Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Protista semester gasal di Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 - USD Repository

Gratis

0
0
171
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PROTISTA SEMESTER GASAL DI KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 2 NGAGLIK YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Bethista Sukma Cahyaningtyas 141434018 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” (Yeremia 17:7) HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini ku persembahkan untuk:  Tuhan Yesus Kristus  Alm. Papaku, Sukarman dan Mamaku, Magdalena Kusuma Wardani  Adikku, Anggara Sukma Yuwana  Segenap keluarga tercinta  Agustian Bandaso dan keluarga  Sahabat-sahabat yang ku kasihi (Biogaul) dan semua yang selalu mendoakan dan memberiku semangat  Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Biologi  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  Keluarga besar GKI Gejayan iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTU vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PROTISTA SEMESTER GASAL DI KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 2 NGAGLIK YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 Bethista Sukma Cahyaningtyas Universitas Sanata Dharma 2019 ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru Biologi SMA Negeri 2 Ngaglik , rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Protista disebabkan karena pembelajaran masih didominasi oleh guru dengan ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi Protista di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 dengan subyek penelitian sebanyak 29 siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, dan kuesioner. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL belum meningkatkan hasil belajar kognitif siswa di mana rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 40,2 dan siklus II sebesar 39,0 dengan skor n-gain = -1,8. Model ini belum meningkatkan hasil belajar afektif siswa juga di mana siklus I 75% termasuk kategori sedang dan 25% termasuk kategori rendah dan pada siklus II 25% termasuk kategori sedang, 63% termasuk kategori rendah, dan 13% termasuk kategori tinggi. Model ini juga belum meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 55% termasuk kategori tinggi dan 45% termasuk kategori sedang dan pada siklus II 31% termasuk kategori tinggi dan 69% termasuk kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning pada pada materi Protista belum meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta. Kata kunci: problem based learning, hasil belajar kognitif, hasil belajar kognitif, motivasi belajar, materi Protista. ABSTRAK vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) LEARNING MODEL IN THE ODD SEMESTER PROTISTA MATERIAL IN CLASS X MIPA 1 IN SENIOR HIGH SCHOOL 2 NGAGLIK YOGYAKARTA IN THE ACADEMIC YEAR 2018/2019 Bethista Sukma Cahyaningtyas Sanata Dharma University 2019 ABSTRACT Based on the observations and interviews conducted with Biology teachers at SMA Negeri 2 Ngaglik, the low motivation and student learning outcomes in Protista material were caused because learning was still dominated by teachers with lectures. This study aims to improve student motivation and learning outcomes by applying the Problem Based Learning learning model in Protista material in class X MIPA 1 Ngaglik 2 Public High School Yogyakarta. This type of research is Classroom Action Research conducted in two cycles. The study was conducted in November 2018 with the subjects of the study were 29 students of class X MIPA 1 Ngaglik 2 Public High School Yogyakarta. The data collection instruments used were test questions, observation sheets, and questionnaires. Data are analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that the application of the PBL model did not improve students' cognitive learning outcomes where the average learning outcomes in the first cycle were 40.2 and the second cycle was 39.0 with the score n-gain = -1.8. This model has not improved the affective learning outcomes of students also where the first cycle of 75% is in the medium category and 25% is in the low category and in the second cycle 25% is in the moderate category, 63% is in the low category and 13% is in the high category. This model also has not increased student learning motivation, namely in the first cycle of 55% including the high category and 45% including the medium category and in the second cycle 31% including the high category and 69% including the medium category. The conclusion of this study is the Problem Based Learning learning model in the Protista material has not increased the motivation and learning outcomes of students of class X MIPA 1 in Senior High School 2 Ngaglik Yogyakarta. Keywords: problem based learning, cognitive learning outcomes, cognitive learning outcomes, learning motivation, Protista material. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, kasih, dan, karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Materi Protista Semester Gasal di Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019”. Skripsi ini diajukan dan disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa penyelesaian penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai dan memberikan kekuatan kepadaku untuk menyelesaikan skripsi ini. 2. Kedua orangtuaku alm. Sukarman dan Magdalena Kusuma Wardani dan segenap keluarga yang selalu memberikan semangat, doa, bahkan support yang terbaik untukku baik secara moril maupun materiil. 3. Ika Yuli Listyarini, M.Pd, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah dengan sabar membimbing dan membantu dalam penyusunan serta penyelesaian skripsi ini. 4. Kuswantini, S.Pd, selaku guru Biologi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik yang telah membantu dalam mewujudkan penelitian ini sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik. 5. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi, PakTri, Pak Sulis, Pak Kris, Romo Wir, Pak Tardhi, Bu Ika, Bu Nia, Bu Luisa, Bu Wiwid, Bu Nana, dan Bu Ratna yang sudah mendidik dan membimbing penulis untuk belajar dengan baik selama mengenyam pendidikan di Universitas Sanata Dharma. 6. Segenap staf Sekretariat JPMIPA yang telah membantu dalam segala proses. 7. Agustian Bandaso beserta keluarga yang selalu memberikan support, doa, dan saran-saran yang membangun. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Sahabat-sahabatku, Biogaul (Karisma, Cephin, Agata, Ebi, Erna, Viany, Estin, Merry, dan Jeane), komunitas Siap Tempur II, Septa, kak Kristin, Jill, DFJ, Tim Doa Pemuda GKI Gejayan, serta keluarga besar GKI Gejayan yang tidak henti-hentinya membantu, mendoakan, dan menyemangati saya. 9. Seluruh teman-teman Pendidikan Biologi 2014 atas dinamika dan semangatnya. 10. Siswa-siswi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik yang telah membantu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. 11. Semua pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu, penulis menerima segala kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis juga berharap skripsi ini dapat menjadi inspirasi maupun alat bantu bagi seluruh pendidik agar dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan metode atau model pembelajaran di dalam kelas. Penulis x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN............................................Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................Error! Bookmark not defined. ABSTRAK ........................................................................................................................ vii ABSTRACT....................................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ix DAFTAR ISI...................................................................................................................... xi DAFTAR TABEL............................................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah.......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 3 C. Batasan Masalah ..................................................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................................. 6 A. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ........................................................................... 6 B. Motivasi Belajar ...................................................................................................... 8 C. Hasil Belajar.......................................................................................................... 15 D. Model Pembelajaran Problem Based Learning .................................................... 16 E. Materi Protista ....................................................................................................... 19 F. Hasil Penelitian yang Relevan .............................................................................. 19 G. Kerangka Berpikir ................................................................................................. 21 H. Hipotesis ............................................................................................................... 23 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................................... 24 A. Jenis Penelitian...................................................................................................... 24 B. Setting Penelitian .................................................................................................. 24 xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Rancangan Penelitian ............................................................................................ 25 D. Instrumen Penelitian ............................................................................................. 29 E. Analisis Data ......................................................................................................... 33 F. Indikator Keberhasilan .......................................................................................... 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................. 40 A. Deskripsi Penelitian .............................................................................................. 40 B. Analisis Data ......................................................................................................... 60 C. Pembahasan........................................................................................................... 63 D. Keterbatasan Penelitian ......................................................................................... 70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................................................................ 72 A. Kesimpulan ........................................................................................................... 72 B. Saran ..................................................................................................................... 72 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 74 LAMPIRAN...................................................................................................................... 77 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ............ 18 Tabel 3.1 Kisi-Kisi Hasil Belajar Aspek Afektif .................................................. 31 Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Awal .......................................... 32 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Akhir ......................................... 32 Tabel 3.4 Kriteria Gain Ternormalisasi menurut Hake (1999) ............................. 35 Tabel 3.5 Penetapan Skor Ranah Afektif .............................................................. 36 Tabel 3.6 Kriteria Hasil Presentase Observasi Aspek Afektif .............................. 36 Tabel 3.7 Penetapan Skor Kuisioner ..................................................................... 37 Tabel 3.8 Pedoman Skor Motivasi Siswa ............................................................. 38 Tabel 3.9 Indikator Keberhasilan .......................................................................... 39 Tabel 4.1 Hasil Observasi Siklus I ........................................................................ 47 Tabel 4.2 Hasil Post Test Siswa Siklus I .............................................................. 48 Tabel 4.3 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I .......................................... 49 Tabel 4.4 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I terhadap Aspek ARCS .... 49 Tabel 4.5 Hasil Observasi Siklus II ...................................................................... 56 Tabel 4.6 Hasil Post Test Siswa Siklus II ............................................................. 57 Tabel 4.7 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II......................................... 57 Tabel 4.8 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II terhadap Aspek ARCS ... 58 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir .................................................................. 22 Gambar 3.1 Skema Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc Taggart ............ 25 Gambar 4.1 Gambar yang ditampilkan pada kegiatan apersepsi pertemuan pertama ............................................................................................ 44 Gambar 4.2 Gambar yang ditampilkan untuk menarik perhatian siswa dalam belajar............................................................................................... 45 Gambar 4.3 Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya45 Gambar 4.4 Gambar yang ditampilkan pada kegiatan apersepsi pertemuan kedua ......................................................................................................... 53 Gambar 4.5 Gambar yang ditampilkan untuk menarik perhatian siswa dalam belajar............................................................................................... 53 Gambar 4.6 Gambar yang ditampilkan untuk mengorientasi siswa pada masalah 54 Gambar 4.7 Suasana kelas saat post test siklus II dan salah satu kelompok yang kurang tertib dan tenang saat mengerjakan post test ....................... 55 Gambar 4.8 Grafik Perbandingan Rata-Rata Kognitif Siswa dan Selisih Skor Ngain terhadap Hasil Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II ....... 60 Gambar 4.9 Diagram Perbandingan Hasil Observasi Kelompok pada Siklus I dan Siklus II ............................................................................................ 61 Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II ............................................................................................ 62 Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Aspek ARCS pada Siklus I dan Siklus II .... 63 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus ............................................................................................... 77 Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................. 84 Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 ............................................................ 96 Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa (LKS) 2 ............................................................ 99 Lampiran 5 Kisi-Kisi Soal Post Test Siklus I ..................................................... 103 Lampiran 6 Soal Post Test I ................................................................................ 104 Lampiran 7 Kunci Jawaban dan Panduan Skoring Post Test Siklus I ................ 107 Lampiran 8 Kisi-Kisi Soal Post Test II ............................................................... 110 Lampiran 9 Soal Post Test II ............................................................................... 111 Lampiran 10 Kunci Jawaban dan Panduan Skoring Post Test Siklus II ............. 114 Lampiran 11 Lembar Observasi .......................................................................... 116 Lampiran 12 Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar Awal dan Akhir ................ 118 Lampiran 13 Kuesioner Motivasi Awal .............................................................. 119 Lampiran 14 Kuesioner Motivasi Akhir ............................................................. 122 Lampiran 15 Data Nilai Post Test Siklus I dan Siklus II .................................... 125 Lampiran 16 Data Hasil Observasi Siswa Siklus I ............................................. 126 Lampiran 17 Data Hasil Observasi Siswa Siklus II ............................................ 127 Lampiran 18 Data Hasil Motivasi Belajar Siswa Siklus I .................................. 128 Lampiran 19 Data Hasil Motivasi Belajar Siswa Siklus II ................................. 131 Lampiran 20 Contoh Hasil Pengerjaan LKS 1 oleh Siswa ................................. 134 Lampiran 21 Contoh Hasil Pengerjaan LKS 2 oleh Siswa ................................. 137 Lampiran 22 Contoh Hasil Pengerjaan Soal Post Test I oleh Siswa .................. 141 Lampiran 23 Contoh Hasil Pengerjaan Soal Post Test II oleh Siswa ................. 143 Lampiran 24 Contoh Pengisian Kuesioner Motivasi Awal oleh Siswa .............. 146 Lampiran 25 Contoh Pengisian Kuesioner Motivasi Akhir oleh Siswa ............. 149 Lampiran 26 Contoh Pengisian Lembar Observasi Siklus I ............................... 153 Lampiran 27 Contoh Pengisian Lembar Observasi Siklus II ............................. 155 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran Biologi merupakan salah satu bagian dari ilmu pengetahuan alam atau sains yang mempelajari tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Selama ini, penerapan pembelajaran Biologi umumnya masih memiliki kendala yaitu kurangnya siswa dalam memahami dan menyerap materi secara optimal. Kendala ini timbul karena pada umumnya proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Siswa di kelas hanya menjadi penerima informasi yang disampaikan oleh guru tetapi siswa sendiri seringkali masih belum benar-benar memahami apa yang disampaikan oleh gurunya tersebut. Sebab, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru masih kurang efektif. Guru kurang mengaitkan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dengan pembelajaran di sekolah. Akibatnya siswa menjadi kurang termotivasi untuk belajar, cenderung pasif di kelas, mudah bosan, kurang berpikir kreatif, dan bagi mereka kegiatan pembelajaran pun terlihat kurang menarik untuk mereka pelajari. Hal ini pun menyebabkan hasil belajar siswa pun menurun. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik, salah satu permasalahan yang dijumpai saat pembelajaran adalah kurangnya motivasi belajar siswa. Hal ini dikarenakan kebanyakan siswa masih belum sadar arti penting belajar itu sendiri bagi mereka. Selain itu, hal lain yang mendasari hal tersebut adalah pendapat siswa pada umumnya yang mengatakan bahwa mereka terlalu lelah dan penat mengikuti pembelajaran selama sehari. Apalagi sistem pembelajaran di sekolah saat ini menggunakan sistem pembelajaran full day yang sangat mempengaruhi motivasi belajar mereka. Kegiatan pembelajaran yang kurang menarik pun turut menyebabkan siswa menjadi mudah bosan dan malas belajar. Sehingga dampak yang dihasilkan sangat berpengaruh pada hasil 1

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 belajar mereka. Hal lainnya disebabkan oleh karena dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan metode pembelajaran berupa ceramah. Dari hasil wawancara guru pada pra penelitian, perolehan nilai untuk materi Protista pada tahun ajaran sebelumnya hanya 40% siswa yang dapat dikatakan tuntas. Adapun KKM SMA Negeri 2 Ngaglik untuk mata pelajaran Biologi kelas X adalah 65. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 26 Oktober 2019 siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik diketahui selama proses pembelajaran Biologi berlangsung terlihat pembelajaran didominasi oleh guru dengan penyampaian materi berupa ceramah. Dalam proses pembelajaran tersebut juga terlihat masih banyak siswa yang ramai, berjalan-jalan di dalam kelas, kurang aktif, dan hanya beberapa siswa saja yang memperhatikan penjelasan guru di depan kelas. Siswa juga terlihat jarang melakukan tanya jawab dengan guru meskipun guru beberapa kali memberikan kesempatan untuk tanya jawab. Guru juga selama ini dalam menyampaikan materi kurang memberikan contoh-contoh kontekstual yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang diberikan saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan pemberian contoh-contoh kontekstual tersebut, siswa akan lebih terbantu dalam memahami dan menyerap materi secara optimal. Apalagi jika contohcontoh kontekstual tersebut berkaitan dengan fenomena atau permasalahanpermasalahan yang biasa terjadi di lingkungan sekitar siswa atau lingkungan yang lebih luas. Berkaitan dengan hal-hal di atas, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat membantu guru untuk menyajikan materi pembelajaran Biologi khususnya Protista menjadi lebih menarik, atraktif, dan interaktif serta model pembelajaran yang mampu menggerakkan siswa menjadi lebih aktif dalam belajar. Bentuk penyajian materi Protista tersebut dapat berupa analisis suatu permasalahan di lingkungan sekitar siswa seperti misalnya, mengapa air kolam berwarna hijau, mengapa seseorang dapat mengalami demam tinggi setelah digigit nyamuk, dan lain sebagainya.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Dengan adanya bentuk penyajian materi tersebut, siswa akan lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan rasa ingin tahu siswa juga akan meningkat. Hal ini juga akan mengurangi siswa melakukan kegiatan yang tidak perlu selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu model yang dapat digunakan adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme yang di mana dalam fokus pembelajarannya adalah pada masalah yang dipilih (Suyitno, 2014). Melalui penggunaan model pembelajaran ini siswa akan menjadi lebih mudah dalam belajar apabila dihadapkan pada berbagai macam masalah yang ada di dalam kehidupan sehari-harinya lalu mengaitkannya dengan pembelajaran yang sudah diterima di kelas. Materi protista sendiri adalah materi yang meliputi tentang organisme mirip hewan, tumbuhan serta jamur. Karena materi ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa, maka dengan adanya model pembelajaran yang demikian diharapkan siswa bisa menjadi lebih optimal dalam memahami materi, aktif, tidak merasa bosan saat mengikuti pembelajaran Biologi di kelas, dan hasil belajar siswa pun menjadi meningkat. Sehubungan dengan uraian di atas, maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Materi Protista Semester Gasal di Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka rumusan masalahnya adalah: “Bagaimana hasil penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Protista semester gasal di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019?”

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 C. Batasan Masalah Batasan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. 2. Motivasi Belajar Motivasi belajar berkaitan dengan hal-hal yang menggerakkan siswa untuk mau belajar. Dalam penelitian ini kuesioner pembelajaran digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa. Kemudian, model pengukuran yang akan digunakan adalah model ARCS. Model ARCS adalah suatu strategi yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas siswa dalam belajar. Model ini terdiri dari empat komponen yang akan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung yaitu dari awal hingga akhir pembelajaran. Keempat komponen tersebut ialah Attention (perhatian), Relevamce (kegunaan), Confidance (kepercayaan diri), dan Satisfaction (kepuasan). Di dalam penelitian ini motivasi belajar siswa yang akan diteliti berkaitan dengan kesiapan siswa dalam pembelajaran, keseriusan siswa, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran (Fatimah dan Aziz A, 2013). 3. Hasil Belajar Penilaian/evaluasi hasil belajar yang dilakukan terbatas pada penilaian kognitif dan afektif saja, sebab dalam penelitian ini tidak dilakukan praktikum sehingga penilaian secara psikomotorik tidak dilakukan. 4. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah protista dengan kompetensi dasar 3.6 yaitu mengelompokkan Protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan dan 4.6 menyajikan laporan hasil investigasi tentang berbagai peran Protista dalam kehidupan.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 5. Model Pembelajaran Problem Based Learning Kegiatan yang akan dilakukan adalah siswa belajar dengan diperhadapkan pada berbagai macam permasalahan tentang Protista yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan mengaitkannya dengan pembelajaran yang sudah diterima di kelas. D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: “Mengetahui hasil penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Protista semester gasal di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019.” E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat: 1. Bagi Peneliti Dapat menjadikan penelitian ini sebagai suatu pengalaman untuk bekal di masa yang akan datang terutama dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. 2. Bagi Guru Dapat menambah pengetahuan serta informasi mengenai model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 3. Bagi Siswa Membantu siswa dalam memahami dan mempelajari materi Protista secara menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 4. Bagi Sekolah Sebagai evaluasi dalam pengembangan pembelajaran yang pernah dilakukan sebelumnya dengan mencoba inovasi yang baru seperti penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Arikunto (2002) melalui papapan penggabungan definisi dari tiga kata yakni, Penelitian + Tindakan + Kelas menjelaskan PTK sebagai berikut. 1. Penelitian dijelaskan sebagai kegiatan dalam mencermati objek menggunakan aturan metodologi tertentu yang bertujuan untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu dari suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. 2. Tindakan dijelaskan sebagai suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang mana di dalam penelitian berupa rangkain siklus kegiatan. 3. Kelas dijelaskan sebagai sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Berdasarkan penggabungan pengertian ketiga kata tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkandan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Penelitian Tindakan Kelas diperkenalkan pertama kali oleh ahli psikologi sosial asal Amerika, Kurt Lewin pada 1946. Inti gagasannya kemudian dikembangkan oleh ahli-ahli lainnya seperti Stephen Kemmis, Robin Mc Taggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan lainnya. Jenis penelitian ini sebenarnya dapat dilakukan di dalam bidang selain pendidikan seperti bidang manajemen, kesehatan, pengembangan organisasi, dan lain sebagainya. Hanya saja di dalam bidang pendidikan, penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro maupun mikro. Biasanya untuk skala mikro dilakukan di dalam 6

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 kelas pada saat berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasa tertentu pada suatu mata pelajaran. Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara berkesinambungan. Dengan demikian, PTK merupakan tugas dan tanggungjawab guru terhadap kelasnya sehingga ketika guru mau dan mampu melaksanakan PTK terdapat manfaat yang dapat dipetik oleh guru terkait dengan komponen pembelajaran. Manfaat tersebut antara lain adalah: 1. Sebagai inovasi dalam pembelajaran 2. Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas 3. Sebagai peningkatan profesionalisme guru Ditinjau dari karakteristiknya, PTK memiliki karakteristik antara lain: 1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional 2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya 3. Peneliti sekaligus sebagai praktisi dalam melakukan refleksi 4. Memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas instruksional 5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah beberapa siklus Model PTK yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model PTK dari Stephen Kemmis dan Mc Taggart. Model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Mc Taggart ini tampak masih begitu dekat dengan model yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Dikatakan demikian, karena dalam satu siklus terdiri dari empat komponen seperti yang dilakukan oleh Kurt Lewin yang meliputi Perencanaan (Planning), Aksi/Tindakan (Acting), Observasi (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Hanya saja, pada model Stephen Kemmis dan Mc Taggart setelah suatu siklus selesai dilakukan, khususnya setelah adanya refleksi, kemudian dilakukan perencanaan ulang

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 yang dilakukan pada siklus tersendiri. Demikian seterusnya, atau dengan beberapa kali siklus (Aqib, 2006). . B. Motivasi Belajar Pada umumnya, seseorang seringkali mengaitkan kata “motif” dengan kata “motivasi” untuk menjelaskan alasan seseorang melakukan sesuatu. Kata “motif” ini, biasanya diartikan sebagai upaya untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu. Selain itu, motif juga diartikan sebagai penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga motivasi dapat disimpulkan sebagai daya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu agar dapat mencapai tujuannya (Sardiman, 2008). Motivasi sendiri sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran siswa di dalam kelas terutama untuk mencapai tujuan belajar siswa. Menurut Kurniasih (2012) dalam jurnalnya, motivasi belajar diartikan sebagai alat penguat atau daya pendorong seseorang/siswa untuk membangun keinginan kuat di dalam dirinya agar dapat belajar aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam rangka merubah perilakunya baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan demikian, motivasi belajar menjadi salah satu faktor terpenting bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif di dalam kelas, sebab dengan adanya motivasi belajar siswa menjadi tergerak untuk melakukan kegiatan belajar. Selain itu, motivasi juga menjamin siswa untuk tetap belajar untuk mencapai tujuan atau cita-citanya (Sardiman, 2008). Seperti yang sudah diuraikan di atas sebelumnya bahwa motivasi belajar pada siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran khususnya untuk mencapai cita-citanya yaitu salah satunya dengan mendapatkan hasil belajar yang optimal. Sehingga untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal tersebut dibutuhkan adanya motivasi tepat. Semakin tepat motivasi yang diberikan, maka akan semakin berhasil pula pembelajaran itu. Jadi, motivasi

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar para siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, motivasi memiliki tiga fungsi yaitu: 1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi berfungsi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. 3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut (Sardiman, 2008). Setiap siswa memiliki dorongan tersendiri untuk mau belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari motivasi yang dimiliki oleh setiap individunya. Berikut merupakan ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi dalam belajar, menurut Revianandha (2013) dalam jurnalnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut. 1. Adanya hasrat serta keinginan untuk berhasil. 2. Adanya semangat dan kebutuhan dalam belajar. 3. Adanya harapan dan cita-cita di masa depan. 4. Adanya pemberian penghargaan dalam proses belajar. 5. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. 6. Adanya lingkungan yang kondusif yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan baik. Apabila seorang siswa memiliki ciri-ciri seperti di atas maka, dapat dikatakan bahwa siswa tersebut memiliki motivasi yang cukup kuat. Seorang siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda dengan seorang siswa yang memiliki motivasi yang rendah. Motivasi belajar sendiri terdiri dari dua macam yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Dalam jurnal Danar (2012) motivasi intrinsik adalah motivasi yang kuat yang berasal dari dalam diri seseorang tanpa adanya pengaruh dari luar yang bertujuan untuk mendorong seseorang melakukan suatu kegiatan. Semakin kuat motivasi yang dimiliki, maka akan semakin kuat juga langkah seseorang untuk mencapai tujuannya. Sedangkan

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk mencapai sesuatu yang diberikan oleh orang lain. Dengan demikian peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan untuk mendorong siswa agar tetap memiliki motivasi belajar dengan memberikan semangat dan sikap positif. Motivasi belajar seorang siswa juga tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menurut Revianandha (2013) dalam jurnalnya, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut penjelasannya: 1. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor-faktor yang dipengaruhi dari dalam diri seseorang. Faktor internal ini meliputi faktor fisik (nutrisi (gizi), kesehatan, dan fungsi-fungsi fisik (terutama panca indera)) dan faktor psikologis (berhubungan dengan aspek-aspek yang mendorong atau pun yang menghambat aktivitas belajar pada siswa). Faktor internal yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah faktor psikologis. 2. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. Faktor eksternal ini meliputi faktor non-sosial (meliputi keadaan udara (cuaca panas atau dingin), waktu (pagi, siang, malam), tempat (sepi, bising, atau kualitas sekolah tempat belajar), sarana dan prasarana atau fasilitas belajar) dan faktor sosial (meliputi faktor manusia (guru, konselor, dan orang tua), baik yang hadir secara langsung maupun tidak langsung (foto atau suara)). Faktor eskternal yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah faktor sarana dan prasarana, faktor sosial, dan faktor baik yang hadir secara langsung maupun tidak langsung Proses belajar akan berlangsung dengan baik, apabila guru mengajar dengan cara yang menyenangkan seperti bersikap ramah, memberikan perhatian kepada semua siswa, serta selalu membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Dari penjelasan di atas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar sangat besar pengaruhnya terhadap hasil usaha seseorang. Apabila usaha yang dilakukan siswa bersifat positif, menunjang serta berorientasi pada kegiatan belajar, maka motivasi belajar tersebut akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Dibutuhkan beberapa hal yang dapat digunakan sebagai cara untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa yang di antaranya adalah sebagai berikut (Sardiman, 2008) : 1. Memberi Angka Siswa pada umumnya mengetahui hasil belajarnya melalui nilai yang diperolehnya berupa angka yang diberikan oleh gurunya. Siswa yang mendapatkan nilai yang baik akan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi sedangkan siswa yang nilainya masih kurang baik mungkin akan frustasi atau malah menjadikannya sebagai pendorong motivasi untuk belajar lebih giat lagi. Dengan begitu pemberian nilai yang baik bagi siswa berpengaruh terhadap motivasi siswa yang bersangkutan untuk belajar. 2. Hadiah Hadiah yang dimaksud dalam hal ini adalah pemberian hadiah kepada siswa yang mendapatkan atau menunjukkan prestasi belajar yang baik. Hadiah ini dapat dikatakan sebagai motivasi bagi siswa yang berprestasi. Namun, hadiah tidak selalu demikian untuk siswa yang masih kurang prestasinya. Justru mereka akan merasa tidak senang sehingga pemberian hadiah ini pun tidak selalu bisa menimbulkan motivasi bagi siswa. 3. Saingan/Kompetisi Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong siswa dalam belajar. Namun, persaingan secara individual akan menimbulkan pengaruh yang kurang baik seperti rusaknya

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 hubungan persahabatan, perkelahian, pertentangan, atau persaingan antar kelompok belajar. 4. Ego-involvement Ego-involvement adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup penting bagi siswa karena dapat menumbuhkan kesadaran siswa betapa pentingnya tugas-tugas di sekolah dan mampu menerimanya sebagai tantangan sehingga dengan demikian mereka akan berusaha keras untuk menjaga harga dirinya agar dapat mencapai prestasi yang baik sebab, tugas yang diselesaikan dengan baik adalah simbol kebanggaan dan harga diri. 5. Memberi Ulangan Siswa seringkali akan menjadi lebih giat belajar apabila mengetahui akan ada ulangan. Pemberian ulangan merupakan salah satu sarana yang bertujuan untuk memotivasi siswa dalam belajar. Namun, harus diketahui oleh guru juga bahwa pemberian ulangan yang terlalu sering dapat mengakibatkan siswa mudah bosan karena terlalu seringnya pemberian ulangan tersebut dan bersifat rutinitas. Untuk itu, guru harus terbuka kepada siswanya apabila akan diadakan ulangan. 6. Mengetahui Hasil Ketika siswa mengetahui bahwa hasil belajar yang didapatkan mengalami peningkatan/kemajuan, hal ini akan mendorong siswa untuk terus belajar lebih giat lagi. Dengan begitu, siswa memiliki harapan bahwa hasilnya akan selalu meningkat. 7. Pujian Pujian yang diberikan kepada siswa terhadap hal-hal yang telah dilakukannya dengan berhasil akan besar manfaatnya bagi siswa karena sebagai pendorong belajar baginya. Pemberian pujian ini pun akan menimbulkan perasaan senang dan puas bagi siswa yang bersangkutan. 8. Hukuman Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan pemberian hukuman. Hukuman yang diberikan dalam hal ini

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 adalah sebagai reinforcement yang negatif apabila hukuman diberikan secara tepat dan bijak sehingga dapat menjadi alat motivasi bagi siswa. Oleh karena itu, guru harus benar-benar memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman. 9. Hasrat untuk Belajar Hasrat untuk belajar berarti adanya unsur kesengajaan untuk belajar atau ada maksud untuk belajar. Apabila dalam diri siswa terdapat hasrat untuk belajar, itu artinya dalam dirinya terdapat motivasi untuk belajar sehingga apabila hal tersebut ada dalam diri siswa tersebut maka hasil belajarnya akan lebih baik. 10. Minat Minat sangat erat hubungannya dengan motivasi. Motivasi ini akan muncul karena ada kebutuhan, begitu pun dengan minat sehingga tepatlah apabila minat merupakan alat motivasi yang pokok. 11. Tujuan yang Diakui Rumusan tujuan yang diakui dan diterima dengan baik oleh siswa adalah alat motivasi yang sangat penting. Karena dengan memahami tujuan tersebut akan timbullah gairah untuk terus belajar. Berdasarkan penjelasan di atas, hal-hal yang akan digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar dalam penelitian ini antara lain lebih difokuskan pada pemberian angka, hadiah, memberikan ulangan, mengetahui hasil, pujian, hasrat untuk belajar, dan minat. Prinsip-prinsip dari motivasi belajar antara lain Attention (perhatian), Relevamce (kegunaan), Confidance (kepercayaan diri), dan Satisfaction (kepuasan). Prinsip-prinsip ini biasa dikenal dengan prinsip-prinsip motivasi model ARCS. Prinsip-prinsip tersebut sangatlah penting untuk mempertahankan motivasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berikut adalah indikator dari keempat komponen tersebut (Setyaningsih, 2017).

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 1. Attention (perhatian) Perhatian merupakan dorongan rasa ingin tahu siswa yang disebabkan karena adanya rangsangan dari elemen-elemen yang baru/unik/lain dengan yang sudah ada. Pencapaian untuk komponen ini dapat dilihat dalam indikator seperti perhatian siswa saat pembelajaran sedang berlangsung, adanya ketertarikan siswa terhadap tujuan dan isi dari pelajaran yang akan dipelajari, dan kemauan untuk mempelajari materi pelajaran. 2. Relevance (relevansi) Relevansi merupakan adanya suatu hubungan yang ditunjukkan antara materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Indikator pencapaian pada komponen ini meliputi adanya kesadaran siswa terhadap manfaat mempelajari materi dan siswa mampu menghubungkan materi dengan keadaan nyata. 3. Confidance (kepercayaan diri) Kepercayaan diri adalah keadaan di mana siswa merasa mampu berinteraksi dengan lingkungan. Indikator pencapaiannya meliputi kemauan siswa dalam mempelajari isi materi pelajaran, kemauan siswa berlatih dan bekerja keras, memiliki usaha untuk menyelesaikan masalah dengan kemampuan sendiri, dan kesadaran siswa untuk tidak mencontek. 4. Satisfaction (kepuasan) Keberhasilan siswa dalam mencapai suatu tujuan yang akan menghasilkan kepuasan. Dengan keberhasilan tersebut siswa akan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut. Indikator pencapaiannya meliputi kepuasan siswa dalam memecahkan masalah, kepuasan siswa dalam keberhasilan menemukan solusi, serta kepuasan peserta didik memperoleh nilai baik. Untuk itu, berdasarkan penjelasan prinsip-prinsip di atas, kelima prinsip tersebut akan digunakan dalam penelitian ini untuk membantu melihat peningkatan motivasi belajar siswa.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 C. Hasil Belajar Belajar merupakan suatu interaksi seseorang terhadap lingkungannya yang akan menghasilkan suatu perubahan tingkah laku pada berbagai aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan tersebut diartikan sebagai terjadinya peningkatan atau pengembangan diri menjadi lebih baik dari sebelumnya yang berawal dari tidak tahu menjadi tahu (Hamalik, 2007). Untuk mengetahui hal tersebut maka dilakukan evaluasi atau penilaian yang merupakan proses tindak lanjut atau cara untuk mengukur tingkat penguasaan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Hasil dari evaluasi atau penilaian ini disebut dengan hasil belajar. Dengan demikian, guru dapat mengetahui seberapa jauh siswa memahami dan menangkap materi yang telah diberikan sehingga guru pun dapat menentukan strategi pembelajaran yang lebih baik. Menurut Bejamin S. Bloom, hasil belajar meliputi tiga aspek di antaranya adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik (Jihad dan Haris, 2013). Ranah kognitif berhubungan erat dengan kemampuan berpikir. Lalu ranah afektif mencakup watak perilaku, seperti sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Sedangkan ranah psikomotorik berhubungan dengan aktivitas fisik seperti halnya menulis, melompat, dan sebagainya (Ratnawulan, 2015). Dalam penelitian ini aspek yang akan dinilai adalah pada aspek kognitif dan afektif saja karena mengingat dalam penelitian ini tidak dilakukan praktikum sehingga penilaian psikomotorik tidak dilakukan. Hasil belajar yang dicapai siswa juga dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa dan faktor internal yang berasal dari diri siswa itu sendiri. Faktor internal sendiri merupakan faktor yang sangat besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Seperti yang dijelaskan oleh Clark bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan sisanya sebesar 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Selain faktor kemampuan siswa, faktor lain yang menjadi pengaruh hasil belajar siswa adalah motivasi belajar, minat dan perhatian,

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 sikap dan kebiasaan belajar, serta masih banyak faktor lainnya. Adanya pengaruh dari dalam diri siswa ini merupakan hal yang wajar dan logis sebab siswa juga harus merasakan kebutuhan untuk belajar dan berprestasi (Sudjana, 2000). Berdasarkan penjelasan tersebut, kedua faktor digunakan dalam penelitian ini. D. Model Pembelajaran Problem Based Learning Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme yang di mana dalam fokus pembelajarannya adalah pada masalah yang dipilih. Sehingga siswa tidak hanya mempelajari konsepkonsep yang berhubungan dengan masalah saja tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut (Suyitno, 2014). Karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning menurut Hamdayama (2014) adalah: 1. Belajar dimulai dengan satu masalah. 2. Memastikan bahwa masalah tersebut berhubungan dengan dunia nyata siswa. 3. Mengorganisasikan pelajaran seputar masalah, bukan seputar disiplin ilmu. 4. Memberikan tanggungjawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. 5. Menggunakan kelompok kecil. 6. Menuntut siswa untuk mendemonstrasikan yang telah mereka pelajari dalam bentuk produk atau kinerja. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL dimulai dengan adanya masalah yang nyata dalam kehidupan siswa yang kemudian siswa memperdalamnya untuk memecahkan masalah tersebut. Dewey dalam buku Hamdayama (2014) menjelaskan bahwa terdapat enam langkah atau tahapan dalam model pembelajaran Problem Based Learning. Berikut adalah tahapan-tahapannya:

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 1. Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan. 2. Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah dari berbagai sudut pandang. 3. Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. 4. Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. 5. Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan. 6. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengajuan hipotesis dan rumusan kesimpulan. Model pembelajaran PBL ini dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikirnya, pemecahan masalah, keterampilan intelektual, belajar berperan berbagai orang dewasa melalui simulasi dan menjadi self-regulated learner. Di bawah ini merupakan sintaks dari model pembelajaran Problem Based Learning menurut Hamdayama (2014). Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menurut Hamdayama (2014) Fase Peran Guru 1. Orientasi siswa kepada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan segala hal yang akan dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya 2. Mengorganisasi siswa untuk belajar Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah 3. Membimbing Guru mendorong siswa untuk

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Fase penyelidikan individual Peran Guru mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan, eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai, melaksanakan eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah 5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan Tabel 1 Setiap model pembelajaran tentunya terdapat kelebihan dan kelemahan yang perlu dicermati untuk keberhasilan penggunaannya. Demikian juga pada model pembelajaran Problem Based Learning. Berikut merupakan kelebihan dan kelemahan dari PBL menurut Warsono dan Hariyanto (2012). Kelebihan dari PBL antara lain: 1. Siswa akan terbiasa menghadapi masalah (problem posing) dan tertantang untuk menyelesaikan masalah tidak hanya terkait dengan pembelajaran di kelas tetapi juga menghadapi masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari (real world). 2. Memupuk solidaritas sosial dengan terbiasa berdiskusi dengan temanteman. 3. Makin mengakrabkan guru dengan siswa. 4. Membiasakan siswa melakukan eskperimen. Kelemahan dari PBL antara lain: 1. Tidak banyak guru yang mampu mengantarkan siswa kepada pemecahan masalah.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2. Seringkali memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang panjang. 3. Aktivitas siswa di luar sekolah sulit dipantau. E. Materi Protista Protista merupakan organisme eukariotik pertama atau yang paling sederhana. Sebagai organisme eukariotik, Protista memiliki membran inti sel. Kajian evolusi menyatakan bahwa Protista juga merupakan organisme eukariotik yang paling awal (tertua). Protista meliputi organisme yang mirip dengan hewan, tumbuhan, dan jamur. Tubuhnya sebagian besar bersifat uniseluler dan ada pula yang bersifat multiseluler (Irnaningtyas, 2016). Materi Protista merupakan materi yang diajarkan di kelas X pada semester ganjil. Pembelajaran tentang Protista ini didasarkan pada kompetensi dasar 3.6 mengelompokkan Protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan dan 4.6 menyajikan laporan hasil investigasi tentang berbagai peran Protista dalam kehidupan. Materi yang akan dibahas dalam penelitian ini meliputi: 1. Klasifikasi Protista yang meliputi: a. Protista Mirip Hewan b. Protista Mirip Tumbuhan c. Protista Mirip Jamur 2. Peranan Protista bagi Kehidupan Sehari-Hari yang meliputi: a. Protista yang menguntungkan b. Protista yang merugikan F. Hasil Penelitian yang Relevan Dalam pembuatan peneliatan ini, maka peneliti menggunakan beberapa kajian sebagai acuan seperti berikut: 1. Penelitian Meryana (2017) dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA 1 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL di kelas XI MIA 1 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta mampu mencapai kategori kemampuan berpikir sangat kritis di mana pada siklus I dan siklus II memperoleh hasil 100%. Hasil belajar ranah kognitif siswa mengalami peningkatan di mana pada siklus I diperoleh rata-rata 60,25 dengan persentase 15% dan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 69,75 dengan persentase 45%. Selain itu, siswa juga mampu mencapai indikator penilaian hasil belajar ranah psikomotorik yang sangat tinggi di mana pada siklus I dan siklus II mencapai hasil sebesar 100%. 2. Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Sirkulasi Kelas XI IPA 1 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL di kelas XI IPA 1 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu dapat meningkatkan hasil belajar ranah kognitif siswa yaitu ratarata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 64,76% dan pada siklus II sebesar 78,62%. Model ini juga meningkatkan hasil belajar afektif siswa, yaitu pada siklus I 14,28% siswa termasuk dalam kategori rendah dan 85,75% termasuk dalam kategori sedang. Pada siklus II 42,85% siswa termasuk dalam kategori tinggi dan 57,15% siswa termasuk dalam kategori sedang (Efiskoputra, 2017) 3. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Adaptasi Makhluk Hidup di Kelas IX 3 MTsN Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebanyak 60,47% dan pada siklus II 75,42%. Data hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I sebanyak 64,45% siswa aktif dan meningkat pada siklus II menjadi 69,2%. Data hasil observasi PBM guru pada siklus I sebesar 80,6% dengan kategori baik dan meningkat pada siklus II menjadi 89,00% dengan kategori baik (Armisyah, 2017).

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 G. Kerangka Berpikir Proses belajar mengajar akan menjadi lebih efektif, aktif, kreatif, dan menarik apabila disajikan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat dan menyenangkan seperti mengaitkan bahan pembelajaran dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan sehari-harinya. Berdasarkan latar belakang yang terjadi di SMA Negeri 2 Ngaglik, guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran Biologi sehingga siswa menjadi kurang termotivasi dalam belajar yang hal tersebut berdampak pada hasil belajar mereka. Seperti diketahui bahwa pada proses pembelajaran tahun sebelumnya, hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 pada materi protista hanya 40% siswa yang dapat dikatakan tuntas. Adapun KKM untuk mata pelajaran Biologi adalah 65. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang perlu diterapkan dalam permasalahan ini. Sebab, dengan model pembelajaran tersebut siswa dituntut untuk mencari tahu, mengembangkannya, dan mempresentasikan hasil diskusi yang berkaitan dengan materi pembelajaran (Protista) yang sebelumnya mungkin siswa sudah mendapatkannya dalam pengalaman nyata kehidupan sehari-hari mereka sehingga diharapkan kelas akan menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh Armisyah (2017) yang membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX 3 MTsN Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen pada materi adaptasi makhluk hidup maka peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik pada materi Protista.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Berikut adalah bagan dari kerangka berpikir. Observasi awal Siswa kelas X MIPA 1  Siswa akan terbiasa menghadapi masalah (problem posing) yang ada di dalam kehidupan sehari-hari (real world)  Memupuk solidaritas sosial siswa dengan terbiasa berdiskusi dengan teman-teman.  Makin mengakrabkan guru dengan siswa.  Membiasakan siswa melakukan eskperimen.  Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI MIA 1 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta pada materi sistem pertahanan tubuh.  Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar materi sistem sirkulasi kelas XI IPA 1 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu.  Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar IPA pada materi adaptasi makhluk hidup di kelas IX 3 MTsN Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen (Armisyah, 2017). Hasil Observasi  Kurangnya motivasi belajar siswa  Metode pembelajaran yang dipakai oleh guru masih berupa ceramah  Hasil belajar pada materi Protista hanya 40% siswa yang dapat dikatakan tuntas.  Pencapaian KKM pada materi Protista masih rendah Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Protista Motivasi belajar siswa meningkat Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir Gambar 1 Hasil belajar siswa meningkat

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 H. Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: “Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Protista di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta.”

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu penelitian terhadap kegiatan belajar yang berupa sebuah tindakan yang sengaja dilakukan dalam sebuah kelas secara bersama (Arikunto, 2002). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) juga merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara berkesinambungan (Aqib, 2006). B. Setting Penelitian 1. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Protista. 2. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. 3. Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta yang beralamat di Jl. Besi Jangkang Km. 5, Sukoharjo, Ngaglik, Sukoharjo, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018. 24

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 C. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc Taggart. Pada setiap siklus model penelitian ini dilakukan beberapa tahapan berulang yang meliputi perencanaan (planning), aksi/tindakan dan observasi (acting and observing), serta refleksi (refleting). Hanya saja setelah suatu siklus selesai diimplementasikan khususnya refleksi, dilakukan perencanaan ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri demikian seterusnya atau dengan beberapa siklus. Untuk lebih detailnya, berikut adalah skema dari model PTK Kemmis dan Mc Taggart. Gambar 2 Gambar 3.1 Skema Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc Taggart (Aqib, 2006) Penelitian ini didesain dengan melakukan proses pembelajaran yang dibagi menjadi dua siklus penelitian. Berikut adalah penjabaran dari kegiatan yang akan dilakukan selama penelitian. 1. Siklus I Aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan dalam siklus I ini dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan yang dalam pertemuan tersebut

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 memiliki durasi 3 45 menit dan terdiri dari beberapa tahapan. Berikut adalah tahapan-tahapan untuk siklus I. a. Perencanaan (Planning) Berikut adalah rencana tindakan yang akan dilakukan pada siklus I. 1) Menyusun perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai instrumen pembelajaran. 2) Menyusun instrumen pengumpulan data, seperti: a) Menyusun soal-soal (pre test dan post test) beserta kunci jawabannya yang berkaitan dengan materi protista untuk mengukur dan mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang akan dan telah dipelajari secara kognitif. b) Membuat lembar observasi dan kuesioner untuk mengetahui perkembangan dan peningkatan hasil belajar siswa secara afektif dalam kelompok dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning. b. Pelaksanaan dan Observasi (Acting and Observing) Pada tahap ini, kegiatan yang akan dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan oleh peneliti yaitu penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam tahap pelaksanaan ini, antara lain: 1) Guru mengkondisikan kelas dalam suasana belajar. 2) Guru memotivasi siswa dengan memberikan apresepsi menggunakan gambar/video dan beberapa pertanyaan serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 3) Guru mengorientasikan siswa pada suatu kasus/masalah yang berkaitan dengan materi. Materi yang dikhususkan pada siklus I

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 ini adalah tentang pengertian protista, ciri-ciri umum Protista, Protista mirip hewan (protozoa), dan peranannya baik secara menguntungkan maupun yang merugikan. 4) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dan memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS). 5) Guru menjelaskan instruksi kegiatan yang akan dilakukan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang instruksi yang belum jelas. 6) Guru memantau dan membimbing siswa dalam baik secara mandiri maupun dalam kelompok diskusi. 7) Setelah diskusi selesai, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya jika belum jelas. 8) Guru memberikan klarifikasi apabila ada yang belum tepat dan memberi penguatan pada hasil presentasi yang sudah benar. 9) Siswa diminta menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari. 10) Guru memberikan test akhir (post test). Tahap observasi pada siklus I ini dilakukan bersamaan dengan tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, peneliti dibantu oleh observer lain (2 teman mahasiswa) melakukan pengamatan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil belajar kognitif diperoleh dari hasil tes tertulis, sedangkan hasil belajar afektif diperoleh menggunakan lembar observasi motivasi belajar dan kuesioner motivasi siswa. c. Evaluasi (Evaluating) Evaluasi dilakukan melalui post test. Kemudian seluruh tahapan di atas yang sudah dilakukan tadi menjadi bahan refleksi dan analisis dasar penyusunan rencana tindakan selanjutnya.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 d. Refleksi (Reflecting) Pada tahap ini, hasil yang diperoleh selama proses belajar mengajar, hasil tes dan lembar observasi siswa dibahas dan didiskusikan. Lalu, selanjutnya diidentifikasi kekurangan maupun kelebihannya selama proses siklus I dilakukan. Hasil refleksi antara observer dengan peneliti digunakan untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I dan menjadi tindak lanjut dalam siklus II. 2. Siklus II Seperti halnya pada siklus I, aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan dalam siklus II ini juga dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan yang dalam pertemuan tersebut memiliki durasi 3 45 menit dan terdiri dari beberapa tahapan. Berikut adalah tahapan-tahapan untuk siklus II. a. Perencanaan (Planning) Sebelum melaksanakan siklus II, peneliti terlebih dahulu merencanakan pelaksanaan berdasarkan refleksi siklus I. Adapun perencanaan untuk siklus II, yaitu: 1) Mengidentifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan pada hasil dan refleksi siklus I. 2) Menyiapkan seluruh instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. b. Pelaksanaan dan Observasi (Acting and Observing) Adapun tahap pelaksanaan pada siklus II adalah sebagai berikut: 1) Guru memotivasi siswa dengan memberikan apresepsi menggunakan gambar/video dan beberapa pertanyaan serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2) Guru mengorientasikan siswa pada suatu kasus/masalah yang berkaitan dengan materi. Materi yang dikhususkan pada siklus II ini adalah Protista mirip tumbuhan (ganggang/alga), Protista mirip jamur dan peranannya baik secara menguntungkan maupun yang merugikan.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 3) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dan memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS). 4) Guru menjelaskan instruksi kegiatan yang akan dilakukan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang instruksi yang belum jelas. 5) Guru memantau dan membimbing siswa dalam baik secara mandiri maupun dalam kelompok diskusi. 6) Setelah diskusi selesai, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya jika belum jelas. 7) Guru memberikan klarifikasi apabila ada yang belum tepat dan memberi penguatan pada hasil presentasi yang sudah benar. 8) Siswa diminta menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari. 9) Guru memberikan test akhir (post test). Pada tahapan ini juga dilakukan observasi yang sama seperti pada siklus I. c. Evaluasi (Evaluating) Kegiatan evaluasi dilakukan dengan memberikan post test. d. Refleksi (Reflecting) Hasil yang sudah diperoleh dari tahap observasi hingga evaluasi pada siklus II ini seperti hasil tes evaluasi, kuesioner motivasi siswa dan lembar observasi siswa akan dibahas kemudian dibuat kesimpulan, apakah tindakan yang sudah dilakukan berhasil atau tidak. Diharapkan pada akhir siklus II, motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik Yogyakarta akan mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. D. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 1. Instrumen pembelajaran Instrumen pembelajaran pada penelitian ini terdiri dari silabus, RPP untuk siklus I dan siklus II serta Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk siklus I dan siklus II. 2. Instrumen pengumpulan data a. Soal Tes Tes adalah suatu cara untuk menilai peserta didik yang dirancang dan dilaksanakan pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu dan jelas (Ratnawulan, 2015). Tes juga merupakan alat evaluasi yang secara umum digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran (Subekti dan Firman, 1989). Tes ini terdiri dari sejumlah soal yang harus dikerjakan oleh siswa. Pada setiap soal yang ada dalam tes menghadapkan siswa pada suatu tugas. Agar hasil yang diperoleh dapat menggambarkan kemampuan siswa yang sebenarnya, maka tes perlu dilakukan berulang-ulang dan instrumen tes yang digunakan juga harus valid dan reliabel Untuk menilai keberhasilan siswa dalam ranah kognitif maka akan diberikan tes tertulis berupa post test siklus I dan post test siklus II. b. Non Tes Non tes merupakan suatu teknik penilaian untuk memperoleh gambaran mengenai karakterirtik, sikap, serta kepribadian siswa. Dalam hal ini, instrumen non tes yang akan digunakan dalam penelitian ada dua jenis yaitu observasi dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Lembar observasi ini berfungsi sebagai penilaian terhadap siswa dari ranah afektif. Penilaian ini dinilai oleh observer selama proses pembelajaran berlangsung. Berikut adalah

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 kisi-kisi hasil belajar aspek afektif yang akan digunakan dalam penelitian (Setyaningsih, 2017). Tabel 3.1 Kisi-Kisi Hasil Belajar Aspek Afektif Tingkat Kategori Aspek yang diamati Nomor aspek yang diamati dalam lembar observasi Receiving (penerimaan) Perhatian siswa dalam pembelajaran 1,3 2. Responding (jawaban) Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat saat kegiatan belajar mengajar 7, 9, 10 3. Valuing (penilaian/penghargaan Menghargai atau menghormati orang lain 8 4. Organisation (pengorganisasian) Partisipasi siswa dalam pembelajaran 2,4,6 5. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai Kemandirian siswa 5 No. 1. Tabel 2 Sedangkan untuk kuesioner akan digunakan untuk melihat motivasi belajar siswa. Model kuesioner motivasi yang akan digunakan adalah model ARCS. Pada penelitian ini kuesioner motivasi yang akan digunakan ada dua macam yaitu kuesioner motivasi yang diberikan sebelum tindakan untuk mengukur motivasi belajar awal siswa dan kuesioner yang diberikan setelah tindakan untuk mengukur motivasi belajar akhir siswa. Masing-masing dari kuesioner ini ada 20 item yang tiap-tiap pernyataannya terdiri dari empat alternatif jawaban yang di antaranya adalah sangat tidak

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 setuju (STS), tidak setuju (TS), setuju (S), dan sangat setuju (SS). Pernyataan-pernyataan tersebut berisi item positif dan item negatif. Indikator motivasi belajar untuk kuesioner awal dan akhir siswa terdiri dari Attention (perhatian), Relevance (relevansi), Confidance (kepercayaan diri), dan Satisfaction (kepuasan). Berikut ini adalah kisi-kisi kuesioner motivasi belajar awal dan akhir yang digunakan dalam penelitian (Setyaningsih, 2017). Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Awal Bentuk Pernyataan No. Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 1. Attention (perhatian) 2, 3, 10 1, 6 2. Relevance (relevansi) 4, 8, 11 7, 9 3. Confidance (kepercayaan diri) 12, 13, 17 16, 5 Satisfaction (kepuasan) 14, 15, 19 18, 20 12 8 4. Jumlah pernyataan Tabel 3 Tabel 4 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Akhir Bentuk Pernyataan No. Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 1. Attention (perhatian) 2, 6, 9 3, 16 2. Relevance 10, 15, 17 7, 19

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Bentuk Pernyataan No. Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Confidance (kepercayaan diri) 1, 4, 8 5, 14 Satisfaction (kepuasan) 11, 13, 18 12, 20 12 8 (relevansi) 3. 4. Jumlah pernyataan E. Analisis Data Pengolahan dan analisis data dilakukan selama pelaksanaan penelitian secara terus menerus dari awal hingga akhir pelaksanaan tindakan. Oleh karena itu, data yang diperoleh baik dari hasil tes maupun non-tes perlu diolah dan dianalisis agar data tersebut menjadi bermakna. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. 1. Analisis kualitatif Data atau informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan, dianalisis secara kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil pengamatan selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. 2. Analisis kuantitatif Selain dianalisis dengan cara kualitatif, data hasil pengamatan juga dianalisis secara kuantitatif. Analisis kuantitatif merupakan analisis menggunakan rumus. a. Analisis Hasil Belajar Dalam penelitian ini, data peningkatan hasil belajar siswa yang berpedoman pada hasil tes tertulis digunakan untuk mengukur

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 kemampuan siswa pada ranah kognitif. Berikut adalah teknik perhitungan nilai post test siswa pada ranah kognitif (Zalukhu, 2016). Setiap siswa akan dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥ 65 berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di SMA Negeri 2 Ngaglik. Untuk mengetahui skor rata-rata kelas digunakan rumus sebagai berikut: Ketuntasan klasikal dikatakan telah tercapai apabila siswa melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan target ideal 70 % dari jumlah siswa dalam kelas. Untuk mengetahui ketuntasan secara klasikal menggunakan rumus sebagai berikut: 𝐾𝐾 𝑛1 𝑛 % Keterangan : KK = Ketuntasan klasikal n1 = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 n = Jumlah siswa yang ikut tes/ banyaknya siswa Selain dilakukannya perhitungan di atas, dalam penelitian ini juga dilakukan perhitungan Gain Analysis (N-gain). Gain sendiri merupakan peningkatan kemampuan yang dimiliki siswa setelah pembelajaran. Gain diperoleh dari selisih antara hasil pre test dan post test. Dikarenakan dalam penelitian ini hanya berupa hasil post

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 test, maka perhitungan gain dilakukan dengan menghitung selisih rata-rata kelas post test siklus I dan siklus II. N-gain adalah gain yang ternormalisasi. Perhitungan N-gain ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam menginterpretasikan perolehan gain dari seorang siswa. Selain itu, ini dilakukan untuk membandingkan hasil belajar kognitif siswa pada siklus I dan siklus II. Berikut adalah rumus yang digunakan untuk menghitung N-gain menurut Archambault (2008). Hasil skor gain ternormalisasi tersebut kemudian dikategorikan menurut tiga kategori di bawah ini: Tabel 3.4 Kriteria Gain Ternormalisasi menurut Hake (1999) Batasan Klasifikasi N-gain > 0,7 Tinggi 0,3 ≤ N-gain ≤ 0,7 Sedang N-gain < 0,3 Rendah Tabel 5 b. Analisis Lembar Observasi Observasi dilakukan untuk melihat bagaimana sikap siswa di kelas selama mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning. Setiap observer menilai kelompok yang sama untuk setiap siklus. Berikut adalah cara untuk menghitung hasil observasi (Efiskoputra, 2017). Keterangan: q = presentase skor hasil observasi

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 r = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh siswa t = skor maksimal Penetapan skor untuk menilai hasil belajar siswa dalam ranah afektif ada pada tabel 3.4 berikut. Tabel 3.5 Penetapan Skor Ranah Afektif Alternatif Jawaban Skor Tinggi 3 Sedang 2 Rendah 1 Tabel 6 Adapun pedoman untuk menilai hasil belajar dalam ranah afektif ada pada tabel 3.5 yaitu: Tabel 3.6 Kriteria Hasil Presentase Observasi Aspek Afektif Siswa Presentase yang diperoleh Keterangan 77,79 < q < 100 Tinggi 55,56 < q < 77,78 Sedang 33,33 < q ≤ 55,55 Rendah Tabel 7 Ta (%) ∑ ∑ % c. Analisis Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar siswa diukur menggunakan kuisioner motivasi reflektif. Data yang diperoleh dari kuisioner dianalisis dengan tahap-tahap sebagai berikut (Setyaningsih, 2017):

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 1) Kuisioner yang telah diisi oleh siswa dikelompokkan dalam pernyataan positif dan negatif. 2) Masing-masing kategori jawaban tersebut diberi skor. Penetapan skor untuk pernyataan positf dan negatif seperti pada tabel 3.6 berikut. Tabel 3.7 Penetapan Skor Kuisioner Skor Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 Pilihan Jawaban Tabel 8 3) Selanjutnya hasil skor tersebut dianalisis menggunakan perhitungan motivasi belajar setiap siswa dengan persamaan matematis sebagai berikut. ∑ Keterangan: % ∑ = skor yang diperoleh = skor maksimal 4) Mengkategorikan motivasi siswa Setelah skor motivasi diperoleh, dilakukan penggolongan skor motivasi belajar sesuai kategori berdasarkan pedoman skor motivasi siswa pada tabel 3.7 berikut. Tabel 3.8 Pedoman Skor Motivasi Siswa Skor Siswa (%) Kategori 77≤q≤100 Tinggi

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Skor Siswa (%) Kategori 51≤q≤76 Sedang 25≤q≤50 Rendah Tabel 9 5) Selain itu, melalui data dari kuesioner yang ada, motivasi belajar siswa juga dihitung presentase dari tiap-tiap aspek ARCSnya (Sari, 2007). Cara menghitung presentase tiap aspek ARCS dari kuesioner motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut. % Keterangan: M = presentase tiap aspek ARCS (Attention, Relevance, Confiedence, Satisfaction) X = skor dari aspek A (Attention)/ R (Relevance)/ C (Confiedence)/ S (Satisfaction) Y = skor ideal dari aspek A (Attention)/ R (Relevance)/ C (Confiedence)/ S (Satisfaction) F. Indikator Keberhasilan Tabel 3.9 Indikator Keberhasilan Indikator Keberhasilan Instrumen Indikator Ketercapaian Hasil belajar siswa ranah kognitif Post test siklus I dan Post test siklus II Siswa mencapai nilai kriteria ketuntasan belajar ≥ 65 dengan presentase sebesar 70% siswa mencapai KKM Hasil belajar siswa ranah afektif Lembar Observasi Siswa Sikap siswa selama mengikuti proses belajar mengajar mencapai 70% yang termasuk dalam kategori tinggi

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Indikator Keberhasilan Motivasi belajar siswa Tabel 10 Instrumen Kuesioner motivasi belajar Indikator Ketercapaian Motivasi belajar siswa mencapai 70% yang termasuk dalam kategori tinggi

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 November 2018 dan 16 November 2018 bertempat di SMA Negeri 2 Ngaglik di kelas X MIPA 1 dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa yang terdiri dari 12 siswa lakilaki dan 20 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2018 hingga 16 November 2018. Dikarenakan Guru Biologi Ibu Kuswantini masih memberikan materi tentang Eubacteria dan setelah peneliti melakukan penelitian guru juga segera melanjutkan materi selanjutnya sebelum UAS, maka peneliti diberi kesempatan untuk mengajar oleh guru hanya dua kali pertemuan saja. Objek pada penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik pada materi protista. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan demikian juga dengan siklus II dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan pembagian waktu yaitu 2 jam pelajaran pertama digunakan untuk diskusi kelompok dan pembahasan materi serta 1 jam pelajaran berikutnya sebagai pelaksanaan post test pada masingmasing pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Kemudian, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada ranah afektif dilakukan observasi oleh dua observer dan pengisian kuesioner motivasi belajar oleh siswa berdasarkan panduan yang sudah tersedia pada lembar observasi dan kuesioner tersebut. Pengisian kuesioner motivasi belajar siswa dilakukan pada masing-masing siklus untuk mengetahui motivasi belajar awal dan akhir siswa sesaat sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning. 40

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 1. Siklus I a. Perencanaan Siklus I Sebelum dilakukannya pertemuan siklus I, peneliti terlebih dahulu menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pertemuan siklus I yakni seperti penyusunan RPP, silabus, LKS, soal post test, lembar observasi, dan kuesioner. Pada perencanaan ini guru ikut memantau perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti sebelum memasuki pertemuan siklus I. 1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Penyusunan RPP ini dilakukan berdasarkan silabus yang digunakan pihak sekolah sehingga Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar diambil berdasarkan silabus yang ada di SMA Negeri 2 Ngaglik. Kompetensi Dasar yang digunakan dalam hal ini adalah KD 3.6 mengelompokkan Protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan dan KD 4.6 menyajikan laporan hasil investigasi tentang berbagai peran Protista dalam kehidupan. Indikator diturunkan berdasarkan Kompetensi Dasar yang ada yang kemudian dijadikan sebagai tujuan pembelajaran. Berikut adalah tahapan yang digunakan pada pembelajaran siklus I. a) Peneliti membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam kemudian mengecek kehadiran siswa di kelas. Selanjutnya, peneliti memperkenalkan diri. b) Peneliti menjelaskan model pembelajaran Problem Based Learning, aturan, dan hal-hal yang akan dilakukan oleh siswa. c) Peneliti memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa apakah mereka pernah mendengar tentang penyakit malaria.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 d) Peneliti memberikan motivasi kepada siswa dengan menayangkan beberapa gambar dan bertanya kembali apakah ada siswa yang pernah mengalami penyakit malaria tersebut dan kira-kira apa penyebab utama dari malaria tersebut e) Peneliti menyampaikan tujuan/ruang lingkup pembelajaran yang akan dibahas. f) Peneliti membagikan kuesioner awal g) Siswa diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa. h) Peneliti menarik perhatian siswa dengan menampilkan gambar berikut terkait pengertian dan ciri-ciri umum dari kingdom protista dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan peneliti terkait gambar yang ditampilkan. i) Peneliti mengorientasi siswa pada masalah dengan menampilkan video Death by Tsetse Fly j) Siswa berdiskusi dan mengerjakan LKS telah dibagikan oleh peneliti secara berkelompok. k) Siswa melaporkan hasil diskusi dengan presentasi l) Peneliti memberikan klarifikasi bila ada yang belum tepat dan memberi penguatan pada hasil presentasi yang sudah benar. m) Siswa diminta menyimpulkan apa yang telah dipelajari kemudian siswa melakukan evaluasi dengan mengerjakan post test siklus I. n) Siswa diminta mengungkapkan manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi yang telah dibahas. 2) Melakukan diskusi dengan guru mata pelajaran Biologi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik terkait teknis mengajar dan waktu yang digunakan untuk penelitian. Peneliti juga

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 memberikan penjelasan terkait maksud dan juga tujuan penelitian ini akan dilakukan sekaligus deskripsi perihal kelas yang akan digunakan untuk penelitian. Peneliti juga menanyakan hal-hal apa saja yang sekiranya harus dipersiapkan sebelum proses belajar mengajar dilakukan. 3) Menjelaskan kepada rekan sejawat yang bertugas sebagai observer perihal pengisian lembar observasi yang akan dilakukan di dalam kelas. 4) Mempersiapkan instrumen yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. b. Pelaksanaan dan Observasi Siklus I Siklus I dilaksanakan pada tanggal 9 November 2018 dengan alokasi waktu 3 45 menit. Pada pertemuan pertama ini siswa mempelajari tentang protista secara umum dan kelompok protista mirip hewan (Protozoa). Pertemuan pertama dilaksanakan pukul 09:30-11:00 WIB yaitu pada jam pelajaran ke-3 hingga ke-5 dengan diselingi istirahat selama 15 menit setelah jam ke-3. 1) Kegiatan Awal Kegiatan awal yang dilakukan peneliti adalah memberikan salam dan melakukan pengecekan kehadiran siswa dengan menanyakan siapa sajakah yang tidak hadir pada saat itu. Terhitung dari 32 siswa terdapat 3 orang siswa yang tidak hadir saat itu dikarenakan sakit. Sebelum peneliti memulai pembelajaran, peneliti memperkenalkan diri kepada siswa dan menjelaskan terlebih dahulu hal-hal apa saja yang akan dilakukan siswa saat belajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Kemudian, peneliti melakukan kegiatan apersepsi dan motivasi dengan menampilkan mengajukan pertanyaan gambar apakah nyamuk siswa (Gambar 4.1) sebelumnya dan pernah

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 mendengar atau mengalami sendiri tentang penyakit malaria tersebut dan apa penyebabnya serta menanyakan apa hubungan malaria dengan materi protista secara umum. Tampak siswa kurang antusias untuk menanggapi sehingga untuk mengatasi hal tersebut peneliti memanggil beberapa nama siswa untuk menjawab pertanyaannya. Setelah itu, peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran pada pertemuan pertama ini. Gambar 3 Gambar 4.1 Gambar yang ditampilkan pada kegiatan apersepsi pertemuan pertama. Kegiatan berikutnya, peneliti membagikan kuesioner motivasi belajar awal kepada siswa dan meminta siswa untuk mengisinya dengan baik. Setelah selesai pengisian kuesioner, peneliti meminta siswa untuk membentuk 8 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Dalam pembentukan kelompok ini, siswa berkelompok sesuai dengan tempat duduk mereka. Sebab, kegiatan pembelajaran dilakukan di Laboratorium Biologi yang susunan meja dan kursinya sudah mengelompok. Hal ini dikarenakan Guru Biologi Ibu Kuswantini sebelumnya memberikan saran untuk memakai Laboratorium Biologi dalam memudahkan peneliti melakukan penelitian yang mana laboratorium tersebut terdapat fasilitas berupa layar dan proyektor yang memadai untuk membantu proses belajar mengajar. 2) Kegiatan Inti Peneliti menarik perhatian siswa kembali menggunakan gambar tokoh kartun plankton (Gambar 4.2) dan memberikan

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab dengan peneliti terkait gambar tersebut. Gambar 4.2 Gambar yang ditampilkan untuk menarik perhatian siswa dalam belajar. Gambar 4 Kegiatan selanjutnya, peneliti mengorientasi siswa pada masalah dengan menampilkan video yang berjudul Death by Tsetse Fly dan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait video tersebut. Lalu, siswa mendiskusikan pertanyaan tersebut. Setelah itu, peneliti membagikan LKS 1 pada tiap kelompok dan meminta siswa untuk mengerjakannya secara berkelompok. Setelah waktu mengerjakan LKS 1 selesai, setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan LKS tersebut kepada peneliti. Kemudian, beberapa perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas (Gambar 4.3). Dikarenakan saat itu masih banyak kelompok yang belum selesai melengkapi LKS mereka, maka peneliti meminta saat itu dua perwakilan kelompok yang pengerjaan LKS sudah selesai. Gambar 4.3 Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Gambar 5

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 3) Kegiatan Penutup Peneliti selanjutnya menjelaskan materi pembelajaran hari itu dan memberikan beberapa klarifikasi untuk beberapa hasil presentasi yang kurang tepat. Siswa kemudian diminta untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dipelajari dan mengungkapkan manfaat apa yang diperoleh dari pembelajaran hari itu. Sebelum pembelajaran berakhir, siswa diminta untuk mengerjakan terlebih dahulu post test siklus I. Siswa diminta untuk mengerjakan post test siklus I secara individu dan mandiri dengan tidak membuka buku atau catatan apapun. Soal yang diberikan sebanyak 10 soal yang terdiri 5 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Saat post test siklus I berlangsung, terlihat siswa kurang tertib dan kurang tenang. Sebab, sebelumnya siswa belum menyiapkan diri untuk belajar berkaitan pembahasan materi pada pertemuan pertama ini. Selain itu, karena post test dilakukan setelah jam istirahat, banyak waktu yang tersita karena banyak siswa yang terlambat masuk kelas sehingga siswa dalam mengerjakan post test terburu-buru dan menjawab seadanya saja. Setelah selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan lembar soal post test siklus I kepada peneliti. Kemudian di akhir pembelajaran, peneliti mengingatkan siswa untuk belajar materi berikutnya tentang Ganggang/Alga dan Jamur Protista agar lebih siap menghadapi post test siklus II pada pertemuan selanjutnya Jumat, 16 November 2018. 4) Observasi Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siklus I Observasi siklus I dilakukan oleh dua orang observer. Observer melakukan observasi dengan mengisi lembar observasi

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 yang sudah disediakan berdasarkan panduan yang ada. Observer dalam hal ini mengamati dan menilai siswa secara afektif. Setiap observer mengamati 4 kelompok. Setelah dilakukan observasi, data dari hasil observasi kelompok siswa diolah untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam ranah afektif. Berikut ini merupakan tabel data hasil observasi tiap kelompok pada siklus I. Tabel 4.1 Hasil Observasi Siklus I No. Nama Kelompok Siklus I Kategori Presentase Hasil Observasi Siswa 1. Kelompok 1 56,6 Sedang 2. Kelompok 2 53,3 Rendah 3. Kelompok 3 60 Sedang Presentase Rendah = 100% 4. Kelompok 4 50 Rendah = 75% 5. Kelompok 5 50 Rendah 6. Kelompok 6 53,3 Rendah Presentase Sedang = 100% 7. Kelompok 7 53,3 Rendah 8. Kelompok 8 46,6 Rendah = 25% Tabel 11 Guru mata pelajaran Biologi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik dalam hal ini juga ikut mengobservasi pembelajaran siklus I, terlebih kepada peneliti dengan memberikan tanggapan perihal pembelajaran siklus I. Menurut guru mata pelajaran Biologi kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik pada kegiatan awal pembelajaran terutama saat peneliti memberikan motivasi kepada siswa melalui gambar penyebab penyakit malaria, peneliti tidak mencantumkan nama spesies nyamuk malaria secara khusus. Melainkan peneliti menuliskan nama spesies nyamuk malaria secara umum sehingga dalam hal ini guru memberikan koreksian kepada peneliti agar pada pembelajaran selanjutnya peneliti lebih teliti dalam menyampaikan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 materi. Selain itu, menurut para observer, peneliti juga masih kurang bisa memanajemen kelas dengan baik sehingga masih banyak siswa yang tidak memperhatikan peneliti dan masih sibuk dengan urusannya sendiri. Peneliti juga terkesan terburu-buru dalam membawakan materi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sehingga masih banyak siswa yang terlihat kebingungan mengikuti arahan peneliti. Posisi peneliti dalam membawakan materi saat proses pembelajaran berlangsung juga tidak menyebar ke seluruh kelas. Peneliti hanya berada di depan kelas sehingga hanya siswa yang duduk di bagian depan yang fokus memperhatikan sedangkan siswa yang duduk di deretan bagian belakang tidak terlalu memperhatikan meskipun sesekali diajak untuk berdiskusi oleh peneliti. c. Hasil Penelitian Siklus I Hasil penelitian dari siklus I dapat dilihat dari hasil post test siswa dan motivasi belajar siswa pada siklus I. Berikut ini adalah data hasil post test siswa pada siklus I. Tabel 4.2 Hasil Post Test Siswa Siklus I No. Keterangan Skor 1. Nilai Tertinggi 76 2. Nilai Terendah 12 3. Jumlah Siswa yang Hadir 29 4. Nilai Rata-Rata Kelas 40,2 5. Presentase Siswa yang Mencapai KKM 7% 6. Presentase Siswa yang Tidak Mencapai KKM 93% Tabel 12 Berdasarkan tabel hasil post test di atas, diketahui bahwa nilai tertinggi yaitu 76, sedangkan nilai terendah yaitu 12. Rata-rata kelas

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 untuk siklus I adalah 40,2 dengan jumlah presentase siswa yang mencapai KKM sebesar 7% dan siswa yang tidak mencapai KKM sebesar 93%. Kemudian untuk data hasil motivasi belajar siswa pada siklus I adalah sebagai berikut. Tabel 4.3 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I Kelas Interval (%) Kategori Jumlah Siswa Presentase Motivasi Belajar Siswa 77≤q≤100 Tinggi 16 55% 51≤q≤76 Sedang 13 45% 25≤q≤50 Rendah - - Tabel 13 Berdasarkan hasil kuesioner motivasi siswa pada siklus I, diketahui bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dalam pembelajaran mempelajari Biologi 55%, sedangkan yang memiliki motivasi belajar sedang dalam mempelajari Biologi sebesar 45%. Dari hasil tersebut tidak ada siswa yang memiliki motivasi rendah dalam mempelajari Biologi. Selain itu, diperoleh juga presentase dari tiap-tiap aspek ARCSnya. Berikut adalah data motivasi belajar siswa siklus I terhadap aspek ARCSnya. Tabel 14 Tabel 4.4 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I terhadap Aspek ARCS Aspek Motivasi Belajar Attention (Perhatian) Presentase Aspek Motivasi Belajar 15%

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Aspek Motivasi Belajar Presentase Aspek Motivasi Belajar Relevance (Relevansi) 17% Confidance (Kepercayaan diri) 15% Satisfaction (Kepuasan) 16% d. Refleksi Siklus I Pada Siklus I, tiga orang siswa tidak masuk dikarenakan sakit sehingga jumlah total siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran saat itu sebanyak 29 siswa. Pada siklus ini siswa cenderung kebingungan dalam mengikuti arahan peneliti terutama dalam mengerjakan LKS dengan model pembelajaran Problem Based Learning sehingga siswa sering bertanya kepada peneliti bagaimana cara mengerjakan LKS. Hal ini dikarenakan hampir seluruh siswa baru pertama kali mendengar istilah hipotesis. Melihat hal itu, peneliti diharapkan dapat menyampaikan arahan dengan bahasa yang lebih sederhana agar siswa lebih mudah mengerjakan apa yang diperintahkan di LKS. Pembagian kelompok yang dilakukan oleh peneliti pada siklus I juga mempengaruhi proses belajar siswa. Sebab, peneliti membagi siswa dalam kelompok berdasarkan tempat duduk siswa bukan atas kehendak siswa sendiri sehingga saat siswa masuk dalam tahap diskusi, masih ada beberapa kelompok yang tidak mau berdiskusi dan mengerjakan LKS lantaran teman sekelompoknya bukan teman dekatnya sendiri. Alhasil, siswa menjadi kurang aktif saat pembelajaran terutama dalam mengerjakan LKS. Peneliti juga terkesan terburu-buru dalam melakukan kegiatan awal karena takut waktu yang dimiliki untuk tahap berikutnya

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 kurang. Apalagi kelas yang digunakan saat itu adalah Laboratorium Biologi sehingga siswa harus pindah kelas terlebih dahulu dari kelasnya ke Laboratorium Biologi yang jaraknya memakan waktu cukup banyak. Kondisi ini membuat jam pelajaran pertama Biologi terbuang banyak karena siswa terlambat masuk Laboratorium Biologi. Dari hal tersebut, peneliti pun meminta dan mengharapkan siswa pada pertemuan berikutnya untuk datang tepat waktu agar menghindari terbuangnya waktu yang sia-sia. Saat akan dilakukan post test, beberapa siswa juga sempat meminta izin kepada peneliti untuk mengikuti rapat Rohis. Hal ini pun menyebabkan siswa yang izin rapat harus mengikuti post test susulan pada jam istirahat berikutnya. Karena hal tersebut, siswa mendapat waktu pengerjaan post test cukup singkat dari temanteman lainnya yang mengerjakan sesuai jam pelajaran. Hal ini pun berpengaruh terhadap hasil post test yang diterima siswa. Posisi tempat duduk siswa saat mengerjakan post test juga kurang tepat karena posisi tempat duduk siswa saat itu mengikuti posisi tempat duduk siswa saat diskusi kelompok. Hal ini pun menyebabkan siswa kurang tertib dan tenang dalam mengerjakan post test dan memudahkan siswa melakukan kecurangan seperti menyontek. 2. Siklus II a. Perencanaan Siklus II Perencanaan pada siklus II ini, peneliti merencanakan pelaksanaan berdasarkan refleksi siklus I. Peneliti mengindentifikasi masalah dan merumuskan masalah berdasarkan refleksi siklus I perihal apa saja yang akan peneliti lakukan dan perbaiki di pembelajaran siklus II ini. Peneliti dalam hal ini akan melakukan perpindahan posisi tempat duduk siswa dengan merotasi posisi tempat duduk siswa. Hal ini dilakukan agar penerimaan materi dapat

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 diterima oleh siswa secara merata. Di mana perpindahan posisi ini siswa yang duduk di posisi barisan paling belakang maju ke posisi barisan paling depan, setelah itu siswa yang lainnya menyesuaikan hingga posisi barisan paling belakang. Peneliti juga menyiapkan instrumen yang akan digunakan dalam proses pembelajaran siklus II. b. Pelaksanaan dan Observasi Siklus II Siklus II dilaksanakan pada tanggal 16 November 2018 dengan alokasi waktu 3 45 menit. Pada pertemuan kedua ini siswa mempelajari tentang protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga) dan protista mirip jamur (Jamur Protista). Seperti pada pertemuan sebelumnya pertemuan kedua dilaksanakan pukul 09:30-11:00 WIB yaitu pada jam pelajaran ke-3 hingga ke-5 dengan diselingi istirahat selama 15 menit setelah jam ke-3. 1) Kegiatan Awal Kegiatan awal yang dilakukan peneliti adalah memberikan salam dan mengecek kehadiran siswa. Kemudian, peneliti melakukan kegiatan apersepsi dan motivasi dengan menampilkan gambar agar-agar (Gambar 4.4) dan mengajukan pertanyaan apa bahan dasar dari agar-agar tersebut dan apa alasan utama alga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan terutama dalam pembuataan agar-agar. Siswa terlihat cukup antusias dalam menanggapi pertanyaan peneliti tersebut dengan menjawab pertanyaan sesuai pemahaman mereka sendiri. Kemudian peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran pada pertemuan kedua ini.Gamb Kegiatan berikutnya, peneliti meminta siswa untuk berkelompok. Kelompok ini terbentuk sesuai dengan kelompok pada pertemuan pertama sebelumnya. Hanya saja peneliti mengubah posisi tempat duduk kelompok secara acak agar seluruh

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 siswa dapat berkonsentrasi dengan baik selama mengikuti pembelajaran. Gambar 4.4 Gambar yang ditampilkan pada kegiatan apersepsi pertemuan kedua. Gambar 6 2) Kegiatan Inti Seperti pertemuan sebelumnya setelah kelompok terbentuk, peneliti menarik perhatian siswa kembali menggunakan gambar Ganggang/Alga jenis Macrocytis (Gambar 4.4) dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab terkait gambar tersebut. Gambar 4.5 Gambar yang ditampilkan untuk menarik perhatian siswa dalam belajar. Gambar 7 Kegiatan selanjutnya, peneliti mengorientasi siswa pada masalah dengan menampilkan gambar ikan yang terinfeksi Jamur Protista jenis Saprolegnia sp. (Gambar 4.5) dan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait gambar tersebut. Kemudian siswa mendiskusikan pertanyaan tersebut. Setelah itu, peneliti membagikan LKS 2 pada tiap kelompok dan meminta siswa untuk mengerjakan LKS 2 tersebut secara berkelompok.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Setelah waktu mengerjakan LKS 2 selesai, setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan LKS tersebut kepada peneliti. Kemudian, beberapa perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. 3) Kegiatan Penutup Peneliti selanjutnya menjelaskan materi pembelajaran hari itu dan memberikan beberapa klarifikasi untuk beberapa hasil presentasi yang kurang tepat. Siswa kemudian diminta untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dipelajari dan mengungkapkan manfaat apa yang diperoleh dari pembelajaran hari itu. Gambar 4.6 Gambar yang ditampilkan untuk mengorientasi siswa pada masalah. Gambar 8 Kegiatan berikutnya, siswa mengerjakan post test siklus II. Pada tahap ini siswa meminta peneliti memberikan waktu beberapa menit untuk belajar terlebih dahulu mengingat pada pertemuan sebelumnya siswa merasa belum maksimal mengerjakan post testnya. Peneliti pun memberikan kesempatan untuk belajar kurang lebih 10 menit. Siswa diminta untuk mengerjakan post test siklus II secara individu dan mandiri dengan tidak membuka buku atau catatan apapun. Jumlah soal yang diberikan sebanyak 10 soal sama seperti pada pertemuan sebelumnya. Saat post test siklus II berlangsung, terlihat siswa cukup tertib dan tenang mengerjakan (Gambar 4.6a). Hanya saja ada satu kelompok di barisan belakang yang terlihat kurang tertib dan

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 tenang mengerjakan (Gambar 4.6b). Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti mengawasi post test ini dengan menyebar ke seluruh kelas terutama di bagian belakang. Setelah selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan lembar soal post test siklus II kepada peneliti. Kemudian peneliti membagikan kuesioner motivasi belajar akhir kepada siswa untuk diisi. Setelah semua kegiatan selesai dilakukan, peneliti mengucapkan terimakasih kepada siswa yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan penelitian selama ini sekaligus berpamitan dan menutup pembelajaran hari ini. b) a) Gambar 4.7: a) Suasana kelas saat post test siklus II; b) Salah satu kelompok yang kurang tertib dan tenang saat mengerjakan post test. Gambar 9 4) Observasi Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siklus II Seperti pada siklus sebelumnya, observer mengamati dan menilai siswa secara afektif. Setiap observer mengamati 4 kelompok dan setelah dilakukan observasi, data dari hasil observasi kelompok siswa diolah untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam ranah afektif. Berikut ini merupakan tabel data hasil observasi tiap kelompok pada siklus II.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 4.5 Hasil Observasi Siklus II No. Nama Kelompok Siklus II Kategori 1. Kelompok 1 73,3 Sedang 2. Kelompok 2 70 Sedang Presentase Rendah = 100% 3. Kelompok 3 90 Tinggi = 25% 4. Kelompok 4 60 Sedang 5. Kelompok 5 60 Sedang Presentase Sedang = 100% 6. Kelompok 6 33,3 Rendah = 63% Presentase Tinggi 1 100% = 7. Kelompok 7 46,6 Rendah 8. Kelompok 8 60 Sedang Presentase Hasil Observasi Siswa = 13% Tabel 15 Dikarenakan pada saat siklus II guru mata pelajaran Biologi berhalangan hadir, pada siklus II ini hanya para observer yang memberikan tanggapan yaitu bahwa proses pembelajaran pada siklus II ini sudah jauh lebih baik dari siklus sebelumnya meskipun peneliti dalam hal ini masih kurang bisa memanajamen kelas dengan baik. Sebab, peneliti masih kurang memperhatikan salah satu kelompok di barisan paling belakang yang tidak mau memperhatikan peneliti di depan kelas juga kurang aktif dalam pengerjaan LKS. c. Hasil Penelitian Siklus II Hasil penelitian dari siklus II dapat dilihat dari hasil post test siswa dan motivasi belajar siswa pada siklus II. Berikut ini adalah data hasil post test siswa pada siklus I.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 4.6 Hasil Post Test Siswa Siklus II No. Keterangan Skor 1. Nilai Tertinggi 57 2. Nilai Terendah 15 3. Jumlah Siswa yang Hadir 29 4. Nilai Rata-Rata Kelas 39 5. Presentase Siswa yang Mencapai KKM 0% 6. Presentase Siswa yang Tidak Mencapai KKM 100% Tabel 16 Berdasarkan tabel hasil post test di atas, diketahui bahwa nilai tertinggi adalah 57, sedangkan nilai terendahnya adalah 15. Rata-rata kelas untuk siklus II adalah 39 dengan keterangan bahwa seluruh siswa tidak mencapai KKM. Kemudian untuk data hasil motivasi belajar siswa pada siklus II adalah sebagai berikut. Tabel 4.7 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II Kelas Interval (%) Kategori Jumlah Siswa Presentase Motivasi Belajar Siswa 77≤q≤100 Tinggi 9 31% 51≤q≤76 Sedang 20 69% 25≤q≤50 Rendah - - Tabel 17 Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa pada siklus II siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 31%, sedangkan yang memiliki motivasi belajar sedang dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Based Learning sebesar 69%. Dari hasil tersebut tidak ada siswa yang memiliki motivasi rendah dalam mempelajari Biologi. Selain itu, seperti pada siklus I, diperoleh juga presentase dari tiap-tiap aspek ARCSnya. Berikut adalah data motivasi belajar siswa siklus II terhadap aspek ARCSnya. Tabel 4.8 Hasil Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II terhadap Aspek ARCS Aspek Motivasi Belajar Presentase Aspek Motivasi Belajar Attention (Perhatian) 14% Relevance (Relevansi) 15% Confidance (Kepercayaan diri) 15% Satisfaction (Kepuasan) 15% Tabel 18 d. Refleksi Siklus II Pada siklus II ini, pengerjaan LKS oleh siswa sudah cukup baik karena siswa masih mengingat arahan yang diberikan pada pertemuan siklus sebelumnya. Siswa juga cukup aktif dalam mencari jawaban dari berbagai sumber. Namun, meskipun demikian beberapa siswa dalam kelompok bergantung kepada salah satu teman kelompok dalam mengerjakan LKS di saat siswa tidak dapat menemukan jawaban yang tepat. Hal ini disebabkan karena menurut siswa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning khsususnya pada LKS memaksa siswa untuk berpikir lebih kritis. Saat kelompok tidak dapat menemukan jawaban, diskusi kelompok tersendat dan siswa dalam kelompok menjadi kurang termotivasi untuk mengerjakan LKS. Pendapat ini

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 pun sesuai dengan perolehan hasil motivasi belajar yang mengalami penurunan pada kategori tinggi. Selain itu, pada siklus II ini didapati juga dua siswa yang tidak kembali ke kelas setelah jam istirahat usai dikarenakan salah satu siswa mengaku ke UKS karena sakit. Seorang siswa lainnya tidak memiliki alasan yang jelas dan seakan menghindari pembelajaran karena siswa tidak segera kembali ke kelas. Padahal peneliti sudah menegur siswa beberapa kali untuk segera masuk ke kelas. Perpindahan posisi tempat duduk juga mempengaruhi perhatian siswa terhadap pembelajaran. Awalnya perpindahan posisi tempat duduk ini berfungsi dengan baik. Namun, perpindahan posisi tempat duduk ini malah dimanfaatkan oleh salah satu kelompok di barisan paling belakang untuk tidak memperhatikan peneliti dan mengerjakan apa yang peneliti arahkan. Untuk itu, peneliti dalam hal ini diharapkan dapat merencanakan perbaikan lebih baik dan teliti lagi agar perbaikan tersebut bermanfaat saat proses pembelajaran berlangsung.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 B. Analisis Data 1. Hasil Belajar Siswa Berikut ini adalah data perbandingan rata-rata kognitif siswa dan selisih skor N-gain terhadap hasil belajar siswa pada siklus I dan II. Rata-Rata Kognitif Siswa Hasil Belajar Siswa 60 Siklus I 40 Siklus II 20 N-gain 0 -20 Post Test Gambar 4.8 Grafik Perbandingan Rata-Rata Kognitif Siswa dan Selisih Skor N-gain terhadap Hasil Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Gambar 10 Perbandingan dan selisih skor N-gain di atas menunjukkan bahwa penurunan rata-rata kognitif siswa yang terjadi dari siklus I ke siklus II memberi pengertian yaitu kemampuan siswa dalam mengerjakan soal post test menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning masih tergolong rendah. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil selisih skor N-gain sebesar -1,8. 2. Hasil Observasi Penilaian hasil belajar siswa dalam ranah afektif dilakukan berdasarkan hasil observasi dua observer saat pembelajaran berlangsung. Masing-masing observer dalam hal ini mengobservasi 4 kelompok. Kemudian observer akan mengisi lembar observasi yang telah disediakan

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 oleh peneliti. Berikut ini adalah perbandingan hasil observasi yang telah dilakukan oleh observer. Siklus II Siklus I 25% Tinggi 25% 13% Tinggi Sedang 75% Rendah Sedang 63% Rendah Gambar 4.9 Diagram Perbandingan Hasil Observasi Kelompok pada Siklus I dan Siklus II Gambar 11 Berdasarkan perbandingan hasil observasi di atas, dapat diketahui bahwa penilaian afektif siswa pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I terdapat 75% siswa secara afektif termasuk dalam kategori rendah dan 25% termasuk dalam kategori sedang. Lalu, pada siklus II terdapat kenaikan pada kategori sedang 63% dan penurunan pada kategori rendah 25%. Pada siklus II ini juga terdapat 13% siswa secara afektif termasuk dalam kategori tinggi.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 3. Motivasi Belajar Berikut ini adalah perbandingan motivasi belajar siswa pada masing- Presentase Motivasi Belajar Siswa masing siklus. 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Siklus I Tinggi Siklus II Sedang Rendah Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Gambar 12 Berdasarkan perbandingan di atas, diketahui bahwa motivasi belajar siswa mengalami penurunan. Pada siklus I, sebanyak 55% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan 45% sisanya memiliki motivasi belajar sedang terhadap mata pelajaran Biologi. Kemudian, pada siklus II sebanyak 31% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan 69% siswa memiliki motivasi belajar sedang terhadap mata pelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Data tersebut didapatkan berdasarkan hasil data kuesioner motivasi belajar siswa yang diisi pada tiap siklus. Selain perbandingan data di atas, data hasil motivasi belajar siswa juga dilihat melalui aspek-aspek ARCSnya seperti pada grafik di bawah ini.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 18 Presentase Tiap Aspek 16 14 12 Attention 10 Relevance 8 Confidance 6 Satisfaction 4 2 0 Attention Relevance Confidance Satisfaction Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Aspek ARCS pada Siklus I dan Siklus II Gambar 13 Berdasarkan grafik di atas, motivasi belajar siswa dilihat dari tiap aspek ARCSnya mengalami penurunan. Pada siklus I presentase Attention siswa sebesar 15%, presentase Relevance siswa sebesar 17%, , dan presentase Satisfaction siswa sebesar 16 %. Kemudian pada siklus II, presentase Attention siswa sebesar 14%, presentase Relevance siswa sebesar 15%, dan presentase Satisfaction siswa sebesar 15 %. Hanya saja pada aspek Confidance siklus I dan siklus II presentasenya sama yaitu 15%. C. Pembahasan Penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 2 Ngaglik ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana hasil penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap siswa kelas X MIPA 1 pada materi Protista. Berikut ini adalah pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan. 1. Hasil Belajar Siswa Hasil belajar siswa melalui pengerjaan soal post test yang telah dilakukan sangat beragam. Pada siklus I, nilai tertingginya adalah 76 dan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 nilai terendahnya adalah 12. Rata-rata kelas yang diperoleh sebanyak 40,2 dengan presentase ketuntasan 7% siswa tuntas KKM dan 93% siswa belum tuntas KKM. Sementara, pada siklus II hasil post test mengalami penurunan, nilai tertinggi yang diperoleh adalah 57 dan nilai terendahnya 15. Rata-rata kelas yang diperoleh sebanyak 39,0 dengan presentase 100% siswa tidak tuntas KKM. Hasil ini belum sesuai yang diharapkan oleh peneliti. Berdasarkan data yang telah diuraikan di atas sebelumnya, melalui perhitungan skor N-gain post test siswa, siswa dalam pengerjaan post test menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning termasuk dalam kategori rendah. Bagi siswa bentuk soal post test yang diberikan dirasa lebih rumit dan sulit dibandingkan dengan soal-soal yang biasa dijumpai oleh siswa. Dikarenakan siswa sebelumnya tidak terbiasa menganalisis suatu masalah pada soal tes, banyak siswa yang tidak dapat menjawab soal post test dengan benar bahkan tidak menjawab soal tersebut sama sekali. Meskipun demikian, jawaban-jawaban yang dituliskan oleh siswa saat pengerjaan post test sudah cukup baik, siswa dapat memahami sedikit demi sedikit maksud soal yang diberikan dan jawaban seperti apa yang harus siswa tuliskan sangat mengerjakan post test. Hanya saja seringkali jawaban yang dituliskan oleh siswa masih kurang tepat. Hal ini pun mempengaruhi nilai post test siswa. Waktu yang sangat terbatas dan sebelum dilakukannya post test terdapat jam istirahat, menyebabkan masih banyaknya siswa yang tidak tepat waktu masuk kelas setelah bel istirahat selesai sehingga pengerjaan post test oleh siswa menjadi kurang optimal. Selain itu, dikarenakan pelaksanaan post test ini dilakukan tepat setelah pembahasan materi dan diskusi kelompok, banyak siswa protes kepada peneliti merasa belum siap dan merasa kesulitan untuk mengerjakan soal pada siklus I. Namun, meskipun demikian pada pengerjaan post test II peneliti tetap

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 memberikan tambahan waktu pengerjaan post test II dan memberikan waktu beberapa menit kepada siswa untuk belajar singkat. Selain karena bentuk soal post testnya, hal lain yang menjadi salah satu pengaruh kurang maksimalnya hasil belajar siswa secara kognitif adalah kurangnya konsentrasi siswa terhadap pembelajaran. Diketahui pada saat proses pembelajaran siklus I berlangsung, masih banyak siswa yang sibuk dengan urusannya sendiri bahkan beberapa siswa juga mengganggu teman lainnya yang fokus terhadap pembelajaran. Oleh karena hal tersebut siswa tidak benar-benar memahami materi Protista dengan baik dan hal ini mempengaruhi siswa dalam mengerjakan post test. Sementara pada siklus II, setelah dilakukan perpindahan posisi tempat duduk, suasana kelas terlihat lebih hidup dibandingkan pada siklus I. Siswa terlihat cukup aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hanya saja pada kelompok barisan paling belakang terdapat satu kelompok yang kurang memperhatikan pembelajaran. Peneliti sudah berusaha berulang kali menegur siswa dengan melakukan tanya jawab. Namun, mereka cenderung sibuk sendiri dengan urusan mereka dan tampak hanya satu orang siswa dalam kelompok tersebut yang memperhatikan pembelajaran dan berusaha mengerjakan LKS saat dilakukan diskusi kelompok. Model pembelajaran Problem Based Learning ini juga sangat baru bagi siswa melihat siswa sebelumnya lebih sering mengikuti pembelajaran dengan menggunakan ceramah. Apalagi hampir seluruh siswa juga baru mendengar pertama kali istilah hipotesis sehingga hal tersebut membuat siswa kesulitan belajar menggunakan model ini terutama dalam pengerjaan LKS sebab pada dasarnya penerapan model pembelajaran Problem Based Learning menurut Dewey dalam buku Hamdayama (2014) menuntut siswa untuk merumuskan masalah, membuat hipotesis dan menguji hipotesisnya kemudian membuat kesimpulan.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Peneliti pun dalam hal ini masih kurang bisa menjelaskan dengan baik dan sederhana perihal cara untuk mengerjakan LKS tersebut sebab peneliti terlalu terburu-buru melanjutkan kegiatan pembelajaran berikutnya karena mengingat waktu yang dimiliki sangat terbatas. Kondisi ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sumitro (2017) bahwa keberhasilan pendekatan pembelajaran melalui pemecahan masalah membutuhkan waktu yang cukup untuk persiapan dan memerlukan pemahaman siswa untuk berusaha memecahkan masalah yang mereka pelajari sebab tanpa hal tersebut mereka tidak akan belajar dari apa yang mereka pelajari. 2. Hasil Observasi Hasil belajar siswa dalam ranah afektif dilihat dari hasil observasi yang dilakukan oleh dua observer. Observasi ini dilakukan untuk mengamati aspek afektif siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Aspek afektif tersebut meliputi keantusiasan siswa dalam memperhatikan penjelasan guru dan menanggapi pertanyaan dari guru, motivasi siswa saat mengikuti proses pembelajaran, keaktifan siswa dalam berdiskusi dan menanggapi hasil presentasi kelompok lain serta keaktifan siswa dalam mencari sumber belajar lainnya saat pengerjaan LKS. Pada siklus I, hasil belajar siswa dalam ranah afektif yang masuk dalam kategori rendah sebanyak 75% dan sisanya masuk dalam kategori sedang 25%. Lalu, pada siklus II mengalami penurunan dalam kategori rendah sebanyak 25% tetapi mengalami kenaikan dalam kategori sedang sebanyak 63%. Dan pada siklus ini juga terdapat kategori tinggi sebanyak 13%. Meskipun terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada kategori tinggi sebesar 13%, hasil ini belum sesuai dengan indikator keberhasilan yang ingin dicapai oleh peneliti sebesar 70% siswa mencapai kategori tinggi. Hasil tersebut mengalami peningkatan tetapi belum sesuai dengan indikator keberhasilan yang ingin peneliti capai.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Pada siklus I, secara afektif siswa masih sibuk mengobrol, ramai, dan pasif saat peneliti melakukan tanya jawab. Sebagian besar siswa juga terlihat tidak memperhatikan peneliti saat menjelaskan di depan kelas. Namun, saat peneliti mencoba menampilkan gambar atau pun video siswa memiliki ketertarikan untuk belajar meskipun tidak semua siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana (2000) bahwa hasil belajar yang dicapai siswa dapat dipengaruhi oleh faktor secara eksternal dan internal yang mana hal tersebut terkait dengan fasilitas belajar yang ada maupun faktor sosial yang dalam hal ini adalah usaha peneliti untuk menarik perhatian siswa. Pada saat mengerjakan LKS pun terlihat hanya satu atau dua kelompok yang aktif berdiskusi dan serius untuk mengerjakan LKS sedangkan kelompok lain sibuk dengan urusannya sendiri dan bahkan mengganggu kelompok lainnya yang sedang berdiskusi. Saat kelompok lain sedang mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, terlihat banyak siswa tidak memperhatikan dan menanggapi hasil presentasi kelompok tersebut. Setelah dilakukan perbaikan pada kelompok dengan mengatur posisi tempat duduk mereka pada siklus II, siswa menjadi lebih memperhatikan peneliti dan lebih aktif untuk menanggapi setiap pertanyaan dari peneliti meskipun terkadang jawaban atau pendapat siswa tidak sesuai dan seringkali membuat kelucuan. Meskipun keaktifan siswa ini masih bergantung saat peneliti memanggil atau menunjuk siswa, tetapi hal tersebut menggerakkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran terutama untuk siswa yang selama proses pembelajaran sangat pasif. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Sudjana (2000) bahwa hasil belajar yang dicapai siswa dapat dipengaruhi oleh faktor secara eksternal dan internal. Dan dalam hal ini peneliti sebagai faktor luar mendorong keaktifan siswa secara psikologis sehingga siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Pada siklus II, setiap kelompok juga terlihat mengerjakan LKSnya dengan baik meskipun ada satu atau dua orang siswa yang masih sering mengganggu teman lainnya yang berdiskusi. Sebagian siswa juga sudah memperhatikan dan menanggapi kelompok lainnya saat presentasi meskipun terkadang beberapa masih ditunjuk peneliti untuk menanggapi karena mengganggu teman kelompok lainnya. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Sanjaya (2013) bahwa upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa tidak terlepas dari kesungguhan guru dalam menerapkan langkah-langkah model pembelajaran secara ketat. 3. Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas sebelumnya, diketahui bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I motivasi belajar siswa sebesar 55% termasuk kategori tinggi dan 45% termasuk kategori sedang. Sementara pada siklus II, motivasi belajar siswa mengalami penurunan yakni 31% termasuk kategori tinggi dan 69% termasuk kategori sedang. Terjadinya penurunan motivasi belajar siswa ini dikarenakan aspek-aspek ARCSnya juga mengalami penurunan. Menurut data dari aspek Attention, perhatian siswa terhadap pembelajaran Biologi sudah cukup baik. Hal tersebut diketahui berdasarkan respon-respon siswa saat mengisi kuesioner motivasi belajar awal. Namun, perhatian siswa saat mengikuti pembelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning masih sangat kurang. Hal tersebut diketahui berdasarkan pengisian kuesioner yang telah siswa isi setelah mengikuti pembelajaran Biologi. Saat proses pembelajaran berlangsung diketahui beberapa siswa terlihat memperhatikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Namun, dikarenakan peneliti juga dalam hal ini kurang bisa membawakan materi maupun memberikan arahan dengan baik, maka masih banyak siswa yang terlihat tidak memperhatikan pembelajaran dan lebih memilih menyibukkan diri.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Berdasarkan data dari aspek Relevance, turunnya motivasi belajar siswa juga dapat disebabkan karena siswa tidak terbiasa mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata sehari-hari. Apalagi selama ini siswa belajar dengan menggunakan metode ceramah yang mana juga guru selama ini kurang memberikan contoh-contoh kontekstual saat menyampaikan materi kepada siswa sehingga hal ini sejalan dengan pendapat Setyaningsih (2017) bahwa secara relevansi motivasi belajar memiliki suatu hubungan yang ditunjukkan antara materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Sedangkan siswa masih belum sadar betul manfaat dari mempelajari materi Protista dengan menghubungkannya dalam kehidupan nyata sehingga rasa ingin tahu siswa terhadap suatu hal yang berkaitan dengan materi Protista dan kehidupan nyata masih rendah. Hanya beberapa siswa saja yang rasa ingin tahunya cukup tinggi dalam belajar. Padahal model pembelajaran Problem Based Learning sudah cukup tepat untuk diterapkan mengingat fokus pembelajarannya adalah pada masalah yang dipilih (Suyitno, 2014). Kemudian materi Protista sendiri adalah materi yang cukup mendukung jika disampaikan dengan model pembelajaran tersebut dilihat dari materi-materinya yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun, karena motivasi siswa yang masih belum maksimal siswa menjadi kurang memahami materi Protista dengan baik dan hal ini pun mempengaruhi hasil belajar mereka. Berdasarkan data dari aspek Confidance, motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar juga masih rendah baik saat mengikuti pembelajaran siklus I maupun siklus II. Hal ini dikarenakan siswa terbiasa belajar untuk dituntun oleh guru daripada mencari sendiri apa yang ingin mereka ketahui sehingga kepercayaan diri siswa terlihat masih sangat rendah. Siswa lebih suka bermain, mengobrol atau mengganggu teman lainnya daripada serius untuk belajar di kelas. Hanya beberapa siswa saja yang terlihat fokus untuk belajar. Bahkan saat peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya, siswa enggan untuk

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 tampil percaya diri di depan kelas. Peneliti pun akhirnya menunjuk beberapa perwakilan kelompok untuk presentasi meskipun saat itu hasil diskusi mereka belum terlalu lengkap. Melalui data Satisfaction yang ada, diketahui sebagian besar siswa belum merasa puas dalam belajar Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal ini dikarenakan siswa mengetahui bahwa nilai post test mereka banyak yang masih belum tuntas KKM. Meskipun demikian, siswa tetap berusaha untuk belajar lebih giat lagi bahkan saat peneliti memberikan waktu kepada siswa belajar sebelum post test. Beberapa siswa juga terlihat cukup puas saat peneliti memberikan hadiah dan pujian bagi mereka yang mendapatkan nilai baik dan kepercayaan diri yang cukup tinggi saat menyampaikan pendapatnya di depan kelas sehingga hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Sardiman (2008) bahwa dibutuhkan beberapa hal yang dapat digunakan sebagai cara untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. D. Keterbatasan Penelitian Dalam melakukan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi Protista kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik, peneliti memiliki beberapa keterbatasan penelitian, yaitu: 1. Model pembelajaran yang digunakan terlalu sulit dan membingungkan bagi siswa dikarenakan model pembelajaran ini baru pertama kali diterapkan di kelas mereka. 2. Peneliti kurang bisa menjelaskan dengan baik tata cara pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning sehingga siswa masih kurang memahami apa yang harus mereka kerjakan. 3. Langkah perpindahan posisi tempat duduk kelompok yang dilakukan oleh peneliti dari siklus I ke siklus II seharusnya tidak hanya merotasi perpindahan tempat duduk kelompok saja tetapi perlu dilakukan langkah perbaikan lainnya.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 4. Waktu yang dimiliki oleh peneliti terbatas sedangkan model pembelajaran ini baru pertama kali diterapkan kepada siswa sehingga membutuhkan waktu yang panjang untuk menjelaskan model ini. 5. Melihat bahwa hasil yang diperoleh belum mencapai indikator keberhasilan, seharusnya setiap siklus dilakukan minimal dua kali pertemuan. Namun, karena keterbatasan waktu, pelaksanaan penelitian dilakukan hanya dua pertemuan saja dalam dua siklus.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa: “Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Ngaglik pada materi Protista belum bisa meningkatkan hasil belajar siswa baik secara kognitif (siklus I = 40,2; siklus II = 39,0; n-gain= 1,8) maupun afektif (siklus I = 75% kategori sedang dan 25% kategori rendah; siklus II = 25% kategori sedang, 63% kategori rendah, dan 13% kategori tinggi) serta belum bisa meningkatkan motivasi belajar siswa (siklus I = 55% kategori tinggi dan 45% kategori sedang; siklus II 31% kategori tinggi dan 69% kategori sedang).” B. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut. 1. Apabila model pembelajaran ini baru pertama kali diterapkan di dalam kelas, sebaiknya model ini diperkenalkan terlebih dahulu sebelum tindakan dilaksanakan agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif sehingga peneliti tidak perlu menjelaskan berulang kali saat mengajar. 2. Pemilihan model pembelajaran yang akan diterapkan sebaiknya disesuaikan dengan hasil observasi yang telah dilakukan sehingga tidak asal memilih model pembelajaran tetapi harus disesuaikan dengan tingkat pengetahuan siswa yang diobservasi. 3. Sebaiknya guru memotivasi siswa sejak awal mengajar dan sebisa mungkin memberikan perhatian secara merata kepada seluruh siswadi dalam kelas. 72

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 4. Sebaiknya guru menyederhanakan pemakaian kalimat dalam memberikan penjelasan tentang model pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan yang diajar.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya. Archambault, J. 2008. The Effect of Developing Kinematics Concepts Graphically Prior toIntroducing Algebraic Problem Solving Techniques. Action Research Required forthe Master of Natural Science Degree with Concentration in Physics; Arizona State University yang diakses dalam jurnal http://modeling.asu.edu/modeling/Kinematics-graphical08brief.pdf pada tanggal 30 Januari 2019 pukul 23:29 WIB. Arikunto, Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Armisyah. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Adaptasi Makhluk Hidup di Kelas IX 3 MTsN Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen yang diakses dalam jurnal http://jurnal.ymie.or.id/index.php/jmie/article/view/78/65 pada tanggal 24 Juli 2018 pukul 18:46 WIB. Danar, Vreddy Frans. 2012. Hubungan antara Motivasi Belajar Intrinsik dan Ekstrinsik Siswa dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video SMK Ma’Arif 1 Wates dalam jurnal eprints.uny.ac.id/42744/1/Vreedy%20Frans%20Danar%200850224402 4.pdf pada tanggal 15 Mei 2018 pukul 17:30 WIB. Efiskoputra. 2017. Penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Sirkulasi Kelas XI IPA 1 SMA Pangudi Luhur ST. Louis IX Sedayu. PBIO. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Fatimah, Nurrany dan Abdul Aziz A. 2013. Pengaruh Strategi Motivasi Attetion, Relevance, Confidance, Satisfaction (ARCS) dalam Model Pembelajaran Langsung terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis di Kelas X SMA Negeri 1 Surabaya yang diakses dalam jurnal jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/inovasipendidikan-fisika/article/download/3010/1757 pada tanggal 10 Agustus 2018 pukul 18:45 WIB. Hake. 1999. Analyzing Change/Gain Scores. American Research yang diakses dalam jurnal www.physics.indiana.edu/~sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf pada tanggal 31 Januari 2019 pukul 00:11 WIB.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hamdayama, Jumanta. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter. Bogor: Ghalia Indonesia. Irnaningtyas. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga. Jihad, Asep dan Abdul Haris. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Kurniasih, Mildania. 2012. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa yang diakses dalam jurnal http://www.google.com/=Bab%2520II_YULI%2520SUPANGATI_PGS D%252712 pada tanggal 15 Mei 2018 pukul 20:31 WIB. Nuraeni, Shimaditya. 2016. Problem Based Learning yang diakses dalam jurnal http://studylibid.com/doc/807018/-pbl--problem-based-learning pada tanggal 17 Juli 2018 pukul 21:30 WIB. Ratnawulan, Elis. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia. Revianandha. 2013. Motivasi Belajar yang diakses dalam jurnal eprints.uny.ac.id/21859/6/BAB%20II.pdf pada tanggal 15 Mei 2018 pukul 15:14 WIB. Sanjaya, H. Wina. 2013. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Saputri, Benedikta Meryana Utami. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA 1 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh. PBIO. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sari, Nurmalita, Widha Sunarno, dan Sarwanto. 2017. Analisis Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas yang diakses dalam skripsi https://www.researchgate.net/publication/326602934_ANALISIS_MOT IVASI_BELAJAR_SISWA_DALAM_PEMBELAJARAN_FISIKA_SEKO LAH_MENENGAH_ATAS/fulltext/5b58b4da458515c4b244bd53/32660 2934_ANALISIS_MOTIVASI_BELAJAR_SISWA_DALAM_PEMBELAJ

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 ARAN_FISIKA_SEKOLAH_MENENGAH_ATAS.pdf?origin=publicatio n_detail pada tanggal 29 Januari 2019 pukul 03:33 WIB. Septianing, Rasti dan Savitri Endah Yani. 2013. Panduan Belajar Biologi SMA Kelas 1A. Bogor: Penerbit Yudhistira. Setyaningsih, Fransiska Tri. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X PM II A 2 SMA Xaverius Pringsewu pada Materi Keanekaragaman Hayati. PBIO. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Subekti, Ruchji dan Harry Firman. 1989. Evaluasi Hasil Belajar dan Pengajaran Remedial. Jakarta: UT. Sudjana, Nana. 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Sinar Baru Algesindo. Sumitro H, Auliah, Punaji Setyosari dan Sumarmi. 2017. Penerapan Model Problem Based Learning Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS yang diakses dalam jurnal https://media.neliti.com/.../211181penerapan-model-problem-based-learning-m.pdf pada tanggal 7 Januari 2019 pukul 16:13 WIB. Suyitno, Imam. 2014. Memahami Tindakan Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Warsono dan Hariyanto. 2012. Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Zalukhu, Lonni Yayi Amae. 2016. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekosistem di Kelas VII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta. PBIO. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 LAMPIRAN 1 SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Lampiran 1 Sekolah : SMA Negeri 2 Ngaglik Kelas : X MIPA Mata Pelajaran : Biologi Semester :1 LAMPIRAN KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 LAMPIRAN 1 peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4: Mengolah, menalar, dan, menyaji dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggonakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Penilaian Kegiatan Pembelajaran Materi Pokok Kompetensi Dasar 3.6 Mengelompok kan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan.  4.6 Menyajikan laporan hasil investigasi tentang     Pengertian Protista Protista mirip hewan (Protozoa) Protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga) Protista mirip jamur (Jamur Protista) Peranan Protista dalam Kehidupan Manusia     Mengamati gambar/video. Mencari informasi dari berbagai sumber. Mengerjakan LKS secara berkelompok. Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Indikator Teknik Kognitif Tes Pertemuan 1    Menjelaskan pengertian kingdom protista. Menganalisis ciriciri umum kingdom protista. Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip hewan (Protozoa). Non Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Tes Pilihan Ganda dan Uraian Terlampir dalam RPP Lembar Observasi Alokasi Waktu 6 JP Sumber Belajar   Irnaningt yas. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulu m 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga Septiani ng, Rasti

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 LAMPIRAN 1 Penilaian Kompetensi Dasar berbagai peran protista dalam kehidupan. Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik   Mengklasifikasikan Tes protista mirip hewan (Protozoa). Menghubungkan peranan Protozoa dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Pertemuan 2   Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). Mengklasifikasikan protista mirip Bentuk Instrumen dan Lembar Kuesioner Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar dkk. 2013. Panduan Belajar Biologi SMA Kelas 1A. Bogor: Penerbit Yudhisti ra.  Internet:  https: //med ia.neli ti.co m/me dia/... /5759

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 LAMPIRAN 1 Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik    tumbuhan (Ganggang/Alga). Menghubungkan peranan Ganggang/Alga dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip jamur (Jamur Protista). Mengklasifikasikan protista mirip jamur (Jamur Protista). Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar 6-IDtoxop lasmo sisdalam keha milan .pdf  https: //ww w.res earch gate.n et/pub licatio n/323 68806 4_Ost eomy

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 LAMPIRAN 1 Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik  Menghubungkan peranan Jamur Protista dalam kehidupan seharihari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Afektif   Bekerjasama untuk menjawab LKS dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Kritis dalam memberikan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar elitis_ Verte bra_A kibat_ Balan tidiasi s  https: //ww w.alo dokte r.com /peny akitchaga s  https: //dokt erseh at.co

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 LAMPIRAN 1 Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik   tanggapan dalam presentasi. Proaktif dalam mengajukan pertanyaan. Percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi. Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar m/pen yakittidurdariafrika /  http:// www. ofish.c om/H amaP enyak it/jam ur_co ntent. php  http:// www. bbp4b

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 LAMPIRAN 1 Penilaian Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar   .litba ng.kk p.go.i d/jurn aljpbk p/inde x.php /jpbk p/arti cle/vi ewFil e/.../p df LKS Power Point (PPT)

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 LAMPIRAN 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Lampiran 2 Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Ngaglik Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/Gasal Materi : Protista Alokasi Waktu : 6 JP (6 × 45 menit) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasar rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah kongkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 LAMPIRAN 2 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 2.1 Berperilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif, dan proaktif dalam melakukan percobaan dan diskusi di dalam kelas maupun luar kelas. 2.1.1 Bekerjasama untuk menjawab LKS dengan model pembelajaran Problem Based Learning. 2.1.2 Kritis dalam memberikan tanggapan dalam presentasi. 2.1.3 Proaktif dalam mengajukan pertanyaan. 2.1.4 Percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi. 3.7 Mengelompokkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan mengaitkan peranannya dalam kehidupan. 3.6.1 Menjelaskan pengertian kingdom protista. 3.6.2 Menganalisis ciri-ciri umum kingdom protista. 3.6.3 Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip hewan (Protozoa). 3.6.4 Mengklasifikasikan protista mirip hewan (Protozoa). 3.6.5 Menghubungkan peranan Protozoa dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 3.6.6 Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 3.6.7 Mengklasifikasikan protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 3.6.8 Menghubungkan peranan Ganggang/Alga dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 3.6.9 Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip jamur (Jamur Protista). 3.6.10 Mengklasifikasikan protista mirip

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 LAMPIRAN 2 jamur (Jamur Protista). 3.6.11 Menghubungkan peranan Jamur Protista dalam kehidupan seharihari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 4.6 Menyajikan laporan hasil investigasi tentang berbagai peran protista dalam kehidupan. 4.6.1 Membuat makalah tentang peranan protista dalam kehidupan seharihari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. C. Tujuan Pembelajaran 2.1.1 Melalui diskusi kelompok, siswa mampu bekerjasama untuk menjawab LKS dengan model pembelajaran Problem Based Learning. 2.1.2 Melalui presentasi hasil diskusi, siswa kritis dalam memberikan tanggapan dalam presentasi. 2.1.3 Melalui presentasi, siswa proaktif dalam mengajukan pertanyaan. 2.1.4 Melalui model pembelajaran Problem Based Learning, siswa percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi. 3.6.1 Melalui kegiatan tanya jawab, siswa mampu menjelaskan pengertian kingdom protista. 3.6.2 Melalui studi literatur, siswa mampu menganalisis ciri-ciri umum kingdom protista. 3.6.3 Melalui studi literatur, siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip hewan (Protozoa). 3.6.4 Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu mengklasifikasikan protista mirip hewan (Protozoa). 3.6.5 Melalui kegiatan studi kasus, siswa mampu menghubungkan peranan Protozoa dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 3.6.6 Melalui studi literatur, siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 3.6.7 Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu mengklasifikasikan protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 3.6.8 Melalui kegiatan studi kasus, siswa mampu menghubungkan peranan Ganggang/Alga dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 3.6.9 Melalui studi literatur, siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip jamur (Jamur Protista). 3.6.10 Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu mengklasifikasikan protista mirip jamur (Jamur Protista).

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 LAMPIRAN 2 3.6.11 Melalui kegiatan studi kasus, siswa mampu menghubungkan peranan Jamur Protista dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 4.6.1 Dengan memahami studi kasus, siswa mampu membuat makalah tentang peranan protista dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. D. Materi Pembelajaran Konseptual : 1. Pengertian kingdom protista. 2. Ciri-ciri umum kingdom protista. 3. Ciri-ciri umum protista mirip hewan (Protozoa). 4. Ciri-ciri umum protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 5. Ciri-ciri umum protista mirip jamur (Jamur Protista). Faktual : 1. Beberapa contoh gambar/video protista yang ada di lingkungan. 2. Beberapa produk makanan yang berbahan dasar protista. Prosedural : Melakukan studi kasus peranan protista yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari baik secara menguntungkan maupun yang merugikan. Metakognitif : Menyajikan makalah hasil studi kasus peranan protista dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran: 1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik (Saintific Approach) 2. Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) 3. Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok, tanya jawab, studi literatur, studi kasus, pemecahan masalah dan presentasi.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 LAMPIRAN 2 F. Media Pembelajaran 1. Media a. Lembar Kerja Siswa (LKS) b. Powerpoint c. Video/gambar-gambar tentang protista 2. Alat dan Bahan a. Alat tulis b. Whiteboard c. Laptop d. LCD Projector G. Sumber Belajar 1. Irnaningtyas. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2. Septianing, Rasti dkk. 2013. Panduan Belajar Biologi SMA Kelas 1A. Bogor: Penerbit Yudhistira. 3. Internet: a. https://media.neliti.com/media/.../57596-ID-toxoplasmosisdalam-kehamilan.pdf b. https://www.researchgate.net/publication/323688064_Osteomyeli tis_Vertebra_Akibat_Balantidiasis c. https://www.alodokter.com/penyakit-chagas d. https://doktersehat.com/penyakit-tidur-dari-afrika/ e. http://www.o-fish.com/HamaPenyakit/jamur_content.php f. http://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/jurnaljpbkp/index.php/jpbkp/ article/viewFile/.../pdf 4. LKS 5. Power Point (PPT)

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 LAMPIRAN 2 H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN SIKLUS I (3 JP × 45 menit) Tahapan Pendahuluan Menyiapkan kondisi belajar Sintaks Pembelajaran Deskripsi Kegiatan   Apersepsi  Motivasi   Orientasi   Alokasi Waktu 15 Guru membuka pembelajaran menit dengan mengucapkan salam kemudian mengecek kehadiran siswa di kelas. Selanjutnya, guru memperkenalkan diri. Guru menjelaskan model pembelajaran Problem Based Learning, aturan, dan hal-hal yang akan dilakukan oleh siswa. Guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa apakah mereka pernah mendengar tentang penyakit malaria. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menayangkan beberapa gambar dan bertanya kembali apakah ada siswa yang pernah mengalami penyakit malaria tersebut dan kira-kira apa penyebab utama dari malaria tersebut Guru menyampaikan tujuan/ruang lingkup pembelajaran yang akan dibahas. Guru membagikan kuesioner awal Siswa diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 LAMPIRAN 2 Kegiatan Inti 15  Guru menarik perhatian siswa menit Orientasi siswa dengan menampilkan gambar kepada masalah berikut terkait pengertian dan ciri-ciri umum dari kingdom protista.  Siswa diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan guru terkait gambar yang ditampilkan.  Mengorientasi siswa pada masalah dengan menampilkan video Death by Tsetse Fly lalu memberikan pertanyaan:  Mengapa lalat tersebut dapat menimbulkan sebuah penyakit?  Jenis protista apakah yang menginfeksi tubuh manusia tersebut dan bagaimana cara kerja protista tersebut dalam menginfeksi tubuh manusia?  Apakah ada gejala tertentu saat seseorang terinfeksi penyakit tersebut dan adakah cara untuk menanggulangi infeksi tersebut? Mengorganisasi  Siswa mendiskusikan 15 siswa untuk pertanyaan yang diberikan oleh menit belajar guru.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 LAMPIRAN 2  Siswa mengerjakan LKS yang telah dibagikan oleh guru secara berkelompok.  Guru membantu siswa dalam mendefinisikan tugas belajar yang berhubungan dengan permasalahan. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok  Siswa mencari informasi yang 35 berkaitan dengan masalah yang menit terdapat pada LKS dari berbagai sumber.  Guru menanyakan dan membantu siswa apabila siswa mengalami kesulitan dalam penyelidikan dan memastikan setiap anggota kelompok aktif dalam mengumpulkan informasi. Mengembangkan  Perwakilan kelompok 35 dan mempresentasikan hasil dari menit mempresentasikan diskusi untuk memberikan hasil kesimpulan. Sedangkan kelompok lain menganggapi. Menganalisis dan  Guru memberi klarifikasi bila 10 mengevaluasi ada yang belum tepat dan menit proses pemecahan memberi penguatan pada hasil masalah presentasi yang sudah benar. Penutup Merangkum Evaluasi Refleksi Arahan/tindak lanjut 10  Siswa diminta menyimpulkan menit apa yang telah dipelajari.  Siswa melakukan evaluasi dengan mengerjakan post test siklus I.  Siswa diminta mengungkapkan manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi yang telah dibahas.  Siswa diminta untuk mempelajari materi berikutnya tentang Ganggang/Alga dan Jamur Protista.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 LAMPIRAN 2 SIKLUS II (3 JP × 45 menit) Pendahuluan Menyiapkan kondisi belajar Apersepsi Motivasi Orientasi Kegiatan Inti 15  Guru membuka pembelajaran menit dengan mengucapkan salam kemudian mengecek kehadiran siswa di kelas.  Guru memberikan apersepsi pada siswa dengan menayangkan gambar agar-agar dan bertanya kepada siswa apa bahan dasar dari agar-agar tersebut.  Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan bertanya kembali, apa alasan utama alga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan terutama dalam pembuatan agar-agar  Guru menyampaikan tujuan/ruang lingkup pembelajaran yang akan dibahas.  Siswa diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa. Orientasi siswa  Guru menarik perhatian siswa 15 kepada masalah dengan menampilkan gambar menit berikut.  Siswa diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan guru terkait gambar yang ditampilkan.  Mengorientasi siswa pada masalah dengan menampilkan gambar berikut lalu

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 LAMPIRAN 2 memberikan pertanyaan:  Mengapa ikan ini terlihat kurang sehat?  Protista jenis apakah yang dapat menginfeksi ikan tersebut?  Bagaimana protista tersebut menginfeksi ikan tersebut dan bagaimana cara untuk mencegah infeksi tersebut pada ikan? Mengorganisasi  Siswa mendiskusikan 15 siswa untuk pertanyaan yang diberikan oleh menit belajar guru.  Siswa mengerjakan LKS yang telah dibagikan oleh guru secara berkelompok. Guru membantu siswa dalam mendefinisikan tugas belajar yang berhubungan dengan permasalahan. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok  Siswa mencari informasi yang 35 berkaitan dengan masalah yang menit terdapat pada LKS dari berbagai sumber. Guru menanyakan dan membantu siswa apabila siswa mengalami kesulitan dalam penyelidikan dan memastikan setiap anggota kelompok aktif dalam mengumpulkan informasi. Membimbing penyelidikan individual  Siswa mencari informasi yang 35 berkaitan dengan masalah yang menit terdapat pada LKS dari

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 LAMPIRAN 2 maupun kelompok berbagai sumber. Guru menanyakan dan membantu siswa apabila siswa mengalami kesulitan dalam penyelidikan dan memastikan setiap anggota kelompok aktif dalam mengumpulkan informasi. Mengembangkan  Perwakilan kelompok 35 dan mempresentasikan hasil dari menit mempresentasikan diskusi untuk memberikan hasil kesimpulan. Sedangkan kelompok lain menganggapi. Menganalisis dan  Guru memberi klarifikasi bila 10 mengevaluasi ada yang belum tepat dan menit proses pemecahan memberi penguatan pada hasil masalah presentasi yang sudah benar. 10  Siswa diminta menyimpulkan menit apa yang telah dipelajari  Siswa melakukan evaluasi dengan mengerjakan post test siklus II.  Siswa diminta mengungkapkan manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi yang telah dibahas.  Siswa diminta untuk mengisi kuesioner akhir. Penutup Merangkum Evaluasi Refleksi Arahan/tindak lanjut I. Penilaian Hasil Pembelajaran Aspek Teknik Instrumen Sikap Non Tes Lembar Observasi Lembar Kuesioner Pengetahuan Tes (Pilihan Ganda dan Uraian) LKS, pre test, serta post test siklus I dan II

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 LAMPIRAN 2 J. Lampiran 1. Instrumen Penilaian 2. Lembar Kerja Siswa (LKS)

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 LAMPIRAN 3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 1 Lampiran 3 A. Tujuan: 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian kingdom protista. 2. Siswa mampu menganalisis ciri-ciri umum kingdom protista. 3. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip hewan (Protozoa). 4. Siswa mampu mengklasifikasikan protista mirip hewan (Protozoa). 5. Siswa mampu menghubungkan peranan Protozoa dalam kehidupan seharihari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. B. Alat dan bahan: Alat tulis (pulpen) C. Langkah-langkah kegiatan 1. Bacalah pernyataan di bawah ini dengan baik! 2. Tentukan atau susunlah hipotesis dari pernyataan tersebut dengan baik! 3. Untuk menguji hipotesis yang telah kalian buat, carilah informasi baik dari buku, internet dan lainnya! 4. Berdasarkan informasi yang telah kalian dapatkan, buatlah kesimpulan! D. Kegiatan 1. Rumusan Masalah: Apakah kamu setuju dengan rumusan masalah berikut di bawah ini? Jika tidak, susun kembali Rumusan Masalah menurut kelompokmu! a. Feses dari kucing liar membahayakan ibu yang sedang hamil karena kemungkinan mengandung Toxoplasma sp. dalam bentuk oosista. Trypanosoma brucei gambiense b. c. Seseorang mengalami diare balantidias akibat makanan yang dikonsumsi tidak bersih dan mengandung larva Balantidium coli.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 LAMPIRAN 3 2. Hipotesis: Tuliskan hipotesis kalian di bawah ini! a. ................................................................................................ ................................................................................................ ................................................................................................ ................................................................................... b. ................................................................................................ ................................................................................................ .................................................................................... c. ................................................................................................ ................................................................................................ ..................................................................................... (boleh ditambah jika diperlukan) 3. Hasil diskusi (informasi yang didapat) Carilah keterangan-keterangan yang berhubungan dengan permasalahan tersebut (dalam buku atau literatur lainnya) sebagai bahan untuk memecahkan permasalahan di atas! Kaitkan dengan ciri-ciri umum protozoa, klasifikasinya, serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ......................................................................................................... 4. Kesimpulan ............................................................................................................ ............................................................................................................

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 LAMPIRAN 3 ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ......................................................................................................... 5.Kelompok: Nama: 1. 2. 3. 4. 5. Sumber yang dapat membantu: https://media.neliti.com/media/.../57596-ID-toxoplasmosis-dalam-kehamilan.pdf https://www.researchgate.net/publication/323688064_Osteomyelitis_Vertebra_Akibat_Balantidiasis https://doktersehat.com/penyakit-tidur-dari-afrika/ https://www.alodokter.com/penyakit-chagas

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 LAMPIRAN 4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2 Lampiran 4 A. Tujuan: 1. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 2. Siswa mampu mengklasifikasikan protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 3. Siswa mampu menghubungkan peranan Ganggang/Alga dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 4. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip jamur (Jamur Protista). 5. Siswa mampu mengklasifikasikan protista mirip jamur (Jamur Protista). 6. Siswa mampu menghubungkan peranan Jamur Protista dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. B. Alat dan bahan: Alat tulis (pulpen) C. Langkah-langkah kegiatan 1. Bacalah artikel tersebut! 2. Susunlah hipotesis dari gambar tersebut dengan menjawab pertanyaan yang ada! 3. Untuk menguji hipotesis yang telah kalian buat, carilah informasi baik dari buku, internet dan lainnya! 4. Berdasarkan informasi yang telah kalian dapatkan, buatlah kesimpulan!

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 LAMPIRAN 4 D. Kegiatan 1. Rumusan Masalah: a. Kripik Ganggang Di daerah pantai Wonosari ganggang yang merupakan tumbuhan liar kini dapat dimanfaatkan sebagai camilan yang mempunyai nilai jual tinggi. Dulu para nelayan daerah Wonosari tidak mengetahui jika ganggang hijau yang tumbuh subur dipantai dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.Namun, setelah kelompok mahasiswa dari UGM (Universita Gajah Mada) datang di daerah pesisir pantai Wonosari dan meneliti akan ganggang, akhirnya kelompok mahasiswa ini berinovasi dengan ganggang hijau dan mensosialisasikan ke para nelayan daerah pantai Wonosari. Dari situlah para nelayan mulai memproduksi ganggang sebagai olahan makanan. Jenis produk yang dihasilkan dari ganggang hijau atau Ulva sp. ini adalah keripik ganggang yang mempunyai rasa yang gurih. Selain rasa keripik ganggang yang nikmat ternyata juga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh kita.Ganggang hijau atau Ulva sp. mempunyai kandungan protein, vitamin, mineral dan zat besi. Selain itu ganggang hijau atau Ulva sp. juga mempunyai manfaat sebagai anti kanker (cancer) dan juga sebagai obat cacing yang tentunya alami. Sebenarnya ganggang hijau di negara lain seperti Jepang, Cina, dan Filipina sudah dimanfaatkan sebagai salad dan dikonsumsi oleh warganya. Sumber: https://paketwisatajogja75.com/paket-wisata-jogja-keripik-ganggang-hijau/ Tuliskan masalah yang kalian temukan dalam artikel di atas dan buatlah rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan yang memfokuskan pada permasalahan yang telah kalian temukan sebelumnya! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 LAMPIRAN 4 b. Suatu hari Pak Burhan mengecek kolam ikan Nilanya. Dia terkejut saat menjumpai beberapa ikan Nilanya dalam kondisi yang terlihat kurang sehat dan muncul "benda" seperti kapas, berwarna putih pada kulit serta sirip ikannya. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Sejenis jamurkah “benda” yang terdapat pada beberapa tubuh ikan Nilanya tersebut? Jika iya, apakah terdapat persamaan dengan jamur sejati? Jamur jenis apa yang menginfeksi ikan-ikan Nila pak Burhan? Kemukakanlah rumusan masalah terkait permasalahan di atas! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ 1. Hipotesis: Tuliskan hipotesis kalian di bawah ini! a. ................................................................................................ ................................................................................................ ................................................................................................ ................................................................................... b. ................................................................................................ ................................................................................................ .................................................................................... c. ................................................................................................ ................................................................................................ ..................................................................................... (boleh ditambah jika diperlukan) 2. Hasil diskusi (informasi yang didapat) Carilah keterangan-keterangan yang berhubungan dengan permasalahan tersebut (dalam buku atau literatur lainnya) sebagai bahan untuk memecahkan permasalahan di atas! Kaitkan dengan

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 LAMPIRAN 4 ciri-ciri umum ganggang/alga dan jamur protista, klasifikasinya, serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari! ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ......................................................................................................... 3. Kesimpulan ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ......................................................................................................... 4.Kelompok: Nama: 1. 2. 3. 4. 5. Sumber yang dapat membantu: http://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/jurnal-jpbkp/index.php/jpbkp/article/viewFile/.../pdf http://www.o-fish.com/HamaPenyakit/jamur_content.php

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 LAMPIRAN 5 KISI-KISI POST TEST SIKLUS I Lampiran 5 TINGKATAN SOAL INDIKATOR C1 3.6.1 Menjelaskan pengertian kingdom protista. C2 C3 3.6.4 Mengklasifikasikan protista mirip hewan (Protozoa). 3.6.5 Menghubungkan peranan Protozoa dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Jumlah Soal Keseluruhan Keterangan: A: Pilihan Ganda B: Uraian C5 3A C6 1 3.6.2 Menganalisis ciri-ciri umum kingdom protista. 3.6.3 Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip hewan (Protozoa). C4 JUMLAH SOAL 5A 1 4B 1 2A, 4A, 2B, 3B 4 1A, 1B, 5B 3 10

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 LAMPIRAN 6 Nama : Kelas : No. Absen : 2. Budi dan kawannya kawanmengamati sesuatu makhluk kecil yang bergerak-gerak, dengan ciri-ciri gerakan sangat cepat, mempunyai SOAL POST TEST I bulu cambuk, dan hanya terdiri Lampiran 6 dari sehingga A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban paling benar yang dengan satu Budi sel dan kawan-kawan berkesimpulan bahwa memberikan tanda silang makhluk hidup kecil ini (x)! adalah..... 1. Perhatikan gambar di a.Rhizopoda d.Ciliata c. Sporozoa bawah ini! e. Flagellata c. Foraminifera 1 4 3. Protista merupakan suatu organisme yang memiliki 2 5 membran inti yang biasa disebut..... a. Prokariotik b. Parasit 3 Dari gambar di atas, hewan perantara parasit yang menjadi penyebaran Trypanosoma e. Flagela c. Eukariotik 4. Berikut ini adalah contoh dari Protista. 1) Plasmodium vivax 2) Paramecium cruzi adalah..... a. 1 d. 4 b. 2 e. 5 c. 3 d. Silia caudatum 3) Saprolegnia sp. 4) Trypanosoma cruzei

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 LAMPIRAN 6 5) Ulva sp. Berdasarkan gambar di Berdasarkan contoh Protista di atas, jenis Protozoa ditunjukkan pada nomor..... atas, buatlah analisis terhadap hal-hal berikut: a. Mengapa lalat Tsetse Glossina dapat palpalis menyebabkan a. 1 dan 3 d. 3 dan 5 manusia b. 1 dan 5 e. 4 dan 5 tidur panjang? c. 2 dan 4 b. Bagaimana cara kerja 5. Ciri-ciri dari organisme yang termasuk mengalami dalam parasit yang dibawa oleh lalat Tsetse kingdom Protista adalah Glossina sebagai berikut..... dalam a. Parasit, multiseluler, tubuh manusia? prokariotik pengelompokkan atau uniseluler multiseluler Jelaskan filumnya! 3. Buatlah d. Prokariotik, skema siklus hidup Plasmodium sp. atau uniseluler penyebab penyakit malaria! B. Uraian Jawablah Protozoa? dari perbedaan pada setiap c. Prokariotik, anaerob, multiseluler menginfeksi 2. Bagaimana b. Eukariotik, multiseluler palpalis 4. Jelaskan yang dimaksud pertanyaan bawah ini dengan benar! di dengan fagositosis! 5. Rambut kucing pada dasarnya tidak menyebabkan kemandulan 1. bagi hamil. Namun, benar ialah ibu yang rambut

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 LAMPIRAN 6 kucing yang terinfeksi Toxoplasma dapat sp. yang menyebabkan kemandulan hamil. bagi Menurut ibu Anda benarkah hal tersebut? Kemukakan alasan Anda! ;

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 LAMPIRAN 7 KUNCI JAWABAN DAN PANDUANG SKORING POST TEST SIKLUS I Lampiran 7 A. Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda 1. A 2. E 3. C 4. C 5. B Panduan Skoring: Setiap soal dijawab dengan benar akan diberi skor 5, jika salah akan diberi skor 0. B. Kunci Jawaban Soal Uraian 1. a. Karena lalat Tsetse Glossina palpalis merupakan hewan perantara bagi Trypanosoma brucei gambiense yang dapat menyebabkan manusia mengalami tidur panjang. b. Cara kerjanya adalah lalat Tsetse Glossina palpalis yang mengandung Trypanosoma brucei gambiense mengigit manusia. Kemudian Trypanosoma brucei gambiense beredar di dalam jaringan darah manusia dan hidup bereproduksi dengan cara pembelahan biner memanjang di dalam jaringan darah manusia. Panduan Skoring: a. Benar menyebutkan alasan dan nama organisme penyebabnya, skor 5 b. Setiap benar menjelaskan cara kerjanya, skor 5 2. Protozoa dikelompokkan berdasarkan alat geraknya. Terdapat 4 filum yaitu Ciliata bergerak dengan silia (rambut getar), Rhizopoda bergerak dengan pseudopodia (kaki semu), Flagellata bergerak dengan flagela (bulu cambuk), dan Sporozoa yang tidak memiliki alat gerak. Panduan Skoring:

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 LAMPIRAN 7 a. Benar menyebutkan dasar pengelompokkan, skor 5 b. Benar menyebut anggota filum, skor 5 c. Benar menyebutkan alat geraknya pada tiap filum, skor 5 3. Nyamuk betina Anopheles mengandung Plasmodium muda (sporozoit) Jika gametosit masuk ke dalam tubuh nyamuk betina Anopheles akan menjadi gamet Sporozoit masuk ke selsel hati Merozoit keluar, sebagian menyerang sel darah merah lainnya, sebagian lagi melanjutkan daurnya menjadi gametosit Setelah 3 hari sporozoit meninggalkan sel hati dan menyerang sel darah merah (tropozit) Tropozit membelah berganda menghasilkan merozoit Jika terjadi pembuahan akan membentuk zigot Zigot menjadi ookinet pada dinding lambung dan akan berubah menjadi ookista yang intinya akan membelah membentuk Plasmodium muda (sporozoit) Ookista yang sudah matang akan pecah sehingga sporozoit menyebar dalam tubuh nyamuk dan sebagian akan menuju kelenjar air liur nyamuk Bila nyamuk sudah mengandung sporozoit, maka nyamuk akan menyebarkan Plasmodium ke dalam tubuh manusia Panduan Skoring: Setiap benar menjelaskan 1 siklus, skor 2

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 LAMPIRAN 7 4. Fagositosis adalah cara menelan atau mencerna mangsa/makanan pada Protozoa. Sebab, Protozoa merupakan organisme heterotrof yang memperoleh makanannya dengan cara fagositosis. Panduan Skoring: Benar menjelaskan pengertiannya, skor 5 5. Benar, sebab bila bulu kucing terkena kotoran yang mengandung kista Toxoplasma lalu secara tidak sengaja termakan manusia maka parasit tersebut akan masuk ke dalam tubuh. Jika infeksi tersebut terjadi terus menerus akan mengganggu saluran telur wanita. Sel telur yang dihasilkan ovarium akan menyempit dan terjadi kemandulan karena tidak dapat dibuahi oleh sperma. Panduan Skoring: a. Benar menyebutkan penyebabnya, skor 5 b. Benar menyebutkan nama organisme penyebabnya, skor 5 c. Benar menyebutkan akibatnya, skor 5 Total Skor Maksimal: A+B = 25+75 = 100

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 LAMPIRAN 8 KISI-KISI POST TEST SIKLUS II Lampiran 8 TINGKATAN SOAL INDIKATOR C1 3.6.1 Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). C2 C3 1 5A 1 3.6.3 Menghubungkan peranan Ganggang/Alga dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. 3.6.5 Mengklasifikasikan protista mirip jamur (Jamur Protista). 3.6.6 Menghubungkan peranan Jamur Protista dalam kehidupan sehari-hari baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Jumlah Soal Keseluruhan Keterangan: A: Pilihan Ganda B: Uraian C5 2B 3.6.2 Mengklasifikasikan protista mirip tumbuhan (Ganggang/Alga). 3.6.4 Mengidentifikasi ciri-ciri umum protista mirip jamur (Jamur Protista). C4 JUMLAH SOAL C6 2A, 3B 2 2 1A, 1B 4A, 4B 2 3A, 5B 2 10

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 LAMPIRAN 9 Nama : Kelas : No. Absen : 2. Beberapa jenis alga yang bermanfaat untuk industri makanan dan dimanfaatkan sebagai sayuran adalah..... a. Turbinaria dan SOAL POST TEST II Lampiran 9 Oscillatoria b. Chlorella dan Ulva sp. A. Pilihan Ganda Bervariasi Pilihlah! c. Euchema dan Oscillatoria 1. Berikut ini karakteristik Protista: d. Chlorella dan Euchema 1) Sel eukariotik 2) Memiliki alat gerak e. Spirogyra dan Oscillatoria berupa pseudopodia 3) Memiliki sel dengan flagela 4) Memiliki klorofil dan pigmen lainnya 5) Dinding sel tersusun oleh selulosa 3. Penyakit rebah semai yang menyebabkan kematian bibit tanaman disebabkan oleh..... a. Phytium sp. b. Phytophthora infestans Karakteristik yang dimiliki oleh Jamur Protista ditunjukkan pada nomor..... a. 1, 2, dan 3 b. 1, 3, dan 5 c. 2, 4, dan 5 d. 3, 4, dan 5 e. 1, 2, dan 5 c. Plasmopara viticola d. Saprolegnia sp. e. Fuligo septica a. Jika jawaban (1), (2), dan (3) benar b. Jika jawaban (1) dan (3) benar c. Jika jawaban (2) dan (4) benar

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 LAMPIRAN 9 Menurut Anda, hal apakah d. Jika hanya jawaban (4) yang menjadi persamaan yang benar antara protista mirip jamur e. Jika semua jawaban benar dengan jamur sejati? 4. Berikut merupakan jenis jamur yang termasuk 2. Puding dan agar-agar dalam Jamur Lendir merupakan makanan yang Plasmodial adalah..... banyak digemari oleh anak- (1) Coenonia sp. anak maupun orang dewasa. (2) Dictyostelium Makanan tersebut dibuat dengan bahan dasar discoideum (3) Acytostelium sp. ganggang atau biasa dikenal (4) Fuligo septica dengan rumput laut. (5) Polysphondylium sp. Menurut Anda, apakah 5. Ganggang yang rumput laut termasuk ke mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) dalam kelompok tumbuhan? 3. Jelaskan peranan ganggang antara generasi gametofit yang menguntungkan dan dengan generasi soprofit, yang merugikan! Tuliskan antara lain..... contohnya masing-masing! (1) Chlamydomonas 4. Apakah perbedaan antara (2) Ulva jamur lendir plasmodial (3) Volvox dengan jamur lendir seluler? (4) Laminaria (5) Navicula B. Uraian Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Terdapat beberapa organisme protista yang mirip dengan jamur, contohnya Saprolegnia sp. 5. Berdasarkan gambar di atas,

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 LAMPIRAN 9 buatlah analisis terhadap b. Bagaimana ikan hal-hal berikut: tersebut dapat a. Mengapa ikan tersebut mengalami infeksi terlihat kurang sehat? seperti pada gambar?

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 LAMPIRAN 10 KUNCI JAWABAN DAN PANDUANG SKORING POST TEST SIKLUS II Lampiran 10 A. Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda 1. B 2. B 3. A 4. D 5. C Panduan Skoring: Setiap soal dijawab dengan benar akan diberi skor 5, jika salah akan diberi skor 0. B. Kunci Jawaban Soal Uraian 1. Yang menjadi persamaannya adalah sebagai berikut: a. Bersifat eukariotik b. Tidak memiliki klorofil c. Dapat menghasilkan spora d. Bersifat heterotrof Panduan Skoring: Benar menyebutkan persamaannya, skor 10 2. Rumput laut tidak termasuk dalam tumbuhan, tetapi merupakan salah satu contoh dari protista mirip tumbuhan. Sebab, ganggang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati (talus). Selain itu ganggang biasa hidup dan berkembang di perairan sedangkan tumbuhan di darat. Panduan Skoring: Setiap benar menjelaskan alasannya, skor 5 3. Ganggang menguntungkan karena dapat diolah menjadi makanan dan minuman bergizi tinggi atau sebagai bahan campuran dalam industri. Contoh: Chlorella sp., Ulva sp., Laminaria digitalis Ganggang merugikan karena dapat menyebabkan keracunan dan penyakit pada manusia. Contoh: Pfiesteria, Gymnodinium breve, Gonyaulax Panduan Skoring: a. Benar menjelaskan peranan menguntungkan ganggang, skor 3 b. Benar menjelaskan peranan merugikan ganggang, skor 3

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 LAMPIRAN 10 c. Setiap benar memberikan contoh pada masing-masing peranan ganggang, skor 2 4. Perbedaannya Jamur Lendir Plasmodial Tidak bersekat dan heterotrof fagosit Memiliki fase plasmodium Jamur Lendir Seluler bersifat Bersekat makan Memiliki fase makan berupa sel-sel yang hidup soliter Panduan Skoring: Benar menyebutkan perbedaannya, skor 10 5. a. Ikan tersebut terlihat kurang sehat karena terinfeksi oleh salah satu jenis jamur protista yaitu Saprolegnia sp. b. Saprolegnia sp. umumnya dijumpai pada air tawar maupun air payau dengan suhu sekitar 0-35°C. Pada umumnya, Saprolegnia akan menyerang bagian tubuh ikan yang terluka, dan selanjutnya dapat pula menyebar pada jaringan lainnya. Serangan Saprolegnia biasanya juga berkaitan dengan kondisi kualitas air yang buruk, seperti sirkulasi air rendah, kadar oksigen terlarut rendah, atau kadar amonia tinggi, dan kadar bahan organik tinggi. Panduan Skoring: a. Benar menjelaskan alasan dan menyebutkan nama organismenya, skor 10 b. Setiap benar menjelaskan penyebab ikan terinfeksi, skor 5 Total Skor Maksimal: A+B = 25+75 = 100

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 LAMPIRAN 11 LEMBAR OBSERVASI Lampiran 11 Kelas/Semester : Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK: 1. Amatilah setiap kegiatan siswa di kelas selama proses pembelajaran berlangsung! 2. Isilah lembar observasi dengan memberikan tanda () sesuai dengan kejadian yang sebenarnya pada kolom yang tersedia! Skor No. Aspek Penilaian Catatan Tinggi 1. Siswa memperhatikan guru saat memberikan penjelasan 2. Motivasi siswa saat mengikuti proses pembelajaran 3. Siswa antusias menerima pertanyaan dari guru 4. Siswa aktif dalam diskusi kelompok 5. Siswa mengerjakan dengan baik lembar kerja siswa yang sudah diberikan 6. Siswa aktif mencari jawaban dari buku dan sumber lainnya 7. Siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan baik 8. Siswa memperhatikan presentasi kelompok lain 9. Siswa menanggapi hasil Sedang Rendah

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 LAMPIRAN 11 presentasi kelompok lain 10. Siswa dapat menyimpulkan materi yang telah dipelajari Keterangan: Kategori Tinggi: Apabila 3 siswa atau lebih dalam kelompok memenuhi kriteria penilaian. Kategori Sedang: Apabila 2 siswa dalam kelompok memenuhi kriteria penilaian. Kategori Rendah: Apabila 1 siswa atau tidak ada yang memenuhi kriteria penilaian.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 LAMPIRAN 13 Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Awal Bentuk Pernyataan No. Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 1. Attention (perhatian) 2, 3, 10 1, 6 2. Relevance (relevansi) 4, 8, 11 7, 9 3. Confidance (kepercayaan diri) 12, 13, 17 16, 5 Satisfaction (kepuasan) 14, 15, 19 18, 20 12 8 4. Jumlah pernyataan Lampiran 12 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Akhir Bentuk Pernyataan No. Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 1. Attention (perhatian) 2, 6, 9 3, 16 2. Relevance (relevansi) 10, 15, 17 7, 19 3. Confidance (kepercayaan diri) 1, 4, 8 5, 14 Satisfaction (kepuasan) 11, 13, 18 12, 20 12 8 4. Jumlah pernyataan

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 LAMPIRAN 13 KUESIONER MOTIVASI AWAL Lampiran 13 Petunjuk: 1. Bacalah setiap pernyataan dengan baik sebelum Anda memberikan jawaban. 2. Angket ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar Anda dalam mata pelajaran Biologi. 3. Angket ini tidak berpengaruh terhadap penilaian akademik Anda. Oleh sebab itu, jawablah sesuai keadaan yang sebenarnya. 4. Beri tanda () pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan dengan ketentuan sebagai berikut: STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju ~Selamat Mengerjakan~

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 LAMPIRAN 13 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Pernyataan Biologi adalah pelajaran yang membosankan bagi saya Biologi adalah pelajaran yang menarik bagi saya Saya mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru saat belajar Biologi Saya mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru karena catatan tersebut bermanfaat bagi saya Saya merasa tidak mampu menyelesaikan setiap tugas Biologi yang diberikan Saya kurang tertarik mempelajari materi pelajaran Biologi dengan sungguhsungguh karena tidak menarik bagi saya Pelajaran Biologi tidak bermanfaat bagi saya Pembelajaran Biologi sangat relevan dengan kehidupan, sebab banyak kejadiankejadian alam yang berhubungan dengan Biologi Pembelajaran Biologi tidak relevan dengan kehidupan, sebab saya tidak dapat memahami isi pelajaran tersebut Saya selalu menyukai pelajaran Biologi apabila kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang menarik Belajar Biologi adalah kebutuhan bagi saya, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan pujian Saya mempelajari kembali materi yang saya dapatkan di kelas dengan sungguh untuk mendapatkan nilai terbaik dalam pelajaran Biologi Saya tidak mencontek saat ulangan Biologi Saya merasa puas apabila mendapatkan nilai tinggi pada pelajaran Biologi Saya merasa puas dan bahagia bila berhasil menyelesaikan tugas/ulangan Saya malas mempelajari materi dari buku cetak atau buku catatan sebelum ulangan harian STS TS S SS

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 LAMPIRAN 13 No. 17. 18. 19. 20. Pernyataan Apabila nilai ulangan Biologi saya buruk dan tidak sesuai harapan, saya akan menambahkan waktu belajar agar dapat memperbaikinya Saya merasa tidak puas dari setiap jawaban yang berkaitan dengan Biologi yang diberikan oleh guru Apabila nilai ulangan saya rendah, saya berkeinginan untuk mencapai nilai yang lebih tinggi pada ulangan berikutnya Saya merasa tidak senang dengan penjelasan yang diberikan oleh guru saat pelajaran Biologi STS TS S SS

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 LAMPIRAN 14 KUESIONER MOTIVASI AKHIR Lampiran 14 Petunjuk: 1. Bacalah setiap pernyataan dengan baik sebelum Anda memberikan jawaban. 2. Angket ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar Anda dalam mata pelajaran Biologi. 3. Angket ini tidak berpengaruh terhadap penilaian akademik Anda. Oleh sebab itu, jawablah sesuai keadaan yang sebenarnya. 4. Beri tanda () pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan dengan ketentuan sebagai berikut: STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju ~Selamat Mengerjakan~

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 LAMPIRAN 14 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Pernyataan Saya selalu berusaha menguasai materi secara mendalam dalam mempelajari Biologi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Saya merasa senang dan semangat apabila kegiatan pembelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Saya merasa malas untuk belajar Biologi bila menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning karena harus banyak mencari referensi Saya lebih mudah memahami materi pelajaran Biologi jika kegiatan pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Saya malas mempelajari materi pelajaran Biologi lebih dalam dengan cara menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di dalamnya Saya selalu memperhatikan penjelasan guru tentang konsep awal yang digunakan dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning tidak ada manfaatnya bagi saya Dalam pembelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning saya berusaha menemukan konsep Biologi sendiri Saya merasa tertarik apabila guru Biologi mengajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada pelajaran Biologi sangat bermanfaat bagi saya Saya merasa puas dan semangat apabila dapat menemukan konsep dalam pelajaran Biologi Pelajaran Biologi akan terasa membosankan bila diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning STS TS S SS

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 LAMPIRAN 14 No. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Pernyataan Belajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan motivasi saya untuk lebih giat lagi belajar Biologi Saya merasa tidak ada pengaruhnya dalam nilai Biologi saya jika belajar Biologi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Saya merasa sangat terbantu dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning Setelah menerima pelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning saya tidak tertarik untuk mempelajari kembali pokok bahasan yang telah disampaikan Saya mengikuti langkah demi langkah proses pembelajaran pada saat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Saya merasa puas karena dapat lebih memahami pelajaran Biologi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Sebelum belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning, malam sebelumnya saya tidak mempelajari materi yang akan dibahas Nilai ulangan saya tidak mengalami peningkatan setelah pembelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning STS TS S SS

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 LAMPIRAN 15 Data Hasil Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Lampiran 15 No. Nama AHQM 1 AYUA 2 AAS 3 AFZ 4 APU 5 AAW 6 AES 7 BLPP 8 BH 9 10 BAN 11 CMP 12 DBPW 13 DMS 14 EP 15 FN 16 GS 17 HWD 18 IAL 19 JBS 20 LOL 21 MFNA 22 MFNF 23 MAN 24 MRR 25 NSP 26 NA 27 RPH 28 SRA 29 YCTS Rata-Rata N-gain Kategori Post Test Siklus I 30 46 53 25 66 26 45 76 52 59 50 59 60 58 59 50 21 21 33 24 12 21 20 33 48 48 12 24 34 40,2 Post Test Siklus II 30 51 42 29 57 20 51 49 57 45 32 45 52 47 54 54 47 29 35 31 30 15 30 23 40 55 26 21 33 39,0 -1,8 Rendah

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 LAMPIRAN 16 Data Hasil Observasi Siswa Siklus I Lampiran 16 Nomor Pernyataan Kelompok Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 T T R S S S R R R R 17 2 S S R S S S R R R S 16 3 T T R S S S S R R R 18 4 S S R S S S R R R R 15 5 S S R S S S R R R R 15 6 S S R S S S R R R S 16 7 R S R S S S S R R S 16 8 R R R S S S R R R S 14 Keterangan: T (Tinggi) :3 S (Sedang) :2 R (Rendah) :1

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 LAMPIRAN 17 Data Hasil Observasi Siswa Siklus II Lampiran 17 Nomor Pernyataan Kelompok Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 T T S T T T R R R S 22 2 T T S S S S R S S S 21 3 T T T S T T T T R T 27 4 S R S S S S R S S S 18 5 S S S S S S S S R R 18 6 R R R R R R R R R R 10 7 R R R S R R S R S S 14 8 S R S S S T S S S S 18 Keterangan: T (Tinggi) :3 S (Sedang) :2 R (Rendah) :1

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 LAMPIRAN 18 Data Hasil Motivasi Bealajar Siswa Siklus I Lampiran 18 Presentase No Skor Pernyataan Nama Siswa Jumlah Aspek (%) Presentase Kategori Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor A R C S 1. AHQM 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 66 83% Tinggi 15 16 17 18 2. AYUA 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 53 66% Sedang 11 15 13 14 3. AAS 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 76 95% Tinggi 20 20 18 18 4. AFZ 2 3 3 4 3 3 4 4 4 2 4 2 2 3 3 2 3 3 4 3 61 76% Sedang 13 20 12 16 5. APU 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 1 3 2 57 71% Sedang 14 16 13 14 6. AAW 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 61 76% Sedang 15 15 14 17 7. AES 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 3 3 2 3 4 4 65 81% Tinggi 15 18 15 17 8. BLPP 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 70 88% Tinggi 16 19 18 17 9. BH 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 2 59 74% Sedang 12 15 15 17

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 LAMPIRAN 18 Presentase No Skor Pernyataan Nama Siswa Jumlah Presentase Skor Skor Aspek (%) Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 A R C S 10. BAN 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 72 90% Tinggi 19 20 15 18 11. CMP 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 62 78% Tinggi 14 15 16 17 12. DBPW 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 4 2 3 3 3 3 62 78% Tinggi 16 16 13 17 13. DMS 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 67 84% Tinggi 16 18 16 17 14. EP 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75% Tinggi 15 15 15 15 15. FN 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 52 65% Sedang 11 15 12 14 16. GS 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 63 79% Tinggi 15 17 16 15 17. HWD 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 65 81% Tinggi 15 18 15 17 18. IAL 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 1 3 3 4 3 4 4 4 67 84% Tinggi 18 17 14 18 19. JBS 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 59 74% Sedang 15 14 15 15 20. LOL 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 59 74% Sedang 15 15 14 15

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 LAMPIRAN 18 Presentase No Skor Pernyataan Nama Siswa Jumlah Presentase Skor Skor Aspek (%) Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 A R C S 21. MFNA 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 67 84% Tinggi 15 19 18 15 22. MFNF 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 58 73% Sedang 15 15 13 15 23. MAN 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 68 85% Tinggi 14 20 16 18 24. MRR 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 59 74% Sedang 15 15 14 15 25. NSP 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 58 73% Sedang 15 16 12 15 26. NA 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 2 4 3 67 84% Tinggi 18 19 13 17 27. RPH 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 4 2 3 3 3 3 58 73% Sedang 14 16 12 16 28. SRA 2 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 2 3 4 3 59 74% Sedang 14 17 12 16 29. YCTS 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 4 4 2 4 3 4 3 65 81% Tinggi 15 17 15 18 15 17 15 16 Rata-Rata

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 LAMPIRAN 19 Data Hasil Motivasi Bealajar Siswa Siklus II Lampiran 19 Presentase No Skor Pernyataan Nama Siswa Jumlah Aspek (%) Presentase Kategori Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor A R C S 1. AHQM 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 58 73% Sedang 14 14 15 15 2. AYUA 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 0 3 3 2 3 3 3 3 57 71% Sedang 14 15 15 13 3. AAS 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 1 3 62 78% Tinggi 16 15 15 16 4. AFZ 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 2 3 4 4 3 62 78% Tinggi 14 17 16 15 5. APU 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 61 76% Sedang 14 16 15 16 6. AAW 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 56 70% Sedang 15 14 15 12 7. AES 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 77 96% Tinggi 20 17 20 20 8. BLPP 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 66 83% Tinggi 15 17 16 18 9. BH 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 59 74% Sedang 15 15 15 14

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 LAMPIRAN 19 Presentase No Skor Pernyataan Nama Siswa Jumlah Presentase Skor Skor Aspek (%) Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 A R C S 10. BAN 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 70 88% Tinggi 17 17 18 18 11. CMP 3 4 2 2 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 57 71% Sedang 14 15 13 15 12. DBPW 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 4 60 75% Sedang 15 15 15 15 13. DMS 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 60 75% Sedang 15 14 14 17 14. EP 3 2 2 3 3 2 4 3 3 3 4 3 1 4 3 4 2 3 1 3 56 70% Sedang 13 13 16 14 15. FN 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 62 78% Tinggi 15 16 16 15 16. GS 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 60 75% Sedang 15 15 14 16 17. HWD 3 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 65 81% Tinggi 16 17 15 17 18. IAL 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 53 66% Sedang 11 13 14 15 19. JBS 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 57 71% Sedang 15 15 12 15 20. LOL 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 52 65% Sedang 13 14 12 13

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 LAMPIRAN 19 Presentase No Skor Pernyataan Nama Siswa Jumlah Presentase Skor Skor Aspek (%) Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 A R C S 21. MFNA 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 67 84% Tinggi 15 18 16 18 22. MFNF 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 54 68% Sedang 15 14 13 12 23. MAN 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 59 74% Sedang 14 15 15 15 24. MRR 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 4 3 66 83% Tinggi 17 18 16 15 25. NSP 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 4 2 2 1 2 2 2 2 2 2 44 55% Sedang 11 11 10 12 26. NA 4 1 4 2 3 2 1 3 3 3 1 4 4 4 4 4 3 2 1 1 54 68% Sedang 14 12 16 12 27. RPH 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 51 64% Sedang 11 13 13 14 28. SRA 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 55 69% Sedang 13 13 14 15 29. YCTS 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 0 3 0 3 3 3 3 2 0 45 56% Sedang 14 14 9 8 14 15 15 15 Rata-Rata

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 LAMPIRAN 20 Lampiran 20

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 LAMPIRAN 20

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 LAMPIRAN 20

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 LAMPIRAN 21 Lampiran 21

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 LAMPIRAN 21

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 LAMPIRAN 21

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 LAMPIRAN 21

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 LAMPIRAN 22 Lampiran 22

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 LAMPIRAN 22

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 LAMPIRAN 23 Lampiran 23

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 LAMPIRAN 23

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 LAMPIRAN 23

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 LAMPIRAN 24 Lampiran 24

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 LAMPIRAN 24

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 LAMPIRAN 24

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 LAMPIRAN 25 Lampiran 25

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 LAMPIRAN 25

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 LAMPIRAN 25

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 LAMPIRAN 25

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 LAMPIRAN 26 Lampiran 26

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 LAMPIRAN 26

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 LAMPIRAN 27 Lampiran 27

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 LAMPIRAN 27 G

(172)

Dokumen baru

Download (171 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pemanfaatan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika pada materi faktorisasi suku Aljabar di kelas VIII B semester gasal SMP Pangudi Luhur 1 Klaten tahun ajaran 2013/2014.
2
11
185
Efektivitas pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk siswa kelas X SMA PGRI 1 Temanggung pada materi GLBB.
0
5
180
Pengembangan Modul Pembelajaran Materi Geometri Kelas X Dengan Model Problem Based Learning (PBL) Di SMA Negeri 1 Purwodadi.
0
0
17
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
1
48
Peningkatan Keterampilan Berpikir Analitis Siswa Melalui Penerapan Problem Based Learning pada Pembelajaran Biologi Kelas XI MIPA SMA - UNS Institutional Repository
0
0
19
Teknik pembelajaran kemampuan bersastra siswa kelas X semester I tahun ajaran 2006/2007 SMA Batik I Surakarta - USD Repository
0
0
102
Pengembangan silabus dan materi pembelajaran menyimak kritis dengan media rekaman berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk siswa kelas X semester I SMA Negeri 2 Sleman Yogyakarta tahun ajaran 2007/2008 - USD Repository
0
0
213
Pengembangan silabus dan materi pembelajaran menulis narasi untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok, Sleman, Yogyakarta tahun ajaran 2007/2008 berdasarkan pendekatan komunikatif - USD Repository
0
0
147
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran ekonomi : penelitian dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
241
Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran menyimak integratif siswa kelas XI semester 2 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
1
357
Keefektifan penggunaan modul dalam pembelajaran matematika pada materi peluang terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
364
Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran berbicara secara integratif siswa kelas XI semester 2 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
258
Kesalahan ejaan dalam paragraf deskripsi siswa kelas X semester 1 SMA Sang Timur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
305
Pemanfaatan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together pada pembelajaran materi peluang di kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
240
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 10 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 - USD Repository
0
0
194
Show more