Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository

Gratis

0
0
258
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ardina Yullynta Sari NIM: 101134074 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ardina Yullynta Sari NIM: 101134074 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada:  Allah S.W.T. yang selalu memberikan rahmat dan karunia kepadaku.  Almamater Universitas Sanata Dharma.  Orang tuaku yang selalu memberikan yang terbaik untukku tanpa pamrih sedikitpun.  Saudara-saudaraku, kakakku dan adikku yang selalu memberikan semangat untuk terus maju.  Sahabat-sahabatku yang selalu memberikan kenangan berarti untukku. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Kerja keras, berpikir positif, ridho orang tua serta berdoa kepada Allah S.W.T. adalah kunci kita untuk menggapai cita-cita dalam kehidupan” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis, Ardina Yullynta Sari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Ardina Yullynta Sari Nomor Mahasiswa : 101134074 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 12 Juni 2014 Yang menyatakan Ardina Yullynta Sari vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I Ardina Yullynta Sari Universitas Sanata Dharma 2014 Latar belakang dari penelitian ini yaitu belum diketahuinya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif pada materi perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kebondalem Lor tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 42. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VA sebagai kelas eksperimen dengan siswa sebanyak 22 dan kelas VB sebagai kelas kontrol dengan siswa sebanyak 20. Instrumen penelitian menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 25 soal untuk variabel penelitian prestasi belajar pada ranah kognitif yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian menggunakan program IBM SPSS statistics 20. Pengujian validitas instrumen menggunakan korelasi point bisserial dengan signifikansi 0,05 dan r tabel 0,279. Pengujian reliabilitas menggunakan alpha cronbach yang menghasilkan nilai koefisien reliabilitas 0,827 dan termasuk kualifikasi tinggi. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan soal pretest dan postest pada kelas kontrol dan eksperimen. Analisis data menggunakan independent sample t-test dengan bantuan program IBM SPSS statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dan kelas yang tidak menerapkannya dalam hal prestasi belajar IPS siswa Sekolah Dasar pada ranah kognitif. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi (2tailed) sebesar 0,018 atau <0,05. Kata kunci : model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I, prestasi belajar, mata pelajaran IPS. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DIFFERENCES OF IPS LEARNING ACHIEVEMENT IN 5TH GRADE PRIMARY SCHOOL BY THE APPLICATION OF JIGSAW TYPE I COOPERATIVE LEARNING MODEL Ardina Yullynta Sari Sanata Dharma University 2014 The background in this study was not yet known the differences of IPS learning achievement in 5th grade Primary School by the application of jigsaw type I cooperative learning model. This research is aimed to know the differences of IPS learning achievement in 5th grade primary school by the application of jigsaw type I cooperative learning model on the material the struggle of Indonesian patriots in the era of Dutch and Japanese colonializations. This research was used quasi experiment with type of non equational control group design. The population of research was all students of 5th grade students of Kebondalem Lor elementary school in academic year of 2013/2014 that consisted of 42 students. The sample was VA class as experiment class consist of 22 students and VB class as controlled class consist of 20 students. The research instrument used the multiple choices. There were 25 questions of variabels of learning achievement of cognitive domain having passed the validity and reliability test. The instrument of validity and reliability test used the program of IBM SPSS statistics 20. The validity test instrument used point bisserial correlation with the significance of 0,05 and r-table of 0,279. The reliability test instrument used Alpha Cronbach resulting coefficient rate of 0,827 and it was highly qualified. Data collecting technique was used pretest and postest questions in controlled and experiment class. The researcher analyzed the data used independent sample t-test supported by IBM SPSS statistics 20 program. The result of the research showed that there were differences between group that used cooperative learning model of jigsaw type I and group who did not use the cooperative learning model of jigsaw type I in term of learning achievement of social sciences in elementary school students in cognitive domain. It could be seen from the significance rate (2tailed) of 0.018 or <0.05. Keywords: cooperative learning model of jigsaw type 1, learning achievement, subject of social sciences. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur selalu dipanjatkan kepada Allah SWT karena atas karunia, rahmad dan hidayahNya, penulis bisa menyelesaikan skripsi ini dengan judul “PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I”. Penyusunan skripsi ini merupakan syarat untuk memperolah gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang membantu dan berperan atas terselesaikannya skripsi ini, untuk itu ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya akan diberikan kepada: 1. Rohandi Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST. M.A., Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Drs. Y.B. Adimassana, M.A., dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, saran dan kritik yang sangat membangun, serta idenya demi terselesaikannya skripsi ini. 4. Rusmawan, S.Pd, M.Pd, dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, semangat, saran dan idenya yang berguna untuk skripsi ini. 5. Tri Suhartini, S.Pd. Kepala Sekolah SDN 1 Kebondalem Lor yang telah memberikan izin pelaksanaan penelitian. 6. Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd. Guru Kelas V yang memberikan masukan yang berarti selama dilakukan penelitian. 7. Semua keluargaku yang selalu memberikan semangat dan doanya demi terselesaikannya penelitian ini. 8. Teman-temanku satu payung skripsi yaiu Fajar, Lala, Arma, Novi, Titin, Septi, Irin, Novean, dan Rosa yang selalu bersama saling berbagi ide, mendorong, dan menyemangati untuk menyelesaikan penelitian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Teman-teman satu kos yang membantu atas penjelasan dan idenya di saat penulis mengalami kesulitan. 10. Teman-teman PGSD USD angkatan 2010 atas semangat dan kebersamaannya selama kegiatan perkuliahannya. 11. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, maka saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi siapa saja yang membacanya. Terima kasih. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis, Ardina Yullynta Sari xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ....................................... viii ABSTRAK ..................................................................................................... vii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR.................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 1.2 Pembatasan Masalah ........................................................................ 5 1.3 Rumusan Masalah ............................................................................ 5 1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................. 5 1.5 Manfaat Penelitian ........................................................................... 6 1.5.1 Manfaat Teoritis ............................................................................... 6 1.5.2 Manfaat Praktis ................................................................................ 6 1.5.2.1 Bagi Guru ......................................................................................... 6 1.5.2.2 Bagi Siswa ....................................................................................... 6 1.5.2.3 Bagi Peneliti ..................................................................................... 6 1.5.2.4 Bagi Peneliti Lain ............................................................................ 7 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 8 2.1 Kajian Pustaka ................................................................................. 8 2.1.1 Belajar .............................................................................................. 8 2.1.1.1 Pengertian Belajar ............................................................................ 8 2.1.1.2 Ciri-ciri Belajar ................................................................................ 9 2.1.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar .......................... 10 2.1.1.4 Prestasi Belajar................................................................................. 12 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif ...................................................... 17 2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif .................................... 17 2.1.2.2 Unsur-unsur atau Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif ... 18 2.1.2.3 Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif .......................................... 21 2.1.2.4 Model-model Pembelajaran Kooperatif ........................................... 22 2.1.2.5 Jigsaw I ............................................................................................ 24 2.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial .................................................................. 27 2.1.3.1 Hakikat IPS ...................................................................................... 27 2.1.3.2 Pembelajaran IPS di SD ................................................................... 27 2.1.3.3 Kedudukan Pembelajaran IPS di SD ............................................... 28 2.1.3.4 Tujuan Pembelajaran IPS di SD ...................................................... 28 2.1.3.5 Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ................. 29 2.1.3.6 Materi IPS ........................................................................................ 30 2.1.3.7 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif. 30 2.2 Kajian Penelitian yang Relevan ....................................................... 31 2.3 Kerangka Berpikir ............................................................................ 35 2.4 Hipotesis Penelitian ......................................................................... 36 BAB III METODE PENELITIAN................................................................. 37 3.1 Jenis Penelitian................................................................................. 37 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................... 38 3.2.1 Tempat Penelitian ............................................................................ 38 3.2.2 Waktu Penelitian .............................................................................. 38 3.3 Populasi dan Sample Penelitian ....................................................... 39 3.3.1 Populasi Penelitian ........................................................................... 39 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3.2 Sampel penelitian ............................................................................. 39 3.4 Variabel Penelitian ........................................................................... 40 3.4.1 Variabel ............................................................................................ 40 3.4.2 Definisi Operasional Variabel.......................................................... 40 3.5 Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 41 3.6 Instrumen Penelitian ........................................................................ 41 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ................................................ 42 3.7.1 Validitas Instrumen .......................................................................... 42 3.7.2 Reliabilitas Instrumen ...................................................................... 46 3.8 Teknik Analisis Data........................................................................ 47 3.8.1 Analisis Deskriptif ........................................................................... 47 3.8.2 Analisis Inferensial .......................................................................... 48 3.8.2.1 Uji Prasyarat Analisis ...................................................................... 49 3.8.2.2 Uji Perbedaan Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol .... 50 3.8.2.3 Uji Hipotesis .................................................................................... 51 3.8.2.4 Uji Effect Size ................................................................................... 52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 53 4.1 Hasil Penelitian ................................................................................ 53 4.1.1 Deskripsi Data .................................................................................. 53 4.1.1.1 Data Nilai Pretest Kelompok Kontrol ............................................. 54 4.1.1.2 Data Nilai Posttest Kelompok Kontrol ............................................ 55 4.1.1.3 Data Nilai Pretest Kelompok Eksperimen ....................................... 55 4.1.1.4 Data Nilai Posttest Kelompok Eksperimen ..................................... 56 4.1.1.5 Kenaikan Nilai Pretest dan Posttest Kelompok dan Kontrol .......... 56 4.1.2 Hasil Uji Perbedaan atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I terhadap Pembelajaran IPS di SD ........... 56 4.1.2.1 Hasil Uji Prasyarat Analisis ............................................................. 57 4.1.2.2 Hasil Uji Beda Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol .. 62 4.1.2.3 Hasil Uji Hipotesis ........................................................................... 64 4.1.2.4 Hasil Uji Effect Size ......................................................................... 66 4.2 66 Rangkuman Hasil Penelitian ............................................................ xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.3 Pembahasan...................................................................................... 67 4.3.1 Pembahasan Proses Pelaksanaan Penelitian .................................... 67 4.3.2 Pembahasan Hasil Penelitian ........................................................... 69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................ 73 5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 73 5.2 Saran ................................................................................................ 73 5.2.1 Bagi Sekolah .................................................................................... 73 5.2.2 Bagi Guru ......................................................................................... 74 5.2.3 Bagi Peneliti Lain ............................................................................ 74 5.3 Keterbatasan Penelitian .................................................................... 74 DAFTAR REFERENSI ................................................................................. 75 LAMPIRAN ................................................................................................... 78 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................... 239 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Jenis, Indikator, dan Cara Evaluasi Prestasi ................................ 13 Tabel 2.2 SK dan KD IPS Kelas V Semester II .......................................... 29 Tabel 3.1 Waktu Penelitian ......................................................................... 38 Tabel 3.2 Teknik Pengumpulan Data pada Variabel Prestasi Belajar ......... 41 Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian sebelum Diuji Validitas Dan Reliabilitasnya ............................................................................. Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Soal Menggunakan IBM 41 Statistics SPSS 20 ..................................................................................... 44 Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen yang sudah Diuji Validitasnya .................... 45 Tabel 3.6 Kualifikasi Reliabilitas ................................................................ 47 Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Instrumen Tes Pilihan Ganda ............................. 47 Tabel 3.8 Kriteria Nilai Effect Size .............................................................. 52 Tabel 4.1 Distribusi Frekensi Sampel Penelitian ........................................ 53 Tabel 4.2 Data Nilai Prestasi Belajar Siswa ................................................ 54 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol ................................ 58 Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol .............................. 58 Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen ......................... 59 Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen ........................ 60 Tabel 4.7 Homogenitas Pretest Kelas Eksperimen dan Kontrol ................. 62 Tabel 4.8 Hasil Uji Perbedaan Rata-rata Pretest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar ................................ Tabel 4.9 Hasil Uji Perbedaan Rata-rata Posttest 63 Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar .......................... 65 Tabel 4.10 Homogenitas pada Pretest Kelompok Kontrol dan Eksperimen 65 Tabel 4.11 Rangkuman untuk Skor Pretest dan Posttest .............................. 66 Tabel 4.12 Uji beda Skor Rata-rata Pretest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar ................................ 66 Tabel 4.13 Uji beda Skor Rata-rata Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar ................................ xvi 66

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Skema Penelitian Relevan ...................................................... 34 Gambar 3.1 Desain Penelitian Kuasi Eksperimental.................................. 38 Gambar 3.2 Skema Variabel Penelitian ..................................................... 40 Gambar 3.3 Rumus Mencari Effect Size..................................................... 52 Gambar 4.1 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Pretest Kelas Kontrol .................................................................................... Gambar 4.2 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Posttest Kelas Kontrol .................................................................................... Gambar 4.3 60 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Posttest Kelas Eksperimen ............................................................................. Gambar 4.5 59 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Pretest Kelas Eksperimen ............................................................................. Gambar 4.4 58 61 Perbandingan Rata-rata Pretest dan Posttest Kelas kontrol dan Eksperimen ...................................................................... xvii 65

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Surat Ijin akan Melaksanakan Penelitian ............................... 79 Lampiran 2 Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian .................. 80 Lampiran 3 Silabus dan RPP Kelas Eksperimen ....................................... 81 Lampiran 4 Silabus dan RPP Kelas Kontrol .............................................. 126 Lampiran 5 Materi Pembelajaran ............................................................... 178 Lampiran 6 Bentuk Soal yang Dikerjakan Siswa untuk Uji Coba ............. 197 Lampiran 7 Hasil output Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Pilihan Ganda dengan IBM SPSS Statistics 20 ................................... 203 Lampiran 8 Lembar Expert Judgement Instrumen Penelitian ................... 207 Lampiran 9 Instrument Soal untuk Pretest dan Posttest ............................ 215 Lampiran 10 Tabulasi Pengolahan Data Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol ....................................... 219 Lampiran 11 Hasil Input Data nilai Pretest dan Posttest kelompok Eksperimen dan Kontrol ......................................................... 223 Lampiran 12 Hasil Output Perhitungan SPSS untuk Analisis Deskriptif .... 225 Lampiran 13 Hasil Output Perhitungan SPSS untuk Uji Prasyarat dan Analisis Inferensial ................................................................. 226 Lampiran 14 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Jigsaw I ....................... 229 Lampiran 15 Foto-foto Kegiatan Pembelajaran ........................................... 233 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD merupakan ilmu pengetahuan yang memberikan pengetahuan dasar serta keterampilan sebagai warga negara yang baik sedini mungkin (Susanto, 2013:138). Kajian materi IPS yang diajarkan di SD memuat keterpaduan dari ilmu-ilmu sosial dan ilmu kemanusiaan untuk meningkatkan kualitas siswa sebagai warga negara (Susanto, 2013:144). Siswa bisa belajar masalah-masalah yang berkembang atau sedang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar. Mereka bisa memanfaatkan ilmu yang sudah dipelajari dan menerapkannya dalam realita kehidupan. Jadi, penting bagi siswa SD untuk bisa memahami konsep atau materi pembelajaran IPS sebagai modal mereka untuk berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini akan menambah pengalaman mereka dalam menapaki dunia kehidupan bermasyarakat. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang membahas tentang peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial, sehingga dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Tim Penyusun KTSP, 2007:4) pemerintah menetapkan IPS sebagai salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan di SD. Pembelajaran hendaknya melibatkan siswa sebagai subjek yang aktif saat belajar, tidak terkecuali saat belajar IPS. Hal ini sejalan dengan teori yang dicetuskan oleh Vigotsky. Teori Vigotsky menjelaskan bahwa pengetahuan siswa tidak dihasilkan dari dalam individu tetapi lebih dibangun dari interaksi dengan orang lain dan benda budaya misalnya buku (dalam Santrock, 2007:50). 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Pembelajaran yang melibatkan peran serta siswa akan memberikan pengalaman belajar bagi mereka. Guru hendaknya tidak bertindak sebagai pentransfer ilmu namun sebagai fasilitator dalam belajar. Saat pembelajaran IPS di kelas siswa dapat belajar dengan teman sebayanya dan juga guru. Ilmu pengetahuan yang dibentuk dari pengalaman belajar siswa sendiri akan memberikan dampak baik bagi prestasi belajar siswa. Prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh dari perubahan kemampuan sebagai akibat dari pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan. Metode pembelajaran IPS hendaknya berpijak pada aktivitas yang membuat siswa secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, menemukan konsep dan prinsip IPS secara keseluruhan serta informasi yang dapat dipercaya (Susanto, 2013:157). Guru bisa menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan metode pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa ketika mengajar, sehingga siswa merasa senang dan nyaman mengikuti pembelajaran. Di samping itu guru juga bisa menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa di kelompok seperti metode diskusi, eksperimen, demonstrasi, bermain peran, dan lain-lain. Penggunaan model dan metode pembelajaran dapat divariasi oleh guru tergantung dari karakter siswa, minat siswa, jam pelajaran, ataupun materi yang diajarkan. Guru juga harus kreatif dalam menggunakan model dan metode yang ada sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Peran guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat membawa siswa belajar dalam situasi yang menyenangkan. Namun realitasnya, banyak guru yang melaksanakan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga menyebabkan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 anak bersikap apatis atau acuh tak acuh pada mata pelajaran IPS dan gejala sosial yang terjadi di masyarakat (Susanto, 2013:155). Penggunaan metode ekspositori atau penjelasan kurang tepat untuk anak usia SD karena menyebabkan anak bersikap pasif sehingga pembelajaran menjadi membosankan (Susanto, 2013:154155). Penggunaan metode ekspositori bisa menimbulkan anggapan pada siswa bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran, sehingga di dalam kelas terkadang ada siswa yang mengantuk, meletakkan kepala di atas meja, berbicara sendiri atau tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan guru. Hal ini menjadi masalah serius apabila pada akhirnya siswa menjadi tidak paham akan materi yang harus dipelajarinya. Kejadian-kejadian tersebut akan mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPS itu sendiri. Rendahnya prestasi belajar IPS akan memberikan dampak yang kurang baik bagi kepekaan siswa terhadap masalah sosial yang terjadi di ligkungan masyarakat sekitar, selain itu siswa juga kurang terampil dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bertolak dari masalah di atas, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran IPS. Tipe jigsaw I dapat digunakan untuk pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, atau berbicara dan dapat digunakan salah satunya pada mata pelajaran IPS (Lie, 2010:69). Jenis materi yang paling mudah digunakan untuk tipe jigsaw I berupa materi naratif tertulis yang lebih mengembangkan konsep daripada mengembangkan keterampilan (Isjoni, 2012:83). Para ahli tersebut menjelaskan bahwa model kooperatif tipe jigsaw I sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS di SD karena materinya sebagian besar berupa narasi terutama

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 untuk materi sejarah. Model pembelajaran ini membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran akan berpusat pada siswa (student centered). Beberapa peneliti terdahulu seperti Rukiyah (2012); Darmada, Putra, & Meter (2013); Apriliana (2012); Priyatna (2013) dan Wardani (2012) meneliti tentang penerapan jigsaw I terhadap hasil atau prestasi belajar yang hasilnya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I memberikan kontribusi yang baik terhadap pencapaian prestasi belajar siswa dibandingkan dengan model konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I membelajarkan siswa secara berkelompok, yang masing-masing anggota memiliki tanggungjawab secara individu dan adanya saling ketergantungan positif. Pada kelompok asal siswa dibagikan topik berbeda-beda, kemudian akan membentuk kelompok ahli yang merupakan kumpulan dari siswa dari kelompok asal dengan topik sama. Di dalam kelompok ahli siswa berdiskusi tentang topik yang menjadi tugasnya. Setelah siswa berdiskusi di kelompok ahli, masing-masing siswa akan membagikan ilmu yang sudah dibahas pada kelompok asal. Pada tipe jigsaw I ini guru dapat mendorong siswa untuk belajar dengan teman sebaya. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran dengan teman sebaya lebih efektif dilakukan dari pada pembelajaran oleh guru (Isjoni dan Ismail, 2008:151). Pada penerapan jigsaw I guru hanya bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran di kelompok. Diharapkan dengan digunakannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I, siswa bisa terlibat aktif bekerjasama dalam memecahkan kesulitan, bertanggungjawab secara individu dalam kelompok. Beberapa penjelasan yang sudah dipaparkan di atas mendorong peneliti tertarik meneliti apakah penerapan model kooperatif tipe jigsaw I dapat mengatasi masalah yang dihadapi siswa

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 dalam pembelajaran IPS SD kelas V. Peneliti memilih kelas V karena seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa materi IPS kelas V sebagian besar berupa narasi tertulis dan memungkinkan diterapkannya jigsaw I. Peneliti ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 1.2 Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi hanya untuk pelajaran IPS semester II pada siswa kelas V. Penelitian akan difokuskan pada Standar Kompetensi (SK) menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia dan Kompetensi Dasar (KD) mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah dapat dirumuskan suatu rumusan masalah penelitian yaitu apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I? 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi penerapan metode pembelajaran di Indonesia. Penelitian ini bisa digunakan sebagai bahan bacaan atau referensi dalam mengajar. Semua warga sekolah dapat meningkatkan kreatifitas dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Bagi Guru 1.5.2.1.1 Guru bisa memahami penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I sesuai dengan aturan dan langkah-langkah pembelajarannya. 1.5.2.1.2 Mengembangkan profesionalitas guru sebagai seorang pengajar yang inovatif. 1.5.2.2 Bagi Siswa 1.5.2.2.1 Mengaktifkan siswa saat pembelajaran berlangsung. 1.5.2.2.2 Memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam belajar menggunakan model kooperatif jigsaw I. 1.5.2.3 Bagi Peneliti 1.5.2.3.1 Memberikan pengalaman baru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I selama pembelajaran di kelas. 1.5.2.3.2 Menambah pengalaman tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.5.2.4 Bagi Peneliti Lain 1.5.2.4.1 Menjadi bahan referensi bagi penelitian yang akan dilakukan. 1.5.2.4.2 Menambah informasi tentang penggunaan jigsaw I dalam penelitian.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab II ini terdapat kajian teori, kerangka berpikir dan hipotesis menyangkut penelitian yang akan dilaksanakan. Kajian pustaka ini akan menjelaskan istilah-istilah atau hal yang menyangkut penelitian serta beberapa penelitian terdahulu. Akhir bab ini akan dirumuskan kerangka berpikir dan hipotesis yang merupakan dugaan sementara dari penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan perubahan tingkah laku seseorang sebagai akibat interaksinya dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan relatif tetap dan berbekas berupa pengetahuan, keterampilan, dan nilai-sikap dengan melibatkan proses berpikir (Winkel, 2004:59 dan Syah, 2008:68). Fontana (dalam Winataputra, 2008:1.8) mengartikan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku individu yang relatif tetap akibat dari pengalaman. Berkaca dari para ahli tersebut belajar merupakan keseluruhan dari perubahan yang relatif tetap berupa pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap akibat dari pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan. Perubahan yang relatif tetap disini maksudnya perubahan secara tetap yang terjadi pada individu akibat pengalaman belajar dan tidak bersifat sementara. Perubahan sementara karena mabuk tidak bisa disebut belajar. Belajar akan memberikan pengalaman baru bagi individu berupa 81

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 pengetahuan, keterampilan, dan nilai-sikap. Perubahan yang terjadi tidak menuntut yang signifikan, namun perubahan yang hanya sedikitpun bisa dikatakan bahwa individu tersebut sudah belajar. 2.1.1.2 Ciri-ciri Belajar Seorang individu atau siswa dikatakan belajar apabila dia memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Winataputra, 2008:1.9) yaitu (1)belajar harus memungkinkan adanya perubahan perilaku, (2)perubahan merupakan hasil dari pengalaman, (3)perubahan bersifat relatif tetap. Perubahan menyangkut perilaku yang dimaksud yaitu aspek pengetahuan (kognitif), sikap dan nilai (afektif), serta keterampilan (psikomotorik). Perubahan merupakan hasil dari pengalaman yang terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungan. Interaksi dapat berupa fisik dan psikis. Seorang anak yang tahu bahwa api itu panas maka tidak akan mendekatinya terlalu dekat, hal ini merupakan contoh interaksi berupa fisik. Contoh interaksi psikis misalnya seorang anak akan berhati-hati ketika menyeberang jalan setelah tahu ada orang yang tertabrak kendaraan. Perubahan yang relatif tetap berarti perubahan akibat belajar tersebut memiliki sifat permanen tanpa adanya pengaruh seperti pengaruh obat atau minuman keras. Perubahan perilaku karena obat atau minuman keras bersifat tidak permanen sedangkan perubahan perilaku seseorang akibat dari belajar mempunyai sifat cukup permanen. Djamarah (2011:15-17) menambahkan ciri-ciri belajar yaitu (1)perubahan bersifat tetap, (2)perubahan aspek tingkah laku, (3)perubahan yang terjadi secara sadar, (4)perubahan dalam belajar bersifat fungsional, (5)perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, (6)perubahan dalam belajar bertujuan atau

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 terarah. Dua ciri belajar yang pertama sama dengan apa yang disebutkan Winataputra, hanya saja Djamarah menambahkan keempat ciri lain yang sudah disebutkan di atas. Ciri belajar yang mengungkapkan perubahan secara sadar berarti seseorang tersebut secara sadar mengalami perubahan seperti pengetahuannya bertambah ataupun kecakapannya bertambah. Belajar bersifat fungsional jadi perubahan yang terjadi dalam belajar akan terjadi secara terus menerus dan hasil yang sudah dikuasai akan berguna bagi proses belajar berikutnya. Perubahan belajar bersifat positif dan aktif dimana seseorang akan berubah menjadi lebih baik dan perubahan itu ada karena adanya usaha individu sendiri. Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah bahwa perubahan tingkah laku terjadi karena ada suatu tujuan yang akan dicapai. Kedua ahli di atas telah menjelaskan ciri-ciri belajar yaitu apabila seseorang mengalami perubahan di mana perubahan tersebut menyangkut beberapa hal seperti perubahan terjadi secara sadar, memiliki sifat yang fungsional, bersifat positif dan aktif, bersifat tetap, memiliki tujuan, dan menyangkut aspek tingkah laku. 2.1.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang. Susanto (2013:12) dan Sukmadinata (2009:162) menjelaskan ada dua hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar yaitu siswa itu sendiri dan lingkungannya. Syah (2008:144) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar menjadi tiga yaitu (1)faktor internal merupakan keadaan jasmani dan rohani siswa, (2)faktor eksternal merupakan keadaan yang berada di lingkungan siswa, (3)faktor pendekatan belajar merupakan upaya siswa dalam belajar yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk mempelajari materi pelajaran.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Pada dasarnya pendapat ahli di atas sama, hanya saja Susanto memasukkan faktor pendekatan belajar seperti yang dikemukakan Syah yaitu metode atau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar kedalam faktor lingkungan. Faktor internal siswa terdiri dari dua aspek yaitu aspek jasmani dan rohani. Faktor jasmani misalnya kesehatan seseorang. Jika seseorang sakit, maka dia tidak akan bergairah dalam belajar. Faktor rohani misalnya kebahagiaan, sebagai contoh seorang siswa yang mendapat hadiah karena prestasinya maka dia akan merasa senang. Faktor-faktor rohani utama yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas belajar yaitu tingkat kecerdasan, sikap, bakat, minat, dan motivasi siswa. Penjelasan untuk contoh faktor rohani misalnya minat dan motivasi berpengaruh pada tindakan belajar siswa. Siswa akan terdorong atau termotivasi untuk memusatkan perhatian besar pada mata pelajaran yang diminatinya (Syah, 2008:145-152, Susanto, 2013:12, dan Sukmadinata, 2009:162). Faktor eksternal dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan sosial dan non sosial. Lingkungan sosial siswa yang dimaksud adalah orang tua, saudara, temanteman bermainnya, guru, staf sekolah, tetangga. Lingkungan nonsosial contohnya tempat belajar, media belajar, buku pelajaran, buku tulis (Syah, 2008:152-155, Susanto, 2013:12). Faktor pendekatan belajar merupakan suatu strategi dan metode belajar yang digunakan oleh siswa untuk menunjang efektif dan efisiensi dalam mempelajari materi tertentu. Pendekatan belajar yang dipakai siswa yang satu dengan lain bermacam-macam. Hal tersebut tergantung dengan karakter masingmasing siswa (Syah, 2008:144). Jadi, penerapan jigsaw I merupakan pendekatan belajar yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar siswa.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Ketiga faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar di atas saling terkait. Hal tersebut bisa dicontohkan misalnya apabila keadaan jasmani rohani siswa baik kemudian keadaan eksternal siswa mendukung disertai pendekatan belajar siswa seperti metode atau model pembelajaran yang sesuai maka keberhasilan belajar akan tercapai. Keberhasilan belajar kurang maksimal apabila salah satu faktor keberhasilan belajar diatas tidak terpenuhi. 2.1.1.4 Prestasi Belajar Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie, kemudian di Indonesiakan menjadi “prestasi” yang artinya “hasil usaha” (Arifin, 2009:12). Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prestasi berarti suatu hasil yang dicapai. Menurut KBBI (2008:1101) prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar umumnya berkenaan dengan aspek pengetahuan (Arifin, 2009:12). Prestasi belajar yaitu hasil suatu usaha yang dicapai pada perubahan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-sikap yang dikembangkan melalui mata pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai dari guru. Ada ahli yang mendefinisikan perubahan kemampuan penguasaan siswa sebagai hasil belajar. Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang setelah dia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2009:22). Purwanto (2009:46) berpendapat bahwa hasil belajar adalah hasil perubahan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar adalah hasil perubahan kemampuan dari pengalaman belajar yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kesimpulan dari beberapa ahli di atas

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 memberikan gambaran kesamaan pengertian antara prestasi dengan hasil belajar, yaitu keduanya merupakan hasil perubahan kemampuan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pencapaian prestasi belajar dapat dilihat dari pencapaian indikator yang sudah ditentukan. Indikator merupakan suatu yang menjadi petunjuk (KBBI, 2008:532). Indikator prestasi merupakan suatu yang menjadi penunjuk adanya prestasi tertentu (Syah, 2008:216). Jadi, indikator prestasi belajar merupakan sesuatu yang menjadi petunjuk adanya perubahan hasil usaha dalam ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan). Jenis, indikator, dan cara evaluasi prestasi yang dikemukakan oleh Surya (1982) dan Barlow (1985) disajikan dalam tabel 2.1. Tabel 2.1 Jenis, Indikator, dan Cara Evaluasi Prestasi (Syah, 2008:217) Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi Ranah Cipta (Kognitif) 1. Pengamatan 1. Dapat menunjukkan 1. Tes lisan 2. Dapat membandingkan 2. Tes tertulis 3. Dapat menghubungkan 3. Observasi 2. Ingatan 1. Dapat menyebutkan 1. Tes lisan 2. Dapat menunjukkan kembali 2. Tes tertulis 3. Observasi 3. Pemahaman 1. Dapat menjelaskan 1. Tes lisan 2. Dapat mendefinisikan 2. Tes tertulis dengan lisan sendiri 4. Aplikasi/Penerapan 1. Dapat memberikan contoh 1. Tes tertulis 2. Dapat menggunakan secara 2. Pemberian tugas tepat 3. Observasi 5. Analisa 1. Dapat menguraikan 1. Tes tertulis (Pemeriksaan dan 2. Dapat 2. Pemberian tugas pemilihan secara mengklasifikasikan/memilahteliti milah 6. Sintesis (Membuat 1. Dapat menghubungkan 1. Tes tertulis paduan baru dan materi-materi sehingga 2. Pemberian tugas utuh) menjadi kesatuan baru 2. Dapat menyimpulkan 3. Dapat mengeneralisasikan Ranah Rasa (Afektif) 1. Penerimaan 1. Menunjukkan sikap 1. Tes tertulis menerima 2. Tes skala sikap 2. Menunjukkan sikap menolak 3. Observasi 2. Sambutan 1. Kesediaan berpartisipasi atau 1. Tes skala sikap terlibat 2. Pemberian tugas

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Ranah/Jenis Prestasi 3. Apresiasi (sikap menghargai) 2. 1. 2. 4. Internalisasi (Pendalaman) 5. Karakteristik (penghayatan) 3. 1. 2. 1. 2. Indikator Kesediaan memanfaatkan Menganggap penting dan bermanfaat Menganggap indah dan harmonis Mengagumi Mengakui dan meyakini Mengingkari Melembagakan atau meniadakan Menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari Ranah Karsa (Psikomotorik) 1. Keterampilan Kecakapan mengkoordinasikan bergerak dan gerak mata, tangan, kaki, dan bertindak anggota tubuh lainnya 2. Kecakapan ekspresi 1. Kefasihan verbal dan non melafalkan/mengucapkan verbal 2. Kecakapan membuat mimik dan gerakan jasmani 3. 1. 2. 3. 1. 2. Cara Evaluasi Observasi Tes skala penilaian sikap Pemberian tugas Observasi 2. Tas skala sikap Pemberian tugas ekspresif (yang menyatakan sikap) dan tugas proyektif (yang menyatakan perkiraan atau ramalan) Pemberian tugas ekspresif dan proyektif Observasi 1. 2. Observasi Tes tindakan 1. 2. 3. Tes lisan Observasi Tes tindakan 1. Pencapaian prestasi belajar dapat diungkap dengan tes prestasi belajar. Tes prestasi belajar merupakan tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap performansi maksimal siswa dalam menguasai materi-materi yang sudah dipelajari. Tes prestasi belajar secara luas mencakup tiga kawasan tujuan pendidikan yaitu kawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan-ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan ebtanas (Aswar, 2005:8-9). Pada penelitian ini prestasi belajar hanya akan diukur pada aspek kognitif siswa dalam belajar IPS. Pengukuran prestasi belajar hanya pada aspek kognitif atau pengetahuan karena peneliti ingin mengetahui penguasaan materi IPS oleh siswa atas penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw I. Jadi yang dimaksud prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil suatu usaha yang

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 dicapai pada perubahan kemampuan kognitif siswa kelas V Sekolah Dasar yang diukur menggunakan tes objektif. Ada beberapa prinsip-prinsip pengukuran prestasi belajar perlu diketahui sebelum menyusun instrumen tes prestasi belajar. Menurut Grondlund (dalam Aswar, 2005:18-22) prinsip-prinsip prestasi belajar yaitu (1)tes prestasi harus mengukur hasil belajar yang dibatasi sesuai tujuan pembelajaran, (2)harus mengukur sampel yang representatif dari hasil belajar dan dari materi yang dicakup oleh tujuan pembelajaran, (3)tes prestasi berisi tentang item dengan tipe yang sesuai untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan, (4)tes prestasi disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan penggunaan hasil, (5)reliabilitas tes prestasi diusahakan setinggi mungkin, (6)tes prestasi harus dapat digunakan untuk meningkatkan belajar siswa. Penyusunan tes prestasi belajar dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan (Azwar, 2005:19). Pada penyusunan tujuan pembelajaran harus mengacu pada indikator yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Jadi, dalam mengukur prestasi belajar harus ada acuan dan tidak boleh sembarangan. Tes untuk mengetahui keberhasilan suatu pembelajaran tidak mungkin memuat semua materi yang dipelajari mengingat keterbatasan waktu, kemampuan penulis soal, biaya yang dikeluarkan. Hal ini menyebabkan penyajian tes hanya merupakan sebagian kecil dari permasalahan yang sudah dipelajari. Oleh karena itu soal tes harus representatif yang dicakup secara proporsional (Azwar, 2005:19). Tipe-tipe tes prestasi yang disajikan dalam soal harus disesuaikan dengan tujuan yang akan diukur. Hal ini dapat dicontohkan misalnya jika akan mengukur

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 kompetensi dalam pemecahan masalah maka soal dapat dibuat esai atau pilihan ganda. Tipe benar salah atau jawaban pendek dapat dipilih apabila tujuannya pengungkapan fakta (Azwar, 2005:19). Tes prestasi dibuat sesuai dengan tujuan penggunaan hasilnya. Hal ini dapat dicontohkan seperti tes sumatif bisa mencakup dari keseluruhan materi yang sudah dipelajari, misalnya tes semester harus mencakup semua materi yang sudah dipelajari selama satu semester. Tes formatif harus mencakup materi pelajaran yang sudah dipelajari dalam beberapa pertemuan (Azwar, 2005:20). Reliabilitas tes menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan interpretasi hasil ukur tes yang dilakukan. Tes yang tidak memberikan hasil yang konsisten akan memberikan penafsiran yang keliru pada aspek yang akan diungkap, oleh karenanya reliabilitas tes sebisa mungkin diusahakan setinggi mungkin (Azwar, 2005:21). Tes prestasi memberikan gambaran tentang sejauh mana materi dipahami oleh siswa. Tujuan utama dari tes sumatif maupun formatif dapat digunakan sebagai motivator siswa dalam belajar. Siswa dapat melihat dari hasil tes sumatif ataupun formatif dalam mempertahankan atau meningkatkan belajarnya (Azwar, 2005:21). Di samping hal-hal di atas, menurut peneliti ada satu yang perlu ditambahkan untuk prinsip pengukuran prestasi belajar yaitu tes prestasi harus diuji validitasnya. Pengujian validitas digunakan untuk mengetahui ketepatan suatu instrumen tes prestasi untuk mengukur apa yang harus diukur. Adanya uji validitas maka suatu instrumen penelitian dapat mengungkap data dengan tepat.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif 2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Penjelasan pertama yang akan dibahas adalah pengertian model. Model dapat diartikan sebagai objek atau konsep untuk merepresentasikan suatu hal (Trianto, 2010: 21). Model dapat dikatakan pula suatu yang dapat melukiskan atau menggambarkan suatu hal sehingga dari pengertian model tersebut diperoleh gambaran mengenai pengertian model pembelajaran. Model pembelajaran dapat diartikan suatu pola sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar di kelompok (Suprijono, 2011:46). Jadi, model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai acuan dalam membuat rencana kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dari awal sampai akhir. Model pembelajaran digunakan sebagai pedoman guru dalam membuat perangkat pembelajaran seperti silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan media pembelajaran. Pembelajaran kooperatif adalah fokus pendekatan pembelajaran pada penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerjasama untuk memaksimalkan belajar demi tercapainya suatu tujuan (Sugiyanto, 2010:37). Pendapat lain menjelaskan bahwa kelompok dalam konteks pembelajaran dapat diartikan kumpulan dua orang atau lebih yang berinteraksi secara sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok sehingga memiliki rasa tanggungjawab untuk mencapai tujuan bersama (Sanjaya, 2011:240). Hal penting dari pembelajaran kooperatif adalah kerjasama antar anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Vigotsky merupakan salah seorang ahli yang menekankan bahwa peserta didik membangun pengetahuannya melalui interaksi sosial dengan orang lain (Suprijono, 2011:55). Kerjasama dengan orang lain akan membuka wawasan atau pengetahuan bagi anggotanya. Masing-masing dari anggota akan bertukar pikiran atau pemahaman, saling mengevaluasi, saling bantu-membantu di saat anggota lain mengalami kesulitan. Hal tersebut dilakukan karena anggota dalam satu kelompok memiliki tujuan yang sama. Model pembelajaran kooperatif memandang manusia sebagai makhluk sosial yang didasari falsafah homo homini socius (Isjoni, 2012:25). Falsafah homo homini sosius terkandung arti bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan membutuhkan orang lain. Kerjasama sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri. Penjelasan para ahli di atas dapat memberikan keterangan tentang model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif adalah suatu pola yang menjadi pedoman perencanaan pembelajaran dimana dibentuk suatu kerjasama dalam kelompok kecil yang beranggotakan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. 2.1.2.2 Unsur-unsur atau Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif Slavin (1995:12-13) menuliskan karakteristik dari pembelajaran kooperatif yaitu (1)tujuan kelompok, (2)tanggungjawab individu, (3)kesempatan yang sama untuk sukses, (4)kompetisi tim, (5)spesialisasi tugas, dan (6)adaptasi terhadap kebutuhan individu. Semua anggota kelompok yang belajar menggunakan metode pembelajaran kooperatif akan bekerjasama satu sama lain. Semua anggota kelompok memiliki tujuan yang sama untuk mencapai suatu kesuksesan.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Tanggungjawab individu menjadi hal yang penting karena dapat mencegah siswa yang tidak mau berkontribusi dengan kelompok. Hal ini dapat dilaksanakan dengan dua cara. Pertama, setiap anggota kelompok diberi tanggungjawab khusus yang merupakan bagian tugas dari kelompoknya. Kedua, skor kelompok diperoleh dari jumlah atau rata-rata skor individu anggota kelompok (Slavin, 1995:12). Pembelajaran dengan tim memberikan kesempatan yang sama kepada siswa untuk berkontribusi dalam kelompok (Slavin, 1995:12). Semua anggota dalam satu tim aktif dalam memajukan anggotanya. Kesempatan sukses yang samapun dimiliki masing-masing anggota kelompok. Kompetisi antar tim digunakan untuk memotivasi siswa bekerja dalam timnya (Slavin, 1995:12). Siswa akan berlomba-lomba bagaimana meningkatkan kualitas kemampuan timnya. Semua anggota tim akan berkontribusi nilai untuk kelompok. Spesialisasi tugas memberikan gambaran karakteristik pembelajaran kooperatif. Anggota kelompok melaksanakan subtugas dari tugas yang diberikan pada masing-masing anggota kelompok (Slavin, 1995:13). Pada dasarnya pembelajaran kooperatif mengaktifkan semua anggotanya dalam kelompok. Tidak ada anggota kelompok yang tidak bekerja sesuai dengan tugasnya. Di dalam satu kelompok yang bekerja bersama bisa dimungkinkan terdiri dari berbagai macam kemampuan (Slavin, 1995:13). Mereka bekerja sesuai dengan tingkat pengetahuan masing-masing, sehingga kemungkinan tugas yang diberikan juga berbeda untuk masing-masing individu. Anggota kelompok yang

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 kurang paham bisa meminta bantuan kepada anggota kelompok yang paham dalam mempelajari konsep yang sulit. Lie (2010:30-35) menambahkan unsur-unsur yang menjadi ciri khas pembeda model pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran lainnya. Pertama, adanya saling ketergantungan positif antar anggota. Kedua, adanya tanggungjawab perseorangan atau tiap-tiap anggota kelompok. Ketiga, adanya tatap muka dalam artian ada pertemuan diskusi semua anggota kelompok. Keempat, adanya komunikasi antar anggota. Kelima, adanya evaluasi proses kelompok. Setiap anggota dalam satu kelompok memiliki rasa bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok sehingga terbentuk saling ketergantungan yang positif antar anggota dalam kelompok (Lie, 2010:32). Anggapan tersebut membuat mereka harus bekerja bersama untuk memajukan kelompoknya. Kesuksesan kelompok tergantung dari partisipasi anggotanya, sehingga apabila salah seorang anggotanya menemui masalah maka anggota lain akan berusaha membantu memecahkan masalahnya tersebut. Semua anggota kelompok memiliki tanggungjawab untuk memajukan kelompoknya (Lie, 2010:33). Saat satu kelompok memiliki tujuan yang sama, maka masing-masing anggota berusaha berpartisipasi dalam kelompok. Jadi, dalam satu kelompok semua anggota berperan tanpa kecuali. Penting kiranya bahwa anggota kelompok diberi kesempatan bertemu untuk berdiskusi dan tukar pendapat mengenai masalah yang dihadapi satu kelompok. Adanya diskusi memudahkan anggota kelompok dalam memecahkan masalah. Kekurangan dan kelebihan dari pemahaman masing-masing anggota

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 kelompok akan sangat membantu memperkaya informasi yang didapatkan (Lie, 2010:34). Keterampilan berkomunikasi antar anggota menjadi penting saat menyampaikan beberapa gagasan. Keberhasilan kelompok juga tergantung dari kesediaan anggota untuk mendengarkan pendapat teman dan kemampuan menyampaikan gagasan atau pendapatnya (Lie, 2010:34). Keterampilan ini perlu diasah untuk membangun hubungan yang harmonis antar anggota. Cara mengomunikasikan gagasan yang baik akan membantu teman memahami materi yang dianggap sulit. Evaluasi kegiatan oleh kelompok perlu dilakukan menyangkut keefektifan kerjasama pada tugas selanjutnya. Evaluasi juga bisa menjadi sumber informasi keefektifan model pembelajaran kooperatif yang digunakan (Lie, 2010:34). Adanya evaluasi maka bisa dilakukan perbaikan kegiatan kelompok yang dilakukan. 2.1.2.3 Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif Majid (2013:175) dan Rusman (2011:209) mengungkapkan ada beberapa tujuan model pembelajaran kooperatif yaitu (1)siswa dapat meningkatkan kinerjanya di bidang akademik., (2)siswa dapat menerima keadaan temantemannya yang beragam, (3)siswa dapat mengembangkan keterampilan sosialnya. Model pembelajaran kooperatif membelajarkan siswa secara kelompok. Siswa yang tadinya kurang paham dengan materi akan terbantu karena adanya penjelasan dari teman lain yang lebih paham. Anggota kelompok dalam pembelajaran kooperatif dibentuk secara heterogen, baik itu jenis kelamin, kemampuan akademik, ataupun latar belakang ekonomi. Siswa akan saling

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 bekerjasama serta bantu-membantu dalam memahami materi pembelajaran. Hal tersebut dapat mengembangkan keterampilan sosial mereka diantaranya kerjasama, menghargai sesama, bersedia menerima pendapat orang lain. 2.1.2.4 Model-model Pembelajaran Kooperatif Penggunaan model pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerjasama, dan membantu teman dalam mengatasi tugas sulit yang dihadapi. Masalah yang sebelumnya sulit dipecahkan secara individu, maka dapat diatasi dengan adanya diskusi dengan teman lain untuk mencari solusinya. Pembelajaran kooperatif juga mengajarkan kepada siswa agar dapat bekerjasama dengan baik dalam kelompoknya (Isjoni, 2012:15-17). Ada beberapa tipe model pembelajaran kooperatif diantaranya Student Teams Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, Group Investigation (GI), Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Tipe-tipe dari model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri masing-masing yang membedakannya. Masing-masing ciri tersebut akan dijelaskan di bawah ini. Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan model pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan kompetisi antar kelompok, dimana siswa yang dibentuk dengan anggota heterogen mempelajari meteri bersama-sama kemudian diuji secara individu melalui kuis yang nantinya nilai tersebut akan menentukan prestasi baik secara individu ataupun kelompok (Huda, 2012:116 dan Sugiyono, 2010:44-45). Jadi, metode STAD memiliki ciri yaitu adanya kompetisi antar kelompok. Perolehan nilai kelompok didapat dari nilai kuis dari masing-msing anggota. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 kemajuan setiap kelompok tergantung dari kemajuan setiap anggotanya, oleh karena itu setiap anggota punya andil dalam memajukan kelompok. Jigsaw merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif. Menurut Wardani (dalam Isjoni, 2012:29) jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa untuk berkreatifitas dan bantu-membantu dalam memahami materi pelajaran untuk mencapai prestasi maksimal. Eggen & Kauchak (2012:137) berpendapat bahwa jigsaw merupakan suatu strategi dalam pembelajaran dimana siswa menjadi ahli subbagian dari satu topik dan mengajarkannya kepada orang lain. Jigsaw memiliki dua ciri utama yaitu mengajarkan bangunan pengetahuan sistematis yang mana satu topik mengombinasikan beberapa pengetahuan dan adanya spesialisasi tugas (Eggen dan Kauchak, 2012:137). Maksud dari bangunan yang sistematis yaitu satu topik yang mengombinasikan materi yang berisi subbagian topik tersebut. Spesialisasi tugas dalam jigsaw menuntut siswa untuk mempelajari subtopik bagiannya sehingga bisa menjadi pakar untuk siswa lain dalam satu timnya. Adanya siswa yang menjadi pakar untuk memberikan informasi yang sudah dipelajarinya akan membentuk saling ketergantungan yang positif antar anggota tim. Jadi, jigsaw merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif dimana siswa menjadi pakar untuk subbagian dari topik tertentu dan mengajarkannya pada siswa lain untuk mencapai prestasi yang maksimal. Group Investigation (GI) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang membelajarkan siswa secara kelompok dengan anggota heterogen untuk memilih topik dan melakukan investigasi mendalam yang nanti akan menyajikannya di depan kelompok (Sugiyanto, 2010:47). Jadi, di dalam

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 kelompok kecil siswa akan bersama-sama mempelajari dan menginvestigasi topik materi secara mendalam yang nantinya akan dipresentasikan di depan kelompok. Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) ini dibuat untuk mengakomodasi tingkat kemampuan siswa yang beragam melalui pengelompokan siswa heterogen maupun homogen, dimana siswa akan mengikuti petunjuk guru dalam belajar membaca dan menulis, kemudian praktik, melakukan pra-penilaian, dan kuis (Huda, 2012:127). Jadi, metode ini digunakan bagi guru untuk membimbing siswa dalam membaca dan menulis. 2.1.2.5 Jigsaw I Jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Aronson yang merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif. Jenis materi yang paling mudah digunakan untuk tipe jigsaw I berupa materi naratif tertulis yang lebih mengembangkan konsep daripada mengembangkan keterampilan (Isjoni, 2012:83). Siswa memahami konsep materi melalui aktivitas membaca. Lie (2010:69) berpendapat bahwa jigsaw I yang dikembangkan oleh Aronson cocok diterapkan di semua kelompok atau tingkatan. Isjoni (2012:83) menambahkan bahwa jigsaw I efektif diterapkan pada siswa di semua tingkatan kelompok dimana siswa tersebut sudah mendapatkan keterampilan pemahaman yang baik, kemampuan membaca, maupun keterampilan kelompok untuk belajar bersama. Jadi, dalam menerapkan jigsaw I perlu memperhatikan kemampuan dan karakteristik siswanya. Aktivitas siswa dalam jigsaw I ini yaitu membaca topik yang berbeda antara satu dengan yang lain. Hal ini akan membantu nantinya di kelompok ahli untuk menguasai informasi yang menjadi tanggungjawabnya dan kelompok

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 asalpun akan menghargai kontribusi anggotanya (Slavin, 2008:245). Guru sebagai pusat kegiatan di kelompok seperti pembelajaran konvensional akan berkurang dengan penerapan metode jigsaw I. Guru bertindak sebagai fasilitator belajar siswa dan tidak lagi sepanjang waktu menuangkan ilmu kepada siswanya. Metode jigsaw I melatih siswa untuk bekerja dalam kelompok asal dan ahli. Siswa akan membagikan hasil diskusinya yang diperoleh dari kelompok ahli kepada anggota di kelompok asal. Pada akhir pembelajaran siswa akan diberi kuis yang dikerjakan secara individu (Huda, 2012:121). Jadi, dari beberapa penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa jigsaw I adalah salah satu tipe model pembelajaran kooperatif dimana awalnya siswa mempelajari subbagian topik tertentu dan mendalaminya dalam kelompok ahli kemudian mengajarkannya pada siswa lain dalam kelompok asal untuk mencapai prestasi yang maksimal tanpa adanya reward di akhir pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode jigsaw I karena materi IPS untuk kelas V sebagian besar naratif, adanya ketergantungan positif antar anggota kelompok, adanya tanggungjawab perseorangan, selain itu karena setiap anggota kelompok asal memperoleh informasi yang berbeda-beda maka siswa akan dilatih untuk mendengarkan atau menghargai pendapat orang lain. Sampel dalam penelitian ini memiliki karakteristik siswa heterogen yang dapat dilihat dari jenis kelamin, kemampuan akademik dan latar belakang sosial ekonomi sehingga cocok untuk penerapan jigsaw I. Aronson (2009) menjelaskan ada beberapa langkah dari jigsaw I. Pertama, membuat kelompok dengan anggota 5-6 orang. Satu kelompok terdiri dari jenis kelamin, suku, ras, dan kemampuan yang berbeda, sehingga dalam satu kelompok

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 terbentuk anggota yang heterogen. Kedua, menunjuk satu siswa dalam kelompok sebagai ketua kelompok. Ketua kelompok yaitu siswa yang paling dirasa mampu memimpin dan mengatur anggotanya. Ketiga, membagi materi pelajaran menjadi 5-6 topik. Keempat, menetapkan satu siswa untuk satu topik materi. Kelima, memberi waktu kepada siswa untuk membaca topiknya minimal dua kali dan menjadi familiar atau tidak asing dengan materi tersebut, tidak diharuskan siswa menghafal materinya. Keenam, membentuk kelompok sementara menjadi kelompok ahli dengan satu siswa dari masing-masing kelompok asal dengan tugas yang sama. Ketujuh, memberikan kesempatan pada kelompok ahli untuk mendiskusikan poin-poin tugasnya dan melatih presentasi yang akan dilakukan pada kelompok asal. Kedelapan, membawa kembali siswa ke dalam kelompok asal. Siswa akan kembali ke kelompok asalnya masing-masing. Kesembilan, setiap siswa mempresentasikan setiap topiknya kepada kelompok asal. Siswa lain didorong mengajukan pertanyaan untuk penjelasan. Kesepuluh, guru berkeliling untuk mengamati proses diskusi dari kelompok ke kelompok. Melakukan intervensi jika ada kelompok yang mengalami masalah (misalnya ada seorang anggota yang menguasai atau mengacau). Ketua kelompok secepatnya mengambil alih tugas ini. Ketua kelompok dapat dilatih dengan membisikkan instruksi bagaimana mengintervensi/campur tangan. Kesebelas, di akhir pembahasan memberikan kuis kepada siswa dimana siswa menyadari bahwa kuis yang dilakukan tidak hanya untuk bersenang-senang atau permainan tetapi benar-benar dinilai.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 2.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial 2.1.3.1 Hakikat IPS IPS adalah ilmu yang didalamnya mengkaji berbagai macam disiplin ilmu sosial seperti antropologi, sosiologi, agama, geografi, hukum, filsafat, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, politik serta kehidupan manusia untuk membentuk siswa menjadi insan yang baik dan bertanggungjawab terhadap bangsa dan negara (Susanto, 2013:137). Hakikat pendidikan IPS menurut National Council for the Social Studies (NCSS) (dalam Susanto, 2013:144) pada prinsipnya menjelaskan bahwa pendidikan IPS merupakan pembelajaran yang mengaji secara terpadu dari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan untuk meningkatkan kemampuan kewarganegaraan. IPS mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial siswa dalam masyarakat. Hal ini dapat memberikan gambaran bahwa mengapa kajian IPS mencakup berbagai macam disiplin ilmu. Jadi, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu yang dipelajari salah satunya pada jenjang kelompok lima SD didalamnya mengkaji berbagai macam disiplin ilmu sosial serta kehidupan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. 2.1.3.2 Pembelajaran IPS di SD Pembelajaran IPS di SD merupakan bidang studi yang mempelajari manusia dalam aspek kehidupan dan interaksinya dalam hidup bermasyarakat (Susanto, 2013:143). IPS penting untuk mendidik siswa menjadi individu yang baik serta dapat menempatkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa mampu memahami kejadian-kejadian di lingkungan sekitar minimal tempat tinggalnya serta mampu menempatkan dirinya menjadi anggota masyarakat yang aktif dalam kehidupan.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 2.1.3.3 Kedudukan Pembelajaran IPS di SD Pemerintah telah memasukkan mata pelajaran IPS sebagai salah satu pelajaran wajib yang diajarkan di SD (Tim Penyusun KTSP, 2007:4). Hal ini memperkuat bahwa pelajaran IPS di SD harus ada sebagai dasar untuk mempelajari IPS di tingkat yang lebih tinggi yaitu di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun di Perguruan Tinggi. Di tingkat SD, materi IPS masih pada taraf yang sederhana dibanding di SMP, SMA maupun di Perguruan Tinggi. Materi IPS akan semakin kompleks seiring dengan tingkatan pendidikan yang semakin tinggi. 2.1.3.4 Tujuan Pembelajaran IPS di SD Pembelajaran IPS di SD memiliki beberapa tujuan. Pemerintah menetapkan tujuan pelajaran IPS di SD yaitu: “(1)mengenalkan konsep-konsep yang berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan, (2)memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, ingin tahu suatu hal, inkuiri, pemecahan masalah, serta keterampilan dalam kehidupan sosial, (3)mempunyai komitmen dan kesadaran terhadap nilai sosial dan kemanusiaan, (4)memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (Tim penyusun KTSP, 2007:237).” Munir (1997:132) mengemukakan ada lima tujuan pembelajaran IPS di SD (dalam Susanto, 2013:150) yaitu (1)membekali siswa dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan di masyarakat, (2)membekali siswa dalam mengidentifikasi, menganalisis dan menyusun alternatif dalam memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat, (3)membekali siswa kemampuan berkomunikasi dengan warga masyarakat, bidang keilmuan, dan bidang keahlian, (4)membekali siswa dengan kesadaran, sikap mental positif, dan keterampilan keilmuan terhadap pemanfaatan lingkungan hidup yang menjadi bagian dari

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 kehidupan tersebut, (5)membekali siswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Beberapa tujuan pembelajaran IPS yang termuat dalam KTSP dan dikemukakan Munir tersebut memberikan gambaran bahwa IPS ditujukan untuk membekali siswa mengenai pengetahuan sosial, peka dan kritis dalam memecahkan masalah sosial di masayarakat. Siswa bisa menempatkan dirinya dalam hidup bermasyarakat dan ikut andil dalam pencarian solusi masalah yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Hidup bersosialisasi dengan masyarakat membutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan baik. Hal ini penting mengingat komunikasi merupakan salah satu sarana dalam penerimaan dan penyampaian informasi. Siswa juga harus mampu berpikir kritis dan memanfaatkan ilmu dalam kehidupan masyarakat, serta mengembangkan pengetahuan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Pengembangan pengetahuan untuk terampil dalam penggunaan IPTEK sangat penting mengingat era globalisasi seperti sekarang ini menuntut siswa untuk lebih terampil bagaimana memanfaatkan sarana dan prasarana teknologi yang ada. 2.1.3.5 Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) SK dan KD IPS kelas lima semester dua dimuat dalam KTSP untuk satuan pendidikan dasar SD/MI seperti yang ada pada tabel 2.2. Tabel 2.2 SK dan KD IPS Kelas V Semester II (Tim Penyusun KTSP,2007:265) Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh masyarakat dalam mempersiapkan dan pejuang pada masa penjajahan Belanda dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Jepang

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 2.1.3.6 Materi IPS IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada siswa mulai jenjang SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB (Tim penyusun KTSP, 2007:237). KTSP menyebutkan ruang lingkup materi pelajaran IPS di SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yaitu: “(1)manusia, tempat, dan lingkungan, (2)waktu keberlanjutan dan perubahan, (3)sistem sosial dan budaya, dan (4)perilaku ekonomi dan kesejahteraan” (Tim penyusun KTSP, 2007:237)”. Materi yang akan digunakan untuk penelitian adalah materi kelas V semester genap yaitu perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Perjuangan melawan penjajah Belanda meliputi kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia, penindasan lewat VOC, penindasan kerja rodi, pajak, dan tanam paksa. Perjuangan melawan penjajahan Jepang meliputi kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia, penderitaan rakyat pada masa Jepang, dan perlawanan terhadap penjajahan Jepang. 2.1.3.7 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Tipe jigsaw I dapat digunakan untuk pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, atau berbicara dan dapat digunakan salah satunya pada mata pelajaran IPS (Lie, 2010:69). Sebagian besar materi IPS yang berupa narasi menjadi salah satu alasan mengapa metode jigsaw I dapat diterapkan saat proses pembelajaran. Adanya materi yang berupa bacaan, dapat memudahkan pembagian tugas di setiap sub materinya. Penjelasan berikut ini akan memberikan beberapa gambaran yang jelas mengenai jigsaw I. Jigsaw I merupakan salah satu metode pembelajaran inovatif

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 yang dapat diterapkan untuk mengganti model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan siswa. Siswa dibagi kelompok yang merupakan kelompok asal. Ketua kelompok dari kelompok asal mengatur pembagian tugas yang akan dilaksanakan semua anggota. Mereka membaca sub bagian materi IPS, sebelum berkumpul di kelompok ahli. Perkumpulan anggota di kelompok asal memberikan kesempatan kepada perwakilannya untuk menjadi kelompok ahli, belajar memahami konsep dan bagaimana menyampaikan apa yang sudah dipelajari ke kelompok asal. Diharapkan dengan siswa aktif dalam pembelajaran dan mengonstruksi pengetahuannya, mereka menjadi pembelajar yang mandiri, berprestasi, peduli, dan menghargai sesama. 2.2 Kajian Penelitian yang Relevan Ada beberapa penelitian terdahulu yang relevan menyangkut pembelajaran menggunakan jigsaw I. Penelitian terdahulu ini memberikan informasi bahwa pengguaan metode jigsaw I memberikan kontribusi yang baik pada pencapaian prestasi belajar siswa. Penjelasan dari dari masing-masing penelitian terdahulu memberikan gambaran bagaimana jigsaw I diterapkan sebagai salah satu metode inovatif dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian yang dilakukan oleh Darmada, Putra, dan Meter (2013) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I terhadap hasil belajar IPS siswa. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen. Penelitian dilakukan di SDN 1 dan 2 Rendang di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun ajaran 2012/2013.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di kedua SD tersebut yang berjumlah 67 siswa dan terpilih sampel sebanyak 58 siswa. SDN 1 Rendang ditetapkan sebagai kelompok kontrol dan SDN 2 Rendang sebagai kelompok eksperimen melalui teknik random sampling. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dengan menggunakan pembelajaran konvensional, dengan thitung 4,78 sedangkan ttabel 2,00. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dengan hasil belajar IPS di SDN 2 Rendang. Penelitian yang dilakukan oleh Rukiyah (2012) bertujuan untuk mengetahui pengaruh model kooperatif teknik jigsaw terhadap peningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas V. Jenis penelitian adalah eksperimen. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada dalam penelitian yaitu semua siswa kelas V SD Negeri 6, 11, dan 23 di Inderalaya. Pengambilan sampel secara purposif sampling dengan kelas VA sebagai kelompok kontrol dan VB sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata posttest di kelompok eksperimen lebih tinggi daripada di kelompok kontrol dengan hasil analisis data thitung lebih besar dari ttabel (1,66), yaitu 17,86; 19,29; 18,79. Penelitian yang dilakukan oleh Wardani (2012) bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran jigsaw dengan permainan puzzle terhadap hasil belajar IPS kelas V SDN 4 Mendenrejo Kradenan Blora semester 2 tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain two-group posttest only. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi yaitu siswa kelas V di SD Negeri 4 Mendenrejo sebanyak 48 siswa. Hasil

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 penelitian diperoleh adanya pengaruh positif signifikan pembelajaran IPS menggunakan model kooperatif tipe jigsaw dengan permainan puzzle terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perbedaan rata-rata dari hasil belajar kelompok kontrol dan eksperimen yaitu 83<90 dengan perbedaan rata-rata sebesar 7,04167 dan thitung>ttabel yaitu 9,780>2,013. Penelitian yang dilakukan oleh Apriliana (2012) bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar PKn bagi siswa kelas V SD Negeri I Genengsari Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan disain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 25 siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa sesudah diberikan perlakukan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memiliki mean lebih tinggi daripada hasil belajar siswa sebelum diberikan perlakuan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Hasil perhitungan dengan uji t dihasilkan thitung > ttabel yaitu 9,391>2,064. Berdasarkan hasil tersebut ada pengaruh positif penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar PKn bagi siswa kelas V SD Negeri I Genengsari Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan semester II tahun ajaran 2011/2012. Penelitian yang dilakukan oleh Priyatna (2012) bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi perjuangan kemerdekaan Indonesia di SD Negeri Perereja 01 Kabupaten Brebes. Jenis penelitian yaitu eksperimen dengan desain menggunakan perbandingan grup statis. Subjek

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 penelitian adalah kelas V sebanyak 48 siswa. Hasil perhitungan menggunakan uji U didapatkan sig-2tailed 0,014 dimana hasil tersebut <0,05. Hasil tersebut menunjukkan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Perereja 01 Kabupaten Brebes. Jigsaw I dan IPS Jigsaw I Rukiyah (2012): Jigsaw dan hasil belajar IPA kelas V di SD Negeri di Inderalaya Apriliana (2012): Jigsaw dan hasil belajar PKn kelas V di SD N 1 Genengsari, Grobogan Darmada, Putra, Meter (2013): Jigsaw I dan hasil belajar IPS Wardani (2012) Jigsaw dengan permainan puzzle dan hasil belajar IPS SD kelas V di SDN 4 Mendenrejo Kradenan Blora Priyatna, A. (2013) Jigsaw dan hasil belajar IPS di SD N Parerejo 01 Kab. Brebes. Peneliti meneliti: Jigsaw I dan prestasi belajar IPS Gambar 2.1 Skema Penelitian Relevan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2.3 Kerangka Berpikir IPS merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang dipelajari siswa di sekolah dasar. Siswa mempelajarinya sebagai bekal pengetahuan hidup bermasyarakat sehingga tidak menutup diri akan masalah yang sedang terjadi dalam kehidupan. IPS mengkaji beberapa disiplin ilmu seperti antropologi, sosiologi, agama, geografi, hukum, filsafat, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, politik serta kehidupan manusia. Dimana ilmu-ilmu tersebut membentuk siswa menjadi insan yang baik dan bertanggungjawab terhadap bangsa dan negara. IPS memiliki materi yang sebagian besar berbentuk narasi sehingga memerlukan metode yang sesuai untuk mempelajarinya. Kesesuaian metode tersebut akan membentu siswa dalam memahami konsep IPS. Selain metode yang sesuai, kepahaman siswa akan konsep IPS dibentuk karena peran aktif siswa sebagai pembelajar dalam mengonstruksi pengetahuannya sendiri. Pada penelitian ini digunakan dua kelompok, satu sebagai kelompok kontrol dan yang lain sebagai kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol menggunakan model konvensional sedangkan di kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru. Guru menjelaskan konsep materi kepada siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I yang diterapkan di kelompok eksperimen merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang sesuai untuk diterapkan pada materi yang berbentuk narasi dan dapat mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Keaktifan siswa untuk belajar materi IPS sangat diperlukan dalam hal menggali, mencari, dan menemukan konsep. Pada tipe jigsaw I siswa akan mampu mengonstruksi

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 pemahamannya melalui membaca dan diskusi dengan temannya. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Diskusi kelompok dilakukan dalam kelompok ahli dan asal. Adanya diskusi kelompok akan memberikan ruang kepada siswa untuk terlibat aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Siswa akan memiliki dua tanggungjawab yang harus dipenuhi yaitu tanggungjawab secara individu dan tanggungjawab kepada kelompoknya. Kesesuaian metode belajar dengan materi dan peran aktif siswa saat belajar dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I akan memberikan kontribusi yang baik bagi prestasi belajar siswa. 2.4 Hipotesis Penelitian Hipotesis untuk penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment. Metode penelitian quasi exsperiment dilakukan pada kelompok-kelompok yang sudah terbentuk secara alami seperti kelas, organisasi, keluarga (Creswell, 2012:232). Sugiyono (2011:116) berpendapat bahwa metode kuasi eksperimental digunakan jika pada kenyataannya variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen tidak bisa dikontrol secara penuh. Jadi berdasarkan pengertian kedua ahli di atas peneliti menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment karena sampel yang berupa siswa yang sudah terbentuk secara alami di kelas dan peneliti sebagai mahasiswa tidak memiliki wewenang mengacak kelas yang sudah terbentuk. Salah satu desain kuasi eksperimental adalah nonequivalent control group design dimana kelompok kontrol dan eksperimen diseleksi tanpa prosedur penempatan secara acak (Creswell, 2012:242). Taniredja dan Mustafidah (2011:56) menjelaskan bahwa nonequivalent control group design dipakai pada eksperimen yang menggunakan kelompok atau kelas yang sudah terbentuk. Jadi, peneliti menggunakan nonequivalent control group design, karena menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol tanpa melakukan pengacakan atau menggunakan kelas yang sudah terbentuk. Kelompok eksperimen diberi perlakuan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Baik pretest 37

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 maupun posttest diberikan pada kelompok eksperimen dan kontrol. Pretest diberikan untuk mengetahui hasil sebelum diberi perlakuan sedangkan posttest untuk mengetahui hasil sesudah diberi perlakuan. Desain penelitian dapat dilihat pada gambar di bawah ini (Cohen,L.,Manion,L.&Morrison,K., 2000:231). O1 O3 X O2 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian Kuasi Eksperimental. Keterangan dari desain di atas: O1 = hasil rerata pretest kelompok eksperimen O2 = hasil rerata posttest kelompok eksperimen O3 = hasil rerata pretest kelompok kontrol O4 = hasil rerata posttest kelompok kontrol x = perlakuan atau treatment penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I 3.2 Tempat dan Waktu penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Kebondalem Lor. SD Negeri 1 Kebondalem Lor beralamat di jalan Manis Renggo km. 2, desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. SD tersebut terletak di pinggir jalan raya aspal yang tidak terlalu besar namun cukup ramai dilalui kendaraan. 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari tahun 2014 dengan rincian sebagai berikut. No. Kelompok 1. Kelompok kontrol 2. Kelompok eksperimen Pretest 6 Januari 2014 6 Januari 2014 Tabel 3.1 Waktu Penelitian Pertemuan Pertemuan 1 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4 8 Januari 2014 13 Januari 2014 15 Januari 2014 20 Januari 2014 8 Januari 2014 9 Januari 2014 15 Januari 2014 16 Januari 2014 Posttest 22 Januari 2014 18 Januari 2014

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi Penelitian Populasi merupakan keseluruhan dari subjek atau objek penelitian yang memiliki ciri atau karakter tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011:119). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VB SD Negeri I Kebondalem Lor. Menurut peneliti karakteristik siswa di SD tersebut heterogen yang dapat dilihat dari jenis kelamin, kemampuan akademik dan latar belakang sosial ekonomi sehingga cocok untuk penerapan jigsaw I. 3.3.2 Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan penelitian dengan syarat harus representatif (Sugiyono, 2011:120). Penelitian ini menggunakan dua kelas, satu kelas sebagai kelompok kontrol dan yang lain sebagai kelompok eksperimen. Penentuan kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan dengan cara pengundian yang dilakukan oleh peneliti dengan disaksikan oleh guru mitra. Sampel kelompok kontrol adalah kelas VB dan populasi kelompok kontrol adalah kelas VA dan VB. Sampel kelompok eksperimen adalah kelas VA dan populasi kelompok eksperimen adalah kelas VA dan VB. Jumlah siswa kelas VA adalah 22 siswa dengan perempuan sebanyak 11 siswa dan laki-laki sebanyak 11 siswa. Jumlah siswa kelas VB adalah 20 siswa dengan perempuan sebanyak 12 siswa dan laki-laki sebanyak 8 siswa.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 3.4 Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Penjelasan dari masing-masing variabel akan dipaparkan di bawah ini. 3.4.1 Variabel Variabel bebas atau variabel independent adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat (dependent) (Sugiyono, 2011:64). Variabel ini yang menjadi penyebab perubahan pada variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Variabel terikat atau variabel dependent adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Keberadaan variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiyono,2011:64). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Variabel X: variabel independent Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I Variabel Y: variabel dependent Prestasi belajar siswa Gambar 3.2 Skema Variabel Penelitian. 3.4.2 Definisi Operasional Variabel 3.4.2.1 Prestasi belajar atau hasil balajar adalah hasil suatu usaha yang dicapai pada perubahan kemampuan kognitif siswa kelas V SD yang diukur menggunakan tes objektif. 3.4.2.2 Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I adalah salah satu tipe model pembelajaran kooperatif dimana awalnya siswa mempelajari subbagian topik tertentu dan mendalaminya dalam kelompok ahli kemudian mengajarkannya pada siswa lain dalam kelompok asal untuk mencapai prestasi yang maksimal tanpa adanya reward di akhir pembelajaran.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan nilai pretest dan posttest yang dilakukan pada kelompok kontrol dan eksperimen. Pretest diberikan sebelum siswa diberi perlakuan sedangkan posttest diberikan setelah siswa mendapat perlakuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dapat dilihat di tabel 3.2. No. 1 2 Tabel 3.2 Teknik Pengumpulan Data pada Variabel Prestasi Belajar Kelompok Variabel Data Instrumen Nilai pretest Soal pilihan ganda Kelompok kontrol (kelas VB) Nilai posttest Soal pilihan ganda Prestasi belajar Nilai pretest Soal pilihan ganda Kelompok eksperimen (kelas VA) Nilai posttest Soal pilihan ganda 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah dokumen tes yang berupa soal pilihan ganda berjumlah 25 soal, dibuat oleh peneliti melalui tahap validitas dan reliabilitas. Tes adalah suatu prosedur khusus yang merupakan bagian dari pengukuran keseluruhan (Azwar, 2005:4). Dokumen tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa diranah kognitif. 25 soal tersebut digunakan untuk mengambil data yang diberikan kepada siswa saat pretest dan posttest, dimana soal untuk pretest sama persis dengan soal posttest. Kisi-kisi soal hasil uji validitas dan reliabilitas yang digunakan untuk instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian sebelum Diuji Validitas dan Reliabilitasnya Indikator Jumlah soal Nomor soal Pertemuan I Menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke 4 1,2,3,4 Indonesia Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia 4 5,6,7,8 Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, 3 9,10,11 tanam paksa yang dilakukan Belanda

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Indikator Menjelaskan perjuangan melawan penjajah di Indonesia Pertemuan II Menyebutkan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional Menjelaskan organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional Pertemuan III Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda Pertemuan IV Menjelaskan masa pendudukan Jepang di Indonesia Menjelaskan organisasi-organisasi bentukan Jepang Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang Jumlah soal 4 Nomor soal 12,13,14,15 5 16,17,18,19,20 5 21,22,23,24,25 5 26,27,28,29,30 5 5 31,32,33,34,35 36,37,38,39,40 6 41,42,43,44,45,46 5 47,48,49,50,51 4 52,53,54,55 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.7.1 Validitas Instrumen Validitas penting dilakukan untuk instrumen yang akan digunakan sebagai penelitian. Validitas adalah ukuran yang dapat menunjukkan suatu instrumen mampu mengukur apa yang ingin diukur (Santosa dan Ashari, 2005:247). Validitas digunakan supaya dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti dengan tepat. Pada instrumen tes untuk penelitian harus memenuhi validitas konstruk dan isi (Sugiyono, 2011:170). Validitas konstruk mempunyai arti bahwa alat ukur yang valid apabila sesuai dengan konstruksi teoritik dimana tes itu dibuat (Surapranata, 2009:53). Penentuan validitas konstruk dapat dilakukan melalui konsultasi ahli (Sugiyono, 2010:352). Pengujian validitas konstruk dilakukan pada instrumen penelitian yang dilakukan dua guru SD sebagai ahli melalui expert judgment dengan hasil sangat layak yang dapat dilihat pada lampiran 8. Jadi, instrumen tes sudah dibuat

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 berdasarkan SK, KD, maupun indikator yang sudah dibuat sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Sugiyono (2011:177) berpendapat bahwa pengujian validitas isi dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen penelitian dengan materi pelajaran yang diajarkan. Pada penelitian ini yang akan diukur adalah prestasi belajar IPS jadi soal yang dibuat hanya mengukur kemampuan IPS bukan kemampuan matematika, IPA atau bahasa. Penentuan validitas isi instrumen dalam penelitian ini dilakukan expert judgment oleh ahli, yaitu dua guru SD dengan hasil sangat layak yang dapat dilihat pada lampiran 8. Setelah instrumen tes dilakukan expert judgment oleh para ahli, maka dilakukan uji coba. Uji coba dilakukan di kelas VI SDN 1 Kebondalem Lor. Peneliti memilih melakukan uji coba instrumen di SD tersebut supaya karakteristik siswanya kurang lebih sama. Soal yang sudah diujicobakan selanjutnya dilakukan analisis validitas butir soal dengan menggunakan korelasi point biserial. Digunakan korelasi point biserial karena variabel butir soal bersifat dikotomi dengan skor benar 1 dan skor salah 0. Field (2005: 182-183) berpendapat bahwa korelasi point bisserial merupakan korelasi Pearson sederhana ketika variabelnya dikotomi dengan 0 untuk satu kategori dan 1 untuk kategori yang lain. Peneliti menggunakan IBM SPSS statistics 20 untuk perhitungan point bisserial kerena lebih efektif dan efisien serta mengurangi kesalahan dalam perhitungan. Penggunaan IBM SPSS statistics 20 digunakan setelah data hasil tes uji coba dimasukkan dengan kriteria “0” adalah salah dan “1” adalah benar. Hasil perhitungannya dapat dilihat di data output lampiran 7. Soal dikatakan valid apabila r hitung lebih besar sama dengan r tabel, apabila r hitung lebih kecil dari r tabel maka soal tersebut tidak valid. Uji

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 coba soal dilakukan pada 50 siswa sehingga r tabel pada taraf signifikansi 0,05 adalah 0,279. Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Soal Menggunakan IBM Statistics SPSS 20 No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 r tabel adalah 0,279 dengan taraf signifikansi 0,05 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 Pearson Correlation Keterangan 0,232 0,255 0,351 0,128 0,089 0,255 0,485 0,422 0,411 0,380 0,254 0,486 0,504 -0,138 0,180 0,381 0,203 0,182 0,183 0,176 -0,009 -0,024 0,557 0,038 0,514 0,313 0,467 0,316 0,226 0,241 0,170 0,346 0,129 0,196 0,244 0,149 0,523 0,511 -0,019 0,347 0,204 0,332 0,145 Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 No Soal 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 r tabel adalah 0,279 dengan taraf signifikansi 0,05 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 Pearson Correlation Keterangan 0,288 0,184 0,483 0,236 0,384 0,010 0,192 0,286 0,451 0,594 0,434 0,207 Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen yang sudah Diuji Validitasnya Indikator Pertemuan I Menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda Menjelaskan perjuangan melawan penjajah di Indonesia Pertemuan II Menyebutkan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional Menjelaskan organisasiorganisasi pada masa pergerakan nasional Pertemuan III Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda Pertemuan IV Menjelaskan masa pendudukan Jepang di Indonesia Menjelaskan organisasi- Jumlah soal Nomor soal berdasarkan kisi-kisi soal Nomor baru pada soal pretest dan posttest 1 3 1 4 7,8 2,3 3 9,10 4,5 4 12,13 6,7 5 16 8 5 23,25 9,10 5 26,27,28 11,12,13 5 32 14 5 37,38,40 15,16,17 6 42,44,46 18,19,20 5 48,51 21,22

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Indikator Jumlah soal Nomor soal berdasarkan kisi-kisi soal organisasi bentukan Jepang Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang 4 52,53,54 Nomor baru pada soal pretest dan posttest 23,24,25 Analisis dengan korelasi point bisserial menghasilkan soal yang valid sebanyak 25 soal yaitu nomor 3, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 16, 23, 25, 26, 27, 28, 32, 37, 38, 40, 42, 44, 46, 48, 51, 52, 53, dan 54. Soal yang valid itulah yang dianalisis reliabilitasnya. Hasil output perhitungan validasi menggunakan IBM SPSS statistics 20 dapat dilihat di lampiran 8. 3.7.2 Reliabilitas Instrumen Instrumen bisa dikatakan reliabel apabila digunakan berulangkali untuk mengukur objek yang sama, menghasilkan data yang relatif sama (Sugiyono, 2011:168). Reliabilitas adalah ukuran yang dapat menunjukkan data yang konsisten atau relatif sama dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain waktu (Santosa dan Ashari, 2005:251). Pendapat beberapa ahli di atas menerangkan bahwa reliabilitas soal suatu tes digunakan untuk mengukur keajegan tes apabila diberikan berulangkali pada objek yang sama. Reliabilitas soal akan tinggi jika korelasi rerata antar butir soal tinggi, apabila korelasi rerata mendekati nol maka reliabilitasnya rendah (Surapranata, 2009:113). Metode penghitungan reliabilitas dapat dilakukan dengan metode internal consistency yang didasarkan pada korelasi antar skor jawaban pada setiap butir tes. Nunnaly (1972) berpendapat bahwa metode internal consistensy dapat digunakan pada butir-butir soal yang dikotomi seperti soal-soal pilihan ganda. Perhitungan internal consistensy dapat menggunakan Alpha Cronbach (dalam Surapranata, 2009:113). Penentuan reliabilitas instrumen yang dilakukan pada 25

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 soal valid didasarkan pada kooefisien Alpha Cronbach. Perhitungan Alpha Cronbach dilakukan menggunakan IBM SPSS statistics 20 untuk meminimalisir kesalahan dalam perhitungan. Berdasarkan Masidjo (1995:209) interval koefisien relabilitasnya dapat dilihat di tabel di bawah ini. Tabel 3.6 Kualifikasi Reliabilitas Interval koefisien reliabilitas Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negatif-0,20 Sangat rendah Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Instrumen Tes Pilihan Ganda Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,827 25 Suatu instrumen dinyatakan reliabel jika koefisien reliabilitas minimal 0,6 (Sugiyono, 2011:184). Hasil perhitungan menggunakan Cronbach’s Alpha diperoleh hasil uji reliabilitas sebesar 0,827, maka menurut kualifikasi reliabilitas kedua puluh lima soal yang valid termasuk kualifikasi reliabilitas tinggi sehingga bisa digunakan untuk instrumen penelitian. Hasil output reliabilitas menggunakan IBM SPSS statistics 20 dapat dilihat di lampiran 7. 3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif adalah mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2011:199). Analisis deskriptif menggambarkan data yang berupa mean, median, modus, nilai tertinggi, dan nilai terendah serta persentase kenaikan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 nilai posttest dilihat dari nilai pretestnya. Keenam data dari nilai tes siswa dapat digunakan untuk menjelaskan keadaan kelompok. Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan pada nilai rata-rata kelompok (Sugiyono, 2010:49). Cara mencari mean atau rata-rata diperoleh dari menjumlahkan semua data dari individu kemudian dibagi dengan jumlah individu. Median adalah teknik penjelasan kelompok didasarkan pada nilai tengah dari data yang sudah diurutkan dari nilai terkecil sampai terbesar atau dari nilai terbesar sampai terkecil (Sugiyono, 2010: 48). Median diperoleh dari nilai tengah setelah data diurutkan dari kecil ke besar atau dari besar ke kecil. Modus adalah teknik penjelasan kelompok didasarkan pada nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut (Sugiyono, 2010:47). Nilai tertinggi yaitu nilai paling tinggi yang didapat siswa dari suatu kelompok atau kelompok tertentu. Nilai terendah yaitu nilai paling sedikit yang didapat siswa dari suatu kelompok atau kelompok tertentu. Perhitungan persentase kenaikan nilai posttest dari nilai pretestnya digunakan untuk mengetahui seberapa besar kenaikan nilainya dilihat dalam bentuk persen. 3.8.2 Analisis Inferensial Analisis inferensial mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul serta membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi (Sugiyono, 2011: 200). Analisis inferensial dibedakan menjadi dua yaitu parametris dan non parametris. Statistik parametris digunakan apabila data berdistribusi normal, apabila data tidak berdistribusi normal makan digunakan analisis nonparametris.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 3.8.2.1 Uji Prasyarat Analisis 3.8.2.1.1 Uji normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji normal tidaknya data nilai dari sampel penelitian. Pengujian ini dimaksudkan untuk melihat apakah sebaran data yang dianalisis normal atau tidak (Zuriah, 2006:201). Perhitungan ini digunakan untuk menguji normalitas data nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen serta nilai pretest dan posttest kelompok kontrol. Metode untuk menentukan normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov, maka peneliti menggunakan metode tersebut untuk menentukan normalitas data. Hipotesis statistik untuk uji normalitas data yaitu: H0 = data tidak berdistribusi normal H1 = data berdistribusi normal Kriteria menarik kesimpulan apabila sig.>0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya data berdistribusi normal apabila sig.<0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya data berdistribusi tidak normal. 3.8.2.1.2 Uji homogenitas Uji homogenitas mempunyai tujuan untuk mengetahui antara kelompok eksperimen dan kontrol memiliki varians data yang sama atau tidak. Uji homogenitas dilakukan untuk menghitung varians data nilai pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen. Uji homogenitas dapat digunakan statistik uji Levene’s test dengan bantuan program IBM SPSS statistics 20. Hipotesis statistik untuk uji homogenitas data yaitu: H0 = varians (keragaman) data tidak homogen H1 = varians (keragaman) data homogen

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Pengambilan keputusan untuk uji homogenitas apabila sig.>0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya kriteria data homogen, apabila sig.<0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya data tidak homogen. 3.8.2.2 Uji Perbedaan Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Uji perbedaan nilai pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai rata-rata pretest antara kedua kelompok tersebut. Uji perbedaan ini menggunakan analisis uji beda independent sample t-test. Perhitungan uji perbedaan ini menggunakan bantuan program IBM SPSS statistics 20, dengan melihat hasil sig(2-tailed). Hipotesis statistik yang digunakan yaitu: H0 = tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen. H1 = terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen. Pengambilan keputusan untuk uji perbedaan nilai rata-rata pretest menggunakan independent sample t-test yaitu apabila sig(2-tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain kedua kelompok berada pada titik pijak kemampuan yang sama sehingga perhitungan uji hipotesis menggunakan nilai posttest kedua kelompok. Kriteria untuk pengambilan keputusan apabila sig(2-tailed)<0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain kedua kelompok tidak berada pada titik pijak

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 kemampuan yang sama sehingga pengujian hipotesis menggunakan uji selisih skor pretest dan posttest kedua kelompok. 3.8.2.3 Uji Hipotesis Uji statistik untuk statistik parametris dapat menggunakan uji-t. Uji statistik untuk statistik non-parametris dapat menggunakan uji Mann-Withney (Siregar, 2013:3). Jadi, penelitian ini akan digunakan uji-t melalui program IBM SPSS statistics 20 dengan jenis independent sample t-test apabila data berdistribusi normal dan digunakan uji Mann-Withney melalui program IBM SPSS statistics 20 apabila data tidak berdistribusi normal. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis dua arah atau 2-tailed, karena belum diketahui arahnya. Hipotesis untuk penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Apabila data yang diperoleh semua normal maka dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik uji t, namun apabila data tidak nornal maka dianalisis menggunakan statistik non parametrik MannWithney. Jadi, karena hasil perolehan datanya normal, homogen, dan tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain kedua kelompok berada pada titik pijak kemampuan yang sama maka peneliti menggunakan uji-t parametris dengan jenis independent sample ttest dengan menghitung nilai posttestnya. Hipotesis statistik dapat digunakan dengan: H0 = tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 H1 = terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Pengambilan keputusan untuk uji perbedaan yaitu apabila sig(2- tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Kriteria pengambilan keputusan apabila sig(2-tailed)<0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 3.8.2.4 Uji Effect Size Effect size digunakan untuk mengetahui besarnya efek penerapan metode jigsaw I terhadap prestasi belajar siswa. Effect size ditentukan dengan kriteria yang bisa dilihat pada tabel 3.8. Rumus untuk mencari effect size bisa dilihat pada gambar 3.3. Tabel 3.8 Kriteria Nilai Effect Size (Field, 2009:57) Nilai Kriteria 0,1 – 0,29 Kecil 0,30 – 0,49 Sedang 0,50 -- ......... Besar Gambar 3.3 Rumus Mencari Effect Size (Field, 2009: 332) Keterangan rumus: r = effect size t = harga t hitung untuk independent t-test df = derajad kebebasan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dipaparkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kebondalem Lor yang beralamat di Jalan Manis Renggo km.2, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Kebondalem Lor dengan rincian akan dipaparkan pada tabel di bawah ini. Kelas VA VB Tabel. 4.1 Distribusi Frekuensi Sampel Penelitian Jumlah Siswa Jumlah Total Laki-laki Perempuan 11 siswa 11 siswa 22 siswa 8 siswa 12 siswa Jumlah sampel penelitian 20 siswa 42 siswa Keterangan Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Tabel 4.1 memberikan informasi bahwa kelas VA sebagai kelompok eksperimen sebanyak 22 siswa dengan laki-laki sebanyak 11 siswa dan perempuan sebanyak 11 siswa dan kelas VB ada 20 siswa dengan laki-laki sebanyak 8 siswa dan perempuan sebanyak 12 siswa. Jadi, total untuk jumlah sampel penelitian yaitu 42 siswa. 53

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Data nilai prestasi belajar diperoleh dari nilai pretest dan posttest baik dari kelompok eksperimen dan kontrol. Soal yang diberikan untuk pretest dan posttest adalah soal pilihan ganda sebanyak 25 soal, dimana soal pretest sama dengan posttest. Nilai pretest adalah nilai dimana sebelum siswa mendapat perlakuan, sedangkan nilai posttest adalah nilai dimana siswa sudah mendapat perlakuan. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang diberikan perlakuan penggunaan metode jigsaw I sedangkan kelompok kotrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Data nilai prestasi belajar siswa baik kelompok eksperimen maupun kontrol akan dipaparkan pada tabel di bawah ini. Data yang lebih lengkap dapat dilihat di lampiran 11. Tabel 4.2 Data Nilai Prestasi Belajar Siswa Kelompok Kontrol Keterangan Nilai Mean Median Modus Skor tertinggi Skor terendah KKM Kenaikan nilai rata-rata pretest ke posttest (%) Jumlah siswa: 20 Skor Skor Pretest Posttest 34,2 73,2 32 72 28 64 48 92 24 60 60 60 Kelompok Eksperimen Jumlah siswa: 22 Skor Skor Pretest Posttest 34,91 80,18 36 80 44 76 52 96 12 64 60 60 114% 129% 4.1.1.1 Data Nilai Pretest Kelompok Kontrol Data nilai pretest kelompok kontrol diperoleh dari nilai tes siswa sebelum dilakukan pembelajaran dengan model konvensional pada materi perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Soal pretest kelompok kontrol sama dengan eksperimen. Banyaknya soal untuk pretest yaitu 25 dengan empat pilihan jawaban yang disediakan. Setiap soal nilainya empat sehingga maksimal nilai yang diperoleh adalah 100. Tabel 4.2 memberi gambaran bahwa untuk kelompok

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 kontrol memiliki nilai rata-rata (mean) untuk pretest yaitu 34,2, median yaitu 32, modus (mode) yaitu 28, skor tertinggi 48, dan skor terendah 24. Jadi, semua nilai pretest kelompok kontrol di bawah nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah. 4.1.1.2 Data Nilai Posttest Kelompok Kontrol Data nilai posttest kelompok kontrol diperoleh dari nilai tes siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model konvensional pada materi perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Soal yang digunakan posttest kelompok kontrol sama dengan soal yang diberikan saat pretest. Banyaknya soal untuk posttest yaitu 25 dengan empat pilihan jawaban yang disediakan. Setiap soal nilainya empat sehingga maksimal nilai yang diperoleh untuk posttest adalah 100. Tabel 4.2 memberikan gambaran bahwa untuk kelompok kontrol memiliki nilai rata-rata (mean) untuk posttest yaitu 73,2, median yaitu 72, modus (mode) yaitu 64, skor tertinggi 92, dan skor terendah 60. Jadi, nilai posttest kelompok kontrol lebih dari atau sama dengan nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah. 4.1.1.3 Data Nilai Pretest Kelompok Eksperimen Data nilai pretest kelompok eksperimen diperoleh dari nilai tes siswa sebelum dilakukan pembelajaran menggunakan metode jigsaw I pada materi perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Banyaknya soal untuk pretest yaitu 25 dengan empat pilihan jawaban yang disediakan. Setiap soal nilainya empat sehingga maksimal nilai yang diperoleh adalah 100. Tabel 4.2 memberikan gambaran bahwa untuk kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata (mean) untuk pretest yaitu 34,91, median yaitu 36, modus (mode) yaitu 44, skor tertinggi 52, dan skor terendah 12. Jadi, semua nilai pretest kelompok eksperimen di bawah nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 4.1.1.4 Data Nilai Posttest Kelompok Eksperimen Data nilai posttest kelompok eksperimen diperoleh dari nilai tes siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan metode jigsaw I pada materi perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Soal yang digunakan posttest sama dengan soal yang diberikan saat pretest. Banyaknya soal untuk posttest yaitu 25 dengan empat pilihan jawaban yang disediakan. Setiap soal nilainya empat sehingga maksimal nilai yang diperoleh untuk posttest adalah 100. Tabel 4.2 memberikan gambaran bahwa untuk kelompok eksperimen memiliki nilai ratarata (mean) untuk posttest yaitu 80,18, median yaitu 80, modus (mode) yaitu 76, skor tertinggi 96, dan skor terendah 64. Jadi, semua nilai posttest kelompok eksperimen di atas nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah. 4.1.1.5 Kenaikan Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Hasil perhitungan persen kenaikan dari nilai pretest ke posttest kelompok kontrol dihasilkan 114%, untuk kelompok eksperimen dihasilkan 129%. Dilihat dari hasil perhitungan pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa kedua kelompok baik kelompok eksperimen maupun kontrol mengalami peningkatan, namun untuk kelompok eksperimen mengalami peningkatan persentase yang lebih besar daripada kelompok kontrol. 4.1.2 Hasil Uji Perbedaan atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I terhadap Pembelajaran IPS di SD Analisis data penelitian dilakukan pada nilai pretest dan posttest baik kelompok eksperimen maupun kontrol. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas, homogenitas dan uji beda pretest. Setelah uji prasyarat dipenuhi,

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 dilanjutkan uji yang terakhir yaitu untuk menguji perlakuan atau pengujian untuk membuktikan hipotesis. 4.1.2.1 Hasil Uji Prasyarat Analisis 4.1.2.1.1 Uji normalitas Pengujian normalitas dilakukan pada data nilai pretest dan posttest baik kelompok eksperimen maupun kontrol. Uji normalitas dilakukan dengan Kolmogorov smirnov menggunakan IBM SPSS statistics 20. Uji ini dilakukan untuk mengetahui suatu data berdistribusi normal atau tidak. Hipotesis statistik untuk uji normalitas data yaitu: H0 = data tidak berdistribusi normal H1 = data berdistribusi normal Kriteria data berdistribusi normal apabila sig.>0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak. Kriteria data berdistribusi tidak normal apabila sig.<0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak. Statistik parametrik digunakan apabila data berdistribusi normal, untuk data yang tidak berdistribusi normal maka akan digunakan analisis statistik non parametrik. Pungujian normalitas keempat data yaitu pretest dan posttest baik kelompok kontrol maupun eksperimen dijelaskan pada uraian berikut ini. Pengujian normalitas nilai pretest kelompok kontrol bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan normalitas menggunakan SPSS diperoleh 0,129. Nilai tersebut >0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, jadi nilai pretest kelompok kontrol berdistribusi normal. Pada tabel 4.3 disajikan data pengujian normalitas untuk

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 nilai pretest kelompok kontrol. Hasil output SPSS pengujian normalitas dapat dilihat di lampiran 13. Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Aspek yang dinilai Nilai signifikansi Keterangan Pretest kelompok kontrol 0,129 Normal Gambar 4.1 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Pretest Kelompok Kontrol Pengujian normalitas nilai posttest kelompok kontrol bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan normalitas menggunakan SPSS diperoleh 0,200*. Nilai tersebut >0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, jadi nilai posttest kelompok kontrol berdistribusi normal. Pada tabel 4.4 disajikan data pengujian normalitas untuk nilai posttest kelompok kontrol. Hasil output SPSS pengujian normalitas dapat dilihat di lampiran 13. Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Aspek yang dinilai Nilai signifikansi Keterangan Posttest kelompok kontrol 0,200* Normal

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Gambar 4.2 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Posttest Kelompok Kontrol Pengujian normalitas nilai pretest kelompok eksperimen bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan normalitas menggunakan SPSS diperoleh 0,170. Nilai tersebut >0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, jadi nilai pretest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Pada tabel 4.5 disajikan data pengujian normalitas untuk nilai pretest kelompok eksperimen. Hasil output SPSS pengujian normalitas dapat dilihat di lampiran 13. Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Aspek yang dinilai Nilai signifikansi Keterangan Pretest kelompok 0,170 Normal eksperimen

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Gambar 4.3 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Pretest Kelompok Eksperimen Pengujian normalitas nilai posttest kelompok eksperimen bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan normalitas menggunakan SPSS diperoleh hasil 0,200*. Nilai tersebut >0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, jadi nilai posttest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Pada tabel 4.6 disajikan data pengujian normalitas untuk nilai posttest kelompok eksperimen. Hasil output SPSS pengujian normalitas dapat dilihat di lampiran 13. Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Aspek yang dinilai Nilai signifikansi Keterangan Posttest kelompok * 0,200 Normal eksperimen

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Gambar 4.4 Grafik Hasil Pengujian Normalitas Nilai Posttest Kelompok Eksperimen Hasil perhitungan dengan bantuan IBM SPSS Statistics 20 menunjukkan bahwa semua data nilai baik pretest maupun posttest kelompok eksperimen dan kontrol memiliki nilai signifikansi >0,05 maka H0 ditolak jadi nilai pretest kelompok kontrol dan eksperimen berdistribusi normal. Karena hasil semua data berdistribusi normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah parametrik. 4.1.2.1.2 Uji homogenitas pretest kelompok eksperimen dan kontrol Uji homogenitas dilakukan pada hasil pretest kelompok eksperimen dan kontrol untuk melihat apakah dua kelompok baik eksperimen dan kontrol memiliki varians data yang sama. Perhitungan uji homogenitas digunakan IBM SPSS Statistics 20. Analisis uji yang digunakan adalah Lavene’s test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik untuk uji homogenitas yaitu: H0 = varians (keragaman) data tidak homogen H1 = varians (keragaman) data homogen

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Kriteria untuk menarik kesimpulan dari uji homogenitas dapat ditentukan berdasarkan pada pretest dari masing-masing kelompok dengan sig.(2tailed)>0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak berarti kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai varians yang sama atau homogen, apabila sig.(2-tailed)<0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak jadi hasil pretest dari antara kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai varians yang berbeda atau tidak homogen. Tabel 4.7 Homogenitas Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Hasil pretest Nilai signifikansi Keterangan Tidak terdapat perbedaan Pretest eksperimen & kontrol 0,096 (homogen) Perhitungan uji homogenitas untuk nilai pretest eksperimen dan kontrol dihasilkan sig.(2-tailed) adalah 0,096, nilai tersebut >0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya pretest antara antara kelompok eksperimen dan kontrol memiliki varian yang sama (homogen). Hasil output SPSS perhitungan uji homogenitas dapat dilihat di lampiran 13. 4.1.2.2 Hasil Uji Beda Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Uji beda ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Analisis uji beda menggunakan independent sample t-test. Perhitungan uji perbedaan ini menggunakan bantuan program IBM SPSS statistics 20. Hipotesis statistik yang digunakan yaitu: H0 = tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen. H1 = terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Kriteria pengambilan keputusan untuk uji perbedaan nilai rata-rata pretest apabila sig(2-tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain kedua kelompok berada pada titik pijak kemampuan yang sama sehingga perhitungan uji hipotesis menggunakan nilai posttest kedua kelompok. Kriteria untuk pengambilan keputusan apabila sig(2-tailed)<0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain kedua kelompok tidak berada pada titik pijak kemampuan yang sama sehingga pengujian hipotesis menggunakan uji selisih skor pretest dan posttest kedua kelompok. Hasil perhitungan uji beda nilai pretest kelompok kontrol dan eksperimen dapat dilihat di tabel 4.8 dan hasil output SPSS dapat dilihat di lampiran 13. Tabel 4.8 Hasil Uji Perbedaan Rata-rata Pretest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar Hasil Pretest Nilai sig (2-tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan 0,809 Tidak berbeda eksperimen Hasil perhitungan uji perbedaan pretest uji independent samples t-test diperoleh hasil perhitungan dengan analisis uji Levene’s Test sebesar 0,096 dimana hasil tersebut >0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelompok kontrol dan eksperimen memiliki varians yang sama atau homogen, maka peneliti menggunakan analisis uji beda pada equal variances assumed. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) yaitu 0,809 dimana nilai tersebut >0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan kata lain kedua kelompok berada pada titik pijak kemampuan yang sama sehingga perhitungan uji hipotesis

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 menggunakan nilai posttest kedua kelompok. Hasil perhitungan output SPSS untuk uji beda pretest tersebut dapat dilihat di lampiran 13. 4.1.2.3 Hasil Uji Hipotesis Uji ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang sudah dibuat. Uji beda menggunakan uji independent sample t-test karena data berasal dari kelompok atau sampel yang bebas artinya tidak ada hubungan antara dua kelompok atau sampel yang diuji. Penggunaan uji independent sample t-test juga digunakan karena uji prasyarat sudah terpenuhi yaitu semua data pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol berdistribusi normal, nilai pretest antara kelompok eksperimen dan kontrol homogen serta kemampuan siswa berada pada titik pijak yang sama. Hipotesis statistiknya adalah: H0 = tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. H1 = terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I Pengambilan keputusan untuk uji perbedaan nilai rata-rata posttest menggunakan independent sample t-test apabila sig(2-tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak artinya tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Kriteria pengambilan keputusan apabila sig(2-tailed)<0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak artinya terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Tabel 4.9 Hasil Uji Perbedaan Rata-rata Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar Hasil Posttest Nilai sig (2-tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan eksperimen 0,018 Berbeda Hasil perhitungan uji perbedaan posttest menggunakan uji independent samples t-test diperoleh hasil perhitungan dengan analisis uji Levene’s Test sebesar 0,868 dimana hasil tersebut >0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa posttest kelompok kontrol dan eksperimen memiliki varians yang sama atau homogen, maka peneliti menggunakan analisis uji beda pada equal variances assumed. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) yaitu 0,018 dimana nilai tersebut <0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak. Hasil perhitungan tersebut memberikan informasi untuk manarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Hasil perhitungan output SPSS untuk uji beda posttest dapat dilihat di lampiran 13. Hasil perbandingan prestasi belajar kelompok kontrol dan eksperimen dapat dilihat pada gambar 4.5 yang menunjukkan adanya peningkatan nilai dari pretest ke posttest baik kelompok kontrol maupun eksperimen, namun peningkatan di kelompok eksperimen lebih tinggi daripada di kelompok kontrol. 90 80 70 60 50 eksperimen 40 kontrol 30 20 10 0 pretest posttest Gambar 4.5 Perbandingan Rata-rata Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 4.1.2.4 Hasil Uji Effect Size Perhitungan untuk effect size diperoleh hasil 0,36. Nilai tersebut termasuk dalam kriteria sedang. Perhitungan untuk besarnya efek dapat dilihat di lampiran 13. Jadi pembelajaran menggunakan model koopertif tipe jigsaw I memberikan efek yang sedang pada peningkatan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar. 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian Perhitungan analisis pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen dihasilkan data yang homogen, jadi kedua kelompok memiliki titik awal yang sama. Di bawah ini adalah rangkuman hasil analisis data menggunakan IBM SPSS statistics 20. Tabel 4.10 Homogenitas pada Pretest Kelompok Kontrol dan Eksperimen Variabel Nilai signifikansi Keterangan Prestasi belajar 0.096 Homogen Variabel Prestasi Belajar Tabel 4.11 Rangkuman untuk Skor Pretest dan Posttest Peningkatan dari nilai pretest Kelompok Rerata masing-masing kelompok (%) Pretest 34,20 Kontrol 114 % Posttest 73,20 Pretest 34,91 Eksperimen 129 % Posttest 80,18 Tabel 4.12 Uji Beda Skor Rata-rata Pretest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar Hasil Pretest Nilai sig (2-tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan 0,809 Tidak berbeda eksperimen Tabel 4.13 Uji Beda Skor Rata-rata Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen pada Variabel Prestasi Belajar Variabel Hasil Nilai Signifikasi Keterangan Perbandingan skor rataPrestasi 0,018 Berbeda rata posttest kelompok belajar kontrol dan eksperimen

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pembahasan Proses Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SDN 1 Kebondalem Lor pada mata pelajaran IPS kelas V. Standar Kompetensi yang digunakan yaitu 2.Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan Kompetensi Dasar yaitu 2.1Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Penelitian ini dilakukan dalam 4 kali pertemuan dimana setiap kali pertemuan 70 menit atau 2 jam pelajaran dan 2 kali pertemuan tambahan di hari yang berbeda untuk pretest dan posttest masing-masing 30 menit. Pretest dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I untuk kelompok eksperimen dan model konvensional untuk kelompok kontrol. Posttest dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diberikan perlakuan. Soal yang diberikan saat pretest sama dengan soal yang diberikan saat posttest. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah menganalisa serta mengetahui kemampuan siswa sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan karena diukur dengan soal tes yang sama. Suasana belajar di kelompok eksperimen berbeda dengan kelompok kontrol. Di kelompok eksperimen pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan jigsaw I seperti yang ada pada lembar observasi keterlaksanaan jigsaw I. Peneliti menyampaikan apersepsi, tujuan pembelajaran, dan menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa dibentuk menjadi empat kelompok

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 yang beranggotakan lima sampai enam orang yang merupakan kelompok asal. Setiap kelompok asal memiliki anggota yang heterogen baik jenis kelamin maupun kemampuan akademik yang sebelumnya sudah dikonsultasikan dengan guru kelas. Di dalam kelompok asal siswa dibagi materi yang menjadi tanggungjawabnya dengan dibantu ketua kelompok. Siswa diberi waktu untuk membaca masing-masing topiknya, serta menandai atau mencatat informasi yang mereka anggap penting. Kegiatan selanjutnya yaitu siswa berkumpul dengan anggota kelompok lain dengan subtopik sama sebagai kelompok ahli. Di dalam kelompok ahli mereka mendiskusikan materi, saling membantu untuk memahami materi, mencari poin-poin penting sebagai bekal informasi untuk dibagikan di kelompok asal. Peneliti sebagai guru berkeliling untuk mengecek pemahaman siswa dan membantu mereka apabila ada hal-hal yang kurang bisa dipahami. Ada beberapa hal yang dilakukan siswa di kelompok asal setelah kembali dari kelompok ahli. Di kelompok asal siswa menginformasikan dan menjelaskan subtopik yang sudah dibahas di kelompok ahli secara bergantian. Mereka juga menjawab apabila ada pertanyaan dari teman anggota kelompok dan berusaha memecahkan bersama apabila dirasa sulit. Mereka juga menjawab setiap pertanyaan dan mengerjakan tugas yang ada pada Lembar Kegiatan Siswa (LKS) melalui diskusi bersama dalam kelompok asal. Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengerjaan tugasnya (LKS) di depan kelas dan siswa lain menanggapi. Peneliti membimbing siswa dalam memahami materi dan meluruskan apabila ada pemahaman yang keliru. Kegiatan akhir dari pembelajaran jigsaw I yaitu mengerjakan evaluasi secara individu.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Gambaran kegiatan di kelompok eksperimen seperti sudah dijelaskan sebelumnya yaitu siswa aktif mengikuti kegiatan pembelajaran mulai dari membaca materi yang menjadi tanggungjawab atau tugasnya, menandai atau mencatat hal yang penting dari materi bacaan, diskusi di kelompok ahli dan kelompok asal, mengerjakan LKS serta melakukan presentasi. Adanya kelompok ahli dalam diskusi bisa membantu mereka untuk memahami materi yang dianggap penting atau materi yang sulit. Pembelajaran ini berpusat pada siswa dan guru bertindak sebagai fasilitator dalam belajar. Suasana pembelajaran di kelompok kontrol berbeda dengan di eksperimen. Di kelompok kontrol setelah peneliti menyampaikan apersepsi, tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, siswa diberi kesempatan selama kurang lebih sepuluh menit membaca materi untuk mengenalkan materi hari itu. Kegiatan selanjutnya yaitu guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkannya. Siswa mengerjakan LKS secara individu kemudian mencocokannya secara bersama-sama. Kegiatan pembelajaran di kelompok kontrol dengan model konvensional sebagian besar berpusat pada guru karena sebagian besar pembelajaran didominasi oleh penjelasan materi oleh guru. 4.3.2 Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian diperoleh prestasi belajar kognitif siswa kelas VA dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I lebih baik dari siswa kelas VB dengan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata posttset kelas VA adalah 80,18 dengan nilai >60, untuk nilai ratarata posttest kelas VB adalah 73,20 dengan nilai ≥60. Berdasarkan peningkatan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 nilai dari pretest ke posttest kelompok kontrol dan eksperimen maka kedua kelompok tersebut mengalami peningkatan namun peningkatan kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Kelompok eksperimen meningkat 129 % dari nilai pretestnya sedangkan kelompok kontrol meningkat 114% dari nilai pretestnya. Median (nilai tengah) dari kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol, untuk kelompok eksperimen yaitu 80 sedangkan kelompok kontrol yaitu 72. Modus (nilai yang sering banyak muncul) juga lebih tinggi di kelompok eksperimen yaitu 76 sedangkan untuk kelompok kontrol 64. Nilai dari semua siswa di kedua kelompok sudah lulus KKM yang ditentukan yaitu 60. Kelas VA mempunyai nilai terendah yang berada di atas nilai KKM yaitu 64, namun untuk kelas VB nilai terendah sama dengan nilai KKM yang ditentukan yaitu 60. Perhitungan nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kontrol dihasilkan <0,05. Hal itu ditunjukkan dengan perhitungan nilai rata-rata posttest dengan independent sample t-test dihasilkan sig(2-tailed) sebesar 0,018 berarti terdapat perbedaan rata-rata antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil tersebut dapat dikatakan terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Penerapan jigsaw I memberikan efek sedang untuk peningkatan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar sebesar 0,36. Adanya perbedaan hasil prestasi belajar siswa ini dikarenakan adanya perbedaan pemberian perlakuan saat pembelajaran. Kelas VA digunakan model pebelajaran kooperatif tipe jigsaw I dan untuk kelas VB digunakan model konvensional dalam pembelajaran di kelas. Terbukti bahwa perbedaan perlakuan

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 ini memberikan hasil yang berbeda. Kelas VA memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari kelas VB. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu seperti penelitian Darmada, Putra, Meter (2013), Wardani (2012), Rukiyah (2012), dan Apriliana (2012), yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I terhadap prestasi belajar ranah kognitif siswa. Hasil penelitian terdahulu memberikan gambaran bahwa model pembelajaran tipe jigsaw I lebih efektif dari pada penggunaan model konvensional. Adanya perbedaan ini juga disebabkan karena penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I menuntun siswa untuk aktif serta berusaha memahami materi yang menjadi tanggungjawabnya. Selain itu akan terjalin kerjasama antar siswa dalam satu kelompok. Siswa juga dibimbing untuk berdiskusi dengan anggota kelompok, mereka juga melakukan presentasi di kelompok. Vigotsky menekankan bahwa peserta didik atau dalam hal ini siswa dapat membangun pengetahuannya melalui interaksi sosial dengan orang lain (Suprijono, 2011:55). Diskusi merupakan salah satu cara bagaimana siswa berinteraksi dengan orang lain. Siswa dapat saling membagi informasi yang mereka dapatkan dalam satu kelompok, selain itu mereka dapat saling membantu memecahkan masalah yang dialami teman. Guru bertindak sebagai fasilitator siswa dalam belajar. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I ini juga sesuai diterapkan pada mata pelajaran IPS materi perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang karena materi itu berupa narasi, hal ini sesuai dengan pendapat Isjoni (2012:83) bahwa materi yang mudah digunakan untuk tipe jigsaw I berupa materi naratif. Hal tersebut dapat mendukung keberhasilan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 penerapan jigsaw I dalam pembelajaran IPS. Berbeda dengan kelompok kontrol, pembelajaran di kelompok ini dilakukan dengan model konvensional. Pembelajaran di kelompok kontrol didominasi oleh penjelasan dari guru, sehingga pembelajaran tidak berpusat pada siswa melainkan pada guru. Hal ini membuat siswa hanya bersikap pasif dalam membangun pengetahuan mereka. Hasil pembahasan di atas menjelaskan bahwa model pembelajaran koopertif tipe jigsaw I dapat memberikan dampak yang baik bagi prestasi belajar siswa. Hal tersebut terbukti dengan adanya perbedaan prestasi belajar ranah kognitif siswa atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini akan dipaparkan kesimpulan dan saran dalam penelitian. Kesimpulan merupakan hasil penelitian yang menjawab dari hipotesis. Saran berisi tetang saran untuk penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan perbandingan rata-rata nilai posttest kelompok kontrol dan eksperimen dengan independent sample t-test yaitu 0,018 dimana nilai tersebut <0,05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan pada rata-rata skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen. 5.2 Saran 5.2.1 Bagi Sekolah Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat memberikan dampak yang baik bagi prestasi belajar siswa, maka pihak sekolah diharapkan dapat menjadikannya sebagai salah satu metode dalam kegiatan belajar mengajar. 73 1

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 5.2.2 Bagi Guru Guru diharapkan mampu memahami berbagai macam model pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam metode mengajar guru di kelas. 5.2.3 Bagi Peneliti Lain Ada beberapa saran untuk peneliti lain diantaranya: 5.2.3.1 Instrumen tes yang digunakan hendaknya tidak sama persis namun tetap mengacu pada indikator serta pemberian pretest dan posttest hendaknya pada jarak waktu yang tidak terlalu dekat sehingga bisa meminimalisir terjadinya invaliditas internal. 5.2.3.2 Prestasi belajar hendaknya diukur pada tiga ranah baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. 5.3 Keterbatasan Penelitian Ada beberapa keterbatasan penelitian berdasarkan pelaksanaan kegiatan mengajar yang dilakukan selama penelitian, diantaranya: 5.3.1 Instrumen tes yang digunakan untuk pretest dan posttest sama serta jarak pemberian pretest dan posttest tidak terlalu jauh hal ini mungkin bisa mengakibatkan invaliditas internal. 5.3.2 Penelitian ini hanya dibatasi oleh pengukuran aspek kognitif untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa. 5.3.3 Kegiatan siswa di luar pembelajaran di kelompok yang tidak bisa dikontrol oleh peneliti seperti siswa mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah, belajar atau tidaknya siswa di rumah.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 DAFTAR REFERENSI Apriliana. B. (2012). Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar PKn bagi siswa kelompok V SD Negeri 1 Genengsari Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan semester II tahun pelajaran 2011/2012. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya Offset. Aronson, E. (2009). Jigsaw clasroom. Social psychology network. Downloaded version. http://www.jigsaw.org/steps.htm, diakses tanggal 10 Oktober 2013. Azwar, S. (2005). Tes prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2000). Research methods in education 5th edition. New York: Roudledge Falmer. Creswell, J.W. 2012. Reasearch design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Darmada, O.S., Putra S, & Meter. (2013). Pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelompok IV di SDN 1 dan 2 Rendang. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Djamarah, S.B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Eggen, P. & Kauchak,D. (2012). Strategic and model for teachers: teaching content and thinking skills, sixth edition. (Satrio Wahono, Penerjemah). Jakarta: PT Indeks. Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS third edition. London: SAGE. Huda, M. (2012). Cooperative Learning: metode, teknik,struktur dan model terapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni dan Ismail, M.A. (2008). Model-model pembelajaran mutakhir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni. (2012). Pembelajaran kooperatif meningkatkat kecerdasan komunikasi antar peserta didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kasmadi & Sunariah, N.S. (2013). Panduan modern penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lie, A. (2010). Cooperative learning: mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelompok. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Priyatna, A. (2013). Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelompok V di SD N egeri Parereja 01 Kabupaten Brebes. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Riduwan. (2002). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: Alfabeta. Rukiyah. (2012). Pembelajaran IPA di SD melalui penerapan model kooperatif teknik jigsaw. Jurnal Penelitian Pendidikan, I, 45-54. Rusman. (2011). Model-model pembelajarn: mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sanjaya, W. (2011). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media. Santosa, P.B. dan Ashari. (2005). Analisis statistik dengan Microsoft excel & SPSS. Yogyakarta: Andi. Santrock, J. W. (2007). Child development, eleventh edition. (Mila R. & Anna K.). Jakarta: Erlangga. Sapriya. (2009). Pendidikan IPS: konsep dan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakara. Siregar, S. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara. Slavin, R.E. (1995). Cooperative Learning: theory, research, and practice. United States of America: A Simon & Schuster Company. . (2008). Cooperative learning: theory, research and practice. (Nurulita, Penerjemah). Bandung: Nusa Media. Sugiyanto. (2010). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yama Pustaka. Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 . (2011). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Suprijono, A. (2011). Cooperative learning: teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Surapranata, S. (2009). Analisis, validitas, reliabilitas, dan interpretasi hasil tes. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Susanto. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama. Syah, M. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Jakarta. Sukmadinata, N.S. (2009). Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Taniredja, T. & Mustafidah, H. (2011). Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. Tim Penyusun KBBI. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pusat bahasa edisi keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Tim Penyusun KTSP. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk satuan pendidikan dasar SD/MI semester I dan II. Jakarta: BP Cipta Jaya. Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Wardani, N.S. (2012). Pengaruh penggunaan model pembelajaran jigsaw dengan permainan puzzle terhadap hasil belajar IPS kelompok V SD Negeri 4 Mendenrejo Kradenan Blora semester 2 tahun ajaran 2011/2012. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Winataputra, U.S., dkk. (2008). Teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Winkel, W.S. (2004). Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Zuriah, N. (2006). Metodologi penelitian sosial dan pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Lampiran 1. Surat Ijin akan Melaksanakan Penelitian

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lampiran 2. Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Eksperimen Satuan pendidikan : SDN 1 Kebondalem Lor Kelompok/ Semester :5/2 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/tanggal : Rabu, 8 Januari 2014 Pertemuan ke :1 Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 1. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia 2. Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia 3. Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda 4. Menjelaskan perjuangan melawan penjajah di Indonesia Afektif 5. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotor 6. Memasangkan semua tokoh pejuang dan informasi keterangannya. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia melalui diskusi kelompok. 2. Siswa mampu menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia melalui diskusi kelompok.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga penindasan yaitu kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda melalui diskusi kelompok. 4. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua perjuangan melawan penjajah di Indonesia melalui diskusi kelompok. Afektif 5. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 6. Siswa mampu memasangkan semua tokoh pejuang sesuai informasi keterangannya. E. Materi Pokok Masa pendudukan Belanda di Indonesia (terlampir) F. Pendekatan, Model, Metode dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Student center 2. Model : pembelajaran kooperatif 3. Metode : jigsaw I 4. Teknik Pembelajaran : tanya jawab, diskusi dan penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Siswa dan guru tanya jawab tentang negara yang pernah menjajah Indonesia. 2) Siswa melihat tokoh-tokoh pejuang daerah c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa berkumpul di dalam kelompok (kelompok asal berjumlah 5-6 orang) untuk membagi tugas sesuai dengan LKS dipimpin oleh ketua kelompok. Waktu (menit) 7 55

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 2) Siswa membaca materi yang sudah dibagikan sebagai bekal diskusi di kelompok ahli. Materi yang dibagikan dalam kelompok asal: a) Siswa A membahas latar belakang kedatangan kaum penjajah Belanda b) Siswa B membahas lahirnya VOC c) Siswa C membahas kerja paksa, penarikan pajak, tanam paksa d) Siswa D membahas perlawanan melawan Belanda besifat kedaerahan sebanyak 3 tokoh e) Siswa E membahas perlawanan melawan Belanda besifat kedaerahan sebanyak 4 tokoh b. Elaborasi 1) Siswa berkumpul dengan teman kelompok lain yang sama materinya dan berdiskusi (sebagai kelompok ahli) 2) Siswa kembali ke kelompok asal masing-masing untuk membagikan informasi yang didapat dari diskusi kelompok ahli 3) Siswa mengisi LKS yang sudah dibagikan. c. Konfirmasi 1) Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi di kelompok asal, guru dan kelompok lain menanggapi. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Pemberian tugas oleh guru kepada siswa 8 H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Gambar tokoh-tokoh pejuang daerah - Gambar-gambar tokoh-tokoh bangsa Belanda I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 8 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Penilaian Pertemuan 1 Kelompok Eksperimen 1. Kognitif (Evaluasi tiap pertemuan) Nilai = (jumlah skor perolehan : jumlah skor total) x 100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Kelompok Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 INDONESIA BELANDA JEPANG VOC Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik Observasi kerja kelompok Kegiatan Menempelkan gambar sesuai dengan informasi atau sebaliknya Kelompok 1 1 2 3 4 Aspek yang dinilai pada peta konsep - Benar - Rapi Skor 2 3 Skor total

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Keterangan: 3 = apabila dua aspek terpenuhi 2 = apabila salah satu aspek tidak terpenuhi 1 = apabila dua aspek tidak terpenuhi Nilai = (skor total:3) x 100 = (3:3) x 100 = 100

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 Kelompok Eksperimen LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Nama Anggota Kelompok: 1 ……………………………………… 2 ……………………………………… 3 ……………………………………… 4 ……………………………………… 5 ......................................... 6 ......................................... Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia melalui diskusi kelompok. 2. Siswa mampu menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia melalui diskusi kelopmpok. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga penindasan yaitu kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda melalui diskusi kelompok. 4. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua perjuangan melawan penjajah di Indonesia melalui diskusi kelompok. Afektif 5. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 6. Siswa mampu memasangkan semua tokoh pejuang sesuai informasi keterangannya. B. Petunjuk 1. Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Pilihlah salah satu anggota kelompokmu sebagai ketua. 2. Dengan dipimpin ketua kelompok, bagilah materi yang tertera di bawah ini! Setiap siswa mendapatkan satu materi, namun jika ada siswa yang tidak mendapat materi bisa bergabung dengan teman lain! a) Siswa A membahas latar belakang kedatangan kaum penjajah Belanda

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 b) Siswa B membahas lahirnya VOC c) Siswa C membahas kerja paksa, penarikan pajak, tanam paksa d) Siswa D membahas perlawanan melawan Belanda besifat kedaerahan sebanyak 3 daerah e) Siswa E membahas perlawanan melawan Belanda besifat kedaerahan sebanyak 4 daerah 3. Bacalah selama ± 5 menit materi yang sudah kalian dapatkan! Kegiatan 2 (Diskusi dalam kelompok ahli) 4. Bergabunglah dengan kelompok lain yang memiliki materi yang sama! 5. Diskusikan materi yang sudah kalian baca dengan kelompok baru (kelompok ahli)! Kegiatan 3 (Diskusi dalam kelompok asal) 6. Bagikan informasi yang didapat dari kelompok ahli kepada teman-teman di kelompok asal! 7. Kerjakan soal di bawah ini secara kelompok! a. Apa latar belakang bangsa Eropa menjelajah dunia? b. Apa tujuan bangsa Belanda datang ke Indonesia? c. Apa latar belakang dibentuknya VOC? d. Tuliskan minimal tiga informasi yang kalian ketahui tentang VOC!

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 e. Apa yang menjadi latar belakang kerja paksa, tanam paksa maupun penarikan pajak? f. Siapa pencetus kerja paksa, tanam paksa dan penarikan pajak? g. Pasangkan gambar tokoh pejuang daerah sesuai dengan informasi keterangannya dan tulislah informasi sesuai gambar tokoh pejuang! No Gambar 1. Keterangan Pahlawan di samping berasal dari daerah Saparua Maluku. Dia memimpin rakyat Maluku melawan Belanda dan berhasil .................................. menyerang Benteng Durstede. 2. ........................................ ................................ 3. ......................................... ...................................

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 No Gambar Keterangan 4. Pahlawan di samping merupakan tokoh dari daerah Sumatera Barat. Dia merupakan pemimpin kaum Paderi. .................................... 5. Pahlawan di samping merupakan tokoh dari daerah Aceh. Kegigihannya membuat dia ..................................... dijuluki sebagai Teuku Johan Pahlawan. 6. Pahlawan di samping berasal dari daerah Tapanuli. Perlawanannya terjadi tahun 1870-1907. Dia gugur karena melawan Belanda .................................... pada tanggal 17 Juni 1907. 7. ......................................... ................................

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Kegiatan 4 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami? Jelaskan!

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Eksperimen Satuan pendidikan : SDN 1 Kebondalem Lor Kelompok/ Semester :5/2 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/tanggal : Kamis, 9 Januari 2014 Pertemuan ke :2 Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menyebutkan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional. 2. Menjelaskan organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional. Afektif 3. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotorik 4. Membuat peta konsep dari tokoh-tokoh kebangkitan nasional dan/atau masa pergerakan nasional. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional dengan benar. Afektif 3. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Psikomotorik 4. Siswa mampu membuat peta konsep minimal salah satu peta konsep dari tokoh-tokoh kebangkitan nasional atau masa pergerakan nasional. E. Materi Pokok Kebangkitan Nasional dan Organisasi Pergerakan Nasional (terlampir). F. Pendekatan, Model, Metode dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Student center 2. Model : Pembelajaran kooperatif 3. Metode : Jigsaw I 4. Teknik Pembelajaran : diskusi, tanya jawab, penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Guru bertanya kepada siswa tentang materi kemarin yang sudah dipelajari 2) Guru menayangkan gambar-gambar tokoh yang mempelopori pergerakan dan kebangkitan nasional. c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti d. Eksplorasi 1) Siswa membentuk kelompok asal seperti yang sudah dibagikan sebelumnya dan setiap kelompok mendapatkan LKS. 2) Ketua kelompok memimpin pembagian materi. 3) Siswa membaca materi bagiannya masing-masing yang akan didiskusikan di kelompok ahli. Materi yang dibagikan dalam kelompok asal: - Siswa A membahas perjuangan melawan penjajah di era kebangkitan (3 tokoh) - Siswa B membahas Perjuangan melawan penjajah di era kebangkitan (3 tokoh) - Siswa C membahas Organisasi pergerakan nasional (2 tokoh) - Siswa D membahas Organisasi pergerakan Waktu (menit) 7 55

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 nasional (2 tokoh) Siswa E membahas Organisasi pergerakan nasional (3 tokoh) e. Elaborasi 1) Siswa berkumpul dengan teman kelompok lain yang sama materinya dan berdiskusi (sebagai kelompok ahli) 2) Siswa kembali ke kelompok asal masing-masing untuk membagikan informasi yang didapat dari diskusi kelompok ahli 3) Siswa membuat peta konsep f. Konfirmasi 1) Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pembuatan peta konsep tentang tokoh-tokoh dalam kebangkitan nasional dan pergerakan nasional, guru atau teman lain menanggapi. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir g. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan h. Siswa mengerjakan soal evaluasi i. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan j. Pemberian tugas oleh guru kepada siswa H. Sumber dan Media Pembelajaran - 8 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran Gambar-gambar tokoh dalam masa kebangkitan nasional & kertas manila I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 a. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 9 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Penilaian Pertemuan 2 Kelompok Eksperimen 1. Kognitif - Nomor satu Skor 3 jika siswa bisa menyebutkan tiga tokoh. Skor 2 jika menyebutkan dua tokoh Skor 1 jika menyebutkan satu tokoh - Nomor dua skor 3 Skor 6 apabila menyebutkan tiga organisasi dan tiga pendirinya sesuai Skor 5 apabila tiga organisasi benar dan dua pendirinya sesuai Skor 4 apabila dua organisasi benar dan dua pendirinya sesuai Skor 3 apabila dua organisasi benar dan satu pendirinya sesuai atau hanya menyebutkan tiga organisasi Skor 2 apabila satu organisasi benar dan satu pendirinya sesuai atau hanya menyebutkan dua organisasi Skor 1 apabila satu organisasi benar Nilai = (jumlah skor perolehan : jumlah skor total) x 100 = (9:9) x 100 =100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Kelompok Skor aspek 1 2 3 INDONESIA BELANDA JEPANG Skor indiv. total Skor ratarata kelompok

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 VOC Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik Observasi kerja kelompok Nama Kelompok = ............... Kegiatan Kelompok Membuat peta konsep 1 2 3 4 5 6 1 Skor 2 Aspek yang dinilai pada peta konsep - Benar - Rapi - Lengkap Keterangan: 3 = apabila tiga aspek terpenuhi 2 = apabila salah satu aspek tidak terpenuhi 1 = apabila dua aspek tidak terpenuhi Nilai = (skor total:3) x 100 = (3:3) x 100 3 Skor total

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 Kelompok Eksperimen LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Kognitif Nama Anggota Kelompok: 1 …………………………………… 2 …………………………………… 3 …………………………………… 4 …………………………………… 5 ..................................... 6 1. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional dengan benar. Afektif 3. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 4. Siswa mampu membuat peta konsep minimal salah satu peta konsep dari tokoh-tokoh kebangkitan nasional atau masa pergerakan nasional. B. Petunjuk 1. Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Dengan dipimpin ketua kelompok, bagilah materi yang tertera di bawah ini! Setiap siswa mendapatkan satu materi, namun jika ada siswa yang tidak mendapat materi bisa bergabung dengan teman lain!  Siswa A mencari informasi tentang tokoh yang berjuang di era kebangkitan yaitu RA Kartini, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara.  Siswa B mencari informasi tentang tokoh yang berjuang di era kebangkitan yaitu Douwes Dekker, Haji Saman Hudi, M.H. Thamrin.  Siswa C mencari informasi tentang organisasi pergerakan nasional yaitu Budi utomo dan Sarekat Dagang Islam.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106  Siswa D mencari informasi tentang organisasi pergerakan nasional yaitu Serikat Islam dan Muhammadiyah.  Siswa E mencari informasi tentang organisasi pergerakan nasional yaitu Indische Partij dan Perhimpunan Indonesia. 2. Bacalah selama ± 5 menit materi yang sudah kalian dapatkan! Kegiatan 2 (Diskusi dalam kelompok ahli) 3. Bergabunglah dengan kelompok lain yang memiliki materi yang sama! 4. Diskusikan materi yang sudah kalian baca dengan kelompok baru (kelompok ahli)! Kegiatan 3 (Diskusi dalam kelompok asal) 5. Bagikan informasi yang didapat dari kelompok ahli kepada teman-teman di kelompok asal! 6. Tulislah informasi penting secara singkat mengenai tokoh-tokoh di bawah ini meliputi asal daerah, perannya dalam perjuangan di era kebangkitan dan tempelkan gambar tokohnya sesuai dengan informasi yang ditulis di kertas yang disediakan kemudian tempelkan sehingga membentuk peta konsep! a. b. c. d. e. f. RA Kartini Dewi Sartika Ki Hajar Dewantara Dowwes Dekker Haji Saman Hudi MH Thamrin

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 7. Pasangkan informasi mengenai organisasi di kolom sebelah kiri dengan nama organisasi di sebelah kanan! Merupakan organisasi modern pertama di Indonesia. Diketuai oleh Dr. Sutomo. Berdiri tanggal 20 Mei 1908. Memajukan pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Diketuai oleh KH. Samanhudi di Solo tahun 1911. Organisasi ini ada karena adanya penguasaan ekonomi oleh Cina, Arab, dan India. SAREKAT ISLAM INDISCHE PARTIJ Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tahun 1912. Bergerak di bidang sosial dan budaya. Tujuan menjunjung tinggi agama Islam. BUDI UTOMO Didirikan oleh Tiga Serangkai yaitu Dowwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo. Tujuannya menanamkan rasa cinta tanah air MUHAMMADIYAH SAREKAT DAGANG ISLAM Didirikan oleh para pelajar yang belajar di Belanda. Diketuai oleh Moh. Hatta. Bertujuan untuk menuntut Indonesia merdeka. TAMAN SISWA Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Tujuan Mendidik para pemuda untuk cinta tanag air, budaya dan bangsa. Memiliki prinsip salah satunya “Tut Wuri Handayani” PERHIMPUNAN INDONESIA Kegiatan 4 (Refleksi)  Berilah tanda centang ( ) di dalam kotak sesuai dengan keadaanmu! Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini? Senang Sedih Biasa saja  Kesulitan apa yang masih dialami?

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Eksperimen Satuan pendidikan Kelompok/ Semester Mata pelajaran Hari/tanggal Pertemuan ke Alokasi waktu : SDN 1 Kebondalem Lor :5/2 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Rabu, 15 Januari 2014 :3 : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda 2. Menjelaskan peristiwa sumpah pemuda 3. Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda Afektif 4. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotor 5. Memasangkan pertanyaan dan jawaban dengan menggaris lurus D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal dua organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan peristiwa sumpah pemuda minimal dua kalimat dengan benar. 3. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua peran tokoh dalam sumpah pemuda dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Psikomotor 5. Siswa mampu memasangkan semua pertanyaan dan jawaban dengan menggaris lurus melalui diskusi kelompok E. Materi Pokok Sumpah Pemuda (terlampir) F. Pendekatan, Model, Metode dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Student center 2. Model : Model kooperatif 3. Metode : jigsaw I 4. Teknik Pembelajaran : diskusi, tanya jawab, penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Guru bertanya kepada siswa tentang materi kemarin yang sudah dipelajari 2) Siswa dan guru menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” 3) Guru dan siswa bertanya jawab mengenai lagu tersebut hubungannya dengan Sumpah Pemuda c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa membentuk kelompok asal seperti yang sudah dibagikan sebelumnya. 2) Setiap kelompok mengerjakan LKS yang sudah dibagikan. 3) Ketua kelompok memimpin pembagian materi. 4) Siswa membaca materi bagiannya masing-masing yang akan didiskusikan di kelompok ahli. Materi yang dibagikan dalam kelompok asal: - Siswa A mencari informasi organisasi pemuda sebelum Sumpah Pemuda (Tri Koro Darmo, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa). - Siswa B mencari informasi organisasi pemuda Waktu (menit) 7 55

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 sebelum Sumpah Pemuda (Jong Selebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun). - Siswa C mencari informasi tentang Konggres Pemuda I - Siswa D mencari informasi tentang Konggres Pemuda II - Siswa E mencari informasi tokoh Sumpah Pemuda b. Elaborasi 1) Siswa berkumpul dengan teman kelompok lain yang sama materinya dan berdiskusi (sebagai kelompok ahli) 2) Siswa kembali ke kelompok asal masing-masing untuk membagikan informasi yang didapat dari diskusi kelompok ahli. c. Konfirmasi 1) Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya dari kelompok asal, guru dan kelompok lain menanggapi. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi 8 c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Guru memberikan tindak lanjut H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Gambar-gambar yang berhubungan dengan Sumpah Pemuda - Nama tokoh-tokoh yang berperan dalam Sumpah Pemuda I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 15 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Penilaian Pertemuan 3 Kelompok Eksperimen 1. Kognitif Nilai = Jumlah skor benar x 10 = 100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Kelompok Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik Nama Kelompok = ........................ Kegiatan Kelompok Memasangkan pertanyaan dan jawaban dengan menggaris 1 2 3 4 Aspek yang dinilai saat membuat garis - Lurus - Rapi 1 Skor 2 3 Skor total

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Keterangan: 3 =apabila dua aspek terpenuhi 2 = apabila salah satu aspek tidak terpenuhi 1 = apabila dua aspek tidak terpenuhi Nilai = (skor total:3) x 100 = (3:3) x 100

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 Kelompok Eksperimen LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Nama Anggota Kelompok: 1 ……………………………………… 2 ……………………………………… 3 ……………………………………… 4 ……………………………………… 5 ......................................... 6 ......................................... Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal dua organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan peristiwa sumpah pemuda minimal dua kalimat tanpa dengan benar. 3. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua peran tokoh dalam sumpah pemuda dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotor 5. Siswa mampu memasangkan semua pertanyaan dan jawaban dengan menggaris lurus melalui diskusi kelompok B. Petunjuk 1. Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Dengan dipimpin ketua kelompok, bagilah materi yang tertera di bawah ini! Setiap siswa mendapatkan satu materi, namun jika ada siswa yang tidak mendapat materi bisa bergabung dengan teman lain! - Siswa A mencari informasi organisasi pemuda sebelum Sumpah Pemuda (Tri Koro Darmo, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa).

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 - Siswa B mencari informasi organisasi pemuda sebelum Sumpah Pemuda (Jong Selebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun). - Siswa C mencari informasi tentang Konggres Pemuda I - Siswa D mencari informasi tentang Konggres Pemuda II - Siswa E mencari informasi tokoh Sumpah Pemuda 2. Bacalah selama ± 5 menit bacalah materi yang sudah kalian dapatkan! Kegiatan 2 (Diskusi dalam kelompok ahli) 3. Bergabunglah dengan kelompok lain yang memiliki materi yang sama! 4. Diskusikan materi yang sudah kalian baca dengan kelompok baru (kelompok ahli)! Kegiatan 3 (Diskusi dalam kelompok asal) 5. Bagikan informasi yang didapat dari kelompok ahli kepada teman-teman di kelompok asal! 6. Kerjakan soal di bawah ini! a. Carilah jawaban soal dari kolom kanan di kolom kiri dengan menarik garis lurus! Jong Minahasa Organisasi pemuda yang berasal dari daerah Minahasa adalah.... Jong Javanen Bond Pada konggres pertama di Solo Tri Koro Darmo diubah menjadi.... Indonesia Muda Indonesia Satu Ketua dari Konggres Pemuda I adalah.... WR. Supratman Yang membawakan lagu Indonesia Raya pertama kali di Konggres Pemuda II adalah ... M. Thabrani Beberapa organisasi kepemudaan melebur menjadi satu dengan nama.... Sugondo Joyopuspito b. Lengkapilah kepanitiaan pada Konggres Pemuda I dan II di bawah ini!Konggres Pemuda I Konggres Pemuda II Ketua : Ketua : Wakil Ketua : Wakil Ketua : Sekretaris : Sekretaris : Bendahara : Bendahara :

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 c. Jelaskan minimal dua peristiwa-peristiwa penting sekitar Sumpah Pemuda! Kegiatan 4 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami?

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Eksperimen Satuan pendidikan Kelompok/ Semester Mata pelajaran Hari/tanggal Pertemuan ke Alokasi waktu A. Standar Kompetensi : SDN 1 Kebondalem Lor :5/2 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Kamis, 16 Januari 2014 :4 : 2 x 35 menit 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menjelaskan masa pendudukan Jepang di Indonesia 2. Menjelaskan organisasi-organisasi pada masa pendudukan Jepang 3. Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. Afektif 4. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotor 5. Mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada teman. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga kalimat mengenai aktivitas Jepang di Indonesia dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan minimal dua organisasi pada masa pendudukan Jepang dengan benar. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga perlawanan rakyat terhadap Jepang melalui dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Psikomotor 5. Siswa mampu mengkomunikasikan informasi yang didapat dengan baik. E. Materi Pokok Masa pendudukan Jepang di Indonesia (Terlampir) F. Pendekatan, Model, Metode dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Student center 2. Model : Pembelajaran kooperatif 3. Metode : Jigsaw I 4. Teknik Pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Guru bertanya kepada siswa tentang materi kemarin yang sudah dipelajari c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti d. Eksplorasi 1) Siswa membentuk kelompok asal seperti yang sudah dibagikan sebelumnya dan setiap kelompok mendapatkan LKS. 2) Ketua kelompok memimpin pembagian materi. 3) Siswa membaca materi bagiannya masing-masing yang akan didiskusikan di kelompok ahli. Materi yang dibagikan dalam kelompok asal: - Siswa A membahas perang pasifik - Siswa B membahas kedatangan Jepang ke Indonesia & romusha - Siswa C membahas organisasi bentukan Jepang (3 organisasi) - Siswa D membahas organisasi bentukan Jepang (2 organisasi) - Siswa E membahas perlawanan rakyat terhadap Jepang Waktu (menit) 7 55

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 e. Elaborasi 1) Siswa berkumpul dengan teman kelompok lain yang sama materinya dan berdiskusi (sebagai kelompok ahli) 2) Siswa kembali ke kelompok asal masing-masing untuk membagikan informasi yang didapat dari diskusi kelompok ahli 3) Mengerjakan soal di LKS f. Konfirmasi 1) Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pengerjaan LKSnya. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Pemberian tugas oleh guru kepada siswa H. Sumber dan Media Pembelajaran 8 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Peta kedatangan Jepang ke Indonesia - Gambar-gambar yang berhubungan dengan pendudukan Jepang di Indonesia I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif)

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 16 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Penilaian Pertemuan 4 Kelompok Eksperimen 1. Kognitif Nomor satu skor 1 Nomor dua skor 2 Nomor tiga skor 3 Nilai = (jumlah skor perolehan : jumlah skor total) x 100 = (6:6) x 100 =100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Kelompok Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 3. Psikomotorik Observasi kerja kelompok Kegiatan Kelompok Mengkomunikasikan informasi 1 2 3 4 5 6 2 Skor 1 0 Skor total Keterangan: 2 = apabila mau mengkomunikasikan gagasannya tanpa disuruh guru atau teman 1 = apabila mau mengkomunikasikan gagasannya dengan disuruh guru atau teman 0 = tidak mau mengkomunikasikan gagasannya Nilai = (skor total x 50) = 100

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 Kelompok Eksperimen LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Nama Anggota Kelompok: 1 ……………………………………… 2 ……………………………………… 3 ……………………………………… 4 ……………………………………… 5 ....................................... 6 ....................................... Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga kalimat mengenai aktivitas Jepang di Indonesia dengan benar. 2. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua organisasi bentukan Jepang dengan benar. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga perlawanan rakyat terhadap Jepang dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotor 5. Siswa mampu mengkomunikasikan informasi yang didapat dengan baik. B. Petunjuk 1. Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Dengan dipimpin ketua kelompok, bagilah materi yang tertera di bawah ini! Setiap siswa mendapatkan satu materi, namun jika ada siswa yang tidak mendapat materi bisa bergabung dengan teman lain!  Siswa A mencari informasi tentang perang pasifik  Siswa B mencari informasi tentang kedatangan Jepang ke Indonesia & romusha  Siswa C mencari informasi tentang organisasi bentukan Jepang Gerakan Tiga A, PUTERA dan Organisasi Islam

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124  Siswa D mencari informasi tentang prajurit buatan Jepang yaitu HEIHO dan PETA  Siswa E mencari informasi tentang perlawanan rakyat terhadap Jepang 2. Bacalah selama ± 5 menit bacalah materi yang sudah kalian dapatkan! Kegiatan 2 (Diskusi dalam kelompok ahli) 3. Bergabunglah dengan kelompok lain yang memiliki materi yang sama! 4. Diskusikan materi yang sudah kalian baca dengan kelompok baru (kelompok ahli)! Kegiatan 3 (Diskusi dalam kelompok asal) 5. Bagikan informasi yang didapat dari kelompok ahli kepada teman-teman di kelompok asal! 6. Kerjakan soal di bawah ini dengan kelompokmu secara diskusi! a. Kapan Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat? b. Apa nama pangkalan Amerika Serikat yang diserang oleh Jepang? c. Jelaskan alasan Jepang menyerang Indonesia? d. Di mana terjadinya perjanjian tidak bersyarat penyerahan kekuasaan antara dari Belanda kepada Jepang? Tuliskan masing-masing perwakilan dalam perjanjian tersebut dari pihak Belanda dan Jepang! e. Apa yang kalian ketahui tentang Romusha?

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 f. Pasangkan pernyataan kolom kiri dengan kolom kanan yang sesuai dengan cara menarik garis lurus! Organisasi Islam yang ada pada zaman Jepang Ketua dari Gerakan 3A Barisan pembantu polisi Barisan pemuda putera Pemimpin perlawanan rakyat Aceh Pemimpin perlawanan rakyat Singaparna Pemimpin pemberontakan PETA kepada Jepang di Blitar Kegiatan 4 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami? Supriyadi Teuku Abdul Jalil Masyumi KH. Zaenal Mustafa Mr. Syarifuddin Seinendan Heiho

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol Satuan pendidikan : SDN 1 Kebondalem Lor Kelompok/ Semester : 5 / 2 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/tanggal : Kamis, 9 Januari 2014 Pertemuan ke :1 Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia 2. Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia 3. Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda 4. Menjelaskan perjuangan melawan penjajah di Indonesia Afektif 5. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotor 6. Memasangkan semua tokoh pejuang dan informasi keterangannya. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia dengan benar. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga penindasan yaitu kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda dengan benar.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 4. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua perjuangan melawan penjajah di Indonesia dengan benar. Afektif 5. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 6. Siswa mampu memasangkan semua tokoh pejuang sesuai informasi keterangannya. E. Materi Pokok Masa pendudukan Belanda di Indonesia (terlampir) F. Pendekatan, Model, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Teacher center 2. Model : konvensional 3. Teknik Pembelajaran : ceramah, tanya jawab, dan penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Siswa dan guru tanya jawab tentang negara yang pernah menjajah Indonesia. 2) Siswa melihat tokoh-tokoh pejuang daerah c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi. 1) Siswa membaca materi. 2) Guru menjelaskan materi b. Elaborasi 1) Siswa mengerjakan LKS kegiatan 2 dan seterusnya 2) Beberapa siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya, guru dan teman lain menambahkan informasi yang kurang. Waktu (menit) 7 55

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 c. Konfirmasi 1) Guru membenarkan jawaban yang kurang benar atas jawaban siswa. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Pemberian tugas oleh guru kepada siswa 8 H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Gambar tokoh-tokoh pejuang daerah I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif)

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 9 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Penilaian Pertemuan 1 Kelompok Kontrol 1. Kognitif (Evaluasi tiap pertemuan) Nilai = (jumlah skor perolehan : jumlah skor total) x 100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu Nama Siswa No Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik No. 1 2 3 4 Nama Membuat peta konsep Skor 1 2 3 Skor total

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Aspek yang dinilai pada peta konsep - Benar - Rapi Keterangan: 3 = apabila dua aspek terpenuhi 2 = apabila salah satu aspek tidak terpenuhi 1 = apabila dua aspek tidak terpenuhi Nilai = (skor total:3) x 100 = (3:3) x 100 = 100

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 Kelompok Kontrol Nama = No.absen = LEMBAR KERJA SISWA (LKS) A. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia dengan benar. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga penindasan yaitu kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda dengan benar. 4. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua perjuangan melawan penjajah di Indonesia dengan benar. Afektif 5. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 6. Siswa mampu memasangkan semua tokoh pejuang sesuai informasi keterangannya. B. Petunjuk 1. Tulislah namamu di pojok kiri atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Bacalah sumber buku yang kalian punya! Kegiatan 2 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini! a. Apa latar belakang bangsa Eropa datang ke Indonesia?

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 b. Apa tujuan bangsa Belanda datang ke Indonesia? c. Apa latar belakang dibentuknya VOC? d. Tuliskan minimal tiga informasi yang kalian ketahui tentang VOC! e. Apa yang menjadi latar belakang kerja paksa, tanam paksa maupun penarikan pajak? f. Siapa pencetus kerja paksa, tanam paksa dan penarikan pajak? g. Pasangkan gambar tokoh pejuang daerah sesuai dengan informasi keterangannya dan tulislah informasi sesuai gambar tokoh pejuang! No Gambar 1. Keterangan Pahlawan di samping berasal dari daerah Saparua Maluku. Dia memimpin rakyat Maluku melawan Belanda dan berhasil .................................. menyerang Benteng Durstede.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 2. ........................................ ................................ 3. ......................................... ................................... 4. Pahlawan di samping merupakan tokoh dari daerah Sumatera Barat. Dia merupakan pemimpin kaum Paderi. .................................... 5. Pahlawan di samping merupakan tokoh dari daerah Aceh. Kegigihannya membuat dia ..................................... 6. dijuluki sebagai Teuku Johan Pahlawan. Pahlawan di samping berasal dari daerah Tapanuli. Perlawanannya terjadi tahun 1870-1907. Dia gugur karena melawan Belanda .................................... pada tanggal 17 Juni 1907.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 7. ......................................... ................................ Kegiatan 3 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami? Jelaskan!

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol Satuan pendidikan : SDN 1 Kebondalem Lor Kelompok/ Semester : 5 / 2 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/tanggal : Senin, 13 Januari 2014 Pertemuan ke :2 Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menyebutkan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional. 2. Menjelaskan organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional. Afektif 3. Tepat waktu dalam mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotorik 4. Membuat peta konsep dari tokoh-tokoh kebangkitan nasional dan/atau masa pergerakan nasional. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional dengan benar.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Afektif 3. Siswa menunjukkan ketepatan waktu mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 4. Siswa mampu membuat peta konsep minimal salah satu peta konsep tokoh-tokoh kebangkitan nasional atau organisasi pergerakan nasional. E. Materi Pokok Kebangkitan Nasional dan Organisasi Pergerakan Nasional (terlampir). F. Pendekatan, Model, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Teacher center 2. Model : Konvensional 3. Teknik Pembelajaran : ceramah, tanya jawab, penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Guru bertanya kepada siswa tentang materi kemarin yang sudah dipelajari 2) Guru memperlihatkan gambar-gambar tokoh yang mempelopori pergerakan nasional. c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa atau membaca materi tentang tokoh-tokoh dalam kebangkitan nasional dan pergerakan nasional. 2) Guru menjelaskan materi disertai dengan tanya jawab kepada siswa. b. Elaborasi Waktu (menit) 7 55

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 1) Siswa mengerjakan LKS kegiatan 2 dan seterusnya 2) Siswa mempresentasikan apa yang sudah dikerjakan c. Konfirmasi 1) Guru membenarkan apabila ada jawaban yang kurang benar. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Pemberian tugas oleh guru kepada siswa 8 H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Gambar-gambar tokoh dalam masa kebangkitan nasional - Kertas manila

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 13 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Penilaian Pertemuan 2 Kelompok Kontrol 1. Kognitif - Nomor satu Skor 3 jika siswa bisa menyebutkan tiga tokoh. Skor 2 jika menyebutkan dua tokoh Skor 1 jika menyebutkan satu tokoh - Nomor dua skor 3 Skor 6 apabila menyebutkan tiga organisasi dan pendirinya secara benar Skor 5 apabila tiga organisasi benar dan dua pendirinya sesuai Skor 4 apabila dua organisasi benar dan dua pendirinya sesuai Skor 3 apabila dua organisasi benar dan satu pendirinya sesuai Skor 2 apabila satu organisasi benar dan satu pendirinya sesuai Skor 1 apabila satu organisasi benar Nilai = (jumlah skor perolehan : jumlah skor total) x 100 = (9:9) x 100 =100 2. Afektif Indikator : Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Skor aspek 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Skor indiv. total Skor ratarata kelompok

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Nama Siswa No Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 16 17 18 19 20 21 22 23 Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik No. Nama Membuat peta konsep Skor 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Aspek yang dinilai pada peta konsep - Benar - Rapi - Lengkap Keterangan: 3 = apabila tiga aspek terpenuhi 2 = apabila salah satu aspek tidak terpenuhi 1 = apabila dua aspek tidak terpenuhi 3 Skor total

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Nilai = (skor total:3) x 100 = (3:3) x 100 = 100

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 Kelompok Kontrol Nama = No.absen = LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional dengan benar. Afektif 3. Siswa menunjukkan ketepatan waktu mengerjakan semua soal dalam kegiatan. Psikomotorik 4. Siswa mampu membuat peta konsep minimal salah satu peta konsep dari tokoh-tokoh kebangkitan nasional atau masa pergerakan nasional. B. Petunjuk 1. Tulislah namamu di pojok kiri atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Bacalah materi tentang perjuangan era kebangkitan dan pergerakan nasional! Kegiatan 2 Kerjakan soal di bawah ini di kartu yang sudah dibagikan! 2. Carilah informasi tentang tokoh yang berjuang di era kebangkitan yaitu RA Kartini, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara, Dowwes Dekker, Haji Saman Hudi, MH Thamrin.. Informasi yang harus dicari yaitu asal daerah, perannya dalam perjuangan di era kebangkitan. Tempelkan kartu yang berisi rangkuman di kertas yang disediakan!

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 3. Pasangkan informasi mengenai organisasi di kolom sebelah kiri dengan nama organisasi di sebelah kanan! Merupakan organisasi modern pertama di Indonesia. Diketuai oleh Dr. Sutomo. Berdiri tanggal 20 Mei 1908. Memajukan pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Diketuai oleh KH. Samanhudi di Solo tahun 1911. Organisasi ini ada karena adanya penguasaan ekonomi oleh Cina, Arab, dan India. SAREKAT ISLAM INDISCHE PARTIJ BUDI UTOMO Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tahun 1912. Bergerak di bidang sosial dan budaya. Tujuan menjunjung tinggi agama Islam. MUHAMMADIYAH Didirikan oleh Tiga Serangkai yaitu Dowwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo. Tujuannya menanamkan rasa cinta tanah air Didirikan oleh para pelajar yang belajar di Belanda. Diketuai oleh Moh. Hatta. Bertujuan untuk menuntut Indonesia merdeka. Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Tujuan Mendidik para pemuda untuk cinta tanag air, budaya dan bangsa. Memiliki prinsip salah satunya “Tut Wuri Handayani” SAREKAT DAGANG ISLAM TAMAN SISWA PERHIMPUNAN INDONESIA

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Kegiatan 2 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami? Jelaskan!

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol Satuan pendidikan : SDN 1 Kebondalem Lor Kelompok/ Semester : 5 / 2 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/tanggal : Kamis, 16 Januari 2014 Pertemuan ke :3 Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda 2. Menjelaskan peristiwa sumpah pemuda 3. Mengidentifikasi peran tokoh dalam sumpah pemuda Afektif 4. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotor 5. Memasangkan pertanyaan dan jawaban dengan menggaris lurus D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal dua organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan peristiwa sumpah pemuda minimal dua kalimat dengan benar.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 3. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua peran tokoh dalam sumpah pemuda dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotor 5. Siswa mampu memasangkan semua pertanyaan dan jawaban dengan menggaris lurus melalui diskusi kelompok E. Materi Pokok Sumpah Pemuda (terlampir) F. Pendekatan, Model, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Teacher center 2. Model : konvensional 3. Teknik Pembelajaran : diskusi, tanya jawab, penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Siswa dan guru menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” 2) Guru bertanya kepada siswa tentang materi kemarin yang sudah dipelajari 3) Guru dan siswa bertanya jawab mengenai lagu tersebut hubungannya dengan Sumpah Pemuda c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa melakukan studi pustaka atau membaca Waktu (menit) 7 55

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 materi tentang Sumpah Pemuda 2) Guru menjelaskan materi disertai dengan tanya jawab kepada siswa. b. Elaborasi 1) Siswa mengerjakan LKS kegiatan 2 dan seterusnya 2) Siswa mempresentasikan apa yang sudah dikerjakan c. Konfirmasi 1) Guru membenarkan apabila ada jawaban yang kurang benar. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Guru memberikan tindak lanjut 8 H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Gambar-gambar yang berhubungan dengan Sumpah Pemuda - Nama tokoh-tokoh yang berperan dalam Sumpah Pemuda

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 16 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Penilaian Pertemuan 3 Kelompok Kontrol 1. Kognitif Nilai = Jumlah skor benar x 10 = 100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik Nama Kelompok = ........................ No. Memasangkan pertanyaan dan jawaban dengan menggaris Skor Nama Skor total 1 2 3

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Aspek yang dinilai saat membuat garis - Lurus - Rapi Keterangan: - 3 = apabila dua aspek terpenuhi - 2 = apabila salah satu aspek tidak terpenuhi - 1 = apabila dua aspek tidak terpenuhi Nilai = (skor total:3) x 100 = (3:3) x 100

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 Kelompok Kontrol Nama = No.absen = LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan minimal dua organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda dengan benar. 2. Siswa mampu menjelaskan peristiwa sumpah pemuda minimal dua kalimat dengan benar. 3. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua peran tokoh dalam sumpah pemuda dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotor 5. Siswa mampu memasangkan semua pertanyaan dan jawaban dengan menggaris lurus menggunakan penggaris. B. Petunjuk 1. Tulislah namamu di pojok kanan atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Bacalah materi tentang sumpah pemuda selama ±10 menit!

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Kegiatan 2 Kerjakan soal di bawah ini! 2. Carilah jawaban soal dari kolom kanan di kolom kiri dengan menarik garis lurus! Jong Minahasa Organisasi pemuda yang berasal dari daerah Minahasa adalah.... Jong Javanen Bond Pada konggres pertama di Solo Tri Koro Darmo diubah menjadi.... Indonesia Muda Indonesia Satu Ketua dari Konggres Pemuda I adalah.... WR. Supratman Yang membawakan lagu Indonesia Raya pertama kali di Konggres Pemuda II adalah ... M. Thabrani Beberapa organisasi kepemudaan melebur menjadi satu dengan nama.... Sugondo Joyopuspito d. Lengkapilah kepanitiaan pada Konggres Pemuda I dan II di bawah ini! Konggres Pemuda I Konggres Pemuda II Ketua : Ketua : Wakil Ketua : Wakil Ketua : Sekretaris : Sekretaris : Bendahara : Bendahara : e. Jelaskan minimal dua peristiwa-peristiwa penting sekitar Sumpah Pemuda!

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Kegiatan 4 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami?

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol Satuan pendidikan : SDN 1 Kebondalem Lor Kelompok/ Semester : 5 / 2 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/tanggal : Senin, 20 Januari 2014 Pertemuan ke :4 Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif 1. Menjelaskan masa pendudukan Jepang di Indonesia 2. Mengidentifikasi organisasi-organisasi pada masa pendudukan Jepang 3. Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. Afektif 4. Tepat waktu mengerjakan soal dalam kegiatan pembelajaran Psikomotor 5. Mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada teman D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga kalimat mengenai aktivitas Jepang di Indonesia dengan benar. 2. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua organisasi pada masa pendudukan Jepang dengan benar.

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga perlawanan rakyat terhadap Jepang dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotor 5. Siswa mampu mengkomunikasikan informasi yang didapat dengan baik. E. Materi Pokok Masa pendudukan Jepang di Indonesia (Terlampir) F. Pendekatan, Model, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Teacher center 2. Model : Konvensional 3. Teknik Pembelajaran : Tanya jawab, ceramah, penugasan G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, presensi 1) Guru mengucapkan salam 2) Guru dan siswa berdoa 3) Guru melakukan presensi kehadiran siswa b. Apersepsi 1) Guru bertanya kepada siswa tentang materi kemarin yang sudah dipelajari c. Motivasi 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa membaca materi tentang pendudukan Jepang di Indonesia. 2) Guru menjelaskan materi disertai dengan tanya jawab kepada siswa. b. Elaborasi 1) Siswa mengerjakan LKS kegiatan 2 dan seterusnya 2) Siswa mempresentasikan apa yang sudah Waktu (menit) 7 55

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 dikerjakan c. Konfirmasi 1) Guru membenarkan apabila ada jawaban yang kurang benar. 2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. 3. Kegiatan Akhir a. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan b. Siswa mengerjakan soal evaluasi c. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan d. Pemberian tugas oleh guru kepada siswa 8 H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Thayeb, M, dkk. (2006). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelompok 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, Endang & Linda S. Limbong. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, Siti dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk SD/MI Kelompok 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial: SD/MI Kelompok V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2. Media Pembelajaran - Gambar-gambar yang berhubungan dengan Sumpah Pemuda - Nama tokoh-tokoh yang berperan dalam Sumpah Pemuda

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 I. Penilaian 1. Prosedur : a. Proses b. Soal evaluasi 2. Jenis : a. Tes (kognitif) b. Non tes (afektif dan psikomotor) 3. Teknik : a. Tes tertulis (kognitif) b. Kinerja (afektif dan psikomotor) 4. Instrumen (terlampir) : a. Soal dan kunci jawaban b. Tugas dan rubrik penilaian Kebondalem Lor, 20 Januari 2014 Mengetahui Peneliti, Guru mata pelajaran IPS, Endang Sri Hastuti, A.Ma.Pd Ardina Yullynta Sari NIP: 19710909 1997032005 NIM: 101134074 Mengesahkan, Kepala Sekolah Tri Suhartini, S.Pd NIP: 19630501 1983042010

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Penilaian Pertemuan 4 Kelompok Kontrol 1. Kognitif Nilai = jumlah benar x 10 = 100 2. Afektif Indikator : Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Skor aspek Skor indiv. total Skor ratarata kelompok 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kriteria aspek yang dinilai: Poin 3 = selesai mengerjakan semua soal sebelum sepuluh menit Poin 2 = selesai tepat waktu Poin 1 = selesai lebih dari sepuluh menit dari waktu yang ditentukan Skor individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor rata-rata kelompok= jumlah skor total indiv : jumlah anggota 3. Psikomotorik No. 1 2 3 Mengkomunikasikan informasi Skor Nama 2 1 0 Skor total

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 No. Mengkomunikasikan informasi Skor Nama 2 1 0 Skor total 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Keterangan: 2 = apabila mau mengkomunikasikan gagasannya tanpa disuruh guru atau teman 1 = apabila mau mengkomunikasikan gagasannya dengan disuruh guru atau teman 0 = tidak mau mengkomunikasikan gagasannya Nilai = (skor total x 50) = 100

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 Kelompok Kontrol Nama = No.absen = LEMBAR KERJA SISWA A. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga kalimat mengenai aktivitas Jepang di Indonesia dengan benar. 2. Siswa mampu mengidentifikasi minimal dua organisasi bentukan Jepang dengan benar. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga perlawanan rakyat terhadap Jepang dengan benar. Afektif 4. Siswa menunjukkan ketepatan waktu dalam mengerjakan semua soal dalam kegiatan pembelajaran. Psikomotor 5. Siswa mampu mengkomunikasikan informasi yang didapat dengan baik. B. Petunjuk 1. Tulislah namamu di pojok kanan atas ! 2. Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut ! 3. Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi ! C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Bacalah materi masa kependudukan Jepang selama ± 10 menit! Kegiatan 2 2. Kerjakan soal di bawah ini! a. Kapan Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat? b. Apa nama pangkalan Amerika Serikat yang diserang oleh Jepang?

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 c. Jelaskan alasan Jepang menyerang Indonesia? d. Tuliskan masing-masing perwakilan dalam perjanjian di Kalijati mengenai penyerahan kekuasaan dari pihak Belanda kepada Jepang! e. Apa yang kalian ketahui tentang Romusha? f. Pasangkan pernyataan kolom kiri dengan kolom kanan yang sesuai dengan cara menarik garis lurus! Organisasi Islam yang ada pada zaman Jepang Ketua dari Gerakan 3A Barisan pembantu polisi Barisan pemuda putera Pemimpin perlawanan rakyat Aceh Pemimpin perlawanan rakyat Singaparna Pemimpin pemberontakan PETA kepada Jepang di Blitar Kegiatan 3 (Refleksi)  Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  Kesulitan apa yang masih dialami? Supriyadi Teuku Abdul Jalil Masyumi KH. Zaenal Mustafa Mr. Syamsudin Seinendan Keibodan

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 Soal Evaluasi/Kuis Kelompok Eksperimen dan Kontrol Pertemuan 1 Nama = Kelas/No.absen = SOAL EVALUASI Kerjakan soal di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau d dengan memberikan tanda silang (x)! 1. Bangsa Eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah.... a. Portugis b. Spanyol c. Belanda d. Inggris 2. VOC mempunyai hak dagang khusus yang disebut.... a. Otonomi b. Oktro Coi c. Oktori d. Octroi 3. Gubernur Jenderal yang menggerakkan pembuatan jalan Anyer-Panarukan adalah.... a. J.P. Coen b. Daendels c. Rafless d. Pieter Both 4. Tokoh yang berhasil menghapus tanam paksa dengan karangan bukunya Max Havelar adalah.... a. Buyskes b. K.H. Dewantara c. Suwardi Suryoningrat d. Douwes Dekker 5. Kerja paksa pada zaman Belanda sering disebut.... b. Rodi c. Romusha d. Tanam paksa e. Culturstelsel

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 6. Perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda dipimpin oleh.... a. Sultan Baabullah b. Sultan Hairun c. Sultan Hasanuddin d. Thomas Matulessi 7. Kapal-kapal dagang Belanda yang karam di Bali dikenakan Hukum.... a. Tawan karang b. Tawan paksa c. Tawan mangu d. Tawan barang 8. Sistem perdagangan tunggal oleh VOC di Indonesia yaitu.... a. Compagnie b. Monopoli c. Octroi d. Indische 9. Bangsa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan karena.... a. Penjajahan menyebabkan kemakmuran b. Penjajahan menguasai pemerintahan c. Penjajahan menimbulkan peperangan d. Penjajahan bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan 10. Teuku Umar merupakan pemimpin perlawanan kepada Belanda di daearah.... a. Banten b. Aceh c. Maluku d. Jawa Tengah Kunci Jawaban Soal Evaluasi/Kuis Pertemuan 1 1. C 6. A 2. D 7. A 3. B 8. B 4. D 9. D 5. A 10. B

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Lembar Evaluasi/Kuis Kelompok Eksperimen dan Kontrol Pertemuan 2 Nama = No.absen = SOAL EVALUASI 1. Tulislah tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional! 2. Tuliskan 3 organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional termasuk pendirinya! Kunci Jawaban Soal Evaluasi/Kuis Pertemuan 2 1. Tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional : RA Kartini, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara, dll. 2. Organisasi pada pergerakan nasional: - Budi Utomo : dr. Sutomo - Muhammadiyah : KH. Ahmad Dahlan - SDI - dll : H. Saman Hudi

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Soal Evaluasi/Kuis Kelompok Eksperimen dan Kontrol Pertemuan 3 Nama = No.absen = Kerjakan soal di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau d dengan memberikan tanda silang (x)! 1. Organisasi pemuda yang pertama berdiri adalah.... a. Jong Celebes b. Jong Ambon c. Tri Koro Darmo d. Jong Minahasa 2. Jong Celebes merupakan organisasi pemuda yang menghimpun pemuda dari daerah.... a. Kalimantan b. Sulawesi c. Sumatera d. Bali 3. Sumpah Pemuda diikrarkan pada waktu ..... a. Konggres pemuda I b. Konggres pemuda II c. Konggres pemuda III d. Konggres pemuda IV 4. Konggres Pemuda I dilaksanakan di .... a. Jakarta b. Bandung c. Yogyakarta d. Surabaya 5. Ketua dari Konggres Pemuda II adalah.... a. Sugondo Joyopuspito b. Muhammad Yamin c. Amir Syarifuddin d. Moh. Hatta 6. Lagu Indonesia Raya diperdengarkan pertama kali pada waktu.... a. Konggres pemuda I b. Konggres pemuda II c. Konggres pemuda III d. Konggres pemuda IV 7. Organisasi kepemudaan melebur menjadi satu dengan nama.... a. Indonesia berjaya b. Indonesia muda c. Indonesia satu d. Indonesia bersinar 8. Peran dari Sumpah Pemuda adalah.... a. Terhindar dari peperangan b. Membuat Belanda takut dengan rakyat Indonesia c. Menyatukan kaum pemudapemudi Indonesia d. Menggoyahkan kaum muda 9. Bunyi Sumpah Pemuda yang kedua “Kami putera dan puteri Indonesia........”. lanjutan Sumpah Pemuda tersebut... a. Mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. b. Megaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia c. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia d. Mengaku menghargai bangsa yang satu, tanah Air Indonesia

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 10. Dalam Konggres Pemuda II, Muh Yamin berperan sebagai.... a. Ketua b. Wakil ketua c. Sekretaris d. Bendahara Kunci Jawaban Soal Evaluasi/Kuis Pertemuan 3 Kunci Jawaban Soal Evaluasi 1. C 2. B 3. B 4. A 5. A 6. B 7. B 8. C 9. B 10. C

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Soal Evaluasi/Kuis Kelompok Eksperimen dan Kontrol Pertemuan 4 Nama = No.absen = SOAL EVALUASI Kerjakan soal di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau d dengan memberikan tanda silang (x)! 1. Kerja paksa pada saat Jepang berkuasa di Indonesia adalah.... a. Rodi b. Contingenten c. Culturstelsel d. Romusha 2. Perlawanan rakyat terhadap Jepang di daerah Blitar dipimpin oleh.... a. KH Zaenal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Pang Suma 3. Organisasi Masyumi diketuai oleh... a. KH Hasyim Asy’ari b. KH Mas Mansyur c. KH Ahmad Dahlan d. KH Farid Ma’ruf 4. Di bawah ini yang merupakan tentara sebagai pembantu prajurit Jepang adalah.... a. Seinendan b. Heiho c. Fujinkai d. Keibodan 5. Pangkalan Amerika Serikat yang diserang Jepang adalah.... a. Los Angles b. Terusan Panama c. Pearl Harbour d. Terusan Zues

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 6. Upacara penyerahan kekuasaan sekutu kepada Jepang terjadi di daerah.... a. Kalijati b. Sumedang c. Cirebon d. Bekasi 7. Di bawah ini merupakan organisasi pada masa Jepang berkuasa di Indonesia adalah.... a. Sarikat Islam b. Sarekat Dagang Islam c. Masyumi d. Budi Utomo 8. Di bawah ini yang merupakan barisan pembantu polisi adalah.... a. Heiho b. Fujinkai c. Seinendan d. Keibodan 9. Bagi Jepang organisasi PUTERA berfungsi untuk.... a. Mempersiapkan Indonesia merdeka b. Membantu Jepang melawan sekutu c. Membantu Indonesia melawan sekutu d. Membantu Jepang melawan rakyat Indoneaia 10. Penyerangan Jepang ke Pulau Jawa dipimpin oleh.... a. Laksamana Maeda b. Letnan Hitosi Imamura c. Laksamana Hitosi Tanaka d. Kolonel Hamamura

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 4 Kunci Jawaban 1. D 2. B 3. A 4. B 5. C 6. A 7. C 8. D 9. B 10. B

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Lampiran 5. Materi Pembelajaran PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH A. Perjuangan Belanda di Indonesia 1. Latar Belakang Kedatangan Kaum Penjajah Pada abad ke-15, bangsa Eropa mengadakan penjajahan samudra dengan tujuan untuk mencari kekayaan dan kejayaan, dan misi menyebarkan agama. Bangsa Eropa membutuhkan rempah-rempah untuk obat-obatan, penyedap makanan, dan pengawet makanan. Di Eropa, Indonesia sangat terkenal penghasil rempah-rempah terutama Maluku. Mutu rempah-rempah Indonesia dipandang mutunya lebih baik dan harganya lebih murah dibandingkan di Eropa. Bangsa Eropa ingin membeli rempah-rempah dari Indonesia. 2. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia Awalnya, tujuan bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk berdagang namun tujuan tersebut berubah menjadi ingin menjajah. Bangsa Eopa yang pernah datang dan menjajah Indonesia adalah Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris. Belanda menjajah Indonesia kurang lebih selama 350 tahun. a. Bangsa Belanda Dalam mencari Indonesia, mulanya pelaut Belanda mencari jalan menuju kutub utara. Usaha ini tidak berhasil kemudian mereka berlayar melalui Tanjung Harapan. Akhirnya pada tanggal 22 Juni 1596, Belanda mendarat di Banten dipimpin oleh Cournelis de Houtman. Tujuan utama bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah berdagang, terutama rempah-rempah. Pada awalnya sikap bangsa Belanda sikap bangsa Belanda baik namun lambat laun menjadi serakah sehingga menjadikan masyarakat Banten marah dan memusuhi Belanda. Kedatangan bangsa Belanda yaang tidak disambut oleh bangsa Indonesia membuat bangsa Belanda tidak bisa melanjutkan berlayar ke Maluku, akhirnya mereka kembali ke negeri Belanda. b. Lahirnya VOC Pada tahun 1598 untuk kedua kalinya armada Belanda datang ke Indonesia dipimpin oleh Jacob van Neck, dan disusul oleh armada yang dipimpin oleh Warwijk. Sejak saat itu berlomba-lomba datang ke Indonesia. Terbukanya jalur

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 perdagangan ke Indonesia mengakibatkan munculnya persaingan antara para pedagang, baik sesama pedagang Belanda maupun dengan bangsa Eropa lainnya.Untuk memenagkan persaingan dengan bangsa Eropa lainnya dan di antara sesama bangsa Belanda sendiri, Belanda membentuk kongsi dagang. Persatuan dagang Belanda didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 namanya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang artinya Persatuan Dagang Hindia Timur. Tujuannya adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan jalan melawan pesaing-pesaingnya, baik dari dalam maupun dari luar negeri, seperti Portugis, Inggris, Spanyol. Untuk kelancaran usaha dagangnya pemerintah Belanda memberi hak monopoli kepada VOC yang disebut hak octroi, antara lain sebagai berikut: 1) Membuat perjanjian-perjanjian dengan raja 2) Menyatakan perang dan membuat perdamaian 3) Membuat senjata dan mendirikan benteng 4) Mencetak uang 5) Mengangkat dan memberhentikan pegawai VOC dengan mudah menguasai daerah-daerah di Indonesia karena tidak adanya persatuan antara raja-raja di Indonesia, peralatan VOC lebih lengkap, VOC menjalankan politik adu domba, VOC menggunakan sistem monopoli. Pieter Both diangkat sebagai Gubernur Jenderal yang pertama dan berkedudukan di Ambon. VOC melakukan monopoli perdagangan rempahrempah, artinya rempah-rempah hanya boleh dijual kepada VOC dengan harga yang telah ditentukan VOC. Ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jenderal, pusat VOC dipindahkan dari Ambon ke Jayakarta (Jakarta) pada tanggal 31 Mei 1619 dan nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Alasan pemindahan kantor VOC adalah, letak Jayakarta dianggap strategis bagi pelayaran perdagangan. Selain itu Jayakarta lebih dekat dengan Tanjung Harapan. Dari hari ke hari sikap VOC menjadi kasar dan mereka mulai menjajah Indonesia. Akibatnya timbul perlawanan di mana-mana. Walaupun VOC mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia, namun mereka pada akhirnya dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia dengan

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 menjalankan poitik adu domba. Maksudnya, Belanda mengadu raja-raja dari berbagai kerajaan yang ada di Indonesia untuk saling memusuhi. Namun demikian menjelang abad ke-19, keadanaan uang VOC mulai memburuk hingga VOC mengalami kebangkrutan. Adanya keadaan ini pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan. Kekuasaan VOC di Indonesia diambil oleh pemerintah Belanda. 3. Sistem Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Pada akhir abad ke-18 terjadi perubahan politik di Eropa. Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte (Kaisar Perancis) berhasil menaklukkan Belanda. Napoleon mengubah bentuk negara Belanda yang tadinya republik menjadi kerajaan. Sebagai Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia, Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi saingan dari Inggris. Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa, Daendels memerintahkan pembuatan jalan raya dari Anyer sampai Panarukan dengan tujuan untuk mempercepat pergerakan pasukan Belanda bila terjadi peperangan. Untuk mempercepat pembuatan jalan itu, Daendels memerintahkan rakyat Indonesia bekerja paksa tanpa upah. Siapa yang membangkang akan disiksa. Banyak diantara mereka yang mati kelaparan dan terserang penyakit. Kerja paksa ini disebut rodi. Tindakan Daendels tersebut membuat hubungannya dengan penguasa pribumi menjadi renggang. Kekejaman yang dilakukan Gubernur Jenderal Daendels akhirnya didengar oleh Napoleon. Pada tahun 1811 Daendels dipanggil kembali ke negeri Belanda dan digantikan oleh Jansen yang kemudian dikalahkan oleh Inggris. Tahun 1816 Indonesia dikembalikan ke Belanda dan Van den Bosch sebagai Gubernur Jenderal. Dia diberi tugas untuk mengisi uang kas negara Belanda yang kosong akibat perang. Van den Bosch memberlakukan tanam paksa (cultuurstelsel). Selain itu rakyat Indonesia juga diwajibkan membayar pajak. Pemerintah Belanda mengerahkan tenaga rakyat untuk menanam tanaman yang laku dipasaran dunia, misalnya teh, kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain. Sebenarnya rakyat Indonesia tidak akan sengsara jika peraturan tanam paksa dilakukan dengan benar. Tetapi dalam pelaksanaannya tanam paksa tidak

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 dilakukan seperti aturan yang ditetapkan. Pihak Belanda melakukan hal-hal sewenang-wenang . Harga hasil tanaman dibeli dengan harga yang sangat murah. Tanam paksa membuat penderitaan bagi rakyat. Beban yang harus dialami semakin berat. Harga hasil pertanian semakin turun. Bencana kelaparan terjadi di mana-mana dan tidak sedikit rakyat Indonesia yang mati kelaparan. Namun sebaliknya dengan adanya tanam paksa kas Belanda menjadi terisi kembali. Aturan-aturan dalam tanam paksa: 1) Penduduk desa diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa. 2) Tanah yang dipakai untuk tanaman yang diwajibkan ini dibebaskan dari pajak. 3) Hasil tanaman itu wajib diserahkan pada pemerintah Belanda. 4) Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah petani menjadi tanggung jawab pemerintah. 5) Pekerjaan yang dilakukan untuk menanam tanaman wajib tidak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi. 6) Yang bukan petani harus bekerja selama 66 hari setahun bagi pemerintah Belanda. Akibat pelaksanaan tanam paksa, penderitaan bangsa Indonesia semakin bertatambah. Kemiskinan dan kelaparan sangat mengancam kehidupan bangsa Indonesia. Namun ada seorang Belanda yang tidak senang adanya tanam paksa yaitu Douwes Dekker dan pendeta Van Houvel. Douwes Dekker mengecam tanam paksa melalui bukunya yang berjudul “Max Havelaar”. Dalam bukunya Douwes Dekker memakai nama samaran Multatuli. Di dalam Max Havelaar diceritakan tentang penderitaan rakyat Indonesia akibat pelaksanaan tanam paksa. Selama 31 tahun bangsa Indonesia mengalami keterbelakangan dan kebodohan. Untuk itu Multatuli mendesak pemerintah Belanda menghapus tanam paksa. Akhirnya setelah perdebatan di parlemen Belanda, tanam paksa mulai dihapus secara bertahap.

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 4. Perjuangan Mengusir Penjajah Belanda Sebelum Kebangkitan Nasional a) Thomas Matulessi (Patimura) Thomas Matulessi atau Patimura dilahirkan di Hiria pulau Saparua Maluku tahun 1783. Pada tahun 1816, Belanda kembali dan memasuki Maluku yang terkenal penghasil rempah-rempah. Belanda meminta rakyat Maluku menjaul rempah-rempah kepadanya yang harganya sangat mura. Untuk mencegah perdagangan gelap dan mencegah hasil rempah yang berlebih diadakan pelayaran Hongi. Tujuannya mengawasi setiap pulau dalam perniagaan rempah-rempah dan membinasakan rempah-rempah yang dianggap berlebih. Belanda kemudian mengangkat Van den Berg sebagai residen di Saparua. Serdadu-serdadu Belanda ditempatkan di benteng Duurstede. Van den Berg memaksa pemuda-pemuda Maluku untuk menjadi serdadu yang dikirim ke Jawa. Munculnya perlawanan rakyat Maluku timbul karena kesewenangan yang dilakukan oleh Belanda. Di bawah Pattimura akhirnya rakyat maluku melakukan perlawanan. Pada tanggal 16 Mei 1817, rakyat Maluku berhasil menyerang Benteng Duurstede. Kekuatan perlawanan Belanda dapat dilumpuhkan dan Van den Berg tewas terbunuh. Kekalahan yang dialami Belanda menyebabkan Belanda mendatangkan pasukan yang lebih banyak. Di bawah pimpinan Buykes, Belanda berhasil menduduki daerah Hitu, Saparua, dan Huruku. Karena tidak seimbang akhirnya pasukan Pattimura terdesak dan mereka semua ditangkap. Dalam perlawanan tersebut Pattimura dibantu oleh Paulus Tiahahu dan anaknya Christina Martha Tiahahu, Thomas Patiwael Lucas Latumahina. b) Tuanku Imam Bonjol Nama asli Tuanku Imam Bojol yaitu Peto Syarif dan dikenal juga sebagai Mohammad Shahab. Ia dilahirkan pada tahun 1772 di Tanjung Bunga, Sumatera Barat. Ia tinggal di daerah Bonjol (Sumatera Barat) sehingga disebut sebagai Imam Bonjol. Pada abad ke-19 di Minangkabau, Sumatera Barat terjadi perselisihan antara Kaum Adat dan Kaum Paderi. Kaum Paderi adalah golongan pemeluk agama Islam yang tidak dipengaruhi adat kebiasaan. Kaum Adat adalah golongan pemeluk agama Islam yang masih dipengaruhi adat kebiasaan. Namun adat tersebut bertentangan dengan ajaran Islam seperti menyabung ayam, minum minuman keras, berjudi, da lain-lain. kum Paderi menentang apa yang dilakukan

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Kaum Adat sehingga terjadi bentrokan bersenjata. Imam Bonjol merupakan pemimpin Kaum Paderi yang terkenal. Imam Bonjo melakukan pertemuan dengan Kaum Adat. Dalam pertemuan itu Kaum Adat terdesak kemudian meminta bantuan kepada Belanda sehingga Belanda bisa menduduki beberapa daerah di Sumatera Barat. Kedatangan Bangsa Belanda ditentang Kaum Paderi, akhirnya meletuslah perang yang disebut perang paderi yang berlangsung pada tahun 18211827. Lambat laun kaum Adat dan Padri menyadari bahwa bantuan Belanda pada kaum Adat hanya siasat adu domba. Akhirnya kaum Adat dan Padri bersatu menghadapi Belanda. Belanda merasa ketakutan dengan bersatunya kaum Adat dan Padri, sehingga Belanda mengeluarkan pernyataan yang disebut “Plakat Panjang”. Tahun 1837 Bonjol diserang oleh Belanda dan Imam Bonjol terdesak kemudian ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, Ambon, Manado kemudian wafat dan dimakakan di Manado. c) Pangeran Diponegoro Pangeran Diponegoro dilahirkan di Yogyakarta tanggal 11 November 1785. Beliau adalah salah seorang keturunan Kesultanan Yogyakarta. Namun, beliau lebih memilih untuk tinggal di luar istanan yaitu desa Tegalrejo, Yogyakarta. Belanda melakukan tindakan yang sangat menyinggung Pangeran Diponegoro. Belanda bermaksud membangun jalan kereta api melewati makam leluhurnya. Ketegangan memuncak pada tanggal 20 Juli 1825. Belanda sangat kualahan menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro. Belanda menggunakan siasat benteng Stelsel yaitu membangun benteng pada daerah kekuasaannya sehingga pergerakan Pangeran Diponegoro menjadi sempit. Namun, Diponegoro berhasil ditangkap di Magelang karena kelicikan Jenderal de Kock saat mereka mengadakan perundingan. Beliau dibuang ke Manado dan ditempatkan di Benteng Rotterdam di Makasar sampai meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1855. d) Pangeran Antasari Kerajaan Banjarmasin merupakan kerajaan yang makmur di Kalimantan Selatan, sehingga Belanda bermaksud untuk menguasainya. Saat itu kerajaan Banjar diperintah oleh Sultan Adam. Usaha pertama yang dilakukan Belanda yaitu memonopoli perdagangan, kemudian dilanjutkan mencampuri urusan

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 kerajaan. Kedatangan Belanda ditentang oleh rakyat dan kalangan istana Banjar. Rakyat menuntut agar Pangeran Hidayat yang diangkat menggantikan raja, namun Belanda menunjuk Sultan Tamjidillah. Jabatan sultan muda dan mangkubumi dihapus oleh Belanda, pada waktu yang sama Sultan Tamjidillah tidak mampu lagi memerintah. Akhirnya, Belandalah yang memegang kekuasaan kerajaan. Perlawanan terhadap Belanda sebelumnya dipimpin oleh Sultan Amir, namun mengalami kekalahan. Pada tahun 1859 di bawah pimpinan Pangeran Antasari, rakyat melanjutkan perang dengan Belanda. Pada tanggal 11 Oktober 1862 Pangeran Antasari wafat kemudian dimakamkan di Banjarmasin yang kemudian diberi gelar Amiruddin Khalifatul Mukminin. e) Perlawanan rakyat Buleleng Sekitar abad ke-19 di Bali sudah terdapat beberapa kerajaan seperti Buleleng, Karangasem, Badung, dan Gianyar. Dalam wilayah kerajaan tersebut berlaku hukum tawan karang yaitu merampas muatan kapal yang terdampar. Suatu ketika ada beberapa kapal-kapal Belanda yang terdampar di wilayah Bali dan muatannya disita oleh kerajaan. Melihat keadaan itu, Belanda memaksa rajaraja Bali untuk menghapus Hukum Tawan Karang. Belanda memaksa raja-raja Bali mengakui kedaulatan Belanda di Bali. Raja dari Klungkung, Karangasem, Gianyar, dan Buleleng menolak tawaran tersebut sehingga Belanda menyerang Bali. Pada tahun 1846 pasukan Belanda mendarat di pantai Buleleng sehingga barang-barang disita oleh kerajaan. Karena tidak terima maka terjadi perang antara Belanda dan rakyat Buleleng. Raja Buleleng dibantu oleh Patih Ketut Jelantik. Patih Ketut Jelantik mengadakan perlawanan habis-habisan (puputan) terhadap Belanda. Oleh karena itu perang Bali disebut juga Perang Puputan. Setelah pertempuran berlangsung beberapa hari, pasukan Patih Ketut Jelantik terdesak dan akhirnya Benteng Jagaraga jatuh ke tangan Belanda. Belanda terus melakukan penyerangan di kerajaan-kerajaan Bali sampai akhirnya dapat menguasai Bali seluruhnya. f) Perlawanan Sisingamangaraja Tahun 1967 Sisingamangaraja XI meninggal dunia yang kemudian digantikan oleh Sisingamangaraja XII. Pada saat itu Belanda sudah punya markas di daerah Sibolga dan berusaha memperluas kekuasaan. Pada masa pemerintahan

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Sisingamangaraja XII ada seorang belanda yang au nguasai Tapanuli. Sisingamangaraja XII bersama rakyat melakukan perang terhadap Belanda. Serangan Belanda tahun 1878 pada daerah Tapanuli berhasil digagalkan. Pada tahun 1907 pasukan Belanda di bawah Kapten Cristoffel menyerang pusat pertahanan, Sisingamangaraja XII gugur sebagai kusuma bangsa tanggal 17 Juni 1907. Perlawanan Sisingamangaraja XII terjadi antara tahun 1870-1907. g) Perlawanan Rakyat Aceh Perlawanan rakyat Aceh terjadi di daerah Aceh tahun 1873-1904. Pada tanggal 5 April 1873 di bawah pimpinan jenderal J.H.R Kohler dan dengan mengerahkan 3.000 tentara. Dalam pertempuran itu pemimpin pasukan Belanda Jenderal Kohler meninggal dunia. Perlawanan rakyat Aceh. Belanda masih bertubi-tubi menyerang Aceh. Perlawanan terus berkobar. Teuku Cik Ditiro memimpin perlawanan di daerah Pidie, Teuku Umar dan Cut Nyak Dien di Aceh Barat. Selain itu muncul pahlawan yang lain yaitu Panglima Polim. Perjuangan rakyat Aceh pantang menyerah membuat Belanda menjadi pusing. Belanda menjalankan siasat baru yaitu Stelsel Konsentrasi artinya menjalankan siasat baru pada daerah-daerah yang dikuasai. Kegigihan Teuku Umar membuat ia dijuluki sebagai Teuku Johan Pahlawan. Belanda mengalami kesulitan menghadapi rakyat Aceh. Untuk itu, Belanda berusaha mengetahui kekuatan Aceh. Guna mengetahui kekuatan perjuangan Aceh, Belanda mengirmkan Dr. Snouck Hurgronje sebagai mata-mata untuk mengetahui kehidupan rakyat Aceh. Hasil penyelidikan Dr. Snouck Hurgronje dijadikan siasat oleh Belanda. Belanda mengangkat Jenderal Johanes Benedictus van Heutzs dan membentuk pasukan khusus yang disebut Marsose. Pada tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh, kemudian perjuangan diteruskan oleh Cut Nyak Dien. Pada tahun 1904, Van Heutzs mengeluarkan “Plakat Pendek” yang harus ditandatangani oleh kepala daerah sebagai tanda bahwa Aceh telah tunduk pada Belanda. 5. Perjuangan Mengusir Penjajah Belanda pada Era Kebangkitan Nasional a) Raden Ajeng Kartini R.A. Kartini lahir di Jepara tahun 1879. Ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan. Ia bercita-cita mengangkat derajat kaum wanita

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Indonesia melalui pendidikan. Keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke tinggat tinggi tidak diizinkan orang tuanya.Sejak saat itu timbul keinginan RA kartini untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita. RA Kartini dinikahkan oleh ayahnya dengan bupati Rembang yaitu Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah suaminya memberikan kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita. Muncullah sekolah-sekolah Kartini di Semarang, Yogyakarta, Madiun, Malang, Surabaya, dan Cirebon. Namun usaha RA Kartini tidak bisa berlanjut karena Kartini meninggal pada tahun 1904. Cita-cita mulia ini diteruskan oleh saudara, teman, dan kerabatnya. Kumpulan surat Kartini kemudian dibukukan menjadi judul sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitkah Terang”. b) Dewi Sartika Dewi Sartika dilahirkan di Bandung tanggal 4 Desember 1884. Ia dikenal sebagai perintis pendidikan untuk kaum perempuan. Dewi Sartika mempunyai cita-cita yang sama dengan RA. Kartini yaitu memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Tahun 1904 Dewi Sartika membuka sekolah untuk perempuan yang diberi nama Sakola Istri. Tahun 1912 telah berdiri sembilan sekolah untuk perempuan yang menyebar di kota-kota kabupaten se-Pasundan. Tahun 1914 nama Sakola Istri berubah menjadi Sakola Kautamaan Istri. Dewi Sartika meninggal dunia tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya. c) Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Nama aslinya Raden Mas Suwardi Suryonongrat. Beliau sebagai pelopor pendidikan bagi bangsa Indonesia pada masa pendudukan Belanda. Perjuangan Ki Hajar Dewantara pada masa penjajahan Belanda yaitu mendirikan Indische Partij tahun 1912 bersama dr. Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker. Selain itu mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa di Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara banyak menulis kritikan-kritikan terhadap pemerintah Hindia melalui karangannya yang berjudul “Als Ik Een Nederlander Was” (seandainya aku seorang Belanda) yang berisi sindiran dan kecaman terhadap Belanda. Jasa Ki Hajar Dewantoro sangat besar di dunia pendidinan sehingga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, dengan semboyan: (“Ing Ngarso Sung Tulodo”) artinya di depan memberi contoh teladan yang baik; (“Ing Madya Mangunkarso”)

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 artinya di tengan membangkitkan semangat; (“Tut Wuri Handayani”). Karena jasa Ki Hajar Dewantara berjasa bagi pendidikan Indonesia maka pada kelahirannya diperingat sebagai hari Pendidikan nasional. d) Douwes Dekker (Dr. Danudirja Setiabudi) Douwes Dekker adalah seorang keturunan Belanda, Ia lahir di Pasuruhan Jawa Timur tanggal 28 Oktober 1879. Dengan nama Ernest Francois Eugene Douwes Dekker. Ia senang jika disebut orang Indonesia sebagai suku Jawa. Ia menerbitkan harian De Express yang berisi kritikan terhadap Belanda. Ia sebagai salah seorang dari pendiri Indisce Partij. Ia meninggal pada tanggal 28 Agustus 1950. e) Haji Samanhudi Haji Samanhudi dilahirkan di Lawean Solo. Ia belajar agama di Surabaya sambil menjual batik. Pada tahn11911, terjadi persaingan antara pedagang Indonesia dan pedangan Cina. Pedagang Indonsia mendapat tekanan dari orang Belanda sedangkan orang Cina memdapart bantuan dari Belanda. Tahun 1911, Ia mendirikan Sarekat Dagang Islam SDI) di Solo. Pada tanggal 10 September 1912, nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam. Beliau meninggal dunia tanggal 28 Desember 1956 di Klaten. f) Muhammad Husni Thamrin M.H. Thamrin merupakan pahlawan yang berasal dari Betawi. Lahir pada tanggal 16 Februari 1894. M.H Thamrin sangat sangat peduli dengan masyarakat Betawi. Pada tahun 1919 M.H. Thamrin diangkat menjadi anggota dewan kota Batavia. Pada tahun 1927, ia diangkat menjadi anggota Volksraad (DPR) dan membentuk fraksi nasionalis untuk memperkuat golongan nasionalis. Pada tahun 1939 M.H. Thamrin mengajukan mosi agar istilah Nederlands Indie diganti dengan istilah Indonesia. Kecurigaan Belanda akan dirinya yang membela Indonesia semakin menjadi akibatnya pada tanggal 6 Januari 1941 Beliau dikenakan tahanan rumah sampai kesehatannya menurun dan meninggal dunia tanggal 11 Januari 1941.

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 6. Organisasi Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia tidak akan mungkin mengusir penjajah jika tidak ada rasa persatuan dan kesatuan di antara mereka. Timbulnya rasa persatuan dan kesatuan karena adanya perasaan senasib dan sepenanggungan di antara kita. a. Budi Utomo Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang dibentuk pada tanggal 20 Mei 1908. Yang berperan dalam pembentukan Budi Utomo yaitu Dr. Sutomo dan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Budi Utomo menjadi organisasi perintis bangkitnya kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang secara nasional. Pada tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Organisasi Budi Utomo diketuai oleh Dr. Sutomo. Budi Utomo mendirikan beberapa cabang seperti di Yogyakarta, Surabaya, Magelang, dan Bogor. Budi Utomo tidak mau bersatu dengan Belanda. Budi Utomo berjuang menuju Indonesia merdeka dan bersatu. Budi Utomo adalah organisasi yang bertujuan: 1) Meningkatkan martabat dan derajat bangsa Indonesia dengan jalan memajukan pendidikan dan pengajaran. 2) Meningkatkan ekonomi rakyat dan mempererat kehidupan sosial. b. Serikat Dagang Islam (SDI) SDI didirikan oleh K.H. Samanhudi pada tahun 1911 di Solo. Anggotanya adalah para pedagang Islam di kota Solo. Tujuan SDI adalah meningkatkan kesejahteraan bangsa di bawah panji Islam.Organisasi ini awalnya untuk mendorong persatuan para pedagang batik Jawa dalam menghadapi para pedagang Cina, Arab, dan India. Berdirinya SDI merupakan reaksi terhadap penguasaan ekonomi dan perdagangan oleh para pedagang Cina, Arab, dan India. Pada saat itu perdagangan besar dikuasai asing, sehingga pedagang Indonesia yang tidak punya modal besar tidak mampu bersaing. c. Serikat Islam (SI) Pada tahun 1912, SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI). Hal ini bertujuan supaya memperluas jangkauan dan ruang geraknya. Keanggotaan SI tidak terbatas pada pedagang yang beragama Islam tetapi semua pedagang yang beragama bukan Islam. Dalam kegiatannya Sarekat Islam memihak kepada

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 kepentingan masyarakat banyak. Serikat Islam berusaha menaikkan upah kerja, membela para petani yang tertindas, dan membela rakyat kecil yang diperlakukan sewenang-wenang oleh penguasa. d. Muhammadiyah Terdorong oleh cita-cita ingin memajukan pengajaran serta meningkatkan pemahaman tentang agama Islam maka tanggal 18 November 1912 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan perkumpulan Muhammadiyah di Yogyakarta. Organisasi Muhammadiyah tidahk bergerak di bidang politik melainkan bergerak di bidang sosial dan budaya. Tujuan Muhammadiyah adalah menjunjung tinggi agama Islam dan hidup menurut aturan Islam. Di bidang agama Muhammadiyah berusaha mengembalikan kemurnian agama Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadist Nabu Muhammad S.A.W. Usaha Muhammadiyah yang dilakukan adalah mendirikan sekolah-sekolah, mendirikan rumah sakit dan poliklinik, mendirikan panti asuhan. e. Indische Partij Pada tanggal 25 Desember 1912 di kota Bandung, Jawa Barat didirikan organisai Indische Partij. Organisai ini didirikan oleh tiga serangkai yaitu Dr. Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo. Tujuan Indische Partij adalah menanamkan rasa cinta tanah air dalam hati bangsa Indonesia sehingga terbentuk persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan. Indische Partij didirikan berdasar asas nasionalisme yaitu menanamkan rasa kebangsaan yang tinggi terhadap bangsa Indonesia serta asas nonkooperasi artinya tidak bersedia bekerja sama dengan Belanda. Semboyan Indische Partij adalah “Indonesia lepas dari penjajah Belanda”. f. Perhimpunan Indonesia (PI) Perhimpunan Indonesia adalah organisasi para pemuda, pelajar, mahasiswa Indonesia di Belanda yang didirikan tahun 1912. Tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia adalah Mohammad Hatta (sebagai ketua), Ahmad Subardjo, Sukiman, dan Ali Sastroamijoyo. Salah satu tujuan Perhimpunan Indonesia adalah menuntut Indonesia Merdeka. Untuk mencapai hal tersebut mereka melakukan propaganda melalui media cetak yaitu majalah yang semula bernama Hindia Putera berubah menjadi Indonesia merdeka. Melalui majalah ini cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka dipropagandakan ke seluruh tanah air.

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 g. Perguruan Taman Siswa Perguruan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 2 Juli 1922 di Yogyakarta. Tujuan Taman Siswa yaitu untuk mendidik pemuda Indonesai berjiwa kebangsaan kuat, cinta tanah air, bangsa dan kebudayaan bangsa. Prinsip dasar Taman Siswa adalah (“Ing Ngarso Sung Tulodo”) artinya di depan memberi contoh teladan yang baik; (“Ing Madya Mangunkarso”) artinya di tengan membangkitkan semangat; (“Tut Wuri Handayani”). 7. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 untuk Mempersatukan Bangsa a. Organisasi Pemuda sebelum Sumpah Pemuda 1) Tri Koro Darmo Pada tanggal 9 Maret 1915 di Jakarta, atas inisiatif pemuda seperti Satiman (sebagai ketua), Kadarman, dan Sunardi didirikan sebuah organisasi Tri Koro Darmo yang artinya ada tiga tujuan yaitu sakti, budi, bakti. Awalnya organisasi ini berawal dari anak-anak pelajar sekolah menengah dari Jawa dan Madura yang bersekolah di Jakarta. Pada kongres pertama di Solo tanggal 12 Juni 1918 nama Tri Koro Darmo diubah menjadi Jong Javanen Bond (Jong Java). 2) Jong Sumateranen Bond Pada tanggal 9 Desember 1917murid-murid menengah asal Sumatera di Jakarta mendirikan perkumpulan yang disebut (Jong Sumatranen Bond). Kongres pertama diselenggarakan di Padang pada bulan Juli 1919. Tokoh-tokoh Jong Sumateranen Bond adalah Moh. Hatta, Moh. Yamin, M. Tamsil, Bahder Johan, Asaat, Abu Hanifah dan A.K. Gani. 3) Jong Minahasa Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 6 Januari 1918 dengan tujuan mempererat rasa persatuan sesama pemuda yang berasal dari daerah Minahasa. Tokoh Jong Minahasa T.A. Kandau, J.S. Warouw, L. Palar, dan R.C.L. Senduk. 4) Jong Celebes Tujuan perkumpulan ini adalah mempererat rasa persatuan dan kesatuan sesama pemuda yang berasal dari daerah Sulawesi. Tokoh Jong Celebes Arnold Monotutu, Waworuntu, Magdalena Mokoginta.

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 5) Jong Ambon Perhimpunan ini didirikan pada tanggal 14 Januari 1911. Perhimpunan ini diprakarsai oleh para pemuda Ambon yang berada di Betawi (Jakarta). Perkumpulan ini bertujuan untuk mempererat persatuan sesama pemuda yang berasal dari daerah Ambon. Tokoh Jong Ambon adalah J. Leimena. 6) Pemuda Kaum Betawi Perkumpulan ini didirikan bertujuan untuk mempererat persatuan para pemuda dari Betawi asli. Pendirinya adalah MH Thamrin dan tokoh yang lain adalah Rohyani. 7) Sekar Rukun Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 26 Oktober 1919. Tujuan perkumpulan ini adalah mempererat rasa persatuan dan kesatuan pemuda yang berasal dari Sunda dan memajukan daerahnya. Tokoh Sekar Rukun yaitu Achmad Beilawy. b. Peristiwa Sumpah Pemuda Sebelum Sumpah Pemuda diikrarkan terdapat dua kongres yang mendahuluinya yaitu Kongres Pemuda I dan II. 1) Konggres Pemuda I Pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 diselenggarakan Kongres Pemuda I di Jakarta. Pada Konggres Pemuda I dihadiri oleh Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Sekar Rukun, John Batak, dll. Kongres ini dipmpin ini Muhammad Thabrani. Tujuan Kongres Pemuda I: a) Memajukan paham persatuan Indonesia. b) Mempererat hubungan antar sesama perkumpulan-perkumpulan pemuda kebangsaan. 2) Kongres Pemuda II Konggres Pemuda II dilaksanakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Sidang pertama Kongres Pemuda II berlangsung tanggal 27 Oktober 1928 yang dilaksanakan di Gedung Katholieke Yongelingen Bond. Kongres ini diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Adapun susunan kepaniyiaan Kongres Pemuda II adalah: Ketua : Sugondo Joyopuspito Wakil Ketua : Joko Massaid Sekretaris : muh Yamin Bendahara : Mr. Amir Syarifuddin Sidang kedua Kongres Pemuda II dilaksanakan tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Oost Java Bioscoop pukul 08.00-12.00 WIB. Pada sidang ini dibicarakan masalah pendidikan. Sidang ketiga Kongres Pemuda II dilaksanakan di Gedung Indonesische Clubgebouw pukul 17.30 WIB. Pada sidang ke-3 Konggres Pemuda II ini diperdengarkan lagu Indonesia Raya yang pertama kali oleh WR Supratman sebagai penciptanya. Pada sidang ketiga dihasilkan keputusan Sumpah Pemuda, sebagai berikut: Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Pada kongres pemuda II disepakati asas penggabunga (fusi) beberapa organisasi kepemudaan dalam satu wadah tunggal organisasi kepemudaan. Fusi penggabungan beberapa organisasi kepemudaan ini menjadi Indonesia Muda. Perkumpulan Indonesia Muda didirikan pada tanggal 21 Desember 1930 di Solo. Perkumpulan ini merupakan peleburan dari beberapa organisasi kepemudaan (Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, dll). Tujuan Indonesia Muda yaitu memperkuat rasa persatuan di kalangan pelajar dan membangun serta mempertahankan keinsafan pemuda sebagai anak satu bangsa dan satu tanah air agar tercapai Indonesia Raya. Indonesia Muda mempunyai bagian organisasi kewanitaan yang disebut Keputrian Indonesia Muda.

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 c. Tokoh Sumpah Pemuda 1) WR Supratman WR Supratman dilahirkan tanggal 9 Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Dalam Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, Beliau tampil untuk membawakan lagu Indonesia Raya yang pertama kali. 2) Muhammad Yamin Moh. Yamin dilahirkan di Talawai, Sumatera Barat pada tanggal 28 Agustus 1903. Dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928, banyak pemikiran yang Beliau sampaikan untuk Indonesia. d. Peranan Sumpah Pemuda dalam Mempersatukan Bangsa Adanya peristiwa Sumpah Pemuda, perjuangan bangsa Indonesia semakin dijiwai oleh semangat persatuan dan kesatuan. B. Pendudukan Jepang di Indonesia 1. Perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya) Pada tanggal 8 Desember 1941, armada angkatan laut Jepang secara tibatiba menyerang pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Setelah penyerangan tersebut Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Pada waktu itu Belanda merupakan sekutu Amerika Serikat, sehingga Belanda-pun menyatakan perang pada Jepang. Jepang menyerang Indonesia karena Belanda sebagai sekutu Amerika Serikat menyatakan perang. Pada tanggal 11 Januari 1942, pasukan Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur. Jepang berhasil menguasai beberapa daerah yang penting di Kalimantan seperti daerah penghasil tambang. Pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang berhasil mendarat tiga tempat di Pulau Jawa yaitu sekitar Merak dan teluk Banten, di sekitar Eretan Wetan (Cirebon). Dan Krangan (sebelah timur kota Pasuruhan). Penyerangan Jepang ke Pulau Jawa dipimpin oleh Letnan Hitoshi Imamura. Tanggal 5 Maret 1942, Batavia dikasai oleh Jepang. Akhirnya sekutu menyerah tanpa syarat pada angkatan perang Jepang. Upacara penyerahan berlangsung di Kalijati. 2. Kedatangan Tentara Jepang di Indonesia Kedatangan Jepang yang berhasil mengalahkan Belanda disambut dengan baik oleh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merasa Jepang telah mengalahkan

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Belanda. Tentara Jepang sangat pandai dalam mengikat hati rakyat. Namun, di balik itu semua tindakan Jepang mengusir dan menyerbu tidak semata-mata dengan tujuan jujur membebaskan bangsa Indonesia dari penjajah Belanda. Jepang memiliki tujuan yang tersembunyi yaitu ingin menguasai Indonesia karena beberapa alasan, yaitu (1) Indonesia kaya akan bahan mentah seperti minyak bumi, batu bara; (2) Indonesia kaya akan hasil pertanian dan perkebunan; (3) Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak. Jepang berusaha menarik simpati rakyat dengan mengizinkan bendera merah putih berkibar di Indonesia, mengizinkan rakyat menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari menggantikan bahasa Belanda. 3. Akibat Pengerahan Tenaga Romusha oleh Jepang terhadap Penduduk Indonesia Pada mulanya kedatangan Jepang disambut baik oleh bangsa Indonesia. Namun semakin lama tentara Jepang semakin bengis, bahkan tentara Jepang lebih bengis dari pada Belanda. Rakyat Indonesia semakin menderita dengan semua hasil bumi diserahkan ke Jepang. Rakyat kekurangan makanan sehingga banyak yang sakit dan mereka tidak diberi obat. Untuk memperlancar pencapaian tujuan dalam perang, Jepang mengerahkan tenaga rakyat sebagai tenaga kerja. Kerja paksa zaman Jepang disebut Romusha. 4. Organisasi-organisasi Bentukan Jepang a. Gerakan Tiga A Gerakan tiga A didirikan tanggal 29 April 1942 sebagai siasat Jepang mengambil hati rakyat. Ketua gerakan tiga A adalah Mr. Syamsudin. Semboyan gerakan tiga A adalah: “Jepang pemimpin Asia; Jepang pelindung Asia; Jepang cahaya Asia”. b. Organisasi Islam 1) Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) MIAI didirikan oleh KH. Mas Mansyur pada tahun 1937 di Surabaya dan bukan murni bentukan Jepang. Pemerintah Jepang menghidupkan kembali MIAI dan usaha Jepang dalam mengambil hati rakyat berhasil.

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 2) Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) Masyumi ada sebagai pengganti MIAI. Masyumi berdiri tanggal 22 November 1943. Ketua Masyumi adalah KH. Hasyim Asy’ari dibantu KH. Mas Mansyur dan KH. Farid Ma’ruf. c. Pusat Tenaga Rakyat Karena Gerakan Tiga A dianggap tidak berhasil menjalankan misi Jepang maka dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat) pada tanggal 9 Maret 1943. Para pemimpin Putera adalah Ir. Suekarno, Drs. Moh. Hatta, KI Hajar Dewantara, KH. Mas Mansyur. Bagi Jepang, Putera berfungsi untuk membantu Jepang melawan sekutu. Namun bagi Indonesia, Putera sebagai wadah untuk mengobarkan semangat kemerdekaan. Pada tanggal 8 Januari 1944, dibentuk organisasi Jawa Hokokai yang bertugas mengawasi berjalannya Romusha. d. Heiho Karena sekutu terus menyerang Jepang, maka Jepang meminta supaya rakyat Indonesia diberi kesempatan untuk menjadi tentara pembantu prajurit Jepang yaitu Heiho. Para prajurit Heiho diberi latihan militer. Latihan militer ini sangat berguna bagi bangsa Indonesia untuk bekal menuju kemerdekaan. Selain itu Jepang juga membentuk Keibodan (barisan pembantu polisi), Seinendan (barisan pemuda putra), Yosi Seinendan (barisan pemudi putri), Fujinkai (perhimpunan wanita). e. PETA Serangan sekutu yang semakin gencar membuat Jepang khawatir jika serangannya sampai Indonesia, oleh karena itu Gatot Mangkupraja mengusulkan kepada pemerinta Jepang agar membentuk PETA. Yang menjadi PETA adalah orang-orang Indonesia. Pada tanggal 3 Oktober 1943 tentara Jepang mengumumkan dibentuknya PETA. Tujuan dibentuk PETA mempertahankan tanah air bila diserang sekutu. Di dalam PETA ada lima jenis jabatan yaitu: 1) Daidanco (komandan batalion) 2) Cudanco (komandan kompi) 3) Shodanco (komandan pleton)

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 4) Budanco (komandan regu) 5) Giyuhei (komandan sukarela) 5. Perlawanan Rakyat terhadap Jepang a. Perlawanan rakyat Aceh (1942) di Cot Plieng dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil. b. Perlawanan rakyat Biak tahun 1943. c. Perlawanan rakyat Pontianak Kalimantan Barat (1944). d. Perlawanan rakyat Singaparna (Tasikmalaya) (1944) dipimpin oleh KH. Zaenal Mustafa. e. Pemberontakan tentara PETA di Blitar (14 Februari 1943) dipimpin oleh Shodanco Supriyadi.

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 Lampiran 6. Bentuk Soal yang Dikerjakan Siswa untuk Uji Coba Petunjuk pengerjaan soal: 1. Isilah identitas Anda dengan benar! 2. Pilihlah satu jawaban dari empat jawaban yang tersedia! Nama Kelompok No. Absen :......................... :......................... :......................... SOAL Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang tepat! 5. Latar belakang dibentuknya 1. Armada Belanda pertama kali VOC oleh Belanda adalah... datang ke Indonesia dipimpin a. Adanya persaingan di antara oleh.... para pedagang Belanda a. Rafflesia Arnoldi maupun bangsa Eropa b. JP Coen lainnya. c. Cornelis de Houtman b. Belanda ingin menjalin d. Van Der Capellen kerjasama dengan penduduk pribumi 2. Bangsa Eropa yang menjajah c. Belanda ingin segera kembali Indonesia selama kurang lebih ke negerinya6 350 tahun adalah bangsa.... d. Belanda tidak ingin menjajah a. Inggris Indonesia b. Portugis 6. Gubernur Jenderal VOC yang c. Spanyol pertama adalah... d. Belanda a. Pieter Both b. JP. Coen 3. Tujuan utama bangsa Belanda c. Deandels datang ke Indonesia adalah.... d. Johannes van den Bosch a. Menjajah b. Berdagang 7. JP. Coen mengganti nama c. Memberi bantuan Jayakarta menjadi.... d. Berwisata a. Jakarta b. Batavia 4. Armada bangsa Belanda pertama c. Sunda Kelapa kali datang di Indonesia di d. Jakarta Raya daerah... a. Jawa Tengah 8. Markas VOC yang pertama b. Jawa Timur berkedudukan di .... c. Bali a. Samarinda d. Banten b. Ambon c. Nusa Tenggara d. Ternate

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 9. Tujuan penjajah Belanda membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan adalah... a. Persiapan perang untuk melawan Perancis b. Memperlancar angkutan umum c. Mensejahterakan rakyat Indonesia d. Mempercepat pergerakan pasukan Belanda 10. Seorang tokoh Belanda yang menentang tanam paksa adalah... a. Van Houvel b. Van den Bosch c. Douwes Dekker d. Van der Capellen 11. Seorang gubernur jenderal Belanda yang mencetuskan kerja paksa adalah.... a. Van den Bosch b. Multatuli c. Van der Capellen d. Deandels 12. Perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda dipimpin oleh.... a. Sultan Baabullah b. Sultan Hairun c. Sultan Hasanuddin d. Thomas Matulessi 13. Kapal dagang milik Belanda yang terdampar di Bali dikenakan hukum.... a. Tawan paksa b. Tawan karang c. Tawan harta d. Tawan senjata 14. Karena kegigihan dan keberaniannya melawan Belanda, Teuku Umar diberi gelar.... a. Teuku Johan b. Teuku Barani c. Teuku Johan Pahlawan d. Teuku Cik 15. Akibat yang dirasakan rakyat Indonesia selama pendudukan Belanda adalah.... a. Senang b. Sukacita c. Menderita d. Biasa saja 16. Di bawah ini tokoh yang memelopori kebangkitan nasional adalah.... a. I Gusti Ktut Jelantik b. Dewi Sartika c. Pangeran Antasari d. Pangeran Diponegoro 17. Pelopor kemajuan wanita yang berasal dari Jepara adalah.... a. Dewi Sartika b. R.A. Kartini c. Cut Mutiah d. Nyi Ageng Serang 18. Di bawah ini tokoh yang mendirikan Perguruan Taman Siswa adalah.... a. Douwes Dekker b. Dewi Sartika c. R.A. Kartini d. Ki Hajar Dewantara

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 19. Di bawah ini merupakan gambar dari tokoh pelopor kebangkitan nasional yaitu.... a. Moh. Hatta b. Ki Hajar Dewantara c. Douwes Dekker d. Ahmad Soebardjo 20. Seorang pelopor kebangkitan nasional yang menerbitkan harian De Express berisi tentang kritikan terhadap pemerintah Belanda.... a. Ki Hajar Dewantara b. Haji Saman Hudi c. Douwes Dekker d. M.H. Thamrin 21. Latar belakang lahirnya pergerakan nasional adalah.... a. Perasaan senasib dan sepenanggungan karena dijajah b. Keberhasilan perjuangan rakyat yang bersifat kedaerahan c. Kemenangan Jepang atas Rusia d. Kekalahan Jepang 22. Di bawah ini yang menjadi anggota Indische Partij adalah..... a. H. Samanhudi dan M.H. Thamrin b. Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo c. M.H. Thamrin, Ir. Suekarno dan Moh. Hatta d. Multatuli, dr. Mangunkusumo, Samanhudi Cipto H. 23. Arti dari semboyan “Tut Wuri Handayani” adalah .... a. Di depan memberi contoh yang baik b. Di tengah membangkitkan semangat c. Dari belakang memberi dorongan d. Semangat pantang menyerah 24. Organisasi modern yang pertama kali berdiri adalah.... a. Jong Ambon b. Tri Koro Darmo c. Budi Utomo d. Jong Ambon 25. Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh.... a. KH. Ahmad Dahlan b. Haji Samanhudi c. Ki Hajar Dewantara d. Dr. Sutomo 26. Organisasi pemuda yang bertujuan menghimpun pemudapemuda dari daerah Sulawesi adalah.... a. Jong Celebes b. Jong Java c. Jong Minahasa d. Jong Sumatranen Bond 27. Organisasi pemuda yang bertujuan menghimpun pemudapemuda dari daerah Sumatera adalah.... a. Jong Celebes b. Jong Java c. Jong Minahasa d. Jong Sumatranen Bond

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 28. Organisasi pemuda yang pertama kali dibentuk adalah.... a. Jong Minahasa b. Jong Sumatranen Bond c. Tri Koro Darmo d. Jong Celebes 33. Konggres pemuda diselenggarakan di.... a. Surabaya b. Jakarta c. Medan d. Bandung 29. Organisasi pemuda yang menghimpun pemuda-pemuda dari daerah Sulawesi Utara adalah.... a. Jong Celebes b. Jong Java c. Jong Minahasa d. Jong Sumatranen Bond 34. Yang menjadi keputusan penting dari Kongres pemuda II adalah.... a. Kemerdekaan bangsa Indonesia b. Pengusiran penjajah Belanda dari Indonesia c. Ikrar Sumpah Pemuda d. Lagu Indonesia Raya sebagai lagu nasional 30. Tri Koro Darmo disebut juga.... a. Jong Celebes b. Jong Java c. Jong Minahasa d. Jong Sumatranen Bond 31. Latar belakang adanya sumpah pemuda adalah.... a. Para pemuda sudah putus asa akan perjuangan b. Para pemuda yang tidak bersemangat c. Mendambakan persatuan nasional di kalangan pemuda dan perasaan senasib sepenanggungan d. Para pemuda tidak mau berjuang membela tanah air 32. Tujuan diadakannya kongres pemuda I dan II adalah.... a. Menyusun taktik gerilya b. Mempersatukan pemudapemudi Indonesia c. Siasat penyerangan kepada penjajah d. Menyusun tak tik adu domba I 35. Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan pada bangsa Indonesia saat.... a. Kongres pemuda I b. Kongres pemuda II c. Pembacaan ikrar Sumpah Pemuda d. Kongres pemuda III 36. Peran dari WR. Supratman dalam kongres pemuda II adalah.... a. Bendahara kongres pemuda II b. Wakil ketua kongres pemuda II c. Ketua kongres pemuda II d. Membawakan lagu Indonesia Raya 37. Dalam konggres pemuda II Sugondo Joyopuspito berperan sebagai... a. Bendahara b. Sekretaris c. Wakil ketua d. Ketua

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 38. Di bawah ini tokoh yang menjadi sekretaris dalam Konggres Pemuda II adalah.... a. Muh. Yamin b. Amir Syarifuddin c. Sugondo Joyopuspito d. Tirtodiningrat b. Indonesia kaya akan sumber daya alam c. Indonesia memiliki ekonomi yang maju d. Indonesia merupakan negara yang miskin sumberdaya alam dan manusia 39. Dalam konggres pemuda II yang bertindak sebagai bendahara adalah.... a. Muh. Yamin b. Amir Syarifuddin c. Sugondo Joyopuspito d. Moh. Hatta 44. Cara Jepang memikat hati dan simpati rakyat Indonesia adalah.... a. Jepang melindungi rakyat pribumi dari penindasan Belanda b. Jepang tidak mengizinkan warga pribumi bekerja keras c. Jepang mengizinkan bendera merah putih berkibar di Indonesia d. Rakyat diberi bantuan bahan makanan pokok 40. Tokoh yang menjadi pemimpin dalam konggres pemuda I adalah.... a. Muhammad Tabrani b. Sugondo Joyopuspito c. Muh.. Yamin d. Amir Syarifuddin 41. Kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia awalnya disambut kegembiraan oleh bangsa Indonesia sebagai.... a. Pedagang yang besar di Asia b. Pelindung Asia c. Pembebas dari penjajah Portugis d. Pembebas dari penjajah Belanda 42. Pangkalan Amerika Serikat yang diserang Jepang tanggal 8 Desember 1941 adalah.... a. Pelabuhan New York b. Pearl Harbour c. Pelabuhan Chicago d. Pelabuhan Vancouver 43. Di bawah ini yang merupakan alasan Jepang menguasai Indonesia adalah.... a. Indonesia negara yang tandus 45. Tujuan Jepang menerapkan kerja paksa adalah.... a. Mengajarkan rakyat Indonesia untuk bekerja keras b. Memenuhi kebutuhan Jepang selama perang dengan sekutu c. Mensejahterakan rakyat Indonesia d. Menambah pertahanan dan keamanan Indonesia 46. Kerja paksa yang dilakukan Jepang disebut juga.... a. Kerja rodi b. Cultuurstelsel c. Romusha d. Contingenten 47. Yang mengusulkan dibentuknya tentara sukarela PETA kepada pemerintah Jepang adalah.... a. Dr. Sutomo b. Ir. Suekarno c. Gatot Mangkupraja d. Moh. Hatta

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 48. Di bawah ini organisasi Islam yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang adalah.... a. Putera b. Masyumi c. PETA d. Heiho 49. Tujuan dibentuknya organisasi PUTERA bagi Jepang adalah.... a. Membantu usaha Jepang melawan sekutu b. Memotivasi pencapaian kemerdekaan c. Menjadi pekerja Romusha Jepang d. Menjadi bawahan di pemerintaha Jepang 50. Salah satu semboyan yang ada dalam Gerakan Tiga A adalah... a. Jepang lentera Asia b. Jepang pelindung Asia c. Jepang penerang Asia d. Jepang pemerhati Asia 51. Seorang tokoh yang menjadi pemimpin dari organisasi Gerakan Tiga A adalah... a. Mr. Syamsudin b. K.H. Mas Mansyur c. Ir. Suekarno d. Bung Hatta 52. Pemimpin PETA yang memimpin pemberontakan terhadap Jepang di Blitar adalah .... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Sudarmo 53. Perlawanan rakyat Singaparna kepada Jepang dipimpin oleh.... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Sudarmo 54. Perlawanan rakyat Aceh kepada Jepang di Cot Plieng dipimpin oleh .... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Sudarmo 55. Perlawanan rakyat kepada Jepang di Kalimantan Barat dipimpin oleh.... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Pang Suma d. Teuku Abdul Jalil

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 Hasil Output Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Lampiran 7. Pilihan Ganda dengan IBM SPSS statistics 20 Hasil Uji Validitas Soal Pilihan Ganda dengan IBM SPSS statistics 20 r tabel dengan jumlah siswa 50 adalah 0,279 total total Pearson Correlation 1 no7 no1 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation 50 ,232 no8 no2 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,105 50 ,255 no9 no3 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,074 50 ,351* no10 no4 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,012 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,377 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,540 50 ,128 no11 no5 50 ,089 no12 no6 50 ,255 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,073 50 ,485** ,000 50 ,422** ,002 50 ,411** ,003 50 ,380** Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,006 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,075 Sig. (2tailed) N 50 ,254 50 ,486** ,000 50

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 no13 no14 no15 no16 no17 no18 no19 no20 no21 Pearson Correlation ,504** Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,000 no22 50 -,138 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,339 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,211 no23 50 ,180 no24 50 ,381** Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,006 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,157 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,206 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,204 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,222 no25 50 ,203 no26 50 ,182 no27 50 ,183 no28 50 ,176 50 -,009 no29 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,952 50 -,024 ,869 50 ,557** Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,000 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,796 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation 50 ,038 50 ,514** ,000 50 ,313* ,027 50 ,467** ,001 50 ,316* Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,026 Sig. (2tailed) N ,114 50 ,226 50

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 no30 no31 no32 no33 no34 no35 no36 no37 no38 Pearson Correlation ,241 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,092 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,238 50 ,170 no40 50 ,346* Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,014 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,373 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,172 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,088 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,302 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation no39 no41 50 ,129 no42 50 ,196 no43 50 ,244 no44 50 ,149 no45 50 ,523** ,000 50 ,511** no46 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,000 50 -,019 ,894 50 ,347* Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,013 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,155 50 ,204 50 ,332* Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,018 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,314 50 ,145 50 ,288* Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,043 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,201 Sig. (2tailed) N 50 ,184 50 ,483** ,000 50

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 no47 no48 no49 no50 no51 no52 no53 no54 no55 Pearson Correlation ,236 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,099 50 ,384** ,006 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,944 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,181 Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation ,150 50 Hasil Uji Reliabilitas Soal Pilihan Ganda Menggunakan Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Pearson Correlation Sig. (2tailed) N IBM SPSS Statistics 20 50 ,010 Reliability Statistics 50 ,192 50 ,286* ,044 50 ,451** ,001 50 ,594** ,000 50 ,434** ,002 50 ,207 Cronbach's N of Items Alpha ,827 25

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 Lampiran 8. Lembar Expert Judgement Instrumen Penelitian

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 Lampiran 9. Instrumen Soal untuk Pretest dan Posttest Petunjuk pengerjaan soal: 1. Isilah identitas Anda dengan benar! 2. Pilihlah satu jawaban dari empat jawaban yang tersedia! NAMA : KELOMPOK : NO. ABSEN : Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar! 1. Tujuan utama bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah.... a. Menjajah b. Berdagang c. Memberi bantuan d. Berwisata 2. JP. Coen mengganti Jayakarta menjadi.... a. Jakarta b. Batavia c. Sunda Kelapa d. Jakarta Raya nama 3. Markas VOC yang pertama berkedudukan di .... a. Samarinda b. Ambon c. Nusa Tenggara d. Ternate 4. Tujuan penjajah Belanda membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan adalah... a. Persiapan perang untuk melawan Perancis b. Memperlancar angkutan umum c. Mensejahterakan rakyat Indonesia d. Mempercepat pergerakan pasukan Belanda 5. Seorang tokoh Belanda yang menentang tanam paksa adalah... a. Van Houvel b. Van den Bosch c. Douwes Dekker d. Van der Capellen 6. Perlawanan rakyat terhadap Belanda oleh.... a. Sultan Baabullah b. Sultan Hairun c. Sultan Hasanuddin d. Thomas Matulessi Maluku dipimpin

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 7. Kapal dagang milik Belanda yang terdampar di Bali dikenakan hukum.... a. Tawan paksa b. Tawan karang c. Tawan harta d. Tawan senjata 8. Di bawah ini tokoh yang memelopori kebangkitan nasional adalah.... a. I Gusti Ktut Jelantik b. Dewi Sartika c. Pangeran Antasari d. Pangeran Diponegoro 9. Arti dari semboyan “Tut Wuri Handayani” adalah .... a. Di depan memberi contoh yang baik b. Di tengah membangkitkan semangat c. Dari belakang memberi dorongan d. Semangat pantang menyerah 10. Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh.... a. KH. Ahmad Dahlan b. Haji Samanhudi c. Ki Hajar Dewantara d. Dr. Sutomo 11. Organisasi pemuda yang bertujuan menghimpun pemudapemuda dari daerah Sulawesi adalah.... a. Jong Celebes b. Jong Java c. Jong Minahasa d. Jong Sumatranen Bond 12. Organisasi pemuda yang bertujuan menghimpun pemudapemuda dari daerah Sumatera adalah.... a. Jong Celebes b. Jong Java c. Jong Minahasa d. Jong Sumatranen Bond 13. Organisasi pemuda yang pertama kali dibentuk adalah.... a. Jong Minahasa b. Jong Sumatranen Bond c. Tri Koro Darmo d. Jong Celebes 14. Tujuan diadakannya kongres pemuda I dan II adalah.... a. Menyusun taktik gerilya b. Mempersatukan pemudapemudi Indonesia c. Siasat penyerangan kepada penjajah d. Menyusun tak tik adu domba

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 15. Dalam konggres pemuda II Sugondo Joyopuspito berperan sebagai... a. Bendahara b. Sekretaris c. Wakil ketua d. Ketua 16. Di bawah ini tokoh yang menjadi sekretaris dalam Konggres Pemuda II adalah.... a. Muh. Yamin b. Amir Syarifuddin c. Sugondo Joyopuspito d. Tirtodiningrat 17. Tokoh yang menjadi pemimpin dalam konggres pemuda I adalah.... a. Muhammad Tabrani b. Sugondo Joyopuspito c. Muh.. Yamin d. Amir Syarifuddin 18. Pangkalan Amerika Serikat yang diserang Jepang tanggal 8 Desember 1941 adalah.... a. Pelabuhan New York b. Pearl Harbour c. Pelabuhan Chicago d. Pelabuhan Vancouver 19. Cara Jepang memikat hati dan simpati rakyat Indonesia adalah.... a. Jepang melindungi rakyat pribumi dari penindasan Belanda b. Jepang tidak mengizinkan warga pribumi bekerja keras c. Jepang mengizinkan bendera merah putih berkibar di Indonesia d. Rakyat diberi bantuan bahan makanan pokok 20. Kerja paksa yang dilakukan Jepang disebut juga.... a. Kerja rodi b. Cultuurstelsel c. Romusha d. Contingenten 21. Di bawah ini organisasi Islam yang dibentuk pada masa Jepang berkuasa di Indonesia adalah.... a. Putera b. Masyumi c. PETA d. Heiho 22. Seorang tokoh yang menjadi pemimpin dari organisasi Gerakan Tiga A adalah... a. Mr. Syamsudin b. K.H. Mas Mansyur c. Ir. Suekarno d. Bung Hatta

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 23. Pemimpin PETA yang memimpin pemberontakan terhadap Jepang di Blitar adalah .... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Sudarmo 24. Perlawanan rakyat Singaparna kepada Jepang dipimpin oleh.... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Sudarmo 25. Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng dipimpin oleh .... a. KH. Zainal Mustafa b. Shodanco Supriyadi c. Teuku Abdul Jalil d. Sudarmo

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 Lampiran 11. Hasil Input Data Nilai Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol A. Kelompok Eksperimen No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah KKM Pretest Posttest 28 28 44 40 44 36 12 32 48 36 44 32 16 40 12 32 44 44 32 44 52 28 34,91 52 12 60 76 64 92 64 84 76 84 80 84 76 92 88 72 72 68 80 88 88 76 88 96 76 80,18 96 64 60

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 B. Kelompok Kontrol No. Responden pretest 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah KKM 40 24 28 36 28 48 28 44 32 28 44 24 32 40 36 44 28 36 32 32 34,2 48 24 60 posttest 64 68 72 72 76 80 64 88 64 92 80 64 68 72 80 76 60 80 84 60 73,2 92 60 60

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Lampiran 12. Hasil output perhitungan SPSS untuk analisis deskriptif 1. Pretest Kelompok Kontrol Statistics PretestKontrol Valid 20 N Missing 0 Mean 34,2000 Median 32,0000 Mode 28,00 Minimum 24,00 Maximum 48,00 2. Posttest Kelompok Kontrol Statistics PosttestKontrol Valid 20 N Missing 0 Mean 73,2000 Median 72,0000 Mode 64,00a Minimum 60,00 Maximum 92,00 3. Pretest Kelompok Eksperimen Statistics PretestEksperimen Valid 22 N Missing 0 Mean 34,9091 Median 36,0000 Mode 44,00 Minimum 12,00 Maximum 52,00 4. Posttest Kelompok Eksperimen Statistics PosttestEksperimen Valid 22 N Missing 0 Mean 80,1818 Median 80,0000 Mode 76,00 Minimum 64,00 Maximum 96,00

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Lampiran 13. Hasil output perhitungan SPSS untuk uji prasyarat dan analisis inferensial 1. Uji Normalitas a. Uji normalitas pretest kelompok kontrol Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic PretestKontrol df ,171 Shapiro-Wilk Sig. 20 Statistic ,129 df ,930 Sig. 20 ,153 a. Lilliefors Significance Correction b. Uji normalitas posttest kelompok kontrol Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic PosttestKontrol df ,139 Shapiro-Wilk Sig. 20 Statistic ,200 * ,949 df Sig. 20 ,354 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction c. Uji normalitas pretest kelompok eksperimen Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic PretestEksperimen df ,157 Shapiro-Wilk Sig. 22 Statistic ,170 df ,912 Sig. 22 ,053 a. Lilliefors Significance Correction d. Uji normalitas posttest kelompok eksperimen Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic PosttestEksperimen ,133 df Sig. 22 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk ,200 Statistic * ,960 df Sig. 22 ,481

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 2. Uji Homogenitas pretest kelompok kontrol dan eksperimen Test of Homogeneity of Variances NilPreEksKont Levene Statistic df1 2,910 df2 1 Sig. 40 ,096 3. Uji Beda Rata-rata Skor Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Menggunakan Uji Independent Sample t-test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Nilai Pre Eks Kon Equal variances assumed F 2,910 Sig. ,096 Equal variances not assumed t-test for Equality of Means t ,243 df 40 Sig. (2tailed) ,809 ,248 36,207 ,806 Mean Differen ce ,70909 Std. Error Differen ce 2,92002 ,70909 2,86170 95% Confidence Interval of the Difference Lower -5,19249 Upper 6,61067 -5,09354 6,51172 4. Uji Beda Rata-rata Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Menggunakan Uji Independent Sample Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Nil Post Eks Kont Equal variances assumed Equal variances not assumed F ,028 Sig. ,868 t-test for Equality of Means t 2,471 df 40 Sig. (2tailed) ,018 2,467 39,385 ,018 Mean Differen ce 6,98182 Std. Error Differen ce 2,82593 6,98182 2,82970 95% Confidence Interval of the Difference Lower 1,27039 Upper 12,69324 1,25999 12,70364

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 5. Perhitungan Effect Size r = = = = = = 0,3639106547629514 = 0,36

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Lampiran 14. Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Jigsaw I 1. Lembar pengamatan keterlaksanaan Jigsaw I pada pertemuan I

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 2. Lembar pengamatan keterlaksanaan Jigsaw I pada pertemuan II

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 3. Lembar pengamatan keterlaksanaan Jigsaw I pada pertemuan III

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 4. Lembar pengamatan keterlaksanaan Jigsaw I pada pertemuan IV

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 Lampiran 15. Foto-foto Kegiatan Pembelajaran A. Foto kegiatan pembelajaran di kelompok kontrol 1. Guru menyiapkan siswa untuk menerima pembelajaran 2. Guru melakukan apersepsi 3. Guru menjelaskan materi pembelajaran dan siswa mendengarkan penjelasn guru

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 4. Siswa mengerjakan LKS 5. Guru dan siswa membahas LKS bersama-sama

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 B. Foto kegiatan pembelajaran di kelompok eksperimen 1. Guru menyiapkan siswa untuk memulai pembelajaran 2. Guru melakukan apersepsi 3. Siswa membagi materi di kelompok asal

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 4. Siswa membaca topik materi yang menjadi tugasnya 5. Siswa berkumpul dan berdiskusi di kelompok ahli

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 6. Guru berkeliling untuk membimbing siswa 7. Siswa kembali ke kelompok asal dan menerangkan hasil diskusinya pada anggota di kelompok asal 8. Siswa mengerjakan LKS

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 9. Siswa bersama guru membahas LKS secara bersama-sama 10. Siswa mengerjakan evaluasi secara sendiri-sendiri

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ardina Yullynta Sari merupakan anak kedua dari pasangan Bakhroni dan Latifah. Lahir di Temanggung pada 19 Juli 1987. Pendidikan awal dimulai di TK (Taman Kanakkanak) Siwi Peni tahun 1992-1994 kemudian dilanjutkan sekolah di SD Negeri Muntung 2 tahun 1994-2000. Pada tahun 2000-2003, penulis mengenyam pendidikan di SLTP N 1 Ngadirejo. Tahun 2003-2006, penulis melanjutkan sekolah di SMA N 1 Temanggung kemudian di tahun 2010-2014 melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh penulis antara lain saat SD penulis mengikuti lomba siswa teladan. Saat SLTP, penulis pernah mengikuti lomba tilawah Al-Quran. Saat perguruan tinggi pernah mengikuti kegiatan kepanitiaan sebagai anggota sie keamanan dan sie usaha dana, kegiatan pelatihan, seminar, dan workshop.

(259)

Dokumen baru

Download (258 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
4
402
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
355
Perbedaan prestasi belajar kelas V SDN Demangan Yogyakarta atas penerapan model pembelajaran berbasis paradigma pedagogi reflektif.
0
9
320
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Karangwuni I melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw II.
0
0
2
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
239
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I terhadap minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPS kelas V SD Kanisius Sengkan - USD Repository
0
0
163
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
206
Show more