Hubungan antara gejala Climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan - USD Repository

Gratis

0
0
167
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA GEJALA CLIMATERIC DENGAN PENERIMAAN DIRI PEREMPUAN DEWASA PERTENGAHAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Valensia Putri Adhyartasari 149114087 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman Motto dan Persembahan Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian... (Ayub 12 : 13) USAHA AKAN MEMBUAHKAN HASIL SETELAH SESEORANG TIDAK MENYERAH.... (Napoleon Hill) LEARN BEFORE EARN, PLAN BEFORE SPEND (Merry Riana) Success is Stumbling from Failure to Failure With no loss of Enthusiasm.... (Winston S. Churchill) Skripsi ini saya persembahkan kepada : Tuhan Yesus Kristus, kedua orangtua, saudara, sahabat-sahabat, teman-teman kelas D angkatan 2014, & Almamater saya, Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pernyataan Keaslian Karya Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, Penulis, (Valensia Putri Adhyartasari) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA GEJALA CLIMATERIC DENGAN PENERIMAAN DIRI PEREMPUAN DEWASA PERTENGAHAN Valensia Putri Adhyartasari ABSTRAK Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Hipotesis penelitian adalah ada hubungan negatif antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Subjek penelitian ini terdiri dari 61 perempuan dewasa dengan batasan usia 40-65 tahun dan bertempat tinggal di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Greene Climateric Scale (Greene, 1976) dan Berger Self-Acceptance Scale (Berger, 1951). Koefisien alfa-cronbach Greene Climateric Scale sebesar 0,894. Koefisien alfa-cronbach Berger Self-Acceptance Scale sebesar 0,875. Hasil penelitian ini telah memenuhi uji asumsi yaitu linier dan normal. Data penelitian ini dianalisis menggunakan Pearson Correlation. Hasil koefisien korelasi sebesar -0,307 dengan p sebesar 0,008 (p<0,05). Penelitian ini memberikan hasil bahwa ada hubungan negatif signifikan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa semakin gejala climateric rendah maka semakin tinggi penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Kata kunci : gejala climateric, penerimaan diri, perempuan dewasa pertengahan vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RELATIONSHIP BETWEEN CLIMATERIC SYMPTOMS AND SELFACCEPTANCE OF MIDDLE ADULTHOOD WOMEN Valensia Putri Adhyartasari ABSTRACT This quantitative study aims to ascertain whether there is a relationship between climateric symptoms and self-acceptance of middle adulthood women. The research hypothesis is that there is a negative relationship between climateric symptoms and self-acceptance of middle adulthood women. The subjects of this study consisted of 61 adult women with an age limit of 40-65 years residing in Yogyakarta. Greene Climateric Scale (Greene, 1976) and Berger Self-Acceptance Scale (Berger, 1951) are used for collecting data. The alfa-cronbach of the Greene Climateric Scale is 0.894. The alfa-cronbach of the Berger Self-Acceptance Scale is 0.875. The assumption result of this research are linier and normal. Pearson Correlation was used to analyze the data. The result of the correlation coefficient is -0.307 with p equal to 0.008 (p <0.05). The results show that there is a significant negative relationship between climateric symptoms and self-acceptance of middle adulthood women. In this case, it can be interpreted that the lower the climateric symptoms, the higher the self-acceptance of middle adulthood women. Keywords : climateric symptom, self-acceptance, middle adulthood women vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma : Nama : Valensia Putri Adhyartasari Nomor Mahasiswa : 149114087 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : Hubungan Antara Gejala Climateric dengan Penerimaan Diri Perempuan Dewasa Pertengahan Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan yang saya buat ini dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : Yang menyatakan, (Valensia Putri Adhyartasari) viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat dan karunia-Nya, karya ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Kiranya karya yang berupa skripsi ini pun dapat menjadi berkat dan berguna bagi penunjang sumber keilmuan terkhusus bagi bidang Psikologi. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Psikologi dalam program studi Psikologi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi yang telah disusun ini berjudul “Hubungan Antara Gejala Climateric dengan Penerimaan Diri Perempuan Dewasa Pertengahan”. Proses pembuatan skripsi ini, dari awal hingga akhirnya tentu tidak terlepas dari banyak pribadi yang dengan tangan terbuka bersedia untuk memberikan dukungan dan bantuannya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada : 1. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi Sanata Dharma. 2. Ibu Monica Eviandaru Madyaningrum, M.App., Ph.D. selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan kasih kepada penulis. Terimakasih atas kesediaan waktu, ilmu, dan pengetahuan yang telah diberikan di dalam proses penyusunan skripsi ini. 3. Ibu Diana Permata Sari, S.Psi, M.Sc. sebagai dosen pembimbing kedua yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan kasih kepada penulis pula. Terimakasih atas kesediaan waktu, ilmu, dan pengetahuan yang telah diberikan di dalam proses penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Dr. Maria Laksmi Anantasari, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing penulis selama menjalankan studi. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Seluruh dosen pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik, mengajar, dan memberikan pengetahuannya kepada penulis dalam proses studi dan proses pembuatan skripsi. 6. Seluruh karyawan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah bersedia membantu penulis di dalam proses pengerjaan skripsi. 7. Seluruh staf perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah membantu penulis selama proses pembuatan skripsi. 8. Bapak Ketua RW Perum Nogotirto 1, Gamping, Sleman, Yogyakarta yang telah bersedia dan memberikan izinnya kepada penulis selama proses penelitian. Terimakasih atas kerjasama yang diberikan. 9. Subjek penelitian yaitu Ibu-Ibu Perum Nogotirto 1, Sleman, Yogyakarta dan perempuan dewasa tengah yang telah berkenan dan bersedia untuk mengikuti proses penelitian. Semoga Tuhan selalu memberikan berkat dan kasih-Nya. 10. Penerjemah : Mas Stefan dan Mbak Inggit yang telah bersedia membantu penulis di dalam proses penelitian. 11. Keluargaku : Bapak, Ibu, dan Adikku Nanta yang selalu memberikan doa, dukungan, cinta kasih, semangat, dan bimbingannya kepada penulis. Terimakasih atas semua hal yang telah diberikan kepada penulis. Kiranya kasih dan anugerah Tuhan selalu beserta kalian. 12. Sahabat-sahabat yang terbaik dalam hidupku : Feli, Claudia, Karin, Angel, Intan, Fiyo, Fendy, Dewa, dan Onel yang selalu memberikan doa, dukungan, bantuan, dan mengingatkan untuk terus semangat. Terimakasih atas kebersamaannya selama ini. Terimakasih atas canda, tawa, suka, duka, dan tangis bersama kalian. Kiranya kasih Tuhan bersama kalian selalu. 13. Sahabat-sahabat terbaikku semasa SMP dan SMA : Yola, Cik Stephanie, Yessi, Stella, Fira, Ais, dan Sefti yang selalu mendukungku dan selalu mengingatkanku untuk terus semangat. Terimakasih atas bantuan kalian selama proses penulisan penelitian ini. Kasih Tuhan beserta kalian selalu. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Teman-teman KKN dusun Cremo : Mbak Inggit, Dewa, Eci, Dewi, Inda, dan Abel atas dukungan yang diberikan melalui semangat dan dukungannya kepada peneliti. Terimakasih pula atas canda, tawa, tangis, dan kebahagiaan bersama kalian. Kiranya Tuhan selalu menyertai kalian. 15. Teman-teman Psikologi Sanata Dharma angkatan 2014, khususnya kelas D. Terimakasih atas kasih, canda, tawa, suka, duka, kebahagiaan, dukungan, doa, dan dinamikanya selama proses perkuliahan. Sukses selalu untuk kalian. 16. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu. Terimakasih atas doa dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis. Akhir kata, penulis ingin menyampaikan permintaan maaf apabila di dalam proses pengerjaan skripsi terdapat kesalahan baik yang disengaja atau pun yang tidak disengaja. Kiranya Tuhan memberikan berkat dan anugrahNya kepada kalian semua atas kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Tuhan memberkati. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ............................. ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ............................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................. v ABSTRAK .................................................................................................... vi ABSTRCT ..................................................................................................... vii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................. viii KATA PENGANTAR ................................................................................... ix DAFTAR ISI ................................................................................................. xii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang ............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................ 7 C. Tujuan Penelitian ......................................................................... 8 D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 8 1. Manfaat Teoritis ........................................................... 8 2. Manfaat Praktis ............................................................. 8 BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................... A. Gejala Climateric ...................................................................... 1. Definisi Climateric ....................................................... xii 10 10 10

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Aspek-Aspek Gejala Climateric ................................... 12 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gejala Climateric ....................................................................................... 16 B. Penerimaan Diri Perempuan Dewasa Pertengahan ...................... 19 1. Definisi Penerimaan Diri ............................................. 19 2. Aspek-Aspek Penerimaan Diri ..................................... 21 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Diri ............................................................ 22 C. Teori Perkembangan .................................................................... 31 D. Hubungan antara Gejala Climateric dengan Penerimaan Diri Perempuan Dewasa Pertengahan ................................................. 34 E. Skema penelitian........................................................................... 40 F. Hipotesis ....................................................................................... 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................. 41 A. Jenis Penelitian ............................................................................. 41 B. Identifikasi Variabel Penelitian .................................................... 41 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ..................................... 42 D. Subjek Penelitian ......................................................................... 42 E. Prosedur ....................................................................................... 43 F. Metode Pengumpulan Data .......................................................... 43 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................................ 50 H. Metode Analisis Data ................................................................... 52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... 55 A. Pelaksanaan Penelitian ................................................................. 55 B. Deskripsi Subjek Penelitian ........................................................ 55 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Deskripsi Data Penelitian ............................................................. 57 D. Hasil Penelitian ............................................................................ 61 E. Analisis Tambahan ....................................................................... 64 F. Pembahasan .................................................................................. 66 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 78 A. Kesimpulan .................................................................................. 78 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................ 78 C. Saran ............................................................................................. 80 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 82 LAMPIRAN .................................................................................................. 86 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Skor Item Greene Climateric Scale .............................................. Tabel 2. Blueprint Greene Climateric Scale ............................................... Tabel 3. Skor Item Berger Self-Acceptance Scale ...................................... Tabel 4. Blueprint Berger Self-Acceptance Scale ...................................... Tabel 5. Deskripsi Usia Subjek Penelitian ................................................. Tabel 6. Deskripsi Status Pekerjaan Subjek Penelitian .............................. Tabel 7. Deskripsi Statistik Data Penelitian ............................................... Tabel 8. Kategori Skor Gejala Climateric dan Distribusi Skor Subjek ...................................................................................................... Tabel 9. Kategori Skor Penerimaan Diri dan Distribusi Skor Subjek ...................................................................................................... Tabel 10. Data Teoritis dan Data Empiris .................................................. Tabel 11. Signifikansi antara Mean Teoritis dan Mean Empiris Gejala Climateric .................................................................................... Tabel 12. Signifikansi antara Mean Teoritis dan Mean Empiris Penerimaan Diri ........................................................................... Tabel 13. Hasil Uji Normalitas ................................................................... Tabel 14. Hasil Uji Linearitas ..................................................................... Tabel 15. Hasil Uji Hipotesis ...................................................................... Tabel 16. Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Gejala Climateric .................................................................................... Tabel 17. Signifikansi Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Gejala Climateric ........................................................................ Tabel 18. Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Penerimaan Diri ............................................................................................... Tabel 19. Signifikansi Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Penerimaan Diri ........................................................................ xv 46 46 49 49 56 56 57 59 59 59 60 60 62 63 63 64 64 65 65

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skala ........................................................................................... 86 Lampiran 2. Reliabilitas Skala I & II Data Tryout dan Data Sesungguhnya .......................................................................................................................... 103 Lampiran 3. Deskrispsi Subjek Penelitian dan Deskripsi Data Penelitian .... 107 Lampiran 4. Hasil Uji Mean Teoritis dan Mean Empiris ............................... 110 Lampiran 5. Uji Normalitas ............................................................................ 114 Lampiran 6. Uji Linearitas .............................................................................. 116 Lampiran 7. Uji Hipotesis ............................................................................... 118 Lampiran 8. Hasil Penelitian Tambahan ......................................................... 120 Lampiran 9. Form Penilaian Validitas Isi Greene Climateric Scale dan Berger Self-Acceptance Scale ......................................................................... 122 Lampiran 10. Hasil Perhitungan Validitas Isi Greene Climateric Scale dan Berger Self-Acceptance Scale ......................................................................... xvi 145

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Hubungan Antara Gejala Climateric dengan Penerimaan Diri Perempuan Dewasa Pertengahan ................. 40 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Setiap manusia pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi dalam diri manusia yang berkaitan dengan bertambahnya ukuran maupun kemampuan pada fungsi tubuh (Reber & Reber, 2010). Perkembangan adalah urutan perubahanperubahan di sepanjang masa hidup manusia yang tidak dapat diulang kembali yang mengarah pada proses pendewasaan (Reber & Reber, 2010). Pertumbuhan dan perkembangan manusia berlangsung dengan cepat saat berada pada masa kanak-kanak hingga masa dewasa awal (Santrock, 2012). Akan tetapi saat memasuki usia dewasa tengah, pertumbuhan pada individu akan mengalami penurunan secara perlahan yang mengakibatkan berbagai perubahan fungsi tubuh (Proverawati, 2010). Menurunnya fungsi tubuh pada laki-laki dan perempuan mulai terjadi pada rentang usia 40-65 tahun (Berk, 2012; Feldman, Old, & Papalia, 2011). Perubahan fungsi tubuh yang biasanya mulai dirasakan antara lain gangguan pada penglihatan, gangguan tulang dan otot, gangguan sistem pernafasan, gangguan sistem pencernaan, dan gangguan pada sistem 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 reproduksi (Berk, 2012). Perubahan fisiologis pada perempuan dewasa pertengahan tersebut sesuai dengan hasil wawancara awal yang dilakukan oleh peneliti pada seorang perempuan di tahap perkembangan dewasa pertengahan. Perempuan ini merasakan kondisi tubuhnya sudah tidak seperti dahulu. Sebelum usia 45 tahun, ia dapat melakukan beberapa tugas sekaligus namun saat ini, beliau lebih mudah lelah, otot dan tulang sering terasa sakit, cepat berkeringat karena merasa panas pada bagian tubuh tertentu, dan sering mengalami sakit kepala. Sehingga perempuan ini merasa sangat terganggu dengan kondisi tersebut yang menyebabkan aktivitasnya juga terganggu. Pada sistem reproduksi manusia, saat memasuki usia dewasa pertengahan terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Baziad (2003) mengatakan bahwa saat perempuan dan laki-laki berusia 45-49 tahun, fertilitas laki-laki masih tinggi yaitu 80%, sedangkan fertilitas perempuan hanya 5%. Seiring usia perempuan semakin bertambah maka sistem reproduksi perempuan semakin menurun (Baziad, 2003). Menurunnya sistem reproduksi pada perempuan disebabkan oleh adanya penurunan produksi dari hormon estrogen (Proverawati, 2010). Ketika hormon estrogen menurun maka aliran darah menuju ke otak menjadi berkurang dan menyebabkan metabolisme otak berkurang (Proverawati, 2010). Hal tersebut karena neurotransmiter (pengantar pesan) di otak tidak berjalan normal (Proverawati, 2010).

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Neurotransmiter di otak terdiri dari hormon dopamin, hormon serotonin, dan hormon endorphin. Fungsi hormon dopamin antara lain mengatur fungsi motorik, meregulasi emosi, proses pembelajaran perilaku, kekebalan tubuh, motivasi, dan perilaku seks (Proverawati, 2010). Fungsi hormon serotonin antara lain mengatur suasana hati dan mengatur aktivitas tidur (Proverawati, 2010). Sedangkan fungsi hormon endorphin antara lain persepsi rasa nyeri, pernafasan, suhu tubuh, tekanan darah, ingatan, dan tingkah laku seksual (Proverawati, 2010). Ketika pesan dari otak yang harus ditransmisikan ke bagian-bagian tubuh tidak tersampaikan dengan sempurna maka perempuan mulai merasakan adanya berbagai gejala yang terjadi pada tahap climateric (Proverawati, 2010). Gejala climateric adalah indikator yang muncul secara fisiologis dan psikologis pada perempuan yang disebabkan oleh hormon akibat peralihan dari fase reproduksi menuju fase masa tua (Baziad, 2003; Kartono, 2007; Reber & Reber, 2010). Gejala climateric dirasakan secara fisiologis maupun psikologis oleh perempuan dewasa pertengahan. Gejala fisiologis yang dirasakan oleh mereka antara lain nyeri tulang dan otot, pertambahan berat badan, hot flush, sering berkeringat, mudah letih, berkeringat di malam hari, dan perubahan pada tampilan fisik (Chim, et al., 2002; Sulisetyawati, 2011; Suparni & Trisnawati, 2014). Sedangkan gejala psikologis yang mereka alami antara lain perasaan cemas, takut, gelisah, konsentrasi berkurang, dan stres (Chim, et al, 2002; Sulisetyawati, 2011; Suparni & Trisnawati,

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 2014). Hal ini terjadi karena pada tahap climateric hormon estrogen mulai menurun, sehingga fungsi estrogen sebagai pelindung perempuan menjadi tidak berjalan normal, sehingga berbagai gejala climateric pun muncul (Sulisetyawati, 2011; Suparni & Trisnawati, 2014). Jika dilihat dari fungsi sosial dan emosional, perempuan yang berada pada masa usia dewasa pertengahan akan mengalami konsep pemerolehan dan kehilangan (Santrock, 2012). Perempuan akan mengalami masa puncak pada dukungan sosial budaya seperti pendidikan, karir, dan relasi namun pada masa ini pula perempuan mengalami penurunan bahkan kehilangan fungsi fisiologis dan psikologisnya (Santrock, 2012). Penurunan fungsi biologis ini dapat membuat perempuan pada dewasa pertengahan merasa rendah diri dan sulit untuk menerima dirinya (Hurlock, 1980). Penerimaan diri adalah suatu sikap menerima dan terbuka terhadap segala kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, merasa telah memiliki kepuasaan hidup dan kebahagiaannya, sehingga tidak hanya terbuka untuk diri sendiri tetapi juga terbuka dengan lingkungan yang dimilikinya (Hurlock, 1974; Johnson, 1981; Shepard, 1979; Supratiknya, 1995; Sheerer, 1949, dalam Cronbach, 1963). Penerimaan diri seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pemahaman diri, kondisi emosi yang menyenangkan, konsep diri yang stabil, harapan-harapan yang realistis, pengalaman sukses, kesesuaian identitas diri dengan pendapat

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 sosial, perspektif diri, pola asuh, perilaku sosial yang mendukung, keadaan fisik, pendidikan, dan usia (Hurlock, 1974; Jersild, 1965). Bagi perempuan dewasa pertengahan, penerimaan diri penting untuk dimiliki karena penerimaan diri dapat memberikan kontribusi bagi diri individu yaitu mengenai tanggung jawab atas kondisi yang dialaminya (Margaretha & Paramita, 2013). Kondisi perempuan yang menerima dirinya, menurut Erikson, perempuan berada pada tahap generativity. Tahap ini merupakan suatu tahap di mana perempuan dapat menyatukan antara keinginan diri untuk memberikan kemampuannya kepada sesama atau generasi berikutnya, kemampuan dalam produksi kerja, dan menyalurkan gagasan-gagasan baru sebagai kontribusi untuk membangun dunia yang lebih baik tetapi tetap bertanggung jawab terhadap kondisi dirinya (Hurlock, 1974; Berk, 2012). Sebaliknya, perempuan yang berada pada tahap stagnansi berarti perempuan menolak dirinya sehingga merasa tidak percaya pada dirinya sendiri, merasa diri tidak berharga, tidak layak untuk merasakan kepuasan ataupun kesuksesan, bahkan memandang orang lain dari sisi negatifnya (Jersild, 1965). Sehingga menurut Erikson, jika perempuan dewasa berada pada tahap stagnansi, ia menjadi individu yang tidak berkembang, menjadi egois, dan hanya menyalahkan kondisi dirinya (Hurlock, 1974; Berk, 2012). Pada tahap dewasa tengah ini, perempuan akan dihadapkan pada berbagai masalah seperti kondisi fisiologis yang sudah tidak seperti pada

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 usia dewasa awal dan kondisi psikologis yang akan mudah berubah (Hurlock, 1980). Penerimaan diri merupakan cara individu untuk dapat menyesuaikan diri dari berbagai perubahan kondisi fisiologis ataupun psikologis yang sedang dialaminya pada saat ini, yaitu pada tahap climateric (Margaretha & Paramita, 2013). Perempuan yang memiliki penerimaan diri maka ia merasakan adanya kepercayaan diri dan harga diri, sehingga perempuan terdorong untuk melihat diri dari sisi positif dan mampu menerima kondisinya pada tahap climateric (Daulay & Siregar, 2013). Selain itu, penerimaan diri merupakan dimensi dari kesejahteraan psikologis perempuan, di mana perempuan yang memiliki penerimaan diri yang baik maka dapat dikatakan bahwa perempuan memiliki kesejahteraan psikologi yang positif sehingga perempuan mampu untuk meningkatkan potensi-potensi yang dimiliki terlepas dari kelemahannya (Daulay & Siregar, 2013). Di samping itu, penerimaan diri merupakan mediator terkuat atas kesadaran perempuan mengenai berbagai kondisi yang belum pernah perempuan hadapi, salah satu nya mulai munculnya gejala climateric (Aris & Rinaldi, 2015). Terdapat penelitian yang mengkaitkan antara gejala climateric dengan sisi psikologisnya. Penelitian yang mengkaitkan antara gejala climateric dengan sisi psikologis seperti pada penelitian Sulisetyawati (2011) di mana gejala climateric yang dirasakan perempuan akan membawa dampak bagi konsep diri perempuan. Di mana hasil penelitian tersebut adalah perempuan tidak banyak merasakan gejala-gejala

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 climateric sehingga perempuan merasa tidak mengalami perubahan pada fisiologis dan psikologisnya sebelum masuk tahap climateric dengan pada saat berada pada tahap climateric, sehingga konsep diri yang dimiliki tetap positif. Selain itu, penelitian Suparni dan Trisnawati (2014) yang menghubungkan antara gejala climateric dengan tingkat kecemasan perempuan mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan positif antara gejala climateric dengan tingkat kecemasan. Di mana hasil yang didapatkan sebesar 81,8% perempuan yang mengalami gejala climateric dengan intensitas berat maka perempuan akan cenderung mengalami kecemasan. Penelitian yang menghubungkan gejala climateric dengan sisi psikologis seperti konsep diri atau kecemasan cukup banyak diteliti, akan tetapi penelitian yang menghubungkan antara gejala climateric dengan penerimaan diri belum banyak diteliti. Oleh karena itu peneliti ingin mengangkat fenomena ini dengan melihat hubungan antara gejala climateric pada penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka peneliti mengambil rumusan masalah : “Apakah terdapat hubungan antara gejala climateric pertengahan?” dengan penerimaan diri perempuan dewasa

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 C. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah guna mengetahui hubungan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus penelitian ini adalah melihat secara empirik hubungan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat berguna dalam pengembangan bidang psikologi perkembangan, khususnya yang berhubungan dengan perkembangan fisiologis dan psikologis perempuan dewasa pertengahan. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kaum perempuan dewasa pertengahan. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada perempuan dewasa pertengahan

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 mengenai hubungan gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. GEJALA CLIMATERIC 1. Definisi Climateric Climateric, yaitu peralihan dari fase reproduksi menuju fase masa tua (senium) yang terjadi karena menurunnya fungsi generatif ovarium (Baziad, 2003). Menurut Kartono (2007), climateric berasal dari kata climater, yaitu tahun perubahan yang cukup besar pada fisik dan psikis, dengan kemampuan secara vitalitas mengalami kemunduran. Kartono (2007) pun mengatakan bahwa climateric disebut sebagai periode kritis. Hal ini dikarenakan adanya perubahan-perubahan dalam sistem hormonal yang mempengaruhi perubahan pada fisik dan psikis perempuan yang sedang mengalaminya. Climateric ini secara garis besar terdiri dari pramenopause, menopause, dan pascamenopause (Baziad, 2003). Fase pertama, yaitu pramenopause merupakan awal mula dari masa transisi perempuan 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 yang dimulai antara 2-5 tahun sebelum mengalami menopause, di mana siklus menstruasi sudah mulai mengalami ketidakteraturan (Proverawati, 2010). Masa Pramenopause biasa terjadi pada usia sekitar 40-50 tahun (Proverawati, 2010). Di Indonesia, pramenopause dialami oleh perempuan yang sudah memasuki usia 40 tahun (Proverawati, 2010). Manson (2014) mengatakan pramenopause dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan masa yang mendahului terlebih dahulu sebelum masa menopause itu datang. De Franciscis (2007) mengatakan fase pramenopause dapat berlangsung hingga 10 tahun sebelum memasuki fase selanjutnya yaitu menopause (Santrock, 2009). Fase kedua, yaitu menopause, berasal dari kata Yunani men berarti bulan, pause berarti periode atau tanda berhenti, sehingga menopause merupakan berhentinya masa siklus menstruasi (Kartono, 2007). Chaplin (2014) memberikan pengertian bahwa menopause merupakan suatu periode kehidupan perempuan dengan terhentinya siklus menstruasi. Ia pun juga menambahkan bahwa menopause merupakan bagian dari perubahan kehidupan bagi perempuan (Chaplin, 2014). Baziad (2003) menambahkan bahwa fase menopause merupakan menstruasi alami yang terakhir kemudian tidak mengalami siklus menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Whitbourne (2001) mengatakan fase menopause terjadi pada usia sekitar 50-60 tahun (Feldman et al., 2011).

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Fase ketiga, yaitu pascamenopause adalah fase terakhir dari gejala climateric setelah lebih dari 1 tahun tidak lagi mengalami siklus menstruasi dan ovarium tidak berfungsi sama sekali (Baziad, 2003). Fase pascamenopause dapat terjadi antara usia 60-65 tahun (Baziad, 2003; Gosden, 2007, dalam Santrock, 2009). Sehingga peneliti memberikan kesimpulan, gejala climateric adalah indikator yang muncul secara fisiologis dan psikologis pada perempuan yang disebabkan oleh hormon akibat peralihan dari fase reproduksi menuju fase masa tua (Baziad, 2003; Kartono, 2007; Reber & Reber, 2010). 2. Aspek-Aspek Gejala Climateric Aspek-aspek gejala climateric terdiri dari gejala atau symptoms yang terjadi pada tahap climateric. Aspek-aspek tersebut dibagi menjadi tiga yaitu aspek psikologis, aspek fisik, dan aspek vasomotor. Aspek-aspek tersebut antara lain : a. Aspek Psikologis Neugarten dan Kraines (1965) memberikan sejumlah aspekaspek psikologis yang menjadi gejala climateric : 1) Merasa cemas dan mudah marah 2) Merasa sedih dan depresi 3) Merasa terlupakan 4) Merasa bahagia yang terkadang tidak terkontrol

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 5) Mengalami sulit tidur 6) Tidak dapat berkonsentrasi 7) Menangis terus-menerus 8) Merasa cemas dengan keadaan tubuh saat ini 9) Mudah merasa panik dan takut b. Aspek Fisik Neugarten dan Kraines (1965) mengemukakan sejumlah aspek-aspek fisik sebagai gejala atau symptoms climateric. Aspek-aspek fisik tersebut antara lain : 1) Merasa pusing yang berputar 2) Merasa tertekan di kepala atau badan 3) Mati rasa di bagian tubuh 4) Bertambahnya berat badan 5) Adanya rasa sakit di bagian payudara 6) Mengalami diare atau sembelit 7) Seperti ada sesuatu yang menjalar di permukaan kulit 8) Sakit kepala 9) Merasa lemas dan sulit untuk bernafas 10) Merasakan sakit di bagian sepanjang tulang leher dan punggung

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 c. Aspek Vasomotor Vasomotor berkaitan dengan saraf yang mengontrol otot-otot pada pembuluh darah dalam tubuh manusia (Reber & Reber, 2010). Neugarten dan Kraines (1965) memberikan sejumlah aspek-aspek vasomotor sebagai gejala climateric : 1) Memori mengalami penurunan 2) Hot flush 3) Tangan dan kaki terasa dingin Gejala vasomotor lain yang biasanya dirasakan oleh perempuan pada gejala climateric antara lain (Proverawati, 2010): 1) Adanya hot flush Hot flush merupakan perasaan panas dari dada hingga wajah, sehingga menyebabkan wajah dan leher berkeringat. Saat hot flush terjadi, kulit menjadi kemerahan disertai rasa panas di bagian dada dan lengan. Hot flush ini terjadi beberapa bulan sebelum dan sesudah berhentinya menstruasi (menopause). Akan tetapi terdapat 25%-50% perempuan mengalami hot flush sampai lebih dari 5 tahun. Hot flush dialami oleh sekitar 75% perempuan pramenopause sampai menopause terjadi. Durasi waktu terjadinya hot flush selama 30 detik hingga 5 menit. 2) Night sweat

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Berkeringat di malam hari juga dapat terjadi selama climateric. Tidak hanya keluarnya keringat yang dirasakan, namun disertai gemetar pada tubuh. Durasi waktu terjadinya night sweat selama 30 detik sampai 5 menit. 3) Insomnia (susah tidur) Salah satu gejala vasomotor yang menjadi bagian dari gejala climateric yaitu beberapa perempuan mengalami kesulitan tidur, seperti tidak dapat tidur dengan mudah atau terbangun pada dini hari. Salah satu penyebab dari insomnia pada masa menuju menopause ini adalah hot flush. Secara hormonal, insomnia ini disebabkan karena rendahnya kadar serotonin yang disebabkan karena kadar endorfin yang rendah pula. Serotonin dan endorfin ini berkaitan dengan suasana hati, mengatur aktivitas tidur, suhu tubuh, tekanan darah, ingatan, dan persepsi terhadap rasa nyeri. 4) Penurunan daya ingat Perununan daya ingat ini dikarenakan adanya penurunan pada hormon endorfin. Hormon ini menjalankan fungsi yang berhubungan dengan ingatan. Ketika hormon ini memiliki kadar yang rendah, maka daya ingat yang dimiliki seseorang pun juga mengalami penurunan. 5) Inkontinensia urin (beser)

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Inkontinensia urin merupakan keadaan di mana kandung kemih mengalami kesulitan untuk menampung air seni dalam waktu yang cukup lama. Inkontinensia urin ini terjadi karena adanya penurunan dari kadar hormon estrogen. Kadar estrogen yang menurun ini memberikan dampak pada elastisitas dan kekuatan dari kandung kemih di dalam menampung urin. Beberapa perempuan mengalami inkontinensia urin saat bersin, batuk, tertawa, bahkan berjalan. Inkontinensia urin pun akan lebih mungkin terjadi pada perempuan yang telah memasuki fase pascamenopause sekitar 15%-50%. 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gejala Climateric Menurut Proverawati (2010) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi gejala climateric : a. Faktor psikis Psikis setiap perempuan yang berada pada tahap climateric tergantung dari kemampuan perempuan untuk menyesuaikan diri. Perubahan psikis seperti kurang konsentrasi, perubahan emosi, dan berkurangnya tenaga, yang berganti-ganti pun dapat mempengaruhi gejala climateric baik berupa gejala fisiologis ataupun psikologis. Meskipun tidak dapat dipungkiri pula bahwa gejala climateric berhubungan dengan kadar estrogen perempuan.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Oleh karena itu, gejala climateric yang berupa gejala-gejala fisiologis dan psikologis tersebut akan dirasakan apabila psikis perempuan tidak stabil. b. Sosial ekonomi Keadaan sosial ekonomi dapat mempengaruhi faktor fisik dan kesehatan seseorang. Apabila faktor sosial ekonomi ini berada pada tingkat cukup baik maka akan mengurangi beban fisiologis dan psikologis seseorang itu. Greenwood (1986) menambahkan bahwa perempuan yang memiliki pekerjaan yang menarik, penghasilan tetap, merasa dirinya berguna, ataupun memiliki kesibukan biasanya melaporkan lebih sedikit merasakan gejala climateric. Gejala climateric yang berupa gejala fisiologis dan psikologis dapat berkurang atau jarang dirasakan oleh perempuan karena beban yang berkaitan dengan kebutuhan ekonomi telah terpenuhi. c. Budaya dan lingkungan Budaya dan lingkungan yang berada di sekitar perempuan yang berada pada gejala climateric dapat memberikan pengaruh bagaimana mereka bereaksi terhadap gejala climateric ini (Greenwood, 1986). Penilaian di beberapa masyarakat dengan pemikiran bahwa perempuan harus memiliki kecantikan dan keadaan fisik yang harus selalu optimal (Greenwood, 1986). Penilaian inilah yang menyulitkan bagi beberapa perempuan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 terlebih mereka yang telah mencapai usia dewasa pertengahan (Greenwood, 1986). Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan dengan lingkungan yang memiliki tuntutan tinggi akan keoptimalan diri akan lebih merasakan gejala climateric. d. Hormonal Sistem reproduksi pada perempuan saat mulai memasuki climateric mulai mengalami penurunan dalam keberfungsiannya. Mulai menurunnya fungsi sistem reproduksi perempuan disebabkan oleh adanya penurunan jumlah sel-sel folikel telur akibat berkurangnya produksi dari hormon reproduksi perempuan yaitu progesteron, inhibin, dan estrogen (Proverawati, 2010). Akan tetapi, hormon yang memberikan pengaruh yang kuat bagi keberfungsian fisiologis dan psikologis perempuan adalah hormon estrogen. Menurut Proverawati (2010) pada otak, saat hormon estrogen mengalami penurunan maka hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja dari neurotransmiter (pengantar pesan) yang terdiri atas dopamin, serotonin, dan endorphin. Padahal dopamin, serotonin, dan endorphin memiliki kegunaan di dalam mengatur fungsi motorik dan vasomotor, meregulasi emosi, proses dalam pembelajaran perilaku, kekebalan tubuh, motivasi, suasana hati, aktivitas tidur, persepsi nyeri, suhu tubuh, nafsu makan, ingatan, dan tingkah laku seksual (Proverawati, 2010). Sehingga, akibat

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 dari menurunnya kadar dopamin, serotonin, dan endorphin sebagai neurotransmiter yang berperan sebagai penstabil dan penjaga bagi fisiologis dan psikologis perempuan menjadi tidak berfungsi normal (Proverawati, 2010). Sehingga menyebabkan terjadinya gejala climateric (Proverawati, 2010). B. PENERIMAAN DIRI PEREMPUAN DEWASA PERTENGAHAN 1. Definisi Penerimaan Diri Penerimaan diri merupakan kepuasan hidup dan kebahagiaan seseorang dengan menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki (Rogers, 1951 & Scott, 1968, dalam Shepard, 1979). Reber dan Reber (2010) mengatakan penerimaan diri merupakan sikap seseorang menerima dirinya terhadap berbagai talenta, berbagai kemampuan dan nilai-nilai diri yang dimiliki, serta sebuah pengakuan realistik terhadap keterbatasan yang dimiliki. Ryff (1995) mengatakan bahwa penerimaan diri merupakan sebuah sikap positif yang mengarah kepada pengujian diri apakah ia memiliki kualitas yang positif atau negatif (Birkersteth & Taiwo, 2017). Menurut Hurlock (1974) penerimaan diri merupakan suatu tingkatan yang dimiliki oleh setiap orang mengenai kemampuannya untuk mengetahui dan memahami karakteristik pribadi serta mampu menerima dirinya apa adanya.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Jersild (1971) menambahkan bahwa orang yang menerima dirinya pasti memiliki pandangan yang realistik terhadap kemampuan yang dimiliki dipadukan dengan penghargaan terhadap diri sendiri yang dinilai berharga (Hurlock, 1974; Sheerer, 1949, dalam Cronbach, 1963). Selain itu, orang yang menerima dirinya memiliki kepastian mengenai standar-standar dan keyakinan-keyakinan dirinya tanpa ditekan dengan pendapat yang diberikan oleh orang lain terhadap dirinya dan menilai secara realitas keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya tanpa adanya pandangan diri yang tidak rasional (Hurlock, 1974). Mereka juga menyadari kelemahan yang dimiliki tanpa menyalahkan diri mereka sendiri atas kelemahan tersebut (Hurlock, 1974). Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Hamidah dan Putri (2012) yang mengatakan bahwa seseorang dikatakan telah memiliki penerimaan diri apabila ia telah mampu memahami dan menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Supratiknya (1995) pun mengatakan pula bahwa penerimaan diri merupakan penghargaan terhadap diri sendiri, rela mengungkapkan aneka pikiran, perasaan, dan reaksi kita kepada orang lain, serta dapat menerima diri terhadap orang lain. Sehingga peneliti memberikan kesimpulan bahwa penerimaan diri adalah suatu sikap menerima dan terbuka terhadap segala kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, merasa telah memiliki kepuasan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 hidup dan kebahagiaannya, sehingga tidak hanya terbuka untuk diri sendiri tetapi juga terbuka dengan lingkungan yang dimilikinya (Hurlock, 1974; Shepard, 1979; Reber & Reber, 2010; Supratiknya, 1995; Sheerer, 1949, dalam Cronbach, 1963). 2. Aspek-Aspek Penerimaan Diri Sheerer (1949) mengemukakan aspek-aspek dari penerimaan diri antara lain (Cronbach, 1963) : a. Memiliki kepercayaan atas kemampuan diri untuk dapat menghadapi kehidupan. b. Menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain. c. Tidak memandang dirinya sebagai orang yang aneh atau abnormal. d. Tidak mengharapkan dirinya ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. e. Tidak takut ataupun malu apabila dicela oleh orang lain. f. Bersedia bertanggung jawab terhadap setiap tingkah lakunya. g. Mengikuti standar hidup yang dimilikinya sendiri daripada mengikuti tekanan dari luar dirinya. h. Mampu menerima segala pujian, saran, dan kritikan secara objektif. i. Tidak menyalahkan diri sendiri atas keterbatasan dirinya maupun penolakan terhadap kelebihannya.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 j. Tidak menyangkal kata hati, emosi-emosi, ataupun rasa bersalah atas keterbatasan ataupun kelebihannya. 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Diri Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri menurut Hurlock (1974) sebagai berikut : a. Pemahaman diri Pemahaman diri merupakan persepsi seseorang mengenai dirinya, tanpa berpura-pura, bersifat realistis, dan tanpa adanya tipu daya. Orang dengan pemahaman diri positif tidak hanya sekadar menyadari kenyataan mengenai dirinya tetapi benar-benar memahami arti dari setiap kenyataan yang dimiliki oleh dirinya. Di dalam memahami diri, seseorang tidak hanya bergantung pada kapasitas intelektual yang dimilikinya yang berupa kemampuan daya penerimaan informasi seseorang tersebut terhadap dirinya, tetapi juga berbagai kesempatan yang didapatkan orang tersebut untuk menggali dirinya sendiri. Seseorang yang memiliki pemahaman diri yang positif pasti memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki tanpa mendapatkan tekanan dari orang lain. Akan tetapi, seseorang memiliki pemahaman diri yang negatif dapat berasal dari penolakan, buruknya kesempatan untuk menggali diri, atau bisa berasal dari keinginan orang tersebut

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 untuk melihat dirinya yang hanya berdasar pada apa yang ia inginkan dalam dirinya bukan melihat bagaimana dirinya yang sesungguhnya. Saat seseorang tersebut tidak ingin melihat kenyataan dirinya, maka sebenarnya ia menipu dirinya sendiri dan hanya menutupi dirinya dengan berbagai hal yang dia inginkan. Pemahaman diri bersifat negatif akan mendorong ketidakcocokan antara konsep diri idealnya yang berupa pandangan seseorang tersebut terhadap apa yang dirinya inginkan dengan penilaian dari orang lain mengenai dirinya. Ketika konsep diri ideal tidak sesuai dengan penilaian dari orang lain maka penerimaan akan diri yang dimiliki seseorang tersebut akan bersifat negatif karena pemahaman orang tersebut akan dirinya pun bersifat negatif. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemahaman diri dan penerimaan diri berjalan beriringan satu sama lain. b. Adanya harapan-harapan yang realistis Setiap manusia pasti memiliki harapan dalam kehidupannya. Saat harapan-harapan yang ingin dicapainya menjadi kenyataan dengan berbagai kesempatan yang dimiliki seseorang itu, maka seseorang ini berusaha untuk mencapai kepuasan hidupnya. Kepuasan hidup ini merupakan aspek penting bagi penerimaan diri dari seseorang tersebut. Guna mencapai harapan-harapan tersebut, seseorang perlu memahami beberapa hal antara lain kelebihan dan kelemahan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 yang dimilikinya, ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan halhal yang menjadi harapan, serta kemampuan (skill) yang dibutuhkan untuk mencapai harapan-harapan tersebut. Jersild (1965) mengatakan bahwa di dalam seseorang mencapai sebuah harapan maka memerlukan keseimbangan antara “real self” dan “ideal self”. Pada saat seseorang memiliki sebuah harapan, mereka menyadari bahwa harapan tersebut adalah sesuatu yang harus mereka perjuangkan. Hal ini karena menurut Sheerer (1949) mereka yang memiliki harapan atas hidupnya harus tetap bertanggungjawab atas perilakunya (Cronbach, 1963). Akan tetapi, saat terdapat pembatas antara konsep diri ideal (ideal self) dengan konsep diri yang sesungguhnya (real self) yang didasari pada harapan-harapan yang tidak realistis, maka seseorang tersebut akan menolak dirinya sendiri dan penerimaan diri pun tidak terbentuk positif. c. Perilaku-perilaku sosial yang mendukung Setiap individu pasti dikelilingi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Tentu lingkungan tersebut dapat memberikan dampak bagi diri individu tersebut. Sehingga seseorang perlu selalu untuk berperilaku baik dan mengikuti norma-norma yang terdapat di lingkungannya. Ketika individu bersikap positif terhadap lingkungan maka individu akan mendapat perlakuan dan diterima oleh lingkungan di sekitarnya. Sikap dari para anggota kelompok

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 sosial kepada seseorang individu inilah yang dapat membentuk sikap diri pada individu tersebut. Saat sikap diri individu diterima dan didukung oleh kelompok sosialnya, maka penerimaan dirinya terbentuk positif. d. Kondisi emosi yang menyenangkan dan tidak adanya tekanan Kondisi emosi menyenangkan yang tercipta di dalam diri individu maupun lingkungan sekitar individu, dapat memberikan dampak berupa peningkatan relaksasi diri dan kebahagiaan. Kondisi emosi yang menyenangkan mampu memberikan kontribusi bagi proses evaluasi sosial yang merupakan basis utama dalam evaluasi diri dan penerimaan diri seseorang. Kondisi emosi individu menyenangkan atau justru adanya tekanan dapat pula dikarenakan faktor hormonal. Hormon tersebut adalah hormon estrogen. Hormon estrogen yang masih diproduksi dengan baik maka dapat menjaga kinerja dari dopamin, serotonin, dan endorphin yang bekerja sebagai pengantar pesan dalam hal salah satunya yaitu regulasi emosi (Proverawati, 2010). Ketika regulasi emosi perempuan berjalan dengan baik tentu membuat perempuan mampu untuk mengenal dan memahami emosi yang dirasakannya (Aris & Rinaldi, 2010). Saat perempuan mampu memahami emosi tersebut maka dirinya dapat mengatur emosi sedemikian rupa dan akhirnya mampu membentuk perilaku yang tepat (Aris & Rinaldi, 2015).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Apabila perilaku yang ditunjukkan kepada orang lain atau lingkungan bersifat negatif maka perilaku tersebut dapat mempengaruhi reaksi dan evaluasi sosial kepada individu (Hurlock, 1974). Seperti pada paragraf sebelumnya, dijelaskan bahwa evaluasi sosial memberikan kontribusi bagi evaluasi diri yang membentuk penerimaan diri seseorang (Hurlock, 1974). e. Frekuensi pengalaman sukses Tingkat pengalaman sukses yang dimiliki oleh seseorang dapat menentukan proses penerimaan diri seseorang. Bagi seseorang yang memiliki pengalaman sukses yang lebih besar maka ia akan dengan mudah menerima dirinya. Akan tetapi, bagi seseorang yang memiliki pengalaman yang bersifat gagal lebih besar maka ia akan memilih untuk melakukan penolakan terhadap dirinya. Hal tersebut karena pengalaman sukses lebih penting dan bermakna daripada kegagalan berdasarkan pendapat sosial dan diri sendiri. f. Adanya identitas diri yang sesuai dengan pendapat sosial Orang-orang yang memiliki identitas diri positif dari lingkungannya akan lebih memiliki sikap yang positif mengenai kehidupannya. Identitas diri ini sebaiknya terbentuk sejak masa anak-anak. Lingkungan keluarga merupakan penentu utama pembentukan identitas diri yang positif bagi anak, terutama peran dari ibu. Saat identitas diri anak terbentuk maka kepribadian anak

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 itu pun juga terbentuk. Sehingga ketika seseorang memiliki identitas diri positif dan dilanjutkan dengan sikap hidup yang positif pula, maka hal tersebut dapat membawa diri seseorang ke arah penilaian diri dan penerimaan diri yang sesuai. g. Perspektif diri Seseorang yang dapat melihat dirinya sama seperti orang lain melihat dirinya maka ia memiliki pemahaman pada perspektif dirinya. Seseorang dengan perspektif diri yang positif dapat berasal dari bagaimana kemampuan mengendalikan, mengelola, dan memodifikasi emosi yang dimiliki ke arah yang tepat, sehingga seseorang tersebut dapat mengorganisir dirinya untuk berperilaku yang tepat (Aris & Rinaldi, 2015). Oleh karena itu, seseorang yang memiliki perspektif diri yang positif dapat dikatakan ia memiliki penerimaan diri yang positif pula. h. Pola asuh Penerimaan diri seseorang merupakan proses yang tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan terdapat pusat pembentukannya. Pusat pembentukan penerimaan diri sebenarnya berasal dari konsep diri yang dimiliki oleh seseorang. Konsep diri seseorang terbentuk dari pola asuh yang diberikan oleh keluarganya terhadap dirinya. Oleh karena itu, pola asuh yang diharapkan adalah gaya otoritatif atau demokrasi, karena dalam gaya pengasuhan ini anak dilibatkan dan dihargai sebagai

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 individu. Sehingga anak belajar untuk menghargai dirinya dan merasa bertanggung jawab atas tingkah lakunya. Sehingga konsep dirinya pun terbentuk, di mana konsep diri merupakan dasar pembentukan penerimaan diri. i. Konsep diri yang stabil Konsep diri yang stabil merupakan salah satu jalan bagi individu dalam melihat dirinya yang sesungguhnya dan bersifat konstan atau tidak berubah-ubah. Seseorang yang memiliki konsep diri yang positif dan stabil akan memiliki penerimaan diri yang positif, jika perempuan memiliki konsep diri yang negatif dan kurang stabil maka ia tidak akan memiliki penerimaan diri atas dirinya atau melakukan penolakan diri (Burns, 1993, dalam Hamidah dan Putri, 2012). Jersild (1965) menambahkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan diri seseorang antara lain : a. Usia Menurut penelitian Ryff (1959) pada usia remaja awal hingga akhir kepuasan diri seseorang akan mengalami penurunan, meskipun terdapat beberapa yang mengalami kenaikan walaupun hanya sedikit (Jersild, 1965). Hal ini dikarenakan pada usia ini, seseorang lebih melihat diri dengan cara membandingkannya

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 dengan kepribadian dari orang lain (Amatora, 1957, dalam Jersild, 1965). Apabila dibandingkan saat usia remaja, perempuan dewasa pertengahan akan lebih mengenali dan menerima kualitas diri mereka dan merasa positif tentang diri dan kehidupan mereka (Berk, 2012). b. Pendidikan Tingkat pendidikan pun dapat menjadi faktor bagi penerimaan diri seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Sanford (1957) berkaitan dengan tingkat senioritas yang dapat berpengaruh pada penerimaan diri seseorang (Jersild, 1965). Penelitian tersebut mendapatkan hasil bahwa tingkat senior walaupun lebih berpotensi untuk mengalami rasa depresi dan tekanan yang cukup berat karena berbagai laporan akhir yang harus dikerjakan, akan tetapi lebih banyak merasa bebas (Jersild, 1965). Hal ini karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki lebih banyak (Jersild, 1965). Sehingga kepuasan diri pun semakin tinggi dan akan lebih menerima dirinya. Berk (2012) pun menambahkan pula bahwa perempuan yang bekerja dan memiliki pendidikan yang baik akan memiliki sikap yang lebih positif terhadap perubahan yang dapat terjadi pada tahap kehidupan perempuan itu sendiri.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 c. Dukungan sosial Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brandt (1958) yang menemukan bahwa para pelajar kelas 6 hingga 11 akan mengira-ngira seberapa baik diri mereka dengan cara membandingkannya dengan teman-teman sebayanya (Jersild, 1965). Brandt (1958) menemukan bahwa kelompok-kelompok yang dibentuk oleh para remaja akan mempengaruhi penampilan diri seorang remaja terhadap diri mereka sendiri (Jersild, 1965). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dukungan sosial yang diberikan orang lain kepada diri seseorang dapat memberikan penerimaan karakteristik diri seseorang. d. Keadaan fisik Kondisi fisik yang dimiliki oleh setiap individu tentu berbedabeda. Seseorang yang menerima dirinya akan menerima keadaan tubuhnya dan melihat dirinya berdasarkan kualitas kehidupan yang dimilikinya tanpa menghukum diri mereka atas kondiri tubuh yang berada di luar kendali diri mereka (Jersild, 1965). seperti contoh “terdapat seorang perempuan yang memiliki tubuh yang tinggi. Dirinya akan melihat bahwa perempuan dengan tubuh yang lebih rendah akan lebih memiliki banyak keuntungan. Akan tetapi, dirinya justru menampilkan dirinya dengan anggun dalam kehidupannya sehari-hari dan dirinya tidak membungkuk seolah meminta maaf atas tubuhnya yang tinggi tersebut” (Jersild,

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 1965). Contoh tersebut menggambarkan bahwa perempuan tersebut menerima kondisi fisiknya tanpa menyalahkan diri atas kondisi yang dimilikinya, sehingga penerimaan diri yang dimiliki pun akan bersifat positif. C. TEORI PERKEMBANGAN Masa usia dewasa pertengahan adalah masa keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab terhadap relasi di tengah-tengah perubahan fisik dan psikologis yang berlangsung dengan proses penuaan (Lachman, 2004, dalam Santrock, 2012). Masa usia dewasa pertengahan terjadi ketika seseorang berada pada rentang usia 40-65 tahun (Berk, 2012; Feldman, Old, & Papalia, 2011). Pada masa usia dewasa pertengahan ini individu akan mengalami konsep pemerolehan dan kehilangan (Santrock, 2012). Pada masa ini individu akan mengalami penurunan fungsi fisiologis dan psikologis mereka, akan tetapi mengalami masa puncak pada dukungan sosial budaya seperti pendidikan, karir, dan relasi (Lachman, 2004, dalam Santrock, 2012; Willis & Schaie, 2005, dalam Santrock, 2012). Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa dewasa pertengahan antara lain perubahan fisik, perubahan psikologis, dan perubahan sosioemosional. Perubahan fisik yang dialami antara lain kulit mengendur dan berkeriput, rambut yang mulai menipis, tinggi dan berat badan berubah, kekuatan sendi dan tulang berkurang, penglihatan dan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 pendengaran mengalami penurunan, dan fungsi sistem reproduksi yang mengalami penurunan. Terkhusus sistem reproduksi terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Baziad (2003) memberikan gambaran mengenai perbedaan fertilitas antara laki-laki dan perempuan sebagai berikut : usia 20-24 tahun, perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki fertilitas 100%. Usia 35-39 tahun, fertilitas perempuan hanya sejumlah 60% dan laki-laki masih memiliki fertilitas yang tinggi yaitu 95% (Baziad, 2003). Usia 45-49 tahun, fertilitas laki-laki masih mencapai 80% sedangkan perempuan hanya 5% saja (Baziad, 2003). Penurunan hormon estrogen pada perempuan yang drastis inilah yang menyebabkan gejala climateric terjadi sehingga perempuan merasakan gejala-gejala tersebut (Baziad, 2003). Perubahan sosioemosional yang terjadi di usia dewasa pertengahan terutama bagi perempuan antara lain adanya standar ganda yang harus disesuaikan di tengah perubahan baik fisiologis, psikologis, ataupun yang berkaitan dengan sosial. Terutama bagi perempuan, perubahan fisiologis dan psikologis dapat berkaitan dengan cara perempuan untuk menyatakan sikap mereka terhadap usia pertengahan. Ada yang menyatakan bahwa pada usia ini mereka harus tetap merasa muda dan aktif. Namun ada pula yang menyatakan bahwa pada usia pertengahan mereka sudah harus terlihat lebih berwibawa karena berbagai perubahan yang terjadi pada fisiologis ataupun peran yang dimiliki.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Perubahan psikologis yang terjadi di usia dewasa pertengahan terutama bagi perempuan antara lain usia dewasa pertengahan dapat menjadi masa stres, penyebabnya adalah penyesuaian perubahan fisiologis, psikologis, peran, pola perilaku, dan sosial. Terdapat empat jenis stres pada masa usia pertengahan antara lain pertama, stres somatik yaitu stres yang disebabkan karena perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa pertengahan. Kedua, stres ekonomi, stres yang disebabkan oleh beban keuangan dari segala kebutuhan untuk mendidik anak dan kebutuhan keluarga. Ketiga, stres psikologis, yang dapat terjadi karena kematian pasangan ataupun saat anak meninggalkan rumah, kejenuhan dalam pernikahan, dan mendekati masa kematian. Keempat, stres budaya, stres ini bergantung pada masing-masing budaya. Pada budaya barat yang menganggap bahwa masa muda individu tersebut merasa disanjung oleh orang lain karena kemampuan dan kesuksesan mereka yang masih baik kemudian beralih ke masa dewasa pertengahan yang mulai tidak dipandang sebaik dahulu. Akan tetapi, berbeda dengan budaya timur yang memandang masa dewasa pertengahan berarti mereka berada pada strata penghormatan yang lebih tinggi di dalam sosialnya (Menon, 2002, dalam Berk, 2012). Perubahan psikologis yang terjadi di usia dewasa pertengahan terutama bagi perempuan yaitu usia dewasa pertengahan dapat menjadi usia yang berbahaya karena dapat menimbulkan depresi bagi perempuan yang belum dapat menerima perubahan fisiologis yang mulai menurun.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 D. Hubungan antara Gejala Climateric dengan Penerimaan Diri Perempuan Dewasa Pertengahan Ketika memasuki masa dewasa pertengahan, perempuan akan mengalami siklus transisi dalam hidup mereka yaitu climateric. Climateric ini terjadi dikarenakan mulai menurunnya hormon estrogen sehingga fungsi metabolisme menjadi berkurang dan gejala climateric mulai dirasakan oleh perempuan. Oleh karena itu, pengertian gejala climateric adalah indikator yang muncul secara fisiologis dan psikologis pada perempuan yang disebabkan oleh hormon akibat peralihan dari fase reproduksi menuju fase masa tua (Baziad, 2003; Kartono, 2007; Reber & Reber, 2010). Mulai berkurangnya hormon estrogen ini memberikan pengaruh bagi keberfungsian fisiologis dan psikologis perempuan. Ketika hormon estrogen menurun maka aliran darah menuju ke otak menjadi berkurang dan menyebabkan metabolisme otak berkurang (Proverawati, 2010). Hal tersebut karena neurotransmiter (pengantar pesan) di otak tidak berjalan normal (Proverawati, 2010). Neurotransmiter tersebut antara lain hormon dopamin, hormon serotonin, dan hormon endorphin. Fungsi hormon dopamin antara lain mengatur fungsi motorik, meregulasi emosi, proses pembelajaran perilaku, kekebalan tubuh, motivasi, dan perilaku seks (Proverawati, 2010). Fungsi hormon serotonin antara lain mengatur suasana hati dan mengatur aktivitas tidur (Proverawati, 2010). Sedangkan fungsi hormon endorphin antara lain

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 persepsi rasa nyeri, pernafasan, suhu tubuh, tekanan darah, ingatan, dan tingkah laku seksual (Proverawati, 2010). Ketika pesan dari otak yang harus ditransmisikan ke bagian-bagian tubuh tidak tersampaikan dengan sempurna maka perempuan mulai merasakan berbagai gejala yang terjadi pada tahap climateric (Proverawati, 2010). Gejala climateric secara garis besar terdiri dari pertama, gejala fisiologis yang terdiri dari merasakan pusing dan tertekan di kepala, bertambahnya berat badan, merasa sulit bernafas dan terasa lemas, adanya rasa sakit di bagian payudara, hot flush, keringat di malam hari dan merasakan sakit di bagian sepanjang leher serta punggung (Neugarten & Kraines, 1965). Kedua, gejala psikologis yang terdiri dari merasa cemas dan mudah marah, merasa sedih dan depresi, mudah tersinggung, merasa takut dan panik, dan merasa cemas dengan keadaan tubuh saat ini (Neugarten & Kraines, 1965). Pada masa usia dewasa pertengahan perempuan akan mengalami konsep pemerolehan dan kehilangan (Santrock, 2012). Pada masa ini perempuan akan mengalami masa puncak pada dukungan sosial budaya seperti pendidikan, karir, dan relasi, akan tetapi perempuan akan kehilangan fungsi fisiologis dan psikologisnya (Santrock, 2012). Kondisi yang cukup membingungkan antara adanya kesempatan untuk mengalami masa puncak, namun fungsi biologis semakin menurun sehingga membuat perempuan merasa rendah diri dan sulit untuk menerima dirinya (Hurlock, 1980).

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Penerimaan diri adalah sikap menerima dan terbuka terhadap segala kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, merasa telah memiliki kepuasan hidup dan kebahagiaannya, sehingga tidak hanya terbuka untuk diri sendiri tetapi juga terbuka dengan lingkungan yang dimilikinya (Hurlock, 1974; Johnson, 1981; Shepard, 1979; Supratiknya, 1995; Sheerer, 1949, dalam Cronbach, 1963). Penerimaan diri ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keadaan fisik, dukungan sosial, pendidikan, usia, konsep diri yang stabil, pola asuh, perspektif diri, kesesuaian identitas diri dengan pendapat sosial, pengalaman sukses, kondisi emosi yang menyenangkan, perilaku sosial yang mendukung, harapan-harapan yang realistis, dan pemahaman diri. Margaretha dan Paramita (2013) mengatakan bahwa semakin individu menerima dirinya maka semakin individu mampu menyesuaikan berbagai kondisi individu saat ini. Hal ini karena penerimaan diri yang dimiliki individu berfungsi sebagai pengetahuan tentang diri yang melibatkan proses seseorang dalam menghadapi kenyataan dan keadaan hidupnya (Margaretha & Paramita, 2013). Tidak hanya itu, penerimaan diri ini juga penting untuk dimiliki perempuan karena penerimaan diri dapat memberikan kontribusi bagi diri individu yaitu mengenai tanggung jawab atas kondisi yang dialaminya (Margaretha & Paramita, 2013). Sehingga dapat dikatakan bahwa penerimaan diri merupakan cara individu untuk dapat menyesuaikan diri dari berbagai perubahan kondisi fisiologis

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 ataupun psikologis yang sedang dialaminya pada saat ini (Margaretha & Paramita, 2013). Aris dan Rinaldi (2015) dalam penelitiannya menemukan bahwa penerimaan diri perempuan dikatakan baik apabila perempuan tersebut memiliki regulasi emosi yang baik. Dalam penelitian tersebut, permasalahan yang dihadapi subjek adalah gejala-gejala yang muncul pada tahap climateric menyebabkan emosi perempuan menjadi tidak stabil dan bersifat negatif. Sehingga perempuan menjadi kurang mampu untuk mengenal, mengatur, dan mengendalikan emosi negatif seperti rasa cemas dan khawatir akan gejala climateric yang menyebabkan perubahan pada fisiologis dan psikologisnya. Hal ini menyebabkan perempuan menjadi kurang siap untuk menghadapi dan menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya. Mampu atau tidaknya perempuan mengenal, mengatur, dan mengendalikan emosi berkaitan dengan regulasi emosi. Ketika regulasi perempuan baik maka mereka dapat mengenal emosi apa yang dirasakan sehingga membuat dirinya mampu untuk memahami emosi tersebut dan akhirnya dirinya dapat mengatur serta mengubah emosi tersebut sedemikian rupa dan memusatkan perhatiannya kembali sehingga perempuan mampu untuk membentuk perilaku yang tepat (Aris & Rinaldi, 2015). Aris dan Rinaldi (2015) menambahkan bahwa ketika perempuan dapat mengatur perilaku dengan tepat maka perempuan dapat memandang dirinya secara positif, menerima dirinya apa adanya, dan memiliki persepsi

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 yang realistis atas apa yang ia miliki, sehingga akhirnya membuat perempuan memiliki penerimaan diri yang positif. Sebaliknya, ketika perempuan kurang mampu untuk mengenal dan memahami emosinya yang berarti regulasi emosi negatif menyebabkan kondisi emosi dalam diri perempuan menjadi tidak menyenangkan (Aris dan Rinaldi, 2015; Hurlock, 1974). Pada saat perempuan memiliki kondisi emosi kurang menyenangkan maka perilaku perempuan akan bersifat negatif (Hurlock, 1974). Kemudian evaluasi sosial terhadap diri perempuan menjadi negatif dan evaluasi sosial ini berdampak pada evaluasi diri yang tentu akan bersifat negatif, sehingga akan membentuk penerimaan diri yang bersifat negatif (Hurlock, 1974). Hubungan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan dapat dikatakan bahwa gejala climateric yang dikarenakan adanya penurunan dari hormon estrogen menyebabkan fungsi dari para neurotransmiter menjadi tidak normal (Proverawati, 2010). Sehingga ketika gejala climateric, yang terdiri atas gejala fisiologis dan gejala psikologis dirasakan oleh perempuan maka akan memunculkan suatu kekhawatiran yang menyebabkan kondisi emosi perempuan menjadi tidak menyenangkan. Ketidakstabilan emosi ini pun dapat dipengaruhi oleh fungsi neurotransmiter yang sudah tidak berfungsi normal terutama dalam hal kemampuan perempuan di dalam regulasi emosi (Proverawati, 2010). Regulasi emosi ini berkaitan dengan kemampuan perempuan dalam

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 mengenal, memahami, dan mengatur emosinya, apakah positif atau negatif. Ketika regulasi emosi kurang stabil maka kondisi emosi dalam diri perempuan menjadi tidak menyenangkan dan akhirnya penerimaan diri perempuan menjadi negatif (Hurlock, 1974). Sebaliknya, ketika regulasi emosi cukup stabil maka kondisi emosi dalam diri perempuan menjadi menyenangkan dan akhirnya penerimaan diri perempuan menjadi positif (Hurlock, 1974). Selain itu, seperti yang telah disebutkan bahwa gejala climateric ini terdiri dari gejala fisiologis. Gejala fisiologis ini muncul karena hormon estrogen yang menurun, kemudian mempengaruhi kondisi fisiologis perempuan. Kondisi fisiologis perempuan yang mengalami penurunan dapat disebutkan seperti tubuh menjadi mudah lemas, berat badan bertambah, ataupun sering merasakan sakit di punggung. Khairani (2012) mengatakan ketika kondisi fisiologis perempuan banyak mengalami perubahan maka mereka menjadi kurang percaya diri. Sehingga perempuan akan melihat dirinya berdasarkan kuantitas dari kondisi fisiologis yang dimilikinya bukan kualitas dari kondisi fisiologis yang perempuan miliki, sehingga pada akhirnya penerimaan diri perempuan pun terbentuk (Jersild, 1965). Penerimaan diri yang terbentuk itupun dapat bersifat positif atau sebaliknya bersifat negatif.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 E. SKEMA PENELITIAN GEJALA CLIMATERIC RENDAH Hormon Estrogen menurun Note. Neurotransmiter tidak normal c Faktor-faktor penerimaan diri : Kondisi emosi (regulasi emosi) dan keadaan fisik GEJALA CLIMATERIC TINGGI PENERIMAAN DIRI POSITIF PENERIMAAN DIRI NEGATIF = Faktor yang menghubungkan kedua variabel secara tidak langsung. Gambar 1. Skema hubungan antara gejala climacteric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan F. HIPOTESIS Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Hubungan negatif tersebut berarti semakin rendah gejala climateric maka semakin tinggi penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Sebaliknya, semakin tinggi gejala climateric maka semakin rendah penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasi. Metode korelasi adalah salah satu metode penelitian dengan menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain, berdasarkan koefisien korelasi (Sugiyono, 2002). Hasil data penelitian dengan metode korelasi didapatkan melalui analisis skor jawaban subjek pada dua jenis skala. Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat hubungan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. B. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN Penelitian ini memiliki dua variabel antara lain : Variabel Bebas : gejala climateric Variabel Tergantung : penerimaan diri 41

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 C. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN 1. Gejala Climateric Gejala climateric adalah indikator yang muncul secara fisiologis dan psikologis pada perempuan yang disebabkan oleh hormon akibat peralihan dari fase reproduksi menuju fase masa tua (Baziad, 2003; Kartono, 2007; Reber & Reber, 2010). 2. Penerimaan Diri Penerimaan diri adalah suatu sikap menerima dan terbuka terhadap segala kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya, merasa telah memiliki kepuasaan hidup dan kebahagiaannya, sehingga tidak hanya terbuka untuk diri sendiri tetapi juga terbuka dengan lingkungan yang dimilikinya (Hurlock, 1974; Johnson, 1981; Shepard, 1979; Supratiknya, 1995; Sheerer, 1949, dalam Cronbach, 1963). D. SUBJEK PENELITIAN Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu suatu teknik pengumpulan sampel berdasarkan kriteria yang diperlukan oleh peneliti (Sugiyono, 2012). Kriteria subjek yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : 1. Perempuan berusia 40-65 tahun. 2. Memiliki kemampuan membaca dan menulis.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 E. PROSEDUR Berikut merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam adaptasi skala penelitian yang akan digunakan antara lain : 1. Meminta izin penggunaan skala kepada narasumber dalam hal ini pembuat skala. 2. Kedua skala tersebut diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia kemudian diubah kembali dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Kedua proses tersebut dilakukan oleh dua orang Sarjana Bahasa Inggris. 3. Membuat blueprint pada kedua skala untuk dilakukan validitas isi kepada satu orang expert judgement, yaitu dosen pembimbing dan dua orang peer judgement pada masing-masing skala untuk melihat itemitem yang tepat. 4. Melakukan tryout item-item skala dan proses seleksi item pada data tryout. 5. Penyebaran item-item kedua skala kepada subjek penelitian sebagai data sesungguhnya. F. METODE PENGUMPULAN DATA Alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala. Skala adalah suatu kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan interval yang ada dalam alat ukur dan apabila digunakan dapat menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2012). Metode ini

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 menggunakan respon subjek sebagai dasar penentuan skalanya dan digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena sosial (Sugiyono, 2012). Fenomena sosial dalam penelitian ini telah ditetapkan oleh peneliti yaitu variabel penelitian, kemudian variabel yang hendak diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, dan indikator tersebut sebagai acuan di dalam menyusun item-item instrumen penelitian yang berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2012). 1. Skala Gejala Climateric Skala gejala climateric dalam penelitian ini menggunakan Greene Climateric Scale (1976). Jenis skala ini merupakan skala Likert yang terdiri dari 21 pernyataan mengenai gejala climateric yang terdiri dari tiga aspek yaitu psikologis, fisik, dan vasomotor. Greene Climateric Scale (1976) menggunakan dasar teori dari Neugarten dan Kraines (1965) yang mengemukakan aspek-aspek gejala climateric sebagai berikut : a. Aspek psikologis 1) Merasa cemas dan mudah marah 2) Merasa sedih dan depresi 3) Merasa terlupakan 4) Merasa bahagia yang terkadang tidak terkontrol 5) Mengalami sulit tidur

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 6) Tidak dapat berkonsentrasi 7) Menangis terus-menerus 8) Merasa cemas dengan keadaan tubuh saat ini 9) Mudah merasa panik dan takut b. Aspek fisik 1) Merasa pusing yang berputar 2) Merasa tertekan di kepala atau badan 3) Mati rasa di bagian tubuh 4) Bertambahnya berat badan 5) Adanya rasa sakit di bagian payudara 6) Mengalami diare atau sembelit 7) Seperti ada sesuatu yang menjalar di permukaan kulit 8) Sakit kepala 9) Merasa lemas dan sulit untuk bernafas 10) Merasakan sakit di bagian sepanjang tulang leher dan punggung c. Aspek vasomotor 1) Memori mengalami penurunan 2) Hot flush 3) Tangan dan kaki terasa dingin

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Skala ini menggunakan format Likert dengan 4 kategori skor yaitu 0 sampai dengan 3. Kategori respon yang diberikan adalah “Tidak Pernah”, “Pernah”, “Sering”, dan “Sangat Sering”. Indikator skor Greene Climateric Scale adalah semakin tinggi skor skala climateric maka gejala-gejala climateric semakin dirasakan sebaliknya semakin rendah skor skala climateric maka gejala-gejala climateric semakin kurang dirasakan (Greene, 1976; Neugarten & Kraines, 1965). Berikut merupakan tabel dari pemberian skor dan blueprint Greene Climateric Scale : Tabel 1 Skor Item Greene Climateric Scale Respon Skor 0 1 2 3 Tidak Pernah Pernah Sering Sangat Sering Tabel 2 Blueprint Greene Climateric Scale Aspek-Aspek Psikologis Merasa cemas dan mudah marah. Merasa sedih dan depresi. Merasa terlupakan. Merasa bahagia yang terkadang tidak terkontrol. Mengalami sulit tidur. Tidak dapat berkonsentrasi. Menangis terus-menerus. Merasa cemas dengan keadaan tubuh saat ini. Mudah merasa panik dan takut. Item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 Jumlah Item 11 Item

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Fisik Merasa pusing yang berputar. Merasa tertekan di kepala atau badan. Mati rasa di bagian tubuh. Bertambahnya berat badan. Adanya rasa sakit di bagian payudara. Mengalami diare atau sembelit. Seperti ada sesuatu yang menjalar di permukaan kulit. Sakit kepala. Merasa lemas dan sulit untuk bernafas. Merasakan sakit di bagian sepanjang tulang leher dan punggung. Vasomotor Hot flush. Tangan dan kaki terasa dingin. Total 2. 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18 7 Item 19, 20, 21 3 Item 21 Item Skala Penerimaan Diri Skala penerimaan diri menggunakan Berger Self-Acceptance Scale (1951). Jenis skala Berger Self-Acceptance Scale ini merupakan skala Likert yang terdiri dari 36 pernyataan mengenai penerimaan diri. Dasar teori skala yang telah disusun oleh Berger (1951) menggunakan teori dari Sheerer (1949, dalam Cronbach, 1963) yang mengemukakan aspek-aspek dari penerimaan diri antara lain : a. Memiliki kepercayaan atas kemampuan diri untuk dapat menghadapi kehidupan. b. Menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain. c. Tidak memandang dirinya sebagai orang yang aneh atau abnormal.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 d. Tidak mengharapkan dirinya ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. e. Tidak takut ataupun malu apabila dicela oleh orang lain. f. Bersedia bertanggung jawab terhadap setiap tingkah lakunya. g. Mengikuti standar hidup yang dimilikinya sendiri daripada mengikuti tekanan dari luar dirinya. h. Mampu menerima segala pujian, saran, dan kritikan secara objektif. i. Tidak menyalahkan diri sendiri atas keterbatasan dirinya maupun penolakan terhadap kelebihannya. j. Tidak menyangkal kata hati, emosi-emosi, ataupun rasa bersalah atas keterbatasan ataupun kelebihannya. Skala ini menggunakan format Likert dengan 5 kategori skor yaitu 1 sampai dengan 5. Kategori respon yang diberikan adalah “Sangat Tidak Setuju”, “Tidak Setuju”, “Netral”, “Setuju”, dan “Sangat Setuju”. Indikator skor Berger Self-Acceptance Scale adalah semakin tinggi skor skala maka penerimaan diri semakin tinggi sebaliknya semakin rendah skor skala maka penerimaan diri semakin rendah (Denmark, 1973). Berikut merupakan tabel dari pemberian skor dan blueprint Berger Self-Acceptance Scale :

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 3 Skor Item Berger Self-Acceptance Scale Respon Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Favourable 1 2 3 4 5 Unfavourable 5 4 3 2 1 Tabel 4 Blueprint Berger Self-Acceptance Scale Aspek-Aspek Memiliki kepercayaan atas kemampuan diri untuk dapat menghadapi kehidupan. Tidak mengharapkan dirinya ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. Tidak takut ataupun malu apabila dicela oleh orang lain. Bersedia bertanggung jawab terhadap setiap tingkah lakunya. Mengikuti standar hidup yang dimilikinya sendiri daripada mengikuti tekanan dari luar dirinya. Mampu menerima segala pujian, saran, dan kritikan secara objektif. Tidak menyalahkan diri sendiri atas keterbatasan dirinya maupun penolakan terhadap kelebihannya. Tidak menyangkal kata hati, emosi-emosi, ataupun rasa bersalah atas keterbatasan ataupun kelebihannya. Tidak memandang dirinya sebagai orang yang aneh atau abnormal. Komponen dan Nomor Item Favorable Unfavorable 2, 15, 25 1, 11, 22, 36 Jumlah Item 7 Item - 10, 18, 33 3 Item 21 5, 12, 35 4 Item - 30 1 Item - 14, 26, 29, 34 4 Item 27 3, 4 3 Item - 6, 24 2 Item - 8, 20, 23, 31 4 Item - 9, 17, 28 3 Item

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain. Total 7, 19, 32 13, 16 5 Item 36 Item G. VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN 1. Validitas Validitas instrumen adalah sejauh mana instrumen dapat mengukur apa yang ingin diukur (Suryabrata, 2008). Dalam penelitian ini jenis validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi. Validitas isi adalah sebuah langkah untuk menelaah dan merevisi butir pertanyaan atau pernyataan berdasarkan pendapat profesional (profesional judgement) di bidangnya serta melihat taraf sejauh mana sampel item-item secara bersama merupakan definisi operasional yang memadai dari konstruk yang diukur (Suryabrata, 2008; Supratiknya, 2016). Dalam penelitian ini, validitas isi skala Greene Climateric Scale dilakukan oleh 3 orang expert judgement yaitu 2 dokter dan 1 dosen pembimbing. Validitas isi skala Berger Self-Acceptance Scale dilakukan oleh 3 orang expert judgement yaitu 1 dosen pembimbing dan 2 sarjana psikologi. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung kuantifikasi validitas isi adalah dengan menjumlahkan item yang dinilai relevan oleh para penilai dan membaginya dengan jumlah item (Supratiknya, 2016).

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Hasil skor validitas isi-skala (IVI-S) pada Greene Climateric Scale yaitu 0,95. Akan tetapi, terdapat skor validitas isi-item (IVI-I) pada item nomor 1, 6, dan 21 mendapat skor 0,67. Meskipun demikian, peneliti tetap menggunakan item tersebut karena skor pada item tersebut telah mendekati minimal skor IVI-I sebesar 0,7 dan apabila dibulatkan pun telah mencapai skor minimal IVI-I (Supratiknya, 2016). Sehingga, peneliti menganggap bahwa item-item tersebut tetap dapat digunakan. Sedangkan, hasil IVI-S pada Berger Self-Acceptance Scale yaitu 1 dan hasil IVI-I nya pada tiap-tiap item mendapat skor sebesar 1. Sehingga peneliti menetapkan untuk menggunakan seluruh item pada Berger Self-Acceptance Scale. Hasil lengkap perhitungan kuantifikasi validitas isi pada kedua skala ini dapat dilihat pada lampiran halaman 144. 2. Reliabilitas Reliabilitas merupakan kekonsistenan suatu instrumen apabila digunakan oleh orang atau sekelompok orang yang sama dalam waktu yang berbeda atau digunakan oleh orang atau sekelompok orang yang berbeda dalam waktu yang sama atau berlainan dapat menunjukkan hasil yang tetap atau konsisten (Suryabrata, 2008). Teknik pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah Alpha Cronbach (Supratiknya, 2014). Teknik ini digunakan karena mampu mengestimasikan konsistensi internal setiap item

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 secara lebih luas dan dikotomis (Supratiknya, 2014). Selain itu, peneliti memilih menggunakan teknik Alpha Cronbach karena item yang dihadirkan pada skala hanya berkisar 20-30 item (Supratiknya, 2014). Koefisien reliabilitas yang baik adalah ≥ 0,70 (Kline, 1986, dalam Supratiknya, 2014). Pada penelitian ini, kedua skala merupakan skala adaptasi. Skala adaptasi merupakan penggunaan skala dengan tidak mengubah struktur ataupun isi dari skala tersebut, namun tetap disesuaikan bahasa dan budaya pada subjek penelitian (Beaton, Bombardier, Guillemin, & Ferraz, 2000). Sehingga tidak memerlukan proses seleksi item. Selain itu, tidak dilakukan proses seleksi item karena melihat dari skor alfa-cronbach pada kedua skala tidak mengalami kenaikan yang signifikan apabila dilakukan seleksi item. H. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi Analisis Data Uji asumsi analisis data ini dilakukan guna mendapatkan kesimpulan yang tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Uji asumsi terdiri dari dua tahap, antara lain : a. Uji Normalitas Uji normalitas ini digunakan untuk melihat apakah data pada setiap variabel penelitian yang akan dianalisis bersifat normal atau tidak (Sugiyono, 2002). Uji normalitas pada penelitian ini

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 menggunakan Kolmogorov Smirnov karena data berskala interval dan jumlah subjek lebih dari 50 orang (Priyatno, 2012; Santoso, 2010). Syarat taraf signifikan (p) lebih besar dari 0,05 (p>0,05) menjelaskan bahwa data tersebut berdistribusi normal dan dapat diuji dengan statistik parametrik (Noor, 2011; Priyatno, 2014; Santoso, 2010; Sugiyono, 2002). Apabila taraf signifikan (p) lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) maka data tersebut berdistribusi tidak normal, sehingga data harus diuji menggunakan statistik nonparametrik (Noor, 2011; Priyatno, 2014; Santoso, 2010; Sugiyono, 2002). b. Uji Linearitas Uji lineritas memiliki fungsi untuk mengetahui apakah hubungan antara skor variabel penerimaan diri dengan skor variabel perubahan fisiologis gejala climateric cukup mengikuti fungsi linear atau tidak (Hadi, 2004). Uji lineritas pada penelitian ini menggunakan Compare Means Test for Linearity. Syarat taraf signifikan (p) lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) menjelaskan bahwa hubungan variabel pada data tersebut mengikuti fungsi garis linear sehingga dapat diuji dengan statistik parametrik (Hadi, 2004; Priyatno, 2012; Sugiyono, 2002). Apabila taraf signifikan lebih besar dari 0,05 (p>0,05), maka hubungan variabel pada data

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 tersebut tidak mengikuti fungsi garis linear (Hadi, 2004; Priyatno, 2012, ; Sugiyono, 2002). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis penelitian ini menggunakan Pearson Product Moment Correlation dengan menggunakan program SPSS 21.0 for windows dengan taraf signifikansi 0,05. Metode Pearson Product Moment Correlation merupakan salah satu analisis parametrik yang digunakan ketika distribusi kedua data variabel bersifat normal (Sugiyono, 2002). Syarat hipotesis diterima apabila koefisien signifikansi (p) kurang dari 0,05 (p<0,05), sebaliknya hipotesis akan ditolak apabila koefisien signifikansi (p) lebih dari 0,05 (p>0,05) (Sugiyono, 2013; Priyatno, 2012).

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Pengambilan data dilaksanakan tanggal 22 Maret-11 April 2018 di Perumahan Nogotirto 1, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Subjek penelitian merupakan perempuan berusia 40-65 tahun, bersedia secara sukarela menjadi subjek dalam penelitian ini, serta memiliki kemampuan membaca dan menulis. Menurut Azwar (2012) jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian kuantitatif minimal sejumlah 60 orang. Pada penelitian ini sampel yang didapatkan sejumlah 61 orang. Sehingga data tersebut dapat dianalisis lebih lanjut karena telah memenuhi syarat minimal jumlah subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta subjek untuk menjawab pernyataan-pernyataan pada Greene Climateric Scale yang berjumlah 21 item dan Berger Self-Acceptance Scale yang berjumlah 36 item, yang dijadikan satu dalam bentuk booklet. B. DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN Hasil data penelitian diperoleh dengan deskripsi sebagai berikut 55

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 5 Deskripsi Usia Subjek Penelitian Usia 40-45 tahun 46-50 tahun 51-55 tahun 56-60 tahun 61-65 tahun Total Jumlah 3 23 24 8 3 61 Persen 4,9% 37,7% 39,3% 13,1% 4,9% 100% Tabel 5 menggambarkan rentang usia subjek yaitu usia 40-45 tahun sejumlah 3 orang atau sebesar 4,9%. Usia 46-50 tahun sejumlah 23 orang atau sebesar 37,7%. Usia 51-55 tahun sejumlah 24 orang atau sebesar 39,3%. Usia 56-60 tahun sejumlah 8 orang atau sebesar 13,1%. Sedangkan usia 61-65 tahun sejumlah 3 orang atau sebesar 4,9%. Tabel 6 Deskripsi Status Pekerjaan Subjek Penelitian Status Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Total Jumlah 23 38 61 Persen 37,7% 62,3% 100% Tabel 6 menunjukkan status pekerjaan subjek sejumlah 23 orang atau sebesar 37, 7% dengan status “Tidak Bekerja” dan sejumlah 38 orang atau sebesar 62,3% dengan status “Bekerja”. Beberapa subjek telah pensiun sehingga untuk hasil status “Tidak Bekerja” termasuk beberapa subjek yang telah pensiun tersebut.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 C. DESKRIPSI DATA PENELITIAN Pada hasil data penelitian, item-item yang digunakan adalah itemitem pada kedua skala adaptasi yaitu Greene Climateric Scale dan Berger Self-Acceptance Scale. Pernyataan-pernyataan pada skala adaptasi yang digunakan terdiri dari 21 item Greene Climateric Scale dan 36 item Berger Self-Acceptance Scale. Hasil data penelitian diperoleh dengan deskripsi sebagai berikut : Tabel 7 Deskripsi Statistik Data Penelitian Deskripsi Data Mean SD 𝑋𝑚𝑎𝑥 𝑋𝑚𝑖𝑛 Gejala Climateric 17,56 7,928 37 2 Penerimaan Diri 126,52 17,103 168 95 Tabel 7 mendeskripsikan bahwa mean dari variabel gejala climateric sebesar 17,56 dengan standar deviasi sebesar 7,928. Nilai tertinggi yang didapatkan dari data pada skala gejala climateric sebesar 37 dan nilai terendah sebesar 2. Pada variabel penerimaan diri mean yang didapatkan sebesar 126,52 dengan standar deviasi sebesar 17,103. Nilai tertinggi sebesar 168 dan nilai terendah sebesar 95. Guna melihat kecenderungan antara variabel bebas (gejala climateric) dengan variabel tergantung (penerimaan diri) pada subjek penelitian, maka perlu dilakukannya uji signifikansi perbedaan antara data teoritis dengan data empiris. Mean teoritis merupakan rata-rata skor dari alat ukur penelitian (azwar, 1993, dalam Widhiarso, 2010). Berikut

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 merupakan perhitungan manual mean teoritis berdasarkan skor terendah dan skor tertinggi pada kedua skala : Mean teoritis = (Skor Terendah x Jumlah Item)+(Skor Tertinggi x Jumlah Item) 2 Mean empiris merupakan rata-rata skor pada hasil penelitian berdasarkan statistik (azwar, 1993, dalam Widhiarso, 2010). Mean empiris dapat dilihat pada hasil analisis statistik SPSS versi 21.0 for windows. Berikut perhitungan manual mean teoritis untuk Greene Climateric Scale : Mean teoritis = (0 x 21) + (3 x 21) 0 + 63 63 = = = 31,5 2 2 2 Berikut perhitungan manual mean teoritis untuk Berger SelfAcceptance Scale : Mean teoritis = (1 𝑥 36) + (5 x 36) 36 + 180 216 = = = 108 2 2 2 Berikut perhitungan manual standar deviasi teoritis untuk kategori skor Greene Climateric Scale : σ= (Skor Tertinggi x Jumlah Item)−(Skor Terendah x Jumlah Item) σ= (3 x 21)−(0 x 21) 6 = 63−0 6 = 63 6 6 = 10,5

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Berikut perhitungan manual standar deviasi teoritis untuk kategori skor Berger Self-Acceptance Scale : σ= (Skor Tertinggi x Jumlah Item)−(Skor Terendah x Jumlah Item) σ= (5 x 36)−(1 x 36) 6 = 180−36 6 = 6 144 6 = 24 Tabel 8 Kategori Skor Gejala Climateric dan Distribusi Skor Subjek Kategori Skor* X < (μ - 1σ) (μ - 1σ) ≤ X < (μ + 1σ) (μ + 1σ) ≤ X Skor X < 21 21 ≤ X < 42 42 ≤ X Subjek Frekuensi Persentase Rendah 38 62,3% Sedang 23 37,7% Tinggi 0 0% Total 61 100% Kategorisasi Note. * = Sumber Azwar (2006); X = Skor; μ = Mean Teoritis (Populasi); σ = Standar Deviasi Teoritis (Populasi). Tabel 9 Kategori Skor Penerimaan Diri dan Distribusi Skor Subjek Kategori Skor* X < (μ - 1σ) (μ - 1σ) ≤ X < (μ + 1σ) (μ + 1σ) ≤ X Skor X < 84 84 ≤ X < 132 132 ≤ X Subjek Frekuensi Persentase Rendah 0 0% Sedang 41 67,2% Tinggi 20 32,8% Total 61 100% Kategorisasi Note. * = Sumber Azwar (2006); X = Skor; μ = Mean Teoritis (Populasi); σ = Standar Deviasi Teoritis (Populasi). Tabel 10 Data Teoritis dan Data Empiris Variabel Gejala Climateric Penerimaan Diri Data Teoritis Mean 𝑋𝑚𝑎𝑥 𝑋𝑚𝑖𝑛 31,5 63 0 108 180 36 Data Empiris Mean 𝑋𝑚𝑎𝑥 𝑋𝑚𝑖𝑛 17,56 37 2 126,52 168 95

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 11 Signifikansi antara Mean Teoritis dan Mean Empiris Gejala Climateric One-Sample Test = 31,5 Gejala Climateric t -13,736 dt 60 Mean Sig. (2-tailed) Difference 0,000 -13,943 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -15,97 -11,91 Tabel 12 Signifikansi antara Mean Teoritis dan Mean Empiris Penerimaan Diri One-Sample Test = 108 Penerimaan Diri t 8,459 dt 60 Sig. (2-tailed) 0,000 Mean Difference 18,525 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 14,14 22,90 Dari tabel kategorisasi skor gejala climateric, terdapat 38 subjek (62,3%) yang merasakan gejala climateric dengan intensitas rendah, 23 subjek (37,7%) yang merasakan gejala climateric dengan intensitas sedang, dan 0 subjek (0%) yang merasakan gejala climateric dengan intensitas tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek cenderung tidak banyak merasakan gejala climateric. Dari tabel kategorisasi skor penerimaan diri, terdapat 0 subjek (0%) dengan penerimaan diri rendah, 41 subjek (67,2%) dengan penerimaan diri sedang, dan 20 subjek (32,8%) dengan penerimaan diri tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerimaan diri subjek cenderung positif.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Dari tabel 10 diketahui bahwa mean teoritis pada variabel gejala climateric sebesar 31,5 dan mean empiris variabel gejala climateric sebesar 17,56. Hal tersebut menunjukkan bahwa mean teoritis lebih tinggi daripada mean empiris. Pada tabel 11 hasil gejala climateric menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritis dan mean empirik karena nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 (Priyatno, 2012; Santoso, 2013). Sehingga dapat disimpulkan bahwa gejala climateric yang muncul cenderung rendah. Dari tabel 10 diketahui pula bahwa mean teoritis pada variabel penerimaan diri sebesar 108 dan mean empiris variabel penerimaan diri sebesar 126,52. Hal tersebut menunjukkan bahwa mean teoritis lebih rendah daripada mean empiris. Pada tabel 12 hasil penerimaan diri menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritis dan mean empiris karena nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 (Priyatno, 2012; Santoso, 2013). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerimaan diri subjek cenderung tinggi. D. HASIL PENELITIAN 1. Uji Asumsi Terdapat dua jenis uji asumsi sebelum dilakukannya uji hipotesis, yaitu uji normalitas dan uji linearitas.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 a. Uji Normalitas Uji normalitas ini diuji menggunakan program SPSS versi 21.0 for windows dan mendapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 13 Hasil Uji Normalitas Aspek Kolmogorov Smirnov Gejala Climateric Penerimaan Diri 0,069 0,103 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,200 0,177 Keterangan Normal Normal Tabel 13 memberikan hasil bahwa variabel gejala climateric mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,200. Nilai signifikansi variabel gejala climateric lebih besar dari 0,05 (p>0,05), sehingga menunjukkan sebaran skor variabel gejala climateric normal. Pada variabel penerimaan diri mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,177. Nilai signifikansi variabel penerimaan diri lebih besar 0,05 (p>0,05), menunjukkan bahwa sebaran skor variabel penerimaan diri pun normal. b. Uji Linearitas Setelah dilakukannya perhitungan pada data penelitian, berikut hasil yang didapatkan dari data tersebut :

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 16 Hasil Uji Linearitas Between Groups Penerimaan diri*Gejala Climateric (Combined) Linearity Deviation from Linearity F 1,558 7,030 1,340 Sig. 0,112 0,012 0,211 Berdasarkan hasil perhitungan linearitas diperoleh nilai F sebesar 7,030 dengan signifikansi sebesar 0,012. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel gejala climateric dengan penerimaan diri memiliki hubungan yang bersifat linear. 2. Uji Hipotesis Berikut adalah hasil perhitungan data penelitian ini : Tabel 15 Hasil Uji Hipotesis GC PD Pearson Correlation Sig (1-tailed) N Pearson Correlation Sig (1-tailed) N GC 1 . 61 -0,307* 0,008 61 PD -0,307* 0,008 61 1 . 61 Note. * = Correlation is significant at the 0,01 level (1-tailed); GC = Gejala Climateric; PD = Penerimaan Diri. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa nilai r (koefisien korelasi sebesar -0,307 dengan signifikansi sebesar 0,008 (p<0,05), maka dapat dikatakan kedua variabel tersebut memiliki hubungan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 signifikan yang bersifat negatif. Dengan demikian, hipotesis penelitian ini diterima yaitu adanya hubungan negatif signifikan antara gejala climateric dengan penerimaan diri pada perempuan dewasa pertengahan. E. ANALISIS TAMBAHAN Tabel 16 Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Gejala Climateric Gejala Climateric Status Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Total Mean 18,00 17,29 17,56 N 23 38 61 Tabel 17 Signifikansi Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Gejala Climateric Gejala Climateric*Status Pekerjaan Equal variances assumed Levene’s Test for Equality of Variances F Sig. 1,693 0,198 T-test for Equality of Means T df Sig. 0,337 59 0,738 Tabel 16 menunjukkan rata-rata gejala climateric yang muncul pada status pekerjaan “Tidak Bekerja” sebesar 18,00. Berbeda dengan rata-rata gejala climateric yang muncul pada status pekerjaan “Bekerja” yang sebesar 17,29. Hal ini menunjukkan bahwa subjek dengan status “Tidak Bekerja” memiliki rata-rata gejala climateric lebih tinggi dibandingkan dengan subjek dengan status “Bekerja”.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Walaupun demikian, pada tabel 17 nilai signifikansi t-test for equality of means sebesar 0,738 berarti p > 0,05 (Priyatno, 2012). Sehingga perbandingan rata-rata status pekerjaan dengan gejala climateric subjek tidak signifikan sehingga tidak terdapat perbedaan antara subjek dengan status pekerjaan “Tidak Bekerja” dan “Bekerja” untuk gejala climateric mereka (Priyatno, 2012). Tabel 18 Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Penerimaan Diri Penerimaan Diri Status Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Total Mean 122,30 129,08 126,52 N 23 38 61 Tabel 19 Signifikansi Perbandingan Rata-Rata Status Pekerjaan dengan Penerimaan Diri Penerimaan Diri*Status Pekerjaan Equal variances assumed Levene’s Test for Equality of Variances F Sig. 0,007 0,932 T-test for Equality of Means T df Sig. -1,515 59 0,135 Tabel 18 menunjukkan rata-rata penerimaan diri subjek pada status pekerjaan “Tidak Bekerja” sebesar 122,30. Berbeda dengan rata-rata penerimaan diri yang muncul pada status pekerjaan “Bekerja” yang sebesar 129,08. Hal ini menunjukkan bahwa subjek dengan status “Tidak

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Bekerja” memiliki rata-rata penerimaan diri yang lebih rendah, dibandingkan dengan subjek yang berstatus “Bekerja”. Walaupun demikian, pada tabel 19 nilai signifikansi pada t-test for equality of means sebesar 0,135 berarti p > 0,05 (Priyatno, 2012). Sehingga perbandingan rata-rata status pekerjaan dengan penerimaan diri subjek tidak signifikan sehingga tidak terdapat perbedaan antara subjek dengan status pekerjaan “Tidak Bekerja” dan “Bekerja” untuk penerimaan diri mereka (Priyatno, 2012). F. PEMBAHASAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara gejala climateric dengan penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (independen) yaitu gejala climateric dan variabel tergantung (dependen) yaitu penerimaan diri. Analisis statistik yang digunakan di dalam pengolahan data penelitian ini adalah Pearson Correlation. Proses perhitungan korelasi tersebut menggunakan SPSS 21.0 for windows. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar -0,307 dengan p sebesar 0,008 (p<0,05), maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara gejala climateric dengan penerimaan diri pada perempuan dewasa pertengahan. Korelasi negatif tersebut memiliki arti bahwa apabila semakin gejala climateric banyak dirasakan atau tinggi maka penerimaan diri rendah. Sebaliknya,

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 apabila semakin gejala climateric jarang dirasakan atau rendah maka penerimaan diri tinggi. Adanya hubungan negatif signifikan antara gejala climateric dengan penerimaan diri sebenarnya terdapat peran implisit dari hormon estrogen. Hormon estrogen ini memberikan pengaruh bagi keberfungsian fisiologis dan psikologis perempuan. Ketika hormon estrogen menurun maka aliran darah menuju ke otak menjadi berkurang dan menyebabkan metabolisme otak menurun (Proverawati, 2010). Hal tersebut karena neurotransmiter di otak tidak berjalan normal (Proverawati, 2010). Sehingga pesan dari otak yang harus ditransmisikan ke bagian-bagian tubuh tidak tersampaikan dengan sempurna (Proverawati, 2010). Sehingga kondisi fisiologis dan psikologis perempuan mengalami penurunan yang menyebabkan mulai dirasakannya gejala climateric (Proverawati, 2010). Sehingga gejala climateric ini dianggap sebagai penurunan kondisi fisiologis dan psikologis yang menyebabkan perempuan memiliki kemampuan atau tidak untuk menerima diri dengan kondisi yang dialaminya. Pada penelitian Aris dan Rinaldi (2015) yang mengatakan ketika gejala climateric dirasakan oleh perempuan maka akan memunculkan suatu kekhawatiran yang menyebabkan kondisi emosi perempuan menjadi tidak menyenangkan. Ketidakstabilan emosi ini pun tidak terlepas dari kinerja para neurotransmiter, terutama hormon dopamin dan hormon serotonin, yang tidak berfungsi normal dalam melakukan regulasi emosi

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 (Proverawati, 2010). Proverawati (2010) mengatakan bahwa saat kinerja neurotransmiter ini menurun maka fungsi dari neurotransmiter untuk meregulasi emosi pun juga menurun dan akhirnya mempengaruhi kemampuan perempuan dalam hal meregulasi emosi. Saat kemampuan meregulasi emosi rendah maka perempuan menjadi kurang mampu untuk mengenal dan memahami emosinya (Aris & Rinaldi, 2015). Sehingga kondisi emosi dalam diri perempuan menjadi tidak menyenangkan, padahal kondisi emosi yang tercipta dalam diri individu pun akan mempengaruhi penerimaan diri mereka (Hurlock, 1974; Aris dan Rinaldi, 2015). Pada saat perempuan memiliki kondisi emosi yang menyenangkan dan tanpa tekanan maka perempuan akan menuangkan kondisi emosinya melalui perilaku (Hurlock, 1974). Ketika perilaku perempuan baik maka evaluasi sosial terhadap diri perempuan baik, evaluasi sosial inilah dasar dari evaluasi diri yang akan membentuk penerimaan diri perempuan (Hurlock, 1974). Selanjutnya, adanya hubungan signifikan negatif antara gejala climateric dengan penerimaan diri dikarenakan seperti yang telah disebutkan bahwa gejala climateric terdiri dari gejala fisiologis. Gejala fisiologis ini muncul karena hormon estrogen yang menurun, sehingga mempengaruhi kondisi fisiologis perempuan. Kondisi fisiologis perempuan yang menurun seperti tubuh menjadi mudah lemas, berat badan bertambah, atau merasakan sakit di sepanjang punggung. Dalam penelitian Khairani (2012) dikatakan bahwa kondisi fisiologis yang menurun karena

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 climateric menyebabkan komponen konsep diri seperti gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran diri, dan identitas diri akan cenderung rendah pula. Hal ini dikarenakan ketika kondisi fisiologis menurun maka seseorang mengalami penurunan dalam mencapai standar hidup dan citacitanya (Khairani, 2012). Pencapaian standar hidup dan cita-cita ini berkaitan dengan ideal diri seseorang, sehingga ideal diri yang terbentuk dalam diri subjek cenderung rendah (Khairani, 2012). Selain itu, kondisi fisiologis yang menurun dapat mempengaruhi identitas diri subjek (Khairani, 2012). Hal ini karena identitas diri berkaitan dengan penampilan dan kemampuan (Potter & Perry, 2005, dalam Khairani, 2012). Sehingga ketika kondisi fisiologis menurun maka subjek akan merasa mengalami penurunan dalam hal penampilan dan kemampuannya, serta merasa kurang percaya diri, akhirnya menyebabkan identitas diri subjek cenderung negatif (Khairani, 2012). Sehingga dalam penelitian Khairani (2012) disimpulkan bahwa ketika kondisi fisiologis mengalami penurunan maka konsep diri negatif. Padahal menurut Burns (1993) konsep diri merupakan salah satu faktor yang membentuk penerimaan diri seseorang (Hamidah & Putri, 2012). Apabila seseorang memiliki konsep diri yang positif maka dirinya akan memiliki penerimaan diri yang positif, sebaliknya apabila seseorang memiliki konsep diri yang negatif maka penerimaan dirinya akan negatif pula (Burns, 1993, dalam Hamidah & Putri, 2012).

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Hubungan signifikan yang bersifat negatif di antara kedua variabel adalah gejala climateric rendah dan penerimaan diri tinggi. Hasil tersebut sesuai dengan hasil mean empirik pada variabel gejala climateric yang lebih rendah dibandingkan dengan mean teoritiknya. Hal ini menunjukkan bahwa gejala climateric yang muncul rendah. Terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi intensitas gejala climateric yang dirasakan oleh perempuan. Pertama, dari hasil observasi dan wawancara singkat peneliti dengan salah satu subjek, yaitu subjek EN, yang memiliki hasil gejala climateric rendah dan penerimaan diri yang cukup tinggi. Subjek EN ini mengatakan bahwa bukan sebuah masalah bagi dirinya untuk memasuki tahap climateric. Subjek EN telah mengetahui gejala-gejala yang akan dirinya rasakan. Sehingga ketika gejala itu muncul maka dirinya mampu untuk mengelola gejolak yang dirasakan dengan melakukan berbagai kegiatan yang subjek EN senangi. Sehingga dengan kesiapan yang dimiliki subjek EN, dirinya pun cenderung tidak merasakan banyak gejala climateric yang mengganggu dirinya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi psikis subjek cenderung baik dan stabil, sehingga dapat menyesuaikan dan memahami gejala-gejala yang dirasakan. Kondisi psikis ini dapat berkaitan dengan kesiapan secara psikologis subjek untuk memasuki tahap climateric. Apabila perempuan telah siap berarti perempuan mempunyai keyakinan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menghadapi persoalan yang ada dan dapat menerima atau menganggap bahwa gejala climateric adalah suatu tahap

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 alamiah yang nantinya akan dialami oleh setiap perempuan (Aris & Rinaldi, 2015). Kedua, Tingkat perekonomian subjek yang berada pada tingkat menengah yang terlihat pula dari kepemilikan kendaraan yang sebagian besar dalam keluarga subjek telah memiliki minimal satu buah motor. Bahkan beberapa subjek memiliki pendapatannya sendiri atau masih bekerja. Hasil yang didapatkan tersebut berdasarkan hasil observasi peneliti selama proses pengambilan data. Tingkat sosial ekonomi menengah yang dimiliki oleh beberapa subjek membuat mereka tidak memiliki beban tersendiri berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan keluarga (Proverawati, 2010). Oleh karena itu, sebagian besar subjek tidak banyak merasakan gejala climateric. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kannur dan Itagi (2018) bahwa subjek perempuan dengan status sosial ekonomi rendah lebih sering merasakan gejala climateric dibandingkan perempuan dengan status ekonomi sedang dan status ekonomi tinggi. Bahkan hubungan keduanya bersifat negatif di mana semakin tinggi status sosial ekonomi maka gejala climateric yang dirasakan semakin rendah (Kannur & Itagi, 2018). Greenwood (1986) pun mengatakan bahwa perempuan yang memiliki pekerjaan yang menarik, penghasilan tetap, atau memiliki kesibukan biasanya melaporkan lebih sedikit merasakan gejala climateric. Dari hasil tersebut maka faktor sosial ekonomi subjek ini berada pada

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 tingkat cukup baik sehingga dapat mengurangi beban fisiologis dan psikologis perempuan. Mean empirik pada variabel penerimaan diri lebih tinggi dibandingkan dengan mean teoritiknya. Penerimaan diri subjek dapat dikatakan tinggi karena terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi. Pertama, kondisi emosi subjek yang cukup stabil yang tampak dari hasil wawancara dengan subjek SA yang mengatakan bahwa keluarganya mulai melarang dan meragukan subjek SA untuk beraktivitas di luar rumah dengan alasan bahwa subjek SA telah berusia 60 tahun dan kondisi fisik yang mulai lemah. Walaupun ada perasaan kecewa, namun subjek SA dapat memahami maksud dan tujuan keluarga untuk melarang subjek SA berkegiatan terlalu banyak di luar rumah. Subjek SA tidak marah kepada keluarganya, walaupun sebenarnya sedikit kecewa. Perasaan kecewa subjek SA pun ditata dengan meminta ijin kepada keluarganya untuk tetap aktif berkegiatan dengan membuka toko di depan rumahnya. Kondisi emosi subjek dapat dikatakan stabil dikarenakan proses regulasi emosi mereka yang cukup baik. Hal ini sesuai dengan penelitian Aris dan Rinaldi (2015) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara regulasi emosi dengan penerimaan diri pada perempuan premenopause. Perempuan dengan regulasi emosi yang baik berarti ia dapat memonitoring emosi, mengevaluasi emosi, dan memodifikasi emosi kemudian ia dapat mengarahkan dirinya untuk menghalangi perilaku yang kurang tepat (Aris & Rinaldi, 2015). Sehingga ia mampu menghadapi

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 berbagai perubahan dalam hidupnya, menerima dirinya apa adanya, dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (Aris & Rinaldi, 2015). Kedua, identitas diri subjek yang positif. Subjek SU bercerita bahwa saat ini dirinya telah pensiun dari pekerjaannya dahulu sebagai pegawai kesehatan di salah satu puskesmas di Yogya. Sebagai seorang yang sudah pensiun, subjek SU merasa senang karena mulai bertambahnya waktu untuk melakukan lebih banyak waktu dengan berkumpul bersama suami, anak-anak, dan cucu-cucunya di rumah. Subjek SU bercerita walaupun dahulu saat bekerja ia lebih banyak mendapatkan pengalaman namun tekanan pekerjaan cukup berat. Tekanan pekerjaan cukup berat karena dahulu dirinya sering ditugaskan sebagai narasumber dalam seminar kesehatan mengenai ibu dan anak di beberapa kabupaten di Yogya. Setelah pensiun, subjek SU dapat lebih menikmati peran dirinya sebagai seorang istri, ibu, dan nenek secara maksmimal. Identitas diri subjek SU yang kini sebagai seorang pensiunan, ibu, nenek dan istri, dirinya terima dengan perasaan senang dan tanpa adanya tekanan dalam diri subjek atau dari keluarga. Stuart dan Sudden (1998) pun mengatakan bahwa identitas diri positif atau tidak dapat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan orang-orang terdekat, tingkat tekanan dari kelompok sebaya, dan perubahan dalam struktur sosial (Khairani, 2012). Sehingga ketika faktor-faktor dari identitas diri yang telah disebutkan bersifat positif maka penerimaan diri

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 pun positif (Khairani, 2012). Oleh karena itu, hasil ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Potter dan Potter (2005) bahwa ketika seseorang memiliki identitas diri yang positif maka seseorang itu dapat “menerima perubahan dalam penampilan dan ketahanan, mengkaji kembali tujuan hidup, menunjukkan perhatian dengan penuaan, serta merasa positif tentang kehidupan dan maknanya” (Khairani, 2012). Ketiga, penerimaan diri subjek cenderung tinggi karena konsep diri yang baik. Penyebab dari konsep diri subjek yang baik tersebut berkaitan dengan identitas diri subjek yang positif pula. Identitas diri ini pun juga merupakan salah satu unsur dari pembentukan konsep diri. Sehingga ketika identitas diri subjek positif maka konsep diri pun positif. Kemudian, konsep diri yang positif akan mempengaruhi penerimaan diri subjek yang positif pula. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh Khairani (2012) yang mengatakan bahwa ketika seorang perempuan memiliki konsep diri yang positif atau baik maka ia akan dengan mudah menerima dirinya. Sehingga seseorang tersebut bersedia untuk mengkaji kembali tujuan hidup dan merasa positif tentang kehidupannya (Potter & Perry, 2005, dalam Khairani, 2012). Keempat, penerimaan diri subjek cenderung tinggi dikarenakan pemahaman diri subjek yang cukup baik. Subjek SU yang merasa senang dan tetap bersemangat walaupun dirinya telah pensiun serta menikmati perannya saat ini sebagai istri, ibu, dan nenek secara totalitas. Subjek SU pun dapat memahami dirinya dengan baik melalui perannya saat ini dan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 melepaskan statusnya sebagai ibu pekerja. Kondisi subjek SU sesuai dengan yang dikatakan oleh Margaretha dan Paramita (2013) dalam penelitiannya bahwa pengetahuan atau pemahaman mengenai diri merupakan bagian dari proses seseorang untuk menerima diri. Apabila kita tahu siapa diri kita maka penilaian diri kita akan meningkat sehingga akan adanya keyakinan akan kemampuannya untuk menghadapi berbagai kondisi yang terjadi saat ini dan akhirnya perempuan akan memiliki penerimaan diri yang baik (Margaretha & Paramita, 2013). Kelima, penerimaan diri subjek cenderung tinggi juga dapat dikarenakan lingkungan subjek yang cukup mendukung subjek untuk dapat melihat dirinya secara positif. Lingkungan sosial yang dimaksudkan adalah keluarga dan tempat tinggal. Hasil observasi peneliti memberikan hasil bahwa meskipun tidak seringnya kegiatan yang tujukan untuk perempuan dewasa pertengahan namun terdapat satu kegiatan berkumpul bersama yaitu PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) perumahan Nogotirto I. Dalam PKK tersebut terdapat kegiatan yang dinamakan Dasawisma. Dasawisma ini merupakan pengelompokan ibu-ibu masingmasing berjumlah 10 orang yang nantinya mendapatkan binaan yang berkaitan dengan pendidikan kesejahteraan keluarga. Kegiatan PKK ini merupakan kegiatan rutin ibu-ibu di Nogotirto I sebagai wadah untuk mengasah kemampuan dan saling bertukar pengalaman. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Mulyani (2013) yang mengatakan bahwa faktor lingkungan tempat tinggal dapat

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 mempengaruhi cara berpikir seseorang, baik mengenai dirinya ataupun orang lain (Listiowati & Putri, 2015). Sikap dari para anggota kelompok sosial tertentu kepada seseorang dapat membentuk sikap diri individu tersebut terhadap dirinya (Hurlock, 1974). Sikap sosial akan diri individu yang positif dapat membentuk penerimaan diri yang lebih tinggi sehingga sebagian besar subjek merasa dirinya dapat diterima oleh lingkungan sosialnya (Hurlock, 1974). Hurlock (1974) menambahkan bahwa evaluasi dari lingkungan sosial yang bersifat positif ke individu akan memunculkan evaluasi diri dan menilai diri individu ke arah yang cenderung positif. Sehingga dapat dikatakan bahwa kontribusi evaluasi sosial ini pula yang merupakan basis dalam penerimaan diri seseorang (Hurlock, 1974). Berdasarkan hasil perbandingan rata-rata antara status pekerjaan dan gejala climateric yaitu subjek dengan status “Tidak Bekerja” memiliki rata-rata gejala climateric lebih tinggi dibandingkan dengan subjek dengan status “Bekerja”. Hasil ini sesuai dengan pendapat Greenwood (1986) yang mengatakan bahwa perempuan yang memiliki pekerjaan yang menarik, penghasilan tetap, atau memiliki kesibukan biasanya melaporkan lebih sedikit merasakan gejala climateric. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Kannur dan Itagi (2018) yang mengatakan bahwa pada perempuan yang bekerja lebih dari 50% merasakan gejala climateric dengan intensitas sering dibandingkan perempuan yang tidak bekerja.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Berdasarkan hasil perbandingan rata-rata antara status pekerjaan dan penerimaan diri yaitu subjek dengan status “Tidak Bekerja” memiliki rata-rata penerimaan diri yang lebih rendah dibandingkan dengan subjek yang berstatus “Bekerja”. Hasil ini sesuai dengan penelitian Daulay dan Siregar (2013) yang menyatakan bahwa perempuan yang bekerja akan merasakan adanya harga diri dan kepercayaan diri yang dapat mendorong mereka untuk melihat berbagai hal positif yang mereka miliki baik itu kelebihan atau kelemhaan dalam dirinya.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hasil perhitungan dengan nilai r (koefisien korelasi) sebesar -0,307 dengan p sebesar 0,008 (p<0,05). Hal ini menunjukkan gambaran hubungan negatif signifikan antara dua variabel, yaitu gejala climateric rendah sehingga penerimaan diri perempuan tinggi. Selain itu, ditemukan bahwa pada subjek dengan status pekerjaan “Tidak Bekerja” memiliki rata-rata gejala climateric yang lebih tinggi tetapi rata-rata penerimaan diri lebih rendah. Pada subjek dengan status pekerjaan “Bekerja” memiliki rata-rata gejala climateric yang lebih rendah tetapi rata-rata penerimaan diri lebih tinggi. B. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini tentu memiliki keterbatasan salah satunya adalah standarisasi dalam penyampaian item-item skala kepada subjek. Pada saat pengambilan data di lapangan, peneliti merasakan kurang terstandarisasinya penyampaian item-item skala kepada subjek. Sehingga 78

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 pada saat pengambilan data, peneliti menemukan beberapa subjek yang bertanya tentang item-item yang mereka kurang pahami kepada peneliti. Peneliti pun merasakan bahwa secara tidak sadar terjadi bias pada jawaban subjek. Mungkin saja, dapat pula secara tidak sadar peneliti mengarahkan jawaban sehingga subjek memberikan jawaban sesuai dengan yang peneliti berikan. Padahal setiap penyampaian item-item yang sama yang satu subjek tanyakan dengan yang subjek lain tanyakan dapat saja penyampaian yang dilakukan oleh peneliti berbeda. Oleh karena itu, peneliti merasakan bahwa kurang terstandarisasikannya penyampaian item-item yang dilakukan peneliti kepada subjek. Peneliti cenderung mengambil subjek penelitian adalah perempuan dewasa pertengahan yang bertempat tinggal di Perumahan Nogotirto 1, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan kepada keseluruhan subjek perempuan yang berada pada tahap perkembangan dewasa pertengahan. Pada proses validitas isi terdapat beberapa item terkhusus pada Greene Climateric Scale yang mendapatkan skor hampir mendekati minimal skor validitas isi-item. Peneliti merasa belum melakukan proses konfirmasi skor tiap-tiap item kepada para penilai.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 C. SARAN 1. Bagi Subjek Penelitian Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan negatif antara gejala climateric dengan penerimaan diri dengan gambaran hasil hubungan kedua variabel berupa gejala climateric jarang dirasakan oleh subjek maka penerimaan diri subjek tinggi. Oleh karena itu, bagi subjek penelitian tetap menjaga penerimaan diri subjek yang telah terbentuk baik walaupun mungkin gejala-gejala climateric tersebut dapat muncul dan dirasakan oleh subjek. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Pada hasil penelitian tambahan ditemukan bahwa gejala climateric yang dirasakan oleh subjek rendah dan penerimaan diri subjek cenderung tinggi. Bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya gejala climateric dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Selain itu, pada gejala climateric terdapat aspek fisiologis dan aspek psikologis yang belum terlihat bagian mana yang paling berdampak di dalam memberikan sumbangan terhadap penerimaan diri. Sehingga peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian dengan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 lebih melihat aspek mana yang paling memberikan sumbangan terhadap penerimaan diri perempuan dewasa pertengahan. Selanjutnya, peneliti mengambil subjek penelitian adalah perempuan dewasa pertengahan yang bertempat tinggal di Perumahan Nogotirto 1, Gamping, Sleman, Yogyakarta dengan jumlah 61 orang. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menambah jumlah subjek sehingga dapat digeneralisasikan kepada keseluruhan perempuan dewasa pertengahan dan semakin mewakili populasi perempuan dewasa pertengahan itu sendiri. Berkaitan dengan proses validitas isi skala, peneliti selanjutnya perlu melakukan proses diskusi yang dibentuk oleh peneliti selanjutnya dengan para ahli untuk menetapkan masih perlu digunakan atau tidaknya sebuah item pada skala tersebut.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA APA. (2010). Publication manual of the american psychological association (6th ed.). Washington, DC : American Psychological Association. Aris, D. P. & Rinaldi. (2015). Hubungan regulasi emosi dengan penerimaan diri wanita premenopause. Jurnal RAP UNP, 6 (1), 11-22. Azwar, S. (2006). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Metode penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Baziad, A. (2003). Menopause dan andropause. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Beaton, D. E., Bombardier, C., Guillemin, F., & Ferraz, M. B. (2000). Guidelines for the process of cross-cultural adaptation of self-report measures. Journal of Spine, 25, 24, 3186-3191. Berger, E. M. (1951). The relation between expressed acceptance of self and expressed acceptance of others. Journal of Abnormal Psychology, 47(4), 7782. Berk, L. E. (2012). Development through the lifespan : Dari masa dewasa awal sampai menjelang ajal (5th ed.). Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Birkersteth, F. T. & Taiwo, M. O. (2017). Association between psychological wellbeing and antiretroviral therapy adherence in North-Central Nigeria. Journal of Applied Psychological, 5(1), 18-24. Chaplin, J. P. (2014). Kamus lengkap psikologi (Kartini Kartono, Penerjemah). Jakarta : RajaGrafindo Persada. Chim, H., Tan, B. H. L., Ang, C. C., Chew, E. M. D., Chong, Y. S., & Saw, S. M. (2002). The prevalence of menopausal symptoms in a community in Singapore. Journal of Maturitas, 41, 275-282. Coelho, E., Fernandes, H. M., Moreira, H., Raposo, J. V., Rodrigues, C., Teixeira, C. (2012). Factor structure and normative data of the greene climateric scale among postmenopausal Portuguese women. Maturitas, 72, 256-262. Cronbach. (1963). Educational psychology (2nd ed.). United States of America : Harcourt, Brace, & World, Inc. Daulay, D. A. & Siregar, N. Z. (2013). Perbedaan psychological well-being antara wanita menopause yang bekerja dan tidak bekerja. Psikologia, 8(2), 50-58. Feldman, R. D., Old, S. W., & Papalia, D. E. (2011). Human development : Psikologi perkembangan (9th ed.). Jakarta : Kencana. 82

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Greenwood, S. (1986). Menopause secara alami : Persiapan menghadapi paruhan hidup kedua. Jakarta : Gunung Mulia. Greene, J. G. (1976). A factor analytic study of climateric symptoms. Journal of Psychosomatic Research, 220, 425 – 430. Hadi, S. (2004). Metodologi research. Yogyakarta : Andi. Hamidah & Putri, A. K. (2012). Hubungan antara penerimaan diri dengan depresi pada wanita perimenopause. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2, 2. Hurlock, E. (1974). Personality development. New York : McGraw-Hill. Hurlock, E. (1980). Psikologi perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th ed.) (Istiwidayanti & Soedjarwo, Penerjemah). Jakarta : Erlangga. Jersild, A. T. (1965). The Psychology of adolescence (2nd ed.). New York : Mc Millan Company. Johnson, D. W. (1981). Reaching out : Interpersonal effectiveness and self – actualization (2nd ed.). United State of America : Prentice Hall. Kannur, D. & Itagi, S. (2018). Influence of demographic characteristic on menopausal problems among rural and urban middle aged women. Journal of Nutrition and Food Sciences, 8(3), 1-6. doi: 10..4172/2155-9600.1000692 Kartono, K. (2007). Psikologi wanita : Mengenai wanita sebagai ibu dan nenek. (Jilid 2). Bandung : Mandar Maju. Khairani. (2012). Konsep diri dan penerimaan proses penuaan pada wanita premenopause di RSUDZA Banda Aceh. Jurnal Idea Nursing, III, 2. Listiowati, E. & Putri, A.A.H. (2015). Hubungan persepsi tentang menopause dengan kecemasan pada wanita premenopause. Jurnal Biomedika, 7, 1. Manson, Joanne E. (2014). Menopause : Overview of menopause. September 28, 2017.http://www.menopause.org/docs/2012/cg_a.pdf%20Accessed%20on% 20May%2014 Margaretha & Paramita, R. (2013). Pengaruh penerimaan diri terhadap penyesuaian diri penderita lupus. Jurnal Psikologi Undip, 12, 1. Neugarten, B. L. & Kraines, R. J. (1965). “Menopausal symptoms” in women of various ages. Jurnal Psychosomatic Medicine, XXVII, 3. Noor, J. (2011). Metode penelitian : Skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup. Priyatno, D. (2012). Bekerja praktis analisis parametrik dan non-parametrik dengan SPSS. Yogyakarta : Gava Media.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Priyatno, D. (2014). SPSS pengolah data praktis. Yogyakarta : Andi Offset. Proverawati, A. (2010). Menopause dan sindrome premenopause. Yogyakarta : Nuha Medika. Ramaiah, S. (2003). All you wanted to know about menopause. New Delhi : New Dawn. Reber, A. S. & Reber, E. S. (2010). Kamus psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologis dari blog menjadi buku. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Santoso, S. (2013). Menguasai SPSS 21 di era informasi. Jakarta : Elex Media Komputindo. Santrock, J. W. (2009). Life-span development (12th ed.). New York : McGrawHill. Santrock, J. W. (2012). Life-span development : Perkembangan masa hidup (13th ed., jilid 2). Jakarta : Erlangga. Shepard, L. A. (1979). Self-acceptance : The evaluative component of the selfconcept construct. Journal of American Educational Research, 6 (6), 651 – 663. Sherwood L. (2014). Fisiologi manusia dari sel ke sistem (8th ed.) (Brahm U. Pendit, Penerjemah). Jakarta : EGC. Sugiyono. (2002). Statistika untuk penelitian. Bandung : Alfabeta. Sugiyono. (2012). Metode penelitian kombinasi : Mixed methods. Bandung : Alfabeta. Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta. Sulisetyawati, S. D. (2011). Dampak menopause terhadap konsep diri wanita yang mengalami menopause di kelurahan Trengguli kecamatan Jenawi kabupaten Karanganyar. Jurnal KesMaDaSka, 2, 1, 9 – 16. Suparni, I. E. & Trisnawati, Y. (2014). Hubungan gangguan masa menopause dengan tingkat kecemasan pada ibu menopause di desa Dawuhan kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri. Jurnal Edu Health, 4, 2. Supratiknya, A. (1995). Komunikasi antarpribadi. Yogyakarta : Kanisius. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi validitas isi dalam asesmen psikologis. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Press.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Suryabrata, S. (2008). Metodologi penelitian. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Widhiarso, W. (2010). Membuat kategori skor hasil pengukuran dari skala. Yogyakarta : Fakultas Psikologi, Universitas Gajah Mada. http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/wp/pengategorian-data-denganmenggunakan-statistik-hipotetik-dan-statistik-empirik/

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 1 SKALA 86

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 GREENE CLIMATERIC SCALE

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 BERGER SELF-ACCEPTANCE SCALE

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGI Disusun Oleh : Valensia Putri Adhyartasari 149114087 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018 91

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Perkenalkan saya : Nama : Valensia Putri Adhyartasari Alamat : Greenhills Residence no. 220, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Kontak : 081227092945 / pvalen18@yahoo.co.id Institusi : Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Saya ingin meminta tolong kepada Saudara untuk berkenan mengisi skala penelitian ini. Skala ini merupakan bagian dari penyelesaian tugas skripsi saya. Saudara diharapkan untuk mengisi skala yang terdiri dari beberapa pernyataan ini sesuai dengan pilihan jawaban yang telah disediakan. Jawaban Saudara dapat saya jamin kerahasiaannya. Tidak ada jawaban yang benar / salah maupun baik / buruk, sehingga jawablah pernyataan-pernyataan tersebut dengan jujur dan sesuai dengan keadaan Saudara yang sesungguhnya. Atas kesediaan dan kerjasamanya, saya mengucapkan terimakasih. Pernyataan Kesediaan Dengan melanjutkan dalam mengisi skala ini, maka Saudara menyatakan bersedia mengisi skala ini secara sukarela dan tanpa paksaan atau tekanan dari pihak tertentu, demi terlaksana dan lancarnya penelitian ilmiah ini. Saudara juga menyetujui bahwa semua jawaban yang diberikan adalah jawaban yang menggambarkan diri Saudara, bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Setelah mengisi data diri, akan terdapat dua jenis skala. Skala pertama berisi 21 pernyataan dan skala kedua berisi 36 pernyataan. Jawaban yang spontan muncul di pikiran Saudara biasanya adalah jawaban yang paling menggambarkan diri Saudara. Jika Saudara bersedia, silahkan membalikkan kertas pada halaman berikutnya.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 DATA DIRI : Nama : Usia : Pendidikan : Status Pekerjaan : Bekerja / Tidak Bekerja * *coret yang tidak perlu Yogyakarta, __ Maret 2018 Subjek, ( )

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 SKALA I Baca dan pahamilah setiap pernyataan berikut, kemudian nyatakan apakah isi pernyataan tersebut sesuai dengan diri Anda, dengan cara memberikan tanda centang (√) pada salah satu pilihan yang telah disediakan : Tidak Symptoms Pernah Jantung berdebar Merasa tegang atau gugup Sulit tidur Perasaan mudah meluap-luap Terserang perasaan panik atau cemas Kesulitan dalam berkonsentrasi Merasa lelah atau kurang bertenaga Hilangnya ketertarikan pada banyak hal Merasa tidak senang dan depresi Menangis terus-menerus Marah Merasa pusing dan lemas Merasa sesak atau tertekan di kepala Mati rasa di bagian tubuh Sakit kepala Sakit pada otot dan sendi Mati rasa di tangan atau kaki Kesulitan dalam bernapas Hot flashes (tiba-tiba terasa panas pada area tubuh tertentu) Berkeringat pada malam hari Hilangnya ketertarikan pada hubungan seks Sangat Pernah Sering Sering

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 SKALA II Di bawah ini adalah 36 pernyataan yang behubungan dengan sikap-sikap Saudara. Tentu, tidak ada jawaban yang benar dan yang salah bagi setiap pernyataan. Jawaban yang paling benar untuk setiap pernyataan adalah yang paling sesuai dengan diri Saudara. Jawablah pernyataan-pernyataan berikut dengan memberi tanda centang (√) pada salah satu kolom jawaban yang telah disediakan dengan keterangan singkatan sebagai berikut : STS : Sangat tidak sesuai dengan diri saya TS : Tidak sesuai dengan diri saya N : Hampir sesuai dengan diri saya S : Sesuai dengan diri saya SS : Sangat sesuai dengan diri saya Pilihan Jawaban No. Pernyataan STS 1. Saya akan merasa senang jika saya dapat menemukan seseorang yang akan menjelaskan pada saya bagaimana memecahkan permasalahan yang sedang saya alami. 2. Saya tidak akan mempertanyakan TS N S SS

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 kelayakan diri saya sebagai pribadi, meskipun menurut saya orang lain akan melakukannya. 3. Saat orang lain memuji diri saya, saya merasa sulit untuk mempercayai orang tersebut. Menurut saya mereka hanya menggoda saya atau tidak melakukannya dengan tulus hati. 4. Jika terdapat kritik atau perkataan orang-orang mengenai diri saya, saya tidak bisa tinggal diam atau menerimanya begitu saja. 5. Saya tidak berani banyak bicara saat berada di perkumpulan sosial karena saya takut orang-orang tersebut akan mengkritik atau mentertawakan saya jika saya mengatakan sesuatu yang salah. 6. Saya menyadari bahwa saya menjalani kehidupan secara tidak efektif dan saya sulit percaya bahwa saya mampu melakukannya dan menggunakan energi yang saya miliki untuk menjadi

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 pribadi yang lebih baik. 7. Saya melihat sebagian besar perasaan dan keinginan yang saya miliki terhadap orang-orang sebagai hal yang wajar dan dapat diterima. 8. Sesuatu di dalam diri saya membuat saya tidak puas dengan segala pekerjaan yang telah saya selesaikan. Apabila pekerjaan tersebut terselesaikan dengan baik saya merasa itu belum cukup untuk saya. 9. Saya merasa berbeda dari orang lain. Saya ingin tidak terlalu berbeda dengan orang lain karena hal itu membuat saya merasa aman. 10. Saya takut jika orang-orang yang saya sukai mengetahui diri saya yang sebenarnya, takut apabila orang-orang tersebut akan merasa kecewa. 11. Saya sering diganggu oleh perasaan rendah diri. 12. Karena orang lain, saya menjadi tidak mampu meraih lebih banyak hal.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 13. Saya sedikit malu dan cemas saat berada pada situasi-situasi sosial tertentu. 14. Agar saya disukai dan diterima, saya berusaha untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan harapan orang lain. 15. Saya sepertinya memiliki suatu kekuatan dalam diri saya dalam hal mengatasi segala sesuatu, sehingga saya merasa memiliki keyakinan dengan diri saya sendiri. 16. Saya merasa bersama cemas orang ketika yang saya memiliki kedudukan yang lebih superior di bandingkan saya. 17. Saya berpikir bahwa saya mengalami gangguan saraf dan mental atau semacamnya. 18. Saya sering sekali mencoba untuk tidak ramah dengan orang lain karena saya berpikir mereka tidak akan menyukai saya. 19. Saya merasa bahwa saya adalah

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 manusia yang berharga dan memiliki derajat dengan orang lain. 20. Saya tidak dapat menghindari untuk merasa bersalah terhadap perasaan yang saya miliki pada orang-orang tertentu di hidup saya. 21. Saya tidak merasa takut untuk bertemu dengan orang-orang baru. Saya merasa bahwa saya adalah orang yang terbuka dan tidak ada alasan apapun mereka untuk tidak menyukai saya. 22. Saya seperti hanya setengah percaya terhadap diri saya sendiri. 23. Saya sangat sensitif. Saat orang-orang mengatakan sesuatu, saya berpikir bahwa mereka mengkritik diri saya atau mengata-ngatai diri saya dan saat saya memikirkan tentang hal tersebut, maka saya menyadari bahwa mereka tidak bermaksud untuk menyakiti hati saya. 24. Saya merasa saya memiliki beberapa kemampuan dan orang lain pun juga

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 mengatakan demikian, tetapi saya berpikir bahwa kelihatannya saya tidak mengasah dan menggalinya dengan lebih baik. 25. Saya merasa percaya diri bahwa saya dapat melakukan sesuatu pada masalah-masalah yang mungkin akan terjadi di masa depan. 26. Saya membayangkan berada dalam suatu bahwa saya pertunjukkan untuk membuat orang lain terkesan. Padahal saya bukanlah seseorang sebagaimana dalam bayangan tersebut. 27. Saya tidak merasa khawatir jika orang lain menilai saya buruk. 28. Saya terkadang merasa tidak sama dengan orang lain, saya ingin merasa sama dengan mereka. 29 Ketika saya berada dalam sebuah kelompok, saya biasanya tidak banyak bicara karena takut apabila berbicara akan mengenai sesuatu hal yang salah. 30. Saya memiliki kecenderungan untuk

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 menghindari masalah yang saya miliki. 31. Sekalipun orang-orang berpikir baik tentang diri saya, saya merasa bersalah karena saya berbohong pada mereka mengenai siapa diri saya. Apabila mereka mengetahui siapa diri saya maka saya merasa mereka tidak akan berpikir bahwa saya orang yang baik. 32. Saya merasa bahwa saya berada pada tingkat yang sama seperti orang lain dan hal ini dapat membantu saya untuk membangun hubungan baik dengan mereka. 33. Saya merasa orang lain cenderung bereaksi berbeda pada saya apabila dibandingkan reaksi normal mereka pada orang lain. 34. Saya hidup terlalu banyak menurut pada standar yang dimiliki oleh orang lain. 35. Ketika saya harus membuat sebuah kelompok, saya akan merasa cemas dan sulit untuk mengatakan sesuatu hal

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 dengan baik. 36. Jika saya tidak sulit mendapatkan keberuntungan, mungkin saya mencapai sesuatu yang lebih daripada yang saya miliki sekarang.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 2 RELIABILITAS SKALA I DAN II DATA TRYOUT DAN DATA SESUNGGUHNYA 103

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 UJI RELIABILITAS GREENE CLIMATERIC SCALE (SEBELUM SELEKSI ITEM – DATA TRYOUT) Reliability UJI RELIABILITAS GREENE CLIMATERIC SCALE (SETELAH SELEKSI ITEM – DATA TRYOUT) Reliability

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 UJI RELIABILITAS BERGER SELF-ACCEPTANCE SCALE (SEBELUM SELEKSI ITEM – DATA TRYOUT) Reliability UJI RELIABILITAS BERGER SELF-ACCEPTANCE SCALE (SETELAH SELEKSI ITEM – DATA TRYOUT) Reliability

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 UJI RELIABILITAS GREENE CLIMATERIC SCALE (DATA SESUNGGUHNYA) Reliability UJI RELIABILITAS BERGER SELF-ACCEPTANCE SCALE (DATA SESUNGGUHNYA) Reliability

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3 DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN & DESKRIPSI DATA PENELITIAN 107

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 DESKRIPSI USIA SUBJEK PENELITIAN DESKRIPSI STATUS PEKERJAAN SUBJEK PENELITIAN

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 STATISTIK DESKRIPTIF GREENE CLIMATERIC SCALE DAN BERGER SELF-ACCEPTANCE SCALE (DATA SESUNGGUHNYA)

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4 HASIL UJI MEAN TEORITIS DAN MEAN EMPIRIS 110

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 A. MEAN TEORITIS Mean teoritis = (Skor Terendah x Jumlah Item) + (Skor Tertinggi x Jumlah Item) 2 Berikut merupakan perhitungan secara manual mean teoritik pada Greene Climateric Scale yang dilakukan oleh peneliti : Skor Terendah x Jumlah Item = 0 x 21 = 0 Skor Tertinggi x Jumlah Item = 3 x 21 = 63 Mean Teoritis = 0+63 2 63 = 2 = 31,5 Berikut merupakan perhitungan secara manual mean teoritik pada Berger Self-Acceptance Scale yang dilakukan oleh peneliti : Skor Terendah x Jumlah Item = 1 x 36 = 36 Skor Tertinggi x Jumlah Item = 5 x 36 = 180 Mean Teoritis = 36+180 2 = 216 2 = 108 Berikut perhitungan manual standar deviasi teoritis untuk kategori skor Greene Climateric Scale : σ= (Skor Tertinggi x Jumlah Item)−(Skor Terendah x Jumlah Item) 6 Skor Tertinggi x Jumlah Item = 3 x 21 = 63 Skor Terendah x Jumlah Item = 0 x 21 = 0 σ= 63−0 6 = 63 6 = 10,5 Berikut perhitungan manual standar deviasi teoritis untuk kategori skor Berger Self-Acceptance Scale : σ= (Skor Tertinggi x Jumlah Item)−(Skor Terendah x Jumlah Item) 6 Skor Tertinggi x Jumlah Item = 5 x 36 = 180 Skor Terendah x Jumlah Item = 1 x 36 = 36 σ= 180−36 6 = 144 6 = 24

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 A. MEAN EMPIRIS 1. Data mean empiris pada Greene Climateric Scale : 2. Data mean empiris pada Berger Self-Acceptance Scale : 3. Frekuensi Skor Gejala Climateric dan Distribusi Skor Subjek

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 4. Frekuensi Skor Penerimaan Diri dan Distribusi Skor Subjek

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 5 UJI NORMALITAS 114

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 UJI NORMALITAS (DATA SESUNGGUHNYA) 1. Uji Normalitas pada Greene Climateric Scale 2. Uji Normalitas pada Berger Self-Acceptance Scale

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 UJI LINERITAS 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 UJI LINERITAS (DATA SESUNGGUHNYA)

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 7 UJI HIPOTESIS 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 UJI HIPOTESIS

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 HASIL PENELITIAN TAMBAHAN 120

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 PERBANDINGAN RATA-RATA STASUS PEKERJAAN TERHADAP GEJALA CLIMATERIC PERBANDINGAN RATA-RATA STATUS PEKERJAAN TERHADAP PENERIMAAN DIRI

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 FORM PENILAIAN VALIDITAS ISI GREENE CLIMATERIC SCALE & BERGER SELFACCEPTANCE SCALE 122

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 FORM PENILAIAN VALIDITAS ISI GREENE CLIMATERIC SCALE FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Penilaian Validitas Isi Item Skala ini memiliki tujuan untuk mengukur gejala climateric. Berikut merupakan definisi, aspek, dan indikatornya : Aspek dan Indikator Perilaku Atribut Psikologis Gejala Climateric : Indikator yang muncul secara fisiologis dan psikologis pada perempuan yang disebabkan oleh hormon akibat peralihan dari fase reproduksi menuju fase masa tua. Aspek Psikologis : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Merasa cemas dan mudah marah. Merasa sedih dan depresi. Merasa terlupakan. Merasa bahagia yang terkadang tidak terkontrol. Mengalami sulit tidur. Tidak dapat berkonsentrasi. Menangis terus-menerus. Merasa cemas dengan keadaan tubuh saat ini. Mudah merasa panik dan takut. Aspek Fisik : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Merasa pusing yang berputar. Merasa tertekan di kepala atau badan. Mati rasa di bagian tubuh. Bertambahnya berat badan. Adanya rasa sakit di bagian payudara. Mengalami diare atau sembelit. Seperti ada sesuatu yang menjalar di permukaan kulit. Sakit kepala.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 9. Merasa lemas dan sulit untuk bernafas. 10. Merasakan sakit di bagian sepanjang tulang leher dan punggung. Aspek Vasomotor : 1. Hot flush. 2. Tangan dan kaki terasa dingin.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Berikut merupakan petunjuk penilaian item : 1. Berikanlah penilaian Anda terkait taraf relevansi pada setiap item. 2. Taraf relevansi yang dimaksud adalah sejauh mana item tersebut mengukur atribut yang diukur. 3. Dalam pemberian penilaian terhadap taraf relevansi item, gunakanlah skala penilaian berikut : 1 = Tidak relevan 2 = Kurang relevan 3 = Relevan 4 = Sangat relevan 4. Pemberian penilaian taraf relevansi item dengan cara memberikan tanda centang (√) pada tiap skala penilaian yang telah disediakan.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Penilaian Item : 1 = Tidak relevan 3 = Agak relevan 2 = Kurang relevan 4 = Sangat relevan Aspek – Aspek Skor Indikator Soal Item 1 Merasa cemas dengan keadaan tubuh saat ini. Mengalami sulit tidur. Merasa bahagia yang terkadang tidak terkontrol. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 (1) Jantung berdebar (2) Merasa tegang atau gugup (3) Sulit tidur (4) Perasaan mudah meluap-luap Mudah merasa panik dan takut. Tidak dapat berkonsentrasi. 1) Psikologis (5) Terserang perasaan panik atau cemas Merasa sedih dan depresi. (6) Kesulitan dalam berkonsentrasi Merasa terlupakan. Menangis terus-menerus. (7) Merasa lelah bertenaga atau kurang Merasa cemas dan mudah marah. (8) Hilangnya ketertarikan banyak hal pada (9) Merasa tidak senang dan depresi (10) Menangis terus-menerus 2 3 4

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 (11) Marah Merasa pusing yang berputar. Merasa tertekan di kepala atau badan. 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18 (12) Merasa pusing dan lemas (13) Merasa sesak atau tertekan di kepala Mati rasa di bagian tubuh. (14) Mati rasa di bagian tubuh Sakit kepala. 2) Fisik (15) Sakit kepala Seperti ada sesuatu yang menjalar di permukaan kulit. (16) Sakit pada otot dan sendi Merasakan sakit di bagian sepanjang tulang leher dan punggung. (17) Mati rasa di tangan atau kaki (18) Kesulitan dalam bernapas Merasa lemas dan sulit untuk bernafas. Hot flush. Tangan dan kaki terasa dingin. 3) Vasomotor 19, 20, 21 (19) Hot flushes (tiba-tiba terasa panas pada area tubuh tertentu) (20) Berkeringat pada malam hari (21) Hilangnya ketertarikan pada hubungan seks

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 FORM PENILAIAN VALIDITAS ISI BERGER SELF-ACCEPTANCE SCALE FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Penilaian Validitas Isi Item Skala ini memiliki tujuan untuk mengukur penerimaan diri. Berikut merupakan definisi, aspek, dan indikator perilakunya : Aspek dan Indikator Perilaku Atribut Psikologis Penerimaan Diri : Aspek : Suatu sikap menerima dan terbuka terhadap segala kelebihan dan 1. Memiliki kepercayaan atas kemampuan diri untuk dapat kelemahan yang dimilikinya, merasa telah memiliki kepuasaan menghadapi kehidupan. hidup dan kebahagiaannya, sehingga tidak hanya terbuka untuk Indikator : diri sendiri tetapi juga terbuka dengan lingkungan yang Mandiri, percaya diri, memiliki harga diri, tidak takut dan memiliki dimilikinya. kesiapan untuk menghadapi tantangan, serta pantang menyerah. 2. Tidak mengharapkan dirinya ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. Indikator : Memiliki harga diri, percaya pada diri sendiri, bersikap ramah, terbuka pada banyak orang, dan percaya diri. 3. Tidak takut ataupun malu apabila dicela oleh orang lain. Indikator :

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Senang bertemu dengan orang lain, percaya diri, tenang, berpikiran positif mengenai diri sendiri, dan bersikap ramah. 4. Bersedia bertanggung jawab terhadap setiap tingkah lakunya. Indikator : Berpikir untuk jangka panjang, mengetahui sisi positif dan negatif dari setiap keputusan yang diambil, percaya diri, memiliki kesiapan untuk menjalani masa depan, dan tidak menghindari permasalahan. 5. Mengikuti standar hidup yang dimilikinya sendiri daripada mengikuti tekanan dari luar dirinya. Indikator : Memiliki prinsip, tidak goyah mengenai keputusan yang telah diambil, dan telah mengetahui sisi positif serta negatif dari setiap keputusan. 6. Mampu menerima segala pujian, saran, dan kritikan secara objektif. Indikator :

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Tenang, berpikiran positif, mampu mengatur emosi dengan bijaksana, memiliki pemikiran yang terbuka terhadap berbagai pujian, saran, dan kritikan, serta mau untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. 7. Tidak menyalahkan diri sendiri atas keterbatasan dirinya maupun penolakan terhadap kelebihannya. Indikator : Percaya diri, tangguh, dan memiliki kesadaran diri. 8. Tidak menyangkal kata hati, emosi-emosi, ataupun rasa bersalah atas keterbatasan ataupun kelebihannya. Indikator : Memiliki rasa syukur atau mampu menerima setiap keadaan yang dimilikinya, terbuka mengenai setiap perasaan yang dimiliki, berkata jujur mengenai perasaannya, dan memiliki pemikiran yang positif. 9. Tidak memandang dirinya sebagai orang yang aneh atau

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 abnormal. Indikator : Mampu menerima setiap keadaan yang dimilikinya, memiliki harga diri, mampu melihat diri sendiri sebagai pribadi yang unik, dan pantang menyerah. 10. Menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain. Indikator : Memiliki harga diri, mampu melihat diri sendiri sebagai pribadi yang memiliki hak yang sama dengan orang lain.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Berikut merupakan petunjuk penilaian item : 1. Berikanlah penilaian Anda terkait taraf relevansi pada setiap item. 2. Taraf relevansi yang dimaksud adalah sejauh mana item tersebut atribut psikologis yang diukur. 3. Dalam pemberian penilaian terhadap taraf relevansi item, gunakanlah skala penilaian berikut : 1 = Tidak relevan 2 = Kurang relevan 3 = Relevan 4 = Sangat relevan 4. Pemberian penilaian taraf relevansi item dengan cara memberikan tanda centang (√) pada tiap skala penilaian yang telah disediakan. 5. Berikanlah saran atau perbaikan pada kolom yang telah disediakan, apabila terdapat item yang tidak/kurang relevan.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Penilaian Item : 1 = Tidak relevan 2 = Kurang relevan Aspek – Aspek 3 = Relevan 4 = Sangat relevan Indikator Item (Favourable) (2) Saya tidak akan mempertanyakan kelayakan diri saya sebagai pribadi, meskipun menurut saya orang lain akan Mandiri, percaya melakukannya. Memiliki diri, memiliki harga kepercayaan atas diri, tidak takut dan (15) Saya kemampuan diri memiliki kesiapan sepertinya memiliki untuk dapat untuk menghadapi suatu kekuatan menghadapi tantangan, serta dalam diri saya kehidupan. pantang menyerah. dalam hal mengatasi segala sesuatu, sehingga saya merasa memiliki keyakinan dengan diri saya sendiri. 1 Skor 2 3 4 Item (Unfavourable) (1) Saya akan merasa senang jika saya dapat menemukan seseorang yang akan menjelaskan pada saya bagaimana memecahkan permasalahan yang sedang saya alami. (11) Saya sering diganggu oleh perasaan rendah diri. (22) Saya seperti hanya setengah percaya terhadap diri saya sendiri. (36) Jika saya tidak 1 Skor 2 3 4 Saran Perbaikan Item

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 (25) Saya merasa percaya diri bahwa saya dapat melakukan sesuatu pada masalahmasalah yang mungkin akan terjadi di masa depan. - Tidak mengharapkan dirinya ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. Memiliki harga diri, percaya pada diri sendiri, bersikap ramah, terbuka pada banyak orang, dan percaya diri. sulit mendapatkan keberuntungan, mungkin saya mencapai sesuatu yang lebih daripada yang saya miliki sekarang. (10) Saya takut jika orang-orang yang saya sukai mengetahui diri saya yang sebenarnya, takut apabila orangorang tersebut akan merasa kecewa. (18) Saya sering sekali mencoba untuk tidak ramah dengan orang lain karena saya berpikir mereka tidak akan menyukai saya. (33) Saya merasa orang lain cenderung

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Tidak takut ataupun malu apabila dicela oleh orang lain. (21) Saya tidak merasa takut untuk bertemu dengan orang-orang baru. Saya merasa bahwa saya adalah orang yang terbuka dan tidak ada alasan Senang bertemu apapun mereka dengan orang lain, untuk tidak percaya diri, menyukai saya. tenang, berpikiran positif mengenai diri sendiri, dan bersikap ramah. bereaksi berbeda pada saya apabila dibandingkan reaksi normal mereka pada orang lain. (5) Saya tidak berani banyak bicara saat berada di perkumpulan sosial karena saya takut orang-orang tersebut akan mengkritik atau mentertawakan saya jika saya mengatakan sesuatu yang salah. (12) Karena orang lain, saya menjadi tidak mampu meraih lebih banyak hal. (35) Ketika saya harus membuat sebuah kelompok, saya akan merasa cemas dan sulit untuk mengatakan sesuatu

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Bersedia bertanggung jawab terhadap setiap tingkah lakunya. Berpikir untuk jangka panjang, mengetahui sisi positif dan negatif dari setiap keputusan yang diambil, percaya diri, memiliki kesiapan untuk menjalani masa depan, dan tidak menghindari permasalahan. - - Mengikuti standar hidup yang dimilikinya sendiri daripada mengikuti tekanan dari luar dirinya. Memiliki prinsip, tidak goyah mengenai keputusan yang telah diambil, dan telah mengetahui sisi positif serta negatif dari setiap keputusan. hal dengan baik. (30) Saya memiliki kecenderungan untuk menghindari masalah yang saya miliki. (14) Agar saya disukai dan diterima, saya berusaha untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan harapan orang lain. (26) Saya membayangkan bahwa saya berada dalam suatu pertunjukkan untuk membuat orang lain

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 terkesan. Padahal saya bukanlah seseorang sebagaimana dalam bayangan tersebut. (29) Ketika saya berada dalam sebuah kelompok, saya biasanya tidak banyak bicara karena takut apabila berbicara akan mengenai sesuatu hal yang salah. Tenang, berpikiran positif, mampu Mampu mengatur emosi menerima segala dengan bijaksana, pujian, saran, dan memiliki pemikiran kritikan secara yang terbuka objektif. terhadap berbagai pujian, saran, dan (27) Saya tidak merasa khawatir jika orang lain menilai saya buruk. (34) Saya hidup terlalu banyak menurut pada standar yang dimiliki oleh orang lain. (3) Saat orang lain memuji diri saya, saya merasa sulit untuk mempercayai orang tersebut. Menurut saya mereka hanya menggoda saya atau tidak melakukannya

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 kritikan, serta mau untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. dengan tulus hati. - Tidak menyalahkan diri sendiri atas keterbatasan dirinya maupun penolakan terhadap kelebihannya. Percaya diri, tangguh, dan memiliki kesadaran diri. (4) Jika terdapat kritik atau perkataan orangorang mengenai diri saya, saya tidak bisa tinggal diam atau menerimanya begitu saja. (6) Saya menyadari bahwa saya menjalani kehidupan secara tidak efektif dan saya sulit percaya bahwa saya mampu melakukannya dan menggunakan energi yang saya miliki untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (24) Saya merasa saya memiliki beberapa kemampuan dan orang lain pun juga mengatakan demikian, tetapi saya berpikir

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 - Memiliki rasa syukur atau mampu menerima setiap Tidak keadaan yang menyangkal kata dimilikinya, hati, emositerbuka mengenai emosi, ataupun setiap perasaan rasa bersalah atas yang dimiliki, keterbatasan berkata jujur ataupun mengenai kelebihannya. perasaannya, dan memiliki pemikiran yang positif. bahwa kelihatannya saya tidak mengasah dan menggalinya dengan lebih baik. (8) Sesuatu di dalam diri saya membuat saya tidak puas dengan segala pekerjaan yang telah saya selesaikan. Apabila pekerjaan tersebut terselesaikan dengan baik saya merasa itu belum cukup untuk saya. (20) Saya tidak dapat menghindari untuk merasa bersalah terhadap perasaan yang saya miliki pada orang-orang tertentu di hidup saya. (23) Saya sangat sensitif. Saat orangorang mengatakan

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 sesuatu, saya berpikir bahwa mereka mengkritik diri saya atau mengata-ngatai diri saya dan saat saya memikirkan tentang hal tersebut, maka saya menyadari bahwa mereka tidak bermaksud untuk menyakiti hati saya. Tidak Mampu menerima - (31) Sekalipun orangorang berpikir baik tentang diri saya, saya merasa bersalah karena saya berbohong pada mereka mengenai siapa diri saya. Apabila mereka mengetahui siapa diri saya maka saya merasa mereka tidak akan berpikir bahwa saya orang yang baik. (9) Saya merasa

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 memandang dirinya sebagai orang yang aneh atau abnormal. Menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain. setiap keadaan yang dimilikinya, memiliki harga diri, mampu melihat diri sendiri sebagai pribadi yang unik, dan pantang menyerah. Memiliki harga diri, mampu melihat diri sendiri sebagai pribadi yang memiliki hak yang sama dengan orang lain. berbeda dari orang lain. Saya ingin tidak terlalu berbeda dengan orang lain karena hal itu membuat saya merasa aman. (17) Saya berpikir bahwa saya mengalami gangguan saraf dan mental atau semacamnya. (7) Saya melihat sebagian besar perasaan dan keinginan yang saya miliki terhadap orang-orang sebagai hal yang wajar dan dapat diterima. (28) Saya terkadang merasa tidak sama dengan orang lain, saya ingin merasa sama dengan mereka. (13) Saya sedikit malu dan cemas saat berada pada situasi-situasi sosial tertentu. (16) Saya merasa cemas ketika saya bersama orang yang memiliki kedudukan

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 (19) Saya merasa bahwa saya adalah manusia yang berharga dan memiliki derajat dengan orang lain. (32) Saya merasa bahwa saya berada pada tingkat yang sama seperti orang lain dan hal ini dapat membantu saya untuk membangun hubungan baik dengan mereka. yang lebih superior di bandingkan saya.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 10 HASIL PERHITUNGAN VALIDITAS ISI GREENE CLIMATERIC SCALE & BERGER SELFACCEPTANCE SCALE 145

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Perhitungan IVI-I dan IVI-S Variabel Greene Climateric Scale Aspek Psikologis No. Item Merasa cemas dengan 1 2 keadaan tubuh saat ini. Indikator P3 0 1 1 1 IVI-I Tindakan 0,67 Dipakai 1 1 Dipakai 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 0 0,67 Dipakai Merasa terlupakan. 7 8 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Menangis terus-menerus. 9 10 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Merasa cemas dan mudah 11 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai Mengalami sulit tidur. Merasa bahagia 3 yang 4 terkadang tidak terkontrol. Mudah merasa panik dan 5 takut. Tidak dapat 6 berkonsentrasi. Merasa sedih dan depresi. marah. Fisik P1 1 Taraf Relevansi P2 1 Merasa pusing yang 12

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 berputar. Merasa tertekan di kepala atau badan. Mati rasa di bagian tubuh. 13 1 1 1 1 Dipakai 14 1 1 1 1 Dipakai Sakit kepala. 15 1 1 1 1 Dipakai Merasakan sakit di bagian 16 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai sepanjang tulang leher dan punggung. 17 Seperti ada sesuatu yang menjalar di permukaan kulit. Vasomotor Merasa lemas dan sulit untuk bernafas. Hot flush. 18 19 1 1 1 1 Dipakai Tangan dan kaki terasa 20 1 1 1 1 Dipakai dingin. 21 1 1 0 0,67 Dipakai IVI-S 0,95

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Perhitungan IVI-I dan IVI-S Variabel Berger Self-Acceptance Scale Aspek Indikator Memiliki kepercayaan atas kemampuan diri untuk dapat menghadapi kehidupan. Mandiri, percaya diri, memiliki harga diri, tidak takut dan memiliki kesiapan untuk menghadapi tantangan, serta pantang menyerah. Tidak mengharapkan dirinya ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. Memiliki harga diri, percaya pada diri sendiri, bersikap ramah, terbuka pada banyak orang, dan percaya diri. Senang bertemu dengan orang Tidak takut ataupun lain, percaya diri, tenang, malu apabila dicela berpikiran positif mengenai diri oleh orang lain. sendiri, dan bersikap ramah. Bersedia bertanggung jawab terhadap setiap tingkah lakunya. Berpikir untuk jangka panjang, mengetahui sisi positif dan negatif dari setiap keputusan yang diambil, percaya diri, No. Item 1 2 11 15 22 25 36 10 18 33 5 12 21 35 30 Taraf Relevansi P1 P2 1 1 P3 1 IVI-I Tindakan 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai 1 1 1 1 Dipakai

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 memiliki kesiapan untuk menjalani masa depan, dan tidak menghindari permasalahan. Mengikuti standar Memiliki prinsip, tidak goyah hidup yang dimilikinya mengenai keputusan yang telah sendiri daripada diambil, dan telah mengetahui mengikuti tekanan dari sisi positif serta negatif dari luar dirinya. setiap keputusan. Tenang, berpikiran positif, mampu mengatur emosi dengan Mampu menerima bijaksana, memiliki pemikiran segala pujian, saran, yang terbuka terhadap berbagai dan kritikan secara pujian, saran, dan kritikan, serta objektif. mau untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Tidak menyalahkan diri sendiri atas Percaya diri, tangguh, dan keterbatasan dirinya memiliki kesadaran diri. maupun penolakan terhadap kelebihannya. Memiliki rasa syukur atau Tidak menyangkal kata mampu menerima setiap keadaan hati, emosi-emosi, yang dimilikinya, terbuka ataupun rasa bersalah mengenai setiap perasaan yang atas keterbatasan dimiliki, berkata jujur mengenai ataupun kelebihannya. perasaannya, dan memiliki 14 26 29 34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 3 4 27 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 6 24 8 20 23 31

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 pemikiran yang positif. Mampu menerima setiap yang dimilikinya, Tidak memandang keadaan dirinya sebagai orang memiliki harga diri, mampu yang aneh atau melihat diri sendiri sebagai pribadi yang unik, dan pantang abnormal. menyerah. Menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain. Memiliki harga diri, mampu melihat diri sendiri sebagai pribadi yang memiliki hak yang sama dengan orang lain. IVI-S 9 17 28 7 13 16 19 32 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai 1

(168)

Dokumen baru

Download (167 Halaman)
Gratis

Tags