Pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan pedagogi reflektif untuk topik himpunan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 - USD Repository

Gratis

0
1
408
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK TOPIK HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh : Felicitas Vera Lylyan Aniswari NIM : 141414030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” ~ Filipi 4:6 ~ “Peace begins with a smile” ~ Mother Teresa ~ Skripsi ini saya persembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Mama, Papa dan Kakak Seluruh keluarga besar dan sahabat Almamater tercinta, Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 14 Desember 2018 Penulis Felicitas Vera Lylyan Aniswari v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KERYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Felicitas Vera Lylyan Aniswari No. Mahasiswa : 141414030 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK TOPIK HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian penyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 14 Desember 2018 Yang menyatakan, Felicitas Vera Lylyan Aniswari vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Felicitas Vera Lylyan Aniswari. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif untuk Topik Himpunan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini merupakan penelitian yang mengembangkan perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) pada pokok bahasan himpunan. Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran matematika cenderung menggunakan metode ceramah dan siswa belum terlibat aktif dalam proses pembelajaran selain itu dalam proses menggambar diagram Venn siswa mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika, mendeskripsikan kualitas perangkat pembelajaran menggunakan PPR dengan model pembelajaran PAKEM dan mengetahui respon guru dan siswa terhadap proses pembelajaran matematika pada materi himpunan. Peneliti menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan Sugiyono yang meliputi: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Produk (5) Revisi Desain Produk, (6) Uji coba Produk, dan (7) Revisi Produk. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKS, Alat Peraga dan Istrumen Penilaian. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Objek penelitian ini adalah semua perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perangkat pembelajaran telah berhasi dikembangkan dengan menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono, 2) Hasil validasi perangkat pembelajaran adalah 4,39 termasuk kategori sangat baik. Hasil ketuntasan siswa mencapai 100% untuk aspek competence. Aspek conscience terkait sikap tanggung jawab dan percaya diri memperoleh kategori baik. Aspek compassion terkait sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan kerja sama memperoleh kategori baik. Hasil observasi keterlaksanaan uji coba produk memperoleh hasil 91,28% kategori sangat baik, 3) hasil kuesioner respon siswa terhadap proses pembelajaran PPR dengan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) memperoleh hasil 102,2 (dengan interval 30 – 150) termasuk dalam kategori baik. Guru merasa terbantu dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, PPR, PAKEM, Himpunan. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Felicitas Vera Lylyan Aniswari. 2019. Learning Materials Development Using Reflective Pedagogical Paradigm on Set Topic Material in Class VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta Academic Year 2018/2019. Thesis. Yogyakarta: Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research is a research that developed the mathematical learning using Reflective Pedagogical Paradigm (PPR) with Active, Creative, Effective, and Fun (PAKEM) learning models on set topic. The background of this research is mathematics learning use the discourse method, and students have not been actively involved in the learning process, other than that in drawing Venn diagrams students feel difficulties. This study aims to develop a mathematical learning Materials, describe the quality of learning Materialss using PPR with PAKEM learning model and find out the responses of teachers and students to the learning process of mathematics on set topic. The researcher used Sugiyono’s research and development procedures which included: (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Desain, (4) Product Validation, (5) Product Design Revisions, (6) Product Testing, and (7) Product Revision. Learning Materials developed are Syllabus, Lesson Plans, Teaching Materials, Worksheets, Props and Assessment Instruments. Subject in this research were students of class VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. The object of this research is all of learning Materials developed by researches. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and questionnaires. The results of the research show that: 1) Learning Materialss have been successfully developed using researd and development procedures according to Sugiyono, 2) the result of the validation of learning Materialss are 4,39 including very good category. The result of student completeness reached 100% for aspects relates to responsibility and confidence in getting good category. Compassion aspects related to mutual respect, caring for others, and cooperation gained good category. The result of observations on product trials 91,28% get results very good category, 3) the result of the students response questionnaire on the PPR learning process with the Active, Creative, Effective, and Fun (PAKEM) learning model results 102,2 (with intervals 30 – 150) included in the good category. The teacher feel helped in carrying out learning using learning Materials with the PPR approach and the PAKEM learning model. Keywords: Learning Materials, PPR, PAKEM, Sets viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada TuhanYang Maha Esa karena yang telah melimpahkan kasih karunia dan penyertaan-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif untuk Topik Himpunan pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019” ini dengan tepat waktu. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat yang harus peneliti penuhi demi memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini banyak tantangan dan kesulitan yang peneliti hadapi, oleh karena itu tanpa bantuan dari berbagai pihak skripsi ini tidak dapat terselesaikan tepat waktu. Pada kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Beni Utomo, M.Sc., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 3. Maria Suci Apriani, S.Pd., M.Sc., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 4. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan, semangat dan sumbangan pemikiran dari awal penulisan skripsi hingga selesai. 5. Dewa Putu Wiadnyana Putra S.Pd., M.Sc. dan Margaretha Madha Melissa M.Pd. selaku dosen yang bersedia menjadi validator instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. 6. Dra. Y. Niken Sasanti, M.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah memberikan izin sehingga penelitian ini dapat berlangsung dengan baik. 7. Maria Roostika, S.Pd., selaku guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah bersedia menjadi validator perangkat pembelajaran sekaligus menguji cobakan perangkat pembelajaran yang telah dirancang oleh peneliti. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah terlibat aktif selama proses penelitian. 9. Kedua orang tua FX. Hendro Dwi Raharjo dan Dra. C. Vonny Indrasari yang senantiasa menjadi sumber semangat dan memberikan dukungan serta doa bagi penulis. 10. Kakakku V. Berlian Prima Hendra Putri yang selalu memberi dukungan dalam menyelesaikan skripsi. 11. Partnerku Christina Aan Ervy Arista yang selalu mau mendengarkan keluh kesah peneliti dalam setiap persoalan saat menyelesaikan skripsi. 12. Teman-teman seperjuangan yang telah banyak membantu dan memotivasi menyelesaikan skripsi: Ulin, Ana, Aan, Ian, Kak Rendi, Kak Kres, Yanti, dan Venny 13. Teman-teman Pendidikan Matematika angkatan 2014 kelas A yang telah memberikan bantuan dan dukungan bagi peneliti. 14. Semua pihak yang telah banyak berjasa dalam penelitian ini dan tidak dapat disebutkan satu persatu. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca. Akhirnya, semoga skripsi ini bermanfaat bagi perkembangan pendidikan matematika. Peneliti Felicitas Vera Lylyan Aniswari x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN ….…………………………………………………….. ii LEMBAR PENGESAHAN ......…………………………………………………….. iii HALAMAN MOTO …............…………………………………………………….. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA …....……………………………………….. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI …...……………………………… vi ABSTRAK …………………………………………....…………………………… vii ABSTRACT ……………............................................................................................. viii KATA PENGANTAR ……………………………………....……………………… ix DAFTAR ISI …………………………………………………....………………….. xi DAFTAR TABEL ………………………………………………....……………….. xii DAFTAR GAMBAR ………...................................................................................... xiii DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………….....………... xiv BAB I PENDAHULUAN...………………………………………………...………. 1 A. Latar Belakang Masalah ................……………………………………....... 1 B. Identifikasi Masalah ...............…………………………………………….... 5 C. Pembatasan Masalah …..............………………………………………….... 5 D. Rumusan Masalah ……………...........…………………………………....... 6 E. Tujuan Penelitian ……………………............…………………………….... 6 F. Manfaat Penelitian …………………………..............…………………….... 7 G. Penjelasan Istilah …………………………………….............…………....... 8 BAB II LANDASAN TEORI ….................………………………………………..... 10 A. Kajian Pustaka ……………..........………………………………………....... 10 B. Penelitian Yang Relevan …………................……………………………..... 34 C. Kerangka Berpikir ………………………………………….............……...... 36 BAB III METODE PENELITIAN ………………………………………………....... 38 A. Jenis Penelitian ……………………………………...........………………..... 38 B. Seting Penelitian ………………………………………….............………..... 41 C. Bentuk Data ……………………………………………………….........….... 42 D. Teknik Dan Instrumen Pengumpulan Data ……………….............................. 43 E. Teknik Analisis Data …………………………………………..............…...... 63 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………………………....... 71 A. Hasil Penelitian …………………………….............……………………........ 71 B. Pembahasan ....................................................................................................... 120 C. Keterbatasan Penelitian ………………………………....................……........ 139 BAB V PENUTUP……………………………………………………………….......... 141 A. Kesimpulan ……………………………………........……………………...... 141 B. Saran ……………………………………………………………......……...... 145 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………....... 147 LAMPIRAN …………………………………………………………………….......... 152 xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi pedoman wawancara potensi dan masalah …………………………. 47 Tabel 3.2 Kisi-kisi pedoman wawancara respon guru …………………………………. 48 Tabel 3.3 Kisi-kisi lembar observasi keterlaksanaan uji coba produk …………………. 50 Tabel 3.4 Kisi-kisi kuesioner siswa …………………………………………………… 52 Tabel 3.5 Kisi-kisi penilaian competence ……………………………………………… 53 Tabel 3.6 Kisi-kisi penilaian sikap conscience ………………………………………… 58 Tabel 3.7 Kisi-kisi penilaian sikap compassion ……………………………………….. 59 Tabel 3.8 Kisi-kisi angket validasi produk …………………………………………….. 61 Tabel 3.9 Kisi-kisi angket validasi instrumen penelitian ………………………………. 63 Tabel 3.10 Kategori penilaian kualitas ………………………………………………… 66 Tabel 3.11 Kategori skor penilaian kualitas …………………………………………… 66 Tabel 3.12 Pedoman penskoran kuesioner ……………………………………………. 69 Tabel 3.13 Pedoman kriteria hasil kuesioner ………………………………………….. 70 Tabel 4.1 Hasil validasi perangkat pembelajaran …………………………………….... 86 Tabel 4.2 Revisi desain perangkat pembelajaran ……………………………………… 87 Tabel 4.3 Jadwal pelaksanaan uji coba produk ……………………………………….. 88 Tabel 4.4 Hasil observasi keterlaksanaan uji coba produk ……………………………. 119 Tabel 4.5 Hasil ulangan siswa ………………………………………………………... 128 Tabel 4.6 Nilai tugas siswa …………………………………………………………… 129 Tabel 4.7 Penilaian percaya diri siswa ………………………………………………... 130 Tabel 4.8 Penilaian tanggung jawab siswa ……………………………………………. 130 Tabel 4.9 Penilaian kerjasama siswa ………………………………………………….. 131 Tabel 4.10 Penilaian peduli siswa …………………………………………………….. 132 Tabel 4.11 Penilaian saling menghargai siswa ………………………………………... 133 Tabel 4.12 Hasil kuesioner siswa ……………………………………………………... 137 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Alat peraga diagram Venn ……………………………………………... 85 Gambar 4.2 Penggalian konteks pertemuan pertama ……………………….............. 90 Gambar 4.3 Siswa berdiskusi dalam kelompok …………………………………….. 92 Gambar 4.4 Siswa mengkomunikasikan hasil diskusi ……………………………… 93 Gambar 4.5 Penggalian konteks pertemuan kedua …………………………………. 97 Gambar 4.6 Siswa berdiskusi dalam kelompok …………………………………….. 98 Gambar 4.7 Siswa melakukan tahap komunikasi …………………………………… 99 Gambar 4.8 Penggalian konteks pertemuan ketiga ……............................................. 103 Gambar 4.9 Guru melakukan tahap interaksi ……………………………………… 105 Gambar 4.10 Penggalian konteks pertemuan keempat …………………………….. 107 Gambar 4.11 Siswa berdiskusi didalam kelompoknya …………………………….. 109 Gambar 4.12 Siswa melakukan tahap komunikasi ………………………………… 110 Gambar 4.13 Guru melakukan tahap interaksi …………………………………….. 111 Gambar 4.14 Penggalian konteks pertemuan kelima ……………………………… 114 Gambar 4.15 Siswa menggunakan alat peraga Venn Fun ………………………… 115 Gambar 4.16 Siswa melakukan tahap komunikasi ………………………………... 116 Gambar 4.17 Siswa menuliskan refleksi ………………………………………….. 117 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat keterangan sudah penelitian ……………………………………… 153 Lampiran 2 Hasil validasi pedoman wawancara setelah uji coba produk …………… 154 Lampiran 3 Hasil validasi kuesioner respon siswa ………………………………….. 155 Lampiran 4 Hasil scanning lembar validasi instrument ……………………………... 156 Lampiran 5 Hasil validasi perangkat pembelajaran …………………………………. 160 Lampiran 6 Hasil scanning lembar validasi perangkat pembelajaran ………………. 166 Lampiran 7 Hasil scanning validasi penilaian 3C ………………………………….... 188 Lampiran 8 Hasil observasi proses pembelajaran …………………………………... 197 Lampiran 9 Hasil olah data kuesioner respon siswa ……………………………….. 207 Lampiran 10 Silabus ………………………………………………………………... 213 Lampiran 11 RPP …………………………………………………………………... 227 Lampiran 12 Bahan ajar ……………………………………………………………. 261 Lampiran 13 LKS …………………………………………………………………... 269 Lampiran 14 Instrumen penilaian conscience & compassion ……………………… 288 Lampiran 15 Soal ulangan harian dan pedoman penskoran ……………………….. 290 Lampiran 16 Hasil penilaian conscience & compassion …………………………… 294 Lampiran 17 Hasil scanning lembar jawab ulangan harian ………………………… 309 Lampiran 18 Hasil scanning LKS …………………………………………………... 328 Lampiran 19 Hasil scanning lembar jawab ulangan harian ………………………… 342 Lampiran 20 Hasil scanning refleksi siswa ………………………………………… 351 Lampiran 21 Hasil scanning aksi siswa ……………………………………………. 352 Lampiran 22 Transkrip wawancara analisis kebutuhan ……………………………. 363 Lampiran 23 Observasi analisis kebutuhan …………………………………………. 365 Lampiran 24 Transkrip wawancara setelah uji coba ……………………………….. 367 Lampiran 25 Transkrip wawancara respon siswa ………………………………….. 370 Lampiran 26 Daftar nilai siswa …………………………………………………….. 378 Lampiran 27 Validitas dan Reliabilitas …………………………………………….. 380 Lampiran 28 Hasil Scanning Kuesioner Respon Siswa .............................................. 387 Lampiran 29 Hasil scanning post test ……………………………………………… 393 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari tingkat TK sampai dengan sekolah tingkat menengah dan perguruan tinggi adalah mata pelajaran matematika. Matematika adalah salah satu pelajaran yang wajib dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, karena merupakan ilmu yang universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, memiliki peranan yang penting dalam berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan daya pikir manusia. Menurut Pitadjeng (2015:3), bagi sebagian orang, matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dipelajari, serta gurunya kebanyakan tidak menyenangkan, membosankan, menakutkan dan sebagainya. Karena takut dan tidak suka belajar matematika, maka prestasi belajar matematika menjadi semakin merosot. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari para guru untuk melakukan suatu upaya agar dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Oleh karena itu, Kline (dalam Dryne & Vos 2002:22-23) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Untuk itu, guru harus mengupayakan situasi dan kondisi menyenangkan, strategi belajar yang menyenangkan. Pembelajaran matematika yang dipelajari di tingkat sekolah menengah pertama mempunyai beberapa bagian. Menurut Taufik (2013) himpunan merupakan bagian yang materinya sulit dipahami siswa. Operasi yang 1

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 digunakannya berbeda dengan operasi pada bilangan yang biasa digunakan sejak dari kelas 1 sekolah dasar. Penulisan himpunan dengan menggunakan notasi pembentuk himpunan sering tidak dipahami siswa, sehingga mereka kesulitan dalam mempelajarinya. Menurut Rusfansyah (2008), himpunan adalah konsep dasar dari semua cabang matematika. Banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan menggunakan prinsip dan aturan himpunan. Selain itu, materi ini juga materi esensial sebagai pengetahuan dasar dalam mempelajari matematika lebih tinggi, misalnya, persamaan/pertidaksamaan kuadrat, fungsi, program linier, logika matematika, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemahaman konsepnya perlu ditekankan sedini mungkin. Mengingat himpunan merupakan bagian yang materinya sulit dipahami oleh siswa, maka guru harus memahami permasalahan awal yang dialami siswa, oleh karena itu pembelajarannya harus menggunakan pendekatan yang tepat. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), karena pendekatan tersebut guru dituntut untuk lebih memperhatikan latar belakang atau permasalahan awal yang dialami siswa serta karakteristik setiap siswa dalam proses pembelajaran (Hartana, dkk. 2016). Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan salah satu pendekatan yang memiliki potensi lebih, dalam mengembangkan diri siswa dari aspek kognitif, afektif dan psikomotoriknya (Suparno, 2015 : 65). Menurut Suparno (2015), Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) adalah pendekatan yang menekankan perkembangan pengetahuan, hati dan karakter siswa. PPR merupakan pola pikir dalam menumbuhkembangkan pribadi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 siswa menjadi pribadi yang humanis. Dalam membentuk pribadi, siswa diberi pengalaman, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut. Menurut Rusman (2014 : 321) dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terdapat tiga unsur penting yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di lembaga pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Ketiga unsur tersebut yaitu: (1) manajemen sekolah, yng diharapkan sekolah dapat erbuka, adanya akuntabilitas, dan bersifat partisipatif; (2) peran serta masyarakat, baik secara fisik dan nonfisik/teknis edukatif; dan (3) pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), yang sesuai dengan prinsip student centered learning. Untuk itu, aspek fun is learning menjadi salah satu aspek penting dalam pembelajaran PAKEM, disamping upaya untuk terus memotivasi anak agar anak mengadakan eksplorasi, kreasi, dan bereksperimen terus dalam pembelajaran. Menurut Kamal (dalam Suyadi, 2012:161), istilah PAKEM merupakan kependeka dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Model pembelajaran matematika pada paradigma baru harus memenuhi empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO (dalam Rusman, 2014 : 321), yaitu: proses learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together, oleh karena itu Pembelajaran Aktif, Kreatif,

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) dapat diterapkan pada pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di SMP Negeri 1 Yogyakarta, siswa masih merasa kebingungan dengan materi himpunan, karena himpunan merupakan materi yang baru didapat oleh siswa. Kesulitan yang dialami siswa terletak pada sub materi Diagram Venn, karena siswa malas untuk menggambar diagram venn dan hanya mengandalkan rumus cepat untuk memperoleh hasil, tanpa memahami maksud dari soalnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Caryono (2012) faktor-faktor kesulitan belajar yang dialami oleh siswa adalah faktor fisiologi, faktor psikologi, dan faktor lingkungan, salah satunya adalah siswa malas menggambar diagram Venn. Karena siswa malas menggambar diagram venn, maka siswa merasa kesulitan ketika memasuki materi selanjutnya yaitu operasi himpunan, terkait selisih dua himpunan, komplemen dari himpunan. Berdasarkan fakta permasalahan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengembangan perangkat pembelajaran matematika pada pokok bahasan Himpunan dengan menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogik Reflektif (PPR). Oleh karena, peneliti melakukan suatu penelitian dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Paradigma Pedagogik Reflektif untuk Topik Himpunan pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019.”

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut. 1. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru didominasi dengan metode ceramah. 2. Pembelajaran matematika belum melibatkan siswa secara aktif. 3. Siswa kurang memahami konsep matematika secara terintegrasi, terlebih pada konsep himpunan khususnya Diagram Venn serta operasi himpunan. 4. Perangkat pembelajaran yang digunakan guru belum menggunakan pendekatan dan model yang mengakomodasi penilaian aspek 3C (Competence, Conscience, dan Compassion). C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang ditas, untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami hasil penelitian ini, maka diperlukan batasan istilah sebagai berikut. 1. Penelitian ini menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). 2. Penelitian ini hanya meninjau aspek competence, conscience (percaya diri dan tanggung jawab) dan compassion (saling menghargai, kerja sama, dan peduli) dengan menggunakan metode diskusi, presentasi dan tanya jawab.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 3. Bidang kajian terbatas pada materi dan soal himpunan serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka eneliti mencoba merumuskan beberapa masalah sebagai berikut. 1. Bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. 2. Bagaimana kualitas dari perangkat pembelajaran menggunakan PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah dikembangkan. 3. Bagaimanakah respon guru dan siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka dapat ditentukan tujuan penelitian ini adalah untuk. 1. Untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 pembelajaran PAKEM pada materi himpunan kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. 2. Untuk mendeskripsikan kualitas dari perangkat pembelajaran menggunakan PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah dikembangkan. 3. Untuk mendeskripsikan respon guru dan siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak, yakni. 1. Sekolah Penelitian ini diharapkan memberikan kejelasan bagi sekolah mengenai pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif sehingga jika dipandang perlu, implementasi pembelajaran dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dapat didayagunakan dalam pembelajaran matemaika agar para siswa lebih terbantu dalam proses belajar. 2. Guru matematika Guru mendapatkan pengalaman dengan terlibat mengajar matematika menggunakan perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Reflektif, sebagai upaya yang tepat untuk membantu siswa dalam memecahkan permasalahan matematika. 3. Siswa Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa ke arah yang lebih baik setelah diterapkan pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif. 4. Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengalaman baru secara langsung dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). 5. Pembaca Penelitian ini diharapkan dapat sebagai bahan informasi bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian pengembangan lainnya atau pun meneliti lebih lanjut. G. Penjelasan Istilah Agar tidak menimbulkan penafsiran ganda atas penelitian ini, maka diberikan penjelasan istilah yang digunakan dalam penelitian ini: 1. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kemanusiaan. Pola pikir maksudnya dalam membentuk pribadi, siswa diberi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut. 2. Pembelajaran PAKEM Pembelajaran matematika yang aktif, (PAKEM) pada hakekatnya menyenangkan kreatif, efektif, adalah dan strategi pembelajaran terpadu yang menggunakan strategi, metode, pendekatan dan teknik pengajaran pembelajarannya dapat terpadu terlaksana sedemikian dan sehingga tercapai dengan tujuan baik. Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan guru (pengajar) dan siswa berinteraksi, membicarakan suatu bahan atau melakukan suatu aktivitas, guna mencapai tujuan yang dikehendaki. 3. Himpunan Himpunan adalah kumpulan objek yang memiliki sifat yang dapat didefinisikan dengan jelas. 4. Penelitian pengembangan Penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang merancang, mengembangkan, menguji keefektifan produk dan disempurnakan untuk dapat diproduksi masal.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Pembelajaran Matematika Menurut Sugiyono dan Hariyanto (dalam Irham dkk., 2014:131) pembelajaran didefinisikan sebagai sebuah kegiatan guru mengajar atau membimbing siswa menuju proses pendewasaan diri. Pembelajaran menekankan pada proses mendewasakan yang artinya mengajar dalam bentuk penyampaian materi tidak serta merta menyampaikan materi, tetapi lebih pada bagaimana menyampaikan dan mengambil nilai-nilai dari materi yang diajarkan agar dengan bimbingan pendidik bermanfaat untuk mendewasakan siswa. Menurut Reiser Robert (dalam Ngalimun, 2014:3), pembelajaran efektif merupakan pembelajaran dimana siswa memperoleh keterampilan-keterampilan yang spesifik, pengetahuan dan sikap dengan kata lain pembelajaran efektif akan terjadi apabila terjadi perubahanperubahan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran merupakan proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 20). Pembelajaran dapat dipahami sebagai sebuah aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam mengatur dan mengorganisasikan lingkungan belajar dengan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak didik sehingga terjadi proses belajar. Berdasarkan beberapa pengertian pembelajaran, 10

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi dua arah yang terjadi antara guru dan siswa dalam mengembangkan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. 2. Penelitian dan Pengembangan Menurut Sugiyono (2017:407) metode penelitian dan pengembangan (Research dan Development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Goll, Gall & Borg dalam “Educational Research” (2003:570) (dalam Nusa Putra 2015:84) R & D dalam pendidikan adalah sebuah model pengembangan berbasis industri dimana temuan penelitian digunakan untuk merancang produk dan prosedur baru, yang kemudian secara sistematis diuji di lapangan, dievaluasi, dan disempurnakan sampai mereka memenuhi kriteria tertentu, yaitu efektivitas, dan berkualitas. Dari kedua pendapat ahli tersebut maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk tertentu serta menguji validitas dan keefektifan produk tersebut dalam penerapannya. Menurut Sugiyono (2017 : 408) adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan (Research and Development) untuk menghasilkan produk tertentu sebagai berikut.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Potensi dan Masalah Pengumpulan data Uji coba Pemakaian Revisi Produk Revisi Produk Desain Produk Uji coba Produk Validasi Desain Revisian Desain Produksi Masal a. Potensi dan Masalah Menurut Sugiyono (2017 : 409) potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Semua potensi akan berkembang menjadi masalah bila kita tidak dapat mendayagunakan potensi-potensi tersebut. Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. R&D dapat mengatasi sebuah masalah dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola, atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 b. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditentukan, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Disini diperlukan metode penelitian tersendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. c. Desain Produk Produk yang dihasilkan dalam penelitian R & D ini bermacammacam. Dalam bidang pendidikan, produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan, yaitu lulusan yang jumlahnya banyak, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan. Produk-produk pendidikan misalnya kurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu, metode mengajar, media pendidikan, buku ajar, modul, kompetensi tenaga kependidikan, sistem evaluasi, model uji kompetensi, penataan ruang kelas untuk model pembelajar tertentu, model unit produksi, model manajemen, sistem pembinaan pegawai, sistem penggajian dan lain-lain. d. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini metode mengajar baru secara

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya. e. Perbaikan Desain Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain, yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan ptoduk tersebut. f. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan, desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan revisi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Setelah disimulasikan, maka dapat diuji cobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan metode mengajar yang lama atau yang lain.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 g. Revisi Produk Setelah melakukan pengujian efektivitas metode mengajar baru pada sampel yang terbatas tersebut dan menunjukkan bahwa metode mengajar baru ternyata masih kurang dari yang diharapkan, maka desain metode mengajar perlu direvisi agar hasil pengujiannya meningkat. Setelah direvisi, maka perlu diuji cobakan lagi pada kelas yang lebih luas. Setelah diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun, maka perlu dicek kembali, mungkin ada kelemahannya, apabila ditemukan kelemahan perlu segera diperbaiki kembali. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi masal, atau digunakan pada lembaga pendidikan yang lebih luas. h. Uji coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup lembaga pendidikan yang luas. Dalam operasinya, metode baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. i. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam pemakaian dalam lebaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Dalan uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. Hal ini untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan dan pembuatan produk baru lagi. j. Pembuatan Produk Masal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. Secara sederhana, R & D (Research and Development) dapat didefinisikan sebagai metode penelitian yang secara sengaja, sistematis, bertujuan/diarahkan untuk mencaritemukan, merumuskan, memperbaiki, mengembangkan, menghasilkan, menguji keefektifan produk, model, metode/strategi/cara, jasa, prosedur tertentu yang lebih unggul, baru, efektif, produktif, dan bermakna. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melaksanakan strategi penelitian dan pengembangan sampai pada tahap uji coba produk. Hal tersebut disebabkan adanya keterbatasan waktu dan apabila akan dilakukan sampai pada tahap pembuatan produk masal, maka memerlukan waktu penelitian yang lebih lama karena uji coba pemakaian produk harus pada topik yang sama.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 3. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kemanusiaan. Pola pikir maksudnya dalam membentuk pribadi, siswa diberi pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut. Menurut Paul Suparno (2015 : 18), PPR adalah suatu pedagogi bukan hanya sekedar metode pembelajaran. Suatu pedagogi, berarti merupaka suatu pendekatan, suatu cara guru mendampingi siswa sehingga berkembang menjadi pribadi yang utuh. Kolvenbach (dalam Subagya, 2012:23), menterjemahkan tujuan manusia utuh dalam pendidikan dalam unsur 3C yaitu: competence, conscience, dan compassion. a. Competence: berarti menguasai ilmu pengetahuan/ketrampilan sesuai bidangnya. Secara sederhana siswa mendalami dan mengolah materi yang dipelajari ia menjadi kompeten dalam bidang itu atau materi itu. Maka secara intelek atau secara kognitif ia memang menguasai materinya, dapat menjelaskan materi itu dengan benar. b. Conscience: berarti mempunyai hati nurani yang dapat membedakan baik dan tidak baik. Selain mengetahui dan mempunyai kompetensi dalam bidangnya, siswa juga berkembang

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 kompetensinya dalam hal membedakan baik dan tidak baiknya bidang itu dan mempunyai kemampuan mengambil keputusan yang benar. Dengan kata lain, conscience berkaitan dengan diri siswa sendiri seperti, bertanggung jawab, jujur, teliti, menghargai pendapat orang lain dan lain sebagainya. c. Compassion: berarti siswa mempunyai epekaan untuk berbuat bagik bagi orang lain yang membutuhkan, punya kepedulian pada orang lain. Kompetensi yang diharapkan terjadi selanjutnya adalah compassion, kepekaan untuk membantu orang lain. Siswa yang sungguh ompeten menurut PPR bukan hanya menjadi pandai tetapi sekaligus akan didorong untuk peka pada kebutuhan orang lain da juga mau berbuat sesuatu berkaitan dengan bidangnya itu bagi kemajuan orang lain. Dengan kata lain, compassion berkaitan dengan orang lain seperti peduli terhadap temannya yang belum mengerti dengan materi yang diajarkan dan lain sebagainya. Unsur utama dalam PPR ada tiga yaitu pengalaman, refleksi, dan aksi. Ketiga unsur utama itu dibantu oleh unsur sebelum pembelajaran yaitu melihat konteks, dan dibantu oleh unsur setelah pembelajaran dengan evaluasi. Maka secara garis besar PPR mempunyai dinamika sebagai berikut: (1) konteks; (2) pengalaman; (3) refleksi; (4) aksi dan (5) evaluasi

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 KONTEKS Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi, dorongan, keinginan Pengalaman: Mempelajari sendiri, laihan kegiatan sendiri. Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berniat, berbuat. Perbuatan konkret Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku siswa. 1) Konteks Dalam mengajar atau memberikan pelajaran, guru perlu mengerti konteksnya, terutama konteks siswa yang dibantu, mata pelajaran, dan lingkungan kelas. Guru harus memulai proses pembelajarannya dari diri siswa (student centered learning) dengan memahami sebanyak mungkin konteks-konteks yang melingkupi siswa sebagai subjek yang akan ditantang, didorong, dan didukung untuk mencapai perkembangan pribadi yang utuh. Secara praktis, penggalian konteks dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 a) Angket, guru membuat angket/kuesioner yang disebarkan pada siswa pada awal pembelajaran untuk tahu bagaimana keadaan siswa. Angket ini dapat berisi tentang pengertian awal mereka tentang materi yang akan dipelajari, cara mereka belajar, keinginan mereka tentang mata pelajaran matematika terutama materi yang akan dipelajari. b) Tanya jawab, guru dapat menggali situasi siswa lewat tanya jawab pada awal pembelajaran, terutama mengenai: bagaimana cara belajar siswa, pengertian awal mengenai materi yang akan dipelajari, miskonsepsi, dan lain sebagainya. c) Pretest, test awal diberikan pada mahasiswa tentang bahan yang mau dipelajari. Dari tes awal ini dapat diketahui pengertian aawal siswa, miskonsepsi yang mereka punyai, serta bagian mana yang belum mereka ketahui. d) Pengamatan, guru juga dapat mengadakan pengamatan kelas saat sedang memberikan materi. Bagaimana reaksi siswa, bagaimana pemahaman awal mereka, bagaimana sikap mereka terhadap materi pada mata pelajaran tersebut. Dari pengamatan itu guru dapat menanyakan alasan dan latar belakangnya 2) Pengalaman Unsur penting dalam dinamika PPR adalah pengalaman (experiences). Pengalaman adalah suatu kejadian yang sungguh terjadi, dilakukan, dialami, dihidupi, yang dapat menyentuh pikiran, hati, kehendak,

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 perasaan, maupun asrat siswa. Tanpa pengalaman dalam pembelajaran maka siswa tidak akan dapat mendalami materi dan memetik makna yang mendalam dari materi yang dipelajari. Tugas guru adalah menyediakan pengalaman itu sendiri bagi siswa, sehingga siswa sungguh mengalami sendiri dan pengalaman itu menjadi miliknya. 3) Refleksi Dalam tahap refleksi, siswa dibantu untuk menggali pengalaman mereka sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, dan menggali makna bagi hidup pribadi, hidup bersama, dan hidup kemasyarakatan. Guru memfasilitasi dengan pertanyaan agar siswa terbantu untuk berefleksi. Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan divergen agar siswa secara otentik dapat memahami, mendalami, dan meyakini temuannya. Siswa dapat diajak untuk diam dan hening untuk meresapi apa yang baru saja dibicarakan. Melalui refleksi, siswa meyakini makna nilai yang terkandung dalam pengalamannya. 4) Aksi Aksi adalah tindakan, entah masi batin atau sudah tindakan psikomotorik, yang dilakukan siswa setelah mereka merefleksikan pengalaman belajar mereka. Secara nyata aksi dapat berupa dua hal yaitu: sikap diri yang berubah lebih baik dan tindakan nyata keluar yang dapat dilihat dan dirasakan orang lain. Guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaan aksi agar siswa terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. Dengan membangun niat

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 dan berperilaku dari kemauannya sendiri siswa membentuk pribadinya agar nantinya menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya. 5) Evaluasi Sebagai suatu proses pendidikan, agar dapat terus dikembangkan, diperlukan evaluasi. Semua proses PPR, terutama proses pengalaman, refleksi dan aksi perlu dievaluasi, apakah berjalan baik dan mengembangkan pribadi siswa menjadi lebih kompeten pada bidang pengetahuan, menjadi punya suara hati yang benar, dan kepekaan pada kebutuhan orang lain (3C). Apabila tidak berjalan dengan baik, maka perlu diperbaiki, kalau sudah berjalan baik, maka harus dikembangkan terus. Guru memberikan evaluasi atas kompetensinya dari sisi akademik. Namun guru/sekolah juga perlu mengevaluasi apakah ada perkembangan pada pribadi siswa. Apakah PPR berdampak bagi perkembangan siswa. 4. Pembelajaran PAKEM Istilah PAKEM dikembangkan dari AJEL (Active Joyfull and Efective Learning). Untuk pertama kali di Indonesia, pada tahun 1999 disebut PEAM (Pembelajaran Efektif, Aktif, dan Menyenangkan). Seiring dengan perkembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pada tahun 2002 istilah PEAM diganti menjadi PAKEM, yaitu kependekan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (Suyadi, 2012:161).

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) berasal dari konsep bahwa pembelajaran harus berpusat pada anak (student-centered learning) dan pembelajaran harus bersifat menyenangkan (learning is fun), agar mereka termotivasi untuk terus belajar sendiri tanpa diperintah dan agar mereka tidak merasa terbebani atau takut (Rusman, 2014:321). Istilah “Aktif” dalam PAKEM dimaksudkan agar guru menciptakan suasana belajar sedemikian rupa, sehingga siswa aktif bertanya maupun mengemukakan pendapat; “Kreatif” dimaksudkan agar guru menciptakan suasana belajar yang beragam, sehingga siswa tidak merasa jenuh, namun penuh variasi, informasi baru, dan suasana belajar yang segar. “Efektif” dimaksudkan agar guru menciptakan suasana belajar sedemikian rupa, sehingga pembelajaran berjalan secara maksimal dengan memanfaatkan sumber belajar yang minimal. “Menyenangkan” dimaksudkan agar guru menciptakan suasana belajar sedemikian rupa, sehingga siswa senang mengikuti pelajarannya, termasuk senang pada gurunya. Dalam konteks psikologi pendidikan, PAKEM juga dapat dimaknai sebagai sebuah strategi dengan pendekatan introduksional yang memungkinkan siswa mengerjakan kegiatan secara beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman. Suasana belajar mengajar yang menyenangkan dapat memusatkan perhatian siswa secara penuh pada belajar.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 PAKEM merupakan model pembelajaran dan menjadi pedoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran dengan model pembelajaran PAKEM ini diharapkan mengembangkan berbagai macam inovasi kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dalam model PAKEM ini, guru dituntut untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang dapat melibatkan siswa melalui partisipatif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang pada akhirnya membuat siswa dapat membuat karya, gagasan, pendapat, ide atas hasil penemuannya dan usahanya sendiri, bukan dari gurunya. a) Pembelajaran aktif Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran dikelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang kompetensinya. dapat meningkatkan Pembelajaran aktif pemahaman memungkinkan dan siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis, serta melakukan penilaian terhadap berbagai peristiwa belajar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa terlibat secara aktif dan berperan dalam proses pembelajaran, sedangkan guru lebih banyak memberikan arahan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 dan bimbingan, serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran. b) Pembelajaran Kreatif Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas siswa selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah. Siswa dikatakan kreatif apabila mampu melakukan sesuatu yang menghasilkan sebuah kegiatan baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya baru. c) Pembelajaran Efektif Pembelajaran dikatakan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru kepada siswa membentuk kompetensi siswa, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Seluruh siswa harus dilibatkan secara penuh agar bergairah dalam pembelajaran, sehingga suasana pembelajaran betul-betul kondusif dan terarah pada tujuan dan pembentukan kompetensi siswa. Pembelajaran efektif menuntut keterlibatan siswa secara aktif, karena mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Menurut More (dalam Rusman, 2014: 326) ada tujuh langkah dalam mengimplementasikan pembelajaran efektif, yaitu: 1) perencanaan, 2) perumusan tujuan/kompetensi, 3) pemaparan perencanaan pembelajaran kepada siswa, 4) proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi, 5) evaluasi, 6) menutup proses pembelajaran, dan 7) rindak lanjut. Untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, guru harus memerhatikan beberapa hal, yaitu: 1) pengelolaan tempat belajar, 2) pengelolaan siswa, 3) pengelolaan kegiatan pembelajaran, 4) pengelolaan materi pembelajaran, dan 5) pengelolaan media dan sumber belajar. d) Pembelajaran Menyenangkan Pembelajaran menyenangkan merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan siswa, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan (Rusman, 2014 : 326). Dengan kata lain, pembelajaran menyenangkan adalah adanya pola hubungan yang baik antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan, guru harus mampu merancang pembelajaran dengan baik, memilih materi yang tepat, serta memilih dan mengembangkan strategi yang dapat melibatkan siswa secara optimal.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Terdapat empat aspek yang memengaruhi model PAKEM, yaitu pengalaman, komunikasi, interaksi dan refleksi. Apabila dalam sebuah pembelajaran terdapat keempat aspek tersebut, maka kriteria PAKEM terpenuhi. Komunikasi Pengalaman PAKEM Interaksi Refleksi a. Pengalaman Mengalami langsung berarti siswa belaja banyak hal yang digerakkan oleh naluri berbuat untuk mengalami secara empiris dan bersifat langsung dengan melibatkan seluruh indera. Sebagai contohnya melakukan pengamatan, perubahan, penyeleidikan, wawancara dan penggunaan alat peraga. Mengamati, wawancara, menyelidiki, eksperimental dan menggunakan alat peraga, secara tidak langsung mampu membentuk mental siswa menjadi kritis, kreatif, inovatif dan kompetitif. Aspek pengalaman ini siswa diajarkan untuk dapat belajar mandiri. Seperti yang dikemukakan oleh Edgar Dale (dalam Rusman,

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 2014:327) dalam kerucut pengalamannya (cone experience) bahwa dengan pengalaman langsung sekitar 90% maeri yang didapatkan oleh anak akan cepat terserap dan bertahan lebih lama. b. Komunikasi Komunikasi dapat diartikan sebagai cara menyampaikan materi pelajaran dari pendidik (guru) kepada siswa. Dalam proses pembelajaran berbasis PAKEM akan terjadi komunikasi interaktif antara guru dan siswa, dimana keduanya saling memberi masukan dan tanggapan. Aspek komunikasi ini dapat dilakukan dengan beberapa bentuk, antara lain mengemukakan pendapat, presentasi laporan, dan memajangkan hasil kerja. Dalam aspek ini ada hal-hal yang ingin didapatkan, misalnya anak dapat mengungkapkan gagasan, dapat mengeluarkan gagasannya, dan memancing gagasan orang lain. c. Interaksi Aspek interaksi ini dapat dilakukan dengan cara interaksi, tanya jawab, dan saling melempar pertanyaan. Dengan hal-hal seperti itulah kesalahan makna yang diperbuat oleh anak-anak berpeluang untuk tekoreksi dan makna yang terbangun semakin mantap, sehingga dapat menyebabkan hasil belajar meningkat. Dengan interaksi, pembelajaran menjadi lebih hidup dan menarik, kesalahan makna berpeluang terkoreksi, makna yang terbangun semakin mantap, dan kualitas hasil belajar meningkat. Interaksi

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 memberikan peluang pada siswa untuk berekspresi dan berartikulasi sesuai kemampuan masing-masing. d. Refleksi Refleksi adalah memikirkan kembali apa yang diperbuat atau dipikirkan. Melalui refleksi, pendidik maupun siswa dapat mengetahui efektivitas pembelajaran yang sudah berlangsung. Refleksi dapat memberikan peluang untuk memunculkan gagasan baru yang bermanfaat dalam perbaikan makna hasil pembelajaran. Hal ini dilakukan supaya terdapatnya perbaikan gagasan/makna yang telah dikeluarkan oleh anak dan agar mereka tidak mengulangi kesalahan. Disini anak diharapkan juga dapat menciptakan gagasan-gagasan baru. Dengan kata lain, dari refleksi tersebut dapat diketahui kelemahan dan kelebihan atau efektif dan tidaknya suatu strategi pembelajaran. Model PAKEM ini diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang berkualitas/bermutu dan menghasilkan perubahan yang signifikan, sepeti dalam peran guru dikelas, perlakuan terhadap siswa, pertanyaan, latihan, interaksi, dan pengelolaan kelas. Dalam model PAKEM ini juga memiliki nilai-nilai karakter yang dikembangkan antara lain tanggung jawab, toleransi (menghargai) dan kepedulian sosial.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 a. Tanggung jawab Strategi pembelajaran PAKEM akan efektif jika sebelum pembelajaran dimulai guru telah menciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga siswa akan terlibat aktif, keatif, dan penuh keceriaan. Nuansa pembelajaran yang demikian mendorong siswa untuk melakukan tugas belajar dengan penuh rasa tanggung jawab, baik secara mandiri maupun kelompok. b. Menghargai Nilai menghargai dalam strategi pembelajaran PAKEM terletak pada daya kreatif siswa. Setiap kepala mempunyai ide dan kreatifitasnya sendiri. Jika di dalam kelas terdapat 30 siswa, maka akan ada 30 ide kreatif, dan semua ide yang muncul tidak mungkin sama, bahkan sering kali bertentangan satu dengan yang lainnya. Dalam konteks yang demikian, secara tidak langsung siswa dituntut untuk menghargai ide maupun pemikiran siswa yang lain. Termasuk dalam hal ini adalah guru wajib memberikan apresiasi terhadap setiap ide yang muncul dari siswa. c. Kepedulian sosial Nilai kepedulian sosial dalam pembelajaran PAKEM terletak pada pembentukan kelompok-kelompok kecil saat strategi itu digunakan. Kelompok-kelompok kecil dalam satu kelas dipacu untuk lebih kreatif dari yang lain, sehingga menyenangkan bagi yang lain pula.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 5. Himpunan Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang terdefinisikan dengan jelas. Terdefinisikan dengan jelas berarti setiap benda atau objek dengan tepat dapat ditentukan termasuk dalam himpunan atau tidak termasuk dalam himpunan. (Marpaung , 2005) Menurut Buku Siswa Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 : a) Cara menyatakan himpunan ada tiga cara, yaitu. - Dinyatakan dengan menyebutkan anggotanya (enumerasi) - Dinyatakan dengan menuliskan sifat yang dimiliki anggotanya - Dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan b) Himpunan kosong dan himpunan semesta Himpunan kosong yaitu himpunan yang tidak memiliki anggota. Himpunan kosong dinotasikan dengan { } atau . Himpunan semesta yaitu himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan. Himpunan semesta disebut juga semesta pembicaraan. Himpunan semesta dilambangkan dengan S. c) Diagram Venn Diagram Venn digunakan untuk menggambarkan himpunan dan anggotanya. Dalam diagram Venn, elemen-elemen tertentu suatu himpunan diwakili oleh titik-titik atau titik-titik yang diberi nama berupa huruf-huruf atau angka-angka atau hanya angka-angka atau huruf-huruf yang diletakkan dalam kurva tertutup sederhana

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 (Marpaung,2005). Dalam membuat diagram Venn, perlu memperhatikan beberapa hal berikut. - Himpunan semesta biasanya digambarkan dengan bentuk persegi panjang - Setiap himpunan lain yang sedang dibicarakan digambarkan dengan lingkaran atau kurva tertutup sederhana - Setiap anggota masing-masing himpunan digambarkan dengan noktah atau titik. Menurut Marpaung dalam Pengantar Teori Himpunan, terdapat beberapa sifat himpunan sebagai berikut. - Kardinalitas Himpunan adalah bilangan yang menyatakan banyak anggota dari suatu himpunan dan dinotasikan dengan n(A). kardinalitas himpunan hanya untuk himpunan yang berhingga (finite set). - Himpunan Bagian Himpunan A disebut himpunan bagian (sub himpunan) dari himpunan B bila setiap anggota (elemen) himpunan A adalah anggota himpunan B. [𝐴 ⊆ 𝐵: (∀𝑥)(𝑥 ∈ 𝐴 ⟹ 𝑥 ∈ 𝐵)]. “⊆” adalah lambang untuk himpunan bagian. Untuk sembarang himpunan A berlaku : ∅ ⊆ 𝐴. Bukti:

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 (∀𝑥)(𝑥 ∈ ∅ ⟹ 𝑥 ∈ 𝐴) sebab 𝑥 ∈ ∅ bernilai salah untuk setiap 𝑥 karena ∅ merupakan himpunan kosong. Karena antisedennya bernilai salah, maka implikasinya bernilai benar. Jadi terbukti - bahwa ∅ ⊆ 𝐴. Himpunan Kuasa Himpunan kuasa adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya adalah himpunan. Andaikan A suatu himpunan, yang dimaksud dengan himpunan kuasa merupakan suatu himpunan A ialah himpunan yang anggotanya adalah semua himpunan bagian A. - [2𝐴 = {𝑃|𝑃 ⊆ 𝐴}]. “2𝐴 ” dibaca himpunan kuasa himpunan A. Kesamaan Dua Himpunan Himpunan A dikatakan sama dengan himpunan B bila 𝐴 ⊆ 𝐵 dan 𝐵 ⊆ 𝐴, atau dapat dikatakan dua himpunan dikatakan sama apabila kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat sama. [𝐴 = 𝐵 ⟺ 𝐴 ⊆ 𝐵 ∧ 𝐵 ⊆ 𝐴]. Lambang “⟺” dibaca per definisi sama artinya dengan. Dua himpunan dikatakan ekuivalen jika banyak anggotanya sama. Menurut buku siswa kurikulum 2013 edisi revisi 2017 semester I SMP kelas VII, operasi himpunan terdiri atas irisan, gabungan, selisih dan komplemen. Berikut penjelasan beberapa operasi himpunan tersebut.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 - Irisan (interseksi) dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota tersekutuan dari dua himpunan tersebut. Irisan himpunan A dan B diotasikan sebagai berikut A  B = {x | xA dan xB} - Gabungan (union) dua himpunan adalah suatu himpunan yang memuat semua anggota kedua himpunan tersebut. Gabungan himpunan A dan B dinotasikan sebagai berikut A  B = {x | xA atau xB} - Selisih (difference) himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya semua anggota A tetapi bukan anggota B. selisih himpunan A dan B dinotasikan dengan A – B atau A \ B - Komplemen himpunan A adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota himpunan semesta tetapi bukan anggota A. dengan notasi pembentuk himpunan sebagai berikut. AC = {x | xS dan xA} B. Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti adalah sebagai berikut. 1. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Paradigma Pedagogi reflektif dengan Model Pembelajaran JUCUMA dan Penggunaan Alat Peraga pada Materi Pythagoras kelas VIII H SMP Negeri 1 Yogyakarta oleh Maria Yustina Nanga, Pendidikan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Matematika Universitas Sanata Dharma. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas perangkat pembelajaran menggunakan PPR adalah 3,78 dengan kategori baik. Relevansi penelitian ini dengan penelitian saya yaitu berkaitan dengan rancangan pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan paradigma pedagogi reflektif (PPR). 2. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Matematika Realistik pada Materi Himpunan di SMP oleh Taufik (2013). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran materi impunan yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Proses pembelajaran yang dilakukan termasuk dalam kategori sangat baik. Rerata persentase skor siswa yang memperoleh nilai minimal 65 pada siklus I dan siklus II berturut-turut adalah 70 dan 77. Sedangkan hasil wawancara menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian telah memahami konsep himpunan dengan baik. Relevansi penelitian ini dengan penelitian peneliti yaitu rancangan pengembangan perangkat pembelajaran pada topik himpunan. 3. Kontribusi Model Pembelajaran PAKEM terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 31 Jakarta oleh Alberth Supriyanto Manurung (2013). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil belajar matematika dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM, karena hasil verifikasi membuktikan bahwa model pembelajaran PAKEM menjadi faktor-faktor penentu yang signifikan. Relevansi penelitian ini yaitu PAKEM peneliti

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 gunakan sebagai model pembelajaran dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti. C. Kerangka Berpikir Selama ini masih banyak guru yang mendesain siswa untuk menghafal seperangkat fakta yang diberikan oleh guru. Seolah-olah guru sebagai sumber utama pengetahuan. Umumnya metode yang digunakan adalah metode ceramah sehingga proses pembelajaran bersifat monoton dan siswa cenderung pasif. Hal itu mengakibatkan kurangnya partisipasi dalam belajar yang dapat berpengaruh pada rendahnya hasil belajar siswa. Untuk dapat meningkatkan pastisipasi dan hasil belajar siswa, guru harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memilih model pembelajaran yang dapat memberi kesempatan seluasluasnya kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan keinginan dan kemampuan siswa. Oleh sebab itu, pemberian treatment untuk memaksimalkan hal tersebut perlu dilakukan. Peneliti memberikan solusi yakni pembelajaran menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pebelajaran PAKEM (Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). PPR dipandang sebagai suatu cara untuk membantu siswa berkembang menjadi pribadi yang utuh. Pribadi yang utuh dapat diartikan sebagai berkembang menjadi pribadi yang berkompeten (Competence) dalam bidangnya, memiliki hati nurani (Conscience) yang benar, dan memiliki kepedulian (Compassion)

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 yang tumbuh dari kasih kepada sesama. PPR memiliki tahapan yang menerapkan nilai-nilai hidup dan berkesinambungan. Dalam proses pembelajaran matematika terdapat kesulitan yang dihadapi oleh siswa yakni disebabkan karena ketidak bermaknaan pelajaran matematika. Faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya keterlibatan siswa dalam aktivitas belajar dan berpikir, serta siswa memahami konsep matematika secara bagian per bagian sehingga antar konsep tidak saling terintegrasi. Begitupun dalam pembelajaran matematika pada topik bahasan himpunan, diperlukan pembelajaran berbasis PPR. Peneliti akan berencana melakukan pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan PPR, tujuannya adalah agar siswa terbantu dalam memahami permasalahan terkait himpunan serta menjadikan siswa memiliki pribadi yang berkompeten, baik dan mampu bekerja sama melalui pembelajaran matematika yang berlangsung. Penelitian pengembangan perangkat ini disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa. Penelitian ini akan mengembangkan perangkat pembelajaran mulai dari Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), bahan ajar, alat peraga, serta instrumen penilaian dengan memodifikasi pengembangan menurut Sugiyono sampai pada tahap revisi produk setelah diuji coba.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Gall & Borg dalam “Educational Research” (2003:570) (dalam Putra 2015:84) R & D dalam pendidikan adalah sebuah model pengembangan berba sis industri dimana temuan penelitian digunakan untuk merancang produk dan prosedur baru, yang kemudian secara sistematis diuji di lapangan, dievaluasi, dan disempurnakan sampai mereka memenuhi kriteria tertentu, yaitu efektivitas, dan berkualitas. Sedangkan menurut Sugiyono (2017:407) metode penelitian dan pengembangan (Research dan Development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan rancangan produk yang memfasilitasi pembelajaran pada topik himpunan dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. Langkah-langkah dalam melakukan penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut. 1. Potensi dan Masalah Peneliti menemukan potensi yang dimiliki oleh guru dan siswa, kemudian mencari masalah masalah melalui kegiatan wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan guru matematika terkait masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran berlangsung. 38

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Observasi dilakukan di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta untuk memperjelas masalah yang sering muncul dalam proses pembelajaran di kelas dan mengethaui sikap siswa selama proses pembelajaran. 2. Pengumpulan Data Setelah ditemukan potensi dan masalah, peneliti mencari berbagai sumber untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Hal ini bertujuan sebagai bahan atau acuan dalam merencanakan perancangan desain produk. 3. Desain Produk Desain produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran. Produk pembelajaran yang didesain oleh peneliti antara lain silabus, RPP, bahan ajar, LKS, alat peraga dan instrumen penilaian pada materi Himpunan dengan menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. 4. Validasi Desain Produk perangkat pembelajaran yang telah didesain selanjutnya divalidasi oleh ahli pada bidangnya yaitu 1 dosen pendidikan matematika dan 1 guru matematika untuk diberikan penilaian terhadap desain produk perangkat pembelajaran tersebut. Validasi ini berguna untuk mengetahui kekurangan yang terdapat dalam produk yang telah didesain untuk selanjutnya produk tersebut direvisi agar layak untuk diuji cobakan. Validasi empiris dilihat dari hasil perolehan nilai siswa dan dihitung menurut korelasi produk momen dengan simpangan.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Berikut rumus korelasi produk momen dengan simpangan. 𝑟𝑥𝑦 = ∑ 𝑥𝑦 √(∑ 𝑥 2 )(∑ 𝑦 2 ) Keterangan: 𝑟𝑥𝑦 = koefisien korelasi antara variabel X dan variable Y, dua variabel yang dikorelasikan (𝑥 = 𝑋 − 𝑋̅ dan 𝑦 = 𝑌 − 𝑌̅) 𝑋 =Perolehan skor disetiap soal 𝑌 =Total skor yang diperoleh siswa 𝑋̅ =Rata-rata dari setiap soal 𝑌̅ =Rata-rata dari total skor yang diperoleh siswa Arikunto (2012:89) mengemukakan bahwa kaidah kevalidan instrumen diukur dengan cara melakukan perbandingan terhadap harga kritik r product moment. Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka data dikatakan valid, sebaliknya jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka data dikatakan tidak valid/invalid. 5. Revisi Produk Kekurangan dan kelemahan yang ditemukan pada produk setelah divalidasi, kemudian direvisi untuk memperbaiki desain produk perangkat pembelajaran tersebut. Revisi desain produk tersebut berdasarkan hasil validasi dan saran maupun komentar yang diberikan oleh ahli pada bidangnya. 6. Uji Coba Produk Desain produk yang telah direvisi selanjutnya diuji cobakan untuk mengetahui kelayakan produk yang telah dirancang dalam proses pembelajaran. Uji coba produk yang telah dirancang akan dilaksanakan

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 di SMP Negeri 1 Yogyakarta pada kelas VII B. Setelah uji coba produk terlaksana selanjutnya produk tersebut dapat direvisi. 7. Revisi Produk Apabila dalam keterlaksanaan uji coba produk masih terdapat kelemahan atau kekurangan, maka produk tersebut direvisi. Revisi produk dilakukan berdasarkan saran maupun kritik selama melaksanakan uji coba produk terbatas di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Revisi produk dilakukan bertujuan agar produk yang dirancang tersebut dapat lebih sesuai dengan yang dicanangkan. B. Seting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta. Kelas VII B adalah kelas yang terdiri dari 34 siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang heterogen. 2. Objek Penelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Perangkat pembelajaran yang digunakan yaitu: silabus, RPP, bahan ajar, LKS dan instrumen penilaian dengan menggunakan pendekatan PPR. Perangkat pembelajaran yang diuji cobakan bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran pada materi himpunan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 3. Tempat Penelitian Tempat penelitian merupakan tempat dilaksanakannya penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Cik Di Tiro No. 29 Yogyakarta tahun pelajaran 2018/2019. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan, yakni dari bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober. Penelitian dimulai dari observasi dan wawancara hingga diakhiri ujian skripsi pada bulan Desember 2018. Jadwal penelitian dilaksanakan bulan September 2018 sampai dengan bulan November 2018. C. Bentuk Data Penelitian ini mengacu pada penelitian dan pengembangan, kualitas perangkat pembelajaran dan respon guru dan siswa. Penelitian dan pengembangan dapat ditinjau dari prosedur penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Kualitas perangkat pembelajaran dapat ditinjau dari hasil validasi ahli, hasil keterlaksanaan observasi dan hasil 3C (competence, conscience dan compassion). Respon guru dapat ditinjau dari data hasil observasi dan data hasil wawancara sedangkan respon siswa dapat ditinjau dari data hasil wawancara, data hasil refleksi dan hasil kuesioner.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah keterangan atau fakta-fakta yang dapat diolah secara matematis. Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil obseerasi keterlaksanaan pembelajaran, hasil validasi perangkat pembelajaran, hasil kuesioner respon siswa dan penilaian 3C (Competence, Compassion, Conscience). 2. Data Kualitatif Data kualitatif adalah semua bahan, keterangan dan fakta-fakta yang tak dapat diukur dan dihitung secara eksak matematis, tetapi hanya berwujud keterangan naratif semata (Pohan, 2007:45). Data kualitatif yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data hasil wawancara, data hasil observasi, data hasil refleksi siswa serta analisis penilaian Compassion dan Conscience. D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi, pengisian kuesioner, tes dan dokumentasi. a. Wawancara Menurut Esterberg (dalam Sugiyono, 2017:317), wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Peneliti melakukan wawancara terhadap guru

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta pada tanggal 5 Juni 2018. Wawancara yang peneliti gunakan bertujuan untuk mengetahui atau menemukan permasalahan yang dihadapi dan harus diteliti, mengetahui hal-hal dari siswa yang lebih mendalam serta mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dengan uji coba produk. Selanjutnya wawancara sesudah melakukan uji coba pada tanggal 10 Oktober 2018 untuk mengetahui respon guru terhadap desain produk. Selain wawancara terhadap guru, wawancara juga dilakukan terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta guna mendapatkan respon siswa terkait pembelajaran berbasis PPR dengan model pembelajaran PAKEM yang dilakukan usai penelitian pada tanggal 11 Oktober 2018 b. Observasi Hadi (dalam Sugiyono, 2017 : 203) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan pancaindera mata sebagai alat bantu utamanya selain pancaindera lainnya seperti telinga, penciuman, mulut, dan kulit (Burhan, 2007:115). Dua diantara yang terpenting adalah prosesproses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi dilakukan terhadap guru dan siswa dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses pembelajaran yang

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 berlangsung dan mencatatnya pada lembar pengamatan. Teknik ini dipilih agar peneliti mendapat gambaran lebih luas terhadap objek yang diteliti. Observasi yang peneliti lakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk pengumpulan mengamati informasi, adanya mengamati potensi dan keterlaksanaan masalah, proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR pada model pembelajaran PAKEM, serta untuk mengamati sikap conscience dan compassion siswa. Observasi dilakukan guna mendapatkan potensi dan masalah dilakukan pada tanggal 22 Juli 2018. Sedangkan observasi keterlaksanaan uji coba dilaksanakan mulai dari tanggal 6 September 2018 sampai dengan tanggal 8 Oktober 2018. c. Pengisian Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2017 : 199). Bentuk kuesioner yang peneliti gunakan berupa kuesioner tertutup, dimana siswa tinggal memilih jawaban yang telah disediakan. Kuesioner respon siswa diberikan ketika uji coba produk telah selesai. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. Pengisian kuesioner dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2018.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 d. Dokumentasi Menurut Sugiyono (2017:329), dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi dapat berupa tulisan, gambar, atau karya-karya dari seseorang. Dokumentasi pada penelitian ini berupa rekaman suara/gambar saat uji coba produk berlangsung serta saat proses wawancara berlangsung. Melalui dokumentasi diharapkan peneliti memperoleh transkrip data belajar siswa, kondisi kelas, kondisi siswa, dan pengalaman guru saat uji coba produk. 2. Instrumen Penelitian a. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan pengumpulan data, agar kegiatan tersebut menjadi lebih mudah dan sistematis. Instrumen pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi, lembar kuesioner respon siswa, pedoman wawancara, pedoman penilaian dan validasi perangkat pembelajaran oleh ahli atau pakar pada bidang matematika. 1. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara yang peneliti gunakan untuk memperoleh potensi dan masalah berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai proses pembelajaran, kesulitan siswa, pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru, materi, dan alat peraga, serta sistem penilaian.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Hasil wawancara untuk mengetahui potensi dan masalah sebagai acuan dalam mendesain produk yang kemudian diuji cobakan. Berikut pedoman wawancara potensi dan masalah yang peneliti gunakan Tabel 3.1 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Potensi dan Masalah A 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. B 8. 9. C 10. 11. 12. 13. Kurikulum dan Strategi Pembelajaran Kurikulum apa yang digunakan oleh sekolah? Apakah siswa mengalami kesulitan dengan adanya perubahan kurikulum? Model pembelajaran apa yang sering digunakan dalam pembelajaran matematika? Bagaimana respon siswa terhadap model pembelajaran yang sudah diterapkan selama proses pembelajaran? Apakah sekolah sudah pernah menerapkan PPR? Jika sudah, bagaimana tanggapan terhadap penerapan PPR disekolah? Apa metode yang sering digunakan saat menjelaskan materi himpunan? Apakah pembelajaran tentang materi himpunan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari? Proses Pembelajaran Bagaimana minat belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran matematika? Apa saja masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran? Materi Pembelajaran Bagaimana pemahaman siswa mengenai materi himpunan? Apakah siswa mampu menggunakan materi himpunan dengan tepat dalam menyelesaikan soal? Dari sub bahasan menegenai himpunan (pengertian himpunan, penyajian himpunan, himpunan kosong, himpunan semesta, kardinalitas himpunan, himpunan kuasa, diagram Venn dan operasi himpunan), manakah sub bahasan yang paling dianggap sulit? Mengapa siswa mengalami kesulitan pada suatu sub bahasan tersebut?

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Seusai uji coba produk, wawancara kembali dilakukan untuk mengetahui tanggapan guru berkaitan dengan apa yang telah dirasakan setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan produk yang dibuat oleh peneliti. Wawancara difokuskan terkait proses pembelajaran, kesulitan guru, kesulitan siswa, alat peraga serta penilaian proses dan hasil belajar. Pedoman wawancara respon guru telah divalidasi oleh ahli dengan hasil 3,2 termasuk dalam kategori cukup baik. Berikut pedoman wawancara respon guru setelah uji coba produk yang peneliti gunakan Tabel 3.2 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Respon Guru A B Pendekatan dan Strategi Pembelajaran 1. Bagaimana perasaan dan pendapatan ibu setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan PPR? 2. Apakah ibu menghadapi kesulitan selama melakasanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR? Proses Pembelajaran 3. Apa saja masalah yang dihadapi siswa ketika proses pembelajaran dengan pendekatan PPR berlangsung? 4. Bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran secara keseluruhan dengan menggunakan pendekatan PPR? 5. Apakah materi yang diajarkan selalu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari? 6. Bagaimana pendapat ibu mengenai pembelajaran dengan menggunakan model PAKEM? 7. Apakah pengalaman yang didapat oleh siswa mempengaruhi nilai-nilai kemanusiaan? 8. Bagaimana tanggapan ibu mengenai sikap siswa yang terbentuk selama proses pembelajaran menggunakan pendekatan PPR? 9. Bagaimana tanggapan ibu terkait perkembangan kognitif siswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan PPR? 10. Apakah disetiap akhir pembelajaran siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah terlaksana? 11. Apakah ibu selalu memberikan arahan kepada siswa untuk melakukan aksi sebagai tindak lanjut dari refleksi?

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 C D E Materi Pembelajaran 12. Apakah materi himpunan yang diajarkan kepada siswa sudah mengikuti tahap-tahap pada pendekatan PPR? 13. Apakah siswa dapat memahami penyampaian materi himpunan dengan pendekatan PPR? 14. Apakah siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi himpunan dengan pendekatan PPR? Media Pembelajaran dan Alat Peraga 15. Apakah penggunaan media dan alat peraga membantu ibu dalam melaksanakan proses pembelajaran? 16. Menurut ibu, apakah media dan alat peraga yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai? 17. Apakah penggunaan alat peraga dalam melaksanakan pembelajaran sudah efektif? 18. Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran dan alat peraga selama proses pembelajaran berlangsung? Penilaian dan Hasil Belajar 19. Apakah ibu mengalami kesulitan dalam melaksankaan penilaian conscience (suara hati) seperti tanggung jawab, bekerja keras, dll, dan compassion (kepedulian/bela rasa) seperti kerja sama dan saling menghargai? 20. Apakah ibu mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian hasil belajar competence (pengetahuan)? 21. Bagaimana hasil belajar siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR? 2. Lembar Observasi Lembar observasi yang dirancang peneliti gunakan untuk mengobservasi kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mencari potensi dan masalah serta ketika melaksanakan uji coba produk. Peneliti menggunakan pedoman observasi yang terdapat dalam Pedoman PPL Universitas Sanata Dharma tahun 2016, sehingga tidak perlu divalidasi karena dianggap sudah valid. Observasi bertujuan melihat potensi dan masalah serta untuk mengetahui sejauh mana keterlaksanaan pembelajaran

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 menggunakan perangkat (produk) yang dibuat peneliti dan dapat mengakomodasi PPR serta model pembelajaran PAKEM. Observasi keterlaksanaan uji cobaproduk terdapat 38 pernyataan dengan 2 alternatif jawaban yaitu ya dan tidak. Skala penilaian lembar obsrvasi keterlaksanaan pembelajaran matematika menggunakan skor 0 dan 1 dengan kriteria 0 = tidak dan 1 = ya. Berikut kisi-kisi lembar observasi potensi dan masalah yang peneliti gunakan. Tabel 3.3 Kisi-kisi lembar observasi keterlaksanaan uji coba produk No ASPEK YANG DIAMATI I. PRA PEMBELAJARAN 1 Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. II. MEMBUKA PEMBELAJARAN (Konteks) Melakukan kegiatan apersepsi dan penguatan dengan mengkaitkan 1 materi pada kehidupan sehari-hari. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana 2 kegiatannya. III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN (Pengalaman) A. Penguasaan Materi Pembelajaran 1 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. 2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan. 3 Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar. 4 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. B. Pendekatan/Strategi Pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan 1 dicapai (conscience, compassion, competence). 2 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. 3 Melaksanakan pembelajaran secara runtut sesuai model pembelajaran PAKEM. 4 Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi sesuai model pembelajaran PAKEM 5 Melaksanakan pembelajaran yang kontekstual. 6 Mengakomodasi adanya keragaman budaya Nusantara. 7 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif : teliti, tanggungjawab, kerja sama (consience). 8 Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan sikap saling menghargai dan kepedulian siswa dalam kelompok (compasion).

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 9 10 C. 1 2 3 4 D. 1 2 3 4 5 6 E. 1 2 3 4 F. 1 2 3 IV. A. 1 2 B. 1 3. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran PAKEM. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan. Pemanfaatan Media Pembelajaran/Sumber Belajar Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media. Menghasilkan pesan yang menarik. Menggunakan alat peraga secara efektif dan efisien. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media (melibatkan siswa dalam menggunakan alat peraga Diagram Venn). Pembelajaran yang Memicu dan Memelihara Keterlibatan Siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran model pembelajaran PAKEM. Merespons positif partisipasi siswa. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-sisa dan siswa-siswa. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif (diskusi kelompok saat pembelajaran berlangsung). Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar (siswa aktif dan antusias dalam pembelajaran). Penilaian Proses dan Hasil Belajar Melakukan penilaian awal. Memantau kemajuan belajar (melihat perkembangan siswa melalui LKS). Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi (tugas aksi di akhir pembelajaran). Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi. Penggnaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. PENUTUP Refleksi dan Rangkuman Pembelajaran Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa (melakukan refleksi dengan mengaitkan materi Himpunan yang sudah dipelajari). Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa. Pelaksanaan Tindak Lanjut (Aksi) Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai tindak lanjut releksi. Lembar Kuesioner Lembar kuesioner yang dirancang oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui respon siswa setelah melaksanakan pembelajaran

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 dengan menggunakan pendekatan PPR pada materi himpunan. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, dengan alternative jawaban SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Siswa diharapkan memilih alternative jawaban yang sesuai denga keadaan dirinya. Kuesioner ini sudah divalidasi oleh 1 dosen dan 1 guru memperoleh hasil 3,83 dengan kategori baik. Kuesioner ini terdapat 25 pernyataan yang terdiri dari 15 pernyataan positif dan 10 pernyataan negative. Berikut kisi-kisi kuesioner siswa yang peneliti gunakan. Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Siswa No 1 2 Aspek Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis PPR pada materi Himpunan Keberhasilan pendekatan PPR pada pembelajaran matematika terkait Himpunan. Nomor Pernyataan Positif Negatif respon 1, 2, 7, 5,12, terhadap 25 Indikator Mengetahui siswa pembelajaran matematika berbasis PPR pada materi Himpunan. Siswa mengetahui manfaat mempelajari matematika (Himpunan ) dengan pendekatan PPR. Siswa menguasai materi Himpunan (Competence). Siswa menunjukkan sikap Conscience dalam proses pembelajaran. Siswa menunjukkan sikap Compassion dalam proses pembelajaran Total 11, 17, 21 14, 13, 16, 23, 20, 24, 3, 10, 9, 15, 8, 19, 22, 18, 4, 6, 15 10

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 4. Alat perekam suara/gambar Alat perekam suara/gambar berupa kamera untuk pengambilan rekaman aktivitas siswa di kelas ketika uji coba produk (pembelajaran PAKEM). berbasis Alat PPR perekam dengan model suara/gambar pembelajaran membantu peneliti memperoleh data aktivitas pembelajaran. Data yang diperoleh akan ditranskripsikan sebagai data hasil pembelajaran uji coba produk. 5. Instrumen penilaian Instrumen penilaian adalah instrumen yang digunakan untuk menganalisis proses dan memperoleh hasil belajar siswa. Penilaian dilakukan secara berkesinambungan dan sistematis untuk memperoleh suatu keputusan hasil belajar siswa. Pada penelitian ini penilaian dikembangkan menjadi 3 instrumen, yakni instrumen penilaiancompetence, conscience, dan compassion. Instrumen penilaian competence mengandung penilaian terhadap unsur kognitif dan psikomotorik, sedangkan instrumen penilaian conscience dan compassion mengandung penilaian terhadap unsur afektif. Instrumen penilaian competence telah divalidasi oleh ahli dengan hasil 4,77 termasuk dalam kategori sangat baik. Penilaian competence dilakukan satu kali pada satu bab himpunan dengan bentuk instrumen tes ulangan harian, berikut kisi-kisi penilaian competence yang penulis gunakan.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 3.5 Kisi-kisi Penilaian Competence No KD 1 Menjelaskan dan menyatakan himpunan, himpunan bagian, himpunan semesta, himpunan kosong, komplemen himpunan, menggunakan masalah kontekstual 2 3 Indikator Soal Menyebutkan Kumpulan-kumpulan himpunan dan berikut ini yang bukan bukan himpunan impunan adalah .... a. kumpulan siswa yang tingginya kurang dari 150 cm b. kumpulan bilangan cacah antara 2 dan 10 c. kumpulan siswa yang berbadan kurus d. kumpulan bilangan asli kurang dari 10 Menyajikan Jika W menyatakan himpunan dengan himpunan bilangan asli menyebutkan kurang dari 15 dan prima anggotanya maka himpunan W tersebut adalah .... a. {2, 3, 5, 7, 11, 13} b. {2, 3, 5, 7} c. {3, 5, 7, 11, 13} d. {2, , 6, 8, 10, 12, 14}  Menyatakan  Jika P = {bilangan irisan dari dua prima kurang dari 20}, himpunan. Q = {bilangan kelipatan 3 yang kurang dari 20}.  Menyatakan Maka 𝑃 ∩ 𝑄 = ⋯. gabungan dari a. {3} dua himpunan. b. {3, 15}  Menyatakan c. {1, 3, 15} komplemen dari d. {1, 2, 3, 9, 15} suatu  Diberikan diagram himpunan. Venn yang menyatakan  Menyatakan himpunan A dan B selisih dari dua himpunan. A – B = .... a. {a,b} b. {c,d} c. {e,f} d. {g,h}  Diketahui S={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, A={1, 2, 3, 5}, dan B={4, 5, 6} No. Soal 2 1 3 5 6

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 4 Menyatakan himpunan semesta dari suatu himpunan 5 Menggambar diagram Venn dari suatu himpunan 6 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan diagram Venn Dengan cara mendaftar anggotanya, tentukan: a. (𝐴 ∩ 𝐵)𝐶 b. B – A c. 𝐴 ∪ 𝐵 Himpunan semesta untuk himpunan A={1, 2, 3, 4, 5}, B={𝑥|𝑥 ≤ 2, 𝑥 ∈ bilangan bulat}, dan C={bilangan cacah yang kurang dari 30} adalah.... a. himpunan bilangan asli b. himpunan bilangan cacah c. himpunan bilangan bulat d. himpunan bilangan cacah yang kurang dari 30 Diketahui B={𝑥|3 < 𝑥 < 8, 𝑥 ∈ bilangan asli} C={𝑥|5 ≤ 𝑥 < 10, 𝑥 ∈ bilangan asli} Gambarlah diagram Venn-nya!  Dalam sebuah ruangan, terdapat 50 orang yang hanya minum teh, 10 orang hanya minum kopi, 6 orang suka keduanya, dan 8 orang tidak suka keduanya. Jumlah orang dalam ruangan tersebut adalah...  Diantara sekelompok siswa yang terdiri atas 30 orang ternyata 18 orang suka menyanyi, 20 orang suka menari dan 10 orang suka melakukan keduanya a. gambarlah diagram Venn untuk menggambarkan keadaan di atas. b. berapa banyak siswa yang tidak suka menari dan tidak suka menyanyi? 4 7 7 8 9

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 c. berapa banyak siswa yang hanya suka menyanyi? d. berapa banyak siswa yang hanya suka menari?  Dari 40 siswa, 18 siswa menyukai atletik, 15 siswa enyukai senam, dan 6 siswa menyukai kedua-duanya. a. tunjukkan pernyataan di atas dengan diagram Venn. b. tentukan banyaknya siswa yang tidak menyukai atletik maupun senam Selain penilaian competence (pengetahuan) peneliti juga melakukan penilaian conscience (suara hati) dan compassion (bela rasa) menggunakan instrument non tes dengan teknik observasi. Penilaian conscience dan compassion terhadap siswa untuk melihat nilai kemanusiaan siswa yang diterapkan. Aspek conscience yang diukur dalam penelitian ini yaitu bertanggun jawab dan percaya diri. Percaya diri merupakan sikap pada diri seseorang yang dapat menerima kenyataan, dapat mengembangkan kesadaran diri, berfikir positif, memiliki kemandirian dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai segala sesuatu yang diinginkan (Anthony, 1992). Menurut Abdullah (2010), bertanggung jawab adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan suatu kewajiban karena adanya dorongan dalam dirinya, biasanya disebut juga dengan panggilan jiwa. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 bahwa sikap percaya diri dan bertanggung jawab merupakan tindakan yang berasal atas kesadaran diri dan dorongan dari dalam dirinya. Aspek compassion yang diukur dalam penelitian ini yaitu sikap kepedulian siswa, kerja sama dan saling menghargai antar siswa. Leininger (dalam Abdullah, 2010) menyimpulkan bahwa kepedulian merupakan suatu tindakan yang dilandasi oleh perasaan kepada orang lain yang memotivasi dan memberikan kekuatan untuk bertindak peduli terhadap orang lain. Kerja sama merupakan suatu kegiatan dalam berkelompok untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas secara bersama-sama, dalam kerjasama ini biasanya terjadi interaksi antar anggota kelompok dan mempunyai tujuan yang sama untuk dapat dicapai bersama-sama (Roestiyah, 2008). Serta Poerwadarminta (2007) menjelaskan bahwa menghargai merupakan suatu tindakan yang dilandasi oleh suatu perasaan untuk menghormati, mengindahkan, memuliakan dan menjunjung tinggi pendapat dan keyakinan orang lain. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka sikap peduli, kerja sama dan menghargai merupakan suatu tindakan yang berkaitan dengan orang lain, dimana seseorang mempunyai kepekaan untuk berbuat baik bagi orang lain yang membutuhkan. Terdapat keterkaitan antara aspek conscience dan aspek compassion. Keterkaitan tersebut yaitu compassion merupakan suatu tindakan yang dilandasi oleh suatu perasaan/suara hati (conscience), sehingga compassion akan terlaksana apabila terdapat dorongan dari conscience

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 (suara hati). Kerja sama dan menghargai merupakan tindakan yang dilandasi rasa bertanggung jawab dalam hal ini kerja sama dan menghargai pendapat orang lain ketika proses pembelajaran berlangsung. Sementara sikap peduli merupakan tindakan yang dilandasi rasa percaya diri, dalam hal ini peduli terhadap teman yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Instrumen penilaian conscience dan compassion terhadap siswa telah divalidasi oleh ahli dengan hasil 4,77 (sangat baik) untuk penilaian conscience, serta 5 (sangat baik) untuk penilaian compassion. Kriteria penilaian menggunakan skala penelitian dengan memberikan checklist pada kolom skor yang tersedia. Kriteria pemberian skor adalah 1 – 5, dengan rincian 5 = Sangat Baik, 4 = Baik, 3 = Cukup Baik, 2 = Kurang Baik, 1 = Sangat Kurang Baik (Widoyoko, 2012:121). Berikut kisi-kisi penilaian sikap dan perilaku siswa aspen conscience dan compassion yang penulis gunakan. Table 3.6 Kisi-kisi Penilaian Sikap Conscience No A KOMPONEN PENILAIAN Indikator dan kategori perkembangan sikap PERCAYA DIRI selama pembelajaran berlangsung. KATEGORI INDIKATOR Sama sekali tidak mau mengutarakan pendapat Tidak Baik atau maju di depan kelas dalam proses pembelajaran. Kurang Baik Baik Tidak mau mengutarakan pendapat atau maju di depan kelas dalam proses pembelajaran. Sudah menunjukkan menunjukkan sikap ada mau usaha mencoba mengutarakan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 pendapat atau maju di depan kelas dalam proses pembelajaran namun bukan karena kesadaran pribadi. Memiliki sikap mau mengutarakan pendapat Sangat Baik atau maju di depan kelas dalam proses pembelajaran dengan kesadaran pribadi. B Indikator dan kategori perkembangan sikap BERTANGGUNG JAWAB selama pembelajaran berlangsung. KATEGORI INDIKATOR Sama Tidak Baik sekali tidak ambil bagian dalam mengerjakan tugas yang diberikan dan acuh tak acuh pada saat berdiskusi. Sesekali ambil bagian mengerjakan tugas yang Kurang Baik diberikan namun masih acuh tak acuh pada saat berdiskusi. Sudah Baik menunjukkan sikap sering berusaha mengerjakan tugas yang diberikan tetapi belum konsisten saat berdiskusi. Menunjukkan Sangat Baik sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas dan pada saat berdiskusi konsisten. Tabel 3.7 Kisi-kisi Penilaian Sikap Compassion No A KOMPONEN PENILAIAN Indikator dan kategori perkembangan sikap SALING MENGHARGAI selama pembelajaran berlangsung. KATEGORI Tidak Baik Kurang Baik Baik INDIKATOR Tidak mendengarkan pendapat teman kelompoknya dan memaksakan pendapatnya. Tidak mendengarkan pendapat teman kelompoknya atau memaksakan pendapatnya. Sudah menunjukkan terbuka mau menerima pendapat teman kelompok.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Sudah Sangat Baik menunjukkan mendengarkan sikap pendapat terbuka teman dan mau tidak memaksakan pendapatnya. B Indikator dan kategori perkembangan sikap PEDULI selama pembelajaran berlangsung. KATEGORI Tidak Baik Kurang Baik Baik INDIKATOR Tidak peduli terhadap kesulitan teman dalam memecahkan masalah. Kurang peduli terhadap teman yang kesulitan dalam memecahkan masalah. Sudah menunjukkan rasa peduli terhadap teman yang kesulitan dalam memecahkan masalah. Sudah menunjukkan sikap peduli terhadap Sangat Baik teman yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah dengan konsisten. C Indikator dan kategori perkembangan sikap BEKERJA SAMA selama pembelajaran berlangsung. KATEGORI Tidak Baik INDIKATOR Tidak ada usaha untuk mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama. Ada usaha untuk mengerjakan tugas kelompok Kurang Baik namun masih diingatkan oleh guru maupun teman lain. Sudah menunjukkan usaha untuk mencoba Baik mengerjakan tugas yang diberikan bersamasama, namun belum maksimal. Sudah menunjukkan usaha untuk mengerjakan Sangat Baik tugas yang diberikan bersama-sama dengan konsisten. 6. Lembar Validasi Perangkat Pembelajaran Lembar validasi peneliti gunakan untuk memvalidasi perangkat silabus, RPP, bahan ajar, LKS, alat peraga, dan instrumen

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 penilaian. Lembar validasi digunakan untuk mengetahui kevalidan perangkat pembelajaran (produk awal yang sudah didesain). Perangkat pembelajaran (produk) telah divalidasi oleh satu dosen dan satu guru matematika. selain perangkat pembelajaran (produk) adapun instrumen penelitian juga telah divalidasi oleh satu dosen. Lembar validasi berisi komponen penilaian yang berfungsi mengetahui kelayakan produk maupun instrumen penelitian digunakan, serta mengetahui kelemahan pada produk. Skala penilaian menggunakan skala penelitian dengan memberikan checklist pada kolom skor yang tersedia. Kriteria pemberian skor adalah 1 – 5, dengan rincian 5 = Sangat Baik, 4 = Baik, 3 = Cukup Baik, 2 = Kurang Baik, 1 = Sangat Kurang Baik (Widoyoko, 2012:121). Setelah perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian sudah divalidasi kemudian direvisi, maka peneliti siap menguji cobakan dikelas. Berikut kisi-kisi angkat validasi produk dan instrumen penelitian yang peneliti gunakan. Tabel 3.8 Kisi-kisi Angket Validasi Produk NO KOMPONEN PENILAIAN SILABUS 1 2 3 Kelengkapan unsur-unsur silabus. Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator. Kualitas perumusan kegiatan pembelajaran. Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencermintakn keutuhan perkembangan pribadi siswa. Tingkat kecukupan sumber belajar. Ketepatan pemilihan media. Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan. Penggunaan Bahasa Indonesia dan tata tulis baku 4 5 6 7 8

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 KOMPONEN PENILAIAN RPP A. Komponen RPP 1 Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator. B. Identitas RPP Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan 2 keutuhan perkembangan pribadi siswa. C. Rumusan tujuan/indikator Kesesuaian rumusan tujuan dengan standar kompetensi dan 3 kompetensi dasar. 4 Ketepatan penyusunan kata kerja operasional yang dapat diukur. 5 Ketercakupan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. D. Pemilihan Materi Keluasan (memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan skill) yang 6 sesuai dengan tujuan pembelajaran. 7 Kesesuaian materi dengan perkembangan kognitif. 8 Sistematika susunan materi. E. Metode Pembelajaran Kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dengan indikator 9 dan tujuan pembelajaran. F. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran yang dirancang sudah mengakomodasi 10 pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Model Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah. 11 Kesesuaian waktu yang digunakan dengan materi pembelajaran. G. Pemilihan Sumber Belajar 12 Kesesuaian sumber belajar dengan materi pembelajaran. 13 Kesesuaian sumber belajar dengan tujuan pembelajaran. H. Bahasa Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang 14 baku. 15 Bahasa yang digunakan komunikatif. Kejelsan bahasa yang digunakan sehingga tidak menimbulkan 16 penafsiran ganda. KOMPONEN PENILAIAN BAHAN AJAR Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan 1 dicapai. 2 Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, dan prosedur. Susunan materi secara sistematis, logis dan sesuai dengan tingkat 3 perkembangan siswa. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang 4 baku. 5 Menuliskan sumber bahan ajar. KOMPONEN PENILAIAN LKS A. Format LKS 1 Kejelasan pembagian materi. 2 Petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa. 3 Tampilan LKS yang menarik.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 B. Isi 4 Kesesuaian dengan indikator yang akan dicapai. 5 Kebenaran konsep. Kesesuaian dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif 6 dengan model pembelajaran PAKEM. C. Bahasa 7 Kesederhanaan struktur kalimat. 8 Kalimat soal tidak mengandung arti ganda. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang 9 baku. KOMPONEN PENILAIAN ALAT PERAGA A. Bahasa 1 Desain alat peraga yang menarik. 2 Tidak berbahaya untuk digunakan. 3 tampilan dapat dilihat secara jelas diruang kelas. 4 Mudah digunakan. B. Bahasa 5 kesesuaian dengan indikator yang akan dicapai. 6 kebenaran konsep. 7 Kebenaran penggunaan alat peraga untuk penyelesaian masalah. Kesesuaian dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif 8 dengan metode PAKEM. Tabel 3.9 Kisi-kisi Angket Validasi Instrumen Penelitian N KOMPONEN PENILAIAN O A. Lembar Kuesioner ketercukupan komponen-komponen kuesioner respon siswa sebagai 1 penunjang ketercapaian keterlaksanaan pembelajaran. B. Identitas Kuesioner 2 Kelengkapan identitas lembar kuesioner respon siswa. C. Rumusan Kesesuaian rumusan lembar keusioner respon siswa dengan tujuan 3 penelitian. D. Kebahasaan 4 Bahasa yang digunakan komunikatif Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang 5 baku. Kejelasan bahasa yang digunakan sehingga tidak menimbulkan 6 penafsiran ganda.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 I. Teknik Analisis Data Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan terhadap data hasil wawancara dan observasi. Data kualitatif kemudian diolah menghasilkan pola, dan menemukan apa yang penting menjadi informasi. Analisis kuantitatif yakni data berupa angka yang diperoleh dari data hasil validasi produk dan instrumen penelitian, hasil penilaian, dan penyebaran kuesioner siswa. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data hasil validasi produk untuk mengetahui kualitas produk dan instrumen penelitian, serta penilaian terhadap siswa. 1. Analisis data kualitatif Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, hasil observasi dan hasil refleksi siswa. Pendeskripsian data diperoleh berdasarkan pedoman wawancara dan hasil observasi sesuai dengan indikator yang ada. a) Hasil wawancara Wawancara dilakukan terhadap guru matematika dan siswa SMP Negeri 1 Yogyakarta. Hasil wawancara oleh peneliti berdasar hasil kesimpulan wawancara kemudian dianalisis secara kualitatif. b) Observasi Hasil observasi oleh peneliti dianalisis secara kualitatif, yaitu mendeskripsikan hasil observasi berdasar indikator yang dilakukan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 terhadap guru dan siswa. Hasil observasi juga terkait penilaian aspek conscience dan compassion saat pembelajaran. 2. Analisis data kuantitatif Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi produk oleh ahli, hasil validasi instrumen penelitian, dan hasil penilaian (conscience, compassion, dan competence). a) Hasil Validasi Produk Oleh Ahli Hasil validasi produk oleh ahli dilah secara kuantitatif diperoleh berdasarkan skala yang terdapat pada instrumen penilaian. Validasi dilakukan oleh dua validator yakni dosen dan guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta. Validasi mencakup produk penelitian yakni perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar, LKS, alat peraga, dan instrumen penilaian). Pada tahap ini perhitungan aspek penilaian kevalidan berdasarkan (Widoyoko, 2009:328). Data skor penilaian validasi ditabulasi kemudian dihitung rata-ratanya setiap aspek. Rata-rata tiap aspek penilaian kevalidan tersebut dihitung menggunakan rumus sebagai berikut. 𝑥̅ = ∑𝑛𝑖=1 𝑥𝑖 𝑛 Keterangan: 𝑥̅ = rata-rata tiap aspek penilaian kevalidan produk ∑𝑛𝑖=1 𝑥𝑖 = jumlah skor tiap aspek penilaian kevalidan produk 𝑛 = jumlah butir penilaian tiap aspek penilaian kevalidan produk

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Setelah dirata-ratakan kemudian dibandingkan dengan tabel kategori penilaian kualitas perangkat pembelajaran. Berikut ini merupakan kategori penilaian kualitas menurut Widoyoko (2012:238). Tabel 3.10 Kategori Penilaian Kualitas Interval Rata-rata Skor 𝑋 > 𝑋̅𝑖 + 1,8 𝑆𝑏𝑖 ̅ 𝑋𝑖 + 0,6 𝑆𝑏𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑋̅𝑖 + 1,8 𝑆𝑏𝑖 𝑋̅𝑖 − 0,6 𝑆𝑏𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑋̅𝑖 + 0,6 𝑆𝑏𝑖 𝑋̅𝑖 − 1,8 𝑆𝑏𝑖 < 𝑋 ≤ 𝑋̅𝑖 − 0,6 𝑆𝑏𝑖 𝑋 ≤ 𝑋̅𝑖 − 1,8 𝑆𝑏𝑖 Kualifikasi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Interval Rata-rata Skor 𝑥 > 4,2 3,4 < 𝑥 ≤ 4,2 2,6 < 𝑥 ≤ 3,4 1,8 < 𝑥 ≤ 2,6 𝑥 ≤ 1,8 Kualifikasi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Keterangan: 1 Rerata ideal (𝑋̅𝑖 ) = (Skor maksimum idela + Skor minimum 2 ideal) ̅̅̅̅𝑖 ) = 1 (Skor maksimum ideal – Skor Simpangan baku (𝑆𝑏 6 minimum ideal) 𝑋 = skor empiris Berdasarkan tabel diatas, dapat ditemukan rata-rata skor dari setiap aspek dengan menerapkan rumus konversi. Tabel 3.11 Kategori Skor Penilaian Kualitas (Widoyoko, 2009:238) Kriteria tersebut diperoleh dari perhitungan berikut, Diketahui: Skor maksimal : 5 Skor minimum : 1 Rata-rata Simpangan baku 1 : (5 + 1) = 3 2 1 : (5 − 1) = 0,67 6

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Kemudian akan dicari interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, sangat kurang. Penyelesaian: Kategori sangat baik = 𝑥 > 𝑥̅𝑖 + 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 = 𝑥 > 3 + (1,8 × 0,67) = x>4,2 Kategori baik = 𝑥̅ + 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 < 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 + 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 = 3 + (0,6 × 0,67) < 𝑥 ≤ 3 + (1,8 × 0,67) = 3,4 < 𝑥 ≤ 4,2 Kategori cukup baik = 𝑥̅𝑖 − 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 < 𝑥 ≤ 𝑥̅ + 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 = 3 − (0,6 × 0,67) < 𝑥 ≤ 3 + (0,6 × 0,67) = 2,6 < 𝑥 ≤ 3,4 Kategori kurang baik = 𝑥̅𝑖 − 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 < 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 − 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 = 3 − (0,6 × 0,67) < 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 − (0,6 × 0,67) = 1,8 < 𝑥 ≤ 2,6 Kategori sangat kurang baik = 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 − 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 = 𝑥 ≤ 3 − (1,8 × 0,67) = 𝑥 ≤ 1,8 Selanjutnya peneliti menghitung dan mengklasifikasikan hasil perhitungannya pada kriteria validasi produk. Produk dikatakan valid dan dapat digunakan apabila memiliki klasifikasi baik. b) Hasil validasi instrumen penelitian Validasi instrumen penelitian dilakukan oleh ahli yakni dua validator (dosen dan guru matematika). instrumen penelitian yang sudah divalidasi oleh ahli selanjutnya diolah secara kuantitatif. Validasi mencakup instrumen wawancara, dan instrumen kuesioner angket siswa. Perhitungan kriteria validasi instrumen penelitian

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 dan pengklasifikasian kevalidan sama seperti perhitungan validasi terhadap produk. c) Hasil penilaian Perhitungan hasil penilaian aspek competence, conscience, dan compassion pada penilaian ini, erdasrkan Permendikbud No 81 A Tahun 2013. 1) Hasil penilaian aspek competence Tes hasil belajar siswa digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan dan pemahaman siswa pada materi himpunan. Untuk mengukur ketuntasan belajar siswa dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut. 𝐾𝑒𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑢𝑔𝑎𝑠⁄𝐿𝐾𝑆 (5) + 𝑈𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 6 Selanjutnya, dari hasil ketuntasan belajar siswa diperoleh banyak siswa yang tuntas dengan klasifikasi diatas 68 atau diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kemudian diperoleh presentase ketuntasan siswa berdasar Permendikbud No 81A Tahun 2013. Perhitungan presentase kelulusan siswa sebagai berikut. 𝑘𝑒𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠 × 100% 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 2) Penilaian Aaspek Conscience dan Compassion Sikap dan perilaku siswa dapat diamati dengan menggunakan lembar penilaian yang sudah divalidasi oleh para ahli. Hasil

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 observasi sikap dan perilaku siswa dapat dianalisis untuk mengetahui perkembangan karaker siswa selama proses pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PPR. 𝑃= 𝐵𝑠 × 100% 𝑇𝑠 Keterangan: P = Persentase penilaian sikap 𝐵𝑠 = Banyak siswa berdasarkan kriteria 𝑇𝑠 = Jumlah seluruh siswa 3) Hasil Kuesioner Respon Siswa Hasil kuesioner pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PPR pada model pembelajaran PAKEM terkait materi himpunan. Peneliti menggunakan pedoman perhitungan kuesioner skala likert pada (Widoyoko, 2012:111). Kuesioner menggunakan 4 pilihan jawaban dengan perhitungan menggunakan skala likert. Berikut pedoman penskoran kuesioner siswa, Tabel 3.12 Pedoman Penskoran Kuesioner Pilihan Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Pernyataan Positif Negatif 4 1 3 2 2 3 1 4 (Widoyoko, 2009:236)

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Interpretasi perhitungan sebagai berikut. Skor maksimum = skor tertinggi likert × jumlah responden = 4× 34 =136 = skor terendah likert × jumlah responden = 1 × 34 = 34 Range (R) = skor tertinggi – skor terendah = 136 – 34 = 102 Jumlah kriteria = 1 + 3,3 log 34 (aturan sturges) = 1 + 5,054 = 6,054 dibulatkan menjadi 6 Interval tiap kriteria adalah 102 range = = 17 I= 6 𝑘𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎 Dari perhitungan tersebut diperoleh kriteria respon siswa Skor minimum sebagai berikut. Tabel 3.13 Pedoman Kriteria Hasil Kuesioner Interval Rata-rata Skor 119 ≤ 𝑥 ≤ 136 102 ≤ 𝑥 ≤ 118 85 ≤ 𝑥 ≤ 101 68 ≤ 𝑥 ≤ 84 51 ≤ 𝑥 ≤ 67 34 ≤ 𝑥 ≤ 50 Kualifikasi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII B yang berjumlah 34 siswa dan terdiri atas 16 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan oleh Sugiyono. Pengembangan ini dilakukan hanya sampai pada tahap revisi produk setelah dilakukan uji coba produk pada sampel terbatas. Prosedur penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan meliputi tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Berikut penjelasan mengenai tahap-tahap penelitian dan pengembangan tersebut. 1. Potensi dan Masalah Tahap mencari potensi dan masalah peneliti lakukan dengan melakukan analisis kebutuhan. Peneliti melakukan wawancara dengan guru matematika kelas VII B di SMP Negeri 1 Yogyakarta dan observasi terhadap siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Instrumen yang peneliti gunakan yaitu pedoman wawancara dan lembar observasi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, peneliti mendapatkan informasi mengenai masalah dan kemudian merancang solusi yang tepat. 71

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Wawancara terhadap guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dilakukan pada tanggal 5 Juni 2018. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa pembelajaran belum berlangsung optimal karena banyak siswa yang kurang percaya diri dalam menjawab soal yang diberikan oleh guru dan belum ada keinginan dari siswa sendiri untuk mempresentasikan hasil diskusinya, selain itu siswa masih kurang dapat memahami dalam menggambar diagram Venn serta belum dapat membedakan materi mengenai operasi himpunan yaitu irisan, gabungan, komplemen dan selisih dua himpunan. Guru telah mengkaitkan materi dengan kehidupan seharihari ketika pembelajaran berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat belajar siswa terhadap matematika, walaupun kesulitan belajar masih sering didapati pada siswa. Guru juga menjelaskan bahwa di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta terdapat beberapa siswa yang dirasa kurang dalam aspek competence (pengetahuan). Selain hal tersebut, guru menambahkan bahwa siswa yang baik dalam segi competence tidak peduli dengan teman lainnya. Ini akibat dari kurangnya penggalian terhadap aspek conscience dan compassion siswa. Setelah melakukan wawancara, penelitia melakukan observasi yang dilakukan pada tanggal 22 Juli 2018 di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Menurut hasil observasi, peneliti melihat bahwa siswa aktif menyampaikan pendapatnya meskipun masih terdapat rasa kurang

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 yakin serta masih terdapat rasa paksaan dari guru pada diri mereka. Peneliti juga menemukan bahwa kegiatan refleksi dan evaluasi tidak dilakukan di akhir pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung adalah guru menyampaikan materi pembelajaran dan berdiskusi, kemudian siswa diminta mengerjakan latihan soal dan dikumpulkan, kemudian beberapa siswa ditunjuk untuk mengerjakan di depan kelas dan kemudian dibahas oleh guru. Pembelajaran tidak diakhiri dengan refleksi oleh siswa maupun guru. 2. Pengumpulan Data Pengumpulan data potensi yang dmiliki guru dan siswa serta masalah yang dialami siswa, peneliti peroleh berdasarkan hasil wawancara guru dan observasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi guna merancang perangkat pembelajaran sebagai produk yang akan dikembangkan oleh peneliti. Potensi tersebut diantaranya guru sudah mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan seharihari, sehingga siswa sangat antusias teradap pembelajaran yang berlangsung. Beberapa siswa juga ada yang bersikap kritis dan berani bertanya ketika mengalami kesulitan memahami materi yang diajarkan meskipun hal tersebut masih belum sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri. Masalah yang ditentukan peneliti menurut hasil wawancara adalah terdapat siswa kurang dalam aspek competence. Sedangkan siswa

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 lainnya masih bersikap kurang peduli dan kurang dapat bekerja sama dengan siswa yang kurang memahami materi. Peneliti menganggap siswa tersebut belum mengoptimalkan aspek conscience dan compassion. Setelah dilakukan observasi, masala tersebut muncul karena tidak pernah dilakukan refleksi pada setiap akhir pembelajaran. Sehingga siswa tidak berefleksi dan masih kurang menyadari bahwa aspek-aspek competence, conscience, dan compassion ternyata kurang dilakukan secara optimal. 3. Desain Produk Berdasarkan penentuan potensi dan masalah yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, peneliti merancang desain produk yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran matematika. Desain produk berupa perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru dan siswa yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Desain produk perangkat pembelajaran yang peneliti buat adalah silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan instrumen penilaian.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Berikut paparan dari perangkat pembelajaran tersebut. a. Silabus Silabus yang dibuat oleh peneliti adalah silabus untuk materi himpunan. Silabus yang peneliti kembangkan dibuat berdasarkan silabus dari sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Peneliti mengembangkan silabus tersebut dengan Reflektif menggunakan (PPR) dan pendekatan model Paradigma Pedagogi pembelajaran PAKEM. Koomponen silabus yang dikembangkan peneliti terdiri atas identitas silabus, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, materi, kegiatan pembelajaran, karakter, alokasi waktu, media, sumber belajar, dan penilaian. Kegiatan pembelajaran pada silabus menggunakan langkahlangkah pada pendekatan PPR, yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. Pada tahap pengalaman peneliti menggunakan pembelajaran PAKEM. Kegiatan pembelajaran dalam bentuk diskusi kelompok dan guru menjadi fasilitator pembelajaran. Fokus kegiatan pembelajaran selain mempelajari materi ajar adalah mengembangkan karakter conscience (percaya diri, kerjasama dan bertanggung jawab) dan compassion (peduli dan saling menghargai). Indikator dalam ketercapaian pembelajaran berdasarkan 3 aspek (karakter) yang dikembangkan, yaitu competence

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 mengandung unsut kognitif dan psikomotorik, sedangkan conscience adn compassion yang mengandung unsur afektif. Penilaian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 3 aspek yaitu competence, conscience, dan compassion. Instrumen penilaian dikembangkan berdasarkan indikator dan berbasis PPR. Instrumen penilaian berupa instrumen tes dan instrumen non tes. Tujuannya adalah semua aspek dapat dinilai secara objektif. Media seerta sumber belajar yang peneliti gunakan berupa buku pegangan siswa, modul guru (bahan ajar), LKS, dan alat peraga. Sumber belajar yang digunakan peneliti untuk menyusun silabus dan kegiatan pembelajaran adalah buku Matematika SMP/MTs Kelas VII semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2017 dari Abdur Rahman. Sedangkan media yang digunakan adalah power point dan alat peraga yang digunakan adalah Venn Fun. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Peneliti merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berpedoman pada silabus yang telah dibuat dan berpedoman pada RPP yang diberikan sekolah. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat adalah 5 pertemuan pembelajaran dengan alokasi waktu 2 JP x 40 menit dan 3 JP x 40 menit. Pola pembelajaran yang tertuang pada

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 RPP menggunakan PPR dengan model pembelajaran PAKEM. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan penulis tersusun atas komponen identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran, media dan sumber belajar, kegiatan pembelajaran, serta penilaian hasil pembelajaran. Perbedaan RPP yang dikembangkan peneliti dengan RPP pada umumnya adalah langkah-langkah pada kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah pada kegiatan pembelajaran di RPP ini menggunakan pendekatan PPR dengan model pembelajaran PAKEM. Pendekatan PPR yang dimaksud adalah konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. Kelima tahap PPR tersebut dikemas menjadi 3 tahapan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berikut dipaparkan tahapan kegiatan pembelajaran. 1) Kegiatan Awal Pada kegiatan awal, langkah pendekatan PPR yang peneliti gunakan adalah konteks. Kegiatan pada konteks berupa penyampaian tujuan belajar, pemberian motivasi belajar, penyampaian cara belajar, dan pengecekan kemampuan siswa.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tujuan belajar yang disampaikan kepada siswa bertujuan agar siswa mendapat gambaran mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan tersebut. Pemberian motivasi berupa pentingnya mempelajari himpunan karena pada kehidupan sehari-hari sering dijumpai beraneka macam kelompok yang merupakan himpunan. Selanjutnya guru menginformasikan selama berlangsung proses pembelajaran siswa akan diminta untuk berkelompok dan agar berdiskusi dengan baik. Pengecekan kemampuan siswa dengan cara mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengkaitkannya dengan yang ada dikehidupan seharihari tentang himpunan. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti, guru menunjukkan perwujudan pendekatan PPR berupa pengalaman. Pengalaman yang dilakukan guru menggunakan model pembelajaran PAKEM. Kegiatan ini diantaranya, guru memberikan persoalan mengenai kelompok tertentu yang menggambarkan suatu himpunan, persoalan mengenai penyajian himpunan, persoalan mengenai sifat-sifat himpunan, persoalan mengenai diagram Venn, serta persoalan mengenai operasi himpunan. Persoalan

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 dikemas dalam bentuk LKS. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. Selanjutnya siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membahas persoalan terkait himpunan yang diberikan guru. Hasil diskusi siswa kemudian dipresentasikan di depan kelas. 3) Kegiatan Penutup Kegiatan penutup merupakan perwujudan dari pendekatan PPR yang berupa refleksi, aksi, dan evaluasi. Guru mengajak siswa merefleksikan proses pembelajaran dengan menemukan nilai kemanusiaan yang diperoleh dari pengalaman. Refleksi dikemas dalam bentuk lembar refleksi, selanjutnya siswa mengisi lembar refleksi berdasarkan dari pengalaman yang telah diperoleh. Sebagai aksi, siswa diminta membuat lembar Venn Fun dan membuat ringkasan berupa mind mapping. Hal ini bertujuan agar siswa lebih memahami materi himpunan. Sebagai evaluasi, guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut dengan memberikan beberapa pertanyaan dan kemudian siswa menjawab secara lisan maupun tulisan dalam bentuk post test untuk mengetahui tingkat pemahaman yang

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 telah diperoleh siswa selama pembelajaran berlangsung. Pada pertemuan pertama materi yang dibahas adalah pengertian himpunan, menyatakan yang anggota dan bukan anggota dari suatu himpunan dan menyajikan himpunan dengan menuliskan sifat yang dimilikinya. Pertemuan kedua membahas tentang notasi pembentuk himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta dari suatu himpunan. Pertemuan ketiga membahas tentang diagram Venn dan kardinalitas dari suatu himpunan. Pada pertemuan keempat membahas tentang himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dari dua himpunan. Pertemuan kelima membahas tentang operasi himpunan. Setiap pertemuan pada kegiatan awal, tahap pendekatan PPR yang digunakan yaitu konteks. Kegiatan pada konteks berupa penyampaian judul pembelajaran, pemberian motivasi serta manfaat dan tujuan mempelajari materi tersebut. Pada kegiatan inti, tahap pendekatan PPR yang digunakan yaitu pengalaman. Pada konteks pengalaman diterapkan 3 langkahlangkah model pembelajaran PAKEM yaitu pengalaman, komunikasi, dan interaksi. Pada kegiatan penutup, tahap pendekatan PPR yang digunakan yaitu refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilalui, langkah-langkah model

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 pembelajaran PAKEM yang terakhir yaitu refleksi juga diterapkan pada tahap pendekatan PPR yaitu refleksi, aksi sebagai tugas nyata dalam menghasilkan ataupun membuat mind mapping (peta pikiran) mengenai himpunan yang berguna memudahkan siswa dalam mempelajari topik himpunan, dan evaluasi sebagai suatu kegiatan merangkum materi yang telah dilalui. Penilaian hasil pembelajaan dilakukan dengan cara pengamatan dan tes tertulis dengan aspek yang dinilai yaitu competence, conscience, dan compassion. c. Bahan Ajar Bahan ajar yang dikembangkan peneliti menggunakan PPR. Bahan ajar memuat konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Konteks pada bahan ajar berupa pemahaman pada contoh-contoh himpunan. Pengalaman berisikan panduan materi untuk guru dalam memfasilitasi siswa belajar menggunakan pendekatan PPR dengan model pembelajaran PAKEM. Refleksi berisikan arahan kepada siswa untuk berefleksi, melalui refleksi diharapkan siswa dapat menemukan dan yakin tentang makna nilai yang terkandung dalam pengalaman yang telah dilalui. Guru memfasilitasi siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait pengalaman belajar yang telah dialami oleh siswa dalam proses

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 pembelajaran. Aksi berisi arahan guru memberikan tugas kepada siswa yang akan membantu siswa untuk lebih memahami materi himpunan. Evaluasi berisi ajakan terhadap siswa untuk menuliskan atau menjawab secara lisan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pemahaman siswa atau mengerjakan ulangan harian. d. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dirancang dengan tujuan untuk membantu siswa agar dapat memahami materi yang akan dipelajari dengan melalui kegiatan-kegiatan yang terdapat pada LKS. Pada Lembar Kerja Siswa (LKS), peneliti mengembangkan berdasarkan pendekatan PPR dengan model pembelajaran PAKEM. Pemberian masalah kepada siswa merupakan tahapan PAKEM yaitu pengalaman. Berdasarkan masalah yang ada, siswa diarahkan untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan melakukan pengamatan. Pada kegiatan ini juga sekaligus merupakan tahap pada PPR yaitu pengalaman. Setelah siswa melakukan pengamatan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, selanjutnya siswa melakukan kegiatan tahap PAKEM yaitu komunikasi. Diakhiri dengan tahap PAKEM yaitu interaksi dimana merupakan proses pemecahan masalah yang telah dikerjakan

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 dan dikomunikasikan oleh siswa dengan melakukan konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa. Pada akhir kegiatan, refleksi dilakukan oleh siswa terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah tersedia. Kegiatan aksi disampaikan oleh guru setelah melaksanakan refleksi, dengan memberikan arahan kepada siswa untuk melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan dan mengarahkan siswa untuk membuat mind mapping dan diikuti dengan mengevaluasi atau merangkum materi pembelajaran yang telah dipelajari. e. Instrumen penilaian Instrumen penilaian kompetensi siswa dirancang berdasarkan penilaian dalam PPR dan indikator. Penilaian dibagi menjadi tiga aspek yakni penilaian competence, conscience, dan compassion. Penilaian competence dilihat berdasarkan hasil ulangan harian yang dilaksanakan satu kali dan terdapat 10 butir soal. Penilaian competence bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi himpunan. Penilaian conscience diperoleh dari hasil pengamatan terhadap sikap siswa selama pembelajaran. Aspek penilaian conscience meliputi percaya diri siswa dalam menjawab semua

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 pertanyaan ketika pembelajaran berlangsung, kerjasama serta tanggung jawab siswa dalam kegiatan berkelompok. Penilaian compassion diperoleh dari pengamatan terhadap interaksi siswa di dalam kelompoknya. Aspek penilaian compassion meliputi kepedulian siswa terhadap siswa lain, serta saling menghargai antar siswa dalam menyampaikan pendapatnya baik di depan kelas maupun di dalam kelompoknya. Tes hasil belajar dilaksanakan satu kali. Tes hasil belajar tersebut bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa tentang himpunan. Tes hasil belajar ini dibuat sebanyak 10 butir soal dengan komposisi 5 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal uraian. Soal tes hasil belajar dirancang oleh peneliti disesuaikan dengan indikator ketercapaian kompetensi dan perkembangan kognitif siswa. Data tes hasil belajar yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif. Data tersebut akan dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan dari sekolah yaitu 68. Siswwa dinyatakan tuntas apabila memperoleh nilai 68 atau lebih dari 68. Sedangkan siswa dinyatakan tidak tuntas apabila siswa memperoleh nilai dibawa 68 dan akan mengikuti remidial.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Penilaian conscience dan compassion dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah dibuat. Sikap conscience (suara hati) siswa yang diteliti meliputi tanggung jawab dan percaya diri. Sedangkan sikap compassion (bela rasa/kepedulian) siswa yang diteliti meliputi kerja sama, saling menghargai dan peduli terhadap orang lain. f. Alat Peraga Alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran pada materi himpunan adalah Venn Fun. Venn Fun digunakan untuk membantu siswa dalam menentukan anggota dari suatu himpunan. Gambar 4.1 Alat Peraga Venn Fun 4. Validasi Desain Produk Produk yang peneliti desain yaitu perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, bahan ajar, LKS, alat peraga, dan instrumen penilaian. Sebelum produk diuji cobakan, dilakukan validasi terlebih dahulu untuk mengetahui kelayakan produk tersebut untuk digunakan.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Validasi dilakukan oleh 2 ahli yaitu dosen Pendidikan Matematika dan guru matematika yang telah berpengalaman dalam bidangnya. Dosen Pendidikan Matematika bernama Dewa Putu Wiadnyana Putra S.Pd., M.Sc., beliau menjadi validator perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, dan LKS,bahan ajar, alat peraga, dan instrumen penilaian. Guru matematika bernama Maria Roostika, S.Pd., beliau menjadi validator perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, bahan ajar, LKS, alat peraga, dan instrumen penilaian. Berikut adalah hasil validasi perangkat pembelajaran. Tabel 4.1 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat Dosen Pembelajaran 4 Silabus 4.313 RPP 4 Bahan Ajar 4.222 LKS 4.375 Alat Peraga Instrumen Penilaian Competence Conscience Compassion TOTAL RATA-RATA Guru Rata-rata Kriteria 4.125 4.438 4.6 4.778 5 4.1 4.4 4.3 4.5 4.7 Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik 4.769 4.769 5 4,4 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Berdasarkan hasil validasi, diperoleh skor dengan rata-rata keseluruhan perangkat pembelajaran 4,4 artinya perangkat yang dikembangkan oleh peneliti termasuk dalam kategori sangat baik, sesuai dengan tabel 3.11

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 5. Revisi Desain Produk Setelah produk divalidasi oleh ahli, selanjutnya peneliti melakukan beberapa revisi terhadap desain produk. Terdapat beberapa kelemahan serta kekurangan dalam produk yang dibuat. Oleh karena itu masukan dari validator menjadi bahan untuk memperbaiki desain produk, agar produk yang dibuat dapat diuji cobakan. Produk yang direvisi adalah Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tabel 4.2 Revisi Desain Perangkat Pembelajaran Perangkat Pembelajaran Sebelum Revisi Silabus Kegiatan pembelajaran perlu diperbaiki untuk mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. RPP Bahan Ajar Perlu dibuat instrumen pengukuran aspek pengetahuan dalam setiap kegiatan pembelajaran Penyajian konsep materi pembelajaran masih perlu diperbaiki untuk menuju pendekatan konstruktivis. Sesudah Revisi Pada RPP kalimat “guru meminta siswa mempresentasikan” diubah menjadi “siswa mempresentasikan.” Kalimat “ guru meminta siswa mengamati” diubah menjadi “siswa mengamati”. Pada setiap pertemuan ditambahkan evaluasi yang berbentuk satu soal untuk mengukur aspek pengetahuan pada setiap pertemuan. Penyajian konsep materi diperbaiki sehingga menuju pendekatan konstruktivis. Contohnya siswa mengalami sendiri dan mencari tahu untuk menemukan sebuah konsep. 6. Keterlaksanaan Uji coba Produk Perangkat pembelajaran yang sudah divalidasi oleh ahli dan direvisi, selanjutnya diuji cobakan. Pelaksanaan uji coba produk dilakukan di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Tujuan uji coba

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 produk adalah untuk menyakinkan kembali bahwa produk yang telah dibuat dapat memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Uji coba terbatas dilakukan 6 kali dalam kurum waktu 1 bulan, yakni 5 kali proses pembelajaran, dan 1 kali ulangan harian. Alokasi waktu pembelajaran adalah 5 jam pelajaran × 40 menit. Sedangkan alokasi waktu untuk ulangan harian adalah 2×40 menit. Berikut jadwal pelaksanaan uji coba terbatas. Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Uji coba Produk No Hari, Tanggal Waktu 1 Kamis, 6 September 2018 Jam ke 7 – 9 2 Senin, 10 September 2018 Jam ke 7 – 8 3 Kamis, 13 September 2018 Jam ke 7 – 9 4 Senin, 17 September 2018 Jam ke 7 – 8 5 Kamis, 20 September 2018 Jam ke 7 – 9 6 Senin, 8 Oktober 2018 Jam ke 7 – 8 Materi Pengertian Himpunan, Anggota dan Bukan anggota suatu himpunan, penyajian himpunan dengan menuliskan sifat yang dimiliki. Notasi pembentuk himpunan, himpunan kosong, dan himpunan semesta dari suatu himpunan. Diagram Venn dan kardinalitas himpunan. Himpunan bagian, himpunan kuasa, dan kesamaan dua himpunan. Operasi himpunan (irisan, gabungan, komplemen dan selisih). Ulangan Harian. Pertemuan pertama a. Kegiatan awal (Konteks) Guru mengecek kesiapan siswa dan menanyakan siswa yang tidak berangkat. Sebelum memulai pembelajaran guru mengajak siswa untuk menjawab beberapa pertanyaan berkaitan dengan cara

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 belajar siswa, kesulitan ketika mempelajari matematika baik ketika di rumah maupun di sekolah. Selanjutnya guru mengajak siswa untuk menyebutkan apa saja yang termasuk suatu kumpulan atau kelompok yang siswa ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Guru memotivasi siswa terkait kegunaan dan manfaat mempelajari himpunan dalam kehidupan sehari-hari. Tahap konteks dapat terlihat padda transkrip uji coba pembelajaran pada pertemuan pertama yang membahas motivasi, apersepsi dan tujuan pembelajaran. 1. 2. 3. 4. 5. G S G S G : : : : : 6. 7. S1 : G : 8. 9. S1 : S2 : “Selamat siang anak-anak.” “Selamat siang Bu Tika.” “Apa hari ini ada yang tidak masuk?” “Masuk semua Bu, tapi Ayuta masih di ruang BP Bu.” “Oh ya sudah. Baik, kemarin kita sudah belajar mengenai bilangan ya to, nah materi itu sudah selesai. Sekarang kita akan belajar bab baru yaitu himpunan.” “Sebelum mulai masuk ke materi, coba keluarkan selembar kertas, ini ada beberapa soal yang harus kalian jawab.” “Lha Bu, belum belajar Bu.” “Belajar masak cuma pas mau ulangan aja. Wes dibaca sek soale, njuk di kerjakan.” “Nah kalian diminta untuk menuliskan kesulitan yang kalian hadapi tiap belajar matematika entah dirumah atau disekolah. Nomor 2 kalian diminta untuk menuliskan bagaimana cara atau harapan apa yang kalian inginkan agar belajar matematika itu menyenangkan, nyaman dan mudah mempelajari materinya. Terus yang ketiga, kalian diminta menyebutkan apa saja kumpulan atau kelompok yang kalian ketahui, disekitarmu kan banyak tu kelompok atau kumpulan, nah itu dituliskan.” “Baik Bu.” “Bu, maksud kelompok itu kayak laki-laki dan perempuan gitu po Bu?”

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 10. G : “Nah, itu juga bisa termasuk kelompok.” 11. S6 : “Bu, kalo kumpulan siswa itu juga kelompok Bu?” 12. G : “Betul sekali nak, itu merupakan salah satu contoh kumpulan.” 13. S19: “Bu, apa kelompok tu cuma manusia po Bu?” 14. G : “Nah pertanyaan bagus Orvola. Kelompok bukan hanya untuk manusia, tapi hewan dan tumbuhan juga bisa membentuk kelompok. Contohnya kumpulan gajah, kumpulan binatang buas, kumpulan tanaman berakar serabut, kumpulan buah-buahan.” 15. S19: “Oh begitu ya Bu, terima kasih Bu” 16. G : “Iya. Sebelum kita mempelajari lebih lanjut mengenai himpunan, ini adalah tujuan pembelajaran pada hari ini. Silahkan semuanya membaca yang ada di layar. Disini kalian akan dituntuk untuk saling bekerjasama, bertanggung jawab, dan menumbuhkan rasa percaya diri pada diri kalian masing-masing.” Gambar 4.2 Penggalian Konteks Pertemuan Pertama Transkrip uji coba pembelajaran pada penggalian konteks tersebut menunjukkan pendekatan PPR. Siswa sudah mengamati sekitarnya dan mampu menyebutkan contoh kumpulan atau kelompok yang dijumpai di lingkungan sekitar siswa.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 b. Kegiatan Inti (Pengalaman) Pada tahapan pengalaman terdapat beberapa kegiatan, yakni guru membagikan kelompok, siswa aktif berdiskusi dalam kelompok, dan mempresentasikan hasil diskusi. pengalaman ase dilaksanakan menggunakan Kegiatan pada model pembelajaran PAKEM. Berikut transkrip uji coba tahap pengalaman. a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Pengalaman 17. G : “Yuk, sekarang kita akan berdiskusi dalam kelompok. Satu kelompok beranggotakan 5 siswa.” Siswa membentuk kelompok 18. G : “Sudah mendapat kelompok semua ya?” 19. S : “Sudah Bu.” 20. G : “Nah, masing-masing kelompok sudah memperoleh lembar LKS dan potongan kertas yang menggambarkan suatu kelompok tertentu kan. Coba kalian amati setiap gambar kemudian isilah tabel pada nomor 1, kalian tulis nama kelompoknya apa kemudian ciri khas yang dimiliki.” 21. S : “Ya Bu.” 22. G : “Sekarang coba perhatikan nomor 4, setelah kalian melengkapi tabel itu kalian diminta menyajikan nama-nama hewan yang ditabel menjadi bentuk enumerasi seperti pada LKS kalian itu.” 23. S25: “Enumerasi tu apa Bu?” 24. G : “Enumerasi itu sebenarnya nama lain dari cara penyajian himpunan dengan menyebutkan anggotanya. Cara penyajian data ini diawali kurung kurawal dan diakhiri juga dengan kurung kurawal.” 25. S18: “Kalo tidak pakai kurung kurawal bagaimana bu?” 26. G : “Harus menggunakan kurung kurawal ya nak, karena kan kalian menyebutkan anggotanya, nanti kalau tidak pakai itu membingungkan,

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 karena nanti kita juga akan mempelajari cara penyajian himpunan yang lainnya. Paham?” 27. S18: “Paham Bu.” 28. G : “Silahkan dilanjutkan untuk nomor 5 dan 6, sudah ada petunjuk dan contoh mengerjakannya. Diskusikan bersama teman kelompokmu ya. Ingat, kalau temanmu belum paham dijelaskan sampai paham.” 29. S : “Baik Bu.” Siswa mulai berdiskusi dalam kelompok Gambar 4.3 Siswa berdiskusi dalam kelompok b) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Komunikasi 30. G : “Sudah selesai semua berdiskusi dan mengerjakannya?” 31. S : “Sudah Bu.” 32. G : “Baik, karena waktu berdiskusi sudah selesai, sekarang semuanya menghadap ke depan. Setelah kalian berdiskusi, coba perwakilan kelompok ada yang mau mempresentasikan hasil diskusi kalian.” 33. S : “Baik Bu.” 34. G : “Kelompok siapa yang akan presentasi didepan? Ada 2 kelompok ya kelompok pertama mempresentasikan hasil diskusi nomor 1 sampai 3, dan sisanya kelompok kedua.” “Jangan menunjuk orang lain, harus secara kesadaran diri.” 35. S19: “Saya Bu, mewakili kelompok saya.” 36. S31: “Kelompok saya, Bu yang nomor 4 sampai 6.” 37. G : “Yak, bagus sudah berani mau maju. Gentian ya majunya dan jelaskan sama teman kalian!” Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya 38. G : “Baik, terima kasih. Beri tepuk tangan dong buat teman kalian yang sudah berani mempresentasikan hasil diskusinya.”

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Gambar 4.4 Siswa mengkomunikasikan hasil diskusi c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Interaksi 39. G : “Bagaimana? Sudah paham penjelasan dari teman kalian?” 40. S19: “Bu, Bu, saya tu masih belum paham e bagian yang notasi-notasi itu.” 41. G : “Jadi, cara penyajian himpunan kana da 3, menuliskan anggotanya, berdasarkan sifatnya, sama notasi pembentuk himpunan. Nah, kalo notasi pembentuk himpunan itu dengan menuliskan syarat yang harus dipenuhi oleh anggotanya. Pertama kalian tulis nama himpunannya, terus sama dengan, buka kurung kurawal kemudian kalian tulis variabel yang mewakili anggota himpunannya, misalkan 𝑥. Setelah itu tanda begini “|” itu bacanya sedemikian sehingga, terus setelah tanda “|” tinggal tulis yang menunjukkan syarat keanggotaan himpunannya, kemudian apabila ada syarat khusus misalkan “𝑥 ∈ bilangan bulat” artinya nilai-nilai 𝑥 yang ada dalam himpunan itu harus merupakan anggota/elemen bilangan bulat. Kalau diluar itu bukan anggota himpunannya. Bagaimana Orvola?” 42. S19: “Oalah begitu Bu, sudah paham Bu. Terima kasih.” 43. G : “Yang lain, apakah masih ada pertanyaan atau tanggapan untuk penjelasan teman kalian tadi?” 44. S : “Tidak Bu.”

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 45. G : “Baik, jika tidak ada pertanyaan lagi. Sudah benar apa yang telah kalian diskusikan dan teman kalian jelaskan di depan tadi. Namun masih saya lihat beberapa dari kalian masih lupa kurung kurawalnya baik pada cara penyajian himpunan dengan menuliskan anggotanya maupun cara penyajian himpunan dengan notasi pembentuk himpunnan.” “Jadi, himpunan adalah kumpulan benda-benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas. Ada 3 cara penyajian himpunan yaitu dengan menyebutkan anggotanya (enumerasi), dengan menuliskan sifat anggotanya, dan dengan notasi pembentuk himpunan.” c. Kegiatan Penutup 1) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Refleksi Refleksi sudah dilakukan oleh guru, dengan memberikan sedikit arahan refleksi. Kemudian dilanjutkan siswa menuliskan refleksi pada lembar yang tersedia. Guru memfasilitasi siswa untuk berefleksi dengan memberikan pertanyaan tentang pengalaman yang sudah dialami dalam proses pembelajaran. 46. G : “Anak-anak tidak terasa pembelajaran kita hari ini berjalan sangat cepat ya, sekarang Ibu minta kalian merefleksikan dahulu mengenai pembelajaran yang sudah kita lalui hari ini.” “Ini Ibu bagian lembar refleksinya, silahkan kalian mengisi lembar refleksi sesuai dengan yang kalian alami sendiri ya, bukan pengalaman orang lain.” 47. S : “Baik Bu.” 48. G : “Bagi yang sudah silahkan mengumpulkan lembar refleksinya.” 49. S : “Baik Bu.” 2) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Evaluasi. 50. G : “Baik anak-anak untuk mengecek pemahaman kalian, Ibu berikan soal berikut, ada yang bisa menjawab?” 51. S23: “Saya, Bu.”

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 52. G : “Baik, coba Haydar bisa dikerjakan langsung di depan.” 53. S23 : “Ya, Bu.” 54. G : “Yak benar, bagus nak.” “Nah anak-anak, tadi kita sudah belajar apa saja?” 55. S : “Himpunan.” 56. S26 : “Anu, itu Bu.. yang ada x-x nya.” 57. G : “Apa hayooo?” 58. S26 : “Notasi himpunan Bu.” 59. G : “Yak, benar sekali, hari ini kita sudah mempelajari apa itu himpunan, bagaimana cara penyajiannya. Karna waktu sudah habis, Ibu cukupukan sampai sini dulu.” “Oh iya pelajari materi penyajian himpunan lagi supaya kalian lebih paham, dan juga mempelajari himpunan kosong dan himpunan semesta.” 60. S : “Ya Bu.” 61. G : “Selamat siang.” 62. S : “Selamat siang Bu Tika.” Pertemuan Kedua a. Kegiatan Awal (Konteks) Guru mengecek kesiapan siswa dan menanyakan siswa yang tidak berangkat. Selanjutnya guru menyampaikan materi yang akan dipelajari. Siswa diminta untuk mengingat kembali yang sudah dipelajari dan menjawab beberapa pertanyaan yang ditampilkan oleh guru tentang pengertian himpunan dan penyajian himpunan. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kedua. Tahap konteks dapat terlihat pada transkripsi uji coba pembelajaran pertemuan kedua membahas motivasi, apersepsi, dan tujuan pembelajaran. 1. S : “Selamat siang Bu Tika.” 2. G : “Selamat siang anak-anak.”

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 “Hari ini siapa saja yang tidak masuk?” 3. S : “Masuk semua Bu.” 4. G : “Baik, hari kamis kemarin kita sudah belajar mengenai pengertian himpunan dan bagaimana cara menyajikan himpunan. Betul?” “Untuk pertemuan hari ini kita akan melanjutkan materi berikutnya yaitu himpunan kosong dan himpunan semesta.” “Coba, sebelumnya ibu mau bertanya, ada yang tahu apa itu himpunan kosong dan himpunan semesta?” 5. S12: “Himpunan kosong itu yang kosong Bu, kalo yang semesta itu yang luas bu.” 6. Semua murid tertawa dan suasana menjadi sedikit gaduh 7. G : “Sudah anak-anak, jangan ditertawakan ibu lebih senang kalian berani berpendapat, namun berpendapat yang sesuai dengan yang dibahas ya. Terima kasih Fajar sudah berani menjawab.” “Coba ada yang bisa memberi contoh?” 8. S24: “Saya Bu mau mencoba. Kalau yang himpunan kosong aku ga tau bu, kalo yang semesta itu kayak himpunan hewan bu. Kan kalo hewan itu nanti ada hewan berkaki empat, hewan didarat.” 9. G : “Bagus sekali Najwa, terima kasih.” “Nah agar kalian lebih memahami mengenai himpunan kosong dan himpunan semesta kita akan belajar bersama hari ini.” “Baik, sebelum ibu melanjutkan materi, ibu akan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Bisa kalian lihat sendiri di layar. Disini kalian dituntut harus bisa bekerja sama, bertanggung jawab atas semua kegiatanmu dan aktif dikelas. Pembelajaran hari ini juga masih sama seperti minggu lalu.” 10. S : “Bu.. Bu.. kelompokannya mbok ganti Bu..” 11. G : “Ya, kelompoknya ganti. Hitung mulai 1 sampai 7.” Proses pembagian kelompok

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Gambar 4.5 Penggalian Konteks Pertemuan Kedua Transkripsi uji coba pembelajaran pada penggalian konteks tersebut menunjukkan pendekatan PPR. Siswa sudah mengamati sekitarnya dan mampu menyebutkan contoh himpunan semesta yang ada di lingkungan sekitar siswa. b. Kegiatan Inti (Pengalaman) Pada tahap pengalaman terdapat beberapa kegiatan, yakni siswa aktif berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusinya. Kegiatan pengalaman dilaksanakan menggunakan fase pada model pembelajaran PAKEM. Berikut transkripsi uji coba tahap pengalaman. a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Pengalaman : “Sudah berada pada kelompoknya ya. Ibu bagikan LKSnya, kegiatannya sama seperti kemarin. Kalian berdiskusi untuk mengisi soal-soal yang ada dalam LKS ini. Ibu berikan waktu 45 menit untuk berdiskusi, lalu nanti ada 3 perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan menjelaskan kepada teman-teman.” 13. S : “Baik Bu.” Siswa mulai berdiskusi dalam kelompok 12. G

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 14. S33 : “Bu, saya mau tanya. Ini nomor 1 tu kayak kemarin bu? Yang pake x-x?” 15. G : “Iyaa betul, nomor 1 kalian isi kolom yang bagian kosong itu, sesuai dengan perintah di atasnya. Terus nomor 2 kalian diminta menentukan anggota himpunan dari masing-masing penyataan itu, yang nomor 3 diminta untuk menentukan 3 himpunan semesta yang mungkin.” 16. S : “Baik Bu.” Gambar 4.6 Siswa berdiskusi dalam kelompok b) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Komunikasi : “Apakah sudah selesai berdiskusi semua?” : “Sudah Bu.” : “Yok menghadap ke depan semua kita akan membahas bersama. Coba kelompok siapa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya?” 20. S34 : “Saya Bu.” 21. S2 : “Saya Bu saya.” 22. S3 : “Aku Bu.” 23. G : “Baik, kelompok Zhafira nomor 1, Yusuf nomor 2 dan Aisha nomor 3 ya.” Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya 24. G : “Baik, terima kasih. Beri tepuk tangan dong buat teman kalian yang sudah berani mempresentasikan hasil diskusinya. Tepuk tangan kalian bentuk menghargai orang lain.” 17. G 18. S 19. G

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Gambar 4.7 Siswa melakukan tahap komunikasi c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Interaksi 25. S26 : “Bu, saya mau nanya. Berarti himpunan kosong tu yang ga punya anggota sama sekali ya Bu? Trus himpunan semesta itu yang objek pembicaraannya , yang lebih luas kan Bu?” 26. S18 : “Bu.. Bu saya juga mau tanya. Himpunan kosong tu berarti 0 himpunan kosong ya bu?” 27. G : “Yak benar Rafa, himpunan kosong itu himpunan yang tidak memiliki anggota. Sedangkan himpunan semesta itu himpunan semua unsur yang menjadi objek pembicaraan.” “Bukan Meysia, coba misalkan A={0} berarti dia memiliki anggota tidak?” 28. S : “Punya Bu” 29. G : “Siapa anggota dari A?” 30. S : “Nol.” 31. G : “Yak betul sekali, jadi yang dimaksud himpunan kosong itu himpunan yang tidak memiliki anggota, jadi kalau misal ada ruangan kosong, nah didalamnya ada anggotanya tidak? Tidak kan, karena ruangan itu kosong, itu definisi dari himpunan kosong.” “Bagaimana? Masih ada yang bingung?” 32. S32 : “Bu, kalo himpunan kosong itu lambangnya ditulis gini boleh?” Sambil menulis dipapan tulis “{∅}” 33. G : “Coba perhatikan untuk semuanya saja. Penulisan notasi himpunan kosong pilih salah satu, mau yang

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 34. S ini (sambil menunjuk notasi { }) atau ini (sambil menunjuk notasi ∅)” “Bagaimana sudah paham semua?” : “Sudah Bu.” c. Kegiatan Penutup a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Refleksi Refleksi sudah dilakukan oleh guru, dengan memberikan sedikit arahan refleksi. Kemudian dilanjutkan dengan siswa menuliskan refleksi pada lembar yang telah disediakan. Guru memfasilitasi siswa untuk berefleksi dengan memberikan pertanyaan tentang pengalaman yang sudah dialami siswa dalam proses pembelajaran pada pertemuan kedua. 35. G 36. S 37. G 38. S 39. G 40. S b) Aksi : “Anak-anak tidak terasa waktu pembelajaran kita hari ini berjalan sangat cepat ya, sekarang Ibu minta kalian merefleksikan dahulu mengenai pembelajaran yang sudah kita lalui hari ini." : “Pakai kertas kayak kemarin kan Bu?” : “Iyaa, ini Ibu bagikan lembar refleksinya, silahkan kalian mengisi lembar refleksi sesuai dengan yang kalian alami selama pembelajaran tadi.” : “Baik Bu.” : “Waktu refleksi ibu beri 10 menit, jika sudah selesai silahkan dikumpulkan lembar refleksinya.” : “Baik Bu.” Guru memberikan tugas kelompok berupa aksi membuat alat peraga diagram Venn “Venn Fun” yang akan digunakan pada pertemuan berikutnya, dengan ditentukan pada lembar aksi. ketentuan yang sudah

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Evaluasi : “Baik anak-anak hari ini kita sudah bertambah ilmu lagi, kita belajar apa saja hari ini?” 42. S : “Himpunan kosong dan himpunan semesta.” 43. G : “Yak benar, coba sekarang kalau ibu mempunyai himpunan A dimana anggotanya adalah bilangan prima kurang dari 20. Bagaimana cara menuliskan anggotanya?” 44. S32 : “Saya bisa Bu.” Sambil menuliskan jawaban di papan tulis 45. G : “Yak benar sekali Reza.” “Nah, kalau ibu punya himpunan S yang anggotanya ini, maka himpunan semesta yang mungkin apa?” 46. S25 : “Himpunan bilangan faktor dari 36 Bu.” 47. G : “Yak betul sekali Onto.” “Karena waktu kita sudah habis, pelajari materi selanjutnya ya nak , besok kita kana belajar diagram Venn, kardinalitas himpunan dan himpunan bagian.” 48. S : “Ya Bu.” 49. G : “Baik Pelajaran hari ini Ibu cukupkan sampai disini. Selamat siang.” 50. S : “Selamat siang Bu Tika.” 41. G Pertemuan Ketiga a. Kegiatan Awal (Konteks) Gur u mengecek kesiapan siswa dan menanyakan siswa yang tidak hadir. Selanjutnya guru meminta siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa. Setelah itu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali mengenai materi yang telah dipelajari dan kemudian menjawab beberapa pertanyaan yang ditampilkan oleh guru tentang himpunan kosong dan himpunan semesta.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ketiga. Tahap konteks dapat terlihat pada transkripsi uji coba pembelajaran pertemuan ketiga membahas motivasi, apersepsi, dan tujuan pembelajaran. 1. S : “Selamat siang Bu Tika.” 2. G : “Selamat siang anak-anaku.” “Hari ini ada yang tidak masuk?” 3. S : “Masuk semua Bu.” 4. G : “Sekarang ibu minta salah satu dari kalian memimpin doa sebelum kita belajar hari ini.” 5. S : “Orvolla Bu, seksi kerohanian kelas.” 6. G : “Ya sudah Orvolla ayo dipimpin teman-temannya.” 7. S19 : “Baik Bu.” “Mari teman-teman kita berdoa. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai …” (suasana hening untuk berdoa) “Berdoa selesai.” 8. G : “Baik, terima kasih Orvolla. Hari senin kan kita sudah belajar mengenai himpunan semesta dan himpunan kosong, nah untuk pertemuan hari ini kita akan belajar tentang diagram Venn.” “Nanti saat belajar diagram Venn kita akan belajar gimana cara mengambar diagram Venn, lalu kita juga akan belajar kardinalitas himpunan dan himpunan bagian.” “Sebelumnya, coba kalian baca tujuan pembelajaran pertemuan hari ini. Sudah ibu tampilkan di layar.” 9. S : “Baik Bu.” 10. G : “Kegiatan kita masih sama yaitu berkelompok, kelompok mau ganti atau seperti kemarin?” 11. S : “Ganti Bu.” 12. G : “Baik, kalau begitu hitung lagi dari 1 sampai 7.” Proses pembagian kelompok

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Gambar 4.8 Pengalian konteks pertemuan ketiga b. Kegiatan Inti (Pengalaman) Pada tahap pengalaman terdapat beberapa kegiatan, yakni siswa aktif berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusinya. Kegiatan pengalaman dilaksanakan menggunakan fase pada model pembelajaran PAKEM. Berikut transkripsi uji coba pada tahap pengalaman. a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Pengalaman 13. G : “Kegiatan sama seperti kemarin ya nak. Berdiskusi untuk mengerjakan soal-soal pada LKS. Ibu harapkan kalian benar-benar berdiskusi ya, tidak hanya melihat teman-temannya berdiskusi saja, terus kamu cuma domblong.” “Dan seperti biasanya nanti akan ada perwakilan kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusinya.” 14. S : “Baik Bu.” Siswa mulai berdiskusi dalam kelompok 15. G : “Sebelum kalian mengerjakan, coba lihat dulu soalsoalnya apakah ada pertanyaan? Atau langkahlangkah pengerjaan yang belum dipahami?” 16. S15 : “Bu, itu yang nomor 1 f tu satu po Bu? Bukan e 2 ya?” 17. G : “Oh iya, benar Dito, coba perhatikan bagian f nomor 1, itu seharusnya ada 2 ya.” “Sebetulnya kalau kalian sudah memahami tidak masalah ada koma atau kurang koma disitu.” 18. S : “Iya Bu.”

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 b) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Komunikasi 19. G : “Apakah semuanya sudah selesai berdiskusi?” 20. S : “Belum Bu, kurang sedikit.” 21. G : “Baik, ibu beri waktu 10 menit lagi. Harus sudah selesia semua ya.” 22. S : “Ya Bu.” 23. G : “Gimana udah selesai to?” 24. S : “Sudah Bu.” 25. G : “Yok yang belum menghadap ke papan tulis segera menghadap papan tulis, kita akan membahas bersama.” 26. S16 : “Bu, aku ya yang mewakili kelompok, nomor 1 Bu. Dari kemarin belum maju bu.” 27. G : “Baik, nomor 1 kelompok Manggar.” “Nomor 2 siapa?” 28. S25 : “Saya Bu.” 29. G : “Yok kita mulai mendengarkan teman-teman kalian yang akan mempresentasikan hasil diskusi.” Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Interaksi. 30. G : “Coba, apa semua setuju dengan yang Manggar dan Onto presentasikan?” 31. S : “Setuju Bu.” 32. S19 : “Bu, saya itu masih bingung e Bu, yang nomor 2 a dan b.” 33. G : “Oh, kalau 2 a itu kan kamu diminta menyebutkan makanan apa saja yang dipesan oleh keluarga Pak Ibnu.” 34. S19 : “Digabung Bu brati? Yang punya Pak Ibnu, isterinya sama anak-anaknya? Kalau ada yang double ditulis sekali aja to Bu?” 35. G : “Iya benar seperti itu.” 36. S19 : “Lah Bu, kalau yang c kan sama kayak yang a ?” 37. G : “Nah kalau yang a itu kalian diminta menyebutkan. Kalau yang c kalian diminta untuk menghitung. Makanannya apa aja terus ada berapa totalnya.” 38. S19 : “Oalah, iya Bu, dong sekarang.” 39. G : “Apakah yang lain masih ada yang belum dimengerti?” 40. S : “Sudah Bu.”

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 41. G : “Baik, kalau begitu tadi kan kita sudah belajar diagram Venn, nah ada beberapa langkah yang harus diperhatikan ketika menggambar diagram Venn, antara lain kalian gambar kotak dulu, jangan lupa notasi semesta pakai huruf kapital. Lalu untuk menyatakan himpunannya menggunakan lingkaran. Nah setiap anggota himpunannya ditunjukkan dengan titik. Nah apabila anggota himpunn mempunyai banyak anggota, maka anggotaanggotanya tidak perlu dituliskan, tinggal jumlah anggotanya saja ada berapa.” “Yang nomor 2 tadi itu kalian belajar tentang Kardinalitas himpunan dan himpunan bagian. Kardinalitas himpunan merupakan bilangan yang menyatakan banyaknya anggota dari suatu himpunan dan dinotasikan dengan n(A). Sedangkan himpunan A disebut himpunan bagian dari himpunan B jika setiap anggota himpunan A juga merupakan anggota himpunan B.” Gambar 4.9 Guru melakukan tahap PAKEM Interaksi c. Kegiatan Penutup a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Refleksi Arahan refleksi sudah dilakukan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan siswa melakukan refleksi pada lembar yang telah disediakan. Guru memfasilitasi siswa untuk berefleksi dengan memberikan pertanyaan tentang pengalaman yang sudah

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 dialami siswa dalam proses pembelajaran pada pertemuan ketiga. 42. G : “Anak-anak seperti biasanya diakhir pembelajaran kita akan melakukan refleksi. Coba sambil menunggu ibu membagikan lembar refleksi kalian mengingat apa saja yang telah kita lakukan selama pembelajaran tadi.” 43. S : “Baik Bu.” 44. G : “Waktu refleksi 10 menit ya. Bagi yang sudah selesai silahkan dikumpulkan” 45. S : “Baik Bu.” b) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Evaluasi 46. G : “Sudah semua refleksinya?” “Sebelumnya masih ada yang belum paham?” 47. S : “Tidak Bu.” 48. G : “Bagus kalau begitu, silahkan masukkan semua buku ke dalam tas. Yang ada di atas meja hanya alat tulis. Kita akan melakukan post test.” 49. S : “Yaaah Bu, tau gitu tadi tanya aja.” 50. G : “Ayo segera, semakin lama waktu kalian pulang akan semakin lama juga.” Siswa mengerjakan Post Test 51. G : “Yang sudah selesai bisa dikumpulkan dan boleh langsung pulang.” 52. S : “Baik Bu.” 53. G : “Sudah semuanya kan?” 54. S : “Sudah Bu.” “Selamat siang Bu Tika.” 55. G : “Selamat siang.” Pertemuan Keempat a. Kegiatan Awal (Konteks) Guru menyampaikan salam, kemudian guru mengecek kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran dan mengecek kehadiran siswa. Setelah itu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dna kemudian

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ke-empat. Tahap konteks dapat terlihat pada transkripsi uji coba pembelajaran pertemuan ke-empat membahas motivasi, apersepsi, dan tujuan pembelajaran. “Selamat siang anak-anakku.” “Selamat siang Bu Tika.” “Coba minggu lalu kita terakhir belajar apa?” “Diagram Venn Bu.” “Yak benar, apa lagi?” “Kardinalitas Bu.” “Yak benar, minggu lalu kita belajar diagram Venn dan kardinalitas himpunan.” “Sekarang kita akan belajar himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan. Sebelumnya silahkan kalian baca tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kali ini. Seperti biasa nanti kegiatannya kalian berkelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan diakhiri dengan refleksi” 8. S : “Baik Bu.” Guru menanyakan beberapa pertanyaan yang ada di konteks tentang himpunan bagian. 9. G : “Silahkan kembali ke kelompok yang minggu lalu saja.” 10. S : “Yess, ga ganti.” 11. G : “Segera masuk kedalam kelompok masingmasing.” 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. G : S : G : S8 : G : S31 : G : Gambar 4.10 Penggalian konteks pertemuan keempat

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 b. Kegiatan Inti (Pengalaman) Pada tahap pengalaman terdapat beberapa kegiatna, yakni siswa aktif berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusinya. Kegiatan pengalaman dilaksanakan menggunakan fase pada model pembelajaran PAKEM. Berikut transkripsi uji coba pada tahap pengalaman. a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Pengalaman 12. G : “Coba dengarkan dulu ya, ibu akan memamparkan sedikit materi mengenai himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan.” 13. S : “Baik, Bu.” 14. G : “Ayo semua menghadpa ke depan dahulu.” Guru memaparkan materi tentang himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan. 15. G : “Sebelum mengerjakan LKS apakah ada pertanyaan terlebih dahulu mengenai materi kita hari ini?” 16. S7 : “Bu, aku tu masih bingung e bedanya himpunan kuasa sama himpunan bagian.” 17. G : “Nah, kalau himpunan bagian itu semua elemennya ada pada himpunan yang lain, sebagai contoh ada himpunan A ={1, 2, 3} dan himpunan B={1, 2, 3, 4}, maka himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan B, karena semua elemen yang terdapat pada himpunan A terdapat pada himpunan B.” “Sedangkan himpunan kuasa, elemen-elemennya merupakan himpunan bagian dari himpunan tersebut, termasuk himpunan kosong. Misalkan ada himpunan A={1,2,3} maka himpunan kuasanya { }, {1}, {2}, {3},{1, 2}, {1,3}, {2,3}, {1,2,3}.” “Bagaimana Berlin?” 18. S7 : “Oalah, iyaa Bu, paham.” 19. G : “Apakah yang lain masih ada pertanyaan? Apabila tidak ada maka kita akan segera memulai kegiatan diskusinya.” 20. S : “Tidak Bu.” Siswa berdiskusi bersama kelompok

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Gambar 4.11 Siswa berdiskusi didalam kelompoknya b) Model Pembelajaran PAKEM Tahap Komunikasi 21. G : “Sepertinya kalian sudah selesai berdiskusi ya.” 22. S : “Sudah Bu.” 23. S8 : “Bu, saya nanti yang presentasi ya.” 24. S10 : “Aku juga mau Bu.” 25. G : “Baik, lalu untuk nomor 3 siapa?” 26. S11 : “Saya saja Bu. Tidak ada yang mau kok.” 27. G : “Baik Fairuz.” Siswa mempresentasikan hasil diskusinya

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Gambar 4.12 Siswa melakukan tahap komunikasi c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Interaksi. 28. G 29. S32 30. G 31. S32 32. G 33. S 34. G : “Baik, terimakasih bagi yang sudah berani mempresentasikan hasil diskusinya.” “Ada yang berbeda dengan yang dipresentasikan oleh teman kalian tadi?” : “Lho Bu, kok punya saya beda. Yang nomor 2 itu banyak semua himpunan bagiannya harusnya 8 ya Bu?” : “Coba yuk mari kita bahas bersama-sama.” “Bagaimana cara menentukan banyaknya himpunan bagian yang mungkin?” : “2n to Bu.” : “Iya, betul. Sebelum kita menentukan himpunan bagiannya apa saja, sebaiknya kita mencari banyaknya himpunan bagian yang mungkin. Setelah itu baru bisa kita tentukan himpunanhimpunan bagiannya dimulai dari himpunan kosong, kemudian satu anggota, kemudian 3 anggota, dan seterusnya.” “Untuk nomor 2 kan himpunan A memiliki 3 anggota, maka banyaknya himpunan bagiannya nanti ada 23=8. Dan anggotanya adalah { } , {1}, {2}, {3}, {1, 2}, {1, 3}, {2, 3}, {1, 2, 3}.” “Bagaimana masih ada pertanyaan? Terutama kelompoknya Satya?” : “Sudah paham Bu.” : “Baik apabila tidak ada pertanyaan. Himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan B jika semua anggota A merupakan anggota B.” “Himpunan kuasa merupakan himpunan bagian dari himpunan tersebut. Untuk mencari

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 banyaknya himpunan bagian yang dapat terbentuk adalah dengan 2n.” “Dua buah himpunan dikatakan sama jika dua himpunan tersebut menjadi himpunan bagian satu dengan lainnya. Atau dengan kata lain kalau semua elemennya kedua himpunan tersebut sama, dan banyak anggotanya sama.” Gambar 4.13 Guru melakukan tahap interaksi c. Kegiatan Penutup a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Refleksi. Arahan untuk siswa berefleksi sudah dilakukan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan siswa menuliskan hasil refleksinya berdasarkan beberapa pertanyaan yang terdapat pada lembar refleksi yang telah disediakan. Guru memfasilitasi siswa untuk berefleksi dengan memberikan pertanyaan tentang pengalaman yang sudah dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran pada pertemuan keempat. 35. G 36. S : “Seperti biasa, sambil menunggu lembar refleksi yang ibu bagikan ini silahkan kalian berefleksi mengingat-ingat kembali apa yang telah dilakukan dan kegiatan apa saja yang kita lalui bersama pada pertemuan hari ini.” : “Baik Bu.”

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 37. G 38. S b) Aksi : “Waktu refleksinya 10 menit ya, bagi yang sudah menerima segera diisi kemudian kalau sudah selesai dikumpulkan.” : “Baik Bu.” Selama siswa sedang menuliskan refleksi, guru mengingatkan kembali mengenai tugas aksi yang harus dibawa pada pertemuan selanjutnya. : “Sambil menulis refleksi, ibu ingin mengingatkan pada kalian, tugas aksi yang ibu minta masingmasing kelompok membuat alat peraga diagram Venn. Pada pertemuan berikutnya jangan lupa dibawa ya nak. Kita akan menggunakannya untuk belajar materi selanjutnya.” 40. S : “Ya Bu.” c) Model Pembelajaran PAKEM Tahap Evaluasi. 39. G 41. G : “Ini semuanya sudah mengumpulkan?” 42. S12 : “Bentar Bu, belum e.” 43. G : “Baik, sambil menunggu Fajar selesai. Coba lihat ke papan tulis, ibu ada beberapa pertanyaan. Silahkan dijawab, coba Alfian, Aditya, sama Ayuta. Silahkan langsung menjawab didepan.” 44. S : “Ya Bu.” 45. G : “Yak bagus, sudah benar. Apakah yang lainnya sudah paham?” 46. S : “Sudah Bu.” 47. G : “Coba, hari ini kita sudah belajar apa saja nak? 48. S : “Himpunan bagian, himpunan kuasa, dua himpunan yang sama.” 49. G : “Yak, benar sekali, hari ini kita sudah mempelajari apa itu himpunan bagian, himpunan kuasa, dan menentukan apakah dua himpunan sama atau tidak. Karena waktu sudah habis, maka ibu cukupkan sampai sini.” “Jangan lupa besok dibawa tugas aksinya diagram Venn masing-masing kelompok. Dan persiapkan materi selanjutnya, kita akan belajar operasi himpunan.” “Selamat siang.” 50. S : “Baik Bu.” “Selamat siang Bu Tika.”

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Pertemuan Kelima a. Kegiatan Awal (Konteks) Guru mengecek kesiapan siswa dan menanyakan siswa yang tidak hadir. Selanjutnya guru meminta siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa. Setelah itu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali mengenai materi yang telah dipelajari dan kemudian menjawab nama-nama operasi himpunan yang ditunjukkan pada gambar. Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kelima. Tahap konteks dapat terlihat pada transkripsi uji coba pembelajaran pertemuan kelima membahas motivasi, apersepsi, dan tujuan pembelajaran. 1. S 2. G 3. S 4. G 5. S19 6. G 7. S 8. G 9. S : “Selamat siang Bu Tika.” : “Selamat siang anak-anak.” “Masuk semua?” : “Masuk semua Bu.” : “Silahkan salah satu dari kalian memimpin doa sebelum kita mulai belajar hari ini.” : “Mari teman-teman kita berdoa. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai…” (suasana hening untuk berdoa) “Selesai.” : “Terima kasih Orvolla. Hari senin kemarin kita sudah belajar tentang himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan kan?” : “Iyaa Bu.” : “Nah untuk pertemuan kali ini kita akan belajar tentang operasi himpunan, nanti ada gabungan, irisan, komplemen, dan selisih. Masing-masing kelompok sudah bawa kan diagram Venn-nya?” : “Sudah Bu.”

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 10. G 11. S : “Baik, karena itu nanti yang akan membantu kalian memahami operasi himpunan.” “Sebelumnya tujuan pembelajaran hari ini dapat kalian baca di depan.” “Kegiatan pertemuan hari ini masih sama yaitu kalian berkelompok, dan akan mempresentasikan hasil diskusinya. Untuk kelompok masih sama karena kan kalian sudah membuat tugas aksinya secara berkelompok kan.” : “Iya Bu.” Gambar 4.14 Penggalian konteks pertemuan kelima b. Kegiatan Inti (Pengalaman) Pada tahap pengalaman terdapat ebberapa kegiatan, yakni siswa aktif berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusinya. Kegiatan pengalaman dilaksanakan menggunakan fase pada model pembelajaran PAKEM. Berikut transkripsi uji coba pata tahap pengalaman. a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Pengalaman Sebelum memulai diskusi guru sudah memaparkan materi operasi himpunan yaitu gabungan, selisih, komplemen himpunan, dan selisih dua himpunan.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 : “Kegiatan masih sama seperti kemarin. Berdiskusi untuk mengerjakan soal-soal pada LKS. Ibu sangat mengharapkan kalian benarbenar berdiskusi ya, tidak hanya menunggu jawabannya saja. Kalau belum memahami materi silahkan bertanya pada temannya.” “Dan seperti biasanya nanti aka nada perwakilan kelompok yang akan mempresentasikan hasil diskusinya.” 13. S : “Baik Bu.” 14. G : “Nah ini ibu bagikan juga mika yang sudah di desain oleh mbak Veve yang akan membantu kalian memahami dan mana yang dimaksud gabungan, mana irisan, komplemen, dan selisi.” 15. S : “Waaaah, Baik Bu.” Siswa mulai berdiskusi dalam kelompok. 16. S21 : “Bu, kalo yang 2c tu gimana bu?” 17. G : “Coba anak-anak perhatikan 2c. Terdapat dua operasi himpunan, ada irisan dan juga komplemen, nah yang dikerjakan yang didalam kurung dulu, baru nanti hasil irisannya dikomplemenkan.” 18. S19 : “Berarti yang 3c sama 3d itu dicari yang didalam kurung dulu?” 19. G : “Yak benar, jika ada kurungnya yang dikerjakan yang didalam kurungnya, kalau tidak ada dikerjakan dari yang paling kiri.” 20. S : “Oalah iya Bu.” 12. G Gambar 4.15 Siswa menggunakan alat peraga Venn Fun

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 b) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Komunikasi : “Yak, semuanya sudah selesai berdiskusi kan?” : “Sudah Bu.” : “Silahkan siapa 3 orang yang akan maju mempresentasikan, langsung saja kedepan.” “Yang lainnya silahkan mendengarkan presentasi dari temannya.” 24. S : “Baik Bu.” Siswa mempresentasikan hasil diskusinya. 21. G 22. S 23. G Gambar 4.16 Siswa melakukan tahap komunikasi c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Interaksi 25. G 26. S 27. G 28. S 29. G 30. S 31. G 32. S : “Bagaimana apakah ada yang berbeda dengan yang sudah dipresentasikan teman kalian?” : “Tidak Bu.” : “Sama semua?” : “Iya Bu.” : “Baik, ini ibu sudah gambarkan mana yang dimaksud gabungan, irisan, komplemen dan selisih. Karena saat ujian nanti kalian tidak menggunakan alat peraga, namun kalian dapat memahaminya dengan menggambar seperti ini.” : “Baik Bu.” : “Masih ada yang belum paham?” : “Tidak Bu. Sudah Paham.”

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 c. Kegiatan Penutup a) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Refleksi Arahan refleksi sudah dilakukan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan siswa melakukan refleksi pada lembar yang telah disediakan. Guru memfasilitasi siswa untuk berefleksi dengan memberikan beberapa pertanyaan tentang pengalaman yang sudah dialami siswa dalam proses pembelajaran pada pertemuan kelima. 33. G 34. S 35. G 36. S : “Anak-anak sekarang kita akan melakukan kegiatan refleksi. Coba sambil menunggu ibu membagikan lembar refleksi silahkan kalian berefleksi terlebih dahulu mengingat apa saja yang telah kita lakukan selama pembelajaran tadi dan juga pembelajaran sebelum-sebelumnya.” “Ibu harap kalian benar-benar dalan mengisi refleksi ini dari hati, tidak menyontek teman, jadi refleksi yang kalian tuliskan berdasarkan pengalaman kalian sendiri.” : “Baik Bu.” : “Seperti biasa ibu berikan waktu refleksi 10 menit. Bagi yang sudah selesai silahkan dikumpulkan.” : “Ya Bu.” Gambar 4.17 Siswa menuliskan refleksi

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 b) Aksi Guru memberikan tugas rumah berupa aksi membuat ringkasan materi Himpunan dan kemudian menyajikannya dalam bentuk Peta Konsep. c) Model Pembelajaran PAKEM pada Tahap Evaluasi : “Apakah masih ada yang belum paham terkait materi maupun tugas aksi?” 38. S : “Tidak Bu.” 39. G : “Baik kalau begitu kita hari ini sudah belajar mengenai operasi himpunan yaitu gabungan, irisan, komplemen himpunan dan selisih dua himpunan. Ini merupakan materi terakhir kita bab Himpunan. Oleh karena itu silahkan mempersiapkan diri untuk ulangan. Kita akan ulangan besok senin ya, jangan lupa dibawa tugas aksinya.” 40. S : “Baik Bu.” 41. G : “Kalau begitu sebelum kalian pulang silahkan menjawab 2 pertanyaan ini, kalau pertanyaan belum terjawab dengan benar makan belum boleh pulang.” 42. S : “Waaah, siapa , ayooo.” 43. G : “Boleh saling membantu temannya.” Siswa mengerjakan soal didepan 44. G : “Yak betul semua, karena sudah betul semua maka pertemuan ibu cukupkan sampai sini, jangan lupa belajar dan membuat tugas aksi ya masing-masing.” “Selamat siang.” 45. S : “Baik Bu. Selamat siang Bu Tika.” 37. G Kualitas perangkat pembelajaran juga dapat dilihat berdasarkan hasil keterlaksanaan proses pembelajaran setelah uji coba produk. Berikut ini merupakan tabel persentase keterlaksanaan proses pembelajaran matematika dengan pendekatan PPR.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Tabel 4.4 Hasil Observasi Keterlaksanaan Uji Coba Produk Hasil Observasi Keterlaksanaan Uji Coba Produk Pertemuan Pertama 88,5% Pertemuan Kedua 89,7% Pertemuan Ketiga 91,0% Pertemuan Keempat 92,3% Pertemuan Kelima 94,9% Rata-rata 91,3% Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Berdasarkan tabel diatas, hasil keterlaksanaan uji coba produk pada pertemuan pertama yaitu 88,5% dan masuk dalam kategori sangat baik. Hasil keterlaksanaan uji coba produk pada pertemuan kedua yaitu 89,7% dan masuk dalam kategori sangat baik. Hasil keterlaksanaan uji coba produk pada pertemuan ketiga yaitu 91,0% dan masuk dalam kategori sangat baik. Hasil keterlaksanaan uji coba produk pada pertemuan keempat yaitu 92,3% dan masuk dalam kategori sangat baik. Hasil keterlaksanaan uji coba produk pada pertemuan kelima yaitu 94,9% dan masuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian rata-rata keterlaksanaan proses pembelajaran setelah uji coba produk selama 5 pertemuan adalah 91,3% dan masuk dalam kategori sangat baik. 7. Revisi Produk Revisi produk akan terus dilakukan jika terdapat kelemahan dalam produk tersebut. Tujuan dilakukannya revisi produk adalah untuk memaksimalkan daya guna produk. Revisi dilakukan berdasarkan masukan-masukan terhadap hasil uji coba produk di kelas VII B SMP

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Negeri 1 Yogyakarta. Masukan-masukan diperoleh dari hasil kuesioner siswa terhadap pembelajaran menggunakan produk, dan hasil wawancara guru serta siswa. B. Pembahasan Pada bagian ini peneliti akan membahas mengenai hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat. Peneliti melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajrana PAKEM pada materi himpunan. Peneliti menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan dari Sugiyono. Peneliti menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan hanya sampai dengan tahapan uji coba produk, dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Uji coba produk berlangsung di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan responden 35 siswa. Pelaksanaan uji coba produk berlangsung sebanyak 5 kali pertemuan pembelajaran, dan 1 kali ulangan harian. Uji coba produk dimulai tanggal 6 September 2018 dan berakhir pada 20 September 2018. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran adalah 3 × 40 menit untuk setiap pertemuan. Pelaksanaan ulangan harian pada tanggal 9 Oktober 2018. Alokasi waktu untuk pelaksanaan ulangan harian adalah 80 menit dengan jumlah soal 10 soal terdiri dari 5 pilihan ganda dan 5 soal uraian. Selama uji coba produk berlangsung, peneliti bertindak sebagai observer dan guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta sebagai

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 pelaksana uji coba produk. Perangkat hasil pengembangan menggunakan PPR yang sudah direvisi langsung digunakan oleh guru, sehingga guru ingin mengetahui dan mempraktikan secara langsung. Berikut ini adalah pembahasan dari hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif berdasarkan aspek competence, conscience, dan compassion dengan model pembelajaran PAKEM untuk menjawab rumusan masalah. 1. Pengembangan Perangkat Peneliti melakukan pengembangan perangkat berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif berdasarkan langkah-langkah pengembangan Sugiyono. Penelitian ini hanya menggunakan tujuh langkah yaitu sebagai berikut. a. Potensi dan masalah Peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk menemukan potensi dan masalah di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2018 dengan guru matematik kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Observasi dilakukan terhadap pembelajaran yang berlangsung pada tanggal 22 Juli 2018. Potensi yang didapat oleh penelitia dalah siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung. Terlihat ketika beberapa siswa tidak malu untuk bertanya saat mengalami

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 kesulitan memahami materi yang sedang diajarkan oleh guru. Namun masih ada siswa yang tidak percaya diri, ketika merasa kesulitan tidak berani bertanya, hanya dipendam. Hal itu terlihat dari perilaku siswa yang menjadi tidak memperhatikan ketika guru sedang menjelaskan. Selain itu karena pada akhir pembelajaran guru tidak pernah melakukan refleksi. Sehingga siswa tidak terfasilitasi berefleksi dan kesadaran siswa terhadap aspek-aspek competence, conscience, dan compassion kurang optimal. Hal tersebut nampak ketika siswa tidak mau bertanya ketika merasa kesulitan dan teman lainnya bersikap acuh tak acuh pada teman lainnya. b. Pengumpulan Data Selanjutnya peneliti mencari berbagai informasi atau sumber yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan potensi dan masalah yang diperoleh, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan menggunakan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan. Model pembelajaran PAKEM dipilih karena berdasarkan hasil wawancara dan observasi siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah instrumen wawancara, observasi, lembar validasi,

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 uji coba produk, instrumen penilaian, kuesioner respon siswa, dan dokumentasi. c. Desain Produk Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, peneliti merancang perangkat pembelajaran berbasis PPR pada materi statistika. Waktu yang dibutuhkan peneliti merancang desain produk adalah 1 bulan, yakni pada tanggal 23 Juni 2018 – 31 Juli 2018. Produk yang dibuat peneliti adalah silabus, RPP, bahan ajar, LKS, dan penilaian aspek (Competence, Conscience, dan Compassion) berbasis PPR dan menggunakan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan. d. Validasi Desain Produk Desain produk yang sudah dibuat peneliti, selanjutnya divalidasi oleh ahli. Validator tersebut adalah 1 dosen dan 1 guru matematika. Tujuan validasi desain produk yaitu untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang akan digunakan, dan mengetahui apakah aspek-aspek competence, conscience, dan compassion sudah sesuai dengan sasaran. Hasil validasi dapat dilihat pada Tabel 4.1 dengan kategori Sangat Baik.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 e. Revisi Desain Produk Setelah melakukan validasi desain produk, terdapat beberapa perbaikan di salah satu perangkat dan peneliti mendapatkan masukan untuk perbaikan tersebut. Perbaikan tertera pada Tabel 4.2 tujuan perbaikan desain produk yaitu agar produk yang dihasilkan lebih bermutu dan layak untuk diuji cobakan. f. Uji coba Produk Uji coba produk dilakukan untuk meyakinkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis PPR pada materi himpunan yang dibuat oleh peneliti layak digunakan. Uji coba produk dilaksanakan di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan responden 34 siswa. Uji coba produk dilaksanakan sesuai tanggal yang dipaparkan Tabel 4.3 Pelaksanaan uji coba sudah menunjukkan pembelajaran berbasis PPR, guru melaksanakan perangkat pembelajaran dengan baik. Hal tersebut nampak ketika peneliti melakukan observasi dan kemudian mentranskripsikan kembali. g. Revisi Produk Revisi produk dilakukan setelah melakukan uji coba produk. Hal ini dilakukan setelah ditemui beberapa kekurangan pada perangkat pembelajaran berbasis PPR dengan model

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 pembelajaran PAKEM. Revisi produk berhenti dilakukan jika produk tersebut sudah dianggap baik menurut hasil validasi. 2. Kualitas perangkat pembelajaran Berikut dijelaskan kualitas perangkat pembelajaran berbasis PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada pokok bahasan himpunan yang dihasilkan a. Silabus Silabus berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan berfokus mengembangkan karakter competence, conscience, dan compassion. Silabus yang dikembangkan dan telah divalidasi oleh 1 dosen dan 1 guru matematika, menghasilkan kualifikasi baik dengan skor 4,1 sesuai dengan Tabel 4.1 b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dirancang untuk 5 pertemuan. Materi yang digunakan adalah himpunan sesuai dengan silabus yang telah peneliti buat. Pada RPP yang dikembangkan ini memuat 5 tahapan PPR yakni konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Lima tahapan tersebut dikemas dalam 3 kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan inti terdapat

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 tahapan pengalaman yang menggunakan model pembelajaran PAKEM. Kualifikasi untuk RPP berbasis PPR ini adalah sangat baik dengan skor 4,4 Skor tersebut diperoleh dari hasil validasi 1 dosen dan 1 guru sesuai dengan Tabel 4.1 Peneliti menggunakan lembar observasi untuk melihat keterlaksanaan tahapan pembelajaran sesuai dengan produk. Pelaksanaan RPP ini sudah baik dan dapat dilihat pada hasil observasi uji coba produk. c. Bahan Ajar Bahan ajar yang dibuat peneliti untuk mempermudah siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Bahan ajar berisi tentang materi himpunan. Bahan ajar telah divalidasi dan memiliki kualifikasi sangat baik dengan skor 4,3 sesuai Tabel 4.1 d. Lembar Kerja Siswa (LKS) Siswa diberi panduan dalam melakukan kegiatan pembelajaran berupa LKS. LKS dikembangkan sesuai tahapan PPR. LKS yang dikembangkan telah divalidasi dan berkualifikasi sangat baik yaitu 4,5 sesuai deengan Tabel 4.1. LKS dibuat untuk 5 kali pertemuan.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 e. Instrumen Penilaian Instrumen penilaian berbasis PPR mencakup tiga aspek yakni competence, conscience, dan compassion. Masingmasing instrumen penilaian telah divalidasi oleh ahli dan diperoleh kualifikasi sangat baik dengan skor 4,8 untuk instrumen penilaian competence, kualifikasi sangat baik dengan skor 4,8 untuk instrumen penilaian conscience, dan kualifikasi sangat baik dengan skor 5 untuk instrumen penilaian compassion. Kualitas belajar siswa juga dapat dilihat dari hasil penilaian terhadap ketiga aspek tersebut. Berikut dipaparkan untuk hasil penilaian ketiga aspek tersebut. a) Aspek competence Penilaian aspek competence diambil berdasarkan nilai final yang diperoleh tiap siswa dengan rincian nilai ulangan harian pada materi himpunan serta hasil ratarata dari nilai tugas LKS. Berikut rincian hasil perhitungan nilai pada aspek competence. 1) Ulangan Harian Ulangan harian dilaksanakan satu kali, karena keterbatasan waktu dalam penelitian yang diberikan oleh sekolah. Materi yang diujikan, yaitu mencakup

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 materi pengertian himpunan, penyajian himpunan, himpunan bagian, diagram Venn, dan operasi himpunan. Berikut hasil ulangan siswa yang diperoleh: Tabel 4.5 Hasil Ulangan Siswa Kriteria 91 – 100 81 – 90 71 – 80 < 71 Total Jumlah Siswa 7 12 10 5 34 Presentase 20,6% 35,3% 29,4% 14,7% Tabel tersebut menjelaskan terdapat 7 siswa atau 20,6 % yang mendapat nilai ulangan harian 91 – 100, terdapat 12 siswa atau 35,3% mendapat nilai ulangan harian 81 – 90, terdapat 10 siswa atau 29,4% mendapat nilai 71 – 80 dan terdapat 5 siswa atau 14,7% mendapat nilai ulangan harian kurang dari 71. 2) Tugas Penilaian tugas terdiri dari tugas aksi dan tugas kelompok mengerjakan LKS. Tugas aksi 1 dan LKS dilakukan secara berkelompok. Tugas aksi 2 dilakukan secara mandiri. Namun nilai tugas aksi diambil berdasarkan rata-rata dari tugas aksi yang

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 dikerjakan oleh siswa. Berikut nilai tugas yang diperoleh siswa: Tabel 4.6 Nilai Tugas Siswa Kriteria 91 – 100 81 – 90 71 – 80 Total Rata-rata LKS Tugas LKS 12 19 3 Persentase Tugas LKS 35,3% 55,9% 8,83% 34 89,5 Tabel tersebut menjelaskan pada tugas LKS terdapat 12 siswa atau 35,3% yang mendapat nilai 91 – 100, terdapat 19 siswa atau 55,9% mendapat nilai 81 – 90, dan terdapat 3 siswa atau 8,83% mendapat nilai 71 – 80. b) Aspek conscience Penilaian conscience terfokus pada penilaian terhadap suara hati seperti percaya diri siswa dalam pembelajaran, tanggung jawab siswa dan kerjasama siswa dalam kelompok. Penelitian ini menggunakan teknik observasi. Berikut perolehan penilaian untuk aspek conscience. 1) Penilaian percaya diri Penilaian percaya diri siswa saat pembelajaran dilakukan dengan menilai sikap dan perilaku

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 terkait keberanian siswa dalam menjawab dan bertanya terhadap pembelajaran di kelas. Hasil penilaian sikap disajikan dalam tabel berikut. Tabel 4.7 Penilaian Percaya Diri Siswa Kriteria Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Berdasarkan Jumlah Siswa Presentase 6 17,6% 28 82,4% 0 0% 0 0% tabel diatas, menunjukkan sikap percaya pembelajaran. Sikap percaya siswa diri diri sudah terhadap itu dapat digolongkan dengan 6 siswa atau 17,6% yang percaya dirinya sangat baik, dan 28 siswa atau 82,4% percaya dirinya baik dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik maupun tidak baik. 2) Penilaian Tanggung Jawab Penilaian tanggung jawab dapat diperoleh dari hasil pengamatan siswa ketika berdiskusi kelompok. Hasil penilaian sikap tanggung jawab disajikan dalam tabel berikut.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Tabel 4.8 Penilaian tanggung jawab siswa Kriteria Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Berdasarkan Jumlah Siswa Presentase 7 20,6% 27 79,4% 0 0% 0 0% tabel diatas, siswa sudah menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap pembelajaran. Sikap tanggung jawab itu dapat digolongkan dengan 7 siswa atau 20,6% yang tanggung jawabnya sanngat baik, dan 27 siswa atau 79,4% tanggung jawabnya baik dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik maupun tidak baik. c) Aspek compassion Penilaian compassion berpusat pada penilaian terhadap kepedulian (bela rasa) antar siswa dalam kelompok saat pembelajaran, dan saling menghargai antar siswa. Penilaian ini menggunakan teknik observasi. Berikut perolehan penilaian untuk aspek compassion. 1) Penilaian Kerjasama Penilaian kerjasama dapat diperoleh dari hasil pengamatan siswa terhadap keikutsertaannya

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 dalam dinamika kelompok. Hasil penilaian sikap kerjasama disajikan dalam tabel berikut. Tabel 4.9 Penilaian Kerjasama Siswa Kriteria Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Jumlah Siswa Presentase 10 29,4% 24 70,6% 0 0% 0 0% Berdasarkan tabel diatas, siswa sudah ikut ambil bagian dari kegiatan kelompok terhadap tugas yang diberikan dalam pembelajaran. Hasil penilaian adalah sebanyak 10 siswa atau 29,4% memiliki kerjasama sangat baik, dan 24 siswa atau 70,6% memiliki kerjasama baik dan tidak ada siswa yang menunjukan kategori kurang baik dan tidak baik. 2) Peduli Penilaian peduli terhadap kesulitan siswa lain, dilakukan dengan menilai sikap dan perilaku terkait kepedulian terhadap kesulitan teman. Hasil penilaian sikap disajikan dalam tabel berikut. Tabel 4.10 Penilaian Peduli Siswa Kriteria Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Jumlah Siswa 15 19 0 0 Presentase 44,1% 55,8% 0% 0%

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Berdasarkan tabel diatas, keseluruhan siswa sudah saling peduli terhadap kesulitan teman dalam diskusi kelompok. Terdapat 15 siswa atau 44,1 % memiliki kepedulian sangat baik dan 19 siswa atau 55,8 % memiliki kepedulian baik dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik dan tidak baik. 3) Saling menghargai Penilaian saling menghargai siswa saat pembelajaran dilakukan dengan menilai sikap dan perilaku terkait sikap menghargai pendapat teman. Hasil penilaian sikap disajikan dalam tabel berikut. Tabel 4.11 Penilaian Saling Menghargai Siswa Kriteria Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Jumlah Siswa 24 10 0 0 Presentase 70,6% 29,4% 0% 0% Tabel tersebut menjelaskan sikap saling menghargai sudah terjadi ketika pembelajaran berlangsung. Terdapat 24 siswa atau 70,6% memiliki sikap saling menghargai sangat baik dan 10 siswa atau 29,4% memiliki sikap saling menghargai baik dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik dan tidak baik

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 3. Respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran Berikut dipaparkan pula respon guru dan siswa setelah dilaksanakan uji coba produk. Respon guru dan siswa menjadi pendukung kualitas produk yang dibuat. a. Respon Guru 1) Respon guru berdasar hasil observasi Peneliti telah melakukan observasi terhadap pembelajaran yang sedang dilakukan. Peneliti mendapatkan hasil observasi dan dapat disimpulkan secara keseluruhan pembelajaran sudah berlangsung dengan baik dan guru telah menerapkan pembelajaran berbasis PPR. Terlihat dari lembar observasi bahwa setiap pertemuan, guru sudah menggunakan melaksanakan produk interaksi berbasis PPR belajar dengan mengajar model pembelajaran PAKEM yang telah dikembangkan. Pada kegiatan awal, guru sudah menyampaikan tujuan belajar dan memotivasi siswa dengan mengaitkan materi himpunan dalam kehidupan sehari-hari. Guru sudah menerapkan pembelajaran dengan model PAKEM pada tahapan pengalaman. Hal tersebut dapat terlihat berdasarkan observasi yakni ketercapaian strategi pembelajaran dan pembelajaran yang memicu serta memelihara keterlibatan siswa. Refleksi pembelajaran pun sudah dilakukan oleh guru meskipun tidak begitu rinci dalam penyampaiannya.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 2) Respon guru berdasar hasil wawancara Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, guru telah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Guru telah melaksanakan pembelajaran berdasarkan desain produk yang telah peneliti rancang, dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, guru telah melaksanakan tahapan pada PPR maupun tahapan pada model pembelajaran PAKEM dengan baik pada setiap pertemuan. Melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran terlihat bahwa pada awal pembelajaran guru selalu memeriksa kesiapan siswa untuk belajar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, melakukan kegiatan apersepsi serta memotivasi siswa dalam belajar. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru menunjukkan penguasaan materi dengan baik. Selain itu, guru juga memanfaatkan media pembelajaran yang peneliti siapkan secara efektif. Selama kegiatan diskusi, guru terlibat aktif dalam penyelidikan membimbing individual maupun kelompok. Ketika siswa mempresentasikan hasil diskusi, guru memberikan tanggapan terhadap presentasi yang diberikan. Namun beberapa hal yang perlu guru perbaiki yaitu tentang alokasi waktu, guru masih kurang mengalokasikan waktu dengan tepat agar pembelajaran dapat dilaksanakan tepat waktu

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 sesuai dengan RPP serta dalam melaksanakan proses pembelajaran guru belum memaksimalkan metode presentasi. Berdasarkan hasil wawancara, guru merasa senang dan guru merasa proses pembelajaran menggunakan PPR dapat menambah wawasan. Selain itu guru tidak mengalami kesulitan saat menggunakan produk berbasis PPR. Guru melihat respon siswa terhadap pembelajaran sangat senang dan memperoleh kemajuan dalam dinamika belajarnya dikelas. Menurut guru tujuan pembelajaran sudah tercapai, media pembelajaran (alat peraga) dan LKS yang disediakan juga sudah sangat membantu proses pembelajaran sehingga siswa semakin bersemangat dalam belajar untuk memahami materi himpunan. Guru merasa sangat terbantu dalam melakukan penilaian sikap dengan menggunakan produk berbasi PPR ini. Selain itu, terkait sikasikap yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR ini, guru merasa siswa semakin terbuka dan karakter siswa semakin terbentuk. b. Respon Siswa Kuesioner diberikan pada siswa setelah uji coba produk dilakukan. Kuesioner ini juga digunakan sebagai refleksi siswa terhadap aspek yang telah diperoleh siswa.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh respon terhadap pembelajaran matematika berbasis PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan sebagai berikut. Tabel 4.12 Hasil Kuesioner Respon Siswa No. 1 2 Aspek Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PPR Indikator Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan PPR pada materi himpunan. Mengetahui manfaat mempelajari himpunan dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. Keberhasilan Siswa menguasai materi pendekatan PPR himpunan (Competence.) pada Siswa menunjukkan sikap pembelajaran Conscience (percaya diri dan matematika kerja sama) dalam proses terkait pembelajaran. himpunan Siswa menunjukkan sikap Compassion (peduli, saling menghargai dan tanggung jawab) dalam proses pembelajaran. Total Skor Rata-rata Skor 106,7 Kategori Baik 104,1 Baik 94,5 101,5 Cukup Baik Baik 99,25 Baik 101,21 Baik Berdasarkan tabel di atas, hasil kuesioner respon siswa adalah baik dengan perolehan skor 101,21. Masing-masing aspek memperoleh skor 106,7 (baik) untuk indikator mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan, dan skor 104,1 untuk indikator siswa mengetahui manfaat mempelajari matematika (himpunan) dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. Kemudian untuk aspek keberhasilan pendekatan PPR menurut respon siswa adalah baik. Hal ini

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 ditunjukkan dengan skor 94,5 (kategori cukup baik) untuk penguasaan aspen competence, skor 101,5 (kategori baik) untuk penguasaan aspek conscience, dan skor 99,25 (kategori baik) untuk penguasaan aspek compassion. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa, diperoleh informasi bahwa siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR. Menurut siswa terdapat beberapa perbedaan proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan pendekatan PPR dan proses pembelajaran biasanya. Pada pembelajaran sebelumnya guru menjelaskan materi secara singkat dan membosankan. Menurut siswa, pembelajaran dengan metode seperti ini dalam membahas materi himpunan dengan bantuan alat peraga dan LKS dapat membantu siswa dalam memahami materi himpunan karena dapat bekerja sama dan saling membantu. Dengan adanya alat peraga siswa merasa terbantu dalam menemukan anggota dari suatu himpunan. Menurut siswa, LKS yang dibagian pada setiap kelompok membantu dalam memahami materi yang dipelajari. Selain itu, isi LKS maupun petunjuk-petunjuk yang terdapat pada LKS mudah dipahami oleh siswa walaupun terdapat beberapa siswa yang mengeluhkan petunjuk pada LKS tidak jelas. Melalui proses pembelajaran dengan pendekatan PPR yang telah dilaksanakan, siswa memperoleh nilai-nilai karakter yaitu kerja sama, saling menghargai, peduli, percaya diri dan bertanggung

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 jawab. Tugas aksi yang dibuat oleh siswa yaitu mind mapping, dalam menyelesaikan tugas aksi tersebu sebagian siswa sudah berpartisipasi dalam mengerjakan tugas aksi yang diberikan. Namun ada beberapa siswa yang belum ikut serta dalam mengerjakan tugas aksi. Pada setiap akhir pembelajaran siswa dengan sungguh-sungguh melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. C. Keterbatasan Penelitian Dalam proses pengembangan perangkat pembelajaran berbasis PPR dengan model pembelajaran PAKEM pada materi himpunan memiliki keterbatasan penelitian, diantaranya: 1. Guru sudah melakukan refleksi terhadap pembelajaran namun belum lengkap dalam memberikan arahan, serta belum lengkap dalam memberikan rangkuman materi pada akhir pembelajaran. 2. Peneliti tidak melakukan uji coba keterbacaan soal ulangan harian, dikarenakan peneliti tidak diberikan kesempatan untuk mengujikan kepada subjek yang sudah mempelajari materi himpunan. 3. Terdapat ketidak sesuaian kalimat pada kisi-kisi angket validasi produk pada bagian komponen penilaian RPP, poin B yaitu identitas RPP dengan indikator kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 4. Ketika siswa memaparkan hasil diskusi kelompok, guru tidak meminta siswa tersebut menuliskan di papan tulis namun hanya membacakan saja, sehingga mengakibatkan ada siswa yang bingun dan harus melihat jawaban yang telah dipresentasikan. 5. Metode presentasi belum terlaksana dengan baik saat proses pembelajaran karena waktu diskusi kelompok yang kurang diperhatikan oleh guru.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh, peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Pengembangan perangkat pembelajaran terdiri dari 7 tahap, yaitu. a. Menemukan potensi dan masalah yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap guru matematika dan observasi pembelajaran di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Potensi yang ditemukan yaitu minat belajar siswa terhadap pembelajaran matematika sangat baik. Dalam proses pembelajaran guru mengaitkan materi dalam kehidupan sehari-hari, adanya interaksi sangat baik antar guru dengan siswa, serta guru sangat terbuka dengan pendekatan dan model pembelajaran yang baru. Masalah yang peneliti temukan yaitu guru cenderung menggunakan metode ceramah, siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep himpunan terutama pada materi diagram Venn. Untuk aspek conscience dan compassion belum berjalan dengan optimal. Guru jarang menggunakan alat peraga, karena alat peraga yang ada di sekolah sangat terbatas. 141

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 b. Peneliti mengumpulkan data yang terkait dengan potensi dan masalah berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan potensi dan masalah, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan PPR dengan model PAKEM pada materi himpunan. c. Peneliti mendesain produk berupa perangkat pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan guru dan siswa berupa (1) Silabus dengan menggunakan Pembelajaran dengan PPR, (2) menggunakan Rencana PPR Pelaksanaan dan model pembelajaran PAKEM, (3) Bahan ajar dengan menerapkan PPR, (4) Lembar Kegiatan Siswa dengan menerapkan PPR, (5) Instrumen penilaian dengan menggunakan PPR yang mengandung 3 aspek penilaia (competence, conscience, dan compassion) dan (6) Alat peraga. d. Peneliti memberikan desain produk yang telah dirancang kepada para ahli untuk divalidasi yaitu 1 dosen dan 1 guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta. Berdasarkan validasi diperoleh hasil 4,39 dengan kategori sangat baik. e. Peneliti melakukan revisi produk yang telah divalidasi oleh ahli berdasarkan masukan, saran dan komentar dengan tujuan produk yang dihasilkan lebih baik dan layak diuji cobakan. Produk yang telah direvisi antara lain RPP, bahan ajar, LKS dan instrumen penilaian.

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 f. Peneliti melaksanakan uji coba produk terbatas di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan jumlah siswa 34 orang dan guru bidang studi matematika sebagai pelaksana atau pengendali pembelajaran. Uji coba produk dilaksanakan sebanyak 6 pertemuan dengan rincian 5 peremuan untuk pembelajaran himpunan serta 1 pertemuan untuk tes hasil belajar. g. Revisi produk dilakukan jika masih ditemukan kekurangankekurangan dalam uji coba produk agar menghasilkan produk yang berkualitas. 2. Kualitas perangkat pembelajaran dapat ditinjau dari: a. Hasil validasi oleh ahli memperoleh skor rata-rata adalah 4,4 dan masuk pada kategori sangat baik. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa silabus dengan memperoleh skor 4,1 dengan kategori baik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memperoleh skor 4,4 dengan kategori sangat baik, bahan ajar memperoleh skor 4,3 dengan kategori sangat baik, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) memperoleh skor 4,5 dengan kategori sangat baik, instrumen penilaian meliputi penilaian Tes Hasil Belajar (competence) memperoleh skor 4,8 dengan kategori sangat baik, penilaian conscience memperoleh skor 4,8 dengan kategori sangat baik, penilaian compassion memperoleh skor 5,0 dengan kategori sangat baik, dan alat peraga memperoleh skor 4,7 dengan kategori sangat baik.

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 b. Hasil ketuntasan siswa mencapai 100% untuk aspek competence dengan nilai KKM 68, aspek conscience terkait sikap tanggung jawab memperoleh rata-rata kategori baik 20,6 %, kategori cukup baik memperoleh rata-rata 79,4% dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik, sikap percaya diri memperoleh rata-rata kategori baik 17,6%, kategori cukup baik memperoleh rata-rata 82,4% dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik. Selanjutnya untuk aspek compassion terkait sikap saling menghargai memperoleh ratarata kategori baik 70,6%, kategori cukup baik memperoleh ratarata 29,4% dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik, sikap kerjasama memperoleh rata-rata kategori baik 29,4%, kategori cukup baik memperoleh rata-rata 70,6% dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik, sikap peduli memperoleh rata-rata kategori baik 44,1%, kategori cukup baik 55,8% dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang baik. c. Hasil observasi keterlaksanaan uji coba produk memperoleh skor rata-rata 91,28% dan masuk pada kategori sangat baik.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 3. Respon terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti adalah sebagai berikut. a. Respon Guru Guru merasa senang dan merasa sangat terbantu dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. b. Respon Siswa Siswa merasa senang mengikuti pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran PAKEM. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Respon siswa terhadap pembelajaran juga ditunjukkan melalui kuesioner dengan hasil kuesioner 125,81 dari interval skor 30 – 150 dan termasuk dalam kategori baik. Terutama dengan penggunaan alat peraga sangat membantu siswa dalam memahami konsep diagram Venn. B. Saran Berdasarkan keterbatasan penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut. 1. Bagi Guru Perlu diperhatikan kembali alokasi waktu pembelajaran dan dapat menyesuaikan dengan kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 pembelajaran yang telah dirancang dapat terlaksana sepenuhnya. Selain itu, proses pembelajaran matematika yang telah diuji cobakan menggunakan pendekatan PPR dengan model PAKEM pada materi himpunan sebaiknya juga guru dapat menerapkan pada materi pembelajaran matematika lainnya. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitia selanjutnya diharapkan mempersiapkan produk secara detail agar saat pelaksanaan uji coba produk dapat berjalan dengan baik dan lancer. Sebelum menggunakan Tes Hasil Belajar siswa sebaiknya dilakukan uji coba terpakai untuk dapat mengetahui validitas dan reliabilitas soal. Penelitian ini hanya sampai pada tahap revisi, oleh karena itu peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan pada tahap produksi masal.

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Munir . 2010 . Pendidikan Karakter Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah . Yogyakarta : PT Pustaka Insan Madani. Adinawan, Cholik dkk. 2013. Matematika 1A Untuk SMP/MTS Kelas VII Semester 1: Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga. Anthony, R . 1992 . Rahasia Membangun Kepercayaan Diri (Terjemahan Rita Wahyudi) . Jakarta: Bina Rupa Aksara. Arikunto, Suharsimi. 1998. Penilaian Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Caryono, Suhas , dkk . 2012 . Analisis Deskriptif Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Matematika di SMA Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 . Dalam Seminat Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika . ISBN : 978-979-16353-8-7 https://core.ac.uk/download/pdf/11067005.pdf (diakses pada 29 Mei 2018) Daryanto, 2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media. Dryne, Gordon & Jeannette Vos . 2002 . Revolusi Cara Belajar : The Learning Revolution . Bandung: Mizan Media Utama Fathurrohman, Pupuh dkk. 2013. Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama. Hartana, Albertus, dkk. 2016. Penerapan Strategi Pembelajaran Paradigma Pedagogi Ignasian (Reflektif) terhadap Peningkatan Hasil Belajar dan

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Motivasi Berprestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Siswa Kelas V Sekolah Dasar, Vol. 1 No. 4 http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/download/6555/2794 (diakses pada 12 Desember 2018) Majid, Abdul . 2009. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Manurung, Alberth Supriyanto. 2013. Kontribusi Model Pembelajaran PAKEM Terhadap Hasil Belajar Maematika Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 31 Jakarta Marpaung, Yansen . 2005 . pengantar Teori Himpunan (Revisi) . Yogyakarta Mulyasa. 2014. Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Rosdakarya. Pitadjeng . 2015 . Pembelajaran Matematika yang Menyengangkan . Yogyakarta : Graha Ilmu. Poerwadarminta . 2007 . Kamus Umum Bahasa Indonesia . Jakarta : PN Balai Pustaka. Pratini, Haniek Sri. 2016. Implementasi Paradigma Pedagogi Reflektif dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion Mahasiswa, Volume 3 Nomor 1. https://repository.usd.ac.id/3589/1/2008_149-281-1-SM.pdf (diakses pada 29 Mei 2018). Rahman As’ari, Abdur, dkk . 2017 . Buku Guru Matematika Kelas VII Ed Revisi 2017 . Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Rahman As’ari, Abdur, dkk . 2017 . Buku Siswa Matematika Kelas VII Semester I Ed Revisi 2017 . Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdibud. Rusfansyah . 2008 . Matematika I : Pengantar Teori Himpunan http://www.pppgkes.com/downloads/Diktat%20Kuliah%20M1,2,3.pdf (diakses pada 29 Mei 2018) Rusman, Dr . 2014 . Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru Edisi Kedua . Jakarta: PT. Raya Grafindo, Persada. Roestiyah . 2008 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Rineka Cipta. Setyosari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana. Sonda, Ruben . 2016 . Efektifitas Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Setting Kooperatif Tipe NHT pada Materi Kesebangunan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Sinabuang, Vol. 4 No.1 http://ojs.unm.ac.id/JDM/article/view/2440 (diakses pada 18 Juli 2018) Subagya, J. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif: Mendampingi Siswa Menjadi Cerdas dan Berkarakter. Yogyakarta: Kanisius. Sugiyanto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian & Pengembangan Research and Development. Bandung: Alfabeta. Sundayana, Rostina dkk. 2015. Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika untuk Guru, Calon Guru, Orang Tua dan Para Pecinta Matematika. Bandung: Alfabeta.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Suparno, Paul. 2015. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2015. Pembelajaran di Perguruan Tinggi Bergaya Paradigma Pedagogi Refleksi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Susanti, Suci . 2016 . Penerapan Model PAKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 16 Makassar http://repository.uin-alauddin.ac.id/2422/1/Suci%20Susanti.pdf (diakses pada 12 Desember 2018). Suyadi . 2012 . Buku Panduan Guru Profesional – Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) . Yogyakarta : Andi Taufik. 2013. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Matematika Realistik pada Materi Himpunan di SMP. Jurnal Pendidikan Matematika-Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Vol. 1 No. 1 Tim Redaksi Kanisius. 2008. Paradigma Pedagogi Reflektif: Alterntif Solusi Menuju Idealisme Pendidikan Kristiani. Yogyakarta: Kanisius. Triyanto, M.Pd . 2012 . Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) . Jakarta: Bumi Aksara Wahana, Paulus. 2016. Mengenal Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam Pendidikan untuk Membangun Manusia yang Cerdas dan Humanis. Jurnal Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Vol. 5 No. 1 https://journal.uny.ac.id/index.php/didaktika/article/view/11932 (diakses pada 29 Mei 2018)

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Widoyoko, Putro. 2010. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Widoyoko, Putro. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 LAMPIRAN

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Lampiran 1 Surat Keterangan Sudah Penelitian

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Lampiran 2 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Setelah Uji Coba Produk Skala Penilaian No Komponen Penilaian 1 2 3 4 5 A Komponen Pedoman Wawancara Ketercukupan komponen-komponen pedoman 1 wawancara sebagai penunjang keterlaksanaan 1 pembelajaran. B Identitas Pedoman Wawancara 2 Kelengkapan identitas pedoman wawancara. 1 C Rumusan Kesesuaian rumusan pedoman wawancara dengan 3 1 tujuan penelitian. D Kebahasaan 4 Bahasa yang digunakan komunikatif. 1 Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa 5 1 Indonesia yang baku. Jumlah 1 2 2 2 6 8 Jumlah × skala penilaian Jumlah Total 16 Rerata 3,2

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Lampiran 3 Hasil Validasi Kuesioner Respon Siswa No A 1 B 2 C 3 D 4 5 6 Komponen Penilaian Komponen Pedoman Wawancara Ketercukupan komponen-komponen pedoman wawancara sebagai penunjang keterlaksanaan pembelajaran. Identitas Pedoman Wawancara Kelengkapan identitas pedoman wawancara. Rumusan Kesesuaian rumusan pedoman wawancara dengan tujuan penelitian. Kebahasaan Bahasa yang digunakan komunikatif. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Kejelasan bahasa yang digunakan sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda Jumlah Jumlah × skala penilaian Jumlah Total Rerata 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 5 3 20 23 3,8

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lampiran 4 Hasil Scanning Lembar Validasi Instrumen 1. Pedoman Wawancara Setelah Uji Coba Produk

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 2. Kuesioner Respon Siswa

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Lampiran 5 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran (Validator 1) a. Validator 1 a. Silabus Skala Penilaian No Komponen Penilaian 1 2 3 4 5 1 Kelengkapan unsur-unsur silabus. 1 2 Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator. 1 3 Kualitas perumusan kegiatan pembelajaran. 1 Kualitas perilaku yang dituntut dalam 4 indikator mencerminkan keutuhan 1 perkembangan pribadi siswa. 5 Tingkat kecukupan sumber belajar. 1 6 Ketepatan pemilihan media. 1 Kesesuaian teknik penilaian yang 7 1 digunakan. Penggunaan Bahasa Indonesia dan tata tulis 8 1 baku. Jumlah 1 6 1 3 24 5 Jumlah ×skala penilaian Jumlah total 32 Rerata 4 b. RPP No Komponen Penilaian A 1 B Komponen RPP Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator. Identitas RPP Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa. Rumusan tujuan/indikator Kesesuaian rumusan tujuan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ketepatan penyusunan kata kerja operasional yang dapat diukur. Ketercakupan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Pemilihan Materi Keluasan (memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan skill) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kesesuaian materi dengan perkembangan kognitif. 2 C 3 4 5 D 6 7 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 8 E 9 F 10 11 G 12 13 H 14 15 16 Sistematika susunan materi. Metode Pembelajaran Kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran yang dirancang sudah mengakomodasi pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah. Kesesuaian waktu yang digunakan dengan mater pembelajaran. Pemilihan Sumber Belajar Kesesuaian sumber belajar dengan materi pembelajaran. Kesesuaian sumber belajar dengan tujuan pembelajaran. Bahasan Menggunakan bahasa sesuaii dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Bahasa yang digunakan komunikatif. Kejelasan bahasa yang digunakan sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda. Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 5 44 25 69 4,3 c. Bahan Ajar No 1 2 3 4 5 Komponen Penilaian Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, dan prosedur. Susunan materi secara sistemats, logs dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Menuliskan sumber bahan ajar Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 5 20 20 4

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 d. LKS No Komponen Penilaian Format LKS Kejelasan pembagian materi. Petunjuk LKS sederhana sehingga mudah 2 dipahami siswa. 3 Tampilan LKS yang menarik. B Isi Kesesuaan dengan indikator yang akan 4 dicapai. 5 Kebenaran konsep. Kesesuaian dengan pendekatan Paradigma 6 Pedagogi Reflektif dengan model pembelajaran PAKEM. C Bahasa 7 Kesederhanaan struktur kalimat. 8 Kalimat soal tidak mengandung arti ganda. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidan 9 Bahasa Indonesia yang baku. Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata e. Alat Peraga Skala Penilaian 1 2 3 4 5 A 1 No A 1 2 3 4 B 5 6 7 8 Komponen Penilaian Tampilan Alat Peraga Desain alat peraga yang menarik. Tidak berbahaya untuk digunakan. Tampilan dapat dilihat secara jelas diruang kelas. Mudah digunakan. Kegunaan Alat Peraga Kesesuaian dengan indiator yang akan dicapai. Kebenaran konsep. Kebenaran penggunaan alat peraga untuk penyelesaian masalah. Kesesuaian dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model PAKEM Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 2 28 10 38 4,2 Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 5 3 20 15 35 4,4

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 2. Validator 2 a. Silabus No Komponen Penilaian 1 2 3 Kelengkapan unsur-unsur silabus. Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator. Kualitas perumusan kegiatan pembelajaran. Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa. Tingkat kecukupan sumber belajar. Ketepatan pemilihan media. Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan. Penggunaan Bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata 4 5 6 7 8 Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 2 3 20 10 33 4,1 b. RPP No Komponen Penilaian A 1 B Komponen RPP Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator. Identitas RPP Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa. Rumusan tujuan/indikator Kesesuaian rumusan tujuan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ketepatan penyusunan kata kerja operasional yang dapat diukur. Ketercakupan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Pemilihan Materi Keluasan (memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan skill) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kesesuaian materi dengan perkembangan kognitif. Sistematika susunan materi. Metode Pembelajaran 2 C 3 4 5 D 6 7 8 E 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 9 F 10 11 G 12 13 H 14 15 16 Kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran yang dirancang sudah mengakomodasi pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah. Kesesuaian waktu yang digunakan dengan mater pembelajaran. Pemilihan Sumber Belajar Kesesuaian sumber belajar dengan materi pembelajaran. Kesesuaian sumber belajar dengan tujuan pembelajaran. Bahasan Menggunakan bahasa sesuaii dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Bahasa yang digunakan komunikatif. Kejelasan bahasa yang digunakan sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda. Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata 1 1 1 1 1 1 1 1 9 7 36 35 71 4,4 c. Bahan Ajar No 1 2 3 4 5 Komponen Penilaian Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, dan prosedur. Susunan materi secara sistemats, logs dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Menuliskan sumber bahan ajar Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 2 8 23 4,6 3 15

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 d. LKS No Komponen Penilaian Format LKS Kejelasan pembagian materi. Petunjuk LKS sederhana sehingga mudah 2 dipahami siswa. 3 Tampilan LKS yang menarik. B Isi Kesesuaan dengan indikator yang akan 4 dicapai. 5 Kebenaran konsep. Kesesuaian dengan pendekatan Paradigma 6 Pedagogi Reflektif dengan model pembelajaran PAKEM. C Bahasa 7 Kesederhanaan struktur kalimat. 8 Kalimat soal tidak mengandung arti ganda. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidan 9 Bahasa Indonesia yang baku. Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata e. Alat Peraga Skala Penilaian 1 2 3 4 5 A 1 No A 1 2 3 4 B 5 6 7 8 Komponen Penilaian Tampilan Alat Peraga Desain alat peraga yang menarik. Tidak berbahaya untuk digunakan. Tampilan dapat dilihat secara jelas diruang kelas. Mudah digunakan. Kegunaan Alat Peraga Kesesuaian dengan indiator yang akan dicapai. Kebenaran konsep. Kebenaran penggunaan alat peraga untuk penyelesaian masalah. Kesesuaian dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model PAKEM Jumlah Jumlah ×skala penilaian Jumlah total Rerata 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 8 7 35 43 4,8 Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 8 40 40 5

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lampiran 6 Hasil Scanning Lembar Validasi Perangkat Pembelajaran 1. Validator 1 a. Silabus

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 b. RPP

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 c. Bahan Ajar

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 d. LKS

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 e. Alat Peraga

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 2. Validator 2 a. Silabus

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 b. RPP

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 c. Bahan Ajar

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 d. LKS

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 e. Alat Peraga

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Lampiran 7 Hasil Scanning Validasi Penilaian a. Competence

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 b. Compassion

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 c. Conscience

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 Lampiran 8 Hasil Observasi Proses Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (Kamis, 6 September 2018) No Butir-Butir Sasaran I PRA PEMBELAJARAN 1 Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. II MEMBUKA PEMBELAJARAN (Konteks) 3 Menyampaikan tujuan belajar yang akan dicapai dan rencana kegiatannya 4 Melakukan kegiatan apersepsi. 5 Memberikan motivasi denan menjelaskan manfaat mempelajari himpunan. 6 Memberikan penguatan dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasan materi pembelajaran 7 Mengorientasikan siswa pada masalah dan mengorganisasi siswa untuk belajar. 8 Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. 9 Meminta siswa untuk mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 10 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. 11 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. 12 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. B. Pendekatan/strategi pembelajaran 13 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (Competence, Compassion, dan Conscience). 14 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 15 Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi. 16 Melaksanakan pembelajaran yang memunkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: tanggung jawab, kerja sama selama proses pembelajaran berlangsung. 17 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan. 18 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: saling menghargai, percaya diri dan peduli selama proses pembelajaran berlangsung. 19 Melaksanakan pembelajaran yang memacu untuk menemukan konsep materi himpunan. YA=1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 TIDAK=0

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 C. 20 21 22 23 D. 24 25 26 27 28 29 E. 30 31 32 33 F. 34 35 36 IV A. 37 38 B. 39 Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media Menghasilkan pesan yang menarik. Menggunakan media secara efektif dan efisien. 1 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. 2 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam 2 pembelajaran. Merespon positif siswa. 2 Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan 2 siswa-siswa. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons 2 siswa. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang 2 kondusif. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa 2 dalam belajar. Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal. Memantau kemajuan belajar. 2 Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi. 2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 2 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. 2 PENUTUP Refleksi dan rangkuman pembelajaran Membimbing siswa melakukan refleksi 2 pembelajaran. Membimbing siswa menyusun rangkuman 2 pembelajaran Pelaksanaan tindak lanjut Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai 2 tindak lanjut dari efleksi siswa. Jumlah 69 69 Jumlah × skala penilaian Jumlah Total 69 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 88,5% Rerata = × 100% 78 2 2 1 2 2 9 0

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 2. Pertemuan kedua (Senin, 10 September 2018) No Butir-Butir Sasaran YA=1 I PRA PEMBELAJARAN 1 Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan 2 media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. 2 II MEMBUKA PEMBELAJARAN (Konteks) 3 Menyampaikan tujuan belajar yang akan dicapai 2 dan rencana kegiatannya 4 Melakukan kegiatan apersepsi. 2 5 Memberikan motivasi denan menjelaskan manfaat 2 mempelajari himpunan. 6 Memberikan penguatan dengan mengaitkan materi 2 dengan kehidupan sehari-hari. III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasan materi pembelajaran 7 Mengorientasikan siswa pada masalah dan 2 mengorganisasi siswa untuk belajar. 8 Membimbing penyelidikan individual maupun 2 kelompok. 9 Meminta siswa untuk mengembangkan dan 2 menyajikan hasil karya. 10 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 2 masalah. 11 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. 12 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. 2 B. Pendekatan/strategi pembelajaran 13 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (Competence, 2 Compassion, dan Conscience). 14 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 2 15 Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi. 2 16 Melaksanakan pembelajaran yang memunkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: tanggung jawab, 2 kerja sama selama proses pembelajaran berlangsung. 17 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan. 18 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: saling menghargai, 2 percaya diri dan peduli selama proses pembelajaran berlangsung. 19 Melaksanakan pembelajaran yang memacu untuk 2 menemukan konsep materi himpunan. C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar TIDAK=0 2 2

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 20 21 22 23 D. 24 25 26 27 28 29 E. 30 31 32 33 F. 34 35 36 IV A. 37 38 B. 39 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan 2 media Menghasilkan pesan yang menarik. 2 Menggunakan media secara efektif dan efisien. 2 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. 2 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam 2 pembelajaran. Merespon positif siswa. 2 Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan 2 siswa-siswa. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons 2 siswa. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang 2 kondusif. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa 2 dalam belajar. Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal. Memantau kemajuan belajar. 2 Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi. 2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 2 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. 2 PENUTUP Refleksi dan rangkuman pembelajaran Membimbing siswa melakukan refleksi 2 pembelajaran. Membimbing siswa menyusun rangkuman 2 pembelajaran Pelaksanaan tindak lanjut Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai 2 tindak lanjut dari efleksi siswa. Jumlah 70 70 Jumlah × skala penilaian Jumlah Total 70 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 89,7% Rerata = × 100% 78 2 2 8 0

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 3. Pertemuan ketiga (Kamis, 13 September 2018) No Butir-Butir Sasaran YA=1 I PRA PEMBELAJARAN 1 Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan 2 media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. 2 II MEMBUKA PEMBELAJARAN (Konteks) 3 Menyampaikan tujuan belajar yang akan dicapai 2 dan rencana kegiatannya 4 Melakukan kegiatan apersepsi. 2 5 Memberikan motivasi denan menjelaskan manfaat 1 mempelajari himpunan. 6 Memberikan penguatan dengan mengaitkan materi 1 dengan kehidupan sehari-hari. III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasan materi pembelajaran 7 Mengorientasikan siswa pada masalah dan 2 mengorganisasi siswa untuk belajar. 8 Membimbing penyelidikan individual maupun 2 kelompok. 9 Meminta siswa untuk mengembangkan dan 2 menyajikan hasil karya. 10 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 2 masalah. 11 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. 12 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. 2 B. Pendekatan/strategi pembelajaran 13 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (Competence, 2 Compassion, dan Conscience). 14 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 2 15 Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi. 2 16 Melaksanakan pembelajaran yang memunkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: tanggung jawab, 2 kerja sama selama proses pembelajaran berlangsung. 17 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu 2 yang telah dialokasikan. 18 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: saling menghargai, 2 percaya diri dan peduli selama proses pembelajaran berlangsung. 19 Melaksanakan pembelajaran yang memacu untuk 2 menemukan konsep materi himpunan. C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar TIDAK=0 1 1 2

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 20 21 22 23 D. 24 25 26 27 28 29 E. 30 31 32 33 F. 34 35 36 IV A. 37 38 B. 39 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan 1 media Menghasilkan pesan yang menarik. 2 Menggunakan media secara efektif dan efisien. 2 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. 2 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam 2 pembelajaran. Merespon positif siswa. 2 Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan 2 siswa-siswa. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons 2 siswa. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang 2 kondusif. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa 2 dalam belajar. Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal. Memantau kemajuan belajar. 2 Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi. 2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan 2 kompetensi. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 2 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. 2 PENUTUP Refleksi dan rangkuman pembelajaran Membimbing siswa melakukan refleksi 2 pembelajaran. Membimbing siswa menyusun rangkuman 2 pembelajaran Pelaksanaan tindak lanjut Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai 2 tindak lanjut dari efleksi siswa. Jumlah 71 71 Jumlah × skala penilaian Jumlah Total 71 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 91,0% Rerata = × 100% 78 1 2 7 0

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 4. Pertemuan keempat (Senin, 17 September 2018) No Butir-Butir Sasaran YA=1 I PRA PEMBELAJARAN 1 Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan 2 media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. 2 II MEMBUKA PEMBELAJARAN (Konteks) 3 Menyampaikan tujuan belajar yang akan dicapai 2 dan rencana kegiatannya 4 Melakukan kegiatan apersepsi. 2 5 Memberikan motivasi denan menjelaskan manfaat 2 mempelajari himpunan. 6 Memberikan penguatan dengan mengaitkan materi 2 dengan kehidupan sehari-hari. III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasan materi pembelajaran 7 Mengorientasikan siswa pada masalah dan 2 mengorganisasi siswa untuk belajar. 8 Membimbing penyelidikan individual maupun 2 kelompok. 9 Meminta siswa untuk mengembangkan dan 2 menyajikan hasil karya. 10 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 2 masalah. 11 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. 2 12 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. 2 B. Pendekatan/strategi pembelajaran 13 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (Competence, 2 Compassion, dan Conscience). 14 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 2 15 Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi. 2 16 Melaksanakan pembelajaran yang memunkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: tanggung jawab, 2 kerja sama selama proses pembelajaran berlangsung. 17 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan. 18 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: saling menghargai, 2 percaya diri dan peduli selama proses pembelajaran berlangsung. 19 Melaksanakan pembelajaran yang memacu untuk 2 menemukan konsep materi himpunan. C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar TIDAK=0 2

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 20 21 22 23 D. 24 25 26 27 28 29 E. 30 31 32 33 F. 34 35 36 IV A. 37 38 B. 39 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan 2 media Menghasilkan pesan yang menarik. 2 Menggunakan media secara efektif dan efisien. 2 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. 2 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam 2 pembelajaran. Merespon positif siswa. 2 Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan 2 siswa-siswa. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons 2 siswa. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang 2 kondusif. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa 2 dalam belajar. Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal. Memantau kemajuan belajar. 2 Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi. 2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 2 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. 2 PENUTUP Refleksi dan rangkuman pembelajaran Membimbing siswa melakukan refleksi 2 pembelajaran. Membimbing siswa menyusun rangkuman 2 pembelajaran Pelaksanaan tindak lanjut Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai 2 tindak lanjut dari efleksi siswa. Jumlah 72 72 Jumlah × skala penilaian Jumlah Total 73 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 92,3% Rerata = × 100% 78 2 2 6 0

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 5. Pertemuan kelima (Kamis, 20 Sepember 2018) No Butir-Butir Sasaran YA=1 I PRA PEMBELAJARAN 1 Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan 2 media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. 2 II MEMBUKA PEMBELAJARAN (Konteks) 3 Menyampaikan tujuan belajar yang akan dicapai 2 dan rencana kegiatannya 4 Melakukan kegiatan apersepsi. 2 5 Memberikan motivasi denan menjelaskan manfaat 2 mempelajari himpunan. 6 Memberikan penguatan dengan mengaitkan materi 2 dengan kehidupan sehari-hari. III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasan materi pembelajaran 7 Mengorientasikan siswa pada masalah dan 2 mengorganisasi siswa untuk belajar. 8 Membimbing penyelidikan individual maupun 2 kelompok. 9 Meminta siswa untuk mengembangkan dan 2 menyajikan hasil karya. 10 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 2 masalah. 11 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. 2 12 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. 2 B. Pendekatan/strategi pembelajaran 13 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (Competence, 2 Compassion, dan Conscience). 14 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 2 15 Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi. 2 16 Melaksanakan pembelajaran yang memunkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: tanggung jawab, 2 kerja sama selama proses pembelajaran berlangsung. 17 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu 2 yang telah dialokasikan. 18 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif: saling menghargai, 2 percaya diri dan peduli selama proses pembelajaran berlangsung. 19 Melaksanakan pembelajaran yang memacu untuk 2 menemukan konsep materi himpunan. C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar TIDAK=0

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 20 21 22 23 D. 24 25 26 27 28 29 E. 30 31 32 33 F. 34 35 36 IV A. 37 38 B. 39 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan 2 media Menghasilkan pesan yang menarik. 2 Menggunakan media secara efektif dan efisien. 2 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. 2 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam 2 pembelajaran. Merespon positif siswa. 2 Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan 2 siswa-siswa. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons 2 siswa. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang 2 kondusif. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa 2 dalam belajar. Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal. Memantau kemajuan belajar. 2 Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi. 2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 2 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. 2 PENUTUP Refleksi dan rangkuman pembelajaran Membimbing siswa melakukan refleksi 2 pembelajaran. Membimbing siswa menyusun rangkuman 2 pembelajaran Pelaksanaan tindak lanjut Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai 2 tindak lanjut dari efleksi siswa. Jumlah 74 74 Jumlah × skala penilaian Jumlah Total 74 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 94,9% Rerata = × 100% 78 2 2 4 0

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 Hasil Olah Data Kuesioner Respon Siswa Terhadap Pembelajaran dengan Pendekatan PPR Pernyataan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 1 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 3 1 3 2 4 2 2 3 1 3 2 1 2 4 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 4 2 4 2 3 4 1 3 1 2 2 4 1 2 3 1 4 4 2 1 4 2 3 1 1 2 5 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 7 3 3 2 4 2 2 2 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 8 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 9 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 4 1 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 10 3 4 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 11 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 12 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 13 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 14 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 15 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 16 3 1 3 4 4 4 1 3 3 1 3 2 3 4 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 17 3 3 2 4 2 3 4 3 2 3 4 4 4 4 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 18 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 19 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 20 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 2 3 2 4 2 3 2 4 2 4 3 3 2 4 207

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 1 1 4 22 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 23 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 24 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 25 3 4 2 2 2 4 4 2 3 3 4 4 4 2 2 4 3 2 2 3 2 4 4 4 3 26 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 27 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 28 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 29 3 2 3 1 3 2 2 3 3 3 4 2 3 4 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 30 3 4 2 2 3 2 4 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 4 3 3 4 31 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 32 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 33 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 34 3 3 2 2 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 208

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 1 3 4 3 3 Pernyataan 12 14 20 4 4 3 1 2 3 3 4 3 1 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 25 4 3 2 2 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 3 4 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 5 4 1 3 4 4 2 2 2 3 3 4 4 4 3 4 4 2 2 3 4 7 3 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 1 4 3 3 3 11 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 13 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 Pernyataan 16 17 21 4 4 3 2 4 2 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 4 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 4 23 4 2 3 1 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 24 4 3 3 1 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 4 2 3 4 2 2 209

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 jumlah 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 106 110 101 111 104 108 jumlah total 640 rata-rata 106,667 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 jumlah 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 4 3 2 99 3 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 3 3 103 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 114 106 107 jumlah total rata-rata 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 110 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 96 1 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 106 1 2 2 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 96 937 104,111 210

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 3 3 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 Pernyataan 9 10 15 3 4 3 2 2 1 3 3 3 2 2 1 3 2 2 3 3 4 3 2 2 3 3 2 3 3 1 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Pernyataan 4 6 3 4 3 3 3 4 3 1 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 8 3 4 3 1 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 Pernyataan 18 19 3 3 3 2 2 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 22 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 211

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 jml 4 4 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 96 99 jml total rata-rata 4 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 96 4 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 87 378 94,5 20 3 21 3 22 2 23 2 24 4 25 2 26 2 27 2 28 3 29 1 30 2 31 3 32 4 33 3 34 2 jml 99 jml total rata-rata 4 2 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 4 104 203 101,5 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jml 4 2 3 2 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 4 3 3 3 2 3 105 91 jml total rata-rata 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 96 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 4 3 3 105 397 99,25 212

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 Silabus SILABUS Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Yogyakarta Kelas/Semester : VII / Tujuh Tahun Pelajaran : 2018 / 2019 Mata Pelajaran : Matematika Kompetensi Inti (KI) 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Kompetensi Inti (KI) 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (tolerasni, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 213

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi Inti (KI) 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Kompetensi Inti (KI) 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kompetensi Dasar 3.4. Menjelaskan dan menyatakan himpunanhimpunan bagian, himpunan semesta, himpunan kosong, komplemen himpunan, dan menggunakan masalah kontekstual. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.4.1. Menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya. 3.4.2. Menyebutkan anggota dan bukan anggota. 3.4.3. Menyajikan himpunan dengan menyebutkan anggotanya. 3.4.4. Menyajikan himpunan dengan menuliskan sifat yang dimilikinya. Materi Pembelajaran Himpunan  Menyatakan himpunan  Meyebutkan himpunan dan bukan himpunan  Menyajikan himpunan Kegiatan Pembelajaran Konteks  Siswa mengerjakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan himpunan dan mengenai cara belajar ketika dirumah untuk menggali konteks. Pengalaman (PAKEM) Pengalaman  Siswa mengamati permasalahan yang ada pada LKS dan melalui pengamatan menentukan himpunan atau bukan himpunan. Karakter Conscience  Percaya Diri  Tanggungjawab Penilaian LKS dan pengamatan Alokasi Waktu 3 x40 menit Sumber Belajar Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD Compassion  Menghargai  Peduli  Kerja sama (gotongroyong) 214

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.4menyelesaiakan 4.4.1 Menyelesaikan masalah masalah yang kontekstual yang berkaitan dengan berkaitan dengan himpunan. himpunan, himpunan bagian, 4.4.2 Menyelesaikan himpunan masalah yang semesta, berkaitan dengan himpunan penyajian himpunan. kosong, dan komplemen himpunan.  Siswa mengamati dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS untuk memahami penyajian himpunan.  Guru mendampingi siswa dalam menyebutkan pengertian himpunan dan cara penyajiannya. Komunikasi  Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Interaksi  Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.  Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa.  Siswa bertanya mengenai materi yang masih kurang dipahami. Refleksi (PAKEM) Refleksi 215

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Siswa menuliskan refleksi pada kertas yang sudah disediakan. Evaluasi  Guru bersama siswa merangkum materi dan kegiatan pembelajaran. 3.4.5. Menyajikan himpunan dengan notasi pembentuk himpunan. 3.4.6. Menyatakan himpunan kosong. 3.4.7. Menyatakan himpunan semesta dari suatu himpunan. 4.4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan himpunan kosong. 4.4.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan himpunan semesta dari suatu himpunan.  Menyajikan himpunan dengan notasi pembentuk himpunan  Himpunan kosong  Himpunan semesta Konteks  Siswa mengerjakan kuis untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang berkaitan dengan himpunan, penyajian himpunan, himpunan kosong serta himpunan semesta Pengalaman (PAKEM) Pengalaman  Siswa mengamati permasalahan yang ada pada LKS kemudian melengkapi tabel cara penyajian himpunan.  Siswa mengamati permasalahan dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS bersama kelompoknya.  Guru mendampingi siswa Conscience  Percaya Diri  Tanggungjawab LKS dan pengamatan 2 x40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD Compassion  Menghargai  Peduli  Kerja sama (gotongroyong) 216

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam penyajian himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta. Komunikasi  Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Interaksi  Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.  Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa.  Siswa bertanya mengenai materi yang kurang jelas. Refleksi (PAKEM) Refleksi  Siswa menuliskan refleksi tentang pengalaman yang telah diperoleh selama proses pembelajaran pada lembar kertas yang sudah disediakan. 217

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Aksi  Siswa membuat alat peraga “Venn Fun” sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam LKS. Evaluasi  Guru bersama siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari.  Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu diagram Venn, kardinalitas himpunan dan himpunan bagian. 3.4.8. Menggambar diagram Venn dari suatu himpunan. 3.4.9. Membaca diagram Venn dari suatu himpunan. 3.4.10. Menyatakan kardinalitas dari suatu himpunan. 4.4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menggambar diagra   Diagram Venn. Kardinalitas himpunan Konteks Siswa mengerjakan beberapa soal untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.  Pengalaman (PAKEM) Pengalaman  Siswa mengamati permasalahan diagram Venn yang terdapat dalam LKS dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan diagram Venn dan Conscience  Percaya Diri  Tanggungjawab LKS, post test, dan lembar pengamatan 3 x 40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD Compassion  Menghargai  Peduli  Kerja sama (gotong-royong) 218

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Venn. 4.4.6 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan diagram Venn. 4.4.7 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kardinalitas himpunan. kardinalitas himpunan didalam kelompoknya.  Siswa mengamati dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS yang berkaitan dengan banyaknya anggota himpunan bersama kelompoknya.  Guru mendampingi siswa mengerjakan LKS dalam kelompoknya yang berkaitan dengan diagram Venn dan kardinalitas himpunan. Komunikasi  Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Interaksi  Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.  Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa.  Siswa bertanya tentang materi yang belum dipahami. Refleksi 219

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (PAKEM) Refleksi  Siswa berefleksi tentang pengalaman yang telah diperoleh siswa selama proses pembelajaran dan menuliskannya pada lembar kertas yang sudah disediakan . Evaluasi  Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari.  Guru memberikan lembar post test untuk mengetahui pengetahuan siswa yang telah diterima oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. 3.4.11. Menyebutkan himpunan bagian dari suatu himpunan. 3.4.12. Menyatakan himpunan kuasa dari suatu himpunan. 3.4.13. Menyatakan kesamaan dari suatu himpunan.    Himpunan bagian Konteks Himpunan kuasa  Guru terlebih dahulu menanyakan pada siswa Kesamaan tentang himpunan bagian. himpunan Pengalaman (PAKEM) Pengalaman  Siswa mengamati permasalahan yang ada pada LKS dan meneyelesaikan permasalahan yang Conscience  Percaya Diri  Tanggungjawab LKS, lembar pengamatan 2 x 40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD Compassion  Menghargai  Peduli  Kerja sama (gotongroyong) 220

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.4.8 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan himpunan bagian. 4.4.9 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan himpunan kuasa. 4.4.10 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kesamaan dua himpunan.   berkaitan dengan himpunan bagian bersama kelompok. Siswa mengamati dan menyelesaikan permasalahan pada LKS yang berkaitan dengan himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan bersama kelompok. Guru mengampingi siswa dalam mengerjakan LKS secara berkelompok. Komunikasi  Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Interaksi  Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusi.  Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa.  Siswa bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Refleksi (PAKEM) 221

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Refleksi  Siswa berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran.  Siswa menuliskan refleksinya pada selembar kertas yang telah disediakan. 3.4.14. Menyatakan irisan dari dua himpunan. 3.4.15. Menyatakan gabungan dari dua himpunan. 3.4.16. Menyatakan komplemen dari     Irisan Gabungan Komplemen Selisih Evaluasi  Guru bersama siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari.  Guru memberikan arahan kepada siswa untuk membawa alat peraga “Venn Fun” yang akan digunakan pada pertemuan selanjutnya.  Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu gabungan, irisan, komplemen dan selisih dari dua buah himpunan Conscience Konteks  Untuk mengetahui  Percaya Diri pengetahuan awal siswa,  Tanggungjawab siswa mengisi sebuah diagram tentang materi Compassion yang akan dipelajari pada  Menghargai pertemuan hari ini dalam LKS, lembar pre test dan pengamatan 3 x 40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD 222

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI suatu himpunan. 3.4.17. Menyatakan selisih dari dua himpunan. 4.4.11 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan irisan dua himpunan. 4.4.12 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan gabungan dari dua himpunan. 4.4.13 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan komplemen darisuatu himpunan. bentuk pre test. Pengalaman (PAKEM) Pengalaman  Siswa mengamati permasalahan yang berkaitan dengan diagram Venn pada LKS dan menjawab pertanyaan yang ada dengan menggunakan alat peraga “Venn Fun” bersama kelompoknya.  Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan LKS dalam kelompok yang berkaitan dengan operasi himpunan.   Peduli Kerja sama (gotongroyong) Komunikasi  Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Interaksi  Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.  Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa. 223

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Siswa bertanya mengenai materi yang masih belum dipahami. Refleksi (PAKEM) Refleksi  Siswa berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan beberapa pertanyaan .  Siswa menuliskan hasil refleksinya pada selembar kertas yang telah disediakan. Aksi  Siswa membuat rangkuman materi satu bab himpunan dalam bentuk mind mapping (peta pikiran) yang akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Evaluasi  Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari.  Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan 224

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berikutnya yaitu ulangan harian tentang himpunan. ULANGAN HARIAN Rahman, Abdur, dkk. 2016. Buku Guru Matematika SMP/ MTs Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan Rahman, Abdur, dkk. 2016. Matematika SMP/ MTs Kelas VII semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Yogyakarta, 8 Agustus 2018 Peneliti (Felicitas Vera Lylyan Aniswari) (Maria Roostika, S. Pd.) Mengetahui, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Yogyakarta (Dra Y. Niken Sasanti, M. Pd) 225

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226 Lampiran 11 RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP (7.1.3) (RPP kelas 7 semester 1, RPP ke-3) Sekolah : SMP Negeri 1 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII (tujuh) / 1 (satu) Materi Pokok/Tema : Himpunan Alokasi Waktu : 15 jam pelajaran (6 pertemuan) 1) Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi seni, budaya terkait fenomena dan dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) serta ranah abstrak (menulis, membaca, menhitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 2) Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Menunjukkan sikap jujur, tertib, Compassion dan mengikuti aturan, konsisten, (Kepedulian)

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 disiplin waktu, ulet, cermat dan 2.1.1 Mampu teliti, maju berkelanjutan, menghargai orang bertanggung jawab, berpikir logis, lain pendapat dalam proses pembelajaran. kritis, dan kreatif serta memiliki 2.1.2 Mampu peduli terhadap kesulitan rasa senang, ketertarikan pengetahuan, ingin pada sikap tahu, yang dihadapi ilmu kelompok teman untuk dalam memecahkan persoalan dan membantu teman terbuka, selama proses pembelajaran. percaya diri, santun, objektif, dan 2.1.3 Bekerja sama (gotong royong) menghargai. dalam menyelesaikan semua tugas yang berkaitan dengan himpunan. No. Kompetensi Dasar Indikator Consience (Suara Hati) 2.1.4 Percaya diri dalam diskusi dan menyampaikan pendapatnya. 2.1.5 Bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. 2. 3.4 Menjelaskan himpunan, himpunan kosong, dan menyatakan Competence (Pengetahuan) himpunan bagian, 3.4.1 Menyatakan masalah sehari-hari semesta, himpunan dalam komplemen himpunan, mendata anggotanya. menggunakan masalah kontekstual. 3.4.2 bentuk himpunan dan Menyebutkan anggota dan bukan anggota. 3.4.3 Menyajikan himpunan dengan menyebutkan anggotanya. 3.4.4 Menyajikan menuliskan himpunan sifat dengan yang

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 dimilikinya. 3.4.5 Menyajikan himpunan dengan notasi pembentuk himpunan. 3.4.6 Menyatakan himpunan kosong. 3.4.7 Menyatakan himpunan semesta dari suatu himpunan. 3.4.8 Menggambar diagram venn dari suatu himpunan. 3.4.9 Membaca diagram Venn dari suatu himpunan. 3.4.10 Menyatakan kardinalitas dari suatu himpunan. No. Kompetensi Dasar Indikator 3.4.11 Menyebutkan himpunan bagian dari suatu himpunan. 3.4.12 Menyatakan himpunan kuasa dari suatu himpunan. 3.4.13 Menyatakan kesamaan dari suatu himpunan. 3.4.14 Menyatakan irisan dari dua himpunan. 3.4.15 Menyatakan gabungan dari dua himpunan. 3.4.16 Menyatakan komplemen dari suatu himpunan. 3.4.17 Menyatakan selisih dari dua himpunan. 3. 4.4 Menyelesaikan masala kontekstual 4.4.1 yang berkaitan dengan himpunan, Menyelesaikan masalah berkaitan dengan himpunan. yang

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 himpunan bagian, himpunan 4.4.2 Menyelesaikan kosong, komplemen himpunan, dan berkaitan operasi biner pada himpunan himpunan. 4.4.3 masalah dengan Menyelesaikan berkaitan yang penyajian masalah dengan yang himpunan kosong. 4.4.4 Menyelesaikan berkaitan masalah dengan yang himpunan semesta dari suatu himpunan. 4.4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menggambar diagram Venn dari suatu himpunan. 4.4.6 Menyelesaikan kontekstual masalah yang berkaitan dengan diagram Venn. 4.4.7 Menyelesaikan berkaitan masalah dengan yang kardinalitas himpunan. 4.4.8 Menyelesaikan berkaitan masalah dengan yang himpunan bagian. 4.4.9 Menyelesaikan berkaitan masalah dengan yang himpunan kuasa. 4.4.10 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kesamaan dua himpunan. 4.4.11 Menyelesaikan masalah

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 kontekstual yang berkaitan dengan irisan dua himpunan. 4.4.12 Menyelesaikan kontekstual dengan masalah yang gabungan berkaitan dari dua himpunan. 4.4.13 Menyelesaikan kontekstual masalah yang berkaitan dengan komplemen dari suatu himpunan. 3) Tujuan Pembelajaran 1. Sikap Spiritual a. Berdoa. b. Bersyukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu. 2. Compassion (Kepedulian) Melalui diskusi kelompok siswa dapat: a. Menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. b. Peduli terhadap kesulitan yang dihadapi teman dalam kelompok untuk memecahkan persoalan dan membantu teman selama proses pembelajaran. c. Mampu bekerja sama dalam kelompok untuk membantu teman dalam memecahkan persoalan. 3. Consience (Suara Hati) Melalui diskusi kelompok, siswa dapat: a. Percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya dalam kelompok dan di depan kelas b. Bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. 4. Competence (Pengetahuan)

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231 Pertemuan Pertama a. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya. b. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menentukan yang merupakan anggota dan bukan anggota dari suatu himpunan. c. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menyajikan himpunan dengan menuliskan sifat yang dimilikinya. Pertemuan Kedua a. Melalui pengerjaa LKS, siswa dapat menyajikan himpunan dengan notasi pembentuk himpunan. b. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyebutkan himpunan kosong dari suatu himpunan. c. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyebutkan himpunan semesta dari suatu himpunan. Pertemuan Ketiga a. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menggambarkan Diagram Venn dari suatu himpunan. b. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat membaca Diagram Venn dari suatu himpunan. c. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyebutkan kardinalitas dari suatu himpunan yang diberikan. Pertemuan Keempat a. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyebutkan himpunan bagian dari suatu himpunan yang diberikan. b. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyebutkan himpunan kuasa dari suatu himpunan yang diberikan. c. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menyebutkan kesamaan dua himpunan.

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 Pertemuan Kelima a. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menentukan irisan dari dua himpunan. b. Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menentukan gabungan dari dua himpunan. c. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menentukan komplemen dari dua himpunan. d. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menentukan selisih dari dua himpunan. Pertemuan Keenam a. Siswa dapat mengerjakan ulangan harian secara tepat dan teliti. 4) Materi Pembelajaran 1. Materi Pembelajaran Regular a. Konsep himpunan  Pengertian himpunan Konseptual Himpunan adalah kumpulan benda-benda atau objek yang dapat dideinisikan dengan jelas. Benda-benda atau objek tersebut disebut anggota atau elemen dari himpunan itu.  Penyajian himpunan Prosedural 1) Menyebutkan anggota himpunan (enumerasi). Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan menyebutkan semua anggotanya yang dituliskan dalam kurung kurawal. Ketika banyak anggotanya sangat banyak, diberi tanda tiga titik (“...”) 2) Menuliskan sifat anggota himpunan.

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan menyebutkan sifat yang dimiliki anggotanya. 3) Notasi pembentuk himpunan Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan menuliskan syarat keanggotaan himpunan tersebut. Notasi ini biasanya berbentuk umum {x | P(x)} dimana x mewakili anggota dari himpunan, dan P(x) menyatakan syarat yang harus dipenuhi oleh x agar bisa menjadi anggota himpunan tersebut. Simbol x bisa diganti oleh variabel yang lain, seperti y, z, dan lain-lain.  Himpunan kosong Konseptual Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak memiliki anggota yang dinotasikan dengan  atau { }.  Himpunan semesta Konseptual Himpunan semesta adalah himpunan seluruh unsur yang menjadi objek pembicaraan, dan dilambangkan dengan S. Himpunan semesta disebut juga sebagai himpunan universal dan disimbolkan dengan U.  Diagram Venn Prosedural Diagram Venn adalah suatu gambar atau diagram untuk menyatakan atau menyajikan sebuah himpunan atau beberapa himpunan yang saling berhubungan. Petunjuk dalam membuat diagram Venn antara lain: a. Himpunan semesta (S) digambarkan sebagai persegi panjang dan huruf S diletakkan di sudut kiri atas. b. Setiap himpunan yang ada dalam himpunan semesta ditunjukkan oleh kurva tertutup sederhana (lingkaran). c. Setiap anggota himpunan ditunjukkan dengan titik.

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 d. Bila anggota suatu himpunan mempunyai banyak anggota, maka anggota-anggotanya tidak perlu dituliskan. Berikut beberapa contoh penyajian himpunan: 1) Kurva himpunan A dan kurva himpunan B saling lepas ketika anggota himpunan A dan anggota himpunan B tidak ada yang sama. Contoh: 2) Kurva himpunan A dan kurva himpunan B menyambung atau saling beririsan ketika ada satu atau lebih anggota himpunan A yang juga merupakan anggota dari himpunan B. Contoh: 3) Kurva himpunan A berada di dalam kurva himpunan B ketika semua anggota himpunan A menjadi anggota himpunan B. Contoh:

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 4) Kurva himpunan A dan kurva himpunan B berimpit ketika semua anggota himpunan A sama dengan semua anggota himpunan B. Contoh:  Kardinalitas himpunan Kardinalitas Himpunan Konseptual adalah bilangan yang menyatakan banyaknya anggota dari suatu himpunan dan dinotasikan dengan n(A). b. Relasi himpunan  Himpunan bagian Konseptual Himpunan bagian adalah himpunan A disebut himpunan bagian (subset) dari himpunan B jika setiap anggota himpunan A juga merupakan anggota himpunan B. Himpunan bagian dinotasikan dengan .  Himpunan kuasa Konseptual Himpunan kuasa himpunan A adalah himpunan-himpunan bagian dari A, dilambangkan dngan P(A). Banyak anggota himpunan kuasa dari himpunan A dilambangkan dengan n(P(A)). Misalkan A merupakan suatu himpunan dan P(A) adalah himpunan kuasa A. Jika n(A) = n, dengan n bilangan cacah, maka n(P(A)) = 2n.  Kesamaan dua himpunan Faktual

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 Dua himpunan dikatakan sama jika dua himpunan tersebut menjadi himpunan bagian satu dengan lainnya dan sebaliknya atau semua elemen dari kedua himpunan tersebut adalah sama. Jika kardinalitas himpunan A dama dengan kardinalitas himpunan B maka himpunan A sama dengan himpunan B. 1) Jika A  B dan B  A, maka A = B. 2) Jika n(A) = n(B), maka himpunan A ekuivalen dengan himpunan B. c. Operasi himpunan  Irisan Metakognitif Irisan himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya semua anggota semesta S yang merupakan anggota himpunan A dan anggota himpunan B, dilambangkan dengan A  B. A  B = {4} Irisan himpunan A dan himpunan B dinyatakan dengan notasi berikut: A  B = {x | x  A dan x  B}.  Gabungan Metakognitif Gabungan himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya semua anggota S yang merupakan anggota himpunan A atau anggota himpunan B, dilambangkan dengan A  B. Gabungan himpunan A dan himpunan B dinyatakan dengan notasi berikut: A  B = {x | x  A atau x  B}

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237 A  B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}  Komplemen Metakognitif Komplemen himpunan A adalah suatu himpunan semua anggota himpunan S yang bukan anggota himpunan A, dinotasikan dengan AC. Notasi pembentuk himpunan AC = { x | x  S tetapi x  A} AC = {5, 6, 7, 8, 9} BC = {1, 2, 3, 8, 9}  Selisih Metakognitif Selisih dua himpunan A dan B sama dengan irisan himpunan A dan himpunan BC. Selisih dua himpunan A dan B dinyatakan dengan notasi berikut: A – B = { x | x  A dan x  B} = { x | x  A dan x  BC} = A  BC A – B = {1, 2, 3} B – A = {5, 6, 7} Keterangan:  Pengetahuan faktual adalah pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan komples berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238 budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.  Pengetahuan konseptual adalah terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi, teori, model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.  Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.  Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri dan menguatkannya dalam mempelajari pengetahuan teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional. 2. Materi Pembelajaran Pengayaan a. Menyajikan permasalahan kontekstual berkaitan dengan himpunan (anggota dan bukan anggota, menyajikan himpunan, himpunan kosong, himpunan semesta, diagram Venn, kardinalitas himpunan, himpunan bagian, himpunan kuasa, kesamaan dua himpunan, irisan dan gabungan dari dua himpunan, dan selisih dua himpunan) dengan tingkat kesulitannya tinggi yang berasal dari berbagai sumber lain baik dari buku maupun internet. b. Sifat-sifat Operasi Himpunan

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239 - Sifat idempotent - Sifat identitas - Sifat komutatif - Sifat asosiatif - Sifat distributif 3. Materi Pembelajaran Remidial Semua materi yang telah diajarkan atau bagian-bagian tertentu yang menjadi kesulitan siswa, dilihat dari hasil ulangan dan post test. d. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Model Pembelajaran : PAKEM (Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok dan tanya jawab e. Media, Alat, dan Bahan Pembelajaran Media : Alat Peraga “Venn Fun” Alat : Laptop, LCD, White board, dan spidol Bahan : Lembar Kerja Siswa (LKS) f. Sumber Belajar a. Rahman As’ari, Abdur, dkk. 2017. Buku Guru Matematika Kelas VII Ed Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud, hal 111 – 188. b. Rahman As’ari, Abdur, dkk. 2017. Buku Siswa Matematika Kelas VII Semester 1 Ed Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud, halaman 109 – 192. g. Langkah-langkah Pembelajaran

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240 Pertemuan I (3  40 menit) No. Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 1. Awal 15 menit 1. Guru mengarahkan siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran, memeriksa kehadiran siswa, mendoakan siswa yang berhalangan karena sakit, dan menanyakan kesiapan siswa. 2. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu Himpunan. 3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai dan rencana kegiatan. Konteks 4. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan himpunan dan cara belajar siswa ketika berada dirumah untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki siswa. “Sebelum kita memulai pembelajaran, coba kerjakan soal berikut! 1. Kesulitan apa yang kalian hadapi ketika belajar matematika baik di sekolah maupun di rumah? Mengapa? 2. Setelah belajar matematika bersama-sama pada bab bilangan kemarin, apa yang kalian harapkan dari pembelajaran matematika agar kalian merasa senang, nyaman dan mudah dalam mempelajari matematika? 3. Sebutkan kumpulan atau kelompok yang kalian ketahui” 5. Guru membentuk siswa dalam kelompok kecil yang terdiri 4 – 5 siswa. 2. Inti Pengalaman Tahap PAKEM : Pengalaman 6. Guru membagikan LKS dan siswa mengamati permasalahan yang ada pada LKS. 85 menit

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241 “Tersedia potongan kertas yang menggambarkan suatu kelompok tertentu pada setiap kelompok. Tugasmu adalah mengamati dan mendiskusikan kelompok tersebut dan tentukan sifat yang dimilikinya. Coba tuliskan hasil temuan kalian pada tabel berikut! No 7. Siswa Nama Kelompok mengamati Ciri khas yang dimiliki permasalahan dan menyelesaikan permasalahan dengan mengikuti petunjuk pada LKS untuk memahami penyajian himpunan. “ ”

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 8. Guru mendampingi siswa dalam memahami pengertian himpunan dan cara penyajian himpunan. Tahap PAKEM : Komunikasi 9. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Tahap PAKEM : Interaksi 10. Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusi. 11. Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa. 12. Siswa bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 3 Penutup 20 menit Refleksi: Tahap PAKEM : Refleksi 13. Siswa berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan, sebagai berikut: 1) Apa yang menarik dari pembelajaran hari ini? 2) Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3) Pilihlah salah satu emoticon yang menggambarkan perasaan kalian hari ini, dan jelaskan mengapa kalian memilih emoticon tersebut! Evaluasi: 14. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari, mengecek kembali pengetahan yang diperoleh siswa dengan

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243 memberikan pertanyaan tentang pengertian himpunan. “ 1. Dari kumpulan berikut mana yang merupakan himpunan dan bukan himpunan? a. Kumpulan makanan yang memiliki rasa enak. b. Kumpulan hewan berkaki empat. c. Kumpulan bilangan faktor dari 36. d. Kumpulan teman sekelasmu yang berpenampilan rapi.” 15. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu penyajian himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta. 16. Guru mengucapkan salam sebagai penutup proses pembelajaran. Pertemuan 2 ( 2 × 40 menit) No Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 1. Awal 10 menit 1. Guru menyampaikan salam, meminta siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa, mengecek kehadiran siswa, dan menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. 2. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu penyajian himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta. 3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai dan rencana kegiatan. Konteks 4. Untuk mengetahui pengetahuan awal siswa guru memberikan tampilan tentang penyajian himpunan yang akan diisi siswa sesuai dengan pengetahuan yang telah mereka dapat pada pertemuan sebelumnya dan hasil membaca untuk mempersiapkan materi dipertemuan selanjutnya.

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244 “Yuk, kita ingat kemarin sudah belajar apa? 1. Himpunan adalah ………………………………………………………… ……………….. 2. Ada 3 cara untuk menyajikan himpunan, yaitu: ................. ................. ................. 5. Guru membentuk siswa dalam kelompok kecil yang terdiri 4 – 5 siswa. 2. Inti 60 menit Pengalaman Tahap PAKEM : Pengalaman 6. Guru membagikan LKS dan siswa mengamati permasalahn yang ada pada LKS. “Agar lebih jelas dalam menyajikan himpunan dengan 3 cara. Lengkapilah tabel berikut ini.” 7. Siswa mengamati permasalahan dan menyelesaikan permasalahan bersama kelompok dengan mengikuti

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245 petunjuk pada LKS. “2. Empat orang siswa (Elmo, Bobby, Dedy, dan Jovi) memiliki tugas untuk menentukan anggota masing-masing himpunan yang diberi oleh guru matematikanya. Pertanyaan yang diberikan sebagai berikut. Tentukan anggota dari himpunan: a. Bilangan asli yang kurang dari 1. b. Bilangan bulat yang lebih dari 1 dan kurang dari 2. c. Bilangan genap yang habis dibagi 3. d. Bilangan prima yang merupakan bilangan genap. Bantulah ke-empat orang siswa tersebut untuk mengerjakan tugasnya! 3. Aan, Dila, dan Septia adalah 3 orang siswa yang diberi tugas oleh Pak Taufiq untuk menuliskan 3 himpunan semesta yang mungkin dari masing-masing himpunan berikut. A = {1, 2, 3, 4, 5} B = {2, 3, 5, 7, 9} C = {-2, -1, 0, 1, 2,} Setelah pembagian oleh Pak Taufiq, Aan mendapat himpunan A, Dila mendapat himpunan B, dan Septia mendapat himpunan C. Bantulah Aan, Dila, dan Septia menyelesaikan tugasnya” 8. Guru mendampingi siswa dalam menyajikan himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta. Tahap PAKEM : Komunikasi 9. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Tahap PAKEM : Interaksi 10. Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusi. 11. Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa. 12. Siswa bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 3 Penutup Refleksi: Tahap PAKEM : Refleksi 13. Siswa berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan mengajukan 10 menit

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246 beberapa pertanyaan, sebagai berikut: 1. Ungkapkan perasaanmu setelah mempelajari materi hari ini dengan gambar dan jelaskan maksudnya! 2. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3. Apa niat yang akan kalian lakukan (terkait nilai kepedulian) setelah mempelajari materi hari ini? Aksi: 14. Siswa membuat alat peraga “Venn Fun” sesuai petunjuk yang terdapat dalam LKS dan dibawa pada pertemuan berikutnya sebagai tugas aksi! Evaluasi: 15. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari, mengecek kembali pengetahuan yang diperoleh siswa dengan memberikan pertanyaan tentang penyajian himpunan. 1. 2. A adalah himpunan bilangan prima kurang dari 20. Tuliskan penyajian himpunannya dengan menggunakan menuliskan anggotanya. Himpunan S = {1, 2, 3, 4, 6, 9,12, 18, 36}. Maka himpunan semesta yang mungkin adalah... 19. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu diagram Venn, kardinalitas himpunan dan himpunan bagian! 20. Guru mengucapkan salam sebagai penutup proses pembelajaran. Pertemuan 3 (3 × 40 menit)

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247 No Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 1. Awal 15 menit 1. Guru menyampaikan salam, meminta siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa, mengecek kehadiran siswa, dan menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. 2. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu diagram Venn, kardinalitas himpunan dan himpunan bagian. 3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai dan rencana kegiatan. Konteks 4. Guru meminta siswa untuk mengeluarkan kertas dan mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari sebelumnya unt uk menggali konteks. “yuk, kita ingat kembali materi kita kemarin. 1. 2. 2. apa itu himpunan kosong? Sebutkan satu contohnya! Apa itu himpunan semesta? Sebutkan satu contohnya!” 4. Guru membentuk siswa dalam kelompok kecil yang terdiri 4 – 5 siswa. Inti Pengalaman Tahap PAKEM : Pengalaman 5. Guru membagikan LKS dan siswa mengamati permasalahn diagram Venn pada LKS dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan diagram Venn dan kardinalitas himpunan. “Berdasarkan diagram tersebut dapat dituliskan anggota dari himpunan berikut: a) Himpunan S = {… , … , … , … , … , … , … , … , … }. b) Himpunan A = { … , … , … , … }. 85 menit

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248 c) Himpunan B = { … , … , … , … }. d) Himpunan C yang anggotanya menjadi anggota A dan B, maka C = { … }. e) Himpunan D yang anggotanya menjadi anggota A atau B, maka D = { … , … , … , … , … , … , … }. f) Himpunan E yang anggotanya tidak menjadi anggota A maupun B, maka E = { … }. g) Himpunan F yang anggotanya hanya menjadi anggota A, maka F = { … , … , … }. h) Himpunan G yang anggotanya hanya menjadi anggota B, maka G = { … , … , … }.” 6. Siswa mengamati permasalahan dan menyelesaikan permasalahan bersama kelompok dengan mengikuti petunjuk pada LKS yang berkaitan dengan banyaknya anggota himpunan. “Untuk meryakan hari ulang tahun Pak Ibnu yang ke-50, dia mengajak istri dan kedua anaknya makan direstoran. Setelah tiba di restoran, mereka memesan makanan kesukaan masing-masing yang ada dalam daftar menu restoran tersebut. Pak Ibnu memesan ikan bakar, udang goreng, dan jus alpukat. Istrinya memesan ikan asam manis, bakso, dan jus terong belanda. Anak pertama Pak Ibnu memesan ikan bakar, bakso, dan jus alpukat. Anak kedua memesan bakso, ikan bakar dan jus terong belanda. a. Sebutkan anggota-anggota himpunan makanan kesukaan yang dipesan keluarga Pak Ibnu. b. Tuliskan seluruh anggota himpunan makanan yang dipesan keluarga Pak Ibnu. c. Adakah anggota keluarga Pak Ibnu yang memesan makanan yang sama? Jika makanan yang sama ditulis sekali, berapa banyak makanan berbeda yang dipesan oleh keluarga Pak Ibnu?” 7. Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan LKS dalam kelompok yang berkaitan dengan diagram Venn, kardinalitas himpunan dan himpunan kuasa. Tahap PAKEM : Komunikasi 8. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi.

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249 Tahap PAKEM : Interaksi 9. Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusi. 10. Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa. 11. Siswa bertanya mengenai materi yang masih belum dipahami. 3 Penutup Refleksi: Tahap PAKEM : Refleksi 12. Siswa berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan, sebagai berikut: 1) Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari materi hari ini? 2) Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3) Apa niat yang akan kalian lakukan (aksi yang mencerminkan nilai kepedulian) setelah mempelajari materi hari ini? Evaluasi: 13. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari, mengecek kembali pengetahuan yang diperoleh siswa dengan memberikan pertanyaan tentang diagram venn. 14. Guru memberikan lembar post test untuk mengetahui pengetahuan yang telah diterima siswa. 15. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu himpunan bagian, himpunan 20 menit

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 250 kuasa dan kesamaan dua himpunan. 16. Guru mengucapkan salam sebagai penutup proses pembelajaran. Pertemuan 4 (2 × 40 menit) No Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Awal 10 menit . 1. 1. Guru menyampaikan salam, meminta siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa, mengecek kehadiran siswa, dan menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. 2. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan. 3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai dan rencana kegiatan. Konteks 4. Guru terlebih dahulu menanyakan pada siswa tentang himpunan bagian “Apakah kalian bagian dari siswa kelas VII SMP N 1 Yogyakarta? Bagaimana dengan seluruh teman sekelasmu, apakah mereka juga bagian dari siswa kelas VII SMP N 1 Yogyakarta? Apakah sisa laki-laki dikelasmu merupakan himpunan bagian dari siswa kelas VII SMP N 1 Yogyakarta? Jelaskan!” 5. Guru membentuk siswa dalam kelompok kecil yang terdiri 4 – 5 siswa. 2. Inti 60 menit Pengalaman Tahap PAKEM : Pengalaman 6. Guru membagikan LKS dan siswa mengamati

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 251 permasalahan yang ada pada LKS. “Seluruh siswa kelas VII C SMP N 1 Yogyakarta berjumlah 32 orang yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. 10 siswa laki-laki gemar sepak bola, 5 siswa laki-laki gemar bola voli, 9 siswa perempuan gemar menari, dan 8 siswa perempuan gemar menyanyi. Jika S adalah himpunan semesta, A adalah himpunan siswa laki-laki, B adalah himpunan siswa perempuan, C adalah himpunan siswa laki-laki yang gemar sepak bola, D adalah himpunan siswa laki-laki yang gemar bola voli, E adalah himpunan siswa perempuan yang gemar menari, dan F adalah himpunan siswa perempuan yang gemar menyanyi. Tentukan semua himpunan bagian yang mungkin dari masalah tersebut dan gambarlah diagram Venn-nya.” 7. Siswa mengamati permasalahan dan menyelesaikan permasalahan bersama kelompok dengan mengikuti petunjuk pada LKS yang berkaitan dengan himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan. “2. Diberikan himpunan A = {1, 3, 5}. Berapa banyak semua himpunan bagian dari himpunan A dan sebutkan! 3. Diketahui himpunan A = {k, a, s, u, r} dan B = {r, u, s, a, k}. a. Selidiki apakah 𝐴 ⊂ 𝐵? b. Selidiki apakah 𝐵 ⊂ 𝐴? c. Perhatikan anggota himpunan A dan B, kesimpulan apa yang bisa kamu temukan? d. Apakah A ekivalen B?” 8. Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan LKS secara berkelompok. Tahap PAKEM : Komunikasi 9. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Tahap PAKEM : Interaksi 10. Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusi. 11. Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa.

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252 12. Siswa bertanya mengenai materi yang masih belum dipahami. 3 Penutup 10 menit Refleksi: Tahap PAKEM : Refleksi 13. Guru mengajak siswa untuk berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan, sebagai berikut: 1) Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 2) Apa yang telah kalian lakukan (terkait nilai kepedulian) selama berdiskusi kelompok? 3) Pilih salah satu gambar berikut yang menggambarkan perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini! Evaluasi: 14. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari. 1. 2. 3. P = {bilangan prima kurang dari 15}. Banyaknya himpunan bagian dari himpunan P adalah ... Q adalah kumpulan huruf-huruf yang menyusun kata PELAJAR, maka banyaknya himpunan bagian dari Q yang memiliki tiga anggota adalah .... Dua buah himpunan dikatakan sama jika .... 15. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu gabungan, irisan, komplemen dan selisih dari dua buah himpunan.

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 253 16. Guru mengucapkan salam sebagai penutup proses pembelajaran. Pertemuan 5 ( 3 × 40 menit) No Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Awal 15 menit . 1. 1. Guru menyampaikan salam, meminta siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa, mengecek kehadiran siswa, dan menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. 2. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu gabungan, irisan, komplemen dari dua buah himpunan, dan selisih dari dua buah himpunan. 3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai dan rencana kegiatan. Konteks 4. Guru terlebih dahulu menanyakan pada siswa apa yang telah dipelajari oleh siswa terkait irisan, gabungan, komplemen dari dua buah himpunan dan selisih dari dua buah himpunan. Kemudian guru memberikan pre test dalam bentuk gambar 5. Guru membentuk siswa dalam kelompok kecil yang terdiri

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 254 4 – 5 siswa. 2. Inti 85 menit Pengalaman Tahap PAKEM : Pengalaman 6. Guru membagikan LKS dan siswa mengamati permasalahn diagram Venn pada LKS dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan LKS tersebut. “Menggunakan alat peraga “Venn Fun” yang telah kalian buat pada pertemuan yang lalu, selesaikan soal berikut! 1. Diketahui A = {1, 3, 5, 7} dan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8} Tentukan: a) 𝐴 ∩ 𝐵 b) 𝐴 ∪ 𝐵 c) 𝐴𝐶 d) 𝐵𝐶 e) 𝐴 − 𝐵 f) 𝐵 − 𝐴 2. Diketahui: S = {bilangan asli kurang dari 15} P = {1, 2, 3, 4, 5, 6} Q = {5, 6, 7, 8, 9} Tentukan: a) 𝑃𝐶 b) 𝑄𝐶 c) (𝑃 ∩ 𝑄)𝐶 d) (𝑃 ∪ 𝑄)𝐶 3. Diketahui A = {a, b, c, d, e, f} dan B = {e, f, g, h, j}. tentukan: a) A – B b) B – A c) (A – B) A d) (A – B)  (B – A)” 7. Siswa mengamati permasalahan dan menyelesaikan permasalahan bersama kelompok dengan mengikuti petunjuk pada LKS. 8. Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan LKS dalam kelompok yang berkaitan dengan operasi himpunan. Tahap PAKEM : Komunikasi

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 255 9. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Tahap PAKEM : Interaksi 10. Kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusi. 11. Guru membimbing terjadinya konfirmasi dari hasil pekerjaan siswa. 12. Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang masih kurang jelas untuk bertanya. 3 Penutup 20 menit Refleksi: Tahap PAKEM : Refleksi 13. Siswa berefleksi tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan, sebagai berikut: 1) Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari materi hari ini? Gambarkan dan berikan penjelasan tentang gambarmu itu! 2) Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3) Apa yang kepedulian) telah kalian ketika lakukan berdiskusi (terkait kelompok nilai selama mempelajari materi himpunan? 4) Silahkan pilih salah satu dari ketiga gambar berikut untuk menunjukkan perasaan mempelajari materi himpunan. kalian selama

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256 Aksi: 14. Siswa membuat rangkuman materi satu bab himpunan dalam bentuk mind mapping (peta pikiran) yang akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Evaluasi: 15. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari. a. b. Petugas lalu lintas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara kendaraan bermotor. Hasilnya 25 orang memiliki SIM A, 30 orang memiliki SIM C, 17 orang memiliki SIM A dan SIM C, sedangkan 12 orang tidak memiliki SIM A maupun SIM C. Banyaknya pengendara bermotor yang di periksa adalah ... Pada suatu agen koran dan majalah terdapat 20 orang berlangganan koran dan majalah, 26 orang berlangganan majalah, dan 36 orang berlangganan koran. Banyaknya seluruh pelanggan agen tersebut adalah ... 16. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya yaitu ulangan harian tentang himpunan. 17. Guru mengucapkan salam sebagai penutup proses pembelajaran. h. Penilaian Hasil Pembelajaran 1. Teknik Penilaian: a. Sikap spiritual dalam bentuk 1) observasi/pengamatan, 2) penilaian diri, dan N o 1 2 3) penilaian teman. Teknik Observas i Observas i Bentuk Instrumen Jurnal Sikap Lembar Pengamata n / Butir Instrume n Lembar Jurnal Terlampi r Waktu Pelaksanaan Keterangan Setiap saat Saat pembelajara n Penilaian untuk dan pencapaian

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 257 Observasi 3 4 Penilaian Lembar diri penilaian diri berlangsung Terlampi r Setelah pembelajara n usai Penilaian Lembar Terlampi antar pengamata r teman n / observasi Setelah pembelajara n usai pembelajara n (assessment for and of learning Penilaian sebagai pembelajara n (assessment as learning) Penilaian sebagai pembelajara n (assessment as learning) b. Sikap sosial dalam bentuk 1) observasi/pengamatan, 2) penilaian diri, dan N o 1 2 3 4 3) penilaian teman Teknik Observas i Observas i Bentuk Instrumen Jurnal Sikap Lembar Pengamata n/ observasi sikap Butir Instrume n Lembar Jurnal Terlampi r Penilaian Lembar Terlampi diri pengamatan r / observasi Penilaian Lembar Terlampi antar pengamatan r teman / observasi Waktu Pelaksanaan Keterangan Setiap saat Saat pembelajara n berlangsung Penilaian untuk dan pencapaian pembelajara n (assessment for and of learning Saat Penilaian pembelajara sebagai n pembelajara berlangsung n / setelah (assessment usai as learning) Saat Penilaian pembelajara sebagai n pembelajara berlangsung n

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 258 / setelah (assessment usai as learning) c. Pengetahuan dalam bentuk 1) tes tertulis, dan 2) penugasan N o Teknik Tes tertulis Butir Instrume n Instrumen Terlampi tes r tertulis Bentuk Instrumen 1 Penugasa n 2 Lembar observasi penugasa n Terlampi r Waktu Pelaksanaan Saat pembelajara n berlangsung/ setelah usai Setelah pembelajara n usai Keterangan Penilaian untuk dan pencapaian pembelajara n (assessment for and of learning) Penilaian sebagai pembelajara n (assessment as learning) d. Ketrampilan dalam bentuk 1) penilaian produk, dan 2) penilaian proyek No Teknik Produk 1 Proyek 2 Bentuk Butir Waktu Keterangan Instrumen Instrumen Pelaksanaan Lembar Terlampir Saat Penilaian penilaian pembelajaran untuk, produk berlangsung sebagai, dan/atau pencapaian pembelajaran (assessment for, as, and of learning) Lembar Terlampir Selama atau Penilaian penilaian usai untuk, proyek pembelajaran sebagai, berlangsung dan/atau pencapaian pembelajaran (assessment

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 259 for, as, and of learning) 2. Pembelajaran Remidial a. Bimbingan perorangan jika siswa yang belum tuntas ≤ 20%. b. Belajar kelompok jika siswa yang belum tuntas antara 20% dan 50%. c. Pebelajaran ulang jika siswa yang belum tuntas ≥ 50% 3. Pembelajaran Pengayaan Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pengayaan untuk perluasan dan atau pendalaman materi (kopetensi) antara lain dalam bentuk tugas mengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi, meringkas buku referensi dan mewawancarai narasumber.

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 260 Lampiran 12 Bahan Ajar BAHAN AJAR Materi Himpunan A. Konteks 1. Coba sebutkan kumpulan atau kelompok yang kalian ketahui! 2. ................... ................... ................... 3. Apa itu himpunan kosong dan himpunan semesta? Berikan contohnya! 4. B. Pengalaman Guru memfasilitasi siswa belajar materi dengan menggunakan pendekatan PPR dengan model pembelajaran PAKEM dan berbantu alat peraga “Venn Fun”. 1. Pengertian himpunan dan cara penyajian himpunan menurut sifat yang dimilikinya 1) Tersedia potongan kertas yang menggambarkan suatu kelompok tertentu pada setiap kelompok. Tugasmu adalah mengamati dan

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 261 mendiskusikan kelompok tersebut dan tentukan sifat yang dimilikinya. 2) Coba tuliskan hasil temuan kalian pada tabel berikut! No Nama Kelompok Ciri khas yang dimiliki 3) Berdasarkan data yang kalian peroleh, coba tuliskan pengertian dari himpunan. …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………….. 4) Setiap hewan masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri, namun ciri-ciri tersebut ada yang sama, misalkan banyak kaki, jenis makanan, atau ciri lainnya. Coba tuliskan dalam tabel berikut ini! (sebutkan 5 nama hewan dari setiap ciri-ciri yang kalian ketahui) No Ciri-ciri Nama Hewan A Bertelur Ayam, Bebek, Ikan, Burung, Ular B C D E 5) Setiap kelompok hewan diatas, dapat diberi nama kelompok dengan huruf capital, misalnya A mewakili kelompok hewan yang bertelur, ditulis: A = {Ayam, Bebek, Ikan, Burung, Ular}. B = { ……… , ……… , ……… , ……… , ………} C =

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 262 D = E = 6) Selain dengan menyebutkan anggotanya, penyajian himpunan dapat dinyatakan dengan menuliskan sifat yang dimiliki anggotanya : a. A adalah himpunan hewan yang bertelur b. …………. c. …………. d. …………. 7) Perhatikan himpunan berikut! E = {3, 5, 7} F = {2, 3, 5, 7} G = {a, i, u, e, o} Himpunan tersebut dapat dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan sebagai berikut. E = {x | 1 < x < 8, x adalah bilangan ganjil} F = {y | ……………………...……} G = { …………………………………………..} 2. Penyajian himpunan dengan notasi pembentuk himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta No 1 2 3 4 5 6 1. Agar lebih jelas dalam menyajikan himpunan dengan 3 cara, Lengkapilah tabel berikut ini Dinyatakan dengan Dinyatakan dengan Dinyatakan dengan menyebutkan menuliskan sifat notasi pembentuk anggotanya keanggotaannya himpunan P = {bilangan asli yang kurang dari 10} K = {2, 3, 5, 7, 11, 13} L = {x | -5 < x ≤ 4, x  bilangan bulat} M = {bilangan asli ganjil yang kurang dari 16} N = {x | 3 < x ≤ 12, x  bilangan asli} O = {1, 2, 3, 4, 6, 12,

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 263 24} 7 P = {1, 4, 9, 16, 36} 2. Empat orang siswa (Elmo, Bobby, Dedy, dan Jovi) memiliki tugas untuk menentukan anggota masing-masing himpunan yang diberi oleh guru matematikanya. Pertanyaan yang diberikan sebagai berikut. Tentukan anggota dari himpunan: a. Bilangan asli yang kurang dari 1. b. Bilangan bulat yang lebih dari 1 dan kurang dari 2. c. Bilangan genap yang habis dibagi 3. d. Bilangan prima yang merupakan bilangan genap. Bantulah ke-empat orang siswa tersebut untuk mengerjakan tugasnya! 3. Aan, Dila, dan Septia adalah 3 orang siswa yang diberi tugas oleh Pak Taufiq untuk menuliskan 3 himpunan semesta yang mungkin dari masing-masing himpunan berikut. A = {1, 2, 3, 4, 5} B = {2, 3, 5, 7, 9} C = {-2, -1, 0, 1, 2,} Setelah pembagian oleh Pak Taufiq, Aan mendapat himpunan A, Dila mendapat himpunan B, dan Septia mendapat himpunan C. Bantulah Aan, Dila, dan Septia menyelesaikan tugasnya 3. Menggambar dan membaca diagram Venn, dan kardinalitas himpunan 1. Berdasarkan diagram tersebut dapat dituliskan anggota dari himpunan berikut:

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 264 i) Himpunan S = {……………………………………………..}. j) Himpunan A = { ……………………… }. k) Himpunan B = { ……………………… }. l) Himpunan C yang anggotanya menjadi anggota A dan maka C = { … }. m) Himpunan D yang anggotanya menjadi anggota A atau maka D = { ………………………. }. n) Himpunan E yang anggotanya tidak menjadi anggota maupun B, maka E = { … }. o) Himpunan F yang anggotanya hanya menjadi anggota maka F = { ……..}. p) Himpunan G yang anggotanya hanya menjadi anggota maka G = { …… }. B, B, A A, B, 2. Gambarlah diagram Venn jika himpunan S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} a) Himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan himpuna B = {7, 8, 9, 10} b) Himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan himpunan B = {1, 2, 3, 4} c) Himpunan A = {1, 2, 3} dan himpunan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} 3. Untuk meryakan hari ulang tahun Pak Ibnu yang ke-50, dia mengajak istri dan kedua anaknya makan direstoran. Setelah tiba di restoran, mereka memesan makanan kesukaan masing-masing yang ada dalam daftar menu restoran tersebut. Pak Ibnu memesan ikan bakar, udang goreng, dan jus alpukat. Istrinya memesan ikan asam manis, bakso, dan jus terong belanda. Anak pertama Pak Ibnu memesan ikan bakar, bakso, dan jus alpukat. Anak kedua memesan bakso, ikan bakar dan jus terong belanda. d. Sebutkan anggota-anggota himpunan makanan kesukaan yang dipesan keluarga Pak Ibnu. e. Tuliskan seluruh anggota himpunan makanan yang dipesan keluarga Pak Ibnu. f. Adakah anggota keluarga Pak Ibnu yang memesan makanan yang sama? Jika makanan yang sama ditulis sekali, berapa banyak makanan berbeda yang dipesan oleh keluarga Pak Ibnu?

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 265 4. Himpunan bagian, himpunan kuasa, dan kesamaan dua himpunan 1. Seluruh siswa kelas VII C SMP N 1 Yogyakarta berjumlah 32 orang yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. 10 siswa laki-laki gemar sepak bola, 5 siswa laki-laki gemar bola voli, 9 siswa perempuan gemar menari, dan 8 siswa perempuan gemar menyanyi. Jika S adalah himpunan semesta, A adalah himpunan siswa laki-laki, B adalah himpunan siswa perempuan, C adalah himpunan siswa laki-laki yang gemar sepak bola, D adalah himpunan siswa laki-laki yang gemar bola voli, E adalah himpunan siswa perempuan yang gemar menari, dan F adalah himpunan siswa perempuan yang gemar menyanyi. Tentukan semua himpunan bagian yang mungkin dari masalah tersebut dan gambarlah diagram Venn-nya. 2. Diberikan himpunan A = {1, 2, 3, 4}. Berapa banyak semua himpunan bagian dari himpunan A dan sebutkan! Alternatif jawaban: Himpunan-himpunan yang merupakan himpunan bagian dari A adalah sebagai berikut. a. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 0, yaitu {} b. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 1, yaitu {1}, ………….. c. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 2, yaitu {1, 2}, ………….. d. Himpunan bagian yang bahyak anggotanya 3, yaitu {1, 2, 3}………………. Jadi, banyaknya himpunan bagian dari A adalah … , yaitu { {} , {1}, ……….......} Dari hasil pengamatan soal diatas, maka dapat disimpulkan himpunan kuasa dari himpunan A adalah ……………………………………………….. 3. Diketahui himpunan A = {k, a, s, u, r} dan B = {r, u, s, a, k}. e. Selidiki apakah 𝐴 ⊂ 𝐵? f. Selidiki apakah 𝐵 ⊂ 𝐴? g. Perhatikan anggota himpunan A dan B, kesimpulan apa yang bisa kamu temukan?

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 266 h. Apakah A ekivalen B? Dari hasil penyelidikan dua himpunan A dan B dikatakan sama jika dan hanya jika …………………… 5. Irisan, gabungan, komplemen dan selisih himpunan Menggunakan alat peraga “Venn Fun” yang telah kalian buat pada pertemuan yang lalu, selesaikan soal berikut! 4. Diketahui A = {1, 3, 5, 7} dan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8} Tentukan: g) 𝐴 ∩ 𝐵 h) 𝐴 ∪ 𝐵 i) 𝐴𝐶 j) 𝐵 𝐶 k) 𝐴 − 𝐵 l) 𝐵 − 𝐴 5. Diketahui: S = {bilangan asli kurang dari 15} P = {1, 2, 3, 4, 5, 6} Q = {5, 6, 7, 8, 9} Tentukan: e) 𝑃𝐶 f) 𝑄 𝐶 g) (𝑃 ∩ 𝑄)𝐶 h) (𝑃 ∪ 𝑄)𝐶 6. Diketahui A = {a, b, c, d, e, f} dan B = {e, f, g, h, j}. tentukan: e) A – B f) B – A g) (A – B) A h) (A – B)  (B – A) C. Refleksi Guru mengajak siswa untuk berefleksi, melalui refleksi siswa diharapkan meyakini makna nilai yang terkandung dalam pengalaman. Guru memfasilitasi siswa dengan memberikan pertanyaan tentang pengalaman yang telah dialami siswa dalam proses pembelajaran. 1. Apa yang menarik dari pembelajaran hari ini? 2. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini?

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 267 3. Pilihlah salah satu emoticon yang menggambarkan perasaan kalian hari ini, dan jelaskan mengapa kalian memilih emoticon tersebut! D. Aksi Siswa mengerjakan tugas aksi yang berkaitan kemanusiaan yang mereka dapatkan dari pengalaman. 1) Siswa secara berkelompok membuat alat peraga Venn Fun sederhana terbuat dengan nilai dari kertas asturo dan kertas buffalo serta dihias. 2) Siswa secara mandiri membuat ringkasan materi himpunan dalam bentuk Mind Mapping dan kemudian dihias menurut kreativitas masing-masing siswa. E. Evaluasi Guru mengajak siswa untuk menuliskan rangkuman materi berdasarkan pemahaman masing-masing dalam bentuk Mind Mapping. Siswa diminta untuk mengerjakan ulangan harian. Daftar Pustaka a. Rahman As’ari, Abdur, dkk. 2017. Buku Guru Matematika Kelas VII Ed Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud, hal 111 – 188. b. Rahman As’ari, Abdur, dkk. 2017. Buku Siswa Matematika Kelas VII Semester 1 Ed Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud, halaman 109 – 192. c. Zaelani, Ahmad, dkk . 2006 . Pendalaman Kompetensi Matematika dan Uji Latih Mandiri . Bandung:CV. Yrama Widya, hal 99 – 120.

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 268 Lampiran 13 LKS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) LKS 1 Materi : Pengertian Himpunan dan menyajikan himpunan Waktu : … × 40 menit Nama Kelompok: Petunjuk: 1. Semua anggota kelompok harus bekerjasama dan bantulah temanmu yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi ini. 2. Kerjakan LKS berikut dengan teliti, sungguh-sungguh dan kumpulkan tepat waktu. 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan: 1. Competence (Pengetahuan) a) Siswa dapat menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya. b) Siswa dapat menentukan yang merupakan anggota dan bukan anggota dari suatu himpunan. c) Siswa dapat menyajikan himpunan dengan menuliskan sifat yang dimilikinya. 2. Consience (Suara Hati) a) Siswa dapat berpatisipasi aktif dalam diskusi kelompok serta dapat bekerjasama dan bertanggung jawab saat diskusi dalam kelompoknya. b) Siswa dapat menyebutkan anggota yang merupakan himpunan dan bukan himpunan secara tepat dan teliti. c) Siswa dapat menyajikan himpunan dengan menuliskan sifat yang dimilikinya secara tepat dan teliti. d) Siswa bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. e) Siswa bekerjasama dalam menyelesaikan semua tugas yang berkaitan dengan himpunan.

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 269 3. Compassion (Kepedulian) a) Siswa dapat menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. b) Siswa Peduli terdahadap kesulitan yang dihadapi teman dalam kelompok untuk memecahkan persoalan dan membantu teman selama proses pembelajaran. Konteks Sebelum kita memulai pembelajaran, coba kerjakan soal berikut! 4. Kesulitan apa yang kalian hadapi ketika belajar matematika baik di sekolah maupun di rumah? Mengapa? 5. Setelah belajar matematika bersama-sama pada bab bilangan kemarin, apa yang kalian harapkan dari pembelajaran matematika agar kalian merasa senang, nyaman dan mudah dalam mempelajari matematika? 6. Sebutkan kumpulan atau kelompok yang kalian ketahui! Pengalaman 1. Tersedia potongan kertas yang menggambarkan suatu kelompok tertentu pada setiap kelompok. Tugasmu adalah mengamati dan mendiskusikan kelompok tersebut dan tuliskan sifat yang dimilikinya. 2. Coba tuliskan hasil temuan kalian pada tabel berikut dan berilah tanda () pada kolom himpunan atau bukan himpunan! No Nama Kelompok Sifat yang dimiliki (jika merupakan himpunan)

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 270 3. Berdasarkan data yang kalian peroleh dan amati kumpulan yang termasuk himpunan dan bukan himpunan diatas, maka kalian dapat menyimpulkan: Himpunan adalah ………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………… 4. Setiap hewan masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri, namun ciri-ciri tersebut ada yang sama, misalkan banyak kaki, jenis makanan, atau ciri lainnya. Coba tuliskan dalam tabel berikut ini! (sebutkan 5 nama hewan dari setiap ciri-ciri yang kalian ketahui) No Ciri-ciri Nama Hewan A Bertelur Ayam, Bebek, Ikan, Burung, Ular B Melahirkan

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 271 C D Berkaki empat Herbivora Setiap kelompok hewan diatas, dapat diberi nama kelompok dengan huruf capital, misalnya A mewakili kelompok hewan yang bertelur, ditulis dengan cara penyajian himpunan dengan menyebutkan anggotanya (enumerasi) sebagai berikut: A = {Ayam, Bebek, Ikan, Burung, Ular}. B = { ……… , ……… , ……… , ……… , ………} C = D = 5. Selain dengan menyebutkan anggotanya, penyajian himpunan dapat dinyatakan dengan menuliskan sifat yang dimiliki anggotanya : e. A adalah himpunan hewan yang bertelur f. …………. g. …………. h. …………. 6. Perhatikan himpunan berikut! E = {3, 5, 7} F = {2, 3, 5, 7} G = {a, i, u, e, o} Himpunan tersebut dapat dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan sebagai berikut. E = {x | 1 < x < 8, x adalah bilangan ganjil} F = {y | ………………………………………………...……} G = { ……………………………………………………..} 7. Coba salah satu kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas! Refleksi Mari berefleksi pembelajaran hari ini! Silahkan setiap siswa menuliskannya pada kertas ini dan dikumpulkan! 4. Apa yang menarik dari pembelajaran hari ini? 5. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini terkait dengan nilai kepedulian?

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 272 6. Pilihlah salah satu emoticon yang menggambarkan perasaan kalian hari ini, dan jelaskan mengapa kalian memilih emoticon tersebut! Evaluasi Merangkum bersama guru tentang materi yang sudah dipelajari. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu cara menyajikan himpunan, himpunan semesta dan himpunan kosong.

(287) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 273 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) LKS 2 Materi : Penyajian himpunan, himpunan kosong dan himpunan semesta. Waktu : … × 40 menit Nama Kelompok: Petunjuk: 1. Semua anggota kelompok harus saring bekerjasama dan bantulah temanmu yang masih mengalami kesulitan. 2. Kerjakan LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan tepat waktu. 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan: 1. Competence (Pengetahuan) a) Siswa dapat menyajikan himpunan dengan notasi pembentuk himpunan. b) Siswa dapat menyebutkan himpunan kosong dari suatu himpunan. c) Siswa dapat menyebutkan himpunan semesta dari suatu himpunan. 2. Conscience (Suara Hati) a) Siswa teliti dalam menyajikan himpunan dengan notasi pembentuk himpunan. b) Siswa teliti dalam menyebutkan himpunan kosong dan himpunan semesta dari suatu himpunan. c) Siswa bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. d) Siswa mampu bekerja sama dalam kelompok untuk membantu teman dalam memecahkan persoalan. 3. Compassion (Kepedulian) a) Siswa dapat menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. b) Siswa peduli terhadap kesulitan yang dihadapi teman dalam kelompok untuk memecahkan persoalan dan membantu teman selama proses pembelajaran.

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 274 Konteks Yuk, kita ingat kemarin sudah belajar apa? 3. Himpunan adalah ………………………………………………………………………….. 4. Ada 3 cara untuk menyajikan himpunan, yaitu: ................................. ................................. ................................. No 1 2 3 Pengalaman 4. Agar lebih jelas dalam menyajikan himpunan dengan 3 cara, Lengkapilah tabel berikut ini Dinyatakan dengan Dinyatakan dengan Dinyatakan dengan menyebutkan anggotanya menuliskan sifat notasi pembentuk keanggotaannya himpunan P = {bilangan asli yang kurang dari 10} K = {2, 3, 5, 7, 11, 13} L = {x | -5 < x ≤ 4, x  bilangan bulat} 5. Empat orang siswa (Elmo, Bobby, Dedy, dan Jovi) memiliki tugas untuk menentukan anggota masing-masing himpunan yang diberi oleh guru matematikanya. Pertanyaan yang diberikan sebagai berikut. Tentukan anggota dari himpunan: e. Bilangan asli yang kurang dari 1. f. Bilangan bulat yang lebih dari 1 dan kurang dari 2.

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 275 g. Bilangan genap yang habis dibagi 3. h. Bilangan prima yang merupakan bilangan genap. Bantulah ke-empat orang siswa tersebut untuk mengerjakan tugasnya! Jawab: Bilangan yang tidak memikili anggota himpunan adalah ………………………………….. Oleh karena itu, himpunan yang tidak memiliki anggota dinamakan ……………………… 6. Aan, Dila, dan Septia adalah 3 orang siswa yang diberi tugas oleh Pak Taufiq untuk menuliskan 3 himpunan semesta yang mungkin dari masing-masing himpunan berikut. A = {1, 2, 3, 4, 5} B = {2, 3, 5, 7, 9} C = {-2, -1, 0, 1, 2,} Setelah pembagian oleh Pak Taufiq, Aan mendapat himpunan A, Dila mendapat himpunan B, dan Septia mendapat himpunan C. Bantulah Aan, Dila, dan Septia menyelesaikan tugasnya a) S = { ………………………………………………..} S = { ………………………………………………..} b) c)

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 276 Refleksi Mari berefleksi pembelajaran hari ini! 1. Ungkapkan perasaanmu setelah mempelajari materi hari ini dengan gambar dan jelaskan maksudnya! 2. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3. Apa niat yang akan kalian lakukan (terkait nilai kepedulian) setelah mempelajari materi hari ini? Silahkan setiap siswa menuliskannya pada lembar refleksi yang telah disediakan. Aksi PR! Membuat alat peraga “Venn Fun” Alat peraga “Venn Fun” Tujuan: memudahkan siswa memahami dan mempraktekan secara langsung kejadian-kejadian yang terjadi serta hubungan antar himpunan, seperti irisan, gabungan, maupun komplemen suatu himpunan pada Diagram Venn. Alat : 1. Gunting 2. Mistar 3. Jangka 4. Lem 5. Double tape 6. Spidol Bahan: 1. Kertas asturo ukuran minimal HVS F4 2. Kertas buffalo 1 lembar warna cerah Cara membuat: 1. Siapkan kertas asturo sebagai alasnya. 2. Potonglah kertas buffalo berbentuk lingkaran dengan jari-jari 7 cm. Dimana potongan kertas berbentuk lingkaran ini akan kita gunakan sebagai kurva tertutup yang menyatakan himpunannya. 3. Lalu buatlah beberapa potongan-potongan huruf (A sampai Z masingmasing huruf sebanyak 2 buah) dan angka (1 sampai 10, masing-masing

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 277 angka sebanyak 2 buah) dari kertas HVS lalu digunting berbentuk persegi dengan ukuran huruf 20. Dimana potongan huruf dan angka ini, nantinya akan kita gunakan untuk menyatakan anggota dari suatu himpunannya. 4. Selanjutnya potongan lingkaran yang tersedia kita tempel pada bagian tengah asturo seperti pada gambar berikut. 5. Kemudian beri nama kedua lingkaran A dan B yang menyatakan himpunan A dan himpunan B. Dan beri huruf S di pojok kiri atas yang menyatakan semesta pembicaraan, seperti pada gambar berikut. S A B 6. Hiaslah hasil pekerjaan kalian sebagai nilai tugas. Evaluasi Merangkum bersama guru tentang materi yang sudah dipelajari. Guru mengingatkan siswa untuk membuat aksi dan mempelajari materi berikutnya yaitu diagram Venn dan kardinalitas himpunan.

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 278 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) LKS 3 Materi : Diagram Venn dan kardinalitas himpunan. Waktu : 3 × 40 menit Nama Kelompok: Petunjuk: 1. Semua anggota kelompok harus saling bekerjasama dan bantulah temanmu yang masih mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran ini. 2. Kerjakan LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan tepat waktu. 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan: 1. Competence (Pengetahuan) a. Siswa dapat menggambarkan diagram Venn dari suatu himpunan. b. Siswa dapat membaca diagram Venn dari suatu himpunan. c. Siswa dapat menyebutkan kardinalitas dari suatu himpunan yang diberikan. 2. Conscience (Suara Hati) a. Siswa teliti dalam membaca diagram Venn. b. Siswa teliti dalam menyebutkan kardinalitas dari suatu himpunan yang diberikan. c. Siswa bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. d. Siswa mampu bekerja sama dalam kelompok untuk membantu teman dalam memecahkan masalah. 3. Compassion (Kepedulian) a. Siswa dapat menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. b. Siswa peduli terhadap kesulitan yang dihadapi teman dalam kelompok untuk memecahkan persoalan dan membantu teman selama proses pembelajaran.

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 279 Konteks Coba ingat kembali materi sebelumnya! 1. Apa itu himpunan kosong? Sebutkan satu contohnya! 2. Apa itu himpunan semesta? Sebutkan satu contohnya! Pengalaman 4. Berdasarkan diagram tersebut dapat dituliskan anggota dari himpunan berikut: q) Himpunan S = {… , … , … , … , … , … , … , … , … }. r) Himpunan A = { … , … , … , … }. s) Himpunan B = { … , … , … , … }. t) Himpunan C yang anggotanya menjadi anggota A dan B, maka C = { … }. u) Himpunan D yang anggotanya menjadi anggota A atau B, maka D = { … , … , … , … , … , … , … }. v) Himpunan E yang anggotanya tidak menjadi anggota A maupun B, maka E = { … }. w) Himpunan F yang anggotanya hanya menjadi anggota A, maka F = { … , … , … }. x) Himpunan G yang anggotanya hanya menjadi anggota B, maka G = { … , … , … }. 5. Gambarlah diagram Venn jika himpunan S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} d) Himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan himpuna B = {7, 8, 9, 10} e) Himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan himpunan B = {1, 2, 3, 4} f) Himpunan A = {1, 2, 3} dan himpunan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} 6. Untuk meryakan hari ulang tahun Pak Ibnu yang ke-50, dia mengajak istri dan kedua anaknya makan direstoran. Setelah tiba di restoran, mereka memesan makanan kesukaan masing-masing yang ada dalam daftar menu restoran tersebut. Pak Ibnu memesan ikan bakar, udang goreng, dan jus alpukat. Istrinya memesan ikan asam manis, bakso, dan jus terong belanda. Anak

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 280 pertama Pak Ibnu memesan ikan bakar, bakso, dan jus alpukat. Anak kedua memesan bakso, ikan bakar dan jus terong belanda. g. Sebutkan anggota-anggota himpunan makanan kesukaan yang dipesan keluarga Pak Ibnu. h. Tuliskan seluruh anggota himpunan makanan yang dipesan keluarga Pak Ibnu. i. Adakah anggota keluarga Pak Ibnu yang memesan makanan yang sama? Jika makanan yang sama ditulis sekali, berapa banyak makanan berbeda yang dipesan oleh keluarga Pak Ibnu? Jawab: a. Jika kalian perhatikan semua himpunan tersebut, banyak anggota himpunannya adalah ….. b. c. Banyak anggota himpunannya adalah ….

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 281 Berdasarkan keterangan diatas, bilangan 3 dan 8 menyatakan banyaknya anggota dari suatu himpunan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, bilangan yang menyatakan banyaknya anggota dari suatu himpunan dan dinotasikan dengan n(A) adalah …………………… Refleksi Mari berefleksi pembelajaran hari ini! 1. Bagaimana perasaaan kalian setelah mempelajari materi hari ini? 2. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3. Apa niat yang akan kalian lakukan (aksi yang mencerminkan nilai kepedulian) setelah mempelajari materi hari ini? Silahkan setiap siswa menuliskannya pada kertas ini dan dikumpulkan! Evaluasi Merangkum bersama guru tentang materi yang dipelajari Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi berikutnya yaitu himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan. Post test 1. Nyatakan himpunan berikut dengan cara mendaftar anggotanya! a. 𝑁 = {𝑧|𝑧 > 0, 𝑧 < 11, 𝑧 ∈ bilangan bulat genap} b. 𝑂 = {𝑥|3𝑥 + 7 = 10, 𝑥 ∈ bilangan bulat asli} 2. Apakah himpunan berikut termasuk himpunan kosong atau bukan? a. 𝐴 = {𝑥|𝑥 − 4 = −8, 𝑥 ∈ bilangan asli} b. 𝐵 = {𝑘|6 < 𝑘 < 12, 𝑘 ∈ bilangan cacah kelipatan 7} 3. Gambarlah diagram Venn dari keterangan berikut a. A adalah himpunan semua bilangan ganjil yang lebih dari 1 dan kurang dari 8 sedangkan himpunan semestanya adalah bilangan ganjil. b. B adalah himpunan semua bilangan prima yang kurang dari 10 sedangkan himpunan semestanya adalah bilangan prima.

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 282 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) LKS 4 Materi : Himpunan bagian, himpunan kuasa dan kesamaan dua himpunan. Waktu : … × 40 menit Nama Kelompok: Petunjuk: 1. Semua anggota kelompok harus saling bekerjasama dan bantulah temanmu yang masih mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran ini. 2. Kerjakan LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan tepat waktu. 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan: 1. Competence (Pengetahuan) a) Siswa dapat menyebutkan himpunan bagian dari suatu himpunan yang diberikan. b) Siswa dapat menyebutkan himpunan kuasa dari himpunan yang diberikan. c) Siswa dapat menyebutkan kesamaan dua himpunan. 2. Conscience (Suara Hati) a) Teliti dalam menyebutkan himpunan bagian dari suatu himpunan yang diberikan. b) Teliti dalam mengidentifikasi sifat-sifat operasi pada himpunan. c) Siswa bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. d) Siswa mampu bekerja sama dalam kelompok untuk membantu teman dalam memecahkan masalah. 3. Compassion (Kepedulian) a) Siswa dapat menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. b) Siswa peduli terhadap kesulitan yang dihadapi teman dalam kelompok untuk memecahkan persoalan dan membantu teman selama proses pembelajaran.

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 283 Konteks Apakah kalian bagian dari siswa kelas VII SMP N 1 Yogyakarta? Bagaimana dengan seluruh teman sekelasmu, apakah mereka juga bagian dari siswa kelas VII SMP N 1 Yogyakarta? Apakah sisa laki-laki dikelasmu merupakan himpunan bagian dari siswa kelas VII SMP N 1 Yogyakarta? Jelaskan! Pengalaman 4. Seluruh siswa kelas VII C SMP N 1 Yogyakarta berjumlah 32 orang yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. 10 siswa laki-laki gemar sepak bola, 5 siswa laki-laki gemar bola voli, 9 siswa perempuan gemar menari, dan 8 siswa perempuan gemar menyanyi. Jika S adalah himpunan semesta, A adalah himpunan siswa laki-laki, B adalah himpunan siswa perempuan, C adalah himpunan siswa laki-laki yang gemar sepak bola, D adalah himpunan siswa laki-laki yang gemar bola voli, E adalah himpunan siswa perempuan yang gemar menari, dan F adalah himpunan siswa perempuan yang gemar menyanyi. Tentukan semua himpunan bagian yang mungkin dari masalah tersebut dan gambarlah diagram Venn-nya. 5. Diberikan himpunan A = {1, 2, 3, 4}. Berapa banyak semua himpunan bagian dari himpunan A dan sebutkan! Alternatif jawaban: Himpunan-himpunan yang merupakan himpunan bagian dari A adalah sebagai berikut. e. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 0, yaitu {} f. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 1, yaitu {1}, .................... g. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 2, yaitu {1,2}, ................... h. Himpunan bagian yang bahyak anggotanya 3, yaitu {1, 2, 3}, ......................... Jadi, banyaknya himpunan abgian dari A adalah … , yaitu { {} , {1}, ................................................................................................} Dari hasil pengamatan soal diatas, maka dapat disimpulkan himpunan kuasa dari himpunan A adalah ……………………………………………….. 6. Diketahui himpunan A = {k, a, s, u, r} dan B = {r, u, s, a, k}. i. Selidiki apakah 𝐴 ⊂ 𝐵? j. Selidiki apakah 𝐵 ⊂ 𝐴?

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 284 k. Perhatikan anggota himpunan A dan B, kesimpulan apa yang bisa kamu temukan? l. Apakah A ekivalen B? Dari hasil penyelidikan dua himpunan A dan B dikatakan sama jika dan hanya jika …………………… Refleksi Mari berefleksi pembelajaran hari ini! 1. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 2. Apa yang telah kalian lakukan (terkait nilai kepedulian) selama berdiskusi kelompok? 3. Pilih salah satu gambar berikut yang menggambarkan perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini! Silahkan setiap siswa menuliskannya pada lembar refleksi ini dan kemudian dikumpulkan! Evaluasi Merangkum bersama guru tentang materi yang telah dipelajari. Guru mengingatkan siswa untuk membawa kembali alat peraga “Venn Fun” dan mempelajari materi selanjutnya yaitu irisan, gabungan, selisih dan komplemen dari suatu himpunan.

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 285 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) LKS 5 Materi : Irisan, gabungan, komplemen dan selisih dua himpunan. Waktu : … × 40 menit Nama Kelompok: Petunjuk: 1. Semua anggota kelompok harus saling bekerjasama dan bantulah temanmu yang masih merasa kesulitan dalam memahami pelajaran ini. 2. Kerjakan LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan tepat waktu. 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan: 1. Competence (Pengetahuan) a) Siswa dapat menentukan irisan dari dua himpunan. b) Siswa dapat menentukan gabungan dari dua himpunan. c) Siswa dapat menentukan komplemen dari dua himpunan. d) Siswa dapat menentukan selisih dari dua himpunan. 2. Consience (Suara Hati) a) Teliti dalam mengidentifikasi sifat-sifat operasi pada himpunan. b) Bertanggung jawab dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran. c) Mampu bekerjasama dalam kelompok untuk membantu teman dalam memecahkan persoalan. 3. Compassion (Kepedulian) a) Siswa dapat menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. b) Siswa dapat peduli terhadap kesulitan yang dihadapi teman dalam kelompok untuk memecahkan persoalan dan membantu teman selama proses pembelajaran.

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 286 Konteks Untuk mengetahui pemahaman kalian tentang operasi himpunan, yuk isi titik-titik untuk mengetahui mana diagram Venn yang menunjukkan irisan, gabungan, komplemen dan selisih dari dua himpunan! Pengalaman Menggunakan alat peraga “Venn Fun” yang telah kalian buat pada pertemuan yang lalu, selesaikan soal berikut! 7. Diketahui A = {1, 3, 5, 7} dan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8} Tentukan: m) 𝐴 ∩ 𝐵 n) 𝐴 ∪ 𝐵 o) 𝐴𝐶 p) 𝐵 𝐶 q) 𝐴 − 𝐵 r) 𝐵 − 𝐴 8. Diketahui: S = {bilangan asli kurang dari 15} P = {1, 2, 3, 4, 5, 6} Q = {5, 6, 7, 8, 9}

(301) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 287 Tentukan: i) 𝑃𝐶 j) 𝑄 𝐶 k) (𝑃 ∩ 𝑄)𝐶 l) (𝑃 ∪ 𝑄)𝐶 9. Diketahui A = {a, b, c, d, e, f} dan B = {e, f, g, h, j}. tentukan: i) A – B j) B – A k) (A – B) A l) (A – B)  (B – A) Refleksi Mari berefleksi pembeljaran hari ini! 1. Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari materi hari ini? Gambarkan dan beri penjelasan tentang gambarmu itu! 2. Apa yang telah kalian peroleh setelah mempelajari materi hari ini? 3. Apa yang telah kalian lakukan (terkait nilai kepedulian) ketika berdiskusi kelompok selama mempelajari materi himpunan? 4. Silahkan pilih salah satu dari ketiga gambar berikut untuk menunjukkan perasaan kalian selama mempelajari materi himpunan. Aksi Buatlah rangkuman materi satu Bab Himpunan dalam bentuk Mind Maping (Peta Pikiran) dan bawa pada pertemuan berikutnya. Evaluasi Merangkum bersama guru tentang materi yang sudah dipelajari. Guru mengingatkan siswa untuk mengerjakan tugas aksi dan memberi tahu pada pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan.

(302) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 288 Lampiran 14 Instrumen Penilaian Conscience dan Compassion A. Penilaian Conscience Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah tanggungjawab, dan bekerja sama. Indikator perkembangan sikap BERTANGGUNGJAWAB (dalam diskusi) selama pembelajaran sebagai berikut. 1. Sama sekali tidak ambil bagian dalam mengerjakan tugas yang diberikan dan acuh tak acuh pada saat berdiskusi. 2. Kurang baik jika sesekali ambil bagian mengerjakan tugas yang dberikan namun masih acuh tak acuh pada saat berdiskusi. 3. Cukup baik jika menunjukkan sikap ada usaha untuk ambil bagian menyelesaikan tugas namun terkadang masih acuh tak acuh pada saat berdiskusi. 4. Baik jika sudah menunjukkan sikap sering berusaha mengerjakan tugas yang diberikan tetapi belum konsisten saat berdiskusi. 5. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan pendapat dan pada saat berdiskusi konsisten. Indikator perkembangan sikap BEKERJASAMA (saat diskusi) selama pembelajaran sebagai berikut. 1. Tidak baik jika tidak ada usaha untuk mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama. 2. Kurang baik jika ada usaha untuk mengerjakan tugas kelompok namun masih diingatkan oleh guru maupun teman lain. 3. Cukup baik jika sudah menunjukkan ada usaha untuk mengerjakan tugas secara bersama-sama namun masih mendominasi. 4. Baik jika sudah menunjukkan usaha untuk mencoba mengerjakan tugas yang diberikan bersama-sama, namun belum konsisten. 5. Sangat baik jika sudah menunjukkan usaha untuk mengerjakan tugas yang diberikan bersama-sama dengan konsisten.

(303) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 289 No 1 2 3 Tanggung Jawab KB CB B Nama Kerja Sama KB CB B ... dst *) KB: Kurang Baik, CB: Cukup Baik, B: Baik B. Penilaian Compassion Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah saling menghargai dan kepedulian. Indikator perkembangan sikap SALING MENGHARGAI saat pembelajaran sebagai berikut. 1. Tidak baik jika siswa tidak mendengarkan pendapat teman kelompoknya dan memaksakan pendapatnya. 2. Kurang baik jika siswa tidak mendengarkan pendapat teman kelompoknya atau memaksakan pendapatnya. 3. Cukup baik jika siswa terlihat terpaksa mendengarkan dan mengikuti pendapat teman kelompok. 4. Baik jika siswa sudah menunjukkan terbuka mau menerima pendapat teman kelompok. 5. Sangat baik jika sudah menunjukkan sikap terbuka mau mendengarkan pendapat dan tidak memaksakan pendapatnya. Indikator perkembangan sikap PEDULI saat pembelajaran sebagai berikut. 1. Tidak baik jika siswa tidak peduli terhadap kesulitan teman dalam memecahkan masalah. 2. Kurang baik jika siswa kurang peduli terhadap teman yang kesulitan memecahkan masalah. 3. Cukup baik jika siswa ragu-ragu peduli kepada teman dalam memecahkan masalah. 4. Baik jika siswa sudah menunjukkan rasa peduli terhadap teman yang kesulitan dalam memecahkan masalah.

(304) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 290 Sangat baik jika sudah menunjukkan sikap peduli terhadap teman yang mengalami kesulitan menyelesaikan masalah dengan konsisten. No Nama 1 2 3 ... dst Peduli KB CB B *) KB: Kurang Baik, CB: Cukup Baik, B: Baik Saling Menghargai KB CB B

(305) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 291 Lampiran 15 Soal Ulangan Harian dan Pedoman Penskoran ULANGAN HARIAN 2 SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 NILAI Nama : .................................................. Kelas : .................................................. No. Absen : .................................................. NO SOAL 1 Jika W menyatakan himpunan bilangan asli kurang dari 15 dan prima maka himpunan W tersebut adalah ... a. b. c. d. 2 {2, 3, 5, 7, 11, 13} {2, 3, 5, 7} {3, 5, 7, 11, 13} {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14} Kumpulan-kumpulan himpunan adalah .... berikut ini yang bukan a. Kumpulan siswa yang tingginya kurang dari 150 cm. b. Kumpulan bilangan cacah antara 2 dan 10. c. Kmpulan siswa yang berbadan kurus. d. Kumpulan bilangan asli kurang dari 10. 3 4 Jika 𝑃 = {bilangan prima kurang dari 20} 𝑄 = {bilangan kelipatan 3 yang kurang dari 20} maka 𝑃 ∩ 𝑄 = ⋯. a. {3} b. {3, 15} c. {1, 3, 15} d. {1, 2, 3, 9, 15} Himpunan semesta untuk himpunan 𝐴= {1, 2, 3, 4, 5}, 𝐵 = {𝑥|𝑥 ≤ 2, 𝑥 ∈ bilangan bulat}, dan 𝐶 = {bilangan cacah yang kurang dari 30} adalah .... a. b. c. d. Himpunan bilangan asli Himpunan bilangan cacah Himpunan bilangan bulat Himpunan bilangan cacah yang kurang dari 30 PENYELESAIAN

(306) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 292 5 Diberikan diagram Venn yang menyatakan himpunan A dan B. A – B = .... a. {a, b} b. {c, d} 6 c. {e, f} d. {g, h} Diketahui 𝑆 = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, 𝐴 = {1, 2, 3, 5}, dan 𝐵 = {4, 5, 6}. Dengan cara mendaftar anggotanya, tentukan: a. (𝐴 ∩ 𝐵)𝐶 b. 𝐵 − 𝐴 c. 𝐴 ∪ 𝐵 7 Diketahui 𝐵 = {𝑥|3 < 𝑥 < 8, 𝑥 ∈ bilangan asli} 𝐶 = {𝑥|5 ≤ 𝑥 < 10, 𝑥 ∈ bilangan asli} Gambarlah diagram Venn-nya! 8 Dalam sebah ruangan, terdapat 50 orang yang hanya minum teh, 10 orang hanya minum kopi, 6 orang suka keduanya, dan 8 orang tidak suka keduanya. Jumlah orang dalam ruangan tersrbut adalah …. 9 Diantara sekelompok siswa yang terdiri atas 30 orang ternyata 18 orang suka menyanti, 20 orang suka menari dan 10 orang suka melakukan keduanya. a. Gambarlah diagram Venn untuk menggambarkan keadaan diatas. b. Berpaa banyak siswa yang tidak suka menari dan tidak suka menyanyi? c. Berapa banyak siswa yang hanya suka menyanyi? d. Berapa banyak siswa yang hanya suka menari? 10 Dari 40 siswa, 18 siswa menyuka atletik, 15 siswa menykai senam, dan 6 siswa menyukai kedua-duanya. a. Tunjukkan pernyataan di atas dengan diagram Venn. b. Tentukan banyaknya siswa yang tidak

(307) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 293 menyukai atletik maupun senam. No 1 2 3 4 5 6 Pedoman Penskoran Soal Ulangan Harian Matematika Kunci Jawaban Skor A 1 C 1 A 1 D 1 B 1 𝑆 = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, 𝐴 = {1, 2, 3, 5}, 𝐵 = {4, 5, 6}. a. (𝐴 ∩ 𝐵)𝐶 (𝐴 ∩ 𝐵) = {5} (𝐴 ∩ 𝐵)𝐶 = {1, 2, 3, 4, 6, 7, 8} b. 𝐵 − 𝐴 = {4, 6} 7 𝐵 = {4, 5, 6, 7} 𝐶 = {5, 6, 7, 8, 9} B 8 9 2 8 9 𝑆 = 50 + 10 + 6 + 8 = 74 a. S 2 C 5 6 7 4 2 6 c. 𝐴 ∪ 𝐵 = {1, 2, 3, 4, 5, 6} S 2 2 menyanyi menari 8 10 2 10 x

(308) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 294 b. 𝑆 = 8 + 10 + 10 + 𝑥 30 = 28 + 𝑥 𝑥=2 2 8 c. Siswa senang menyanyi saja 18 − 10 = 8 orang d. Siswa yang senang menari saja 20 − 10 = 10 orang 10 a. S atletik 12 2 2 senam 6 2 9 4 x b. 𝑆 = 12 + 6 + 9 + 𝑥 40 = 27 + 𝑥 𝑥 = 13 Jumlah Skor 𝑛𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ = 2 27 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ × 100 27

(309) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Hasil Penilaian Conscience dan Compassion PENILAIAN CONSCIENCE Pertemuan-1 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA Percaya Diri KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tanggung Jawab KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bekerja Sama KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 295

(310) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 28 √ 6 √ 27 √ 7 √ √ 24 10 296

(311) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan 2 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ Percaya Diri KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tanggung Jawab KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bekerja Sama KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 297

(312) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 23 24 MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD √ √ √ √ √ √ 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO √ √ 26 27 28 29 30 31 32 33 34 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 28 √ √ √ 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 29 5 √ √ 24 10 Pertemuan 3 NO 1 2 3 4 5 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH Percaya Diri KB CB B √ √ √ √ √ Tanggung Jawab KB CB B √ √ √ √ √ Bekerja Sama KB CB B √ √ √ √ √ 298

(313) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO 26 27 28 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 299

(314) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 30 31 32 33 34 RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 28 √ √ 6 √ √ 22 √ 12 12 √ 22 Pertemuan 4 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN Percaya Diri KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tanggung Jawab KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bekerja Sama KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 300

(315) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO 26 27 28 29 30 31 32 33 34 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 18 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 16 √ √ 18 √ 16 12 √ 22 301

(316) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan 5 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ Percaya Diri KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tanggung Jawab KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bekerja Sama KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 302

(317) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 23 24 MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD √ √ √ 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO √ 26 27 28 29 30 31 32 33 34 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 14 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 √ √ 18 √ 16 7 √ 27 303

(318) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 304 PENILAIAN COMPASSION Pertemuan 1 NO NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO 26 27 28 29 30 31 32 33 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI Peduli KB CB √ √ B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Menghargai KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(319) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 305 34 ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL 19 √ 15 √ 24 10 Pertemuan 2 NO NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO 26 27 28 29 30 31 32 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI Peduli KB CB √ √ B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Menghargai KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(320) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 306 33 34 YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ 16 √ 18 √ √ 22 12 Pertemuan 3 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN Peduli KB CB √ √ B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Menghargai KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(321) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 307 32 33 34 VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ 16 √ 18 √ √ √ 18 16 Pertemuan 4 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA Peduli KB CB √ √ √ Menghargai KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(322) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 308 31 32 33 34 SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ 16 √ 18 12 √ √ √ √ 22 Pertemuan 5 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO Peduli KB CB √ √ B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Menghargai KB CB B √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(323) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 309 30 31 32 33 34 STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN TOTAL √ √ √ √ √ √ √ 12 √ 22 √ √ 18 16

(324) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 310 Lampiran 17 Hasil Scanning Lembar Observasi Pembelajaran 1. Pertemuan 1

(325) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 311

(326) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 312

(327) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 313 2. Pertemuan 2

(328) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 314

(329) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 315

(330) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 316

(331) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 317 3. Pertemuan 3

(332) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 318

(333) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 319

(334) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 320

(335) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 321 4. Pertemuan 4

(336) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 322

(337) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 323

(338) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 324

(339) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 325 5. Pertemuan 5

(340) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 326

(341) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 327

(342) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 328

(343) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 329 Lampiran 18 Hasil Scanning LKS

(344) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 330

(345) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 331

(346) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 332

(347) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 333

(348) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 334

(349) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 335

(350) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 336

(351) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 337

(352) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 338

(353) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 339

(354) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 340

(355) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 341

(356) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 342

(357) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 343 Lampiran 19 Hasil Scanning Lembar Jawab Ulangan Harian 1. Siswa pertama

(358) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 344

(359) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 345

(360) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 346 2. Siswa kedua

(361) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 347

(362) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 348

(363) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 349 3. Siswa ketiga

(364) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 350

(365) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 351

(366) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 352 Lampiran 20 Hasil Scanning Reflesi Siswa 1. Pertemuan 1

(367) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 353 2. Pertemuan 2

(368) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 354 3. Pertemuan 3

(369) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 355 4. Pertemuan 4

(370) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 356 5. Pertemuan 5

(371) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 Hasil Scanning Aksi Siswa 357

(372) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 358

(373) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 359

(374) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 360

(375) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 361

(376) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 362

(377) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 363

(378) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 364 Lampiran 22 Wawancara Hasil Analisis Kebutuhan Daftar Pertanyaan Kurikulum apa yang digunakan oleh sekolah? Model pembelajaran apa yang sering digunakan dalam pembelajaran matematika? Bagaimana respon siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan selama proses pembelajaran? Apakah sekolah sudah pernah menerapkan PPR? Jika sudah, bagaimana tanggapan terhadap penerapan PPR disekolah? Jawaban Guru Kurikulum di SMP 1 itu K-13 mbak. Kalau saya hanya menggunakan metode ceramah, terus diskusi kelompok dan tanya jawab mbak. Siswa itu paling senang kalau diskusi kelompok mbak. Sudah pernah mbak, menurut saya PPR itu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tapi ya kadang-kadang susah ya mbak mengkaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Apa metode yang sering ibu gunakan saat Sebenarnya tidak ada model yang menjelaskan materi segiempat? khususnya. Saya biasanya hanya menggunakan metode ceramha, tanya jawab dan diskusi kelompok. Bagaimana minat belajar siswa selama Minat siswa disini bagus mbak. Siswa mengikuti proses pembelajaran punya kemauan untuk belajar. matematika? Bagaimana pemahaman siswa mengenai Himpunan itu kan termasuk materi baru materi himpunan? to mbak, kalau bilangan kan sudah pernah waktu SD jadi tinggal mengulang saja. Kalau himpunan harus dari awal, harus pelan-pelan ngajarinnya. Apa saja masalah yang sering dihadapi Diagram Venn mbak, kan siswa itu malas siswa mengenai materi himpunan bu? kalau suruh gambar diagram Venn nah kadang mereka juga tidak paham memasukkan anggotanya pada diagram Venn. Karena mereka tidak bisa menggambar diagram Venn maka mereka jadi susah kalau disuruh menentukan operasi himpunan kayak gabungan, irisan, komplemen, dan selisih. Apakah siswa mampu menggunakan Nah itu mbak. Kan biasanya kalau soal materi himpunan dengan tepat dalam cerita himpunan itu berkaitan dengan menyelesaikan soal? diagram Venn, harus gambar diagramnya dulu baru bisa menyelesaikan soalnya, jadi ya masih merasa kesulitan. Apakah ibu menggunakan alat peraga Jarang mbak, karena alat peraga di dalam menjelaskan materi himpunan? sekolah terbatas, untuk himpunan juga belum ada alat peraganya. Padahal kalau ada alat peraganya lebih gampang menjelaskan diagram Venn mbak. Bagaimana respon siswa terhadap Siswa senang mba, apalagi kan penggunaan alat peraga pada proses matematika itu sesuatu yang tidak bisa

(379) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 365 pembelajaran matematika? Apakah disetiap akhir pembelajaran siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran? Bagaimana sistem penilaian yang dilakukan oleh ibu? (Tugas, Ulangan, Kuis) Apakah ibu sudah melakukan penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik? Apakah ibu sudah memberikan tugas sesuai dengan tujuan pembelajaran? dipegang kan mbak jadi kalau pakai alat peraga paling tidak siswa bisa memegang gitu mbak, lebih jelas. Kadang-kadang mbak, tidak setiap pertemuan, biasanya kalau refleksi dalam bentuk lisan. Iya mbak benar ada nilai tugas, ulangan, mid, UAS kadang kalau ada kuis ya nilai kuis. Itu semua dirata-rata mbak. Biasanya bobotnya sama semua. Sebenarnya kalau penilaian afektif itu sudah ada guru bidang studinya sendiri. Tapi sekarang itu setiap guru bidang studi harus menilai sikap siswa mbak. Jadi semacam buat jurnal pribadi kalau ada siswa yang bolos atau kalau disuruh diskusi malah ke kantin nah itu dibuatkan catatan mbak. Saya rasa sudah mbak.

(380) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 366 Lampiran 23 Observasi Analisis Kebutuhan INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DIKELAS SECARA UMUM Sekolah : SMP Negeri 1 Yogyakarta Kelas : VII B Materi : Bilangan Tanggal : Senin, 23 Juli 2018 Jam : 7-8 PETUNJUK: 1. Amati aktivitas guru di kelas dalam melaksanakan interaksi belajarmengajar! 2. Tuliskan tanda () pada kolom YA atau TIDAK sesuai keadaan yang diamati! No ASPEK YANG DIAMATI I. PRA PEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan 1 media. 2 Memeriksa kesiapan siswa. II. MEMBUKA PEMBELAJARAN 1 Melakukan kegiatan apersepsi. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan 2 rencana kegiatannya. III. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasaan Materi Pembelajaran 1 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang 2 relevan. 3 Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar. 4 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. B. Pendekatan/Strategi Pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan 1 kompetensi yang akan dicapai. 2 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. 3 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. YA TIDAK           

(381) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 367 4 5 6 7 8 C. 1 2 3 4 D. 1 2 3 4 5 6 E. 1 2 3 4 F. 1 2 3 IV. C. 1 2 D. 1 2  Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi.  Melaksanakan pembelajaran yang kontekstual. Mengakomodasi adanya keragaman budaya  Nusantara. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan  tumbuhnya kebiasaan positif. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu  yang telah dialokasikan. Pemanfaatan Media Pembelajaran/Sumber Belajar Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan  media.  Menghasilkan pesan yang menarik.  Menggunakan media secara efektif dan efisien.  Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. Pembelajaran yang Memicu dan Memelihara Keterlibatan Siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam  pembelajaran.  Merespons positif partisipasi siswa. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-sisa dan  siswa-siswa.  Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa.  Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa  dalam belajar. Penilaian Proses dan Hasil Belajar  Melakukan penilaian awal.  Memantau kemajuan belajar.  Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan  kompetensi. Penggnaan Bahasa  Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar.  Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.  Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. PENUTUP Refleksi dan Rangkuman Pembelajaran Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan  siswa.  Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa. Pelaksanaan Tindak Lanjut Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai  bagian remedi. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai  bagian pengayaan.

(382) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 368 Lampiran 24 Wawancara Setelah Uji Coba Transkripsi Wawancara Setelah Uji Coba Produk Keterangan P : Peneliti G : Guru 1. P : “Selamat siang, Bu Tika.” 2. G : “Selamat siang juga mbak.” 3. P : “Selama 5 pertemuan kemarin ibu sudah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan PPR, bagaimana perasaan dan pendapat ibu setelah melaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PPR?” 4. G : “Perasaan saya ya senang mbak. Bisa menambah wawasan saya, karena biasanya saya hanya menggunakan saintifik atau diskusi kelompok. Ternyata ada juga pendekatan menggunakan model refleksi, dengan proses pembelajaran seperti ini saya jadi tahu siswa itu bisa menangkap pembelajaran dengan baik atau tidak. Siswa senang atau tidak, semua bisa terlihat dari hasil refleksi siswa. Selain itu dengan adanya refleksi saya jadi belajar lagi mbak, kalau siswa merasa tidak senang ya saya berusaha mencari cara atau model yang lainnya.” 5. P : “Selanjutnya, apakah ibu merasa kesulitan selama melaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PPR ini? 6. G : “Tidak ada mbak karena sebelum-sebelumnya kan saya juga sudah pernah menggunakan PPR.” 7. P : “Bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran matematika secara keseluruhan dengan menggunakan pendekatan PPR? 8. G : “Pastinya senang mbak karena pembelajarannya beda dari waktu mereka di SD.” 9. P : “Apakah materi yang diajarkan selalu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari?” 10. G : “Iya mbak, saya selalu kaitkan dengan kehidupan sehari-hari diawal pembelajaran.” 11. P : “Bagaimana menurut ibu mengenai model pembelajaran PAKEM?” 12. G : “Bagus mbak, apalagi saya belum pernah menggunakan model seperti itu. Jadi siswa dituntut aktif dan berani mengkomunikasikan entah hasil diskusi, pertanyaan dan sebagainya. Kalau biasanya kan hanya diskusi kemudian ditunjuk siapa yang mau maju. Selain itu biasanya hanya guru yang membetulkan jawaban hasil presentasi, tetapi dengan model ini siswa diberi kesempatan untuk berpendapat lain.” 13. P : “Apakah pengalaman yang didapat oleh siswa mempengarui nilai-nilai kemanusiaan?” 14. G : “Iya mbak, terutama dalam bekerja sama dalam kelompok, menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.”

(383) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 369 15. P : “Bagaimana tanggapan ibu mengenai sikap siswa yang terbentuk selama proses pembelajaran menggunakan pendekatan PPR?” 16. G : “Siswa jadi lebih terbuka, untuk sikap siswa juga dinilai kan kemarin, jadi kelihatannya ada peningkatan mbak. Cenderung kan anak hanya mementingkan nilai. Contohnya kemarin waktu diskusi, banyak anak yang minta ganti kelompok karena tidak cocok kan mbak, tetapi karena dinilai sikap kerja samanya mereka juga bisa berdiskusi dengan baik.” 17. P : “Lalu bagaimana tanggapan ibu terkait perkembangan kognitif siswa setelah diberkan pembelajaran menggunakan pendekatan PPR?” 18. G : “Kalau kognitif ya lebih maju mbak, kan kemarin sudah diberikan lembar refleksi jadi kalau ada yang merasa kesulitan akan menulis disitu. Kan dari refleksi bisa dilihat juga perembangannya seperti apa, karena mereka menjelaskan sendiri apa yang mereka rasakan.” 19. P : “Apakah disetiap akhir pembelajaran siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah terlaksana?” 20. G : “Sudah mbak.” 21. P : “Apakah setelah refleksi ibu selalu memberian arahan kepada siswa untuk melakukan aksi sebagai tidak lanjut dari refleksi?” 22. G : “Iya mbak, tapi hanya secara lisan saja mbak.” 23. P : “Apakah siswa dapat memahami penyampaian materi Himpunan, dan apakah penggunaan media dan alat peraga membantu ibu dalam melaksanakan proses pembelajaran?” 24. G : “Iya mbak sangat bisa. Terutama karena menggunakan alat peraga apa itu Venn Fun ya. Saya sangat terbantu dengan adanya alat peraga, karena biasanya kan hanya dengan menggambar dipapan tulis, itu saja mereka masih tidak paham. Kalau alat peraga kan masing-masing bisa lihat langsung dan pegang langsung, jadi membantu sekali dalam pemahaman mereka.” 25. P : “Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media dan alat peraga selama proses pembelajaran berlangsung?” 26. G : “Mereka senang mbak. Karena mereka terlibat sendiri dalam menggunakan alat peraga yang diberian di setiap kelompok.” 27. P : “Apakah ibu mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian hasil belajar pengetahuan (competence) ? 28. G : “Tidak mbak.” 29. P : “Bagaimana hasil belajar siswa menggunakan pendekatan PPR?” setelah melaksanakan pembelajaran dengan

(384) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 370 30. G : “Sudah baik mbak, siswa tuntas semua. Saya kira akan banyak yang tidak tuntas terutama pada bagian soal cerita, ternyata dengan alat peraga kemarin siswa jadi lebih memahami mbak, jadi tidak merasa kesulitan ketika mengerjakan soal. Ya memang ada beberapa yang salahnya terletak pada bagian diagram Venn saja, tapi ya masih tuntas mbak.” 31. P : “Iya bu, terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang telah ibu berikan. Selamat siang Bu.” 32. G : “Iya mbak sama-sama. Selamat siang juga.” Lampiran 25 Wawancara Siswa

(385) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 371 Transkripsi Wawancara Siswa (Kelompok Atas) Keterangan P : Peneliti S8 : Siswa ke delapan S15 : Siswa ke 24 SS : Semua siswa 1. P : “Hallo, selamat siang. Apa kabar?” 2. SS : “Halo juga mbak, baik.” 3. P : “Nah, kemarin kan kalian sudah mempelajari tentang himpunan kan?” 4. SS : “Sudah mbak.” 5. P : “Coba apa saja yang sudah kalian pelajari pada materi himpunan? Masih ingat tidak?” 6. S15 : “Anu mbak, diagram Venn, trus yang gabungan gabungan itu.” 7. S8 : “Himpunan itu apa, penyajian himpunan, himpunan bagian, himpunan kosong dan semesta mbak.” 8. P : “Iya benar, menurut kalian bagaimana proses pembelajaran kemarin ketika mempelajari materi himpunan?” 9. S8 : “Senang mbak.” 10. P : “Senangnya karena apa?” 11. S8 : “Ya karena bisa berdiskusi. Yang susah jadi lebih mudah kalau dikerjakan bersamasama.” 12. P : “Kalau dito piye dit?” 13. S15 : “Ya gitu mbak, seneng tapi biasa aja juga.” 14. P : “Baiklah, menurut kalian nih, apa perbedaan proses pembelajaran yang dilakukan guru pada materi himpunan dengan proses pembelajaran matematika pada biasanya yang dilakukan oleh guru?” 15. S15 : “Kalau biasanya kan materinya dijelasin dulu, nah kemarin itu kan enggak mbak lah bingung awalnya. Tapi setelah diskusi jadi paham mbak.” 16. S8 : “Iya mbak, kalau kemarin itu malah kita yang mencari pengertian-pengertiannya. Biasanya kan udah dikasih tau misal himpunan itu apa, kemarin kita nyari tau sendiri pakai ngerjain soal LKS itu.” 17. P : “Oh begitu. Proses pembelajaran kemarin mengenai himpunan kita gunakan pendekatan PPR nih, nah pendekatan ini ada konteks itu waktu awal sebelum pembelajaran atau waktu Bu Tika memberi pertanyaan diawal, pengalaman waktu kalian diskusi kelompok, refleksi ya waktu kalian menuliskan refleksi, aksi waktu kalian membuat peta konsep, dan evaluasi waktu terakhir kayak merangkum hasil pembelajaran atau

(386) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 372 waktu post test. Apakah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR dapat membantu kalian dalam memahami materi himpunan?” 18. S8 : “Bisa mbak.” 19. S15 : “Kalau aku sih biasa aja mbak. Tapi ya yang diskusi-diskusi itu membantu sih, kan kita masing-masing orang punya pendapat sendiri, jadi yang awalnya ga tahu jadi tahu garagara dapat ilmu dari temennya.” 20. P : “Apakah dengan proses pembelajaran menggunakan PPR dapat meningkatkan minat belajar kalian terhadap pelajaran matematika baik disekolah maupun dirumah?” 21. S15 : “Sama aja sih mbak kalau aku. Soalnya aku bingung yang diagram-diagram Venn itu.” 22. S8 : “Biasa aja sih mbak. Karena dari dulu saya memang suka matematika.” 23. P : “Baik, pada saat pembelajaran kemarin kita menggunakan model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), ada tahapnya juga pengalaman waktu diskusi, komunikasi waktu kalian presentasi hasil diskusi konfirmasi waktu kalian ada yang beda pendapat trus tanya atau Bu Tika membetulkan jawaban, sama refleksi. Kira-kira tanggapa kalian terhadap model pembelajaran yang digunakan bagaimana?” 24. S8 : “Senang mbak, soalnya jadi diskusi kelompok terus, nggak bosan.” 25. S15 : “Kalau saya senangnya pas presentasi mbak, selain dinilai kan kita ditantang buat berani ngomong didepan umum, trus pas konfirmasi ya nah itu kalau ada yang beda jadi debat. Aku sudah debat hehehe.” 26. P : “Kalau tentang LKS bagaimana tanggapan kalian?” 27. S15 : “Menarik sih mbak, mudah dikerjakan.” 28. S8 : “Lumayan mbak, soalnya petunjukkan kadang mbingungi.” 29. P : “Lalu, apakah kalian mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh?” 30. S15 : “Kalau kelompokku selalu serius mbak, kalau enggak ya namanya ga tak tulis.” 31. S8 : “Kalau kelompokku ada yang serius ada yang cuma ngeliatin aja.” 32. P : “Apakah kalian menggunakan alat peraga yang tersedia dengan baik pada pembelajaran tentang himpunan kemarin?” 33. SS : “Iya mbak.” 34. P : “Apakah alat peraga itu membantu kalian dalam memaham materi himpunan?” 35. SS : “Iya.” 36. P : “Selanjutnya, kalian kemarin kan sudah mengikuti ulangan harian, bagaimana tanggapan kalian terhadap hasil yang kalian peroleh?” 37. S15 : ‘Wah mbak, nilaiku jadi bagus. Fix aku pinter mbak.” 38. S8 : “Iya mbak meningkat soalnya mudah kemarin.” 39. P : “Apakah kalian selalu menuliskan refleksi diakhir pembelajaran?” 40. SS : “Iya mbak.”

(387) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 373 41. P : “Menurut kalian ada tidak manfaat dari menulis refleksi itu?” 42. S15 : “Ada sih, kita jadi tahu apa saja yang udah dilakuin pas pelajaran tadi.” 43. S8 : “Curhat mbak, kalau ga bisa ditulis, trus refleksinya lucu beda dari yang sebelumnya.” 44. P : “Lucu? Bedanya apa?” 45. S8 : “Kalau biasanya kan suruh nulis panjang, kalau kemarin itu ada sih suruh nulis tapi ada suruh milih gambarnya kadang juga suruh gambar sendiri jadi ga bosan. Biasanya malas mbak suruh nulis refleksi.” 46. P : “Sikap-sikap apa saja yang kalian dapat waktu proses pembelajaran kemarin?” 47. S15 : “Kerja sama, menghargai pendapat orang.” 48. S8 : “Tanggung jawab sama pekerjaannya, terus membantu orang lain yang belum paham.” 49. P : “Kemudian, apakah nilai-nilaia atau sikap-sikap yang kalian dapatkan ketika proses pembelajaran seperti bertanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, percaya diri, atau peduli terhadap sesama sudah kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari?” 50. SS : “Sudah.” 51. P : “Kemarin kan disuruh buat aksi, nah kalian membuat apa?” 52. SS : “Peta Konsep mbak.” 53. P : “Kira-kira ada manfaatnya ga kalian buat peta konsep?” 54. S15 : “Mempermudah waktu belajar sebelum ulangan mbak.” 55. S8 : “Iya, jadi ga perlu baca satu buku lagi.” 56. P : “Ada kesulitan ga waktu kalian membuat aksi itu?” 57. SS : “Tidak mbak.” 58. P : “Bai, saya rasa informasi yang kalian berikan sudah lengkap. Terima kasih atas kesediaan kalian untuk diwawancara. Tetap semangat ya.” Transkripsi Wawancara Siswa (Kelompok Tengah) Keterangan P : Peneliti S18 : Siswa ke delapan belas S27 : Siswa ke dua puluh tujuh SS : Semua siswa 1. P : “Hallo, selamat siang. Apa kabar?” 2. SS : “Halo juga mbak, baik.” 3. P : “Nah, kemarin kan kalian sudah mempelajari tentang himpunan kan?” 4. SS : “Sudah mbak.” 5. P : “Coba apa saja yang sudah kalian pelajari pada materi himpunan? Masih ingat tidak?” 6. S18 : “Himpunan dan bukan himpunan, notasi pembentuk himpunan, diagram Venn.”

(388) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 374 7. S27 : “Gabungan, Irisan, komplemen, selisih mbak.” 8. P : “Iya benar, menurut kalian bagaimana proses pembelajaran kemarin ketika mempelajari materi himpunan?” 9. S8 : “Senang mbak.” 10. P : “Senangnya karena apa?” 11. S18 : “Ya karena bisa berdiskusi.” 12. S27 : “Ya gitu mbak, seneng tapi biasa aja juga.” 13. P : “Baiklah, menurut kalian nih, apa perbedaan proses pembelajaran yang dilakukan guru pada materi himpunan dengan proses pembelajaran matematika pada biasanya yang dilakukan oleh guru?” 14. S18 : “Lebih sering diskusi mbak” 15. S27 : “Iya mbak.” 16. P : “Oh begitu. Proses pembelajaran kemarin mengenai himpunan kita gunakan pendekatan PPR nih, nah pendekatan ini ada konteks itu waktu awal sebelum pembelajaran atau waktu Bu Tika memberi pertanyaan diawal, pengalaman waktu kalian diskusi kelompok, refleksi ya waktu kalian menuliskan refleksi, aksi waktu kalian membuat peta konsep, dan evaluasi waktu terakhir kayak merangkum hasil pembelajaran atau waktu post test. Apakah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR dapat membantu kalian dalam memahami materi himpunan?” 17. S27 : “Bisa mbak.” 18. S18 : “Kalau aku sih biasa aja mbak. Tapi ya yang diskusi-diskusi itu membantu sih, kan kita masing-masing orang punya pendapat sendiri, jadi sharing ilmu gitu” 19. P : “Apakah dengan proses pembelajaran menggunakan PPR dapat meningkatkan minat belajar kalian terhadap pelajaran matematika baik disekolah maupun dirumah?” 20. S18 : “Sama aja sih mbak kalau aku. Soalnya aku bingung yang himpunan bagian yang pakai segitiga-segitiga itu.” 21. S27 : “Biasa aja sih mbak.” 22. P : “Baik, pada saat pembelajaran kemarin kita menggunakan model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), ada tahapnya juga pengalaman waktu diskusi, komunikasi waktu kalian presentasi hasil diskusi konfirmasi waktu kalian ada yang beda pendapat trus tanya atau Bu Tika membetulkan jawaban, sama refleksi. Kira-kira tanggapa kalian terhadap model pembelajaran yang digunakan bagaimana?” 23. S18 : “Senang mbak, soalnya jadi diskusi kelompok terus, nggak bosan.” 24. S27 : “Kalau saya senangnya pas presentasi mbak, jadi berani ngomong didepan kelas.” 25. P : “Kalau tentang LKS bagaimana tanggapan kalian?” 26. S18 : “Menarik sih mbak, tapi petunjuknya ada yang mbingungi.”

(389) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 375 27. S27 : “Lumayan mbak.” 28. P : “Lalu, apakah kalian mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh?” 29. SS : “Iyaa mbak serius.” 30. P : “Apakah kalian menggunakan alat peraga yang tersedia dengan baik pada pembelajaran tentang himpunan kemarin?” 31. SS : “Iya mbak.” 32. P : “Apakah alat peraga itu membantu kalian dalam memaham materi himpunan?” 33. SS : “Iya.” 34. P : “Selanjutnya, kalian kemarin kan sudah mengikuti ulangan harian, bagaimana tanggapan kalian terhadap hasil yang kalian peroleh?” 35. S18 : “Semakin meningkat mbak.” 36. S27 : “Iya mbak meningkat soalnya gampang.” 37. P : “Apakah kalian selalu menuliskan refleksi diakhir pembelajaran?” 38. SS : “Iya mbak.” 39. P : “Menurut kalian ada tidak manfaat dari menulis refleksi itu?” 40. S18 : “Ada sih.” 41. S27 : “Jadi tahu apa yang belum dipahami.” 42. P : “Sikap-sikap apa saja yang kalian dapat waktu proses pembelajaran kemarin?” 43. S27 : “Kerja sama, menghargai.” 44. S18 : “Membantu menjelaskan teman yang belum paham.” 45. P : “Kemudian, apakah nilai-nilaia atau sikap-sikap yang kalian dapatkan ketika proses pembelajaran seperti bertanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, percaya diri, atau peduli terhadap sesama sudah kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari?” 46. SS : “Sudah.” 47. P : “Kemarin kan disuruh buat aksi, nah kalian membuat apa?” 48. SS : “Peta Konsep mbak.” 49. P : “Kira-kira ada manfaatnya ga kalian buat peta konsep?” 50. S18 : “Kayak semacam ringkasan tapi dibuat menarik biar gampang belajarnya.” 51. S27 : “Iya, jadi tinggal baca satu lembar aja ga perlu liat dari buku.” 52. P : “Ada kesulitan ga waktu kalian membuat aksi itu?” 53. SS : “Tidak mbak.” 54. P : “Bai, saya rasa informasi yang kalian berikan sudah lengkap. Terima kasih atas kesediaan kalian untuk diwawancara. Tetap semangat ya.” Transkripsi Wawancara Siswa (Kelompok Bawah)

(390) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 376 Keterangan P : Peneliti S10 : Siswa ke sepuluh S12 : Siswa ke dua belas SS : Semua siswa 1. P : “Hallo, selamat siang. Apa kabar?” 2. SS : “Halo juga mbak.” 3. P : “Nah, kemarin kan kalian sudah mempelajari tentang himpunan kan?” 4. SS : “Sudah mbak.” 5. P : “Coba apa saja yang sudah kalian pelajari pada materi himpunan? Masih ingat tidak?” 6. S12 : “Diagram Venn.” 7. S27 : “Penyajian himpunan, himpunan semesta dan kosong, himpunan bagian, sama gabungan irisan, komplemen, selisih.” 8. P : “Iya benar, menurut kalian bagaimana proses pembelajaran kemarin ketika mempelajari materi himpunan?” 9. S12 : “Senang mbak.” 10. P : “Senangnya karena apa?” 11. S12 : “Ya karena bisa berdiskusi. Ga bosen soale biasanya ndengerin trus ngerjain tugas aja” 12. S10 : “Ya gitu mbak, seneng tapi biasa aja juga.” 13. P : “Baiklah, menurut kalian nih, apa perbedaan proses pembelajaran yang dilakukan guru pada materi himpunan dengan proses pembelajaran matematika pada biasanya yang dilakukan oleh guru?” 14. S12 : “Lebih sering diskusi mbak” 15. S10 : “Lebih enak diskusi mbak, ada alat peraganya kemarin.” 16. P : “Oh begitu. Proses pembelajaran kemarin mengenai himpunan kita gunakan pendekatan PPR nih, nah pendekatan ini ada konteks itu waktu awal sebelum pembelajaran atau waktu Bu Tika memberi pertanyaan diawal, pengalaman waktu kalian diskusi kelompok, refleksi ya waktu kalian menuliskan refleksi, aksi waktu kalian membuat peta konsep, dan evaluasi waktu terakhir kayak merangkum hasil pembelajaran atau waktu post test. Apakah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PPR dapat membantu kalian dalam memahami materi himpunan?” 17. S12 : “Bisa mbak.” 18. S10 : “Kalau aku sih biasa aja mbak.” 19. P : “Apakah dengan proses pembelajaran menggunakan PPR dapat meningkatkan minat belajar kalian terhadap pelajaran matematika baik disekolah maupun dirumah?” 20. S12 : “Iya mbak.”

(391) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 377 21. S10 : “Biasa aja sih mbak. Soalnya dari dulu ya aku biasa aja sama matematika nggak seneng nggak benci juga.” 22. P : “Baik, pada saat pembelajaran kemarin kita menggunakan model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), ada tahapnya juga pengalaman waktu diskusi, komunikasi waktu kalian presentasi hasil diskusi konfirmasi waktu kalian ada yang beda pendapat trus tanya atau Bu Tika membetulkan jawaban, sama refleksi. Kira-kira tanggapa kalian terhadap model pembelajaran yang digunakan bagaimana?” 23. S12 : “Senang mbak, soalnya jadi diskusi kelompok terus, nggak bosan.” 24. S10 : “Kalau saya senangnya pas diskusi sama refleksi. Soalnya jadi tahu apa yang kita udah lakuin pas dikelas trus ga bisanya bagian mana, jadi buat belajar lagi di rumah.” 25. P : “Kalau tentang LKS bagaimana tanggapan kalian?” 26. S10 : “Menarik sih mbak, tapi soalnya kadang mbingungi.” 27. S12 : “Menarik mbak.” 28. P : “Lalu, apakah kalian mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh?” 29. SS : “Iyaa mbak serius.” 30. P : “Apakah kalian menggunakan alat peraga yang tersedia dengan baik pada pembelajaran tentang himpunan kemarin?” 31. SS : “Iya mbak.” 32. P : “Apakah alat peraga itu membantu kalian dalam memaham materi himpunan?” 33. SS : “Iya.” 34. P : “Selanjutnya, kalian kemarin kan sudah mengikuti ulangan harian, bagaimana tanggapan kalian terhadap hasil yang kalian peroleh?” 35. S12 : “Semakin meningkat mbak. Dulu aku selalu remidi mbak, tapi sekarang enggak mungkin karena sering diskusi jadi banyak pengetahuan baru, dijelasin sama temen sendiri juga jadi lebih cepet pahamnya” 36. S27 : “Iya mbak meningkat.” 37. P : “Apakah kalian selalu menuliskan refleksi diakhir pembelajaran?” 38. SS : “Iya mbak.” 39. P : “Menurut kalian ada tidak manfaat dari menulis refleksi itu?” 40. S12 : “Ada mbak, biar tahu tadi belajar apa saja.” 41. S10 : “Jadi tahu apa yang belum dipahami. Sehingga waktu di rumah nanti bisa belajar lagi jadi besok tidak bingung lagi.” 42. P : “Sikap-sikap apa saja yang kalian dapat waktu proses pembelajaran kemarin?” 43. S12 : “Kerja sama, saling membantu.” 44. S10 : “Membantu menjelaskan teman yang belum paham, berani presentasi di depan juga.”

(392) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 378 45. P : “Kemudian, apakah nilai-nilaia atau sikap-sikap yang kalian dapatkan ketika proses pembelajaran seperti bertanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, percaya diri, atau peduli terhadap sesama sudah kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari?” 46. SS : “Sudah.” 47. P : “Kemarin kan disuruh buat aksi, nah kalian membuat apa?” 48. SS : “Peta Konsep mbak.” 49. P : “Kira-kira ada manfaatnya ga kalian buat peta konsep?” 50. S10: “Ada mbak, jadi mempersiapkan ulangannya lebih mudah, biasanya kan bolak-balik catatan tapi kadang ga nemu, kalau peta konsep cukup liat satu lembar sudah mencakup semua catatan.” 51. S12 : “Iya, memudahkan belajarnya.” 52. P : “Ada kesulitan ga waktu kalian membuat aksi itu?” 53. SS : “Tidak mbak.” 54. P : “Baik, saya rasa informasi yang kalian berikan sudah lengkap. Terima kasih atas kesediaan kalian untuk diwawancara. Tetap semangat ya.”

(393) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26 Daftar Nilai Siswa NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 NAMA ADITYA PRASTAWA RAMADHAN AHMAD YUSUF HAMDANY AISHA ZAFIRA ANINDYA ALFIAN REVA PUTRA ATHAYA FAUZIYYAH HANUN AZIZAH AURELIA ARIMBI SEKAR KINASIHING TYAS BERLIANA TSALITSA DEWA AGHNIA DAVINA FEBRILIA DANUTARA DIANA AMELIA PUTRI EGA ARISATYA FAIRUZ FATINA FAJAR SETIAWAN FILIPUS SATRIO DEWAKI TYASING SURYO GABRIELA PUTRI RATNANINGTYAS IMANUEL ADON PUTRA PRADITO IRENE MANGGAR NAKSATRAGINI MARIA AYUTA IMANUELA MEISYA HAMILTA MOHAMMAD ORVOLA KURNIAWAN MUHAMMAD ARDRA SENNA MUHAMMAD ASNY AR ROZZAQ 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 3 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 Skor Tiap Soal 5 6 7 1 4 2 1 5 2 1 4 2 1 6 2 1 6 2 1 3 2 1 4 2 1 6 2 1 4 0 1 2 2 1 6 2 1 1 2 0 6 2 1 6 2 1 4 2 1 6 2 0 6 1 0 6 2 1 4 2 1 6 2 0 6 2 8 2 2 1 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 9 8 5 4 8 4 8 8 8 8 5 8 8 8 8 8 8 8 5 7 8 8 10 4 4 4 2 2 2 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 1 1 2 Nilai Keterangan 88,9 85,2 74,1 85,2 77,8 81,5 92,6 100,0 85,2 70,4 100,0 70,4 88,9 100,0 92,6 96,3 85,2 77,8 74,1 88,9 88,9 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 379

(394) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 23 24 MUHAMMAD EVAN GAVRA MUHAMMAD HAYDAR MAJID NAJWA AFANINFYA MAHMUD 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 6 6 2 2 2 2 0 2 4 8 8 2 4 4 77,8 92,6 100,0 Tuntas Tuntas Tuntas 25 RADEN MAS LUTHFIANTO SURARJO WAHYU PRATOMO 1 1 1 1 1 6 2 2 4 2 77,8 Tuntas 26 27 28 29 30 31 32 33 34 RAFA NARARYA SUDJUDIMAN RANGGI DERMAWANSYAH RATNA MULYANINGTYAS RB HANAN ARKAN HAYYUNDITO STEFANUS GIOVANI PRADIPTA SYAIFUL RAHMAN VERONIKA REZALIANA SUKENDRO PUTRI YOHANA BERLIAN PUTRI ROSARI ZHAFIRA ULAYYA SYAFRIAN 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 6 2 6 2 2 2 4 4 4 2 1 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 8 8 2 8 8 8 8 8 6 4 4 4 2 4 4 4 2 2 96,3 74,1 77,8 74,1 74,1 74,1 92,6 85,2 74,1 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 380

(395) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 381 Lampiran 27 Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Ulangan Harian a. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Validitas Pilihan ganda 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Nomor Item 3 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 SKOR TOTAL 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 2 3 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 4

(396) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI VALIDITAS No Soal 1 2 3 4 5 N 34 34 34 34 34 ∑𝑋 31 32 33 30 28 ∑𝑌 154 154 154 154 154 ∑ 𝑋2 31 32 33 30 28 ∑ 𝑌2 714 714 714 714 714 ∑ 𝑋𝑌 144 147 150 140 133 ∑𝑋∑𝑌 4774 4928 5082 4620 4312 2 (∑ 𝑋) 961 1024 1089 900 784 2 (∑ 𝑌) 23716 23716 23716 23716 23716 Indeks Validitas 0,5346 0,3698 0,5805 0,5401 0,6847 Kategori Valid (Cukup) Valid (Cukup) Valid (Tinggi) Valid (Tinggi) Valid (Tinggi) Uji Validitas dengan membandingkan indeks validitas dengan r Moment-Product R Moment Product dengan N = 34 dan taraf signifikansi 5% yatu 0,355. Kesimpulan:  Soal UH Nomor 1 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,5346 > 0,355  Soal UH Nomor 2 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,3698 > 0,355  Soal UH Nomor 3 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,5805 > 0,355  Soal UH Nomor 4 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,5401 > 0,355  Soal UH Nomor 5 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,6847 > 0,355 382

(397) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 383 b. Validitas uraian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 6 4 5 4 6 6 3 4 6 4 2 6 1 6 6 4 6 6 6 4 6 6 6 6 6 6 6 2 6 2 2 2 4 4 4 7 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 0 2 2 2 2 Nomor Item 8 2 2 1 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 9 8 5 4 8 4 8 8 8 8 5 8 8 8 8 8 8 8 5 7 8 8 4 8 8 4 8 8 2 8 8 8 8 8 6 10 4 4 4 2 2 2 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 1 1 2 2 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 2 2 Skor Total 20 18 15 18 16 17 20 22 18 14 22 15 20 22 20 22 21 18 16 19 20 16 20 22 16 22 15 16 16 16 16 20 18 16

(398) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI VALIDITAS No Soal 6 7 8 9 10 N 34 34 34 34 34 ∑𝑋 157 62 57 238 108 ∑𝑌 622 622 622 622 622 ∑ 𝑋2 811 122 113 1764 380 ∑ 𝑌2 11590 11590 11590 11590 11590 ∑ 𝑋𝑌 2954 1140 1051 4430 2015 ∑𝑋∑𝑌 97654 38564 35454 148036 67176 2 (∑ 𝑋) 24649 3844 3249 56644 11664 2 (∑ 𝑌) 386884 386884 386884 386884 386884 Indeks Validitas 0,6072 0,3698 0,5805 0,5284 0,4443 Kategori Valid (Tinggi) Valid (Cukup) Valid (Tinggi) Valid (Tinggi) Valid (Cukup) Uji Validitas dengan membandingkan indeks validitas dengan r Moment-Product R Moment Product dengan N = 34 dan taraf signifikansi 5% yatu 0,355. Kesimpulan:  Soal UH Nomor 6 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,6072 > 0,355  Soal UH Nomor 7 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,3698 > 0,355  Soal UH Nomor 8 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,5805 > 0,355  Soal UH Nomor 9 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,5284 > 0,355  Soal UH Nomor 10 Valid dikarenakan 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dimana 0,4443 > 0,355 384

(399) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 385 2. Reliabilitas a. Reliabilitas pilihan ganda Nomor Item No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 Skor Total (𝑋) 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 2 5 5 5 5 4 4 5 5 4 2 5 4 4 4 5 5 4 Kuadrat Skor Total (𝑋 2 ) 16 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 16 16 25 25 16 4 25 25 25 25 16 16 25 25 16 4 25 16 16 16 25 25 16

(400) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 386 Jumlah jawab benar 31 32 33 30 28 Kuadrat jumlah jawab benar 961 1024 1089 900 784 153 Jumlah kuadrat jawab benar Jumlah jawab salah 3 4 709 4758 1 1 6 Sumber Variansi Jumlah Kuadrat d.b Varians Responden 4,1 33 0,124242424 Item 2,241176 4 0,560294118 Sisa 7,319538 132 0,055451044 Total 13,66071 169 15 Indeks Reliabilitas Kategori 0,5537 Reliabel (Sedang)

(401) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Reliabilitas uraian RELIABILITAS No Jumlah Soal Siswa 1 34 2 34 3 34 4 34 5 34 k 5 k-1 4 ∑𝑋 157 62 57 238 108 ∑ 𝑋2 811 122 113 1764 380 (∑ 𝑋) 2 24649 3844 3249 56644 11664 ∑𝑌 ∑ 𝑌2 (∑ 𝑌) 2 3432 365848 11778624 Variansi Butir Soal 2,5303 0,2630 0,5130 2,8824 1,0865 Jumlah Varians Nilai Varians 7,2752 571,114 Indeks Kategori Reliabilitas 0,7341 Reliabel (Tinggi) 387

(402) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 388 Lampiran 28 Hasil Scanning Kuesioner Respon Siswa

(403) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 389

(404) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 390

(405) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 391

(406) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 392

(407) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 393

(408) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 394 Lampiran 29 Hasil Scanning Post Test

(409)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran Matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif dan jigsaw tipe II pada topik prisma di kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
0
4
Pengembangan perangkat dan modul pembelajaran materi menghemat air berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IIIA SD Negeri Petinggen Yogyakarta.
0
0
133
Pengembangan perangkat pembelajaran dan modul materi pelestarian sumber daya alam berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IV A SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta.
0
3
168
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif yang mengakomodasi group investigation di kelas VIII SMP Negeri 1 Yogyakarta.
0
0
2
Implementasi paradigma pedagogi reflektif pada pembelajaran keterampilan berdiskusi siswa kelas VIII SMP N 8 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
0
1
175
Pengembangan perangkat dan modul pembelajaran materi menghemat air berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IIIA SD Negeri Petinggen Yogyakarta
1
5
131
Pengembangan perangkat dan modul pembelajaran menghemat energi listrik berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas III A SDN Petinggen Yogyakarta
0
1
159
Pengembangan perangkat pembelajaran dan modul materi pelestarian sumber daya alam berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IV A SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta
0
9
166
Pengembangan perangkat pembelajaran Matematika menggunakan paradigma pedagogi reflektif dan jigsaw tipe II pada topik prisma di kelas VIII E SMP Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015 2016
0
32
420
Pengembangan silabus dan materi pembelajaran menulis narasi untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok, Sleman, Yogyakarta tahun ajaran 2007/2008 berdasarkan pendekatan komunikatif - USD Repository
0
0
147
Tingkat keaktifan siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 dalam pembelajaran matematika pada topik kekongruenan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) - USD Repository
0
0
370
Pemanfaatan media komputer oleh guru dalam pembelajaran matematika dengan topik bahasan irisan dan gabungan dua himpunan kelas VII di SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
272
Pengembangan instrumen penilaian PKn dalam model pembelajaran pedagogi reflektif untuk siswa kelas III semester 2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
246
Efektivitas pembelajaran matematika berbasis paradigma pedagogi reflektif untuk topik sistem persamaan linear di kelas X2 SMA Kanisius Harapan Tirtomoyo Wonogiri tahun ajaran 2011/2012 pada aspek kompetensi matematika - USD Repository
0
0
207
Penerapan pembelajaran pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai organisasi pada siswa kelas V SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
178
Show more