BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Umum Strategi Pemasaran 1. Pengertian Strategi - BAB II Teori

Gratis

0
0
46
2 months ago
Preview
Full text

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Umum Strategi Pemasaran 1. Pengertian Strategi Kata “strategi” berasal dari bahasa Yunani yaitu “strategas” (stratus:

  Strategi dapat didefinisikan paling sedikit dari dua perspektif yang berbeda: dari perspektif mengenai apa yang akan dilakukan oleh sebuahorganisasi, dan juga dari perspektif mengenai apa yang pada akhirnya dilakukan oleh sebuah organisasi, apakah tindakannya sejak semula memang sudahdemikian direncanakan atau tidak. Kata "program" dalam definisi ini menyiratkan adanya peran yang aktif, yang disadari, dan yang rasional, yang dimainkan oleh manajer dalammerumuskan strategi perusahaan/ organisasi.

10 Pada umumnya strategi harus diturunkan dari analisa terhadap tiga elemen

  harus konsisten dengan sasaran, dicapai dengan sumber daya yang ada dan diperkirakan akan ada, serta memperhitungkan peluang serta ancaman yangmungkin timbul pada lingkungan. Strategi ini mengidentifikasikan pasar-pasar yang akan dilayani(mengidentifikasinya dalam bentuk kebutuhan atau pelanggan atau keduanya), serta lini produk atau jasa yang dihasilkan berdasarkan penilaian terhadaplingkungan sumberdaya dan sarana yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau kegiatan usaha yang sedang berjalan.

2. Pengertian Strategi Pemasaran

  Menurut Stanton sebagaimana dikutip oleh Deliyanti dalam bukunya Manajemen Pemasaran Modern menjelaskan bahwa pemasaran adalah keseluruhan sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang 15 dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli actual dan potensial. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat dipahami bahwa strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturanyang memberikan arahan kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagaitanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan pesaing yang selalu berubah.

3. Jenis-jenis Strategi Pemasaran

  Ukuran dan pertumbuhan segmen,perusahaan perlu mengevaluasi data mengenai tingkat permintaan pasar, tingkat pertumbuhan pasar, serta tingkat keuntungan yangdiharapkan dari setiap segmen; (b) Daya tarik segmen, setelah mengetahui ukuran dan pertumbuhan segmen, perusahaan perlumempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik24 jangka panjang setiap segmen; (c) Sasaran dan sumber daya Ibid., h. b)Price, salah satu aspek dalam bauran pemasaran yang memberikan pendapatan bagi perusahaan, harga menjadi satuanukur mengenai mutu suatu produk dan harga merupakan unsur bauran pemasaran yang fleksibel artinya dapat berubah secaracepat.

4. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

  Sementara pemasaran internal berarti bahwa perusahaan jasa harus mengorientasikan dan memotivasi karyawannya yang berhubungan dengan pelanggan dan mendukungorang-orang pelayanan untuk bekerja sebagai satu tim untuk memberikan kepuasan pelanggan. Berikut tujuh unsur aktif terpenting yang biasa digodok untuk perpaduan pemasaran dalam pasar jasa-jasa yaitu: desain produk / jasa-jasa dan kemasan; desain perusahaan/ cabang; penetapan harga; penjualan; komunikasi pemasaran; hubungan masyarakat; dan 37 merchandising .

B. Tinjauan Umum Pemasaran Islami 1. Pengertian Pemasaran Islami

  Menurut Bukhari Alma dan Donni Juni Priansa, pemasaran islami adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran,dan perubahan values dari satu inisiator kepada stakeholders-nya, yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad serta prinsip-prinsip al-38 Qur’an dan hadis. Menurut Kertajaya sebagaimana dikutip Bukhari Alma dan Donni Juni Priansa, bahwa secara umum pemasaran islami adalah strategi bisnis, yang harus37 Colin McIver dan Geoffrey Naylor, Marketing Faninancial Services, Alih Bahasa Drs.

A. Hasymi Ali, Pemasaran Jasa-Jasa Keuangan, Cet. Ke-6, (Jakarta: Bina Aksara, 2004), h. 83

38 Bukhari Alma dan Donni Juni Priansa, Manajemen Bisnis Syariah: Menanamkan Nilai

  Keberadaan pasar yang terbuka memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ambil bagian dalam menentukanharga, sehingga harga ditentukan oleh kemampuan riil masyarakat dalam 41 mengoptimalisasikan faktor produksi yang ada di dalamnya. Pasar syari’ah adalah pasar yang emosional (emotional market) dimana orang tertarik karena alasan keagamaan bukan karena keuntungan financialsemata, tidak ada yang bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah ia mengandung nilai-nilai ibadah, sebagaimana firman Allah SWT.

43 Ada beberapa sifat yang membuat Nabi

  Shiddiq (jujur atau benar) dalam berdagang Nabi Muhammad selalu dikenal sebagai seorang pemasar yang jujur dan benar dalammenginformasikan produknya. Fathanah (cerdas) dalam hal ini pemimpin yang mampu memahami, menghayati, dan mengenal tugas dan tanggung jawab bisnisnyadengan sangat baik.

2. Prinsip, Karakteristik, dan Praktik Pemasaran Nabi Muhammad Saw

  Berlaku adil Pada dasarnya kompetitor akan memperbesar pasar, sebab tanpa kompetitor industri tidak dapat berkembang dan kompetitor ini perludiikuti mana yang bagus dan mana yang jelek, dimana kompetitor yang bagus perlu ditiru.43 Muhammad Syakir, Op.cit., h. Berbuat yang terbaik dari sisi produk dan hargaDalam konsep pemasaran islami, tidak diperbolehkan menjual barang jelek dengan harga yang tinggi, hal ini dikarenakan pemasaran islamiadalah pemasaran yang fair dimana harga sesuai dengan barang/ produk.

49 Bukhari)

  Harga yang ditetapkanpedagang, adakalanya terkandung unsure penipuan, ada yang di sadari dan ada pula yang tidak disadari, misalnya, harga yang ditetapkanberdasarkan negosiasi (tawar menawar), biasanya ditentukan oleh keahlian pelanggan dalam menawar, bisa jadi harga berbeda untukbarang yang sama, tempat yang sama. Dalam hal ini ingin ditekankan oleh Muhammad Saw adalah bahwa sebuah proses distribusi harus sesuai dengan peraturan yang telahdisepakati bersama dan tidak ada pihak yang dirugikan baik dari pihak produsen, distributor, agen, penjual eceran dan konsumen.

C. Kesejahteraan Masyarakat dalam Pandangan Ekonomi Islam 1. Pengertian Kesejahteraan

  Orang merasahidupnya sejahtera apabila ia merasa senang, tidak kurang suatu apa dalam batas yang mungkin dicapainya, jiwanya tentram lahir dan batin terpelihara, iamerasakan keadilan dalam hidupnya, ia terlepas dari kemiskinan yang menyiksa 54 dan bahaya kemiskinan yang mengancam. Pengertian kesejahteraan dalam konsep dunia modern adalah sebuah kondisi dimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik kebutuhanakan makanan, pakaian, tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki perkerjaan yang memadai yang dapatmenunjang kualitas hidupnya, sehingga memiliki status sosial yang sama dengan warga lainnya.

60 Menurut perspektif ekonomi Islam, kesejahteraan merupakan terhindar

  127 Artinya: Maka kami berkata: "Hai Adam, Sesungguhnya Ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai iamengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka (117); Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akantelanjang (118); Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya" (119). Kunci keberhasilan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dan ideal itu harus melalui proses yang panjang yaitu:1) Keimanan yang mantap kepada Allah dan Rasulnya, dan rukun iman lainnya.

2. Pengertian Kesejahteraan Masyarakat

  Kesejahteraan masyarakat adalah ukuran hasil pembangunan masyarakat dalam mencapai kehidupan yang lebih baik yang meliputi:a. Peningkatan tingkat kehidupan, tingkat pendapatan, pendidikan yang lebih baik, dan peningkatan atensi terhadap budaya dan nilai-nilaikemanusiaan.

64 Menurut Sudarsono kesejahteraan masyarakat adalah kondisi ekonomi

  Sementara, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan spiritual menghendaki pembangunan moral, pemuasan kebutuhan materi menghendakipembanggunan umat manusia dan sumber-sumber daya materi dalam suatu pola yang merata sehingga semua kebutuhan umat manusia dapat dipenuhi secara utuhdan terwujud suatu distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil. Dharuriyyat merupakan tujuan yang harus ada dan mendasar bagi penciptaan kesejahteraan didunia dan di akhirat, yaitu mencakup terpeliharanya lima elemen dasar kehidupan yakni jiwa, keyakinan atau agama, akal atau intelektual,keturunan dan keluarga serta harta benda.

3. Indikator Kesejahteraan Masyarakat

  Kelompok yang berusaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan setiap negara berdasarkan data yang tidak bersifat 75 moneter seperti jumlah keadaan bermotor dan konsumsi. IPM dapat digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara atau daerah merupakan daerah atau negara maju, berkembang, atauterbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh kebijakan ekonomi terhadap kualitas hidup.

76 Economic

  Berdasarkan keterangan di atas dapat dipahami bahwa dalam konsepYusuf Qardawi dan Imam Nawawi bahwa standar kecukupan dan kemandirian keluarga muslim ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan hidup seperi sandang,pangan, papan, dan kebutuhan untuk pendidikan, dan dilarang untuk berlebih- lebihan dalam pemenuhan kebutuhan. 390 kesejahteraan yang berpijak pada aspek materi telah terpenuhi, hal itu tidak menjamin bahwa pemiliknya akan mengalami kebahagiaan, kita sering mendengarjika ada orang yang memiliki rumah mewah, kendaraan banyak, harta yang melimpah namun hatinya selalu gelisah dan tidak pernah tenang bahkan tidaksedikit yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, padahal seluruh kebutuhan materinya telah terpenuhi.

89 Yusuf Qardhawi, Al Iman Wa al Hayah, (Beirut: Muassasah Risalah, 1995), h. 256

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (46 Halaman)
Gratis

Tags

Bab Ii Landasan Teori 2 1 Pengertian Umum Bab Ii Landasan Teori 2 1 Tinjauan Umum 7 Bab Ii Landasan Teori 2 1 Pengertian Umum Bab Ii Landasan Teori Bab Ii Bab Ii Landasan Teori 2 1 Pengertian Reportase Bab Ii Landasan Teori 2 1 Pengertian Sistem
Show more

Dokumen yang terkait

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Media 2.1.1 Pengertian Media - BAB II LANDASAN TEORI
0
1
14
BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Definisi Strategi - Analisis Strategi Pemasaran Pada Coruca Coffee Shop
0
0
26
BAB 2 LANDASAN TEORI - Kajian Teori Permainan Pada Strategi Pemasaran Suatu Produk Dengan Metode Simpleks
0
0
11
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pemahaman Strategi Pemasaran 2.1.1 Definisi Strategi - Analisis Strategi Pemasaran Pada AD Souvenir Melalui Analisis SWOT
0
0
18
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pemahaman Strategi Pemasaran 2.1.1 Definisi Strategi - Analisis Strategi Pemasaran Pada Tauko Medan Melalui Analisis SWOT
0
0
22
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Umum
0
0
25
BAB II LANDASAN TEORI A. Strategi Pemasaran 1. Pengertian Strategi Pemasaran - ANALISIS STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KERAJINAN GRIYA BATIK TULIS WATES BAKARAN JUWANA UNTUK MENCIPTAKAN LOYALITAS KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH - STAIN Kudus Reposi
0
0
31
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian, Dasar Hukum dan Tujuan Hukuman 1. Pengertian Hukuman - BAB II Penjara
0
0
29
BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori 1. Pemasaran - File 5 = BAB II
0
0
38
BAB II LANDASAN TEORI A. SHALAT 1. Pengertian Shalat - BAB II REVISI
0
0
26
BAB II LANDASAN TEORI 1. Sewa-Menyewa A. Pengertian dan Dasar Hukum Sewa Menyewa - BAB II (print 10)
0
0
32
BAB II LANDASAN TEORI A. Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Pengertian Sumber Daya Manusia - 11. BAB II TESIS
0
0
47
BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Kegiatan Ekstrakulikuler a. Pengertian Kegiatan Ekstrakulikuler - FIle 5. BAB II
0
0
28
BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Perilaku Konsumen a. Pengertian Perilaku Konsumen - 5. BAB II.compressed
0
0
29
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen - BAB II LANDASAN TEORI
0
0
29
Show more