? Kelompok dua”(Menunjuk meja belakangnya kelompok satu) “Yang belakangnya tiga” 127 S “Bu, ini kelompok berapa ?”(Menunjuk meja paling depan) 128 G “Kelompok satu…. Yang belakangnya tiga kelompok tiga…. Yang belakangnya satu, kelompok empat…. Yang belakangnya tujuh, kelompok lima…. Yang belakangnya delapan, kelompok enam” [190]

(321) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 S “Kowe kelompok piro ?” 130 S “Kelompok lima” 131 S “Yeeeee” 132 G “Belakangnya berapa ?” (Bertanya kepada siswa yang menunjukkan nomornya) 133 S “Tujuh” 134 G “Ya, disini, kelompoknya, kamu kelompoknya….Yang silahkan duduk sudah dikelompoknya ada masing- masing…. Bu Ninik nanti tinggal memasukkan yang belum mendapat kelompok” 135 S “Heh, sing mburine pitu nang kene” (“Heh, yang belakangnya tujuh disini”) 136 G “Sini yang belakangnya tujuh…. Kamu belakangnya berapa ?”(Bertanya kepada siswa yang belum mendapatkan kelompok) 137 S “Lima” 138 S “Lima” 138 G “Kowe melu kene” (“Kamu ikut sini”) (Menunjuk ke kelompok satu) “Kamu belakang berapa ?” 139 S “Delapan bu” 140 G “Yo, kowe nang kene wae” (“Ya, kamu disini saja”) (Selesai membagikan kelompok) “Dah, siapa yang belum mendapatkan kelompok ?” 141 X1 “Saya” 142 G “Nah, itu dah dipakai sama itu to…. Kowe melu kono wae” (kamu ikut sana saja) 143 X1 “Ah bu, jangan bu” “Yaaahhh” 144 BS “Sokor kowe. Hahahahahahaha” (“Rasain kamu, hahahaha”) 145 G “Kene, kene, kowe neng kene. Ejolan karo iki”(Menukarkan salah satu orang dari kelompok lain dengan X1) [191]

(322) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 S “Yyyeeeee” 147 G “Satu, dua, tiga, empat, lima” “Kelompok satu ketuanya siapa ?” 148 BS “Novian” (kelompok satu) 149 G “Ya, Novian” “Kelompok dua ?” 150 X1 “Aku” 151 G “Yak, Raysa” “Kelompok tiga, Nala” “Kelompok empat” 152 BS “Adit” (kelompok empat) 153 G “Kelompok enam siapa ?” 154 BS “Risma” (kelompok enam) 155 G “Nanti masih melanjutkan yang ini”(Menunjukkan puzzle) “Untuk menjawab soal ini”(Membagikan kertas kerja) 156 S “Alvi, le mbalekke engko yo” (Alvi, membagikannya nanti ya) 157 S “Yo” 158 G “Yak, dikerjakan dahulu” 159 (Siswa, sibuk mengerjakan tugas yang diberikan) 160 G “Hallo, plastiknya jangan dihilangkan, nanti masih dipakai…. Menjawabnya memakai puzzle” 161 S “Bu Ninik ini gimana ?” (Bu Ninik menghampiri siswa yang bertanya) 162 G “Nah ini kaya gini, terus ini begini” (Mengajari siswa yang bertanya) 163 (Bu Ninik berkeliling intuk melihat pekerjaan siswa) [192]

(323) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 G “Dah selesai, bagus” 165 S “Belum” 166 G “Yang mana ?”(Sambil mengajari) Kalau sudah diberi nama, kelompok berapa ? Kelompk satu, dua, tiga, empat, lima, enam”(Menunjuk meja menurut kelompok) Kelompok satu, nanti siapa yang maju ?” 167 BS “Novian” (kelompok satu) 168 G “Kelompok dua, Arya” “Kelompok tiga, Siska” 169 S “Waduh” 170 G “Kelompok empat, Fendi” “Kelompok lima, Lintang” “Kelompok enam, Nita” “Yak, bagus” 171 G “Sudah apa belum ?” 172 BS “Sebentar lagi” 173 G “Ya, sebentar lagi” “Kalau sudah siap langsung maju” 174 S “Sudah siap bu” (kelompok satu) 175 G “Kelompok satu diwakili oleh Arya….Tepuk tangan…. Sekali lagi tepuk tangan untuk kelompok satu”(Beberapa siswa kemudian tepuk tangan, dan perwakilan dari kelompok satu maju kedepan) “Silahkan dibacakan” 176 X9 (Membacakan pekerjan kelompok) 177 G “Tolong dituliskan supaya jelas”(Memberikan spidol kepada X9) “Ini menurut kelompok satu” [193]

(324) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Tolong yang lain memperhatikan” “Semua memperhatika depan, semua kertas diletakkan” (X9 selasai menuliskan) “Yak, menurut kelompok satu kalu penyebutnya berbeda, dikalikan atau disamakan. Itu menurut kelompok satu. Beri tepuk tangan”(Memberi tepuk tangan) “Perwakilan dari kelompok dua” 178 X1 (Membacakan pekarjaan kelompok didepan) 179 G “Ini adalah hasil diskusi dari kelompok dua…. Perhatikan”(Karena kelas sedikit ramai. Menyuruh perwakilan dari kelompok dua untuk menuliskan hasil diskusinya) “Yak, kalau yang ini menurut kelompok dua” “Kalau penyebutnya berbeda, disamakan” “Tepuk tangan untuk Rasya, perwakilan dari kelompok dua” “Sekarang perwakilan dari kelompok tiga. Ya, Siska maju. Tepuk tangan” 180 X10 (Membacakan soal, kemudian menuliskan jawaban dipapan tulis) 181 G “Nanti siapa yang tidak memperhatikan, tidak bisa menjawab dan tidak akan mendapat nilai” 182 G “Terimakasih untuk perwakilan dari kelompok tiga. Sekali lagi kita kasih tepuk tangan” (Kemudian siswa memberi tepuk tangan) “Kelompok empat diwakili oleh Fendi” 183 BS “Fendi” (kelompok empat) 184 G “Yak, boleh” “Fendi” “Tepuk tangan untuk Fendi” 185 X11 (Maju kedepan membacakan soal dan menuliskan pekerjaan hasil diskusi dipapan tulis) 186 G “Media yang digunakan apa namanya ?” (Bertanya kepada BS [194]

(325) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelompok empat) 187 BS “Puzzle Pecahan” (Kelompok empat) 188 G “Yaa. Puzzle” “Ya, pewakilan dari kelompk empat ya ? Bagus Fendi suaranya keras, kalau maju suaranya yang keras seperti ini…. Ketua kelompok yang maju itu, dapat mempengaruhi nilai temannya, kalau suara keras dan hasil diskusinya bagus, nilainya juga bagus….Yak kelompok empat menggunakan cara yang lain lagi” (Melihat hasil diskusi kelompok empat yang sedang dituliskan dipapan tulis) “Bagus sekali, tepuk tangan untuk kelompok empat” (Selesai menuliskan hasil diskusi) 189 G “Yak, berbeda tidak papa, yang penting hasilnya sama” “Jika penyebutnya berbeda maka di samakan penyebutnya” “Perwakilan dari kelompk lima” 190 BS “Lintang” (kelompok lima) 191 G “Yak Lintang silahkan maju. Tepuk tangan untuk Lintang” (Siswa memberi tepuk tangan) 192 X12 (Maju ke depan membacakan soal dan menuliskan hasil diskusi di papan tulis) 193 G “Arya, Riko perhatikan depan sini” (Menegur siswa X9 dan X2 yang tidak memperhatikan) 194 X9 dan X2 “Ya, bu” 195 X2 “Heh ora yo” (“Heh, tidak ya”) 196 S “Hahahaha” 197 G Sssuuuutt’ (Selesai menuliskan hasil diskusi) “Yak bagus, ini hasil diskusi dari kelompok lima. Beri tepuk tangan, sekali [195]

(326) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lagi”(Siswa memberi tepuk tangan) “Yang pertama dijadikan berapa ?”(Menulis di papan tulis) 198 BS “Sepertiga” 199 G “Sepertiga. Lalu yang ini dijadikan berapa, ini ?” 200 BS “Empat” 201 G “Empat…. Menjadi satu tambah dua, sama dengan ?” 202 S “Tiga per empat” 203 G “Tiga per empat…. Yang nomor dua. Sepertiga ditambah tiga per empat…. Berbeda atau sama ?” 204 BS “Berbeda” 205 G “Berbeda atau sama ?” “Berbeda” “Dengan cara mencari kelipan tiga dan empat, lalu dicari yang sama angkanya dari kelipatan tiga dan empat” “Hayo, semua lihat papan tulis, alat tulis diletakkan dulu” “Tiga dan empat kenapa dua belas ?” 206 S “Kelipatan dari tiga dan empat” 207 G “Kelipatan dari tiga dan empat” “Dua belas bisa dibagi tiga ?” 208 BS “Bisa” 209 G “Dua belas bias dibagi empat ?” 210 BS “Bisa” 211 G “Sembilan ditambah empat sama dengan tiga belas per dua belas. Betul ?” 212 BS “Betul” 213 G “Betul” “Maka kesimpulannya untuk penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda, di apakan anak-anak ?” 214 BS “Disamakan” 215 G “Ya, disamakan” “Coba Bu Ninik kasih soal yang lain, nanti siapa yang bisa [196]

(327) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI manjawab, tunjuk jari. Ora mbengok-bengok” (Tidak teriakteriak) (Menuliskan soal dipapan tulis) “Siapa yang bisa ?” “Riko, maju ke depan menyelesaikan soal dari Bu Ninik” “Bagus, nanti nek bisa, nanti tak kasih bintang” (Kemudian X2 maju ke depan dan menyelesaikan soal dari Bu Ninik) “Tiga belas per dua puluh satu. Betul ?” 216 BS “Betul” 217 G “Betul ?” 218 SS “Betul” 219 G “Ini bintang untuk Riko, tepuk tangan untuk Riko” (Siswa memberi tepuk tanagn dan Bu Ninik memberikan bintang kepada Riko) 220 S “Riko ki lho entuk bintang akeh” (Riko ini loh dapat bintang banyak) 221 G “Sapa sing arep entuk bintang, sini maju menjawab soal dari Bu Ninik” (Siapa yang mau mendapatkan bintang, sini maju menjawab soal dari Bu Ninik) “Siapa yang mau maju” 222 S “Aku, aku ,aku” 223 G “Tidak apa-apa nanti bisa mendapat soal dari Bu Ninik lagi” (Kemudian X13 maju ke depan) 224 S “Bu, nanti aku ya, bu” 225 G “Tiga puluh satu per empat puluh lima, betul ?” 226 SS “Salah” 227 G “Siapa yang bisa membetulkan ?” 228 S “Aku” 229 S “Aku, aku, aku” 230 G “Ya, kamu maju ke depan”(Menunjuk X14 yang ada di depan Bu Ninik) 231 X14 (Kemudian maju ke depan) [197]

(328) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 X13 “Bu, mana bintangnya ?” 233 G “Kalau salah tidak dapat bintang” 234 X2 “Halah bu, mbok mau sing maju aku” (hallah bu, tahu begitu aku yang maju) 235 X9 “Kudune ki empat puluh” (Harusnya itu empat puluh) 236 G “Heh, malah ngajari” “Betul atau salah ?” 237 SS “Betul” 238 G “Ya, betul”(Sambil memberikan bintang kepada X14.Setelah memberikan bintang kepada X14, Bu Ninik menuliskan soal selanjutnya) 239 X2 “Bu aku, bu” 240 X9 “Bu aku, to bu” 241 S “Saya, saya” 242 S “Aku, aku, aku” 243 G “Kamu” (Menunjuk X15) 244 X15 (Kemudian X15 maju ke depan) 245 X2 “Ah, bu aku bu” 246 S “Aku bu, aku” 247 X9 “Yahh. Aaaa “ 248 G “Siapa yang mau mendapat bintang ?” 249 BS “Saya” 250 G “Betul anak-anak ?” 251 SS “Betul” 252 G “Nah, sekarang Bu Ninik akan membagikan kertas soal” (Kemudian membagikan kertas) “Nanti siapa yang dapat menjawab betul semua, akan mendapat bintang” “Ini mengerjakannya sendiri-sediri lho” 253 S “Woooo, kaya mentalis itu lho” 254 S “Mentalis apa ?” [198]

(329) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Nanti kalau mengerjakannya sambil bicara, tidak akan 255 G mendapat bintang” 256 BS “Iya bu” 257 G “Bagi yang sudah selesai mengerjakan nanti boleh langsung istirahat, tapi pekerjaannya dikumpulkan ke Bu Ninik dulu” “Iya Bu” 258 SS TRANSKRIP PENELITIAN TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEEMPAT Kelas : IV Hari/Tanggal : Rabu, 26 Februari 2014 Pukul : 10.40-11.50 Keterangan G = Subyek Guru S = Siswa SS = Semua Siswa BS = Beberapa Siswa Xn = Siswa ke-n, n = 1, 2, 3, 4…. Guru berdiri di depan kelas. Siswa duduk ditempat duduk masing-masing. Guru memulai pelajaran. No Subyek Percakapan dan kegiatan 1 SS “Assalamualaikum Warohmatullahhi Wabarakatu” 2 G “Selamat siang anak-anak” 3 SS “Selamat siang Bu Ninik” 4 (Kelas masih dalam keadan ramai, tetapi guru menunggu siswanya tenang) 5 S “Satu, dua” G “Adit, Arya mau ikut pelajaran po arep mung rame dewe ?” (Adit, Arya, mau ikut pelajaran atau hanya mau ribut sendiri ?) 6 X1 dan X2 “Mau ikut pelajaran” 7 G “Jadi, kalau pelajaran ?” 8 X1 “Anteng” [199]

(330) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 G “Ora omong dewe wae, kaya Harsa kae lho. Nek ra pelajaran rame, tapi nek pelajaran anteng” (jangan bicara sendiri saja, seperti Harsa itu loh, kalau tidak pelajaran ramai, tapi kalau pelajaran anteng) “Pengen dapat bintang atau tidak ?”(Dengan nada sedikit menasehati X1 dan X2) 10 X2 “Pengen” 11 G “Ya, makanya sekarang dengarkan dulu” “Sekarang Bu Ninik akan meneruskan pelajaran. Kemarin pelajaran apa anak-anak ?” 12 SS “Pecahan” 13 G “Masih sulit tidak belajar tentang pecahan ?” 14 SS “Tidak” 15 G “Bagus” “Hari ini kita akan permainan tapi, Bu Ninik akan membuka pelajaran pada hari ini dengan bacaan basmallah” 16 SS (Semua siswa mengucapkan doa basmallah) 17 G “Ya. Siapa yang tidah masuk pada hari ini ?” 18 SS “Fendi” 19 G “Fendi, kenapa tidak masuk ?” 20 SS “Sakit” 21 G “Hari ini kita akan bermain, walau berkelompok, sebelumnya Bu Ninik akan membagikan kartu” “Kartunya hanya ada dua jenis, yaitu setengah dan angka satu ?” “Nanti Bu Ninik sambil membacakan soalnya” “Harsa mempunyai dua tahu yang angka satu langsung bergabung mencari ?” 22 X3 “Mencari angka satu” 23 G “Mencari angka satu, lalu yang setengah mencari temannya yang ?” 24 S “Setengah” [200]

(331) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 G “Berapa ? Dua ?” 26 BS “Empat” 27 G “Empat… Jadi yang setengah langsung berempat, yang angka satu ?” 28 S “Jadi satu” 29 G “Tapi nanti Bu Ninik lihat dulu, kalau kelompok itu salah, akan mendapatkan hukuman. Setuju ?” 30 SS “Setuju” 31 G “Hukumannya hanya menyanyi kok” 32 SS “Waaaaaaaaaaaa” 33 G “Nanti kalau jawabnya bentul, akan mendapatkan bintang” 34 SS “Yyyeeeee” 35 S “Berarti tiga ?” 36 G “Masa tidak tahu…. Mendapat setengah, kalau Bu Ninik bilang satu dikalikan berapa? 37 X3 “Satu, dua pasangan, dua pasangan” 38 BS “Satu” 39 G “Dua pasangan…. Ya, sekarang saya bagikan kartunya” (Kemudian membagikan kartupapan harga) “Tetapi dengarkan soal dari Bu Ninik dulu” 40 S “Kowe piro ?” (Kamu berapa) 41 S “Telu aku” (Tiga aku) 42 G “Dengarkan dulu” “Sebaiknya kursinya digeser dulu, nanti ndak nabrak-nabrak. Anak-anak berdiri dulu” (Kelas menjadi ramai, karena pindah tempat duduk untuk kelompok) “Nanti berkelompok. Yo, yo, yo, mejane digeser dhisik” 43 X4 “Klambi ijo, aku ki” (Baju hijau aku ini) (Mendekati teman yang berada di sebelahnya) 44 S “Weeee, aja ngono to, nomerku tibo” (Wee, jangan seperti itu nomerku jatuh) [201]

(332) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 X5 “Weee, kuwi wek ku, aja ditibakke” (Wee, itu punyaku jangan dijatuhkan) 46 X6 “Weee, sapa sing setengah ?” (Wee, siapa yang setengah) 47 X7 “Setengah, setengah” 48 G “Dah, sekarang dengarkan. Dengarkan semuanya, sekarang hadap ke Bu Ninik” 49 S “Hadap ke Bu Ninik” (Sambil berbaris menghadap Bu Ninik) 50 G “Langsung cari kelompoknya masing-masing” “Bu Ninik mempunyai dua roti terang bulan” (Kemudian para siswa mencari kelompoknya) “Setengah. Betul” (Melihat jawaban tiap-tiap kelompok) 51 BS “Yyeee” 52 S “Aku bu” 53 G “Ngko sek” (nanti dulu) “Soalnya dua terang bulan. Jawabannya lebih” (Sambil memberi bintang kepada siswa yang jawabannya benar) 54 X3 “Ini tu, ini tu tidak ikut” 55 G “Yang sudah mendapat bintang, tetap berkelompok, tetap berkelompok” 56 S dan X1 “Hore, yeee” 57 BS “Bu, aku bu. 58 G “Sebentar, Bu Ninik lihat dulu. Nanti yang salah nyanyi” “Mana punyamu. Betul” (Sambil melihat jawaban) 59 BS “Yeeee” 60 S “Bu Ninik sini” 61 S “Yeee, aku wis entuk loro” (ye, aku sudah dapat dua) 62 S “Aku gek entuk sijie” (Aku baru dapat satu e) 63 G “Hore. Yang mendapat bintang siapa ?” (Setelah membagikan bintang) 64 BS “Aku. Hore” (Sambil tunjuk jari) 65 G “Berarti, ini nyanyi bertiga” (Menunjuk kelompok yang [202]

(333) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jawabannya salah) 66 SS “Hahahahahaha” 67 G “Sebagai hukuman, kalian nyanyi bertiga” 68 S “Ambilkan bulanbu, ambilkan bulanbu” 69 G “Yang lain menyebar lagi, untuk nanti menjawab pertanyaan berikutnya” (Yang kena hukuman menyanyi di depan) 70 SS “Ayooo” 71 X8 “Rene, rene” (sini, sini) 72 X9 “Nyebar dhisik iki ki” (menyebar dulu ini) G “Ganti lagi soalnya…. Sssuuutt” 73 S “Weh, meneng heh” (hehe, diam heh) 74 G “Ayo, soal berikutnya….Sudah siap ?” 75 BS “Sudah” 76 G “Bu Ninik mempunyai satu buah 77 BS “Hahahahaha” “Kene, kene” (sini, sini) 78 G “Siapa yang dapat bintang lagi ?” 79 SS “Aku” “Yeee” 80 S “Bu aku ,bu” (Sambil memberikan bintang) 81 S “Bu saya” 82 G “Semuanya sudah dapat” 83 S “Aku wis entuk telu” (Aku sudah dapat tiga) 84 G “Satu, dua, tiga empat” “Bagus” (Kelas tidak terlalu ramai) “Bu Ninik mempunyai tiga buah balon” 85 BS “Weh, kene, kene” (weh, sini, sini) 86 G “Tiga, tiga, tiga” 87 BS “Bu sini, sini 88 S “Bu, ini tiga, udah pas bu” [203]

(334) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 G “Kono, kowe maju dewe” (sana, kamu maju sendiri) (Menyuruh siswa yang tidak mendapat kelompok) 90 S “Bu mana bintangnya ,bu” 91 G “Ngko sek” (nanti dulu) (Sambil membagikan bintang) “Weh, kok mung wong telu. Ora oleh” (weh, kok cuma orang tiga, tidak boleh) (Hasilnya tidak mancapai tiga) “Kono maju nang ngarep” (sana maju kedepan) 92 S “Yeee, aku wis entuk bintang telu, lumayan” (Yee, aku sudah dapat bintang tiga, lumayan) 93 G “Baik, yang hasilnya salah maju” 94 BS “Kono, kono maju” (sana maju) 95 S “So lali-lali, ola o lala” 96 X10 “Rung tau kalah, rung tau kalah. Yeee” (Belum pernah kalah, belum pernah kalah, yeee) 97 S “Hahahahahaha” 98 G “Yo, anak-anak yang menyanyi, yang di depan nari” (Kemudian menyanyikan lagu mentok-mentok) 99 S “Kacangi-kacangi” (Setelah yang maju di depan selesai kena hukuman) 100 G “Perhatikan. Soal berikutnya” “Bu Ninik mempunyai lima roti” 101 BS “Wweeee” “Kene” (sini) “Woi rene” (woy, sini) “Aku melu kene yo” (aku ikut sini ya) 102 S “Weeh, aku kene” (weh, aku sini) 103 S “Ra oleh, ra oleh” (tidak boleh, tidak boleh) 104 S “We kurang siji” (we, kurang satu) 105 S “Melu kene, melu kene” (ikut sini, ikut sini) 106 S “Yeeeeee” (Karena sudah pas) 107 BS “Ora sido nyanyi, ora sido nyanyi” (tidak jadi menyanyi, tidak [204]

(335) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jadi menyanyi) 108 G “Ini sudah pas lima ?” 109 X11 “Sudah” (Bu Ninik membagikan bintang) 110 BS “Bu, sini bu. Sini bu” 111 X10 “Bu sini” 112 S “Yeee, entuk papat” (yeee, dapat empat) 113 G “Siapa yang tidak dapat kelompok” 114 S “Entok papat” (Dapat empat) 115 G “Yo, yang belum kelompok maju ke depan” “Yang lainnya duduk ditempat duduknya masing-masing” (Kemudian siswa duduk ditempat duduknya masing-masing) 116 G “Yooo, hukumannya nari po nyanyi ?” (Yooo, hukumannya nari atau menyanyi) 117 BS “Nyanyi” S “Nyanyi, bebek adus genthong” BS “Gundhul-gundul pacul” G “Yooo, gundhul-gundhul pacul” “Wis meneng, ngko nek isih rame wae, maju melu nyanyi” (sudah diam, nanti kalau masih ramai saja ikut menyanyi) X12 dan (Menyanyi, menyanyikan lagu cicak-cicak di dinding) X13 G “Ya, silahkan duduk” “Ternyata anak-anak sudah bisa. Kesannya, yang belum kenal, sudah kenal dengan yang lainnya. “Sekarang Bu Ninik akan membagikan soal” (Kemudian membagikan soal, kelas menjadi ramai) X3 “Aku ket mau barengan terus karo Adit lho” (aku dari tadi barengan bersama adit terus loh) S “Hah iyo to” (hah, iya to ) S “Heh, kene kurang loro, kurang loro” (heh, sini kurang dua, sini kurang dua) [205]

(336) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S “Bu, sini kurang” S “Bu, ini dikerjakan ?” G “Iya” (Selesai membagikan) “Satu, dua tiga, empat” S “Ini dikerjakan to Bu Ninik ?” G “Itu dikerjakan secara berkelompok. Siapa yang nanti akan ditunjuk, maju menuliskan di papan tulis” “Hanya kelompok yang bekerja dengan sungguh-sungguh akan mendapat nilai tambah. Dengarkan” “Sing ora berkelompok, ora maju karo ora oleh biji” (yang tidak berkelompok, tidak maju, tidak mendapatkan nilai) S “Bu, ini dikerjakan sendiri-sendiri ?” G “Berkelompok” S “Iki we berkelompok, hayo digarap bareng-bareng” (ini aja berkelompok, ayo dikerjakan bersama-sama) X3 “Bu, ini jawabnya di mana ?” G “Dibaliknya” X14 “Bu, soal yang satu, dua itu to, bu ?” G “Tinggal menuliskan yang nomor satu, dan berbeda dengan yang lain” X14 “Oooo, iki to” (Oooo, ini to) (Kelas tidak terlalu ramai karena siswa sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Ninik) S “Eh, kowe wis durung ?” (Eh, kamu sudah belum) X10 “Aku wis, kurang siji neh” (Aku sudah, kurang satu lagi) S “Ning, le ngarap kaya sing nang papan tulis kae lho” (tapi yang depan seperti yang dipapan tulis itu loh) X10 “Hooo po ?” (iya po) S “Ngopo kowe ndelok-ndelok ?” (kenapa kamu lihat-lihat) S “Kan kelompok. Mosok ora oleh ndelok” (kan kelompok, masa tidak boleh lihat) [206]

(337) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S “Eh, ejolan kene” (eh, tukeran sini) S “Wee, ora entuk ejolan we” (Wee, tidak boleh tukeran ya) G “Ora dorong-dorongan” (Menasehati siswa dari kelas yang lain, karena melihat kelas empat yang sedang mengerjakan tugas) S “Nanti di baca, bu ?” G “Nanti yang saya suruh baca. Dengarkan dulu” “Yang baca, nanti yang belum pernah baca” S “Bu, caranya gimana ?” G “Tanya kelompokmu” S “Oooo, gitu to caranya. Tahu aku sekarang” G “Dah, sekarang yang saya tunjuk nomor satu” SS “Bu, belum” G “Ket mau mung rame wae” (daritadi cuma ramai saja) S “Bu, pakai caranya tidak ?” G “Iya” S “Carane ki kepiye ?” (caranya itu bagaimana) S “Mosok kaya ngono ra ngerti” (masa seperti itu tidak tahu) G “Yak, nanti yang saya tunjuk, siap tidak siap harus jawab” “Kelompok empat. Kesimpulannya apa, di baca Andika ?” X15 “Belum bu” G “Maju” “Baca yang keras” S “Disini aja bu” (Di tempat duduk) G “Maju” “Mung rame wae to ?” (hanya ramai saja to) (Agak sedikit memarahi siswa kelas lain yang melihat pembelajaran kelas Bu Ninik) S “Hoo kono metu” (Iya, sana keluar) G “Kono masuk, ngarap basa jawa” (sana masuk, mengerjakan bahasa Jawa) (Menyuruh siswa lain kembali ke kelas) [207]

(338) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Yoo, baca sekarang” X15 (Kemudian X15 membacakan soal lalu menjawab) G “Ya. Tepuk tangan untuk Andika” “Sekarang kamu” (Menunjuk salah satu orang yang berada di kelompok tiga) “Ini Bu Ninik menunjuk orang bukan perwakilan kelompok, tetapi hasilnya yang untuk kelompok” S (Membacakan soal lalu menjawab) G “Yak. Satu lagi” “Novian” X10 dan “Yes, yes” X3 G “Malah domblong” S “Sini aja bu” G “Maju” (Sambil menghampiri siswa tersebut) “Piye ki, ra kompak lho” (bagaimana ini, tidak kompak loh) X16 (Maju lalu menjawab) G “Yang keras” “Yak, tepuk tangan untuk Andika” “Sekarang Bu Ninik buka kesempatan untuk bertanya tentang pecahan, boleh penyebutnya yang sama. Boleh penyebutnya yang berbeda” X3 “Saya bu” G “Kamu” (Sambil menghampiri X3) X3 “Kalau perkalian” G “Ini kan masih penjumlahan” “Maksudnya yang penjumlahan, yang penyebutnya sama atau penyebutnya berbeda” “Kalau penyeburnya sama bagaimana ?” (Bertanya kepada X3) X3 “Tinggal menambahkan” G “Tinggal manambahkan” “Kalau penyebutnya berbeda ?” [208]

(339) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X3 “Dikalikan” G “Tinggal dikalikan” “Ada yang mau Tanya ?” X10 “Kalau semuanya sudah sama berarti tinggal menambahkan” G “Ya, tinggal ditambahkan” “Ada pertanyaan lagi “ “Yak, diselesaikan dulu, waktu dua menit” “Nanti terus mengerjakan soal evaluasi, dikerjakan sendirisendiri. Yang nanti ra,ai sendiri dikurangi poin nilai tambahannya” BS “Yees” X3 “Ora oleh contek-contekkan, ora oleh contek-contekan” (tidak boleh contek-contekan, tidak boleh contek-contekan) G “Rasya, kelompok sini kamu yang mengumpulkan” “Andika, kamu kelompok sini yang mengumpulkan” S “Bu diberi nama ?” G “Beri nama” “Harsa” X3 (Maju ke depan) G “Yang ini dikerjakan sendiri-sendiri, tidak boleh menyontek tempat temannya” (Sambil membagikan soal evaluasi) “Duduk yang rapi” “Dikerjakan sendiri-sendiri” S “Dikerjakan sendiri-sendiri bu ?” G “Ya” X3 “Walah kui to” (wallah, itu to) (sambil melihat soal evaluasi) (Saat mengerjakan masih ada yang ramai) G “Siapa yang ramai terus silahkan keluar” “Kerja, yang digunakan yang mana ?” BS “Tangan” G “Tangan. Berarti mulutnya ?” [209]

(340) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BS “Diam” (Kelas menjadi tenang dan hanya ada suara dari luar kelas, karena siswa sibuk mengerjakan soal evaluai) S “Aaahh, nyontonan” (Ahhh, nyontekkan) S “Halah mung ngono” (Hallah, cuma seperti itu) (Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa) S “Woooo, ora etuk tekok-tekok (Wooo, tidak boleh tanya-tanya) BS “Bu ini, bu. Sudah” G “Yang dikumpulin ke Bu Ninik, yang jawaban” “yang soal di temanmu” G “Yang belum selesai, sambil diselesaikan” “Yang sudah selesai, tetap duduk atau tidak boleh istirahat” “Kita tutup dulu pembelajaran hari ini” X3 “Kita tutup pelajaran hari ini degan bacaan basmallah” G “Kita tutup degan basmallah” (Membaca doa basmallah) G “Yang sudah selesai boleh istirahat” [210]

(341) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19: Hasil Pekerjaan Siswa (Hasil LKS) 19a. Hasil LKS Pertemuan 1 [211]

(342) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [212]

(343) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [213]

(344) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19.b: Hasil Pekerjaan Siswa LKS Pertemuan 2 [214]

(345) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [215]

(346) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [216]

(347) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19.c: Hasil Pekerjaan Siswa LKS Pertemuan 3 [217]

(348) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [218]

(349) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19.d: Hasil Pekerjaan Siswa LKS Pertemuan 4 [219]

(350) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20: Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi Oleh Siswa 20.a: Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 1 [220]

(351) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20.b: Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 2 [221]

(352) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20.c: Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 3 [222]

(353) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20.d: Hasil Pengerjaan Soal Evaluasi 4 [223]

(354) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [224]

(355) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21: Hasil Pretest Kelompok Eksperimen [225]

(356) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22: Hasil Posttest Kelompok Eksperimen [226]

(357) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [227]

(358) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23: Hasil Pretest Kelompok Kontrol [228]

(359) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [229]

(360) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24: Hasil Posttest Kelompok Kontrol [230]

(361) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI [231]

(362) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25: Hasil Validitas Pretest dan Posttest Correlations total Pearson Correlation total item1 1 Sig. (2- Pearson Correlation item1 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation item2a Sig. (2tailed) N Pearson Correlation item2b Sig. (2tailed) N Pearson Correlation item2c Sig. (2tailed) N Pearson Correlation item3 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation item4 Sig. (2tailed) N item5 Pearson Correlation ** .708 ** .813 ** .842 ** item3 .764 ** item4 item5 .748 ** .726 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 73 73 73 73 73 73 73 73 ** 1 tailed) N .677 item2a item2b item2c .677 .000 73 .708 ** .388 ** 73 73 73 73 ** 1 ** .215 .162 .352 .525 ** .475 ** .755 ** .461 .000 .068 .172 73 73 73 73 73 73 ** 1 .755 .700 ** .432 ** ** 73 73 73 73 ** 1 .829 73 73 .432 ** .473 ** 73 73 73 ** 1 .473 .000 73 73 73 73 73 ** .215 .000 .000 .068 .001 .000 .000 73 73 73 73 73 73 ** .162 ** ** 73 .000 .365 .474 .000 .000 ** ** .000 .001 .366 .491 .000 .000 [232] .365 73 73 .416 ** .001 73 .438 .366 .001 .000 ** ** .000 .000 .461 .829 .000 .000 ** ** .000 .000 .388 .700 .000 73 ** ** 73 73 .726 .416 73 73 ** ** 73 .000 .748 .438 .000 .000 ** ** .000 .000 .764 .475 .001 73 ** ** .000 73 .842 .525 .000 .002 ** ** .002 .000 .813 .352 .491 .474 ** ** .646 ** .626 ** .000 .000 73 73 73 ** 1 .646 .626 ** .843 ** .000 73 73 ** 1 .843

(363) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sig. (2tailed) .000 .000 .172 .001 .000 .000 .000 73 73 73 73 73 73 73 N 73 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Lampiran 26: Hasil Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on N of Items Standardized Items .870 .874 7 Lampiran 27: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test preEks N postEks preKon postKon 28 28 28 28 Mean 2.2908 3.3520 2.1224 2.7041 Std. Deviation .84514 .58642 .75464 .70516 Absolute .095 .217 .100 .152 Positive .089 .135 .100 .152 Negative -.095 -.217 -.068 -.091 Kolmogorov-Smirnov Z .501 1.150 .530 .804 Asymp. Sig. (2-tailed) .963 .142 .941 .537 Normal Parameters a,b Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. [233]

(364) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28: Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic preEksKon df1 df2 Sig. Based on Mean .729 1 54 .397 Based on Median .788 1 54 .379 .788 1 53.965 .379 .738 1 54 .394 Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic postEksKon df1 df2 Sig. Based on Mean 1.251 1 54 .268 Based on Median 1.599 1 54 .211 1.599 1 53.627 .211 1.396 1 54 .243 Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Lampiran 29: Hasil Uji Perbandingan Rata-rata Pretest Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Independent Samples Test t-test for Equality of Means t df Sig. Mean Std. 95% Confidence (2- Differe Error Interval of the tailed) nce Differe Difference nce Lower Upper Equal variances .786 54 .435 .16837 .21412 -.26092 .59765 .786 53.322 .435 .16837 .21412 -.26105 .59778 assumed preEksKon Equal variances not assumed [234]

(365) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 30: Hasil Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Paired Samples Test Paired Differences preKon postKon df Sig. Std. Std. 95% Confidence (2- Deviation Error Interval of the tailed) Mean Difference Mean Pair 1 t -.58163 .87627 .16560 Lower Upper -.92141 -.24185 -3.512 27 .002 Paired Samples Test Paired Differences t Std. 95% Confidence (2- Deviation Error Interval of the tailed) Mean Difference Lower preEks - - postEks 1.06122 Sig. Std. Mean Pair 1 df 1.12380 .21238 Upper - -.62546 1.49699 -4.997 27 .000 Lampiran 31: Hasil Uji Perbandingan Skor Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen Group Statistics kelom N Mean pok Std. Std. Error Deviation Mean 1 28 3.3520 .58642 .11082 2 28 2.7041 .70516 .13326 postEksKon Independent Samples Test t-test for Equality of Means t df Sig. (2- Mean Std. Error Difference Difference tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal postEksKon variances 3.738 54 .000 assumed [235] .64796 .17332 .30047 .99545

(366) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Equal variances not 3.738 52.263 .000 assumed [236] .64796 .17332 .30020 .99571

(367) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 32: Surat Ijin Penelitian [237]

(368) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 33: Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian [238]

(369) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 34: Foto Penelitian [239]

(370) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 35: Biodata Penulis Christina Esti Rahmawati merupakan anak kedua dari pasangan Yusuf Sugito dan Martha Tukinah. Lahir di Bantul tanggal 31 Oktober 1991. Pendidikan awal dimulai di SD Negeri 01 Kalipucang Kulon, Jepara, Jawa tengah tahun 1998-2004. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan SMP Negeri 1 Welahan, Jepara, Jawa Tengah tahun 2004-2007. Pendidikan SMA Negeri 1 Welahan, Jepara, Jawa Tengah tahun 2007-2010. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di program studi pendidikan guru sekolah dasar pada tahun 2010. [240]

(371)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN SISWA KELAS IV SD
0
0
7
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SMPN 17 PALEMBANG
0
0
17
PENGEMBANGAN MATERI INTEGRAL UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI PALEMBANG
0
1
14
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN SISWA KELAS IV SD 02 BAKALAN KRAPYAK
0
0
23
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH POKOK MATERI SEGIEMPAT DI MTS NEGERI 1 PALEMBANG
0
1
92
View of PEMBELAJARAN DIMENSI TIGA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SMA NEGERI 2 TANJUNG RAJA
0
0
6
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) PADA SISWA KELAS IV SD 2 GRIBIG TAHUN PELAJARAN 20132014
0
0
24
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar SARJANA PENDIDIKAN
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI KELAS IV SD NEGERI 2 PAGERAJI
0
1
11
CARA PEMECAHAN MASALAH PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE KUMON Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
241
PENGAMATAN TERHADAP PEMANFAATAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI TIMBULHARJO YOGYAKARTA PADA MATERI SIFAT OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT TAHUN AJARAN 20122013 Diajukan untuk Memenuhi
0
5
233
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN REMIDIAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA FRACTION WALL PADA MATERI PECAHAN DI KELAS IV SD TARAKANITA NGEMBESAN TAHUN AJARAN 20122013 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
2
185
Show more