Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository

Gratis

0
0
249
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Armawan NIM: 101134095 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Armawan NIM: 101134095 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI JKJLJLK iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk :  Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu menganugerahkan kasihNya, membimbing dan menemani langkahku  Pibadi saya sebagai calon pendidik  Segenap keluarga, terutama orang tuaku, pakdheku, dan kekasihku yang selalu memberi kasih sayang, dukungan dan restu  Dosen pembimbing yang selalu mmberikan bimbingan dan arahan, serta motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini  Para dosen di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma yang membimbing dan mendidikku mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik  Teman-teman yang selalu menemani berproses dan memberi semangat  Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO  Bersabar karena segala sesuatu akan indah tepat pada waktuNya  Sertakan Tuhan dan lakukan segala sesuatu atas namaNya  Tuhan tidak pernah tidur, Dia tahu apa yang kita butuhkan  Semangat, Bersyukur, Berjalan bersama Yesus  Tidak ada usaha yang sia-sia  Kalau aku mau aku pasti bisa  Melakukan segala sesuatu atas nama Tuhan  Berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap apapun yang kita kerjakan  Tetap tersenyum dalam situasi apapun dan jangan takut bemimpi v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Yang menyatakan, Armawan vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Armawan Nomor Mahasiswa : 101134095 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 11 Juni 2014 Yang menyatakan Armawan vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Armawan Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum diketahuinya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada materi menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta pada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 62 siswa. Sampel kelompok kontrol adalah siswa kelas VA yang berjumlah 31 siswa, sedangkan sampel kelompok eksperimennya adalah siswa kelas VB yang berjumlah 31 siswa juga. Penelitian ini menggunakan instrumen jenis tes tipe pilihan ganda yang berjumlah 20 yang valid dan reliabel. Pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit.Uji validitas menggunakan korelasi point biserial dengan taraf signifikansi 0.05 dan nilai r tabel 0.361. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dan hasilnya koefisien reliabilitas soal adalah 0.892 (termasuk dalam kualifikasi tinggi). Teknik pengumpulan data menggunkan soal pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit dengan independent sample t-test Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.039 (atau < 0.05). Peningkatan prestasi belajar pada kelompok eksperimen adalah 77.17 %, sedangkan peningkatan prestasi belajar pada kelompok kontrol adalah 73.93 %. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar pada kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan dengan peningkatan prestasi belajar pada kelompok kontrol. Kata kunci: prestasi belajar IPS, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DIFFERENCES OF SOCIAL SCIENCE LEARNING ACHIEVEMENT IN 5th GRADE PIMARY SCHOOL TO THE APPLICATION OF JIGSAW TYPE II COOPERATIVE LEARNING MODEL Armawan Sanata Dharma University 2014 The background in this study was not yet known the differences of IPS achievement 5th grade primary school to the application of Jigsaw type II cooperative learning model. The purpose of this research is to identify the difference of IPS learning achievement in 5th grade Primary School to the application of Jigsaw type II cooperative learning model on the material related to respects the merit and the role of struggling figures in preparing the independence of Indonesia. The type of this research is quasi experimental with non-equivalent control group design.The research population are the 5th grade students of Kanisius Wirobrajan Yogyakarta Elementery School in 2013/2014 study year. They were 62 students. The samples of control class were 5th grade students in VA class with 31 students, while samples of experiment class were 5 th grade students in VB with 31 students too. The researcher used multiple choices test as instruments. There were 20 items which valid and reliable. The validity and reliability test in this research was assist used IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Validity test techniques used Point Biserial Correlation with signification level 0.05 and r score table is 0.361. Reliability test formula used in this research was Alpha Cronbach with reliability coefficient 0.892 (included in high qualification). The data collecting technique was conducted using pretest and postest questions was given to students of experiment and control groups. Data analysis was conducted using IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit with Independent sample t-test. The results of the research showed that there were differences of IPS learning achievement in 5th grade students of Kanisius Wrobrajan Yogyakarta Elementary School to the application of Jigsaw type II Cooperative Learning Model which was proven from the results of hypothesis test showing that signification level obtained was 0.039 ( or < 0.05). The improvement of learning achievement in the experimental group is 77.17 %. Meanwhile, the increase of control group is 73.93 %. It is showed that the increase of leraning achievement in the experiment group is bigger than control group. Keywords: IPS (Social Sciences) learning achievement, Jigsaw type II Cooperative Learning Model. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skkripsi dengan judul ‘‘PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II‘‘ Maksud penulisan skripsi ini adalah untuk memnuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Drs. YB. Adimassana, M.A., Dosen Pembimbing I yang selalu sabar memberikan bimbingan dan arahan. 4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., Dosen Pembimbing II yang selalu sabar memberikan bimbingan dan arahan. 5. Seluruh dosen dan staf PGSD yang telah membimbing dan memberikan pelayanan dengan baik. 6. Hr. Klidiatmoko, S.Pd., Kepala Sekolah SD Kanisius Wirobrajan yang telah mengijinkan peneliti untuk untuk melakukan penelitian. 7. Ch. Tri Lestari, S.Pd., serta Lia Pratiwi, S.Pd., guru Kalas VB SD Kanisius Wirobrajan atas kerja sama dan bantuannya untuk melakukan penelitian. 8. Siswa dan siswi kelas VA dan VB SD Kanisius Wirobrajan tahun ajaran 2013/2014 yang telah bersedia menjadi subyek penelitian. 9. Seluruh guru dan karyawan SD Kanisius Wirobrajan yang telah memberikan dukungan serta bantuan saat penelitian berlangsung. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Kedua orang tuaku Sumaryono dan Trimah (alm) yang telah memberikan kasih sayang, doa, restu, dukungan. 11. Sudi Sutrisno, pakdheku yang selalu memberikan doa, dukungan, dan bantuan materiil 12. Karsiyem, budheku yang telah memberikan kasih sayangnya layaknya seorang ibu 13. Dwiningsih, kakakku yang selalu mendoakanku 14. Bernadus Srinyoto, kekasihku yang selalu mendukung, memberikan perhatian, cinta, semangat, dan mengajariku untuk tetap bersabar 15. Keluarga besar dan sanak saudaraku yang selalu menyayangi dan mendukungku. 16. Sahabat-sahabatku kelas B PGSD USD angkatan 2010 yang menemaniku berproses dan memberikan dukungan 17. Teman-teman Payung Jigsaw : Novem, Fajar, Lala, Titin, Iren, Dina, Oca, Novi, dan Septi untuk kebersamaan, kerja sama dan perjuangan kita. 18. Teman-teman seperjuangan PPL SD Kanisius Wirobrajan : Probo, Dani, Paska, Hendry, dan Yanti atas kebersamaan, bantuan, dan dukungannya terutama dalam proses penelitian 19. Teman-teman PGSD USD angkatan 2010 yang tidak dapat disebutkan satu persatu 20. Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Penulis Armawan xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v HALAMAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .......................................... vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 1.2 Pembatasan Masalah ........................................................................ 6 1.3 Rumusan Masalah ............................................................................ 6 1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................. 6 1.5 Manfaat Penelitian ........................................................................... 7 1.5.1 Manfaat Teoritis ............................................................................... 7 1.5.2 Manfaat Praktis ................................................................................ 7 1.5.2.1 Bagi Siswa ....................................................................................... 7 1.5.2.2 Bagi Guru ......................................................................................... 7 1.5.2.3 Bagi Peneliti Lain ............................................................................ 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 8 2.1 Kajian Pustaka ................................................................................. 8 2.1.1 Belajar .............................................................................................. 8 2.1.1.1 Pengertian Belajar ............................................................................ 8 2.1.1.2 Ciri-ciri Belajar ................................................................................ 9 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.1.3 Prinsip-prinsip Belajar ..................................................................... 11 2.1.1.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar..................................... 13 2.1.1.5 Prestasi Belajar................................................................................. 20 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif ...................................................... 23 2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif .................................... 23 2.1.2.2 Unsur-unsur Model Pembelajaran Kooperatif ................................. 24 2.1.2.3 Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif ......................................... 27 2.1.2.4 Jenis-jenis Pembelajaran Kooperatif................................................ 28 2.1.2.5 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II .............................. 32 2.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial .................................................................. 37 2.1.3.1 Hakikat IPS ...................................................................................... 37 2.1.3.2 Pembelajaran IPS di SD ................................................................... 38 2.1.3.3 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II ........................................................................................... 41 2.2 Kajian Penelitian yang Relevan ....................................................... 44 2.3 Kerangka Berpikir ............................................................................ 48 2.4 Hipotesis Penelitian ......................................................................... 51 BAB III METODE PENELITIAN................................................................. 52 3.1 Jenis Penelitian................................................................................. 52 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................... 54 3.2.1 Tempat Penelitian ............................................................................ 54 3.2.2 Waktu Penelitian .............................................................................. 55 3.3 Populasi dan Sample Penelitian ....................................................... 56 3.3.1 Populasi Penelitian ........................................................................... 56 3.3.2 Sampel penelitian ............................................................................. 56 3.4 Variabel Penelitian ........................................................................... 57 3.5 Definisi Operasional Variabel.......................................................... 57 3.6 Instrumen Pengumpulan Data .......................................................... 57 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ................................................ 58 3.7.1 Penentuan Validitas Instrumen ........................................................ 59 3.7.2 Penentuan Reliabilitas Instrumen .................................................... 63 3.8 Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 65 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.9 Teknik Analisis Data........................................................................ 65 3.9.1 Analisis Deskriptif ........................................................................... 65 3.9.2 Analisis Inferensial .......................................................................... 66 3.9.2.1 Uji Prasyarat Analisis ...................................................................... 66 3.9.2.2 Uji Beda Pretest ............................................................................... 68 3.9.2.3 Uji Hipotesis .................................................................................... 69 3.9.2.4 Effect Size ......................................................................................... 70 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 71 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................ 71 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian ................................................................ 71 4.1.2 Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II ............ 73 4.1.2.1 Hasil Uji Normalitas ........................................................................ 74 4.1.2.2 Hasil Uji Homogenitas ..................................................................... 78 4.1.2.3 Hasil Uji Beda Pretest ..................................................................... 79 4.1.2.4 Hasil Uji Hipotesis ........................................................................... 80 4.1.2.5 Hasil Perhitungan Effect Size ........................................................... 81 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian ............................................................ 82 4.3 Pembahasan...................................................................................... 84 4.3.1 Pembahasan Proses Pelaksanaan Penelitian .................................... 84 4.3.2 Pembahasan Hasil Penelitian ........................................................... 86 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 89 5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 89 5.2 Keterbatasan Penelitian .................................................................... 89 5.3 Saran ......................................................................................... 90 5.3.1 Bagi Sekolah .................................................................................... 90 5.3.2 Bagi Guru ......................................................................................... 90 5.3.3 Bagi Peneliti Lainnya ....................................................................... 90 DAFTAR REFERENSI ................................................................................. 92 LAMPIRAN ................................................................................................... 94 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penentuan Poin Kemajuan ...................................................... 37 Tabel 2.2 Tingkatan Penghargaan .......................................................... 37 Tabel 2.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS kelas V ...... 40 Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data ....................................................... 55 Tabel 3.2 Jadwal Penelitian .................................................................... 56 Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen ................................................................. 58 Tabel 3.4 Nomor Soal Yang Valid ......................................................... 62 Tabel 3.5 Penentuan Validitas ................................................................ 62 Tabel 3.6 Kriteria Reliabilitas ................................................................ 64 Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Reliabilitas ................................................ 64 Tabel 3.8 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar ......................... 65 Tabel 3.9 Kriteria effect size ................................................................... 70 Tabel 4.1 Data Prestasi Belajar............................................................... 72 Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen ............ 75 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol ................... 75 Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen ........... 76 Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol .................. 77 Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas ........................................................... 78 Tabel 4.7 Hasil Uji Beda Pretest ............................................................ 79 Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis ................................................................. 81 Tabel 4.9 Rangkuman Uji Normalitas .................................................... 83 Tabel 4.10 Rangkuman Uji Homogenitas Pretest .................................... 83 Tabel 4.11 Rangkuman Skor Pretest ke Posttest ..................................... 83 Tabel 4.12 Rangkuman Uji Beda Pretest ................................................. 83 Tabel 4.13 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ................................ 84 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kelompok Asal ....................................................................... 35 Gambar 2.2 Kelompok Ahli ....................................................................... 35 Gambar 2.3 Literatur Map ......................................................................... 47 Gambar 3.1 Rancangan Penelitian ............................................................. 53 Gambar 3.2 Variabel Penelitian ................................................................. 57 Gambar 4.1 Distribusi Data Pretest Kelompok Eksperimen ...................... 75 Gambar 4.2 Distribusi Data Pretest Kelompok Kontrol............................. 76 Gambar 4.3 Distribusi Data Posttest Kelompok Eksperimen .................... 77 Gambar 4.4 Distribusi Data Posttest Kelompok Kontrol ........................... 77 Gambar 4.5 Perbandingan Skor Pretest dan Postest .................................. 81 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Ijin akan Melaksanakan Penelitian................................. 95 Lampiran 2 Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian ................... 96 Lampiran 3 Silabus dan RPP Kelas Eksperimen ........................................ 97 Lampiran 4 Silabus dan RPP Kelas Kontrol ............................................... 151 Lampiran 5 Materi Pembelajaran ................................................................ 182 Lampiran 6 Bentuk Soal yang Dikerjakan Siswa untuk Uji Coba .............. 189 Lampiran 7 Output Perhitungan Validitas .................................................. 198 Lampiran 8 Tabel Nilai r Product Moment ................................................. 202 Lampiran 9 Hasil Uji Reliabilitas .............................................................. 203 Lampiran 10 Lembar Expert Judgement Instrumen Penelitian..................... 204 Lampiran 11 Instrument Soal untuk Pretest dan Posttest ............................. 212 Lampiran 12 Tabulasi Pengolahan Data Nilai Pretest dan Posttest ............. 217 Lampiran 13 Data nilai Pretest dan Posttest ................................................. 221 Lampiran 14 Output Perhitungan SPSS untuk Analisis Deskriptif ............ 222 Lampiran 15 Output Perhitungan SPSS untuk Analisis Inferensial ............ 223 Lampiran 16 Lembar Pengamatan Jigsaw II ............................................... 225 Lampiran 17 Foto-foto Kegiatan Pembelajaran ........................................... 227 Lampiran 18 Daftar Riwayat Hidup ............................................................. 231 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan lima hal yaitu latar belakang, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Prestasi belajar (KBBI, 2008:1101) merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Bertolak dari hal tersebut, maka prestasi belajar akan terlihat setelah adanya suatu proses belajar dimana melalui mata pelajaran yang ada dikembangkan pengetahuan maupun keterampilan. Faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam proses belajarnya (Syah, 2008:144) yaitu, faktor internal yang merupakan kondisi jasmani dan rohani siswa, faktor eksternal yang merupakan kondisi lingkungan di sekitar siswa, dan faktor pendekatan belajar yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Bertolak dari beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, maka orang-orang yang ada di lngkungan sekitar siswa seperti orang tua, guru, dan teman-temannya, khususnya teman sebaya, penerapan model dan metode pembelajaran juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa memiliki waktu khusus untuk belajar di sekolah, sehingga dibutuhkan kreativitas guru untuk mengemas pembelajaran agar dapat berlangsung dengan efektif dan siswa dapat memahami pembelajaran dengan baik yang harapannya akan memperoleh prestasi belajar yang baik pula. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Pembelajaran di kelas mencakup beberapa mata pelajaran yang salah satunya adalah mata pelajaran IPS yang merupakan mata pelajaran wajib yang ada di SD. Ruang lingkup mata pelajaran IPS di sekolah dasar di dalam standar isi (Tim Penyusun KTSP, 2007:237) meliputi beberapa aspek, yaitu manusia, tempat, dan lingkungan, waktu, keberlanjutan, dan perubahan; sistem sosial dan budaya; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Dilihat dari ruang lingkup materi diatas, ada banyak materi IPS yang berisi konsep yang tidak nyata sehingga sulit dibayangkan tetapi harus dipelajari oleh siswa sekolah dasar. Anak usia sekolah dasar menurut Piaget (dalam Susanto, 2013:152) berada pada tahap perkembangan intelektual pada tingkatan kongret operasional. Tingkatan kongret operasional dapat diartikan bahwa siswa akan memahami hal-hal yang bersifat nyata. Bertolak dari hal ini maka, ketika dihadapkan dengan konsep atau materimateri IPS, siswa akan sulit untuk memahaminya karena konsep tersebut bersifat tidak nyata. Pada tahapan ini, siswa memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh. Siswa memperdulikan masa sekarang dan bukan masa depan atau masa lalu seperti yang ada dalam materi sejarah yang merupakan salah satu cakupan IPS. Bertolak dari kebutuhan anak usia SD maka dibutuhkan usaha untuk membantu dan memfasilitasi siswa memahami mata pelajaran IPS. Jenjang pendidikan sekolah dasar dari tahun ke tahun memasukkan mata pelajaran IPS sebagai salah satu mata pelajaran inti yang ada dalam ujian nasional. Bertolak dari hal ini maka prestasi belajar IPS siswa tentu saja menjadi hal penting yang perlu diperhatikan karena fungsinya sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa serta sebagai indikator daya serap peserta didik (Arifin, 2009:12-13). Prestasi belajar penting maka proses

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 siswa di dalam belajar juga penting dan perlu diperhatkan. Proses ini tercermin dalam pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Susanto (2013:155) menyatakan bahwa dalam kenyataannya masih banyak guru yang melakukan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Peran guru dan buku teks dalam hal ini masih merupakan sumber yang utama. Cara seperti ini cenderung membuat siswa bersikap apatis baik terhadap mata pelajaran maupun terhadap gejala sosial yang ada di masyarakat. Guru yang memonopoli peran sebagai sumber informasi selayaknya meningkatkan kinerja dengan metode pembelajaran yang bervariasi. Guru dituntut menggunakan metode pembelajaran yang lain selain metode ceramah agar suasana belajar menjadi lebih baik. Bertolak dari hal ini dan juga sebagai salah satu usaha untuk memfasilitasi siswa SD yang berada pada tahap operasional kongret, maka guru dapat menerapkan model pembelajaran inovatif di dalam kelas. Model pembelajaran inovatif ada banyak, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II sebagai metode yang handal yang dapat memberikan konstribusi yang lebih baik dalam mencapai prestasi belajar siswa. Hubungan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kebutuhan siswa SD yang berada pada tahap operasional kongret adalah, melalui model pembelajaran ini, siswa berusaha memahami materi pembelajaran dengan bantuan orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama teman sebaya. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya baik kepada teman-teman dalam kelompok belajarnya maupun kepada guru. Melalui bantuan teman sebaya maupun guru, dimana ada kesempatan bagi siswa untuk bekerja sama dan bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami di dalam pembelajaran

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 membantu siswa untuk memahami konsep yang bersifat abstrak untuk menuju ke konsep yang mudah dipahami oleh siswa sehingga akan memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini terbukti dari beberapa teori serta penelitian-penelitian terdahulu yang ada. Wardani (dalam Isjoni, 2012:39) menyatakan bahwa Jigsaw merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa beraktivitas dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Jigsaw terdiri atas 3 jenis yaitu Jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III (Huda:2012). Beberapa peneliti (Mustamin,dkk.,2013; Darmanda,dkk.,2012; Budiawan,dkk.,2012) melakukan penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS pada siswa sekolah dasar. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah prestasi siswa dalam bidang akademik. Hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS. Penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS juga pernah dilakukan untuk siswa sekolah menengah pertama (Mujmal, dkk:2011) dan hasilnya adalah berpengaruh positif. Peneliti yang lainnya (Sabtanti:2009) juga melakukan penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang hasilnya adalah berpengaruh positif terhadap prestasi belajar PKn pada siswa sekolah menengah pertama. Penjelasan-penjelasan yang telah diutarakan di atas, kaitannya dengan teori dan beberapa penelitian mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa, membuat penulis tertarik untuk meneliti perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Pemilihan kelas V dikarenakan karena materi IPS di kelas V berisi materi yang sebagian besar adalah materi sejarah, yang berbentuk narasi dan berisi konsep yang abstrak maka sulit dipahami oleh siswa. Penelitian akan dilakukan di SD Kanisius Wirobrajan dengan latar belakang siswa yang heterogen dan dalam pemblajaran IPS belum pernah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dipilih adalah tipe Jigsaw II karena merupakan model yang berbeda dengan Jigsaw I dan dirancang lebih baik dari Jigsaw I. Jigsaw II merupakan model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan apabila materi yang dipelajari adalah narasi tertulis (Slavin, 2008:237). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Materi dalam pembelajaran IPS berbentuk narasi tertulis sehingga cocok menggunakan model pembelajaran Jigsaw II ini. Jigsaw II merupakan penyempurnaan dari Jigsaw I. Pembelajaran yang menerapkan Jigsaw II memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari konsep secara umum terlebih dahulu, sehingga dapat menjadi gambaran bagi siswa sebelum benarbenar memperoleh informasi dari teman lain yang ahli dalam sub bab materi tertentu (Trianto, 2009:75). Jigsaw II juga menerapkan adanya penghargaan. Pembelajaran menggunakan Jigsaw II memberikan kesempatan kelompok untuk berkompetisi memperoleh penghargaan kelompok (Huda, 2012:118). Penghargaan diperoleh berdasarkan kemampuan masing-masing anggota kelompok yang dilihat

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 berdasarkan poin. Poin dalam kelompok akan bertambah apabila masing-masing individu dalam kelompok juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan yang sebelumnya sehingga siswa memiliki semangat dan selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya dalam pembelajaran IPS. Bertolak dari perbedaan antara Jigsaw I dan II maka harapannya Jigsaw II akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap prestasi belajar IPS siswa. 1.2 Pembatasan Masalah Penelitian ini membatasi pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar ranah kognitif untuk mata pelajaran IPS siswa kelas V sekolah dasar pada KD 2.2, menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II? 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka dapat dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut: untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pendidikan di Indonesia khususnya dalam pembelajaran IPS pada aspek prestasi belajar IPS. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar IPS. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Bagi Siswa Siswa mendapatkan pengalaman yang baru dengan merasakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II membawa suasana baru bagi siswa dalam mata pelajaran IPS. Siswa akan mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik. 1.5.2.2 Bagi Guru Guru memperoleh gambaran penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Guru dapat menggunakan hasil penelitian sebagai referensi mengenai model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang dapat dipraktekkan dalam pembelajaran di kelas. 1.5.2.3 Bagi Peneliti Lain Peneliti lainnya dapat memperoleh gambaran dan inspirasi mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif yang dapat memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap pencapaian prestasi belajar IPS. Peneliti yang akan datang harapannya dapat mengembangkan penelitian dengan lebih baik.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tujuan penulisan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Bab ini akan diuraikan menjadi empat hal yaitu kajian teori yang berisi teori-teori yang mendukung, hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir serta hipotesis penelitian. 2.1 Kajian Pustaka Bagian ini akan mengkaji teori-teori yang mendukung penelitian ini. Kajian pustaka didasarkan pada tinjauan pustaka yang dilakukan oleh peneliti. Beberapa teori yang dikaji meliputi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), prestasi belajar, serta model pembelajaran kooperatif khususnya tipe Jigsaw II. 2.1.1 Belajar Pembahasan prestasi belajar meliputi pengertian belajar, ciri-ciri belajar, prinsip-prinsip belajar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi belajar. 2.1.1.1 Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto,2010:2). Pendapat lain mengenai pengertian belajar disampaikan oleh Suyono (2011:9), belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan beberapa pengertian yang telah diungkapkan oleh beberapa tokoh (Slameto,2010 dan Suyono,2011) adalah, belajar merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan yang bersifat pengetahuan, keterampilan, maupun yang berkaitan dengan nilai dan sikap dari hasil pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. 2.1.1.2 Ciri-ciri Belajar Winataputra (2008:1.9) menyatakan bahwa ciri-ciri belajar ada tiga. Ciri belajar yang pertama adalah belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah perubahan baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Ciri belajar yang kedua adalah perubahan yang terjadi merupakan buah dari pengalaman. Perubahan perilaku yang terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Ciri belajar yang ketiga adalah perubahan relatif menetap. Djamarah (2011:15-16) juga memiliki persamaan pendapat dengan Winataputra mengenai ciri-ciri belajar, yaitu bahwa belajar itu memungkinkan adanya perubahan perilaku serta perubahan yang terjadi dalam belajar bersifat menetap. Selain kedua ciri belajar tersebut, Djamarah juga menambahkan pendapat mengenai ciri-ciri belajar. Ciri-ciri belajar yang lainnya yang diungkapkan oleh Djamarah adalah bahwa didalam belajar, perubahan terjadi secara sadar. Individu yang belajar menyadari atau setidaknya merasakan terjadinya perubahan di dalam dirinya, misalnya adalah individu menyadari bahwa pengetahuan atau kecakapannya bertambah. Ciri belajar yang lainnya adalah perubahan dalam belajar bersifat fungsional. Perubahan yang terjadi dalam

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 proses belajar akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar selanjutnya. Misalnya individu yang belajar menulis akan mengalami perubahan dari tidak dapat menulis menjadi dapat menulis. Perubahan yang terjadi berlangsung terus menerus sampai kecakapan menulisnya menjadi lebih baik dan sempurna dan pada akhirnya memperoleh kecakapan yang lain seperti menulis surat, mengerjakan soal dan sebagainya. Ciri belajar yang lainnya yang diungkapkan oleh Djamarah adalah perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Perubahan dalam belajar selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan bersifat aktif artinya bahwa perubahan tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan karena usaha individu sendiri. Ciri belajar yang lainnya adalah perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. Terjadinya perubahan tingkah laku adalah karena adanya tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. Sebagai contoh, seseorang yang belajar mengenai operasi hitung pecahan, sebelumnya sudah menentukan apa yang akan dicapai misalnya adalah mengenai pembentukan dasar negara. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan beberapa pendapat ahli (Winataputra, 2008 dan Djamarah, 2011) mengenai ciri-ciri belajar yang telah dijelaskan di atas adalah, ciri-ciri belajar ditandai dengan adanya perubahan pada diri individu. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini meliputi perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, perubahan yang terjadi bersifat menetap, perubahan yang terjadi merupakan hasil dari pengalaman berinteraksi dengan lingkungan, perubahan terjadi secara sadar,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 perubahan dalam belajar bersifat fungsional, perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif serta perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. 2.1.1.3 Prinsip-prinsip Belajar Slameto (2010:27-28) menyatakan bahwa prinsip belajar dapat dilihat dari 4 hal yaitu berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar, sesuai hakikat belajar, sesuai materi atau bahan yang harus dipelajari, serta dilihat dari syarat keberhasilan belajar. Berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar dinyatakan bahwa dalam belajar setiap siswa harus diusahakan untuk berpartisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Belajar harus dapat menimbulkan penguatan dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional. Belajar memerlukan lingkungan yang menantang dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan lingkungannya. Sesuai hakikatnya, belajar bersifat kontinyu yaitu harus tahap demi tahap menurut perkembangannya, belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi, dan discovery, belajar adalah proses kontinguitas, yaitu adanya hubungan antara pengertian yang satu dengan yang lainnya sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan. Stimulus yang diberikan mendapatkan respon yang diharapkan. Sesuai materi yang harus dipelajari dinyatakan bahwa belajar bersifat keseluruhan. Materi harus memiliki struktur dan penyajian yang sederhana sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya. Belajar juga harus mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan yang harus dicapai.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Belajar berdasarkan syarat keberhasilan belajar memerlukan sarana yang cukup sehingga siswa dapat belajar dengan tenang. Pengulangan berkali-kali terhadap pengertian/keterampilan/sikap perlu dilakukan disamping tersedianya sarana yang mencukupi. Pengulangan dimaksudkan agar konsep yang dipelajari dapat dipahami secara mendalam oleh siswa. Pendapat mengenai prinsip-prinsip belajar juga disampaikan oleh Suprijono (2011:4-5). Beliau menyampaikan prinsip-prinsip belajar secara lebih sederhana yaitu mencakup tiga prinsip. Prinsip belajar yang pertama adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki beberapa ciri yaitu: sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari, berkesinambungan dengan perilaku lainnya, bermanfaat bagi bekal hidup, positif, aktif, permanen, bertujuan dan terarah serta mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan. Prinsip belajar yang kedua adalah belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai komponen belajar. Prinsip belajar yang ketiga adalah belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman merupakan hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan beberapa prinsip yang diungkapkan oleh beberapa ahli (Slameto,2010 dan Suprijono,2011) adalah, ada beberapa hal yang menjadi prinsip di dalam belajar yang harus diperhatikan terutama oleh seorang guru yang akan membelajarkan siswanya. Prinsip-prinsip didalam belajar diantaranya adalah ketika belajar anak memerlukan lingkungan yang menantang untuk dapat mengembangkan kemampuannya, belajar melalui proses tahap demi tahap menurut perkembangan anak, ketika ada materi yang harus disampaikan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 harus menggunakan struktur dan penyajian yang sederhana agar mudah dipahami anak, diperlukan sarana yang cukup sehingga siswa dapat belajar dengan tenang, diperlukan adanya pengulangan berkali-kali terutama untuk konsep-konsep yang penting dan sulit bagi anak, belajar merupakan bentuk pengalaman yang merupakan hasil dari interaksi anak dengan lingkungannya, serta hal-hal penting lainnya yang perlu diperhatikan didalam belajar. 2.1.1.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Faktor yang mempengaruhi belajar meliputi faktor internal dan faktor eksternal (Syah, 2008:144). Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi dua aspek yaitu aspek fisiologis (kondisi umum jasmani) dan aspek psikologis (kondisi rohaniah). Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yang meliputi faktor lingkungan sosial, lingkungan non sosial dan faktor pendekatan belajar. Aspek fisiologis meliputi kondisi umum jasmani seperti tegangan otot, kondisi organ tubuh yang lemah, kondisi organ khusus seperti kesehatan indera pendengar dan indera penglihat yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan. Aspek psikologis yang meliputi kondisi rohaniah. Kondisi rohaniah yang dimaksud meliputi tingkat kecerdasan atau intelegensi siswa. Semakin tinggi kemampuan intelegensi siswa maka semakin besar peluang untuk meraih sukses begitu pula sebaliknya. Siswa yang berintelegensi normal,termasuk anak yang sangat cerdas dan sangat berbakat (IQ 128 keatas), dan siswa yang berintelegensi di bawah rata-rata (IQ 79 kebawah) tentu saja berbeda dalam hal kemampuannya untuk memahami pembelajaran.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Hal yang kedua adalah sikap siswa. Sikap siswa yang positif terhadap guru maupun mata pelajaran yang disajikan merupakan awal yang baik bagi proses pembelajaran, sedangkan sikap negatif siswa terhadap guru dan mata pelajaran yang disajikan, jika ditambah dengan kebencian kepada guru maupun mata pelajaran yang disajikan maka dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa. Hal yang ketiga adalah bakat siswa. Bakat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Apabila tidak sesuai dengan bakat akan berpengaruh terhadap kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Sebagai contoh, siswa yang yang berbakat dalam bidang berhitung maka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan serta keterampilan dalam hal berhitung seperti pada mata pelajaran matematika. Hal yang keempat adalah minat siswa. Minat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Sebagai contoh, siswa yang menaruh minat besar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah, suka membaca maka akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lain yang tidak memiliki minat. Hal yang terakhir adalah motivasi siswa. Motivasi ini terdiri dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri siswa yang mendorong untuk melaksanakan tindakan belajar, sebagai contoh adalah perasaan menyenangi materi pelajaran. Motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri siswa yang mendorong untuk melakukan kegiatan belajar, contohnya adalah adanya pujian dan hadiah. Faktor lingkungan sosial adalah seperti guru, teman-teman sekelas, teman-teman sepermainan, masyarakat dan sebagainya. Lingkungan sosial ini bisa

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 mempengaruhi semangat belajar, memberikan teladan yang baik khususnya dalam hal belajar, dan mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Lingkungan sosial yang paling mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah orang tua dan keluarga siswa. Contoh dari lingkungan sosial yang mempengaruhi belajar siswa adalah kebiasaan keluarga dalam mengelola keluarga yang keliru seperti kelalaian orang tua dalam memantau kegiatan anak yang akan mengakibatkan anak tidak terkontrol belajarnya dan bisa juga membuat anak berperilaku menyimpang. Faktor lingkungan non sosial yang dimaksud dalam hal ini adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alatalat belajar, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang digunakan siswa. Contoh dari lingkungan non sosial yang mempengaruhi belajar siswa adalah waktu yang disenangi untuk belajar, bagi siswa yang menyenangi waktu belajar di pagi hari maka ketika diminta untuk belajar di pagi hari dia bersemangat untuk belajar, akan tetapi bagi siswa yang senang belajar di malam hari, dia tidak bisa belajar di pagi hari karena misalnya saja masih mengantuk. Faktor pendekatan belajar merupakan cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran tertentu. Strategi yang dimaksud merupakan langkah operasional yang direncanakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Slameto (2010:54-72) juga menyampaikan pendapatnya mengenai faktor-faktor yang mempengarui belajar. Menurut pendapatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar juga dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar individu. Bertolak

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dari pendapat Syah (2008:144) mengenai faktor dari dalam diri siswa yang mempengaruhi belajar, Slameto (2010:54) memiliki persamaan pendapat bahwa faktor jasmaniah dan faktor psikologis termasuk faktor intern yang mempengaruhi belajar. Selain kedua faktor ini, beliau menambahkan bahwa faktor kelelahan merupakan faktor intern yang mempengaruhi belajar. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar diungkapkan oleh Slameto (2010:60) secara lebih spesifik yaitu meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor kelelahan yang disampaikan oleh Slameto yang termasuk ke dalam faktor intern yang mempengaruhi belajar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terjadi karena kekacauan substansi sisa pembakaran dalam tubuh sehingga darah kurang lancar pada bagian-bagian tertentu. Hal ini dapat terlihat dari lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan membaringkan tubuh. Kelelahan rohani dapat terjadi karena terus menerus memikirkan masalah yang dianggap berat tanpa istirahat, menghadapi hal-hal yang selalu sama tanpa variasi, serta mengerjakan sesuatu karena terpaksa dan tidak sesuai dengan bakat, minat, dan perhatiannya. Kelelahan rohani ini dapat terlihat dari adanya kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk mnghasilkan sesuatu hilang. Faktor ekstern yang mempengaruhi belajar yang berupa faktor keluarga menurut Slameto (2010:60-64) mencakup enam hal yaitu cara mendidik orang tua, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, serta latar belakang kebudayaan. Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anaknya, acuh tak acuh terhadap belajar

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 anaknya, dan tidak memperhatikan kepentingan dan kebutuhan anaknya dalam belajar. Mendidik anak dengan cara memanjakan maupun dengan memperlakukannya terlalu keras bukan merupakan cara mendidik yang baik. Faktor ekstern yang berupa relasi antar anggota keluarga, yang dalam hal ini dapat berupa relasi orang tua dengan anaknya maupun antara anak dan anggota keluarga yang lainnya. Faktor yang lainnya adalah suasana rumah. Relasi yang baik di dalam keluarga akan mendukung kelancaran dan keberhasilan belajar anak. Faktor yang lainnya adalah suasana rumah, yang dimaksud suasana rumah adalah kejadian yang sering terjadi di dalam keluarga dimana anak berada dan belajar. Suasana rumah yang tenang dan tenteram perlu diciptakan agar anak dapat belajar dengan baik. Kedaaan ekonomi keluarga juga merupakan faktor ekstern yang mempengaruhi belajar. Kebutuhan pokok anak maupun fasilitas dalam belajar dibutuhkan dan akan terpenuhi bila keluarga mempunyai cukup uang. Faktor yang lainnya adalah pengertian orang tua. Pengertian dan dorongan dapat diberikan kepada anak misalnya ketika anak mengalami lemah semangat maupun mengalami kesulitan. Faktor yan lainnya adalah latar belakang kebudayaan. Tingkat pendidikan maupun kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak untuk belajar. Faktor ekstern yang kedua adalah faktor sekolah. Faktor sekolah meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pengajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, serta tugas rumah. Metode mengajar merupakan cara yang dilalui di dalam mengajar. Metode mengajar yang baik akan mempengauhi belajar yang baik pula bagi siswa. Metode mengajar yang

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 kurang baik dapat terjadi karena kurangnya persiapan ataupun kurangnya pemahaman terhadap materi pembelajaran. Faktor kurikulum sebagian besar berkaitan dengan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa untuk diterima, dikuasai, dan dikembangkan sehingga harus sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan anak. Relasi guru dengan siswa juga merupakan faktor yang penting. Relasi belajar yang baik antara siswa dan guru maupun sebaliknya akan menyebaban proses belajar menjadi lancar serta timbul suasana yang menyenangkan untuk belajar. Faktor relasi siswa dengan siswa berpengaruh terhadap belajar ketika sifat-sifat atau tingkah laku yang ditunjukkan oleh siswa diterima atau tidak oleh teman-temannya, apabila tidak diterima maka siswa bisa merasa rendah diri, mengalami tekanan, merasa terasing dan sebagainya sehingga akan mempengaruhi dalam belajarnya juga. Kedisiplinan sekolah erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga belajarnya. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang dipelajari oleh siswa. Pemilihan waktu sekolah yang tepat akan mempengaruhi belajar, ketika siswa harus belajar di pagi, siang, atau sore tentu saja berbeda suasananya dan semangatnya di dalam belajar. Faktor yang lainnya adalah standar pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari tuntutan penguasaan materi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa tanpa mengesampingkan tujuan yang telah dirumuskan untuk dicapai. Keadaan gedung juga mempengaruhi belajar siswa. Metode belajar juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi belajar. Metode belajar berkaitan dengan cara siswa di dalam belajar termasuk pembagian waktu di dalam belajar. Tugas rumah diberikan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 secukupnya tanpa mengesampingkan hak anak untuk melakukan kegiatan lain yang ada di rumah. Faktor ekstern yang ketiga adalah faktor masyarakat. Faktor masyarakat mencakup kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul serta bentuk kehidupan masyarakat. Kegiatan di dalam masyarakat menguntungkan terhadap perkembangan pribadi anak, akan tetapi perlu diperhatikan juga mengenai pembagian waktu serta prioritas kegiatan apa saja yang diikuti sehingga tidak mengganggu belajar anak. Mass media dapat berupa bioskop, radio, TV, surat kabar, majalah, buku-buku, komik dan lain sebagainya yang beredar di masyarakat. Berkaitan dengan mass media ini, bimbingan dan kontrol dari pihak orang tua dan pendidik, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sangat diperlukan. Faktor yang lainnya adalah teman bergaul, agar siswa dapat belajar dengan baik maka perlu diusahakan siswa memiliki teman bergaul yang baik dan pembinaan pergaulan yang baik serta pengawasan dari orang tua dan pendidik harus cukup bijaksana. Faktor lain yang mempengaruhi belajar adalah bentuk kehidupan masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang terpelajar dengan yang tidak terpelajar tentu saja berbeda cara pandang mereka terhadap pendidikan bagi anak-anak mereka, anakanak akan cenderung berbuat seperti orang-orang yang ada di lingkungannya. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan beberapa pendapat di atas (Syah, 2008 dan Slameto, 2010) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah, faktor yang mempengaruhi belajar ada dua yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu dan faktor yang berasal dari luar individu. Beberapa faktor yang mempengaruhi belajar perlu diperhatikan baik oleh siswa

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 sendiri dan terutama oleh orang-orang dewasa yang ada di lingkungan siswa baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat seperti orang tua dan guru. 2.1.1.5 Prestasi Belajar 2.1.1.5.1 Pengertian Prestasi Belajar Prestasi didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan dsb). Prestasi belajar didefinisikan sebagai penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru (KBBI, 2008:1101). KBBI menyatakan bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, maka ketika seorang siswa melakukan proses belajar dan mendapatkan hasil dari belajarnya, maka siswa tersebut juga memiliki prestasi belajar, sehingga prestasi belajar dapat didefinisikan sebagai hasil belajar. Prestasi belajar yang dimaksud penulis dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPS, yaitu hasil yang didapatkan oleh siswa setelah melaksanakan proses belajar IPS yang dapat berupa penguasaan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran IPS yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru. 2.1.1.5.2 Fungsi Prestasi Belajar Prestasi belajar penting dibahas karena memiliki beberapa fungsi utama (Arifin, 2009:12-13) yaitu: sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik, sebagai lambang pemuasan rasa ingin tahu, sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan karena prestasi belajar dijadikan pendorong bagi peserta didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 pendidikan, sebagai indikator intern yang berarti prestasi belajar dijadikan indikator tingkat produktivitas suatu institusi pendidikan dan indikator ekstern yang berarti tinggi rendahnya prestasi belajar dijadikan indikator tingkat kesuksesan peserta didik di masyarakat), fungsi yang terakhir bahwa prestasi belajar dijadikan indikator daya serap atau kecerdasan peserta didik. Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa fungsi penting dari prestasi belajar sehingga prestasi belajar menjadi penting pula untuk diperhatikan dan diusahakan untuk dicapai sebaik-baiknya 2.1.1.5.3 Indikator Prestasi Belajar Indikator yang dapat digunakan untuk mengukur prestasi belajar diungkapkan oleh Syah (2008:217-218). Prestasi belajar mencakup tiga ranah, yaitu ranah cipta (kognitif), ranah rasa (afektif), dan ranah karsa (psikomotorik). Ranah kognitif mencakup beberapa kemampuan yaitu pengamatan, ingatan, pemahaman, penerapan, analisa, dan sintesis. Pengamatan memiliki indikator antara lain dapat menunjukkan, dapat membandingkan, dan dapat menghubungkan. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan pada bagian pengamatan ini adalah tes tertulis, tes lisan, dan observasi. Ingatan memiliki indikator yang dapat menyebutkan dan dapat menunjukkan kembali. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan antara lain tes lisan, tes tertulis dan observasi. Pemahaman, indikator yang dapat diukur antara lain dapat menjelaskan, dapat mendefinisikan dengan lisan. Bentuk evaluasi yang digunakan tes lisan dan tertulis. Penerapan, indikator yang dapat diukur antara lain dapat memberikan contoh dan dapat menggunakan secara tepat. Bentuk evaluasi yang digunakan adalah tertulis dan observasi, dan pemberian tugas. Analisa, indikator pencapaian prestasinya antara lain dapat

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 menguraikan, dapat mengklasifikasikan. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan adalah tes tertulis dan pemberian tugas. Sintesis, indikator pencapaian belajar dapat terlihat dari dapat menghubungkan, dapat menyimpulkan, dan dapat menggeneralisasikan. Bentuk evaluasi dari kemampuan sintesis ini tersebut adalah tes tertulis dan pemberian tugas. Ranah afektif mencakup lima hal antara lain penerimaan, sambutan, apresiasi, internalisasi, karakterisasi. Penerimaan, indikator pencapaian prestasi terlihat apabila menunjukkan sikap menerima, menunjukkan sikap menolak. Bentuk evaluasi dari indikator tersebut antara tes tertulis, skala sikap, dan observasi. Sambutan, indikator ini terlihat dari kesediaan berpartisipasi, kesediaan memanfaatkan. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan adalah menggunakan skala sikap, tugas, dan observasi. Apresiasi, indikator pencapaian prestasi terlihat dari apabila menganggap penting dan bermanfaat, menganggap indah dan harmonis, dan mengagumi. Bentuk evaluasi yang dapat digunakan adalah tes skala sikap, pemberian tugas, dan observasi. Internalisasi (pendalaman), indikator pencapaian prestasi terlihat dari mengakui dan menyakini, mengingkari. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan adalah tes skala sikap, tugas, dan observasi. Karakterisasi, indikator pencapaian prestasi dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain melembagakan atau meniadakan, menjelmakan dalam pribadi dan perilaku seharihari. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan antara lain pemberian tugas ekspresif maupun observasi. Ranah psikomotorik mencakup dua hal yaitu keterampilan bergerak dan bertindak serta kecakapan ekspresi verbal dan non verbal. Indikator dari keterampilan bergerak dan bertindak adalah mengkoordinasikan gerak mata,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Bentuk evaluasi dari indikator ini dapat berupa observasi atau tes tindakan. Indikator dari kecakapan ekspresi verbal dan non verbal adalah mengucapkan dan membuat mimik dan gerakan jasmani. Bentuk evaluasi dari indikator ini dapat berupa tes lisan, observasi, atau tes tindakan. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan beberapa penjelasan di atas adalah, indikator prestasi belajar mencakup ranah kognitif yang berkaitan dengan pengetahuan, ranah afektif yang berkaitan dengan sikap, serta ranah psikomotorik yang berkaitan dengan keterampilan. Bentuk evaluasi atau pengukuran evaluasi prestasi belajar siswa pada aspek kognitif dapat dilakukan dengan tes tertulis, tes lisan, pemberian tugas, dan observasi. Pada aspek afektif, lebih pada tes mengukur sikap atau perbuatan, salah satunya dengan skala sikap dapat pula menggunakan observasi. Pada aspek psikomotor, dapat dilakukan dengan observasi dan tes tindakan. 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif Bagian ini akan membahas mengenai pengertian model pembelajaran kooperatif, unsur-unsur model pembelajaran kooperatif, tujuan model pembelajaran kooperatif, jenis-jenis pembelajaran kooperatif, langkah-langkah pembelajaran kooperatif, serta pembahasan khusus pada salah satu tipe pembelajaran kooeparatif yaitu Jigsaw II. 2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Beberapa tokoh kooperatif memberikan penjelasan mengenai pengertian model pembelajaran kooperatif. Sugiyanto (2010:37) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang berfokus pada

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Pembelajaran kooperatif menurut Huda (2012:32) adalah bahwa pembelajaran kooperatif mengacu pada metode pembelajaran di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Pendapat yang lainnya mengenai pengertian pembelajarn kooperatif disampaikan oleh Majid (2013:174) yaitu bahwa model pembelajaran koopertaif adalah pembelajaran yang mengutamakan kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif, yang anggotanya terdiri dari 4 sampai dengan 6 orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian pembelajaran kooperatif yang telah disampaikan oleh beberapa tokoh di atas (Sugiyanto,2010; Huda, 2012; Majid,2013) adalah, bahwa model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama didalam kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 orang yang bersifat heterogen, saling membantu dan bertanggungjawab terhadap pemahaman materi sebaik yang mereka bisa lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2.1.2.2 Unsur-unsur Model Pembelajaran Kooperatif Karakteristik atau unsur-unsur dari pembelajaran kooperatif menurut pendapat Slavin (2008:26-27) ada 6. Karakteristik yang pertama adalah tujuan kelompok. Beberapa tipe atau jenis pembelajaran kooperatif menggunakan beberapa bentuk tujuan kelompok, dapat berupa sertifikat atau regognisi lain yang diberikan kepada kelompok yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 sebelumnya. Karakteristik yang kedua adalah tanggung jawab individu yang dilaksanakan dengan dua cara. Cara yang pertama adalah skor kelompok didapatkan dari jumlah nilai rata-rata kuis individual. Cara yang kedua adalah dengan adanya spesialisasi tugas, dimana masing-masing siswa diberi tanggung jawab khusus dari sebagian tugas kelompok yang ada. Karekteristik yang ketiga adalah kesempatan sukses yang sama, yaitu penggunaan skor yang memastikan semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kelompoknya. Sebagai contoh, dalam tipe STAD ada skor kemajuan, dalam TGT adanya kesempatan kompetisi yang sama dan sebagainya. Karakteristik yang keempat adalah kompetisi tim atau kelompok digunakan sebagai sarana motivasi bagi siswa untuk bekerjasama dengan kelompoknya khususnya terlihat pada tipe STAD dan TGT. Karakteristik yang kelima adalah spesialisasi tugas, khususnya terlihat pada tipe Jigsaw, GI yng masing-masing anggota kelompok melaksanakan sub tugas masing-masing. Karakteristik yang terakhir adalah adaptasi terhadap kebutuhan kelompok, sebagian besar tipe pembelajarn kooperatif menggunakan petunjuk langkah-langkah kelompok, tetapi untuk tipe TAI dan CIRC ada penyesuaian petunjuk kebutuhan individual siswa. Selain Slavin, Lie (2010:31) juga berpendapat mengenai unsur-unsur dalam model pembelajaran kooperatif. Beliau sependapat dengan Slavin bahwa tanggung jawab perseorangan merupakan salah satu karakteristik dari pembelajaran kooperatif. Selain tanggung jawab persoarangan ada empat unsur pembelajaran kooperatif lainnya yang diungkapkan oleh Lie. Unsur-unsur tersebut diantaranya adalah saling ketergantungan positif, tatap muka, komunikasi antar anggota, serta evaluasi proses kelompok.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Saling ketergantungan positif berarti keberhasilan bergantung pada usaha setiap anggotanya. Setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan berupa poin yang yang berhasil didapatkan oleh siswa. Setiap siswa menyelesaikan tugasnya agar anggota kelompok yang lain di dalam kelompoknya bisa mencapai tujuan mereka. Tatap muka berarti bahwa setiap anggota kelompok diberi kesempatan untuk tatap muka dan berdiskusi sehingga terjalin interaksi. Interaksi yang terbentuk akan menghasilkan hasil pemikiran yang lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu orang saja. Interaksi yang terjalin akan membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing. Komunikasi antar anggota berarti keberhasilan kelompok bergantung pada kesediaan para anggota untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Evaluasi proses kelompok berarti guru atau pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Evaluasi tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelajaran terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif. Pendapat kedua tokoh diatas mengenai karakteristik pembelajaran kooperatif memberikan informasi kepada kita mengenai unsur-unsur apa saja yang ada di dalam pembelajaran kooperatif. Beberapa unsur yang ada menjadi karakteristik dari pembelajaran kooperatif diantaranya adalah tujuan kelompok,

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 misalnya dalam bentuk piagam penghargaan, tanggung jawab individu yang dapat dilihat dengan adanya spesialisasi tugas, kesempatan sukses yang sama, kompetisi kelompok yang digunakan sebagai sarana motivasi bagi siswa, saling ketergantungan positif antara satu anggota dengan anggota lain dalam kelompok, adanya tatap muka, komunikasi antar anggota, serta evaluasi proses kelompok yaitu mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. 2.1.2.3 Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif Trianto (2009:58) menyampaikan bahwa tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya. Pendapat yang lainnya mengenai tujuan pembelajaran kooperatif disampaikan oleh Rusman (2011:209-210). Pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tujuantujuan. Tujuan yang dimaksud diantaranya adalah hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, serta pengembangan keterampilan sosial. Tujuan yang lainnya adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Tujuan pembelajaran kooperatif juga disampaikan oleh Majid (2013:175). Beliau menyampaikan 3 tujuan pembelajaran kooperatif. Tujuan yang pertama adalah meningkatkan kinerja siswa dalam tugas akademik, hal ini terjadi karena dalam pembelajaran kooperatif terdapat bantuan dari teman lain dalam satu kelompok sehingga apabila ada kesulitan akan bisa terbantu. Tujuan yang lainnya

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 adalah melatih siswa untuk belajar menerima dan menghargai perbedaan latar belakang dari teman-temannya dalam kelompok. Tujuan yang juga penting adalah adanya kesempatan bagi siswa untuk melatih kerampilan sosial selama berproses didalam kelompok, misalnya adalah ketika mau bertanya, menjawab pertanyaan teman, menyampaikan ide dalam kelompok dan sebagainya. Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa pendapat di atas (Trianto, 2009; Rusman, 2011; Majid 2013) adalah bahwa tujuan dari pembelajaran kooperatif berkaitan dengan tujuan akademik, kemampuan sosial dan juga pengembangan diri. Tujuan akademik berhubungan dengan hasil belajar akademik. Kemampuan sosial dimana siswa belajar untuk berinteraksi, menerima keberagaman, belajar bekerja sama, berkolaborasi dan sebagainya. Pengembangan diri dimana siswa belajar untuk menghargai, melatih keberanian, belajar memiliki sikap kepemimpian, belajar bertanggung jawab dan sebagainya 2.1.2.4 Jenis-jenis Pembelajaran Kooperatif Ada beberapa tipe pembelajaran kooperatif. Tipe-tipe tersebut diantaranya adalah: 2.1.2.4.1 STAD (Students Teams Achievement Divisions) STAD merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana (Slavin: 1995). Dalam tipe ini penghargaan tim diberikan dengan tujuan memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuannya. 2.1.2.4.2 TGT (Teams Games Tournament) TGT merupakan salah satu tipe metode pembelajaran yang hampir sama dengan STAD (Slavin: 1995). Pada TGT sebagai bentuk evaluasi tidak menggunakan kuis melainkan menggunakan game akademik

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2.1.2.4.3 GI (Group Investigation) GI merupakan metode pembelajaran yang kelompoknya dibentuk oleh siswa sendiri, setiap kelompok bebas memilih subtopik dari keseluruhan materi yang akan diajarkan, kemudian menghasilkan laporan kelompok untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas dan berbagi serta bertukar informasi dari hasil temuan (Taniredja:2011). 2.1.2.4.4 Jigsaw Jigsaw, merupakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan Elliot Aronson yang kemudian dikembangkan oleh Slavin (Isjoni, 2012:29). Pendapat yang lain dikemukakan oleh Wardani dalam Isjoni (2012:29) mengemukakan bahwa teknik Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa beraktivitas dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Jigsaw terdiri atas 3 jenis yaitu Jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III (Huda:2012). Teknik ini digunakan dalam beberapa mata pelajaran yang salah satunya adalah Ilmu pengetahuan sosial. Jigsaw cocok untuk semua kelas atau tingkatan (Lie, 2010:69). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I telah dikembangkan dan diuji coba oleh Elliot Aronson dan teman-temannya. Langkah-langkah dalam pembelajaran Jigsaw I ini adalah: siswa dibagi atas beberapa kelompok yang tiap anggota kelompoknya antara 5 sampai 6 orang, materi yang diberikan kepada siswa berbentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab. Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya, anggota dari kelompok yang lain yang telah mempelajari

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk berdiskusi, setelah berdiskusi setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asalnya untuk mengajari teman-temannya pada pertemuan dan kelompok asal, siswa diberi tagihan berupa kuis individu. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan guru, antara laian: (1) Bahan Kuis; (2) LKS; (3) RPP. Sistem evaluasi sama dengan sistem evaluasi pada tipe STAD, yaitu pemberian skor nilai secara individu maupun kelompok. Tidak ada penghargaan khusus yang diberikan atas individu maupun kelompok yang mampu menunjukkan kemampuannya untuk bekerja sama dan mengerjakan kuis. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II adalah model yang digunakan oleh peneliti karena Jigsaw II dirancang lebih baik dari Jigsaw I. Jigsaw II merupakan penyempurnaan dari Jigsaw I. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan antara Jigsaw I dan II. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II akan dibahas lebih lanjut dalam sub bab khusus setelah sub bab ini. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw III dikembangkan oleh Kagan. Penerapan lebih fokus pada kelas-kelas bilingual. Jigsaw I, dan II dapat diterapkan untuk semua materi pelajaran sedangkan Jigsaw III khusus diterapkan untuk kelas bilingual sehingga umumnya menggunakan bahasa Inggris untuk materi, bahan, lembar kerja maupun kuis. Kelas bilingual dalam hal ini dipahami sebagai kelas yang didalamnya terdapat para pembelajar bahasa inggris dari berbagai daerah dengan level yang berbeda-beda. Dalam kelas bilingual biasanya terdapat (1) siswa yang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa nasional mereka, (2) siswa yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris tapi terlibat

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 dalam proses pembelajaran bahasa inggris, (3) siswa yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris namun mahir dalam bahasa Inggris. 2.1.2.4.5 NHT (Numbered Head Together) NHT merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan dapat dijadikan alternatif untuk struktur kelas yang tradisional. Guru menggunakan 4 fase yang mencakup penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama, serta menjawab yang digunakan untuk mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas (Trianto, 2009:82-83). 2.1.2.4.6 TAI (Teams Accelerated Instruction) Siswa dikelompokkkan berdasarkan kemampuannya yang beragam. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa dan mendapat tugas untuk menyelesaikan materi atau PR tertentu. Poin-poin dalam tugas dibagikan secara berurutan kepada setiap anggota. Semua anggota harus saling mengecek jawaban teman-teman satu kelompoknya dan saling memberi bantuan bila dibutuhkan. Masing-masing anggota diberi tes individual. Penghargaan diberikan kepada kelompok yang mampu menjawab soal-soal dengan benar lebih banyak dan mampu menyelesaikan PR dengan baik (Huda, 2012:125) 2.1.2.4.7 CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil baik homogen maupun heterogen. Pertama-tama, siswa mengikuti instruksi guru tentang keterampilan membaca dan menulis, praktik, pra-penilaian, dan kuis. Penghargaan diberikan kepada kelompok yang anggota-anggotanya mampu menunjukkan peningkatan dalam aktivitas membaca dan menulis (Huda, 2012:126)

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Kesimpulan yang dapat diambil dari model-model pembelajaran kooperatif yang telah dibahas di atas adalah bahwa model-model pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang menggambarkan langkahlangkah yang teratur dalam menyajikan pengalaman belajar secara berkelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Masing-masing model pembelajaran kooperatif memiliki karakteristik tertentu baik dari pembentukan kelompok maupun langkah pembelajarannya. 2.1.2.5 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II 2.1.2.5.1 Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Jigsaw II merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang diadopsi dan dimodifikasi oleh Slavin dari Jigsaw yang pertama kali dikembangkan oleh Aronson (Huda, 2012:118). Slavin (2008:237) memberikan beberapa informasi mengenai Jigsaw II. Beberapa informasi yang berkaitan dengan Jigsaw II ini adalah bahwa dalam Jigsaw II siswa bekerja dalam tim yang heterogen terdiri dari 4 atau 5 anggota. Jigsaw II dapat digunakan apabila materi yang akan dipelajari adalah materi berbentuk narasi tertulis untuk subjek– subjek seperti pelajaran ilmu pengetahuan sosial, sebagian ilmu pengetahuan ilmiah, dan bidang lain yang tujuan pembelajarannya pada penguasaan konsep daripada penguasaan keterampilan. Kelebihan dari Jigsaw II adalah bahwa semua siswa membaca semua materi yang akan membuat konsep-konsep yang telah disatukan menjadi lebih mudah untuk dipahami. Menurut Huda (2012:118) dalam Jigsaw II, kelompok berkompetisi untuk memperoleh penghargaan kelompok. Penghargaan diperoleh berdasarkan performa individu masing-masing anggota.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Poin dalam kelompok akan bertambah apabila masing-masing individu dalam kelompok juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan yang sebelumnya. Jigsaw I , II, dan III memiliki perbedaan. Perbedaan yang mendasar antara Jigsaw I dan Jigsaw II yang sekaligus menjadi ciri khusus dari Jigsaw II adalah, menurut Trianto (2009:75) pada tipe I, awalnya siswa hanya belajar konsep tertentu yang akan menjadi spesialisasinya sementara konsep yang lain didapatkan melalui diskusi dengan teman-temannya di dalam kelompok. Pada tipe II setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum siswa belajar spesialisasinya untuk menjadi ahli (expert) untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang akan dibicarakan. Jigsaw II apabila dibandingkan dengan Jigsaw III juga jelas perbedaannya, bahwa dalam Jigsaw III diterapkan untuk kelas bilingual sedangkan Jigsaw II diterapkan pada kelas yang bukan bilingual. Kunci dalam Jigsaw II adalah setiap siswa bergantung kepada teman satu timnya untuk memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik saat penilaian. Menurut Huda (2012:118), dalam Jigsaw II setiap kelompok berkompetisi untuk memperoleh penghargaan kelompok. Penghargaan diperoleh dari performa individu masing-masing anggota. Setiap kelompok memperoleh poin tambahan jika masing-masing anggotanya mampu menunjukkan peningkatan performa dari hasil sebelumnya saat ditugaskan mengerjakan kuis. Jigsaw II dirancang lebih baik dari Jigsaw I. Jigsaw II merupakan penyempurnaan dari Jigsaw I, adanya penghargaan terhadap kelompok siswa yang mencapai target dapat menjadi motivasi bagi kelompok untuk terus berprestasi dan juga menjadi motivasi bagi kelompok yang lain untuk lebih meningkatkan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 prestasi mereka. Masing-masing siswa di dalam kelompok mempelajari konsep secara umum terlebih dahulu, sehingga mereka akan mendapat gambaran secara umum sebelum memperoleh informasi dari teman lain yang ahli dalam sub bab materi tertentu. Bertolak dari perbedaan antara Jigsaw I dan II maka Jigsaw II maka harapannya pengaruh yang dihasilkan dari penerapan Jigsaw II lebih baik dari Jigsaw I. 2.1.2.5.2 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Langkah-langkah pembelajaran dengan Jigsaw II (Trianto, 2009:75) adalah orientasi, pengelompokan, pembentukan dan pembinaan kelompok expert, diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam grup, tes, serta pengakuan kelompok. Orientasi, merupkan langkah dimana guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan. Guru memberikan penekanan manfaat penggunaan Jigsaw dalam proses belajar mengajar. Pendidik selalu mengingatkan untuk selalu percaya diri, kritis, kooperatif dalam model pembelajaran ini. Peserta didik diminta untuk belajar kosep secara keseluruhan untuk memperoleh gambaran keseluruhan konsep. Pemahaman konsep bisa dijadikan tugas yang sebelumnya harus dibaca di rumah. Pengelompokan, dapat dilakukan dengan bantuan guru. Guru sudah mengetahui kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu dan melakukan perangkingan yang tidak perlu diketahui oleh siswa. Sebagai contoh, sebuah kelas dengan jumlah siswa 20. Pengelompokan dapat dimulai dengan cara membagi 25% (rangking 1-5) kelompok sangat baik, 25% (rangking 6-10) kelompok baik, 25% selanjutnya (rangking 11-15) kelompok sedang, 25% (rangking 15-20) kelompok rendah. Setelah melakukan pe-rangkingan selanjutnya adalah membagi

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, 1 kelas dibagi menjadi 6 kelompok (kelompok 1 sampai kelompok 6), dengan isi setiap kelompoknya adalah heterogen. Setiap kelompok berisi siswa A, B, C, D, E, F.Kelompok yang terbentuk pada tahap ini disebut kelompok asal. Kelompok asal akan digambarkan pada gambar berikut ini: 1 A, B, C, D, E, F 2 A, B, C, D, E, F 3 A, B, C, D, E, F 4 A, B, C, D, E, F 5 A, B, C, D, E, F 6 A, B, C, D, E, F Gambar 2.1 Kelompok Asal Pembentukan dan pembinaan kelompok expert, dimana kelompok asal yang telah terbentuk dipecah menjadi kelompok yang akan mempelajari sub bab materi yang akan diberikan dan didampingi untuk menjadi expert (ahli). Siswa A didalam masing-masing kelompok mempelajari materi A, siswa B didalam masing-masing kelompok mempelajari materi B, begitu pula dengan siswa C, D, dan E mempelajari materinya masing-masing. Siswa yang mendapatkan materi yang sama berkumpul dalam satu kelompok yang baru. Sebagai contoh, A1 merupakan siswa yang mempelajarai materi A dan berasal dari kelompok 1. Kelompok-kelompok ini yang selanjutnya disebut kelompok ahli. Gambaran dari kelompok ahli adalah sebagai berikut: A1, A2, A3, A4, A5, A6 B1, B2, B3, B4, B5, B6 C1, C2, C3, C4, C5, C6 D1, D2, D3, D4, D5, D6 E1, E2, E3, E4, E5, E6 F1, F2, F3, F4, F5, F6 Gambar 2.2 Kelompok Ahli

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Setiap kelompok mendapatkan sub bab meteri yang harus dipelajari. Mereka diharapkan untuk mempelajari sub bab atau topik yang dipelajari sebaik-baiknya sebelum kembali ke kelompok asalnya. Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam grup, dimana siswa yang ahli dalam konsep tertentu) masing-masing kembali dalam kelompok atau grup asal mereka. Keenam grup yang ada (1-6) memiliki ahli dalam konsep tertentu. Guru mempersilakan anggota grup satu persatu untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari pada kelompok ahli atau (expert). Proses ini diharapkan terjadi sharing pengetahuan. Ada beberapa aturan terkait dengan fase ini. Aturan tersebut adalah bahwa siswa memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anggota tim mempelajari materi yang diberikan. Setiap siswa bertanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan yang baru sehingga tidak ada yang selesai belajar sebelum setiap anggota menguasai konsep. Siswa diharapkan untuk bertanya kepada anggoa kelompok yang lainnya sebelum bertanya ke guru apabila ada pertanyaan. Pembicaraan terkait dengan materi dilakukan pelan agar tidak mengganggu kelompok yang lain. Diskusi diakhiri dengan “merayakannya” agar memperoleh kepuasan. Tes (penilaian), tahap dimana guru memberikan tes dalam bentuk tertulis untuk dikerjakan siswa yang memuat seluruh konsep yang telah didiskusikan bersama. Siswa tidak boleh bekerja sama di dalam mengerjakan tes. Pengakuan kelompok, didasarkan pada skor yang diperoleh oleh siswa. Skor yang dimaksud berdasarkan pada skor peningkatan individu, tidak didasarkan pada skor akhir yang siswa peroleh, tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor sebelumnya. Setiap siswa memberikan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 sumbangan kepada kelompok berupa poin maksimum yang dapat diberikan kepada kelompoknya dalam sistem skor kelompok yang didasarkan pada skor kuis yang melampaui skor dasar mereka. Skor individual dalam tim diperoleh dari poin kemajuan. Poin kemajuan didapatkan dari skor kuis dibandingkan dengan skor awal. Pengakuan kelompok menggunakan perhitungan skor dihitung seperti pada STAD (Slavin, 2008:241). Penentuan poin kemajuan akan ditampilkan pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Penentuan Poin Kemajuan (Slavin, 2008:159) Skor kuis Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 10 sampai 1 poin di bawah skor awal Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal Lebih dari 10 poin di atas skor awal Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) Poin Kemajuan 5 10 20 30 30 Skor tim diperoleh dengan cara membagi jumlah total poin kemajuan seluruh anggota tim dengan jumlah anggota tim. Penghargaan yang diberikan terdiri dari tim baik, tim sangat baik, dan tim super. Penghargaan diberikan berdasarkan rata-rata tim. Rata-rata yang memasuki kritria tertentu akan mendapatkan penghargaan. Rekognisi tim akan ditampilkan pada tabel 2.2. Tabel 2.2 Tingkatan Penghargaan (Slavin, 2008:160) Rata-Rata Tim 15 16 17 Penghargaan Tim Baik Tim Sangat Baik Tim Super 2.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 2.1.3.1 Hakikat IPS Hakikat IPS adalah untuk mengembangkan konsep pemikiran yang berdasarkan realita kondisi sosial yang ada di lingkungan siswa sehingga dengan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 memberikan pendidikan IPS diharapkan dapat melahirkan warga negara yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara (Susanto, 2013:138). Pendapat yang lainnya, diungkapkan oleh Susanto (2013:137) berkaitan dengan IPS bahwa IPS adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara ilmiah dalam rangka memberi wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik, khususnya tingkat dasar dan menengah. Pada bagian yang lain, Susanto (2013:139) menyebutkan bahwa IPS merupakan perpaduan antara ilmu sosial dan kehidupan manusia yang didalamnya mencakup antropologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, ilmu politik, sosiologi, agama, dan psikologi. Kesimpulan dari berbagai pengertian di atas adalah bahwa IPS merupakan ilmu pengetahuan yang memadukan berbagai disiplin ilmu sosial serta kegiatan dasar manusia dalam kehidupannya yang memberikan wawasan dan pemahaman yang dalam kepada peserta didik. 2.1.3.2 Pembelajaran IPS di SD 2.1.3.2.1 Pengertian IPS di SD Pembelajaran IPS yang disebut sebagai pendidikan IPS merupakan bidang studi yang mempelajari manusia dalam semua aspek kehidupan dan interaksinya dalam masyarakat (Susanto, 2013:143). Pengertian IPS di Sekolah Dasar yang lainnya yaitu bahwa IPS merupakan nama mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial, humaniora, sains, bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan (Sapriya, 2009:20). Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa pendapat mengenai pengertian IPS diatas adalah, IPS pada jenjang sekolah dasar merupakan mata

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 pelajaran yang berdiri sendiri hasil perpaduan dari berbagai konsep disiplin ilmu yang mempelajari manusia dalam semua aspek kehidupan dan interaksinya dalam masyarakat. 2.1.3.2.2 Tujuan Pembelajaran IPS di SD Tujuan utama pebelajaran IPS adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi masalah sehari-hari yang menimpa dirinya atau masyarakat (Susanto, 2013:145). Tujuan mata pelajaran IPS yang lainnya adalah agar peserta didik memiliki berbagai kemampuan yaitu: mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan serta memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (Tim Penyusun KTSP, 2007:237). Penulis dapat menarik kesimpulan berdasarkan pendapat mengenai tujuan pembelajaran IPS di atas, bahwa tujuan pembelajaran IPS bagi siswa SD adalah untuk mengembangkan berbagai kemampuan baik segi pengethuan, sikap, maupun keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kehidupan sehari-hari dan juga untuk mengatasi berbagai kenyataan sosial masyarakat termasuk permasalahan didalamnya untuk selanjutnya mampu

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 menemukan solusi atas permasalahan yang ada dalam dirinya maupun dalam masyarakat. 2.1.3.2.3 Materi Pembelajaran IPS di SD Ruang lingkup mata pelajaran IPS di SD mencakup beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut adalah: manusia, tempat, dan lingkungan; waktu, keberlanjutan, dan perubahan; sistem sosial dan budaya; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan (Tim Penyusun KTSP, 2007:237). Sesuai dengan taraf perkembangan siswa sekolah dasar, maka materi yang menjadi ruang lingkup dalam IPS dimulai dari pengenalan dan pemahaman lingkungan sekitar menuju lingkungan masyarakat yang lebih luas (Susanto, 2013:149). Sebagai contoh, siswa akan mulai diperkenalkan dengan diri sendiri kemudian menuju ke cakupan yang lebih luas seperti keluarga, tetangga, lingkungan RT dan RW, kelurahan atau desa, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, negara, negara tetangga, lalu ke tingkat dunia. Materi yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan ditampilkan pada tabel berikut ini: Tabel 2.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS Kelas V Semester II (Tim Penyusun KTSP, 2006:47) Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Penelitian ini menggunakan standar kompetensi 2 dan kompetensi dasar 2.2 kelas V semester genap yaitu menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Materi yang berkaitan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang digunakan secara garis besar meliputi pembentukan BPUPKI, pembentukan PPKI, perumusan dasar negara, peranan para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia, serta cara menghargai perjuangan para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia. 2.1.3.3 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Penelitian ini menggunakan kompetensi dasar 2.2 yaitu, menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Pembelajaran dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Materi pada pertemuan pertama terkait dengan peristiwa-peristiwa yang dilakukan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia serta perumusan dasar negara Indonesia. Garis besar pembelajarannya adalah dimulai dengan apersepsi menggunakan naskah pancasila, pemberikan penjelasan jalannya pembelajaran, terutama dalam hal memperkenalkan model pembelajaran baru yang mungkin belum pernah dilakukan oleh siswa yang akan digunakan dalam pembelajaran kali ini. Hal yang selanjutnya dilakukan setelah pemberian penjelasan jalannya pembelajaran adalah siswa diminta untuk membaca kembali konsep yang akan dipelajari secara umum, kegiatan di kelas bisa hanya membaca sekilas,sedangkan pada pertemuan sebelumnya tugas membaca ini bisa dijadikan tugas rumah. Langkah selanjutnya adalah pembentukan kelompok asal. Kelompok asal yang terdiri dari 6 kelompok. Jumlah siswa 31, maka setiap kelompok berisi

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 5 siswa yang heterogen, dan ada 1 kelompok yang beranggotakan 6 siswa. Setiap kelompok, menerima sub materi yang akan di pelajari. Materi yang dibagikan berjumlah 5 sub materi sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Ketua kelompok asal, membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompok dengan cara berhitung. Anggota kelompok yang mendapatkan urutan pertama mendapat tugas atau menjadi ahli sub materi pertama, begitu selanjutnya sampai dengan anggota kelompok yang kelima. Masing-masing anggota kelompok mempelajari yang menjadi bagiannya didalam kelompok asal. Langkah selanjutnya adalah pembentukan kelompok ahli. Setelah mempelajari sub materi yang menjadi bagiannya, anggota kelompok yang memperoleh sub materi pertama berkumpul dengan anggota kelompok yang lain yang juga mendapat bagian untuk mempelajari sub materi pertama. Gabungan dari siswa yang mempelajari sub materi yang sama ini disebut kelompok ahli. Kelompok ahli untuk selanjutnya melakukan diskusi kelompok ahli untuk membahas lagi materi yang menjadi pokok bahasan dalam sub materi secara lebih mendalam yang nantinya hasil dari pendalaman materi ini akan dibagikan kepada teman-temannya dalam kelompok asal. Materi pada pertemuan II adalah tokoh-tokoh yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia serta sikap yang tepat untuk ditunjukkan sebagai usaha untuk menghargai perjuangan para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia. Secara garis besar pembelajaran pada pertemuan kedua ini diawali dengan apersepsi terkait dengan materi yang akan dipelajari hari ini. Langkah selanjutnya adalah siswa berkumpul ke dalam kelompok asal. Setiap kelompok, menerima sub materi yang akan di pelajari. Materi yang dibagikan berjumlah 5 sub materi sesuai

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dengan jumlah anggota kelompok. Ketua kelompok asal, membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompok dengan cara berhitung. Anggota kelompok yang mendapatkan urutan pertama mendapat tugas atau menjadi ahli sub materi pertama,begitu selanjutnya sampai dengan anggota kelompok yang kelima. Masing-masing anggota kelompok mempelajari yang menjadi bagiannya didalam kelompok asal. Langkah selanjutnya adalah pembentukan kelompok ahli. Setelah mempelajari sub materi yang menjadi bagiannya, anggota kelompok yang memperoleh sub materi pertama berkumpul dengan anggota kelompok yang lain yang juga mendapat bagian untuk mempelajari sub materi pertama. Gabungan dari siswa yang mempelajari sub materi yang sama ini disebut kelompok ahli. Kelompok ahli selanjutnya mengadakan diskusi. Siswa membahas lagi materi yang menjadi pokok bahasan dalam sub materi secara lebih mendalam di dalam kelompok ahli yang nantinya hasil dari pendalaman materi ini akan dibagikan kepada teman-temannya dalam kelompok asal. Langkah selanjutnya adalah pengakuan kelompok. Pemberian penghargaan kepada kelompok yang baik yang memenuhi persyaratan tertentu untuk memperoleh penghargaan. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, ini diharapkan akan memberikan hasil yang baik terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V serta terbukti adanya perbedaan prestasi belajar IPS siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 2.2 Kajian Penelitian yang Relevan Mustamiin, dkk. (2013) melakukan penelitian yang bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS dan motivasi berprestasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII Sekolah Menegah Pertama Negeri 6 Mataram yakni sebanyak 80 orang. Sampel penelitian adalah kelas VIII A , VIII B, VIII C, dan VIII D. Kelas VIII A dan B sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII C dan D sebagai kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kelompok siswa yang mengikuti model konvensional (Fhitung=5,052>Ftabel=3,960). Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS (Fhitung=0,019Qtabel=2,95). Keempat, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti model konvensional pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (Qhitung=10,9>Qtabel=2,95). Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah prestasi belajar dalam ranah kognitif yang dibuktikan dengan adanya pembuatan kisi-kisi prestasi belajar. Darmada, dkk. (2012) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Rendang di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 terdiri atas 67 orang. Sampel dalam penelitian ini 58 siswa yang diperoleh dengan cara random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan t hitung sebesar 4,78 sedangkan tabel sebesar 2,00. Hasil belajar dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa dalam ranah kognitif yang diuji dengan tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS di SD Negeri 2 Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Budiawan, dkk. (2012) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berbasis peta konsep dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Negeri 1 Sangsit. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di SD Negeri 1 Sangsit tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 72 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IVA yang berjumlah 36 orang dan kelas IVB yang berjumlah 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 1 Sangsit. hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah prestasi belajar ranah kognitif yang dibuktikan dengan dikumpulkannya data menggunakan tes obyektif. Perbandingan perhitungan ratarata hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 23,42 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah 20,83. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berbasis peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPS dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Mujmal, dkk, (2013) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII MTs NW Gereneng pada semester pertama tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri atas dua kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs NW Gereneng pada semester pertama tahun pelajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A dan VIII B MTs NW Gereneng sebanyak 60 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tife Jigsaw dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tife Jigsaw dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (3)Terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar secara bersama-sama antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 kooperatif tife Jigsaw dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini salah satunya adalah prestasi belajar yang ditunjukkan dengan adanya instrumen tes hasil belajar IPS. Sabtanti (2011) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pencapaian hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn kompetensi dasar Hakekat Hak Azasi Manusia antara metode Jigsaw dengan metode struktural Number Head Together. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII semester genap SMP N 2 Wuryantoro tahun ajaran 2009/2010. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII C dan VII D. Hasil penelitian dapat disimpulkan adanya perbedaan antara prestasi belajar PKn menggunakan metode struktural Number Head Together pada aspek kognitif yang ditunjukkan dengan t hitung > t tabel= 4,744 > 1,995. Haryanta, (2013) melakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan perbedaan kelas yang menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw II dan yang tidak menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw II dalam prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Wates IV, semester genap tahun pelajaran 2012/2013 mata pelajaran IPS materi perkembangan teknologi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV A berjumlah 29 untuk kelompok eksperimen dan kelas IV B berjumlah 27 untuk kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok yang tidak menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II dalam hal prestasi belajar siswa. Literatur map akan ditampilkan pada gambar 2.3

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Mustamiin, dkk. (2013) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I - hasil belajar IPS kelas VIII dan motivasi Mujmal, dkk, (2013) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I - motivasi dan hasil belajar kelas VIII Darmada, dkk. (2012) model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw I- hasil belajar kelas IV Sabtanti (2011) metode Jigsaw dengan metode struktural Number Head Together - hasil belajar kelasVII Budiawan, dkk. (2012) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berbasis peta konsep - hasil belajar kelas IV Haryanta (2013) metode kooperatif tipe Jigsaw II- prestasi belajar siswa kelas IV Penelitian Baru model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II prestasi belajar kelas V Gambar 2.3 Literature Map Peneliti akan melakukan penelitian mengenai perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas pnerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, bertolak dari beberapa penelitian yang telah ditunjukkan pada Literatur map. 2.3 Kerangka Berpikir IPS merupakan mata pelajaran wajib yang ada di SD. Ruang lingkup materi IPS berisi konsep yang tidak nyata dan jauh dari kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa yang dihadapkan dengan konsep tersebut sulit untuk memahaminya. Jenjang pendidikan sekolah dasar dari tahun ke tahun menempatkan mata pelajaran IPS sebagai salah satu mata pelajaran inti yang ada dalam ujian nasional. Bertolak dari hal ini maka prestasi belajar IPS siswa tentu saja menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Prestasi belajar penting karena fungsinya sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa serta sebagai indikator yang digunakan untuk menentukan tuntas tidaknya siswa dalam mata pelajaran yang bersangkutan. Prestasi belajar merupakan salah satu hasil belajar siswa dalam bidang akademik yang tentu saja dipengaruhi oleh proses belajarnya. Prestasi belajar IPS penting karena IPS merupakan mata pelajaran wajib yang ada dalam ujian nasional. Proses belajar IPS salah satunya berkaitan dengan bagaimana cara materi IPS tersebut diterapkan di kelas. Pembelajaran IPS dapat diterapkan melalui model pembelajaran yang inovatif, yang salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Pada tipe ini, setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum siswa belajar spesialisasinya untuk menjadi ahli (expert) untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang akan dibicarakan. Setiap siswa bergantung kepada teman satu timnya untuk memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik saat penilaian. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada kelas eksperimen dimana terdapat kesempatan bagi siswa untuk bekerjasama dalam pemahaman materi yang terdiri dari sub bab tertentu dari cakupan materi IPS yang luas. Konsep secara keseluruhan dari materi dipelajari terlebih dahulu oleh siswa sehingga ada gambaran umum bagi siswa. Jigsaw II juga membantu memfasilitasi siswa dalam pemahaman materi dimana ada kesempatan bagi siswa untuk saling membantu dalam pemahaman materi, serta adanya penghargaan yang memotivasi

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 siswa untuk bisa menghasilkan yang lebih baik dalam hal prestasi belajar. Kelompok kontrol dalam penelitian ini menerapkan model pembelajaran konvensional dimana tidak menerapkan adanya pembagian materi untuk dipelajari bersama, kurang adanya tanggung jawab individu, tidak adanya penghargaan, sehingga motivasi siswa untuk mencapai prestasi juga kurang. Pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol diterapkan menggunakan metode pembelajaran yang biasanya digunakan oleh guru kelas yaitu ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Siswa sudah terbiasa mempelajari materi IPS dengan cara diberi tugas oleh guru untuk mencatat, meringkas, mengerjakan soal dan dilakukan pembahasan bersama. Pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja bersama dengan teman-temannya untuk saling melengkapi dalam pemahaman materi, siswa kurang dilibatkan secara aktif di dalam pembelajaran. Pembelajaran pada kelompok kontrol terkesan monoton karena model pembelajaran yang digunakan dari waktu ke waktu adalah sama. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dimana siswa memiliki tanggung jawab untuk memahami materi serta adanya penghargaan yang dapat memotivasi siswa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional cenderung membuat siswa kurang aktif, tidak adanya keharusan bagi siswa untuk memahami materi membuat siswa kurang memiliki tanggung jawab untuk memahami materi. Motivasi siswa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik pada kelompok kontrol menjadi kuranng. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 kooperatif tipe Jigsaw II akan memberikan kontribusi yang lebih baik dalam mencapai prestasi belajar siswa. 2.4 Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka berpikir yang telah disampaikan di atas, dapat dirumuskan hipotesis penelitiannya yaitu “terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II”.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 BAB III METODE PENELITIAN Bab III akan membahas mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas instrumen, serta teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental. Quasi experimental dapat digunakan apabila peneliti sulit dalam menentukan kelompok kontrol yang benar-benar terkontrol (Sugiyono, 2011:116). Peneliti di dalam quasi experimental menggunakan kelompokkelompok yang sudah terbentuk secara alamiah, misalnya kelas, organisasi, atau keluarga. Masing-masing partisipan tidak ditugaskan secara acak (Creswell, 2009: 232). Peneliti dalam penelitian ini tidak bisa mendapatkan kelompok yang kondisinya benar-benar seimbang atau sama. Kelompok yang digunakan dalam penelitian adalah kelompok kelas yang sebelumnya telah ada secara alami yaitu kelas VA dan kelas VB SD Kanisius Wirobrajan dengan jumlah siswa untuk masing-masing kelas adalah 31 siswa. Peserta dalam kelompok tidak di acak terlebih dahulu dengan kondisi yang sama seperti semula, siswa kelas VA tetap berada di kelas VA, begitu pula dengan siswa kelas VB juga berada tetap di kelas VB. Peneliti juga tidak bisa mengontrol secara penuh terhadap faktor-faktor di luar penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang menyebabkan 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 ada tidaknya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V ini. Perbedaan prestasi belajar yang terbukti merupakan murni akibat dari penerapan model pembelajaran ataukah karena faktor yang lainnya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian quasi experimental ini adalah nonequivalent control group design. Rancangan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: O1 x O2 ……………………… ………………... O3 O4 Gambar 3.1 Rancangan Penelitian (Sugiyono,2011:118) Keterangan: O1 : Pretest kelompok eksperimen O2 : Posttest kelompok eksperimen O3 : Pretest kelompok kontrol O4 : Posttest kelompok kontrol X : Perlakuan Nonequivalent control group design menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang diseleksi tanpa prosedur penempatan acak, dimana dua kelompok tersebut, sama-sama mendapatkan pretest dan posttest, akan tetapi yang diberi perlakuan hanya kelompok eksperimen saja (Creswell, 2009: 242). Rancangan ini biasa dipakai pada eksperimen yang menggunakan kelas-kelas yang sudah ada sebagai kelompoknya, dengan memilih kelas-kelas yag diperkirakan sama keadaan atau kondisinya (Taniredja, 2011:56). Peneliti di dalam penelitian ini menggunakan dua kelompok kelas yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang kelasnya sudah tersedia sebelumnya yang diperkirakan sama keadaan atau kondisinya, yang di seleksi tanpa penempatan acak.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest terhadap kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diterapkan pada kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diajar oleh guru yang sama. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisis Wirobrajan, Yogyakarta. Sekolah ini beralamat di Jalan Hos Cokro Aminoto No.8 Yogyakarta. Letaknya berada di tengah kota dan suasananya cukup bising karena terletak di pinggir jalan raya dan banyak kendaraan yang melintas. SD Kanisius Wirobrajan memiliki 6 kelas pararel, sehingga terdapat 12 kelas, dengan jumlah guru dan karyawan 18 orang. Jumlah seluruh siswa di sekolah ini adalah 390 siswa dengan karakteristik siswa yang mudah di atur dan tingkat kenakalannya wajar untuk anak pada usia SD. Guru kelas berjumlah 12 orang dan sisanya (6 orang) adalah karyawan. Guru dan karyawan yang keseluruhannya berjumlah 18 orang ini terdiri dari 5 orang berjenis kelamin laki-laki dan 13 orang berjenis kelamin perempuan. SD Kanisius Wirobrajan ini banyak mendapatkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, contohnya yaitu memenangkan lomba menggambar tingkat DIY, lomba paduan suara, juara tari, juara lektor tingkat DIY dan sebagainya. Pekerjaan orang tua siswa (ayah) diantaranya adalah karyawan swasta, PNS, dosen, guru, dan buruh. Pekerjaan ibu mayoritas adalah ibu rumah tangga dan pegawai swasta. Tingkat pendidikan orang tua ada yang tingkat SMA dan ada pula yang lulusan S2.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 3.2.2 Waktu Penelitian ini dilaksananakan pada awal Februari sampai akhir Februari. Hari yang digunakan sebagai penelitian disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kelas berdasarkan keputusan wali kelas. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing menggunakan 2 kali pertemuan dalam pembelajaran, 2 jam pelajaran untuk pertemuan yang pertama dan 2 jam untuk pertemuan kedua dihari yang selanjutnya. Waktu pengambilan data akan ditampilkan pada tabel 3.1 dan jadwal pengambilan data akan ditampilkan pada tabel 3.2. Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data Kelompok Kelompok Eksprimen Hari, tanggal Sabtu, 8 Februari 2014 Senin, 10 Februari 2014 Selasa, 11 Februari 2014 Kelompok Kontrol Senin, 24 Februari 2014 Sabtu, 8 Februari 2014 Rabu, 12 Februari 2014 Rabu, 19 Februari 2014 Jumat, 28 Februari 2014 Pertemuan I II III IV Kegiatan Pengamatan kelas dan Pretest Pembagian kelompok dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Jigsaw II untuk pokok materi usaha persiapan kemerdekaan Indonesia Siswa masuk ke dalam kelompok dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Jigsaw II untuk pokok materi peranan tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia dan sikap menghargainya Alokasi Waktu 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit Posttest 1x35 menit I Pengamatan kelas dan Pretest 2x35 menit II Penyampaian pokok materi usaha persiapan kemerdekaan Indonesia 2x35 menit III Penyampaian pokok materi peranan tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia dan sikap menghargainya 2x35 menit IV Posttest 1x35 menit

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 3.2 Jadwal Penelitian 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi Juni Mei Penyusunan Proposal Konsultasi Bab I, II, dan III Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi Skripsi dan penulisan artikel ilmiah April 1. 2. 4. 5. 7. 9. 10. Maret Kegiatan Februari No. Januari Bulan Populasi adalah obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti, dipelajari lalu ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011:297). Populasi kelompok kontrol dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta. Populasi kelas eksperimen dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta. 3.3.2 Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Sugiyono, 2011:297). Sampel kelompok kontrol dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VA di SD Kanisius Wirobrajan, Yogyakarta, sedangkan sampel kelompok eksperimennya adalah semua siswa kelas VB di SD Kanisius Wirobrajan, Yogyakarta. Pemilihan kelompok eksperimen maupun kontrol dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara diundi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 3.4 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Variabel terikat yaitu prestasi belajar. Variabel penelitian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Variabel Bebas (X) Variabel Terikat (Y) (Model Pembelajaran Kooperatif (Prestasi Belajar) Tipe Jigsaw II) Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II adalah model pembelajaran kesempatan kooperatif belajar dimana keseluruhan setiap konsep siswa suatu memperoleh materi untuk selanjutnya bertanggung jawab menjadi ahli dalam sub materi tertentu, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli dan setiap kelompok berkompetisi untuk memperoleh penghargaan kelompok. 3.5.2 Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa berupa perolehan skor setelah mengalami proses belajar dari hasil tes objektif yang mengukur aspek kognitif siswa melalui 20 butir soal pilihan ganda. 3.6 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar jenis pilihan ganda berjumlah 50 item. Setelah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdapat 20 item yang valid dan reliabel yang digunakan sebagai instrumen pretest dan posttest pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Instrumen disusun

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 berdasarkan kompetensi dasar menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa kelas V dalam memahami materi tersebut. Instrumen ini juga digunakan untuk membandingkan hasil posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen berjumlah 50 soal pilihan ganda yang diturunkan dari 4 indikator yang dibuat berdasarkan materi dan mengacu pada tahap kognitif Benjamin Bloom. Kisi-kisi soal yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian akan ditampilkan pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen SK. 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia KD 2.2. Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indikator Jumlah Soal Nomor Soal Mengidentifikasi beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 21 Menyebutkan pentingnya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan Indonesia 11 Menyebutkan peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 10 2, 6, 18, 26, 29, 30, 33, 37, 38, 40, 41 4, 9, 12, 14, 24, 28, 31, 45, 46, 48 8 7, 16, 23, 27, 36, 42, 44, 49 Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Jumlah Soal 3.7 1, 3, 5, 8, 10, 11, 13, 15, 17, 19, 20, 21, 22, 25, 32, 34, 35, 39, 43, 47, 50, 50 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Peneliti menyusun sendiri instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sehingga perlu diadakan uji coba untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas. Kualitas Instrumen yang digunakan dalam penelitian diperoleh atau dapat ditingkatkan melalui analisis item (Azwar, 2005:173). Analisis item

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 yang dimaksud dalam penelitian ini adalah melalui pengujian validitas dan reliabilitas instrumen yang berupa soal pilihan ganda berjumlah 50 item. 3.7.1 Penentuan Validitas Instrumen Validitas diartikan sebagai sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2005:173). Penelitian ini menggunakan validitas isi, validitas konstruksi, serta validitas empirik. Instrumen berupa tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila instrumen tes yang disusun ditinjau dari susunanannya secara tepat dapat mencerminkan konstruksi dalam teori psikologis yang tercermin dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknya. Instrumen tes memiliki validitas konstruksi apabila item-item dalam tes tersebut benar-benar secara tepat dapat mengukur aspek-aspek berpikir, misalnya adalah aspek kognitif sebagaimana telah ditentukan dalam tujuan instruksional khusus (Sudijono, 2011:166). Analisis yang dilakukan adalah dengan cara mencocokkan aspek-aspek yang ada dalam instrumen tes yang disusun dengan aspek-aspek yang akan dicapai dalam tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Instrumen tes memiliki validitas konstruksi apabila setelah dianalisis secara rasional aspek-aspek yang diungkap melalui instrumen tes tersebut secara tepat telah mencerminkan tujuan yang akan dicapai. Penganalisisan validitas konstruksi ini dapat dilakukan dengan diskusi panel (Sudijono, 2011:167). Validitas isi adalah validitas yang dilihat dari isinya, sejauh mana dapat mengukur dan dapat mewakili keseluruhan materi yang diujikan, dapat dilakukan dengan diskusi panel (Sudijono, 2011:164-165).

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini didiskusikan, dimintakan pendapat kepada dosen pembimbing, kepala sekolah dan guru kelas V di SD Kanisius Wirobrajan. Penilaian terhadap instrumen penelitian dilakukan oleh kepala sekolah dan dua guru sebagai wali kelas V untuk mendapatkan validitas konstruksi dan validitas isi. Instrumen yang divalidasi berupa tes soal pilihan ganda serta perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LKS, serta materi . Berdasarkan penilaian dari kepala sekolah instrumen yang telah peneliti susun termasuk ke dalam kriteria sangat layak yang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh yaitu 88.46 %. Berdasarkan penilaian dari guru kelas V, instrumen yang telah peneliti susun termasuk ke dalam kriteria sangat layak yang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh yaitu 94.61 %. Validitas empirik adalah ketepatan mengukur yang didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik, yaitu yang diperoleh atas dasar pengamatan di lapangan. Validitas empirik diperoleh apabila berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap data hasil pengamatan di lapangan, terbukti bahwa instrumen tersebut valid, yaitu secara tepat dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen tes yang berupa soal pilihan ganda yang telah disusun dalam penelitian ini di uji cobakan ke lapangan yaitu kepada siswa kelas VI di SD Kanisius Wirobrajan. Pengujian dilakukan di SD ini karena SD ini juga yang digunakan sebagai penelitian sehinggga karakter siswa, tingkat intelektualitas, materi yang diajarkan, sistem penilaian, besarnya KKM, cara guru mengajar kurang lebih sama sehingga dapat dijadikan gambaran tingkat kemampuan siswa di SD Kanisius Wirobrajan. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan,

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 selanjutnya di analisis dengan menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Hasil validitas suau pengukuran pada umumnya dinyatakan secara empirik menggunakan koefisien validitas yaitu r (Azwar, 2005:174). Instrumen item tipe objektif, jawabannya dikategorikan sebagai salah (0) atau benar (1), sehingga distribusi skor itemnya adalah distribusi skor dikotomi. Item yang menghasilkan skor dikotomi, pengujiannya adalah menggunakan korelasi point biserial (Azwar, 2012:155). Pendapat yang lainnya diasmpaikan oleh Field (2005:182), bahwa korelasi point biserial digunakan untuk variabel yang dikotom seperti instrumen pilihan ganda. Instrumen tes dalam penelitian ini merupakan jenis pilihan ganda sehingga pengujiannya menggunakan korelasi point biserial. Korelasi point biserial merupakan korelasi pearson ketika variabel yang dikotom di kode atau dilambangkan dengan 0 untuk satu kategori dan 1 untuk kategori yang lainnya (Field, 2005:183). Pendapat yang lainnya (Surapranata, 2009:61) menyatakan bahwa korelasi point-biserial adalah korelasi product-moment yang diterapkan pada data, dimana variabel-variabel yang dikorelasikan sifatnya dikotomi. Variabel butir soal bersifat dikotomi (skor pada butir soal hanya 1 atau 0), sedangkan variabel skor total bersifat kontinum (diperoleh dari jumlah jawaban yang benar). Jadi, instrumen pilihan ganda dalam penelitian ini pengujiannya menggunakan korelasi point biserial dengan bantuan SPSS menggunakan langkah yang sama dengan korelasi pearson. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan SPSS maka dapat dilihat nomor soal yang valid dari masing-masing indikator pada tabel 3.4 dan penentuan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 validitas item menggunakan dari hasil perhitungan menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit pada tabel 3.5. Tabel 3.4 Nomor Soal yang Valid Jumlah Soal Indikator Mengidentifikasi beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Menyebutkan pentingnya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan Indonesia Menyebutkan peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 21 11 10 8 Nomor Soal yang Valid 1, 3, 5, 8, 13, 15, 19, 21, 22, 39, 43, 47 29, 40 Nomor Soal yang Tidak Valid 10, 11, 17, 20, 25, 32, 34, 35, 50 2, 6, 18, 26, 30, 33, 37, 38, 41 9, 12, 45 48 4, 12, 24, 28, 31, 46 36, 49 7, 16, 23, 27, 42, 44 Tabel 3.5 Penentuan Validitas No Item Nilai Korelasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 .644** .123 .610** .239 .706** -.102 .256 .546** .520** .235 -.024 .675** .461* .252 .539** -.090 .356 .002 .515** .030 .455* .389* .146 .322 .291 -.028 Nilai r Tabel (n=30, Signifikansi 5 %) 0.361 Kesimpulan Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 No Item Nilai Korelasi 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 -.110 .293 .500** -.005 .122 .068 .025 -.208 -.175 .499** .189 .009 .470** .743** .249 .274 .434* .077 .576** .205 .442* .486** .363* .247 Nilai r Tabel (n=30, Signifikansi 5 %) 0.361 Kesimpulan Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Hasil perhitungan SPSS, pada Pearson-Correlation, item-item yang valid akan ditunjukkan dengan tanda *. Tanda ini menunjukkan taraf signifikansi item. Tanda * menunjukkan bahwa item tersebut valid dengan taraf signifikan 95% dan eror 5%, sedangkan tanda (**) menunjukkan bahwa item tersebut valid dengan taraf signifikansi 99% dan eror 1%. Valid atau tidaknya item dapat pula diketahui dengan cara membandingkan nilai Pearson-Correlation dengan r tabel, jika nilai Pearson-Correlation ≥ r tabel, korelasinya positif atau valid. 3.7.2 Penentuan Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan (Santoso, 2005:251). Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini termasuk internal consistency. Nunnaly

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 (dalam Surapranata, 2009:113) menyatakan bahwa internal consistency digunakan pada butir-butir yang dikotomi seperti soal pilihan ganda. Internal consistency merupakan salah satu bentuk reliabilitas yang mencakup koefisien alpha, KR 20, KR 21 (Surapranata,2009:91). Uji reliabilitas hanya menggunakan item yang valid saja. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koefisien alpha untuk 20 item pilihan ganda. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit untuk menguji 20 soal pilihan ganda dan selanjutnya membandingkan koefisien reliabilitas (Cronbach's Alpha) dengan kriteria reliabilitas yang akan ditunjukkan padatabel 3.7 Tabel 3.6 Kriteria Reliabilitas Soal (Masidjo, 1995:209) Interval Koefisien Reliabilitas 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-040 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Hasil pengujian reliabilitas menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit akan ditampilkan pada tabel 3.7 Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Reliabilitas Cronbach's Alpha .892 Kualifikasi Tinggi Besarnya Cronbach's Alpha yang ditunjukkanoleh tabel 3.8 adalah 0.892, hal ini berarti bahwa dari 20 soal pilihan ganda yang diuji memiliki kualifikasi tinggi sehingga layak digunakan sebagai instrumen pengumpul data. 3.8 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara memberikan soal tes prestasi kepada siswa. Tes yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah alat yang digunakan sebagai peniliaian untuk mengukur

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 kemampuan siswa dalam bidang kognitif melalui 20 pertanyaan dengan bentuk instrumen tes tipe pilihan ganda. Bentuk tes tipe pilihan ganda ini setiap butir soalnya memiliki 4 alternatif jawaban. Instrumen tes tipe pilihan ganda dalam penelitian ini digunakan sebagai instrumen pretest dan posttest untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pretest diberikan sebelum adanya perlakuan sedangkan posttest diberikan setelah adanya perlakuan bagi kelompok eksperimen. Cara pengumpulan data akan ditampilkan pada tabel 3.9. Tabel. 3.8 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar No 1 2 Kelompok Kelompok Eksperimen (VB) Variabel Prestasi belajar Kelompok Kontrol (VA) 3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Analisis Deskriptif Data Skor Pretest Pengumpulan Pretest Skor Posttest Posttest Skor Pretest Pretest Skor Posttest Posttest Instrumen Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Analisis yang berupa statistik deskriptif merupakan metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian gugus data sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Laporan deskriptif dapat berupa uraian data secara umum dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang meliputi data variabel, panjang kelas interval, perhitungan rata-rata, simpangan baku, modus, skor maksimum, skor minimum, serta dilengkapi histogram (Kasmadi, 2013:100). Analisis deskriptif yang dipakai dalam penelitian ini mencakup ketuntasan (KKM), nilai maksimum (nilai tertinggi), nilai minimum (terendah),

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 mean, median, dan modus. Mean adalah nilai rata-rata perbandingan jumlah skor (Sum) dengan jumlah responden (n). Median adalah nilai tengah yang didasarkan interval skor, atau urutan besarnya data skor. Modus adalah nilai yang kerap kali muncul. 3.9.2 Analisis Inferensial Analisis yang berupa statistik inferensial adalah metode yang berhubungan dengan analisis data hingga penafsiran hipotesis penelitian . Statistik ini menyajikan pemodelan data untuk melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data (Kasmadi, 2013:100). Pengambilan keputusan dalam penelitian ini melalui beberapa langkah yang dalam pengujiannya menggunakan bantuan program komputer IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Beberapa langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3.9.2.1 Uji Prasyarat Analisis 3.9.2.1.1 Uji Normalitas Normalitas dimaksudkan untuk menguji normal tidaknya sebaran data yang akan di analisis (Zuriah, 2006:201). Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, salah satunya adalah menggunakan kolmogorov-smirnov. Pengujian normalitas diawali dengan menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif (Kasmadi, 2013:117). Penelitian ini menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H0= data tidak berdistribusi normal H1= data berdistribusi normal Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Kesimpulan didasarkan pada hasil perhitungan

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Kolmogorov-Smirnov. Apabila diperoleh nilai Sig seluruh variabel > 0.05, maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, sehingga kesimpulannya seluruh variable berdistribusi normal. Dapat disimpulkan pula, apabila diperoleh Sig seluruh variabel < 0.05, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, yaitu data tidak berdistribusi normal Data berdistribusi normal menggunakan uji statistik berjenis parametrik. Data tidak berdistribusi normal menggunakan uji statistik nonparametrik (Siregar, 2013:153). Uji statistik parametrik dapat menggunakan uji-t sedangkan uji statistik non parametrik dapat menggunakan uji MannWhitney (Siregar, 2013:3-4). Data dalam penelitian ini berdistribusi normal sehingga dalam pengujian hipotesis, peneliti menggunakan uji statistik parametrik yaitu menggunakan salah satu macam dari uji t yaitu independent sample t-test. 3.9.2.1.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah objek penelitian mempunyai varian yang sama atau tidak (Siregar,2013:167). Pengujian homogenitas diawali dengan menentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1) (Kasmadi, 2013:119). Penelitian ini menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H0= terdapat perbedaan varians H1= tidak terdapat perbedaan varians Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Kesimpulan didasarkan pada hasil perhitungan Levene Test pada output SPSS. Apabila diperoleh nilai Sig > 0.05,

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 berarti H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, yaitu tidak terdapat perbedaan varians. Dapat disimpulkan pula, apabila diperoleh nilai Sig seluruh variabel < 0.05, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 gagal ditolak atau H1 ditolak yaitu terdapat perbedaan varians. 3.9.2.2 Uji Beda Pretest Data pretest kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diuji beda menggunakan independent-sample t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: H0= terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol H1= tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Uji beda pretest dalam penelitian ini menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Apabila diperoleh nilai Sig < 0.05, berarti H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, yaitu terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama . Dapat disimpulkan pula, apabila diperoleh nilai Sig > 0.05, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau H1 gagal ditolak yaitu tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Apabila pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol tidak berbeda atau berada pada titik pijak yang sama, maka selanjutnya dapat langsung dilanjutkan pengujian hipotesis menggunakan independent-sample t-test dari data rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Apabila terdapat perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol maka data berada pada titik pijak yang berbeda dan selanjutnya dilakukan uji selisih, dan dari uji selisih selanjutnyadilakukan pengujian hipotesis menggunakan independent-sample t-test. Data pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol dalam penelitian ini tidak berbeda atau berada pada titik pijak yang sama, maka selanjutnya dapat langsung dilanjutkan pengujian hipotesis menggunakan independent-sample t-test dari rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.3 Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan independent- sample t-test. Independent-sample t-test digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari dua kelompok yang berbeda (Singgih, 2012:251). Penelitian ini menggunakan dua kelompok yang berbeda yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti mengajukan hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Hipotesis penelitiannya adalah “terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II”. Hipotesis statistik yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H0= tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 H1= terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Kesimpulan dalam penelitian ini didasarkan pada nilai Sig (2-tailed) pada tabel t-test for equality of means. Menurut Santosa (2012: 256-257), kriteria untuk mengetahui uji beda, apabila nilai Sig (2-tailed) > 0.05 maka H0 gagal ditolak H1ditolak. Apabila nilai Sig (2-tailed) < 0.05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak. Pengujian perbedaannya, apabila data homogen maka yang dilihat adalah nilai Sig (2-tailed) yang atas (equal variances assumed), apabila data tidak homogen yang dilihat adalah nilai Sig (2-tailed) yang bawah (equal variances not assumed). Data dalam penelitian ini homogen sehingga yang dilihat adalah nilai Sig (2-tailed) yang atas (equal variances assumed). 3.9.2.4 Effect Size Effect size digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar IPS. Effect size dihitung menggunakan rumus r= t2 , dengan kritria nilai seperti yang t 2  df ditunjukkan pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Kriteria nilai effect size (Field, 2009:57) Nilai 0.1 – 0.29 0.3 – 0.49 0.5 - . . . . Kriteria Kecil Sedang Besar

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab IV ini akan membahas hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Wirobrajan. Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam penelitian ini, dibuktikan dengan memberikan instrumen pretest dan posttest kepada dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelas VA SD Kanisius Wirobrajan sebagai kelompok kontrol dan kelas VB SD Kanisius Wirobrajan sebagai kelompok eksperimen. Jumlah siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama, yaitu masing-masing berjumlah 31 siswa. Variabel bebas dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Variabel terikat dari penelitian ini adalah prestasi belajar. Hipotesis sementara penelitian ini adalah H1 = terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, H0 = tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan memberikan instrumen pretest kepada siswa kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sebelum adanya perlakuan, sedangkan instrumen posttest diberikan setelah adanya perlakuan. Setelah instrumen dibagikan, dikerjakan, lalu dikumpulkan, langkah selanjutnya dilakukan pengolahan data. Data yang telah didapatkan diolah menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Data yang terkumpul untuk diolah berupa data prestasi belajar siswa yang berupa skor, baik dari hasil pretest maupun posttest, baik dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Data prestasi belajar siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing kelompok jumlah siswanya adalah 31 bisa dilihat setelah dilakukan uji statistik deskriptif pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Data Prestasi Belajar Deskripsi Mean Median Modus Nilai Tertinggi Nilai Terendah KKM Kelompok Eksperimen (n: 31) Pretest Posttest 46.61 82.58 45 85.00 35 80 70 95 30 65 75 75 Kelompok Kontrol (n: 31) Pretest Posttest 45.16 78.55 45.00 80.00 45 75 75 90 25 65 75 75 Tabel 4.1 memberikan informasi mengenai data variabel prestasi belajar secara umum yang memuat rata-rata atau mean, median yaitu nilai tengah, modus yaitu nilai yang sering mucul, skor tertinggi, skor terendah, serta KKM mata pelajaran IPS. Berdasarkan skor hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit diperoleh skor rata-rata (mean) untuk pretest kelompok eksperimen 46.61 dan rata-rata skor posttestnya sebesar 82.58. Median untuk pretest kelas eksperimen 45.00 dan posttestnya sebesar 85.00. Perolehan skor frekuensi tertinggi (modus)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 dari pretest kelompok eksperimen 35 dan untuk skor posttest nya 80. Skor minimum pretest kelompok eksperimen 30 dan skor maksimum 70, skor minimum posttest kelas eksperimen 65 dan skor maksimum 95. Data prestasi belajar untuk kelompok kontrol juga dihitung menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit . Berdasarkan skor hasil pretest dan postest kelompok kontrol diperoleh skor ratarata (mean) untuk pretest kelompok kontrol 45.16 dan rata-rata skor posttestnya sebesar 78.55. Median untuk pretest kelompok kontrol 45.00 dan posttestnya sebesar 80.00. Perolehan skor frekuensi tertinggi (modus) dari pretest kelompok kontrol 45 dan untuk skor posttest nya 75. Skor minimum pretest kelompok kontrol 25 dan skor maksimum 65, skor minimum posttest kelompok kontrol 75 dan skor maksimum 90. Ketuntasan berdasarkan KKM dapat ditentukan dari data prestasi belajar yang diperoleh, skor di bawah KKM berarti KKM belum tercapai. Berdasarkan nilai pretest kelompok eksperimen tidak ada siswa yang mencapai KKM, sedangkan pada kelompok kontrol ada satu siswa yang mencapai KKM. Berdasarkan nilai posttest kelompok eksperimen ada 29 siswa mencapai KKM dan 2 siswa belum mencapai KKM, sedangkan pada kelompok kontrol ada 25 siswa yang mencapai KKM dan 6 siswa belum mencapai KKM. 4.1.2 Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Data yang telah diperoleh oleh peneliti selanjutnya diuji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Selain uji normalitas dan uji homogenitas, dilakukan pula uji beda dari rata-rata pretest kelompok

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kondisi awal ada tidaknya perbedaan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilihat dari rata-rata pretestnya. Uji hipotesis dilakukan setelah dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji beda dari hasil rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah dilakukan uji hipotesis apabila hipotesis terbukti maka dilakukan perhitungan effect size untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar IPS. Signifikansi data dalam penelitian ini diukur menggunakan analisis statistik. 4.1.2.1 Hasil Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan oleh peneliti menggunakan Kolmogorov- Smirnov pada program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Uji normalitas dipakai untuk menguji hasil pretest kelompok eksperimen, posttest kelompok eksperimen, pretest kelompok kontrol, serta posttest kelompok kontrol. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: H0= data tidak berdistribusi normal H1= data berdistribusi normal Hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov apabila menunjukkan nilai Sig > 0.05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, artinya data berdistribusi normal. Apabila diperoleh nilai Sig < 0.05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, artinya data tidak berdistribusi normal. Penggunaan jenis statistik untuk pengolahan data berbeda antara data yang berdistribusi normal dan tidak normal. Data berdistribusi normal menggunakan uji statistik berjenis parametrik. Data tidak berdistribusi normal menggunakan uji statistik nonparametrik. Pengujian normalitas dalam penelitian ini dugunakan untuk menguji data pretest kelompok

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 eksperimen, pretest kelompok kontrol, posttest kelompok eksperimen, dan posttest kelompok kontrol. Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Aspek Pretest kelompok eksperimen Nilai signifikansi 0.200* Analisis > 0.05 Keterangan Normal Tabel 4.2 memberikan informasi kepada kita tentang hasil uji normalitas pretest kelompok eksperimen. Nilai Signifikansi pada hasil uji normalitas pretest kelompok eksperimen adalah 0.200, nilai ini > 0.05 sehingga data pretest kelompok eksperimen dalam penelitian ini berdistribusi normal. Distribusi data pretest kelompok eksperimen dapat dilihat pada gambar 4.1. Gambar 4.1 Distribusi Data Pretest Kelompok Eksperimen Informasi mengenai hasil uji normalitas pretest kelompok kontrol akan ditampilakan pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Aspek Pretest kelompok kontrol Nilai signifikansi 0.165* Analisis > 0.05 Keterangan Normal

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Nilai Signifikansi pada hasil uji normalitas pretest kelompok kontrol adalah 0.165, nilai ini > 0.05 sehingga data pretest kelompok kontrol dalam penelitian ini berdistribusi normal. Distribusi data pretest kelompok kontrol dapat dilihat pada gambar 4.2. Gambar 4.2 Distribusi Data Pretest Kelompok Kontrol Informasi mengenai hasil uji normalitas posttest kelompok eksperimen akan ditampilakan pada tabel berikut 4.4. Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Aspek Posttest kelompok eksperimen Nilai signifikansi 0.080 Analisis > 0.05 Keterangan Normal Nilai signifikansi posttest kelompok eksperimen adalah 0.080, nilai ini > 0.05 sehingga data posttest kelompok eksperimen dalam penelitian ini berdistribusi normal. Distribusi data posttest kelompok eksperrimen dapat dilihat pada gambar 4.3.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Gambar 4.3 Distribusi Data Posttest Kelompok Eksperimen Informasi mengenai hasil uji normalitas posttest kelompok kontrol akan ditampilakan pada tabel 4.5. Tabel 4.5. Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Aspek Posttest kelompok kontrol Nilai signifikansi 0.090 Analisis > 0.05 Keterangan Normal Nilai signifikansi pos tes kelompok kontrol adalah 0.090, nilai ini > 0.05 sehingga data posttest kelompok kontrol dalam penelitian ini berdistribusi normal. Distribusi data posttest kelompok kontrol dapat dilihat pada gambar 4.4. Gambar 4.4 Distributsi Data Posttest Kelompok Kontrol

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Semua nilai signifikansi pada uji normalitas dari data yang terkumpul melalui skor pretest dan posttest baik kelompok ksperimen maupun kelompok kontrol dalam penelitian ini > 0.05, hal ini berarti bahwa semua data yang terkumpul dalam penelitian ini berdistribusi normal, sehingga untuk selanjutnya digunakan uji statistik jenis parametrik. 4.1.2.2 Hasil Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan oleh peneliti menggunakan Levene Test pada program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Uji homogenitas dipakai untuk menguji hasil pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: H0= terdapat perbedaan varians H1= tidak terdapat perbedaan varians Hasil perhitungan Levene Test apabila menunjukkan nilai Sig > 0.05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan varians. Apabila diperoleh nilai Sig < 0.05, maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, artinya terdapat perbedaan varians. Hasil uji homogenitas yang telah dibuktikan ditunjukkan pada tabel 4.6. Tabel 4.6. Hasil Uji Homogenitas Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.457 Analisis > 0.05 Keterangan Tidak berbeda Tabel 4.6 memberikan informasi kepada kita tentang hasil uji homogenitas. Nilai Sig pada hasil uji homogenitas di atas antara skor pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol yang didasarkan pada nilai rata-ratanya adalah 0.457 sehingga > 0.05, hal ini berarti bahwa kedua kelompok dalam penelitian ini homogen.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 4.1.2.3 Hasil Uji Beda Pretest Uji beda pretest dilakukan oleh peneliti menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit untuk menguji rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: H0= terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol H1= tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Apabila diperoleh nilai Sig < 0.05, berarti H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, yaitu terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang berbeda. Dapat disimpulkan pula, apabila diperoleh nilai Sig > 0.05, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, yaitu tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama. Hasil uji beda yang telah dibuktikan ditunjukkan pada tabel 4.7 Tabel 4.7. Hasil Uji Beda Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.642 Analisis > 0.05 Keterangan Tidak berbeda Tabel 4.6 memberikan informasi kepada kita tentang hasil uji beda. Nilai Sig pada hasil uji beda di atas antara skor pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol yang didasarkan pada nilai rata-ratanya adalah 0.642 sehingga > 0.05, hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain pretest

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama 4.1.2.4 Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan oleh peneliti menggunakan statistik parametrik yaitu Independent sample t-test pada program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Uji hipotesis dipakai untuk menguji hasil rata-rata postest kelompok eksperimen dibandingkan dengan hasil rata-rata posttest kelompok kontrol, untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan rata-rata diantaranya keduanya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: H0= tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II H1= terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Hasil perhitungan pada Independent sample t-test apabila menunjukkan nilai Sig (2-tailed) < 0.05, maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, artinya terdapat terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Apabila diperoleh nilai Sig (2-tailed) > 0.05, maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, artinya tidak terdapat terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Data yang digunakan dalam pembuktian uji hipotesis adalah data ratarata nilai posttest kelompok eksperimen dan rata-rata nilai posttest kelompok kontrol. Penggunaan nilai rata-rata ini dimaksudkan karena pada awalnya

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sudah homogen dan berada pada titik pijak yang sama. Hasil uji hipotesisnya dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis Hasil Posstest Kelas eksperimen dan kelas kontrol Nilai signifikansi Analisis < 0.05 0.039 Keterangan Berbeda Tabel 4.8 memberikan informasi kepada kita tentang hasil uji hipotesis menggunakan Independent sample t-test. Nilai Sig (2-tailed) pada hasil uji hipotesis di atas adalah 0.039, nilai ini < 0.05 sehingga terdapat perbedaan yang prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Perbandingan rata-rata skor pretest dan posttest baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol ditunjukkan oleh gambar 4.5. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Eksperimen Kontrol Pretest Posttest Gambar 4.5 Perbandingan skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan Kontrol 4.1.2.5 Hasil Perhitungan Effect Size Perhitungan effect size menggunakan rumus r = r= t2 t 2  df t2 t 2  df

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 r= 2.108 2 2.108 2  60 r= 4.443 4.443  60 r= 4.443 64.443 r= 4.443 64.443 r= 0.068 r = 0.26 Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa besarnya effect size adalah 0.26 atau 26%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II tetap memberikan pengaruh meskipun hanya kecil, yaitu sebesar 26 % terhadap pencapaian prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar, sisanya dipengaruhi oleh faktor yang lain. 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian Berdasarkan data penelitian yang telah diperoleh dan diuji, menunjukkan hasil penelitian yang homogen dan berdistribusi normal. Hal ini terbukti setelah dilakukan uji normalitas, hasil signifikansi pretest kelompok eksperimen adalah 0.200, signifikansi pretest kelompok kontrol adalah 0.165, signifikansi posttest kelompok eksperimen adalah 0.080, signifikansi posttest kelompok kontrol adalah 0.090. Semua nilai signifikansi pada uji normalitas dari data ini > 0.05 sehingga semua data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Nilai signifikansi pada uji homogenitas antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 0.457, nilai ini > 0.05 sehingga data dalam penelitian ini

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 homogen. Setelah mendapatkan data yang homogen dan normal maka selanjutnya dilakukan uji beda dari rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama atau berbeda. Nilai signifikansi hasil uji beda adalah 0.642, nilai ini > 0.05 sehingga tidak terdapat perbedaan antara rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama. Pengujian yang selanjutnya adalah uji hipotesis menggunakan uji Indepedent ttest. Analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian ini akan ditampilkan pada rangkuman analisis data berikut ini: Tabel 4.9 Rangkuman Uji Normalitas Nilai signifikansi 0.200* Analisis > 0.05 Keterangan Normal 0.080 > 0.05 Normal 3 Aspek Pretest kelompok eksperimen Posttest kelompok eksperimen Pretest kelompok kontrol 0.165* > 0.05 Normal 4 Posttest kelompok kontrol 0.090 > 0.05 Normal No 1 2 Tabel 4.10 Rangkuman Uji Homogenitas Pretest Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.457 Analisis > 0.05 Keterangan Homogen Tabel 4.11 Rangkuman Skor Pretest ke Posttest Kelompok Keterangan Nilai Peningkatan Pretest 46.61 Eksperimen 77,17 % Posttest 82.58 Pretest 45.16 73.93% Kontrol Posttest 78.55 Tabel 4.12 Rangkuman Uji Beda Pretest Hasil Pretest Nilai Signifikansi Analisis Kelompok eksperimen dan 0.642 > 0.05 kelompok kontrol Keterangan Tidak berbeda

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel 4.13 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest Nilai Analisis Hasil Posstest Keterangan signifikansi Kelas eksperimen dan kelas 0.039 < 0.05 Berbeda kontrol Hasil dari uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi antara posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 0.039, nilai signifikansi ini < 0.05, hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pembahasan Proses Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Wirobrajan. Kelas VA SD Kanisius Wirobrajan sebagai kelompok kontrol dan kelas VB SD Kanisius Wirobrajan sebagai kelompok eksperimen. Jumlah siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama, yaitu masing-masing berjumlah 31 siswa. Peneliti sendiri yang melaksanakan pembelajaran baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pelaksanaan pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol masingmasing dilaksanakan melalui 2 kali pertemuan yang setiap pertemuannya adalah 2 jam pelajaran. Pertemuan pertama membahas materi mengenai usaha-usaha dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia serta perumusan dasar negara, sedangkan pertemuan yang kedua membahas materi mengenai para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia serta cara menghargai perjuangan para tokoh tersebut. Keterlaksanaan pembelajaran kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berdasarkan hasil pengamatan

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 adalah melalui langkah-langkah pembelajaran Jigsaw II yang ditempuh . Langkah yang pertama adalah orientasi, dimana guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan meminta siswa untuk belajar konsep secara keseluruhan secara sepintas karena pada pertemuan sebelumnya siswa sudah mendapatkan ringkasan materi berisi keseluruhan konsep untuk dipelajari di rumah. Langkah pembelajaran yang kedua adalah pengelompokan, dimana siswa dibentuk kedalam kelompok asal dengan anggota yang heterogen dengan bantuan wali kelas yang telah mengetahui dengan jelas kondisi para siswanya terutama dari segi kemampuan akademik dan jenis kelamin. Kelompok asal yang terbentuk ada 6 dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa dan ada satu kelompok yang terdiri dari 6 siswa. Langkah selanjutnya adalah pembentukan dan pembinaan kelompok ahli, dimana masing-masing siswa yang memperoleh pokok bahasan yang sama berkumpul untuk saling memperdalam pokok bahasan yang menjadi bagian mareka. Masingmasing siswa menyampaikan apa yang telah mereka pahami berkaitan dengan pokok bahasan bagian mereka, mendengarkan yang disampaikan oleh temanteman lainnya untuk saling melegkapi pokok bahasan yang menjadi bagian mereka. Langkah yang selanjutnya adalah diskusi atau pemaparan oleh masingmasing anggota kelompok di kelompok asal mengenai informasi yang mereka pahami termasuk tambahan-tambahan informasi yang dipelajari lebih lanjut di kelompok ahli. Langkah yang selanjutnya adalah adanya tes bersifat individual. Tes yang diberikan mencakup materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini. Langkah yang terakhir dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II adalah adanya pengakuan kelompok yaitu pemberian penghargaan kepada kelompok yang berprestasi. Pengakuan kelompok didasarkan pada skor

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 yang diperoleh oleh siswa. Skor yang dimaksud berdasarkan pada skor peningkatan individu, tidak didasarkan pada skor akhir yang siswa peroleh, tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor sebelumnya. Penghargaan yang diberikan dipertimbangkan dari poin kemajuan yang didapatkan oleh semua siswa dalam kelompok. Pelaksanaan pembelajaran pada kelompok kontrol dilaksanakan dengan model pembelajaran konvensional yang biasanya digunakan oleh guru kelas dalam pembelajaran IPS yaitu ceramah, tanya jawab dan penugasan. Guru bertanya jawab dengan siswa di awal pembelajaran untuk masuk ke materi yang akan dipelajari. Siswa diberi kesempatan untuk mempelajari materi dengan cara membaca informasi pada buku paket, selanjutnya siswa diminta untuk mengerjakan soal yang jawabannya dapat dicari pada buku paket secara individual. Pembahasan soal yang telah dikerjakan oleh siswa dilakukan oleh guru dengan sesekali menggunakan tanya jawab kepada siswa. Guru membahas soalsoal yang telah dikerjakan oleh siswa sesekali dengan tanya jawab dengan siswa. Guru juga memberikan informasi-informasi tambahan terkait materi dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. 4.3.2 Pembahasan Hasil Penelitian Peneliti menggunakan instrumen tes tipe pilihan ganda berjumlah 20 yang digunakan sebagai pretest dan posttest untuk mengumpulkan data prestasi belajar siswa baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Soal yang digunakan untuk pretest dan posttest adalah soal yang sama. Pretest untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2014, posttest untuk kelompok eksperimen dilaksanakan pada hari

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Senin tanggal 24 Februari 2014, sedangkan posttest untuk kelompok kontrol dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2014. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis statistik menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji beda pretest serta uji hipotesis. Hasil penelitian dalam uji hipotesis menggunakan uji Indepedent t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig (2tailed) pada uji hipotesis < 0.05 yaitu 0.039. Perhitungan didasarkan pada rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol karena kedua kelompok pada awalnya sudah berada pada kondisi atau titik pijak yang sama. Efek atau pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II juga dibuktikan dari hasil perhitungan effect size yaitu sebesar 0.26. Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini memperkuat pendapat peneliti sebelumnya yaitu Budiawan, dkk. (2012) bahwa hasil penelitiannya membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 1 Sangsit. Peneliti yang lain, Haryanta (2013) yang juga menyatakan bahwa hasil penelitannya membuktikan bahwa ada perbedaan yang signifikan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 dalam hal prestasi belajar IPS antara kelompok yang menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II dan yang tidak menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw II. Hasil penelitian ini juga mendukung pendapat ahli yang menyatakan bahwa Jigsaw merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa beraktivitas dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal (Wardani dalam Isjoni, 2012:39). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Siswa pada kelompok eksperimen memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi daripada siswa pada kelompok kontrol yang sudah terbukti dari uji hipotesis dan dapat dilihat pada output perhitungan SPSS dan juga dari pengamatan saat pembelajaran berlangsung di kelas.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bab V ini akan menguraikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Kesimpulan berisi tentang hasil penelitian, keterbatasan penelitian beri tentang keterbatasan peneliti di dalam melakukan penelitian, saran berisi tentang saran bagi pihak sekolah, guru, serta bagi peneliti selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan terhadap siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II untuk mata pelajaran IPS materi menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia terbukti dari pengolahan data hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan pada Independent sample t-test yang menunjukkan nilai Sig (2-tailed) 0.039, berarti < 0.05 sehingga H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, dimana H1 = terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, dan H0 = tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 5.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mempunyai keterbatasan, diantaranya adalah: 5.2.1 Keterlaksanaan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II kurang optimal karena model 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 pembelajaran ini baru pertama kali dialami oleh siswa, sehingga pada pertemuan yang pertama banyak siswa yang mengalami kebingungan. 5.2.2 Peneliti tidak bisa mengontrol secara penuh adanya perbedaan prestasi belajar merupakan murni akibat dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ataukah karena faktor-faktor lainnya. 5.2.3 Durasi waktu antara pretest dan posttest relatif pendek serta soal yang digunakan sebagai pretest dan posttest adalah sama sehingga dimungkinkan adanya invaliditas internal. 5.2.4 Penelitian ini baru meneliti prestasi belajar dari aspek kognitif saja. 5.3 Saran 5.2.1 Bagi Sekolah Penerapan model pembelajaran inovatif, khususnya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat dijadikan inspirasi untuk diterapkan di sekolah agar pembelajaran yang tercipta menjadi lebih bervariasi dan prestasi belajar siswa menjadi semakin baik. 5.2.2 Bagi Guru Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat diperhitungkan untuk menjadi model pembelajaran yang diterapkan di kelas, sehingga pembelajaran tidak bersifat monoton, guru lebih bersifat sebagai fasilitator dan siswa yang lebih aktif. 5.2.3 Bagi Peneliti Lainnya Persiapan di dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, apabila yang melaksanakan pembelajaran adalah peneliti sendiri harus benar-benar dipersiapkan, terutama dalam hal

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 pembagian waktu pembelajaran serta instruksi yang disampaikan kepada siswa harus jelas apalagi apabila siswa baru pertama kalinya mengalami model pembelajaran ini. Apabila yang melaksanakan pembelajaran adalah guru mitra, maka perlu koordinasi yang matang antara peneliti dengan guru mitra agar apa yang terlaksana di dalam pembelajaran sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Peneliti selanjutnya juga bisa mengembangkan penelitian terhadap prestasi belajar siswa tidak hanya pada aspek kognitif saja, akan tetapi bisa juga pada aspek afektif maupun psikomotorik.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Arifin, Zainal. (2009). Evaluasi pembelajaran. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya Offset. Azwar, Saifuddin. (2005). Tes prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. BSNP. (2006). Standar kompetensi dan kompetensi Dasar SD/MI. Jakarta. Budiawan, Nengah, dkk. (2012). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berbasis peta konsep terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas IV. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Creswell, John W.(2009). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Terjemahan oleh Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Darmada, Olyn Suyanti, dkk. (2012). Pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia. Djamarah. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). KBBI pusat bahasa edisi keempat. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka. Field, Andy. (2005). Discovering statistics using SPSS: third edition. London: Sage Publications Ltd. Huda, Miftahul. (2012). Cooperative learning: metode, teknik, struktur dan model pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni. (2012). Pembelajaran kooperatif meningkatkan kecerdasan komunikasi antar peserta didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kasmadi dan Nia Siti Sunariah. (2013). Panduan modern penelitian kuantitatif. Bandung: Penerbil Alfabeta. Lie, Anita. (2010). Cooperative learning. Jakarta: PT.Gramedia. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Majid, Abdul. (2013). Strategi pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Mujmal, dkk. (2013). Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi dan hasil belajar IPS kelas VIII MTs NW Gereneng Kecamatan Sakra Timur NTB Tahun Pelajaran 2011/2012. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar, Volume 3. Mustamiin, M. Zainal, dkk.(2013). Pengaruh penggunaan model kooperatif learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari motivasi berprestasi. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Dasa, Volume 3. Rusman. (2011). Model-model pembelajaran: mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sanjaya, Wina. (2011). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana. Santosa, Singgih. (2012). Panduan lengkap SPSS versi 20. Jakarta: PT. Elex Komputindo. Sapriya. (2009). Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sarwiyanto, dkk.(2009). Ayo Belajar ilmu pengetahuan sosial IPS kelas 5 SD. Yogyakarta: Kanisius. Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Slameto. (2010). Belajar & faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, Robert E. (2008). Cooperative learning. Terjemahan oleh Nurulita. Bandung: Nusa Media. Sudijono. (2011). Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Sugiyanto. (2010). Model-model pembelajaran inovatif. Jakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (mixed mehods). Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus. (2009). Cooperative learning: teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Surapranata, Sumarna. (2009). Analisis, validitas, reliabilitas, dan interpretasi hasil tes: implementasi kurikulum 2004. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Susanto. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana Prenada Group. Susilaningsih, Endang. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta : PusatPerbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Subtanti, Rin Ari. (2011). Studi Eksperimen Pengaruh Teknik Kooperatif Metode Jigsaw dan Metode Struktural Numbered Head Together Terhadap Prestasi Belajar PKN Siswa Kelas VII Semester Genap di SMP Negeri 2 Wuryantoro Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi: Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta Suyono,et all. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya . Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: Rajawali Pers. Syamsiyah, Sit. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Taniredja, Tukiran dkk. (2011). Model-model pembelajaran inovatif. Bandung: Alfabeta. Tim Penyusun KTSP. (2007). Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk satuan pendidikan dasar SD/MI semester I dan II. Jakarta: BP. Cipta Jaya. Tim Penyusun KTSP. (2006). Panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SD/MI. Jakarta: BP. Dharma Bhakti. Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progesif: konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Winataputra, Udin S. (2008). Materi pokok teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen pendidika nasional. Yuliati, Reny. (2008). Ilmu pengetahuan sosial: SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Zuriah, N. (2006). Metodologi penelitian dan pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 1

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 2

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 3

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelompok Eksperimen Pertemuan I Satuan pendidikan : SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : V / genap Hari/tanggal : 10 Februari 2014 Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2JP) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.2. Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaa Indonesia C. Indikator 1. Competence a. Mengidentifikasi beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Menyebutkan pentingnya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan Indonesia 2. Conscience a. Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru b. Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan tugas kelompok D. Tujuan pembelajaran: 1. Competence a. Siswa dapat mengidentifikasi 2 macam peristiwa yang terjadi sebagai usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dari hasil mempelajari materi bersama di dalam kelompok b. Siswa dapat menjelaskan 2 alasan pentingnya perumusan dasar negara

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 sebelum kemerdekaan Indonesia setelah membaca materi pembelajaran yang dipelajari bersama 2. Conscience a. Dengan disiplin siswa dapat menunjukkan sikap tanggung jawab saat mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan b. Dengan berani siswa dapat menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Siswa dapat bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan tugas kelompok E. Materi Pokok (Terlampir) 1. BPUPKI 2. PPKI F. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif 2. Model pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif 3. Metode pembelajaran : Jigsaw II 4. Teknik pembelajaran : Tanya jawab, penugasan, diskusi, presentasi G. Nilai Kemanusiaan 1. Kerjasama 2. Tanggung jawab 3. Penghargaan (menghargai) 4. Kepedulian H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Pembuka Deskripsi Kegiatan Salam, doa, dan presensi Konteks Apersepsi 1) Siswa melihat naskah pancasila yang dibawa oleh guru yang biasanya dibaca saat upacara 2) Siswa menjawab beberapa pertanyaan untuk mengaitkan naskah pancasila dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini Orientasi Siswa diberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran pada hari ini Siswa mengerjakan soal sebagai kuis Alokasi Waktu 10 menit

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Kegiatan Inti Motivasi 1) Siswa diberi pertanyaan, misalnya: “ Sebelum Indonesia merdeka, kira-kira ada tidak ya yang dipersiapkana untuk kemerdekaan itu, apa kemerdekaan itu hanya diterima oleh bangsa Indonesia begitu saja tanpa perjuangan? Lalu bagaimana lahirnya Pancasila?, Agar kalian tahu, maka kita akan belajar bersama pada hari ini”. 2) Siswa diberi informasi bahwa mereka harus belajar dan bekerja dengan sebaik-baiknya dalam pembelajaran bersama dengan kelompok karena akan ada penghargaan bagi kelompok yang terbaik 3) Siswa bersama dengan guru menyanyikan lagu “ Kerja Sama” Pengalaman 1) Siswa mendapatkan informasi secara umum terkait dengan proses pembelajaran yang akan dilakukan hari ini 2) Masing-masing siswa membaca kembali secara sekilas materi mengenai usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan perumusan dasar negara Indonesia yang sebelumnya telah dibaca sebagai tugas rumah 3) Siswa dibagi kedalam 6 kelompok yang berisi siswa yang heterogen 1 A, B, C, D, E 4 A, B, C, D, E 2 A, B, C, D, E 5 A, B, C, D, E 3 A, B, C, D, E 6 A, B, C, D, E, A 4) Siswa masuk kedalam kelompoknya masing-masing 5) Masing-masing kelompok memperoleh LKS 6) Siswa membagi diri di dalam kelompok masing-masing terkait dengan bagian materi yang harus dipelajari dan informasi apa yang harus dicari oleh masing-masing siswa di dalam kelompok dengan bantuan kartu soal Siswa A: mempelajari latar belakang pembentukan BPUPKI, maksud pembentukannya, tugas pokoknya, serta keanggotaannya. Siswa B: mempelajari sidang BPUPKI I Siswa C: mempelajari sidang BPUPKI II Siswa D: mempelajari pembentukan PPKI, tugas utamanya, serta keanggotaannya Siswa E: mempelajari keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan-pertemuan PPKI 7) Siswa masuk kedalam kelompok ahli (kelompok ahli berisi siswa yang mempelajari bagian materi yang menjadi bagiannya bersama dengan teman lain yang berasal dari kelompok yang lain yang mendapatkan bagian materi yang sama yang harus dipelajari lebih mendalam) A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7 D1, D2, D3, D4, D5, D6, B1, B2, B3, B4, B5, B6 C1, C2, C3, C4, C5, C6 E1, E2, E3, E4, E5, E6 8) Siswa mendiskusikan dan membahas lebih mendalam mengenai materi yang harus mereka diskusikan bersama di dalam kelompok ahli 9) Siswa kembali ke kelompok asal 10) Siwa menyampaikan informasi yang telah dipelajari di dalam kelompok ahli kepada kelompok asal secara bergantian 45 menit

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Kegiatan Penutup 11) Siswa di dalam kelompok bekerja sama untuk mengerjakan tugas yang ada di LKS 12) Siswa menyampaikan beberapa hasil dari tugas kelompok dalam mengerjakan LKS 13) Guru memberikan tanggapan dan meluruskan apabila ada pemahaman yang kurang tepat Kesimpulan Siswa dengan bantuan guru membuat rangkuman mengenai materi yang telah dipelajari hari ini dengan bantuan guru Evaluasi Siswa mengerjakan soal sendiri-sendiri sebagai kuis Refleksi Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini dengan beberapa pertanyaan refleksi (terlampir) Aksi Siswa dengan bantuan guru diminta untuk merumuskan aksi yang dapat dilakukan setelah menuliskan refleksinya (terlampir) Tindak lanjut 1) Guru membagikan ringkasan materi untuk dipelajari pada pertemuan selanjutnya 2) Sebagai tindak lanjut, siswa mendapat PR (pekerjaan rumah) untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu tentang peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pada ringkasan materi yang telah dibagikan dan dari informasi di buku paket Pengumuman penghargaan kelompok Doa penutup dan Salam I. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik 1. Kecakapan personal : a. Kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia membutuhkan persiapan dan proses, dan perjuangan yang tidak mudah b. Tanggung Jawab c. Percaya diri d. Kemampuan bekerja sama 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan komunikasi lisan b. Kecakapan komunikasi tertulis c. Kecakapan menghargai teman dalam satu kelompok maupun kelompok yang lainnya 15 menit

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 J. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: 1. Susilaningsih, Endang. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta : PusatPerbukuan Departemen Pendidikan Nasional 2. Yuliati, Reny. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelas Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional 3. Syamsiyah, Sit. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 4. Sarwiyanto, dkk.(2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas 5 SD. Yogyakarta: Kanisius Media Pembelajaran: Naskah pancasila

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 1. Prosedur : a. Proses b. Post-test 2. Jenis : a. Tes b. Non tes 3. Teknik : a. Tes tertulis b. Kinerja 4. Instrumen (terlampir): a. Tugas yang ada di LKS b. Lembar evaluasi, lembar refleksi dan lembar aksi c. Rubrik penilaian Yogyakarta, 10 Februari 2014 Guru Kelas Mahasiswa (Ch. Tri Lestari, S.Pd) (Armawan) G.9488 NIM. 101134095 Mengetahui, Kepala Sekolah SD Kanisius Wirobrajan (Hr.Klidiatmoko, S.Pd) NIP. 19560717 198403 1 007

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Lembar Penilaian 1. Penilaian Competence Dari Hasil Tes Tertulis di Akhir Pembelajaran (Soal Evaluasi) Terdiri dari jenis 5 soal pilihan ganda (skor setiap jawaban benar 1), dan 5 soal isian (skor setiap jawaban benar 2) Total skor 5 + 10 = 15 15 x2 Nilai = X 10 3 2. Penilaian Conscience Indikator: Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Aspek Yang Dinilai No Nama Anggota Kelompok Kelompok Mengerjakan perintah 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 2 3 Isi yang diampaikan Ketepatan waktu 1 2 3 1 2 3

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Keterangan: Mengerjakan perintah - Skor 3: Segera melaksanakan perintah guru - Skor 2: Melaksanakan perintah guru dengan sekali teguran - Skor 1: Melaksanakan perintah guru dengan lebih dari 2 kali teguran Ketepatan waktu - Skor 3: Semua soal dikerjakan tepat waktu - Skor 2: Mengerjakan sebagian besar soal (75 %) - Skor 1: Mengerjakan sebagian soal (50% atau kurang) Indikator: Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi No Nama Anggota Kelompok Kelompok 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Yang Dinilai Kesediaan Kelancaran 2 3 1 2 3 Isi yang diampaikan 1 2 3

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Keterangan: Skor 3: Tidak terpotong-potong dalam berbicara, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan kesadaran diri, isi yang disampaikan tepat Skor 2: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaikan informasi perintah guru, isi yang disampaikan tepat Skor 1: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan perintah guru, isi yang disampaikan kurang tepat 3. Penilaian Compassion Indikator: Bekerja sama dalam kelompok saat pembelajaran No Nama Anggota Kelompok Kelompok 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 Menerima pendapat teman 1 2 3 Aspek Yang Dinilai Menyampaikan pendapat 1 2 3 Aktif dalam kelompok 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Keterangan: Menerima pendapat teman Skor 3: mendengarkan dengan sungguh-sungguh pendapat yang disampaikan oleh

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 teman Skor 2: sesekali tidak mendengarkan pendapat yang disampaikan oleh teman Skor1: sesekali tidak mendengarkan pendapat ang disampaikan oleh teman Menyampaikan pendapat Skor 3: lebih dari 2 kali menyampaikan pendapat di dalam kelompok Skor 2: menyampaikan pendapat di dalam kelompok sebanyak 2 kali Skor 1: menyampaikan pendapat di dalam kelompok kurang dari 2 kali Aktif dalam kelompok Skor 3: melaksanakan semua yang menjadi tugasnya di dalam kelompok dengan baik Skor 2: ada sebagian kecil tugas yang belum dikerjakan di dalam kelompok Skor 1: banyak tugas yang belum di kerjakan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelompok: Nama Anggota Kelompok/ Absen: IPS ITU MUDAH --SEMANGAT 1……………………………/… 2..………………………….../... 3……………………………/… 4……………………………/… 5……………………………/… 6……………………………/… I. Indikator 1. Competence - Mengidentifikasi beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia - Menyebutkan pentingnya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan Indonesia 2. Conscience a. Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru b. Berani menunjukkan sikap percaya diri saat menyampaikan hasil pekerjaan kelompok c. Compassion Bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan tugas kelompok II. Petunjuk 1. Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar yang ada pada lembar kerja ini!

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 III. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Belajar 1 1. Pilihlah salah satu dari kelompok untuk menjadii ketua kelompok! 2. Bacalah kembali secara sekilas materi mengenai usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan perumusan dasar negara Indonesia yang sebelumnya telah dibaca sebagai tugas rumah! 3. Setiap siswa di dalam kelompok mendapat bagian materi untuk dipelajari lebih mendalam. Ketua kelompok memimpin pembagian materi dengan cara menggunting bagian pada materi yang telah dibagikan oleh guru! Siswa A: mempelajari latar belakang pembentukan BPUPKI, maksud pembentukannya, tugas pokoknya, serta keanggotaannya. Siswa B: mempelajari sidang BPUPKI I Siswa C: mempelajari sidang BPUPKI II Siswa D: mempelajari pembentukan PPKI, tugas utamanya, serta keanggotaannya Siswa E: mempelajari keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan- pertemuan PPKI 4. Bacalah materi yang telah kalian dapatkan selama ± 5 menit lalu isikan informasi yang kalian dapatkan pada bagian yang telah disediakan!

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) A. Latar Belakang Pembentukan BPUPKI Armada militer Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik. Perang pasifik disebut juga perang Asia Timur Raya, yaitu perang antara Jepang dengan Sekutu. Pulau Iwo Jima di Jepang pada bulan Februari 1945 berhasil dikuasai oleh Sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan tentara Jepang semakin lemah. Pasukan Jepang yang ada di Indonesia bersiap-siap untuk mempertahankan diri dan berusaha menarik perhatian rakyat Indonesia dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang. Lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo. Pada tanggal 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang juga mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari. Dengan janji ini, Jepang berharap rakyat Indonsia akan membantu Jepang menangkal serangan Sekutu. Tentara Jepang semakin terdesak dan mengalami kekalahan dimana-mana. Situasi semakin kritis, akhirnya pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah Jepang mengumumkan 3 tindakan sebagai berikut: 1). Membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang diebut Dokoritsu Junbi Cosakai. 2). Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional (Kenkoku Gakuin) yang melatih dan mendidik calon pemimpin negara yang baru. 3). Memperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia B. BPUPKI - Maksud pembentukan BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka. - Tugas pokok BPUPKI adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. - Badan ini memiliki 63 anggota yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan wakil ketuanya adalah Raden Panji Suroso. - Upacara pembukaan BPUPKI diadakan pada tanggal 28 Mei 1945 di

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Jalan Pejambon, Jakarta. Carilah informasi mengenai hal-hal berikut ini! BPUPKI merupakan singkatan dari . . . . BPUPKI dalam bahasa Jepang disebut . . . . Latar belakang dibentuknya BPUPKI adalah . . . . Maksud pembentukan BPUPKI adalah . . . . Tugas pokok BPUPKI . . . . BPUPKI terdiri atas . . . . anggota Ketua BPUPKI adalah . . . . Wakil ketua BPUPKI adalah . . . . Upacara pembukaan BPUPKI diadakan pada . . . . - Sidang- sidang BPUPKI: 1. Sidang BPUPKI I (29 Mei - 1 Juni 1945) - Sidang diadakan untuk membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka serta pembentukan panitia sembilan - Dasar negara penting untuk dirumuskan karena: a. Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi. Semua bangsa di dunia mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur yang telah dihayati dari zaman ke zaman sebagai pandangan dan penghayatan hidup. Nilai-nilai itu belum nyata bila belum dirumuskan secara resmi. Nilai-nilai pancasila seperti pengakuan adanya Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, bela negara, musyawarah, hidup bersama dalam perbedaan dan beberapa nilai lainnya yang telah ada sejak dulu,dengan adanya perumusan dasar negara

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 maka nilai-nilai itu diakui secara resmi. b. Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju Dasar negara digunakan untuk melandasi semua kegiatan kenegaraan yang akan dibuat. Semua kegiatan negara akan mendapatkan dasarnya jika sudah ada dasar negara yang dirumuskan dan ditetapkan. - Usulan Konsep Dasar Negara Dalam rapat BPUPKI terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: 1. Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) menawarkan 5 asas dasar NKRI yang yaitu: a). Peri Kebangasan b). Peri Kemanusiaan c). Peri Ketuhanan d). Peri Kerakyatan e). Kesejahteraan yang berkebudayaan 2. Prof. Dr. Mr. Soepomo (31 Mei 1945) mengajukan dasar negara sebagai berikut: a). Persatuan b). Kekeluargaan c). Keseimbangan lahir dan batin d). Musyawarah e). Keadilan rakyat 3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945) Ir. Soekarno mengatakan bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila dengan rumusan sebagai berikut: a). Kebangsaan Indonesia b). Internasionalisme atau perikemanusiaan c). Mufakat atau demokrasi d). Kesejahteraan Sosial e). Ketuhanan Yang Maha Esa - Panitia Kecil Setelah sidang tanggal 1 Juni 1945, BPUPKI mengalami masa jeda dan dibentuk panitia kecil yang bertugas menampung saran dari anggota BPUPKI. Panitia ini beranggotakan 9 orang, yaitu Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, M, Yamin, dan AA. Marimis. Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia kecil mengadan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI. Dalam

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 pertemuan ini dibentuk pula panitia kecil lainnya yang berjumlah sembilan orang dan disebut sebagai panitia sembilan - Panitia Sembilan Panitia sembilan beranggotakan Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Mr. M Yamin, Mr. Ahmad Subarjo,Mr. A.A.Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia sembilan menghasilkan rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka. Rumusan itu disepakati dan ditandatangani bersama oleh Panitia Sembilan. Rumusan yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ini kemudian diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal pembukaan UUD I945 Rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta berbunyi: a). Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemuluknya b). Kemanusiaan yang adil dan beradab c). Persatuan Indonesia d). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. e). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Carilah informasi mengenai hal-hal di bawah ini! Sidang I BPUPKI membicarakan tentang . . . . 2 alasan mengapa dasar negara penting untuk dirumuskan adalah . . .. 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara adalah . . . . Panitia kecil bertugas untuk . . . . Panitia sembilan diketuai oleh . . . . pada tanggal 22 Juni 1945, panitia ini menghasilkan . . . . yang diberi nama . . . . yang merupakan cikal bakal . . . . Yang menyampaikan usulan konsep dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945 adalah . . . . yang juga mengatakan bahwa dasar negara Indonesia merdeka adalah . . . .

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 2. Sidang BPUPKI II (10 - 17 Juli 1945) - Anggota BPUPKI dibagi- bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia yang terbentuk antara lain: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai Soekarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai Mohammad Hatta). - Pada kesempatan ini dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang Undang-Undang dasar. Rapat pada tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang UndangUndang Dasar menyetujui isi preambule yang diambil dari Piagam Jakarta. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Soepomo. Hasil perumusan panitia kecil ini disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa, yang juga bertanggungjawab untuk menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas. - Selain perumusan undang-undang dasar, dalam sidang BPUPKI II dibahas juga mengenai bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Carilah informasi mengenai hal-hal di bawah ini! BPUPKI II membahas tentang . . . . oleh . . . . Yang diketuai oleh . . . . Panitia . . . . diambil dari . . . . menyetujui isi preambule yang Selanjutnya, dibentuk panitia . . . . yang diketuai oleh . . . . tugasnya adalah untuk . . . . dan . . . .

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) A. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) - Setelah lahirnya Piagam Jakarta yang merupakan cikal bakal UUD 1945, akhirnya pemerintah Jepang menyetujui pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dalam bahasa Jepang disebut Dokoritsu Junbi Inkai. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno dan wakilnya adalah Drs.Moh Hatta. Anggota PPKI ada 21 orang yang merupakan wakil dari daerah-daerah di Indonesia. - Pada waktu yang sama, BPUPKI dibubarkan. Tugas utama PPKI adalah: 1). Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasa yang telah disiapkan BPUPKI. 2). Merumuskan dan memutuskan cara pelaksanaan penyataan kemerdekaan Indonesi bila saatnya telah tiba. - Sebelum disahkan, Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta rumusan Panitia Sembilan, mengalami perubahan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 sore, seorang opsir angkatan laut Jepang menemui Drs. Mohammad Hatta. Opsir itu menyampaikan keberatan dari tokoh-tokoh rakyat Indonesia bagian Timur atas kata-kata “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” dalam Piagam Jakarta. - Sebelum rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Drs. Moh. Hatta dan Ir. Soekarno meminta empat tokoh Islam, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimejo, dan Mr. Teuku Moh. Hassan untuk membicarakan hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari perdebatan panjang dalam rapat PPKI. Akhirnya mereka sepakat katakata yang menjadi ganjalan bagi masyarakat Indonesia Timur itu diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Carilah informasi mengenai hal-hal di bawah ini ! PPKI merupakan singkatan dari . . . . PPKI dalam bahasa Jepang disebut . . . . PPKI terdiri atas . . . . anggota Ketua PPKI adalah . . . . Wakil ketua PPKI adalah . . . . Tugas utama PPKI adalah . . . . Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta rumusan Panitia Sembilan, mengalami perubahan yaitu . . . . berubah menjadi . . . .

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 B. PPKI PPKI mengadakan beberapa kali pertemuan,diantaranya adalah: 1. Pertemuan pada tanggal 18 Agustus 1945 Sidang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta. Pada sidang ini dihasilkan beberapa keputusan penting, yaitu: a. Mengesahkan UUD RI yang telah disusun BPUPKI yaitu UUD 1945 b. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden RI dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden RI c. Dalam masa peralihan, presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional 2. Pertemuan pada tanggal 19 Agutus 1945 Menghasilkan beberapa keputusan penting sebagai berikut: a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga terbentuknya DPR dari hasil pemilu. b. Pemerintahan dipimpin oleh presiden. Presiden dan wakil presiden membentuk kabinet sesuai UUD 1945 dengan 12 kementerian, 4 pejabat tinggi setingkat menteri, serta pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi c. Untuk menjaga keamanan, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 22 Agustus 1945. Anggotanya adalah bekas tentara PETA, Heiho, KNIL, dan anggota semi militer pada pendudukan Jepang. Sebutkan hasil dari pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh PPKI!

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Kegiatan Belajar 2 (diskusi dalam kelompok ahli) 1. Bergabunglah bersama dengan anggota kelompok yang lain yang mendapat materi yang sama! 2. Diskusikan materi yang menjadi bagian kalian dengan kelompok yang baru (kelompok ahli)! 3. Tuliskan informasi-informasi tambahan yang kalian dapatkan dari hasil diskusi! Kegiatan Belajar 3 (penyampaian informasi yang telah dipelajari di dalam kelompok ahli ke dalam kelompok asal) 1. Bagikan informasi yang telah kalian dapatkan dari kelompok ahli kepada teman-teman di dalam kelompok asal! 2. Bersama dengan anggota kelompokmu, berbagilah untuk saling melengkapi menuliskan informasi selengkap-lengkapnya yang telah kalian pelajari pada hari ini

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Soal Evaluasi Nama : Kelas : Absen : Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan sungguh-sungguh! 1. Alasan dasar negara penting untuk dirumuskan adalah . . . . A. Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi dan negara memerlukan dasar untuk melangkah maju B. Sebatas alasan administrasi yang harus segera dipenuhi C. Sebagai pelengkap sebuah negara dinyatakan ada D. Nilai-nilai kepribadian bangsa belum ada dan Indonesia tidak mau tertinggal oleh negara lain 2. Dalam bahasa Jepang BPUPKI dan PPKI disebut . . . . A. Dokoritsu Junbi Cosakai dan Dokoritsu Junbi Inkai B. Dokoritsu Junbi Inkai dan Dokoritsu Junbi Cosakai C. Dokoritsu Junbi Coskai dan Dokoritsu Junbi Inkai D. Dokoritsu Junbi Cosakai dan Dokoritsu Junbi Liinkai 3. BPUPKI dibentuk oleh Jepang karena .... A. Sebagai salah satu tindakan untuk mempertahankan diri dan berusaha menarik perhatian rakyat Indonesia B. Jepang akan segera meninggalkan Indonesia C. Jepang prihatin dengan kondisi Indonesia D. Sebagai salah satu tindakan untuk mengundurkan diri dari serangan Sekutu dan membebaskan Indonesia 4. Mempelajari hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka adalah maksud dibentuknya . . . . A. PPKI B. BPUPKI C. Panitia Sembilan D. Panitia Kecil 5. Tugas PPKI adalah . . . . A. menyiapkan panitia persiapan kemerdekaan Indonesia B. menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan pemindahan kekuasaan Indonesia kepada Jepang C. menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang D. menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-undang Dasa

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 6. BPUPKI berjasa dalam merumuskan . . . . 7. PPKI berjasa dalam merumuskan . . . . 8. Ketua BPUPKI adalah . . . . , wakil ketua BPUPKI adalah . ... 9. Ketua PPKI adalah . . . . , wakil ketua PPKI adalah . . . . 10. Jumlah anggota BPUPKI adalah . . . . , jumlah anggota PPKI adalah . . . . Selamat Mengerjakan, Tuhan Memberkati

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Lembar Kunci Jawaban LKS dan Soal Evaluasi LKS Materi A - Badan Penyelidi Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia - Dokoritsu Junbi Cosakai - Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik  Jepang semakin lemah dan mengalama kekalahan dimana-mana bersiap-siap mempertahankan diri dengan cara menarik perhatian rakyat Indonesia - Mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka - Menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang - 63 - Dr. Radjiman Wedyodiningrat - Raden Panji Suroso - 28 Mei 1945 Materi B - Dasar negara Indonesia yang akan merdeka serta pembentukan panitia sembilan - Dasar negara penting untuk dirumuskan karena Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi dan Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju - Mr. M. Yamin , Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno - Menampung saran dari anggota BPUPKI - Ir. Soekarno, Rumusan dasar negara, Piagam Jakarta, cikal bakal pembukaan UUD I945 - Ir. Soekarno, Pancasila Materi C - dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang Undang-Undang dasar - Prof. Dr. Mr. Soepomo - Panitia Perancang Undang-Undang Dasar - Piagam Jakarta - Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar - Prof. Dr. Mr. Soepomo - menyempurnakan rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas - menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas - bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Materi D - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia - Dokoritsu Junbi Inkai - 21

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 - Ir. Soekarno Moh. Hatta Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar yang telah disiapkan BPUPKI serta Merumuskan dan memutuskan cara pelaksanaan penyataan kemerdekaan Indonesia bila saatnya telah tiba - Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya - Ketuhanan Yang Maha Esa Materi E Hasil dari pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh PPKI: - Pertemuan pada tanggal 18 Agustus 1945 a. Mengesahkan UUD RI yang telah disusun BPUPKI b. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden RI dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden RI c. Dalam masa peralihan, presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional - Pertemuan pada tanggal 19 Agutus 1945 a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga terbentuknya DPR dari hasil pemilu. b. Pemerintahan dipimpin oleh presiden. Presiden dan wakil presiden membentuk kabinet sesuai UUD 1945 dengan 12 kementerian, 4 pejabat tinggi setingkat menteri, serta pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi c. Untuk menjaga keamanan, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 22 Agustus 1945. Anggotanya adalah bekas tentara PETA, Heiho, KNIL, dan anggota semi militer pada pendudukan Jepang. Soal Evaluasi A A A B D Dasar negara (Pancasila) Menyiapkan UUD bagi negara Indonesia merdeka / mengesahkan RUUD yang telah dirumuskan BPUPKI 8. Dr.Radjiman Wedyadiningrat, R. Panji Surasa 9. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta 10. 63, 21 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Lembar Refleksi dan Aksi

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelompok Eksperimen Pertemuan II Satuan pendidikan : SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : V / genap Hari/tanggal : 11 Februari 2014 Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2 JP) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.2. Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia C. Indikator 1. Competence a. Menyebutkan peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 2. Conscience a. Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru b. Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan tugas kelompok D. Tujuan pembelajaran: 1. Competence a. Siswa dapat menyebutkan peranan minimal 3 tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang telah disebutkan namanya

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 b. Siswa dapat menunjukkan minimal 3 sikap untuk menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia tanpa melihat buku 2. Conscience a. Dengan disiplin siswa dapat menunjukkan sikap tanggung jawab saat mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan b. Dengan berani siswa dapat menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Siswa dapat bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan tugas kelompok E. Materi Pokok (Terlampir) 1. Peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 2. Sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia F. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif 2. Model pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif 3. Metode pembelajaran : Jigsaw II 4. Teknik pembelajaran : Tanya jawab, penugasan, diskusi, presentasi G. Nilai Kemanusiaan 1. Kerjasama 2. Tanggung jawab 3. Penghargaan (menghargai) 4. Kepedulian H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Pembuka Deskripsi Kegiatan Salam, doa, dan presensi Konteks Apersepsi 1) Siswa menjawab beberapa pertanyaan dari guru erkait materi yang telah dipelajari pada pertemuan yang lalu 2) Siswa melihat gambar tokoh-tokoh yang berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 3) Siswa diberi dan guru bertanya jawab sehubungan dengan gambar untuk dikaitkan dengan pembelajaran hari ini Alokasi Waktu 10 menit

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 4) Guru malakukan tanya jawab terkait dengan gambar yang ditampilkan dalam slide Orientasi Siswa mendapat penjelasan mengenai tujuan pembelajaran pada hari ini Siswa mengerjakan soal sebagai kuis Motivasi 1) Siswa diberi pertanyaan “ peran dari para tokoh dalam mmpersiapkan kemerdekaan tadi kira-kira apa saja? Agar kita bisa mengetahui apa saja peran para tokoh tadi, maka kita akan belajar bersama hari ini 2) Siswa diingatkan bahwa mereka harus belajar dan bekerja dengan sebaikbaiknya dalam pembelajaran bersama dengan kelompok karena akan ada penghargaan bagi kelompok yang terbaik Kegiatan Inti Kegiatan Penutup Pengalaman Masing-masing siswa membaca kembali secara sekilas materi mengenai peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia serta sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya telah dibaca sebagai tugas rumah Siswa mendapatkan informasi secara umum terkait dengan proses pembelajaran yang akan dilakukan hari ini Siswa masuk kedalam kelompok belajar yang telah digunakan sebelumnya Masing-masing kelompok memperoleh LKS Siswa membagi diri di dalam kelompok masing-masing terkait dengan bagian materi yang harus dipelajari dan informasi apa yang harus dicari oleh masing-masing siswa di dalam kelompok dengan bantuan kartu soal Siswa A: mempelajari tokoh Ir. Soekarno Siswa B: mempelajari tokoh Dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat serta Prof. Dr. Soepomo Siswa C: mempelajari tokoh Mohamad Hatta Siswa D: mempelajari tokoh Ahmad Subardjo dan Mohamad Yamin Siswa E: mempelajari cara menghargai jasa para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia Siswa masuk kedalam kelompok ahli Siswa mendiskusikan dan membahas lebih mendalam mengenai materi yang harus mereka diskusikan bersama di dalam kelompok ahli Siswa kembali ke kelompok asal Siwa menyampaikan informasi yang telah dipelajari di dalam kelompok ahli kepada kelompok asal Siswa di dalam kelompok bekerja sama untuk mengerjakan tugas yang ada di LKS Kesimpulan Siswa dengan bimbingan guru membuat rangkuman mengenai materi yang telah dipelajari hari ini dengan bantuan guru Evaluasi Siswa mengerjakan tes tertulis secara individual Refleksi Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini dengan bantuan guru (terlampir) Aksi Siswa dengan bantuan guru diminta untuk merumuskan aksi yang dapat dilakukan setelah menuliskan refleksinya (terlampir) Tindak lanjut Sebagai tindak lanjut, siswa mendapat PR (pekerjaan rumah) untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya. Pengumuman penghargaan kelompok yang memenuhi kriteria tertentu yang didasarkan rata-rata skor kelompok Doa penutup dan Salam 45 menit 15 menit

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 I. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik 1. Kecakapan personal : a. Memiliki semangat untuk menunjukkan sikap menghargai perjuangan para tokoh yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Tanggung Jawab c. Percaya diri d. Kemampuan bekerja sama 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan komunikasi lisan b. Kecakapan komunikasi tertulis c. Kecakapan menghargai teman dalam satu kelompok maupun kelompok yang lainny J. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: 1. Susilaningsih, Endang. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta : PusatPerbukuan Departemen Pendidikan Nasional 2. Yuliati, Reny. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelas Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional 3. Syamsiyah, Sit. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 4. Sarwiyanto, dkk.(2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas SD. Yogyakarta: Kanisius

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 (Ch. Tri Lestari, S.Pd) G.9488 Lembar Penilaian

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 1. Penilaian Competence Dari Hasil Tes Tertulis di Akhir Pembelajaran (Soal Evaluasi) Terdiri dari jenis 6 soal pilihan ganda (skor setiap jawaban benar 1), dan 2 soal essay (skor setiap jawaban benar 2) Total skor 6 + 4 = 10 Nilai = 10 x 10 2. Penilaian Conscience Indikator: Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Aspek Yang Dinilai No Nama Anggota Kelompok Kelompok Mengerjakan perintah 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2 3 Isi yang diampaikan Ketepatan waktu 1 2 3 1 2 3

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Keterangan: Mengerjakan perintah - Skor 3: Segera melaksanakan perintah guru - Skor 2: Melaksanakan perintah guru dengan sekali teguran - Skor 1: Melaksanakan perintah guru dengan lebih dari 2 kali teguran Ketepatan waktu - Skor 3: Semua soal dikerjakan tepat waktu - Skor 2: Mengerjakan sebagian besar soal (75 %) - Skor 1: Mengerjakan sebagian soal (50% atau kurang) Indikator: Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi No Nama Anggota Kelompok Kelompok 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 Aspek Yang Dinilai Kesediaan Kelancaran 2 3 1 2 3 Isi yang diampaikan 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 7. Keterangan: Skor 3: Tidak terpotong-potong dalam berbicara, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan kesadaran diri, isi yang disampaikan tepat Skor 2: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 menyampaikan informasi perintah guru, isi yang disampaikan tepat Skor 1: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaika informasi dengan perintah guru, isi yang disampaikan kurang tepat 4. Penilaian Compassion Indikator: Bekerja sama dalam kelompok saat pembelajaran No Nama Anggota Kelompok Kelompok 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 Menerima pendapat teman 1 2 3 Aspek Yang Dinilai Menyampaikan pendapat 1 2 3 Aktif dalam kelompok 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 7. Keterangan: Menerima pendapat teman Skor 3: mendengarkan dengan sungguh-sungguh pendapat yang disampaikan oleh teman Skor 2: sesekali tidak mendengarkan pendapat yang disampaikan oleh teman

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Skor1: sesekali tidak mendengarkan pendapat ang disampaikan oleh teman Menyampaikan pendapat Skor 3: lebih dari 2 kali menyampaikan pendapat di dalam kelompok Skor 2: menyampaikan pendapat di dalam kelompok sebanyak 2 kali Skor 1: menyampaikan pendapat di dalam kelompok kurang dari 2 kali Aktif dalam kelompok Skor 3: melaksanakan semua yang menjadi tugasnya di dalam kelompok dengan baik Skor 2: ada sebagian kecil tugas yang belum dikerjakan di dalam kelompok Skor 1: banyak tugas yang belum di kerjakan

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelompok: Nama Anggota Kelompok/ Absen: 1……………………………/… 2..………………………….../... 3……………………………/… 4……………………………/… 5……………………………/… 6……………………………/… I. Indikator 1. Competence a. Menyebutkan peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 2. Conscience a. Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru b. Berani menunjukkan sikap percaya diri saat menyampaikan hasil pekerjaan kelompok 3. Compassion Bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan tugas kelompok II. Petunjuk 1. Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar yang ada pada lembar kerja ini!

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 III. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1 1. Pilihlah salah satu dari kelompok untuk menjadii ketua kelompok! 2. Bacalah kembali secara sekilas materi mengenai tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia dan usaha untuk menghargai perjuangan mereka, yang sebelumnya telah dibaca sebagai tugas rumah! 3. Setiap siswa di dalam kelompok mendapat bagian materi untuk dipelajari lebih mendalam. Ketua kelompok memimpin pembagian materi dengan cara menggunting bagian pada materi yang telah dibagikan oleh guru! Siswa A: mempelajari tokoh Ir. Soekarno Siswa B: mempelajari tokoh Dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat serta Prof. Dr. Soepomo Siswa C: mempelajari tokoh Mohamad Hatta Siswa D: mempelajari tokoh Ahmad Subardjo dan Mohamad Yamin Siswa E: mempelajari cara menghargai jasa para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia 4. Bacalah materi yang telah kalian dapatkan selama ± 5 menit lalu isikan informasi yang kalian dapatkan pada bagian yang telah disediakan! TOKOH PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA DAN PERANANNYA Mengenal tokoh-tokoh dalam persiapan kemerdekaan Indonesia a. Ir. Soekarno Soekarno lahir di Blitar, 6 Juni 1901. Beliau adalah lulusan ITB di Bandung. Soekarno merupakan pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI). Beliau pernah ditangkap dan dibuang ke Ende (flores) karena beliau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah bebas beliau aktif kembali dalam politik Indonesia, dalam BPUPKI Soekarno menjadi anggota. Pada tanggal 1 Juni 1945 beliau mengusulkan konsep dasar negara yang

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 kemudian diberi nama pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tanggal 9 Agustus 1945 beliau dipilih sebagai ketua PPKI. Beliau juga termasuk dalam panitia sembilan dan juga sebagai ketua panitia perancang UUD. Beliau dipilih sebagai presiden RI I dan berusaha melengkapi perangkat Indonesia sebagai negara, yaitu: - Membentuk pemerintah RI atau Kabinet RI yang pertama kali dipimpin langsung oleh Ir. Soekarno serta menentukan uang RI - Membentuk KNIP yang berfungsi sebagai DPR - Membentuk BKR - Membentuk Indonnesia menjadi 8 provinsi dan mengangkat kepala daerahnya Beliau juga mendapat julukan bapak bangsa Indonesia (The Founding Father). Pada tanggal 21 Juni 1970 beliau meninggal dunia dan di makamkan di Blitar, jawa Timur. Tuliskan apa saja peranan Ir. Soekarno dalam persiapan kemerdekaan Indonesia! b. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Adalah seorang dokter sekaligus tokoh pergerakan nasional. Peran beliau dalam masa persiapan

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 kemerdekaan adalah menjadi ketua BPUPKI. c. Prof. Dr. Soepomo Mr. Soepomo merupakan tokoh kelahiran Sukoharjo, Solo. Beliau merupakan tokoh yang aktif dalam perumusan dasar negara, beliau ikut dalam mengusulkan konsep dasar negara Indonesia pada tanggal 31Mei 1945. Tuliskan apa saja peranan Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dan Prof. Dr. Soepomo dalam persiapan kemerdekaan Indonesia! d. Mohamad Hatta Moh. Hata lahir di Bukit Tinggi 12 Agustus 1902. Beliau aktif dalam gerakan mahasiswa. Beliau pernah bergabung dengan PNI dan pernah pula dibuang ke Digul tahun 1934. Menjelang kemerdekaan beliau aktif sebagai anggota BPUPKI, bergabung dalam panitia sembilan yang menghasilkan piagam Jakarta. Dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, Beliau juga berperan sebagai ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan serta menjadi wakil ketua dalam PPKI. Bersama Bung Karno beliau memproklamasikan kemerdekaan

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Indonesia. Beliau juga mendampingi Ir. Soekarno menjadi wakil presiden pertama di Indonesia. Tahun 1956 beliau mengundurkan diri sebagai wakil presiden dan menyumbangkan pikirannya sebagai guru besar Ilmu ekonomi di Universitas Indonesia. Beliau wafat tanggal 14 Maret 1980. Tuliskan apa saja peranan Mohamad Hatta dalam persiapan kemerdekaan Indonesia! e. Ahmad Subardjo Ahmad Subarjo adalah pejuang kemerdekaan dari golongan tua. Menjelang proklamasi beliau menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia sembilan. Perannanya yang amat penting adalah menjadi penengah antara golongan muda dan dengan golongan tua saat peristriwa Rengas Dengklok ( proklamasi kemerdekaan). Setelah Indonesia merdeka beliau menjabat sebagai menteri luar negeri dalam kabinet pesidensial. f. Mohamad Yamin Moh. Yamin merupakan ahli hukum, penyair, tokoh kemerdekaan. Beliau akfit sejak muda dalam Jong sumatranen bond. Menjelang kemerdekaan beliau beliau

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 menjadi anggota BPUPKI yang ikut pula dalam usulan perumusan konsep dasar negara Indonesia pada tanggal 29 Mei 1945. Beliau juga menjadi anggota dalam panitia kecil perumus piagam Jakarta. Ketika Indonesia merdeka beliau menjadi MPRS/DPRS , serta sebagai sastrawan beliau menghasilkan karya seperti gajah mada, peperangan Diponegoro dan lainnya. Tuliskan apa saja peranan Mohamad Yamin dan Ahmad Subardjo dalam persiapan kemerdekaan Indonesia! Menghargai Jasa Para Tokoh dalam Mempersiapkan Kemerdekaan Kemerdekaan adalah hasil perjuangan para tokoh pendahulu kita. Kemerdekaan diperoleh dengan perjuangan panjang terus menerus dan tanpa pamrih untuk tegaknya Indonesia Indonesia. Perjuaangan tokoh kemerdekaan tidak mengenal lelah dan tidak mendapat gaji. Mereka berjung gigih tanpa mengenal waktu. Sifat-sifat yang dapat kita teladani dari tokoh perjuangan adalah: rela berkorban, suka mnolong tanpa pamrih, semangat yang tinggi untuk membela kebenaran, rajin dan tekun dalam mencapai cita-cita. Menghargai jasa dan peranan tokoh-tokoh perjuangan dapat dilakukan dengan cara, misalnya: 1). Memupuk rasa patriotisme, yaitu cinta tanah air. Dapat dilakukan dengan

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 sikap rela berkorban. 2). Berani membela kebenaran dan keadilan 3). Mengenang jasa para pahlawan 4). Mengheningkan cipta pada saat upacara bendera 5). Bisa melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan mendoakan agar arwah para pahlawan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. 6). Melanjutkan perjuangan para tokoh kemerdekaan dengan mengisi kemerdekaan misalnya melalui rajin belajar, hormat kepada orang tua, guru, sesama dan lain sebagainya. 7). Meniru semangat perjuangan para pahlawan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Carilah informasi-informasi di bawah ini! Sifat-sifat yang dapat kita teladani dari tokoh perjuangan adalah: . . . . Kegiatan Belajar 2 (diskusi dalam kelompok ahli) 4. Bergabunglah bersama dengan anggota kelompok yang lain yang mendapat Tuliskan minimal 3 cara yang dapat kita tunjukkan untuk menghargai jasa dan peranan materi yang sama! tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan! 5. Diskusikan materi yang menjadi bagian kalian dengan kelompok yang baru (kelompok ahli)! 6. Tuliskan informasi-informasi tambahan yang kalian dapatkan dari hasil diskusi! Kegiatan Belajar 3 (penyampaian informasi yang telah dipelajari di dalam kelompok ahli ke dalam kelompok asal) 3. Bagikan informasi yang telah kalian dapatkan dari kelompok ahli kepada Kegiatan Belajar 2 (diskusi dalam kelompok ahli) 1. Bergabunglah bersama dengan anggota kelompok yang lain yang mendapat materi yang sama! 2. Diskusikan materi yang menjadi bagian kalian dengan kelompok yang baru (kelompok ahli)! 3. Tuliskan informasi-informasi tambahan yang kalian dapatkan dari hasil diskusi

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Kegiatan Belajar 3 (penyampaian informasi yang telah dipelajari di dalam kelompok ahli ke dalam kelompok asal) 1. Bagikan informasi yang telah kalian dapatkan dari kelompok ahli kepada teman-teman di dalam kelompok asal! 2. Bersama dengan anggota kelompokmu, kerjakan soal berikut ini! No 1 2 3 4 5 6 Gambar Tokoh Nama Tokoh Peranan

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Sebutkan 5 sikap yang dapat kita tunjukkan sebagai bentuk bahwa kita menghargai perjuangan para tokoh yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia!

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Lembar Evaluasi Nama / Kelas / Absen: Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan sungguh-sungguh Gambar di samping adalah gambar . . . . yang berperan sebagai salah satu pengusul rumusan dasar negara Indonesia 1 A. Mr. Ahmad Subarjo B. Mr. M. Yamin C. Ir. Soekarno D. Dr. Mr. Supomo 2. Peranan Ir. Soekarno dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai . . . . A. perumus naskah proklamasi dan mendampingi saat proklamasi kemerdekaan Indonesia B. perumus naskah proklamasi, anggota BPUPKI dan menjadi ketua PPKI C. membentuk BKRdan membentuk Indonesia menjadi 18 provinsi D. perumus naskah proklamasi, ketua BPUPKI, dan menjadi anggota PPKI 3. Peranan tokoh pada gambar di samping dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai . . . . A. ketua panitia ekonomi dan keuangan B. wakil ketua BPUPKI C. salah satu perumus dasar negara D. ketua PPKI 4. Dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, tokoh pada gambar di samping berperan sebagai . . . . A. ketua PPKI B. ketua BPUPKI C. wakil ketua BPUPKI D. wakil ketua PPKI 5. Peran tokoh-tokoh di bawah ini dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai pengusul konsep dasar negara. Tokoh-tokoh tersebut adalah .... A. Ir. Soekarno, Mohamad Hatta, dan Mohamad Yamin B. Mohamad Hatta, Mohamad Yamin, dan Prof Dr. Soepomo

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 C. Ir. Soekarno, Mohamad Yamin, dan Prof Dr. Soepomo D. Prof Dr. Soepomo, Ahmad Subardjo, dan K.R.T Radjiman Wedyodiningrat 6. Berpendirian teguh merupakan salah satu sikap menghargai perjuangan para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia apabila disertai . ... A. pengecaman terhadap saran yang disampaikan oleh orang lain B. penghormatan terhadap orang lain C. tidak mau menerima pendapat orang lain D. keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan yang ada 7. Sebutkan minimal 3 sikap yang dapat kita teladani dari para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia! A. B. C. 8. Sebutkan minimal 3 cara yang dapat kamu lakukan sebagai bentuk menghargai jasa para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia! A. B.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Jawaban LKS dan Soal Evaluasi LKS No Gambar Tokoh Nama Tokoh Ir. Soekarno 1 Peranan Menjadi anggota BPUPKI, Ketua PPKI, Termasuk panitia Sembilan, Ketua panitia perancang UUD, Sebagai Presiden RI I yang segera melengkai perangkat Indonesia sebagai negara Ketua BPUPKI Dr. K.R.T. Radjiman 2 Wedyodiningrat Prof. Dr. Soepomo Pengusul konsep dasar negara 3 4 Mohamad Hatta Aktif sebagai anggota BPUPKI, bergabung dalam panitia sembilan yang menghasilkan piagam Jakarta, berperan sebagai ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan, menjadi wakil ketua dalam

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 PPKI, menjadi wakil presiden pertama 5 6 Ahmad Subardjo Mohamad Yamin Menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia Sembilan Menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia Sembilan Soal Evaluasi 1. B 2. B 3. A 4. B 5. C 6. B 7. Rela berkorban, suka mnolong tanpa pamrih, semangat yang tinggi untuk membela kebenaran, rajin dan tekun dalam mencapai cita-cita 8. Rajin belajar, hormat kepada orang tua, mengheningkan cipta pada saat upacara bendera

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Lampiran 4

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelompok Kontrol Pertemuan I Satuan pendidikan : SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : V / genap Hari/tanggal : 12 Februari 2014 Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2JP) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.2. Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia C. Indikator 1. Competence a. Mengidentifikasi beberapa usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Menyebutkan pentingnya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan Indonesia 2. Conscience a. Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru b. Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Menghargai teman di dalam kelas D. Tujuan pembelajaran: 1. Competence a. Siswa dapat mengidentifikasi 2 macam peristiwa yang terjadi sebagai usaha dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dari hasil mempelajari materi bersama di dalam kelompok

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 b. Siswa dapat menjelaskan 2 alasan pentingnya perumusan dasar negara sebelum kemerdekaan Indonesia setelah membaca materi pembelajaran yang dipelajari bersama 2. Conscience a. Dengan disiplin siswa dapat menunjukkan sikap tanggung jawab saat mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan b. Dengan berani siswa dapat menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Siswa dapat menghargai teman di dalam kelas pada saat pembelajaran E. Materi Pokok (Terlampir) 1. BPUPKI 2. PPKI F. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif 2. Model pembelajaran : Konvensional 3. Metode pembelajaran : Ceramah 4. Teknik pembelajaran : Tanya jawab, penugasan G. Nilai Kemanusiaan 1. Tanggung jawab 2. Penghargaan (menghargai) H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Pembuka Deskripsi Kegiatan Salam, doa, dan presensi Konteks Apersepsi 1) Siswa memperhatikan naskah pancasila yang dibawa oleh guru 2) Siswa dan guru bertanya jawab untuk masuk ke materi pada hari ini Alokasi Waktu 10 menit Orientasi Siswa diberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran pada hari ini Kegiatan Inti Motivasi Siswa diberi pertanyaan “ Siapa yang tahu bagaimana proses perumusan pancasila maupun UUD, lalu siapa yang mengusulkan?, agar kita tahu maka kita akan belajar pada hari ini. Pengalaman 1) Siswa diminta untuk membaca materi yang ada di buku paket 2) Siswa memperhatikan penjelasan materi oleh guru 45

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 3) Siswa mengerjakan soalyang diberikan oleh guru 4) Pembahasan soal bersama antara siswa dan guru dengan tanya jawab Kesimpulan Siswa membuat rangkuman mengenai materi yang telah dipelajari hari ini dengan bantuan guru Evaluasi Siswa mengerjakan tes tertulis secara individual Refleksi Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini dengan bantuan guru (terlampir) Aksi Siswa dengan bantuan guru diminta untuk merumuskan aksi yang dapat dilakukan setelah menuliskan refleksinya (terlampir) Tindak lanjut Siswa mendapatkan tugas untuk mempelajari materi pertemuan yang akan datang Doa penutup dan Salam Kegiatan Penutup I. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik 1. Kecakapan personal : a. Kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia membutuhkan persiapan dan proses, dan perjuangan yang tidak mudah b. Tanggung Jawab c. Percaya diri 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan komunikasi lisan b. Kecakapan komunikasi tertulis c. Kecakapan menghargai teman dalam kelas J. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: 1. Susilaningsih, Endang. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta : PusatPerbukuan Departemen Pendidikan Nasional 2. Yuliati, Reny. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelas Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional 3. Syamsiyah, Sit. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 4. Sarwiyanto, dkk.(2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas 5 SD. Yogyakarta: Kanisius Media Pembelajaran: naskah pancasila menit 15 menit

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 K. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Post-test 2. Jenis : a. Tes b. Non tes

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Lembar Penilaian 1. Penilaian Competence Dari Hasil Tes Tertulis di Akhir Pembelajaran (Soal Evaluasi) Terdiri dari jenis 5 soal pilihan ganda (skor setiap jawaban benar 1), dan 5 soal isian (skor setiap jawaban benar 2) Total skor 5 + 10 = 15 Nilai = 15 x2 3 X 10 2. Penilaian Conscience Indikator: Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Aspek yang dinilai: Mengerjakan perintah - Skor 3: Segera melaksanakan perintah guru - Skor 2: Melaksanakan perintah guru dengan sekali teguran - Skor 1: Melaksanakan perintah guru dengan lebih dari 2 kali teguran Ketepatan waktu - Skor 3: Semua soal dikerjakan tepat waktu - Skor 2: Mengerjakan sebagian besar soal (75 %) - Skor 1: Mengerjakan sebagian soal (50% atau kurang) Indikator: Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi Aspek yang dinilai: Keterangan: Skor 3: Tidak terpotong-potong dalam berbicara, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan kesadaran diri, isi yang disampaikan tepat Skor 2: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaikan informasi perintah guru, isi yang disampaikan tepat Skor 1: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan perintah guru, isi yang disampaikan kurang tepat 3. Penilaian Compassion: Indikator: Menghargai teman di dalam kelas Aspek yang dinilai: Memperhatikan teman yang sedang menyampaikan informasi terkait pembelajaran Skor 3: duduk tenang memperhatikan penjelasan teman dengan seksama Skor 2: sesekali ramai sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan teman

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Skor 1: selalu ramai dan tidak memperhatikan penjelasan teman Tanggapan terhadap penjelasan teman Skor 3: lebih dari 3 kali menyampaikan pendapatnya terhadap apa yang disampaikan teman Skor 2: 2 atau 3 kali menyampaikan pendapatnya terhadap apa yang disampaikan teman Skor 1: 1 kali menyampaikan pendapatnya terhadap apa yang disampaikan teman Kepedulian tehadap pemahaman teman Skor 3: menyampaikan informasi selengkap-lengkapnya kepada teman dan membuka kesempatan bertanya bagi teman yang belum memahami Skor 2: meyampaikan informasi yang lengkap tanpa membuka kesempatan bertanya bagi teman yang belum memahami Skor 1: tidak lengkap dalam meyampaikan informasi dan tanpa membuka kesempatan bertanya bagi teman yang belum memahami

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Nama: Kelas : Absen: Kerjakanlah beberapa soal di bawah ini dengan sungguh-sungguh! BPUPKI merupakan singkatan dari . . . . BPUPKI dalam bahasa Jepang disebut . . . . Latar belakang dibentuknya BPUPKI adalah . . . . Maksud pembentukan BPUPKI adalah .. . . . Tugas pokok BPUPKI .. . . . BPUPKI terdiri atas .. . . . anggota Ketua BPUPKI adalah .. . . . Wakil ketua BPUPKI adalah . . . . . Upacara pembukaan BPUPKI diadakan pada . . . . . Sidang I BPUPKI membicarakan tentang .. . . . 2 alasan mengapa dasar negara penting untuk dirumuskan adalah . . . . 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara adalah . . . . Panitia kecil bertugas untuk . . . . Panitia sembilan diketuai oleh . . . . menghasilkan . . . . merupakan cikal bakal . . . . pada tanggal 22 Juni 1945, panitia ini yang diberi nama . . . . yang Yang menyampaikan usulan konsep dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945 adalah . . . . yang juga mengatakan bahwa dasar negara Indonesia merdeka adalah . . . .

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 BPUPKI II membahas tentang . . . . oleh . . . . Yang diketuai oleh . . . . Panitia . . . . menyetujui isi preambule yang diambil dari . . . . Selanjutnya, dibentuk panitia . . . . oleh . . . . tugasnya adalah untuk . . . . yang diketuai dan . . . . BPUPKI II juga membahas tentag hal-hal lain yaitu . . . . BPUPKI II membahas tentang . . . . oleh . . . . Yang diketuai oleh . . . . Panitia . . . . menyetujui isi preambule yang diambil dari . . . . Selanjutnya, dibentuk panitia . . . . oleh . . . . tugasnya adalah untuk . . . . yang diketuai dan . . . . BPUPKI II juga membahas tentag hal-hal lain yaitu . . . . Sebutkan hasil dari pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh PPKI!

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Soal Evaluasi Nama : Kelas : Absen : Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan sungguh-sungguh! 1. Alasan dasar negara penting untuk dirumuskan adalah . . . . A. Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi dan negara memerlukan dasar untuk melangkah maju B. Sebatas alasan administrasi yang harus segera dipenuhi C. Sebagai pelengkap sebuah negara dinyatakan ada D. Nilai-nilai kepribadian bangsa belum ada dan Indonesia tidak mau tertinggal oleh negara lain 2. Dalam bahasa Jepang BPUPKI dan PPKI disebut . . . . A. Dokoritsu Junbi Cosakai dan Dokoritsu Junbi Inkai B. Dokoritsu Junbi Inkai dan Dokoritsu Junbi Cosakai C. Dokoritsu Junbi Coskai dan Dokoritsu Junbi Inkai D. Dokoritsu Junbi Cosakai dan Dokoritsu Junbi Liinkai 3. BPUPKI dibentuk oleh Jepang karena .... A. Sebagai salah satu tindakan untuk mempertahankan diri dan berusaha menarik perhatian rakyat Indonesia B. Jepang akan segera meninggalkan Indonesia C. Jepang prihatin dengan kondisi Indonesia D. Sebagai salah satu tindakan untuk mengundurkan diri dari serangan Sekutu dan membebaskan Indonesia 4. Mempelajari hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka adalah maksud dibentuknya . . . . A. PPKI B. BPUPKI C. Panitia Sembilan D. Panitia Kecil 5. Tugas PPKI adalah . . . . A. menyiapkan panitia persiapan kemerdekaan Indonesia B. menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan pemindahan kekuasaan Indonesia kepada Jepang C. menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang D. menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-undang Dasa

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 6. BPUPKI berjasa dalam merumuskan . . . . 7. PPKI berjasa dalam merumuskan . . . . 8. Ketua BPUPKI adalah . . . . , wakil ketua BPUPKI adalah . . . . 9. Ketua PPKI adalah . . . . , wakil ketua PPKI adalah . . . . 10. Jumlah anggota BPUPKI adalah . . . . , jumlah anggota PPKI adalah . . . . Selamat Mengerjakan, Tuhan Memberkati

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Jawaban LKS dan Soal Evaluasi LKS - - - - - Badan Penyelidi Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia Dokoritsu Junbi Cosakai Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik  Jepang semakin lemah dan mengalama kekalahan dimana-mana bersiap-siap mempertahankan diri dengan cara menarik perhatian rakyat Indonesia Mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka Menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang 63 Dr. Radjiman Wedyodiningrat Raden Panji Suroso 28 Mei 1945 Dasar negara Indonesia yang akan merdeka serta pembentukan panitia sembilan Dasar negara penting untuk dirumuskan karena Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi dan Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju Mr. M. Yamin , Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno Menampung saran dari anggota BPUPKI Ir. Soekarno, Rumusan dasar negara, Piagam Jakarta, cikal bakal pembukaan UUD I945 Ir. Soekarno, Pancasila Dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang Undang-Undang dasar Prof. Dr. Mr. Soepomo Panitia Perancang Undang-Undang Dasar Piagam Jakarta Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar Prof. Dr. Mr. Soepomo menyempurnakan rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Dokoritsu Junbi Inkai 21 Ir. Soekarno Moh. Hatta Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar yang telah disiapkan BPUPKI serta Merumuskan dan memutuskan cara pelaksanaan penyataan kemerdekaan Indonesia bila saatnya telah tiba - Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya - Ketuhanan Yang Maha Esa Hasil dari pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh PPKI: - Pertemuan pada tanggal 18 Agustus 1945 a. Mengesahkan UUD RI yang telah disusun BPUPKI b. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden RI dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden RI c. Dalam masa peralihan, presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional - Pertemuan pada tanggal 19 Agutus 1945 a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga terbentuknya DPR dari hasil pemilu. b. Pemerintahan dipimpin oleh presiden. Presiden dan wakil presiden membentuk kabinet sesuai UUD 1945 dengan 12 kementerian, 4 pejabat tinggi setingkat menteri, serta pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi c. Untuk menjaga keamanan, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 22 Agustus 1945. Anggotanya adalah bekas tentara PETA, Heiho, KNIL, dan anggota semi militer pada pendudukan Jepang Soal Evaluasi A A A B D Dasar negara (Pancasila) Menyiapkan UUD bagi negara Indonesia merdeka / mengesahkan RUUD yang telah dirumuskan BPUPKI 8. Dr.Radjiman Wedyadiningrat, R. Panji Surasa 9. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta 10. 63, 21 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Lembar Refleksi dan Aksi

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelompok Kontrol Pertemuan II Satuan pendidikan : SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : V / genap Hari/tanggal : 19 Februari 2014 Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2JP) A. Standar Kompetensi 1. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 1.2. Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia C. Indikator 1. Competence a. Menyebutkan peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 2. Conscience a. Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru b. Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Menghargai teman di dalam kelas D. Tujuan pembelajaran: 1. Competence a. Siswa dapat menyebutkan peranan minimal 3 tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang telah disebutkan namanya

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 b. Siswa dapat menunjukkan minimal 3 sikap untuk menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia tanpa melihat buku 2. Conscience a. Dengan disiplin siswa dapat menunjukkan sikap tanggung jawab saat mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan b. Dengan berani siswa dapat menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi 3. Compassion Siswa dapat menghargai teman di dalam kelas pada saat pembelajaran E. Materi Pokok (Terlampir) 1. Peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 2. Sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia F. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif 2. Model pembelajaran : Konvensioanl 3. Metode pembelajaran : Ceramah 4. Teknik pembelajaran : Tanya jawab, penugasan G. Nilai Kemanusiaan 1. Tanggung jawab 2. Penghargaan (menghargai) H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Pembuka Deskripsi Kegiatan Salam, doa, dan presensi Konteks Apersepsi 1) Siswa menjawab pertanyaan guru terkait materi pertemuan yang lalu 2) Siswa melihat tayangan gambar tokoh-tokoh yang berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 3) Guru malakukan tanya jawab terkait dengan gambar dengan materi yang akan dipelajari hai ini Alokasi Waktu 10 menit

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 Orientasi Siswa mendapat penjelasan mengenai tujuan pembelajaran pada hari ini Motivasi Siswa diberi pertanyaan “ peran dari para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan tadi kira-kira apa saja? Agar kita bisa mengetahui apa saja peran para tokoh tadi, maka kita akan belajar bersama hari ini Kegiatan Pengalaman 1) Siswa diminta untuk membaca materi yang ada di Inti buku paket 2) Siswa memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru 3) Siswa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru 4) Pembahasan soal bersama antara siswa dan guru dengan tanya jawab Kegiatan Kesimpulan Siswa membuat rangkuman mengenai materi yang telah Penutup dipelajari hari ini dengan bantuan guru Evaluasi Siswa mengerjakan tes tertulis secara individual Refleksii Siswa merefleksikan pelajaran pada hari ini dengan bantuan guru (terlampir) Aksi Siswa dengan bantuan guru diminta untuk merumuskan aksi yang dapat dilakukan setelah menuliskan refleksinya (terlampir) Tindak lanjut Sebagai tindak lanjut, siswa mendapat PR (pekerjaan rumah) untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya. Doa penutup dan Salam I. Kecakapan Hidup Umum/ Kecakapan Generik 1. Kecakapan personal : a. Memiliki semangat untuk menunjukkan sikap menghargai perjuangan para tokoh yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia b. Tanggung Jawab c. Percaya diri 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan komunikasi lisan b. Kecakapan komunikasi tertulis 45 menit 15 menit

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 c. Kecakapan menghargai teman dalam kelas J. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: 1. Susilaningsih, Endang. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta : PusatPerbukuan Departemen Pendidikan Nasional 2. Yuliati, Reny. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelas Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional 3. Syamsiyah, Sit. (2008). Ilmu pengetahuan sosial 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 4. Sarwiyanto, dkk.(2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas 5 SD. Yogyakarta: Kanisius Media Pembelajaran: gambar para tokoh yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 K. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Post-test 2. Jenis : a. Tes b. Non tes 3. Teknik : a. Tes tertulis b. Kinerja 4. Instrumen (terlampir): a. Tugas yang ada di LKS b. Lembar evaluasi, lembar refleksi dan lembar aksi c. Rubrik penilaian Yogyakarta, 19 Februari 2014 Guru Kelas Mahasiswa (Lia Pratiwi, S.Pd) (Armawan) G.9482 NIM. 101134095 Mengetahui, Kepala Sekolah SD Kanisius Wirobrajan (Hr.Klidiatmoko, S.Pd) NIP. 19560717 198403 1 007

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 Lembar Penilaian 1.Penilaian Competence Dari Hasil Tes Tertulis di Akhir Pembelajaran (Soal Evaluasi) Terdiri dari jenis 6 soal pilihan ganda (skor setiap jawaban benars 1), dan 2 soal essay (skor setiap jawaban benar 2) Total skor 6 + 4 = 10 Nilaib)= 10 x 10= 100 2. Penilaian Conscience Indikator: Disiplin menunjukkan sikap bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Aspek yang dinilai: Mengerjakan perintah - Skor 3: Segera melaksanakan perintah guru - Skor 2: Melaksanakan perintah guru dengan sekali teguran - Skor 1: Melaksanakan perintah guru dengan lebih dari 2 kali teguran Ketepatan waktu - Skor 3: Semua soal dikerjakan tepat waktu - Skor 2: Mengerjakan sebagian besar soal (75 %) - Skor 1: Mengerjakan sebagian soal (50% atau kurang) Indikator: Berani menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan informasi Aspek yang dinilai: Keterangan: Skor 3: Tidak terpotong-potong dalam berbicara, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan kesadaran diri, isi yang disampaikan tepat Skor 2: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaikan informasi perintah guru, isi yang disampaikan tepat Skor 1: Ada beberapa kalimat yang terpotong-potong, bersedia untuk menyampaikan informasi dengan perintah guru, isi yang disampaikan kurang tepat 3. Penilaian Compassion: Indikator: Menghargai teman di dalam kelas Aspek yang dinilai: Memperhatikan teman yang sedang menyampaikan informasi terkait pembelajaran Skor 3: duduk tenang memperhatikan penjelasan teman dengan seksama Skor 2: sesekali ramai sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan teman

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Skor 1: selalu ramai dan tidak memperhatikan penjelasan teman Tanggapan terhadap penjelasan teman Skor 3: lebih dari 3 kali menyampaikan pendapatnya terhadap apa yang disampaikan teman Skor 2: 2 atau 3 kali menyampaikan pendapatnya terhadap apa yang disampaikan teman Skor 1: 1 kali menyampaikan pendapatnya terhadap apa yang disampaikan teman Kepedulian tehadap pemahaman teman Skor 3: menyampaikan informasi selengkap-lengkapnya kepada teman dan membuka kesempatan bertanya bagi teman yang belum memahami Skor 2: meyampaikan informasi yang lengkap tanpa membuka kesempatan bertanya bagi teman yang belum memahami Skor 1: tidak lengkap dalam meyampaikan informasi dan tanpa membuka kesempatan bertanya bagi teman yang belum memahami

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Lembar Kerja Siswa (Tuliskan nama tokoh dan peranannya!) No 1. 2. 3. 4. 5 6. Gambar Tokoh Nama Tokoh Peranan

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Soal Evaluasi Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan sungguh-sungguh! Nama / Kelas / Absen: Gambar di samping adalah gambar . . . . yang berperan sebagai salah satu pengusul rumusan dasar negara Indonesia 1 A. Mr. Ahmad Subarjo B. Mr. M. Yamin C. Ir. Soekarno D. Dr. Mr. Supomo 2. Peranan Ir. Soekarno dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai . . . . A. perumus naskah proklamasi dan mendampingi saat proklamasi kemerdekaan Indonesia B. perumus naskah proklamasi, anggota BPUPKI dan menjadi ketua PPKI C. membentuk BKRdan membentuk Indonesia menjadi 18 provinsi D. perumus naskah proklamasi, ketua BPUPKI, dan menjadi anggota PPKI 3. Peranan tokoh pada gambar di samping dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai . . . . A. ketua panitia ekonomi dan keuangan B. wakil ketua BPUPKI C. salah satu perumus dasar negara D. ketua PPKI 4. Dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, tokoh pada gambar di samping berp A. ketua PPKI B. ketua BPUPKI C. wakil ketua BPUPKI D. wakil ketua PPKI 5. Peran tokoh-tokoh di bawah ini dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai pengusul konsep dasar negara. Tokoh-tokoh tersebut adalah .... A. Ir. Soekarno, Mohamad Hatta, dan Mohamad Yamin B. Mohamad Hatta, Mohamad Yamin, dan Prof Dr. Soepomo

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 C. Ir. Soekarno, Mohamad Yamin, dan Prof Dr. Soepomo D. Prof Dr. Soepomo, Ahmad Subardjo, dan K.R.T Radjiman Wedyodiningrat 6. Berpendirian teguh merupakan salah satu sikap menghargai perjuangan para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia apabila disertai . ... A. pengecaman terhadap saran yang disampaikan oleh orang lain B. penghormatan terhadap orang lain C. tidak mau menerima pendapat orang lain D. keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan yang ada 7. Sebutkan minimal 3 sikap yang dapat kita teladani dari para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia! A. B. C. 8. Sebutkan minimal 3 cara yang dapat kamu lakukan sebagai bentuk menghargai jasa para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia! A. B. C.

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Jawaban LKS dan Soal Evaluasi LKS No Gambar Tokoh Nama Tokoh Ir. Soekarno 1 Peranan Menjadi anggota BPUPKI, Ketua PPKI, Termasuk panitia Sembilan, Ketua panitia perancang UUD, Sebagai Presiden RI I yang segera melengkai perangkat Indonesia sebagai negara Ketua BPUPKI 2 Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Pengusul konsep dasar negara Prof. Dr. Soepomo 3 4 5 6 Mohamad Hatta Aktif sebagai anggota BPUPKI, bergabung dalam panitia sembilan yang menghasilkan piagam Jakarta, berperan sebagai ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan, menjadi wakil ketua dalam PPKI, menjadi wakil presiden pertama Ahmad Subardjo Menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia Sembilan Mohamad Yamin Menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia Sembilan

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Soal Evaluasi 1. B 2. B 3. A 4. B 5. C 6. B 7. rela berkorban, suka mnolong tanpa pamrih, semangat yang tinggi untuk membela kebenaran, rajin dan tekun dalam mencapai cita-cita 8. rajin belajar, hormat kepada orang tua, mengheningkan cipta pada saat upacara bendera

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Lampiran 5 Materi Pembelajaran Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) A. Latar Belakang Pembentukan BPUPKI Armada militer Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik. Perang pasifik disebut juga perang Asia Timur Raya, yaitu perang antara Jepang dengan Sekutu. Pulau Iwo Jima di Jepang pada bulan Februari 1945 berhasil dikuasai oleh Sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan tentara Jepang semakin lemah. Pasukan Jepang yang ada di Indonesia bersiap-siap untuk mempertahankan diri dan berusaha menarik perhatian rakyat Indonesia dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang. Lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo. Pada tanggal 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang juga mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari. Dengan janji ini, Jepang berharap rakyat Indonsia akan membantu Jepang menangkal serangan Sekutu. Tentara Jepang semakin terdesak dan mengalami kekalahan dimana-mana. Situasi semakin kritis, akhirnya pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah Jepang mengumumkan 3 tindakan sebagai berikut: 1). Membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang diebut Dokoritsu Junbi Cosakai. 2). Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional (Kenkoku Gakuin) yang melatih dan mendidik calon pemimpin negara yang baru. 3). Memperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia B. BPUPKI - Maksud pembentukan BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka. - Tugas pokok BPUPKI adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. - Badan ini memiliki 63 anggota yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan wakil ketuanya adalah Raden Panji Suroso. - Upacara pembukaan BPUPKI diadakan pada tanggal 28 Mei 1945 di Jalan Pejambon, Jakarta. - Sidang- sidang BPUPKI: 1. Sidang BPUPKI I (29 Mei - 1 Juni 1945) - Sidang diadakan untuk membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka serta pembentukan panitia sembilan - Dasar negara penting untuk dirumuskan karena: a. Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 resmi. Semua bangsa di dunia mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur yang telah dihayati dari zaman ke zaman sebagai pandangan dan penghayatan hidup. Nilai-nilai itu belum nyata bila belum dirumuskan secara resmi. Nilai-nilai pancasila seperti pengakuan adanya Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, bela negara, musyawarah, hidup bersama dalam perbedaan dan beberapa nilai lainnya yang telah ada sejak dulu,dengan adanya perumusan dasar negara maka nilai-nilai itu diakui secara resmi. b. Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju Dasar negara digunakan untuk melandasi semua kegiatan kenegaraan yang akan dibuat. Semua kegiatan negara akan mendapatkan dasarnya jika sudah ada dasar negara yang dirumuskan dan ditetapkan. - Usulan Konsep Dasar Negara Dalam rapat BPUPKI terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: 1. Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) menawarkan 5 asas dasar NKRI yang yaitu: a). Peri Kebangasan b). Peri Kemanusiaan c). Peri Ketuhanan d). Peri Kerakyatan e). Kesejahteraan yang berkebudayaan 2. Prof. Dr. Mr. Soepomo (31 Mei 1945) mengajukan dasar negara sebagai berikut: a). Persatuan b). Kekeluargaan c). Keseimbangan lahir dan batin d). Musyawarah e). Keadilan rakyat 3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945) Ir. Soekarno mengatakan bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila dengan rumusan sebagai berikut: a). Kebangsaan Indonesia b). Internasionalisme atau perikemanusiaan c). Mufakat atau demokrasi d). Kesejahteraan Sosial e). Ketuhanan Yang Maha Esa - Panitia Kecil Setelah sidang tanggal 1 Juni 1945, BPUPKI mengalami masa jeda dan dibentuk panitia kecil yang bertugas menampung saran dari anggota BPUPKI. Panitia ini beranggotakan 9 orang, yaitu Ir.

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Soekarno, Drs.Moh Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, M, Yamin, dan AA. Marimis. Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia kecil mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI. Dalam pertemuan ini dibentuk pula panitia kecil lainnya yang berjumlah sembilan orang dan disebut sebagai panitia sembilan - Panitia Sembilan Panitia sembilan beranggotakan Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Mr. M Yamin, Mr. Ahmad Subarjo,Mr. A.A.Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Mereka menghasilkan rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka. Rumusan itu disepakati dan ditandatangani bersama oleh Panitia Sembilan. Rumusan yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ini kemudian diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta berbunyi: a). Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemuluknya b). Kemanusiaan yang adil dan beradab c). Persatuan Indonesia d). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. e). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Sidang BPUPKI II (10 - 17 Juli 1945) - Anggota BPUPKI dibagi- bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia yang terbentuk antara lain: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai Soekarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai Mohammad Hatta). - Pada kesempatan ini dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang Undang-Undang dasar. Rapat pada tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang UndangUndang Dasar menyetujui isi preambule yang diambil dari Piagam Jakarta. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Soepomo. Hasil perumusan panitia kecil ini disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa, yang juga bertanggungjawab untuk menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas. - Selain perumusan undang-undang dasar, dalam sidang BPUPKI II dibahas juga mengenai bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran.

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) A. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) - Setelah lahirnya Piagam Jakarta yang merupakan cikal bakal UUD 1945, akhirnya pemerintah Jepang menyetujui pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dalam bahasa Jepang disebut Dokoritsu Junbi Inkai. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno dan wakilnya adalah Drs.Moh Hatta. Anggota PPKI ada 21 orang yang merupakan wakil dari daerah-daerah di Indonesia. - Pada waktu yang sama, BPUPKI dibubarkan. Tugas utama PPKI adalah: 1). Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar yang telah disiapkan BPUPKI. 2). Merumuskan dan memutuskan cara pelaksanaan penyataan kemerdekaan Indonesia bila saatnya telah tiba. - Sebelum disahkan, Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta rumusan Panitia Sembilan, mengalami perubahan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 sore, seorang opsir angkatan laut Jepang menemui Drs. Mohammad Hatta. Opsir itu menyampaikan keberatan dari tokoh-tokoh rakyat Indonesia bagian Timur atas kata-kata “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” dalam Piagam Jakarta. - Sebelum rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Drs. Moh. Hatta dan Ir. Soekarno meminta empat tokoh Islam, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimejo, dan Mr. Teuku Moh. Hassan untuk membicarakan hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari perdebatan panjang dalam rapat PPKI. Akhirnya mereka sepakat katakata yang menjadi ganjalan bagi masyarakat Indonesia Timur itu diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” B. PPKI PPKI mengadakan beberapa kali pertemuan,diantaranya adalah: 1. Pertemuan pada tanggal 18 Agustus 1945 Sidang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta. Pada sidang ini dihasilkan beberapa keputusan penting, yaitu: a. Mengesahkan UUD RI yang telah disusun BPUPKI yaitu UUD 1945 b. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden RI dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden RI c. Dalam masa peralihan, presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional 2. Pertemuan pada tanggal 19 Agutus 1945 Menghasilkan beberapa keputusan penting sebagai berikut:

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga terbentuknya DPR dari hasil pemilu. b. Pemerintahan dipimpin oleh presiden. Presiden dan wakil presiden membentuk kabinet sesuai UUD 1945 dengan 12 kementerian, 4 pejabat tinggi setingkat menteri, serta pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi c. Untuk menjaga keamanan, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 22 Agustus 1945. Anggotanya adalah bekas tentara PETA, Heiho, KNIL, dan anggota semi militer pada pendudukan Jepang. TOKOH PERSIAPAN KEMERDEKAAN DAN PERANANNYA 1. Mengenal tokoh-tokoh dalam persiapan kemerdekaan a. Ir. Sukarno Soekarno lahir di Blitar, 6 Juni 1901. Beliau adalah lulusan ITB di Bandung. Soekarno merupakan pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI). Beliau pernah ditangkap dan dibuang ke Ende (flores) karena beliau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah bebas beliau aktif kembali dalam politik Indonesia, dalam BPUPKI Soekarno menjadi anggota. Lalu tanggal 9 Agustus 1945 beliau dipilih sebagai ketua PPKI. Pada tanggal 1 Juni 1945 belaia mengusulkan konsep dasar negara yang kemudia diberi nama pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam puncak kemerdekaan beliau menjadi penyusun konsep proklamasi keerdekaan bersama bung Hatta dan Mr. Ahmad Subarjo. Sekaligus beliau menjadi proklamator bangsa Indonesia dan tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI ditetapkan sebagai presiden pertama Indonesia. Beliau juga mendapat julukan bapak bangsa Indonesia ( The Founding Father). Pada tanggal 21 Juni 1970 beliau meninggal dunia dan di makamkan di Blitar, jawa Timur. b. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Adalah seorang dokter sekaligus tokoh pergerakan nasional. Peran beliau dalam masa persiapan kemerdekaan adalah menjadi ketua BPUPKI dalam menyusun dasar negara Indonesia. Beliau aktif dalam putera yakni mnjadi majelis pertimbangan. Beliau juga menjadi anggota volksraad tahun 1918-1931.

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 c. Prof. Dr. Supomo Mr. Supomo merupakan tokoh kelahiran Sukoharjo, Solo. Beliau merupakan tokoh yang aktif dalam perumusan dasar negara, beliau ikut dalam mengusulkan konsep dasar negara Indonesia pada tanggal 31Mei 1945. Setelah Indonesia merdeka beliau menjabat sebagai menteri kehakiman. Beliau merupakan perintis Universitas Gajah Mada (UGM) dan menjadi rektor di Universitas Indonesia. d. Mohamad Hatta Moh. Hata lahir di Bukit Tinggi 12 Agustus 1902. Beliau aktif dalam gerakan mahasiswa. Beliau pernah bergabung dengan PNI dan pernah pula dibuang ke Digul tahun 1934. Menjelang kemerdekaan beliau aktif sebagai anggota BPUPKI, bergabung dalam panitia sembilan yang menghasilkan piagam Jakarta. Bersama bung Karno beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Beliau juga mendamingi Ir. Soekarno menjadi wakil presiden pertama di Indonesia. Tahun 1956 beliau mengundurkan diri sebagai wakil presiden dan menymbangkan pikirannya sebagai guru besar Ilmu ekonomi di Universitas Indonesia. Beliau wafat tanggal 14 Maret 1980. e. Ahmad Subarjo Ahmad Subarjo adalah pejuang kemerdekaan dari golongan tua. Menjelang proklamasi beliau menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia sembilan. Perannanya yang amat penting adalah menjadi penengah antara golongan mudan dengan golongan tua saat peristriwa rengas dengklok ( proklamasi kemerdekaan). Setelah Indonesia merdeka beliau menjabat sebagai menteri luar negeri dalam kabinet pesidensial.

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 f. Mohamad Yamin Moh. Yamin merupakan ahli hukum, penyair, tokoh kemerdekaan. Beliau akfit sejak muda dalam Jong sumatranen bond. Menjelang kemerdekaan beliau beliau menjadi anggota BPUPKI yang ikut pula dalam usulan perumusan konsep dasar negara Indonesia 29 mei 1945. Beliau juga menjadi anggota dalam panitia kecil perumus piagam Jakarta. Ketika Indonesia merdeka beliau menjadi MPRS/DPRS , serta sebagai sastrawan beliau menghasilkan karya seperti gajah mada, peperangan Diponegoro dan lainnya. 2. Menghargai jasa tokoh-tokoh dalam persiapan kemerdekaan dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut yaitu: a. Khidmat dalam mengikuti upacara bendera untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur di medan perang. b. Rela berjuang demi bangsa dan negara c. Berziarah ke makam pahlawan d. Mengunjungi museum dan tempat penyimpanan benda sejarah. e. Berpednirian teguh namun juga menghormati orang lain, mau menerima hasi musyawarah yang mufakat dan melaksanakannya. f. Mencintai produk dalam negeri

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Lampiran 6 Nama: Kelas: Absen: Kerjakan dengan sungguh-sungguh! Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memberikan tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang kamu anggap paling tepat! 1. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh Jepang karena . . . . A. sebagai salah satu usaha untuk mempertahankan diri dan berusaha menarik perhatian rakyat Indonesia B. Jepang akan segera meninggalkan Indonesia C. Jepang prihatin dengan kondisi Indonesia D. sebagai salah satu tindakan untuk mengundurkan diri dari serangan Sekutu dan membebaskan Indonesia 2. Panitia Sembilan berhasil merumuskan.… A. Piagam Jakarta B. UUD C. Dasar Negara D. Pedoman Negara 3. Pernyataan yang benar tentang PPKI berikut ini adalah ... . A. PPKI berjasa dalam merumuskan dasar negara B. PPKI berjasa dalam menyiapkan UUD bagi negara Indonesia C. PPKI tidak berhasil mengesahkan UUD D. PPKI diterima secara total oleh rakyat Indonesia 4. K.R.T.Radjiman Widyodiningrat merupakan tokoh persiapan kemerdekaan yang berperan sebagai… A. pengusul rumusan dasar negara B. ketua PPKI C. ketua BPUPKI D. anggota aktif PPKI 5. Tujuan Perdana Menteri Koiso mengumumkan Indonesia akan diberi kemerdekaan di kemudian hari adalah ... . A. agar rakyat Indonesia bahagia B. agar tentara Sekutu tidak disambut sebagai pembebas tetapi penyerbu C. agar para tokoh mempersiapkan diri dalam pencalonan presiden bagi Indonesia merdeka D. agar rakyat Indonesia berterimakasih pada Jepang

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 6. Semua bangsa di dunia mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur yang telah dihayati, maka nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi, hal ini berarti bahwa... A. dasar negara tidak perlu dirumuskan B. dasar negara penting untuk dirumuskan C. dasar negara digunakan sebagai pelengkap D. dasar negara sebagai formalitas 7. Mencintai produk dalam negeri merupakan perwujudan dari sikap… A. menghargai perjuangan para tokoh yang telah mempersiapkan kemerdekaan kemerdekaan B. tertutup C. gagap teknologi D. berpegang teguh pada pendirian dan tidak mau mengalamiperubahan 8. Sidang BPUPKI II membahas tentang bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi, keuangan, pembelaan negara, pendidikan , pengajaran, serta... A. dasar negara (Pancasila) B. kepemerintahan C. politik D. Undang-Undang Dasar 9. Peranan tokoh pada gambar di samping dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai... A. perumus naskah proklamasi, mendampingi saat proklamasi kemerdekaan Indonesia B. perumus naskah proklamasi, anggota BPUPKI, ketua PPKI C. pemberi kesempatan kepada pemimpin pergerakan Indonesia untuk berunding dan mempersiapkan naskah proklamasi di kediamannya D. penjahit bendera pusaka Merah Putih 10. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi delapan provins dan sekaligus menunjuk gubernurnya merupakan salah satu keputusan yang ada dalam sidang PPKI… A. ertama (18 Agustus 1945) B. kedua (19 Agutus 1945) C. ketiga (20 Agustus 1945) D. keempat (22 Agustus 1945) 11. Beliau berperan sebagai pengusul konsep dasar negara yang kemudian diberi nama pancasila, sebagai dasar negara Indonesia. Beliau adalah… A. Prof. Dr. Supomo B. Moh Yamin C. Ahmad Subardjo D. Ir. Soekarno

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 12. Tokoh di samping adalah tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari golongan tua, menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia sembilan. Beliau adalah… A. Sukarni B. Fatmawati C. Laksamana Tadashi Maeda D. Ahmad Subardjo 13. BPUPKI mengadakan sidang 2 kali. Sidang yang pertama adalah untuk… A. menyusun Rencana Undang-undang Dasar B. menyelesaikan dan mengesahkan rancangan UUD C. membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka D. memusyawarahkan dan memutuskan cara pelaksanaan penyataan kemerdekaan Indonesia pada saatnya nanti 14. Beliau adalah … yang berperan sebagai salah satu pengusul rumusan dasar negara Indonesia A. Drs.Moh.Hatta B. Mr. M. Yamin C. Ir.Soekarno D. Prof. Dr. Supomo 15. Pernyataan di bawah ini yang sesuai, terkait BPUPKI adalah… A. memiliki anggota 63, wakil ketuanya Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan ketuanya adalah Raden Panji Suroso B. upacara pembukaan BPUPKI tanggal 28 Mei 1945, ketuanya Dr. Radjiman Wedyodiningrat, dan memiliki jumlah anggota 36 C. memiliki anggota 63, wakil ketuanya Raden Panji Suroso dan ketuanya adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat D. upacara pembukaan BPUPKI tanggal 20 Mei 1945, ketuanya Dr. Radjiman Wedyodiningrat, dan memiliki jumlah anggota 63 16. Peran para pelajar dalam mengisi kemerdekaan dengan .... A. Ikut berperang B. Menjadi TNI-Polri C. Giat belajar D. Bekerja di pemerintahan 17. Bung Karno, Bung Hatta dan Dr. Rajiman Widyodiningrat berangkat ke Dalat, Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945 adalah untuk... A. pemberitahuan bahwa Indonesia akan segera diberi kemerdekaan B. melarikan diri

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 C. mengasingkan diri dari pengaruh Jepang D. membicarakan misi rahasia untuk mengusir pemerintah 18. Perhatikan rumusan dasar negara di bawah ini: 1). Persatuan Indonesia 2). Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya 3). Kemanusiaan yang adil dan beradab 4). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 5). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Urutan rumusan dasar negara yang ada dalam piagam Jakarta adalah… A. 3-4-5-2-1 B. 2-3-1-4-5 C. 2-3-1-5-4 D. 2-1-5-4-3 19. Tugas pokok BPUPKI adalah untuk… A. menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang B. menyelidiki persiapan kemerdekaan Indonesia C. menyiapkan organisasi yang akan mengusir kedudukan Jepang di Indonesia D. menyelidiki pasukan Sekutu yang mulai menyerang Indonesia 20. Bung Karno pada awalnya menolak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia karena… A. beliau tidak ingin cepat-cepat merdeka B. beliau tidak ingin Indonesia merdeka C. masih adanya berbagai pertimbangan, terutama bahwa Beliau harus bermusyawarah dulu dengan anggota panitia yang lainnya. D. menunggu perintah atau mandat dari pemerintah Jepang 21. Usaha yang dilakukan oleh Jepang dalam rangka menarik perhatian rakyat adalah: A. Indonesia diperkenankan merdeka saat ini, bendera merah putih boleh dikibarkan tetapi lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak boleh dinyanyikan B. dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang, lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan sebelum lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo, Jepang juga mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari C. dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang, Lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo, Jepang juga mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari. D. dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang, lagu

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo, Jepang mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka saat ini 22. Mempelajari hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka adalah maksud dibentuknya... A. Dokuritsu Junbi Iinsakai B. Dokuritsu Junbi Colinkai C. Dokuritsu Junbi Cosakai D. Dokuritsu Junbi Inkai 23. Berikut ini merupakan sikap yang sesuai dalam rangka menghargai jasa dan perjuangan para tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia adalah… A. mengikuti upacara bendera untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur di medan perang dengan semau dirinya sendiri B. rela berjuang demi kepentingan pribadi C. berpendirian teguh tanpa memperhatikan penghormatan terhadap orang lain, D. mencintai produk dalam negeri 24. Peranan tokoh pada gambar di atas dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai.. A. B. C. D. salah satu perumus naskah proklamasi tokoh proklamator satu-satunya salah satu perumus dasar negara salah satu perumus UUD 25. Perhatikan nama tokoh-tokoh di bawah ini! 1. Dr.Rajiman Widyodiningrat 2. Dr. Setia Budi 3. Ir. Soekarno 4. Moh. Hatta 5. Ahmad Soebarjo Dari beberapa tokoh di atas yang berangkat ke Dalat, Vietnam adalah... A. 1, 3, dan 4 B. 1, 2, dan 3 C. 1, 3, dan 5 D. 2, 4, dan 5 26. Pembukaan dalam UUD disebut juga sebagai… A. Prememory B. Preambule C. Preceremony D. Preparation

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 27. Sifat-sifat yang dapat kita teladani dari tokoh perjuangan adalah: A. rela berkorban, suka menolong dengan pamrih, semangat yang tinggi untuk membela kebenaran, rajin dan tekun dalam mencapai cita-cita B. rela berkorban, suka mnolong tanpa pamrih, semangat yang tinggi untuk membela kebenaran, rajin dan tekun dalam mencapai cita-cita C. sikap terburu-buru,keinginan yang kuat dan managemen waktu yang baik D. sikap acuh tak acuh, keras kepala apabila memiliki keinginan sehingga wajib dipenuhi. 28. Gambar di samping adalah gambar tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia yang menjadi ketua badan persiapan kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah… A. Sukarni B. Dr. Radjiman Wedyodiningrat C. Laksamana Tadashi Maeda D. Ahmad Subardjo 29. Panitia yang bertanggungjawab untuk menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang sudah dibahas adalah… A. Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar B. Panitia Penghalus Bahasa C. Panitia Kecil D. Panitia Sembilan 30. Dasar negara penting untuk dirumuskan karena… A. negara memerlukan dasar untuk melangkah maju B. tututan semua warga negara Indonesia C. sebagai pedoman dalam kehidupan untuk bertindak D. situasi semakin genting dan perlu segera dilakukan perumusan dasar negara 31. Beliau adalah pejuang kemerdekaan dari golongan tua serta menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia sembilan. Beliau adalah… A. Sukarni B. Fatmawati C. Laksamana Tadashi Maeda D. Ahmad Subardjo 32. Tugas PPKI adalah . . . . A. menyiapkan panitia persiapan kemerdekaan Indonesia B. menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan pemindahan kekuasaan Indonesia kepada Jepang C. menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang D. menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-undang Dasar

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 33. Yang menghasilkan rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka adalah... A. Panitia Kecil B. Panitia Sembilan C. Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar D. Panitia persiapan kemerdekaan Indonesia Sidang PPKI yang pertama (18 Agustus 1945) membahas tentang … 34. A. pengesahan dasar negara (Pancasila) B. pembentukan 12 kementerian C. pengesahkan UUD1945 D. penetapan wilayah Indonesia 35. Tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengambil 3 tindakan yang salah satunya adalah pembentukan BPUPKI. Hal ini dikarenakan… A. semakin kritisnya situasi B. tentara Jepang semakin terdesak dan mengalami kekalahan dimana-mana C. Jepang ingin segera memerdekakan Indonesia D. Jepang ingin segera meninggalkan Indonesia 36. Sebagai wujud menghargai jasa para tokoh yang berjuang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, maka pada saat upacara bendera kita… A. mengikuti upacara dengan khidmad terutama saat mengheningkan cipta B. mengikuti upacara bendera dengan terpaksa C. tidak ikut mengheningkan cipta D. tidak mengikuti upacara bendera dengan alasan berpura-pura sakit 37. Salah satu rumusan dasar negara yang diusulkan oleh Mr.M.Yamin adalah… A. kesejahteraan yang berkebudayaan B. kesejahteraan Sosial C. kekeluargaan D. keseimbangan lahir dan batin 38. Yang bukan merupakan nilai-nilai dalam Pancasila adalah…. A. pengakuan adanya Tuhan B. musyawarah C. berperikemanusiaan D. kebebasan sepenuhnya 39. Pilihlah pernyataan yang tepat terkait BPUPKI di bawah ini !

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 A. memiliki 36 anggota dan diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat B. memiliki 63 anggota dan diketuai oleh Raden Panji Suroso C. memiliki 36 anggota dan diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat D. memiliki 63 anggota dan diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat 40. Dasar negara yang rumusannya terdiri dari: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat merupakan rumusan dasar pancasila yang diusulkan oleh... A. Ir. Soekarno B. Prof. Dr. Mr. Supomo C. Mr. M. Yamin D. Sutan Syahrir 41. Berikut ini adalah salah satu rumusan dasar negara yang di usulkan oleh Ir. Soekarno... A. Musyawarah B. Kesejahteraan dan Kebudayaan C. Mufakat atau demokrasi D. Nasionalisme atau perikemanusiaan 42. Sikap yang sesuai sebagai perwujudan mnghargai jasa para tokoh yang telah berjuang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia adalah... A. meniru gaya hidup orang asing B. lebih sering menggunakan produk buatan luar negeri C. mengagumi semangat juang pahlawan tanpa memprktekkannya dalam hidup sehari-hari D. meniru semangat juang para pahlawan dan berusaha memprktekkannya dalam hidup 43. Membentuk BPUPKI merupakan salah satu tindakan yang diumumkan perintah Jepang pada tanggal 1 Maret 1945. Tindakan lainnya yang diumumkan adalah…. A. mempersiapkan lembaga latihan nasional B. menunda pembiaraan tentang kemerekaaan Indonesia C. membentuk PPKI D. membentuk panitia sembilan 44. Kita dapat menghargai perjuangan para tokoh kemerdekaaan dengan melanjutkan perjuangan mereka melalui… A. rajin belajar B. rajin mencari alasan apabila diminta mengerjakan sesuatu oleh orang tua C. rajin tidak memperhatikan guru D. rajin tidak masuk sekolah

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 45. Tokoh yang aktif dalam perumusan dasar negara selain Ir. Soekarno dan Dr. Supomo adalah… A. Prof. Drs. Moh. Hatta B. Muhammad Yamin C. Ahmad Subarjo D. Fatmawati 46. Beliau ini adalah ketua dari Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar. Beliau adalah ... A. Ahmad Subarjo B. Muhammad Yamin C. Ir. Soekarno D. Prof. Dr. Supomo Sidang PPKI tidak membahas… 47. A. Pengesahan UUD 1945 B. Pembentukan 12 kementerian C. Perumusan dasar negara D. Penetapkan wilayah negara NKRI 48. Tokoh persiapan kemerdekaan yang mendapat julukan sebagai The Funding Father adalah… A. Sukarni B. Drs.Moh Hatta C. Ir. Soekarno D. Ahmad Subardjo 49. Berpendirian teguh merupakan salah satu sikap menghargai perjuangan para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia apabila disertai… A. penolakan hasil musyawarah B. penghormatan terhadap orang lain C. tidak mau menerima pendapat orang lain D. keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan yang ada 50. Panitia kecil bertugas untuk… A. mengadakan acara besar, yaitu kemerdekaan Indonesia B. mempersiapkan kemerdekaan Indonesia C. menampung saran dari anggota BPUPKI D. menampung saran dari anggota PPKI

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 Lampiran 7 Correlations total Pearson Correlation Sig. (2tailed) N soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 Pearson Correlation Correlations total 1 30 .644 ** Sig. (2tailed) N .000 Pearson Correlation .123 Sig. (2tailed) N .518 Pearson Correlation soal9 30 soal10 30 .610 ** Sig. (2tailed) N .000 Pearson Correlation .239 Sig. (2tailed) N .204 Pearson Correlation soal8 soal11 30 soal12 30 .706 ** Sig. (2tailed) N .000 Pearson Correlation -.102 Sig. (2tailed) N .593 Pearson Correlation .256 Sig. (2tailed) N .172 soal13 30 soal14 30 30 soal15 Pearson Correlation total .546** Sig. (2tailed) N .002 Pearson Correlation .520** Sig. (2tailed) N .003 Pearson Correlation .235 Sig. (2tailed) N .211 Pearson Correlation -.024 Sig. (2tailed) N .899 Pearson Correlation .675** Sig. (2tailed) N .000 Pearson Correlation .461* Sig. (2tailed) N .010 Pearson Correlation .252 Sig. (2tailed) N .179 Pearson Correlation .539** Sig. (2tailed) N .002 30 30 30 30 30 30 30 30

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 Correlations soal16 soal17 soal18 soal19 soal20 soal21 soal22 soal23 soal24 Pearson Correlation Correlations total -.090 Sig. (2tailed) N .635 Pearson Correlation .356 Sig. (2tailed) N .054 Pearson Correlation .002 Sig. (2tailed) N .990 Pearson Correlation .515** Sig. (2tailed) N .004 Pearson Correlation .030 Sig. (2tailed) N .876 Pearson Correlation .455* Sig. (2tailed) N .011 Pearson Correlation .389* Sig. (2tailed) N soal25 total .083 30 Pearson Correlation .291 Sig. (2tailed) N .119 Pearson Correlation -.028 Sig. (2tailed) N .881 Pearson Correlation -.110 Sig. (2tailed) N .563 Pearson Correlation .293 Sig. (2tailed) N .116 Pearson Correlation .500** Sig. (2tailed) N .005 Pearson Correlation -.005 Sig. (2tailed) N .978 Pearson Correlation .122 Sig. (2tailed) N .522 Pearson Correlation .068 Sig. (2tailed) N .721 30 soal26 30 30 soal27 30 30 soal28 30 30 soal29 30 30 soal30 30 30 Sig. (2tailed) N .034 Pearson Correlation .146 soal31 30 30 Sig. (2tailed) N .442 Pearson Correlation .322 soal32 30 30 30

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Correlations soal33 soal34 soal35 soal36 soal37 soal38 soal39 soal40 soal41 Pearson Correlation Correlations total .025 Sig. (2tailed) N .895 Pearson Correlation -.208 Sig. (2tailed) N .270 Pearson Correlation -.175 Sig. (2tailed) N .354 Pearson Correlation .499** Sig. (2tailed) N .005 Pearson Correlation .189 Sig. (2tailed) N .316 Pearson Correlation .009 Sig. (2tailed) N .961 Pearson Correlation .470** Sig. (2tailed) N soal42 total .185 30 Pearson Correlation .274 Sig. (2tailed) N .143 Pearson Correlation .434* Sig. (2tailed) N .017 Pearson Correlation .077 Sig. (2tailed) N .686 Pearson Correlation .576** Sig. (2tailed) N .001 Pearson Correlation .205 Sig. (2tailed) N .276 Pearson Correlation .442* Sig. (2tailed) N .014 Pearson Correlation .486** Sig. (2tailed) N .006 Pearson Correlation .363* Sig. (2tailed) N .049 30 soal43 30 30 soal44 30 30 soal45 30 30 soal46 30 30 soal47 30 30 Sig. (2tailed) N .009 Pearson Correlation .743** soal48 30 30 Sig. (2tailed) N .000 Pearson Correlation .249 soal49 30 30 30

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 Correlations soal50 Pearson Correlation Sig. (2tailed) Correlations total .247 .187 N total 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2tailed).

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 Lampiran 8

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 Lampiran 9 Reliability Statistics Cronbach's Alpha .892 N of Items 20

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 Lampiran 10

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Lampiran 11 Nama: Kelas: Absen: Kerjakan dengan sungguh-sungguh! Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memberikan tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang kamu anggap paling tepat! 1. Pernyataan yang benar tentang PPKI berikut ini adalah . . . . A. PPKI berjasa dalam merumuskan dasar negara B. PPKI berjasa dalam menyiapkan UUD bagi negara Indonesia C. PPKI tidak berhasil mengesahkan UUD D. PPKI diterima secara total oleh rakyat Indonesia 2. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh Jepang karena . . . . A. sebagai salah satu usaha untuk mempertahankan diri dan berusaha menarik perhatian rakyat Indonesia B. Jepang akan segera meninggalkan Indonesia C. Jepang prihatin dengan kondisi Indonesia D. Sebagai salah satu tindakan untuk mengundurkan diri dari serangan Sekutu dan membebaskan Indonesia 3. Peranan tokoh pada gambar di atas dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai . . . . A. perumus naskah proklamasi, mendampingi saat proklamasi kemerdekaan Indonesia B. perumus naskah proklamasi, anggota BPUPKI, ketua PPKI C. pemberi kesempatan kepada pemimpin pergerakan Indonesia untuk berunding dan mempersiapkan naskah proklamasi di kediamannya D. penjahit bendera pusaka merah putih

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 4. Sidang BPUPKI II membahas tentang bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan ekonomi, keuangan, pembelaan negara, pendidikan , pengajaran, serta... A. Dasar negara (Pancasila) B. Kepemerintahan C. Politik D. Undang-Undang Dasar 5. Tujuan Perdana Menteri Koiso mengumumkan Indonesia akan diberi kemerdekaan di kemudian hari adalah . . . . A. agar rakyat Indonesia bahagia B. agar tentara Sekutu tidak disambut sebagai pembebas tetapi penyerbu C. agar para tokoh mempersiapkan diri dalam pencalonan presiden bagi Indonesia merdeka D. agar rakyat Indonesia berterimakasih pada Jepang 6. Panitia yang bertanggungjawab untuk menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang sudah dibahas adalah . . . . A. Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar B. Panitia Penghalus Bahasa C. Panitia Kecil D. Panitia Sembilan 7. Tokoh di samping adalah tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari golongan tua, menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk panitia sembilan. Beliau adalah… A. Sukarni B. Fatmawati C. Laksamana Tadashi Maeda D. Ahmad Subardjo 8. Sebagai wujud menghargai jasa para tokoh yang berjuang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, maka pada saat upacara bendera kita… A. Mengikuti upacara dengan khidmad terutama saat mengheningkan cipta B. Mengikuti upacara bendera dengan terpaksa C. Tidak ikut mengheningkan cipta D. Tidak mengikuti upacara bendera dengan alasan berpura-pura sakit

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 9. Mempelajari hal-hal yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka adalah maksud dibentuknya . . . . A. Dokuritsu Junbi Iinsakai B. Dokuritsu Junbi Colinkai C. Dokuritsu Junbi Cosakai D. Dokuritsu Junbi Inkai 10. Pernyataan di bawah ini yang sesuai, terkait BPUPKI adalah… A. memiliki anggota 63, wakil ketuanya Dr. Radjiman Widyodiningrat dan Ketuanya adalah Raden Panji Suroso B. upacara pembukaan BPUPKI tanggal 28 Mei 1945, ketuanya Dr Radjiman Wedyodiningrat, dan memiliki jumlah anggota 36 C. memiliki anggota 63, wakil ketuanya Raden Panji Suroso dan ketuanya adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat D. Upacara pembukaan BPUPKI tanggal 20 Mei 1945, ketuanya Dr Radjiman Wedyodiningrat 11. Tugas pokok BPUPKI adalah untuk… A. menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang B. menyelidiki persiapan kemerdekaan Indonesia C. menyiapkan organisasi yang akan mengusir kedudukan Jepang di Indonesia D. menyelidiki pasukan Sekutu yang mulai menyerang Indonesia 12. Usaha yang dilakukan oleh Jepang dalam rangka menarik perhatian rakyat adalah . . . . A. Indonesia diperkenankan merdeka saat ini, bendera merah putih boleh dikibarkan tetapi lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak boleh dinyanyikan B. Dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang, lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan sebelum lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo, Jepang juga mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari C. Dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang, Lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang Kimi Ga Yo, Jepang juga mengumumkan bahwa Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari.

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 D. Dengan mengijinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping bendera Jepang, lagu kebangsaan Indonesia Raya juga boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang 13. Pilihlah pernyataan yang tepat terkait BPUPKI di bawah ini! A. memiliki 36 anggota dan diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat B. emiliki 63 anggota dan diketuai oleh Raden Panji Suroso C. memiliki 36 anggota dan diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat D. memiliki 63 anggota dan diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat 14. Membentuk BPUPKI merupakan salah satu tindakan yang diumumkan perintah Jepang pada tanggal 1 Maret 1945. Tindakan lainnya yang diumumkan adalah…. A. mempersiapkan lembaga latihan nasional B. menunda pembiaraan tentang kemerekaaan Indonesia C. membentuk PPKI D. membentuk panitia sembilan 15. Sidang PPKI tidak membahas . . . . A. pengesahan UUD 1945 B. pembentukan 12 kementerian C. perumusan dasar negara D. penetapan wilayah negara NKRI 16. Berpendirian teguh merupakan salah satu sikap menghargai perjuangan para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia apabila disertai . . A. penolakan hasil musyawarah B. penghormatan terhadap orang lain C. tidak mau menerima pendapat orang lain D. keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan yang ada 17. Tokoh yang aktif dalam perumusan dasar negara selain Ir. Soekarno dan Drs. Prof. Dr. Supomo adalah… A. Drs. Moh. Hatta B. Muhammad Yamin C. Ahmad Subarjo D. Fatmawati

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 18. BPUPKI mengadakan sidang 2 kali. Sidang yang pertama adalah untuk… A. menyusun Rencana Undang-undang Dasar B. menyelesaikan dan mengesahkan rancangan UUD C. membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka D. memusyawarahkan dan memutuskan cara pelaksanaan penyataan 19. Tokoh persiapan kemerdekaan yang mendapat julukan sebagai The Funding Father adalah . . . . A. Dr. Radjiman Wedyodiningrat B. Drs. Moh Hatta C. Ir. Soekarno D. Mr. Ahmad Subardjo 20. Dasar negara yang rumusannya terdiri dari: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat merupakan rumusan dasar pancasila yang diusulkan oleh . . . . A. Ir. Soekarno B. Prof. Dr. Mr. Soepomo C. Mr. M. Yamin D. Sutan Syahrir Kerjakan dengan penuh semangat Tuhan memberkati

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Lampiran 12 Tabulasi Data Pretest Kelompok Eksperimen No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Skor Item Untuk Butir Instrumen Nomor 1 2 3 4 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 18 10 16 17 5 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 7 15 23 12 17 24 11 15 16 6 21 7 14 5 Skor Total 20 1 8 1 9 0 6 0 7 1 7 0 10 0 11 1 9 0 11 1 13 0 10 0 7 0 9 1 14 1 8 1 10 1 7 1 8 1 12 0 6 0 13 0 11 1 9 1 10 1 13 0 8 0 10 1 11 0 6 1 9 0 7 14 272

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 Tabulasi Data Pretest Kelompok Kontrol No Responden Skor Item Untuk Butir Soal Nomor Skor Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 7 2 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 5 3 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 10 4 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 7 5 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 6 6 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 9 7 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 12 8 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 10 9 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 6 10 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 6 11 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 12 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 7 13 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 8 14 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 10 15 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 8 16 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 11 17 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 9 18 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 6 19 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 14 20 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 15 21 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 9 22 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 12 23 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 9 24 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 6 25 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 13 26 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 11 27 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 12 28 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 29 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 9 30 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 9 31 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 11 17 7 14 29 6 4 9 24 10 18 23 14 10 20 10 21 13 8 9 13 279

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 Tabulasi Data Posttest Kelompok Eksperimen Skor Item Untuk Butir Soal Nomor No Responden ฀ Skor Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 18 2 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 16 3 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 15 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 16 5 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 16 6 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 14 7 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 17 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 18 9 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 16 10 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 11 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 18 12 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 17 13 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 16 14 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 15 15 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 13 16 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 17 17 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 18 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 13 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 19 21 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 16 22 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 16 24 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 15 25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19 26 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 18 27 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 17 28 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 17 29 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 16 30 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 31 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 15 23 28 27 30 20 18 27 31 26 29 31 25 24 30 19 29 22 23 22 28 512

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 Tabulasi Data Posttest Kelompok Kontrol No Responden ฀ Skor Item Untuk Butir Soal Nomor Skor Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 13 2 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 15 3 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 15 4 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 17 5 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 14 6 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 15 7 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 14 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 18 9 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 16 10 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 15 11 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 17 12 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 14 13 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 13 14 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 15 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 16 16 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 18 17 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 15 18 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 15 19 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 17 20 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 15 21 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 16 22 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 16 23 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 17 24 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 25 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 16 26 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 27 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 16 28 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 14 29 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 16 30 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 15 31 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 17 20 22 30 30 21 13 19 31 26 29 31 28 25 29 22 29 19 21 18 24 487

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 Lampiran 13 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen No Responden Nilai Pretest Eks Nilai Postest Eks Kelompok Kontrol No Responden Nilai Pretest Kon Nilai Postest Kon 1 40 90 1 35 65 2 45 80 2 25 75 3 30 75 3 50 75 4 35 80 4 35 85 5 35 80 5 35 70 6 50 70 6 45 75 7 55 85 7 60 70 8 45 90 8 50 90 9 55 80 9 30 80 10 65 95 10 30 75 11 50 90 11 25 85 12 35 85 12 35 70 13 45 80 13 40 65 14 70 75 14 50 85 15 40 65 15 40 80 16 50 85 16 55 90 17 35 85 17 45 75 18 40 65 18 30 75 19 60 95 19 70 85 20 30 95 20 75 75 21 65 80 21 45 80 22 55 85 22 60 80 23 45 80 23 45 85 24 50 75 24 30 90 25 65 95 25 65 80 26 40 90 26 55 85 27 50 85 27 60 80 28 55 85 28 35 70 29 30 80 29 45 80 30 45 85 30 45 75 31 40 75 31 55 85 Rata-rata 46.6129 82.58065 Rata-rata 45.16129 78.54839

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 Lampiran 14 Output Perhitungan SPSS untuk Analisis Deskriptif Statistics Posttesteks Pretesteks Pretestkon 31 31 31 31 0 0 0 0 Mean 82.58 78.55 46.61 45.16 Median 85.00 N Valid Posttestkon Missing 80.00 45.00 45.00 Mode 80 a 75 35 a 45 Minimum 65 65 30 25 Maximum 95 90 70 75 2560 2435 1445 1400 Sum a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 Lampiran 15 Output Perhitungan SPSS untuk Analisis Inferensial A.Output Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Pretesteks df .109 Shapiro-Wilk Sig. 31 Statistic .200 * .950 df Sig. 31 .156 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction B. Output Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Pretestkon Statistic .134 df 31 Sig. .165 a. Lilliefors Significance Correction C. Output Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Postesteksp Statistic .148 df 31 Sig. .080 a. Lilliefors Significance Correction D. Output Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova D. Statistic df Sig. E. Postestkon .146 31 .090 F. G.a. Lilliefors Significance Correction H. I. E. Output Homogenitas Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Test of Homogeneity of Variances Nilaipreekskon Levene Statistic .560 df1 df2 1 Sig. 60 .457

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 F. Output Uji Beda Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances NilaiPreekskon Equal variances assumed F .560 Sig. .457 Equal variances not assumed t-test for Equality of Means t .467 df 60 Sig. (2tailed) .642 .467 58.470 .642 95% Confidence Interval of the Difference Mean Difference 1.452 Std. Error Difference 3.110 Lower -4.769 Upper 7.672 1.452 3.110 -4.772 7.675 G. Output Uji Hipotesis Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances nilaiposekskon Equal variances assumed Equal variances not assumed F .285 Sig. .595 t-test for Equality of Means t 2.108 df 60 Sig. (2tailed) .039 2.108 58.811 .039 95% Confidence Interval of the Difference Mean Difference 4.032 Std. Error Difference 1.913 Lower .206 Upper 7.859 4.032 1.913 .204 7.860

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Lampiran 16

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Lampiran 17 Foto-foto Kegiatan Pembelajaran Kelompok Eksperimen Kegiatan awal pembelajaran Siswa mempelajari materi secara sepintas Guru menyampaikan instruksi Siswa dibagi ke dalam kelompok

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 Siswa berada di kelompok asal Masing-masing siswa memahami materi Pergantian kelompok asal ke kelompok ahli Siswa berada di dalam kelompok ahli

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Siswa kembali ke kelompok asal Penyampaian hasil pekerjaan kelompok Siswa mengerjakan soal Pemberian penghargaan kepada kelompok berprestasi

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Foto-foto Kegiatan Pembelajaran Kelompok Kontrol Siswa membaca informasi pada buku paket Siswa mengerjakan soal dan mencari jawabannya di buku paket Guru membahas tugas yang telah dikerjakan Siswa memperhatikan penjelasan guru Guru merangkum materi apas saja yang telah dipelajari pada hari ini Siswa mengerjakan soal evaluasi

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Lampiran 18 Daftar Riwayat Hidup Armawan merupakan anak terakhir dari dua bersaudara dari pasangan Sumaryono dan Trimah (alm). Lahir di Magelang, 7 Oktober 1991. Pendidikan awal dimulai di SD Negeri Soka 1 tahun 1998. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada tahun 2004 di SMP Kanisius Muntilan. Tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menangah Atas yaitu di SMA Bentara Wacana Muntilan. Penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada tahun 2010. Selama menempuh pendidikan, banyak kegiatan yang penulis ikuti dalam setiap jenjang pendidikan, antara lain saat di SD mengikuti dokter kecil dan siswa teladan, saat SMP masuk organisasi OSIS dan menjadi pengurus di dalamnya serta menjadi redaksi majalah sekolah Canisiana. Saat SMA masuk ke dalam redaksi majalah sekolah A Crispy Magazine. Saat di perguruan tinggi terlibat dalam kepanitiaan perayaan ekaristi Paskah dan Dies Natalis, mengikuti beberapa seminar dan workshop bSaik lingkup program studi maupun universitas. Penulis juga mengikuti kegiatan di masyarakat yaitu menjadi anggota muda-mudi di dusun. Pada lingkup keagamaan, penulis menjadi anggota Orang Muda Khatolik tingkat paroki dan menjadi koordinator Orang Muda Katholik tingkat stasi.

(250)

Dokumen baru

Download (249 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
4
402
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
258
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
260
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
204
Perbedaan prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
273
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
0
242
Show more