Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 10 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 - USD Repository

Gratis

0
0
194
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah Disusun Oleh: Yuditia Widiyono 141314042 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 Oleh : Yuditia Widiyono Nim : 141314042 Telah disetujui oleh : Dosen Pembimbing I Tanggal, 20 Desember 2018 Drs. Y.R. Subakti, M. Pd. Dosen Pembimbing II Tanggal, 20 Desember 2018 Dra. Theresia Sumini, M.Pd. ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 Dipersiapkan dan ditulis oleh Yuditia Widiyono NIM : 141314042 Telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal, 16 Januari 2019 dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama lengkap Tanda tangan Ketua : Ignatius Bondan Suratno, S.Pd, M.Si. …................ Sekretaris : Dra. Theresia Sumini, M.Pd. ..................... Anggota : Drs. Yohanes Rasul Subakti, M.Pd. ...................... Anggota : Dra. Theresia Sumini, M.Pd. .....…………. Anggota : Hendra Kurniawan, M.Pd. ......………… Yogyakarta, 16 Januari 2019 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd.,M.Si. iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan segenap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Skripsi ini saya persembahan kepada : Kedua orang tua saya “ Bapak Mujiono dan Ibu Maria Tasiwen” dan adik saya “ Septianus Hernanto” yang selalu mendukung dan mendoakan saya. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTO “Aku Senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri disebelah kananku, aku tidak goyah. ( Mazmur 16 : 8) Yakinlah dan percayalah doa mu pasti didengar Tuhan ( Yuditia Widiyono) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 16 Januari 2019 Penulis, Yuditia Widiyono vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Yuditia Widiyono NIM `: 141314042 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 ” Dengan demikian, saya memberikan hak kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, untuk mengalihkan dalam bentuk media lain dan mempublikasikannya di internet untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini, saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 16 Januari 2019 Yang menyatakan, Yuditia Widiyono vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 Yuditia Widiyono Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar sejarah siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta sebannyak 29 siswa. Objek penelitian ini adalah prestasi belajar sejarah siswa dan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, tes dan wawancara. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata keadaan awal 69,79 menjadi 74,21 pada siklus I. Pada siklus II terjadi peningkatan yang dilihat dari rata-rata siklus I 74,21 menjadi 82,21. Dilihat dari segi KKM pada kegiatan awal siswa yang mencapai KKM 14 siswa (48,28%), Siklus I mengalami peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 19 siswa (65,52%), pada Siklus II mengalami peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 24 siswa (82,76%). Kata Kunci : Prestasi Belajar dan Mind Mapping viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF A COOPERATIVE LEARNING MODEL USING MIND MAPPING TO IMPROVE THE STUDENTS’ HISTORY LEARNING ACHIEVEMENT IN SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA ACADEMIC YEAR 2018/2019 Yuditia Widiyono Sanata Dharma University 2019 The purpose of this research is to describe the improvement in the students’ achievement of learning history after the implementation of a cooperative learning model using Mind Mapping. The research method used is Classroom Action Research (CAR) by Kemmis and McTaggart where two cycles are used in four steps which include planning, acting, observing and reflecting. The subject for this research are students from Social 2 Class 10 in SMA Negeri 10 Yogyakarta as many as 29 students. The object for this research is the students’ achievement in cooperative learning model type Mind Mapping. The instruments used are observation sheet, test and interview. The data is analyzed by comparative description using percentages. The results showed that there wa an increase of learning achievement from the everage of initial state 69.79 becomes 74.71 in the first cycle. In the second cycle, there has been an improvement in the average score from 74.21 in the first cycle to 82.21. In terms of minimum score, at the beginning 14 students (48.28%) attain minimum score. In the first cycle, there has been an increase in which 19 students (65.52%) obtain minimum score. In the second cycle, there has been a greater improvement as 24 students (82.76%) attain minimum score. Keywords: Learning Achievement and Mind Mapping ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya skripsi yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi Sejarah Belajar Siswa Di SMA Negeri 10 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019” ini dapat terselesaikan dengan baik. Bagi penulis, penyusunan skripsi ini telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berguna dalam penyusunan karya ilmiah. Penulis menyadari bahwa terselesaikanya skripsi ini tidak lepas dari bentuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma 3. Bapak Drs. A.K. Wiharyanto,M.M selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberi bimbingan dan arahan kepada penulis selama masa studi. 4. Bapak Drs. Y.R Subakti M.Pd selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dan memberi dukungan kepada penulis. 5. Ibu Dra. Theresia Sumini M.Pd dosen pembimbing II yang telah membimbing dan memberi dukungan kepada penulis. 6. Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Yogyakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 7. Ibu Ery selaku guru mata pelajaran Sejarah SMA Negeri 10 Yogyakarta yang telah memberikan izin dan waktu kepada penulis untuk melakukan penelitian. 8. Seluruh siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018- 2019 yang telah bekerjasama demi kelancaran penelitian. 9. Kedua orang tua, adik serta keluarga besar yang telah memberi dukungan, semangat dan doa kedapa penulis dalam pengerjaan skripsi. 10. Teman-teman Pendidikan Sejarah angkatan 2014 11. Dilla Aviola yang selalu memberi dukungan dan motivasi Penulis masih menyadari adanya kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan skripsi ini, Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari berbagai pihak demi menyempurnakan tugas akhir ini. Penulis berharap skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak yang membaca. Yogyakarta, 16 Januari 2019 Penulis, Yuditia Widiyono xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv MOTO .......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ........................ vii ABSTRAK ................................................................................................... viii ABSTRACT ................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. BAB I xiii PENDAHULUAN .......................................................................... 1 A. Latar Belakang ....................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................... 7 C. Batasan Masalah .................................................................... 8 D. Rumusan Masalah .................................................................. 8 E. Tujuan Masalah ...................................................................... 8 F. Pemecahan Permasalahan ....................................................... 9 G. Manfaat Penelitian ................................................................. 9 BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................. 11 A. Kajian Teori ........................................................................... 11 1. Teori Kontruktivisme dalam Pembelajaran Sejarah.......... 11 2. Pembelajaran Kooperatif ................................................. 14 3. Pengertian Belajar ........................................................... 16 4. Model Pembelajaran Mind Mapping ................................ 20 5. Pendekatan Saintifik ........................................................ 25 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Pembelajaran Sejarah ...................................................... 27 7. Pengertian Prestasi .......................................................... 29 B. Materi Pembelajaran .............................................................. 31 C. Penelitian yang Relevan ......................................................... 31 D. Kerangka Berpikir .................................................................. 33 E. Hipotesis Tindakan................................................................. 35 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 36 A. Jenis Penelitian....................................................................... 36 B. Setting Penelitian ................................................................... 36 1. Tempat Penelitian ............................................................ 36 2. Waktu Penelitian ............................................................. 37 C. Subjek Penelitian.................................................................... 37 D. Objek Penelitian ..................................................................... 37 E. Difinisi Operasional Variabel Penelitian ................................. 37 F. Desain Penelitian.................................................................... 39 G. Metode Pengumpulan Data .................................................... 41 H. Instrumen Pengumpulan Data ................................................. 42 1. Alat Pengumpulan Data ................................................... 42 2. Validitas dan Realibilitas ................................................. 43 I. Hasil Uji Coba Instrumen ....................................................... 45 J. Analisis Data .......................................................................... 46 K. Prosedur Penelitian................................................................. 53 L. Indikator Keberhasilan ........................................................... 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 57 A. Hasil Penelitian ...................................................................... 57 1. Kondisi Awal Pembelajaran Sejarah ................................ 57 2. Kondisi Awal Prestasi Belajar Sejarah ............................. 57 3. Siklus I ............................................................................ 61 a. Perencanaan Tindakan .............................................. 61 b. Pelaksanaan Tindakan .............................................. 62 c. Observasi.................................................................. 66 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. 4. 5. Refleksi....................................................................... 75 Siklus II....................................................................... ...... 77 a. Perencanaan Tindakan .............................................. 77 b. Pelaksanaan Tindakan .............................................. 78 c. Observasi.................................................................. 82 d. Refleksi .................................................................... 91 Komparasi Kegiatan Belajar dan Prestasi Belajar ............ 92 B. Pembahasan ........................................................................... 100 1. Kegiatan Belajar Siswa .................................................... 100 2. Presentasi Belajar Siswa .................................................. 102 3. Prestasi Belajar Siswa......................................................... 104 BAB V KESIMPULAN .............................................................................. 108 A. Kesimpulan ............................................................................ 108 B. Saran ...................................................................................... 109 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 110 LAMPIRAN ................................................................................................. 113 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Keterangan Penilaian Acuan PAP 1 ............................................ 47 Tabel 2 Analisis Prestasi Belajar Sejarah Siswa ....................................... 49 Tabel 3 Lembar Pengamatan kooperatif .................................................. 50 Tabel 4 Kriteria Rentang Nilai Pengamatan Kooperatif ........................... 51 Tabel 5 Lembar Pengamatan Presentasi................................................... 51 Tabel 6 Keterangan Penilaian Acuan PAP 1 ............................................ 52 Tabel 7 Indikator Keberhasilan Prestasi Belajar Sejarah .......................... 56 Tabel 8 Pengamatan On-Task .................................................................. 57 Tabel 9 Pengamatan Off-Task ................................................................. 57 Tabel 10 Data Pra Siklus Prestasi Belajar Sejarah ...................................... 59 Tabel 11 Distribusi Frekuensi Pra Siklus Prestasi Belajar Sejarah .............. 60 Tabel 12 Hasil Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus I ............................... 67 Tabel 13 Kriteria Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus I ........................... 68 Tabel 14 Kriteria Pengamatan Presentasi Siswa Siklus I ............................ 70 Tabel 15 Kriteria Pengamatan Presentasi Siswa Siklus I ............................ 71 Tabel 16 Data Prestasi Belajar Sejarah Siklus I ......................................... 73 Tabel 17 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus I .................................................................................................. 74 Tabel 18 Hasil Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus II ............................. 83 Tabel 19 Kriteria Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus II ......................... 84 Tabel 20 Kriteria Pengamatan Presentasi Siswa Siklus II........................... 86 Tabel 21 Kriteria Pengamatan Presentasi Siswa Siklus II........................... 87 Tabel 22 Data Prestasi Belajar Sejarah Siklus II ........................................ 89 Tabel 23 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus II................................................................................................. Tabel 24 Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II ...................................................................................... Tabel 25 90 93 Komparasi Pengamatan Presentasi Siswa pada Siklus I dan Siklus II ...................................................................................... xv 94

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 26 Tabel 27 Komparasi Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus dan Siklus I .................................................................................................. 96 Komparasi Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I dan Siklus ..... 98 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar I Kerangka Berfikir .................................................................. Gambar II Desain Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Mc Taggart................................................................................... Gambar III 34 40 Grafik Distribusi Frekuensi Pra Siklus Prestasi Belajar Sejarah ................................................................................... 61 Gambar IV Grafik Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus I ......................... 69 Gambar V Grafik Presentasi Keaktifan Siswa Siklus I .............................. 72 Gambar VI Grafik Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siklus I .. 75 Gambar VII Grafik Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus II ....................... 85 Gambar VIII Grafik Presentasi Keaktifan Siswa Siklus II............................ 88 Gambar IX Grafik Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siklus II . 91 Gambar X Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II ......................................................................... Gambar XI Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II ......................................................................... Gambar XII 94 95 Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Pra Siklus dan Siklus I .................................................................. 97 Gambar XIII Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II ......................................................................... xvii 99

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran Surat Izin Penelitian dari Universitas ...................... 104 Lampiran 2 Lampiran Surat Izin Penelitian dari KESBANGPOL .............. 105 Lampiran 3 Lampiran Surat Izin Penelitian dari DISDIKPORA ................ 106 Lampiran 4 Lampiran Surat Izin Penelitian dari SMA Negeri 10 Yogyakarta............................................................................. 107 Lampiran 5 Silabus ................................................................................... 108 Lampiran 6 RPP Pertemuan ke 1 ............................................................... 127 Lampiran 7 RPP Pertemuan ke 2 ............................................................... 138 Lampiran 8 Kisi-kisi Soal ......................................................................... 149 Lampiran 9 Lembar Soal Ulangan Harian ................................................. 152 Lampiran 10 Hasil Penilaian Siklus I .......................................................... 158 Lampiran 11 Hasil Penilaian Siklus II ......................................................... 160 Lampiran 12 Data Validitas Instrumen PG .................................................. 162 Lampiran 13 Uji Validitas ........................................................................... 164 Lampiran 14 Uji Reliabilitas ....................................................................... 167 Lampiran 15 Power point pembelajaran sumber sejarah .............................. 168 Lampiran 16 Dokumentasi .......................................................................... 174 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu cara bagi suatu bangsa untuk mencapai tujuan negara (welfare state). Pendidikan ditempuh oleh setiap orang tidak saja sebagai syarat untuk mendapatkan pekerjaan. Lebih dari itu, pendidikan ditempuh sebagai dasar bagi setiap orang sebagai upaya dalam mengangkat martabat manusia sebagai pribadi yang beradab. Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia dengan merubah pola pikir manusia agar menjadi lebih terbuka dengan wawasan yang didapatnya melalui ilmu yang dipelajarinya, anak-anak wajib menuntut ilmu disekolah. Sekolah memegang peranan penting dalam pendidika, sekolah pun mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan untuk pembentukan kepribadian anak. Sekolah sengaja disediakan atau dibangun khusus untuk tempat atau lembaga pendidikan kedua setelah keluarga dengan guru sebagai pengganti orang tua.1 Undang-undang SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi-potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta 1 Abdul Kadir, Dasar-Dasar Pendidikan,Jakarta : Kencana,2012,hlm 164 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 2 Sedangkan belajar sendiri dapat diartikan sebagai proses dimana setiap individu melakukan aktivitas yang menjadikan dirinya menjadi tahu, mengerti, memahami, dan bisa menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan sesuatu yang dipelajarinya. Proses pembelajaran yang baik ialah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centre learning). Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik tersebut mempunyai tujuan supaya peserta didik memperoleh kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri sehingga mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dalam meningkatkan pengetahuannya. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik ini juga tidak berarti menghilangkan peran guru dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan pengajaran sejarah di sekolah-sekolah menengah dalam rangka pembentukan karakter siswa, pembelajaran sejarah akan membangkitkan kesadaran empati (emphatic awarness) dikalangan siswa yakni sikap empati dan toleransi disertai kemampuan mental dan sosial untuk mengembangkan imajinasi dan sikap kreatif, inovatif, serta partisipasif. 3 Prestasi belajar peserta didik yang tinggi merepresentasikan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik dalam belajar mengajar. Apabila siswa memperhatikan dalam proses belajar mengajar, maka ia akan merasa bersemangat dan aktif dalam kelas, kemudian juga berpengaruh pada hasil akhirnya. Hal yang sama juga terjadi dalam 2 3 Undang-undang SISDIKNAS No. 20 tahun 2003. Aman, Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta : Penerbit Ombak.2011 hlm 2 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pembelajaran, bila peserta didik faham terhadap materi pelajaran tersebut, maka akan berpengaruh pada prestasi belajarnya.4 Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran sejarah tidak hanya diwajibkan bagi peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) saja, melainkan juga diwajibkan bagi peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Ketidak pahaman siswa akan pentingnya mata pelajaran sejarah membuat siswa enggan untuk mempelajari sejarah. Untuk itu, sangat penting bagi guru sebelum berbicara lebih jauh mengenai sejarah, siswa terlebih dahulu diberikan pemahaman betapa pentingnya mata pelajaran sejarah (historia magistra vitae). Ada beberapa komponen yang harus diperhatikan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Komponen tersebut ialah pendekatan, model, dan metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Setiap komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dalam menunjang proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tersampaikan dengan baik. Pemahaman sejarah yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah, merupakan dasar terbinanya identitas nasional yang merupakan salah satu modal utama dalam membangun bangsa kita masa kini maupun di masa yang akan dating. 5 Untuk itu guru perlu mengembangkan suatu keterampilan sehingga siswa merasa senang untuk mengikuti pelajaran sejarah. 4 Popi Sopianti, Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Peserta didik, Bogor : Ghalia Indonesia. 2014 hlm 44 5 I Gde Widja, Dasar-dasar Pengembangan Strategi Serta Metode Pengajaran Sejarah, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan,1989 hlm. 7 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Dalam sekolah khususnya di kelas, kegiatan belajar umumnya dilakukan oleh dua pelaku, yakni guru dan siswa. Dalam proses belajar tersebut, terjadilah suatu interaksi antara guru dan siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan, tidak jarang guru menggunakan media sebagai perantara dalam menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran tersebut tidak hanya memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran, namun juga mampu menarik siswa dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru. Pembelajaran di kelas sangat diperlukan interaksi antara guru dan siswa untuk menunjang proses belajar sebagai kunci keberhasilan yang diperoleh siswa. Siswa dalam memahami materi yang diajarakan oleh guru tergantung kemampuan siswa, setiap siswa mempunyai daya tangkap dan daya ingat yang berbeda-beda sehingga pembelajaran perlu memperhatian siswa. Untuk menyadarkan siswa bahwa sejarah sangatlah penting sebagai guru sejarah perlunya memberikan pengertian bahwa pendidikan sejarah mempunyai fungsi yang sangatlah penting dalam membentuk rasa cinta tanah air, kualitas manusia Indonesia, dan masyarakat Indonesia yang baik. Oleh karena itu sebagai tugas guru sejarah perlunya memperbaiki proses pembelajarannya karena masih banyak yang meragukan keberhasilan dalam mendidik. Pembelajaran sejarah merupakan sebuah peristiwa yang sudah terjadi, atau sejarah juga dapat diartikan sebagai peristiwa tersebut mempunyai unsur, perilaku, ruang dan waktu, belajar, perkembangan dan pendidikan merupakan 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 hal yang menarik untuk dipelajari. 6 Dari hal-hal tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan oleh seorang individu. Pembelajaran sejarah saat ini kurang diminati oleh siswa banyak yang menganggap pelajaran sejarah tidak bermanfaat karena kajianya masa lampau. Oleh karena itu pelajaran sejarah hanya dianggap pelengkap, ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah yang menyempitkan gerak langkah pelajaran sejarah menyebabkan prestasi belajar siswa rendah. Sikap siswa cenderung apatis terhadap pelajaran sejarah diakibatkan banyak faktor baik intern maupun ekstern.7 Berdasarkan dari hal tersebut peneliti mewawancarai guru sejarah kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta menyatakan bahwa siswa masih kurang siap untuk memulai pembelajaran sejarah sehingga siswa tidak mampu mengikuti materi yang disampaikan oleh guru, banyak siswa yang kurang konsentrasi ketika diberikan arahan oleh guru ketika berdiskusi dengan teman lainya, ada juga siswa yang masih bermain handphone sendiri, siswa mengobrol dengan teman sebangku. Ketika siswa diberikan tugas untuk berdiskusi hanya beberapa siswa saja yang bekerja sedangkan siswa yang lain hanya pasif dalam berdiskusi dan mencari materi dari internet tidak dari buku materi sedangan materi banyak dari buku, dan ketika guru membuka sesi tanya jawab siswa pasif dan cenderung diam untuk bertanya, sehingga guru lah yang aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan keadaan kondisi 6 7 Dimyati Mudjiono, Belajar & Pembelajaran, Jakarta :Rieneka Cipta,2013 hlm. 5. ibid.,hlm 7 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 tersebut berdampak pada proses kegiatan belajar mengajar dan juga berdampak pada prestasi siswa banyak yang mendapat nilai kurang baik atau tidak mencapai KKM. Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta, penyebab prestasi mereka rendah adalah cara mengajar guru yang masih menggunakan model ceramah yang membuat siswa tidak mempunyai semangat untuk belajar sejarah, dalam penyampaian materi tidak menarik membuat siswa cepat bosan membuat keadaan didalam kelas tidak kondusif, sangat ramai karena siswa sibuk dengan teman sebangku, bermain handphone dan juga melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat siswa merasa bosan didalam kelas. Hal tersebut terjadi karena kurangnya inovasi dari guru untuk mencoba model pembelajaran yang lain untuk menarik perhatian siswa supaya siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan baik dan kondusif. Untuk merangsang siswa dalam mempelajari sejarah, guru perlu mengimplementasikan model-model pembelajaran yang mampu merangsang belajar siswa. Guru perlu memilih model yang cocok untuk diterapkan dalam mengajar di kelas, sehingga siswa tertarik untuk terlibat langsung dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satu pilihan yang dapat dipilih oleh guru untuk kegiatan pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping untuk meningkatkan keaktifan, kreatifitas siswa dan juga dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa. 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Dengan menggunakan model ini siswa diarahkan untuk aktif dalam pelajaran tidak hanya membaca namun siswa harus bisa menuangkan ide-ide, imajinasi dari kata-kata yang dibaca dari buku paket lalu dituangkan dalam kertas. Peta pikir dapat memvisualisasikan, menggeneralisasikan dan mengklarifikasikan sebuah temuan ide dan mampu berorganisasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan dalam menulis. Selain media yang menarik, tidak membosankan bagi peserta didik dalam belajar dan mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan tujuan dan manfaat yang didapat dari model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping tersebut untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta menjadi subjek bagi penelitian yang berjudul “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019”. B. Identifikasi Permasalahan Latar Belakang masalah yang penulis sampaikan dia atas, dapat diidentifikasi masalahnya sebagai berikut : 1. Metode ceramah yang membuat siswa bosan 2. Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif dan inovatif 3. Siswa sibuk dengan teman sebangku 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 4. Ketidaksadaran siswa akan pentingnya pelajaran sejarah 5. Siswa cenderung pasif di kelas 6. Prestasi belajar siswa rendah 7. Kelas ramai dan tidak kondusif 8. Pembelajaran masih bersifat guru sentris C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini, peneliti membatasi permasalahan pada meningkatan prestasi belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 10 Yogyakarta dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Mind Mapping. D. Rumusan Permasalahan Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, peneliti merumuskan masalah, sebagai berikut: Apakah model pembelajaran Kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa di kelas X SMA Negeri 10 Yogyakarta? E. Tujuan Penelitian Penelitian yang dilakukan terhadap peserta didik kelas X SMA Negeri 10 Yogyakarta ini bertujuan untuk: 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 10 Yogyakarta dalam belajar sejarah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. F. Pemecahan Permasalahan Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 10 Yogyakarta pada mata pelajaran sejarah. Siswa masih belum paham akan materi yang diajarkan dan sulit memahami karena materinya yang cukup banyak dan cara penyampaian yang membosankan, hal ini menyebabkan prestasi belajar di kelas X ini rata – rata mengalami penurunan. Dalam pembelajaran siswa masih pasif dan enggan bertanya karena mereka bingung apa yang ingin mereka tanyakan. Pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. Diharapkan dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa dapat belajar dengan mengasah kreatifitas dan imajinasi yang tinggi dan mendapat hasil yang maksimal dalam memahami materi pembelajaran. G. Manfaat Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan memberikan manfaat pada pembelajaran IPS khususnya mata pelajaran Sejarah yaitu: 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 1. Bagi Penulis Memberikan pengalaman langsung dan menambah pengetahuan tentang penelitian tindakan kelas dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif dan kreatif, serta untuk bekal penulis menjadi calon guru, sehingga ketika menjadi guru dapat menjadi guru yang kreatif, inovatif, dan profesional. 2. Bagi Siswa Sebagai cara belajar yang baru dalam proses meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar, sehingga siswa tidak merasa bosan dan dengan demikian pelajaran sejarah yang dulunya dianggap sulit dan membosankan kini menjadi mudah dan menyenangkan. 3. Bagi Guru Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti guru mendapatkan pengetahuan dari metode yang diterapkan oleh peneliti, adapun yang didapat oleh guru lebih inovatif dalam kegiatan pembelajaran. 4. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi dalam memperbaiki pembelajaran sejarah di dalam kelas dan serta dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar di sekolah. 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sejarah Secara teori, belajar menurut konstruktivisme sebagai proses pembentukan atau yang terjadi akibat pengetahuan yang dialami oleh seseorang yang melakukan hal untuk perkembangan dirinya. Dalam aliran konstruktivisme pengetahuan dipahami sebagai suatu pembentukan yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman-pemahaman baru, belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan, ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun suatu konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari, tetapi yang paling penting menentukan terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar siswa, sementara peran guru dalam proses kontruktivisme pengetahuan siswa berjalan dengan lancar dan guru tidak menstransferkan pengetahuan yang dimilikinya, melainkan membantu siswa membentuk pengetahuannya sendiri dan dituntut untuk lebih memahami jalan pikiran atau cara pandang siswa dalam belajar. 8 Dalam proses belajar harus ada perubahan, terutama perubahan konsep yang disebut asimilasi untuk perubahan tahap pertama dan akomodasi untuk tahap kedua. Dengan asimilasi, siswa dapat menggunakan konsep-konsep 8 Siregar Evelin dan Hartini Nara, Teori belajar dan pembelajaran.Bogor : Ghalia Indonesia. 2010 hlm.39-41 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 yang mereka sudah miliki untuk berhadapan dengan fenomena baru. Sementara dengan akomodasi, siswa mengubah konsepnya yang sudah tidak cocok dengan fenomena baru yang muncul. Dengan demikian diharapkan proses pembelajaran bukan hanya sekedar transfer knowledge, tetapi sudah membangun konsep pemahaman dalam diri siswa. 9 Proses konstruksi, menurut von Glasersfeld, diperlukan beberapa kemampuan sebagai berikut : 1. kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman, 2. kemampuan membandingkan, mengambil keputusan justifikasi ) mengenai persamaan dan perbedaan, kemampuan untuk lebih menyukai pengalaman yang satu dari pada yang lain. 10 Konstruktivisme memiliki ciri-ciri seperti yang dikemukakan oleh Driver11: a. Orientasi, yaitu siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam belajar suatu topik dengan memberi kesempatan melalui observasi b. Elisitasi, yaitu siswa mengungkapkan idenya dengan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster dan lain-lain. c. Restrukturisasi ide, yaitu klarifikasi ide dengan ide orang lain,membangun ide baru,mengevaluasi ide baru. d. Penggunaan ide baru dalam berbagai situasi, yaitu ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi e. Review, yaitu dalam mengaplikasikan pengetahuan,gagasan yang ada perlu direvisi dengan menambahkan atau mengubah. 9 https://www.usd.ac.id/lembaga/lppm/ f1l3/Jurnal%20Historia%20Vitae/vol24no1april2010/ PARADIGMA%20PEMBELAJARAN%20SEJARAH%20YR%20Subakti.pdf. Dikutip 11-9-2018 pukul 10.14 WIB 10 Paul suparno, Filsafat kontruktivisme dalam pendidikan, Yogyakarta : Penerbit Kanisius.1997 Hlm 20 11 Siregar Evelin dan Hartini Nara, op.cit, hlm.39 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Berdasarkan paham konstruktivisme, dalam kegiatan belajar guru hanya memberikan pengantar kepada siswa tidak memindahkan secara langsung. Hal tersebut dilakukan agar siswa mengetahui dan bisa mengkotruksi ide, pikiran, dari pengalaman yang dia dapat dari apa yang ada disekitarnya agar bisa Kontruktivisme yang menekankan mengembangkan dirinya sendiri. bahwa pengetahuan dibentuk oleh siswa yang sedang belajar, dan teori perubahan konsep, yang menjelaskan bahwa siswa mengalami perubahan konsep, yang menjelaskan bahwa siswa mengalami perubahan konsep terus menerus, sangat berperan dalam menjelaskan mengapa seorang siswa bisa salah mengerti dalam menangkap suatu konsep yang ia pelajari. 12 Pembelajaran merupakan hasil yang didapat oleh siswa itu sendiri. Dalam pembelajaran, siswa merekonstruksi pengetahuan bagi dirinya. Bagi siswa, pengetahuan yang dimilikinya bersifat dinamis, berkembang dari sederhana menuju kompleks, dari yang mudah menuju yang sukar, dari ruang lingkup dirinya dan di sekitarnya menuju ruang lingkup yang lebih luas, dan dari bersifat kongkrit menuju abstrak. Terpenting dalam kontruktivisme adalah dalam proses belajar siswalah yang harus mendapatkan tekanan. Mereka yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka, bukanya guru ataupun orang lain. 12 Suparno Paul, Filsafat kontruktivisme dalam pendidikan, Yogyakarta : Kanisius,2010 hlm. 53 13 13 Ibid, hlm 81 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 2. Pembelajaran Model Kooperatif Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam bentuk kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.14 Model pembelajaran kooperatif diyakini dapat memberi peluang peserta didik untuk terlibat dalam diskusi, berfikir kritis, berani dan mau mengambil tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri. Meskipun model pembelajaran kooperatif menguta0makan peran aktif peserta didik bukan berati pengajar tidak berpatisipasi, sebab dalam proses pembelajaran pengajar berperan sebagai perancang, fasilitator dan pembibing proses pembelajaran. 15 Penerapan metode pembelajaran tidak hanya mempelajari materi ajar, melainkan siswa juga mempelajari ketrampilan-ketrampilan khusus yang disebut ketrampilan kooperatif . Dalam pembelajaran ini akan terbentuk sebuah interaksi dan komunikasi yang meluas karena adanya komunikasi yang dilakukan oleh guru dengan siswa, siswa dengan siswa sehingga terjalin sebuah interaksi didalam kelompok. Pembelajaran kooperatif bersifat strategi pembelajaran karena melibatkan partisipasi siswa dalam kelompok kecil untuk saling berinteraksi, kooperatif dilakukan dengan cara berkelompok dan 14 Rusman,Belajar & Pembelajaran : Berorientasi standard proses pendidikan,Jakarta : Kencana,2017 hlm. 294 15 Daryanto dan Mulyo Rahardjo,Model pembelajaran inovatif, Yogyakarta : Penerbit Gava Media ,2012 hlm. 228-229 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 rangakaian kegiatan belajar dilakukan oleh siswa dalam kelompokkelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah tentukan. Pelaksanaan prinsip dasar pokok sistem pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas dengan efektif. Dalam pembelajaran kooperatif proses pembelajaran tidak harus belajar dari guru kepada siswa. Siswa dapat saling belajar bersama, pembelajaran rekan sebaya (peerteaching) lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru. Anita Lie menjelaskan pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran gotong royong, yaitu sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam tugastugas yang terstruktur, lebih jauh dikatakan pembelajaran kooperatif berjalan kalau sudah terbentuk suatu kelompok atau suatu tim yang didalamnya siswa bekerja secara terarah untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. 16 Penggunanaan model pembelajaran kooperatif dapat mendorong siswa aktif bertukar pikiran dengan sesamanya dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan. Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan sekaligus menghargai pendapat orang lain dan pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa 16 Isjoni, Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik,Yogyakarta : Pustaka Pelajar.2013 hlm 23 15

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 akan berpikir kristis, memecahkan masalah, mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman. 17 Pembelajaran kooperatif memiliki unsur-unsur dalam pelaksanaanya:18 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama. Siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lain dalam kelompoknya, seperti tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi. Siswa harus memiliki pandangan tujuan yang sama. Siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara anggota kelompok. Siswa akan diberikan suatu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap seluruh anggota kelompok. Siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar. Siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individu materi yang akan ditangani dalam kelompok kooperatif. 3. Belajar Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia secara umum menyatakan bahwa belajar memiliki arti “Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Dari denifinisi tersebut belajar adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kepandaian atau ilmu. Menurut Bell-Gradler, belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan 17 Daryanto dan Mulyo Rahardjo, Model pembelajaran inovatif, Yogyakarta : Penerbit Gava Media , 2012 hlm. 228-229 18 M. Thombroni, Belajar dan pembelajaran teori dan praktik, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.2015 Hlm 235 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 aneka ragam kemampuan (competencies), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) yang diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan. 19 Terjadinya suatu proses belajar dapat dipandang dari sisi kognitif yaitu terjadi karena adanya saling terhubungannya variabel-variabel hipotesis yang menyangkut kekuatan, asosiasi hubungan dan kebiasaan atau cenderung pada perilaku. Proses belajar terjadi apabila individu hadapkan dengan suatu situasi dimana individu tersebut tidak dapat beradaptasi dengan cara yang biasa dilakukan apabila individu harus mengatasi rintangan yang akan menghambat segala kegiatan yang akan dilakukan. Proses penyesuain diri mengatasi rintangan terjadi secara tidak sadar, tidak perlu untuk berfikir banyak terhadap apa yang akan dilakukan. Belajar merupakan suatu proses interaksi dan perilaku yang kompleks. Unsur utama dalam belajar adalah individu sebagai peserta belajar, kebutuhan sebagai sumber pendorong, situasi belajar yang memberikan kemungkinan terjadinya kegiatan berlajar. Dengan manifestasi belajar atau perbuatan belajar dinyatakan dalam bentuk perubahan tingkah laku. Dari proses belajar menghasilkan perubahan dalam bentuk tingkah laku menghasilkan aspek-aspek dari kemampuan pribadi, aspek-aspek yang dihasilkan yaitu informasi ferbal, nilai/aturan 19 Karwono,Heni Murlasih, Belajar dan Pembelajaran :Serta Pemanfaatan Sumber Belajar,Depok:PT Raja Grafindo Persada,2017,hlm 13 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 tingkat tinggi, nilai, konsep kongkrit, konsep terdifinisi dan ketrampilan motorik. 20 Tujuan Belajar Dalam upaya kurikuler dalam menempuh pendidikan disuatu lembaga pendidikan dalam proses individu mempunyai tujuan yang akan dicapai, individu menempuh pendidikan memiliki latar belakang untuk diubah dari latar belakang tersebut memunculkan rasa untuk lebih baik didalam dirinya untuk mengubah di masa depanya dari hal tersebut timbul tujuan yang akan dicapai. Dalam mencapai tujuan dalam belajar individu perlu melakukan beberapa proses yaitu meniru, memahami, mengamati, merasakan, mengkaji, melakukan dan meyakini akan segala sesuatu kebenaran sehingga semuanya memberikan kemudahan dalam mencapai segala yang dicita-citakan manusia. Banyak cara atau aktivitas belajar untuk medapatkan pengetahuan yaitu dengan mendengarkan, membaca, menulis, melihat. Tujuan belajar terbagi atas 3 jenis : 21 1). Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan Hal ini ditandai dengan kemampuan berfikir. Pemilikan pengetahuan dan kemampuan berfikir sebagai tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain, tidak dapat mengembangkan kemampuan berfikir tanpa bahan pengetahuan, sebaliknya kemampuan berfikir dapat akan 20 21 Ibid.,hlm 16 Noer rohmah,Psikologi pendidikan,Yogyakarta : Kalimedia,2015, hlm178-179 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 memperkaya pengetahuan. Tujuan inilah yang memiliki kecenderungan lebih besar perkembanganya didalam kegiatan belajar. Adapun jenis interaksi atau cara yang digunakan kepentingan membaca umum . dengan Dengan pengengetahuannya dan cara model ini sekaligus presentasi,pemberian siswa mencari akan sendiri untuk tugas menambah untuk mengembangkan cara pikir dalam rangka memperkaya pengetahuanya. 2) Penanaman konsep dan keterampilan Penanaman konsep atau merumuskan konsep juga memerlkan suatu ketrampilan, jadi soal ketrampilan yang bersifat jasmani dan rohani. Ketrampilan jasmaniah adalah ketrampilan-ketrampilan yang dapat dilihat, diamati, sehingga akan menitik beratkan pada ketrampilan gerak/penampilan dari anggota tubuh seseorang yang sedang belajar. Sedangkan ketrampilan rohani lebih rumit, karena tidak selalu berurusan dengan masalah-masalah ketrampilan yang dapat dilihat bagaimana ujung pangkalnya, tetapi lebih abstrak menyangkut persoalan-persoalan penghayatan dan ketrampilan berfikir serta kreativitas untuk menyelesaikan dan merumuskan suatu masalah atau konsep. Keterampilan dapat dilatih dengan banyak melatih kemampuan. Interaksi yang mengarah pada pencapaian keterampilan itu akan 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 menurut kaidah-kaidah tertentu dan bukan semata-mata hanya menghafal atau meniru. 3) Pembentukan sikap Pembentukan sikap mental dan perilaku siswa, tidak akan terlepas dari soal penanaman nilai. Oleh karena itu guru tidak sebagai pengajar yang tugasnya hanya mentransfer ilmu tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu kepada siswanya melalui pemberian contoh yang baik. Dengan dilandasi nilainilai siswa akan tumbuh kesadaran dan kemauanya, untuk mempraktikan segala sesuatu yang telah dipelajarinya. 4. Model Pembelajaran Mind Mapping a). Pengertian Kata Mind Mapping berasal dari bahasa inggris, Mind yang berarti otak dan Mapp yang berarti memetakan, Mind Mapping adalah suatu teknis grafis yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan otak kita untuk keperluan berpikir dan belajar. 22 Menurut sang pengembang Tony Buzan adalah suatu teknik mencatat yang menonjolkan sisi kreativitas sehingga efektif dalam memetakan pikiran. Peta pikiran menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik ini dalam suatu pola dari ide-ide yang berkiatan seperti peta bergaris yang digunakan untuk jalan yang digunakan untuk belajar, 22 Sutanto Winsura,Mind Map Langkah Demi Langkah, Jakarta : gramedia,2016 hlm. 16. 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 mengorganisasikan, merencanakan. Peta yang dibuat tertuang dari ideide yang asli sehingga baik penulis dan pembacanya paham isi dari peta. Mind Mapping dapat dikembangkan otak dengan mencatat sebuah informasi dan diproses, otak mencatat informasi yang diberikan lalu otak mengambil berbagai tanda mulai dari gambar, bunyi, pikiran sampai perasaan. Selanjutnya otak memunculkan imajinasi dan gambaran yang berupa garis, bentuk dan warna. Garis pada Mind Mapping menggambarkan pola gagasan bercabang pada garis yang saling berkesinambung sehingga menegaskan ide-ide yang tertuang dari informasi yang di dapat. Metode Mind Mapping dibuat untuk memaksimalkan kinerja otak kanan dan otak kiri dengan memanfaatkan kreatifitas, efektifitas otak dalam memetakan sebuah informasi. Rute garis yang dibuat untuk memudahkan dalam belajar karena setiap materi saling berkaitan dari materi sebelumnya, sehingga memudahkan dalam belajar. Perkembangan pendidikan memaksa perkembangan juga dalam mengetahui informasi salah satunya dengan Mind Mapping siswa perlu lebih mengandalkan otak karena perlunya mengingat informasi ketimbang mencacat. Model pembelajaran Mind Mapping memiliki berbagai karakteristik metode Mind Mapping terdapat beberapa karakteristik, 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Swadarma menyatakan bahwa terdapat tujuh karakteristik pokok dari Mind Mapping. Karakteristik tersebut meliputi: a. Kertas, menggunakan kertas putih polos berorientasi landscape. b. Warna, menggunakan spidol warna-warni dengan jumlah warna sekitar 2-7 warna, sehingga di setiap cabang berbeda warna. c. Garis, menggunakan garis lengkung yang bentuknya mengecil dari pangkal. d. Huruf, pada cabang utama yang dimulai dari central image menggunakan huruf kapital, sedangkan pada cabang menggunakan huruf kecil. Posisi antara garis dan huruf sama panjang. e. Keyword, menggunakan kata kunci yang dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan. f. Key Image, menggunakan kata bergambar yang memudahkan untuk mengingat. g. Struktur, tema besar di tempatkan di tengah kertas kemudian beri garis memencar ke segala arah untuk sub tema dan keterangan lainnya. 23 b). Cara membuat Mind Mapping Pertama siapkan kertas polos ukuran minimal A4, tentukan topik yang yang akan dibahas lalu diatur dengan kertas horisontal dan berada di tengah-tengah halaman, diusahakan dalam membuat Mind Mapping menggunakan gambar, simbol atau kode. Dengan bersinerginya otak kanan dan otak kiri mampu menerjemahkan simbol atau kode, gambar mampu menangkap dan menguasai materi pelajaran. Sebelum menggambar garis tentukan kata kunci agar garis dapat terhubung dengan topik lainya, setiap garis menunjuk satu kata. Garis-garis cabang saling berhubungan sampai pusat kata, kreatifitas 23 Swadarma, Doni. Penerapan Mind Mapping dalam Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: Elex Media Komputindo.2013. hlm 10 22

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 di tuangkan dengan membuat garis yang berfariasi agar tidak membosan. Setiap garis cabang yang terhubung dibuat semakin tipis ketika menjauh dari gambar utama untuk menandakan tingkat sebuah kata dari masing-masing garis, dan garis yang tersebar kesegala arah akan mengarah kepada satu titik pusat yaitu topik utama. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat, Penggunaan warna yang berfariasi pada setiap garis akan menegaskan arah garis. c). Langkah- langkah Mind Mapping 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 24 Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru mengemukakan konsep / permasalahan yang akan ditanggapi. Bentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang. Tiap kelompok menginventariskan / mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat dipapan tulis dan guru mencatat dipapan tulis dan mengelompokan sesuai kebutuhan guru. Peserta didik membuat peta pikiran atau diagram berdasarkan alternatif jawaban yang telah didiskusikan. Beberapa peserta didik diberi kesempatan untuk menjelaskan ide pemetaan konsep berpikirnya. Peserta didik diminta membuat kesimpulan dan guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan. 24 Ridwan Abdulah Sani,Inovasi pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara,2013 Hlm. 241 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 d). Manfaat Mind Mapping 1) Merangsang bekerjanya otak kiridan kanan secara sinergis Dengan mengamati, mencari informasi, kreatifitas untuk membuat Mind Mapping mampu merangsang bekerjanya otak. Otak kanan dan otak kiri menerjemahkan informasi yang di tangkap, Otak kana yang bersifat emosi, imajinasi, kreatifitas dan seni sedangkan otak kiri yang bersifat rasional, verbal dan numerik saling bersinergi untuk mencerna informasi. 2) Mengembangkan sebuah ide Ketika kelompok dibentuk siswa saling bertukar ide untuk mencapai ide yang disepakati oleh semua anggota kelompok, siswa diberikan sebuah materi lalu harus menentukan ide untuk menjadi ide pokok yang akan dibahas maka perlunya mengembangkan sebuah ide yang menarik agar menghasilkan sesuatu yang menarik. 3) Meningkatkan kreativitas dan aktivitas siswa Dalam pembelajaran siswa terbiasa dengan menggunakan Mind Mapping tentu akan membuat siswa akan merasa senang karena selain mengandalkan kreativitas tetapi juga keaktivan siswa sehingga senang ketika mengikuti pembelajaran. 4) Meningkatkan daya ingat Penggunaan Mind Mapping dengan mengingat materi yang di tuangkan dalam peta dengan menggunakan berbagai 24

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 gambar dan garis yang saling terhubung dengan mampu meningkatkan daya ingat siswa. 5) Informasi mudah dipahami Catatan yang dibuat mudah dipahami oleh orang lain apalagi oleh penulis, Mind Mapping harus menentukan hubungan apa pun yang terdapat antar komponen Mind Mapping tersebut. Hal tersebut menjadikan mereka lebih mudah memahami dan menyerap informasi dengan mudah. e). Kelemahan dan kelebihan Mind Mapping 25 Kelebihan : 1) Cara yang cepat 2) Teknik yang didapat untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dalam pemikiran. 3) Proses menggambarkan diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain. 4) Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis Kelemahan : 1) Hanya siswa yang aktif terlibat 2) Tidak seluruh siswa belajar 3) Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukan. 5. Pendekatan Saintifik Pembelajaran dengan dengan pembelajaran saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkontruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi 25 atau menemukan masalah), Aris Shoimin,68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. 2014,Yogyakarta : Arruzz Media hlm. 106-107 25

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan adata dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang”ditemukan”.26 Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak tergantung oleh informasi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yag diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi dan bukan hanya diberi tau. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses, mengklasifikasikan, mengukur meramalkan, seperti mengamati, menjelaskan dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses tersebut, bantuan guru diperlukan akan tetapi, bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan samakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa. 27 Pembelajaran dengan metode saintifik memiliki karakteristik sebagai berikut : 26 Daryanto, Pendekatan pembelajaran saintifik kurikulum 2013,Yogyakarta : Penerbit Gava Mendia,2014 hlm 51 27 Hosnan, Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21 : Kunci sukses implementasi kurikulum 2013.Bogor : Ghalia Indonesia,2014 hlm 35 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 1). Berpusat pada siswa. 2). Melibatkan ketrampilan proses sains dalam mengonstrusi konsep, hukum atau prinsip 3). Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya ketrampilan berfikir tigkat tinggi siswa 4). Dapat mengembangkan karakteristik siswa Langkah-langkah pendekatan ilmiah (Scientific appoach) dalam proses pembelajaran meliputi menggali informasi melalui 1) Pengamatan,2) Bertanya,3) Percobaan, 4) Mengolah data atau informasi, 5) Menganalisis, 6) Menalar ,7) Menyimpulkan, 8) Mencipta. Proses pembelajaran harus menerapkan nilai-nilai atau sifat-Sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau difat-sifat non ilmiah. 6. Pembelajaran Sejarah Menurut Prof, Dr, Hermanu Joebagio pembelajaran sejarah adalah proses internalisasi nilai-nilai peristiwa masa lalu, berupa asal-usul, silsilah, pengalaman kolektif, dan keteladanan perilaku sejarah. Pembelajaran dirancang untuk membentuk pribadi yang arif dan bijaksana, karena itu pembelajaran sejarah menuntut desain yang menghasilkan kualitas output yang meliputi pemahaman peristiwa sejarah bangsa, meneladani kearifan, dan sikap bijak perilaku sejarah. 28 Meneladani kearifan dan sikap bijak akan diperoleh melalui kegiatan pendalaman peristiwa sejarah, termasuk didalamnya proses relasi-relasi sosial budaya, sosial-ekonomi dan sosial politik antar pelaku dan kelompok masyarakat. 28 Brilian Garvey & Mary Krug, Model-model pembelajaran sejarah disekolah menengah. Yogyakarta : Penerbit Ombak,2015 hlm. ix 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Pendalaman tersebut akan mendorong peserta didik memahami perilaku saling menghormati, bersaudara, kesamaan sosial, melindungi, bersikap adil dan mendorong masyarakat untuk berpendidikan. Pembelajaran sejarah merupakan perpaduan antara aktivitas belajar dan mengajar yang di dalamnya mempelajari tentang peristiwa masa lampau yang erat kaitannya dengan masa kini. Dapat disimpulkan jika mata pelajaran sejarah merupakan bidang studi yang terkait dengan fakta-fakta dalam ilmu sejarah namun tetap memperhatikan tujuan pendidikan pada umumnya. Pembelajaran sejarah yang baik tidak terbatas pada pengetahuan faktual saja, siswa juga ditutut untuk dapat memahami perkembangan persitiwa sejarah secara imajinatif dan analitis. Mempelajari sejarah berarti mehidupkan nilai-nilai kebangsaan dan dengan menghidupkan kembali sejarah berarti membentuk karakter bangsa, pembelajaran menjadi jantung pendidikan, dan keberhasilan pembelajaran sangat menentukan kualitas pendidikan, proses pembelajaran yang dilakuakan akan menentukan apakah pesesrta didik memperoleh nilai dan makna dari rangkaian proses pendidikan yang dialami. 29 Pembelajaran sejarah yang baik akan membentuk pemahaman sejarah. Pemahaman sejarah merupakan kecenderungan berfikir yang merefleksikan nilai-nilai positif dari peristiwa sejarah dalam melihat 29 Heri Susanto,Seputar pembelajaran sejarah: pembelajaran,Banjarmasin : Aswaja Pressindo,2014 hlm 34 28 isu, gagasan dan strategi

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 memberikan respon terhadap berbagai masalah kehidupan, pemahaman sejarah memberi petunjuk kepada kita untuk melihat serangkaian peristiwa masa lalu sebagai sistem tindakan masa lalu sesuai dengn jiwa jamannya, akan tetapi memilih sekumpulan nilai edukatif terhadap kehidupan sekarang adan yang akan datang.30 7. Prestasi Prestasi belajar siswa adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Setiap proses belajar selalu menghasilkan hasil belajar, Proses belajar yang membawa perubahan tingkah laku pada siswa di sekolah dilakukan dengan sengaja dan terencana, hal ini ditunjukkan dengan adanya kurikulum yang sudah ditetapkan oleh dinas pendidikan. Prestasi yang dituntut dari siswa adalah suatu prestasi yang bersifat spesifik atau satu kategori hasil karena prestasi belajar berbeda-beda sifatnya, tergantung dari bidang yang didalamnya siswa menunjukan prestasi, misalnya dalam bidang pengtahuan atau pemahaman (bidang kognitif). 31 Masalah yang dihadapi adalah sampai di tingkat mana prestasi (hasil belajar) yang telah dicapai. Jika dalam jangka waktu tertentu seseorang telah menyelesaikan proses belajarnya, maka orang tersebut dapat dikatakan berhasil. Prestasi adalah kecakapan atau hasil konkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Prestasi belajar 30 31 ibid. hlm 36 W.S.Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta : PT Gramedia, 1984 hlm. 48 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran yang diperoleh dari tes ataupun dari nilai yang diberikan guru. Hasil dari prestasi belajar yang diperoleh dari proses perubahan tingkah laku, latihan, atau pengalaman dari interaksi dengan lingkungan. Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar atau prestasi belajar digolongkan menjadi 2 bagian yaitu faktor ekternal dan internal. Faktor internal dalam prestasi belajar : 32 a. Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan kesehatan dan pancaindera. b. Faktor psikologis adalah faktor yang berhubungan erat dengan minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan kognitif. Tidak hanya faktor dari diri siswa saja yang mempengaruhi prestasi, ada faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi prestasi belajar seorang siswa. Beberapa faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi pestasi 33: a. Faktor lingkungan keluarga, pada lingkungan keluarga faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada lingkungan keluarga antara lain hubungan yang baik antar orang tua dan anak serta pendidikan kedua orang tua. 32 Noer Rohmah, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta : Penerbit Teras, 2012, hlm 196 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung : Penerbit Remaja Rosdakarya, 1997, hlm 137-138 33 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 b. Faktor lingkungan sekolah, pada lingkungan sekolah faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di lngkungan sekolah yaitu : sarana dan prasarana, kompetensi guru. Teman-teman dikelas, serta metode belajar. c. Faktor lingkungan masyarakat, pada lingkungan masyarakat, tetangga, dan teman sepermainan. Fungsi dan kegunaan dari prestasi belajar sangatlah penting yaitu: 1. 2. 3. 4. Sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa. Sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. Bahan informasi dalam inovasi pendidikan, maksudnya sebagai pendorong bagi siswa dalam meningkatkan IPTEK dan berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Indikator intern dan ekstern dari situasi institusi pendidikan. B. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran diambil dari KD ( Kompetensi dasar ), yaitu : KD. 3. 6 Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk / jenis sumber belajar sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, keberadaan, visual, audiovisual, tradisi lisan). KD. 4.6 Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) dalam bentuk tulisan dan/atau media lain. C. Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan dapat menjadi pedoman bagi peneliti yang akan melakukan penelitian, Penelitian yang relevan dapat dikatan relevan 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 apabila penelitian sudah pernah dilakukan dengan mengahasilkan penelitian yang baik. Penelitian yang dilakukan oleh Retno Cahyaningytas mahasiswa Universitas Sanata Dharma dengan judul Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Teknik Mind Mapping Pada Siswa Kelas III B SD Jetis Bantul Tahun Pelajaran 2014/2015.34 Dari Penelitian tersebut dinyatakan bahwa prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui model Mind Mapping, kondisi awal sebelum menggunakan model Mind Mapping, jumlah rata-rata nilai siswa sebesar 75,16 dengan presentase pencapaian KKM yaitu 53%, setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 meningkat menjadi 64,70%, pada siklus 2 meningkat menjadi 87,73 dengan presentase pencapaian KKM 100%. Penelitian yang lain yaitu dilakukan oleh Jatrina mahasiswa Universitas Sanata Dharma dengan judul Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Ngaglik.35 Dari Penelitian tersebut dinyatakan bahwa prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui model Mind Mapping, kondisi awal sebelum menggunakan model Mind Mapping, jumlah rata-rata nilai siswa sebesar 74,34, meningkat 3,51% pada siklus 1 menjadi 77,85 dan Pada siklus 2 meningkat 7,45% menjadi 85,30. Dari segi 34 Retno Cahyaningtyas,Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Teknik Mind Mapping Pada kelas III B Sd Jetis Bantul Tahun Pelajaran 2014/2015, Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. 2015 35 Jatrina, Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Ngaglik,Yogyakarta,Universitas Sanata Dharma.2017 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada awal siswa yang mecapai KKM sebesar 56,2%. Pada siklus 1 meningkat menjadi 75% dan pada siklus 2 mengalami peningkatan 93,75%. Dari kedua penelitian yang sudah dilakukan dan relevan karena dari kedua penelitian tersebut menggunakan variabel yang sama yaitu sama-sama menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Peneliti dapat menyimpulkan berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan diatas bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. D. Kerangka Berpikir Banyak permasalahan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran, salah satu permasalahan tersebut disebabkan oleh guru yang belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Guru masih kurang kreatif dan inovatif dalam menggunakan model pembelajaran membuat siswa menjadi bosan di kelas sehingga berpengaruh pada prestasi belajar siswa yang rendah. Maka guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif di dalam kelas dan mampu meningkatkan prestasi siswa dalam belajar. Pemilihan metode mengajar yang tepat sangat berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran, ketepatan penggunaan metode mengajar dipengaruhi banyak faktor, di antaranya : sifat dari tujuan yang hendak dicapai, keadaan peserta didik, bahan pengajaran dan 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 situasi belajar mengajar. Menggunakan Mind Mapping merupakan cara keatif bagi siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menghasilkan ide-ide kreatif dari apa yang dibacanya lalu digambar untuk membentuk sebuah peta konsep. Model pembelajaran Mind Mapping menuntut siswa aktif dan kreatif dalam mengikuti proses pembelajaran maka materi yang disampaikan akan diterima dengan baik oleh siswa, siswa diharapkan siap dalam mengikuti pembelajaran dan bekerja sama dengan teman satu kelompok, siswa dapat menerima pendapat orang lain agar bisa mengembangkan kepribadian diri siswa, dengan menggunakan model kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan uraian kerangka berfikir diatas, maka dapat digambarkan skema kerangka berfikir sebagai berikut : Gambar I : Kerangka Berfikir Proses Pembelajaran : Prestasi Belajar Siswa Rendah Pelaksanaan tindakan pembelajaran Kooperatif tipe Mind Mapping 1. 2. 3. 4. Peningkatan prestasi belajar siswa 34 Siswa aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran Siswa siap mengikuti pelajaran Siswa bekerja sama dengan teman kelompok Siswa dapat menerima pendapat orang lain agar bisa mengembangkan kepribadian diri siswa

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 E. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir di atas maka, dirumuskan hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah Penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 10 Yogyakarta. 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan secara bersama. 36 Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam meningkatkan mutu pembelajaran dikelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar.37 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan memperbaiki proses pembelajaran sejarah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta. B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dilaksanakan di SMA Negeri 10 Yogyakarta pada kelas X IPS 2. Dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2018/2019. 36 Tukiran Tanireja,Irma Pujiati,Nyata, Penelitian Tindakan Kelas : Untuk Pengembanagan Profesi Guru Praktik, Praktis, dan Mudah, Alfabeta,2010, hlm. 15-16 37 Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, PT Bumi Aksara, 2006, hlm.60 36

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Waktu Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan selama 2 ( Dua) bulan, dari bulan September 2018 sampai dengan bulan Oktober 2018. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari mengurus suart izin penelitian, pembuatan instrumen, Observasi pada bulan September 2018. Kemudian pada bulan Oktober 2018 dilakukan pengumpulan data dari Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II. Data-data yang diperolah dari penelitian kemudian dilakukan analisis, pembahasan, setelah analisis dan pembahasan selesai peneliti mulai menyusun laporan hasil penelitian tindakan kelas. C. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta yang berjumlah 29 orang. D. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah prestasi belajar sejarah siswa dan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. E. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat, yaitu : 1. Variabel bebas (X) : Model pembelajaran Mind Mapping 2. Variabel (Y) : Prestasi belajar sejarah 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Adapun definisi operasional dari variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Belajar Belajar merupakan suatu proses interaksi antara berbagai unsur yang berkaitan. Unsur utama dalam belajar adalah individu sebagai peserta belajar, kebutuhan sebagai sumber pendorong, situasi belajar yang memberikan kemungkinan terjadinya kegiatan belajar. Dari proses belajar menghasilkan perubahan dalam bentuk tingkah laku menghasilkan aspekaspek dari kemampuan pribadi, aspek-aspek yang dihasilkan yaitu informasi ferbal, nilai/aturan tingkat tinggi, nilai, konsep kongkrit, konsep terdifinisi dan ketrampilan motorik. Banyak cara atau aktivitas belajar untuk medapatkan pengetahuan yaitu dengan mendengarkan, membaca, menulis, melihat. 2. Prestasi belajar Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran yang diperoleh dari tes ataupun dari nilai yang diberikan guru. Dalam penelitian ini prestasi belajar siswa ditunjukkan dengan hasil nilai ulangan siswa atau skor ( kognitif) yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran dalam KD. 3. 6 Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk / jenis sumber belajar sejarah ( artefak, fosil, tekstual, nontekstual, keberadaan, visual, audiovisual, tradisi lisan ). KD. 4.6 Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) dalam bentuk tulisan dan/atau media lain 3. Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif bersifat strategis karena melibatkan partipasi siswa dalam kelompok kecil untuk berinteraksi, dengan cara berkelompok dan rangkaian kegiatan belajar dilakukan oleh siswa dalam kelompok tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini aspek kooperatif ditandai dengan kerjasama, mengambil giliran, menghargai pendapat teman, penyampaian materi, memecahkan masalah, kejelasan materi yang disampaikan. 4. Model Pembelajaran Mind Mapping Mind Mapping adalah suatu teknis grafis yang memungkinkan untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan otak untuk keperluan berpikir dan belajar. Model pembelajaran Mind Mapping dalam penelitian yang dimaksud kemampuan siswa untuk memetakan peta pikiran menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-idenya dalam bentuk peta konsep atau Mind Mapping. Dengan membuat Mind Mapping dapat memberikan informasi dalam bentuk ringkasan materi kepada anggota kelompok dan kelompok lain. F. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan menggunakan model pembelajaran Kemmis dan Mc Taggart. Dalam model 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 penelitian Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari beberapa tahap yaitu Perencanaan ( Plan ), Tindakan ( act ) , Pengamatan ( Observasi ) dan Refleksi ( Reflect ). Berikut adalah gambar desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart:38 Perencanaan Refleksi Siklus ke- I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Siklus ke- II Pelaksanaan Pengamatan Peningkatan Prestasi Gambar II : Desain Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Mc Taggart 38 Suharsimi Arikunto dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Edisi Revisi), Jakarta : Bumi Aksara,2015, hlm 42 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 G. Metode Pengumpulan Data 1. Observasi Observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan alat observasi tentang kejadian atau pola yang sedang berlangsung dengan cara mengamati atau meneliti. Observasi sebagai alat pemantau kegiatan guru dan untuk memantau aktifitas siswa didalam kelas. Observasi yang dilakukan kepada guru untuk mengetahui kesiapan guru dalam mempersiapkan materi, mengkodisikan keadaan kelas dan mempersiapkan perangkat pembelajaran, sedangkan observasi siswa untuk mengetahui kesiapan siswa, keaktifan siswa, kegiatan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. 2. Tes Tes untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat pengusasaan materi pembelajaran. Tes dilakukan setelah materi selesai untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar, tes dilakukan setelah berlangsung selama 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus ke 2. 3. Wawancara Wawancara digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan yang dicapai dengan menggunakan model pembelajaran tipe Mind Mapping. Wawancara ditujukan kepada guru dan siswa X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta. 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 H. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data adalah untuk mengumpulkan data dengan alat bantu yang dipilih dan digunakan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan mudah memperoleh data. Berikut merupakan instrumen pengumpulan data : 1. Alat pengumpulan data a. Lembar Observasi Observasi dilakukan langsung di dalam kelas ketika pembelajaran sedang berlangsung, data hasil observasi dilakukan dengan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif supaya mengetahui keaktifan siswa dikelas. Alat untuk melaukan observasi menggunakan Lembar Off-task dan On-task. b. Tes Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping, alat tes untuk mengetahui hasil pembelajaran berupa pilihan ganda. c. Wawacara Wawancara digunakan untuk mengetahui seberapa banyak tingkat pemahaman dan keberhasilan siswa tentang materi yang diajarkan menggukan model pembelajaran Mind Mapping. Alat yang digunakan untuk wawancara adalah lembar pertanyaan yang berisi pertanyaan-pertanyan untuk mewawancarai narasumber yaitu guru sejarah dan siswa. 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 2. Validitas dan Realibilitas a. Validitas Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti.39 Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Uji validitas ini dilakukan di SMA Negeri 10 Yogyakarta pada kelas X dengan analisis butir adalah skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud yang dikorelasikan dengan skor total. Skor butir dipandang sebagai nilai X dan skor total dipandang sebagai nilai Y.40 Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Korelasi Pearson Product Moment, yang digunakan untuk menghitung nilai korelasi antara masing-masing skor butir jawaban dengan skor total dan butir jawaban dengan taraf signifikan 5%. Jika nilai rxy > rtabel maka item pertanyaan dinyatakan valid, tetapi rxy ≤ rtabel maka item pertanyaan dinyatakan tidak valid. Rumus yang digunakan adalah rumus Product Moment dengan rumus: 𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌) √{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑𝑋)2 }{𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑𝑌)2 } 39 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.2013 hlm 177 40 Ibid, hlm 269 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Keterangan: 𝑟𝑥𝑦 : koefisien korelasi skor butir dengan skor total ∑𝑋 : jumlah skor butir ∑𝑌 : jumlah skor total ∑𝑋𝑌 : jumlah hasil perkalian skor total dan skor butir ∑𝑋 2 : jumlah kuadrat skor butir ∑𝑌 2 : jumlah kuadrat skor total 𝑁 : banyaknya subjek b. Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrument tersebut sudah baik.41 Uji reliabilitas pada soal sejarah untuk meningkatkan prestasi siswa dilakukan dengan rumus Cronbach’s Alpha, menggunakan program SPSS. Variabel dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,70 .42 Rumus uji reliabilitas adalah sebagai berikut: 𝑟11 ∑𝑎𝑏2 𝑘 ) (1 − 2 ) =( 𝑎1 𝑘−1 Keterangan: 𝑟11 : reliabilitas instrumen k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 2 ∑𝑎𝑏 : jumlah varians butir 𝑎12 : variasi total Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus alpha cronbach. Perhitungan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS. ( Hasil Terlampir ) 41 Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta,2013 hlm 221 42 Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Cetakan ke IX. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2018 hlm 46 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 I. Hasil Uji Coba Instrumen Berikut ini merupakan hasil uji coba kompetensi atau tes yang dilakukan oleh peneliti : a. Validitas Instrumen Instrumen dinyatakan valid jika mencapai taraf signifikan 0,70 ke atas. Bila taraf signifikasi tersebut berada dibawah 0,70 naka instrumen dinyatakan gugur. Berikut ini hasil pengujian validitas yang dilakukan oleh peneliti di lapangan berkaitan dengan prestasi belajar sejarah siswa. Berdasarkan hasil pengujian soal tes dilapangan pada siklus I terdapat diketahui dari sebanyak 30 item pertanyaan, terdapat 5 item yang dinyatakan gugur (rxy ≤ rtabel), yaitu item nomor 3, 15, 18, 22, dan 26, serta terdapat 25 item yang dinyatakan valid (rxy > rtabel), sehingga instrumen prestasi belajar pada penelitian ini terdiri dari 25 item. Peneliti melakukan perhitungan isntrumen menggunakan bantuan program Microsoft Excel. ( Hasil Terlampir) b. Reliabilitas Instrumen Berdasarkan hasil uji reliabilitas, diketahui nilai Cronbach’s Alpha adalah sebesar 0,812. Hasil ini menunjukkan bahwa Cronbach’s Alpha (0,812) > 0,70, sehingga instrumen dinyatakan reliabel atau dapat digunakan sebagai alat ukur pada penelitian ini. 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 J. Analisis Data Pengumpulan data telah dilakukan lalu tindakan selanjutnya yaitu analisis data, Analisis data sangat penting untuk dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas. Perlunya pencatatan lapangan untuk dapat menganalisis suasana disekitar sekolah , kegiatan belajar mengajar dikelas, cara guru mengajar, interaksi guru dan murid di kelas, dan juga interaksi sesama murid. Untuk mendapatkan informasi yang akurat peneliti menggunakan teknik pengambilan data yang diperoleh dari Observasi, Wawancara dan Data prestasi belajar. 1. Teknik Analisis Data a. Observasi Observasi dilakukan untuk mengetahui kegiatan siswa dan guru di sekolah, peneliti mengamati di kelas untuk mengetahui permasalahan yang muncul dan juga kegiatan siswa selama dikelas. Dalam menganalisis data menggunakan deskriptif komparatif dengan prosentase. b. Wawancara Wawancara digunakan untuk mengetahui seberapa banyak tingkat pemahaman dan keberhasilan siswa tentang materi yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Dalam menganalisis data menggunakan deskriptif. 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 c. Tes Tes untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat pengusasaan materi pembelajaran. Dalam menganalisis data menggunakan deskriptif komparatif dengan prosentase. 2. Analisis Data Dalam penelitian tindakan kelas,peneliti menggunakan data yang di peroleh dari data kuantitatif dan kualitatif. a. Kuantitatif Data ini dipakai untuk mengetahui aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan siswa yang dianalisis dengan menggunakan teknik penghitungan statistik karena data penilaian berupa angka-angka. Data-data yang digunakan berupa angka akan diubah menjadi nilai dengan berdasarkan Patokan Acuan Penilaian ( PAP ) dengan skala 1100. Tabel 1: Keterangan Penilaian Acuan PAP 1 No. Kategori Skala 1 Sangat tinggi 90-100 2 Tinggi 80-89 3 Cukup 70-79 4 5 Rendah Sangat Rendah 60-69 0-59 Frekuensi Persentase Ratarata a. Data observasi Observasi mengetahui tingkat kegiatan belajar siswa data kegiatan belajar siswa dianalisis dengan menggunakan prosentase. 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Kegiatan belajar siswa merupakan salah satu bagian dalam penilaian karena melalui kegiatan belajar sejarah siswa. Aspek yang diamati berupa kegiatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar pengamatan On Task yang berisi respon baik siswa dan lembar pengamatan Off Task yang berisi respon kurang baik siswa selama KBM dan lembar pengamatan kooperatif untuk mengamati kegiatan siswa selama diskusi. Menghitung Pengamatan On Task dan Off Task : Nilai = Skore perolehan 𝑠𝑘𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 X 100 Keterangan : N = Nilai hasil pengamatan Skore Total Siswa = Jumlah siswa tiap aspek Skore maksimal = Jumlah siswa secara keseluruhan b. Data prestasi belajar Pada data presentase bealajar siswa yang dilihat dari kondisi awal sebelum terlaksananya maupun sesudah dilaksanakan siklus I dan siklus II dianalisis dengan menggunakan acuan patokan Penilaian Acuan Patokan 1 ( PAP 1 ) Rumus yang digunakan untuk menganalisis data prestasi belajar siswa, sebagai berikut : Nilai = Skore perolehan 𝑠𝑘𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 X 100 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Keterangan : N : Nilai hasil pengamatan Skore perolehan : Hasil perolehan dari aspek yang dinilai Skore maksimal : Hasil kali skor kriteria maksimal dengan jumlah aspek yang diamati. 1). Menghitung Tingkat Prestasi Belajar Siswa Untuk mengetahui prestasi siswa pada kondisi awal maupun siklus I dan siklus II. Peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan 1 ( PAP 1 ) dengan KKM 75, berikut cara untuk menentukan tingkat prestasi belajar siswa. Tabel 2 : Analisis Prestasi Belajar Sejarah Siswa No Kriteria Skala Prestasi 1 Sangat Tinggi 90-100 2 Tinggi 80-89 3 Cukup 65-79 4 Rendah Sangat Rendah 55-64 5 Frekuensi (%) Rata-rata 0-54 Jumlah 2) Menghitung Prosentase Melalui prosentase siswa peneliti dapat melihat peningkatan prestasi belajar sejarah siswa yang mencapai KKM dan yang tidak mencapai KKM. Rumus yang digunakan sebagai berikut : 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 a. Menghitung presentase jumlah siswa yang lulus Nilai = Jumlah siswa yang mencapai KKM Nilai = Jumlah siswa yang mencapai KKM jumlah siswa keseluruhan X 100 b. Menghitung presentase jumlah siswa yang tidak lulus b. jumlah siswa keseluruhan X 100 Analisi Data Kualitatif Analisis kualitatif adalah analisis data yang dilakukan secara deskriptif yaitu menjelaskan apa yang sedang diamati. Kegiatan pra penelitian dengan mengamati kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan kegiatan siswa di kelas. Tahapan yang perlu dilakukan ketika memulai kegiatan penelitian pada siklus I dan siklus II meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang berlangsung dan tergantung dari hasil penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Tabel 3 : Lembar Pengamatan kooperatif No Nama Siswa Kerjasama Mengambil giliran Menghargai pendapat teman Kejelasan materi Penyampaian materi Memecahkan masalah 1 2 3 Jml Ratarata Keterangan : Penilaian menggunakan skala nilai dengan rentang 1-5 Skor 1 = Sangat kurang Skor 2 = Kurang aktif Skor 3 = Cukup aktif Skor 4 = Aktif Skor 5 = Sangat aktif 50 Jumlah skore Nilai

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Nilai = Skor Perolehan Skore Maksimal X 100 Tabel 4 : Kriteria Rentang Nilai Pengamatan Kooperatif Peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan 1 ( PAP 1 )43. No Skala Nilai Kriteria 1 90-100 Sangat Baik 2 80-89 Baik 3 65-79 Cukup 4 5 55-64 0-54 Kurang Sangat Kurang Persentase Tabel 5 : Lembar Pengamatan Presentasi Nama Siswa No Kreatifitas Kinerja Prestasi Penyajian Kelayakan Isi Isi Nilai Jumlah Bahasa 1 2 Dst Jml Ratarata Keterangan : Penilaian menggunakan skala nilai dengan rentang 1-5 Skor 1 : Sangat kurang Skor 2 : Kurang aktif Skor 3 : Cukup aktif Skor 4 : Aktif Skor 5 : Sangat aktif Nilai = Skor Perolehan Skore Maksimal X 100 43 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2, Aksara,2012. hlm 281 51 Jakarta : PT. Bumi

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 6 : Peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan 1 ( PAP 1 ) No Skala Nilai Kriteria 1 90-100 Sangat Baik 2 80-89 Baik 3 65-79 Cukup 4 5 55-64 0-54 Kurang Sangat Kurang c. Persentase Analisis Prestasi Belajar Siswa Untuk mengetahui prestasi belajar dapat menggunakan data kualitatif dan kuantitatif , yang dapat diukur dengan melakukan perbandingan persentase hasil belajar siswa yang diperoleh dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pra siklus dapat dilihat dari nilai Ulangan Tengah Sekolah yang diberikan oleh guru, data pada siklus I didapat dari ulangan yang dilakukan peneliti setelah siklus I selesai. Dari tes siklus I dapat dibandingkan dengan pra siklus apakah ada peningkatan dalam prestasi belajar sejarah. Dalam siklus II peneliti melakukan prosedur yang sama seperti pada siklus I, Setelah siklus II selesai dilakukan maka akan dilakukan perbandingan antara pra siklus, siklus I dan siklus II dari keadaan awal sampai siklus II akan diketahui Prosentase ketuntasan prestasi belajar siswa. 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 K. Prosedur Penelitian 1. Pra siklus A. Perizinan Permohonan izin kepada pihak sekolah yaitu kepala sekolah dan guru pengampuh mata pelajaran sejarah SMA 10 Yogyakarta. Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta, DIKPORA Kota Yogyakarta. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sanata Dharma, pada 31 Agustus-24 September 2018. B. Observasi Observasi dilakukan di kelas X IPS 2 di SMA Negeri 10 Yogyakarta. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan siswa dalam mata pelajaran sejarah sebelum menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping diterapkan di kelas C. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Selama kegiatan berlangsung peneliti mempersiapkan RPP yang digunakan untuk pembelajaran. RPP menggunakan materi dan kompetensi yang diajarkan. D. Menyiapkan instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan oleh peneliti berupa lembar wawancara, lembar observasi belajar siswa, lembar prestasi dan soal tes dalam setiap siklusnya. Berikut langkah-langkah penelitian dari setiap siklusnya antara lain. 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 2. Siklus 1 A. Perencanaan Setelah observasi peneliti menyusun instrumen untuk melakukan penelitian di kelas X IPS 2. Tahap-tahap yang dilakukan oleh peneliti ketika penelitian : a). Peneliti mengidentifikasi permasalahan pembelajaran yang ada dikelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta. b). Peneliti membuat rencana pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Mind Mapping. c). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). d). Menyusun instrumen sesuai dalam siklus PTK. B. Pelaksanaan Tahap selanjutnya yaitu pelaksanaan, dalam tahap ini sesuai rencana peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. Berikut urutan pelaksanaan pembelajaran sejarah menggunakan Mind Mapping pada siklus I : a). Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan terkait mata pelajaran yang akan disampaikan. b). Guru menyajikan materi sebagai pengantar awal pembelajaran. c). Guru membentuk 4 kelompok yang terdiri dari 4-5 orang 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 d). Guru mengarahkan siswa untuk membuat peta konsep dari materi yang sudah dibagi untuk masing-masing kelompok e). Siswa mempresentasikan hasil peta konsep yang dibuat f). Kesimpulan, rangkuman yang dilakukan oleh siswa dan dibantu oleh guru C. Pengamatan Lembar observasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas yaitu lembar aktivitas siswa, lembar aktivitas guru, lembar kooperatif dan lembar pengamatan prestasi. D. Refleksi Dalam tahap refleksi untuk mengetahui hasil dari penerapan model pembelajaran yang digunakan. Perbaikan akan dilakukan pada tahap berikutnya jika hasil yang didapat belum sesuai dengan yang telah ditentukan. 3. Siklus 2 A. Perencanaan Peneliti membuat rancangan perencanaan pembelajran dengan melihat hasil refleksi pada siklus I dan menjadi rencana perbaikan. B. Pelaksanaan Dalam tahap ini peneliti masih menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping, dalam tahap ini 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 peneliti melakukan perbaikan terhadap hasil prestasi agar lebih baik dari siklus I. C. Pengamatan Dalam tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa seberapa jauh siswa mampu menangkap materi yang disampaikan dan dituangkan dalam peta konsep, peneliti juga mengamati kekompakan kelompok dalam bekerja sama membuat peta konsep D. Refleksi Setelah dilaksanakan 2 siklus peneliti merefleksikan hasil yang didapat oleh siswa dengan membandingan antara siklus I dan siklus II. Penelitian dianggap berhasil jika nilai siswa sudah mencapai target indikator keberhasilan. L. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan merupakan kriteria untuk menilai tingkat keberhasilan dari kegiatan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dalam memperbaiki keadaan kelas dan memperbaiki proses belajar di kelas. Berikut tabel indikator keberhasilan prestasi belajar siswa. Tabel 7 : Indikator Keberhasilan Prestasi Belajar Sejarah Variabel Prestasi Keadaan Awal 48 % Siklus I 60 % 56 Siklus II 80 %

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Pembelajaran Sejarah Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah terdapat dalam lembar on-task dan off-task. Berikut ini adalah hasil observasi kegiatan belajar pada keadaan awal penelitian. Tabel 8 : Pengamatan On-Task No. Butir yang diamati Total Presentase 1. 2. 3. Siswa siap mengikuti pelajaran Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran Siswa mencatat hal-hal penting Siswa mengerjakan tugas dengan baik Siswa aktif bertanya terhadap materi yang belum dipahami Siswa menyampaikan pendapat dengan baik Siswa berpakaian rapi dan sopan 29 22 10 100,00% 75,86% 34,48% 25 23 5 86,21% 79,31% 17,24% 6 20,69% 27 93,10% 4. 5. 6. 7. 8. Tabel 9 : Pengamatan Off-Task No. Butir yang diamati Total Presentase 1. 2. 3. Siswa bermain HP Siswa keluar masuk tanpa izin guru Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru Siswa sibuk berbicara dengan teman Siswa tidak mencatat hal-hal penting Siswa pasif bertanya Siswa tidak berpakaian rapi dan sopan Siswa tidak mengerjakan tugas dengan baik 4 3 6 13,79% 10,34% 20,69% 5 4 24 2 6 17,24% 13,79% 82,76% 6,90% 20,69% 4. 5. 6. 7. 8. 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Berdasarkan tabel 7, dapat dilihat bahwa keadaan awal penelitian pada pengamatan on-task menunjukkan bahwa terdapat 29 siswa (100,00%) yang siap mengikuti pelajaran; 22 siswa (75,86%) yang memperhatikan penjelasan dari guru; 10 siswa (34,48%) yang menanggapi pembahasan pembelajaran; 25 siswa (86,21%) yang mencatat hal-hal penting; 23 siswa (79,31%) yang mengerjakan tugas dengan baik; 5 siswa (17,24%) yang aktif bertanya terhadap materi yang belum dipahami; 6 siswa (20,69%) yang menyampaikan pendapat dengan baik; serta 27 siswa (93,10%) yang berpakaian rapi dan sopan. Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa keadaan awal penelitian pada pengamatan off-task menunjukkan bahwa terdapat 4 siswa (13,79%) yang bermain HP; 3 siswa (10,34%) yang keluar masuk tanpa izin guru; 6 siswa (20,69%) yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru; 5 siswa (17,24%) yang sibuk berbicara dengan teman; 4 siswa (13,79%) yang tidak mencatat hal-hal penting; 24 siswa (82,76%) yang pasif bertanya; 2 siswa (6,90%) yang tidak berpakaian rapi dan sopan; serta 6 siswa (20,69%) yang tidak mengerjakan tugas dengan baik. 2. Kondisi Awal Prestasi Belajar Sejarah (Pra Siklus) Kondisi awal prestasi belajar Sejarah siswa adalah berdasarkan hasil ujian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Sejarah. Nilai ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar sejarah siswa sebelum diberikan tindakan berupa model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. Selanjutnya nilai digunakan untuk menentukan ketuntasan 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 belajar Sejarah berdasarkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Berikut ini adalah data pra siklus dan ketuntasan prestasi belajar Sejarah pada siswa. Tabel 10 : Data Pra Siklus Prestasi Belajar Sejarah No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Siswa AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Terendah Tertinggi Rata-rata Siswa Tuntas KKM Siswa Tidak Tuntas KKM Nilai Pra Siklus 68 57 75 76 76 58 75 52 65 78 68 66 76 66 73 77 75 66 77 58 75 75 77 76 70 76 74 65 54 2024 52 78 69,79 14 15 59 Ketuntasan tidak tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas tidak tuntas tidak tuntas 48,28% 51,72%

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Berdasarkan tabel 10, dapat diketahui bahwa dari sebanyak 29 siswa yang menjadi sampel penelitian, terdapat 14 siswa (48,28%) yang sudah tuntas KKM, dan 15 siswa (51,72%) yang tidak tuntas KKM. Hasil ini belum memenuhi target ketuntasan belajar yaitu 80% siswa tuntas KKM, sehingga diperlukan pemberian tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar Sejarah pada siswa untuk memenuhi target ketutasan belajar. Nilai terendah adalah sebesar 52, nilai tertinggi sebesar 78, dan nilai rata-rata sebesar 69,79. Berikut ini adalah distribusi frekuensi keadaan awal prestasi belajar Sejarah pada siswa. Tabel 11 : Distribusi Frekuensi Pra Siklus Prestasi Belajar Sejarah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 70 s/d 79 60 s/d 69 0 s/d 59 Total Frekuensi 0 0 17 7 5 29 Persentase 0,00% 0,00% 58,62% 24,14% 17,24% 100,0% Berdasarkan tabel 11, dapat dilihat bahwa terdapat 17 siswa (58,62%) dengan prestasi belajar Sejarah dalam kategori sedang; 7 siswa (24,14%) dalam kategori rendah; dan 5 siswa (17,24%) dalam kategori sangat rendah; sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat tinggi dan tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa prestasi pra siklus belajar Sejarah pada siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta adalah dalam kategori sedang. Berikut ini adalah grafik distribusi frekuensi keadaan awal prestasi belajar Sejarah pada siswa. 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 100% 80% 58.62% 60% 40% 24.14% 17.24% 20% 0.00% 0.00% sangat tinggi tinggi 0% sedang rendah sangat rendah Gambar III : Grafik Distribusi Frekuensi Pra Siklus Prestasi Belajar Sejarah 3. Siklus I Pemberian tindakan pada siklus I adalah sebanyak 2 pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 3 September 2018 dengan materi Sumber sejarah berdasarkan bentuknya. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 10 November 2018 dengan materi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifat dan fakta sumber sejarah serta pelaksanaan tes Siklus I. a. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan pada siklus I adalah dengan melaksanakan diskusi dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah untuk membahas materi pembelajaran. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri dari lembar Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, lembar observasi, serta lembar penilaian. 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 b. Pelaksanaan Tindakan Berikut ini adalah pelaksanaan tindakan pada siklus I yang terdiri dari dua pertemuan. 1) Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2018 dengan materi Sumber sejarah berdasarkan bentuknya. a) Kegiatan Awal Pada awal kegiatan pembelajaran peneliti sebagai pengajar melakukan persiapan dengan menyiapkan peserta didik secara pembelajaran, psikis-fisik memberikan untuk mengikuti motivasi kepada proses siswa, menyampaikan topik dan tujuan yang akan dicapai, peneliti menerangkan sepintas materi yang akan dibahas, serta membagi kelas menjadi 4 kelompok. b) Kegiatan Inti Pada tahap ini, peneliti menayangkan video mengenai sumber belajar sejarah. Siswa memperhatikan video yang ditampilkan, setelah pemutaran video selesai peneliti menjelaskan materi kepada siswa dan menyuruh siswa untuk membaca buku yang relevan mengenai sumber sejarah. Siswa mengidentifikasi materi sumber 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 sejarah untuk dibuat peta konsep dengan materi sebagai berikut: Kelompok I bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber tetulis, Kelompok II bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber benda, Kelompok III bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber visual atau audiovisual, Kelompok IV bertugas materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber tradisi lisan. Siswa berdiskusi dan memecahkan masalah dengan kelompok yang sudah dibagi, peneliti menayangkan kembali video jenis-jenis sumber sejarah, siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis video tersebut dan mengaitkannya dengan peta konsep. Siswa menuliskan hasil yang didapat dengan melakukan pencermatan data, siswa (secara perwakilan dari sub-sub materi) diminta mempresentasikan/ menjelaskan pada siswa, siswa yang lain yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan. c) Kegiatan Penutup Pelaksanaan tindakan pertemuan pertama ditutup dengan kegiatan menyimpulkan materi yang telah disampaikan peneliti bersama siswa, Sebagai refleksi 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 peneliti memberikan dari pelaksanaan pembelajaran, nilai apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik sumber sejarah. Siswa diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini. Menginformasikan materi pertemuan yang akan datang: kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan sifatnya. Kegiatan diakhiri dengan doa dan salam 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2018 dengan materi materi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifat dan fakta sejarah. a) Kegiatan Awal Pada awal kegiatan pembelajaran peneliti sebagai pengajar melakukan persiapan dengan menyiapkan peserta didik secara pembelajaran, psikis-fisik memberikan untuk mengikuti motivasi kepada proses siswa, menyampaikan topik dan tujuan yang akan dicapai, peneliti menerangkan sepintas materi yang akan dibahas, serta membagi kelas menjadi 4 kelompok. 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 b) Kegiatan Inti Pada tahap ini, peneliti menayangkan video mengenai sumber belajar sejarah. Siswa memperhatikan video yang ditampilkan, setelah pemutaran video selesai peneliti menjelaskan materi kepada siswa dan menyuruh siswa untuk membaca buku yang relevan mengenai sumber sejarah. Siswa mengidentifikasi materi kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan sifatnya dan fakta sejarah untuk dibuat peta konsep dengan kelompok yang masih sama dengan pertemuan sebelumnya,materi sebagai berikut: Kelompok 1 membahas tentang sumber primer, sumber sekunder, sumber tersier, Kelompok 2 membahas tentang sifat fakta sejarah, Kelompok 3 membahas tentang artefak, Kelompok 4 membahas tentang fosil. Siswa berdiskusi dan memecahkan masalah dengan kelompok yang sudah dibagi, peneliti menayangkan kembali video jenis-jenis sumber sejarah, siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis video tersebut dan mengaitkannya dengan peta konsep. Siswa menuliskan hasil yang didapat dengan melakukan pencermatan data, siswa (secara perwakilan dari sub-sub materi) diminta mempresentasikan/ menjelaskan pada 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 siswa, siswa yang lain yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan. c) Kegiatan Penutup Pelaksanaan tindakan pertemuan kedua ditutup dengan kegiatan menyimpulkan materi yang telah disampaikan peneliti bersama siswa, Sebagai refleksi peneliti memberikan dari pelaksanaan pembelajaran, nilai apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik sumber sejarah. Siswa diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini, sekaligus melakukan tindakan dari siklus 1 dengan melakukan tes pada siswa. c. Observasi 1) Observasi Kegiatan Belajar Siswa Siklus I Observasi kegiatan belajar siswa siklus I dilakukan menggunakan lembar pengamatan kooperatif dan presentasi siswa, dengan tujuan untuk mengetahui antusiasme dan peran siswa pada proses pembelajaran. Berikut ini adalah hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus I. 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Total Kejelasan peta konsep Penyampaian materi AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Kejelasan materi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Menghargai pendapat teman Nama Siswa Mengambil giliran No Kerjasama Tabel 12 : Hasil Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus I 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 18 16 19 19 20 17 20 18 18 18 20 19 18 18 18 17 18 18 19 16 18 17 17 19 17 16 19 18 18 Jumlah 87 87 86 85 86 92 523 Rata-rata 3,00 3,00 2,97 2,93 2,97 3,17 18,03 67 Nilai 60,00 53,33 63,33 63,33 66,67 56,67 66,67 60,00 60,00 60,00 66,67 63,33 60,00 60,00 60,00 56,67 60,00 60,00 63,33 53,33 60,00 56,67 56,67 63,33 56,67 53,33 63,33 60,00 60,00 1743,3 3 60,11

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Berdasarkan tabel 12, dapat diketahui bahwa hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus I yang terdiri dari 6 aspek penelitian menunjukkan pada aspek kerjasama memiliki skor rata-rata 3,00; aspek mengambil giliran memiliki skor rata-rata 3,00; aspek menghargai pendapat teman memiliki skor rata-rata 2,97; aspek kejelasan materi memiliki skor ratarata 2,93; aspek penyampaian materi memiliki skor rata-rata 2,97; dan aspek kejelasan peta konsep memiliki skor rata-rata 3,17. Hasil ini menunjukkan bahwa aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek kejelasan peta konsep sebesar 3,17, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek kejelasan materi sebesar 2,93. Berikut ini adalah tabel kriteria pengamatan kooperatif siswa siklus I. Tabel 13 : Kriteria Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus I Kategori sangat baik Baik Cukup Kurang sangat kurang Total Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 65 s/d 79 55 s/d 64 0 s/d 54 Frekuensi 0 0 3 23 3 29 Persentase 0,00% 0,00% 10,34% 79,31% 10,34% 100,0% Berdasarkan tabel 12, dapat dilihat bahwa terdapat 3 siswa (10,34%) yang memiliki antusiasme dan peran siswa pada proses pembelajaran dalam kategori cukup; 23 siswa (79,31%) dalam kategori kurang; dan 3 siswa (10,34%) dalam 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 kategori sangat kurang; sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat baik dan baik. Hasil ini menunjukkan bahwa antusiasme dan peran siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus I adalah dalam kategori kurang. Berikut ini adalah grafik hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus I. 100% 79.31% 80% 60% 40% 20% 10.34% 0.00% 0.00% Sangat Baik Baik 10.34% 0% Cukup Kurang Sangat Kurang Gambar IV : Grafik Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus I Peneliti selanjutnya melakukan pengamatan terhadap aktivtias presentasi pembelajaran siswa pada siklus I menggunakan lembar pengamatan presentasi. Berikut ini adalah lembar pengamatan presentasi siswa pada siklus I. 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Rata-rata 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 93 3,21 4 4 2 3 3 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 2 91 3,14 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 92 3,17 70 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 86 2,97 Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Bahasa Nama Siswa Kelayakan Isi No Penyajian Isi : Kriteria Pengamatan Presentasi Mind Mapping Siswa Siklus I Kreatifitas Tabel 14 13 12 11 13 12 14 11 11 13 13 12 13 13 13 13 11 11 11 13 13 13 14 12 12 14 13 13 13 12 362 12,48 Nilai 65 60 55 65 60 70 55 55 65 65 60 65 65 65 65 55 55 55 65 65 65 70 60 60 70 65 65 65 60 1810 62,41

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Berdasarkan tabel 14, dapat diketahui bahwa hasil pengamatan presentasi siswa pada siklus I yang terdiri dari 4 aspek penelitian menunjukkan pada aspek kreatifitas memiliki skor rata-rata 3,21; aspek penyajian isi memiliki skor rata-rata 3,14; aspek kelayakan isi memiliki skor rata-rata 3,17; dan aspek bahasa memiliki skor rata-rata 2,97. Hasil ini menunjukkan bahwa aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek kreatifitas sebesar 3,21, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek bahasa sebesar 2,97. Berikut ini adalah tabel kriteria pengamatan presentasi siswa pada siklus I. Tabel 15 : Kriteria Pengamatan Presentasi Mind Mapping Siswa Siklus I Kategori Skala Sangat Aktif 90 s/d 100 Aktif 80 s/d 89 Cukup Aktif 65 s/d 79 Kurang Aktif 55 s/d 64 Sangat Kurang 0 s/d 54 Aktif Total Frekuensi 0 0 17 12 0 29 Persentase 0,00% 0,00% 58,62% 41,38% 0,00% 100,0% Berdasarkan tabel 15, dapat dilihat bahwa terdapat 17 siswa (58,62%) yang memiliki presentasi keaktifan pada siklus I dalam kategori cukup aktif dan 12 siswa (41,38%) dalam kategori kurang aktif, sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat aktif, aktif dan sangat kurang aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa presentasi keaktifan siswa 71

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus I adalah dalam kategori cukup aktif. Berikut ini adalah grafik presentasi keaktifan siswa pada siklus I 100% 80% 58.62% 60% 41.38% 40% 20% 0.00% 0.00% sangat aktif aktif 0.00% 0% Gambar V cukup aktif kurang aktif sangat kurang aktif : Grafik Presentasi Keaktifan Siswa Siklus I 2) Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I Peneliti melaksanakan pengujian prestasi belajar sejarah siswa siklus I pada tanggal 10 September 2018 untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diberikan tindakan penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua pertemuan pada siklus I. Hasil pengujian siklus I digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar Sejarah berdasarkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Berikut ini adalah data hasil pengujian siklus I dan ketuntasan prestasi belajar Sejarah pada siswa. 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Tabel 16 : Data Prestasi Belajar Sejarah Siklus I No. Siswa Nilai Pra Siklus Ketuntasan 76 64 80 80 76 68 76 56 72 80 76 64 84 68 76 80 76 68 80 64 80 84 76 80 76 80 76 72 64 2152 56 84 74,21 19 10 Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas tidak tuntas 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Terendah Tertinggi Rata-rata Siswa Tuntas KKM Siswa Tidak Tuntas KKM 73 65,52% 34,48%

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Berdasarkan tabel 16, dapat diketahui bahwa nilai terendah pada pengujian siklus I adalah sebesar 52, nilai tertingi sebesar 78, dan nilai rata-rata sebesar 69,79. Dari sebanyak 29 siswa yang menjadi sampel penelitian pada pengujian siklus I, terdapat 19 siswa (65,52%) yang sudah tuntas KKM, dan 10 siswa (34,48%) yang tidak tuntas KKM. Hasil ini belum memenuhi target penelitian yakni sebesar 80% siswa sudah tuntas KKM, sehingga perlu dilakukan pemberian tindakan pada siklus II. Berikut ini adalah distribusi frekuensi prestasi belajar Sejarah siswa pada siklus I. Tabel 17 : Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus I Kategori sangat tinggi tinggi sedang rendah sangat rendah Total Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 70 s/d 79 60 s/d 69 0 s/d 59 Frekuensi 0 10 11 7 1 29 Persentase 0,00% 34,48% 37,93% 24,14% 3,45% 100,0% Berdasarkan tabel 17, dapat dilihat bahwa terdapat 10 siswa (34,48%) dengan prestasi belajar Sejarah dalam kategori tinggi; 11 siswa (37,93%) dalam kategori sedang; 7 siswa (24,14%) dalam kategori rendah; dan 1 siswa (3,45%) dalam kategori sangat rendah; sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa prestasi belajar Sejarah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Yogyakarta pada pengujian siklus I adalah dalam kategori sedang. Berikut ini adalah grafik distribusi frekuensi prestasi belajar Sejarah siswa pada pengujian siklus I. 100% 80% 60% 37.93% 34.48% 40% 24.14% 20% 3.45% 0.00% 0% sangat tinggi tinggi sedang rendah sangat rendah Gambar VI : Grafik Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siklus I d. Refleksi Siklus I Berdasarkan keseluruhan tindakan pada siklus I meliputi perencanaan, pelaksanaan dan observasi yang dilakukan selama tindakan siklus I maka dilakukan refleksi. Hasil pengamatan kooperatif siswa siklus I terdapat aspek dengan skor rata-rata tertinggi adalah pada aspek kejelasan peta konsep sebesar 3,17, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek kejelasan materi sebesar 2,93. Kriteria pengamatan kooperatif siswa siklus I menunjukkan bahwa antusiasme dan peran siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus I adalah dalam kategori kurang sebesar 79,31%. Hasil pengamatan presentasi siswa siklus I terdapat aspek dengan skor rata-rata tertinggi adalah pada aspek kreatifitas sebesar 3,21, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 bahasa sebesar 2,97. Kriteria pengamatan presentasi siswa siklus I menunjukkan bahwa presentasi keaktifan siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus I adalah dalam kategori cukup aktif sebesar 58,62%. Hasil pengujian prestasi belajar sejarah siswa siklus I menunjukkan bahwa skor rata-rata adalah sebesar 69,78, dengan ketuntasan KKM sebesar 65,52%. Hasil ini belum memenuhi target penelitian yakni sebesar 80% siswa sudah tuntas KKM, sehingga perlu dilakukan pemberian tindakan pada siklus II. Prestasi belajar Sejarah pada siklus I menunjukkan bahwa prestasi belajar Sejarah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada pengujian siklus I adalah dalam kategori sedang sebesar 37,93%. Adapun permasalahan-permasalahan dala siklus I yang perlu diperhatikan dan perlu dicari penyelesaian adalah sebagai berikut: a) Siswa terlihat kurang nyaman dalam mengikuti tindakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping, dimana tidak terdapat siswa dengan kemampuan presentasi Mind Mapping kategori aktif dan sangat aktif, ditunjukkan dengan adanya siswa yang masih berbicara dengan sesama siswa dan ada juga yang bermain dengan alat tulis. b) Peneliti perlu memberikan pancingan kepada beberapa siswa agar siswa aktif dan antusias dalam mengikuti tindakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 c) Peneliti perlu lebih tegas sehingga siswa mau mematuhi aturan dalam pemberian tindakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. 4. Siklus II Pemberian tindakan pada siklus II adalah sebanyak 2 pertemuan dengan materi yang sama seperti pada siklus I. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2018 dengan materi sumber sejarah berdasarkan bentuknya. Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2018 dengan materi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan bentuknya dan fakta sejarah serta pelaksanaan tes Siklus II. a. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan pada siklus II adalah dengan melaksanakan diskusi dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah untuk membahas materi pembelajaran pada siklus II serta melakukan perbaikan dari hasil siklus I. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri dari lembar Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, lembar observasi, serta lembar penilaian. Dari refleksi siklus I Peneliti perlu memperbaiki proses pembelajaran di sikulus II, sebagai Berikut : 1. Dalam pembagian kelompok peneliti harus lebih Komunikatif dengan siswa agar tercipta susasana yang kondusif 2. Saat membuat peta konsep lebih diperhatikan karena banyak siswa yang bermain dengan alat tulis dan menggambar gambar yang tidak perlu. 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 b. Pelaksanaan Tindakan Berikut ini adalah pelaksanaan tindakan pada siklus II yang terdiri dari dua pertemuan. 1) Pertemuan ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2018 dengan materi sumber sejarah berdasarkan bentuknya, dengan memperbaiki kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I dan dengan melihat hasil refleksi pada siklus I. Pada siklus II peneliti masih menggunakan materi yang sama yaitu suber sejarah dengan menggunakan model Kooperatif tipe Mind Mapping. a) Kegiatan Awal Pada awal kegiatan pembelajaran peneliti menyampaikan pada siswa tentang materi yang akan dibahas pada minngu ini sama seperti mingggu sebelumnya. Pengajar melakukan persiapan dengan menyiapkan peserta didik secara psikis-fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, memberikan motivasi kepada siswa, menyampaikan topik dan tujuan yang akan dicapai, peneliti menerangkan sepintas materi yang akan dibahas, serta membagi kelas menjadi 4 kelompok. b) Kegiatan Inti Pada tahap ini, peneliti menayangkan video mengenai sumber belajar sejarah. Siswa memperhatikan video yang 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 ditampilkan, setelah pemutaran video selesai peneliti menjelaskan materi kepada siswa dan menyuruh siswa untuk membaca buku yang relevan mengenai sumber sejarah. Siswa mengidentifikasi materi sumber sejarah untuk dibuat peta konsep dengan kelompok dan materi yang sama seperti siklus I, sebagai berikut: Kelompok I bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber tetulis, Kelompok II bertugas mendiskusikan kekurangan sumber materi tentang benda, Kelompok kelebihan dan III bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber visual atau audiovisual, Kelompok IV bertugas materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber tradisi lisan. Siswa berdiskusi dan memecahkan masalah dengan kelompok yang sudah dibagi, peneliti menayangkan kembali video jenis-jenis sumber sejarah, Siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis video tersebut dan mengaitkannya dengan peta konsep. Siswa menuliskan hasil yang didapat dengan melakukan pencermatan data, siswa (secara perwakilan dari sub-sub materi) diminta mempresentasikan/ menjelaskan pada siswa, siswa yang lain yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan. 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 c) Kegiatan Penutup Pelaksanaan tindakan pertemuan ketiga ditutup dengan kegiatan menyimpulkan materi yang telah disampaikan peneliti bersama siswa, Sebagai refleksi peneliti memberikan dari pelaksanaan pembelajaran, nilai apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik sumber sejarah. Siswa diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini. Menginformasikan materi pertemuan yang akan datang: kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan sifatnya.Kegiatan diakhiri dengan doa dan salam. 2) Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2018 dengan materi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifatnya dan fakta sejarah. a) Kegiatan Awal Peneliti melakukan persiapan dengan menyiapkan peserta didik secara psikis-fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, memberikan motivasi kepada siswa, menyampaikan topik dan tujuan yang akan dicapai, peneliti menerangkan sepintas materi yang akan dibahas, serta membagi kelas menjadi 4 kelompok. 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 b) Kegiatan Inti Pada tahap ini, peneliti menayangkan video mengenai sumber belajar sejarah. Siswa memperhatikan video yang ditampilkan, setelah pemutaran video selesai peneliti menjelaskan materi kepada siswa dan menyuruh siswa untuk membaca buku yang relevan mengenai sumber sejarah. Siswa mengidentifikasi materi kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan sifatnya dan fakta sejarah untuk dibuat peta konsep dengan kelompok yang masih sama dengan pertemuan ke II pada siklus I, materi sebagai berikut: Kelompok 1 membahas tentang sumber primer, sumber sekunder, sumber tersier, Kelompok 2 membahas tentang sifat fakta sejarah, Kelompok 3 membahas tentang artefak, Kelompok 4 membahas tentang fosil. Siswa berdiskusi dan memecahkan masalah dengan kelompok yang sudah dibagi, peneliti menayangkan kembali video jenis-jenis sumber sejarah, Siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis video tersebut dan mengaitkannya dengan peta konsep. Siswa menuliskan hasil yang didapat dengan melakukan pencermatan data, siswa (secara perwakilan dari sub-sub materi) diminta mempresentasikan/ menjelaskan pada siswa, siswa yang lain yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 c) Kegiatan Penutup Pelaksanaan tindakan pertemuan keempat ditutup dengan kegiatan menyimpulkan materi yang telah disampaikan peneliti bersama siswa, Sebagai refleksi peneliti memberikan dari pelaksanaan pembelajaran, nilai apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik sumber sejarah. Siswa diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini, sekaligus melakukan tindakan dari siklus 1 dengan melakukan tes pada siswa. c. Observasi 1) Observasi Kegiatan Belajar Siswa Siklus II Observasi kegiatan belajar siswa siklus II dilakukan menggunakan lembar pengamatan kooperatif dan presentasi siswa, dengan tujuan untuk mengetahui antusiasme dan peran siswa pada proses pembelajaran. Berikut ini adalah hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus II. 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 4 4 4 5 4 5 4 3 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 3 4 3 3 116 4,00 4 4 4 3 4 5 3 4 3 4 3 4 5 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 106 3,66 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 5 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 105 3,62 22 4 21 3 25 4 25 5 24 4 25 3 20 3 20 3 22 4 20 3 23 4 20 3 25 4 21 4 21 4 26 5 24 4 21 4 23 4 19 3 23 4 21 3 23 4 23 4 22 4 20 3 23 4 20 3 21 3 107 643 3,69 22,17 4 4 5 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 106 3,66 83 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 103 3,55 Total Kejelasan peta konsep AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Rata-rata Penyampaian materi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Nama Siswa Mengambil giliran Menghargai pendapat teman Kejelasan materi No : Hasil Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus II Kerjasama Tabel 18 Nilai 73,33 70,00 83,33 83,33 80,00 83,33 66,67 66,67 73,33 66,67 76,67 66,67 83,33 70,00 70,00 86,67 80,00 70,00 76,67 63,33 76,67 70,00 76,67 76,67 73,33 66,67 76,67 66,67 70,00 2143,33 73,91

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Berdasarkan tabel 18, dapat diketahui bahwa hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus II yang terdiri dari 6 aspek penelitian menunjukkan pada aspek kerjasama memiliki skor rata-rata 4,00; aspek mengambil giliran memiliki skor rata-rata 3,66; aspek menghargai pendapat teman memiliki skor rata-rata 3,66; aspek kejelasan materi memiliki skor rata-rata 3,55; aspek penyampaian materi memiliki skor rata-rata 3,62; dan aspek kejelasan peta konsep memiliki skor rata-rata 3,69. Hasil ini menunjukkan bahwa aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek kerjasama sebesar 4,00, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek kejelasan materi sebesar 3,55. Berikut ini adalah tabel kriteria pengamatan kooperatif siswa siklus II. Tabel 19 : Kriteria Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus II Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 65 s/d 79 55 s/d 64 0 s/d 54 Frekuensi 0 7 21 1 0 29 Total Berdasarkan Persentase 0,00% 24,14% 72,41% 3,45% 0,00% 100,0% tabel 19, dapat dilihat bahwa terdapat 7 siswa (24,14%) yang memiliki antusiasme dan peran siswa pada proses pembelajaran dalam kategori baik; 21 siswa (72,41%) dalam kategori cukup; dan 1 siswa (3,45%) dalam kategori kurang; sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat baik dan sangat kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa antusiasme dan peran siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus II adalah 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 dalam kategori cukup. Berikut ini adalah grafik hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus II. Gambar VII : Grafik Pengamatan Kooperatif Siswa Siklus II 100% 80% 72.41% 60% 40% 24.14% 20% 3.45% 0.00% 0.00% 0% Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Peneliti selanjutnya melakukan pengamatan terhadap aktivtias presentasi pembelajaran siswa pada siklus II menggunakan lembar pengamatan presentasi. Berikut ini adalah lembar pengamatan presentasi siswa pada siklus II. 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Rata-rata 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 5 4 3 4 5 5 4 5 4 3 3 4 4 3 113 3,90 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 3 5 5 4 4 3 5 4 3 5 5 5 3 5 127 4,38 86 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 5 3 4 4 4 106 3,66 Total 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 3 4 4 3 4 4 3 112 3,86 Bahasa Kelayakan Isi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Nama Siswa Penyajian Isi No Kreatifitas Tabel 20 : Kriteria Pengamatan Presentasi Mind Mapping Siswa Siklus II. 17 17 15 17 17 16 17 15 16 16 17 15 15 15 15 14 16 14 16 17 16 17 15 15 17 14 17 15 15 458 15,79 Nilai 85 85 75 85 85 80 85 75 80 80 85 75 75 75 75 70 80 70 80 85 80 85 75 75 85 70 85 75 75 2290 78,97

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Berdasarkan tabel 20, dapat diketahui bahwa hasil pengamatan presentasi Mind Mapping siswa pada siklus II yang terdiri dari 4 aspek penelitian menunjukkan pada aspek kreatifitas memiliki skor rata-rata 3,90; aspek penyajian isi memiliki skor rata-rata 3,86; aspek kelayakan isi memiliki skor rata-rata 4,38; dan aspek bahasa memiliki skor rata-rata 3,66. Hasil ini menunjukkan bahwa aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek penyajian isi sebesar 4,38, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek bahasa sebesar 3,66. Berikut ini adalah tabel kriteria pengamatan presentasi siswa pada siklus II. Tabel 21 : Kriteria Pengamatan Presentasi Mind Mapping Siswa Siklus II Kategori Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Sangat Kurang Aktif Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 65 s/d 79 55 s/d 64 0 s/d 54 Frekuensi 0 16 13 0 Total 0 29 Persentase 0,00% 55,17% 44,83% 0,00% 0,00% 100,0% Berdasarkan tabel 20, dapat dilihat bahwa terdapat 16 siswa (55,17%) yang memiliki presentasi keaktifan pada siklus II dalam kategori aktif dan 13 siswa (44,83%) dalam kategori cukup aktif, sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat aktif, kurang aktif dan sangat kurang aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa presentasi keaktifan siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus II adalah dalam kategori aktif. Berikut ini adalah grafik presentasi keaktifan siswa pada siklus II. 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 100% 80% 55.17% 60% 44.83% 40% 20% 0.00% 0.00% 0.00% 0% sangat aktif aktif cukup aktif kurang aktif sangat kurang aktif Gambar VIII : Grafik Presentasi Keaktifan Siswa Siklus II 2) Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus II Peneliti melaksanakan pengujian prestasi belajar sejarah siswa siklus II pada tanggal 24 September 2018 untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa setelah diberikan tindakan penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua pertemuan pada siklus II. Hasil pengujian siklus II digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar Sejarah berdasarkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Berikut ini adalah data hasil pengujian siklus II dan ketuntasan prestasi belajar Sejarah pada siswa. 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tabel 22 No. : Data Prestasi Belajar Sejarah Siklus II Siswa Nilai Pra Siklus Ketuntasan 84 72 84 88 80 80 80 72 80 84 84 72 92 80 84 84 84 76 92 72 84 88 80 84 88 88 92 84 72 2384 72 92 82,21 24 5 Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas tidak tuntas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Terendah Tertinggi Rata-rata Siswa Tuntas KKM Siswa Tidak Tuntas KKM 89 82,76% 17,24%

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Berdasarkan tabel 22, dapat diketahui bahwa nilai terendah pada pengujian siklus II adalah sebesar 72, nilai tertingi sebesar 92, dan nilai rata-rata sebesar 82,21. Dari sebanyak 29 siswa yang menjadi sampel penelitian pada pengujian siklus I, terdapat 24 siswa (82,76%) yang sudah tuntas KKM, dan 5 siswa (17,24%) yang tidak tuntas KKM. Hasil ini sudah memenuhi target penelitian yakni sebesar 80% siswa sudah tuntas KKM, sehingga pemberian tindakan dihentikan pada siklus II. Berikut ini adalah distribusi frekuensi prestasi belajar Sejarah siswa pada siklus II. Tabel 23 : Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siswa pada Siklus II Kategori sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah sangat rendah Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 70 s/d 79 60 s/d 69 0 s/d 59 Frekuensi 3 20 6 0 0 29 Total Persentase 10,34% 68,97% 20,69% 0,00% 0,00% 100,0% Berdasarkan tabel 23, dapat dilihat bahwa terdapat 3 siswa (10,34%) dengan prestasi belajar Sejarah dalam kategori sangat tinggi; 20 siswa (68,97%) dalam kategori tinggi; dan 6 siswa (20,69%) dalam kategori sedang; sehingga tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori rendah dan sangat rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa prestasi belajar Sejarah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada pengujian siklus II adalah dalam kategori tinggi. Berikut ini adalah grafik distribusi frekuensi prestasi belajar Sejarah siswa pada pengujian siklus II. 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 100% 80% 68.97% 60% 40% 20.69% 20% 10.34% 0.00% 0.00% rendah sangat rendah 0% sangat tinggi tinggi sedang Gambar IX : Grafik Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Sejarah Siklus II d. Refleksi Siklus II Berdasarkan keseluruhan tindakan pada siklus II meliputi perencanaan, pelaksanaan dan observasi yang dilakukan selama tindakan siklus II maka dilakukan refleksi. Hasil pengamatan kooperatif siswa siklus II terdapat aspek dengan skor rata-rata tertinggi adalah pada aspek kerjasama sebesar 4,00, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek kejelasan materi sebesar 3,55. Kriteria pengamatan kooperatif siswa siklus II menunjukkan bahwa antusiasme dan peran siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus I adalah dalam kategori cukup sebesar 72,41%. Hasil pengamatan presentasi siswa siklus II terdapat aspek dengan skor rata-rata tertinggi adalah pada aspek penyajian isi sebesar 4,38, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek penyajian isi sebesar 4,38. Kriteria pengamatan presentasi siswa siklus II menunjukkan bahwa presentasi keaktifan siswa kelas X IPS 2 SMA 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Negeri 10 Yogyakarta pada proses pembelajaran siklus II adalah dalam kategori aktif sebesar 55,17%. Hasil pengujian prestasi belajar sejarah siswa siklus I menunjukkan bahwa skor rata-rata adalah sebesar 82,21, dengan ketuntasan KKM sebesar 82,76%. Hasil ini sudah memenuhi indikator penelitian yakni sebesar 80% siswa sudah tuntas KKM, sehingga pemberian tindakan dihentikan pada siklus II. Prestasi belajar Sejarah pada siklus II menunjukkan bahwa prestasi belajar Sejarah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta pada pengujian siklus II adalah dalam kategori tinggi sebesar 68,97%. Setelah melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran siswa lebih kondusif dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, saat pembagian kelompok pun siswa lebih gampang untuk diatur. Interaksi antar siswa lebih aktif dan saling bekerjasama untuk menyelesaikan peta konsep. 5. Komparasi Kegiatan Belajar, Presentasi, dan Prestasi Belajar Siswa dalam Penerapan Model Kooperatif Tipe Mind Mapping Berikut ini adalah hasil komparasi pengamatan kegiatan belajar, presentasi, dan prestasi belajar Sejarah siswa dalam penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping yang dilakukan sebanyak 2 siklus. 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 b. Komparasi Kegiatan Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Hasil pengamatan kooperatif siswa pada siklus I dan siklus II selama penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran Sejarah adalah sebagai berikut. Tabel 24 : Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Total Skala 90 s/d 100 80 s/d 89 65 s/d 79 55 s/d 64 0 s/d 54 Siklus I N % 0 0,00% 0 0,00% 3 10,34% 23 79,31% 3 10,34% 29 100,0% Siklus II N % 0 0,00% 7 24,14% 21 72,41% 1 3,45% 0 0,00% 29 100,0% Berdasarkan tabel 24, dapat dilihat bahwa terdapat perubahan kegiatan belajar kooperatif siswa pada pelaksanaan tindakan penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran Sejarah siklus I dan siklus II. Pada siklus I, kegiatan kooperatif siswa berada dalam kategori kurang sebanyak 23 siswa (79,31%), sedangkan pada siklus II berada dalam kategori cukup sebanyak 21 siswa (72,41%). Berikut ini adalah grafik komparasi kegiatan belajar siswa siklus I dan siklus II. 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 100% 79.31% 72.41% 80% 60% 40% 24.14% 20% 10.34% 0.00% 0.00% 3.45% 0.00% 10.34% 0.00% 0% Sangat Baik Baik Cukup Siklus I Gambar X c. Kurang Sangat Kurang Siklus II : Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II Komparasi Presentasi Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Hasil pengamatan presentasi siswa pada siklus I dan siklus II selama penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran Sejarah adalah sebagai berikut. Tabel 25 : Komparasi Pengamatan Presentasi Siswa pada Siklus I dan Siklus II Kategori Skala Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Sangat Kurang Aktif Total 90 s/d 100 80 s/d 89 65 s/d 79 55 s/d 64 0 s/d 54 Siklus I N % 0 0,00% 0 0,00% 17 58,62% 12 41,38% 0 0,00% 29 100,0% Siklus II N % 0 0,00% 16 55,17% 13 44,83% 0 0,00% 0 0,00% 29 100,0% Berdasarkan tabel 25, dapat dilihat bahwa terdapat perubahan presentasi belajar siswa pada pelaksanaan tindakan penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran Sejarah siklus I dan siklus II. Pada siklus I, presentasi belajar siswa berada dalam kategori cukup aktif sebanyak 17 siswa (58,62%), sedangkan pada siklus II 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 meningkat pada kategori aktif sebanyak 16 siswa (55,17%). Berikut ini adalah grafik komparasi presentasi belajar siswa siklus I dan siklus II. 100% 80% 55.17% 58.62% 44.83% 41.38% 60% 40% 20% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0% sangat aktif aktif cukup aktif Siklus I kurang aktif sangat kurang aktif Siklus II Gambar XI : Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II d. Komparasi Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus dan Siklus I Hasil pengamatan prestasi belajar Sejarah siswa pada pra siklus dan siklus I selama pada mata pelajaran Sejarah adalah sebagai berikut: 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Tabel 26 No. : Komparasi Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus dan Siklus I Siswa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Terendah Tertinggi Rata-rata Siswa Tuntas KKM Siswa Tidak Tuntas KKM Prestasi Belajar Pra Siklus I Siklus 68 76 57 64 75 80 76 80 76 76 58 68 75 76 52 56 65 72 78 80 68 76 66 64 76 84 66 68 73 76 77 80 75 76 66 68 77 80 58 64 75 80 75 84 77 76 76 80 70 76 76 80 74 76 65 72 54 64 2024 2152 52 56 78 84 69,79 74,21 14 19 48,28% 65,52% 15 10 51,72% 34,48% Peningkatan Penurunan 8 7 5 4 0 10 1 4 7 2 8 2 8 2 3 3 1 2 3 6 5 9 1 4 6 4 2 7 10 128 2 10 4,41 96 % 8% 7% 5% 4% 0% 10% 1% 4% 7% 2% 8% 2% 8% 2% 3% 3% 1% 2% 3% 6% 5% 9% 1% 4% 6% 4% 2% 7% 10% 2% 10%

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Berdasarkan tabel 26, dapat dilihat bahwa terdapat perubahan skor prestasi belajar Sejarah siswa pra siklus dan siklus I. Terdapat 2 siswa yang mengalami penurunan skor, yaitu siswa FR sebesar 2 poin dan siswa RAA sebesar 1 poin, kemudian 1 siswa yang tidak mengalami perubahan skor, yaitu siswa ANV, sehingga terdapat 26 siswa yang mengalami peningkatan skor prestasi belajar Sejarah dari pra siklus ke siklus I. Pada pra siklus, prestasi belajar Sejarah siswa memiliki skor rata-rata sebesar 69,79, kemudian pada siklus I terdapat peningkatan skor rata-rata sebesar 4,41 poin sehingga menjadi 74,21. Ketuntasan belajar Sejarah pada pra siklus adalah sebanyak 14 siswa (48,28%), kemudian pada siklus I meningkat menjadi 15 siswa (51,72%). Berikut ini adalah grafik komparasi prestasi belajar Sejarah siswa pra siklus dan siklus I. 100% 80% 60% 65.52% 48.28% 51.72% 34.48% 40% 20% 0% Pra-siklus Siklus I tuntas tidak tuntas Gambar XII : Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Pra Siklus dan Siklus I e. Komparasi Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I dan Siklus II Hasil pengamatan prestasi belajar Sejarah siswa pada siklus I dan siklus II selama pelaksanaan tindakan penerapan model kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran Sejarah adalah sebagai berikut. 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 27 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. : Komparasi Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I dan Siklus II Siswa AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH SNA TAF YDM YDGB Jumlah Terendah Tertinggi Rata-rata Siswa Tuntas KKM Siswa Tidak Tuntas KKM Prestasi Belajar Siklus I Siklus II 76 84 64 72 80 84 80 88 76 80 68 80 76 80 56 72 72 80 80 84 76 84 64 72 84 92 68 80 76 84 80 84 76 84 68 76 80 92 64 72 80 84 84 88 76 80 80 84 76 88 80 88 76 92 72 84 64 72 2152 2384 56 72 84 92 74,21 82,21 19 24 65,52% 82,76% 10 5 34,48% 17,24% 98 Peningkatan % 8 8 4 8 4 12 4 16 8 4 8 8 8 12 8 4 8 8 12 8 4 4 4 4 12 8 16 12 8 232 4 16 8,00 8% 8% 4% 8% 4% 12% 4% 16% 8% 4% 8% 8% 8% 12% 8% 4% 8% 8% 12% 8% 4% 4% 4% 4% 12% 8% 16% 12% 8% 232 4% 16% 8%

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Berdasarkan tabel 27, dapat dilihat bahwa terdapat perubahan skor prestasi belajar Sejarah siswa siklus I dan siklus II. Secara keseluruhan siwa mengalami peningkatan skor, yakni peningkatan tertinggi adalah pada siswa BMNPPP dan TAF sebesar 16 poin, sedangkan peningkatan terendah adalah pada siswa AR, ANV, BM, FDS, MA, RCN, RRPNW, RAA, dan RABS sebesar 4 poin. Pada siklus I, prestasi belajar Sejarah siswa memiliki skor rata-rata sebesar 74,21, kemudian pada siklus II terdapat peningkatan skor rata-rata sebesar 8,00 poin menjadi 82,21. Ketuntasan belajar Sejarah pada siklus I adalah sebanyak 15 siswa (51,72%), kemudian pada siklus II meningkat menjadi 24 siswa (82,76%). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa yang sudah tuntas KKM sudah meemnuhi target penelitian sebesar 80%. Berikut ini adalah grafik komparasi prestasi belajar Sejarah siswa siklus I dan siklus II. 100% 82.76% 80% 65.52% 60% 40% 34.48% 17.24% 20% 0% Siklus I Siklus II tuntas tidak tuntas Gambar XIII : Grafik Komparasi Pengamatan Kooperatif Siswa pada Siklus I dan Siklus II 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 B. Pembahasan Penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta menunjukkana bahwa terdapat peningkatan kegiatan belajar, presentasi belajar, serta prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah setelah diberikan tindakan berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua siklus. 1. Kegiatan Belajar Siswa Kegiatan belajar siswa diteliti mengunakan enam aspek penilaian yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan tabel 24, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan kegiatan kooperatif belajar siswa selama pemberian tindakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua siklus. Kegiatan belajar siswa Pada siklus I, terdapat paling banyak 23 siswa (79,31%) yang berada dalam kategori kurang, aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek kejelasan peta konsep sebesar 3,17, sedangkan aspek dengan skor ratarata terendah adalah aspek kejelasan materi sebesar 2,93. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa kurang melakukan kerjasama dengan sesama siswa selama proses pembelajaran; kurang tertib dalam mengambil giliran, atau masih sering terjadi siswa yang rebutan giliran, baik untuk menjawab pertanyaan atau bertanya; kurang mampu menghargai pendapat siswa lain; kurang baik dalam memberikan penjelasan terkait materi pembelajaran; serta kurang memiliki kejelasan konsep. 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Pada siklus II terdapat paling banyak 21 siswa (72,41%) dalam kategori cukup, aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek kerjasama sebesar 4,00, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek kejelasan materi sebesar 3,55. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa melakukan kerjasama dengan sesama siswa selama proses pembelajaran dengan baik; cukup tertib dalam mengambil giliran, atau sudah tidak banyak terjadi siswa yang rebutan giliran menjawab pertanyaan atau bertanya; menghargai pendapat siswa lain dengan cukup baik; memberikan penjelasan terkait materi pembelajaran dengan cukup baik; serta memiliki kejelasan konsep dengan cukup baik. Aspek dengan peningkatan tertinggi adalah kerjasama dengan peningkatan sebesar 1,00 poin, dan aspek dengan peningkatan terendah adalah kejelasan peta konsep sebesar 0,52 poin. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping mampu menumbuhkan jiwa belajar siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tertib serta kondusif. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, yang ditunjukkan dengan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Dalam kegiatan belajar, terdapat perubahan dalam bentuk tingkah laku menghasilkan aspek-aspek dari kemampuan pribadi, aspek-aspek yang dihasilkan yaitu informasi verbal, nilai/aturan tingkat tinggi, nilai, konsep kongkrit, 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 konsep terdifinisi dan ketrampilan motorik.44 Proses belajar yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, membentuk sikap, serta melatih ketrampilan. Dengan demikian, segala upaya yang dilakukan selama proses belajar diharapkan dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. 2. Presentasi Siswa Presentasi siswa diteliti mengunakan empat aspek penilaian yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan tabel 24, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan presentasi siswa selama pemberian tindakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua siklus. Presentasi siswa pada siklus I terdapat paling banyak 17 siswa (58,62%) yang memiliki presentasi dalam kategori cukup aktif, dengan aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek kreatifitas sebesar 3,21, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek bahasa sebesar 2,97. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki kreatifitas dalam melakukan presentasi yang kurang; memiliki penyajian yang cukup; melakukan presentasi dengan isi yang cukup; serta memiliki bahasa yang kurang. Presentasi siswa pada siklus II terdapat paling banyak 16 siswa (55,17%) yang memiliki presentasi dalam kategori aktif, dengan aspek yang memiliki nilai rata-rata tertinggi adalah aspek penyajian isi sebesar 4,38, sedangkan aspek dengan skor rata-rata terendah adalah aspek 44 M. Thombroni.Loc.cit 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 bahasa sebesar 3,66. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki kreatifitas dalam melakukan presentasi yang cukup; memiliki penyajian yang cukup; melakukan presentasi dengan isi yang baik; serta memiliki bahasa yang cukup. Aspek dengan peningkatan tertinggi adalah kelayakan isi sebesar 1,21 poin, dan aspek dengan peningkatan terendah adalah kreatifitas dan bahasa masing-masing sebesar 0,69 poin. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping mampu menumbuhkan kemampuan presentasi siswa. Dalam proses pembelajaran Mind Mapping, siswa diharapkan mampu memiliki pola gagasan yang berisi ide-ide tentang materi yang diajarkan oleh guru. Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kelmabli informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping dapat memadukan dan mengembangkan potensi otak yang ada pada seseorang, dengan bekerjanya kedua otak yaitu otak kanan dan kiri akan mempermudah seseorang mengingat informasi, baik seca ra tertulis maupun verbal. Dengan adanya kombinasi warna, simbol, bentuk, dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima45. Dengan demikian, siswa dapat memahami suatu materi tanpa perlu mencatat semua yang ada dalam buku, tetapi cukup dengan 45 http://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-pembelajaran -Mind-Mapping. Dikutip pada 20-01-2019 pukul 13.42 WIB 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 memetakan inti dari materi tersebut ke dalam cabang-cabang gagasan yang terorganisir. Kegiatan pembelajaran dengan model Mind Mapping memiliki beberapa langkah-langkah, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 6. 7. 8. 3. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menyampaikan permasalahan yang akan ditanggapi. Guru menginstruksikan siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 2-3 orang. Setiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. Peserta didik membuat peta pikiran atau kotak-kotak sesuai imajinasi berdasarkan alternatif jawaban yang telah didiskusikan. Beberapa peserta didik diberi kesempatan untuk menjelaskan ide pemetaan konsep berpikirnya. Peserta didik diminta membuat kesimpulan dari peta konsep yang dibuat berdasarkan materi yang dipelajari. 46 Prestasi Belajar Siswa Belajar merupakan suatu proses interaksi antara berbagai unsur yang berkaitan, yang terdiri dari individu siswa sebagai peserta belajar, kebutuhan sebagai sumber pendorong, serta situasi belajar yang memberikan kemungkinan terjadinya kegiatan belajar. Berbagai cara atau aktivitas belajar untuk medapatkan pengetahuan yaitu dengan mendengarkan, membaca, menulis, atau melihat. Pada penelitian ini, proses belajar pada mata pelajaran sejarah yang dilakukan adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. Berdasarkan tabel 26, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pra siklus adalah terdapat 14 siswa (48,28%) yang tuntas KKM dengan skor rata-rata sebesar 69,79, serta paling banyak 17 siswa (58,62%) yang 46 Ridwan Abdulah Sani,Loc.cit. 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 berada dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa diperlukan tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, yaitu menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. Pada siklus I, terdapat peningkatan hasil belajar Sejarah, yaitu terdapat 19 siswa (65,52%) yang tuntas KKM dengan skor rata-rata sebesar 74,21, serta paling banyak 11 siswa (37,93%) yang berada dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan siswa yang tuntas KKM, serta peningkatan skor rata-rata sebesar 4,41 poin. Ketuntasan belajar sebesar 65,52% belum memenuhi target penelitian sebesar 80%, sehingga diberikan tindakan siklus II. Berdasarkan tabel 26, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa siklus II adalah terdapat 24 siswa (82,76%) yang tuntas KKM dengan skor rata-rata sebesar 82,21, serta paling banyak 20 siswa (68,97%) yang berada dalam kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada siklus II terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah, dimana ketuntasan belajar siswa sudah mendapai target penelitian sebesar 80%, sehingga pemberian tindakan dihentikan pada siklus II. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Cahyaningtyas (2015), yang menyatakan bahwa minat dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IIIB SD Jetis Bantul tahun pelajaran 2014/2015 dapat ditingkatkan melalui model Mind Mapping sebanyak dua siklus dengan capaian ketuntasan belajar adalah sebesar 87,73% 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 siswa tuntas KKM setelah akhir pemberian tindakan siklus II. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian Jatrina (2017), yang menyatakan bahwa motivasi dan prestasi belajar Sejarah siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Ngaglik dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua siklus dengan capaian ketuntasan belajar adalah sebesar 93,75% siswa tuntas KKM setelah akhir pemberian tindakan siklus II. Kegiatan belajar siswa merupakan aktifitas yang melalui beberapa proses, yaitu meniru, memahami, mengamati, merasakan, mengkaji, melakukan dan meyakini akan segala sesuatu kebenaran sehingga semuanya memberikan kemudahan dalam mencapai segala yang dicitacitakan manusia. Cara atau aktivitas belajar untuk mendapatkan pengetahuan yaitu dengan mendengarkan, membaca, menulis, dan melihat. Kegiatan belajar dilakukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, membentuk sikap, serta meningkatkan ketrampilan pada bidang tertentu. Penggunanaan model pembelajaran kooperatif dapat mendorong siswa aktif bertukar pikiran dengan sesamanya dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan. Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan sekaligus menghargai pendapat orang lain dan pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa akan berpikir kristis, memecahkan masalah, mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman. 47 47 Daryanto dan Mulyo Rahardjo,Loc.cit. 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Kegiatan pembelajaran sejarah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping sebanyak dua siklus dilakukan dengan mengembangkan konsep yang terdapat dalam otak siswa terkait dengan mata pelajaran Sejarah melalui kegiatan yang memanfaatkan kreatifitas dan efektifitas otak dalam memetakan sebuah informasi Prestasi belajar merupakan hasil dari apa yang telah dipelajari oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Hasil dari belajar yang diperoleh siswa dapat membentuk perubahan tingkah laku dan interaksi terhadap lingkungan. Prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar adalah kesehatan, intelegensi, minat dan motivasi 48. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat serta lingkungan sekitar49. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta, sehingga model pembelajaran Mind Mapping dapat dijadikan sebagai model alternative dalam kagiatan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, terutama pada mata pelajaran Sejarah. 48 49 Noer Rohmah, Loc.cit. Muhibbin Syah, Loc.cit 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah menyelesaikan penelitian dengan melakukan pengambilan data, analisis data, serta interpretasi data, peneliti menyimpulkan hal-hal yang ditemukan dalam penelitian, yaitu sebagai berikut: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta berdasarkan data hasil tes pada pra siklus yaitu terdapat sebesar 48,28% siswa yang tuntas KKM, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 65,52% siswa yang tuntas KKM, dan pada siklus II terdapat 82,76% siswa yang tuntas KKM. Selain itu, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping juga mampu meningkatkan kegiatan belajar pada siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta. Hasil ini dapat dilihat dari pengamatan siklus I yaitu terdapat sebesar 79,31% siswa dengan kegiatan belajar kategori kurang, kemudian pada siklus II meningkat menjadi kategori cukup sebesar 72,41%. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan presentasi siswa, dimana pada pengamatan siklus I terdapat sebesar 58,62% siswa dengan kemampuan presentasi kategori cukup aktif, kemudian pada siklus II kemampuan presentasi siswa meningkat menjadi kategori aktif sebesar 55,17%. 108 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 B. Saran 1. Bagi peneliti Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai sumber pengetahuan dan pengalaman yang nyata dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa melalui pemberian tindakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping. 2. Bagi siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 10 Yogyakarta Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi tentang kegiatan, presentasi serta prestasi belajar pada siswa terkait dengan pemberian tindakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran Sejarah. 3. Bagi Guru kelas X SMA Negeri 10 Yogyakarta Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi hasil pembelajaran Sejarah, sehingga guru dapat menggunakan pendekatan serta metode yang bervariasi pada proses pembelajaran Sejarah. 4. Bagi pihak Sekolah SMA Negeri 10 Yogyakarta Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan panduan, serta evaluasi untuk memahami pentingnya pemberian tindakan serta metode yang bervariasi dalam upaya meningkatkan kegiatan, presentasi serta prestasi belajar pada siswa. 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 DAFTAR PUSTAKA Sumber Buku : Abdul Kadir. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan, Jakarta : Kencana. Aman. 2011. Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta : Penerbit Ombak. Aris Shoimin. 2014.68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.Yogyakarta : Arruzz Media. Brilian Garvey & Mary Krug. 2015. Model-Model Pembelajaran Sejarah Disekolah Menengah. Yogyakarta : Penerbit Ombak Daryanto dan Mulyo Rahardjo. 2012.Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta : Penerbit Gava Media. Daryanto.2014. Pendekatan pembelajaran saintifik kurikulum 2013. Yogyakarta : Penerbit Gava Mendia. Dimyati Mudjiono. 2013. Belajar & Pembelajaran. Jakarta :Rieneka Cipta Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 25(Edisi 9). Cetakan ke IX. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Heri Susanto. 2014. Seputar Pembelajaran Sejarah: Isu, Gagasan Dan Strategi Pembelajaran. Banjarmasin : Aswaja Pressindo, Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 : Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013.Bogor : Ghalia Indonesia. I Gde Widja. 1989. Dasar-dasar Pengembangan Strategi Serta Metode Pengajaran Sejarah, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Isjoni. 2013. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Karwono,Heni Murlasih. 2017. Belajar dan Pembelajaran :Serta Pemanfaatan Sumber Belajar. Depok : PT Raja Grafindo Persada 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 M. Thombroni. 2015. Belajar Dan Pembelajaran Teori Dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Muhibbin Syah. 1997. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : Penerbit Remaja Rosdakarya. Noer Rohmah . 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : Penerbit Teras. Noer Rohmah. 2015. Psikologi pendidikan.Yogyakarta : Kalimedia. Popi Sopianti. 2014. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Peserta didik. Bogor : Ghalia Indonesia. Ridwan Abdulah Sani. 2014. Inovasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. Rusman. 2017. Belajar & Pembelajaran : Berorientasi Standard Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana. Siregar Evelin dan Hartini Nara. 2010. Teori belajar dan pembelajaran. Bogor : Ghalia Indonesia. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta Suharsimi Arikunto dkk. 2015Penelitian Tindakan Kelas (Edisi Revisi). Jakarta : Bumi Aksara. Suharsimi Arikunto. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Suharsimi Arikunto, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara. Suharsimi Arikunto. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Suparno Paul. 1997. Filsafat Kontruktivisme Dalam Pendidikan, Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Suparno Paul. 2010. Filsafat kontruktivisme dalam pendidikan. Yogyakarta : Kanisius. Sutanto Winsura. 2016. Mind Map Langkah Demi Langkah. Jakarta : Gramedia. Swadarma, Doni. 2013. Penerapan Mind Mapping dalam Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: Elex Media Komputindo. 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Tukiran Tanireja,Irma Pujiati,Nyata. 2010. Penelitian Tindakan Kelas : Untuk Pengembanagan Profesi Guru Praktik, Praktis, dan Mudah, Jakarta: Alfabeta. Undang-undang SISDIKNAS No. 20 tahun 2003. W.S.Winkel. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : PT Gramedia Sumber Internet : Retno Cahyaningtyas,Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Teknik Mind Mapping Pada kelas III B Sd Jetis Bantul Tahun Pelajaran 2014/2015, Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.( Diunduh pada tanggal 13 Oktober 2018 Pukul 13.56 WIB) Jatrina, Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Ngaglik,Yogyakarta,Universitas Sanata Dharma. .( Diunduh pada tanggal 13 Oktober 2018 Pukul 13.59 WIB) http://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-pembelajaran Dikutip pada 20-01-2019 pukul 13.42 WIB -Mind-Mapping. https://www.usd.ac.id/lembaga/lppm/f1l3/Jurnal%20Historia%20Vitae/vol24no1a pril2010/PARADIGMA%20PEMBELAJARAN%20SEJARAH%20YR %20Subakti.pdf. Dikutip 11-9-2018 pukul 10.14 WIB 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 LAMPIRAN 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 1 : Lampiran Surat Izin Penelitian dari Universitas 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran 2 : Lampiran Surat Izin Penelitian dari KESBANGPOL 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 3 : Lampiran Surat Izin Penelitian dari DISDIKPORA 116

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran 4 : Lampiran Surat Izin Penelitian dari SMA Negeri 10 Yogyakarta 117

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran 5 : Silabus Sejarah Peminatan Satuan Pendidikan : SMA Kelas : X (Sepuluh) Kompetensi Inti :  KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.  KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah  KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan Kompetensi Dasar 3.1 Menganalisis kehidupan manusia dalam ruang dan waktu 4.1 Menyajikan hasil kajian tentang keterkaitan kehidupan manusia dalam ruang dan waktu dalam bentuk tulisan dan/atau media lain 3.2 Menganalisis kehidupan manusia dalam perubahan dan keberlanjutan Materi Pembelajaran Kehidupan manusia dalam ruang dan waktu dalam perubahan dan keberlanjutan  Keterkaitan manusia hidup dalam konsep ruang dan waktu  Keterkaitan manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan  Keterkaitan tentang sejarah manusia masa lalu untuk kehidupan masa kini Proses Pembelajaran   4.2 Menyajikan hasil telaah dalam bentuk tertulis tentang keterkaitan kehidupan manusia dalam perubahan dan keberlanjutan 3.3 Menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah tentang manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini  4.3 Membuat tulisan tentang hasil kajian mengenai keterkaitan kehidupan masa lalu untuk kehidupan masa kini  118 Membaca buku teks/melihat gambar/ menonton video dan/atau menyimak penjelasan guru mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni Membuat dan mengajukan pertanyaan/tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni Mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni. Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 3.4 Menganalisis sejarah sebagai ilmu, peristiwa, kisah, dan seni 4.4 Menyajikan hasil telaah tentang sejarah sebagai ilmu, peristiwa, kisah dan seni dalam bentuk tulisan dan/atau media lain Sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni  Sejarah sebagai ilmu  Sejarah sebagai kisah  Sejarah sebagai peristiwa  Sejarah sebagai seni  Membuat hasil penelaahan dalam bentuk tulisan dan/atau media lain mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni  Membaca buku teks/melihat gambar/ menonton video dan/atau menyimak penjelasan guru mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni Mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni Membuat hasil penelaahan dalam bentuk tulisan dan/atau media lain mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni     3.5 Menganalisis cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam karya sejarah Berpikir sejarah (diakronik dan sinkronik)  Berpikir sejarah diakronik  Berpikir sejarah sinkronik 4.5 Menyajikan hasil telaah tentang penerapan cara berpikir diakronik dan 119  Membaca buku teks/melihat gambar/ menonton video dan/atau menyimak penjelasan guru mengenai cara berpikir sejarah (diakronik dan sinkronik) dalam

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 sinkronik dalam karya sejarah melalui tulisan dan/atau media lain     3.6 Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, Sumber sejarah  Artefak  Fosil  Bukti tekstual  Kebendaan 120  mempelajari peristiwaperistiwa sejarah serta contoh-contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai cara berpikir sejarah (diakronik dan sinkronik) dalam mempelajari peristiwaperistiwa sejarah serta contoh-contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai cara berpikir sejarah (diakronik dan sinkronik) dalam mempelajari peristiwaperistiwa sejarah serta contoh-contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai cara berpikir sejarah (diakronik dan sinkronik) melalui kajian terhadap beberapa peristiwa sejarah Membuat hasil kajian dalam bentuk tulisandan/atau media lain mengenai cara berpikir sejarah (diakronik dan sinkronik) dalam mempelajari peristiwaperistiwa sejarah Membaca buku teks/melihat gambar/ menonton video dan/atau menyimak penjelasan guru

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) 4.6 Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) dalam bentuk tulisan dan/atau media lain  Visual  Audio visual  Tradisi lisan     3.7 Memahami langkah- Penelitian sejarah 121  mengenai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, bukti tekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi berkaitan dengan bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, bukti tekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) Mengumpulkan data dari berbagai sumber berdasarkan pertanyaan yang diajukan peserta didik terkait bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, bukti tekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenaibentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, bukti tekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) serta melihat kedudukannya dalam ilmu sejarah Membuat hasil kajian dalam bentuk tulisan dan/atau media lain mengenai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, bukti tekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) serta melihat kedudukannya dalam ilmu sejarah Membaca buku teks

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/eksplanasi, dan penulisan sejarah)     Heuristik Kritik/verifi-kasi Interpretasi/eksplanasi Penulisan sejarah 4.7 Menerapkan langkahlangkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/ eksplanasi dan penulisan sejarah) dalam mempelajari sumber sejarah yang ada di sekitarnya     3.8 Menganalisis ciri-ciri dari historiografi tradisional, kolonial, dan modern 4.8 Menyajikan hasil kajian ciri-ciri historiografi Historiografi tradisional, kolonial, dan modern  Historiografi tradisional  Historiografi kolonial  Historiografi modern 122  dan/atau menyimak penjelasan guru mengenai langkahlangkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/eksplanasi, dan penulisan sejarah) Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai langkah-langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/eksplanasi, dan penulisan sejarah) Mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai langkahlangkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/eksplanasi, dan penulisan sejarah) Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai langkahlangkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/eksplanasi, dan penulisan sejarah) Menyajikan dalam bentuk tulisan dan/atau media lain hasil analisis berbagai langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/eksplanasi dan penulisan sejarah) Membaca buku teks dan/atau menyimak penjelasan guru tentang ciri-ciri historiografi tradisional, kolonial, dan

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 tradisional, kolonial, dan modern dalam bentuk tulisan dan/atau media lain     3.9 Menganalisis persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan nonfisik 4.9 Menyajikan hasil analisis mengenai persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan nonfisik dalam bentuk tulisan dan/atau media lain Persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik  Manusia purba Indonesia  Manusia purba dunia  Manusia modern   123 modern Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi tentang ciriciri historiografi tradisional, kolonial, dan modern Mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai ciri-ciri historiografi tradisional, kolonial, dan modern Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai jenis historiografi berdasarkan ciri-cirinya Menyajikan dalam bentuk tulisan dan/atau media lain hasil klasifikasi ciri-ciri historiografi tradisional, kolonial, dan modern Membaca buku teks/melihat gambar/menonton video/film dan/atau menyimak penjelasan guru tentang persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi tentang persamaan dan

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124    3.10 Menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini 4.10 Menarik kesimpulan dari hasil analisis mengenai keterkaitan kehidupan awal manusia Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi, serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini dalam bentuk tulisan dan/atau media lain Kehidupan awal manusia Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini  Aspek kepercayaan  Aspek sosial budaya  Aspek ekonomi  Teknologi   124 perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik Mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik Menyajikan hasil analisis berbentuk tulisan dan/atau media lain tentang persamaan dan perbedaan antara manusia purba Indonesia dan dunia dengan manusia modern dalam aspek fisik dan non fisik Membaca buku teks/melihat gambar/menonton video/film, dan/atau mengamati situs-situs yang terkait kehidupan awal manusia Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai kehidupan awal manusia

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125    3.11 Menganalisis peradaban Peradaban awal dunia serta awal dunia serta keterkaitannya dengan manusia keterkaitannya dengan masa kini pada aspek peradaban masa kini pada lingkungan, hukum, aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan kepercayaan, sosial pemerintahan, dan sosial  Peradaban awal dunia  Peradaban awal Asia 4.11 Menyajikan hasil analisis  Peradaban awal Afrika peradaban awal dunia  Peradaban awal Eropa serta keterkaitannya  Peradaban awal Amerika dengan peradaban masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial dalam bentuk tulisan 125   Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Mengumpulkan data dari berbagai sumber terkait pertanyaan mengenai kehidupan awal manusia Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai kehidupan awal manusia Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisandan/atau media lain berupa kesimpulan mengenai kehidupan awal manusia Indonesia pada aspek kepercayaan, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini Membaca buku teks/melihat gambar/ menonton video/film dan/atau menyimak penjelasan guru tentang peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial Membuat dan mengajukan pertanyaan/Tanya jawab/berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami/informasi

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 dan/atau media lain    126 tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial Mengumpulkan data dari berbagai sumber terkait pertanyaan mengenai peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan mengenai peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan dan/ atau media lain mengenai peradaban awal dunia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini pada aspek lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan social

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 6 : RPP Pertemuan ke I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu : SMA Negeri 10 Yogyakarta : Sejarah (Peminatan) : X IPS 2 / 1 : Sumber sejarah : Sumber Sejarah Berdasarkan Bentuknya : 3 x 45 (135 Menit) A. Kompetensi Inti: KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan proaktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar 3.6 Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) 4.6 Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, 127 Indikator 3.6.1 Menjelaskan pengertian sumber sejarah 3.6.2 Mengidentifikasi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan bentuknya 3.6.3 Mengevalusi kelebihan dan kelemahan dari jenis-jenis sumber berdasarkan bentuknya 4.6.1 Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan bentuknya

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 audiovisual, tradisi lisan) dalam bentuk tulisan dan/atau media lain C. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian sumber sejarah 2. Mengidentifikasi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan bentuknya 3. Mengeavaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai sumber sejarah berdasarkan bentuknya 4. Menyajikan laporan hasil diskusi secara sistematis tentang kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan bentuknya C. Materi Pembelajaran: Materi Reguler 1. 2. 3. Pengertian sumber sejarah Jenis-jenis sumber sejarah a. Berdasar bentuk 1) sumber tertulis 2) sumber benda 3) sumber visual dan audiovisual 4) tradisi lisan b.Berdasarkan sifat 1) Sumber primer 2) Sumber skunder 3) Sumber tersier Kelebihan dan kekurangan sumber sejarah a. Kelebihan dan kekurangan sumber tertulis b. Kelebihan dan kekurangan sumber benda c. Kelebihan dan kekurangan sumber visual dan audiovisual d. Kelebihan dan kekurangan sumber lisan D. Metode Pembelajaran: 1. 2. 3. Pendekatan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Saintifik : Ceramah, diskusi kelompok, dan presentasi : Cooperatif learning( Mind Mapping) E. Media Pembelajaran 1. Kertas Manila 2. Buku-buku 3. Laptop 4. LCD projektor 5. Video mengenai sumber sejarah F. Sumber Belajar  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran Sejarah (Peminatan) kelas X : Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Buku Sejarah Peminatan Siswa Kelas X, Intan Pariwara, tahun 2016 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129  Internet : dan.html www.berbagaireviews.com/2016/09/sumber-sejarah-pengertian- G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I : 3 x 45 Menit Kegiatan Pendahuluan Deskripsi      Kegiatan Inti       Abstraksi Waktu 15 menit Menyiapkan peserta didik secara psikis fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Guru Memberikan motivasi dengan meminta peserta didik berdoa dan menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Peserta didik diterangkan sepintas materi yang akan dipelajari hari ini tentang “sumber sejarah”. Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok (kelompok I, II, III, dan IV) 90 menit A. Stimulasi/pemberian rangsangan Menayangkan video mengenai sumber sejarah Peserta didik memperhatikan (mengamati) video tersebut Peserta didik mengidentifikasi (mengumpulkan informasi) tentang “video yang ditampilkan” B. Pernyataan/ identifikasi masalah Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai pengertian sumber sejarah dan jenis sumber sejarah berdasarkan bentuknya Guru meminta Peserta didik membaca buku teks atau berbagai sumber yang relavan mengenai materi sumber sejarah. Guru meminta peserta didik mengidentifikasi materi “sumber sejarah” untuk dibuat peta konsep dengan materi sebagai berikut:  Kelompok I bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber tetulis  Kelompok II bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber benda  Kelompok III bertugas mendiskusikan materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber visual atau audiovisual  Kelompok IV bertugas materi tentang kelebihan dan kekurangan sumber tradisi lisan 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Penutup C. Pengumpulan Data Peserta didik melalui berbagai sumber yang dipelajari dan diskusi dalam kelompok mengumpulkan informasi mengenai “sumber sejarah” untuk memecahkan masalah yang dituliskan dalam peta konsep. D. Pengolahan Data Guru menayangkan kembali video jenis-jenis sumber sejarah, Siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis video tersebut dan mengaitkannya dengan peta konsep yangs sudah dibuat, “sumber sejarah” Peserta didik, menuliskan hasil yang didapat dengan melakukan pencermatan data (mengasosiasi) dari berbagai sumber tentang “sumber sejarah” untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasikan dalam peta konsep. E. Mengkomunikasikan Siswa diminta untuk memperesentasikan materi yang sudah dibagi kepada setiap kelompok, siswa yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan.  Guru bersama peserta didik menyimpulkan 30 menit tentang materi yang dipelajari  Sebagai refleksi guru memberikan dari pelaksanaan pembelajaran, nilai apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik “sumber sejarah”  Peserta didik diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini.  Menginformasikan materi pertemuan yang akan datang: “kelebihan dan kekurangan sumber sejarah berdasarkan sifatnya dan fakta sejarah”  Kegiatan diakhiri dengan doa dan salam. 130

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 H. Penilaian Hasil Belajar Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian a. Penilaian pengetahuan (Kognitif) : Tes tertulis (pilihan ganda) b. Penilaian ketrampilan (Psikomotorik) : Lembar Observasi 2. Bentuk penilaian a. Observasi : Lembar pengamatan kooperatif dan lembar presentasi b. Tes tertulis : Soal pilihan ganda (PG) 3. Instrumen penilaian kognitif dan psikomotorik (Terlampir) Yogyakarta, 3 September 2018 Mahasiswa Penelitian Yuditia widiyono NIM. 141314042 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 1. Lembar Observasi Lembar observasi kegiatan belajar pengamatan On-Task dan Off-task Pengamatan On-Task No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Butir yang diamati Total Presentase Total Presentase Siswa siap mengikuti pelajaran Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran Siswa mencatat hal-hal penting Siswa mengerjakan tugas dengan baik Siswa aktif bertanya terhadap materi yang belum dipahami Siswa menyampaikan pendapat dengan baik Siswa berpakaian rapi dan sopan Pengamatan Off-Task No. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Butir yang diamati Siswa bermain HP Siswa keluar masuk tanpa izin guru Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru Siswa sibuk berbicara dengan teman Siswa tidak mencatat hal-hal penting Siswa pasif bertanya Siswa tidak berpakaian rapi dan sopan Siswa tidak mengerjakan tugas dengan baik 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 INSTUMEN PENILAIAN RPP 2. Penilaian Diskusi Lembar Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa Kelas: Hari: Tanggal: Pertemuan Ke: Materi Pokok: No Nama Siswa Kerjasama Mengambil giliran Menghargai pendapat teman Kejelasan materi Penyampaian materi 1 2 3 Jml Ratarata Keterangan : Penilaian menggunakan skala nilai dengan rentang 1-5 Skor 1 = Sangat kurang Skor 2 = Kurang aktif Skor 3 = Cukup aktif Skore 4 = Aktif Skore 5 = Sangat aktif Skor Perolehan X 100 Nilai = Skore Maksimal 133 Memecahkan masalah Jumlah skore Nilai

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 INSTRUMEN PENILAIAN RPP 3. Penilaian Keterampilan Lembar Pengamatan Presentasi Mata Pelajaran: Materi: Kelompok: No Nama Siswa Kinerja Prestasi Nilai Jumlah Penyajian Kelayakan Kreatifitas Bahasa Isi Isi 1 2 Dst Jml Ratarata Keterangan : Penilaian menggunakan skala nilai dengan rentang 1-5 Skor 1 = Sangat kurang Skor 2 = Kurang aktif Skor 3 = Cukup aktif Skore 4 = Aktif Skore 5 = Sangat aktif Skor Perolehan Nilai = X 100 Skore Maksimal 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Bahan Ajar SUMBER SEJARAH 1. Pengertian Sumber Sejarah Dalam bahasa inggris, sumber disebut datum ( bentuk tunggal ) dan data ( bentuk jamak ). Sumber sejarah adalah sesuatu yang secara langsung atau tidak langsung menyampaikan kepada kita tentang fenomena atau peristiwa pada masa lalu. Sumber sejarah merupakan bahan utama yang digunakan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan subjek sejarah. Menurut M. Yamin, sumber sejarah merupakan kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia (2005), sejarawan R.Moh. Ali menyatakan bahwa sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian sejarah indonesia sejak zaman purba sampai sekarang. Menurut Kuntowijoyo dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah (2005), sumber sejarah dikumpulkan sesuai dengan jenis sejarah yang akan ditulis. 2. Jenis-Jenis Sumber Sejarah a. Berdasarkan Bentuk 1) Sumber Tertulis (Tekstual) Sumber tertulis adalah keterangan tentang peristiwa masa lalu yang disampaikan secara tertulis dengan mengguakan media tulis sepeti batu dan kertas. Sumber terulis dengan menggunakan batu disebut prasasti. Contoh: laporan,surat, surat kabar, dan catatan pribadi. Kelebihan sumber tertulis:  Memudahkan para peneliti untuk menyelesaikan karya ilmiahnnya  Penulisan sejarah jadi lebih demokratis  Melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat Kekurangan sumber tertulis:  Sumber tertulis belum tentu secara keseluruhannya dapat menginformasikan kebenaran secara pasti. Jadi perlunya peneliti harus mengkritik sumber. 2) Sumber Benda Sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan. Contoh:kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, arca, fosil, mata uang, candi, patung dan prasasti. 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Pengertian fosil adalah sisa-sisa tumbuhan, makhluk hidup yang telah mati. Makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan tersebut hidup di jaman purba. Setelah berpuluh ribu tahun terpendam di bawah lapisan tanah, sisa-sisa makhluk hidup dan tumbuhan purbakala tersebut mengeras. Ada 2 macam jenis fosil Fosil tubuh, fosil jejak. Cara terbentuknya fosil yaitu dengan karbonasi,pengkristalan,fosil amber. Arca adalah patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan, yaitu sarana dalam memuja tuhan atau dewa-dewinya. Arca berbeda dengan patung pada umumnya, yang merupakan hasil seni yang dimaksudkan sebagai sebuah keindahan. Oleh karena itu, membuat sebuah arca tidaklah sesederhana membuat sebuah patung Kelebihan sumber benda:  Sumber sejarah itu dapat dilihat dengan jelas karena wujudnnya tampak,dilihat dan dapat dipegang  Sumber sejarah akurat dan dapat dibuktikan  Sumber sejarah dapat diperkenalkan kepada semua orang  Objek nyata dan dapat dipercaya Kekurangan sumber benda:  Sumber-sumber sejarah tersebut belum tentu seluruhnnya dapat menginformasikan kebenaran secara pasti. Oleh karena itu perlu diteliti, dikaji, dianalisis, dan ditafsirkan dengan cermat oleh para alhi.  Tidak bisa bertahan lama  Rentan pencurian maka harus betul-betul dijaga dan dilindungi  Tidak dapat digantikan jika rusak maupun hilang 3) Sumber Visual dan Audiovisual  Visual: Sumber sejarah yang merupakan hasil karya kebudayaan manusia. Contoh: foto,monumen, bangunan candi, patung, dan lukisan manusia Kelebihan visual  Sumber visual selalu bersifat nyata atau absolute  Bisa dipegang dan dilihat Kekurangan sumber visual:  Tidak dapat digantikan jika rusak maupun hilang  Tidak bisa bertahan lama 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137  Tidak semua peristiwa dapat diabaikan  Audiovisual: sumber sejarah yang merupakan hasil rekaman media elektronika.contoh: kaset video,film dan tape recorder Kelebihan Audiovisual:  Mudah dipahami Kekurangan audiovisual  Tidak dapat digantikan jika rusak maupun hilang  Tidak semua peristiwa dapat direkam 4) Tradisi lisan Tradisi lisan: pengungkapan lisan dari satu generasi ke generasi lain Kelebihan Tradisi Lisan:  Pengumpulan data dapat dilakukan dengan adanya komunikasi dari dua arah (antara peneliti dengan tokoh) Sehingga jika ada hal yang kurang jelas bisa langsung ditanyakan pada nara sumber.  Penulisan sejarah menjadi lebih demokratis (terbuka) karena memungkinkan sejarawan untuk mencari informasi dari semua golongan masyarakat (baik rakyat biasa sampai pejabat).  Melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat dalam sumber tertulis dan dokumen.  peneliti harus memperhatikan empat syarat berikut: 1. Saksi primer mampu menyampaikan informasi berdasarkan fakta 2. saksi primer mampu menyampaikan informasi secara terperinci dan akurat 3. adanya dukungan secara bebas mengenai perincian yang sedang diteliti 4. suatu informasi harus berasal dari dua kesaksian bebas atau lebih yang tidak saling mempengaruhi.  Kekurangan tradisi lisan: Keterbatasan daya ingat seorang pelaku/saksi sejarah terhadap suatu peristiwa. Memiliki subjektifitas yang tinggi dikarenakan sudut pandang yang berbeda dari masing-masing pelaku dan saksi terhadap sebuah peristiwa. Sehingga mereka akan cendrung memperbesar kekurangannya. 137 peranannya dan menutupi

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Lampiran 7 : RPP Pertemuan ke 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata P elajaran Kelas / Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu : SMA Negeri 10 Yogyakarta : Sejarah (Peminatan) : X IPS 2 / 1 : Sumber sejarah : Jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifat dan fakta sejarah : 3 x 45 (135 Menit) A. Kompetensi Inti KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar 3.6. Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) 4.6. Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan) dalam bentuk tulisan dan/atau media lain 138 Indikator 3.6.4.1.Mengidentifikasi jenis-jenis sejarah berdasarkan sifat 3.6.5. Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai sumber sejarah berdasarkan sifat 3.6.6. Mengidentifikasi fakta sejarah 4.6.2. Menyajikan hasil evaluasi kelebihan dan kekurangan sumber sejarah

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 C. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat: i. Mengidentifikasi jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifatnya ii. Mengeavaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai sumber sejarah berdasarkan sifatnya iii. Mengidentifikasi fakta sejarah D. Materi Pembelajaran Materi Reguler 1. Jenis-jenis sumber sejarah Berdasarkan sifat 1) Sumber primer 2) Sumber skunder 3) Sumber tersier Fakta sejarah a. Berdasarkan sifat : Fakta keras, Fakta Lunak, Inferensi, Opini b. Berdasarkan bentuknya : Artefak, fosil, fakta sosial, fakta mental 2. E. Metode Pembelajaran: 1. Pendekatan 2. Metode Pembelajaran 3. Model Pembelajaran : Saintifik : Ceramah, diskusi kelompok, dan presentasi : Cooperatif learning( Mind Mapping) F. Media Pembelajaran 1. 2. 3. 4. 5. Kertas Manila Buku-buku Laptop LCD projektor Video mengenai sumber sejarah G. Sumber Belajar  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran Sejarah (Peminatan) kelas X : Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Buku Sejarah Peminatan Siswa Kelas X, Intan Pariwara, tahun 2016  Internet : www.berbagaireviews.com/2016/09/sumber-sejarah-pengertiandan.html 139

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan II : 3x45 menit Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti Deskripsi  Abstraksi Waktu 10 menit Menyiapkan peserta didik secara psikis fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.  Kegiatan pembelajaraan diawali dengan doa  Guru menyampaikan topik dan tujuan sejarah pebelajaraan tentang “sumber berdasarkan sifat dan fakta sejarah”.  Menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai  Guru menanyakan kembali materi sebelumnya 95 menit A. Stimulasi/pemberian rangsangan  Menayangkan video jenis sumber sejarah menurut sifat dan fakta sejarah.  Peserta didik memperhatikan (mengamati) gambar tersebut  Peserta didik mengidentifikasi (mengumpulkan informasi) tentang “video yang ditampilkan” B. Pernyataan/ identifikasi masalah  Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai pengertian jenis-jenis sumber menurut sifat dan fakta sejarah  Guru membagi siswa dalam kelompok a. Kelompok 1 membahas tentang sumber primer, sumber sekunder, sumber tersier b. Kelompok 2 membahas tentang sifat fakta sejarah c. Kelompok 3 membahas tentang artefak d. Kelompok 4 membahas tentang fakta mental dan sosial C. Pengumpulan Data Peserta didik melalui berbagai sumber yang dipelajari dan diskusi dengan teman mengumpulkan informasi mengenai “jenis-jenis sumber sejarah dan fakta sejarah” untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasikan dan ditulis dalam peta konsep. D. Pengolahan Data Guru menayangkan kembali video jenis sumber

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 E. Penutup       sejarah menurut sifat dan fakta sejarah, Siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis video tersebut dan mengaitkannya dengan hasil bacaan mereka, “jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifat dan fakta sejarah” Peserta didik, menuliskan hasil yang didapat dengan melakukan pencermatan data (mengasosiasi) dari berbagai sumber tentang “jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan sifat dan fakta sejarah” untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasikan dalam peta konsep. Mengkomunikasikan Siswa diminta untuk memperesentasikan materi yang sudah dibagi kepada setiap kelompok, siswa yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan. Guru bertanya pada peserta didik apakah sudah 30 menit memahami materi tersebut Sebagai refleksi guru memberikan pelaksanaan pembelajaran dan pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik “jenis-jenis sumber sejarah dan fakta sejarah”, dan siswa bisa membedakan atau mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari berbagai macam jenis-jenis sumber sejarah. Guru sekali lagi menegaskan agar para peserta didik tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Esa dan mengharagai benda-benda peninggalan kebudayan (sumber sejarah) Peserta didik diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini. Penugasan siwa mengklasifikasikan serta menjelaskan kelebihan dan kekurangan jenisjenis sumber sejarah berdasarkan sifat dan fakta sejarah di daerahnya masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan doa dan salam salam.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 I. Penilaian Hasil Belajar Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian a. Penilaian pengetahuan (Kognitif) : Tes tertulis (pilihan ganda) b. Penilaian ketrampilan (Psikomotorik) : Lembar Observasi 2. Bentuk penilaian a. Observasi : Lembar pengamatan kooperatif dan lembar presentasi b. Tes tertulis : Soal pilihan ganda (PG) 3. Instrumen penilaian kognitif dan psikomotorik (Terlampir) Yogyakarta, 3 September 2018 Mahasiswa Penelitian Yuditia widiyono NIM. 141314042

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 1.Lembar Observasi Lembar observasi kegiatan belajar pengamatan On-Task dan Off-task Pengamatan On-Task No. Butir yang diamati Total Presentase Total Presentase 9. 10. 11. 12. 13. 14. Siswa siap mengikuti pelajaran Siswa memperhatikan penjelasan dari guru Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran Siswa mencatat hal-hal penting Siswa mengerjakan tugas dengan baik Siswa aktif bertanya terhadap materi yang belum dipahami 15. Siswa menyampaikan pendapat dengan baik 16. Siswa berpakaian rapi dan sopan Pengamatan Off-Task No. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Butir yang diamati Siswa bermain HP Siswa keluar masuk tanpa izin guru Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru Siswa sibuk berbicara dengan teman Siswa tidak mencatat hal-hal penting Siswa pasif bertanya Siswa tidak berpakaian rapi dan sopan Siswa tidak mengerjakan tugas dengan baik

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 INSTUMEN PENILAIAN RPP 2. Penilaian Diskusi Lembar Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa Kelas: Hari: Tanggal: Pertemuan Ke: Materi Pokok: No Nama Siswa Kerjasama Mengambil giliran Menghargai pendapat teman Kejelasan materi Penyampaian materi 1 2 3 Jml Ratarata Keterangan : Penilaian menggunakan skala nilai dengan rentang 1-5 Skor 1 = Sangat kurang Skor 2 = Kurang aktif Skor 3 = Cukup aktif Skore 4 = Aktif Skore 5 = Sangat aktif Skor Perolehan X 100 Nilai = Skore Maksimal Memecahkan masalah Jumlah skore Nilai

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 INSTUMEN PENILAIAN RPP 3. Penilaian Keterampilan Lembar Pengamatan Presentasi Mata Pelajaran: Materi: Kelompok: Nama Siswa No Kinerja Prestasi Nilai Jumlah Penyajian Kelayakan Kreatifitas Bahasa Isi Isi 1 2 Dst Jml Ratarata Keterangan : Penilaian menggunakan skala nilai dengan rentang 1-5 Skor 1 = Sangat kurang Skor 2 = Kurang aktif Skor 3 = Cukup aktif Skore 4 = Aktif Skore 5 = Sangat aktif Skor Perolehan X 100 Nilai = Skore Maksimal

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Bahan Ajar Jenis-Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat 1) Sumber primer: sumber yang menunjukan kesaksian langsung pada saat peristiwa sejarah itu terjadi.Contoh: Kesaksian langsung dari pelaku sejarah (lisan), dokumen-dokumen,naskah perjanjian, arsip, bangunan sejarah, dan benda-benda arkelogi (artefak). 2) Artefak adalah benda-benda peninggalan sejarah atau sering juga dikenal dengan sebutan benda arkeologi yang pada dasarnya merupakan suatu hasil karya seni manusia atau hasil modifikasi manusia dimana benda ini bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.contoh : artefak kapak genggam, Kjokkenmoddinger Kelebihan sumber primer:  Sumber lebih mencerminkan kebenaraan berdasarkan dengan apa yang dilihat. Kekurangan sumber primer:  Keterbatasan daya ingat seorang pelaku/saksi sejarah terhadap suatu peristiwa. 3) Sumber sekunder: Kesaksian dari seorang yang tidak terlibat langsung dalam perstiwa sejarah.Contoh: Orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan. Kelebihan sumber sekunder:  Pengumpulan data dapat dilakukan dengan adanya komunikasi dari dua arah (antara peneliti dengan tokoh) Sehingg.a jika ada hal yang kurang jelas bisa langsung ditanyakan pada nara sumber.  Penulisan sejarah menjadi lebih demokratis (terbuka) karena memungkinkan sejarawan untuk mencari informasi dari semua golongan masyarakat (baik rakyat biasa sampai pejabat).  Melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat dalam sumber tertulis dan dokumen. Kekurangan sumber sekunder:  Keterbatasan daya ingat seorang pelaku/saksi sejarah terhadap suatu  peristiwa.  Kebenaran belum akurat, jadi peneliti harus memiliki narasumber lebih dari dua orang.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 4) Sumber Tersier: Buku- buku sejarah yang disusun berdasarkan laporan hasil penelitian para alhi sejarah tanpa melakukan penelitian langsung. Contoh: buku Indonesia dalam arus sejarah jilid 1-8, bibiliografi, katalog perpustakaan, direktori dan daftar bacaan. Kelebihan sumber tersier:  Memudahkan peneliti untuk meneliti Kekurangan sumber tersier:  Sumber-sumber sejarah tersebut belum tentu seluruhnnya dapat menginformasikan kebenaran secara pasti. Peneliti harus terlebih dahulu mengkritik sumber. 5) Fakta Sejarah Fakta sejarah adalah satu rumusan atau pernyataan yang dapat dibuktikan”ada” atau “tidak ada” dalam kenyataannya. Menurut Sartono Kartodirjo,fakta merupakan produk dari proses mental seorang sejarawan atau memorisasi sehingga memuat unsur subjektivitas. Fakta bersifat subjektif karena merupakan hasil proses mental sejarawan. Oleh karena itu,fakta dapat bersifat relatif dapat berubah. Fakta dapat berubah jika ditemukan data dan sumber baru yang dapat dipercaya.berdasarkan sifatnya,akta dibedakan sebagai berikut. a. Fakta keras Fakta yang kebenaranya sudah diterima secara umum b. Fakta lunak Fakta yang masih dterbuka untuk diperdebatkan kebenaranya c. Inferensi Ide-ide atau simpulan yang menjebatani antara fakta yang satu dengan yang lainya d. Opini Pikiran, pendirian, atau pendapat pribadi yang tidak didasarkan atas pendapat umum Berdasarkan bentuknya, fakta diklasifikasikan sebagai berikut a. Artefak Benda baik secara keseluruhan maupun sebagian hasil garapan tengan manusia. Artefak dapat berupa bangunan dan benda-benda arkeologi seperi candi,patung dan perkakas. b. Fakta sosial Fakta sejarah yang berdimensi sosial. Fakta sosial menggambakan keadaan sosial, suasana zaman, dan sistem kemasyarakatan masa lalu

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 c. Fakta mental Kondisi yang menggambarkan suasana pikiran, perasaan, batin,kerohanian dan sikap yang mendasari suatu cipta karya. Fakta mental berhubungan dengan perilaku ataupun tindakan moral manusia.

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 KISI-KISI SOAL Lampiran 8 No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan 3.6 Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan). Materi Indikator Soal Siswa dapat menyebutkan tokoh yang menjelaskan pengertian sumber sejarah Bentuk soal No Soal Tingkatan Soal PG 1 C1 PG 2 C1 PG 3 C2 PG 4 C3 PG 5 C1 PG 6 C2 PG 7 C1 Sumber sejarah Fosil Tradisi lisan Siswa dapat mengememukakan pengertian sumber Siswa dapat mengemukakan jenisjenis fosil Siswa dapat menentukan cara pembentukan fosil Siswa dapat mendefinisakan bagian dari fosil tubuh Siswa dapat mengemukakan ciri-ciri tradisi lisan Sisiwa dapat mengemukakan contoh legenda

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 8 9 pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Siswa dapat menjelaskan fungsi tradisi lisan PG 8 C1 Siswa dapat menjelaskan kegunaan sumber tekstual PG 9 C1 PG 10 C4 PG 11 C1 11 Siswa dapat mengemukakan buku door dueisternis tot licht Siswa dapat menjelaskan pengertian surat kabar 12 Siswa dapat menjelaskan pengertian arca PG 12 C2 13 Siswa dapat menganalisis ilmu kreadibilitas sumber benda PG 13 C4 PG 14 C2 PG 15 C2 PG 16 C1 PG 17 C2 10 Bentuk tekstual Kebendaan Siswa dapat mengkategorikan bangunan Siswa dapat menyebutkan hasil kebendaan Siswa dapat menjelaskan pengertian visual 14 15 16 Visual 17 Siswa dapat menjelaskan bentuk bentuk sumber

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 visual Siswa dapat menjelaskan fungsi sumber visual 18 20 Siswa dapat mengklasifikasikan ciriciri Audio visual Siswa dapat menjelaskan jenis Audio visual 21 Siswa dapat menganalisis tempat temuan nekara 19 Audio Visual 24 Siswa dapat mengkategorikan bendabenda artefak Siswa dapat menjelaskan keguanaan kapak genggam Siswa dapat menjelaskan fungsi nekara 25 Siswa dapat menganalisis ciri-ciri artefak 22 23 Artefak PG 18 C1 PG 19 C3 PG 20 C2 PG 21 C4 PG 22 C2 PG 23 C1 PG 24 C2 PG 25 C4

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Lampiran 9: Lembar Soal Ulangan Harian SOAL ULANGAN HARIAN Sekolah : SMA Negeri 10 Yogyakarta Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : X IPS 2 Hari/Tanggal : Kamis 8 Oktober 2018 Waktu : 45 menit Soal : Piliha Ganda (PG) Nama : Petunjuk pengerjaan soal 1. Tulislah identitas lengkap : nama lengkap 2. Bacalah soal dengan cermat ! 3. Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda pada huruf A, B, C, D, E. 4. Kerjakan terlebih dahulu soal yang mudah. 5. Ujian bersifat Close Book ! 6. Dilarang bekerja sama ketika mengerjakan soal. Soal Pilihan Ganda. 1. Sumber sejarah adalah kumpulan benda kebudayaan yang dapat membuktikan sejarah,pengertian tersebut dikemukakan oleh.... A. Gozalba B. Muhammad Ali C. Muhammad Yamin D. M.Hatta E. Sartono Kartodirjo 2. Peninggalan di masa lalu yang dapat dijadikan bukti untuk kepentingan penelitian sejarah di zaman sekarang adalah pengertian dari.... A. Sumber berita B. Sumber fakta C. Sumber sejarah D. Sumber penelitian E. Sumber peninggalan 3. Dibawah ini yang merupakan jenis-jenis fosil dadalah... A. Fosil tubuh dan jejak B. Fosil gerak dan diam C. Fosil hidup dan mati D. Fosil manusia dan hewan E. Fosil manusia dan tumbuhan

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 4. 1. Bentuk tiga dimensi dari hasil pengawetan suatu organisme 2. Proses fosilisasi ini dimulai ketika suatu cangkang/kerangka organisme terperangkap dalam batuan sedimen. 3. Sebagian besar dari kerangka ini terdiri dari zat-zat yang mudah larut dalam air berkarbonasi 4. Sifat batuan yang berpori memudahkan air berkarbonasi untuk melarutkan cangkang dan jaringan asli dari organisme Dari data di atas merupakan pengertian proses pembentukan fosil... A. Rekristalisasi B. Karbonasi C. Mumi D. Cats and molds E. Petrifikasi 5. 1. Cangkang 2. Tulang 3. Gigi Merupakan bagian bagian dari fosil... A. Fosil vertebarata B. Fosil tubuh C. Fosil tumbuhan D. Fosil bergerak E. Fosil mati 6. 1. Penyampaian pesan dilakukan dengan cara lisan 2. Pesan disampaikan dari generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda 3. Pesan yang disampaikan bisa berupa dongeng, ucapan, nyanyian, maupun musik Dari pernyataan diatas merupakan ciri-ciri dari tradisi... A. Tertulis B. Syair C. Benda D. Lisan E. Agama 7. Tangkuban perahu, kisah nyi roro kidul merupakan contoh dari.. A. Folklore B. Mitos C. Legenda D. Dongeng E. Sage 8. Tradisi juga akan membuat kehidupan menjadi harmonis. Tetapi hal ini akan terwujud jika manusia menghargai, menghormati dan menjalankan suatu tradisi dengan baik dan benar dan juga sesuai dengan aturan. Tradisi memiliki fungsi.... A. Mengingatkan manusia pada tuhan

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 B. C. D. E. Membuat perselisiahan pada manusia Memberikan legitimasi pandangan hidup Saling menghujat antar umat manusia Persaingan antar umat manusia 9. Yang merupakan kegunaan sumber tekstual adalah.... A. Untuk mencatat pengalaman hidup B. Untuk mencatat peninggalan dimasalalu C. Untuk koleksi D. Mencatat hal-hal baru E. Untuk dijadikan berita 10. Surat-surat yang ditulis R.A. Kartini dan dikirimkan kepada pasangan J.H. Abendanon selanjutnya diterbitkan dan diterjemahkan oleh Armijn Pane dan diberi judul.... A. Sinar Mentari B. Sinar senja C. Mentari D. Habis gelap terbitlah terang E. Bulan sabit 11. Menurut junaidi Sebutan bagi penerbitan pers yang masuk dalam media massa tercetak berupa lembaran berisi tentang berita-berita, karangan-karangan dan iklan serta diterbitkan secara berkala, bisa harian, mingguan, bulanan serta diedarkan secara umum, isinya pun harus actual, juga harus bersifat universal, maksudnya pemberitaanya harus bersangkut-paut dengan manusia dari berbagai golongan dan kalangan.merupakan pengertian dari... A. Televisi B. Surat kabar C. Radio D. Iklan E. Telegram 12. Arca adalah... A. Patung yang di gambar menyerupai manusia atau hewan B. Patung yang di pahat C. Patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan, yaitu sarana dalam memuja tuhan atau dewa-dewinya D. Patung yang mempunyai unsur magis E. Batu yang diukir oleh manusia untuk unsur tertentu 13. Ilmu yang mempelajari asal-usul kejadian serta perkembangan makhluk manusia dan kebudayaannya,merupakan pengertian dari ilmu... A. Sosiologi B. Antropologi C. Geologi

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 D. Fiologi E. Arkeologi 14. Yang merupakan sumber benda berupa bangunan yaitu A. Patung B. Kapak lonjong C. Gerabah D. Prasasti E. Candi 15. Dari Gambar diatas termasuk peninggalan kebudayaan berupa.. A. Lisan B. Artefak C. Gambar D. Visual E. Audio visual 16. Siapakah tokoh yang mengemukakan secara ekplisit menempatkan sumber visual ( picture atau figur ) sebagai salah satu sumber penting dalam sejarah... A. Karl marx B. Jhon o’connor C. Gilbert j garraghan D. Steve coln E. Kuntowijoyo 17. 1. Lukisan 2. Patung 3. Foto 4. Patung Dari data diatas merupakan bentuk- bentuk sumber sejarah... A. Kebendaan B. Tekstual C. Lisan

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 D. Fosil E. Visual 18. 1. Fungsi kognitif 2. Fungsi operasional 3. Fungsi kompensatoris 4. Fungsi objektifitas Yang termasuk fungsi sumber belajar visual adalah... A. 1,2 B. 1,4 C. 1,3 D. 2,4 E. 3,4 19. 1. Mereka biasanya bersifat linier 2. Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis 3. Mereka digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya 4. Kurangnya sumber 5. pelaku utamanya diganti peran pengganti Yang termasuk dalam ciri-ciri Audio visual.. A. 1,2,3 B. 2,4,5 C. 3,4,5 D. 1,3,5 E. 1,2,5 20. 1. audio visual murni 2. audio visual ganda 3. audio visual tunggal 4. audio visual tidak murni Dari data diatas yang termasuk jenis media audio visual... A. 1,2 B. 1,3 C. 2,4 D. 1,4 E. 2,3 21. Nekara yang kecil diberi nama Moko atau Mako ditemukan di daerah.. A. Sumba B. Bali C. Alor D. Jawa E. Papua

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 22. 1. Gerabah 2. Kapak corong 3. Kapak perunggu 4. Bejana perunggu 5. Nekara perunggu Dari data diatas merupakan benda-benda peninggalan hasil kebudayaan... A. Artefak B. Fosil C. Gambar D. Gambar E. Lukisan 23. Digunakan untuk memecahkan telor menumbuk, biji-bijian, membuat serat-serat dari pepohonan, membunuh binatang buruan, dan sebagai senjata menyerang lawannya, merupakan fungsi dari.. A. Kjokenmodinger B. Punden berundak C. Kapak genggam D. Nekara E. Gerabah 24. Yang merupakan fungsi dari nekara.. A. Benda upacara dan mas kawin B. Hiasan C. Mas kawin dan hiasan D. Alat rumah tangga E. Alat perkebunan 25. Terbuat dari batu yang sudah mulai halus 2. Merupakan hasil budaya yang diabadikan 3. bentuk beragam, seperti lonjong, bulat, persegi dan sebagainya 4. merupakan hasil peristiwa sejarah Dari data diatas merupakan ciri-ciri dari.. A. Fosil B. Artefak C. Candi D. Gambar E. Lukisan

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Lampiran 10 : Hasil Penilaian Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Subjek AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA RABS SSH 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 2 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 3 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 4 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 5 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 6 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 7 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 9 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 10 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 SIKLUS I 11 12 13 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 14 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 15 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 16 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 17 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 18 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 19 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 20 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 21 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 22 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 23 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 24 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 25 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 26 27 28 29 SNA TAF YDM YDGB 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Lampiran 11 : Hasil Penilaian Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Subyek AMP ABM AR AGP ANV AA BM BMNPPP DRS FDS FF FR FSS JDP LKP MA MHP MAK MFAPR NSF RCN RRPNW RAA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 2 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 3 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 5 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 6 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 7 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 8 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 9 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 SIKLUS II 11 12 13 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 15 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 18 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 20 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 22 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 23 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 24 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 25 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 24 25 26 27 28 29 RABS SSH SNA TAF YDM YDGB 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Lampiran 12 : Data Validitas Instrumen PG N o Subyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Tota l 1 AMP 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 12 2 ABM 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 13 3 AR 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 23 4 AGP 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 23 5 ANV 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 23 6 AA 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 22 7 BM 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 23 8 BMNPP P 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 11 9 DRS 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 24 10 FDS 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 25 11 FF 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 13 12 FR 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 12 13 FSS 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 26 14 JDP 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 15 LKP 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 16 MA 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 23 17 MHP 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 24 18 MAK 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 14 19 MFAPR 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 24 20 NSF 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 14 21 RCN 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 25 22 RRPNW 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 25

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 23 RAA 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 25 24 RABS 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 25 SSH 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 13 26 SNA 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 16 27 TAF 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 14 28 YDM 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 17 29 YDGB 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 12 Rxy 0,45 5 0,42 6 0,08 8 0,48 2 0,50 2 0,50 9 0,47 9 0,41 7 0,43 5 0,54 5 0,41 2 0,41 3 0,45 5 0,53 7 0,247 0,42 7 0,42 8 0,08 6 0,46 1 0,48 1 0,50 9 0,06 1 0,45 5 0,46 6 0,57 9 0,18 2 0,54 5 0,47 9 0,37 7 0,52 3 572 Rtabel 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,367 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 0,36 7 valid gugu r valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid Valid gugur valid valid gugu r valid valid valid gugu r valid valid valid gugu r valid valid valid valid Hasil Valid 25

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Uji Validitas Soal Lampiran 13 : Uji Validitas Corre lations Total Total p1 p2 p3 p4 p5 p6 p7 p8 p9 p10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 29 ,455* ,013 29 ,426* ,021 29 ,088 ,648 29 ,482** ,008 29 ,502** ,006 29 ,509** ,005 29 ,479** ,009 29 ,417* ,025 29 ,435* ,018 29 ,545** ,002 29 p1 ,455* ,013 29 1 29 ,141 ,467 29 ,033 ,864 29 ,517** ,004 29 ,025 ,896 29 ,517** ,004 29 ,090 ,642 29 ,098 ,614 29 ,295 ,121 29 ,042 ,830 29 *. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed). p2 ,426* ,021 29 ,141 ,467 29 1 29 ,141 ,467 29 ,297 ,117 29 ,346 ,066 29 ,454* ,013 29 ,031 ,873 29 ,170 ,377 29 ,367 ,050 29 ,274 ,150 29 p3 ,088 ,648 29 ,033 ,864 29 ,141 ,467 29 1 29 ,356 ,058 29 -,159 ,411 29 ,194 ,312 29 ,244 ,203 29 -,051 ,791 29 -,155 ,422 29 -,110 ,571 29 p4 ,482** ,008 29 ,517** ,004 29 ,297 ,117 29 ,356 ,058 29 1 29 ,393* ,035 29 ,356 ,058 29 ,244 ,203 29 ,098 ,614 29 ,145 ,454 29 ,193 ,316 29 p5 ,502** ,006 29 ,025 ,896 29 ,346 ,066 29 -,159 ,411 29 ,393* ,035 29 1 29 ,209 ,276 29 ,302 ,111 29 ,358 ,056 29 ,053 ,784 29 ,435* ,018 29 p6 ,509** ,005 29 ,517** ,004 29 ,454* ,013 29 ,194 ,312 29 ,356 ,058 29 ,209 ,276 29 1 29 ,244 ,203 29 ,098 ,614 29 ,295 ,121 29 ,042 ,830 29 p7 ,479** ,009 29 ,090 ,642 29 ,031 ,873 29 ,244 ,203 29 ,244 ,203 29 ,302 ,111 29 ,244 ,203 29 1 29 -,044 ,820 29 ,296 ,119 29 ,065 ,739 29 p8 ,417* ,025 29 ,098 ,614 29 ,170 ,377 29 -,051 ,791 29 ,098 ,614 29 ,358 ,056 29 ,098 ,614 29 -,044 ,820 29 1 29 ,239 ,211 29 ,169 ,381 29 p9 ,435* ,018 29 ,295 ,121 29 ,367 ,050 29 -,155 ,422 29 ,145 ,454 29 ,053 ,784 29 ,295 ,121 29 ,296 ,119 29 ,239 ,211 29 1 29 ,228 ,234 29 p10 ,545** ,002 29 ,042 ,830 29 ,274 ,150 29 -,110 ,571 29 ,193 ,316 29 ,435* ,018 29 ,042 ,830 29 ,065 ,739 29 ,169 ,381 29 ,228 ,234 29 1 29

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Corre lations Total Total p11 p12 p13 p14 p15 p16 p17 p18 p19 p20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 29 ,412* ,026 29 ,413* ,026 29 ,455* ,013 29 ,537** ,003 29 -,247 ,196 29 ,427* ,021 29 ,428* ,021 29 ,086 ,656 29 ,461* ,012 29 ,481** ,008 29 p11 ,412* ,026 29 1 29 ,099 ,608 29 ,144 ,456 29 ,667** ,000 29 -,022 ,908 29 ,223 ,244 29 ,144 ,456 29 -,423* ,022 29 ,193 ,317 29 -,147 ,448 29 *. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed). p12 ,413* ,026 29 ,099 ,608 29 1 29 -,016 ,933 29 ,141 ,467 29 -,070 ,717 29 ,031 ,873 29 ,141 ,467 29 -,025 ,897 29 ,201 ,295 29 ,127 ,512 29 p13 ,455* ,013 29 ,144 ,456 29 -,016 ,933 29 1 29 ,194 ,312 29 -,305 ,108 29 ,397* ,033 29 ,194 ,312 29 ,201 ,297 29 ,253 ,185 29 ,344 ,067 29 p14 ,537** ,003 29 ,667** ,000 29 ,141 ,467 29 ,194 ,312 29 1 29 -,005 ,979 29 ,244 ,203 29 ,356 ,058 29 -,247 ,197 29 ,420* ,023 29 ,042 ,830 29 p15 -,247 ,196 29 -,022 ,908 29 -,070 ,717 29 -,305 ,108 29 -,005 ,979 29 1 29 -,133 ,491 29 ,145 ,454 29 -,378* ,043 29 -,401* ,031 29 -,335 ,076 29 p16 ,427* ,021 29 ,223 ,244 29 ,031 ,873 29 ,397* ,033 29 ,244 ,203 29 -,133 ,491 29 1 29 ,397* ,033 29 ,044 ,820 29 ,313 ,099 29 ,065 ,739 29 p17 ,428* ,021 29 ,144 ,456 29 ,141 ,467 29 ,194 ,312 29 ,356 ,058 29 ,145 ,454 29 ,397* ,033 29 1 29 -,098 ,614 29 ,253 ,185 29 ,193 ,316 29 p18 ,086 ,656 29 -,423* ,022 29 -,025 ,897 29 ,201 ,297 29 -,247 ,197 29 -,378* ,043 29 ,044 ,820 29 -,098 ,614 29 1 29 -,021 ,913 29 ,391* ,036 29 p19 ,461* ,012 29 ,193 ,317 29 ,201 ,295 29 ,253 ,185 29 ,420* ,023 29 -,401* ,031 29 ,313 ,099 29 ,253 ,185 29 -,021 ,913 29 1 29 ,265 ,165 29 p20 ,481** ,008 29 -,147 ,448 29 ,127 ,512 29 ,344 ,067 29 ,042 ,830 29 -,335 ,076 29 ,065 ,739 29 ,193 ,316 29 ,391* ,036 29 ,265 ,165 29 1 29

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Corre lations Total Total p21 p22 p23 p24 p25 p26 p27 p28 p29 p30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 29 ,509** ,005 29 ,061 ,752 29 ,455* ,013 29 ,466* ,011 29 ,579** ,001 29 ,182 ,346 29 ,545** ,002 29 ,479** ,009 29 ,377* ,044 29 ,523** ,004 29 p21 ,509** ,005 29 1 29 ,033 ,864 29 ,194 ,312 29 -,064 ,743 29 ,393* ,035 29 ,064 ,743 29 ,164 ,395 29 ,297 ,117 29 ,253 ,185 29 ,194 ,312 29 **. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed). p22 ,061 ,752 29 ,033 ,864 29 1 29 -,128 ,509 29 -,064 ,743 29 ,393* ,035 29 ,064 ,743 29 -,052 ,788 29 -,016 ,933 29 -,081 ,678 29 ,194 ,312 29 p23 ,455* ,013 29 ,194 ,312 29 -,128 ,509 29 1 29 ,244 ,203 29 ,393* ,035 29 ,064 ,743 29 ,380* ,042 29 ,297 ,117 29 ,086 ,656 29 ,194 ,312 29 p24 ,466* ,011 29 -,064 ,743 29 -,064 ,743 29 ,244 ,203 29 1 29 ,127 ,511 29 ,025 ,897 29 ,306 ,107 29 ,031 ,873 29 ,154 ,427 29 -,064 ,743 29 p25 ,579** ,001 29 ,393* ,035 29 ,393* ,035 29 ,393* ,035 29 ,127 ,511 29 1 29 ,048 ,803 29 ,289 ,128 29 ,167 ,387 29 ,066 ,735 29 ,393* ,035 29 p26 ,182 ,346 29 ,064 ,743 29 ,064 ,743 29 ,064 ,743 29 ,025 ,897 29 ,048 ,803 29 1 29 ,107 ,582 29 ,119 ,540 29 ,164 ,394 29 -,090 ,642 29 p27 ,545** ,002 29 ,164 ,395 29 -,052 ,788 29 ,380* ,042 29 ,306 ,107 29 ,289 ,128 29 ,107 ,582 29 1 29 ,341 ,070 29 ,201 ,297 29 ,380* ,042 29 p28 ,479** ,009 29 ,297 ,117 29 -,016 ,933 29 ,297 ,117 29 ,031 ,873 29 ,167 ,387 29 ,119 ,540 29 ,341 ,070 29 1 29 ,039 ,840 29 ,454* ,013 29 p29 ,377* ,044 29 ,253 ,185 29 -,081 ,678 29 ,086 ,656 29 ,154 ,427 29 ,066 ,735 29 ,164 ,394 29 ,201 ,297 29 ,039 ,840 29 1 29 ,253 ,185 29 p30 ,523** ,004 29 ,194 ,312 29 ,194 ,312 29 ,194 ,312 29 -,064 ,743 29 ,393* ,035 29 -,090 ,642 29 ,380* ,042 29 ,454* ,013 29 ,253 ,185 29 1 29

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Lampiran 14 Uji Reliabilitas Ca se Processing Sum ma ry N Cases Valid Ex cludeda Total 29 0 29 a. Lis twis e deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,812 N of Items 30 % 100,0 ,0 100,0

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 15 : Power point pembelajaran sumber sejarah

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Lampiran 16 : Dokumentasi Gambar : Peneliti menjelaskan materi Sumber : Dokumentasi Pribadi Gambar : Siswa Menulis Materi Sumber : Dokumentasi Pribadi

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Gambar : Siswa Berdiskusi Sumber : Dokumen Pribadi Gambar : Siswa Membuat Peta Konsep Sumber : Dokumentasi Pribadi

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Gambar : Siswa Membuat Peta Konsep Sumber : Dokumentasi Pribadi Gambar : Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi Sumber : Dokumentasi Pribadi

(195)

Dokumen baru

Download (194 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle (ioc) untuk meningkatkan hasil belajar ips siswa kelas VII-B smp muhammadiyah 17 ciputat tahun ajaran 2014/2015
1
29
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta.
0
4
220
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi.
0
2
260
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta.
0
0
227
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar belajar siswa : studi kasus pada siswa kelas X SMA Stella Duce I Yogyakarta.
0
4
195
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar belajar siswa studi kasus pada siswa kelas X SMA Stella D
0
9
193
Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe stad dalam upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Bantul tahun pembelajaran 2013/2014
0
0
8
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta - USD Repository
0
0
225
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD serta pengaruhnya terhadap aktivitas dan prestasi belajar siswa - USD Repository
0
0
321
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi - USD Repository
0
0
258
Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Yogyakarta pada bahasan sistem imunitas manusia melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share - USD Repository
0
1
151
Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar geometri siswa kelas IV SD Negeri Kapuhan 2 tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
178
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta - USD Repository
0
0
218
Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar sejarah melalui model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada siswa kelas XC SMA N 1 Cangkringan Sleman Yogyakarta - USD Repository
0
0
167
Show more