Penerapan model pembelajaran kooperatif permainan estafet sebagai upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi protista - USD Repository

Gratis

0
1
209
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PERMAINAN ESTAFET SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XA SMA BUDYA WACANA YOGYAKARTA PADA MATERI PROTISTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun oleh: Margaretha Bertie Riyani NIM: 101434011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini Ku persembahkan kepada: Kedua orang tuaku, Alm. Bapak Yosaphat Sumardi dan Ibu Tumpinah Kasmin Mas Feliks Anggie Purwoko dan keluarga besar yang selalu mendoakan dan mendukungku Mas Yosef Triadi Nugroho yang senantiasa memberi semangat dalam hidupku SMA Budya Wacana Yogyakarta Sahabat-sahabatku tercinta, Pendidikan Biologi 2010 Almamaterku, Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO We cannot all do great things, But we can do small things with great love. ~Mother Teresa~ Orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik.. Mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Margaretha Bertie Riyani. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Permainan Estafet sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada Materi Protista. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi Protista dengan metode permainan estafet. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas XA semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 di SMA Budya Wacana Yogyakarta. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Motivasi siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode permainan estafet adalah sebanyak 80% siswa memiliki motivasi yang tinggi, dan 20% siswa memiliki motivasi yang cukup. Persentase pencapaian KKM aspek kognitif siswa pada post test siklus I adalah 25%, dan meningkat pada siklus II menjadi 35%. Nilai rata-rata kelas siklus I sebesar 52,5 menurun pada siklus II menjadi 50. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran permainan estafet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi Protista. Namun, keberhasilan penelitian ini tidak berbanding lurus dengan hasil aspek kognitif. Kata kunci: permainan Estafet, motivasi, hasil belajar, Protista viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Margaretha Bertie Riyani. 2014. Application of Relay Games Cooperative Learning Model as Effort to Increase Motivation and Student's Biology Study Result of XA Class of Budya Wacana Yogyakarta Senior High School on Protists Subject. Thesis. Biology Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education. Sanata Dharma University, Yogyakarta. This research was aimed to increase motivation and student’s biology study results of XA class of Budya Wacana Yogyakarta Senior High School on Protists subject by applying relay games method. The subjects of this research were 20 students of XA class in first semester of the year 2013/2014 at Budya Wacana Yogyakarta Senior High School. This classroom action research was conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages; there are planning, acting, observation, and reflection. Student motivation after learning with the relay games method is as much as 80% of students have high motivation, and 20% of students have enough motivation. Percentage study result of student’s cognitive aspect on first cycle was 25%, and increase on second cycle became 35%. The average score of the class on first cycle was 52,5 and decline on second cycle became 50. Based on this result, it can be concluded that application of relay games learning method can increase motivation and biology study result of XA class of Budya Wacana Yogyakarta Senior High School on Protists subject. But, in the case of cognitive aspect it wasn’t increase. Keywords: relay games, motivation, study result, Protists ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan kuasa-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PERMAINAN ESTAFET SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XA SMA BUDYA WACANA YOGYAKARTA PADA MATERI PROTISTA” bertujuan untuk memenuhi persyaratan gelar kesarjanaan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. Bapak Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi yang selalu memberikan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 4. Ibu Luisa Diana Handoyo, M.Si. selaku dosen pembimbing yang selama ini bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing, mendorong, dan memberi masukan yang sangat bermanfaat untuk penyusunan skripsi ini hingga terselesaikan dengan baik. 5. Ibu Sih Hendri Saptati, S.Pd. selaku guru pengampu mata pelajaran Biologi di SMA Budya Wacana Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian. 6. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik dan memberikan banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan kepada penulis. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………….. iv MOTTO …………………………………………………………………… v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ………………………………… vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ……………………… vii ABSTRAK ………………………………………………………………… viii ABSTRACT ………………………………………………………………... ix KATA PENGANTAR ……………………………………………………. x DAFTAR ISI ……………………………………………………………… xii DAFTAR GAMBAR …………………………………………………….. xv DAFTAR TABEL ………………………………………………………… xvi DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………… xvii BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1 A. Latar Belakang Masalah ………………………………………………. 1 B. Rumusan Masalah ……………………………………………………... 6 C. Batasan Masalah ………………………………………………………. 6 1. Objek Penelitian ………………………………………………........ 6 2. Parameter ………………………………………………………….. 6 3. Materi …………………………………………………………........ 7 D. Tujuan Penelitian …………………………………………………........ 7 E. Manfaat Penelitian …………………………………………………….. 7 1. Bagi Guru/ Sekolah ……………………………………………….. 7 2. Bagi Siswa ………………………………………………………… 8 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Bagi Peneliti ………………………………………………………. 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………. 9 A. Belajar dan Pembelajaran …………………………………………....... 9 B. Hasil Belajar ………………………………………………………....... 11 1. Ranah Kognitif ……………………………………………………. 12 2. Ranah Afektif …………………………………………………....... 13 3. Ranah Psikomotor …………………………………………………. 14 C. Motivasi ……………………………………………………………….. 16 D. Pembelajaran Kooperatif ……………………………………………… 19 E. Permainan Estafet (Talking Stick)…………………………………........ 21 F. Materi Protista …………………………………………………………. 24 G. Hasil Penelitian yang Relevan ……………………………………........ 25 H. Kerangka Berpikir ……………………………………………………... 25 I. Hipotesis Tindakan ……………………………………………………. 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ………………………………. 27 A. Jenis Penelitian ……………………………………………………....... 27 B. Variabel Penelitian …………………………………………………….. 27 C. Setting Penelitian ………………………………………………............ 28 D. Rancangan Tindakan ………………………………………………….. 28 1. Perencanaan ………………………………………………………. 28 2. Pelaksanaan Tindakan ……………………………………………. 32 3. Observasi …………………………………………………………. 35 4. Refleksi ………………………………………………………........ 36 E. Instrumen Penelitian ………………………………………………....... 36 1. Instrumen Pembelajaran …………………………………………... 37 2. Instrumen Pengumpulan Data …………………………………….. 37 F. Validitas instrumen ……………………………………………………. 40 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Analisis Data …………………………………………………………... 41 1. Motivasi Siswa …………………………………………………….. 41 2. Analisis Hasil Tes …………………………………………………. 45 3. Uji One Sample T-Test…………………………………………….. 46 H. Indikator Keberhasilan …………………………………………........... 46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………….. 47 A. Deskripsi Penelitian ………………………………………………........ 47 1. Siklus I …………………………………………………………….. 47 2. Siklus II ……………………………………………………………. 55 B. Hasil dan Analisa Data ……………………………………………....... 61 1. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa ……………………………… 61 2. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siswa ………………………… 62 C. Analisis Uji T Post Test Siklus I dan Post Test Siklus II ……………... 64 D. Pembahasan …………………………………………………………… 64 1. Motivasi Belajar Siswa ……………………………………………. 64 2. Hasil Belajar Aspek Kognitif …………………………………........ 68 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………. 71 A. Kesimpulan ……………………………………………………………. 71 B. Saran ………………………………………………………………....... 72 Daftar Pustaka ……………………………………………………………. 73 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Siswa mengerjakan pre test …………………………………….. 48 Gambar 2. Siswa melakukan diskusi kelompok …………………………… 49 Gambar 3. Siswa melakukan permainan estafet …………………………… 51 Gambar 4. Siswa mengerjakan post test …………………………………… 54 Gambar 5. Siswa melakukan diskusi kelompok …………………………… 56 Gambar 6. Siswa melakukan permainan estafet …………………………… 57 Gambar 7. Kategori motivasi belajar siswa ………………………………... 65 Gambar 8. Grafik ketuntasan klasikal aspek kognitif …………………........ 68 Gambar 9. Struktur Amoeba ……………………………………………….. 101 Gambar 10. Struktur Paramecium …………………………………………. 103 Gambar 11. Struktur Trypanosoma gambiense ……………………………. 104 Gambar 12. Struktur Toxoplasma gondii …………………………………... 106 Gambar 13. Struktur Saprolegnia ………………………………………….. 108 Gambar 14. Siklus hidup Myxomycota …………………………………….. 109 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kisi-kisi item kuisioner motivasi belajar siswa …………………... 39 Tabel 2. Kisi-kisi item observasi …………………………………………... 40 Tabel 3. Kisi-kisi penskoran kuisioner motivasi siswa …………………….. 42 Tabel 4. Kategori motivasi siswa …………………………………………... 44 Tabel 5. Indikator keberhasilan ……………………………………………. 46 Tabel 6. Hasil analisis psikomotor siswa siklus I ………………………….. 52 Tabel 7. Hasil analisis psikomotor siswa siklus II …………………………. 58 Tabel 8. Analisis aspek psikomotor ………………………………………... 61 Tabel 9. Analisis motivasi belajar siswa …………………………………… 62 Tabel 10. Analisis hasil belajar dan ketuntasan siswa ……………………... 63 Tabel 11. Uji One sample T-tes post test siklus I dan siklus II ……………. 64 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus ………………………………………………………... 75 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ………………………...... 77 Lampiran 3. Lembar Kerja Kelompok ……………………………………... 88 Lampiran 4. Daftar pertanyaan permainan estafet …………………………. 94 Lampiran 5. Handout Materi Protista ……………………………………… 98 Lampiran 6. Soal pre test …………………………………………………... 111 Lampiran 7. Soal post test siklus I dan siklus II …………………………… 118 Lampiran 8. Lembar Observasi Siswa……………………………………… 131 Lampiran 9. Lembar Kuisioner Siswa ……………………………………... 133 Lampiran 10. Pembagian kelompok siswa ………………………………… 136 Lampiran 11. Contoh pekerjaan pre test siswa …………………………….. 138 Lampiran 12. Contoh pekerjaan siswa dalam permainan estafet siklus I ….. 148 Lampiran 13. Contoh hasil lembar observasi siswa siklus I ……………….. 151 Lampiran 14. Contoh pekerjaan post test siklus I siswa …………………… 155 Lampiran 15. Contoh pekerjaan siswa dalam permainan estafet siklus II …. 165 Lampiran 16. Contoh pekerjaan post test siklus II siswa …………………... 168 Lampiran 17. Contoh pekerjaan kuisioner siswa …………………………... 176 Lampiran 18. Contoh hasil lembar observasi siswa siklus II ………………. 180 Lampiran 19. Daftar hasil perolehan skor kuisioner siswa ………………… 184 Lampiran 20. Analisis penghitungan motivasi siswa ……………………… 185 Lampiran 21. Daftar nilai post test siklus I dan siklus II …………………... 187 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 22. Surat ijin penelitian dan observasi …………………………... 189 Lampiran 23. Surat keterangan selesai penelitian ………………………...... 191 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Pendidikan saat ini menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia, dengan mendapatkan pendidikan seseorang diharapkan dapat mengalami perubahan ke arah yang positif. Perkembangan peradaban manusia dalam bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain peningkatan bekal awal siswa baru, peningkatan kompetensi guru, peningkatan isi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penyediaan bahan ajar yang memadai dan penyediaan sarana belajar. Kurikulum sedemikian rupa disusun guna mendorong terciptanya siswa yang cerdas dalam berkompetensi dan berkarakter. Kurikulum digunakan sebagai acuan untuk menyusun rencana dan strategi pembelajaran. Selain kurikulum, pilar utama dalam pendidikan yang mempunyai peran sentral adalah guru. Guru berperan secara nyata dalam menghadapi permasalahan dalam pendidikan maupun dalam pembelajaran. Guru sangat memegang peranan penting dalam pembelajaran karena guru berperan sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa, sehingga siswa dapat menguasai materi yang diajarkan dan mempunyai semangat untuk belajar. Guru pula yang mempunyai andil paling besar dalam peningkatan kualitas proses dan hasil 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 belajar. Fakta lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran tidak selalu berjalan mulus, selalu terdapat permasalahan dalam pembelajaran di kelas. Permasalahan tersebut diantaranya motivasi belajar siswa rendah, lingkungan yang tidak kondusif, keterbatasan media, penggunaan model belajar yang kurang sesuai, dan lain-lain. Bagi guru, hal ini merupakan tantangan untuk terus berinovasi dalam pembelajaran sehingga dapat mengarahkan siswa pada pendidikan berkualitas dan kompetensi yang diinginkan bisa tercapai. Siswa juga mempunyai peran dalam tercapainya kompetensi belajar yang diinginkan, karena posisi siswa sebagai subjek yang ingin dikembangkan ilmu, kualitas, dan karakternya. Peran siswa akan sangat menentukan ketercapaian kompetensi dan tinggi atau rendahnya hasil belajar. Hal ini berkaitan dengan upaya dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dari banyak penelitian yang sudah dilakukan, sikap siswa dalam proses pembelajaran yang aktif dan mempunyai motivasi akan mendapatkan hasil belajar yang baik. Djamarah (2011) mengungkapkan bahwa motivasi merupakan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Perubahan energi dapat mengakibatkan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut dapat dilihat dari sebelum dan sesudah siswa diberikan suatu materi pelajaran, bagaimana sikap siswa dalam mengikuti pelajaran dengan suatu metode pembelajaran. Sedangkan tujuannya adalah penguasaan siswa akan materi yang diajarkan dan pengaruhnya terhadap hasil belajar yang akan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 diperoleh. Dengan adanya motivasi dalam diri siswa, siswa akan cenderung berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan mengikuti proses pembelajaran dengan serius serta lebih sadar dalam pemenuhan kebutuhannya. Demi tercapainya kompetensi yang diinginkan, guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas, hal ini berkaitan erat dengan model dan metode yang digunakan dalam pembelajaran. Metode dan model pembelajaran menjadi penentu tercapai atau tidaknya kompetensi yang diharapkan karena metode dan model tersebut merupakan jembatan bagi siswa kepada pengetahuan yang diharapkan bisa dimiliki. Dengan menggunakan model dan metode yang tepat, maka pembelajaran akan berhasil. Metode dan model pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa menyebabkan siswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik karena siswa menjadi malas dan tidak dapat berkonsentrasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi dan observasi di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta terkait dengan penelitian ini, dalam proses pembelajaran guru sudah mencoba menggunakan berbagai metode dengan tujuan membangkitkan motivasi siswa. Metode yang digunakan antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, dan studi kasus. Namun metode pembelajaran tanya jawab, diskusi kelompok dan studi kasus sangat jarang dilakukan oleh guru mata pelajaran Biologi di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta. Pembelajaran langsung pada alam sulit direalisasikan terkait dengan permasalahan lokasi sekolah yang terletak di antara bangunan rumah penduduk dan tidak memiliki lingkungan terbuka.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Penerapan beberapa metode tersebut belum juga membangkitkan motivasi siswa. Suasana belajar di dalam kelas juga kurang kondusif. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang berkonsentrasi, ada beberapa siswa yang tidur di kelas dan siswa cenderung ribut dengan temannya. Guru sudah berupaya untuk menjaga kondisi kelas dan mendekati siswa satu per satu namun siswa tetap tidak mau memperhatikan. Terlebih lagi dalam materi yang banyak hapalan. Materi dalam pokok bahasan Protista cenderung menghapal sehingga membuat siswa malas ataupun cepat lupa terhadap materi yang diajarkan. Dalam materi Protista, materi yang dijelaskan pun banyak menggunakan kata-kata ilmiah dalam penamaan contoh-contoh Protista, sehingga sulit untuk dimengerti siswa. Selain itu, berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa hasil belajar dan motivasi belajar pada siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta dalam materi Protista masih tergolong kurang. Hal ini ditinjau berdasarkan hasil belajar siswa pada satu tahun terakhir dalam materi Protista. Hasil belajar siswa yang mencapai nilai diatas 70 sebagai nilai KKM mata pelajaran Biologi pada tahun 2012/2013 dalam materi Protista di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta hanya berjumlah 7 siswa dari 24 siswa, sehingga siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM berjumlah 17 siswa. Ketuntasan belajar yang diperoleh sebesar 29,2%. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar seperti yang diharapkan. Kurangnya ketuntasan belajar siswa dalam proses pembelajaran

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 dikarenakan kurangnya motivasi siswa sehingga siswa tidak antusias, dan cenderung menyepelekan dalam mengikuti pembelajaran. Fenomena-fenomena yang muncul di kelas XA menunjukkan bahwa ada beberapa masalah dalam proses pembelajaran di kelas tersebut. Maka dari itu, perlu dilakukan sebuah upaya perubahan strategi pembelajaran yang diharapkan mampu membangun motivasi siswa untuk belajar Biologi dengan memanfaatkan interaksi antar siswa. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam kondisi kelas XA SMA Budya Wacana adalah metode pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk memperoleh pengetahuan melalui hasil kerja sama antar siswa dalam kelompok. Dari berbagai macam tipe pembelajaran kooperatif, tipe yang dirasa sesuai dengan kondisi kelas XA SMA Budya Wacana adalah permainan estafet. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang sudah dimodifikasi, dimana siswa akan dibagi dalam kelompok-kelompok secara acak dan siswa diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kartu soal. Semakin banyak jawaban benar dalam kelompok akan memberikan nilai lebih bagi kelompok tersebut. Dengan situasi yang demikian diharapkan siswa dapat bekerja sama secara optimal dalam kelompok. Berdasarkan latar belakang tersebut dan upaya yang dilakukan oleh guru sebagai kolaborator dalam peningkatan kualitas pembelajaran, maka dilakukan penelitian tentang strategi belajar dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Permainan Estafet sebagai Upaya Meningkatkan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada Materi Protista”. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas, permasalahan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif permainan estafet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi Protista? C. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: 1. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar dari segi kognitif dan segi psikomotor serta motivasi siswa. 2. Parameter Parameter dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada materi Protista. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif yang dilihat dari hasil test. Sedangkan motivasi siswa dilihat dari dorongan dalam diri siswa untuk berusaha menguasai materi dan keseriusan dalam pembelajaran serta dalam mengikuti permainan yang ditunjukkan dengan hasil observasi psikomotorik dan kuisioner.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 3. Materi Materi yang akan dikenai tindakan adalah Protista yang dipelajari pada kelas X semester 1 dalam Standar Kompetensi: 2. Memahami prinsipprinsip pengelompokan makhluk hidup. Pada Kompetensi Dasar 2.3. Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan. Dalam penelitian tindakan ini, hanya menggunakan materi Protista pada subbab Protista mirip jamur dan Protista mirip hewan beserta peranannya masing-masing. D. Tujuan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi Protista dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif permainan estafet untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. E. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan adalah: 1. Bagi Guru/ Sekolah • Menambah wawasan guru untuk model-model pembelajaran yang dapat membuat siswa untuk lebih aktif di dalam kelas selama proses belajar mengajar.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 • Sebagai referensi bagi sekolah untuk menentukan kebijakan dalam penerapan model pembelajaran dan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sekolah. 2. Bagi Siswa Meningkatkan motivasi siswa khususnya di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada mata pelajaran Biologi, terkhusus pada materi Protista sehingga timbul kesadaran bagi siswa untuk mempelajari dengan sungguh materi yang disampaikan oleh guru dan berdampak pada hasil belajarnya. 3. Bagi Peneliti Menambah kreativitas peneliti sebagai calon guru untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih bervariasi.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran James O. Whittaker dalam Djamarah (2011) merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Drs. Slameto dalam Djamarah (2011) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah, 2011). Belajar berbeda pengertian dengan pembelajaran. Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Surya, 2004). Dalam pembelajaran, guru menyediakan fasilitas bagi peserta didik untuk dipelajari, dan pembelajaran berpusat pada siswa. Perubahan perilaku sebagai hasil hasil pembelajaran mempunyai ciriciri sebagai berikut: 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 1. Perubahan yang disadari, artinya individu yang melakukan proses pembelajaran menyadari bahwa pengetahuannya telah bertambah, keterampilannya telah bertambah, dan lain-lain. 2. Perubahan yang bersifat kontinu (berkesinambungan), artinya suatu perubahan yang telah terjadi menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang lain. 3. Perubahan yang bersifat fungsional, artinya perubahan yang telah diperoleh sebagai hasil pembelajaran memberikan manfaat bagi individu yang bersangkutan. 4. Perubahan yang bersifat positif, artinya terjadi pertambahan perubahan dalam diri individu. Perubahan yang diperoleh senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. 5. Perubahan yang bersifat aktif, artinya perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya, akan tetapi melalui aktivitas individu. 6. Perubahan yang bersifat permanen (menetap), artinya perubahan yang terjadi sebagai hasil pembelajaran akan berada secara kekal dalam diri individu, setidaknya untuk masa tertentu. 7. Perubahan yang bertujuan dan terarah, artinya perubahan terjadi karena ada sesuatu yang ingin dicapai, misalnya agar dapat berbicara, menulis, dan lain-lain (Surya, 2004).

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 B. Hasil Belajar Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu (Sudjana, 2009). Belajar dan mengajar sebagai suatu proses mengandung tiga unsur yaitu tujuan instruksional, proses belajar mengajar dan hasil belajar. Ketiga unsur ini saling berkaitan. Dalam proses belajar mengajar terdapat tujuan instruksional, dan dalam tujuan instruksional terdapat proses belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar akan didapatkan hasil belajar, sebagai tindakan untuk melihat sejauh mana tujuan instruksional telah dikuasai oleh siswa yang diperlihatkan setelah menempuh pengalaman belajar. Kaitan antara proses dan hasil belajar adalah pada hasil belajar dapat diketahui keefektifan proses belajar mengajar dan sebaliknya, keefektifan proses belajar mengajar dapat diketahui dari hasil belajar. Dalam penilaian hasil belajar, peranan tujuan instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai siswa menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian (Sudjana, 2009). Hasil belajar memiliki tiga ranah, yaitu ranah proses berpikir (kognitif), ranah nilai atau sikap (afektif), dan ranah keterampilan (psikomotorik). Setiap konteks hasil belajar dan evaluasi, tiga ranah tersebut harus menjadi sasaran, yaitu untuk mengetahui pemahaman peserta didik pada materi pelajaran, aplikasi dan penerapan peserta didik terkait materi yang dipelajari.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 1. Ranah kognitif Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi dan kreasi. a. Pengetahuan atau ingatan (knowledge) Mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan. Hal-hal itu meliputi fakta, kaidah dan prinsip, serta metode yang diketahui. b. Pemahaman (comprehension) Pemahaman mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari, misalnya menguraikan isi pokok dari suatu bacaan, mengubah data yang disajikan dari bentuk tertentu ke bentuk lain. c. Aplikasi atau penerapan (application) Mencakup kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus atau problem yang konkret dan baru. d. Analisis (analysis) Analisis mencakup kemampuan untuk merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga struktur keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 e. Evaluasi (evaluation) Mengevaluasi adalah membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada. Dua macam proses kognitif yang tercakup dalam kategori ini adalah memeriksa dan mengkritik. f. Kreasi (creating) Membuat adalah menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan. Ada tiga macam proses kognitif yang tergolong dalam kategori ini yaitu membuat, merencanakan, dan memproduksi (Siyamta, 2013). 2. Ranah afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap atau perilaku, ciri-ciri dari hasil belajar afektif akan nampak dalam perilaku peserta didik. Ranah afektif dibagi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan pembentukan pola hidup. a. Penerimaan Penerimaan mencakup kepekaan akan adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan rangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang diberikan oleh guru. b. Partisipasi Partisipasi mencakup kerelaan untuk memperhatikan secara aktif dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 c. Penilaian Penilaian mencakup kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu. d. Organisasi Organisasi mencakup kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan. Nilai-nilai yang diakui dan diterima, ditempatkan pada suatu skala nilai, mana yang pokok dan selalu harus diperjuangkan, mana yang tidak begitu penting. e. Pembentukan Pola Hidup Pembentukan pola hidup mencakup kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sedemikian rupa, sehingga menjadi milik pribadi (internalisasi) dan menjadi pegangan nyata dan jelas dalam mengatur kehidupannya sendiri (Winkel, 2004). 3. Ranah psikomotorik Ranah psikomotorik adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak oleh seseorang. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yakni persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan kreativitas.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 a. Persepsi Mencakup kemampuan untuk mengadakan diskriminasi yang tepat antara dua perangsang atau lebih, berdasarkan perbedaan antara ciriciri fisik yang khas pada masing-masing rangsangan. b. Kesiapan Mencakup kemampuan untuk menempatkan dirinya dalam keadaan akan memulai suatu gerakan atau rangkaian gerakan. c. Gerakan Terbimbing Mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerak-gerik, sesuai dengan contoh yang diberikan (imitasi). d. Gerakan yang Terbiasa Mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerak-gerik dengan lancar karena sudah dilatih secukupnya, tanpa memperhatikan lagi contoh yang diberikan. e. Gerakan Kompleks Mencakup kemampuan untuk melaksanakan suatu keterampilan yang terdiri atas beberapa komponen, dengan lancar, tepat, dan efisien. f. Penyesuaian Pola Gerakan Mencakup kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menyesuaikan pola gerak-gerik dengan kondisi setempat atau dengan menunjukkan suatu taraf kemahiran. keterampilan yang telah mencapai

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 g. Kreativitas Mencakup kemampuan untuk melahirkan aneka pola gerak-gerik yang baru, seluruhnya atas dasar prakarsa dan inisiatif sendiri (Winkel, 2004). Ketiga ranah tersebut menjadi objek hasil belajar. Dalam tujuan pembelajaran, ketiga ranah tersebut harus ada dalam rancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Ranah kognitif yang biasanya menjadi konsentrasi utama karena berkaitan dengan kemampuan siswa, namun kemampuan softskill lain yang selalu diupayakan perkembangannya adalah kemampuan afektif. Hasil belajar psikomotorik merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif dan afektif, jika siswa sudah memahami materi yang diajarkan yang kemudian tampak dalam kecenderungan berperilaku sesuai dengan ranah kognitif dan afektif maka akan muncul kemampuan motoriknya. Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar: a) faktor lingkungan (alami dan sosial budaya), b) faktor instrumental (kurikulum, program, sarana dan fasilitas, guru), c) kondisi fisiologis (fisik dan panca indra), d) kondisi psikologis (minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif) (Djamarah, 2011). C. Motivasi Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 tersebut bertindak atau berbuat. Mc. Donald dalam Djamarah (2011) mengatakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Daryanto dan Rahardjo (2012) mengungkapkan bahwa motivasi merupakan proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi mempunyai karakteristik yaitu sebagai hasil dari kebutuhan, terarah pada suatu tujuan, dan menopang perilaku (Surya, 2004). Motivasi mempunyai fungsi sebagai berikut: a) mendorong peserta didik untuk berbuat. Motivasi merupakan alat pendorong terjadinya perilaku belajar peserta didik, b) motivasi merupakan alat untuk mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, c) motivasi merupakan alat untuk memberikan direksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, d) motivasi merupakan alat untuk membangun sistem pembelajaran menjadi lebih bermakna. Terdapat dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 a) Motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang datangnya secara alamiah atau murni dari diri peserta didik itu sendiri sebagai wujud adanya kesadaran diri dari lubuk hati yang paling dalam, b) Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang datangnya disebabkan faktorfaktor di luar diri peserta didik, seperti adanya nasihat, reward (penghargaan), hukuman, dan lain-lain. Motivasi eksternal diperlukan agar anak didik mau belajar, misalnya untuk memperoleh nilai tinggi. Motivasi mempengaruhi tingkat keberhasilan atau kegagalan belajar, dan pada umumnya belajar tanpa motivasi akan sulit untuk berhasil. Oleh sebab itu, pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, dan minat yang dimiliki oleh peserta didik. Penggunaan motivasi dalam mengajar bukan hanya melengkapi elemen pembelajaran, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pembelajaran yang efektif. Memotivasi bukan sekadar mendorong atau memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain (Sani, 2013). Motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai satu tujuan. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah atau semangat dalam belajar, sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki energi banyak untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 tidak hanya memberi kekuatan pada daya-upaya belajar, tetapi juga memberikan arah yang jelas. Motivasi belajar yang tinggi, terutama motivasi intrinsik, mendorong untuk mencari makna di dalam materi yang sedang dipelajari dan membantu untuk menemukan makna seluruh usaha belajar bagi pengembangan diri. Siswa yang memiliki minat, ingin memenuhi kebutuhan untuk memperkaya diri, bersikap positif terhadap belajar di sekolah dan beraspirasi untuk maju, berada dalam kondisi yang memungkinkan kemampuan kognitif akan berkembang; siswa ini menggali makna serta mendapat kepuasan. Lamakelamaan, kepuasan ini menjadi sumber motivasi bagi usaha selanjutnya. Dengan kata lain, siswa memberi penguatan atau peneguhan pada diri sendiri yang berisikan informasi bahwa belajar itu bermakna baginya, dan karena itu dia boleh merasa puas (Winkel, 2004). D. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaanpertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud (Suprijono, 2009). Tujuan pembelajaran kooperatif adalah melatihkan keterampilan sosial seperti tenggang rasa, bersikap sopan terhadap teman, meng-

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 kritik ide orang lain, berani mempertahankan pikiran yang logis, dan berbagai keterampilan yang bermanfaat untuk menjalin hubungan interpersonal (Sani, 2013). Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran di mana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing-masing (Slavin, 2005). Pembelajaran kooperatif ini mempunyai ciri-ciri tertentu dibandingkan dengan model lainnya yaitu sebagai berikut: a. Peserta didik bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar, b. Kelompok dibentuk dari peserta didik yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, c. Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam, d. Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu. Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekadar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif akan memungkinkan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu pembelajaran yang bercirikan: (1) “memudahkan siswa belajar” sesuatu yang bermanfaat, seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep dan bagaimana hidup serasi dengan sesama; (2) pengetahuan, nilai, dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompeten menilai. Dalam uraian tinjauan tentang pembelajaran kooperatif ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tersebut memerlukan kerjasama antar siswa dan saling ketergantungan dalam struktur pencapaian tugas, tujuan, dan penghargaan. Keberhasilan pembelajaran ini tergantung dari keberhasilan masing-masing individu dalam kelompok, dimana keberhasilan tersebut sangat berarti untuk mencapai suatu tujuan yang positif dalam belajar kelompok (Suprijono, 2009). E. Permainan Estafet (Talking Stick) Talking stick termasuk salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya (Wardani, 2013). Metode talking stick adalah metode pembelajaran yang dipergunakan guru yang berorientasi pada terciptanya kondisi belajar melalui permainan tongkat yang diberikan dari satu siswa kepada siswa yang lainnya pada saat guru menjelaskan materi pelajaran dan selanjutnya mengajukan pertanyaan. Saat guru selesai meng-

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 ajukan pertanyaan, maka siswa yang sedang memegang tongkat itulah yang memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru (Marya, 2011). Suprijono (2009) mengungkapkan bahwa model talking stick mendorong peserta didik berani mengemukakan pendapat. Pembelajaran diawali penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan dipelajari. Peserta didik diberi kesempatan membaca, mempelajari materi tersebut. Guru memberikan waktu cukup untuk aktivitas ini. Selanjutnya meminta peserta didik menutup bukunya. Guru mengambil tongkat yang telah dipersiapkan. Tongkat diberikan kepada salah satu peserta didik. Peserta didik yang menerima tongkat tersebut diwajibkan menjawab pertanyaan guru demikian seterusnya. Model pembelajaran talking stick dapat menciptakan suasana menyenangkan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu, siswa akan lebih aktif karena memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat atau menjawab pertanyaan dari guru. Keunggulan model talking stick adalah membuat siswa lebih aktif, menguji kesiapan siswa, melatih pemahaman siswa, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan (Wardani, 2013). Uno (2011) menjelaskan langkah-langkah pembelajaran talking stick sebagai berikut: 1. guru menyiapkan sebuah tongkat,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2. guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan pada siswa untuk membaca dan mempelajari materi, 3. setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya, siswa dipersilakan untuk menutup bukunya, 4. guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, 5. tongkat disampaikan secara estafet pada peserta didik yang lain, disertai dengan kegiatan tanya-jawab, 6. demikian seterusnya sampai seluruh siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru, 7. guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan, 8. guru membuat evaluasi pada akhir pembelajaran. Sementara menurut (Suyatno, 2009) mengungkapkan bahwa sintaknya pembelajaran talking stick adalah: (a) informasi materi secara umum, (b) membentuk kelompok, (c) pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok, bekerja kelompok, (d) tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain, (e) kelompok lain menjawab secara bergantian, (f) penyimpulan, dan (g) refleksi serta evaluasi. Dalam penelitian ini, metode permainan estafet merupakan modifikasi dari metode talking stick. Dalam permainan estafet, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan materi pelajaran dan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 menuliskan jawaban pada kartu soal yang dibagikan pada masing-masing kelompok setelah diskusi kelompok selesai dilakukan. Tongkat yang diberikan kepada siswa yaitu berupa marker untuk menuliskan jawaban pada kartu soal. jumlah dan jenis soal yang dimiliki masing-masing kelompok adalah sama. Kemudian setelah siswa menjawab pertanyaan dalam kartu soal, guru bersama siswa membahas jawaban siswa, dan guru menarik kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan. F. Materi Protista Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi Protista adalah materi belajar pada kelas X semester 1 yang termuat dalam standar kompetensi: “2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup.” Kompetensi dasarnya adalah: 2.3. Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan. Dengan indikator pembelajaran yang akan dicapai yaitu: 1) mendeskripsikan ciri-ciri Protista, 2) mendeskripsikan ciri-ciri Protista yang menyerupai jamur, dan Protista yang menyerupai hewan, 3) mengklasifikasikan Protista yang menyerupai jamur, dan Protista yang menyerupai hewan, serta 4) mengidentifikasi Protista yang menguntungkan dan merugikan manusia.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 G. Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Prima (2010) dengan judul Talking Stick Sebagai Teknik Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Pada Pokok Materi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Studi Kasus Siswa Kelas V Semester I SDN Sumbersuko II Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik talking stick dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, pada siklus I berdasarkan angket motivasi siswa adalah 4,07 dengan kategori baik. Pada siklus II diperoleh sebesar 4,58 dengan kategori sangat baik. Peningkatan motivasi belajar siswa berdasarkan angket motivasi sebesar 0,51 atau 51%. Dengan teknik talking stick hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar dari nilai rata-rata sebesar 80,63 pada siklus I meningkat menjadi 86,88 pada siklus II. H. Kerangka Berpikir Pembelajaran Biologi di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta belum begitu maksimal, hal ini diduga karena kurangnya variasi penggunaan metode dalam pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar, guru lebih banyak menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi pelajaran. Padahal untuk mengoptimalkan aspek kognitif, psikomotor, dan motivasi belajar siswa pada materi Protista yang banyak menggunakan kata-kata ilmiah dalam penamaannya tidak cukup hanya dengan suguhan materi saja, melainkan harus didukung dengan metode pembelajaran yang membuat siswa aktif terlibat di dalamnya.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Hasil penelitian yang relevan menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dapat membuat siswa terlibat aktif serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu contoh metode pembelajaran yang membuat siswa terlibat aktif yaitu diterapkannya pembelajaran kooperatif permainan estafet. Permainan estafet dimainkan dalam kelompok, masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab atas soal-soal yang akan dijawab. Soal-soal yang diberikan berupa gambar dan siswa diminta untuk menjawab jenis Protista yang dimaksud, dan penyakit yang dapat ditimbulkan dari Protista tertentu. Nilai dari jawaban benar akan menjadi nilai kelompok. Dari proses ini, siswa diajak untuk berperan serta dalam kelompok, memberi kontribusi dalam kelompok, dan aktif dalam kelompok. Selain itu, dengan permainan siswa akan merasa lebih santai dalam mengikuti pembelajaran. Maka dengan ini siswa akan termotivasi untuk berusaha lebih giat dan mendapat hasil belajar yang baik, untuk kelompok maupun dirinya sendiri. I. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas yang akan dilakukan adalah: Penerapan model pembelajaran kooperatif permainan estafet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi Protista.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas Partisipan, yaitu peneliti terlibat secara langsung di dalam proses penelitian dari awal pembuatan proposal hingga memperoleh hasil penelitian dalam bentuk laporan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Model Kemmis dan Mc. Taggart ini merupakan pengembangan dari model Kurt Lewin yang menjadi dasar bagi penelitian tindakan dalam bentuk lain karena Kurt Lewin yang pertama kali memperkenalkan penelitian tindakan. Model Kurt Lewin hampir sama dengan model Kemmis dan Mc. Taggart karena sama-sama dalam satu kali siklus terdiri atas empat komponen yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observation), dan refleksi (reflecting). B. Variabel Penelitian Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas : model pembelajaran kooperatif permainan estafet Variabel terikat : motivasi dan hasil belajar siswa dalam materi Protista 27

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 C. Setting Penelitian 1. Lokasi Penelitian : SMA Budya Wacana Yogyakarta 2. Subjek Penelitian : Siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta 3. Objek Penelitian : Motivasi dan hasil belajar siswa 4. Waktu Penelitian : Bulan November 2013 D. Rancangan Tindakan Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model classroom action research dari Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Pada masing-masing siklus terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus I dan II masing-masing dilakukan dalam dua kali pertemuan. Maka berikut ini tahapan masingmasing siklusnya: 1. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan penelitian ini adalah: a. Berdiskusi dengan guru mata pelajaran Biologi dan rekan mahasiswa untuk persiapan penelitian. b. Menyiapkan instrumen pembelajaran yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar kerja kelompok, pertanyaan untuk permainan estafet, dan handout.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 1) Silabus Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, Kelompok Mata Pelajaran yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, alokasi waktu dan sumber belajar (Secara lengkap silabus terdapat dalam lampiran 1). 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berisi gambaran secara menyeluruh dari materi yang akan disampaikan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan, indikator, materi, model dan metode, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, alat dan bahan, serta penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran digunakan agar penyampaian materi dalam pembelajaran di kelas lebih efektif dan efisien (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran secara lengkap terdapat pada lampiran 2). 3) Lembar Kerja Kelompok Lembar Kerja Kelompok merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru (Lembar Kerja Kelompok secara rinci terdapat pada lampiran 3).

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 4) Pertanyaan untuk permainan estafet Pertanyaan pada lembar soal untuk permainan estafet digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi yang diberikan selama pembelajaran (Pertanyaan untuk permainan estafet secara lengkap terdapat pada lampiran 4). 5) Handout Handout merupakan salah satu sarana untuk mempermudah siswa dalam mempelajari materi Protista. Dimana handout tersebut berisikan ringkasan materi yang akan dipelajari selama kegiatan belajar mengajar berlangsung (Handout secara lengkap terdapat dalam lampiran 5). c. Membuat instrumen digunakannya metode penelitian untuk kooperatif mengetahui permainan pengaruh estafet dalam pembelajaran meliputi soal pre test, soal post test siklus I dan siklus II, lembar observasi siswa, serta kuisioner. 1) Soal pre test Pre test digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi Protista. Tes ini dilaksanakan sebelum materi pembelajaran disampaikan kepada siswa. Pre test berisikan 20 soal pilihan ganda yang meliputi materi Protista dengan sub materi Protista mirip hewan dan Protista mirip jamur (Soal pre test secara lengkap terdapat pada lampiran 6).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2) Soal post test siklus I dan siklus II Post test siklus I dan siklus II digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi Protista di akhir setiap siklusnya. Post test yang diberikan berupa 20 soal pilihan ganda sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan. Data hasil test inilah yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada akhir penelitian (Soal post test siklus I dan siklus II secara lengkap terdapat pada lampiran 7). 3) Lembar observasi siswa Lembar observasi siswa digunakan untuk membantu melihat aktivitas setiap siswa dalam proses pembelajaran. Pada akhir penelitian, lembar observasi siswa digunakan untuk menganalisis tingkat motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I dan siklus II (Lembar observasi siswa secara lengkap terdapat dalam lampiran 8). 4) Kuisioner siswa Kuisioner siswa digunakan sebagai data pendukung untuk melihat tanggapan siswa terhadap metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar yang erat kaitannya dengan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Kuisioner siswa berisikan 20 pertanyaan mengenai tanggapan siswa terhadap penggunaan metode permainan estafet pada materi Protista. Jawaban pada lembar kuisioner yaitu “sangat setuju”, “setuju”, “tidak setuju”, dan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 “sangat tidak setuju”. Siswa menjawab pertanyaan dengan memberikan tanda cek (√) pada lembar kuisioner (Kuisioner siswa secara lengkap terdapat dalam lampiran 9). d. Membagi siswa dalam kelompok belajar yang dilakukan secara acak dengan arahan dari guru mata pelajaran (Pembagian kelompok secara lengkap terdapat pada lampiran 10). 2. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan, peneliti bertindak sebagai penyaji pembelajaran atau guru. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Secara garis besar, kegiatan yang dilakukan dalam setiap siklus adalah: (Kegiatan yang dilakukan pada setiap siklus secara rinci dapat dilihat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) a. Siklus I 1) Pertemuan 1 a) Pre test, b) Memberikan kuisioner pada siswa untuk mengetahui motivasi belajar pada awal siklus, c) Guru menjelaskan secara singkat proses pembelajaran yang akan dilakukan dan gambaran materi yang akan dipelajari, yaitu mengenai Protista mirip hewan,

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 d) Guru mengajak siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telah ditentukan, e) Guru mengajak siswa untuk belajar dalam kelompok. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa 1 kepada setiap kelompok untuk dikerjakan, f) Guru dan siswa melakukan diskusi kelas untuk membahas soal dalam Lembar Kerja Siswa 1. Siswa mencatat hal-hal penting dalam pembelajaran. 2) Pertemuan 2 a) Guru bersama siswa membahas sedikit mengenai materi pembelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, b) Guru meminta siswa untuk kembali bergabung bersama kelompok pada pertemuan sebelumnya, c) Guru mengajak siswa melakukan permainan estafet, guru menyampaikan aturan permainan estafet, d) Siswa melakukan permainan estafet, e) Siswa bersama guru mengoreksi jawaban dari permainan estafet, dan memberi penghargaan bagi kelompok dengan skor tertinggi, f) Siswa mengerjakan post test siklus I.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 b. Siklus II 1) Pertemuan 1 a) Guru menjelaskan secara singkat proses pembelajaran yang akan dilakukan dan gambaran materi yang akan dipelajari, yaitu mengenai Protista mirip jamur, b) Guru mengajak siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telah ditentukan, c) Guru mengajak siswa untuk belajar dalam kelompok. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa 2 kepada setiap kelompok untuk dikerjakan, d) Guru dan siswa melakukan diskusi kelas untuk membahas soal dalam Lembar Kerja Siswa 2. Siswa mencatat hal-hal penting dalam pembelajaran. e) Guru mengajak siswa melakukan permainan estafet, guru menyampaikan aturan permainan estafet, f) Siswa melakukan permainan estafet, g) Siswa bersama guru mengoreksi jawaban dari permainan estafet, dan memberi penghargaan bagi kelompok dengan skor tertinggi. 2) Pertemuan 2 a) Siswa mengerjakan post test siklus II b) Siswa mengisi kuisioner motivasi belajar untuk mengetahui motivasi belajar siswa di akhir siklus.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 3. Observasi Dalam model Kemmis dan Mc Taggart, tindakan dan observasi dilakukan secara bersamaan. Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer rekan mahasiswa guna memantau proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Observasi dan interpretasi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran materi Protista dengan penerapan model pembelajaran kooperatif permainan estafet. Hal-hal yang diobservasi meliputi: 1) Kondisi atau suasana belajar pada saat proses belajar mengajar, 2) Tingkat pemahaman yang dilihat dari benar atau salahnya siswa dalam menjawab pertanyaan dan keaktifan siswa saat proses belajar mengajar, 3) Motivasi belajar siswa pada saat proses belajar mengajar. Dalam tindakan ini, peneliti berperan sebagai partisipan aktif. Peneliti berperan secara aktif dalam proses pembelajaran sebagai observer, peneliti mencatat kondisi proses pembelajaran, hambatan dan/ atau masalah yang muncul. Observasi tidak hanya dilakukan oleh peneliti saja, namun juga dibantu oleh observer sesama rekan mahasiswa. Penelitian menggunakan observasi terstruktur yaitu melaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat dan catatan lapangan untuk memperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperti aktivitas siswa selama penelitian

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 tindakan berlangsung, reaksi dan petunjuk-petunjuk lain yang dapat digunakan sebagai bahan menganalisis dan refleksi. Dalam tahapan ini pula dilakukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui kemampuan hasil belajar siswa pada akhir siklus dan dilakukan pengisian kuisioner motivasi untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. 4. Refleksi Refleksi dilakukan setelah selesai tahap observasi. Refleksi dilakukan dengan tujuan meninjau kembali proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap siklus, menemukan kelebihan dan kekurangannya sehingga dapat diperbaiki dan ditingkatkan pada siklus berikutnya. Refleksi dilakukan oleh peneliti sehingga peneliti bisa menyimpulkan dari hasil analisis observasi. Diharapkan pada siklus II target capaian yang ditetapkan dalam indikator penelitian sudah tercapai. E. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua macam, yaitu perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Instrumen pembelajaran digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, sedang instrumen pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 1. Instrumen Pembelajaran a. Silabus pada K.D. 2.3. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) c. Lembar Kerja Siswa d. Pertanyaan dalam permainan estafet 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yang berupa tes kemampuan kompetensi siswa, dan instrumen non tes yang berupa lembar observasi, angket/ kuisioner yang digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Protista. a. Instrumen Tes Tes diartikan sebagai sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban, atau sejumlah pertanyaan yang harus diberi tanggapan dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai tes. Tujuan tes adalah untuk mengetahui kemampuan peserta didik, mengukur pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, mengetahui hasil pengajaran, mengetahui hasil belajar, mengetahui pencapaian kurikulum, mendorong peserta didik belajar, dan mendorong pendidik untuk mengajar lebih baik.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Dalam penelitian ini, digunakan tes objektif untuk mengetahui hasil belajar siswa. Tes objektif disusun agar siswa menjawab pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang singkat. Jawaban tes objektif bersifat pasti, hanya ada satu kemungkinan jawaban yang benar dan jawaban selain kunci jawaban yang ditetapkan ialah salah. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai. Jenis tes objektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda. Tes pilihan ganda ialah soal yang dilengkapi dengan pilihan jawaban, biasanya ada lima pilihan jawaban dan hanya ada satu jawaban yang benar. Sebelum digunakan, tes objektif yang disusun dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Biologi di SMA Budya Wacana Yogyakarta. b. Instrumen Non tes Hasil belajar tidak hanya bisa dilihat dari tes objektif maupun uraian, tetapi dapat juga dilihat dengan alat penguji non tes. Alat non tes yang sering digunakan antara lain kuisioner, wawancara, skala (skala penilaian, skala sikap, dan skala minat), observasi atau pengamatan, studi kasus dan sosiometri. Kuisioner adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi daftar pertanyaan (questions) atau pernyataan (statement) yang disusun secara khusus

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan dan/ atau informasi sebagaimana dibutuhkan dan cocok untuk dianalisis. Kuisioner dan wawancara pada umumnya digunakan untuk menilai aspek kognitif seperti pendapat atau pandangan seseorang serta harapan dan aspirasinya disamping aspek afektif dan perilaku individu. Skala dapat digunakan untuk menilai aspek afektif seperti skala sikap dan skala minat serta aspek kognitif seperti skala penilaian (Sudjana, 2009). Dalam penelitian ini, pengumpulan data motivasi dilakukan dengan memberikan kuisioner pada siswa dan melakukan observasi pada aspek psikomotor siswa. Kuisioner yang dimaksud adalah beberapa pernyataan tertulis yang disusun secara sistematis guna mendapatkan informasi dari narasumber. Kuisioner dapat digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran. Tabel 1. Kisi-kisi item kuisioner motivasi belajar siswa Aspek Pernyataan Indikator Penelitian Positif Negatif 3, 4, 9 10 13, 14 16 Kemauan kuat untuk belajar 1, 7 2, 6 Penghargaan dalam belajar 11, 15 18 Kegiatan menarik dalam belajar 5, 20 8, 12 17 19 Keinginan untuk berhasil dan berprestasi Lingkungan belajar yang kondusif Motivasi Kepuasan pembelajaran dalam mengikuti

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Selain dengan memberikan kuisioner kepada siswa, peneliti melakukan observasi terhadap tingkah laku (aspek psikomotor) siswa selama kegiatan pembelajaran. Observasi digunakan untuk mengukur tingkah laku individu maupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Pengamat harus terlebih dahulu menetapkan aspekaspek tingkah laku apa yang hendak diobservasinya lalu dibuat pedoman agar memudah-kan dalam pengisian observasi (Sudjana, 2009). Tabel 2. Kisi-kisi item observasi Indikator Kemauan siswa untuk bekerja Nomor Item 1b, 1c Jumlah Item 2 1d, 1e, 2c, 4 dalam kelompok Partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran Rasa senang mengikuti pelajaran 2d 1a, 2a, 2b 3 dan kegiatan F. Validitas Instrumen Validitas adalah suatu derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur. Kerlinger (1986) dalam Arifin (2011) menjelaskan bahwa validitas instrumen perlu dilihat dari tiga criteria, yaitu appropriatness, meaningfulness, dan usefulness. Appropriatness menunjukkan kelayakan dari tes sebagai suatu instrumen. Meaningfulness menunjukkan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 kemampuan instrumen dalam memberikan keseimbangan soal-soal pengukurannya berdasar tingkat kepentingan dari setiap fenomena. Usefulness menunjukkan sensitif tidaknya instrumen dalam menangkap fenomena perilaku dan tingkat ketelitian yang ditunjukkan dalam membuat kesimpulan. Dalam penelitian ini, validitas instrumen dilakukan dengan mengkonsultasikan instrumen penelitian kepada pihak ahli, yaitu dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Biologi di SMA Budya Wacana Yogyakarta. G. Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data nilai hasil post test, observasi terhadap proses pembelajaran dan motivasi siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif yang kemudian diolah menjadi data deskriptif. Analisis data yang diperoleh terdiri dari: 1. Motivasi siswa a. Hasil angket/ kuisioner siswa 1) Pemberian skor Data respon dari angket/ kuisioner siswa dianalisis menggunakan satuan persentase. Angket/ kuisioner yang diisi oleh siswa dibuat berdasarkan skala Likert dengan empat alternatif jawaban. Terdapat dua jenis pernyataan di dalam angket, yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif dengan penskoran sebagai berikut:

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3. Kisi-kisi penskoran kuisioner motivasi siswa Pernyataan Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Jawaban SS S TS STS SS S TS STS Skor 4 3 2 1 1 2 3 4 Keterangan: SS : sangat setuju S : setuju TS : tidak setuju STS : sangat tidak setuju Butir-butir pernyataan dalam kuisioner disusun berdasarkan indikator motivasi belajar. Indikator motivasi belajar untuk kuisioner motivasi belajar siswa antara lain: a) Dorongan belajar dari dalam diri • Keinginan untuk berhasil dan berprestasi • Kemauan untuk belajar dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran • Kepuasan dalam mengikuti pembelajaran b) Dorongan belajar dari luar • Lingkungan belajar yang kondusif • Adanya penghargaan dari guru • Kegiatan pembelajaran yang menarik

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2) Menghitung persentase motivasi siswa Data respon siswa dianalisis menggunakan perhitungan respon motivasi siswa per individu, yaitu dengan membagi jumlah skor yang dicapai terhadap jumlah skor total. Bila dituliskan dalam persamaan matematisnya adalah sebagai berikut: = ℎ × 100% ℎ b. Observasi psikomotorik siswa Langkah pertama dalam analisis lembar observasi adalah memberi skor pada lembar observasi. Kemudian data yang diperoleh dijumlahkan untuk mengetahui skor totalnya, dibuat persentase dengan rumus: = × ℎ × 100% Butir-butir pernyataan dalam lembar observasi disusun berdasarkan indikator observasi. Indikator observasi tersebut antara lain: 1) Kemauan siswa untuk bekerja dalam kelompok 2) Partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran 3) Rasa senang mengikuti pelajaran dan kegiatan c. Analisis motivasi siswa Untuk melihat motivasi gabungan dari setiap siswa, dilakukan penghitungan dengan menggabungkan hasil kuisioner siswa dengan hasil observasi siswa dalam kelompok dengan perbandingan 40% :

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 60%, yaitu 40% dari hasil kuisioner siswa dijumlahkan dengan 60% dari hasil observasi kelompok pada siklus I dan siklus II sehingga diperoleh persentase motivasi siswa dari dua aspek tersebut. Jika dirumuskan adalah sebagai berikut: 1) Menghitung rata-rata hasil observasi setiap siswa − + 2 = 2) Menghitung motivasi setiap siswa = 40 × 100 + 60 × 100 − d. Mengkategorikan motivasi siswa Parameter persentase sikap dan perilaku siswa (motivasi) dan pedoman untuk melihat kategori siswa dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 4. Kategori motivasi siswa Kualifikasi Skor Yang Diperoleh Kategori 81 % – 100 % Sangat tinggi 61 % – 80 % Tinggi 41 % – 60 % Cukup 21 % – 40 % Rendah 0 % – 20 % Sangat rendah

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Untuk mengetahui persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi dan sangat tinggi dilakukan dengan membagi jumlah siswa yang memperoleh persentase motivasi tinggi dan sangat tinggi terhadap jumlah seluruh siswa, kemudian diubah ke dalam persentase dengan rumus: = × 100 % 2. Analisis hasil tes a. Tes diadakan pada setiap siklus untuk mengetahui dan mengukur kemampuan pemahaman siswa terhadap materi. Adapun teknik penskoran tes tersebut adalah: ℎ = ℎ × 100 b. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dapat diketahui dari persentasi hasil post test pada setiap siklus, yang dilakukan dengan menggunakan rumus perbandingan jumlah siswa yang mencapai KKM ( ) dengan jumlah siswa (N) dikalikan 100%. Perhitungan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM adalah: % Dengan: = × 100 % = jumlah siswa yang mencapai KKM (≥ 72) N = jumlah seluruh siswa

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 c. Skor rata-rata kelas dapat diperoleh dengan menggunakan rumus: − 3. = ∑ ℎ ∑ Uji “One Sample T-Test” One Sample T-Test digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata suatu variabel dengan suatu konstanta tertentu atau nilai hipotesa. Nilai yang diperoleh pada setiap tes dibandingkan satu sama lain, yaitu nilai post test siklus I dibandingkan dengan nilai post test siklus II. Kemudian perbedaan hasil yang diperoleh dari perbandingan hasil tiap-tiap tes diuji dengan “One Sample T-Test” untuk mengetahui apakah ada peningkatan yang cukup signifikan. H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi hasil belajar (hasil tes) dan motivasi. Tabel 5. Indikator keberhasilan Indikator Skor rata-rata kelas Persen capaian KKM Motivasi siswa Awal Target 63 75 29,2 % 75 % Belum terukur 70% siswa memiliki motivasi minimal tinggi

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor siswa. Perubahan motivasi siswa dilihat dari keterlibatan siswa selama proses pembelajaran serta tanggapan siswa terhadap pembelajaran, sedangkan perubahan hasil belajar ranah kognitif siswa dilihat dari hasil pos test pada setiap akhir siklus. Perubahan hasil belajar ranah psikomotor siswa dilihat dari hasil observasi kelompok. A. DESKRIPSI PENELITIAN Penelitian yang dilaksanakan di kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri atas 4 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Berikut ini akan diuraikan mengenai proses pelaksanaan penelitian dan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian. 1. Siklus I a. Perencanaan Pada tahap ini, peneliti menyiapkan semua instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan digunakan dalam siklus I. Peneliti juga terlebih dahulu berkoordinasi dengan guru kelas dan 2 orang rekan mahasiswa yang akan bertugas sebagai observer. Selain menyiapkan instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian, 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 peneliti jug juga meminta daftar siswa kelas XA untuk menge engetahui jumlah siswa dala dalam kelas tersebut. Dari daftar siswa yang dip diperoleh, peneliti menyusun usun kelompok siswa secara acak dengan arahan han dari guru kelas. Pada sikl siklus I, peneliti membagi siswa dalam 4 ke kelompok, yang masing-m -masing kelompok beranggotakan 5 orang siswa swa. b. Tindakan kan 1) Pertem rtemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Juma umat, 8 November 2013, pukul 09.30 – 10.50 WIB yang diikuti oleh 20 siswa kelas n, siswa terlebih XA.. Sebelum memulai proses pembelajaran, hulu melakukan pre test untuk mengetahui pe pemahaman awal dahul wa mengenai materi pokok Kingdom Pr Protista (Contoh siswa kerjaan pre test siswa dapat dilihat pada lampiran piran 11 11). pekerj Gambar 1. Siswa mengerjakan pre test est Setelah mengerjakan soal pre test, siswa da dan peneliti yang bertinda tindak sebagai penyaji pembelajaran mel elakukan proses

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif permainan estafet. Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan 1 dijelaskan sebagai berikut. a) Diskusi Kelompok Setelah siswa masuk dalam kelompok, peneliti mengajak siswa untuk berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan soal yang terdapat dalam lembar kerja siswa. Gambar 2. Siswa melakukan diskusi kelompok pada siklus I b) Diskusi Kelas Diskusi kelas dilakukan untuk mengetahui hasil pekerjaan siswa dalam kelompok. Setiap satu soal diberikan kepada satu kelompok untuk dijawab berdasarkan lembar kerja yang sudah dikerjakan, dan kelompok lain berhak untuk menanggapi jawaban hasil diskusi kelompok lain agar setiap kelompok dapat saling melengkapi satu sama lain. Setelah diskusi kelas selesai, peneliti meminta siswa untuk kembali

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 mempelajari materi yang telah dibahas untuk dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya. Kemudian peneliti menutup pelajaran dan memberikan salam. 2) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dalam siklus I dilaksanakan pada hari Jumat, 15 November 2013 pukul 09.30 – 10.50 WIB yang diikuti oleh 20 siswa kelas XA. Sebelum kegiatan dimulai, siswa diajak untuk mengingat kembali mengenai materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan permainan estafet. Permainan estafet dimulai setelah peneliti bersama siswa mengingat materi yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Pertama-tama, siswa diajak untuk kembali duduk dalam kelompok yang pada pertemuan sebelumnya telah ditentukan. Kemudian peneliti menyampaikan peraturan dan cara main dalam permainan estafet. Setelah selesai, peneliti menanyakan kepada siswa apakah ada yang belum dimengerti atau tidak. Setelah siswa merasa cukup jelas dengan peraturan yang dijelaskan, kemudian peneliti mengajak siswa untuk memulai permainan estafet. Siswa diajak untuk berbaris di bagian belakang ruangan kelas dalam kelompok dan dihadapkan pada 20 buah soal yang sama tiap kelompoknya. Setiap kelompok mendapat satu buah

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 marke arker yang digunakan untuk menulis jawabann pa pada lembar soal. Saat at hi hitungan dimulai, siswa yang berbaris di bagi bagian paling depan menga ngambil marker dan lembar soal lalu menja njawab soal yang tersedi sedia dan meletakkan lembar soal yang suda sudah dijawab di tempa pat yang sudah disediakan di depan papann ttulis. Kemudian siswa swa kembali ke barisan kelompoknya dan menja njadi urutan paling belaka akang untuk menunggu giliran selanjutnya.. D Dan siswa yang paling ing depan menjawab pertanyaan selanjutny nya seperti yang dilakuka akukan oleh siswa pertama. Begitu seterusny usnya sampai soal yangg di disediakan terjawab semua. Setelah semua pertanyaan dijawab oleh siswa, siswa kemba bali ke tempat duduk masing-masing. Sat Satu orang siswa perwa wakilan kelompok maju ke depan untuk meng engoreksi jawaban siswa swa dalam setiap pertanyaan. Setiap jawaba ban benar dalam kelom ompok akan mendapatkan poin 1, dan jawaban ban yang salah atau kosong tidak mendapat poin (Contoh pekerjaan rjaan siswa dalam permai rmainan estafet siklus I terdapat dalam lampiran piran 12). Ga Gambar 3. Siswa melakukan permainan estafet et pada siklus I

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 c. Observasi Peneliti mengobservasi motivasi belajar siswa dari hasil kuisioner yang diisi oleh siswa yang dilakukan pada awal siklus. Peneliti dan mahasiswa lain yang bertindak sebagai observer melakukan observasi aspek psikomotor siswa selama pembelajaran (kegiatan diskusi kelompok dan permainan estafet). Hasil observasi dari siklus I yang dilihat dari rangkuman lembar observasi semua kelompok dijelaskan dalam tabel 6 (Contoh hasil lembar observasi siswa siklus I terdapat dalam lampiran 13). Tabel 6. Hasil analisis psikomotor siswa siklus I No 1 Kelompok Skor Merah 27 Keterangan • Semua siswa aktif dalam diskusi kelompok, dan tiga orang siswa mau menanggapi kelompok lain • Empat siswa antusias dan bersemangat dalam permainan estafet 2 Kuning 24 • Tiga orang siswa aktif dalam diskusi kelompok • Semua siswa antusias dan bersemangat dalam permainan estafet 3 Hijau 18 • Tiga orang siswa aktif dalam kelompok, namun hanya satu siswa yang mau

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 No Kelompok Skor Keterangan bertanya. • Dua orang siswa tertarik dan antusias dalam permainan estafet • Ada satu siswa yang bersemangat namun kurang mengikuti aturan yang dibuat 4 Biru 15 • Hanya dua siswa yang berperan aktif dalam kelompok, sementara 3 siswa lainnya asyik mengobrol dan bermain hand phone • Hanya dua orang yang antusias dalam permainan estafet Dari hasil analisis psikomotor siswa, diketahui bahwa hampir semua siswa dalam kelompok terlibat secara aktif selama kegiatan diskusi. Namun beberapa siswa dalam kelompok biru tidak peduli dengan teman lain yang mengerjakan soal dalam LKS melainkan siswa tersebut bermain hand phone dan membicarakan hal lain di luar pelajaran. Hasil observasi pada proses pembelajaran saat dilakukan permainan estafet menunjukkan bahwa dalam kelompok merah dan kuning semua siswa terlihat antusias dan bersemangat selama permainan estafet dilakukan. Namun pada kelompok hijau dan biru

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 hanya dua orang siswa yang terlihat antusias dan bersemangat dalam permainan estafet. Secara keseluruhan, para siswa belum mengikuti permainan sesuai dengan aturan yang dibuat. Di akhir pertemuan 2 siklus I, peneliti melakukan evaluasi hasil belajar kognitif siswa melalui post test yang dilakukan di akhir pertemuan. Selain sebagai nilai kognitif, post test dilakukan juga untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada siklus I (Contoh pekerjaan post test siklus I siswa dapat dilihat pada lampiran 14). Gambar 4. Siswa mengerjakan post test siklus I d. Refleksi Hasil observasi siklus I menunjukkan bahwa proses belajar siswa sudah lebih baik, hal ini dilihat dari berkurangnya aktivitas siswa yang tidak mendukung proses belajar, seperti menggunakan hand phone maupun tidur saat pelajaran. Namun dari ranah kognitif, hasil belajar siswa belum mencapai target yang diinginkan. Karena itu peneliti melaksanakan siklus II yang diharapkan mampu meningkat-

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 kan hasil belajar ranah kognitif siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta. 2. Siklus II a. Perencanaan Tahap perencanaan siklus II dilakukan untuk memperbaiki kegiatan pada siklus I. Peneliti mempersiapkan kembali instrumen pembelajaran yang akan digunakan yaitu dengan menambah buku referensi untuk melengkapi materi pembelajaran. Peneliti juga mengurangi jumlah anggota dalam kelompok menjadi 4 orang dalam tiap-tiap kelompok. Pengurangan jumlah anggota dalam kelompok bertujuan agar semua siswa berperan aktif selama pembelajaran, baik dalam diskusi kelompok maupun permainan estafet. Pengurangan jumlah anggota kelompok juga bertujuan untuk membuat siswa menjadi lebih fokus dalam kegiatan diskusi dan permainan estafet. b. Tindakan 1) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dalam siklus II dilaksanakan pada hari Jumat, 22 November 2013 pada pukul 09.30 – 10.50 yang diikuti oleh 20 siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta. Langkahlangkah yang dilakukan pada pertemuan 1 siklus II adalah sebagai berikut:

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 a) Diskusi kelompok Setelah siswa duduk dalam kelompok, guru membagikan lembar kerja kepada siswa yang berisikan soal untuk didiskusikan bersama rekan sekelompoknya seperti nampak pada gambar 5. Gambar 5. Siswa melakukan diskusi kelompok pada siklus II b) Permainan estafet Setelah diskusi selesai dilakukan, peneliti mengajak siswa untuk kembali melakukan permainan estafet seperti pada siklus I. Setelah permainan estafet selesai, siswa kembali diajak untuk mengoreksi jawaban yang ada pada lembar soal. Kelompok dengan hasil tertinggi mendapat penghargaan dengan harapan siswa semakin termotivasi untuk terus belajar. Setelah permainan estafet selesai, guru memberi tahu kepada siswa untuk kembali mempelajari materi yang diajarkan pada pertemuan ini, karena pada pertemuan terakhir akan diadakan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 sisw siswa. Kemudian peneliti menutup pelajarann da dan mengucapkan sal salam (Contoh pekerjaan siswa dalam permainan ainan estafet siklus II dapat dilihat pada lampiran 15). G Gambar 6. Siswa melakukan permainan estafe afet pada siklus II 2) Pertem rtemuan 2 Pertemuan 2 dalam siklus II dilakukan pada hari Jumat, 29 Nove dihadiri oleh 20 ovember 2013 pukul 09.30 – 10.00 WIB yangg di siswa rta. Kegiatan yang swa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta dilakuka observasi, yaitu akukan pada pertemuan 2 adalah kegiatann obse pelaksa aksanaan post test siklus II dan pengisiann kkuisioner kedua (Cont ontoh pekerjaan post test siklus II siswaa tterdapat dalam lampi piran 16). (Contoh pekerjaan kuisioner siswa swa terdapat dalam lampi piran 17). c. Observasi vasi sebagai observer Pene eneliti dan mahasiswa lain yang bertindak se ama pembelajaran melakukan ukan observasi aspek psikomotor siswa selam

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 (kegiatan diskusi kelompok dan permainan estafet). Hasil observasi dari siklus II yang dilihat dari rangkuman lembar observasi semua kelompok dijelaskan dalam tabel 7 di bawah ini (Contoh hasil lembar observasi siswa siklus II terdapat dalam lampiran 18). Tabel 7. Hasil analisis psikomotor siswa siklus II No Kelompok Skor 1 Merah 21 Keterangan • Tiga siswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok, namun kurang antusias, sehingga pekerjaan selesai lebih lama • Tiga siswa antusias dalam permainan estafet, dan dua diantaranya serius dan bersemangat 2 Kuning 22 • Semua siswa dalam kelompok terlibat aktif selama diskusi, namun hanya dua siswa yang mau menanggapi kelompok lain • Hanya dua orang siswa yang antusias dan bersemangat dalam permainan estafet 3 Hijau 23 • Tiga siswa antusias dan terlibat aktif selama diskusi kelompok • Tiga siswa semangat dan antusias dalam permainan estafet, namun hanya dua siswa yang menjawab pertanyaan dengan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 No Kelompok Skor Keterangan sungguh-sungguh 4 Biru 25 • Semua siswa terlibat aktif dan antusias selama diskusi kelompok • Tiga siswa antusias, bersemangat dan serius saat dilakukan permainan estafet 5 Putih 21 • Semua siswa antusias dalam diskusi kelompok, 3 orang siswa terlibat aktif dalam diskusi • Tiga orang siswa tertarik dalam permainan estafet, namun kurang serius dan bersemangat selama permainan Dari observasi yang dilakukan pada pertemuan 1 siklus II, semua siswa dalam masing-masing kelompok terlibat aktif dalam diskusi, mereka saling membantu untuk mengerjakan soal yang telah dibagikan. Namun saat permainan estafet dilakukan, hanya dua atau tiga orang siswa saja yang bersemangat dan serius. Beberapa siswa dalam kelompok ada yang merasa malas selama permainan estafet dan ada siswa yang memberikan soal kepada teman sekelompoknya. Peneliti juga melakukan observasi dengan melakukan post test siklus II. Post test siklus II dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ranah kognitif siswa. Selain sebagai nilai kognitif, post

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 test dilakukan juga untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada siklus II. Di akhir pertemuan 2 siklus II, peneliti juga membagikan kuisioner kepada siswa untuk mengetahui motivasi belajar siswa setelah pembelajaran dengan metode permainan estafet dilakukan. d. Refleksi Pada siklus II pembelajaran mengalami perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus I. Dari hasil pembelajaran siklus II, terlihat bahwa jumlah siswa yang berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 72 meningkat dari hasil pembelajaran pada siklus I. Pada siklus II, jumlah siswa yang mampu mencapai nilai diatas KKM sebanyak 7 orang yaitu 35% dari keseluruhan siswa. Hasil yang diperoleh ini belum sesuai dengan target yang diharapkan oleh peneliti. Namun peneliti tidak melanjutkan untuk siklus III karena pembelajaran harus dilanjutkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dan guru harus segera menyelesaikan materi karena akan dilaksanakan ulangan akhir semester dalam waktu dekat. Aktivitas siswa diluar kegiatan pembelajaran, seperti berbicara dan bercanda dengan teman lain serta bermain hand phone pada siklus II menurun dibandingkan pada siklus I. Siswa cenderung untuk aktif dalam kelompok, baik dalam kegiatan diskusi maupun saat permainan estafet selama pembelajaran di siklus II dilakukan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 B. HASIL DAN ANALISA DATA 1. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Angket/ kuisioner motivasi belajar siswa digunakan untuk melihat adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah dilakukannya metode pembelajaran kooperatif permainan estafet. Selain melihat kuisioner motivasi belajar siswa, pengukuran motivasi siswa juga melihat hasil observasi psikomotor siswa dalam kelompok. (Daftar hasil perolehan skor kuisioner siswa terdapat dalam lampiran 19). Data hasil belajar aspek psikomotor pada siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 8. Analisis aspek psikomotor Kategori Siklus I (%) Siklus II (%) Sangat tinggi 0% 0% Tinggi 50 % 60 % Cukup 50 % 40 % Rendah 0% 0% Sangat rendah 0% 0% Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa pada siklus I, kegiatan siswa selama kegiatan belajar mengajar sudah baik, 50% siswa dalam masing-masing kelompok melakukan apa yang ditugaskan dengan baik, namun 50% siswa lainnya terkadang masih menyepelekan tugas dan aturan yang diberikan. Sedangkan pada siklus II, aktivitas siswa yang tidak mendukung proses belajar mengajar sudah menurun.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Sebanyak 60% siswa mau mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik, dan masih ada 40% siswa yang menyepelekan tugas yang diberikan. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa secara keseluruhan, dilakukan penghitungan yang menggabungkan antara kuisioner siswa dengan observasi aspek psikomotor siswa. (Analisis penghitungan motivasi siswa terdapat dalam lampiran 20). Tabel 9. Analisis motivasi belajar siswa Kategori Motivasi Persentase Motivasi Siswa (%) Sangat tinggi 0% Tinggi 80 % Cukup 20 % Rendah 0% Sangat rendah 0% Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa pada akhir siklus II terdapat 80% siswa yang memiliki motivasi yang tinggi dan 20% siswa memiliki motivasi yang cukup. 2. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siswa Analisis hasil belajar dan ketuntasan ranah kognitif siswa yang diperoleh dari post test siklus I dan post test siklus II disajikan dalam tabel 10 di bawah ini (Daftar nilai post test siklus I dan siklus II secara lengkap terdapat dalam lampiran 21).

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel 10. Analisis hasil belajar dan ketuntasan siswa Kategori Post Test I Post Test II Nilai tertinggi 85 85 Nilai terendah 20 15 Rata-rata kelas 52,5 50 Jumlah siswa tuntas KKM 72 4 7 Jumlah siswa tidak tuntas KKM 72 16 13 25 % 35 % Persentase siswa tuntas KKM 72 Tabel 10 di atas menunjukkan bahwa dari hasil post test siklus I dan post test siklus II siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh saat post test yang diberikan di siklus I sebesar 52,5. Kemudian pada post test siklus II, rata-rata kelas menurun menjadi 50. Tabel di atas juga menunjukkan ketuntasan hasil belajar kognitif siswa. Untuk post test siklus I, ada 4 siswa yang mampu mencapai KKM, yaitu sebanyak 25% dari keseluruhan jumlah siswa. Dan pada post test siklus II, persentase ketuntasan siswa yang mencapai nilai diatas KKM meningkat menjadi 35%, yaitu sebanyak 7 siswa.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 C. ANALISIS UJI T POST TEST SIKLUS I DAN POST TEST SIKLUS II Tabel 11. Uji One sample T-tes post test siklus I dan siklus II One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean VAR00003 20 52.5000 18.74342 4.19116 VAR00004 20 50.0000 24.54856 5.48922 One-Sample Test Test Value = 0.05 95% Confidence Interval of t Df Sig. (2- Mean tailed) Difference the Difference Lower Upper VAR00003 12.514 19 .000 52.45000 43.6778 61.2222 VAR00004 9.100 19 .000 49.95000 38.4609 61.4391 Tabel 11 di atas menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) yang diperoleh dari kedua hasil post test adalah 0,000. Dengan nilai test value adalah 0,05 maka nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil daripada nilai test value. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara rata-rata hasil post test siklus I dengan hasil post test siklus II. D. PEMBAHASAN 1. Motivasi Belajar Siswa Perkembangan motivasi belajar siswa diukur melalui kuisioner yang diberikan dua kali, yaitu di awal siklus dan di akhir siklus. Hasil analisis motivasi belajar siswa dapat dilihat pada gambar 7 di bawah ini.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Motivasi Belajar Siswa 100 80 Motivasi Belajar Siswa 60 40 20 0 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Gambar 7. Kategori motivasi belajar siswa Dari gambar 7 di atas, dapat dilihat bahwa motivasi belajar siswa setelah dilakukan penelitian meningkat dengan 80% siswa masuk dalam kategori tinggi, 20% siswa masuk dalam kategori cukup, serta 0% siswa masuk dalam kategori sangat tinggi, rendah dan sangat rendah. Hal ini membuktikan bahwa siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dengan menggunakan metode permainan estafet. Selama proses pembelajaran, siswa aktif terutama dalam aspek psikomotor. Siswa melakukan diskusi dengan rekan satu kelompoknya untuk mencari jawaban dari soal yang diberikan, dan siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh saat permainan estafet dilakukan. Saat terdapat hal yang kurang dimengerti, siswa juga tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan baik kepada peneliti maupun kepada rekan siswa lainnya agar siswa dapat mengerti maksud dari soal yang diberikan.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Hasil peningkatan motivasi belajar dan aspek psikomotor siswa menunjukkan bahwa metode permainan estafet dapat meningkatkan aktivitas psikomotor siswa. Kegiatan permainan estafet mendorong siswa untuk aktif bergerak, dalam hal ini berjalan sembari mencari jawaban yang terdapat pada kartu soal yang dipegang oleh siswa. Pertanyaanpertanyaan yang dimunculkan juga semakin menambah rasa ingin tahu siswa. Namun jika diamati lebih detail peningkatan psikomotor siswa terjadi hanya pada saat dilakukan permainan estafet. Masih banyak siswa yang kurang bersemangat saat permainan estafet dilakukan karena waktu pelaksanaannya yang terlalu lama dan materi yang diberikan lebih sulit daripada materi yang diberikan pada siklus I sehingga siswa sudah merasa malas untuk melakukannya. Pada saat diskusi kelompok, masih terdapat beberapa siswa yang kurang antusias dalam belajar sehingga kegiatan belajar menjadi kurang kondusif. Hal ini diduga menyebabkan peningkatan motivasi belajar yang tidak terlalu tinggi dan mempengaruhi hasil yang diperoleh dalam aspek kognitif. Hal ini terbukti dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran bahwa siswa kurang tekun dalam melaksanakan diskusi di dalam kelas. Selama kegiatan diskusi, sebagian besar siswa hanya duduk sambil memegang hand phone atau mendengarkan musik, bahkan ada siswa yang berbicara dengan teman lain yang berbeda kelompok dengannya sehingga membuat suasana kelas

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 menjadi tidak kondusif dan banyak kelompok yang tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Kegiatan diskusi kelompok dan permainan estafet sangat membutuhkan manajemen waktu yang baik agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan pembelajaran yang efektif. Karena pada dasarnya terdapat beberapa faktor yang berperan dalam belajar siswa yaitu jumlah waktu yang disediakan, ketekunan siswa untuk menggunakan waktu yang disediakan sebaik mungkin, jumlah waktu yang dibutuhkan oleh siswa sesuai dengan kemampuan intelegensinya, dan lain-lain. Metode permainan estafet merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan dari sebuah olahraga. Metode permainan estafet dapat menarik perhatian siswa untuk meningkatkan motivasi ekstrinsiknya dalam mengikuti pelajaran biologi. Metode pembelajaran yang beragam akan membuat siswa tertarik selama mengikuti pelajaran dan siswa akan mengembangkan motivasi belajarnya. Seperti yang dijelaskan Djamarah (2011) yang menyatakan bahwa motivasi berfungsi sebagai pendorong, penggerak, dan penyeleksi perbuatan seseorang. Motivasi sebagai pendorong mempengaruhi sikap apa yang seharusnya seseorang ambil dalam rangka belajar. Motivasi siswa diduga berkembang karena adanya metode permainan estafet yang merangsang siswa untuk menggunakan alat gerak dan kemampuan intelektual mereka secara bersamaan. Motivasi ekstrinsik yang muncul ini

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 juga sesuai dengan teori jenis motivasi menurut Djamarah (2011) yaitu motivasi yang terkait dengan pengaruh orang lain diluar individu seperti orang tua, guru atau teman, serta karena adanya penghargaan, kompetensi sehat antar peserta didik, hukuman, dan sebagainya. 2. Hasil Belajar Aspek Kognitif Peningkatan hasil belajar aspek kognitif siswa diperoleh dari hasil tes hasil belajar siswa yaitu post test siklus I dan post test siklus II. Hasil analisis aspek kognitif dapat dilihat pada gambar 8 di bawah ini. Ketuntasan Klasikal 40% 30% 20% 10% 0% Post test siklus I Post test siklus II Gambar 8. Grafik ketuntasan klasikal aspek kognitif Dari analisis, diperoleh nilai post test siklus I terdapat 25% siswa yang tuntas standar KKM 72. Pada post test siklus II terdapat 35% siswa yang tuntas standar KKM 72. Dari data tersebut, terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kognitif siswa dalam setiap siklus namun belum memenuhi indikator target keberhasilan peneliti yaitu 75% siswa tuntas KKM 72.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Selain peningkatan ketuntasan siswa yang tidak mencapai target keberhasilan penelitian, rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I dan siklus II juga menurun dari 52,5 pada siklus I menjadi 50 pada siklus II. Hal ini disebabkan karena materi yang diberikan pada siklus II lebih sulit dibandingkan materi pada siklus I sehingga siswa lebih sulit untuk memahami materi yang diberikan pada siklus II. Rendahnya hasil aspek kognitif ini dipengaruhi oleh waktu yang kurang efektif atau manajemen waktu yang kurang baik. Hal ini mengakibatkan penjelasan materi menjadi kurang maksimal dan menjadi terburu-buru. Siswa tidak dapat menerima materi dengan baik dalam waktu yang singkat karena sebagian besar siswa tergolong memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata kelas. Aspek lain yang dapat mempengaruhi hasil aspek kognitif ini adalah karena proses pembelajaran tidak diajarkan oleh guru mata pelajaran Biologi di sekolah yang bersangkutan. Semua pertemuan dalam kedua siklus ini diajarkan oleh peneliti tanpa pendampingan guru mata pelajaran. Guru mata pelajaran Biologi hanya mendampingi di awal pertemuan untuk memperkenalkan peneliti dan rekan observer. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu faktor ketidakberhasilan pencapaian aspek kognitif siswa. Siswa dan peneliti harus saling menyesuaikan diri dengan cara mengajar dan cara belajar siswa. Namun proses penyesuaian ini tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Gaya mengajar yang dilaku-

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 kan oleh peneliti berbeda dengan gaya mengajar guru biologi membuat siswa sulit untuk kembali beradaptasi. Rendahnya hasil aspek kognitif yang diperoleh siswa diduga karena siswa memiliki metode belajar yang kurang baik. Siswa cenderung tidak mengulangi kembali bahan pelajaran yang telah diajarkan di rumah untuk lebih memahami materi. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sudah dibagikan oleh peneliti tidak dibaca kembali bahkan semua kelompok menghilangkan LKS saat ditanya pada pertemuan selanjutnya sehingga tidak ada bahan yang digunakan untuk belajar sementara sebagian besar siswa tidak memiliki buku paket. Selain itu, peneliti juga belum mempunyai banyak pengalaman dan belum mengenal karakter dan kebutuhan masing-masing siswa yang diajar sehingga siswa merasa kurang puas dengan proses belajar mengajar di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan Winkel (2004) yang menyatakan bahwa guru berperan penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Jika siswa sudah merasa nyaman dengan cara mengajar guru, siswa akan mengharapkan banyak hal dari guru. Bila harapan tersebut dapat dipenuhi, maka siswa akan merasa puas; tetapi jika tidak, siswa akan merasa kecewa.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran permainan estafet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XA SMA Budya Wacana Yogyakarta pada materi Protista. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada tingkat motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa memiliki motivasi yang tinggi setelah melakukan pembelajaran dengan metode permainan estafet, yaitu sebanyak 80% siswa memiliki motivasi yang tinggi dan 20% siswa memiliki motivasi yang cukup. Secara klasikal, jumlah siswa kelas XA yang tuntas KKM 72 pada siklus I sebanyak 4 orang siswa, atau sebesar 25%, dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 35%, yaitu 7 orang siswa. Namun terjadi penurunan rata-rata hasil belajar siswa dari 52,5 pada siklus I menjadi 50 pada siklus II. 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 B. Saran Untuk lebih meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: 1. Siswa dikondisikan sudah membaca materi terlebih dahulu sebelum menjawab soal dalam permainan estafet, sehingga soal dalam permainan estafet dapat terjawab dengan baik. 2. Melakukan penelitian yang sejenis diharapkan lebih mempertimbangkan alokasi waktu sehingga akan diperoleh hasil yang lebih maksimal, dan siswa dapat menyelesaikan seluruh pertanyaan yang ada dalam permainan estafet. 3. Dalam pembuatan soal untuk permainan estafet, diharapkan guru atau peneliti dapat lebih mengembangkan dari materi yang diberikan agar siswa dapat terus melatih dirinya. 4. Model pembelajaran permainan estafet merupakan pembelajaran yang sebagian besar kegiatannya dilakukan oleh, dari, dan untuk siswa sendiri. Karena itu, jika ingin menerapkan model pembelajaran ini diharapkan guru atau peneliti dapat bersikap tegas dalam pembagian dan pengaturan waktu untuk diskusi kelompok, diskusi kelas, dan permainan estafet. Hal ini dilakukan agar waktu yang diberikan untuk setiap kegiatan tidak terbuang sia-sia.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 2011. Penelitian Pendidikan (Metode dan Paradigma Baru). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Aryulina, Dyah. Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni. 2007. Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas X. Jakarta: Esis. Darmawan, Deni. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Daryanto, dan Muljo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Cetakan ketiga. Jakarta: Rineka Cipta. Irnaningtyas. 2013. Biologi untuk SMA/ MA kelas X. Jakarta: Erlangga. Priadi, Arif. 2010. Biologi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira. Prima, Aksinatul. 2010. Talking Stick Sebagai Teknik Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Pada Pokok Materi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Studi Kasus Siswa Kelas V Semester I SDN Sumbersuko II Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Sani, Ridwan Abdullah. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Sanjaya, 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana. Siyamta, 2013. Ranah Kognitif Dalam Pembelajaran. Makalah. Universitas Negeri Malang. Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Diterjemahkan oleh Narulita Yusron. Bandung: Nusa Media. Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Surya, Mohamad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Jawa Timur: Masmedia Buana Pustaka. Uno, Hamzah B. dan Nurdin Mohamad. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara. Wardani, Aprilia Isti. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Model Talking Stick dengan Media Visual pada Siswa Kelas IV SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1. Silabus SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMA Budya Wacana Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester :X/I Alokasi Waktu : 7 x 45 menit Standar Kompetensi : 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Materi Kegiatan Dasar Pembelajaran Pembelajaran 2.3. • Ciri protista Menyajikan • Protista mirip ciri-ciri hewan umum filum • Protista mirip dalam King- jamur • Diskusi untuk mendeskripsikan ciri-ciri Protista • Diskusi tentang klasifikasi dom Protista • Peranan Protista dan perannya Protista dalam • Diskusi bagi Indikator Penilaian • Mendeskripsikan ciri- 1. Rubrik ciri Protista penilaian Alokasi Sumber Nilai Waktu Belajar Karakter 7 x 45 menit • Buku • Berani Biologi 1 • Tanggung peningkatan SMA dan ciri Protista yang motivasi MA untuk • Kritis menyerupai jamur, belajar siswa Kelas X, • Kerja sama • Mendeskripsikan ciri- dan Protista yang 2. Pre test Esis, Bab menyerupai hewan, 3. Post test 5 4. Lembar jawab • Menghar- • Buku 75

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kompetensi Materi Kegiatan Dasar Pembelajaran Pembelajaran kehidupan kehidupan mengenai Indikator • Mengklasifikasikan Penilaian observasi Sumber Nilai Waktu Belajar Karakter Biologi gai peranan Protista Protista yang dalam kehidupan menyerupai jamur, kuisioner SMA dan Protista yang motivasi kelas X, • Permainan estafet mengenai materi Protista • 5. Lembar Alokasi untuk menyerupai hewan Erlangga, Mengidentifikasi Bab 4 Protista yang • Lembar menguntungkan dan Kerja merugikan manusia Siswa 76

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah : SMA Budya Wacana Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : X/ I Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Standar Kompetensi : 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2.3. Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam Kingdom Protista dan perannya bagi kehidupan A. Indikator: Kognitif produk: 1. Menyebutkan 3 ciri-ciri Protista 2. Menyebutkan minimal 4 ciri-ciri Protista mirip hewan 3. Mendeskripsikan klasifikasi Protista mirip hewan 4. Menyebutkan minimal 5 peranan Protista mirip hewan Kognitif proses: 1. Mengamati gambar Protista 2. Mengidentifikasi Protista yang mirip hewan 3. Mengidentifikasi peranan Protista mirip hewan dalam kehidupan Psikomotor: 1. Mengelompokkan contoh Protista yang mirip hewan beserta peranannya dalam kehidupan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Afektif: 1. Bekerja sama dalam kelompok diskusi 2. Serius saat diskusi dan presentasi 3. Menghargai jawaban dan pendapat teman lain saat berdiskusi dan presentasi B. Tujuan Pembelajaran Kognitif produk: 1. Melalui kegiatan diskusi dan mengerjakan LKS, siswa mampu menyebutkan minimal 4 ciri-ciri Protista mirip hewan 2. Melalui kegiatan diskusi, siswa mampu menjelaskan klasifikasi Protista mirip hewan 3. Melalui kegiatan diskusi dan mengerjakan LKS, siswa mampu menyebutkan minimal 5 peranan Protista mirip hewan Kognitif proses: 1. Dengan kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu mengidentifikasi klasifikasi Protista yang mirip hewan 2. Dengan kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu mengidentifikasi peranan Protista mirip hewan dalam kehidupan Psikomotor: 1. Melalui permainan estafet, siswa mampu mengelompokkan contoh Protista yang menyerupai hewan beserta peranannya dalam kehidupan Afektif: 1. Melalui kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu bekerja sama dalam kelompok 2. Siswa mampu bersikap serius saat diskusi dan presentasi 3. Mengelompokkan contoh Protista yang mirip hewan beserta peranannya dalam kehidupan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 C. Materi Pembelajaran 1. Ciri-ciri Protista 2. Protista yang menyerupai hewan 3. Peranan Protista menyerupai hewan dalam kehidupan D. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Metode Pembelajaran : Permainan Estafet E. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1 (2 x 45 menit) Kegiatan (Waktu) Fase Melakukan Kegiatan Guru dan Siswa • Guru mengajukan pertanyaan, masih apersepsi, ingat pengertian makhluk hidup menyampaikan eukariot? Apa bedanya dengan tujuan dan makhluk hidup prokariot? memotivasi siswa • Guru meminta siswa menyebutkan contoh makhluk hidup eukariot. Pendahuluan • Guru menyampaikan tujuan (35 menit) pembelajaran yang akan dicapai • Guru memberikan pretest kepada siswa • Siswa mengisi kuisioner untuk mengetahui motivasi awal siswa Menyampaikan Inti (45 menit) masalah • Guru memunculkan fenomena seorang yang terkena penyakit malaria, dan ada tumbuhan yang membusuk. Mengapa penyakit tersebut bisa terjadi dalam makhluk

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Kegiatan Fase (Waktu) Kegiatan Guru dan Siswa hidup? • Guru meminta siswa memberikan tanggapan atas fenomena tersebut • Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok dan memberikan LKS 1 kepada siswa untuk didiskusikan dalam kelompok Menyampaikan materi • Guru meminta kepada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan meminta siswa lain untuk menanggapi Evaluasi • Guru meminta siswa untuk menyebutkan apa saja yang sudah dipelajari • Guru melengkapi dan membenarkan jawaban siswa jika ada yang salah. Penghargaan • Guru memberi penghargaan kepada siswa dan kelompok yang sudah mau menyampaikan pendapatnya • Guru mengajak siswa untuk Penutup (10 menit) merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya • Guru meminta siswa untuk mempelajari kembali materi yang sudah dipelajari, untuk dibahas lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 2. Pertemuan 2 (2 x 45 menit) Kegiatan (Waktu) Fase Melakukan apersepsi, menyampaikan Pendahuluan (10 menit) Kegiatan Guru dan Siswa • Guru menunjukkan beberapa gambar Protista yang menyerupai hewan • Guru menunjukkan salah satu siklus tujuan dan hidup memotivasi siswa (Plasmodium) • Guru Protista mirip hewan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Menyampaikan masalah • Guru memunculkan fenomena mengenai siklus hidup Protista, • Siswa menanggapi fenomena yang diajukan Permainan estafet • Dari kelompok diskusi yang telah dibagi, guru mengajak siswa untuk bermain permainan estafet • Guru menjelaskan cara permainan estafet dan aturan permainannya • Guru Inti (70 menit) mengajak siswa untuk memulai permainan estafet • Setiap kelompok memiliki jenis dan jumlah soal yang sama • Siswa memulai permainan estafet Evaluasi • Setelah permainan selesai, guru mengajak siswa untuk membahas soal yang terdapat dalam kartu soal, guru membenarkan dan melengkapi jawaban siswa • Guru bersama siswa menghitung

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Kegiatan (Waktu) Fase Kegiatan Guru dan Siswa perolehan poin setiap kelompok • Guru mengajak siswa untuk kembali ke tempat duduk masing-masing • Siswa mengerjakan post test siklus I Penghargaan • Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat poin tertinggi Penutup (10 menit) • Guru bersama siswa merangkum hasil belajar • Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas untuk pertemuan selanjutnya (Protista mirip jamur) F. Sumber Belajar 1. Buku Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas X, Esis, Bab 5 2. Buku Biologi untuk SMA kelas X, Erlangga, Bab 4 3. Lembar Kerja Siswa 1 G. Penilaian 1. Soal pre test 2. Soal post test 3. Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran 4. Lembar kuisioner motivasi siswa

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah : SMA Budya Wacana Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : X/ I Alokasi Waktu : 3 x 45 menit Standar Kompetensi : 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2.3. Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam Kingdom Protista dan perannya bagi kehidupan A. Indikator: Kognitif produk: 1. Menyebutkan minimal 4 ciri-ciri Protista mirip jamur 2. Mendeskripsikan klasifikasi ciri-ciri Protista mirip jamur 3. Menyebutkan minimal 5 peranan Protista mirip jamur Kognitif proses: 1. Mengidentifikasi Protista yang mirip jamur 2. Mengidentifikasi peranan Protista mirip jamur dalam kehidupan Psikomotor: 1. Mengelompokkan contoh Protista yang menyerupai jamur beserta peranannya dalam kehidupan Afektif: 1. Bekerja sama dalam kelompok diskusi 2. Serius saat diskusi dan presentasi

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 3. Menghargai jawaban dan pendapat teman lain saat berdiskusi dan presentasi B. Tujuan Pembelajaran Kognitif produk: 1. Dengan membaca buku, siswa mampu menyebutkan 3 ciri-ciri Protista 2. Melalui kegiatan diskusi dan mengerjakan LKS, siswa mampu menyebutkan minimal 4 ciri-ciri Protista mirip jamur 3. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan klasifikasi ciri-ciri Protista mirip jamur 4. Melalui kegiatan diskusi dan mengerjakan LKS, siswa mampu menyebutkan minimal 5 peranan Protista mirip jamur dalam kehidupan. Kognitif proses: 1. Dengan diberi gambar Protista, siswa dapat menjelaskan ciri-ciri Protista 2. Dengan kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu mengidentifikasi Protista yang mirip jamur 3. Dengan kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu mengidentifikasi peranan Protista mirip jamur dalam kehidupan Psikomotor: 2. Melalui permainan estafet, siswa mampu mengelompokkan contoh Protista yang menyerupai jamur beserta peranannya dalam kehidupan Afektif: 1. Melalui kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu bekerja sama dalam kelompok 2. Siswa mampu bersikap serius saat diskusi dan presentasi 3. Dengan kegiatan diskusi dan permainan estafet, siswa mampu menghargai jawaban dan pendapat teman lain saat berdiskusi dan presentasi.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 C. Materi Pembelajaran 1. Protista yang menyerupai jamur 2. Peranan Protista yang menyerupai jamur D. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Metode Pembelajaran : Permainan Estafet E. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1 (2 x 45 menit) Kegiatan (Waktu) Fase Kegiatan Guru dan Siswa Melakukan • Guru menanyakan kepada siswa apersepsi, apakah ada siswa yang pernah menyampaikan melihat daun tanaman yang tujuan dan membusuk Pendahuluan memotivasi siswa (5 menit) • Guru kembali mengajukan pertanyaan, apakah siswa tahu apa yang menyebabkan terjadinya hal tersebut • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menyampaikan masalah dan materi • Guru memunculkan fenomena adanya berbagai jenis penyakit pada tumbuhan Inti (65 • Guru meminta siswa memberikan menit) tanggapan atas fenomena tersebut • Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok dan memberikan LKS 2 kepada siswa untuk

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Kegiatan (Waktu) Fase Kegiatan Guru dan Siswa didiskusikan dalam kelompok Permainan estafet • Guru mengingatkan siswa mengenai peraturan yang digunakan dalam permainan estafet • Guru memandu permainan estafet Evaluasi • Guru bersama siswa menjawab pertanyaan yang ada dalam kartu soal • Guru melengkapi dan membenarkan jawaban siswa jika ada yang salah. Penghargaan • Guru memberi penghargaan kepada siswa dan kelompok yang Penutup (20 memperoleh hasil yang baik • Guru mengajak siswa untuk menit) merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya 2. Pertemuan 2 (1 x 45 menit) Kegiatan (Waktu) Fase Menyampaikan Pendahuluan tujuan dan (5 menit) Kegiatan Guru dan Siswa • Guru mengucapkan salam dan mengecek kesiapan siswa memotivasi siswa • Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Kegiatan (Waktu) Fase Pos test Kegiatan Guru dan Siswa • Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal pos test yang sudah Inti (35 dibagikan menit) • Guru meminta siswa mengisi lembar kuisioner yang sudah dibagikan Penutup (5 Penghargaan menit) • Guru mengucapkan terima kasih kepada siswa selama penelitian F. Sumber Belajar 1. Buku Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas X, Esis, Bab 5 2. Buku Biologi untuk SMA kelas X, Erlangga, Bab 4 3. Lembar Kerja Siswa 2 G. Penilaian 1. Soal post test 2. Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran 3. Lembar kuisioner motivasi siswa

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 3. Lembar bar K Kerja Kelompok LEMBAR KERJA SISWA 1 Kelompok : ________________ Anggota : _____________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Judul : Protist otista Mirip Hewan Tujuan : Meng ngklasifikasikan Protista mirip hewan, ciri-ciri iri yang dimiliki beserta rta peranannya dalam kehidupan. Perhatikan Gambar Be Berikut: (Amoeba ba prote proteus) (Toxoplasmaa gondi gondii) (Paramecium um) (Foraminifera) ra)

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 (Entamoeba histolytica) (Plasmodium falciparum) (Trypanosoma gambiense) (Balantidium coli) Pertanyaan Diskusi: 1. Sebutkan ciri-ciri yang dimiliki oleh Protista! _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________________________________________

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 2. Berdasarkan alat gerak yang dimiliki, Protista yang menyerupai hewan diklasifikasikan menjadi 4, yaitu _________________________________ _______________________________________________________________. 3. Identifikasilah ciri masing-masing Protista yang menyerupai hewan tersebut dengan bantuan gambar di atas! Kelas Ciri- ciri

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 4. Setelah selesai, carilah masing-masing contoh dari Protista yang menyerupai hewan, kemudian tuliskan peranannya masing-masing bagi kehidupan! Protista yang Menyerupai Hewan Peranan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LEMBAR KERJA SISWA 2 Kelompok : ________________ Anggota : _____________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Judul : Protista, Protista Mirip Jamur Tujuan : 1. Mengklasifikasikan Protista mirip jamur, ciri-ciri yang dimiliki beserta peranannya dalam kehidupan. Pertanyaan diskusi 1. Protista mirip jamur dikelompokkan menjadi dua, yaitu Myxomycota dan Oomycota. Mengapa dua kelompok tersebut dibedakan? Apa saja ciri yang dimiliki masing-masing kelompok tersebut? Saprolegnia Dictyostelum discoideum

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Dengan bantuan gambar berikut, kerjakan soal nomor 1! Pembeda Myxomycota Oomycota • Struktur tubuh • Habitat dan cara hidup • Spora yang dihasilkan • Reproduksi • Contoh 2. Setelah menyebutkan ciri-cirinya, identifikasilah peranan Protista yang menyerupai jamur! Protista menyerupai jamur Peranan dalam Kehidupan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran 4. Daftar Pertanyaan Permainan Estafet SOAL UNTUK PERMAIAN ESTAFET Siklus 1 1. Eukariotik adalah … 2. Ciri Protista selain eukariotik … (satu saja) 3. Peran Protista dalam ekologi … (satu saja) 4. Alat gerak pada Paramecium … 5. Protozoa penyebab penyakit malaria tropika … 6. Manfaat protozoa bagi manusia … (satu saja) 7. Pembagian Protozoa berdasarkan alat geraknya yaitu …, …, …, dan … 8. Penyebab penyakit disentri … 9. Alat gerak pada Amoeba … 10. Reproduksi seksual pada Ciliata … 11. Sporozoa yang terdapat pada kotoran kucing … 12. Protozoa yang merupakan petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam dan mineral … 13. Flagelata yang hidup bersimbiosis pada usus rayap … 14. Reproduksi aseksual pada Rhizopoda … 15. Fungsi vakuola kontraktil pada Paramecium … 16. Ciri Protista yang menyerupai hewan yaitu … 17. Kista diselubungi oleh kapsul polisakarida untuk … 18. Cara Protozoa memperoleh makanannya … 19. Amoeba melakukan reproduksi seksual. BENAR atau SALAH. 20. Rhizopoda yang hidup parasit di rongga mulut …

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Kunci jawaban: 1. Mempunyai membran inti sel 2. Uniseluler maupun multiseluler sederhana, beberapa hidup berkoloni, reproduksi secara seksual dan aseksual, umumnya hidup bebas di perairan, beberapa ada yang bersimbiosis dengan organisme lain, respirasi secara aerob (membutuhkan oksigen). 3. Sebagai sumber makanan bagi organisme lain 4. Silia (rambut getar) 5. Plasmodium falciparum 6. Sebagai petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam dan mineral ; atau sebagai bahan penggosok 7. Ciliata, flagelata, rhizopoda, dan sporozoa 8. Entamoeba histolytica 9. Pseudopodia (kaki semu) 10. Konjugasi 11. Toxoplasma gondii 12. Foraminifera 13. Trichonympha campanula 14. Pembelahan biner 15. Mengeluarkan sisa makanan yang berbentuk cair ke luar sel melalui membran sel serta mengatur kadar air dalam sel 16. Uniseluler, heterotrof, cikal bakal hewan yang lebih kompleks 17. Untuk melindungi Protozoa dari lingkungan yang tidak menguntungkan 18. Fagositosis, yaitu menelan dan mencerna mangsanya 19. Salah 20. Entamoeba gingivalis

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Siklus 2 1. Kesamaan jamur dengan Protista mirip jamur … 2. Cara memperoleh makanan pada jamur lendir … 3. Manfaat Protista yang menyerupai jamur … 4. Protista penyebab penyakit busuk pada tanaman kentang … 5. Zigot hasil ferilisasi pada jamur air akan tumbuh menjadi … 6. Reproduksi seksual pada jamur air … 7. Reproduksi seksual pada jamur lendir … 8. Phytophthora nicotinae merupakan jamur air yang hidup parasit pada … 9. Ciri protista yang menyerupai jamur selain eukariotik yaitu … 10. Penyakit rebah semai pada tanaman disebabkan oleh … 11. Makanan pada jamur lendir berupa … 12. Contoh Myxomycota adalah … 13. Contoh Oomycota adalah … 14. Myxomycota disebut jamur lendir karena … 15. Jamur lendir bersifat predator parasit karena …

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Kunci jawaban: 1. Menghasilkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai 2. Predator fagosit (menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik) 3. Sebagai organisme pengurai 4. Phytophthora infestans 5. Oospora 6. Penyatuan gamet jantan dan betina 7. Singami 8. Tanaman tembakau 9. Parasit maupun saprofit, menghasilkan spora, heterotrof, sebagai pengurai 10. Phytium sp. 11. Bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik 12. Dictyostelium discoideum, Coenonia sp., Acytostelium sp., Didymium sp., Physarum sp., Fuligo septica 13. Saprolegnia, Plasmopora viticola, Phytophthora infestans, Phytium sp., Phytophthora sojae, Phytophthora palmivora, Phytophthora nicotinae 14. Bentuknya yang seperti lendir berada di serasah daun hutan dan sampah kayu lapuk 15. Membunuh Organisme hidup lainnya dan memanfaatkan energi organisme tersebut untuk menunjang kehidupan jamur tersebut

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Lampiran 5. Handout Materi Protista HANDOUT MATERI PROTISTA A. Ciri Protista Kingdom Protista adalah kelompok organisme yang memiliki struktur sel eukariotik (mempunyai membran inti sel), uniseluler maupun multiseluler dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya. Protista digolongkan menjadi tiga, yaitu Protista yang menyerupai jamur, Protista yang menyerupai hewan, dan Protista yang menyerupai tumbuhan. B. Protista yang Menyerupai Hewan Protista yang menyerupai hewan lebih dikenal dengan istilah Protozoa (Yunani, proto = pertama, zoa = hewan). Disebut Protozoa karena memiliki ciri uniseluler, heterotrof, dan merupakan cikal bakal hewan yang lebih kompleks. Protozoa dapat bergerak secara bebas. Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 1 sampai 200 mikron ( m). Bentuk sel Protozoa sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Sebagian besar Protozoa memiliki alat gerak berupa pseudopodia (kaki semu), silia (rambut getar), atau flagella (bulu cambuk). Beberapa kelompok Protozoa memiliki cangkang. Sel Protozoa umumnya terdiri dari membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil dan inti sel. Masing-masing organel sel mempunyai fungsi yang spesifik, yaitu sebagai berikut:

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 1) Membran sel berfungsi sebagai pelindung serta pengatur pertukaran makanan dan gas. 2) Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan. Makanan yang telah masuk dalam vakuola makanan kemudian masuk ke dalam sitoplasma secara difusi. Sisa makanan dikeluarkan dari vakuola ke luar sel melalui membran plasma. 3) Vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair ke luar sel melalui membran sel serta mengatur kadar air dalam sel. 4) Inti sel berfungsi mengatur aktivitas sel. Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, Protista lain, dan sampah organisme. Protozoa hidup soliter (hidup bebas) atau berkoloni pada habitat yang beragam. Sebagian besar Protozoa hidup bebas di laut atau di air tawar. Ada pula Protozoa yang hidup di tanah. Beberapa jenis Protozoa hidup dalam tubuh hewan dan manusia dengan cara bersimbiosis. Sebagian besar Protozoa melakukan reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Pembelahan diawali dengan pembelahan inti yang diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Sebagian Protozoa melakukan reproduksi secara seksual dengan penyatuan sel generatif (gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif yang disebut konjugasi. Dalam siklus hidupnya, beberapa Protozoa menghasilkan sel tidak aktif yang disebut kista. Kista diselubungi oleh kapsul polisakarida yang melindungi Protozoa dari lingkungan yang tidak menguntungkan seperti kekeringan. Jika kondisi lingkungan membaik,

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 misalnya tersedia makanan dan air maka dinding kista akan pecah dan Protozoa keluar untuk memulai hidupnya kembali. Protozoa dikelompokkan menjadi empat kelas berdasarkan alat gerak yang dimiliki, yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, dan Sporozoa. 1. Rhizopoda (Sarcodina) Semua Protozoa yang tergolong kelas Rhizopoda bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk pseudopodia (kaki semu). Bentuk pseudopodia beragam, ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. Pseudopodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan. Pada Rhizophoda yang bercangkang, pseudopodia menjulur keluar dari cangkang. Bentuk sel Rhizopoda berubah-ubah saat diam dan bergerak. Sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma dan endoplasma. Ektoplasma adalah plasma sel bagian luar yang berbatasan dengan membran plasma. Endoplasma adalah plasma sel pada bagian dalam sel. Ektoplasma bersifat lebih kental daripada endoplasma. Aliran endoplasma dan ektoplasma ini berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia. Pada proses makan, pseudopodia mengelilingi makanan dan membentuk vakuola makanan. Di dalam vakuola makanan, makanan dicerna. Zat makanan hasil cernaan dalam vakuola makanan masuk ke dalam sitoplasma secara difusi. Sedangkan sisa makanan dikeluarkan dari vakuola ke luar sel melalui membran plasma.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Rhizopoda berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, Rhizopoda tertentu dapat beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista. Rhizopoda akan menjadi aktif kembali jika kondisi lingkungan sesuai. Rhizopoda umumnya hidup bebas di tanah yang lembab dan di lingkungan berair, baik di darat maupun di laut. Rhizopoda bersifat heterotrof dengan memangsa alga uniseluler, bakteri, atau Protozoa lain. Rhizopoda yang hidup bebas di tanah lembab contohnya Amoeba proteus. Rhizopoda ada yang hidup sebagai parasit di dalam tubuh hewan dan manusia. Entamoeba gingivalis merupakan parasit pada gusi dan gigi manusia. Entamoeba histolytica merupakan parasit dalam usus manusiadan menyebabkan penyakit disentri. Parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang mengandung kista Entamoeba karena tercemar kotoran. Gambar 9. Struktur Amoeba

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 2. Ciliata (Ciliophora/ Infusoria) Ciliata atau Ciliophora bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Silia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Selain berfungsi sebagai alat gerak, silia juga merupakan alat bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke sitostoma. Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan. Sel Ciliata memiliki ciri khusus lain, yaitu memiliki dua buah inti, makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus yang berukuran lebih besar memiliki fungsi vegetatif yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan. Mikronukleus yang berukuran lebih kecil memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi. Ciliata juga memiliki trikokis yang berfungsi untuk pertahanan diri dari musuh. Ciliata hidup bebas di lingkungan berair baik air tawar maupun air laut. Ciliata juga hidup di dalam tubuh hewan lain secara simbiosis maupun parasit. Ciliata yang hidup bebas di alam contohnya adalah Paramecium caudatum, Didinium, Stentor, Balantidium, dan Vorticella. Jenis lainnya hidup bersimbiosis dalam perut hewan pemakan rumput dan berfungsi membantu hewan tersebut mencerna selulosa yang terdapat dalam rumput. Hanya sedikit jenis Ciliata yang yang hidup sebagai parasit, seperti Balantidium coli. Ciliata ini hidup pada usus besar ternak atau manusia dan dapat menyebabkan diare (balantidiosis).

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Ciliata melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual dilakukan dengan konjugasi. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner membujur (transversal). Gambar 10. Struktur Paramecium 3. Flagellata (Mastigophora) Flagellata atau Mastigophora bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagelum. Sebagian besar Flagellata memiliki dua flagelum. Flagelum ada yang terletak di bagian belakang sel (posterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. Flagelum juga ada yang terletak di bagian depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik sel. Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan cara pembelahan biner membujur, misalnya pada Trypanosoma. Flagellata ada yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun air laut, hidup bersimbiosis, atau parasit dalam tubuh hewan. Flagellata yang hidup bersimbiosis seperti Trichonympha campanula hidup pada usus

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 rayap dan kecoa kayu. Flagellata ini membantu rayap atau kecoa mencerna kayu yang dimakan serangga tersebut. Flagellata yang hidup parasit antara lain Trypanosoma brucei (penyebab penyakit tidur pada manusia di Afrika), Trypanosoma evansi (penyebab penyakit surra pada hewan ternak), Trichomonas vaginalis (penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria), serta Leishmania (penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia. Trypanosoma dan Leishmania dibawa oleh jenis lalat tertentu yang menghisap darah manusia, contohnya lalat tsetse, Glossina moritans. Lalat ini menularkan penyakit tidur. Penyakit ini merusak sistem saraf pusat dan pembuluh darah sehingga penderita tidak dapat berbicara dan berjalan, tidur terus-menerus, dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Gambar 11. Struktur Trypanosoma gambiense

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 4. Sporozoa (Apicomplexa) Sporozoa adalah kelompok protista uniseluler yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Seluruh jenis Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Spora Plasmodium (sporozoit) masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di dalam tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel-sel hati. Di dalam sel-sel hati, sporozoit mengalami pembelahan mitosis berkali-kali, membentuk merozoit. Merozoit membelah menjadi kriptozoit. Kriptozoit selanjutnya masuk ke pembuluh darah dan menyerang sel darah merah (eritrosit). Beberapa sel merozoit membelah dan menghasilkan sel gamet betina (makrogametosis) dan sel gamet jantan (mikrogametosis). Kedua gamet ini akan melakukan perkawinan dalam tubuh nyamuk Anopheles betina, jika penderita malaria digigit nyamuk. Setelah terjadi perkawinan kedua gamet dan terbentuk zigot, zigot akan menerobos dinding usus nyamuk dan mengalami proses

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 pembentukan spora. Zigot kemudian pecah menghasilkan sel-sel sporozoit yang bergerak menuju kelenjar air liur nyamuk. Jika nyamuk menggigit manusia, air liur yang dikeluarkan untuk mencegah membekunya darah sudah mengandung sporozoit. Sporozoit ini kemudian masuk ke dalam darah manusia. Gambar 12. Struktur Toxoplasma gondii C. Protista yang Menyerupai Jamur Anggota Protista yang menyerupai jamur adalah kelompok Protista jamur air dan jamur lendir. Kesamaan yang dimiliki dengan jamur adalah memiliki struktur yang menghasilkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai. Ciri umum yang dimiliki oleh anggota Protista mirip jamur adalah tidak berklorofil, hidup di tempat lembab, dan bersifat heterotrof. Protista mirip jamur dikelompokkan menjadi dua, yaitu jamur air (Oomycota) dan jamur lendir (Myxomycota).

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 1. Jamur air (Oomycota) Kebanyakan spesies jamur air hidup bebas dan mendapatkan nutrisi dari sisa-sisa tumbuhan di perairan seperti kolam dan danau. Beberapa jamur air hidup di dalam jaringan yang mati pada tumbuhan. Beberapa jenis jamur air juga parasit pada organisme akuatik, misalnya Saprolegnia. Saprolegnia hidup menempel pada tubuh ikan atau hewan air lainnya. Beberapa jamur air lain merupakan patogen pada tanaman yang dapat menyebabkan penyakit dan kebusukan pada tanaman. Jamur air dapat melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, jamur air akan menghasilkan sporangium di ujung hifa (benang/ filamen). Sporangium ini akan menghasilkan zoospora yang akan berkecambah dan tumbuh menjadi miselium baru. Reproduksi secara seksual terjadi dengan penyatuan gamet betina dan jantan. Gamet dihasilkan oleh hifa yang berdiferensiasi. Gamet jantan dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina dihasilkan oleh oogonium. Penyatuan kedua gamet ini akan menghasilkan zigot diploid yang berkembang menjadi spora berdinding tebal. Spora kemudian berkecambah dan menghasilkan miselium baru.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Gambar 13. Struktur Saprolegnia 2. Jamur lendir (Myxomycota) Disebut jamur lendir karena tubuhnya diselubungi lendir dan tidak memiliki dinding sel. Seluruh jamur lendir menghasilkan sel-sel yang hidup bebas pada sebagian siklus hidupnya. Sel-sel yang hidup bebas ini disebut amoeboid karena memiliki bentuk seperti Amoeba. Seperti Amoeba yang sesungguhnya, jamur lendir merupakan predator fagosit yang dapat menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik. Siklus hidup jamur lendir melalui fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, plasmodium bergerak ameboid untuk mengelilingi dan menelan makanan yang berupa bahan organik. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan, dan sisa-sisa yang tidak tercerna ditinggalkan sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah mencapai dewasa, plasmodium membentuk sporangium (kotak spora) yang sangat kecil, bertangkai dan berisi banyak spora. Sporangium yang matang akan pecah dan spora disebarkan oleh angin. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 berkecambah dan membentuk sel gamet yang berflagela atau sel-sel gamet yang mirip Amoeba dan bersifat haploid. Sel-sel gamet kemudian melakukan peleburan antara dua sel gamet yang memiliki bentuk dan ukuran sama namun tidak dapat dibedakan jantan dan betina. Hasil peleburan dua gamet ini kemudian membentuk zigot yang tumbuh menjadi plasmodium. Gambar 14. Siklus hidup Myxomycota D. Peranan Protista dalam Kehidupan Manusia Protista ada yang bersifat menguntungkan dan merugikan manusia. Berikut ini adalah peranan Protista dalam kegidupan manusia: 1) Protista menyerupai jamur Protista yang menyerupai jamur mempunyai peranan yang merugikan bagi manusia, yaitu dapat menyebabkan penyakit busuk pada tanaman kentang (oleh Phytophthora infestan) dan penyakit busuk pada daun tembakau (oleh Phytophthora nicotinae).

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 2) Protista menyerupai hewan Protozoa dapat menguntungkan dan merugikan manusia. Protozoa yang menguntungkan antara lain: a) Protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam karena Protozoa adalah pemangsa bakteri. b) Protozoa merupakan zooplankton dan bentos (sebagai sumber makanan bagi hewan air, seperti udang, kepiting dan ikan). c) Foraminifera yang cangkang atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam dan mineral. d) Radiolaria yang jika kerangkanya mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolaria yang digunakan sebagai bahan penggosok. Protozoa yang merugikan yaitu dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, seperti disentri (Entamoeba histolytica), penyakit pada hewan ternak kambing, sapi dan kuda (Trypanosoma evansi), diare (Balantidium coli), malaria (Plasmodium), serta parasit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki (Trichomonas vaginalis).

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Lampiran 6. Soal pre test KISI-KISI SOAL PRE TEST Aspek Indikator • Mendeskripsikan Ingat Pemaha Penera Anali Sintes Evalu an man pan sis is asi 1 2 4 5 8, 13 11, 18 3, 6, 7, 12, 9, 14, 20 16,19 15 ciri-ciri Protista • Mendeskripsikan 17 ciri-ciri Protista yang menyerupai jamur dan Protista yang menyerupai hewan • Mengklasifikasikan Protista yang menyerupai jamur dan peranannya dalam kehidupan • Mengklasifikasikan Protista yang menyerupai hewan dan peranannya dalam kehidupan 10

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 PRE TEST 1. 2. Protista merupakan organisme eukariotik. Pengertian eukariotik adalah … a. Mempunyai membran inti sel b. Tidak mempunyai inti sel c. Mempunyai inti sel d. Tidak memiliki membran inti sel e. Mempunyai mitokondria Berikut ini adalah beberapa ciri makhluk hidup. (1) Prokariot (4) Multiseluler (2) Eukariot (5) Memiliki beberapa jaringan (3) Uniseluler Yang merupakan ciri Protista adalah … 3. 4. 5. a. 1,3,4 d. 2,3,5 b. 2,3,4 e. 2,4,5 c. 1,4,5 Protozoa dapat digolongkan menjadi empat kelas berdasarkan … a. Bentuk tubuhnya d. Alat geraknya b. Pigmen e. Cara memperoleh makanan c. Ukuran tubuhnya Jamur lendir memperoleh makanan dengan cara … a. Parasit d. Predator fagosit b. Saprofit e. kemoautotrof c. Fotoautotrof Pernyataan berikut yang tidak tepat mengenai Sporozoa adalah … a. Anggotanya antara lain penyebab penyakit malaria b. Tidak memiliki alat gerak c. Inti memiliki membran d. Melakukan pembelahan biner

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 e. 6. 7. Hidup bebas di alam Penyebab penyakit malaria adalah … a. Balantidium d. Entamoeba b. Plasmodium e. Trypanosoma c. Toxoplasma Jenis Flagellata yang menyebabkan penyakit tidur dan penyakit surra secara berturut-turut yaitu … 8. 9. a. Trypanosoma rhodosiense dan Trichomonas vaginalis b. Leishmania tropika dan Trypanosoma evansi c. Trypanosoma cruzi dan Trypanosoma evansi d. Trypanosoma rhodosiense dan Trypanosoma cruzi e. Trypanosoma rhodosiense dan Trypanosoma evansi Secara aseksual, jamur air akan menghasilkan … di ujung hifa (benang). a. Zoospora d. Zigot b. Miselium e. Spora c. Sporangium Tindakan preventif terhadap penyakit malaria adalah berikut, kecuali … a. Tidur memakai kelambu b. Membersihkan selokan supaya air tidak menggenang c. Memberantas jentik-jentik nyamuk yang ada di air d. Membiarkan adanya genangan air e. Menyemprotkan obat anti nyamuk dalam ruangan 10. Seorang siswa mendapatkan beberapa ikan mas koki peliharaannya mati dengan bercak-bercak pada tubuhnya. Bercak-bercak ini diduga sebagai penyebab kematian ikan tersebut. Bercak-bercak tersebut kemungkinan adalah infeksi … a. Phytophthora infestans b. Dictyostelium discoideum

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 c. Plasmopora viticola d. Paramecium e. Saprolegnia 11. Myxomycota merupakan Protista yang menyerupai jamur dan memiliki sifat seperti Amoeba karena … a. b. Dapat bergerak dengan kaki c. Bersifat saprofit semu d. Menghasilkan lendir Dapat bergerak dengan silia e. Tidak memiliki klorofil 12. Kelompok mikroorganisme ini termasuk filum Protozoa dan menguntungkan manusia adalah … a. Entamoeba coli, Trypanosoma cruzi, Euglena b. Balantidium coli, Foraminifera, Giardia lambia c. Entamoeba coli, Foraminifera, Radiolaria d. Trypanosoma rhodensiense, Noctiluca sp., Foraminifera e. Radiolarian, Balantidium coli, Euglena 13. Yang termasuk dalam kelompok Oomycota kecuali … a. Dyctyostelium discoideum d. Plasmopora viticola b. Saprolegnia e. Phytophthora infestans c. Pythium 14. Sejenis Protista memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Patogen pada tanaman (2) Berwarna putih (3) Tumbuh bergerombol pada buah anggur Protista yang dimaksud adalah … a. Plasmopora viticola d. Gloeocapsa b. Saprolegnia e. Dyctyostelium discoideum c. Phytophthora infestans

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 15. Dari hasil pengamatan air kolam di bawah mikroskop, ditemukan Protozoa berikut ini: Berdasarkan ciri-cirinya, Protozoa 1, 2, dan 3 secara berurutan termasuk kelompok … a. Ciliata, Rhizopoda, dan Flagelata b. Rhizopoda, Flagelata, dan Ciliata c. Rhizopoda, Ciliata, dan Sporozoa d. Flagelata, Rhizopoda, dan Ciliata e. Sporozoa, Ciliata, dan Flagelata 16. Berikut ini adalah Protozoa yang memiliki alat gerak, kecuali … a. Paramecium dan Plasmodium b. Plasmodium dan Trypanosoma c. Euglena dan Amoeba d. Trypanosoma dan Toxoplasma e. Plasmodium dan Toxoplasma 17. Budi dan kawan-kawannya mengamati preparat darah, dan menemukan hewan kecil yang bergerak-gerak, mempunyai bulu cambuk, dan hanya terdiri dari satu sel sehingga Budi dan kawan-kawan berkesimpulan bahwa makhluk hidup kecil ini adalah … a. Paramecium d. Euglena b. Trypanosoma e. Foraminifera c. Plasmodium

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 18. Contoh jamur lendir adalah … a. Physarum dan Saprolegnia b. Plasmopora viticola dan Phytophthora infestans c. Dictyostelium discoideum dan Coenonia sp. d. Phytium sp. dan Acytostelium sp. e. Saprolegnia dan plasmopora viticola 19. Hubungan Protozoa dan penyakit yang ditimbulkan berikut benar, kecuali … a. Trypanosoma evansi - penyakit tidur b. Entamoeba histolytica - disentri c. Leishmania donovani - penyakit kalaazar d. Plasmodium falciparum - malaria tropikana e. Trichomonas vaginalis - infeksi saluran urine pada vagina 20. Protozoa yang fosilnya berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi adalah … a. Foraminifera b. Amoeba c. Radiolaria d. Trypanosoma e. Paramaecium

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 PEDOMAN KUNCI JAWABAN PRE TEST 1. A 11. D 2. B 12. C 3. D 13. A 4. D 14. A 5. E 15. B 6. B 16. E 7. E 17. B 8. C 18. C 9. D 19. A 10. E 20. A

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Lampiran 7. Soal post test siklus I dan siklus II KISI-KISI SOAL POST TEST SIKLUS I Aspek Indikator • Mendeskripsikan ciriciri Protista • Mendeskripsikan ciri- Ingat Pemaha Penera Ana Sintes Evalu an man pan lisis is asi 6 4, 10 9 2 1, 8, 3, 7, 15, 5, 11, 19 16, 17, 12, 13, 20 14, 18 ciri Protista yang menyerupai hewan • Mengklasifikasikan Protista yang menyerupai hewan beserta peranannya dalam kehidupan

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 SOAL POST TEST SIKLUS I 1. Di antara Flagellata, yang menyebabkan penyakit sura pada ternak melalui vector lalat tabanus adalah … 2. a. Trypanosoma equiperdum d. Trypanosoma rhodesiense b. Trypanosoma evansi e. Trypanosoma cruzi c. Trypanosoma gambiense Protozoa ada yang bergerak secara ameboid, yaitu dengan cara … a. Berpindah tempat dengan d. membuat kaki 3. b. Membuat semacam akar c. Membuat aliran sitoplasma Membuat lekukan sitoplasma e. Membuat tonjolan protoplasma Amoeba, Paramecium, dan Plasmodium merupakan kelompok … a. Protista menyerupai hewan c. Protozoa bersilia b. Protista menyerupai d. Protozoa ameboid tumbuhan e. Protozoa berkaki semu 4. Organisme yang tergolong dalam Protista memiliki ciri … 5. a. Mirip hewan, mirip tumbuhan, mirip jamur, dan mirip bakteri b. Memiliki dinding sel dan membran inti c. Terdiri atas satu sel atau banyak sel yang belum terdiferensiasi d. Bersifat saprofit dan parasit e. Berklorofil sehingga dapat berfotosintesis Perhatikan ciri-ciri hewan Protozoa berikut ini: • Tidak mempunyai rangka • Mempunyai kaki semu (pseudopodia) • Hidup soliter atau berkoloni • Bentuk tubuh tidak tetap

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Protozoa dengan ciri tersebut termasuk kelas … a. Mastigophora d. Sprozoa b. Sarcodina e. Flagellata c. Ciliata 6. Protista merupakan organisme eukariotik. Pengertian eukariotik adalah … 7. a. Mempunyai inti sel d. Mempunyai membran inti sel b. Tidak mempunyai inti sel e. Tidak memiliki membran inti c. Mempunyai mitokondria sel Perbedaan organisme dalam kelas Ciliata dengan kelas Rhizopoda adalah pada Ciliata … 8. 9. a. Memiliki vakuola kontraktil b. Bereproduksi dengan cara membelah diri c. Memiliki dua tipe nukleus d. Bergerak dengan bulu cambuk e. Mengambil makanannya dengan silia Contoh Ciliata yang hidup parasit adalah … a. Paramecium d. Stentor b. Balantidium coli e. Vorticela c. Didinium Protozoa memiliki ciri berikut, kecuali … a. Bersifat eukariotik d. Bersifat parasit b. Dapat bergerak e. Heterotrof c. Memiliki dinding sel 10. Protista mempunyai peran penting dalam ekologi karena … a. Merupakan zooplankton b. Merupakan materi organik yang telah mati

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 c. Merupakan fitoplankton d. Bersifat kosmopolit e. Merupakan makanan bagi organisme lain 11. Lihat tabel berikut ini: Jenis Flagellata Nama Penyakit Trypanosoma gambiense A. Chagas Trypanosoma cruzi B. Surra Trypanosoma evansi C. Penyakit tidur Trypanosoma brucei D. agana Pasangan yang tepat antara jenis Flagellata dengan penyakit yang ditimbulkan adalah … a. 1-B, 2-D, 3-A, 4-C d. 1-A, 2-C, 3-D, 4-B b. 1-D, 2-C, 3-A, 4-B e. 1-C, 2-D, 3-B, 4-A c. 1-C, 2-A, 3-B, 4-D 12. Suatu organisme memiliki ciri sebagai berikut: • Bersel satu • Bergerak dengan 3 atau lebih flagella • Parasit pada organ reproduksi wanita Organisme itu adalah … a. Trypanosoma rhodesiense d. Trichomonas vaginalis b. Candida albicans e. Trichomonas foetus c. Amoeba histolytica Untuk soal nomor 13 dan 14 lihat nama jenis organisme berikut ini: i. Amoeba proteus iv. Plasmodium ovale ii. Entamoeba gingivalis v. Nyctoterus ovalis iii. Paramecium caudatum vi. Euglena viridis

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 13. Organisme yangg hi hidup bebas adalah … a. i, iii, dan v d. ii, iv, dann v b. i, iii, dann vi e. ii, iv, dann vi c. i, ii, dan v 14. Organisme yangg hi hidup parasit adalah … a. i, iii, dan v d. ii, iv, dann v b. i, iii, dann vi e. ii, iv, dann vi c. i, ii, dan v 15. Lihat gambar beri berikut ini! Gambar di sampi mping merupakan reproduksi produksi Paramecium den dengan cara … a. Pembelahan han bi biner b. Sporogoni d. Fertilisasi c. Konjugasi e. Hermafrodit 16. Pernyataan yangg ttidak benar adalah … a. Gamet Plasm lasmodium hanya akan terbentuk di dalam m tubuh nyamuk Anopheles be betina b. Nyamuk Anophe nopheles jantan tidak dapat menjadi vector Plasm lasmodium c. Pecahnya er eritrosit manusia akibat Plasmodium meny nyebabkan tubuh demam d. Gamet Plasm lasmodium tidak dapat terbentuk di dalam m tubuh nyamuk Anopheles ja jantan e. Masuknya spor sporozoit ke dalam sel hati menyebabka bkan suhu tubuh meningkatt

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 17. Perhatikan gamba bar berikut ini! Urutan tahap pem embelahan biner yang benar adalah … d. 3 – 1 – 5 – 2 – 4 – 6 a. 3 – 5 – 1 – 6 – 2 – 4 e. 3 – 6 – 2 – 5 – 1 – 4 b. 5 – 4 – 1 – 3 – 6 – 2 c. 5 – 2 – 4 – 6 – 3 – 1 penyakit malaria dengan mencegah terjadiny 18. Pemberantasann pe dinya genangan air uk … bertujuan untuk a. Membasmii nnyamuk vector secara kimia b. us daur hidup Plasmodium Memutus c. bunuh kum kuman Plasmodium Membunuh d. Membasmii nnyamuk Anopheles betina e. Membasmii nnyamuk vector secara alami mpertahankan diri dari musuh yang dimiliki Cil 19. Alat untuk mempe iliata adalah … a. Vakuola kont kontraktil d. Pelikel b. Vakuola maka akanan e. Trikosis c. Rambut getar tar 20. Amoeba menelan lan m makanannya dengan cara fagositosis, yaitu u… a. Pseudopodia udopodia m mengelilingi makanan membentuk vakuola m kuola makanan b. Makanann ber berdifusi masuk melalui membran plasma c. Vakuola maka akanan bergerak mendekati makanan d. Makanann ma masuk ke sitofaring lalu ke vakuola makanan e. Vakuola maka akanan terbuka dan menyelubungi makanan

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 PEDOMAN KUNCI JAWABAN POST TEST SIKLUS I 1. B 11. C 2. E 12. D 3. A 13. B 4. C 14. D 5. B 15. C 6. D 16. E 7. C 17. A 8. B 18. B 9. C 19. E 10. E 20. A

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 KISI-KISI SOAL POST TEST SIKLUS II Aspek Indikator Ingatan • Mendeskripsikan Pemaham Penera Ana Sint Evalu an pan lisis esis asi 4, 18, 20 ciri-ciri Protista yang menyerupai jamur • Mengklasifikasika 5, 7, 10, 1, 2, 3, 6, n Protista yang 13, 14, 9, 11, 12 menyerupai jamur 15, 16, beserta peranannya 17, 19 dalam kehidupan 8

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 SOAL POST TEST SIKLUS II 1. Contoh jamur lendir adalah … a. Physarum dan Saprolegnia b. Dictyostelium discoideum dan Coenonia sp. c. Plasmopora viticola dan Phytophthora infestans d. Phytium sp. dan Acytostelium sp. e. Saprolegnia dan plasmopora viticola 2. Pernyataan berikut yang tidak tepat mengenai jamur air adalah … 3. a. Tubuh berupa miselium b. Spora berkembang menjadi ameboid c. Bersifat parasit maupun saprofit d. Reproduksi seksual dengan penyatuan gamet e. Menghasilkan spora berflagela Pasangan yang tepat antara Protista mirip jamur dengan penyakit yang ditimbulkan adalah … 4. a. Saprolegnia – patogen pada tanaman anggur b. Plasmopora viticola – penyakit busuk pada tanaman tomat c. Phytophthora infestans – penyakit busuk pada tanaman kentang d. Phytophthora infestans – parasit pada ikan dan serangga e. Phytophthora sojae – parasit pada tanaman tembakau Protista yang menyerupai jamur memiliki kesamaan dengan jamur. Berikut ini merupakan persamaan keduanya, kecuali … a. Struktur tubuh berupa d. miselium b. Menghasilkan spora c. Parasit Reproduksi secara vegetatif dan generatif e. Tidak bergerak aktif

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 5. Seperti halnya jamur, Oomycota juga dapat menghasilkan spora aseksual berupa … 6. a. Sporangiospora b. Oospora c. Blastospora d. e. Konidospora Zoospora Myxomycota merupakan Protista yang menyerupai jamur dan memiliki sifat seperti Amoeba karena … 7. a. Menghasilkan lendir b. Dapat bergerak dengan silia c. Tidak memiliki klorofil d. Dapat bergerak dengan kaki semu e. Bersifat saprofit Salah satu manfaat Protista yang menyerupai jamur adalah … a. Sebagai bahan makanan b. Menghasilkan antibiotik c. Pembusuk bahan organik d. Dapat diolah menjadi makanan suplemen e. Membasmi hama pada perairan 8. Ditemukan organisme dengan ciri sebagai berikut: 1) Heterotrof fagosit 2) Dapat menelan bakteri, hama, spora 3) Memiliki bentuk seperti Amoeba Organisme yang dimaksud adalah … 9. a. Jamur air d. Sporozoa b. Oomycota e. Jamur c. Myxomycota Pasangan yang tepat antara Protista mirip jamur dengan contohnya adalah … a. Oomycota – Didymium sp. d. Oomycota – Physarum sp. b. Myxomycota – Saprolegnia e. Oomycota – Pythium sp. c. Myxomycota – Phytophthora infestans

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 10. Secara aseksual, jamur air akan menghasilkan … di ujung hifa (benang). a. Zoospora d. Zigot b. Miselium e. Spora c. Sporangium 11. Protista mirip jamur dibagi menjadi filum Myxomycota dan Oomycota berdasarkan … a. b. Ada tidaknya sekat pada c. Cara reproduksi vegetatif benang hifa d. Cara reproduksi generatif Tipe spora yang dihasilkan e. Fase vegetatif dan generatif 12. Phytophthora infestans adalah jamur air yang menyebabkan penyakit busuk layu pada … a. Tomat dan pepaya d. Anggur dan tomat b. Kentang dan cabai e. Tomat dan kentang c. Cabai dan anggur 13. Zigot hasil fertilisasi pada jamur air akan tumbuh menjadi … a. Zoospora d. Oospora b. Zigospora e. Aplanospora c. Endospora 14. Struktur tubuh vegetatif jamur lendir memiliki ciri mirip … a. Plasmodium d. Balantidium b. Paramecium e. Trypanosoma c. Amoeba 15. Jamur air berkembang biak secara aseksual dengan cara … a. Membentuk zoospora d. Pembelahan biner b. Membentuk zigospora e. Membentuk tunas c. Fragmentasi

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 16. Penyakit rebah semai yang mematikan bibit tanaman disebabkan oleh … a. Phytophthora palmifera d. Plasmopora viticola b. Pythium sp. e. Fuligo septica c. Saprolegnia 17. Jamur lendir memperoleh makanan dengan cara … a. Parasit d. Fotoautotrof b. Saprofit e. Kemoautotrof c. Predator fagosit 18. Berikut ini adalah ciri Protista yang menyerupai jamur, yaitu … a. Menghasilkan spora dan bahan penggosok b. Heterotrof dan sebagai bahan makanan c. Parasit dan sebagai bahan makanan d. Sebagai organisme pengurai dan autotrof e. Sebagai organisme pengurai dan menghasilkan spora 19. Reproduksi seksual pada jamur lendir terjadi secara … a. Anisogami d. Skizogoni b. Singami e. Sporogoni c. Konjugasi 20. Jamur lendir dan jamur air tidak dimasukkan dalam kingdom Fungi karena adanya ciri yang berbeda dengan Fungi, yaitu … a. Kandungan pigmen dan bentuk tubuh b. Struktur dinding dan membran sel c. Struktur tubuh dan cara reproduksi d. Cara memperoleh makanan e. Habitat dan perilaku

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 PEDOMAN KUNCI JAWABAN POST TEST SIKLUS II 1. B 11. B 2. B 12. E 3. D 13. D 4. A 14. C 5. E 15. A 6. D 16. B 7. C 17. C 8. A 18. E 9. E 19. B 10. C 20. C

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Lampiran 8. Lembar Observasi Siswa LEMBAR OBSERVASI Nama Sekolah : SMA Budya Wacana Yogyakarta Kelas :XA Mata Pelajaran : Biologi Materi : Protista Hari, tanggal : Siklus : Kelompok : Petunjuk: 1. Amati aktivitas kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar! 2. Berikan tanda check (√) yang sesuai dengan keadaan yang Anda amati! No 1 Aspek yang Diamati 1 Fase diskusi kelompok a. Siswa antusias selama berdiskusi dengan kelompok b. Siswa mengingatkan teman sekelompok yang tidak terlibat dalam mengerjakan LKS c. Siswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan mengerjakan LKS d. Siswa bertanya hal yang belum jelas di LKS pada guru e. Siswa menanggapi jawaban LKS yang disampaikan kelompok lain. 2 Fase permainan estafet a. Siswa tertarik dan antusias mengikuti permainan 2 3 4

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 No Aspek yang Diamati 1 2 3 estafet b. Siswa mengikuti permainan estafet dengan semangat c. Siswa berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan dengan sungguh-sungguh d. Siswa memperhatikan guru dalam mengarahkan permainan Total Skor Panduan skoring: 4 = jika ≥ 4 siswa yang melakukan 3 = jika 3 siswa yang melakukan 2 = jika 2 siswa yang melakukan 1 = jika hanya 1 siswa yang melakukan Catatan: setiap kelompok beranggotakan 4 – 5 orang. Yogyakarta, November 2013 Observer, ( __________________________ ) 4

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Lampiran 9. Lembar Kuisioner Siswa LEMBAR KUISIONER PENGGUNAAN METODE PERMAINAN ESTAFET TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MATERI PROTISTA Nama : __________________________ No Absen : __________________________ Petunjuk: 1. Tulislah nama dan nomor absen pada bagian yang telah disediakan. 2. Berikan tanda check (√) pada kolom yang tersedia. SS = sangat setuju, S = setuju, TS = tidak setuju, STS = sangat tidak setuju 3. Baca setiap pernyataan dengan teliti tanpa ada yang terlewatkan 4. Setiap jawaban Anda adalah benar, maka jangan terpengaruh dengan jawaban teman anda, jawaban anda tidak mempengaruhi nilai anda. No Pernyataan SS 1 Saya berani dan senang mengemukakan pendapat saat diskusi kelompok untuk memecahkan masalah 2 Saya tidak mempersiapkan diri sebelum mengikuti pelajaran materi Protista 3 Belajar biologi dengan permainan estafet dapat membuat saya lebih ingin giat belajar dan maju 4 Belajar biologi materi Protista dengan permainan estafet membuat saya bersemangat untuk mendapatkan nilai yang bagus 5 Belajar biologi dengan permainan estafet pada materi S TS STS

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 No Pernyataan SS Protista membuat saya lebih mudah untuk memahami materi 6 Saya kurang memperhatikan penjelasan guru tentang konsep awal yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif permainan estafet 7 Setelah saya mengikuti pelajaran dengan permainan estafet, saya berusaha mempersiapkan diri untuk pertemuan berikutnya 8 Belajar dengan permainan estafet membuat saya lelah sehingga tidak konsentrasi dalam mengikuti pelajaran 9 Untuk mendapat hasil belajar yang bagus, saya berusaha mengerahkan seluruh kemampuan yang ada pada diri saya 10 Saya tidak menginginkan hasil belajar yang bagus karena saya tidak suka pelajaran Biologi 11 Penghargaan atas prestasi yang saya kerjakan, mendorong saya lebih giat belajar 12 Saya merasa bosan dan tidak tertarik pada pelajaran karena permainan estafet 13 Saya bisa berkonsentrasi karena suasana belajar dengan permainan estafet menyenangkan 14 Saya akan semakin semangat belajar bila suasana belajar menyenangkan 15 Penghargaan yang diberikan guru membuat saya semakin percaya diri dalam proses pembelajaran 16 Dengan model pembelajaran kooperatif permainan estafet membuat suasana kelas menjadi ribut sehingga saya sulit berkonsentrasi 17 Saya merasa puas akan hasil belajar yang saya peroleh S TS STS

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 No Pernyataan 18 Penghargaan yang diberikan oleh guru tidak mendorong saya untuk lebih giat dalam pelajaran pada materi yang akan dipelajari selanjutnya 19 Saya tidak puas terhadap pembelajaran dengan metode permainan estafet 20 Belajar biologi dengan permainan estafet pada materi Protista membuat saya bersemangat untuk belajar SS S TS STS

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Lampiran 10. Pembagian kelompok siswa DAFTAR KELOMPOK PERMAINAN ESTAFET Siklus I Kelompok Merah: Kelompok Hijau: • 1 • 4 • 11 • 7 • 14 • 18 • 15 • 13 • 17 • 9 Kelompok Kuning: Kelompok Biru: • 2 • 5 • 6 • 12 • 10 • 19 • 16 • 21 • 20 • 3

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Siklus II Kelompok Merah: Kelompok Hijau: • 1 • 14 • 6 • 10 • 13 • 4 • 19 • 20 Kelompok Kuning: Kelompok Biru: • 11 • 15 • 2 • 21 • 18 • 9 • 12 • 3 Kelompok Putih: • 17 • 16 • 7 • 5

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Lampiran 11. Contoh pekerjaan pre test siswa

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Lampiran 12. Contoh pekerjaan siswa dalam permainan estafet siklus I

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Lampiran 13. Contoh hasil lembar observasi siswa siklus I

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Lampiran 14. Contoh pekerjaan post test siklus I siswa

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Lampiran 15. Contoh pekerjaan siswa dalam permainan estafet siklus II

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Lampiran 16. Contoh pekerjaan post test siklus II siswa

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Lampiran 17. Contoh pekerjaan kuisioner siswa

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Lampiran 18. Contoh hasil lembar observasi siswa siklus II

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Lampiran 19. Daftar hasil perolehan skor kuisioner siswa Tabel hasil kuisioner siswa Nomor Skor Presentase 1 63 78,75 % 2 56 70 % 3 55 68,75 % 4 65 81,25 % 5 53 66,25 % 6 48 60 % 7 60 75 % 8 - - 9 59 73,75 % 10 67 83,75 % 11 47 58,75 % 12 59 73,75 % 13 63 78,75 % 14 55 68,75 % 15 64 80 % 16 51 63,75 % 17 65 81,25 % 18 53 66,25 % 19 60 75 % 20 56 70 % 21 65 81,25 % Rata-rata 58,2 72,75 % Siswa

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 20. Analisis penghitungan motivasi siswa Hasil Penghitungan Motivasi Siswa No Persentase Observasi Rata-rata Persen- 60% Rata-rata 40% Persentase Persentase Kategori tase Observasi Observasi Kuisioner Motivasi Siswa Motivasi Siswa I II 1 75 % 58,33 % 66,67% 40 % 31,5 % 71,5 % Tinggi 2 66,67 % 61,11 % 63,89 % 38,33 % 28 % 66,33 % Tinggi 3 41,67 % 69,44 % 55,55 % 33,33 % 27,5 % 60,83 % Cukup 4 50 % 63,89 % 56,95 % 34,17 % 32,5 % 66,67 % Tinggi 5 41,67 % 58,33 % 50 % 30 % 26,5 % 56,5 % Cukup 6 66,67 % 58,33 % 62,5 % 37,5 % 24 % 61,5 % Tinggi 7 50 % 58,33 % 54,165 % 32,45 % 30 % 62,45 % Tinggi 8 - - - - - - - 9 50 % 69,44 % 59,72 % 35,83 % 29,5 % 65,33 % Tinggi 10 66,67 % 63,89 % 65,28 % 39,17 % 33,5 % 72,67 % Tinggi 11 75 % 61,11 % 68,06 % 40,84 % 23,5 % 64,34 % Tinggi 12 41,67 % 61,11 % 51,39 % 30,83 % 32,45 % 60,33 % Cukup 185

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Persentase Observasi Rata-rata Persen- 60% Rata-rata 40% Persentase Persentase Kategori tase Observasi Observasi Kuisioner Motivasi Siswa Motivasi Siswa I II 13 50 % 58,33 % 54,165 % 41,67 % 27,5 % 63,95 % Tinggi 14 75 % 63,89 % 69,45 % 41,67 % 27,5 % 69,17 % Tinggi 15 75 % 69,44 % 72,22 % 43,33 % 32 % 75,33 % Tinggi 16 66,67 % 58,33 % 62,5 % 37,5 % 25,5 % 63 % Tinggi 17 75 % 58,33 % 66,67 % 40 % 32,5 % 73,5 % Tinggi 18 66,67 % 63,89 % 65,28 % 39,17 % 26,5 % 65,67 % Tinggi 19 41,67 % 58,33 % 50 % 30 % 30 % 60 % Cukup 20 66,67 % 63,89 % 65,28 % 39,17 % 28 % 67,17 % Tinggi 21 41,67 % 69,44 % 55,55 % 33,33 % 32,5 % 65,83 % Tinggi 186

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Lampiran 21. Daftar nilai post test siklus I dan siklus II Daftar nilai post test siswa kelas XA Nomor Siswa Nilai Post Test 1 Nilai Post Test 2 1 85 65 2 45 35 3 70 60 4 85 75 5 35 15 6 75 85 7 80 30 8 - - 9 40 25 10 55 75 11 60 75 12 35 25 13 55 80 14 45 25 15 60 30 16 50 15 17 35 60 18 45 75 19 30 45 20 20 30 21 45 75 Rata-rata 54, 95 50

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Tabel analisa ketuntasan hasil belajar siswa kelas XA Nomor Post test I Post test II Siswa Nilai Keterangan Nilai Keterangan 1 85 Tuntas 30 Tidak tuntas 2 45 Tidak tuntas 35 Tidak tuntas 3 70 Tidak tuntas 60 Tidak tuntas 4 85 Tuntas 75 Tuntas 5 35 Tidak tuntas 15 Tidak tuntas 6 75 Tuntas 85 Tuntas 7 80 Tuntas 30 Tidak tuntas 8 - - - - 9 40 Tidak tuntas 25 Tidak tuntas 10 55 Tidak tuntas 75 Tuntas 11 60 Tidak tuntas 75 Tuntas 12 35 Tidak tuntas 25 Tidak tuntas 13 55 Tidak tuntas 80 Tuntas 14 45 Tidak tuntas 25 Tidak tuntas 15 60 Tidak tuntas 30 Tidak tuntas 16 50 Tidak tuntas 15 Tidak tuntas 17 35 Tidak tuntas 60 Tidak tuntas 18 45 Tidak tuntas 75 Tuntas 19 30 Tidak tuntas 45 Tidak tuntas 20 20 Tidak tuntas 65 Tidak tuntas 21 45 Tidak tuntas 75 Tuntas Jumlah siswa tuntas KKM 72 Presentase 4 7 25 % 35 %

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Lampiran 22. Surat ijin penelitian dan observasi

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Lampiran 23. Surat keterangan selesai penelitian

(210)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan permainan edukatif estafet untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2016/2017 pada materi struktur jaringan tumbuhan.
0
9
233
Penerapan permainan ular tangga Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XE SMA Bopkri 2 Yogyakarta pada materi hakikat Biologi.
0
0
2
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta pada materi ekosistem.
1
6
289
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang.
0
0
240
Penerapan model pembelajaran kooperatif pada materi jurnal umum sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas X SMA : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X3 SMA N 6 Yogyakarta.
0
1
279
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) pada materi pembelajaran jurnal umum sebagai upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa : penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada siswa kelas X Akuntansi 2 SMK Putra
0
0
291
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW sebagai upaya meningkatkan minat dan hasil belajar biologi materi sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas VIII SMP Joannes Bosco Yogyakarta.
0
0
2
Penerapan permainan edukatif estafet untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2016 2017 pada materi struktur jaringan tumbuhan
0
6
231
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match sebagai upaya meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa pada materi pembelajaran jurnal umum penelitian tindakan kelas pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 4 Yogyakarta
0
5
311
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
0
1
168
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang
0
10
307
Penerapan permainan ular tangga Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XE SMA Bopkri 2 Yogyakarta pada materi hakikat Biologi
0
1
240
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW sebagai upaya meningkatkan minat dan hasil belajar biologi materi sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas VIII SMP Joannes Bosco Yogyakarta - USD Repository
0
8
226
Penerapan model pembelajaran kooperatif pada materi jurnal umum sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas X SMA : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X3 SMA N 6 Yogyakarta - USD Repository
0
7
277
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan pada materi gerak tumbuhan - USD Repository
0
2
222
Show more