Alasan laki-laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan teori hirarki kebutuhan maslow - USD Repository

Gratis

0
0
200
11 months ago
Preview
Full text

  

STUDI DESKRIPTIF:

ALASAN LAKI-LAKI MEMILIH PASANGAN HIDUP WARIA

BERDASARKAN TEORI HIRARKI KEBUTUHAN MASLOW

Skripsi

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

  

Oleh

Astria Novita Sari

NIM : 029114011

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

  

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2008

  

Motto

“Buat hidup lebih hidup sehingga aku dapat hidup

Dan

  

Mampu menghidupi sesamaku”

“Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara, bisa jadi dirasakan

dalam semen

it, sejam, sehari, setahun.

Namun menyerah dalam perjuangan,

rasa sakit itu akan terasa selamanya.”

  

(Lance Armstrong,, mantan atlit balap sepeda AS)

  PERSEMBAHAN Karya tulis ini kupersembahkan bagi orang-orang yang hadir dalam hidupku, yang dengan tulus mencintaiku dan tetap membuat adaku menjadi berarti.

  Terima kasih, kalian telah mengisi hidupku dengan cara kalian masing-masing...

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta 16 Juni 2008 Penulis Astria Novita Sari

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma: Nama : Astria Novita Sari

  Nomor Mahasiswa : 029114011

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma Karya Ilmiah saya yang berjudul:

Studi Deskriptif Mengenai Alasan Laki- laki Memilih Pasangan Hidup Waria

  

Berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada

Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam

dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,

mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media

lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun

memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai

penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 16 Juni 2008 Yang menyatakan, Astria Novia Sari

  

ABSTRACT

The Reason of Men in Selecting Transsexual as Their Life Couple

Based on Maslow’s Theory of Needs Hierarchy

  

Astria Novita Sari

Faculty of Psychology

Sanata Dharma University

Yogyakarta

  This research was conducted to deeply know about the reason of men in

selecting transsexual as their life couple based on Maslow’s Theory of Needs

Hierarchy. Maslow arranged a needs hierarchy which contains various kinds of needs,

begun from the lowest to the highest needs, i.e. physiological needs, secure needs,

love and belonging needs, esteem and self-actualization needs.

  This research was qualitative research and method of research used was

descriptive qualitative. Method of data collecting used was deep interview to reveal

the reason of men in selecting transsexual as their life couple based on analysis

toward the needs of Maslow. The subject in this research comprises of three persons

by the age of 30, 38, and 23 years old. They are working as conductor of city bus,

private employees, and any of them are unemployed. These subjects had relationship

with transsexual for 4 years, 11 years and 2,5 years, respectively.

  Based on analyzed data, it could be drawn conclusion that the ma les who

choose transsexual as his life couple has unfulfilled needs for current time. Since they

live with transsexual, all of their unfulfilled needs could be fulfilled by transsexual.

These two subjects which feel unfulfilled of their physiological needs had fulfilled

their needs, because all of their needs were supported by transsexual. Meanwhile, a

subject which feels unfulfilled his need of love and belonging nowadays could fulfil

their needs because transsexual could give full of care and love up to now.

  

ABSTRAK

Alasan Laki-laki Memilih Pasangan Hidup waria

Berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

  

Astria Novita Sari

Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

  Penelitian ini dilakukan untuk memahami secara mendalam mengenai alasan

laki- laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan

Maslow. Maslow menyusun sebuah hiraki kebutuhan mulai dari yang paling rendah

hingga kebutuhan yang paling tinggi yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa

aman, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan akan penghargaan dan

kebutuhan aktualisasi diri.

  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan metode penelitian yang

digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan

adalah wawancara mendalam untuk mengungkap alasan laki- laki memilih pasangan

hidup waria berdasarkan analisis terhadap kebutuhan-kebutuhan menurut Maslow.

Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang laki- laki yang berusia 30 tahun, 38

tahun, dan 23 tahun. Mereka ada yang bekerja sebagai kernet bus kota, karyawan

swasta dan ada yang tidak bekerja. Subjek telah menjalin hubungan dengan waria

selama 4 tahun, 11 tahun dan 2,5 tahun.

  Berdasarkan data yang dianalisis, dapat ditarik kesimpulan bahwa para lelaki

yang memilih pasangan hidup waria memiliki kebutuhan yang selama ini kurang

terpenuhi. Sejak hidup bersama waria semua kebutuhan para lelaki yang kurang

terpenuhi dapat dipenuhi oleh waria. Dua subjek yang merasa kurang terpenuhi

kebutuhan fisiologisnya sekarang sudah dapat memenuhi kebutuhannya karena semua

kebutuhan mereka ditanggung oleh waria. Sedangkan satu subjek yang merasa kurang

terpenuhi kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki sekarang dapat terpenuhi

kebutuhannya karena waria dapat memberikan perhatian dan kasih sayang yang

penuh selama ini.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat dan

rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan karya tulis ini untuk memenuhi salah satu

syarat mendapatkan gelar Sarjana Psikologi.

  Terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah mendukung penulis selama

ini dengan kritik ataupun saran, semangat, kehadiran, perhatian, gurauan, bantuan

baik mental, spritual dan materi. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa

terima kasih yang tak terhingga kepada:

  1. GOD The Almighty in Jesus Christ…yang selalu memberikan pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkat di setiap cobaan dan jawab di setiap doaku.

  2. Bapak P. Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  3. Ibu Sylvia Carolina. MYM, S.Psi., M.Si selaku Dosen pembimbing Skripsi.

  Terima kasih banyak telah memberikan waktu, kritik, saran serta mendengarkan keluh kesahku selama ini, terlebih kesempatan yang sangat berarti dalam proses penyelesaian penyusunan skripsi ini.

  4. Ibu Titik Kristiyani, S.Psi selaku dosen pembimbing akademikku. Terima kasih ibu untuk bimbingannya selama saya menjadi anak didik ibu, dan terima kasih atas kesabaran yang ibu berikan dalam mengoreksi kesalahanku untuk mejadi lebih baik.

  5. Mas Gandung, dan Mbak Nanik yang dengan sabar melayani untuk urusan kesekretariatan. Dan Pak Gik yang selalu semangat dan pantang merasa lelah, terimakasih atas pelayanannya selama kuliah di psikologi.

  6. Papa dan Mamaku tercinta. Terima kasih untuk segala sesuatunya, terlebih dukungan, doa serta harapan yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Inilah karya

kecilku yang tidak sempurna yang aku bisa persembahkan buat Papa dan Mama.

  7. Kakakku satu-satunya ”Amex”. Makasih atas dukungannya selama ini ya Mex akhirnya aku lulus juga... Aku akan tetap menjadi adikmu yang ”Nduth” dan menjadi ”Maskot Keluarga” he...he...he...

8. Mbahkung. Terima kasih atas bantuannya selama ini karena tanpa mbahkung adek gak bisa kuliah seperti sekarang ini.

  9. My Lovely. Terima kasih untuk selalu menemaniku disaat aku sedang rapuh dan jatuh. Makasih juga untuk canda tawanya selama ini yang bisa selalu buat aku tersenyum, untuk selalu menjadi bagian dari hidupku dan aku berharap banget untuk bisa laluin sisa hidupku denganmu…

  Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk

itu dengan terbuka penulis menerima kritik dan saran demi perbaikan dan

kesempurnaan penelitian ini.

  Semoga skripsi ini berguna bagi semua pihak yang berkepentingan untuk membacanya, terima kasih.

  Yogyakarta 16 Juni 2008 Penulis Astria Novita Sari

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii

HALAMAN MOTTO ................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... v

PERNYATAAN KEAS LIAN KARYA........................................................ vi

ABSTRAK .................................................................................................... vii

ABSTRACT .................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR................................................................................... ix

DAFTAR ISI ................................................................................................. xi

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiv

DAFTAR SKEMA ........................................................................................ xv

BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................

  1 A. LATAR BELAKANG.................................................................

  1 B. RUMUSAN MASALAH ............................................................

  3 C. TUJUAN PENELITIAN .............................................................

  3 D. MANFAAT PENELITIAN .........................................................

  3 BAB II. DASAR TEORI...............................................................................

  5 A. WARIA ....................................................................................... 5 B. PERBEDAAN WARIA DAN HOMOSEKSUAL ..................... 9

  C. KEBUTUHAN MANUSIA ....................................................... 10 1. KEBUTUHAN SECARA UMUM ....................................... 10 2. KEBUTUHAN BERDASARKAN HIRARKI KEBUTUHAN MASLOW .............................................................................

  10 1. Kebutuhan Fisiologis....................................................... 12 2.

  Kebutuhan Rasa Aman ................................................... 13 3. Kebutuhan akan Cinta dan Rasa Memiliki ..................... 14 4. Kebutuhan akan Penghargaan ........................................ 15 5. Kebutuhan Aktualisasi Diri ............................................ 16 D. ALASAN LAKI-LAKI MEMILIH PASANGAN HIDUP WARIA BERDASARKAN TEORI HIRARKI KEBUTUHAN

  MASLOW ...................................................................................

  19 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN .....................................................

  23 A. JENIS PENELITIAN .................................................................. 23 B. SUBJEK PENELITIAN .............................................................. 24 C. METODE PENGUMPULAN DATA ......................................... 24 1.

  Wawancara ............................................................................ 24 D. ANALISIS DATA....................................................................... 40 E. KEABSAHAN DATA ................................................................ 42 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................

  44 A. PELAKSANAAN PENELITIAN ............................................... 44

  B. HASIL PENELITIAN ................................................................. 46 1.

  Deskripsi Subjek Penelitian .................................................. 46 2. Penyajian Data....................................................................... 46 C. PEMBAHASAN ......................................................................... 83 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................

  89 A. KESIMPULAN .......................................................................... 89 B. SARAN ....................................................................................... 90 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................

  91 LAMPIRAN ..................................................................................................

  94 A. Transkrip Verbatim Wawancara Subjek I ................................... 95 B.

  Transkrip Verbatim Wawancara Subjek II.................................. 114 C. Transkrip Verbatim Wawancara Subjek III ................................ 147 D.

  Transkrip Verbatim Wawancara Pacar Subjek III ...................... 178

  DAFTAR TABEL TABEL I. Pedoman Umum Wawancara .......................................................

  25 TABEL II. Ringkasan Analisis Kebutuhan Laki- laki yang Memilih Pasangan Hidup waria .................................................................

  74 TABEL III Tabel Triangulasi....................................................................... 215

  DAFTAR SKEMA Skema 1 : Skema Hasil Penelitian Subjek I (Rn)....................................

  80 Skema 2 : Skema Hasil Penelitian Subjek II (Rd) ..................................

  81 Skema 3 : Skema Hasil Penelitian Subjek III (Ags) ...............................

  82

BAB I A. PENDAHULUAN Pada saat mendengar kata “lelaki”, akan terbayang seseorang yang gagah,

  

jantan, pemberani, macho, cool dan keren. Manusia diciptakan sebagai laki- laki dan

perempuan, dimana seorang laki- laki akan berpasangan dengan perempuan dan

begitu juga sebaliknya. Mereka akan saling melengkapi satu sama lain dengan

kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki.

  Pada umumnya laki- laki akan tertarik dengan lawan jenisnya yaitu

perempuan. Keduanya akan menjalin hubungan dan memahami satu sama lain.

  

Mereka juga akan memperkenalkan keluarga masing- masing sehingga dapat

mengenal lebih dekat dengan keluarga pasangannya. Begitu juga dengan para orang,

mereka diperkenalkan satu sama lain agar dapat lebih mengenal. Setelah kedua pihak

saling mengenal keluarga masing- masing dan merasa cocok maka mereka akan

memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

  Seorang laki- laki akan mencari istri yang sejati yang dapat menjalankan tugas

dan kodratnya sebagai perempuan seperti melahirkan, menyusui, memasak, mengurus

rumah tangga dan mendidik anak dengan baik. Mereka akan hidup sebagai suami istri

dan menjalankan tugas serta kewajibannya sebagai suami dan istri. Berbeda dengan

pasangan pada umumnya dimana laki- laki akan menyukai lawan jenisnya yaitu

perempuan, tetapi ada juga laki- laki yang justru tertarik dan menyukai ”waria”

  

(singkatan dari wanita dan pria) bahkan sampai tinggal bersama dengannya (Heuken

dalam Koeswinarno, 1996).

  Padahal secara fisik, waria adalah seorang laki- laki yang mengidentifikasikan

dirinya sebagai seorang perempuan dengan cara berpenampilan dan berdandan seperti

perempuan. Waria ingin menj adi wanita sepenuhnya maka cara yang mereka gunakan

adalah berperan sebagai perempuan dan bertingkah laku sebagai perempuan, bahkan

sifatnya yang feminin lebih terlihat jelas dibandingkan perempuan normal. Maka

sebagai wanita, waria akan menyukai laki- laki normal dalam arti laki- laki itu tidak

”sakit” atau bukan seorang homoseksual. Laki- laki dan waria akan hidup bersama

seperti suami istri pada umumnya, tetapi waria tetap tidak bisa menjalankan kodrat

sebagai perempuan seperti melahirkan dan menyusui walaupun penampilan dan

tingkah lakunya seperti perempuan.

  Dalam masyarakat, waria masih belum bisa diterima dengan baik begitu juga

laki- laki yang hidup bersama waria karena mereka berbeda dengan pasangan pada

umumnya. Keluarga mereka pun biasanya tidak setuju jika anaknya yang laki- laki

menyukai dan hidup bersama dengan waria karena hal itu dianggap tidak wajar.

  

Begitu juga dengan masyarakat, mereka akan menganggap hal itu aneh bahkan

sebagian dari masyarakat menganggap ”jijik” terhadap waria (www.

  

Google/waria.com, 4 Desember 2006). Masyarakat akan lebih menerima pasangan

yang normal yaitu laki- laki dan perempuan yang memang pada dasarnya sudah

ditakdirkan untuk berpasangan. Tetapi ada juga masyarakat yang tidak terlalu peduli

  

masyarakat sekitar. Selain itu, waria dan pasangannya juga mau mengikuti peraturan

yang ada di masyarakat misalnya seperti ronda malam, jimpitan beras dan iuran-iuran

yang lain sehingga masyarakat bisa mene rimanya.

  Kehidupan laki- laki bersama waria memang merupakan hal yang tidak biasa,

maka tanggapan masyarakat terhadap hal tersebut juga berbeda-beda. Ada yang

beranggapan biasa saja yang penting tidak mengganggu masyarakat tetapi ada juga

yang mengganggap ”jijik” hal tersebut.

  Adanya beberapa pikiran dan pertanyaan yang muncul inilah yang membuat

peneliti merasa tertarik akan kehidupan laki- laki yang memilih pasangan hidup waria.

  

Maka dari itu, peneliti akan mencoba mengkaji dan melihat secara objektif mengenai

alasan laki- laki memilih pasangan hidup waria dan bagaimana kehidupan sehari- hari

mereka di tengah-tengah masyarakat.

B. Rumusan Masalah

  Apa alasan laki- laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow ?

C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan laki- laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow.

  D.

  

Manfaat Penelitian

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini antara lain : 1. Manfaat Teoritis a.

  Penelitian ini ingin menyumbangkan suatu informasi mengenai faktor- faktor yang menyebabkan seorang lelaki menyukai seorang waria dan menjadi kekasihnya.

  b.

  Penambahan kajian dalam bidang Psikologi, khususnya dalam Psikologi Klinis mengenai faktor yang menyebabkan seorang lelaki menyukai waria.

2. Manfaat Praktis a.

  Penelitian ini dapat menginformasikan kepada masyarakat mengenai keberadaan lelaki yang menyukai seorang waria. Sehingga masyarakat dapat berpandangan lebih objektif, lebih toleransi, lebih humanis dan

dapat lebih memahami adanya fenomena ini dalam masyarakat.

  b.

  Dengan adanya sikap toleransi dan humanis terhadap kehidupan atau fenomena tersebut, maka akan tercipta kondisi masyarakat atau komunitas yang sehat dan ada keselarasan antara masyarakat dengan kelompok mereka yaitu seorang lelaki yang menyukai waria., dengan keberagaman dan keunikan dari individu- individu yang ada di dalamnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Waria Definisi waria, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990), adalah

  

kependekan dari wanita pria, pria yang berjiwa dan bertingkah laku seperti wanita;

pria yang mempunyai perasaan seperti wanita. Dalam Kamus Umum Bahasa

Indonesia karangan Yus Badudu-Zain (1998), juga dikatakan bahwa waria yang

merupakan kependekan dari wanita pria, merupakan pria yang jiwa, tingkah laku,

serta fisiknya bersifat wanita atau kewanita-wanitaan memang bukan dibuat-buat,

tetapi merupakan bawaan dari lahir (Pria-pria Jelita Upaya Miring Fantasi &

Penyimpangan Seks).

  Boellstorff (2003) juga mengungkapkan bahwa waria adalah akronim dari

wanita dan pria, secara kasar bisa diartikan sebagai male transvestite atau laki- laki

yang berpenampilan seperti seorang perempuan.

  Drs. Marcel Latuihamallo, Msc, Ketua Mitra Indonesia, memaparkan bahwa

pada dasarnya secara fisiologis, waria itu sebenarnya adalah pria. Namun pria ini

mengidentifikasikan dirinya menjadi seorang wanita. Misalnya, dalam penampilan

dandanannya, mereka mengenakan busana dan aksesori seperti halnya wanita, bahkan

kadang aksesoris dan dandanannya terlihat berlebihan. Dalam pengertian secara

umum, waria adalah seorang laki- laki yang secara jasmani sempurna dan jelas, tetapi

  

secara psikis cenderung bertingkah laku sebagai orang dari jenis kelamin yang

berlainan (Koeswinarno, 1996 dan P. Esty dan Sugoto, 1998).

  Wenas (Yanti dalam P. Esty dan Sugoto, 1998) mengatakan bahwa istilah

waria sendiri memang ditujukan untuk penderita transseksual atau seseorang yang

memiliki fisik berbeda dengan keadaan jiwanya. Huffman, K., Vernoy, M., Vernoy, J

(1997) mengungkapkan bahwa transseksualisme adalah ketika seseorang secara fisik

memiliki jenis kelamin tertentu tetapi secara psikologis berlawanan dan memiliki

keinginan yang kuat untuk mengubah tubuhnya secara fisik dengan jenis kelamin

yang berlawanan dengan yang dimilikinya. Sejalan dengan definisi tersebut, menurut

PPDGJ III F.64.0, transseksualisme adalah suatu hasrat untuk hidup dan diterima

sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya.

  Edwards (2000) berpendapat bahwa transseksual adalah laki- laki atau

perempuan yang merasa identitas seksualnya inkongruen dengan realita secara

anatomis dan secara aktif berusaha untuk menyelesaikan konflik ini melalui tinjauan

ulang fungsi seksual sesuai tugasnya.

  Maka sampai saat ini posisi waria masih belum dapat diakui dan diterima,

dalam arti mereka tidak seperti layaknya laki- laki dan perempuan yang memiliki

kedudukan atau status yang jelas dalam masyarakat kita. Seperti yang dipaparkan

oleh Dede Oetomo (Jawa Pos, 11 Mei 2000), kaum waria belum diterima para

pemuda metropolis. Mereka menganggap kehidupan waria itu norak dan vulgar.

Penolakan terhadap mereka tidak hanya sebatas “jijik”, tetapi sampai pada tindakan-

  

waria juga merupakan bagian komunitas dari manusia normal. Kaum waria sendiri

sebenarnya sangat terbuka, khususnya di kalangan masyarakat bawah, akan tetapi di

masyarakat secara luas dapat dikatakan bahwa keberadaan mereka antara diakui dan

ditolak.

  Perubahan seorang laki- laki menjadi waria akan merubah kebiasaan dan

kegemaran mereka menjadi sebagaimana seorang perempuan. Mereka benar-benar

ingin menjadi wanita sepenuhnya, sehingga cara yang mereka gunakan adalah

berperan sebagai wanita dan berdandan serta bertingkah sebagai wanita untuk

mendapatkan kepuasan. Hal ini juga menjurus pada perilaku seks mereka. Secara

psikologis, mereka yang merasa dirinya sebagai perempuan akan cenderung mencari

pasangan (seks) seorang laki- laki (Koeswinarno, 1996). Dalam Koeswinarno (1989)

diungkapkan bahwa seorang waria tidak akan melayani seorang laki- laki yang

mengidap kelainan sebagai homoseks. Dalam pemuasan dorongan seksnya, waria

melakukan hubungan seks dengan seorang laki- laki yang normal dalam arti bahwa

laki- laki itu tidak ”sakit” atau bukan seorang homoseksual.

  Tidaklah mudah bagi waria untuk menjalin hubungan dengan orang lain,

apalagi dalam mencari pasangan atau kekasih. Maka seorang waria biasanya akan

mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya untuk membuat pasangannya senang

sehingga laki- laki itu tidak meninggalkan dirinya. Bagi waria uang bukan menjadi hal

yang sangat penting, tetapi kesenangan dan kepuasan dari laki- lakilah yang lebih ia

butuhkan. Maka asalkan laki- laki itu dapat memenuhi kebutuhan waria maka waria

  Hal ini dapat kita lihat dalam budaya waria yang terdapat pada pertunjukkan

seni tradisional seperti kesenian warok Ponorogo. Warok dikisahkan sebagai orang

yang sangat sakti dan untuk mempertahankan kesaktiannya mereka memelihara

gemblak, yaitu laki- laki muda yang umumnya berusia antara 9 – 17 tahun. Gemblak

ini bertugas sebagai pelayan rumah tangga sekaligus sebagai pemuas seksual bagi

Sang Warok yang sedang menimba ilmu. Mereka kerap diperlakukan sebagai seorang

waria, baik dalam perilaku maupun pena mpilan. Koeswinarno (1996)

mengungkapkan bahwa ada beberapa waria yang ditemukan dalam penelitian pernah

menjadi gemblak.

  Waria sering digunakan untuk pelampiasan nafsu laki- laki saja. Seperti yang

terdapat di Oman ,waria yang bekerja sebagai pelacur sering dikenal dengan Xanith

yang lebih berfungsi sebagai pelacur dengan harga yang lebih murah dibandingkan

dengan pelacur wanita (Koeswinarno,1996). Laki- laki yang hanya ingin mencari

kepuasan namun tidak mau mengeluarkan uang yang banyak akan memilih waria

sebagai tempat pelampiasan nafsunya.

B. Perbedaan Waria dan Homoseksual

  Secara umum waria didefinisikan sebagai individu yang secara fisik laki- laki

namun secara kejiwaan mereka adalah wanita. Persepsi diri semacam ini

menimbulkan keinginan untuk mengubah jenis kelamin mereka ke dalam bentuk

yang berlawanan. Manifestasi yang muncul adalah bagaimana mengekspresikan diri

seperti seorang wanita. Selain itu, secara seksual mereka memiliki ketertarikan

kepada sesama jenis, yaitu laki- laki.

  Sebaliknya, homoseksual adalah seseorang yang memiliki ketertarikan secara

romantis dan seksual kepada anggota jenis kelamin yang sama. Namun, mereka tidak

mempersepsi identitas mereka sebagai anggota dari lawan jenis dan tidak berusaha

untuk menjadi anggota dari jenis kelamin yang berlawanan.

  Waria merasa dirinya sebagai wanita walaupun mempunyai organ kelamin

pria normal. Karena merasa sebagai wanita, waria ingin berpenampilan seperti

mereka dan tertarik pada pria. Sedangkan pria homoseksual menyadari bahwa dirinya

adalah seorang laki- laki, tetapi tertarik pada sesama jenis, karena menyadari dirinya

seorang laki- laki, seorang homoseksual pria bisa jadi berpenampilan sangat maskulin

(Kompas, 17 Maret 2003).

  Penelitian yang dilakukan oleh Langevin,et. al (1978) menunjukkan bahwa

tingkat femininitas waria lebih tinggi daripada laki- laki homoseksual. Maka dengan

femininitas yang ia miliki biasanya waria menjalin hubungan dengan laki- laki

normal.

C. KEBUTUHAN MANUSIA 1. Kebutuhan Secara Umum

  Kartono (1987) mendefinisikan kebutuhan sebagai setiap kekurangan yang

ada pada individu sebagai persayaratan untuk tetap hidup, baik yang berupa

kegemaran, maupun kebutuhan fisiologis, atau penyesuaian yang optimal terhadap

lingkungan. Sedangkan Winkel memandang kebutuhan sebagai suatu kekosongan

yang diperlukan bagi kesejahteraannya, paling sedikit menurut pikirannya sendiri

(Winkel, dalam Purwaningsih, 2002).

  Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkah

laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan, dan tingkah laku manusia

tersebut mengarah pada pencapaian tujuan yang dapat memenuhi atau memuaskan

kebutuhan itu (Handoko, 1992). Sarwono (1995) berpendapat bahwa setiap manusia

memiliki kebutuhan yang pemunculannya berbeda-beda tergantung pada kondisi

individu yang bersangkutan. Manusia ingin mendapatkan atau memenuhi semua

kebutuhan dan keinginannya masing- masing dalam porsi yang memang sesuai

dengan kehendaknya sendiri.

2. Kebutuhan Berdasarkan Hirarki Kebutuhan Maslow

  Kebutuhan karena adanya ketidakseimbangan dalam diri individu membuat

individu yang bersangkutan melakukan suatu tindakan. Tindakan itu mengarah pada

suatu tujuan, tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Bila

kebutuhan yang pertama sudah terpenuhi, maka akan terjadi ketidakseimbangan pada

  

taraf yang lebih tinggi. Keadaan ini menimbulkan kebutuhan baru dan seterusnya

sehingga manusia boleh dikatakan tidak pernah diam (Handoko, 1992).

  Kebutuhan manusia secara umum dibedakan menjadi dua, yang pertama

adalah kebutuhan biologis atau kebutuhan primer dan yang keduaadalah kebutuhan

sekunder atau kebutuhan psikologis. Kebutuhan primer mutlak harus dipenuhi karena

kebutuhan ini menunjang manusia agar tetap hidup, diantaranya adalah makan,

minum, tempat tinggal, bernafas, beristirahat, dan seterusnya. Sedangkan kebutuhan

psikologis adalah kebutuhan yang jika dipenuhi akan membuat orang lebih bahagia

hidupnya. Contoh kebutuhan sekunder adalah kasih sayang, pujian, rasa aman,

kebebasan dan lain- lain (Handoko, 1992).

  Seorang ahli psikologi bernama Abraham Maslow membedakan motif

manusia berdasarkan taraf kebutuhannya, mulai dari kebutuhan biologis manusia

yang dibawa sejak lahir, sampai dengan kebutuhan psikologis yang kompleks. Ia

kemudian menyusun sebuah hirarki kebutuhan yang berisi kebutuhan biologis dan

psikologis dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi.

Menurut Maslow manusia dimotivasikan oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat

sama untuk seluruh spesies, tidak berubah dan berasal dari sumber genetis atau

naluriah. Hal ini merupakan konsep fundamental dari teori Maslow.

  Menurut Maslow suatu motif akan menguasai tingkah laku seseorang bila

motif yang berada di bawahnya sudah terpenuhi. Tingkah laku manusia mula- mula

dikuasai oleh kebutuhan yang paling rendah yaitu motif fisiologis, seperti lapar, haus

  

(Handoko, 1992). Maslow menyebutkan 5 kebutuhan manusia di dalam hirarkinya.

Kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam hirarki tersebut bersifat saling melengkapi satu

dengan yang lainnya (Kanuk, dalam Schiffman dan Kanuk, 2000).]

  Maslow menyusun kebutuhan-kebutuhan tersebut ke dalam urutan yang

berbentuk seperti piramid atau anak tangga, dengan susunan serta keterangan sebagai

berikut (dimulai dari kebutuhan yang paling rendah tingkatannya) : (dalam Goble, 1987)

1. Kebutuhan Fisiologis

  Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling dasar, kuat dan jelas dibandingkan kebutuhan lainnya. Kebutuhan-kebutuhan dasar fisiologis terdiri dari kebutuhan-kebutuhan yang pemuasannya ditujukan pada pemeliharaan proses-proses biologis dan kelangsungan hidup. Termasuk dalam kategori ini diantaranya adalah kebutuhan untuk makan, minum, oksigen, tidur, dan beraktivitas, seks, tempat berteduh dan berlindung dari segala suhu dan rangsang sensoris (Ziegler & Hjelle, 1981). Seseorang akan menekan atau mengabaikan kebutuhan lainnya sampai kebutuhan ini terpenuhi atau terpuaskan. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan dasar memiliki pengaruh ya ng cukup besar pada tingkah laku manusia apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi atau terpuaskan.

  Maslow juga mengatakan bahwa orang dapat saja menyusun daftar panjang tentang kebutuhan fisiologisnya, tergantung seberapa rinci orang tersebut ingin membuatnya.

  Goble (1987) menulis bahwa kebutuhan fisiologis dapat pula disebut sebagai kebutuhan primer, karena telah ada sejak manusia dilahirkan.

  Jika seseorang mengalami kekurangan dalam kebutuhan fisiologisnya, ia akan

mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan

fisiologisnya terpenuhi. Lebih lanjut Maslow menambahkan, bahwa kebutuhan

fisiologis berbeda dengan kebutuhan lain setidaknya dalam dua hal.

  

Pertama, kebutuhan fisiologis merupakan satu-satunya kebutuhan yang sangat

mungkin untuk dipenuhi atau bahkan dipenuhi secara berlebihan. Sedangkan

yang kedua adalah bahwa kebutuhan fisiologis memiliki pemunculan yang

berulang (Feist & Feist, 1998).

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman

  Kebutuhan ini meliputi kebebasan, keteraturan, aman secara finansial,

dan menjalin relasi yang harmonis dengan anggota keluarga. (Koeswara, 1989).

  

Kebutuhan ini akan muncul pada diri individu apabila kebutuhan fisiologisnya

terpenuhi. Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, manusia kemudian akan

didorong oleh keinginan mencari perlindungan atau memperoleh rasa aman.

  Inti dari kebutuhan ini adalah untuk memperoleh kepastian yang layak

dari lingkungannya (Ziegler & Hjelle, 1981). Hal- hal yang termasuk dalam

kategori kebutuhan ini diantaranya adalah jaminan keamanan fisik, kestabilan

atau keseimbangan, dan perlindungan (Feist & Feist, 1998 ; Kanuk, dalam apabila kebutuhan fisiologisnya terpenuhi. Kebutuhan akan rasa aman muncul dan mema inkan peranan dalam bentuk mencari tempat perlindungan, membangun privasi individual, mengusahakan keterjaminan finansial melalui asuransi atau dana pensiun, dan sebagainya.

  Maslow percaya bahwa kita membutuhkan sedikit banyak sesuatu yang sifatnya rut in dan dapat diramalkan. Jika tidak terpenuhi, maka akan timbul rasa cemas dan takut sehingga dapat menghambat pemenuhan kebutuhan lainnya.

3. Kebutuhan Akan Cinta dan Rasa Memiliki

  Setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpenuhi, kebutuhan seseorang akan meningkat pada kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. Feist & Feist (1998) menulis bahwa bagi sebagian besar manusia, kebutuhan fisiologis dan rasa aman sudah terpuaskan dengan baik, tetapi tidak demikian halnya dengan kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. Sebagian besar manusia akan menetap pada tingkat kebutuhan ini hingga tercapai kestabilan untuk dicintai dan diterima oleh orang lain. Hal- hal yang termasuk dalam kategori kebutuhan ini diantaranya adalah cinta, kasih sayang dan penerimaan (Kanuk, dalam Schiffman dan Kanuk, 2000). Menurut Maslow kebutuhan cinta disini tidak boleh dikacaukan dengan seks, yang dapat dipandang sebagai kebutuhan fisiologis semata. Tanpa kasih sayang, pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial (Goble, 1987).

  Kebutuhan akan rasa memiliki mendorong individu untuk membangun mengakibatkan individu merasa kesepian dan tidak berdaya. Kebutuhan rasa memiliki-dimiliki akan terpenuhi bila kita menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.

  Kebutuhan-kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang dapat dideskripsikan sebagai berikut (As’ad 1991; Goble 1987) : a.

  Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dimana dia hidup dan bekerja.

  b.

  Kebutuhan akan disayangi oleh teman-teman dan orang lain dimana dia hidup dan bekerja.

  c.

  

Kebutuhan akan dihormati karena setiap manusia merasa dirinya penting.

  d.

  Kebutuhan untuk bisa berprestasi.

  e.

  Kebutuhan untuk bisa bekerja sama.

  Kebutuhan ini akan menjadi sulit untuk dipenuhi karena faktor mobilitas kita sendiri, misalnya sering berpindah-pindah tempat kerja, rumah rumah maupun kota. Kita tidak memiliki cukup banyak waktu untuk mengembangkan rasa saling memiliki sehingga kadang kala ada orang yang merasa kesepian walau banyak orang disekelilingnya (Schultz, 1998).

4. Kebutuhan Akan Penghargaan

  Kebutuhan akan penghargaan oleh Maslow dibagi menjadi 2 yaitu: a. Penghargaan yang berasal dari diri sendiri.

  b.

  Penghargaan yang berasal dari orang lain.

  Penghargaan yang berasal dari diri sendiri berupa hasrat individu untuk memperoleh rasa percaya diri, kompetensi, kekuatan pribadi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan (Koeswara, 1989; Goble, 1987). Sedangkan penghargaan dari orang lain berupa prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian, nama baik serta penghargaan (Goble, 1987). Maslow menekankan bahwa terpuaskannya kebutuhan akan rasa harga diri pada individu menghasilkan rasa dan sikap percaya diri, rasa berharga, rasa kuat dan rasa mampu. Sebaliknya jika kebutuhan ini tidak terpuaskan maka akan menyebabkan individu tersebut mengalami perasaan rendah diri, rasa tak pantas, rasa lemah dan rasa tidak berguna (Koeswara, 1989).

  Schultz (1998) berpendapat bahwa penghargaan yang berasal dari orang lain merupakan hal yang utama, karena kita akan cenderung lebih mudah untuk berpikir baik tentang diri kita sendiri jika kita merasa yakin bahwa orang lain berpikir baik tentang diri kita.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

  Saat seseorang telah memenuhi kebutuhannya akan penghargaan, ia akan mulai membentuk dasar yang kuat untuk menapaki kebutuhan selanjutnya yaitu aktualisasi diri (Feist & Feist, 1998). Kebutuhan ini mengacu pada keinginan individu untuk menggunakan potensi, bakat dan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal, sehingga ia dapat menjadi apapun sesuai dengan

  

yang optimal akan memberi kesempatan bagi individu untuk mengembangkan

potensinya secara maksimal (Bruno, 1983).

  Aktualisasi diri merupakan kebutuhan manusia yang paling tinggi

tingkatannya dalam teori hirarki kebutuhan Maslow. Definisi aktualisasi diri

menurut Maslow adalah penggunaan dan pemanfaatan secara penuh bakat,

kapasitas, potensi-potensi dan lain- lain. Orang-orang yang teraktualisasi dirinya

dapat memenuhi dirinya dan melakukan sesuatu secara maksimal. Maslow

menyebutkan bahwa orang yang teraktualisasi dirinya adalah orang yang berusia

lanjut, cenderung dipandang sebagai keadaan puncak atau keadaan akhir bukan

suatu proses dinamis yang terus aktif sepanjang hidup. Namun sering penelitian

Maslow terhadap orang yang teraktualisasi diri atau istilah lainnya adalah

menjadi manusiawi secara penuh, maka Maslow mengkategorikan orang-orang

yang teraktualisasikan dirinya sebagai berikut (Goble, 1987) : a.

  

Orang yang teraktualisasi dirinya adalah orang yang berkembang atau

menemukan jati diri dan berkembangnya potensi-potensi yang ada atau yang terpendam.

  b.

  

Harapan-harapan dan hasrat pribadi tidak dibiarkan menyesatkan pengamatan

mereka sendiri.

  c.

  

Tegas dan memiliki pengertian yang lebih jelas tentang mana yang benar dan

mana yang salah.

  d.

  

Mampu menembus dan melihat realitas yang tersembunyi dan e.

  

Memiliki sifat rendah hati, mampu mendengarkan orang lain dengan penuh

kesabaran, mampu mengakui bahwa mereka tidak tahu segala-galanya dan orang lain mampu mengajari mereka tentang sesuatu.

  f.

  

Persepsi orang teraktualisasi dirinya lebih sedikit dicemari oleh hasrat,

kecemasan, ketakutan, harapan, optimisme, palsu atau pesimisme.

  g.

  

Membaktikan hidupnya pada pekerjaan, tugas, kewajiban, atau panggilan-

panggilan tertentu yang dianggap penting.

  h.

  

Mampu bekerja keras, disiplin, latihan dan tidak jarang menunda kenikmatan.

i.

  

Kreatif, fleksibel, spontan, berani, berani membuat kesalahan, terbuka dan

rendah hati. j.

  

Kadar konflik rendah. Orang yang teraktualisasikan dirinya tidak melawan

dirinya sendiri dan ia memiliki energi untuk tujuan yang produktif.

  Aktualisasi diri merupakan kebutuhan psikologis untuk menumbuhkan,

mengembangkan dan menggunakan kemampuan manusia secara penuh atau

maksimal. Membaktikan hidupnya dan melakukan pekerjaan, tugas, kewajiban

atau panggilan tertentu yang mereka anggap penting akan memberikan suatu

kebahagiaan. Rasa tanggung jawab akan suatu tugas yang penting merupakan

syarat utama untuk menumbuhkan aktualisasi diri. Orang bisa mengaktualisasikan dirinya melalui pekerjaan yang ia lakukan.

Maslow juga menyebut dorongan untuk orang-orang yang mengaktualisasikan

diri, Metamotivation atau B-motivation (dorongan karena pertumbuhan). “Meta” melampaui ide tradisional tentang dorongan. Dalam arti lain suatu keadaan dimana dorongan sama sekali tidak berperan. Orang yang teraktualisasikan dirinya tidak berjuang namun mereka berkembang untuk menjadi manusia seutuhnya menurut potensi mereka. Mereka memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi, memenuhi potensi-potensi dan mengetahui serta memahami dunia di sekitar mereka. Orang tidak berusaha memperbaiki kekurangan- kekurangan atau mereduksi tegangan. Tujuannya adalah memperkaya dan memperluas pengalaman hidup, meningkatkan kesenangan dan kegembiraan yang luar biasa dalam hidup (Schultz, 1991). Maslow juga menyebutkan tentang D- motivation atau deficiency motivation atau dorongan karena kekurangan. Deficiency motivation adalah dorongan untuk membereskan suatu kekurangan dalam organisme. Dorongan karena kekurangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisiologis tapi juga kebutuhan akan rasa aman, memiliki dan cinta serta penghargaan.

  

E. Alasan laki-laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan Teori Hirarki

Kebutuhan Maslow Berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan yang telah dipaparkan oleh Maslow,

dapat dilihat adanya kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap orang sesuai dengan

tingkatannya. Dimulai dari kebutuhan yang paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis,

kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan akan kasih sayang,

kebutuhan akan penghargaan dan yang paling tinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

  Setiap orang akan berusaha dengan berbagai cara agar dapat memenuhi

kebutuhannya. Ada yang dengan cara bekerja, mengemis, minta makanan kepada

orang lain, menjual barang-barang yang ia miliki, bahkan ada yang sampai mencuri

ataupun membunuh. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya orang dapat melakukan

apa saja, termasuk juga memilih pasangan hidup waria. Seorang lelaki memilih

pasangan waria karena mungkin ada sesuatu hal yang membuatnya mengambil

keputusan seperti itu. Mungkin saja dengan menjalin hubungan dengan waria

kebutuhannya terpenuhi.

  Disini akan dijelaskan bagaimana teori hirarki kebutuhan tersebut memotivasi

atau mendorong laki- laki untuk memilih pasangan waria. Kebutuhan fisiologis

merupakan kebutuhan yang paling utama yaitu kebutuhan akan makan, minum,

tempat tinggal, tidur, dan oksigen. Setiap orang akan menggunakan berbagai cara

untuk memenuhi tersebut, termasuk menjalin hubungan dengan waria. Dengan

menjalin hubungan dengan waria, laki- laki tidak perlu bekerja atau bersusah payah

mendapatkan uang untuk makan, minum atau memenuhi kebutuhan pokoknya setiap

hari.

  Kebutuhan akan rasa aman akan muncul dominan pada diri individu apabila

kebutuhan-kebutuhan fisiologisnya telah terpuaskan. Ba gi orang dewasa kebutuhan

akan rasa aman merupakan suatu kebutuhan yang normal. Apabila seorang laki- laki

dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, maka ia akan merasa aman. Laki- laki akan

merasa lebih lega dan tenang apabila kebutuhannya telah dipenuhi, maka ia memilih

  

juga terjadi pada laki- laki yang sudah berkeluarga tetapi belum mempunyai pekerjaan

yang tetap. Penghasilan yang ia dapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan

keluarganya, maka ada juga laki- laki yang sudah beristri pun menjalin hubungan

dengan waria karena dengan begitu dapat meringankan bebannya.

  Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang adalah kebutuhan

yang mendorong individu untuk membangun hub ungan afektif dengan orang lain,

baik di lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, atau dalam kelompok.

Keterpisahan atau ketiadaan ikatan dengan orang lain bisa mengakibatkan individu

merasa kesepian, terasing, hampa dan tak berdaya. Keadaan semacam ini bisa dan

sering dialami dalam perpisahan dengan orang-orang yang dicintai dan mencintai

(orang tua, saudara, kekasih, atau sahabat), yang memotivasi mereka untuk

membentuk ikatan baru dengan orang-orang yang dijumpai di lingkungan yang baru.

Adanya perhatian, pengertian, kasih sayang, dan sikap menerima dari waria akan

membuat laki- laki senang dan memilih untuk menjalin hubungan dengannya. Seorang

laki- laki akan merasa senang karena pada saat ia mengalami kesulitan atau masalah,

kekasihnya dapat memberikan perhatian, pengertian dan kasih sayang yang sedang ia

butuhkan. Apalagi bagi laki- laki yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dan

kasih sayang dari orang tua, saudara dan orang-orang di sekitarnya. Tidak mudah

bagi waria untuk mencari pasangan, maka biasanya waria selalu setia terhadap

pasangannya. Ia akan terlihat sangat sayang dan perhatian dengan pasangannya

supaya dirinya tidak ditinggalkan.

  Kebutuhan akan penghargaan dibagi menjadi dua yaitu penghargaan yang

berasal dari diri sendiri dan penghargaan yang berasal dari orang lain. Penghargaan

merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang, terkadang orang merasa

jengkel karena dirinya tidak dihargai. oleh orang-orang di sekitarnya. Dalam

masyarakat keberadaan waria masih belum dapat diterima dengan baik, maka

masyarakat juga akan merasa aneh dan tidak wajar apabila seorang laki- laki menjalin

hubungan dengan waria. Apalagi ada laki- laki yang sudah berkeluarga dan

meninggalkan keluarganya untuk tinggal bersama kekasihnya waria. Waria akan

merasa sangat senang karena demi dirinya laki- laki itu sampai meninggalkan

keluarganya, maka ia akan menerima laki- laki tersebut apa adanya, sekalipun laki-

laki itu tidak bekerja. Ia akan mencurahkan segala perhatian untuk kekasihnya.

  Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang paling tinggi

tingkatannya dalan teori hirarki kebutuhan Maslow. Mungkin dapat dikatakan bahwa

seorang laki- laki yang memilih waria sebagai pasangan hidupnya sudah merupakan

keputusan atau pilihan yang ia ambil. Laki- laki tersebut sudah memikirkan untuk

menjalani hidupnya dengan seorang waria, maka ia sanggup menerima resiko apa

saja. Meskipun begitu, sebenarnya laki- laki tersebut memiliki suatu keinginan atau

cita-cita yang ingin ia capai.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan

  pendekatan kualitatif. Poerwandari (2005) menjelaskan bahwa metode penelitian kualitatif ini merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkrip wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, rekaman video dan lain sebagainya”. Menurut Cresswel (1998), pendekatan kualitatif adalah sebuah proses pemahaman penyelidikan yang didasarkan pada tradisi metodologi penyelidikan berbeda yang mengeksplorasi masalah manusia atau sosial. Peneliti kualitatif membangun sebuah kekompleksan, gambaran yang holistik, analisis kata-kata, laporan yang mendetail, dan menyusun studi dalam suasana yang natural.

  Penelitian deskriptif ini merupakan penelitian dengan tujuan penelitian untuk membuat pecandraan (deskriptif) secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta- fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu (Suryabrata, 2002). Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan serta memahami secara mendalam tentang alasan laki- laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow.

  B. SUBJEK PENELITIAN Pemilihan subjek penelitian dalam penelitian kualitatif ini tidak diarahkan pada keterwakilan, dalam arti jumlah atau peristiwa acak, melainkan pada kecocokan konteks teoritis tentang laki- laki yang memilih pasangan hidup waria. (Poerwandari, 2005).

  Subjek penelitian diperoleh dengan cara mencari informasi tentang waria yang tinggal bersama kekasihnya. Subjek dalam penelitian ini adalah laki- laki yang memiliki kekasih seorang waria dan saat ini tinggal bersama waria.

  Beberapa identitas subjek seperti nama, tempat tinggal, alamat asal, pekerjaan, nama orang tua, dan sebagian besar nama tokoh-tokoh yang banyak terkait dalam kehidupan subjek akan disamarkan untuk menjaga kerahasiaan subjek.

  C. METODE PENGUMPULAN DATA Penelitian ini menggunakan metode wawancara sebagai alat utama untuk mengumpulkan data dan observasi sebagai metode pendukung.

1. Wawancara

  Wawancara adalah percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif ini dilakukan guna memperoleh pengetahuan tentang makna- makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti, dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu- isu atau suatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain (Poerwandari, 2005) Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan pedoman umum. Pedoman wawancara umum berisi tentang hal- hal atau isu- isu yang harus diliput dan terungkap tanpa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tanpa pertanyaan eksplisit. Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan peneliti mengenai aspek-aspek yang harus dibahas dan sekaligus menjadi daftar pengecek (checklist) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Bentuk wawancara dalam penelitian ini adalah mendalam (in-deph-interview), dimana peneliti mengajukan pertanyaan mengenai berbagai segi kehidupan subjek secara utuh dan mendalam (Poerwandari, 2005).

  Tabel I. Pedoman Umum Wawancara Topik Utama Indikator Topik Pertanyaan Pertanyaan Umum a.

  Dalam pergaulan sehari- hari anda mengenal banyak perempuan, tetapi mengapa anda memilih menjalin hubungan dengan waria? b. Apakah anda sudah pernah berpacaran? c.

  (Apabila pernah) Apa yang tidak anda dapatkan selama berhubungan dengan pacar- pacar anda yang seorang perempuan dibandingkan dengan waria? d.

  Apa kelebihan yang dimiliki waria dibandingkan dengan pacar-pacar anda sebelumnya? e.

  (Apabila belum pernah) Mengapa anda belum pernah berpacaran? Pertanyaan bagi yang sudah memiliki istri: a.

  Mengapa sudah memiliki istri tetapi anda selingkuh? b.

  Apakah sudah pernah selingkuh? c.

  Mengapa memilih selingkuh dengan waria, bukan dengan perempuan? d. Kelebihan yang dimiliki waria dibandingkan dengan istri anda? e. Bagaimana perasaan anda apabila keluarga mengetahui hubungan anda dengan waria? f.

  Dampak apa yang kira-kira muncul apabila keluarga mengetahui hubungan anda dengan waria?

  Latar Belakang Keluarga a.

  Anda memiliki berapa saudara? b.

  Anda anak ke berapa? c. Bagaimana hubungan anda dengan saudara-saudara anda? d. Bagaimana hubungan antara anak-anak dengan orang tua? e. Bagaimana hubungan kedua orang tua? f.

  Apakah dalam kehidupan sehari- hari, diantara kedua orang tua anda sering bertengkar? g.

  Bagaimana hubungan anda dengan orang tua? h.

  Menurut anda, apakah selama ini orang tua dapat memenuhi kebutuhan anda dengan baik? i.

  Apakah perhatian dan kasih sayang yang diberikan orang tua kepada anda selama ini sudah cukup? j.

  Permasalahan apa saja yang sering muncul dalam keluarga? Kebutuhan Fisiologis

  1.

  a. Makan dan Minum Pada saat tinggal bersama bagaimana memenuhi kebutuhan makan dan minum setiap harinya? b.

  Siapa yang biasanya mengeluarkan untuk makan sehari- harinya? c. Apakah anda dapat makan secara teratur 3x sehari? d.

  Sebelum hidup bersama dengan pacar anda, apakah anda selalu makan dengan teratur? e.

  Bagaimana anda memenuhi kebutuhan untuk makan dan minum sebelum menjalin hubungan dengan pacar anda? 2.

  a. Tempat tinggal Anda tinggal dimana bersama pacar anda? b.

  Apakah rumah yang anda tempati bersama pacar anda milik pribadi atau menyewa? c.

  Apabila menyewa bagaimana biayanya? d. Sebelum menjalin hubungan anda tinggal bersama siapa? e. Apakah rumah yang anda tempati sebelumnya milik sendiri atau menyewa? f. Mengapa anda lebih memilih tinggal bersama waria? 3.

  a. Seks Apakah anda merasa senang dalam berhubungan seksual dengan pacar anda? b.

  Apakah anda sudah merasa puas berhubungan seksual dengan pacar anda? c. Apakah anda pernah melakukan hubungan seks sebelum menjalin hubungan dengan pacar anda sekarang? d. Apa yang anda rasakan saat berhubungan seksual dengan pacar anda yang seorang perempuan? e.

  Bagaimana jika dibandingkan ketika anda berhubungan seks dengan waria?

  Kebutuhan Akan Rasa 1.

  a. Kebebasan Apakah anda merasa Aman terkekang selama menjalin hubungan dengan waria? b.

  Apa yang anda rasakan saat menjalin hubungan dengan pacar anda? c. Apakah sebelum menjalin hubungan dengan waria anda merasa terkekang? d. Apa yang membuat anda memilih menjalani hubungan dengan waria?

  2.

  a. Keteraturan Bagaimana kehidupan anda sekarang setelah menjalin hubungan dengan waria? b.

  Siapa yang biasanya mengatur segalanya termasuk makan, minum, pakaian, dan membuat keputusan saat tinggal bersama pacar anda? c.

  Apakah hidup anda menjadi lebih teratur selama menjalin hubungan dengan pacar anda? d.

  Bagaimana peran pacar anda dalam mengatur kehidupan anda sehari- hari? e.

  Bagaimana kehidupan anda sebelum menjalin hubungan dengan pacar anda? f. Siapa yang biasanya mengatur untuk makan, minum, pakaian dan dalam mengambil keputusan sebelum menjalin hubungan dengan pacar anda? g.

  Bagaimana perasaan anda ketika sebelum menjalin hubungan dengan setelah menjalin hubungan dengan pacar anda? h. Mana yang lebih anda senangi ketika tinggal bersama pacar anda sekarang atau sebelum berhubungan dengan pacar anda dan mengapa anda lebih menyenanginya? 3.

  a. Jaminan Finansial Dimana anda bekerja sekarang? b.

  Berapa kira-kira penghasilan yang anda peroleh sekarang? c. Berapa banyak pengeluaran yang anda butuhkan selama menjalin hubungan dengan waria? d.

  Sebelum anda menjalin hubungan, berapa banyak pengeluaran yang dibutuhkan? e.

  Bagaimana kondisi keuangan anda selama menjalin hubungan dengan pacar anda? f.

  Bagaimana jika dibandingkan dengan ketika anda belum menjalin hubungan dengan pacar anda? g. (Apabila menurun) Mengapa anda masih tetap memilih untuk melanjutkan hubungan?

  4.

  a. Gambaran Relasi Apakah sebelum anda dengan Keluarga menjalin hubungan dengan waria, hubungan anda dan keluarga anda baik-baik saja? b.

  Bagaimana hubungan anda dengan masyarakat sekitar sebelum menjalin hubungan dengan waria? c.

  Lalu setelah anda menjalin hubungan dengan pacar anda, bagaimana hubungan anda dengan keluarga sekarang? d. Bagaimana pula hubungan anda dengan masyarakat sekitar setelah anda menjalin hubungan dengan pacar anda? e.

  Apakah hubungan anda dengan keluarga dan masyarakat menjadi berubah pada waktu belum menjalin hubungan dengan pacar anda dan ketika anda menjalin hubungan dengan pacar anda sekarang? f.

  Bagaimana tindakan anda setelah mengetahui adanya perubahan tersebut? Kebutuhan Akan Cinta

  1.

  a. Cinta dan kasih Apakah selama ini anda

dan Rasa Memiliki sayang mendapatkan cinta dan

kasih sayang dari keluarga anda? b.

  Bagaimana perlakuan keluarga anda terhadap anda selama ini, apakah mereka dapat mengerti dan memahami anda? c. Apakah selama ini keluarga anda selalu membantu jika anda sedang mengalami masalah? d.

  Bagaimana cinta, perhatian dan kasih sayang yang anda dapatkan selama menjalin hubungan dengan pacar anda? e. Apakah anda merasa pacar anda menyayangi anda? f.

  Apakah selama ini pacar anda dapat mengerti dan memahami setiap kali anda mendapatkan masalah? g.

  Bagaimana perasaan anda apabila pacar anda dapat membantu masalah yang anda alami?

  2.

  a. Penerimaan Apakah selama ini pacar anda dapat menerima anda apa adanya? b.

  Apakah pacar anda selama ini banyak menuntut kepada anda? c. Apakah selama ini keluarga anda dapat menerima anda apa adanya? d. Apakah keluarga anda banyak menuntut anda?

  Kebutuhan Akan 1.

  a. Penghargaan dari Bagaimana pandangan

Penghargaan orang lain masyarakat sekitar selama

ini terhadap hubungan anda dengan pacar anda? b.

  Bagaimana perasaan anda terhadap masyarakat sekitar yang membicarakan anda? c. Apakah anda merasa malu jalan berdua dengan kekasih anda? d. (Apabila malu) Mengapa tetap menjalin hubungan dengan pacar anda? e. Bagaimana tanggapan orang-orang di sekitar tentang hubungan anda? f. Apakah keluarga anda dapat menerima keadaan anda dengan kekasih anda? g. Bagaimana pandangan orang-orang di sekitar terhadap anda, sebelum anda menjalin hubungan dengan pacar anda? 2.

  a. Penghargaan dari Bagaimana perasaan anda diri sendiri ketika menjalin hubungan dengan waria? b.

  Apakah anda merasa percaya diri pada saat jalan berdua dengan pacar anda? c. Bagaimana jika dibandingkan ketika anda belum menjalin hubungan dengan pacar anda?

  Kebutuhan Aktualisasi a.

  Apakah hubungan yang Diri anda jalani selama ini dengan pacar anda sudah menjadi cita-cita anda? b. Apa yang sebenarnya menjadi keinginan atau cita-cita anda selama ini (berhubungan dengan pekerjaan) ? c. Apakah hubungan anda dengan pacar anda selama ini mendukung pekerjaan atau cita-cita anda? d.

  Apakah pekerjaan anda dapat berkembang lebih baik atau lebih maju selama menjalin hubungan dengan pacar anda? D.

ANALISIS DATA

  Analisis data merupakan proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan kesatuan uraian dasar.

  Dalam menganalisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, maka peneliti melakukan langkah- langkah sebagai berikut (Poerwandari, 2005):

  1. Organisasi data Data yang sudah diperoleh akan diorganisasikan secara rapi dan sistematis. Organisasi data yang rapi dan sistematis akan memungkinkan peneliti untuk memperoleh kualitas data yang baik, mendokumentasikan analisis yang dilakukan, serta menyimpan data dan analisis yang berkaitan dalam penyelesaian penelitian (Highlen dan Finley dalam Poerwandari, 2001). Data-data tersebut meliputi: a.

  Data mentah berupa tulisan (dari hasil wawancara) disesuaikan dengan hasil wawancara.

  b.

  Data yang sudah ditandai dengan kode-kode.

  c.

  Penjabaran kode-kode dan kategori-kategori.

  2. Koding Penelitian kualitatif menganggap tahap koding sebagai tahap yang penting. Koding dilakukan untuk dapat mengorganisasi dan mensistematisasi data secara lengkap dan mendetail, sehingga data dapat memunculkan gambaran tentang topik yang dipelajari. Kode yang diberikan berupa singkatan atau simbol yang digunakan pada sekelompok kata-kata. Teknik koding dalam penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi hal-hal yang terkait dengan tindak aborsi pada remaja dalam kasus kehamilan pranikah yang diperoleh dari hasil wawancara. Langkah- langkah koding dalam penelitian ini meliputi : a.

  Menyusun transkripsi verbatim (kata demi kata) wawancara sedemikian rupa sehingga ada kolom kosong yang cukup besar di sebelah kiri dan kanan transkrip. Hal ini akan memudahkan dalam membubuhkan kode- kode atau catatan-catatan tertentu .

  b.

  Peneliti secara urut dan kontinyu melakukan penomoran pada baris transkrip.

  c.

  Peneliti secara urut melakukan pengkodean pada baris transkrip. Memberi nama untuk masing- masing berkas dengan kode-kode tertentu. Kode yang digunakan adalah singkatan atau simbol yang mudah diingat dan mewakili berkas tersebut.

3. Analisis

  a) Penelitian ini menggunakan analisis tematik yang memungkinkan peneliti menemukan pola-pola yang tidak terlihat jelas oleh pihak lain. Analisi tematik merupakan proses mengkode informasi yang dapat menghasilkan daftar tema, model tema atau indikator yang kompleks. Analisis tematik adalah suatu proses yang dapat digunakan dalam mengolah informasi kualitatif dan memungkinkan penerjemahan gejala/informasi kualitatif menjadi data kualitatif sesuai kebutuhan peneliti (Boyatzis dalam Poerwandari, 2005).

E. KEABSAHAN DATA 1.

  Kredibilitas Dalam penelitian kualitatif, konsep validitas diganti dengan istilah kredibilitas yang dimaksudkan untuk merangkum bahasan menyangkut kualitas penelitian kualitatif. Kredibilitas studi kualitatif terletak pada keberhasilannya mendeskripsikan setting, proses, kelompok sosial atau pola interaksi yang kompleks. Sala h satu ukuran kredibilitas penelitian kualitatif adalah deskripsi mendalam yang menjelaskan kemajemukan atau kompleksitas aspek-aspek yang terkait dan interaksi dari berbagai aspek (Poerwandari, 2005). Pencapaian validitas atau kredibilitas dilakukan melalui orientasi dan upayanya mendalami dunia empiris dengan menggunakan metode yang paling cocok untuk pengambilan dan analisis data.

  Adapun konsep yang digunakan antara lain: validitas argumentatif yang tercapai bila presentasi alur temuan dan kesimpulan dapat diikuti dengan baik serta dapat dibuktikan dengan melihat kembali ke data mentah. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan kepada ketiga subjek yang telah dilampirkan. Validitas ekologis yang menunjuk pada sejauh mana studi dilakukan pada kondisi alamiah dari subjek penelitian sehingga kondisi ‘apa adanya’ dan kehidupan sehari- hari menjadi konteks penting penelitian. Hal ini dapat dibuktikan karena wawancara dilakukan di tempat tinggal ketiga subjek.

  2. Triangulasi Salah satu usaha untuk meningkatkan generabilitas penelitian kualitatif adalah dengan melakukan triangulasi. Triangulasi mengacu pada usaha mengambil sumber-sumber data yang berbeda untuk menjelaskan suatu hal tertentu (Poerwandari, 1998). Penelitian ini menggunakan triangulasi data

  Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan waria yang selama

ini tinggal bersama subjek. Penunjukkan sumber data lain ini dilakukan untuk

pengecekan antara yang diungkapkan subjek dengan pacarnya. Triangulasi

nantinya berguna untuk pengecekan atau sebagai pembanding data hasil

wawancara sehingga dapat diperoleh keakuratan data. Hal ini dilakukan

hanya pada subjek ketiga saja karena subjek pertama dan kedua ada halangan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Dalam penelitian ini, pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua tahap

  yaitu, tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Langkah- langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan a.

  Peneliti mencari informasi tentang waria yang saat ini hidup bersama seorang laki- laki yang merupakan kekasihnya.

  b.

  Setelah mendapatkan informasi, peneliti awalnya mendatangi tempat perkumpulan waria dan melakukan perkenalan dengan waria. Setelah itu peneliti meminta bantuan untuk dikenalkan dan ditemukan dengan pacarnya. Dalam perkenalan, peneliti juga meminta ijin kepada laki- laki yang menjalin hubungan dengan waria dan memilih pasangan hidup waria.

  c.

  Setelah perkenalan, peneliti melakukan pendekatan secara pribadi untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan berkunjung informal ke kost dan rumah kontrakan subjek sebanyak 2 kali, menjaga komunikasi melalui handphone.

  d.

  Peneliti mempersiapkan pokok-pokok pertanyaan sebagai pedoman ditujukan kepada laki- laki yang menjalin hubungan dengan waria dan memilih waria sebagai pasangan hidupnya.

  e.

  Membuat kesepakatan dengan subjek penelitian untuk melaksanakan wawancara dan observasi.

  f.

  Peneliti melaksanakan try out wawancara terlebih dulu terhadap salah seorang laki- laki yang juga hidup bersama waria

2. Tahap Pelaksanaan a.

  b.

  

Melaksanakan pengambilan data sesuai dengan waktu yang ditentukan.

  c.

  Wawancara dengan subjek dilaksanakan berdasarkan janji yang telah disepakati bersama antara subjek dan peneliti.

  d.

  Peneliti melaksanakan pengambilan data sesuai dengan metode yang telah ditentukan.

  e.

  Memindahkan data-data hasil rekaman wawancara dalam bentuk verbatim.

  f.

  Memasukkan data-data wawancara yang telah didapatkan ke dalam pengkodingan.

  g.

  Memasukkan data-data wawancara yang telah dikoding ke dalam tema- tema yang muncul.

  h.

  Menganalisis tema-tema yang muncul dari hasil wawancara. i.

  Membuat suatu kesimpulan berdasarkan hasil analisis yang dibuat.

  

Melaksanakan pengambilan data dengan merekam hasil wawancara.

B. HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Subjek Penelitian Keterangan Subjek 1 Subjek 2 Subjek 3

  Inisial Rn Rd Ags Usia 30 tahun 38 tahun 23 tahun Pekerjaan Kernet Bus Kota Karyawan Swasta - Asal Wonosari Jogjakarta Wonosari Status Sudah menikah Belum menikah Belum Menikah Lama berhubungan

  4 tahun 11 tahun 2 ½ tahun 2.

   Penyajian data Pada bagian ini disajikan data-data yang diperoleh dari wawancara.

  Untuk mempermudah dalam menganalisis data, maka data yang disajikan ini

sesuai dengan materi atau pokok permasalahan yang hendak dibahas.

a. Latar Belakang Keluarga

  Dari hasil wawancara dapat kita lihat bahwa ketiga subjek memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Subjek Rn merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia tinggal bersama adik dan orang tuanya di Wonosari. Subjek Rn berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga kehidupan mereka sehari- hari cukup sederhana. Orang tua subjek seorang petani yang penghasilannya tidak terlalu besar maka untuk kehidupan sehari-hari bisa

  

dibilang kurang. Subjek memutuskan untuk berhenti sekolah waktu lulus SD

dan ingin bekerja untuk membantu orang tuanya.

  Meskipun subjek Rn dan keluarganya hidup dengan sederhana tetapi

hubungan yang terjalin antara anggota keluarga satu dengan yang lain baik,

bahkan subjek cukup dekat dengan adiknya. Ketika subjek memutuskan

pindah ke Jogja untuk bekerja ia menjadi jarang bertemu dengan adiknya

karena subjek jarang pulang. Sampai akhirnya subjek menikah dan memiliki

dua orang anak yang saat ini juga tinggal di Wonosari. Subjek memilih tetap

bekerja di Jogja dan tinggal di kos sendiri. Subjek bekerja sebagai kernet bus

kota. Penghasilan yang ia peroleh juga tidak begitu besar, untuk memenuhi

kebutuhan keluarganya saja kadang masih kurang belum lagi untuk biaya

sekolah anak-anaknya.

  Kehidupan subjek Ags tidak jauh berbeda dengan subjek Rn, ia juga

berasal dari keluarga yang kurang mampu dan bapaknya seorang petani.

  

Subjek adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara, sejak berumur 8 bulan

ibunya sudah meninggal maka subjek hidup dengan bapak dan kakak-

kakaknya. Setiap hari kakak subjeklah yang menanggung biaya hidup sehari-

hari termasuk untuk biaya sekolah subjek. Penghasilan yang diperoleh

bapaknya sebagai petani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan subjek Ags

dan kakak-kakaknya, kadang hanya untuk tambahan membeli beras saja.

  

Semua kebutuhan subjek Ags masih ditanggung oleh kakaknya karena subjek

  Awalnya hubungan subjek Ags dengan keluarga cukup baik, tetapi

subjek menjadi marah ketika keluarga melarang subjek berpacaran dengan

seorang perempuan teman sekolahnya yang merupakan anak terpandang di

desa. Ia menjadi anak yang bandel dan semakin malas untuk disuruh kerja.

  

Setiap hari subjek Ags hanya pergi bermain dan pulang untuk minta uang

saja. Pokoknya semua keinginan subjek harus dituruti, sampai suatu saat

subjek pergi dari rumah karena minta dibelikan handphone tapi keluarga tidak

membelikan. Subjek meninggalkan rumah dan pergi ke Jogja.

  Lain halnya dengan subjek Rd ia berasal dari keluarga yang mampu.

Subjek merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Selama ini kehidupan

subjek Rd dengan keluarganya serba kecukupan karena penghasilan yang

diperoleh bapaknya cukup besar dan ibunya juga berjualan makanan. Hal ini

dapat dilihat subjek Rd dan adik-adiknya tidak kekurangan dalam memenuhi

kebutuhan sehari- hari dan mereka juga dapat kuliah. Belum lagi sebagian

rumah subjek yang dibuat kos dan tempat penyewaan komputer, hasilnya juga

cukup besar untuk menambah biaya hidup keluarga sehari-hari. Sehingga

sejak kecil subjek Rd tidak merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan

makan, minum dan sebagainya.

  Meskipun selama ini subjek Rd dan keluarganya tidak kekurangan

tetapi subjek merasa kurang bahagia karena hubungan antara anggota

keluarga yang satu dengan yang lain tidak dekat. Subjek Rd sendiri adalah komunikasi. Meskipun mereka tinggal satu rumah tetapi tidak pernah bicara. Apalagi kalau subjek Rd sudah lelah pulang kerja, biasanya ia langsung masuk kamar dan tidur.

  b. Gambaran Relasi dengan Teman Dekat Sebelum menjalin hubungan dengan waria ketiga subjek pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan bahkan saat ini subjek Rn sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Selama ini hubungan subjek Rn denga n istrinya kurang harmonis maka membuat subjek tidak betah berada di rumah dan memilih tinggal di Jogja. Subjek Rn pernah menjalin hubungan dengan perempuan sebelum menjalin hubungan dengan waria tapi tanpa sepengetahuan istrinya. Subjek Rn merasa takut kalau pacarnya hamil karena akan menambah beban subjek maka akhirnya hubungan mereka putus.

  Sampai akhirnya ia bertemu seorang waria dan menjalin hubungan dengannya.

  Bagi subjek Rn menjalin hubungan dengan waria lebih kecil resikonya karena ia tidak dapat hamil. Ia juga dapat memenuhi semua kebutuhannya sejak menjalin hubungan dengan waria, maka sampai saat ini subjek memilih untuk tetap menjalin hubungan dan hidup bersama dengan waria.

  Berbeda dengan subjek Rd ia belum pernah menikah tetapi ia pernah pacaran dengan seorang perempuan. Hubungan subjek Rd dengan perempuan tersebut juga sangat dekat, bahkan subjek pernah melakukan hubungan terlalu egois dan materialistik maka subjek Rd memutuskan hubungan dengan perempuan itu. Subjek Rd akhirnya bertemu seorang waria dan merasa cocok dengannya. Subjek merasa lebih bebas dalam melakukan hubungan seks dengan waria. Tidak hanya itu, selama menjalin hubungan dengan waria subjek juga mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup besar yang selama ini ia butuhkan.

  Lain lagi dengan subjek Ags, ia juga pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan tetapi ia belum pernah melakukan hubungan seksual dengannya. Subjek sangat mencintai pacarnya tetapi keluarga tidak mengijinkan karena perempuan itu dari keluarga terpandang. Subjek merasa kecewa sampai suatu saat pergi dari rumah dan bertemu dengan waria yang saat ini hidup dengannya. Selama menjalin hubungan dengan waria ia merasa senang melakukan hubungan seksual walaupun sebelumnya ia belum pernah melakukannya. Subjek ingin hidup dengan waria selamanya dan tidak mau menjalin hubungan dengan perempuan.

c. Hirarki Kebutuhan Maslow 1. Kebutuhan Fisiologis i. Makan dan Minum

  Selama tinggal bersama waria ketiga subjek dapat memenuhi

kebutuhan makan dan minum sehari- hari. Subjek Rn dan Ags memiliki latar

belakang keluarga yang hampir sama yaitu dari keluarga yang kurang mampu. Sedangkan subjek Rd berasal dari keluarga yang mampu dan berkecukupan setiap harinya.

  Pada waktu subjek Rn tinggal bersama waria, kehidupan subjek menjadi lebih teratur. Biasanya subjek Rn dan waria bergantian untuk membeli makan tetapi karena penghasilan subjek Rn kecil sementara ia harus menghidupi istri dan anaknya maka waria yang sering menanggung biaya makan mereka berdua. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya kita apa-apa berdua mbak. Makan juga berdua walaupun cuma seadanya yang penting kita masih bisa makan mbak. Mana yang ada dulu, kalau saya pas ada duit ya pakai duit saya kalau gak ya pakai duit dia. Tapi kan paling penghasilan saya juga berapa mbak, belum buat biaya anak saya. Jadi biasanya ya lebih banyakan dia yang ngeluarin duit.” (W1.S1.KF1.N69.Brs 357-372)

  Hampir sama dengan subjek Rn, selama tinggal bersama waria kebutuhan makan dan minum subjek Ags semua dipenuhi oleh waria.

  Sebelumnya kebutuhan subjek Ags ditanggung oleh kakaknya karena subjek belum bekerja. Selama ini memang kakak subjek yang menanggung semua kebutuhan keluarga sehari-harinya, maka untuk makan saja mereka mengalami kesulitan. Subjek memutuskan untuk berhenti sekolah sampai dengan kelas dua SMP karena tidak ada biaya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Dulu saya lulus SD mau nerusin sampai masuk SMP udah kelas dua keluar. Ya karena masalah ekonomi mbak. Ya istilahnya dulu untuk makan sehari-hari aja kurang mampu. Saya kan dulu masih kumpul semua jadi orang tua tinggal satu terus ikut kakak semua yang pertama.” (W3.S3.KF1.N39.Brs 136-147)

  Sejak hidup dengan waria, subjek Ags tidak merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhannya sehari- hari karena semua kebutuhan subjek

  

ditanggung oleh waria. Setiap hari waria bekerja di sebuah organisasi yaitu

KPA (Kelompok Penolong Aids) dengan gaji yang cukup besar. Waria juga

masih keluar malam untuk menambah penghasilan meskipun tidak setiap hari.

Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya pacar saya. Jadi dia hasil kerja malam untuk makan sehari-hari, terus kalau dari gaji di Kebaya untuk bayar motor kan dia ambil motor kredit. Jadi untuk makan sehari-hari dari keluar malam. (W3.S3.KF1.N75.Brs 325-332)

  Pernyataan dari subjek Ags didukung oleh pacarnya yang mengatakan

bahwa selama ini semua kebutuhan subjek Ags didukung oleh sang pacar.

  

Selama ini pacar subjek Ags bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka

berdua. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Iya selama ini yang dominan cari duit saya mbak, cuma dia kadang ngojek kalau pas ada orang suruh ngenterin. Walaupun gak seberapa tapi kan bisa untuk kebutuhan sendiri kadang untuk tambah beli rokok dia. (War3.KF1.N67.Brs 420-427)

  Berbeda dengan subjek Rd, sejak kecil subjek Rd hidup serba

kecukupan karena keluarganya mampu. Ia tidak merasa kekurangan dalam

memenuhi kebutuhan untuk makan dan minum. Saat ini subjek Rd bekerja dan

memiliki gaji yang cukup besar. Penghasilan yang ia peroleh selama ini sudah

lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan subjek sendiri bahkan setiap

bulannya subjek juga memberi uang kepada bapaknya meskipun tidak banyak.

  Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Kalau untuk kebutuhan setiap harinya keluarga saya bisa dibilang cukup mbak. Bahkan untuk makan, minum, serta pakaian kami tidak kekurangan. Untuk sekolahpun kami semua dapat bersekolah dengan baik, malah adik-adik saya juga ada yang kuliah mbak.” (W2.S2.KF1.N36.Brs 202-213)

  Ketika subjek Rd pindah dari rumah dan memilih untuk hidup bersama

waria subjek harus memenuhi kebutuhan makan dan minum sendiri. Sekarang

subjek justru menanggung biaya untuk makan dan minum bersama waria.

Dengan penghasilan yang diperolehnya subjek Rd dan waria dapat memenuhi

kebutuhan mereka sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya saya mbak, untung aja gaji saya cukup untuk makan kami berdua setiap harinya dan untuk bayar uang kos.” (W2.S2.KF1.N58.Brs 341-345) ”Ya kalau untuk makan kita berdua setiap hari pokoknya cukuplah mbak. (W2.S2.KF1.N60.Brs 349-351)

  Pernyataan lain, ” Ya jelas enak waktu bareng keluarga mbak soalnya kan saya tinggal makan aja, gak perlu mikirin biaya untuk makan. Kalau sekarang kan saya harus mikirin biaya makan sendiri.” (W2.S2.KF1.N62.Brs 359-366) 2.

   Tempat tinggal Sebelum tinggal dengan waria subjek Rd dan Ags tinggal bersama

keluarganya sedangkan subjek Rn tinggal sendiri di kos karena istri dan

anaknya di desa. Sejak subjek Rn bekerja di Jogja sebagai kernet bus kota ia

memilih tinggal di kos sendiri. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Saya juga udah nikah mbak, anak saya dua kok.” (W1.S1.N23.Brs 90-91) ” Ya di Wonosari mbak, tapi saya jarang kesana.” (W1.S1.N25.Brs 94-95) Setelah subjek Rn menjalin hubungan dengan waria, subjek

memutuskan untuk tinggal satu kos dengan waria. Subjekn Rn tidak perlu

membayar kos sendiri karena sejak ia tinggal bersama waria, yang membayar

kos adalah waria. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya sejak aku kenal dia, terus baru jalan berapa bulan gitu aku trus gak kos sendiri dan pindah ke kos dia. Kan lumayan ngirit juga, daripada saya harus bayar kos sendiri.” (W1.S1.KF2.N65.Brs 332-339)

  Begitu juga dengan subjek Ags, setelah pergi dari rumah subjek Ags

menjalin hubungan dengan waria dan tinggal di rumah kontrakan waria. Subjek

Ags dan waria tinggal di rumah kontrakan bersama tiga orang teman waria.

Biasanya setiap tahun mereka membayar rumah berempat karena satu rumah

ada empat kamar maka biayanya dibagi berempat. Waria yang biasanya

membayar rumah kontrakan setiap tahunnya karena subjek Ags sampai

sekarang belum bekerja. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ini kan bayarnya per tahun. Ya rombongan yang nempatin kan empat orang, satu rumah itu empat juta jadi sama aja satu orang satu juta mbak. Ini dulu yang bayar pacar saya terus ama temen-temennya.” (W3.S3.KF2. N77, 79, 81.Brs 335-336, 339-342, 345- 347).

  Pacar dari subjek Ags juga mengatakan bahwa selama ini dia yang

membayar uang kos maupun kontrakan karena subjek Ags tidak bekerja dan

tidak ada penghasilan. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Ya saya yang bayar kontrakan karena kan dia juga gak kerja dan gak ada penghasilan.”

  (War3.KF2.N91.Brs 567-570 ) Lain halnya dengan subjek Rd, selama ini subjek Rd tinggal di sebuah

rumah yang cukup luas dan karena tanahnya cukup luas sebagian dibangun kos.

  Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Kalau rumah yang saya tempati dengan keluarga itu malah rumah orang tua saya sendiri mbak. Lagian rumah saya cukup luas dan kebetulan dekat kampus UGM jadi sama bapak dibikin kos-kosan dan sekarang juga malah dibikin rental komputer.”(W2.S2.KF2.N50.Brs 292-302)

  Pada waktu subjek Rd menjalin hubungan dengan waria, subjek

memilih untuk meninggalkan rumah dan hidup bersama dengan waria. Subjek

Rd harus mengontrak rumah sendiri sebesar empat juta setiap tahun untuk

tinggal bersama waria. Selama ini, subjek Rd tidak memikirkan biaya yang

harus dikeluarkan karena subjek merasa lebih bebas dan senang tinggal dengan

waria dibandingkan dengan keluarganya. Hal ini dapat dilihat dari

pernyataannya, ” Ya saya mbak yang bayar kontrakan. Kan tiap tahun saya bayar empat juta.”

  (W2.S2.KF2.N48.Brs 284-286) Pernyataan lain,

  ” Buat saya gak masalah mbak yang penting saya merasa lebih senang dan nyaman tinggal di kontrakan dengan pacar saya daripada di rumah saya sendiri. (W2.S2.KF2.N54.Brs 318-324) 3.

   Seks Pada umumnya ketiga subjek merasa senang dan puas berhubungan

seksual dengan waria. Selain itu, mereka juga merasa lebih bebas dalam

melakukan hubungan seksual dengan waria. Subjek Rn mengatakan bahwa

dalam berhubungan seksual, waria tidak kalah dengan perempuan. Subjek Rn

biasanya membayangkan waria seperti seorang perempuan karena sifatnya yang

lemah lembut. Meskipun subjek Rn jauh dari istrinya, ia tidak merasa kesepian

karena ada waria yang selalu menemaninya. Hal ini dapat dilihat dari

pernyataannya,

  ” Ya iya sih mbak tapi kalau pas berhubungan gitu saya bayangin dia seperti cewek, lagian dia lemah lembut gitu mbak kayak cewek asli. Apalagi pas berhubungan seksual gak kalah sama cewek deh. Saya jadi gak kesepian mbak, kan biasanya saya cuma tinggal sendiri di Jogja. (W1.S1.KF3.N61.Brs 310-321)

  Sama halnya dengan subjek Rd, walaupun saat ini belum menikah,

tetapi ia pernah mempunyai pacar seorang perempuan sebelum ia menjalin

hubungan dengan waria. Hubungan subjek Rd dengan pacarnya sangat dekat

bahkan subjek juga pernah melakukan hubungan seksual dengan pacarnya

walaupun pacarnya sering menolak jika diajak berhubungan. Akan tetapi subjek

Rd merasa tidak bebas berhubungan seksual dengan perempuan karena dapat

menyebabkan kehamilan. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya seneng juga mbak, tapi kan kalau ma pacar saya yang dulu gak bisa tiap hari melakukannya. Pacar saya sering nolak kalau saya ajak berhubungan seks. Kalau sekarang kan saya bebas mbak tiap hari minta aja pacar saya gak pernah nolak, kadang

saya gak ngajak aja pacar saya yang minta kok he..he.. (W2.S2.KF3.Brs 416 -428)

  Subjek Rd merasa senang dan puas ketika berhubungan seksual

dengan waria karena penampilan waria yang seperti perempuan ditambah lagi

badannya yang langsing sehingga setiap kali berhubungan seksual subjek Rd

selalu membayangkan waria adalah seorang perempuan. Selain itu, subjek juga

merasa senang karena waria dapat melayani subjek kapan saja subjek Rd

membutuhkan. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya seneng juga kok mbak, walaupun dia sebenarnya cowok tapi mbak liat sendiri kan penampilannya udah kayak cewek beneran apalagi badannya langsing ya mbak. Lagi pula setiap kali berhubungan seks dengan dia saya selalu bayangin dia cewek . Dia juga selama ini bisa bikin saya seneng dan puas mbak makanya saya seneng.” (W2.S2.KF3.N68.Brs 392-405)

  Berbeda dengan kedua subjek yang lain, sebelum menjalin hubungan

dengan waria subjek Ags belum pernah melakukan hubungan seksual.

  

Meskipun subjek Ags pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan

teman sekolahnya tetapi ia belum pernah melakukan hubungan seks dengannya.

  

Subjek Ags melakukan hubungan seksual sejak ia menjalin hubungan dengan

waria. Dalam berhubungan seksual dengan waria subjek merasa puas dan

senang. Subjek sayang kepada waria maka bagi subjek berhubungan seksual

dengan waria sama aja dengan yang lain walaupun sebelumnya subjek belum

pernah melakukannya yang penting subjek merasa puas. Hal ini dapat dilihat

dari pernyataannya,

  ”Belum pernah mbak.” (W3.S3.KF3.N87.Brs 371) ”Ya kalau bagi aku ya mbak, aku sayang ma dia aku merasa puas.” (W3.S3.KF3.N89.Brs 377-379)

  Pacar subjek Ags juga mengatakan ingin membuat subjek Ags merasa

puas dalam berhubungan seksual walaupun kadang ia merasa tidak puas. Bagi

pacar subjek Ags yang terpenting dapat membuat subjek Ags bahagia dan puas.

Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Kalau boleh jujur kadang terpuaskan kadang gak cuma pada dasarnya komitmen saya bahwa saya hidup bahagia dengan dia tidak hanya dengan seks yang penting saya memuaskan dia walaupun jujur maaf seks saya mengalami buntu bahkan tiga bulan sekali mungkin saya baru bisa merasa terpuaskan ma dia. Bagi saya yang penting saya memberikan kasih sayang, saya menerima kasih sayang dan saya memuaskan dan dapat memberi kebahagiaan.” (War3.KF3.N109.Brs 710-728 )

2. Kebutuhan Rasa Aman i. Kebebasan

  Dari hasil wawancara dapat kita lihat bahwa subjek Rn dan subjek Rd

merasa lebih bebas pada saat menjalin hubungan dengan waria sedangkan

subjek Ags merasa kurang bebas saat menjalin hubungan dengan waria. Pada

waktu subjek Rn pacaran dengan perempuan ia merasa tidak bebas karena

pacarnya banyak permintaan. Selain itu, menurut subjek Rn pacaran dengan

  

perempuan resikonya lebih besar dibandingkan dengan waria karena perempuan

bisa hamil sedangkan waria tidak. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Kalau ini pribadi saya lho mbak, kalau ma perempuan itu resikonya lebih besar.” (W1.S1.KRA1.N31.Brs 112-115) ” Ya ini misalnya ya mbak, kalau saya pacaran sama perempuan pertama kenal berani pegang-pegangan tangan, kedua pegang paha terus berani ciuman. Lha lama kelamaan malah keterusan mbak, kan lama -lama bisa hamil juga he..he.. ” (W1.S1.KRA1.N33.Brs 120-130)

  Subjek Rd juga merasa lebih bebas menjalin hubungan dengan waria

karena pacar subjek yang dulu terlalu cemburu dan sering melarang subjek jika

akan pergi. Selain itu, pacar yang dulu egois dan tid ak pernah mau mengerti

subjek. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Aku dah gak tahan aja mbak, masa cuma suruh ngalah terus, lagian dia gak pernah ngertiin saya kalau sama -sama sih gak papa. Saya yang suruh ngertiin dia terus tapi dia gak pernah mau ngertiin saya. Cemburunya tu lho mbak minta ampun, padahal dia seenaknya aja kalau pergi ama temennya cowok coba kalau saya yang pergi pasti gak boleh.” (W2.S2.KRA1.N18.Brs 76-89)

  Subjek Rd merasa lebih bebas tinggal dengan waria karena kalau

sampai keluarganya mengetahui subjek Rd menjalin hubungan dengan waria

pasti keluarganya akan marah Maka subjek memutuskan untuk mengontrak

rumah sendiri dan tinggal bersama waria. Hal ini dapat dilihat dari

pernyataannya,

  ” Ya kan saya lebih bebas mbak lagian kalau keluarga saya tahu saya jalan ama waria pasti dimarahi. Makanya saya memutuskan untuk kontrak rumah sama pacar saya.” (W2.S2.KRA1.N44.Brs 266-273)

  Berbeda dengan subjek Ags, ia merasa terkekang ketika menjalin

hubungan dengan waria karena ia tidak boleh menjalin relasi dengan

perempuan lain ataupun teman waria yang lain. Meskipun begitu subjek Ags

  

tidak begitu mempermasalahkan karena kehidupan sehari- hari dengan waria

juga senang dan tidak ada beban. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Ya emang dulu pernah bilang kalau kamu emang bener-bener sayang ma aku kamu gak boleh main ma perempuan terus yang kedua gak boleh mengkhianati pacar saya walaupun sama waria pokoknya gak boleh selain ma pacar saya.” (W3.S3.KRA1.N91.Brs 384-393)

  Pernyataan lain, ” Ya karena suka itu tapi hidup sehari itu senang, gak ada beban.” (W3.S3.KRA1.N105.Brs 462-464)

  Bagi pacar subjek Ags, kejujuran dan kesetiaan adalah hal yang

penting. Dia tidak ingin subjek Ags berselingkuh dengan perempuan lain

ataupun dengan sesama waria. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  Ya timbul kecocokan aja, ya dalam hal kejujuran, kesetiaan. Lain halnya dengan ” perempuan, kalau waria itu cemburunya lebih besar, kasih sayangnya lebih besar, feelingnya lebih besar. Kalau misalnya dia maen sama orang lain, saya pergi terus saya pulang gitu saya terasa mbak feeling saya tetap tau ya mungkin dari bau badannya dia, walaupun dia udah mandi pakai parfum tapi feeling saya gak bisa ditipu.” (War3.KRA1.N55.Brs 313-328 )

  Sedangkan pada saat subjek Ags menjalin hubungan dengan pacarnya

yang dulu ia merasa lebih bebas. Pacarnya tidak pernah melarang subjek Ags

melakukan sesuatu, bahkan subjek boleh suka dengan perempuan lain asalkan

pacarnya tidak mengetahui. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Bebas yang penting kita kan bikin kesepakatan kamu boleh suka ama mereka yang

kamu suka asal jangan kelihatan depan mata kita.” (W3.S3.KRA1.N99.Brs 425-430)

ii.

  Keteraturan Sejak tinggal dengan waria kehidupan ketiga subjek menjadi lebih

teratur dari sebelumnya. Subjek Rn yang awalnya kurang teratur dalam

  

memenuhi kebutuhan makan sehari- hari sekarang menjadi lebih teratur Selain

itu, sejak tinggal bersama waria sekarang kehidupan subjek Rn ada yang

mengatur sehingga bisa lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari

pernyataannya,

  ” Tapi kan paling penghasilan saya juga berapa mbak, belum buat biaya anak saya. Jadi biasanya ya lebih banyakan dia yang ngeluarin duit makan. Yang jelas sejak saya tinggal ma Hana hidup saya jadi lebih teratur.” (W1.S1.KRA2.N69.Brs 366-375)

  Pernyataan lain, ” Ya paling gak sekarang hidup saya juga dah agak mendingan gak kayak dulu lagi.

  Saya bisa makan dengan teratur dan tinggal di tempat yang layak.” (W1.S1.KRA2.N89.Brs 507-513) Sejak menjalin hubungan dengan waria, subjek Rd juga merasa

hidupnya menjadi lebih teratur. Sekarang, waria yang mengurus semua

keperluan subjek. Sebelumnya subjek Rd harus mengatur keperluannya sendiri.

Sewaktu ibunya masih hidup ibu subjeklah yang biasa mengurus keperluan

subjek Rd. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya bisa dibilang teratur mbak, karena dia mau ngurusin semua keperluan saya.” (W2.S2.KRA2.N84.Brs 503-506) Pernyataan lain, ” Sebelumnya saya apa-apa sendiri mbak, sekarang saya seneng juga ada yang ngurusin.

  Mungkin kalau ibu saya masih ada beda biasanya ibu yang ngurusin kebutuhan saya kan sekarang saya cuma ma bapak saya.” (W2.S2.KRA2.N86.Brs 510-518) Begitu juga dengan subjek Ags, ia merasa hidupnya lebih teratur

setelah me njalin hubungan dengan waria. Subjek merasa lebih tenang, nyaman

  

dan teratur karena meskipun subjek Ags tidak bekerja semua kebutuhannya

telah dipenuhi oleh waria. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” ...mendingan saya hidup sama waria tapi yang penting saya tenang, lebih nyaman dan lebih teratur.” (W3.S3.KRA2.N101.Brs 441-445) iii.

  Jaminan Finansial Selama menjalin hubungan dengan waria subjek Rn dan Ags merasa

terjamin secara finansial karena semua kebut uhan dipenuhi oleh waria dari

makan, tempat tinggal dan kebutuhan subjek yang lain. Berbeda dengan subjek

Rd yang selama ini justru memenuhi semua kebutuhan waria.

  

Penghasilan subjek Rn sebagai kernet bus kota tidak cukup untuk memenuhi

kebutuhan sehari- hari keluarganya dan untuk biaya sekolah anaknya belum lagi

untuk biaya hidup subjek Rn sendiri di Jogja. Sejak subjek Rn menjalin

hubungan dengan waria semua kebutuhannya dipenuhi dan dijamin oleh waria

bahkan biaya sekolah anaknya juga sering dibantu oleh waria. Tidak hanya itu

saja bahkan waria yang selama ini selalu membantu keuangan subjek Rn. Hal

ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya selama ini tuh Hana baik banget mbak ma aku, dia juga selalu bantu aku nek aku pas ada masalah atau kesulitan uang. Ya maklum mbak saya kan cuma kernet bus kota, paling-paling penghasilan saya cuma berapa. Belum buat bayar kos, buat makan ma biaya sekolah anak-anak saya mbak.” (W1.S1.KRA3.N51.Brs 226-239)

  Pernyataan lain, ” Istri saya juga jualan mbak di desa, mungkin kalau cuma untuk makan seadanya saja ya dicukup-cukupin. Saya biasanya cuma ngasih untuk biaya sekolah saja itu aja juga kadang kurang mbak, makanya pacar saya itu yang sering bantu.” (W1.S1.KRA3.N55.Brs 250-260)

  Subjek Rn juga merasa senang menjalin hubungan dengan waria

karena tidak banyak permintaan berbeda ketika ia menjalin hubungan dengan

perempuan yang terlalu banyak permintaan sehingga menambah masalah

keuangan subjek Rn. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Lagian enaknya kalau pacaran ma waria itu gak banyak permintaan mbak. Beda kalau ma cewek udah banyak ribut terus minta inilah itulah kan boros juga mbak he..he... kalau saya banyak duit sih gakpapa mbak.” (W1.S1.KRA3.N35.Brs 146-155)

  Begitu juga yang dialami oleh subjek Ags, sejak tinggal bersama waria

kondisi keuangan subjek Ags jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ketika

subjek Ags tinggal di rumah, keluarganya selalu mengalami masalah keuangan.

Selama ini subjek Ags tidak bekerja dan waria yang bekerja setiap harinya.

Meskipun tidak bekerja tetapi subjek Ags yang biasa mengelola keuangan

setiap hari, maka setiap kali waria pergi bekerja uangnya diberikan kepada

subjek. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Emm...kalau masalah keuangan emang jujur ya enakan sekarang ama dulu walaupun bukan saya yang mencari uang. Tapi dia walaupun Amanda yang cari setiap hari setiap malam dia dapat uang berapapun pasti diserahin ke aku. Jadi aku setiap harinya aku yang mengatur keuangan.” (W3.S3.KRA3.N124.Brs 566-577)

  Pernyataan subjek Ags didukung oleh pacarnya yang menyatakan

bahwa selama ini subjek Ags yang mengatur keuangan. Hal ini dapat dilihat

dari pernyataannya,

  ” Si Agus mbak yang ngatur keuangan. Masalahnya dia pertama juga gak bisa cuma saya yang ngajarin. Karena pada saat jika saya suatu saat meninggalkan dia, saya harus sudah bisa membuat dia mandiri, jangan sampai dia gak punya pegangan atau pengetahuan. Yang penting maksud saya biar dia bisa mandiri.” (War3.KRA3.N79.Brs 518-519 dan N83.Brs 528-538 )

  Setiap hari subjek Ags hanya diam di rumah dan tidak bekerja tetapi

semua kebutuhannya sudah dipenuhi oleh waria dari rokok, makan dan segala

macam. Selama ini waria juga sangat baik dengan keluarga subjek Ags karena

waria juga sering membantu keluarga subjek walaupun tidak berbentuk uang

tetapi waria membelikan pakaian untuk bapak dan kakak-kakak subjek. Hal ini

dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Gak kerja mbak, jadi saya sehari-hari diam di rumah dari makan, rokok segala macam dikasih sama pacar saya.” (W3.S3.KRA3.N45.Brs 160-164) Pernyataan lain,

  ” Ya selama disini itu yang membantu bukan saya tapi pacar saya sendiri membantu keluarga saya. Ya tidak berbentuk uang sih tapi kalau setiap saya pulang selalu bawa oleh-oleh ya pakaian untuk orang tua saya untuk kakak-kakak saya. (W3.S3.KRA3.N132.Brs 610-619)

  Berbeda dengan subjek Rd, sejak ia menjalin hubungan dengan waria

pengeluarannya semakin bertambah. Subjek harus menanggung biaya makan

berdua dan membayar rumah kontrakan yang sekarang ia tempati bersama

waria. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Yang pasti pengeluaran saya bertambah mbak liat aja perincan saya tadi. Sekarang kan saya harus bayar rumah dan makan sendiri. Kalau dibandingkan dulu sih pasti lebih banyak sekarang pengeluarannya. Sama aja kan uang itu untuk biaya hidup kami berdua mbak.” (W2.S2.KRA3.N100.Brs 591-602)

  Bagi subjek Rd hal ini tidak menjadi masalah karena selama ini waria

juga selalu melayaninya dengan baik dan mengurus semua keperluannya. Selain

itu subjek juga senang karena waria tidak pernah minta macam- macam kepada

subjek paling hanya kebutuhan untuk make up itu saja tidak seberapa. Berbeda

  

dengan pacar subjek yang dulu, ia terlalu materialistik karena semua yang dia

inginkan harus dituruti meskipun kadang subjek tidak memiliki uang. Hal ini

dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Selain itu, kadang pacar saya juga gak mau ngerti saya punya duit gak yang penting kalau dia minta apa-apa saya harus nurutin. Kan orang juga gak mesti kan mbak, iya kalau saya pas ada uang kalau gak.” (W2.S2.KRA3.N20.Brs 114-122)

  Pernyataan lain, ” Ya mau gimana lagi mbak, uang bukan masalah bagi saya yang penting kan saya seneng. Udah saya niatin kok mbak, kalau gak dah dari dulu saya putus sama Upik buktinya saya udah 11 tahun mbak hidup bareng.” (W2.S2.KRA3.N102.Brs 606-614) iv.

  Gambaran Relasi dengan Keluarga Ketiga subjek memiliki hubungan yang berbeda-beda dengan

keluarganya, subjek Rn sering ribut dengan istrinya sedangkan subjek Rd dan

  

Ags jarang bertengkar dengan keluarganya. Selama ini hubungan subjek Rn

dengan istrinya kurang harmonis karena setiap bertemu mereka selalu ribut.

  

Subjek Rn tidak senang karena istrinya terlalu banyak bicara dan banyak

menuntut kepada subjek. Ketika istri subjek mengetahui hubungan subjek Rn

dengan waria, hubungan mereka semakin jauh. Subjek Rn semakin merasa

tidak aman berada di dekat istrinya karena sekarang istrinya sudah tidak peduli

lagi dengan dirinya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Habisnya saya bosen mbak setia p kali ketemu istri saya cuma ribut aja. Dia tuh cerewet banget. Lagian istri saya itu banyak tuntutan, jadi males mbak.” (W1.S1.KRA4.N27.Brs 98-104)

  Pernyataan lain, ” Ya gimana lagi mbak, istri saya juga udah tahu kok kan saya pernah ngajak Hana ke rumah orang tua saya. (W1.S1.KRA4.N39.Brs 172-176)

  ” Istri saya sih pertama marah tapi aku tetep aja ngeyel akhirnya dia luweh-luweh ma aku. Dia juga gak mau urusan lagi ma saya.” (W1.S1.KRA4.N41.Brs 179-184) Berbeda dengan subjek Rd, sebelum menjalin hubungan dengan waria

hubungan subjek dengan keluarganya baik walaupun kurang ada komunikasi

tetapi mereka tidak pernah bertengkar. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Walaupun selama ini kami kurang komunikasi antara satu dengan yang lain tapi hubungan kami tetap baik. Paling ngomong tapi seperlunya aja. Selama ini saya dan

adik-adik saya juga gak pernah bertengkar.” (W2.S2.KRA4.N104.Brs 619 -627)

  Setelah subjek Rd menjalin hubungan dengan waria, subjek menjadi

jauh dengan keluarga karena keluarga subjek menentang hubungan tersebut.

  

Bahkan subjek sempat akan diusir oleh bapaknya. Hubungan yang tidak baik

dengan keluarga membuat subjek Rd merasa tidak aman berada di rumah. Hal

ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya pasti bapak saya juga menentang mbak, adik-adik saya yang perempuan juga jadi ribut sama saya gara-gara hal itu. Kalau adik-adik saya yang cowokaja cuek. Pokoknya yang paling cerewet itu adik-adik saya yang cewek itu mbak. Bapak saya juga sampai pernah mau ngusir saya gara-gara saya pacaran ama waria.” (W2.S2.KRA4.N106.Brs 633-645)

  Lain lagi dengan subjek Ags sejak ia menjalin hubungan dengan waria

hubungannya dengan keluarga tetap baik meskipun awalnya keluarga juga tidak

setuju. Tetapi setelah subjek Ags memberi pengertian kepada keluarganya dan

mengenalkan pacar subjek kepada keluarganya akhirnya mereka menginjinkan.

  

Sekarang hubungan waria dengan keluarga subjek juga sudah lebih baik dan

mereka mau menerima kehadiran waria sebagai pacar subjek. Subjek Ags

merasa lebih aman karena hubungan subjek dengan keluarga sudah jauh lebih

  

baik sejak ia menjalin hubungan dengan waria. Bahkan subjek Ags sudah

beberapa kali mengajak waria ke rumahnya. Hal ini dapat dilihat dari

pernyataannya,

  ” Baik juga, ya sampai sekarang akhirnya semenjak sama pacar saya hubungannya sudah kembali normal. Toh itu juga pacar saya sudah sering kali ke rumah saya, kenal sama kakak saya sama orang tua saya itu udah 3 kali ketemu.” (W3.S3.KRA4.N19.Brs 68-77)

  Pernyataan lain, ” Ya pertama kali pacar saya ke rumah keponakan ma orang tua gak setujuyang kedua kali saya datang terus saya ngomong akhirnya sedikit -sedikit mereka bisa menerima sampai sekarang kadang pacar saya nelpon ya ngobrol-ngobrolah.” (W3.S3.KRA4.N128.Brs 593-602)

  Hal ini diperkuat dengan pernyataan pacar subjek Ags yang

mengungkapkan bahwa awalnya keluarga subjek Ags kurang setuju tetapi

akhirnya bisa menerima kehadiran dirinya. Hal ini dapat dilihat dari

pernyataannya,

  ” Udah saya udah pernah ke rumahnya, saya diperkenalkan sama bapaknya maaf dia udah gak punya ibu, ibunya sudah meninggal waktu dia masih kecil. Saya dikenalkan sama kakak-kakaknya, kakak iparnya, keponakannya semua udah tau siapa saya sebagai seorang waria tapi bukan seorang PSK. Makanya waktu pertama kali ada perdebatan di keluarga pacar saya tapi ya Alhamdulilah akhirnya bisa diterima.” (War3.KRA4.N15.Brs 163-179 ) 3.

   Kebutuhan akan Cinta dan Rasa Memiliki i. Cinta dan Kasih Sayang Selama ini subjek Rn dan Ags mendapatkan perhatian dan kasih

sayang yang cukup dari keluarganya sedangkan subjek Rd kurang mendapatkan

perhatian dan kasih sayang dari keluarganya. Hubungan subjek Rn dengan

  

keluarganya selama ini baik, dia juga dekat dengan adiknya. Hal ini dapat

dilihat dari pernyataannya, ” Nek saya sih baik-baik aja, saya juga gak pernah sampai cekcok sama orang tua. Cuma kadang saya yang sering bandel aja, namanya aja anak laki-laki mbak. Kalau ma adik saya juga lumayan deket kok, tapi setelah saya kerja di Jogja kita jadi jarang ketemu.” (W1.S1.KAC1.N19.Brs 64-75)

  Setelah subjek Rn hidup bersama dengan waria, subjek merasakan

bahwa waria sangat sayang dan perhatian kepadanya. Bahkan subjek merasa

perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh waria melebihi istrinya. Hal ini

dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Perhatian dia juga sangat besar mbak ma aku, mungkin istriku aja kalah he...he... Dia juga sayang banget ma aku.” (W1.S1.KAC1.N57.Brs 271-276) Berbeda dengan subjek Rd, sejak kecil ia kurang me ndapat perhatian

dan kasih sayang dari orang tuanya karena orang tuanya sibuk bekerja. Selama

ini, subjek Rd sudah terbiasa mengurus keperluannya sendiri. Hal ini dapat

dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya mungkin untuk perhatian kurang mbak karena waktu itu bapak saya juga sibuk kerja, terus ibu juga berjualan makanan. Apalagi setelah ibu saya meninggal mbak, bapak juga masih sibuk kerja untuk membiayai sekolah kami. Saya dan adik-adik jadi terbiasa hidup mandiri mbak karena kepepet juga gak ada yang ngurus in.” (W2.S2.KAC1.N38.Brs 220-233)

  Selain itu, subjek Rd juga kurang dekat dengan adik-adiknya. Mereka

jarang berkomunikasi sehingga kurang peduli dengan keperluan saudaranya

sendiri. Subjek Rd biasa menyelesaikan masalahnya sendiri karena tidak ada

  

yang membantu, kadang subjek juga meminta bantuan teman kerjanya untuk

memberi saran. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Keluarga saya itu biasanya cenderung cuek mbak jadi mereka cenderung tidak peduli ma orang lain. Kalau ada masalah biasanya saya selesaikan sendiri atau kadang malah minta pertimbangan atau bantuan teman kerja saya.” (W2.S2.KAC1.N118.Brs 715-723)

  Selama menjalin hubungan dengan waria, subjek Rd merasa

mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang selama ini tidak ia dapatkan dari

keluarganya. Subjek merasa senang hidup bersama waria karena sekarang

subjek memiliki teman untuk berbagi baik susah maupun senang. Subjek Rd

selalu menceritakan segala hal kepada waria dan ketika ada masalah waria

selalu membantunya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Selama ini pacar saya cukup perhatian mbak ma saya. Saya bisa merasakan cinta dan kasih sayangnya kepada saya cukup besar. Buktinya selama ini dia selalu perhatian dengan segala keperluan saya, dia juga selalu menyiapkan apa saja yang saya perlukan. Sampai keperluan kerja pun dia juga bisa menyiapkan mbak.” (W2.S2.KAC1.N120.Brs 729-742)

  Pernyataan lain, ” Seneng dong mbak, saya jadi ada teman untuk berbagi entah itu senang maupun susah.

  Dia juga gak cuma mau enaknya aja kok mbak buktinya saat saya mengalami kesulitan

dia juga mau mengerti dan membantu saya.” (W2.S2.KAC1.N124.Brs 762-770)

Kebaikan, perhatian dan kasih sayang yang selama ini diberikan oleh

waria membuat subjek Rd sampai saat ini merasa sulit untuk meninggalkannya.

  Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Ya gimana ya mbak saya kan udah lama menjalin hubungan dan tinggal bersama. Saya juga sangat sayang ma dia mbak sepertinya sulit untuk meninggalkan. Apalagi kalau mengingat kebaikan dia dan perhatian dia selama ini kepada saya.” (W2.S2.KAC1.N130.Brs 815-824)

  Berbeda pula dengan subjek Ags yang selama ini mendapatkan

perhatian dan kasih sayang yang cukup dari keluarganya. Subjek Ags juga

mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari pacarnya yang dulu sehingga ia

tidak merasa kurang akan kasih sayang. Setelah subjek Ags mengenal waria ia

juga dapat merasakan kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh waria Hal

ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Sebenarnya gak ada bedanya ya cuma bedanya itu emm...dulu saya pacaran ama perempuan sekarang ma laki-laki sama kayak aku. Ya cuma beda kelaminnya, cuma untuk kasih sayang segala-galanya gak ada bedanya. Dari segi kasih sayang terus seneng segala macem gak ada bedanya.” (W3.S3.KAC1.N63.Brs 249-260)

  Setiap kali ada masalah waria yang selalu membimbing serta memberi

saran kepada subjek Ags. Subjek Ags berusaha terbuka dengan waria begitu

juga sebaliknya. Maka diantara mereka dapat saling mengerti kebaikan dan

kejelekan masing- masing. dalam mengambil keputusan juga selalu diputuskan

bersama. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Kalau perhatian terus terang ya pacar saya itu ke aku penuh perhatiannya.

  (W3.S3.KAC1.N140.Brs 484-490) Pernyataan lain, ” Gak tentu jadi kadang pacar saya kadang saya, gak bisa dipastiin jadi kita sama-sama.

  Jadi selama kita hidup bersama kita saling tahu dan memahami mbak.” (W3.S3.KAC1.N109.Brs 484-490) Bagi pacar subjek Ags kasih sayang merupakan hal yang penting.

Selama ini pacar subjek Ags memberikan kasih sayang dan perhatian yang

penuh kepada subjek Ags dan begitu juga sebaliknya. Bahkan ketika pacar

  

subjek Ags sakit, subjek Ags dengan setia menunggunya. Hal ini dapat dilihat

dari pernyataannya, ” Mungkin kalau dalam hal materi dia gak memberikan kepada saya tapi dalam hal perhatian kan bayangkan sewaktu saya sakit aja. Keadaan saya udah kayak gitu udah sembilan puluh persen mendekati sakaratul maut bahkan sempat didatangi arwah-arwah halus gitu di rumah sakit sampai rasanya itu takut badan saya juga lebih kurus dari sekarang. Maaf saya buang air besar berupa air dia yang bersihin kotorannya pake tisu. Dari situ kan kita tidak bisa lihat dari materi dia punya kasih sayang. Kalau orang lain udah pasti jijik tapi dia mau menunggu saya mau membersihkan. Andaikan suatu saat Mbak nikah apakah suami mbak mau seperti itu kita kan juga gak tau. makanya saya bilang kasih sayang itu tidak bisa dinilai dari materi. Okelah mungkin kalau waktu dengan pacar yang dulu semua kebutuhan saya dipenuhi tapi kan belum tentu menyatakan bahwa itu bener-bener suatu cinta yang tulus.” (War3.KAC1.N120.Brs 811- 845 ) ii.

  Penerimaan Selama tinggal bersama waria, ketiga subjek merasa bahwa waria

dapat menerima mereka apa adanya. Subjek Rn selama ini bekerja sebagai

kernet bus kota dan penghasilan yang diperolehnya kecil tetapi waria mau

menerima dirinya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Selama ini dia mau nerima aku apa adanya walaupun aku cuma kernet bus dan gak punya apa-apa.” (W1.S1.KAC2.N57.Brs 276-280) Subjek Rn dan waria selama ini saling terbuka sehingga dapat

kebaikan dan kejelekan masing- masing. Waria juga mengetahui kalau subjek

sudah memiliki istri dan anak tetapi ia tetap mau menerima subjek apa adanya.

Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, ” Kalau sama dia itu malah apa-apa saya critain mbak, saya gak pernah nutup-nutupin.

  Dia dah tau kalau saya punya istri dan anak. Dia juga tau semua tentang keluarga saya, dan mungkin kejelekan sayapun dia juga tau. Kami biasa mbak saling cerita satu sama lain jadi sayapun juga udah ngerti dia dulu-dulunya gimana. Kami udah tau kejelekan dan kebaikan masing-masing jadi malah bisa ngertiin mbak.” (W1.S1.KAC2.N77.Brs 417-435)

  Begitu juga dengan subjek Rd, selama ini waria dapat memahami

pekerjaan subjek sehingga apabila subjek Rd terlambat pulang karena keperluan

kantor waria dapat menerima. Subjek Rd juga sering tugas keluar kota tetapi

waria tidak marah. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Gak juga tu mas, kalau pagi kan biasanya saya berangkat kerja terus sore baru pulang kadang kalau ada rapat atau kerjaan belum selesai ya bisa telat pulangnya. Dia udah ngerti kok mbak kerjaan saya gimana, belum lagi kalau saya ada proyek di luar kota malah kadang saya gak pulang.” (W2.S2.KAC2.N74.Brs 432-443)

  Ketika dengan pacar yang dulu sering curiga kalau subjek Rd ada

pekerjaan mendadak dan harus lembur. Pacar subjek juga sering marah kalau

subjek Rd tugas keluar kota padahal subjek sudah menjelaskan tetapi tetap tidak

mau mengerti. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Kalau pacar saya yang dulu sih bawaannya curiga aja mbak, kadang kalau saya udah janjian ma dia terus tiba-tiba ada kerjaan mendadak gitu dia bisa marah-marah padahal saya juga udah nelpon dan jelasin ke dia eeee..... tetep aja gak bisa ngerti. Malah kadang saya dikira macem-macem entah selingkuh atau apalah. Susah mbak ngomong ke dia.” (W2.S2.KAC2.N76.Brs 446-460)

  Subjek Ags juga merasa senang karena waria dapat mencintainya

dengan tulus dan dapat menerima subjek apa adanya. Padahal subjek selama ini

tidak bekerja dan hanya bergantung pada waria tetapi waria tidak menuntut

supaya subjek Ags bekerja. Subjek Ags selama ini juga menyayangi waria apa

adanya, bahkan ia memiliki keinginan supaya dapat hidup dengan rukun, tenang

dan bahagia bersama waria. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” ...walaupun dia seorang waria tapi kehidupan dia itu dia mencintai aku dengan apa adanya dengan tulus walaupun dia seorang waria tapi aku tetap mencintai dia apa adanya.” (W3.S3.KAC2.N23.Brs 88-96) Pernyataan lain, ” Ya sebenarnya kalau dia itu pengennya kalau saya ada pekerjaan saya suruh kerja tapi kalau gak ada pekerjaan ya udah gakpapa walaupun kamu gak kerja gakpapa apa adanya kamu.” (W3.S3.KAC2.N155.Brs 736-742)

  Pacar subjek Ags selama ini dapat menerima subjek Ags apa adanya

meskipun ia yang harus memenuhi semua kebutuhan subjek Ags.Hal ini dapat

dilihat dari pernyataannya,

  ”... mungkin kalau bagi saya gak ngerti ya karena dia juga ngasih kasih sayang ke aku walaupun selama ini saya yang memenuhi secara materi mungkin sama besarnya tapi bagi saya itu gak ternilai bagi saya. Mungkin kalau dalam hal materi dia gak memberikan kepada saya tapi dalam hal perhatian kan bayangkan sewaktu saya sakit aja.” 4.

   Kebutuhan Penghargaan Selama menjalin hubungan dengan waria ketiga subjek belum dapat

memenuhi kebutuhannya akan penghargaan. Awalnya subjek Rn merasa malu

menjalin hubungan dengan waria maka ia tidak pernah pergi berdua. Bahkan

ketika di kos subjek Rn jarang keluar dari kamar, kalau keluar pun subjek selalu

sendiri. Lama kelamaan subjek berpikir bahwa dirinya tidak perlu malu karena

memang jalan ini yang ia pilih. Bagi subjek yang penting ia dapat mencukupi

semua kebutuhannya termasuk kebutuhan sekolah anak-anaknya maka ia tidak

peduli dengan pembicaraan orang lain. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Ya juga sih mbak, emang awalnya saya juga malu tapi lama-lama saya pikir ngapain juga saya malu kalau emang asya seneng jalaninnya. Lagian aku juga gak ganggu mereka kok, yang penting kan aku yang ngrasain. Yang penting aku seneng ya udah, aku gak peduli omongan orang mbak.” (W1.S1.KP1.N83.Brs 466-478)

  Begitu juga dengan subjek Rd, ia merasa lebih percaya diri ketika

belum menjalin hubungan dengan waria. Awalnya subjek Rd merasa janggal

  

dan aneh menjalin hubungan dengan waria walaupun lama- lama subjek menjadi

biasa.. Selama hidup dengan waria subjek mendapatkan apa yang selama ini

tidak ia dapatkan dari keluarga yaitu perhatian dan kasih sayang, maka subjek

tidak peduli denga n pembicaraan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat

dilihat dari pernyataannya,

  ” Awalnya juga agak gimana gitu mbak, kan orang-orang pada ngliatin apalagi kalau pergi jalan-jalan atau makan di luar. Tapi lama kelamaan dah terbiasa jadi ya udah gak papa mbak. Kan semua ini juga uadah saya niatin jadi saya gak perlu malu.” (W2.S2.KP1.N140.Brs 892-901)

  Pernyataan lain, ” Kalau dibandingkan sebelum menjalin hubungan memang lebih percaya diri dulu mbak. Tapi gak berarti sekarang saya terus minder, saya juga sekarang biasa aja kok mbak.” (W2.S2.KP2.N142.Brs 907-914)

  Begitu juga dengan subjek Ags, awalnya subjek merasa malu menjalin

hubungan dengan waria, apalagi dengan tetangga di desa. Subjek tidak peduli

dengan pendapat orang tentang dirinya karena lama- lama tetangganya juga akan

mengetahui. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Jujur ya pertama kali waktu saya datang ke kampung saya ada perasaan minder tapi kedua sampai ketiga saya udah gak ada perasaan minder lagi. Saya minder mereka tetep tau gak minder mereka juga udah tau jadi apapun yang terjadi biarin aja apapun resikonya.” (W3.S3.KP1.N159.Brs 751-762)

  Selama ini, subjek Ags merasa menjadi dirinya sendiri, maka apapun

yang ia jalani dan ia pilih saat ini sudah merupakan keinginan dan pilihan

subjek. Subjek juga berniat tidak mempedulikan komentar dari orang-orang di

sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya,

  ” Iya, jadi kehidupan aku ya beginilah aku dan akan kujalani sama pacar saya.” (W3.S3.KP2.N179.Brs 865-867)

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

  Ketiga subjek saat ini belum dapat mengaktualisasikan dirinya. Subjek

Rn kadang malas bekerja karena selama ini kebutuhannya sudah dipenuhi oleh

waria. Waria kadang sudah mengingatkan subjek Rn untuk bekerja tetapi subjek

tidak mau.

  Berbeda dengan subjek Rd, selama menjalin hubungan dengan waria

justru ia yang harus memenuhi semua kebutuhan. Waria selama ini mendukung

pekerjaan subjek Rd tetapi subjek masih merasa belum puas dengan

pekerjaannya. Ia ingin nantinya dapat memperoleh kedudukan yang lebih tinggi

dan gaji yang lebih besar dari sekarang.

  Begitu juga dengan subjek Ags, selama ini subjek tidak bekerja dan

tidak ada penghasilan apapun. Selama menjalin hubungan dengan waria subjek

hanya diam di rumah dan semua kebutuhannya sudah dipenuhi oleh waria.

Subjek menjadi tidak berkembang karena hanya berada di rumah dan hanya

bergaul dengan waria saja. Maka subjek Ags juga belum bisa

mengaktualisasikan dirinya.

  Tabel II. RINGKASAN ANALISIS KEBUTUHAN LAKI-LAKI YANG MEMILIH PASANGAN HIDUP WARIA Subjek 1 (Rn) Subjek 2 (Rd) Subjek 3 (Ags) Persamaan Perbedaan KEBUTUHAN

  FISIOLOGIS Ÿ Keluarga kurang mampu sehingga hanya makan seadanya saja.

  Ÿ Biasanya makan kalau pas ada uang saja, kadang sehari cuma satu kali. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria, dapat makan dengan teratur . Ÿ Selama bekerja di kota tinggal di kos sendiri. Ÿ Saat ini tinggal bersama satu kos dengan waria supaya lebih irit. Ÿ Dalam berhubungan seksual waria Ÿ Orang tua dapat mencukupi kebutuhan makan, minum dan pakaian. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria, harus mengeluarkan biaya untuk makan. Ÿ Pada waktu tinggal dengan keluarga tidak perlu memikirkan biaya untuk makan, tetapi setelah tinggal dengan waria harus memikirkan biaya untuk makan sendiri. Ÿ Pada waktu tinggal dengan orang tua makan sudah disiapkan di rumah. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria harus membayar kontrakan rumah setiap

  Ÿ Keluarga kurang mampu untuk makan sehari- hari. Ÿ Pada waktu tinggal bersama keluarga, yang biasanya memenuhi kebutuhan sehari- hari kakak dan bapak. Ÿ Keluarga merasa kurang mampu untuk makan sehari- hari maka menggunakan hasil kebun. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria, waria yang memenuhi kebutuhan sehari- hari untuk makan, rokok dan segalanya. Ÿ Dapat makan dengan teratur, pakaian juga rapi karena semua dipenuhi waria. Ÿ Pada waktu tinggal di desa subjek dan keluarga

  Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria dapat makan dengan teratur. Ÿ Tinggal bersama dengan waria di rumah kontrakan atau di kos. Ÿ Merasa senang dan puas berhubungan seksual dengan waria.

  Ÿ Subjek Rn dan Ags berasal dari keluarga yang kurang mampu, sehingga untuk makan saja kurang dan hanya seadanya. Sedangkan Subjek Rd berasal dari keluarga yang berkecukupan sehingga untuk makan lebih dari cukup dan tidak ada masalah. Ÿ Subjek Rn dan Ags: untuk memenuhi kebutuhan makan sehari- hari waria yang membayar. Subjek Rd : untuk memenuhi kebutuhan makan sehari- hari subjek yang membayar sangat baik, tahunnya. tinggal di rumah kakak. sehingga tidak Ÿ Rumah yang ditempati Ÿ Selama tinggal di rumah Ÿ Subjek Rn dan Ags:

kalah dengan bersama keluarga milik kontrakan bersama waria yang membayar

perempuan. sendiri sehingga tidak waria, yang membayar rumah kontrakan dan

perlu menyewa. rumah kontrakan waria. uang sewa kos.

  Subjek Rd : subjek yang membayar Ÿ Lebih senang tinggal di Ÿ Merasa senang dan puas rumah kontrakan berhubungan seksual rumah kontrakan bersama waria, dengan waria. yang dtempati walaupun harus bersama waria. Ÿ Subjek belum pernah membayar setiap tahun. melakukan hubungan

seksual dengan pacar

Ÿ Pada waktu tinggal

  Ÿ Subjek Rn dan Rd : dengan orang tua tidak yang dulu. merasa lebih senang perlu membayar berhubungan seksual kontrakan sendiri. dengan waria karena lebih bebas dan tidak

  Ÿ Merasa senang dan puas berhubungan seksual bisa hamil. dengan waria.

  Subjek Ags : merasa senang berhubungan Ÿ Merasa senang berhubungan dengan seksual dengan waria pacarnya yang dulu meskipun belum tetapi pacar sering pernah melakukan menolak jika diajak hubungan seksual berhubungan seksual. sebelumnya Ÿ Merasa lebih bebas berhubungan seksual dengan waria karena tidak bisa hamil. KEBUTUHAN RASA AMAN Ÿ Pacaran dengan perempuan resikonya lebih besar karena bisa hamil.

  Ÿ Waria yang biasanya mengatur semuanya. Ÿ Ingin bekerja supaya mendapat uang untuk membantu orang tua. Ÿ Tidak mau menambah masalah keuangan dengan pacaran dengan perempuan. Ÿ Pacaran dengan waria tidak banyak permintaan sedangkan pacaran dengan perempuan boros Ÿ Waria selama ini baik sekali, Ÿ Pacar yang dulu terlalu cemburu, egois, sering melarang dan tidak pernah mau mengerti. Ÿ Pacaran dengan waria tidak cerewet, sedangkan dengan perempuan banyak aturan dan sering melarang. Ÿ Merasa lebih bebas tinggal bersama waria di kontrakan karena kalau di rumah pasti keluarga marah. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria merasa senang dan hidup menjadi lebih teratur karena waria mau mengurus semua keperluannya. Ÿ Pacar yang dulu materialistik. Ÿ Merasa senang tinggal dengan waria walaupun pengeluaran menjadi bertambah. Ÿ Hubungan dengan Ÿ Orang tua melarang dan tidak merestui hubungan dengan pacar yang dulu. Ÿ Waria melarang maen dengan perempuan dan tidak boleh mengkhianati walaupun dengan sesama waria. Ÿ Waktu dengan pacar yang dulu merasa bebas dan tidak terkekang. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria merasa lebih tenang, nyaman dan teratur. Ÿ Subjek yang biasanya mengatur segalanya termasuk masalah keuangan. Ÿ Tidak dapat melanjutkan sekolah karena keadaan ekonomi keluarga. Ÿ Subjek tidak bekerja maka segala kebutuhan dipenuhi oleh waria. Ÿ Waria sering membantu keluarga dengan memberi pakaian. Ÿ Hubungan dengan orang Ÿ keluarga tidak menyetujui hubungan dengan waria.

  Ÿ Subjek Rn dan Rd : merasa lebih bebas menjalin hubungan dengan waria karena tidak banyak larangan dan aturan. Subjek Ags : merasa lebih bebas menjalin hubungan dengan pacar yang dulu karena waria melarang main dengan perempuan dan sesama waria. Ÿ Subjek Rn dan Rd : yang biasa mengatur segala sesuatunya waria

  Subjek Ags : subjek yang biasanya mengatur keuangan dan keperluan yang lain. Ÿ Subjek Rn dan Ags : selama menjalin hubungan dengan waria semua keperluan subjek sering membantu keluarga selama ini baik keluarga selama ini baik. yang menanggung kalau ada meskipun kur ang waria termasuk biaya

Ÿ Keluarga awalnya

masalah komunikasi. kurang menyetujui sekolah anak subjek.

keuangan hubungan dengan waria Subjek Rd : selama Ÿ Hubungan dengan termasuk untuk keluarga menjadi tetapi akhirnya bisa menjalin hubungan biaya sekolah kurang baik selama menerima. dengan waria yang anak subjek. menjalin hubungan menanggung biaya dengan waria. keperluan sehari- hari Ÿ Penghasilan yang diperoleh sedikit adalah subjek.

  Ÿ Hubungan dengan tapi harus masyarakat kurang baik membayar kos, karena jarang kumpul makan dan biaya dan tidak pernah ikut sekolah anak- kegiatan di kampung. anak.

  Ÿ Hubungan dengan masyarakat menjadi Ÿ Lebih irit pacaran dengan waria lebih baik selama karena tidak menjalin hubungan perlu membayar dengan waria karena uang kos sendiri. waria ramah dengan masyarakat. Ÿ Biasanya untuk makan sehari-hari bayarnya gantian tetapi karena penghasilan sedikit waria yang lebih sering mengeluarkan biaya untuk makan.

  Ÿ Sejak kecil hidup pas-pasan maka ingin bekerja yang baik dan mapan sehingga dapat uang yang cukup dan bisa hidup dengan enak. KEBUTUHAN Ÿ Selama ini waria Ÿ Merasa tertarik dengan Ÿ Pada waktu bersama Ÿ Selama menjalin Ÿ Subjek Rn dan Ags

AKAN CINTA sangat baik waria karena perhatian, pacar yang dulu merasa hubungan, waria selama ini mendapat

DAN RASA karena perhatian sayang dan baik sekali senang karena sangat sangat baik, perhatian dan kasih

MEMILIKI dan sangat terhadap subjek. sayang dengan subjek. perhatian dan sayang yang cukup

sayang dengan sayang kepada dari keluarga. Ÿ Pacar yang dulu terlalu Ÿ Merasa kecewa dengan subjek. manja, egois, kurang orang tua karena tidak subjek. Subjek Rd selama ini sayang dan kurang diijinkan pacaran dengan kurang mendapat Ÿ Waria tidak banyak perhatian. pacar yang dulu maka perhatian dan kasih Ÿ Saling terbuka dan permintaan dan memilih menjalani berbagi cerita sayang dari keluarga.

  Ÿ Sejak kecil dekat mau menerima dengan ibunya dan kehidupan bersama dengan waria subjek apa kurang begitu dekat waria. sehingga jika ada Ÿ Subjek Rn : meskipun adanya meskipun dengan ayah dan adik- masalah selalu hanya kernet bus dan Ÿ Selama menjalin hanya kernet bus. adiknya tetapi sekarang hubungan dengan waria diselesaikan berdua sudah menikah tetapi ibunya sudah perhatian dan kasih waria mau menerima

  Ÿ Istri subjek banyak bicara meninggal. sayang yang diberikan apa adanya. dan banyak oleh waria begitu besar. Subjek Ags : subjek Ÿ Orang tua selama ini menuntut kepada kurang perhatian karena selama ini tidak Ÿ Hidup dengan waria subjek. mereka sibuk bekerja. dapat saling memahami bekerja dan semua dan mengerti satu sama kebutuhan

  Ÿ Merasa senang Ÿ Selama ini waria yang tinggal dengan mengurus semua lain. ditanggung waria waria karena jarang bertengkar. Ÿ Orang tua subjek selama ini perhatian dan sayang kepada anak-anaknya. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria saling terbuka sehingga mengetahui kebaikan dan kejelekan masing- masing. keperluan subjek. Ÿ Merasa senang menjalin hubungan dengan waria karena ada teman untuk berbagi cerita sehingga jika ada masalah waria bisa membantu. Ÿ Sulit untuk meninggalkan waria karena sudah lama menjalin hubungan dengan waria, selain itu waria juga sangat baik, perhatian dan sayang kepada subjek. Ÿ Waria memberi dukungan dan semangat supaya lebih giat bekerja. Ÿ Waria dapat mengerti subjek meskipun kadang subjek kerja sampai malam berbeda dengan pacar yang dulu yang selalu marah jika subjek pulang terlambat. Ÿ Keluarga menginginkan subjek menikah dengan

  

Ÿ Waria dapat mencintai

subjek apa adanya dengan tulus.

Ÿ Keluarga selama ini

memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup.

Ÿ Ingin hidup rukun,

tenang, tenteram dan

bahagia bersama waria.

Ÿ Masih ada rasa sayang

kepada pacar yang lama

tetapi sudah menikah.

Ÿ Subjek sekarang sudah

memiliki seseorang yang sangat dicintai dan mencintainya walaupun seorang waria.

Ÿ Waria tidak memaksa

subjek untuk bekerja apabila tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan.

Ÿ Keluarga dapat

menerima kehadiran waria sebagai pacar subjek. tetapi tetap mau menerimanya. Subjek Rd : waria tidak pernah marah jika subjek kerja sampai malam.

  Ÿ Subjek Rn dan Rd : waria tidak mengekang mereka dan bebas dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Subjek Ags : waria tidak memperbolehkan subjek maen dengan perempuan lain maupun dengan teman waria. seorang perempuan. KEBUTUHAN PENGHARGAAN

  Ÿ Awalnya merasa malu menjalin hubungan dengan waria. Ÿ Sekarang merasa cuek yang penting subjek merasa bahagia dengan waria.

  Ÿ Awalnya merasa janggal dan kurang percaya diri apabia jalan dengan waria.

  Ÿ Awalnya merasa malu dengan masyarakat sekitar, apalagi dengan tetangga di desa. Ÿ Sekarang merasa lebih cuek karena memang inilah jalan yang dipilih dan ditempuh.

  Ÿ Awalnya merasa malu menjalin hubungan dengan waria. Ÿ Akhirnya cuek dengan pembicaraan orang lain karena ini jalan yang dipilih. KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI

  Ÿ Subjek kadang malas bekerja karena merasa semua kebutuhannya sudah dipenuhi oleh waria.

  Ÿ Ingin menjadi orang yang lebih sukses, gaji yang lebih besar dan jabatan yang lebih tinggi.

  Ÿ Memiliki keinginan untuk membangun rumah tangga yang baik. Ÿ Subjek selama ini tidak mau bekerja membantu orang tuanya di desa. Ÿ Selama menjalin hubungan dengan waria subjek juga tidak bekerja dan jarang keluar dari rumah.

  Ÿ Subjek belum dapat mengaktualisasikan dirinya karena apa yang menjadi cita- cita subjek belum dapat terwujud.

  

Skema 1

Alasan Subjek Rn Memilih Pasangan Hidup Waria LATAR BELAKANG KELUARGA

  Ÿ orang tua seorang petani yang penghasilannya kecil Ÿ orang tua kurang mampu Ÿ adanya hubungan baik antar anggota keluarga Ÿ orang tua perhatian dan sayang kepada anak

  MENIKAH Ÿ hubungan dengan istri kurang harmonis Ÿ istri banyak bicara dan terlalu banyak menuntut Ÿ mengalami kesulitan ekonomi

  KEBUTUHAN FISIOLOGIS Ÿ kesulitan untuk makan Ÿ tidak memiliki rumah sendiri dan tinggal bersama orang tua

  KEBUTUHAN FISIOLOGIS Ÿ makan seadanya Ÿ kadang hanya makan sekali sehari

  MENJALIN HUBUNGAN DENGAN WARIA KEBUTUHAN RASA AMAN Ÿ hidupnya kurang teratur Ÿ membutuhkan sesuatu yang lebih pasti dan dapat menjamin

  KEBUTUHAN RASA AMAN Ÿ hubungan dengan istri kurang harmonis

  Ÿ sering ribut dengan istri KEBUTUHAN FISIOLOGIS Ÿ dapat makan dengan teratur Ÿ biaya untuk tempat tinggal ditanggung oleh waria Ÿ merasa puas dalam berhubungan seksual

  KEBUTUHAN RASA AMAN Ÿ hidup lebih teratur Ÿ merasa lebih bebas dan tidak beresiko Ÿ merasa aman karena semua kebutuhan ditanggung oleh waria Skema 2 Alasan Subjek Rd Memilih Pasangan Hidup Waria

LATAR BELAKANG KELUARGA

  Ÿ orang tua mampu dan berkecukupan Ÿ hubungan antar anggota tidak begitu baik Ÿ orang tua sibuk bekerja dan kurang perhatian dengan anak

KEBUTUHAN CINTA DAN RASA MEMILIKI

  Ÿ kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua Ÿ kecewa denga n pacar perempuan Ÿ tidak ada teman untuk curhat Ÿ biasa menyelesaikan masalahnya sendiri Ÿ hubungan dengan adik-adiknya kurang dekat Ÿ antar anggota keluarga saling cuek dan tidak peduli

MENJALIN HUBUNGAN DENGAN WARIA KEBUTUHAN AKAN CINTA DAN RASA MEMILIKI

  Ÿ perhatian dan kasih sayang yang diberikan waria sangat besar dapat berbagi cerita dengan waria Ÿ saling mengerti dan memahami kekurangan dan kelebihan masing- masing Ÿ waria selalu membantu menyelesaikan masalah

  Skema 3

Alasan Subjek Ags Memilih Pasangan Hidup Waria

LATAR BELAKANG KELUARGA

  Ÿ orang tua kurang mampu Ÿ hubungan antar anggota baik Ÿ kakak yang memenuhi kebutuhan keluarga Ÿ seluruh anggota keluarga tinggal di rumah kakak

KEBUTUHAN FISIOLOGIS KEBUTUHAN RASA AMAN

  Ÿ makan dari penjualan hasil panen Ÿ hidup kurang teratur

Ÿ makan dengan lauk seadanya Ÿ butuh sesuatu yang lebih pasti

Ÿ tidak memiliki rumah sendiri dan numpang dan menjamin di rumah kakak

  

MENJALIN HUBUNGAN DENGAN WARIA

KEBUTUHAN FISIOLOGIS KEBUTUHAN RASA AMAN

Ÿ biaya makan ditanggung waria sehingga Ÿ hidup lebih teratur dapat makan dengan teratur

  Ÿ semua kebutuhan ditanggung oleh waria Ÿ kontrakan rumah waria yang menanggung

  Ÿ hubungan dengan keluarga baik , bahkan sering mengunjungi keluarga Ÿ merasa puas dala m berhubungan seksual di desa.

C. PEMBAHASAN

  Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan alasan laki- laki memilih pasangan hidup seorang waria. Handoko (1992) mengatakan bahwa tingkah laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan dan tingkah laku manusia tersebut mengarah pada pencapaian tujuan yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan itu. Selama ini, para lelaki memilih pasangan hidup waria

karena ingin memenuhi dan memuaskan kebutuhan yang ada dalam dirinya.

  Laki- laki yang menjalin hubungan dengan waria memiliki latar belakang keluarga yang berbeda-beda, ada yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dan ada pula yang berasal dari keluarga mampu sehingga kebutuhan yang muncul dari setiap laki- laki juga berbeda. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Sarwono (1995) bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan yang pemunculannya berbeda-beda tergantung pada kondisi individu yang bersangkutan.

  Dari hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa para lelaki yang menjalin hubungan dengan waria memiliki kebutuhan-kebutuhan yang kurang terpenuhi.

  Kebutuhan-kebutuhan yang kurang terpenuhi tersebut antara lain kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, dan kebutuha n akan cinta dan rasa memiliki.

  Mereka memilih menjalin hubungan dengan waria karena adanya deficiency motivation yaitu dorongan untuk memenuhi suatu kekurangan dalam organisme.

  Dorongan karena kekurangan ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan

  

fisiologis, tetapi juga kebutuhan akan rasa aman, memiliki dan cinta serta

penghargaan (Scultz, 1991).

  Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling dasar, kuat

dan jelas dibandingkan kebutuhan yang lain. Seseorang akan menekan atau

mengabaikan kebutuha n lainnya sampai kebutuhan ini terpenuhi atau terpuaskan

(Ziegler & Hjell,1981). Hal ini seperti yang dialami subjek Rn dan Ags, bagi

mereka kebutuhan fisiologis lebih penting dibanding kebutuhan yang lain karena

mereka merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Selama ini,

waria yang menanggung dan memenuhi semua kebutuhan fisiologis subjek Rn

dan Ags dari makan, minum dan tempat tinggal sehingga kedua subjek tidak

merasa kekurangan lagi.

  Para lelaki yang telah terpenuhi kebutuhan fisiologis nya kemudian

akan berusaha memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya yaitu

kebutuhan akan rasa aman. Hal ini didukung oleh pendapat Koeswara (1989)

yang mengatakan bahwa setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, manusia akan

didorong oleh keinginan mencari perlindungan atau memperoleh rasa aman.

  Menurut Koeswara (1989) kebutuhan rasa aman meliputi kebebasan,

keteraturan, jaminan finansial dan menjalin relasi yang harmonis dengan anggota

keluarga. Kebutuhan ini akan muncul pada diri individu apabila kebutuhan

fisiologisnya terpenuhi. Hal ini seperti yang dialami oleh subjek Rn, sejak

menjalin hubungan dengan waria kehidupan subjek menjadi lebih teratur, lebih

  

bebas, lebih aman secara finansial, dan hubungan dengan keluarga lebih

harmonis.

  Para lelaki yang menjalin hubungan dengan waria merasa lebih aman

karena waria dapat menjamin kehidupan mereka. Apalagi bagi laki- laki yang

berasal dari keluarga kurang mampu mereka akan mencari seseorang yang dapat

menjamin dan membuat hidup mereka lebih baik. Hal ini didukung oleh Maslow

yang mengatakan bahwa kita membutuhkan sedikit banyak sesuatu yang sifatnya

rutin dan dapat diramalkan . Jika tidak terpenuhi, maka akan timbul rasa cemas

dan takut sehingga akan menghambat kebutuhan lainnya.

  Setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpenuhi, kebutuhan

seseorang akan meningkat pada kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. Feist &

Feist (1998) menulis bahwa bagi sebagian besar manusia, kebutuhan fisiologis

dan rasa aman sudah terpuaskan dengan baik, tetapi tidak demikian halnya

dengan kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. Hal ini seperti yang dialami oleh

subjek Rd, selama ini kebutuhan fisiologis dan rasa aman subjek Rd dapat

terpenuhi dengan baik karena ia berasal dari keluarga yang mampu tetapi

pemenuhan kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki masih kurang karena selama

ini orang tuanya sibuk bekerja.

  Kurang terpenuhinya kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki

mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yaitu menjalin hubungan dengan

waria. Sebagian besar manusia menetap pada tingkat kebutuhan akan cinta dan

  

lain. Hal –hal yang termasuk dalam kategori ini adalah cinta, kasih sayang dan

penerimaan (Kanuk, dalam Schiffman dan Kanuk, 2000). Begitu juga yang

dilakukan oleh subjek Rd, ia menjalin hubungan dengan waria karena ingin

mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang selama ini tidak ia dapatkan dari

keluarganya.

  Setelah kebutuhan akan cinta terpenuhi, seseorang akan meningkat

pada kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan penghargaan. Para lelaki

yang menjalin hubungan dengan waria belum bisa memenuhi kebutuhannya akan

penghargaan karena mereka merasa malu dan kurang percaya diri dengan

masyarakat sekitar. Selama ini penghargaan masyarakat terhadap waria dianggap

masih kurang sehingga hubungan antara laki- laki dengan waria juga belum bisa

dianggap hal yang wajar oleh masyarakat seperti layaknya hubungan laki- laki dan

perempuan. Bahkan di negara kita pun hubungan laki- laki dan waria masih belum

dapat diakui dan diterima. Goble (1987) mengatakan bahwa penghargaan dari

orang lain berupa prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian dan nama baik serta

penghargaan. Hal ini dialami oleh subjek Rn, Rd dan juga subjek Ags karena

keluarga mereka juga belum dapat menerima hubungan mereka dengan waria

bahkan subjek Rd sampai akan diusir dari rumah karena berhubungan dengan

waria.

  Masyarakat akan cenderung berpikir kurang baik terhadap laki- laki

yang menjalin hubungan dengan waria, maka mereka menjadi kurang percaya diri

  

didukung oleh pendapat Schultz (1998) yang mengatakan bahwa penghargaan

yang berasal dari orang lain merupakan hal yang utama, karena kita akan

cenderung lebih mudah untuk berpikir baik tentang diri kita sendiri jika kita

merasa yakin bahwa orang lain berpikir baik tentang diri kita.

  Saat seseorang telah memenuhi kebutuhannya akan penghargaan, ia

akan membentuk dasar yang kuat untuk menapaki kebutuhan selanjutnya yaitu

aktualisasi diri (Feist & Feist, 1998). Kebutuhan ini mengacu pada keinginan

individu untuk menggunakan potensi, bakat dan kemampuan yang dimilikinya

secara maksimal sehingga ia dapat menjadi apapun sesuai dengan potensinya itu

(Ziegler & Hjelle, 1981). Para lelaki yang menjalin hubungan dengan waria

belum dapat memenuhi kebutuhannya akan penghargaan sehingga mereka belum

bisa memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi yaitu aktualisasi diri. Hal ini

didukung pendapat Maslow yang mengatakan bahwa seseorang tidak dapat

memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi apabila kebutuhan yang berada di

bawahnya belum dapat terpenuhi.

  Maslow juga berpendapat bahwa lingkungan yang optimal akan

memberi kesempatan bagi individu untuk mengembangkan potensinya secara

maksimal (Bruno,1983). Selama hidup dengan waria para lelaki kurang dapat

mengembangkan potensi yang dimilikinya karena waria yang bekerja untuk

memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan oleh para lelaki. Hal ini dialami

oleh sub jek Rn dan Ags, selama ini pemenuhan kebutuhan mereka dijamin oleh

  

dirinya. Menurut Maslow orang yang teraktualisasikan dirinya tidak berjuang

namun mereka berkembang untuk menjadi manusia seutuhnya menurut potensi

mereka.

  Maka dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa selama menjalin

hubungan dengan waria ketiga subjek dapat memenuhi kebutuhan mereka yang

selama ini kurang terpenuhi. Seperti subjek Rn, setelah menjalin hubungan

dengan waria kebutuhan fisiologisnya dan kebutuhan akan rasa aman dapat

terpenuhi. Sekarang subjek Rn dapat makan dengan teratur dan ia juga tidak perlu

memikirkan biaya untuk kos karena semua ditanggung oleh pacarnya. Selain itu

subjek Rn juga merasa puas dalam berhubungan seksual dengan pacarnya dan ia

merasa lebih bebas menjalin hubungan dengan waria karena tidak menyebabkan

kehamilan.

  Begitu juga dengan subjek Ags selama menjalin hubungan dengan

waria, kebutuhan fisiologisnya dan kebutuhan akan rasa ama n juga terpenuhi

karena pacar subjek yang selama ini menanggung biaya makan dan tempat tinggal

mereka sehingga hidup subjek Ags sekarang menjadi lebih teratur. Subjek Ags

juga merasa senang karena merasa puas dalam berhubungan seksual dengan

pacarnya.

  Berbeda dengan subjek Rd selama menjalin hubungan dengan waria,

kebutuhannya akan cinta dan rasa memiliki terpenuhi karena waria memberikan

perhatian dan kasih sayang yang besar kepada subjek. Subjek Rd juga dapat

  

membantu. Antara subjek Rd dan pacarnya juga dapat saling mengerti dan

memahami kekurangan dan kelebihan masing- masing.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang alasan laki- laki memilih pasangan

  hidup waria berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow maka dapat ditarik kesimpulan bahwa laki- laki memilih pasangan hidup seorang waria karena adanya deficiency motivation yaitu dorongan untuk membereskan kekurangan yang ada dalam dirinya. Laki- laki yang saat ini menjalin hubungan dengan waria memiliki kebutuhan yang masih kurang dapat terpenuhi seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan kebutuhan akan cinta kasih dan rasa memiliki.

  Sejak menjalani kehidupan bersama waria, para lelaki dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang mereka anggap kurang dapat terpenuhi. Selama ini waria dapat memberikan semua yang dibutuhkan oleh para lelaki dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, serta kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki sehingga para lelaki tidak merasa kekurangan lagi. Hal ini membuat para lelaki sampai saat ini merasa sulit untuk meninggalkan waria dari kehidupannya karena mereka merasa lebih nyaman dan terjamin dengan adanya waria di samping mereka.

B. SARAN

  

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan diantaranya:

1. Bagi Subjek Penelitian a.

  Dari hasil penelitian mengenai alasan laki-laki memilih pasangan hidup waria berdasarkan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, disarankan bahwa para lelaki hendaknya dapat lebih menerima diri mereka apa adanya termasuk semua kebutuhan yang selama ini mereka anggap kurang terpenuhi sehingga mereka dapat hidup bahagia tanpa dibayangi oleh rasa kekurangan.

  b.

  Bagi lelaki yang sudah menikah hendaknya berusaha membina kembali hubungan yang baik dengan istri sehingga ia dapat merasakan arti penting sebuah keluarga dan kebahagian bersama istri dan anak-anaknya.

2. Bagi Masyarakat a.

  Masyarakat hendaknya dapat berpikir lebih objektif, lebih toleransi, lebih humanis dan dapat menerima adanya laki- laki yang hidup bersama waria dalam masyarakat sehingga dapat tercipta masyarakat yang sehat dan ada keselarasan antara masyarakat dengan kelompok mereka yaitu laki- laki yang hidup bersama waria.

DAFTAR PUSTAKA

  

Boellstorff, T. 2003. Playing Back The Nations : Waria, Indonesian Trasvestites. (not

published) CA : Departement of Anthropologi University of California.

  Bruno, Frank J. 1983. Adjustment and Personall Growth Seven Pathways (2 nd ed) NY: John Wiley and Sons

  

Creswell, J.W. 1998. Qualitative Inquiry and Research Design Choosing Among

Five Traditions. Thousand Oaks, London, New Delhi : Sage Publications

  Feist, Jess & Feist, Gregory J. 1998. Theories of Personality (4 th ed) NY: Mc. Graw Hill Companies Inc.

  

Goble, Frank G. 1987. Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Alih

Bahasa : Dr. A. Supratiknya. Jogjakarta: Kanisius.

  

Handoko, Martin. 1992. Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. Jogjakarta:

Kanisius.

  

Huffman, K., Vernoy, M., Vernoy, J. 1997. Psychology in Action. New York : John

Willey & Sons, Inc.

  Kanuk, L. & Schiffman, Leon G. 2000. Consumer Behavior. (7 th ed) New Jersey : Prentice Hall.

  Kartono, K. & Gulo, Dali. 1987. Kamus Psikologi. Bandung : Pionir Jaya.

Koeswinarno. 1993. Profil Waria Yogyakarta : Latar Belakang Sosial dan Perilaku

  Seksual Waria di Yogyakarta . Penelitian (tidak diterbitkan). Yogyakarta :

  

1996. Waria dan Penyakit Menular Seksual. Yogyakarta : Pusat

Penelitian Kependidikan Universitas Gajah Mada.

  Kompas, 17 Maret 2003. Homoseksual : Hati- hati Menitipkan Anak pada Kerabat..!

Langevin, R., Paitich, D., Freeman, R., Mann, K., & Handy, L. 1978. “Personality

Characteristics and Sexual Anomalies in Males.” Canadian Journal of Human Science.

  

Marcel Latuihamallo. “Waria yang Sebenarnya” (online).

http://www.Google/Popular-Online ... (Diakses 5 Januari 2007).

  

Moleong, L. J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

  

Oetomo, Dede. 2001. “Memberi Suara pada yang Bisu”. Yogyakarta : Galang Press

with Association Ford Foundation.

  

Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III . 1993.

  Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik.

P. Esty. J & Sugoto. P. Srisiuni. 1998. Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Kondisi

Fisik Dengan Kesehatan Mental Waria.

  Fakultas Psikologi Universitas Surabaya : Anima, Vol. XIII-No. 51, April-Juni 1998.

  

Poerwandari, Kristi. 2005. Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia,

Edisi Ketiga . Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Indonesia.

  

Purwaningsih, A. D. S. 2002. Hubungan Antara Pemenuhan Kebutuhan Karyawan

  Karyawan di PT Mulia Keramik Indah Raya Cikarang Bekasi . Skripsi (tidak diterbitkan) : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  

Rachman, E. Makna Rumah Bagi Manusia : Majalah ASRI No.36. Januari 1986. hal

53-53 dan 59.

  Santrock, John W. 2002. Life-Span Development (Edisi V). Jakarta : Erlangga Sarwono, S. W. 1995. Psikologi Lingkungan. cet 2. Jakarta. Gramedia.

  

Schultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat.

  Jogjakarta : Kanisius.

Suryabrata, Sumardi. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada

Ziegler, Daniel J. & Hjelle, Larry A. 1981. Personality Theories : Basic Assumptions,

  Research, and Applications. London : Mc. Grow Hill International Book Company.

  LAMPIRAN

A. TRANSKRIP VERBATIM WAWANCARA SUBJEK 1 (W1.S1) Identitas Subjek

  Nama : Rn Usia : 30 tahun Pendidikan : SD Agama : Islam Status : Sudah Menikah Urutan kelahiran : Anak pertama dari dua bersaudara Pelaksanaan Penelitian Hari/Tanggal : Sabtu, 22 November 2007 Waktu : Pk. 16.00-Pk. 18.15 WIB Tempat : Kost Subjek

  NO P/

  INTERPRETASI Brs TRANSKIP PADATAN FAKTUAL KODING S

  VERBATIM

  1. S 1 Mari mbak masuk aja.

  2. P

  2 Iya makasih mas

  3. S

  3 Sori ya mbak tempatnya 4 berantakan gini.

  5 Maklum ya mba he...he..

  4. P

  6 Gak papa mas santai 7 aja,sama aja kok sama 8 tempat saya. Gimana 9 mas saya bisa langsung

  10 mulai aja kan.

  5. S

  11 Ya udah mbak langsung 12 aja. Pakai kenalan gak 13 mbak

  6. P

  14 Pakai juga gak papa, kan 15 kita juga belum saling 16 kenal.

  7. S

  17 Nama saya Roni mbak, 18 tapi temen-temen sering 19 manggil saya Bagong 20 atau BG.

  8. P

  21 Mas aslinya mana ya?

  9. S

  22 Aku dari Wonosari 23 mbak tapi dah lama 24 tinggal Yogya .

  10.

  25 Memangnya sejak kapan P

  26 mas tinggal di sini? 11. S

  18. P

  S

  52

  53

  54

  55

  56

  57

  58

  59

  60 Ya kalo cuma buat makan seadanya sih cukup mbak. Sebenere orang tuaku juga nyuruh saya nglanjutin sekolah tapi saya gak mau soale kasihan je mbak.

  Makanya saya mendingan kerja aja.

  61

  50

  62

  63 Kalo mas sendiri selama ini hubungannya dengan keluarga gimana? 19.

  S Hubungan subjek selama ini dengan orang tua dan adiknya cukup dengan sehingga subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan

  64

  65

  66

  67

  68

  69

  70

  71 Nek saya sih baek-baek aja, saya juga gak pernah sampai cekcok sama orang tua. Cuma kadang saya yang sering bandel aja, namanya aja anak laki mbak.

  Kalo ma adik saya juga Hubungan dengan keluarga selama ini baik, dengan adikpun juga dekat.

  51 Trus selama ini untuk biaya hidup sehari-hari gimana mas? 17.

  49

  27

  38 Gak mbak, emang saya pengennya kerja aja biar cepet dapat uang kan bisa bantu orang tua saya di desa.

  28

  29

  30

  31 Emm....dari kapan ya, pokoke aku lulus SD langsung pindah di Yogya mbak. Ya kira- kira aku umur 13 tahun.

  12. P

  32

  33 Memangnya mas gak nerusin sekolah ya?

  13. S Subjek merasa aman dengan bekerja karena ia dapat membantu orang tuanya.

  34

  35

  36

  37

  Ingin kerja biar cepat dapat uang untuk bantu orang tua

  16. P

  KRA 3 14. P

  39

  40

  41 Kan orang tua mas juga kerja. Mas berapa bersaudara sih? 15.

  S

  42

  43

  44

  45

  46

  47

  48 Saya cuma dua bersaudara mbak, saya anak yang besar trus adik saya cewek. Orang tua saya cuma petani di desa, jadi ya hidupnya serba pas-pasan.

  KAC 1 cinta dan kasih sayang.

  72

  97 Mas kan dah punya istri kenapa mas selingkuh?

  24. P

  92

  93 Terus sekarang istri ma anak mas dimana?

  25. S

  94

  95 Ya di Wonosari mbak, tapi saya jarang kesana.

  26. P

  96

  27. S Subjek merasa bosen karena setiap kali ketemu dengan istrinya selalu ribut, sehingga ia merasa tidak aman. Subjek kurang mendapat kasih sayang dari istrinya karena istrinya selalu cerewet dan banyak menuntut.

  90

  98

  99 100 101 102 103 104

  Habisnya saya bosen mbak setiap kali ketemu istri saya cuma ribut aja. Dia tuh cerewet banget mbak. Lagian istri saya itu banyak tuntutan. Jadi males mba

  Bosen ketemu dengan istri karena sering ribut. Istri cerewet dan banyak menuntut.

  KRA 4 KAC 2 28. P 105 106

  Apa mas sebelumnya juga pernah selingkuh ?

  29. S 107 108

  Pernah juga mbak tapi bukan ama waria.

  30. P 109 110 111

  91 Saya juga dah nikah mbak, anak saya 2 kok.

  23. S

  73

  80

  74

  75 lumayan deket kok, tapi setelah saya kerja di Yogya kita jadi jarang ketemu.

  20. P

  76

  77

  78 Sekarang adiknya masih tinggal ma orang tua ya mas? 21.

  S

  79

  81

  89 Oo...dah nikah to adiknya mas. Kalo mas sendiri sudah nikah belum?

  82

  83

  84

  85 Adik saya tinggal di rumah suaminya. Belum lama kok nikahnya baru 1 tahun lebih, kemarin barusan melahirkan.

  Saya juga habis nengok sama HN.

  22. P

  86

  87

  88

  Trus kenapa sekarang mas milih selingkuh dengan waria?

  31. S Subjek merasa lebih aman selingkuh dengan waria daripada perempuan karena resikonya lebih besar.

  112 113 114 115

  Kalau ini pribadi saya lo ya mbak, kalo ma perempuan itu resikonya lebih besar.

  Selingkuh dengan perempuan resikonya lebih besar

  KRA 1 32. P 116 117 118 119

  Mungkin mas bisa menceritakan lebih jelas lagi, kok resikonya lebih besar kenapa?

  33. S Subjek merasa tidak aman apabila pacaran dengan perempuan karena bisa mengakibatkan kehamilan dan menambah masalah keuangan.

  120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140

  Ya ini misalnya ya mbak, kalo saya pacaran sama perempuan pertama kenal berani pegang-pegangan tangan, kedua pegang pah terus berani ciuman. Lha...lama kelamaan malah keterusan mbak, kan lama-lama bisa hamil juga he...he.... Saya gak mau nambah masalah mbak, saya aja dah punya anak 2 dan itu aja saya kesulitan untuk membiayai hidup sehari- hari ma buat sekolah mereka apalagi tambah istri, tambah anak, tambah pusing saya mbak.

  Pacaran dengan perempuan bisa hamil Tidak mau menambah masalah karena kesulitan keuangan

  KRA 1 KRA 3 34. P 141 142 143

  Memangnya kalo pacaran sama waria gak ada resikonya ya mas? 35. S Subjek merasa aman pacaran dengan waria karena tidak bisa hamil dan tidak banyak permintaan. Berbeda dengan perempuan yang banyak permintaan dan boros.

  144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154

  Ada juga sih mbak tapi kan dia gak bisa hamil. Lagian enaknya kalau pacaran ma waria itu gak banyak permintaan mbak. Beda kalau ma cewek udah banyak ribut trus minta inilah itulah kan boros juga mbak he...he...kalo saya banyak duit sih gak papa

  Waria tidak bisa hamil Pacaran dengan waria tidak banyak permintaan. Pacaran dengan perempuan banyak permintaan dan boros

  KRA 1 KRA 3 KRA 3

  155 mbak.

  Ya gimana lagi mbak, istri saya juga udah tahu kok kan saya pernah ngajak HN ke rumah orang tua saya.

  Mereka sih juga nasihatin, tapi aku tetep aja ngeyel, habis saya seneng sih mbak. Akhirnya mereka juga cuma diem aja.

  43. S 187 188 189 190 191 192

  Terus kalau orang tua mas gimana?

  42. P 185 186

  Istri saya sih pertama marah tapi aku tetep aja ngeyel akhirnya dia luweh-luweh ma aku. Dia juga dah gak mau urusan lagi ma saya.

  41. S 179 180 181 182 183 184

  Terus orang tua dan istri mas gimana?

  40. P 177 178

  172 173 174 175 176

  36. P 156 157 158 159 160

  Terus kalau keluarga mas sampai tahu gimana mas jalan ma waria? 39. S

  KAC 2 KRA 3 38. P 169 170 171

  Kalau pas gak punya duit dibantu pacar.

  Waria orangnya nrima banget, gak neko-neko dan gak banyak permintaan.

  Beda mbak kalau ma dia, kan dia orangnya nerima banget gak neko- neko dan gak banyak permintaan. Malah kadang kalo pas saya gak punya duit dia yang bantu saya.

  161 162 163 164 165 166 167 168

  Subjek merasa aman karena jika tidak punya duit selalu dibantu pacar

  Terus selama mas menjalin hubungan dengan mbak HN banyak mengeluarkan uang gak? 37. S Subjek merasa mendapat kasih sayang karena sang pacar orangnya nrima banget, gak macem-macem dan gak banyak permintaan.

  44. P 193 Mas pertama kenal Hana

  194 dimana sih? 45. S

  Iya mbak sampai sekarang ini saya masih pacaran ma dia.

  Si pacar selama ini baik banget, suka bantuin kalau ada masalah atau kesulitan uang. Penghasilan cuma sedikit tetapi harus membayar kos, makan dan biaya sekolah untuk anak-anak.

  Ya selama ini tuh HN baik banget mbak ma aku, dia juga selalu bantu aku nek aku pas ada masalah atau kesulitan uang. Ya maklum mbak saya kan cuma kernet bis kota, paling-paling penghasilan saya cuma berapa. Belum buat bayar kos, buat makan ma biaya sekolah anak- anak saya mbak.

  226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239

  51. S Subjek merasa aman karena pacar subjek suka membantu kalau subjek kesulitan keuangan termasuk membayar kos, makan dan biaya sekolah anak- anaknya.

  Selama ini apa yang membuat mas merasa senang pacaran dengan mbak HN ?

  50. P 221 222 223 224 225 Lama juga ya mas.

  49. S 218 219 220

  195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211

  Terus sampai sekarang ini ya mas.

  48. P 216 217

  Ya dah lumayan lama mbak 4 tahun yang lalu.

  47. S 214 215

  Kira-kira kapan mas kenal ma mbak Hana?

  46. P 212 213

  Dulu kan saya sopir bis, trus dia sering nongkrong di deket kantor pos. Kalo pas berhenti di situ saya mesti ketemu ma dia. Ya pertama juga cuma sekedar tahu aja mbak, terus kebetulan saya diajak temen-temen nongkrong di alun-alun ee.....pas ketemu dia juga. Ya udah dari situ dia mulai ngajak saya kenalan trus kita ngobrol. Dia juga ngajak maen ke kosnya.

  KRA 3 KRA 3

  52. P 240 241

  KRA 3 56. P 261 262 263 264

  KAC 1 KAC 1 KAC 2 58. P 281 282 283 284

  Perhatian pacar sangat besar melebihi istrinya. Pacar juga sangat sayang Mau menerima apa adanya walaupun cuma kernet bis.

  Saya juga seneng dia tuh orangnya gak neko- neko, dia gak pernah mabuk-mabukan walaupun temennya banyak yang suka mabuk. Perhatian dia juga sangat besar mbak ma aku, mungkin istriku aja kalah he...he... Dia juga sayang banget ma aku. Selama ini dia mau nrima aku apa adanya walaupun aku cuma kernet bis dan gak punya apa-apa.

  265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280

  57. S Subjek merasa mendapatkan kasih sayang dari pacarnya karena perhatian dan rasa sayang yang diberikan pacar subjek sangat besar bahkan melebihi istrinya. Selain itu pacar subjek dapat menerima subjek apa adanya.

  Ada lagi gak mas yang membuat mas merasa senang berhubungan dengan mbak HN ?

  Kadang uang untuk biaya sekolah anak kurang, maka pacar sering membantu.

  Lo....tadi katanya mas sopir bis kota?

  Istri saya juga jualan mbak di desa, mungkin kalau cuma untuk makan seadanya saja ya dicukup-cukupin. Saya biasanya cuma ngasih untuk biaya sekolah saja itu aja juga kadang kurang mbak, makanya HN itu yang sering bantu.

  250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260

  Trus untuk biaya hidup sehari-hari anak ma istri mas gimana? 55. S Pacar sering membantu apabila uang untuk biaya sekolah anak subjek kurang, maka subjek merasa aman.

  54. P 247 248 249

  Iya mbak tapi SIM saya hilang, mau bikin lagi belum ada duit makanya sekarang saya cuma jadi kernet.

  53. S 242 243 244 245 246

  Wah baik banget ya mbak HN. Ada gak mas yang gak disukai dari mbak HN ?

  59. S Subjek mendapatkan kasih sayang dari pacar karena pacar pengertian dan perhatian sehingga jarang bertengkar. Subjek dapat memenuhi kebutuhan seksualnya dengan waria maka kebutuhan fisiologisnya dapat terpenuhi.

  285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304

  Kayaknya gak ada deh mbak. Saya seneng kok tinggal ma dia. Saya juga jarang bertengkar soalnya dia tuh pengertian banget ma saya mbak. Ya emang dia sedikit manja ama saya tapi ya cuma gitu aja gak minta macem- macem. Pokoke dia tu baek banget mbak, dari perhatian, kasih sayang sampai hubungan seksual. Makanya saya juga yang penting bisa bikin dia seneng aja mbak, saya kan juga pengen balas kebaikan dia selama ini ke aku.

  Senang tinggal dengan waria karena pengertian sekali sehingga jarang bertengkar.

  Pacar baik banget dari perhatian dan kasih sayang sampai hubungan seksual

  KAC 2 KAC 1 KF 3 60. P 305 306 307 308 309

  Selama ini gimana dalam berhubungan seksual mas, kan mas juga tahu kalau dia sebenernya cowok ? 61. S Dalam berhubungan seksual waria tidak kalah dengan perempuan maka kebutuhan fisiologis subjek dapat terpenuhi saat berhubungan dengan waria.

  310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321

  Ya iya sih mbak tapi kalo pas berhubungan gitu saya bayangin dia seperti cewek, lagian dia juga lemah lembut gitu mbak kayak cewek asli, apalagi pas berhubungan seksual gak kalah ama yang cewek deh. Saya jadi gak kesepian mbak, kan biasanya saya cuma tinggal sendiri di Yogya.

  Dalam berhubungan seksual waria tidak kalah dengan perempuan aslinya, sehingga tidak merasa kesepian.

  KF 3 62. P 322 323

  Sekarang mas juga masih kos ya?

  324 325 326 327 328 329

  Sekarang aku dah tinggal bareng di kosnya HN, jadi saya gak kos sendiri lagi mbak. Saya tinggal bareng ma pacar saya.

63. S

  64. P 330 331

  346 347

  Makan selalu berdua, kadang bayarnya gantian tapi karena penghasilan kecil maka waria yang lebih sering bayar. Sejak tinggal dengan waria hidup menjadi lebih teratur.

  Ya kita apa-apa berdua mbak. Makan juga berdua walaupun cuma seadanya yang penting kita masih bisa makan mbak. Mana yang ada dulu, kalo saya pas ada duit ya pakai duit saya kalau gak ya pake duit dia. Tapi kan paling penghasilan saya juga berapa mbak, belum buat biaya anak saya. Jadi biasanya ya lebih banyakan dia yang ngeluarin duit. Yang jelas sejak saya tinggal ma HN hidup saya jadi

  357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374

  Kalau dulu waktu tinggal sendiri kan mas harus bayar kos sendiri makan sendiri, pokoknya memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Sekarang setelah tinggal ma mbak HN gimana mas? 69. S Subjek merasa aman karena sejak menjalin hubungan dengan waria hidupnya lebih teratur, untuk membayar makan gantian dengan pacarnya tapi karena penghasilan subjek kecil pacar yang lebih sering membayar.

  68. P 348 349 350 351 352 353 354 355 356

  Ya hampir 4 tahun mbak.

  Berarti dah lama ya mas tinggal bareng ma mbak HN? 67. S

  Dah lama mas tinggal bareng?

  KF 2 KRA 3 66. P 343 344 345

  Lebih ngirit karena tidak perlu bayar kos sendiri.

  Sejak kenal beberapa bulan lalu tinggal bersama satu kost.

  Ya sejak aku kenal dia, terus baru jalan berapa bulan gitu aku trus gak kos sendiri dan pindah ke kos dia. Kan lumayan ngirit juga, daripada saya harus bayar kos sendiri. Uangnya malah bisa buat tambah biaya sekolah anak saya.

  332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342

  65. S Kebutuhan fisiologis subjek terpenuhi karena sejak mengenal pacarnya subjek tinggal bersama di kos pacar. Subjek merasa aman karena tidak perlu membayar kos sendiri.

  KRA 3 KRA 2

  375 lebih teratur mbak.

  Trus sekarang selama menjalin hubungan sama mbak HN siapa yang biasa mengatur segalanya mas? 75. S Subjek merasa aman karena pacarnya yang mengatur semuanya termasuk tidak boleh minum- minuman keras lagi.

  Saling terbuka satu sama lain, mengetahui kebaikan dan kejelekan

  Kalau sama dia itu malah apa-apa saya critain mbak, saya gak

  417 418 419

  77. S Kasih sayang yang didapat subjek tampak dari adanya

  Apa selama ini diantara kalian juga ada rasa saling terbuka satu sama lain?

  KRA 1 76. P 413 414 415 416

  Pacar yang biasanya mengatur segalanya, termasuk tidak boleh minum-minuman keras lagi.

  Ya pacar saya mbak, kalo saya juga sama aja kayak dulu lagi. Dia yang biasanya ngatur saya, saya juga gak dibolehin minum- minuman keras kok sekarang.

  405 406 407 408 409 410 411 412

  KF 1 74. P 400 401 402 403 404

  70. P 376 377

  Makan kalau pas ada duit aja, kadang sehari cuma sekali.

  Ya bisa dibilang gitu mbak, namanya aja cowok hidup sendiri tau sendiri kan mbak. Mau ngapain aja kan gak ada yang marahin to mbak. Setiap hari saya cuma nongkrong ma temen- temen kadang juga sambil minum-minum. Makan juga kalo pas ada duit, kalo gak ya bisa cuma sekali sehari mbak.

  386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399

  73. S Subjek merasa terpenuhi kebutuhan fisiologisnya karena sebelum kenal dengan pacarnya ia kadang hanya makan 1 kali sehari jika tidak punya uang.

  Memangnya sebelum mas kenal mbak HN hidup mas kurang teratur ya?

  72. P 382 383 384 385

  Dia sering bantuin di salon potong rambut mbak, kadang juga bantuin make up.

  71. S 378 379 380 381

  Kalau mbak HN sendiri kerja dimana ya mas?

  KAC 2 sikap saling terbuka satu sama lain sehingga mengetahui kabaikan dan kejelekan masing- masing. dengan begitu timbul saling pengertian.

  420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 pernah nutup-nutupin.

  Dia dah tau kalo saya punya istri dan anak. Dia juga tau semua tentang keluarga saya, dan mungkin kejelekan sayapun dia juga tahu. Kami biasa mbak saling cerita satu sama lain jadi sayapun juga udah ngerti dia dulu-dulunya gimana. Kami udah tau kejelekan dan kebaikan masing-masing jadi malah bisa ngertiin mbak. masing-masing sehingga dapat saling mengerti.

  78. P 436 437 438 439 440

  Lalu selama ini bagaimana pandangan masyarakat sekitar terhadap hubungan anda dengan pacar anda? 79. S

  441 442 443 444 445 446 447 448

  Ya aku yakin mereka juga pasti pada ngomongin saya. Gimana gak ya mbak, wong ada laki-laki kok pacaran ma waria. Ya aku mikirnya itu wajar mbak.

  80. P 449 450 451 452 453 454

  Trus gimana perasaan mas sendiri terhadap orang-orang di sekitar yang membicarakan hubungan mas dengan pacar mas?

  81. S Awalnya subjek merasa malu jalan dengan waria karena kebutuhan subjek akan penghargaan dari orang lain belum terpenuhi.

  455 456 457 458 459 460 461

  Jujur aja ya mbak awale saya ini juga malu ama mereka, makanya saya jarang keluar dari kamar kos. Paling-paling kalo keluar juga cuma sendiri gak ma pacar saya.

  Awalnya merasa malu jalan dengan waria.

  KP 1 82. P 462 463 464

  Kalo emang mas merasa malu kenapa mas masih mau menjalin hubungan

  465 dengan pacar mas? 83. S Subjek tidak mempedulikan omongan orang yang penting dirinya merasa senang. Subjek tetap menjalin hubungan dengan waria karena dia tidak begitu mempedulikan walaupun orang- orang tidak menghargainya.

  466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478

  Ya juga sih mbak, emang awalnya saya malu tapi lama-lama saya pikir ngapain juga saya malu kalo emang saya seneng njalaninnya. Lagian aku juga gak ganggu mereka kok, yang penting kan aku yang ngrasain. Yang penting aku seneng ya udah, aku gak peduli omongan orang mbak.

  Awalnya merasa malu jalan dengan waria tapi lama kelamaan cuek aja, yang penting subjek merasa senang sehingga subjek gak peduli omongan orang.

  KP 1 84. P 479 480 481 482 483

  Apakah sebelumnya terbayang dalam pikiran mas, kalo mas akan mempunyai pacar seorang waria? 85. S

  484 485 486 487

  Ya saya sendir i juga gak nyangka mbak, tapi ya gimana lagi mungkin ini udah takdir saya.

  86. P 488 489 490 491

  Sebelumnya mas pernah punya keinginan atau cita-cita gak nantinya ingin seperti apa?

  87. S Subjek merasa aman dengan bekerja yang mapan agar menghasilkan uang yang cukup dan dapat hidup enak sehingga yang sejak kecil hidupnya pas- pasan dapat berubah menjadi lebih baik.

  492 493 494 495 496 497 498 499 500 501

  Saya sih pengennya dari dulu cuma pengen dapat kerja yang baik dapat duit yang cukup jadi bisa hidup dengan enak mbak. Kan sejak saya kecil hidup saya cuma pas-pasan mbak jadi saya pengen bisa berubah jadi lebih baik.

  Sejak dulu ingin bekerja yang baik atau mapan sehingga dapat duit cukup dan bisa hidup dengan enak. Sejak kecil hidup pas- pasan sehingga ingin berubah menjadi lebih baik.

  KRA 3 KRA 3 88. P 502 503 504 505 506

  Lalu selama menjalin hubungan dengan pacar anda sekarang ini, cita- cita dan keinginan anda dapat terpenuhi?

  89. S Kebutuhan fisiologis subjek dapat terpenuhi karena sekarang dapat makan dengan teratur. Selain itu subjek juga merasa aman karena mendapatkan tempat tinggal yang layak.

  507 508 509 510 511 512 513

  Ya paling gak sekarang hidup saya juga dah agak mendingan mbak gak kayak dulu lagi. Saya bisa makan dengan teratur dan tinggal di tempat yang layak.

  Sekarang bisa makan dengan teratur dan tinggal di tempat yang layak.

  KF 1 KRA 3 90. P 514 515 516 517

  Apakah selama ini pacar mas juga mendukung pekerjaan mas sebagai kernet bis?

  91. S Pacar selalu mendukung pekerjaan subjek sehingga subjek dapat mengaktua lisasikan dirinya.

  518 519 520 521 522 523 524 525 526 527

  Dia selalu dukung mbak, kadang kalau saya males berangkat aja tetep aja dipaksa ma dia suruh berangkat kerja. Dia juga janji mau bantu saya bikin SIM lagi jadi saya bisa nyopir bis seperti dulu gak cuma jadi kernet.

  Pacar selalu mendukung pekerjaan saya.

  KAD 92. P 528 529 530 531 532 533 534

  Apa mas akan berusaha menjaga hubungan mas dengan pacar mas? Sampai kapan mas akan tetap menjalin hubungan dengan waria dan hidup bersama dengannya?

  93. S 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544

  Gak tau deh mbak sampai kapan saya gak ngerti yang penting sekarang saya jalanin aja. Besoknya gimana saya juga gak tau, tapi kalau pribadi saya sih saya tetep pengen jalan ma dia entah sampai kapan.

  94. P 545 546 547

  Ya moga-moga aja hubungan kalian bisa awet ya mas dan gak ada

  548 549 550 551 552 553 masalah. Saya mau ngucapin terima kasih sama mas dan mbak karena udah mau berbagi cerita sama saya.

  95. S 554 555 556 557 558 559 560

  Gak papa kok mbak saya ini orangnya apa adanya, bisanya juga cuma gitu mbak. Besok kapan- kapan maen sini lagi juga gak papa kok mbak.

  96. P 561 562 563 564 Iya makasih ya mas.

  Nanti kalau masih ada yang kurang saya bisa nanya-nanya lagi kan? 97. S

  565 566 567

  Dateng aja mbak gak papa pokoke saya selalu siap kok he...he....

  98. P 568 Oke deh......makasih ya.

B. TRANSKRIP VERBATIM WAWANCARA SUBJEK 2 (W2.S2) Identitas Subjek

  Nama : Rd Usia : 38 tahun Pendidikan : SMA Agama : Katolik Status : Belum Menikah Urutan kelahiran : Anak pertama dari 4 bersaudara Pelaksanaan Penelitian Hari/Tanggal : Selasa, 27 November 2007 Waktu : Pk. 17.00 - Pk. 19.15 WIB Tempat : Kontrakan Subjek

  NO P

  INTERPRETASI Brs TRANSKIP VERBATIM PADATAN KODING /

  FAKTUAL S 1.

  1 Sore mas...

  P 2.

  2 O iya mbak silahkan S 3 masuk aja.

  3.

  4 Saya bisa langsung aja kan P 5 mas. Santai aja ya mas kita

  6 ama ngobrol-ngobrol aja 7 kok.

  4.

  8 Iya mbak. S 5.

  9 Udah lama ya mas P 10 berhubungan ama mbak

  11 Upik ? 6.

  12 Ya kira-kira sebelas tahun S 13 mbak, orang aku kenalnya

  14 pas tahun 1996.

  7.

  15 Kok bisa kenal Mbak Upik P 16 gimana mas, mungkin bisa

  17 cerita awal perkenalan 18 dengan Mbak Upik.

  8.

  19 Saya kan dulu sering S 20 dipangkalan tempat Upik

  21 nongkrong kalau malem.

  9.

  22 Emangnya dari dulu mas P 23 suka kesana juga ya.

  10.

  24 Pertama sih aku diajak S 25 temenku mbak, kan kalau

  26

  62

  52

  53

  54

  55

  56

  57

  58

  59

  60

  61

  63

  50

  64

  65 Awalnya saya juga gak ngerti mbak kenapa saya sampai tertarik sama Upik.

  Memang pertama saya kenal dia itu orangnya baik banget. Gak tau kenapa saya merasa dia itu sangat perhatian dan sayang banget ama saya. Beda ketika saya menjalin hubungan dengan pacar saya dulu mbak. Pacar saya dulu manja banget dan egoisnya itu setengah mati mbak. Masa saya suruh ngalah terus lama- lama capek juga.

  Merasa tertarik karena Upik orangnya baik banget, perhatian dan sayang. Pacar yang sebelumnya manja dan egois.

  KAC 1 KAC 1 15. P

  66

  67

  68

  69

  70 Berarti sebelum menjalin hubungan dengan waria sebelumnya mas juga pernah pacaran dengan perempuan ya? 16.

  S

  51

  49

  27

  37

  28

  29

  30

  31

  32 malam saya sering diajak temen saya jajan di angkringan deket waria - waria nongkrong itu. Trus pas Upik juga jajan disitu kita ngobrol-ngobrol ma kenalan mbak.

  11. P

  33

  34

  35 Lalu setelah mas kenalan malam itu, kok bisa berlanjut sampai sekarang? 12.

  S

  36

  38

  14. S Subjek merasa tertarik dengan waria karena kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang dapat terpenuhi melalui perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh waria beda dengan pacarnya yang dulu yang manja dan egois.

  39

  40

  41

  42 Ya terus malam-malam selanjutnya saya jadi maen kesitu terus mbak he..he..he Gak tau saya ngerasa cocok aja ma Upik makanya saya jadi sering maen kesitu.

  13. P

  43

  44

  45

  46

  47

  48 Selama ini kan pasti mas juga mengenal banyak perempuan, tetapi mengapa mas memilih menjalin hubungan dengan waria?

  71 Iya mbak saya udah

  72

  73

  74 pernah pacaran ama cewek kok sebelumnya tapi cuma 6 bulan terus putus.

  75 Kok putus kenapa mas? 18. S Pada saat bersama pacarnya yang lama, subjek merasa kurang mendapat cinta dan kasih sayang karena pacar tidak bisa mengerti dan perhatian kepadanya.

17. P

  Subje k kurang mendapat cinta dari pacar karena pacar yang lama selingkuh dengan cowok lain. Subjek merasa kurang aman karena pacarnya yang lama egois sekali.

  Pacar yang dulu terlalu cemburu, dan sering melarang jika mau pergi.

  96

  97

  98

  99 100 101 102

  Aku dah gak tahan aja mbak, masa cuma suruh ngalah terus, lagian dia gak pernah ngertiin saya mbak kalau sama-sama sih gapapa. Saya yang suruh ngertiin dia terus tapi dia gak pernah mau ngertiin saya. Cemburunya tu lho mbak minta ampun, padahal dia seenaknya aja kalau pergi ama temennya cowok coba kalau saya yang pergi pasti gak boleh. Yang butuh perhatian kan gak cuma dia aja mbak saya juga butuh, paling gak kita sama-sama. Terakhir yang paling bikin jengkel yaitu mbak ternyata dia selingkuh ama cowok lain. Padahal selama ini aku dah belain apa-apa untuk dia eee dianya malah kayak gitu. Makanya aku mutusin untuk pisah aja.

  Pacar yang dulu tidak bisa mengerti dan perhatian.

  Pacar tidak setia karena selingkuh dengan cowok lain Pacar egois, karena gak pernah mau ngertiin subjek sedangkan subjek harus ngertiin dia.

  94

  KAC 1 KRA 1 KAC 1 KRA 1 19. P 103 104 105 106 107 108 109

  Terus kalau menurut mas hal apa sih yang tidak anda dapatkan selama berhubungan dengan pacar mas yang perempuan dibandingkan dengan waria? 20. S Subjek tidak merasakan adanya cinta dan kasih sayang karena pada waktu jalan dengan pacar ia tidak pernah mendapat perhatian

  110 111 112 113 114 115 116

  Emmm... apa ya, waktu saya jalan ama pacar saya, saya merasa kurang perhatian dan kasih sayang dari pacar. Selain itu kadang pacar saya juga gak mau ngerti saya punya

  Pada waktu jalan dengan pacar merasa kurang perhatian dan kasih sayang.

  KAC 1

  95

  93

  76

  83

  77

  78

  79

  80

  81

  82

  84

  92

  85

  86

  87

  88

  89

  Subjek merasa kurang aman karena pacar yang lama terlalu cemburu dan sering melarang dia pergi.

  91

  90 dan kasih sayang. Subjek merasa tidak aman karena pacar materialistik, sehingga jika subjek tidak memiliki uang permintaannya harus tetap dituruti.

  117 118 119 120 121 122 duit gak yang penting kalau dia minta apa-apa saya harus nurutin. Kan orang juga gak mesti kan mbak, iya kalau saya pas ada uang kalau gak.

  Ya gak cerewet, biasanya kan kalau cewek itu cerewet banget mbak, ini gak bolehlah itu gak boleh bosen juga mbak kadang- kadang.

  28. S 154 155

  Bagaimana hubungan mas dengan adik-adik mas?

  27. P 152 153

  Saya 4 bersaudara mbak, saya yang paling tua terus adik saya cewek, cowok terus cewek lagi.

  26. S 148 149 150 151

  Kalau mas sendiri berapa bersaudara sih ?

  KRA 1 25. P 146 147

  Pacaran dengan waria tidak cerewet, kalau cewek banyak aturan dan sering melarang.

  140 141 142 143 144 145

  Pacar subjek materialistik, segala permintaannya harus dituruti walaupun subjek tidak punya uang.

  24. S Subjek merasa aman menjalin hubungan dengan waria karena selama ini tidak cerewet, tidak banyak aturan dan larangan beda dengan ceweknya yang dulu

  Gak rewelnya gimana mas?

  KAC 1 23. P 138 139

  Selama menjalin hubungan dengan waria merasa nyaman karena baik, perhatian dan sayang.

  Apa ya mbak bingung juga kalau ditanya gitu. Pokoknya yang aku rasain selama menjalin hubungan dengan Upik itu nyaman aja, dia orangnya baik, perhatian dan sayang banget ma saya, lagian saya senengnya dia itu gak rewel mbak.

  128 129 130 131 132 133 134 135 136 137

  Kalau dibandingkan dengan pacar-pacar anda yang seorang perempuan apa kelebihan yang dimiliki waria? 22. S Kebutuhan subjek akan cinta dapat terpenuhi selama menjalin hubungan dengan waria karena ia mendapatkan perhatian dan kasih sayang.

  KRA 3 21. P 123 124 125 126 127

  Jujur aja mbak saya dengan adik-adik saya

  156 kurang begitu deket.

  175 176 177 178 179 180 181 182 183

  35. P 198 199 200

  Ya kalau Bapak ma Ibu saya dari dulu hubungannya malah baik mbak, mereka juga jarang bertengkar. Waktu ibu saya sakit saja Bapak yang ngrawat dan nungguin Ibu setiap hari.

  34. S 190 191 192 193 194 195 196 197

  Gimana dengan kedua orang tua mas, apakah sebelum ibu mas meninggal hubungan antara bapak dan ibu baik juga?

  KAC 1 33. P 184 185 186 187 188 189

  Hubungan subjek dengan bapaknya kurang dekat karena orang yang dekat dengan subjek adalah ibunya dan ibunya sudah meninggal sejak subjek SMA.

  Kalau saya sih lumayan deket ama ibu saya mbak, tapi setelah ibu saya meninggal ya udah, waktu itu saya masih SMA terus ibu saya sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Kalau ma bapak sih saya gak terlalu deket.

  32. S Subjek merasa kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang kurang terpenuhi karena sejak ibunya meninggal tidak ada yang dekat dengan subjek termasuk bapaknya.

  29. P 157 158

  Kalau dengan orang tua mas hubungannya gimana?

  KAC 1 31. P 173 174

  Sejak kecil hubungan dengan saudara kandung tidak dekat, karena kurang adanya komunikasi

  Saya sendiri juga gak ngerti tapi sejak kecil memang saya tidak terlalu dekat dengan mereka. Mungkin karena saya orangnya diem dan gak banyak ngomong mbak, kita jadi kurang komunikasi kayaknya. Kadang di rumah aja kita gak saling ngomong. Soalnya kalau pulang kerja biasanya saya udah capek terus cuma di kamar aja.

  159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172

  30. S Sejak kecil antara subjek dengan adik- adiknya kurang ada komunikasi sehingga sampai sekarang hubungan subjek dengan saudara kandung tidak dekat. Maka kebutuhan subjek akan cinta dan kasih sayang kurang terpenuhi

  Lho memangnya kenapa mas kok bisa gitu?

  Menurut anda, apakah selama ini orang tua anda dapat memenuhi

  201 kebutuhan anak-anaknya? 36. S Selama tinggal dengan orang tuanya subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya.

  202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213

  Kalau untuk kebutuhan setiap harinya keluarga saya bisa dibilang cukup mbak. Bahkan untuk makan, minum serta pakaian kami tidak kekurangan. Untuk sekolahpun kami semua dapat bersekolah dengan baik, malah adik-adik saya juga ada yang kuliah mbak.

  Orang tua selama ini dapat mencukupi makan, minum dan pakaian.

  KF 1 37. P 214 215 216 217 218 219

  Lalu apakah selama ini orang tua anda juga memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup untuk anda dan adik-adik anda?

  38. S Subjek kurang mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya karena orang tuanya sibuk bekerja sehingga kurang perhatian dengan subjek.

  220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237

  Ya mungkin untuk perhatian kurang mbak karena waktu itu bapak saya juga sibuk kerja, terus ibu saya juga berjualan makanan. Apalagi setelah ibu saya meninggal mbak, bapak juga masih sibuk kerja untuk membiayai sekolah kami. Saya dan adik-adik jadi terbiasa hidup mandiri mbak karena kepepet juga gak ada yang ngurusin. Tapi setelah saya lulus sekolah dan dapat kerjaan saya kan bisa bantu keluarga sedikit-sedikit.

  Orang tua kurang perhatian karena sibuk bekerja.

  KAC 1 39. P 238 239 240

  Apa permasalahan yang biasanya muncul dalam keluarga anda? 40. S

  241 242 243 244 245 246

  Paling cuma masalah komunikasi aja mbak, saya juga ngrasa aneh masa serumah tapi jarang ngobrol atau ngomong- ngomong mbak.

  41. P 247 Kok bisa gitu mas ?

  KRA 1 45. P 274 275 276 277

  Setiap tahun harus membayar kontrakan rumah.

  Ya saya mbak yang bayar kontrakan. Kan tiap tahun saya bayar 5 juta.

  284 285 286

  Terus kalau anda kontrak siapa yang mengeluarkan biaya untuk membayar? 48. S Selama menjalin hubungan dengan waria subjek harus memenuhi kebutuhan

  47. P 281 282 283

  Awalnya juga gak ngerti mbak tapi lama kelamaan mereka ngerti juga.

  46. S 278 279 280

  Memangnya keluarga belum mengetahui kalau anda menjalin hubungan dengan waria?

  Ingin merasa lebih bebas tinggal bersama pacar di kontrakan karena kalau di rumah pasti keluarga marah.

  42. S Subjek kurang mendapat cinta dan kasih sayang dari keluarganya karena kesibukan masing- masing yang membuat keluarga jarang ngobrol sehingga setiap ada masalah selalu diselesaikan sendiri.

  Ya kan saya lebih bebas mbak lagian kalau keluarga saya tahu saya jalan ama waria pasti dimarahi, makanya saya memutuskan untuk kontrak rumah sama pacar saya.

  266 267 268 269 270 271 272 273

  44. S Subjek merasa lebih aman tinggal bersama waria di kontrakan karena lebih bebas dibanding di rumah pasti keluarga akan marah.

  Ya, mungkin kurang komunikasi aja ya mas sehingga antara mas dan adik-adik mas menjadi kurang dekat. Lalu setelah mas mengenal Upik dan menjalin hubungan dengannya mengapa mas memutuskan untuk tinggal bersama?

  KAC 1 43. P 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265

  Jarang ngobrol dengan keluarga karena kesibukan masing-masing sehingga kalau ada masalah biasa menyelesaikan sendiri.

  Saya juga gak ngerti mbak mungkin karena kesibukan masing-masing jadi kita jarang ngobrol dan kita gak biasa cerita masalah masing-masing jadi kalau ada masalah ya diselesaiin sendiri mbak.

  248 249 250 251 252 253 254 255

  KF 2 fisiologisnya sendiri yaitu dengan mengontrak rumah untuk tinggal bersama waria.

  49. P 287 288 289 290 291

  Sebelum mas kontrak kan mas tinggal bersama keluarga, lalu rumah yang anda tempati milik sendiri atau menyewa mas? 50. S Waktu tinggal dengan keluarga kebutuhan fisiologis subjek terpenuhi karena rumah yang ditempati bersama keluarga milik sendiri.

  292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302

  Kalau rumah yang saya tempati dengan keluarga itu malah rumah orang tua saya sendriri mbak. Lagian rumah saya cukup luas dan kebetulan dekat kampus UGM jadi sama bapak dibikin kos-kosan dan sekarang juga malah dibikin rental komputer mbak.

  Rumah yang ditempati bersama keluarga rumah sendiri jadi tidak perlu menyewa.

  KF 2 51. P 303 304 305

  Berarti lumayan juga ya mas pemasukannya tiap bulan.

  52. S 306 307 308

  Ya lebih dari cukuplah mbak untuk biaya hidup sehari-hari.

  53. P 309 310 311 312 313 314 315 316 317

  Selama ini kehidupan keluarga mas kan bisa dibilang lebih dari cukup rumah juga luas, kenapa mas lebih memilih kntrak rumah dan tinggal bersama waria, padahal setiap tahun mas juga harus membayar biaya kontrakannya? 54. S Subjek merasa lebih senang tinggal bersama pacarnya dibanding dengan keluarganya meskipun harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya sendiri.

  318 319 320 321 322 323 324

  Buat saya gak masalah mbak yang penting saya merasa lebih senang dan nyaman tinggal di kontrakan dengan pacar saya daripada di rumah saya sendiri.

  Merasa lebih senang tinggal di rumah kontrakan bersama pacar daripada di rumah sendiri meskipun harus membayar setiap tahun.

  KF 2

  325 326 327 328 329

  Lalu selama tinggal bersama pacar bagaimana anda memenuhi kebutuhan untuk makan dan minum setiap harinya ? 56. S Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya karena setiap hari pacarnya selalu memasak atau kadang beli makanan untuknya.

55. P

  Kan saya juga kerja mbak, biasanya pacar saya yang masak sendiri tapi kalau gak ya kita beli. Kebetulan Upik itu pinter masak mbak dan saya seneng makan makanya kita cocok he..he..he..

  Ya kalau untuk makan kita berdua setiap hari pokoknya cukuplah mbak.

  KF 1

  Dulu waktu tinggal dengan keluarga gak mikirin biaya

  Ya jelas enak waktu bareng keluarga mbak soalnya kan saya tinggal

  359 360 361

  Bagaimana dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum sekarang ketika menjalin hubungan dibandingkan dengan pada waktu anda tinggal bersama keluarga? 62. S Saat tinggal dengan keluarga subjek kebutuhan fisiologis

  KF 1 61. P 352 353 354 355 356 357 358

  Setiap hari dapat makan dengan teratur bersama pacar.

  349 350 351

  Pacar pintar masak sehingga untuk makan setiap harinya masak sendiri tetapi kadang juga beli.

  330 331 332 333 334 335 336 337

  KF 1 59. P 346 347 348

  Setiap harinya harus mengeluarkan uang untuk makan.

  Ya saya mbak, untung aja gaji saya cukup untuk makan kami berdua setiap harinya dan untuk bayar uang kos.

  341 342 343 344 345

  Terus siapa yang mengeluarkan biaya untuk makan sehari-hari ? 58. S Subjek setiap harinya harus mengeluarkan uang untuk membeli makan untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya.

  KF 1 57. P 338 339 340

  Berarti selama ini mas bisa makan dengan teratur ya setiap harinya ? 60. S Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya hal ini dapat dilihat dari kebiasaan subjek yang makan teratur setiap hari bersama pacar. subjek dapat terpenuhi karena keluarga yang memikirkan biaya untuk makan sehari- hari.

  362 363 364 365 366 makan aja, gak perlu mikirin biaya untuk makan. Kalau sekarang kan saya harus mikir biaya makan sendiri. untuk makan, tapi sekarang harus mikir biaya makan sendiri.

  Ya biasa aja mbak, hubungan kami malah udah kayak suami istri gitu. Saya kalau manggil dia mama dia juga kalau panggil saya papa kayak suami istri beneran kan mbak he..he..he...

  Merasa senang berhubungan seksual dengan pacar karena bisa membuat senang dan puas

  Ya seneng juga kok mbak, walaupun dia sebenarnya cowok tapi mbak liat sendiri kan penampilannya udah kayak cewek beneran apalagi badannya langsing ya mbak. Lagi pula setiap kali berhubungan seks

  392 393 394 395 396 397 398 399

  68. S Subjek merasa senang dan puas dalam berhubungan seksual dengan pacar maka subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya.

  Lalu selama ini apakah selama ini anda merasa senang dalm berhubungan seks dengan pacar anda ?

  67. P 388 389 390 391

  66. S 380 381 382 383 384 385 386 387

  63. P 367 368 369 370

  Bagaimana kehidupan anda sehari-hari dengan pacar anda yang seorang waria?

  KRA 3 65. P 376 377 378 379

  Subjek tidak memikirkan biaya yang harus dikeluarkannya untuk memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal, yang penting subjek merasa senang tinggal bersama dengan waria.

  Gak ah mbak saya lebih seneng tinggal bareng pacar saya kok, biaya makan saya pikir gak seberapa mbak.

  371 372 373 374 375

  64. S Subjek merasa aman secara finansial walaupun harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi hidupnya dengan pacarnya yang penting subjek merasa senang tinggal dengan pacarnya.

  Terus kenapa mas gak milih tinggal bareng keluarga aja kan mas gak perlu mikrin biaya?

  KF 3

  400 401 402 403 404 405 dengan dia saya selalu bayangin dia cewek mbak. Dia juga selama ini bisa bikin saya seneng dan puas mbak makanya saya seneng.

  69. P 406 407 408 409 410

  Apakah sebelumnya mas pernah melakukan hubungan seks dengan pacar anda yang perempuan? 70. S 411 Ya pernah mbak.

  71. P 412 413 414 415

  Apa yang anda rasakan saat berhubungan seksual dengan pacar anda yang seorang perempuan?

  72. S Subjek merasa kurang terpenuhi kebutuhan seksualnya karena pacarnya yang lama sering menolak jika diajak berhubungan seksual berbeda dengan waria, subjek merasa lebih bebas melakukannya karena waria tidak bisa hamil. Sekarang subjek dapat melakukan hubungan seks lebih bebas dengan pacarnya yang waria karena tidak pernah menolak maka kebutuhan fisiologis subjek dapat terpenuhi.

  416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428

  Ya seneng juga mbak, tapi kan kalau ma pacar saya yang dulu saya gak bisa tiap hari melakukannya. Pacar saya sering nolak kalau saya ajak berhubungan seks. Kalau sekarang kan saya bebas mbak tiap hari minta aja pacar saya gak pernah nolak, kadang saya gak ngajak aja pacar saya yang minta kok he..he..he

  Merasa senang berhubungan seks dengan pacar lamanya yang seorang perempuan tetapi sering menolak jika diajak berhubungan. Subjek merasa lebih bebas berhubungan dengan waria karena tidak mungkin hamil.

  Sekarang lebih bebas melakukan hubungan seks dengan pacar karena tidak pernah menolak jika diajak berhubungan.

  KF 3 KF 3 73. P 429 430 431

  Selama menjalin hubungan dengan waria apakah anda merasa terkekang ? 74. S Selama ini pacar dapat mengerti pekerjaan subjek

  432 433 434

  Gak juga tu mas, kalau pagi kan biasanya saya berangkat kerja terus sore

  Pacar bisa mengerti pekerjaan yang dilakukannya

  KAC 2 maka subjek merasa dicintai dan disayangi oleh pacar.

  435 436 437 438 439 440 441 442 443 baru pulang kadang kalau pas ada rapat atau kerjaan belum sele sai ya bisa telat pulangnya. Dia udah ngerti kok mbak kerjaan saya gimana, belum lagi kalau saya ada proyek di luar kota malah kadang saya gak pulang. seperti kadang pulang terlambat karena ada rapat dan kerjaan belum selesai.

  465 466 467 468

  81. P 477 478 479

  Ya mungkin bisa juga mbak, soalnya saya orangnya gak mau diatur- atur.

  80. S 473 474 475 476

  Apakah itu yang membuat anda memilih menjalin hubungan dengan pacar anda sekarang ?

  KRA 1 79. P 469 470 471 472

  Merasa sedikit terkekang dengan pacar lama, tetapi sering cuek.

  Ya sedikit sih mbak, tapi kadang saya cuekin aja kalau dia gak ngebolehin tapi saya pengen ya udah.

  78. S Subjek merasa kurang aman dengan pacar lama karena subjek merasa terkekang.

  75. P 444 445

  Apa selama mas menjalin hubungan dengan pacar mas yang sebelumnya mas merasa terkekang?

  KAC 2 77. P 461 462 463 464

  Pacar lamanya tidak bisa mengerti pekerjaan yang dilakukan sehingga kalau pulang telat sering marah- marah.

  Kalau pacar saya yang dulu sih bawaannya curiga aja mbak, kadang kalau saya udah janjian ma dia terus tiba-tiba ada kerjaan mendadak gitu dia bisa marah-marah padahal saya juga udah nelpon dan jelasin ke dia eee tetep aja gak bisa ngerti. Malah kadang saya dikira macem-macem entah selingkuh atau apalah. Susah mbak ngomong ke dia.

  446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460

  76. S Subjek merasa kurang mendapat cinta dan kasih sayang dari pacar lamanya karena dia tidak bisa mengerti pekerjaan subjek sehingga kalau subjek pulang terlambat pacar selalu marah-marah.

  Kalau pacar anda yang sebelumnya gimana mas?

  Selama tinggal dengan pacar anda sekarang siapa yang biasanya mengatur

  480 481 482 483 kebutuhan anda untuk makan, minum, pakaian dan dalam mengambil keputusan? 82. S

  484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498

  Kalau untuk makan, minum dan pakaian pasti udah disiapin mbak ama pacar saya. Biasanya kalau pagi-pagi itu pacar saya tanya mau masak apa ntar dia yang masakin. Dalam mengambil keputusan biasanya juga atas kesepakatan kita berdua tapi biasanya dia yang banyak punya ide mbak kalau saya cocok ya udah kalau gak saya pasti bilang ke dia.

  499 500 501 502

  Apakah anda merasa hidup anda sekarang lebih teratur setelah menjalin hubungan dengan pacar anda?

83. P

  84. S Subjek merasa lebih aman setelah menjalin hubungan dengan waria karena waria mau mengurus segala keperluan subjek sehingga hidup subjek menjadi lebih teratur.

  503 504 505 506

  Ya bisa dibilang lebih teratur mbak karena dia mau ngurusin semua keperluan saya.

  Kehidupan lebih teratur setelah menjalin hubungan dengan waria karena dia mau ngurusin semua keperluan yang dibutuhkan.

  KRA 2 85. P 507 508 509

  Bagaimana kehidupan anda jika dibandingkan dengan sebelumnya ? 86. S Subjek merasa kurang aman sebelum menjalin hubungan dengan waria karena harus mengurus keperluan sendiri.

  510 511 512 513 514 515 516 517 518 519

  Sebelumnya saya apa-apa sendiri mbak, sekarang saya seneng juga ada yang ngurusin. Mungkin kalau ibu saya masih ada beda biasanya ibu yang ngurusin kebutuhan saya kan sekarang saya cuma ma bapak saya. Biasanya kan ibu yang ngurusin

  Sebelum menjalin hubungan mengurus keperluan sendiri tetapi sekarang pacar yang mengurus.

  KRA 2

  520 semuanya mbak.

  92. S 540 541 542 543 544

  Yang pasti untuk bayar kontrakan 1 tahunnya 5 Pengeluaran yang dibutuhkan

  555 556

  Berapa kira-kira pengeluaran yang anda butuhkan selama menjalin hubungan dengan pacar anda? 96. S Selama menjalin hubungan dengan

  95. P 550 551 552 553 554

  Ya kira-kira 2 jutaan mbak kalau pas ada bonus ya bisa lebih.

  94. S 547 548 549

  Berapa mas kira-kira penghasilan mas sebulan?

  93. P 545 546

  Saya koordinator lapangan mbak jadi kalau pas ada proyek ya saya ikut jalan karena saya yang mengkoordinator.

  Apa jabatan mas selama bekerja di sana?

  87. P 521 522 523 524 525 526

  91. P 538 539

  Di Cumicon mbak, yang sering bikin trafficlight dan rambu-rambu di jalan itu lho mbak.

  90. S 534 535 536 537

  Selama ini anda bekerja dimana mas ?

  KRA 2 KAC 1 89. P 532 533

  Merasa senang pacar yang mengatur semuanya yang penting ada yang memperhatikan dan mengurus keperluan subjek.

  Saya malah seneng kok mbak, bagi saya yang penting ada yang merhatiin dan ngurusin keperluan saya.

  527 528 529 530 531

  88. S Subjek merasa aman karena sekarang ada pacar yang mengatur segala keperluan subjek. Subjek justru merasa senang ada yang memperhatikan dirinya dengan begitu kebutuhan subjek akan cinta dan kasih sayang dapat terpenuhi.

  Apakah anda merasa senang selama ini pacar anda yang mengatur semua kebutuhan anda dan lebih sering mengambil keputusan ?

  KRA 3 waria, pengeluaran subjk menjadi bertambah maka ia merasa kurang aman secara finansial.

  557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 juta mbak. Jadi saya pasti nyisain uang 450 ribu tiap bulannya. Terus untuk makan sehari-hari ma beli kebutuhan yang lain mungkin ya bisa 1 juta itu dah lebih mbak biasanya gak sampai segitu. Saya juga ngasih bapak saya tiap bulannya 300 ribu mbak. Banyak juga mbak pengeluaran saya sebulan. semakin bertambah setelah menjalin hubungan dengan pacar

  569 570 571 572 573

  Sebelum anda menjalin hubungan dengan pacar anda berapa biasanya pengeluaran yang dibutuhkan? 98. S Saat tinggal dengan orang tua, kebutuhan fisiologis subjek sudah terpenuhi maka subjek tidak harus membayar kontrakan dan membeli makan sendiri.

97. P

  574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586

  Kalau dulu kan saya tinggal sama orang tua jadi gak perlu bayar kontrakan rumah lalu untuk makan juga dah disiapin paling saya biasa ngasih duit bapak aja atau kadang untuk tambah bayarin listrik rumah paling pengeluarannyagak sampai 1 juta mbak sebulan , sisanya ya untuk keperluan mendadak dan ditabung.

  Waktu tinggal dengan orang tua tidak perlu bayar uang kontrakan dan untuk makan juga sudah disiapin di rumah.

  KF 2 KF1 99. P 587 588 589 590

  Bagaimana kondisi keuangan anda selama menjalin hubungan dengan pacar anda ?

  100.

  S Subjek merasa kurang aman secara finansial karena pengeluarannya semakin bertambah setelah menjalin hubungan dengan waria.

  591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601

  Yang pasti pengeluaran saya bertambah mbak liat aja perincian saya tadi. Sekarang kan saya harus bayar rumah dan makan sendiri. Kalau dibandingkan dulu sih pasti lebih banyak sekarang pengeluarannya. Sama aja kan uang itu untuk biaya hidup kami

  Pengeluaran menjadi bertambah setelah menjalin hubungan karena harus membayar kontrakan rumah dan biaya makan sehari-hari.

  KRA 3

  602 berdua mbak. 101.

  619 620 621 622 623 624 625 626 627

  Hubungan dengan keluarga menjadi tidak baik karena keluarga menentang hubungan dengan pacar ba hkan sampai akan diusir oleh bapaknya.

  Ya pasti bapak saya juga menentang mbak, adik- adik saya yang perempuan juga jadi ribut sama saya gara-gara hal itu. Kalau adik-adik saya yang cowok aja cuek. Pokoknya yang paling cerewet itu adik saya yang cewek itu mbak. Bapak saya juga sampai pernah mau ngusir saya gara-gara saya pacaran ama waria.

  633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645

  Lalu bagaimana hubungan anda dengan keluarga setelah mereka mengetahui hubungan anda dengan pacar anda? 106. S Subjek merasa tidak aman setelah menjalin hubungan dengan waria karena keluarganya menentang hubungan mereka bahkan subjek sampai diusir oleh bapaknya.

  KRA 4 105. P 628 629 630 631 632

  Sebelum menjalin hubungan dengan pacar hubungan dengan keluarga tetap baik meskipun kurang komunikasi.

  Walaupun selama ini kami kurang berkomunikasi antara satu dengan yang lain tapi hubungan kami tetap baik. Paling ngomong tapi seperlunya aja. Selama ini saya dan adik-adik saya juga gak pernah bertengkar.

  S Sebelum menjalin hubungan dengan waria hubungan subjek dengan keluarga baik sehingga subjek merasa aman.

  P 603 604 605

  104.

  Bagaimana hubungan anda dengan keluarga sebelum anda menjalin hubungan dengan pacar anda?

  KRA 3 103. P 615 616 617 618

  Uang bukan menjadi masalah bagi dirinya yang penting ia merasa senang.

  Ya mau gimana lagi mbak, uang bukan masalah bagi saya yang penting kan saya seneng. Udah saya niatin kok mbak, kalau gak dah dari dulu saya putus sama Upik buktinya saya udah 11 tahun mbak hidup bareng.

  606 607 608 609 610 611 612 613 614

  Bagaimana sikap anda dengan pengeluaran anda yang cukup besar? 102. S Walaupun subjek merasa kurang aman secara finansial akan tetapi itu bukan masalah bagi dirinya yang terpenting subjek merasa senang.

  KRA 4 107. P 646 Terus bagaimana

  647 tanggapan anda mas ? 108. S

  668 669 670 671 672 673 674 675

  Setelah menjalin hubungan dengan waria hubungan dengan masyarakat tetap biasa karena cenderung cuek.

  Ya biasa aja mbak, mungkin mereka juga banyak yang ngomongin saya tapi saya cuek aja. Kalau ketemu mereka juga biasa aja kok gak nyinggung hubungan saya

  681 682 683 684 685 686 687

  Bagaimana hubungan anda dengan masyarakat sekitar setelah anda menjalin hubungan dengan pacar anda? 114. S Setelah menjalin hubungan dengan waria, hubungan subjek dengan masyarakat juga biasa karena subjek cenderung cuek

  KRA 4 113. P 676 677 678 679 680

  Selama ini hubungan dengan masyarakat kurang baik karena jarang ikut kumpul dan ikut kegiatan di kampung.

  Selama ini saya jarang keluar rumah untuk ngumpul dengan masyarakat sekitar mbak paling cuma senyum aja kalau ketemu tapi saya gak pernah ikut kegiatan di kampung.

  Sebelum anda menjalin hubungan dengan pacar anda, bagaimana hubungan anda dengan masyarakat sekitar? 112. S Subjek merasa tidak aman karena jarang berkumpul dan ikut kegiatan di kampung maka hubungan subjek dengan masyarakat menjadi kurang baik.

  648 649 650 651

  KRA 4 111. P 662 663 664 665 667

  Hubungan dengan keluarga menjadi tidak baik, karena bertengkar dengan bapak dan adik- adik yang cewek.

  Iya mbak saya jadi bertengkar dengan bapak dan adik-adik saya yang cewek. Tapi sekarang udah mendingan mbak mungkin mereka capek nasihatin saya ya he..he..

  655 656 657 658 659 660 661

  S Hubungan subjek dengan keluarganya menjadi kurang baik setelah ia menjalin hubungan dengan waria bahkan subjek menjadi bertengkar dengan bapak dan adiknya cewek. Maka subjek merasa kurang aman.

  Berarti hubungan mas dengan keluarga jadi gak baik dong. 110.

  P 652 653 654

  Aku cuma diem aja kok, saya langsung aja pergi dari rumah bawa pakaian saya. 109.

  KRA 4 sehingga ia merasa aman saja.

  688 689 690 dengan pacar saya yang waria jadi saya juga diem aja.

  Sekolahpun yang penting membayar tapi tidak pernah memikirkan untuk menunggu dan membantu anaknya belajar.

  KAC 1 119. P 724 725 726 727 728

  Keluarga cenderung cuek dan tidak peduli ma orang lain ja di kalau ada masalah diselesaikan sendiri atau kadang minta bantuan teman.

  Keluarga saya itu biasanya cenderung cuek mbak jadi mereka cenderung tidak peduli ma orang lain. Kalau saya ada masalah biasanya saya selesaikan sendiri atau kadang malah minta pertimbangan atau bantuan temen kerja saya.

  715 716 717 718 719 720 721 722 723

  Apakah keluarga anda selama ini dapat mengerti dan memahami anda ? 118. S Subjek merasa tidak mendapat kasih sayang dari keluarganya karena selama ini keluarga subjek cenderung cuek dan tidak peduli dengan orang lain maka subjek selalu menyelesaikan masalahnya sendiri.

  KAC 1 KAC 1 117. P 712 713 714

  Selama ini kurang mendapat cinta dan kasih sayang dari orang tua karena orang tua sibuk bekerja.

  115.

  Ya dapat tapi mungkin kurang mbak karena orang tua saya sibuk bekerja. Mungkin pikiran mereka yang penting anaknya bisa makan dengan kenyang dan bisa sekolah namun mereka kurang memikirkan apakah anak- anaknya memerlukan cinta dan kasih sayang. Sekolahpun mereka taunya membayar sekolah gak pernah mikirin nungguin anaknya belajar atau bahkan membantu anaknya belajar.

  695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711

  S Subjek merasa selama ini kurang mendapat cinta dan kasih sayang dari orang tuanya karena orang tua sibuk bekerja dan mereka hanya memikirkan cara membayar sekolah subjek tanpa memikirkan untuk membantu anaknya belajar.

  116.

  Apakah selama ini anda mendapatkan cinta dan kasih sayang dari keluarga anda?

  P 691 692 693 694

  Bagaimana cinta, perhatian dan kasih sayang yang anda dapatkan selama menjalin hubungan dengan pacar anda? 120. S Selama menjalin 729 Selama ini pacar saya Pacar dapat KAC 1 hubungan dengan waria, subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang. Hal ini dapat dilihat dari sikap pacar yang selalu bersedia menyiapkan keperluan subjek.

  730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 cukup perhatian mbak sama saya. Saya bisa merasakan cinta dan kasih sayangnya kepada saya cukup besar. Buktinya selama ini dia selalu perhatian dengan segala keperluan saya dia juga selalu menyiapkan apa saja yang saya perlukan. Sampai keperluan kerja pun dia juga bisa menyiapkan mbak. memberikan perhatian, cinta dan kasih sayang yang cukup besar.

  KAC 1 123. P 758 759 760 761

  KAC 1 125. P 771 772 773

  Merasa senang dengan pacar karena ada teman untuk berbagi entah senang maupun susah, gak cuma mau enaknya aja. Buktinya selama ini pacar mau mengerti dan membantu kalau ada masalah.

  Seneng dong mbak, saya jadi ada teman untuk berbagi entah itu senang maupun susah. Dia juga gak cuma mau enaknya aja kok mbak buktinya saat saya mengalami kesulitan dia juga mau mengerti dan membantu saya.

  762 763 764 765 766 767 768 769 770

  S Subjek merasa kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang terpenuhi karena pacar mau diajak berbagi dan mau mengerti serta membantu setiap kali subjek ada masalah.

  124.

  Bagaimana perasaan anda apabila pacar anda membantu masalah yang sedang anda hadapi?

  Biasa selalu cerita ke pacar apalagi kalau ada masalah biasanya pacar yang membantu.

  Buktinya pacar selama ini selalu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.

  Selama menjalin hubungan saya biasa selalu cerita apa aja ke pacar saya mbak. Apalagi kalau ada masalah baik masalah pekerjaan maupun yang lain biasanya saya juga minta bantuan dia, karena selama ini saya merasa dia dapat membantu meringankan masalah yang saya hadapi.

  747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757

  S Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang karena setiap kali ada masalah subjek selalu cerita kepada pacar dan pacar selalu berusaha membantunya.

  122.

  Apakah selama ini pacar anda juga dapat mengerti dan memahami ketika anda mengalami masalah?

  P 743 744 745 746

  121.

  Apakah selama menjalin hubungan ini pacar anda dapat menerima anda apa

  774 adanya? 126. S Subjek merasa pacar dapat memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya karena selama ini pacar dapat menerima subjek apa adanya dan tidak banyak menuntut kepada subjek.

  Keluarga juga dapat menerima apa adanya, orang tua tidak pernah minta macam- macam setelah saya kerja. Saya memberi uang kepada orang tua saya itu karena kemauan saya sendiri.

  Karena sudah lama menjalin hubungan dan pacar sangat perhatian, baik,

  Ya gimana ya mbak saya kan udah lama menjalin hubungan ma Upik dan tinggal bersama. Saya juga

  815 816 817 818

  Lalu bagaimana tanggapan anda dengan keinginan bapak anda? 130. S Kebutuhan subjek akan cinta dan kasih sayang dapat terpenuhi selama

  KAC 2 KAC 2 129. P 812 813 814

  Keluarga hanya menginginkan saya menikah dan mencari istri yang baik tidak malah pacaran dengan waria.

  Selama ini keluarga saya juga dapat menerima saya apa adanya, sejak saya kerja mereka juga gak pernah minta macem- macem ke saya, cuma tiap bulan saya kan selalu ngasih uang bapak tapi itu juga atas kemauan saya sendiri. Mungkin saya juga baru ngasih itu aja ke orang tua. Sebenarnya selama ini bapak selalu menyuruh saya untuk segera menikah dan mencari istri yang baik bukan malah pacaran dengan waria. Kan bapak saya juga gak senang anaknya pacaran dengan waria, dia menginginkan saya segera menikah dan punya anak.

  775 776 777 778 779 780 781 782 783 784

  789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811

  S Selama ini keluarga juga dapat menerima subjek apa adanya akan tetapi keluarga menginginkan subjek menikah dan mencari istri yang baik bukan pacaran dengan waria.

  128.

  Kalau keluarga anda sendiri apakah selama ini dapat menerima anda apa adanya?

  KAC 2 127. P 785 786 787 788

  Pacar dapat menerima apa adanya dan gak banyak menuntut, kalau pas tidak punya uang dia juga tidak memaksa untuk membelikan keinginan dia.

  Sepertinya bisa mbak, dia juga gak pernah banyak nuntut ke saya kok mbak. Paling cuma sebatas suruh beliin baju atau make up aja itupun juga gak yang mahal sekali. Tapi kalau dia pas minta dan saya gak punya duit dia juga gak maksa.

  KAC 1 menjalin hubungan dengan waria. Pacar sangat perhatian dan baik maka subjek sulit meninggalkan pacarnya

  819 820 821 822 823 824 sangat sayang ma dia mbak sepertinya sulit juga untuk meninggalkan.

  Apalagi kalau mengingat kebaikan dia dan perhatian dia selama ini kepada saya. serta sayang maka sulit untuk meninggalkan.

  131.

  P 825 826 827 828 829

  Bagaimana dengan tanggapan masyarakat sekitar selama ini terhadap hubungan anda dengan pacar anda? 132. S

  830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843

  Kalau di tempat kontrakan sih tetangga sudah pada ngerti mbak, mungkin awalnya juga pada ngomongin tapi lama kelamaan juga pada baik. Upik kan orangnya lucu mbak jadi mereka malah senang maen ke rumah saya. Tidak hanya itu Upik juga aktif ikut kegiatan ibu-ibu di dekat saya tinggal seperti arisan dan sebagainya. 133.

  P 844 845 846 847

  Bagaimana perasaan anda terhadap masyarakat sekitar yang membicarakan anda?

  134.

  S Subjek merasa aman setelah menjalin hubungan dengan waria karena hubungan dengan masyarakat menjadi lebih baik. Pacar yang ramah membuat akrab dengan tetangga dan subjek menjadi ikut- ikutan juga.

  848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859

  Saya kan orangnya juga cuek mbak jadi ya saya biarin aja. Untungnya pacar saya orangnya ramah dan malah bisa akrab dengan para tetangga sehingga sekarang hubungan saya dengan para tetangga juga ikut baik.

  Hubungan dengan masyarakat sekitar jadi lebih baik karena pacar ramah dan bisa akrab dengan tetangga.

  KRA 4 135. P 860 861 862 863 864

  Bagaimana dengan keluarga anda, apa tanggapan mereka terhadap hubungan anda dengan pacar anda?

  136.

  S 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879

  Keluarga saya pastinya gak seneng mbak, mereka gak bisa nerima kalau saya pacaran dengan waria, saya kan pernah ngajak Upik ke rumah dan ngenalin ma mereka, tapi tanggapan mereka gak nyenengin gitu. Saya juga bisa maklum kok mbak ma sikap mereka mungkin emang saya yang salah tapi saya tetap belum bisa untuk meninggalkan pacar saya. 137.

  P 880 881 882 883

  Bagaimana sih mas perasaan anda ketika menjalin hubungan dengan waria?

  138.

  S 884 885 886

  Ya awalnya aneh aja dan sedikit malu tapi sekarang udah gapapa mbak. 139.

  P 887 888 889 890 891

  Apakah anda merasa percaya diri saat menjalin hubungan dengan pacar anda dan jalan berdua dengannya? 140. S Subjek awalnya merasa kurang percaya diri jalan dengan waria tapi akhirnya cenderung cuek karena sudah menjadi keinginan subjek untuk hidup dengan waria. Subjek tidak memikirkan apakah dirinya dihargai oleh orang lain.

  892 893 894 895 896 897 898 899 900 901

  Awalnya juga agak gimana gitu mbak, kan orang- orang pada ngliatin apalagi kalau pergi jalan-jalan atau makan di luar. Tapi lama- kelamaan dah terbiasa jadi ya udah gapapa mbak. Kan semua ini juga udah saya niatin jadi saya gak perlu malu.

  Awalnya subjek juga merasa janggal dan kurang percaya diri pada waktu jalan berdua dengan waria. Tapi lama kelamaan subjek cenderung cuek karena sudah menjadi keinginan subjek untuk tinggal bersama waria sehingga subjek tidak perlu merasa malu.

  KP 1 141. P 902 903 904 905

  Bagaimana dibandingkan dengan sebelum anda menjalin hubungan, apakah anda lebih percaya

  906 diri? 142. S Subjek merasa lebih percaya diri sebelum menjalin hubungan dengan waria akan tetapi sekarang ia juga tidak merasa minder.

  924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940

  Ya paling gak selama ini pacar saya selalu memberi Pacar selalu memberi dukungan

  S Subjek dapat mngaktualisasikan 945 946

  148.

  Apakah anda dapat lebih berkembang setelah menjalin hubungan dengan pacar anda?

  KAC 1 147. P 941 942 943 944

  Subjek merasa senang dan puas dengan jabatan yang dipegang karena gaji yang diterima juga sudah lebih dari cukup. Selain itu, subjek juga merasa senang hidup dengan pacar.

  Saat ini sih saya sudah cukup senang dan puas dengan jabatan yang saya pegang dalam pekerjaan saya dan gaji yang saya terima juga sudah lebih dari cukup. Saya merasa senang hidup dengan pacar selama ini tetapi apakah masyarakat melihat demikian. Mereka juga pasti menganggap hal itu tidak wajar. mungkin hidup dengan waria masih belum bisa dianggap hal yang wajar oleh masyarakat.

  Apakah saat ini anda sudah mendapatkan apa yang anda inginkan? 146. S Subjek merasa senang dan puas akan jabatan yang dipegang. Selain itu, subjek juga merasa senang dapat hidup bersama dengan pacarnya sehingga kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang dapat terpenuhi.

  907 908 909 910 911 912 913 914

  KAD 145. P 921 922 923

  Ingin menjadi orang yang sukses dan bisa hidup dengan bahagia.

  Saya ingin sukses dalam pekerjaan saya mbak, dan bisa hidup bahagia.

  918 919 920

  Apa yang sebenarnya menjadi cita-cita dan keinginan anda selama ini? 144. S Subjek ingin menjadi sukses dan hidup dengan bahagia dengan begitu ia dapat mengaktualisasikan dirinya.

  KP 2 143. P 915 916 917

  Lebih merasa percaya diri saat belum menjalin hubungan, tapi bukan berarti saya terus minder sekarang juga dah biasa kok mbak.

  Kalau dibandingkan sebelum menjalin hubungan memang lebih percaya diri dulu mbak. Tapi gak berarti sekarang terus saya minder, saya juga sekarang biasa aja kok mbak.

  KAC 1 dirinya karena pacar selalu memberi dukungan sehingga membuat subjek lebih semangat dalam bekerja.

  947 948 949 950 semangat saya untuk rajin bekerja. Dia juga gak bisa bantu pekerjaan saya tapi paling tidak ada yang mendukung saya mbak. sehingga membuat lebih semangat dalam bekerja.

  149.

  P 951 952 953 954

  Apakah keputusan untuk menjalin hubungan dengan waria sudah menjadi pilihan anda?

  150.

  S Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang selama menjalin hubungan dengan waria karena waria dapat memberikan perhatian dan kasih sayang kepadanya.

  955 956 957 958 959 960 961 962

  Saya kan udah jalanin selama ini mau gimana lagi mbak untuk saat ini saya masih belum bisa meninggalkan pacar saya. Gak tau sampai kapan saya begini mbak, saya cuma pasrah aja kok.

  Subjek memilih untuk tetap bersama pacarnya seorang waria yang selama ini menyayangi dan memperhatikannya karena sudah lama menjalin hubungan subjek belum bisa meninggalkannya.

  KAC 1 151. P 963 964 965 966 967 968

  Ya udah mas kalau gitu sepertinya sudah cukup cerita dari mas, mungkin kalau ada yang masih kurang lain kali saya datang lagi kesini ya mas?

  152.

  S 969 970

  O ya gapapa mbak, silakan aja saya siap bantu kok. 153.

  P 971 Makasih ya mas 154.

  S 972 Sama-sama mbak.

C. TRANSKRIP VERBATIM WAWANCARA SUBJEK 3 (W3.S3) Identitas Subjek

  Nama : Ags Usia : 23 tahun Pendidikan : SMP Agama : Islam Status : Belum menikah Urutan kelahiran : Anak ke-7 dari 7 bersaudara Pelaksanaan Penelitian Hari/Tanggal : Selasa, 4 Desember 2007 Waktu : Pk. 15.00-Pk. 17.00 WIB Tempat : Kontrakan Subjek

  NO P/

  INTERPRETASI Brs TRANSKIP VERBATIM PADATAN KODIN S

  FAKTUAL G 1.

  1 Nyantai aja mas gapapa 2 kok, sambil ngobrol- 3 ngobrol aja ya..Emm..mas 4 udah berapa lama mas 5 sama mbak Amanda 2.

  6 Emm..aku ma Amanda 7 udah dua tahun setengah.

  3.

  8 Udah lama ya mas he..he 4.

  9 Kalau nama mas siapa sih 10 mas?

  5.

  11 Agus panjangnya Agus 12 Susanto.

  6.

  13 Mas dari mana ya ? 7.

  14 Dari Wonosari mbak.

  8.

  15 Mungkin bisa cerita sedikit 16 mas awalnya perkenalan 17 ama Mbak Amanda 18 gimana mas.

  9.

  19 Awalnya waktu itu pas 20 malam Jumat aku ketemu 21 di stasiun, waktu itu aku 22 bingung terus waktu itu 23 aku ada masalah di rumah 24 ama kakak terus saya pergi 25 ke Jogja lalu ketemu sama 26 si Amanda terus waktu itu 27 ya ngobrol-ngobrol ama

  28

  64 Dulu itu, ya saya jujur ya dulu itu saya cuma minta masalahnya cuma sepele dulu saya cuma pengen minta uang untuk beli HP ya tau sendirilah mbak keadaan di kampung gak ada duit akhirnya ya namanya anak muda mbak saya ngambek terus pergi.

  54 Selama ini gimana sih mas kehidupan di keluarga maksudnya hubungan mas dengan orang tua kok sampai ada masalah 17.

  55

  56

  57

  58

  59

  60

  61

  62

  63

  18.

  52

  65

  66

  67 Tapi sebelumnya hubungan sama orang tua gimana mas ?

  19. Subjek merasa aman dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan keluarga karena sebelum pergi dari

  68

  69

  70

  71

  72

  73 Baik juga, ya sampai sekarang akhirnya semenjak sama Amanda hubungannya sudah kembali normal. Toh itu juga Amanda sudah sering

  Hubungan dengan orang tua sebelum pergi dari rumah juga baik dan akhirnya semenjak pacaran dengan waria juga

  53

  51

  29

  38

  30

  31

  32 Amanda terus diajak pulang ke Kricak, ya akhirnya terus lama-lama keterusan sampai sekarang.

  10.

  33

  34

  35

  36 Berarti pertama mas gara- gara di rumah ada masalah terus di stasiun ketemu sama Mba Amanda.

  11.

  37

  39

  50

  40

  41 Ya awalnya cuma itu, terus kehidupan sehari-hari ya ma dia tu asyik, selain asyik rukun dan gak ada beban 12.

  42

  43

  44

  45

  46 Maaf mas mungkin bisa tanya-tanya dikit tentang keluarga mas. Mas sendiri di rumah berapa bersaudara sih mas? 13.

  47 Tujuh mbak 14.

  48 Mas nomor berapa? 15.

  49 Saya paling bontot mbak.

  16.

  KRA 4 rumah hubungan subjek dengan keluarga baik sampai sekarang setelah menjalin hubungan juga masih baik.

  74

  98

  93

  94

  95

  96 Ya pertama kenal kakak saya nanya dia laki-laki atau perempuan saya jawab jujur dia seorang waria tapi walaupun dia seorang waria tapi kehidupan dia itu dia mencintai aku dengan apa adanya dengan tulus walaupun dia seorang waria tapi aku tetap mencintai dia dengan apa adanya.

  Waria dapat mencintai subjek apa adanya dengan tulus, maka subjek juga mencintai dia apa adanya.

  KAC 2 24.

  97

  99 100

  91

  Terus setelah itu gimana mas apa mereka menerima begitu saja atau gimana pernah sampai marah gak?

  25. Kebutuhan subjek untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan keluarga menjadi tidak terpenuhi karena keluarga awalnya tidak setuju subjek berhubungan dengan waria.

  101 102 103 104 105 106

  Kalau jujur ya pertama kakak tidak setuju terus yang kedua ponakan saya ama bapak saya kalau ibu kan dari saya kecil sudah gak ada.

  Awalnya keluarga tidak setuju hubungan subjek dengan waria.

  KRA 4 26. 107 Sejak kelas berapa mas? 27. 108

  109 110 111

  Saya belum inget kata kakak saya, saya ditinggal meninggal ibu masih sekitar umur 8 bulan. 28. 112

  92

  90

  75

  22.

  76

  77 kali ke rumah saya, kenal sama kakak saya sama orang tua saya itu udah 3 kali ketemu. baik, bahkan pacar sering diajak ke rumah.

  20.

  78

  79 Berarti keluarganya mas juga udah tau ya?

  21.

  80 Udah tau mbak.

  81

  89

  82

  83 Terus gimana mas tanggapan keluarganya, pertama kali ketemu

  23. Kebutuhan subjek akan penerimaan dari orang lain dapat terpenuhi karena waria dapat menerima subjek dengan tulus dan mencintai subjek apa adanya

  84

  85

  86

  87

  88

  113 Berarti mas masih berumur 8 bulan ya mas, sakit atau

  114 gimana mas ? 29. 115 Iya sakit mbak. 30. 116

  Keadaan ekonomi subjek di kampung sebelumnya sulit

  Untuk makan sehari- hari saja keluarga kurang mampu.

  Subjek sekolah sampai kelas 2 SMP lalu keluar karena masalah ekonomi.

  Dulu saya lulus SD mau nerusin sampai masuk SMP udah kelas dua keluar. Ya karena masalah ekonomi mbak. Ya istilahnya dulu untuk makan sehari-hari aja kurang mampu. Saya kan dulu masih kumpul semua jadi orang tua tinggal satu terus ikut kakak semua yang pertama.

  136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147

  39. Subjek merasa kurang aman secara finansial karena subjek terpaksa keluar sekolah gara- gara masalah ekonomi. Subjek tidak dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya karena untuk makan sehari- hari keluarga subjek

  135 Mas dulu sekolahnya udah lulus sampai apa mas ?

  37. 133 23 tahun mbak. 38. 134

  132 Kalau mas sendiri berapa mas usianya

  KRA 3 34. 129 Bapak mas kerja apa mas? 35. 130 Bapak saya petani 36. 131

  Kalau dari segi ekonomi ku akui emang kalau di kampung itu sulit

  117 118 119

  126 127 128

  33. Subjek merasa kurang aman secara finansial karena sebelumnya keadaan ekonomi subjek dikampung sulit.

  Sebelumnya kehidupan mas gimana mas, mungkin mas bisa cerita kehidupan keluarganya mas gimana ?

  123 124 125

  KRA 4 32. 122

  Keluarga akhirnya bisa menerima subjek dengan pacarnya yang waria.

  Kalau itu akhirnya mereka mau menerima mbak.

  120 121

  31. Kebutuhan subjek untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan keluarga akhirnya terpenuhi karena akhirnya keluarga dapat menerima subjek dengan pacarnya.

  Terus akhirnya sampai sekarang gimana mas keluarga mas masih tetap gak setuju dengan Amanda

  KRA 3 KF 1 kurang mampu. 40. 148

  149 150

  160 161 162 163 164

  Ya gak tiap malam paling seminggu dua atau tiga kali paling mentok tiga kali. 50. 178

  49. 174 175 176 177

  Jadi selama ini mbak Amanda masih keluar malam ya mas

  172 173

  Setiap hari di Kebaya (Keluarga Besar Waria) tapi kalau malam itu dia keluar. 48. 171

  47. 167 168 169 170

  166 Kalau Mbak Amanda sendiri kerjanya ?

  KRA 3 KF 1 46. 165

  Subjek tidak bekerja jadi sehari-hari cuma di rumah. Makan, rokok dan segala macem diberi oleh pacarnya

  Gak mbak, jadi saya sehari-hari diam di rumah dari makan rokok segala macem dikasih sama si Amanda.

  45. Subjek merasa aman walaupun dia tidak bekerja karena semua kebutuhan dipenuhi oleh pacarnya yang waria. Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya karena waria yang memenuhi kebutuhannya untuk makan sehari-hari.

  Berarti dulu waktu di Wonosari mas tinggalnya ma kakak?

  159 Terus kalau mas sekarang kerja apa mas

  KRA 4 44. 158

  Selama ini alhamdulilah baik Hubungan subjek selama ini dengan kakak baik.

  156 157

  43. Subjek merasa aman karena dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan kakaknya.

  155 Terus kalau mas sendiri sama kakak juga baik mas

  KF 2 42. 154

  Waktu di kampung subjek dan keluarganya tinggal di rumah kakak.

  Iya jadi orang tua sama 7 saudara saya jadi satu bapak juga ikut kakak.

  151 152 153

  41. Subjek tidak dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya karena subjeka tinggal dengan kakak.

  179 Sebelum kenal ma Mbak Amanda mas sudah pernah

  180 pacaran belum mas? 51. 181 Dulu pernah. 52. 182

  KRA 1 56. 215

  59. 222 223 224 225

  221 Itu habis hubungan dengan pacar gak dibolehin ?

  Saya waktu itu sekitar 19 tahun 58. 220

  57. 218 219

  Terus waktu mas pergi dari rumah itu mas umur berapa?

  216 217

  Orang tua tidak merestui hubungan subjek dengan pacarnya yang dulu. Subjek tidak bisa menerima akhirnya kecewa dan jadi anak bendel sampai berani ngelawan orang tua dan kakak.

  183 Sama perempuan atau waria juga mas.

  Ya kan kami orang gak punya sedangkan dia orang yang terpandang di kampung jadi di liat orang kayaknya gak srek makanya orang tua saya mendingan gak usah aja. Saya gak bisa nerima, akhirnya saya kecewa sama orang tua saya, saya jadi bandel sampai ngelawan orang tua sama kakak alasannya kenapa saya gak disetujui sama dia. Cuma alasan kayak gitu kok saya gak disetujui saya jadi bandel berontak ama kakak ma orangtua.

  196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214

  55. Subjek merasa kurang aman karena tidak bebas untuk berpacaran dengan perempuan akhirnya subjek kecewa dan menjadi anak yang bandel.

  Alasannya apa mas gak setuju ?

  54. 194 195

  Perempuan mbak, itu semenjak saya SMP kelas 2 itu pernah pacaran ama perempuan dia tetangga saya sendiri tapi beda kampung itu berjalan 1 tahun setenmgah. Itu dulu orang tua yang cewek setuju tapi orangtua ku tidak setuju

  53. 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193

  Ya sekitar itu saya masih di rumah sekitar 1 tahun tapi saya di kampung itu gak mau kerja gak mau

  226 227 228 229 230 231 232 ngapa-ngapa cuma bandel pulang dari maen minta uang kalau gak dikasih ngamuk, ngambek. Ya namanya waktu itu gara-gara masalah itu saya jadi bandel. 60. 233

  63. Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang karena selama ini antara pacarnya yang perempuan dan waria dapat memberikan kasih sayang kepada subjek.

  65. 266 267 268 269 270

  Berarti waktu mas sama pacarnya terus pisah gitu, mas waktu itu gak dibolehin ma orang tua terus gimana?

  262 263 264 265

  KAC 1 64. 261

  Antara pacar yang perempuan dan waria dalam hal kasih sayang dan senang tidak ada bedanya.

  Sebenernya gak ada bedanya ya cuma bedanya itu em ..dulu saya pacaran ama perempuan sekarang ma laki-laki sama kayak aku ya cuma beda kelaminnya, cuma untuk kasih sayang segala - galanya gak ada bedanya. Dari segi kasih sayang terus seneng segala macem gak ada bedanya.

  249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260

  Kalau dibandingkan dengan sekarang mas kan sekarang mas pacaran ma waria. Apa bedanya dengan pacar mas yang dulu.

  234 235 236

  244 245 246 247 248

  KAC 1 62. 243

  Waktu pacaran dengan pacar yang dulu merasa senang, ada kasih sayang dan hidup sehari-hari enjoy jadi kalau ketemu ya senang aja.

  Yang pertama seneng yang kedua kasih sayang selain itu kehidupan sehari-hari enjoy gak ada beban gak ada apa-apa. Kalau ketemu dia asyik seneng aja.

  237 238 239 240 241 242

  61. Subjek mendapatkan kasih sayang dari pacarnya yang dulu maka subjek merasa senang setiap bertemu pacarnya yang perempuan.

  Kalau pas pacaran sama pacar mas yang dulu gimana sih mas, apa yang mas rasain ?

  Ya saya ngomong sama cewek saya terus saya langsung ngomong ya dia nangis-nangislah kan dulu dia juga seneng banget ma

  271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 aku kita pergi aja kabur gitu katanya, ntar masalah ongkos biar aku tapi akau gak mau. Seandainya aku pergi ma kamu aku nanggung resiko aku bawa kabur anak orang itu yang pertama terus yang kedua aku gak mau ngrepotin keluargaku walaupun saya bandel tapi saya masih berpikir ke orang tua ke saudara-saudara saya nanti kalau saya seandainya keluarga perempuan menuntut keluarga saya kasihan keluarga saya.

  Jadi untuk setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan seperti makan itu dari mana ?

  71. 308 309 310 311

  Untuk tempat tinggal rumah sendiri atau menyewa. Kakaknya udah nikah mas

  305 306 307

  KF 1 70. 304

  303 Ya dari hasil kebun Untuk memenuhi kebutuhan makan dari hasil kebun.

  69. Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya dari hasil kebun.

  300 301 302

  66. 288 289 290 291 292

  KF 1 68. 299

  Waktu hidup dengan keluarga yang biasa memenuhi kebutuhan sehari-hari kakak dan bapak.

  Ya gak tentu kadang kakak saya kadang orang tua dari hasil dari kebun itu. Ya gak tentu mbak kadang 10 kadang 20 namanya hidup di kampung ya seadanya.

  293 294 295 296 297 298

  67. Ketika tinggal bersama keluarga subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya dari kakak dan bapak yang membiayai.

  Terus kalau setiap harinya waktu dengan keluarga siapa yang biasa memenuhi kebutuhan sehari-hari?

  Tempat sendiri mbak, udah nikah mbak, sekarang yang belum nikah cuma tinggal saya sendiri.

  72. 312 313 314

  77. 335 336

  349 350

  KF 2 82. 348

  Waria yang membayar rumah kontrakan yang ditempati subjek dengan pacarnya waria

  Ini dulu yang bayar Amanda terus ama temen- temennya.

  345 346 347

  81. Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk tempat tinggal karena waria yang membayar rumah kontrakan yang ditempatinya bersama waria.

  344 Terus yang biasanya bayar siapa mas?

  Ya rombongan yang nempatin kan 4 orang, 1 rumah itu 4 juta jadi sama aja 1orang 1 juta mbak. 80. 343

  79. 339 340 341 342

  338 Terus bayarnya gimana mas?

  Ini kan bayarnya per tahun. 78. 337

  334 Lalu kalau untuk tempat tinggal mas ?

  Biasanya dalam keluarga permasalahan apa sih mas yang sering muncul.

  KF 1 76. 333

  Selama ini, waria yang memenuhi kebutuhan subjek sehari-hari untuk makan dan bayar motor.

  Ya Amanda. Jadi dia hasil kerja malam untuk makan sehari hari, terus kalau dari gaji di Kebaya untuk bayar motor kan dia ambil motor kredit.Jadi untuk makan sehari hari dari keluar malam.

  325 326 327 328 329 330 331 332

  75. Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya karena selama ini waria yang memenuhi kebutuhannya untuk makan sehari-hari.

  Kalau pas mas tinggal ma mbak Amanda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu yang memenuhi siapa mas ?

  321 322 323 324

  KRA 3 74. 320

  Dalam keluarga permasalahan yang sering muncul adalah masalah keuangan.

  Kalau masalah ittu dulu masalah keuangan terus masalah tempat tinggal dari warisan itu juga diributkan

  315 316 317 318 319

  73. Subjek merasa kurang aman secara finansial karena keluarganya sering mengalami masalah keuangan.

  Selama menjalin hubungan dengan mbak Amanda apakah kehidupan

  351 352 353 sekarang untuk makan, minum, pakaian apakah lebih teratur.

  Kalau dulu sebelum sama mbak Amanda pernah melakukan hubungan seksual belum mas?

  KF 3 90. 380

  Subjek merasa puas berhubungan seksual dengan waria.

  Ya kalau bagi aku ya mbak, aku sayang ma mereka aku merasa puas.

  377 378 379

  89. Subjek dapat memenuhi kebutuhan seksnya karena subjek merasa puas berhubungan seksual dengan waria.

  Apakah mas merasa puas dan senang dalam berhubungan seksual dengan mbak Amanda?

  374 375 376

  KF 3 88. 373

  372 Belum pernah mbak. Subjek belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya.

  87. Subjek sebelumnya belum pernah melakukan hubungan seksual sehingga kebutuhannya akan seks kurang terpenuhi.

  369 370 371

  83. Subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya karena subjek dapat makan setiap hari. Subjek ju ga merasa aman karena subjek dapat makan dengan teratur.

  KF 3 86. 368

  Selama berhubungan seksual yang penting antara subjek dan waria sama-sama enaknya.

  Ya gimana ya kalau untuk itu ya sama ajalah. Ya sama sama enaknyalah

  365 366 367

  85. Subjek dapat memenuhi kebutuhan seksual bersama waria karena sama- sama merasakan enak.

  Terus selama menjalin hubungan bagaimana perasaan mas waktu berhubungan seksual ?

  362 363 364

  KF 1 KRA 3 84. 361

  Setelah menjalin hubungan dengan waria bisa makan dengan teratur, pakaian rapi dan segala macam dipenuhi amanda.

  Kalau makan ya jujur aja sekarang teratur pakaian emang rapi semua dibiayain dari mereka. dari makan pakaian segala - galanya dipenuhi sama Amanda.

  354 355 356 357 358 359 360

  381 Mas selama ini mbak Amanda mengekang mas

  382 383 gak atau bikin aturan- aturan untuk mas?

  95. Subjek merasa aman dengan pacarnya yang dulu karena tidak terkekang.

  Bebas yang penting kita kan bikin kesepakatan Waktu dengan pacar yang dulu bebas,

  99. Subjek merasa aman dengan pacarnya 425 426

  424 Waktu sama pacar mas sebelumnya gimana?

  Ya suruh gantiin orang tua di kebun gitu itu diharuskan tapi saya tetap gak mau. 98. 423

  420 421 422

  KRA 1 96. 418 Maksudnya kerja apa? 97. 419

  Waktu dengan pacar yang dulu tidak merasa terkekang.

  Kalau ma pacar dulu sih gak, kalau ma orang tua dulu memang iya. Kalau dulu saya pulang sekolah suruh kerja tapi saya gak mau

  412 413 414 415 416 417

  Terus sebelum menjalin hubungan dengan Amanda apakah mas merasa terkekang juga ?

  91. Subjek merasa kurang aman karena pacarnya waria melarang subjek untuk tidak main dengan perempuan lain selain dirinya apalagi sampai berkhianat dengan waria lain.

  409 410 411

  Ya kalau malem Amanda keluar aku yang nganter jadi kalau siang kalau Amanda kerja aku cuma di rumah kalau ada cucian kotor ya aku yang nyuci kalau gak ada ya paling nyapu-nyapu disini. Paling kalau main juga ke tempat temen tetangga disini aja. 94. 408

  399 400 401 402 403 404 405 406 407

  Kalau untuk setiap harinya mas cuma di rumah aja atau kadang pergi kemana gitu. 93. 398

  395 396 397

  KRA 1 92. 394

  Waria melarang subjek main dengan perempuan lain selain dengan dirinya dan mengkhianatinya meskipun dengan sama-sama waria.

  Ya emang, dulu pernah bilang kalau kamu emang benar-benar sayang ma aku kamu gak boleh main ma perempuan terus yang kedua gak boleh mengkhianati Amanda walaupun sama waria pokoknya gak boleh selain ma Amanda.

  384 385 386 387 388 389 390 391 392 393

  KRA 1 yang dulu karena bebas, tapi kalau suka dengan orang lain tidak boleh keliatan di depan mata.

  427 428 429 430 kamu boleh ama mereka yang kamu suka asal jangan keliatan depan mata kita. boleh suka dengan oranglain tapi jangan keliatan di depan mata.

  100. 431 432 433 434

  Apa sih mas sebenarnya yang membuat mas lebih memilih menjalini kehidupan bersama waria?

  101. Subjek merasa kurang terpenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang karena tidak diijinkan pacaran dengan perempuan maka subjek menjalin hubungan dengan waria.

  Subjek merasa lebih aman pacaran dengan waria karena subjek merasa lebih tenang, nyaman dan lebih teratur.

  435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445

  Kalau itu saya le bih memilih itu karena saya dulunya kecewa dengan orang tua saya karena dulu saya suka sama perempuan tapi tidak disetujui terus ah buat apa mendingan saya hidup sama waria tapi yang penting saya tenang, lebih nyaman, lebih teratur.

  Memilih menja lani kehidupan bersama waria karena subjek merasa kecewa tidak diijinkan pacaran dengan perempuan. Maka subjek memilih hidup dengan waria yang penting subjek merasa tenang, lebih nyaman dan teratur.

  KAC 1 KRA 2 102. 446

  447 448 449

  Mas mana sih yang lebih disenangi sekarang tinggal di sini atau sebelum mas tinggal ma Mbak Amanda?

  103. 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460

  Ya sebenarnya sih sama kalau disana walaupun saya di kampung walaupun saya bandel saya bisa melihat orangtua dan saudara-saudara saya. Kalau disini saya senangnya bisa hidup rukun ama Amanda lebih bahagia daripada di kampung saya. 104. 461 Bahagianya karena apa

  105. Subjek merasa aman menjalin hubungan dengan waria karena setiap hari merasa senang dan tidak ada beban.

  484 485 486 487 488 489 490

  Ya saya kalau sama masyarakat biasa sama temen di sini juga biasa

  111. 497 498 499

  Terus kalau dengan masyarakat sekitar gimana mas kan mereka juga ngerti kalau mas tinggal dengan waria, gimana perasaannya mas ?

  492 493 494 495 496

  KAC 1 110. 491

  Yang biasa mengambil keputusan berdua, jadi selama hidup bersama saling tau dan memahami.

  Gak tentu, jadi kadang Amanda kadang saya gak bisa dipastiin jadi kita sama-sama. Jadi selama kita hidup bersama kita saling tau dan memahami mbak.

  109. Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang bersama dengan waria karena dapat saling memahami dan mengerti.

  462 463 464

  Biasanya memang setiap hari yang biasa mengambil keputusan siapa mas?

  108. 481 482 483

  Ya dulu pernah sih bertengkar sampai saya mukul dia, udah sekitar setengah tahunan kemarin saya pernah mukul dia ya alasannya cuma sepele aku memperingatin dia tapi dia gak setuju terus akhirnya saya emosi saya mukul dia sampai saya pernah mau pergi dari sini, terus akhirnya dia mengakui dia salah terus aku dah mau pergi dia gak boleh

  107. 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480

  466 Mungkin ada alasan lain gak mas

  KRA 1 106. 465

  Merasa bahagia hidup dengan waria karena setiap hari senang dan tidak ada beban.

  Ya karena suka itu tapi hidup sehari-hari itu senang gak ada beban.

  112. 500 Pernah gak mas denger

  501 502 tetangga disini pada ngomongin. 113. 503

  504 505 506 507 508 509 510 511 512 513

  Oo.. kalau itu saya belum pernah. Tapi disini itu diwajibkan kalau sudah tinggal disini ama seorang waria, pengurus kampung sama pengurus RT diwajibkan lapor terus diwajibkan ronda. Ronda itu diwajibkan ambil jimpitan beras setiap malam sabtu. 114. 514 Jadi mas ikut itu? 115. 515

  516 Jadi kita nurutin aturan kampung

  116. 517 518 519 520 521

  Berarti selama ini masyarakat disini juga udah tahu ya mas dan ngebolehin dan ngijinin juga ya mas ?

  117. 522 523 524 525 526 527 528 529

  Ngijinin tapi asal kita tidak sampai mengganggu masyarakat atau diganggu jadi kita sama-sama ama masyarakat. Jadi kita harus menyatukan diri dengan masyarakat walau apapun resikonya.. 118. 530

  531 532 533 534 535 536

  Kalau untuk tiap harinya penghasilan kan mungkin dari mba Amanda ya mas, pengeluaran yang dikeluarkan untuk tiap hari atau tiap bulan banyak gak mas. 119. 537

  538 539 540 541 542 543 544 545 546

  Kalau untuk sehari-hari itu perhari untuk pengeluaran 100 sampai 120 pengeluaran sehari. Tapi untuk pemasukan itu gak tentu, kalau dia keluar itu ya gak mesti mungkin kalau dia ramai bisa sampai 300 atau 500 satu malam.

  120. 547 548 549 550 551 552

  Emm... kalau masalah keuangan emang jujur ya enakan sekarang ama dulu walaupun bukan saya yang mencari uang. Tapi dia walupun Amanda yang cari setiap hari setiap malam dia dapat uang berapapun pasti diserahin ke aku. jadi aku setiap harinya aku yang mengatur keuangan.

  583 584 585 586 587 588 589 590 591

  126. 581 Iya mbak 127. 582

  Jadi yang tiap hari mengatur keuangan malah mas ?

  579 580

  KRA 3 125. 578

  Dalam masalah keuangan lebih enak sekarang setelah menjalin hubungan dengan waria walaupun bukan subjek yang mencari uang tetapi setiap dapat uang semua diserahkan subjek.

  566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577

  Berarti kalau dibandingkan dengan dulu waktu mas belum menjalin hubungan dengan mbak Amanda pengeluarannya lebih banyak mana mas ?

  124. Subjek merasa aman secara finansial karena sekarang kondisi keuangannya setelah menjalin hubungan dengan waria lebih baik bahkan setiap pacarnya mendapat uang diserahkan ke subjek.

  Kalau dibandingkan dengan yang dulu keadaan keuangan mas sekarang waktu sama mba Amanda ama dulu

  123. 561 562 563 564 565

  Berarti dulu semua minta dari kakak dan dari orang tua ya mas?

  559 560

  Kalau pengeluarannya lebih banyak sekarang daripada dulu. Dulu itu penghasilan saya gak ada nol. 122. 558

  121. 553 554 555 556 557

  Terus setelah keluarga mas mengetahui mas pacaran dengan Mbak Amanda apakah ada perubahan dari mereka maksudnya hubungan mas dulu sebelum mas menjalin hubungan dengan mbak Amanda dengan sekarang setelah menjalin hubungan

  592 gimana mas? 128. Subjek merasa aman karena setelah berbicara dengan keluarganya akhirnya keluarganya setuju hubungannya dengan waria dan sekarang subjek dapat menjalin hubungan yang baik kembali dengan keluarganya

  KRA 3 133. 620

  Keluarga sudah mau menerima pacar subjek yang waria.

  Udah mau menerima mbak. Masyarakat disana juga udah tau. Jadi setiap saya pulang masyarakat atau tetangga udah tau. Saya pernah ditanyain ama temen saya dari kecil kok

  630 631 632 633 634 635 636

  136. Subjek merasa keluarganya dapat menerima dirinya dengan pacarnya yang seorang waria.

  Berarti selama ini keluarga juga udah kenal ya mas, tapi untuk sekarang ini keluarga udah baik mas?

  627 628 629

  Ya gak tentu sih kadang setahun kadang gak tentu kalau pengen kesana ya kesana. 135. 626

  134. 622 623 624 625

  621 Sering mas pulang ke rumah ?

  Waria sering membantu keluarga subjek dengan memberi oleh-oleh berupa pakaian untuk orang tua dan kakak- kakak subjek.

  593 594 595 596 597 598 599 600 601 602

  Ya selama disini itu yang membantu bukan saya tapi Amanda sendiri membantu keluarga saya. Ya tidak berbentuk uang sih tapi kalau setiap saya pulang selalu bawa oleh-oleh ya pakaian untuk orang tua saya untuk kakak-kakak saya.

  610 611 612 613 614 615 616 617 618 619

  132. Subjek merasa aman secara finansial karena waria sering membantu keluarganya dengan memberi oleh-oleh berupa pakaian untuk bapak dan saudara- saudaranya.

  Apakah mas sekarang juga justru bisa membantu orang tua atau selama disini gimana mas?

  607 608 609

  130. 605 Iya 131. 606

  604 Jadi mbak Amanda juga sering nelpon ya mas ?

  KRA 4 129. 603

  Pertama kali datang ke rumah dengan waria keluarga tidak setuju lalu setelah saya ngomong akhirnya sampai sekarang keluarga bisa menerima sedikit demi sedikit.

  Ya pertama kali Amanda ke rumah saya keponakan ma orang tua gak setuju yang kedua kali saya datang terus saya ngomong akhirnya sedikit-sedikit mereka bisa menerima sampai sekarang kadang Amanda nelpon ya ngobrol-ngobrolah.

  KAC 2

  637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 kamu mau, lho kenapa gak mau orang hidupnya itu sama aja cuma sama-sama lelaki tetapi cuma jiwa mereka itu perempuan malah lebih enak hidup ama mereka daripada kayak yang dulu mau gini aja gak disetujui ama kakak saya. 137. 647

  648 649 650 651 652

  Kalau menurut mas ada bedanya gak sih mbak Amanda ama perempuan yang lain, mungkin dalam tingkah lakunya sikapnya sehari-hari ?

  138. 653 654 655 656 657 658 659 660 661

  Ya kalau perempuan kan jarang merokok kalau dia merokok terus ya namanya laki-laki ama perempuan kan dari segi jalan segi segala -galanya juga kan beda ama perempuan tapi adalah jiwa mereka seperti perempuan itu ada.

  .

  139. 662 663

  Untuk perhatian gimana mas 140. Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang karena selama ini pacarnya yang waria memberikan perhatian penuh kepadanya.

  664 665 666 667

  Kalau perhatian terus terang ya Amanda itu penuh ke aku itu penuh perhatiannya.

  Waria perhatiannya penuh terhadap subjek.

  KAC 1 141. 668

  669 670 671 672 673

  Selama ini berarti Mbak Amanda juga gak pernah ya, maksudnya mas sampai liat Mbak Amanda jalan sama orang bukan keluar malam tapi

  142. 674 675 676

  Itu juga sudah perjanjian kami mbak toh saya juga udah berjanji untuk hidup

  677 678 679 680 681 682 683 684 selama-lamanya. Gak pernah walaupun dia pas keluar malam terus dia pulang bawa tamu itu gak mau. Tapi kalau di pangkalan dia ama laki- laki saya sering lihat tapi ya kan udah kerjanya. 143. 685

  Ya bisa dibilang cukuplah mbak.

  Setiap kali ada masalah waria yang selalu membimbing,

  Ya kalau selama aku ma dia kalau ada masalah dia yang selalu bimbing aku

  712 713 714

  151. Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan

  Mas kan juga ngrasain ya selama ini mbak Amanda sayang sama mas terus tiap kali ada masalah apakah Mbak Amanda juga ikut membantu?

  707 708 709 710 711

  KAC 1 150. 706

  Perhatian dan kasih sayang keluarga terhadap subjek cukup.

  704 705

  686 Terus gimana mas perasaannya kalau lihat?

  149. Dalam keluarganya kebutuhan subjek akan cinta dan kasih sayang dapat terpenuhi karena selama ini keluarga subjek memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup terhadap subjek.

  Tapi untuk perhatian atau kasih sayang dari keluarga gimana mas ?

  702 703

  Ya memang kalau dulu emang ngekang saya untuk cari kerja atau pergi jauh gak diperbolehkan tapi untuk kerja di rumah saya harus. 148. 701

  147. 695 696 697 698 699 700

  Kalau untuk keluarga mas sendiri untuk cinta, kasih sayang, perhatian dari orang tua selama ini ke mas gimana?

  146. 690 691 692 693 694

  689 Berarti mas bisa nerima ya.

  144. 687 Ya gapapa 145. 688

  KAC 1 cinta dan kasih sayang karena selama ini setiap kali ada masalah waria yang membimbing, menuntun dan memberi saran kepada subjek.

  715 716 717 718 719 720 721 nuntun, kasih saran segala macem jadi ada yang bantu aku kalau aku stres lagi ada masalah. Sebaliknya dia kalau ada masalah aku yang bantu dia. menuntun dan memberi saran kepada subjek, apalagi kalau subjek sedang stres dan ada masalah, begitu pula sebaliknya subjek juga membantu waria jika ada masalah. 152. 722

  Berarti mbak Amanda selama ini gak pernah nuntut apa-apa ya mas

  Awalnya merasa malu dengan masyarakat sekitar, apalagi di kampung. Akan tetapi walau bagaimanapun mereka tetap mengetahuinya maka

  Jujur ya pertama kali waktu saya datang ke kampung saya ada perasaan minder tapi kedua sampai ketiga saya udah gak ada perasaan minder lagi saya minder

  751 752 753 754 755 756 757

  159. Kebutuhan subjek akan penghargaan dari orang lain kurang terpenuhi karena awalnya subjek merasa malu jalan dengan waria

  Kalau mas sendiri selama ini terhadap masyarakat sekitar pernah gak merasa malu

  748 749 750

  157. 746 Gak pernah 158. 747

  744 745

  723 724 725

  KAC 2 156. 743

  Sebenarnya subjek disuruh bekerja tetapi kalau tidak ada, pacar subjek yang waria juga tidak menuntut apa-apa dan dia mau menerima apa adanya subjek.

  Ya sebenarnya kalau dia itu pengennya kalau saya ada pekerjaan saya suruh kerja tapi kalau gak ada pekerjaan ya udah gapapa walaupun kamu gak kerja gapapa apa adanya kamu.

  736 737 738 739 740 741 742

  155. Kebutuhan subjek untuk diterimaoleh orang lain dapat terpenuhi karena walaupun subjek tidak bekerja waria mau menerima dia apa adanya.

  Terus kalau Mbak Amanda sendiri selama ini, ya kan Mbak Amanda juga tau kan keadaan mas di Wonosari gimana, keadaan mas sendiri gimana, apakah Mbak Amanda juga bisa menerima gitu aja ?

  728 729 730 731 732 733 734 735

  Jadi selama ini mas saling terbuka ya ma Mbak Amanda gak ada yang ditutupin. 153. 726 Gak ada mbak. 154. 727

  KP 1 akan tetapi sekarang subjek sudah terbiasa.

  758 759 760 761 762 mereka tetep tau gak minder mereka juga udah tau jadi apapun yang terjadi biarin aja apapun resikonya. subjek tidak merasa malu lagi dan apapun resikonya biar subjek yang menanggung.

  787 788 789 790

  Subjek benar-benar sayang dengan pacar yang dulu tetapi sekarang sudah menikah dan memiliki anak.

  Ya bener-bener mbak, sekarang dia sudah nikah dah punya anak juga.

  795 796 797

  167. Kebutuhan subjek akan cinta dan kasih sayang kurang terpenuhi karena subjek masih sayang dengan pacarnya tetapi pacarnya yang

  Berarti dulu sama pacarnya juga bener-bener sayang ya mas

  793 794

  165. 791 Iya 166. 792

  Jadi mas dulu pernah punya keinginan untuk menjalin rumah tangga dengan pacar mas yang dulu?

  KAD 164. 786

  160. 763 764 765 766 767

  Subjek pernah mempunyai cita-cita setelah lulus sekolah mau menikah dan membangun rumah tangga yang baik tapi orang tidak mengijinkan.

  Ya dulu pernah sih kalau saya lulus sekolah kalau ada biaya sampai lulus saya langsung mau nikah habis itu saya pengen membangun rumah tangga yang baik akhirnya orang tua saya kayak gitu ya sudah.

  777 778 779 780 781 782 783 784 785

  163. Subjek tidak dapat mengaktualisasikan dirinya karena subjek pernah mempunyai keinginan jika lulus sekolah dia akan menikah dan membangun rumah tangga yang baik tapi orang tuanya tidak mengijinkan.

  Sebelumnya mas, apa yang sebenarnya menjadi keinginan atau cita-cita mas apa

  774 775 776

  Memang kalau itu sudah menjadi keputusan saya, niat itu saya menjalani ama Amanda itu seumur hidup aja. 162. 773

  161. 768 769 770 771 772

  Jadi untuk menjalin hubungan dengan Mba Amanda ini sudah menjadi benar-benar keinginan mas?

  KAC 1 dulu sudah menikah dan punya anak. 168. 798

  799 Masih gak mas ada perasaan sayang ?

  Tau, jadi dia ngasih solusi ke aku kenapa sih kamu putus ma aku kamu langsung lari ke seorang waria, ya karena saya sakit hati ama orang tua saya. 172. 814

  Setelah menjalin hubungan dengan waria, subjek memiliki keinginan untuk hidup rukun, tenang, tenteram dan bahagia bersamanya. Subjek akan menjalani seumur hidup dan

  Yang pertama saya inginkan kalau saya hidup dengan Amanda, saya pengen hidup rukun, tenang, tenteram dan bahagia gak ada masalah itu akan kujalani ama Amanda sampai seumur hidup dan keinginan untuk

  826 827 828 829 830 831 832 833 834

  173. Subjek dapat memenuhi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang karena subjek akan menjalani kehidupan bersama waria seumur hidup, hidup yang rukun,

  Tadi kan mas bila ng punya keinginan untuk membangun rumah tangga dengan pacar mas, sekarang kan mungkin belum tercapai ya mas. Terus untuk keinginan ke depannya gimana mas setelah mas menjalin hubungan dengan Mbak Amanda apa yang mas inginkan

  815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825

  171. 808 809 810 811 812 813

  169. Kebutuhan subjek akan cinta dan kasih sayang dapat terpenuhi walaupun dia masih sayang dengan pacarnya yang dulu tetapi sekarang subjek sudah memiliki pasangan yang dicintainya walaupun seorang waria.

  Pacar mas juga tau ya mas menjalin hubungan dengan waria

  806 807

  KAC 1 170. 805

  Kalau melihat pacar yang dulu masih ada perasaan sayang, tetapi sekarang subjek sudah memiliki pasangan yang dicintainya walaupun seorang waria.

  Ya kalau melihat dia ada sih tapi ya mau gimana lagi, saya juga udah ada, walaupun pacar saya waria tapi saya mencintainya.

  800 801 802 803 804

  KAC 1 tenteran dan bahagia bersama.

  835 836 837 berhubungan dengan perempuan saya udah gak tertarik. sudah tidak tertarik dengan perempuan lagi. 174. 838

  179. Subjek dapat memenuhi kebutuhan akan penghargaan dari dirinya sendiri karena subjek merasa menjadi dirinya sendiri dengan jalan yang ditempuh yaitu hidup bersama waria.

  Kalau berkembang sih gak, saya cuma senang, Selama menjalin hubungan subjek tidak

  181. Subjek tidak dapat mengaktualisasikan 873 874

  Dari mas sendiri selama menjalin hubungan menurut mas menjadi lebih berkembang setelah menjalin hubungan

  869 870 871 872

  KP 2 180. 868

  Setelah menjalin hubungan dengan waria subjek merasa menjadi dirinya sendiri karena ini jalan yang ditempuh subjek dan akan dijalani bersama waria.

  Iya, jadi kehidupan aku ya beginilah aku dan akan kujalani sama Amanda.

  865 866 867

  Apa mas sekarang setelah menjalin hubungan dengan mbak Amanda, mas merasa menjadi diri mas sendiri?

  839 840

  178. 860 861 862 863 864

  Gak kepikiran mbak, yang aku pikirkan cuma hidup senang ama Amanda

  177. 857 858 859

  Jadi itu yang membuat mas gak mau lagi. Tapi selama ini mas belum pernah berusaha pacaran dengan orang lain

  176. 852 853 854 855 856

  Sebenarnya kalau saya pulang kampung saya pasti ingat masa lalu. Jadi setiap kali pulang kampung saya selalu ingat masa lalu dan sakit hati

  175. 846 847 848 849 850 851

  Sebenernya apa sih mas yang membuat mas terus gak ada minat untuk nikah dengan perempuan lain itu karena dulu pernah gara- gara orang tua itu tadi atau apa mas yang membuat mas seperti itu?

  841 842 843 844 845

  KAD dirinya karena 875 bahagia. dapat berkembang. selama menjalin hubungan dengan waria subjek tidak dapat berkembang.

  182. 876 Soalnya mas juga jarang 877 keluar ya 183. Subjek tidak dapat 878 Iya, kalau berkembang itu Subjek tidak dapat KAD mengaktualisasikan 879 gak mungkin saya harus berkembang karena dirinya karena subjek 880 ada penghasilan, pekerjaan tidak pernah keluar tidak pernah keluar 881 yang tetap tapi kalau lebih rumah, selain itu rumah sehingga tidak 882 seneng saya memang subjek juga tidak ada dapat berkembang. 883 senang. penghasilan dan Selain itu subjek juga pekerjaan yang tetap. tidak memiliki penghasilan dan pekerjaan yang tetap.

  KETERANGAN : 1. : KEBUTUHAN FISIOLOGIS KF

  Ø KF 1 : MAKAN DAN MINUM Ø KF 2 : TEMPAT TINGGAL : SEKS Ø KF3

  2. : KEBUTUHAN RASA AMAN KRA Ø KRA 1 : KEBEBASAN Ø KRA 2 : KETERATURAN Ø KRA 3 : JAMINAN FINANSIAL Ø KRA 4 : MENJALIN RELASI YANG HARMONIS

  3. : KEBUTUHAN AKAN CINTA DAN RASA MEMILIKI KAC Ø KAC 1 : CINTA DAN KASIH SAYANG Ø KAC 2 : PENERIMAAN

  4. : KEBUTUHAN PENGHARGAAN KP Ø KP 1 : PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN Ø KP 2 : PENGHARGAAN DARI DIRI SENDIRI

  5. : KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI KAD

B. TRANSKRIP VERBATIM WAWANCARA PACAR SUBJEK 3 (War3) Identitas Subjek

  Nama : AMN Usia : 33 tahun Pendidikan : D3 Agama : Islam Status : Belum Menikah Urutan kelahiran : Anak ke-14 dari 16 bersaudara Pelaksanaan Penelitian Hari/Tanggal : Selasa, 12 Maret 2008 Waktu : Pk. 17.00-Pk. 19.15 WIB Tempat : Kontrakan Waria

  NO P/

  INTERPRETASI Brs TRANSKIP VERBATIM PADATAN KODING S

  FAKTUAL 1.

  1 Mbak mungkin bisa cerita 2 sedikit awal perkenalannya 3 sama Mas Agus gimana 4 mbak?

  2.

  5 Ya awal perkenalannya sih 6 gara-gara salah paham yaitu 7 gara-garanya. Waktu 8 kejadiannya malam minggu, 9 saya keluar ke stasiun tugu.

  10 Kemudian saya pikir dia itu 11 kan preman gitu lho. Karena 12 ada salah satu teman saya 13 orang cina kalau gak salah 14 dia bilang dia habis “maen” 15 dengan seseorang, 16 perawakannya tinggi 17 badannya kekar pake baju 18 emm..pake switer disini ada 19 garis. Kebetulan malam itu si

  20 Agus ini datang dari arah 21 barat kebetulan dia pakai 22 baju sama dengan ciri-ciri 23 yang dic ritain temen saya 24 itu. Kemudian saya kan 25 bawa pisau di belakang.

  26 Karena Agnes bilang dia

  27

  4.

  55

  56

  57

  58

  59 maen sama orang itu, tapi kemudian orang itu merasa gak terpuaskan dia mukul si Agnes. Kejadiannya sore- sore masih setengah tujuhan sedangkan saya ketemu dia itu setengah dua belas. Tapi ternyata ciri-ciri yang dikasih sama, tapi kebetulan switer yang dipakai dia itu warna biru garis-garis putih sedangkan yang dicritain Agnes switer biru garisnya merah. Lalu Agnes kupanggil ini bukan orangnya ternyata bukan aku minta maaf untung belum sempat kutusuk.

  Kejadiannya seperti itu mbak, akhirnya ngobrol punya ngobrol crita punya cerita malam itu kita gak maen karena saya merasa malu udah salah paham itu. Kemudian dia cerita asalnya darimana sempat kenalan dan saya waktu itu gak peduli karena saya gak punya perasaan apa-apa. Besoknya dia dateng lagi bawain saya sampo pokoknya peralatan mandilah.

  3.

  60

  61 Berarti itu dah beda hari ya mbak ?

  62 Beda hari mbak 5.

  53

  63

  64 Janjian lagi atau gimana mbak

  6.

  65

  66

  67

  68

  69

  70

  71

  54

  52

  28

  39

  29

  30

  31

  32

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  40

  51

  41

  42

  43

  44

  45

  46

  47

  48

  49

  50

  72 Gak mbak, gak janjian. Dia ama bawa sampo sachetan banyak sekali sama sabun, odol, sikat gigi. Terus dia datang katanya ini buat kamu. Trus saya bilang gini, tapi kan kamu tau saya lagi kerja disini gak mungkin

  73

  88

  99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118

  98

  97

  96

  95 Jadi waktu itu Mas Agus udah langsung diajak pulang? 10.

  94

  93

  9.

  Dah gitu pas pada waktu itu aku mau pulang ternyata dia masih nungguin saya. Lalu saya bawa pulang. Tidak ada seks juga waktu itu.

  92 Iya banyak banget mbak.

  91

  90

  89

  87

  74

  86 Berarti banyak dong mbak 8.

  7.

  85 saya bawa kardus kemana- mana sedangkan untuk menitipkan barang itu gak ada tempat penitipan. Udah gini aja kamu pegang dulu tungguin saya nanti kalau saya udah mau pulang saya ambil. Pikirku ah luweh terserah dia mau nungguin itu terserah dia. Lagian saya mau cari nafkah disuruh bawa kardus kayak gitu, gak kecil mbak.

  84

  83

  82

  81

  80

  79

  78

  77

  76

  75

  Em...belum mbak. Baru hari ketiganya pas hujan gerimis dia bawa bungkusan lagi kok kamu ini orangnya ngeyel udah tau saya mau cari nafkah masa saya kemana- mana harus bawa tas kresek. Sekarang hari ketiga bawa tas kresek. Jadi malam minggu saya pertama ketemu ma dia, malam senin saya keluar dia bawa kardus, malam selasa saya ketemu dia lagi dia bawa kresek. Udah gini aja kamu tunggu saya seperti tadi malam, kalau misal kamu mau nunggu saya nanti saya bawa kamu pulang pas itu. Tapi karena waktu malam itu agak sepi juga sorenya saya sempat maen sama dia di gerbong. Dah gitu pas

  119 120 121 122 123 124 125 menjelang pagi jam tigaan saya pulang ternyata cuaca tidak mendukung gerimis saya pikir mau ujan deras, ya udah daripada dia keujanan saya kasihan terus saya bawa dia pulang.

  11. Pacar subjek lama-kelamaan mulai menyayangi subjek

  126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154

  Waktu itu saya masih kos bukan di tempat yang kemarin itu mbak, masih di Kricak juga tapi bukan di rumah kemarin. Masih berupa kamar-kamar gitu tapi belum keramik kalau disitu. Itu awal mulanya mbak. Tapi yang namanya manusia, kalau saya itu orangnya teliti ya curiga apapun baik dalam bentuk barang berharga baik itu cincin, uang ataupun HP saya simpan dalam lemari, lemarinya saya kunci dan kuncinya saya simpan di tempat yang amanlah. Aku kira kan kita baru kenalan gak tau dia orangnya gimana yang namanya manusia asalnya dari sini ngakunya dari sini kan bisa aja berbohong mbak. Makanya saya ati-atilah, terus selidik punya selidik timbul perasaan suka, perasaan sayang dan sebagainya ya akhirnya sampai sekarang.

  Setelah tinggal bersama di kontrakan mulai timbul perasaan suka dan sayang

  KAC1 12. 155

  156 157

  Terus waktu Mas Agus dah tinggal sama Mbak Amanda, mbak juga masih keluar ?

  13. 158 Masih 14. 159

  160 161 162

  Terus mbak Amanda sendiri kan juga dah tau latar belakang keluarganya gimana terus

  15. Pacar subjek merasa aman 163 164

  Udah saya udah pernah ke rumahnya, saya Keluarga dapat menerima kehadiran

  KRA4 karena keluarga subjek dapat menerima kehadirannya sehingga hubungan pacar subjek dengan keluarga subjek sekarang baik.

  165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 diperkenalkan sama bapaknya maaf dia udah gak punya ibu, ibunya sudah meninggal waktu dia masih kecil. Saya dikenalkan sama kakak-kakaknya, kakak iparnya, keponakannya semua udah tau siapa saya sebagai seorang waria tapi bukan seorang PSK. Makanya waktu pertama kali ada perdebatan di keluarganya Agus tapi ya Alhamdulilah akhirnya bisa diterima. waria meskipun awalnya sempat ada perdebatan.

  21. 198 199 200

  28. 209 210

  208 Pasti kaget enam belas bersaudara.

  26. 206 Enam 27. 207

  23. 203 Em..aku dari Sulawesi 24. 204 Berapa bersaudara mbak? 25. 205 Emm..

  202 Kalau Mbak Amanda sendiri asalnya dari mana mbak?

  Ya kalau aku gak pulang kampung ya ikut pulang kesana. 22. 201

  197 O mbak Amanda juga ikut pulang ya.

  16. 180 181

  Iya masih baik, kalau lebaran ya tetep pulang. 20. 196

  19. 194 195

  Jadi sampai saat ini hubungan dengan keluarga Mas Agus juga masih baik mbak ?

  191 192 193

  Bukan saya sendiri yang ngomong jadi dari pihak Agusnya, bukan saya yang menjelaskan sendiri, gak tau dia ngomong apa ya untungnya sampai sekarang komunikasinya juga lebih lancar gitu mbak. 18. 190

  183 184 185 186 187 188 189

  Kok akhirnya bisa diterima gimana mbak ? 17. 182

  Enam belas bersaudara mbak, terus mbak nomor

  211 berapa? 29. 212

  213 214

  Aku nomor empat belas adikku dua cowok satu cewek satu. 30. 215

  216 217

  Terus gimana kok mbak Amanda bisa sampai ke Jogja ?

  31. 218 219 220

  Dari Sulawesi aku ke Jakarta dulu ya namanya merantau mbak

  32. 221 222 223

  Keluarganya Mbak Amanda tau kalau mbak seorang waria ?

  33. 224 225

  Kalau waria tau tapi kalau sebagai PSK mereka gak tau 34. 226

  227 228 229 230

  Pertama kali mereka tau kalau mbak Amanda waria gimana, sejak kapan mbak mulai terlihat seperti perempuan ? 35. 231 Sejak kecil aku mbak. 36. 232

  233 Berarti memang keluarga sudah tau ya mbak ?

  37. 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256

  Sudah tau. Terus kan di sana orang tua saya bapak saya kan dari Bugis jadi di sana kayak di Jogja sini masih keturunan ningrat kebetulan kakek saya tau ilmu gaib emm apa ya istilahnya punya isi jadi paling ditakuti palin g disegani sama penduduk. Udah gitu keluarga saya udah mengetahui saya sejak kecil. Awalnya sih saya bapak saya kan nelayan ada beberapa kakak saya kan yang masih sekolah itu sering bantuin ngambil ikan kita kan kadang tidur di perahu ya namanya saya anak kecil ya saya ikut aja dengan temen-temen kakak saya. Ya kalau tiap malam ya sering maen sama mereka sama temen-temen kakak

  257 saya. 38. 258

  Waria dari keluarga yang mampu KF1 43. 282 Ya keluarga sih mampu.

  47. 296 Saya sembilan tahun di Bali 48. 297

  Mbak Amanda mungkin udah banyak pengalaman ya perjalanannya juga udah pindah-pindah terakhir tadi di Bali ya mbak, berapa tahun mbak di Bali ?

  46. 290 291 292 293 294 295

  Masih semua mbak, kakek nenek dari bapak saya masih, kakek nenek dari ibu saya juga masih. Masih lengkap

  45. 286 287 288 289

  Maaf kalau Mbak Amanda orang tuanya masih ya mbak?

  44. 283 284 285

  Berarti kalau dilihat dari segi ekonomi keluarga Mbak Amanda bisa dibilang cukup mampu ya mbak ?

  259 Itu kira-kira Mbak Amanda usia berapa mbak ?

  278 279 280 281

  42. Pacar subjek berasal dari keluarga yang mampu maka pacar subjek dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya

  Iya ada yang kuliah ada yang gak juga.

  41. 276 277

  275 Kakak-kakak Amanda juga semuanya kuliah ya mbak ?

  Ya kira-kira tujuh tahun mbak. Pikiran saya ya seneng sama laki-laki sama temen-temen kakak saya. Ya pokoknya yang aneh-aneh gitulah. Tapi ya udah semakin bertambah usia ya semakin fokus untuk mencari nafkah itu lho mbak. Pada waktu itu masih di Bali. Orang saya itu bengal jadi waktu itu saya ikut kakak saya, saya kuliah di Bandung sampai selesai D3. 40. 274

  39. 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273

  298 Terus akhirnya ke Jogja, tahun berapa mbak ?

  49. 299 Emm 2005 pokoknya. 50. 300

  Waria mengutamakan kejujuran dan kesetiaan.

  59. 336 337 338 339 340 341 342 343 344

  335 Selama ini kehidupan sehari- hari gimana mbak

  Iya mbak karena waria itu feelingnya kuat. 58. 334

  57. 332 333

  Mungkin malah bisa lebih besar ya mbak daripada perempuan?

  330 331

  KRA1 56. 329

  Ya timbul kecocokan aja, ya dalam hal kejujuran, kesetiaan. Lain halnya dengan perempuan, kalau waria itu cemburunya lebih besar, kasih sayangnya lebih besar, feelingnya lebih besar. Kalau misalnya dia maen sama orang lain, saya pergi terus saya pulang gitu saya terasa mbak feelin g saya tetap tau ya mungkin dari bau badannya dia, walaupun dia udah mandi pakai parfum tapi feeling saya gak bisa ditipu.

  301 302

  313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328

  Terus waktu udah sama Mas Agus gimana kok terus memutuskan untuk tinggal dengan Mas Agus 55. Subjek merasa lebih aman karena waria mengutamakan kejujuran dan kesetiaan

  310 311 312

  53. 308 Dua setengah tahunan mbak 54. 309

  307 Udah berapa lama mbak ma Mas Agus ?

  Emm belum ya gak berapa lama saya di Jogja saya ketemu ma Agus. 52. 306

  51. 303 304 305

  Berarti waktu pindah ke Jogja lalu ketemu dengan Mas Agus itu ya mbak ?

  Namanya kehidupan bersama dia ya pasti senang ya dan misalnya mbak astrid ada perasaan jenuh itu ada, perasaan bosen pasti ada, boring juga ada perasaan emosi ada senang juga ada happy terus happy, biasa- biasa ada terus yang

  345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 happynya melebihi juga ada.

  Kadang-kadang saya juga bertengkar dengan Agus tapi kan kami sudah punya komitmen seandainya kita bertengkar kita jangan sampai melukai diri kita masing-masing atau menyakiti pasangan sampai mukul gitu, kalau sampai itu terjadi maaf saya bukan orang yang lemah saya bilang Agus dari awal, ya alhamdulilah mbak. Kalau pertengkaran ya emang kadang ada. 60. 361

  362 Biasanya masalah apa mbak ya sering

  61. 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381

  Kalau biasanya ya cuma selisih paham aja sih contohnya misal aku telat makan atau begitu juga sebaliknya. Atau pada saat aku gak makan terus tiba- tiba aku sakit maag dia emosi. Begitu juga sebaliknya dia sedang gak napsu makan sedangkan nasi sudah dibelikan kadang jengkel kita kan capek-capek masak ya saat ini saya gak masak, kan sayang nasinya basi dibuang kalau prinsip saya jangan sampai nasi sebutir pun dibuang itu bisa kualat banget itu kalau bagi saya. Karena gimana ya.. 62. 382

  383 384

  Pernah gak mbak bertengkar yang hebat, gara-gara apa mbak ?

  63. 385 386 387 388 389

  3903 Emm dulu pernah ya, waktu baru-baru gitu masalah uang saya atau uang dia gitu pas itu rambut saya masih panjang dia sampai jambak saya, gantian saya udah mau

  91 392 393 394 395 396 397 398 399 lempar gelas tapi gak jadi karena sayang sampai mau pisau-pisauan segala mbak.

  Tapi untung aja gak sampai gitu, sampai dia kabur tapi gak sampai berapa lama dia balik. Paling ya sekitar dua mingguan. Dia saya telpon terus mau pulang. 64. 400

  401 Selama ini Mas Agus juga kerja atau gimana mbak ?

  65. 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417

  Dia saat ini banyak nganggur tadinya kan kerja di sebuah rumah makan tapi bermasalah sama atasannya. Itu nurut cerita dia katanya atasannya sempat mau suka sama dia tapi dia gak mau sementara cewek ini ngejar dia terus. Dia cerita sama saya, ya saya bilang selama kamu belum ada pijakan atau kerjaan lain yang lebih baik jangan mengundurkan diri soalnya cari pekerjaan itu sekarang sulit. Tapi dia udah gak tahan lalu keluar. 66. 418

  419 Berarti selama in i yang cari duit mbak Amanda ?

  67. Pacar subjek selama ini mencari uang untuk memenuhi kebutuhan fisiologis pacarnya.

  420 421 422 423 424 425 426 427

  Iya selama ini yang dominan cari duit saya mbak, cuma dia kadang ngojek kalau pas ada orang suruh ngenterin. Walaupun gak seberapa tapi kan bisa untuk kebutuhan sendiri kadang untuk tambah beli rokok dia.

  Waria yang selama ini dominan mencari uang.

  KF1 68. 428

  429 430 431

  Kalau mbak Amanda sendiri penghasilannya darimana mbak, masih keluar malam atau gimana ?

  69. 432 433 434 435 436

  Saat ini sejak saya gak kerja di KPA(Kelompok Penolong Aids) lagi ya saya keluar malam. Kalau dulu waktu kita ketemu pertama kali

  437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 sama Mbak Astrid kan masih seminggu sekali saya keluar paling malam minggu tok, karena istilahnya saya jagain duit dari KPA itu ya untuk bayar angsuran sepeda motor. Tapi ya sekarang saya dah gak kerja lagi ya saya keluar malam terus walaupun ada komitmen kalau ada garukan saya gak boleh keluar tapi saya tetep keluar. Karena misalnya besok saya gak keluar saya gak bakalan bisa makan.

  70. 452 453 454

  Kalau mbak keluar malam biasanya penghasilannya sehari berapa mbak ?

  71. 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467

  Gak bisa dipastikan masalahnya rejeki kan yang nentuin kan yang diatas, kalau saya kan tipenya pemilih banget ya jadi gak sembarangan. Pernah saya baru pindah kesini saya sampai gak makan tiga hari. Karena kan ujan terus mbak, aku kalau musim ujan dah malas keluar aku udah ujan sore gitu aja dah malas aku mau keluar. 72. 468

  469 470 471

  Iya kan kemarin baru musim ujan mbak, tiap hari ujan terus. Kalau Mbak Amanda biasanya dimana mbak

  73. 472 473 474

  Saat ini biasanya saya mangkal di Taman Kota di Bank Indonesia. 74. 475

  476 477

  Berarti untuk kehidupan sehari-hari Mbak Amanda ya yang cari. 75. 478

  479 Iya lebih dominan ke aku mbak.

  76. 480 481 482

  Kalau selama ini untuk makan sehari-hari gimana mbak ? Apakah selama ini

  483 484 bisa makan dengan teratur tiap hari ?

  77. 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515

  Ya disesuaikan ekonomi ajalah, tapi saat ini semenjak akhir bulan Sura kalau orang Jawa bilang ya Alhamdulilah rejeki ada aja. Ya minim dua ratus tiga ratus kadang sampai lima ratus ya itu bisa buat nutupin uang belanja. Buat beli sabun kayak ini ya kebutuhan sehari-hari biasanya kan saya beli sekalian untuk tiga bulan. Jadi misalnya untuk nabung tiga puluh sampai lima puluh ribu sehari terus tambah untuk makan paling sehari seratus sampai seratus dua puluh berarti saya semalam harus dapat dua ratus itu minim berarti kalau sehari dapat dua ratus bisa dikatakan bakbok pas-pasan. Tapi kalau misalnya dapat dua ratus lima puluh atau tiga ratus itu saya sisain untuk hari selanjutnya kalau saya pas malas keluar. Kadang bisa sampai satu juta atau lebih mbak kalau pas dapat bule gitu. Kan bisa untuk beberapa hari mbak.

  78. Selama ini subjek merasa lebih aman karena ia yang mengatur keuangan setiap harinya

  516 517

  Biasanya siapa yang ngatur keuangannya mbak? Pacar waria yang mengatur keuangan

  KRA 3 79. 518

  519 Si Agus mbak yang ngatur keuangan

  80. 520 521

  Kenapa gak Mbak Amanda aja 81. 522

  523 Saya hanya istilahnya sudah mengajarkan semuanya ke

  524 Agus. 82. 525

  87. 557 558 559

  Waria yang membayar kontrakan rumah

  Ya saya yang bayar kontrakan karena kan Agus juga gak kerja dan gak ada

  567 568 569

  91. Pacar subjek dapat memenuhi kebutuhan

  Terus untuk biaya kontrak rumah siapa yang bayar mbak.

  565 566

  Itu kan kemarin cuma satu juta mbak waktu di sana 90. 564

  89. 562 563

  561 Kalau ma yang dulu waktu di Kricak mbak ?

  Iya, tapi disini agak mahalan dikit mbak satu tahun satu setengah juta. 88. 560

  556 Iya cepet ya mbak rasanya kalau tiap bulan gitu

  526 527

  Tadinya aku perbulan kita dua ratus lima puluh itu waktu kita masih enak- enaknya cari uang di kricak tapi bukan di tempat yang kemarin itu, tapi setelah itu namanya manusia kita itu ekonomi semakin lama kan semakin sulit mbak. Jadi saya pikir sebulan kalau ada yang pertahun malah lebih enak pertahun kan gak mikir tiap bulan gitu. 86. 555

  85. 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554

  Kalau untuk tempat tinggal bayarnya perbulan atau pertahun

  540 541

  KRA3 84. 539

  Waria mengajarkan subjek supaya dapat mengelola keuangan dan sekarang subjek sudah dapat mengelola keuangan sendiri.

  Masalahnya dia pertama juga gak bisa cuma saya yang ngajarin. Karena pada saat jika saya suatu saat meninggalkan dia, saya harus sudah bisa membuat dia mandiri, jangan sampai dia gak punya pegangan atau pengetahuan. Yang penting maksud saya biar dia bisa mandiri.

  528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538

  83. Pacar subjek merasa lebih aman karena sekarang subjek dapat mengelola keuangan sendiri.

  Mas Agus malah bisa ya mbak biasanya kan cowok susah to mbak

  KF2 fiologis subjek karena yang membayar kontrakkan rumah adalah pacar subjek.

  570 penghasilan.

  92. 571 572 573

  Kalau Mas Lalu untuk mengatur keuangan Mas Agus sendiri gimana mbak. 93. 574

  575 576 577 578 579 580

  Kalau untuk mengatur keuangan sih cukup-cukup aja mbak, ya kita kan hidup berdua ya mbak pokoknya apa-apa untuk berdua gak peduli siapa yang lebih banyak. 94. 581

  582 583

  Selama ini Mbak Amanda juga masih dikirimi uang gak mbak sama orang tua ?

  95. 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605

  Gak mbak, karena saya berprinsip jangan sampai saya menyusahkan orang tua, yang kedua maaf ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya bisa seperti ini bahkan saya yang membantu biaya kuliah adik saya. Bahkan kadang-kadang kalau misalnya lebaran saya kalau pulang saya harus ngeluarin uang lima belas juta sampai dua puluh juta mbak saya harus menyediakan uang untuk beli pakaian mukena pecis sendal sarung pokoknya dari Jogja itu gak selusin, dua lusin misalnya untuk anak- anak keponakan itu minimal itu dua lusinan itu jadi gak bisa dibayangin berapa. 96. 606

  607 Berarti sekali pulang biaya banyak banget ya mbak ?

  97. 608 609 610

  Iya, walaupun nanti seandainya saya pulang kesana saya juga pasti dapat

  611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 dari mereka ya katakanlah barter sebenarnya. Tapi kalau saya kan misalnya banyak banget gak mungkin saya pakai sendiri jadi kadang-kadang kuberikan sama tetangga. Kan tetangga biasanya saya beri oleh-oleh ya, lalu biasanya yang aku suka ya aku pakai sendiri lalu kalau yang udah banyak banget ya aku berikan sama tetangga.

  98. 624 625 626

  Kalau tetangga di Sulawesi juga tau mbak seorang waria?

  99. 627 628 629

  Tau mbak tapi gak ada yang berani ngatain aku eee..banci gitu. 100. 630

  631 632

  Tapi kalau dalam keluarga mbak sendiri pernah gak melarang Mbak Amanda ?

  101. 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655

  Iya keluarga saya sebenarnya melarang saya merantau saya disuruh tinggal di sana aja. Karena sebenarnya saya punya rumah punya tanah sendiri disana. Karena disana itu modelnya satu petakan untuk keluarga jadi cukup luas. Yang depan itu ada rumah ayah saya terus ada kakak dari ayah saya lalu di depan juga ada pendapa cukup besar karena kakek saya punya beberapa murid kayak pesantren gitu mereka juga diajrin pencak silat. Jadi satu wilayah itu masih satu keluarga jadi ada rumah kakak saya, saudara-saudara saya. Hanya yang merantau aja yang gak ada, kakak saya kan juga ada yang di malaysia. 102. 656 Kalau Mas Agus pernah

  657 658 belum mbak ikut ke

  Sulawesi ? 103. 659 Belum pernah mbak. 104. 660

  661 662

  Tapi keluarga juga tau mbak kalau mbak berhubungan dengan Mas Agus

  105. 663 664 665

  Kalau mereka juga tau mbak pertama yang tau ibu saya dan kakek saya. 106. 666

  667 Terus tanggapan mereka bagaimana mbak.

  107. 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702

  Sempat sih ngajak nyuruh kami pulang bareng gitu tapi kemarin kan kebetulan sebelum saya ketemu Mbak Astrid itu bulan Agustus kan saya terkena musibah dan harus operasi usus buntu kemudian 2 bulan saya harus dirawat di rumah sakit tapi satu minggu sebelum lebaran saya gak punya uang blas sampai saya bilang sama Agus, mas kita lebaran ini gak punya uang sama sekali kita gak bisa ngasih apa-apa untuk keluarga kita, gak bisa ngasih ke orangtua kamu ke saudara-saudara kamu. Tapi satu minggu sebelumnya kebetulan saya mendapatkan yang lebih dari pemikiran manusia andai kata saya mencari setahun pun belum tentu dapat. Bisa dibayangkan saya bisa dapat 15 juta enam jutaan 16 jutaan sehari jadi saya bisa beli vitamin, bisa beliin baju untuk keluarga dia dan sebagainya. Bahkan cicilan sepeda motor sebulan 763 bisa terlunasi. Pemikiran manusia kan itu gak mungkin. Hampir enam belas juta mbak dalam satu

  703 704 705 706 malam gak mungkin kan.

  Tapi yang namanya rejeki ya kita gak tau ya mbak yang ngatur yang diatas. 108. 707

  708 709

  Lalu dalam berhubungan seks dengan Mas Agus gimana mbak ?

  109. Pacar subjek selama ini dapat memenuhi kebutuhan fisiologis subjek dalam berhubungan seksual walaupun kadang pacar subjek tidak merasa puas.

  710 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734

  Kalau boleh jujur kadang terpuaskan kadang gak cuma pada dasarnya komitmen saya bahwa saya hidup bahagia dengan dia tidak hanya dengan seks yang penting saya memuaskan dia walaupun jujur maaf seks saya mengalami buntu bahkan tiga bulan sekali mungkin saya baru bisa merasa terpuaskan ma dia. Bagi saya yang penting kasih sayang saya memberikan kasih sayang, saya menerima kasih sayang dan saya memuaskan dapat memberi kebahagiaan. Jadi mungkin kalau Tuhan memberikan bisa hamil saya pengen punya anak dari dia. Tapi ya gimana saya seorang waria seks saya beda. Saya yang lebih dominan cari uang.

  Waria kadang tidak merasa puas dalam berhubungan seksual dengan subjek tetapi bagi waria yang terpenting dapat membuat pasangannya puas dan senang.

  KF3 110. 735

  736 Kadang-kadang ada tamu yang mau bayar tinggi kalau

  111. 737 738 739 740

  Kalau dulu sebelum sama Mas Agus pernah juga menjalin hubungan dengan laki-laki mbak ?

  112. 741 742 743 744 745 746 747 748 749

  Pernah mbak, dia emang beda sama Agus bahkan dulu saya gak boleh keluar malam. Saya kan dulu kerja malam tapi di kafe bukan sebagai PSK menampilkan show atau pertunjukkan waria di depan para turis seperti lipsing, karaokean,

  750 751 752 fashion show ataupun lawak seperti di extravaganza seperti itu. Itu waktu di Bali.

  113. 753 Lama juga mbak disana ? 114. 754 Sembilan tahun mbak. 115. 755

  756 757

  Kok mba bisa sampai di Jogja gimana mbak ceritanya?

  116. 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779

  Saya sampai ke Jogja itu karena gak sengaja karena ada suatu masalah dengan pacar saya yang tinggal serumah dengan saya. Karena dia merasa yang memenuhi semua kebutuhan saya, dia yang memberikan apa saja ke saya tapi bagi saya itu semua gak ada artinya walaupun barang- barang yang saya miliki semuanya dari dia karena pada waktu bersama dia kebebasan saya itu gak ada sama sekali saya terikat. Kemudian dia maksa saya untuk tidak meninggalkan dia. Lalu dia ngunci kamar nyiram bensin kami mau dibakar hidup-hidup berdua. Dia tentara mbak jadi keras. 117. 780

  781 782 783

  Berarti sebelum mbak sama Mas Agus dulu semua kebutuhan dipenuhi ya sama pacarnya ?

  118. 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795

  Iya, makanya udah sering kali aku bilang gampang lah kita ngrayu laki-laki. Sejelek apapun itu laki-laki yang penting berduit aduh mas kamu gagah kamu cakep dan sebagainya. Tapi kalau misalnya dia gagah dia ganteng tapi kita gak selera ya gak. Selama ini hati sama perasaanlah mbak yang maen kalau gitu.

  119. 796 797 798 799

  Kalau dibandingkan dengan pacar yang dulu bagaimana Mas Agus memberikan kasih sayang kepada mbak ?

  120. Pacar subjek lebih mementingkan kasih sayang dan perhatian yang diberikan subjek dibandingkan materi.

  800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841

  Sama sebenarnya cuma mengenai kasih sayang sebenarnya sama bahkan mungkin kalau bagi saya gak ngerti ya karena dia juga ngasih kasih sayang ke aku walaupun selama ini saya yang memenuhi secara materi mungkin sama besarnya tapi bagi saya itu gak ternilai bagi saya. Mungkin kalau dalam hal materi dia gak memberikan kepada saya tapi dalam hal perhatian kan bayangkan sewaktu saya sakit aja. Keadaan saya udah kayak gitu udah sembilan puluh persen mendekati sakaratul maut bahkan sempat didatangi arwah-arwah halus gitu di rumah sakit sampai rasanya itu takut badan saya juga lebih kurus dari sekarang. Maaf saya buang air besar berupa air dia yang bersihin kotorannya pake tisu. Dari situ kan kita tidak bisa lihat dari materi dia punya kasih sayang. Kalau orang lain udah pasti jijik tapi dia mau menunggu saya mau membersihkan. Andaikan suatu saat Mbak Astrid nikah apakah suami mbak mau seperti itu kita kan juga gak tau. makanya saya bilang kasih sayang itu tidak bisa dinilai dari materi. Okelah mungkin kalau waktu dengan pacar yang dulu semua kebutuhan saya

  Bagi waria kasih sayang dan perhatian lebih penting dibandingkan materi

  KAC1

  842 843 844 845 dipenuhi tapi kan belum tentu menyatakan bahwa itu bener-bener suatu cinta yang tulus. 121. 846

  847 848

  Terus waktu mbak Amanda mau dibakar sama pacar itu gimana mbak ?

  122. 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865

  Ya waktu itu kan kita sempat berebut korek gitu lalu dia jatuh dan saya berusaha mencari kunci lalu lari sejauh mungkin supaya tidak terkejar. Saya cuma pakai pakaian seadanya gak bawa duit, gak bawa HP gak bawa rokok bahkan saya gak pakai sendal. Lalu saya msuk ke got untuk membersihkan badan saya dari bekas bensin karena badan saya sempat disiram pakai bensin juga termasuk rambut juga lho mbak. Bisa bayangin kan mbak baunya seperti apa. 123. 866

  867 868

  Lalu sejak itu Mbak Amanda memutuskan untuk ke pergi dari sana. 124. 869

  870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887

  Sebenarnya saya lari ke rumah teman saya Cina juga, dia termasuk anak orang terkaya di Denpasar juga saya ke rumah dia kemudian saya mandi saya bersihin badan saya kemudian saya nelpon teman saya untuk minta bantuan supaya dia mengambilkan uang saya, HP saya pakaian saya tapi tolong hati-hati supaya tidak diikuti. Lalu dia menjalankan apa yang saya instruksikan habis itu saya pergidari Bali saya di anter ke Terminal Ubung. Waktu itu saya juga bingung mau kemana tapi kebetulan waktu

  888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 itu motor temen saya berhenti di tempat penjualan tiket yang mau ke Jogja ya udah biar cepet aja saya langsung beli tanpa mikir saya di Jogja di tempat siapa karena saya gak punya saudara di sin i. Akhirnya waktu saya sampai jam enam pagi saya berangkat ke stasiun tugu karena waktu iru saya mau ke Malang ke tempat temen saya anak dari yang punya Gudang Garam Merlin namanya waria juga.

  Tapi keretanya berangkat masih lama. Perut dalam keadaan lapar makanya saya makan dulu iseng-iseng saya nanya ama yang jualan nasi. Bu mau numpang nanya kalau waria, banci, wadam itu di sini tempat mangkalnya dimana atau tempat tinggalnya dimana. O iya tau ada yang di Kricak, Badran mereka juga mangkalnya disini kalau malam hari. Tapi kalau disini mereka datangnya jam 9 atau jam 10 malam. Akhirnya saya tanya tempat tinggal mereka lalu saya dianter tukang ojek ke Kricak di tempat kos-kosan waria. 125. 923

  924 Lalu mbak juga tinggal disitu ?

  126. 925 926 927 928 929 930

  Ya waktu itu saya diasuh oleh seorang mami ya istilahnya germo gitu mbak saya jadi seorang PSK dan saya menjadi salah satu anak kebanggaan disana. 127. 931

  932 933

  Selama tinggal dengan Mas Agus apakah mbak merasa terkekang atau tidak ?

  128. 934 935 936 937 938 939 940

  Alhamdulilah saya memiliki tipe suami ya tipe suami yang sempurna ya mbak itu kalau menurut aku ya mbak. Bagi aku dia kriteria yang sempurna buat saya untuk ukuran manusia. 129. 941

  942 943 944 945 946 947

  Terus selama ini pernah gak mbak menjumpai sesuatu, kan mbak bilang waria gak suka cowoknya sampai ketahuan selingkuh atau aneh-aneh gitu. Mas Agus pernah gak mbak

  130. 948 949

  Selama ini gak pernah, alhamdulilah tidak. 131. 950

  951 952 953

  Karena Mas Agus juga pernah cerita kalau Mbak Amanda keluar malam dia yang nganter ?

  132. 954 Iya mbak. 133. 955

  956 957 958 959 960 961

  Kalau dulu kan mbak apa- apa sendiri ya kerja untuk sendiri, makan sendiri sekarang kan mbak harus mengeluarkan biaya untuk makan Mas Agus untuk yang lain itu gimana mbak ?

  134. 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975

  Ya sebenarnya rejeki itu gak bisa diperkirakan ya mbak. Kadang-kadang ada laki-laki yang bawa sial, pernah saya berlaki dengan orang Surabaya sebelum dengan Agus. Waktu itu nyari uang masih enak kok tiba-tiba setiap malam saya gak pernah dapat duit dan selalu dapat musibah. Tapi sejak saya sama Agus ya Alhamdulilah rejeki itu pasti ada aja. 135. 976

  977 Berarti Mas Agus bawa hoki dong buat Mbak Amanda ?

  136. 978 979

  Iya kalau orang-orang Cina kan bilang seperti itu he..he

  980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 kadang-kadang kita cocok- cocokin tapi semenjak sama Agus ternyata dia itu emang membawa hoki. Uangpun saya bilang meskipun saya hidup sendiri dengan hidup sama si Agus sama juga tuh pengeluarannya tapi untung aja rejeki itu ada aja. Buktinya saya sampai dipercaya orang untuk ambil motor, kredit motor itu susah lho mbak. Udah 10 bulan jadi kurang 8 kali mbak kan saya ambil satu setengah tahun. 137. 996

  997 998 999

  1000 Kalau Mbak Amanda sendiri dengan keluarganya Mas Agus hubungannya gimana mbak ? Apakah selama ini mbak dekat dengan mereka ?

  138. 1001 1002 1003

  Ya dikatakan dekat juga gak deket banget pokoknya mereka tau. 139. 1004

  1005 Udah berapa kali mbak maen kesana?

  140. 1006 Udah tiga kali 141. 1007

  1008 Jadi mereka juga udah bisa menerima ya mbak ?

  142. 1009 1010

  Iya mereka udah open ma saya. 143. 1011

  1012 1013 1014 1015 1016

  Lalu mbak kan sekarang tinggal di tengah masyarakat ya mbak, apakah mbak pernah dengar tetangga pada ngomongin mbak atau gimana gitu ?

  144. 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025

  Alhamdulilah sekarang tergantung orangnya ya mbak apakah dia bisa bawa diri atau gak. Pertanyaan ini sering dikatakan orang mbak. Bahkan saya kan masih sering voli di Kricak pun mereka nanya kok bisa tinggal di Bantul. Kenapa

  1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 tidak, apakah karena saya seorang waria saya tidak bisa tinggal di Bantul. Toh saya juga manusia pada dasarnya bagaimana waria itu membawa diri selama ini kami tinggal di lingkungan Kricak yang udah biasa, yang udah tau bagaimana kita baik buruk kita tapi belum tentu di tempat lain orang lain bisa menerima kita. Makanya selama ini imagenya waria itu di mata masyarakat buruk banget.

  Bahkan buruk sekali karena itu juga dari tingkah laku waria sendiri. Sekarang buktinya dimana pun tempat saya masih bisa tinggal itu tergantung kita sendiri kan mbak. Buktinya saya masih bisa bertetangga dengan Mbak Revi dengan tetangga yang lain. Ada juga mahasiswa AAU yang tinggal di sini. 145. 1053

  1054 1055 1056 1057 1058 1059

  Mbak kan bilang selama ini kasih sayang dan perhatian Mas Agus kepada mbak juga besar. Apakah hal ini juga merupakan salah satu alasan mbak menjalin hubungan dengan Mas Agus ?

  146. 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071

  Karena sejujurnya, kalau waria itu tipe pembosan beda dengan wanita. Katakanlah kita kenal sekali pakai dah buang karena pada dasarnya sikap laki-laki sama wanita juga seperti itu. Laki-laki sejati sekarang satu banding seribu kali ya mbak ya. Tapi untuk saya dengan Agus apa sih yang mau saya cari dari laki-laki lain, ya mungkin

  1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 dalam hal wajah yang lain 8 sampai 10 yang kayak anak- anak malaikat turun tapi ngapain juga. Mungkin ada yang badannya lebih kekar, kemaluannya lebih besar tapi apa yang saya cari dari mereka. Istilahnya mereka hanya kenikmatan sesaat yang suka mengumbar kata- kata sayang kata-kata manis itu tapi mengundang kesusahan. Bagi saya laki- laki yang sudah mengenl dunia malam pasti laki-laki yang gak beres. 147. 1088

  1089 1090

  Susah ya mbak mencari cowok yang bener-bener baik dan setia. 148. 1091

  1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113

  Wah iya mbak, makanya ini merupakan suatu keberuntungan buat saya. Kan saya lebih tau seluk beluk kehidupan dia. Sama saja saya ini seperti suami istri. Kenapa saya bukan seorang perempuan seadainya saya seorang wanita saya pengen punya anak dari Agus. Kebahagian itu mahal mbak harganya. Makanya waktu awal saya coba naruh duit sepulu ribu, lima puluh ribu sampai satu juta diambil gak sama dia. Belum lagi HP saya, kalau cowok lain pasti udah dibawa lari kabur semua barang saya. Karena temen saya sendiri si Agnes sering kali ngalamin kayak gitu sehingga barangnya hilang. 149. 1114

  1115 Memang sering ya mbak terjadi hal seperti itu

  150. 1116 1117

  Iya maen ama laki-laki tau- tau Hpnya hilang atau

  1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 duitnya hilang. Ya kadang bakbok cuma ruginya pelayanan servis aja. Tapi buktinya alhamdulilah saya gak. Karena apa, kehidupan saya, saya hidup dengan dendam. Saya mau menjatuhkan laki-laki saya hidup karena dendam.

  151. 1127 Memangnya kenapa mbak ? 152. 1128

  1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163

  Karena saya melihat kesemena-menaan laki-laki terhadap wanita. Kayak yang di sinetron-sinetron seperti itu. Saya lebih senang laki- laki yang melindungi wanita kaum lemah sedangkan pendidikan orang Bugis itu keras mbak. Tapi sekarang karena saya hidup sama Agus saya belajar agama. Saya bersyukur kepada Allah karena Allah memberi rejeki pada saya melalui Agus. Saya belajar untuk melupakan semua dendam. Walaupun dulu saya di Bali saya punya rumah punya mobil mewah tetapi bukan jerih payah sya sendiri. Sekarang saya lebih senang hidup dengan Agus meskipun saya harus keluar malam setiap hari. Jadi disini perbedaan saya terletak pada disana saya dipenuhi segalanya tapi saya hidup karena dendam tapi kalau disini saya hidup karena si Agus karena dia memberikan arti kehidupan bagi saya mengajarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai kasih sayang, gimana arti memaafkan. Seperti waktu itu saya udah emosi ama

  1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 temen saya dan hampir saya pukul dia tapi saya ditahan sama si Agus akhirnya saya nangis dipelukan dia. Kalau gak ada duit Agus selalu bilang yang sabar perbanyak istifar perbanyak sedekah.

  153. 1171 1172 1173

  Selama ini apa yang menjadi harapan Mbak Amanda bersama Mas Agus ?

  154. 1174 1175 1176 1177 1178

  Saya ingin hidup bersama dia dengan bahagia tidak ada beban dan kalau bisa saya ingin mengadopsi anak dan kami akan jadi satu keluarga.

  TABEL III TRIANGULASI No Wawancara Subjek Wawancara Waria Tema 1.

  ” Ya pacar saya. Jadi dia hasil kerja malam untuk makan sehari- hari, terus kalau dari gaji di Kebaya untuk bayar motor kan dia ambil motor kredit. Jadi untuk makan sehari- hari dari keluar malam.

  ” Iya selama ini yang dominan cari duit saya mbak, cuma dia kadang ngojek kalau pas ada orang suruh ngenterin. Walaupun gak seberapa tapi kan bisa untuk kebutuhan sendiri kadang untuk tambah beli rokok dia.

  Subjek mengatakan bahwa selama ini pacarnya yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan makan sehari- hari. Pacar subjek juga mengatakan bahwa dirinya yang selama ini mencari uang untuk memenuhi kebutuhan makan mereka berdua. sesuai 2.

  ” Ini kan bayarnya per tahun. Ya rombongan yang nempatin kan empat orang, satu rumah itu empat juta jadi sama aja satu orang satu juta mbak. Ini dulu yang bayar pacar saya terus ama temen-temennya.” ” Ya saya yang bayar kontrakan karena kan dia juga gak kerja dan gak ada penghasilan.” Subjek mengatakan bahwa pacarnya yang selama ini membayar kontrakan rumah. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan pacar subjek bahwa selama ini yang membayar kontrakan rumah dia karena subjek tidak bekerja dan tidak ada penghasilan. sesuai 3.

  ”Belum pernah mbak. Ya kalau bagi aku ya mbak, aku sayang ma dia aku merasa puas.”

  ” Kalau boleh jujur kadang terpuaskan kadang gak cuma pada dasarnya komitmen saya bahwa saya hidup bahagia dengan dia tidak hanya dengan seks yang penting saya memuaskan dia walaupun jujur maaf seks saya mengalami buntu bahkan tiga bulan sekali mungkin saya baru bisa merasa

  Selama ini subjek merasa puas dalam berhubungan seksual dengan pacarnya. Hal ini sesuai dengan keinginan pacar subjek yang ingin membuat subjek puas dalam berhubungan seks meskipun kadang dirinya sendiri tidak merasa terpuaskan. sesuai terpuaskan ma dia. Bagi saya yang penting saya memberikan kasih sayang, saya menerima kasih sayang dan saya memuaskan dan dapat memberi kebahagiaan.” 4. ” Ya emang dulu pernah bilang kalau kamu emang bener-bener sayang ma aku kamu gak boleh main ma perempuan terus yang kedua gak boleh mengkhianati pacar saya walaupun sama waria pokoknya gak boleh selain ma pacar saya. Ya karena suka itu tapi hidup sehari itu senang, gak ada beban.” ” Ya timbul kecocokan aja, ya dalam hal kejujuran, kesetiaan. Lain halnya dengan perempuan, kalau waria itu cemburunya lebih besar, kasih sayangnya lebih besar, feelingnya lebih besar. Kalau misalnya dia maen sama orang lain, saya pergi terus saya pulang gitu saya terasa mbak feeling saya tetap tau ya mungkin dari bau badannya dia, walaupun dia udah mandi pakai parfum tapi feeling saya gak bisa ditipu.”

  Subjek mengatakan bahwa selama menjalin hubungan dengan pacarnya ia tidak boleh menjalin hubungan dengan perempuan maupun dengan sesama waria. Pacar subjek juga mengatakan bahwa yang penting bagi dirinya adalah kejujuran dan kesetiaan karena waria cemburunya, kasih sayangnya dan feelingnya lebih besar daripada perempuan. sesuai 5.

  ” Emm...kalau masalah keuangan emang jujur ya enakan sekarang ama dulu walaupun bukan saya yang mencari uang. Tapi dia, walaupun Amanda yang cari setiap hari setiap malam dia dapat uang berapapun pasti diserahin ke aku. Jadi aku setiap harinya aku yang mengatur keuangan.” ” Si Agus mbak yang ngatur keuangan. Masalahnya dia pertama juga gak bisa cuma saya yang ngajarin. Karena pada saat jika saya suatu saat meninggalkan dia, saya harus sudah bisa membuat dia mandiri, jangan sampai dia gak punya pegangan atau pengetahuan. Yang penting maksud saya biar dia bisa mandiri.”

  Setiap hari subjek yang mengatur keuangan meskipun pacar subjek yang bekerja. Hal ini juga dikatakan pacar subjek dimana selama ini subjek yang mengatur keuangan karena pacar subjek menginginkan subjek dapat belajar hidup mandiri. sesuai

  6.

  ” Baik juga, ya sampai sekarang akhirnya semenjak sama pacar saya hubungannya sudah kembali normal. Toh itu juga pacar saya sudah sering kali ke rumah saya, kenal sama kakak saya sama orang tua saya itu udah 3 kali ketemu.”

  ” Udah saya udah pernah ke rumahnya, saya diperkenalkan sama bapaknya maaf dia udah gak punya ibu, ibunya sudah meninggal waktu dia masih kecil. Saya dikenalkan sama kakak- kakaknya, kakak iparnya, keponakannya semua udah tau siapa saya sebagai seorang waria tapi bukan seorang PSK. Makanya waktu pertama kali ada perdebatan di keluarga pacar saya tapi ya Alhamdulilah akhirnya bisa diterima.” Subjek mengatakan bahwa sejak menjalin hubungan dengan pacarnya hubungan dengan keluarga sekarang sudah kembali baik. Pacar subjek juga mengatakan bahwa ia sudah pernah diajak ke rumah subjek dan diperkenalkan dengan keluarganya. Sampai sekarang keluarga subjek sudah dapat menerima pacar subjek dengan baik. sesuai 7.

  ” Sebenarnya gak ada bedanya ya cuma bedanya itu emm...dulu saya pacaran ama perempuan sekarang ma laki- laki sama kayak aku. Ya cuma beda kelaminnya, cuma untuk kasih sayang segala- galanya gak ada bedanya. Dari segi kasih sayang terus seneng segala macem gak ada bedanya.”

  ” Mungkin kalau dalam hal materi dia gak memberikan kepada saya tapi dalam hal perhatian kan bayangkan sewaktu saya sakit aja. Keadaan saya udah kayak gitu udah sembilan puluh persen mendekati sakaratul maut bahkan sempat didatangi arwah-arwah halus gitu di rumah sakit sampai rasanya itu takut badan saya juga lebih kurus dari sekarang. Maaf saya buang air besar berupa air dia yang bersihin kotorannya pake tisu. Dari situ kan kita tidak bisa lihat dari materi dia punya kasih sayang.

  Bagi subjek pacaran dengan perempuan dan waria tidak ada bedanya karena dalam ha l kasih sayang sama. Pacar subjek juga mengatakan bahwa selama ini subjek sangat menyayangi dan perhatian terhadap dirinya. Hal ini terbukti dimana subjek mau menunggu dan mendampingi pacarnya pada waktu sakit dalam waktu yang cukup lama. sesuai Kalau orang lain udah pasti jijik tapi dia mau menunggu saya mau membersihkan. Andaikan suatu saat Mbak nikah apakah suami mbak mau seperti itu kita kan juga gak tau. makanya saya bilang kasih sayang itu tidak bisa dinilai dari materi. Okelah mungkin kalau waktu dengan pacar yang dulu semua kebutuhan saya dipenuhi tapi kan belum tentu menyatakan bahwa itu bener-bener suatu cinta yang tulus.”

  8.

  ” ...walaupun dia seorang waria tapi kehidupan dia itu dia mencintai aku dengan apa adanya dengan tulus walaupun dia seorang waria tapi aku tetap mencintai dia apa adanya.”

  ”... mungkin kalau bagi saya gak ngerti ya karena dia juga ngasih kasih sayang ke aku walaupun selama ini saya yang memenuhi secara materi mungkin sama besarnya tapi bagi saya itu gak ternilai bagi saya. Mungkin kalau dalam hal materi dia gak memberikan kepada saya tapi dalam hal perhatian kan bayangkan sewaktu saya sakit aja.” Subjek merasa selama ini pacarnya selalu mencintai dia apa adanya begitu juga subjek juga mencintai pacar subjek apa adanya meskipun ia seorang waria. Hal ini juga dirasakan oleh pacar subjek dimana pacar subjek merasa mendapat kasih sayang dan perhatian yang penuh dari subjek. sesuai 9.

  ” Jujur ya pertama kali waktu saya datang ke kampung saya ada perasaan minder tapi kedua sampai ketiga saya udah gak ada perasaan minder lagi. Saya minder mereka tetep tau gak

  Alhamdulilah sekarang tergantung orangnya ya mbak apakah dia bisa bawa diri atau gak. Pertanyaan ini sering dikatakan orang mbak. Bahkan saya kan masih sering voli di Kricak pun

  Awalnya subjek merasa malu menjalin hubungan dengan pacarnya tetapi lama-kelamaan tidak karena jalan ini yang dipilih oleh subjek dan akan ia jalani dengan pacarnya. Pacar subjek sesuai minder mereka juga udah mereka nanya kok bisa mengatakan bahwa yang tau jadi apapun yang tinggal di Bantul. terpenting dapat terjadi biarin aja apapun Kenapa tidak, apakah membawa diri dimanapun resikonya. Iya, jadi karena saya seorang dia tinggal. Pada kehidupan aku ya waria saya tidak bisa kenyataannya selama ini beginilah aku dan akan tinggal di Bantul. Toh ia bebas tinggal dimana kujalani sama pacar saya juga manusia pada saja dan masayarakat

saya.” dasarnya bagaimana dapat menerimanya.

waria itu membawa diri selama ini kami tinggal di lingkungan Kricak yang udah biasa, yang udah tau bagaimana kita baik buruk kita tapi belum tentu di tempat lain orang lain bisa menerima kita. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada subjek dan pacar subjek dapat

dilihat bahwa ada kesesuaian antara yang dikatakan oleh subjek dengan pacar subjek.

  

Hal ini terbukti dari sembilan hasil wawancara yang dilakukan semuanya sesuai maka

penelitian ini dapat dikatakan memiliki kredibilitas yang cukup tinggi.

Dokumen baru