Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
99
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERFORMANSI PEMUSIK TRADISIONAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Ida I Dewa Ayu Intan Hapsari Pramesti Putri 079114112 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO JANGAN LIHAT BERAPA KALI KAMU TERJATUH TAPI LIHATLAH BERAPA KALI KAMU MAMPU UNTUK BANGKIT SETELAH TERJATUH (Ecka Inspirate) Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu, Dan sehabis itu yang kamu perlu Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, Tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas lebih dari biasanya, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa. ( 5 cm movie ) iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Persembahanku Kepada : Tuhan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Terima kasih atas anugerah, berkat, dan selalu memberikan jalan yang terbaik kepada Hamba-Mu ini Ajik (dr. I Dewa Putu Pramantara ) dan Mamah (Hartati) yang tercinta Yang telah sabar menghadapi anakmu ini, selalu mendukung dan memberi support, doa, serta restunya, aku tahu bahwa kalian sayang padaku Sayang (Putu Eka Adi Saputra) yang selalu mendukungku, mendoakan, dan selalu ada disaat suka dan dukaku LOVE YOU ALL.... v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERFORMANSI PEMUSIK TRADISIONAL Ida I Dewa Ayu Intan Hapsari Pramesti Putri ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan performansi pemusik tradisional. Subjek penelitian adalah 54 mahasiswa dan mahasiswi jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan 2012 keatas. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan performansi pemusik tradisional, dan sebaliknya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah Skala Kecerdasan Emosional dalam model Likert dan Skala Performansi Pemusik Tradisional dalam model Graphic Rating Scale. Skala Kecerdasan Emosional memiliki koefisien alpha cronbach sebesar 0,919 dan skala performansi pemusik tradisional memiliki koefisien alpha cronbach sebesar 0,944. Uji asumsi yang digunakan adalah uji normalitas dan uji linearitas. Hasil menunjukan bahwa data memiliki distribusi normal namun tidak memiliki hubungan yang linear antara performansi pemusik tradisioanal dan kecerdasan emosional pada mahasiswa dan mahasiswi jurusan Etnomusikologi (p = 0,721). Oleh karena itu, hipotesis yang berbunyi ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan performansi pemusik tradisional, ditolak. Kata kunci : Performansi pemusik tradisional, Kecerdasan emosional. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND PERFORMANCE OF TRADITIONAL MUSICIAN Ida I Dewa Ayu Intan Hapsari Pramesti Putri ABSTRACT The aim of this research is to identify the relation between emotional intelligence and performance of the traditional musician. The subjects of the research are 54 students of Ethnomusicology, Faculty of Performance Art, Institut Seni Indonesia Yogyakarta from the year 2012 and the following years. The hypothesis stated that there is a positive relation between emotional intelligence and performance of the traditional musician and vice versa. The method used to collect the data for this research is Emotional Intelligence Scale in Likert model and Performance of the traditional Musician in Graphic Rating Scale Model. Emotional Intellegence scale has 0,919 alpha cronbach coeficient and Performance of the Traditional Musician scale has 0,944 alpha cronbach coeficient. The assumption test used is the test of normality and linearity test. The result reveals that the data has a normal contribution but does not have linear relation between the performance of the traditional musician and emotional intelligence toward the Ethnomusicology’s students (p= 0,721). Therefore, the hypothesis which stated there is a positive relation between emotional intelligence and performance of the traditional musician is rejected. Key word: Performance of the traditional musician, Emotional Intellegence viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, atas anugerah dan kesempatan-Nya kepada penulis, sehingga pada akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan sebuah gelar Sarjana Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi yang berjudul “Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Performansi Pemusik Tradisional “ ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pada perkembangan psikologi musik saat ini. Dalam penyusunan skripsi ini, banyak pihak yang terlibat dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis. Oleh karena itu, dengan seala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat, kasih sayang, dan ujian hidup yang Beliau berikan kepada penulis selama proses penyusunan skripsi ini. 2. Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si, selaku Dekan Fakultas Psikoloi Universitas Sanata Dharma, atas dukungan dan perhatiannya terhadap penulis dan temanteman angkatan 2007 lainnya yang menempuh penulisan skripsi ini. 3. Ratri Sunar A., M.Si selaku Ketua Program Studi Psikologi Universitas Sanata Dharma, yang tiada lelah memberikan waktu untuk mendukung dan memperhatikan perkembangan proses penulisan skripsi penulis. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. P. Henrietta P.D.A.D.S., M.A selaku dosen pembimbing skripsi yang bersedia memberikan waktu luangnya dan penuh kesabaran membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini serta memberikan inspirasi dan pengetahuan atas skripsi ini. 5. Victorius Didik Suryo Hartoko, M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang bersedia membimbing selama proses penyusunan skripsi penulis. 6. Bapak dan Ibu Dosen Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah bersedia memberikan dan membagi ilmu kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan studi. 7. Semua karyawan di Psikologi Universitas Sanata Dharma khususnya kepada Mas Gandung, Mas doni, Mas Mudji, dan Pak Gie yang telah memberikan pelayanan selama penulis menempuh studi di Jurusan ini, serta karyawan Perpustakan USD yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan kepada penulis dalam mencari informasi dan wawasan yang dibutuhkan 8. Ajik dan mama, yang sudah mau bersabar menghadapi dan menerima keadaan penulis sampai akhirnya penulisan ini selesai, dan juga dukungan kalian baik itu secara materiil maupun moril. 9. Adik-adikku, khususnya Mirah dan Agung yang selalu sabar dan memberikan doa serta dukungannya. 10. Keluarga besar di Bali, khususnya Eyang yang selalu menemani dalam suka maupun duka, menjadi tempat curahan hati penulis, serta selalu mendukung apapun keadaan penulis hingga akhirnya mampu menyelesaikan skripsi ini. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Yang terkasih dan tersayang, Putu Eka Adi Saputra, yang selalu mendukung dan memberikan motivasi, serta selalu ada disaat suka maupun duka. I Love You sayang, adanya kamu, aku bisa menyelesaikan tugas akhir ini. 12. Keluarga Putu Eka Adi Saputra, Kakek, Nenek, Bapak, Mamak, Dekyu, yang memberikan doa, dorongan dan dukungannya, serta selalu menanyakan perkembangan skripsi penulis. 13. Keluarga besar Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, khususnya Babe Kliwir, Pak Amir, Kak Eli, dan temanteman mahasiswa Etnomusikologi yang telah meluangkan waktunya untuk membantu dan berpartisipasi dalam skripsi ini. 14. Teman-teman terbaik : Rani dan Kople yang bersedia meluangkan waktu, tempat dan tenaganya untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, tanpa adanya kalian, skripsi ini gag ada apa-apanya guys!! 15. Teman-teman angkatan 2007, terutama Anton, Reno, Ve, Eva, yang selama ini selalu memberikan support dan semangat untuk segera menyelesaikan skripsi ini 16. Teman-teman Jurusan Etnomusikologi : Ricad, Rizky gendut, Daniel, Ongky. Terima kasih karena kalian memberikan perhatian dan selalu mendukung serta mendoakan kelancaran proses penyusunan skripsi ini. 17. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu persatu. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................ ................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .............................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ....................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA..................................... vi ABSTRAK ......................................................................................................... vii ABSTRACT ...................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................. ix KATA PENGANTAR ...................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xvii BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1 B. Masalah Penelitian............................................................................ 9 C. Tujuan Penelitian .............................................................................. 10 D. Manfaat Penelitian ............................................................................ 10 1. Manfaat Teoretis ........................................................................... 10 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Manfaat Praktis ............................................................................. 10 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA .................................................................... 11 A. Performansi Pemusik Tradisional..................................................... 11 1. Pengertian Seni Musik Tradisional............................................. 11 2. Pengertian Performansi Pemusik Tradisional............................. 12 3. Aspek-aspek Performansi Pemusik Tradisional ......................... 13 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Performansi Pemusik tradisional..................................................................... 14 B. Kecerdasan Emosional ..................................................................... 15 1. Pengertian Kecerdasan Emosional ............................................. 15 2. Komponen Kecerdasan Emosional............................................. 18 3. Pengaruh atau Dampak Kecerdasan Emosional ......................... 19 C. Dinamika Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Performansi Pemusik Tradisional..................................................... 21 D. Hipotesis ........................................................................................... 25 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 26 A. Jenis Penelitian ................................................................................ 26 B. Variabel Penelitian........................................................................... 26 C. Definisi Operasional ........................................................................ 27 1. Kecerdasan Emosional ........................................................... 27 2. Performansi Pemusik Tradisional .......................................... 27 D. Subjek Penelitian ............................................................................. 28 E. Metode Pengumpulan Data.............................................................. 29 F. Validitas dan Reliabilitas ................................................................. 33 1. Validitas .................................................................................. 33 2. Seleksi Aitem .......................................................................... 33 3. Reliabilitas .............................................................................. 36 G. Metode Analisis Data ....................................................................... 37 1. Uji Asumsi .............................................................................. 37 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Uji Hipotesis ........................................................................... 38 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 40 A. Pelaksanaan Penelitian..................................................................... 40 B. Deskripsi Subjek Penelitian ............................................................. 41 C. Deskripsi Data Penelitian ................................................................ 43 D. Analisis Data Penelitian................................................................... 46 1. Uji Asumsi .................................................................................. 46 2. Uji Hipotesis ............................................................................... 49 E. Pembahasan ..................................................................................... 49 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 52 A. Kesimpulan ...................................................................................... 52 B. Saran ................................................................................................ 52 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 54 LAMPIRAN ...................................................................................................... 57 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Aitem Skala Kecerdasan Emosi............................................................ 31 Tabel 2 Aitem Skala Performansi Pemusik Tradisional .................................... 32 Tabel 3 Hasil Seleksi Aitem Skala Kecerdasan Emosi...................................... 35 Tabel 4 Data Usia Subjek Penelitian ................................................................. 42 Tabel 5 Data Jenis Kelamin Subjek Penelitian .................................................. 42 Tabel 6 Data Angkatan Subjek Penelitian ......................................................... 43 Tabel 7 Data Teoretis dan Empiris .................................................................... 44 Tabel 8 Uji one sample t test variabel kecerdasan emosi .................................. 44 Tabel 9 Uji one sample t test variabel performansi pemusik tradisional ........... 45 Tabel 10 Uji Normalitas..................................................................................... 46 Tabel 11Hasil Uji Linearitas .............................................................................. 47 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Skala Kecerdasan Emosional ....................................................... 58 Lampiran 2 Skala Performansi Pemusik Tradisional ...................................... 66 Lampiran 3 Reliabilitas dan Seleksi Aitem Skala Kecerdasan Emosional .................................................................. 69 Lampiran 4 Reliabilitas dan Seleksi Aitem Skala Performansi Pemusik Tradisional ...................................................................... 72 Lampiran 5 Uji Normalitas .............................................................................. 77 Lampiran 6 Uji Linearitas ................................................................................ 79 Lampiran 7 Mean Empiris ............................................................................... 81 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kesenian di negara Indonesia sangat melekat pada semua masyarakat tanah air yang sudah lama tinggal di Indonesia. Berbagai macam kesenian dari sabang sampai merauke memiliki ciri khas tersendiri. Tidak hanya kesenian modern saja yang diminati oleh masyarakat, tetapi kesenian tradisional juga masih dikagumi oleh masyarakat Indonesia (Ferri, 2011). Kesenian tradisional yang sampai saat ini masih populer dan memiliki daya tarik, salah satunya adalah musik. Musik tradisional adalah musik yang siap disajikan baik dalam hal gaya, peralatan musiknya, serta unsur-unsur utama komposisinya, termasuk melodi, modus, tangga nada, ritme, dan kumpulan komposisi yang berasal dari kebudayaan musikal pemilik musik. Oleh karena itu, musik tradisional merupakan musik yang berakar dari satu atau beberapa kelompok etnis di suatu wilayah tertentu. Musik tradisional ini bisa disebut juga sebagai musik daerah, yaitu musik yang lahir dan berkembang di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas yang dimiliki jenis musik ini terletak pada isi lagu dan alat musiknya (Purba, 2007 dalam Djohan, 2008). 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Musik tradisional memiliki karakteristik khas yakni, syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat (Ferri, 2011). Seni tradisional inilah yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Hampir di seluruh wilayah Indonesia mempunyai musik tradisional yang khas. Untuk lebih mengenal musik tradisional, dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok yaitu Instrumen musik perkusi yaitu instrumen yang teknik permainannya dipukul seperti gamelan, kendang, talempong, dan kulintang. Kedua, Instrumen musik gesek yaitu instrumen yang menggunakan teknik permainan di gesek seperti rebab. Ketiga, instrumen musik tiup yaitu instrumen yang menggunakan teknik permainan tiup dan yang terbuat dari bambu seperti suling (Martiati, 2011). Berbagai musik tradisional dibawakan oleh pelaku seni atau yang lebih dikenal dengan istilah pengrawit. Dengan adanya musik tradisional yang bermacam-macam di setiap daerahnya, seorang pengrawit atau kelompok pengrawit memiliki kekhasan dalam menampilkan musik tradisional daerahnya. Penampilan tersebut dinilai dengan cara bagaimana pengrawit atau kelompok pengrawit membawakan lagu atau instrumen dengan baik sehingga sampai ke telinga penonton atau penikmat musik tradisional (Markus, 1996 dalam Djohan, 2011). Performansi seni itu sendiri merupakan suatu bentuk pengungkapan kreativitas manusia yang berbasis pada nilai-nilai estetika dan etika yang dijabarkan dalam pemahaman yang tertuang dalam berbagai macam bentuk.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Bahkan suatu performansi seni sering ditafsirkan sebagai ungkapan emosi dan hasrat sang pelaku seni terhadap orang lain serta berusaha agar orang itu tertarik sehingga dapat menerima dan memahami maksud pelaku seni tersebut. Sebuah pertunjukan biasanya melibatkan empat unsur yaitu waktu, tubuh si seniman, hubungan seniman dengan penonton (Parjokarto, 2012). Oleh karena itu, performansi pemusik tradisional adalah suatu pengungkapan kreativitas yang berbasis pada nilai-nilai estetika dan etika yang dituangkan oleh pelaku seni yang dapat memainkan segala macam alat musik tradisional dan membawakan lagu-lagu sesuai dengan karakter musik tradisional. Seorang pemusik tradisional memiliki beberapa unsur yang dapat menentukan bahwa pertunjukannya itu baik atau tidak. Menurut buku Prakempa oleh I Made Bandem (1986), terdapat tiga unsur yaitu teknik permainan, etika atau susila, dan estetika atau keindahan. Unsur teknik permainan adalah kemampuan dalam memainkan alat musik (pukul, gesek, dan tiup) dengan teknik yang benar sesuai dengan perannya masing-masing (melodis, ritme, dan dinamika) dalam mewujudkan aspek musikal komposisi yang dimainkan/ disajikan. Contohnya pada penabuh gamelan Bali, mereka memiliki banyak teknik memukul, salah satunya teknik pukulan angklung dan gambelan Genggong. Unsur kedua yaitu etika atau susila. Dalam etika sebuah performansi merupakan sikap pengrawit memainkan alat musik dalam konteks afektif yang disajikan. Contoh sikap yang dimaksud adalah sikap duduk saat membawakan alat musik kendang, sikap tangan saat membawa panggul (pemukul) pada alat

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 musik ugal/ giying dalam instrumen Bali. Etika yang tidak baik adalah sikap pengrawit dalam membawakan alat musik yang tidak sesuai dengan rambu/ budaya yang dibawakan. Pada musik tradisional Batak Toba, sebelum seorang pemusik dapat mempertunjukkan musiknya, harus memenuhi syarat-syarat sebagai pemusik Batak Toba (pargonsi). Seperti mengetahui adat-istiadat masyarakat Batak dan penerapannya dalam masyarakat, memiliki berkat kepintaran khusus dalam memainkan alat musik yang diberikan kepada seseorang sejak dalam kandungan, dan melalui proses belajar serta diberikan sahala oleh Sang Pencipta. Selain itu, irama dan tempo yang dibawakan oleh pengrawit menentukan musik yang akan di dengar oleh penonton (Bandem, 1986). Unsur yang terakhir adalah estetika atau keindahan. Estetika merupakan efek yang ditimbulkan dari teknik dan penjiwaan sesuai dengan perannya yang dapat dinikmati dan menimbulkan respon oleh si penikmat. Oleh karena itu, estetika atau keindahan lah yang termasuk dalam menentukan suatu pertunjukan itu baik atau buruk. Gamelan bali memiliki banyak instrumen di dalamnya, saat pengrawit-pengrawit menempati alat musik yang sudah ditentukan, disaat itulah pengrawit menunjukan teknik, sikap tubuh, dan memberikan rasa sehinga menimbulkan efek kepada penikimat gamelan Bali (Bandem, 1986). Unsur suatu pertunjukan dapat dilihat contohnya pada pertunjukan seni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Misalnya adalah saat berlangsungnya ujian Penciptaan 3 Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukkan, Institut

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Seni Indonesia Yogyakarta. Ujian Penciptaan 3 merupakan salah satu mata kuliah di jurusan Etnomusikologi pada minat penciptaan. Ujian tahap ketiga ini adalah menguji kreativitas mahasiswa membuat komposisi musik dengan menggabungkan dua alat musik tradisi yang berbeda. Syarat untuk bisa melanjutkan ke tahap ketiga ini, mahasiswa harus lulus ujian penciptaan 1 dalam hal arransemen musik dan ujian penciptaan 2 yaitu membuat komposisi musik baru dengan menggunakan alat musik tradisi bawaan. Ujian penciptaan 3 ini berlangsung pada tanggal 20 Januari 2013. Sebelum berlangsungnya ujian, komposer bersama dengan para pengrawit melakukan proses latihan terlebih dahulu selama 2 minggu, kelompok pengrawit yaitu mahasiswa berlatih menghafal musik gamelan Bali yang dipadukan dengan salah satu alat musik Arab yaitu Rebana dengan durasi 12 menit. Musik tersebut merupakan musik yang memiliki irama yang dinamis. Saat latihan para pengrawit berusaha untuk biasa mengingat nada-nada dan menghafal ketukan dengan alat musik mereka masing-masing untuk disatukan menjadi suatu musik yang indah. Mereka berkonsentrasi, mengajukan pertanyaan kepada komposer jika terjadi kesalahan, dan terkadang terlihat bosan saat materi lagu yang diberikan terlalu sulit dengan waktu latihan yang lama. Selain itu, selama proses latihan, ada dua orang pemain yang tidak rutin mengikuti latihan dikarenakan kesibukan diluar. Ketika pertunjukkan akan dimulai, para pengrawit berada di ruang transit untuk melakukan breafing. Saat melakukan observasi di ruang transit, peneliti melihat para pengrawit tampak

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 grogi, mereka saling bertanya tentang nada-nada yang harus mereka ingat, dan mengatakan bahwa mereka takut jika nanti salah ketika pentas. Selesai breafing, para pengrawit maju, dan duduk di hadapan alat musik yang sudah mereka kuasai. Ketika pentas berlangsung, terlihat beberapa pengrawit menunjukkan ekspresi wajah ragu-ragu dengan senyum yang sedikit, tidak ada interaksi dengan penonton, dan cenderung sering menghadap alat musik. Dalam memainkan alat musik pun, beberapa pengrawit memberikan ketukan yang terlalu cepat dibeberapa part lagu di awal dan terdengar salah mengambil nada yang seharusnya serta tidak sesuai tempo. Hal ini diperkuat dengan pendapat beberapa penonton yang mendengar musik yang dimainkan oleh para pengrawit tersebut. Terdapat beberapa kekurangan seperti ekspresi atau pembawaan yang kurang dan kurangnya kesiapan materi lagu oleh beberapa pemain. Fenomena ini menunjukkan bahwa performansi dalam suatu pertunjukan dari pelaku atau kelompok seni dinilai dari ketiga unsur dalam pertunjukan yaitu teknik permainan, estetika, dan etika serta bagaimana mengendalikan emosi agar musik terdengar indah dan pesan dari musik tersebut sampai ke penonton (Bandem, 1986). Hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil performansi pelaku seni adalah kesempatan, kapasitas, dan kemauan. Kesempatan seperti alat, tindakan rekan kerja, peraturan, waktu. Kapasitas yang terdiri dari usia, keterampilan, intelegensi, keterlibatan emosi, kepribadian, keterampilan motorik, tingkat pendidikan, stamina, dan tingkat energi. Terakhir adalah kemauan yang terdiri

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 dari motivasi, kepuasan, kecemasan, sikap, dan citra diri (Blumberg & Pringle dalam Jewell & Siegall, 1990). Keterlibatan emosi merupakan salah satu hal yang menentukan performansi pengrawit. Keterlibatan emosi inipun dapat berpengaruh terhadap ekspresi yang memiliki peran penting dalam suatu pertunjukkan. Hal ini dikarenakan ekspresi ketika bermusik dapat menyampaikan arti musik kepada pendengar. Ekspresi pengrawit terlihat dari pembawaan mereka ketika pertunjukan berlangsung yaitu dari bagaimana pengrawit memainkan alat musiknya dengan baik dan mengikuti tempo dengan benar sehingga musik itu dapat mengalir membawa pesan. Jika nada yang dibawakan keras dan dengan tempo yang cepat, pengrawit menunjukan bahwa musik tersebut membawa pesan keceriaan dan ketegangan. Sebaliknya, jika nada yang dibawakan pelan dengan tempo yang lambat, pengrawit menunjukan bahwa musik tersebut membawa kesedihan dan kelembutan (Bandem, 1986). Emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam individu. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku manusia (Prawitasari, 1995 dalam Djohan, 2011). Kemampuan untuk mengelola emosi ini disebut dengan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosi menurut Goleman, 1997 (dalam Goleman, 2001) adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri,

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, membedakan kepuasan dan mengatur suasana hati. Goleman (2002) membagi kecerdasan emosi menjadi lima komponen yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Beberapa penelitian berikut ini berkaitan dengan kecerdasan emosi dan performansi. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan yang berjudul “ Pengaruh Kecerdasan Intelektual dan Kecerdasan Emosi terhadap Kinerja Karyawan “ dengan subjek karyawan PT. BRI Cabang Bijai, menunjukan bahwa uji F variabel bebas ( kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional) mendapatkan hasil positif. Hal ini berarti variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat (kinerja karyawan). Melalui pengujian koefisien korelasi diperoleh bahwa tingkat korelasi atau hubungan antara Keecerdasan Intelektual dan Kecerdasan Emosional terhadap kinerja karyawan memiliki hubungan yang positif. Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan kinerja perawat menurut persepsi pasien di Rindu B2 RSUP Haji Adam Malik Medan. Hasil analisa data menunjukan tingkat kecerdasan emosional perawat 31% dalam kategori sedang, dan 69% dalam kategori tinggi. Kinerja perawat 100% sudah dalam kategori baik. Kecerdasan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 emosional dan kinerja perawat dikorelasikan dengan menggunakan Spearman Rho dengan nilai r=0.840, dan p=0.000(p<0.05). Beberapa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memiliki hubungan positif terhadap performansi kerja atau kinerja. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena melihat karakteristik khusus dari pekerjaan dan kekhasan pemusik tradisional. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat hubungan antara kecerdasan emosional dengan performansi pemusik tradisional. B. Masalah penelitian Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adalah “ Adakah hubungan antara kecerdasan emosional dengan performansi kerja pemusik tradisional? “ C. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan performansi kerja pemusik tradisional. D. Manfaat penelitian 1. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan bidang psikologi, khususnya psikologi musik.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Manfaat praktis Hasil penelitian ini dapat membantu pemusik tradisional khususnya yang akan memulai karir bermusiknya sebagai bahan evaluasi, umpan balik, dan koreksi diri dalam mengendalikan emosi.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Performansi Pemusik Tradisional 1. Seni Musik Tradisional Musik dapat didefinisikan sebagai sebuah cetusan ekspresi atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Asal kata musik berasal dari bahasa Yunani yaitu mousike yang diambil dari nama dewa dalam mitologi Yunani kuno yaitu Mousa yakni yang memimpin seni dan ilmu (Balai Pustaka, 1994). Tradisional berasal dari kata Traditio (latin) yang berarti kebiasaan yang sifatnya turun temurun. Kata tradisional itu sendiri adalah sifat yang berarti berpegang teguh terhadap kebiasaan yang turun temurun (Salim dan Salim, 1991, dalam Soedarsono, 2010). Kebiasaan yang diwariskan mencakup berbagai nilai budaya, meliputi adat istiadat, sistem kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian dan sistem kepercayaan. Musik tradisional menurut Tumbijo (dalam Purwadi, 2009) adalah seni budaya yang sejak lama turun temurun telah hidup dan berkembang pada daerah tertentu. Maka dapat dijelaskan bahwa musik tradisional adalah musik masyarakat yang diwariskan secara turun temurun dan berkelanjutan pada masyarakat suatu daerah. Menurut Purba (dalam Djohan, 2008), musik tradisional tidak berarti bahwa suatu musik dan 11

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 berbagai unsur-unsur di dalamnya bersifat kolot, kuno atau ketinggalan jaman. Namun, musik tradisional adalah musik yang bersifat khas dan mencerminkan kebudayaan suatu etnis atau masyarakat. Musik tradisional baik itu kumpulan komposisi, struktur, idiom atau instrumentasinya serta gaya maupun elemenelemen dasar komposisinya, seperti ritme, melodi, modus atau tangga nada, tidak diambil dari repertoire atau system musical yang berasal dari luar kebudayaan suatu masyarakat pemilik music yang dimaksud. Musik tradisional adalah musik yang berakar pada tradisi masyarakat tertentu, maka keberlangsungannya dalam konteks masa kini merupakan upaya pewarisan secara turun temurun masyarakat sebelumnya bagi masyarakat selanjutnya. Dari penjelasan-penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa seni musik tradisional merupakan seni budaya warisan nenek moyang di daerah tertentu yang mengandung unsur-unsur yang bersifat kolot, kuno, dan kumpulan komposisi, struktur, maupun instrumennya bagi masyarakat selanjutnya. 1. Performansi Pemusik Tradisional Musik tradisional telah banyak disajikan dalam sebuah performansi seni. Performansi seni adalah suatu bentuk pengungkapan kreativitas manusia yang berbasis pada nilai-nilai estetika dan etika yang dijabarkan dalam pemahaman yang tertuang dalam berbagai macam bentuk. Bahkan suatu performansi seni sering ditafsirkan sebagai ungkapan emosi dan hasrat sang pelaku seni terhadap orang lain serta berusaha agar orang itu tertarik sehingga dapat menerima dan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 memahami maksud pelaku seni tersebut. Sebuah pertunjukan biasanya melibatkan empat unsur yaitu waktu, tubuh si seniman, hubungan seniman dengan penonton. Kesenian tidak pernah terlepas dari pelaku seninya. Pelaku seni adalah seseorang yang pekerjaannya melakukan kegiatan seni ( menari, bermain alat musik ) atas sebuah kesenian yang telah diciptakan oleh seorang seniman ( menciptakan dan melahirkan sebuah karya seni ). Dalam performansi musik tradisional, pelaku seni yang berperan penting dalam terlaksananya suatu pertunjukan adalah pemusik tradisional. Pemusik tradisonal adalah seseorang yang dapat memainkan segala macam alat musik tradisional dan membawakan lagu-lagu sesuai dengan karakter musik tradisional tersebut (Seusetyo, 2003). Pemusik tradisional biasa disebut dengan pengrawit atau penabuh. Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa performansi pemusik tradisional adalah suatu pengungkapan kreativitas yang berbasis pada nilai-nilai estetika dan etika yang dituangkan oleh pelaku seni yang dapat memainkan segala macam alat musik tradisional dan membawakan lagu-lagu sesuai dengan karakter musik tradisional. 2. Aspek Performansi Pemusik Tradisional Sebuah performansi seni, seorang pemusik tradisional (pengrawit) memiliki tiga unsur yang dapat ditunjukan kepada masyarakat (Bandem, 1986). Tiga unsur tersebut yakni :

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 1. Teknik permainan adalah kemampuan dalam memainkan alat musik (pukul, gesek, dan tiup) dengan teknik yang benar sesuai dengan perannya masingmasing (melodis, ritme, dan dinamika) dalam mewujudkan aspek musikal komposisi yang dimainkan/ disajikan. 2. Etika atau susila yakni sikap pengrawit memainkan alat musik dalam konteks afektif yang disajikan. 3. Estetika atau keindahan merupakan efek yang ditimbulkan dari teknik dan penjiwaan/ emosi yang diberikan sesuai dengan perannya yang dapat dinikmati dan menimbulkan respon oleh si penikmat. 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Performansi Pemusik Tradisional Hal-hal yang mempengaruhi hasil performansi pelaku seni menurut Blumberg & Pringle dalam Jewell & Siegel, 1990, adalah : 1. Kesempatan seperti alat, tindakan rekan kerja, peraturan, dan waktu. 2. Kapasitas yang terdiri dari usia, keterampilan, intelegensi, keterlibatan emosi, kepribadian, keterampilan motorik, tingkat pendidikan, stamina, dan tingkat energi. 3. Kemauan yang terdiri dari motivasi, kepuasan, kecemasan, sikap, dan citra diri. Ketua Jurusan/ Program studi dan Dosen Etnomusikologi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Bapak Drs. Untung Muljono, M.Hum menyatakan bahwa, ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi performansi pemusik

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 tradisional (pengrawit) (Wawancara, 18 Agustus 2011). Faktor-faktor tersebut adalah : 1. Kemampuan pengrawit dalam hal kognitif seperti, tafsir garap instrument, ketepatan pemilihan cengkok dan variasinya. 2. Kemampuan psikomotorik yaitu keterampilan pengrawit dalam memainkan instrument alat musiknya contoh : Gamelan 3. Kemampuan afektif adalah kemampuan pengrawit dalam berperilaku dan bersikap baik pada saat bermain alat musik maupun tidak 4. Pengalaman pemusik, karena saat memainkan gamelan, pengrawit tidak hanya menabuh atau memberi energy pada instrument, tetapi selalu mengikuti perasaan dan suara hati 5. Proses latihan, karena sebelum adanya pertunjukan, pengrawit mengikuti proses untuk dapat memainkan alat musiknya dengan baik dan menghafal nada-nada lagu yang akan dibawakan. A. Kecerdasan Emosional 1. Pengertian Kecerdasan Emosional Goleman (2002) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Kecerdasan emosional menurut Goleman (2001) merujuk kepada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi, dengan kecerdasan akademik (academic intelligence), yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Ditambahkan juga bahwa kecerdasan emosional menentukan potensi kita untuk mempelajari keterampilan-keterampilan praktis yang didasarkan pada lima unsurnya : kesadaran diri, motivasi, pengaturan diri, empati, dan kecakapan dalam membina hubungan dengan orang lain. Walgito (2003) berpendapat bahwa emosi merupakan reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian dan berkaitan dengan perasaan yang kuat. Emosional mengakibatkan sering terjadinya perubahan perilaku. Bar-On (dalam Goleman, 2000) mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai serangkaian kemampuan pribadi, emosi dan social yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tuntutan dari tekanan lingkungan. Howes dan Herald mengatakan pada intinya, kecerdasan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi. Goleman (2001) mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Sedangkan menurut Cooper dan Sawaf (1998), kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Kecerdasan emosi menuntut pemilikan perasaan, untuk belajar mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energy emosi dalam kehidupan sehari-hari. Salovey dan Mayer (2005) berpendapat bahwa kecerdasan emosional adalah kualitas emosional yang penting bagi keberhasilan, yaitu meliputi empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, menyesuaikan diri, memecahkan masalah antar pribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat. artinya bahwa kecerdasan emosional merupakan kualitas untuk mengenali emosi pada diri sendiri kemudian emosi tersebut dikelola dan digunakan untuk memotivasi diri sendiri dan memberi manfaat dalam hubungannya dengan orang lain sehingga individu akan dapat membangun hubungan yang produktif dan meraih keberhasilan secara optimal sekalipun individu tersebut sedang menghadapi masalah. Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan diri yang dimiliki seseorang dalam mengenali dan mengelola perasaan diri sendiri dan hubungan dengan orang lain, untuk berhasil dalam mengatasi tuntutan maupun tekanan sehingga individu akan dapat membangun hubungan yang produktif dan mengatur keadaan jiwa dengan baik.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 2. Komponen Kecerdasan Emosional Goleman (2002 : 513-514) membagi kecerdasan emosional kedalam 5 komponen yaitu : 1. Kesadaran diri Yakni mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri. Selain itu, kesadaran diri juga berarti menetapkan tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. 2. Pengaturan diri Yakni menguasai emosi diri sedemikian sehingga berdampak positif, kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya sesuatu sasaran dan mampu pulih kembali dari tekanan emosi. 3. Motivasi Yakni menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun seseorang menuju sasaran. Motivasi membantu seseorang mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi. 4. Empati Yakni merasakan yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan berbagai macam orang.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 5. Keterampilan sosial Yakni dapat menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan social, berinteraksi dengan lancer, menggunakan ketrampilanketerampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, dan menyelesaikan perselisihan dan untuk bekerja sama dan bekerja dalam tim. 3. Pengaruh atau dampak kecerdasan emosi Pada performansi, terutama pengrawit, sering melibatkan emosi dalam membawakan sebuah lagu untuk menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya. Mereka yang berkecimpung dalam dunia musik mengakui bahwa komposisi musik tidak mungkin dipisahkan dari gejolak perasaan penciptanya ( Djohan, 2008). Di satu sisi, musik dianggap sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan, dan sisi lain musik dianggap dapat menggugah perasaan pendengarnya. Karena kedekatannya dengan kehidupan manusia, maka kajian tentang musik hampir selalu terkait dengan kajian tentang perilaku manusia (Sloboda & O’Neill, 2001 dalam Djohan, 2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi bagaimana emosi pada sebuah lagu dapat disampaikan oleh pengrawit yang kemudian berpengaruh pada kemampuan mereka mengelola emosi (Djohan, 2008), adalah :

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 1. Faktor pendengar Ekspresi dan emosi hanya akan bermakna bila seseorang memiliki pengertian yang sama dengan orang yang meresponnya. Pemilihan beberapa karakter khusus (teknik, instrument, dan penjiwaan) agar pengrawit dapat mengkomunikasikan dan menyampaikan emosi dalam sebuah lagu kepada pendengar dimaksudkan agar penyaji dan pendengar benar-benar dapat mengenali ekspresi “kedalaman lagu”, “pengalaman”, atau “keindahan” (Djohan, 2008). 2. Faktor individu Karakter emosi lebih mudah dikenali melalui pertujukan musik yang ekspresif (Djohan, 2008). Seorang pengrawit memiliki peran untuk dapat menyampaikan pesan dari lagu yang dibawakannya dengan ekspresi untuk menunjukan emosi selain teknik. Sebuah penelitian dalam bidang ini dengan berbagai keterbatasan yang ada dilakukan di Department of Psychology Uppsala University mengenai cara musisi mengkomunikasikan karakter emosi kepada pendengarnya. Seorang musisi diminta untuk memainkan sepotong lagu pendek dengan intensi yang berbeda sesuai karakter emosinya (individu pengrawit) dan dilihat kemudian dianalisis dengan berbagai parameter, seperti tempo, dinamika, artikulasi, intonasi, dan ketepatan (teknik yang dimiliki pengrawit).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 B. DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PERFORMANSI PEMUSIK TRADISIONAL Kecerdasan emosional menurut Goleman (2001) merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan. Sedangkan menurut Cooper dan Sawaf (1998), kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi mampu mengenali atau mengendalikan emosi dirinya dengan baik. Kemampuan seseorang untuk mengenali sesuatu pada lingkungannya, membuatnya mampu menempatkan dirinya dan dapat diterima oleh lingkungannya. Sebagaimana pengrawit dalam sebuah pertunjukan. Salah satu unsur pengrawit untuk dapat menampilkan pertunjukan yang baik adalah etika (tata susila, ekspresi, dan penjiwaan). Lingkungan pertujukan yang membuat pengrawit berada dalam posisi dimana dia diharapkan mampu menyalurkan emosi dan mengekspresikan suatu lagu agar dapat diterima oleh pendengar. Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik mampu mengendalikan perasaannya serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakannya. Ketika pengrawit berada pada suatu pertunjukan dan memainkan sebuah karya musik, pengrawit diharapkan bisa

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 membawakan emosi yang terkandung dalam karya tersebut sehingga pesan karya sampai ke penonton. Diakui pula bahwa musik dapat menjadi perantara untuk menyampaikan perasaan selain mengkomunikasikan dan membangkitkan serangkaian emosi (Djohan, 2008). Kecerdasan emosional pengrawit dalam mengendalikan emosi maupun menyampaikan ekspresi emosionalnya, adalah cara komunikasi pengrawit kepada pendengar. Jika komunikasi sudah terjadi, akan ada analisis ekspresi dan komunikasi yang lebih mendalam, dalam arti pengrawit tersebut menyampaikan pesan sedih atau riang dalam karya yang dibawakannya. Pada akhirnya pesan yang disampaikan oleh pengrawit dalam sebuah pertunjukan baru dapat dicerna dengan interpretasi yang tepat oleh pendengarnya. Keindahan dalam suatu performansi dilihat dari teknik permainan yang dikuasai oleh pengrawit yang disatukan dengan ekspresi wajah serta tubuh. Kesatuan itulah yang didasari konsep dan tema karya musik yang dibawakan. Kemampuan dalam mengendalikan perasaan untuk memandu pikiran dan tindakan inilah yang akan memperlihatkan teknik permainan sang pengrawit. Teknik pukul, gesek, maupun tiup yang dikuasai oleh pengrawit, besar dan kecilnya suara nada yang ditimbulkan oleh alat musik, dikontrol oleh pengrawit. Jika pengrawit memiliki perasaan yang tidak baik, suara nada dan teknik permainan akan tidak harmonis dan tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh komposer (pembuat karya musik), ekspresi wajah dan tubuh pun tidak menyatu dengan teknik permainan pengrawit.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Oleh karena itu, dapat dikatakan ketika kecerdasan emosional tinggi menjadikan performansi pemusik tradisional baik, dan sebaliknya, kecerdasan emosional rendah menjadikan performansi pemusik tradisional buruk.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Skema Hubungan antara Kecerdasan emosi dan Performansi Pemusik Tradisional Kecerdasan emosional pemusik tradional Kecerdasan emosional rendah Kecerdasan emosional tinggi - - Pengrawit memiliki teknik permainan yang baik diimbangi dengan estetika yang baik serta etika dan susila (penjiwaan dan ekspresi) yang baik pula. Pengrawit dapat mengendalikan dan menyampaikan pesan karya music yang baik pula. Performansi pemusik tradisional baik - - Pengrawit memiliki teknik permainan yang kurang baik, dengan estetika yang kurang baik pula, serta etika dan susila (penjiwaan dan ekspresi) yang kurang baik. Pengrawit mengendalikan dan menyampaikan pesan karya music dengan kurang baik. Performansi pemusik tradisional buruk

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 D. HIPOTESIS Berdasarkan uraian tersebut, maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan performansi pemusik tradisional. Semakin tinggi kecerdasan emosi yang dimiliki pemusik tradisional, semakin tinggi performansi mereka.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain, berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 2009). Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan performansi pemusik tradisional. B. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN Penelitian ini memiliki dua variabel yang diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Variabel tergantung (Y) : Performansi pemusik tradisional 2. Variabel bebas (X) : Kecerdasan emosional 26

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 C. DEFINISI OPERASIONAL 1. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki seseorang pemusik tradisional dalam mengenali dan mengelola perasaan diri sendiri atau orang lain, menerapkan dengan efektif informasi dan energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari sehingga individu akan dapat membangun hubungan yang produktif, serta dapat menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi sehingga berhasil dalam mengatasi tuntutan serta memandu pikiran dan tindakan. Kecerdasan emosional diukur dengan menggunakan skala kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan lima aspek(Golemen, 2002) , yaitu : 1. Kesadaran diri 2. Pengaturan diri 3. Motivasi 4. Empati 5. Keterampilan sosial Skor yang tinggi menunjukan bahwa subjek memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, sebaliknya skor rendah menunjukan bahwa subjek memiliki kecerdasan emosional yang rendah. 2. Performansi Pemusik Tradisional Performansi merupakan suatu pengungkapan kreativitas yang berbasis pada nilai-nilai estetika (keindahan) dan etika (sikap) yang

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 dituangkan oleh pelaku seni yang dapat memainkan segala macam alat musik tradisional dan membawakan lagu-lagu sesuai dengan karakter musik tradisional. . Variabel ini diukur dengan skala performansi pemusik tradisional yang terdiri dari tiga aspek, yaitu : A. Teknik permainan B. Estetika atau keselarasan C. Etika atau susila Semakin tinggi skor yang diperoleh subjek maka semakin baik pula performansi pemusik tradisional. Demikian sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh subjek penelitian maka semakin rendah pula performansi pemusik tradisional. D. SUBJEK PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan karakteristik : 1. Mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan pementasan di dalam kampus maupun diluar kampus. 2. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan minimal selama setahun. 3. mampu memainkan alat musik tradisional beberapa daerah.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Teknik pemilihan subjek yang digunakan adalah teknik purposive sampling, yaitu suatu teknik pemilihan sekelompok subjek yang didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Hadi, 2007). E. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran skala, yaitu skala kecerdasan emosi dan skala performansi pemusik tradisional. Penggunaan skala dalam penelitian ini didasarkan atas karakteristik skala sebagai alat ukur psikologi yang dikemukakan oleh Azwar (2002). Modifikasi skala Likert meniadakan kategori yang berada pada titik tenga, dimana pada sebelumnya dengan lima tingkat (Hadi, 2007) yaitu : " sangat setuju", "setuju", "netral", "tidak setuju", dan "sangat tidak setuju". Hal ini dilakukan karena kategori netral memiliki arti ganda, selain itu adanyajawaban netral menimbulkan (central tendency effect) yaitu kecenderungan menjawab ketengah. Serta maksud dari kategorisaasi " sangat setuju", "setuju", "tidak setuju", dan "sangat tidak setuju" untuk melihat kecenderungan pendapat responden kearah setuju atau kearah ketidaksetujuan. 1. Skala Kecerdasan Emosi Skala kecerdasan emosi yang digunakan untuk mengetahui kecerdasan emosi menurut Golemen (2002). Metode yang digunakan dalam skala

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 kecerdasan emosi adalah metode summated rating, dengan menggunakan skala Likert yang terdiri atas empat kategori jawaban yaitu: " sangat setuju", "setuju", "tidak setuju", dan "sangat tidak setuju". Penyusunan skala kecerdasan emosi menggunakan bentuk pilihan respon yang memperlihatkan tingkat kesetujuan, dimana subjek menanggapi setiap aitem pernyataan dan memilih satu dari empat respon yang tersedia meliputi " sangat setuju", "setuju", "tidak setuju", dan "sangat tidak setuju". Pelaksanaan pengambilan data dilakukan dengan menunggu subjek pada saat mengisi skala kecerdasan emosi yang diberikan. Cara pemberian skor pada aitem pernyataan dalam skala kecerdasan emosi ini dengan didasarkan pada empat kategori jawaban yaitu : a. Favourabel Sangat setuju (SS) = 4, Setuju (S) = 3, Tidak setuju (TS) = 2, Sangat tidak setuju (STS) = 1 b. Unfavourabel Sangat setuju (SS) = 1, Setuju (S) = 2, Tidak setuju (TS) = 3, Sangat tidak setuju (STS) = 4 Kriteria dalam penelitian ini adalah semakin tinggi skor yang diperoleh, dapat dikatakan subjek memiliki kecerdasan emosi yang semakin tinggi.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel 1 Aitem Skala Kecerdasan Emosi Variabel Favourabel Unfavourabel Jumlah 1 Kesadaran diri 20, 27, 35, 36 6, 16, 21, 25 8 2. Mengatur emosi diri 1, 18, 30, 32 22, 26, 37, 39 8 3. Memotivasi diri 17, 23, 28, 38 4, 8, 10, 40 8 4. Memahami perasaan 9, 12, 19, 31 2, 1, 13, 33 8 3, 5, 7, 15 8 orang lain 5. Menjalin interaksi sosial 14, 24, 29, 34 Jumlah 40 2. Skala Performansi Pemusik Tradisional Skala performansi pemusik tradisional, berpedoman pada I Made Bandem (1986). Metode yang digunakan dalam penilaian terhadap performansi pemusik tradisional adalah metode graphic rating scale. Pengambilan data yang dilakukan dengan graphic rating scale yaitu metode penilaian performansi dimana para pekerja digolongkan dalam jenjang yang disesuaikan dengan banyaknya dimensi yang telah dipercaya memiliki relevansi dengan kesuksesan pekerjaan tersebut (Smither,1994). Penyusunan skala performansi pemusik tradisional menggunakan bentuk pilihan respon yang memperlihatkan tingkat keindahan suatu pertunjukan,

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 dimana yang menilai tingkat performansi pemusik tradisional yaitu senior pemusik atau dosen yang mengajarkan kemampuan pemusik itu sendiri. Jenjang yang digunakan berkisar 1 sampai 5 yang menunjukan penilaian antara " Sangat memuaskan ", " Memuaskan ", " Baik ", " Cukup baik " sampai " Kurang memuaskan ". Kriteria dalam penelitian ini adalah semakin tinggi skor yang diperoleh, dapat dikatakan subjek memiliki performansi yang semakin baik. Tabel 2 Aitem Skala Performansi Pemusik Tadisional Variabel Jumlah 1 Teknik Permainan 5, 6 2 2. Estetika 3, 4 2 3. Etika 1, 2 2 Jumlah 6

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 F. VALIDITAS DAN RELIABILITAS 1. Validitas Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi ditunjukan untuk melihat sejauh mana item-item dapat mewakili komponen dalam keseluruhan kawasan isi subjek yang ingin diukur. Validitas yang diukur dengan pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional atau profesional judgement oleh dosen pembimbing, yaitu dengan melakukan evaluasi untuk memeriksa kualitas item sebagai dasar untuk seleksi (Azwar, 2007). Untuk memenuhi validitas isi, suatu skala harus komprehensif isinya dan hanya memuat isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur. Oleh karena itu, blue print skala yang memberikan gambaran mengenai isi skala dan menjadi acuan serta pedoman untuk berada dalam lingkup yang benar, bila dilakukan dengan cara yang baikakan mendukung validitas isi skala (Azwar,2007). 2. Seleksi Item Seleksi item dilakukan untuk memilih item-item yang berkualitas. Seleksi item digunakan untuk mendapatkan item-item yang valid, sehingga item-item tersebut layak digunakan untuk penelitian. Seleksi item dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara distribusi skor setiap item dengan skor skala. Pengkorelasian antara skor item dengan skor skala akan menghasilkan korelasi item total atau indeks daya beda item. Semakin tinggi koefisien korelasi positif antara skor item dengan skor skala, berarti semakin tinggi

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 konsistensi antara item tersebut dengan skala secara keseluruhan, maka semakin tinggi daya beda yang dimiliki (Azwar,2005). Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0 – 1,00 dengan tanda positif atau negatif. Semakin baik daya diskriminasi aitem maka koefisien korelasinya semakin mendekati anka 1,00. Sebaliknya, koefisien yang mendekati angka 0 atau yang memiliki tanda negatif mengindikasikan bahwa aitem tersebut tidak memiliki daya diskriminasi. Kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total menggunakan batasan r ix ≥ 0,30. Batasan tersebut digunakan karena item yang koefisian korelasinya minimal 0,30 memiliki daya diskriminasi yang memuaskan. Aitem yang memiliki harga r ix kurang dari 0,30 dapat diinterpretasikan sebagai aitem yang memiliki daya diskriminasi rendah (Azwar,1999). Peneliti melakukan tryout terpakai yaitu hasil penelitian menggunakan skala penelitian pertama untuk meneliti skala kecerdasan emosi dan performansi pemusik tradisional. Skala yang sudah terkumpul kemudian diproses dan diseleksi menggunakan batas kriteria indeks daya beda aitem yakni 0,30. Pada skala kecerdasan emosi menunjukkan bahwa dari 40 aitem total terdapat 29 aitem yang valid dan 11 aitem gugur. Jumlah aitem yang baik belum mampu menyeimbangkan komposisi. Oleh karena itu, peneliti melakukan penyeleksian kedua secara manual dengan melihat skor terendah dan tertinggi lainnya pada setiap aspek dan reliabilitas jika item digugurkan, kemudian peneliti melakukan penguguran pada skor terendah lainnya dan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 menyelamatkan salah satu aitem sehingga komposisi pada setiap aspek seimbang. Setelah melalui proses penyeleksian kedua, maka ditetapkan jumlah aitem yang tidak lolos adalah 10 aitem. Jadi jumlah aitem yang lolos adalah 30 aitem. Tabel 3 Hasil Seleksi Aitem Skala Kecerdasan Emosi No Aspek Kecerdasan Emosi Nomor Aitem Bobot Jumlah total Favourable Unfavourable (20), 27, 35, (36) 6, 16, 21, 25 20% 6 1, 18, 30, (32) 22, 26, 37, (39) 20% 6 17, (23), (28), 38 4, 8, 10, 40 20% 6 perasaan (9), 12, 19, 31 2, 1, (13), {33} 20% 6 interaksi 14, 24, (29), 34 3, 5, 7, (15) 20% 6 13 17 100% 30 1 Kesadaran diri 2 Mengatur emosi diri 3 Memotivasi diri 4 Memahami oran lain 5 Menjalin sosial Jumlah

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Keterangan : ( ) = aitem yang gugur { }= aitem yang diselamatkan Untuk skala performansi pemusik tradisional, tidak dilakukan seleksi aitem dikarenakan korelasi item total pada aitem-aitem skala performansi diatas 0, 30. Hal ini menunjukan bahwa daya diskriminasi aitem-aitem skala performansi yang memuaskan dan dapat langsung dipergunakan. 3. Reliabilitas Reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabilitas antar reter dan reliabilitas alat ukur. Reliabilitas antar reter adalah penelitian yang melibatkan rater (posisi orang). Jika pada kasus self-report reliabilitas ditujukan dengan konsistensi internal yang terlihat dari Antara satu butir dan butir lainnya memiliki korelasi yang tinggi, maka dalam kasus reliabilitas antar rater yang diuji konsistensinya adalah raternya. Jadi posisi butir digantikan dengan posisi orang. Rater-rater yang memiliki kesepakatan tinggi terlihat dari posisi subjek yang diobservasi. Jika urutan skor subjek dari Rater A dan B hampir sama maka kedua rater memiliki kesepakatan yang tinggi (Ebel & Frisbie, 1991). Pada penelitian ini, rater-rater yang dimaksud adalah dua dosen mahasiswa jurusan Etnomusikologi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Skor subjek dari dosen A dan B memiliki korelasi yang signifikan dengan r = 0,535 dan p = 0,000 (p <

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 0,05), sehingga dapat diartikan bahwa hasil rater-rater tersebut memiliki kesepakatan yang tinggi dan dapat dipilih salah satu untuk disatukan dengan hasil alat ukur kecerdasan emosi. Reliabilitas alat ukur merupakan ketepatan pengukuran atau sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Kata lain reliabilitas adalah konsistensi dan stabilitas. Reliabilitas dicari dengan menggunakan koefisien alpha cronbach. Pendekatan ini memiliki nilai praktis dan efisiensi yang tinggi karena hanya dilakukan satu kali percobaan pada satu kelompok subjek (Azwar, 2007). Nilai reliabilitas dianggap memuaskan apabila mendekati 0,900. Pada penelitian ini, hasil alat ukur kecerdasan emosi memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,919 dan hasil dari salah satu alat ukur rater performansi pemusik tradisional memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,944, sehingga dapat diartikan bahwa kedua alat ukur tersebut memiliki reliabilitas yang baik. G. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan atau gangguan terhadap variabel-variabel yang ada dalam model (Algifari, 2002). Uji persyaratan analisis korelasi yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji linieritas.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 a. Uji normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menetahui normal tidaknya sebaran atau distribusi data yang diperoleh. Uji normalitas dilakukan dengan mengunakan teknik one sample Kolmogrov-Smirnov test. Kenormalan distribusi data dapat dinilai dari KS-Z dengan asymp.sig lebih besar dari 0,05 (p>0,05). b. Uji Linieritas Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui pola hubungan linier atau tidak antara variabel bebas dan variabel tergantungnya. Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan test of liniearity. Linier tidaknya variabel-variabel penelitian dapat dilihat dari nilai hitung dan nilai signifikansi (p<0,05). 2. Uji Hipotesis Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan performansi pemusik tradisional. Uji hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment (Azwar,2003). Semua perhitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS (Statistical Program For Sosial Service) versi 16.0. Hal ini digunakan untuk melihat tinggi rendahnya koefisien

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 korelasi yang dihasilkan dari korelasi skot total antara dua variabel yaitu kecerdasan emosi dan performansi pemusik tradisional.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Perijinan Penelitian ini diawali dengan surat ijin untuk mengadakan penelitian sebagai syarat skripsi yang berjudul Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Performansi Pemusik Tradisional dari Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tanggal 7 mei 2014. Surat ijin ditujukan kepada Ketua Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dalam surat ijin tersebut mengatakan bahwa meminta ijin untuk menyebarkan alat ukur kepada mahasiswa dan 2 dosen Etnomusikologi dalam syarat penelitian skripsi. Pada tanggal yang sama dikeluarkanlah ijin untuk menyebarkan alat ukur dan diperbolehkan untuk meminta para mahasiswanya langsung mengisi alat ukur yang telah dipersiapkan. Selain itu, di hari selanjutnya pada tanggal 8 mei 2014, diberikan ijin untuk meminta 2 dosen Etnomusikologi mengisi alat ukur penilaian performansi. 40

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian mengenai kecerdasan emosi dan performansi pemusik tradisional dilaksanakan di Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2014 sampai 8 Mei 2014. Proses pengambilan data skala kecerdasan emosi ini dilakukan mulai dari pagi sampai siang hari, dimana para subjek adalah mahasiswa-mahasiswi jurusan Etnomusikologi di luar jam perkuliahan. Jumlah subjek yang mengisi skala sebanyak 54 orang. Peneliti meminta bantuan senior/ mahasiswa angkatan atas untuk memberikan skala dan memperkenalkan subjek-subjek penelitian kepada peneliti. Pada hari kedua, peneliti menyebarkan skala performansi pemusik tradisional kepada 2 dosen yang sering menilai performansi mahasiswa baik saat perkuliahan praktek maupun saat mahasiswa berpartisipasi dalam suatu pertunjukan seni. Pelaksanaan penelitian ini, peneliti memakai tryout terpakai yang akan digunakan sebagai data penelitian mengingat keterbatasan waktu penelitian. B. DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN Pada penelitian ini, subjek yang dipilih oleh peneliti adalah mahasiswamahasiswi yang sudah lebih dari satu tahun mengikuti perkuliahan di jurusan Etnomusikologi mulai dari angkatan 2008 hingga 2012. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 orang yang dipilih sesuai dengan kriteria yang

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 telah ditentukan oleh peneliti. Subjek terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berusia antara 18 tahun hingga 31 tahun. Tabel 4 Data Usia Subyek Penelitian Usia Jumlah 18 - 22 39 23 - 26 12 27 - 31 3 Total 54 orang Tabel 5 Data Jenis Kelamin Subyek Penelitian Jenis kelamin Jumlah Laki - laki 45 Perempuan 9 Total 54 orang

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 6 Data Angkatan Subyek Penelitian Angkatan Jumlah 2008 - 2010 9 2011 - 2012 45 Total 54 orang C. DESKRIPTIF DATA PENELITIAN Peneliti melakukan perbandingan antara mean teoritis dan mean empiris pada data yang diperoleh. Jika mean empiris lebih besar daripada mean teoritis maka dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian memiliki kecerdasan emosi dan performansi pemusik yang tinggi. Sebaliknya, bila mean empiris lebih kecil daripada mean teoritis maka dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian memiliki kecerdasan emosi dan performansi pemusik yang rendah. Mean teoritis merupakan rata-rata skor alat ukur penelitian yang diperoleh dengan perhitungan manual. Sedangkan mean empiris adalah rata-rata skor data penelitian yang diperoleh dari deskripsi data di statistik.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Tabel 7 Data Teoritis dan Empiris Mean Teoritis Variabel Mean Empiris N P SD Min Mak. Mean Min Mak. Mean 54 .000 12.383 30 120 75 55 112 82.91 .000 4.748 6 30 18 14 30 24.59 Kecerdasan emosi Performansi pemusik Tabel 8 Uji one sample t test variabel kecerdasan emosi One-Sample Test Test Value = 75 95% Confidence Interval of the Difference t totalke 4.693 df Sig. (2-tailed) 53 .000 Mean Difference 7.907 Lower Upper 4.53 11.29

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Tabel 9 Uji one sample t test variabel performansi pemusik tradisional One-Sample Test Test Value = 18 95% Confidence Interval of the Difference t totalpf df 10.202 Sig. (2-tailed) 53 .000 Mean Difference 6.593 Lower Upper 5.30 7.89 Hasil dari uji t pada kedua skala yaitu skala kecerdasan emosi dan skala performansi pemusik tradisional memiliki nilai p sebesar 0,000 yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritis. Pada tabel 7, skala kecerdasan emosi memiliki mean teoritis sebesar 75 dan mean empiris sebesar 82.91. Berdasarkan hasil tersebut, mean teoritis lebih kecil dibandingkan mean empiris, maka dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian pada kenyataannya memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Sedangkan pada skala performansi pemusik tradisional memiliki mean teoritis sebesar 18 dan mean empiris sebesar 24.59. Hal ini menunjukkan bahwa mean empiris lebih besar daripada mean teoritis, dan dikatakan tinggi secara signifikan karena memiliki p sebesar 0.000. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian pada kenyataannya memiliki performansi pemusik yang tinggi.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 D. ANALISIS DATA PENELITIAN 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Berdasarkan pada hasil analisis Kolmogrov-Smirnov menggunakan SPSS 16.0 for windows, diperoleh nilai p untuk skala kecerdasan emosi sebesar 0,200. Hal ini menunjukan bahwa data pada variabel kecerdasan emosi berdistribusi normal, dikarenakan nilai p > 0,05. Sedangkan dengan skala performansi pemusik yang memiliki nilai p sebesar 0,001 menunjukan bahwa data pada variabel performansi memiliki distribusi tidak normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p < 0,05. Tabel 10 Uji Normalitas a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. * totalke .098 54 .200 totalpf .169 54 .001

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 b. Uji Linearitas Hasil uji linearitas menunjukan nilai signifikansi pada uji linearitas sebesar 0,721. Karena signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel kecerdasan emosi dan performansi pemusik tradisional tidak terdapat hubungan yang linear. Tabel 11 Hasil Uji Linearitas F totalpf * Between totalke Groups Sig. (Combined) .900 .615 Linearity .131 .721 .924 .587 Deviation from Linearity Within Groups Total

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 ScatterPlot Berdasarkan bagan scatter plot tersebut, menunjukkan pola yang tidak mengikuti garis lurus. Hal ini menunjukkan bahwa data tidak linear.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 2. Uji Hipotesis Pada penelitian ini, uji hipotesis tidak dilakukan karena hasil menunjukkan bahwa data tidak linear. Oleh karena itu, pengujian korelasi Product Moment Pearson tidak dapat digunakan. E. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan data yang tidak linear. Uji linearitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0, 721. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan performansi pemusik tradisional. Tidak adanya hubungan ini dapat diduga karena kurangnya penkhususan pada variabel performansi pemusik tradisional terhadap estetika atau keindahan yang lebih dapat menunjukkan tentang emosi yang dibawakan pengrawit sehingga menimbulkan efek/ respon musik terhadap penikmat/ pendengar. Pada penelitian ini, pemaparan definisi performansi pemusik tradisional adalah suatu bentuk pengungkapan kreativitas pemusik yang berbasis pada aspek-aspek diri seperti teknik permainan, estetika dan etika yang dijabarkan dalam pemahaman yang tertuang dalam berbagai macam bentuk musik (Bandem, 1986). Sedangkan pada variabel kecerdasan emosi, definisi yang digunakan adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa (Goleman, 1997 dalam Goleman, 2001). Maka diduga

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 bahwa tidak terdapat titik temu antara kedua variabel pada penelitian ini, karena variabel performansi pemusik tradisional yang kurang dikhususkan pada aspek yang ingin diteliti yaitu estetika atau keindahan sebagai bentuk ekspresi emosi seseorang. Menurut Susetyo (2009), performansi pemusik tradisional dilihat dan dinilai dari hal-hal yang disajikan secara utuh dan dinikmati langsung oleh masyarakat pendukungnya, yaitu bentuk komposisi dan bentuk penyajiannya. Bentuk komposisi suatu pertunjukan musik meliputi ritme melodi, harmoni, struktur bentuk analisa musik, syair, tempo, dinamik ekspresi, instrumen, dan aransemen. Sedangkan bentuk penyajian suatu pertunjukan musik meliputi urutan penyajian, tata panggung, tata rias, tata busana, tata suara, tata lampu, dan formasi (Susetyo, 2009). Pernyataan tersebut dapat diperkuat dengan pendapat dari Soewito, 1996 (dalam Susetyo, 2009) yang mengatakan bahwa suatu performansi pemusik tradisional ditinjau dari jumlah pemusik atau pendukungnya yang digolongkan menjadi empat golongan yaitu solo, duet, ansambel, orkestrasi. Dapat diartikan bahwa, performansi pemusik tradisional, berfokus pada suatu komposisi pemusik dan kajian musik yang dibawakan di atas panggung untuk dapat dihayati dan dinikmati oleh pendengar atau penikmat musik. Oleh karena itu, kecerdasan emosi tidak berperan penting pada performansi pemusik tradisional. Hal ini dikarenakan bahwa aspek-aspek komposisi dan penyajian musik yang diberikan kepada pendengar memiliki peran yang besar untuk mendapatkan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 penilaian bahwa sebuah performansi pemusik tradisional itu baik, sehingga mengakibatkan hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kedua variabel penelitian.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hipotesis penelitian yang menyatakan ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan performansi pemusik tradisional, ditolak. Uji linearitas menunjukkan bahwa hasil penelitian ini tidak linear dengan nilai signifikansi 0,721. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan performansi pemusik tradisional. B. Saran Setelah melaksanakan penelitian dan melihat hasil yang didapatkan, maka peneliti menyarankan : 1. Bagi pemusik tradisional, kiranya penelitian ini menjadi bahan evaluasi dan dapat menjadi umpan balik. Secara khusus, mahasiswa dan mahasiswi jurusan Etnomusikologi yang merupakan pemusik tradisional muda, memiliki kecerdasan emosional dan performansi yang tinggi. Hal ini karenakan mahasiswa-mahasiswi dalam performansinya tidak banyak menggunakan kecerdasan emosi tetapi keterlibatan emosi untuk memberikan nafas dan rasa dalam karya musik. 52

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penggunaan 53 variabel performansi pemusik tradisional dalam aspek yang ingin diteliti dikhususkan pada estetika atau keindahan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Algifari. (2002). Analisis Regresi : Teori, Kasus, dan Solusi (Edisi II). BPFE : Yogyakarta Azwar, S. (2007). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, S. (2013). Penyusunan Skala Psikologi (Edisi II). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Bandem, I Made. (1986). Prakempa Sebuah Lontar Gambelan Bali. Denpasar : Akademi Seni Tari Indonesia Cooper R.K dan Sawaf. A (1998). Executive EQ Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan dan Organisasi. Jakarta : Gramedia Djohan. (2008). Psikologi Musik. Yogyakarta: Kanisius Djohan. (2011). Respon Emosi Musikal. Yogyakarta : Gramedia Balai Pustaka (1994). Ensiklopedi Nasional, Jilid VII., PT. Cipta Adi Pustaka, Jakarta Goleman, Daniel. (2000). Kecerdasan Emosional : Mengapa EQ Lebih Penting Daripada IQ. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Goleman, Daniel. (2001). Kecerdasan Emosional. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Goleman, Daniel. (2002). Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Hadi. (2004). Statistik 2. Jilid dua. Yogyakarta : Andi Yogyakarta Hartono. (2010). Perkembangan Estetika Musikal Seni Karawitan Jawa dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Pendukungnya. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Hastuti, Prima Budi. (2010). Gamelan Jawa Sebagai Sumber Ide Dalam Penciptaan Karya Seni Grafis. Skripsi (Tidak diterbitkan). Universitas Sebelas Maret. Surakarta 54

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Jaya, Hanriansyah (2013, 22 Juni). Reliabilitas Inter Reter. Diunduh 17 Maret 2014 dari http://hanriansyahjaya.wordpress.com/2013/06/22/reabilitas-inter-reter/ Martiati, Lucy. (2011). Eksistensi Kesenian Rabab dalam Satu Budaya Minangkabau. Jurnal Seni Artistika, Vol 1 No 1, p36-53. Mumpuni, Putrining Sekar P.N. (2011). Hubungan Antara Kulaitas Tidur dan Performansi Kerja Pada Wanita yang Berkeluarga. Tugas Akhir Program Sarjana, Program Studi Psikologi, Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. (Tidak diterbitkan) Nugroho, Ferri Cahyo (2011, 27 Juni). Pengertian Musik Tradisional – Pendidikan Seni Budaya. Diunduh 20 Desember 2013 dari http://pendidikansenibudaya.wordpress.com/2011/06/27/pengertian-musiktradisional/ Parjokarto. (2012). Pengertian Seni Pertunjukan. Diunduh 20 Desember 2013 dari http://id.shvoong.com/humanities/arts/2254754-pengertian-senipertunjukan/#ixzz29Rd9OmKW Prestisa, Galuh & Seusetyo, Bagus (2013). Bentuk Pertunjukan dan Nilai Estetika Kesenian Tradisional Terbang Kencer Baitussolikhin di Desa Bumijawa Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Jurnal Seni Musik 2, Vol. 1. Purwadi. (2009). Diktat Seni Karawitan 1. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta Salovey, Peter & Mayer, John D. ( 2009). Emotional Intelligence. Baywood Publishing Santosa. (2008). Menggagas Komunikasi Musikal dalam Pertunjukan Gamelan. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 5, Nomor 1. Sudarmanto, Bambang (2006, 14 September). Kinerja Seni Pertunjukan. Diunduh 20 Desember 2013 dari http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2200167pengertian-kinerja/#ixzz29Rm2FH1S Soedibyo, Pauline Larissa. (2012). Pemgaruh Kecerdasan Emosional Pada Performansi Penjualan. Skripsi (Tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. Syadat, Anwar. (2012, 15 September). Penilaian Kinerja Karyawan. Diunduh 10 April 2014 dari http://anwarbook.blogspot.com/2011/12/penilaian-kinerjakaryawan.html Walgito, Bimo. (2003). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Artikel Kecerdasan Emosional – Pengertian, Definisi dan Unsur-unsurnya pertama kali diterbitkan dunia psikologi pada 19 November 2008. Diunduh 8 Maret 2013 dari http://www.duniapsikologi.com/kecerdasan-emosional-pengertian-definisi-danunsur-unsurnya/

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 57

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 LAMPIRAN 1 Skala Kecerdasan Emosional

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKALA PENELITIAN Digunakan untuk Penyelesaian Tugas Akhir Disusun oleh : Dewa Ayu Intan 079114112 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 59

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Yogyakarta, Mei 2014 Responden yang terhormat, Sehubungan dengan penelitian yang saya lakukan untuk menyelesaikan tugas akhir saya, perkenalkan saya mahasiswa Psikologi meminta kesediaan Saudara untuk berpartisipasi mengisi skala penelitian ini guna menyelesaikan tugas akhir saya sebagai seorang mahasiswi. Oleh karena itu, saya mohon saudara untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang telah tersusun dalam skala ini. Skala ini terdiri dari 40 butir pernyataan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi. Tidak ada jawaban yang salah karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Karena itulah, isilah setiap pernyataan sesuai dengan apa yang paling anggap benar dan paling sesuai dengan diri anda. Kesungguhan anda dalam menjawab kuesioner ini akan sangat membantu dalam penelitian ini. Semua jawaban anda akan dijamin kerahasiaannya. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan anda untuk mengisi skala penelitian ini. Hormat saya, (Dewa Ayu Intan/ 079114112)

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia mengisi skala ini dengan suka rela dan tidak dibawah paksaan atau tekanan dari pihak tertentu, demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawban yang saya berikan adalah murni dari apa yang saya alami dan bukan berdasarkan pada pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan penggunaan jawaban yang saya berikan tersebut sebagai data untuk memperlancar penelitin ilmiah ini. ......................................., ....... ..................... 2014 Menyetujui, (tanda tangan)

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Petunjuk Pengisian Pada lembar selanjutnya terdapat beberapa pernyataan. Bacalah setiap pernyataan dengan cermat kemudian jawablah setiap pernyataan sesuai dengan kondisi teman-teman dengan cara memberi tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang temanteman pilih. Adapun pilihan jawaban yang tersedia adalah sebagai berikut : SS : Sangat Setuju apabila pernyataan sangat sesuai dengan keadaan temanteman. S : Setuju apabila pernyataan sesuai dengan keadaan teman-teman. TS : Tidak Setuju apabila pernyataan tidak sesuai dengan keadaan temanteman. STS : Sangat Tidak Setuju apabila pernyataan sangat tidak sesuai dengan keadaan teman-teman. Apabila teman-teman ingin mengganti jawaban, maka berilah tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, kemudian berilah tanda silang (x) pada jawaban pengganti. Jawablah setiap pernyataan sesuai dengan keadaan teman-teman. Setelah selesai mengerjakan, silahkan periksa kembali. Jangan ada jawaban yang terlewati. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih. Saya merasa berguna bagi orang lain SS S TS STS Saya merasa berguna bagi orang lain SS S TS SELAMAT MENGERJAKAN STS

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama Lengkap : ……………. Usia : ……………. NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. PERNYATAAN JAWABAN S TS STS Saya mampu mengendalikan amarah saya dengan baik SS Saya sulit mengetahui apa yang orang lain butuhkan ketika sedang menghadapi masalah Saya kesulitan mengembangkan topik pembicaraan dengan orang lain Saya berhenti berusaha ketika saya mengalami kegagalan Saya tidak senang berelasi dengan orang lain Saya tidak tahu apa yang saya rasakan saat ini Saya merasa panik bila berhadapan degan orang yang mudah tersinggung Saya sering merasa melakukan pekerjaan yang membuang waktu dan tidak berguna Saya mengerti bahwa setiap orang memiliki keinginan yang berbeda-beda Saya mudah frustasi bila menghadapi tekanan yang saya rasa berat Saya sulit mengetahui perasaan orang lain terhadap saya Saya mengerti apa yang orang lain rasakan, ketika menghadapi permasalahan yang berat Saya tidak peduli bagaimana ekspresi orang lain ketika saya sedang berbicara Saya mampu mempertahankan hubungan yang baik dengan orang lain Saya hanya diam ketika topik pembicaraan berubah menjadi tidak menarik Saya sulit untuk mengerti apa yang saya rasakan saat ini Saya tidak berhenti berusaha setelah SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS SS SS S S S TS TS TS STS STS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS 63

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. mengalami kegagalan Saya mampu mengabaikan gangguan yang membuat saya merasa tidak nyaman Saya mengetahui ketika perasaan seseorang berubah secara tiba-tiba Saya tahu emosi apa yang sedang terjadi pada diri saya Saya sulit memahami perasaan yang saya alami Saya sulit menangani ketegangan yang sedang saya rasakan Saya yakin akan menjadi orang sukses di kemudian hari Walaupun berbicara dengan orang yang baru saya kenal, saya tetap tenang dan tidak canggung Saya merasa sulit mengatasi kesedihan yang saya rasakan Saya menyadari apa yang saya rasakan saat ini Saya selalu tekun melaksanakan tugas meski banyak hambatan yang harus dilalui Saya mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain Saya mampu menguasai diri saya sendiri Saya dapat memahami ketakutan seseorang ketika menghadapi kesulitan Saya tetap tenang bahkan dalam situasi yang terkadang membuat orang lain tidak nyaman Saya merasa sulit untuk peka terhadap perasaan yang dialami orang lain Saya cepat menyesuaikan diri bila keadaan berubah Saya tahu apa yang saya rasakan saat ini Saya menyadari setiap kali perasaan saya berubah Saya sulit menahan perasaan yang muncul secara tiba-tiba Saya tidak pernah menyerah menghadapi kesulitan karena pasti ada jalan keluarnya Saya membutuhkan waktu yang lama untuk SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS SS S S TS TS STS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS SS S S TS TS STS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS 64

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40. meredam kemarahan saya Saya lebih sering dipengaruhi perasaan takut gagal daripada pengharapan SS S Periksalah kembali jawaban Teman-teman, Jangan ada yang terlewatkan ..TerimaKasih.. TS STS 65

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 Skala Performansi Pemusik Tradisional 66

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Petunjuk Pengisian Pada lembar ini, terdapat beberapa pernyataan. Bacalah baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta untuk mengemukakan pendapat anda tentang seberapa baik kemampuan performansi mahasiswa dalam bermusik. Berilah tanda lingkaran (O) pada salah satu angka yang bergerak dari 5 - 1. Semakin kecil angka yang Anda silang, maka semakin kurang kemampuannya dalam performansi bermusik. Sebaliknya semakin besar angka yang Anda silang maka semakin baik kemampuan dalam hal performansi. Pilihan jawaban dengan alternatif jawaban sebagai berikut : 1. Skor 1 = Kurang Memuaskan 2. Skor 2 = Cukup Baik 3. Skor 3 = Baik 4. Skor 4 = Memuaskan 5. Skor 5 = Sangat Memuaskan NO PERNYATAAN JAWABAN 1 Kemampuan menyatukan teknik dan penjiwaan yang diberikan pada suatu komposisi musik sesuai dengan 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 perannya 2 Kemampuan menciptakan efek/ respon kepada penikmat dari teknik dan penjiwaan yang sesuai dengan perannya 3 Kemampuan mengemban tugas secara afektif sesuai dengan komposisi yang dibawakan 4 Kemampuan bersikap (sikap menabuh, duduk, cara memainkan ) dengan benar saat memainkan alat musik yang sesuai dengan rambu/ budaya yang dibawakan 5 Kemampuan memainkan alat musik dengan teknik yang benar

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Kemampuan memainkan alat musik sesuai dengan perannya masing-masing dalam mewujudkan aspek musikal komposisi yang dimainkan Mohon periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewati.... Terima Kasih. 5 4 3 2 1 68

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 LAMPIRAN 3 Reliabilitas dan Seleksi Aitem Skala Kecerdasan Emosional

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .918 N of Items .919 30 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted v1 109.96 186.527 .604 .904 v2 110.06 191.261 .369 .907 v3 109.96 186.527 .604 .904 v4 109.39 189.110 .483 .906 v5 109.91 189.821 .410 .907 v6 109.76 185.960 .560 .904 v7 109.43 192.928 .369 .907 v8 110.00 186.528 .474 .906 v9 108.81 198.267 .059 .910 v10 109.98 184.622 .598 .904 v11 110.20 191.146 .363 .907 v12 109.59 192.435 .338 .907 v13 109.78 201.836 -.130 .914 v14 109.33 191.132 .378 .907 v15 110.30 190.854 .333 .908 v16 109.72 192.619 .310 .908 v17 109.67 183.962 .701 .903 v18 109.70 185.873 .691 .903 v19 109.41 191.227 .438 .906 70

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v20 109.43 194.400 .226 .909 v21 109.78 191.874 .314 .908 v22 109.96 186.527 .604 .904 v23 108.91 194.387 .206 .909 v24 109.39 189.110 .483 .906 v25 109.91 189.821 .410 .907 v26 109.76 185.960 .560 .904 v27 109.43 192.928 .369 .907 v28 109.43 194.928 .175 .910 v29 109.65 192.874 .313 .908 v30 109.67 183.962 .701 .903 v31 109.70 185.873 .691 .903 v32 109.78 190.365 .413 .907 v33 109.80 192.769 .270 .908 v34 109.52 189.802 .472 .906 v35 109.57 189.381 .469 .906 v36 109.31 196.484 .187 .909 v37 109.67 183.962 .701 .903 v38 109.70 185.873 .691 .903 v39 109.85 188.544 .397 .907 v40 109.61 186.997 .452 .906 71  Merah : seleksi menggunakan daya beda 0.30 Abu-abu : seleksi aitem yang sengaja digugurkan untuk menyeimbangan koefisien r ix dan α Kuning : seleksi aitem yang diselamatkan untuk menyeimbangkan koefisien r ix dan α

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 Reliabilitas dan Seleksi Aitem Skala Performansi Pemusik Tradisional 72

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data 1 Data 2 1 30 19 2 27 17 3 30 22 4 27 17 5 21 13 6 30 18 7 30 30 8 24 18 9 21 17 10 30 30 11 30 30 12 30 30 13 30 30 14 30 25 15 30 26 16 29 17 17 27 24 18 30 24 19 30 24 20 22 18 21 20 18 22 20 17 23 18 17 24 14 11 73

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 30 18 26 24 18 27 14 18 28 30 18 29 30 18 30 28 15 31 23 15 32 21 19 33 24 18 34 24 19 35 19 19 36 25 17 37 24 22 38 19 19 39 22 24 40 21 18 41 27 18 42 27 18 43 24 19 44 25 18 45 18 18 46 18 17 47 18 18 48 21 23 49 30 29 50 21 20 51 21 23 52 18 18 74

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 28 21 54 24 18 75 Correlations data1 data1 Pearson Correlation data2 1 Sig. (2-tailed) .000 N data2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) ** .535 54 54 ** 1 .535 .000 N 54 54 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).  Antara data 1 dan data 2 memiliki korelasi yang signifikan, maka peneliti memilih salah satu data untuk di korelasikan dengan skala kecerdasan emosi yaitu data 1 Reliabilitas Data 1 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .931 N of Items .944 6

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted v1 20.46 17.008 .881 .961 .910 v2 20.50 17.160 .869 .960 .912 v3 20.69 16.446 .864 .781 .910 v4 20.69 16.974 .829 .737 .915 v5 20.74 16.573 .829 .765 .915 v6 20.63 15.332 .665 .482 .951 76

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 5 Uji Normalitas 77

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. totalke .098 54 .200 * .985 54 .738 totalpf .169 54 .001 .898 54 .000 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. 78

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 6 Uji Linearitas 79

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 ANOVA Table Sum of Squares totalpf * totalke Between Groups (Combined) Within Groups Total Mean Square totalpf * totalke -.051 Sig. 32 21.594 .900 .615 3.152 1 3.152 .131 .721 687.852 31 22.189 .924 .587 504.033 21 24.002 1195.037 53 Measures of Association R F 691.004 Linearity Deviation from Linearity df R Squared .003 Eta .760 Eta Squared .578

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 Mean Empiris 81

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation totalke 54 55 112 82.91 12.383 totalpf 54 14 30 24.59 4.748 Valid N (listwise) 54 One-Sample Test Test Value = 75 95% Confidence Interval of the Difference t totalke df 4.693 Sig. (2-tailed) 53 Mean Difference .000 Lower 7.907 Upper 4.53 11.29 One-Sample Test Test Value = 18 95% Confidence Interval of the Difference t totalpf 10.202 df Sig. (2-tailed) 53 .000 Mean Difference 6.593 Lower Upper 5.30 7.89

(100)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
125
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
2
181
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
105
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
106
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
143
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
89
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
137
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
101
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
177
Show more