Identifikasi dominasi vegetasi jenis tegakan dengan menggunakan metode Kuadran di sepanjang jalur pendakian hutan lereng Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah - USD Repository

Gratis

0
0
166
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IDENTIFIKASII D DOMINASI VEGETASI JENIS TEGAKA AN DENGAN MENGGUNAKA KAN METODE KUADRAN DI SEPANJAN JANG JALUR PENDAK KIAN HUTAN LERENG GUNUNG ANDO DONG KABU BUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH H Skripsi Dia iajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun oleh : YULIUS FERY ARDIANTO NIM : 101434057 ROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI PRO TAHUAN ALAM DIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETA JURUSAN PENDIDIK AN ULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA FAKUL UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DOMINASI VEGETASI JENIS TEGAKA IDENTIFIKASII D AN DENGAN KAN METODE KUADRAN DI SEPANJAN MENGGUNAKA JANG JALUR KIAN HUTAN LERENG GUNUNG ANDO PENDAK DONG BUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH KABU H Skripsi iajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dia Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun oleh : YULIUS FERY ARDIANTO NIM : 101434057 PRO ROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI TAHUAN ALAM JURUSAN PENDIDIK DIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETA AN FAKUL ULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kupersembahkan karyaku ini untuk :  Orang tuaku : Ibu Yustina Sriyani dan saudara-saudaraku tercinta : B. Bambang Biantoro, L. Anton Sujarwo, dan Andri Atmoko.  Sahabat-sahabat, kerabat, dan teman-temanku.  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Identifikasi Dominasi Vegetasi Jenis Tegakan dengan Menggunakan Metode Kuadran di Sepanjang Jalur Pendakian Hutan Lereng Gunung Andong Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Yulius Fery Ardianto Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan dominasi vegetasi jenis tegakan serta mengetahui pola zonasi vegetasi jenis tegakan berdasarkan ketinggian tempat di hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil di sepanjang jalur pendakian Desa Sawit dengan populasi mencakup jenis-jenis vegetasi tegakan pada tingkatan semai, pancang, tiang dan pohon. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei – Juni 2014. Data dikumpulkan dengan mendata jenis-jenis vegetasi masing-masing plot pengamatan. Proses anilisa data dilakukan dengan prosedur : (i) metode garis berpetak, (ii) penghitungan jumlah, (iii) nilai kerapatan, (iv) nilai kerapatan relatif, (v) pola zonasi, dan(vi) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdiri dari komposisi vegetasi tegakan di Kawasan Hutan Lereng Gunung Andong khususnya di sepanjang jalur pendakian Desa Sawit terdiri dari 12 jenis tegakan yaitu diataranya : Schima wallichii, Pinus merkusi Jungh & De Vr, Cinnamomum verum, Albazia falcataria, Calliandra calothyrsus, Casuarina junghuhniana, Acacia occured, Leucaena leucocephala (Lam) de Wit, Coffea robust), Hibiscus tiliaceus, Artocarpus heterophyllus, dan Persea americana P.Mill. Pola dominasi dan zonasi vegetasi yang terbentuk adalah sebagai berikut : zona pertama di ketinggian 1342 mdpl – 1367 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Casuarina junghuhniana. Zona kedua di ketinggian 1367 mdpl - 1382 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Schima wallichii. Zona ketiga di ketinggian 1382 mdpl – 1422 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Calliandra calothyrsus. Zona terakhir di ketinggian 1422 mdpl – 1668 mdpl merupakan zona tumbuh bagi tumbuhan Pinus merkusii Jungh & De Vr. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dikatakan kawasan hutan lereng gunung Andong memiliki keanekaragaman dominasi vegetasi tegakan pada setiap ketinggian sehingga membentuk suatu pola zonasi vegetasi tegakan yang dapat diamati secara jelas keberadaanya. Kata kunci :Kuadran, Dominasi, Pola Zonasi, dan Vegetasi Tegakan vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT IDENTIFICATION THE DOMINANCE OF VEGETATION TYPES OF TREES USING QUADRANT METHOD ALONG HIKING PATH IN THE FOREST SLOPES OF ANDONG, MAGELANG DISTRICT, CENTRAL JAVA Yulius Fery Ardianto Sanata Dharma University 2014 This research aims to know the composition and the dominance of vegetation types of trees and to know the zoning pattern of the vegetation types of trees based on the height of the place in the forest slopes of Andong mount, Magelang, and Central Java. This kind of this research is descriptive quantitative research. The sample of this research is taken along the hiking path of Sawit village with the population covers the kind of trees vegetation at tiers seedling, stake, pole, and tree. Taking the data is done on May-June 2014. The data is submitted with recorded the kind of vegetation in each observation plot. Analysis process is done with procedure : (i)line method terraced, (ii)the calculation of the number, (iii)the value of the density, (iv)zoning pattern, and (v)the inference. This kind of this research consist of vegetation types of trees in the forest slopes of Andong especially along the path climbing of Sawit village that is consisting of 12 kinds of trees which is : Schima wallichii, Pinus merkusi Jungh & De Vr, Cinnamomum verum, Albazia falcataria, Calliandra calothyrsus, Casuarina junghuhniana, Acacia occured, Leucaena leucocephala (Lam) de Wit, Coffea robusta, Hibiscus tiliaceus, Artocarpus heterophyllus, dan Persea americana P.Mill. The domination pattern and zoning pattern which were formed as follows : first zone in 1342 mdpl-1367 mdpl which was the growing area for Casuarina junghuhniana. The second zone in 1367 mdpl - 1382 mdpl was the growing area for Schima wallicii. The third zone in 1382 mdpl-1422 mdpl was the growing area for Calliandra calothyrsus. The last zone in 1422 mdpl-1668 mdpl which was growing area for Pinus merkusii Jungh & De Vr. Based on the result of that reseacrh, in can be said that the forest slopes of Andong mount have diversity domination of vegetation types of trees for each height so formed a zoning pattern of vegetation types of trees that can be observed the existence clearly Key word : Quadrant, Dominance, Zoning Pattern, and Vegetation Types of Trees vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. v ABSTRAK .............................................................................................. vi ABSTRACT............................................................................................ vii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................... viii KATA PENGANTAR ............................................................................ ix DAFTAR ISI........................................................................................... xi DAFTAR TABEL................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .............................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN........................................................................... xix BAB I 1 PENDAHULUAN................................................................ xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II A. Latar Belakang ............................................................... 1 B. Rumusan Masalah .......................................................... 4 C. Batasan Masalah............................................................. 4 D. Tujuan Penelitian ........................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ......................................................... 5 LANDASAN TEORI ........................................................... 6 1. Vegetasi.......................................................................... 6 a. Pengertian Vegetasi.................................................. 6 b. Komponen Vegetasi ................................................. 7 c. Analisis Vegetasi...................................................... 10 d. Faktor yang Mempengaruhi Dominasi .................... 15 2. Tegakan .......................................................................... 30 a. Pengertian Tegakan.................................................. 30 b. Klasifikasi Tegakan.................................................. 30 3. Dominasi Vegetasi ......................................................... 30 a. Pengertian Dominasi ................................................ 30 b. Penentuan Dominasi................................................. 31 4. Zonasi Vegetasi.............................................................. 32 a. Pengertian Zonasi..................................................... 32 b. Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Zonasi....................................................................... 32 5. Hutan Lereng Gunung Andong...................................... 34 a. Lokasi Gunung Andong ........................................... 34 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III BAB IV BAB V BAB VI b. Hutan Lereng Gunung Andong................................ 34 c. Penelitian yang Pernah Dilakukan ........................... 34 METODOLOGI PENELITIAN........................................... 36 A. Jenis Penelitian............................................................... 36 B. Sampel dan Populasi ...................................................... 36 C. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................ 37 D. Desain Penelitian............................................................ 37 E. Teknik Pengumpulan Data............................................. 37 F. Instrumen Penelitian....................................................... 40 G. Cara Analisis Data.......................................................... 43 HASIL DAN PEMBAHASAN............................................ 44 A. Komposisi Vegetasi Tegakan Gunung Andong............. 44 B. Dominasi Vegetasi Tegakan Setiap Ketinggian............. 56 C. Pola Zonasi Vegetasi Berdasarkan Ketinggian .............. 81 IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN .............................................................. 84 PENUTUP............................................................................ 86 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Kesimpulan .................................................................... 86 B. Saran............................................................................... 87 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 89 LAMPIRAN............................................................................................ 92 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jumlah dan Jenis-jenis Vegetasi Tegakan Setiap Kuadran ........................................................................................ 40 Tabel 3.2 Kerapatan Jenis Vegetasi Tegakan Setiap Kuadran................ 41 Tabel 3.3 Data Jenis Vegetasi ................................................................. 42 Tabel 4.1 Jenis Tegakan Tiap Plot .......................................................... 46 Tabel 4.2 Komposisi Vegetasi Jenis Tegakan di Hutan lereng Gunung Andong ...................................................................................... 49 Tabel 4.3 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 1 ....................................................................... 57 Tabel 4.4 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 2 ....................................................................... 58 Tabel 4.5 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 3 ....................................................................... 59 Tabel 4.6 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 4 ....................................................................... 60 Tabel 4.7 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 5 ....................................................................... xv 61

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.8 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 6 ....................................................................... 62 Tabel 4.9 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 7 ....................................................................... 63 Tabel 4.10 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 8 ....................................................................... 63 Tabel 4.11 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 9 ....................................................................... 64 Tabel 4.12 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 10 ..................................................................... 65 Tabel 4.13 Data Dominasi Jenis Tegakan Tiap Kuadran Dalam Setiap Ketinggian Dilihat dari Jumlah dan Persentase Kerapatan Relatifnya................................................................................... 68 Tabel 4.14 Data Dominasi Jenis Tegakan Dalam Setiap Ketinggian Berdasarkan Jumlah dan Nilai Presentase Kerapatan Relatifnya ........... 69 Tabel 4.15 Data Dominasi Vegetasi Tegakan Dalam Setiap Ketinggian Berdasarkan Tingkat Pertumbuhannya ................................ 71 Tabel 4.16 Persentase Dominasi Vegetasi Tegakan Dalam Setiap Ketinggian Berdasarkan Tingkat Pertumbuhannya ..................... Tabel 4.17 Data Dominasi Vegetasi Tegakan dan xvi 72

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tingkat Pertumbuhannya ........................................................................ 73 Tabel 4.18 Data Hasil Pengukuran Iklim Tiap Plot ................................ 77 Tabel 4.19 Pola Zonasi Vegetasi Jenis Tegakan Di Sepanjang Jalur Pendakian Dusun Sawit.................................................................. xvii 82

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Jenis Tegakan Tingkat Semai.............................................. 7 Gambar 2.2 Jenis Tegakan Tingkat Pancang .......................................... 8 Gambar 2.3 Jenis Tegakan Tingkat Tiang .............................................. 9 Gambar 2.4 Jenis Tegakan Tingkat Pohon ............................................. 9 Gambar 2.5 Teknik Sampling Kuadrat ................................................... 12 Gambar 2.6 Metode Jalur........................................................................ 12 Gambar 2.7 Metode Garis Berpetak........................................................ 13 Gambar 2.8 Dillenia sp. .......................................................................... 17 Gambar 2.9 Melicope sp. ........................................................................ 17 Gambar 2.10 Contoh Tumbuhan Xeromorf (Artiplex Portulacoides) .... 18 Gambar 2.11 Contoh Tumbuhan Mesofita (Anggrek: Vanda tricolor) .. 19 Gambar 2.12 Jalur Pendakian Dusun Sawit Gunung Andong ................ 35 Gambar 3.1 Penerapan Pembuatan Petak pada Setiap Zonasi ................ 39 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Jenis Tegakan Tiap Petak Dari Hasil Pengamatan di Lapangan. ....................................................................... 92 Lampiran 2. Data Foto Hasil Pengamatan Tiap Petak .................... 102 Lampiran 3. Silabus......................................................................... 116 Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........................... 122 Lampiran 5. Surat Ijin Penelitian .................................................... 144 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan Negara yang sebagian wilayahnya berupa hutan. Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dan yang lainnya tidak dapat dipisahkan (UU RI No. 41 tahun 1999). Hutan merupakan suatu ekosistem yang di dalamnya terdapat berbagai komponen dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Hutan merupakan gudang plasma nuftah dari berbagai jenis tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia. Seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat, semakin meningkat pula lahan hutan yang dieksploitasi untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup. Keadaan ini semakin diperburuk dengan adanya konversi lahan hutan secara besar-besaran untuk lahan pemukiman, pertanian dan perindustrian (eksternalitas). Eksternalitas merupakan kegiatan perekonomian yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak yang dapat merusak lingkungan (Indrawan, 2007). 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Observasi mengenai jenis-jenis vegetasi hutan menjadi kegiatan utama lembaga-lembaga konservasi dalam menanggulangi masalah eksploitasi hutan. Namun, informasi atau data ilmiah yang didapat sebagian besar tidak memberikan dampak yang cukup berarti, karena sebagian besar keputusan yang diambil mencerminkan bahwa kepentingan lain masih mendapat prioritas. Keputusan untuk melestarikan lingkungan dapat dicapai apabila nilai dan pilihan para pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya masyarakat yang hidupnya mengandalkan hutan setempat dapat diperhitungkan (Sccot, 1998 dalam Douglas, 2004 ). Hasil audit lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang dimuat dalam kabar3.com pada 19 Januari 2014 menunjukkan bahwa setiap tahunnya sekitar 167 ribu hektar hutan beralih fungsi untuk kepentingan pertambangan dan perkebunan. Seperti halnya yang terjadi di sebagian kecil kawasan hutan lereng gunung Andong. Kawasan hutan lereng gunung Andong semakin berkurang karena akibat dari kebakaran dan penebangan pohon. Selain itu pada bagian kaki gunung, lahan hutan semakin bekurang karena adanya konversi lahan hutan menjadi lahan perkebunan. Gunung Andong merupakan sebuah gunung bertipe perisai yang selama ini belum pernah mempunyai aktifitas vulkanik. Letak gunung Andong berdampingan dengan gunung Telomoyo. Ketinggian gunung Andong ± 1736 mdpl. Secara administratif gunung Andong terletak di kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kawasan hutan lereng gunung Andong termasuk dalam tipe hutan pegunungan tropika. Hutan ini memiliki komposisi jenis vegetasi yang cukup beragam, namun selama ini belum banyak menarik minat para peneliti untuk melakukan studinya di hutan lereng gunung Andong. Sehingga data-data ilmiah yang dimiliki hutan lereng gunung Andong masih dirasa kurang dan perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk menghasilkan data ilmiah yang lebih lengkap. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode garis berpetak. Metode ini dianggap mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi vegetasi dan dominasi vegetasi suatu kawasan yang diukur karena dalam penggunaannya dapat melompati satu atau lebih petakpetak dalam jalur sehingga sepanjang garis rintis terdapat petak-petak pada jarak tertentu yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat komposisi dan dominasi vegetasi jenis tegakan pada setiap zonasi serta memperoleh data ilmiah mengenai pola zonasi vegetasi di hutan lereng gunung Andong. Sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk melengkapi data ilmiah hutan lereng gunung Andong dan memberikan informasi yang dibutuhkan dalam setiap kegiatan konservasi lingkungan khususnya di hutan lereng gunung Andong.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, permasalahan yang akan diteliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana komposisi dan dominasi vegetasi tegakan yang terdapat di setiap zonasi hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang? 2. Bagaimana pola zonasi vegetasi jenis tegakan berdasarkan ketinggian tempat yang terdapat di hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang? C. Batasan Masalah Penelitian ini mempunyai batasan – batasan masalah antara lain : 1. Jenis vegetasi yang diidentifikasi berada dalam kawasan hutan lereng gunung Andong tahun 2014. 2. Pengambilan sampel dilakukan di sepanjang jalur pendakian Desa Sawit hutan lereng gunung Andong. 3. Pengambilan sampel dilakukan pada range ketinggian 1342 mdpl – 1736 mdpl. 4. Vegetasi yang diidentifikasi tergolong dalam jenis tegakan dengan tetap memperhatikan jenis tegakan pada tingkat semai, tiang, pancang dan pohon.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 D. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui komposisi dan dominasi vegetasi jenis tegakan yang terdapat di hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang. 2. Untuk mengetahui pola zonasi vegetasi jenis tegakan berdasarkan ketinggian tempat di hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain: 1. Memberikan informasi berupa data ilmiah mengenai komposisi vegetasi tegakan setiap zonasi dan pola zonasi vegetasi jenis tegakan berdasarkan ketinggian tempat yang terdapat di hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang pada tahun 2014. 2. Sebagai sumber informasi tentang dominasi jenis tegakan yang terdapat di hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 3. Memberikan bahan informasi bagi Instansi atau Dinas yang terkait khususnya Dinas Kehutanan sebagai bahan acuan untuk melakukan kegiatan konservasi lingkungan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 1. Vegetasi a. Pengertian Vegetasi Vegetasi merupakan semua spesies tumbuhan yang terdapat dalam suatu wilayah yang luas, yang memperlihatkan pola distribusi menurut ruang dan waktu. Tumbuhan penutup bumi merupakan suatu vegetasi yang komponen spesies penyusunnya berbeda-beda berdasarkan perbedaan ruang dan waktu. Tipe-tipe vegetasi dapat dilihat berdasarkan bentuk pertumbuhan (growth life) atau life form dari tumbuhan dominan, terbesar atau dari tumbuhan yang paling melimpah (Sriwidoretno, 2010). Vegetasi merupakan komponen pembentuk alam hutan yang mampu mengendalikan iklim melalui pengendalian fluktuasi atau perubahan unsur-unsur iklim yang ada di sekitarnya, misalnya temperatur, kelembaban, angin, dan curah hujan (Indriyanto, 2006). Komunitas tumbuhan adalah satuan unit yang membentuk vegetasi berupa suatu organisasi kompleks dalam komposisi-komposisi floristik tertentu dan merupakan hasil interaksi populasi spesies dalam waktu yang lama (Mueller-Dombois and Ellenberg, 1974). 6

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Komponenn V Vegetasi Masing sing-masing vegetasi memiliki komponen spe spesies penyusun yang berbed beda-beda. Namun secara umum, berdasarkan kan perawakannya (diameter ba batang dan tinggi tumbuhan) Marpaung (2009 2009) menyebutkan bahwa penyusun yusun vvegetasi adalah sebagai berikut : a) Sem Semai Ya Yang dimaksud dengan semai adalah anaka nakan pohon yang me merupakan regenerasi awal dari pohon ddengan ukuran ket ketinggian kurang dari 1.5 m. Gambar 2.1 Jenis Tegakan Tingkatt S Semai

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 b) Panc Pancang Panc Pancang adalah regenerasi pohon dengan ukur ukuran yang lebih tingg tinggi dari 1.5 m dan memilki diameter batang ng kurang dari 10 cm cm. Gambar 2.2 Jenis Tegakan Tingkatt P Pancang c) Tia Tiang Tia diameter batang Tiang merupakan pohon muda dengan ukurann di 10 ccm sampai dengan 20 cm.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Tiang Gambar 2.3 Jenis Tegakan Tingkatt T d) Pohon lebih dari 20 cm Sem Semua tumbuhan berkayu dengan diameter le dan m mempunyai batang atau tangkai utama. Gambar 2.4 Jenis Tegakan Tingkatt P Pohon

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Komponen vegetasi yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah vegetasi jenis tegakan dalam tingkat pertumbuhan meliputi tingkat semai, pancang, tiang dan tingkat pohon c. Analisis Vegetasi Menurut Kershaw (1973), secara garis besar struktur vegetasi dibatasi oleh tiga komponen; yaitu kelimpahan tiap jenis tumbuhan yang ada, susunan jenis tumbuhan secara horizontal (sebaran individu), dan susunan jenis tumbuhan secara vertikal (stratifikasi vegetasi). Kelimpahan (abundance) tumbuhan yang ada dapat dinyatakan secara kuantitafif dengan nilai kerapatan (density) atau berat kering bahan atau bagian tumbuhan yang dihasilkan per satuan luas. Komposisi suatu vegetasi dapat diketahui dengan cara melakukan suatu analisa vegetasi. Analisa vegetasi adalah cara untuk mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka teknik analisa vegetasi yang tepat adalah dengan menggunakan metode sampling melalui penempatan beberapa petak yang dapat mewakili habitat tersebut. Dalam penggunaan metode sampling terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu, jumlah petak, cara peletakan petak dan teknik-teknik analisa vegetasi (Marpaung, 2009). Metode garis berpetak pada umumnya digunakan jika hanya jenis vegetasi tegakan saja yang menjadi bahan penelitian. Metode ini mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi dan dominasi

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 pohon. Menurut Afandy (2010), terdapat beberapa metode petak yang dapat digunakan, diantaranya sebagai berikut : a) Teknik sampling kuadrat Teknik sampling kuadrat ini merupakan suatu teknik survey vegetasi yang sering digunakan dalam semua tipe komunitas tumbuhan. Petak yang dibuat dalam teknik sampling ini bisa berupa petak tunggal atau beberapa petak. Petak tunggal akan memberikan data informasi yang baik apabila komunitas vegetasi yang diteliti bersifat homogen. Peletakan petak tunggal dapat dilakukan secara random yang dianggap mewakili komposisi komunitas vegetasi. Petak ganda merupakan pengambilan data informasi vegetasi dengan menggunakan banyak petak yang letaknya tersebar merata. Peletakan petak biasanya diletakan secara sistematis.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Gambar 2.5 Teknik Sampling Kuadratt b) Me Metode jalur pelajari perubahan Metode ini paling efektif untuk mempela Me nah, topografi dan kea keadaan vegetasi berdasarkan kondisi tanah, elevasi. Jalur-jalur pengambilan sampel dibuat buat m memotong garis eleva topog topografi, misalnya tegak lurus garis pantai, me memotong sungai, me menaik atau menurun gunung. Gambar 2.6 Metode Jalur

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 c) Metode garis berpetak Metode ini dianggap sebagai metode hasil modifikasi dari metode petak ganda dan jalur, yaitu dengan melompati satu atau lebih petak-petak dalam jalur sehingga sepanjang garis rintis terdapat petak-petak pada jarak tertentu yang sama. Metode garis berpetak pada umumnya dilakukan jika hanya vegetasi tingkat pohon saja yang menjadi bahan penelitian. Metode ini dianggap mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi vegetasi dan dominasi vegetasi suatu kawasan yang diukur. Gambar 2.7 Metode Garis Berpetak Menurut Afandy (2010), terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pengambilan data menggunakan metode kuadran antara lain sebagai berikut : • Pembuatan petak awal dengan ukuran 2 m x 2 m dimana petak ini di letakan secara sengaja (purposive) pada zona yang menurut peneliti mewakili seluruh jenis yang ada

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 (luas ukuran petak awal tergantung pada peneliti, yang penting adalah konsistensinya petak selanjutnya dibuat berukuran dua kali luas petak awal. Setelah plot awal terbentuk, selanjutnya dilakukan identifikasi semua jenis yang ada mulai dari tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. • Selanjutnya dibuat petak dengan ukuran dua kali lebih besar dari ukuran petak awal. Kemudian dilakukan identifikasi jenis tegakan yang ada, kemudian dilakukan pembandingan jumlah spesies dengan petak pertama untuk mendapatkan jumlah penambahan spesies. • Pembuatan petak selanjutnya dilakukan hingga penambahan individu mencapai ≤ 10 % dengan tujuan agar sampel yang ambil menjadi stabil. Petak ketiga dibuat jika pada petak kedua terdapat penambahan spesies baru ≥ 10 %. Sebaliknya jika pada petak kedua hanya terdapat penambahan spesies baru ≤ 10 %, maka tidak perlu dilakukan pembuatan petak ketiga.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 d. Faktor-faktor yang mempengaruhi dominasi vegetasi Terbentuknya dominasi vegetasi dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan yang kemudian akan membentuk pola penyebaran tiap jenis vegetasi dan selanjutnya secara dominan akan menguasai masing-masing habitat zonasinya. Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk peroses penyerbukan. Faktor iklim yang berbeda - beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. Berbeda dengan tanaman di daerah yang beriklim sedang, ragam tumbuhannya tidak sebanyak di daerah tropis yang kaya sinar matahari, disana banyak diteui pohon berkayu keras dan berdaun jarum. Daerah Gurun yang beriklim panas dan kurang curah hujan, hanya sedikit tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri, seperti misalnya pohon kaktus dapat tumbuh subur, karena mempunyai persediaan air dalam batangnya (Dito, 2009).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Kondisi lingkungan hutan di gunung seperti iklim akan dipengaruhi dengan adanya perbedaan ketinggian tempat. Perbedaan ketinggian tempat tersebut akan menimbulkan adanya perbedaan intensitas cahaya matahari yang masuk pada setiap tempat dan selanjutnya menimbulkan munculnya perbedaan suhu, kelembaban udara, dan curah hujan antara tempat yang satu dengan yang lainnya (Forester, 2012). Menurut Hendra (2011) dalam Grace (2013), unsurunsur iklim terdiri dari suhu, curah hujan, penyinaran, angin, dan kelembaban. a) Suhu Suhu mempunyai arti penting, karena suhu menentukan kecepatan reaksi-reaksi dan kegiatan kimia dalam kehidupan. perubahan suhu udara pada satu tempat dengan tempat lainnya tergantung pada ketinggian tempat dan letak lintang. Perubahan suhu yang disebabkan karena perbedaan ketinggian tempat jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan perubahan suhu karena perbedaan letak lintang. Semakin tinggi suatu tempat, maka suhu akan semakin rendah. setiap ketinggian 100 mdpl, suhu berubah sekitar 0,5 C–1 C. Tumbuhan dan hewan sangat bergantung pada suhu. Masing-masing jenis tumbuhan memiliki perbedaan adaptasi terhadap keadaan suhu. Terdapat tumbuhan yang menyukai habitat panas dan terdapat juga tumbuhan yang menyukai habitat dingin. Contohnya pada

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 pene penelitian di Hutan Lindung Gunung Klabat bat Sulawesi Utara (Ge (Geonal, 2010). Penelitianya dilakukan denga gan membuat 40 titik plot dengan jarak masing-masing plot sebe sebesar 100 mdpl. Ha Hasilnya, memang tidak setiap ketinggiann 100 m mdpl mengalami per perubahan dominasi vegetasi. Namun terdapat pat 2 titik plot yang ber berjarak 100 mdpl memiliki komposisi dominasi nasi vegetasi yang ber berbeda, yaitu pada ketinggian 1.121 mdpl dpl di didominasi oleh tum tumbuhan Dillenia cellebica, Gambar 2.8 Dillenia sp. sedangkan pada plot berikutnya yaitu pada ke seda ketinggian 1.228 mdpl didominasi oleh tumbuhan Melicope sp. Gambar 2.9 Melicope sp.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI – 18 C pada setiap keting nggian 100 mdpl, kom komposisi vegetasi dapat berubah seiring deng engan kemampuan adaptasi yang dimiliki masing-masing tumbuha buhan. ada Curah Hujan b) Cur Air sangat diperlukan oleh tumbuhann untuk proses per perkembangan dan metabolisme. Ketersediaann aair dipermukaan vegetasi. Semakin bum bumi menentukan adanya variasi jenis vege sedikit air, maka akan semakin banyak tum umbuhan berjenis sedi xer xeromorf (tumbuhan dengan sifat menghambat bat aair), Gambar 2.10 Contoh Tumbuhan Xerom eromorf (Artiplex Portulacoides)

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 sedangkan untuk daerah yang mempunyai yai kecukupan air akan memiliki tumbuhan berjenis mesofita ta ((tumbuhan yang membutuhkan kecukupan air). Gambar 2.11 Contoh Tumbuhan Mesofi sofita (Anggrek : Vanda tricolor) berasal dari hujan. Air yang terdapat di permukaan bumi ber rbeda-beda. Hujan Sebaran curah hujan di setiap tempat berbe apa bagian tempat sepanjang tahun hanya terdapat di beberapa maka curah hujan tropis. Semakin jauh dari khatulistiwa, ma semakin berkurang. c)) Cahaya fotosintesis dan Cahaya diperlukan tumbuhan untuk fot beberapa proses reproduksi. Cahaya pada suatu tempat kemiringan cahaya ditentukan oleh lamanya penyinaran, kem i, keadaan awan, matahari yang jatuh ke permukaan bumi, sendiri. Perbedaan dan keadaan permukaan bumi itu sendi dengan lainnya penyinaran antara tempat yang satuu de

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 berpengaruh terhadap suhu. Peneriman cahaya matahari sangat bervariasi menurut tempat dan waktu. Menurut tempat, disebabkan oleh adanya perbedaan letak lintang dan keadaan atmosfer seperti awan. Menurut waktu, perbedaan radiasi terjadi dalam sehari maupun musiman. Semakin lama suatu tempat disinari matahari, maka tempat tersebut akan semakin panas, contohnya di daerah tropis. Sebaliknya, jika suatu tempat sedikit disinari matahari, maka tempat tersebut akan memiliki pemanasan yang lebih rendah. Tumbuhan memiliki adaptasi tertentu terhadap kedinginan dan kekeringan. d) Angin Angin mempunyai pengaruh langsung terhadap vegetasi, terutama dalam menumbangkan pohon-pohon atau dengan mematahkan dahan-dahan ataupun bagian lainya. Angin mempunyai pengaruh yang sama terhadap tanah, biasanya bersifat mengeringkan, atau membawa udara yang lebih basah yang menurunkan transpirasi dan evaporasi, dan menyebabkan turunnya hujan. Udara mempercepat tumbuhan kehilangan air dengan membawa udara yang belum jenuh dengan air sehingga bersentuhan dengan daun-daun dan tunastunas yang masih muda. Secara mekanik angin juga dapat

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 menyebabkan terjadinya erosi tanah dan abrasi vegetasi melalui partikel-partikel yang dibawanya. Dari segi fisiologis, angin dapat mengurangi kecepatan pertumbuhan dengan mengganti udara yang basah dengan udara yang kering, dan akibatnya meningkatkan transpirasi. Angin juga membantu dalam proses penyerbukan tanaman. Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil; tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil, mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun; tidak mempunyai kelenjar madu; tangkai bunga panjang. bunga terletak jauh di atas daun; serbuk sari kecil, sangat banyak, dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin; kedudukan benang sari bergantungan, serbuk sarinya berhamburan jika digoyang; kepala putik besar, berbulu, tangkai putik terjulur ke luar, kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan dan pohon deciduous (tumbuhan yang menggugurkan daunnya pada musim atau iklim tertentu). Selain itu, angin juga membantu dalam proses penyebaran biji dan spora. Pergerakan angin membantu dalam proses pemindahan benih atau biji sehingga

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 menyebabkan biji-bijian dan spora tersebar ke mana-mana yang kemudian tumbuh di berbagai tempat. Di kawasan hutan hujan tropika, pemencaran oleh angin merupakan cara yang efektif untuk menyebarkan buah dan biji. Tidak mengherankan jika Dipterocarpaceae, kebanyakan memiliki bentuk buah samara, menjadi salah satu suku pohon yang mendominasi tegakan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Tumbuhan lain yang memanfaatkan angin, yang juga melimpah keberadaannya di hutan hujan ini, adalah jenis-jenis anggrek (Orchidaceae). Buah anggrek merupakan buah kotak yang memecah dengan celah-celah, untuk melepaskan biji-bijinya yang halus dan mudah diterbangkan angin. Penyebaran tumbuhan oleh angin adalah penyebaran yang memanfaatkan hembusan angin yang membawa biji atau buah dari tanaman itu jauh dari induknya yaitu ketempat yang lain dan tumbuh dan berkembang di sana. Tumbuhan yang penyebarannya dibantu oleh angin disebut dengan anemokori. Tumbuhan yang penyebarannya dibantu oleh angin memiliki ciri-ciri: • Biji berbulu atau berambut, contoh: alang-alang (Imperata cylindrica), kapuk/kapas (Ceiba petanra)

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 23 Biji terpencar, apabila tangkainya tergoyang oleh angin maka biji akan keluar lewat lubang atau celah pada biji. Mekanisme ini disebut pendupaan. Contoh: opium (Papaver sp.) • Biji kecil dan ringan, contoh: angrek (famili Orchidaceae) • Buah bersayap, contoh: meranti, tengkawang (famili Dipterocarpaceae) • Buah berambut, contoh: Anemones sp. e) Kelembaban Kelembaban udara berbeda-beda karena temperature di permukaan bumi berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh letak lintang, ketinggian tempat, dan waktu (pagi, siang, dan malam). Semakin ke utara atau ke selatan khatulistiwa, kelembaban udara semakin menurun. Kelembaban udara merupakan faktor dari curah hujan dan suhu yang menentukan ada tidaknya suatu jenis tumbuhan dalam habitat tertentu. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap jenis vegetasi akan mendominasi habitatnya apabila mendapatkan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Tanah banyak mengandung unsur-unsur kimia yang diperlukan bagi pertumbuhan flora di dunia. Kadar kimiawi berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Keadaan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 struktur tanah berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam tanah sehingga memungkinkan akar tanaman dapat bernafas dengan baik. Keadaan tekstur tanah berpengaruh terhadap daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Komposisi tanah umumnya terdiri dari bahan mineral anorganik (70%90%), bahan organik (1%-15%), udara dan air (0%-9%). Hal hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya faktor tanah bagi pertumbuhan tanaman. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur (Dito, 2009). Struktur fisik, pH, dan komposisi mineral batuan serta tanah akan membatasi persebaran tumbuhan dan hewan yang memakannya, sehingga menjadi salah satu penyebab timbulnya pola pengelompokan pada area tertentu yang acak (patchiness) pada ekosistem terestrial (Campbell et all, 2004). Menurut Suhandaeka (2012) berdasarkan perbedaan suhunya tanah dibedakan menjadi 3 macam, diantaranya :

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 25 Tanah yang terbentuk pada daerah bersuhu rendah akan cenderung memiliki biomassa yang rendah. Akibatnya tanaman yang tumbuh umumnya berbatang kecil dan memiliki pertumbuhan yang lambat. • Tanah yang terbentuk pada daerah bersuhu tinggi juga akan cenderung memiliki biomassa yang rendah, namun tanah yang terbentuk memiliki kemampuan dapat dengan cepat melakukan proses mineralisai kimiawi terhadap sisa-sisa tanaman.Tanah yang terbentuk pada daerah bersuhu sedang cenderung memiliki biomassa yang berlimpah, sehingga semua jenis tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Interaksi antara faktor-faktor pembentukan tanah akan menghasilkan tanah dengan sifat-sifat yang berbeda. Berdasarkan pada faktor pembentuk dan sifat tanah, beberapa ahli mengklasifikasikannya dengan klasifikasi yang berbeda-beda.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Jenis-jenis tanah itu adalah sebagai berikut: • Tanah Humus Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon. Humus biasanya dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah , berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman. Secara kimia humus didefinisikan sebagai suatu kompleks mengandung organik banyak makromolekuler kandungan fenol, yang asam karboksilat, dan alifatik hidroksida. Beberapa tumbuhan dapat hidup pada humus yang tebal seperti tumbuhan Neottia (anggrek) dan jamur yang merupakan tumbuhan sebagai indikator yang menunjukkan adanya humus di dalam tanah. • Tanah Organosol/ Tanah Gambut Tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk, oleh sebab itu kandungan bahan organiknya tinggi. Banyak terdapat di rawa Sumatra, rawa Kalimantan, dan rawa Papua. Tanah ini tidak cocok untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasamannya tinggi.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 27 Tanah Liat/ Lempung Lempung atau tanah liat mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh mendominasinya. jenis mineral Mineral lempung lempung yang digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon dan satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastis yang kuat, menyusut saat kering dan membesar saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau “pecah-pecah” bila kering. Imperata cylindrical (ilalang) merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh di tanah berlempung.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 28 Tanah Aluvial Tanah aluvial biasaya terdapat di sepanjang aliran sungai. Tanah aluvial berasal dari material halus yang diendapkan di aliran sungai dan merupakan jenis tanah yang masih muda karena belum mengalami perkembangan. • Tanah Berpasir Tanah yang kurang baik bagi pertanian. Terbentuk dari pelapukan batuan beku serta sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil. Tanah berpasir ini cirinya butiran pasirnya sangat banyak, mudah menyerap air namun sangat sulit ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan. Biasanya tanah berpasir ini dimanfaatkan sebagai campuran semen dalam pemasangan batu bata. Beberapa tumbuhan seperti: Casuarina equisetifolia (Cemara), Cilliganum polygonoides (tanaman semak), dan Panicum (tanaman rumput-rumputan) tumbuh di tanah pasir. • Tanah Vulkanik/ Regosol Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api. Tanah vulkanik ini sangat mudah menyerap air dan banyak mengandung unsur hara

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 sehingga sangat baik jika dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. • Tanah Latosol Jenis tanah ini biasanya terdapat pada daerah beriklim basah yang curah hujannya lebih dari 300mm/tahun dan berada di dataran tinggi yang berkisar antara 300-1.000 meter. Bahan utama pembentuk tanah jenis ini berasal dari bebatuan gunung berapi yang mengalami proses pelapukan. • Tanah Grumosol Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun. Polytrichum (lumut) merupakan tumbuhan sebagai indikator yang menunjukkan adanya tanah kapur. Sebagian besar tanah yang terdapat di hutan lereng gunung Andong adalah tanah berpasir dan berbatu dengan ciri-ciri memiliki komponen butiran pasirnya sangat banyak, mudah menyerap air namun sangat sulit ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan. Beberapa tumbuhan seperti: Casuarina equisetifolia (Cemara), Cilliganum polygonoides (tanaman semak), dan Panicum (tanaman rumput-rumputan) tumbuh di tanah pasir.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 2. Tegakan a. Pengertian Tegakan Tegakan merupakan suatu kelompok pohon-pohon atau suatu tumbuhan yang terdapat dalam suatu wilayah tertentu yang cukup seragam dalam susunan spesies dan susunan umurnya, sehingga dapat dibedakan dengan tumbuhan lain yang berada disekitarnya (Hidayat, 2013). b. Klasifikasi Tegakan Menurut Wiwinda (2011), suatu tumbuhan dapat diklasifikasikan ke dalam jenis tegakan (pohon) jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a) Tumbuhan tersebut harus vaskuler, artinya memiliki jaringan pengangkut seperti xilem dan floem. b) Tumbuhan tersebut harus perennial, artinya dapat hidup beberapa tahun. c) Tumbuhan tersebut harus mengalami penebalan sekunder, artinya tumbuhan tersebut memiliki batang yang dapat bertambah besar yang disebabkan karena adanya aktivitas xilem dan floem. 3. Dominasi Vegetasi a. Pengertian Dominasi Dominasi merupakan penguasaan dari satu jenis terhadap jenis lain (ruang, cahaya, dll), sehingga dominasi dapat dinyatakan dalam banyaknya individu (abudance) dan kerapatan (density) (Rianty, 2010).

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 b. Penentuan Dominasi Vegetasi Dominasi vegetasi ditentukan berdasarkan banyaknya jumlah individu dan nilai kerapatan masing-masing jenis. Kerapatan dapat diartikan sebagai banyaknya (abudance) yang merupakan jumlah individu dari satu jenis pohon dan tumbuhan lain yang besarnya dapat ditaksir atau dihitung. Secara kualitatif dibedakan menjadi jarang terdapat, kadangkadang terdapat, sering terdapat dan banyak sekali terdapat (Ishernat Soerianegara dan Andry indrawan, 1982 dalam Edwar, 2012). Jumlah individu yang dinyatakan dalam persatuan ruang disebut kerapatan (Odum, 1975, dalam Edwar, 2012) yang umumnya dinyatakan sebagai jumlah individu, atau biosmassa populasi persatuan areal atau volume, misal 200 pohon per Ha. Sebagai contoh, berikut ini merupakan pembagian kriteria kerapatan hutan mangrove berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 201 Tahun 2004. Kriteria baku tersebut dibagi menjadi banyak sekali terdapat (sangat padat) apabila terdapat > 1.500 pohon per hektar, kadang-kadang terdapat (sedang) apabila terdapat 1.000 - 1.500 pohon per hektar, jarang terdapat apabila terdapat < 1.000 pohon per hektar. Kerapatan suatu spesies menunjukkan jumlah individu spesies dengan satuan luas tertentu, maka nilai kerapatan merupakan gambaran mengenai jumlah spesies tersebut pada lokasi pengamatan. Kerapatan bukan hanya bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi juga bervariasi di dalam suatu kurun waktu. Perubahan-perubahan ini dapat disebabkan oleh empat faktor yang saling mempengaruhi. Kelahiran

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 (natality), imigrasi (imigration) akan meningkatkan kerapatan, sedangkan kematian (mortality) dan emigrasi (emigration) akan menurunkan kerapatan (Desmukh, 1997). 4. Zonasi Vegetasi a. Pengertian Zonasi Zonasi dalam ilmu vegetasi adalah pembentukan zona atau wilayah tumbuh berbagai jenis tumbuhan tertentu di suatu kawasan. Setiap daerah atau lokasi suatu kawasan memiliki pola zonasi yang berbeda-beda (Forester, 2012). b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Zonasi Vegetasi Terbentuknya zonasi merupakan hasil dari adanya dominasi vegetasi pada setiap ketinggian tempat yang kemudian jika dibandingkan antara tempat yang satu dengan yang lainnya akan terlihat adanya perbedaan dominasi vegetasi dan membentuk suatu pola zonasi. Seperti yang telah disebutkan, dominasi vegetasi dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti perbedaan ketinggian tempat yang dapat mempengaruhi kondisi iklim misalnya: suhu, kelembaban udara, dan curah hujan. Ketiga komponen tersebut sangat mempengaruhi keadaan vegetasi yang ada. Setiap jenis vegetasi akan mendominasi habitatnya apabila mendapatkan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Artinya tumbuhan yang dapat berdaptasilah yang mampu mendominasi. Masingmasing zona ketinggian tempat memiliki karakteristik yang berbeda-beda,

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 baik dari segi floristik maupun komposisi vegetasinya. Selain ketinggian tempat, munculnya zonasi vegetasi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya hasil kompetisi antar tumbuhan, morfologi tumbuhan, dan pola penyebaran masing-masing tumbuhan (Forester, 2012). Vegetasi merupakan salah satu komponen biotik yang menempati suatu habitat seperti hutan yang merupakan kumpulan komponen biotik sebagai keseluruhan komunitas tumbuhan. Struktur dan komposisi vegetasi suatu wilayah banyak dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi sehingga vegetasi yang tumbuh di wilayah tersebut merupakan pencerminan hasil interaksi antar komponen ekosistem. Kompetisi antar tumbuhan merupakan salah satu bentuk interaksi antar individu yang muncul akibat adanya kesamaan kebutuhan akan sumber daya yang terbatas, sehingga membatasi kemampuan bertahan hidup (survival), pertumbuhan, dan reproduksi tumbuhan penyaing. Oleh sebab itulah tumbuhan yang mampu beradaptasi akan dapat tumbuh mendominasi. Faktor fisiografi yang berkaitan dengan persebaran makhluk hidup terutama tumbuhan adalah mengenai ketinggian tempat dan bentuk wilayah. Adanya penurunan suhu dalam suatu wilayah karena akibat perbedaan ketinggian dapat mempengaruhi persebaran jenis tumbuhan, sebab tumbuhan juga memiliki keterbatasan daya adaptasi terhadap suhu lingkungan disekitarnya. Hal inilah yang menyebabkan munculnya perbedaan jenis tumbuhan antara tempat yang satu dengan yang lainnya.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Perbedaan komposisi vegetasi inilah yang pada akhirnya akan membentuk suatu pola zonasi vegetasi. 5. Hutan Lereng Gunung Andong a. Lokasi Gunung Andong Gunung Andong merupakan gunung dan terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan berada diperbatasan wilayah Salatiga, Semarang. Gunung Andong adalah salah satu gunung yang melingkari wilayah Magelang berdampingan dengan gunung Telomoyo. b. Karakteristik Hutan Lereng Gunung Andong Hutan lereng gunung Andong ini memiliki ketinggian ± 1736 mdpl dan secara internasional memiliki nama Mount Andong. Gunung berbentuk perisai ini sering dijadikan salah satu tujuan utama para pendaki gunung baik pendaki gunung dari wilayah Semarang dan Magelang maupun pendaki gunung dari luar daerah. Salah satu jalur pendakian yang sering digunakan adalah jalur pendakian Dusun Sawit. Gambar jalur pendakian dapat dilihat pada gambar 2.8. Jalur pendakian Dusun Sawit memiliki panjang jarak sebesar ± 1400 m. c. Penelitian yang Pernah Dilakukan Selain sebagai tempat tujuan utama pendakian gunung, gunung Andong juga telah menjadi tempat bagi para peneliti dalam upaya mengidentifikasi keberadaan keanekaragaman hayati yang terdapat di gunung Andong. Menurut hasil wawancara dengan pihak pengelola gunung Andong, terdapat berberapa penelitian yang telah dilakukan di

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI gunung Andong. Penelitian tersebut diantaranya dilakukan 35 oleh mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Semarang dengan penelitian berupa identifikasi jenis-jenis anggrek dan identifikasi jenis-jenis tanaman paku. Gambar 2.12 Jalur Pendakian Dusun Sawit Gunung Andong

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuatitatif dengan menerapkan metode penyajian data deskriptif. Metode penyajian data secara deskriptif adalah suatu bentuk metode penelitian yang menyajikan data dalam bentuk deskripsi atau memberi gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi komposisi dan dominasi vegetasi adalah observasi lapangan yang dilakukan dengan metode garis berpetak yang selanjutnya dilakukan analisis zonasi untuk melihat pola zonasi yang terbentuk di kawasan hutan lereng gunung Andong. B. Sampel dan Populasi Sampel merupakan bagian dari populasi yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini diambil di sepanjang jalur pendakian Desa Sawit. Populasi merupakan keseluruhan dari subyek penelitian. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan mencakup jenis-jenis vegetasi tegakan pada tingkatan semai, pancang, tiang dan pohon di kawasan hutan lereng gunung Andong Kabupaten Magelang. 36

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 C. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlangsung kurang lebih selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan Mei dan Juni 2014, yang berlokasi di kawasan hutan lereng Gunung Andong yang terletak di Grabag dan Tlogorjo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. D. Desain Penelitian Variabel yang diamati terdiri dari variabel utama dan variabel pendukung. Variabel utama terdiri atas: struktur tegakan (fase pertumbuhan), komposisi dari jenis penyusun tegakan dan dominasi jenis tegakan setiap ketinggian. Sedangkan variabel pendukung terdiri atas keadaan umum lokasi penelitian. E. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Pengumpulam data primer meliputi: nama ilmiah, diameter batang (acuan penggolongan tingkatan setiap jenis tegakan), jumlah setiap jenis tegakan dan kerapatan setiap jenis tegakan. Sedangkan data sekunder terdiri atas keadaan umum lokasi penelitian, meliputi : batas wilayah, jenis tanah, iklim dan sebagainya.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengambilan data pada penelitian ini antara lain sebagai berikut : 1. Pembuatan petak awal dengan ukuran 2 m x 2 m dimana petak ini di letakan secara sengaja (purposive) pada zona yang menurut peneliti mewakili seluruh jenis yang ada (luas ukuran petak awal tergantung pada peneliti, yang penting adalah konsistensinya petak selanjutnya dibuat berukuran dua kali luas petak awal. Setelah plot awal terbentuk, selanjutnya dilakukan identifikasi semua jenis yang ada mulai dari tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. 2. Selanjutnya dibuat petak dengan ukuran dua kali lebih besar dari ukuran petak awal. Kemudian dilakukan identifikasi jenis tegakan yang ada, kemudian dilakukan pembandingan jumlah spesies dengan petak pertama untuk mendapatkan jumlah penambahan spesies. 3. Pembuatan petak selanjutnya dilakukan hingga penambahan individu ≤ 10 % dengan tujuan agar sampel yang ambil menjadi stabil. Petak ketiga dibuat jika pada petak kedua terdapat penambahan spesies baru ≥10 %. Sebaliknya jika pada petak kedua terdapat penambahan spesies baru ≤10 %, maka tidak perlu dilakukan pembuatan petak ketiga.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Gambar 3.1 Penerapan Pembuatan Petak pada Setiap Zonasi 4. Selain dilakukan pendataan jenis vegetasi pada setiap petak pengamatan, perlu dilakukan dokumentasi untuk melihat perbedaan komposisi vegetasi jenis tegakan pada setiap ketinggian.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 F. Instrumen Penelitian Tabel 3.1 Jumlah dan Jenis-jenis Vegetasi Tegakan Setiap Petak Altitude : Koordinat : Petak : Nama Jumlah Jumlah No Lokal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon total

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel 3.2 Kerapatan Jenis Vegetasi Tegakan Setiap Petak Altitude : Koordinat : Petak : Nama Kerapatan No Jumlah Lokal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Ilmiah Kerapatan relatif

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.3 Data Jenis Vegetasi No Data Deskripsi A. Data Umum 1 No Koleksi 2 Nama Kolektor 3 Tanggal Koleksi B. Data Flora 1 Nama Ilmiah 2 Nama Lokal 3 Nama Perdagangan 4 Lokasi 5 Habitat Altitude : 42

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 G. Cara Analisis Data Data – data tersebut selanjutnya akan diolah atau dianalisis secara tabulasi dan hasilnya disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Parameter kuantitatif yang digunakan untuk menghitung dominasi jenis tegakan untuk setiap zonasi adalah : 1. Jumlah setiap jenis tegakan 2. Kerapatan setiap jenis tegakan = 3. Kerapatan relatif = × 100 % Suatu jenis tegakan dikatakan mendominasi apabila dalam setiap satuan ruang (sampel yang diambil) memilki jumlah individu yang paling banyak dan memiliki persentase kerapatan relatif yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis tegakan yang lainnya. Deskripsi pola zonasi vegetasi setiap ketinggian dilakukan dengan menganalisis setiap zonasi dimana berdasarkan hasil analisa akan ditentukan menjadi beberapa zona. Seperti zona 1, 2, dan seterusnya dengan memberikan deskripsi pada masing-masing zona serta memberikan pembatasan wilayah berdasarkan dominasi komposisi jenis tegakan pada setiap ketinggian yang telah diukur.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini secara umum akan memaparkan mengenai komposisi dan dominasi vegetasi jenis tegakan serta mendeskripsikan pola zonasi vegetasi jenis tegakan berdasarkan ketinggian tempat yang terdapat di hutan lereng Gunung Andong Kabupaten Magelang. A. Komposisi Vegetasi Jenis Tegakan Di Hutan Lereng Gunung Andong Tegakan merupakan suatu kelompok pohon-pohon atau suatu tumbuhan yang terdapat dalam suatu wilayah tertentu yang cukup seragam dalam susunan spesies dan susunan umurnya, sehingga dapat dibedakan dengan tumbuhan lain yang berada disekitarnya (Hidayat, 2013). Peneliti telah melakukan penelitian yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2014. Pada bulan pertama peneliti melakukan observasi untuk menentukan tempat pengambilan sampel yang dapat mewakili keberadaan jenis tegakan yang terdapat di Gunung Andong. Penentuan plot pengamatan dilakukan dengan melihat perubahan struktur vegetasi tegakan pada masingmasing ketinggian tempat. Dalam hal ini peneliti menggunakan alat pengukur ketinggian tempat yaitu altimeter yang digunakan untuk mengidentifikasi ketinggian tempat dari plot yang ingin diamati keberadaan vegetasinya. 44

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Berdasarkan hasil observasi, peneliti menentukan bahwa pengambilan sampel dibagi menjadi 10 plot dengan masing-masing plot memiliki perbedaan ketinggian sebesar 40 mdpl. Jarak pada masing-masing plot ditentukan berdasarkan hasil observasi dengan melihat perubahan struktur vegetasi pada masing-masing tempat. Sehingga dihasilkan suatu jarak ketinggian yang dianggap ideal yaitu masing-masing plot memiliki perbedaan ketinggian sebesar 40 mdpl. Namun terdapat pengecualian, jarak ketinggian antara plot 1dan 2 serta plot 2 dan 3 tidak mencapai 40 mdpl. Dari plot 1 sampai plot 2 hanya memiliki perbedaan ketinggian sebesar 25 mdpl dan dari plot 2 sampai plot 3 hanya memiliki perbedaan ketinggian sebesar 15 mdpl. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan berdasarkan hasil observasi dengan melihat perubahan struktur vegetasi yang ada, peneliti melihat bahwa pada plot 1, 2, dan 3 walaupun hanya berjarak 25 mdpl dan 15 mdpl namun sudah terjadi perbuhaan struktur vegetasi. Selain itu, penentuan plot-plot pada jalur rintis/pendakian tidak sepenuhnya dilakukan secara beraturan kanan dan kiri. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan pada beberapa titik tempat pengamatan ditemukan tempat yang memang sulit dijangkau dan hanya memungkinan dapat menentukan plot pada satu tempat saja.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berikut ini adalah hasil jenis tegakan yang ditemukan dalam setiap plot : Tabel 4.1 Jenis Tegakan Tiap Plot Jenis yang Ditemukan Plot keNama Lokal Nama Ilmiah Puspa Schima wallichii Cemara Gunung Casuarina junghuhniana Petai cina Leucaena leucocephala (Lam) de Wit Kopi Coffea robusta Puspa Schima wallichii Manis jangan Cinnamomum verum Sogo/akasia Acacia occurred Cemara Casuarina junghuhniana Petai cina Leucaena leucocephala (Lam) de Wit Kaliandra Calliandra calothyrsus Kaliandra Calliandra calothyrsus Waru Hibiscus tiliaceus Puspa Schima wallichii Manis jangan Cinnamomum verum Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr Albasia Albazia falcataria Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr Sogo/akasia Acacia occurred 7 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr 8 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr Puspa Schima wallichii 1 2 3 4 5 6 9 46

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Pinus Merkusi 47 Pinus merkusii Jungh & De Vr Dari 10 plot yang diidentifikasi, peneliti telah berhasil memperoleh data sebanyak 10 jenis tegakan dan telah berhasil diidentifikasi sampai pada tingkat spesies. Selain itu di sepanjang lajur pendakian peneliti juga menemukan 2 jenis tegakan namun tegakan tersebut tidak ditemukan di dalam plot yang telah ditentukan. Data 12 jenis tegakan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2. Semua jenis tegakan yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi hingga pada tingkat spesies. Dari semua jenis tegakan yang terdata, terdapat 11 jenis tegakan yang tergolong ke dalam divisio dan kelas yang sama yaitu, divisio Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) dan kelas Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil). Jenis tegakan yang tergolong dalam divisio Magnoliophyta dan kelas Magnoliopsida diantaranya adalah Schima wallichii, Cinnamomum verum, Albazia falcataria, Calliandra calothyrsus, Casuarina junghuhniana, Acacia occured, Leucaena leucocephala (Lam) de Wit, Coffea robusta, Hibiscus tiliaceus, Artocarpus heterophyllus, dan Persea americana P.Mill. Sedangkan sisanya, 1 jenis tegakan yaitu Pinus merkusii Jungh & De Vr tergolong ke dalam divisio Coniferophyta (pembawa kerucut) dan kelas Pinopsida.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Dilihat pada tingkat ordo dan famili, jenis tegakan yang terdata cukup beragam. Terdapat 4 jenis tegakan yang tergolong ke dalam ordo Fabales dan famili Fabaceae (polong-polongan), 2 jenis tegakan yang tergolong dalam ordo Laurales dan famili Lauraceae, serta 6 jenis tegakan lainnnya yang masing-masing tergolong dalam ordo dan famili yang berbeda-beda. 4 jenis tegakan yang tergolong ke dalam ordo Fabales dan famili Fabaceae yaitu, Albazia falcataria, Calliandra calothyrsus, Acacia occured, dan Leucaena leucocephala (Lam) de Wit. 2 jenis tegakan yang tergolong ordo Laurales dan famili Lauraceae adalah Cinnamomum verum dan Persea americana P.Mill. Sedangkan 6 jenis tegakan yang masing-masing tergolong dalam ordo dan famili yang berbeda-beda diantaranya, Schima wallichii yang tergolong dalam ordo Ericales dan famili Theaceae, Pinus merkusii Jungh & De Vr tergolong dalam ordo Pinales dan family Pinaceae, Casuarina junghuhniana tergolong dalam ordo Casuarinales dan famili Casuarinaceae, Coffea robusta tergolong dalam ordo Gentianaceae dan famili Rubiaceae, Hibiscus tiliaceus tergolong dalam ordo Malvales dan famili Malvaceae, serta Artocarpus heterophyllus tergolong dalam ordo Urticales dan famili Moraceae.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Komposisi Vegetasi Jenis Tegakan Di Hutan Lereng Gunung Andong Nama Tanaman Plot No Lokal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Puspa √ √ √ - - - - - √ - 2 Pinus Merkusi - - - √ √ √ √ √ √ √ 3 Manis Jangan - √ √ - - - - - - - 4 Albasia/Sengon - - - √ - - - - - - 5 Petir/Kaliandra - √ √ - - - - - - - 6 Cemara √ √ - - - - - - - - 7 Akasia/Sogo - √ - - - √ - - - - 8 Petai Cina √ √ - - - - - - - - 9 Kopi √ - - - - - - - - - 10 Waru - - √ - - - - - - - Selain dari 10 jenis tegakan di atas, peneliti juga menemukan 2 jenis tegakan yang tidak ditemukan di dalam plot. Jenis tegakan tersebut diantaranya adalah Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan alpukat (Persea americana P.Mill) 49

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Berikut ini ada adalah taksonomi dari 12 vegetasi jenis tegaka kan yang berhasil diidentifikasi mulaii dari tingkat kingdom atau regnum sampa pai pada tingkat spesies: 1. Puspa Nama Lokal : Puspa Kingdom : Plantaee Divisio noliophyta : Magnoli Kelas noliopsida : Magnoli Ordo les : Ericales Famili eae : Theacea Genus : Schimaa Spesies wallichii : Schimaa w Nama Lokal : Pinus Kingdom : Plantaee Divisio erophyta : Coniferophy Kelas psida : Pinopsida Ordo : Pinaless Famili eae : Pinaceae Genus : Pinus Spesies merkusi Jungh & : Pinus me 2. Pinus nus Merkusi De Vr

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 3. Manis Jang angan Nama Lokal : Mani anis Jangan Kingdom : Plant lantae Divisio : Mag agnoliophyta Kelas : Mag agnoliopsida Ordo : Lau aurales Famili : Lau auraceae Genus : Cinn innamomum Spesies : Cinnam innamomum verum 4. Sengon/Al on/Albasia Nama Lokal : Sengon/ ngon/Albasia Kingdom : Planta ntae Divisio : Magnol gnoliophyta Kelas : Magnol gnoliopsida Ordo : Fabale bales Famili : Fabace baceae Genus : Albazi bazia Spesies : Albazi bazia falcataria

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 5. Petir Nama Lokal : Petir tir Kingdom : Plant antae Divisio agnoliophyta : Magnol Kelas agnoliopsida : Magnol Ordo bales : Faba Famili baceae : Faba Genus alliandra : Calli Spesies alliandra calothyrsus : Calli Nama Lokal : Cem emara Kingdom : Plant antae Divisio : Magnol agnoliophyta Kelas : Magnol agnoliopsida Ordo : Casu asuarinales Famili : Casu asuarinaceae Genus : Casu asuarina Spesies : Casua asuarina 6. Cemara Gunun Gunung junghu unghuhniana

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 7. Akasia/Sog Sogo Nama Lokal : Akasia sia/sogo Kingdom : Plantae ntae Divisio : Magnol noliophyta Kelas : Magnol noliopsida Ordo : Fabales bales Famili : Fabace baceae Genus : Acacia cia Spesies : Acacia acia ooccured Nama Lokal : Petaii ccina Kingdom : Plantae ntae Divisio :Magnol noliophyta Kelas noliopsida : Magnol Ordo bales : Fabales Famili baceae : Fabace Genus ucaena : Leucae Spesies ucaena leucocephala : Leucae 8. Petai Cina na (Lam)) de Wit

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Kopi Nama Lokal : Kopi Kingdom : Pla Plantae Divisio : Ma Magnoliophyta Kelas : Ma Magnoliopsida Ordo : Ge Gentianacea Famili Rubiaceae : Rubi Genus Coffea : Cof Spesies Coffea robusta : Cof 10. Waru Nama Lokal : War aru Kingdom : Plant lantae Divisio : Mag agnoliophyta Kelas agnoliopsida : Mag Ordo alvales : Mal Famili alvaceae : Mal Genus ibiscus : Hib Spesies ibiscus tiliaceus : Hib 54

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 11. Nangka Nama Lokal : Na Nangka Kingdom : Pla Plantae Divisio :Ma Magnoliophyta Kelas : Ma Magnoliopsida Ordo : Ur Urticales Famili : Mo Moraceae Genus : Ar Artocarpus Spesies : Ar Artocarpus het heterophyllus 12. Alpukat Nama Lokal : Alpuk lpukat Kingdom : Plant lantae Divisio : Maagnoliophyta Kelas : Maagnoliopsida Ordo : Lau aurales Famili : Lau auraceae Genus : Per ersea Spesies : Per ersea americana P.M .Mill

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 B. Dominasi Vegetasi Jenis Tegakan Setiap Ketinggian Tempat Di Hutan Lereng Gunung Andong Data mengenai dominasi vegetasi jenis tegakan pada setiap ketinggian diperoleh dengan cara menghitung jumlah masing-masing jenis tegakan pada sampel yang diambil di setiap ketinggian tempat yang sebelumnya telah ditentukan berdasarkan hasil observasi. Setelah melakukan observasi dengan melihat keadaan vegetasi secara keseluruhan, peneliti menentukan panjang interval ketinggian tempat antar plot satu dengan yang lainnya adalah sebesar 40 mdpl. Selain itu dari hasil observasi, peneliti juga memutuskan untuk menghentikan pengambilan sampel pada ketinggian 1668 mdpl, dikarenakan batas vegetasi tegakan terletak pada titik ketinggian 1668 mdpl. Sehingga pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan pada range ketinggian 1342 mdpl – 1668 mdpl. Dominasi merupakan penguasaan dari satu jenis terhadap jenis lain, jadi analisa dominasi vegetasi dapat dilakukan dengan cara menghitung jumlah dan kerapatan masing-masing jenis vegetasi tegakan pada setiap plot. Suatu jenis tegakan dikatakan mendominasi apabila memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis tegakan lainnya. Selain itu jika dilihat dari nilai kerapatan dan presentase kerapatan relatifnya, suatu jenis tegakan dikatakan mendominasi apabila memiliki nilai kerapatan dan persentase relatif yang lebih besar jika dibandingkan dengan nilai kerapatan dan persentase kerapatan relatif jenis tegakan lainnya. Hasil penghitungan jumlah, nilai kerapatan, dan persentase kerapatan relatif tiap jenis tegakan tiap plot dapat dilihat pada tabel 4.3 – 4.12.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.3 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 1 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1342 mdpl Nama Lokal Puspa Cemara Petai cina Ilmiah Schima wallichii Casuarina junghuhniana Leucaena leucocephala (Lam) de Wit Jumlah Jumlah Kerapatan 3 7 2 12 0.75 1.75 0.5 3 Kerapatan Relatif 25% 58.33% 16.67% 100% Puspa Cemara Petai cina 3 0.375 20% Schima wallichii 9 1.125 60.00% Casuarina junghuhniana 2 (4 m x 4 m) 2 0.25 13.33% Leucaena leucocephala (Lam) de Wit 1 0.125 6.67% Kopi Coffea robusta Jumlah 15 1.875 100% Penambahan jenis tegakan baru antar petak : Kopi (1) : 6.67% Penambahan jenis tegakan baru antar petak kurang dari 10 %, sehingga pengambilan sampel petak 3 tidak dilakukan. 57

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.4 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 2 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1367 mdpl Nama Lokal Puspa Manis jangan Sogo/akasia Cemara Puspa Manis jangan Sogo/akasia Cemara Petai cina Ilmiah Schima wallichii Cinnamomum verum Acacia occured Casuarina junghuhniana Jumlah Jumlah Kerapatan 14 1 1 1 17 3.5 0.25 0.25 0.25 4.25 16 2 Schima wallichii 1 0.125 Cinnamomum verum 2 0.25 Acacia occured 1 0.125 Casuarina junghuhniana 2 (4 m x 4 m) Leucaena leucocephala (Lam) de 1 0.125 Wit Kaliandra 2 0.25 Calliandra calothyrsus 23 2.875 Jumlah Penambahan jenis tegakan baru antar petak : Petai cina (1) : 4.35 % dan Kaliandra (2) : 8.7 % Penambahan jenis tegakan baru masing-masing jenis antar petak kurang dari 10 %, pengambilan sampel petak 3 tidak dilakukan. Kerapatan Relatif 82.35% 5.88% 5.88% 5.88% 100% 69.56% 4.35% 8.70% 4.35% 4.35% 8.70% 100.01% sehingga 58

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.5 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 3 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1382 mdpl Nama Lokal Kaliandra Waru Puspa Manis jangan Kaliandra Waru Puspa Manis jangan Ilmiah Calliandra calothyrsus Hibiscus tiliaceus Schima wallichii Cinnamomum verum Jumlah Jumlah Kerapatan 35 1 1 1 38 8.75 0.25 0.25 0.25 9.5 106 Calliandra calothyrsus 1 Hibiscus tiliaceus 2 (4 m x 4 m) 5 Schima wallichii 1 Cinnamomum verum 113 Jumlah Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak, sehingga pengambilan dilakukan. Kerapatan Relatif 92.11% 2.63% 2.63% 2.63% 100% 13.25 93.81% 0.125 0.88% 0.625 4.42% 0.125 0.88% 14.125 100% sampel petak 3 tidak 59

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.6 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 4 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 2 (4 m x 4 m) Nama Lokal Pinus Merkusi Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Pinus Merkusi Albasia Pinus merkusii Jungh & De Vr Albazia falcataria Jumlah Jumlah Kerapatan 3 3 0.75 0.75 Kerapatan Relatif 100.00% 100.00% 4 1 5 0.5 0.125 0.625 80.00% 20.00% 100.00% 1422 mdpl Penambahan jenis tegakan baru antar petak : Albasia (1) : 20 % Penambahan jenis tegakan baru antar petak lebih dari 10 %, perlu dilakukan pengambilan sampel di petak 3 Pinus Merkusi Albasia 5 0.3125 83.33% Pinus merkusii Jungh & De Vr 1 0.0625 16.67% Albazia falcataria 6 0.375 100.00% Jumlah Tidak ada pembahan jenis tegakan baru antar petak, sehingga pengambilan sampel petak 4 tidak dilakukan. 3 (8 m x 8 m) 60

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.7 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 5 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1462 mdpl Nama Lokal Ilmiah Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah Kerapatan 3 3 0.75 0.75 Kerapatan Relatif 100.00% 100.00% Pinus Merkusi 4 0.5 100.00% Pinus merkusii Jungh & De Vr 4 0.5 100.00% Jumlah Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak , sehingga pengambilan sampel petak 3 tidak dilakukan. 2 (4 m x 4 m) 61

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.8 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 6 Altitude Petak Nama 1 (2 m x 2 m) Lokal Pinus Merkusi Sogo/akasia Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Acacia occured Jumlah 2 (4 m x 4 m) Pinus Merkusi Sogo/akasia Pinus merkusii Jungh & De Vr Acacia occured Jumlah Kerapatan Kerapatan Relatif 1 1 2 0.25 0.25 0.5 50.00% 50.00% 100.00% 2 1 3 0.25 0.125 0.375 66.67% 33.33% 100.00% Jumlah 1502 mdpl Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak. 3 Pinus merkusii Jungh & De Vr 0.1875 75.00% 1 Acacia occured 0.0625 25.00% 4 Jumlah 0.25 100.00% Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar , sehingga pengambilan sampel petak 4 tidak dilakukan. 3 (8 m x 8 m) Pinus Merkusi Sogo/akasia 62

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.9 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 7 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1542 mdpl Nama Lokal Pinus Merkusi Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah Kerapatan 2 2 0.5 0.5 Kerapatan Relatif 100.00% 100.00% Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr 3 0.375 100.00% 3 0.375 100.00% Jumlah Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak, sehingga pengambilan sampel petak 3 tidak dilakukan. 2 (4 m x 4 m) Tabel 4.10 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 8 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1582 mdpl Nama Lokal Pinus Merkusi Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah Kerapatan 3 3 0.75 0.75 Kerapatan Relatif 100.00% 100.00% Pinus Merkusi 4 0.5 100.00% Pinus merkusii Jungh & De Vr 4 0.5 100.00% Jumlah Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak , sehingga pengambilan sampel petak 3 tidak dilakukan. 2 ( 4 m x 4 m) 63

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.11 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 9 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 2 (4 m x 4 m) Nama Lokal Pinus Merkusi Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Pinus Merkusi Puspa Pinus merkusii Jungh & De Vr Schima wallichii Jumlah Jumlah Kerapatan 2 2 0.5 0.5 Kerapatan Relatif 100.00% 100.00% 3 1 4 0.375 0.125 0.5 75.00% 25.00% 100.00% 1622 mdpl Penambahan jenis tegakan baru antar petak: Puspa (1) : 25 % Penambahan jenis tegakan baru lebih dari 10 %, perlu dilakukan pengambilan sampel di petak 3 5 Pinus merkusii Jungh & De Vr 0.3125 83.33% 1 Schima wallichii 0.0625 16.67% 6 Jumlah 0.375 100.00% Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak , sehingga pengambilan sampel petak 4 tidak dilakukan. 3 (8 m x 8 m) Pinus Merkusi Puspa 64

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.12 Jumlah, Nilai kerapatan, dan Persentase Kerapatan Relatif Tiap Jenis Tegakan Plot 10 Altitude Petak 1 (2 m x 2 m) 1668 mdpl Nama Lokal Pinus Merkusi Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah 3 3 Kerapatan Kerapatan Relatif 0.75 0.75 100.00% 100.00% 4 Pinus merkusii Jungh & De Vr 0.5 100.00% 4 Jumlah 0.5 100.00% Tidak ada penambahan jenis tegakan baru antar petak , sehingga pengambilan sampel petak 3 tidak dilakukan. 2 (4 m x 4 m) Pinus Merkusi 65

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Berdasarkan hasil penghitungan jumlah, nilai kerapatan, dan persentase kerapatan relatif tiap jenis tegakan dalam masing-masing plot, diperoleh data bahwa kerapatan relatif setiap vegetasi dalam setiap plot berbeda-beda. Terlihat dari data yang telah dihitung bahwa : 1. Pada plot pertama urutan kerapatan vegetasi mulai dari tertinggi sampai terendah adalah Casuarina junghuhniana sebesar 60%, Schima wallichii sebesar 20%, Leucaena leucocephala (Lam) de Wit sebesar 13.33%, dan Coffea robusta sebesar 6.67%. 2. Pada plot kedua urutan kerapatan vegetasi mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Schima wallichii sebesar 69.56%, kemudian diikuti Calliandra calothyrsus dan Acacia occured dengan nilai kerapatan yang sama yaitu sebesar 8.70%, dan selanjutnya diikuti Leucaena leucocephala (Lam) de Wit, Casuarina junghuhniana, serta Cinnamomum verum dengan nilai kerapatan yang sama yaitu sebesar 4.35%. 3. Pada plot ketiga urutan kerapatan vegetasi mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Calliandra calothyrsus sebesar 93.81%, Schima wallichii sebesar 4.42%, dan yang terakhir Hibiscus tiliaceus dan Cinnamomum verum dengan nilai kerapatan yang sama yaitu sebesar 0.88%. 4. Pada plot keempat urutan kerapatan vegetasi mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Pinus merkusi Jungh & De Vr sebesar 83.33% dan yang terakhir Albazia falcataria sebesar 16.67%.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 5. Pada plot kelima hanya ditemukan satu jenis tegakan yaitu Pinus merkusi Jungh & De Vr sehingga memiliki nilai kerapatan vegetasi sebesar 100%. 6. Pada plot keenam urutan kerapatan vegetasi mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Pinus merkusi Jungh & De Vr sebesar 75% dan kemudian yang terakhir Acacia occured dengan nilai kerapatan vegetasi sebesar 25%. 7. Pada plot ketujuh hanya ditemukan satu jenis tegakan yaitu Pinus merkusi Jungh & De Vr sehingga memiliki nilai kerapatan vegetasi sebesar 100%. 8. Pada plot kedelapan hanya ditemukan satu jenis tegakan yaitu Pinus merkusi Jungh & De Vr sehingga memiliki nilai kerapatan vegetasi sebesar 100%. 9. Pada plot kesembilan urutan kerapatan vegetasi mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah adalah Pinus merkusi Jungh & De Vr sebesar 83.33% dan yang terakhir Schima wallichii sebesar 16.67%. 10. Pada plot kesepuluh hanya ditemukan satu jenis tegakan yaitu Pinus merkusi Jungh & De Vr, sehingga memiliki nilai kerapan vegetasi sebesar 100%.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Selanjutnya berdasarkan hasil penghitungan, peneliti memperoleh data mengenai dominasi jenis tegakan pada setiap ketinggian tempat yang dilihat dari jumlah dan persentase kerapatan relatifnya, seperti pada tabel 4.13 : Tabel 4.13 Data Dominasi Jenis Tegakan Tiap Petak Dalam Setiap Ketinggian Dilihat dari Jumlah dan Persentase Kerapatan Relatifnya Plot ke1 2 3 Altitude Petak 1342 mdpl 1367 mdpl 1382 mdpl 1 2 1 2 1 2 1 2 3 1 2 4 1422 mdpl 5 1462 mdpl 6 1502 mdpl 7 8 1542 mdpl 1582 mdpl 9 1622 mdpl 10 1668 mdpl 1 2 3 1 2 1 2 1 2 3 1 2 Jenis Tegakan yang Mendominasi Cemara Gunung Cemara Gunung Puspa Puspa Kaliandra Kaliandra Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi dan Sogo/Akasia Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Pinus Merkusi Jumlah Kerapatan 7 9 14 16 35 106 3 4 5 3 4 1.75 1.125 3.5 2 8.75 13.25 0.75 0.5 0.3125 0.75 0.5 Kerapatan Relatif 58.33% 60.00% 82.35% 69.56% 92.11% 93.81% 100.00% 80.00% 83.33% 100.00% 100.00% 1 0.25 50.00% 2 3 2 3 3 4 2 3 5 3 4 0.25 0.1875 0.5 0.375 0.75 0.5 0.5 0.375 0.3125 0.75 0.5 66.67% 75.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 75.00% 83.33% 100.00% 100.00%

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 4.14 Data Dominasi Jenis Tegakan Dalam Setiap Ketinggian Berdasarkan Jumlah dan Nilai Presentase Kerapatan Relatifnya No. Altitude Jenis Tegakan Yang Mendominasi 1 1342 mdpl Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana) 2 1367 mdpl Puspa (Schima wallichii) 3 1382 mdpl Kaliandra (Calliandra calothyrsus) 4 1422 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) 5 1462 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) 6 1502 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) 7 1542 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) 8 1582 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) 9 1622 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) 10 1668 mdpl Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) Terbentuknya dominasi vegetasi dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan yang kemudian akan mempengaruhi pola penyebaran tiap jenis vegetasi dan selanjutnya secara dominan akan menguasai masing-masing habitat zonasinya. Setiap jenis vegetasi dapat mendominasi lingkungan habitatnya apabila lingkungan tempat hidupnya sesuai dengan lingkungan hidup yang dibutuhkan. Dengan kata lain, setiap jenis vegetasi membutuhkan iklim yang cocok agar mampu tumbuh dan berkembang biak dengan baik.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Jika dilihat dari data yang diperoleh, pada setiap ketinggian hutan lereng gunung Andong memiliki komposisi dominasi vegetasi yang berbeda-beda. Pada ketinggian 1342 mdpl didominasi oleh tumbuhan Cemara, ketinggian 1367 mdpl didominasi oleh tumbuhan Puspa, ketinggian 1382 mdpl didominasi oleh tumbuhan Petir/Kaliandra, dan pada ketinggian 1422 mdpl - 1668 mdpl didominasi oleh tumbuhan Pinus Merkusi. Selain itu, jika dilihat berdasarkan tingkat pertumbuhannya, vegetasi tegakan dapat dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu : tegakan tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Dasar teori tersebutlah yang kemudian menjadi alasan peneliti untuk melakukan analisis lebih lanjut terhadap data dominasi vegetasi tegakan yang telah diperoleh sebelumnya. Tujuannya adalah agar data dominasi vegetasi tegakan yang diperoleh tidak hanya terhenti pada jenisnya saja, melainkan dapat juga mengetahui pada tingkat pertumbuhan yang mana jenis vegetasi tegakan tersebut mendominasi. Berikut ini adalah hasil analisis data mengenai dominasi pertumbuhannya : vegetasi tegakan jika dilihat berdasarkan tingkat

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.15 Data Dominasi Vegetasi Tegakan Dalam Setiap Ketinggian Berdasarkan Tingkat Pertumbuhannya Tingkat Pertumbuhan Vegetasi No. Altitude Jenis Tegakan Yang Mendominasi Tegakan Jumlah Jumlah Semai Pancang Tiang Pohon Keseluruhan Tumbuhan dalam Plot 1 1342 mdpl Casuarina junghuhniana 7 1 - 1 9 15 2 1367 mdpl Schima wallichii 10 5 - 1 16 23 3 1382 mdpl Calliandra calothyrsus 92 14 - - 106 113 4 1422 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 2 3 - 5 6 5 1462 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 3 - 1 4 4 6 1502 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 1 2 - 3 4 7 1542 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - - 3 - 3 3 8 1582 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 3 1 - 4 4 9 1622 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 5 - - 5 6 10 1668 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr 3 1 - - 4 4 71

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.16 Persentase Dominasi Vegetasi Tegakan Dalam Setiap Ketinggian Berdasarkan Tingkat Pertumbuhannya Jenis Tegakan Yang No. Tingkat Pertumbuhan Vegetasi Tegakan Altitude Jumlah Mendominasi Semai Pancang Tiang Pohon 1 1342 mdpl Casuarina junghuhniana 46.67% 6.67% - 6.67% 60% 2 1367 mdpl Schima wallichii 43.49% 21.74% - 4.35% 69.57% 3 1382 mdpl Calliandra calothyrsus 81.42% 12.39% - - 93.81% 4 1422 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 33.33% 50% - 83.33% 5 1462 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 75% - 25% 100% 6 1502 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 25% 50% - 75% 7 1542 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - - 100% - 100% 8 1582 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 75% 25% - 100% 9 1622 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr - 83.33% - - 83.33% 10 1668 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr 75% 25% - - 100% 72

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.17 Data Dominasi Vegetasi Tegakan dan Tingkat Pertumbuhannya No. Jenis Tegakan Yang Tingkat Pertumbuhan Vegetasi Mendominasi Tegakan Altitude Persentase 1 1342 mdpl Casuarina junghuhniana Semai 46.67% 2 1367 mdpl Schima wallichii Semai 43.49% 3 1382 mdpl Calliandra calothyrsus Semai 81.42% 4 1422 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Tiang 50 % 5 1462 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Pancang 75 % 6 1502 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Tiang 50% 7 1542 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Tiang 100% 8 1582 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Pancang 75% 9 1622 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Pancang 83.33% 10 1668 mdpl Pinus merkusii Jungh & De Vr Semai 75 % 73

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh data sebagai berikut : 1. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 1, sebanyak 60% didominasi oleh tumbuhan Casuarina junghuhniana : 46.67% tingkat semai, 6.67% tingkat pancang, dan 6.67% tingkat pohon. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 1 didominasi oleh tumbuhan Casuarina junghuhniana pada tingkat pertumbuhan semai. 2. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 2, sebanyak 69.57% didominasi oleh tumbuhan Schima wallichii : 43.49% tingkat semai, 21.74% tingkat pancang, dan 4.35% tingkat pohon. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 2 didominasi oleh tumbuhan Schima wallichii pada tingkat pertumbuhan semai. 3. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 3, sebanyak 93.81% didominasi oleh tumbuhan Calliandra calothyrsus : 81.42% tingkat semai dan 12.39% tingkat pancang. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 3 didominasi oleh tumbuhan Calliandra calothyrsus pada tingkat pertumbuhan semai. 4. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 4, sebanyak 83.33% didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr : 33.33% tingkat pancang dan 50% tingkat tiang. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 4 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan tiang.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 5. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 5, sebanyak 100% didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr : 75% tingkat pancang dan 25% tingkat pohon. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 5 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan pancang. 6. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 6, sebanyak 75% didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr : 25% tingkat pancang dan 50% tingkat tiang. dapat disimpulkan bahwa pada plot 6 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan tiang. 7. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 7, sebanyak 100% didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr dan seluruhnya pada tingkat pertimbuhan tiang. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 7 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan tiang. 8. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 8, sebanyak 100% didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr : 75% tingkat pancang dan 25% tingkat tiang. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 8 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan pancang. 9. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 9, sebanyak 83.33% didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr Pinus merkusi Jungh & De Vr dan keseluruhan dari 83.33% tersebut adalah tingkat

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 pancang. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 9 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan pancang. 10. Dari keseluruhan jumlah tegakan yang terdapat di plot 10, sebanyak 100 % didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr : 75% tingkat semai dan 25% tingkat pancang. Dapat disimpulkan bahwa pada plot 10 didominasi oleh tumbuhan Pinus merkusi Jungh & De Vr pada tingkat pertumbuhan semai. Jika dilihat secara keseluruhan, masing-masing plot memiliki perbedaan komponen penyusun dominasi vegetasi. Baik dilihat dari komposisi jenis tumbuhannya maupun tingkat pertumbuhan vegetasi yang mendominasi. Keseluruhan perbedaan yang muncul diakibatkan karena adanya perbedaan ketinggian tempat dan iklim pada masing-masing plot. Masing-masing plot memilki karakteristik iklim yang khas bagi tumbuhan tertentu. Hal inilah yang menyebabkan adanya variasi dominasi vegetasi pada masing-masing plot. Selanjutnya peneliti melakukan proses identifikasi untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan komposisi dominasi vegetasi pada setiap ketinggian dengan cara mengukur iklim pada setiap plot dan melihat karakteristik masing-masing tumbuhan. Berikut ini adalah data hasil pengukuran iklim pada setiap plot :

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel 4.18 Data Hasil Pengukuran Iklim Tiap Plot No pH Suhu Suhu Kelembaban Kadar Tanah Tanah Udara Udara Air Altitude . 1 1342 mdpl 7 22 28 45 % 1.1 2 1367 mdpl 7 21 24 60 % 1.6 3 1382 mdpl 7 21 25 61 % 1.8 4 1422 mdpl 7 23 27 62 % 2 5 1462 mdpl 7 23 31 44 % 1.9 6 1502 mdpl 7 23 26 54 % 1.1 7 1542 mdpl 7 21 27 52 % 2 8 1582 mdpl 7 20 29 61 % 1.5 9 1622 mdpl 7 25 23 72 % 1.2 10 1668 mdpl 7 24 23 72 % 1.5 Kondisi tanah secara umum adalah berpasir dan berbatu Pengambilan data iklim pada masing-masing plot dilakukan pada hari yang sama namun dalam waktu atau jam yang berbeda, hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya sedikit kerancuan pada pengukuran data suhu udara pada masing-masing ketinggian tempat. Data yang seharusnya yang didapat ialah semakin tinggi suatu tempat maka akan semakin rendah suhu udaranya.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data mengenai iklim pada masing-masing plot. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa masing-masing plot memiliki karakteristik iklim yang berbeda-beda. Selanjutnya data tersebut akan dibandingkan dengan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing tumbuhan. Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana) merupakan salah satu spesies perintis dari lahan gundul seperti lereng berbatu. Ciri-ciri cemara gunung diantaranya adalah dapat tumbuh dengan cepat dengan tinggi antara 15 m – 25 m, memiliki diameter batang yang dapat mencapai 65 cm, mampu tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti, tanah vulkanik, tanah berpasir, dan juga dapat tumbuh pada rentan pH pada skala 2.8–8, dan suhu lingkungan berkisar antara 13 - 28 Selain itu, tumbuhan ini dapat tumbuh dengan alami di daerah lereng gunung yang memiliki ketinggian mulai dari 550 mdpl dampai 3100 mdpl. Setelah dilakukan pengukuran iklim pada plot 1 dan kemudian membandingkannya dengan krakteristik habitat yang dimiliki Cemara Gunung. Keadaan lingkungan pada plot 1 ini merupakan lingkungan dengan iklim yang ideal bagi Cemara Gunung. Hal inilah yang menyebabkan Cemara Gunung mampu tumbuh dan mendominasi pada plot 1. Puspa (Schima wallichiii) merupakan tumbuhan dengan ukuran sedang sampai besar. Ciri-ciri tumbuhan puspa diantaranya adalah tinggi pohonnya mencapai 40 m, diameter batang mencapai 80 cm, dapat tumbuh pada lingkungan yang memiliki suhu mencapai 37 , dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, iklim, dan habitat. Tumbuhan puspa cenderung tidak memilih-milih kondisi

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 tekstur dan kesuburan tanah. Meskipun pada umumnya lebih menyukai daerah dengan kondisi tanah berdrainase baik. Selain itu, puspa juga dapat tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian mencapai 3900 mdpl. Keadaan lingkungan pada plot 2 juga merupakan lingkungan dengan iklim yang ideal bagi tumbuhan Puspa. Hal inilah yang menyebabkan Puspa mampu tumbuh dan mendominasi pada plot 2. Petir/Kaliandra (Calliandra calothyrsus) merupakan tumbuhan leguminosa berupa pohon kecil yang termasuk keluarga Leguminosae. Ciri-ciri tumbuhan Kaliandra adalah memiliki tinggi mencapai 12 m dengan diameter batang mencapai 20 cm. tumbuhan Kaliandra dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian mencapai 1700 mdpl, akan tetapi dapat tumbuh dengan subur pada daerah dengan ketinggian 250 mdpl sampai 800 mdpl. Tumbuhan ini memerlukan lingkungan bertemperature 22 - 28 , dapat tumbuh dengan toleransi temperature lingkungan maksimal mencapai 30 22 , dan minimum antara 18 - . Tumbuhan Kaliandra dapat tumbuh dengan cepat dan rapat pada lahan terbuka dan miskin unsur hara, dan sering dijadikan sebagai pesaing tumbuhan gulma. Meskipun pada plot 3 merupakan daerah dengan ketinggian 1382 mdpl yang bukan merupakan ketinggian yang ideal bagi tumbuhan Kaliandra agar dapat tumbuh dengan subur, daerah dengan ketinggian 1382 mdpl masih menjadi toleransi bagi tumbuhan Kaliandra untuk dapat tetap tumbuh dengan baik. Selain itu jika dilihat dari faktor lain seperti suhu ligkungan, pH, dan kelembaban udara, keadaan iklim pada plot 3 merupakan lingkungan dengan iklim yang ideal bagi

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 tumbuhan Kaliandra, sehingga pada plot 3 ini tumbuhan kaliandra dapat tumbuh dan mendominasi. Pinus merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr) merupakan satu-satunya jenis pinus yang dapat tumbuh di Indonesia. Ciri-ciri tumbuhan Pinus merkusi adalah memiliki tinggi mencapai 40 m, dengan diameter batang mencapai 100 cm, dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, tanah berpasir, dan tanah berbatu. tumbuhan ini dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian 200 mdpl – 2000 mdpl, namun dapat tumbuh dengan optimal pada daerah dengan ketinggian 400 mdpl – 1500 mdpl. Sesuai dengan data yang diperoleh di gunung Andong, tumbuhan Pinus merkusi tumbuh dan mendominasi pada plot 4 – 5 dengan ketinggian 1422 mdpl – 1668 mdpl. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terjadinya perubahan dominasi vegetasi pada setiap ketinggian tempat di hutan lereng gunung Andong merupakan akibat dari adanya perbedaan iklim pada setiap ketinggian tempat. Selain itu jika dilihat secara keseluruhan, tumbuhan yang ada di sepanjang jalur pendakian dusun Sawit merupakan tumbuhan komersil. Hal inilah yang kemudian memunculkan anggapan bahwa kemungkinan besar jenis tumbuhan yang ada merupakan hasil dari tumbuhan yang telah ditanam sebelumnya. Munculnya perbedaan komposisi dominasi vegetasi pada masing-masing tempat dapat disebabkan karena adanya faktor seperti, penentuan jenis tumbuhan yang ingin ditanam kemungkinan telah disesuaikan karakteristik iklim pada masing-masing tempat. Sehingga pada akhirnya masing-masing tempat dengan karakteristik iklim yang berbeda akan memiliki komposisi vegetasi yang berbeda pula. Hal ini

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 semakin memperkuat bahwa terjadinya dominasi pada masing-masing tempat merupakan akibat dari adanya perbedaan iklim pada masing-masing tempat. Tumbuhan yang dapat beradaptasilah yang mampu mendominasi. C. Pola Zonasi Vegetasi Jenis Tegakan Berdasarkan Ketinggian Tempat yang Terdapat Di Hutan Lereng Gunung Andong Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Zonasi merupakan pembentukan zona atau wilayah tumbuh berbagai jenis tumbuhan tertentu di suatu kawasan yang dapat disebabkan karena adanya perbedaan iklim antara tempat yang satu dengan yang lainya seperti perbedaan suhu, kelembaban udara, curah hujan, dan intensitas cahaya. Pembentukan zona atau wilayah tumbuh dalam suatu kawasan dapat dideskripsikan dari munculnya perbedaan jenis vegetasi yang mondominasi dalam setiap wilayah. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data mengenai dominasi vegetasi tegakan dalam setiap ketinggian tempat. Data dominasi vegetasi jenis tegakan tersebut selanjutnya digunakan untuk melihat pola zonasi vegetasi yang terdapat di sepanjang jalur pendakian Dusun Sawit. Data mengenai zonasi vegetasi yang ada di sepanjang jalur pendakian Dusun Sawit dapat dilihat pada tabel 4.19.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Tabel 4.19 Pola Zonasi Vegetasi Jenis Tegakan Di Sepanjang Jalur Pendakian Dusun Sawit Zona Altitude Zona Tumbuh bagi Tumbuhan 1 1342 mdpl – 1367 mdpl Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana) 2 1367 mdpl - 1382 mdpl Puspa (Schima wallichii) 3 1382 mdpl – 1422 mdpl Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De 4 1422 mdpl – 1668 mdpl Vr)

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Berdasarkan hasil analisis data, pola zonasi vegetasi di gunung Andong atau khususnya di sepanjang jalur pendakian Dusun Sawit terbagi menjadi 4 bagian. Zona pertama di ketinggian 1342 mdpl – 1367 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana). Zona kedua di ketinggian 1367 mdpl – 1382 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Puspa (Schima wallichii). Zona ketiga di ketinggian 1382 mdpl – 1422 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Kaliandra (Calliandra calothyrsus. Zona terakhir di ketinggian 1422 mdpl – 1668 mdpl merupakan zona tumbuh bagi tumbuhan Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr).

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN Hasil penelitian dapat diaplikasikan sebagai bahan dalam pembelajaran Biologi SMA terutama dalam materi Ekologi : Ekosistem, Aliran Energi, Siklus/Daur Biogeokimia, dan Interaksi Dalam Ekosistem. Berbagai aspek dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan belajar kelas X semester II. Penyajian materi terkait dengan aspek yang ada dalam penelitian guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai “Komponen Penyusun Ekosistem dan Dominasi Jenis Tumbuhan Dalam Suatu Ekosistem” dilakukan dengan cara menyusun sub materi khusus pada Kompetensi Inti 3. Memahami dan menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minat untuk memecahkan masalah. Tujuan kegiatan pembelajaran dengan pemberian materi khusus yaitu siswa diharapkan memperoleh materi pembelajaran yang bersifat kontekstual melalui penggunaan metode analisis dan pengamatan pada Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan semua interaksi yang berlangsung di dalamnya dan pada Kompetensi Dasar 84

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 4.9 Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen ekosistem dan jejaring makanan yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk media. Pemahaman materi Komponen Penyususn Ekosistem dan Dominasi Jenis Tumbuhan Dalam Suatu Ekosistem terkait dengan penelitian diterapkan dengan model pengajaran Think Pair Share. Model pembelajaran Think Pair Share merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Pendekatan dengan cara Think Pair Share akan memudahkan guru dalam mengajak siswa untuk lebih memahami materi, karena metode ini dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir untuk merespon dan saling membantu. Guru dapat menuntun siswa untuk berkelompok dan mandiri dalam mengetahui materi-materi pembelajaran. Dengan melakukan pengamatan, siswa dapat dengan mudah mengetahui komponen penyusun ekosistem dan dominasi jenis tumbuhan dalam suatu ekosistem. (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir pada lampiran 4).

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP Bab ini merupakan paparan mengenai kesimpulan dan saran kaitannya dengan hasil penelitian. A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan analisis data yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan, yaitu sebagai berikut : 1. Kawasan Hutan Lereng Gunung Andong khususnya di sepanjang jalur pendakian Desa Sawit dibentuk oleh 12 jenis tegakan yaitu diataranya : Puspa (Schima wallichii), Pinus (Pinus merkusi Jungh & De Vr), Manis Jangan (Cinnamomum verum), Sengon/Albasia (Albazia falcataria), Petir (Calliandra calothyrsus), Cemara (Casuarina junghuhniana), Akasia/Sogo (Acacia occured), Petai cina (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit), Kopi (Coffea robusta), Waru (Hibiscus tiliaceus), Nangka (Artocarpus heterophyllus), dan Alpukat (Persea Americana P.Mill). Jenis tumbuhan yang mendominasi pada ketinggian 1342 mDpl adalah Cemara pada tingkat pertumbuhan semai, ketinggian 1367 mDpl didominasi oleh Puspa pada tingkat pertumbuhan semai, ketinggian 1382 mDpl didominasi oleh Petir/Kaliandra pada tingkat pertumbuhan semai, dan pada ketinggian 86

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 1422 mDpl - 1668 mDpl didominasi oleh tumbuhan Pinus Merkusi pada tingkat pertumbuhan semai, pancang, dan tiang. 2. Keanekaragaman dominasi vegetasi tegakan pada setiap ketinggian yang terdapat di kawasan Hutan Lereng Gunung Andong membentuk suatu pola zonasi vegetasi tegakan. Zona pertama di ketinggian 1342 mdpl – 1367 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana). Zona kedua di ketinggian 1367 mdpl – 1382 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Puspa (Schima wallichii). Zona ketiga di ketinggian 1382 mdpl – 1422 mdpl merupakan wilayah tumbuh bagi tumbuhan Kaliandra (Calliandra calothyrsus. Zona terakhir di ketinggian 1422 mdpl – 1668 mdpl merupakan zona tumbuh bagi tumbuhan Pinus Merkusi (Pinus merkusii Jungh & De Vr). B. Saran Metode petak atau kuadran pada umumnya dilakukan jika hanya vegetasi tingkat pohon saja yang menjadi bahan penelitian. Metode ini dianggap mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi vegetasi dan dominasi vegetasi suatu kawasan yang diukur. Namun penggunaan metode ini juga memiliki kelemahan jika digunakan untuk mengidentifikasi komposisi vegetasi suatu kawasan yang akan diukur. Metode petak atau kuadran merupakan salah satu metode yang digunakan dalam mengidentifikasi komposisi jenis vegetasi dengan cara pengambilan sampel pada beberapa titik pengamatan. Artinya jika suatu saat terdapat suatu

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 jenis tumbuhan yang terletak di luar kuadran pengamatan maka kemungkinan besar jenis tumbuhan tersebut akan terabaikan atau tidak akan teridentifikasi oleh peneliti. Selain itu, jika peneliti ingin mengetahui komposisi vegetasi di gunung Andong secara keseluruhan sebaiknya pengambilan sampel tidak hanya pada satu jalur pendakian saja, melainkan sampel harus diambil pada minimal 5 jalur pendakian yang berbeda. Hal tersebut dimaksudkan agar sampel yang diambil dapat mewakili keseluruhan jenis vegetasi yang terdapat di gunung Andong. Sehingga dalam hal ini penulis menyarankan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai komposisi jenis vegetasi tegakan secara keseluruhan yang terdapat di Hutan Lereng Gunung Andong.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 DAFTAR PUSTAKA Afandy, N.N. 2010. Sistem Analisis Metode Kuadrat dan Metode Kuarter. Terkait http://nanang14045.student.umm.ac.id/sistem-analisis-metode- kuadrat-dan-metode-kuarter. diakses pada tanggal 4 Maret 2014 Campbell, N.A., et all. 2004. BIOLOGI. Jakarta : Erlangga. Desmukh, I. 1986. Ecology and Tropical Biology. Diterjemahkan oleh Kartawinata, Kusuma ; Danimihardja, Sarkat. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Dito, S. 2009. Faktor Penyebab Persebaran Flora dan Fauna. Terkait http://Ditosarlito.blogspot.com/2009/08/faktor-penyebab-persebarabflora.html diakses pada tanggal 8 Agustus 2014 Forester, L. 2012. Zonasi Vegetasi Berdasarkan Ketinggian Tempat. Terkait http://forester2008.blogspot.com/2012/05/zonasi-vegetasi-berdasarkanketinggian-tempat.html?m=1. diakses pada tanggal 4 Maret 2014 Geonal, B.A.P. Potoh. 2010. Analisis Vegetasi Tingkat Pohon di Hutan Lindung Gunung Klabat Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara. Terkait http://geonalpotoh.blogspot.com/2010/12/analisis-vegetasi-tingkat-pohondi.html diakses pada tanggal 8 Agustus 2014 Hidayat, R. 2013. Pengertian Jenis Tegakan Pohon. Terkait http://forester- untad.blogspot.com/2013/05/pengertian-jenis-tegakan-pohon.html?m=1. diakses pada tanggal 4 Maret 2014 Hardadi, E.E. 2012. Metode Sampling Komunitas. Terkait http://3gggue.blogspot.com/2012/05/metode-sampling-komunitas.html diakses pada tanggal 9 Agustus 2014

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Indrawan, M. 2007. Biologi Konservasi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Indriyanto. (2006). Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara. Kershaw, K.A. (1973). Quantitative and Dynamic Plant Ecology 2nd ed. New York: American Elveiser Publ.Co. Lathyris, R. 2010. Laporan Analisis terkait Vegetasi. http://riyantilathyris.wordpress.com/2010/11/26/laporan-analisis-vegetasi/, diakses pada tanggal 4 maret 2014 Marpaung, B. 2009. Apa dan Bagaimana Mempelajari Analisa Vegetasi. Terkait http://boymarpaung.wordpress.com/2009/04/20/apa-dan-bagaimanamempelajari-analisa-vegetasi. diakses pada tanggal 4 Maret 2014 Mueller- Dombois, D., & H. Ellenberg. (1974). Aims and Methods of Vegetation Ecology. New York: John Wiley & Sons. Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Sekertariat Negara. Jakarta Sheil, D. 2004. Mengeksplorasi Keanekaragaman Hayati Lingkungan dan Pandangan Masyarakat Lokal Mengenai Berbagai Lanskap Hutan. Jakarta : Center for International Foresty Research. Sriwidoretno. 2010. Ekologi Tumbuhan. Terkait http://sriwidoretno.staff.fkip.uns.ac.id/ekologi-tumbuhan/. diakses tanggal 4 Maret 2014 Suhandaeka. 2012. Pengaruh Iklim Terhadap Pembentukan Tanah. Terkait http://suhandaeka.blogspot.com/2012/03/pengaruh-iklim-terhadappembentukan-tanah.html diakses pada tanggal 9 Agustus 2014

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Wiwinda. 2011. Berbagai Jenis Tanaman. 91 Terkait http://indepotter.blogspot.com/2011/09/berbagai-jenis-tanaman.html?m=1. diakses pada tanggal 4 Maret 2014

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1. Data Jenis Tegakan Tiap Plot Dari Hasil Pengamatan di Lapangan Altitude : 1342 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Puspa Schima wallichii 1 2 - - 3 2 Cemara Casuarina junghuhniana 5 1 - 1 7 3 Petai cina Leucaena leucocephala (Lam) de Wit 1 1 - - 2 7 4 - 1 12 Jumlah Petak : 2 (4 m x 4 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Puspa Schima wallichii 1 2 - - 3 2 Cemara Casuarina junghuhniana 7 1 - 1 9 3 Petai cina Leucaena leucocephala (Lam) de Wit 1 1 - - 2 4 Kopi Coffea robusta - 1 - - 1 9 5 - 1 15 Jumlah 92

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1367 mdpl Petak :1 (2 m x 2 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Puspa Schima wallichii 9 4 - 1 14 2 Manis jangan Cinnamomum verum - 1 - - 1 3 Sogo/akasia Acacia occured - 1 - - 1 4 Cemara Casuarina junghuhniana - 1 - - 1 9 7 - 1 17 Jumlah Petak : 2 (4 m x 4 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon 10 5 - 1 16 1 Puspa Schima wallichii 2 Manis jangan Cinnamomum verum - 1 - - 1 3 Sogo/akasia Acacia occured - 2 - - 2 4 Cemara Casuarina junghuhniana - 1 - - 1 5 Petai cina Leucaena leucocephala (Lam) de Wit 1 - - - 1 6 Kaliandra Calliandra calothyrsus - 2 - - 2 11 5 - 1 23 Jumlah 93

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1382 mdpl Petak :1 (2 m x 2 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon 29 6 - - 35 1 Kaliandra Calliandra calothyrsus 2 Waru Hibiscus tiliaceus - 1 - - 1 3 Puspa Schima wallichii 1 - - - 1 4 Manis jangan Cinnamomum verum 1 - - - 1 31 7 - - 38 Jumlah Petak : 2 (4 m x 4 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Kaliandra Calliandra calothyrsus 92 14 - - 106 2 Waru Hibiscus tiliaceus 1 - - - 1 3 Puspa Schima wallichii 5 - - - 5 4 Manis jangan Cinnamomum verum 1 - - - 1 99 14 - - 113 Jumlah 94

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1422 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - 2 1 - 3 - 2 1 - 3 Petak : 2 (4 m x 4 m) No Nama Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - 2 2 - 4 2 Albasia Albazia falcataria 1 - - - 1 1 2 2 - 5 Jumlah Petak : 3 (8 m x 8 m) No Nama Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - 2 3 - 5 2 Albasia Albazia falcataria 1 - - - 1 1 2 3 - 6 Jumlah 95

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1462 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - 3 - - 3 - 3 - - 3 Petak : 2 (4 m x 4 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - 3 - 1 4 - 3 - 1 4 96

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1502 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) No Nama Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - - 1 - 1 2 Sogo/akasia Acacia occured 1 - - - 1 1 - 1 - 2 Jumlah Petak No : 2 (4 m x 4 m) Nama Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - - 2 - 2 2 Sogo/akasia Acacia occured - 1 - - 1 - 1 2 - 3 Jumlah Petak No : 3 (8 m x 8 m) Nama Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - 1 2 - 3 2 Sogo/akasia Acacia occured - 1 - - 1 - 1 2 - 4 Jumlah 97

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1542 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - - 2 - 2 - - 2 - 2 Petak : 2 (4 m x 4 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - - 3 - 3 - - 3 - 3 98

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1582 mdpl Petak 1 (2 m x 2 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Petak No 1 Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - 2 1 - 3 - 2 1 - 3 : 2 (4 m x 4 m) Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - 3 1 - 4 - 3 1 - 4 99

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1622 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) Nama No 1 Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Petak Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon - 2 - - 2 - 2 - - 2 : 2 (4 m x 4 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - 3 - - 3 2 Puspa Schima wallichii 1 - - - 1 1 3 - - 4 Jumlah Petak : 3 (8 m x 8 m) Nama No Lokal Jumlah Ilmiah Semai Pancang Tiang Pohon Jumlah total 1 Pinus Merkusi Pinus merkusii Jungh & De Vr - 5 - - 5 2 Puspa Schima wallichii 1 - - - 1 1 5 - - 6 Jumlah 100

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1668 mdpl Petak : 1 (2 m x 2 m) No 1 Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Petak No 1 Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon 3 - - - 3 3 - - - 3 : 2 (4 m x 4 m) Nama Lokal Pinus Merkusi Jumlah Ilmiah Pinus merkusii Jungh & De Vr Jumlah Jumlah total Semai Pancang Tiang Pohon 3 1 - - 4 3 1 - - 4 101

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2. Dataa Fot Foto Hasil Pengamatan Tiap Petak Altitude : 1342 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 102

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1367 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 103

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1382 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 104

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1422 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 105

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Petak 3 106

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1462 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 107

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Petak 3 108

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1502 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 109

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Petak 3 110

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1542 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 111

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1582 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 112

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1622 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 113

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Petak 3 114

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Altitude : 1668 mdpl dpl Petak 1 Petak 2 115

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3. Silabus SILABUS Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/ Pelajaran :X Semester : Genap Kompetensi Inti : KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraktif secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagi cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI.3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, 116

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI.4 Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) dengan mengembangkan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan. Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Sumber Waktu Belajar 9. Ekologi: ekosistem, aliran energi, siklus/daur biogeokimia, dan interaksi dalam ekosistem 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem dan lingkungan hidup. Ekologi •Komponen Mengamati • ekosistem •Aliran energi Mengamati ekosistem dan komponen yang menyusunnya • Mengamati video terbentuknya hujan dari proses penguapan. Tugas • Melakukan penanaman pohon di lingkungan 4 • Alam sekitar minggu • Gambar/mo x 4 JP del ekosistem • Charta daur sekitar sekolah 117

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses • Membuat •Daur biogeokimia. •Interaksi dalam ekosistem • 1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan • lingkungan hidup, menjaga dan poster tentang Menanya • biogeokimia • Alat-alat pelestarian yang sesuai Apa saja komponen ekosistem lingkungan dengan dan bagaimana hubungan antar (Penghijauan, kegiatan komponen? penghematan yang Bagaimana terjadi aliran energi di energy, air, dilakukan alam? pengelolaan Siklus apa yang berlangsung di sampah, dll) menyayangi lingkungan alam untuk menjaga sebagai manisfestasi keseimbangan? Observasi • pengamalan ajaran - agama yang dianutnya 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi Mengumpulkan Data Portofolio (Eksperimen/Eksplorasi) • • - Melakukan pengamatan ekosistem di lingkungan Tes • Pemahaman 118

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan eksperimen, berani sekitarnya dan mengidentifikasi tentang dan santun dalam komponen-komponen yang berbagai mengajukan pertanyaan menyusun ekosistem istilah baru Menganalisi hubungan antara dalam peduli lingkungan, komponen biotik dan abiotik serta ekosistem gotong royong, hubungan antara biotik dan biotik • Pemahaman bekerjasama, cinta dalam ekosisten tersebut dan tentang damai, berpendapat mengaitkannya dengan komponen secara ilmiah dan kritis, ketidakseimbangan lingkungan ekosistem, Mendiskusikan kemungkinan interaksi, dalam dalam setiap yang dilakukan berkaitan dengan aliran energi, tindakan dan dalam pemulihan ketidak seimbangan dan siklus melakukan pengamatan lingkungan biogeokimia dan berargumentasi, responsif dan proaktif dan percobaan di dalam • • • Mengamati adanya interaksi kelas/laboratorium dalam ekosistem dan aliran maupun di luar energy kelas/laboratorium 2.2Peduli terhadap • Mendiskusikan daur biogeokimia menggunakan baga/chaerta 119

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI keselamatan diri dan • Mendiskusikan lingkungan dengan ketidakseimbangan lingkungan menerapkan prinsip dan memprediksi kemungkinan keselamatan kerja saat proses yang tidak seimbang melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar Mengasosiasikan • Mendiskusikan data berbagai komponen ekosistem dan 3.9Menganalisis mengaitkannya dengan informasi/data dari keseimbangan ekosistem yang berbagai sumber tentang ada ekosistem dan semua • Mendiskusikan dan interaksi yang menyimpulkan bahwa di alam berlangsung didalamnya. terjadi keseimbangan antara 4.9Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen komponen dan proses biogeokimia 120

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ekosistem dan jejaring • Menyimpulkan bahwa di alam makanan yang jika terjadi ketidak seimbangan berlangsung dalam komponen ekosistem harus ekosistem dan dilakukan upaya rehabilitasi agar menyajikan hasilnya keseimbangan proses bisa dalam berbagai bentuk berlangsung media. Mengkomunikasikan • Menjelaskan secara lisan komponen ekosistem, proses biogeokimia, ketidak seimbangan ekosistem dan aliran energi 121

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Biologi Kelas/semester :X/2 Materi Pokok : Ekologi: ekosistem, aliran energi, siklus/daur biogeokimia, dan interaksi dalam ekosistem Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 x pertemuan) Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 1.3 Mengagumi keteraturan 1.3.1 Kreatif dalam mencari alternatif dan kompleksitas upaya-upaya pelestarian ciptaan Tuhan tentang lingkungan. keanekaragaman hayati, ekosistem dan 1.3.2 Menyikapi keberagaman sebagai bentuk sikap menghargai sesama lingkungan hidup. 2. 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, 2.1.1 Jujur, teliti, dan disiplin dalam melaporkan hasil pengamatan 2.1.2 Bekerjasama dalam melakukan disiplin, tanggung pengamatan dan percobaan baik jawab, dan peduli dalam di dalam kelas/laboratorium observasi dan maupun di luar eksperimen, berani dan kelas/laboratorium santun dalam 2.1.3 Aktif, santun, dan bertanggung mengajukan pertanyaan jawab dalam berargumentasi dan dan berargumentasi, mengajukan pertanyaan di setiap peduli lingkungan, kegiatan dikusi gotong royong, 2.1.4 Kritis terhadap fenomena bekerjasama, cinta ketidakseimbangan lingkungan damai, berpendapat dan memprediksi kemungkinan secara ilmiah dan kritis, proses yang tidak seimbang responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 maupun di luar kelas/laboratorium 3. 3.2 Menganalisis informasi/data dari 3.2.1 Menjelaskan pengertian ekologi 3.2.2 Menyebutkan perbedaan berbagai sumber penggunaan istilah habitat, nisia, tentang ekosistem dan populasi, komunitas, faktor semua interaksi yang biotik, dan faktor abiotik berlangsung didalamnya. 3.2.3 Menjelaskan perbedaan individu, populasi, dan komunitas dalam suatu lingkungan 3.2.4 Menjelaskan berbagai interaksi yang terjadi di dalam suatu ekosistem 3.2.5 Menjelaskan dan menghubungkan pengertian rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida ekologi, siklus materi, dan daur energi 4. 4.9 Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen ekosistem 4.9.1 Menggambarkan bagan/skema daur biogeokimia 4.9.2 Mempresentasikan macam- dan jejaring makanan macam kegiatan manusia yang yang berlangsung dalam mempengaruhi kelestarian ekosistem dan lingkungan menyajikan hasilnya 4.9.3 Mempresentasikan upaya-upaya dalam berbagai bentuk yang dapat dilakukan untuk media. melestarikan lingkungan

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 B. Tujuan Pembelajaran 1. Pertemuan 1 : setelah melakukan kegiatan pembelajaran, pengamatan dan diskusi kelompok, diharapkan siswa dapat : • Memahami pengertian ekologi • Menyebutkan perbedaan penggunaan istilah habitat, nisia, populasi, komunitas, faktor biotik, dan faktor abiotik • Menjelaskan perbedaan individu, populasi, dan komunitas dalam suatu lingkungan • Menghitung kepadatan populasi di sualu lingkungan • Menggambarkan penyebaran populasi dan menghitung dominasi tumbuhan di suatu lingkungan • Menjelaskan berbagai interaksi yang terjadi di dalam suatu ekosistem • Menjelaskan dan menghubungkan pengertian rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida ekologi, siklus materi, dan daur energi • Menunjukan sikap jujur, teliti, dan disiplin dalam membuat dan mengumpulkan laporan hasil pengamatan • Menunjukan sikap aktif bekerjasama dalam kelompok, santun dan tanggung jawab dalam berargumentasi atau mengajukan pendapat 2. Pertemuan 2 : setelah melakukan kegiatan presentasi dan tanya jawab, diharapkan siswa dapat : • Menggambarkan bagan/skema daur biogeokimia • Menyajikan data mengenai macam-macam kegiatan manusia yang mempengaruhi kelestarian lingkungan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan • Menunjukan sikap kritis terhadap fenomena ketidakseimbangan lingkungan seimbang dan memprediksi kemungkinan proses yang tidak

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 126 Menunjukan sikap aktif bekerjasama dalam kelompok, santun dan tanggung jawab dalam berargumentasi atau mengajukan pendapat C. Materi Pembelajaran 1. Pertemuan 1 : • Pengertian ekologi sebagai ilmu • Ekosistem dan komponen penyusunnya • Pengelompokan komponen biotik berdasarkan fungsinya • Tingkat organisasi komponen biotik dalam ekosistem • Berbagai interaksi dalam ekosistem • Rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida ekologi • Aliran energi dan siklus materi dalam ekosistem 2. Pertemuan 2 : • Daur biogeokimia • Macam-macam kegiatan manusia yang mempengaruhi kelestarian lingkungan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan D. Metode Pembelajaran • Pembelajaran kooperatif dengan metode pembelajaran Think Pair Share. E. Sumber Belajar • Buku paket biologi kelas X • Handout F. Media Pembelajaran 1. Media • Laptop • LCD projector

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 2. 127 Power point ekologi Alat dan bahan • Lembar Kerja Siswa • Gambar/model ekosistem • Charta daur biogeokimia G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1: Pendahuluan: 10 menit • Guru membuka kegiatan belajar dengan berdoa dan mengecek kehadiran siswa. • Guru memberi apersepsi untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai konsep ekologi • Guru menampilkan sebuah gambar tentang ekosistem • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti: 65 menit • Diskusi mengenai konsep ekologi dan penyusun ekosistem • Siswa bersama guru mendiskusikan mengenai ekologi dan komponen penyusun ekosistem (menanya) • Guru membagi siswa dalam kelompok. • Guru membagikan lembar kerja siswa • Masing - masing kelompok melakukan pengamatan terhadap suatu ekosistem melalui penggunaan metode kuadran (mengamati) • Siswa dalam kelompok mencoba mengidentifikasi masing-masing komponen dalam suatu ekosistem yang diamati (mengumpulkan data) • Siswa bersama guru mendiskusikan komponen penyusun ekosistem berdasarkan hasil pengamatan (mengkomunikasikan)

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 128 Siswa bersama guru mendiskusikan interaksi yang terjadi di dalam suatu ekosistem berdasarkan hasil pengamatan (mengkomunikasikan) • Guru memberikan post test • Siswa melakukan studi pustaka, membaca dari sumber yang relevan, serta melihat kondisi lingkungan sekitar untuk menemukan tentang daur biogeokimia, macam-macam kegiatan manusia yang mempengaruhi kelestarian lingkungan dan upayaupaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan (mengasosiasikan) Kegiatan penutup : 15 menit • Guru memberikan penegasan tentang pengertian ekologi, penyusun ekosistem, dan interaksi yang terjadi di dalam suatu ekosistem 2. • Siswa mengumpulkan lembar jawaban LKS. • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. • Guru memberikan tugas pekerjaan rumah. • Guru memberitahu materi berikutnya. Pertemuan 2 Pendahuluan: 10 menit • Guru membuka kegiatan belajar dengan doa dan mengecek kehadiran siswa • Mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya • Guru menanyakan kesiapan presentasi setiap kelompok

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Kegiatan inti : 65 menit • Siswa dalam kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai bagan/skema daur biogeokimia, macam-macam kegiatan manusia yang mempengaruhi kelestarian lingkungan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan, serta poster tentang kelestarian lingkungan (mengkomunikasikan) • Siswa bersama guru mendiskusikan materi mengenai daur biogeokimia (mengasosiasikan) Kegiatan Penutup : 15 menit • Melakukan klarifikasi terhadap hasil presentasi tiap kelompok. • Menyimpulkan hasil belajar H. Penilaian 1. Jenis / Teknik Penilaian - Tes tertulis - Lembar Penilaian Sikap - Lembar penilaian diskusi - Lembar penilaian kerja - Lembar penilaian hasil laporan 2. Penilaian Produk - Instrument penilain sikap sosial - Instrument penilaian keterampilan percobaan - Instrument penilaian diskusi

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 1.1 Sikap Sosial No Nama siswa 1 Aspek yang dinilai 2 3 4 5 Total 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Disiplin Kerjasama Kejujuran Aktif Tanggung jawab Kritis RUBRIK PENILAIAN SIKAP SOSIAL SKO R INDIKATOR 1 jika peserta didik tidak konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 2 jika peserta didik belum konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten 3 jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator 4 jika peserta didik sudah konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 FORMAT PENILAIAN Nilai : Jumlah Skor X 100% = 24 1.2 Diskusi No Nama siswa 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keterangan: 1. Disiplin 2. Kerjasama 3. Aktif 4. Ingin tahu 5. Santun Aspek yang dinilai 2 3 4 Rentang nilai: 1-4 Total 5

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RUBRIK PENILAIAN DISKUSI KRITERIA Disiplin Kerja sama Aktif Ingin tahu Santun SKOR INDIKATOR 4 Sangat disiplin 3 Displin 2 Kurang disiplin 1 Tidak disiplin 4 Sangat bekerja sama 3 Bekerja sama 2 Kurang bekerja sama 1 Tidak bekerja sama 4 Sangat aktif 3 Aktif 2 Kurang aktif 1 Tidak aktif 4 Sangat ingin tahu 3 Ingin tahu 2 Kurang Ingin tahu 1 Tidak ingin tahu 4 Sangat santun 3 Santun 2 Kurang santun 1 Tidak santun Total skor: jumlah skor tiap aspek yang dinilai Skor maksimal: 20 Batas ketuntasan ditetapkan 75% = 75% x 20 = 15 < 14 : belum tuntas 15-20 : tuntas 132

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.3 Keterampilan Presentasi No Nama siswa Aspek yang dinilai 2 3 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Keterangan: 1. 2. 3. 4. Materi presentasi Peran dalam presentasi Ketepatan waktu Keaktifan : 60 poin : 20 poin : 10 poin : 10 poin 1.4 Kriteria Penilaian Laporan 1. Sistematika laporan 2. Isi laporan : 10 poin : 90 poin Total 4 133

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 1.5 Soal post test No 1 2 Butir Soal Jelaskan apa yang dimaksud dengan individu dan populasi? Berikan masing-masing contohnya! Jawaban Poin Individu adalah makhluk hidup tunggal. 30 Contohnya sebuah tanaman atau seekor hewan dalam suatu spesies tertentu. Populasi adalah sekumpulan individu dari spesies yang sama dalam suatu waktu dan daerah tertentu. Contohnya populasi pohon rambutan di taman sekolah Jelaskan perbedaan Komunitas adalah kumpulan dari berbagai 30 antara komunitas populasi yang saling berinteraksi pada suatu daerah tertentu, tanpa adanya interaksi faktor dan ekosistem! abiotik. Ekosistem adalah kumpulan dari berbagai komunitas beserta lingkungan abiotiknya dan mempunyai cirri khas tersendiri. 3 Jelaskan faktorfaktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepadatan populasi! 1. Natalitas merupakan kelahiran sejumlah 30 individu, menyebabkan bertambahnya jumlah populasi 2. Mortalitas merupakan kematian sejumlah individu yang menyebabkan berkurangnya jumlah populasi 3. Migrasi merupakan proses perpindahan suatu individu. Imigrasi menyebabkan bertambahnya jumlah populasi dan emigrasi menyebabkan berkurangnya populasi.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Sebutkan tipe-tipe Penyebaran teratur atau seragam atau pola penyebaran individu Penyebaran secara acak atau random dalam populasi yang Penyebaran berkelompok mungkin dapat terjadi dalam suatu interaksi! 135 10 Rubrik Penilaian Soal Post Test No 1 2 3 Butir Soal Rubrik Penilaian Jelaskan apa yang dimaksud dengan individu dan populasi? Berikan masing-masing contohnya! • Jelaskan perbedaan antara komunitas dan ekosistem! • Jelaskan faktorfaktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepadatan populasi! • • • • • • Poin Mampu menjelaskan konsep 30 mengenai individu (10) Mampu menjelaskan konsep mengenai populasi (10) Menyebutkan contoh dari individu (5) Menyebutkan contoh dari populasi (5) Mampu menjelaskan mengenai komunitas (15) Mampu menjelaskan mengenai ekosistem (15) konsep 30 konsep Mampu menyebutkan faktor-faktor 30 yang mempengaruhi kepadatan populasi :  Natalitas (3)  Mortalitas (3)  Migrasi (3) Mampu menjelaskan masing-masing faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi :  Menjelaskan konsep mengenai natalitas (7)  Menjelaskan konsep mengenai mortalitas (7)  Menjelaskan konsep mengenai migrasi (7)

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Sebutkan tipe-tipe atau pola penyebaran individu dalam populasi yang mungkin dapat terjadi dalam suatu interaksi! • • 136 Mampu menyebutkan masing-masing 10 tipe penyebaran individu:  Teratur atau seragam (3)  Acak atau random (3)  Berkelompok (3) Jika semua jawaban benar, poin ditambah 1 menjadi 10 poin

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 LEMBAR KERJA SISWA 1 ORGANISASI KEHIDUPAN DALAM EKOSISTEM A. TUJUAN Siswa mampu : 1. Membedakan individu, populasi, dan komunitas dalam suatu lingkungan 2. Menghitung kepadatan populasi 3. Menggambarkan distribusi penyebaran populasi 4. Menghitung dominasi suatu tumbuhan B. DASAR TEORI Ekosistem merupakan kumpulan dari berbagai macam populasi yang berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Baik interaksi dengan komponen biotiknya maupun dengan komponen abiotiknya. Di dalam ekosistem, organisasi kehidupan berlangsung dengan sangat kompleks. Antar populasi terdapat suatu hubungan simbiosis, siklus energi, dan materi. Siklus energi terjadi melalui suatu peristiwa makan dan dimakan yang kemudian membentuk suatu rantai makanan. Bahkan terdapat siklus energi yang lebih luas dan rumit seperti dalam suatu jaring-jaring makanan. Di dalam ekosistem, hubungan antar organisme biotiknya tidak dapat terlepas dari faktor abiotiknya. C. ALAT DAN BAHAN : 1. Patok 2. Tali rafia 3. Meteran 4. Halaman kampus

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 D. LANGKAH KERJA : 1. Buatlah sebuah kuadran 1m X 1m sebagai obyek pengamatan dengan bantuan patok dan tali rafia. 2. Amati setiap jenis tumbuhan yang ada di dalam kuadran tersebut (jika tidak tahu nama jenis tumbuhan silahkan diberi kode huruf dan digambar atau difoto) 3. Setelah melakukan pengamatan, kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini : a. Berdasarkan hasil pengamatan, manakah yang disebut individu, populasi, dan komunitas? Apakah perbedaan dari individu, populasi, dan komunitas? b. Bagaimanakah gambaran kepadatan populasi (jumlah individu setiap populasi) pada kuadran yang kalian amati? c. Jenis tumbuhan apa yang paling dominan? d. Jika terdapat variasi umur, gambarkan bagaimana variasi umur/tingkat pertumbuhan yang terjadi pada setiap populasi? e. Bagaimanakah gambaran dari distribusi penyebaran untuk setiap populasi yang kalian amati? f. Berdasarkan hasil pengamatan, jenis tumbuhan apa yang mendominasi? Jelaskan mengapa dapat terbentuk suatu dominasi?(cara penghitungan dominasi dapat dilihat pada handout) 4. Apa yang dapat kalian simpulkan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan?

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 E. HASIL PENGAMATAN Lokasi pengamatan: ............................................ No Jenis Tumbuhan Aspek Pengamatan Jumlah Variasi Umur 1 2 3 4 5 F. KESIMPULAN .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... .......................................................................................................................... ..........................................................................................................................

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 MATERI TERKAIT KEGIATAN PRAKTIKUM I ORGANISASI KEHIDUPAN DALAM EKOSISTEM Interaksi antar sesama makhluk hidup dan antara makhluk hidup dan tak hidup di suatu tempat melahir suatu kondisi yang disebut ekosistem. Cabang biologi yang secara khusus mempelajari interaksi tersebut dimnamakan ekologi. Para ahli ekologi biasanya mempelajari makhluk hidup melalui enam jenjang(tingkat) kehidupan yang berbeda, yaitu sebagai berikut : 1. Individu yang merupakan makhluk hidup tunggal 2. Populasi yang merupakan sekumpulan individu dari spesies yang sama dalam suatu kurun waktu dan daerah tertentu 3. Komunitas yang merupakan kumpulan dari berbagai populasi yang salaing berinteraksi pada suatu daerah tertentu, tanpa adanya interaksi dari dari faktor abiotik 4. Ekosistem yang merupakan suatu sistem yang terdiri atas komunitas beserta lingkungan abiotiknya dan mempunyai ciri khas tersendiri 5. Bioma yang merupakan kumpulan dari berbagai ekosistem yang terdapat dalam wilayah geografis yang sama dengan iklim dan kondisi yang sama 6. Biosfer yang merupakan tempat hidup semua makhluk hidup di bumi

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Ekosistem tersusun atas 2 komponen utama, yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. 1. Lingkungan Abiotik (lingkungan fisik) a. Air b. Udara c. Suhu d. Cahaya e. Tanah f. Garam-garam mineral 2. Lingkungan Biotik (lingkungan hayati) Lingkungan biotik meliputi hewan (termasuk manusia), tumbuhan, dan mikrob. Mereka antara lain berfungsi sebagai produsen, konsumen, dan decomposer. a. Produsen yang merupakan makhluk hidup penghasil senyawa organik yang kebanyakan terdiri atas tumbuh-tumbuhan hijau. Melalui proses fotosintesis makhluk hidup tersebut menyerap dan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia. b. Konsumen yang merupakan kelompok makhluk hidup yang tidak dapat mensintesa makanan sendiri. Kebutuhan akan zat makanannya secara langsung atau tidak langsung bergantung pada tumbuhan hijau.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 c. Dekomposer yang merupakan kelompok mikrob yang bertugas menguraikan senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang selanjutnya dikembalikan lagi ke ekosistem sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi adalah sebagai berikut : 1. Natalitas merupakan kelahiran sejumlah individu, menyebabkan bertambahnya jumlah populasi 2. Mortalitas merupakan kematian sejumlah individu yang menyebabkan berkurangnya jumlah populasi 3. Migrasi merupakan proses perpindahan suatu individu. Imigrasi menyebabkan bertambahnya jumlah populasi dan emigrasi menyebabkan berkurangnya populasi. Berbagai interaksi antar individu dalam populasi terjadi sehingga membentuk suatu pola penyebaran. Tipe-tipe pola penyebaran individu yang dapat terjadi dalam suatu interaksi adalah sebagai berikut : 1. Penyebaran teratur atau seragam : penyebaran ini terjadi apabila ada persaingan yang keras sehingga timbul kompetisi yang mendorong pembagian ruang hidup yang sama,

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 2. Penyebaran acak atau random : dimana individu-individu menyebar dalam beberapa tempat dan mengelompok dalam tempat lainnya. penyebaran ini jarang terjadi, karena hanya terjadi pada lingkungan yang homogeny. 3. Penyebaran berkelompok : dimana individu-individu selalu ada dalam kelompok dan sangat jarang terlihat sendiri atau memisah. Pola ini umumnya dijumpai di alam, karena adanya kebutuhan akan faktor lingkungan yang sama. Adanya persaingan antar individu akan membentuk berbagai tipe pola penyebaran dan juga akan mengakibatkan suatu jenis individu yang kuat dapat mendominasi wilayah tersebut. Dominasi merupakan penguasaan dari satu jenis individu terhadap jenis lain (ruang, cahaya, dll). Dominasi vegetasi ditentukan berdasarkan banyaknya jumlah individu dan nilai kerapatan masing-masing jenis. Dengan rumus penghitungan dominasi sebagai berikut : 1. Jumlah setiap jenis tegakan 2. Kerapatan setiap jenis tegakan = 3. Kerapan relatif = ( ) × 100 % Suatu jenis tumbuhan dikatakan mendominasi apabila dalam setiap satuan ruang (sampel yang diambil) memilki jumlah individu yang paling banyak dan memiliki perentase kerapatan relatif yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis tumbuhan yang lainnya.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5. Surat Ijin Penelitian 144

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(167)

Dokumen baru

Download (166 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Evaluasi perubahan kelas hutan produktif tegakan jati di bagian hutan gombong selatan KPH kedu selatan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
2
16
71
Analisis komposisi jenis dan struktur tegakan di hutan bekas tebangan dan hutan primer di areal IUPHHK PT. Sarmiento Parakantja Timber Kalimantan Tengah
0
14
110
Model penduga biomassa tegakan hutan rawa gambut menggunakan citra spot pankromatik
0
5
105
Nilai aset tegakan hutan: studi kasus hutan tanaman pt.x di Provinsi Kalimantan Tengah
16
64
61
Komposisi jenis dan struktur tegakan hutan di Cagar Alam Sibolangit, Sumatera Utara
0
17
278
Struktur tegakan pasca penebangan pada sistem tebang pilih tanam jalur di konsesi hutan PT Erna Djuliawati
1
7
37
Analisis sistem pemungutan retribusi dan mekanisme penentuan tarif retribusi di basecamp pendakian Gunung Merbabu (studi eksplorasi di jalur pendakian Gunung Merbabu Wekas dan Selo).
1
10
127
perbedaan magnitudo gempa di wilayah jawa dan sumatera menggunakan metode dominasi stokastik dengan pendekatan bayesian.
0
0
8
Analisis vegetasi di kawasan hutan danau
0
0
7
Kajian Angkutan Sedimen Di Sungai Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
0
4
7
Keanekaragaman jenis burung di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada jalur pendakian Tekelan Kopeng Jawa Tengah
1
1
43
Prediksi prestasi akademik mahasiswa berdasarkan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi dengan metode pohon keputusan menggunakan slgoritma J48 - USD Repository
0
0
305
Pengenalan jenis buah dengan menggunakan metode bayesian - USD Repository
0
0
62
Identifikasi suara manusia sebagai kata sandi atau password dengan menggunakan metode Hidden Markov Models - USD Repository
0
0
190
Roh pendidikan inklusi di lereng Merapi - USD Repository
0
0
6
Show more